{"nodes": [{"key": "isari68", "attributes": {"label": "isari68", "x": 149.83408127864695, "y": 120.49619660662403, "size": 3.12, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["retweet-000002"], "scores": {"pagerank": 3.646, "eigenvector": 0.6302, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "2060166982440489363", "id": "isari68", "source": "retweet-000002", "content": "Selamat pagi, #SobatRupiah 👋🏼\n\nBank Indonesia terus memperkuat dukungannya terhadap pertumbuhan ekonomi nasional. Salah…", "post_id": "2060166982440489363"}}, {"key": "bank_indonesia", "attributes": {"label": "bank_indonesia", "x": 639.6108849132634, "y": 173.18638839601286, "size": 4.12, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["retweet-000002"], "scores": {"pagerank": 18.3105, "eigenvector": 6.0405, "in_degree": 22, "out_degree": 0, "degree": 22}, "_id": "2060166982440489363", "id": "bank_indonesia", "source": "retweet-000002", "content": "Selamat pagi, #SobatRupiah 👋🏼\n\nBank Indonesia terus memperkuat dukungannya terhadap pertumbuhan ekonomi nasional. Salah…", "post_id": "2060166982440489363"}}, {"key": "HanaJuhar", "attributes": {"label": "HanaJuhar", "x": 229.11557639805812, "y": 930.0161166679663, "size": 3.12, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["retweet-000002"], "scores": {"pagerank": 3.646, "eigenvector": 0.6302, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "2060196794819383396", "id": "HanaJuhar", "source": "retweet-000002", "content": "Selamat pagi, #SobatRupiah 👋🏼\n\nBank Indonesia terus memperkuat dukungannya terhadap pertumbuhan ekonomi nasional. Salah…", "post_id": "2060196794819383396"}}, {"key": "magdalenahere", "attributes": {"label": "magdalenahere", "x": 380.23274381272785, "y": 248.87404392403033, "size": 3.12, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["retweet-000002"], "scores": {"pagerank": 3.646, "eigenvector": 0.6302, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "2060208852940026184", "id": "magdalenahere", "source": "retweet-000002", "content": "Selamat pagi, #SobatRupiah 👋🏼\n\nBank Indonesia terus memperkuat dukungannya terhadap pertumbuhan ekonomi nasional. Salah…", "post_id": "2060208852940026184"}}, {"key": "abdiahmad87", "attributes": {"label": "abdiahmad87", "x": 384.6782286244436, "y": 779.0802876469946, "size": 3.12, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["retweet-000002"], "scores": {"pagerank": 3.646, "eigenvector": 0.6302, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "2060881618819236292", "id": "abdiahmad87", "source": "retweet-000002", "content": "Selamat pagi, #SobatRupiah 👋🏼\n\nBank Indonesia terus memperkuat dukungannya terhadap pertumbuhan ekonomi nasional. Salah…", "post_id": "2060881618819236292"}}, {"key": "keuangan_", "attributes": {"label": "keuangan_", "x": 595.9298400385153, "y": 725.2888256902904, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 3.646, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "2067597476027306142", "id": "keuangan_", "source": "tweet-000004", "content": "Bank Indonesia (BI) menilai pertumbuhan kredit perbankan nasional masih menunjukkan tren yang kuat dan tetap menjadi salah satu motor penting dalam mendukung pertumbuhan ekonomi Indonesia sepanjang 2026.\n\nhttps://t.co/nBpmQ6eq38", "post_id": "2067597476027306142"}}, {"key": "AidilAKBAR", "attributes": {"label": "AidilAKBAR", "x": 337.2017324301538, "y": 405.8456266586524, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 6.7452, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2067597476027306142", "id": "AidilAKBAR", "source": "tweet-000004", "content": "Bank Indonesia (BI) menilai pertumbuhan kredit perbankan nasional masih menunjukkan tren yang kuat dan tetap menjadi salah satu motor penting dalam mendukung pertumbuhan ekonomi Indonesia sepanjang 2026.\n\nhttps://t.co/nBpmQ6eq38", "post_id": "2067597476027306142"}}, {"key": "DKIJakarta", "attributes": {"label": "DKIJakarta", "x": 231.23825753335726, "y": 961.5985596922068, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 3.646, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "2067856607099384255", "id": "DKIJakarta", "source": "tweet-000004", "content": "Sobat Jakarta, Gubernur DKI Jakarta,  , menghadiri Konferensi Pers Jakarta Kreatif Festival (JKF) 2026 di Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi DKI Jakarta, Senen, Jakarta Pusat, pada Jumat, 19 Juni 2026. JKF didorong sebagai mesin baru pertumbuhan ekonomi https://t.co/svR0USdDwx", "post_id": "2067856607099384255"}}, {"key": "pramonoanung", "attributes": {"label": "pramonoanung", "x": 795.4499781386072, "y": 873.194039271039, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 6.7452, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2067856607099384255", "id": "pramonoanung", "source": "tweet-000004", "content": "Sobat Jakarta, Gubernur DKI Jakarta,  , menghadiri Konferensi Pers Jakarta Kreatif Festival (JKF) 2026 di Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi DKI Jakarta, Senen, Jakarta Pusat, pada Jumat, 19 Juni 2026. JKF didorong sebagai mesin baru pertumbuhan ekonomi https://t.co/svR0USdDwx", "post_id": "2067856607099384255"}}, {"key": "aul_urrohman", "attributes": {"label": "aul_urrohman", "x": 849.8396971953202, "y": 552.0353486282647, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 3.646, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "2062722393458745551", "id": "aul_urrohman", "source": "tweet-000004", "content": "\"Tujuan Bank Indonesia adalah mencapai stabilitas nilai Rupiah, memelihara stabilitas sistem pembayaran, dan turut menjaga stabilitas sistem keuangan DALAM RANGKA MENDUKUNG pertumbuhan ekonomi yang berkualitas, perkembangan sektor riil, dan penciptaan lapangan kerja.", "post_id": "2062722393458745551"}}, {"key": "TxtRabbitHole", "attributes": {"label": "TxtRabbitHole", "x": 285.09546085454195, "y": 109.37464740365732, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 5.1956, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2062722393458745551", "id": "TxtRabbitHole", "source": "tweet-000004", "content": "\"Tujuan Bank Indonesia adalah mencapai stabilitas nilai Rupiah, memelihara stabilitas sistem pembayaran, dan turut menjaga stabilitas sistem keuangan DALAM RANGKA MENDUKUNG pertumbuhan ekonomi yang berkualitas, perkembangan sektor riil, dan penciptaan lapangan kerja.", "post_id": "2062722393458745551"}}, {"key": "txtdaritaxpayer", "attributes": {"label": "txtdaritaxpayer", "x": 894.6592453896006, "y": 219.02229886694934, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 5.1956, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2062722393458745551", "id": "txtdaritaxpayer", "source": "tweet-000004", "content": "\"Tujuan Bank Indonesia adalah mencapai stabilitas nilai Rupiah, memelihara stabilitas sistem pembayaran, dan turut menjaga stabilitas sistem keuangan DALAM RANGKA MENDUKUNG pertumbuhan ekonomi yang berkualitas, perkembangan sektor riil, dan penciptaan lapangan kerja.", "post_id": "2062722393458745551"}}, {"key": "72819214106", "attributes": {"label": "72819214106", "x": 19.271626676561016, "y": 19.758626299880234, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 3.646, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "3912017289177387797_72819214106", "id": "72819214106", "source": "instagram-000001", "content": "Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah 1,70% ke level 5.839. Tekanan pasar dipicu depresiasi rupiah hingga Rp18.034 per dolar AS serta kenaikan harga minyak dunia yang memunculkan kekhawatiran inflasi dan peluang Bank Indonesia kembali menaikkan BI Rate tahun ini.\n\nSentimen lain datang dari peringkat Baa2 dengan outlook negatif yang diberikan Moody’s kepada Danantara Investment Management (DIM), serta laporan bahwa sejumlah importir China menunda pembelian batu bara Indonesia akibat kekhawatiran terkait mekanisme kontrak, harga, dan perdagangan dalam sistem baru yang melibatkan Danantara Sumberdaya Indonesia (DSI).\n\nFollow  untuk info lainnya.", "post_id": "3912017289177387797_72819214106"}}, {"key": "Investora.Idn", "attributes": {"label": "Investora.Idn", "x": 658.7037386301232, "y": 792.7400290028211, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 6.7452, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "3912017289177387797_72819214106", "id": "Investora.Idn", "source": "instagram-000001", "content": "Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah 1,70% ke level 5.839. Tekanan pasar dipicu depresiasi rupiah hingga Rp18.034 per dolar AS serta kenaikan harga minyak dunia yang memunculkan kekhawatiran inflasi dan peluang Bank Indonesia kembali menaikkan BI Rate tahun ini.\n\nSentimen lain datang dari peringkat Baa2 dengan outlook negatif yang diberikan Moody’s kepada Danantara Investment Management (DIM), serta laporan bahwa sejumlah importir China menunda pembelian batu bara Indonesia akibat kekhawatiran terkait mekanisme kontrak, harga, dan perdagangan dalam sistem baru yang melibatkan Danantara Sumberdaya Indonesia (DSI).\n\nFollow  untuk info lainnya.", "post_id": "3912017289177387797_72819214106"}}, {"key": "bloombergtechnoz", "attributes": {"label": "bloombergtechnoz", "x": 312.9453644081889, "y": 177.50638174212406, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 5.0875, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 3, "out_degree": 3, "degree": 6}, "_id": "3913287658370559956_51748745734", "id": "bloombergtechnoz", "source": "instagram-000001", "content": "Dalam pertemuan DPR bersama Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dan Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo pada Sabtu (6/6/2026) yang membahas kondisi ekonomi terkini, Perry menegaskan koordinasi fiskal dan moneter akan terus diperkuat untuk menjaga stabilitas ekonomi serta mendukung pertumbuhan ekonomi.\n\nKlik link di bio untuk detail informasi selengkapnya. Jangan lupa follow  untuk berita dan data menarik lainnya.\n\n#bankindonesia #ekonomi #perrywarjiyo #bloombergtechnoz", "post_id": "3913287658370559956_51748745734"}}, {"key": "redaksi_sumselmedia", "attributes": {"label": "redaksi_sumselmedia", "x": 102.00793400691843, "y": 486.7832430061615, "size": 5.06, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 3.7926, "eigenvector": 11.0932, "in_degree": 3, "out_degree": 22, "degree": 25}, "_id": "3914801432637921325_56622120775", "id": "redaksi_sumselmedia", "source": "instagram-000001", "content": "SumselMedia.Com, Palembang-\n\n Rangkaian penyelenggaraan Festival Ekonomi Syariah (FESyar) Regional Sumatera 2026 resmi berakhir pada Minggu (7/6), setelah selama tiga hari menghadirkan berbagai kegiatan edukasi, pemberdayaan, kompetisi, dan syiar ekonomi syariah di Kota Palembang.\n\nMengusung tema \"Akselerasi Pertumbuhan Ekonomi dan Keuangan Syariah Regional Berkelanjutan melalui Sinergi dan Transformasi Digital\", FESyar Sumatera 2026 menjadi momentum penguatan kolaborasi antara Bank Indonesia, Pemerintah Daerah, Komite Daerah Ekonomi dan Keuangan Syariah (KDEKS), serta berbagai mitra strategis dalam mendorong ekonomi dan keuangan syariah sebagai salah satu sumber pertumbuhan ekonomi baru yang inklusif dan berkelanjutan.\n\nDi tengah dinamika dan ketidakpastian ekonomi global, pengembangan ekonomi dan keuangan syariah menjadi salah satu alternatif sumber pertumbuhan ekonomi yang memiliki potensi besar. Melalui penguatan halal value chain, pemberdayaan UMKM dan pondok pesantren, optimalisasi zakat dan wakaf produktif, serta pengembangan keuangan syariah yang inklusif, ekonomi syariah diharapkan mampu memberikan kontribusi yang semakin besar terhadap pertumbuhan ekonomi nasional maupun daerah.\n\nFESyar Sumatera 2026 sendiri diselenggarakan pada 5–7 Juni 2026 di dua lokasi utama, yakni Palembang Icon Mall dan Palembang Sport and Convention Center (PSCC). \n\nSelengkapnya di www.sumselmedia.com\n\n    \n\n#bankindonesia #isef #fesyar #fesyarsumatera #sumselmedia", "post_id": "3914801432637921325_56622120775"}}, {"key": "bank_indonesia_sumsel", "attributes": {"label": "bank_indonesia_sumsel", "x": 448.38905034175326, "y": 628.757883760438, "size": 3.82, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 4.2353, "eigenvector": 4.4256, "in_degree": 10, "out_degree": 0, "degree": 10}, "_id": "3914801432637921325_56622120775", "id": "bank_indonesia_sumsel", "source": "instagram-000001", "content": "SumselMedia.Com, Palembang-\n\n Rangkaian penyelenggaraan Festival Ekonomi Syariah (FESyar) Regional Sumatera 2026 resmi berakhir pada Minggu (7/6), setelah selama tiga hari menghadirkan berbagai kegiatan edukasi, pemberdayaan, kompetisi, dan syiar ekonomi syariah di Kota Palembang.\n\nMengusung tema \"Akselerasi Pertumbuhan Ekonomi dan Keuangan Syariah Regional Berkelanjutan melalui Sinergi dan Transformasi Digital\", FESyar Sumatera 2026 menjadi momentum penguatan kolaborasi antara Bank Indonesia, Pemerintah Daerah, Komite Daerah Ekonomi dan Keuangan Syariah (KDEKS), serta berbagai mitra strategis dalam mendorong ekonomi dan keuangan syariah sebagai salah satu sumber pertumbuhan ekonomi baru yang inklusif dan berkelanjutan.\n\nDi tengah dinamika dan ketidakpastian ekonomi global, pengembangan ekonomi dan keuangan syariah menjadi salah satu alternatif sumber pertumbuhan ekonomi yang memiliki potensi besar. Melalui penguatan halal value chain, pemberdayaan UMKM dan pondok pesantren, optimalisasi zakat dan wakaf produktif, serta pengembangan keuangan syariah yang inklusif, ekonomi syariah diharapkan mampu memberikan kontribusi yang semakin besar terhadap pertumbuhan ekonomi nasional maupun daerah.\n\nFESyar Sumatera 2026 sendiri diselenggarakan pada 5–7 Juni 2026 di dua lokasi utama, yakni Palembang Icon Mall dan Palembang Sport and Convention Center (PSCC). \n\nSelengkapnya di www.sumselmedia.com\n\n    \n\n#bankindonesia #isef #fesyar #fesyarsumatera #sumselmedia", "post_id": "3914801432637921325_56622120775"}}, {"key": "isef.id", "attributes": {"label": "isef.id", "x": 11.525217927780274, "y": 297.3467918083397, "size": 3.48, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 3.7926, "eigenvector": 2.5663, "in_degree": 3, "out_degree": 0, "degree": 3}, "_id": "3914801432637921325_56622120775", "id": "isef.id", "source": "instagram-000001", "content": "SumselMedia.Com, Palembang-\n\n Rangkaian penyelenggaraan Festival Ekonomi Syariah (FESyar) Regional Sumatera 2026 resmi berakhir pada Minggu (7/6), setelah selama tiga hari menghadirkan berbagai kegiatan edukasi, pemberdayaan, kompetisi, dan syiar ekonomi syariah di Kota Palembang.\n\nMengusung tema \"Akselerasi Pertumbuhan Ekonomi dan Keuangan Syariah Regional Berkelanjutan melalui Sinergi dan Transformasi Digital\", FESyar Sumatera 2026 menjadi momentum penguatan kolaborasi antara Bank Indonesia, Pemerintah Daerah, Komite Daerah Ekonomi dan Keuangan Syariah (KDEKS), serta berbagai mitra strategis dalam mendorong ekonomi dan keuangan syariah sebagai salah satu sumber pertumbuhan ekonomi baru yang inklusif dan berkelanjutan.\n\nDi tengah dinamika dan ketidakpastian ekonomi global, pengembangan ekonomi dan keuangan syariah menjadi salah satu alternatif sumber pertumbuhan ekonomi yang memiliki potensi besar. Melalui penguatan halal value chain, pemberdayaan UMKM dan pondok pesantren, optimalisasi zakat dan wakaf produktif, serta pengembangan keuangan syariah yang inklusif, ekonomi syariah diharapkan mampu memberikan kontribusi yang semakin besar terhadap pertumbuhan ekonomi nasional maupun daerah.\n\nFESyar Sumatera 2026 sendiri diselenggarakan pada 5–7 Juni 2026 di dua lokasi utama, yakni Palembang Icon Mall dan Palembang Sport and Convention Center (PSCC). \n\nSelengkapnya di www.sumselmedia.com\n\n    \n\n#bankindonesia #isef #fesyar #fesyarsumatera #sumselmedia", "post_id": "3914801432637921325_56622120775"}}, {"key": "fesyarsumatera", "attributes": {"label": "fesyarsumatera", "x": 464.37625053074584, "y": 809.8268782696015, "size": 3.48, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 3.7926, "eigenvector": 2.5663, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "3914801432637921325_56622120775", "id": "fesyarsumatera", "source": "instagram-000001", "content": "SumselMedia.Com, Palembang-\n\n Rangkaian penyelenggaraan Festival Ekonomi Syariah (FESyar) Regional Sumatera 2026 resmi berakhir pada Minggu (7/6), setelah selama tiga hari menghadirkan berbagai kegiatan edukasi, pemberdayaan, kompetisi, dan syiar ekonomi syariah di Kota Palembang.\n\nMengusung tema \"Akselerasi Pertumbuhan Ekonomi dan Keuangan Syariah Regional Berkelanjutan melalui Sinergi dan Transformasi Digital\", FESyar Sumatera 2026 menjadi momentum penguatan kolaborasi antara Bank Indonesia, Pemerintah Daerah, Komite Daerah Ekonomi dan Keuangan Syariah (KDEKS), serta berbagai mitra strategis dalam mendorong ekonomi dan keuangan syariah sebagai salah satu sumber pertumbuhan ekonomi baru yang inklusif dan berkelanjutan.\n\nDi tengah dinamika dan ketidakpastian ekonomi global, pengembangan ekonomi dan keuangan syariah menjadi salah satu alternatif sumber pertumbuhan ekonomi yang memiliki potensi besar. Melalui penguatan halal value chain, pemberdayaan UMKM dan pondok pesantren, optimalisasi zakat dan wakaf produktif, serta pengembangan keuangan syariah yang inklusif, ekonomi syariah diharapkan mampu memberikan kontribusi yang semakin besar terhadap pertumbuhan ekonomi nasional maupun daerah.\n\nFESyar Sumatera 2026 sendiri diselenggarakan pada 5–7 Juni 2026 di dua lokasi utama, yakni Palembang Icon Mall dan Palembang Sport and Convention Center (PSCC). \n\nSelengkapnya di www.sumselmedia.com\n\n    \n\n#bankindonesia #isef #fesyar #fesyarsumatera #sumselmedia", "post_id": "3914801432637921325_56622120775"}}, {"key": "isef.indonesia", "attributes": {"label": "isef.indonesia", "x": 646.5675389012351, "y": 635.2749580494954, "size": 3.48, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 3.7926, "eigenvector": 2.5663, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "3912841978119884556_56622120775", "id": "isef.indonesia", "source": "instagram-000001", "content": "SumselMedia.Com, Palembang-\n\n Bank Indonesia bersama Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan resmi membuka Festival Ekonomi Syariah (FESyar) Sumatera 2026 di Palembang, Jumat (5/6). Mengusung tema “Akselerasi Ekonomi dan Keuangan Syariah Digital untuk Memperkuat Stabilitas dan Pertumbuhan Ekonomi Regional”, FESyar Sumatera 2026 menjadi momentum penting dalam memperkuat sinergi dan kolaborasi antar pemangku kepentingan guna mendorong pengembangan ekonomi dan keuangan syariah di wilayah Sumatera.\n\nKegiatan pembukaan dihadiri oleh Deputi Gubernur Bank Indonesia, Gubernur Sumatera Selatan, para kepala daerah, pimpinan lembaga, pelaku usaha syariah, akademisi, serta berbagai pemangku kepentingan ekonomi dan keuangan syariah dari seluruh wilayah Sumatera.\n\nDalam sambutannya, Deputi Gubernur Bank Indonesia menyampaikan bahwa ekonomi dan keuangan syariah memiliki peran strategis sebagai sumber pertumbuhan ekonomi baru yang inklusif dan berkelanjutan. Transformasi digital menjadi salah satu faktor penting untuk memperluas akses pasar, meningkatkan efisiensi usaha, serta memperkuat daya saing produk halal Indonesia.\n\nFESyar Sumatera 2026 menghadirkan beragam agenda unggulan yang mencakup pengembangan ekosistem halal, penguatan keuangan syariah, pemberdayaan UMKM, digitalisasi ekonomi syariah, serta peningkatan literasi masyarakat. Berbagai kegiatan seperti seminar, business matching, pameran produk halal, kompetisi, dan edukasi keuangan syariah menjadi bagian dari rangkaian acara yang berlangsung selama pelaksanaan festival.\n\nselengkapnya di www.sumselmedia.com\n\n      \n\n#fesyarsumatra #fesyar2026 #bankindonesiasumsel #sumselmedia", "post_id": "3912841978119884556_56622120775"}}, {"key": "hermanderu67", "attributes": {"label": "hermanderu67", "x": 327.4712771518957, "y": 226.60915492012, "size": 3.48, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 3.7926, "eigenvector": 2.5663, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "3912841978119884556_56622120775", "id": "hermanderu67", "source": "instagram-000001", "content": "SumselMedia.Com, Palembang-\n\n Bank Indonesia bersama Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan resmi membuka Festival Ekonomi Syariah (FESyar) Sumatera 2026 di Palembang, Jumat (5/6). Mengusung tema “Akselerasi Ekonomi dan Keuangan Syariah Digital untuk Memperkuat Stabilitas dan Pertumbuhan Ekonomi Regional”, FESyar Sumatera 2026 menjadi momentum penting dalam memperkuat sinergi dan kolaborasi antar pemangku kepentingan guna mendorong pengembangan ekonomi dan keuangan syariah di wilayah Sumatera.\n\nKegiatan pembukaan dihadiri oleh Deputi Gubernur Bank Indonesia, Gubernur Sumatera Selatan, para kepala daerah, pimpinan lembaga, pelaku usaha syariah, akademisi, serta berbagai pemangku kepentingan ekonomi dan keuangan syariah dari seluruh wilayah Sumatera.\n\nDalam sambutannya, Deputi Gubernur Bank Indonesia menyampaikan bahwa ekonomi dan keuangan syariah memiliki peran strategis sebagai sumber pertumbuhan ekonomi baru yang inklusif dan berkelanjutan. Transformasi digital menjadi salah satu faktor penting untuk memperluas akses pasar, meningkatkan efisiensi usaha, serta memperkuat daya saing produk halal Indonesia.\n\nFESyar Sumatera 2026 menghadirkan beragam agenda unggulan yang mencakup pengembangan ekosistem halal, penguatan keuangan syariah, pemberdayaan UMKM, digitalisasi ekonomi syariah, serta peningkatan literasi masyarakat. Berbagai kegiatan seperti seminar, business matching, pameran produk halal, kompetisi, dan edukasi keuangan syariah menjadi bagian dari rangkaian acara yang berlangsung selama pelaksanaan festival.\n\nselengkapnya di www.sumselmedia.com\n\n      \n\n#fesyarsumatra #fesyar2026 #bankindonesiasumsel #sumselmedia", "post_id": "3912841978119884556_56622120775"}}, {"key": "vivasumsel_on.the.spot", "attributes": {"label": "vivasumsel_on.the.spot", "x": 791.3370670640916, "y": 666.3595056433298, "size": 4.24, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 3.646, "eigenvector": 6.6827, "in_degree": 0, "out_degree": 7, "degree": 7}, "_id": "3914974601173111763_6614111699", "id": "vivasumsel_on.the.spot", "source": "instagram-000001", "content": "VIVA SUMSEL.COM, PALEMBANG - Rangkaian penyelenggaraan Festival Ekonomi Syariah (FESyar) Regional Sumatera 2026 resmi berakhir pada Minggu (07/06/2026), setelah selama tiga hari menghadirkan berbagai kegiatan edukasi, pemberdayaan, kompetisi, dan syiar ekonomi syariah di Kota Palembang.\n\nMengusung tema \"Akselerasi Pertumbuhan Ekonomi dan Keuangan Syariah Regional Berkelanjutan melalui Sinergi dan Transformasi Digital\", FESyar Sumatera 2026 menjadi momentum penguatan kolaborasi antara Bank Indonesia, Pemerintah Daerah, Komite Daerah Ekonomi dan Keuangan Syariah (KDEKS), serta berbagai mitra strategis dalam mendorong ekonomi dan keuangan syariah sebagai salah satu sumber pertumbuhan ekonomi baru yang inklusif dan berkelanjutan.\n\nDi tengah dinamika dan ketidakpastian ekonomi global, pengembangan ekonomi dan keuangan syariah menjadi salah satu alternatif sumber pertumbuhan ekonomi yang memiliki potensi besar.\n\nMelalui penguatan halal value chain, pemberdayaan UMKM dan pondok pesantren, optimalisasi zakat dan wakaf produktif, serta pengembangan keuangan syariah yang inklusif, ekonomi syariah diharapkan mampu memberikan kontribusi yang semakin besar terhadap pertumbuhan ekonomi nasional maupun daerah.\n\nFESyar Sumatera 2026 sendiri diselenggarakan pada 5–7 Juni 2026 di dua lokasi utama, yakni Palembang Icon Mall dan Palembang Sport and Convention Center (PSCC).\n\nMengusung tiga pilar utama, yaitu Sharia Fair, Sharia Education, dan Sharia Economic Forum, FESyar menghadirkan berbagai kegiatan seperti Halal Mart, business matching, seminar, talkshow, workshop, kompetisi, pelatihan, sertifikasi, hingga tabligh akbar yang melibatkan ribuan peserta dan pengunjung dari berbagai provinsi di Sumatera.\n\nRangkaian FESyar diawali dengan Opening Ceremony pada Jumat (05/06/2026) di PSCC Palembang yang dihadiri oleh Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia, Destry Damayanti, dan Gubernur Sumatera Selatan, Herman Deru.\n\nPada malam harinya, masyarakat turut mengikuti Tabligh Akbar bersama Habib Syech bin Abdul Qodir Assegaf\n\n \n \n#bankindonesiasumateraselatan \n#bankindonesiasumsel \n#fesyar2026 \n#fesyarsumatera2026 \n#palembang", "post_id": "3914974601173111763_6614111699"}}, {"key": "pemprov_sumateraselatan", "attributes": {"label": "pemprov_sumateraselatan", "x": 263.7165602291719, "y": 891.5461484634029, "size": 3.48, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 3.7926, "eigenvector": 2.5663, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "3905487839932504751_56622120775", "id": "pemprov_sumateraselatan", "source": "instagram-000001", "content": "SumselMedia.com, Palembang-\n\nPertumbuhan ekonomi Sumatera Selatan yang tetap solid di tengah dinamika ekonomi global menjadi modal kuat dalam menarik minat investor. Untuk memperkuat iklim investasi daerah, Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumatera Selatan bersama Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan menginisiasi pembentukan Task Force Percepatan Investasi.\n\nInisiatif tersebut ditandai melalui kegiatan “Launching, Talkshow dan Capacity Building Penyusunan Dokumen Studi Pendahuluan” yang digelar di Hotel Aryaduta Palembang, Minggu (25/5/2026).\n\nSebagai salah satu provinsi strategis di Pulau Sumatera, Sumatera Selatan dinilai memiliki daya tarik investasi yang besar. Selain didukung sumber daya alam melimpah dan posisi geografis yang strategis, pertumbuhan ekonomi daerah juga menunjukkan kinerja positif.\n\nPada Triwulan I 2026, ekonomi Sumsel tercatat tumbuh sebesar 5,34 persen (yoy) dengan kontribusi mencapai 13,60 persen terhadap perekonomian regional Sumatera. Capaian tersebut ditopang sektor unggulan seperti pertambangan, industri pengolahan, pertanian, perdagangan, transportasi, dan jasa.\n\nKepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumatera Selatan, Bambang Pramono, mengatakan pembentukan Task Force Percepatan Investasi diharapkan menjadi wadah koordinasi strategis antar pemangku kepentingan dalam mempercepat penyelesaian hambatan investasi.\n\n“Task Force ini diharapkan mampu memperkuat kesiapan proyek investasi daerah agar semakin bankable, marketable, dan implementable,” ujarnya.\n\nSelengkapnya di www.sumselmedia.com\n\n   \n\n#taskforce #bankindonesia #pertumbuhanekonomi #sumsel #sumselmedia", "post_id": "3905487839932504751_56622120775"}}, {"key": "hariankompas", "attributes": {"label": "hariankompas", "x": 337.37879963659356, "y": 330.52712939953057, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 3.646, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 3, "degree": 3}, "_id": "3913396389921747640_1537212147", "id": "hariankompas", "source": "instagram-000001", "content": "Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, dan Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi mendatangi gedung Dewan Perwakilan Rakyat, Jakarta, Sabtu (6/6/2026). Mereka bersama pimpinan DPR membahas koordinasi antara bidang fiskal dan moneter guna mendukung pertumbuhan ekonomi.\n\nKedatangan Perry, Purbaya, dan Prasetyo disambut Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad di Gedung Nusantara III, Kompleks Parlemen, Jakarta. Dalam jumpa pers usai pertemuan, Dasco menyebut pertemuan ini dilakukan untuk membahas perekonomian negeri ini.\n\n“Teman-teman dari otoritas moneter maupun kebijakan fiskal, serta dari pihak pemerintah mengadakan evaluasi mengenai perkembangan ekonomi, sekaligus kemudian melakukan koordinasi bagaimana antara fiskal dan moneter bisa saling mendukung demi pertumbuhan ekonomi yang lebih baik,” ungkap Dasco.\n\nSetelah itu, Perry angkat bicara terkait penegasan koordinasi antara fiskal dan moneter tetap dijaga erat. Semuanya saling mendukung dan memperkuat upaya-upaya bersama dalam melakukan stabilisasi nilai tukar rupiah.\n\n“Bersama-sama menjaga stabilitas makroekonomi dan mendorong pertumbuhan ekonomi. Penguatan koordinasi fiskal-moneter itu terus kita lakukan dan saat ini adalah memang difokuskan bagaimana fiskal dan moneter seirama, saling mendukung, saling memperkuat dengan kewenangan masing-masing,” papar Perrry.\n\nMenurut Perry, hasil pertemuan ini menghasilkan dua strategi yang diharapkan bisa memperkuat stabilitas rupiah. Pertama, pemerintah dan BI sepakat untuk terus meningkatkan daya tarik imbal hasil instrumen surat utang, baik Surat Berharga Negara (SBN) maupun Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI).\n\nBaca selengkapnya dalam \"Akhir Pekan Menkeu dan Gubernur BI Rapat di DPR, Ada Apa?\" oleh Machradin Wahyudi Ritonga di Harian Kompas (Kompas.id). Klik tautan di profil \n\n#Ekonomi #HarianKompas #Kompasid #AdadiKompas", "post_id": "3913396389921747640_1537212147"}}, {"key": "hariankompas.", "attributes": {"label": "hariankompas.", "x": 235.12392014365113, "y": 640.1984699431528, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 4.6791, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "3913396389921747640_1537212147", "id": "hariankompas.", "source": "instagram-000001", "content": "Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, dan Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi mendatangi gedung Dewan Perwakilan Rakyat, Jakarta, Sabtu (6/6/2026). Mereka bersama pimpinan DPR membahas koordinasi antara bidang fiskal dan moneter guna mendukung pertumbuhan ekonomi.\n\nKedatangan Perry, Purbaya, dan Prasetyo disambut Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad di Gedung Nusantara III, Kompleks Parlemen, Jakarta. Dalam jumpa pers usai pertemuan, Dasco menyebut pertemuan ini dilakukan untuk membahas perekonomian negeri ini.\n\n“Teman-teman dari otoritas moneter maupun kebijakan fiskal, serta dari pihak pemerintah mengadakan evaluasi mengenai perkembangan ekonomi, sekaligus kemudian melakukan koordinasi bagaimana antara fiskal dan moneter bisa saling mendukung demi pertumbuhan ekonomi yang lebih baik,” ungkap Dasco.\n\nSetelah itu, Perry angkat bicara terkait penegasan koordinasi antara fiskal dan moneter tetap dijaga erat. Semuanya saling mendukung dan memperkuat upaya-upaya bersama dalam melakukan stabilisasi nilai tukar rupiah.\n\n“Bersama-sama menjaga stabilitas makroekonomi dan mendorong pertumbuhan ekonomi. Penguatan koordinasi fiskal-moneter itu terus kita lakukan dan saat ini adalah memang difokuskan bagaimana fiskal dan moneter seirama, saling mendukung, saling memperkuat dengan kewenangan masing-masing,” papar Perrry.\n\nMenurut Perry, hasil pertemuan ini menghasilkan dua strategi yang diharapkan bisa memperkuat stabilitas rupiah. Pertama, pemerintah dan BI sepakat untuk terus meningkatkan daya tarik imbal hasil instrumen surat utang, baik Surat Berharga Negara (SBN) maupun Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI).\n\nBaca selengkapnya dalam \"Akhir Pekan Menkeu dan Gubernur BI Rapat di DPR, Ada Apa?\" oleh Machradin Wahyudi Ritonga di Harian Kompas (Kompas.id). Klik tautan di profil \n\n#Ekonomi #HarianKompas #Kompasid #AdadiKompas", "post_id": "3913396389921747640_1537212147"}}, {"key": "idx_channel", "attributes": {"label": "idx_channel", "x": 564.8515811213605, "y": 275.93910904966765, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 11.7308, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 2, "out_degree": 2, "degree": 4}, "_id": "3913498620838323182_3310659452", "id": "idx_channel", "source": "instagram-000001", "content": "Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa akan memperkuat sinergi kebijakan fiskal dan moneter bersama Bank Indonesia (BI) guna menjaga stabilitas nilai tukar rupiah.\n\n\"Ke depan kita akan fokus memastikan kebijakan fiskal berjalan dengan baik sehingga pertumbuhan ekonomi bisa semakin cepat. Dalam perjalanannya tentu kita juga akan meningkatkan koordinasi dengan Bank Indonesia,\" ujar Purbaya usai menghadiri pertemuan tertutup dengan Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Sabtu (6/6/2026).\n\nPurbaya menyebut, Kementerian Keuangan akan mendukung upaya BI dalam memperkuat koordinasi kebijakan sehingga bauran fiskal dan moneter dapat bekerja lebih efektif dalam menopang perekonomian nasional.\n\nDengan sinkronisasi yang lebih kuat, dampak kebijakan terhadap stabilitas ekonomi maupun pasar keuangan diharapkan menjadi lebih signifikan.\n\nBaca selengkapnya di\nhttps://www.idxchannel.com/economics/perkuat-sinergi-dengan-bi-purbaya-yakin-rupiah-bangkit \n\nAtau klik link di Bio \n\nFoto: Istimewa\n\n#idxchannel #idxchannelcommunity #purbaya #rupiah #BankIndonesia", "post_id": "3913498620838323182_3310659452"}}, {"key": "disparbadung", "attributes": {"label": "disparbadung", "x": 867.1526074248233, "y": 694.0347866538608, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 3.646, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 5, "degree": 5}, "_id": "3913946445384995962_21817769614", "id": "disparbadung", "source": "instagram-000001", "content": "Mewakili Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Badung, Kepala Bidang Pengembangan Ekonomi Kreatif menghadiri Opening Ceremony Bali Jagadhita VII Tahun 2026 yang diselenggarakan oleh Bank Indonesia bertempat di Main Atrium Mal Bali Galeria pada Jumat (5/6/2026).\n\nMengusung tema “Suddha Bumi Parahita” dengan semangat Mewujudkan Bumi yang Bersih dan Suci melalui Penguatan UMKM untuk Pertumbuhan Ekonomi Bali yang Inklusif, Berdaya Saing, dan Berkelanjutan, kegiatan ini menjadi wadah sinergi antara pemerintah, pelaku usaha, dan berbagai pemangku kepentingan dalam mendukung pengembangan UMKM serta ekonomi kreatif di Bali.\n\nAcara pembukaan dihadiri oleh perwakilan pemerintah daerah, instansi vertikal, pelaku UMKM, dan komunitas ekonomi kreatif. Melalui penyelenggaraan Bali Jagadhita VII, diharapkan dapat memperkuat promosi produk unggulan daerah, meningkatkan daya saing UMKM, serta mendorong pertumbuhan ekonomi Bali yang berkelanjutan dan memberikan manfaat bagi masyarakat luas.\n\nPartisipasi Dinas Pariwisata Kabupaten Badung dalam kegiatan ini merupakan bentuk dukungan terhadap pengembangan sektor ekonomi kreatif sebagai salah satu penggerak pariwisata yang berkelanjutan, sekaligus memperkuat kolaborasi dalam memajukan produk dan karya kreatif lokal Bali.", "post_id": "3913946445384995962_21817769614"}}, {"key": "iwayanadiarnawa", "attributes": {"label": "iwayanadiarnawa", "x": 396.5175275855106, "y": 169.6751728927187, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 4.2659, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "3913946445384995962_21817769614", "id": "iwayanadiarnawa", "source": "instagram-000001", "content": "Mewakili Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Badung, Kepala Bidang Pengembangan Ekonomi Kreatif menghadiri Opening Ceremony Bali Jagadhita VII Tahun 2026 yang diselenggarakan oleh Bank Indonesia bertempat di Main Atrium Mal Bali Galeria pada Jumat (5/6/2026).\n\nMengusung tema “Suddha Bumi Parahita” dengan semangat Mewujudkan Bumi yang Bersih dan Suci melalui Penguatan UMKM untuk Pertumbuhan Ekonomi Bali yang Inklusif, Berdaya Saing, dan Berkelanjutan, kegiatan ini menjadi wadah sinergi antara pemerintah, pelaku usaha, dan berbagai pemangku kepentingan dalam mendukung pengembangan UMKM serta ekonomi kreatif di Bali.\n\nAcara pembukaan dihadiri oleh perwakilan pemerintah daerah, instansi vertikal, pelaku UMKM, dan komunitas ekonomi kreatif. Melalui penyelenggaraan Bali Jagadhita VII, diharapkan dapat memperkuat promosi produk unggulan daerah, meningkatkan daya saing UMKM, serta mendorong pertumbuhan ekonomi Bali yang berkelanjutan dan memberikan manfaat bagi masyarakat luas.\n\nPartisipasi Dinas Pariwisata Kabupaten Badung dalam kegiatan ini merupakan bentuk dukungan terhadap pengembangan sektor ekonomi kreatif sebagai salah satu penggerak pariwisata yang berkelanjutan, sekaligus memperkuat kolaborasi dalam memajukan produk dan karya kreatif lokal Bali.", "post_id": "3913946445384995962_21817769614"}}, {"key": "gus.bota", "attributes": {"label": "gus.bota", "x": 666.3994490038233, "y": 194.11098320916466, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 4.2659, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "3913946445384995962_21817769614", "id": "gus.bota", "source": "instagram-000001", "content": "Mewakili Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Badung, Kepala Bidang Pengembangan Ekonomi Kreatif menghadiri Opening Ceremony Bali Jagadhita VII Tahun 2026 yang diselenggarakan oleh Bank Indonesia bertempat di Main Atrium Mal Bali Galeria pada Jumat (5/6/2026).\n\nMengusung tema “Suddha Bumi Parahita” dengan semangat Mewujudkan Bumi yang Bersih dan Suci melalui Penguatan UMKM untuk Pertumbuhan Ekonomi Bali yang Inklusif, Berdaya Saing, dan Berkelanjutan, kegiatan ini menjadi wadah sinergi antara pemerintah, pelaku usaha, dan berbagai pemangku kepentingan dalam mendukung pengembangan UMKM serta ekonomi kreatif di Bali.\n\nAcara pembukaan dihadiri oleh perwakilan pemerintah daerah, instansi vertikal, pelaku UMKM, dan komunitas ekonomi kreatif. Melalui penyelenggaraan Bali Jagadhita VII, diharapkan dapat memperkuat promosi produk unggulan daerah, meningkatkan daya saing UMKM, serta mendorong pertumbuhan ekonomi Bali yang berkelanjutan dan memberikan manfaat bagi masyarakat luas.\n\nPartisipasi Dinas Pariwisata Kabupaten Badung dalam kegiatan ini merupakan bentuk dukungan terhadap pengembangan sektor ekonomi kreatif sebagai salah satu penggerak pariwisata yang berkelanjutan, sekaligus memperkuat kolaborasi dalam memajukan produk dan karya kreatif lokal Bali.", "post_id": "3913946445384995962_21817769614"}}, {"key": "surya.suamba", "attributes": {"label": "surya.suamba", "x": 176.17797276039647, "y": 882.4213436398799, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 4.2659, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "3913946445384995962_21817769614", "id": "surya.suamba", "source": "instagram-000001", "content": "Mewakili Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Badung, Kepala Bidang Pengembangan Ekonomi Kreatif menghadiri Opening Ceremony Bali Jagadhita VII Tahun 2026 yang diselenggarakan oleh Bank Indonesia bertempat di Main Atrium Mal Bali Galeria pada Jumat (5/6/2026).\n\nMengusung tema “Suddha Bumi Parahita” dengan semangat Mewujudkan Bumi yang Bersih dan Suci melalui Penguatan UMKM untuk Pertumbuhan Ekonomi Bali yang Inklusif, Berdaya Saing, dan Berkelanjutan, kegiatan ini menjadi wadah sinergi antara pemerintah, pelaku usaha, dan berbagai pemangku kepentingan dalam mendukung pengembangan UMKM serta ekonomi kreatif di Bali.\n\nAcara pembukaan dihadiri oleh perwakilan pemerintah daerah, instansi vertikal, pelaku UMKM, dan komunitas ekonomi kreatif. Melalui penyelenggaraan Bali Jagadhita VII, diharapkan dapat memperkuat promosi produk unggulan daerah, meningkatkan daya saing UMKM, serta mendorong pertumbuhan ekonomi Bali yang berkelanjutan dan memberikan manfaat bagi masyarakat luas.\n\nPartisipasi Dinas Pariwisata Kabupaten Badung dalam kegiatan ini merupakan bentuk dukungan terhadap pengembangan sektor ekonomi kreatif sebagai salah satu penggerak pariwisata yang berkelanjutan, sekaligus memperkuat kolaborasi dalam memajukan produk dan karya kreatif lokal Bali.", "post_id": "3913946445384995962_21817769614"}}, {"key": "putri_mas", "attributes": {"label": "putri_mas", "x": 809.3433109650167, "y": 257.5953760725058, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 4.2659, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "3913946445384995962_21817769614", "id": "putri_mas", "source": "instagram-000001", "content": "Mewakili Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Badung, Kepala Bidang Pengembangan Ekonomi Kreatif menghadiri Opening Ceremony Bali Jagadhita VII Tahun 2026 yang diselenggarakan oleh Bank Indonesia bertempat di Main Atrium Mal Bali Galeria pada Jumat (5/6/2026).\n\nMengusung tema “Suddha Bumi Parahita” dengan semangat Mewujudkan Bumi yang Bersih dan Suci melalui Penguatan UMKM untuk Pertumbuhan Ekonomi Bali yang Inklusif, Berdaya Saing, dan Berkelanjutan, kegiatan ini menjadi wadah sinergi antara pemerintah, pelaku usaha, dan berbagai pemangku kepentingan dalam mendukung pengembangan UMKM serta ekonomi kreatif di Bali.\n\nAcara pembukaan dihadiri oleh perwakilan pemerintah daerah, instansi vertikal, pelaku UMKM, dan komunitas ekonomi kreatif. Melalui penyelenggaraan Bali Jagadhita VII, diharapkan dapat memperkuat promosi produk unggulan daerah, meningkatkan daya saing UMKM, serta mendorong pertumbuhan ekonomi Bali yang berkelanjutan dan memberikan manfaat bagi masyarakat luas.\n\nPartisipasi Dinas Pariwisata Kabupaten Badung dalam kegiatan ini merupakan bentuk dukungan terhadap pengembangan sektor ekonomi kreatif sebagai salah satu penggerak pariwisata yang berkelanjutan, sekaligus memperkuat kolaborasi dalam memajukan produk dan karya kreatif lokal Bali.", "post_id": "3913946445384995962_21817769614"}}, {"key": "pemkabbadung", "attributes": {"label": "pemkabbadung", "x": 417.9454297928874, "y": 760.0957595965104, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 4.2659, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "3913946445384995962_21817769614", "id": "pemkabbadung", "source": "instagram-000001", "content": "Mewakili Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Badung, Kepala Bidang Pengembangan Ekonomi Kreatif menghadiri Opening Ceremony Bali Jagadhita VII Tahun 2026 yang diselenggarakan oleh Bank Indonesia bertempat di Main Atrium Mal Bali Galeria pada Jumat (5/6/2026).\n\nMengusung tema “Suddha Bumi Parahita” dengan semangat Mewujudkan Bumi yang Bersih dan Suci melalui Penguatan UMKM untuk Pertumbuhan Ekonomi Bali yang Inklusif, Berdaya Saing, dan Berkelanjutan, kegiatan ini menjadi wadah sinergi antara pemerintah, pelaku usaha, dan berbagai pemangku kepentingan dalam mendukung pengembangan UMKM serta ekonomi kreatif di Bali.\n\nAcara pembukaan dihadiri oleh perwakilan pemerintah daerah, instansi vertikal, pelaku UMKM, dan komunitas ekonomi kreatif. Melalui penyelenggaraan Bali Jagadhita VII, diharapkan dapat memperkuat promosi produk unggulan daerah, meningkatkan daya saing UMKM, serta mendorong pertumbuhan ekonomi Bali yang berkelanjutan dan memberikan manfaat bagi masyarakat luas.\n\nPartisipasi Dinas Pariwisata Kabupaten Badung dalam kegiatan ini merupakan bentuk dukungan terhadap pengembangan sektor ekonomi kreatif sebagai salah satu penggerak pariwisata yang berkelanjutan, sekaligus memperkuat kolaborasi dalam memajukan produk dan karya kreatif lokal Bali.", "post_id": "3913946445384995962_21817769614"}}, {"key": "bankindonesia", "attributes": {"label": "bankindonesia", "x": 482.6242275015354, "y": 593.8065864337541, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 4.6791, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2654435592787327376_1537212147", "id": "bankindonesia", "source": "instagram-000001", "content": "Investasi pada proyek hilirisasi atau peningkatan nilai tambah batubara bernilai triliunan rupiah. Upaya ini membutuhkan kepastian pasar bagi  produk yang dihasilkan. Peningkatan nilai tambah, berupa dimetil eter maupun metanol, diyakini mampu berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi.\n\nHal itu didiskusikan dalam webinar #KompasTalks kerja sama harian Kompas bersama Bank Indonesia () dan didukung oleh Adaro () bertajuk ”Pemanfaatan Hilirisasi Batubara untuk Pemulihan Ekonomi”, Rabu (1/9/2021). Asisten Gubernur Bank Indonesia (BI) Dwi Pranoto Hadir memberi kata sambutan. Para narasumber antara lain Direktur Pembinaan Pengusahaan Batubara Kementerian Energi Sumber Daya Mineral Sujatmiko, Gubernur Kalimantan Selatan Sahbirin Noor, Kepala Kantor Perwakilan BI Kalimantan Selatan Amanlison Sembiring, Direktur Utama PT Adaro Power Dharma Djojonegoro, Direktur Eksekutif Asosiasi Pertambangan Batubara Indonesia Hendra Sinadia, dan Ketua Umum Perhimpunan Ahli Pertambangan Indonesia Rizal Kasli.\n\nSahabat Kompas bisa membaca berita selengkapnya di harian Kompas & Kompas.id berjudul “Hilirisasi Batubara Membutuhkan Pasar ”, edisi 2 September 2021. #batubara #pemulihanekonomi #adv", "post_id": "2654435592787327376_1537212147"}}, {"key": "adaroenergy", "attributes": {"label": "adaroenergy", "x": 544.5547025645395, "y": 769.9766231036702, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 4.6791, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2654435592787327376_1537212147", "id": "adaroenergy", "source": "instagram-000001", "content": "Investasi pada proyek hilirisasi atau peningkatan nilai tambah batubara bernilai triliunan rupiah. Upaya ini membutuhkan kepastian pasar bagi  produk yang dihasilkan. Peningkatan nilai tambah, berupa dimetil eter maupun metanol, diyakini mampu berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi.\n\nHal itu didiskusikan dalam webinar #KompasTalks kerja sama harian Kompas bersama Bank Indonesia () dan didukung oleh Adaro () bertajuk ”Pemanfaatan Hilirisasi Batubara untuk Pemulihan Ekonomi”, Rabu (1/9/2021). Asisten Gubernur Bank Indonesia (BI) Dwi Pranoto Hadir memberi kata sambutan. Para narasumber antara lain Direktur Pembinaan Pengusahaan Batubara Kementerian Energi Sumber Daya Mineral Sujatmiko, Gubernur Kalimantan Selatan Sahbirin Noor, Kepala Kantor Perwakilan BI Kalimantan Selatan Amanlison Sembiring, Direktur Utama PT Adaro Power Dharma Djojonegoro, Direktur Eksekutif Asosiasi Pertambangan Batubara Indonesia Hendra Sinadia, dan Ketua Umum Perhimpunan Ahli Pertambangan Indonesia Rizal Kasli.\n\nSahabat Kompas bisa membaca berita selengkapnya di harian Kompas & Kompas.id berjudul “Hilirisasi Batubara Membutuhkan Pasar ”, edisi 2 September 2021. #batubara #pemulihanekonomi #adv", "post_id": "2654435592787327376_1537212147"}}, {"key": "cirebon.banget", "attributes": {"label": "cirebon.banget", "x": 979.5394411686257, "y": 445.7267993669574, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 3.646, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "3912646392860943880_2184888541", "id": "cirebon.banget", "source": "instagram-000001", "content": "Prestasi nasional kembali diraih Kota Cirebon. Dalam ajang Apresiasi Pemerintah Daerah Berprestasi (Kemendagri Awards) 2026, penghargaan Terbaik I Kategori Pengendalian Inflasi Daerah tingkat kota se-Jawa Bali berhasil disabet.\n\nPenghargaan tersebut diberikan atas keberhasilan dalam menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok, memperkuat daya beli masyarakat, serta menjaga kondisi ekonomi daerah tetap terkendali. Capaian ini juga dinilai sebagai hasil sinergi berbagai pihak, mulai dari pemerintah daerah, Forkopimda, Bank Indonesia, BPS, pelaku usaha, distributor, petani, nelayan, pedagang, hingga masyarakat.\n\nPenghargaan ini sekaligus menjadi dorongan untuk terus memperkuat kolaborasi dalam menjaga pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan warga Kota Cirebon.\n\nvideo: ig/\n\n#cirebon #cirebonbanget", "post_id": "3912646392860943880_2184888541"}}, {"key": "effendiedo65", "attributes": {"label": "effendiedo65", "x": 543.2667429070112, "y": 932.1583807338465, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 6.7452, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "3912646392860943880_2184888541", "id": "effendiedo65", "source": "instagram-000001", "content": "Prestasi nasional kembali diraih Kota Cirebon. Dalam ajang Apresiasi Pemerintah Daerah Berprestasi (Kemendagri Awards) 2026, penghargaan Terbaik I Kategori Pengendalian Inflasi Daerah tingkat kota se-Jawa Bali berhasil disabet.\n\nPenghargaan tersebut diberikan atas keberhasilan dalam menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok, memperkuat daya beli masyarakat, serta menjaga kondisi ekonomi daerah tetap terkendali. Capaian ini juga dinilai sebagai hasil sinergi berbagai pihak, mulai dari pemerintah daerah, Forkopimda, Bank Indonesia, BPS, pelaku usaha, distributor, petani, nelayan, pedagang, hingga masyarakat.\n\nPenghargaan ini sekaligus menjadi dorongan untuk terus memperkuat kolaborasi dalam menjaga pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan warga Kota Cirebon.\n\nvideo: ig/\n\n#cirebon #cirebonbanget", "post_id": "3912646392860943880_2184888541"}}, {"key": "metrotv", "attributes": {"label": "metrotv", "x": 821.4122830484623, "y": 318.0389865288813, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 3.646, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "3913376813318204101_1700142894", "id": "metrotv", "source": "instagram-000001", "content": "DPR RI menggelar pertemuan bersama pemerintah serta sejumlah lembaga otoritas moneter dan fiskal di kompleks parlemen Senayan, Jakarta, Sabtu (6/6/2026). Pertemuan dihadiri Mensesneg Prasetyo Hadi, Menkeu Purbaya Yudhi Sadew.a, Gubernur BI Perry Warjiyo dan Pimpinan Komisi IX DPR RI Moh. Hekal\n\nPertemuan ini sebagai langkah koordinasi dan evaluasi mengenai perkembangan ekonomi. Pemerintah, Bank Indonesia (BI), serta otoritas fiskal dan moneter memperkuat koordinasi untuk menjaga stabilitas ekonomi nasional di tengah tantangan ekonomi global yang masih dinamis.\n\nSelain itu, para pihak melakukan koordinasi antara fiskal dan moneter sehingga bisa saling mendukung demi pertumbuhan ekonomi yang lebih baik pada saat ini. \n\nSumber:  \n\n#keuanganindonesia #ekonomiindonesia #pertumbuhanekonomi", "post_id": "3913376813318204101_1700142894"}}, {"key": "sufmi_dasco", "attributes": {"label": "sufmi_dasco", "x": 164.69964734411136, "y": 946.4877424374147, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 6.7452, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "3913376813318204101_1700142894", "id": "sufmi_dasco", "source": "instagram-000001", "content": "DPR RI menggelar pertemuan bersama pemerintah serta sejumlah lembaga otoritas moneter dan fiskal di kompleks parlemen Senayan, Jakarta, Sabtu (6/6/2026). Pertemuan dihadiri Mensesneg Prasetyo Hadi, Menkeu Purbaya Yudhi Sadew.a, Gubernur BI Perry Warjiyo dan Pimpinan Komisi IX DPR RI Moh. Hekal\n\nPertemuan ini sebagai langkah koordinasi dan evaluasi mengenai perkembangan ekonomi. Pemerintah, Bank Indonesia (BI), serta otoritas fiskal dan moneter memperkuat koordinasi untuk menjaga stabilitas ekonomi nasional di tengah tantangan ekonomi global yang masih dinamis.\n\nSelain itu, para pihak melakukan koordinasi antara fiskal dan moneter sehingga bisa saling mendukung demi pertumbuhan ekonomi yang lebih baik pada saat ini. \n\nSumber:  \n\n#keuanganindonesia #ekonomiindonesia #pertumbuhanekonomi", "post_id": "3913376813318204101_1700142894"}}, {"key": "pemprovsumsel", "attributes": {"label": "pemprovsumsel", "x": 331.1761013792326, "y": 998.2739795528138, "size": 3.34, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 4.0888, "eigenvector": 1.8593, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "3905621148474914980_6614111699", "id": "pemprovsumsel", "source": "instagram-000001", "content": "VIVA SUMSEL.COM, PALEMBANG - Sumatera Selatan sebagai salah satu provinsi di Swarnadwipa, memiliki kontribusi tinggi terhadap perekonomian nasional melalui sumber daya alam yang melimpah, posisi geografis yang strategis, serta didukung kearifan lokalnya, menjadikannya wilayah yang memiliki daya tarik tinggi bagi investor.\n\nKontribusi Sumatera Selatan tidak terlepas dari sektor-sektor ekonomi utamanya yaitu pertambangan, industri pengolahan, pertanian, perdagangan, transportasi dan jasa.\n\nHal ini tercermin dalam capaiannya pada triwulan I 2026, yang mencatatkan pertumbuhan ekonomi sebesar 5,34% (yoy) dengan kontribusi mencapai 13,60% terhadap perekonomian regional Sumatera.\n\nKondisi ini juga menunjukkan resiliensi ekonomi daerah ditengah dinamika ekonomi global dan domestik.\n\nMelihat keunggulan tersebut, Bank Indonesia Provinsi Sumatera Selatan bersama dengan Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan menginisiasi kegiatan “Launching, Talkshow dan Capacity Building Penyusunan Dokumen Studi Pendahuluan” di Hotel Aryaduta, Palembang.\n\nDalam sambutannya, Kepala Perwakilan Bank Indonesia, Bambang Pramono menyampaikan pentingnya pembentukan Task Force Percepatan Investasi yang diharapkan dapat menjadi wadah koordinasi strategis antar pemangku kepentingan guna mempercepat penyelesaian hambatan investasi serta semakin memperkuat kesiapan proyek investasi daerah agar semakin bankable, marketable, dan implmentable.\n\nHal ini disambut baik oleh Staf Ahli Gubernur Sumsel Bidang Pemerintah, Hukum, dan Politik Setda Provinsi Sumsel,Pandji Tjahjanto, S.HUT., M.Si yang turut menyampaikan apresiasinya atas dukungan dan peran nyata Bank Indonesia dalam mendorong investasi, khususnya di Sumatera Selatan.\n\nTalkshow yang menjadi rangkaian kegiatan menghadirkan narasumber dari Koordinator Bank Indonesia Wilayah Sumatera – Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumatera Utara, Bp. Hasudungan P. Siburian, yang membahas inovasi dan success story Regional Investment Relation Unit (RIRU) Sumatera Utara, tantangan mempromosikan IPRO di Sumatera Utara\n\n#bankindonesiasumateraselatan \n \n#bankindonesiasumsel \n#pemprovsumsel \n#fyp\n\n#pengikutinstagram", "post_id": "3905621148474914980_6614111699"}}, {"key": "1671027898", "attributes": {"label": "1671027898", "x": 575.2068545501382, "y": 922.3197601943849, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 3.646, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "3911373278183158185_1671027898", "id": "1671027898", "source": "instagram-000001", "content": "Menghadiri Rapat Kerja Komisi XI DPR RI bersama Menteri Keuangan  dalam agenda evaluasi kelembagaan Bank Indonesia, OJK, dan LPS melalui implementasi Undang-Undang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (P2SK).\n\nPembahasan ini menjadi bagian penting dalam memastikan sektor keuangan nasional memiliki fondasi regulasi yang kuat, adaptif, dan mampu menjawab tantangan ekonomi yang terus berkembang. Sinergi antara pemerintah, regulator, dan lembaga negara diperlukan untuk menjaga stabilitas sistem keuangan sekaligus memperkuat kepercayaan publik.\n\nDari perspektif hukum, kepastian regulasi dan tata kelola yang baik merupakan kunci dalam menciptakan sistem keuangan yang sehat, transparan, akuntabel, serta mendukung pertumbuhan ekonomi nasional yang berkelanjutan.\n\nMelalui kolaborasi yang kuat, kita terus membangun ekosistem keuangan yang tangguh demi kesejahteraan masyarakat dan kemajuan Indonesia.", "post_id": "3911373278183158185_1671027898"}}, {"key": "purbayayudhi", "attributes": {"label": "purbayayudhi", "x": 774.5190525853985, "y": 593.7263324385636, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 6.7452, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "3911373278183158185_1671027898", "id": "purbayayudhi", "source": "instagram-000001", "content": "Menghadiri Rapat Kerja Komisi XI DPR RI bersama Menteri Keuangan  dalam agenda evaluasi kelembagaan Bank Indonesia, OJK, dan LPS melalui implementasi Undang-Undang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (P2SK).\n\nPembahasan ini menjadi bagian penting dalam memastikan sektor keuangan nasional memiliki fondasi regulasi yang kuat, adaptif, dan mampu menjawab tantangan ekonomi yang terus berkembang. Sinergi antara pemerintah, regulator, dan lembaga negara diperlukan untuk menjaga stabilitas sistem keuangan sekaligus memperkuat kepercayaan publik.\n\nDari perspektif hukum, kepastian regulasi dan tata kelola yang baik merupakan kunci dalam menciptakan sistem keuangan yang sehat, transparan, akuntabel, serta mendukung pertumbuhan ekonomi nasional yang berkelanjutan.\n\nMelalui kolaborasi yang kuat, kita terus membangun ekosistem keuangan yang tangguh demi kesejahteraan masyarakat dan kemajuan Indonesia.", "post_id": "3911373278183158185_1671027898"}}, {"key": "ojk_purwokerto", "attributes": {"label": "ojk_purwokerto", "x": 513.3405834615946, "y": 874.5202504649055, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 6.3409, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 2, "degree": 3}, "_id": "3914688055341088216_3963318157", "id": "ojk_purwokerto", "source": "instagram-000001", "content": "TPAKD Kabupaten Cilacap Perkuat Sinergi Program Inklusi Keuangan Tahun 2026\n\nHalo sedulur OJK Ngapak!\n\nOJK Purwokerto menghadiri Rapat Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) Kabupaten Cilacap yang diselenggarakan pada tanggal 4 Juni 2026.\n\nRapat tersebut membahas rencana pelaksanaan program kerja TPAKD Kabupaten Cilacap Tahun 2026 yang bertujuan untuk meningkatkan literasi dan inklusi keuangan masyarakat serta mendorong pengembangan ekonomi daerah.\n\nMelalui sinergi antara pemerintah daerah, OJK, Bank Indonesia, lembaga jasa keuangan, dan seluruh pemangku kepentingan, diharapkan berbagai program tersebut dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat serta mendukung pertumbuhan ekonomi Kabupaten Cilacap yang lebih inklusif dan berkelanjutan.\n\nYuk simak selengkapnya melalui postingan berikut 👆🏻\n\nJangan lupa follow  dan  untuk update seputar kegiatan OJK lainnya ya 🫶🏻\n\n#OJKPurwokerto #TPAKD #Banjarnegara #InklusiKeuangan #LiterasiKeuangan", "post_id": "3914688055341088216_3963318157"}}, {"key": "ojkindonesia", "attributes": {"label": "ojkindonesia", "x": 867.4362275550433, "y": 202.77245626504546, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 6.3409, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "3914688055341088216_3963318157", "id": "ojkindonesia", "source": "instagram-000001", "content": "TPAKD Kabupaten Cilacap Perkuat Sinergi Program Inklusi Keuangan Tahun 2026\n\nHalo sedulur OJK Ngapak!\n\nOJK Purwokerto menghadiri Rapat Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) Kabupaten Cilacap yang diselenggarakan pada tanggal 4 Juni 2026.\n\nRapat tersebut membahas rencana pelaksanaan program kerja TPAKD Kabupaten Cilacap Tahun 2026 yang bertujuan untuk meningkatkan literasi dan inklusi keuangan masyarakat serta mendorong pengembangan ekonomi daerah.\n\nMelalui sinergi antara pemerintah daerah, OJK, Bank Indonesia, lembaga jasa keuangan, dan seluruh pemangku kepentingan, diharapkan berbagai program tersebut dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat serta mendukung pertumbuhan ekonomi Kabupaten Cilacap yang lebih inklusif dan berkelanjutan.\n\nYuk simak selengkapnya melalui postingan berikut 👆🏻\n\nJangan lupa follow  dan  untuk update seputar kegiatan OJK lainnya ya 🫶🏻\n\n#OJKPurwokerto #TPAKD #Banjarnegara #InklusiKeuangan #LiterasiKeuangan", "post_id": "3914688055341088216_3963318157"}}, {"key": "sonorapalembang", "attributes": {"label": "sonorapalembang", "x": 988.1385789516419, "y": 770.4934416102222, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 24.3066, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 1, "degree": 2}, "_id": "3903908380427776121_1493476840", "id": "sonorapalembang", "source": "instagram-000001", "content": "Jangan lewatkan TALKSHOW spesial di Radio Sonora Palembang 102.6 FM!\n\nTema : “Menyambut FESyar Sumatera 2026: Akselerasi Pertumbuhan Ekonomi dan Keuangan\r\nSyariah Regional Berkelanjutan melalui Sinergi dan Transformasi Digital”\r\nWaktu \n\nNarasumber : Dwita Adilah ( ANALIS YUNIOR FUNGSI PELAKSANAAN PENGEMBANGAN UMKM & SYARIAH\nKantor Perwakilan Bank Indonesia Prov. Sumatera Selatan) \n\nAda 5 Goody Bag Menarik loh untuk pendengar yang beruntung, stay tune yaaa! \n\n🗓 Senin, 25 Mei 2026\n⏰ Pukul 10.00 – 11.00 WIB\n\nKupas tuntas topik menarik, inspiratif, dan informatif bersama narasumber spesial hanya di Sonora Palembang 102.6 FM. 🎧\n\nStay tuned dan ikut interaktif bersama kami!\nKarena setiap obrolan punya cerita dan manfaat untuk Sahabat Sonora ✨\n\n📻 Dengarkan melalui streaming:\n\n#SonoraPalembang #TalkshowSonora #RadioPalembang #Sonora1026FM #SahabatSonora TalkshowInspiratif", "post_id": "3903908380427776121_1493476840"}}, {"key": "ojk_sumbagsel", "attributes": {"label": "ojk_sumbagsel", "x": 795.7971760144239, "y": 80.16035248092257, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 24.3066, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 1, "degree": 2}, "_id": "3906726990206716147_5364011511", "id": "ojk_sumbagsel", "source": "instagram-000001", "content": "Konferensi Nasional Pengembangan Ekonomi Daerah\n\nHalo Sanak Dulur 👋🏻\n\nOJK Provinsi Sumsel menghadiri Konferensi Nasional Pengembangan Ekonomi Daerah di Balai Kartini, Jakarta, pada 25 Mei 2026. \n\n📌 Dengan tema “Akselerasi Pertumbuhan Ekonomi Daerah melalui Sinergi Kebijakan Lintas Sektor”, OJK menyelenggarakan forum ini sebagai upaya untuk memperkuat sinergi dan kolaborasi dalam pertumbuhan ekonomi daerah yang kuat dan berkelanjutan.\n\nKetua Dewan Komisioner ​OJK Friderica Widyasari Dewi dalam sambutannya menyampaikan bahwa berbagai tantangan dinamika global saat ini tidak boleh menyurutkan optimisme Indonesia. Justru inilah saat untuk membuktikan bahwa kekuatan Indonesia salah satunya adalah dari kekuatan ekonomi di daerahnya.\n\n👤 Turut hadir dalam KNPED 2026 ini, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Ketua Komisi XI DPR RI Mokhamad Misbakhun, Menteri Perdagangan Budi Santoso, Menteri UMKM Maman Abdurrahman, Wakil Menteri Keuangan Juda Agung, Wakil Menteri Pertanian Sudaryono, Wakil Menteri Dalam Negeri Bima Arya Sugiarto, dan Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia Destri Damayanti.\n\nPada sesi kedua Regional Voice, Gubernur Sumsel Dr. H. Herman Deru menjadi satu-satunya gubernur dari wilayah Sumatera yang tampil sebagai pembicara bersama Wakil Menteri Dalam Negeri, Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi, serta Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak.\n\nGubernur Sumsel dalam sesi ini menyampaikan tentang pencapaian dan kinerja pembangunan Sumsel, sekaligus program unggulan yang disinkronisasikan dengan Asta Cita Presiden Republik Indonesia, seperti: \n🌽 Gerakan Sumsel Mandiri Pangan (GSMP)\n🚢 New Palembang Port Tanjung Carat, dan\n🧑‍💼 100.000 Sultan Muda Sumsel.\n\nOJK Provinsi Sumsel akan terus memperkuat kolaborasi lintas sektor untuk memperluas implementasi program ekonomi daerah yang inklusif, serta mendukung Sumsel sebagai pusat pertumbuhan baru ekonomi Indonesia untuk Sumsel Maju Terus untuk Semua.\n\n🔔 Follow  untuk dapatkan update tentang keuangan dan kegiatan menarik lainnya!\n\n#OJKSumsel #OJKIndonesia #OJK #PengembanganEkonomiDaerah #KNPED2026", "post_id": "3906726990206716147_5364011511"}}, {"key": "66320242220", "attributes": {"label": "66320242220", "x": 188.83407777918916, "y": 906.9929292035758, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 3.646, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "3911877969022856196_66320242220", "id": "66320242220", "source": "instagram-000001", "content": "Paripurna DPR RI resmi mengesahkan Rancangan Undang-Undang tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2023 tentang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (P2SK) menjadi undang-undang dalam Rapat Paripurna ke-20 Masa Persidangan V Tahun Sidang 2025–2026 di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (4/6/2026).\n\nSidang pengambilan keputusan tingkat I tersebut yang dipimpin Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad itu turut dihadiri oleh Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dan Menteri Hukum Supratman Andi Agtas. Pengesahan dilakukan setelah seluruh fraksi menyatakan persetujuan terhadap hasil pembahasan revisi UU P2SK.\n\nSebelum pengambilan keputusan tingkat II, Wakil Ketua Komisi XI DPR RI Mohamad Hekal menyampaikan laporan pembahasan RUU yang telah berlangsung sejak 4 Februari 2026 bersama pemerintah. Menurutnya, revisi UU P2SK diperlukan untuk mengoptimalkan peran sektor keuangan dalam mendukung pertumbuhan ekonomi nasional.\n\n“Adanya kebutuhan hukum untuk mengoptimalkan peran sektor keuangan melatarbelakangi RUU Perubahan Undang-Undang P2SK,” ujar Hekal.\n\nIa menjelaskan, revisi UU P2SK mencakup 17 pokok materi pengaturan. Di antaranya penguatan kelembagaan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), Otoritas Jasa Keuangan (OJK), dan Bank Indonesia; perluasan usaha perbankan dan perbankan syariah; pengaturan aset kripto; pembentukan satuan tugas pencegahan dan penanganan pinjaman daring serta perjudian daring; hingga penguatan mekanisme penegakan hukum di sektor jasa keuangan.\n\nKlik link di bio untuk detail informasi selengkapnya. Jangan lupa follow  untuk informasi dan data menarik lainnya.", "post_id": "3911877969022856196_66320242220"}}, {"key": "ruangpikirr.id", "attributes": {"label": "ruangpikirr.id", "x": 109.21647575912141, "y": 395.3302233250551, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 6.7452, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "3911877969022856196_66320242220", "id": "ruangpikirr.id", "source": "instagram-000001", "content": "Paripurna DPR RI resmi mengesahkan Rancangan Undang-Undang tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2023 tentang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (P2SK) menjadi undang-undang dalam Rapat Paripurna ke-20 Masa Persidangan V Tahun Sidang 2025–2026 di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (4/6/2026).\n\nSidang pengambilan keputusan tingkat I tersebut yang dipimpin Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad itu turut dihadiri oleh Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dan Menteri Hukum Supratman Andi Agtas. Pengesahan dilakukan setelah seluruh fraksi menyatakan persetujuan terhadap hasil pembahasan revisi UU P2SK.\n\nSebelum pengambilan keputusan tingkat II, Wakil Ketua Komisi XI DPR RI Mohamad Hekal menyampaikan laporan pembahasan RUU yang telah berlangsung sejak 4 Februari 2026 bersama pemerintah. Menurutnya, revisi UU P2SK diperlukan untuk mengoptimalkan peran sektor keuangan dalam mendukung pertumbuhan ekonomi nasional.\n\n“Adanya kebutuhan hukum untuk mengoptimalkan peran sektor keuangan melatarbelakangi RUU Perubahan Undang-Undang P2SK,” ujar Hekal.\n\nIa menjelaskan, revisi UU P2SK mencakup 17 pokok materi pengaturan. Di antaranya penguatan kelembagaan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), Otoritas Jasa Keuangan (OJK), dan Bank Indonesia; perluasan usaha perbankan dan perbankan syariah; pengaturan aset kripto; pembentukan satuan tugas pencegahan dan penanganan pinjaman daring serta perjudian daring; hingga penguatan mekanisme penegakan hukum di sektor jasa keuangan.\n\nKlik link di bio untuk detail informasi selengkapnya. Jangan lupa follow  untuk informasi dan data menarik lainnya.", "post_id": "3911877969022856196_66320242220"}}, {"key": "kominfopalembang", "attributes": {"label": "kominfopalembang", "x": 543.7268850541057, "y": 517.8436748210572, "size": 6.37, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 3.646, "eigenvector": 18.1695, "in_degree": 0, "out_degree": 14, "degree": 14}, "_id": "3913133703189477802_3954472584", "id": "kominfopalembang", "source": "instagram-000001", "content": "Palembang Tuan Rumah FESyar Sumatera, Perkuat Digitalisasi UMKM dan Ekonomi Halal\n\nKota Palembang kembali dipercaya menjadi tuan rumah ajang strategis pengembangan ekonomi dan keuangan syariah melalui Festival Ekonomi Syariah (FESyar) Regional Sumatera 2026 yang diselenggarakan Bank Indonesia.\n\nKegiatan ini berlangsung selama tiga hari, mulai 5 hingga 7 Juni 2026, dan menjadi wadah kolaborasi berbagai pemangku kepentingan dalam memperkuat ekosistem ekonomi syariah di wilayah Sumatera.\n\nMengusung tema “Akselerasi Pertumbuhan Ekonomi dan Keuangan Syariah Regional Berkelanjutan melalui Sinergi dan Transformasi Digital”, FESyar 2026 menghadirkan sedikitnya 122 pelaku usaha syariah dan UMKM dari berbagai provinsi di Sumatera.\n\nBeragam produk unggulan, inovasi ekonomi halal, serta layanan keuangan syariah ditampilkan dalam kegiatan tersebut.\n\nAsisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda Kota Palembang, Isnaini Madani, menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan kepada Palembang sebagai tuan rumah penyelenggaraan FESyar Regional Sumatera tahun ini.\n\nMenurutnya, kegiatan tersebut menjadi momentum penting untuk memperkuat perekonomian daerah sekaligus memperluas promosi produk-produk unggulan UMKM lokal kepada pasar yang lebih luas.\n\n\"Atas nama Pemerintah Kota Palembang, kami menyambut baik dan memberikan dukungan penuh terhadap penyelenggaraan FESyar Regional Sumatera 2026,\" kata Isnaini.\n\nIa menambahkan, kehadiran ratusan pelaku usaha dari berbagai daerah tentu memberikan dampak positif bagi perekonomian kota, mulai dari sektor perdagangan, pariwisata, hingga perhotelan.\n\n\"Yang tidak kalah penting, ini menjadi kesempatan besar bagi UMKM Palembang untuk memperluas jaringan usaha dan meningkatkan daya saing,\" ujar Isnaini.\n\nSelanjutnya di kolom komentar...\n\nVidio : Dila\n\nCc.\n\n\n\n\n\n\n\n\n#062026KOMINFOPALEMBANG", "post_id": "3913133703189477802_3954472584"}}, {"key": "ratudewa", "attributes": {"label": "ratudewa", "x": 416.7632823164823, "y": 603.9292508335412, "size": 14.12, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 4.6025, "eigenvector": 59.9766, "in_degree": 5, "out_degree": 0, "degree": 5}, "_id": "3913133703189477802_3954472584", "id": "ratudewa", "source": "instagram-000001", "content": "Palembang Tuan Rumah FESyar Sumatera, Perkuat Digitalisasi UMKM dan Ekonomi Halal\n\nKota Palembang kembali dipercaya menjadi tuan rumah ajang strategis pengembangan ekonomi dan keuangan syariah melalui Festival Ekonomi Syariah (FESyar) Regional Sumatera 2026 yang diselenggarakan Bank Indonesia.\n\nKegiatan ini berlangsung selama tiga hari, mulai 5 hingga 7 Juni 2026, dan menjadi wadah kolaborasi berbagai pemangku kepentingan dalam memperkuat ekosistem ekonomi syariah di wilayah Sumatera.\n\nMengusung tema “Akselerasi Pertumbuhan Ekonomi dan Keuangan Syariah Regional Berkelanjutan melalui Sinergi dan Transformasi Digital”, FESyar 2026 menghadirkan sedikitnya 122 pelaku usaha syariah dan UMKM dari berbagai provinsi di Sumatera.\n\nBeragam produk unggulan, inovasi ekonomi halal, serta layanan keuangan syariah ditampilkan dalam kegiatan tersebut.\n\nAsisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda Kota Palembang, Isnaini Madani, menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan kepada Palembang sebagai tuan rumah penyelenggaraan FESyar Regional Sumatera tahun ini.\n\nMenurutnya, kegiatan tersebut menjadi momentum penting untuk memperkuat perekonomian daerah sekaligus memperluas promosi produk-produk unggulan UMKM lokal kepada pasar yang lebih luas.\n\n\"Atas nama Pemerintah Kota Palembang, kami menyambut baik dan memberikan dukungan penuh terhadap penyelenggaraan FESyar Regional Sumatera 2026,\" kata Isnaini.\n\nIa menambahkan, kehadiran ratusan pelaku usaha dari berbagai daerah tentu memberikan dampak positif bagi perekonomian kota, mulai dari sektor perdagangan, pariwisata, hingga perhotelan.\n\n\"Yang tidak kalah penting, ini menjadi kesempatan besar bagi UMKM Palembang untuk memperluas jaringan usaha dan meningkatkan daya saing,\" ujar Isnaini.\n\nSelanjutnya di kolom komentar...\n\nVidio : Dila\n\nCc.\n\n\n\n\n\n\n\n\n#062026KOMINFOPALEMBANG", "post_id": "3913133703189477802_3954472584"}}, {"key": "primasalam", "attributes": {"label": "primasalam", "x": 3.3624553242647126, "y": 421.1825951223147, "size": 14.12, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 4.6025, "eigenvector": 59.9766, "in_degree": 5, "out_degree": 0, "degree": 5}, "_id": "3913133703189477802_3954472584", "id": "primasalam", "source": "instagram-000001", "content": "Palembang Tuan Rumah FESyar Sumatera, Perkuat Digitalisasi UMKM dan Ekonomi Halal\n\nKota Palembang kembali dipercaya menjadi tuan rumah ajang strategis pengembangan ekonomi dan keuangan syariah melalui Festival Ekonomi Syariah (FESyar) Regional Sumatera 2026 yang diselenggarakan Bank Indonesia.\n\nKegiatan ini berlangsung selama tiga hari, mulai 5 hingga 7 Juni 2026, dan menjadi wadah kolaborasi berbagai pemangku kepentingan dalam memperkuat ekosistem ekonomi syariah di wilayah Sumatera.\n\nMengusung tema “Akselerasi Pertumbuhan Ekonomi dan Keuangan Syariah Regional Berkelanjutan melalui Sinergi dan Transformasi Digital”, FESyar 2026 menghadirkan sedikitnya 122 pelaku usaha syariah dan UMKM dari berbagai provinsi di Sumatera.\n\nBeragam produk unggulan, inovasi ekonomi halal, serta layanan keuangan syariah ditampilkan dalam kegiatan tersebut.\n\nAsisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda Kota Palembang, Isnaini Madani, menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan kepada Palembang sebagai tuan rumah penyelenggaraan FESyar Regional Sumatera tahun ini.\n\nMenurutnya, kegiatan tersebut menjadi momentum penting untuk memperkuat perekonomian daerah sekaligus memperluas promosi produk-produk unggulan UMKM lokal kepada pasar yang lebih luas.\n\n\"Atas nama Pemerintah Kota Palembang, kami menyambut baik dan memberikan dukungan penuh terhadap penyelenggaraan FESyar Regional Sumatera 2026,\" kata Isnaini.\n\nIa menambahkan, kehadiran ratusan pelaku usaha dari berbagai daerah tentu memberikan dampak positif bagi perekonomian kota, mulai dari sektor perdagangan, pariwisata, hingga perhotelan.\n\n\"Yang tidak kalah penting, ini menjadi kesempatan besar bagi UMKM Palembang untuk memperluas jaringan usaha dan meningkatkan daya saing,\" ujar Isnaini.\n\nSelanjutnya di kolom komentar...\n\nVidio : Dila\n\nCc.\n\n\n\n\n\n\n\n\n#062026KOMINFOPALEMBANG", "post_id": "3913133703189477802_3954472584"}}, {"key": "aprizal1645", "attributes": {"label": "aprizal1645", "x": 9.72975830610956, "y": 395.9922392989956, "size": 14.12, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 4.6025, "eigenvector": 59.9766, "in_degree": 5, "out_degree": 0, "degree": 5}, "_id": "3913133703189477802_3954472584", "id": "aprizal1645", "source": "instagram-000001", "content": "Palembang Tuan Rumah FESyar Sumatera, Perkuat Digitalisasi UMKM dan Ekonomi Halal\n\nKota Palembang kembali dipercaya menjadi tuan rumah ajang strategis pengembangan ekonomi dan keuangan syariah melalui Festival Ekonomi Syariah (FESyar) Regional Sumatera 2026 yang diselenggarakan Bank Indonesia.\n\nKegiatan ini berlangsung selama tiga hari, mulai 5 hingga 7 Juni 2026, dan menjadi wadah kolaborasi berbagai pemangku kepentingan dalam memperkuat ekosistem ekonomi syariah di wilayah Sumatera.\n\nMengusung tema “Akselerasi Pertumbuhan Ekonomi dan Keuangan Syariah Regional Berkelanjutan melalui Sinergi dan Transformasi Digital”, FESyar 2026 menghadirkan sedikitnya 122 pelaku usaha syariah dan UMKM dari berbagai provinsi di Sumatera.\n\nBeragam produk unggulan, inovasi ekonomi halal, serta layanan keuangan syariah ditampilkan dalam kegiatan tersebut.\n\nAsisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda Kota Palembang, Isnaini Madani, menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan kepada Palembang sebagai tuan rumah penyelenggaraan FESyar Regional Sumatera tahun ini.\n\nMenurutnya, kegiatan tersebut menjadi momentum penting untuk memperkuat perekonomian daerah sekaligus memperluas promosi produk-produk unggulan UMKM lokal kepada pasar yang lebih luas.\n\n\"Atas nama Pemerintah Kota Palembang, kami menyambut baik dan memberikan dukungan penuh terhadap penyelenggaraan FESyar Regional Sumatera 2026,\" kata Isnaini.\n\nIa menambahkan, kehadiran ratusan pelaku usaha dari berbagai daerah tentu memberikan dampak positif bagi perekonomian kota, mulai dari sektor perdagangan, pariwisata, hingga perhotelan.\n\n\"Yang tidak kalah penting, ini menjadi kesempatan besar bagi UMKM Palembang untuk memperluas jaringan usaha dan meningkatkan daya saing,\" ujar Isnaini.\n\nSelanjutnya di kolom komentar...\n\nVidio : Dila\n\nCc.\n\n\n\n\n\n\n\n\n#062026KOMINFOPALEMBANG", "post_id": "3913133703189477802_3954472584"}}, {"key": "adhy8328", "attributes": {"label": "adhy8328", "x": 608.7254395233955, "y": 921.9677674599693, "size": 3.97, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 3.8674, "eigenvector": 5.2218, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "3913133703189477802_3954472584", "id": "adhy8328", "source": "instagram-000001", "content": "Palembang Tuan Rumah FESyar Sumatera, Perkuat Digitalisasi UMKM dan Ekonomi Halal\n\nKota Palembang kembali dipercaya menjadi tuan rumah ajang strategis pengembangan ekonomi dan keuangan syariah melalui Festival Ekonomi Syariah (FESyar) Regional Sumatera 2026 yang diselenggarakan Bank Indonesia.\n\nKegiatan ini berlangsung selama tiga hari, mulai 5 hingga 7 Juni 2026, dan menjadi wadah kolaborasi berbagai pemangku kepentingan dalam memperkuat ekosistem ekonomi syariah di wilayah Sumatera.\n\nMengusung tema “Akselerasi Pertumbuhan Ekonomi dan Keuangan Syariah Regional Berkelanjutan melalui Sinergi dan Transformasi Digital”, FESyar 2026 menghadirkan sedikitnya 122 pelaku usaha syariah dan UMKM dari berbagai provinsi di Sumatera.\n\nBeragam produk unggulan, inovasi ekonomi halal, serta layanan keuangan syariah ditampilkan dalam kegiatan tersebut.\n\nAsisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda Kota Palembang, Isnaini Madani, menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan kepada Palembang sebagai tuan rumah penyelenggaraan FESyar Regional Sumatera tahun ini.\n\nMenurutnya, kegiatan tersebut menjadi momentum penting untuk memperkuat perekonomian daerah sekaligus memperluas promosi produk-produk unggulan UMKM lokal kepada pasar yang lebih luas.\n\n\"Atas nama Pemerintah Kota Palembang, kami menyambut baik dan memberikan dukungan penuh terhadap penyelenggaraan FESyar Regional Sumatera 2026,\" kata Isnaini.\n\nIa menambahkan, kehadiran ratusan pelaku usaha dari berbagai daerah tentu memberikan dampak positif bagi perekonomian kota, mulai dari sektor perdagangan, pariwisata, hingga perhotelan.\n\n\"Yang tidak kalah penting, ini menjadi kesempatan besar bagi UMKM Palembang untuk memperluas jaringan usaha dan meningkatkan daya saing,\" ujar Isnaini.\n\nSelanjutnya di kolom komentar...\n\nVidio : Dila\n\nCc.\n\n\n\n\n\n\n\n\n#062026KOMINFOPALEMBANG", "post_id": "3913133703189477802_3954472584"}}, {"key": "rheeta71", "attributes": {"label": "rheeta71", "x": 343.65881460004624, "y": 772.9029971305723, "size": 3.97, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 3.8674, "eigenvector": 5.2218, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "3913133703189477802_3954472584", "id": "rheeta71", "source": "instagram-000001", "content": "Palembang Tuan Rumah FESyar Sumatera, Perkuat Digitalisasi UMKM dan Ekonomi Halal\n\nKota Palembang kembali dipercaya menjadi tuan rumah ajang strategis pengembangan ekonomi dan keuangan syariah melalui Festival Ekonomi Syariah (FESyar) Regional Sumatera 2026 yang diselenggarakan Bank Indonesia.\n\nKegiatan ini berlangsung selama tiga hari, mulai 5 hingga 7 Juni 2026, dan menjadi wadah kolaborasi berbagai pemangku kepentingan dalam memperkuat ekosistem ekonomi syariah di wilayah Sumatera.\n\nMengusung tema “Akselerasi Pertumbuhan Ekonomi dan Keuangan Syariah Regional Berkelanjutan melalui Sinergi dan Transformasi Digital”, FESyar 2026 menghadirkan sedikitnya 122 pelaku usaha syariah dan UMKM dari berbagai provinsi di Sumatera.\n\nBeragam produk unggulan, inovasi ekonomi halal, serta layanan keuangan syariah ditampilkan dalam kegiatan tersebut.\n\nAsisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda Kota Palembang, Isnaini Madani, menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan kepada Palembang sebagai tuan rumah penyelenggaraan FESyar Regional Sumatera tahun ini.\n\nMenurutnya, kegiatan tersebut menjadi momentum penting untuk memperkuat perekonomian daerah sekaligus memperluas promosi produk-produk unggulan UMKM lokal kepada pasar yang lebih luas.\n\n\"Atas nama Pemerintah Kota Palembang, kami menyambut baik dan memberikan dukungan penuh terhadap penyelenggaraan FESyar Regional Sumatera 2026,\" kata Isnaini.\n\nIa menambahkan, kehadiran ratusan pelaku usaha dari berbagai daerah tentu memberikan dampak positif bagi perekonomian kota, mulai dari sektor perdagangan, pariwisata, hingga perhotelan.\n\n\"Yang tidak kalah penting, ini menjadi kesempatan besar bagi UMKM Palembang untuk memperluas jaringan usaha dan meningkatkan daya saing,\" ujar Isnaini.\n\nSelanjutnya di kolom komentar...\n\nVidio : Dila\n\nCc.\n\n\n\n\n\n\n\n\n#062026KOMINFOPALEMBANG", "post_id": "3913133703189477802_3954472584"}}, {"key": "haryadialfat", "attributes": {"label": "haryadialfat", "x": 203.02915283187707, "y": 807.7694493520917, "size": 3.97, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 3.8674, "eigenvector": 5.2218, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "3913133703189477802_3954472584", "id": "haryadialfat", "source": "instagram-000001", "content": "Palembang Tuan Rumah FESyar Sumatera, Perkuat Digitalisasi UMKM dan Ekonomi Halal\n\nKota Palembang kembali dipercaya menjadi tuan rumah ajang strategis pengembangan ekonomi dan keuangan syariah melalui Festival Ekonomi Syariah (FESyar) Regional Sumatera 2026 yang diselenggarakan Bank Indonesia.\n\nKegiatan ini berlangsung selama tiga hari, mulai 5 hingga 7 Juni 2026, dan menjadi wadah kolaborasi berbagai pemangku kepentingan dalam memperkuat ekosistem ekonomi syariah di wilayah Sumatera.\n\nMengusung tema “Akselerasi Pertumbuhan Ekonomi dan Keuangan Syariah Regional Berkelanjutan melalui Sinergi dan Transformasi Digital”, FESyar 2026 menghadirkan sedikitnya 122 pelaku usaha syariah dan UMKM dari berbagai provinsi di Sumatera.\n\nBeragam produk unggulan, inovasi ekonomi halal, serta layanan keuangan syariah ditampilkan dalam kegiatan tersebut.\n\nAsisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda Kota Palembang, Isnaini Madani, menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan kepada Palembang sebagai tuan rumah penyelenggaraan FESyar Regional Sumatera tahun ini.\n\nMenurutnya, kegiatan tersebut menjadi momentum penting untuk memperkuat perekonomian daerah sekaligus memperluas promosi produk-produk unggulan UMKM lokal kepada pasar yang lebih luas.\n\n\"Atas nama Pemerintah Kota Palembang, kami menyambut baik dan memberikan dukungan penuh terhadap penyelenggaraan FESyar Regional Sumatera 2026,\" kata Isnaini.\n\nIa menambahkan, kehadiran ratusan pelaku usaha dari berbagai daerah tentu memberikan dampak positif bagi perekonomian kota, mulai dari sektor perdagangan, pariwisata, hingga perhotelan.\n\n\"Yang tidak kalah penting, ini menjadi kesempatan besar bagi UMKM Palembang untuk memperluas jaringan usaha dan meningkatkan daya saing,\" ujar Isnaini.\n\nSelanjutnya di kolom komentar...\n\nVidio : Dila\n\nCc.\n\n\n\n\n\n\n\n\n#062026KOMINFOPALEMBANG", "post_id": "3913133703189477802_3954472584"}}, {"key": "fahmypay", "attributes": {"label": "fahmypay", "x": 393.3962528493089, "y": 137.56036566088204, "size": 3.97, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 3.8674, "eigenvector": 5.2218, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "3913133703189477802_3954472584", "id": "fahmypay", "source": "instagram-000001", "content": "Palembang Tuan Rumah FESyar Sumatera, Perkuat Digitalisasi UMKM dan Ekonomi Halal\n\nKota Palembang kembali dipercaya menjadi tuan rumah ajang strategis pengembangan ekonomi dan keuangan syariah melalui Festival Ekonomi Syariah (FESyar) Regional Sumatera 2026 yang diselenggarakan Bank Indonesia.\n\nKegiatan ini berlangsung selama tiga hari, mulai 5 hingga 7 Juni 2026, dan menjadi wadah kolaborasi berbagai pemangku kepentingan dalam memperkuat ekosistem ekonomi syariah di wilayah Sumatera.\n\nMengusung tema “Akselerasi Pertumbuhan Ekonomi dan Keuangan Syariah Regional Berkelanjutan melalui Sinergi dan Transformasi Digital”, FESyar 2026 menghadirkan sedikitnya 122 pelaku usaha syariah dan UMKM dari berbagai provinsi di Sumatera.\n\nBeragam produk unggulan, inovasi ekonomi halal, serta layanan keuangan syariah ditampilkan dalam kegiatan tersebut.\n\nAsisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda Kota Palembang, Isnaini Madani, menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan kepada Palembang sebagai tuan rumah penyelenggaraan FESyar Regional Sumatera tahun ini.\n\nMenurutnya, kegiatan tersebut menjadi momentum penting untuk memperkuat perekonomian daerah sekaligus memperluas promosi produk-produk unggulan UMKM lokal kepada pasar yang lebih luas.\n\n\"Atas nama Pemerintah Kota Palembang, kami menyambut baik dan memberikan dukungan penuh terhadap penyelenggaraan FESyar Regional Sumatera 2026,\" kata Isnaini.\n\nIa menambahkan, kehadiran ratusan pelaku usaha dari berbagai daerah tentu memberikan dampak positif bagi perekonomian kota, mulai dari sektor perdagangan, pariwisata, hingga perhotelan.\n\n\"Yang tidak kalah penting, ini menjadi kesempatan besar bagi UMKM Palembang untuk memperluas jaringan usaha dan meningkatkan daya saing,\" ujar Isnaini.\n\nSelanjutnya di kolom komentar...\n\nVidio : Dila\n\nCc.\n\n\n\n\n\n\n\n\n#062026KOMINFOPALEMBANG", "post_id": "3913133703189477802_3954472584"}}, {"key": "putr4_k0n0h4", "attributes": {"label": "putr4_k0n0h4", "x": 119.95383907445478, "y": 352.76341754830486, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 3.646, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "3906679733740245488_55744678044", "id": "putr4_k0n0h4", "source": "instagram-000001", "content": "Masih bilang indonesia baik2 saja ❓️\n\nEkonom utama Permata Bank, Josua Pardede, melempar peringatan keras terkait posisi Indonesia yang menjadi satu-satunya negara di Asia Tenggara yang mengalami arus modal keluar (capital outflow) massal di pasar surat utang atau obligasi sepanjang kuartal I 2026 (22/5). \n\nDi tengah hantaman sentimen global yang setara dihadapi oleh seluruh negara berkembang (emerging markets), investor asing justru tercatat melakukan aksi jual bersih (net outflow) sebesar US$1,48 miliar di pasar obligasi Indonesia, ditambah US$1,95 miliar di pasar saham. \n\nJosua menegaskan, rapor merah ini menjadi indikator sahih bahwa investor global tidak lagi sekadar melihat faktor eksternal, melainkan mulai cemas terhadap risiko domestik, terutama jebloknya rasio pajak (tax ratio) Indonesia yang hanya 13,3 persen serta membengkaknya beban bunga utang pemerintah yang diproyeksikan menembus Rp599,4 triliun tahun ini.\n\nData pelarian modal asing yang dipaparkan dalam Pelatihan Media Bank Indonesia di Makassar ini menelanjari kebohongan narasi \"fundamental ekonomi kita aman dan kuat\" yang terus diproduksi oleh humas istana. Menjadikan konflik Selat Hormuz sebagai kambing hitam tunggal atas carut-marutnya ekonomi domestik—seperti yang dipakai Badan Gizi untuk memotong anggaran MBG—kini terbukti patah secara ilmiah. \n\nSinyal bahaya sebenarnya sudah menyala sejak awal tahun ketika lembaga pemeringkat internasional Fitch dan Moody's kompak merevisi prospek (outlook) Indonesia menjadi negatif, disusul didepaknya 19 saham Indonesia dari indeks global MSCI. Investor asing memilih kabur karena mereka kalkulatif melihat kas negara yang tekor akibat ego politik megaproyek yang dipaksakan lewat penarikan utang ugal-ugalan, sementara kemampuan negara mengumpulkan pendapatan pajak sangat loyo di bawah rata-rata negara sekelas (peers).\n\nMelihat data bahwa cuma Indonesia yang mengalami pelarian modal asing di bursa obligasi ASEAN, menurut lo ini sinyal lampu merah buat dompet kita atau lo optimistis kenaikan suku bunga BI bisa menyelamatkan Rupiah? \n\nFollow  untuk terus mengawal kebijakan moneter, transparansi utang negara, dan investigasi pasar finansial.", "post_id": "3906679733740245488_55744678044"}}, {"key": "arahjakarta", "attributes": {"label": "arahjakarta", "x": 659.3440792210164, "y": 583.5839054734103, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 6.7452, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "3906679733740245488_55744678044", "id": "arahjakarta", "source": "instagram-000001", "content": "Masih bilang indonesia baik2 saja ❓️\n\nEkonom utama Permata Bank, Josua Pardede, melempar peringatan keras terkait posisi Indonesia yang menjadi satu-satunya negara di Asia Tenggara yang mengalami arus modal keluar (capital outflow) massal di pasar surat utang atau obligasi sepanjang kuartal I 2026 (22/5). \n\nDi tengah hantaman sentimen global yang setara dihadapi oleh seluruh negara berkembang (emerging markets), investor asing justru tercatat melakukan aksi jual bersih (net outflow) sebesar US$1,48 miliar di pasar obligasi Indonesia, ditambah US$1,95 miliar di pasar saham. \n\nJosua menegaskan, rapor merah ini menjadi indikator sahih bahwa investor global tidak lagi sekadar melihat faktor eksternal, melainkan mulai cemas terhadap risiko domestik, terutama jebloknya rasio pajak (tax ratio) Indonesia yang hanya 13,3 persen serta membengkaknya beban bunga utang pemerintah yang diproyeksikan menembus Rp599,4 triliun tahun ini.\n\nData pelarian modal asing yang dipaparkan dalam Pelatihan Media Bank Indonesia di Makassar ini menelanjari kebohongan narasi \"fundamental ekonomi kita aman dan kuat\" yang terus diproduksi oleh humas istana. Menjadikan konflik Selat Hormuz sebagai kambing hitam tunggal atas carut-marutnya ekonomi domestik—seperti yang dipakai Badan Gizi untuk memotong anggaran MBG—kini terbukti patah secara ilmiah. \n\nSinyal bahaya sebenarnya sudah menyala sejak awal tahun ketika lembaga pemeringkat internasional Fitch dan Moody's kompak merevisi prospek (outlook) Indonesia menjadi negatif, disusul didepaknya 19 saham Indonesia dari indeks global MSCI. Investor asing memilih kabur karena mereka kalkulatif melihat kas negara yang tekor akibat ego politik megaproyek yang dipaksakan lewat penarikan utang ugal-ugalan, sementara kemampuan negara mengumpulkan pendapatan pajak sangat loyo di bawah rata-rata negara sekelas (peers).\n\nMelihat data bahwa cuma Indonesia yang mengalami pelarian modal asing di bursa obligasi ASEAN, menurut lo ini sinyal lampu merah buat dompet kita atau lo optimistis kenaikan suku bunga BI bisa menyelamatkan Rupiah? \n\nFollow  untuk terus mengawal kebijakan moneter, transparansi utang negara, dan investigasi pasar finansial.", "post_id": "3906679733740245488_55744678044"}}, {"key": "sabamrajagukguk", "attributes": {"label": "sabamrajagukguk", "x": 879.141702333967, "y": 306.5582558753124, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 3.646, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "3915731136258458207_8554854654", "id": "sabamrajagukguk", "source": "instagram-000001", "content": "Rapat Kerja Banggar DPR RI bersama , Gubernur Bank Indonesia, dan Kepala  membahas KEM-PPKF RAPBN 2027.\n\nTarget pertumbuhan ekonomi 5,8–6,5% dengan 8 program prioritas nasional dari pangan, energi, pendidikan, hingga pengurangan kemiskinan.", "post_id": "3915731136258458207_8554854654"}}, {"key": "kemenkeuri", "attributes": {"label": "kemenkeuri", "x": 742.2884144273339, "y": 682.7388208310559, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 5.1956, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "3915731136258458207_8554854654", "id": "kemenkeuri", "source": "instagram-000001", "content": "Rapat Kerja Banggar DPR RI bersama , Gubernur Bank Indonesia, dan Kepala  membahas KEM-PPKF RAPBN 2027.\n\nTarget pertumbuhan ekonomi 5,8–6,5% dengan 8 program prioritas nasional dari pangan, energi, pendidikan, hingga pengurangan kemiskinan.", "post_id": "3915731136258458207_8554854654"}}, {"key": "bappenasri", "attributes": {"label": "bappenasri", "x": 419.1416058645231, "y": 413.3276607858705, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 5.1956, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "3915731136258458207_8554854654", "id": "bappenasri", "source": "instagram-000001", "content": "Rapat Kerja Banggar DPR RI bersama , Gubernur Bank Indonesia, dan Kepala  membahas KEM-PPKF RAPBN 2027.\n\nTarget pertumbuhan ekonomi 5,8–6,5% dengan 8 program prioritas nasional dari pangan, energi, pendidikan, hingga pengurangan kemiskinan.", "post_id": "3915731136258458207_8554854654"}}, {"key": "bank_indonesia_malut", "attributes": {"label": "bank_indonesia_malut", "x": 86.70843820227714, "y": 307.1952096717988, "size": 3.12, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 3.646, "eigenvector": 0.6302, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "3926167408982148173_3117095536", "id": "bank_indonesia_malut", "source": "instagram-000001", "content": "Suba jou #SobRuMalut\n.\n.\n.\nHalo SobRu Malut ! \nDi tengah dinamika global, bagaimana Bank Indonesia memperkuat stabilitas dan mendorong perekonomian?\n.\n#SobatRupiah, di tengah dinamika global yang masih berlangsung, stabilitas menjadi kunci agar roda perekonomian terus berputar, peluang tetap tumbuh, dan manfaatnya dapat dirasakan oleh masyarakat. \n.\nUntuk itu, Bank Indonesia terus memperkuat bauran kebijakan melalui beberapa langkah kebijakan. Mulai dari penguatan kebijakan moneter, pelonggaran makroprudensial, digitalisasi sistem pembayaran, hingga perluasan kerja sama internasional untuk menjaga stabilitas Rupiah, memperkuat sistem keuangan, dan mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan. \n.\nYuk, bagikan optimisme Sobat di kolom komentar!\n#repostfrom \n.\n#diSetiapMaknaIndonesia", "post_id": "3926167408982148173_3117095536"}}, {"key": "mirzajihan_", "attributes": {"label": "mirzajihan_", "x": 26.101930958786212, "y": 276.40470945387773, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 3.646, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "3917886146416485991_63130207950", "id": "mirzajihan_", "source": "instagram-000001", "content": "Target pertumbuhan ekonomi 8 persen sebagaimana RPJMN tidak bisa dicapai jika hanya bertumpu pada APBD. Sementara ruang fiskal daerah terbatas dan kebutuhan pembangunan terus meningkat.\n\nKarena itu, gubernur  mendorong penguatan kolaborasi lintas sektor antara pemerintah daerah, pemerintah pusat, regulator, lembaga keuangan, dan sektor swasta.\n\nLangkah ini diarahkan untuk menyelaraskan RPJMN, RPJMD, dan prioritas pembangunan nasional. Sekaligus membuka sumber pembiayaan alternatif dan mendorong investasi strategis. Termasuk pengembangan industri bioetanol berbasis komoditas unggulan Lampung.\n\nLalu, apa hasil yang dituju bagi masyarakat\nPertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berdampak nyata, melalui:\n✔️ Terbukanya lapangan kerja\n✔️ Meningkatnya nilai tambah sektor pertanian\n✔️ Meningkatnya kesejahteraan masyarakat\n✔️ Menurunnya angka kemiskinan\n\nSeluruh arah kebijakan tersebut ditegaskan dalam rapat Sinergi dan Kolaborasi Pengembangan Ekonomi Daerah yang dipimpin Gubernur Mirza bersama Bank Indonesia, OJK, DJPb, dan perangkat daerah di Kantor Gubernur Lampung. Rapat ini menjadi langkah konkret Pemprov Lampung dalam mempercepat pertumbuhan ekonomi daerah sekaligus mendukung visi Indonesia Emas 2045.\n\n#LampungMaju #EkonomiInklusif #IndonesiaEmas2045 #KolaborasiPembangunan #GubernurLampung", "post_id": "3917886146416485991_63130207950"}}, {"key": "mirzano", "attributes": {"label": "mirzano", "x": 577.3007072097694, "y": 31.229553654885112, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 6.7452, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "3917886146416485991_63130207950", "id": "mirzano", "source": "instagram-000001", "content": "Target pertumbuhan ekonomi 8 persen sebagaimana RPJMN tidak bisa dicapai jika hanya bertumpu pada APBD. Sementara ruang fiskal daerah terbatas dan kebutuhan pembangunan terus meningkat.\n\nKarena itu, gubernur  mendorong penguatan kolaborasi lintas sektor antara pemerintah daerah, pemerintah pusat, regulator, lembaga keuangan, dan sektor swasta.\n\nLangkah ini diarahkan untuk menyelaraskan RPJMN, RPJMD, dan prioritas pembangunan nasional. Sekaligus membuka sumber pembiayaan alternatif dan mendorong investasi strategis. Termasuk pengembangan industri bioetanol berbasis komoditas unggulan Lampung.\n\nLalu, apa hasil yang dituju bagi masyarakat\nPertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berdampak nyata, melalui:\n✔️ Terbukanya lapangan kerja\n✔️ Meningkatnya nilai tambah sektor pertanian\n✔️ Meningkatnya kesejahteraan masyarakat\n✔️ Menurunnya angka kemiskinan\n\nSeluruh arah kebijakan tersebut ditegaskan dalam rapat Sinergi dan Kolaborasi Pengembangan Ekonomi Daerah yang dipimpin Gubernur Mirza bersama Bank Indonesia, OJK, DJPb, dan perangkat daerah di Kantor Gubernur Lampung. Rapat ini menjadi langkah konkret Pemprov Lampung dalam mempercepat pertumbuhan ekonomi daerah sekaligus mendukung visi Indonesia Emas 2045.\n\n#LampungMaju #EkonomiInklusif #IndonesiaEmas2045 #KolaborasiPembangunan #GubernurLampung", "post_id": "3917886146416485991_63130207950"}}, {"key": "bank_indonesia_papua", "attributes": {"label": "bank_indonesia_papua", "x": 446.8484054295138, "y": 729.8848838115589, "size": 3.12, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 3.646, "eigenvector": 0.6302, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "3922897557250322959_3283486457", "id": "bank_indonesia_papua", "source": "instagram-000001", "content": "Bank Indonesia all out jaga stabilitas nilai tukar Rupiah 🇮🇩\n\n#SobatRupiah, di tengah dinamika global yang masih penuh ketidakpastian kenaikan BI-Rate 25 bps menjadi 5,75% di #RDGBI bulanan bulan Juni 2026 merupakan langkah lanjutan untuk semakin memperkuat stabilisasi nilai tukar Rupiah serta sebagai langkah pre-emptive untuk menjaga inflasi tetap terkendali dalam kisaran sasaran 2,5±1%.\n\nSelain itu, BI juga terus memperkuat sinergi dengan kebijakan fiskal Pemerintah untuk memitigasi dampak ketidakpastian global akibat perang di Timur Tengah terhadap perekonomian domestik sehingga stabilitas dan pertumbuhan ekonomi tetap terjaga baik.\n\nYuk, Sobat #BeriMakna dengan simak informasi selengkapnya!\n\n#diSetiapMaknaIndonesia\nRepost:", "post_id": "3922897557250322959_3283486457"}}, {"key": "bpssumsel", "attributes": {"label": "bpssumsel", "x": 483.83784658273674, "y": 361.69635476184214, "size": 3.48, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 3.7926, "eigenvector": 2.5663, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "3916833187422642958_56622120775", "id": "bpssumsel", "source": "instagram-000001", "content": "Sumselmedia.com, Palembang – \n\nBank Indonesia (BI) Provinsi Sumatera Selatan memaparkan berbagai strategi menjaga stabilitas nilai tukar rupiah sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi di tengah ketidakpastian global melalui forum BERSUA (Berjejaring dan Bersinergi untuk Akselerasi) yang digelar di Kantor Perwakilan BI Sumsel, Rabu (10/6/2026).\n\nKegiatan yang diselenggarakan bersama Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Sumatera Selatan tersebut dihadiri berbagai pemangku kepentingan strategis, mulai dari unsur Forkopimda, instansi vertikal, perbankan hingga media massa regional.\n\nKepala Perwakilan BI Sumsel, Bambang Pramono, dalam sambutannya menyampaikan perkembangan ekonomi terkini di tingkat global, nasional maupun regional. Menurutnya, Bank Indonesia akan terus memperkuat sinergi kebijakan fiskal dan moneter untuk menjaga stabilitas ekonomi nasional.\n\n\"Kami optimis dan akan all out memperkuat sinergi kebijakan fiskal dan moneter untuk mendukung upaya stabilisasi nilai tukar rupiah,\" ujar Bambang.\n\nIa menjelaskan, keputusan Bank Indonesia menaikkan BI Rate sebesar 25 basis poin menjadi 5,50 persen merupakan langkah lanjutan untuk memperkuat stabilisasi nilai tukar rupiah sekaligus meningkatkan daya tarik investasi asing ke Indonesia.\n\nUntuk mendukung kebijakan tersebut, BI menyiapkan sejumlah langkah strategis. Di antaranya menaikkan struktur suku bunga Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) pada tenor 6, 9 dan 12 bulan guna meningkatkan imbal hasil investasi portofolio asing sehingga tetap kompetitif dibandingkan negara lain.\n\nSelengkapnya di www.sumselmedia.com\n\n  \n\n#bankindonesiasumsel #bpssumsel #birate #sumselmedia", "post_id": "3916833187422642958_56622120775"}}, {"key": "digitalkitogalo", "attributes": {"label": "digitalkitogalo", "x": 618.7272874721358, "y": 707.5505880927501, "size": 13.98, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 4.9704, "eigenvector": 59.1805, "in_degree": 5, "out_degree": 0, "degree": 5}, "_id": "3922625892761271077_56622120775", "id": "digitalkitogalo", "source": "instagram-000001", "content": "SumselMedia.Com, Palembang-\n\nSebagai upaya transformasi digital ditengah ketidakpastian global, BI Sumsel terus dorong pariwisata di Kota Palembang serta memperkuat digitalisasi sistem pembayaran sebagai salah satu pilar penting dalam menjaga momentum pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan. Sejalan dengan upaya tersebut, Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumatera Selatan menyelenggarakan kegiatan Bincang Bersama Media (BESAMO) – Bincang Ekonomi Santai Membangun Optimisme pada Kamis (18/6) di Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumatera Selatan sebagai sarana diseminasi informasi terkait penyelenggaraan sinergi program Gemilang Palembang Raya x Digital Kito Galo (GPR x DKG) 7th Tahun 2026 yang diadakan untuk mendukung pariwisata, yang turut menjadi salah satu milestone digitalisasi pariwisata di Palembang.\n\nKegiatan ini menghadirkan Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumatera Selatan, Bambang Pramono; Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah (Setda) Kota Palembang, Isnaini Mardani, M.T., M.Si, IAI; serta Kepala Dinas Pariwisata Kota Palembang, M. Irman, dan dihadiri oleh media massa di Sumatera Selatan.\n\nDalam sambutannya, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumatera Selatan menyampaikan bahwa penggunaan QRIS di Sumatera Selatan menunjukkan tren pertumbuhan yang kuat dan berkelanjutan. Hingga Maret 2026, nominal transaksi QRIS di Sumatera Selatan mencapai Rp2,97 triliun atau tumbuh 46,11% (yoy), dengan volume transaksi mencapai 29,53 juta transaksi atau meningkat 59,63% (yoy). Dari sisi akseptasi, jumlah merchant QRIS telah mencapai 1,15 juta merchant, sementara jumlah pengguna QRIS mencapai 1,54 juta pengguna.\n\nselengkapnya di https://www.sumselmedia.com/dorong-pariwisata-bi-sumsel-dan-pemerintah-kota-palembang-siap-gelar-gemilang-palembang-raya-x-digital-kito-galo-7th-tahun-2026/\n\n    \n\n#bankindonesia #palembangraya #digitalkitogalo #sumselmedia", "post_id": "3922625892761271077_56622120775"}}, {"key": "isnainimadani", "attributes": {"label": "isnainimadani", "x": 975.0473477332991, "y": 826.642407878198, "size": 3.48, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 3.7926, "eigenvector": 2.5663, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "3922625892761271077_56622120775", "id": "isnainimadani", "source": "instagram-000001", "content": "SumselMedia.Com, Palembang-\n\nSebagai upaya transformasi digital ditengah ketidakpastian global, BI Sumsel terus dorong pariwisata di Kota Palembang serta memperkuat digitalisasi sistem pembayaran sebagai salah satu pilar penting dalam menjaga momentum pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan. Sejalan dengan upaya tersebut, Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumatera Selatan menyelenggarakan kegiatan Bincang Bersama Media (BESAMO) – Bincang Ekonomi Santai Membangun Optimisme pada Kamis (18/6) di Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumatera Selatan sebagai sarana diseminasi informasi terkait penyelenggaraan sinergi program Gemilang Palembang Raya x Digital Kito Galo (GPR x DKG) 7th Tahun 2026 yang diadakan untuk mendukung pariwisata, yang turut menjadi salah satu milestone digitalisasi pariwisata di Palembang.\n\nKegiatan ini menghadirkan Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumatera Selatan, Bambang Pramono; Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah (Setda) Kota Palembang, Isnaini Mardani, M.T., M.Si, IAI; serta Kepala Dinas Pariwisata Kota Palembang, M. Irman, dan dihadiri oleh media massa di Sumatera Selatan.\n\nDalam sambutannya, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumatera Selatan menyampaikan bahwa penggunaan QRIS di Sumatera Selatan menunjukkan tren pertumbuhan yang kuat dan berkelanjutan. Hingga Maret 2026, nominal transaksi QRIS di Sumatera Selatan mencapai Rp2,97 triliun atau tumbuh 46,11% (yoy), dengan volume transaksi mencapai 29,53 juta transaksi atau meningkat 59,63% (yoy). Dari sisi akseptasi, jumlah merchant QRIS telah mencapai 1,15 juta merchant, sementara jumlah pengguna QRIS mencapai 1,54 juta pengguna.\n\nselengkapnya di https://www.sumselmedia.com/dorong-pariwisata-bi-sumsel-dan-pemerintah-kota-palembang-siap-gelar-gemilang-palembang-raya-x-digital-kito-galo-7th-tahun-2026/\n\n    \n\n#bankindonesia #palembangraya #digitalkitogalo #sumselmedia", "post_id": "3922625892761271077_56622120775"}}, {"key": "lampungfolk", "attributes": {"label": "lampungfolk", "x": 668.9773313290407, "y": 262.7803172561659, "size": 14.38, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 3.646, "eigenvector": 61.3396, "in_degree": 0, "out_degree": 12, "degree": 12}, "_id": "3924437224200043112_62796325422", "id": "lampungfolk", "source": "instagram-000001", "content": "📢 GEMILANG PALEMBANG RAYA x DIGITAL KITO GALO 7TH SIAP DIGELAR 🔊\n\nMari datang dan ramaikan Gemilang Palembang Raya dalam rangka Hari Ulang Tahun Kota Palembang ke-1343 yang berkolaborasi dengan Digital Kito Galo  (DKG) ke-7 Tahun.\n📅 25–28 Juni 2026\n📍 Benteng Kuto Besak, Palembang\n\nNikmati berbagai rangkaian kegiatan menarik yang memadukan promosi ekonomi daerah, digitalisasi, UMKM, pariwisata, budaya, serta hiburan untuk masyarakat.\n\nKegiatan ini menjadi wujud sinergi antara Pemerintah Kota Palembang, Bank Indonesia, Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan, dan seluruh pemangku kepentingan dalam mendorong pertumbuhan ekonomi serta memperkuat ekosistem digital di Kota Palembang.\n\nAyo ajak keluarga, sahabat, dan rekan-rekan untuk menjadi bagian dari kemeriahan perayaan HUT Kota Palembang ke-1343. Bersama kita wujudkan Palembang yang semakin berdaya, berbudaya, dan mendunia. 🌉\n\nCC:\n   \n m.irmansstp \n  \n \n\n#PariwisataPalembang\n#CharmingPalembang #GemilangPalembangRaya2026\n#DigitalKitoGalo7th\n#HUTPalembang1343", "post_id": "3924437224200043112_62796325422"}}, {"key": "ratudewa.update", "attributes": {"label": "ratudewa.update", "x": 915.0677051628477, "y": 984.7661690208337, "size": 13.16, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 4.3811, "eigenvector": 54.7549, "in_degree": 3, "out_degree": 0, "degree": 3}, "_id": "3924437224200043112_62796325422", "id": "ratudewa.update", "source": "instagram-000001", "content": "📢 GEMILANG PALEMBANG RAYA x DIGITAL KITO GALO 7TH SIAP DIGELAR 🔊\n\nMari datang dan ramaikan Gemilang Palembang Raya dalam rangka Hari Ulang Tahun Kota Palembang ke-1343 yang berkolaborasi dengan Digital Kito Galo  (DKG) ke-7 Tahun.\n📅 25–28 Juni 2026\n📍 Benteng Kuto Besak, Palembang\n\nNikmati berbagai rangkaian kegiatan menarik yang memadukan promosi ekonomi daerah, digitalisasi, UMKM, pariwisata, budaya, serta hiburan untuk masyarakat.\n\nKegiatan ini menjadi wujud sinergi antara Pemerintah Kota Palembang, Bank Indonesia, Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan, dan seluruh pemangku kepentingan dalam mendorong pertumbuhan ekonomi serta memperkuat ekosistem digital di Kota Palembang.\n\nAyo ajak keluarga, sahabat, dan rekan-rekan untuk menjadi bagian dari kemeriahan perayaan HUT Kota Palembang ke-1343. Bersama kita wujudkan Palembang yang semakin berdaya, berbudaya, dan mendunia. 🌉\n\nCC:\n   \n m.irmansstp \n  \n \n\n#PariwisataPalembang\n#CharmingPalembang #GemilangPalembangRaya2026\n#DigitalKitoGalo7th\n#HUTPalembang1343", "post_id": "3924437224200043112_62796325422"}}, {"key": "primasalam_story", "attributes": {"label": "primasalam_story", "x": 400.2540622069723, "y": 288.7407933334393, "size": 13.16, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 4.3811, "eigenvector": 54.7549, "in_degree": 3, "out_degree": 0, "degree": 3}, "_id": "3924437224200043112_62796325422", "id": "primasalam_story", "source": "instagram-000001", "content": "📢 GEMILANG PALEMBANG RAYA x DIGITAL KITO GALO 7TH SIAP DIGELAR 🔊\n\nMari datang dan ramaikan Gemilang Palembang Raya dalam rangka Hari Ulang Tahun Kota Palembang ke-1343 yang berkolaborasi dengan Digital Kito Galo  (DKG) ke-7 Tahun.\n📅 25–28 Juni 2026\n📍 Benteng Kuto Besak, Palembang\n\nNikmati berbagai rangkaian kegiatan menarik yang memadukan promosi ekonomi daerah, digitalisasi, UMKM, pariwisata, budaya, serta hiburan untuk masyarakat.\n\nKegiatan ini menjadi wujud sinergi antara Pemerintah Kota Palembang, Bank Indonesia, Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan, dan seluruh pemangku kepentingan dalam mendorong pertumbuhan ekonomi serta memperkuat ekosistem digital di Kota Palembang.\n\nAyo ajak keluarga, sahabat, dan rekan-rekan untuk menjadi bagian dari kemeriahan perayaan HUT Kota Palembang ke-1343. Bersama kita wujudkan Palembang yang semakin berdaya, berbudaya, dan mendunia. 🌉\n\nCC:\n   \n m.irmansstp \n  \n \n\n#PariwisataPalembang\n#CharmingPalembang #GemilangPalembangRaya2026\n#DigitalKitoGalo7th\n#HUTPalembang1343", "post_id": "3924437224200043112_62796325422"}}, {"key": "fahmi_fhatta", "attributes": {"label": "fahmi_fhatta", "x": 999.2162324321786, "y": 291.256226148368, "size": 13.16, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 4.3811, "eigenvector": 54.7549, "in_degree": 3, "out_degree": 0, "degree": 3}, "_id": "3924437224200043112_62796325422", "id": "fahmi_fhatta", "source": "instagram-000001", "content": "📢 GEMILANG PALEMBANG RAYA x DIGITAL KITO GALO 7TH SIAP DIGELAR 🔊\n\nMari datang dan ramaikan Gemilang Palembang Raya dalam rangka Hari Ulang Tahun Kota Palembang ke-1343 yang berkolaborasi dengan Digital Kito Galo  (DKG) ke-7 Tahun.\n📅 25–28 Juni 2026\n📍 Benteng Kuto Besak, Palembang\n\nNikmati berbagai rangkaian kegiatan menarik yang memadukan promosi ekonomi daerah, digitalisasi, UMKM, pariwisata, budaya, serta hiburan untuk masyarakat.\n\nKegiatan ini menjadi wujud sinergi antara Pemerintah Kota Palembang, Bank Indonesia, Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan, dan seluruh pemangku kepentingan dalam mendorong pertumbuhan ekonomi serta memperkuat ekosistem digital di Kota Palembang.\n\nAyo ajak keluarga, sahabat, dan rekan-rekan untuk menjadi bagian dari kemeriahan perayaan HUT Kota Palembang ke-1343. Bersama kita wujudkan Palembang yang semakin berdaya, berbudaya, dan mendunia. 🌉\n\nCC:\n   \n m.irmansstp \n  \n \n\n#PariwisataPalembang\n#CharmingPalembang #GemilangPalembangRaya2026\n#DigitalKitoGalo7th\n#HUTPalembang1343", "post_id": "3924437224200043112_62796325422"}}, {"key": "natamilan_xv", "attributes": {"label": "natamilan_xv", "x": 469.32983658971693, "y": 584.4314942400063, "size": 13.16, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 4.3811, "eigenvector": 54.7549, "in_degree": 3, "out_degree": 0, "degree": 3}, "_id": "3924437224200043112_62796325422", "id": "natamilan_xv", "source": "instagram-000001", "content": "📢 GEMILANG PALEMBANG RAYA x DIGITAL KITO GALO 7TH SIAP DIGELAR 🔊\n\nMari datang dan ramaikan Gemilang Palembang Raya dalam rangka Hari Ulang Tahun Kota Palembang ke-1343 yang berkolaborasi dengan Digital Kito Galo  (DKG) ke-7 Tahun.\n📅 25–28 Juni 2026\n📍 Benteng Kuto Besak, Palembang\n\nNikmati berbagai rangkaian kegiatan menarik yang memadukan promosi ekonomi daerah, digitalisasi, UMKM, pariwisata, budaya, serta hiburan untuk masyarakat.\n\nKegiatan ini menjadi wujud sinergi antara Pemerintah Kota Palembang, Bank Indonesia, Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan, dan seluruh pemangku kepentingan dalam mendorong pertumbuhan ekonomi serta memperkuat ekosistem digital di Kota Palembang.\n\nAyo ajak keluarga, sahabat, dan rekan-rekan untuk menjadi bagian dari kemeriahan perayaan HUT Kota Palembang ke-1343. Bersama kita wujudkan Palembang yang semakin berdaya, berbudaya, dan mendunia. 🌉\n\nCC:\n   \n m.irmansstp \n  \n \n\n#PariwisataPalembang\n#CharmingPalembang #GemilangPalembangRaya2026\n#DigitalKitoGalo7th\n#HUTPalembang1343", "post_id": "3924437224200043112_62796325422"}}, {"key": "irul_bae", "attributes": {"label": "irul_bae", "x": 923.120266740587, "y": 538.9999743883401, "size": 13.16, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 4.3811, "eigenvector": 54.7549, "in_degree": 3, "out_degree": 0, "degree": 3}, "_id": "3924437224200043112_62796325422", "id": "irul_bae", "source": "instagram-000001", "content": "📢 GEMILANG PALEMBANG RAYA x DIGITAL KITO GALO 7TH SIAP DIGELAR 🔊\n\nMari datang dan ramaikan Gemilang Palembang Raya dalam rangka Hari Ulang Tahun Kota Palembang ke-1343 yang berkolaborasi dengan Digital Kito Galo  (DKG) ke-7 Tahun.\n📅 25–28 Juni 2026\n📍 Benteng Kuto Besak, Palembang\n\nNikmati berbagai rangkaian kegiatan menarik yang memadukan promosi ekonomi daerah, digitalisasi, UMKM, pariwisata, budaya, serta hiburan untuk masyarakat.\n\nKegiatan ini menjadi wujud sinergi antara Pemerintah Kota Palembang, Bank Indonesia, Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan, dan seluruh pemangku kepentingan dalam mendorong pertumbuhan ekonomi serta memperkuat ekosistem digital di Kota Palembang.\n\nAyo ajak keluarga, sahabat, dan rekan-rekan untuk menjadi bagian dari kemeriahan perayaan HUT Kota Palembang ke-1343. Bersama kita wujudkan Palembang yang semakin berdaya, berbudaya, dan mendunia. 🌉\n\nCC:\n   \n m.irmansstp \n  \n \n\n#PariwisataPalembang\n#CharmingPalembang #GemilangPalembangRaya2026\n#DigitalKitoGalo7th\n#HUTPalembang1343", "post_id": "3924437224200043112_62796325422"}}, {"key": "maulidianinik", "attributes": {"label": "maulidianinik", "x": 585.2398528833677, "y": 574.6707714194068, "size": 13.16, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 4.3811, "eigenvector": 54.7549, "in_degree": 3, "out_degree": 0, "degree": 3}, "_id": "3924437224200043112_62796325422", "id": "maulidianinik", "source": "instagram-000001", "content": "📢 GEMILANG PALEMBANG RAYA x DIGITAL KITO GALO 7TH SIAP DIGELAR 🔊\n\nMari datang dan ramaikan Gemilang Palembang Raya dalam rangka Hari Ulang Tahun Kota Palembang ke-1343 yang berkolaborasi dengan Digital Kito Galo  (DKG) ke-7 Tahun.\n📅 25–28 Juni 2026\n📍 Benteng Kuto Besak, Palembang\n\nNikmati berbagai rangkaian kegiatan menarik yang memadukan promosi ekonomi daerah, digitalisasi, UMKM, pariwisata, budaya, serta hiburan untuk masyarakat.\n\nKegiatan ini menjadi wujud sinergi antara Pemerintah Kota Palembang, Bank Indonesia, Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan, dan seluruh pemangku kepentingan dalam mendorong pertumbuhan ekonomi serta memperkuat ekosistem digital di Kota Palembang.\n\nAyo ajak keluarga, sahabat, dan rekan-rekan untuk menjadi bagian dari kemeriahan perayaan HUT Kota Palembang ke-1343. Bersama kita wujudkan Palembang yang semakin berdaya, berbudaya, dan mendunia. 🌉\n\nCC:\n   \n m.irmansstp \n  \n \n\n#PariwisataPalembang\n#CharmingPalembang #GemilangPalembangRaya2026\n#DigitalKitoGalo7th\n#HUTPalembang1343", "post_id": "3924437224200043112_62796325422"}}, {"key": "indahrizkyariani_mujyaer", "attributes": {"label": "indahrizkyariani_mujyaer", "x": 548.5386559619395, "y": 701.7992722029965, "size": 13.16, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 4.3811, "eigenvector": 54.7549, "in_degree": 3, "out_degree": 0, "degree": 3}, "_id": "3924437224200043112_62796325422", "id": "indahrizkyariani_mujyaer", "source": "instagram-000001", "content": "📢 GEMILANG PALEMBANG RAYA x DIGITAL KITO GALO 7TH SIAP DIGELAR 🔊\n\nMari datang dan ramaikan Gemilang Palembang Raya dalam rangka Hari Ulang Tahun Kota Palembang ke-1343 yang berkolaborasi dengan Digital Kito Galo  (DKG) ke-7 Tahun.\n📅 25–28 Juni 2026\n📍 Benteng Kuto Besak, Palembang\n\nNikmati berbagai rangkaian kegiatan menarik yang memadukan promosi ekonomi daerah, digitalisasi, UMKM, pariwisata, budaya, serta hiburan untuk masyarakat.\n\nKegiatan ini menjadi wujud sinergi antara Pemerintah Kota Palembang, Bank Indonesia, Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan, dan seluruh pemangku kepentingan dalam mendorong pertumbuhan ekonomi serta memperkuat ekosistem digital di Kota Palembang.\n\nAyo ajak keluarga, sahabat, dan rekan-rekan untuk menjadi bagian dari kemeriahan perayaan HUT Kota Palembang ke-1343. Bersama kita wujudkan Palembang yang semakin berdaya, berbudaya, dan mendunia. 🌉\n\nCC:\n   \n m.irmansstp \n  \n \n\n#PariwisataPalembang\n#CharmingPalembang #GemilangPalembangRaya2026\n#DigitalKitoGalo7th\n#HUTPalembang1343", "post_id": "3924437224200043112_62796325422"}}, {"key": "charming.palembang", "attributes": {"label": "charming.palembang", "x": 192.36399561200645, "y": 38.168358017483975, "size": 13.16, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 4.3811, "eigenvector": 54.7549, "in_degree": 3, "out_degree": 0, "degree": 3}, "_id": "3924437224200043112_62796325422", "id": "charming.palembang", "source": "instagram-000001", "content": "📢 GEMILANG PALEMBANG RAYA x DIGITAL KITO GALO 7TH SIAP DIGELAR 🔊\n\nMari datang dan ramaikan Gemilang Palembang Raya dalam rangka Hari Ulang Tahun Kota Palembang ke-1343 yang berkolaborasi dengan Digital Kito Galo  (DKG) ke-7 Tahun.\n📅 25–28 Juni 2026\n📍 Benteng Kuto Besak, Palembang\n\nNikmati berbagai rangkaian kegiatan menarik yang memadukan promosi ekonomi daerah, digitalisasi, UMKM, pariwisata, budaya, serta hiburan untuk masyarakat.\n\nKegiatan ini menjadi wujud sinergi antara Pemerintah Kota Palembang, Bank Indonesia, Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan, dan seluruh pemangku kepentingan dalam mendorong pertumbuhan ekonomi serta memperkuat ekosistem digital di Kota Palembang.\n\nAyo ajak keluarga, sahabat, dan rekan-rekan untuk menjadi bagian dari kemeriahan perayaan HUT Kota Palembang ke-1343. Bersama kita wujudkan Palembang yang semakin berdaya, berbudaya, dan mendunia. 🌉\n\nCC:\n   \n m.irmansstp \n  \n \n\n#PariwisataPalembang\n#CharmingPalembang #GemilangPalembangRaya2026\n#DigitalKitoGalo7th\n#HUTPalembang1343", "post_id": "3924437224200043112_62796325422"}}, {"key": "pariwisata.palembang", "attributes": {"label": "pariwisata.palembang", "x": 767.2701969431985, "y": 953.2139680442986, "size": 15.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 3.646, "eigenvector": 64.7013, "in_degree": 0, "out_degree": 13, "degree": 13}, "_id": "3915011914307764009_4762494068", "id": "pariwisata.palembang", "source": "instagram-000001", "content": "GEMILANG PALEMBANG RAYA x DIGITAL KITO GALO 7TH SIAP DIGELAR📢\n\nMari datang dan ramaikan Gemilang Palembang Raya dalam rangka Hari Ulang Tahun Kota Palembang ke-1343 yang berkolaborasi dengan Digital Kito Galo  (DKG) ke-7 Tahun.\n📅 25–28 Juni 2026\n📍 Benteng Kuto Besak, Palembang\n\nNikmati berbagai rangkaian kegiatan menarik yang memadukan promosi ekonomi daerah, digitalisasi, UMKM, pariwisata, budaya, serta hiburan untuk masyarakat. \n\nKegiatan ini menjadi wujud sinergi antara Pemerintah Kota Palembang, Bank Indonesia, Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan, dan seluruh pemangku kepentingan dalam mendorong pertumbuhan ekonomi serta memperkuat ekosistem digital di Kota Palembang.\n\nAyo ajak keluarga, sahabat, dan rekan-rekan untuk menjadi bagian dari kemeriahan perayaan HUT Kota Palembang ke-1343. Bersama kita wujudkan Palembang yang semakin berdaya, berbudaya, dan mendunia. 🌉\n\nCC:\n           \n\n#PariwistaPalembang\n#CharmingPalembang #GemilangPalembangRaya2026\n#DigitalKitoGalo7th\n#HUTPalembang1343", "post_id": "3915011914307764009_4762494068"}}, {"key": "m.irmansstp", "attributes": {"label": "m.irmansstp", "x": 511.3709085796587, "y": 367.3934235843963, "size": 9.89, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 4.1228, "eigenvector": 37.1472, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "3915011914307764009_4762494068", "id": "m.irmansstp", "source": "instagram-000001", "content": "GEMILANG PALEMBANG RAYA x DIGITAL KITO GALO 7TH SIAP DIGELAR📢\n\nMari datang dan ramaikan Gemilang Palembang Raya dalam rangka Hari Ulang Tahun Kota Palembang ke-1343 yang berkolaborasi dengan Digital Kito Galo  (DKG) ke-7 Tahun.\n📅 25–28 Juni 2026\n📍 Benteng Kuto Besak, Palembang\n\nNikmati berbagai rangkaian kegiatan menarik yang memadukan promosi ekonomi daerah, digitalisasi, UMKM, pariwisata, budaya, serta hiburan untuk masyarakat. \n\nKegiatan ini menjadi wujud sinergi antara Pemerintah Kota Palembang, Bank Indonesia, Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan, dan seluruh pemangku kepentingan dalam mendorong pertumbuhan ekonomi serta memperkuat ekosistem digital di Kota Palembang.\n\nAyo ajak keluarga, sahabat, dan rekan-rekan untuk menjadi bagian dari kemeriahan perayaan HUT Kota Palembang ke-1343. Bersama kita wujudkan Palembang yang semakin berdaya, berbudaya, dan mendunia. 🌉\n\nCC:\n           \n\n#PariwistaPalembang\n#CharmingPalembang #GemilangPalembangRaya2026\n#DigitalKitoGalo7th\n#HUTPalembang1343", "post_id": "3915011914307764009_4762494068"}}, {"key": "palembang.sumsel.ssci", "attributes": {"label": "palembang.sumsel.ssci", "x": 629.2548459030577, "y": 628.0315492721527, "size": 15.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 3.646, "eigenvector": 64.7013, "in_degree": 0, "out_degree": 13, "degree": 13}, "_id": "3924439546401151203_4055588700", "id": "palembang.sumsel.ssci", "source": "instagram-000001", "content": "📢 GEMILANG PALEMBANG RAYA x DIGITAL KITO GALO 7TH SIAP DIGELAR 🔊\n\nMari datang dan ramaikan Gemilang Palembang Raya dalam rangka Hari Ulang Tahun Kota Palembang ke-1343 yang berkolaborasi dengan Digital Kito Galo  (DKG) ke-7 Tahun.\n📅 25–28 Juni 2026\n📍 Benteng Kuto Besak, Palembang\n\nNikmati berbagai rangkaian kegiatan menarik yang memadukan promosi ekonomi daerah, digitalisasi, UMKM, pariwisata, budaya, serta hiburan untuk masyarakat.\n\nKegiatan ini menjadi wujud sinergi antara Pemerintah Kota Palembang, Bank Indonesia, Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan, dan seluruh pemangku kepentingan dalam mendorong pertumbuhan ekonomi serta memperkuat ekosistem digital di Kota Palembang.\n\nAyo ajak keluarga, sahabat, dan rekan-rekan untuk menjadi bagian dari kemeriahan perayaan HUT Kota Palembang ke-1343. Bersama kita wujudkan Palembang yang semakin berdaya, berbudaya, dan mendunia. 🌉\n\nCC:\n   \n  \n  \n \n\n#PariwisataPalembang\n#CharmingPalembang #GemilangPalembangRaya2026\n#DigitalKitoGalo7th\n#HUTPalembang1343", "post_id": "3924439546401151203_4055588700"}}, {"key": "idntimes.video", "attributes": {"label": "idntimes.video", "x": 416.78526542453767, "y": 170.4199306113209, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 3.646, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 18, "degree": 18}, "_id": "3916886049691584245_2089700769", "id": "idntimes.video", "source": "instagram-000001", "content": "Perry Warjiyo Beberkan 5 Alasan Rupiah Bakal Lebih Stabil pada 2027\n\nJakarta, IDN Times - Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo optimistis nilai tukar rupiah akan lebih stabil pada 2027 seiring dengan prospek perekonomian global yang diperkirakan membaik. BI memperkirakan kurs rupiah bergerak dalam kisaran Rp16.800 hingga Rp17.500 per dolar Amerika Serikat (AS) pada tahun depan.\n\n\"Ada lima dasar pertimbangan keyakinan kami bahwa pada 2027 nilai tukar rupiah akan menguat berada dalam kisaran Rp16.800 sampai Rp17.500 per dolar AS,\" ungkap Perry dalam Raker bersama Banggar, Rabu (10/6/2026)\nFaktor pertama, ia meyakini prospek perekonomian dunia akan membaik. Meskipun gejolak global masih sulit diprediksi, setidaknya kondisinya tidak akan seburuk tahun ini.\n\n\"Seperti tadi saya sampaikan, pertumbuhan ekonomi akan tinggi di global dan perspesi risiko investasi diharapkan akan membaik sehingga bisa mendorong portofolio masuk atau (aliran modal asing masuk) sehingga mendorong pengauatan rupiah,\" jelasnya.\n\nSelain faktor global, Perry menilai fundamental ekonomi Indonesia saat ini cukup kuat dan diperkirakan akan semakin membaik. Hal itu tercermin dari prospek pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi, inflasi yang tetap terkendali, serta daya tarik investasi di dalam negeri.\n\nBaca selengkapnya di www.idntimes.com\n\nReporter : Triyan Pangastuti\nEditor : Mikho Fridolin Siahaan\n\nIDN Times - Download IDN App di Google Play Store & App Store\nIkuti terus perkembangannya hanya di IDN Times, ya.\n\nArtikel IDN Times sekarang bisa dibaca di IDN App, lho, download sekarang di Google Play Store & App Store!\nTemukan info TERBARU lainnya:         \n\n#IDNTimes #SuaraMillenial #GenZMemilih #Rupiah #DolarAS #Ekonomi", "post_id": "3916886049691584245_2089700769"}}, {"key": "IDNTimes", "attributes": {"label": "IDNTimes", "x": 272.3351357312476, "y": 408.3968405580104, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 3.8182, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "3916886049691584245_2089700769", "id": "IDNTimes", "source": "instagram-000001", "content": "Perry Warjiyo Beberkan 5 Alasan Rupiah Bakal Lebih Stabil pada 2027\n\nJakarta, IDN Times - Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo optimistis nilai tukar rupiah akan lebih stabil pada 2027 seiring dengan prospek perekonomian global yang diperkirakan membaik. BI memperkirakan kurs rupiah bergerak dalam kisaran Rp16.800 hingga Rp17.500 per dolar Amerika Serikat (AS) pada tahun depan.\n\n\"Ada lima dasar pertimbangan keyakinan kami bahwa pada 2027 nilai tukar rupiah akan menguat berada dalam kisaran Rp16.800 sampai Rp17.500 per dolar AS,\" ungkap Perry dalam Raker bersama Banggar, Rabu (10/6/2026)\nFaktor pertama, ia meyakini prospek perekonomian dunia akan membaik. Meskipun gejolak global masih sulit diprediksi, setidaknya kondisinya tidak akan seburuk tahun ini.\n\n\"Seperti tadi saya sampaikan, pertumbuhan ekonomi akan tinggi di global dan perspesi risiko investasi diharapkan akan membaik sehingga bisa mendorong portofolio masuk atau (aliran modal asing masuk) sehingga mendorong pengauatan rupiah,\" jelasnya.\n\nSelain faktor global, Perry menilai fundamental ekonomi Indonesia saat ini cukup kuat dan diperkirakan akan semakin membaik. Hal itu tercermin dari prospek pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi, inflasi yang tetap terkendali, serta daya tarik investasi di dalam negeri.\n\nBaca selengkapnya di www.idntimes.com\n\nReporter : Triyan Pangastuti\nEditor : Mikho Fridolin Siahaan\n\nIDN Times - Download IDN App di Google Play Store & App Store\nIkuti terus perkembangannya hanya di IDN Times, ya.\n\nArtikel IDN Times sekarang bisa dibaca di IDN App, lho, download sekarang di Google Play Store & App Store!\nTemukan info TERBARU lainnya:         \n\n#IDNTimes #SuaraMillenial #GenZMemilih #Rupiah #DolarAS #Ekonomi", "post_id": "3916886049691584245_2089700769"}}, {"key": "IDNTimes.Korea", "attributes": {"label": "IDNTimes.Korea", "x": 416.8986509179684, "y": 955.0297625489811, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 3.8182, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "3916886049691584245_2089700769", "id": "IDNTimes.Korea", "source": "instagram-000001", "content": "Perry Warjiyo Beberkan 5 Alasan Rupiah Bakal Lebih Stabil pada 2027\n\nJakarta, IDN Times - Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo optimistis nilai tukar rupiah akan lebih stabil pada 2027 seiring dengan prospek perekonomian global yang diperkirakan membaik. BI memperkirakan kurs rupiah bergerak dalam kisaran Rp16.800 hingga Rp17.500 per dolar Amerika Serikat (AS) pada tahun depan.\n\n\"Ada lima dasar pertimbangan keyakinan kami bahwa pada 2027 nilai tukar rupiah akan menguat berada dalam kisaran Rp16.800 sampai Rp17.500 per dolar AS,\" ungkap Perry dalam Raker bersama Banggar, Rabu (10/6/2026)\nFaktor pertama, ia meyakini prospek perekonomian dunia akan membaik. Meskipun gejolak global masih sulit diprediksi, setidaknya kondisinya tidak akan seburuk tahun ini.\n\n\"Seperti tadi saya sampaikan, pertumbuhan ekonomi akan tinggi di global dan perspesi risiko investasi diharapkan akan membaik sehingga bisa mendorong portofolio masuk atau (aliran modal asing masuk) sehingga mendorong pengauatan rupiah,\" jelasnya.\n\nSelain faktor global, Perry menilai fundamental ekonomi Indonesia saat ini cukup kuat dan diperkirakan akan semakin membaik. Hal itu tercermin dari prospek pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi, inflasi yang tetap terkendali, serta daya tarik investasi di dalam negeri.\n\nBaca selengkapnya di www.idntimes.com\n\nReporter : Triyan Pangastuti\nEditor : Mikho Fridolin Siahaan\n\nIDN Times - Download IDN App di Google Play Store & App Store\nIkuti terus perkembangannya hanya di IDN Times, ya.\n\nArtikel IDN Times sekarang bisa dibaca di IDN App, lho, download sekarang di Google Play Store & App Store!\nTemukan info TERBARU lainnya:         \n\n#IDNTimes #SuaraMillenial #GenZMemilih #Rupiah #DolarAS #Ekonomi", "post_id": "3916886049691584245_2089700769"}}, {"key": "IDNTimes.Community", "attributes": {"label": "IDNTimes.Community", "x": 500.3128295873428, "y": 255.38683886963543, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 3.8182, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "3916886049691584245_2089700769", "id": "IDNTimes.Community", "source": "instagram-000001", "content": "Perry Warjiyo Beberkan 5 Alasan Rupiah Bakal Lebih Stabil pada 2027\n\nJakarta, IDN Times - Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo optimistis nilai tukar rupiah akan lebih stabil pada 2027 seiring dengan prospek perekonomian global yang diperkirakan membaik. BI memperkirakan kurs rupiah bergerak dalam kisaran Rp16.800 hingga Rp17.500 per dolar Amerika Serikat (AS) pada tahun depan.\n\n\"Ada lima dasar pertimbangan keyakinan kami bahwa pada 2027 nilai tukar rupiah akan menguat berada dalam kisaran Rp16.800 sampai Rp17.500 per dolar AS,\" ungkap Perry dalam Raker bersama Banggar, Rabu (10/6/2026)\nFaktor pertama, ia meyakini prospek perekonomian dunia akan membaik. Meskipun gejolak global masih sulit diprediksi, setidaknya kondisinya tidak akan seburuk tahun ini.\n\n\"Seperti tadi saya sampaikan, pertumbuhan ekonomi akan tinggi di global dan perspesi risiko investasi diharapkan akan membaik sehingga bisa mendorong portofolio masuk atau (aliran modal asing masuk) sehingga mendorong pengauatan rupiah,\" jelasnya.\n\nSelain faktor global, Perry menilai fundamental ekonomi Indonesia saat ini cukup kuat dan diperkirakan akan semakin membaik. Hal itu tercermin dari prospek pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi, inflasi yang tetap terkendali, serta daya tarik investasi di dalam negeri.\n\nBaca selengkapnya di www.idntimes.com\n\nReporter : Triyan Pangastuti\nEditor : Mikho Fridolin Siahaan\n\nIDN Times - Download IDN App di Google Play Store & App Store\nIkuti terus perkembangannya hanya di IDN Times, ya.\n\nArtikel IDN Times sekarang bisa dibaca di IDN App, lho, download sekarang di Google Play Store & App Store!\nTemukan info TERBARU lainnya:         \n\n#IDNTimes #SuaraMillenial #GenZMemilih #Rupiah #DolarAS #Ekonomi", "post_id": "3916886049691584245_2089700769"}}, {"key": "IDNTimes.Hype", "attributes": {"label": "IDNTimes.Hype", "x": 962.1138189267941, "y": 924.3500082032389, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 3.8182, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "3916886049691584245_2089700769", "id": "IDNTimes.Hype", "source": "instagram-000001", "content": "Perry Warjiyo Beberkan 5 Alasan Rupiah Bakal Lebih Stabil pada 2027\n\nJakarta, IDN Times - Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo optimistis nilai tukar rupiah akan lebih stabil pada 2027 seiring dengan prospek perekonomian global yang diperkirakan membaik. BI memperkirakan kurs rupiah bergerak dalam kisaran Rp16.800 hingga Rp17.500 per dolar Amerika Serikat (AS) pada tahun depan.\n\n\"Ada lima dasar pertimbangan keyakinan kami bahwa pada 2027 nilai tukar rupiah akan menguat berada dalam kisaran Rp16.800 sampai Rp17.500 per dolar AS,\" ungkap Perry dalam Raker bersama Banggar, Rabu (10/6/2026)\nFaktor pertama, ia meyakini prospek perekonomian dunia akan membaik. Meskipun gejolak global masih sulit diprediksi, setidaknya kondisinya tidak akan seburuk tahun ini.\n\n\"Seperti tadi saya sampaikan, pertumbuhan ekonomi akan tinggi di global dan perspesi risiko investasi diharapkan akan membaik sehingga bisa mendorong portofolio masuk atau (aliran modal asing masuk) sehingga mendorong pengauatan rupiah,\" jelasnya.\n\nSelain faktor global, Perry menilai fundamental ekonomi Indonesia saat ini cukup kuat dan diperkirakan akan semakin membaik. Hal itu tercermin dari prospek pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi, inflasi yang tetap terkendali, serta daya tarik investasi di dalam negeri.\n\nBaca selengkapnya di www.idntimes.com\n\nReporter : Triyan Pangastuti\nEditor : Mikho Fridolin Siahaan\n\nIDN Times - Download IDN App di Google Play Store & App Store\nIkuti terus perkembangannya hanya di IDN Times, ya.\n\nArtikel IDN Times sekarang bisa dibaca di IDN App, lho, download sekarang di Google Play Store & App Store!\nTemukan info TERBARU lainnya:         \n\n#IDNTimes #SuaraMillenial #GenZMemilih #Rupiah #DolarAS #Ekonomi", "post_id": "3916886049691584245_2089700769"}}, {"key": "Duniaku_com", "attributes": {"label": "Duniaku_com", "x": 407.4123794947342, "y": 119.0976391530263, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 3.8182, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "3916886049691584245_2089700769", "id": "Duniaku_com", "source": "instagram-000001", "content": "Perry Warjiyo Beberkan 5 Alasan Rupiah Bakal Lebih Stabil pada 2027\n\nJakarta, IDN Times - Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo optimistis nilai tukar rupiah akan lebih stabil pada 2027 seiring dengan prospek perekonomian global yang diperkirakan membaik. BI memperkirakan kurs rupiah bergerak dalam kisaran Rp16.800 hingga Rp17.500 per dolar Amerika Serikat (AS) pada tahun depan.\n\n\"Ada lima dasar pertimbangan keyakinan kami bahwa pada 2027 nilai tukar rupiah akan menguat berada dalam kisaran Rp16.800 sampai Rp17.500 per dolar AS,\" ungkap Perry dalam Raker bersama Banggar, Rabu (10/6/2026)\nFaktor pertama, ia meyakini prospek perekonomian dunia akan membaik. Meskipun gejolak global masih sulit diprediksi, setidaknya kondisinya tidak akan seburuk tahun ini.\n\n\"Seperti tadi saya sampaikan, pertumbuhan ekonomi akan tinggi di global dan perspesi risiko investasi diharapkan akan membaik sehingga bisa mendorong portofolio masuk atau (aliran modal asing masuk) sehingga mendorong pengauatan rupiah,\" jelasnya.\n\nSelain faktor global, Perry menilai fundamental ekonomi Indonesia saat ini cukup kuat dan diperkirakan akan semakin membaik. Hal itu tercermin dari prospek pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi, inflasi yang tetap terkendali, serta daya tarik investasi di dalam negeri.\n\nBaca selengkapnya di www.idntimes.com\n\nReporter : Triyan Pangastuti\nEditor : Mikho Fridolin Siahaan\n\nIDN Times - Download IDN App di Google Play Store & App Store\nIkuti terus perkembangannya hanya di IDN Times, ya.\n\nArtikel IDN Times sekarang bisa dibaca di IDN App, lho, download sekarang di Google Play Store & App Store!\nTemukan info TERBARU lainnya:         \n\n#IDNTimes #SuaraMillenial #GenZMemilih #Rupiah #DolarAS #Ekonomi", "post_id": "3916886049691584245_2089700769"}}, {"key": "Popbela_com", "attributes": {"label": "Popbela_com", "x": 602.3956384648229, "y": 581.9455146549166, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 3.8182, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "3916886049691584245_2089700769", "id": "Popbela_com", "source": "instagram-000001", "content": "Perry Warjiyo Beberkan 5 Alasan Rupiah Bakal Lebih Stabil pada 2027\n\nJakarta, IDN Times - Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo optimistis nilai tukar rupiah akan lebih stabil pada 2027 seiring dengan prospek perekonomian global yang diperkirakan membaik. BI memperkirakan kurs rupiah bergerak dalam kisaran Rp16.800 hingga Rp17.500 per dolar Amerika Serikat (AS) pada tahun depan.\n\n\"Ada lima dasar pertimbangan keyakinan kami bahwa pada 2027 nilai tukar rupiah akan menguat berada dalam kisaran Rp16.800 sampai Rp17.500 per dolar AS,\" ungkap Perry dalam Raker bersama Banggar, Rabu (10/6/2026)\nFaktor pertama, ia meyakini prospek perekonomian dunia akan membaik. Meskipun gejolak global masih sulit diprediksi, setidaknya kondisinya tidak akan seburuk tahun ini.\n\n\"Seperti tadi saya sampaikan, pertumbuhan ekonomi akan tinggi di global dan perspesi risiko investasi diharapkan akan membaik sehingga bisa mendorong portofolio masuk atau (aliran modal asing masuk) sehingga mendorong pengauatan rupiah,\" jelasnya.\n\nSelain faktor global, Perry menilai fundamental ekonomi Indonesia saat ini cukup kuat dan diperkirakan akan semakin membaik. Hal itu tercermin dari prospek pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi, inflasi yang tetap terkendali, serta daya tarik investasi di dalam negeri.\n\nBaca selengkapnya di www.idntimes.com\n\nReporter : Triyan Pangastuti\nEditor : Mikho Fridolin Siahaan\n\nIDN Times - Download IDN App di Google Play Store & App Store\nIkuti terus perkembangannya hanya di IDN Times, ya.\n\nArtikel IDN Times sekarang bisa dibaca di IDN App, lho, download sekarang di Google Play Store & App Store!\nTemukan info TERBARU lainnya:         \n\n#IDNTimes #SuaraMillenial #GenZMemilih #Rupiah #DolarAS #Ekonomi", "post_id": "3916886049691584245_2089700769"}}, {"key": "Popbela.Beauty", "attributes": {"label": "Popbela.Beauty", "x": 119.58948181056428, "y": 991.1303322806206, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 3.8182, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "3916886049691584245_2089700769", "id": "Popbela.Beauty", "source": "instagram-000001", "content": "Perry Warjiyo Beberkan 5 Alasan Rupiah Bakal Lebih Stabil pada 2027\n\nJakarta, IDN Times - Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo optimistis nilai tukar rupiah akan lebih stabil pada 2027 seiring dengan prospek perekonomian global yang diperkirakan membaik. BI memperkirakan kurs rupiah bergerak dalam kisaran Rp16.800 hingga Rp17.500 per dolar Amerika Serikat (AS) pada tahun depan.\n\n\"Ada lima dasar pertimbangan keyakinan kami bahwa pada 2027 nilai tukar rupiah akan menguat berada dalam kisaran Rp16.800 sampai Rp17.500 per dolar AS,\" ungkap Perry dalam Raker bersama Banggar, Rabu (10/6/2026)\nFaktor pertama, ia meyakini prospek perekonomian dunia akan membaik. Meskipun gejolak global masih sulit diprediksi, setidaknya kondisinya tidak akan seburuk tahun ini.\n\n\"Seperti tadi saya sampaikan, pertumbuhan ekonomi akan tinggi di global dan perspesi risiko investasi diharapkan akan membaik sehingga bisa mendorong portofolio masuk atau (aliran modal asing masuk) sehingga mendorong pengauatan rupiah,\" jelasnya.\n\nSelain faktor global, Perry menilai fundamental ekonomi Indonesia saat ini cukup kuat dan diperkirakan akan semakin membaik. Hal itu tercermin dari prospek pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi, inflasi yang tetap terkendali, serta daya tarik investasi di dalam negeri.\n\nBaca selengkapnya di www.idntimes.com\n\nReporter : Triyan Pangastuti\nEditor : Mikho Fridolin Siahaan\n\nIDN Times - Download IDN App di Google Play Store & App Store\nIkuti terus perkembangannya hanya di IDN Times, ya.\n\nArtikel IDN Times sekarang bisa dibaca di IDN App, lho, download sekarang di Google Play Store & App Store!\nTemukan info TERBARU lainnya:         \n\n#IDNTimes #SuaraMillenial #GenZMemilih #Rupiah #DolarAS #Ekonomi", "post_id": "3916886049691584245_2089700769"}}, {"key": "Popmama_com", "attributes": {"label": "Popmama_com", "x": 894.4480259875404, "y": 810.7519927457921, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 3.8182, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "3916886049691584245_2089700769", "id": "Popmama_com", "source": "instagram-000001", "content": "Perry Warjiyo Beberkan 5 Alasan Rupiah Bakal Lebih Stabil pada 2027\n\nJakarta, IDN Times - Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo optimistis nilai tukar rupiah akan lebih stabil pada 2027 seiring dengan prospek perekonomian global yang diperkirakan membaik. BI memperkirakan kurs rupiah bergerak dalam kisaran Rp16.800 hingga Rp17.500 per dolar Amerika Serikat (AS) pada tahun depan.\n\n\"Ada lima dasar pertimbangan keyakinan kami bahwa pada 2027 nilai tukar rupiah akan menguat berada dalam kisaran Rp16.800 sampai Rp17.500 per dolar AS,\" ungkap Perry dalam Raker bersama Banggar, Rabu (10/6/2026)\nFaktor pertama, ia meyakini prospek perekonomian dunia akan membaik. Meskipun gejolak global masih sulit diprediksi, setidaknya kondisinya tidak akan seburuk tahun ini.\n\n\"Seperti tadi saya sampaikan, pertumbuhan ekonomi akan tinggi di global dan perspesi risiko investasi diharapkan akan membaik sehingga bisa mendorong portofolio masuk atau (aliran modal asing masuk) sehingga mendorong pengauatan rupiah,\" jelasnya.\n\nSelain faktor global, Perry menilai fundamental ekonomi Indonesia saat ini cukup kuat dan diperkirakan akan semakin membaik. Hal itu tercermin dari prospek pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi, inflasi yang tetap terkendali, serta daya tarik investasi di dalam negeri.\n\nBaca selengkapnya di www.idntimes.com\n\nReporter : Triyan Pangastuti\nEditor : Mikho Fridolin Siahaan\n\nIDN Times - Download IDN App di Google Play Store & App Store\nIkuti terus perkembangannya hanya di IDN Times, ya.\n\nArtikel IDN Times sekarang bisa dibaca di IDN App, lho, download sekarang di Google Play Store & App Store!\nTemukan info TERBARU lainnya:         \n\n#IDNTimes #SuaraMillenial #GenZMemilih #Rupiah #DolarAS #Ekonomi", "post_id": "3916886049691584245_2089700769"}}, {"key": "Yummy.idn", "attributes": {"label": "Yummy.idn", "x": 79.65986652947932, "y": 34.306232885770726, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 3.8182, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "3916886049691584245_2089700769", "id": "Yummy.idn", "source": "instagram-000001", "content": "Perry Warjiyo Beberkan 5 Alasan Rupiah Bakal Lebih Stabil pada 2027\n\nJakarta, IDN Times - Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo optimistis nilai tukar rupiah akan lebih stabil pada 2027 seiring dengan prospek perekonomian global yang diperkirakan membaik. BI memperkirakan kurs rupiah bergerak dalam kisaran Rp16.800 hingga Rp17.500 per dolar Amerika Serikat (AS) pada tahun depan.\n\n\"Ada lima dasar pertimbangan keyakinan kami bahwa pada 2027 nilai tukar rupiah akan menguat berada dalam kisaran Rp16.800 sampai Rp17.500 per dolar AS,\" ungkap Perry dalam Raker bersama Banggar, Rabu (10/6/2026)\nFaktor pertama, ia meyakini prospek perekonomian dunia akan membaik. Meskipun gejolak global masih sulit diprediksi, setidaknya kondisinya tidak akan seburuk tahun ini.\n\n\"Seperti tadi saya sampaikan, pertumbuhan ekonomi akan tinggi di global dan perspesi risiko investasi diharapkan akan membaik sehingga bisa mendorong portofolio masuk atau (aliran modal asing masuk) sehingga mendorong pengauatan rupiah,\" jelasnya.\n\nSelain faktor global, Perry menilai fundamental ekonomi Indonesia saat ini cukup kuat dan diperkirakan akan semakin membaik. Hal itu tercermin dari prospek pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi, inflasi yang tetap terkendali, serta daya tarik investasi di dalam negeri.\n\nBaca selengkapnya di www.idntimes.com\n\nReporter : Triyan Pangastuti\nEditor : Mikho Fridolin Siahaan\n\nIDN Times - Download IDN App di Google Play Store & App Store\nIkuti terus perkembangannya hanya di IDN Times, ya.\n\nArtikel IDN Times sekarang bisa dibaca di IDN App, lho, download sekarang di Google Play Store & App Store!\nTemukan info TERBARU lainnya:         \n\n#IDNTimes #SuaraMillenial #GenZMemilih #Rupiah #DolarAS #Ekonomi", "post_id": "3916886049691584245_2089700769"}}, {"key": "prast_ulrich", "attributes": {"label": "prast_ulrich", "x": 18.526268497948138, "y": 734.709738709692, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 9.1973, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 11, "out_degree": 0, "degree": 11}, "_id": "3920037428182469929_3310659452", "id": "prast_ulrich", "source": "instagram-000001", "content": "Panitia Kerja (Panja) Komisi XI DPR dan pemerintah resmi menyepakati asumsi dasar ekonomi makro untuk target pertumbuhan ekonomi tahun 2027 pada kisaran 5,8% hingga 6,5%. \n\nKesepakatan ini menjadi landasan utama dalam penyusunan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2027. Wakil Ketua Komisi XI DPR Hanif Dhakiri menyampaikan bahwa penetapan angka pertumbuhan tersebut telah melalui proses pembahasan dan pendalaman secara komprehensif bersama Kementerian Keuangan, Kementerian PPN/Bappenas, Bank Indonesia (BI), dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada Rabu (10/6/2026).\n\nGuna merealisasikan target ekonomi di rentang 5,8%–6,5%, DPR dan pemerintah menyepakati sejumlah strategi dari sisi pengeluaran. Kinerja investasi dan ekspor diproyeksikan bakal menjadi motor penggerak dengan target pertumbuhan yang agresif.\n\nSaksikan pembahasan selengkapnya dalam program Market Review bersama Prasetyo Wibowo  , Senin 15 Juni 2026, pukul 21.00 - 21.30 WIB. LIVE di IDX Channel (Indihome Ch 119, MNC VISION Ch 100, MNC PLAY Ch 128 HD, First Media Ch 389, K-VISION Ch 129, OXYGEN Ch 137 dan MY REPUBLIK Ch 576). Saksikan juga LIVE STREAMING di www.idxchannel.com dan aplikasi IDX Channel TV di APPS  store.\n\n#idxchannel #idxchannelcommunity #marketreview #pertumbuhanekonomi #ekonomiri", "post_id": "3920037428182469929_3310659452"}}, {"key": "mancingsaham", "attributes": {"label": "mancingsaham", "x": 439.77901769753834, "y": 762.4939359598727, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 4.6299, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 4, "out_degree": 4, "degree": 8}, "_id": "3922755728394447205_52512310886", "id": "mancingsaham", "source": "instagram-000001", "content": "🚀 BI-Rate Naik Jadi 5,75%, BI Perkuat Pertahanan Rupiah di Tengah Ketidakpastian Global\nby  Academy\n\nHalo Sobat Cuan!\nBank Indonesia (BI) kembali mengambil langkah tegas dengan menaikkan suku bunga acuan (BI-Rate) sebesar 25 basis poin menjadi 5,75% dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) pada 18 Juni 2026.\n\n📌 Detail Kebijakan BI\n✅ BI-Rate naik dari 5,50% menjadi 5,75%\n✅ Deposit Facility naik menjadi 4,75%\n✅ Lending Facility naik menjadi 6,25%\n✅ Fokus utama menjaga stabilitas rupiah dan mengendalikan inflasi\n\nBI menegaskan langkah ini bersifat antisipatif untuk menghadapi berbagai risiko global yang masih membayangi pasar keuangan.\n\n📊 Kondisi Rupiah Masih Menjadi Perhatian\nHingga pertengahan Juni 2026, rupiah masih berada di kisaran Rp17.873 per dolar AS.\n\nSecara year-to-date, nilai tukar rupiah tercatat melemah sekitar 6,61%, sehingga stabilisasi kurs menjadi salah satu prioritas utama Bank Indonesia.\n\nDi sisi lain, BI tetap optimistis pertumbuhan ekonomi nasional masih berada dalam kisaran 4,9%–5,7% sepanjang 2026.\n\n🏦 Pandangan Para Ekonom\nBeberapa ekonom menilai keputusan BI cukup tepat dalam kondisi saat ini:\n▪️ Ekonom BCA menilai BI perlu menjaga daya saing instrumen keuangan domestik di tengah kenaikan imbal hasil global.\n▪️ Ekonom Bank Danamon melihat kenaikan suku bunga dapat meningkatkan minat investor asing terhadap aset Indonesia.\n▪️ Permata Bank menilai peluang kenaikan lanjutan masih terbuka apabila tekanan eksternal dan kebijakan The Fed tetap ketat.\n\n📈 Sektor yang Berpotensi Diuntungkan\nDalam lingkungan suku bunga yang lebih tinggi, beberapa sektor berpotensi memperoleh manfaat:\n✅ Perbankan besar (BBCA, BMRI, BBRI, BBNI)\n✅ Emiten yang memiliki likuiditas kuat\n✅ Saham blue chip yang menjadi tujuan utama dana asing\n\n📌 Gabung di  Community untuk mendapatkan update market, analisis saham pilihan, edukasi investasi, dan diskusi eksklusif bersama investor serta trader lainnya. 📩 Bergabung sekarang! Klik lynk.id/owennath atau chat 081251880459 (WhatsApp).\n\n#BIRate #BankIndonesia #SukuBunga #Rupiah #IHSG", "post_id": "3922755728394447205_52512310886"}}, {"key": "thinkfast1__", "attributes": {"label": "thinkfast1__", "x": 291.51981567681054, "y": 285.521272984573, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 3.646, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "7645237913822760212", "id": "thinkfast1__", "source": "tiktok-000001", "content": "Rupiah kembali melemah dan sempat menyentuh level sekitar Rp17.900 per dolar AS pada Jumat (29/05). Kondisi ini dipengaruhi oleh menguatnya dolar AS di tengah meningkatnya ketidakpastian global dan tensi geopolitik internasional. Meski nilai tukar tertekan, pemerintah menilai fundamental ekonomi Indonesia masih relatif kuat, ditopang pertumbuhan ekonomi yang stabil dan inflasi yang terkendali. Bank Indonesia dan pemerintah juga disebut terus melakukan langkah stabilisasi untuk menjaga pergerakan rupiah. Sc:   #rupiah #ternakuangnews #purbaya #indonesia", "post_id": "7645237913822760212"}}, {"key": "ternakuang.id", "attributes": {"label": "ternakuang.id", "x": 248.41734222275713, "y": 932.755897108755, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 6.7452, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7645237913822760212", "id": "ternakuang.id", "source": "tiktok-000001", "content": "Rupiah kembali melemah dan sempat menyentuh level sekitar Rp17.900 per dolar AS pada Jumat (29/05). Kondisi ini dipengaruhi oleh menguatnya dolar AS di tengah meningkatnya ketidakpastian global dan tensi geopolitik internasional. Meski nilai tukar tertekan, pemerintah menilai fundamental ekonomi Indonesia masih relatif kuat, ditopang pertumbuhan ekonomi yang stabil dan inflasi yang terkendali. Bank Indonesia dan pemerintah juga disebut terus melakukan langkah stabilisasi untuk menjaga pergerakan rupiah. Sc:   #rupiah #ternakuangnews #purbaya #indonesia", "post_id": "7645237913822760212"}}, {"key": "xinayel", "attributes": {"label": "xinayel", "x": 374.1649732611352, "y": 283.59712579556816, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 24.3066, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 1, "degree": 2}, "_id": "7641606791079464199", "id": "xinayel", "source": "tiktok-000001", "content": "tengah ketidakpastian pasar global dan keperkasaan dolar AS yang sempat menekan mata uang Garuda dalam beberapa waktu terakhir, Bank Indonesia tetap optimis bahwa nilai tukar rupiah akan segera kembali bergerak stabil. Gubernur BI Perry Warjiyo menegaskan bahwa keyakinan ini bukan tanpa alasan, sebab kondisi ekonomi domestik saat ini masih terhitung sangat kuat. Ketahanan ekonomi nasional tersebut ditopang secara solid oleh angka inflasi yang tetap terkendali, aliran masuk modal asing yang konsisten, serta prospek pertumbuhan ekonomi Indonesia yang diproyeksikan tetap positif. Demi memperkuat benteng pertahanan rupiah dan menjaga kepercayaan pasar, Bank Indonesia berkomitmen penuh untuk terus melakukan berbagai langkah stabilisasi yang agresif dan terukur, mulai dari intervensi langsung di pasar hingga penguatan strategi moneter yang dinamis. ‎Follow kali  ‎ ‎#xinayel #EchoingTheYouth #fyp #viral", "post_id": "7641606791079464199"}}, {"key": "cliper.investasi8", "attributes": {"label": "cliper.investasi8", "x": 0.03073856590574131, "y": 228.67311515766343, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 3.646, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "7648522916715416850", "id": "cliper.investasi8", "source": "tiktok-000001", "content": "Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo akhirnya angkat bicara soal tekanan rupiah yang masih bertahan di zona Rp18.020 per dolar AS. Dalam keterangan pers usai pertemuan darurat bersama DPR dan Menkeu Purbaya di Gedung DPR/MPR pada Sabtu 6 Juni 2026, Perry menegaskan koordinasi antara kebijakan fiskal dan moneter sudah berjalan sangat erat untuk menjaga stabilitas ekonomi dan nilai tukar, melansir Bloomberg Technoz. \"Kami tegaskan koordinasi fiskal dan moneter selama ini sangat-sangat erat bagaimana menjaga stabilitas ekonomi dan mendorong pertumbuhan ekonomi,\" kata Perry. la menambahkan bahwa fokus koordinasi saat ini diarahkan agar fiskal dan moneter seirama, saling mendukung, dan saling memperkuat sesuai kewenangannya masing-masing.#kontencomxtws #kontencom #foryou", "post_id": "7648522916715416850"}}, {"key": "tradewithsuli", "attributes": {"label": "tradewithsuli", "x": 860.8318518991849, "y": 174.16081226600878, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 50.1331, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 15, "out_degree": 0, "degree": 15}, "_id": "7648522916715416850", "id": "tradewithsuli", "source": "tiktok-000001", "content": "Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo akhirnya angkat bicara soal tekanan rupiah yang masih bertahan di zona Rp18.020 per dolar AS. Dalam keterangan pers usai pertemuan darurat bersama DPR dan Menkeu Purbaya di Gedung DPR/MPR pada Sabtu 6 Juni 2026, Perry menegaskan koordinasi antara kebijakan fiskal dan moneter sudah berjalan sangat erat untuk menjaga stabilitas ekonomi dan nilai tukar, melansir Bloomberg Technoz. \"Kami tegaskan koordinasi fiskal dan moneter selama ini sangat-sangat erat bagaimana menjaga stabilitas ekonomi dan mendorong pertumbuhan ekonomi,\" kata Perry. la menambahkan bahwa fokus koordinasi saat ini diarahkan agar fiskal dan moneter seirama, saling mendukung, dan saling memperkuat sesuai kewenangannya masing-masing.#kontencomxtws #kontencom #foryou", "post_id": "7648522916715416850"}}, {"key": "pemprovbanten", "attributes": {"label": "pemprovbanten", "x": 65.85651128042925, "y": 62.36649230615776, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 4.6299, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 4, "degree": 5}, "_id": "7648697440706563348", "id": "pemprovbanten", "source": "tiktok-000001", "content": "Tren pertumbuhan ekonomi Provinsi Banten terus menunjukkan arah positif. Gubernur Banten, Andra Soni, optimistis pertumbuhan ekonomi Banten bisa mencapai 5,9 persen pada akhir 2026. Salah satu faktor pendukungnya adalah kuatnya perkembangan ekonomi digital di berbagai daerah. “Tahun 2025 tercatat kita tumbuh 5,37 persen. Insya Allah kita tumbuh 5,9 di akhir tahun 2026,” ujar Andra Soni saat membuka Festival Shafara dan Digiwara 2026 di Kota Tangerang Selatan. Banten saat ini menjadi salah satu provinsi dengan tingkat digitalisasi ekonomi tertinggi di Indonesia. Kota Tangerang Selatan bahkan disebut sebagai daerah dengan transaksi digital terbaik se-Pulau Jawa dan Bali. Festival Shafara dan Digiwara 2026 juga menjadi ruang kolaborasi antara ekonomi syariah dan ekonomi digital, sekaligus mendorong UMKM agar semakin adaptif terhadap perkembangan teknologi transaksi. Kepala Perwakilan Bank Indonesia Banten, Ameriza Ma’ruf Moesa, mengatakan digitalisasi di Banten berkembang sangat cepat, termasuk di daerah yang berbatasan langsung dengan Jakarta. “Bisa dikatakan, Tangsel itu juara nasional,” katanya. Sejumlah daerah di Banten juga meraih penghargaan Digiwara Award 2026, mulai dari kategori transaksi digital tertinggi hingga pemanfaatan pembayaran non tunai terbaik. Transformasi digital kini bukan lagi sekadar tren, tapi sudah menjadi bagian penting dalam pertumbuhan ekonomi daerah. Tinggal bagaimana pelaku usaha, UMKM, dan masyarakat bisa ikut beradaptasi dan memanfaatkannya. 📸  ……………………………… Informasi seputar Pemprov Banten bisa diakses melalui: 🌐 Website: bantenprov.go.id 𝕏  📘 Facebook: facebook.com/bantenpemprov ▶️ YouTube:  🎵 TikTok:  📧 Email: pemerintahprovinsibanten ……………………………… #Banten #PemprovBanten #AndraSoni #EkonomiBanten #Digitalisasi", "post_id": "7648697440706563348"}}, {"key": "adpim.dokpim.banten", "attributes": {"label": "adpim.dokpim.banten", "x": 609.2553319027624, "y": 155.51875230703592, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 4.6299, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7648697440706563348", "id": "adpim.dokpim.banten", "source": "tiktok-000001", "content": "Tren pertumbuhan ekonomi Provinsi Banten terus menunjukkan arah positif. Gubernur Banten, Andra Soni, optimistis pertumbuhan ekonomi Banten bisa mencapai 5,9 persen pada akhir 2026. Salah satu faktor pendukungnya adalah kuatnya perkembangan ekonomi digital di berbagai daerah. “Tahun 2025 tercatat kita tumbuh 5,37 persen. Insya Allah kita tumbuh 5,9 di akhir tahun 2026,” ujar Andra Soni saat membuka Festival Shafara dan Digiwara 2026 di Kota Tangerang Selatan. Banten saat ini menjadi salah satu provinsi dengan tingkat digitalisasi ekonomi tertinggi di Indonesia. Kota Tangerang Selatan bahkan disebut sebagai daerah dengan transaksi digital terbaik se-Pulau Jawa dan Bali. Festival Shafara dan Digiwara 2026 juga menjadi ruang kolaborasi antara ekonomi syariah dan ekonomi digital, sekaligus mendorong UMKM agar semakin adaptif terhadap perkembangan teknologi transaksi. Kepala Perwakilan Bank Indonesia Banten, Ameriza Ma’ruf Moesa, mengatakan digitalisasi di Banten berkembang sangat cepat, termasuk di daerah yang berbatasan langsung dengan Jakarta. “Bisa dikatakan, Tangsel itu juara nasional,” katanya. Sejumlah daerah di Banten juga meraih penghargaan Digiwara Award 2026, mulai dari kategori transaksi digital tertinggi hingga pemanfaatan pembayaran non tunai terbaik. Transformasi digital kini bukan lagi sekadar tren, tapi sudah menjadi bagian penting dalam pertumbuhan ekonomi daerah. Tinggal bagaimana pelaku usaha, UMKM, dan masyarakat bisa ikut beradaptasi dan memanfaatkannya. 📸  ……………………………… Informasi seputar Pemprov Banten bisa diakses melalui: 🌐 Website: bantenprov.go.id 𝕏  📘 Facebook: facebook.com/bantenpemprov ▶️ YouTube:  🎵 TikTok:  📧 Email: pemerintahprovinsibanten ……………………………… #Banten #PemprovBanten #AndraSoni #EkonomiBanten #Digitalisasi", "post_id": "7648697440706563348"}}, {"key": "banten_pemprov", "attributes": {"label": "banten_pemprov", "x": 805.7385981602622, "y": 603.7333283275874, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 4.6299, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7648697440706563348", "id": "banten_pemprov", "source": "tiktok-000001", "content": "Tren pertumbuhan ekonomi Provinsi Banten terus menunjukkan arah positif. Gubernur Banten, Andra Soni, optimistis pertumbuhan ekonomi Banten bisa mencapai 5,9 persen pada akhir 2026. Salah satu faktor pendukungnya adalah kuatnya perkembangan ekonomi digital di berbagai daerah. “Tahun 2025 tercatat kita tumbuh 5,37 persen. Insya Allah kita tumbuh 5,9 di akhir tahun 2026,” ujar Andra Soni saat membuka Festival Shafara dan Digiwara 2026 di Kota Tangerang Selatan. Banten saat ini menjadi salah satu provinsi dengan tingkat digitalisasi ekonomi tertinggi di Indonesia. Kota Tangerang Selatan bahkan disebut sebagai daerah dengan transaksi digital terbaik se-Pulau Jawa dan Bali. Festival Shafara dan Digiwara 2026 juga menjadi ruang kolaborasi antara ekonomi syariah dan ekonomi digital, sekaligus mendorong UMKM agar semakin adaptif terhadap perkembangan teknologi transaksi. Kepala Perwakilan Bank Indonesia Banten, Ameriza Ma’ruf Moesa, mengatakan digitalisasi di Banten berkembang sangat cepat, termasuk di daerah yang berbatasan langsung dengan Jakarta. “Bisa dikatakan, Tangsel itu juara nasional,” katanya. Sejumlah daerah di Banten juga meraih penghargaan Digiwara Award 2026, mulai dari kategori transaksi digital tertinggi hingga pemanfaatan pembayaran non tunai terbaik. Transformasi digital kini bukan lagi sekadar tren, tapi sudah menjadi bagian penting dalam pertumbuhan ekonomi daerah. Tinggal bagaimana pelaku usaha, UMKM, dan masyarakat bisa ikut beradaptasi dan memanfaatkannya. 📸  ……………………………… Informasi seputar Pemprov Banten bisa diakses melalui: 🌐 Website: bantenprov.go.id 𝕏  📘 Facebook: facebook.com/bantenpemprov ▶️ YouTube:  🎵 TikTok:  📧 Email: pemerintahprovinsibanten ……………………………… #Banten #PemprovBanten #AndraSoni #EkonomiBanten #Digitalisasi", "post_id": "7648697440706563348"}}, {"key": "pemerintahprovinsibanten", "attributes": {"label": "pemerintahprovinsibanten", "x": 340.0518486378181, "y": 935.86894261253, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 4.6299, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7648697440706563348", "id": "pemerintahprovinsibanten", "source": "tiktok-000001", "content": "Tren pertumbuhan ekonomi Provinsi Banten terus menunjukkan arah positif. Gubernur Banten, Andra Soni, optimistis pertumbuhan ekonomi Banten bisa mencapai 5,9 persen pada akhir 2026. Salah satu faktor pendukungnya adalah kuatnya perkembangan ekonomi digital di berbagai daerah. “Tahun 2025 tercatat kita tumbuh 5,37 persen. Insya Allah kita tumbuh 5,9 di akhir tahun 2026,” ujar Andra Soni saat membuka Festival Shafara dan Digiwara 2026 di Kota Tangerang Selatan. Banten saat ini menjadi salah satu provinsi dengan tingkat digitalisasi ekonomi tertinggi di Indonesia. Kota Tangerang Selatan bahkan disebut sebagai daerah dengan transaksi digital terbaik se-Pulau Jawa dan Bali. Festival Shafara dan Digiwara 2026 juga menjadi ruang kolaborasi antara ekonomi syariah dan ekonomi digital, sekaligus mendorong UMKM agar semakin adaptif terhadap perkembangan teknologi transaksi. Kepala Perwakilan Bank Indonesia Banten, Ameriza Ma’ruf Moesa, mengatakan digitalisasi di Banten berkembang sangat cepat, termasuk di daerah yang berbatasan langsung dengan Jakarta. “Bisa dikatakan, Tangsel itu juara nasional,” katanya. Sejumlah daerah di Banten juga meraih penghargaan Digiwara Award 2026, mulai dari kategori transaksi digital tertinggi hingga pemanfaatan pembayaran non tunai terbaik. Transformasi digital kini bukan lagi sekadar tren, tapi sudah menjadi bagian penting dalam pertumbuhan ekonomi daerah. Tinggal bagaimana pelaku usaha, UMKM, dan masyarakat bisa ikut beradaptasi dan memanfaatkannya. 📸  ……………………………… Informasi seputar Pemprov Banten bisa diakses melalui: 🌐 Website: bantenprov.go.id 𝕏  📘 Facebook: facebook.com/bantenpemprov ▶️ YouTube:  🎵 TikTok:  📧 Email: pemerintahprovinsibanten ……………………………… #Banten #PemprovBanten #AndraSoni #EkonomiBanten #Digitalisasi", "post_id": "7648697440706563348"}}, {"key": "solusimedia.id", "attributes": {"label": "solusimedia.id", "x": 299.04670856671936, "y": 330.8826914538243, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 24.3066, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 1, "degree": 2}, "_id": "7599921694567943442", "id": "solusimedia.id", "source": "tiktok-000001", "content": "Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia telah mengukuhkan Thomas Djiwandono sebagai Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) untuk periode 2026–2031 melalui Rapat Paripurna DPR RI yang digelar pada Selasa, 27 Januari 2026 di Gedung Nusantara II, Kompleks Parlemen, Jakarta. Persetujuan diberikan secara bulat oleh seluruh anggota DPR setelah Thomas dinyatakan lolos dalam rangkaian uji kelayakan dan kepatutan (fit and proper test) oleh Komisi XI DPR RI. Thomas, yang sebelumnya menjabat Wakil Menteri Keuangan, akan menggantikan posisi Juda Agung, yang telah mengundurkan diri awal Januari 2026 dari jabatan Deputi Gubernur BI. Komisi XI DPR RI menilai bahwa Thomas memiliki kapasitas, kompetensi, dan visi strategis yang sesuai dengan kebutuhan Bank Indonesia ke depan termasuk kemampuan untuk memperkuat sinergi kebijakan moneter dan fiskal demi pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan. Selama fit and proper test, Thomas memaparkan visi bertajuk “BI Gerak”, yang mencakup lima pilar strategis seperti tata kelola kebijakan yang kredibel, efektivitas kebijakan, resiliensi sistem keuangan, sinergi fiskal-moneter-keuangan, serta keberlanjutan transformasi keuangan. Pengesahan ini juga dipandang memiliki dampak positif di pasar keuangan, dengan nilai tukar rupiah yang menunjukkan penguatan setelah hasil uji kelayakan diumumkan oleh Komisi XI. Baca selengkapnya klik link pada bio  #beritaterkinihariini #bankindonesia #thomasdjiwandono #deputigubernurbi  #ekonomiindonesia", "post_id": "7599921694567943442"}}, {"key": "sumeksco", "attributes": {"label": "sumeksco", "x": 760.5082241658762, "y": 952.5259743506455, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 3.646, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "7644912181770751239", "id": "sumeksco", "source": "tiktok-000001", "content": "Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menilai posisi nilai tukar rupiah saat ini tidak masuk akal. Artinya rupiah secara fundamental bisa lebih kuat dibandingkan posisi sekarang Rp17.800 per dolar Amerika Serikat (AS). \"Sebetulnya gak masuk akal,\" ungkap Purbaya di Kantor Direktorat Jenderal Pajak, Kemenkeu, Rabu (27/5/2026). Fundamental ekonomi terlihat dari pertumbuhan ekonomi yang masih tumbuh di atas 5%, inflasi terjaga sesuai sasaran serta defisit transaksi berjalan yang terkendali. Meski demikian, penguatan dolar AS yang signifikan akibat ketidakpastian global membuat rupiah dan banyak mata uang negara lain melemah. Baik pemerintah maupun Bank Indonesia sudah mengeluarkan kebijakan untuk menahan laju pelemahan tersebut. Termasuk mengendalikan pasokan dolar AS di dalam negeri. . . . . Selengkapnya https://sumeks.disway.id/ Jangan lupa Follow  Instagram : Sumeks.co Tiktok : Sumeksco Facebook : Sumeks.co Youtube :  Informasi Iklan dan Promosi di Sumeksco Whatsapp : 0815-7473-2046 #sumeksco #purbaya #dolar #tiktokberita #rupiah", "post_id": "7644912181770751239"}}, {"key": "sumekscoofficial7168", "attributes": {"label": "sumekscoofficial7168", "x": 222.16623174985472, "y": 928.8740150835403, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 6.7452, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7644912181770751239", "id": "sumekscoofficial7168", "source": "tiktok-000001", "content": "Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menilai posisi nilai tukar rupiah saat ini tidak masuk akal. Artinya rupiah secara fundamental bisa lebih kuat dibandingkan posisi sekarang Rp17.800 per dolar Amerika Serikat (AS). \"Sebetulnya gak masuk akal,\" ungkap Purbaya di Kantor Direktorat Jenderal Pajak, Kemenkeu, Rabu (27/5/2026). Fundamental ekonomi terlihat dari pertumbuhan ekonomi yang masih tumbuh di atas 5%, inflasi terjaga sesuai sasaran serta defisit transaksi berjalan yang terkendali. Meski demikian, penguatan dolar AS yang signifikan akibat ketidakpastian global membuat rupiah dan banyak mata uang negara lain melemah. Baik pemerintah maupun Bank Indonesia sudah mengeluarkan kebijakan untuk menahan laju pelemahan tersebut. Termasuk mengendalikan pasokan dolar AS di dalam negeri. . . . . Selengkapnya https://sumeks.disway.id/ Jangan lupa Follow  Instagram : Sumeks.co Tiktok : Sumeksco Facebook : Sumeks.co Youtube :  Informasi Iklan dan Promosi di Sumeksco Whatsapp : 0815-7473-2046 #sumeksco #purbaya #dolar #tiktokberita #rupiah", "post_id": "7644912181770751239"}}, {"key": "as_screenprinting", "attributes": {"label": "as_screenprinting", "x": 199.00229083329592, "y": 647.4795433714374, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 3.646, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "7648878802373774600", "id": "as_screenprinting", "source": "tiktok-000001", "content": "Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo akhirnya angkat bicara soal tekanan rupiah yang masih bertahan di zona Rp18.020 per dolar AS. Dalam keterangan pers usai pertemuan darurat bersama DPR dan Menkeu Purbaya di Gedung DPR/MPR pada Sabtu 6 Juni 2026, Perry menegaskan koordinasi antara kebijakan fiskal dan moneter sudah berjalan sangat erat untuk menjaga stabilitas ekonomi dan nilai tukar, melansir Bloomberg Technoz. “Kami tegaskan koordinasi fiskal dan moneter selama ini sangat-sangat erat bagaimana menjaga stabilitas ekonomi dan mendorong pertumbuhan ekonomi,” kata Perry. Ia menambahkan bahwa fokus koordinasi saat ini diarahkan agar fiskal dan moneter seirama, saling mendukung, dan saling memperkuat sesuai kewenangannya masing-masing. Bagi investor, pernyataan Perry datang di momen yang krusial. Rupiah sudah melemah lebih dari 7,71% sejak awal 2026, IHSG terjun ke level 5.839 pada perdagangan kemarin, dan investor asing terus melakukan aksi jual. Pasar kini menunggu satu hal yang belum muncul dari serangkaian pertemuan tingkat tinggi ini: kebijakan konkret yang bisa membalikkan tren pelemahan yang sudah berlangsung berminggu-minggu. Sumber:TWS News #kontencomxtws #kontencom", "post_id": "7648878802373774600"}}, {"key": "raw_clp.xyz", "attributes": {"label": "raw_clp.xyz", "x": 524.2685399707444, "y": 351.9431888113047, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 3.646, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "7648322898574265620", "id": "raw_clp.xyz", "source": "tiktok-000001", "content": "Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo akhirnya angkat bicara soal tekanan rupiah yang masih bertahan di zona Rp18.020 per dolar AS. Dalam keterangan pers usai pertemuan darurat bersama DPR dan Menkeu Purbaya di Gedung DPR/MPR pada Sabtu 6 Juni 2026, Perry menegaskan koordinasi antara kebijakan fiskal dan moneter sudah berjalan sangat erat untuk menjaga stabilitas ekonomi dan nilai tukar, melansir Bloomberg Technoz. \"Kami tegaskan koordinasi fiskal dan moneter selama ini sangat-sangat erat bagaimana menjaga stabilitas ekonomi dan mendorong pertumbuhan ekonomi,\" kata Perry. Ia menambahkan bahwa fokus koordinasi saat ini diarahkan agar fiskal dan moneter seirama, saling mendukung, dan saling memperkuat sesuai kewenangannya masing-masing. Bagi investor, pernyataan Perry datang di momen yang krusial. Rupiah sudah melemah lebih dari 7,71% sejak awal 2026, IHSG terjun ke level 5.839 pada perdagangan kemarin, dan investor asing terus melakukan aksi jual. Pasar kini menunggu satu hal yang belum muncul dari serangkaian pertemuan tingkat tinggi ini: kebijakan konkret yang bisa membalikkan tren pelemahan yang sudah berlangsung berminggu-minggu. Sumber: TWS NEWS   #kontencom #kontencomxtws #ekonomi #rupiah #ihsg", "post_id": "7648322898574265620"}}, {"key": "nashihunamien", "attributes": {"label": "nashihunamien", "x": 532.1190936297353, "y": 352.8737602450014, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 3.646, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "7648557925992123669", "id": "nashihunamien", "source": "tiktok-000001", "content": "tradewithsuli:  Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo akhirnya angkat bicara soal tekanan rupiah yang masih bertahan di zona Rp18.020 per dolar AS. Dalam keterangan pers usai pertemuan darurat bersama DPR dan Menkeu Purbaya di Gedung DPR/MPR pada Sabtu 6 Juni 2026, Perry menegaskan koordinasi antara kebijakan fiskal dan moneter sudah berjalan sangat erat untuk menjaga stabilitas ekonomi dan nilai tukar, melansir Bloomberg Technoz. \"Kami tegaskan koordinasi fiskal dan moneter selama ini sangat-sangat erat bagaimana menjaga stabilitas ekonomi dan mendorong pertumbuhan ekonomi,\" kata Perry. la menambahkan bahwa fokus koordinasi saat ini diarahkan agar fiskal dan moneter seirama, saling mendukung, dan saling memperkuat sesuai kewenangannya masing-masing. Bagi investor, pernyataan Perry datang di momen yang krusial. Rupiah sudah melemah lebih dari 7,71% sejak awal 2026, IHSG terjun ke level 5.839 pada perdagangan kemarin, dan investor asing terus melakukan aksi jual. Pasar kini menunggu satu hal yang belum muncul dari serangkaian pertemuan tingkat tinggi ini: kebijakan konkret yang bisa membalikkan tren pelemahan yang sudah berlangsung berminggu-minggu.  #kontencom #kontencomxtws  ig :   \"Sumber: TWS News", "post_id": "7648557925992123669"}}, {"key": "hotclip244", "attributes": {"label": "hotclip244", "x": 626.4080111064198, "y": 210.64374465252055, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 3.646, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "7648818982744558869", "id": "hotclip244", "source": "tiktok-000001", "content": "Bos BI Jawab Krisis Rupiah:\" Koordinasi Sudah Sangat Erat \". Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo akhirnya angkat bicara soal tekanan rupiah yang masih bertahan di zona Rp18.020 per dolar AS. Dalam keterangan pers usai pertemuan darurat bersama DPR dan Menkeu Purbaya di Gedung DPR/MPR pada Sabtu 6 Juni 2026, Perry menegaskan koordinasi antara kebijakan fiskal dan moneter sudah berjalan sangat erat untuk menjaga stabilitas ekonomi dan nilai tukar, melansir Bloomberg Technoz. “Kami tegaskan koordinasi fiskal dan moneter selama ini sangat-sangat erat bagaimana menjaga stabilitas ekonomi dan mendorong pertumbuhan ekonomi,” kata Perry. Ia menambahkan bahwa fokus koordinasi saat ini diarahkan agar fiskal dan moneter seirama, saling mendukung, dan saling memperkuat sesuai kewenangannya masing-masing. Bagi investor, pernyataan Perry datang di momen yang krusial. Rupiah sudah melemah lebih dari 7,71% sejak awal 2026, IHSG terjun ke level 5.839 pada perdagangan kemarin, dan investor asing terus melakukan aksi jual. Pasar kini menunggu satu hal yang belum muncul dari serangkaian pertemuan tingkat tinggi ini: kebijakan konkret yang bisa membalikkan tren pelemahan yang sudah berlangsung berminggu-minggu. Sumber: TWS News   #kontencom #kontencomxtws #ekonomi #rupiah", "post_id": "7648818982744558869"}}, {"key": "rohmanmont", "attributes": {"label": "rohmanmont", "x": 716.3965208876078, "y": 442.54852150433544, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 3.646, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "7648479921802693895", "id": "rohmanmont", "source": "tiktok-000001", "content": "tradewithsuli Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo akhirnya angkat bicara soal tekanan rupiah yang masih bertahan di zona Rp18.020 per dolar AS. Dalam keterangan pers usai pertemuan darurat bersama DPR dan Menkeu Purbaya di Gedung DPR/MPR pada Sabtu 6 Juni 2026, Perry menegaskan koordinasi antara kebijakan fiskal dan moneter sudah berjalan sangat erat untuk menjaga stabilitas ekonomi dan nilai tukar, melansir Bloomberg Technoz. \"Kami tegaskan koordinasi fiskal dan moneter selama ini sangat-sangat erat bagaimana menjaga stabilitas ekonomi dan mendorong pertumbuhan ekonomi,\" kata Perry. la menambahkan bahwa fokus koordinasi saat ini diarahkan agar fiskal dan moneter seirama, saling mendukung, dan saling memperkuat sesuai kewenangannya masing-masing. Bagi investor, pernyataan Perry datang di momen yang krusial. Rupiah sudah melemah lebih dari 7,71% sejak awal 2026, IHSG terjun ke level 5.839 pada perdagangan kemarin, dan investor asing terus melakukan aksi jual. Pasar kini menunggu satu hal yang belum muncul dari serangkaian pertemuan tingkat tinggi ini: kebijakan konkret yang bisa membalikkan tren pelemahan yang sudah berlangsung berminggu-minggu.  \"Sumber: TWS News\" #kontencom #kontencomxtws   #CapCut #tiktok", "post_id": "7648479921802693895"}}, {"key": "willbitsecond", "attributes": {"label": "willbitsecond", "x": 296.09650149285847, "y": 939.4182964614259, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 3.646, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "7648650861387779335", "id": "willbitsecond", "source": "tiktok-000001", "content": "Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo akhirnya angkat bicara soal tekanan rupiah yang masih bertahan di zona Rp18.020 per dolar AS. Dalam keterangan pers usai pertemuan darurat bersama DPR dan Menkeu Purbaya di Gedung DPR/MPR pada Sabtu 6 Juni 2026, Perry menegaskan koordinasi antara kebijakan fiskal dan moneter sudah berjalan sangat erat untuk menjaga stabilitas ekonomi dan nilai tukar, melansir Bloomberg Technoz. “Kami tegaskan koordinasi fiskal dan moneter selama ini sangat-sangat erat bagaimana menjaga stabilitas ekonomi dan mendorong pertumbuhan ekonomi,” kata Perry. Ia menambahkan bahwa fokus koordinasi saat ini diarahkan agar fiskal dan moneter seirama, saling mendukung, dan saling memperkuat sesuai kewenangannya masing-masing. Bagi investor, pernyataan Perry datang di momen yang krusial. Rupiah sudah melemah lebih dari 7,71% sejak awal 2026, IHSG terjun ke level 5.839 pada perdagangan kemarin, dan investor asing terus melakukan aksi jual. Pasar kini menunggu satu hal yang belum muncul dari serangkaian pertemuan tingkat tinggi ini: kebijakan konkret yang bisa membalikkan tren pelemahan yang sudah berlangsung berminggu-minggu.  Sumber: TWS News Ig :  #kontencom #kontencomxtws", "post_id": "7648650861387779335"}}, {"key": "clipperclip33", "attributes": {"label": "clipperclip33", "x": 677.5997406409003, "y": 430.15825740333116, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 3.646, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "7648591720527039761", "id": "clipperclip33", "source": "tiktok-000001", "content": "Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo akhirnya angkat bicara!!!  soal tekanan rupiah yang masih bertahan di zona Rp18.020 per dolar AS. Dalam keterangan pers usai pertemuan darurat bersama DPR dan Menkeu Purbaya di Gedung DPR/MPR pada Sabtu 6 Juni 2026, Perry menegaskan koordinasi antara kebijakan fiskal dan moneter sudah berjalan sangat erat untuk menjaga stabilitas ekonomi dan nilai tukar, melansir Bloomberg Technoz. “Kami tegaskan koordinasi fiskal dan moneter selama ini sangat-sangat erat bagaimana menjaga stabilitas ekonomi dan mendorong pertumbuhan ekonomi,” kata Perry. Ia menambahkan bahwa fokus koordinasi saat ini diarahkan agar fiskal dan moneter seirama, saling mendukung, dan saling memperkuat sesuai kewenangannya masing-masing. Bagi investor, pernyataan Perry datang di momen yang krusial. Rupiah sudah melemah lebih dari 7,71% sejak awal 2026, IHSG terjun ke level 5.839 pada perdagangan kemarin, dan investor asing terus melakukan aksi jual. Pasar kini menunggu satu hal yang belum muncul dari serangkaian pertemuan tingkat tinggi ini: kebijakan konkret yang bisa membalikkan tren pelemahan yang sudah berlangsung berminggu-minggu. sumber: TWS News  #kontencom #kontencomxtws#clipper #clips #viral #fyp", "post_id": "7648591720527039761"}}, {"key": "jutthclip", "attributes": {"label": "jutthclip", "x": 387.36267347579445, "y": 754.0885962272189, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 3.646, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "7648488066482523413", "id": "jutthclip", "source": "tiktok-000001", "content": "Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo akhirnya angkat bicara soal tekanan rupiah yang masih bertahan di zona Rp18.020 per dolar AS. Dalam keterangan pers usai pertemuan darurat bersama DPR dan Menkeu Purbaya di Gedung DPR/MPR pada Sabtu 6 Juni 2026, Perry menegaskan koordinasi antara kebijakan fiskal dan moneter sudah berjalan sangat erat untuk menjaga stabilitas ekonomi dan nilai tukar, melansir Bloomberg Technoz. \"Kami tegaskan koordinasi fiskal dan moneter selama ini sangat-sangat erat bagaimana menjaga stabilitas ekonomi dan mendorong pertumbuhan ekonomi,\" kata Perry. la menambahkan bahwa fokus koordinasi saat ini diarahkan agar fiskal dan moneter seirama, saling mendukung, dan saling memperkuat sesuai kewenangannya masing-masing. Bagi investor, pernyataan Perry datang di momen yang krusial. Rupiah sudah melemah lebih dari 7,71% sejak awal 2026, IHSG terjun ke level 5.839 pada perdagangan kemarin, dan investor asing terus melakukan aksi jual. Pasar kini menunggu satu hal yang belum muncul dari serangkaian pertemuan tingkat tinggi ini: kebijakan konkret yang bisa membalikkan tren pelemahan yang sudah berlangsung berminggu-minggu. Sumber : TWS News  #kontencom#kontencomxtws#creatorsearchinsights", "post_id": "7648488066482523413"}}, {"key": "Kontencom_", "attributes": {"label": "Kontencom_", "x": 615.5754907736407, "y": 245.47247522902717, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 6.7452, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7648488066482523413", "id": "Kontencom_", "source": "tiktok-000001", "content": "Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo akhirnya angkat bicara soal tekanan rupiah yang masih bertahan di zona Rp18.020 per dolar AS. Dalam keterangan pers usai pertemuan darurat bersama DPR dan Menkeu Purbaya di Gedung DPR/MPR pada Sabtu 6 Juni 2026, Perry menegaskan koordinasi antara kebijakan fiskal dan moneter sudah berjalan sangat erat untuk menjaga stabilitas ekonomi dan nilai tukar, melansir Bloomberg Technoz. \"Kami tegaskan koordinasi fiskal dan moneter selama ini sangat-sangat erat bagaimana menjaga stabilitas ekonomi dan mendorong pertumbuhan ekonomi,\" kata Perry. la menambahkan bahwa fokus koordinasi saat ini diarahkan agar fiskal dan moneter seirama, saling mendukung, dan saling memperkuat sesuai kewenangannya masing-masing. Bagi investor, pernyataan Perry datang di momen yang krusial. Rupiah sudah melemah lebih dari 7,71% sejak awal 2026, IHSG terjun ke level 5.839 pada perdagangan kemarin, dan investor asing terus melakukan aksi jual. Pasar kini menunggu satu hal yang belum muncul dari serangkaian pertemuan tingkat tinggi ini: kebijakan konkret yang bisa membalikkan tren pelemahan yang sudah berlangsung berminggu-minggu. Sumber : TWS News  #kontencom#kontencomxtws#creatorsearchinsights", "post_id": "7648488066482523413"}}, {"key": "cliptws_suli", "attributes": {"label": "cliptws_suli", "x": 741.8957477413787, "y": 795.5576597220752, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 3.646, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "7648323655369313543", "id": "cliptws_suli", "source": "tiktok-000001", "content": "Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo akhirnya angkat bicara soal tekanan rupiah yang masih bertahan di zona Rp18.020 per dolar AS. Dalam keterangan pers usai pertemuan darurat bersama DPR dan Menkeu Purbaya di Gedung DPR/MPR pada Sabtu 6 Juni 2026, Perry menegaskan koordinasi antara kebijakan fiskal dan moneter sudah berjalan sangat erat untuk menjaga stabilitas ekonomi dan nilai tukar, melansir Bloomberg Technoz. \"Kami tegaskan koordinasi fiskal dan moneter selama ini sangat-sangat erat bagaimana menjaga stabilitas ekonomi dan mendorong pertumbuhan ekonomi,\" kata Perry. la menambahkan bahwa fokus koordinasi saat ini diarahkan agar fiskal dan moneter seirama, saling mendukung, dan saling memperkuat sesuai kewenangannya masing-masing. Bagi investor, pernyataan Perry datang di momen yang krusial. Rupiah sudah melemah lebih dari 7,71% sejak awal 2026, IHSG terjun ke level 5.839 pada perdagangan kemarin, dan investor asing terus melakukan aksi jual. Pasar kini menunggu satu hal yang belum muncul dari serangkaian pertemuan tingkat tinggi ini: kebijakan konkret yang bisa membalikkan tren pelemahan yang sudah berlangsung berminggu-minggu. Sumber: TWS News   #kontencom #kontencomxtws", "post_id": "7648323655369313543"}}, {"key": "pedomanrakyat.com", "attributes": {"label": "pedomanrakyat.com", "x": 345.426130249392, "y": 270.6110606155364, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 3.646, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "7553936372118146312", "id": "pedomanrakyat.com", "source": "tiktok-000001", "content": "Makassar – PT Bank Pembangunan Daerah Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat (Bank Sulselbar) menegaskan komitmennya menjaga kepercayaan investor dengan memastikan pelunasan Obligasi Berkelanjutan II Tahap II Tahun 2020 Seri B senilai Rp392,01 miliar yang akan jatuh tempo pada 18 November 2025. Pelunasan kewajiban tersebut akan sepenuhnya menggunakan dana internal. Hingga akhir Agustus 2025, Bank Sulselbar mencatat cadangan sekunder sebesar Rp5,6 triliun di Bank Indonesia, mencerminkan likuiditas yang solid serta pengelolaan keuangan yang prudent dan berkesinambungan. Obligasi ini telah memperoleh peringkat idA+ (Single A Plus) dari PT Pemeringkat Efek Indonesia (PEFINDO), yang mencerminkan keyakinan lembaga pemeringkat terhadap kemampuan Bank Sulselbar memenuhi kewajiban finansial secara penuh dan tepat waktu. “Pelunasan obligasi ini tidak hanya menjadi bukti kesehatan fundamental Bank Sulselbar, tetapi juga bentuk nyata dari komitmen kami untuk terus menjaga kepercayaan investor, pemegang saham, dan seluruh pemangku kepentingan,” ujar Hartani Djurne, Corporate Secretary Bank Sulselbar. Dengan langkah positif ini, Bank Sulselbar semakin memperkuat posisinya sebagai salah satu bank pembangunan daerah terbesar dan terpercaya di Indonesia Timur, sekaligus berperan aktif dalam mendukung pertumbuhan ekonomi di Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat. Selengkapnya di  www.pedomanrakyat.com  ~~~  Jangan lupa klik ❤ atau ketuk 2x pada gambar jika info ini bermanfaat... Terima Kasih... Dapatkan informasi/peristiwa disekitar dengan cara follow   #pedomanrakyatdotcom #fypviral #beritaviral #viraltiktok #infoupdate", "post_id": "7553936372118146312"}}, {"key": "pedomanrakyatdotcom", "attributes": {"label": "pedomanrakyatdotcom", "x": 391.8474754474356, "y": 460.73770510397947, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 6.7452, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7553936372118146312", "id": "pedomanrakyatdotcom", "source": "tiktok-000001", "content": "Makassar – PT Bank Pembangunan Daerah Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat (Bank Sulselbar) menegaskan komitmennya menjaga kepercayaan investor dengan memastikan pelunasan Obligasi Berkelanjutan II Tahap II Tahun 2020 Seri B senilai Rp392,01 miliar yang akan jatuh tempo pada 18 November 2025. Pelunasan kewajiban tersebut akan sepenuhnya menggunakan dana internal. Hingga akhir Agustus 2025, Bank Sulselbar mencatat cadangan sekunder sebesar Rp5,6 triliun di Bank Indonesia, mencerminkan likuiditas yang solid serta pengelolaan keuangan yang prudent dan berkesinambungan. Obligasi ini telah memperoleh peringkat idA+ (Single A Plus) dari PT Pemeringkat Efek Indonesia (PEFINDO), yang mencerminkan keyakinan lembaga pemeringkat terhadap kemampuan Bank Sulselbar memenuhi kewajiban finansial secara penuh dan tepat waktu. “Pelunasan obligasi ini tidak hanya menjadi bukti kesehatan fundamental Bank Sulselbar, tetapi juga bentuk nyata dari komitmen kami untuk terus menjaga kepercayaan investor, pemegang saham, dan seluruh pemangku kepentingan,” ujar Hartani Djurne, Corporate Secretary Bank Sulselbar. Dengan langkah positif ini, Bank Sulselbar semakin memperkuat posisinya sebagai salah satu bank pembangunan daerah terbesar dan terpercaya di Indonesia Timur, sekaligus berperan aktif dalam mendukung pertumbuhan ekonomi di Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat. Selengkapnya di  www.pedomanrakyat.com  ~~~  Jangan lupa klik ❤ atau ketuk 2x pada gambar jika info ini bermanfaat... Terima Kasih... Dapatkan informasi/peristiwa disekitar dengan cara follow   #pedomanrakyatdotcom #fypviral #beritaviral #viraltiktok #infoupdate", "post_id": "7553936372118146312"}}, {"key": "leoo4456", "attributes": {"label": "leoo4456", "x": 771.7287214436897, "y": 31.913623735128294, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 3.646, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "7645197682440490260", "id": "leoo4456", "source": "tiktok-000001", "content": "NILAI TUKAR RUPIAH GEJOLAK ATAU STABIL? MENAKAR REALITAS DI BALIK ANGKA RP 17.800 💸📉] ​Dunia media sosial kembali dihebohkan dengan perbincangan hangat mengenai masa depan mata uang Garuda. Sebuah potongan video memperlihatkan momen Presiden terpilih Prabowo Subianto di tengah pusaran diskusi mengenai arah ekonomi nasional, disusul dengan sorotan tajam terhadap pengamat ekonomi kawakan, Purbaya Yudhi Sadewa. ​Narasi yang beredar di publik memicu tanda tanya besar: Apakah Rupiah benar-benar sedang bergerak menguat secara tak masuk akal, atau justru bayang-bayang pelemahan hingga menyentuh angka Rp 17.800 per Dolar AS yang sedang mengintai? ​Bagi para pelaku pasar dan masyarakat awam, angka belasan ribu per dolar bukan sekadar angka di papan bursa. Ia adalah penentu harga minyak goreng, tarif impor bahan baku, hingga beban utang luar negeri yang harus ditanggung negara. Ketika ada spekulasi yang menyebut angka Rp 17.800 sebagai hal yang \"tidak masuk akal\", publik pun terbelah. Ada yang optimis bahwa fundamental ekonomi Indonesia tetap kokoh di bawah transisi kepemimpinan baru, namun tidak sedikit pula yang cemas akan potensi shock ekonomi. ​🔍 Menakar Dua Sisi Mata Uang ​Fluktuasi nilai tukar mata uang tidak pernah terjadi di dalam ruang hampa. Jika kita membedah kondisi riil hari ini, pergerakan Rupiah selalu dipengaruhi oleh dua kekuatan besar: ​Faktor Internal (Fundamental Ekonomi): Bagaimana pertumbuhan ekonomi domestik, tingkat inflasi yang terjaga, serta kebijakan moneter dari Bank Indonesia dalam melakukan intervensi pasar. ​Faktor Eksternal (Global Sentiment): Kebijakan suku bunga Bank Sentral AS (The Fed) yang fluktuatif, ketegangan geopolitik dunia, hingga dinamika harga komoditas global yang sering kali berada di luar kendali kita. ​Purbaya Yudhi Sadewa, dengan rekam jejaknya yang panjang di dunia ekonomi, kerap mengingatkan pentingnya menjaga stabilitas agar daya beli masyarakat tidak tergerus. Di sisi lain, optimisme pemerintahan baru dalam menggenjot pertumbuhan ekonomi menjadi sinyal positif yang diharapkan mampu menjadi benteng pertahanan bagi mata uang kita. ​💬 Waktunya Berdiskusi! ​Menjaga Rupiah tetap tangguh adalah kerja keras kolektif. Menghadapi ketidakpastian global, kita dituntut untuk jeli memilah informasi dan tidak terjebak dalam kepanikan finansial (panic buying atau panic selling). ​Menurut pandangan objektifmu, apa yang sebenarnya paling mendominasi pergerakan nilai tukar Rupiah saat ini? Apakah karena faktor kekuatan fundamental dalam negeri kita yang kuat, atau justru murni karena tekanan faktor eksternal global yang tak menentu? ​Tulis analisis dan pendapat cerdasmu di kolom komentar di bawah! 👇👇 Sumber:Tws News #kontencom #kontencomxtws  #prabowo  #purbaya", "post_id": "7645197682440490260"}}, {"key": "media.clips02", "attributes": {"label": "media.clips02", "x": 543.1719351745737, "y": 456.3106964924564, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 3.646, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "7644065867751312647", "id": "media.clips02", "source": "tiktok-000001", "content": "‎Setelah Bank Indonesia bikin kejutan dengan naikkan suku bunga 50 basis poin ke 5,25%, Gubernur BI Perry Warjiyo langsung beberkan 5 jurus strategis untuk pastikan ekonomi Indonesia tetap tumbuh. Perry menegaskan walaupun Bl fokus pada stabilitas rupiah, bukan berarti pertumbuhan ekonomi diabaikan. Kombinasi ini disebut bauran kebijakan moneter dan makroprudensial yang akomodatif. ‎ ‎Jurus pertama, BI banjirin likuiditas ke bank dengan beli Surat Berharga Negara (SBN) di pasar sekunder. Sampai 19 Mei 2026, BI sudah gelontorkan Rp140,57 triliun untuk beli SBN. Kedua, Bl guyur Rp424,7 triliun lewat insentif likuiditas makroprudensial (KLM) ke bank-bank rajin yang mau salurin kredit ke sektor produktif. Ketiga, BI tegas larang bank naikkan bunga kredit walaupun BI Rate naik, supaya KPR dan kredit motor masyarakat tetap terjangkau. Keempat, jaga duit beredar (M0) tumbuh di 14,1% YoY supaya likuiditas tetap melimpah. Kelima, BI permudah sistem pembayaran digital seperti QRIS dan transfer untuk dukung aktivitas bisnis. ‎ ‎Buat masyarakat Indonesia, kombinasi BI naikkan bunga tapi tetap jaga ekonomi tumbuh ini sebenarnya kabar yang seimbang. Sisi positifnya, walaupun BI Rate naik ke 5,25%, bunga KPR dan kredit motor seharusnya tetap stabil karena bank dilarang naikkan bunga pinjaman. Bunga deposito tetap menarik (untung penabung), tapi cicilan KPR floating tidak ikut melonjak (bagus buat yang punya utang rumah). Buat investor saham, bank Himbara seperti BBRI, BMRI, BBNI, BBTN dapat alokasi KLM terbesar Rp214,2 triliun dan patut dipantau. Sektor strategis yang dapat penyaluran kredit lebih murah seperti UMKM, perumahan, dan otomotif berpotensi dapat angin segar. Tapi sukses-tidaknya kebijakan ini sangat tergantung apakah bank-bank benar-benar salurkan KLM ke sektor produktif, bukan cuma tahan likuiditas. ‎ Sumber: TWS News   #kontencom #kontenckmxtws", "post_id": "7644065867751312647"}}, {"key": "clipp880", "attributes": {"label": "clipp880", "x": 431.8411098228424, "y": 163.05129512196947, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 3.646, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "7648489711555693844", "id": "clipp880", "source": "tiktok-000001", "content": "RUPIAH LAGI COCOK TANAM MASALAH?! 🤔 Sambil Nunggu Kebijakan Nyata, Bos BI Bilang Udah \"Kompak\" Banget! 📉💸 Ekonomi kita lagi gak baik-baik aja nih, guys! Buat yang belum tahu, Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo akhirnya angkat bicara soal tekanan Rupiah yang masih betah nongkrong di zona Rp18.020 per dolar AS! 😱 Melansir Bloomberg Technoz, dalam konferensi pers usai pertemuan darurat bareng DPR dan Menkeu Purbaya di Gedung DPR/MPR pada Sabtu, 6 Juni 2026, Pak Perry menegaskan kalau koordinasi antara kebijakan fiskal (pemerintah) dan moneter (BI) itu sebenarnya sudah berjalan sangat erat buat menjaga stabilitas ekonomi kita. 🤝✨ \"Kami tegaskan koordinasi fiskal dan moneter selama ini sangat-sangat erat bagaimana menjaga stabilitas ekonomi dan mendorong pertumbuhan ekonomi,\" kata Perry. Fakta di lapangan saat ini emang lagi bikin ketar-ketir: 📉 Rupiah Longsor: Sejak awal tahun 2026, mata uang kebanggaan kita ini sudah melemah lebih dari 7,71%. 🩸 IHSG Berdarah: Pasar saham kita juga kena imbasnya, IHSG terjun bebas ke level 5.839 pada perdagangan kemarin. 🏃‍♂️ Asing Kabur: Investor asing terpantau terus-terusan melakukan aksi jual alias panic selling. Intinya: Pasar Lagi Menunggu \"Hilal\"! Pernyataan dari Pak Perry ini datang di momen yang super krusial buat para investor. Fokus koordinasi sekarang emang diarahkan agar fiskal dan moneter seirama dan saling memperkuat. Tapi jujur aja, para pelaku pasar sekarang lagi nunggu satu hal yang belum kelihatan: kebijakan konkret yang bisa langsung membalikkan tren pelemahan yang sudah berlangsung berminggu-minggu ini! ⏳💼 Melihat Rupiah di angka Rp18.020, menurut kalian koordinasi aja cukup atau butuh tindakan yang lebih sat-set lagi nih? Komen di bawah! 👇💬 Sumber: Tws News  #kontencom #kontencomxtws #rupiah #ekonomi #indonesia", "post_id": "7648489711555693844"}}, {"key": "reyy16_8", "attributes": {"label": "reyy16_8", "x": 376.9804135021004, "y": 744.243243002866, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 3.646, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "7644017205604109575", "id": "reyy16_8", "source": "tiktok-000001", "content": "Setelah Bank Indonesia bikin kejutan dengan naikkan suku bunga 50 basis poin ke 5,25% kemarin, Gubernur BI Perry Warjiyo langsung beberkan 5 jurus strategis untuk pastikan ekonomi Indonesia tetap tumbuh. Perry menegaskan walaupun BI fokus pada stabilitas rupiah, bukan berarti pertumbuhan ekonomi diabaikan. Kombinasi ini disebut bauran kebijakan moneter dan makroprudensial yang akomodatif. Jurus pertama, BI banjirin likuiditas ke bank dengan beli Surat Berharga Negara (SBN) di pasar sekunder. Sampai 19 Mei 2026, BI sudah gelontorkan Rp140,57 triliun untuk beli SBN. Kedua, BI guyur Rp424,7 triliun lewat insentif likuiditas makroprudensial (KLM) ke bank-bank rajin yang mau salurin kredit ke sektor produktif. Ketiga, BI tegas larang bank naikkan bunga kredit walaupun BI Rate naik, supaya KPR dan kredit motor masyarakat tetap terjangkau. Keempat, jaga duit beredar (M0) tumbuh di 14,1% YoY supaya likuiditas tetap melimpah. Kelima, BI permudah sistem pembayaran digital seperti QRIS dan transfer untuk dukung aktivitas bisnis. Buat masyarakat Indonesia, kombinasi BI naikkan bunga tapi tetap jaga ekonomi tumbuh ini sebenarnya kabar yang seimbang. Sisi positifnya, walaupun BI Rate naik ke 5,25%, bunga KPR dan kredit motor seharusnya tetap stabil karena bank dilarang naikkan bunga pinjaman. Bunga deposito tetap menarik (untung penabung), tapi cicilan KPR floating tidak ikut melonjak (bagus buat yang punya utang rumah). Buat investor saham, bank Himbara seperti BBRI, BMRI, BBNI, BBTN dapat alokasi KLM terbesar Rp214,2 triliun dan patut dipantau. Sektor strategis yang dapat penyaluran kredit lebih murah seperti UMKM, perumahan, dan otomotif berpotensi dapat angin segar. Tapi sukses-tidaknya kebijakan ini sangat tergantung apakah bank-bank benar-benar salurkan KLM ke sektor produktif, bukan cuma tahan likuiditas. Sumber: TWS News\" #kontencom #kontencomxtws", "post_id": "7644017205604109575"}}, {"key": "reformasi.co.id", "attributes": {"label": "reformasi.co.id", "x": 810.0552062225654, "y": 484.40781056629237, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 3.646, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "7550565660712078597", "id": "reformasi.co.id", "source": "tiktok-000001", "content": "Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan pemerintah menempatkan dana negara sebesar Rp200 triliun dalam bentuk deposito di lima bank pelat merah tanpa memberikan arahan khusus terkait penyalurannya. Kebijakan ini, menurutnya, dimaksudkan agar para direktur utama bank terdorong mencari peluang investasi yang produktif. “Para direktur bank itu orang-orang pintar. Selama ini mereka malas saja dan cenderung bermain aman, hanya menaruh dana di tempat yang minim risiko tapi tetap menghasilkan keuntungan besar. Dengan adanya dana Rp200 triliun ini, mereka dipaksa berpikir lebih jauh,” ujar Purbaya usai rapat dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) di Kantor DJP, Jakarta Selatan, Selasa (16/9/2025). Ia menambahkan, mekanisme berbasis pasar (market based) akan membuat bank-bank tersebut berlomba mencari proyek yang memberikan imbal hasil tinggi sekaligus aman. Dampaknya, lanjut Purbaya, akan terlihat pada sisi permintaan dan penawaran di pasar keuangan. Dengan likuiditas yang meningkat, suku bunga pinjaman diharapkan menurun, sehingga masyarakat lebih berani mengajukan kredit. “Jika permintaan dan penawaran tumbuh bersamaan tanpa menimbulkan overheating, maka injeksi dana ini akan menggerakkan perekonomian,” kata Purbaya. Menurut dia, skema deposito tersebut pada dasarnya merupakan instrumen kebijakan moneter. Pemerintah tetap memperoleh bunga dari penempatan dana itu, sehingga bank tidak bisa membiarkannya mengendap tanpa dimanfaatkan. “Saya paksa sistem bekerja. Kalau dana ini tidak dipakai, bank tetap harus membayar bunga kepada pemerintah,” tegasnya. Kebijakan ini sesuai dengan Keputusan Menteri Keuangan Nomor 276 Tahun 2025 mengenai penempatan uang negara untuk mendukung program pemerintah dan mendorong pertumbuhan ekonomi. Imbal hasil yang diberikan ditetapkan sebesar 80,476 persen dari suku bunga acuan Bank Indonesia (BI). Dengan BI rate berada di level 5 persen, pemerintah akan memperoleh bunga sekitar 4 persen dari dana deposito tersebut. Lima bank penerima dana pemerintah adalah PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk, PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk, PT Bank Mandiri (Persero) Tbk, PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk, dan PT Bank Syariah Indonesia Tbk. Rinciannya, BRI, BNI, dan Mandiri masing-masing menerima Rp55 triliun, BTN memperoleh Rp25 triliun, sedangkan BSI mendapatkan Rp10 triliun.", "post_id": "7550565660712078597"}}, {"key": "viamedianetwork", "attributes": {"label": "viamedianetwork", "x": 954.2403538148809, "y": 365.4226323813405, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 6.7452, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7550565660712078597", "id": "viamedianetwork", "source": "tiktok-000001", "content": "Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan pemerintah menempatkan dana negara sebesar Rp200 triliun dalam bentuk deposito di lima bank pelat merah tanpa memberikan arahan khusus terkait penyalurannya. Kebijakan ini, menurutnya, dimaksudkan agar para direktur utama bank terdorong mencari peluang investasi yang produktif. “Para direktur bank itu orang-orang pintar. Selama ini mereka malas saja dan cenderung bermain aman, hanya menaruh dana di tempat yang minim risiko tapi tetap menghasilkan keuntungan besar. Dengan adanya dana Rp200 triliun ini, mereka dipaksa berpikir lebih jauh,” ujar Purbaya usai rapat dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) di Kantor DJP, Jakarta Selatan, Selasa (16/9/2025). Ia menambahkan, mekanisme berbasis pasar (market based) akan membuat bank-bank tersebut berlomba mencari proyek yang memberikan imbal hasil tinggi sekaligus aman. Dampaknya, lanjut Purbaya, akan terlihat pada sisi permintaan dan penawaran di pasar keuangan. Dengan likuiditas yang meningkat, suku bunga pinjaman diharapkan menurun, sehingga masyarakat lebih berani mengajukan kredit. “Jika permintaan dan penawaran tumbuh bersamaan tanpa menimbulkan overheating, maka injeksi dana ini akan menggerakkan perekonomian,” kata Purbaya. Menurut dia, skema deposito tersebut pada dasarnya merupakan instrumen kebijakan moneter. Pemerintah tetap memperoleh bunga dari penempatan dana itu, sehingga bank tidak bisa membiarkannya mengendap tanpa dimanfaatkan. “Saya paksa sistem bekerja. Kalau dana ini tidak dipakai, bank tetap harus membayar bunga kepada pemerintah,” tegasnya. Kebijakan ini sesuai dengan Keputusan Menteri Keuangan Nomor 276 Tahun 2025 mengenai penempatan uang negara untuk mendukung program pemerintah dan mendorong pertumbuhan ekonomi. Imbal hasil yang diberikan ditetapkan sebesar 80,476 persen dari suku bunga acuan Bank Indonesia (BI). Dengan BI rate berada di level 5 persen, pemerintah akan memperoleh bunga sekitar 4 persen dari dana deposito tersebut. Lima bank penerima dana pemerintah adalah PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk, PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk, PT Bank Mandiri (Persero) Tbk, PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk, dan PT Bank Syariah Indonesia Tbk. Rinciannya, BRI, BNI, dan Mandiri masing-masing menerima Rp55 triliun, BTN memperoleh Rp25 triliun, sedangkan BSI mendapatkan Rp10 triliun.", "post_id": "7550565660712078597"}}, {"key": "konten.com0", "attributes": {"label": "konten.com0", "x": 261.6865714310288, "y": 608.6804750515172, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 3.646, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "7648227087177764103", "id": "konten.com0", "source": "tiktok-000001", "content": "Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyampaikan pandangan yang optimis, di tengah kondisi nilai tukar rupiah yang mencatatkan rekor terlemah sepanjang sejarah, yaitu di angka Rp18.011 terhadap dolar AS di pasar luar negeri. Berdasarkan laporan Bloomberg Technoz pada Kamis, 4 Juni 2026, Purbaya menilai kebijakan kewajiban menempatkan 100% Devisa Hasil Ekspor Sumber Daya Alam (DHE SDA) di dalam negeri — yang diatur dalam Peraturan Pemerintah Nomor 21 Tahun 2026 dan berlaku efektif mulai 1 Juni 2026 — akan mampu mendorong penguatan nilai tukar rupiah mulai akhir bulan Juni ini. “Menjelang akhir bulan, kita seharusnya sudah mulai melihat pergerakan penguatan nilai tukar rupiah,” ujar Purbaya. Ia juga menegaskan bahwa dasar perekonomian Indonesia masih sangat kokoh, dan nilai rupiah diprediksi akan menguat kembali seiring meredanya berbagai isu negatif yang beredar terkait kebijakan keuangan negara. Namun, ada sejumlah fakta penting yang perlu diperhatikan saat ini: nilai tukar rupiah di pasar luar negeri sudah menyentuh angka Rp18.011 terhadap dolar AS, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) turun tajam sebesar 4,94% pada awal sesi perdagangan, serta lembaga pemeringkat Moody’s memberikan pandangan negatif terhadap kinerja Danantara. Bagi para investor di Indonesia, perkiraan pergerakan dalam 30 hari ke depan ini adalah pandangan yang optimis, namun hasilnya masih perlu dibuktikan di lapangan. Pasalnya, penerapan aturan Devisa Hasil Ekspor (DHE) di masa lalu sering kali ditemukan celah penyimpangan, seperti pencatatan nilai transaksi yang lebih rendah dari aslinya (under-invoicing) atau pengalihan keuntungan antar perusahaan dalam satu kelompok usaha (transfer pricing). Jika pelaksanaannya berjalan lancar tanpa hambatan, pasokan mata uang asing di dalam negeri akan bertambah. Kondisi ini berpotensi memberikan keuntungan bagi tiga bank besar milik negara, yaitu BRI, Mandiri, dan BNI. Sebaliknya, perusahaan-perusahaan yang bergerak di sektor sumber daya alam — seperti Bayan Resources, Adaro Energy, Indo Tambangraya Megah, Aneka Tambang, Antam, dan Merdeka Copper Gold — kemungkinan akan menghadapi tekanan ketersediaan dana dalam jangka pendek. Untuk saat ini, disarankan memantau ketat perkembangan pelaksanaan aturan DHE SDA sepanjang 1 hingga 30 Juni, langkah-langkah Bank Indonesia dalam menjaga kestabilan nilai tukar, serta keputusan kebijakan suku bunga dari bank sentral Amerika Serikat (FOMC) bulan ini. Hal-hal tersebut menjadi acuan utama sebelum mengambil keputusan investasi. Bagaimana tanggapanmu mengenai uang Rupiah Tulis opini cerdasmu di kolom komentar 👇🏻 Sumber:TWS NEWS #kontencomxtws  #kontencom", "post_id": "7648227087177764103"}}, {"key": "future_clips2", "attributes": {"label": "future_clips2", "x": 440.34711697001984, "y": 863.8893492294055, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 3.646, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "7651424241136520469", "id": "future_clips2", "source": "tiktok-000001", "content": "Strategi B. J. Habibie dalam menstabilkan rupiah saat krisis memang salah satunya lewat penguatan peran Bank Indonesia. Pada masa itu, lahir UU Bank Indonesia tahun 1999 yang membuat BI lebih independen dari campur tangan pemerintah, sehingga fokus utamanya menjaga stabilitas nilai rupiah dan inflasi. Selain itu, kebijakan menaikkan suku bunga juga dipakai untuk menarik dana asing dan menahan pelarian modal keluar. Logikanya sederhana: bunga tinggi membuat orang lebih tertarik menyimpan uang di bank atau membeli aset rupiah, sehingga permintaan rupiah naik dan nilainya lebih stabil. Namun efek sampingnya cukup berat—kredit jadi mahal, dunia usaha melambat, dan pertumbuhan ekonomi bisa tertahan. Jadi strategi ini efektif untuk “menjinakkan” rupiah dalam jangka pendek, tapi perlu diimbangi kebijakan ekonomi lain agar tidak menekan sektor riil.#andersonnstevenxgcpk1 #stevenandersoncrypto #cryptoclass #andersonsteven #stevenanderson   A | Cryptopreneur 🚀💰", "post_id": "7651424241136520469"}}, {"key": "Steven", "attributes": {"label": "Steven", "x": 32.01767842132786, "y": 879.1228510009017, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 6.7452, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7651424241136520469", "id": "Steven", "source": "tiktok-000001", "content": "Strategi B. J. Habibie dalam menstabilkan rupiah saat krisis memang salah satunya lewat penguatan peran Bank Indonesia. Pada masa itu, lahir UU Bank Indonesia tahun 1999 yang membuat BI lebih independen dari campur tangan pemerintah, sehingga fokus utamanya menjaga stabilitas nilai rupiah dan inflasi. Selain itu, kebijakan menaikkan suku bunga juga dipakai untuk menarik dana asing dan menahan pelarian modal keluar. Logikanya sederhana: bunga tinggi membuat orang lebih tertarik menyimpan uang di bank atau membeli aset rupiah, sehingga permintaan rupiah naik dan nilainya lebih stabil. Namun efek sampingnya cukup berat—kredit jadi mahal, dunia usaha melambat, dan pertumbuhan ekonomi bisa tertahan. Jadi strategi ini efektif untuk “menjinakkan” rupiah dalam jangka pendek, tapi perlu diimbangi kebijakan ekonomi lain agar tidak menekan sektor riil.#andersonnstevenxgcpk1 #stevenandersoncrypto #cryptoclass #andersonsteven #stevenanderson   A | Cryptopreneur 🚀💰", "post_id": "7651424241136520469"}}, {"key": "blokberita.com", "attributes": {"label": "blokberita.com", "x": 615.556238466353, "y": 275.7676642382819, "size": 3.13, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 3.646, "eigenvector": 0.6841, "in_degree": 0, "out_degree": 3, "degree": 3}, "_id": "7641499948718001416", "id": "blokberita.com", "source": "tiktok-000001", "content": "BLOKBERITA.COM - Capaian kinerja Bank Indonesia (BI) sebesar 109,31 persen pada 2025 dinilai sebagai prestasi yang membanggakan. Namun, Anggota Komisi XI DPR RI Marwan Cik Asan menekankan bahwa keberhasilan tersebut harus diwujudkan dalam bentuk manfaat nyata bagi masyarakat, terutama pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Hal itu disampaikan Marwan saat menghadiri Rapat Kerja Komisi XI DPR RI bersama Gubernur Bank Indonesia di Gedung Nusantara I, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (18/5/2026), yang membahas Laporan Kinerja Bank Indonesia Tahun 2025. Menurutnya, capaian BI tahun ini menjadi yang tertinggi dalam lima tahun terakhir. Meski demikian, keberhasilan lembaga bank sentral tidak cukup hanya diukur dari tingginya angka capaian kinerja, tetapi juga dari sejauh mana kebijakan yang diambil mampu memperkuat sektor riil dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Marwan menegaskan bahwa UMKM memiliki posisi strategis dalam perekonomian Indonesia. Selain menyumbang lebih dari 60 persen terhadap produk domestik bruto (PDB), sektor tersebut juga menyerap lebih dari 90 persen tenaga kerja nasional. “Kinerja yang baik harus punya makna bagi masyarakat. Salah satunya adalah bagaimana UMKM kita benar-benar bisa tumbuh, berkembang, dan naik kelas,” ujarnya. Ia menilai, apabila UMKM berhasil berkembang dan meningkatkan kapasitas usaha, maka dampaknya tidak hanya dirasakan pelaku usaha, tetapi juga sektor ketenagakerjaan nasional. Menurutnya, peningkatan kelas UMKM akan mendorong transformasi tenaga kerja informal menjadi tenaga kerja formal yang lebih produktif. “Kalau UMKM naik kelas, maka tenaga kerja informal akan bertransformasi menjadi tenaga kerja formal. Ini akan menjadi energi baru bagi pertumbuhan ekonomi dan penerimaan negara,” kata politisi Partai Demokrat dari Dapil Lampung II tersebut. Marwan juga menyoroti masih terbatasnya akses pembiayaan bagi pelaku UMKM. Meski sektor ini dikenal tangguh menghadapi berbagai tekanan ekonomi, banyak pelaku usaha kecil yang masih menghadapi suku bunga kredit relatif tinggi dan keterbatasan akses terhadap layanan keuangan formal. Karena itu, ia meminta Bank Indonesia menyiapkan langkah konkret pada 2026 guna memperkuat program inklusi keuangan. Menurutnya, program tersebut harus mampu menjawab kebutuhan riil pelaku UMKM di daerah, bukan sekadar memenuhi target administratif. Ia menambahkan, Undang-Undang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan telah memberikan mandat kepada Bank Indonesia untuk memperluas inklusi keuangan dan memperkuat sektor produktif nasional. Komisi XI DPR RI, lanjut Marwan, akan terus mengawasi arah kebijakan moneter dan sistem keuangan nasional agar mampu memberikan dampak langsung terhadap pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.(bb/**) #marwancikasan #bankindonesia #dorong #umkm #naikkelas", "post_id": "7641499948718001416"}}, {"key": "marwancikasanofficial", "attributes": {"label": "marwancikasanofficial", "x": 46.00905748341477, "y": 413.15094792024297, "size": 3.06, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 5.4539, "eigenvector": 0.3456, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "7641499948718001416", "id": "marwancikasanofficial", "source": "tiktok-000001", "content": "BLOKBERITA.COM - Capaian kinerja Bank Indonesia (BI) sebesar 109,31 persen pada 2025 dinilai sebagai prestasi yang membanggakan. Namun, Anggota Komisi XI DPR RI Marwan Cik Asan menekankan bahwa keberhasilan tersebut harus diwujudkan dalam bentuk manfaat nyata bagi masyarakat, terutama pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Hal itu disampaikan Marwan saat menghadiri Rapat Kerja Komisi XI DPR RI bersama Gubernur Bank Indonesia di Gedung Nusantara I, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (18/5/2026), yang membahas Laporan Kinerja Bank Indonesia Tahun 2025. Menurutnya, capaian BI tahun ini menjadi yang tertinggi dalam lima tahun terakhir. Meski demikian, keberhasilan lembaga bank sentral tidak cukup hanya diukur dari tingginya angka capaian kinerja, tetapi juga dari sejauh mana kebijakan yang diambil mampu memperkuat sektor riil dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Marwan menegaskan bahwa UMKM memiliki posisi strategis dalam perekonomian Indonesia. Selain menyumbang lebih dari 60 persen terhadap produk domestik bruto (PDB), sektor tersebut juga menyerap lebih dari 90 persen tenaga kerja nasional. “Kinerja yang baik harus punya makna bagi masyarakat. Salah satunya adalah bagaimana UMKM kita benar-benar bisa tumbuh, berkembang, dan naik kelas,” ujarnya. Ia menilai, apabila UMKM berhasil berkembang dan meningkatkan kapasitas usaha, maka dampaknya tidak hanya dirasakan pelaku usaha, tetapi juga sektor ketenagakerjaan nasional. Menurutnya, peningkatan kelas UMKM akan mendorong transformasi tenaga kerja informal menjadi tenaga kerja formal yang lebih produktif. “Kalau UMKM naik kelas, maka tenaga kerja informal akan bertransformasi menjadi tenaga kerja formal. Ini akan menjadi energi baru bagi pertumbuhan ekonomi dan penerimaan negara,” kata politisi Partai Demokrat dari Dapil Lampung II tersebut. Marwan juga menyoroti masih terbatasnya akses pembiayaan bagi pelaku UMKM. Meski sektor ini dikenal tangguh menghadapi berbagai tekanan ekonomi, banyak pelaku usaha kecil yang masih menghadapi suku bunga kredit relatif tinggi dan keterbatasan akses terhadap layanan keuangan formal. Karena itu, ia meminta Bank Indonesia menyiapkan langkah konkret pada 2026 guna memperkuat program inklusi keuangan. Menurutnya, program tersebut harus mampu menjawab kebutuhan riil pelaku UMKM di daerah, bukan sekadar memenuhi target administratif. Ia menambahkan, Undang-Undang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan telah memberikan mandat kepada Bank Indonesia untuk memperluas inklusi keuangan dan memperkuat sektor produktif nasional. Komisi XI DPR RI, lanjut Marwan, akan terus mengawasi arah kebijakan moneter dan sistem keuangan nasional agar mampu memberikan dampak langsung terhadap pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.(bb/**) #marwancikasan #bankindonesia #dorong #umkm #naikkelas", "post_id": "7641499948718001416"}}, {"key": "dpr_ri", "attributes": {"label": "dpr_ri", "x": 603.2332182334349, "y": 283.69733125357754, "size": 3.03, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 4.6791, "eigenvector": 0.1705, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7641499948718001416", "id": "dpr_ri", "source": "tiktok-000001", "content": "BLOKBERITA.COM - Capaian kinerja Bank Indonesia (BI) sebesar 109,31 persen pada 2025 dinilai sebagai prestasi yang membanggakan. Namun, Anggota Komisi XI DPR RI Marwan Cik Asan menekankan bahwa keberhasilan tersebut harus diwujudkan dalam bentuk manfaat nyata bagi masyarakat, terutama pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Hal itu disampaikan Marwan saat menghadiri Rapat Kerja Komisi XI DPR RI bersama Gubernur Bank Indonesia di Gedung Nusantara I, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (18/5/2026), yang membahas Laporan Kinerja Bank Indonesia Tahun 2025. Menurutnya, capaian BI tahun ini menjadi yang tertinggi dalam lima tahun terakhir. Meski demikian, keberhasilan lembaga bank sentral tidak cukup hanya diukur dari tingginya angka capaian kinerja, tetapi juga dari sejauh mana kebijakan yang diambil mampu memperkuat sektor riil dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Marwan menegaskan bahwa UMKM memiliki posisi strategis dalam perekonomian Indonesia. Selain menyumbang lebih dari 60 persen terhadap produk domestik bruto (PDB), sektor tersebut juga menyerap lebih dari 90 persen tenaga kerja nasional. “Kinerja yang baik harus punya makna bagi masyarakat. Salah satunya adalah bagaimana UMKM kita benar-benar bisa tumbuh, berkembang, dan naik kelas,” ujarnya. Ia menilai, apabila UMKM berhasil berkembang dan meningkatkan kapasitas usaha, maka dampaknya tidak hanya dirasakan pelaku usaha, tetapi juga sektor ketenagakerjaan nasional. Menurutnya, peningkatan kelas UMKM akan mendorong transformasi tenaga kerja informal menjadi tenaga kerja formal yang lebih produktif. “Kalau UMKM naik kelas, maka tenaga kerja informal akan bertransformasi menjadi tenaga kerja formal. Ini akan menjadi energi baru bagi pertumbuhan ekonomi dan penerimaan negara,” kata politisi Partai Demokrat dari Dapil Lampung II tersebut. Marwan juga menyoroti masih terbatasnya akses pembiayaan bagi pelaku UMKM. Meski sektor ini dikenal tangguh menghadapi berbagai tekanan ekonomi, banyak pelaku usaha kecil yang masih menghadapi suku bunga kredit relatif tinggi dan keterbatasan akses terhadap layanan keuangan formal. Karena itu, ia meminta Bank Indonesia menyiapkan langkah konkret pada 2026 guna memperkuat program inklusi keuangan. Menurutnya, program tersebut harus mampu menjawab kebutuhan riil pelaku UMKM di daerah, bukan sekadar memenuhi target administratif. Ia menambahkan, Undang-Undang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan telah memberikan mandat kepada Bank Indonesia untuk memperluas inklusi keuangan dan memperkuat sektor produktif nasional. Komisi XI DPR RI, lanjut Marwan, akan terus mengawasi arah kebijakan moneter dan sistem keuangan nasional agar mampu memberikan dampak langsung terhadap pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.(bb/**) #marwancikasan #bankindonesia #dorong #umkm #naikkelas", "post_id": "7641499948718001416"}}, {"key": "tapanuli.online", "attributes": {"label": "tapanuli.online", "x": 487.41329668225563, "y": 789.4369972181115, "size": 3.13, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 3.646, "eigenvector": 0.7028, "in_degree": 0, "out_degree": 4, "degree": 4}, "_id": "7641499307668999442", "id": "tapanuli.online", "source": "tiktok-000001", "content": "Tapanuli.online - Capaian kinerja Bank Indonesia (BI) sebesar 109,31 persen pada 2025 dinilai sebagai prestasi yang membanggakan. Namun, Anggota Komisi XI DPR RI Marwan Cik Asan menekankan bahwa keberhasilan tersebut harus diwujudkan dalam bentuk manfaat nyata bagi masyarakat, terutama pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Hal itu disampaikan Marwan saat menghadiri Rapat Kerja Komisi XI DPR RI bersama Gubernur Bank Indonesia di Gedung Nusantara I, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (18/5/2026), yang membahas Laporan Kinerja Bank Indonesia Tahun 2025. Menurutnya, capaian BI tahun ini menjadi yang tertinggi dalam lima tahun terakhir. Meski demikian, keberhasilan lembaga bank sentral tidak cukup hanya diukur dari tingginya angka capaian kinerja, tetapi juga dari sejauh mana kebijakan yang diambil mampu memperkuat sektor riil dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Marwan menegaskan bahwa UMKM memiliki posisi strategis dalam perekonomian Indonesia. Selain menyumbang lebih dari 60 persen terhadap produk domestik bruto (PDB), sektor tersebut juga menyerap lebih dari 90 persen tenaga kerja nasional. “Kinerja yang baik harus punya makna bagi masyarakat. Salah satunya adalah bagaimana UMKM kita benar-benar bisa tumbuh, berkembang, dan naik kelas,” ujarnya. Ia menilai, apabila UMKM berhasil berkembang dan meningkatkan kapasitas usaha, maka dampaknya tidak hanya dirasakan pelaku usaha, tetapi juga sektor ketenagakerjaan nasional. Menurutnya, peningkatan kelas UMKM akan mendorong transformasi tenaga kerja informal menjadi tenaga kerja formal yang lebih produktif. “Kalau UMKM naik kelas, maka tenaga kerja informal akan bertransformasi menjadi tenaga kerja formal. Ini akan menjadi energi baru bagi pertumbuhan ekonomi dan penerimaan negara,” kata politisi Partai Demokrat dari Dapil Lampung II tersebut. Marwan juga menyoroti masih terbatasnya akses pembiayaan bagi pelaku UMKM. Meski sektor ini dikenal tangguh menghadapi berbagai tekanan ekonomi, banyak pelaku usaha kecil yang masih menghadapi suku bunga kredit relatif tinggi dan keterbatasan akses terhadap layanan keuangan formal. Karena itu, ia meminta Bank Indonesia menyiapkan langkah konkret pada 2026 guna memperkuat program inklusi keuangan. Menurutnya, program tersebut harus mampu menjawab kebutuhan riil pelaku UMKM di daerah, bukan sekadar memenuhi target administratif. Ia menambahkan, Undang-Undang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan telah memberikan mandat kepada Bank Indonesia untuk memperluas inklusi keuangan dan memperkuat sektor produktif nasional. Komisi XI DPR RI, lanjut Marwan, akan terus mengawasi arah kebijakan moneter dan sistem keuangan nasional agar mampu memberikan dampak langsung terhadap pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.(bb/**) #marwancikasan #bankindonesia #dorong #umkm #naikkelas", "post_id": "7641499307668999442"}}, {"key": "bank_indonesia_sulut", "attributes": {"label": "bank_indonesia_sulut", "x": 22.013338699359064, "y": 306.4480261681274, "size": 3.03, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 4.4208, "eigenvector": 0.1752, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7641499307668999442", "id": "bank_indonesia_sulut", "source": "tiktok-000001", "content": "Tapanuli.online - Capaian kinerja Bank Indonesia (BI) sebesar 109,31 persen pada 2025 dinilai sebagai prestasi yang membanggakan. Namun, Anggota Komisi XI DPR RI Marwan Cik Asan menekankan bahwa keberhasilan tersebut harus diwujudkan dalam bentuk manfaat nyata bagi masyarakat, terutama pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Hal itu disampaikan Marwan saat menghadiri Rapat Kerja Komisi XI DPR RI bersama Gubernur Bank Indonesia di Gedung Nusantara I, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (18/5/2026), yang membahas Laporan Kinerja Bank Indonesia Tahun 2025. Menurutnya, capaian BI tahun ini menjadi yang tertinggi dalam lima tahun terakhir. Meski demikian, keberhasilan lembaga bank sentral tidak cukup hanya diukur dari tingginya angka capaian kinerja, tetapi juga dari sejauh mana kebijakan yang diambil mampu memperkuat sektor riil dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Marwan menegaskan bahwa UMKM memiliki posisi strategis dalam perekonomian Indonesia. Selain menyumbang lebih dari 60 persen terhadap produk domestik bruto (PDB), sektor tersebut juga menyerap lebih dari 90 persen tenaga kerja nasional. “Kinerja yang baik harus punya makna bagi masyarakat. Salah satunya adalah bagaimana UMKM kita benar-benar bisa tumbuh, berkembang, dan naik kelas,” ujarnya. Ia menilai, apabila UMKM berhasil berkembang dan meningkatkan kapasitas usaha, maka dampaknya tidak hanya dirasakan pelaku usaha, tetapi juga sektor ketenagakerjaan nasional. Menurutnya, peningkatan kelas UMKM akan mendorong transformasi tenaga kerja informal menjadi tenaga kerja formal yang lebih produktif. “Kalau UMKM naik kelas, maka tenaga kerja informal akan bertransformasi menjadi tenaga kerja formal. Ini akan menjadi energi baru bagi pertumbuhan ekonomi dan penerimaan negara,” kata politisi Partai Demokrat dari Dapil Lampung II tersebut. Marwan juga menyoroti masih terbatasnya akses pembiayaan bagi pelaku UMKM. Meski sektor ini dikenal tangguh menghadapi berbagai tekanan ekonomi, banyak pelaku usaha kecil yang masih menghadapi suku bunga kredit relatif tinggi dan keterbatasan akses terhadap layanan keuangan formal. Karena itu, ia meminta Bank Indonesia menyiapkan langkah konkret pada 2026 guna memperkuat program inklusi keuangan. Menurutnya, program tersebut harus mampu menjawab kebutuhan riil pelaku UMKM di daerah, bukan sekadar memenuhi target administratif. Ia menambahkan, Undang-Undang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan telah memberikan mandat kepada Bank Indonesia untuk memperluas inklusi keuangan dan memperkuat sektor produktif nasional. Komisi XI DPR RI, lanjut Marwan, akan terus mengawasi arah kebijakan moneter dan sistem keuangan nasional agar mampu memberikan dampak langsung terhadap pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.(bb/**) #marwancikasan #bankindonesia #dorong #umkm #naikkelas", "post_id": "7641499307668999442"}}, {"key": "bank_indonesia_sumut_", "attributes": {"label": "bank_indonesia_sumut_", "x": 477.49476501337506, "y": 473.4287879169307, "size": 3.03, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 4.4208, "eigenvector": 0.1752, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7641499307668999442", "id": "bank_indonesia_sumut_", "source": "tiktok-000001", "content": "Tapanuli.online - Capaian kinerja Bank Indonesia (BI) sebesar 109,31 persen pada 2025 dinilai sebagai prestasi yang membanggakan. Namun, Anggota Komisi XI DPR RI Marwan Cik Asan menekankan bahwa keberhasilan tersebut harus diwujudkan dalam bentuk manfaat nyata bagi masyarakat, terutama pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Hal itu disampaikan Marwan saat menghadiri Rapat Kerja Komisi XI DPR RI bersama Gubernur Bank Indonesia di Gedung Nusantara I, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (18/5/2026), yang membahas Laporan Kinerja Bank Indonesia Tahun 2025. Menurutnya, capaian BI tahun ini menjadi yang tertinggi dalam lima tahun terakhir. Meski demikian, keberhasilan lembaga bank sentral tidak cukup hanya diukur dari tingginya angka capaian kinerja, tetapi juga dari sejauh mana kebijakan yang diambil mampu memperkuat sektor riil dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Marwan menegaskan bahwa UMKM memiliki posisi strategis dalam perekonomian Indonesia. Selain menyumbang lebih dari 60 persen terhadap produk domestik bruto (PDB), sektor tersebut juga menyerap lebih dari 90 persen tenaga kerja nasional. “Kinerja yang baik harus punya makna bagi masyarakat. Salah satunya adalah bagaimana UMKM kita benar-benar bisa tumbuh, berkembang, dan naik kelas,” ujarnya. Ia menilai, apabila UMKM berhasil berkembang dan meningkatkan kapasitas usaha, maka dampaknya tidak hanya dirasakan pelaku usaha, tetapi juga sektor ketenagakerjaan nasional. Menurutnya, peningkatan kelas UMKM akan mendorong transformasi tenaga kerja informal menjadi tenaga kerja formal yang lebih produktif. “Kalau UMKM naik kelas, maka tenaga kerja informal akan bertransformasi menjadi tenaga kerja formal. Ini akan menjadi energi baru bagi pertumbuhan ekonomi dan penerimaan negara,” kata politisi Partai Demokrat dari Dapil Lampung II tersebut. Marwan juga menyoroti masih terbatasnya akses pembiayaan bagi pelaku UMKM. Meski sektor ini dikenal tangguh menghadapi berbagai tekanan ekonomi, banyak pelaku usaha kecil yang masih menghadapi suku bunga kredit relatif tinggi dan keterbatasan akses terhadap layanan keuangan formal. Karena itu, ia meminta Bank Indonesia menyiapkan langkah konkret pada 2026 guna memperkuat program inklusi keuangan. Menurutnya, program tersebut harus mampu menjawab kebutuhan riil pelaku UMKM di daerah, bukan sekadar memenuhi target administratif. Ia menambahkan, Undang-Undang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan telah memberikan mandat kepada Bank Indonesia untuk memperluas inklusi keuangan dan memperkuat sektor produktif nasional. Komisi XI DPR RI, lanjut Marwan, akan terus mengawasi arah kebijakan moneter dan sistem keuangan nasional agar mampu memberikan dampak langsung terhadap pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.(bb/**) #marwancikasan #bankindonesia #dorong #umkm #naikkelas", "post_id": "7641499307668999442"}}, {"key": "jelajahnews.id", "attributes": {"label": "jelajahnews.id", "x": 794.0405138069061, "y": 479.1417563791908, "size": 3.12, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 3.646, "eigenvector": 0.6648, "in_degree": 0, "out_degree": 3, "degree": 3}, "_id": "7641505604950838536", "id": "jelajahnews.id", "source": "tiktok-000001", "content": "JELAJAHNEWS.ID - Anggota Komisi XI DPR RI Harris Turino menilai pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) tidak hanya dipengaruhi dinamika ekonomi global, tetapi juga mencerminkan masih adanya tantangan struktural di dalam negeri. Karena itu, penguatan fundamental ekonomi nasional dan peningkatan kepercayaan investor dinilai menjadi langkah penting untuk menjaga stabilitas rupiah. Pernyataan tersebut disampaikan Harris dalam Rapat Kerja Komisi XI DPR RI bersama Gubernur Bank Indonesia (BI) terkait Laporan Kinerja Bank Indonesia Tahun 2025 di Gedung Nusantara I, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (18/5/2026). Menurut Harris, Bank Indonesia telah melakukan berbagai langkah stabilisasi untuk menjaga nilai tukar rupiah, mulai dari intervensi di pasar valuta asing (valas) hingga pengelolaan instrumen moneter.  Namun, tekanan terhadap rupiah yang masih berlangsung menunjukkan bahwa persoalan yang dihadapi tidak sepenuhnya berasal dari faktor eksternal. “Kalau tekanan terhadap rupiah masih cukup kuat, artinya kita juga perlu melihat faktor-faktor domestik yang memengaruhi persepsi pasar dan kepercayaan investor,” ujar Harris. Legislator Fraksi PDI Perjuangan itu menilai sejumlah indikator ekonomi domestik memiliki pengaruh besar terhadap ketahanan nilai tukar rupiah.  Beberapa di antaranya meliputi kondisi fiskal negara, defisit transaksi berjalan, iklim investasi, serta kepastian arah kebijakan ekonomi nasional. Menurutnya, stabilitas rupiah tidak dapat dijaga hanya melalui kebijakan moneter Bank Indonesia semata, tetapi membutuhkan koordinasi yang erat antara pemerintah, otoritas keuangan, dan seluruh pemangku kepentingan. “Bank Indonesia tidak bisa bekerja sendiri. Stabilitas nilai tukar juga sangat dipengaruhi oleh kondisi ekonomi domestik dan tingkat kepercayaan terhadap kebijakan pemerintah,” kata politikus asal Daerah Pemilihan (Dapil) Jawa Tengah IX tersebut. Harris menegaskan bahwa kepercayaan investor menjadi elemen penting dalam menjaga stabilitas pasar keuangan nasional.  Semakin tinggi keyakinan pelaku usaha dan investor terhadap prospek ekonomi Indonesia, semakin kuat pula ketahanan rupiah menghadapi gejolak ekonomi global. Selain itu, ia menyoroti pentingnya komunikasi kebijakan yang konsisten dan kredibel agar pelaku pasar memperoleh kepastian dalam mengambil keputusan investasi.  Menurutnya, sinergi antara kebijakan fiskal dan moneter akan menjadi faktor penentu dalam menghadapi tekanan ekonomi global yang semakin dinamis. Komisi XI DPR RI, lanjut Harris, akan terus mengawasi berbagai langkah stabilisasi yang dilakukan Bank Indonesia agar kebijakan yang diterapkan tidak hanya mampu menjaga stabilitas nilai tukar, tetapi juga tetap mendukung pertumbuhan ekonomi nasional. Ia berharap penguatan fundamental ekonomi nasional dapat terus dilakukan secara berkelanjutan sehingga Indonesia memiliki daya tahan ekonomi yang lebih kuat di tengah ketidakpastian global. Dengan terjaganya stabilitas ekonomi domestik dan meningkatnya kepercayaan investor, nilai tukar rupiah diharapkan mampu bertahan lebih baik terhadap tekanan eksternal pada masa mendatang.(**)  #harristurino #stabilitasrupiah #bergantung #investor #kondisidomestik   RI", "post_id": "7641505604950838536"}}, {"key": "harristurino", "attributes": {"label": "harristurino", "x": 453.6418179882575, "y": 61.116209559812674, "size": 3.03, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 4.6791, "eigenvector": 0.1657, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7641505604950838536", "id": "harristurino", "source": "tiktok-000001", "content": "JELAJAHNEWS.ID - Anggota Komisi XI DPR RI Harris Turino menilai pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) tidak hanya dipengaruhi dinamika ekonomi global, tetapi juga mencerminkan masih adanya tantangan struktural di dalam negeri. Karena itu, penguatan fundamental ekonomi nasional dan peningkatan kepercayaan investor dinilai menjadi langkah penting untuk menjaga stabilitas rupiah. Pernyataan tersebut disampaikan Harris dalam Rapat Kerja Komisi XI DPR RI bersama Gubernur Bank Indonesia (BI) terkait Laporan Kinerja Bank Indonesia Tahun 2025 di Gedung Nusantara I, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (18/5/2026). Menurut Harris, Bank Indonesia telah melakukan berbagai langkah stabilisasi untuk menjaga nilai tukar rupiah, mulai dari intervensi di pasar valuta asing (valas) hingga pengelolaan instrumen moneter.  Namun, tekanan terhadap rupiah yang masih berlangsung menunjukkan bahwa persoalan yang dihadapi tidak sepenuhnya berasal dari faktor eksternal. “Kalau tekanan terhadap rupiah masih cukup kuat, artinya kita juga perlu melihat faktor-faktor domestik yang memengaruhi persepsi pasar dan kepercayaan investor,” ujar Harris. Legislator Fraksi PDI Perjuangan itu menilai sejumlah indikator ekonomi domestik memiliki pengaruh besar terhadap ketahanan nilai tukar rupiah.  Beberapa di antaranya meliputi kondisi fiskal negara, defisit transaksi berjalan, iklim investasi, serta kepastian arah kebijakan ekonomi nasional. Menurutnya, stabilitas rupiah tidak dapat dijaga hanya melalui kebijakan moneter Bank Indonesia semata, tetapi membutuhkan koordinasi yang erat antara pemerintah, otoritas keuangan, dan seluruh pemangku kepentingan. “Bank Indonesia tidak bisa bekerja sendiri. Stabilitas nilai tukar juga sangat dipengaruhi oleh kondisi ekonomi domestik dan tingkat kepercayaan terhadap kebijakan pemerintah,” kata politikus asal Daerah Pemilihan (Dapil) Jawa Tengah IX tersebut. Harris menegaskan bahwa kepercayaan investor menjadi elemen penting dalam menjaga stabilitas pasar keuangan nasional.  Semakin tinggi keyakinan pelaku usaha dan investor terhadap prospek ekonomi Indonesia, semakin kuat pula ketahanan rupiah menghadapi gejolak ekonomi global. Selain itu, ia menyoroti pentingnya komunikasi kebijakan yang konsisten dan kredibel agar pelaku pasar memperoleh kepastian dalam mengambil keputusan investasi.  Menurutnya, sinergi antara kebijakan fiskal dan moneter akan menjadi faktor penentu dalam menghadapi tekanan ekonomi global yang semakin dinamis. Komisi XI DPR RI, lanjut Harris, akan terus mengawasi berbagai langkah stabilisasi yang dilakukan Bank Indonesia agar kebijakan yang diterapkan tidak hanya mampu menjaga stabilitas nilai tukar, tetapi juga tetap mendukung pertumbuhan ekonomi nasional. Ia berharap penguatan fundamental ekonomi nasional dapat terus dilakukan secara berkelanjutan sehingga Indonesia memiliki daya tahan ekonomi yang lebih kuat di tengah ketidakpastian global. Dengan terjaganya stabilitas ekonomi domestik dan meningkatnya kepercayaan investor, nilai tukar rupiah diharapkan mampu bertahan lebih baik terhadap tekanan eksternal pada masa mendatang.(**)  #harristurino #stabilitasrupiah #bergantung #investor #kondisidomestik   RI", "post_id": "7641505604950838536"}}, {"key": "DPR", "attributes": {"label": "DPR", "x": 554.5798193210723, "y": 770.3257533658721, "size": 3.03, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 4.6791, "eigenvector": 0.1657, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7641505604950838536", "id": "DPR", "source": "tiktok-000001", "content": "JELAJAHNEWS.ID - Anggota Komisi XI DPR RI Harris Turino menilai pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) tidak hanya dipengaruhi dinamika ekonomi global, tetapi juga mencerminkan masih adanya tantangan struktural di dalam negeri. Karena itu, penguatan fundamental ekonomi nasional dan peningkatan kepercayaan investor dinilai menjadi langkah penting untuk menjaga stabilitas rupiah. Pernyataan tersebut disampaikan Harris dalam Rapat Kerja Komisi XI DPR RI bersama Gubernur Bank Indonesia (BI) terkait Laporan Kinerja Bank Indonesia Tahun 2025 di Gedung Nusantara I, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (18/5/2026). Menurut Harris, Bank Indonesia telah melakukan berbagai langkah stabilisasi untuk menjaga nilai tukar rupiah, mulai dari intervensi di pasar valuta asing (valas) hingga pengelolaan instrumen moneter.  Namun, tekanan terhadap rupiah yang masih berlangsung menunjukkan bahwa persoalan yang dihadapi tidak sepenuhnya berasal dari faktor eksternal. “Kalau tekanan terhadap rupiah masih cukup kuat, artinya kita juga perlu melihat faktor-faktor domestik yang memengaruhi persepsi pasar dan kepercayaan investor,” ujar Harris. Legislator Fraksi PDI Perjuangan itu menilai sejumlah indikator ekonomi domestik memiliki pengaruh besar terhadap ketahanan nilai tukar rupiah.  Beberapa di antaranya meliputi kondisi fiskal negara, defisit transaksi berjalan, iklim investasi, serta kepastian arah kebijakan ekonomi nasional. Menurutnya, stabilitas rupiah tidak dapat dijaga hanya melalui kebijakan moneter Bank Indonesia semata, tetapi membutuhkan koordinasi yang erat antara pemerintah, otoritas keuangan, dan seluruh pemangku kepentingan. “Bank Indonesia tidak bisa bekerja sendiri. Stabilitas nilai tukar juga sangat dipengaruhi oleh kondisi ekonomi domestik dan tingkat kepercayaan terhadap kebijakan pemerintah,” kata politikus asal Daerah Pemilihan (Dapil) Jawa Tengah IX tersebut. Harris menegaskan bahwa kepercayaan investor menjadi elemen penting dalam menjaga stabilitas pasar keuangan nasional.  Semakin tinggi keyakinan pelaku usaha dan investor terhadap prospek ekonomi Indonesia, semakin kuat pula ketahanan rupiah menghadapi gejolak ekonomi global. Selain itu, ia menyoroti pentingnya komunikasi kebijakan yang konsisten dan kredibel agar pelaku pasar memperoleh kepastian dalam mengambil keputusan investasi.  Menurutnya, sinergi antara kebijakan fiskal dan moneter akan menjadi faktor penentu dalam menghadapi tekanan ekonomi global yang semakin dinamis. Komisi XI DPR RI, lanjut Harris, akan terus mengawasi berbagai langkah stabilisasi yang dilakukan Bank Indonesia agar kebijakan yang diterapkan tidak hanya mampu menjaga stabilitas nilai tukar, tetapi juga tetap mendukung pertumbuhan ekonomi nasional. Ia berharap penguatan fundamental ekonomi nasional dapat terus dilakukan secara berkelanjutan sehingga Indonesia memiliki daya tahan ekonomi yang lebih kuat di tengah ketidakpastian global. Dengan terjaganya stabilitas ekonomi domestik dan meningkatnya kepercayaan investor, nilai tukar rupiah diharapkan mampu bertahan lebih baik terhadap tekanan eksternal pada masa mendatang.(**)  #harristurino #stabilitasrupiah #bergantung #investor #kondisidomestik   RI", "post_id": "7641505604950838536"}}, {"key": "clipperfinance05", "attributes": {"label": "clipperfinance05", "x": 646.8448873796872, "y": 396.2827306911374, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 3.646, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "7653091789263572244", "id": "clipperfinance05", "source": "tiktok-000001", "content": "Bank Indonesia kembali menaikkan suku bunga acuan (BI Rate) sebesar 25 basis poin menjadi 5,75% dalam Rapat Dewan Gubernur yang digelar pada 17–18 Juni 2026. Kenaikan ini merupakan yang ketiga secara beruntun sejak Mei 2026, dan ditujukan untuk memperkuat stabilitas nilai tukar Rupiah yang sempat melemah hingga mendekati Rp18.000 per dolar AS, sekaligus sebagai langkah pre-emptive menjaga inflasi tetap dalam kisaran sasaran pemerintah. Sehari setelah keputusan tersebut, Presiden Prabowo Subianto mengumpulkan jajaran direksi dan komisaris bank-bank Himbara (BRI, Mandiri, BNI, BTN, dan BSI) di Istana Kepresidenan. Pertemuan tertutup yang berlangsung sekitar 4,5 jam itu turut dihadiri Menko Perekonomian Airlangga Hartarto, Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara, serta CEO Danantara Rosan Roeslani, untuk membahas pandangan dan arahan terkait arah perekonomian Indonesia ke depan. Menurut Rosan Roeslani, Presiden tidak memberikan arahan khusus untuk menahan suku bunga kredit meski acuan naik, melainkan meminta Himbara meningkatkan efisiensi dan produktivitas. Dengan begitu, perbankan BUMN diharapkan tetap mampu menjaga penyaluran kredit ke sektor riil, khususnya UMKM, sekaligus menjadi penggerak pertumbuhan ekonomi sambil menjaga stabilitas sektor keuangan. Sumber: TWS News  #kontencom #kontencomxtws #fyp", "post_id": "7653091789263572244"}}, {"key": "IDXChannelcom", "attributes": {"label": "IDXChannelcom", "x": 613.7692785913539, "y": 77.14323150058155, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["facebook-000001"], "scores": {"pagerank": 3.646, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "432781620563594_1486069686650181", "id": "IDXChannelcom", "source": "facebook-000001", "content": "Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa akan memperkuat sinergi kebijakan fiskal dan moneter bersama Bank Indonesia (BI) guna menjaga stabilitas nilai tukar rupiah.\n\n\"Ke depan kita akan fokus memastikan kebijakan fiskal berjalan dengan baik sehingga pertumbuhan ekonomi bisa semakin cepat. Dalam perjalanannya tentu kita juga akan meningkatkan koordinasi dengan Bank Indonesia,\" ujar Purbaya usai menghadiri pertemuan tertutup dengan Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Sabtu (6/6/2026).\n\nPurbaya menyebut, Kementerian Keuangan akan mendukung upaya BI dalam memperkuat koordinasi kebijakan sehingga bauran fiskal dan moneter dapat bekerja lebih efektif dalam menopang perekonomian nasional.\n\nDengan sinkronisasi yang lebih kuat, dampak kebijakan terhadap stabilitas ekonomi maupun pasar keuangan diharapkan menjadi lebih signifikan.\n\nBaca selengkapnya di\nhttps://www.idxchannel.com/economics/perkuat-sinergi-dengan-bi-purbaya-yakin-rupiah-bangkit \n\nAtau klik link di Bio \n\nFoto: Istimewa\n\n#idxchannel #idxchannelcommunity #purbaya #rupiah #BankIndonesia", "post_id": "432781620563594_1486069686650181"}}, {"key": "@radarbaliofficial", "attributes": {"label": "@radarbaliofficial", "x": 860.5083498252924, "y": 455.01293880558677, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 3.646, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 3, "degree": 3}, "_id": "3rDo3MVp55U", "id": "@radarbaliofficial", "source": "youtube-000001", "content": "BALI JAGADHITA 2026 SINERGIKAN 3 SEKTOR DORONG PERTUMBUHAN EKONOMI BALI\n\nBali Jagadhita ke-7 Tahun 2026 Resmi Ditutup oleh Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali.\nKegiatan ini menjadi ajang integrasi tiga sektor ekonomi, yakni perdagangan, pariwisata, dan investasi, sebagai bagian dalam fokus untuk mendorong pertumbuhan ekonomi di Provinsi Bali.\n__________________________________________________________\nRadar Bali Official\nChannel resmi koran harian & online Jawa Pos Radar Bali.\n\nAlamat : Jl Jempiring No. 19 Denpasar Bali\nOffice : 0361-417153\nLangganan Koran: 0361-417157\nWA Media: 088219008487\n\nKunjungi Website radarbali.id\nhttp://radarbali.id\n\nFollow Instagram \n  / radar.bali  \n\nFollow Twitter \n  / radarbali_id  \n\nFollow TikTok \nhttps://vt.tiktok.com/ZS4trNAM/\n\nJoin Fanspage Facebook radarbali.id\n  / radarbali.id", "post_id": "3rDo3MVp55U"}}, {"key": "radar.bali", "attributes": {"label": "radar.bali", "x": 350.7296721264875, "y": 769.5423659002936, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 4.6791, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "3rDo3MVp55U", "id": "radar.bali", "source": "youtube-000001", "content": "BALI JAGADHITA 2026 SINERGIKAN 3 SEKTOR DORONG PERTUMBUHAN EKONOMI BALI\n\nBali Jagadhita ke-7 Tahun 2026 Resmi Ditutup oleh Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali.\nKegiatan ini menjadi ajang integrasi tiga sektor ekonomi, yakni perdagangan, pariwisata, dan investasi, sebagai bagian dalam fokus untuk mendorong pertumbuhan ekonomi di Provinsi Bali.\n__________________________________________________________\nRadar Bali Official\nChannel resmi koran harian & online Jawa Pos Radar Bali.\n\nAlamat : Jl Jempiring No. 19 Denpasar Bali\nOffice : 0361-417153\nLangganan Koran: 0361-417157\nWA Media: 088219008487\n\nKunjungi Website radarbali.id\nhttp://radarbali.id\n\nFollow Instagram \n  / radar.bali  \n\nFollow Twitter \n  / radarbali_id  \n\nFollow TikTok \nhttps://vt.tiktok.com/ZS4trNAM/\n\nJoin Fanspage Facebook radarbali.id\n  / radarbali.id", "post_id": "3rDo3MVp55U"}}, {"key": "radarbali_id", "attributes": {"label": "radarbali_id", "x": 120.59632476056092, "y": 47.43563757115843, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 4.6791, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "3rDo3MVp55U", "id": "radarbali_id", "source": "youtube-000001", "content": "BALI JAGADHITA 2026 SINERGIKAN 3 SEKTOR DORONG PERTUMBUHAN EKONOMI BALI\n\nBali Jagadhita ke-7 Tahun 2026 Resmi Ditutup oleh Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali.\nKegiatan ini menjadi ajang integrasi tiga sektor ekonomi, yakni perdagangan, pariwisata, dan investasi, sebagai bagian dalam fokus untuk mendorong pertumbuhan ekonomi di Provinsi Bali.\n__________________________________________________________\nRadar Bali Official\nChannel resmi koran harian & online Jawa Pos Radar Bali.\n\nAlamat : Jl Jempiring No. 19 Denpasar Bali\nOffice : 0361-417153\nLangganan Koran: 0361-417157\nWA Media: 088219008487\n\nKunjungi Website radarbali.id\nhttp://radarbali.id\n\nFollow Instagram \n  / radar.bali  \n\nFollow Twitter \n  / radarbali_id  \n\nFollow TikTok \nhttps://vt.tiktok.com/ZS4trNAM/\n\nJoin Fanspage Facebook radarbali.id\n  / radarbali.id", "post_id": "3rDo3MVp55U"}}, {"key": "radarbali.id", "attributes": {"label": "radarbali.id", "x": 414.6536083821889, "y": 71.76185250069334, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 4.6791, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "3rDo3MVp55U", "id": "radarbali.id", "source": "youtube-000001", "content": "BALI JAGADHITA 2026 SINERGIKAN 3 SEKTOR DORONG PERTUMBUHAN EKONOMI BALI\n\nBali Jagadhita ke-7 Tahun 2026 Resmi Ditutup oleh Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali.\nKegiatan ini menjadi ajang integrasi tiga sektor ekonomi, yakni perdagangan, pariwisata, dan investasi, sebagai bagian dalam fokus untuk mendorong pertumbuhan ekonomi di Provinsi Bali.\n__________________________________________________________\nRadar Bali Official\nChannel resmi koran harian & online Jawa Pos Radar Bali.\n\nAlamat : Jl Jempiring No. 19 Denpasar Bali\nOffice : 0361-417153\nLangganan Koran: 0361-417157\nWA Media: 088219008487\n\nKunjungi Website radarbali.id\nhttp://radarbali.id\n\nFollow Instagram \n  / radar.bali  \n\nFollow Twitter \n  / radarbali_id  \n\nFollow TikTok \nhttps://vt.tiktok.com/ZS4trNAM/\n\nJoin Fanspage Facebook radarbali.id\n  / radarbali.id", "post_id": "3rDo3MVp55U"}}, {"key": "@yonhapnewstv23", "attributes": {"label": "@yonhapnewstv23", "x": 155.48785416393184, "y": 399.5808598499446, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 3.646, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "FbluqMRho6M", "id": "@yonhapnewstv23", "source": "youtube-000001", "content": "Bank Indonesia Naikkan Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi Tahun Ini dari 2,0% menjadi 2,6% / YonhapnewsTV\n\nBank Sentral Korea mengumumkan kemarin (tanggal 28) bahwa mereka telah menaikkan perkiraan pertumbuhan ekonomi Korea Selatan tahun ini dari sebelumnya 2,0% menjadi 2,6%.\n\nHal ini ditafsirkan sebagai cerminan faktor-faktor seperti ekspor semikonduktor yang kuat dan fakta bahwa tingkat pertumbuhan ekonomi pada kuartal pertama secara signifikan melebihi ekspektasi.\n\nPerkiraan pertumbuhan tahun depan dinaikkan sebesar 0,3 poin persentase, dari sebelumnya 1,8% menjadi 2,1%.\n\nBank Sentral Korea juga menaikkan perkiraan inflasi harga konsumen tahun ini sebesar 0,5 poin persentase, dari sebelumnya 2,2% menjadi 2,7%.\n\nIni menandai level tertinggi dalam tiga tahun sejak 2023, yang disebabkan oleh harga minyak yang terus tinggi akibat perang di Timur Tengah. #Ekonomi #BankKorea #Semikonduktor #PDB #Pertumbuhan\n\n▣ Berlangganan saluran dokumenter Yonhap News TV 'Docu-Digging'\n\n   / -digging  \n\n▣ Berlangganan Saluran YouTube Yonhap News TV\n\n   /   \n\n▣ Awal mula berita Korea, Yonhap News TV\n\nhttp://www.yonhapnewstv.co.kr/", "post_id": "FbluqMRho6M"}}, {"key": "docu", "attributes": {"label": "docu", "x": 625.2592326403304, "y": 425.65378981903825, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 5.1956, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "FbluqMRho6M", "id": "docu", "source": "youtube-000001", "content": "Bank Indonesia Naikkan Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi Tahun Ini dari 2,0% menjadi 2,6% / YonhapnewsTV\n\nBank Sentral Korea mengumumkan kemarin (tanggal 28) bahwa mereka telah menaikkan perkiraan pertumbuhan ekonomi Korea Selatan tahun ini dari sebelumnya 2,0% menjadi 2,6%.\n\nHal ini ditafsirkan sebagai cerminan faktor-faktor seperti ekspor semikonduktor yang kuat dan fakta bahwa tingkat pertumbuhan ekonomi pada kuartal pertama secara signifikan melebihi ekspektasi.\n\nPerkiraan pertumbuhan tahun depan dinaikkan sebesar 0,3 poin persentase, dari sebelumnya 1,8% menjadi 2,1%.\n\nBank Sentral Korea juga menaikkan perkiraan inflasi harga konsumen tahun ini sebesar 0,5 poin persentase, dari sebelumnya 2,2% menjadi 2,7%.\n\nIni menandai level tertinggi dalam tiga tahun sejak 2023, yang disebabkan oleh harga minyak yang terus tinggi akibat perang di Timur Tengah. #Ekonomi #BankKorea #Semikonduktor #PDB #Pertumbuhan\n\n▣ Berlangganan saluran dokumenter Yonhap News TV 'Docu-Digging'\n\n   / -digging  \n\n▣ Berlangganan Saluran YouTube Yonhap News TV\n\n   /   \n\n▣ Awal mula berita Korea, Yonhap News TV\n\nhttp://www.yonhapnewstv.co.kr/", "post_id": "FbluqMRho6M"}}, {"key": "yonhapnewstv23", "attributes": {"label": "yonhapnewstv23", "x": 565.9954612016186, "y": 654.9071785062971, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 5.1956, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "FbluqMRho6M", "id": "yonhapnewstv23", "source": "youtube-000001", "content": "Bank Indonesia Naikkan Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi Tahun Ini dari 2,0% menjadi 2,6% / YonhapnewsTV\n\nBank Sentral Korea mengumumkan kemarin (tanggal 28) bahwa mereka telah menaikkan perkiraan pertumbuhan ekonomi Korea Selatan tahun ini dari sebelumnya 2,0% menjadi 2,6%.\n\nHal ini ditafsirkan sebagai cerminan faktor-faktor seperti ekspor semikonduktor yang kuat dan fakta bahwa tingkat pertumbuhan ekonomi pada kuartal pertama secara signifikan melebihi ekspektasi.\n\nPerkiraan pertumbuhan tahun depan dinaikkan sebesar 0,3 poin persentase, dari sebelumnya 1,8% menjadi 2,1%.\n\nBank Sentral Korea juga menaikkan perkiraan inflasi harga konsumen tahun ini sebesar 0,5 poin persentase, dari sebelumnya 2,2% menjadi 2,7%.\n\nIni menandai level tertinggi dalam tiga tahun sejak 2023, yang disebabkan oleh harga minyak yang terus tinggi akibat perang di Timur Tengah. #Ekonomi #BankKorea #Semikonduktor #PDB #Pertumbuhan\n\n▣ Berlangganan saluran dokumenter Yonhap News TV 'Docu-Digging'\n\n   / -digging  \n\n▣ Berlangganan Saluran YouTube Yonhap News TV\n\n   /   \n\n▣ Awal mula berita Korea, Yonhap News TV\n\nhttp://www.yonhapnewstv.co.kr/", "post_id": "FbluqMRho6M"}}, {"key": "@officialokezone", "attributes": {"label": "@officialokezone", "x": 101.61387557937529, "y": 699.2644750423568, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 3.646, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "oVvi2bBAG1I", "id": "@officialokezone", "source": "youtube-000001", "content": "Temui Dasco-Purbaya di DPR, Bos BI Ungkap 2 Jurus Jaga Nilai Tukar Rupiah | News Update\n\nGubernur Bank Indonesia (BI), Perry Warjiyo, menegaskan koordinasi otoritas moneter dan fiskal di Kementerian Keuangan (Kemenkeu) sudah terjalin erat. Koordinasi ini tidak hanya dilakukan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi nasional, tetapi juga memperkuat nilai tukar rupiah.\n\nBaca selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.okezone.com/\n\nYuk Subscribe:    /   \nWa Channel: https://whatsapp.com/channel/0029Va5J...\nFacebook  :   / okezonecom  \nInstagram :   / okezonecom  \nTwitter :   / okezonenews", "post_id": "oVvi2bBAG1I"}}, {"key": "officialokezone", "attributes": {"label": "officialokezone", "x": 716.7078516443365, "y": 892.1399445824766, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 6.7452, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "oVvi2bBAG1I", "id": "officialokezone", "source": "youtube-000001", "content": "Temui Dasco-Purbaya di DPR, Bos BI Ungkap 2 Jurus Jaga Nilai Tukar Rupiah | News Update\n\nGubernur Bank Indonesia (BI), Perry Warjiyo, menegaskan koordinasi otoritas moneter dan fiskal di Kementerian Keuangan (Kemenkeu) sudah terjalin erat. Koordinasi ini tidak hanya dilakukan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi nasional, tetapi juga memperkuat nilai tukar rupiah.\n\nBaca selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.okezone.com/\n\nYuk Subscribe:    /   \nWa Channel: https://whatsapp.com/channel/0029Va5J...\nFacebook  :   / okezonecom  \nInstagram :   / okezonecom  \nTwitter :   / okezonenews", "post_id": "oVvi2bBAG1I"}}, {"key": "@KanalBankIndonesia", "attributes": {"label": "@KanalBankIndonesia", "x": 764.5184589507651, "y": 678.5700242951009, "size": 3.12, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 3.646, "eigenvector": 0.6471, "in_degree": 0, "out_degree": 8, "degree": 8}, "_id": "Gqk8iFg1ne4", "id": "@KanalBankIndonesia", "source": "youtube-000001", "content": "Kebijakan Insentif Likuiditas Makroprudensial: Insentif untuk Kredit/Pembiayaan Sektor Hilirisasi\n\n#SobatRupiah, untuk mendorong pertumbuhan ekonomi berkelanjutan dan bentuk sinergi dengan Pemerintah, Bank Indonesia menerbitkan Kebijakan Insentif Likuiditas Makroprudensial (KLM). \n\nSejauh mana perkembangannya? Lalu, bagaimana implementasinya? Yuk, #BeriMakna pahami dampak penguatan kebijakan ini bagi perekonomian nasional ke depan. \n\nSaksikan informasi lengkapnya dalam Seminar Nasional “Kebijakan Insentif Likuiditas Makroprudensial (KLM): Insentif untuk Kredit/Pembiayaan Sektor Hilirisasi”, bersama:\n\n• Keynote Speaker\nDeputi Gubernur Bank Indonesia Juda Agung\n\n• Pembicara\nDirektur Eksekutif Departemen Kebijakan Makroprudensial Bank Indonesia Solikin M. Juhro\nAsisten Deputi Pertambangan, Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Tubagus Nugraha\nHimpunan Bank Negara (HIMBARA) Supari\nDirektur Eksekutif Asosiasi Pertambangan Indonesia - Indonesia Mining Association Djoko Widajatno S.\nDirektur Eksekutif Asosiasi Pertambangan Batu Bara Indonesia (APBI), Hendra Sinadia\n\nSelamat menyaksikan!\n\n#disetiapmaknaindonesia \n\n\n————————————————————————————\nOfficial account:\nWebsite: http://www.bi.go.id\nTwitter:   / bank_indonesia  \nFacebook:   / bankindonesiaofficial  \nInstagram:   / bank_indonesia  \nSpotify: https://open.spotify.com/show/4Q38i2l...\n\n————————————————————————————\nChatbot LISA (Layanan Informasi Bank Indonesia)\nWhatsapp (24 jam) : 081 131 131 131\nLine (24 jam) : \nFB (diluar jam kerja) : \n\n————————————————————————————\nContact Center Bank Indonesia (BICARA 131)\nTelp: 1500131 (dari dalam dan luar negeri)\nEmail: bicara", "post_id": "Gqk8iFg1ne4"}}, {"key": "BankIndonesiaOfficial", "attributes": {"label": "BankIndonesiaOfficial", "x": 222.12008165044983, "y": 938.8661006335587, "size": 3.03, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 4.0334, "eigenvector": 0.1613, "in_degree": 4, "out_degree": 0, "degree": 4}, "_id": "Gqk8iFg1ne4", "id": "BankIndonesiaOfficial", "source": "youtube-000001", "content": "Kebijakan Insentif Likuiditas Makroprudensial: Insentif untuk Kredit/Pembiayaan Sektor Hilirisasi\n\n#SobatRupiah, untuk mendorong pertumbuhan ekonomi berkelanjutan dan bentuk sinergi dengan Pemerintah, Bank Indonesia menerbitkan Kebijakan Insentif Likuiditas Makroprudensial (KLM). \n\nSejauh mana perkembangannya? Lalu, bagaimana implementasinya? Yuk, #BeriMakna pahami dampak penguatan kebijakan ini bagi perekonomian nasional ke depan. \n\nSaksikan informasi lengkapnya dalam Seminar Nasional “Kebijakan Insentif Likuiditas Makroprudensial (KLM): Insentif untuk Kredit/Pembiayaan Sektor Hilirisasi”, bersama:\n\n• Keynote Speaker\nDeputi Gubernur Bank Indonesia Juda Agung\n\n• Pembicara\nDirektur Eksekutif Departemen Kebijakan Makroprudensial Bank Indonesia Solikin M. Juhro\nAsisten Deputi Pertambangan, Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Tubagus Nugraha\nHimpunan Bank Negara (HIMBARA) Supari\nDirektur Eksekutif Asosiasi Pertambangan Indonesia - Indonesia Mining Association Djoko Widajatno S.\nDirektur Eksekutif Asosiasi Pertambangan Batu Bara Indonesia (APBI), Hendra Sinadia\n\nSelamat menyaksikan!\n\n#disetiapmaknaindonesia \n\n\n————————————————————————————\nOfficial account:\nWebsite: http://www.bi.go.id\nTwitter:   / bank_indonesia  \nFacebook:   / bankindonesiaofficial  \nInstagram:   / bank_indonesia  \nSpotify: https://open.spotify.com/show/4Q38i2l...\n\n————————————————————————————\nChatbot LISA (Layanan Informasi Bank Indonesia)\nWhatsapp (24 jam) : 081 131 131 131\nLine (24 jam) : \nFB (diluar jam kerja) : \n\n————————————————————————————\nContact Center Bank Indonesia (BICARA 131)\nTelp: 1500131 (dari dalam dan luar negeri)\nEmail: bicara", "post_id": "Gqk8iFg1ne4"}}, {"key": "@Sulselsatu", "attributes": {"label": "@Sulselsatu", "x": 682.9936675587521, "y": 288.65193018569255, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 3.646, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "tWuoapPFujg", "id": "@Sulselsatu", "source": "youtube-000001", "content": "DPR, BI dan Pemerintah Perkuat Koordinasi Jaga Stabilitas Rupiah\n\nDPR, Bank Indonesia dan pemerintah sepakat memperkuat koordinasi fiskal dan moneter.\n\nLangkah tersebut dilakukan untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah dan mendorong pertumbuhan ekonomi.\n\nWakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad mengatakan pertemuan membahas perkembangan ekonomi nasional.\n\nMenurutnya, kebijakan fiskal dan moneter harus berjalan selaras menghadapi tantangan ekonomi.\n\nSementara itu, Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo, menegaskan fokus utama adalah menjaga stabilitas rupiah.\n\nBI dan pemerintah sepakat meningkatkan daya tarik instrumen keuangan domestik.\n\nLangkah itu diharapkan mampu menarik kembali aliran modal asing ke Indonesia.\n\nDi sisi lain, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menilai kondisi APBN saat ini tetap kuat.\n\nMenurutnya, sinergi fiskal dan moneter akan membuat kebijakan ekonomi lebih efektif.\n-------------------------------------------------------\nAyo Klik Subscribe Channel Youtube Sulselsatu.com\n   /   \nVideo terkini dan terbaru..\n------------------------------\nSound:  berlisensi Creative Commons Attribution (https://creativecommons.org/licenses/...)\n\nDisclaimer: \nThe images or videos on this channel sometimes come from various other media sources. Copyright is fully held by the source. If there is a problem with this, you can contact us here\n\nFor copyright matters please contact us at: \nPT. LATAMA MEDIA SATU \nNo Telepone: (0411) 467 4269\n-----------------------------", "post_id": "tWuoapPFujg"}}, {"key": "sulselsatu", "attributes": {"label": "sulselsatu", "x": 297.91314224368534, "y": 498.56217112099733, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 6.7452, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "tWuoapPFujg", "id": "sulselsatu", "source": "youtube-000001", "content": "DPR, BI dan Pemerintah Perkuat Koordinasi Jaga Stabilitas Rupiah\n\nDPR, Bank Indonesia dan pemerintah sepakat memperkuat koordinasi fiskal dan moneter.\n\nLangkah tersebut dilakukan untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah dan mendorong pertumbuhan ekonomi.\n\nWakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad mengatakan pertemuan membahas perkembangan ekonomi nasional.\n\nMenurutnya, kebijakan fiskal dan moneter harus berjalan selaras menghadapi tantangan ekonomi.\n\nSementara itu, Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo, menegaskan fokus utama adalah menjaga stabilitas rupiah.\n\nBI dan pemerintah sepakat meningkatkan daya tarik instrumen keuangan domestik.\n\nLangkah itu diharapkan mampu menarik kembali aliran modal asing ke Indonesia.\n\nDi sisi lain, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menilai kondisi APBN saat ini tetap kuat.\n\nMenurutnya, sinergi fiskal dan moneter akan membuat kebijakan ekonomi lebih efektif.\n-------------------------------------------------------\nAyo Klik Subscribe Channel Youtube Sulselsatu.com\n   /   \nVideo terkini dan terbaru..\n------------------------------\nSound:  berlisensi Creative Commons Attribution (https://creativecommons.org/licenses/...)\n\nDisclaimer: \nThe images or videos on this channel sometimes come from various other media sources. Copyright is fully held by the source. If there is a problem with this, you can contact us here\n\nFor copyright matters please contact us at: \nPT. LATAMA MEDIA SATU \nNo Telepone: (0411) 467 4269\n-----------------------------", "post_id": "tWuoapPFujg"}}, {"key": "@garudatv.official", "attributes": {"label": "@garudatv.official", "x": 662.2201156371499, "y": 731.9607338326415, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 3.646, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 12, "degree": 12}, "_id": "ZjFXpAj-x2c", "id": "@garudatv.official", "source": "youtube-000001", "content": "APBN Sehat & Likuiditas Aman! BI dan Kemenkeu Perkuat Taktik Topang Pertumbuhan Ekonomi\n\nGaruda TV - Sinergi total otoritas tertinggi demi bentengi ekonomi nasional! Bertempat di Gedung Nusantara III Kompleks Parlemen Senayan pada Sabtu pagi, pimpinan DPR RI menggelar pertemuan strategis bersama Bank Indonesia dan Pemerintah guna memperkuat koordinasi kebijakan fiskal dan moneter.\n\nPertemuan krusial ini dihadiri langsung oleh Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad, Wakil Ketua Komisi XI Mohamad Hekal, Gubernur BI Perry Warjiyo, Mensesneg Prasetyo Hadi, dan Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa. Gubernur BI mengungkapkan dua jurus utama yang disepakati untuk menjaga stabilitas nilai tukar Rupiah, yaitu mendongkrak daya tarik imbal hasil instrumen keuangan domestik serta menjaga kecukupan likuiditas pasar melalui pengelolaan kas pemerintah di BI. Di sisi lain, Menkeu Purbaya memastikan postur APBN 2026 saat ini dalam kondisi sangat prima untuk menopang pertumbuhan ekonomi ke depan. Simak laporan lengkapnya hanya di Garuda TV!\n\nBagaimana kalian melihat dampak koordinasi kuat fiskal-moneter ini terhadap penguatan mata uang Rupiah kita? Yuk, tulis di kolom komentar!\n\n#EkonomiIndonesia #DPRRI #BankIndonesia #Kemenkeu #GarudaTV #Laporan8\n\nDigital TV Indonesia, Berita Terpercaya\n\nSaksikan Garuda TV di Free to Air atau Streaming melalui:\nwww.garuda.tv | YouTube Garuda TV | Aplikasi Vidio | Wewatch | IndiHome CH111 | Transvision CH824 | FirstMedia CH45\n\nScan ulang saluran digital kamu sekarang ya dan saksikan terus program-program seru terbaru hanya di GarudaTV.\nSubscribe GarudaTV Official Youtube Channel    /   \nFollow our Official TikTok   / garudatv.official  \nLike our Official Facebook   / garudatv.official  \nFollow our Official Instagram   / garudatv.official", "post_id": "ZjFXpAj-x2c"}}, {"key": "garudatv.official", "attributes": {"label": "garudatv.official", "x": 195.828185316285, "y": 27.06762224481607, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 3.9043, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 12, "out_degree": 0, "degree": 12}, "_id": "ZjFXpAj-x2c", "id": "garudatv.official", "source": "youtube-000001", "content": "APBN Sehat & Likuiditas Aman! BI dan Kemenkeu Perkuat Taktik Topang Pertumbuhan Ekonomi\n\nGaruda TV - Sinergi total otoritas tertinggi demi bentengi ekonomi nasional! Bertempat di Gedung Nusantara III Kompleks Parlemen Senayan pada Sabtu pagi, pimpinan DPR RI menggelar pertemuan strategis bersama Bank Indonesia dan Pemerintah guna memperkuat koordinasi kebijakan fiskal dan moneter.\n\nPertemuan krusial ini dihadiri langsung oleh Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad, Wakil Ketua Komisi XI Mohamad Hekal, Gubernur BI Perry Warjiyo, Mensesneg Prasetyo Hadi, dan Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa. Gubernur BI mengungkapkan dua jurus utama yang disepakati untuk menjaga stabilitas nilai tukar Rupiah, yaitu mendongkrak daya tarik imbal hasil instrumen keuangan domestik serta menjaga kecukupan likuiditas pasar melalui pengelolaan kas pemerintah di BI. Di sisi lain, Menkeu Purbaya memastikan postur APBN 2026 saat ini dalam kondisi sangat prima untuk menopang pertumbuhan ekonomi ke depan. Simak laporan lengkapnya hanya di Garuda TV!\n\nBagaimana kalian melihat dampak koordinasi kuat fiskal-moneter ini terhadap penguatan mata uang Rupiah kita? Yuk, tulis di kolom komentar!\n\n#EkonomiIndonesia #DPRRI #BankIndonesia #Kemenkeu #GarudaTV #Laporan8\n\nDigital TV Indonesia, Berita Terpercaya\n\nSaksikan Garuda TV di Free to Air atau Streaming melalui:\nwww.garuda.tv | YouTube Garuda TV | Aplikasi Vidio | Wewatch | IndiHome CH111 | Transvision CH824 | FirstMedia CH45\n\nScan ulang saluran digital kamu sekarang ya dan saksikan terus program-program seru terbaru hanya di GarudaTV.\nSubscribe GarudaTV Official Youtube Channel    /   \nFollow our Official TikTok   / garudatv.official  \nLike our Official Facebook   / garudatv.official  \nFollow our Official Instagram   / garudatv.official", "post_id": "ZjFXpAj-x2c"}}, {"key": "@kompastv", "attributes": {"label": "@kompastv", "x": 962.0385443421563, "y": 7.59342240476979, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 3.646, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 4, "degree": 4}, "_id": "6RN0sYVrKCE", "id": "@kompastv", "source": "youtube-000001", "content": "Perry Warjiyo Ungkap Dua Langkah BI dan Pemerintah Jaga Stabilitas Rupiah\n\nJAKARTA, KOMPASTV - Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo menegaskan koordinasi antara pemerintah dan Bank Indonesia terus diperkuat untuk menjaga stabilitas ekonomi.\n\n\"Kami tegaskan bahwa koordinasi fiskal dan moneter selama ini sangat erat, bagaimana sama-sama menjaga stabilitas ekonomi dan mendorong pertumbuhan ekonomi,\" kata Perry, Sabtu (6/6/2026). \n\nIa menjelaskan terdapat dua langkah utama yang disepakati pemerintah dan Bank Indonesia untuk memperkuat stabilitas rupiah.\n\nLangkah pertama adalah meningkatkan daya tarik investasi portofolio agar arus modal asing kembali masuk ke Indonesia. \n\nLangkah kedua adalah menjaga kecukupan likuiditas di pasar uang dan sektor perbankan. \n\n\"Dengan demikian operasi moneter tetap berjalan untuk mendukung stabilitas nilai tukar rupiah, sementara operasi fiskalnya juga mendukung,\" kata Perry.\n\nSahabat KompasTV, Mulai 1 Februari 2026 KompasTV pindah channel. Dapatkan selalu berita dan \ninformasi terupdate KompasTV, di televisi anda di Channel 11 pada perangkat TV Digital atau Set Top Box. Satu Langkah lebih dekat, satu Langkah makin terpercaya!\nProduser: Yuilyana \nThumbnail Editor: Lintang\n#menkeupurbaya #dpr #gubernurbi\n\nSahabat KompasTV, yuk gabung Membership dan dapatkan akses ke konten eksklusif! Klik tombol Join di sini: https://bit.ly/JoinMembershipKompasTV\n\nJangan lewatkan live streaming KompasTV 24 jam non stop di https://www.kompas.tv/live. Agar tidak ketinggalan berita-berita terkini, terlengkap, serta laporan langsung dari berbagai daerah di Indonesia.\n\nSubscribe channel youtube KompasTV serta aktifkan lonceng supaya kamu dapat notifikasi video terbaru dari KompasTV. \n\nSahabat KompasTV juga bisa memperoleh informasi terkini melalui:\n\nwebsite www.kompas.tv\n\nFacebook:   / kompastv   \n\nInstagram:   / kompastv   \n\nX: https://x.com/KompasTV\n\nThread: https://www.threads.com/ \nTikTok:   / kompastv.indonesia", "post_id": "6RN0sYVrKCE"}}, {"key": "kompastv", "attributes": {"label": "kompastv", "x": 736.1595830472543, "y": 70.349258041158, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 4.4208, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 4, "out_degree": 0, "degree": 4}, "_id": "6RN0sYVrKCE", "id": "kompastv", "source": "youtube-000001", "content": "Perry Warjiyo Ungkap Dua Langkah BI dan Pemerintah Jaga Stabilitas Rupiah\n\nJAKARTA, KOMPASTV - Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo menegaskan koordinasi antara pemerintah dan Bank Indonesia terus diperkuat untuk menjaga stabilitas ekonomi.\n\n\"Kami tegaskan bahwa koordinasi fiskal dan moneter selama ini sangat erat, bagaimana sama-sama menjaga stabilitas ekonomi dan mendorong pertumbuhan ekonomi,\" kata Perry, Sabtu (6/6/2026). \n\nIa menjelaskan terdapat dua langkah utama yang disepakati pemerintah dan Bank Indonesia untuk memperkuat stabilitas rupiah.\n\nLangkah pertama adalah meningkatkan daya tarik investasi portofolio agar arus modal asing kembali masuk ke Indonesia. \n\nLangkah kedua adalah menjaga kecukupan likuiditas di pasar uang dan sektor perbankan. \n\n\"Dengan demikian operasi moneter tetap berjalan untuk mendukung stabilitas nilai tukar rupiah, sementara operasi fiskalnya juga mendukung,\" kata Perry.\n\nSahabat KompasTV, Mulai 1 Februari 2026 KompasTV pindah channel. Dapatkan selalu berita dan \ninformasi terupdate KompasTV, di televisi anda di Channel 11 pada perangkat TV Digital atau Set Top Box. Satu Langkah lebih dekat, satu Langkah makin terpercaya!\nProduser: Yuilyana \nThumbnail Editor: Lintang\n#menkeupurbaya #dpr #gubernurbi\n\nSahabat KompasTV, yuk gabung Membership dan dapatkan akses ke konten eksklusif! Klik tombol Join di sini: https://bit.ly/JoinMembershipKompasTV\n\nJangan lewatkan live streaming KompasTV 24 jam non stop di https://www.kompas.tv/live. Agar tidak ketinggalan berita-berita terkini, terlengkap, serta laporan langsung dari berbagai daerah di Indonesia.\n\nSubscribe channel youtube KompasTV serta aktifkan lonceng supaya kamu dapat notifikasi video terbaru dari KompasTV. \n\nSahabat KompasTV juga bisa memperoleh informasi terkini melalui:\n\nwebsite www.kompas.tv\n\nFacebook:   / kompastv   \n\nInstagram:   / kompastv   \n\nX: https://x.com/KompasTV\n\nThread: https://www.threads.com/ \nTikTok:   / kompastv.indonesia", "post_id": "6RN0sYVrKCE"}}, {"key": "@SobatPorto", "attributes": {"label": "@SobatPorto", "x": 903.2818271009139, "y": 646.6096300772675, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 3.646, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 3, "degree": 3}, "_id": "-CTqVP8mPd4", "id": "@SobatPorto", "source": "youtube-000001", "content": "Investor Cabut, Rupiah OTW Rp18,000!!?? IHSG Potensi Rebound | Market Update 1 Juni 2026\n\nBuat yang mau sinyal saham setiap harinya 👇\nhttps://t.me/SobatportopublicChannel\n\nFollow Instagram Kami  \nhttps://www.instagram.com/sobatporto?...\n\nFollow Tiktok Kami  \nhttps://www.tiktok.com/?_r...\n\nChapters:\n00:00 Pendahuluan dan kondisi terkini IHSG\n00:56 Pembahasan MSCI Rebalancing\n02:22 Faktor geopolitik dan harga minyak\n03:47 Kebijakan pemerintah dan dampaknya terhadap market\n06:30 Ekonomi domestik dan cerminan harga saham\n07:35 Pertumbuhan ekonomi Indonesia vs negara maju\n09:26 Belanja pemerintah dan bisnis model Kopdes\n10:38 Rupiah dan kebijakan Bank Indonesia\n12:25 Harapan rebound IHSG dan strategi hold cash\n15:33 Dampak kebijakan ekspor satu pintu pada emiten tambang\n17:47 Strategi investasi perbankan (DCA)\n19:14 Rekomendasi saham perbankan (BMRI, BBNI, BBCA)\n20:31 Analisis saham Antam untuk trading\n21:20 Strategi swing trading\n23:22 Analisis saham PTBA\n24:04 Analisis saham TPIA\n25:02 Closing Statement", "post_id": "-CTqVP8mPd4"}}, {"key": "sobatporto", "attributes": {"label": "sobatporto", "x": 152.48297234448148, "y": 986.1110064925359, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 4.6791, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 3, "out_degree": 0, "degree": 3}, "_id": "-CTqVP8mPd4", "id": "sobatporto", "source": "youtube-000001", "content": "Investor Cabut, Rupiah OTW Rp18,000!!?? IHSG Potensi Rebound | Market Update 1 Juni 2026\n\nBuat yang mau sinyal saham setiap harinya 👇\nhttps://t.me/SobatportopublicChannel\n\nFollow Instagram Kami  \nhttps://www.instagram.com/sobatporto?...\n\nFollow Tiktok Kami  \nhttps://www.tiktok.com/?_r...\n\nChapters:\n00:00 Pendahuluan dan kondisi terkini IHSG\n00:56 Pembahasan MSCI Rebalancing\n02:22 Faktor geopolitik dan harga minyak\n03:47 Kebijakan pemerintah dan dampaknya terhadap market\n06:30 Ekonomi domestik dan cerminan harga saham\n07:35 Pertumbuhan ekonomi Indonesia vs negara maju\n09:26 Belanja pemerintah dan bisnis model Kopdes\n10:38 Rupiah dan kebijakan Bank Indonesia\n12:25 Harapan rebound IHSG dan strategi hold cash\n15:33 Dampak kebijakan ekspor satu pintu pada emiten tambang\n17:47 Strategi investasi perbankan (DCA)\n19:14 Rekomendasi saham perbankan (BMRI, BBNI, BBCA)\n20:31 Analisis saham Antam untuk trading\n21:20 Strategi swing trading\n23:22 Analisis saham PTBA\n24:04 Analisis saham TPIA\n25:02 Closing Statement", "post_id": "-CTqVP8mPd4"}}, {"key": "@TribunnewsSurya", "attributes": {"label": "@TribunnewsSurya", "x": 115.7676923044476, "y": 3.8474819454998865, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 3.646, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "mHtmiN967ec", "id": "@TribunnewsSurya", "source": "youtube-000001", "content": "Rupiah Tembus Rp18.000 per Dolar AS, Istana Minta Publik Tetap Percaya Fundamental Ekonomi\n\nDownload aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru\n\nEditor Video: Erricson Bernedy S\n\nSURYA.CO.ID - Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi merespons pelemahan nilai tukar rupiah yang menembus level Rp18.000 per dolar Amerika Serikat. Prasetyo Hadi mengatakan pemerintah terus memantau perkembangan nilai tukar rupiah melalui koordinasi intensif antara sejumlah lembaga terkait.\n\nMenurutnya, Kementerian Keuangan, Bank Indonesia, dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terus melakukan monitoring serta menyiapkan langkah-langkah yang diperlukan.\n\n\"Berkenaan dengan masalah Rupiah, kami pemerintah dalam hal ini Kementerian Keuangan, kemudian Bank Indonesia, kemudian juga Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terus berkoordinasi secara intens untuk terus memonitor dan kemudian melakukan langkah-langkah,\" kata Prasetyo Hadi di Kompleks Istana Kepresidenan, Kamis (4/6/2026).\n\nMeski rupiah mengalami tekanan terhadap dolar AS, Prasetyo menegaskan fundamental ekonomi Indonesia masih berada dalam kondisi yang kuat. Ia menyebut hal tersebut tercermin dari pertumbuhan ekonomi yang tetap terjaga serta tingkat inflasi yang terkendali.\n\n\n\nJangan hanya di YouTube, ikuti juga saluran WhatsApp kami! Dapatkan update video terbaru, informasi eksklusif, dan konten menarik lainnya langsung di ponselmu. Klik link di deskripsi untuk bergabung dan jadi yang pertama tahu tentang video-video terbaru dari Harian Surya! Jangan sampai ketinggalan!\nhttps://whatsapp.com/channel/0029VaUt...\n\nWebsite: \nhttps://surabaya.tribunnews.com/\n\nInstagram: \n  / suryaonline  \n\nFacebook: \n  / suryaonline  \n\nYOUTUBE\n   /   \n\n#suryaonline #hariansurya #TribunnewsSURYA", "post_id": "mHtmiN967ec"}}, {"key": "tribunnewssurya", "attributes": {"label": "tribunnewssurya", "x": 324.4220391441182, "y": 637.6984552664595, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 5.1956, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "mHtmiN967ec", "id": "tribunnewssurya", "source": "youtube-000001", "content": "Rupiah Tembus Rp18.000 per Dolar AS, Istana Minta Publik Tetap Percaya Fundamental Ekonomi\n\nDownload aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru\n\nEditor Video: Erricson Bernedy S\n\nSURYA.CO.ID - Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi merespons pelemahan nilai tukar rupiah yang menembus level Rp18.000 per dolar Amerika Serikat. Prasetyo Hadi mengatakan pemerintah terus memantau perkembangan nilai tukar rupiah melalui koordinasi intensif antara sejumlah lembaga terkait.\n\nMenurutnya, Kementerian Keuangan, Bank Indonesia, dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terus melakukan monitoring serta menyiapkan langkah-langkah yang diperlukan.\n\n\"Berkenaan dengan masalah Rupiah, kami pemerintah dalam hal ini Kementerian Keuangan, kemudian Bank Indonesia, kemudian juga Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terus berkoordinasi secara intens untuk terus memonitor dan kemudian melakukan langkah-langkah,\" kata Prasetyo Hadi di Kompleks Istana Kepresidenan, Kamis (4/6/2026).\n\nMeski rupiah mengalami tekanan terhadap dolar AS, Prasetyo menegaskan fundamental ekonomi Indonesia masih berada dalam kondisi yang kuat. Ia menyebut hal tersebut tercermin dari pertumbuhan ekonomi yang tetap terjaga serta tingkat inflasi yang terkendali.\n\n\n\nJangan hanya di YouTube, ikuti juga saluran WhatsApp kami! Dapatkan update video terbaru, informasi eksklusif, dan konten menarik lainnya langsung di ponselmu. Klik link di deskripsi untuk bergabung dan jadi yang pertama tahu tentang video-video terbaru dari Harian Surya! Jangan sampai ketinggalan!\nhttps://whatsapp.com/channel/0029VaUt...\n\nWebsite: \nhttps://surabaya.tribunnews.com/\n\nInstagram: \n  / suryaonline  \n\nFacebook: \n  / suryaonline  \n\nYOUTUBE\n   /   \n\n#suryaonline #hariansurya #TribunnewsSURYA", "post_id": "mHtmiN967ec"}}, {"key": "@OfficialSINDOnews", "attributes": {"label": "@OfficialSINDOnews", "x": 409.63292154820573, "y": 230.94877887395316, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 3.646, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 3, "degree": 3}, "_id": "gSB7E80O8_c", "id": "@OfficialSINDOnews", "source": "youtube-000001", "content": "Pedagang Tahu-Tempe Terdampak Dolar Naik, Ini Janji Purbaya\n\nMenteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan pedagang dan produsen tahu-tempe mulai terdampak pelemahan rupiah terhadap dolar AS. Menurut laporan yang diterimanya, keuntungan pelaku usaha tergerus hingga sebagian terpaksa menaikkan harga jual karena bahan baku kedelai masih bergantung pada impor.\n\nPurbaya menjelaskan, kenaikan biaya produksi terjadi di tengah nilai tukar rupiah yang telah menyentuh Rp18.036 per dolar AS. Untuk meredam dampaknya, pemerintah bersama otoritas moneter telah menyepakati langkah stabilisasi rupiah melalui sinkronisasi kebijakan fiskal dan moneter.\n\nIa optimistis koordinasi yang lebih erat dengan Bank Indonesia akan menjaga stabilitas rupiah, menopang pertumbuhan ekonomi, serta mengembalikan kepercayaan pasar. Dengan begitu, harga kebutuhan masyarakat, termasuk tahu dan tempe, diharapkan lebih terkendali dan tidak menambah beban hidup masyarakat.\n\nYuk Subscribe \n   /   \n   /   \n   /   \n\nTanggal Tayang: 06 Juni 2026\n\nSelengkapnya baca di: https://nasional.sindonews.com/\n\nFollow WA Channel: https://whatsapp.com/channel/0029Va9l...\nFollow our Official TikTok   / sindonews  \nFollow our Official Twitter   / sindonews    \nLike our Official Facebook   / sindonews   \nFollow our Official Instagram   / sindonews  \n\nUploader: Abdul Malik M.\n\n#DolarNaik #TahuTempe #Purbaya #ImporKedelai #SindoNews #Viral #BeritaTerkini", "post_id": "gSB7E80O8_c"}}, {"key": "officialsindonews", "attributes": {"label": "officialsindonews", "x": 616.5597979408543, "y": 379.9613169329215, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 4.6791, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "gSB7E80O8_c", "id": "officialsindonews", "source": "youtube-000001", "content": "Pedagang Tahu-Tempe Terdampak Dolar Naik, Ini Janji Purbaya\n\nMenteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan pedagang dan produsen tahu-tempe mulai terdampak pelemahan rupiah terhadap dolar AS. Menurut laporan yang diterimanya, keuntungan pelaku usaha tergerus hingga sebagian terpaksa menaikkan harga jual karena bahan baku kedelai masih bergantung pada impor.\n\nPurbaya menjelaskan, kenaikan biaya produksi terjadi di tengah nilai tukar rupiah yang telah menyentuh Rp18.036 per dolar AS. Untuk meredam dampaknya, pemerintah bersama otoritas moneter telah menyepakati langkah stabilisasi rupiah melalui sinkronisasi kebijakan fiskal dan moneter.\n\nIa optimistis koordinasi yang lebih erat dengan Bank Indonesia akan menjaga stabilitas rupiah, menopang pertumbuhan ekonomi, serta mengembalikan kepercayaan pasar. Dengan begitu, harga kebutuhan masyarakat, termasuk tahu dan tempe, diharapkan lebih terkendali dan tidak menambah beban hidup masyarakat.\n\nYuk Subscribe \n   /   \n   /   \n   /   \n\nTanggal Tayang: 06 Juni 2026\n\nSelengkapnya baca di: https://nasional.sindonews.com/\n\nFollow WA Channel: https://whatsapp.com/channel/0029Va9l...\nFollow our Official TikTok   / sindonews  \nFollow our Official Twitter   / sindonews    \nLike our Official Facebook   / sindonews   \nFollow our Official Instagram   / sindonews  \n\nUploader: Abdul Malik M.\n\n#DolarNaik #TahuTempe #Purbaya #ImporKedelai #SindoNews #Viral #BeritaTerkini", "post_id": "gSB7E80O8_c"}}, {"key": "sindopodcast", "attributes": {"label": "sindopodcast", "x": 501.9301642518531, "y": 900.8223345985332, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 4.6791, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "gSB7E80O8_c", "id": "sindopodcast", "source": "youtube-000001", "content": "Pedagang Tahu-Tempe Terdampak Dolar Naik, Ini Janji Purbaya\n\nMenteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan pedagang dan produsen tahu-tempe mulai terdampak pelemahan rupiah terhadap dolar AS. Menurut laporan yang diterimanya, keuntungan pelaku usaha tergerus hingga sebagian terpaksa menaikkan harga jual karena bahan baku kedelai masih bergantung pada impor.\n\nPurbaya menjelaskan, kenaikan biaya produksi terjadi di tengah nilai tukar rupiah yang telah menyentuh Rp18.036 per dolar AS. Untuk meredam dampaknya, pemerintah bersama otoritas moneter telah menyepakati langkah stabilisasi rupiah melalui sinkronisasi kebijakan fiskal dan moneter.\n\nIa optimistis koordinasi yang lebih erat dengan Bank Indonesia akan menjaga stabilitas rupiah, menopang pertumbuhan ekonomi, serta mengembalikan kepercayaan pasar. Dengan begitu, harga kebutuhan masyarakat, termasuk tahu dan tempe, diharapkan lebih terkendali dan tidak menambah beban hidup masyarakat.\n\nYuk Subscribe \n   /   \n   /   \n   /   \n\nTanggal Tayang: 06 Juni 2026\n\nSelengkapnya baca di: https://nasional.sindonews.com/\n\nFollow WA Channel: https://whatsapp.com/channel/0029Va9l...\nFollow our Official TikTok   / sindonews  \nFollow our Official Twitter   / sindonews    \nLike our Official Facebook   / sindonews   \nFollow our Official Instagram   / sindonews  \n\nUploader: Abdul Malik M.\n\n#DolarNaik #TahuTempe #Purbaya #ImporKedelai #SindoNews #Viral #BeritaTerkini", "post_id": "gSB7E80O8_c"}}, {"key": "sindokalam", "attributes": {"label": "sindokalam", "x": 519.9643042407666, "y": 898.9258500345544, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 4.6791, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "gSB7E80O8_c", "id": "sindokalam", "source": "youtube-000001", "content": "Pedagang Tahu-Tempe Terdampak Dolar Naik, Ini Janji Purbaya\n\nMenteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan pedagang dan produsen tahu-tempe mulai terdampak pelemahan rupiah terhadap dolar AS. Menurut laporan yang diterimanya, keuntungan pelaku usaha tergerus hingga sebagian terpaksa menaikkan harga jual karena bahan baku kedelai masih bergantung pada impor.\n\nPurbaya menjelaskan, kenaikan biaya produksi terjadi di tengah nilai tukar rupiah yang telah menyentuh Rp18.036 per dolar AS. Untuk meredam dampaknya, pemerintah bersama otoritas moneter telah menyepakati langkah stabilisasi rupiah melalui sinkronisasi kebijakan fiskal dan moneter.\n\nIa optimistis koordinasi yang lebih erat dengan Bank Indonesia akan menjaga stabilitas rupiah, menopang pertumbuhan ekonomi, serta mengembalikan kepercayaan pasar. Dengan begitu, harga kebutuhan masyarakat, termasuk tahu dan tempe, diharapkan lebih terkendali dan tidak menambah beban hidup masyarakat.\n\nYuk Subscribe \n   /   \n   /   \n   /   \n\nTanggal Tayang: 06 Juni 2026\n\nSelengkapnya baca di: https://nasional.sindonews.com/\n\nFollow WA Channel: https://whatsapp.com/channel/0029Va9l...\nFollow our Official TikTok   / sindonews  \nFollow our Official Twitter   / sindonews    \nLike our Official Facebook   / sindonews   \nFollow our Official Instagram   / sindonews  \n\nUploader: Abdul Malik M.\n\n#DolarNaik #TahuTempe #Purbaya #ImporKedelai #SindoNews #Viral #BeritaTerkini", "post_id": "gSB7E80O8_c"}}, {"key": "@1M.Pertama", "attributes": {"label": "@1M.Pertama", "x": 556.9166978435605, "y": 481.0895076391619, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 3.646, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "jGe58EN4SWk", "id": "@1M.Pertama", "source": "youtube-000001", "content": "Pindah Ke Sini Sekarang! Strategi Hedging Saat Rupiah Hancur\n\nJANGAN PANIK! Tapi Anda wajib tahu kenyataan pahit ini. Mengapa IHSG sempat anjlok hampir 40% dari titik All Time High? Mengapa nilai tukar Rupiah kita bisa melemah hingga 7,45% terhadap US Dollar—bahkan kalah dari performa Turkish Lira?\n\nDi video kali ini,  membedah tuntas rekaman rahasia situasi market terkini bersama Ci Rita dan narasumber ahli. Kita tidak berbicara tentang indikator teknikal seperti RSI, MACD, atau Bollinger Band yang sering kali terlambat mendeteksi dasar pasar (market bottom). Kita akan membongkar 4 masalah sistemik lokal yang bikin investor asing pilih EXIT masal dan melakukan outflow besar-besaran dari Indonesia!\n\nMulai dari memburuknya prospek keuangan negara akibat anggaran yang bocor, ancaman pemangkasan peringkat utang (rating cut) oleh S&P, Moody's, dan Fitch, isu degradasi ke Frontier Market oleh MSCI dan FTSE akibat maraknya saham gorengan, hingga kebijakan independensi Bank Indonesia (BI) yang mulai dikoyak oleh undang-undang terbaru.\n\nTonton video ini sampai habis untuk mengetahui strategi bertahan hidup paling aman, kapan waktu yang tepat untuk melakukan cut loss, mengapa Anda wajib menghindari margin saat ini, dan bagaimana cara melakukan hedging (lindung nilai) portofolio Anda menggunakan US Dollar (USD) maupun Singapore Dollar (SGD).\n\nGunakan amunisi Cash Reserve (dana tunai) Anda di waktu yang tepat!\n\n💡 JANGAN LUPA untuk klik LIKE, SUBSCRIBE ke kanal , dan nyalakan LONCENG NOTIFIKASI agar tidak ketinggalan update info finansial krusial seperti ini.\n\nTulis pendapat Anda di kolom komentar: Apakah Anda sudah mulai memindahkan aset Anda ke mata uang asing? Mari kita diskusikan bersama!\n\nTIMESTAMPS:\n00:00 - Kapan Sebenarnya Market Bottom?\n02:15 - Fakta Rupiah Kalah dari Turkish Lira\n03:30 - Analisis IHSG Jatuh 40% & Bahaya Nyata Ekonomi\n05:10 - 4 Penyebab Utama Market Crash di Indonesia\n07:45 - Skandal Saham Gorengan & Ancaman MSCI/FTSE Frontier Market\n10:20 - UU P2SK: Independensi Bank Indonesia Dikoyak Pemerintah?\n13:15 - Tips Selamatkan Uang: Cara Hedging ke USD/SGD & Pentingnya Cash Reserve\n\n#IHSG #MarketCrash #BelajarSaham #Finansial #MacroEconomics #InvestasiSaham #DuniaBisnis #1MPertama #SahamIndonesia #RupiahMelorot", "post_id": "jGe58EN4SWk"}}, {"key": "1M.Pertama", "attributes": {"label": "1M.Pertama", "x": 347.75692403231193, "y": 323.40886267397616, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 5.1956, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "jGe58EN4SWk", "id": "1M.Pertama", "source": "youtube-000001", "content": "Pindah Ke Sini Sekarang! Strategi Hedging Saat Rupiah Hancur\n\nJANGAN PANIK! Tapi Anda wajib tahu kenyataan pahit ini. Mengapa IHSG sempat anjlok hampir 40% dari titik All Time High? Mengapa nilai tukar Rupiah kita bisa melemah hingga 7,45% terhadap US Dollar—bahkan kalah dari performa Turkish Lira?\n\nDi video kali ini,  membedah tuntas rekaman rahasia situasi market terkini bersama Ci Rita dan narasumber ahli. Kita tidak berbicara tentang indikator teknikal seperti RSI, MACD, atau Bollinger Band yang sering kali terlambat mendeteksi dasar pasar (market bottom). Kita akan membongkar 4 masalah sistemik lokal yang bikin investor asing pilih EXIT masal dan melakukan outflow besar-besaran dari Indonesia!\n\nMulai dari memburuknya prospek keuangan negara akibat anggaran yang bocor, ancaman pemangkasan peringkat utang (rating cut) oleh S&P, Moody's, dan Fitch, isu degradasi ke Frontier Market oleh MSCI dan FTSE akibat maraknya saham gorengan, hingga kebijakan independensi Bank Indonesia (BI) yang mulai dikoyak oleh undang-undang terbaru.\n\nTonton video ini sampai habis untuk mengetahui strategi bertahan hidup paling aman, kapan waktu yang tepat untuk melakukan cut loss, mengapa Anda wajib menghindari margin saat ini, dan bagaimana cara melakukan hedging (lindung nilai) portofolio Anda menggunakan US Dollar (USD) maupun Singapore Dollar (SGD).\n\nGunakan amunisi Cash Reserve (dana tunai) Anda di waktu yang tepat!\n\n💡 JANGAN LUPA untuk klik LIKE, SUBSCRIBE ke kanal , dan nyalakan LONCENG NOTIFIKASI agar tidak ketinggalan update info finansial krusial seperti ini.\n\nTulis pendapat Anda di kolom komentar: Apakah Anda sudah mulai memindahkan aset Anda ke mata uang asing? Mari kita diskusikan bersama!\n\nTIMESTAMPS:\n00:00 - Kapan Sebenarnya Market Bottom?\n02:15 - Fakta Rupiah Kalah dari Turkish Lira\n03:30 - Analisis IHSG Jatuh 40% & Bahaya Nyata Ekonomi\n05:10 - 4 Penyebab Utama Market Crash di Indonesia\n07:45 - Skandal Saham Gorengan & Ancaman MSCI/FTSE Frontier Market\n10:20 - UU P2SK: Independensi Bank Indonesia Dikoyak Pemerintah?\n13:15 - Tips Selamatkan Uang: Cara Hedging ke USD/SGD & Pentingnya Cash Reserve\n\n#IHSG #MarketCrash #BelajarSaham #Finansial #MacroEconomics #InvestasiSaham #DuniaBisnis #1MPertama #SahamIndonesia #RupiahMelorot", "post_id": "jGe58EN4SWk"}}, {"key": "@V-Today", "attributes": {"label": "@V-Today", "x": 401.2999428859555, "y": 75.88343605613123, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 3.646, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "UJdbhTjo2x8", "id": "@V-Today", "source": "youtube-000001", "content": "Airlangga Bongkar Aturan Baru Ekspor CPO & Batu Bara, Danantara Ikut Awasi!\n\nMenteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengungkapkan pemerintah tengah memfinalisasi berbagai regulasi terkait implementasi kebijakan devisa hasil ekspor (DHE) yang akan mulai berlaku pada 1 Juni mendatang.\n\nHal tersebut disampaikan Airlangga usai rapat bersama Presiden yang juga dihadiri Menteri Perdagangan, Menteri Keuangan, serta Gubernur Bank Indonesia.\n\nMenurut Airlangga, pemerintah saat ini sedang menyelesaikan berbagai instrumen aturan mulai dari Peraturan Menteri Perdagangan, regulasi Bank Indonesia, hingga ketentuan dari Kementerian Keuangan.\n\n“Seluruh regulasi ditargetkan selesai sebelum 1 Juni,” kata Airlangga.\n\nSelain kebijakan DHE, pemerintah juga membahas implementasi pengelolaan ekspor komoditas strategis seperti CPO, batu bara, dan feronikel yang nantinya akan dijalankan oleh PT Danantara Sumber Daya Indonesia (DSI).\n\nAirlangga menyebut sosialisasi kepada asosiasi pelaku usaha juga langsung dilakukan agar dunia industri memahami kebijakan baru yang akan diterapkan pemerintah.\n\nDalam kesempatan tersebut, pemerintah turut membahas kondisi ekonomi global yang masih dibayangi ketidakpastian akibat perang yang belum berakhir.\n\nKarena itu, pemerintah memutuskan untuk melanjutkan kebijakan work from home (WFH) selama dua bulan ke depan sebagai bagian dari langkah antisipasi menghadapi situasi global.\n\n“Pemerintah juga sedang menyiapkan beberapa insentif untuk mendorong pertumbuhan ekonomi kuartal kedua,” ujarnya.\n\nAirlangga memastikan pelaku usaha tidak perlu khawatir terhadap kebijakan baru tersebut karena kegiatan ekspor tetap dilakukan oleh perusahaan-perusahaan yang selama ini sudah berjalan di sektor batu bara, CPO, maupun feronikel.\n\nMenurutnya, tahap awal implementasi akan difokuskan pada sistem pelaporan kepada Danantara sebelum dilakukan penyempurnaan sistem dalam beberapa bulan ke depan.\n\n“Nanti akan ada benchmark harga-harga komoditas dan harga referensi masing-masing sektor,” jelasnya.\n\nPemerintah berharap kebijakan baru ini dapat memperkuat pengelolaan devisa ekspor nasional sekaligus menjaga stabilitas ekonomi Indonesia di tengah tekanan global yang masih berlangsung.\n\nFollow Us:\n\nhttps://v-today.com/\n  / vtodaydotcom  \n  / vtodaydotcom  \n  / vtodaydotcom  \nhttps://www.threads.com/", "post_id": "UJdbhTjo2x8"}}, {"key": "vtodaydotcom", "attributes": {"label": "vtodaydotcom", "x": 942.5884716753048, "y": 783.490242389413, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 5.1956, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "UJdbhTjo2x8", "id": "vtodaydotcom", "source": "youtube-000001", "content": "Airlangga Bongkar Aturan Baru Ekspor CPO & Batu Bara, Danantara Ikut Awasi!\n\nMenteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengungkapkan pemerintah tengah memfinalisasi berbagai regulasi terkait implementasi kebijakan devisa hasil ekspor (DHE) yang akan mulai berlaku pada 1 Juni mendatang.\n\nHal tersebut disampaikan Airlangga usai rapat bersama Presiden yang juga dihadiri Menteri Perdagangan, Menteri Keuangan, serta Gubernur Bank Indonesia.\n\nMenurut Airlangga, pemerintah saat ini sedang menyelesaikan berbagai instrumen aturan mulai dari Peraturan Menteri Perdagangan, regulasi Bank Indonesia, hingga ketentuan dari Kementerian Keuangan.\n\n“Seluruh regulasi ditargetkan selesai sebelum 1 Juni,” kata Airlangga.\n\nSelain kebijakan DHE, pemerintah juga membahas implementasi pengelolaan ekspor komoditas strategis seperti CPO, batu bara, dan feronikel yang nantinya akan dijalankan oleh PT Danantara Sumber Daya Indonesia (DSI).\n\nAirlangga menyebut sosialisasi kepada asosiasi pelaku usaha juga langsung dilakukan agar dunia industri memahami kebijakan baru yang akan diterapkan pemerintah.\n\nDalam kesempatan tersebut, pemerintah turut membahas kondisi ekonomi global yang masih dibayangi ketidakpastian akibat perang yang belum berakhir.\n\nKarena itu, pemerintah memutuskan untuk melanjutkan kebijakan work from home (WFH) selama dua bulan ke depan sebagai bagian dari langkah antisipasi menghadapi situasi global.\n\n“Pemerintah juga sedang menyiapkan beberapa insentif untuk mendorong pertumbuhan ekonomi kuartal kedua,” ujarnya.\n\nAirlangga memastikan pelaku usaha tidak perlu khawatir terhadap kebijakan baru tersebut karena kegiatan ekspor tetap dilakukan oleh perusahaan-perusahaan yang selama ini sudah berjalan di sektor batu bara, CPO, maupun feronikel.\n\nMenurutnya, tahap awal implementasi akan difokuskan pada sistem pelaporan kepada Danantara sebelum dilakukan penyempurnaan sistem dalam beberapa bulan ke depan.\n\n“Nanti akan ada benchmark harga-harga komoditas dan harga referensi masing-masing sektor,” jelasnya.\n\nPemerintah berharap kebijakan baru ini dapat memperkuat pengelolaan devisa ekspor nasional sekaligus menjaga stabilitas ekonomi Indonesia di tengah tekanan global yang masih berlangsung.\n\nFollow Us:\n\nhttps://v-today.com/\n  / vtodaydotcom  \n  / vtodaydotcom  \n  / vtodaydotcom  \nhttps://www.threads.com/", "post_id": "UJdbhTjo2x8"}}, {"key": "@kompastvmedan", "attributes": {"label": "@kompastvmedan", "x": 80.666093127306, "y": 419.6691475650427, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 3.646, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "99dCo5RRlRA", "id": "@kompastvmedan", "source": "youtube-000001", "content": "Kata Purbaya soal Rupiah Sempat Menyentuh Rp 18.000 Per Dolar AS: Sudah Kami Perhitungkan\n\nKOMPAS.TV - Nilai tukar rupiah sempat melemah hingga mendekati Rp18.000 per dolar AS. Namun, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan kondisi tersebut belum memberikan dampak signifikan terhadap aktivitas ekonomi nasional.\n\nPurbaya meyakini perekonomian Indonesia masih menjadi salah satu yang paling menjanjikan di kawasan. Sebagai langkah antisipasi, Bank Indonesia telah melakukan intervensi di pasar obligasi untuk menjaga stabilitas keuangan.\n\nPemerintah juga menyiapkan strategi jangka pendek, menengah, dan panjang guna memastikan pertumbuhan ekonomi domestik tetap terjaga. Selain itu, Purbaya menyinggung perkembangan konflik antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran yang disebut semakin mendekati kesepakatan.\n\nMenurutnya, deeskalasi konflik di Timur Tengah akan membantu mengurangi tekanan terhadap nilai tukar rupiah.\n\nSementara itu, Kepala Badan Komunikasi Pemerintah, M. Qodari, menyatakan pemerintah telah menyiapkan subsidi energi dalam jumlah besar sebagai upaya menahan dampak pelemahan rupiah. Berbagai bantuan di sektor pendidikan dan kesehatan juga disediakan bagi keluarga berpendapatan rendah. \n\n#rupiah #purbaya #dollar #nilaitukarrupiah #dolar #matauang #menkeu \n------------------------------------------\nSahabat Kompas TV, jangan lupa like, comment, dan subscribe channel YouTube Kompas TV Medan, juga aktifkan lonceng notifikasi agar tidak ketinggalan update mengenai isu-isu terkini di Indonesia.\n\nJangan lewatkan live streaming Kompas TV 24 jam non stop di https://www.kompas.tv/live\n\nSahabat Kompas TV juga bisa memperoleh informasi terkini melalui website: www.kompas.tv\n\nMedia sosial Kompas TV Medan\nTikTok :   / kompastvmedan  \nInstagram :   / kompastvmedan  \nFacebook :   / kompastvmdn  \nTwitter :   / kompastvmedan  \nThreads: https://www.threads.net/\n\nKompas TV\nIndependen | Terpercaya\n#kompastvmedan", "post_id": "99dCo5RRlRA"}}, {"key": "kompastvmedan", "attributes": {"label": "kompastvmedan", "x": 985.2288213178888, "y": 543.5838930617526, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 5.1956, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "99dCo5RRlRA", "id": "kompastvmedan", "source": "youtube-000001", "content": "Kata Purbaya soal Rupiah Sempat Menyentuh Rp 18.000 Per Dolar AS: Sudah Kami Perhitungkan\n\nKOMPAS.TV - Nilai tukar rupiah sempat melemah hingga mendekati Rp18.000 per dolar AS. Namun, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan kondisi tersebut belum memberikan dampak signifikan terhadap aktivitas ekonomi nasional.\n\nPurbaya meyakini perekonomian Indonesia masih menjadi salah satu yang paling menjanjikan di kawasan. Sebagai langkah antisipasi, Bank Indonesia telah melakukan intervensi di pasar obligasi untuk menjaga stabilitas keuangan.\n\nPemerintah juga menyiapkan strategi jangka pendek, menengah, dan panjang guna memastikan pertumbuhan ekonomi domestik tetap terjaga. Selain itu, Purbaya menyinggung perkembangan konflik antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran yang disebut semakin mendekati kesepakatan.\n\nMenurutnya, deeskalasi konflik di Timur Tengah akan membantu mengurangi tekanan terhadap nilai tukar rupiah.\n\nSementara itu, Kepala Badan Komunikasi Pemerintah, M. Qodari, menyatakan pemerintah telah menyiapkan subsidi energi dalam jumlah besar sebagai upaya menahan dampak pelemahan rupiah. Berbagai bantuan di sektor pendidikan dan kesehatan juga disediakan bagi keluarga berpendapatan rendah. \n\n#rupiah #purbaya #dollar #nilaitukarrupiah #dolar #matauang #menkeu \n------------------------------------------\nSahabat Kompas TV, jangan lupa like, comment, dan subscribe channel YouTube Kompas TV Medan, juga aktifkan lonceng notifikasi agar tidak ketinggalan update mengenai isu-isu terkini di Indonesia.\n\nJangan lewatkan live streaming Kompas TV 24 jam non stop di https://www.kompas.tv/live\n\nSahabat Kompas TV juga bisa memperoleh informasi terkini melalui website: www.kompas.tv\n\nMedia sosial Kompas TV Medan\nTikTok :   / kompastvmedan  \nInstagram :   / kompastvmedan  \nFacebook :   / kompastvmdn  \nTwitter :   / kompastvmedan  \nThreads: https://www.threads.net/\n\nKompas TV\nIndependen | Terpercaya\n#kompastvmedan", "post_id": "99dCo5RRlRA"}}, {"key": "@OfficialiNews", "attributes": {"label": "@OfficialiNews", "x": 745.5437800357805, "y": 181.58264820413282, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 3.646, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "6WXGfF8Ot1o", "id": "@OfficialiNews", "source": "youtube-000001", "content": "Dolar AS Tembus Rp18.000! Gubernur BI Bongkar Langkah Pemerintah Perkuat Rupiah | iNews Terkini\n\nGubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo menegaskan kebijakan fiskal dan moneter harus kompak untuk menjaga stabilitas ekonomi Indonesia.\n\n\"Kami tegaskan koordinasi fiskal dan moneter selama ini sangat-sangat erat bagaimana menjaga stabilitas ekonomi dan mendorong pertumbuhan ekonomi,\" ungkap Perry kepada awak media di Gedung DPR/MPR, Jakarta, Sabtu (6/6/2026).\n\nDia menjelaskan, penguatan koordinasi fiskal dan moneter terus dilakukan. Saat ini, koordinasi tersebut difokuskan agar kebijakan fiskal dan moneter seirama, saling mendukung, dan saling memperkuat sesuai kewenangan masing-masing guna menjaga stabilitas nilai tukar rupiah.\n\nBerita Selengkapnya baca di: https://inews.id/news\n\nJoin membership channel ini dan nikmati berbagai konten eksklusif:\n   /   \n\n📰 iNews: Channel Berita Terlengkap, Tercepat, dan Terpercaya di Indonesia\nDapatkan berita terbaru dari seluruh Indonesia dan dunia, mulai dari politik, ekonomi, hukum, kriminal, olahraga, hiburan, hingga peristiwa penting lainnya. Dengan liputan langsung dari lokasi kejadian dan jurnalis profesional, iNews selalu menghadirkan informasi yang cepat, akurat, dan berimbang.\n\n📊 iNews menjadi sumber berita pilihan jutaan masyarakat yang ingin selalu update setiap saat. Jadilah bagian dari komunitas berita terbesar di Indonesia dan nikmati tayangan eksklusif yang tidak Anda temukan di tempat lain.\n\n📌 Jangan lupa\n✅ Klik SUBSCRIBE untuk bergabung dengan jutaan penonton setia kami\n✅ Aktifkan Lonceng Notifikasi agar tidak ketinggalan berita penting\n✅ Bagikan video ini agar lebih banyak orang mendapatkan informasi yang benar\n\nFollow WA Channel https://whatsapp.com/channel/0029Va7s...\nFollow our Official TikTok   / officialinews  \nFollow our Official Twitter   / officialinews_  \nLike our Official Facebook   / officialinews  \nFollow our Official Instagram   / officialinews  \n\n#purbayayudhisadewa #BI #dollar #iNews #BeritaTerkini #BreakingNews #BeritaHariIni #BeritaNasional #BeritaIndonesia #BeritaDunia #TerlengkapTercepatTerpercaya", "post_id": "6WXGfF8Ot1o"}}, {"key": "officialinews", "attributes": {"label": "officialinews", "x": 906.0331734147633, "y": 241.16234288619043, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 5.1956, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "6WXGfF8Ot1o", "id": "officialinews", "source": "youtube-000001", "content": "Dolar AS Tembus Rp18.000! Gubernur BI Bongkar Langkah Pemerintah Perkuat Rupiah | iNews Terkini\n\nGubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo menegaskan kebijakan fiskal dan moneter harus kompak untuk menjaga stabilitas ekonomi Indonesia.\n\n\"Kami tegaskan koordinasi fiskal dan moneter selama ini sangat-sangat erat bagaimana menjaga stabilitas ekonomi dan mendorong pertumbuhan ekonomi,\" ungkap Perry kepada awak media di Gedung DPR/MPR, Jakarta, Sabtu (6/6/2026).\n\nDia menjelaskan, penguatan koordinasi fiskal dan moneter terus dilakukan. Saat ini, koordinasi tersebut difokuskan agar kebijakan fiskal dan moneter seirama, saling mendukung, dan saling memperkuat sesuai kewenangan masing-masing guna menjaga stabilitas nilai tukar rupiah.\n\nBerita Selengkapnya baca di: https://inews.id/news\n\nJoin membership channel ini dan nikmati berbagai konten eksklusif:\n   /   \n\n📰 iNews: Channel Berita Terlengkap, Tercepat, dan Terpercaya di Indonesia\nDapatkan berita terbaru dari seluruh Indonesia dan dunia, mulai dari politik, ekonomi, hukum, kriminal, olahraga, hiburan, hingga peristiwa penting lainnya. Dengan liputan langsung dari lokasi kejadian dan jurnalis profesional, iNews selalu menghadirkan informasi yang cepat, akurat, dan berimbang.\n\n📊 iNews menjadi sumber berita pilihan jutaan masyarakat yang ingin selalu update setiap saat. Jadilah bagian dari komunitas berita terbesar di Indonesia dan nikmati tayangan eksklusif yang tidak Anda temukan di tempat lain.\n\n📌 Jangan lupa\n✅ Klik SUBSCRIBE untuk bergabung dengan jutaan penonton setia kami\n✅ Aktifkan Lonceng Notifikasi agar tidak ketinggalan berita penting\n✅ Bagikan video ini agar lebih banyak orang mendapatkan informasi yang benar\n\nFollow WA Channel https://whatsapp.com/channel/0029Va7s...\nFollow our Official TikTok   / officialinews  \nFollow our Official Twitter   / officialinews_  \nLike our Official Facebook   / officialinews  \nFollow our Official Instagram   / officialinews  \n\n#purbayayudhisadewa #BI #dollar #iNews #BeritaTerkini #BreakingNews #BeritaHariIni #BeritaNasional #BeritaIndonesia #BeritaDunia #TerlengkapTercepatTerpercaya", "post_id": "6WXGfF8Ot1o"}}, {"key": "@IDXChannel", "attributes": {"label": "@IDXChannel", "x": 629.2424886850905, "y": 862.7480704849182, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 3.646, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 63, "degree": 63}, "_id": "Gems7ldqy-o", "id": "@IDXChannel", "source": "youtube-000001", "content": "Efisiensi Kenaikan BI Rate Menjaga Stabilitas Pasar | SPECIAL TALK\n\nLangkah taktis Bank Indonesia mengeskalasi suku bunga acuan suku bunga acuan (BI Rate) sebesar 50 basis poin hingga menyentuh level 5,25% merupakan respons moneter guna menstabilkan volatilitas nilai tukar Rupiah. Ditengah rilis pertumbuhan ekonomi di atas kertas sebesar 5,61%, instrumen pengetatan ini diarahkan untuk menstimulasi kembali masuknya investasi portofolio asing.\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nFollow US on Social Media\nYuk Subscribe -    /   \nWa Channel - https://whatsapp.com/channel/0029Va5V...\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idx_channel  \n-------------------------------------------------------------------------------------\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\nMyRepublic Channel 576\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "Gems7ldqy-o"}}, {"key": "idxchannel_", "attributes": {"label": "idxchannel_", "x": 584.315234308634, "y": 84.75686890210143, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 3.6952, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 9, "out_degree": 0, "degree": 9}, "_id": "Gems7ldqy-o", "id": "idxchannel_", "source": "youtube-000001", "content": "Efisiensi Kenaikan BI Rate Menjaga Stabilitas Pasar | SPECIAL TALK\n\nLangkah taktis Bank Indonesia mengeskalasi suku bunga acuan suku bunga acuan (BI Rate) sebesar 50 basis poin hingga menyentuh level 5,25% merupakan respons moneter guna menstabilkan volatilitas nilai tukar Rupiah. Ditengah rilis pertumbuhan ekonomi di atas kertas sebesar 5,61%, instrumen pengetatan ini diarahkan untuk menstimulasi kembali masuknya investasi portofolio asing.\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nFollow US on Social Media\nYuk Subscribe -    /   \nWa Channel - https://whatsapp.com/channel/0029Va5V...\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idx_channel  \n-------------------------------------------------------------------------------------\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\nMyRepublic Channel 576\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "Gems7ldqy-o"}}, {"key": "wicky_adrian", "attributes": {"label": "wicky_adrian", "x": 980.0911201405237, "y": 459.2638054502689, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 4.2118, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 10, "out_degree": 0, "degree": 10}, "_id": "Gems7ldqy-o", "id": "wicky_adrian", "source": "youtube-000001", "content": "Efisiensi Kenaikan BI Rate Menjaga Stabilitas Pasar | SPECIAL TALK\n\nLangkah taktis Bank Indonesia mengeskalasi suku bunga acuan suku bunga acuan (BI Rate) sebesar 50 basis poin hingga menyentuh level 5,25% merupakan respons moneter guna menstabilkan volatilitas nilai tukar Rupiah. Ditengah rilis pertumbuhan ekonomi di atas kertas sebesar 5,61%, instrumen pengetatan ini diarahkan untuk menstimulasi kembali masuknya investasi portofolio asing.\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nFollow US on Social Media\nYuk Subscribe -    /   \nWa Channel - https://whatsapp.com/channel/0029Va5V...\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idx_channel  \n-------------------------------------------------------------------------------------\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\nMyRepublic Channel 576\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "Gems7ldqy-o"}}, {"key": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "fajar.wayong", "x": 137.20888001784448, "y": 599.0137908796869, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 4.2118, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 20, "out_degree": 0, "degree": 20}, "_id": "Gems7ldqy-o", "id": "fajar.wayong", "source": "youtube-000001", "content": "Efisiensi Kenaikan BI Rate Menjaga Stabilitas Pasar | SPECIAL TALK\n\nLangkah taktis Bank Indonesia mengeskalasi suku bunga acuan suku bunga acuan (BI Rate) sebesar 50 basis poin hingga menyentuh level 5,25% merupakan respons moneter guna menstabilkan volatilitas nilai tukar Rupiah. Ditengah rilis pertumbuhan ekonomi di atas kertas sebesar 5,61%, instrumen pengetatan ini diarahkan untuk menstimulasi kembali masuknya investasi portofolio asing.\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nFollow US on Social Media\nYuk Subscribe -    /   \nWa Channel - https://whatsapp.com/channel/0029Va5V...\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idx_channel  \n-------------------------------------------------------------------------------------\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\nMyRepublic Channel 576\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "Gems7ldqy-o"}}, {"key": "deffid_83", "attributes": {"label": "deffid_83", "x": 43.078966928309256, "y": 256.74857540705676, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 4.2118, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 10, "out_degree": 0, "degree": 10}, "_id": "Gems7ldqy-o", "id": "deffid_83", "source": "youtube-000001", "content": "Efisiensi Kenaikan BI Rate Menjaga Stabilitas Pasar | SPECIAL TALK\n\nLangkah taktis Bank Indonesia mengeskalasi suku bunga acuan suku bunga acuan (BI Rate) sebesar 50 basis poin hingga menyentuh level 5,25% merupakan respons moneter guna menstabilkan volatilitas nilai tukar Rupiah. Ditengah rilis pertumbuhan ekonomi di atas kertas sebesar 5,61%, instrumen pengetatan ini diarahkan untuk menstimulasi kembali masuknya investasi portofolio asing.\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nFollow US on Social Media\nYuk Subscribe -    /   \nWa Channel - https://whatsapp.com/channel/0029Va5V...\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idx_channel  \n-------------------------------------------------------------------------------------\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\nMyRepublic Channel 576\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "Gems7ldqy-o"}}, {"key": "rosalinehioe", "attributes": {"label": "rosalinehioe", "x": 826.7244260390813, "y": 386.55470142997814, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 4.2118, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 10, "out_degree": 0, "degree": 10}, "_id": "Gems7ldqy-o", "id": "rosalinehioe", "source": "youtube-000001", "content": "Efisiensi Kenaikan BI Rate Menjaga Stabilitas Pasar | SPECIAL TALK\n\nLangkah taktis Bank Indonesia mengeskalasi suku bunga acuan suku bunga acuan (BI Rate) sebesar 50 basis poin hingga menyentuh level 5,25% merupakan respons moneter guna menstabilkan volatilitas nilai tukar Rupiah. Ditengah rilis pertumbuhan ekonomi di atas kertas sebesar 5,61%, instrumen pengetatan ini diarahkan untuk menstimulasi kembali masuknya investasi portofolio asing.\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nFollow US on Social Media\nYuk Subscribe -    /   \nWa Channel - https://whatsapp.com/channel/0029Va5V...\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idx_channel  \n-------------------------------------------------------------------------------------\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\nMyRepublic Channel 576\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "Gems7ldqy-o"}}, {"key": "@wawasan-cerdas", "attributes": {"label": "@wawasan-cerdas", "x": 893.1479422119725, "y": 109.21629658891673, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 3.646, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "O1UEEhBeeaE", "id": "@wawasan-cerdas", "source": "youtube-000001", "content": "Bedah Analisis Ferry Irwandi tentang Ekonomi Indonesia 2026! Fakta & Ilusi Ekonomi Indonesia\n\n🔗 SUMBER ANALISIS & REFERENSI: Narasi dan data di dalam video ini diadaptasi dari bedah dokumen Analisis Makroekonomi Indonesia 2026 oleh Ferry Irwandi. Tonton video sumber selengkapnya di sini:    • Analisis dan Solusi Ekonomi Indonesia 2026  \n\nSelamat datang di channel Wawasan Cerdas! Di video kali ini, kita akan membongkar tuntas realitas mengerikan di balik angka pertumbuhan ekonomi Indonesia yang selama ini sering dibanggakan. Benarkah ekonomi kita sedang baik-baik saja? Atau kita sebenarnya sedang berada di dalam ilusi \"Pertumbuhan Semu\" (Potemkin Growth) yang perlahan-lahan menghancurkan fundamental negara?\n\nKita akan membedah secara mendalam krisis makroekonomi yang mengguncang Indonesia, mulai dari pelemahan ekstrem nilai tukar Rupiah yang menembus rekor terlemahnya di Rp17.645 per Dolar AS, anjloknya cadangan devisa, hingga fenomena arus modal keluar (capital outflow) yang masif. Namun, tahukah kamu bahwa ini BUKANLAH krisis sistemik atau perbankan seperti tragedi tahun 1998?\n\nAncaman yang jauh lebih mematikan dan bersifat laten sedang mengintai kita: \"Middle-Income Trap\" (Jebakan Kelas Menengah)! Faktanya, dalam beberapa tahun terakhir, Indonesia telah kehilangan lebih dari 10,6 juta penduduk kelas menengah secara struktural. Hal ini dipicu oleh inefisiensi investasi yang parah dengan tingginya angka Incremental Capital Output Ratio (ICOR) mencapai 6,33, yang artinya kita butuh modal Rp6,33 hanya untuk menghasilkan Rp1 output baru. Akibatnya, sektor manufaktur terkontraksi dan memicu gelombang PHK massal di berbagai daerah.\n\nLayaknya analogi \"Katak dalam Panci Rebusan\" (Boiling Frog), masyarakat dan birokrasi kita perlahan-lahan dimatikan oleh stagnasi ekonomi tanpa kita sadari, karena kita selalu berpikir bahwa fundamental kita kuat. Padahal, air rebusan itu adalah deindustrialisasi dan inefisiensi yang terus dipanaskan sejak 2019!\n\nDi video edukasi ini, Wawasan Cerdas juga akan mengkritisi berbagai kebijakan fiskal dan moneter pemerintah. Kita akan membahas:\nPemborosan APBN untuk subsidi energi (deadweight loss) dan mengapa transisi ke Direct Benefit Transfer (DBT) atau subsidi tunai langsung memiliki risiko memicu ledakan inflasi (Cost-Push Inflation) jika tidak dieksekusi dengan perhitungan stress test yang matang.\n\nPolemik dan evaluasi program raksasa triliunan rupiah seperti Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menguras ruang fiskal negara.\n\nRisiko nyata dari pengetatan suku bunga global, konflik geopolitik Timur Tengah, dan dampaknya pada mahalnya biaya hidup (inflasi pangan/logistik) di Indonesia.\n\nApakah Bank Indonesia dan pemerintah mampu melakukan reformasi struktural yang radikal? Atau kita justru harus mengorbankan impian menjadi negara maju di visi Indonesia Emas 2045? Tonton video ini sampai habis untuk mengetahui skenario perekonomian ke depan dan bagaimana dampaknya terhadap dompet serta masa depanmu!\n\n🗣️ BAGAIMANA PENDAPATMU? Apakah kamu merasakan daya beli yang semakin menurun atau sulitnya mencari pekerjaan saat ini? Coba ceritakan pengalamanmu di kolom komentar di bawah! Mari berdiskusi dengan cerdas.\n\n00:06 Kondisi Krisis Mei 2026\n11:09 Faktor Resiko Utama\n19:46 Diagnosis Sektor Riil dan Moneter\n29:01 Skenario Ekonomi 2026\n38:26 Analisis Wawasan Cerdas\n\n👍 JANGAN LUPA DUKUNG CHANNEL INI! Jika informasi ini bermanfaat dan membuka wawasanmu, pastikan untuk menekan tombol LIKE, SHARE video ini ke teman atau grup keluargamu, dan klik SUBSCRIBE agar tidak ketinggalan analisis mendalam dari Wawasan Cerdas selanjutnya!\n\n#WawasanCerdas #KrisisEkonomi #EkonomiIndonesia #MiddleIncomeTrap #KelasMenengah #RupiahAnjlok #PHKMassal #Makroekonomi #Inflasi #SubsidiBBM #Investasi #KebijakanPemerintah #IndonesiaEmas2045 #KrisisMataUang #BeritaEkonomi #WawasanCerdas #InvestasiSaham #Saham\n\nJoin this channel to get access to perks:\n   / -cerdas", "post_id": "O1UEEhBeeaE"}}, {"key": "wawasan", "attributes": {"label": "wawasan", "x": 641.6185473643352, "y": 891.3952977250019, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 6.7452, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "O1UEEhBeeaE", "id": "wawasan", "source": "youtube-000001", "content": "Bedah Analisis Ferry Irwandi tentang Ekonomi Indonesia 2026! Fakta & Ilusi Ekonomi Indonesia\n\n🔗 SUMBER ANALISIS & REFERENSI: Narasi dan data di dalam video ini diadaptasi dari bedah dokumen Analisis Makroekonomi Indonesia 2026 oleh Ferry Irwandi. Tonton video sumber selengkapnya di sini:    • Analisis dan Solusi Ekonomi Indonesia 2026  \n\nSelamat datang di channel Wawasan Cerdas! Di video kali ini, kita akan membongkar tuntas realitas mengerikan di balik angka pertumbuhan ekonomi Indonesia yang selama ini sering dibanggakan. Benarkah ekonomi kita sedang baik-baik saja? Atau kita sebenarnya sedang berada di dalam ilusi \"Pertumbuhan Semu\" (Potemkin Growth) yang perlahan-lahan menghancurkan fundamental negara?\n\nKita akan membedah secara mendalam krisis makroekonomi yang mengguncang Indonesia, mulai dari pelemahan ekstrem nilai tukar Rupiah yang menembus rekor terlemahnya di Rp17.645 per Dolar AS, anjloknya cadangan devisa, hingga fenomena arus modal keluar (capital outflow) yang masif. Namun, tahukah kamu bahwa ini BUKANLAH krisis sistemik atau perbankan seperti tragedi tahun 1998?\n\nAncaman yang jauh lebih mematikan dan bersifat laten sedang mengintai kita: \"Middle-Income Trap\" (Jebakan Kelas Menengah)! Faktanya, dalam beberapa tahun terakhir, Indonesia telah kehilangan lebih dari 10,6 juta penduduk kelas menengah secara struktural. Hal ini dipicu oleh inefisiensi investasi yang parah dengan tingginya angka Incremental Capital Output Ratio (ICOR) mencapai 6,33, yang artinya kita butuh modal Rp6,33 hanya untuk menghasilkan Rp1 output baru. Akibatnya, sektor manufaktur terkontraksi dan memicu gelombang PHK massal di berbagai daerah.\n\nLayaknya analogi \"Katak dalam Panci Rebusan\" (Boiling Frog), masyarakat dan birokrasi kita perlahan-lahan dimatikan oleh stagnasi ekonomi tanpa kita sadari, karena kita selalu berpikir bahwa fundamental kita kuat. Padahal, air rebusan itu adalah deindustrialisasi dan inefisiensi yang terus dipanaskan sejak 2019!\n\nDi video edukasi ini, Wawasan Cerdas juga akan mengkritisi berbagai kebijakan fiskal dan moneter pemerintah. Kita akan membahas:\nPemborosan APBN untuk subsidi energi (deadweight loss) dan mengapa transisi ke Direct Benefit Transfer (DBT) atau subsidi tunai langsung memiliki risiko memicu ledakan inflasi (Cost-Push Inflation) jika tidak dieksekusi dengan perhitungan stress test yang matang.\n\nPolemik dan evaluasi program raksasa triliunan rupiah seperti Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menguras ruang fiskal negara.\n\nRisiko nyata dari pengetatan suku bunga global, konflik geopolitik Timur Tengah, dan dampaknya pada mahalnya biaya hidup (inflasi pangan/logistik) di Indonesia.\n\nApakah Bank Indonesia dan pemerintah mampu melakukan reformasi struktural yang radikal? Atau kita justru harus mengorbankan impian menjadi negara maju di visi Indonesia Emas 2045? Tonton video ini sampai habis untuk mengetahui skenario perekonomian ke depan dan bagaimana dampaknya terhadap dompet serta masa depanmu!\n\n🗣️ BAGAIMANA PENDAPATMU? Apakah kamu merasakan daya beli yang semakin menurun atau sulitnya mencari pekerjaan saat ini? Coba ceritakan pengalamanmu di kolom komentar di bawah! Mari berdiskusi dengan cerdas.\n\n00:06 Kondisi Krisis Mei 2026\n11:09 Faktor Resiko Utama\n19:46 Diagnosis Sektor Riil dan Moneter\n29:01 Skenario Ekonomi 2026\n38:26 Analisis Wawasan Cerdas\n\n👍 JANGAN LUPA DUKUNG CHANNEL INI! Jika informasi ini bermanfaat dan membuka wawasanmu, pastikan untuk menekan tombol LIKE, SHARE video ini ke teman atau grup keluargamu, dan klik SUBSCRIBE agar tidak ketinggalan analisis mendalam dari Wawasan Cerdas selanjutnya!\n\n#WawasanCerdas #KrisisEkonomi #EkonomiIndonesia #MiddleIncomeTrap #KelasMenengah #RupiahAnjlok #PHKMassal #Makroekonomi #Inflasi #SubsidiBBM #Investasi #KebijakanPemerintah #IndonesiaEmas2045 #KrisisMataUang #BeritaEkonomi #WawasanCerdas #InvestasiSaham #Saham\n\nJoin this channel to get access to perks:\n   / -cerdas", "post_id": "O1UEEhBeeaE"}}, {"key": "@tuturmediadigital", "attributes": {"label": "@tuturmediadigital", "x": 748.1060874679197, "y": 171.81857249716904, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 3.646, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "hp4KM_VwEOE", "id": "@tuturmediadigital", "source": "youtube-000001", "content": "Rupiah Tertekan, Gubernur BI Ungkap 2 Jurus Jaga Stabilitas Nilai Tukar Rupiah\n\nTUTUR.co.id - Nilai tukar rupiah masih berada di bawah tekanan dan bertahan di atas level Rp18.000 per dolar AS. Merespons kondisi tersebut, Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo mengungkapkan dua strategi utama yang disepakati bersama pemerintah untuk menjaga stabilitas nilai tukar dan sistem keuangan nasional.\n\nLangkah pertama adalah meningkatkan daya tarik instrumen keuangan domestik guna menarik kembali aliran modal asing ke pasar Indonesia. Sementara langkah kedua adalah menjaga kecukupan likuiditas di pasar uang dan sektor perbankan melalui penguatan koordinasi kebijakan fiskal dan moneter. Menurut Perry, sinergi BI dan pemerintah akan terus diperkuat untuk menghadapi ketidakpastian ekonomi global sekaligus menjaga pertumbuhan ekonomi nasional.\n\n#Rupiah #PerryWarjiyo #BankIndonesia #BI #KursDolar #NilaiTukarRupiah #EkonomiIndonesia #PasarKeuangan #ModalAsing #Investasi #APBN #KebijakanMoneter #KebijakanFiskal #BeritaEkonomi #tuturmediadigital #tututv\n\n\n\n===\n\nKamu juga bisa mengunjungi media sosial Tutur Media Digital:\n\nInstagram:   / tuturmediadigital  \nTikTok:   / tuturmediadigital  \nX: https://x.com/tuturmedia\nYoutube:    /   \nFacebook: https://www.facebook.com/share/17m5ob...", "post_id": "hp4KM_VwEOE"}}, {"key": "tuturtvmedia", "attributes": {"label": "tuturtvmedia", "x": 255.16613543819534, "y": 468.1459772173755, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 5.1956, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "hp4KM_VwEOE", "id": "tuturtvmedia", "source": "youtube-000001", "content": "Rupiah Tertekan, Gubernur BI Ungkap 2 Jurus Jaga Stabilitas Nilai Tukar Rupiah\n\nTUTUR.co.id - Nilai tukar rupiah masih berada di bawah tekanan dan bertahan di atas level Rp18.000 per dolar AS. Merespons kondisi tersebut, Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo mengungkapkan dua strategi utama yang disepakati bersama pemerintah untuk menjaga stabilitas nilai tukar dan sistem keuangan nasional.\n\nLangkah pertama adalah meningkatkan daya tarik instrumen keuangan domestik guna menarik kembali aliran modal asing ke pasar Indonesia. Sementara langkah kedua adalah menjaga kecukupan likuiditas di pasar uang dan sektor perbankan melalui penguatan koordinasi kebijakan fiskal dan moneter. Menurut Perry, sinergi BI dan pemerintah akan terus diperkuat untuk menghadapi ketidakpastian ekonomi global sekaligus menjaga pertumbuhan ekonomi nasional.\n\n#Rupiah #PerryWarjiyo #BankIndonesia #BI #KursDolar #NilaiTukarRupiah #EkonomiIndonesia #PasarKeuangan #ModalAsing #Investasi #APBN #KebijakanMoneter #KebijakanFiskal #BeritaEkonomi #tuturmediadigital #tututv\n\n\n\n===\n\nKamu juga bisa mengunjungi media sosial Tutur Media Digital:\n\nInstagram:   / tuturmediadigital  \nTikTok:   / tuturmediadigital  \nX: https://x.com/tuturmedia\nYoutube:    /   \nFacebook: https://www.facebook.com/share/17m5ob...", "post_id": "hp4KM_VwEOE"}}, {"key": "@VideoTribunPontianak", "attributes": {"label": "@VideoTribunPontianak", "x": 530.2753654866233, "y": 372.79332377457786, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 3.646, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "_AuCozXxeGE", "id": "@VideoTribunPontianak", "source": "youtube-000001", "content": "🔵 RUPIAH BAKAL PERKASA? PERRY WARJIYO BONGKAR ALASAN EKONOMI INDONESIA MAKIN KUAT\n\nKabar penting datang dari Bank Indonesia. Gubernur BI Perry Warjiyo menyampaikan optimisme bahwa nilai tukar rupiah akan menguat dalam beberapa tahun ke depan.\n\nDalam rapat bersama Badan Anggaran DPR dan Menteri Keuangan, Perry memproyeksikan kurs rupiah berada di kisaran Rp16.800 hingga Rp17.500 per dolar Amerika Serikat pada tahun 2027.\n\nApa yang membuat Bank Indonesia begitu optimistis?\n\nMenurut Perry Warjiyo, pertumbuhan ekonomi global diperkirakan membaik seiring meredanya ketegangan geopolitik dunia. Selain itu, fundamental ekonomi Indonesia dinilai tetap kuat dan mampu menopang stabilitas nilai tukar rupiah.\n\nTak hanya itu, berbagai kebijakan pemerintah yang mendorong ekspor nasional juga diyakini akan memperkuat posisi rupiah di pasar keuangan global.\n\nBank Indonesia bersama pemerintah akan terus menjaga sinergi antara kebijakan moneter dan fiskal guna memastikan stabilitas ekonomi nasional tetap terjaga. Perry juga menegaskan komitmen BI untuk menjaga nilai tukar rupiah sekaligus menarik lebih banyak investasi asing masuk ke Indonesia.\n\nBenarkah rupiah akan semakin kuat pada 2027? Tulis pendapat Anda di kolom komentar dan jangan lupa subscribe untuk mendapatkan update ekonomi terbaru setiap hari.\n\n#rupiah #perrywarjiyo #bankindonesia #ekonomiindonesia #kursdollar #beritaterkini #ekonomi #investasi #liveupdate #trendingnews\n\nSimak berita selengkapnya di http://pontianak.tribunnews.com/\nSimak Video Viral lainnya    / tribunsingkawang1  \n\nProgram: live update\nHost: -\nOperator: Irwan\nSumber: Tribunnews\n\n‎Ikuti saluran Tribun Pontianak di WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029VaLd...\nDownload aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru.\n\nFollow us:\n\nInstagram:   / tribunpontianak  \nFacebook:   / tribunpontianakinteraktif  \nTwitter:   / tribunpontianak  \nTikTok: tiktok.com/\n\nTerima Kasih Telah Subscribe, Like, dan comment konten-konten menarik dari Kami.", "post_id": "_AuCozXxeGE"}}, {"key": "tribunpontianak", "attributes": {"label": "tribunpontianak", "x": 924.5837042247933, "y": 261.72092294927927, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 6.7452, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "_AuCozXxeGE", "id": "tribunpontianak", "source": "youtube-000001", "content": "🔵 RUPIAH BAKAL PERKASA? PERRY WARJIYO BONGKAR ALASAN EKONOMI INDONESIA MAKIN KUAT\n\nKabar penting datang dari Bank Indonesia. Gubernur BI Perry Warjiyo menyampaikan optimisme bahwa nilai tukar rupiah akan menguat dalam beberapa tahun ke depan.\n\nDalam rapat bersama Badan Anggaran DPR dan Menteri Keuangan, Perry memproyeksikan kurs rupiah berada di kisaran Rp16.800 hingga Rp17.500 per dolar Amerika Serikat pada tahun 2027.\n\nApa yang membuat Bank Indonesia begitu optimistis?\n\nMenurut Perry Warjiyo, pertumbuhan ekonomi global diperkirakan membaik seiring meredanya ketegangan geopolitik dunia. Selain itu, fundamental ekonomi Indonesia dinilai tetap kuat dan mampu menopang stabilitas nilai tukar rupiah.\n\nTak hanya itu, berbagai kebijakan pemerintah yang mendorong ekspor nasional juga diyakini akan memperkuat posisi rupiah di pasar keuangan global.\n\nBank Indonesia bersama pemerintah akan terus menjaga sinergi antara kebijakan moneter dan fiskal guna memastikan stabilitas ekonomi nasional tetap terjaga. Perry juga menegaskan komitmen BI untuk menjaga nilai tukar rupiah sekaligus menarik lebih banyak investasi asing masuk ke Indonesia.\n\nBenarkah rupiah akan semakin kuat pada 2027? Tulis pendapat Anda di kolom komentar dan jangan lupa subscribe untuk mendapatkan update ekonomi terbaru setiap hari.\n\n#rupiah #perrywarjiyo #bankindonesia #ekonomiindonesia #kursdollar #beritaterkini #ekonomi #investasi #liveupdate #trendingnews\n\nSimak berita selengkapnya di http://pontianak.tribunnews.com/\nSimak Video Viral lainnya    / tribunsingkawang1  \n\nProgram: live update\nHost: -\nOperator: Irwan\nSumber: Tribunnews\n\n‎Ikuti saluran Tribun Pontianak di WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029VaLd...\nDownload aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru.\n\nFollow us:\n\nInstagram:   / tribunpontianak  \nFacebook:   / tribunpontianakinteraktif  \nTwitter:   / tribunpontianak  \nTikTok: tiktok.com/\n\nTerima Kasih Telah Subscribe, Like, dan comment konten-konten menarik dari Kami.", "post_id": "_AuCozXxeGE"}}, {"key": "@kaltimpostnews", "attributes": {"label": "@kaltimpostnews", "x": 759.8203526646366, "y": 330.7210643537725, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 3.646, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "8zYGtyYrK5c", "id": "@kaltimpostnews", "source": "youtube-000001", "content": "Menkeu & Gubernur BI Kompak Amankan Kestabilan Rupiah Demi Selamatkan Nasib Pedagang Tahu Tempe\n\nBertempat di Gedung Parlemen, Sabtu (6/6), Wakil Ketu DPR RI Sufmi Dasco Ahmad Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi, serta Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo.\n\nPertemuan tingkat tinggi ini berfokus penuh pada penyelarasan jurus fiskal dan moneter agar berjalan seirama demi memompa pertumbuhan ekonomi nasional di tengah ketidakpastian global. Melalui sinkronisasi kebijakan baru yang lebih agresif ini, pemerintah membidik target rupiah yang jauh lebih stabil. \n\n#MenteriKeuangan #GubernurBI #RupiahHariIni #KursRupiah #KebijakanFiskal #Moneter #PedagangTahuTempe #InflasiPangan #Kemenkeu #BankIndonesia #BreakingNews #EkonomiRakyat #WongCilik\n\nDapatkan konten-konten Kaltim Post di berbagai platform media: \n\nhttps://www.kaltimpost.id\n  / kaltimpost   \n  / kaltimpostonline  \n  / kaltim_post  \n   /   \n  / kaltimpostnews  \nhttps://www.threads.net/ \n\nDapatkan juga berita-berita terbaru Kaltim Post dengan mengikuti Channel Whatsapp di https://whatsapp.com/channel/0029Vajs...\n\nInfo bisnis Kaltim Post https://wa.me/kaltimpostnews", "post_id": "8zYGtyYrK5c"}}, {"key": "kaltimpostnews", "attributes": {"label": "kaltimpostnews", "x": 8.64201085980576, "y": 794.7029623650029, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 5.1956, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "8zYGtyYrK5c", "id": "kaltimpostnews", "source": "youtube-000001", "content": "Menkeu & Gubernur BI Kompak Amankan Kestabilan Rupiah Demi Selamatkan Nasib Pedagang Tahu Tempe\n\nBertempat di Gedung Parlemen, Sabtu (6/6), Wakil Ketu DPR RI Sufmi Dasco Ahmad Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi, serta Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo.\n\nPertemuan tingkat tinggi ini berfokus penuh pada penyelarasan jurus fiskal dan moneter agar berjalan seirama demi memompa pertumbuhan ekonomi nasional di tengah ketidakpastian global. Melalui sinkronisasi kebijakan baru yang lebih agresif ini, pemerintah membidik target rupiah yang jauh lebih stabil. \n\n#MenteriKeuangan #GubernurBI #RupiahHariIni #KursRupiah #KebijakanFiskal #Moneter #PedagangTahuTempe #InflasiPangan #Kemenkeu #BankIndonesia #BreakingNews #EkonomiRakyat #WongCilik\n\nDapatkan konten-konten Kaltim Post di berbagai platform media: \n\nhttps://www.kaltimpost.id\n  / kaltimpost   \n  / kaltimpostonline  \n  / kaltim_post  \n   /   \n  / kaltimpostnews  \nhttps://www.threads.net/ \n\nDapatkan juga berita-berita terbaru Kaltim Post dengan mengikuti Channel Whatsapp di https://whatsapp.com/channel/0029Vajs...\n\nInfo bisnis Kaltim Post https://wa.me/kaltimpostnews", "post_id": "8zYGtyYrK5c"}}, {"key": "kaltimpost", "attributes": {"label": "kaltimpost", "x": 570.814456234296, "y": 974.401246042564, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 5.1956, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "8zYGtyYrK5c", "id": "kaltimpost", "source": "youtube-000001", "content": "Menkeu & Gubernur BI Kompak Amankan Kestabilan Rupiah Demi Selamatkan Nasib Pedagang Tahu Tempe\n\nBertempat di Gedung Parlemen, Sabtu (6/6), Wakil Ketu DPR RI Sufmi Dasco Ahmad Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi, serta Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo.\n\nPertemuan tingkat tinggi ini berfokus penuh pada penyelarasan jurus fiskal dan moneter agar berjalan seirama demi memompa pertumbuhan ekonomi nasional di tengah ketidakpastian global. Melalui sinkronisasi kebijakan baru yang lebih agresif ini, pemerintah membidik target rupiah yang jauh lebih stabil. \n\n#MenteriKeuangan #GubernurBI #RupiahHariIni #KursRupiah #KebijakanFiskal #Moneter #PedagangTahuTempe #InflasiPangan #Kemenkeu #BankIndonesia #BreakingNews #EkonomiRakyat #WongCilik\n\nDapatkan konten-konten Kaltim Post di berbagai platform media: \n\nhttps://www.kaltimpost.id\n  / kaltimpost   \n  / kaltimpostonline  \n  / kaltim_post  \n   /   \n  / kaltimpostnews  \nhttps://www.threads.net/ \n\nDapatkan juga berita-berita terbaru Kaltim Post dengan mengikuti Channel Whatsapp di https://whatsapp.com/channel/0029Vajs...\n\nInfo bisnis Kaltim Post https://wa.me/kaltimpostnews", "post_id": "8zYGtyYrK5c"}}, {"key": "@JCCNetwork", "attributes": {"label": "@JCCNetwork", "x": 545.19435811329, "y": 327.40215825065, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 3.646, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 4, "degree": 4}, "_id": "oszbmfq3yck", "id": "@JCCNetwork", "source": "youtube-000001", "content": "Gubernur BI Beberkan Faktor Penguat Rupiah, Target 2027 di Kisaran Rp16.800–Rp17.500\n\n‪‬ Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo, optimistis nilai tukar rupiah akan menguat pada 2027 dan bergerak di kisaran Rp16.800 hingga Rp17.500 per dolar AS. Proyeksi ini didukung oleh membaiknya ekonomi global, kuatnya fundamental ekonomi Indonesia, kebijakan sentralisasi ekspor komoditas strategis melalui PT Danantara Sumber Daya Indonesia, serta sinergi kebijakan moneter dan fiskal.\nSelain menjaga stabilitas nilai tukar melalui intervensi pasar valas, BI juga memperkirakan inflasi 2027 tetap terkendali di kisaran 2,5% ±1%, seiring pertumbuhan ekonomi yang solid dan masuknya lebih banyak modal asing ke Indonesia.\n\n#Rupiah #PerryWarjiyo #JCCNetwork\n\nYouTube channel resmi JCC Network menjadi bagian PT Sejahtera Jaringan Media (SJM). Dibawakan langsung oleh host terpercaya dan kredibel, topik-topik politik, hukum, sosial, religi dan isu-isu aktual lainnya dikemas lewat kemasan yang tidak sekadar menghibur, namun juga insightful.\n\nKlik, follow, dan subscribe website & medsos kami 👇🏻\n\nWebsite: https://jccnetwork.id/\nFacebook: JCC Network \nInstagram: \nTwitter: \nTikTok: \nYouTube: JCC Network\n\n#jccnetwork #ProOtonomi #podcast #contentcreator #youtuber", "post_id": "oszbmfq3yck"}}, {"key": "JCCNetwork", "attributes": {"label": "JCCNetwork", "x": 762.6667968131561, "y": 180.06496561414497, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 4.4208, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "oszbmfq3yck", "id": "JCCNetwork", "source": "youtube-000001", "content": "Gubernur BI Beberkan Faktor Penguat Rupiah, Target 2027 di Kisaran Rp16.800–Rp17.500\n\n‪‬ Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo, optimistis nilai tukar rupiah akan menguat pada 2027 dan bergerak di kisaran Rp16.800 hingga Rp17.500 per dolar AS. Proyeksi ini didukung oleh membaiknya ekonomi global, kuatnya fundamental ekonomi Indonesia, kebijakan sentralisasi ekspor komoditas strategis melalui PT Danantara Sumber Daya Indonesia, serta sinergi kebijakan moneter dan fiskal.\nSelain menjaga stabilitas nilai tukar melalui intervensi pasar valas, BI juga memperkirakan inflasi 2027 tetap terkendali di kisaran 2,5% ±1%, seiring pertumbuhan ekonomi yang solid dan masuknya lebih banyak modal asing ke Indonesia.\n\n#Rupiah #PerryWarjiyo #JCCNetwork\n\nYouTube channel resmi JCC Network menjadi bagian PT Sejahtera Jaringan Media (SJM). Dibawakan langsung oleh host terpercaya dan kredibel, topik-topik politik, hukum, sosial, religi dan isu-isu aktual lainnya dikemas lewat kemasan yang tidak sekadar menghibur, namun juga insightful.\n\nKlik, follow, dan subscribe website & medsos kami 👇🏻\n\nWebsite: https://jccnetwork.id/\nFacebook: JCC Network \nInstagram: \nTwitter: \nTikTok: \nYouTube: JCC Network\n\n#jccnetwork #ProOtonomi #podcast #contentcreator #youtuber", "post_id": "oszbmfq3yck"}}, {"key": "jccbetwork.id", "attributes": {"label": "jccbetwork.id", "x": 801.3921936418725, "y": 333.64565323770034, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 4.4208, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "oszbmfq3yck", "id": "jccbetwork.id", "source": "youtube-000001", "content": "Gubernur BI Beberkan Faktor Penguat Rupiah, Target 2027 di Kisaran Rp16.800–Rp17.500\n\n‪‬ Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo, optimistis nilai tukar rupiah akan menguat pada 2027 dan bergerak di kisaran Rp16.800 hingga Rp17.500 per dolar AS. Proyeksi ini didukung oleh membaiknya ekonomi global, kuatnya fundamental ekonomi Indonesia, kebijakan sentralisasi ekspor komoditas strategis melalui PT Danantara Sumber Daya Indonesia, serta sinergi kebijakan moneter dan fiskal.\nSelain menjaga stabilitas nilai tukar melalui intervensi pasar valas, BI juga memperkirakan inflasi 2027 tetap terkendali di kisaran 2,5% ±1%, seiring pertumbuhan ekonomi yang solid dan masuknya lebih banyak modal asing ke Indonesia.\n\n#Rupiah #PerryWarjiyo #JCCNetwork\n\nYouTube channel resmi JCC Network menjadi bagian PT Sejahtera Jaringan Media (SJM). Dibawakan langsung oleh host terpercaya dan kredibel, topik-topik politik, hukum, sosial, religi dan isu-isu aktual lainnya dikemas lewat kemasan yang tidak sekadar menghibur, namun juga insightful.\n\nKlik, follow, dan subscribe website & medsos kami 👇🏻\n\nWebsite: https://jccnetwork.id/\nFacebook: JCC Network \nInstagram: \nTwitter: \nTikTok: \nYouTube: JCC Network\n\n#jccnetwork #ProOtonomi #podcast #contentcreator #youtuber", "post_id": "oszbmfq3yck"}}, {"key": "jcc_network", "attributes": {"label": "jcc_network", "x": 190.42404525742185, "y": 870.2573108019891, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 4.4208, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "oszbmfq3yck", "id": "jcc_network", "source": "youtube-000001", "content": "Gubernur BI Beberkan Faktor Penguat Rupiah, Target 2027 di Kisaran Rp16.800–Rp17.500\n\n‪‬ Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo, optimistis nilai tukar rupiah akan menguat pada 2027 dan bergerak di kisaran Rp16.800 hingga Rp17.500 per dolar AS. Proyeksi ini didukung oleh membaiknya ekonomi global, kuatnya fundamental ekonomi Indonesia, kebijakan sentralisasi ekspor komoditas strategis melalui PT Danantara Sumber Daya Indonesia, serta sinergi kebijakan moneter dan fiskal.\nSelain menjaga stabilitas nilai tukar melalui intervensi pasar valas, BI juga memperkirakan inflasi 2027 tetap terkendali di kisaran 2,5% ±1%, seiring pertumbuhan ekonomi yang solid dan masuknya lebih banyak modal asing ke Indonesia.\n\n#Rupiah #PerryWarjiyo #JCCNetwork\n\nYouTube channel resmi JCC Network menjadi bagian PT Sejahtera Jaringan Media (SJM). Dibawakan langsung oleh host terpercaya dan kredibel, topik-topik politik, hukum, sosial, religi dan isu-isu aktual lainnya dikemas lewat kemasan yang tidak sekadar menghibur, namun juga insightful.\n\nKlik, follow, dan subscribe website & medsos kami 👇🏻\n\nWebsite: https://jccnetwork.id/\nFacebook: JCC Network \nInstagram: \nTwitter: \nTikTok: \nYouTube: JCC Network\n\n#jccnetwork #ProOtonomi #podcast #contentcreator #youtuber", "post_id": "oszbmfq3yck"}}, {"key": "jccnetwork.id", "attributes": {"label": "jccnetwork.id", "x": 264.56590674159906, "y": 405.1623093974094, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 4.4208, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "oszbmfq3yck", "id": "jccnetwork.id", "source": "youtube-000001", "content": "Gubernur BI Beberkan Faktor Penguat Rupiah, Target 2027 di Kisaran Rp16.800–Rp17.500\n\n‪‬ Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo, optimistis nilai tukar rupiah akan menguat pada 2027 dan bergerak di kisaran Rp16.800 hingga Rp17.500 per dolar AS. Proyeksi ini didukung oleh membaiknya ekonomi global, kuatnya fundamental ekonomi Indonesia, kebijakan sentralisasi ekspor komoditas strategis melalui PT Danantara Sumber Daya Indonesia, serta sinergi kebijakan moneter dan fiskal.\nSelain menjaga stabilitas nilai tukar melalui intervensi pasar valas, BI juga memperkirakan inflasi 2027 tetap terkendali di kisaran 2,5% ±1%, seiring pertumbuhan ekonomi yang solid dan masuknya lebih banyak modal asing ke Indonesia.\n\n#Rupiah #PerryWarjiyo #JCCNetwork\n\nYouTube channel resmi JCC Network menjadi bagian PT Sejahtera Jaringan Media (SJM). Dibawakan langsung oleh host terpercaya dan kredibel, topik-topik politik, hukum, sosial, religi dan isu-isu aktual lainnya dikemas lewat kemasan yang tidak sekadar menghibur, namun juga insightful.\n\nKlik, follow, dan subscribe website & medsos kami 👇🏻\n\nWebsite: https://jccnetwork.id/\nFacebook: JCC Network \nInstagram: \nTwitter: \nTikTok: \nYouTube: JCC Network\n\n#jccnetwork #ProOtonomi #podcast #contentcreator #youtuber", "post_id": "oszbmfq3yck"}}, {"key": "@KoranJakartaYoutubeOfficial", "attributes": {"label": "@KoranJakartaYoutubeOfficial", "x": 21.83291405521548, "y": 511.5227406697993, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 3.646, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "sb2WlYnVLag", "id": "@KoranJakartaYoutubeOfficial", "source": "youtube-000001", "content": "PASAR MULAI PANIK! Mata Uang Ambruk, Kebijakan BI & Pemerintah Dikritik Tajam\n\nAlarm bahaya stabilitas ekonomi Indonesia berdering! Pasar mulai panik setelah mata uang rupiah babak belur dan ambruk menyentuh rekor terburuknya terhadap dollar AS. Mengapa rupiah tetap tertekan secara signifikan padahal pertumbuhan ekonomi tumbuh kuat dan inflasi diklaim masih terkendali? \n\nDalam video kali ini, kita akan mengulas kritik tajam para ekonom terhadap kebijakan moneter Bank Indonesia (BI) dan tata kelola fiskal pemerintah. Langkah BI menaikkan suku bunga acuan secara mendadak dinilai pasar sebagai bentuk kepanikan yang justru memperberat beban utang negara, mirip dengan kesalahan fatal Bank Sentral Brasil pada tahun 2002 silam. \n\nBagaimana nasib nilai tukar rupiah ke depan? Mengapa para pelaku pasar dan investor kini menagih kepastian arah kebijakan konkret serta koordinasi nyata antara otoritas fiskal dan moneter? Simak analisis kritis dan faktual selengkapnya dalam video ini!\n\nVideo Editor: Rifqi Rahmandika\n\n#koranjakarta #news #RupiahAmbruk #KebijakanBI #KrisisEkonomi #EkonomiIndonesia #BankIndonesia #KursRupiah #PasarSaham #BeritaTerkini #FiskalPemerintah #DollarAS\n\n============================================================\n\nKunjungi media sosial kami untuk mendapatkan informasi terbaru.\n\nInstagram:   / koranjakarta.id  \nTwitter: https://x.com/koranjakarta_id/\nFacebook:   / koran.jakarta  \nThread: https://www.threads.com/\nTiktok:   / koranjakarta  \n\nWebsite Koran Jakarta : https://koran-jakarta.com\n\nHave any idea, or business inquiries\ndigital-jakarta.com\n\nKebenaran itu Tidak Pernah Memihak!", "post_id": "sb2WlYnVLag"}}, {"key": "koranjakarta...", "attributes": {"label": "koranjakarta...", "x": 288.4972343680078, "y": 637.8723611724691, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 5.1956, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "sb2WlYnVLag", "id": "koranjakarta...", "source": "youtube-000001", "content": "PASAR MULAI PANIK! Mata Uang Ambruk, Kebijakan BI & Pemerintah Dikritik Tajam\n\nAlarm bahaya stabilitas ekonomi Indonesia berdering! Pasar mulai panik setelah mata uang rupiah babak belur dan ambruk menyentuh rekor terburuknya terhadap dollar AS. Mengapa rupiah tetap tertekan secara signifikan padahal pertumbuhan ekonomi tumbuh kuat dan inflasi diklaim masih terkendali? \n\nDalam video kali ini, kita akan mengulas kritik tajam para ekonom terhadap kebijakan moneter Bank Indonesia (BI) dan tata kelola fiskal pemerintah. Langkah BI menaikkan suku bunga acuan secara mendadak dinilai pasar sebagai bentuk kepanikan yang justru memperberat beban utang negara, mirip dengan kesalahan fatal Bank Sentral Brasil pada tahun 2002 silam. \n\nBagaimana nasib nilai tukar rupiah ke depan? Mengapa para pelaku pasar dan investor kini menagih kepastian arah kebijakan konkret serta koordinasi nyata antara otoritas fiskal dan moneter? Simak analisis kritis dan faktual selengkapnya dalam video ini!\n\nVideo Editor: Rifqi Rahmandika\n\n#koranjakarta #news #RupiahAmbruk #KebijakanBI #KrisisEkonomi #EkonomiIndonesia #BankIndonesia #KursRupiah #PasarSaham #BeritaTerkini #FiskalPemerintah #DollarAS\n\n============================================================\n\nKunjungi media sosial kami untuk mendapatkan informasi terbaru.\n\nInstagram:   / koranjakarta.id  \nTwitter: https://x.com/koranjakarta_id/\nFacebook:   / koran.jakarta  \nThread: https://www.threads.com/\nTiktok:   / koranjakarta  \n\nWebsite Koran Jakarta : https://koran-jakarta.com\n\nHave any idea, or business inquiries\ndigital-jakarta.com\n\nKebenaran itu Tidak Pernah Memihak!", "post_id": "sb2WlYnVLag"}}, {"key": "@arahbangsaindonesia", "attributes": {"label": "@arahbangsaindonesia", "x": 151.24832020541245, "y": 161.1385052680365, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 3.646, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "wVipf__LoX4", "id": "@arahbangsaindonesia", "source": "youtube-000001", "content": "DARI POLRI SAMPAI AI, DPR SOROT ATURAN YANG HARUS MENGIKUTI PERUBAHAN |KILAS PARLEMEN, 14 APRIL 2026\n\nDPR RI membahas berbagai isu strategis mulai dari pengesahan revisi UU Polri, arah ekonomi dan fiskal 2027, pelayanan jalan tol, kemandirian farmasi nasional, keberlanjutan JKN, perlindungan anak, kehutanan, penyiaran publik, hingga tantangan hukum di era kecerdasan buatan.\n\nDARI POLRI SAMPAI AI, DPR SOROT ATURAN YANG HARUS MENGIKUTI PERUBAHAN | KILAS PARLEMEN - 14 APRIL 2026\n\nRingkasan pembahasan:\nRapat Paripurna DPR RI resmi mengesahkan RUU Perubahan Ketiga atas UU Polri menjadi Undang-Undang\n DPR menegaskan revisi ini diarahkan untuk memperkuat profesionalisme, transparansi, akuntabilitas, pengawasan, serta perlindungan HAM dalam proses penegakan hukum\n Selain itu, DPR juga membahas arah ekonomi 2027 mulai dari target pertumbuhan, kebijakan fiskal, hingga penguatan sektor strategis nasional\nKomisi V DPR RI mengevaluasi standar pelayanan minimal jalan tol bersama para ahli\n Pembahasan menyoroti kualitas layanan, keselamatan, transparansi tarif, kendaraan ODOL, hingga penerapan sistem pembayaran tanpa berhenti\n DPR meminta pengelolaan jalan tol menjaga keseimbangan antara investasi, kualitas layanan, dan manfaat bagi pengguna jalan\nKomisi VI DPR RI mengevaluasi kinerja Bio Farma dan industri farmasi nasional\n DPR menyoroti masih tingginya ketergantungan terhadap impor bahan baku farmasi meskipun dukungan modal negara telah diberikan\n Penguatan industri hulu farmasi diminta memiliki target yang jelas agar Indonesia semakin mandiri\nBadan Anggaran DPR RI bersama pemerintah dan Bank Indonesia membahas Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal 2027\n Pembahasan mencakup pertumbuhan ekonomi, nilai tukar rupiah, ketahanan pangan dan energi, hilirisasi industri, hingga penurunan kemiskinan\n DPR mendorong agar kebijakan fiskal mampu menghasilkan pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berdampak langsung bagi masyarakat\nKomisi IX DPR RI membahas keberlanjutan program Jaminan Kesehatan Nasional\n DPR menyoroti pembiayaan JKN, validasi data penerima bantuan, kepatuhan iuran, hingga peningkatan mutu layanan kesehatan\n Penguatan sistem kesehatan dinilai penting agar akses layanan tetap dapat dirasakan seluruh masyarakat\nKomisi VIII DPR RI mengevaluasi perlindungan anak dan pengawasan layanan daycare\n DPR menilai kasus kekerasan terhadap anak harus menjadi momentum pembenahan standar layanan, kompetensi pengasuh, serta sistem pengawasan tempat penitipan anak\nBadan Legislasi DPR RI membahas RUU Kehutanan dengan fokus pada perlindungan masyarakat adat\n DPR mendorong regulasi yang mampu menjaga kelestarian hutan sekaligus memberikan kepastian hukum bagi masyarakat yang hidup di kawasan tersebut\nKomisi VII DPR RI mengevaluasi kinerja TVRI, RRI, dan LKBN Antara\n DPR meminta lembaga penyiaran publik memperkuat transparansi, akuntabilitas, dan kualitas laporan pengelolaan anggaran\nPansus RUU Desain Industri membahas tantangan regulasi di tengah perkembangan kecerdasan buatan atau AI\n DPR menerima masukan agar aturan baru mampu memberikan kepastian hukum terhadap karya digital, perlindungan kreativitas, dan perkembangan teknologi masa depan\n\n#KILASPARLEMEN ABANG TV merangkum berbagai isu legislasi, pengawasan, dan kebijakan DPR RI yang berdampak langsung bagi masyarakat.\n\nABANG TV juga tersedia di:\n Tiktok   / abangtv.id  \nInstagram   / abangtv.id  \nKami tunggu komentarmu:\n Youtube    /   \n\n#abangtv #kilasparlemen #dprri #polri #ekonomi #kesehatan #ai #kehutanan #kebijakanpublik", "post_id": "wVipf__LoX4"}}, {"key": "arahbangsaindonesia", "attributes": {"label": "arahbangsaindonesia", "x": 79.19341673335656, "y": 201.01760087042575, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 6.7452, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "wVipf__LoX4", "id": "arahbangsaindonesia", "source": "youtube-000001", "content": "DARI POLRI SAMPAI AI, DPR SOROT ATURAN YANG HARUS MENGIKUTI PERUBAHAN |KILAS PARLEMEN, 14 APRIL 2026\n\nDPR RI membahas berbagai isu strategis mulai dari pengesahan revisi UU Polri, arah ekonomi dan fiskal 2027, pelayanan jalan tol, kemandirian farmasi nasional, keberlanjutan JKN, perlindungan anak, kehutanan, penyiaran publik, hingga tantangan hukum di era kecerdasan buatan.\n\nDARI POLRI SAMPAI AI, DPR SOROT ATURAN YANG HARUS MENGIKUTI PERUBAHAN | KILAS PARLEMEN - 14 APRIL 2026\n\nRingkasan pembahasan:\nRapat Paripurna DPR RI resmi mengesahkan RUU Perubahan Ketiga atas UU Polri menjadi Undang-Undang\n DPR menegaskan revisi ini diarahkan untuk memperkuat profesionalisme, transparansi, akuntabilitas, pengawasan, serta perlindungan HAM dalam proses penegakan hukum\n Selain itu, DPR juga membahas arah ekonomi 2027 mulai dari target pertumbuhan, kebijakan fiskal, hingga penguatan sektor strategis nasional\nKomisi V DPR RI mengevaluasi standar pelayanan minimal jalan tol bersama para ahli\n Pembahasan menyoroti kualitas layanan, keselamatan, transparansi tarif, kendaraan ODOL, hingga penerapan sistem pembayaran tanpa berhenti\n DPR meminta pengelolaan jalan tol menjaga keseimbangan antara investasi, kualitas layanan, dan manfaat bagi pengguna jalan\nKomisi VI DPR RI mengevaluasi kinerja Bio Farma dan industri farmasi nasional\n DPR menyoroti masih tingginya ketergantungan terhadap impor bahan baku farmasi meskipun dukungan modal negara telah diberikan\n Penguatan industri hulu farmasi diminta memiliki target yang jelas agar Indonesia semakin mandiri\nBadan Anggaran DPR RI bersama pemerintah dan Bank Indonesia membahas Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal 2027\n Pembahasan mencakup pertumbuhan ekonomi, nilai tukar rupiah, ketahanan pangan dan energi, hilirisasi industri, hingga penurunan kemiskinan\n DPR mendorong agar kebijakan fiskal mampu menghasilkan pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berdampak langsung bagi masyarakat\nKomisi IX DPR RI membahas keberlanjutan program Jaminan Kesehatan Nasional\n DPR menyoroti pembiayaan JKN, validasi data penerima bantuan, kepatuhan iuran, hingga peningkatan mutu layanan kesehatan\n Penguatan sistem kesehatan dinilai penting agar akses layanan tetap dapat dirasakan seluruh masyarakat\nKomisi VIII DPR RI mengevaluasi perlindungan anak dan pengawasan layanan daycare\n DPR menilai kasus kekerasan terhadap anak harus menjadi momentum pembenahan standar layanan, kompetensi pengasuh, serta sistem pengawasan tempat penitipan anak\nBadan Legislasi DPR RI membahas RUU Kehutanan dengan fokus pada perlindungan masyarakat adat\n DPR mendorong regulasi yang mampu menjaga kelestarian hutan sekaligus memberikan kepastian hukum bagi masyarakat yang hidup di kawasan tersebut\nKomisi VII DPR RI mengevaluasi kinerja TVRI, RRI, dan LKBN Antara\n DPR meminta lembaga penyiaran publik memperkuat transparansi, akuntabilitas, dan kualitas laporan pengelolaan anggaran\nPansus RUU Desain Industri membahas tantangan regulasi di tengah perkembangan kecerdasan buatan atau AI\n DPR menerima masukan agar aturan baru mampu memberikan kepastian hukum terhadap karya digital, perlindungan kreativitas, dan perkembangan teknologi masa depan\n\n#KILASPARLEMEN ABANG TV merangkum berbagai isu legislasi, pengawasan, dan kebijakan DPR RI yang berdampak langsung bagi masyarakat.\n\nABANG TV juga tersedia di:\n Tiktok   / abangtv.id  \nInstagram   / abangtv.id  \nKami tunggu komentarmu:\n Youtube    /   \n\n#abangtv #kilasparlemen #dprri #polri #ekonomi #kesehatan #ai #kehutanan #kebijakanpublik", "post_id": "wVipf__LoX4"}}, {"key": "@IDXCHANNELINSIGHT", "attributes": {"label": "@IDXCHANNELINSIGHT", "x": 647.6077776976115, "y": 961.6482162656608, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 3.646, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 6, "degree": 6}, "_id": "Fl5faMK6mpA", "id": "@IDXCHANNELINSIGHT", "source": "youtube-000001", "content": "Ekonomi Dunia Diperkirakan Tumbuh 3 Persen pada 2026 | MILENOMICS\n\nBank Indonesia (BI) memperkirakan pertumbuhan ekonomi global pada 2026 tetap terbatas di level 3,0 persen, di tengah meningkatnya tekanan inflasi yang diproyeksikan mencapai sekitar 4,4 persen. Kondisi tersebut mendorong sejumlah bank sentral, termasuk Amerika Serikat, mempertahankan kebijakan moneter ketat dengan peluang kenaikan suku bunga lebih lanjut seiring prospek inflasi yang masih tinggi. Di saat yang sama, tingginya imbal hasil US Treasury dan kuatnya dolar AS membuat aliran modal ke negara berkembang belum optimal karena investor global cenderung memilih aset safe haven di negara maju. BI juga mengingatkan bahwa dinamika negosiasi antara AS dan Iran terkait penyelesaian konflik Timur Tengah masih perlu dicermati karena berpotensi memengaruhi stabilitas ekonomi global dan pasar keuangan.\n\n\n\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n--------------------------------------------\nFollow US on Social Media\nWebsite - http://www.idxchannel.com\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idxchannelcom  \n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "Fl5faMK6mpA"}}], "edges": [{"key": "isari68", "source": "isari68", "target": "bank_indonesia", "attributes": {"label": "retweet", "type": "retweet", "source": "retweet-000002"}}, {"key": "isari68", "source": "isari68", "target": "bank_indonesia", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "retweet-000002"}}, {"key": "HanaJuhar", "source": "HanaJuhar", "target": "bank_indonesia", "attributes": {"label": "retweet", "type": "retweet", "source": "retweet-000002"}}, {"key": "HanaJuhar", "source": "HanaJuhar", "target": "bank_indonesia", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "retweet-000002"}}, {"key": "magdalenahere", "source": "magdalenahere", "target": "bank_indonesia", "attributes": {"label": "retweet", "type": "retweet", "source": "retweet-000002"}}, {"key": "magdalenahere", "source": "magdalenahere", "target": "bank_indonesia", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "retweet-000002"}}, {"key": "abdiahmad87", "source": "abdiahmad87", "target": "bank_indonesia", "attributes": {"label": "retweet", "type": "retweet", "source": "retweet-000002"}}, {"key": "abdiahmad87", "source": "abdiahmad87", "target": "bank_indonesia", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "retweet-000002"}}, {"key": "keuangan_", "source": "keuangan_", "target": "AidilAKBAR", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "DKIJakarta", "source": "DKIJakarta", "target": "pramonoanung", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "aul_urrohman", "source": "aul_urrohman", "target": "TxtRabbitHole", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "aul_urrohman", "source": "aul_urrohman", "target": "txtdaritaxpayer", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "72819214106", "source": "72819214106", "target": "Investora.Idn", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "bloombergtechnoz", "source": "bloombergtechnoz", "target": "bloombergtechnoz", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "redaksi_sumselmedia", "source": "redaksi_sumselmedia", "target": "bank_indonesia_sumsel", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "redaksi_sumselmedia", "source": "redaksi_sumselmedia", "target": "isef.id", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "redaksi_sumselmedia", "source": "redaksi_sumselmedia", "target": "fesyarsumatera", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "redaksi_sumselmedia", "source": "redaksi_sumselmedia", "target": "redaksi_sumselmedia", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "redaksi_sumselmedia", "source": "redaksi_sumselmedia", "target": "bank_indonesia_sumsel", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "redaksi_sumselmedia", "source": "redaksi_sumselmedia", "target": "isef.id", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "redaksi_sumselmedia", "source": "redaksi_sumselmedia", "target": "isef.indonesia", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "redaksi_sumselmedia", "source": "redaksi_sumselmedia", "target": "bank_indonesia", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "redaksi_sumselmedia", "source": "redaksi_sumselmedia", "target": "redaksi_sumselmedia", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "redaksi_sumselmedia", "source": "redaksi_sumselmedia", "target": "hermanderu67", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "vivasumsel_on.the.spot", "source": "vivasumsel_on.the.spot", "target": "bank_indonesia_sumsel", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "vivasumsel_on.the.spot", "source": "vivasumsel_on.the.spot", "target": "bank_indonesia", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "redaksi_sumselmedia", "source": "redaksi_sumselmedia", "target": "bank_indonesia_sumsel", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "redaksi_sumselmedia", "source": "redaksi_sumselmedia", "target": "pemprov_sumateraselatan", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "redaksi_sumselmedia", "source": "redaksi_sumselmedia", "target": "redaksi_sumselmedia", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "hariankompas", "source": "hariankompas", "target": "hariankompas.", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "vivasumsel_on.the.spot", "source": "vivasumsel_on.the.spot", "target": "bank_indonesia_sumsel", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "idx_channel", "source": "idx_channel", "target": "idx_channel", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "disparbadung", "source": "disparbadung", "target": "iwayanadiarnawa", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "disparbadung", "source": "disparbadung", "target": "gus.bota", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "disparbadung", "source": "disparbadung", "target": "surya.suamba", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "disparbadung", "source": "disparbadung", "target": "putri_mas", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "disparbadung", "source": "disparbadung", "target": "pemkabbadung", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "hariankompas", "source": "hariankompas", "target": "bankindonesia", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "hariankompas", "source": "hariankompas", "target": "adaroenergy", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "cirebon.banget", "source": "cirebon.banget", "target": "effendiedo65", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "metrotv", "source": "metrotv", "target": "sufmi_dasco", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "vivasumsel_on.the.spot", "source": "vivasumsel_on.the.spot", "target": "bank_indonesia_sumsel", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "vivasumsel_on.the.spot", "source": "vivasumsel_on.the.spot", "target": "pemprovsumsel", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "1671027898", "source": "1671027898", "target": "purbayayudhi", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "ojk_purwokerto", "source": "ojk_purwokerto", "target": "ojkindonesia", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "ojk_purwokerto", "source": "ojk_purwokerto", "target": "ojk_purwokerto", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "sonorapalembang", "source": "sonorapalembang", "target": "sonorapalembang", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "ojk_sumbagsel", "source": "ojk_sumbagsel", "target": "ojk_sumbagsel", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "redaksi_sumselmedia", "source": "redaksi_sumselmedia", "target": "bank_indonesia_sumsel", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "redaksi_sumselmedia", "source": "redaksi_sumselmedia", "target": "isef.id", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "redaksi_sumselmedia", "source": "redaksi_sumselmedia", "target": "bank_indonesia", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "66320242220", "source": "66320242220", "target": "ruangpikirr.id", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "kominfopalembang", "source": "kominfopalembang", "target": "ratudewa", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "kominfopalembang", "source": "kominfopalembang", "target": "primasalam", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "kominfopalembang", "source": "kominfopalembang", "target": "aprizal1645", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "kominfopalembang", "source": "kominfopalembang", "target": "adhy8328", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "kominfopalembang", "source": "kominfopalembang", "target": "rheeta71", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "kominfopalembang", "source": "kominfopalembang", "target": "haryadialfat", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "kominfopalembang", "source": "kominfopalembang", "target": "fahmypay", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "kominfopalembang", "source": "kominfopalembang", "target": "ratudewa", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "kominfopalembang", "source": "kominfopalembang", "target": "primasalam", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "kominfopalembang", "source": "kominfopalembang", "target": "aprizal1645", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "kominfopalembang", "source": "kominfopalembang", "target": "adhy8328", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "kominfopalembang", "source": "kominfopalembang", "target": "rheeta71", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "kominfopalembang", "source": "kominfopalembang", "target": "haryadialfat", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "kominfopalembang", "source": "kominfopalembang", "target": "fahmypay", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "putr4_k0n0h4", "source": "putr4_k0n0h4", "target": "arahjakarta", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "vivasumsel_on.the.spot", "source": "vivasumsel_on.the.spot", "target": "bank_indonesia_sumsel", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "sabamrajagukguk", "source": "sabamrajagukguk", "target": "kemenkeuri", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "sabamrajagukguk", "source": "sabamrajagukguk", "target": "bappenasri", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "bloombergtechnoz", "source": "bloombergtechnoz", "target": "bloombergtechnoz", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "bank_indonesia_malut", "source": "bank_indonesia_malut", "target": "bank_indonesia", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "mirzajihan_", "source": "mirzajihan_", "target": "mirzano", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "bank_indonesia_malut", "source": "bank_indonesia_malut", "target": "bank_indonesia", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "bloombergtechnoz", "source": "bloombergtechnoz", "target": "bloombergtechnoz", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "bank_indonesia_papua", "source": "bank_indonesia_papua", "target": "bank_indonesia", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "redaksi_sumselmedia", "source": "redaksi_sumselmedia", "target": "bank_indonesia_sumsel", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "redaksi_sumselmedia", "source": "redaksi_sumselmedia", "target": "bpssumsel", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "redaksi_sumselmedia", "source": "redaksi_sumselmedia", "target": "bank_indonesia_sumsel", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "redaksi_sumselmedia", "source": "redaksi_sumselmedia", "target": "bank_indonesia", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "redaksi_sumselmedia", "source": "redaksi_sumselmedia", "target": "digitalkitogalo", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "redaksi_sumselmedia", "source": "redaksi_sumselmedia", "target": "isnainimadani", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "vivasumsel_on.the.spot", "source": "vivasumsel_on.the.spot", "target": "digitalkitogalo", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "lampungfolk", "source": "lampungfolk", "target": "digitalkitogalo", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "lampungfolk", "source": "lampungfolk", "target": "ratudewa", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "lampungfolk", "source": "lampungfolk", "target": "primasalam", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "lampungfolk", "source": "lampungfolk", "target": "aprizal1645", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "lampungfolk", "source": "lampungfolk", "target": "ratudewa.update", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "lampungfolk", "source": "lampungfolk", "target": "primasalam_story", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "lampungfolk", "source": "lampungfolk", "target": "fahmi_fhatta", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "lampungfolk", "source": "lampungfolk", "target": "natamilan_xv", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "lampungfolk", "source": "lampungfolk", "target": "irul_bae", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "lampungfolk", "source": "lampungfolk", "target": "maulidianinik", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "lampungfolk", "source": "lampungfolk", "target": "indahrizkyariani_mujyaer", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "lampungfolk", "source": "lampungfolk", "target": "charming.palembang", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "pariwisata.palembang", "source": "pariwisata.palembang", "target": "digitalkitogalo", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "pariwisata.palembang", "source": "pariwisata.palembang", "target": "ratudewa", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "pariwisata.palembang", "source": "pariwisata.palembang", "target": "primasalam", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "pariwisata.palembang", "source": "pariwisata.palembang", "target": "aprizal1645", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "pariwisata.palembang", "source": "pariwisata.palembang", "target": "ratudewa.update", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "pariwisata.palembang", "source": "pariwisata.palembang", "target": "primasalam_story", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "pariwisata.palembang", "source": "pariwisata.palembang", "target": "m.irmansstp", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "pariwisata.palembang", "source": "pariwisata.palembang", "target": "fahmi_fhatta", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "pariwisata.palembang", "source": "pariwisata.palembang", "target": "natamilan_xv", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "pariwisata.palembang", "source": "pariwisata.palembang", "target": "irul_bae", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "pariwisata.palembang", "source": "pariwisata.palembang", "target": "maulidianinik", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "pariwisata.palembang", "source": "pariwisata.palembang", "target": "indahrizkyariani_mujyaer", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "pariwisata.palembang", "source": "pariwisata.palembang", "target": "charming.palembang", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "palembang.sumsel.ssci", "source": "palembang.sumsel.ssci", "target": "digitalkitogalo", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "palembang.sumsel.ssci", "source": "palembang.sumsel.ssci", "target": "ratudewa", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "palembang.sumsel.ssci", "source": "palembang.sumsel.ssci", "target": "primasalam", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "palembang.sumsel.ssci", "source": "palembang.sumsel.ssci", "target": "aprizal1645", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "palembang.sumsel.ssci", "source": "palembang.sumsel.ssci", "target": "ratudewa.update", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "palembang.sumsel.ssci", "source": "palembang.sumsel.ssci", "target": "primasalam_story", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "palembang.sumsel.ssci", "source": "palembang.sumsel.ssci", "target": "m.irmansstp", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "palembang.sumsel.ssci", "source": "palembang.sumsel.ssci", "target": "fahmi_fhatta", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "palembang.sumsel.ssci", "source": "palembang.sumsel.ssci", "target": "natamilan_xv", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "palembang.sumsel.ssci", "source": "palembang.sumsel.ssci", "target": "irul_bae", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "palembang.sumsel.ssci", "source": "palembang.sumsel.ssci", "target": "maulidianinik", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "palembang.sumsel.ssci", "source": "palembang.sumsel.ssci", "target": "indahrizkyariani_mujyaer", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "palembang.sumsel.ssci", "source": "palembang.sumsel.ssci", "target": "charming.palembang", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "idntimes.video", "source": "idntimes.video", "target": "IDNTimes", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "idntimes.video", "source": "idntimes.video", "target": "IDNTimes.Korea", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "idntimes.video", "source": "idntimes.video", "target": "IDNTimes.Community", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "idntimes.video", "source": "idntimes.video", "target": "IDNTimes.Hype", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "idntimes.video", "source": "idntimes.video", "target": "Duniaku_com", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "idntimes.video", "source": "idntimes.video", "target": "Popbela_com", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "idntimes.video", "source": "idntimes.video", "target": "Popbela.Beauty", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "idntimes.video", "source": "idntimes.video", "target": "Popmama_com", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "idntimes.video", "source": "idntimes.video", "target": "Yummy.idn", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "idx_channel", "source": "idx_channel", "target": "prast_ulrich", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "mancingsaham", "source": "mancingsaham", "target": "mancingsaham", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "mancingsaham", "source": "mancingsaham", "target": "mancingsaham", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "idntimes.video", "source": "idntimes.video", "target": "IDNTimes", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "idntimes.video", "source": "idntimes.video", "target": "IDNTimes.Korea", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "idntimes.video", "source": "idntimes.video", "target": "IDNTimes.Community", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "idntimes.video", "source": "idntimes.video", "target": "IDNTimes.Hype", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "idntimes.video", "source": "idntimes.video", "target": "Duniaku_com", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "idntimes.video", "source": "idntimes.video", "target": "Popbela_com", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "idntimes.video", "source": "idntimes.video", "target": "Popbela.Beauty", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "idntimes.video", "source": "idntimes.video", "target": "Popmama_com", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "idntimes.video", "source": "idntimes.video", "target": "Yummy.idn", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "mancingsaham", "source": "mancingsaham", "target": "mancingsaham", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "mancingsaham", "source": "mancingsaham", "target": "mancingsaham", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "thinkfast1__", "source": "thinkfast1__", "target": "ternakuang.id", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "xinayel", "source": "xinayel", "target": "xinayel", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "cliper.investasi8", "source": "cliper.investasi8", "target": "tradewithsuli", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "pemprovbanten", "source": "pemprovbanten", "target": "adpim.dokpim.banten", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "pemprovbanten", "source": "pemprovbanten", "target": "banten_pemprov", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "pemprovbanten", "source": "pemprovbanten", "target": "pemerintahprovinsibanten", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "pemprovbanten", "source": "pemprovbanten", "target": "pemprovbanten", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "solusimedia.id", "source": "solusimedia.id", "target": "solusimedia.id", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "sumeksco", "source": "sumeksco", "target": "sumekscoofficial7168", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "as_screenprinting", "source": "as_screenprinting", "target": "tradewithsuli", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "raw_clp.xyz", "source": "raw_clp.xyz", "target": "tradewithsuli", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "nashihunamien", "source": "nashihunamien", "target": "tradewithsuli", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "hotclip244", "source": "hotclip244", "target": "tradewithsuli", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "rohmanmont", "source": "rohmanmont", "target": "tradewithsuli", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "willbitsecond", "source": "willbitsecond", "target": "tradewithsuli", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "clipperclip33", "source": "clipperclip33", "target": "tradewithsuli", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "jutthclip", "source": "jutthclip", "target": "Kontencom_", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "cliptws_suli", "source": "cliptws_suli", "target": "tradewithsuli", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "pedomanrakyat.com", "source": "pedomanrakyat.com", "target": "pedomanrakyatdotcom", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "leoo4456", "source": "leoo4456", "target": "tradewithsuli", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "media.clips02", "source": "media.clips02", "target": "tradewithsuli", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "clipp880", "source": "clipp880", "target": "tradewithsuli", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "reyy16_8", "source": "reyy16_8", "target": "tradewithsuli", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "reformasi.co.id", "source": "reformasi.co.id", "target": "viamedianetwork", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "konten.com0", "source": "konten.com0", "target": "tradewithsuli", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "future_clips2", "source": "future_clips2", "target": "Steven", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "blokberita.com", "source": "blokberita.com", "target": "marwancikasanofficial", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "blokberita.com", "source": "blokberita.com", "target": "bank_indonesia", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "blokberita.com", "source": "blokberita.com", "target": "dpr_ri", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "tapanuli.online", "source": "tapanuli.online", "target": "bank_indonesia_sulut", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "tapanuli.online", "source": "tapanuli.online", "target": "bank_indonesia", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "tapanuli.online", "source": "tapanuli.online", "target": "bank_indonesia_sumut_", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "tapanuli.online", "source": "tapanuli.online", "target": "marwancikasanofficial", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "jelajahnews.id", "source": "jelajahnews.id", "target": "harristurino", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "jelajahnews.id", "source": "jelajahnews.id", "target": "DPR", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "jelajahnews.id", "source": "jelajahnews.id", "target": "bank_indonesia", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "clipperfinance05", "source": "clipperfinance05", "target": "tradewithsuli", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "IDXChannelcom", "source": "IDXChannelcom", "target": "idx_channel", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "facebook-000001"}}, {"key": "@radarbaliofficial", "source": "@radarbaliofficial", "target": "radar.bali", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@radarbaliofficial", "source": "@radarbaliofficial", "target": "radarbali_id", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@radarbaliofficial", "source": "@radarbaliofficial", "target": "radarbali.id", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@yonhapnewstv23", "source": "@yonhapnewstv23", "target": "docu", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@yonhapnewstv23", "source": "@yonhapnewstv23", "target": "yonhapnewstv23", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@officialokezone", "source": "@officialokezone", "target": "officialokezone", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@KanalBankIndonesia", "source": "@KanalBankIndonesia", "target": "bank_indonesia", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@KanalBankIndonesia", "source": "@KanalBankIndonesia", "target": "BankIndonesiaOfficial", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@KanalBankIndonesia", "source": "@KanalBankIndonesia", "target": "bank_indonesia", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@KanalBankIndonesia", "source": "@KanalBankIndonesia", "target": "BankIndonesiaOfficial", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@Sulselsatu", "source": "@Sulselsatu", "target": "sulselsatu", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@garudatv.official", "source": "@garudatv.official", "target": "garudatv.official", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@garudatv.official", "source": "@garudatv.official", "target": "garudatv.official", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@garudatv.official", "source": "@garudatv.official", "target": "garudatv.official", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@kompastv", "source": "@kompastv", "target": "kompastv", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@garudatv.official", "source": "@garudatv.official", "target": "garudatv.official", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@SobatPorto", "source": "@SobatPorto", "target": "sobatporto", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@SobatPorto", "source": "@SobatPorto", "target": "sobatporto", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@SobatPorto", "source": "@SobatPorto", "target": "sobatporto", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@garudatv.official", "source": "@garudatv.official", "target": "garudatv.official", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@TribunnewsSurya", "source": "@TribunnewsSurya", "target": "tribunnewssurya", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@OfficialSINDOnews", "source": "@OfficialSINDOnews", "target": "officialsindonews", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@OfficialSINDOnews", "source": "@OfficialSINDOnews", "target": "sindopodcast", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@OfficialSINDOnews", "source": "@OfficialSINDOnews", "target": "sindokalam", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@garudatv.official", "source": "@garudatv.official", "target": "garudatv.official", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@garudatv.official", "source": "@garudatv.official", "target": "garudatv.official", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@1M.Pertama", "source": "@1M.Pertama", "target": "1M.Pertama", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@1M.Pertama", "source": "@1M.Pertama", "target": "1M.Pertama", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@V-Today", "source": "@V-Today", "target": "vtodaydotcom", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@garudatv.official", "source": "@garudatv.official", "target": "garudatv.official", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@V-Today", "source": "@V-Today", "target": "vtodaydotcom", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@kompastvmedan", "source": "@kompastvmedan", "target": "kompastvmedan", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@OfficialiNews", "source": "@OfficialiNews", "target": "officialinews", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@TribunnewsSurya", "source": "@TribunnewsSurya", "target": "tribunnewssurya", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@kompastv", "source": "@kompastv", "target": "kompastv", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@kompastv", "source": "@kompastv", "target": "kompastv", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@garudatv.official", "source": "@garudatv.official", "target": "garudatv.official", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "idxchannel_", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "wicky_adrian", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "deffid_83", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "prast_ulrich", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "rosalinehioe", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "idxchannel_", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "wicky_adrian", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "deffid_83", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "prast_ulrich", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "rosalinehioe", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@OfficialiNews", "source": "@OfficialiNews", "target": "officialinews", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "idxchannel_", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "wicky_adrian", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "deffid_83", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "prast_ulrich", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "rosalinehioe", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "idxchannel_", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "wicky_adrian", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "deffid_83", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "prast_ulrich", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "rosalinehioe", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@wawasan-cerdas", "source": "@wawasan-cerdas", "target": "wawasan", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@KanalBankIndonesia", "source": "@KanalBankIndonesia", "target": "bank_indonesia", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@KanalBankIndonesia", "source": "@KanalBankIndonesia", "target": "BankIndonesiaOfficial", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@KanalBankIndonesia", "source": "@KanalBankIndonesia", "target": "bank_indonesia", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@KanalBankIndonesia", "source": "@KanalBankIndonesia", "target": "BankIndonesiaOfficial", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@tuturmediadigital", "source": "@tuturmediadigital", "target": "tuturtvmedia", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@VideoTribunPontianak", "source": "@VideoTribunPontianak", "target": "tribunpontianak", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@kaltimpostnews", "source": "@kaltimpostnews", "target": "kaltimpostnews", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@kaltimpostnews", "source": "@kaltimpostnews", "target": "kaltimpost", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@tuturmediadigital", "source": "@tuturmediadigital", "target": "tuturtvmedia", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@garudatv.official", "source": "@garudatv.official", "target": "garudatv.official", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@garudatv.official", "source": "@garudatv.official", "target": "garudatv.official", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@JCCNetwork", "source": "@JCCNetwork", "target": "JCCNetwork", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@JCCNetwork", "source": "@JCCNetwork", "target": "jccbetwork.id", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@JCCNetwork", "source": "@JCCNetwork", "target": "jcc_network", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@JCCNetwork", "source": "@JCCNetwork", "target": "jccnetwork.id", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@kompastvmedan", "source": "@kompastvmedan", "target": "kompastvmedan", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@garudatv.official", "source": "@garudatv.official", "target": "garudatv.official", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@KoranJakartaYoutubeOfficial", "source": "@KoranJakartaYoutubeOfficial", "target": "koranjakarta...", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@kompastv", "source": "@kompastv", "target": "kompastv", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "idxchannel_", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "wicky_adrian", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "deffid_83", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "prast_ulrich", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "rosalinehioe", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "idxchannel_", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "wicky_adrian", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "deffid_83", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "prast_ulrich", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "rosalinehioe", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@KoranJakartaYoutubeOfficial", "source": "@KoranJakartaYoutubeOfficial", "target": "koranjakarta...", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "idxchannel_", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "wicky_adrian", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "deffid_83", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "prast_ulrich", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "rosalinehioe", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@arahbangsaindonesia", "source": "@arahbangsaindonesia", "target": "arahbangsaindonesia", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "idxchannel_", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "wicky_adrian", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "deffid_83", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "prast_ulrich", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "rosalinehioe", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "idxchannel_", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "wicky_adrian", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "deffid_83", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "prast_ulrich", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "rosalinehioe", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXCHANNELINSIGHT", "source": "@IDXCHANNELINSIGHT", "target": "wicky_adrian", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXCHANNELINSIGHT", "source": "@IDXCHANNELINSIGHT", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXCHANNELINSIGHT", "source": "@IDXCHANNELINSIGHT", "target": "deffid_83", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXCHANNELINSIGHT", "source": "@IDXCHANNELINSIGHT", "target": "prast_ulrich", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXCHANNELINSIGHT", "source": "@IDXCHANNELINSIGHT", "target": "rosalinehioe", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXCHANNELINSIGHT", "source": "@IDXCHANNELINSIGHT", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}]}