{"nodes": [{"key": "bareda", "attributes": {"label": "bareda", "x": 323.80711192145617, "y": 956.0818104545398, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 5.8744, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 3, "degree": 3}, "_id": "2063127952943173952", "id": "bareda", "source": "tweet-000004", "content": "Dengan kurs terkini, berapa sisa utang luar negeri Indonesia dalam rupiah?", "post_id": "2063127952943173952"}}, {"key": "NOTASLIMBOY", "attributes": {"label": "NOTASLIMBOY", "x": 890.0911106597862, "y": 660.4386347919698, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 7.5389, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2063127952943173952", "id": "NOTASLIMBOY", "source": "tweet-000004", "content": "Dengan kurs terkini, berapa sisa utang luar negeri Indonesia dalam rupiah?", "post_id": "2063127952943173952"}}, {"key": "grok", "attributes": {"label": "grok", "x": 749.5902335810632, "y": 190.46325789123964, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 7.5389, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "2063127952943173952", "id": "grok", "source": "tweet-000004", "content": "Dengan kurs terkini, berapa sisa utang luar negeri Indonesia dalam rupiah?", "post_id": "2063127952943173952"}}, {"key": "sufisijawara", "attributes": {"label": "sufisijawara", "x": 137.72612662646168, "y": 846.4231992594425, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 5.8744, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "2063660951472329075", "id": "sufisijawara", "source": "tweet-000004", "content": "Indonesia aja masih ketergantungan impor, dan punya banyak utang luar negeri. Ini malah mau melemahkan Rupiah yang ada Indonesia collapse.", "post_id": "2063660951472329075"}}, {"key": "akunhewan", "attributes": {"label": "akunhewan", "x": 222.89084356072476, "y": 847.6521360746644, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 15.861, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "2063660951472329075", "id": "akunhewan", "source": "tweet-000004", "content": "Indonesia aja masih ketergantungan impor, dan punya banyak utang luar negeri. Ini malah mau melemahkan Rupiah yang ada Indonesia collapse.", "post_id": "2063660951472329075"}}, {"key": "GarizLuruz", "attributes": {"label": "GarizLuruz", "x": 530.685873554801, "y": 239.2237233008505, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 5.8744, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 3, "degree": 3}, "_id": "2061691390174609621", "id": "GarizLuruz", "source": "tweet-000004", "content": "Kalau Rupiah dapat kembali ke Rp 15 ribu,saya dukung pak Purbaya jadi wapres,karena kurs segitu dapat membuat utang luar negeri indonesia turun trilliunan Ruoiah", "post_id": "2061691390174609621"}}, {"key": "Metro_TV", "attributes": {"label": "Metro_TV", "x": 861.208366096097, "y": 841.1117945250038, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 7.5389, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2061691390174609621", "id": "Metro_TV", "source": "tweet-000004", "content": "Kalau Rupiah dapat kembali ke Rp 15 ribu,saya dukung pak Purbaya jadi wapres,karena kurs segitu dapat membuat utang luar negeri indonesia turun trilliunan Ruoiah", "post_id": "2061691390174609621"}}, {"key": "ferizandra", "attributes": {"label": "ferizandra", "x": 192.32892344480769, "y": 990.4526113826656, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 5.8744, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "2059549422678405495", "id": "ferizandra", "source": "tweet-000004", "content": "Gimana caranya dia mau dorong Rupiah jadi 15.000 per dollar...? modal asing banyak yg kabur, impor lebih besar daripada ekspor, utang luar negeri jatuh tempo tahun ini besar sekali...", "post_id": "2059549422678405495"}}, {"key": "kalistohenituse", "attributes": {"label": "kalistohenituse", "x": 209.88551090457707, "y": 37.10031893413734, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 10.8677, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2059549422678405495", "id": "kalistohenituse", "source": "tweet-000004", "content": "Gimana caranya dia mau dorong Rupiah jadi 15.000 per dollar...? modal asing banyak yg kabur, impor lebih besar daripada ekspor, utang luar negeri jatuh tempo tahun ini besar sekali...", "post_id": "2059549422678405495"}}, {"key": "v4nc1_b0zz", "attributes": {"label": "v4nc1_b0zz", "x": 792.549959337277, "y": 96.07130040832513, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 7.5389, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2061471747766124957", "id": "v4nc1_b0zz", "source": "tweet-000004", "content": "Lain kali rakyat hanya milih capres yang janji bikin rupiah mantap agar utang luar negeri dan harga barang tak naik terus karena semua dihitung pakai dollar. Naiknya dollar selalu buat rakyat NKRI miskin  puluhan tahun.  Rupiah tak ada nilainya dibandingkan dengan mata uang asing", "post_id": "2061471747766124957"}}, {"key": "alamtegarrrr", "attributes": {"label": "alamtegarrrr", "x": 994.0294275026845, "y": 41.02196650973988, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 5.8744, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "2061390611115335811", "id": "alamtegarrrr", "source": "tweet-000004", "content": "Data resmi https://t.co/Ze1fCxi2Al menunjukkan bahwa pada April 2025, posisi Utang Luar Negeri (ULN) Indonesia berada di sekitar:\nUS$431,5 miliar\n(sekitar Rp7.000 triliun lebih, tergantung kurs rupiah terhadap dolar AS).", "post_id": "2061390611115335811"}}, {"key": "kompascom", "attributes": {"label": "kompascom", "x": 662.6989935594808, "y": 154.8616558814232, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 105.7388, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 3, "out_degree": 1, "degree": 4}, "_id": "2061390611115335811", "id": "kompascom", "source": "tweet-000004", "content": "Data resmi https://t.co/Ze1fCxi2Al menunjukkan bahwa pada April 2025, posisi Utang Luar Negeri (ULN) Indonesia berada di sekitar:\nUS$431,5 miliar\n(sekitar Rp7.000 triliun lebih, tergantung kurs rupiah terhadap dolar AS).", "post_id": "2061390611115335811"}}, {"key": "Didi_margo", "attributes": {"label": "Didi_margo", "x": 792.9666749307455, "y": 858.4548580862577, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 5.8744, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "2062786318523039992", "id": "Didi_margo", "source": "tweet-000004", "content": "Devisa hasil ekspor cuma di simpan dollarnya saja di bank Himbara dollar bisa dipakai buat impor bahan baku nah perlunya hilirisasi untuk mengurangi impor bahan baku /modal hedging utang luar negeri keselain US Dollar mengurangi tekanan kurs rupiah thd dollar", "post_id": "2062786318523039992"}}, {"key": "didikw", "attributes": {"label": "didikw", "x": 427.6306552081359, "y": 479.27532087523815, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 8.3711, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2062786318523039992", "id": "didikw", "source": "tweet-000004", "content": "Devisa hasil ekspor cuma di simpan dollarnya saja di bank Himbara dollar bisa dipakai buat impor bahan baku nah perlunya hilirisasi untuk mengurangi impor bahan baku /modal hedging utang luar negeri keselain US Dollar mengurangi tekanan kurs rupiah thd dollar", "post_id": "2062786318523039992"}}, {"key": "LambeSahamjja", "attributes": {"label": "LambeSahamjja", "x": 507.15436454124387, "y": 579.5128708850051, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 8.3711, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2062786318523039992", "id": "LambeSahamjja", "source": "tweet-000004", "content": "Devisa hasil ekspor cuma di simpan dollarnya saja di bank Himbara dollar bisa dipakai buat impor bahan baku nah perlunya hilirisasi untuk mengurangi impor bahan baku /modal hedging utang luar negeri keselain US Dollar mengurangi tekanan kurs rupiah thd dollar", "post_id": "2062786318523039992"}}, {"key": "TradingDiary2", "attributes": {"label": "TradingDiary2", "x": 847.712434400771, "y": 981.611469825644, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 7.5389, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2061351380556886111", "id": "TradingDiary2", "source": "tweet-000004", "content": "Lain kali kalau ada kampanye pilpres harus janji menaikkan nilai rupiah terhadap mata uang asing, sebab jika rupiah jatuh,utang luar negeri naik,beli bbm dan lpg impor naik,bahan pokok import seperti gula,kedelai naik,bahan baku industri naik. Tak perlu MBG,koperasi merah putih", "post_id": "2061351380556886111"}}, {"key": "ImaginarySteady", "attributes": {"label": "ImaginarySteady", "x": 174.3351102417877, "y": 890.527830693736, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 5.8744, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "2063071391113760847", "id": "ImaginarySteady", "source": "tweet-000004", "content": "(1998): Rupiah jatuh dari Rp2.500 menjadi Rp16.000–Rp17.000 per Dolar AS. Kejatuhan ini bersifat luar biasa karena kepanikan pasar (capital flight) akibat utang luar negeri swasta yang besar & hilangnya kepercayaan investor terhadap stabilitas politik & institusi Indonesia.", "post_id": "2063071391113760847"}}, {"key": "tempedotc0", "attributes": {"label": "tempedotc0", "x": 405.36836640061904, "y": 787.3631622822577, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 10.8677, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2063071391113760847", "id": "tempedotc0", "source": "tweet-000004", "content": "(1998): Rupiah jatuh dari Rp2.500 menjadi Rp16.000–Rp17.000 per Dolar AS. Kejatuhan ini bersifat luar biasa karena kepanikan pasar (capital flight) akibat utang luar negeri swasta yang besar & hilangnya kepercayaan investor terhadap stabilitas politik & institusi Indonesia.", "post_id": "2063071391113760847"}}, {"key": "ndorobey_ix", "attributes": {"label": "ndorobey_ix", "x": 929.7915518357232, "y": 222.6963907050846, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 5.8744, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "2063480961065754847", "id": "ndorobey_ix", "source": "tweet-000004", "content": "harga pangan naik →\nindustri tekstil kolaps duluan sebelum sempat \"kompetitif\" → SUBSIDI BENGKAK →APBN jebol.\n\nSiapa yang nanggung? Bukan Benix,tapi rakyat.\n\nBelum selesai... Indonesia punya utang luar negeri dalam denominasi USD. Saat rupiah anjlok dari 15.000 ke 18.000+++?", "post_id": "2063480961065754847"}}, {"key": "bangpoerslalu", "attributes": {"label": "bangpoerslalu", "x": 511.2920874284815, "y": 65.0281488076715, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 5.8744, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "2062268077145010352", "id": "bangpoerslalu", "source": "tweet-000004", "content": "Prabowo Subianto Hobi menghambur-hamburkan Duit Rakyat untuk Plesiran ke luar negeri dgn dalih kunker.\nSampai detik ini belum ada efek Plesiran Prabowo yg langsung dirasakan oleh rakyat selain Utang Luar Negeri hampir 10.000 triliun, IHSG anjlok dan rupiah nyungsep hampir 20.000 https://t.co/nM4UhuNbbY", "post_id": "2062268077145010352"}}, {"key": "Heraloebss", "attributes": {"label": "Heraloebss", "x": 902.3223140367712, "y": 749.2143045331866, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 10.8677, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2062268077145010352", "id": "Heraloebss", "source": "tweet-000004", "content": "Prabowo Subianto Hobi menghambur-hamburkan Duit Rakyat untuk Plesiran ke luar negeri dgn dalih kunker.\nSampai detik ini belum ada efek Plesiran Prabowo yg langsung dirasakan oleh rakyat selain Utang Luar Negeri hampir 10.000 triliun, IHSG anjlok dan rupiah nyungsep hampir 20.000 https://t.co/nM4UhuNbbY", "post_id": "2062268077145010352"}}, {"key": "eddesign_", "attributes": {"label": "eddesign_", "x": 341.7104081123489, "y": 498.6254933971688, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 5.8744, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "2063058709878882460", "id": "eddesign_", "source": "tweet-000004", "content": "Upppsss... apa gak lihat tekanan fiskal pada APBN? \n\nPemerintah memiliki kewajiban dlm mata uang asing yg sensitif terhadap pergerakan nominal. Biaya pokok dan bunga utang luar negeri yg berdenominasi Dolar AS membengkak dlm pencatatan Rupiah.\n\nJangan lupa, kita net oil importer", "post_id": "2063058709878882460"}}, {"key": "Arnasamudra", "attributes": {"label": "Arnasamudra", "x": 431.53775354641766, "y": 685.1696184347448, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 10.8677, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2063058709878882460", "id": "Arnasamudra", "source": "tweet-000004", "content": "Upppsss... apa gak lihat tekanan fiskal pada APBN? \n\nPemerintah memiliki kewajiban dlm mata uang asing yg sensitif terhadap pergerakan nominal. Biaya pokok dan bunga utang luar negeri yg berdenominasi Dolar AS membengkak dlm pencatatan Rupiah.\n\nJangan lupa, kita net oil importer", "post_id": "2063058709878882460"}}, {"key": "Turu748392", "attributes": {"label": "Turu748392", "x": 745.3058525463289, "y": 727.0784809095483, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 5.8744, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 3, "degree": 3}, "_id": "2063491503163637983", "id": "Turu748392", "source": "tweet-000004", "content": "ke Rp19.000 atau Rp20.000, Bank Indonesia terpaksa menggelontorkan (membakar) cadangan Dolarnya ke pasar buat nahan pelemahan Rupiah. Penurunan sekitar USD 11 miliar dari Desember ke April itu murni dipakai BI buat intervensi pasar (stabilitas moneter) dan bayar utang luar negeri", "post_id": "2063491503163637983"}}, {"key": "BambangSetyadix", "attributes": {"label": "BambangSetyadix", "x": 361.6403695174548, "y": 171.0718075929838, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 7.5389, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2063491503163637983", "id": "BambangSetyadix", "source": "tweet-000004", "content": "ke Rp19.000 atau Rp20.000, Bank Indonesia terpaksa menggelontorkan (membakar) cadangan Dolarnya ke pasar buat nahan pelemahan Rupiah. Penurunan sekitar USD 11 miliar dari Desember ke April itu murni dipakai BI buat intervensi pasar (stabilitas moneter) dan bayar utang luar negeri", "post_id": "2063491503163637983"}}, {"key": "elfardeyhaq", "attributes": {"label": "elfardeyhaq", "x": 111.11321201024771, "y": 637.0944230720964, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 7.5389, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2063491503163637983", "id": "elfardeyhaq", "source": "tweet-000004", "content": "ke Rp19.000 atau Rp20.000, Bank Indonesia terpaksa menggelontorkan (membakar) cadangan Dolarnya ke pasar buat nahan pelemahan Rupiah. Penurunan sekitar USD 11 miliar dari Desember ke April itu murni dipakai BI buat intervensi pasar (stabilitas moneter) dan bayar utang luar negeri", "post_id": "2063491503163637983"}}, {"key": "djoniecash2", "attributes": {"label": "djoniecash2", "x": 794.7530177819215, "y": 256.1516847842582, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 7.5389, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2063491503163637983", "id": "djoniecash2", "source": "tweet-000004", "content": "ke Rp19.000 atau Rp20.000, Bank Indonesia terpaksa menggelontorkan (membakar) cadangan Dolarnya ke pasar buat nahan pelemahan Rupiah. Penurunan sekitar USD 11 miliar dari Desember ke April itu murni dipakai BI buat intervensi pasar (stabilitas moneter) dan bayar utang luar negeri", "post_id": "2063491503163637983"}}, {"key": "kaperfuture", "attributes": {"label": "kaperfuture", "x": 698.8939074052304, "y": 78.31765152299697, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 5.8744, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "2067948117048307946", "id": "kaperfuture", "source": "tweet-000004", "content": "Utang luar negeri tembus 10 triliun rupiah solusi genjot pajak rakyat....ini negara mau di bawa mana astagfirullah...", "post_id": "2067948117048307946"}}, {"key": "ardisatriawan", "attributes": {"label": "ardisatriawan", "x": 250.3285904531356, "y": 391.69384938642526, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 10.8677, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2067948117048307946", "id": "ardisatriawan", "source": "tweet-000004", "content": "Utang luar negeri tembus 10 triliun rupiah solusi genjot pajak rakyat....ini negara mau di bawa mana astagfirullah...", "post_id": "2067948117048307946"}}, {"key": "bloombergtechnoz", "attributes": {"label": "bloombergtechnoz", "x": 899.2780364104513, "y": 410.4077129539223, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 39.1626, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 1, "degree": 2}, "_id": "3914723467380443046_51748745734", "id": "bloombergtechnoz", "source": "instagram-000001", "content": "Cadangan devisa Indonesia turun lagi meski tipis menjadi US$144,9 miliar pada akhir Mei 2026 dibandingkan US$146,2 miliar pada April akibat pembayaran utang luar negeri pemerintah dan intervensi BI untuk menjaga rupiah.\n\nData menunjukkan cadangan devisa terus menurun dalam 5 bulan terakhir, menjadi tren penurunan terpanjang sejak 2018. Meski demikian, BI menyatakan cadangan devisa saat ini masih memadai untuk membiayai 5,6 bulan impor atau 5,5 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah.\n\nKlik link di bio untuk detail informasi selengkapnya. Jangan lupa follow  untuk berita dan data menarik lainnya.\n\n#CadanganDevisa #EkonomiRI #BloombergTechnoz", "post_id": "3914723467380443046_51748745734"}}, {"key": "surakartakita", "attributes": {"label": "surakartakita", "x": 667.5772800111422, "y": 545.7511110209507, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 5.8744, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "3907050791861279964_4817634799", "id": "surakartakita", "source": "instagram-000001", "content": "Nilai tukar rupiah ditutup di level Rp 17.845 per dollar AS pada perdagangan Kamis (28/5/2026). Berdasarkan data Bloomberg, rupiah melemah 44,5 poin atau 0,25 persen dari penutupan perdagangan hari sebelumnya. Bahkan, nilai tukar rupiah pada Kamis ini sempat menyentuh level terendah, yakni Rp 17.906 sekitar pukul 10.58 WIB.\n\nAnalis Ibrahim Assuaibi menyebut pelemahan rupiah dipicu ketegangan geopolitik di Timur Tengah dan Eropa Timur, mulai dari konflik AS-Iran hingga perang Rusia-Ukraina. Dari dalam negeri, pelemahan rupiah juga dipengaruhi tingginya kebutuhan dollar AS untuk impor minyak, pembayaran dividen perusahaan, hingga utang luar negeri jatuh tempo.\n\nSementara itu, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan, pelemahan rupiah seharusnya tidak terjadi jika fundamental ekonomi aman. Purbaya menyatakan, pemerintah akan melakukan tindakan untuk membantu menguatkan nilai tukar rupiah secara signifikan.\n\nPenulis: Isna Rifka Sri Rahayu, Agustinus Rangga Respati\nEditor: Aprillia Ika, Sakina Rakhma Diah Setiawan\nCredit to \n~R #Rupiah #Dollar #Ekonomi", "post_id": "3907050791861279964_4817634799"}}, {"key": "idx_channel", "attributes": {"label": "idx_channel", "x": 949.3352787538217, "y": 324.83074465697825, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 39.1626, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 1, "degree": 2}, "_id": "3915625089328763396_3310659452", "id": "idx_channel", "source": "instagram-000001", "content": "Nilai tukar rupiah berhasil menguat pada penutupan perdagangan Selasa (9/6/2026) usai Bank Indonesia (BI) menaikkan suku bunga 25 basis poin ke level 5,50 persen. Melansir Bloomberg, mata uang Garuda naik 129,5 poin atau 0,71 persen ke level Rp18.058 per USD.\n\nKeputusan BI menjadi langkah lanjutan untuk memperkuat stabilisasi nilai tukar rupiah dari dampak tingginya gejolak global akibat perang di Timur Tengah serta sebagai langkah pre-emptive untuk menjaga inflasi pada 2026 dan 2027 agar tetap berada dalam kisaran sasaran 2,5±1 persen yang ditetapkan Pemerintah.\n\nSehubungan dengan itu, BI memandang perlu untuk menempuh langkah-langkah lanjutan guna memperkuat stabilisasi nilai tukar dengan meningkatkan kembali imbal hasil dan sejumlah insentif lain untuk mendorong masuknya aliran investasi asing.\n\nSebelumnya, BI mencatat adanya penyusutan pada posisi cadangan devisa negara menjadi USD144,9 miliar per akhir periode Mei 2026. Terjadi penurunan sebesar USD1,3 miliar jika dibandingkan dengan April 2026 yang tecatat sebesar USD146,2 miliar. Penurunan ini didominasi oleh kewajiban pelunasan utang luar negeri pemerintah, penerbitan surat utang obligasi global, serta transaksi perpajakan. Posisi cadev ini adalah yang terendah sejak Juli 2024.\n\nBaca selengkapnya di\nhttps://www.idxchannel.com/market-news/rupiah-ditutup-menguat-ke-rp18058-per-usd-usai-bi-naikkan-suku-bunga-jadi-55-persen\n\nAtau klik link di Bio \n\nFoto: iNews Media Group\n\n#idxchannel #idxchannelcommunity #rupiah #menguat #sukubunga #bi", "post_id": "3915625089328763396_3310659452"}}, {"key": "kii65990", "attributes": {"label": "kii65990", "x": 99.44895059436143, "y": 171.6591856737172, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 5.8744, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "7648991657303493895", "id": "kii65990", "source": "tiktok-000001", "content": "Bank Indonesia umumkan posisi cadangan devisa RI Mei 2026 di US$144,9 miliar, turun US$1,3 miliar (sekitar Rp 23,5 triliun) dari April yang masih US$146,2 miliar. Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi Bl, Ramdan Denny Prakoso, jelaskan penurunan ini dipengaruhi 2 faktor:pertama, pembayaran utang luar negeri pemerintah yang jatuh tempo Mei 2026, kedua, kebijakan stabilisasi nilai tukar Rupiah oleh BI di tengah tingginya ketidakpastian pasar keuangan global dan permintaan valuta asing domestik. Konteks audiens: cadev adalah \"tabungan dolar\" yang dimiliki negara via Bl, fungsinya untuk bayar utang luar negeri, jaga stabilitas kurs, dan biayai impor. Posisi Mei 2026 setara pembiayaan 5,6 bulan impor,masih di atas standar IMF minimal 3 bulan impor. \"BI menilai cadangan devisa tersebut mampu mendukung ketahanan sektor eksternal serta menjagabstabilitas makroekonomi dan sistem keuangan,\" kata Denny. Tapi audiens perlu cermati dengan kritis. Pertama, penurunan cadev ini terjadi di tengah Rupiah tembus Rp 18.100+ (rekor terlemah sepanjang sejarah) plus IHSG anjlok ke level terendah 5 tahun dengan asing net sell Rp 72,22 triliun YTD. Kalau tekanan ke Rupiah berlanjut, BI mungkin perlu intervensi lebih agresif yang bisa kuras cadev lebih lanjut. Kedua, cadev sekarang terendah dalam hampir 2 tahun, bisa pengaruhi persepsi investor global ke fundamental RI. Pantau katalis utama: keputusan BI Rate, roadshow Purbaya ke China & Inggris 16 Juni (promosi Panda Bond), realisasi DHE SDA, plus FOMC AS bulan ini. \" Sumber: TWS News \"   #kontencom #kontencomxtws", "post_id": "7648991657303493895"}}, {"key": "1tradewhitsuli", "attributes": {"label": "1tradewhitsuli", "x": 761.5255773006263, "y": 818.2504793701213, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 10.8677, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7648991657303493895", "id": "1tradewhitsuli", "source": "tiktok-000001", "content": "Bank Indonesia umumkan posisi cadangan devisa RI Mei 2026 di US$144,9 miliar, turun US$1,3 miliar (sekitar Rp 23,5 triliun) dari April yang masih US$146,2 miliar. Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi Bl, Ramdan Denny Prakoso, jelaskan penurunan ini dipengaruhi 2 faktor:pertama, pembayaran utang luar negeri pemerintah yang jatuh tempo Mei 2026, kedua, kebijakan stabilisasi nilai tukar Rupiah oleh BI di tengah tingginya ketidakpastian pasar keuangan global dan permintaan valuta asing domestik. Konteks audiens: cadev adalah \"tabungan dolar\" yang dimiliki negara via Bl, fungsinya untuk bayar utang luar negeri, jaga stabilitas kurs, dan biayai impor. Posisi Mei 2026 setara pembiayaan 5,6 bulan impor,masih di atas standar IMF minimal 3 bulan impor. \"BI menilai cadangan devisa tersebut mampu mendukung ketahanan sektor eksternal serta menjagabstabilitas makroekonomi dan sistem keuangan,\" kata Denny. Tapi audiens perlu cermati dengan kritis. Pertama, penurunan cadev ini terjadi di tengah Rupiah tembus Rp 18.100+ (rekor terlemah sepanjang sejarah) plus IHSG anjlok ke level terendah 5 tahun dengan asing net sell Rp 72,22 triliun YTD. Kalau tekanan ke Rupiah berlanjut, BI mungkin perlu intervensi lebih agresif yang bisa kuras cadev lebih lanjut. Kedua, cadev sekarang terendah dalam hampir 2 tahun, bisa pengaruhi persepsi investor global ke fundamental RI. Pantau katalis utama: keputusan BI Rate, roadshow Purbaya ke China & Inggris 16 Juni (promosi Panda Bond), realisasi DHE SDA, plus FOMC AS bulan ini. \" Sumber: TWS News \"   #kontencom #kontencomxtws", "post_id": "7648991657303493895"}}, {"key": "netnews.id0", "attributes": {"label": "netnews.id0", "x": 73.15002062807707, "y": 227.27437005517416, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 5.8744, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "7644524991396023573", "id": "netnews.id0", "source": "tiktok-000001", "content": "Rupiah Tembus Rp17.812! Kenapa BI Rate Naik Tapi Rupiah Masih Lemah? \"Kabar terbaru, hari ini Rabu 27 Mei 2026, nilai tukar rupiah terpantau berada di angka Rp17.812 per dolar AS. Banyak yang bertanya, kenapa BI sudah naikin suku bunga tapi rupiah belum juga stabil?\" \"Secara teori, suku bunga tinggi harusnya narik investor masuk, tapi kenyataannya ini bukan obat ajaib. Ada faktor global yang jauh lebih dominan saat ini.\" \"Ada 3 alasan utama kenapa rupiah masih tertekan:  1. **Dominasi Dolar AS:** Kebijakan The Fed yang mempertahankan suku bunga tinggi bikin investor lebih milih 'lari' ke aset aman atau *safe haven* seperti dolar AS.  2. **Ketidakpastian Global:** Sentimen risiko dunia akibat geopolitik bikin pasar finansial cenderung menghindari aset negara berkembang.  3. **Permintaan Valas Tinggi:** Kebutuhan korporasi dalam negeri akan dolar AS untuk bayar utang luar negeri dan dividen masih sangat besar, sementara stok dolarnya terbatas.\" **(Scene 4: Penutup/Kesimpulan)** \"Jadi, kenaikan BI Rate bukan satu-satunya penentu. Stabilitas rupiah sangat bergantung pada dinamika pasar global dan fundamental ekonomi kita sendiri. Apakah menurut kalian angka ini bakal terus naik atau mulai melandai? Tulis pendapat kalian di kolom komentar ya!\" \"Jangan lupa *follow*  untuk update ekonomi harian kalian!\" #netnewsid #Fyp #2026 #beritatiktok #indonesia", "post_id": "7644524991396023573"}}, {"key": "Netnews", "attributes": {"label": "Netnews", "x": 779.8453743746793, "y": 593.0205818443114, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 10.8677, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7644524991396023573", "id": "Netnews", "source": "tiktok-000001", "content": "Rupiah Tembus Rp17.812! Kenapa BI Rate Naik Tapi Rupiah Masih Lemah? \"Kabar terbaru, hari ini Rabu 27 Mei 2026, nilai tukar rupiah terpantau berada di angka Rp17.812 per dolar AS. Banyak yang bertanya, kenapa BI sudah naikin suku bunga tapi rupiah belum juga stabil?\" \"Secara teori, suku bunga tinggi harusnya narik investor masuk, tapi kenyataannya ini bukan obat ajaib. Ada faktor global yang jauh lebih dominan saat ini.\" \"Ada 3 alasan utama kenapa rupiah masih tertekan:  1. **Dominasi Dolar AS:** Kebijakan The Fed yang mempertahankan suku bunga tinggi bikin investor lebih milih 'lari' ke aset aman atau *safe haven* seperti dolar AS.  2. **Ketidakpastian Global:** Sentimen risiko dunia akibat geopolitik bikin pasar finansial cenderung menghindari aset negara berkembang.  3. **Permintaan Valas Tinggi:** Kebutuhan korporasi dalam negeri akan dolar AS untuk bayar utang luar negeri dan dividen masih sangat besar, sementara stok dolarnya terbatas.\" **(Scene 4: Penutup/Kesimpulan)** \"Jadi, kenaikan BI Rate bukan satu-satunya penentu. Stabilitas rupiah sangat bergantung pada dinamika pasar global dan fundamental ekonomi kita sendiri. Apakah menurut kalian angka ini bakal terus naik atau mulai melandai? Tulis pendapat kalian di kolom komentar ya!\" \"Jangan lupa *follow*  untuk update ekonomi harian kalian!\" #netnewsid #Fyp #2026 #beritatiktok #indonesia", "post_id": "7644524991396023573"}}, {"key": "the.indonesia.post", "attributes": {"label": "the.indonesia.post", "x": 795.2236697872926, "y": 990.5057608879727, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 5.8744, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 4, "degree": 4}, "_id": "7653050172796144917", "id": "the.indonesia.post", "source": "tiktok-000001", "content": "📉 Analisis Fiskal : Isu Purbaya Tolak Pinjaman IMF-World Bank dan Kaitannya dengan Fluktuasi Rupiah Serta IHSG ⚖️ Pernyataan tegas Ketua Dewan Komisioner LPS Purbaya Yudhi Sadewa terkait komitmen menjaga kemandirian moneter tanpa bergantung pada pinjaman lembaga donor internasional memicu perdebatan sengit mengenai penyebab koreksi teknis nilai tukar rupiah dan Indeks Harga Saham Gabungan, sebuah analisis makroekonomi yang dinilai berimbang guna memetakan sentimen pasar riil dari faktor eksternal global. 📄 Berdasarkan data manifes perdagangan Bursa Efek Indonesia dan nilai kurs JISDOR, pelemahan instrumen keuangan domestik pada Juni 2026 ini faktualnya lebih dipengaruhi oleh sentimen tingginya suku bunga bank sentral Amerika Serikat (The Fed) serta outflow modal asing jangka pendek. 📋 Otoritas  bersama  menegaskan bahwa kebijakan penolakan utang baru dari IMF maupun World Bank merupakan keputusan fungsional untuk menjaga rasio utang jangka panjang, sementara fluktuasi IHSG saat ini adalah siklus penyesuaian portofolio rutin investor makro yang tidak berkorelasi langsung dengan kebijakan penolakan pinjaman modal asing tersebut. 🔍 Langkah menjaga kedaulatan fiskal yang konsisten digaungkan oleh jajaran komisioner keuangan ini berdampak pada tingginya kepercayaan fundamental ekonomi bagi masyarakat bawah di tengah gejolak geopolitik. ✨  Ketegasan membatasi utang luar negeri patut didukung demi kedaulatan moneter nasional secara obyektif, namun di sisi lain, pemerintah dituntut bergerak taktis menciptakan stimulus investasi domestik yang ramah pasar agar volatilitas pasar modal tidak terus menekan kinerja korporasi lokal di ruang siber komersial. 🎯 Menurut analisis ekonomi Anda, apakah keputusan menolak pinjaman lembaga internasional sudah tepat bagi ketahanan jangka panjang Rupiah?🤔 Sosial Media : MZF #TheIndonesiaPost #AnalisisRupiahIHSG #PurbayaYudhiSadewa #KemandirianFiskal #EkonomiNasional", "post_id": "7653050172796144917"}}, {"key": "bank_indonesia", "attributes": {"label": "bank_indonesia", "x": 232.27882236021992, "y": 366.7356190833103, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 7.1228, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "7653050172796144917", "id": "bank_indonesia", "source": "tiktok-000001", "content": "📉 Analisis Fiskal : Isu Purbaya Tolak Pinjaman IMF-World Bank dan Kaitannya dengan Fluktuasi Rupiah Serta IHSG ⚖️ Pernyataan tegas Ketua Dewan Komisioner LPS Purbaya Yudhi Sadewa terkait komitmen menjaga kemandirian moneter tanpa bergantung pada pinjaman lembaga donor internasional memicu perdebatan sengit mengenai penyebab koreksi teknis nilai tukar rupiah dan Indeks Harga Saham Gabungan, sebuah analisis makroekonomi yang dinilai berimbang guna memetakan sentimen pasar riil dari faktor eksternal global. 📄 Berdasarkan data manifes perdagangan Bursa Efek Indonesia dan nilai kurs JISDOR, pelemahan instrumen keuangan domestik pada Juni 2026 ini faktualnya lebih dipengaruhi oleh sentimen tingginya suku bunga bank sentral Amerika Serikat (The Fed) serta outflow modal asing jangka pendek. 📋 Otoritas  bersama  menegaskan bahwa kebijakan penolakan utang baru dari IMF maupun World Bank merupakan keputusan fungsional untuk menjaga rasio utang jangka panjang, sementara fluktuasi IHSG saat ini adalah siklus penyesuaian portofolio rutin investor makro yang tidak berkorelasi langsung dengan kebijakan penolakan pinjaman modal asing tersebut. 🔍 Langkah menjaga kedaulatan fiskal yang konsisten digaungkan oleh jajaran komisioner keuangan ini berdampak pada tingginya kepercayaan fundamental ekonomi bagi masyarakat bawah di tengah gejolak geopolitik. ✨  Ketegasan membatasi utang luar negeri patut didukung demi kedaulatan moneter nasional secara obyektif, namun di sisi lain, pemerintah dituntut bergerak taktis menciptakan stimulus investasi domestik yang ramah pasar agar volatilitas pasar modal tidak terus menekan kinerja korporasi lokal di ruang siber komersial. 🎯 Menurut analisis ekonomi Anda, apakah keputusan menolak pinjaman lembaga internasional sudah tepat bagi ketahanan jangka panjang Rupiah?🤔 Sosial Media : MZF #TheIndonesiaPost #AnalisisRupiahIHSG #PurbayaYudhiSadewa #KemandirianFiskal #EkonomiNasional", "post_id": "7653050172796144917"}}, {"key": "ojkindonesia", "attributes": {"label": "ojkindonesia", "x": 617.5603263606353, "y": 299.77519433136024, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 7.1228, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7653050172796144917", "id": "ojkindonesia", "source": "tiktok-000001", "content": "📉 Analisis Fiskal : Isu Purbaya Tolak Pinjaman IMF-World Bank dan Kaitannya dengan Fluktuasi Rupiah Serta IHSG ⚖️ Pernyataan tegas Ketua Dewan Komisioner LPS Purbaya Yudhi Sadewa terkait komitmen menjaga kemandirian moneter tanpa bergantung pada pinjaman lembaga donor internasional memicu perdebatan sengit mengenai penyebab koreksi teknis nilai tukar rupiah dan Indeks Harga Saham Gabungan, sebuah analisis makroekonomi yang dinilai berimbang guna memetakan sentimen pasar riil dari faktor eksternal global. 📄 Berdasarkan data manifes perdagangan Bursa Efek Indonesia dan nilai kurs JISDOR, pelemahan instrumen keuangan domestik pada Juni 2026 ini faktualnya lebih dipengaruhi oleh sentimen tingginya suku bunga bank sentral Amerika Serikat (The Fed) serta outflow modal asing jangka pendek. 📋 Otoritas  bersama  menegaskan bahwa kebijakan penolakan utang baru dari IMF maupun World Bank merupakan keputusan fungsional untuk menjaga rasio utang jangka panjang, sementara fluktuasi IHSG saat ini adalah siklus penyesuaian portofolio rutin investor makro yang tidak berkorelasi langsung dengan kebijakan penolakan pinjaman modal asing tersebut. 🔍 Langkah menjaga kedaulatan fiskal yang konsisten digaungkan oleh jajaran komisioner keuangan ini berdampak pada tingginya kepercayaan fundamental ekonomi bagi masyarakat bawah di tengah gejolak geopolitik. ✨  Ketegasan membatasi utang luar negeri patut didukung demi kedaulatan moneter nasional secara obyektif, namun di sisi lain, pemerintah dituntut bergerak taktis menciptakan stimulus investasi domestik yang ramah pasar agar volatilitas pasar modal tidak terus menekan kinerja korporasi lokal di ruang siber komersial. 🎯 Menurut analisis ekonomi Anda, apakah keputusan menolak pinjaman lembaga internasional sudah tepat bagi ketahanan jangka panjang Rupiah?🤔 Sosial Media : MZF #TheIndonesiaPost #AnalisisRupiahIHSG #PurbayaYudhiSadewa #KemandirianFiskal #EkonomiNasional", "post_id": "7653050172796144917"}}, {"key": "kemenkeuri", "attributes": {"label": "kemenkeuri", "x": 625.9154735036165, "y": 385.1155314332202, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 7.1228, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7653727519434116373", "id": "kemenkeuri", "source": "tiktok-000001", "content": "📉 Menilik Proyeksi Ekonomi Klasik : Menguji Validitas Prediksi Almarhum Faisal Basri Soal Rupiah Tembus Rp18.000 Per Dolar AS 💸 Peredaran kembali cuplikan video lawas berisi proyeksi ekonomi dari almarhum ekonom senior Faisal Basri mengenai potensi pelemahan nilai tukar rupiah hingga menyentuh angka Rp18.000 per dolar AS memicu perdebatan sengit di ruang siber, sebuah analisis makroekonomi yang menuntut validasi data riil berimbang agar tidak melahirkan kepanikan spekulatif di tingkat domestik. 📄 Berdasarkan data manifes kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) yang dirilis resmi oleh  pada Juni 2026, nilai tukar mata uang domestik faktualnya masih berfluktuasi dinamis di kisaran angka Rp16.200 hingga Rp16.450 per dolar AS akibat tekanan sentimen suku bunga global The Fed. 📋 Rekam jejak digital mencatat bahwa analisis kritis yang dilontarkan sang ekonom dua tahun lalu merupakan sebuah pemodelan risiko fiskal bersyarat jika pemerintah tidak taktis memitigasi pembengkakan utang luar negeri serta defisit neraca berjalan, sehingga klaim sepihak netizen yang menyebut prediksi angka ekstrem tersebut telah sepenuhnya menjadi kenyataan di pasar spot saat ini terbukti tidak akurat secara statistik. 🔍 Munculnya kembali narasi proyeksi ekonomi masa lalu di tengah volatilitas pasar keuangan saat ini berdampak pada krusialnya penyajian edukasi literasi keuangan yang obyektif bagi masyarakat bawah. ✨  Peringatan dini dari para akademisi independen wajib dijadikan instrumen evaluasi berharga bagi tata kelola fiskal , namun di sisi lain, publik siber dituntut bergerak taktis menyaring arus informasi agar tidak mudah termakan framing disinformasi potongan video pendek yang mengaburkan data fundamental riil ketahanan moneter nasional. 🎯 Apa langkah paling efektif yang harus diambil Bank Indonesia untuk menjaga stabilitas Rupiah saat ini?🤔 Sosial Media : MZF #TheIndonesiaPost #AnalisisRupiah #FaisalBasri #KursBankIndonesia #EkonomiNasional", "post_id": "7653727519434116373"}}, {"key": "ettzo21", "attributes": {"label": "ettzo21", "x": 622.8987822942354, "y": 686.8028652807069, "size": 13.68, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 5.8744, "eigenvector": 51.2621, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "7649021217466338581", "id": "ettzo21", "source": "tiktok-000001", "content": "Cadangan devisa Indonesia kembali mengalami penyusutan. Bank Indonesia (BI) mencatat posisi cadangan devisa pada akhir Mei 2026 turun menjadi US$144,9 miliar atau sekitar Rp2.622 triliun. Angka tersebut lebih rendah dibandingkan posisi akhir April 2026 yang mencapai US$146,2 miliar. Dengan demikian, dalam sebulan cadangan devisa Indonesia berkurang sekitar US$1,3 miliar atau setara Rp23 triliun. Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi Bank Indonesia Ramdan Denny Prakoso menjelaskan penurunan cadangan devisa dipengaruhi sejumlah faktor, mulai dari pembayaran utang luar negeri pemerintah hingga langkah BI menjaga stabilitas nilai tukar rupiah di tengah gejolak pasar global. \"Perkembangan posisi cadangan devisa tersebut antara lain dipengaruhi oleh pembayaran utang luar negeri pemerintah dan kebijakan stabilisasi nilai tukar rupiah sebagai respons terhadap tingginya ketidakpastian pasar keuangan global serta permintaan valuta asing musiman dari domestik,\" ujar Ramdan dalam keterangannya, Senin (8/6/2026). \"Sumber: tws news\" #kontencom #kontencomxtws", "post_id": "7649021217466338581"}}, {"key": "tradewithsuli", "attributes": {"label": "tradewithsuli", "x": 68.19954625424273, "y": 462.6814124033092, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 88.2635, "eigenvector": 57.5728, "in_degree": 19, "out_degree": 0, "degree": 19}, "_id": "7649021217466338581", "id": "tradewithsuli", "source": "tiktok-000001", "content": "Cadangan devisa Indonesia kembali mengalami penyusutan. Bank Indonesia (BI) mencatat posisi cadangan devisa pada akhir Mei 2026 turun menjadi US$144,9 miliar atau sekitar Rp2.622 triliun. Angka tersebut lebih rendah dibandingkan posisi akhir April 2026 yang mencapai US$146,2 miliar. Dengan demikian, dalam sebulan cadangan devisa Indonesia berkurang sekitar US$1,3 miliar atau setara Rp23 triliun. Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi Bank Indonesia Ramdan Denny Prakoso menjelaskan penurunan cadangan devisa dipengaruhi sejumlah faktor, mulai dari pembayaran utang luar negeri pemerintah hingga langkah BI menjaga stabilitas nilai tukar rupiah di tengah gejolak pasar global. \"Perkembangan posisi cadangan devisa tersebut antara lain dipengaruhi oleh pembayaran utang luar negeri pemerintah dan kebijakan stabilisasi nilai tukar rupiah sebagai respons terhadap tingginya ketidakpastian pasar keuangan global serta permintaan valuta asing musiman dari domestik,\" ujar Ramdan dalam keterangannya, Senin (8/6/2026). \"Sumber: tws news\" #kontencom #kontencomxtws", "post_id": "7649021217466338581"}}, {"key": "rangkaianbeerita", "attributes": {"label": "rangkaianbeerita", "x": 370.35872310429784, "y": 292.7096949427592, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 5.8744, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "7639275623436832020", "id": "rangkaianbeerita", "source": "tiktok-000001", "content": "Bank Indonesia akhirnya buka suara terkait pelemahan rupiah yang menyentuh level Rp17.500 per dolar AS. BI menyebut tekanan terhadap rupiah dipicu meningkatnya kebutuhan dolar AS untuk: ▪️ Pembayaran utang luar negeri ▪️ Pembagian dividen perusahaan ▪️ Kebutuhan musim haji Tak hanya itu, memanasnya konflik di Timur Tengah serta kenaikan harga minyak dunia juga ikut menekan nilai tukar rupiah di pasar global. Meski begitu, Bank Indonesia menilai kondisi ini masih bersifat sementara dan optimistis rupiah akan kembali bergerak menuju level fundamentalnya seiring stabilitas pasar dan langkah intervensi yang dilakukan. 📉 Pelemahan rupiah menjadi sorotan karena berdampak pada harga impor, biaya perjalanan luar negeri, hingga potensi kenaikan harga barang di dalam negeri. 💬 Menurut kalian, apakah rupiah bisa segera kembali menguat? Follow✓ Like✓ Comment📝 Instagram & tiktok  untuk melihat update berita lokal, nasional & internasional maupun video konten lainnya. #Rupiah #BankIndonesia #DollarAS #EkonomiIndonesia #NilaiTukar", "post_id": "7639275623436832020"}}, {"key": "rangkaianbeerita.id", "attributes": {"label": "rangkaianbeerita.id", "x": 293.88287192558147, "y": 586.6598476673078, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 10.8677, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7639275623436832020", "id": "rangkaianbeerita.id", "source": "tiktok-000001", "content": "Bank Indonesia akhirnya buka suara terkait pelemahan rupiah yang menyentuh level Rp17.500 per dolar AS. BI menyebut tekanan terhadap rupiah dipicu meningkatnya kebutuhan dolar AS untuk: ▪️ Pembayaran utang luar negeri ▪️ Pembagian dividen perusahaan ▪️ Kebutuhan musim haji Tak hanya itu, memanasnya konflik di Timur Tengah serta kenaikan harga minyak dunia juga ikut menekan nilai tukar rupiah di pasar global. Meski begitu, Bank Indonesia menilai kondisi ini masih bersifat sementara dan optimistis rupiah akan kembali bergerak menuju level fundamentalnya seiring stabilitas pasar dan langkah intervensi yang dilakukan. 📉 Pelemahan rupiah menjadi sorotan karena berdampak pada harga impor, biaya perjalanan luar negeri, hingga potensi kenaikan harga barang di dalam negeri. 💬 Menurut kalian, apakah rupiah bisa segera kembali menguat? Follow✓ Like✓ Comment📝 Instagram & tiktok  untuk melihat update berita lokal, nasional & internasional maupun video konten lainnya. #Rupiah #BankIndonesia #DollarAS #EkonomiIndonesia #NilaiTukar", "post_id": "7639275623436832020"}}, {"key": "ekssoverr", "attributes": {"label": "ekssoverr", "x": 204.73564363083995, "y": 92.29636041284573, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 5.8744, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "7637902367169498376", "id": "ekssoverr", "source": "tiktok-000001", "content": "Cadangan devisa negara merupakan simpanan aset luar negeri yang dimiliki bank sentral, seperti dolar AS, emas, dan surat berharga internasional. Cadangan devisa digunakan untuk membiayai transaksi internasional, membayar utang luar negeri, serta menjaga kestabilan nilai tukar rupiah ketika terjadi tekanan di pasar keuangan global. Pada 2026, cadangan devisa Indonesia tercatat turun lebih dari US$10 miliar dalam empat bulan pertama, dari sekitar US$156 miliar menjadi sekitar US$146 miliar. Penurunan ini terjadi akibat intervensi Bank Indonesia untuk menjaga rupiah yang melemah di tengah penguatan dolar AS dan ketidakpastian ekonomi global, serta pembayaran utang luar negeri pemerintah. Kondisi tersebut menunjukkan besarnya tekanan eksternal terhadap perekonomian Indonesia, meski Bank Indonesia menegaskan posisi cadangan devisa masih aman karena tetap mampu membiayai impor dan menjaga stabilitas ekonomi nasional. Biar nggak cuma paham, tapi juga enjoy bahas ekonomi 📊✨ Follow  dan jangan ketinggalan berita ekonomi yang dikemas ringan & fun! #fyp #beritaekonomiindonesia #beritaekonomi #cadangandevisa #dolarrupiah", "post_id": "7637902367169498376"}}, {"key": "Ekssover", "attributes": {"label": "Ekssover", "x": 467.39638939911146, "y": 187.0171118797792, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 10.8677, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7637902367169498376", "id": "Ekssover", "source": "tiktok-000001", "content": "Cadangan devisa negara merupakan simpanan aset luar negeri yang dimiliki bank sentral, seperti dolar AS, emas, dan surat berharga internasional. Cadangan devisa digunakan untuk membiayai transaksi internasional, membayar utang luar negeri, serta menjaga kestabilan nilai tukar rupiah ketika terjadi tekanan di pasar keuangan global. Pada 2026, cadangan devisa Indonesia tercatat turun lebih dari US$10 miliar dalam empat bulan pertama, dari sekitar US$156 miliar menjadi sekitar US$146 miliar. Penurunan ini terjadi akibat intervensi Bank Indonesia untuk menjaga rupiah yang melemah di tengah penguatan dolar AS dan ketidakpastian ekonomi global, serta pembayaran utang luar negeri pemerintah. Kondisi tersebut menunjukkan besarnya tekanan eksternal terhadap perekonomian Indonesia, meski Bank Indonesia menegaskan posisi cadangan devisa masih aman karena tetap mampu membiayai impor dan menjaga stabilitas ekonomi nasional. Biar nggak cuma paham, tapi juga enjoy bahas ekonomi 📊✨ Follow  dan jangan ketinggalan berita ekonomi yang dikemas ringan & fun! #fyp #beritaekonomiindonesia #beritaekonomi #cadangandevisa #dolarrupiah", "post_id": "7637902367169498376"}}, {"key": "klipajedulu", "attributes": {"label": "klipajedulu", "x": 523.8541919802032, "y": 6.328105464414979, "size": 13.68, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 5.8744, "eigenvector": 51.2621, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "7649215471991966984", "id": "klipajedulu", "source": "tiktok-000001", "content": "Bank Indonesia umumkan posisi cadangan devisa RI Mei 2026 di US144,9 miliar, turun US1,3 miliar (sekitar Rp 23,5 triliun) dari April yang masih US$146,2 miliar. Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI, Ramdan Denny Prakoso, jelaskan penurunan ini dipengaruhi 2 faktor: pertama, pembayaran utang luar negeri pemerintah yang jatuh tempo Mei 2026; kedua, kebijakan stabilisasi nilai tukar Rupiah oleh BI di tengah tingginya ketidakpastian pasar keuangan global dan permintaan valuta asing domestik. Konteks audiens: cadev adalah \"tabungan dolar\" yang dimiliki negara via BI, fungsinya untuk bayar utang luar negeri, jaga stabilitas kurs, dan biayai impor. ​Posisi Mei 2026 setara pembiayaan 5,6 bulan impor,masih di atas standar IMF minimal 3 bulan impor. \"BI menilai cadangan devisa tersebut mampu mendukung ketahanan sektor eksternal serta menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan,\" kata Denny. Tapi audiens perlu cermati dengan kritis. Creds: tradewithsuli   #CapCut #kontencomxtws #kontencom", "post_id": "7649215471991966984"}}, {"key": "titik.terendah.ku7", "attributes": {"label": "titik.terendah.ku7", "x": 173.6138967126094, "y": 689.0723327086398, "size": 13.68, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 5.8744, "eigenvector": 51.2621, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "7647508304498920724", "id": "titik.terendah.ku7", "source": "tiktok-000001", "content": "Rekor Historis Baru! Dolar AS Tembus Rp18.015 Pagi Ini (4/6) 🚨💵 Bukan angka biasa. Bukan sekadar fluktuasi harian. Ini sejarah yang nggak pernah kita lihat sebelumnya. 😨 Pagi ini, 4 Juni 2026 — Dolar AS resmi menembus Rp18.015. Rekor terlemah rupiah sepanjang masa. 📉🇮🇩 Dan sekarang pertanyaan besarnya: Apakah Bank Indonesia akan intervensi kuat… atau biarkan rupiah cari level keseimbangannya sendiri? 🤔 Kalau rupiah terus melemah: — Harga barang impor naik 🛒 — Cicilan utang luar negeri makin berat 💸 — Inflasi bisa ikut merangkak 📈 Ini bukan cuma soal grafik di layar — ini soal daya beli kamu sehari-hari. 🏠 Sekarang giliran kamu yang jawab: BI bakal intervensi kuat, atau biarin rupiah cari level baru? Sumber IG: Tradewithsuli   #kontencom #kontencomxtws #RupiahMelemah #DolarAS #Rp18000", "post_id": "7647508304498920724"}}, {"key": "levelupinsight_", "attributes": {"label": "levelupinsight_", "x": 0.8935568898694735, "y": 678.6745135250071, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 5.8744, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "7647543421657271560", "id": "levelupinsight_", "source": "tiktok-000001", "content": "Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia (BI) Destry Damayanti menyebut pelemahan rupiah hingga level Rp18.000 terjadi seiring tekanan geopolitik di Timur Tengah yang belum mereda. Kondisi tersebut membuat harga minyak terus melonjak dan memunculkan risiko inflasi global, sekaligus mendorong arus modal keluar dari negara-negara berkembang. Di sisi domestik, tekanan juga masih cukup besar sesuai pola repatriasi dividen dan pembayaran utang luar negeri (ULN). Kendati demikian, BI tidak berdiam diri dan terus mengintensifkan intervensi di pasar valuta asing. Source:  Crypto #akademicrypto #levelupinsight", "post_id": "7647543421657271560"}}, {"key": "Akademi", "attributes": {"label": "Akademi", "x": 0.3526781488800701, "y": 528.5746386487809, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 10.8677, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7647543421657271560", "id": "Akademi", "source": "tiktok-000001", "content": "Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia (BI) Destry Damayanti menyebut pelemahan rupiah hingga level Rp18.000 terjadi seiring tekanan geopolitik di Timur Tengah yang belum mereda. Kondisi tersebut membuat harga minyak terus melonjak dan memunculkan risiko inflasi global, sekaligus mendorong arus modal keluar dari negara-negara berkembang. Di sisi domestik, tekanan juga masih cukup besar sesuai pola repatriasi dividen dan pembayaran utang luar negeri (ULN). Kendati demikian, BI tidak berdiam diri dan terus mengintensifkan intervensi di pasar valuta asing. Source:  Crypto #akademicrypto #levelupinsight", "post_id": "7647543421657271560"}}, {"key": "financialclub11", "attributes": {"label": "financialclub11", "x": 110.9678199291605, "y": 120.17413544044031, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 5.8744, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "7647491350924889351", "id": "financialclub11", "source": "tiktok-000001", "content": "Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia, Destry Damayanti, menyatakan bahwa rupiah berpotensi melemah hingga Rp18.000 per dolar AS jika ketegangan geopolitik di Timur Tengah terus berlanjut. Kondisi ini dapat menjaga harga minyak tetap tinggi, meningkatkan risiko inflasi global, serta mendorong arus modal keluar dari negara berkembang. Selain faktor eksternal, tekanan juga datang dari kebutuhan domestik seperti repatriasi dividen dan pembayaran utang luar negeri. Untuk menjaga stabilitas rupiah, Bank Indonesia terus melakukan intervensi melalui pasar NDF offshore, transaksi spot, DNDF domestik, serta pembelian Surat Berharga Negara (SBN) di pasar sekunder. Disclaimer: Bukan nasihat keuangan (NFA). Lakukan riset mandiri (DYOR). sc:   #malaysia #rupiah #ringgit #ternakuangnews", "post_id": "7647491350924889351"}}, {"key": "ternakuang.id", "attributes": {"label": "ternakuang.id", "x": 15.786973675728566, "y": 20.6892130783094, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 10.8677, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7647491350924889351", "id": "ternakuang.id", "source": "tiktok-000001", "content": "Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia, Destry Damayanti, menyatakan bahwa rupiah berpotensi melemah hingga Rp18.000 per dolar AS jika ketegangan geopolitik di Timur Tengah terus berlanjut. Kondisi ini dapat menjaga harga minyak tetap tinggi, meningkatkan risiko inflasi global, serta mendorong arus modal keluar dari negara berkembang. Selain faktor eksternal, tekanan juga datang dari kebutuhan domestik seperti repatriasi dividen dan pembayaran utang luar negeri. Untuk menjaga stabilitas rupiah, Bank Indonesia terus melakukan intervensi melalui pasar NDF offshore, transaksi spot, DNDF domestik, serta pembelian Surat Berharga Negara (SBN) di pasar sekunder. Disclaimer: Bukan nasihat keuangan (NFA). Lakukan riset mandiri (DYOR). sc:   #malaysia #rupiah #ringgit #ternakuangnews", "post_id": "7647491350924889351"}}, {"key": "icanhiueattomato", "attributes": {"label": "icanhiueattomato", "x": 384.27574071440307, "y": 353.71774439127836, "size": 13.68, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 5.8744, "eigenvector": 51.2621, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "7648972395570547976", "id": "icanhiueattomato", "source": "tiktok-000001", "content": "Bank Indonesia melaporkan posisi cadangan devisa Mei 2026 turun US$ 1,3 miliar menjadi US$ 144,9 miliar akibat pembayaran utang luar negeri dan langkah stabilitas Rupiah. Meskipun secara ketahanan sektor eksternal dinilai masih mampu mendukung stabilitas makroekonomi (setara 5,6 bulan impor), pasar keuangan kita lagi gak baik-baik aja. Rupiah sempat tembus Rp 18.100+ dan IHSG mencatat net sell asing sebesar Rp 72,22 triliun YTD. Kalau tekanan global gak mereda, BI mungkin harus melakukan intervensi yang lebih agresif ke depannya. Semua mata tertuju pada keputusan FOMC AS, BI Rate, dan roadshow Panda Bond tanggal 16 Juni nanti. Stay safe di pasar, guys! #ihsg #ekonomi #rupiah  Sumber:Tws News #kontencomxtws  #kontencom", "post_id": "7648972395570547976"}}, {"key": "_logika.dong", "attributes": {"label": "_logika.dong", "x": 720.5437280311885, "y": 838.5706640462345, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 5.8744, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "7647546030942178568", "id": "_logika.dong", "source": "tiktok-000001", "content": "Uang Kita Hilang 2 TRILIUN Per Hari, Kok Gak Ada Yang Ribut?! 🤯💸 ​Banyak yang gak sadar kalau angka Rp17.800 per US Dollar itu bukan cuma sekadar angka di Google. Secara logika matematika ekonomi, Indonesia harus menanggung kerugian sistemik sebesar 1,5 sampai 2 TRILIUN RUPIAH SETIAP HARI akibat pelemahan ini! 📉 ​Mulai dari beban utang luar negeri yang membengkak, subsidi BBM yang meledak, sampai inflasi barang impor yang harus dibayar sama masyarakat. ​Menurut kalian, sampai kapan keuangan negara kita bisa bertahan kalau bocor triliunan tiap hari gini? Tulis prediksi kalian di bawah   #gemagoeyardi #astronacci #astroxkc12 #komunitasclipping #rupiah", "post_id": "7647546030942178568"}}, {"key": "5tmoneychanger", "attributes": {"label": "5tmoneychanger", "x": 433.70106481529257, "y": 214.96731417036642, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 10.8677, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7647546030942178568", "id": "5tmoneychanger", "source": "tiktok-000001", "content": "Uang Kita Hilang 2 TRILIUN Per Hari, Kok Gak Ada Yang Ribut?! 🤯💸 ​Banyak yang gak sadar kalau angka Rp17.800 per US Dollar itu bukan cuma sekadar angka di Google. Secara logika matematika ekonomi, Indonesia harus menanggung kerugian sistemik sebesar 1,5 sampai 2 TRILIUN RUPIAH SETIAP HARI akibat pelemahan ini! 📉 ​Mulai dari beban utang luar negeri yang membengkak, subsidi BBM yang meledak, sampai inflasi barang impor yang harus dibayar sama masyarakat. ​Menurut kalian, sampai kapan keuangan negara kita bisa bertahan kalau bocor triliunan tiap hari gini? Tulis prediksi kalian di bawah   #gemagoeyardi #astronacci #astroxkc12 #komunitasclipping #rupiah", "post_id": "7647546030942178568"}}, {"key": "rabs.clip98", "attributes": {"label": "rabs.clip98", "x": 12.81554347247138, "y": 704.8347451823842, "size": 13.68, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 5.8744, "eigenvector": 51.2621, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "7649011844664855828", "id": "rabs.clip98", "source": "tiktok-000001", "content": "Kabar mengejutkan datang dari Bank Indonesia! Cadangan devisa RI di bulan Mei 2026 dilaporkan anjlok sebesar Rp23 Triliun (turun ke US$144,9 miliar). Bagi sebagian orang, angka ini cuma deretan angka di berita. Tapi buat kita yang melek finansial, ini adalah alarm! Cadangan devisa itu ibarat \"tabungan darurat\" negara untuk menjaga stabilitas nilai tukar Rupiah dan membayar utang luar negeri. Kalau tabungan ini berkurang drastis, apa dampaknya buat dompet kita? Yuk, geser slide sampai habis untuk tahu alasan dari BI dan gimana cara kita mengamankan aset di tengah situasi seperti ini! 📊👇 Sumber : TWS News ig :  #kontencom #kontencomxtws", "post_id": "7649011844664855828"}}, {"key": "partnerclipper", "attributes": {"label": "partnerclipper", "x": 387.6253468757014, "y": 213.58085820163365, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 5.8744, "eigenvector": 57.5728, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "7649221455493827861", "id": "partnerclipper", "source": "tiktok-000001", "content": "Bank Indonesia umumkan posisi cadangan devisa RI Mei 2026 di US$144,9 miliar, turun US$1,3 miliar (sekitar Rp 23,5 triliun) dari April yang masih US$146,2 miliar. Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI, Ramdan Denny Prakoso, jelaskan penurunan ini dipengaruhi 2 faktor: pertama, pembayaran utang luar negeri pemerintah yang jatuh tempo Mei 2026; kedua, kebijakan stabilisasi nilai tukar Rupiah oleh BI di tengah tingginya ketidakpastian pasar keuangan global dan permintaan valuta asing domestik. Konteks audiens: cadev adalah “tabungan dolar” yang dimiliki negara via BI, fungsinya untuk bayar utang luar negeri, jaga stabilitas kurs, dan biayai impor. Posisi Mei 2026 setara pembiayaan 5,6 bulan impor,masih di atas standar IMF minimal 3 bulan impor. “BI menilai cadangan devisa tersebut mampu mendukung ketahanan sektor eksternal serta menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan,” kata Denny. Tapi audiens perlu cermati dengan kritis. Pertama, penurunan cadev ini terjadi di tengah Rupiah tembus Rp 18.100+ (rekor terlemah sepanjang sejarah) plus IHSG anjlok ke level terendah 5 tahun dengan asing net sell Rp 72,22 triliun YTD. Kalau tekanan ke Rupiah berlanjut, BI mungkin perlu intervensi lebih agresif yang bisa kuras cadev lebih lanjut. Kedua, cadev sekarang terendah dalam hampir 2 tahun, bisa pengaruhi persepsi investor global ke fundamental RI. Pantau katalis utama: keputusan BI Rate, roadshow Purbaya ke China & Inggris 16 Juni (promosi Panda Bond), realisasi DHE SDA, plus FOMC AS bulan ini.  Sumbe: TWS NEWS     #kontencom #kontencomxtws", "post_id": "7649221455493827861"}}, {"key": "Kontencom", "attributes": {"label": "Kontencom", "x": 561.6548112784757, "y": 121.39826733619175, "size": 4.48, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 10.8677, "eigenvector": 7.0875, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "7649221455493827861", "id": "Kontencom", "source": "tiktok-000001", "content": "Bank Indonesia umumkan posisi cadangan devisa RI Mei 2026 di US$144,9 miliar, turun US$1,3 miliar (sekitar Rp 23,5 triliun) dari April yang masih US$146,2 miliar. Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI, Ramdan Denny Prakoso, jelaskan penurunan ini dipengaruhi 2 faktor: pertama, pembayaran utang luar negeri pemerintah yang jatuh tempo Mei 2026; kedua, kebijakan stabilisasi nilai tukar Rupiah oleh BI di tengah tingginya ketidakpastian pasar keuangan global dan permintaan valuta asing domestik. Konteks audiens: cadev adalah “tabungan dolar” yang dimiliki negara via BI, fungsinya untuk bayar utang luar negeri, jaga stabilitas kurs, dan biayai impor. Posisi Mei 2026 setara pembiayaan 5,6 bulan impor,masih di atas standar IMF minimal 3 bulan impor. “BI menilai cadangan devisa tersebut mampu mendukung ketahanan sektor eksternal serta menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan,” kata Denny. Tapi audiens perlu cermati dengan kritis. Pertama, penurunan cadev ini terjadi di tengah Rupiah tembus Rp 18.100+ (rekor terlemah sepanjang sejarah) plus IHSG anjlok ke level terendah 5 tahun dengan asing net sell Rp 72,22 triliun YTD. Kalau tekanan ke Rupiah berlanjut, BI mungkin perlu intervensi lebih agresif yang bisa kuras cadev lebih lanjut. Kedua, cadev sekarang terendah dalam hampir 2 tahun, bisa pengaruhi persepsi investor global ke fundamental RI. Pantau katalis utama: keputusan BI Rate, roadshow Purbaya ke China & Inggris 16 Juni (promosi Panda Bond), realisasi DHE SDA, plus FOMC AS bulan ini.  Sumbe: TWS NEWS     #kontencom #kontencomxtws", "post_id": "7649221455493827861"}}, {"key": "clipperfinance05", "attributes": {"label": "clipperfinance05", "x": 840.2013719835546, "y": 495.46414933538296, "size": 13.68, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 5.8744, "eigenvector": 51.2621, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "7648970390550678804", "id": "clipperfinance05", "source": "tiktok-000001", "content": "Bank Indonesia umumkan posisi cadangan devisa RI Mei 2026 di US$144,9 miliar, turun US$1,3 miliar (sekitar Rp 23,5 triliun) dari April yang masih US$146,2 miliar. Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI, Ramdan Denny Prakoso, jelaskan penurunan ini dipengaruhi 2 faktor: pertama, pembayaran utang luar negeri pemerintah yang jatuh tempo Mei 2026; kedua, kebijakan stabilisasi nilai tukar Rupiah oleh BI di tengah tingginya ketidakpastian pasar keuangan global dan permintaan valuta asing domestik. Konteks audiens: cadev adalah “tabungan dolar” yang dimiliki negara via BI, fungsinya untuk bayar utang luar negeri, jaga stabilitas kurs, dan biayai impor. Posisi Mei 2026 setara pembiayaan 5,6 bulan impor,masih di atas standar IMF minimal 3 bulan impor. “BI menilai cadangan devisa tersebut mampu mendukung ketahanan sektor eksternal serta menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan,” kata Denny. Tapi audiens perlu cermati dengan kritis. Pertama, penurunan cadev ini terjadi di tengah Rupiah tembus Rp 18.100+ (rekor terlemah sepanjang sejarah) plus IHSG anjlok ke level terendah 5 tahun dengan asing net sell Rp 72,22 triliun YTD. Kalau tekanan ke Rupiah berlanjut, BI mungkin perlu intervensi lebih agresif yang bisa kuras cadev lebih lanjut. Kedua, cadev sekarang terendah dalam hampir 2 tahun, bisa pengaruhi persepsi investor global ke fundamental RI. Pantau katalis utama: keputusan BI Rate, roadshow Purbaya ke China & Inggris 16 Juni (promosi Panda Bond), realisasi DHE SDA, plus FOMC AS bulan ini. Sumber: TWS News #kontencom #kontencomxtws #fyp", "post_id": "7648970390550678804"}}, {"key": "clipin088", "attributes": {"label": "clipin088", "x": 614.5381762480247, "y": 510.5699611421062, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 5.8744, "eigenvector": 57.5728, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "7649366633084931336", "id": "clipin088", "source": "tiktok-000001", "content": "Bank Indonesia umumkan posisi cadangan devisa RI Mei 2026 di US$144,9 miliar, turun US$1,3 miliar (sekitar Rp23,5 triliun) dari April yang masih US$146,2 miliar. Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI, Ramdan Denny Prakoso, jelaskan penurunan ini dipengaruhi 2 faktor: pertama, pembayaran utang luar negeri pemerintah yang jatuh tempo Mei 2026; kedua, kebijakan stabilisasi nilai tukar Rupiah oleh BI di tengah tingginya ketidakpastian pasar keuangan global dan permintaan valuta asing domestik.  Konteks audiens: cadev adalah “tabungan dolar” yang dimiliki negara via BI, fungsinya untuk bayar utang luar negeri, jaga stabilitas kurs, dan biayai impor. Posisi Mei 2026 setara pembiayaan 5,6 bulan impor, masih di atas standar IMF minimal 3 bulan impor. “BI menilai cadangan devisa tersebut mampu mendukung ketahanan sektor eksternal serta menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan,” kata Denny. Tapi audiens perlu cermati dengan kritis. Pertama, penurunan cadev ini terjadi di tengah Rupiah tembus Rp18.100+ (rekor terlemah sepanjang sejarah) plus IHSG anjlok ke level terendah 5 tahun dengan asing net sell Rp72,22 triliun YTD.  Kalau tekanan ke Rupiah berlanjut, BI mungkin perlu intervensi lebih agresif yang bisa kuras cadev lebih lanjut. Kedua, cadev sekarang terendah dalam hampir 2 tahun, bisa pengaruhi persepsi investor global ke fundamental RI. Pantau katalis utama: keputusan BI Rate, roadshow Purbaya ke China & Inggris 16 Juni (promosi Panda Bond), realisasi DHE SDA, plus FOMC AS bulan ini. sumber:    #kontencom  #kontencomxsuli  #fyp  #rupiahindonesia #fyppppppppppppppppppppppp", "post_id": "7649366633084931336"}}, {"key": "clippertws21", "attributes": {"label": "clippertws21", "x": 43.091888552586276, "y": 524.0003657695135, "size": 13.68, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 5.8744, "eigenvector": 51.2621, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "7648976066836450578", "id": "clippertws21", "source": "tiktok-000001", "content": "[BACA CAPTION] Bank Indonesia umumkan posisi cadangan devisa RI Mei 2026 di US$144,9 miliar, turun US$1,3 miliar (sekitar Rp 23,5 triliun) dari April yang masih US$146,2 miliar. Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI, Ramdan Denny Prakoso, jelaskan penurunan ini dipengaruhi 2 faktor: pertama, pembayaran utang luar negeri pemerintah yang jatuh tempo Mei 2026; kedua, kebijakan stabilisasi nilai tukar Rupiah oleh BI di tengah tingginya ketidakpastian pasar keuangan global dan permintaan valuta asing domestik. Konteks audiens: cadev adalah “tabungan dolar” yang dimiliki negara via BI, fungsinya untuk bayar utang luar negeri, jaga stabilitas kurs, dan biayai impor. Posisi Mei 2026 setara pembiayaan 5,6 bulan impor,masih di atas standar IMF minimal 3 bulan impor. “BI menilai cadangan devisa tersebut mampu mendukung ketahanan sektor eksternal serta menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan,” kata Denny. Tapi audiens perlu cermati dengan kritis. Pertama, penurunan cadev ini terjadi di tengah Rupiah tembus Rp 18.100+ (rekor terlemah sepanjang sejarah) plus IHSG anjlok ke level terendah 5 tahun dengan asing net sell Rp 72,22 triliun YTD. Kalau tekanan ke Rupiah berlanjut, BI mungkin perlu intervensi lebih agresif yang bisa kuras cadev lebih lanjut. Kedua, cadev sekarang terendah dalam hampir 2 tahun, bisa pengaruhi persepsi investor global ke fundamental RI. Pantau katalis utama: keputusan BI Rate, roadshow Purbaya ke China & Inggris 16 Juni (promosi Panda Bond), realisasi DHE SDA, plus FOMC AS bulan ini. Sumber: TWS News   #kontencomxtws  #kontencom  #rupiah #ekonomi #indonesia", "post_id": "7648976066836450578"}}, {"key": "twsupdate2", "attributes": {"label": "twsupdate2", "x": 590.9071485611447, "y": 901.7695141205234, "size": 13.68, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 5.8744, "eigenvector": 51.2621, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "7648972050064805141", "id": "twsupdate2", "source": "tiktok-000001", "content": "🚨Indonesia umumkan posisi cadangan devisa RI Mei 2026 di US$144,9 miliar, turun US$1,3 miliar (sekitar Rp 23,5 triliun) dari April yang masih US$146,2 miliar. Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI, Ramdan Denny Prakoso, jelaskan penurunan ini dipengaruhi 2 faktor: pertama, pembayaran utang luar negeri pemerintah yang jatuh tempo Mei 2026; kedua, kebijakan stabilisasi nilai tukar Rupiah oleh Bl di tengah tingginya ketidakpastian pasar keuangan global dan permintaan valuta asing domestik. Konteks audiens: cadev adalah \"tabungan dolar\" yang dimiliki negara via BI, fungsinya untuk bayar utang luar negeri, jaga stabilitas kurs, dan biayai impor. Posisi Mei 2026 setara pembiayaan 5,6 bulan impor, masih di atas standar IMF minimal 3 bulan impor. \"BI menilai cadangan devisa tersebut mampu mendukung ketahanan sektor eksternal serta menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan,\" kata Denny. Tapi audiens perlu cermati dengan kritis. Pertama, penurunan cadev ini terjadi di tengah Rupiah tembus Rp 18.100+ (rekor terlemah sepanjang sejarah) plus IHSG anjlok ke level terendah 5 tahun dengan asing net sell Rp 72,22 triliun YTD. Kalau tekanan ke Rupiah berlanjut, Bl mungkin perlu intervensi lebih agresif yang bisa kuras cadev lebih lanjut. Kedua, cadev sekarang terendah dalam hampir 2 tahun, bisa pengaruhi persepsi investor global ke fundamental RI. Pantau katalis utama: keputusan BI Rate, roadshow Purbaya ke China & Inggris 16 Juni (promosi Panda Bond), realisasi DHE SDA, plus FOMC AS bulan ini.||Sumber:TWS News  #kontencom #kontencomxtws #fyp #mbg", "post_id": "7648972050064805141"}}, {"key": "raw_clp.xyz", "attributes": {"label": "raw_clp.xyz", "x": 967.2479052162762, "y": 187.71803090531458, "size": 13.68, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 5.8744, "eigenvector": 51.2621, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "7649025872934210837", "id": "raw_clp.xyz", "source": "tiktok-000001", "content": "Bank Indonesia umumkan posisi cadangan devisa RI Mei 2026 di US$144,9 miliar, turun US$1,3 miliar (sekitar Rp 23,5 triliun) dari April yang masih US$146,2 miliar. Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI, Ramdan Denny Prakoso, jelaskan penurunan ini dipengaruhi 2 faktor: pertama, pembayaran utang luar negeri pemerintah yang jatuh tempo Mei 2026; kedua, kebijakan stabilisasi nilai tukar Rupiah oleh BI di tengah tingginya ketidakpastian pasar keuangan global dan permintaan valuta asing domestik. Konteks audiens: cadev adalah \"tabungan dolar\" yang dimiliki negara via BI, fungsinya untuk bayar utang luar negeri, jaga stabilitas kurs, dan biayai impor. Posisi Mei 2026 setara pembiayaan 5,6 bulan impor, masih di atas standar IMF minimal 3 bulan impor. \"BI menilai cadangan devisa tersebut mampu mendukung ketahanan sektor eksternal serta menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan,\" kata Denny. Tapi audiens perlu cermati dengan kritis. Pertama, penurunan cadev ini terjadi di tengah Rupiah tembus Rp 18.100+ (rekor terlemah sepanjang sejarah) plus IHSG anjlok ke level terendah 5 tahun dengan asing net sell Rp 72,22 triliun YTD. Kalau tekanan ke Rupiah berlanjut, BI mungkin perlu intervensi lebih agresif yang bisa kuras cadev lebih lanjut. Kedua, cadev sekarang terendah dalam hampir 2 tahun, bisa pengaruhi persepsi investor global ke fundamental RI. Pantau katalis utama: keputusan BI Rate, roadshow Purbaya ke China & Inggris 16 Juni (promosi Panda Bond), realisasi DHE SDA, plus FOMC AS bulan ini. SC: TWS NEWS   #kontencom #kontencomxtws #rupiah #ekonomi #indonesia", "post_id": "7649025872934210837"}}, {"key": "nusabreaking", "attributes": {"label": "nusabreaking", "x": 830.7852920200347, "y": 169.85525960569302, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 8.1969, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 2, "out_degree": 3, "degree": 5}, "_id": "7647732424020987153", "id": "nusabreaking", "source": "tiktok-000001", "content": "🚨 Rupiah tembus Rp18.020 per dollar AS! Bank Indonesia menjelaskan bahwa pelemahan ini dipengaruhi meningkatnya ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran yang mendorong harga minyak dunia tetap tinggi, meningkatkan risiko inflasi global, serta memicu arus modal keluar dari negara berkembang, termasuk Indonesia. Di saat yang sama, kebutuhan dollar AS untuk pembayaran utang luar negeri dan repatriasi dividen perusahaan turut memperbesar tekanan terhadap rupiah. Meski begitu, BI memastikan terus melakukan intervensi pasar dan menjaga stabilitas nilai tukar agar tetap sesuai fundamental ekonomi nasional. Di tengah gejolak global yang semakin tidak pasti, kondisi ini menjadi pengingat bahwa peristiwa yang terjadi ribuan kilometer dari Indonesia tetap dapat berdampak langsung pada kehidupan masyarakat, harga barang, hingga daya beli sehari-hari. Apakah rupiah masih berpeluang kembali menguat dalam waktu dekat? 💡 Gimana menurut kamu? Tulis pendapatmu di kolom komentar, ya! 🔁 SHARE ke teman kamu biar makin banyak yang tahu! 📲 Yuk FOLLOW akun kami lainnya: Instagram :  TikTok :  YouTube : Nusa Breaking Facebook (Fanpage) : Nusa Breaking SnackVideo :  #Rupiah #DollarAS #EkonomiIndonesia #BeritaViral #InfoTerkini", "post_id": "7647732424020987153"}}, {"key": "NusaBreaking", "attributes": {"label": "NusaBreaking", "x": 638.8160304557564, "y": 499.76886485291925, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 8.1969, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7647732424020987153", "id": "NusaBreaking", "source": "tiktok-000001", "content": "🚨 Rupiah tembus Rp18.020 per dollar AS! Bank Indonesia menjelaskan bahwa pelemahan ini dipengaruhi meningkatnya ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran yang mendorong harga minyak dunia tetap tinggi, meningkatkan risiko inflasi global, serta memicu arus modal keluar dari negara berkembang, termasuk Indonesia. Di saat yang sama, kebutuhan dollar AS untuk pembayaran utang luar negeri dan repatriasi dividen perusahaan turut memperbesar tekanan terhadap rupiah. Meski begitu, BI memastikan terus melakukan intervensi pasar dan menjaga stabilitas nilai tukar agar tetap sesuai fundamental ekonomi nasional. Di tengah gejolak global yang semakin tidak pasti, kondisi ini menjadi pengingat bahwa peristiwa yang terjadi ribuan kilometer dari Indonesia tetap dapat berdampak langsung pada kehidupan masyarakat, harga barang, hingga daya beli sehari-hari. Apakah rupiah masih berpeluang kembali menguat dalam waktu dekat? 💡 Gimana menurut kamu? Tulis pendapatmu di kolom komentar, ya! 🔁 SHARE ke teman kamu biar makin banyak yang tahu! 📲 Yuk FOLLOW akun kami lainnya: Instagram :  TikTok :  YouTube : Nusa Breaking Facebook (Fanpage) : Nusa Breaking SnackVideo :  #Rupiah #DollarAS #EkonomiIndonesia #BeritaViral #InfoTerkini", "post_id": "7647732424020987153"}}, {"key": "ayo_bukamata", "attributes": {"label": "ayo_bukamata", "x": 170.70742017942442, "y": 367.58140005218377, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 39.1626, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 1, "degree": 2}, "_id": "7641944200845675796", "id": "ayo_bukamata", "source": "tiktok-000001", "content": "🚨 REKOR BURUK SEJARAH: RUPIAH AMBLES NYARIS TEMBUS RP17.700 SIANG INI! 🚨 Kondisi perekonomian nasional sedang berada dalam alarm bahaya! Nilai tukar rupiah terus terpuruk hingga nyaris menembus angka Rp17.700 per dolar AS pada perdagangan siang ini. Posisi ini resmi mencatatkan nilai tukar rupiah berada di level terlemah sepanjang sejarah Indonesia. Apa yang Terjadi? Pelemahan drastis mata uang garuda ini dipicu oleh tekanan eksternal dan sentimen global yang kian memburuk. Ketidakpastian politik internasional serta kokohnya keperkasaan dolar AS membuat mata uang negara-negara berkembang, termasuk Indonesia, babak belur di pasar valuta asing. Dampak Nyata yang Mengancam: Harga Barang Melonjak: Biaya impor bahan baku industri otomatis membengkak, yang berpotensi memicu lonjakan harga barang pokok di masyarakat (inflasi). Beban Utang Membengkak: Utang luar negeri dalam denominasi dolar AS kini semakin berat untuk dibayar. Intervensi BI: Bank Indonesia kini menghadapi ujian berat untuk menahan kejatuhan rupiah agar tidak semakin liar. Sejarah baru yang pahit telah tercipta, dan efek dominonya siap menghantam dompet masyarakat kecil. 💬 Melihat rupiah yang nyaris menyentuh Rp17.700, langkah darurat apa yang paling kalian harapkan dari pemerintah untuk menyelamatkan daya beli kita? Tulis opini kalian di kolom komentar! 👉 Follow  untuk terus mengawal isu ekonomi global dan dampaknya pada kantong kita! Sumber: CNN Indonesia  #ayobukamata #RupiahAnjlok #EkonomiIndonesia", "post_id": "7641944200845675796"}}, {"key": "warta.viral4", "attributes": {"label": "warta.viral4", "x": 745.4995967614991, "y": 280.8449891242262, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 5.8744, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 3, "degree": 3}, "_id": "7647732748508990738", "id": "warta.viral4", "source": "tiktok-000001", "content": "🚨 Rupiah tembus Rp18.020 per dollar AS! Bank Indonesia menjelaskan bahwa pelemahan ini dipengaruhi meningkatnya ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran yang mendorong harga minyak dunia tetap tinggi, meningkatkan risiko inflasi global, serta memicu arus modal keluar dari negara berkembang, termasuk Indonesia. Di saat yang sama, kebutuhan dollar AS untuk pembayaran utang luar negeri dan repatriasi dividen perusahaan turut memperbesar tekanan terhadap rupiah. Meski begitu, BI memastikan terus melakukan intervensi pasar dan menjaga stabilitas nilai tukar agar tetap sesuai fundamental ekonomi nasional. Di tengah gejolak global yang semakin tidak pasti, kondisi ini menjadi pengingat bahwa peristiwa yang terjadi ribuan kilometer dari Indonesia tetap dapat berdampak langsung pada kehidupan masyarakat, harga barang, hingga daya beli sehari-hari. Apakah rupiah masih berpeluang kembali menguat dalam waktu dekat? 💡 Gimana menurut kamu? Tulis pendapatmu di kolom komentar, ya! 🔁 SHARE ke teman kamu biar makin banyak yang tahu! 📲 Yuk FOLLOW akun kami lainnya: Instagram :  TikTok :  YouTube : Warta Viral Facebook (Fanpage) :Warta Viral SnackVideo :  #Rupiah #DollarAS #EkonomiIndonesia #BeritaViral #InfoTerkini", "post_id": "7647732748508990738"}}, {"key": "wartaviral_", "attributes": {"label": "wartaviral_", "x": 76.06639215223066, "y": 219.21234264856693, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 7.5389, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "7647732748508990738", "id": "wartaviral_", "source": "tiktok-000001", "content": "🚨 Rupiah tembus Rp18.020 per dollar AS! Bank Indonesia menjelaskan bahwa pelemahan ini dipengaruhi meningkatnya ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran yang mendorong harga minyak dunia tetap tinggi, meningkatkan risiko inflasi global, serta memicu arus modal keluar dari negara berkembang, termasuk Indonesia. Di saat yang sama, kebutuhan dollar AS untuk pembayaran utang luar negeri dan repatriasi dividen perusahaan turut memperbesar tekanan terhadap rupiah. Meski begitu, BI memastikan terus melakukan intervensi pasar dan menjaga stabilitas nilai tukar agar tetap sesuai fundamental ekonomi nasional. Di tengah gejolak global yang semakin tidak pasti, kondisi ini menjadi pengingat bahwa peristiwa yang terjadi ribuan kilometer dari Indonesia tetap dapat berdampak langsung pada kehidupan masyarakat, harga barang, hingga daya beli sehari-hari. Apakah rupiah masih berpeluang kembali menguat dalam waktu dekat? 💡 Gimana menurut kamu? Tulis pendapatmu di kolom komentar, ya! 🔁 SHARE ke teman kamu biar makin banyak yang tahu! 📲 Yuk FOLLOW akun kami lainnya: Instagram :  TikTok :  YouTube : Warta Viral Facebook (Fanpage) :Warta Viral SnackVideo :  #Rupiah #DollarAS #EkonomiIndonesia #BeritaViral #InfoTerkini", "post_id": "7647732748508990738"}}, {"key": "WartaViral", "attributes": {"label": "WartaViral", "x": 43.62592996849657, "y": 6.177805560800387, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 7.5389, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7647732748508990738", "id": "WartaViral", "source": "tiktok-000001", "content": "🚨 Rupiah tembus Rp18.020 per dollar AS! Bank Indonesia menjelaskan bahwa pelemahan ini dipengaruhi meningkatnya ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran yang mendorong harga minyak dunia tetap tinggi, meningkatkan risiko inflasi global, serta memicu arus modal keluar dari negara berkembang, termasuk Indonesia. Di saat yang sama, kebutuhan dollar AS untuk pembayaran utang luar negeri dan repatriasi dividen perusahaan turut memperbesar tekanan terhadap rupiah. Meski begitu, BI memastikan terus melakukan intervensi pasar dan menjaga stabilitas nilai tukar agar tetap sesuai fundamental ekonomi nasional. Di tengah gejolak global yang semakin tidak pasti, kondisi ini menjadi pengingat bahwa peristiwa yang terjadi ribuan kilometer dari Indonesia tetap dapat berdampak langsung pada kehidupan masyarakat, harga barang, hingga daya beli sehari-hari. Apakah rupiah masih berpeluang kembali menguat dalam waktu dekat? 💡 Gimana menurut kamu? Tulis pendapatmu di kolom komentar, ya! 🔁 SHARE ke teman kamu biar makin banyak yang tahu! 📲 Yuk FOLLOW akun kami lainnya: Instagram :  TikTok :  YouTube : Warta Viral Facebook (Fanpage) :Warta Viral SnackVideo :  #Rupiah #DollarAS #EkonomiIndonesia #BeritaViral #InfoTerkini", "post_id": "7647732748508990738"}}, {"key": "syahputra_247", "attributes": {"label": "syahputra_247", "x": 829.5946234330272, "y": 139.65895955374097, "size": 13.68, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 5.8744, "eigenvector": 51.2621, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "7645606668818156820", "id": "syahputra_247", "source": "tiktok-000001", "content": "Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS (USD) sempat menyentuh rekor intraday terendah baru di kisaran Rp17.882 per dolar AS, dengan penutupan harian berada di level Rp17.670 per dolar AS. Pelemahan mata uang Garuda ini dipicu oleh berbagai faktor tekanan global dan domestik. [1, 2] Berikut adalah rangkuman situasi terkini pelemahan rupiah: Penyebab Utama Pelemahan Rupiah Sentimen Geopolitik: Ketegangan di Timur Tengah (konflik AS-Iran) dan Eropa Timur memicu ketidakpastian global, sehingga investor memburu dolar AS sebagai aset safe haven. [1, 2, 3, 4] Kekuatan Indeks Dolar (DXY): Indeks dolar AS terus mengalami penguatan secara global di tengah risiko inflasi yang membayangi ekonomi Amerika Serikat. [1] Faktor Domestik & Arus Kas Keluar: Tingginya permintaan dolar AS untuk pembayaran dividen perusahaan, utang luar negeri jatuh tempo, dan kebutuhan impor (terutama minyak) membebani cadangan devisa. [1] Kekhawatiran Defisit Neraca: Adanya rekam jejak defisit transaksi berjalan dan defisit anggaran yang membebani neraca eksternal Indonesia. [1, 2, 3] Langkah Antisipasi & Dampak Intervensi Bank Indonesia: Bank Indonesia terus melakukan intervensi pasar dan langkah stabilisasi untuk menahan volatilitas nilai tukar lebih lanjut menggunakan cadangan devisa. [1] Dampak Sektor Riil: Pelemahan ini memberikan tantangan bagi industri manufaktur di dalam negeri akibat tingginya biaya impor bahan baku. [1] \"Sumber: TWS News\"   #kontencom #kontencomxtws", "post_id": "7645606668818156820"}}, {"key": "hardddcoreee._", "attributes": {"label": "hardddcoreee._", "x": 293.85732547506194, "y": 594.6592447310742, "size": 13.68, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 5.8744, "eigenvector": 51.2621, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "7647310811865550088", "id": "hardddcoreee._", "source": "tiktok-000001", "content": "🚨 MARKET BERDARAH: IHSG AMBLAS KELUAR DARI LEVEL 6.000! 🚨 Dunia pasar modal Indonesia lagi dikejutkan sama penurunan tajam. Gara-gara rating kredit ekonomi RI dapat outlook negatif (turun ke Baa2) dari lembaga pemeringkat global Moody's, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) langsung anjlok parah sebesar 4,94% di Sesi I dan terlempar ke level 5.889! Nggak main-main, ada 714 saham yang melemah dan cuma 35 saham yang bisa bertahan hijau. Dampak dari rating yang turun ini bikin investor asing mulai ragu naruh modalnya di Indonesia. Efek domino lainnya: rupiah makin melemah menembus rekor terlemah sepanjang masa, dan pemerintah terancam harus bayar bunga utang luar negeri yang jauh lebih mahal. Swipe left sampai akhir untuk lihat data lengkap perbandingan negara Asia lainnya di slide 3 serta dampaknya ke rupiah kita. 💬 Menurut analisa kalian, penurunan ini baru awal dari koreksi panjang (bearish) atau justru momen emas alias sinyal beli di harga murah (buy the dip)? Tulis opini kalian di kolom komentar! 👇 🚀 SHARE postingan ini ke grup komunitas investor saham, temen trading, atau keluarga kamu biar gak ketinggalan sentimen krusial ini! Sumber: TWS News #kontencom  #kontencomxtws", "post_id": "7647310811865550088"}}, {"key": "user485991268", "attributes": {"label": "user485991268", "x": 547.7362047293146, "y": 246.6904751470095, "size": 13.68, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 5.8744, "eigenvector": 51.2621, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "7647421224410189076", "id": "user485991268", "source": "tiktok-000001", "content": "penjelasan: Secara umum, narasi keperkasaan atau penyehatan Rupiah di pertengahan tahun 2026 didorong oleh beberapa faktor kunci berikut: 1. Kebijakan Moneter dan Stabilisasi Bank Indonesia (BI) Bank Indonesia memiliki komitmen kuat untuk menjaga stabilitas nilai tukar Rupiah dari volatilitas global. Langkah \"mendorong sehat\" ini diimplementasikan melalui beberapa instrumen: Intervensi Pasar: BI secara aktif melakukan intervensi di pasar valuta asing (valas), baik di pasar spot maupun Domestic Non-Deliverable Forward (DNDF). Optimasi SRBI & SVBI: Penerbitan Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) dan Sekuritas Valas Bank Indonesia (SVBI) terbukti efektif menarik aliran modal asing (capital inflow) masuk ke pasar keuangan domestik, yang secara langsung memperkuat otot Rupiah. 2. Ekspektasi Arah Kebijakan Bank Sentral Global (The Fed) Faktor eksternal selalu memegang peranan besar terhadap fluktuasi Rupiah. Memasuki pertengahan tahun 2026, arah kebijakan suku bunga bank sentral Amerika Serikat (The Fed) diharapkan sudah lebih stabil atau bahkan mulai melonggar (dovish) dibanding tahun-tahun sebelumnya. Jika inflasi AS mereda dan The Fed menurunkan suku bunga, indeks Dolar AS (DXY) akan melemah. Pelemahan Dolar AS ini secara otomatis memberikan ruang bagi mata uang negara berkembang (emerging markets), termasuk Rupiah, untuk bergerak menguat atau \"sehat\". 3. Kebijakan Hilirisasi dan Neraca Perdagangan Dari sisi fundamental dalam negeri, program hilirisasi komoditas (seperti nikel, tembaga, dan bauksit) serta upaya peningkatan nilai tambah ekspor terus memperkuat struktur neraca perdagangan Indonesia. Ekspor produk olahan bernilai tinggi menghasilkan devisa yang lebih stabil dan kuat. Cadangan devisa (Cadef) Indonesia yang tetap terjaga tinggi bertindak sebagai benteng pertahanan utama untuk meredam guncangan eksternal. 4. Siklus Kuartalan (Faktor Musiman Juni) Secara musiman (seasonality), bulan Mei dan Juni sering kali menjadi periode di mana tekanan terhadap Rupiah mulai mereda setelah melewati fase pembayaran dividen kepada investor asing dan pelunasan utang luar negeri yang biasanya memuncak di April-Mei. Memasuki pertengahan Juni, tekanan korporasi untuk memburu Dolar AS umumnya mulai berkurang, sehingga Rupiah berpeluang kembali ke area konsolidasi yang lebih sehat. Sumber: TWS News ig :  #kontencom #kontencomxtws #providusinsight", "post_id": "7647421224410189076"}}, {"key": "ceefem", "attributes": {"label": "ceefem", "x": 351.91503866839946, "y": 60.44590532628013, "size": 13.68, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 5.8744, "eigenvector": 51.2621, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "7645198179926936840", "id": "ceefem", "source": "tiktok-000001", "content": "‎Pak Bahlil mode on fire🔥🔥 ‎ ‎Kementerian ESDM di bawah kepemimpinan Bahlil Lahadalia bergerak masif dengan mengusut 7 kasus tambang ilegal di Kalimantan, Jawa, Sumatra, hingga Maluku, yang merugikan negara hingga Rp857,55 miliar. Kebocoran ini dinilai sebagai puncak gunung es di tengah tantangan ekonomi makro, mulai dari utang luar negeri, beban kompensasi BBM, hingga tekanan kurs Rupiah. Sebagai solusinya, pemerintah bersiap memperketat pengawasan lewat kebijakan ekspor SDA satu pintu via Danantara mulai 1 Juni 2026 demi memberantas kebocoran tersebut. ‎Di sektor energi, pemerintah juga tancap gas menyiapkan implementasi mandatori biodiesel 50% (B50) melalui berbagai uji teknis di sektor otomotif, alat berat, hingga kereta api. Langkah ini melanjutkan kesuksesan program B40 di tahun 2025 yang berhasil menghemat devisa hingga Rp133,3 triliun tanpa membebani APBN karena menggunakan dana sawit. Jika proyek B50 ini sukses, penghematan devisa yang dihasilkan diproyeksikan bisa menjadi obat kuat yang konkret untuk menstabilkan tekanan Rupiah saat ini. ‎Gebrakan ini menjadi sinyal penting bagi para pelaku pasar dan investor untuk mencermati dinamika industri ke depan. Penegakan hukum di sektor tambang berpotensi menguntungkan emiten berlisensi resmi (seperti BUMI, ADRO, MDKA, ANTM), sementara mandatori B50 akan memberi boost permintaan domestik bagi emiten sawit (AALI, LSIP, BWPT). Tantangan utamanya kini tinggal kesiapan teknologi mesin, kualitas biodiesel, serta tata kelola ekspor sawit yang ramah bagi stakeholders. ‎ ‎Sumber: TWS News ‎   ‎#kontencom #kontencomxtws #esdm  #bahlil  ‎#fyp", "post_id": "7645198179926936840"}}, {"key": "kyroclp", "attributes": {"label": "kyroclp", "x": 85.41062767958152, "y": 52.50784057182234, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 5.8744, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "7645167981185469717", "id": "kyroclp", "source": "tiktok-000001", "content": "INDONESIA BOCOR 2 TRILIUN SETIAP HARI! ​Ini yang banyak orang tidak sadar, saat rupiah melemah ke 17.800, negara kita kehilangan 1,5 hingga 2 triliun per hari.   Mayoritas dari kita masih  santai, mengira ini cuma masalah angka di berita. ​Kesalahan fatal masyarakat awam adalah menganggap remeh pelemahan kurs karena merasa tidak belanja pakai dolar. Padahal, setiap detik pelemahan ini perlahan mencekik daya beli kita dari segala lini. ​Pahami realita pahit di balik angka kurs ini: 1️⃣.​Ekspor memang ada, tapi langsung habis tak bersisa untuk menutupi beban Utang Luar Negeri. 2️⃣.​Biaya impor barang dan bahan baku melonjak tajam, memicu inflasi harga kebutuhan pokok. 3️⃣.​Beban bunga tambahan yang terus membengkak membuat kerugian negara makin tidak terkendali. ​Nasionalisme sejati bukan cuma soal retorika, tapi juga memahami kondisi kesehatan finansial bangsa. ​Apakah kamu yakin pelemahan ini murni faktor eksternal, atau sebenarnya akibat salah urus dari dalam negeri? Suarakan pendapatmu di kolom komentar! Disclaimer:Pandangan yang disampaikan dalam video ini merupakan analisis alternatif dari perspektif praktisi pasar dan tidak bermaksud mendiskreditkan kebijakan lembaga moneter atau instansi pemerintah terkait. Selalu merujuk pada rilis data dan keputusan resmi dari Bank Indonesia dan Kementerian Keuangan RI untuk informasi yang valid. speak:  #ekonomiindonesia #gemagoeyardi #astronacci #astroxkc12 #komunitasclipping", "post_id": "7645167981185469717"}}, {"key": "gemagoeyardi1", "attributes": {"label": "gemagoeyardi1", "x": 982.1659147212931, "y": 35.49009865772834, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 10.8677, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7645167981185469717", "id": "gemagoeyardi1", "source": "tiktok-000001", "content": "INDONESIA BOCOR 2 TRILIUN SETIAP HARI! ​Ini yang banyak orang tidak sadar, saat rupiah melemah ke 17.800, negara kita kehilangan 1,5 hingga 2 triliun per hari.   Mayoritas dari kita masih  santai, mengira ini cuma masalah angka di berita. ​Kesalahan fatal masyarakat awam adalah menganggap remeh pelemahan kurs karena merasa tidak belanja pakai dolar. Padahal, setiap detik pelemahan ini perlahan mencekik daya beli kita dari segala lini. ​Pahami realita pahit di balik angka kurs ini: 1️⃣.​Ekspor memang ada, tapi langsung habis tak bersisa untuk menutupi beban Utang Luar Negeri. 2️⃣.​Biaya impor barang dan bahan baku melonjak tajam, memicu inflasi harga kebutuhan pokok. 3️⃣.​Beban bunga tambahan yang terus membengkak membuat kerugian negara makin tidak terkendali. ​Nasionalisme sejati bukan cuma soal retorika, tapi juga memahami kondisi kesehatan finansial bangsa. ​Apakah kamu yakin pelemahan ini murni faktor eksternal, atau sebenarnya akibat salah urus dari dalam negeri? Suarakan pendapatmu di kolom komentar! Disclaimer:Pandangan yang disampaikan dalam video ini merupakan analisis alternatif dari perspektif praktisi pasar dan tidak bermaksud mendiskreditkan kebijakan lembaga moneter atau instansi pemerintah terkait. Selalu merujuk pada rilis data dan keputusan resmi dari Bank Indonesia dan Kementerian Keuangan RI untuk informasi yang valid. speak:  #ekonomiindonesia #gemagoeyardi #astronacci #astroxkc12 #komunitasclipping", "post_id": "7645167981185469717"}}, {"key": "leoo4456", "attributes": {"label": "leoo4456", "x": 75.01495561176341, "y": 107.65614309457594, "size": 13.68, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 5.8744, "eigenvector": 51.2621, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "7645197682440490260", "id": "leoo4456", "source": "tiktok-000001", "content": "NILAI TUKAR RUPIAH GEJOLAK ATAU STABIL? MENAKAR REALITAS DI BALIK ANGKA RP 17.800 💸📉] ​Dunia media sosial kembali dihebohkan dengan perbincangan hangat mengenai masa depan mata uang Garuda. Sebuah potongan video memperlihatkan momen Presiden terpilih Prabowo Subianto di tengah pusaran diskusi mengenai arah ekonomi nasional, disusul dengan sorotan tajam terhadap pengamat ekonomi kawakan, Purbaya Yudhi Sadewa. ​Narasi yang beredar di publik memicu tanda tanya besar: Apakah Rupiah benar-benar sedang bergerak menguat secara tak masuk akal, atau justru bayang-bayang pelemahan hingga menyentuh angka Rp 17.800 per Dolar AS yang sedang mengintai? ​Bagi para pelaku pasar dan masyarakat awam, angka belasan ribu per dolar bukan sekadar angka di papan bursa. Ia adalah penentu harga minyak goreng, tarif impor bahan baku, hingga beban utang luar negeri yang harus ditanggung negara. Ketika ada spekulasi yang menyebut angka Rp 17.800 sebagai hal yang \"tidak masuk akal\", publik pun terbelah. Ada yang optimis bahwa fundamental ekonomi Indonesia tetap kokoh di bawah transisi kepemimpinan baru, namun tidak sedikit pula yang cemas akan potensi shock ekonomi. ​🔍 Menakar Dua Sisi Mata Uang ​Fluktuasi nilai tukar mata uang tidak pernah terjadi di dalam ruang hampa. Jika kita membedah kondisi riil hari ini, pergerakan Rupiah selalu dipengaruhi oleh dua kekuatan besar: ​Faktor Internal (Fundamental Ekonomi): Bagaimana pertumbuhan ekonomi domestik, tingkat inflasi yang terjaga, serta kebijakan moneter dari Bank Indonesia dalam melakukan intervensi pasar. ​Faktor Eksternal (Global Sentiment): Kebijakan suku bunga Bank Sentral AS (The Fed) yang fluktuatif, ketegangan geopolitik dunia, hingga dinamika harga komoditas global yang sering kali berada di luar kendali kita. ​Purbaya Yudhi Sadewa, dengan rekam jejaknya yang panjang di dunia ekonomi, kerap mengingatkan pentingnya menjaga stabilitas agar daya beli masyarakat tidak tergerus. Di sisi lain, optimisme pemerintahan baru dalam menggenjot pertumbuhan ekonomi menjadi sinyal positif yang diharapkan mampu menjadi benteng pertahanan bagi mata uang kita. ​💬 Waktunya Berdiskusi! ​Menjaga Rupiah tetap tangguh adalah kerja keras kolektif. Menghadapi ketidakpastian global, kita dituntut untuk jeli memilah informasi dan tidak terjebak dalam kepanikan finansial (panic buying atau panic selling). ​Menurut pandangan objektifmu, apa yang sebenarnya paling mendominasi pergerakan nilai tukar Rupiah saat ini? Apakah karena faktor kekuatan fundamental dalam negeri kita yang kuat, atau justru murni karena tekanan faktor eksternal global yang tak menentu? ​Tulis analisis dan pendapat cerdasmu di kolom komentar di bawah! 👇👇 Sumber:Tws News #kontencom #kontencomxtws  #prabowo  #purbaya", "post_id": "7645197682440490260"}}, {"key": "maxxtws", "attributes": {"label": "maxxtws", "x": 697.6371087729617, "y": 379.7209187513406, "size": 13.68, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 5.8744, "eigenvector": 51.2621, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "7647890859467492629", "id": "maxxtws", "source": "tiktok-000001", "content": "[BOCOR LAGI! Kerugian Negara Tembus Miliaran Akibat 7 Kasus Tambang Ilegal] 🚨📉 Kementerian ESDM kini tengah mengusut 7 kasus tambang ilegal yang nekat beroperasi tanpa IUP atau meleset dari wilayah izinnya. Gak main-main, estimasi kerugian negara dari ketujuh kasus ini saja sudah tembus Rp857,55 miliar! Juru Bicara ESDM, Dwi Anggia, mengonfirmasi bahwa lokasi tambang ilegal ini tersebar luas mulai dari Kalimantan, Jawa, Sumatra, hingga Kepulauan Maluku. Namun, angka Rp857 Miliar ini disinyalir baru puncak gunung es dari rentetan kebocoran ekonomi RI lainnya:   Under-invoicing ekspor RI (1991-2024): Diduga rugi hingga Rp15.400 triliun.   Transfer pricing 10 produsen CPO: Merugikan negara Rp1,48 triliun. Dampaknya ke Dompet Kita? Kondisi ini memperberat tekanan ekonomi nasional di tengah utang luar negeri (ULN) yang tembus Rp7.669 T, beban kompensasi BBM Rp238 T/tahun, hingga fluktuasi Rupiah yang sempat menyentuh Rp17.700. Langkah Tegas Pemerintah & Efek ke Saham: Untuk menyumbat kebocoran ini, per 1 Juni 2026 pemerintah resmi mendorong kebijakan ekspor SDA 1 pintu via Danantara. Pengamat menilai, jika penegakan hukum ini sukses menekan pasokan ilegal di pasar, emiten tambang berlisensi resmi seperti $BUMI, $ADRO, $MDKA, dan $ANTM berpotensi besar diuntungkan karena stabilitas harga dan pasokan. Bagaimana menurut Anda, apakah kebijakan ekspor 1 pintu lewat Danantara ini bakal efektif menyapu bersih mafia tambang ilegal? Tulis analisis Anda di kolom komentar! 👇 Sumber:TWS News   #kontencom  #kontencomxtws", "post_id": "7647890859467492629"}}, {"key": "mediatws1", "attributes": {"label": "mediatws1", "x": 610.8394725699827, "y": 409.6675348624134, "size": 13.68, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 5.8744, "eigenvector": 51.2621, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "7644517048755768584", "id": "mediatws1", "source": "tiktok-000001", "content": "⛏️ Pemerintah mulai bongkar praktik tambang ilegal di Indonesia… dan angkanya bikin kaget. 😳 🚨 Kementerian ESDM saat ini sedang mengusut 7 kasus tambang ilegal yang diduga beroperasi tanpa IUP atau menambang di luar wilayah izin resmi. 💸 Total potensi kerugian negara tembus Rp857,55 miliar! 📍Lokasinya tersebar di: ➡️ Kalimantan ➡️ Jawa ➡️ Sumatra ➡️ Kepulauan Maluku 🗣️ “Direktorat Penegakan Hukum Kementerian ESDM sedang menangani 7 kasus tambang ilegal dengan potensi kerugian negara mencapai Rp857,55 miliar,” ujar Jubir ESDM Dwi Anggia. Tapi banyak yang bilang… ⚠️ Rp857 miliar ini mungkin baru “puncak gunung es”. 📉 Sebelumnya juga muncul berbagai dugaan kebocoran ekonomi: ▪️ Under-invoicing ekspor RI disebut mencapai Rp15.400 triliun (1991–2024) ▪️ Dugaan transfer pricing 10 produsen CPO bikin negara rugi Rp1,48 triliun ▪️ Ditambah berbagai modus lain yang selama ini sulit terdeteksi 💥 Dampaknya ke ekonomi juga mulai terasa: 📌 Utang luar negeri tembus Rp7.669 triliun 📌 Beban kompensasi BBM Rp238 triliun/tahun 📌 Rupiah sempat menyentuh Rp17.700/USD 🔥 Karena itu pemerintah mulai dorong kebijakan ekspor SDA satu pintu lewat Danantara mulai 1 Juni 2026 untuk menekan kebocoran. 📊 Buat investor, kondisi ini dianggap jadi sinyal positif bagi perusahaan tambang legal seperti: ➡️ BUMI ➡️ ADRO ➡️ MDKA ➡️ ANTM Karena kalau tambang ilegal ditekan, pasokan ilegal di pasar bisa berkurang dan pemain resmi berpotensi lebih diuntungkan. 👀 Menurut kamu… Penegakan hukum tambang ilegal di Indonesia bakal benar-benar serius atau cuma ramai di awal aja? ⬇️ Sumber : Tws News   #kontencom #kontencomxtws #EkonomiIndonesia #BeritaIndonesia #bahlil", "post_id": "7644517048755768584"}}, {"key": "@OfficialSINDOnews", "attributes": {"label": "@OfficialSINDOnews", "x": 754.4791180874521, "y": 852.8741501399359, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 5.8744, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 3, "degree": 3}, "_id": "dm8v5sW5UWA", "id": "@OfficialSINDOnews", "source": "youtube-000001", "content": "Rupiah Anjlok Rp18.000 per Dolar AS, Purbaya Akui Pembayaran Utang Bengkak tapi Aman\n\nMenteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa merespons melemahnya nilai tukar rupiah yang kini telah melewati ambang psikologis Rp18.000 per dolar AS. Ia mengakui pelemahan rupiah menyebabkan beban pembayaran utang luar negeri pemerintah.\n\nPurbaya menjelaskan, sebagian besar instrumen utang negara diterbitkan dengan skema tingkat bunga tetap (fixed rate) atau kupon konstan. Meski besaran bunga tidak berubah, ia tidak menampik bahwa pelemahan nilai tukar otomatis akan mendongkrak nilai total pembayaran utang saat dikonversikan ke dalam mata uang rupiah.\n\n\"Saya lupa. Kuponnya fix, ya? Ya, fix. Harusnya sih fix kuponnya. Tapi kan kalau dia jual di… pembayaran utang kan lewat ini, kan? Lewat bond, ya? Kuponnya sih constant. Cuman pada waktu rupiah melemah, ya, meningkat kan dalam rupiah pembayarannya,\" kata Purbaya saat ditemui usai Rapat Paripurna, Kamis (4/6/2026).\n\nYuk Subscribe \n   /   \n   /   \n   /   \n\nTanggal Tayang: 04 Juni 2026\n\nSelengkapnya baca di: https://nasional.sindonews.com/\n\nFollow WA Channel: https://whatsapp.com/channel/0029Va9l...\nFollow our Official TikTok   / sindonews  \nFollow our Official Twitter   / sindonews    \nLike our Official Facebook   / sindonews   \nFollow our Official Instagram   / sindonews  \n\nUploader: Abdul Malik M.\n\n#Rupiah #Dolar #NilaiTukarRupiah #PurbayaYudhiSadewa #SindoNews #Viral #BeritaTerkini", "post_id": "dm8v5sW5UWA"}}, {"key": "officialsindonews", "attributes": {"label": "officialsindonews", "x": 959.3172800678115, "y": 499.6988666540594, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 7.5389, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "dm8v5sW5UWA", "id": "officialsindonews", "source": "youtube-000001", "content": "Rupiah Anjlok Rp18.000 per Dolar AS, Purbaya Akui Pembayaran Utang Bengkak tapi Aman\n\nMenteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa merespons melemahnya nilai tukar rupiah yang kini telah melewati ambang psikologis Rp18.000 per dolar AS. Ia mengakui pelemahan rupiah menyebabkan beban pembayaran utang luar negeri pemerintah.\n\nPurbaya menjelaskan, sebagian besar instrumen utang negara diterbitkan dengan skema tingkat bunga tetap (fixed rate) atau kupon konstan. Meski besaran bunga tidak berubah, ia tidak menampik bahwa pelemahan nilai tukar otomatis akan mendongkrak nilai total pembayaran utang saat dikonversikan ke dalam mata uang rupiah.\n\n\"Saya lupa. Kuponnya fix, ya? Ya, fix. Harusnya sih fix kuponnya. Tapi kan kalau dia jual di… pembayaran utang kan lewat ini, kan? Lewat bond, ya? Kuponnya sih constant. Cuman pada waktu rupiah melemah, ya, meningkat kan dalam rupiah pembayarannya,\" kata Purbaya saat ditemui usai Rapat Paripurna, Kamis (4/6/2026).\n\nYuk Subscribe \n   /   \n   /   \n   /   \n\nTanggal Tayang: 04 Juni 2026\n\nSelengkapnya baca di: https://nasional.sindonews.com/\n\nFollow WA Channel: https://whatsapp.com/channel/0029Va9l...\nFollow our Official TikTok   / sindonews  \nFollow our Official Twitter   / sindonews    \nLike our Official Facebook   / sindonews   \nFollow our Official Instagram   / sindonews  \n\nUploader: Abdul Malik M.\n\n#Rupiah #Dolar #NilaiTukarRupiah #PurbayaYudhiSadewa #SindoNews #Viral #BeritaTerkini", "post_id": "dm8v5sW5UWA"}}, {"key": "sindopodcast", "attributes": {"label": "sindopodcast", "x": 950.7647810602181, "y": 609.5227986608816, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 7.5389, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "dm8v5sW5UWA", "id": "sindopodcast", "source": "youtube-000001", "content": "Rupiah Anjlok Rp18.000 per Dolar AS, Purbaya Akui Pembayaran Utang Bengkak tapi Aman\n\nMenteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa merespons melemahnya nilai tukar rupiah yang kini telah melewati ambang psikologis Rp18.000 per dolar AS. Ia mengakui pelemahan rupiah menyebabkan beban pembayaran utang luar negeri pemerintah.\n\nPurbaya menjelaskan, sebagian besar instrumen utang negara diterbitkan dengan skema tingkat bunga tetap (fixed rate) atau kupon konstan. Meski besaran bunga tidak berubah, ia tidak menampik bahwa pelemahan nilai tukar otomatis akan mendongkrak nilai total pembayaran utang saat dikonversikan ke dalam mata uang rupiah.\n\n\"Saya lupa. Kuponnya fix, ya? Ya, fix. Harusnya sih fix kuponnya. Tapi kan kalau dia jual di… pembayaran utang kan lewat ini, kan? Lewat bond, ya? Kuponnya sih constant. Cuman pada waktu rupiah melemah, ya, meningkat kan dalam rupiah pembayarannya,\" kata Purbaya saat ditemui usai Rapat Paripurna, Kamis (4/6/2026).\n\nYuk Subscribe \n   /   \n   /   \n   /   \n\nTanggal Tayang: 04 Juni 2026\n\nSelengkapnya baca di: https://nasional.sindonews.com/\n\nFollow WA Channel: https://whatsapp.com/channel/0029Va9l...\nFollow our Official TikTok   / sindonews  \nFollow our Official Twitter   / sindonews    \nLike our Official Facebook   / sindonews   \nFollow our Official Instagram   / sindonews  \n\nUploader: Abdul Malik M.\n\n#Rupiah #Dolar #NilaiTukarRupiah #PurbayaYudhiSadewa #SindoNews #Viral #BeritaTerkini", "post_id": "dm8v5sW5UWA"}}, {"key": "sindokalam", "attributes": {"label": "sindokalam", "x": 29.83142422918883, "y": 564.2122234626421, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 7.5389, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "dm8v5sW5UWA", "id": "sindokalam", "source": "youtube-000001", "content": "Rupiah Anjlok Rp18.000 per Dolar AS, Purbaya Akui Pembayaran Utang Bengkak tapi Aman\n\nMenteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa merespons melemahnya nilai tukar rupiah yang kini telah melewati ambang psikologis Rp18.000 per dolar AS. Ia mengakui pelemahan rupiah menyebabkan beban pembayaran utang luar negeri pemerintah.\n\nPurbaya menjelaskan, sebagian besar instrumen utang negara diterbitkan dengan skema tingkat bunga tetap (fixed rate) atau kupon konstan. Meski besaran bunga tidak berubah, ia tidak menampik bahwa pelemahan nilai tukar otomatis akan mendongkrak nilai total pembayaran utang saat dikonversikan ke dalam mata uang rupiah.\n\n\"Saya lupa. Kuponnya fix, ya? Ya, fix. Harusnya sih fix kuponnya. Tapi kan kalau dia jual di… pembayaran utang kan lewat ini, kan? Lewat bond, ya? Kuponnya sih constant. Cuman pada waktu rupiah melemah, ya, meningkat kan dalam rupiah pembayarannya,\" kata Purbaya saat ditemui usai Rapat Paripurna, Kamis (4/6/2026).\n\nYuk Subscribe \n   /   \n   /   \n   /   \n\nTanggal Tayang: 04 Juni 2026\n\nSelengkapnya baca di: https://nasional.sindonews.com/\n\nFollow WA Channel: https://whatsapp.com/channel/0029Va9l...\nFollow our Official TikTok   / sindonews  \nFollow our Official Twitter   / sindonews    \nLike our Official Facebook   / sindonews   \nFollow our Official Instagram   / sindonews  \n\nUploader: Abdul Malik M.\n\n#Rupiah #Dolar #NilaiTukarRupiah #PurbayaYudhiSadewa #SindoNews #Viral #BeritaTerkini", "post_id": "dm8v5sW5UWA"}}, {"key": "@liputan6_news", "attributes": {"label": "@liputan6_news", "x": 825.8389438598977, "y": 552.1566711961109, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 5.8744, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 3, "degree": 3}, "_id": "msRTm1uMGpA", "id": "@liputan6_news", "source": "youtube-000001", "content": "Rupiah Tembus Rp18.000 per Dolar AS, Menkeu Purbaya Kembali Tegaskan Tidak Perlu Panik | Liputan 6\n\nNilai tukar rupiah yang menembus Rp18.000 per Dolar AS dipastikan berdampak pada meningkatnya beban pembayaran utang luar negeri pemerintah. Meski surat utang negara menggunakan sistem kupon tetap (fixed rate), pelemahan rupiah membuat kebutuhan dana dalam denominasi rupiah untuk membayar kewajiban tersebut ikut membengkak.\n\nNamun, Menkeu Purbaya meminta masyarakat tidak panik mengingat kondisi ini masih berada dalam skenario dan simulasi risiko fiskal pemerintah.\n\nUpdate video lainnya dari SCTV dan Liputan 6, klik: https://www.vidio.com/\n\nSimak konten Liputan 6 lainnya di    /   \n\nPerbaharui informasi dari sejumlah daerah di Indonesia, klik:    /   \n\nLiputan 6 SCTV adalah program berita televisi nasional yang berada di bawah naungan Elang Mahkota Teknologi (Emtek) Group. Liputan 6 SCTV juga menyajikan informasi dalam bentuk live report dan breaking news. Tayang siaran langsung, setiap hari di saluran tv SCTV pada program Liputan 6 Pagi, Liputan 6 Siang, Liputan 6 Petang Terkini, dan Liputan 6 Malam.\n\nIkuti media sosial Liputan 6 SCTV untuk mendapatkan informasi Aktual, Tajam, Terpercaya. \n\nLiputan 6 SCTV Official Instagram:   / liputan6.sctv  \nLiputan 6 SCTV Official Tiktok:   / liputan6.sctv  \nLiputan 6 SCTV Official Facebook :   / liputan6sctv  \nSCTV Facebook Fanpage:   / sctv  \nSCTV Official Twitter:   / sctv  \n\n#newssctv #liputan6pagi #liputan6sctv #liputan6siang #liputan6 #liputan6daerah #viral #liputan6bandung #liputan6semarang #berita #beritabola #beritabolaterbaru #beritaterkini #beritaterbaru #beritaviral #beritahariini #beritaupdate #beritaterbaruhariini #beritapolitik #berandafypシ #beranda #berandayoutube #berandayt", "post_id": "msRTm1uMGpA"}}, {"key": "sctv", "attributes": {"label": "sctv", "x": 570.5867184851973, "y": 560.9680775061231, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 7.5389, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "msRTm1uMGpA", "id": "sctv", "source": "youtube-000001", "content": "Rupiah Tembus Rp18.000 per Dolar AS, Menkeu Purbaya Kembali Tegaskan Tidak Perlu Panik | Liputan 6\n\nNilai tukar rupiah yang menembus Rp18.000 per Dolar AS dipastikan berdampak pada meningkatnya beban pembayaran utang luar negeri pemerintah. Meski surat utang negara menggunakan sistem kupon tetap (fixed rate), pelemahan rupiah membuat kebutuhan dana dalam denominasi rupiah untuk membayar kewajiban tersebut ikut membengkak.\n\nNamun, Menkeu Purbaya meminta masyarakat tidak panik mengingat kondisi ini masih berada dalam skenario dan simulasi risiko fiskal pemerintah.\n\nUpdate video lainnya dari SCTV dan Liputan 6, klik: https://www.vidio.com/\n\nSimak konten Liputan 6 lainnya di    /   \n\nPerbaharui informasi dari sejumlah daerah di Indonesia, klik:    /   \n\nLiputan 6 SCTV adalah program berita televisi nasional yang berada di bawah naungan Elang Mahkota Teknologi (Emtek) Group. Liputan 6 SCTV juga menyajikan informasi dalam bentuk live report dan breaking news. Tayang siaran langsung, setiap hari di saluran tv SCTV pada program Liputan 6 Pagi, Liputan 6 Siang, Liputan 6 Petang Terkini, dan Liputan 6 Malam.\n\nIkuti media sosial Liputan 6 SCTV untuk mendapatkan informasi Aktual, Tajam, Terpercaya. \n\nLiputan 6 SCTV Official Instagram:   / liputan6.sctv  \nLiputan 6 SCTV Official Tiktok:   / liputan6.sctv  \nLiputan 6 SCTV Official Facebook :   / liputan6sctv  \nSCTV Facebook Fanpage:   / sctv  \nSCTV Official Twitter:   / sctv  \n\n#newssctv #liputan6pagi #liputan6sctv #liputan6siang #liputan6 #liputan6daerah #viral #liputan6bandung #liputan6semarang #berita #beritabola #beritabolaterbaru #beritaterkini #beritaterbaru #beritaviral #beritahariini #beritaupdate #beritaterbaruhariini #beritapolitik #berandafypシ #beranda #berandayoutube #berandayt", "post_id": "msRTm1uMGpA"}}, {"key": "liputan6_news", "attributes": {"label": "liputan6_news", "x": 282.9695984794972, "y": 332.00454656802737, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 7.5389, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "msRTm1uMGpA", "id": "liputan6_news", "source": "youtube-000001", "content": "Rupiah Tembus Rp18.000 per Dolar AS, Menkeu Purbaya Kembali Tegaskan Tidak Perlu Panik | Liputan 6\n\nNilai tukar rupiah yang menembus Rp18.000 per Dolar AS dipastikan berdampak pada meningkatnya beban pembayaran utang luar negeri pemerintah. Meski surat utang negara menggunakan sistem kupon tetap (fixed rate), pelemahan rupiah membuat kebutuhan dana dalam denominasi rupiah untuk membayar kewajiban tersebut ikut membengkak.\n\nNamun, Menkeu Purbaya meminta masyarakat tidak panik mengingat kondisi ini masih berada dalam skenario dan simulasi risiko fiskal pemerintah.\n\nUpdate video lainnya dari SCTV dan Liputan 6, klik: https://www.vidio.com/\n\nSimak konten Liputan 6 lainnya di    /   \n\nPerbaharui informasi dari sejumlah daerah di Indonesia, klik:    /   \n\nLiputan 6 SCTV adalah program berita televisi nasional yang berada di bawah naungan Elang Mahkota Teknologi (Emtek) Group. Liputan 6 SCTV juga menyajikan informasi dalam bentuk live report dan breaking news. Tayang siaran langsung, setiap hari di saluran tv SCTV pada program Liputan 6 Pagi, Liputan 6 Siang, Liputan 6 Petang Terkini, dan Liputan 6 Malam.\n\nIkuti media sosial Liputan 6 SCTV untuk mendapatkan informasi Aktual, Tajam, Terpercaya. \n\nLiputan 6 SCTV Official Instagram:   / liputan6.sctv  \nLiputan 6 SCTV Official Tiktok:   / liputan6.sctv  \nLiputan 6 SCTV Official Facebook :   / liputan6sctv  \nSCTV Facebook Fanpage:   / sctv  \nSCTV Official Twitter:   / sctv  \n\n#newssctv #liputan6pagi #liputan6sctv #liputan6siang #liputan6 #liputan6daerah #viral #liputan6bandung #liputan6semarang #berita #beritabola #beritabolaterbaru #beritaterkini #beritaterbaru #beritaviral #beritahariini #beritaupdate #beritaterbaruhariini #beritapolitik #berandafypシ #beranda #berandayoutube #berandayt", "post_id": "msRTm1uMGpA"}}, {"key": "liputan6daerah", "attributes": {"label": "liputan6daerah", "x": 236.71927107454837, "y": 986.0743425708874, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 7.5389, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "msRTm1uMGpA", "id": "liputan6daerah", "source": "youtube-000001", "content": "Rupiah Tembus Rp18.000 per Dolar AS, Menkeu Purbaya Kembali Tegaskan Tidak Perlu Panik | Liputan 6\n\nNilai tukar rupiah yang menembus Rp18.000 per Dolar AS dipastikan berdampak pada meningkatnya beban pembayaran utang luar negeri pemerintah. Meski surat utang negara menggunakan sistem kupon tetap (fixed rate), pelemahan rupiah membuat kebutuhan dana dalam denominasi rupiah untuk membayar kewajiban tersebut ikut membengkak.\n\nNamun, Menkeu Purbaya meminta masyarakat tidak panik mengingat kondisi ini masih berada dalam skenario dan simulasi risiko fiskal pemerintah.\n\nUpdate video lainnya dari SCTV dan Liputan 6, klik: https://www.vidio.com/\n\nSimak konten Liputan 6 lainnya di    /   \n\nPerbaharui informasi dari sejumlah daerah di Indonesia, klik:    /   \n\nLiputan 6 SCTV adalah program berita televisi nasional yang berada di bawah naungan Elang Mahkota Teknologi (Emtek) Group. Liputan 6 SCTV juga menyajikan informasi dalam bentuk live report dan breaking news. Tayang siaran langsung, setiap hari di saluran tv SCTV pada program Liputan 6 Pagi, Liputan 6 Siang, Liputan 6 Petang Terkini, dan Liputan 6 Malam.\n\nIkuti media sosial Liputan 6 SCTV untuk mendapatkan informasi Aktual, Tajam, Terpercaya. \n\nLiputan 6 SCTV Official Instagram:   / liputan6.sctv  \nLiputan 6 SCTV Official Tiktok:   / liputan6.sctv  \nLiputan 6 SCTV Official Facebook :   / liputan6sctv  \nSCTV Facebook Fanpage:   / sctv  \nSCTV Official Twitter:   / sctv  \n\n#newssctv #liputan6pagi #liputan6sctv #liputan6siang #liputan6 #liputan6daerah #viral #liputan6bandung #liputan6semarang #berita #beritabola #beritabolaterbaru #beritaterkini #beritaterbaru #beritaviral #beritahariini #beritaupdate #beritaterbaruhariini #beritapolitik #berandafypシ #beranda #berandayoutube #berandayt", "post_id": "msRTm1uMGpA"}}, {"key": "@OfficialiNews", "attributes": {"label": "@OfficialiNews", "x": 374.72173664888663, "y": 440.6372953939167, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 5.8744, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "3WdcjjqwS4U", "id": "@OfficialiNews", "source": "youtube-000001", "content": "Rupiah Jeblos ke Rp18.000 pe Dolar AS, Purbaya Sebut Utang Negara Masih Masuk dalam Hitungan\n\nMenteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menjelaskan dampak pelemahan nilai tukar rupiah yang telah menembus level Rp18.000 per dolar AS terhadap beban pembayaran utang luar negeri pemerintah. Menurut dia, sebagian besar instrumen utang negara diterbitkan dengan skema bunga tetap (fixed rate) sehingga besaran kupon yang dibayarkan tidak berubah.\n\nMeski demikian, Purbaya mengakui pelemahan rupiah tetap meningkatkan nilai pembayaran utang ketika dikonversi ke mata uang domestik. “Saya lupa. Kuponnya fix, ya? Ya, fix. Harusnya sih fix kuponnya. Tapi kan kalau dia jual di… pembayaran utang kan lewat ini, kan? Lewat bond, ya? Kuponnya sih constant. Cuman pada waktu rupiah melemah, ya, meningkat kan dalam rupiah pembayarannya,” kata Purbaya usai Rapat Paripurna, Kamis (4/6/2026). Kendati beban pembayaran utang dalam rupiah bertambah, dia meminta pelaku pasar tidak panik karena pemerintah telah menyiapkan langkah mitigasi risiko dan memastikan pergerakan kurs saat ini masih dalam koridor perhitungan Kementerian Keuangan.\n\nBerita Selengkapnya baca di: https://inews.id/news\n\nJoin membership channel ini dan nikmati berbagai konten eksklusif:\n   /   \n\n📰 iNews: Channel Berita Terlengkap, Tercepat, dan Terpercaya di Indonesia\nDapatkan berita terbaru dari seluruh Indonesia dan dunia, mulai dari politik, ekonomi, hukum, kriminal, olahraga, hiburan, hingga peristiwa penting lainnya. Dengan liputan langsung dari lokasi kejadian dan jurnalis profesional, iNews selalu menghadirkan informasi yang cepat, akurat, dan berimbang.\n\n📊 iNews menjadi sumber berita pilihan jutaan masyarakat yang ingin selalu update setiap saat. Jadilah bagian dari komunitas berita terbesar di Indonesia dan nikmati tayangan eksklusif yang tidak Anda temukan di tempat lain.\n\n📌 Jangan lupa\n✅ Klik SUBSCRIBE untuk bergabung dengan jutaan penonton setia kami\n✅ Aktifkan Lonceng Notifikasi agar tidak ketinggalan berita penting\n✅ Bagikan video ini agar lebih banyak orang mendapatkan informasi yang benar\n\nFollow WA Channel https://whatsapp.com/channel/0029Va7s...\nFollow our Official TikTok   / officialinews  \nFollow our Official Twitter   / officialinews_  \nLike our Official Facebook   / officialinews  \nFollow our Official Instagram   / officialinews  \n\n#iNews #BeritaTerkini #BreakingNews #BeritaHariIni #BeritaNasional #BeritaIndonesia #BeritaDunia #TerlengkapTercepatTerpercaya", "post_id": "3WdcjjqwS4U"}}, {"key": "officialinews", "attributes": {"label": "officialinews", "x": 522.1665403534486, "y": 359.1484891774105, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 10.8677, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "3WdcjjqwS4U", "id": "officialinews", "source": "youtube-000001", "content": "Rupiah Jeblos ke Rp18.000 pe Dolar AS, Purbaya Sebut Utang Negara Masih Masuk dalam Hitungan\n\nMenteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menjelaskan dampak pelemahan nilai tukar rupiah yang telah menembus level Rp18.000 per dolar AS terhadap beban pembayaran utang luar negeri pemerintah. Menurut dia, sebagian besar instrumen utang negara diterbitkan dengan skema bunga tetap (fixed rate) sehingga besaran kupon yang dibayarkan tidak berubah.\n\nMeski demikian, Purbaya mengakui pelemahan rupiah tetap meningkatkan nilai pembayaran utang ketika dikonversi ke mata uang domestik. “Saya lupa. Kuponnya fix, ya? Ya, fix. Harusnya sih fix kuponnya. Tapi kan kalau dia jual di… pembayaran utang kan lewat ini, kan? Lewat bond, ya? Kuponnya sih constant. Cuman pada waktu rupiah melemah, ya, meningkat kan dalam rupiah pembayarannya,” kata Purbaya usai Rapat Paripurna, Kamis (4/6/2026). Kendati beban pembayaran utang dalam rupiah bertambah, dia meminta pelaku pasar tidak panik karena pemerintah telah menyiapkan langkah mitigasi risiko dan memastikan pergerakan kurs saat ini masih dalam koridor perhitungan Kementerian Keuangan.\n\nBerita Selengkapnya baca di: https://inews.id/news\n\nJoin membership channel ini dan nikmati berbagai konten eksklusif:\n   /   \n\n📰 iNews: Channel Berita Terlengkap, Tercepat, dan Terpercaya di Indonesia\nDapatkan berita terbaru dari seluruh Indonesia dan dunia, mulai dari politik, ekonomi, hukum, kriminal, olahraga, hiburan, hingga peristiwa penting lainnya. Dengan liputan langsung dari lokasi kejadian dan jurnalis profesional, iNews selalu menghadirkan informasi yang cepat, akurat, dan berimbang.\n\n📊 iNews menjadi sumber berita pilihan jutaan masyarakat yang ingin selalu update setiap saat. Jadilah bagian dari komunitas berita terbesar di Indonesia dan nikmati tayangan eksklusif yang tidak Anda temukan di tempat lain.\n\n📌 Jangan lupa\n✅ Klik SUBSCRIBE untuk bergabung dengan jutaan penonton setia kami\n✅ Aktifkan Lonceng Notifikasi agar tidak ketinggalan berita penting\n✅ Bagikan video ini agar lebih banyak orang mendapatkan informasi yang benar\n\nFollow WA Channel https://whatsapp.com/channel/0029Va7s...\nFollow our Official TikTok   / officialinews  \nFollow our Official Twitter   / officialinews_  \nLike our Official Facebook   / officialinews  \nFollow our Official Instagram   / officialinews  \n\n#iNews #BeritaTerkini #BreakingNews #BeritaHariIni #BeritaNasional #BeritaIndonesia #BeritaDunia #TerlengkapTercepatTerpercaya", "post_id": "3WdcjjqwS4U"}}, {"key": "@IDXChannel", "attributes": {"label": "@IDXChannel", "x": 249.67581499425552, "y": 720.3806685944903, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 5.8744, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 21, "degree": 21}, "_id": "-dcaDKokgFQ", "id": "@IDXChannel", "source": "youtube-000001", "content": "Purbaya: Rupiah Rp18.000 Bikin Beban Utang Naik, Namun Masih Aman  | IDXC UPDATE\n\nMenteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan pelemahan rupiah hingga menembus level Rp18.000 per dolar AS memang meningkatkan nilai pembayaran utang luar negeri pemerintah dalam rupiah, meski mayoritas utang memiliki kupon tetap (fixed rate). Namun, pemerintah memastikan kondisi tersebut masih berada dalam koridor simulasi dan mitigasi risiko yang telah disiapkan sejak penyusunan APBN dengan berbagai penyesuaian terhadap potensi gejolak global. Purbaya juga optimistis fundamental ekonomi Indonesia tetap kuat dan nilai rupiah saat ini tidak mencerminkan kondisi sebenarnya, sementara pemerintah bersama otoritas terkait terus melakukan intervensi di pasar keuangan, termasuk pembelian obligasi negara, guna menjaga stabilitas nilai tukar dan pasar surat utang domestik. \n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nFollow US on Social Media\nYuk Subscribe -    /   \nWa Channel - https://whatsapp.com/channel/0029Va5V...\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idx_channel  \n-------------------------------------------------------------------------------------\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\nMyRepublic Channel 576\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "-dcaDKokgFQ"}}, {"key": "idxchannel_", "attributes": {"label": "idxchannel_", "x": 993.2626513333634, "y": 720.7804071595949, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 6.1122, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 3, "out_degree": 0, "degree": 3}, "_id": "-dcaDKokgFQ", "id": "idxchannel_", "source": "youtube-000001", "content": "Purbaya: Rupiah Rp18.000 Bikin Beban Utang Naik, Namun Masih Aman  | IDXC UPDATE\n\nMenteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan pelemahan rupiah hingga menembus level Rp18.000 per dolar AS memang meningkatkan nilai pembayaran utang luar negeri pemerintah dalam rupiah, meski mayoritas utang memiliki kupon tetap (fixed rate). Namun, pemerintah memastikan kondisi tersebut masih berada dalam koridor simulasi dan mitigasi risiko yang telah disiapkan sejak penyusunan APBN dengan berbagai penyesuaian terhadap potensi gejolak global. Purbaya juga optimistis fundamental ekonomi Indonesia tetap kuat dan nilai rupiah saat ini tidak mencerminkan kondisi sebenarnya, sementara pemerintah bersama otoritas terkait terus melakukan intervensi di pasar keuangan, termasuk pembelian obligasi negara, guna menjaga stabilitas nilai tukar dan pasar surat utang domestik. \n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nFollow US on Social Media\nYuk Subscribe -    /   \nWa Channel - https://whatsapp.com/channel/0029Va5V...\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idx_channel  \n-------------------------------------------------------------------------------------\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\nMyRepublic Channel 576\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "-dcaDKokgFQ"}}, {"key": "wicky_adrian", "attributes": {"label": "wicky_adrian", "x": 15.479500420124914, "y": 801.7611844837213, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 6.1122, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 3, "out_degree": 0, "degree": 3}, "_id": "-dcaDKokgFQ", "id": "wicky_adrian", "source": "youtube-000001", "content": "Purbaya: Rupiah Rp18.000 Bikin Beban Utang Naik, Namun Masih Aman  | IDXC UPDATE\n\nMenteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan pelemahan rupiah hingga menembus level Rp18.000 per dolar AS memang meningkatkan nilai pembayaran utang luar negeri pemerintah dalam rupiah, meski mayoritas utang memiliki kupon tetap (fixed rate). Namun, pemerintah memastikan kondisi tersebut masih berada dalam koridor simulasi dan mitigasi risiko yang telah disiapkan sejak penyusunan APBN dengan berbagai penyesuaian terhadap potensi gejolak global. Purbaya juga optimistis fundamental ekonomi Indonesia tetap kuat dan nilai rupiah saat ini tidak mencerminkan kondisi sebenarnya, sementara pemerintah bersama otoritas terkait terus melakukan intervensi di pasar keuangan, termasuk pembelian obligasi negara, guna menjaga stabilitas nilai tukar dan pasar surat utang domestik. \n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nFollow US on Social Media\nYuk Subscribe -    /   \nWa Channel - https://whatsapp.com/channel/0029Va5V...\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idx_channel  \n-------------------------------------------------------------------------------------\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\nMyRepublic Channel 576\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "-dcaDKokgFQ"}}, {"key": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "fajar.wayong", "x": 134.41606519435555, "y": 487.08225726163033, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 6.1122, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 6, "out_degree": 0, "degree": 6}, "_id": "-dcaDKokgFQ", "id": "fajar.wayong", "source": "youtube-000001", "content": "Purbaya: Rupiah Rp18.000 Bikin Beban Utang Naik, Namun Masih Aman  | IDXC UPDATE\n\nMenteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan pelemahan rupiah hingga menembus level Rp18.000 per dolar AS memang meningkatkan nilai pembayaran utang luar negeri pemerintah dalam rupiah, meski mayoritas utang memiliki kupon tetap (fixed rate). Namun, pemerintah memastikan kondisi tersebut masih berada dalam koridor simulasi dan mitigasi risiko yang telah disiapkan sejak penyusunan APBN dengan berbagai penyesuaian terhadap potensi gejolak global. Purbaya juga optimistis fundamental ekonomi Indonesia tetap kuat dan nilai rupiah saat ini tidak mencerminkan kondisi sebenarnya, sementara pemerintah bersama otoritas terkait terus melakukan intervensi di pasar keuangan, termasuk pembelian obligasi negara, guna menjaga stabilitas nilai tukar dan pasar surat utang domestik. \n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nFollow US on Social Media\nYuk Subscribe -    /   \nWa Channel - https://whatsapp.com/channel/0029Va5V...\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idx_channel  \n-------------------------------------------------------------------------------------\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\nMyRepublic Channel 576\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "-dcaDKokgFQ"}}, {"key": "deffid_83", "attributes": {"label": "deffid_83", "x": 476.2948923821509, "y": 196.75472879402545, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 6.1122, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 3, "out_degree": 0, "degree": 3}, "_id": "-dcaDKokgFQ", "id": "deffid_83", "source": "youtube-000001", "content": "Purbaya: Rupiah Rp18.000 Bikin Beban Utang Naik, Namun Masih Aman  | IDXC UPDATE\n\nMenteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan pelemahan rupiah hingga menembus level Rp18.000 per dolar AS memang meningkatkan nilai pembayaran utang luar negeri pemerintah dalam rupiah, meski mayoritas utang memiliki kupon tetap (fixed rate). Namun, pemerintah memastikan kondisi tersebut masih berada dalam koridor simulasi dan mitigasi risiko yang telah disiapkan sejak penyusunan APBN dengan berbagai penyesuaian terhadap potensi gejolak global. Purbaya juga optimistis fundamental ekonomi Indonesia tetap kuat dan nilai rupiah saat ini tidak mencerminkan kondisi sebenarnya, sementara pemerintah bersama otoritas terkait terus melakukan intervensi di pasar keuangan, termasuk pembelian obligasi negara, guna menjaga stabilitas nilai tukar dan pasar surat utang domestik. \n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nFollow US on Social Media\nYuk Subscribe -    /   \nWa Channel - https://whatsapp.com/channel/0029Va5V...\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idx_channel  \n-------------------------------------------------------------------------------------\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\nMyRepublic Channel 576\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "-dcaDKokgFQ"}}, {"key": "prast_ulrich", "attributes": {"label": "prast_ulrich", "x": 568.5620168882913, "y": 143.93087623882406, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 6.1122, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 3, "out_degree": 0, "degree": 3}, "_id": "-dcaDKokgFQ", "id": "prast_ulrich", "source": "youtube-000001", "content": "Purbaya: Rupiah Rp18.000 Bikin Beban Utang Naik, Namun Masih Aman  | IDXC UPDATE\n\nMenteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan pelemahan rupiah hingga menembus level Rp18.000 per dolar AS memang meningkatkan nilai pembayaran utang luar negeri pemerintah dalam rupiah, meski mayoritas utang memiliki kupon tetap (fixed rate). Namun, pemerintah memastikan kondisi tersebut masih berada dalam koridor simulasi dan mitigasi risiko yang telah disiapkan sejak penyusunan APBN dengan berbagai penyesuaian terhadap potensi gejolak global. Purbaya juga optimistis fundamental ekonomi Indonesia tetap kuat dan nilai rupiah saat ini tidak mencerminkan kondisi sebenarnya, sementara pemerintah bersama otoritas terkait terus melakukan intervensi di pasar keuangan, termasuk pembelian obligasi negara, guna menjaga stabilitas nilai tukar dan pasar surat utang domestik. \n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nFollow US on Social Media\nYuk Subscribe -    /   \nWa Channel - https://whatsapp.com/channel/0029Va5V...\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idx_channel  \n-------------------------------------------------------------------------------------\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\nMyRepublic Channel 576\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "-dcaDKokgFQ"}}, {"key": "rosalinehioe", "attributes": {"label": "rosalinehioe", "x": 379.2595441555593, "y": 554.951563513907, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 6.1122, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 3, "out_degree": 0, "degree": 3}, "_id": "-dcaDKokgFQ", "id": "rosalinehioe", "source": "youtube-000001", "content": "Purbaya: Rupiah Rp18.000 Bikin Beban Utang Naik, Namun Masih Aman  | IDXC UPDATE\n\nMenteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan pelemahan rupiah hingga menembus level Rp18.000 per dolar AS memang meningkatkan nilai pembayaran utang luar negeri pemerintah dalam rupiah, meski mayoritas utang memiliki kupon tetap (fixed rate). Namun, pemerintah memastikan kondisi tersebut masih berada dalam koridor simulasi dan mitigasi risiko yang telah disiapkan sejak penyusunan APBN dengan berbagai penyesuaian terhadap potensi gejolak global. Purbaya juga optimistis fundamental ekonomi Indonesia tetap kuat dan nilai rupiah saat ini tidak mencerminkan kondisi sebenarnya, sementara pemerintah bersama otoritas terkait terus melakukan intervensi di pasar keuangan, termasuk pembelian obligasi negara, guna menjaga stabilitas nilai tukar dan pasar surat utang domestik. \n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nFollow US on Social Media\nYuk Subscribe -    /   \nWa Channel - https://whatsapp.com/channel/0029Va5V...\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idx_channel  \n-------------------------------------------------------------------------------------\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\nMyRepublic Channel 576\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "-dcaDKokgFQ"}}, {"key": "@CiptaSaranaCendekia", "attributes": {"label": "@CiptaSaranaCendekia", "x": 27.54156297200039, "y": 904.2038354996585, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 5.8744, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "mas7flGxiU4", "id": "@CiptaSaranaCendekia", "source": "youtube-000001", "content": "Dolar Tembus 17 Ribu! Kenapa Tempe, BBM & Sembako Ikut Naik? 😱\n\nHalo Rekan Cipta!\n\nDolar naik sampai tembus Rp17 ribu, lalu muncul narasi “desa aman karena nggak pakai dolar”. Tapi… benarkah sesimpel itu?\n\nDi video ini, Kak Dika dan Kak Yusita ngobrol santai soal bagaimana kenaikan dolar ternyata bisa berdampak langsung ke kehidupan sehari-hari. Mulai dari pupuk, pakan ternak, kedelai, mie instan, sampai harga gorengan—semuanya ternyata terhubung dengan rantai ekonomi global.\n\nIndonesia masih bergantung pada impor berbagai bahan baku penting. Ketika Rupiah melemah, biaya impor ikut naik. Efeknya memang nggak selalu langsung terasa, tapi perlahan masuk ke harga sembako, ongkir, biaya produksi UMKM, hingga tekanan terhadap APBN karena impor BBM dan utang luar negeri.\n\nDi akhir video, kita juga bahas kenapa kondisi seperti ini bikin masyarakat dan pelaku usaha harus lebih disiplin mengelola cashflow, menghitung margin usaha, dan membedakan kebutuhan dengan keinginan. Karena di era sekarang, ekonomi global bisa sangat cepat memengaruhi isi dompet dan isi piring kita sehari-hari.\n\n🎯 Jangan lupa Like, Comment, dan Subscribe supaya kamu nggak cuma kaget harga naik… tapi juga ngerti kenapa bisa naik.\n\n#DolarNaik #EkonomiIndonesia #Rupiah  #Inflasi #CiptaSaranaCendekia #LiterasiEkonomi\n\n📍 PT. Cipta Sarana Cendekia\nJl. Baiduri Pandan No. 11 (Graha Sunrise Malang)\n📧 Email: ciptasaranacendekia\n🌐 Website: www.ciptasaranacendekia.com\n📸 Instagram: \n📞 Informasi lebih lanjut:\n081233347004 (Admin VHSD)\n082241578026 (Admin SCHRD)", "post_id": "mas7flGxiU4"}}, {"key": "ciptasaranacendekia", "attributes": {"label": "ciptasaranacendekia", "x": 355.2396484120582, "y": 371.71302851121857, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 10.8677, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "mas7flGxiU4", "id": "ciptasaranacendekia", "source": "youtube-000001", "content": "Dolar Tembus 17 Ribu! Kenapa Tempe, BBM & Sembako Ikut Naik? 😱\n\nHalo Rekan Cipta!\n\nDolar naik sampai tembus Rp17 ribu, lalu muncul narasi “desa aman karena nggak pakai dolar”. Tapi… benarkah sesimpel itu?\n\nDi video ini, Kak Dika dan Kak Yusita ngobrol santai soal bagaimana kenaikan dolar ternyata bisa berdampak langsung ke kehidupan sehari-hari. Mulai dari pupuk, pakan ternak, kedelai, mie instan, sampai harga gorengan—semuanya ternyata terhubung dengan rantai ekonomi global.\n\nIndonesia masih bergantung pada impor berbagai bahan baku penting. Ketika Rupiah melemah, biaya impor ikut naik. Efeknya memang nggak selalu langsung terasa, tapi perlahan masuk ke harga sembako, ongkir, biaya produksi UMKM, hingga tekanan terhadap APBN karena impor BBM dan utang luar negeri.\n\nDi akhir video, kita juga bahas kenapa kondisi seperti ini bikin masyarakat dan pelaku usaha harus lebih disiplin mengelola cashflow, menghitung margin usaha, dan membedakan kebutuhan dengan keinginan. Karena di era sekarang, ekonomi global bisa sangat cepat memengaruhi isi dompet dan isi piring kita sehari-hari.\n\n🎯 Jangan lupa Like, Comment, dan Subscribe supaya kamu nggak cuma kaget harga naik… tapi juga ngerti kenapa bisa naik.\n\n#DolarNaik #EkonomiIndonesia #Rupiah  #Inflasi #CiptaSaranaCendekia #LiterasiEkonomi\n\n📍 PT. Cipta Sarana Cendekia\nJl. Baiduri Pandan No. 11 (Graha Sunrise Malang)\n📧 Email: ciptasaranacendekia\n🌐 Website: www.ciptasaranacendekia.com\n📸 Instagram: \n📞 Informasi lebih lanjut:\n081233347004 (Admin VHSD)\n082241578026 (Admin SCHRD)", "post_id": "mas7flGxiU4"}}, {"key": "@wawasan-cerdas", "attributes": {"label": "@wawasan-cerdas", "x": 789.0207972708993, "y": 963.1360172555676, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 5.8744, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "OrEUlFuxzl0", "id": "@wawasan-cerdas", "source": "youtube-000001", "content": "BUBBLE IHSG PECAH! 3.646 Triliun Lenyap & Rupiah Tembus Rp17.800! Bagaimana ini Pak Prabowo?\n\nSelamat datang di channel Wawasan Cerdas! 🚀\n\nGuncangan dahsyat sedang melanda ekonomi Indonesia di pertengahan tahun 2026. Terdapat eksodus besar-besaran investor asing yang menarik dana hingga Rp56 Triliun dari pasar reguler IHSG hanya dalam waktu 5 bulan. Bersamaan dengan itu, nilai tukar Rupiah anjlok parah hingga mendekati level Rp17.800 per dolar AS, level terlemah yang mengingatkan pada masa kemerdekaan.\n\nDi video kali ini, Wawasan Cerdas mengupas tuntas misteri di balik jatuhnya IHSG dan fenomena pecahnya \"bubble\" saham-saham raksasa. Lima saham raksasa (BREN, DSSA, BBCA, BBRI, dan MLPT) tercatat telah menghapus kapitalisasi pasar hingga sekitar Rp3.646 Triliun!\n\nSaham MLPT mengalami crash paling mengerikan hingga harga anjlok 92,7%.\n\nDSSA anjlok 90,4%, menjebak banyak investor ritel yang jumlahnya justru meledak naik 410% saat harga sedang jatuh.\n\nBREN menjadi penyumbang kehilangan market cap terbesar, yaitu menguap sekitar Rp1.279 Triliun.\n\nSementara itu, BBRI mengalami derating panjang, namun secara fundamental valuasinya saat ini justru menjadi yang paling sehat dan masuk akal. Ingat, semua saham bubble pasti akan pecah, hanya soal waktu saja!\n\nKita juga akan membahas respons Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa yang merasa kebingungan dengan pelemahan Rupiah karena merasa fundamental ekonomi Indonesia masih kuat. Namun, fakta di lapangan menunjukkan hal berbeda. Pelemahan Rupiah ini sangat terkait erat dengan tingginya Utang Luar Negeri (ULN) Indonesia yang menembus US$431,72 Miliar pada akhir 2025, di mana Singapura merupakan negara pemberi pinjaman terbesar kepada Indonesia. Dengan melemahnya kurs ke level Rp17.793,5, beban utang negara kita otomatis membengkak hingga lebih dari seribu triliun rupiah.\n\nSebagai langkah perlawanan terhadap kebocoran devisa, pemerintah menuduh banyak perusahaan eksportir raksasa kelapa sawit (CPO) dan batubara melakukan praktik manipulasi invoice (under-invoicing) dan transfer pricing. Pemerintah menyoroti rasio bayar pajak terhadap omzet yang di bawah 0,5%—meskipun secara akuntansi pajak, perusahaan besar seharusnya dinilai dari Effective Tax Rate (ETR), bukan sekadar omzet.\n\nUntuk memutus rantai kecurangan ini, pemerintah berencana menerapkan kebijakan radikal \"Ekspor 1 Pintu\" melalui PT Danantara Sumberdaya Indonesia pada tahun 2027. Nantinya, semua pembeli asing yang menginginkan sumber daya alam Indonesia wajib membeli melalui Danantara. Kebijakan ini dinilai ampuh untuk memaksa dana konglomerat yang diparkir di Singapura kembali ke tanah air. Namun, bagi emiten yang selama ini jujur, kebijakan ekspor 1 pintu ini berisiko memperpanjang birokrasi pelabuhan, menambah biaya handling, menekan margin laba, dan mengunci arus kas mereka.\n\nBagaimana nasib IHSG dan Rupiah ke depannya? Apakah kebijakan Danantara akan membawa Indonesia menjadi negara termaju, atau justru menjadi blunder bagi iklim investasi? Tonton video ini sampai habis untuk mendapatkan wawasan cerdas yang tidak akan Anda temukan di tempat lain!\n\n00:06 IHSG Pasca Penutupan 26 Mei 2026\n07:28 Bubble Saham BBCA vs BREN vs BBRI vs DSSA vs MLPT\n16:02 Apakah Banyak Eksportir Melakukan Underinvoicing?\n25:33 Tax Rasio vs Omset Ekspor\n33:47 Rupiah Anjlok Tak Masuk Akal\n\nJangan lupa untuk LIKE, COMMENT, dan SUBSCRIBE channel Wawasan Cerdas agar Anda selalu mendapat update analisis ekonomi dan pergerakan pasar saham paling tajam!\n\n⚠️ DISCLAIMER: Video ini dibuat hanya untuk tujuan edukasi dan berbagi informasi, bukan rekomendasi penasihat investasi untuk jual atau beli saham. Keputusan investasi dan risiko sepenuhnya berada di tangan masing-masing investor.\n\n--------------------------------------------------------------------------------\n#WawasanCerdas #IHSG2026 #RupiahAnjlok #BubbleSaham #Danantara #SahamBREN #SahamBBRI #SahamDSSA #SahamMLPT #KrisisEkonomi #UtangLuarNegeri #Ekspor1Pintu #InvestasiSaham #BeritaEkonomi #Prabowo #WawasanCerdas #InvestasiSaham #Saham\n\nJoin this channel to get access to perks:\n   / -cerdas", "post_id": "OrEUlFuxzl0"}}, {"key": "wawasan", "attributes": {"label": "wawasan", "x": 402.14208164211374, "y": 190.45440148444715, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 10.8677, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "OrEUlFuxzl0", "id": "wawasan", "source": "youtube-000001", "content": "BUBBLE IHSG PECAH! 3.646 Triliun Lenyap & Rupiah Tembus Rp17.800! Bagaimana ini Pak Prabowo?\n\nSelamat datang di channel Wawasan Cerdas! 🚀\n\nGuncangan dahsyat sedang melanda ekonomi Indonesia di pertengahan tahun 2026. Terdapat eksodus besar-besaran investor asing yang menarik dana hingga Rp56 Triliun dari pasar reguler IHSG hanya dalam waktu 5 bulan. Bersamaan dengan itu, nilai tukar Rupiah anjlok parah hingga mendekati level Rp17.800 per dolar AS, level terlemah yang mengingatkan pada masa kemerdekaan.\n\nDi video kali ini, Wawasan Cerdas mengupas tuntas misteri di balik jatuhnya IHSG dan fenomena pecahnya \"bubble\" saham-saham raksasa. Lima saham raksasa (BREN, DSSA, BBCA, BBRI, dan MLPT) tercatat telah menghapus kapitalisasi pasar hingga sekitar Rp3.646 Triliun!\n\nSaham MLPT mengalami crash paling mengerikan hingga harga anjlok 92,7%.\n\nDSSA anjlok 90,4%, menjebak banyak investor ritel yang jumlahnya justru meledak naik 410% saat harga sedang jatuh.\n\nBREN menjadi penyumbang kehilangan market cap terbesar, yaitu menguap sekitar Rp1.279 Triliun.\n\nSementara itu, BBRI mengalami derating panjang, namun secara fundamental valuasinya saat ini justru menjadi yang paling sehat dan masuk akal. Ingat, semua saham bubble pasti akan pecah, hanya soal waktu saja!\n\nKita juga akan membahas respons Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa yang merasa kebingungan dengan pelemahan Rupiah karena merasa fundamental ekonomi Indonesia masih kuat. Namun, fakta di lapangan menunjukkan hal berbeda. Pelemahan Rupiah ini sangat terkait erat dengan tingginya Utang Luar Negeri (ULN) Indonesia yang menembus US$431,72 Miliar pada akhir 2025, di mana Singapura merupakan negara pemberi pinjaman terbesar kepada Indonesia. Dengan melemahnya kurs ke level Rp17.793,5, beban utang negara kita otomatis membengkak hingga lebih dari seribu triliun rupiah.\n\nSebagai langkah perlawanan terhadap kebocoran devisa, pemerintah menuduh banyak perusahaan eksportir raksasa kelapa sawit (CPO) dan batubara melakukan praktik manipulasi invoice (under-invoicing) dan transfer pricing. Pemerintah menyoroti rasio bayar pajak terhadap omzet yang di bawah 0,5%—meskipun secara akuntansi pajak, perusahaan besar seharusnya dinilai dari Effective Tax Rate (ETR), bukan sekadar omzet.\n\nUntuk memutus rantai kecurangan ini, pemerintah berencana menerapkan kebijakan radikal \"Ekspor 1 Pintu\" melalui PT Danantara Sumberdaya Indonesia pada tahun 2027. Nantinya, semua pembeli asing yang menginginkan sumber daya alam Indonesia wajib membeli melalui Danantara. Kebijakan ini dinilai ampuh untuk memaksa dana konglomerat yang diparkir di Singapura kembali ke tanah air. Namun, bagi emiten yang selama ini jujur, kebijakan ekspor 1 pintu ini berisiko memperpanjang birokrasi pelabuhan, menambah biaya handling, menekan margin laba, dan mengunci arus kas mereka.\n\nBagaimana nasib IHSG dan Rupiah ke depannya? Apakah kebijakan Danantara akan membawa Indonesia menjadi negara termaju, atau justru menjadi blunder bagi iklim investasi? Tonton video ini sampai habis untuk mendapatkan wawasan cerdas yang tidak akan Anda temukan di tempat lain!\n\n00:06 IHSG Pasca Penutupan 26 Mei 2026\n07:28 Bubble Saham BBCA vs BREN vs BBRI vs DSSA vs MLPT\n16:02 Apakah Banyak Eksportir Melakukan Underinvoicing?\n25:33 Tax Rasio vs Omset Ekspor\n33:47 Rupiah Anjlok Tak Masuk Akal\n\nJangan lupa untuk LIKE, COMMENT, dan SUBSCRIBE channel Wawasan Cerdas agar Anda selalu mendapat update analisis ekonomi dan pergerakan pasar saham paling tajam!\n\n⚠️ DISCLAIMER: Video ini dibuat hanya untuk tujuan edukasi dan berbagi informasi, bukan rekomendasi penasihat investasi untuk jual atau beli saham. Keputusan investasi dan risiko sepenuhnya berada di tangan masing-masing investor.\n\n--------------------------------------------------------------------------------\n#WawasanCerdas #IHSG2026 #RupiahAnjlok #BubbleSaham #Danantara #SahamBREN #SahamBBRI #SahamDSSA #SahamMLPT #KrisisEkonomi #UtangLuarNegeri #Ekspor1Pintu #InvestasiSaham #BeritaEkonomi #Prabowo #WawasanCerdas #InvestasiSaham #Saham\n\nJoin this channel to get access to perks:\n   / -cerdas", "post_id": "OrEUlFuxzl0"}}], "edges": [{"key": "bareda", "source": "bareda", "target": "NOTASLIMBOY", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "bareda", "source": "bareda", "target": "grok", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "bareda", "source": "bareda", "target": "grok", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "sufisijawara", "source": "sufisijawara", "target": "akunhewan", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "GarizLuruz", "source": "GarizLuruz", "target": "Metro_TV", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "ferizandra", "source": "ferizandra", "target": "kalistohenituse", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "GarizLuruz", "source": "GarizLuruz", "target": "v4nc1_b0zz", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "alamtegarrrr", "source": "alamtegarrrr", "target": "kompascom", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "Didi_margo", "source": "Didi_margo", "target": "didikw", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "Didi_margo", "source": "Didi_margo", "target": "LambeSahamjja", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "GarizLuruz", "source": "GarizLuruz", "target": "TradingDiary2", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "ImaginarySteady", "source": "ImaginarySteady", "target": "tempedotc0", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "ndorobey_ix", "source": "ndorobey_ix", "target": "akunhewan", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "bangpoerslalu", "source": "bangpoerslalu", "target": "Heraloebss", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "eddesign_", "source": "eddesign_", "target": "Arnasamudra", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "Turu748392", "source": "Turu748392", "target": "BambangSetyadix", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "Turu748392", "source": "Turu748392", "target": "elfardeyhaq", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "Turu748392", "source": "Turu748392", "target": "djoniecash2", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "kaperfuture", "source": "kaperfuture", "target": "ardisatriawan", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "bloombergtechnoz", "source": "bloombergtechnoz", "target": "bloombergtechnoz", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "surakartakita", "source": "surakartakita", "target": "kompascom", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "kompascom", "source": "kompascom", "target": "kompascom", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "idx_channel", "source": "idx_channel", "target": "idx_channel", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "kii65990", "source": "kii65990", "target": "1tradewhitsuli", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "netnews.id0", "source": "netnews.id0", "target": "Netnews", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "the.indonesia.post", "source": "the.indonesia.post", "target": "bank_indonesia", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "the.indonesia.post", "source": "the.indonesia.post", "target": "ojkindonesia", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "the.indonesia.post", "source": "the.indonesia.post", "target": "bank_indonesia", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "the.indonesia.post", "source": "the.indonesia.post", "target": "kemenkeuri", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "ettzo21", "source": "ettzo21", "target": "tradewithsuli", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "rangkaianbeerita", "source": "rangkaianbeerita", "target": "rangkaianbeerita.id", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "ekssoverr", "source": "ekssoverr", "target": "Ekssover", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "klipajedulu", "source": "klipajedulu", "target": "tradewithsuli", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "titik.terendah.ku7", "source": "titik.terendah.ku7", "target": "tradewithsuli", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "levelupinsight_", "source": "levelupinsight_", "target": "Akademi", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "financialclub11", "source": "financialclub11", "target": "ternakuang.id", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "icanhiueattomato", "source": "icanhiueattomato", "target": "tradewithsuli", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "_logika.dong", "source": "_logika.dong", "target": "5tmoneychanger", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "rabs.clip98", "source": "rabs.clip98", "target": "tradewithsuli", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "partnerclipper", "source": "partnerclipper", "target": "tradewithsuli", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "partnerclipper", "source": "partnerclipper", "target": "Kontencom", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "clipperfinance05", "source": "clipperfinance05", "target": "tradewithsuli", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "clipin088", "source": "clipin088", "target": "tradewithsuli", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "clipin088", "source": "clipin088", "target": "Kontencom", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "clippertws21", "source": "clippertws21", "target": "tradewithsuli", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "twsupdate2", "source": "twsupdate2", "target": "tradewithsuli", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "raw_clp.xyz", "source": "raw_clp.xyz", "target": "tradewithsuli", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "nusabreaking", "source": "nusabreaking", "target": "nusabreaking", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "nusabreaking", "source": "nusabreaking", "target": "nusabreaking", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "nusabreaking", "source": "nusabreaking", "target": "NusaBreaking", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "ayo_bukamata", "source": "ayo_bukamata", "target": "ayo_bukamata", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "warta.viral4", "source": "warta.viral4", "target": "wartaviral_", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "warta.viral4", "source": "warta.viral4", "target": "wartaviral_", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "warta.viral4", "source": "warta.viral4", "target": "WartaViral", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "syahputra_247", "source": "syahputra_247", "target": "tradewithsuli", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "hardddcoreee._", "source": "hardddcoreee._", "target": "tradewithsuli", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "user485991268", "source": "user485991268", "target": "tradewithsuli", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "ceefem", "source": "ceefem", "target": "tradewithsuli", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "kyroclp", "source": "kyroclp", "target": "gemagoeyardi1", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "leoo4456", "source": "leoo4456", "target": "tradewithsuli", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "user485991268", "source": "user485991268", "target": "tradewithsuli", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "maxxtws", "source": "maxxtws", "target": "tradewithsuli", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "mediatws1", "source": "mediatws1", "target": "tradewithsuli", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "@OfficialSINDOnews", "source": "@OfficialSINDOnews", "target": "officialsindonews", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@OfficialSINDOnews", "source": "@OfficialSINDOnews", "target": "sindopodcast", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@OfficialSINDOnews", "source": "@OfficialSINDOnews", "target": "sindokalam", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@liputan6_news", "source": "@liputan6_news", "target": "sctv", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@liputan6_news", "source": "@liputan6_news", "target": "liputan6_news", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@liputan6_news", "source": "@liputan6_news", "target": "liputan6daerah", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@OfficialiNews", "source": "@OfficialiNews", "target": "officialinews", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "idxchannel_", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "wicky_adrian", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "deffid_83", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "prast_ulrich", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "rosalinehioe", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@CiptaSaranaCendekia", "source": "@CiptaSaranaCendekia", "target": "ciptasaranacendekia", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@wawasan-cerdas", "source": "@wawasan-cerdas", "target": "wawasan", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "idxchannel_", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "wicky_adrian", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "deffid_83", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "prast_ulrich", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "rosalinehioe", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "idxchannel_", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "wicky_adrian", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "deffid_83", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "prast_ulrich", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "rosalinehioe", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}]}