{"nodes": [{"key": "bank_indonesia_malut", "attributes": {"label": "bank_indonesia_malut", "x": 695.709228198403, "y": 924.972891888788, "size": 9.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 175.4386, "eigenvector": 250.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "3922106471702636101_3117095536", "id": "bank_indonesia_malut", "source": "instagram-000001", "content": "Suba jou #SobRuMalut\n.\n.\n.\nHalo SobRu Malut !\nRapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia pada 17-18 Juni 2026 memutuskan untuk menaikkan BI-Rate sebesar 25 bps menjadi 5,75%, suku bunga Deposit Facility sebesar 25 bps menjadi 4,75%, dan suku bunga Lending Facility sebesar 25 bps menjadi 6,50%. \n.\nKenaikan ini sebagai langkah lanjutan untuk makin memperkuat stabilisasi nilai tukar Rupiah di tengah tetap tingginya ketidakpastian global serta sebagai langkah pre-emptive untuk menjaga inflasi pada tahun 2026 dan 2027 tetap berada dalam kisaran sasaran 2,5±1% yang ditetapkan Pemerintah. \n.\nSementara itu, kebijakan makroprudensial dan kebijakan sistem pembayaran tetap diarahkan untuk turut mendorong pertumbuhan (“pro-growth”). Kebijakan makroprudensial longgar terus diperkuat untuk mendorong pertumbuhan ekonomi melalui peningkatan kredit/pembiayaan ke sektor riil dengan tetap menjaga stabilitas sistem keuangan. \n.\nKebijakan sistem pembayaran tetap diarahkan untuk turut mendukung kegiatan ekonomi melalui perluasan akseptasi pembayaran digital, penguatan struktur industri sistem pembayaran, serta peningkatan keandalan dan ketahanan infrastruktur sistem pembayaran.\n.\nSelain itu, Bank Indonesia juga terus memperkuat koordinasi kebijakan dengan Pemerintah, termasuk sinergi yang erat antara kebijakan moneter dengan kebijakan fiskal untuk memitigasi dampak ketidakpastian global akibat perang di Timur Tengah terhadap perekonomian domestik sehingga stabilitas dan pertumbuhan ekonomi tetap terjaga baik. Sinergi kebijakan dengan Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) juga dipererat untuk turut menjaga stabilitas sistem keuangan dan mendorong pembiayaan bagi program Asta Cita Pemerintah.\n.\nDengan BI-Rate yang dinaikkan menjadi 5,75% pada #RDGBI Juni 2026, yuk dukung upaya BI dalam #BeriMakna memperkuat stabilitas dan mendorong pertumbuhan ekonomi nasional!\n#repostfrom \n.\n#diSetiapMaknaIndonesia", "post_id": "3922106471702636101_3117095536"}}, {"key": "bank_indonesia", "attributes": {"label": "bank_indonesia", "x": 490.9207457560858, "y": 112.45365853932687, "size": 9.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 324.5614, "eigenvector": 250.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "3922106471702636101_3117095536", "id": "bank_indonesia", "source": "instagram-000001", "content": "Suba jou #SobRuMalut\n.\n.\n.\nHalo SobRu Malut !\nRapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia pada 17-18 Juni 2026 memutuskan untuk menaikkan BI-Rate sebesar 25 bps menjadi 5,75%, suku bunga Deposit Facility sebesar 25 bps menjadi 4,75%, dan suku bunga Lending Facility sebesar 25 bps menjadi 6,50%. \n.\nKenaikan ini sebagai langkah lanjutan untuk makin memperkuat stabilisasi nilai tukar Rupiah di tengah tetap tingginya ketidakpastian global serta sebagai langkah pre-emptive untuk menjaga inflasi pada tahun 2026 dan 2027 tetap berada dalam kisaran sasaran 2,5±1% yang ditetapkan Pemerintah. \n.\nSementara itu, kebijakan makroprudensial dan kebijakan sistem pembayaran tetap diarahkan untuk turut mendorong pertumbuhan (“pro-growth”). Kebijakan makroprudensial longgar terus diperkuat untuk mendorong pertumbuhan ekonomi melalui peningkatan kredit/pembiayaan ke sektor riil dengan tetap menjaga stabilitas sistem keuangan. \n.\nKebijakan sistem pembayaran tetap diarahkan untuk turut mendukung kegiatan ekonomi melalui perluasan akseptasi pembayaran digital, penguatan struktur industri sistem pembayaran, serta peningkatan keandalan dan ketahanan infrastruktur sistem pembayaran.\n.\nSelain itu, Bank Indonesia juga terus memperkuat koordinasi kebijakan dengan Pemerintah, termasuk sinergi yang erat antara kebijakan moneter dengan kebijakan fiskal untuk memitigasi dampak ketidakpastian global akibat perang di Timur Tengah terhadap perekonomian domestik sehingga stabilitas dan pertumbuhan ekonomi tetap terjaga baik. Sinergi kebijakan dengan Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) juga dipererat untuk turut menjaga stabilitas sistem keuangan dan mendorong pembiayaan bagi program Asta Cita Pemerintah.\n.\nDengan BI-Rate yang dinaikkan menjadi 5,75% pada #RDGBI Juni 2026, yuk dukung upaya BI dalam #BeriMakna memperkuat stabilitas dan mendorong pertumbuhan ekonomi nasional!\n#repostfrom \n.\n#diSetiapMaknaIndonesia", "post_id": "3922106471702636101_3117095536"}}, {"key": "@InnerBoost-oe4sd", "attributes": {"label": "@InnerBoost-oe4sd", "x": 10.670732322902055, "y": 121.97307280212843, "size": 9.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 175.4386, "eigenvector": 250.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "o3mDQrV1wL4", "id": "@InnerBoost-oe4sd", "source": "youtube-000001", "content": "Bank - Bank Dunia Diminta Siaga Penuh! Ancaman AI Yang Disebut Bisa Memicu Petaka Global\n\n🚨 BANK-BANK DUNIA DIMINTA SIAGA PENUH! ANCAMAN AI YANG DISEBUT BISA MEMICU PETAKA GLOBAL 🚨\n\n⚠️ Apakah kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) yang selama ini dianggap sebagai teknologi masa depan justru sedang menciptakan ancaman baru bagi sistem keuangan dunia?\n\nDalam video Inner Boost kali ini, kita akan membahas laporan mengejutkan yang mengungkap bahwa regulator global telah memperingatkan seluruh sektor keuangan dunia untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap perkembangan AI yang semakin otonom.\n\n🌎 Financial Stability Board (FSB), lembaga internasional bentukan G20 yang bertugas menjaga stabilitas sistem keuangan global, mengeluarkan peringatan serius mengenai risiko yang ditimbulkan oleh Agentic AI.\n\n🤖 Apa itu Agentic AI?\n\nAgentic AI adalah generasi terbaru kecerdasan buatan yang tidak hanya mampu menjawab pertanyaan atau membantu pekerjaan manusia, tetapi juga mampu:\n✅ Merencanakan\n✅ Bernalar\n✅ Mengambil keputusan\n✅ Menjalankan tugas secara mandiri\n✅ Bekerja dengan pengawasan manusia yang sangat terbatas\n\nDi satu sisi, teknologi ini menjanjikan efisiensi luar biasa.\n\nNamun di sisi lain, regulator dunia mulai khawatir karena AI berpotensi melakukan tindakan yang tidak sesuai dengan niat manusia, bahkan tanpa diketahui oleh perusahaan yang menggunakannya.\n\n🔥 Dalam video ini kita akan membahas secara lengkap:\n\n✅ Peringatan terbaru regulator global terhadap AI\n✅ Mengapa bank-bank dunia diminta siaga penuh\n✅ Risiko besar Agentic AI terhadap sistem keuangan global\n✅ Ancaman kebocoran data perbankan\n✅ Risiko tindakan ilegal yang dilakukan AI\n✅ Bahaya keamanan siber di era AI canggih\n✅ Dampak AI terhadap stabilitas ekonomi dunia\n✅ Mengapa Financial Stability Board (FSB) mulai khawatir\n✅ Survei Cambridge Centre for Alternative Finance mengenai adopsi Agentic AI\n✅ Ancaman AI terhadap industri perbankan\n✅ Potensi krisis keuangan akibat otomatisasi berlebihan\n✅ Alasan transaksi berisiko tinggi harus tetap melibatkan manusia\n✅ Konsep \"Karyawan Sintetis\" yang mulai dibahas regulator dunia\n✅ Apakah AI akan menggantikan pekerjaan manusia?\n✅ Masa depan dunia kerja di era kecerdasan buatan\n\n📊 Fakta menarik yang dibahas dalam video ini:\n\n✔️ 52% institusi keuangan telah aktif menggunakan Agentic AI\n✔️ 23% sedang memperluas penggunaan Agentic AI\n✔️ 29% lainnya sedang bersiap mengadopsi teknologi tersebut\n✔️ Regulator global memperingatkan risiko tindakan menyimpang yang dilakukan AI tanpa sepengetahuan manusia\n✔️ FSB meminta perusahaan keuangan menerapkan pengamanan baru untuk menghadapi era AI otonom\n\n🎯 Video ini sangat penting untuk ditonton oleh:\n\n💰 Investor\n🏦 Pelaku industri keuangan\n📈 Trader\n🎓 Mahasiswa\n💻 Pekerja sektor teknologi\n📚 Pecinta ekonomi dan geopolitik\n🌍 Masyarakat umum yang ingin memahami masa depan dunia\n\nKarena perkembangan AI tidak lagi hanya menjadi isu teknologi.\n\nKini AI telah menjadi isu ekonomi, keamanan, perbankan, investasi, bahkan stabilitas global.\n\n⚡ Apakah Agentic AI akan menjadi revolusi terbesar dalam sejarah manusia?\n\nAtaukah justru menjadi ancaman yang dapat memicu krisis baru di masa depan?\n\nTulis pendapat kalian di kolom komentar!\n\n👇 Jangan lupa:\n\n👍 LIKE video ini\n💬 COMMENT pendapat kalian\n📢 SHARE ke teman dan keluarga\n🔔 SUBSCRIBE channel Inner Boost agar tidak ketinggalan pembahasan ekonomi, geopolitik, investasi, keuangan global, dan perkembangan teknologi yang sedang mengubah dunia.\n\nTerima kasih sudah menonton dan mendukung channel Inner Boost.\n\nKarena dunia berubah lebih cepat daripada yang kita bayangkan, dan pengetahuan adalah senjata terbaik untuk menghadapinya.\n\n\n\n#AI #ArtificialIntelligence #AgenticAI #BankDunia #Perbankan #EkonomiGlobal #KrisisEkonomi #TeknologiAI #KecerdasanBuatan #FinancialStabilityBoard #FSB #BeritaEkonomi #EkonomiDunia #KeuanganGlobal #Geopolitik #Investasi #BankSentral #Resesi #TeknologiMasaDepan\n#InnerBoost #BeritaTerbaru #DuniaHariIni #AI2026 #Ekonomi #Finance\n\n\n\n\n‪-oe4sd‬", "post_id": "o3mDQrV1wL4"}}, {"key": "InnerBoost", "attributes": {"label": "InnerBoost", "x": 115.43355853792858, "y": 314.17934594573063, "size": 9.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 324.5614, "eigenvector": 250.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "o3mDQrV1wL4", "id": "InnerBoost", "source": "youtube-000001", "content": "Bank - Bank Dunia Diminta Siaga Penuh! Ancaman AI Yang Disebut Bisa Memicu Petaka Global\n\n🚨 BANK-BANK DUNIA DIMINTA SIAGA PENUH! ANCAMAN AI YANG DISEBUT BISA MEMICU PETAKA GLOBAL 🚨\n\n⚠️ Apakah kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) yang selama ini dianggap sebagai teknologi masa depan justru sedang menciptakan ancaman baru bagi sistem keuangan dunia?\n\nDalam video Inner Boost kali ini, kita akan membahas laporan mengejutkan yang mengungkap bahwa regulator global telah memperingatkan seluruh sektor keuangan dunia untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap perkembangan AI yang semakin otonom.\n\n🌎 Financial Stability Board (FSB), lembaga internasional bentukan G20 yang bertugas menjaga stabilitas sistem keuangan global, mengeluarkan peringatan serius mengenai risiko yang ditimbulkan oleh Agentic AI.\n\n🤖 Apa itu Agentic AI?\n\nAgentic AI adalah generasi terbaru kecerdasan buatan yang tidak hanya mampu menjawab pertanyaan atau membantu pekerjaan manusia, tetapi juga mampu:\n✅ Merencanakan\n✅ Bernalar\n✅ Mengambil keputusan\n✅ Menjalankan tugas secara mandiri\n✅ Bekerja dengan pengawasan manusia yang sangat terbatas\n\nDi satu sisi, teknologi ini menjanjikan efisiensi luar biasa.\n\nNamun di sisi lain, regulator dunia mulai khawatir karena AI berpotensi melakukan tindakan yang tidak sesuai dengan niat manusia, bahkan tanpa diketahui oleh perusahaan yang menggunakannya.\n\n🔥 Dalam video ini kita akan membahas secara lengkap:\n\n✅ Peringatan terbaru regulator global terhadap AI\n✅ Mengapa bank-bank dunia diminta siaga penuh\n✅ Risiko besar Agentic AI terhadap sistem keuangan global\n✅ Ancaman kebocoran data perbankan\n✅ Risiko tindakan ilegal yang dilakukan AI\n✅ Bahaya keamanan siber di era AI canggih\n✅ Dampak AI terhadap stabilitas ekonomi dunia\n✅ Mengapa Financial Stability Board (FSB) mulai khawatir\n✅ Survei Cambridge Centre for Alternative Finance mengenai adopsi Agentic AI\n✅ Ancaman AI terhadap industri perbankan\n✅ Potensi krisis keuangan akibat otomatisasi berlebihan\n✅ Alasan transaksi berisiko tinggi harus tetap melibatkan manusia\n✅ Konsep \"Karyawan Sintetis\" yang mulai dibahas regulator dunia\n✅ Apakah AI akan menggantikan pekerjaan manusia?\n✅ Masa depan dunia kerja di era kecerdasan buatan\n\n📊 Fakta menarik yang dibahas dalam video ini:\n\n✔️ 52% institusi keuangan telah aktif menggunakan Agentic AI\n✔️ 23% sedang memperluas penggunaan Agentic AI\n✔️ 29% lainnya sedang bersiap mengadopsi teknologi tersebut\n✔️ Regulator global memperingatkan risiko tindakan menyimpang yang dilakukan AI tanpa sepengetahuan manusia\n✔️ FSB meminta perusahaan keuangan menerapkan pengamanan baru untuk menghadapi era AI otonom\n\n🎯 Video ini sangat penting untuk ditonton oleh:\n\n💰 Investor\n🏦 Pelaku industri keuangan\n📈 Trader\n🎓 Mahasiswa\n💻 Pekerja sektor teknologi\n📚 Pecinta ekonomi dan geopolitik\n🌍 Masyarakat umum yang ingin memahami masa depan dunia\n\nKarena perkembangan AI tidak lagi hanya menjadi isu teknologi.\n\nKini AI telah menjadi isu ekonomi, keamanan, perbankan, investasi, bahkan stabilitas global.\n\n⚡ Apakah Agentic AI akan menjadi revolusi terbesar dalam sejarah manusia?\n\nAtaukah justru menjadi ancaman yang dapat memicu krisis baru di masa depan?\n\nTulis pendapat kalian di kolom komentar!\n\n👇 Jangan lupa:\n\n👍 LIKE video ini\n💬 COMMENT pendapat kalian\n📢 SHARE ke teman dan keluarga\n🔔 SUBSCRIBE channel Inner Boost agar tidak ketinggalan pembahasan ekonomi, geopolitik, investasi, keuangan global, dan perkembangan teknologi yang sedang mengubah dunia.\n\nTerima kasih sudah menonton dan mendukung channel Inner Boost.\n\nKarena dunia berubah lebih cepat daripada yang kita bayangkan, dan pengetahuan adalah senjata terbaik untuk menghadapinya.\n\n\n\n#AI #ArtificialIntelligence #AgenticAI #BankDunia #Perbankan #EkonomiGlobal #KrisisEkonomi #TeknologiAI #KecerdasanBuatan #FinancialStabilityBoard #FSB #BeritaEkonomi #EkonomiDunia #KeuanganGlobal #Geopolitik #Investasi #BankSentral #Resesi #TeknologiMasaDepan\n#InnerBoost #BeritaTerbaru #DuniaHariIni #AI2026 #Ekonomi #Finance\n\n\n\n\n‪-oe4sd‬", "post_id": "o3mDQrV1wL4"}}], "edges": [{"key": "bank_indonesia_malut", "source": "bank_indonesia_malut", "target": "bank_indonesia", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "@InnerBoost-oe4sd", "source": "@InnerBoost-oe4sd", "target": "InnerBoost", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}]}