{"nodes": [{"key": "FirdausJuven", "attributes": {"label": "FirdausJuven", "x": 296.5130917030947, "y": 391.7284384057527, "size": 9.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["retweet-000002"], "scores": {"pagerank": 21.2011, "eigenvector": 249.9997, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "2059760962736112078", "id": "FirdausJuven", "source": "retweet-000002", "content": "Bank Indonesia menyebut insentif kebijakan likuiditas makroprudensial (KLM) dapat meredam kenaikan agresif suku bunga kred…", "post_id": "2059760962736112078"}}, {"key": "idx_channel", "attributes": {"label": "idx_channel", "x": 102.57753828346105, "y": 278.7413730646672, "size": 15.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["retweet-000002"], "scores": {"pagerank": 68.2124, "eigenvector": 499.9994, "in_degree": 6, "out_degree": 2, "degree": 8}, "_id": "2059760962736112078", "id": "idx_channel", "source": "retweet-000002", "content": "Bank Indonesia menyebut insentif kebijakan likuiditas makroprudensial (KLM) dapat meredam kenaikan agresif suku bunga kred…", "post_id": "2059760962736112078"}}, {"key": "aldotjahjadi8", "attributes": {"label": "aldotjahjadi8", "x": 614.4147918643886, "y": 417.0966769874778, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["retweet-000002"], "scores": {"pagerank": 21.2011, "eigenvector": 0.0003, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "2067766691673821544", "id": "aldotjahjadi8", "source": "retweet-000002", "content": "Bank Indonesia menyalurkan insentif likuiditas makroprudensial sebesar Rp418,1 triliun hingga awal Juni 2026, dengan porsi…", "post_id": "2067766691673821544"}}, {"key": "BloombergTZ", "attributes": {"label": "BloombergTZ", "x": 342.5412787903037, "y": 230.6656591881353, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["retweet-000002"], "scores": {"pagerank": 48.2326, "eigenvector": 0.0003, "in_degree": 6, "out_degree": 0, "degree": 6}, "_id": "2067766691673821544", "id": "BloombergTZ", "source": "retweet-000002", "content": "Bank Indonesia menyalurkan insentif likuiditas makroprudensial sebesar Rp418,1 triliun hingga awal Juni 2026, dengan porsi…", "post_id": "2067766691673821544"}}, {"key": "2Herdev", "attributes": {"label": "2Herdev", "x": 957.4772802506259, "y": 126.37318149414179, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["retweet-000002"], "scores": {"pagerank": 21.2011, "eigenvector": 0.0003, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "2067793117638729894", "id": "2Herdev", "source": "retweet-000002", "content": "Bank Indonesia menyalurkan insentif likuiditas makroprudensial sebesar Rp418,1 triliun hingga awal Juni 2026, dengan porsi…", "post_id": "2067793117638729894"}}, {"key": "KejuBiskuit", "attributes": {"label": "KejuBiskuit", "x": 365.7006005930442, "y": 130.45109062885751, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["retweet-000002"], "scores": {"pagerank": 21.2011, "eigenvector": 0.0003, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "2067858954617860514", "id": "KejuBiskuit", "source": "retweet-000002", "content": "Bank Indonesia menyalurkan insentif likuiditas makroprudensial sebesar Rp418,1 triliun hingga awal Juni 2026, dengan porsi…", "post_id": "2067858954617860514"}}, {"key": "bloombergtechnoz", "attributes": {"label": "bloombergtechnoz", "x": 158.9532099447194, "y": 487.66726958040186, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 141.3403, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 1, "degree": 2}, "_id": "3922597106336194157_51748745734", "id": "bloombergtechnoz", "source": "instagram-000001", "content": "Bank Indonesia menyalurkan insentif likuiditas makroprudensial sebesar Rp418,1 triliun hingga awal Juni 2026, dengan porsi terbesar dialokasikan kepada bank-bank BUMN untuk mendorong penyaluran kredit.\n\nGubernur BI Perry Warjiyo mengatakan kebijakan ini bertujuan memperkuat pembiayaan ke sektor prioritas serta menjaga penyaluran kredit agar tetap mendukung pertumbuhan ekonomi.\n\nKlik link di bio untuk detail informasi selengkapnya. Jangan lupa follow  untuk berita dan data menarik lainnya.\n\n#bankindonesia #bank #bumn #bloombergtechnoz", "post_id": "3922597106336194157_51748745734"}}, {"key": "balikpapan_pos", "attributes": {"label": "balikpapan_pos", "x": 958.2308315732239, "y": 431.72967135168574, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 21.2011, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "3917077225279564130_3322656215", "id": "balikpapan_pos", "source": "instagram-000001", "content": "Perhimpunan Bank Nasional (Perbanas) menilai sektor perbankan Indonesia tetap berada dalam kondisi yang sehat di tengah dinamika ekonomi global dan domestik. Hal tersebut tercermin dari pertumbuhan kredit yang tetap kuat, likuiditas yang terjaga, serta permodalan yang memadai untuk mendukung fungsi intermediasi dan pertumbuhan ekonomi nasional.\n\nKetua Umum Perbanas sekaligus Direktur Utama BRI Hery Gunardi menyatakan bahwa perbankan nasional masih mampu menjalankan perannya sebagai penggerak perekonomian melalui penyaluran kredit yang terus tumbuh dan penghimpunan dana masyarakat yang tetap meningkat.\n\"Berdasarkan data OJK, hingga akhir April 2026 penyaluran kredit perbankan tumbuh 9,98% secara tahunan, sedangkan Dana Pihak Ketiga tumbuh 11,40%. Hal ini menunjukkan bahwa kepercayaan masyarakat terhadap sistem perbankan tetap terjaga dan fungsi intermediasi berjalan dengan baik,\" ujar Hery.\nDari sisi likuiditas, Loan to Deposit Ratio (LDR) tercatat sebesar 86,88%.\n\n Sementara itu, rasio Gross Non Performing Loan (NPL) berada pada level 2,17%. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa industri perbankan masih memiliki kapasitas yang memadai untuk mendukung pembiayaan ekonomi dengan tetap menjaga kualitas aset.\nMenurut Hery, kinerja tersebut menjadi modal penting bagi perbankan untuk terus mendukung aktivitas ekonomi dan berbagai program pembangunan nasional.\n\nMeski demikian, kewaspadaan tetap diperlukan mengingat ketidakpastian global masih cukup tinggi. Ketegangan geopolitik, volatilitas harga energi, serta perlambatan ekonomi di sejumlah negara berpotensi memengaruhi aktivitas usaha dan sentimen pasar keuangan.\n\n“Karena itu, pengelolaan risiko yang prudent, kecukupan likuiditas, serta kualitas pertumbuhan kredit harus terus menjadi perhatian utama agar ketahanan industri tetap terjaga,” jelas Hery.\n.\n(*/han)\n.\nBaca berita lainnya melalui apps kami:\nPlaystore: https://play.google.com/store/apps/details?id=com.balpos\nAppstore: https://apps.apple.com/app/balikpapan-pos/id6504913031\n.\nIkuti Media Balikpapanpos Lainnya\n\nhttps://www.balpos.com/\nhttps://www.facebook.com/balposdotcom/\nhttps://www.tiktok.com/#perbanas #perbankanindonesia #bri #ojk #kredit #ekonomiindonesia #", "post_id": "3917077225279564130_3322656215"}}, {"key": "ba", "attributes": {"label": "ba", "x": 731.0336333714674, "y": 113.70949247856876, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 39.2221, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "3917077225279564130_3322656215", "id": "ba", "source": "instagram-000001", "content": "Perhimpunan Bank Nasional (Perbanas) menilai sektor perbankan Indonesia tetap berada dalam kondisi yang sehat di tengah dinamika ekonomi global dan domestik. Hal tersebut tercermin dari pertumbuhan kredit yang tetap kuat, likuiditas yang terjaga, serta permodalan yang memadai untuk mendukung fungsi intermediasi dan pertumbuhan ekonomi nasional.\n\nKetua Umum Perbanas sekaligus Direktur Utama BRI Hery Gunardi menyatakan bahwa perbankan nasional masih mampu menjalankan perannya sebagai penggerak perekonomian melalui penyaluran kredit yang terus tumbuh dan penghimpunan dana masyarakat yang tetap meningkat.\n\"Berdasarkan data OJK, hingga akhir April 2026 penyaluran kredit perbankan tumbuh 9,98% secara tahunan, sedangkan Dana Pihak Ketiga tumbuh 11,40%. Hal ini menunjukkan bahwa kepercayaan masyarakat terhadap sistem perbankan tetap terjaga dan fungsi intermediasi berjalan dengan baik,\" ujar Hery.\nDari sisi likuiditas, Loan to Deposit Ratio (LDR) tercatat sebesar 86,88%.\n\n Sementara itu, rasio Gross Non Performing Loan (NPL) berada pada level 2,17%. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa industri perbankan masih memiliki kapasitas yang memadai untuk mendukung pembiayaan ekonomi dengan tetap menjaga kualitas aset.\nMenurut Hery, kinerja tersebut menjadi modal penting bagi perbankan untuk terus mendukung aktivitas ekonomi dan berbagai program pembangunan nasional.\n\nMeski demikian, kewaspadaan tetap diperlukan mengingat ketidakpastian global masih cukup tinggi. Ketegangan geopolitik, volatilitas harga energi, serta perlambatan ekonomi di sejumlah negara berpotensi memengaruhi aktivitas usaha dan sentimen pasar keuangan.\n\n“Karena itu, pengelolaan risiko yang prudent, kecukupan likuiditas, serta kualitas pertumbuhan kredit harus terus menjadi perhatian utama agar ketahanan industri tetap terjaga,” jelas Hery.\n.\n(*/han)\n.\nBaca berita lainnya melalui apps kami:\nPlaystore: https://play.google.com/store/apps/details?id=com.balpos\nAppstore: https://apps.apple.com/app/balikpapan-pos/id6504913031\n.\nIkuti Media Balikpapanpos Lainnya\n\nhttps://www.balpos.com/\nhttps://www.facebook.com/balposdotcom/\nhttps://www.tiktok.com/#perbanas #perbankanindonesia #bri #ojk #kredit #ekonomiindonesia #", "post_id": "3917077225279564130_3322656215"}}, {"key": "sahambbk", "attributes": {"label": "sahambbk", "x": 569.469923331053, "y": 389.3158073906471, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 141.3403, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 1, "degree": 2}, "_id": "3909173246457529529_8368743173", "id": "sahambbk", "source": "instagram-000001", "content": "PERBANKAN SYARIAH MULAI MENARIK ARUS MODAL\n\nDi saat industri perbankan menghadapi tantangan likuiditas dan perlambatan ekonomi global, perbankan syariah justru menunjukkan momentum pertumbuhan yang lebih kuat.\n\nPer Maret 2026, pembiayaan syariah tumbuh 9,82% secara tahunan (YoY), melampaui pertumbuhan kredit perbankan nasional. Sementara pangsa pasar industri syariah meningkat menjadi 7,51%, menandakan penetrasi yang terus menguat dalam sistem keuangan Indonesia.\n\nPerkembangan tersebut mulai tercermin pada meningkatnya minat investor terhadap saham BRIS dan BTPS.\n\nBRIS tampil sebagai pilihan yang lebih defensif dengan pertumbuhan laba bersih 17,1% YoY, pertumbuhan DPK hampir 18%, serta dukungan ekspansi pembiayaan wholesale dan proyek infrastruktur BUMN.\n\nDi sisi lain, BTPS menawarkan profil pertumbuhan yang lebih agresif. Fokus pada segmen ultra mikro membuat prospek perusahaan sangat terkait dengan pemulihan daya beli masyarakat dan aktivitas ekonomi domestik.\n\nYang menarik, ekosistem haji dan umrah kini menjadi katalis pertumbuhan baru bagi industri. Digitalisasi tabungan haji telah menarik sekitar 1,2 juta nasabah baru, memperkuat basis dana murah sekaligus membuka peluang ekspansi layanan keuangan syariah ke depan.\n\nBagi investor, pertanyaannya bukan lagi apakah industri syariah akan tumbuh, melainkan seberapa besar potensi pertumbuhannya dalam lima tahun mendatang.\n\n💬 Menurut Anda, mana yang lebih menarik untuk investasi jangka panjang: BRIS atau BTPS?\n\n❤️ Like jika konten ini bermanfaat \n🔄 Share ke rekan investor Anda \n📌 Follow  untuk insight saham, ekonomi, dan market update setiap hari.\n\n#BRIS #BTPS #BankSyariahIndonesia #PerbankanSyariah #SahamIndonesia", "post_id": "3909173246457529529_8368743173"}}, {"key": "myterminal.id", "attributes": {"label": "myterminal.id", "x": 317.8543664414623, "y": 219.4916307973076, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 141.3403, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 1, "degree": 2}, "_id": "7650469763021376788", "id": "myterminal.id", "source": "tiktok-000001", "content": "Harga saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) mengalami lonjakan signifikan sebesar 19% dalam tiga hari terakhir, mencapai Rp 5.825, yang menarik perhatian investor asing dengan catatan pembelian bersih (net buy) senilai Rp 387,96 miliar. Dalam periode perdagangan Kamis (11/6), saham BBCA menjadi yang paling banyak diburu investor asing dan menyumbang 14,25% dari total nilai transaksi di Bursa Efek Indonesia, mencapai Rp 3,12 triliun. BRI Danareksa Sekuritas mempertahankan rekomendasi beli untuk saham BBCA dengan target harga Rp 10.900, menilai valuasi saham ini masih undervalued pada kisaran -2 SD P/BV dan menjadikannya pilihan utama di sektor perbankan. BBCA berencana untuk membagikan dividen sebanyak tiga kali dalam tahun ini, dengan dividen interim pertama sebesar Rp 20 per saham yang akan dibagikan pada 26 Juni 2026. Selain pembagian dividen, BBCA juga akan melaksanakan program pembelian kembali saham (buyback) hingga maksimal Rp 5 triliun selama periode 12 bulan, sebagai bentuk optimisme terhadap pasar modal Indonesia. Manajemen BBCA menyatakan bahwa aksi korporasi seperti pembagian dividen dan buyback tidak akan memberikan dampak material pada kondisi keuangan atau operasional perusahaan, serta tetap mematuhi prinsip GCG dan regulasi yang berlaku. Menanggapi kenaikan suku bunga acuan BI menjadi 5,50%, BBCA terus mencermati perkembangan makroekonomi dan menjaga keseimbangan antara likuiditas dan pertumbuhan kredit yang sehat, serta menyesuaikan suku bunga kredit agar tetap kompetitif. Follow instagram", "post_id": "7650469763021376788"}}, {"key": "media.clips02", "attributes": {"label": "media.clips02", "x": 965.5842591475364, "y": 651.375731132887, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 21.2011, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "7644065867751312647", "id": "media.clips02", "source": "tiktok-000001", "content": "‎Setelah Bank Indonesia bikin kejutan dengan naikkan suku bunga 50 basis poin ke 5,25%, Gubernur BI Perry Warjiyo langsung beberkan 5 jurus strategis untuk pastikan ekonomi Indonesia tetap tumbuh. Perry menegaskan walaupun Bl fokus pada stabilitas rupiah, bukan berarti pertumbuhan ekonomi diabaikan. Kombinasi ini disebut bauran kebijakan moneter dan makroprudensial yang akomodatif. ‎ ‎Jurus pertama, BI banjirin likuiditas ke bank dengan beli Surat Berharga Negara (SBN) di pasar sekunder. Sampai 19 Mei 2026, BI sudah gelontorkan Rp140,57 triliun untuk beli SBN. Kedua, Bl guyur Rp424,7 triliun lewat insentif likuiditas makroprudensial (KLM) ke bank-bank rajin yang mau salurin kredit ke sektor produktif. Ketiga, BI tegas larang bank naikkan bunga kredit walaupun BI Rate naik, supaya KPR dan kredit motor masyarakat tetap terjangkau. Keempat, jaga duit beredar (M0) tumbuh di 14,1% YoY supaya likuiditas tetap melimpah. Kelima, BI permudah sistem pembayaran digital seperti QRIS dan transfer untuk dukung aktivitas bisnis. ‎ ‎Buat masyarakat Indonesia, kombinasi BI naikkan bunga tapi tetap jaga ekonomi tumbuh ini sebenarnya kabar yang seimbang. Sisi positifnya, walaupun BI Rate naik ke 5,25%, bunga KPR dan kredit motor seharusnya tetap stabil karena bank dilarang naikkan bunga pinjaman. Bunga deposito tetap menarik (untung penabung), tapi cicilan KPR floating tidak ikut melonjak (bagus buat yang punya utang rumah). Buat investor saham, bank Himbara seperti BBRI, BMRI, BBNI, BBTN dapat alokasi KLM terbesar Rp214,2 triliun dan patut dipantau. Sektor strategis yang dapat penyaluran kredit lebih murah seperti UMKM, perumahan, dan otomotif berpotensi dapat angin segar. Tapi sukses-tidaknya kebijakan ini sangat tergantung apakah bank-bank benar-benar salurkan KLM ke sektor produktif, bukan cuma tahan likuiditas. ‎ Sumber: TWS News   #kontencom #kontenckmxtws", "post_id": "7644065867751312647"}}, {"key": "tradewithsuli", "attributes": {"label": "tradewithsuli", "x": 986.032594424175, "y": 513.6151775269783, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 57.243, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "7644065867751312647", "id": "tradewithsuli", "source": "tiktok-000001", "content": "‎Setelah Bank Indonesia bikin kejutan dengan naikkan suku bunga 50 basis poin ke 5,25%, Gubernur BI Perry Warjiyo langsung beberkan 5 jurus strategis untuk pastikan ekonomi Indonesia tetap tumbuh. Perry menegaskan walaupun Bl fokus pada stabilitas rupiah, bukan berarti pertumbuhan ekonomi diabaikan. Kombinasi ini disebut bauran kebijakan moneter dan makroprudensial yang akomodatif. ‎ ‎Jurus pertama, BI banjirin likuiditas ke bank dengan beli Surat Berharga Negara (SBN) di pasar sekunder. Sampai 19 Mei 2026, BI sudah gelontorkan Rp140,57 triliun untuk beli SBN. Kedua, Bl guyur Rp424,7 triliun lewat insentif likuiditas makroprudensial (KLM) ke bank-bank rajin yang mau salurin kredit ke sektor produktif. Ketiga, BI tegas larang bank naikkan bunga kredit walaupun BI Rate naik, supaya KPR dan kredit motor masyarakat tetap terjangkau. Keempat, jaga duit beredar (M0) tumbuh di 14,1% YoY supaya likuiditas tetap melimpah. Kelima, BI permudah sistem pembayaran digital seperti QRIS dan transfer untuk dukung aktivitas bisnis. ‎ ‎Buat masyarakat Indonesia, kombinasi BI naikkan bunga tapi tetap jaga ekonomi tumbuh ini sebenarnya kabar yang seimbang. Sisi positifnya, walaupun BI Rate naik ke 5,25%, bunga KPR dan kredit motor seharusnya tetap stabil karena bank dilarang naikkan bunga pinjaman. Bunga deposito tetap menarik (untung penabung), tapi cicilan KPR floating tidak ikut melonjak (bagus buat yang punya utang rumah). Buat investor saham, bank Himbara seperti BBRI, BMRI, BBNI, BBTN dapat alokasi KLM terbesar Rp214,2 triliun dan patut dipantau. Sektor strategis yang dapat penyaluran kredit lebih murah seperti UMKM, perumahan, dan otomotif berpotensi dapat angin segar. Tapi sukses-tidaknya kebijakan ini sangat tergantung apakah bank-bank benar-benar salurkan KLM ke sektor produktif, bukan cuma tahan likuiditas. ‎ Sumber: TWS News   #kontencom #kontenckmxtws", "post_id": "7644065867751312647"}}, {"key": "reyy16_8", "attributes": {"label": "reyy16_8", "x": 286.01070818583554, "y": 20.118748670434726, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 21.2011, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "7644017205604109575", "id": "reyy16_8", "source": "tiktok-000001", "content": "Setelah Bank Indonesia bikin kejutan dengan naikkan suku bunga 50 basis poin ke 5,25% kemarin, Gubernur BI Perry Warjiyo langsung beberkan 5 jurus strategis untuk pastikan ekonomi Indonesia tetap tumbuh. Perry menegaskan walaupun BI fokus pada stabilitas rupiah, bukan berarti pertumbuhan ekonomi diabaikan. Kombinasi ini disebut bauran kebijakan moneter dan makroprudensial yang akomodatif. Jurus pertama, BI banjirin likuiditas ke bank dengan beli Surat Berharga Negara (SBN) di pasar sekunder. Sampai 19 Mei 2026, BI sudah gelontorkan Rp140,57 triliun untuk beli SBN. Kedua, BI guyur Rp424,7 triliun lewat insentif likuiditas makroprudensial (KLM) ke bank-bank rajin yang mau salurin kredit ke sektor produktif. Ketiga, BI tegas larang bank naikkan bunga kredit walaupun BI Rate naik, supaya KPR dan kredit motor masyarakat tetap terjangkau. Keempat, jaga duit beredar (M0) tumbuh di 14,1% YoY supaya likuiditas tetap melimpah. Kelima, BI permudah sistem pembayaran digital seperti QRIS dan transfer untuk dukung aktivitas bisnis. Buat masyarakat Indonesia, kombinasi BI naikkan bunga tapi tetap jaga ekonomi tumbuh ini sebenarnya kabar yang seimbang. Sisi positifnya, walaupun BI Rate naik ke 5,25%, bunga KPR dan kredit motor seharusnya tetap stabil karena bank dilarang naikkan bunga pinjaman. Bunga deposito tetap menarik (untung penabung), tapi cicilan KPR floating tidak ikut melonjak (bagus buat yang punya utang rumah). Buat investor saham, bank Himbara seperti BBRI, BMRI, BBNI, BBTN dapat alokasi KLM terbesar Rp214,2 triliun dan patut dipantau. Sektor strategis yang dapat penyaluran kredit lebih murah seperti UMKM, perumahan, dan otomotif berpotensi dapat angin segar. Tapi sukses-tidaknya kebijakan ini sangat tergantung apakah bank-bank benar-benar salurkan KLM ke sektor produktif, bukan cuma tahan likuiditas. Sumber: TWS News\" #kontencom #kontencomxtws", "post_id": "7644017205604109575"}}, {"key": "IDXChannelcom", "attributes": {"label": "IDXChannelcom", "x": 732.9235353366802, "y": 805.6126081713373, "size": 9.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["facebook-000001"], "scores": {"pagerank": 21.2011, "eigenvector": 249.9997, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "432781620563594_1497517512172065", "id": "IDXChannelcom", "source": "facebook-000001", "content": "Bank Indonesia (BI) mempertebal stimulus makroprudensial guna memacu laju pertumbuhan kredit perbankan domestik di tengah kepungan ketidakpastian ekonomi global. Salah satu langkah terobosan yang diambil oleh bank sentral adalah dengan mendongkrak batas maksimal Rasio Pendanaan Luar Negeri Bank (RPLN) dari rentang lama sebesar 35 persen menjadi 40 persen dari total modal bersih bank.\n\nGubernur BI Perry Warjiyo mengumumkan pelonggaran keran likuiditas valas ini akan mulai diimplementasikan secara resmi pada 1 Juli 2026. Penyesuaian ini dirancang agar perbankan Tanah Air memiliki ruang gerak yang lebih luang dalam menghimpun dana segar dari pasar internasional, yang kemudian dapat dialirkan kembali untuk membiayai sektor riil di dalam negeri.\n\n“Peningkatan rasio RPLN ditujukan untuk memperluas sumber pendanaan perbankan, khususnya dari luar negeri, guna mendukung penyaluran kredit dan pembiayaan bagi perekonomian dengan tetap memperhatikan prinsip kehati-hatian,” kata Perry dalam konferensi pers RDG BI Bulanan di Jakarta, Kamis (18/6/2026).\n\nBukan hanya melonggarkan batas pinjaman luar negeri, BI juga mempererat jalinan sinergi bersama pemerintah serta otoritas terkait lewat peluncuran Program Percepatan Intermediasi Indonesia (PINISI). Program taktis ini ditargetkan mampu memotong sumbat birokrasi dalam penyaluran pembiayaan.\n\nBaca selengkapnya di\nhttps://www.idxchannel.com/banking/bi-naikkan-batas-pendanaan-luar-negeri-bank-jadi-40-persen-mulai-juli-2026\n\nAtau klik link di bio \n\nFoto: Istimewa \n\n#idxchannel #idxchannelcommunity #RPLM #BankIndonesia #pendanaanluarnegeri", "post_id": "432781620563594_1497517512172065"}}, {"key": "@tv9newsroom", "attributes": {"label": "@tv9newsroom", "x": 438.84395147235114, "y": 189.40787825381955, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 21.2011, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "DUQr3nxhai0", "id": "@tv9newsroom", "source": "youtube-000001", "content": "LIKUIDITAS SEKTOR PERBANKAN DITAMBAH 255 TRILIUNAN RUPIAH\n\nBerdasarkan catatan bi sejak penguatan kebijakan insentif likuiditas makroprudensial atau klm diimplementasikan pada awal juni 2024 pencapaian dan jumlah bank yang menerima insentif meningkat dibandingkan klm eksisting dari penguatan kebijakan insentif likuiditas makroprudensial (klm) bank Indonesia (bi), bank-bank telah menerima tambahan likuiditas rp255,8 triliun hingga periode juni 2024 dengan rate insentif 3,42 persen.\n\n‪‬ #jurnal9", "post_id": "DUQr3nxhai0"}}, {"key": "tv9nusantara", "attributes": {"label": "tv9nusantara", "x": 663.3871059741921, "y": 50.584078489162025, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 39.2221, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "DUQr3nxhai0", "id": "tv9nusantara", "source": "youtube-000001", "content": "LIKUIDITAS SEKTOR PERBANKAN DITAMBAH 255 TRILIUNAN RUPIAH\n\nBerdasarkan catatan bi sejak penguatan kebijakan insentif likuiditas makroprudensial atau klm diimplementasikan pada awal juni 2024 pencapaian dan jumlah bank yang menerima insentif meningkat dibandingkan klm eksisting dari penguatan kebijakan insentif likuiditas makroprudensial (klm) bank Indonesia (bi), bank-bank telah menerima tambahan likuiditas rp255,8 triliun hingga periode juni 2024 dengan rate insentif 3,42 persen.\n\n‪‬ #jurnal9", "post_id": "DUQr3nxhai0"}}, {"key": "@KanalBankIndonesia", "attributes": {"label": "@KanalBankIndonesia", "x": 854.1711644764293, "y": 561.664676727561, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 21.2011, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 4, "degree": 4}, "_id": "Gqk8iFg1ne4", "id": "@KanalBankIndonesia", "source": "youtube-000001", "content": "Kebijakan Insentif Likuiditas Makroprudensial: Insentif untuk Kredit/Pembiayaan Sektor Hilirisasi\n\n#SobatRupiah, untuk mendorong pertumbuhan ekonomi berkelanjutan dan bentuk sinergi dengan Pemerintah, Bank Indonesia menerbitkan Kebijakan Insentif Likuiditas Makroprudensial (KLM). \n\nSejauh mana perkembangannya? Lalu, bagaimana implementasinya? Yuk, #BeriMakna pahami dampak penguatan kebijakan ini bagi perekonomian nasional ke depan. \n\nSaksikan informasi lengkapnya dalam Seminar Nasional “Kebijakan Insentif Likuiditas Makroprudensial (KLM): Insentif untuk Kredit/Pembiayaan Sektor Hilirisasi”, bersama:\n\n• Keynote Speaker\nDeputi Gubernur Bank Indonesia Juda Agung\n\n• Pembicara\nDirektur Eksekutif Departemen Kebijakan Makroprudensial Bank Indonesia Solikin M. Juhro\nAsisten Deputi Pertambangan, Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Tubagus Nugraha\nHimpunan Bank Negara (HIMBARA) Supari\nDirektur Eksekutif Asosiasi Pertambangan Indonesia - Indonesia Mining Association Djoko Widajatno S.\nDirektur Eksekutif Asosiasi Pertambangan Batu Bara Indonesia (APBI), Hendra Sinadia\n\nSelamat menyaksikan!\n\n#disetiapmaknaindonesia \n\n\n————————————————————————————\nOfficial account:\nWebsite: http://www.bi.go.id\nTwitter:   / bank_indonesia  \nFacebook:   / bankindonesiaofficial  \nInstagram:   / bank_indonesia  \nSpotify: https://open.spotify.com/show/4Q38i2l...\n\n————————————————————————————\nChatbot LISA (Layanan Informasi Bank Indonesia)\nWhatsapp (24 jam) : 081 131 131 131\nLine (24 jam) : \nFB (diluar jam kerja) : \n\n————————————————————————————\nContact Center Bank Indonesia (BICARA 131)\nTelp: 1500131 (dari dalam dan luar negeri)\nEmail: bicara", "post_id": "Gqk8iFg1ne4"}}, {"key": "bank_indonesia", "attributes": {"label": "bank_indonesia", "x": 133.98820218392493, "y": 202.78298124441284, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 25.7064, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "Gqk8iFg1ne4", "id": "bank_indonesia", "source": "youtube-000001", "content": "Kebijakan Insentif Likuiditas Makroprudensial: Insentif untuk Kredit/Pembiayaan Sektor Hilirisasi\n\n#SobatRupiah, untuk mendorong pertumbuhan ekonomi berkelanjutan dan bentuk sinergi dengan Pemerintah, Bank Indonesia menerbitkan Kebijakan Insentif Likuiditas Makroprudensial (KLM). \n\nSejauh mana perkembangannya? Lalu, bagaimana implementasinya? Yuk, #BeriMakna pahami dampak penguatan kebijakan ini bagi perekonomian nasional ke depan. \n\nSaksikan informasi lengkapnya dalam Seminar Nasional “Kebijakan Insentif Likuiditas Makroprudensial (KLM): Insentif untuk Kredit/Pembiayaan Sektor Hilirisasi”, bersama:\n\n• Keynote Speaker\nDeputi Gubernur Bank Indonesia Juda Agung\n\n• Pembicara\nDirektur Eksekutif Departemen Kebijakan Makroprudensial Bank Indonesia Solikin M. Juhro\nAsisten Deputi Pertambangan, Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Tubagus Nugraha\nHimpunan Bank Negara (HIMBARA) Supari\nDirektur Eksekutif Asosiasi Pertambangan Indonesia - Indonesia Mining Association Djoko Widajatno S.\nDirektur Eksekutif Asosiasi Pertambangan Batu Bara Indonesia (APBI), Hendra Sinadia\n\nSelamat menyaksikan!\n\n#disetiapmaknaindonesia \n\n\n————————————————————————————\nOfficial account:\nWebsite: http://www.bi.go.id\nTwitter:   / bank_indonesia  \nFacebook:   / bankindonesiaofficial  \nInstagram:   / bank_indonesia  \nSpotify: https://open.spotify.com/show/4Q38i2l...\n\n————————————————————————————\nChatbot LISA (Layanan Informasi Bank Indonesia)\nWhatsapp (24 jam) : 081 131 131 131\nLine (24 jam) : \nFB (diluar jam kerja) : \n\n————————————————————————————\nContact Center Bank Indonesia (BICARA 131)\nTelp: 1500131 (dari dalam dan luar negeri)\nEmail: bicara", "post_id": "Gqk8iFg1ne4"}}, {"key": "BankIndonesiaOfficial", "attributes": {"label": "BankIndonesiaOfficial", "x": 589.5511832325647, "y": 493.10804424384435, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 25.7064, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "Gqk8iFg1ne4", "id": "BankIndonesiaOfficial", "source": "youtube-000001", "content": "Kebijakan Insentif Likuiditas Makroprudensial: Insentif untuk Kredit/Pembiayaan Sektor Hilirisasi\n\n#SobatRupiah, untuk mendorong pertumbuhan ekonomi berkelanjutan dan bentuk sinergi dengan Pemerintah, Bank Indonesia menerbitkan Kebijakan Insentif Likuiditas Makroprudensial (KLM). \n\nSejauh mana perkembangannya? Lalu, bagaimana implementasinya? Yuk, #BeriMakna pahami dampak penguatan kebijakan ini bagi perekonomian nasional ke depan. \n\nSaksikan informasi lengkapnya dalam Seminar Nasional “Kebijakan Insentif Likuiditas Makroprudensial (KLM): Insentif untuk Kredit/Pembiayaan Sektor Hilirisasi”, bersama:\n\n• Keynote Speaker\nDeputi Gubernur Bank Indonesia Juda Agung\n\n• Pembicara\nDirektur Eksekutif Departemen Kebijakan Makroprudensial Bank Indonesia Solikin M. Juhro\nAsisten Deputi Pertambangan, Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Tubagus Nugraha\nHimpunan Bank Negara (HIMBARA) Supari\nDirektur Eksekutif Asosiasi Pertambangan Indonesia - Indonesia Mining Association Djoko Widajatno S.\nDirektur Eksekutif Asosiasi Pertambangan Batu Bara Indonesia (APBI), Hendra Sinadia\n\nSelamat menyaksikan!\n\n#disetiapmaknaindonesia \n\n\n————————————————————————————\nOfficial account:\nWebsite: http://www.bi.go.id\nTwitter:   / bank_indonesia  \nFacebook:   / bankindonesiaofficial  \nInstagram:   / bank_indonesia  \nSpotify: https://open.spotify.com/show/4Q38i2l...\n\n————————————————————————————\nChatbot LISA (Layanan Informasi Bank Indonesia)\nWhatsapp (24 jam) : 081 131 131 131\nLine (24 jam) : \nFB (diluar jam kerja) : \n\n————————————————————————————\nContact Center Bank Indonesia (BICARA 131)\nTelp: 1500131 (dari dalam dan luar negeri)\nEmail: bicara", "post_id": "Gqk8iFg1ne4"}}, {"key": "@garudatv.official", "attributes": {"label": "@garudatv.official", "x": 177.41385897880602, "y": 926.6641949461409, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 21.2011, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "vTzWLj00phU", "id": "@garudatv.official", "source": "youtube-000001", "content": "Mensesneg & Himbara: Jangan Khawatir, Fundamental Ekonomi RI Sangat Kuat! I KMP\n\nGarudaTV - Pesan penyeimbang dari ring satu Istana dan petinggi perbankan nasional demi menjaga stabilitas pasar keuangan domestik! \n\nMenteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi menegaskan bahwa fundamental ekonomi Indonesia, khususnya di sektor perbankan, berada dalam kondisi yang sangat kokoh. Pernyataan ini disampaikan usai menghadiri pertemuan intensif bersama Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad, Kepala BP BUMN Dony Oskaria, dan para petinggi Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) di Kompleks Parlemen, Jakarta.\n\nSenada dengan pemerintah, Ketua Umum Himbara Putrama Wahju Setyawan meminta publik dan para pelaku pasar modal untuk tidak khawatir berlebihan dalam merespons dinamika bursa akhir-akhir ini. Berdasarkan data riil, likuiditas perbankan plat merah dipastikan tetap aman terkendali dengan rasio kredit bermasalah (NPL) yang sangat rendah. \n\nBahkan, industri perbankan nasional saat ini tengah mencatatkan performa terbaiknya, di mana pertumbuhan kredit rata-rata tumbuh di kisaran 20% dan Dana Pihak Ketiga (DPK) melonjak subur di angka 20 hingga 30%. Sinergi lintas lembaga antara eksekutif, legislatif, dan industri perbankan ini diharapkan mampu mempertebal kepercayaan investor terhadap ekosistem keuangan tanah air. Simak laporan lengkapnya!\n\nMelihat pertumbuhan kredit Himbara yang tembus 20%, bagaimana optimisme kalian terhadap pergerakan bursa saham kita pekan ini? Tulis di kolom komentar!\n\n#Mensesneg #Himbara #PrasetyoHadi #SufmiDascoAhmad #GarudaTV #GarudaTV #Laporan8 #KabinetMerahPutih\n\nGARUDA TV - Digital TV Indonesia, Berita Terpercaya\n\nSaksikan Garuda TV di Free to Air atau Streaming melalui:\nwww.garuda.tv | YouTube Garuda TV | Aplikasi Vidio | Wewatch | IndiHome CH111 | Transvision CH824 | FirstMedia CH45\n\nScan ulang saluran digital kamu sekarang ya dan saksikan terus program-program seru terbaru hanya di GarudaTV.\nSubscribe GarudaTV Official Youtube Channel    /   \nFollow our Official TikTok   / garudatv.official  \nLike our Official Facebook   / garudatv.official  \nFollow our Official Instagram   / garudatv.official", "post_id": "vTzWLj00phU"}}, {"key": "garudatv.official", "attributes": {"label": "garudatv.official", "x": 203.50604660037007, "y": 768.5470721614647, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 39.2221, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "vTzWLj00phU", "id": "garudatv.official", "source": "youtube-000001", "content": "Mensesneg & Himbara: Jangan Khawatir, Fundamental Ekonomi RI Sangat Kuat! I KMP\n\nGarudaTV - Pesan penyeimbang dari ring satu Istana dan petinggi perbankan nasional demi menjaga stabilitas pasar keuangan domestik! \n\nMenteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi menegaskan bahwa fundamental ekonomi Indonesia, khususnya di sektor perbankan, berada dalam kondisi yang sangat kokoh. Pernyataan ini disampaikan usai menghadiri pertemuan intensif bersama Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad, Kepala BP BUMN Dony Oskaria, dan para petinggi Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) di Kompleks Parlemen, Jakarta.\n\nSenada dengan pemerintah, Ketua Umum Himbara Putrama Wahju Setyawan meminta publik dan para pelaku pasar modal untuk tidak khawatir berlebihan dalam merespons dinamika bursa akhir-akhir ini. Berdasarkan data riil, likuiditas perbankan plat merah dipastikan tetap aman terkendali dengan rasio kredit bermasalah (NPL) yang sangat rendah. \n\nBahkan, industri perbankan nasional saat ini tengah mencatatkan performa terbaiknya, di mana pertumbuhan kredit rata-rata tumbuh di kisaran 20% dan Dana Pihak Ketiga (DPK) melonjak subur di angka 20 hingga 30%. Sinergi lintas lembaga antara eksekutif, legislatif, dan industri perbankan ini diharapkan mampu mempertebal kepercayaan investor terhadap ekosistem keuangan tanah air. Simak laporan lengkapnya!\n\nMelihat pertumbuhan kredit Himbara yang tembus 20%, bagaimana optimisme kalian terhadap pergerakan bursa saham kita pekan ini? Tulis di kolom komentar!\n\n#Mensesneg #Himbara #PrasetyoHadi #SufmiDascoAhmad #GarudaTV #GarudaTV #Laporan8 #KabinetMerahPutih\n\nGARUDA TV - Digital TV Indonesia, Berita Terpercaya\n\nSaksikan Garuda TV di Free to Air atau Streaming melalui:\nwww.garuda.tv | YouTube Garuda TV | Aplikasi Vidio | Wewatch | IndiHome CH111 | Transvision CH824 | FirstMedia CH45\n\nScan ulang saluran digital kamu sekarang ya dan saksikan terus program-program seru terbaru hanya di GarudaTV.\nSubscribe GarudaTV Official Youtube Channel    /   \nFollow our Official TikTok   / garudatv.official  \nLike our Official Facebook   / garudatv.official  \nFollow our Official Instagram   / garudatv.official", "post_id": "vTzWLj00phU"}}], "edges": [{"key": "FirdausJuven", "source": "FirdausJuven", "target": "idx_channel", "attributes": {"label": "retweet", "type": "retweet", "source": "retweet-000002"}}, {"key": "FirdausJuven", "source": "FirdausJuven", "target": "idx_channel", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "retweet-000002"}}, {"key": "aldotjahjadi8", "source": "aldotjahjadi8", "target": "BloombergTZ", "attributes": {"label": "retweet", "type": "retweet", "source": "retweet-000002"}}, {"key": "aldotjahjadi8", "source": "aldotjahjadi8", "target": "BloombergTZ", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "retweet-000002"}}, {"key": "2Herdev", "source": "2Herdev", "target": "BloombergTZ", "attributes": {"label": "retweet", "type": "retweet", "source": "retweet-000002"}}, {"key": "2Herdev", "source": "2Herdev", "target": "BloombergTZ", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "retweet-000002"}}, {"key": "KejuBiskuit", "source": "KejuBiskuit", "target": "BloombergTZ", "attributes": {"label": "retweet", "type": "retweet", "source": "retweet-000002"}}, {"key": "KejuBiskuit", "source": "KejuBiskuit", "target": "BloombergTZ", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "retweet-000002"}}, {"key": "bloombergtechnoz", "source": "bloombergtechnoz", "target": "bloombergtechnoz", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "balikpapan_pos", "source": "balikpapan_pos", "target": "ba", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "idx_channel", "source": "idx_channel", "target": "idx_channel", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "idx_channel", "source": "idx_channel", "target": "idx_channel", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "sahambbk", "source": "sahambbk", "target": "sahambbk", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "myterminal.id", "source": "myterminal.id", "target": "myterminal.id", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "media.clips02", "source": "media.clips02", "target": "tradewithsuli", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "reyy16_8", "source": "reyy16_8", "target": "tradewithsuli", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "IDXChannelcom", "source": "IDXChannelcom", "target": "idx_channel", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "facebook-000001"}}, {"key": "IDXChannelcom", "source": "IDXChannelcom", "target": "idx_channel", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "facebook-000001"}}, {"key": "@tv9newsroom", "source": "@tv9newsroom", "target": "tv9nusantara", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@KanalBankIndonesia", "source": "@KanalBankIndonesia", "target": "bank_indonesia", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@KanalBankIndonesia", "source": "@KanalBankIndonesia", "target": "BankIndonesiaOfficial", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@KanalBankIndonesia", "source": "@KanalBankIndonesia", "target": "bank_indonesia", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@KanalBankIndonesia", "source": "@KanalBankIndonesia", "target": "BankIndonesiaOfficial", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@garudatv.official", "source": "@garudatv.official", "target": "garudatv.official", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}]}