{"nodes": [{"key": "aldotjahjadi8", "attributes": {"label": "aldotjahjadi8", "x": 592.1902647744663, "y": 900.4161342616854, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["retweet-000002"], "scores": {"pagerank": 11.4981, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "2067508459646705914", "id": "aldotjahjadi8", "source": "retweet-000002", "content": "Pertumbuhan kredit perbankan tetap kuat untuk mendukung pertumbuhan ekonomi lebih lanjut.\n\n➡️ Kredit perbankan pada Mei…", "post_id": "2067508459646705914"}}, {"key": "bank_indonesia", "attributes": {"label": "bank_indonesia", "x": 115.43093438335784, "y": 835.3656274130232, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["retweet-000002"], "scores": {"pagerank": 21.2715, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 3, "out_degree": 0, "degree": 3}, "_id": "2067508459646705914", "id": "bank_indonesia", "source": "retweet-000002", "content": "Pertumbuhan kredit perbankan tetap kuat untuk mendukung pertumbuhan ekonomi lebih lanjut.\n\n➡️ Kredit perbankan pada Mei…", "post_id": "2067508459646705914"}}, {"key": "deddyhariadi", "attributes": {"label": "deddyhariadi", "x": 899.6721338168111, "y": 981.21871064757, "size": 3.02, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["retweet-000002"], "scores": {"pagerank": 11.4981, "eigenvector": 0.1894, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "2068204589409857890", "id": "deddyhariadi", "source": "retweet-000002", "content": "Bank Indonesia (BI) mempertebal stimulus makroprudensial guna memacu laju pertumbuhan kredit perbankan domestik di tengah…", "post_id": "2068204589409857890"}}, {"key": "idx_channel", "attributes": {"label": "idx_channel", "x": 573.5018871420043, "y": 564.2024456554691, "size": 3.04, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["retweet-000002"], "scores": {"pagerank": 31.1484, "eigenvector": 0.4361, "in_degree": 11, "out_degree": 4, "degree": 15}, "_id": "2068204589409857890", "id": "idx_channel", "source": "retweet-000002", "content": "Bank Indonesia (BI) mempertebal stimulus makroprudensial guna memacu laju pertumbuhan kredit perbankan domestik di tengah…", "post_id": "2068204589409857890"}}, {"key": "isari68", "attributes": {"label": "isari68", "x": 92.74061558377089, "y": 890.7534156301575, "size": 3.02, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["retweet-000002"], "scores": {"pagerank": 11.4981, "eigenvector": 0.1894, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "2068207203178418648", "id": "isari68", "source": "retweet-000002", "content": "Bank Indonesia (BI) mempertebal stimulus makroprudensial guna memacu laju pertumbuhan kredit perbankan domestik di tengah…", "post_id": "2068207203178418648"}}, {"key": "keuangan_", "attributes": {"label": "keuangan_", "x": 577.515301342047, "y": 761.0662814537859, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 11.4981, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "2067597476027306142", "id": "keuangan_", "source": "tweet-000004", "content": "Bank Indonesia (BI) menilai pertumbuhan kredit perbankan nasional masih menunjukkan tren yang kuat dan tetap menjadi salah satu motor penting dalam mendukung pertumbuhan ekonomi Indonesia sepanjang 2026.\n\nhttps://t.co/nBpmQ6eq38", "post_id": "2067597476027306142"}}, {"key": "AidilAKBAR", "attributes": {"label": "AidilAKBAR", "x": 377.1599524093948, "y": 135.47143647902436, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 21.2715, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2067597476027306142", "id": "AidilAKBAR", "source": "tweet-000004", "content": "Bank Indonesia (BI) menilai pertumbuhan kredit perbankan nasional masih menunjukkan tren yang kuat dan tetap menjadi salah satu motor penting dalam mendukung pertumbuhan ekonomi Indonesia sepanjang 2026.\n\nhttps://t.co/nBpmQ6eq38", "post_id": "2067597476027306142"}}, {"key": "balikpapan_pos", "attributes": {"label": "balikpapan_pos", "x": 627.732619129011, "y": 404.4119955354424, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 11.4981, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "3917077225279564130_3322656215", "id": "balikpapan_pos", "source": "instagram-000001", "content": "Perhimpunan Bank Nasional (Perbanas) menilai sektor perbankan Indonesia tetap berada dalam kondisi yang sehat di tengah dinamika ekonomi global dan domestik. Hal tersebut tercermin dari pertumbuhan kredit yang tetap kuat, likuiditas yang terjaga, serta permodalan yang memadai untuk mendukung fungsi intermediasi dan pertumbuhan ekonomi nasional.\n\nKetua Umum Perbanas sekaligus Direktur Utama BRI Hery Gunardi menyatakan bahwa perbankan nasional masih mampu menjalankan perannya sebagai penggerak perekonomian melalui penyaluran kredit yang terus tumbuh dan penghimpunan dana masyarakat yang tetap meningkat.\n\"Berdasarkan data OJK, hingga akhir April 2026 penyaluran kredit perbankan tumbuh 9,98% secara tahunan, sedangkan Dana Pihak Ketiga tumbuh 11,40%. Hal ini menunjukkan bahwa kepercayaan masyarakat terhadap sistem perbankan tetap terjaga dan fungsi intermediasi berjalan dengan baik,\" ujar Hery.\nDari sisi likuiditas, Loan to Deposit Ratio (LDR) tercatat sebesar 86,88%.\n\n Sementara itu, rasio Gross Non Performing Loan (NPL) berada pada level 2,17%. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa industri perbankan masih memiliki kapasitas yang memadai untuk mendukung pembiayaan ekonomi dengan tetap menjaga kualitas aset.\nMenurut Hery, kinerja tersebut menjadi modal penting bagi perbankan untuk terus mendukung aktivitas ekonomi dan berbagai program pembangunan nasional.\n\nMeski demikian, kewaspadaan tetap diperlukan mengingat ketidakpastian global masih cukup tinggi. Ketegangan geopolitik, volatilitas harga energi, serta perlambatan ekonomi di sejumlah negara berpotensi memengaruhi aktivitas usaha dan sentimen pasar keuangan.\n\n“Karena itu, pengelolaan risiko yang prudent, kecukupan likuiditas, serta kualitas pertumbuhan kredit harus terus menjadi perhatian utama agar ketahanan industri tetap terjaga,” jelas Hery.\n.\n(*/han)\n.\nBaca berita lainnya melalui apps kami:\nPlaystore: https://play.google.com/store/apps/details?id=com.balpos\nAppstore: https://apps.apple.com/app/balikpapan-pos/id6504913031\n.\nIkuti Media Balikpapanpos Lainnya\n\nhttps://www.balpos.com/\nhttps://www.facebook.com/balposdotcom/\nhttps://www.tiktok.com/#perbanas #perbankanindonesia #bri #ojk #kredit #ekonomiindonesia #", "post_id": "3917077225279564130_3322656215"}}, {"key": "ba", "attributes": {"label": "ba", "x": 207.38127838298402, "y": 182.74912798638732, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 21.2715, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "3917077225279564130_3322656215", "id": "ba", "source": "instagram-000001", "content": "Perhimpunan Bank Nasional (Perbanas) menilai sektor perbankan Indonesia tetap berada dalam kondisi yang sehat di tengah dinamika ekonomi global dan domestik. Hal tersebut tercermin dari pertumbuhan kredit yang tetap kuat, likuiditas yang terjaga, serta permodalan yang memadai untuk mendukung fungsi intermediasi dan pertumbuhan ekonomi nasional.\n\nKetua Umum Perbanas sekaligus Direktur Utama BRI Hery Gunardi menyatakan bahwa perbankan nasional masih mampu menjalankan perannya sebagai penggerak perekonomian melalui penyaluran kredit yang terus tumbuh dan penghimpunan dana masyarakat yang tetap meningkat.\n\"Berdasarkan data OJK, hingga akhir April 2026 penyaluran kredit perbankan tumbuh 9,98% secara tahunan, sedangkan Dana Pihak Ketiga tumbuh 11,40%. Hal ini menunjukkan bahwa kepercayaan masyarakat terhadap sistem perbankan tetap terjaga dan fungsi intermediasi berjalan dengan baik,\" ujar Hery.\nDari sisi likuiditas, Loan to Deposit Ratio (LDR) tercatat sebesar 86,88%.\n\n Sementara itu, rasio Gross Non Performing Loan (NPL) berada pada level 2,17%. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa industri perbankan masih memiliki kapasitas yang memadai untuk mendukung pembiayaan ekonomi dengan tetap menjaga kualitas aset.\nMenurut Hery, kinerja tersebut menjadi modal penting bagi perbankan untuk terus mendukung aktivitas ekonomi dan berbagai program pembangunan nasional.\n\nMeski demikian, kewaspadaan tetap diperlukan mengingat ketidakpastian global masih cukup tinggi. Ketegangan geopolitik, volatilitas harga energi, serta perlambatan ekonomi di sejumlah negara berpotensi memengaruhi aktivitas usaha dan sentimen pasar keuangan.\n\n“Karena itu, pengelolaan risiko yang prudent, kecukupan likuiditas, serta kualitas pertumbuhan kredit harus terus menjadi perhatian utama agar ketahanan industri tetap terjaga,” jelas Hery.\n.\n(*/han)\n.\nBaca berita lainnya melalui apps kami:\nPlaystore: https://play.google.com/store/apps/details?id=com.balpos\nAppstore: https://apps.apple.com/app/balikpapan-pos/id6504913031\n.\nIkuti Media Balikpapanpos Lainnya\n\nhttps://www.balpos.com/\nhttps://www.facebook.com/balposdotcom/\nhttps://www.tiktok.com/#perbanas #perbankanindonesia #bri #ojk #kredit #ekonomiindonesia #", "post_id": "3917077225279564130_3322656215"}}, {"key": "sumbarkita.id", "attributes": {"label": "sumbarkita.id", "x": 944.5450630325051, "y": 104.26802838748894, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 76.6537, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 1, "degree": 2}, "_id": "3922100524515416551_39289871539", "id": "sumbarkita.id", "source": "instagram-000001", "content": "Setelah berstatus buronan selama beberapa bulan, tersangka dugaan tindak pidana korupsi Kredit Modal Kerja (KMK) dan Bank Garansi (BG), Beny Saswin Nasrun (BSN), akhirnya berhasil dibekuk oleh Kejaksaan Negeri (Kejari) Padang. Tersangka yang merupakan anggota DPRD Sumatera Barat tersebut ditangkap atas dugaan korupsi yang merugikan negara sebesar Rp34 miliar.\n\nPenangkapan dilakukan oleh tim Kejari Padang yang didampingi oleh Tim Satuan Tugas Intelijen Reformasi dan Inovasi (SIRI) Kejaksaan Agung (Kejagung) pada Rabu (17/6/2026) malam di kawasan Jakarta Selatan.\n\nKepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejagung, Anang Supriatna, menjelaskan bahwa BSN diamankan di Jalan Pakubuwono, Jakarta Selatan.\n\n\"Saat diamankan, tersangka bersikap kooperatif sehingga prosesnya berjalan dengan lancar,\" ujar Anang dalam keterangannya di Jakarta, Rabu (17/6/2026).\n\nMenurut Anang, perkara ini berkaitan dengan penyidikan dugaan korupsi pemberian fasilitas kredit modal kerja dan bank garansi distribusi semen oleh bank BUMN kepada PT Benal Ichsan Persada.\n\nRencananya, tersangka BSN dijadwalkan tiba di Bandara Internasional Minangkabau (BIM) pada Kamis (18/6/2026) pukul 16.00 WIB untuk menjalani proses hukum lebih lanjut.\n\nPenangkapan ini menandai babak baru dalam penanganan perkara tersebut. Kejari Padang kini akan segera merampungkan berkas perkara agar dapat segera dilimpahkan ke Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) pada Pengadilan Negeri Kelas IA Padang.\n\nKasus dugaan korupsi ini menjadi sorotan publik di Sumatera Barat. Selain menyeret BSN, penyidik sebelumnya telah menetapkan sejumlah tersangka lain dari unsur perusahaan dan perbankan terkait.\n\nSebelumnya, BSN sempat ditetapkan dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) oleh penyidik. Status tersebut dikeluarkan setelah yang bersangkutan mangkir sebanyak tiga kali dari panggilan resmi penyidik, sehingga upaya penangkapan paksa dilakukan.\n.\n\n.\n\nBaca berita dan informasi menarik lainnya seputar Sumatera Barat hanya di www.sumbarkita.id atau sanak bisa klik link di bio.\n\nJangan lupa tag  jika ada informasi menarik dan peristiwa penting dan terkini.\n=================================\n#Sumbar #Padang #SumbarKita", "post_id": "3922100524515416551_39289871539"}}, {"key": "mancingsaham", "attributes": {"label": "mancingsaham", "x": 816.289302559342, "y": 484.69231860515714, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 76.6537, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 1, "degree": 2}, "_id": "3921534156681798507_52512310886", "id": "mancingsaham", "source": "instagram-000001", "content": "DBS Group Research menilai BBCA masih menjadi bank besar paling defensif di Indonesia berkat rasio CASA yang tinggi, sehingga mampu menjaga biaya dana tetap rendah dan profitabilitas tetap kuat. 💰\n\nMeski pertumbuhan kredit melambat, kinerja BBCA tetap ditopang oleh peningkatan pendapatan berbasis komisi, terutama dari aktivitas valas dan perdagangan. DBS pun mempertahankan rekomendasi buy dengan target harga Rp8.000 per saham. 🎯\n\nPer 17 Juni 2026, saham BBCA menguat 3,98% ke Rp6.525 dan telah naik 26,7% dalam sepekan seiring kembalinya minat investor ke saham-saham perbankan berfundamental kuat. 🚀\n\nSumber: IDX Channel, 17 Juni 2026\n\nGabung di  community untuk analisis market, stockpick pilihan, update berita saham, dan diskusi eksklusif dengan investor & trader lainnya. 📩 Bergabung sekarang! Klik lynk.id/owennath atau chat 081251880459 (WhatsApp). 🚀\n\n#BBCA #BCA #SahamBBCA #Perbankan #IHSG #Investasi #SahamIndonesia #BlueChip #ValueInvesting #mancingsaham", "post_id": "3921534156681798507_52512310886"}}, {"key": "ekbisbanten", "attributes": {"label": "ekbisbanten", "x": 207.56772676469825, "y": 235.60532702530045, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 76.6537, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 1, "degree": 2}, "_id": "3913281602267873130_16114438269", "id": "ekbisbanten", "source": "instagram-000001", "content": "Utang Paylater Tembus Rp29,3 Triliun, Melonjak 37 Persen\n\nNilai pembiayaan layanan Buy Now Pay Later (BNPL) atau paylater perbankan mencapai Rp29,3 triliun per April 2026.\n\nBerdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK), nilainya melonjak 37,29 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.\n\nPertumbuhan paylater tersebut hampir empat kali lebih tinggi dibanding pertumbuhan kredit perbankan nasional yang tercatat 9,98 persen secara tahunan.\n\nSelengkapnya artikel ini telah tayang klik di bawah ini 👇👇 \n\nhttps://ekbisbanten.com/berita/utang-paylater-tembus-rp293-triliun-melonjak-37-persen/\n\nFollow dan dukung terus update berita, bisnis, ekonomi, hingga info terkini dari kami \n\nInstagram & TikTok :  \nFacebook & YouTube : Ekbis Banten \n\nJangan sampai ketinggalan informasi penting seputar Banten.\n\n#ekbisbanten #PaylaterPerbankan #OJK #PertumbuhanKredit #BNPL", "post_id": "3913281602267873130_16114438269"}}, {"key": "sahambbk", "attributes": {"label": "sahambbk", "x": 996.9227889147339, "y": 448.69647859754815, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 76.6537, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 1, "degree": 2}, "_id": "3909173246457529529_8368743173", "id": "sahambbk", "source": "instagram-000001", "content": "PERBANKAN SYARIAH MULAI MENARIK ARUS MODAL\n\nDi saat industri perbankan menghadapi tantangan likuiditas dan perlambatan ekonomi global, perbankan syariah justru menunjukkan momentum pertumbuhan yang lebih kuat.\n\nPer Maret 2026, pembiayaan syariah tumbuh 9,82% secara tahunan (YoY), melampaui pertumbuhan kredit perbankan nasional. Sementara pangsa pasar industri syariah meningkat menjadi 7,51%, menandakan penetrasi yang terus menguat dalam sistem keuangan Indonesia.\n\nPerkembangan tersebut mulai tercermin pada meningkatnya minat investor terhadap saham BRIS dan BTPS.\n\nBRIS tampil sebagai pilihan yang lebih defensif dengan pertumbuhan laba bersih 17,1% YoY, pertumbuhan DPK hampir 18%, serta dukungan ekspansi pembiayaan wholesale dan proyek infrastruktur BUMN.\n\nDi sisi lain, BTPS menawarkan profil pertumbuhan yang lebih agresif. Fokus pada segmen ultra mikro membuat prospek perusahaan sangat terkait dengan pemulihan daya beli masyarakat dan aktivitas ekonomi domestik.\n\nYang menarik, ekosistem haji dan umrah kini menjadi katalis pertumbuhan baru bagi industri. Digitalisasi tabungan haji telah menarik sekitar 1,2 juta nasabah baru, memperkuat basis dana murah sekaligus membuka peluang ekspansi layanan keuangan syariah ke depan.\n\nBagi investor, pertanyaannya bukan lagi apakah industri syariah akan tumbuh, melainkan seberapa besar potensi pertumbuhannya dalam lima tahun mendatang.\n\n💬 Menurut Anda, mana yang lebih menarik untuk investasi jangka panjang: BRIS atau BTPS?\n\n❤️ Like jika konten ini bermanfaat \n🔄 Share ke rekan investor Anda \n📌 Follow  untuk insight saham, ekonomi, dan market update setiap hari.\n\n#BRIS #BTPS #BankSyariahIndonesia #PerbankanSyariah #SahamIndonesia", "post_id": "3909173246457529529_8368743173"}}, {"key": "koalisipemudaantikorupsi", "attributes": {"label": "koalisipemudaantikorupsi", "x": 561.9593751785857, "y": 477.8729906473623, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 11.4981, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "7492397393682517303", "id": "koalisipemudaantikorupsi", "source": "tiktok-000001", "content": "DPRD JATIM KOMISI C!!! Segera membentuk Panitia Khusus (PANSUS) dalam Kasus Agunan Kredit Fiktif di Bank JATIM. Tersangka Bun Sentoso dan Agus Dianto Mulia diduga berkolusi dengan Benny untuk mencairkan 65 kredit utang dan 4 kredit kontraktor. Total kredit yang telah dicairkan mencapai Rp 569,4 miliar. Dana tersebut seharusnya digunakan untuk mendukung proyek-proyek yang didanai melalui kredit modal kerja, tetapi pada kenyataannya, proyek-proyek tersebut tidak pernah ada. Penyidik Kejati Jakarta menduga bahwa seluruh dana tersebut berasal dari kredit fiktif yang tidak sesuai dengan prosedur perbankan yang berlaku.   Indar Parawansa  ______________ #bankjatim #khofifahindahparawansa #korupsi #jatim #PANSUS #SURABAYA #dprd #dprdjatim", "post_id": "7492397393682517303"}}, {"key": "bankjatim", "attributes": {"label": "bankjatim", "x": 29.145704832215124, "y": 9.346496378394576, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 16.3848, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7492397393682517303", "id": "bankjatim", "source": "tiktok-000001", "content": "DPRD JATIM KOMISI C!!! Segera membentuk Panitia Khusus (PANSUS) dalam Kasus Agunan Kredit Fiktif di Bank JATIM. Tersangka Bun Sentoso dan Agus Dianto Mulia diduga berkolusi dengan Benny untuk mencairkan 65 kredit utang dan 4 kredit kontraktor. Total kredit yang telah dicairkan mencapai Rp 569,4 miliar. Dana tersebut seharusnya digunakan untuk mendukung proyek-proyek yang didanai melalui kredit modal kerja, tetapi pada kenyataannya, proyek-proyek tersebut tidak pernah ada. Penyidik Kejati Jakarta menduga bahwa seluruh dana tersebut berasal dari kredit fiktif yang tidak sesuai dengan prosedur perbankan yang berlaku.   Indar Parawansa  ______________ #bankjatim #khofifahindahparawansa #korupsi #jatim #PANSUS #SURABAYA #dprd #dprdjatim", "post_id": "7492397393682517303"}}, {"key": "Khofifah", "attributes": {"label": "Khofifah", "x": 210.9446383255672, "y": 730.0937415260188, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 16.3848, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7492397393682517303", "id": "Khofifah", "source": "tiktok-000001", "content": "DPRD JATIM KOMISI C!!! Segera membentuk Panitia Khusus (PANSUS) dalam Kasus Agunan Kredit Fiktif di Bank JATIM. Tersangka Bun Sentoso dan Agus Dianto Mulia diduga berkolusi dengan Benny untuk mencairkan 65 kredit utang dan 4 kredit kontraktor. Total kredit yang telah dicairkan mencapai Rp 569,4 miliar. Dana tersebut seharusnya digunakan untuk mendukung proyek-proyek yang didanai melalui kredit modal kerja, tetapi pada kenyataannya, proyek-proyek tersebut tidak pernah ada. Penyidik Kejati Jakarta menduga bahwa seluruh dana tersebut berasal dari kredit fiktif yang tidak sesuai dengan prosedur perbankan yang berlaku.   Indar Parawansa  ______________ #bankjatim #khofifahindahparawansa #korupsi #jatim #PANSUS #SURABAYA #dprd #dprdjatim", "post_id": "7492397393682517303"}}, {"key": "myterminal.id", "attributes": {"label": "myterminal.id", "x": 90.99823977753229, "y": 641.3661226035802, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 76.6537, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 1, "degree": 2}, "_id": "7650469763021376788", "id": "myterminal.id", "source": "tiktok-000001", "content": "Harga saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) mengalami lonjakan signifikan sebesar 19% dalam tiga hari terakhir, mencapai Rp 5.825, yang menarik perhatian investor asing dengan catatan pembelian bersih (net buy) senilai Rp 387,96 miliar. Dalam periode perdagangan Kamis (11/6), saham BBCA menjadi yang paling banyak diburu investor asing dan menyumbang 14,25% dari total nilai transaksi di Bursa Efek Indonesia, mencapai Rp 3,12 triliun. BRI Danareksa Sekuritas mempertahankan rekomendasi beli untuk saham BBCA dengan target harga Rp 10.900, menilai valuasi saham ini masih undervalued pada kisaran -2 SD P/BV dan menjadikannya pilihan utama di sektor perbankan. BBCA berencana untuk membagikan dividen sebanyak tiga kali dalam tahun ini, dengan dividen interim pertama sebesar Rp 20 per saham yang akan dibagikan pada 26 Juni 2026. Selain pembagian dividen, BBCA juga akan melaksanakan program pembelian kembali saham (buyback) hingga maksimal Rp 5 triliun selama periode 12 bulan, sebagai bentuk optimisme terhadap pasar modal Indonesia. Manajemen BBCA menyatakan bahwa aksi korporasi seperti pembagian dividen dan buyback tidak akan memberikan dampak material pada kondisi keuangan atau operasional perusahaan, serta tetap mematuhi prinsip GCG dan regulasi yang berlaku. Menanggapi kenaikan suku bunga acuan BI menjadi 5,50%, BBCA terus mencermati perkembangan makroekonomi dan menjaga keseimbangan antara likuiditas dan pertumbuhan kredit yang sehat, serta menyesuaikan suku bunga kredit agar tetap kompetitif. Follow instagram", "post_id": "7650469763021376788"}}, {"key": "pawartosjateng", "attributes": {"label": "pawartosjateng", "x": 604.4710861312434, "y": 101.92057617350304, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 11.4981, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "7611587076210920712", "id": "pawartosjateng", "source": "tiktok-000001", "content": "Kinerja Bank Jateng Tahun Buku 2025 menunjukkan fundamental yang kuat dengan laba bersih Rp 1,4 triliun, pertumbuhan 11,57 persen, serta total aset menembus Rp 100,066 triliun. Predikat sebagai BPD paling sehat nasional mencerminkan konsistensi tata kelola dan manajemen risiko yang terjaga. Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, selaku Pemegang Saham Pengendali, menekankan pentingnya optimalisasi peran intermediasi perbankan dalam mendukung agenda pembangunan daerah. Fokus diarahkan pada penguatan pembiayaan sektor produktif, dukungan terhadap UMKM, kontribusi sosial perusahaan, serta sinergi lintas pemerintah kabupaten/kota. Penguatan sektor keuangan daerah menjadi elemen strategis dalam menjaga stabilitas ekonomi regional sekaligus mendukung arah pembangunan nasional secara terukur dan berkelanjutan.  Luthfi  Yasin Maimoen  #ahmadluthfi #jawatengah #GoodGovernance #KeuanganDaerah #PembangunanBerkelanjutan", "post_id": "7611587076210920712"}}, {"key": "Ahmad", "attributes": {"label": "Ahmad", "x": 903.3040656714255, "y": 633.9154331066593, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 16.3848, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7611587076210920712", "id": "Ahmad", "source": "tiktok-000001", "content": "Kinerja Bank Jateng Tahun Buku 2025 menunjukkan fundamental yang kuat dengan laba bersih Rp 1,4 triliun, pertumbuhan 11,57 persen, serta total aset menembus Rp 100,066 triliun. Predikat sebagai BPD paling sehat nasional mencerminkan konsistensi tata kelola dan manajemen risiko yang terjaga. Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, selaku Pemegang Saham Pengendali, menekankan pentingnya optimalisasi peran intermediasi perbankan dalam mendukung agenda pembangunan daerah. Fokus diarahkan pada penguatan pembiayaan sektor produktif, dukungan terhadap UMKM, kontribusi sosial perusahaan, serta sinergi lintas pemerintah kabupaten/kota. Penguatan sektor keuangan daerah menjadi elemen strategis dalam menjaga stabilitas ekonomi regional sekaligus mendukung arah pembangunan nasional secara terukur dan berkelanjutan.  Luthfi  Yasin Maimoen  #ahmadluthfi #jawatengah #GoodGovernance #KeuanganDaerah #PembangunanBerkelanjutan", "post_id": "7611587076210920712"}}, {"key": "Taj", "attributes": {"label": "Taj", "x": 151.57686042755293, "y": 665.7257166882691, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 16.3848, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7611587076210920712", "id": "Taj", "source": "tiktok-000001", "content": "Kinerja Bank Jateng Tahun Buku 2025 menunjukkan fundamental yang kuat dengan laba bersih Rp 1,4 triliun, pertumbuhan 11,57 persen, serta total aset menembus Rp 100,066 triliun. Predikat sebagai BPD paling sehat nasional mencerminkan konsistensi tata kelola dan manajemen risiko yang terjaga. Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, selaku Pemegang Saham Pengendali, menekankan pentingnya optimalisasi peran intermediasi perbankan dalam mendukung agenda pembangunan daerah. Fokus diarahkan pada penguatan pembiayaan sektor produktif, dukungan terhadap UMKM, kontribusi sosial perusahaan, serta sinergi lintas pemerintah kabupaten/kota. Penguatan sektor keuangan daerah menjadi elemen strategis dalam menjaga stabilitas ekonomi regional sekaligus mendukung arah pembangunan nasional secara terukur dan berkelanjutan.  Luthfi  Yasin Maimoen  #ahmadluthfi #jawatengah #GoodGovernance #KeuanganDaerah #PembangunanBerkelanjutan", "post_id": "7611587076210920712"}}, {"key": "IDXChannelcom", "attributes": {"label": "IDXChannelcom", "x": 836.5813203976409, "y": 748.9656459040356, "size": 3.02, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["facebook-000001"], "scores": {"pagerank": 11.4981, "eigenvector": 0.1894, "in_degree": 0, "out_degree": 3, "degree": 3}, "_id": "432781620563594_1497517512172065", "id": "IDXChannelcom", "source": "facebook-000001", "content": "Bank Indonesia (BI) mempertebal stimulus makroprudensial guna memacu laju pertumbuhan kredit perbankan domestik di tengah kepungan ketidakpastian ekonomi global. Salah satu langkah terobosan yang diambil oleh bank sentral adalah dengan mendongkrak batas maksimal Rasio Pendanaan Luar Negeri Bank (RPLN) dari rentang lama sebesar 35 persen menjadi 40 persen dari total modal bersih bank.\n\nGubernur BI Perry Warjiyo mengumumkan pelonggaran keran likuiditas valas ini akan mulai diimplementasikan secara resmi pada 1 Juli 2026. Penyesuaian ini dirancang agar perbankan Tanah Air memiliki ruang gerak yang lebih luang dalam menghimpun dana segar dari pasar internasional, yang kemudian dapat dialirkan kembali untuk membiayai sektor riil di dalam negeri.\n\n“Peningkatan rasio RPLN ditujukan untuk memperluas sumber pendanaan perbankan, khususnya dari luar negeri, guna mendukung penyaluran kredit dan pembiayaan bagi perekonomian dengan tetap memperhatikan prinsip kehati-hatian,” kata Perry dalam konferensi pers RDG BI Bulanan di Jakarta, Kamis (18/6/2026).\n\nBukan hanya melonggarkan batas pinjaman luar negeri, BI juga mempererat jalinan sinergi bersama pemerintah serta otoritas terkait lewat peluncuran Program Percepatan Intermediasi Indonesia (PINISI). Program taktis ini ditargetkan mampu memotong sumbat birokrasi dalam penyaluran pembiayaan.\n\nBaca selengkapnya di\nhttps://www.idxchannel.com/banking/bi-naikkan-batas-pendanaan-luar-negeri-bank-jadi-40-persen-mulai-juli-2026\n\nAtau klik link di bio \n\nFoto: Istimewa \n\n#idxchannel #idxchannelcommunity #RPLM #BankIndonesia #pendanaanluarnegeri", "post_id": "432781620563594_1497517512172065"}}, {"key": "@kompastvmedan", "attributes": {"label": "@kompastvmedan", "x": 567.541838059858, "y": 833.2262741321487, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 11.4981, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "iMysZBzQksU", "id": "@kompastvmedan", "source": "youtube-000001", "content": "Pimpinan DPR dan Himpunan Bank Milik Negara Bertemu, Bahas Kondisi Perbankan dan Pasar Keuangan\n\nJAKARTA, KOMPAS.TV - Wakil Ketua DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad, melakukan pertemuan dengan jajaran Himpunan Bank Milik Negara untuk membahas kondisi sektor perbankan nasional serta perkembangan pasar keuangan.\n\nDalam pertemuan tersebut, dibahas kinerja fundamental bank-bank anggota Himbara yang dinilai berada dalam kondisi sangat baik. Pertumbuhan kredit tercatat berada di kisaran 20 persen dan disebut sebagai salah satu capaian kinerja terbaik yang berhasil dibukukan Himbara dalam beberapa waktu terakhir.\n\nSelain sektor perbankan, pembahasan juga menyentuh perkembangan pasar modal. Dasco mengungkapkan pihaknya turut berdiskusi dengan BPJS dan Taspen mengenai kondisi saham-saham yang dinilai memiliki fundamental baik dan berpotensi untuk kembali diakumulasi atau dibeli.\n\nSecara umum, pertemuan ini membahas penguatan sektor keuangan nasional, mulai dari kinerja perbankan BUMN, pertumbuhan kredit, hingga strategi menjaga stabilitas dan optimisme di pasar modal melalui pengelolaan investasi yang berbasis pada fundamental ekonomi yang kuat.\n\n#SufmiDascoAhmad #DPRRI #Himbara #dpr #bankmandiri #bni #bri #btn \n\n------------------------------------------\nSahabat Kompas TV, jangan lupa like, comment, dan subscribe channel YouTube Kompas TV Medan, juga aktifkan lonceng notifikasi agar tidak ketinggalan update mengenai isu-isu terkini di Indonesia.\n\nJangan lewatkan live streaming Kompas TV 24 jam non stop di https://www.kompas.tv/live\n\nSahabat Kompas TV juga bisa memperoleh informasi terkini melalui website: www.kompas.tv\n\nMedia sosial Kompas TV Medan\nTikTok :   / kompastvmedan  \nInstagram :   / kompastvmedan  \nFacebook :   / kompastvmdn  \nTwitter :   / kompastvmedan  \nThreads: https://www.threads.net/\n\nKompas TV\nIndependen | Terpercaya\n#kompastvmedan", "post_id": "iMysZBzQksU"}}, {"key": "kompastvmedan", "attributes": {"label": "kompastvmedan", "x": 188.03642694173385, "y": 171.10554288777868, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 21.2715, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "iMysZBzQksU", "id": "kompastvmedan", "source": "youtube-000001", "content": "Pimpinan DPR dan Himpunan Bank Milik Negara Bertemu, Bahas Kondisi Perbankan dan Pasar Keuangan\n\nJAKARTA, KOMPAS.TV - Wakil Ketua DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad, melakukan pertemuan dengan jajaran Himpunan Bank Milik Negara untuk membahas kondisi sektor perbankan nasional serta perkembangan pasar keuangan.\n\nDalam pertemuan tersebut, dibahas kinerja fundamental bank-bank anggota Himbara yang dinilai berada dalam kondisi sangat baik. Pertumbuhan kredit tercatat berada di kisaran 20 persen dan disebut sebagai salah satu capaian kinerja terbaik yang berhasil dibukukan Himbara dalam beberapa waktu terakhir.\n\nSelain sektor perbankan, pembahasan juga menyentuh perkembangan pasar modal. Dasco mengungkapkan pihaknya turut berdiskusi dengan BPJS dan Taspen mengenai kondisi saham-saham yang dinilai memiliki fundamental baik dan berpotensi untuk kembali diakumulasi atau dibeli.\n\nSecara umum, pertemuan ini membahas penguatan sektor keuangan nasional, mulai dari kinerja perbankan BUMN, pertumbuhan kredit, hingga strategi menjaga stabilitas dan optimisme di pasar modal melalui pengelolaan investasi yang berbasis pada fundamental ekonomi yang kuat.\n\n#SufmiDascoAhmad #DPRRI #Himbara #dpr #bankmandiri #bni #bri #btn \n\n------------------------------------------\nSahabat Kompas TV, jangan lupa like, comment, dan subscribe channel YouTube Kompas TV Medan, juga aktifkan lonceng notifikasi agar tidak ketinggalan update mengenai isu-isu terkini di Indonesia.\n\nJangan lewatkan live streaming Kompas TV 24 jam non stop di https://www.kompas.tv/live\n\nSahabat Kompas TV juga bisa memperoleh informasi terkini melalui website: www.kompas.tv\n\nMedia sosial Kompas TV Medan\nTikTok :   / kompastvmedan  \nInstagram :   / kompastvmedan  \nFacebook :   / kompastvmdn  \nTwitter :   / kompastvmedan  \nThreads: https://www.threads.net/\n\nKompas TV\nIndependen | Terpercaya\n#kompastvmedan", "post_id": "iMysZBzQksU"}}, {"key": "@IDXChannel", "attributes": {"label": "@IDXChannel", "x": 531.2019921149486, "y": 211.14978310606836, "size": 15.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 11.4981, "eigenvector": 142.7137, "in_degree": 0, "out_degree": 7, "degree": 7}, "_id": "jtSh3lBOA88", "id": "@IDXChannel", "source": "youtube-000001", "content": "Saat Suku Bunga Naik, Kredit Perbankan Justru Melesat 11,5& di Mei 2026! | MARKET HIGHLIGHTS\n\nDi tengah kebijakan moneter yang semakin ketat untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah, pertumbuhan kredit perbankan Indonesia justru menunjukkan kinerja yang semakin kuat. Bank Indonesia mencatat pertumbuhan kredit sebesar 11,5 persen secara tahunan pada Mei 2026, meningkat dibandingkan bulan sebelumnya yang tercatat sebesar 9,98 persen.\n\nGubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo, menyatakan bahwa pertumbuhan kredit yang tetap solid diharapkan mampu mendukung aktivitas ekonomi nasional ke depan. Dari sisi penggunaan, kredit investasi menjadi kontributor utama dengan pertumbuhan mencapai 21,95 persen. Bank Indonesia juga memperkirakan pertumbuhan kredit sepanjang 2026 tetap terjaga dalam kisaran 8 hingga 12 persen, mencerminkan optimisme terhadap prospek perekonomian nasional.\n#idxcupdate #idxc\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nFollow US on Social Media\nYuk Subscribe -    /   \nWa Channel - https://whatsapp.com/channel/0029Va5V...\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idx_channel  \n-------------------------------------------------------------------------------------\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\nMyRepublic Channel 576\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "jtSh3lBOA88"}}, {"key": "idxchannel_", "attributes": {"label": "idxchannel_", "x": 434.8034108491938, "y": 577.3486094571417, "size": 15.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 12.8943, "eigenvector": 142.7137, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "jtSh3lBOA88", "id": "idxchannel_", "source": "youtube-000001", "content": "Saat Suku Bunga Naik, Kredit Perbankan Justru Melesat 11,5& di Mei 2026! | MARKET HIGHLIGHTS\n\nDi tengah kebijakan moneter yang semakin ketat untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah, pertumbuhan kredit perbankan Indonesia justru menunjukkan kinerja yang semakin kuat. Bank Indonesia mencatat pertumbuhan kredit sebesar 11,5 persen secara tahunan pada Mei 2026, meningkat dibandingkan bulan sebelumnya yang tercatat sebesar 9,98 persen.\n\nGubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo, menyatakan bahwa pertumbuhan kredit yang tetap solid diharapkan mampu mendukung aktivitas ekonomi nasional ke depan. Dari sisi penggunaan, kredit investasi menjadi kontributor utama dengan pertumbuhan mencapai 21,95 persen. Bank Indonesia juga memperkirakan pertumbuhan kredit sepanjang 2026 tetap terjaga dalam kisaran 8 hingga 12 persen, mencerminkan optimisme terhadap prospek perekonomian nasional.\n#idxcupdate #idxc\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nFollow US on Social Media\nYuk Subscribe -    /   \nWa Channel - https://whatsapp.com/channel/0029Va5V...\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idx_channel  \n-------------------------------------------------------------------------------------\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\nMyRepublic Channel 576\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "jtSh3lBOA88"}}, {"key": "wicky_adrian", "attributes": {"label": "wicky_adrian", "x": 651.4961110447849, "y": 21.978493560833034, "size": 15.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 12.8943, "eigenvector": 142.7137, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "jtSh3lBOA88", "id": "wicky_adrian", "source": "youtube-000001", "content": "Saat Suku Bunga Naik, Kredit Perbankan Justru Melesat 11,5& di Mei 2026! | MARKET HIGHLIGHTS\n\nDi tengah kebijakan moneter yang semakin ketat untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah, pertumbuhan kredit perbankan Indonesia justru menunjukkan kinerja yang semakin kuat. Bank Indonesia mencatat pertumbuhan kredit sebesar 11,5 persen secara tahunan pada Mei 2026, meningkat dibandingkan bulan sebelumnya yang tercatat sebesar 9,98 persen.\n\nGubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo, menyatakan bahwa pertumbuhan kredit yang tetap solid diharapkan mampu mendukung aktivitas ekonomi nasional ke depan. Dari sisi penggunaan, kredit investasi menjadi kontributor utama dengan pertumbuhan mencapai 21,95 persen. Bank Indonesia juga memperkirakan pertumbuhan kredit sepanjang 2026 tetap terjaga dalam kisaran 8 hingga 12 persen, mencerminkan optimisme terhadap prospek perekonomian nasional.\n#idxcupdate #idxc\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nFollow US on Social Media\nYuk Subscribe -    /   \nWa Channel - https://whatsapp.com/channel/0029Va5V...\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idx_channel  \n-------------------------------------------------------------------------------------\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\nMyRepublic Channel 576\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "jtSh3lBOA88"}}, {"key": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "fajar.wayong", "x": 936.7148911069339, "y": 922.0219307430115, "size": 15.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 12.8943, "eigenvector": 142.7137, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "jtSh3lBOA88", "id": "fajar.wayong", "source": "youtube-000001", "content": "Saat Suku Bunga Naik, Kredit Perbankan Justru Melesat 11,5& di Mei 2026! | MARKET HIGHLIGHTS\n\nDi tengah kebijakan moneter yang semakin ketat untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah, pertumbuhan kredit perbankan Indonesia justru menunjukkan kinerja yang semakin kuat. Bank Indonesia mencatat pertumbuhan kredit sebesar 11,5 persen secara tahunan pada Mei 2026, meningkat dibandingkan bulan sebelumnya yang tercatat sebesar 9,98 persen.\n\nGubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo, menyatakan bahwa pertumbuhan kredit yang tetap solid diharapkan mampu mendukung aktivitas ekonomi nasional ke depan. Dari sisi penggunaan, kredit investasi menjadi kontributor utama dengan pertumbuhan mencapai 21,95 persen. Bank Indonesia juga memperkirakan pertumbuhan kredit sepanjang 2026 tetap terjaga dalam kisaran 8 hingga 12 persen, mencerminkan optimisme terhadap prospek perekonomian nasional.\n#idxcupdate #idxc\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nFollow US on Social Media\nYuk Subscribe -    /   \nWa Channel - https://whatsapp.com/channel/0029Va5V...\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idx_channel  \n-------------------------------------------------------------------------------------\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\nMyRepublic Channel 576\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "jtSh3lBOA88"}}, {"key": "deffid_83", "attributes": {"label": "deffid_83", "x": 916.6117655427814, "y": 799.8867227914843, "size": 15.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 12.8943, "eigenvector": 142.7137, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "jtSh3lBOA88", "id": "deffid_83", "source": "youtube-000001", "content": "Saat Suku Bunga Naik, Kredit Perbankan Justru Melesat 11,5& di Mei 2026! | MARKET HIGHLIGHTS\n\nDi tengah kebijakan moneter yang semakin ketat untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah, pertumbuhan kredit perbankan Indonesia justru menunjukkan kinerja yang semakin kuat. Bank Indonesia mencatat pertumbuhan kredit sebesar 11,5 persen secara tahunan pada Mei 2026, meningkat dibandingkan bulan sebelumnya yang tercatat sebesar 9,98 persen.\n\nGubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo, menyatakan bahwa pertumbuhan kredit yang tetap solid diharapkan mampu mendukung aktivitas ekonomi nasional ke depan. Dari sisi penggunaan, kredit investasi menjadi kontributor utama dengan pertumbuhan mencapai 21,95 persen. Bank Indonesia juga memperkirakan pertumbuhan kredit sepanjang 2026 tetap terjaga dalam kisaran 8 hingga 12 persen, mencerminkan optimisme terhadap prospek perekonomian nasional.\n#idxcupdate #idxc\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nFollow US on Social Media\nYuk Subscribe -    /   \nWa Channel - https://whatsapp.com/channel/0029Va5V...\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idx_channel  \n-------------------------------------------------------------------------------------\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\nMyRepublic Channel 576\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "jtSh3lBOA88"}}, {"key": "prast_ulrich", "attributes": {"label": "prast_ulrich", "x": 463.9256264270796, "y": 495.8641586816973, "size": 15.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 12.8943, "eigenvector": 142.7137, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "jtSh3lBOA88", "id": "prast_ulrich", "source": "youtube-000001", "content": "Saat Suku Bunga Naik, Kredit Perbankan Justru Melesat 11,5& di Mei 2026! | MARKET HIGHLIGHTS\n\nDi tengah kebijakan moneter yang semakin ketat untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah, pertumbuhan kredit perbankan Indonesia justru menunjukkan kinerja yang semakin kuat. Bank Indonesia mencatat pertumbuhan kredit sebesar 11,5 persen secara tahunan pada Mei 2026, meningkat dibandingkan bulan sebelumnya yang tercatat sebesar 9,98 persen.\n\nGubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo, menyatakan bahwa pertumbuhan kredit yang tetap solid diharapkan mampu mendukung aktivitas ekonomi nasional ke depan. Dari sisi penggunaan, kredit investasi menjadi kontributor utama dengan pertumbuhan mencapai 21,95 persen. Bank Indonesia juga memperkirakan pertumbuhan kredit sepanjang 2026 tetap terjaga dalam kisaran 8 hingga 12 persen, mencerminkan optimisme terhadap prospek perekonomian nasional.\n#idxcupdate #idxc\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nFollow US on Social Media\nYuk Subscribe -    /   \nWa Channel - https://whatsapp.com/channel/0029Va5V...\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idx_channel  \n-------------------------------------------------------------------------------------\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\nMyRepublic Channel 576\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "jtSh3lBOA88"}}, {"key": "rosalinehioe", "attributes": {"label": "rosalinehioe", "x": 488.66091726622705, "y": 471.3217777641003, "size": 15.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 12.8943, "eigenvector": 142.7137, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "jtSh3lBOA88", "id": "rosalinehioe", "source": "youtube-000001", "content": "Saat Suku Bunga Naik, Kredit Perbankan Justru Melesat 11,5& di Mei 2026! | MARKET HIGHLIGHTS\n\nDi tengah kebijakan moneter yang semakin ketat untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah, pertumbuhan kredit perbankan Indonesia justru menunjukkan kinerja yang semakin kuat. Bank Indonesia mencatat pertumbuhan kredit sebesar 11,5 persen secara tahunan pada Mei 2026, meningkat dibandingkan bulan sebelumnya yang tercatat sebesar 9,98 persen.\n\nGubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo, menyatakan bahwa pertumbuhan kredit yang tetap solid diharapkan mampu mendukung aktivitas ekonomi nasional ke depan. Dari sisi penggunaan, kredit investasi menjadi kontributor utama dengan pertumbuhan mencapai 21,95 persen. Bank Indonesia juga memperkirakan pertumbuhan kredit sepanjang 2026 tetap terjaga dalam kisaran 8 hingga 12 persen, mencerminkan optimisme terhadap prospek perekonomian nasional.\n#idxcupdate #idxc\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nFollow US on Social Media\nYuk Subscribe -    /   \nWa Channel - https://whatsapp.com/channel/0029Va5V...\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idx_channel  \n-------------------------------------------------------------------------------------\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\nMyRepublic Channel 576\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "jtSh3lBOA88"}}, {"key": "@KoranJakartaYoutubeOfficial", "attributes": {"label": "@KoranJakartaYoutubeOfficial", "x": 91.9855144988303, "y": 783.1236776918689, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 11.4981, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "uhYE9K6vFpI", "id": "@KoranJakartaYoutubeOfficial", "source": "youtube-000001", "content": "MIRIS! Rahasia Pahit UMKM Sulit Naik Kelas: Modal Sendiri vs Kredit Bank\n\nKenapa jutaan pelaku usaha di Indonesia masih jalan di tempat? Benarkah akses modal usaha menjadi dinding pembatas terbesar?\n\nVideo ini membongkar fakta mengejutkan dari riset Perhimpunan Bank-Bank Nasional (Perbanas) yang mencatat bahwa sebanyak 88 persen pelaku UMKM sektor informal lebih memilih menggunakan dana pribadi untuk modal usaha, ketimbang mengajukan kredit perbankan. Fenomena ini memicu perlambatan pertumbuhan kredit UMKM dan membuat sektor usaha mikro kesulitan untuk ekspansi bisnis.\n\nMengapa para pemilik usaha enggan meminjam uang ke bank? Apa saja hambatan utama dari sisi pelaku usaha dan bagaimana ketatnya seleksi perbankan dalam menyetujui pinjaman modal? Kami mengulas pandangan kritis dari para ahli ekonomi terkait dilema keterbatasan agunan, pelemahan daya beli konsumen, kenaikan suku bunga, hingga pentingnya insentif kredit serta pendampingan manajemen agar UMKM Indonesia bisa benar-benar naik kelas.\n\nSimak analisis mendalam seputar dunia usaha, tantangan pembiayaan perbankan, dan solusi konkret melalui platform kolaborasi seperti UMKM Center dalam video ini sampai habis!\n\nBerita Selengkapnya :\n\nReporter: \nVideo Editor: Agus Prasetyo\n\n#koranjakarta #news #umkm  #modalusaha  #KreditBank #ekonomiindonesia  #Perbanas #bisnisumkm  #finansial \n============================================================\n\nKunjungi media sosial kami untuk mendapatkan informasi terbaru.\n\nInstagram:   / koranjakarta.id  \nTwitter: https://x.com/koranjakarta_id/\nFacebook:   / koran.jakarta  \nThread: https://www.threads.com/\nTiktok:   / koranjakarta  \n\nWebsite Koran Jakarta : https://koran-jakarta.com\n\nHave any idea, or business inquiries\ndigital-jakarta.com\n\nKebenaran itu Tidak Pernah Memihak!", "post_id": "uhYE9K6vFpI"}}, {"key": "koranjakarta...", "attributes": {"label": "koranjakarta...", "x": 206.28900087377465, "y": 446.94024314358103, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 21.2715, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "uhYE9K6vFpI", "id": "koranjakarta...", "source": "youtube-000001", "content": "MIRIS! Rahasia Pahit UMKM Sulit Naik Kelas: Modal Sendiri vs Kredit Bank\n\nKenapa jutaan pelaku usaha di Indonesia masih jalan di tempat? Benarkah akses modal usaha menjadi dinding pembatas terbesar?\n\nVideo ini membongkar fakta mengejutkan dari riset Perhimpunan Bank-Bank Nasional (Perbanas) yang mencatat bahwa sebanyak 88 persen pelaku UMKM sektor informal lebih memilih menggunakan dana pribadi untuk modal usaha, ketimbang mengajukan kredit perbankan. Fenomena ini memicu perlambatan pertumbuhan kredit UMKM dan membuat sektor usaha mikro kesulitan untuk ekspansi bisnis.\n\nMengapa para pemilik usaha enggan meminjam uang ke bank? Apa saja hambatan utama dari sisi pelaku usaha dan bagaimana ketatnya seleksi perbankan dalam menyetujui pinjaman modal? Kami mengulas pandangan kritis dari para ahli ekonomi terkait dilema keterbatasan agunan, pelemahan daya beli konsumen, kenaikan suku bunga, hingga pentingnya insentif kredit serta pendampingan manajemen agar UMKM Indonesia bisa benar-benar naik kelas.\n\nSimak analisis mendalam seputar dunia usaha, tantangan pembiayaan perbankan, dan solusi konkret melalui platform kolaborasi seperti UMKM Center dalam video ini sampai habis!\n\nBerita Selengkapnya :\n\nReporter: \nVideo Editor: Agus Prasetyo\n\n#koranjakarta #news #umkm  #modalusaha  #KreditBank #ekonomiindonesia  #Perbanas #bisnisumkm  #finansial \n============================================================\n\nKunjungi media sosial kami untuk mendapatkan informasi terbaru.\n\nInstagram:   / koranjakarta.id  \nTwitter: https://x.com/koranjakarta_id/\nFacebook:   / koran.jakarta  \nThread: https://www.threads.com/\nTiktok:   / koranjakarta  \n\nWebsite Koran Jakarta : https://koran-jakarta.com\n\nHave any idea, or business inquiries\ndigital-jakarta.com\n\nKebenaran itu Tidak Pernah Memihak!", "post_id": "uhYE9K6vFpI"}}, {"key": "@NDTVProfitIndia", "attributes": {"label": "@NDTVProfitIndia", "x": 905.6095344917529, "y": 515.4567826936895, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 11.4981, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "CKMIsvHGHzE", "id": "@NDTVProfitIndia", "source": "youtube-000001", "content": "Langkah Besar RBI untuk Menarik Investor NRI | Bank Naikkan Suku Bunga Deposito FCNR: Simak Detai...\n\nBank-bank telah mulai menaikkan suku bunga deposito untuk investor NRI setelah langkah-langkah terbaru RBI yang melibatkan Bank Sentral menyerap biaya hedging untuk deposito FCNR. Beberapa pemberi pinjaman sudah meneruskan manfaat ini kepada depositor NRI. Tonton video ini untuk mengetahui bank mana saja yang termasuk di dalamnya.\n\n#RBI\n#Rupee\n#HDFCBank\n#YesBank\n#BankingNews\n#InterestRates\n#FCNR\n#NRI\n#IndianBanking\n#RBIUpdate\n#IndianEconomy\n#BankStocks\n#FinanceNews\n#StockMarketIndia\n#BankingSector\n\nApa artinya ini bagi rupee, pendanaan bank, dan pertumbuhan kredit? Berikut adalah uraian singkat tentang perkembangan terbaru dan mengapa sektor perbankan mengamati tren ini dengan cermat.\n\nUntuk video lainnya, berlangganan saluran kami:    /   \nKunjungi NDTV Profit untuk berita lainnya: https://www.ndtvprofit.com/\nJangan memasuki pasar saham tanpa pengetahuan. Baca semua Laporan Penelitian di sini: https://www.ndtvprofit.com/research-r...\n\nIkuti NDTV Profit di sini\nTwitter:   / ndtvprofitindia   ,   / ndtvprofit  \nLinkedIn:   / ndtvprofit  \nInstagram:   / ndtvprofit  \nFacebook:   / ndtvprofit", "post_id": "CKMIsvHGHzE"}}, {"key": "ndtvprofitindia", "attributes": {"label": "ndtvprofitindia", "x": 574.1715929646729, "y": 810.4266415734891, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 21.2715, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "CKMIsvHGHzE", "id": "ndtvprofitindia", "source": "youtube-000001", "content": "Langkah Besar RBI untuk Menarik Investor NRI | Bank Naikkan Suku Bunga Deposito FCNR: Simak Detai...\n\nBank-bank telah mulai menaikkan suku bunga deposito untuk investor NRI setelah langkah-langkah terbaru RBI yang melibatkan Bank Sentral menyerap biaya hedging untuk deposito FCNR. Beberapa pemberi pinjaman sudah meneruskan manfaat ini kepada depositor NRI. Tonton video ini untuk mengetahui bank mana saja yang termasuk di dalamnya.\n\n#RBI\n#Rupee\n#HDFCBank\n#YesBank\n#BankingNews\n#InterestRates\n#FCNR\n#NRI\n#IndianBanking\n#RBIUpdate\n#IndianEconomy\n#BankStocks\n#FinanceNews\n#StockMarketIndia\n#BankingSector\n\nApa artinya ini bagi rupee, pendanaan bank, dan pertumbuhan kredit? Berikut adalah uraian singkat tentang perkembangan terbaru dan mengapa sektor perbankan mengamati tren ini dengan cermat.\n\nUntuk video lainnya, berlangganan saluran kami:    /   \nKunjungi NDTV Profit untuk berita lainnya: https://www.ndtvprofit.com/\nJangan memasuki pasar saham tanpa pengetahuan. Baca semua Laporan Penelitian di sini: https://www.ndtvprofit.com/research-r...\n\nIkuti NDTV Profit di sini\nTwitter:   / ndtvprofitindia   ,   / ndtvprofit  \nLinkedIn:   / ndtvprofit  \nInstagram:   / ndtvprofit  \nFacebook:   / ndtvprofit", "post_id": "CKMIsvHGHzE"}}, {"key": "@ETNow", "attributes": {"label": "@ETNow", "x": 437.65858828429293, "y": 334.04219297673046, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 11.4981, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "6oVzCPpxQZU", "id": "@ETNow", "source": "youtube-000001", "content": "Bank Swasta Siap Melampaui Reli BUMN? Rakesh Vyas Menjelaskan Keunggulan FCNR | Berita Bisnis\n\nBank Swasta Siap Melampaui Reli BUMN? Rakesh Vyas Menjelaskan Keunggulan FCNR | Berita Bisnis\n\nRakesh Vyas dari Quest Investment Managers berbagi pandangannya tentang pasar, saham perbankan, permintaan konsumen, dan logam.\n\nIa menjelaskan mengapa pertumbuhan kredit yang kuat, langkah-langkah deposito FCNR RBI, dan pelonggaran pembatasan deposito dapat menguntungkan bank-bank swasta besar seperti HDFC Bank, ICICI Bank, Axis Bank, dan Kotak Bank. Ia juga membahas apakah bank-bank BUMN dapat melanjutkan kinerja unggul mereka dan dampak norma ECL.\n\nDi sisi konsumsi, Rakesh Vyas tetap optimis, menyoroti permintaan diskresioner yang tangguh dan kemampuan perusahaan untuk meneruskan tekanan inflasi. Ia juga menguraikan pelemahan baru-baru ini pada saham logam dan peran perlambatan permintaan, tren persediaan, dan ekspektasi harga komoditas.\n\nSaksikan percakapan lengkap untuk wawasan utama tentang perbankan, konsumsi, barang modal, dan peluang pasar.\n\n\n#pasarsaham #sahamperbankan #hdfcbank #icicibank #axisbank #bankpsu #rakeshvyas #questinvestmentmanagers\n\nKendalikan uang Anda dengan Economic Times Now.\n\n#etnow #beritabisnis #anggaran2026withetnow\n\nSaluran YouTube -    /   \n\nBerlangganan ET Now untuk mendapatkan pembaruan terbaru tentang berita pasar saham, berita bisnis, berita perusahaan, IPO & lainnya | https://bit.ly/SubscribeToETNow\n\nBerlangganan Sekarang ke Saluran Jaringan Kami :-\nET Now Swadesh:    / etnowswadesh  \nTimes Now: http://goo.gl/U9ibPb\n\nTautan Media Sosial :-\nTwitter - http://goo.gl/hA0vDt\nFacebook - http://goo.gl/5Lr4mC\n\nSitus web - https://www.etnownews.com\nUnduh Aplikasi kami untuk Berita Terkini: https://tinyurl.com/4y6e3u2e\n\nIkuti kami di Google News untuk pembaruan terbaru\nET Now: https://news.google.com/publications/...\nTimes Now Navbharat: https://bit.ly/3zDaKJo \nTimes Now : https://bit.ly/3CyrrYg\nZoom: https://bit.ly/3CEK0dv", "post_id": "6oVzCPpxQZU"}}, {"key": "etnow", "attributes": {"label": "etnow", "x": 775.5808531522163, "y": 876.0428957590773, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 16.3848, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "6oVzCPpxQZU", "id": "etnow", "source": "youtube-000001", "content": "Bank Swasta Siap Melampaui Reli BUMN? Rakesh Vyas Menjelaskan Keunggulan FCNR | Berita Bisnis\n\nBank Swasta Siap Melampaui Reli BUMN? Rakesh Vyas Menjelaskan Keunggulan FCNR | Berita Bisnis\n\nRakesh Vyas dari Quest Investment Managers berbagi pandangannya tentang pasar, saham perbankan, permintaan konsumen, dan logam.\n\nIa menjelaskan mengapa pertumbuhan kredit yang kuat, langkah-langkah deposito FCNR RBI, dan pelonggaran pembatasan deposito dapat menguntungkan bank-bank swasta besar seperti HDFC Bank, ICICI Bank, Axis Bank, dan Kotak Bank. Ia juga membahas apakah bank-bank BUMN dapat melanjutkan kinerja unggul mereka dan dampak norma ECL.\n\nDi sisi konsumsi, Rakesh Vyas tetap optimis, menyoroti permintaan diskresioner yang tangguh dan kemampuan perusahaan untuk meneruskan tekanan inflasi. Ia juga menguraikan pelemahan baru-baru ini pada saham logam dan peran perlambatan permintaan, tren persediaan, dan ekspektasi harga komoditas.\n\nSaksikan percakapan lengkap untuk wawasan utama tentang perbankan, konsumsi, barang modal, dan peluang pasar.\n\n\n#pasarsaham #sahamperbankan #hdfcbank #icicibank #axisbank #bankpsu #rakeshvyas #questinvestmentmanagers\n\nKendalikan uang Anda dengan Economic Times Now.\n\n#etnow #beritabisnis #anggaran2026withetnow\n\nSaluran YouTube -    /   \n\nBerlangganan ET Now untuk mendapatkan pembaruan terbaru tentang berita pasar saham, berita bisnis, berita perusahaan, IPO & lainnya | https://bit.ly/SubscribeToETNow\n\nBerlangganan Sekarang ke Saluran Jaringan Kami :-\nET Now Swadesh:    / etnowswadesh  \nTimes Now: http://goo.gl/U9ibPb\n\nTautan Media Sosial :-\nTwitter - http://goo.gl/hA0vDt\nFacebook - http://goo.gl/5Lr4mC\n\nSitus web - https://www.etnownews.com\nUnduh Aplikasi kami untuk Berita Terkini: https://tinyurl.com/4y6e3u2e\n\nIkuti kami di Google News untuk pembaruan terbaru\nET Now: https://news.google.com/publications/...\nTimes Now Navbharat: https://bit.ly/3zDaKJo \nTimes Now : https://bit.ly/3CyrrYg\nZoom: https://bit.ly/3CEK0dv", "post_id": "6oVzCPpxQZU"}}, {"key": "@KompasTVDewata", "attributes": {"label": "@KompasTVDewata", "x": 571.7237977776505, "y": 767.7281289324355, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 11.4981, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "THXVl7DUuIM", "id": "@KompasTVDewata", "source": "youtube-000001", "content": "BREAKING NEWS - Pimpinan DPR Bertemu Himbara, Bahas Kondisi Perbankan dan Pasar Keuangan Nasional\n\nJAKARTA, KOMPAS.TV - Wakil Ketua DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad, melakukan pertemuan dengan jajaran Himpunan Bank Milik Negara untuk membahas kondisi sektor perbankan nasional serta perkembangan pasar keuangan.\n\nDalam pertemuan tersebut, dibahas kinerja fundamental bank-bank anggota Himbara yang dinilai berada dalam kondisi sangat baik. Pertumbuhan kredit tercatat berada di kisaran 20 persen dan disebut sebagai salah satu capaian kinerja terbaik yang berhasil dibukukan Himbara dalam beberapa waktu terakhir.\n\nSelain sektor perbankan, pembahasan juga menyentuh perkembangan pasar modal. Dasco mengungkapkan pihaknya turut berdiskusi dengan BPJS dan Taspen mengenai kondisi saham-saham yang dinilai memiliki fundamental baik dan berpotensi untuk kembali diakumulasi atau dibeli.\n\nSecara umum, pertemuan ini membahas penguatan sektor keuangan nasional, mulai dari kinerja perbankan BUMN, pertumbuhan kredit, hingga strategi menjaga stabilitas dan optimisme di pasar modal melalui pengelolaan investasi yang berbasis pada fundamental ekonomi yang kuat.\n\n#SufmiDascoAhmad #DPRRI #Himbara\n\nTerima kasih sudah menonton!\n\nJangan lewatkan berita dan inspirasi terkini dari Pulau Dewata. Dukung kami dengan LIKE, berikan pandangan Anda di KOMENTAR, BAGIKAN kepada kerabat Anda, dan pastikan Anda SUBSCRIBE untuk mendapatkan notifikasi video terbaru.\n\n🔔 Jangan Lupa Nyalakan Lonceng Notifikasi! 🔔\n\nKompasTV Dewata Official Channel.\nInspirasi Bali. Berita Terpercaya.\n\nTonton Kami Langsung di TV:\nSetiap hari pukul 05.30 WITA - 08.00 WITA\n\nJelajahi Konten Kami:\n\n🎥 VIDEO TERBARU:    /   \n\n✅ SUBSCRIBE SEKARANG:    /   \n\nIkuti Kami di Media Sosial:\n\nFacebook:   / kompastvdewata  \n\nInstagram:   / kompastvbalidewata", "post_id": "THXVl7DUuIM"}}, {"key": "kompastvdewata", "attributes": {"label": "kompastvdewata", "x": 223.53864176503023, "y": 354.65695648982256, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 16.3848, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "THXVl7DUuIM", "id": "kompastvdewata", "source": "youtube-000001", "content": "BREAKING NEWS - Pimpinan DPR Bertemu Himbara, Bahas Kondisi Perbankan dan Pasar Keuangan Nasional\n\nJAKARTA, KOMPAS.TV - Wakil Ketua DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad, melakukan pertemuan dengan jajaran Himpunan Bank Milik Negara untuk membahas kondisi sektor perbankan nasional serta perkembangan pasar keuangan.\n\nDalam pertemuan tersebut, dibahas kinerja fundamental bank-bank anggota Himbara yang dinilai berada dalam kondisi sangat baik. Pertumbuhan kredit tercatat berada di kisaran 20 persen dan disebut sebagai salah satu capaian kinerja terbaik yang berhasil dibukukan Himbara dalam beberapa waktu terakhir.\n\nSelain sektor perbankan, pembahasan juga menyentuh perkembangan pasar modal. Dasco mengungkapkan pihaknya turut berdiskusi dengan BPJS dan Taspen mengenai kondisi saham-saham yang dinilai memiliki fundamental baik dan berpotensi untuk kembali diakumulasi atau dibeli.\n\nSecara umum, pertemuan ini membahas penguatan sektor keuangan nasional, mulai dari kinerja perbankan BUMN, pertumbuhan kredit, hingga strategi menjaga stabilitas dan optimisme di pasar modal melalui pengelolaan investasi yang berbasis pada fundamental ekonomi yang kuat.\n\n#SufmiDascoAhmad #DPRRI #Himbara\n\nTerima kasih sudah menonton!\n\nJangan lewatkan berita dan inspirasi terkini dari Pulau Dewata. Dukung kami dengan LIKE, berikan pandangan Anda di KOMENTAR, BAGIKAN kepada kerabat Anda, dan pastikan Anda SUBSCRIBE untuk mendapatkan notifikasi video terbaru.\n\n🔔 Jangan Lupa Nyalakan Lonceng Notifikasi! 🔔\n\nKompasTV Dewata Official Channel.\nInspirasi Bali. Berita Terpercaya.\n\nTonton Kami Langsung di TV:\nSetiap hari pukul 05.30 WITA - 08.00 WITA\n\nJelajahi Konten Kami:\n\n🎥 VIDEO TERBARU:    /   \n\n✅ SUBSCRIBE SEKARANG:    /   \n\nIkuti Kami di Media Sosial:\n\nFacebook:   / kompastvdewata  \n\nInstagram:   / kompastvbalidewata", "post_id": "THXVl7DUuIM"}}, {"key": "@garudatv.official", "attributes": {"label": "@garudatv.official", "x": 528.6442645401755, "y": 407.56282808502976, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 11.4981, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "vTzWLj00phU", "id": "@garudatv.official", "source": "youtube-000001", "content": "Mensesneg & Himbara: Jangan Khawatir, Fundamental Ekonomi RI Sangat Kuat! I KMP\n\nGarudaTV - Pesan penyeimbang dari ring satu Istana dan petinggi perbankan nasional demi menjaga stabilitas pasar keuangan domestik! \n\nMenteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi menegaskan bahwa fundamental ekonomi Indonesia, khususnya di sektor perbankan, berada dalam kondisi yang sangat kokoh. Pernyataan ini disampaikan usai menghadiri pertemuan intensif bersama Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad, Kepala BP BUMN Dony Oskaria, dan para petinggi Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) di Kompleks Parlemen, Jakarta.\n\nSenada dengan pemerintah, Ketua Umum Himbara Putrama Wahju Setyawan meminta publik dan para pelaku pasar modal untuk tidak khawatir berlebihan dalam merespons dinamika bursa akhir-akhir ini. Berdasarkan data riil, likuiditas perbankan plat merah dipastikan tetap aman terkendali dengan rasio kredit bermasalah (NPL) yang sangat rendah. \n\nBahkan, industri perbankan nasional saat ini tengah mencatatkan performa terbaiknya, di mana pertumbuhan kredit rata-rata tumbuh di kisaran 20% dan Dana Pihak Ketiga (DPK) melonjak subur di angka 20 hingga 30%. Sinergi lintas lembaga antara eksekutif, legislatif, dan industri perbankan ini diharapkan mampu mempertebal kepercayaan investor terhadap ekosistem keuangan tanah air. Simak laporan lengkapnya!\n\nMelihat pertumbuhan kredit Himbara yang tembus 20%, bagaimana optimisme kalian terhadap pergerakan bursa saham kita pekan ini? Tulis di kolom komentar!\n\n#Mensesneg #Himbara #PrasetyoHadi #SufmiDascoAhmad #GarudaTV #GarudaTV #Laporan8 #KabinetMerahPutih\n\nGARUDA TV - Digital TV Indonesia, Berita Terpercaya\n\nSaksikan Garuda TV di Free to Air atau Streaming melalui:\nwww.garuda.tv | YouTube Garuda TV | Aplikasi Vidio | Wewatch | IndiHome CH111 | Transvision CH824 | FirstMedia CH45\n\nScan ulang saluran digital kamu sekarang ya dan saksikan terus program-program seru terbaru hanya di GarudaTV.\nSubscribe GarudaTV Official Youtube Channel    /   \nFollow our Official TikTok   / garudatv.official  \nLike our Official Facebook   / garudatv.official  \nFollow our Official Instagram   / garudatv.official", "post_id": "vTzWLj00phU"}}, {"key": "garudatv.official", "attributes": {"label": "garudatv.official", "x": 144.42623200186034, "y": 66.14343329634609, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 21.2715, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "vTzWLj00phU", "id": "garudatv.official", "source": "youtube-000001", "content": "Mensesneg & Himbara: Jangan Khawatir, Fundamental Ekonomi RI Sangat Kuat! I KMP\n\nGarudaTV - Pesan penyeimbang dari ring satu Istana dan petinggi perbankan nasional demi menjaga stabilitas pasar keuangan domestik! \n\nMenteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi menegaskan bahwa fundamental ekonomi Indonesia, khususnya di sektor perbankan, berada dalam kondisi yang sangat kokoh. Pernyataan ini disampaikan usai menghadiri pertemuan intensif bersama Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad, Kepala BP BUMN Dony Oskaria, dan para petinggi Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) di Kompleks Parlemen, Jakarta.\n\nSenada dengan pemerintah, Ketua Umum Himbara Putrama Wahju Setyawan meminta publik dan para pelaku pasar modal untuk tidak khawatir berlebihan dalam merespons dinamika bursa akhir-akhir ini. Berdasarkan data riil, likuiditas perbankan plat merah dipastikan tetap aman terkendali dengan rasio kredit bermasalah (NPL) yang sangat rendah. \n\nBahkan, industri perbankan nasional saat ini tengah mencatatkan performa terbaiknya, di mana pertumbuhan kredit rata-rata tumbuh di kisaran 20% dan Dana Pihak Ketiga (DPK) melonjak subur di angka 20 hingga 30%. Sinergi lintas lembaga antara eksekutif, legislatif, dan industri perbankan ini diharapkan mampu mempertebal kepercayaan investor terhadap ekosistem keuangan tanah air. Simak laporan lengkapnya!\n\nMelihat pertumbuhan kredit Himbara yang tembus 20%, bagaimana optimisme kalian terhadap pergerakan bursa saham kita pekan ini? Tulis di kolom komentar!\n\n#Mensesneg #Himbara #PrasetyoHadi #SufmiDascoAhmad #GarudaTV #GarudaTV #Laporan8 #KabinetMerahPutih\n\nGARUDA TV - Digital TV Indonesia, Berita Terpercaya\n\nSaksikan Garuda TV di Free to Air atau Streaming melalui:\nwww.garuda.tv | YouTube Garuda TV | Aplikasi Vidio | Wewatch | IndiHome CH111 | Transvision CH824 | FirstMedia CH45\n\nScan ulang saluran digital kamu sekarang ya dan saksikan terus program-program seru terbaru hanya di GarudaTV.\nSubscribe GarudaTV Official Youtube Channel    /   \nFollow our Official TikTok   / garudatv.official  \nLike our Official Facebook   / garudatv.official  \nFollow our Official Instagram   / garudatv.official", "post_id": "vTzWLj00phU"}}, {"key": "@OpenDialogueByAxis", "attributes": {"label": "@OpenDialogueByAxis", "x": 952.5107541961552, "y": 411.29119881157783, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 11.4981, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "Ao_B3EoXuGA", "id": "@OpenDialogueByAxis", "source": "youtube-000001", "content": "Bisakah Sistem Perbankan India Mendukung Viksit Bharat 2047? | Neeraj Gambhir | Open Dialogue | E...\n\nPodcast ini akan menjelaskan mengapa sektor perbankan India harus melakukan reformasi untuk Viksit Bharat 2047. Episode Open Dialogue ini juga menjelaskan reformasi perbankan India, penetrasi kredit terhadap PDB yang rendah, biaya intermediasi, dan tantangan pinjaman sektor prioritas.\n\nKami menelusuri evolusi perbankan India dari pendirian RBI pada tahun 1937 dan Undang-Undang Regulasi Perbankan tahun 1949, melalui nasionalisasi bank pada tahun 1969 dan 1980, hingga reformasi Komite Nariman yang membuka sektor perbankan swasta. Kami mengupas mengapa rasio kredit bank terhadap PDB India tertinggal dari negara-negara sebanding, bagaimana pergeseran yang didorong oleh LCR dari simpanan ritel ke simpanan korporasi mengurangi kemampuan pemberian pinjaman, dan empat komponen biaya intermediasi seperti CRR, SLR, biaya kredit, dan biaya operasional. Kami juga mengeksplorasi apakah AI dapat menurunkan biaya operasional perbankan, apakah pinjaman sektor prioritas membantu atau merugikan profitabilitas bank, dan mengapa perusahaan tidak dapat memiliki bank di India. Berlangganan Open Dialogue untuk percakapan yang lebih mendalam tentang perbankan, keuangan, dan ekonomi India!\n\nPembicara:\nSameer Shetty: Kepala Grup, Perbankan Digital & Program Strategis, Axis Bank\n\nNeeraj Gambhir: Direktur Eksekutif, Axis Bank\n\n=================================================================\n\nPenanda Waktu:\n\n00:00 — Pendahuluan\n01:40 — Sejarah Perbankan India: Pra-Kemerdekaan hingga RBI & Undang-Undang 1949\n03:18 — Nasionalisasi Bank: SBI, 14 Bank pada tahun 1969 & 6 pada tahun 1980\n07:12 — Bank Sektor Publik vs Swasta: Pergeseran Pangsa Pasar\n12:13 — Reformasi & Liberalisasi Komite Nariman 1992\n15:31 — Penetrasi Perbankan: Mengapa Rasio Kredit terhadap PDB sebesar 55% Terlalu Rendah\n16:52 — Biaya Perantara: CRR, SLR & Penurunan Simpanan 25-30%\n24:10 — Margin Bunga Bersih: Sektor Publik 2-2,5% vs Sektor Swasta 3,5-4%\n32:12 — CRR, SLR ke LCR: Bagaimana Rezim Likuiditas Pasca-2008 Bekerja\n41:30 — Institusionalisasi Simpanan & Penurunan Tabungan Rumah Tangga\n53:29 — Dapatkah AI & Teknologi Mengurangi Biaya Operasional Perbankan?\n\n56:07 — Pinjaman Sektor Prioritas\n01:03:41 — Dilema Kepemilikan: Mengapa Perusahaan Tidak Dapat Memiliki Bank di India\n01:09:11 — Lisensi Perbankan Khusus: Bank Pembayaran & Bank Keuangan Kecil\n\n========================================================\nVideo yang direkomendasikan:\n\n▶️    • How AI Will Reshape Banking | Open Dialogu...  \n\n▶️    • Markets. Reforms. Banking: 30 Years That C...  \n\n▶️    • Budget 2026 Roundtable: Breaking Down the ...  \n\nBERLANGGANAN KAMI:    /   \n\nUnduh Aplikasi Axis Bank: https://play.google.com/store/apps/de...\n\nUntuk video dan diskusi informatif lainnya tentang topik penting terkait Perbankan, keuangan & ekonomi:\nLinkedIn -   / axis-bank  \nInstagram -   / opendialoguebyaxisbank  \nFacebook -   / axisbank  \nTwitter - https://x.com/AxisBank\n\n#sejarahperbankanindia #kebijakanperbankan #viksitbharat2047 #sistemperbankanindia #undang-undangregulasiperbankan1949 #reformasiperbankanindia #peminjamansektorprioritas #modelperbankankhusus #biayaintermediasi #sektorperbankan #sistemperbankan #perbankandimudahkan #inovasiperbankan #industriperbankan #beritaperbankan #psb #viksitbharat #anggaranviksitbharat2047 #viksitbharatbudget #lcr #crr #liquiditymanagement #rbipolicy #slr #monetarypolicy #publicsectorbanks #AxisBank #OpenDialogue\n\nHak Cipta:\n©Axis Bank Limited [2026]. Semua hak dilindungi undang-undang. Video ini dan semua video lain di saluran ini dilindungi oleh undang-undang hak cipta dan tidak boleh digunakan atau direproduksi tanpa izin tertulis dari pemilik hak cipta.\n\nPERNYATAAN PENAFIAN HUKUM:\nDengan mengakses podcast video ini (“Podcast”), saya mengakui bahwa Axis Bank Limited dan anak perusahaannya (“AXIS BANK”) tidak memberikan jaminan, garansi, atau pernyataan apa pun mengenai keakuratan atau kecukupan informasi yang ditampilkan dalam Podcast ini. Informasi, pendapat, dan rekomendasi yang disajikan dalam Podcast ini hanya untuk informasi umum dan setiap ketergantungan pada informasi yang diberikan dalam Podcast ini dilakukan atas risiko Anda sendiri. Podcast ini tidak boleh dianggap sebagai nasihat profesional. Kecuali dinyatakan secara khusus sebaliknya, AXIS BANK tidak mendukung, menyetujui, merekomendasikan, atau mensertifikasi informasi, produk, proses, layanan, atau organisasi apa pun yang disajikan atau disebutkan dalam Podcast ini, dan informasi dari Podcast ini tidak boleh dirujuk dengan cara apa pun untuk menyiratkan persetujuan atau dukungan tersebut. Lebih lanjut, AXIS BANK tidak memberikan jaminan bahwa Podcast ini, atau server yang menyediakannya, bebas dari virus, worm, atau elemen atau kode lain yang memiliki sifat merusak atau mencemari.\n\nAXIS BANK SECARA TEGAS MENOLAK SEGALA TANGGUNG JAWAB ATAS KERUGIAN LANGSUNG, TIDAK LANGSUNG, INSIDENTAL, KHUSUS, KONSEKUENSIAL, ATAU KERUGIAN LAINNYA YAN...", "post_id": "Ao_B3EoXuGA"}}, {"key": "opendialoguebyaxis", "attributes": {"label": "opendialoguebyaxis", "x": 480.1585709077636, "y": 664.4748203752748, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 21.2715, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "Ao_B3EoXuGA", "id": "opendialoguebyaxis", "source": "youtube-000001", "content": "Bisakah Sistem Perbankan India Mendukung Viksit Bharat 2047? | Neeraj Gambhir | Open Dialogue | E...\n\nPodcast ini akan menjelaskan mengapa sektor perbankan India harus melakukan reformasi untuk Viksit Bharat 2047. Episode Open Dialogue ini juga menjelaskan reformasi perbankan India, penetrasi kredit terhadap PDB yang rendah, biaya intermediasi, dan tantangan pinjaman sektor prioritas.\n\nKami menelusuri evolusi perbankan India dari pendirian RBI pada tahun 1937 dan Undang-Undang Regulasi Perbankan tahun 1949, melalui nasionalisasi bank pada tahun 1969 dan 1980, hingga reformasi Komite Nariman yang membuka sektor perbankan swasta. Kami mengupas mengapa rasio kredit bank terhadap PDB India tertinggal dari negara-negara sebanding, bagaimana pergeseran yang didorong oleh LCR dari simpanan ritel ke simpanan korporasi mengurangi kemampuan pemberian pinjaman, dan empat komponen biaya intermediasi seperti CRR, SLR, biaya kredit, dan biaya operasional. Kami juga mengeksplorasi apakah AI dapat menurunkan biaya operasional perbankan, apakah pinjaman sektor prioritas membantu atau merugikan profitabilitas bank, dan mengapa perusahaan tidak dapat memiliki bank di India. Berlangganan Open Dialogue untuk percakapan yang lebih mendalam tentang perbankan, keuangan, dan ekonomi India!\n\nPembicara:\nSameer Shetty: Kepala Grup, Perbankan Digital & Program Strategis, Axis Bank\n\nNeeraj Gambhir: Direktur Eksekutif, Axis Bank\n\n=================================================================\n\nPenanda Waktu:\n\n00:00 — Pendahuluan\n01:40 — Sejarah Perbankan India: Pra-Kemerdekaan hingga RBI & Undang-Undang 1949\n03:18 — Nasionalisasi Bank: SBI, 14 Bank pada tahun 1969 & 6 pada tahun 1980\n07:12 — Bank Sektor Publik vs Swasta: Pergeseran Pangsa Pasar\n12:13 — Reformasi & Liberalisasi Komite Nariman 1992\n15:31 — Penetrasi Perbankan: Mengapa Rasio Kredit terhadap PDB sebesar 55% Terlalu Rendah\n16:52 — Biaya Perantara: CRR, SLR & Penurunan Simpanan 25-30%\n24:10 — Margin Bunga Bersih: Sektor Publik 2-2,5% vs Sektor Swasta 3,5-4%\n32:12 — CRR, SLR ke LCR: Bagaimana Rezim Likuiditas Pasca-2008 Bekerja\n41:30 — Institusionalisasi Simpanan & Penurunan Tabungan Rumah Tangga\n53:29 — Dapatkah AI & Teknologi Mengurangi Biaya Operasional Perbankan?\n\n56:07 — Pinjaman Sektor Prioritas\n01:03:41 — Dilema Kepemilikan: Mengapa Perusahaan Tidak Dapat Memiliki Bank di India\n01:09:11 — Lisensi Perbankan Khusus: Bank Pembayaran & Bank Keuangan Kecil\n\n========================================================\nVideo yang direkomendasikan:\n\n▶️    • How AI Will Reshape Banking | Open Dialogu...  \n\n▶️    • Markets. Reforms. Banking: 30 Years That C...  \n\n▶️    • Budget 2026 Roundtable: Breaking Down the ...  \n\nBERLANGGANAN KAMI:    /   \n\nUnduh Aplikasi Axis Bank: https://play.google.com/store/apps/de...\n\nUntuk video dan diskusi informatif lainnya tentang topik penting terkait Perbankan, keuangan & ekonomi:\nLinkedIn -   / axis-bank  \nInstagram -   / opendialoguebyaxisbank  \nFacebook -   / axisbank  \nTwitter - https://x.com/AxisBank\n\n#sejarahperbankanindia #kebijakanperbankan #viksitbharat2047 #sistemperbankanindia #undang-undangregulasiperbankan1949 #reformasiperbankanindia #peminjamansektorprioritas #modelperbankankhusus #biayaintermediasi #sektorperbankan #sistemperbankan #perbankandimudahkan #inovasiperbankan #industriperbankan #beritaperbankan #psb #viksitbharat #anggaranviksitbharat2047 #viksitbharatbudget #lcr #crr #liquiditymanagement #rbipolicy #slr #monetarypolicy #publicsectorbanks #AxisBank #OpenDialogue\n\nHak Cipta:\n©Axis Bank Limited [2026]. Semua hak dilindungi undang-undang. Video ini dan semua video lain di saluran ini dilindungi oleh undang-undang hak cipta dan tidak boleh digunakan atau direproduksi tanpa izin tertulis dari pemilik hak cipta.\n\nPERNYATAAN PENAFIAN HUKUM:\nDengan mengakses podcast video ini (“Podcast”), saya mengakui bahwa Axis Bank Limited dan anak perusahaannya (“AXIS BANK”) tidak memberikan jaminan, garansi, atau pernyataan apa pun mengenai keakuratan atau kecukupan informasi yang ditampilkan dalam Podcast ini. Informasi, pendapat, dan rekomendasi yang disajikan dalam Podcast ini hanya untuk informasi umum dan setiap ketergantungan pada informasi yang diberikan dalam Podcast ini dilakukan atas risiko Anda sendiri. Podcast ini tidak boleh dianggap sebagai nasihat profesional. Kecuali dinyatakan secara khusus sebaliknya, AXIS BANK tidak mendukung, menyetujui, merekomendasikan, atau mensertifikasi informasi, produk, proses, layanan, atau organisasi apa pun yang disajikan atau disebutkan dalam Podcast ini, dan informasi dari Podcast ini tidak boleh dirujuk dengan cara apa pun untuk menyiratkan persetujuan atau dukungan tersebut. Lebih lanjut, AXIS BANK tidak memberikan jaminan bahwa Podcast ini, atau server yang menyediakannya, bebas dari virus, worm, atau elemen atau kode lain yang memiliki sifat merusak atau mencemari.\n\nAXIS BANK SECARA TEGAS MENOLAK SEGALA TANGGUNG JAWAB ATAS KERUGIAN LANGSUNG, TIDAK LANGSUNG, INSIDENTAL, KHUSUS, KONSEKUENSIAL, ATAU KERUGIAN LAINNYA YAN...", "post_id": "Ao_B3EoXuGA"}}, {"key": "@KanalBankIndonesia", "attributes": {"label": "@KanalBankIndonesia", "x": 756.6358084304627, "y": 882.5736769973303, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 11.4981, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "gkVAYTG8OLo", "id": "@KanalBankIndonesia", "source": "youtube-000001", "content": "Majalah Bicara  Edisi 102: Sobat Ingin Miliki Rumah? Yuk, Cek Kebijakan BI Berikut!\n\nIngin memiliki hunian? 😊 Nah, kebijakan Bank Indonesia yang satu ini pas banget buat Sobat!\n\nJadi, Bank Indonesia menerapkan kebijakan insentif Likuiditas Makroprudensial (KLM) yang bersifat akomodatif guna mendorong intermediasi perbankan agar bisa ‘menggelontorkan’ kredit dan pembiayaan di sektor-sektor yang berdaya ungkit, salah satunya sektor properti.\n\nJadi, bagi #SobatRupiah yang ingin membeli rumah impian dan #BeriMakna bagi perekonomian, wajib saksikan video ini selengkapnya.\n\nDan, jangan lupa juga untuk unduh Majalah BICARA Edisi 102 dengan pindai QR pada video di atas atau klik  https://bit.ly/41tN0H8 karena banyak informasi penting lainnya untuk Sobat!\n\nJadilah generasi yang tahu banyak dan banyak tahu. 😊\n\n#disetiapmaknaindonesia \n\n\n————————————————————————————\nOfficial account:\nWebsite: http://www.bi.go.id\nTwitter:   / bank_indonesia  \nFacebook:   / bankindonesiaofficial  \nInstagram:   / bank_indonesia  \nSpotify: https://open.spotify.com/show/4Q38i2l...\n\n————————————————————————————\nChatbot LISA (Layanan Informasi Bank Indonesia)\nWhatsapp (24 jam) : 081 131 131 131\nLine (24 jam) : \nFB (diluar jam kerja) : \n\n————————————————————————————\nContact Center Bank Indonesia (BICARA 131)\nTelp: 1500131 (dari dalam dan luar negeri)\nEmail: bicara", "post_id": "gkVAYTG8OLo"}}, {"key": "BankIndonesiaOfficial", "attributes": {"label": "BankIndonesiaOfficial", "x": 11.911451075624635, "y": 383.91712770916706, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 16.3848, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "gkVAYTG8OLo", "id": "BankIndonesiaOfficial", "source": "youtube-000001", "content": "Majalah Bicara  Edisi 102: Sobat Ingin Miliki Rumah? Yuk, Cek Kebijakan BI Berikut!\n\nIngin memiliki hunian? 😊 Nah, kebijakan Bank Indonesia yang satu ini pas banget buat Sobat!\n\nJadi, Bank Indonesia menerapkan kebijakan insentif Likuiditas Makroprudensial (KLM) yang bersifat akomodatif guna mendorong intermediasi perbankan agar bisa ‘menggelontorkan’ kredit dan pembiayaan di sektor-sektor yang berdaya ungkit, salah satunya sektor properti.\n\nJadi, bagi #SobatRupiah yang ingin membeli rumah impian dan #BeriMakna bagi perekonomian, wajib saksikan video ini selengkapnya.\n\nDan, jangan lupa juga untuk unduh Majalah BICARA Edisi 102 dengan pindai QR pada video di atas atau klik  https://bit.ly/41tN0H8 karena banyak informasi penting lainnya untuk Sobat!\n\nJadilah generasi yang tahu banyak dan banyak tahu. 😊\n\n#disetiapmaknaindonesia \n\n\n————————————————————————————\nOfficial account:\nWebsite: http://www.bi.go.id\nTwitter:   / bank_indonesia  \nFacebook:   / bankindonesiaofficial  \nInstagram:   / bank_indonesia  \nSpotify: https://open.spotify.com/show/4Q38i2l...\n\n————————————————————————————\nChatbot LISA (Layanan Informasi Bank Indonesia)\nWhatsapp (24 jam) : 081 131 131 131\nLine (24 jam) : \nFB (diluar jam kerja) : \n\n————————————————————————————\nContact Center Bank Indonesia (BICARA 131)\nTelp: 1500131 (dari dalam dan luar negeri)\nEmail: bicara", "post_id": "gkVAYTG8OLo"}}, {"key": "@kompastv", "attributes": {"label": "@kompastv", "x": 589.9538225904832, "y": 854.0776051812079, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 11.4981, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "1ydZTAvVopk", "id": "@kompastv", "source": "youtube-000001", "content": "Menkeu Purbaya Bicara Inflasi 3,08% Masih Terkendali, Daya Beli Masyarakat Tetap Kuat\n\nJAKARTA, KOMPAS.TV - Menteri Ekonomi RI Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa inflasi Indonesia masih berada dalam kondisi yang terkendali meskipun pada Mei 2026 meningkat menjadi 3,08 persen.\n\nMenurutnya, angka tersebut masih berada dalam rentang target pemerintah dan Bank Indonesia, yakni 2,5 persen plus minus 1 persen.\n\nPurbaya menjelaskan kenaikan inflasi terutama dipicu oleh kelompok volatile food, khususnya harga cabai merah dan bawang merah yang terdampak cuaca ekstrem.\n\nNamun ia menilai faktor tersebut bersifat sementara dan berpotensi kembali turun ketika kondisi pasokan membaik. Karena itu, pemerintah tetap optimistis inflasi dapat dijaga pada level yang sehat bagi perekonomian.\n\nSelain itu, Purbaya juga membantah berbagai narasi yang menyebut ekonomi Indonesia sedang melemah.\n\nIa menyoroti sejumlah indikator seperti peningkatan aktivitas manufaktur, pertumbuhan kredit perbankan, konsumsi masyarakat, hingga surplus neraca perdagangan yang dinilai menunjukkan daya beli dan aktivitas ekonomi nasional masih cukup kuat.\n\nMenurutnya, pemerintah akan terus menjaga stabilitas harga pangan dan memperkuat koordinasi kebijakan fiskal serta moneter untuk mendukung pertumbuhan ekonomi.\n\n#breakingnews #purbaya #menkeu #apbnkita \n\nSahabat KompasTV, yuk gabung Membership dan dapatkan akses ke konten eksklusif! Klik tombol Join di sini: https://bit.ly/JoinMembershipKompasTV\n\nJangan lewatkan live streaming KompasTV 24 jam non stop di https://www.kompas.tv/live. Agar tidak ketinggalan berita-berita terkini, terlengkap, serta laporan langsung dari berbagai daerah di Indonesia.\n\nSubscribe channel youtube KompasTV serta aktifkan lonceng supaya kamu dapat notifikasi video terbaru dari KompasTV. \n\nSahabat KompasTV juga bisa memperoleh informasi terkini melalui:\n\nwebsite www.kompas.tv\n\nFacebook:   / kompastv   \n\nInstagram:   / kompastv   \n\nX: https://x.com/KompasTV\n\nThread: https://www.threads.com/ \nTikTok:   / kompastv.indonesia", "post_id": "1ydZTAvVopk"}}, {"key": "kompastv", "attributes": {"label": "kompastv", "x": 162.21758613394442, "y": 320.3014342449352, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 16.3848, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "1ydZTAvVopk", "id": "kompastv", "source": "youtube-000001", "content": "Menkeu Purbaya Bicara Inflasi 3,08% Masih Terkendali, Daya Beli Masyarakat Tetap Kuat\n\nJAKARTA, KOMPAS.TV - Menteri Ekonomi RI Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa inflasi Indonesia masih berada dalam kondisi yang terkendali meskipun pada Mei 2026 meningkat menjadi 3,08 persen.\n\nMenurutnya, angka tersebut masih berada dalam rentang target pemerintah dan Bank Indonesia, yakni 2,5 persen plus minus 1 persen.\n\nPurbaya menjelaskan kenaikan inflasi terutama dipicu oleh kelompok volatile food, khususnya harga cabai merah dan bawang merah yang terdampak cuaca ekstrem.\n\nNamun ia menilai faktor tersebut bersifat sementara dan berpotensi kembali turun ketika kondisi pasokan membaik. Karena itu, pemerintah tetap optimistis inflasi dapat dijaga pada level yang sehat bagi perekonomian.\n\nSelain itu, Purbaya juga membantah berbagai narasi yang menyebut ekonomi Indonesia sedang melemah.\n\nIa menyoroti sejumlah indikator seperti peningkatan aktivitas manufaktur, pertumbuhan kredit perbankan, konsumsi masyarakat, hingga surplus neraca perdagangan yang dinilai menunjukkan daya beli dan aktivitas ekonomi nasional masih cukup kuat.\n\nMenurutnya, pemerintah akan terus menjaga stabilitas harga pangan dan memperkuat koordinasi kebijakan fiskal serta moneter untuk mendukung pertumbuhan ekonomi.\n\n#breakingnews #purbaya #menkeu #apbnkita \n\nSahabat KompasTV, yuk gabung Membership dan dapatkan akses ke konten eksklusif! Klik tombol Join di sini: https://bit.ly/JoinMembershipKompasTV\n\nJangan lewatkan live streaming KompasTV 24 jam non stop di https://www.kompas.tv/live. Agar tidak ketinggalan berita-berita terkini, terlengkap, serta laporan langsung dari berbagai daerah di Indonesia.\n\nSubscribe channel youtube KompasTV serta aktifkan lonceng supaya kamu dapat notifikasi video terbaru dari KompasTV. \n\nSahabat KompasTV juga bisa memperoleh informasi terkini melalui:\n\nwebsite www.kompas.tv\n\nFacebook:   / kompastv   \n\nInstagram:   / kompastv   \n\nX: https://x.com/KompasTV\n\nThread: https://www.threads.com/ \nTikTok:   / kompastv.indonesia", "post_id": "1ydZTAvVopk"}}], "edges": [{"key": "aldotjahjadi8", "source": "aldotjahjadi8", "target": "bank_indonesia", "attributes": {"label": "retweet", "type": "retweet", "source": "retweet-000002"}}, {"key": "aldotjahjadi8", "source": "aldotjahjadi8", "target": "bank_indonesia", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "retweet-000002"}}, {"key": "deddyhariadi", "source": "deddyhariadi", "target": "idx_channel", "attributes": {"label": "retweet", "type": "retweet", "source": "retweet-000002"}}, {"key": "deddyhariadi", "source": "deddyhariadi", "target": "idx_channel", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "retweet-000002"}}, {"key": "isari68", "source": "isari68", "target": "idx_channel", "attributes": {"label": "retweet", "type": "retweet", "source": "retweet-000002"}}, {"key": "isari68", "source": "isari68", "target": "idx_channel", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "retweet-000002"}}, {"key": "keuangan_", "source": "keuangan_", "target": "AidilAKBAR", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "balikpapan_pos", "source": "balikpapan_pos", "target": "ba", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "idx_channel", "source": "idx_channel", "target": "idx_channel", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "sumbarkita.id", "source": "sumbarkita.id", "target": "sumbarkita.id", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "mancingsaham", "source": "mancingsaham", "target": "mancingsaham", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "idx_channel", "source": "idx_channel", "target": "idx_channel", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "ekbisbanten", "source": "ekbisbanten", "target": "ekbisbanten", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "sahambbk", "source": "sahambbk", "target": "sahambbk", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "idx_channel", "source": "idx_channel", "target": "idx_channel", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "idx_channel", "source": "idx_channel", "target": "idx_channel", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "koalisipemudaantikorupsi", "source": "koalisipemudaantikorupsi", "target": "bankjatim", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "koalisipemudaantikorupsi", "source": "koalisipemudaantikorupsi", "target": "Khofifah", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "myterminal.id", "source": "myterminal.id", "target": "myterminal.id", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "pawartosjateng", "source": "pawartosjateng", "target": "Ahmad", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "pawartosjateng", "source": "pawartosjateng", "target": "Taj", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "IDXChannelcom", "source": "IDXChannelcom", "target": "idx_channel", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "facebook-000001"}}, {"key": "IDXChannelcom", "source": "IDXChannelcom", "target": "idx_channel", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "facebook-000001"}}, {"key": "IDXChannelcom", "source": "IDXChannelcom", "target": "idx_channel", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "facebook-000001"}}, {"key": "@kompastvmedan", "source": "@kompastvmedan", "target": "kompastvmedan", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "idxchannel_", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "wicky_adrian", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "deffid_83", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "prast_ulrich", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "rosalinehioe", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@KoranJakartaYoutubeOfficial", "source": "@KoranJakartaYoutubeOfficial", "target": "koranjakarta...", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@NDTVProfitIndia", "source": "@NDTVProfitIndia", "target": "ndtvprofitindia", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@ETNow", "source": "@ETNow", "target": "etnow", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@KompasTVDewata", "source": "@KompasTVDewata", "target": "kompastvdewata", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@KompasTVDewata", "source": "@KompasTVDewata", "target": "kompastvdewata", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@garudatv.official", "source": "@garudatv.official", "target": "garudatv.official", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@OpenDialogueByAxis", "source": "@OpenDialogueByAxis", "target": "opendialoguebyaxis", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@KanalBankIndonesia", "source": "@KanalBankIndonesia", "target": "bank_indonesia", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@KanalBankIndonesia", "source": "@KanalBankIndonesia", "target": "BankIndonesiaOfficial", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@ETNow", "source": "@ETNow", "target": "etnow", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@kompastv", "source": "@kompastv", "target": "kompastv", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@kompastv", "source": "@kompastv", "target": "kompastv", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}]}