{"nodes": [{"key": "RaisaD53959", "attributes": {"label": "RaisaD53959", "x": 16.512288854856116, "y": 181.42185480369034, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 4.9776, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "2059919419095330867", "id": "RaisaD53959", "source": "tweet-000004", "content": "Stabilitas nilai tukar Rupiah yang tetap terjaga di tengah ketidakpastian geopolitik global mencerminkan kepercayaan pasar yang tinggi terhadap kebijakan ekonomi pemerintah", "post_id": "2059919419095330867"}}, {"key": "Strategi_Bisnis", "attributes": {"label": "Strategi_Bisnis", "x": 929.6720274797631, "y": 294.08310279801356, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 9.2085, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2059919419095330867", "id": "Strategi_Bisnis", "source": "tweet-000004", "content": "Stabilitas nilai tukar Rupiah yang tetap terjaga di tengah ketidakpastian geopolitik global mencerminkan kepercayaan pasar yang tinggi terhadap kebijakan ekonomi pemerintah", "post_id": "2059919419095330867"}}, {"key": "satria_ris8", "attributes": {"label": "satria_ris8", "x": 409.40367478946905, "y": 178.42065908499828, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 4.9776, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "2055040297357476054", "id": "satria_ris8", "source": "tweet-000004", "content": "Secara makroekonomi, stabilitas Rupiah saat ini dipengaruhi oleh kebijakan suku bunga The Fed dan ketidakpastian geopolitik global, tidak bisa diselesaikan secara instan hanya dengan menurunkan harga komoditas domestik.", "post_id": "2055040297357476054"}}, {"key": "zakiberkata", "attributes": {"label": "zakiberkata", "x": 669.1985794539913, "y": 860.8264487728529, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 9.2085, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2055040297357476054", "id": "zakiberkata", "source": "tweet-000004", "content": "Secara makroekonomi, stabilitas Rupiah saat ini dipengaruhi oleh kebijakan suku bunga The Fed dan ketidakpastian geopolitik global, tidak bisa diselesaikan secara instan hanya dengan menurunkan harga komoditas domestik.", "post_id": "2055040297357476054"}}, {"key": "muhammad_kummul", "attributes": {"label": "muhammad_kummul", "x": 291.1885573606144, "y": 295.95215047816845, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 4.9776, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "2062063772999786703", "id": "muhammad_kummul", "source": "tweet-000004", "content": "ini yg dinamakan kerja nyata dr pak purbaya dan pemerintahan pak prabowo, berita yg mengembirakan hati rakyat, semoga menjadi kuat cadangan devisa dan stabilitas nilai tukar rupiah kita di tengah ketidak pastian ekonomi global ini. atas nama rakyat kami berterimaksih pak pur.", "post_id": "2062063772999786703"}}, {"key": "Gerindra", "attributes": {"label": "Gerindra", "x": 832.7825868230708, "y": 988.8662733383543, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 9.2085, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2062063772999786703", "id": "Gerindra", "source": "tweet-000004", "content": "ini yg dinamakan kerja nyata dr pak purbaya dan pemerintahan pak prabowo, berita yg mengembirakan hati rakyat, semoga menjadi kuat cadangan devisa dan stabilitas nilai tukar rupiah kita di tengah ketidak pastian ekonomi global ini. atas nama rakyat kami berterimaksih pak pur.", "post_id": "2062063772999786703"}}, {"key": "bloombergtechnoz", "attributes": {"label": "bloombergtechnoz", "x": 550.7561482408094, "y": 410.581954912414, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 8.6567, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 2, "out_degree": 2, "degree": 4}, "_id": "3909813525620975243_51748745734", "id": "bloombergtechnoz", "source": "instagram-000001", "content": "Survei Bloomberg memperkirakan ekonomi Indonesia tumbuh 5% pada kuartal II-2026, meski diproyeksi melambat pada paruh kedua tahun ini akibat tekanan ekonomi global.\n\nDi sisi lain, inflasi dan suku bunga diperkirakan tetap tinggi sehingga Bank Indonesia diprediksi mempertahankan kebijakan moneter ketat demi menjaga stabilitas ekonomi dan rupiah.\n\nKlik link di bio untuk detail informasi selengkapnya. Jangan lupa follow  untuk berita dan data menarik lainnya.\n\n#survei #bloomberg #ekonomi #bloombergtechnoz", "post_id": "3909813525620975243_51748745734"}}, {"key": "validnews", "attributes": {"label": "validnews", "x": 636.0497538461929, "y": 45.19648576672486, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 4.9776, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "3909829649497353218_5593726572", "id": "validnews", "source": "instagram-000001", "content": "Rupiah melemah, tapi harga BBM subsidi dipastikan tetap aman. Produksi solar dari kilang dalam negeri dan cadangan operasional BBM yang masih di atas rata-rata menjadi bantalan kuat menjaga stabilitas harga bagi masyarakat. Menurutmu, langkah apa lagi yang perlu dilakukan agar harga energi tetap terjangkau di tengah tekanan ekonomi global?\n\nBaca berita selengkapnya hanya di Validnews.id atau klik link di bio.\n\n\n\n#hargabbm #bbmsubsidi #ekonomiindonesia #beritaterkini #infopenting", "post_id": "3909829649497353218_5593726572"}}, {"key": "kesdm", "attributes": {"label": "kesdm", "x": 985.2277673100808, "y": 42.41464597365863, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 9.2085, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "3909829649497353218_5593726572", "id": "kesdm", "source": "instagram-000001", "content": "Rupiah melemah, tapi harga BBM subsidi dipastikan tetap aman. Produksi solar dari kilang dalam negeri dan cadangan operasional BBM yang masih di atas rata-rata menjadi bantalan kuat menjaga stabilitas harga bagi masyarakat. Menurutmu, langkah apa lagi yang perlu dilakukan agar harga energi tetap terjangkau di tengah tekanan ekonomi global?\n\nBaca berita selengkapnya hanya di Validnews.id atau klik link di bio.\n\n\n\n#hargabbm #bbmsubsidi #ekonomiindonesia #beritaterkini #infopenting", "post_id": "3909829649497353218_5593726572"}}, {"key": "inusa.media", "attributes": {"label": "inusa.media", "x": 663.8692439928448, "y": 961.0901155436011, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 4.9776, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "3911754260195537396_60374608148", "id": "inusa.media", "source": "instagram-000001", "content": "Dolar Amerika Serikat hari ini masih bertahan di level tinggi dan mendekati Rp18.000, membuat nilai tukar rupiah terus berada dalam tekanan. Pada perdagangan terbaru, rupiah bergerak di kisaran Rp17.975 per dolar AS, memicu kekhawatiran pelaku pasar terhadap stabilitas nilai tukar dan dampaknya terhadap harga barang impor.\n\nMenanggapi kondisi tersebut, Bank Indonesia (BI) menegaskan akan terus mengoptimalkan seluruh instrumen kebijakan yang dimiliki untuk menjaga stabilitas pasar keuangan dan nilai tukar rupiah. BI juga telah memberlakukan batas pembelian tunai valuta asing tanpa underlying sebesar US$25 ribu per pelaku per bulan serta mendorong penggunaan mata uang lokal dalam transaksi bilateral guna mengurangi ketergantungan terhadap dolar AS.\n\nAnalis menilai penguatan dolar dipengaruhi ketidakpastian global, termasuk faktor geopolitik dan tingginya permintaan mata uang AS di pasar domestik. Pemerintah dan otoritas keuangan diharapkan terus memperkuat koordinasi untuk menjaga kepercayaan pasar, stabilitas ekonomi, serta daya beli masyarakat di tengah tekanan terhadap rupiah yang masih berlangsung.\n\nFollow  untuk mendapatkan berita terkini yang disajikan singkat, jelas, dan terpercaya.", "post_id": "3911754260195537396_60374608148"}}, {"key": "inusamedia", "attributes": {"label": "inusamedia", "x": 675.1753454247371, "y": 360.9616756174815, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 9.2085, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "3911754260195537396_60374608148", "id": "inusamedia", "source": "instagram-000001", "content": "Dolar Amerika Serikat hari ini masih bertahan di level tinggi dan mendekati Rp18.000, membuat nilai tukar rupiah terus berada dalam tekanan. Pada perdagangan terbaru, rupiah bergerak di kisaran Rp17.975 per dolar AS, memicu kekhawatiran pelaku pasar terhadap stabilitas nilai tukar dan dampaknya terhadap harga barang impor.\n\nMenanggapi kondisi tersebut, Bank Indonesia (BI) menegaskan akan terus mengoptimalkan seluruh instrumen kebijakan yang dimiliki untuk menjaga stabilitas pasar keuangan dan nilai tukar rupiah. BI juga telah memberlakukan batas pembelian tunai valuta asing tanpa underlying sebesar US$25 ribu per pelaku per bulan serta mendorong penggunaan mata uang lokal dalam transaksi bilateral guna mengurangi ketergantungan terhadap dolar AS.\n\nAnalis menilai penguatan dolar dipengaruhi ketidakpastian global, termasuk faktor geopolitik dan tingginya permintaan mata uang AS di pasar domestik. Pemerintah dan otoritas keuangan diharapkan terus memperkuat koordinasi untuk menjaga kepercayaan pasar, stabilitas ekonomi, serta daya beli masyarakat di tengah tekanan terhadap rupiah yang masih berlangsung.\n\nFollow  untuk mendapatkan berita terkini yang disajikan singkat, jelas, dan terpercaya.", "post_id": "3911754260195537396_60374608148"}}, {"key": "djpbntt", "attributes": {"label": "djpbntt", "x": 735.0753388591044, "y": 769.9164794752303, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 4.9776, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "3914815410926592023_8682876837", "id": "djpbntt", "source": "instagram-000001", "content": "APBN terus dijaga agar tetap sehat dan responsif dalam menghadapi dinamika ekonomi global 🌏\n\nDengan peran sebagai penopang stabilitas dan penggerak ekonomi, APBN hadir untuk melindungi masyarakat serta memastikan roda ekonomi terus bergerak.\n\nMelalui pengelolaan fiskal yang sehat dan terukur, #UangKita diarahkan agar setiap rupiah dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat serta mendukung keberlanjutan pertumbuhan ekonomi.\n\nAPBN terus bekerja hingga hari ini, sekaligus memperkuat pijakan pembangunan Indonesia ke depan yang lebih kuat.\n\n#DJPb #IndonesianTreasury #APBNKita\nReposted from", "post_id": "3914815410926592023_8682876837"}}, {"key": "ditjenperbendaharaan", "attributes": {"label": "ditjenperbendaharaan", "x": 724.0500653819613, "y": 735.8911438107226, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 13.4395, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "3914815410926592023_8682876837", "id": "ditjenperbendaharaan", "source": "instagram-000001", "content": "APBN terus dijaga agar tetap sehat dan responsif dalam menghadapi dinamika ekonomi global 🌏\n\nDengan peran sebagai penopang stabilitas dan penggerak ekonomi, APBN hadir untuk melindungi masyarakat serta memastikan roda ekonomi terus bergerak.\n\nMelalui pengelolaan fiskal yang sehat dan terukur, #UangKita diarahkan agar setiap rupiah dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat serta mendukung keberlanjutan pertumbuhan ekonomi.\n\nAPBN terus bekerja hingga hari ini, sekaligus memperkuat pijakan pembangunan Indonesia ke depan yang lebih kuat.\n\n#DJPb #IndonesianTreasury #APBNKita\nReposted from", "post_id": "3914815410926592023_8682876837"}}, {"key": "idx_channel", "attributes": {"label": "idx_channel", "x": 999.2560874519703, "y": 922.5198609547081, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 33.1835, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 1, "degree": 2}, "_id": "3910388081764686220_3310659452", "id": "idx_channel", "source": "instagram-000001", "content": "Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada pekan ini diproyeksi masih dibayangi kemampuan otoritas moneter dalam menjaga stabilitas nilai tukar rupiah serta memulihkan tingkat kepercayaan investor internasional.\n\nFaktor-faktor fundamental ini menjadi jangkar krusial setelah pasar saham domestik mengalami tekanan minor pada penutupan perdagangan akhir pekan lalu.\n\nEquity Analyst PT Indo Premier Sekuritas (IPOT), David Kurniawan, menegaskan bahwa merosotnya indeks dan larinya modal asing dari pasar saham dalam negeri ini dipengaruhi oleh kombinasi sentimen global dan domestik.\n\nDari panggung global, pelaku pasar keuangan tengah mencermati perkembangan eskalasi geopolitik di kawasan Timur Tengah. Tensi ketegangan antara Amerika Serikat (AS) dan Iran menunjukkan indikasi mulai mereda seiring dengan kemunculan draf Memorandum of Understanding (MoU) terkait rencana gencatan senjata selama 60 hari yang saat ini menunggu keputusan dari Presiden AS Donald Trump.\n\nBaca selengkapnya di\nhttps://www.idxchannel.com/market-news/ihsg-pekan-ini-masih-dibayangi-fluktuasi-rupiah-dan-kebijakan-the-fed\n\nAtau klik link di bio \n\nFoto: iNews Media Group\n\n#idxchannel #idxchannelcommunity", "post_id": "3910388081764686220_3310659452"}}, {"key": "info_samarinda_", "attributes": {"label": "info_samarinda_", "x": 260.27034885698095, "y": 68.45161496483698, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 4.9776, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "3907423658530235814_12117539850", "id": "info_samarinda_", "source": "instagram-000001", "content": "Nilai tukar rupiah kembali menyentuh angka Rp17.845 per US Dollar pada 28 Mei 2026. Angka ini langsung ramai diperbincangkan publik karena identik dengan tanggal kemerdekaan Indonesia: 17 Agustus 1945. 🇮🇩\n\nAwalnya jadi bahan candaan netizen di media sosial, namun di balik angka yang dianggap “unik” ini, muncul kekhawatiran terhadap kondisi rupiah yang terus melemah di tengah tekanan ekonomi global dan domestik.\n\nSebagian warga berharap kondisi segera membaik, sementara lainnya mengingatkan pentingnya menjaga stabilitas ekonomi nasional di tengah situasi dunia yang tak menentu.\n\n“Semoga bukan cuma semangat kemerdekaannya yang kuat, tapi ekonominya juga.” 📉💵\n. \nSource : googlefinance\n\n#Rupiah #Dollar #EkonomiIndonesia #infosamarinda #infosamarinda.official\n\n➡Ingin tau tentang info mengemudi bisa ke \n\n➡Pengen Lampu kendaraan kalian terang, bisa ke", "post_id": "3907423658530235814_12117539850"}}, {"key": "radjamengemudisamarinda", "attributes": {"label": "radjamengemudisamarinda", "x": 749.4529595755045, "y": 753.5718299374969, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 7.093, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "3907423658530235814_12117539850", "id": "radjamengemudisamarinda", "source": "instagram-000001", "content": "Nilai tukar rupiah kembali menyentuh angka Rp17.845 per US Dollar pada 28 Mei 2026. Angka ini langsung ramai diperbincangkan publik karena identik dengan tanggal kemerdekaan Indonesia: 17 Agustus 1945. 🇮🇩\n\nAwalnya jadi bahan candaan netizen di media sosial, namun di balik angka yang dianggap “unik” ini, muncul kekhawatiran terhadap kondisi rupiah yang terus melemah di tengah tekanan ekonomi global dan domestik.\n\nSebagian warga berharap kondisi segera membaik, sementara lainnya mengingatkan pentingnya menjaga stabilitas ekonomi nasional di tengah situasi dunia yang tak menentu.\n\n“Semoga bukan cuma semangat kemerdekaannya yang kuat, tapi ekonominya juga.” 📉💵\n. \nSource : googlefinance\n\n#Rupiah #Dollar #EkonomiIndonesia #infosamarinda #infosamarinda.official\n\n➡Ingin tau tentang info mengemudi bisa ke \n\n➡Pengen Lampu kendaraan kalian terang, bisa ke", "post_id": "3907423658530235814_12117539850"}}, {"key": "fitrahvariasimobil_samarinda", "attributes": {"label": "fitrahvariasimobil_samarinda", "x": 672.3025519280895, "y": 224.44906347269045, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 7.093, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "3907423658530235814_12117539850", "id": "fitrahvariasimobil_samarinda", "source": "instagram-000001", "content": "Nilai tukar rupiah kembali menyentuh angka Rp17.845 per US Dollar pada 28 Mei 2026. Angka ini langsung ramai diperbincangkan publik karena identik dengan tanggal kemerdekaan Indonesia: 17 Agustus 1945. 🇮🇩\n\nAwalnya jadi bahan candaan netizen di media sosial, namun di balik angka yang dianggap “unik” ini, muncul kekhawatiran terhadap kondisi rupiah yang terus melemah di tengah tekanan ekonomi global dan domestik.\n\nSebagian warga berharap kondisi segera membaik, sementara lainnya mengingatkan pentingnya menjaga stabilitas ekonomi nasional di tengah situasi dunia yang tak menentu.\n\n“Semoga bukan cuma semangat kemerdekaannya yang kuat, tapi ekonominya juga.” 📉💵\n. \nSource : googlefinance\n\n#Rupiah #Dollar #EkonomiIndonesia #infosamarinda #infosamarinda.official\n\n➡Ingin tau tentang info mengemudi bisa ke \n\n➡Pengen Lampu kendaraan kalian terang, bisa ke", "post_id": "3907423658530235814_12117539850"}}, {"key": "sudut_aceh", "attributes": {"label": "sudut_aceh", "x": 338.3797088014433, "y": 569.9259478151052, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 33.1835, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 1, "degree": 2}, "_id": "3912844076567446891_73622012859", "id": "sudut_aceh", "source": "instagram-000001", "content": "Dua tahun lalu, ekonom senior Indonesia, Faisal Basri, pernah menyampaikan proyeksi yang saat itu dianggap terlalu pesimistis oleh sebagian kalangan. Namun pada 5 Juni 2026, nilai tukar rupiah akhirnya menembus level psikologis Rp18.000 per dolar AS, sebuah angka yang pernah ia prediksi akan terjadi jika berbagai persoalan struktural ekonomi tidak segera dibenahi. ￼\n\nPelemahan rupiah bukan sekadar persoalan kurs. Dampaknya merembet ke berbagai sektor, mulai dari kenaikan harga barang impor, tekanan terhadap dunia usaha, hingga menurunnya daya beli masyarakat. Kelas menengah yang selama ini menjadi tulang punggung konsumsi domestik pun ikut merasakan tekanan yang semakin nyata. ￼\n\nDi tengah situasi tersebut, dinamika politik nasional juga menjadi sorotan. Hubungan yang disebut-sebut tidak lagi seharmonis dulu antara Presiden Prabowo Subianto dan Joko Widodo turut memunculkan berbagai spekulasi di ruang publik mengenai arah kebijakan ekonomi dan stabilitas investasi di Indonesia.\n\nMeski demikian, para pengamat menilai pemulihan nilai tukar rupiah masih sangat bergantung pada sejumlah faktor, baik dari dalam maupun luar negeri. Intervensi Bank Indonesia, arus investasi asing, kondisi geopolitik global, hingga kebijakan fiskal pemerintah akan menjadi penentu utama apakah rupiah mampu kembali menguat dalam waktu dekat. ￼\n\nKini pertanyaannya bukan lagi apakah prediksi Faisal Basri terbukti atau tidak. Pertanyaan yang lebih penting adalah: mampukah Indonesia membalikkan keadaan dan mengembalikan kepercayaan pasar sebelum tekanan ekonomi semakin dirasakan masyarakat luas?\n\nBagikan ke temanmu agar ikut tahu perkembangan Aceh hari ini.\nFollow  untuk update terpercaya lainnya.\n\n#FYP\n#FYPIndonesia\n#ExploreAceh\n#BandaAceh\n#sudutaceh", "post_id": "3912844076567446891_73622012859"}}, {"key": "swamediainc", "attributes": {"label": "swamediainc", "x": 676.9853905662956, "y": 607.059655390536, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 33.1835, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 1, "degree": 2}, "_id": "3909967106100467095_282076797", "id": "swamediainc", "source": "instagram-000001", "content": "Permata Bank melalui Permata Institute for Economic Research (PIER) memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2026 berada di kisaran 5,1–5,3%, dengan permintaan domestik tetap menjadi penggerak utama. Pada kuartal I 2026, PDB Indonesia tumbuh 5,61% secara tahunan, tertinggi sejak kuartal III 2022, didorong oleh konsumsi rumah tangga, percepatan belanja pemerintah, dan investasi yang masih resilien. Namun secara kuartalan ekonomi masih terkontraksi 0,77% akibat faktor musiman seperti Ramadan, Idulfitri, dan basis pembanding yang rendah.\n\nChief Economist Permata Bank, Josua Pardede, menyebut konsumsi rumah tangga tumbuh menjadi 5,52% dan belanja pemerintah melonjak 21,31% berkat percepatan realisasi fiskal serta program prioritas seperti MBG. Sementara itu, investasi tetap tumbuh meski melambat, dan ekspor hanya naik tipis di tengah ketidakpastian global akibat perang dagang dan konflik geopolitik. Secara sektoral, akomodasi serta makanan-minuman mencatat pertumbuhan tertinggi, sedangkan manufaktur dan pertambangan mengalami perlambatan.\n\nMeski kinerja ekonomi dinilai positif, PIER menilai kualitas pertumbuhan masih perlu diperkuat karena belum sepenuhnya ditopang investasi swasta yang berkelanjutan. Tekanan terlihat dari pelemahan manufaktur, kehati-hatian perekrutan tenaga kerja, arus keluar modal asing, serta risiko pelemahan rupiah dan kenaikan harga energi. Ke depan, koordinasi kebijakan fiskal dan moneter dinilai penting untuk menjaga stabilitas ekonomi, daya beli masyarakat, investasi produktif, serta penciptaan lapangan kerja formal.\n\nBerita selengkapnya dan informasi bisnis lainnya, baca https://swagroup.id/bankpermata\n\n………………………………………………………………………………………………\n\nUntuk Berita dan informasi ekonomi bisnis terkini, silakan kunjungi www.swa.co.id\n\nJangan lupa follow, like and tag  di IG, Tiktok, Linkedin, X, dan Youtube\n\n#PermataBank\n#SWAMediaInc\n#SWAOnline\n#BacaSWAaja", "post_id": "3909967106100467095_282076797"}}, {"key": "mancingsaham", "attributes": {"label": "mancingsaham", "x": 499.10016299212657, "y": 528.4896368725119, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 8.6567, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 2, "out_degree": 2, "degree": 4}, "_id": "3916226931243384705_52512310886", "id": "mancingsaham", "source": "instagram-000001", "content": "🚨 BI Rate Naik Jadi 5,50%! Langkah Darurat Jaga Rupiah, Apa Dampaknya ke Saham Perbankan dan IHSG?\nby  Academy\n\nBank Indonesia (BI) kembali membuat kejutan pasar.\nDalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) yang digelar di luar jadwal rutin bulanan, BI resmi menaikkan suku bunga acuan (BI Rate) sebesar 25 basis poin menjadi 5,50%.\n\nKeputusan ini menjadi sinyal kuat bahwa stabilitas nilai tukar Rupiah saat ini menjadi prioritas utama otoritas moneter di tengah tekanan global yang meningkat.\n\n📌 Kenapa BI Rate Dinaikkan?\nMenurut Bank Indonesia, terdapat beberapa faktor utama yang mendorong kebijakan ini:\n▪️ Tekanan pelemahan Rupiah yang meningkat dalam beberapa waktu terakhir\n▪️ Ketidakpastian global akibat konflik geopolitik yang memanas\n▪️ Arus keluar modal asing (capital outflow) dari pasar keuangan domestik\n\nSelain BI Rate, BI juga menyesuaikan instrumen lain:\n▪️ Deposit Facility menjadi 4,50%\n▪️ Lending Facility menjadi 6,25%\n\n📌 Strategi Tambahan yang Disiapkan BI\nUntuk meningkatkan daya tarik aset keuangan Indonesia dan menjaga stabilitas Rupiah, BI juga menyiapkan beberapa langkah lanjutan:\n✔️ Meningkatkan imbal hasil SRBI tenor menengah dan panjang\n✔️ Menurunkan biaya hedging bagi investor asing\n✔️ Membuka kembali instrumen repo perbankan\n✔️ Meningkatkan operasi moneter di pasar Rupiah dan valas\n\n📌 Dampaknya ke IHSG dan Saham\nKebijakan suku bunga yang lebih tinggi biasanya memberikan efek berbeda pada masing-masing sektor.\n🏦 Sektor Perbankan\n\nPotensi positif:\n▪️ Margin bunga berpotensi meningkat\n▪️ Instrumen keuangan menjadi lebih menarik bagi investor asing\n▪️ Rupiah yang lebih stabil mendukung sentimen pasar\n\n🏢 Sektor Properti dan Emiten Berutang Tinggi\nPotensi risiko:\n▪️ Beban bunga pinjaman meningkat\n▪️ Permintaan kredit properti berpotensi melambat\n▪️ Profitabilitas perusahaan dengan utang besar bisa tertekan\n\n📌 Gabung di  community untuk analisis market, stockpick pilihan, update berita saham, dan diskusi eksklusif dengan investor & trader lainnya. 📩 Bergabung sekarang! Klik lynk.id/owennath atau chat 081251880459 (WhatsApp).\n\n#BIRate #BankIndonesia #IHSG #Rupiah #BBCA", "post_id": "3916226931243384705_52512310886"}}, {"key": "kppndumai", "attributes": {"label": "kppndumai", "x": 513.4746656829844, "y": 883.3378220291997, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 4.9776, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "3919910802638894291_2483398870", "id": "kppndumai", "source": "instagram-000001", "content": "APBN terus dijaga agar tetap sehat dan responsif dalam menghadapi dinamika ekonomi global. Dengan peran sebagai penopang stabilitas dan penggerak ekonomi, APBN hadir untuk melindungi masyarakat serta memastikan roda ekonomi terus bergerak.\n\nMelalui pengelolaan fiskal yang sehat dan terukur, #UangKita diarahkan agar setiap rupiah dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat serta mendukung keberlanjutan pertumbuhan ekonomi.\n\nAPBN terus bekerja hingga hari ini, sekaligus memperkuat pijakan pembangunan Indonesia ke depan yang lebih kuat.\n\n#DJPb #IndonesianTreasury #APBN KiTa\n\nRepost", "post_id": "3919910802638894291_2483398870"}}, {"key": "infotibanjaran.id", "attributes": {"label": "infotibanjaran.id", "x": 921.6002161964248, "y": 551.6834014118, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 4.9776, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "3922805836196036079_45016844333", "id": "infotibanjaran.id", "source": "instagram-000001", "content": "Suku bunga acuan atau rate kembali menyita perhatian publik seiring langkah Bank Indonesia (BI) menaikkannya di tengah tren pelemahan rupiah, ketidakpastian ekonomi global, dan upaya menjaga stabilitas nasional\n\nPada Selasa (9/6/2026), BI rate naik sebesar 25 basis poin menjadi 5,50%. Pada saat yang sama, suku bunga deposit facility naik 25 basis poin menjadi 4,50% dan suku bunga lending facility meningkat 25 basis poin menjadi 6,25%.\n\nBank Indonesia menjelaskan kebijakan tersebut merupakan langkah lanjutan untuk memperkuat stabilisasi nilai tukar rupiah di tengah tingginya gejolak global akibat konflik di Timur Tengah.\n\nSelain itu, kebijakan ini juga bersifat preemptive untuk menjaga inflasi pada 2026 dan 2027 tetap berada dalam sasaran pemerintah sebesar 2,5±1%.\n\nKenaikan suku bunga juga ditujukan untuk meningkatkan imbal hasil aset keuangan domestik sehingga dapat menarik kembali aliran investasi portofolio asing ke Indonesia.\n\nLangkah tersebut dilakukan hanya beberapa minggu setelah Bank Indonesia sebelumnya menaikkan rate sebesar 50 basis poin menjadi 5,25% pada Mei 2026.\n\nKebijakan yang relatif agresif ini menunjukkan keseriusan bank sentral dalam menjaga stabilitas rupiah yang mengalami tekanan cukup besar sepanjang tahun berjalan.\n\nKenaikan BI rate selalu berimbas pada dompet masyarakat, mulai dari membengkaknya tagihan cicilan kredit dan bunga kredit pemilikan rumah (KPR), hingga potensi kenaikan bunga deposito. Perubahan-perubahan ini secara akumulatif langsung memengaruhi stabilitas kondisi keuangan rumah tangga.\n-", "post_id": "3922805836196036079_45016844333"}}, {"key": "voktis.id", "attributes": {"label": "voktis.id", "x": 61.76316566351636, "y": 959.6174021799453, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 9.2085, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "3922805836196036079_45016844333", "id": "voktis.id", "source": "instagram-000001", "content": "Suku bunga acuan atau rate kembali menyita perhatian publik seiring langkah Bank Indonesia (BI) menaikkannya di tengah tren pelemahan rupiah, ketidakpastian ekonomi global, dan upaya menjaga stabilitas nasional\n\nPada Selasa (9/6/2026), BI rate naik sebesar 25 basis poin menjadi 5,50%. Pada saat yang sama, suku bunga deposit facility naik 25 basis poin menjadi 4,50% dan suku bunga lending facility meningkat 25 basis poin menjadi 6,25%.\n\nBank Indonesia menjelaskan kebijakan tersebut merupakan langkah lanjutan untuk memperkuat stabilisasi nilai tukar rupiah di tengah tingginya gejolak global akibat konflik di Timur Tengah.\n\nSelain itu, kebijakan ini juga bersifat preemptive untuk menjaga inflasi pada 2026 dan 2027 tetap berada dalam sasaran pemerintah sebesar 2,5±1%.\n\nKenaikan suku bunga juga ditujukan untuk meningkatkan imbal hasil aset keuangan domestik sehingga dapat menarik kembali aliran investasi portofolio asing ke Indonesia.\n\nLangkah tersebut dilakukan hanya beberapa minggu setelah Bank Indonesia sebelumnya menaikkan rate sebesar 50 basis poin menjadi 5,25% pada Mei 2026.\n\nKebijakan yang relatif agresif ini menunjukkan keseriusan bank sentral dalam menjaga stabilitas rupiah yang mengalami tekanan cukup besar sepanjang tahun berjalan.\n\nKenaikan BI rate selalu berimbas pada dompet masyarakat, mulai dari membengkaknya tagihan cicilan kredit dan bunga kredit pemilikan rumah (KPR), hingga potensi kenaikan bunga deposito. Perubahan-perubahan ini secara akumulatif langsung memengaruhi stabilitas kondisi keuangan rumah tangga.\n-", "post_id": "3922805836196036079_45016844333"}}, {"key": "idntimes.video", "attributes": {"label": "idntimes.video", "x": 210.86315372787746, "y": 78.1046795898629, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 4.9776, "eigenvector": 0.0513, "in_degree": 0, "out_degree": 9, "degree": 9}, "_id": "3916867687951963342_2089700769", "id": "idntimes.video", "source": "instagram-000001", "content": "BI Ungkap 7 Langkah Jaga Rupiah, Intervensi Besar Digencarkan\n\nJakarta, IDN Times - Bank Indonesia (BI) menyiapkan tujuh langkah strategis untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah di tengah tingginya ketidakpastian ekonomi global dan tren kenaikan suku bunga di berbagai negara.\n\nGubernur BI Perry Warjiyo mengatakan, bank sentral akan terus mengoptimalkan bauran kebijakan moneter, intervensi pasar, hingga pengawasan transaksi valuta asing (valas). Langkah tersebut ditempuh untuk menjaga stabilitas rupiah sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi nasional.\n\nLangkah pertama dilakukan melalui intervensi agresif di pasar valuta asing. Intervensi dilakukan di pasar spot, Domestic Non-Deliverable Forward (DNDF) dalam negeri, serta Non-Deliverable Forward (NDF) di pasar offshore.\n\n\"Kami melakukan intervensi dalam jumlah besar untuk menstabilkan nilai tukar rupiah dari gejolak global,\" ujar Perry dalam rapat kerja bersama Badan Anggaran DPR RI, Rabu (10/6/2026).\n\nBerdasarkan data Bloomberg, rupiah ditutup menguat ke level Rp17.944 per dolar AS atau naik 0,63 persen dibandingkan perdagangan sebelumnya.\n\nMeski turun dari posisi April 2026 sebesar 146,2 miliar dolar AS, level tersebut masih setara lebih dari enam bulan kebutuhan impor dan berada di atas standar kecukupan internasional.\n\nBaca selengkapnya di www.idntimes.com\n\nReporter : Triyan Pangastuti\nEditor : Mikho Fridolin Siahaan\n\nIDN Times - Download IDN App di Google Play Store & App Store\nIkuti terus perkembangannya hanya di IDN Times, ya.\n\nArtikel IDN Times sekarang bisa dibaca di IDN App, lho, download sekarang di Google Play Store & App Store!\n\nTemukan info TERBARU lainnya:         \n#IDNTimes #SuaraMillenial #GenZMemilih #Rupiah #DolarAS", "post_id": "3916867687951963342_2089700769"}}, {"key": "IDNTimes", "attributes": {"label": "IDNTimes", "x": 565.3720516582895, "y": 624.7808349579668, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 5.4477, "eigenvector": 0.0513, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "3916867687951963342_2089700769", "id": "IDNTimes", "source": "instagram-000001", "content": "BI Ungkap 7 Langkah Jaga Rupiah, Intervensi Besar Digencarkan\n\nJakarta, IDN Times - Bank Indonesia (BI) menyiapkan tujuh langkah strategis untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah di tengah tingginya ketidakpastian ekonomi global dan tren kenaikan suku bunga di berbagai negara.\n\nGubernur BI Perry Warjiyo mengatakan, bank sentral akan terus mengoptimalkan bauran kebijakan moneter, intervensi pasar, hingga pengawasan transaksi valuta asing (valas). Langkah tersebut ditempuh untuk menjaga stabilitas rupiah sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi nasional.\n\nLangkah pertama dilakukan melalui intervensi agresif di pasar valuta asing. Intervensi dilakukan di pasar spot, Domestic Non-Deliverable Forward (DNDF) dalam negeri, serta Non-Deliverable Forward (NDF) di pasar offshore.\n\n\"Kami melakukan intervensi dalam jumlah besar untuk menstabilkan nilai tukar rupiah dari gejolak global,\" ujar Perry dalam rapat kerja bersama Badan Anggaran DPR RI, Rabu (10/6/2026).\n\nBerdasarkan data Bloomberg, rupiah ditutup menguat ke level Rp17.944 per dolar AS atau naik 0,63 persen dibandingkan perdagangan sebelumnya.\n\nMeski turun dari posisi April 2026 sebesar 146,2 miliar dolar AS, level tersebut masih setara lebih dari enam bulan kebutuhan impor dan berada di atas standar kecukupan internasional.\n\nBaca selengkapnya di www.idntimes.com\n\nReporter : Triyan Pangastuti\nEditor : Mikho Fridolin Siahaan\n\nIDN Times - Download IDN App di Google Play Store & App Store\nIkuti terus perkembangannya hanya di IDN Times, ya.\n\nArtikel IDN Times sekarang bisa dibaca di IDN App, lho, download sekarang di Google Play Store & App Store!\n\nTemukan info TERBARU lainnya:         \n#IDNTimes #SuaraMillenial #GenZMemilih #Rupiah #DolarAS", "post_id": "3916867687951963342_2089700769"}}, {"key": "IDNTimes.Korea", "attributes": {"label": "IDNTimes.Korea", "x": 233.66012835988803, "y": 398.7602935543902, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 5.4477, "eigenvector": 0.0513, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "3916867687951963342_2089700769", "id": "IDNTimes.Korea", "source": "instagram-000001", "content": "BI Ungkap 7 Langkah Jaga Rupiah, Intervensi Besar Digencarkan\n\nJakarta, IDN Times - Bank Indonesia (BI) menyiapkan tujuh langkah strategis untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah di tengah tingginya ketidakpastian ekonomi global dan tren kenaikan suku bunga di berbagai negara.\n\nGubernur BI Perry Warjiyo mengatakan, bank sentral akan terus mengoptimalkan bauran kebijakan moneter, intervensi pasar, hingga pengawasan transaksi valuta asing (valas). Langkah tersebut ditempuh untuk menjaga stabilitas rupiah sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi nasional.\n\nLangkah pertama dilakukan melalui intervensi agresif di pasar valuta asing. Intervensi dilakukan di pasar spot, Domestic Non-Deliverable Forward (DNDF) dalam negeri, serta Non-Deliverable Forward (NDF) di pasar offshore.\n\n\"Kami melakukan intervensi dalam jumlah besar untuk menstabilkan nilai tukar rupiah dari gejolak global,\" ujar Perry dalam rapat kerja bersama Badan Anggaran DPR RI, Rabu (10/6/2026).\n\nBerdasarkan data Bloomberg, rupiah ditutup menguat ke level Rp17.944 per dolar AS atau naik 0,63 persen dibandingkan perdagangan sebelumnya.\n\nMeski turun dari posisi April 2026 sebesar 146,2 miliar dolar AS, level tersebut masih setara lebih dari enam bulan kebutuhan impor dan berada di atas standar kecukupan internasional.\n\nBaca selengkapnya di www.idntimes.com\n\nReporter : Triyan Pangastuti\nEditor : Mikho Fridolin Siahaan\n\nIDN Times - Download IDN App di Google Play Store & App Store\nIkuti terus perkembangannya hanya di IDN Times, ya.\n\nArtikel IDN Times sekarang bisa dibaca di IDN App, lho, download sekarang di Google Play Store & App Store!\n\nTemukan info TERBARU lainnya:         \n#IDNTimes #SuaraMillenial #GenZMemilih #Rupiah #DolarAS", "post_id": "3916867687951963342_2089700769"}}, {"key": "IDNTimes.Community", "attributes": {"label": "IDNTimes.Community", "x": 402.24542641818016, "y": 802.2019993324276, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 5.4477, "eigenvector": 0.0513, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "3916867687951963342_2089700769", "id": "IDNTimes.Community", "source": "instagram-000001", "content": "BI Ungkap 7 Langkah Jaga Rupiah, Intervensi Besar Digencarkan\n\nJakarta, IDN Times - Bank Indonesia (BI) menyiapkan tujuh langkah strategis untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah di tengah tingginya ketidakpastian ekonomi global dan tren kenaikan suku bunga di berbagai negara.\n\nGubernur BI Perry Warjiyo mengatakan, bank sentral akan terus mengoptimalkan bauran kebijakan moneter, intervensi pasar, hingga pengawasan transaksi valuta asing (valas). Langkah tersebut ditempuh untuk menjaga stabilitas rupiah sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi nasional.\n\nLangkah pertama dilakukan melalui intervensi agresif di pasar valuta asing. Intervensi dilakukan di pasar spot, Domestic Non-Deliverable Forward (DNDF) dalam negeri, serta Non-Deliverable Forward (NDF) di pasar offshore.\n\n\"Kami melakukan intervensi dalam jumlah besar untuk menstabilkan nilai tukar rupiah dari gejolak global,\" ujar Perry dalam rapat kerja bersama Badan Anggaran DPR RI, Rabu (10/6/2026).\n\nBerdasarkan data Bloomberg, rupiah ditutup menguat ke level Rp17.944 per dolar AS atau naik 0,63 persen dibandingkan perdagangan sebelumnya.\n\nMeski turun dari posisi April 2026 sebesar 146,2 miliar dolar AS, level tersebut masih setara lebih dari enam bulan kebutuhan impor dan berada di atas standar kecukupan internasional.\n\nBaca selengkapnya di www.idntimes.com\n\nReporter : Triyan Pangastuti\nEditor : Mikho Fridolin Siahaan\n\nIDN Times - Download IDN App di Google Play Store & App Store\nIkuti terus perkembangannya hanya di IDN Times, ya.\n\nArtikel IDN Times sekarang bisa dibaca di IDN App, lho, download sekarang di Google Play Store & App Store!\n\nTemukan info TERBARU lainnya:         \n#IDNTimes #SuaraMillenial #GenZMemilih #Rupiah #DolarAS", "post_id": "3916867687951963342_2089700769"}}, {"key": "IDNTimes.Hype", "attributes": {"label": "IDNTimes.Hype", "x": 630.927660334661, "y": 322.82028764929316, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 5.4477, "eigenvector": 0.0513, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "3916867687951963342_2089700769", "id": "IDNTimes.Hype", "source": "instagram-000001", "content": "BI Ungkap 7 Langkah Jaga Rupiah, Intervensi Besar Digencarkan\n\nJakarta, IDN Times - Bank Indonesia (BI) menyiapkan tujuh langkah strategis untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah di tengah tingginya ketidakpastian ekonomi global dan tren kenaikan suku bunga di berbagai negara.\n\nGubernur BI Perry Warjiyo mengatakan, bank sentral akan terus mengoptimalkan bauran kebijakan moneter, intervensi pasar, hingga pengawasan transaksi valuta asing (valas). Langkah tersebut ditempuh untuk menjaga stabilitas rupiah sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi nasional.\n\nLangkah pertama dilakukan melalui intervensi agresif di pasar valuta asing. Intervensi dilakukan di pasar spot, Domestic Non-Deliverable Forward (DNDF) dalam negeri, serta Non-Deliverable Forward (NDF) di pasar offshore.\n\n\"Kami melakukan intervensi dalam jumlah besar untuk menstabilkan nilai tukar rupiah dari gejolak global,\" ujar Perry dalam rapat kerja bersama Badan Anggaran DPR RI, Rabu (10/6/2026).\n\nBerdasarkan data Bloomberg, rupiah ditutup menguat ke level Rp17.944 per dolar AS atau naik 0,63 persen dibandingkan perdagangan sebelumnya.\n\nMeski turun dari posisi April 2026 sebesar 146,2 miliar dolar AS, level tersebut masih setara lebih dari enam bulan kebutuhan impor dan berada di atas standar kecukupan internasional.\n\nBaca selengkapnya di www.idntimes.com\n\nReporter : Triyan Pangastuti\nEditor : Mikho Fridolin Siahaan\n\nIDN Times - Download IDN App di Google Play Store & App Store\nIkuti terus perkembangannya hanya di IDN Times, ya.\n\nArtikel IDN Times sekarang bisa dibaca di IDN App, lho, download sekarang di Google Play Store & App Store!\n\nTemukan info TERBARU lainnya:         \n#IDNTimes #SuaraMillenial #GenZMemilih #Rupiah #DolarAS", "post_id": "3916867687951963342_2089700769"}}, {"key": "Duniaku_com", "attributes": {"label": "Duniaku_com", "x": 53.78748730499816, "y": 644.1260751059709, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 5.4477, "eigenvector": 0.0513, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "3916867687951963342_2089700769", "id": "Duniaku_com", "source": "instagram-000001", "content": "BI Ungkap 7 Langkah Jaga Rupiah, Intervensi Besar Digencarkan\n\nJakarta, IDN Times - Bank Indonesia (BI) menyiapkan tujuh langkah strategis untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah di tengah tingginya ketidakpastian ekonomi global dan tren kenaikan suku bunga di berbagai negara.\n\nGubernur BI Perry Warjiyo mengatakan, bank sentral akan terus mengoptimalkan bauran kebijakan moneter, intervensi pasar, hingga pengawasan transaksi valuta asing (valas). Langkah tersebut ditempuh untuk menjaga stabilitas rupiah sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi nasional.\n\nLangkah pertama dilakukan melalui intervensi agresif di pasar valuta asing. Intervensi dilakukan di pasar spot, Domestic Non-Deliverable Forward (DNDF) dalam negeri, serta Non-Deliverable Forward (NDF) di pasar offshore.\n\n\"Kami melakukan intervensi dalam jumlah besar untuk menstabilkan nilai tukar rupiah dari gejolak global,\" ujar Perry dalam rapat kerja bersama Badan Anggaran DPR RI, Rabu (10/6/2026).\n\nBerdasarkan data Bloomberg, rupiah ditutup menguat ke level Rp17.944 per dolar AS atau naik 0,63 persen dibandingkan perdagangan sebelumnya.\n\nMeski turun dari posisi April 2026 sebesar 146,2 miliar dolar AS, level tersebut masih setara lebih dari enam bulan kebutuhan impor dan berada di atas standar kecukupan internasional.\n\nBaca selengkapnya di www.idntimes.com\n\nReporter : Triyan Pangastuti\nEditor : Mikho Fridolin Siahaan\n\nIDN Times - Download IDN App di Google Play Store & App Store\nIkuti terus perkembangannya hanya di IDN Times, ya.\n\nArtikel IDN Times sekarang bisa dibaca di IDN App, lho, download sekarang di Google Play Store & App Store!\n\nTemukan info TERBARU lainnya:         \n#IDNTimes #SuaraMillenial #GenZMemilih #Rupiah #DolarAS", "post_id": "3916867687951963342_2089700769"}}, {"key": "Popbela_com", "attributes": {"label": "Popbela_com", "x": 702.7640851207692, "y": 538.640231403136, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 5.4477, "eigenvector": 0.0513, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "3916867687951963342_2089700769", "id": "Popbela_com", "source": "instagram-000001", "content": "BI Ungkap 7 Langkah Jaga Rupiah, Intervensi Besar Digencarkan\n\nJakarta, IDN Times - Bank Indonesia (BI) menyiapkan tujuh langkah strategis untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah di tengah tingginya ketidakpastian ekonomi global dan tren kenaikan suku bunga di berbagai negara.\n\nGubernur BI Perry Warjiyo mengatakan, bank sentral akan terus mengoptimalkan bauran kebijakan moneter, intervensi pasar, hingga pengawasan transaksi valuta asing (valas). Langkah tersebut ditempuh untuk menjaga stabilitas rupiah sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi nasional.\n\nLangkah pertama dilakukan melalui intervensi agresif di pasar valuta asing. Intervensi dilakukan di pasar spot, Domestic Non-Deliverable Forward (DNDF) dalam negeri, serta Non-Deliverable Forward (NDF) di pasar offshore.\n\n\"Kami melakukan intervensi dalam jumlah besar untuk menstabilkan nilai tukar rupiah dari gejolak global,\" ujar Perry dalam rapat kerja bersama Badan Anggaran DPR RI, Rabu (10/6/2026).\n\nBerdasarkan data Bloomberg, rupiah ditutup menguat ke level Rp17.944 per dolar AS atau naik 0,63 persen dibandingkan perdagangan sebelumnya.\n\nMeski turun dari posisi April 2026 sebesar 146,2 miliar dolar AS, level tersebut masih setara lebih dari enam bulan kebutuhan impor dan berada di atas standar kecukupan internasional.\n\nBaca selengkapnya di www.idntimes.com\n\nReporter : Triyan Pangastuti\nEditor : Mikho Fridolin Siahaan\n\nIDN Times - Download IDN App di Google Play Store & App Store\nIkuti terus perkembangannya hanya di IDN Times, ya.\n\nArtikel IDN Times sekarang bisa dibaca di IDN App, lho, download sekarang di Google Play Store & App Store!\n\nTemukan info TERBARU lainnya:         \n#IDNTimes #SuaraMillenial #GenZMemilih #Rupiah #DolarAS", "post_id": "3916867687951963342_2089700769"}}, {"key": "Popbela.Beauty", "attributes": {"label": "Popbela.Beauty", "x": 550.5324438632285, "y": 402.8506957759571, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 5.4477, "eigenvector": 0.0513, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "3916867687951963342_2089700769", "id": "Popbela.Beauty", "source": "instagram-000001", "content": "BI Ungkap 7 Langkah Jaga Rupiah, Intervensi Besar Digencarkan\n\nJakarta, IDN Times - Bank Indonesia (BI) menyiapkan tujuh langkah strategis untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah di tengah tingginya ketidakpastian ekonomi global dan tren kenaikan suku bunga di berbagai negara.\n\nGubernur BI Perry Warjiyo mengatakan, bank sentral akan terus mengoptimalkan bauran kebijakan moneter, intervensi pasar, hingga pengawasan transaksi valuta asing (valas). Langkah tersebut ditempuh untuk menjaga stabilitas rupiah sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi nasional.\n\nLangkah pertama dilakukan melalui intervensi agresif di pasar valuta asing. Intervensi dilakukan di pasar spot, Domestic Non-Deliverable Forward (DNDF) dalam negeri, serta Non-Deliverable Forward (NDF) di pasar offshore.\n\n\"Kami melakukan intervensi dalam jumlah besar untuk menstabilkan nilai tukar rupiah dari gejolak global,\" ujar Perry dalam rapat kerja bersama Badan Anggaran DPR RI, Rabu (10/6/2026).\n\nBerdasarkan data Bloomberg, rupiah ditutup menguat ke level Rp17.944 per dolar AS atau naik 0,63 persen dibandingkan perdagangan sebelumnya.\n\nMeski turun dari posisi April 2026 sebesar 146,2 miliar dolar AS, level tersebut masih setara lebih dari enam bulan kebutuhan impor dan berada di atas standar kecukupan internasional.\n\nBaca selengkapnya di www.idntimes.com\n\nReporter : Triyan Pangastuti\nEditor : Mikho Fridolin Siahaan\n\nIDN Times - Download IDN App di Google Play Store & App Store\nIkuti terus perkembangannya hanya di IDN Times, ya.\n\nArtikel IDN Times sekarang bisa dibaca di IDN App, lho, download sekarang di Google Play Store & App Store!\n\nTemukan info TERBARU lainnya:         \n#IDNTimes #SuaraMillenial #GenZMemilih #Rupiah #DolarAS", "post_id": "3916867687951963342_2089700769"}}, {"key": "Popmama_com", "attributes": {"label": "Popmama_com", "x": 140.09617433528788, "y": 178.5517406830207, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 5.4477, "eigenvector": 0.0513, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "3916867687951963342_2089700769", "id": "Popmama_com", "source": "instagram-000001", "content": "BI Ungkap 7 Langkah Jaga Rupiah, Intervensi Besar Digencarkan\n\nJakarta, IDN Times - Bank Indonesia (BI) menyiapkan tujuh langkah strategis untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah di tengah tingginya ketidakpastian ekonomi global dan tren kenaikan suku bunga di berbagai negara.\n\nGubernur BI Perry Warjiyo mengatakan, bank sentral akan terus mengoptimalkan bauran kebijakan moneter, intervensi pasar, hingga pengawasan transaksi valuta asing (valas). Langkah tersebut ditempuh untuk menjaga stabilitas rupiah sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi nasional.\n\nLangkah pertama dilakukan melalui intervensi agresif di pasar valuta asing. Intervensi dilakukan di pasar spot, Domestic Non-Deliverable Forward (DNDF) dalam negeri, serta Non-Deliverable Forward (NDF) di pasar offshore.\n\n\"Kami melakukan intervensi dalam jumlah besar untuk menstabilkan nilai tukar rupiah dari gejolak global,\" ujar Perry dalam rapat kerja bersama Badan Anggaran DPR RI, Rabu (10/6/2026).\n\nBerdasarkan data Bloomberg, rupiah ditutup menguat ke level Rp17.944 per dolar AS atau naik 0,63 persen dibandingkan perdagangan sebelumnya.\n\nMeski turun dari posisi April 2026 sebesar 146,2 miliar dolar AS, level tersebut masih setara lebih dari enam bulan kebutuhan impor dan berada di atas standar kecukupan internasional.\n\nBaca selengkapnya di www.idntimes.com\n\nReporter : Triyan Pangastuti\nEditor : Mikho Fridolin Siahaan\n\nIDN Times - Download IDN App di Google Play Store & App Store\nIkuti terus perkembangannya hanya di IDN Times, ya.\n\nArtikel IDN Times sekarang bisa dibaca di IDN App, lho, download sekarang di Google Play Store & App Store!\n\nTemukan info TERBARU lainnya:         \n#IDNTimes #SuaraMillenial #GenZMemilih #Rupiah #DolarAS", "post_id": "3916867687951963342_2089700769"}}, {"key": "Yummy.idn", "attributes": {"label": "Yummy.idn", "x": 183.25075743011942, "y": 615.5070763946736, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 5.4477, "eigenvector": 0.0513, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "3916867687951963342_2089700769", "id": "Yummy.idn", "source": "instagram-000001", "content": "BI Ungkap 7 Langkah Jaga Rupiah, Intervensi Besar Digencarkan\n\nJakarta, IDN Times - Bank Indonesia (BI) menyiapkan tujuh langkah strategis untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah di tengah tingginya ketidakpastian ekonomi global dan tren kenaikan suku bunga di berbagai negara.\n\nGubernur BI Perry Warjiyo mengatakan, bank sentral akan terus mengoptimalkan bauran kebijakan moneter, intervensi pasar, hingga pengawasan transaksi valuta asing (valas). Langkah tersebut ditempuh untuk menjaga stabilitas rupiah sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi nasional.\n\nLangkah pertama dilakukan melalui intervensi agresif di pasar valuta asing. Intervensi dilakukan di pasar spot, Domestic Non-Deliverable Forward (DNDF) dalam negeri, serta Non-Deliverable Forward (NDF) di pasar offshore.\n\n\"Kami melakukan intervensi dalam jumlah besar untuk menstabilkan nilai tukar rupiah dari gejolak global,\" ujar Perry dalam rapat kerja bersama Badan Anggaran DPR RI, Rabu (10/6/2026).\n\nBerdasarkan data Bloomberg, rupiah ditutup menguat ke level Rp17.944 per dolar AS atau naik 0,63 persen dibandingkan perdagangan sebelumnya.\n\nMeski turun dari posisi April 2026 sebesar 146,2 miliar dolar AS, level tersebut masih setara lebih dari enam bulan kebutuhan impor dan berada di atas standar kecukupan internasional.\n\nBaca selengkapnya di www.idntimes.com\n\nReporter : Triyan Pangastuti\nEditor : Mikho Fridolin Siahaan\n\nIDN Times - Download IDN App di Google Play Store & App Store\nIkuti terus perkembangannya hanya di IDN Times, ya.\n\nArtikel IDN Times sekarang bisa dibaca di IDN App, lho, download sekarang di Google Play Store & App Store!\n\nTemukan info TERBARU lainnya:         \n#IDNTimes #SuaraMillenial #GenZMemilih #Rupiah #DolarAS", "post_id": "3916867687951963342_2089700769"}}, {"key": "19585064872", "attributes": {"label": "19585064872", "x": 52.40218682816622, "y": 595.8174493644792, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 4.9776, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "3923175768842700438_19585064872", "id": "19585064872", "source": "instagram-000001", "content": "#Popro (Pojok Propagandis)\n\nRUPIAH MELEMAH, KITA BUTUH KHILAFAH\n\nVivisualiterasi.com - Rupiah melemah bahkan sebelum konflik geopolitik Iran vs AS. Ketika konflik semakin memuncak, rupiah semakin melemah dan turun drastis nilainya sepanjang sejarah. Meski demikian, pemerintah masih menganggap semua ini baik-baik saja. Hal itu mungkin hanya untuk menghibur rakyat, karena fakta di lapangan menunjukkan rakyat semakin menjerit merasakan beratnya beban hidup yang semakin menghimpit. \n\nKeadaan ini akan terus berlangsung jika negeri ini masih menganut sistem ekonomi kapitalisme yang berbasis ribawi dengan dolar AS sebagai kiblatnya. Inilah yang membuat negeri ini terjebak dalam dominasi mata uang global. Hal ini sangat kontras dengan sistem ekonomi Islam yang unggul dan bebas dari tekanan global. \n\nKarena negara Islam akan menerapkan sistem keuangan yang lebih stabil, yakni berbasis emas dan perak. Negara juga akan menjaga stabilitas harga-harga dengan mekanisme yang ditetapkan syariat, seperti melarang riba, menjamin distribusi, mengatur kepemilikan, dan sebagainya. Kesejahteraan rakyat menjadi tanggung jawab pemimpin negara karena ia adalah _raa’in_ sekaligus _junnah_ yang wajib melindungi rakyatnya.[] Dwi Lestari\n\nBaca selengkapnya>>\nhttps://www.vivisualiterasi.com/2026/06/rupiah-melemah-kita-butuh-khilafah.html\n\n===================\nFind us on all platforms:  media", "post_id": "3923175768842700438_19585064872"}}, {"key": "visualiterasi", "attributes": {"label": "visualiterasi", "x": 60.67718846628911, "y": 617.3249109195499, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 9.2085, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "3923175768842700438_19585064872", "id": "visualiterasi", "source": "instagram-000001", "content": "#Popro (Pojok Propagandis)\n\nRUPIAH MELEMAH, KITA BUTUH KHILAFAH\n\nVivisualiterasi.com - Rupiah melemah bahkan sebelum konflik geopolitik Iran vs AS. Ketika konflik semakin memuncak, rupiah semakin melemah dan turun drastis nilainya sepanjang sejarah. Meski demikian, pemerintah masih menganggap semua ini baik-baik saja. Hal itu mungkin hanya untuk menghibur rakyat, karena fakta di lapangan menunjukkan rakyat semakin menjerit merasakan beratnya beban hidup yang semakin menghimpit. \n\nKeadaan ini akan terus berlangsung jika negeri ini masih menganut sistem ekonomi kapitalisme yang berbasis ribawi dengan dolar AS sebagai kiblatnya. Inilah yang membuat negeri ini terjebak dalam dominasi mata uang global. Hal ini sangat kontras dengan sistem ekonomi Islam yang unggul dan bebas dari tekanan global. \n\nKarena negara Islam akan menerapkan sistem keuangan yang lebih stabil, yakni berbasis emas dan perak. Negara juga akan menjaga stabilitas harga-harga dengan mekanisme yang ditetapkan syariat, seperti melarang riba, menjamin distribusi, mengatur kepemilikan, dan sebagainya. Kesejahteraan rakyat menjadi tanggung jawab pemimpin negara karena ia adalah _raa’in_ sekaligus _junnah_ yang wajib melindungi rakyatnya.[] Dwi Lestari\n\nBaca selengkapnya>>\nhttps://www.vivisualiterasi.com/2026/06/rupiah-melemah-kita-butuh-khilafah.html\n\n===================\nFind us on all platforms:  media", "post_id": "3923175768842700438_19585064872"}}, {"key": "faktaveritas", "attributes": {"label": "faktaveritas", "x": 570.2693061992974, "y": 187.83695980900683, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 4.9776, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 4, "degree": 4}, "_id": "7642542249275821333", "id": "faktaveritas", "source": "tiktok-000001", "content": "Faktanya, tekanan terhadap rupiah terjadi di tengah gejolak ekonomi global yang juga menekan banyak mata uang dunia. Kenaikan suku bunga negara maju, ketidakpastian global, hingga tensi geopolitik ikut memperbesar tekanan. Dalam situasi seperti ini, yang terjadi bukan pembiaran, tapi upaya menjaga stabilitas agar dampaknya tidak semakin luas. Coba komen di bawah #fyp #jagaindonesia #negarahadir #wargajagawarga #rupiah    Indonesia", "post_id": "7642542249275821333"}}, {"key": "gerindra", "attributes": {"label": "gerindra", "x": 252.28471252849482, "y": 869.9049562672266, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 10.2663, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 3, "out_degree": 0, "degree": 3}, "_id": "7642542249275821333", "id": "gerindra", "source": "tiktok-000001", "content": "Faktanya, tekanan terhadap rupiah terjadi di tengah gejolak ekonomi global yang juga menekan banyak mata uang dunia. Kenaikan suku bunga negara maju, ketidakpastian global, hingga tensi geopolitik ikut memperbesar tekanan. Dalam situasi seperti ini, yang terjadi bukan pembiaran, tapi upaya menjaga stabilitas agar dampaknya tidak semakin luas. Coba komen di bawah #fyp #jagaindonesia #negarahadir #wargajagawarga #rupiah    Indonesia", "post_id": "7642542249275821333"}}, {"key": "Bank", "attributes": {"label": "Bank", "x": 66.51730505890396, "y": 137.60051061676458, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 6.0353, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7642542249275821333", "id": "Bank", "source": "tiktok-000001", "content": "Faktanya, tekanan terhadap rupiah terjadi di tengah gejolak ekonomi global yang juga menekan banyak mata uang dunia. Kenaikan suku bunga negara maju, ketidakpastian global, hingga tensi geopolitik ikut memperbesar tekanan. Dalam situasi seperti ini, yang terjadi bukan pembiaran, tapi upaya menjaga stabilitas agar dampaknya tidak semakin luas. Coba komen di bawah #fyp #jagaindonesia #negarahadir #wargajagawarga #rupiah    Indonesia", "post_id": "7642542249275821333"}}, {"key": "wartapriangan.id", "attributes": {"label": "wartapriangan.id", "x": 897.1204363913175, "y": 734.0369428115762, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 4.9776, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "7649683262553558279", "id": "wartapriangan.id", "source": "tiktok-000001", "content": "Wartapriangan.id - Bank Indonesia (BI) resmi menaikkan suku bunga acuan (BI-Rate) menjadi 5,50 persen sebagai langkah menjaga stabilitas nilai tukar rupiah, mengendalikan inflasi, serta mengantisipasi ketidakpastian ekonomi global.   Penulis: Kurnia W.  Desain: Luthfi #bankindonesia #sukubunga #birate #ekonomiindonesia #infokeuangan", "post_id": "7649683262553558279"}}, {"key": "menkeuri", "attributes": {"label": "menkeuri", "x": 144.7504846080594, "y": 607.6765271313454, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 9.2085, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7649683262553558279", "id": "menkeuri", "source": "tiktok-000001", "content": "Wartapriangan.id - Bank Indonesia (BI) resmi menaikkan suku bunga acuan (BI-Rate) menjadi 5,50 persen sebagai langkah menjaga stabilitas nilai tukar rupiah, mengendalikan inflasi, serta mengantisipasi ketidakpastian ekonomi global.   Penulis: Kurnia W.  Desain: Luthfi #bankindonesia #sukubunga #birate #ekonomiindonesia #infokeuangan", "post_id": "7649683262553558279"}}, {"key": "betheonepercent2", "attributes": {"label": "betheonepercent2", "x": 578.3124152261905, "y": 326.3024571416378, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 4.9776, "eigenvector": 0.0004, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "7648584293442211080", "id": "betheonepercent2", "source": "tiktok-000001", "content": "Purbaya dan Perry Warjiyo sepakat jalankan 2 jurus konkret demi menjaga stabilitas nilai tukar Rupiah! Langkah ini diambil untuk meningkatkan daya tarik imbal hasil bagi investor asing serta menjaga likuiditas perbankan nasional. Bagaimana dampak kebijakan makro ini ke market ke depannya? Yuk, pantau terus update berita finansial dan geopolitik lainnya di Instagram ! Sumber: TWS News #kontencom #kontencomxtws #twsnews #tradewithsuli #rupiah", "post_id": "7648584293442211080"}}, {"key": "tradewithsuli", "attributes": {"label": "tradewithsuli", "x": 586.1043260513507, "y": 677.4310397020689, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 31.421, "eigenvector": 0.0004, "in_degree": 12, "out_degree": 0, "degree": 12}, "_id": "7648584293442211080", "id": "tradewithsuli", "source": "tiktok-000001", "content": "Purbaya dan Perry Warjiyo sepakat jalankan 2 jurus konkret demi menjaga stabilitas nilai tukar Rupiah! Langkah ini diambil untuk meningkatkan daya tarik imbal hasil bagi investor asing serta menjaga likuiditas perbankan nasional. Bagaimana dampak kebijakan makro ini ke market ke depannya? Yuk, pantau terus update berita finansial dan geopolitik lainnya di Instagram ! Sumber: TWS News #kontencom #kontencomxtws #twsnews #tradewithsuli #rupiah", "post_id": "7648584293442211080"}}, {"key": "jelajahnews.id", "attributes": {"label": "jelajahnews.id", "x": 529.0373538500892, "y": 566.1426067893049, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 4.9776, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 3, "degree": 3}, "_id": "7641505604950838536", "id": "jelajahnews.id", "source": "tiktok-000001", "content": "JELAJAHNEWS.ID - Anggota Komisi XI DPR RI Harris Turino menilai pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) tidak hanya dipengaruhi dinamika ekonomi global, tetapi juga mencerminkan masih adanya tantangan struktural di dalam negeri. Karena itu, penguatan fundamental ekonomi nasional dan peningkatan kepercayaan investor dinilai menjadi langkah penting untuk menjaga stabilitas rupiah. Pernyataan tersebut disampaikan Harris dalam Rapat Kerja Komisi XI DPR RI bersama Gubernur Bank Indonesia (BI) terkait Laporan Kinerja Bank Indonesia Tahun 2025 di Gedung Nusantara I, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (18/5/2026). Menurut Harris, Bank Indonesia telah melakukan berbagai langkah stabilisasi untuk menjaga nilai tukar rupiah, mulai dari intervensi di pasar valuta asing (valas) hingga pengelolaan instrumen moneter.  Namun, tekanan terhadap rupiah yang masih berlangsung menunjukkan bahwa persoalan yang dihadapi tidak sepenuhnya berasal dari faktor eksternal. “Kalau tekanan terhadap rupiah masih cukup kuat, artinya kita juga perlu melihat faktor-faktor domestik yang memengaruhi persepsi pasar dan kepercayaan investor,” ujar Harris. Legislator Fraksi PDI Perjuangan itu menilai sejumlah indikator ekonomi domestik memiliki pengaruh besar terhadap ketahanan nilai tukar rupiah.  Beberapa di antaranya meliputi kondisi fiskal negara, defisit transaksi berjalan, iklim investasi, serta kepastian arah kebijakan ekonomi nasional. Menurutnya, stabilitas rupiah tidak dapat dijaga hanya melalui kebijakan moneter Bank Indonesia semata, tetapi membutuhkan koordinasi yang erat antara pemerintah, otoritas keuangan, dan seluruh pemangku kepentingan. “Bank Indonesia tidak bisa bekerja sendiri. Stabilitas nilai tukar juga sangat dipengaruhi oleh kondisi ekonomi domestik dan tingkat kepercayaan terhadap kebijakan pemerintah,” kata politikus asal Daerah Pemilihan (Dapil) Jawa Tengah IX tersebut. Harris menegaskan bahwa kepercayaan investor menjadi elemen penting dalam menjaga stabilitas pasar keuangan nasional.  Semakin tinggi keyakinan pelaku usaha dan investor terhadap prospek ekonomi Indonesia, semakin kuat pula ketahanan rupiah menghadapi gejolak ekonomi global. Selain itu, ia menyoroti pentingnya komunikasi kebijakan yang konsisten dan kredibel agar pelaku pasar memperoleh kepastian dalam mengambil keputusan investasi.  Menurutnya, sinergi antara kebijakan fiskal dan moneter akan menjadi faktor penentu dalam menghadapi tekanan ekonomi global yang semakin dinamis. Komisi XI DPR RI, lanjut Harris, akan terus mengawasi berbagai langkah stabilisasi yang dilakukan Bank Indonesia agar kebijakan yang diterapkan tidak hanya mampu menjaga stabilitas nilai tukar, tetapi juga tetap mendukung pertumbuhan ekonomi nasional. Ia berharap penguatan fundamental ekonomi nasional dapat terus dilakukan secara berkelanjutan sehingga Indonesia memiliki daya tahan ekonomi yang lebih kuat di tengah ketidakpastian global. Dengan terjaganya stabilitas ekonomi domestik dan meningkatnya kepercayaan investor, nilai tukar rupiah diharapkan mampu bertahan lebih baik terhadap tekanan eksternal pada masa mendatang.(**)  #harristurino #stabilitasrupiah #bergantung #investor #kondisidomestik   RI", "post_id": "7641505604950838536"}}, {"key": "harristurino", "attributes": {"label": "harristurino", "x": 450.5448829006372, "y": 637.7576951006479, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 6.3879, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7641505604950838536", "id": "harristurino", "source": "tiktok-000001", "content": "JELAJAHNEWS.ID - Anggota Komisi XI DPR RI Harris Turino menilai pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) tidak hanya dipengaruhi dinamika ekonomi global, tetapi juga mencerminkan masih adanya tantangan struktural di dalam negeri. Karena itu, penguatan fundamental ekonomi nasional dan peningkatan kepercayaan investor dinilai menjadi langkah penting untuk menjaga stabilitas rupiah. Pernyataan tersebut disampaikan Harris dalam Rapat Kerja Komisi XI DPR RI bersama Gubernur Bank Indonesia (BI) terkait Laporan Kinerja Bank Indonesia Tahun 2025 di Gedung Nusantara I, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (18/5/2026). Menurut Harris, Bank Indonesia telah melakukan berbagai langkah stabilisasi untuk menjaga nilai tukar rupiah, mulai dari intervensi di pasar valuta asing (valas) hingga pengelolaan instrumen moneter.  Namun, tekanan terhadap rupiah yang masih berlangsung menunjukkan bahwa persoalan yang dihadapi tidak sepenuhnya berasal dari faktor eksternal. “Kalau tekanan terhadap rupiah masih cukup kuat, artinya kita juga perlu melihat faktor-faktor domestik yang memengaruhi persepsi pasar dan kepercayaan investor,” ujar Harris. Legislator Fraksi PDI Perjuangan itu menilai sejumlah indikator ekonomi domestik memiliki pengaruh besar terhadap ketahanan nilai tukar rupiah.  Beberapa di antaranya meliputi kondisi fiskal negara, defisit transaksi berjalan, iklim investasi, serta kepastian arah kebijakan ekonomi nasional. Menurutnya, stabilitas rupiah tidak dapat dijaga hanya melalui kebijakan moneter Bank Indonesia semata, tetapi membutuhkan koordinasi yang erat antara pemerintah, otoritas keuangan, dan seluruh pemangku kepentingan. “Bank Indonesia tidak bisa bekerja sendiri. Stabilitas nilai tukar juga sangat dipengaruhi oleh kondisi ekonomi domestik dan tingkat kepercayaan terhadap kebijakan pemerintah,” kata politikus asal Daerah Pemilihan (Dapil) Jawa Tengah IX tersebut. Harris menegaskan bahwa kepercayaan investor menjadi elemen penting dalam menjaga stabilitas pasar keuangan nasional.  Semakin tinggi keyakinan pelaku usaha dan investor terhadap prospek ekonomi Indonesia, semakin kuat pula ketahanan rupiah menghadapi gejolak ekonomi global. Selain itu, ia menyoroti pentingnya komunikasi kebijakan yang konsisten dan kredibel agar pelaku pasar memperoleh kepastian dalam mengambil keputusan investasi.  Menurutnya, sinergi antara kebijakan fiskal dan moneter akan menjadi faktor penentu dalam menghadapi tekanan ekonomi global yang semakin dinamis. Komisi XI DPR RI, lanjut Harris, akan terus mengawasi berbagai langkah stabilisasi yang dilakukan Bank Indonesia agar kebijakan yang diterapkan tidak hanya mampu menjaga stabilitas nilai tukar, tetapi juga tetap mendukung pertumbuhan ekonomi nasional. Ia berharap penguatan fundamental ekonomi nasional dapat terus dilakukan secara berkelanjutan sehingga Indonesia memiliki daya tahan ekonomi yang lebih kuat di tengah ketidakpastian global. Dengan terjaganya stabilitas ekonomi domestik dan meningkatnya kepercayaan investor, nilai tukar rupiah diharapkan mampu bertahan lebih baik terhadap tekanan eksternal pada masa mendatang.(**)  #harristurino #stabilitasrupiah #bergantung #investor #kondisidomestik   RI", "post_id": "7641505604950838536"}}, {"key": "DPR", "attributes": {"label": "DPR", "x": 545.3009830318388, "y": 186.82224043335228, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 6.3879, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7641505604950838536", "id": "DPR", "source": "tiktok-000001", "content": "JELAJAHNEWS.ID - Anggota Komisi XI DPR RI Harris Turino menilai pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) tidak hanya dipengaruhi dinamika ekonomi global, tetapi juga mencerminkan masih adanya tantangan struktural di dalam negeri. Karena itu, penguatan fundamental ekonomi nasional dan peningkatan kepercayaan investor dinilai menjadi langkah penting untuk menjaga stabilitas rupiah. Pernyataan tersebut disampaikan Harris dalam Rapat Kerja Komisi XI DPR RI bersama Gubernur Bank Indonesia (BI) terkait Laporan Kinerja Bank Indonesia Tahun 2025 di Gedung Nusantara I, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (18/5/2026). Menurut Harris, Bank Indonesia telah melakukan berbagai langkah stabilisasi untuk menjaga nilai tukar rupiah, mulai dari intervensi di pasar valuta asing (valas) hingga pengelolaan instrumen moneter.  Namun, tekanan terhadap rupiah yang masih berlangsung menunjukkan bahwa persoalan yang dihadapi tidak sepenuhnya berasal dari faktor eksternal. “Kalau tekanan terhadap rupiah masih cukup kuat, artinya kita juga perlu melihat faktor-faktor domestik yang memengaruhi persepsi pasar dan kepercayaan investor,” ujar Harris. Legislator Fraksi PDI Perjuangan itu menilai sejumlah indikator ekonomi domestik memiliki pengaruh besar terhadap ketahanan nilai tukar rupiah.  Beberapa di antaranya meliputi kondisi fiskal negara, defisit transaksi berjalan, iklim investasi, serta kepastian arah kebijakan ekonomi nasional. Menurutnya, stabilitas rupiah tidak dapat dijaga hanya melalui kebijakan moneter Bank Indonesia semata, tetapi membutuhkan koordinasi yang erat antara pemerintah, otoritas keuangan, dan seluruh pemangku kepentingan. “Bank Indonesia tidak bisa bekerja sendiri. Stabilitas nilai tukar juga sangat dipengaruhi oleh kondisi ekonomi domestik dan tingkat kepercayaan terhadap kebijakan pemerintah,” kata politikus asal Daerah Pemilihan (Dapil) Jawa Tengah IX tersebut. Harris menegaskan bahwa kepercayaan investor menjadi elemen penting dalam menjaga stabilitas pasar keuangan nasional.  Semakin tinggi keyakinan pelaku usaha dan investor terhadap prospek ekonomi Indonesia, semakin kuat pula ketahanan rupiah menghadapi gejolak ekonomi global. Selain itu, ia menyoroti pentingnya komunikasi kebijakan yang konsisten dan kredibel agar pelaku pasar memperoleh kepastian dalam mengambil keputusan investasi.  Menurutnya, sinergi antara kebijakan fiskal dan moneter akan menjadi faktor penentu dalam menghadapi tekanan ekonomi global yang semakin dinamis. Komisi XI DPR RI, lanjut Harris, akan terus mengawasi berbagai langkah stabilisasi yang dilakukan Bank Indonesia agar kebijakan yang diterapkan tidak hanya mampu menjaga stabilitas nilai tukar, tetapi juga tetap mendukung pertumbuhan ekonomi nasional. Ia berharap penguatan fundamental ekonomi nasional dapat terus dilakukan secara berkelanjutan sehingga Indonesia memiliki daya tahan ekonomi yang lebih kuat di tengah ketidakpastian global. Dengan terjaganya stabilitas ekonomi domestik dan meningkatnya kepercayaan investor, nilai tukar rupiah diharapkan mampu bertahan lebih baik terhadap tekanan eksternal pada masa mendatang.(**)  #harristurino #stabilitasrupiah #bergantung #investor #kondisidomestik   RI", "post_id": "7641505604950838536"}}, {"key": "bank_indonesia", "attributes": {"label": "bank_indonesia", "x": 188.76356785827542, "y": 403.71684500502835, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 7.7982, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "7641505604950838536", "id": "bank_indonesia", "source": "tiktok-000001", "content": "JELAJAHNEWS.ID - Anggota Komisi XI DPR RI Harris Turino menilai pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) tidak hanya dipengaruhi dinamika ekonomi global, tetapi juga mencerminkan masih adanya tantangan struktural di dalam negeri. Karena itu, penguatan fundamental ekonomi nasional dan peningkatan kepercayaan investor dinilai menjadi langkah penting untuk menjaga stabilitas rupiah. Pernyataan tersebut disampaikan Harris dalam Rapat Kerja Komisi XI DPR RI bersama Gubernur Bank Indonesia (BI) terkait Laporan Kinerja Bank Indonesia Tahun 2025 di Gedung Nusantara I, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (18/5/2026). Menurut Harris, Bank Indonesia telah melakukan berbagai langkah stabilisasi untuk menjaga nilai tukar rupiah, mulai dari intervensi di pasar valuta asing (valas) hingga pengelolaan instrumen moneter.  Namun, tekanan terhadap rupiah yang masih berlangsung menunjukkan bahwa persoalan yang dihadapi tidak sepenuhnya berasal dari faktor eksternal. “Kalau tekanan terhadap rupiah masih cukup kuat, artinya kita juga perlu melihat faktor-faktor domestik yang memengaruhi persepsi pasar dan kepercayaan investor,” ujar Harris. Legislator Fraksi PDI Perjuangan itu menilai sejumlah indikator ekonomi domestik memiliki pengaruh besar terhadap ketahanan nilai tukar rupiah.  Beberapa di antaranya meliputi kondisi fiskal negara, defisit transaksi berjalan, iklim investasi, serta kepastian arah kebijakan ekonomi nasional. Menurutnya, stabilitas rupiah tidak dapat dijaga hanya melalui kebijakan moneter Bank Indonesia semata, tetapi membutuhkan koordinasi yang erat antara pemerintah, otoritas keuangan, dan seluruh pemangku kepentingan. “Bank Indonesia tidak bisa bekerja sendiri. Stabilitas nilai tukar juga sangat dipengaruhi oleh kondisi ekonomi domestik dan tingkat kepercayaan terhadap kebijakan pemerintah,” kata politikus asal Daerah Pemilihan (Dapil) Jawa Tengah IX tersebut. Harris menegaskan bahwa kepercayaan investor menjadi elemen penting dalam menjaga stabilitas pasar keuangan nasional.  Semakin tinggi keyakinan pelaku usaha dan investor terhadap prospek ekonomi Indonesia, semakin kuat pula ketahanan rupiah menghadapi gejolak ekonomi global. Selain itu, ia menyoroti pentingnya komunikasi kebijakan yang konsisten dan kredibel agar pelaku pasar memperoleh kepastian dalam mengambil keputusan investasi.  Menurutnya, sinergi antara kebijakan fiskal dan moneter akan menjadi faktor penentu dalam menghadapi tekanan ekonomi global yang semakin dinamis. Komisi XI DPR RI, lanjut Harris, akan terus mengawasi berbagai langkah stabilisasi yang dilakukan Bank Indonesia agar kebijakan yang diterapkan tidak hanya mampu menjaga stabilitas nilai tukar, tetapi juga tetap mendukung pertumbuhan ekonomi nasional. Ia berharap penguatan fundamental ekonomi nasional dapat terus dilakukan secara berkelanjutan sehingga Indonesia memiliki daya tahan ekonomi yang lebih kuat di tengah ketidakpastian global. Dengan terjaganya stabilitas ekonomi domestik dan meningkatnya kepercayaan investor, nilai tukar rupiah diharapkan mampu bertahan lebih baik terhadap tekanan eksternal pada masa mendatang.(**)  #harristurino #stabilitasrupiah #bergantung #investor #kondisidomestik   RI", "post_id": "7641505604950838536"}}, {"key": "informasikhususnetizen", "attributes": {"label": "informasikhususnetizen", "x": 133.43961844775941, "y": 706.1814459023643, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 4.9776, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "7638548777690778900", "id": "informasikhususnetizen", "source": "tiktok-000001", "content": "Rupiah yang melemah belakangan ini membuat banyak pihak khawatir terhadap kondisi ekonomi nasional. Namun tekanan tersebut terjadi di tengah situasi global yang memang sedang tidak stabil akibat konflik geopolitik, penguatan dolar AS, dan ketidakpastian pasar dunia. Meski begitu, kondisi fiskal Indonesia masih berada dalam batas aman. Rasio utang pemerintah tercatat sekitar 40,75% terhadap PDB, masih jauh di bawah batas aman internasional sebesar 60%. Di sisi lain, ekonomi Indonesia juga tetap menunjukkan pertumbuhan positif. Data BPS mencatat pertumbuhan ekonomi Q1 mencapai 5,61% (y-on-y), menjadi salah satu yang tertinggi dalam lima tahun terakhir. Artinya, gejolak rupiah saat ini lebih mencerminkan tekanan global yang sedang terjadi, sementara fondasi ekonomi domestik masih cukup kuat untuk menjaga stabilitas nasional. #negarahadir #wargajagawarga #fyppppppppppppppppppppppp #jagaindonesia", "post_id": "7638548777690778900"}}, {"key": "folknomic", "attributes": {"label": "folknomic", "x": 116.32825643850386, "y": 498.854559737692, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 4.9776, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "7631932313441537301", "id": "folknomic", "source": "tiktok-000001", "content": "Bank Indonesia (BI) menegaskan akan memperkuat intervensi di pasar valuta asing untuk menjaga stabilitas rupiah, setelah mata uang domestik sempat melemah hingga mendekati level terendah terhadap dolar AS. Wakil Gubernur Senior BI, Destry Damayanti, menjelaskan bahwa intervensi dilakukan secara berlapis, mencakup pasar spot, Domestic Non-Deliverable Forward (DNDF), hingga pasar obligasi, guna menekan volatilitas yang berlebihan. Ia menyebut tekanan terhadap rupiah terutama dipicu oleh meningkatnya ketidakpastian global, seperti tensi geopolitik dan ekspektasi suku bunga tinggi di Amerika Serikat yang memperkuat dolar AS. Meski begitu, pelemahan rupiah dinilai masih sejalan dengan pergerakan mata uang negara berkembang lainnya di kawasan Asia. Secara pasar, rupiah sempat berada di kisaran Rp17.200–Rp17.300 per dolar AS, mendekati titik terlemahnya sepanjang sejarah. Tekanan ini juga terlihat dari arus keluar modal asing, khususnya di pasar obligasi pemerintah. Sebagai respons, BI tidak hanya mengandalkan intervensi valas, tetapi juga memperkuat bauran kebijakan dengan pendekatan pro-pasar untuk menjaga daya tarik aset domestik. Langkah tersebut meliputi optimalisasi operasi moneter dan penyesuaian suku bunga, sekaligus memastikan inflasi tetap berada dalam target 1,5%–3,5%. Ke depan, BI menegaskan akan terus memantau perkembangan global dan domestik serta siap mengambil langkah tambahan jika diperlukan demi menjaga stabilitas nilai tukar dan sistem keuangan nasional. Follow  Number 1 Fintainment Media for the Modern Folks #folknomics #wealth #entrepreneur #financialfreedom #motivation", "post_id": "7631932313441537301"}}, {"key": "folknomics", "attributes": {"label": "folknomics", "x": 870.935911842158, "y": 245.16276805779535, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 9.2085, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7631932313441537301", "id": "folknomics", "source": "tiktok-000001", "content": "Bank Indonesia (BI) menegaskan akan memperkuat intervensi di pasar valuta asing untuk menjaga stabilitas rupiah, setelah mata uang domestik sempat melemah hingga mendekati level terendah terhadap dolar AS. Wakil Gubernur Senior BI, Destry Damayanti, menjelaskan bahwa intervensi dilakukan secara berlapis, mencakup pasar spot, Domestic Non-Deliverable Forward (DNDF), hingga pasar obligasi, guna menekan volatilitas yang berlebihan. Ia menyebut tekanan terhadap rupiah terutama dipicu oleh meningkatnya ketidakpastian global, seperti tensi geopolitik dan ekspektasi suku bunga tinggi di Amerika Serikat yang memperkuat dolar AS. Meski begitu, pelemahan rupiah dinilai masih sejalan dengan pergerakan mata uang negara berkembang lainnya di kawasan Asia. Secara pasar, rupiah sempat berada di kisaran Rp17.200–Rp17.300 per dolar AS, mendekati titik terlemahnya sepanjang sejarah. Tekanan ini juga terlihat dari arus keluar modal asing, khususnya di pasar obligasi pemerintah. Sebagai respons, BI tidak hanya mengandalkan intervensi valas, tetapi juga memperkuat bauran kebijakan dengan pendekatan pro-pasar untuk menjaga daya tarik aset domestik. Langkah tersebut meliputi optimalisasi operasi moneter dan penyesuaian suku bunga, sekaligus memastikan inflasi tetap berada dalam target 1,5%–3,5%. Ke depan, BI menegaskan akan terus memantau perkembangan global dan domestik serta siap mengambil langkah tambahan jika diperlukan demi menjaga stabilitas nilai tukar dan sistem keuangan nasional. Follow  Number 1 Fintainment Media for the Modern Folks #folknomics #wealth #entrepreneur #financialfreedom #motivation", "post_id": "7631932313441537301"}}, {"key": "netnews.id0", "attributes": {"label": "netnews.id0", "x": 199.23181559452985, "y": 923.1628859942006, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 4.9776, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "7644524991396023573", "id": "netnews.id0", "source": "tiktok-000001", "content": "Rupiah Tembus Rp17.812! Kenapa BI Rate Naik Tapi Rupiah Masih Lemah? \"Kabar terbaru, hari ini Rabu 27 Mei 2026, nilai tukar rupiah terpantau berada di angka Rp17.812 per dolar AS. Banyak yang bertanya, kenapa BI sudah naikin suku bunga tapi rupiah belum juga stabil?\" \"Secara teori, suku bunga tinggi harusnya narik investor masuk, tapi kenyataannya ini bukan obat ajaib. Ada faktor global yang jauh lebih dominan saat ini.\" \"Ada 3 alasan utama kenapa rupiah masih tertekan:  1. **Dominasi Dolar AS:** Kebijakan The Fed yang mempertahankan suku bunga tinggi bikin investor lebih milih 'lari' ke aset aman atau *safe haven* seperti dolar AS.  2. **Ketidakpastian Global:** Sentimen risiko dunia akibat geopolitik bikin pasar finansial cenderung menghindari aset negara berkembang.  3. **Permintaan Valas Tinggi:** Kebutuhan korporasi dalam negeri akan dolar AS untuk bayar utang luar negeri dan dividen masih sangat besar, sementara stok dolarnya terbatas.\" **(Scene 4: Penutup/Kesimpulan)** \"Jadi, kenaikan BI Rate bukan satu-satunya penentu. Stabilitas rupiah sangat bergantung pada dinamika pasar global dan fundamental ekonomi kita sendiri. Apakah menurut kalian angka ini bakal terus naik atau mulai melandai? Tulis pendapat kalian di kolom komentar ya!\" \"Jangan lupa *follow*  untuk update ekonomi harian kalian!\" #netnewsid #Fyp #2026 #beritatiktok #indonesia", "post_id": "7644524991396023573"}}, {"key": "Netnews", "attributes": {"label": "Netnews", "x": 473.7539866490771, "y": 45.94319260153568, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 9.2085, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7644524991396023573", "id": "Netnews", "source": "tiktok-000001", "content": "Rupiah Tembus Rp17.812! Kenapa BI Rate Naik Tapi Rupiah Masih Lemah? \"Kabar terbaru, hari ini Rabu 27 Mei 2026, nilai tukar rupiah terpantau berada di angka Rp17.812 per dolar AS. Banyak yang bertanya, kenapa BI sudah naikin suku bunga tapi rupiah belum juga stabil?\" \"Secara teori, suku bunga tinggi harusnya narik investor masuk, tapi kenyataannya ini bukan obat ajaib. Ada faktor global yang jauh lebih dominan saat ini.\" \"Ada 3 alasan utama kenapa rupiah masih tertekan:  1. **Dominasi Dolar AS:** Kebijakan The Fed yang mempertahankan suku bunga tinggi bikin investor lebih milih 'lari' ke aset aman atau *safe haven* seperti dolar AS.  2. **Ketidakpastian Global:** Sentimen risiko dunia akibat geopolitik bikin pasar finansial cenderung menghindari aset negara berkembang.  3. **Permintaan Valas Tinggi:** Kebutuhan korporasi dalam negeri akan dolar AS untuk bayar utang luar negeri dan dividen masih sangat besar, sementara stok dolarnya terbatas.\" **(Scene 4: Penutup/Kesimpulan)** \"Jadi, kenaikan BI Rate bukan satu-satunya penentu. Stabilitas rupiah sangat bergantung pada dinamika pasar global dan fundamental ekonomi kita sendiri. Apakah menurut kalian angka ini bakal terus naik atau mulai melandai? Tulis pendapat kalian di kolom komentar ya!\" \"Jangan lupa *follow*  untuk update ekonomi harian kalian!\" #netnewsid #Fyp #2026 #beritatiktok #indonesia", "post_id": "7644524991396023573"}}, {"key": "buterflywave", "attributes": {"label": "buterflywave", "x": 813.5096277017142, "y": 234.11781964602184, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 4.9776, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "7650477863527042311", "id": "buterflywave", "source": "tiktok-000001", "content": "DI SAAT ADA YANG MENYERUKAN \"SELL SINGAPURA, BUY INDONESIA\", BEGINILAH KEADAAN INVESTOR INDONESIA SAAT INI. Teman-teman, di tengah berbagai optimisme terhadap masa depan Indonesia, realitas pasar masih menghadirkan tantangan yang tidak ringan. Rupiah mengalami tekanan, IHSG bergejolak, sementara aset investasi lain juga bergerak dalam ketidakpastian yang tinggi. Banyak investor saat ini berada dalam posisi menunggu. Menunggu kepastian arah ekonomi, menunggu stabilitas pasar, dan menunggu momentum yang dapat mengembalikan kepercayaan investor ke aset-aset Indonesia. Di saat sebagian orang melihat peluang besar untuk masa depan Indonesia, sebagian lainnya masih berhadapan dengan tekanan yang terjadi di pasar hari ini. Karena itulah, pasar selalu menjadi pertarungan antara harapan dan kenyataan. Kini perhatian investor tertuju pada satu hal: apakah tekanan yang terjadi saat ini akan menjadi peluang besar di masa depan, atau justru menjadi tantangan yang lebih panjang bagi pasar Indonesia? Sumber:   Join CryptoWave untuk mendapatkan insight market, edukasi investasi, update crypto, dan perkembangan ekonomi global setiap harinya. #cryptowave #indonesia #investor  #buyindonesia #sellsingapura", "post_id": "7650477863527042311"}}, {"key": "CryptoWave", "attributes": {"label": "CryptoWave", "x": 202.58274905541117, "y": 318.6344406486298, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 11.324, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 3, "out_degree": 0, "degree": 3}, "_id": "7650477863527042311", "id": "CryptoWave", "source": "tiktok-000001", "content": "DI SAAT ADA YANG MENYERUKAN \"SELL SINGAPURA, BUY INDONESIA\", BEGINILAH KEADAAN INVESTOR INDONESIA SAAT INI. Teman-teman, di tengah berbagai optimisme terhadap masa depan Indonesia, realitas pasar masih menghadirkan tantangan yang tidak ringan. Rupiah mengalami tekanan, IHSG bergejolak, sementara aset investasi lain juga bergerak dalam ketidakpastian yang tinggi. Banyak investor saat ini berada dalam posisi menunggu. Menunggu kepastian arah ekonomi, menunggu stabilitas pasar, dan menunggu momentum yang dapat mengembalikan kepercayaan investor ke aset-aset Indonesia. Di saat sebagian orang melihat peluang besar untuk masa depan Indonesia, sebagian lainnya masih berhadapan dengan tekanan yang terjadi di pasar hari ini. Karena itulah, pasar selalu menjadi pertarungan antara harapan dan kenyataan. Kini perhatian investor tertuju pada satu hal: apakah tekanan yang terjadi saat ini akan menjadi peluang besar di masa depan, atau justru menjadi tantangan yang lebih panjang bagi pasar Indonesia? Sumber:   Join CryptoWave untuk mendapatkan insight market, edukasi investasi, update crypto, dan perkembangan ekonomi global setiap harinya. #cryptowave #indonesia #investor  #buyindonesia #sellsingapura", "post_id": "7650477863527042311"}}, {"key": "buzzart_af", "attributes": {"label": "buzzart_af", "x": 651.0117023466315, "y": 834.7895444660893, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 4.9776, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "7652722117317905672", "id": "buzzart_af", "source": "tiktok-000001", "content": "Bank Indonesia (BI) kembali menaikkan suku bunga acuan sebagai langkah menjaga stabilitas nilai tukar rupiah serta mengantisipasi tekanan inflasi di tengah ketidakpastian ekonomi global yang masih berlangsung. Keputusan tersebut diambil dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia yang berlangsung pada 17-18 Juni 2026. Dalam rapat tersebut, Bl memutuskan menaikkan BI-Rate sebesar 25 basis poin (bps) menjadi 5,75%. \"Rapat Dewan Gubernur Bl pada 17-18 Juni 2026, memutuskan untuk menaikkan BI Rate sebesar 25 bps menjadi 5,75%,\" ujar Perry Warjiyo dalam konferensi pers, Kamis (18/6). Selain BI-Rate, Bank Indonesia juga menaikkan suku bunga fasilitas simpanan (Deposit Facility) sebesar 25 bps menjadi 4,75%. Sementara itu, suku bunga fasilitas pinjaman (Lending Facility) turut naik 25 bps menjadi 6,50%. Sumber:  #fyp #news  #gabrielrey #cryptowave", "post_id": "7652722117317905672"}}, {"key": "ikee.pri", "attributes": {"label": "ikee.pri", "x": 717.5037941571153, "y": 872.269561981993, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 4.9776, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "7649671669962820884", "id": "ikee.pri", "source": "tiktok-000001", "content": "Tekanan ekonomi belakangan ini emang lagi berasa banget, bahkan dampaknya udah mulai menjalar sampai ke pedagang tahu-tempe yang bahan bakunya bergantung pada kedelai impor! 🏪 Tapi tenang, akhirnya ada pergerakan nyata nih! Melansir Detik Finance, Bank Indonesia (BI) dan Kementerian Keuangan resmi menyepakati dua langkah konkret buat menstabilkan nilai tukar Rupiah kita yang sempat menyentuh angka Rp18.036 per dolar AS. 😱 Kesepakatan besar ini lahir dari hasil pertemuan evaluasi darurat bersama DPR di Senayan pada Sabtu, 6 Juni 2026. Gubernur BI Perry Warjiyo menegaskan kalau kedua kebijakan ini dirancang biar kebijakan fiskal dan moneter bisa \"seirama dan saling memperkuat\"! 🤝✨ Ini dia 2 jurus penyelamat yang disiapkan pemerintah: 💥 Langkah Pertama (Tarik Dana Asing): Meningkatkan daya tarik imbal hasil instrumen keuangan domestik. Strategi ini dipasang buat menarik kembali aliran dana asing (capital inflow) yang sempat keluar dari pasar saham dan obligasi pemerintah. 📈🏃‍♂️ 🏦 Langkah Kedua (Amankan Likuiditas): Menjaga kecukupan likuiditas pasar keuangan melalui pengelolaan kas pemerintah di BI. Caranya dengan meningkatkan bunga yang dibayarkan ke fiskal, sehingga operasi moneter dan fiskal bisa saling menopang satu sama lain! 💸🔄 Para pelaku pasar dan investor sekarang lagi mantau ketat banget, apakah dua jurus kolaborasi maut ini beneran bisa jadi obat kuat yang instan buat menjinakkan dolar AS. Kita lihat aja ke depannya! 🦅💼 🤝 Partai Rakyat Indonesia (PRI) Mendukung Penuh! Kami mendukung penuh sinergi taktis antara Bank Indonesia dan Kementerian Keuangan ini. Stabilitas Rupiah adalah kunci utama untuk melindungi daya beli masyarakat, menjaga stabilitas harga bahan pokok, dan menyelamatkan para pelaku UMKM serta pedagang kecil dari hantaman ekonomi global! Sumber:tiktok.com/clipp880 #PrabowoSubianto #KebijakanMoneter #PartaiRakyatIndonesia #MajuRakyatnyaJagaBangsanya #KoalisiIndonesiaMaju", "post_id": "7649671669962820884"}}, {"key": "dpp.pri", "attributes": {"label": "dpp.pri", "x": 616.103909031488, "y": 699.5201331531614, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 9.2085, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7649671669962820884", "id": "dpp.pri", "source": "tiktok-000001", "content": "Tekanan ekonomi belakangan ini emang lagi berasa banget, bahkan dampaknya udah mulai menjalar sampai ke pedagang tahu-tempe yang bahan bakunya bergantung pada kedelai impor! 🏪 Tapi tenang, akhirnya ada pergerakan nyata nih! Melansir Detik Finance, Bank Indonesia (BI) dan Kementerian Keuangan resmi menyepakati dua langkah konkret buat menstabilkan nilai tukar Rupiah kita yang sempat menyentuh angka Rp18.036 per dolar AS. 😱 Kesepakatan besar ini lahir dari hasil pertemuan evaluasi darurat bersama DPR di Senayan pada Sabtu, 6 Juni 2026. Gubernur BI Perry Warjiyo menegaskan kalau kedua kebijakan ini dirancang biar kebijakan fiskal dan moneter bisa \"seirama dan saling memperkuat\"! 🤝✨ Ini dia 2 jurus penyelamat yang disiapkan pemerintah: 💥 Langkah Pertama (Tarik Dana Asing): Meningkatkan daya tarik imbal hasil instrumen keuangan domestik. Strategi ini dipasang buat menarik kembali aliran dana asing (capital inflow) yang sempat keluar dari pasar saham dan obligasi pemerintah. 📈🏃‍♂️ 🏦 Langkah Kedua (Amankan Likuiditas): Menjaga kecukupan likuiditas pasar keuangan melalui pengelolaan kas pemerintah di BI. Caranya dengan meningkatkan bunga yang dibayarkan ke fiskal, sehingga operasi moneter dan fiskal bisa saling menopang satu sama lain! 💸🔄 Para pelaku pasar dan investor sekarang lagi mantau ketat banget, apakah dua jurus kolaborasi maut ini beneran bisa jadi obat kuat yang instan buat menjinakkan dolar AS. Kita lihat aja ke depannya! 🦅💼 🤝 Partai Rakyat Indonesia (PRI) Mendukung Penuh! Kami mendukung penuh sinergi taktis antara Bank Indonesia dan Kementerian Keuangan ini. Stabilitas Rupiah adalah kunci utama untuk melindungi daya beli masyarakat, menjaga stabilitas harga bahan pokok, dan menyelamatkan para pelaku UMKM serta pedagang kecil dari hantaman ekonomi global! Sumber:tiktok.com/clipp880 #PrabowoSubianto #KebijakanMoneter #PartaiRakyatIndonesia #MajuRakyatnyaJagaBangsanya #KoalisiIndonesiaMaju", "post_id": "7649671669962820884"}}, {"key": "the.indonesia.post", "attributes": {"label": "the.indonesia.post", "x": 572.2683286972955, "y": 552.1648498029656, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 4.9776, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 3, "degree": 3}, "_id": "7650337559599435028", "id": "the.indonesia.post", "source": "tiktok-000001", "content": "📈 Tertinggi di Asia, IHSG Melesat Ke Level 5.902 Ditengah Ancaman Dua Badai Sentimen Ekonomi AS 💸 Keberhasilan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) memimpin penguatan bursa saham Asia-Pasifik dengan melesat tajam 2,71% ke level 5.902,37 per 10 Juni memicu optimisme siber baru, sebuah pemulihan teknikal yang diapresiasi pelaku pasar pasca-aksi bargain hunting massal meskipun bayang-bayang tekanan geopolitik dan ketegangan fiskal global dinilai masih berpotensi memicu koreksi susulan. 📄 Berdasarkan data rilis harian , penguatan indeks ditopang oleh ramainya volume transaksi yang menembus nilai Rp31,73 triliun dengan penguatan dominan pada 571 saham emiten. 📋 Sektor infrastruktur dan energi memimpin reli sektoral siber dengan lonjakan di atas 3,9%, yang digerakkan oleh saham kapitalisasi besar seperti BBCA dan BMRI. Kendati demikian, pasar saham domestik tercatat masih membukukan aliran modal keluar investor asing (net foreign outflow) yang cukup tebal mencapai Rp3,13 triliun dalam satu hari perdagangan saja. 🔍 Kontras dengan kebangkitan indeks saham, imbal hasil (yield) Surat Berharga Negara (SBN) dilaporkan tetap melambung tinggi ke zona merah akibat ekspektasi ketatnya kebijakan suku bunga bank sentral global. 📜 Otoritas moneter mengonfirmasi bahwa anomali ini mencerminkan sikap hati-hati para pengelola dana institusional yang masih mencermati ketahanan fiskal dalam negeri.  terus memantau pergerakan pasar sekunder guna meredam volatilitas arus modal agar stabilitas nilai tukar tetap terjaga kokoh. 📝 Lonjakan tajam IHSG yang menjadikannya performa terbaik di kawasan regional ini berdampak positif pada sentimen psikologis investor siber, namun kegembiraan ini dituntut tidak berubah menjadi euforia semu yang melalaikan mitigasi risiko jangka panjang. ✨ Di satu sisi, masuknya dana domestik membuktikan solidnya kepercayaan pasar lokal terhadap prospek ekonomi kepemimpinan Presiden  Namun di sisi lain, otoritas bursa wajib memperkuat sistem keterbukaan informasi agar ketidakpastian perang global tidak mendadak memicu aksi jual panik susulan yang merugikan investor ritel kecil di ruang digital. 🎯 Apakah reli tajam IHSG di tengah maraknya arus keluar modal asing (net sell) ini murni pemulihan fundamental yang berkelanjutan?🤔 Sosial Media : MZF #TheIndonesiaPost #IHSGMelesat #BursaSahamAsia #PasarModalIndonesia #InfoFiskalSiber", "post_id": "7650337559599435028"}}, {"key": "indonesiastockexchange", "attributes": {"label": "indonesiastockexchange", "x": 718.8707206302284, "y": 56.70969046730323, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 6.3879, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7650337559599435028", "id": "indonesiastockexchange", "source": "tiktok-000001", "content": "📈 Tertinggi di Asia, IHSG Melesat Ke Level 5.902 Ditengah Ancaman Dua Badai Sentimen Ekonomi AS 💸 Keberhasilan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) memimpin penguatan bursa saham Asia-Pasifik dengan melesat tajam 2,71% ke level 5.902,37 per 10 Juni memicu optimisme siber baru, sebuah pemulihan teknikal yang diapresiasi pelaku pasar pasca-aksi bargain hunting massal meskipun bayang-bayang tekanan geopolitik dan ketegangan fiskal global dinilai masih berpotensi memicu koreksi susulan. 📄 Berdasarkan data rilis harian , penguatan indeks ditopang oleh ramainya volume transaksi yang menembus nilai Rp31,73 triliun dengan penguatan dominan pada 571 saham emiten. 📋 Sektor infrastruktur dan energi memimpin reli sektoral siber dengan lonjakan di atas 3,9%, yang digerakkan oleh saham kapitalisasi besar seperti BBCA dan BMRI. Kendati demikian, pasar saham domestik tercatat masih membukukan aliran modal keluar investor asing (net foreign outflow) yang cukup tebal mencapai Rp3,13 triliun dalam satu hari perdagangan saja. 🔍 Kontras dengan kebangkitan indeks saham, imbal hasil (yield) Surat Berharga Negara (SBN) dilaporkan tetap melambung tinggi ke zona merah akibat ekspektasi ketatnya kebijakan suku bunga bank sentral global. 📜 Otoritas moneter mengonfirmasi bahwa anomali ini mencerminkan sikap hati-hati para pengelola dana institusional yang masih mencermati ketahanan fiskal dalam negeri.  terus memantau pergerakan pasar sekunder guna meredam volatilitas arus modal agar stabilitas nilai tukar tetap terjaga kokoh. 📝 Lonjakan tajam IHSG yang menjadikannya performa terbaik di kawasan regional ini berdampak positif pada sentimen psikologis investor siber, namun kegembiraan ini dituntut tidak berubah menjadi euforia semu yang melalaikan mitigasi risiko jangka panjang. ✨ Di satu sisi, masuknya dana domestik membuktikan solidnya kepercayaan pasar lokal terhadap prospek ekonomi kepemimpinan Presiden  Namun di sisi lain, otoritas bursa wajib memperkuat sistem keterbukaan informasi agar ketidakpastian perang global tidak mendadak memicu aksi jual panik susulan yang merugikan investor ritel kecil di ruang digital. 🎯 Apakah reli tajam IHSG di tengah maraknya arus keluar modal asing (net sell) ini murni pemulihan fundamental yang berkelanjutan?🤔 Sosial Media : MZF #TheIndonesiaPost #IHSGMelesat #BursaSahamAsia #PasarModalIndonesia #InfoFiskalSiber", "post_id": "7650337559599435028"}}, {"key": "prabowo.", "attributes": {"label": "prabowo.", "x": 127.40142310798997, "y": 823.5549334658083, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 6.3879, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7650337559599435028", "id": "prabowo.", "source": "tiktok-000001", "content": "📈 Tertinggi di Asia, IHSG Melesat Ke Level 5.902 Ditengah Ancaman Dua Badai Sentimen Ekonomi AS 💸 Keberhasilan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) memimpin penguatan bursa saham Asia-Pasifik dengan melesat tajam 2,71% ke level 5.902,37 per 10 Juni memicu optimisme siber baru, sebuah pemulihan teknikal yang diapresiasi pelaku pasar pasca-aksi bargain hunting massal meskipun bayang-bayang tekanan geopolitik dan ketegangan fiskal global dinilai masih berpotensi memicu koreksi susulan. 📄 Berdasarkan data rilis harian , penguatan indeks ditopang oleh ramainya volume transaksi yang menembus nilai Rp31,73 triliun dengan penguatan dominan pada 571 saham emiten. 📋 Sektor infrastruktur dan energi memimpin reli sektoral siber dengan lonjakan di atas 3,9%, yang digerakkan oleh saham kapitalisasi besar seperti BBCA dan BMRI. Kendati demikian, pasar saham domestik tercatat masih membukukan aliran modal keluar investor asing (net foreign outflow) yang cukup tebal mencapai Rp3,13 triliun dalam satu hari perdagangan saja. 🔍 Kontras dengan kebangkitan indeks saham, imbal hasil (yield) Surat Berharga Negara (SBN) dilaporkan tetap melambung tinggi ke zona merah akibat ekspektasi ketatnya kebijakan suku bunga bank sentral global. 📜 Otoritas moneter mengonfirmasi bahwa anomali ini mencerminkan sikap hati-hati para pengelola dana institusional yang masih mencermati ketahanan fiskal dalam negeri.  terus memantau pergerakan pasar sekunder guna meredam volatilitas arus modal agar stabilitas nilai tukar tetap terjaga kokoh. 📝 Lonjakan tajam IHSG yang menjadikannya performa terbaik di kawasan regional ini berdampak positif pada sentimen psikologis investor siber, namun kegembiraan ini dituntut tidak berubah menjadi euforia semu yang melalaikan mitigasi risiko jangka panjang. ✨ Di satu sisi, masuknya dana domestik membuktikan solidnya kepercayaan pasar lokal terhadap prospek ekonomi kepemimpinan Presiden  Namun di sisi lain, otoritas bursa wajib memperkuat sistem keterbukaan informasi agar ketidakpastian perang global tidak mendadak memicu aksi jual panik susulan yang merugikan investor ritel kecil di ruang digital. 🎯 Apakah reli tajam IHSG di tengah maraknya arus keluar modal asing (net sell) ini murni pemulihan fundamental yang berkelanjutan?🤔 Sosial Media : MZF #TheIndonesiaPost #IHSGMelesat #BursaSahamAsia #PasarModalIndonesia #InfoFiskalSiber", "post_id": "7650337559599435028"}}, {"key": "arahjakarta", "attributes": {"label": "arahjakarta", "x": 390.5787158536843, "y": 216.53601843071036, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 33.1835, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 1, "degree": 2}, "_id": "7641305557936426261", "id": "arahjakarta", "source": "tiktok-000001", "content": "Presiden Prabowo Subianto melempar kebijakan populis baru dengan memerintahkan bank-bank pelat merah (Himbara) untuk memangkas bunga kredit bagi rakyat kecil menjadi maksimal 5% per tahun. Langkah ekstrem ini diambil setelah Presiden menyoroti jeratan bunga pinjaman di lapangan yang diklaimnya bisa mencekik hingga 70% setahun. Merespons titah istana, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melalui Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan, Dian Ediana Rae, angkat bicara (17/5).  Meski mengapresiasi niat baik pemerintah untuk membantu kelompok unbankable, OJK langsung mengingatkan perbankan untuk memperketat tata kelola dan manajemen risiko. Otoritas mendorong bank melakukan stress test berkala serta menyiapkan pencadangan yang memadai guna mengantisipasi potensi ledakan kredit macet di tengah skenario ekonomi global yang sedang bergejolak. Perintah penurunan bunga hingga di bawah tingkat inflasi riil atau biaya dana (cost of fund) perbankan saat ini adalah kebijakan yang berisiko tinggi. Di tengah situasi makro ekonomi yang sensitif—di mana Rupiah sempat tersungkur ke level Rp17.500—memaksa bank BUMN menyalurkan kredit murah tanpa kalkulasi matang bisa mengikis ketahanan modal perbankan nasional.  Jika tidak disubsidi penuh oleh APBN melalui skema Subsidi Bunga, kebijakan ini akan mengorbankan tingkat kesehatan bank-bank negara demi pemenuhan syahwat politik jangka pendek. Publik patut waspada: tanpa pengawasan ketat, pemaksaan kredit murah berisiko menciptakan gelombang Non-Performing Loan (NPL) baru, di mana dana masyarakat justru habis menguap akibat penyaluran yang tidak kredibel dan salah sasaran. Niat baik memberi modal murah bagi rakyat jangan sampai mengorbankan kesehatan bank negara, karena merawat kepercayaan pasar jauh lebih mahal ketimbang meramu retorika di panggung pidato. Menurut lo, bunga kredit 5% ini bakal beneran bikin UMKM kita maju, atau justru bakal bikin bank-bank BUMN kita yang kolaps akibat kredit macet? Follow  untuk memantau stabilitas perbankan dan kebijakan ekonomi nasional. Tetap kritis, kawal uang negara, jangan biarkan sistem keuangan kita rapuh akibat kebijakan yang dipaksakan tanpa mitigasi risiko yang matang!", "post_id": "7641305557936426261"}}, {"key": "wann_tws", "attributes": {"label": "wann_tws", "x": 454.69906614517, "y": 603.4674248149809, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 4.9776, "eigenvector": 0.0004, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "7647477179844005127", "id": "wann_tws", "source": "tiktok-000001", "content": "RUPIAH TEMBUS Rp18.000 PER DOLAR AS: REKOR HISTORIS BARU! 📉🚨 Nilai tukar Rupiah terhadap Dolar Amerika Serikat (AS) mencatatkan pergerakan historis pada perdagangan Kamis (4/6). Berdasarkan data pasar, mata uang Garuda sempat melemah hingga menyentuh angka Rp18.015 per dolar AS pada pagi hari ini. Pelemahan ini menandai salah satu level terendah Rupiah dalam beberapa waktu terakhir, di tengah dinamika sentimen ekonomi global dan domestik yang terus bergerak dinamis. Para pelaku pasar kini tengah mencermati langkah-langkah strategis yang akan diambil oleh otoritas moneter guna menjaga stabilitas nilai tukar. Bagaimana opini Anda mengenai dampak pelemahan Rupiah ini terhadap harga barang-barang impor dan inflasi dalam negeri? Tulis di kolom komentar!👇 Sumber:TWS News   #kontencom  #kontencomxtws", "post_id": "7647477179844005127"}}, {"key": "twsfanzy", "attributes": {"label": "twsfanzy", "x": 948.64342606465, "y": 288.3278150244369, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 4.9776, "eigenvector": 0.0004, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "7648608104644349205", "id": "twsfanzy", "source": "tiktok-000001", "content": "🚨 RUPIAH JANGAN SAMPAI JEBOL! Purbaya dan Perry Baru Saja Sepakat Jalankan 2 Strategi Besar Ini untuk Menjaga Stabilitas Ekonomi Indonesia! Di tengah tekanan ekonomi global, gejolak pasar keuangan, dan penguatan dolar AS yang terus menjadi sorotan, pemerintah bersama Bank Indonesia bergerak cepat. Ketua Dewan Komisioner LPS, Purbaya Yudhi Sadewa, dan Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo, dikabarkan telah menyepakati dua strategi utama untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah agar tidak semakin tertekan. Langkah ini dinilai sangat penting karena melemahnya rupiah dapat berdampak langsung pada harga barang impor, biaya produksi, hingga kebutuhan sehari-hari masyarakat. Dengan sinergi kebijakan yang lebih kuat antara sektor fiskal, moneter, dan keuangan, pemerintah berharap kepercayaan investor tetap terjaga dan nilai rupiah bisa lebih stabil menghadapi ketidakpastian global. Lalu, apa sebenarnya dua jurus besar yang disiapkan? Dan seberapa besar pengaruhnya terhadap kondisi ekonomi serta kantong masyarakat Indonesia? Simak penjelasan lengkapnya sampai akhir, karena dampaknya bisa langsung terasa dalam kehidupan sehari-hari Anda! 💰📈🇮🇩 SUMBER:TWS NEWS #kontencom #kontencomxtws", "post_id": "7648608104644349205"}}, {"key": "workzzz2620", "attributes": {"label": "workzzz2620", "x": 548.2271432010168, "y": 950.3815529483614, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 4.9776, "eigenvector": 0.0001, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "7647895186600758548", "id": "workzzz2620", "source": "tiktok-000001", "content": "Rupiah telah mengalami berbagai perubahan sejak Indonesia merdeka pada tahun 1945. Perjalanan nilai tukarnya tidak hanya dipengaruhi kebijakan pemerintah, tetapi juga kondisi ekonomi dan politik dalam negeri maupun dunia. Pada masa Soekarno, Indonesia menghadapi inflasi yang sangat tinggi akibat kondisi ekonomi pasca-kemerdekaan. Pemerintah bahkan melakukan sanering (pemotongan nilai uang) pada tahun 1965 untuk mengendalikan inflasi. Di era Soeharto, ekonomi Indonesia relatif stabil selama bertahun-tahun. Namun, krisis moneter Asia 1997–1998 menyebabkan rupiah jatuh drastis dari sekitar Rp2.300 menjadi lebih dari Rp16.000 per dolar AS. Masa B. J. Habibie ditandai dengan pemulihan ekonomi pascakrisis sehingga rupiah mulai menguat kembali. Pada era Abdurrahman Wahid dan Megawati Soekarnoputri, stabilitas ekonomi perlahan membaik dan nilai rupiah cenderung lebih terkendali. Saat pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono, rupiah relatif stabil meskipun dunia menghadapi krisis keuangan global tahun 2008. Selanjutnya, pada masa Joko Widodo, rupiah menghadapi tantangan dari pandemi COVID-19 dan ketidakpastian ekonomi global, namun tetap terjaga melalui berbagai kebijakan fiskal dan moneter. Memasuki era Prabowo Subianto, rupiah masih menghadapi tekanan dari kondisi ekonomi dunia, pergerakan suku bunga global, dan dinamika perdagangan internasional. Secara keseluruhan, perjalanan rupiah mencerminkan sejarah ekonomi Indonesia. Meski mengalami pasang surut, rupiah tetap menjadi simbol kedaulatan ekonomi bangsa dan terus dijaga stabilitasnya oleh pemerintah dan Bank Indonesia. #kontencom #kontencomxsuli #kontencomxtws  #rupiah", "post_id": "7647895186600758548"}}, {"key": "Kontencom", "attributes": {"label": "Kontencom", "x": 722.2449173715531, "y": 645.7813728563059, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 11.324, "eigenvector": 0.0001, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "7647895186600758548", "id": "Kontencom", "source": "tiktok-000001", "content": "Rupiah telah mengalami berbagai perubahan sejak Indonesia merdeka pada tahun 1945. Perjalanan nilai tukarnya tidak hanya dipengaruhi kebijakan pemerintah, tetapi juga kondisi ekonomi dan politik dalam negeri maupun dunia. Pada masa Soekarno, Indonesia menghadapi inflasi yang sangat tinggi akibat kondisi ekonomi pasca-kemerdekaan. Pemerintah bahkan melakukan sanering (pemotongan nilai uang) pada tahun 1965 untuk mengendalikan inflasi. Di era Soeharto, ekonomi Indonesia relatif stabil selama bertahun-tahun. Namun, krisis moneter Asia 1997–1998 menyebabkan rupiah jatuh drastis dari sekitar Rp2.300 menjadi lebih dari Rp16.000 per dolar AS. Masa B. J. Habibie ditandai dengan pemulihan ekonomi pascakrisis sehingga rupiah mulai menguat kembali. Pada era Abdurrahman Wahid dan Megawati Soekarnoputri, stabilitas ekonomi perlahan membaik dan nilai rupiah cenderung lebih terkendali. Saat pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono, rupiah relatif stabil meskipun dunia menghadapi krisis keuangan global tahun 2008. Selanjutnya, pada masa Joko Widodo, rupiah menghadapi tantangan dari pandemi COVID-19 dan ketidakpastian ekonomi global, namun tetap terjaga melalui berbagai kebijakan fiskal dan moneter. Memasuki era Prabowo Subianto, rupiah masih menghadapi tekanan dari kondisi ekonomi dunia, pergerakan suku bunga global, dan dinamika perdagangan internasional. Secara keseluruhan, perjalanan rupiah mencerminkan sejarah ekonomi Indonesia. Meski mengalami pasang surut, rupiah tetap menjadi simbol kedaulatan ekonomi bangsa dan terus dijaga stabilitasnya oleh pemerintah dan Bank Indonesia. #kontencom #kontencomxsuli #kontencomxtws  #rupiah", "post_id": "7647895186600758548"}}, {"key": "m4cronews", "attributes": {"label": "m4cronews", "x": 363.54842574394155, "y": 1.881100001742908, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 4.9776, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "7648248638740778261", "id": "m4cronews", "source": "tiktok-000001", "content": "Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi, mewakili pemerintah, mengapresiasi pimpinan DPR RI yang telah memfasilitasi rapat koordinasi lintas sektor pada Sabtu pagi. Pertemuan intensif ini menjadi sinyal kuat adanya keselarasan langkah antara otoritas legislatif, moneter, dan fiskal dalam menjaga stabilitas makroekonomi serta mempercepat pemulihan nilai tukar rupiah. Menghadapi tantangan ekonomi global, Mensesneg menekankan bahwa kebijakan moneter (BI) dan fiskal (Kemenkeu) harus saling memperkuat di atas fundamental Indonesia yang sudah kokoh. Selain menjaga stabilitas makro, pemerintah kini fokus menggenjot sektor riil secara agresif. Akselerasi pertumbuhan ditargetkan pada sektor-sektor strategis, yakni pangan, energi, perikanan, serta hilirisasi industri untuk memberikan dampak instan pada penguatan mata uang nasional. \"Pemerintah harus terus mendorong program-program yang itu dapat meningkatkan pertumbuhan sektor ekonomi riil untuk bisa dipercepat, terutama program-program di bidang pangan, energi, perikanan, dan termasuk industrialisasi dan hilirisasi.\" Kata Prasetyo Hadi (Menteri Sekretaris Negara). Gimana nih pendapat mu? Butuh berita makroekonomi atau geopolitik. Jangan lupa follow  untuk informasi lainnya #news #ekonomi #geopolitik #fyp", "post_id": "7648248638740778261"}}, {"key": "m4cro.news", "attributes": {"label": "m4cro.news", "x": 18.884863677692152, "y": 950.7490092460779, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 7.093, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "7648248638740778261", "id": "m4cro.news", "source": "tiktok-000001", "content": "Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi, mewakili pemerintah, mengapresiasi pimpinan DPR RI yang telah memfasilitasi rapat koordinasi lintas sektor pada Sabtu pagi. Pertemuan intensif ini menjadi sinyal kuat adanya keselarasan langkah antara otoritas legislatif, moneter, dan fiskal dalam menjaga stabilitas makroekonomi serta mempercepat pemulihan nilai tukar rupiah. Menghadapi tantangan ekonomi global, Mensesneg menekankan bahwa kebijakan moneter (BI) dan fiskal (Kemenkeu) harus saling memperkuat di atas fundamental Indonesia yang sudah kokoh. Selain menjaga stabilitas makro, pemerintah kini fokus menggenjot sektor riil secara agresif. Akselerasi pertumbuhan ditargetkan pada sektor-sektor strategis, yakni pangan, energi, perikanan, serta hilirisasi industri untuk memberikan dampak instan pada penguatan mata uang nasional. \"Pemerintah harus terus mendorong program-program yang itu dapat meningkatkan pertumbuhan sektor ekonomi riil untuk bisa dipercepat, terutama program-program di bidang pangan, energi, perikanan, dan termasuk industrialisasi dan hilirisasi.\" Kata Prasetyo Hadi (Menteri Sekretaris Negara). Gimana nih pendapat mu? Butuh berita makroekonomi atau geopolitik. Jangan lupa follow  untuk informasi lainnya #news #ekonomi #geopolitik #fyp", "post_id": "7648248638740778261"}}, {"key": "financialclub11", "attributes": {"label": "financialclub11", "x": 595.9306668918838, "y": 296.3018862278461, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 4.9776, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "7647491350924889351", "id": "financialclub11", "source": "tiktok-000001", "content": "Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia, Destry Damayanti, menyatakan bahwa rupiah berpotensi melemah hingga Rp18.000 per dolar AS jika ketegangan geopolitik di Timur Tengah terus berlanjut. Kondisi ini dapat menjaga harga minyak tetap tinggi, meningkatkan risiko inflasi global, serta mendorong arus modal keluar dari negara berkembang. Selain faktor eksternal, tekanan juga datang dari kebutuhan domestik seperti repatriasi dividen dan pembayaran utang luar negeri. Untuk menjaga stabilitas rupiah, Bank Indonesia terus melakukan intervensi melalui pasar NDF offshore, transaksi spot, DNDF domestik, serta pembelian Surat Berharga Negara (SBN) di pasar sekunder. Disclaimer: Bukan nasihat keuangan (NFA). Lakukan riset mandiri (DYOR). sc:   #malaysia #rupiah #ringgit #ternakuangnews", "post_id": "7647491350924889351"}}, {"key": "ternakuang.id", "attributes": {"label": "ternakuang.id", "x": 144.83782108316822, "y": 8.094926697983507, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 9.2085, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7647491350924889351", "id": "ternakuang.id", "source": "tiktok-000001", "content": "Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia, Destry Damayanti, menyatakan bahwa rupiah berpotensi melemah hingga Rp18.000 per dolar AS jika ketegangan geopolitik di Timur Tengah terus berlanjut. Kondisi ini dapat menjaga harga minyak tetap tinggi, meningkatkan risiko inflasi global, serta mendorong arus modal keluar dari negara berkembang. Selain faktor eksternal, tekanan juga datang dari kebutuhan domestik seperti repatriasi dividen dan pembayaran utang luar negeri. Untuk menjaga stabilitas rupiah, Bank Indonesia terus melakukan intervensi melalui pasar NDF offshore, transaksi spot, DNDF domestik, serta pembelian Surat Berharga Negara (SBN) di pasar sekunder. Disclaimer: Bukan nasihat keuangan (NFA). Lakukan riset mandiri (DYOR). sc:   #malaysia #rupiah #ringgit #ternakuangnews", "post_id": "7647491350924889351"}}, {"key": "growwinid", "attributes": {"label": "growwinid", "x": 910.621745901698, "y": 111.89079793626722, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 33.1835, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 1, "degree": 2}, "_id": "7647771669859290369", "id": "growwinid", "source": "tiktok-000001", "content": "Nilai tukar rupiah kembali mencatat rekor terlemah sepanjang sejarah dengan menembus level psikologis Rp18.000 per dolar AS pada perdagangan Kamis (4/6) pagi. Mata uang Garuda melemah 49 poin atau 0,27 persen, dibuka di level Rp18.016 per dolar AS. Deputi Gubernur Senior BI Destry Damayanti mengatakan pelemahan rupiah masih dipengaruhi oleh eskalasi konflik geopolitik di Timur Tengah yang menghambat prospek perdamaian. Kondisi ini membuat harga minyak dunia tetap tinggi, meningkatkan risiko inflasi global, dan mendorong arus modal keluar dari negara berkembang termasuk Indonesia. BI memastikan akan meningkatkan intensitas intervensi untuk menjaga stabilitas rupiah. Source: CNN Indonesia Video: YouTube/Kompas TV __ Follow  untuk update terbaru seputar berita bisnis, teknologi, dan insight menarik! Kunjungi growwin.org untuk akses 1800+ modul pembelajaran bisnis berbagai bidang #growwin #bisnis #rupiah #bankindonesia #ekonomi #valas #inflasi", "post_id": "7647771669859290369"}}, {"key": "twsclips2", "attributes": {"label": "twsclips2", "x": 169.29110527049153, "y": 491.5822972645808, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 4.9776, "eigenvector": 0.0004, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "7644827179536223496", "id": "twsclips2", "source": "tiktok-000001", "content": "💸 REKOR BARU! RUPIAH TEMBUS RP17.800 PER DOLAR AS, APA DAMPAKNYA BAGI KITA? Perkembangan ekonomi global kembali menekan mata uang Garuda. Berdasarkan data terbaru per 26 Mei 2026, nilai tukar Rupiah mencatatkan rekor terlemah sepanjang sejarah dengan menyentuh angka Rp17.852 per dolar AS. Pelemahan yang cukup signifikan ini tentu memicu berbagai kekhawatiran di tengah masyarakat mengenai stabilitas ekonomi nasional, harga barang impor, hingga potensi inflasi. Namun, di sisi lain, kepemimpinan nasional mengingatkan agar masyarakat tidak langsung panik berlebihan. Fokus utama yang perlu dijaga dalam menghadapi guncangan ekonomi global seperti ini adalah penguatan sektor domestik—terutama pada sektor ketahanan pangan nasional agar kebutuhan pokok rakyat di daerah tetap aman dan terjaga tanpa ketergantungan penuh pada dinamika dolar. Fluktuasi mata uang adalah hal yang lumrah dalam ekonomi makro yang dipengaruhi sentimen global. Kendati demikian, langkah antisipasi dari pemerintah dan pelaku usaha sangat krusial untuk menjaga daya beli masyarakat tetap stabil di tengah situasi menantang ini. Bagaimana menurut kalian? Apakah kalian sudah mulai merasakan dampak dari kenaikan dolar ini di kehidupan sehari-hari? Yuk, diskusi sehat di kolom komentar! 👇 Sumber:   #kontencom #kontencomxtws #prabowo #rupiah", "post_id": "7644827179536223496"}}, {"key": "Purbaya", "attributes": {"label": "Purbaya", "x": 443.28403644572603, "y": 545.3886619419709, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 6.0353, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7641528267949853973", "id": "Purbaya", "source": "tiktok-000001", "content": "Faktanya, pemerintah menilai kondisi saat ini berbeda jauh dibanding masa krisis dulu. Pelemahan rupiah disebut lebih dipengaruhi tekanan global seperti penguatan dolar AS, konflik geopolitik, hingga arus modal keluar dari pasar berkembang. Di tengah tekanan itu, ekonomi Indonesia masih tumbuh, sistem keuangan dinilai lebih kuat, dan koordinasi pemerintah bersama Bank Indonesia terus dilakukan untuk menjaga stabilitas pasar. Badai global memang mengguncang banyak negara, tetapi fondasi ekonomi disebut tidak lagi serapuh masa lalu. Coba komen di bawah #jagaindonesia #fyp #negarahadir #wargajagawarga #rupiah    Yudhi Sadewa", "post_id": "7641528267949853973"}}, {"key": "ekssoverr", "attributes": {"label": "ekssoverr", "x": 917.2965283197834, "y": 894.1031490277941, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 4.9776, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "7637902367169498376", "id": "ekssoverr", "source": "tiktok-000001", "content": "Cadangan devisa negara merupakan simpanan aset luar negeri yang dimiliki bank sentral, seperti dolar AS, emas, dan surat berharga internasional. Cadangan devisa digunakan untuk membiayai transaksi internasional, membayar utang luar negeri, serta menjaga kestabilan nilai tukar rupiah ketika terjadi tekanan di pasar keuangan global. Pada 2026, cadangan devisa Indonesia tercatat turun lebih dari US$10 miliar dalam empat bulan pertama, dari sekitar US$156 miliar menjadi sekitar US$146 miliar. Penurunan ini terjadi akibat intervensi Bank Indonesia untuk menjaga rupiah yang melemah di tengah penguatan dolar AS dan ketidakpastian ekonomi global, serta pembayaran utang luar negeri pemerintah. Kondisi tersebut menunjukkan besarnya tekanan eksternal terhadap perekonomian Indonesia, meski Bank Indonesia menegaskan posisi cadangan devisa masih aman karena tetap mampu membiayai impor dan menjaga stabilitas ekonomi nasional. Biar nggak cuma paham, tapi juga enjoy bahas ekonomi 📊✨ Follow  dan jangan ketinggalan berita ekonomi yang dikemas ringan & fun! #fyp #beritaekonomiindonesia #beritaekonomi #cadangandevisa #dolarrupiah", "post_id": "7637902367169498376"}}, {"key": "Ekssover", "attributes": {"label": "Ekssover", "x": 389.1862757411323, "y": 985.6352643119683, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 9.2085, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7637902367169498376", "id": "Ekssover", "source": "tiktok-000001", "content": "Cadangan devisa negara merupakan simpanan aset luar negeri yang dimiliki bank sentral, seperti dolar AS, emas, dan surat berharga internasional. Cadangan devisa digunakan untuk membiayai transaksi internasional, membayar utang luar negeri, serta menjaga kestabilan nilai tukar rupiah ketika terjadi tekanan di pasar keuangan global. Pada 2026, cadangan devisa Indonesia tercatat turun lebih dari US$10 miliar dalam empat bulan pertama, dari sekitar US$156 miliar menjadi sekitar US$146 miliar. Penurunan ini terjadi akibat intervensi Bank Indonesia untuk menjaga rupiah yang melemah di tengah penguatan dolar AS dan ketidakpastian ekonomi global, serta pembayaran utang luar negeri pemerintah. Kondisi tersebut menunjukkan besarnya tekanan eksternal terhadap perekonomian Indonesia, meski Bank Indonesia menegaskan posisi cadangan devisa masih aman karena tetap mampu membiayai impor dan menjaga stabilitas ekonomi nasional. Biar nggak cuma paham, tapi juga enjoy bahas ekonomi 📊✨ Follow  dan jangan ketinggalan berita ekonomi yang dikemas ringan & fun! #fyp #beritaekonomiindonesia #beritaekonomi #cadangandevisa #dolarrupiah", "post_id": "7637902367169498376"}}, {"key": "leoo4456", "attributes": {"label": "leoo4456", "x": 507.238569194281, "y": 208.34064963304567, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 4.9776, "eigenvector": 0.0004, "in_degree": 0, "out_degree": 4, "degree": 4}, "_id": "7646328315699268884", "id": "leoo4456", "source": "tiktok-000001", "content": "BYE BYE DOLAR? 🇮🇩 INDONESIA SIAPKAN STRATEGI BARU! ​Di tengah fluktuasi nilai tukar mata uang global, langkah berani terus diambil oleh pemerintah kita. Bukan cuma sekadar bertahan, tapi Kemenkeu kini makin serius menyiapkan strategi untuk mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap Dolar AS (USD)! 🔥 ​Langkah ini dikenal dengan istilah Dedollarization atau diversifikasi mata uang. Alih-alih bertumpu penuh pada satu mata uang dunia, Indonesia mulai memaksimalkan solusi pinjaman dan transaksi menggunakan mata uang lain yang gak kalah kuat, seperti Yen (Jepang), Renminbi (China), hingga Dolar Australia. ​Strategi ini krusial banget buat menjaga stabilitas Rupiah kita agar gak gampang goyang saat ekonomi global lagi bergejolak. Dalam potongan video, terlihat juga momen Wakil Menteri Keuangan, Prof. Suahasil Nazara, saat berada di Kereta Cepat Whoosh—simbol nyata bagaimana kolaborasi infrastruktur dan ekonomi strategis sedang berjalan di tanah air. ​Gimana menurut kalian? Apakah langkah lepas dari dominasi Dolar ini bakal bikin posisi Rupiah makin perkasa ke depannya? Tulis pendapat kritis kalian di kolom komentar! 👇 Sumber: Tws News #kontencom  #kontencomxtws  #purbaya", "post_id": "7646328315699268884"}}, {"key": "clipper.digital.id", "attributes": {"label": "clipper.digital.id", "x": 42.25959834317061, "y": 321.3663283381811, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 4.9776, "eigenvector": 0.0004, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "7647059919878868231", "id": "clipper.digital.id", "source": "tiktok-000001", "content": "Rekor baru tercipta! 🚀 Nilai ekspor Indonesia secara impresif berhasil menembus angka fantastis US$43 Miliar, dan tebak siapa aktor utamanya? Tiongkok/China kembali mengukuhkan posisinya sebagai pembeli terbesar produk-produk tanah air! Di tengah ketidakpastian ekonomi global, performa perdagangan internasional Indonesia justru menunjukkan taji yang luar biasa solid. Sektor komoditas unggulan dan manufaktur kita laris manis di pasar luar negeri. Ini membuktikan bahwa posisi tawar produk lokal di mata dunia, khususnya di pasar Asia Timur, semakin diperhitungkan dan memiliki daya saing tinggi. Namun, pertanyaan besarnya: 1️⃣ Komoditas apa saja yang paling mendominasi angka US$43 Miliar ini? 2️⃣ Bagaimana dampaknya langsung terhadap stabilitas mata uang Rupiah dan pertumbuhan ekonomi dalam negeri ke depan? Yuk, kita diskusikan di kolom komentar! Menurut kamu, apakah tren positif ini bisa bertahan sampai akhir tahun? 👇💬 Sumber : TWS News #kontencom#kontencomxtws #kontencomxsulianto#fyp  #lewatberanda", "post_id": "7647059919878868231"}}, {"key": "nexsafast", "attributes": {"label": "nexsafast", "x": 912.2001934178929, "y": 84.68748120641611, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 4.9776, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "7649387414850555154", "id": "nexsafast", "source": "tiktok-000001", "content": "🚨 BERITA PENTING DARI BANK INDONESIA! 🚨 ​Warga, bersiaplah! Bank Indonesia baru saja mengumumkan keputusan krusial di tengah gejolak ekonomi global. 📉 Rupiah sedang diuji, dan BI mengambil langkah tegas. ​Di screenshot ini referensi: kita lihat berita dari  tentang kenaikan BI-Rate. ​Inilah yang Wajib Kamu Tahu: ​BI-Rate Naik: Bank Indonesia resmi menaikkan suku bunga acuan BI-Rate sebesar 25 bps menjadi 5,50%. ​Keputusan RDG Mingguan: Keputusan ini diambil pada Rapat Dewan Gubernur (RDG) Mingguan, tanggal 9 Juni 2026. ​Bukan Cuma Satu: Suku bunga Deposit Facility dan Lending Facility juga ikut naik 25 bps. ​Apa Artinya Buat Kamu? ​Pencegahan Pelemahan Rupiah: Langkah ini diambil untuk MENJAGA stabilitas nilai tukar Rupiah agar tidak merosot terlalu dalam di tengah pasar global yang tak menentu. ​Melawan Inflasi: BI berupaya mengendalikan inflasi agar harga barang-barang tidak melambung liar. ​Imbas Cicilan: Ini berita \"panas\" buat yang punya KPR, KKB, atau utang berbunga mengambang. Kenaikan suku bunga acuan berpotensi memicu kenaikan suku bunga kredit perbankan dalam beberapa bulan ke depan. ​Peluang Tabungan & Deposito: Kabar baiknya, suku bunga tabungan dan deposito juga bisa ikut naik, memberikan keuntungan lebih bagi penabung. ​BI berkomitmen mempertahankan daya tarik aset keuangan domestik. Tapi buat kita? Waktunya untuk meninjau kembali perencanaan keuangan. ​💬 Coba tulis di komentar, kamu tim yang \"senang tabungan naik\" atau \"panik cicilan naik\"? Let's discuss! Jangan lupa share berita penting ini ke teman-temanmu! Sumber :   Hastag :  #cryptowave #cryptowaveid #rupiah #fypシ", "post_id": "7649387414850555154"}}, {"key": "cryptowaveid", "attributes": {"label": "cryptowaveid", "x": 265.42114000599724, "y": 4.553011039974075, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 7.093, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "7649387414850555154", "id": "cryptowaveid", "source": "tiktok-000001", "content": "🚨 BERITA PENTING DARI BANK INDONESIA! 🚨 ​Warga, bersiaplah! Bank Indonesia baru saja mengumumkan keputusan krusial di tengah gejolak ekonomi global. 📉 Rupiah sedang diuji, dan BI mengambil langkah tegas. ​Di screenshot ini referensi: kita lihat berita dari  tentang kenaikan BI-Rate. ​Inilah yang Wajib Kamu Tahu: ​BI-Rate Naik: Bank Indonesia resmi menaikkan suku bunga acuan BI-Rate sebesar 25 bps menjadi 5,50%. ​Keputusan RDG Mingguan: Keputusan ini diambil pada Rapat Dewan Gubernur (RDG) Mingguan, tanggal 9 Juni 2026. ​Bukan Cuma Satu: Suku bunga Deposit Facility dan Lending Facility juga ikut naik 25 bps. ​Apa Artinya Buat Kamu? ​Pencegahan Pelemahan Rupiah: Langkah ini diambil untuk MENJAGA stabilitas nilai tukar Rupiah agar tidak merosot terlalu dalam di tengah pasar global yang tak menentu. ​Melawan Inflasi: BI berupaya mengendalikan inflasi agar harga barang-barang tidak melambung liar. ​Imbas Cicilan: Ini berita \"panas\" buat yang punya KPR, KKB, atau utang berbunga mengambang. Kenaikan suku bunga acuan berpotensi memicu kenaikan suku bunga kredit perbankan dalam beberapa bulan ke depan. ​Peluang Tabungan & Deposito: Kabar baiknya, suku bunga tabungan dan deposito juga bisa ikut naik, memberikan keuntungan lebih bagi penabung. ​BI berkomitmen mempertahankan daya tarik aset keuangan domestik. Tapi buat kita? Waktunya untuk meninjau kembali perencanaan keuangan. ​💬 Coba tulis di komentar, kamu tim yang \"senang tabungan naik\" atau \"panik cicilan naik\"? Let's discuss! Jangan lupa share berita penting ini ke teman-temanmu! Sumber :   Hastag :  #cryptowave #cryptowaveid #rupiah #fypシ", "post_id": "7649387414850555154"}}, {"key": "user485991268", "attributes": {"label": "user485991268", "x": 390.01291026686556, "y": 943.3602907488704, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 4.9776, "eigenvector": 0.0004, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "7647390997931920660", "id": "user485991268", "source": "tiktok-000001", "content": "penjelasan. Secara garis besar, pergerakan nilai tukar Rupiah sangat dipengaruhi oleh kombinasi faktor eksternal (global) dan internal (domestik). Berikut adalah penjelasan mengenai faktor-faktor utama yang biasanya menjadi pemicu fluktuasi tajam atau pelemahan Rupiah ke level psikologis yang rendah: 1. Faktor Eksternal (Tekanan Global) Faktor di luar kendali pemerintah Indonesia sering kali menjadi motor utama pelemahan mata uang negara berkembang (emerging markets), termasuk Rupiah. Kebijakan Suku Bunga Bank Sentral AS (The Fed): Jika The Fed mempertahankan suku bunga tinggi dalam jangka waktu lama (higher for longer) atau bahkan menaikkannya, daya tarik mata uang Dolar AS akan meningkat tajam. Investor global cenderung menarik dana mereka dari negara berkembang dan memindahkannya kembali ke AS (capital outflow), yang memicu kelangkaan Dolar di dalam negeri dan melemahkan Rupiah. Sentimen Risk-Off dan Ketegangan Geopolitik: Konflik geopolitik (seperti di Timur Tengah atau Ukraina) sering kali membuat investor panik. Dalam situasi ketidakpastian, investor akan memburu aset aman (safe-haven assets) seperti Dolar AS dan emas, sehingga mata uang selain Dolar otomatis tertekan. Perlambatan Ekonomi China: Sebagai salah satu mitra dagang terbesar Indonesia, kesehatan ekonomi China sangat memengaruhi permintaan komoditas kita. Jika ekonomi China melambat, ekspor Indonesia bisa turun, yang berdampak pada berkurangnya pasokan Dolar masuk ke tanah air. 2. Faktor Internal (Sentimen Domestik) Kondisi ekonomi dan politik di dalam negeri turut menentukan seberapa kuat Rupiah mampu menahan gempuran sentimen global. Defisit Transaksi Berjalan (Current Account Deficit): Jika nilai impor Indonesia lebih besar daripada nilai ekspor, atau terjadi pembayaran utang luar negeri dan repatriasi dividen yang masif oleh perusahaan asing, permintaan terhadap Dolar AS di dalam negeri akan melonjak. Persepsi Risiko Pasar Terhadap Kebijakan Fiskal: Pelaku pasar dan investor asing sangat mencermati arah kebijakan anggaran pemerintah (APBN), rasio utang negara, serta keberlanjutan program-program ekonomi. Jika ada kekhawatiran bahwa anggaran akan membengkak atau tidak dikelola dengan hati-hati, investor cenderung mengambil sikap wait-and-see atau keluar dari pasar keuangan Indonesia. Inflasi Domestik: Jika tingkat inflasi di Indonesia meningkat secara tidak terkendali, daya beli Rupiah akan turun secara riil, yang secara tidak langsung memberikan tekanan depresiasi terhadap nilai tukar. 3. Langkah Mitigasi (Peran Bank Indonesia) Level Rp18.000 merupakan angka psikologis yang sangat diperhatikan. Perlu diingat bahwa Bank Indonesia (BI) tidak tinggal diam dan memiliki berbagai instrumen untuk menjaga stabilitas Rupiah agar tidak melemah terlalu liar (undervalued): Intervensi Triple Intervention: BI secara rutin melakukan intervensi di pasar spot, pasar DNDF (Domestic Non-Deliverable Forward), dan pasar Surat Berharga Negara (SBN) untuk menyeimbangkan pasokan dan permintaan valas. Kenaikan Suku Bunga (BI-Rate): Jika diperlukan, BI dapat menaikkan suku bunga acuan untuk menjaga daya tarik investasi aset Rupiah (seperti SRBI atau SBN) agar investor asing tetap bertahan. Pengelolaan Cadangan Devisa: BI menggunakan cadangan devisa sebagai \"bantalan\" untuk melakukan stabilisasi nilai tukar di kala tekanan pasar sedang memuncak Sumber: TWS News ig:  #kontencom #kontencomxtws #providusinsight", "post_id": "7647390997931920660"}}, {"key": "lannclipps", "attributes": {"label": "lannclipps", "x": 97.97709006324584, "y": 99.25565482383847, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 4.9776, "eigenvector": 0.0004, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "7645872609367756053", "id": "lannclipps", "source": "tiktok-000001", "content": "Kabar resmi untuk seluruh masyarakat Indonesia! Di tengah dinamika ekonomi global dan fluktuasi nilai tukar yang sering kali membuat kita khawatir akan harga kebutuhan pokok, ada angin segar yang datang langsung dari Kementerian ESDM. Meskipun saat ini nilai tukar Rupiah sedang mengalami kenaikan, pemerintah telah memberikan pernyataan tegas dan komitmen nyata bahwa harga BBM bersubsidi, yakni Pertalite dan Solar, dipastikan tidak akan mengalami kenaikan. Keputusan ini tentu menjadi langkah krusial dalam menjaga stabilitas daya beli masyarakat, mengingat mobilitas kita sehari-hari sangat bergantung pada ketersediaan BBM dengan harga yang terjangkau. Pemerintah memahami bahwa menjaga kestabilan harga BBM adalah prioritas agar beban hidup masyarakat tidak bertambah di tengah situasi ekonomi yang sedang menantang saat ini. Komitmen ini tidak hanya memberikan kepastian jangka pendek, tetapi juga merupakan upaya nyata pemerintah dalam memberikan perlindungan ekonomi bagi rakyat kecil. Tentu saja, banyak dari kita yang bertanya-tanya apakah kepastian ini akan bertahan lama atau bagaimana pengaruhnya terhadap anggaran negara. Namun, dengan pernyataan resmi yang dikeluarkan ini, kita bisa sedikit bernapas lega bahwa setidaknya untuk saat ini, harga di SPBU tetap terkendali. Langkah ini menunjukkan bahwa stabilitas ekonomi domestik tetap menjadi fokus utama di tengah gejolak pasar global. Lantas, menurut teman-teman sendiri bagaimana kebijakan ini dirasakan dalam kehidupan sehari-hari? Apakah kepastian harga ini sudah cukup membantu meringankan beban ekonomi kalian? Mari kita diskusikan pendapat kalian di kolom komentar, karena suara kalian sangat berharga bagi kita semua! Jangan lupa untuk berbagi informasi ini agar teman-teman yang lain juga mendapatkan kabar baik hari ini. Sumber: TWS News Instagram: #kontencom #kontencomxtws", "post_id": "7645872609367756053"}}, {"key": "@InnerBoost-oe4sd", "attributes": {"label": "@InnerBoost-oe4sd", "x": 543.4181389296664, "y": 188.53888339749102, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 4.9776, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "NEr4KDZ-JYU", "id": "@InnerBoost-oe4sd", "source": "youtube-000001", "content": "Perkuat Kerjasama Mata Uang Dengan China, Mampu Ini Untuk Jaga Stabilitas Rupiah??\n\n🔥 INDONESIA & CHINA PERKUAT CURRENCY SWAP! BISAKAH LANGKAH INI MENYELAMATKAN RUPIAH DARI TEKANAN DOLAR? 🔥\n\n🌏 Di tengah ketidakpastian ekonomi global, perang dagang, gejolak geopolitik, hingga dominasi dolar Amerika Serikat yang masih sangat kuat, Indonesia dan China mengambil langkah strategis yang menarik perhatian dunia.\n\nBank Indonesia (BI) dan People's Bank of China (PBOC) resmi memperkuat kerja sama Bilateral Currency Swap Arrangement (BCSA) dalam upaya menjaga stabilitas nilai tukar rupiah, memperkuat ketahanan sektor keuangan, memperluas transaksi menggunakan mata uang lokal, serta mengurangi ketergantungan terhadap dolar AS.\n\n📈 Namun pertanyaannya...\n\n❓ Apakah langkah ini benar-benar mampu menjaga stabilitas rupiah?\n❓ Apakah Indonesia sedang menuju era dedolarisasi?\n❓ Apa dampaknya bagi ekonomi nasional, investasi, perdagangan, dan masyarakat Indonesia?\n❓ Mengapa China begitu aktif memperluas penggunaan mata uang renminbi atau yuan di berbagai negara?\n❓ Apakah ini menjadi sinyal perubahan besar dalam sistem keuangan dunia?\n\nDalam video ini, Inner Boost akan membahas secara mendalam dan lengkap mengenai kerja sama terbaru antara Indonesia dan China, termasuk:\n\n✅ Penguatan Bilateral Currency Swap Arrangement (BCSA)\n✅ Peran Bank Indonesia dan People's Bank of China\n✅ Pertemuan Perry Warjiyo dan Pan Gongsheng di Shanghai\n✅ Strategi menjaga stabilitas nilai tukar rupiah\n✅ Upaya mengurangi eksposur terhadap dolar Amerika Serikat\n✅ Penguatan Local Currency Transaction (LCT)\n✅ Pembentukan RMB Clearing Bank di Indonesia\n✅ Pengembangan ekosistem dan likuiditas renminbi\n✅ Implementasi QR Cross Border Indonesia-China\n✅ Dampak terhadap perdagangan internasional\n✅ Dampak terhadap investasi dan sektor perbankan\n✅ Analisis peluang dan risiko bagi Indonesia\n✅ Masa depan hubungan ekonomi Indonesia dan China\n✅ Ancaman serta peluang dalam perubahan ekonomi global\n\n💡 Video ini sangat penting untuk ditonton bagi Anda yang ingin memahami:\n\n🔹 Ekonomi Indonesia\n🔹 Rupiah dan nilai tukar\n🔹 Dolar Amerika Serikat\n🔹 Yuan China atau Renminbi\n🔹 Investasi dan pasar keuangan\n🔹 Geopolitik ekonomi global\n🔹 Dedolarisasi dunia\n🔹 Hubungan Indonesia-China\n🔹 Kebijakan Bank Indonesia\n🔹 Masa depan sistem keuangan internasional\n\n🌍 Dunia sedang berubah.\n\nNegara-negara mulai mencari cara untuk memperkuat ketahanan ekonomi mereka, mengurangi risiko ketergantungan terhadap satu mata uang, dan membangun sistem keuangan yang lebih fleksibel.\n\nApakah Indonesia sedang mengambil langkah yang tepat?\n\nTonton video ini sampai selesai agar Anda mendapatkan gambaran utuh mengenai salah satu perkembangan ekonomi paling penting yang sedang terjadi saat ini.\n\n💬 Setelah menonton, tuliskan pendapat Anda di kolom komentar:\n\n👉 Apakah kerja sama Indonesia dan China ini akan membantu menjaga stabilitas rupiah?\n👉 Apakah penggunaan mata uang lokal dapat mengurangi dominasi dolar AS?\n👉 Bagaimana menurut Anda masa depan ekonomi Indonesia di tengah perubahan global saat ini?\n\n👍 Jika video ini bermanfaat:\n✅ Like video ini\n✅ Bagikan kepada keluarga dan teman\n✅ Subscribe channel Inner Boost\n✅ Aktifkan lonceng notifikasi agar tidak ketinggalan analisis ekonomi, investasi, emas, geopolitik, dan keuangan global terbaru\n\nTerima kasih sudah menonton dan mendukung perkembangan channel Inner Boost.\n\nKarena memahami perubahan dunia hari ini adalah langkah awal untuk mempersiapkan masa depan yang lebih baik.\n\n\n#IndonesiaChina #CurrencySwap #Rupiah #BankIndonesia #PerryWarjiyo #China #YuanChina #Renminbi #Dedolarisasi #DolarAS #EkonomiIndonesian #EkonomiDunia #BeritaEkonomi #Investasi #Geopolitik #KeuanganGlobal #NilaiTukarRupiah #QRISCrossBorder #LocalCurrencyTransaction #InnerBoost\n\n\n\n\n‪-oe4sd‬", "post_id": "NEr4KDZ-JYU"}}, {"key": "InnerBoost", "attributes": {"label": "InnerBoost", "x": 60.61871848709188, "y": 133.39284219799995, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 9.2085, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "NEr4KDZ-JYU", "id": "InnerBoost", "source": "youtube-000001", "content": "Perkuat Kerjasama Mata Uang Dengan China, Mampu Ini Untuk Jaga Stabilitas Rupiah??\n\n🔥 INDONESIA & CHINA PERKUAT CURRENCY SWAP! BISAKAH LANGKAH INI MENYELAMATKAN RUPIAH DARI TEKANAN DOLAR? 🔥\n\n🌏 Di tengah ketidakpastian ekonomi global, perang dagang, gejolak geopolitik, hingga dominasi dolar Amerika Serikat yang masih sangat kuat, Indonesia dan China mengambil langkah strategis yang menarik perhatian dunia.\n\nBank Indonesia (BI) dan People's Bank of China (PBOC) resmi memperkuat kerja sama Bilateral Currency Swap Arrangement (BCSA) dalam upaya menjaga stabilitas nilai tukar rupiah, memperkuat ketahanan sektor keuangan, memperluas transaksi menggunakan mata uang lokal, serta mengurangi ketergantungan terhadap dolar AS.\n\n📈 Namun pertanyaannya...\n\n❓ Apakah langkah ini benar-benar mampu menjaga stabilitas rupiah?\n❓ Apakah Indonesia sedang menuju era dedolarisasi?\n❓ Apa dampaknya bagi ekonomi nasional, investasi, perdagangan, dan masyarakat Indonesia?\n❓ Mengapa China begitu aktif memperluas penggunaan mata uang renminbi atau yuan di berbagai negara?\n❓ Apakah ini menjadi sinyal perubahan besar dalam sistem keuangan dunia?\n\nDalam video ini, Inner Boost akan membahas secara mendalam dan lengkap mengenai kerja sama terbaru antara Indonesia dan China, termasuk:\n\n✅ Penguatan Bilateral Currency Swap Arrangement (BCSA)\n✅ Peran Bank Indonesia dan People's Bank of China\n✅ Pertemuan Perry Warjiyo dan Pan Gongsheng di Shanghai\n✅ Strategi menjaga stabilitas nilai tukar rupiah\n✅ Upaya mengurangi eksposur terhadap dolar Amerika Serikat\n✅ Penguatan Local Currency Transaction (LCT)\n✅ Pembentukan RMB Clearing Bank di Indonesia\n✅ Pengembangan ekosistem dan likuiditas renminbi\n✅ Implementasi QR Cross Border Indonesia-China\n✅ Dampak terhadap perdagangan internasional\n✅ Dampak terhadap investasi dan sektor perbankan\n✅ Analisis peluang dan risiko bagi Indonesia\n✅ Masa depan hubungan ekonomi Indonesia dan China\n✅ Ancaman serta peluang dalam perubahan ekonomi global\n\n💡 Video ini sangat penting untuk ditonton bagi Anda yang ingin memahami:\n\n🔹 Ekonomi Indonesia\n🔹 Rupiah dan nilai tukar\n🔹 Dolar Amerika Serikat\n🔹 Yuan China atau Renminbi\n🔹 Investasi dan pasar keuangan\n🔹 Geopolitik ekonomi global\n🔹 Dedolarisasi dunia\n🔹 Hubungan Indonesia-China\n🔹 Kebijakan Bank Indonesia\n🔹 Masa depan sistem keuangan internasional\n\n🌍 Dunia sedang berubah.\n\nNegara-negara mulai mencari cara untuk memperkuat ketahanan ekonomi mereka, mengurangi risiko ketergantungan terhadap satu mata uang, dan membangun sistem keuangan yang lebih fleksibel.\n\nApakah Indonesia sedang mengambil langkah yang tepat?\n\nTonton video ini sampai selesai agar Anda mendapatkan gambaran utuh mengenai salah satu perkembangan ekonomi paling penting yang sedang terjadi saat ini.\n\n💬 Setelah menonton, tuliskan pendapat Anda di kolom komentar:\n\n👉 Apakah kerja sama Indonesia dan China ini akan membantu menjaga stabilitas rupiah?\n👉 Apakah penggunaan mata uang lokal dapat mengurangi dominasi dolar AS?\n👉 Bagaimana menurut Anda masa depan ekonomi Indonesia di tengah perubahan global saat ini?\n\n👍 Jika video ini bermanfaat:\n✅ Like video ini\n✅ Bagikan kepada keluarga dan teman\n✅ Subscribe channel Inner Boost\n✅ Aktifkan lonceng notifikasi agar tidak ketinggalan analisis ekonomi, investasi, emas, geopolitik, dan keuangan global terbaru\n\nTerima kasih sudah menonton dan mendukung perkembangan channel Inner Boost.\n\nKarena memahami perubahan dunia hari ini adalah langkah awal untuk mempersiapkan masa depan yang lebih baik.\n\n\n#IndonesiaChina #CurrencySwap #Rupiah #BankIndonesia #PerryWarjiyo #China #YuanChina #Renminbi #Dedolarisasi #DolarAS #EkonomiIndonesian #EkonomiDunia #BeritaEkonomi #Investasi #Geopolitik #KeuanganGlobal #NilaiTukarRupiah #QRISCrossBorder #LocalCurrencyTransaction #InnerBoost\n\n\n\n\n‪-oe4sd‬", "post_id": "NEr4KDZ-JYU"}}, {"key": "@VideoTribunPontianak", "attributes": {"label": "@VideoTribunPontianak", "x": 910.3894375105507, "y": 624.8031081294625, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 4.9776, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "_AuCozXxeGE", "id": "@VideoTribunPontianak", "source": "youtube-000001", "content": "🔵 RUPIAH BAKAL PERKASA? PERRY WARJIYO BONGKAR ALASAN EKONOMI INDONESIA MAKIN KUAT\n\nKabar penting datang dari Bank Indonesia. Gubernur BI Perry Warjiyo menyampaikan optimisme bahwa nilai tukar rupiah akan menguat dalam beberapa tahun ke depan.\n\nDalam rapat bersama Badan Anggaran DPR dan Menteri Keuangan, Perry memproyeksikan kurs rupiah berada di kisaran Rp16.800 hingga Rp17.500 per dolar Amerika Serikat pada tahun 2027.\n\nApa yang membuat Bank Indonesia begitu optimistis?\n\nMenurut Perry Warjiyo, pertumbuhan ekonomi global diperkirakan membaik seiring meredanya ketegangan geopolitik dunia. Selain itu, fundamental ekonomi Indonesia dinilai tetap kuat dan mampu menopang stabilitas nilai tukar rupiah.\n\nTak hanya itu, berbagai kebijakan pemerintah yang mendorong ekspor nasional juga diyakini akan memperkuat posisi rupiah di pasar keuangan global.\n\nBank Indonesia bersama pemerintah akan terus menjaga sinergi antara kebijakan moneter dan fiskal guna memastikan stabilitas ekonomi nasional tetap terjaga. Perry juga menegaskan komitmen BI untuk menjaga nilai tukar rupiah sekaligus menarik lebih banyak investasi asing masuk ke Indonesia.\n\nBenarkah rupiah akan semakin kuat pada 2027? Tulis pendapat Anda di kolom komentar dan jangan lupa subscribe untuk mendapatkan update ekonomi terbaru setiap hari.\n\n#rupiah #perrywarjiyo #bankindonesia #ekonomiindonesia #kursdollar #beritaterkini #ekonomi #investasi #liveupdate #trendingnews\n\nSimak berita selengkapnya di http://pontianak.tribunnews.com/\nSimak Video Viral lainnya    / tribunsingkawang1  \n\nProgram: live update\nHost: -\nOperator: Irwan\nSumber: Tribunnews\n\n‎Ikuti saluran Tribun Pontianak di WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029VaLd...\nDownload aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru.\n\nFollow us:\n\nInstagram:   / tribunpontianak  \nFacebook:   / tribunpontianakinteraktif  \nTwitter:   / tribunpontianak  \nTikTok: tiktok.com/\n\nTerima Kasih Telah Subscribe, Like, dan comment konten-konten menarik dari Kami.", "post_id": "_AuCozXxeGE"}}, {"key": "tribunpontianak", "attributes": {"label": "tribunpontianak", "x": 803.9383960321397, "y": 923.8701096858711, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 9.2085, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "_AuCozXxeGE", "id": "tribunpontianak", "source": "youtube-000001", "content": "🔵 RUPIAH BAKAL PERKASA? PERRY WARJIYO BONGKAR ALASAN EKONOMI INDONESIA MAKIN KUAT\n\nKabar penting datang dari Bank Indonesia. Gubernur BI Perry Warjiyo menyampaikan optimisme bahwa nilai tukar rupiah akan menguat dalam beberapa tahun ke depan.\n\nDalam rapat bersama Badan Anggaran DPR dan Menteri Keuangan, Perry memproyeksikan kurs rupiah berada di kisaran Rp16.800 hingga Rp17.500 per dolar Amerika Serikat pada tahun 2027.\n\nApa yang membuat Bank Indonesia begitu optimistis?\n\nMenurut Perry Warjiyo, pertumbuhan ekonomi global diperkirakan membaik seiring meredanya ketegangan geopolitik dunia. Selain itu, fundamental ekonomi Indonesia dinilai tetap kuat dan mampu menopang stabilitas nilai tukar rupiah.\n\nTak hanya itu, berbagai kebijakan pemerintah yang mendorong ekspor nasional juga diyakini akan memperkuat posisi rupiah di pasar keuangan global.\n\nBank Indonesia bersama pemerintah akan terus menjaga sinergi antara kebijakan moneter dan fiskal guna memastikan stabilitas ekonomi nasional tetap terjaga. Perry juga menegaskan komitmen BI untuk menjaga nilai tukar rupiah sekaligus menarik lebih banyak investasi asing masuk ke Indonesia.\n\nBenarkah rupiah akan semakin kuat pada 2027? Tulis pendapat Anda di kolom komentar dan jangan lupa subscribe untuk mendapatkan update ekonomi terbaru setiap hari.\n\n#rupiah #perrywarjiyo #bankindonesia #ekonomiindonesia #kursdollar #beritaterkini #ekonomi #investasi #liveupdate #trendingnews\n\nSimak berita selengkapnya di http://pontianak.tribunnews.com/\nSimak Video Viral lainnya    / tribunsingkawang1  \n\nProgram: live update\nHost: -\nOperator: Irwan\nSumber: Tribunnews\n\n‎Ikuti saluran Tribun Pontianak di WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029VaLd...\nDownload aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru.\n\nFollow us:\n\nInstagram:   / tribunpontianak  \nFacebook:   / tribunpontianakinteraktif  \nTwitter:   / tribunpontianak  \nTikTok: tiktok.com/\n\nTerima Kasih Telah Subscribe, Like, dan comment konten-konten menarik dari Kami.", "post_id": "_AuCozXxeGE"}}, {"key": "@OfficialSINDOnews", "attributes": {"label": "@OfficialSINDOnews", "x": 273.1662538149089, "y": 890.5745998253553, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 4.9776, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 6, "degree": 6}, "_id": "Wv2Wcc-8gRc", "id": "@OfficialSINDOnews", "source": "youtube-000001", "content": "PENGUATAN RUPIAH: Pemerintah Fokus Jaga Stabilitas di Tengah Gejolak Global | Sindo Today | 16/06\n\nDi tengah fluktuasi ekonomi global yang menantang, pemerintah kini menyiapkan serangkaian strategi jitu untuk menjaga stabilitas Rupiah. Fokus utama adalah memperkuat fundamental ekonomi nasional dan menekan volatilitas. Bagaimana strategi ini akan mempengaruhi pasar dan daya beli masyarakat? Simak pemaparan lengkapnya!\n\nYuk Subscribe \n   /   \n   /   \n   /   \n\nTanggal Tayang: 16 Juni 2026\n\nSelengkapnya baca di: https://nasional.sindonews.com/\n\nFollow WA Channel: https://whatsapp.com/channel/0029Va9l...\nFollow our Official TikTok   / sindonews  \nFollow our Official Twitter   / sindonews    \nLike our Official Facebook   / sindonews   \nFollow our Official Instagram   / sindonews  \n\nUploader: Riki\n\n#SindoNews #Viral #BeritaTerkini #Rupiah #EkonomiIndonesia #StrategiPemerintah #StabilitasEkonomi #SindoTrending #BeritaEkonomi #KursRupiah", "post_id": "Wv2Wcc-8gRc"}}, {"key": "officialsindonews", "attributes": {"label": "officialsindonews", "x": 634.5110643753596, "y": 825.0064762378299, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 5.6827, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "Wv2Wcc-8gRc", "id": "officialsindonews", "source": "youtube-000001", "content": "PENGUATAN RUPIAH: Pemerintah Fokus Jaga Stabilitas di Tengah Gejolak Global | Sindo Today | 16/06\n\nDi tengah fluktuasi ekonomi global yang menantang, pemerintah kini menyiapkan serangkaian strategi jitu untuk menjaga stabilitas Rupiah. Fokus utama adalah memperkuat fundamental ekonomi nasional dan menekan volatilitas. Bagaimana strategi ini akan mempengaruhi pasar dan daya beli masyarakat? Simak pemaparan lengkapnya!\n\nYuk Subscribe \n   /   \n   /   \n   /   \n\nTanggal Tayang: 16 Juni 2026\n\nSelengkapnya baca di: https://nasional.sindonews.com/\n\nFollow WA Channel: https://whatsapp.com/channel/0029Va9l...\nFollow our Official TikTok   / sindonews  \nFollow our Official Twitter   / sindonews    \nLike our Official Facebook   / sindonews   \nFollow our Official Instagram   / sindonews  \n\nUploader: Riki\n\n#SindoNews #Viral #BeritaTerkini #Rupiah #EkonomiIndonesia #StrategiPemerintah #StabilitasEkonomi #SindoTrending #BeritaEkonomi #KursRupiah", "post_id": "Wv2Wcc-8gRc"}}, {"key": "sindopodcast", "attributes": {"label": "sindopodcast", "x": 831.0470400404329, "y": 763.812595517258, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 5.6827, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "Wv2Wcc-8gRc", "id": "sindopodcast", "source": "youtube-000001", "content": "PENGUATAN RUPIAH: Pemerintah Fokus Jaga Stabilitas di Tengah Gejolak Global | Sindo Today | 16/06\n\nDi tengah fluktuasi ekonomi global yang menantang, pemerintah kini menyiapkan serangkaian strategi jitu untuk menjaga stabilitas Rupiah. Fokus utama adalah memperkuat fundamental ekonomi nasional dan menekan volatilitas. Bagaimana strategi ini akan mempengaruhi pasar dan daya beli masyarakat? Simak pemaparan lengkapnya!\n\nYuk Subscribe \n   /   \n   /   \n   /   \n\nTanggal Tayang: 16 Juni 2026\n\nSelengkapnya baca di: https://nasional.sindonews.com/\n\nFollow WA Channel: https://whatsapp.com/channel/0029Va9l...\nFollow our Official TikTok   / sindonews  \nFollow our Official Twitter   / sindonews    \nLike our Official Facebook   / sindonews   \nFollow our Official Instagram   / sindonews  \n\nUploader: Riki\n\n#SindoNews #Viral #BeritaTerkini #Rupiah #EkonomiIndonesia #StrategiPemerintah #StabilitasEkonomi #SindoTrending #BeritaEkonomi #KursRupiah", "post_id": "Wv2Wcc-8gRc"}}, {"key": "sindokalam", "attributes": {"label": "sindokalam", "x": 198.64524347190815, "y": 953.8306930221042, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 5.6827, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "Wv2Wcc-8gRc", "id": "sindokalam", "source": "youtube-000001", "content": "PENGUATAN RUPIAH: Pemerintah Fokus Jaga Stabilitas di Tengah Gejolak Global | Sindo Today | 16/06\n\nDi tengah fluktuasi ekonomi global yang menantang, pemerintah kini menyiapkan serangkaian strategi jitu untuk menjaga stabilitas Rupiah. Fokus utama adalah memperkuat fundamental ekonomi nasional dan menekan volatilitas. Bagaimana strategi ini akan mempengaruhi pasar dan daya beli masyarakat? Simak pemaparan lengkapnya!\n\nYuk Subscribe \n   /   \n   /   \n   /   \n\nTanggal Tayang: 16 Juni 2026\n\nSelengkapnya baca di: https://nasional.sindonews.com/\n\nFollow WA Channel: https://whatsapp.com/channel/0029Va9l...\nFollow our Official TikTok   / sindonews  \nFollow our Official Twitter   / sindonews    \nLike our Official Facebook   / sindonews   \nFollow our Official Instagram   / sindonews  \n\nUploader: Riki\n\n#SindoNews #Viral #BeritaTerkini #Rupiah #EkonomiIndonesia #StrategiPemerintah #StabilitasEkonomi #SindoTrending #BeritaEkonomi #KursRupiah", "post_id": "Wv2Wcc-8gRc"}}, {"key": "@tuturmediadigital", "attributes": {"label": "@tuturmediadigital", "x": 166.85677347639705, "y": 586.2390507701, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 4.9776, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 4, "degree": 4}, "_id": "hp4KM_VwEOE", "id": "@tuturmediadigital", "source": "youtube-000001", "content": "Rupiah Tertekan, Gubernur BI Ungkap 2 Jurus Jaga Stabilitas Nilai Tukar Rupiah\n\nTUTUR.co.id - Nilai tukar rupiah masih berada di bawah tekanan dan bertahan di atas level Rp18.000 per dolar AS. Merespons kondisi tersebut, Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo mengungkapkan dua strategi utama yang disepakati bersama pemerintah untuk menjaga stabilitas nilai tukar dan sistem keuangan nasional.\n\nLangkah pertama adalah meningkatkan daya tarik instrumen keuangan domestik guna menarik kembali aliran modal asing ke pasar Indonesia. Sementara langkah kedua adalah menjaga kecukupan likuiditas di pasar uang dan sektor perbankan melalui penguatan koordinasi kebijakan fiskal dan moneter. Menurut Perry, sinergi BI dan pemerintah akan terus diperkuat untuk menghadapi ketidakpastian ekonomi global sekaligus menjaga pertumbuhan ekonomi nasional.\n\n#Rupiah #PerryWarjiyo #BankIndonesia #BI #KursDolar #NilaiTukarRupiah #EkonomiIndonesia #PasarKeuangan #ModalAsing #Investasi #APBN #KebijakanMoneter #KebijakanFiskal #BeritaEkonomi #tuturmediadigital #tututv\n\n\n\n===\n\nKamu juga bisa mengunjungi media sosial Tutur Media Digital:\n\nInstagram:   / tuturmediadigital  \nTikTok:   / tuturmediadigital  \nX: https://x.com/tuturmedia\nYoutube:    /   \nFacebook: https://www.facebook.com/share/17m5ob...", "post_id": "hp4KM_VwEOE"}}, {"key": "tuturtvmedia", "attributes": {"label": "tuturtvmedia", "x": 381.27593066711694, "y": 686.8392866573287, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 6.0353, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 4, "out_degree": 0, "degree": 4}, "_id": "hp4KM_VwEOE", "id": "tuturtvmedia", "source": "youtube-000001", "content": "Rupiah Tertekan, Gubernur BI Ungkap 2 Jurus Jaga Stabilitas Nilai Tukar Rupiah\n\nTUTUR.co.id - Nilai tukar rupiah masih berada di bawah tekanan dan bertahan di atas level Rp18.000 per dolar AS. Merespons kondisi tersebut, Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo mengungkapkan dua strategi utama yang disepakati bersama pemerintah untuk menjaga stabilitas nilai tukar dan sistem keuangan nasional.\n\nLangkah pertama adalah meningkatkan daya tarik instrumen keuangan domestik guna menarik kembali aliran modal asing ke pasar Indonesia. Sementara langkah kedua adalah menjaga kecukupan likuiditas di pasar uang dan sektor perbankan melalui penguatan koordinasi kebijakan fiskal dan moneter. Menurut Perry, sinergi BI dan pemerintah akan terus diperkuat untuk menghadapi ketidakpastian ekonomi global sekaligus menjaga pertumbuhan ekonomi nasional.\n\n#Rupiah #PerryWarjiyo #BankIndonesia #BI #KursDolar #NilaiTukarRupiah #EkonomiIndonesia #PasarKeuangan #ModalAsing #Investasi #APBN #KebijakanMoneter #KebijakanFiskal #BeritaEkonomi #tuturmediadigital #tututv\n\n\n\n===\n\nKamu juga bisa mengunjungi media sosial Tutur Media Digital:\n\nInstagram:   / tuturmediadigital  \nTikTok:   / tuturmediadigital  \nX: https://x.com/tuturmedia\nYoutube:    /   \nFacebook: https://www.facebook.com/share/17m5ob...", "post_id": "hp4KM_VwEOE"}}, {"key": "@kompastv", "attributes": {"label": "@kompastv", "x": 34.876220672021894, "y": 204.42070358297704, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 4.9776, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "om3h7hWu_og", "id": "@kompastv", "source": "youtube-000001", "content": "Purbaya Yakin Harga Pertamax Segera Turun! Rupiah Menguat, Minyak Dunia Jadi Kunci Penurunan BBM\n\nJAKARTA, KOMPAS.TV - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyampaikan keyakinannya bahwa harga Pertamax berpotensi segera turun seiring membaiknya kondisi ekonomi global.\n\nPenguatan nilai tukar rupiah, rebound pasar saham, penurunan yield, serta masuknya arus modal dinilai menunjukkan meningkatnya kepercayaan pasar.\n\nKondisi ini diperkuat oleh peluang stabilisasi geopolitik yang dapat menurunkan harga minyak dunia.\n\nPurbaya menjelaskan bahwa sebelumnya kenaikan harga minyak sempat menekan harga BBM non-subsidi dan menimbulkan dinamika di masyarakat.\n\nNamun dengan tren penurunan tekanan global, termasuk harga minyak yang mulai terkendali, pemerintah optimistis biaya energi akan ikut turun.\n\nHal ini diharapkan memperkuat fondasi pertumbuhan ekonomi dan menjaga stabilitas daya beli masyarakat ke depan.\n\nProduser: Prayogi Haro\nEditor: Joshua\n\nJangan lewatkan live streaming KompasTV 24 jam non stop di https://www.kompas.tv/live. Agar tidak ketinggalan berita-berita terkini, terlengkap, serta laporan langsung dari berbagai daerah di Indonesia.\n\nSubscribe channel youtube KompasTV serta aktifkan lonceng supaya kamu dapat notifikasi video terbaru dari KompasTV. \n\nSahabat KompasTV juga bisa memperoleh informasi terkini melalui:\n\nwebsite www.kompas.tv\n\nFacebook:   / kompastv   \n\nInstagram:   / kompastv   \n\nX: https://x.com/KompasTV\n\nThread: https://www.threads.com/ \nTikTok:   / kompastv.indonesia", "post_id": "om3h7hWu_og"}}, {"key": "kompastv", "attributes": {"label": "kompastv", "x": 33.61851886440825, "y": 827.7945412055998, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 7.093, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "om3h7hWu_og", "id": "kompastv", "source": "youtube-000001", "content": "Purbaya Yakin Harga Pertamax Segera Turun! Rupiah Menguat, Minyak Dunia Jadi Kunci Penurunan BBM\n\nJAKARTA, KOMPAS.TV - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyampaikan keyakinannya bahwa harga Pertamax berpotensi segera turun seiring membaiknya kondisi ekonomi global.\n\nPenguatan nilai tukar rupiah, rebound pasar saham, penurunan yield, serta masuknya arus modal dinilai menunjukkan meningkatnya kepercayaan pasar.\n\nKondisi ini diperkuat oleh peluang stabilisasi geopolitik yang dapat menurunkan harga minyak dunia.\n\nPurbaya menjelaskan bahwa sebelumnya kenaikan harga minyak sempat menekan harga BBM non-subsidi dan menimbulkan dinamika di masyarakat.\n\nNamun dengan tren penurunan tekanan global, termasuk harga minyak yang mulai terkendali, pemerintah optimistis biaya energi akan ikut turun.\n\nHal ini diharapkan memperkuat fondasi pertumbuhan ekonomi dan menjaga stabilitas daya beli masyarakat ke depan.\n\nProduser: Prayogi Haro\nEditor: Joshua\n\nJangan lewatkan live streaming KompasTV 24 jam non stop di https://www.kompas.tv/live. Agar tidak ketinggalan berita-berita terkini, terlengkap, serta laporan langsung dari berbagai daerah di Indonesia.\n\nSubscribe channel youtube KompasTV serta aktifkan lonceng supaya kamu dapat notifikasi video terbaru dari KompasTV. \n\nSahabat KompasTV juga bisa memperoleh informasi terkini melalui:\n\nwebsite www.kompas.tv\n\nFacebook:   / kompastv   \n\nInstagram:   / kompastv   \n\nX: https://x.com/KompasTV\n\nThread: https://www.threads.com/ \nTikTok:   / kompastv.indonesia", "post_id": "om3h7hWu_og"}}, {"key": "@kmusari", "attributes": {"label": "@kmusari", "x": 295.23284950247495, "y": 266.12858820313056, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 4.9776, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 3, "degree": 3}, "_id": "cDs7aTVEkFs", "id": "@kmusari", "source": "youtube-000001", "content": "Melemahnya Rupiah - Wawancara Jember1TV, 8 Juni 2026\n\nNilai tukar rupiah semakin babak belur hingga menyentuh Rp18.173 per dollar Amerika Serikat per Senin, 8 Juni 2026. Dengan posisi ini, rupiah masuk dalam peringkat lima besar mata uang terlemah di dunia. Angka ini bahkan sudah melebihi asumsi makro dalam Rancangan APBN 2027. Artinya, kondisi perekonomian saat ini sudah mengindikasikan skenario buruk. Tekanan ekonomi global memang menjadi faktor determinan yang cukup dominan. Tentunya sinergi kebijakan dari otoritas moneter yang bahu membahu dengan otoritas fiskal dan otoritas jasa keuangan sangat dibutuhkan untuk menjaga stabilitas keuangan nasional. \n\nNote: Mohon maaf, mendadak diwawancarai oleh jurnalis, sehingga tidak ingat kalau sedang menggunakan acne patch berwarna :-(", "post_id": "cDs7aTVEkFs"}}, {"key": "khairunnisamusari", "attributes": {"label": "khairunnisamusari", "x": 481.7339988396173, "y": 422.4124500888967, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 6.3879, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "cDs7aTVEkFs", "id": "khairunnisamusari", "source": "youtube-000001", "content": "Melemahnya Rupiah - Wawancara Jember1TV, 8 Juni 2026\n\nNilai tukar rupiah semakin babak belur hingga menyentuh Rp18.173 per dollar Amerika Serikat per Senin, 8 Juni 2026. Dengan posisi ini, rupiah masuk dalam peringkat lima besar mata uang terlemah di dunia. Angka ini bahkan sudah melebihi asumsi makro dalam Rancangan APBN 2027. Artinya, kondisi perekonomian saat ini sudah mengindikasikan skenario buruk. Tekanan ekonomi global memang menjadi faktor determinan yang cukup dominan. Tentunya sinergi kebijakan dari otoritas moneter yang bahu membahu dengan otoritas fiskal dan otoritas jasa keuangan sangat dibutuhkan untuk menjaga stabilitas keuangan nasional. \n\nNote: Mohon maaf, mendadak diwawancarai oleh jurnalis, sehingga tidak ingat kalau sedang menggunakan acne patch berwarna :-(", "post_id": "cDs7aTVEkFs"}}, {"key": "kmusari", "attributes": {"label": "kmusari", "x": 136.6382983897979, "y": 716.1482530308825, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 6.3879, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "cDs7aTVEkFs", "id": "kmusari", "source": "youtube-000001", "content": "Melemahnya Rupiah - Wawancara Jember1TV, 8 Juni 2026\n\nNilai tukar rupiah semakin babak belur hingga menyentuh Rp18.173 per dollar Amerika Serikat per Senin, 8 Juni 2026. Dengan posisi ini, rupiah masuk dalam peringkat lima besar mata uang terlemah di dunia. Angka ini bahkan sudah melebihi asumsi makro dalam Rancangan APBN 2027. Artinya, kondisi perekonomian saat ini sudah mengindikasikan skenario buruk. Tekanan ekonomi global memang menjadi faktor determinan yang cukup dominan. Tentunya sinergi kebijakan dari otoritas moneter yang bahu membahu dengan otoritas fiskal dan otoritas jasa keuangan sangat dibutuhkan untuk menjaga stabilitas keuangan nasional. \n\nNote: Mohon maaf, mendadak diwawancarai oleh jurnalis, sehingga tidak ingat kalau sedang menggunakan acne patch berwarna :-(", "post_id": "cDs7aTVEkFs"}}, {"key": "drkhairunnisamusari", "attributes": {"label": "drkhairunnisamusari", "x": 330.485944236254, "y": 110.83717512278501, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 6.3879, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "cDs7aTVEkFs", "id": "drkhairunnisamusari", "source": "youtube-000001", "content": "Melemahnya Rupiah - Wawancara Jember1TV, 8 Juni 2026\n\nNilai tukar rupiah semakin babak belur hingga menyentuh Rp18.173 per dollar Amerika Serikat per Senin, 8 Juni 2026. Dengan posisi ini, rupiah masuk dalam peringkat lima besar mata uang terlemah di dunia. Angka ini bahkan sudah melebihi asumsi makro dalam Rancangan APBN 2027. Artinya, kondisi perekonomian saat ini sudah mengindikasikan skenario buruk. Tekanan ekonomi global memang menjadi faktor determinan yang cukup dominan. Tentunya sinergi kebijakan dari otoritas moneter yang bahu membahu dengan otoritas fiskal dan otoritas jasa keuangan sangat dibutuhkan untuk menjaga stabilitas keuangan nasional. \n\nNote: Mohon maaf, mendadak diwawancarai oleh jurnalis, sehingga tidak ingat kalau sedang menggunakan acne patch berwarna :-(", "post_id": "cDs7aTVEkFs"}}, {"key": "@garudatv.official", "attributes": {"label": "@garudatv.official", "x": 13.185761357950687, "y": 344.9574256668525, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 4.9776, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 16, "degree": 16}, "_id": "DRAPu1ggn94", "id": "@garudatv.official", "source": "youtube-000001", "content": "BI RATE NAIK JADI 5,50% Demi Rupiah, Luhut Jamin Fundamental Ekonomi RI Tetap Kuat! | EKONOMI 8\n\nGarudaTV -  Langkah taktis Bank Indonesia dongkrak BI Rate demi perkuat nilai tukar Rupiah di tengah ketidakpastian global! 🇮🇩📉💼\n\nKetua Dewan Ekonomi Nasional (DEN), Luhut Binsar Pandjaitan, menyatakan dukungan penuhnya atas keputusan Bank Indonesia (BI) yang menaikkan suku bunga acuan atau BI Rate sebesar 25 basis poin menjadi 5,50 persen. Langkah moneter berani yang diputuskan dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) pada Selasa, 9 Juni 2026 ini dinilai sangat diperlukan untuk meredam tekanan eksternal terhadap nilai tukar Rupiah dan memastikan inflasi domestik tetap terkendali dalam sasaran pemerintah.\n\nMeski diterpa ketidakpastian global yang kian meningkat, Luhut menegaskan bahwa kondisi fundamental ekonomi Indonesia saat ini masih berada dalam posisi yang sangat tangguh dan terjaga dengan baik. Kenaikan suku bunga acuan ini menjadi jangkar stabilitas makroekonomi untuk menjaga daya saing pasar keuangan domestik.\n\nKendati demikian, pemerintah bersama otoritas moneter dipastikan tidak akan lengah. Pemantauan ketat secara berkala terus dilakukan terhadap berbagai dinamika geopolitik dan ekonomi global yang berpotensi memicu risiko baru bagi stabilitas ekonomi nasional. 👇\n\n\n#beritaekonomi #birate  #bankindonesia  #luhutbinsarpandjaitan  #SukuBungaAcuan #rupiah  #ekonomiindonesia  #dewanekonominasional  #StabilitasMoneter #makroekonomia  #kebijakanmoneter  #garudatv  #breakingnews  #gdp  #pertamax  #pertamina  #bbm  #bbmnaik \n \n\nGARUDA TV - Digital TV Indonesia, Berita Terpercaya\n\nSaksikan Garuda TV di Free to Air atau Streaming melalui:\nwww.garuda.tv | YouTube Garuda TV | Aplikasi Vidio | Wewatch | IndiHome CH111 | Transvision CH824 | FirstMedia CH45\n\nScan ulang saluran digital kamu sekarang ya dan saksikan terus program-program seru terbaru hanya di GarudaTV.\n🔴 Subscribe GarudaTV Official Youtube Channel    /   \n🔴  Follow our Official TikTok   / garudatvnews  \n🔴 Like our Official Facebook   / garudatv.official  \n🔴 Follow our Official Instagram   / garudatv.official", "post_id": "DRAPu1ggn94"}}, {"key": "garudatv.official", "attributes": {"label": "garudatv.official", "x": 221.45737252160535, "y": 240.67071399320884, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 5.242, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 16, "out_degree": 0, "degree": 16}, "_id": "DRAPu1ggn94", "id": "garudatv.official", "source": "youtube-000001", "content": "BI RATE NAIK JADI 5,50% Demi Rupiah, Luhut Jamin Fundamental Ekonomi RI Tetap Kuat! | EKONOMI 8\n\nGarudaTV -  Langkah taktis Bank Indonesia dongkrak BI Rate demi perkuat nilai tukar Rupiah di tengah ketidakpastian global! 🇮🇩📉💼\n\nKetua Dewan Ekonomi Nasional (DEN), Luhut Binsar Pandjaitan, menyatakan dukungan penuhnya atas keputusan Bank Indonesia (BI) yang menaikkan suku bunga acuan atau BI Rate sebesar 25 basis poin menjadi 5,50 persen. Langkah moneter berani yang diputuskan dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) pada Selasa, 9 Juni 2026 ini dinilai sangat diperlukan untuk meredam tekanan eksternal terhadap nilai tukar Rupiah dan memastikan inflasi domestik tetap terkendali dalam sasaran pemerintah.\n\nMeski diterpa ketidakpastian global yang kian meningkat, Luhut menegaskan bahwa kondisi fundamental ekonomi Indonesia saat ini masih berada dalam posisi yang sangat tangguh dan terjaga dengan baik. Kenaikan suku bunga acuan ini menjadi jangkar stabilitas makroekonomi untuk menjaga daya saing pasar keuangan domestik.\n\nKendati demikian, pemerintah bersama otoritas moneter dipastikan tidak akan lengah. Pemantauan ketat secara berkala terus dilakukan terhadap berbagai dinamika geopolitik dan ekonomi global yang berpotensi memicu risiko baru bagi stabilitas ekonomi nasional. 👇\n\n\n#beritaekonomi #birate  #bankindonesia  #luhutbinsarpandjaitan  #SukuBungaAcuan #rupiah  #ekonomiindonesia  #dewanekonominasional  #StabilitasMoneter #makroekonomia  #kebijakanmoneter  #garudatv  #breakingnews  #gdp  #pertamax  #pertamina  #bbm  #bbmnaik \n \n\nGARUDA TV - Digital TV Indonesia, Berita Terpercaya\n\nSaksikan Garuda TV di Free to Air atau Streaming melalui:\nwww.garuda.tv | YouTube Garuda TV | Aplikasi Vidio | Wewatch | IndiHome CH111 | Transvision CH824 | FirstMedia CH45\n\nScan ulang saluran digital kamu sekarang ya dan saksikan terus program-program seru terbaru hanya di GarudaTV.\n🔴 Subscribe GarudaTV Official Youtube Channel    /   \n🔴  Follow our Official TikTok   / garudatvnews  \n🔴 Like our Official Facebook   / garudatv.official  \n🔴 Follow our Official Instagram   / garudatv.official", "post_id": "DRAPu1ggn94"}}, {"key": "@KoranJakartaYoutubeOfficial", "attributes": {"label": "@KoranJakartaYoutubeOfficial", "x": 189.0659393101557, "y": 664.269330333257, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 4.9776, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 5, "degree": 5}, "_id": "5by1dtpaN48", "id": "@KoranJakartaYoutubeOfficial", "source": "youtube-000001", "content": "Target Ekonomi 2027 Bisa Tumbuh 6.5%? Pakar: Mustahil Tanpa Evaluasi Dana Jumbo Ini!\n\nTarget pertumbuhan ekonomi Indonesia di tahun 2027 sebesar 5,8% hingga 6,5% kini menjadi sorotan tajam. Melalui strategi \"Pro Growth - Pro Welfare\", pemerintah optimis bisa mencapai trajektori pertumbuhan 8% pada tahun 2029. Namun, apakah target ekonomi 2027 ini realistis di tengah ketidakpastian ekonomi global dan dinamika politik dalam negeri?\n\nPakar ekonomi sekaligus Dosen Magister Ekonomi Terapan Universitas Katolik Atma Jaya, YB. Suhartoko, memberikan peringatan keras. Tekanan eksternal seperti kenaikan harga minyak dunia, lonjakan imbal hasil Treasury AS, hingga pelemahan nilai tukar Rupiah dan koreksi IHSG menjadi ancaman nyata bagi stabilitas ekonomi makro Indonesia.\n\nDalam video ini, kita akan membedah mengapa kebijakan moneter Bank Indonesia (BI) dengan menaikkan suku bunga acuan saja tidak cukup. Dibutuhkan langkah komplementer dari kebijakan fiskal Kementerian Keuangan. Simak analisis kritis mengenai pentingnya evaluasi program prioritas pemerintah yang menelan dana jumbo demi menjaga stabilitas APBN dan meningkatkan kepercayaan pasar modal.\n\n\nVideo Editor: Rifqi Rahmandika\n\n#koranjakarta #news #EkonomiIndonesia #TargetEkonomi2027 #KebijakanFiskal #APBN #Rupiah #BankIndonesia #IHSG #BeritaEkonomi #HardNews #InvestasiIndonesia #ProGrowthProWelfare\n============================================================\n\nKunjungi media sosial kami untuk mendapatkan informasi terbaru.\n\nInstagram:   / koranjakarta.id  \nTwitter: https://x.com/koranjakarta_id/\nFacebook:   / koran.jakarta  \nThread: https://www.threads.com/\nTiktok:   / koranjakarta  \n\nWebsite Koran Jakarta : https://koran-jakarta.com\n\nHave any idea, or business inquiries\ndigital-jakarta.com\n\nKebenaran itu Tidak Pernah Memihak!", "post_id": "5by1dtpaN48"}}, {"key": "koranjakarta...", "attributes": {"label": "koranjakarta...", "x": 471.45088161047966, "y": 715.3705344713873, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 5.8238, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 5, "out_degree": 0, "degree": 5}, "_id": "5by1dtpaN48", "id": "koranjakarta...", "source": "youtube-000001", "content": "Target Ekonomi 2027 Bisa Tumbuh 6.5%? Pakar: Mustahil Tanpa Evaluasi Dana Jumbo Ini!\n\nTarget pertumbuhan ekonomi Indonesia di tahun 2027 sebesar 5,8% hingga 6,5% kini menjadi sorotan tajam. Melalui strategi \"Pro Growth - Pro Welfare\", pemerintah optimis bisa mencapai trajektori pertumbuhan 8% pada tahun 2029. Namun, apakah target ekonomi 2027 ini realistis di tengah ketidakpastian ekonomi global dan dinamika politik dalam negeri?\n\nPakar ekonomi sekaligus Dosen Magister Ekonomi Terapan Universitas Katolik Atma Jaya, YB. Suhartoko, memberikan peringatan keras. Tekanan eksternal seperti kenaikan harga minyak dunia, lonjakan imbal hasil Treasury AS, hingga pelemahan nilai tukar Rupiah dan koreksi IHSG menjadi ancaman nyata bagi stabilitas ekonomi makro Indonesia.\n\nDalam video ini, kita akan membedah mengapa kebijakan moneter Bank Indonesia (BI) dengan menaikkan suku bunga acuan saja tidak cukup. Dibutuhkan langkah komplementer dari kebijakan fiskal Kementerian Keuangan. Simak analisis kritis mengenai pentingnya evaluasi program prioritas pemerintah yang menelan dana jumbo demi menjaga stabilitas APBN dan meningkatkan kepercayaan pasar modal.\n\n\nVideo Editor: Rifqi Rahmandika\n\n#koranjakarta #news #EkonomiIndonesia #TargetEkonomi2027 #KebijakanFiskal #APBN #Rupiah #BankIndonesia #IHSG #BeritaEkonomi #HardNews #InvestasiIndonesia #ProGrowthProWelfare\n============================================================\n\nKunjungi media sosial kami untuk mendapatkan informasi terbaru.\n\nInstagram:   / koranjakarta.id  \nTwitter: https://x.com/koranjakarta_id/\nFacebook:   / koran.jakarta  \nThread: https://www.threads.com/\nTiktok:   / koranjakarta  \n\nWebsite Koran Jakarta : https://koran-jakarta.com\n\nHave any idea, or business inquiries\ndigital-jakarta.com\n\nKebenaran itu Tidak Pernah Memihak!", "post_id": "5by1dtpaN48"}}, {"key": "@IDXChannel", "attributes": {"label": "@IDXChannel", "x": 178.26551950089154, "y": 824.8766830151043, "size": 15.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 4.9776, "eigenvector": 134.5213, "in_degree": 0, "out_degree": 49, "degree": 49}, "_id": "0VAzUk9AHEU", "id": "@IDXChannel", "source": "youtube-000001", "content": "Momentum Bullish Berlanjut, IHSG Berpotensi Sentuh 6.100 Pekan Depan | IDXC UPDATE\n\nIHSG diproyeksikan berpotensi melanjutkan penguatan menuju level 6.100 pada pekan depan, didukung meredanya ketegangan geopolitik Timur Tengah, penguatan rupiah, serta optimisme pertumbuhan ekonomi domestik yang direvisi naik oleh Bank Dunia menjadi 5 persen. Sentimen positif juga datang dari potensi damai AS–Iran yang menekan harga minyak global, sehingga meredakan tekanan inflasi dan memperbaiki neraca perdagangan Indonesia. Selain itu, stabilitas kebijakan Bank Indonesia, penguatan sektor perbankan, serta ekspektasi suku bunga global yang cenderung stabil turut menjadi faktor pendukung, meski pasar tetap mewaspadai risiko perlambatan ekonomi global dan arah kebijakan bank sentral utama dunia.\n\n#idxcupdate  #idxc\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nFollow US on Social Media\nYuk Subscribe -    /   \nWa Channel - https://whatsapp.com/channel/0029Va5V...\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idx_channel  \n-------------------------------------------------------------------------------------\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\nMyRepublic Channel 576\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "0VAzUk9AHEU"}}, {"key": "idxchannel_", "attributes": {"label": "idxchannel_", "x": 57.31574229641989, "y": 965.5180288994849, "size": 9.3, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 5.0639, "eigenvector": 70.6153, "in_degree": 7, "out_degree": 0, "degree": 7}, "_id": "0VAzUk9AHEU", "id": "idxchannel_", "source": "youtube-000001", "content": "Momentum Bullish Berlanjut, IHSG Berpotensi Sentuh 6.100 Pekan Depan | IDXC UPDATE\n\nIHSG diproyeksikan berpotensi melanjutkan penguatan menuju level 6.100 pada pekan depan, didukung meredanya ketegangan geopolitik Timur Tengah, penguatan rupiah, serta optimisme pertumbuhan ekonomi domestik yang direvisi naik oleh Bank Dunia menjadi 5 persen. Sentimen positif juga datang dari potensi damai AS–Iran yang menekan harga minyak global, sehingga meredakan tekanan inflasi dan memperbaiki neraca perdagangan Indonesia. Selain itu, stabilitas kebijakan Bank Indonesia, penguatan sektor perbankan, serta ekspektasi suku bunga global yang cenderung stabil turut menjadi faktor pendukung, meski pasar tetap mewaspadai risiko perlambatan ekonomi global dan arah kebijakan bank sentral utama dunia.\n\n#idxcupdate  #idxc\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nFollow US on Social Media\nYuk Subscribe -    /   \nWa Channel - https://whatsapp.com/channel/0029Va5V...\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idx_channel  \n-------------------------------------------------------------------------------------\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\nMyRepublic Channel 576\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "0VAzUk9AHEU"}}, {"key": "wicky_adrian", "attributes": {"label": "wicky_adrian", "x": 76.31241928806342, "y": 840.5377062824488, "size": 15.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 5.7691, "eigenvector": 134.5213, "in_degree": 8, "out_degree": 0, "degree": 8}, "_id": "0VAzUk9AHEU", "id": "wicky_adrian", "source": "youtube-000001", "content": "Momentum Bullish Berlanjut, IHSG Berpotensi Sentuh 6.100 Pekan Depan | IDXC UPDATE\n\nIHSG diproyeksikan berpotensi melanjutkan penguatan menuju level 6.100 pada pekan depan, didukung meredanya ketegangan geopolitik Timur Tengah, penguatan rupiah, serta optimisme pertumbuhan ekonomi domestik yang direvisi naik oleh Bank Dunia menjadi 5 persen. Sentimen positif juga datang dari potensi damai AS–Iran yang menekan harga minyak global, sehingga meredakan tekanan inflasi dan memperbaiki neraca perdagangan Indonesia. Selain itu, stabilitas kebijakan Bank Indonesia, penguatan sektor perbankan, serta ekspektasi suku bunga global yang cenderung stabil turut menjadi faktor pendukung, meski pasar tetap mewaspadai risiko perlambatan ekonomi global dan arah kebijakan bank sentral utama dunia.\n\n#idxcupdate  #idxc\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nFollow US on Social Media\nYuk Subscribe -    /   \nWa Channel - https://whatsapp.com/channel/0029Va5V...\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idx_channel  \n-------------------------------------------------------------------------------------\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\nMyRepublic Channel 576\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "0VAzUk9AHEU"}}, {"key": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "fajar.wayong", "x": 147.78595049230324, "y": 809.5322494618886, "size": 15.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 5.7691, "eigenvector": 134.5213, "in_degree": 16, "out_degree": 0, "degree": 16}, "_id": "0VAzUk9AHEU", "id": "fajar.wayong", "source": "youtube-000001", "content": "Momentum Bullish Berlanjut, IHSG Berpotensi Sentuh 6.100 Pekan Depan | IDXC UPDATE\n\nIHSG diproyeksikan berpotensi melanjutkan penguatan menuju level 6.100 pada pekan depan, didukung meredanya ketegangan geopolitik Timur Tengah, penguatan rupiah, serta optimisme pertumbuhan ekonomi domestik yang direvisi naik oleh Bank Dunia menjadi 5 persen. Sentimen positif juga datang dari potensi damai AS–Iran yang menekan harga minyak global, sehingga meredakan tekanan inflasi dan memperbaiki neraca perdagangan Indonesia. Selain itu, stabilitas kebijakan Bank Indonesia, penguatan sektor perbankan, serta ekspektasi suku bunga global yang cenderung stabil turut menjadi faktor pendukung, meski pasar tetap mewaspadai risiko perlambatan ekonomi global dan arah kebijakan bank sentral utama dunia.\n\n#idxcupdate  #idxc\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nFollow US on Social Media\nYuk Subscribe -    /   \nWa Channel - https://whatsapp.com/channel/0029Va5V...\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idx_channel  \n-------------------------------------------------------------------------------------\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\nMyRepublic Channel 576\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "0VAzUk9AHEU"}}, {"key": "deffid_83", "attributes": {"label": "deffid_83", "x": 135.8192602979401, "y": 312.0117530192942, "size": 15.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 5.7691, "eigenvector": 134.5213, "in_degree": 8, "out_degree": 0, "degree": 8}, "_id": "0VAzUk9AHEU", "id": "deffid_83", "source": "youtube-000001", "content": "Momentum Bullish Berlanjut, IHSG Berpotensi Sentuh 6.100 Pekan Depan | IDXC UPDATE\n\nIHSG diproyeksikan berpotensi melanjutkan penguatan menuju level 6.100 pada pekan depan, didukung meredanya ketegangan geopolitik Timur Tengah, penguatan rupiah, serta optimisme pertumbuhan ekonomi domestik yang direvisi naik oleh Bank Dunia menjadi 5 persen. Sentimen positif juga datang dari potensi damai AS–Iran yang menekan harga minyak global, sehingga meredakan tekanan inflasi dan memperbaiki neraca perdagangan Indonesia. Selain itu, stabilitas kebijakan Bank Indonesia, penguatan sektor perbankan, serta ekspektasi suku bunga global yang cenderung stabil turut menjadi faktor pendukung, meski pasar tetap mewaspadai risiko perlambatan ekonomi global dan arah kebijakan bank sentral utama dunia.\n\n#idxcupdate  #idxc\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nFollow US on Social Media\nYuk Subscribe -    /   \nWa Channel - https://whatsapp.com/channel/0029Va5V...\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idx_channel  \n-------------------------------------------------------------------------------------\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\nMyRepublic Channel 576\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "0VAzUk9AHEU"}}, {"key": "prast_ulrich", "attributes": {"label": "prast_ulrich", "x": 291.4306639469636, "y": 417.1887590481962, "size": 15.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 5.7691, "eigenvector": 134.5213, "in_degree": 8, "out_degree": 0, "degree": 8}, "_id": "0VAzUk9AHEU", "id": "prast_ulrich", "source": "youtube-000001", "content": "Momentum Bullish Berlanjut, IHSG Berpotensi Sentuh 6.100 Pekan Depan | IDXC UPDATE\n\nIHSG diproyeksikan berpotensi melanjutkan penguatan menuju level 6.100 pada pekan depan, didukung meredanya ketegangan geopolitik Timur Tengah, penguatan rupiah, serta optimisme pertumbuhan ekonomi domestik yang direvisi naik oleh Bank Dunia menjadi 5 persen. Sentimen positif juga datang dari potensi damai AS–Iran yang menekan harga minyak global, sehingga meredakan tekanan inflasi dan memperbaiki neraca perdagangan Indonesia. Selain itu, stabilitas kebijakan Bank Indonesia, penguatan sektor perbankan, serta ekspektasi suku bunga global yang cenderung stabil turut menjadi faktor pendukung, meski pasar tetap mewaspadai risiko perlambatan ekonomi global dan arah kebijakan bank sentral utama dunia.\n\n#idxcupdate  #idxc\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nFollow US on Social Media\nYuk Subscribe -    /   \nWa Channel - https://whatsapp.com/channel/0029Va5V...\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idx_channel  \n-------------------------------------------------------------------------------------\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\nMyRepublic Channel 576\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "0VAzUk9AHEU"}}, {"key": "rosalinehioe", "attributes": {"label": "rosalinehioe", "x": 412.6321413776014, "y": 752.4531688607032, "size": 15.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 5.7691, "eigenvector": 134.5213, "in_degree": 8, "out_degree": 0, "degree": 8}, "_id": "0VAzUk9AHEU", "id": "rosalinehioe", "source": "youtube-000001", "content": "Momentum Bullish Berlanjut, IHSG Berpotensi Sentuh 6.100 Pekan Depan | IDXC UPDATE\n\nIHSG diproyeksikan berpotensi melanjutkan penguatan menuju level 6.100 pada pekan depan, didukung meredanya ketegangan geopolitik Timur Tengah, penguatan rupiah, serta optimisme pertumbuhan ekonomi domestik yang direvisi naik oleh Bank Dunia menjadi 5 persen. Sentimen positif juga datang dari potensi damai AS–Iran yang menekan harga minyak global, sehingga meredakan tekanan inflasi dan memperbaiki neraca perdagangan Indonesia. Selain itu, stabilitas kebijakan Bank Indonesia, penguatan sektor perbankan, serta ekspektasi suku bunga global yang cenderung stabil turut menjadi faktor pendukung, meski pasar tetap mewaspadai risiko perlambatan ekonomi global dan arah kebijakan bank sentral utama dunia.\n\n#idxcupdate  #idxc\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nFollow US on Social Media\nYuk Subscribe -    /   \nWa Channel - https://whatsapp.com/channel/0029Va5V...\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idx_channel  \n-------------------------------------------------------------------------------------\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\nMyRepublic Channel 576\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "0VAzUk9AHEU"}}, {"key": "@HippoAcademy", "attributes": {"label": "@HippoAcademy", "x": 690.1494347656093, "y": 628.4943925441983, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 4.9776, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "won5ClMP_uU", "id": "@HippoAcademy", "source": "youtube-000001", "content": "PRABOWO BIKIN MALAYSIA PANIK! RUPIAH IHSG MELONJAK PESAT, SINGAPURA-MALAYSIA AUTO KETAR-KETIR!\n\nAkselerasi performa instrumen keuangan domestik dan penataan ketahanan sektor riil menjadi pilar utama Pemerintah Indonesia dalam menjaga stabilitas makroekonomi di kawasan Asia Tenggara. Pada perdagangan pertengahan Juni 2026, pasar modal nasional mencatatkan pertumbuhan impresif di mana Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melaju positif hingga 5% pada sesi pertama. Lonjakan ini didorong oleh aksi korporasi penguatan aset serta konsolidasi strategis komitmen perbankan yang tergabung dalam Himpunan Bank Milik Negara (Himbara), yang berjalan selaras dengan meredanya tensi geopolitik global antara Amerika Serikat dan Iran sehingga memicu kembalinya kepercayaan investor global ke pasar berkembang (*emerging markets*).\n\nResiliensi finansial ini diperkuat oleh penguatan nilai tukar Rupiah terhadap dolar Amerika Serikat, yang memicu penyesuaian portofolio para pelaku pasar valuta asing demi memitigasi risiko spekulatif. Di sisi lain, lompatan besar di sektor hulu ditunjukkan oleh capaian swasembada pangan terintegrasi dengan volume cadangan beras nasional yang stabil. Langkah kemandirian pangan dan energi ini secara langsung mengubah peta ketergantungan logistik regional, sekaligus mendorong analisis komparatif dan evaluasi rantai pasok dari negara-negara mitra dagang seperti Singapura dan Malaysia terkait pergeseran pusat gravitasi ekonomi di kawasan. Simak ulasan mendalam mengenai analisis pergerakan IHSG, strategi pengelolaan cadangan pangan nasional, serta dampaknya bagi ketahanan ekonomi makro Indonesia di Asia Tenggara dalam video ini sampai selesai!\n\n#PasarModal #PertumbuhanIHSG #SwasembadaPangan #KetahananEkonomi #IndonesiaMaju\n\nFollow Sosial Media Hippo Academy 👇👇\n🔴 TikTok : https://www.tiktok.com/\n🔴 Instagram : https://www.instagram.com/hippoacademy.id/\n🔴 Facebook : https://www.facebook.com/share/1CnW57ATMR/\n\n© Copyright Disclaimer under section 107 of the Copyright Act of 1976, allowance is made for \"fair use\" for purposes such as criticism, comment, news reporting, teaching, scholarship, education and research. Fair use is a use permitted by copyright statute that might otherwise be infringing.", "post_id": "won5ClMP_uU"}}, {"key": "hippoacademy.id/", "attributes": {"label": "hippoacademy.id/", "x": 181.341998996281, "y": 88.48810237030003, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 7.093, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "won5ClMP_uU", "id": "hippoacademy.id/", "source": "youtube-000001", "content": "PRABOWO BIKIN MALAYSIA PANIK! RUPIAH IHSG MELONJAK PESAT, SINGAPURA-MALAYSIA AUTO KETAR-KETIR!\n\nAkselerasi performa instrumen keuangan domestik dan penataan ketahanan sektor riil menjadi pilar utama Pemerintah Indonesia dalam menjaga stabilitas makroekonomi di kawasan Asia Tenggara. Pada perdagangan pertengahan Juni 2026, pasar modal nasional mencatatkan pertumbuhan impresif di mana Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melaju positif hingga 5% pada sesi pertama. Lonjakan ini didorong oleh aksi korporasi penguatan aset serta konsolidasi strategis komitmen perbankan yang tergabung dalam Himpunan Bank Milik Negara (Himbara), yang berjalan selaras dengan meredanya tensi geopolitik global antara Amerika Serikat dan Iran sehingga memicu kembalinya kepercayaan investor global ke pasar berkembang (*emerging markets*).\n\nResiliensi finansial ini diperkuat oleh penguatan nilai tukar Rupiah terhadap dolar Amerika Serikat, yang memicu penyesuaian portofolio para pelaku pasar valuta asing demi memitigasi risiko spekulatif. Di sisi lain, lompatan besar di sektor hulu ditunjukkan oleh capaian swasembada pangan terintegrasi dengan volume cadangan beras nasional yang stabil. Langkah kemandirian pangan dan energi ini secara langsung mengubah peta ketergantungan logistik regional, sekaligus mendorong analisis komparatif dan evaluasi rantai pasok dari negara-negara mitra dagang seperti Singapura dan Malaysia terkait pergeseran pusat gravitasi ekonomi di kawasan. Simak ulasan mendalam mengenai analisis pergerakan IHSG, strategi pengelolaan cadangan pangan nasional, serta dampaknya bagi ketahanan ekonomi makro Indonesia di Asia Tenggara dalam video ini sampai selesai!\n\n#PasarModal #PertumbuhanIHSG #SwasembadaPangan #KetahananEkonomi #IndonesiaMaju\n\nFollow Sosial Media Hippo Academy 👇👇\n🔴 TikTok : https://www.tiktok.com/\n🔴 Instagram : https://www.instagram.com/hippoacademy.id/\n🔴 Facebook : https://www.facebook.com/share/1CnW57ATMR/\n\n© Copyright Disclaimer under section 107 of the Copyright Act of 1976, allowance is made for \"fair use\" for purposes such as criticism, comment, news reporting, teaching, scholarship, education and research. Fair use is a use permitted by copyright statute that might otherwise be infringing.", "post_id": "won5ClMP_uU"}}, {"key": "@JCCNetwork", "attributes": {"label": "@JCCNetwork", "x": 743.433987312892, "y": 187.83390176742387, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 4.9776, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 8, "degree": 8}, "_id": "d4NQCAz6MmU", "id": "@JCCNetwork", "source": "youtube-000001", "content": "Said Abdullah Dorong Pemulihan ke Rp17.500 per Dolar AS dalam 3 Pekan\n\n‪‬ Ketua Badan Anggaran DPR RI Said Abdullah bersyukur rupiah mulai menguat setelah Bank Indonesia menaikkan suku bunga acuan menjadi 5,50%. Dari level Rp18.190 per dolar AS, rupiah menguat hingga ditutup di kisaran Rp18.050 per dolar AS. Said berharap sinergi kebijakan fiskal dan moneter pemerintah dapat terus memperkuat nilai tukar rupiah, dengan target kembali ke level Rp17.500 per dolar AS dalam tiga minggu ke depan. Kenaikan suku bunga BI juga ditujukan untuk menjaga stabilitas rupiah, mengendalikan inflasi, dan menarik aliran investasi asing di tengah gejolak ekonomi global.\n\n#Rupiah #SaidAbdullah #JCCNetwork\n\nYouTube channel resmi JCC Network menjadi bagian PT Sejahtera Jaringan Media (SJM). Dibawakan langsung oleh host terpercaya dan kredibel, topik-topik politik, hukum, sosial, religi dan isu-isu aktual lainnya dikemas lewat kemasan yang tidak sekadar menghibur, namun juga insightful.\n\nKlik, follow, dan subscribe website & medsos kami 👇🏻\n\nWebsite: https://jccnetwork.id/\nFacebook: JCC Network \nInstagram: \nTwitter: \nTikTok: \nYouTube: JCC Network\n\n#jccnetwork #ProOtonomi #podcast #contentcreator #youtuber", "post_id": "d4NQCAz6MmU"}}, {"key": "JCCNetwork", "attributes": {"label": "JCCNetwork", "x": 579.0902340551773, "y": 930.2293295625783, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 5.5064, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "d4NQCAz6MmU", "id": "JCCNetwork", "source": "youtube-000001", "content": "Said Abdullah Dorong Pemulihan ke Rp17.500 per Dolar AS dalam 3 Pekan\n\n‪‬ Ketua Badan Anggaran DPR RI Said Abdullah bersyukur rupiah mulai menguat setelah Bank Indonesia menaikkan suku bunga acuan menjadi 5,50%. Dari level Rp18.190 per dolar AS, rupiah menguat hingga ditutup di kisaran Rp18.050 per dolar AS. Said berharap sinergi kebijakan fiskal dan moneter pemerintah dapat terus memperkuat nilai tukar rupiah, dengan target kembali ke level Rp17.500 per dolar AS dalam tiga minggu ke depan. Kenaikan suku bunga BI juga ditujukan untuk menjaga stabilitas rupiah, mengendalikan inflasi, dan menarik aliran investasi asing di tengah gejolak ekonomi global.\n\n#Rupiah #SaidAbdullah #JCCNetwork\n\nYouTube channel resmi JCC Network menjadi bagian PT Sejahtera Jaringan Media (SJM). Dibawakan langsung oleh host terpercaya dan kredibel, topik-topik politik, hukum, sosial, religi dan isu-isu aktual lainnya dikemas lewat kemasan yang tidak sekadar menghibur, namun juga insightful.\n\nKlik, follow, dan subscribe website & medsos kami 👇🏻\n\nWebsite: https://jccnetwork.id/\nFacebook: JCC Network \nInstagram: \nTwitter: \nTikTok: \nYouTube: JCC Network\n\n#jccnetwork #ProOtonomi #podcast #contentcreator #youtuber", "post_id": "d4NQCAz6MmU"}}, {"key": "jccbetwork.id", "attributes": {"label": "jccbetwork.id", "x": 950.9551922455945, "y": 362.9761449506549, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 5.5064, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "d4NQCAz6MmU", "id": "jccbetwork.id", "source": "youtube-000001", "content": "Said Abdullah Dorong Pemulihan ke Rp17.500 per Dolar AS dalam 3 Pekan\n\n‪‬ Ketua Badan Anggaran DPR RI Said Abdullah bersyukur rupiah mulai menguat setelah Bank Indonesia menaikkan suku bunga acuan menjadi 5,50%. Dari level Rp18.190 per dolar AS, rupiah menguat hingga ditutup di kisaran Rp18.050 per dolar AS. Said berharap sinergi kebijakan fiskal dan moneter pemerintah dapat terus memperkuat nilai tukar rupiah, dengan target kembali ke level Rp17.500 per dolar AS dalam tiga minggu ke depan. Kenaikan suku bunga BI juga ditujukan untuk menjaga stabilitas rupiah, mengendalikan inflasi, dan menarik aliran investasi asing di tengah gejolak ekonomi global.\n\n#Rupiah #SaidAbdullah #JCCNetwork\n\nYouTube channel resmi JCC Network menjadi bagian PT Sejahtera Jaringan Media (SJM). Dibawakan langsung oleh host terpercaya dan kredibel, topik-topik politik, hukum, sosial, religi dan isu-isu aktual lainnya dikemas lewat kemasan yang tidak sekadar menghibur, namun juga insightful.\n\nKlik, follow, dan subscribe website & medsos kami 👇🏻\n\nWebsite: https://jccnetwork.id/\nFacebook: JCC Network \nInstagram: \nTwitter: \nTikTok: \nYouTube: JCC Network\n\n#jccnetwork #ProOtonomi #podcast #contentcreator #youtuber", "post_id": "d4NQCAz6MmU"}}, {"key": "jcc_network", "attributes": {"label": "jcc_network", "x": 696.1907836753234, "y": 724.33093287835, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 5.5064, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "d4NQCAz6MmU", "id": "jcc_network", "source": "youtube-000001", "content": "Said Abdullah Dorong Pemulihan ke Rp17.500 per Dolar AS dalam 3 Pekan\n\n‪‬ Ketua Badan Anggaran DPR RI Said Abdullah bersyukur rupiah mulai menguat setelah Bank Indonesia menaikkan suku bunga acuan menjadi 5,50%. Dari level Rp18.190 per dolar AS, rupiah menguat hingga ditutup di kisaran Rp18.050 per dolar AS. Said berharap sinergi kebijakan fiskal dan moneter pemerintah dapat terus memperkuat nilai tukar rupiah, dengan target kembali ke level Rp17.500 per dolar AS dalam tiga minggu ke depan. Kenaikan suku bunga BI juga ditujukan untuk menjaga stabilitas rupiah, mengendalikan inflasi, dan menarik aliran investasi asing di tengah gejolak ekonomi global.\n\n#Rupiah #SaidAbdullah #JCCNetwork\n\nYouTube channel resmi JCC Network menjadi bagian PT Sejahtera Jaringan Media (SJM). Dibawakan langsung oleh host terpercaya dan kredibel, topik-topik politik, hukum, sosial, religi dan isu-isu aktual lainnya dikemas lewat kemasan yang tidak sekadar menghibur, namun juga insightful.\n\nKlik, follow, dan subscribe website & medsos kami 👇🏻\n\nWebsite: https://jccnetwork.id/\nFacebook: JCC Network \nInstagram: \nTwitter: \nTikTok: \nYouTube: JCC Network\n\n#jccnetwork #ProOtonomi #podcast #contentcreator #youtuber", "post_id": "d4NQCAz6MmU"}}, {"key": "jccnetwork.id", "attributes": {"label": "jccnetwork.id", "x": 924.7185345834903, "y": 618.4060157854506, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 5.5064, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "d4NQCAz6MmU", "id": "jccnetwork.id", "source": "youtube-000001", "content": "Said Abdullah Dorong Pemulihan ke Rp17.500 per Dolar AS dalam 3 Pekan\n\n‪‬ Ketua Badan Anggaran DPR RI Said Abdullah bersyukur rupiah mulai menguat setelah Bank Indonesia menaikkan suku bunga acuan menjadi 5,50%. Dari level Rp18.190 per dolar AS, rupiah menguat hingga ditutup di kisaran Rp18.050 per dolar AS. Said berharap sinergi kebijakan fiskal dan moneter pemerintah dapat terus memperkuat nilai tukar rupiah, dengan target kembali ke level Rp17.500 per dolar AS dalam tiga minggu ke depan. Kenaikan suku bunga BI juga ditujukan untuk menjaga stabilitas rupiah, mengendalikan inflasi, dan menarik aliran investasi asing di tengah gejolak ekonomi global.\n\n#Rupiah #SaidAbdullah #JCCNetwork\n\nYouTube channel resmi JCC Network menjadi bagian PT Sejahtera Jaringan Media (SJM). Dibawakan langsung oleh host terpercaya dan kredibel, topik-topik politik, hukum, sosial, religi dan isu-isu aktual lainnya dikemas lewat kemasan yang tidak sekadar menghibur, namun juga insightful.\n\nKlik, follow, dan subscribe website & medsos kami 👇🏻\n\nWebsite: https://jccnetwork.id/\nFacebook: JCC Network \nInstagram: \nTwitter: \nTikTok: \nYouTube: JCC Network\n\n#jccnetwork #ProOtonomi #podcast #contentcreator #youtuber", "post_id": "d4NQCAz6MmU"}}, {"key": "@metrotvjatim", "attributes": {"label": "@metrotvjatim", "x": 566.7772126339075, "y": 470.3213785285046, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 4.9776, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 3, "degree": 3}, "_id": "gxWZpjhbHsA", "id": "@metrotvjatim", "source": "youtube-000001", "content": "TOP ECONOMY - PESAN PENTING NAKHODA TIM EKONOMI\n\nMETRO TV JATIM,  Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto membahas dampak potensi perdamaian Amerika Serikat dan Iran terhadap ekonomi global, termasuk Indonesia. Perdamaian dinilai dapat memperbaiki rantai pasok global dan menurunkan tekanan harga energi yang selama ini dipengaruhi ketegangan geopolitik.\n\nNamun, efeknya tidak langsung karena masih ada fase ketidakpastian dalam distribusi dan kontrak dagang global. Dampak ke Indonesia lebih banyak terasa pada harga minyak, inflasi, serta keputusan investasi yang masih cenderung wait and see.\n\nDari sisi pasar keuangan, pembahasan juga menyoroti kondisi Bursa Efek Indonesia yang masih berada dalam kategori emerging market menurut Morgan Stanley Capital International, serta dinamika aliran modal dan kebijakan short selling.\n\nPemerintah juga menekankan penguatan daya beli masyarakat melalui bantuan sosial dan stabilisasi harga pangan, sementara kebijakan moneter oleh Bank Indonesia terus diarahkan untuk menjaga stabilitas rupiah melalui penyesuaian suku bunga.\n\nDi sisi kawasan, ASEAN disebut tetap menjadi wilayah yang relatif stabil dan menarik bagi investasi global. Sementara itu, proses aksesi Indonesia menuju OECD juga terus berjalan sebagai bagian dari strategi memperkuat posisi ekonomi di level global.\n\n#EkonomiIndonesia #AirlanggaHartarto #OECD #ASEAN #BankIndonesia #PasarModal #EkonomiGlobal #BeritaEkonomi #TopEkonomi\n-----------------------------------------------------------------------\nFollow juga sosmed kami untuk mendapatkan update informasi  terkini!\n\nWebsite: https://www.metrotvnews.com/\nFacebook:   / metrotv  \nInstagram:   / metrotv  \nTwitter:   / metro_tv  \nTikTok:   / metro_tv  \n\nInstagram: \nTwitter: \nYoutube : metrotv jatim\nTikTok : \n\n#jawatimur #metrotvjatim #metrotv", "post_id": "gxWZpjhbHsA"}}, {"key": "metrotv_jatim", "attributes": {"label": "metrotv_jatim", "x": 597.1528642895641, "y": 301.20607531259503, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 6.3879, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "gxWZpjhbHsA", "id": "metrotv_jatim", "source": "youtube-000001", "content": "TOP ECONOMY - PESAN PENTING NAKHODA TIM EKONOMI\n\nMETRO TV JATIM,  Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto membahas dampak potensi perdamaian Amerika Serikat dan Iran terhadap ekonomi global, termasuk Indonesia. Perdamaian dinilai dapat memperbaiki rantai pasok global dan menurunkan tekanan harga energi yang selama ini dipengaruhi ketegangan geopolitik.\n\nNamun, efeknya tidak langsung karena masih ada fase ketidakpastian dalam distribusi dan kontrak dagang global. Dampak ke Indonesia lebih banyak terasa pada harga minyak, inflasi, serta keputusan investasi yang masih cenderung wait and see.\n\nDari sisi pasar keuangan, pembahasan juga menyoroti kondisi Bursa Efek Indonesia yang masih berada dalam kategori emerging market menurut Morgan Stanley Capital International, serta dinamika aliran modal dan kebijakan short selling.\n\nPemerintah juga menekankan penguatan daya beli masyarakat melalui bantuan sosial dan stabilisasi harga pangan, sementara kebijakan moneter oleh Bank Indonesia terus diarahkan untuk menjaga stabilitas rupiah melalui penyesuaian suku bunga.\n\nDi sisi kawasan, ASEAN disebut tetap menjadi wilayah yang relatif stabil dan menarik bagi investasi global. Sementara itu, proses aksesi Indonesia menuju OECD juga terus berjalan sebagai bagian dari strategi memperkuat posisi ekonomi di level global.\n\n#EkonomiIndonesia #AirlanggaHartarto #OECD #ASEAN #BankIndonesia #PasarModal #EkonomiGlobal #BeritaEkonomi #TopEkonomi\n-----------------------------------------------------------------------\nFollow juga sosmed kami untuk mendapatkan update informasi  terkini!\n\nWebsite: https://www.metrotvnews.com/\nFacebook:   / metrotv  \nInstagram:   / metrotv  \nTwitter:   / metro_tv  \nTikTok:   / metro_tv  \n\nInstagram: \nTwitter: \nYoutube : metrotv jatim\nTikTok : \n\n#jawatimur #metrotvjatim #metrotv", "post_id": "gxWZpjhbHsA"}}, {"key": "metro_tv_jatim", "attributes": {"label": "metro_tv_jatim", "x": 391.6014447322556, "y": 600.5164688958588, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 6.3879, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "gxWZpjhbHsA", "id": "metro_tv_jatim", "source": "youtube-000001", "content": "TOP ECONOMY - PESAN PENTING NAKHODA TIM EKONOMI\n\nMETRO TV JATIM,  Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto membahas dampak potensi perdamaian Amerika Serikat dan Iran terhadap ekonomi global, termasuk Indonesia. Perdamaian dinilai dapat memperbaiki rantai pasok global dan menurunkan tekanan harga energi yang selama ini dipengaruhi ketegangan geopolitik.\n\nNamun, efeknya tidak langsung karena masih ada fase ketidakpastian dalam distribusi dan kontrak dagang global. Dampak ke Indonesia lebih banyak terasa pada harga minyak, inflasi, serta keputusan investasi yang masih cenderung wait and see.\n\nDari sisi pasar keuangan, pembahasan juga menyoroti kondisi Bursa Efek Indonesia yang masih berada dalam kategori emerging market menurut Morgan Stanley Capital International, serta dinamika aliran modal dan kebijakan short selling.\n\nPemerintah juga menekankan penguatan daya beli masyarakat melalui bantuan sosial dan stabilisasi harga pangan, sementara kebijakan moneter oleh Bank Indonesia terus diarahkan untuk menjaga stabilitas rupiah melalui penyesuaian suku bunga.\n\nDi sisi kawasan, ASEAN disebut tetap menjadi wilayah yang relatif stabil dan menarik bagi investasi global. Sementara itu, proses aksesi Indonesia menuju OECD juga terus berjalan sebagai bagian dari strategi memperkuat posisi ekonomi di level global.\n\n#EkonomiIndonesia #AirlanggaHartarto #OECD #ASEAN #BankIndonesia #PasarModal #EkonomiGlobal #BeritaEkonomi #TopEkonomi\n-----------------------------------------------------------------------\nFollow juga sosmed kami untuk mendapatkan update informasi  terkini!\n\nWebsite: https://www.metrotvnews.com/\nFacebook:   / metrotv  \nInstagram:   / metrotv  \nTwitter:   / metro_tv  \nTikTok:   / metro_tv  \n\nInstagram: \nTwitter: \nYoutube : metrotv jatim\nTikTok : \n\n#jawatimur #metrotvjatim #metrotv", "post_id": "gxWZpjhbHsA"}}, {"key": "@kabarbursadotcom", "attributes": {"label": "@kabarbursadotcom", "x": 980.2692903065384, "y": 448.08813162540815, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 4.9776, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "eKxXvWFEXoE", "id": "@kabarbursadotcom", "source": "youtube-000001", "content": "[LIVE] RDG Bank Indonesia Juni 2026: Strategi BI Hadapi Gejolak Global dan Rupiah\n\nKABARBURSA.COM — Bank Indonesia mengumumkan hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bulanan Juni 2026 di tengah tingginya gejolak global akibat perang di Timur Tengah. Bank Indonesia terus mengupayakan berbagai kebijakan untuk memperkuat stabilitas nilai tukar rupiah, menjaga inflasi tahun 2026 dan 2027 tetap dalam sasaran 2,5±1%, serta meningkatkan daya tarik aliran masuk investasi portofolio asing ke Indonesia.\n\nMelalui hasil RDG ini, publik dapat mengetahui arah kebijakan moneter dan respons Bank Indonesia dalam menghadapi tantangan ekonomi global ke depan. Saksikan pembahasannya dan tuliskan pendapat Anda di kolom komentar, serta jangan lupa subscribe untuk mendapatkan informasi ekonomi dan pasar terkini.\n\nBuka dan baca berita terkait hanya di portal https://kabarbursa.com/\nKabarbursa.com adalah portal berita finansial PT Kabar Bursa Indonesia yang merupakan bagian dari jaringan PT Kabar Grup Indonesia atau KGI Network. Kabarbursa.com menyajikan berita ekonomi terkini, analisis mendalam, investasi dan inspirasi bisnis.\n\nKamu juga bisa mengunjungi media sosial Kabar Bursa:\nYoutube:    /   \nInstagram:   / kabarbursacom  \nTiktok:   / kabarbursacom  \nWA Channel: https://whatsapp.com/channel/0029Vae5...\n\n#bankindonesia #perrywarjiyo #rupiah #rdgbi  #inflasi #ekonomiindonesia #kebijakanmoneter #investasi #pasarmodal #timurtengah #portofolioasing #kabarbursa #news #newsupdate #beritaterkini #beritasaham #beritaekonomi", "post_id": "eKxXvWFEXoE"}}, {"key": "kabarbursadotcom", "attributes": {"label": "kabarbursadotcom", "x": 714.521520645067, "y": 47.48468785377546, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 9.2085, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "eKxXvWFEXoE", "id": "kabarbursadotcom", "source": "youtube-000001", "content": "[LIVE] RDG Bank Indonesia Juni 2026: Strategi BI Hadapi Gejolak Global dan Rupiah\n\nKABARBURSA.COM — Bank Indonesia mengumumkan hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bulanan Juni 2026 di tengah tingginya gejolak global akibat perang di Timur Tengah. Bank Indonesia terus mengupayakan berbagai kebijakan untuk memperkuat stabilitas nilai tukar rupiah, menjaga inflasi tahun 2026 dan 2027 tetap dalam sasaran 2,5±1%, serta meningkatkan daya tarik aliran masuk investasi portofolio asing ke Indonesia.\n\nMelalui hasil RDG ini, publik dapat mengetahui arah kebijakan moneter dan respons Bank Indonesia dalam menghadapi tantangan ekonomi global ke depan. Saksikan pembahasannya dan tuliskan pendapat Anda di kolom komentar, serta jangan lupa subscribe untuk mendapatkan informasi ekonomi dan pasar terkini.\n\nBuka dan baca berita terkait hanya di portal https://kabarbursa.com/\nKabarbursa.com adalah portal berita finansial PT Kabar Bursa Indonesia yang merupakan bagian dari jaringan PT Kabar Grup Indonesia atau KGI Network. Kabarbursa.com menyajikan berita ekonomi terkini, analisis mendalam, investasi dan inspirasi bisnis.\n\nKamu juga bisa mengunjungi media sosial Kabar Bursa:\nYoutube:    /   \nInstagram:   / kabarbursacom  \nTiktok:   / kabarbursacom  \nWA Channel: https://whatsapp.com/channel/0029Vae5...\n\n#bankindonesia #perrywarjiyo #rupiah #rdgbi  #inflasi #ekonomiindonesia #kebijakanmoneter #investasi #pasarmodal #timurtengah #portofolioasing #kabarbursa #news #newsupdate #beritaterkini #beritasaham #beritaekonomi", "post_id": "eKxXvWFEXoE"}}, {"key": "@OfficialiNews", "attributes": {"label": "@OfficialiNews", "x": 333.1557473897527, "y": 1.2877943824625149, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 4.9776, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "ohegMgD1pVk", "id": "@OfficialiNews", "source": "youtube-000001", "content": "Rupiah Melemah? Ekonom Ungkap Cadangan Devisa Indonesia Tak Cukup Jaga Nilai Tukar!\n\nBerita Selengkapnya baca di: https://inews.id/news\nDalam episode terbaru To The Point Aja, ekonom sekaligus Co-Founder FINE Institute, Kusfiardi, mengulas kondisi nilai tukar rupiah di tengah tekanan ekonomi global. Benarkah besarnya cadangan devisa Indonesia cukup untuk menjaga stabilitas rupiah?\n\nKusfiardi menilai bahwa kekuatan rupiah tidak bisa hanya diukur dari tingginya cadangan devisa. Selama ketergantungan Indonesia terhadap impor masih besar, cadangan devisa belum tentu menjadi jaminan ketahanan ekonomi nasional.\n\nDalam perbincangan ini dibahas berbagai isu penting, mulai dari keterbatasan intervensi Bank Indonesia, risiko penggerusan cadangan devisa, hingga perlunya strategi ekonomi baru yang lebih terintegrasi. Koordinasi antara kebijakan moneter, fiskal, dan sektor riil dinilai menjadi kunci agar Indonesia mampu menghadapi gejolak ekonomi dunia.\n\nApakah Indonesia membutuhkan pendekatan ekonomi yang lebih menyeluruh untuk menjaga stabilitas rupiah dan ketahanan ekonomi nasional? Simak analisis tajam dan mendalam dari Kusfiardi hanya di To The Point Aja.\n\nJangan lupa subscribe, like, dan aktifkan notifikasi agar tidak ketinggalan pembahasan ekonomi, politik, dan isu-isu strategis lainnya.\n\n#ToThePointAja #Kusfiardi #FINEInstitute #Rupiah #NilaiTukarRupiah #CadanganDevisa #BankIndonesia #EkonomiIndonesia #EkonomiGlobal #KebijakanMoneter #KebijakanFiskal #StabilitasEkonomi\nJoin membership channel ini dan nikmati berbagai konten eksklusif:\n   /   \n\n📰 iNews: Channel Berita Terlengkap, Tercepat, dan Terpercaya di Indonesia\nDapatkan berita terbaru dari seluruh Indonesia dan dunia, mulai dari politik, ekonomi, hukum, kriminal, olahraga, hiburan, hingga peristiwa penting lainnya. Dengan liputan langsung dari lokasi kejadian dan jurnalis profesional, iNews selalu menghadirkan informasi yang cepat, akurat, dan berimbang.\n\n📊 iNews menjadi sumber berita pilihan jutaan masyarakat yang ingin selalu update setiap saat. Jadilah bagian dari komunitas berita terbesar di Indonesia dan nikmati tayangan eksklusif yang tidak Anda temukan di tempat lain.\n\n📌 Jangan lupa\n✅ Klik SUBSCRIBE untuk bergabung dengan jutaan penonton setia kami\n✅ Aktifkan Lonceng Notifikasi agar tidak ketinggalan berita penting\n✅ Bagikan video ini agar lebih banyak orang mendapatkan informasi yang benar\n\nFollow WA Channel https://whatsapp.com/channel/0029Va7s...\nFollow our Official TikTok   / officialinews  \nFollow our Official Twitter   / officialinews_  \nLike our Official Facebook   / officialinews  \nFollow our Official Instagram   / officialinews  \n\n#iNews #BeritaTerkini #BreakingNews #BeritaHariIni #BeritaNasional #BeritaIndonesia #BeritaDunia #TerlengkapTercepatTerpercaya", "post_id": "ohegMgD1pVk"}}, {"key": "officialinews", "attributes": {"label": "officialinews", "x": 231.64525122912937, "y": 576.0060839059514, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 9.2085, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "ohegMgD1pVk", "id": "officialinews", "source": "youtube-000001", "content": "Rupiah Melemah? Ekonom Ungkap Cadangan Devisa Indonesia Tak Cukup Jaga Nilai Tukar!\n\nBerita Selengkapnya baca di: https://inews.id/news\nDalam episode terbaru To The Point Aja, ekonom sekaligus Co-Founder FINE Institute, Kusfiardi, mengulas kondisi nilai tukar rupiah di tengah tekanan ekonomi global. Benarkah besarnya cadangan devisa Indonesia cukup untuk menjaga stabilitas rupiah?\n\nKusfiardi menilai bahwa kekuatan rupiah tidak bisa hanya diukur dari tingginya cadangan devisa. Selama ketergantungan Indonesia terhadap impor masih besar, cadangan devisa belum tentu menjadi jaminan ketahanan ekonomi nasional.\n\nDalam perbincangan ini dibahas berbagai isu penting, mulai dari keterbatasan intervensi Bank Indonesia, risiko penggerusan cadangan devisa, hingga perlunya strategi ekonomi baru yang lebih terintegrasi. Koordinasi antara kebijakan moneter, fiskal, dan sektor riil dinilai menjadi kunci agar Indonesia mampu menghadapi gejolak ekonomi dunia.\n\nApakah Indonesia membutuhkan pendekatan ekonomi yang lebih menyeluruh untuk menjaga stabilitas rupiah dan ketahanan ekonomi nasional? Simak analisis tajam dan mendalam dari Kusfiardi hanya di To The Point Aja.\n\nJangan lupa subscribe, like, dan aktifkan notifikasi agar tidak ketinggalan pembahasan ekonomi, politik, dan isu-isu strategis lainnya.\n\n#ToThePointAja #Kusfiardi #FINEInstitute #Rupiah #NilaiTukarRupiah #CadanganDevisa #BankIndonesia #EkonomiIndonesia #EkonomiGlobal #KebijakanMoneter #KebijakanFiskal #StabilitasEkonomi\nJoin membership channel ini dan nikmati berbagai konten eksklusif:\n   /   \n\n📰 iNews: Channel Berita Terlengkap, Tercepat, dan Terpercaya di Indonesia\nDapatkan berita terbaru dari seluruh Indonesia dan dunia, mulai dari politik, ekonomi, hukum, kriminal, olahraga, hiburan, hingga peristiwa penting lainnya. Dengan liputan langsung dari lokasi kejadian dan jurnalis profesional, iNews selalu menghadirkan informasi yang cepat, akurat, dan berimbang.\n\n📊 iNews menjadi sumber berita pilihan jutaan masyarakat yang ingin selalu update setiap saat. Jadilah bagian dari komunitas berita terbesar di Indonesia dan nikmati tayangan eksklusif yang tidak Anda temukan di tempat lain.\n\n📌 Jangan lupa\n✅ Klik SUBSCRIBE untuk bergabung dengan jutaan penonton setia kami\n✅ Aktifkan Lonceng Notifikasi agar tidak ketinggalan berita penting\n✅ Bagikan video ini agar lebih banyak orang mendapatkan informasi yang benar\n\nFollow WA Channel https://whatsapp.com/channel/0029Va7s...\nFollow our Official TikTok   / officialinews  \nFollow our Official Twitter   / officialinews_  \nLike our Official Facebook   / officialinews  \nFollow our Official Instagram   / officialinews  \n\n#iNews #BeritaTerkini #BreakingNews #BeritaHariIni #BeritaNasional #BeritaIndonesia #BeritaDunia #TerlengkapTercepatTerpercaya", "post_id": "ohegMgD1pVk"}}, {"key": "@Bennix", "attributes": {"label": "@Bennix", "x": 467.36412177764976, "y": 224.27131361352681, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 4.9776, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 4, "degree": 4}, "_id": "0apVHpnfQUs", "id": "@Bennix", "source": "youtube-000001", "content": "DOSA BESAR DIBALIK REPUBLIK TEPUNG!! 56 T Devisa Habis Tiap Tahun, Rakyat RI SUKSES DI CUCI OTAK?\n\nDOSA BESAR DIBALIK REPUBLIK TEPUNG!! 56 T Devisa Habis Tiap Tahun, Rakyat RI SUKSES DI CUCI OTAK?\n\nDalam video ini kita akan membahas fenomena yang jarang disadari oleh masyarakat Indonesia, yaitu bagaimana Indonesia perlahan berubah menjadi \"Republik Tepung\". Ketergantungan masyarakat terhadap makanan berbasis tepung dan gandum impor terus meningkat dari tahun ke tahun, sementara Indonesia bukanlah negara penghasil gandum. Akibatnya, puluhan triliun rupiah devisa harus keluar setiap tahun untuk memenuhi kebutuhan impor gandum yang terus melonjak. Apakah kondisi ini hanya sekadar perubahan pola konsumsi, atau ada faktor ekonomi global yang lebih besar di baliknya?\n\nVideo ini mengulas sejarah masuknya gandum ke Indonesia, perubahan pola makan masyarakat, menjamurnya makanan berbasis tepung di berbagai daerah, hingga dampaknya terhadap neraca perdagangan dan cadangan devisa negara. Kita juga akan membahas mengapa Indonesia yang kaya akan sumber karbohidrat lokal seperti singkong, ubi, sagu, dan jagung justru semakin bergantung pada gandum impor. Benarkah ketergantungan ini menjadi salah satu faktor yang membuat devisa terus mengalir ke luar negeri? Apakah konsumsi gandum yang terus meningkat dapat memengaruhi stabilitas ekonomi nasional dan nilai tukar rupiah dalam jangka panjang?\n\nSelain itu, video ini juga mengulas perkembangan industri pangan Indonesia, impor gandum Indonesia, konsumsi tepung terigu nasional, kondisi petani lokal, strategi ketahanan pangan, kedaulatan pangan Indonesia, serta tantangan ekonomi yang dihadapi Indonesia di tengah persaingan global. Dengan data, fakta, dan analisis ekonomi yang menarik, video ini akan membantu Anda memahami bagaimana kebiasaan konsumsi masyarakat dapat berdampak pada perekonomian negara secara keseluruhan.\n\nTonton sampai selesai dan bagikan pendapat Anda di kolom komentar. Apakah Indonesia sudah terlalu bergantung pada gandum impor? Apakah pangan lokal bisa menjadi solusi untuk mengurangi ketergantungan tersebut? Jangan lupa subscribe, nyalakan lonceng notifikasi, dan dukung channel ini agar terus menghadirkan analisis ekonomi, geopolitik, perdagangan internasional, dan isu strategis Indonesia yang jarang dibahas media arus utama.\n\n\n\nCome on, join the Bennix Investor Group now!!\nWhile there are still lots of promotions.\nvisit: www.Bennix.id\n\nEmail: halobennix\nRequests for Interviews, Speaking or Business Inquiries can contact us \n\nManager Lisa at\nWA: 0811-868-959\n-\n-\nFollow me:\nFacebook :\n\nInstagram:\n\nTikTok:\n\n\nMusic by Karl Casey @ White Bat Audio\n\nJoin Free Whatsaap Channel Bennix :\nhttps://www.whatsapp.com/channel/0029...\n\nJoin this channel to get access to perks:\n   /", "post_id": "0apVHpnfQUs"}}, {"key": "Bennix", "attributes": {"label": "Bennix", "x": 871.6724944259712, "y": 347.16298657523316, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 6.0353, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "0apVHpnfQUs", "id": "Bennix", "source": "youtube-000001", "content": "DOSA BESAR DIBALIK REPUBLIK TEPUNG!! 56 T Devisa Habis Tiap Tahun, Rakyat RI SUKSES DI CUCI OTAK?\n\nDOSA BESAR DIBALIK REPUBLIK TEPUNG!! 56 T Devisa Habis Tiap Tahun, Rakyat RI SUKSES DI CUCI OTAK?\n\nDalam video ini kita akan membahas fenomena yang jarang disadari oleh masyarakat Indonesia, yaitu bagaimana Indonesia perlahan berubah menjadi \"Republik Tepung\". Ketergantungan masyarakat terhadap makanan berbasis tepung dan gandum impor terus meningkat dari tahun ke tahun, sementara Indonesia bukanlah negara penghasil gandum. Akibatnya, puluhan triliun rupiah devisa harus keluar setiap tahun untuk memenuhi kebutuhan impor gandum yang terus melonjak. Apakah kondisi ini hanya sekadar perubahan pola konsumsi, atau ada faktor ekonomi global yang lebih besar di baliknya?\n\nVideo ini mengulas sejarah masuknya gandum ke Indonesia, perubahan pola makan masyarakat, menjamurnya makanan berbasis tepung di berbagai daerah, hingga dampaknya terhadap neraca perdagangan dan cadangan devisa negara. Kita juga akan membahas mengapa Indonesia yang kaya akan sumber karbohidrat lokal seperti singkong, ubi, sagu, dan jagung justru semakin bergantung pada gandum impor. Benarkah ketergantungan ini menjadi salah satu faktor yang membuat devisa terus mengalir ke luar negeri? Apakah konsumsi gandum yang terus meningkat dapat memengaruhi stabilitas ekonomi nasional dan nilai tukar rupiah dalam jangka panjang?\n\nSelain itu, video ini juga mengulas perkembangan industri pangan Indonesia, impor gandum Indonesia, konsumsi tepung terigu nasional, kondisi petani lokal, strategi ketahanan pangan, kedaulatan pangan Indonesia, serta tantangan ekonomi yang dihadapi Indonesia di tengah persaingan global. Dengan data, fakta, dan analisis ekonomi yang menarik, video ini akan membantu Anda memahami bagaimana kebiasaan konsumsi masyarakat dapat berdampak pada perekonomian negara secara keseluruhan.\n\nTonton sampai selesai dan bagikan pendapat Anda di kolom komentar. Apakah Indonesia sudah terlalu bergantung pada gandum impor? Apakah pangan lokal bisa menjadi solusi untuk mengurangi ketergantungan tersebut? Jangan lupa subscribe, nyalakan lonceng notifikasi, dan dukung channel ini agar terus menghadirkan analisis ekonomi, geopolitik, perdagangan internasional, dan isu strategis Indonesia yang jarang dibahas media arus utama.\n\n\n\nCome on, join the Bennix Investor Group now!!\nWhile there are still lots of promotions.\nvisit: www.Bennix.id\n\nEmail: halobennix\nRequests for Interviews, Speaking or Business Inquiries can contact us \n\nManager Lisa at\nWA: 0811-868-959\n-\n-\nFollow me:\nFacebook :\n\nInstagram:\n\nTikTok:\n\n\nMusic by Karl Casey @ White Bat Audio\n\nJoin Free Whatsaap Channel Bennix :\nhttps://www.whatsapp.com/channel/0029...\n\nJoin this channel to get access to perks:\n   /", "post_id": "0apVHpnfQUs"}}, {"key": "bennix.official", "attributes": {"label": "bennix.official", "x": 50.498837820910026, "y": 145.96990374415486, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 6.0353, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "0apVHpnfQUs", "id": "bennix.official", "source": "youtube-000001", "content": "DOSA BESAR DIBALIK REPUBLIK TEPUNG!! 56 T Devisa Habis Tiap Tahun, Rakyat RI SUKSES DI CUCI OTAK?\n\nDOSA BESAR DIBALIK REPUBLIK TEPUNG!! 56 T Devisa Habis Tiap Tahun, Rakyat RI SUKSES DI CUCI OTAK?\n\nDalam video ini kita akan membahas fenomena yang jarang disadari oleh masyarakat Indonesia, yaitu bagaimana Indonesia perlahan berubah menjadi \"Republik Tepung\". Ketergantungan masyarakat terhadap makanan berbasis tepung dan gandum impor terus meningkat dari tahun ke tahun, sementara Indonesia bukanlah negara penghasil gandum. Akibatnya, puluhan triliun rupiah devisa harus keluar setiap tahun untuk memenuhi kebutuhan impor gandum yang terus melonjak. Apakah kondisi ini hanya sekadar perubahan pola konsumsi, atau ada faktor ekonomi global yang lebih besar di baliknya?\n\nVideo ini mengulas sejarah masuknya gandum ke Indonesia, perubahan pola makan masyarakat, menjamurnya makanan berbasis tepung di berbagai daerah, hingga dampaknya terhadap neraca perdagangan dan cadangan devisa negara. Kita juga akan membahas mengapa Indonesia yang kaya akan sumber karbohidrat lokal seperti singkong, ubi, sagu, dan jagung justru semakin bergantung pada gandum impor. Benarkah ketergantungan ini menjadi salah satu faktor yang membuat devisa terus mengalir ke luar negeri? Apakah konsumsi gandum yang terus meningkat dapat memengaruhi stabilitas ekonomi nasional dan nilai tukar rupiah dalam jangka panjang?\n\nSelain itu, video ini juga mengulas perkembangan industri pangan Indonesia, impor gandum Indonesia, konsumsi tepung terigu nasional, kondisi petani lokal, strategi ketahanan pangan, kedaulatan pangan Indonesia, serta tantangan ekonomi yang dihadapi Indonesia di tengah persaingan global. Dengan data, fakta, dan analisis ekonomi yang menarik, video ini akan membantu Anda memahami bagaimana kebiasaan konsumsi masyarakat dapat berdampak pada perekonomian negara secara keseluruhan.\n\nTonton sampai selesai dan bagikan pendapat Anda di kolom komentar. Apakah Indonesia sudah terlalu bergantung pada gandum impor? Apakah pangan lokal bisa menjadi solusi untuk mengurangi ketergantungan tersebut? Jangan lupa subscribe, nyalakan lonceng notifikasi, dan dukung channel ini agar terus menghadirkan analisis ekonomi, geopolitik, perdagangan internasional, dan isu strategis Indonesia yang jarang dibahas media arus utama.\n\n\n\nCome on, join the Bennix Investor Group now!!\nWhile there are still lots of promotions.\nvisit: www.Bennix.id\n\nEmail: halobennix\nRequests for Interviews, Speaking or Business Inquiries can contact us \n\nManager Lisa at\nWA: 0811-868-959\n-\n-\nFollow me:\nFacebook :\n\nInstagram:\n\nTikTok:\n\n\nMusic by Karl Casey @ White Bat Audio\n\nJoin Free Whatsaap Channel Bennix :\nhttps://www.whatsapp.com/channel/0029...\n\nJoin this channel to get access to perks:\n   /", "post_id": "0apVHpnfQUs"}}, {"key": "bennix.real", "attributes": {"label": "bennix.real", "x": 454.34888869125433, "y": 488.63282928370364, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 6.0353, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "0apVHpnfQUs", "id": "bennix.real", "source": "youtube-000001", "content": "DOSA BESAR DIBALIK REPUBLIK TEPUNG!! 56 T Devisa Habis Tiap Tahun, Rakyat RI SUKSES DI CUCI OTAK?\n\nDOSA BESAR DIBALIK REPUBLIK TEPUNG!! 56 T Devisa Habis Tiap Tahun, Rakyat RI SUKSES DI CUCI OTAK?\n\nDalam video ini kita akan membahas fenomena yang jarang disadari oleh masyarakat Indonesia, yaitu bagaimana Indonesia perlahan berubah menjadi \"Republik Tepung\". Ketergantungan masyarakat terhadap makanan berbasis tepung dan gandum impor terus meningkat dari tahun ke tahun, sementara Indonesia bukanlah negara penghasil gandum. Akibatnya, puluhan triliun rupiah devisa harus keluar setiap tahun untuk memenuhi kebutuhan impor gandum yang terus melonjak. Apakah kondisi ini hanya sekadar perubahan pola konsumsi, atau ada faktor ekonomi global yang lebih besar di baliknya?\n\nVideo ini mengulas sejarah masuknya gandum ke Indonesia, perubahan pola makan masyarakat, menjamurnya makanan berbasis tepung di berbagai daerah, hingga dampaknya terhadap neraca perdagangan dan cadangan devisa negara. Kita juga akan membahas mengapa Indonesia yang kaya akan sumber karbohidrat lokal seperti singkong, ubi, sagu, dan jagung justru semakin bergantung pada gandum impor. Benarkah ketergantungan ini menjadi salah satu faktor yang membuat devisa terus mengalir ke luar negeri? Apakah konsumsi gandum yang terus meningkat dapat memengaruhi stabilitas ekonomi nasional dan nilai tukar rupiah dalam jangka panjang?\n\nSelain itu, video ini juga mengulas perkembangan industri pangan Indonesia, impor gandum Indonesia, konsumsi tepung terigu nasional, kondisi petani lokal, strategi ketahanan pangan, kedaulatan pangan Indonesia, serta tantangan ekonomi yang dihadapi Indonesia di tengah persaingan global. Dengan data, fakta, dan analisis ekonomi yang menarik, video ini akan membantu Anda memahami bagaimana kebiasaan konsumsi masyarakat dapat berdampak pada perekonomian negara secara keseluruhan.\n\nTonton sampai selesai dan bagikan pendapat Anda di kolom komentar. Apakah Indonesia sudah terlalu bergantung pada gandum impor? Apakah pangan lokal bisa menjadi solusi untuk mengurangi ketergantungan tersebut? Jangan lupa subscribe, nyalakan lonceng notifikasi, dan dukung channel ini agar terus menghadirkan analisis ekonomi, geopolitik, perdagangan internasional, dan isu strategis Indonesia yang jarang dibahas media arus utama.\n\n\n\nCome on, join the Bennix Investor Group now!!\nWhile there are still lots of promotions.\nvisit: www.Bennix.id\n\nEmail: halobennix\nRequests for Interviews, Speaking or Business Inquiries can contact us \n\nManager Lisa at\nWA: 0811-868-959\n-\n-\nFollow me:\nFacebook :\n\nInstagram:\n\nTikTok:\n\n\nMusic by Karl Casey @ White Bat Audio\n\nJoin Free Whatsaap Channel Bennix :\nhttps://www.whatsapp.com/channel/0029...\n\nJoin this channel to get access to perks:\n   /", "post_id": "0apVHpnfQUs"}}, {"key": "bennix", "attributes": {"label": "bennix", "x": 365.8076407319324, "y": 999.3279441838705, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 6.0353, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "0apVHpnfQUs", "id": "bennix", "source": "youtube-000001", "content": "DOSA BESAR DIBALIK REPUBLIK TEPUNG!! 56 T Devisa Habis Tiap Tahun, Rakyat RI SUKSES DI CUCI OTAK?\n\nDOSA BESAR DIBALIK REPUBLIK TEPUNG!! 56 T Devisa Habis Tiap Tahun, Rakyat RI SUKSES DI CUCI OTAK?\n\nDalam video ini kita akan membahas fenomena yang jarang disadari oleh masyarakat Indonesia, yaitu bagaimana Indonesia perlahan berubah menjadi \"Republik Tepung\". Ketergantungan masyarakat terhadap makanan berbasis tepung dan gandum impor terus meningkat dari tahun ke tahun, sementara Indonesia bukanlah negara penghasil gandum. Akibatnya, puluhan triliun rupiah devisa harus keluar setiap tahun untuk memenuhi kebutuhan impor gandum yang terus melonjak. Apakah kondisi ini hanya sekadar perubahan pola konsumsi, atau ada faktor ekonomi global yang lebih besar di baliknya?\n\nVideo ini mengulas sejarah masuknya gandum ke Indonesia, perubahan pola makan masyarakat, menjamurnya makanan berbasis tepung di berbagai daerah, hingga dampaknya terhadap neraca perdagangan dan cadangan devisa negara. Kita juga akan membahas mengapa Indonesia yang kaya akan sumber karbohidrat lokal seperti singkong, ubi, sagu, dan jagung justru semakin bergantung pada gandum impor. Benarkah ketergantungan ini menjadi salah satu faktor yang membuat devisa terus mengalir ke luar negeri? Apakah konsumsi gandum yang terus meningkat dapat memengaruhi stabilitas ekonomi nasional dan nilai tukar rupiah dalam jangka panjang?\n\nSelain itu, video ini juga mengulas perkembangan industri pangan Indonesia, impor gandum Indonesia, konsumsi tepung terigu nasional, kondisi petani lokal, strategi ketahanan pangan, kedaulatan pangan Indonesia, serta tantangan ekonomi yang dihadapi Indonesia di tengah persaingan global. Dengan data, fakta, dan analisis ekonomi yang menarik, video ini akan membantu Anda memahami bagaimana kebiasaan konsumsi masyarakat dapat berdampak pada perekonomian negara secara keseluruhan.\n\nTonton sampai selesai dan bagikan pendapat Anda di kolom komentar. Apakah Indonesia sudah terlalu bergantung pada gandum impor? Apakah pangan lokal bisa menjadi solusi untuk mengurangi ketergantungan tersebut? Jangan lupa subscribe, nyalakan lonceng notifikasi, dan dukung channel ini agar terus menghadirkan analisis ekonomi, geopolitik, perdagangan internasional, dan isu strategis Indonesia yang jarang dibahas media arus utama.\n\n\n\nCome on, join the Bennix Investor Group now!!\nWhile there are still lots of promotions.\nvisit: www.Bennix.id\n\nEmail: halobennix\nRequests for Interviews, Speaking or Business Inquiries can contact us \n\nManager Lisa at\nWA: 0811-868-959\n-\n-\nFollow me:\nFacebook :\n\nInstagram:\n\nTikTok:\n\n\nMusic by Karl Casey @ White Bat Audio\n\nJoin Free Whatsaap Channel Bennix :\nhttps://www.whatsapp.com/channel/0029...\n\nJoin this channel to get access to perks:\n   /", "post_id": "0apVHpnfQUs"}}, {"key": "@KompasTVDewata", "attributes": {"label": "@KompasTVDewata", "x": 547.7953608360699, "y": 415.11476379005506, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 4.9776, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "s92VPDqEqv8", "id": "@KompasTVDewata", "source": "youtube-000001", "content": "Polemik BBM, Rupiah Melemah hingga MBG, Saatnya Pemerintah Dengar Suara Rakyat!\n\nJAKARTA, KOMPAS.TV - Kenaikan harga Pertamax dan Pertamax Green memicu gelombang unjuk rasa di sejumlah daerah.\n\nMassa mendesak pemerintah menurunkan harga kebutuhan pokok dan BBM serta menuntut perbaikan ekonomi.\n\nMereka juga menyoroti pelemahan nilai tukar rupiah dan menilai sejumlah kebijakan pemerintah justru menjadi penyebab ekonomi Indonesia bermasalah, terutama soal MBG.\n\nKenaikan harga Pertamax dari Rp12.300 menjadi Rp16.250 pada 10 Juni lalu mengejutkan masyarakat.\n\nBanyaknya masyarakat yang beralih ke Pertalite membuat sejumlah SPBU di Jakarta kehabisan stok BBM.\n\nDirektur Utama PT Pertamina, Simon Aloysius Mantiri, menegaskan keputusan menaikkan harga harus dilakukan karena mengacu pada mekanisme pasar. Menurutnya, perubahan harga saat ini masih mempertimbangkan daya beli masyarakat.\n\nKetua Komisi XI DPR, Muhamad Misbakhun menilai kenaikan harga Pertamax akan memberikan tekanan terhadap inflasi.\n\nUntuk itu, berbagai opsi stimulus dan insentif saat ini sedang dibahas untuk menjaga stabilitas ekonomi domestik sekaligus mempertahankan momentum pertumbuhan.\n\nMenkeu Purbaya mengakui kenaikan Pertamax berpotensi mendorong sebagian masyarakat beralih ke Pertalite.\n\nNamun, pemerintah belum menghitung besaran perpindahan konsumsi BBM tersebut maupun dampaknya terhadap beban subsidi energi dalam APBN.\n\nDi sisi lain, Purbaya menilai kenaikan harga Pertamax tidak akan memberikan dampak signifikan terhadap inflasi nasional.\n\nUntuk menjaga daya beli masyarakat, pemerintah tengah mengkaji sejumlah skema bantuan sebelum kembali berkoordinasi dengan Pertamina.\n\nKemenkeu sebagai penanggung jawab fiskal dan BI sebagai pengendali moneter sepakat untuk terus meningkatkan koordinasi guna menjaga nilai tukar rupiah dan angka pertumbuhan ekonomi. Pemerintah, BI, maupun DPR mau mendengar masukan dari banyak pihak.\n\nKoordinasi dan komunikasi yang baik antarlembaga ini memang diperlukan di saat negara kita menghadapi situasi yang tidak mudah akibat kondisi geopolitik yang tidak menentu.\n\n\n\nTerima kasih sudah menonton!\n\nJangan lewatkan berita dan inspirasi terkini dari Pulau Dewata. Dukung kami dengan LIKE, berikan pandangan Anda di KOMENTAR, BAGIKAN kepada kerabat Anda, dan pastikan Anda SUBSCRIBE untuk mendapatkan notifikasi video terbaru.\n\n🔔 Jangan Lupa Nyalakan Lonceng Notifikasi! 🔔\n\nKompasTV Dewata Official Channel.\nInspirasi Bali. Berita Terpercaya.\n\nTonton Kami Langsung di TV:\nSetiap hari pukul 05.30 WITA - 08.00 WITA\n\nJelajahi Konten Kami:\n\n🎥 VIDEO TERBARU:    /   \n\n✅ SUBSCRIBE SEKARANG:    /   \n\nIkuti Kami di Media Sosial:\n\nFacebook:   / kompastvdewata  \n\nInstagram:   / kompastvbalidewata", "post_id": "s92VPDqEqv8"}}, {"key": "kompastvdewata", "attributes": {"label": "kompastvdewata", "x": 320.8706847102167, "y": 24.73075382848522, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 7.093, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "s92VPDqEqv8", "id": "kompastvdewata", "source": "youtube-000001", "content": "Polemik BBM, Rupiah Melemah hingga MBG, Saatnya Pemerintah Dengar Suara Rakyat!\n\nJAKARTA, KOMPAS.TV - Kenaikan harga Pertamax dan Pertamax Green memicu gelombang unjuk rasa di sejumlah daerah.\n\nMassa mendesak pemerintah menurunkan harga kebutuhan pokok dan BBM serta menuntut perbaikan ekonomi.\n\nMereka juga menyoroti pelemahan nilai tukar rupiah dan menilai sejumlah kebijakan pemerintah justru menjadi penyebab ekonomi Indonesia bermasalah, terutama soal MBG.\n\nKenaikan harga Pertamax dari Rp12.300 menjadi Rp16.250 pada 10 Juni lalu mengejutkan masyarakat.\n\nBanyaknya masyarakat yang beralih ke Pertalite membuat sejumlah SPBU di Jakarta kehabisan stok BBM.\n\nDirektur Utama PT Pertamina, Simon Aloysius Mantiri, menegaskan keputusan menaikkan harga harus dilakukan karena mengacu pada mekanisme pasar. Menurutnya, perubahan harga saat ini masih mempertimbangkan daya beli masyarakat.\n\nKetua Komisi XI DPR, Muhamad Misbakhun menilai kenaikan harga Pertamax akan memberikan tekanan terhadap inflasi.\n\nUntuk itu, berbagai opsi stimulus dan insentif saat ini sedang dibahas untuk menjaga stabilitas ekonomi domestik sekaligus mempertahankan momentum pertumbuhan.\n\nMenkeu Purbaya mengakui kenaikan Pertamax berpotensi mendorong sebagian masyarakat beralih ke Pertalite.\n\nNamun, pemerintah belum menghitung besaran perpindahan konsumsi BBM tersebut maupun dampaknya terhadap beban subsidi energi dalam APBN.\n\nDi sisi lain, Purbaya menilai kenaikan harga Pertamax tidak akan memberikan dampak signifikan terhadap inflasi nasional.\n\nUntuk menjaga daya beli masyarakat, pemerintah tengah mengkaji sejumlah skema bantuan sebelum kembali berkoordinasi dengan Pertamina.\n\nKemenkeu sebagai penanggung jawab fiskal dan BI sebagai pengendali moneter sepakat untuk terus meningkatkan koordinasi guna menjaga nilai tukar rupiah dan angka pertumbuhan ekonomi. Pemerintah, BI, maupun DPR mau mendengar masukan dari banyak pihak.\n\nKoordinasi dan komunikasi yang baik antarlembaga ini memang diperlukan di saat negara kita menghadapi situasi yang tidak mudah akibat kondisi geopolitik yang tidak menentu.\n\n\n\nTerima kasih sudah menonton!\n\nJangan lewatkan berita dan inspirasi terkini dari Pulau Dewata. Dukung kami dengan LIKE, berikan pandangan Anda di KOMENTAR, BAGIKAN kepada kerabat Anda, dan pastikan Anda SUBSCRIBE untuk mendapatkan notifikasi video terbaru.\n\n🔔 Jangan Lupa Nyalakan Lonceng Notifikasi! 🔔\n\nKompasTV Dewata Official Channel.\nInspirasi Bali. Berita Terpercaya.\n\nTonton Kami Langsung di TV:\nSetiap hari pukul 05.30 WITA - 08.00 WITA\n\nJelajahi Konten Kami:\n\n🎥 VIDEO TERBARU:    /   \n\n✅ SUBSCRIBE SEKARANG:    /   \n\nIkuti Kami di Media Sosial:\n\nFacebook:   / kompastvdewata  \n\nInstagram:   / kompastvbalidewata", "post_id": "s92VPDqEqv8"}}, {"key": "@BeritaNasionalTV", "attributes": {"label": "@BeritaNasionalTV", "x": 94.5084958250928, "y": 371.67701617856653, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 4.9776, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 3, "degree": 3}, "_id": "TU3mnQW302o", "id": "@BeritaNasionalTV", "source": "youtube-000001", "content": "Jaga Stabilitas Ekonomi, Pemerintah Pantau Nilai Tukar Rupiah\n\nPemerintah memastikan terus memantau pergerakan nilai tukar rupiah melalui koordinasi intensif antarotoritas ekonomi. Langkah ini dilakukan untuk menjaga stabilitas perekonomian nasional di tengah dinamika ekonomi global yang masih berlangsung.\n\n#beritanasional #rupiah #dolar #beritaterkini \n====================================\n\nJangan lupa Subscribe, tinggalkan Komentar dan Share !\nIkuti juga update berita selengkapnya di YouTube Berita Nasional TV dan Website Berita di Berita Nasional.com\n\nSocial Media\nInstagram : \nTiktok : \nTwitter : \n\n-------------------------------------------\nCopyright © 2026 BeritaNasionalTV", "post_id": "TU3mnQW302o"}}, {"key": "beritanasionaltv", "attributes": {"label": "beritanasionaltv", "x": 460.83225598065036, "y": 743.1700750306711, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 6.3879, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "TU3mnQW302o", "id": "beritanasionaltv", "source": "youtube-000001", "content": "Jaga Stabilitas Ekonomi, Pemerintah Pantau Nilai Tukar Rupiah\n\nPemerintah memastikan terus memantau pergerakan nilai tukar rupiah melalui koordinasi intensif antarotoritas ekonomi. Langkah ini dilakukan untuk menjaga stabilitas perekonomian nasional di tengah dinamika ekonomi global yang masih berlangsung.\n\n#beritanasional #rupiah #dolar #beritaterkini \n====================================\n\nJangan lupa Subscribe, tinggalkan Komentar dan Share !\nIkuti juga update berita selengkapnya di YouTube Berita Nasional TV dan Website Berita di Berita Nasional.com\n\nSocial Media\nInstagram : \nTiktok : \nTwitter : \n\n-------------------------------------------\nCopyright © 2026 BeritaNasionalTV", "post_id": "TU3mnQW302o"}}, {"key": "beritanasional.tv", "attributes": {"label": "beritanasional.tv", "x": 600.5850631356253, "y": 192.6908447638832, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 6.3879, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "TU3mnQW302o", "id": "beritanasional.tv", "source": "youtube-000001", "content": "Jaga Stabilitas Ekonomi, Pemerintah Pantau Nilai Tukar Rupiah\n\nPemerintah memastikan terus memantau pergerakan nilai tukar rupiah melalui koordinasi intensif antarotoritas ekonomi. Langkah ini dilakukan untuk menjaga stabilitas perekonomian nasional di tengah dinamika ekonomi global yang masih berlangsung.\n\n#beritanasional #rupiah #dolar #beritaterkini \n====================================\n\nJangan lupa Subscribe, tinggalkan Komentar dan Share !\nIkuti juga update berita selengkapnya di YouTube Berita Nasional TV dan Website Berita di Berita Nasional.com\n\nSocial Media\nInstagram : \nTiktok : \nTwitter : \n\n-------------------------------------------\nCopyright © 2026 BeritaNasionalTV", "post_id": "TU3mnQW302o"}}, {"key": "NasionalBerita_", "attributes": {"label": "NasionalBerita_", "x": 947.213218001442, "y": 460.8829998283247, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 6.3879, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "TU3mnQW302o", "id": "NasionalBerita_", "source": "youtube-000001", "content": "Jaga Stabilitas Ekonomi, Pemerintah Pantau Nilai Tukar Rupiah\n\nPemerintah memastikan terus memantau pergerakan nilai tukar rupiah melalui koordinasi intensif antarotoritas ekonomi. Langkah ini dilakukan untuk menjaga stabilitas perekonomian nasional di tengah dinamika ekonomi global yang masih berlangsung.\n\n#beritanasional #rupiah #dolar #beritaterkini \n====================================\n\nJangan lupa Subscribe, tinggalkan Komentar dan Share !\nIkuti juga update berita selengkapnya di YouTube Berita Nasional TV dan Website Berita di Berita Nasional.com\n\nSocial Media\nInstagram : \nTiktok : \nTwitter : \n\n-------------------------------------------\nCopyright © 2026 BeritaNasionalTV", "post_id": "TU3mnQW302o"}}, {"key": "@malcongroup", "attributes": {"label": "@malcongroup", "x": 118.53744644457353, "y": 506.2627224994405, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 4.9776, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "xGm2b1R8pZ0", "id": "@malcongroup", "source": "youtube-000001", "content": "Episode 23 | Saat Rupiah Anjlok: Ekonomi, Infrastruktur, dan Beban Hidup Masyarakat.\n\nPada episode kali ini, PSKD Podcast membahas salah satu isu ekonomi yang sedang menjadi perhatian publik, yaitu melemahnya nilai tukar rupiah dan dampaknya terhadap ekonomi nasional, pembangunan infrastruktur, serta kehidupan masyarakat sehari-hari.\n\nKetika rupiah mengalami pelemahan terhadap dolar Amerika Serikat, dampaknya tidak hanya terasa di pasar keuangan atau sektor perdagangan internasional. Kondisi ini juga dapat memengaruhi harga kebutuhan pokok, biaya logistik, harga barang impor, investasi, hingga biaya pembangunan berbagai proyek infrastruktur di Indonesia.\n\nDi episode kali ini dengan tema **\"Saat Rupiah Anjlok: Ekonomi, Infrastruktur, dan Beban Hidup Masyarakat\"**, kita membedah mengapa pelemahan rupiah menjadi isu penting bagi Indonesia. Apakah kondisi ini hanya bersifat sementara atau merupakan sinyal tantangan ekonomi yang lebih besar? Bagaimana pengaruhnya terhadap biaya hidup masyarakat, pembangunan wilayah dan kota, investasi, serta masa depan pembangunan Indonesia di tengah ketidakpastian ekonomi global?\n\nMelalui diskusi ini, kita juga akan melihat bagaimana hubungan antara stabilitas ekonomi, pembangunan infrastruktur, dan kesejahteraan masyarakat yang sering kali tidak terlihat secara langsung dalam kehidupan sehari-hari.\n\n👤 Host : Tomas Ariya\n\n👤 Narasumber : Erwin S., M.S.\nTenaga Ahli Bidang Ekonomi dan Pembangunan\n\n🏛️ Pusat Studi Kota & Daerah (PSKD)\n\nLembaga riset berdiri sejak 2005 dengan fokus kajian:\n• Infrastruktur dan Transportasi\n• Tata Ruang\n• Lingkungan Hidup\n• Arsitektur\n• Pembangunan Kewilayahan\n\n📢 Jangan lupa untuk:\n👍 Like\n💬 Comment\n🔔 Subscribe\n\nAgar tidak ketinggalan analisis kritis mengenai ekonomi, pembangunan wilayah, tata kota, dan berbagai isu strategis yang memengaruhi masa depan Indonesia.\n\n🔗 Ikuti kami di media sosial:\n📸 Instagram: \n📧 Email: [groupmalcon.id](mailto:groupmalcon.id)\n💼 LinkedIn: Malcon Group\n\n#MalconGroup\n#PSKD\n#PodcastPSKD\n#RupiahAnjlok\n#RupiahMelemah\n#EkonomiIndonesia\n#BebanHidupMasyarakat\n#BiayaHidup\n#InfrastrukturIndonesia\n#PembangunanWilayah\n#InvestasiIndonesia\n#NilaiTukarRupiah\n#DolarAS\n#EkonomiGlobal\n#PembangunanIndonesia", "post_id": "xGm2b1R8pZ0"}}, {"key": "malcongroup", "attributes": {"label": "malcongroup", "x": 766.1703392170614, "y": 503.0222145337361, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 9.2085, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "xGm2b1R8pZ0", "id": "malcongroup", "source": "youtube-000001", "content": "Episode 23 | Saat Rupiah Anjlok: Ekonomi, Infrastruktur, dan Beban Hidup Masyarakat.\n\nPada episode kali ini, PSKD Podcast membahas salah satu isu ekonomi yang sedang menjadi perhatian publik, yaitu melemahnya nilai tukar rupiah dan dampaknya terhadap ekonomi nasional, pembangunan infrastruktur, serta kehidupan masyarakat sehari-hari.\n\nKetika rupiah mengalami pelemahan terhadap dolar Amerika Serikat, dampaknya tidak hanya terasa di pasar keuangan atau sektor perdagangan internasional. Kondisi ini juga dapat memengaruhi harga kebutuhan pokok, biaya logistik, harga barang impor, investasi, hingga biaya pembangunan berbagai proyek infrastruktur di Indonesia.\n\nDi episode kali ini dengan tema **\"Saat Rupiah Anjlok: Ekonomi, Infrastruktur, dan Beban Hidup Masyarakat\"**, kita membedah mengapa pelemahan rupiah menjadi isu penting bagi Indonesia. Apakah kondisi ini hanya bersifat sementara atau merupakan sinyal tantangan ekonomi yang lebih besar? Bagaimana pengaruhnya terhadap biaya hidup masyarakat, pembangunan wilayah dan kota, investasi, serta masa depan pembangunan Indonesia di tengah ketidakpastian ekonomi global?\n\nMelalui diskusi ini, kita juga akan melihat bagaimana hubungan antara stabilitas ekonomi, pembangunan infrastruktur, dan kesejahteraan masyarakat yang sering kali tidak terlihat secara langsung dalam kehidupan sehari-hari.\n\n👤 Host : Tomas Ariya\n\n👤 Narasumber : Erwin S., M.S.\nTenaga Ahli Bidang Ekonomi dan Pembangunan\n\n🏛️ Pusat Studi Kota & Daerah (PSKD)\n\nLembaga riset berdiri sejak 2005 dengan fokus kajian:\n• Infrastruktur dan Transportasi\n• Tata Ruang\n• Lingkungan Hidup\n• Arsitektur\n• Pembangunan Kewilayahan\n\n📢 Jangan lupa untuk:\n👍 Like\n💬 Comment\n🔔 Subscribe\n\nAgar tidak ketinggalan analisis kritis mengenai ekonomi, pembangunan wilayah, tata kota, dan berbagai isu strategis yang memengaruhi masa depan Indonesia.\n\n🔗 Ikuti kami di media sosial:\n📸 Instagram: \n📧 Email: [groupmalcon.id](mailto:groupmalcon.id)\n💼 LinkedIn: Malcon Group\n\n#MalconGroup\n#PSKD\n#PodcastPSKD\n#RupiahAnjlok\n#RupiahMelemah\n#EkonomiIndonesia\n#BebanHidupMasyarakat\n#BiayaHidup\n#InfrastrukturIndonesia\n#PembangunanWilayah\n#InvestasiIndonesia\n#NilaiTukarRupiah\n#DolarAS\n#EkonomiGlobal\n#PembangunanIndonesia", "post_id": "xGm2b1R8pZ0"}}, {"key": "@IDXCHANNELINSIGHT", "attributes": {"label": "@IDXCHANNELINSIGHT", "x": 872.1733791417215, "y": 105.70491812125805, "size": 13.86, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 4.9776, "eigenvector": 121.7401, "in_degree": 0, "out_degree": 6, "degree": 6}, "_id": "IDziFkuyEFc", "id": "@IDXCHANNELINSIGHT", "source": "youtube-000001", "content": "BI Rate Naik Jadi 5,5 Persen, Rupiah Langsung Rebound | MILENOMICS\n\nRupiah berbalik menguat signifikan pada perdagangan Selasa dan berhasil meninggalkan level psikologis Rp18.100 per dolar Amerika Serikat. Berdasarkan data RTI hingga Selasa siang, rupiah menguat 0,50 persen ke posisi Rp18.080 per dolar AS. Sebelumnya, mata uang Garuda dibuka menguat terbatas di level Rp18.160 per dolar AS. Sepanjang perdagangan intraday, rupiah bergerak dalam rentang Rp18.036 hingga Rp18.189 per dolar AS, menunjukkan adanya perbaikan sentimen pasar setelah tekanan berat yang terjadi dalam beberapa hari terakhir.\n\nPenguatan rupiah terjadi meskipun dolar Amerika Serikat masih relatif kuat, didukung oleh data ekonomi AS yang solid serta meningkatnya permintaan aset safe haven akibat ketidakpastian geopolitik global. Dari dalam negeri, sentimen positif datang dari keputusan Bank Indonesia yang secara mengejutkan kembali menaikkan suku bunga acuan (BI Rate) sebesar 25 basis poin menjadi 5,50 persen. Kebijakan ini dinilai sebagai langkah lanjutan untuk memperkuat stabilitas nilai tukar rupiah sekaligus menjaga kepercayaan pasar terhadap perekonomian nasional.Berita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n--------------------------------------------\nFollow US on Social Media\nWebsite - http://www.idxchannel.com\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idxchannelcom  \n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "IDziFkuyEFc"}}], "edges": [{"key": "RaisaD53959", "source": "RaisaD53959", "target": "Strategi_Bisnis", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "satria_ris8", "source": "satria_ris8", "target": "zakiberkata", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "muhammad_kummul", "source": "muhammad_kummul", "target": "Gerindra", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "bloombergtechnoz", "source": "bloombergtechnoz", "target": "bloombergtechnoz", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "validnews", "source": "validnews", "target": "kesdm", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "bloombergtechnoz", "source": "bloombergtechnoz", "target": "bloombergtechnoz", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "inusa.media", "source": "inusa.media", "target": "inusamedia", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "djpbntt", "source": "djpbntt", "target": "ditjenperbendaharaan", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "idx_channel", "source": "idx_channel", "target": "idx_channel", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "info_samarinda_", "source": "info_samarinda_", "target": "radjamengemudisamarinda", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "info_samarinda_", "source": "info_samarinda_", "target": "fitrahvariasimobil_samarinda", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "sudut_aceh", "source": "sudut_aceh", "target": "sudut_aceh", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "swamediainc", "source": "swamediainc", "target": "swamediainc", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "mancingsaham", "source": "mancingsaham", "target": "mancingsaham", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "mancingsaham", "source": "mancingsaham", "target": "mancingsaham", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "kppndumai", "source": "kppndumai", "target": "ditjenperbendaharaan", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "infotibanjaran.id", "source": "infotibanjaran.id", "target": "voktis.id", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "idntimes.video", "source": "idntimes.video", "target": "IDNTimes", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "idntimes.video", "source": "idntimes.video", "target": "IDNTimes.Korea", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "idntimes.video", "source": "idntimes.video", "target": "IDNTimes.Community", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "idntimes.video", "source": "idntimes.video", "target": "IDNTimes.Hype", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "idntimes.video", "source": "idntimes.video", "target": "Duniaku_com", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "idntimes.video", "source": "idntimes.video", "target": "Popbela_com", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "idntimes.video", "source": "idntimes.video", "target": "Popbela.Beauty", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "idntimes.video", "source": "idntimes.video", "target": "Popmama_com", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "idntimes.video", "source": "idntimes.video", "target": "Yummy.idn", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "19585064872", "source": "19585064872", "target": "visualiterasi", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "faktaveritas", "source": "faktaveritas", "target": "gerindra", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "faktaveritas", "source": "faktaveritas", "target": "Bank", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "wartapriangan.id", "source": "wartapriangan.id", "target": "menkeuri", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "betheonepercent2", "source": "betheonepercent2", "target": "tradewithsuli", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "jelajahnews.id", "source": "jelajahnews.id", "target": "harristurino", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "jelajahnews.id", "source": "jelajahnews.id", "target": "DPR", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "jelajahnews.id", "source": "jelajahnews.id", "target": "bank_indonesia", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "informasikhususnetizen", "source": "informasikhususnetizen", "target": "gerindra", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "folknomic", "source": "folknomic", "target": "folknomics", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "netnews.id0", "source": "netnews.id0", "target": "Netnews", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "buterflywave", "source": "buterflywave", "target": "CryptoWave", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "buzzart_af", "source": "buzzart_af", "target": "CryptoWave", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "buterflywave", "source": "buterflywave", "target": "CryptoWave", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "ikee.pri", "source": "ikee.pri", "target": "dpp.pri", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "the.indonesia.post", "source": "the.indonesia.post", "target": "indonesiastockexchange", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "the.indonesia.post", "source": "the.indonesia.post", "target": "bank_indonesia", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "the.indonesia.post", "source": "the.indonesia.post", "target": "prabowo.", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "arahjakarta", "source": "arahjakarta", "target": "arahjakarta", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "wann_tws", "source": "wann_tws", "target": "tradewithsuli", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "twsfanzy", "source": "twsfanzy", "target": "tradewithsuli", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "workzzz2620", "source": "workzzz2620", "target": "Kontencom", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "wann_tws", "source": "wann_tws", "target": "tradewithsuli", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "m4cronews", "source": "m4cronews", "target": "m4cro.news", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "financialclub11", "source": "financialclub11", "target": "ternakuang.id", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "growwinid", "source": "growwinid", "target": "growwinid", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "m4cronews", "source": "m4cronews", "target": "m4cro.news", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "twsclips2", "source": "twsclips2", "target": "tradewithsuli", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "faktaveritas", "source": "faktaveritas", "target": "gerindra", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "faktaveritas", "source": "faktaveritas", "target": "Purbaya", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "ekssoverr", "source": "ekssoverr", "target": "Ekssover", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "leoo4456", "source": "leoo4456", "target": "tradewithsuli", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "clipper.digital.id", "source": "clipper.digital.id", "target": "tradewithsuli", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "clipper.digital.id", "source": "clipper.digital.id", "target": "Kontencom", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "leoo4456", "source": "leoo4456", "target": "tradewithsuli", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "nexsafast", "source": "nexsafast", "target": "cryptowaveid", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "nexsafast", "source": "nexsafast", "target": "cryptowaveid", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "leoo4456", "source": "leoo4456", "target": "tradewithsuli", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "user485991268", "source": "user485991268", "target": "tradewithsuli", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "lannclipps", "source": "lannclipps", "target": "tradewithsuli", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "leoo4456", "source": "leoo4456", "target": "tradewithsuli", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "@InnerBoost-oe4sd", "source": "@InnerBoost-oe4sd", "target": "InnerBoost", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@VideoTribunPontianak", "source": "@VideoTribunPontianak", "target": "tribunpontianak", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@OfficialSINDOnews", "source": "@OfficialSINDOnews", "target": "officialsindonews", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@OfficialSINDOnews", "source": "@OfficialSINDOnews", "target": "sindopodcast", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@OfficialSINDOnews", "source": "@OfficialSINDOnews", "target": "sindokalam", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@tuturmediadigital", "source": "@tuturmediadigital", "target": "tuturtvmedia", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@kompastv", "source": "@kompastv", "target": "kompastv", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@kmusari", "source": "@kmusari", "target": "khairunnisamusari", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@kmusari", "source": "@kmusari", "target": "kmusari", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@kmusari", "source": "@kmusari", "target": "drkhairunnisamusari", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@garudatv.official", "source": "@garudatv.official", "target": "garudatv.official", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@garudatv.official", "source": "@garudatv.official", "target": "garudatv.official", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@garudatv.official", "source": "@garudatv.official", "target": "garudatv.official", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@KoranJakartaYoutubeOfficial", "source": "@KoranJakartaYoutubeOfficial", "target": "koranjakarta...", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "idxchannel_", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "wicky_adrian", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "deffid_83", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "prast_ulrich", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "rosalinehioe", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@HippoAcademy", "source": "@HippoAcademy", "target": "hippoacademy.id/", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@garudatv.official", "source": "@garudatv.official", "target": "garudatv.official", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@JCCNetwork", "source": "@JCCNetwork", "target": "JCCNetwork", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@JCCNetwork", "source": "@JCCNetwork", "target": "jccbetwork.id", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@JCCNetwork", "source": "@JCCNetwork", "target": "jcc_network", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@JCCNetwork", "source": "@JCCNetwork", "target": "jccnetwork.id", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@KoranJakartaYoutubeOfficial", "source": "@KoranJakartaYoutubeOfficial", "target": "koranjakarta...", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@garudatv.official", "source": "@garudatv.official", "target": "garudatv.official", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@metrotvjatim", "source": "@metrotvjatim", "target": "metrotv_jatim", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@metrotvjatim", "source": "@metrotvjatim", "target": "metro_tv_jatim", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@metrotvjatim", "source": "@metrotvjatim", "target": "metrotv_jatim", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@tuturmediadigital", "source": "@tuturmediadigital", "target": "tuturtvmedia", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@tuturmediadigital", "source": "@tuturmediadigital", "target": "tuturtvmedia", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@JCCNetwork", "source": "@JCCNetwork", "target": "JCCNetwork", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@JCCNetwork", "source": "@JCCNetwork", "target": "jccbetwork.id", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@JCCNetwork", "source": "@JCCNetwork", "target": "jcc_network", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@JCCNetwork", "source": "@JCCNetwork", "target": "jccnetwork.id", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@kabarbursadotcom", "source": "@kabarbursadotcom", "target": "kabarbursadotcom", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@OfficialiNews", "source": "@OfficialiNews", "target": "officialinews", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "idxchannel_", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "wicky_adrian", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "deffid_83", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "prast_ulrich", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "rosalinehioe", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@Bennix", "source": "@Bennix", "target": "Bennix", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@Bennix", "source": "@Bennix", "target": "bennix.official", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@Bennix", "source": "@Bennix", "target": "bennix.real", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@Bennix", "source": "@Bennix", "target": "bennix", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@HippoAcademy", "source": "@HippoAcademy", "target": "hippoacademy.id/", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@KoranJakartaYoutubeOfficial", "source": "@KoranJakartaYoutubeOfficial", "target": "koranjakarta...", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "idxchannel_", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "wicky_adrian", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "deffid_83", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "prast_ulrich", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "rosalinehioe", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "idxchannel_", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "wicky_adrian", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "deffid_83", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "prast_ulrich", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "rosalinehioe", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@garudatv.official", "source": "@garudatv.official", "target": "garudatv.official", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@KompasTVDewata", "source": "@KompasTVDewata", "target": "kompastvdewata", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@KompasTVDewata", "source": "@KompasTVDewata", "target": "kompastvdewata", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@KoranJakartaYoutubeOfficial", "source": "@KoranJakartaYoutubeOfficial", "target": "koranjakarta...", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "idxchannel_", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "wicky_adrian", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "deffid_83", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "prast_ulrich", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "rosalinehioe", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@garudatv.official", "source": "@garudatv.official", "target": "garudatv.official", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@tuturmediadigital", "source": "@tuturmediadigital", "target": "tuturtvmedia", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@BeritaNasionalTV", "source": "@BeritaNasionalTV", "target": "beritanasionaltv", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@BeritaNasionalTV", "source": "@BeritaNasionalTV", "target": "beritanasional.tv", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@BeritaNasionalTV", "source": "@BeritaNasionalTV", "target": "NasionalBerita_", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@OfficialSINDOnews", "source": "@OfficialSINDOnews", "target": "officialsindonews", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@OfficialSINDOnews", "source": "@OfficialSINDOnews", "target": "sindopodcast", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@OfficialSINDOnews", "source": "@OfficialSINDOnews", "target": "sindokalam", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@garudatv.official", "source": "@garudatv.official", "target": "garudatv.official", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@garudatv.official", "source": "@garudatv.official", "target": "garudatv.official", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@garudatv.official", "source": "@garudatv.official", "target": "garudatv.official", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@kompastv", "source": "@kompastv", "target": "kompastv", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@garudatv.official", "source": "@garudatv.official", "target": "garudatv.official", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@garudatv.official", "source": "@garudatv.official", "target": "garudatv.official", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@KoranJakartaYoutubeOfficial", "source": "@KoranJakartaYoutubeOfficial", "target": "koranjakarta...", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@malcongroup", "source": "@malcongroup", "target": "malcongroup", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "idxchannel_", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "wicky_adrian", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "deffid_83", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "prast_ulrich", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "rosalinehioe", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@garudatv.official", "source": "@garudatv.official", "target": "garudatv.official", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@garudatv.official", "source": "@garudatv.official", "target": "garudatv.official", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@garudatv.official", "source": "@garudatv.official", "target": "garudatv.official", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXCHANNELINSIGHT", "source": "@IDXCHANNELINSIGHT", "target": "wicky_adrian", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXCHANNELINSIGHT", "source": "@IDXCHANNELINSIGHT", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXCHANNELINSIGHT", "source": "@IDXCHANNELINSIGHT", "target": "deffid_83", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXCHANNELINSIGHT", "source": "@IDXCHANNELINSIGHT", "target": "prast_ulrich", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXCHANNELINSIGHT", "source": "@IDXCHANNELINSIGHT", "target": "rosalinehioe", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXCHANNELINSIGHT", "source": "@IDXCHANNELINSIGHT", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "idxchannel_", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "wicky_adrian", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "deffid_83", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "prast_ulrich", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "rosalinehioe", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@garudatv.official", "source": "@garudatv.official", "target": "garudatv.official", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}]}