{"nodes": [{"key": "mancingsaham", "attributes": {"label": "mancingsaham", "x": 977.5371008122532, "y": 503.3944678897661, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 58.6668, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 5, "out_degree": 5, "degree": 10}, "_id": "3870845045860229022_52512310886", "id": "mancingsaham", "source": "instagram-000001", "content": "Bank Indonesia telah menyalurkan insentif likuiditas makroprudensial sebesar Rp427,1 triliun hingga Maret 2026 untuk mendorong pertumbuhan kredit, khususnya ke sektor prioritas seperti pangan, industri, hilirisasi, dan perumahan 🏗️🌾\n\nKebijakan ini juga diarahkan agar suku bunga kredit turun, sehingga transmisi ke sektor riil lebih cepat. Bank BUMN menjadi penerima terbesar, diikuti bank swasta nasional 📈\n\nSumber: Katadata.co.id, 8 April 2026\n\nGabung di  community untuk analisis market, stockpick pilihan, update berita saham, dan diskusi eksklusif dengan investor & trader lainnya. 📩 Bergabung sekarang! Klik lynk.id/owennath atau chat 081251880459 (WhatsApp).\n\n#bi #likuiditas #kredit #ekonomi #perbankan #investasi #saham #trading #mancingsaham", "post_id": "3870845045860229022_52512310886"}}, {"key": "idx_channel", "attributes": {"label": "idx_channel", "x": 176.117673146158, "y": 900.591829363736, "size": 7.42, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 84.6843, "eigenvector": 87.0743, "in_degree": 1, "out_degree": 2, "degree": 3}, "_id": "3850489194246668389_3310659452", "id": "idx_channel", "source": "instagram-000001", "content": "Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa akan menambah penempatan dana ke perbankan senilai Rp100 triliun. Kebijakan ini dilakukan dalam rangka menambah likuiditas perbankan Tanah Air.\n\nNamun, suntikan dana Rp 100 triliun ini memiliki aturan berbeda dibandingkan dana Rp 200 triliun yang ditempatkan Purbaya sejak September 2025. Ia mengatakan, nominal penambahan ini sifatnya akan lebih fleksibel ketimbang yang telah ditempatkan sebelumnya. Artinya, pemerintah bisa menarik kapan saja atau menambah kapan saja dana Rp 100 triliun itu, tak seperti dana Rp 200 triliun yang telah ditempatkan dalam bentuk deposit on call selama 6 bulan di Himbara.\n\nAdapun dengan skema yang lebih fleksibel, maka pemerintah dapat menarik atau menambah dana tersebut sewaktu-waktu sesuai kebutuhan likuiditas ataupun kebutuhan pembiayaan belanja negara.\n\nSaksikan pembahasan selengkapnya dalam program Market Review bersama Prasetyo Wibowo , Rabu, 11 Maret 2026, pukul 21.30 - 22.00 WIB. LIVE di IDX Channel (MNC VISION Ch 100, MNC PLAY Ch 128 HD, First Media Ch 389, K-VISION Ch 129, OXYGEN Ch 137 dan MY REPUBLIK Ch 576). Saksikan juga LIVE STREAMING di www.idxchannel.com dan aplikasi IDX Channel TV di APPS store.\n\n#idxchannel #idxchannelcommunity #marketreview", "post_id": "3850489194246668389_3310659452"}}, {"key": "prast_ulrich", "attributes": {"label": "prast_ulrich", "x": 889.3626031223592, "y": 872.7021807566551, "size": 10.25, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 90.5971, "eigenvector": 142.9154, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "3850489194246668389_3310659452", "id": "prast_ulrich", "source": "instagram-000001", "content": "Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa akan menambah penempatan dana ke perbankan senilai Rp100 triliun. Kebijakan ini dilakukan dalam rangka menambah likuiditas perbankan Tanah Air.\n\nNamun, suntikan dana Rp 100 triliun ini memiliki aturan berbeda dibandingkan dana Rp 200 triliun yang ditempatkan Purbaya sejak September 2025. Ia mengatakan, nominal penambahan ini sifatnya akan lebih fleksibel ketimbang yang telah ditempatkan sebelumnya. Artinya, pemerintah bisa menarik kapan saja atau menambah kapan saja dana Rp 100 triliun itu, tak seperti dana Rp 200 triliun yang telah ditempatkan dalam bentuk deposit on call selama 6 bulan di Himbara.\n\nAdapun dengan skema yang lebih fleksibel, maka pemerintah dapat menarik atau menambah dana tersebut sewaktu-waktu sesuai kebutuhan likuiditas ataupun kebutuhan pembiayaan belanja negara.\n\nSaksikan pembahasan selengkapnya dalam program Market Review bersama Prasetyo Wibowo , Rabu, 11 Maret 2026, pukul 21.30 - 22.00 WIB. LIVE di IDX Channel (MNC VISION Ch 100, MNC PLAY Ch 128 HD, First Media Ch 389, K-VISION Ch 129, OXYGEN Ch 137 dan MY REPUBLIK Ch 576). Saksikan juga LIVE STREAMING di www.idxchannel.com dan aplikasi IDX Channel TV di APPS store.\n\n#idxchannel #idxchannelcommunity #marketreview", "post_id": "3850489194246668389_3310659452"}}, {"key": "visi.bisnis", "attributes": {"label": "visi.bisnis", "x": 333.0310381005198, "y": 312.39478216362227, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 48.6934, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "7619492375785655572", "id": "visi.bisnis", "source": "tiktok-000001", "content": "Jujur, BRI tahun ini adalah yang paling 'sakit' di antara 4 bank besar: pertumbuhan kredit melambat (5.1%), CKPN naik tinggi. Tapi game changernya ada di 2026: (1) Likuiditas stimulus pemerintah (Pak Purba) yang efek multiplierenya baru kerasa di Q2/Q3 2026, dan (2) Tren suku bunga turun yang akan sangat menguntungkan bank dengan CASA rendah seperti BRI. Ini tentang melihat melampaui kinerja kuartalan dan mengidentifikasi faktor transformasi di depan. Analisis forward-looking oleh  Untuk research mendalam, kunjungi www.rivankurniawan.com. Menurutmu, apakah BRI bisa bangkit? #RivanKurniawan #PortoAntiBadai #ValueInvesting #SahamValuePlay BZ-2025-RK77", "post_id": "7619492375785655572"}}, {"key": "rivan.kurniawan.", "attributes": {"label": "rivan.kurniawan.", "x": 890.1107735693913, "y": 779.84117273354, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 90.0829, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7619492375785655572", "id": "rivan.kurniawan.", "source": "tiktok-000001", "content": "Jujur, BRI tahun ini adalah yang paling 'sakit' di antara 4 bank besar: pertumbuhan kredit melambat (5.1%), CKPN naik tinggi. Tapi game changernya ada di 2026: (1) Likuiditas stimulus pemerintah (Pak Purba) yang efek multiplierenya baru kerasa di Q2/Q3 2026, dan (2) Tren suku bunga turun yang akan sangat menguntungkan bank dengan CASA rendah seperti BRI. Ini tentang melihat melampaui kinerja kuartalan dan mengidentifikasi faktor transformasi di depan. Analisis forward-looking oleh  Untuk research mendalam, kunjungi www.rivankurniawan.com. Menurutmu, apakah BRI bisa bangkit? #RivanKurniawan #PortoAntiBadai #ValueInvesting #SahamValuePlay BZ-2025-RK77", "post_id": "7619492375785655572"}}, {"key": "@kabarbursadotcom", "attributes": {"label": "@kabarbursadotcom", "x": 25.12966958018714, "y": 298.97015256922623, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 48.6934, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "Ev2dMFAXr9w", "id": "@kabarbursadotcom", "source": "youtube-000001", "content": "[LIVE DELAY] Bank Indonesia Catat Insentif Likuiditas Rp427,1 T, Himbara Jadi Penggerak\n\nKABARBURSA.COM — Bank BUMN menjadi penyerap terbesar insentif likuiditas makroprudensial (KLM) Bank Indonesia yang telah mencapai Rp427,1 triliun hingga awal Maret 2026. Dari total tersebut, Rp225,6 triliun dimanfaatkan oleh Himbara untuk mendorong penyaluran kredit ke berbagai sektor prioritas. Kebijakan ini menunjukkan upaya BI dalam menjaga pertumbuhan kredit dan mendukung sektor riil seperti pertanian, industri, hingga UMKM.\n\nLangkah ini penting karena berdampak langsung pada akses pembiayaan masyarakat dan pelaku usaha di tengah dinamika ekonomi yang terus berkembang.\n\nBuka dan baca berita terkait hanya di portal https://kabarbursa.com\nKabarbursa.com adalah portal berita finansial PT Kabar Bursa Indonesia yang merupakan bagian dari jaringan PT Kabar Grup Indonesia atau KGI Network. Kabarbursa.com menyajikan berita ekonomi terkini, analisis mendalam, investasi dan inspirasi bisnis.\n\nKamu juga bisa mengunjungi media sosial Kabar Bursa:\nYoutube:    /   \nInstagram:   / kabarbursacom  \nTiktok:   / kabarbursacom  \nWA Channel: https://whatsapp.com/channel/0029Vae5...\n\n#klmbi #bankbumen #bankindonesia #himbara #kreditperbankan #likuiditas #ekonomiindonesia #umkm #sektorriil #kebijakanmoneter #perbankanindonesia #bisnisindonesia", "post_id": "Ev2dMFAXr9w"}}, {"key": "kabarbursadotcom", "attributes": {"label": "kabarbursadotcom", "x": 429.934495150096, "y": 928.2866949200862, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 69.3881, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "Ev2dMFAXr9w", "id": "kabarbursadotcom", "source": "youtube-000001", "content": "[LIVE DELAY] Bank Indonesia Catat Insentif Likuiditas Rp427,1 T, Himbara Jadi Penggerak\n\nKABARBURSA.COM — Bank BUMN menjadi penyerap terbesar insentif likuiditas makroprudensial (KLM) Bank Indonesia yang telah mencapai Rp427,1 triliun hingga awal Maret 2026. Dari total tersebut, Rp225,6 triliun dimanfaatkan oleh Himbara untuk mendorong penyaluran kredit ke berbagai sektor prioritas. Kebijakan ini menunjukkan upaya BI dalam menjaga pertumbuhan kredit dan mendukung sektor riil seperti pertanian, industri, hingga UMKM.\n\nLangkah ini penting karena berdampak langsung pada akses pembiayaan masyarakat dan pelaku usaha di tengah dinamika ekonomi yang terus berkembang.\n\nBuka dan baca berita terkait hanya di portal https://kabarbursa.com\nKabarbursa.com adalah portal berita finansial PT Kabar Bursa Indonesia yang merupakan bagian dari jaringan PT Kabar Grup Indonesia atau KGI Network. Kabarbursa.com menyajikan berita ekonomi terkini, analisis mendalam, investasi dan inspirasi bisnis.\n\nKamu juga bisa mengunjungi media sosial Kabar Bursa:\nYoutube:    /   \nInstagram:   / kabarbursacom  \nTiktok:   / kabarbursacom  \nWA Channel: https://whatsapp.com/channel/0029Vae5...\n\n#klmbi #bankbumen #bankindonesia #himbara #kreditperbankan #likuiditas #ekonomiindonesia #umkm #sektorriil #kebijakanmoneter #perbankanindonesia #bisnisindonesia", "post_id": "Ev2dMFAXr9w"}}, {"key": "@IDXChannel", "attributes": {"label": "@IDXChannel", "x": 989.7235218368829, "y": 131.4965393035361, "size": 15.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 48.6934, "eigenvector": 236.589, "in_degree": 0, "out_degree": 7, "degree": 7}, "_id": "5IXqBxDDzqY", "id": "@IDXChannel", "source": "youtube-000001", "content": "Purbaya Sebut Dana Rp300 Triliun di Bank Paksa Ekonomi Bergerak lewat Invisible Hand | IDXC UPDATE\n\nMenteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan pemindahan dana Saldo Anggaran Lebih (SAL) Rp300 triliun ke bank Himbara bertujuan mendorong mekanisme “invisible hand” agar penyaluran kredit dan aktivitas ekonomi lebih optimal tanpa intervensi berlebihan pemerintah. Kebijakan ini diharapkan membuat perbankan lebih selektif menyalurkan pembiayaan ke proyek produktif sesuai prinsip pasar bebas yang dikaitkan dengan konsep Adam Smith. Pemerintah juga memperpanjang penempatan dana Rp200 triliun hingga September 2026 dan menambah Rp100 triliun untuk memperkuat likuiditas perbankan.\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nFollow US on Social Media\nYuk Subscribe -    /   \nWa Channel - https://whatsapp.com/channel/0029Va5V...\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idx_channel  \n-------------------------------------------------------------------------------------\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\nMyRepublic Channel 576\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "5IXqBxDDzqY"}}, {"key": "idxchannel_", "attributes": {"label": "idxchannel_", "x": 699.403221818943, "y": 194.4380888406113, "size": 8.41, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 54.6062, "eigenvector": 106.6843, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "5IXqBxDDzqY", "id": "idxchannel_", "source": "youtube-000001", "content": "Purbaya Sebut Dana Rp300 Triliun di Bank Paksa Ekonomi Bergerak lewat Invisible Hand | IDXC UPDATE\n\nMenteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan pemindahan dana Saldo Anggaran Lebih (SAL) Rp300 triliun ke bank Himbara bertujuan mendorong mekanisme “invisible hand” agar penyaluran kredit dan aktivitas ekonomi lebih optimal tanpa intervensi berlebihan pemerintah. Kebijakan ini diharapkan membuat perbankan lebih selektif menyalurkan pembiayaan ke proyek produktif sesuai prinsip pasar bebas yang dikaitkan dengan konsep Adam Smith. Pemerintah juga memperpanjang penempatan dana Rp200 triliun hingga September 2026 dan menambah Rp100 triliun untuk memperkuat likuiditas perbankan.\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nFollow US on Social Media\nYuk Subscribe -    /   \nWa Channel - https://whatsapp.com/channel/0029Va5V...\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idx_channel  \n-------------------------------------------------------------------------------------\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\nMyRepublic Channel 576\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "5IXqBxDDzqY"}}, {"key": "wicky_adrian", "attributes": {"label": "wicky_adrian", "x": 708.6218769729945, "y": 807.7543258845868, "size": 8.41, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 54.6062, "eigenvector": 106.6843, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "5IXqBxDDzqY", "id": "wicky_adrian", "source": "youtube-000001", "content": "Purbaya Sebut Dana Rp300 Triliun di Bank Paksa Ekonomi Bergerak lewat Invisible Hand | IDXC UPDATE\n\nMenteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan pemindahan dana Saldo Anggaran Lebih (SAL) Rp300 triliun ke bank Himbara bertujuan mendorong mekanisme “invisible hand” agar penyaluran kredit dan aktivitas ekonomi lebih optimal tanpa intervensi berlebihan pemerintah. Kebijakan ini diharapkan membuat perbankan lebih selektif menyalurkan pembiayaan ke proyek produktif sesuai prinsip pasar bebas yang dikaitkan dengan konsep Adam Smith. Pemerintah juga memperpanjang penempatan dana Rp200 triliun hingga September 2026 dan menambah Rp100 triliun untuk memperkuat likuiditas perbankan.\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nFollow US on Social Media\nYuk Subscribe -    /   \nWa Channel - https://whatsapp.com/channel/0029Va5V...\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idx_channel  \n-------------------------------------------------------------------------------------\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\nMyRepublic Channel 576\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "5IXqBxDDzqY"}}, {"key": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "fajar.wayong", "x": 739.7816226798453, "y": 895.5999204817822, "size": 8.41, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 54.6062, "eigenvector": 106.6843, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "5IXqBxDDzqY", "id": "fajar.wayong", "source": "youtube-000001", "content": "Purbaya Sebut Dana Rp300 Triliun di Bank Paksa Ekonomi Bergerak lewat Invisible Hand | IDXC UPDATE\n\nMenteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan pemindahan dana Saldo Anggaran Lebih (SAL) Rp300 triliun ke bank Himbara bertujuan mendorong mekanisme “invisible hand” agar penyaluran kredit dan aktivitas ekonomi lebih optimal tanpa intervensi berlebihan pemerintah. Kebijakan ini diharapkan membuat perbankan lebih selektif menyalurkan pembiayaan ke proyek produktif sesuai prinsip pasar bebas yang dikaitkan dengan konsep Adam Smith. Pemerintah juga memperpanjang penempatan dana Rp200 triliun hingga September 2026 dan menambah Rp100 triliun untuk memperkuat likuiditas perbankan.\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nFollow US on Social Media\nYuk Subscribe -    /   \nWa Channel - https://whatsapp.com/channel/0029Va5V...\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idx_channel  \n-------------------------------------------------------------------------------------\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\nMyRepublic Channel 576\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "5IXqBxDDzqY"}}, {"key": "deffid_83", "attributes": {"label": "deffid_83", "x": 954.4225136001633, "y": 505.2452113294917, "size": 8.41, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 54.6062, "eigenvector": 106.6843, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "5IXqBxDDzqY", "id": "deffid_83", "source": "youtube-000001", "content": "Purbaya Sebut Dana Rp300 Triliun di Bank Paksa Ekonomi Bergerak lewat Invisible Hand | IDXC UPDATE\n\nMenteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan pemindahan dana Saldo Anggaran Lebih (SAL) Rp300 triliun ke bank Himbara bertujuan mendorong mekanisme “invisible hand” agar penyaluran kredit dan aktivitas ekonomi lebih optimal tanpa intervensi berlebihan pemerintah. Kebijakan ini diharapkan membuat perbankan lebih selektif menyalurkan pembiayaan ke proyek produktif sesuai prinsip pasar bebas yang dikaitkan dengan konsep Adam Smith. Pemerintah juga memperpanjang penempatan dana Rp200 triliun hingga September 2026 dan menambah Rp100 triliun untuk memperkuat likuiditas perbankan.\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nFollow US on Social Media\nYuk Subscribe -    /   \nWa Channel - https://whatsapp.com/channel/0029Va5V...\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idx_channel  \n-------------------------------------------------------------------------------------\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\nMyRepublic Channel 576\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "5IXqBxDDzqY"}}, {"key": "rosalinehioe", "attributes": {"label": "rosalinehioe", "x": 90.21442553890968, "y": 446.94734822429547, "size": 8.41, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 54.6062, "eigenvector": 106.6843, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "5IXqBxDDzqY", "id": "rosalinehioe", "source": "youtube-000001", "content": "Purbaya Sebut Dana Rp300 Triliun di Bank Paksa Ekonomi Bergerak lewat Invisible Hand | IDXC UPDATE\n\nMenteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan pemindahan dana Saldo Anggaran Lebih (SAL) Rp300 triliun ke bank Himbara bertujuan mendorong mekanisme “invisible hand” agar penyaluran kredit dan aktivitas ekonomi lebih optimal tanpa intervensi berlebihan pemerintah. Kebijakan ini diharapkan membuat perbankan lebih selektif menyalurkan pembiayaan ke proyek produktif sesuai prinsip pasar bebas yang dikaitkan dengan konsep Adam Smith. Pemerintah juga memperpanjang penempatan dana Rp200 triliun hingga September 2026 dan menambah Rp100 triliun untuk memperkuat likuiditas perbankan.\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nFollow US on Social Media\nYuk Subscribe -    /   \nWa Channel - https://whatsapp.com/channel/0029Va5V...\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idx_channel  \n-------------------------------------------------------------------------------------\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\nMyRepublic Channel 576\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "5IXqBxDDzqY"}}, {"key": "@BloombergPodcasts", "attributes": {"label": "@BloombergPodcasts", "x": 585.2463515918369, "y": 96.7714362583112, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 48.6934, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "qg25xuc6k_s", "id": "@BloombergPodcasts", "source": "youtube-000001", "content": "Kredit Swasta Mengalami 'Masalah Pertumbuhan,' Kata Co-CEO SLR Capital Partners, Gross\n\nMichael Gross, salah satu pendiri SLR Capital Partners, mengatakan tekanan pada perusahaan pengembangan bisnis merupakan bagian dari \"masa-masa sulit\" pertumbuhan kredit swasta.\n\nJPMorgan Chase & Co. membatasi beberapa pinjaman kepada dana kredit swasta setelah menurunkan nilai pinjaman dalam portofolio mereka. Pada saat yang sama, BDC — yang memberikan pinjaman langsung kepada perusahaan menengah — mengalami peningkatan permintaan penarikan dana di tengah kekhawatiran akan kerugian terkait dengan eksposur yang terlalu besar terhadap perusahaan perangkat lunak yang terganggu oleh AI. Selain ekuitas dari mitra terbatas dan investor publik, dana kredit swasta bergantung pada bank untuk pendanaan. Mereka juga mengumpulkan utang di pasar obligasi peringkat investasi. Gelombang penarikan dana yang meningkat telah mendorong Moody's Ratings untuk merevisi prospeknya untuk kendaraan investasi kredit swasta menjadi negatif, setelah mempertahankan peringkat stabil selama lebih dari dua tahun.\n\nEksodus yang terus berlanjut dari instrumen investasi non-perdagangan, yang mencakup 60% aset sektor ini, dan tingginya leverage pada rekan-rekan mereka yang diperdagangkan secara publik merupakan pendorong utama revisi peringkat kredit, menurut sebuah laporan pada hari Selasa. \"Kekuatan disruptif\" yang dihadirkan oleh kecerdasan buatan diperkirakan akan memperburuk kekhawatiran kelompok ini dan menempatkannya \"dalam posisi bertahan\" di tahun mendatang, tulis analis Moody's.\n\nPembalikan mendadak pada kuartal pertama memicu arus keluar bersih pertama kalinya untuk sektor ini, kata Moody's. Sebelum kemajuan kecerdasan buatan membunyikan alarm tentang daya tahan sekuritas perangkat lunak, instrumen investasi tersebut telah mengalami arus masuk bersih yang kuat hingga kuartal ketiga tahun 2025.\nBagi perusahaan pengembangan bisnis non-perdagangan, ini adalah \"dinamika yang tidak menguntungkan yang kemungkinan tidak akan berbalik\" pada tahun 2026, kata Moody's. Penarikan dana baru-baru ini telah memaksa beberapa dana untuk memberlakukan batasan pada permintaan penarikan dan mengancam akan menciptakan gelombang investor yang mencoba keluar dari posisi mereka. Baca Selengkapnya: BDC Blue Owl Menerapkan Batasan Setelah Menghadapi Permintaan Keluar dari 41% dan 22% Investor\n“Pembatasan jumlah investor dan berita utama tentang penarikan dana yang tinggi dapat mendorong investor lain untuk melakukan penarikan dana,” tulis para penulis laporan, yang dipimpin oleh Clay Montgomery, wakil presiden di tim kredit swasta Moody’s Ratings.\n\n-------- \nSaksikan Bloomberg Radio LIVE di YouTube \nHari kerja pukul 7 pagi - 6 sore ET \nTONTON DI SINI: http://bit.ly/3vTiACF \n\nIkuti kami di X:   / bloombergradio   \n\nBerlangganan Podcast kami: \n\nBloomberg Daybreak: http://bit.ly/3DWYoAN \nBloomberg Surveillance: http://bit.ly/3OPtReI \nBloomberg Intelligence: http://bit.ly/3YrBfOi \nBalance of Power: http://bit.ly/3OO8eLC \nBloomberg Businessweek: http://bit.ly/3IPl60i \n\nDengarkan di Apple CarPlay dan Android Auto dengan aplikasi Bloomberg Business: \nApple CarPlay: https://apple.co/486mghI \nAndroid Auto: https://bit.ly/49benZy \n\nKunjungi saluran YouTube kami: \nBloomberg Podcasts:    / bloombergpodcasts   \nBloomberg Television:    /    \nBloomberg Originals:    / bloomberg   \nQuicktake:    /", "post_id": "qg25xuc6k_s"}}, {"key": "markets", "attributes": {"label": "markets", "x": 383.5285593418619, "y": 303.10721255317816, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 69.3881, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "qg25xuc6k_s", "id": "markets", "source": "youtube-000001", "content": "Kredit Swasta Mengalami 'Masalah Pertumbuhan,' Kata Co-CEO SLR Capital Partners, Gross\n\nMichael Gross, salah satu pendiri SLR Capital Partners, mengatakan tekanan pada perusahaan pengembangan bisnis merupakan bagian dari \"masa-masa sulit\" pertumbuhan kredit swasta.\n\nJPMorgan Chase & Co. membatasi beberapa pinjaman kepada dana kredit swasta setelah menurunkan nilai pinjaman dalam portofolio mereka. Pada saat yang sama, BDC — yang memberikan pinjaman langsung kepada perusahaan menengah — mengalami peningkatan permintaan penarikan dana di tengah kekhawatiran akan kerugian terkait dengan eksposur yang terlalu besar terhadap perusahaan perangkat lunak yang terganggu oleh AI. Selain ekuitas dari mitra terbatas dan investor publik, dana kredit swasta bergantung pada bank untuk pendanaan. Mereka juga mengumpulkan utang di pasar obligasi peringkat investasi. Gelombang penarikan dana yang meningkat telah mendorong Moody's Ratings untuk merevisi prospeknya untuk kendaraan investasi kredit swasta menjadi negatif, setelah mempertahankan peringkat stabil selama lebih dari dua tahun.\n\nEksodus yang terus berlanjut dari instrumen investasi non-perdagangan, yang mencakup 60% aset sektor ini, dan tingginya leverage pada rekan-rekan mereka yang diperdagangkan secara publik merupakan pendorong utama revisi peringkat kredit, menurut sebuah laporan pada hari Selasa. \"Kekuatan disruptif\" yang dihadirkan oleh kecerdasan buatan diperkirakan akan memperburuk kekhawatiran kelompok ini dan menempatkannya \"dalam posisi bertahan\" di tahun mendatang, tulis analis Moody's.\n\nPembalikan mendadak pada kuartal pertama memicu arus keluar bersih pertama kalinya untuk sektor ini, kata Moody's. Sebelum kemajuan kecerdasan buatan membunyikan alarm tentang daya tahan sekuritas perangkat lunak, instrumen investasi tersebut telah mengalami arus masuk bersih yang kuat hingga kuartal ketiga tahun 2025.\nBagi perusahaan pengembangan bisnis non-perdagangan, ini adalah \"dinamika yang tidak menguntungkan yang kemungkinan tidak akan berbalik\" pada tahun 2026, kata Moody's. Penarikan dana baru-baru ini telah memaksa beberapa dana untuk memberlakukan batasan pada permintaan penarikan dan mengancam akan menciptakan gelombang investor yang mencoba keluar dari posisi mereka. Baca Selengkapnya: BDC Blue Owl Menerapkan Batasan Setelah Menghadapi Permintaan Keluar dari 41% dan 22% Investor\n“Pembatasan jumlah investor dan berita utama tentang penarikan dana yang tinggi dapat mendorong investor lain untuk melakukan penarikan dana,” tulis para penulis laporan, yang dipimpin oleh Clay Montgomery, wakil presiden di tim kredit swasta Moody’s Ratings.\n\n-------- \nSaksikan Bloomberg Radio LIVE di YouTube \nHari kerja pukul 7 pagi - 6 sore ET \nTONTON DI SINI: http://bit.ly/3vTiACF \n\nIkuti kami di X:   / bloombergradio   \n\nBerlangganan Podcast kami: \n\nBloomberg Daybreak: http://bit.ly/3DWYoAN \nBloomberg Surveillance: http://bit.ly/3OPtReI \nBloomberg Intelligence: http://bit.ly/3YrBfOi \nBalance of Power: http://bit.ly/3OO8eLC \nBloomberg Businessweek: http://bit.ly/3IPl60i \n\nDengarkan di Apple CarPlay dan Android Auto dengan aplikasi Bloomberg Business: \nApple CarPlay: https://apple.co/486mghI \nAndroid Auto: https://bit.ly/49benZy \n\nKunjungi saluran YouTube kami: \nBloomberg Podcasts:    / bloombergpodcasts   \nBloomberg Television:    /    \nBloomberg Originals:    / bloomberg   \nQuicktake:    /", "post_id": "qg25xuc6k_s"}}, {"key": "bloombergquicktake", "attributes": {"label": "bloombergquicktake", "x": 845.124004691203, "y": 357.579002319251, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 69.3881, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "qg25xuc6k_s", "id": "bloombergquicktake", "source": "youtube-000001", "content": "Kredit Swasta Mengalami 'Masalah Pertumbuhan,' Kata Co-CEO SLR Capital Partners, Gross\n\nMichael Gross, salah satu pendiri SLR Capital Partners, mengatakan tekanan pada perusahaan pengembangan bisnis merupakan bagian dari \"masa-masa sulit\" pertumbuhan kredit swasta.\n\nJPMorgan Chase & Co. membatasi beberapa pinjaman kepada dana kredit swasta setelah menurunkan nilai pinjaman dalam portofolio mereka. Pada saat yang sama, BDC — yang memberikan pinjaman langsung kepada perusahaan menengah — mengalami peningkatan permintaan penarikan dana di tengah kekhawatiran akan kerugian terkait dengan eksposur yang terlalu besar terhadap perusahaan perangkat lunak yang terganggu oleh AI. Selain ekuitas dari mitra terbatas dan investor publik, dana kredit swasta bergantung pada bank untuk pendanaan. Mereka juga mengumpulkan utang di pasar obligasi peringkat investasi. Gelombang penarikan dana yang meningkat telah mendorong Moody's Ratings untuk merevisi prospeknya untuk kendaraan investasi kredit swasta menjadi negatif, setelah mempertahankan peringkat stabil selama lebih dari dua tahun.\n\nEksodus yang terus berlanjut dari instrumen investasi non-perdagangan, yang mencakup 60% aset sektor ini, dan tingginya leverage pada rekan-rekan mereka yang diperdagangkan secara publik merupakan pendorong utama revisi peringkat kredit, menurut sebuah laporan pada hari Selasa. \"Kekuatan disruptif\" yang dihadirkan oleh kecerdasan buatan diperkirakan akan memperburuk kekhawatiran kelompok ini dan menempatkannya \"dalam posisi bertahan\" di tahun mendatang, tulis analis Moody's.\n\nPembalikan mendadak pada kuartal pertama memicu arus keluar bersih pertama kalinya untuk sektor ini, kata Moody's. Sebelum kemajuan kecerdasan buatan membunyikan alarm tentang daya tahan sekuritas perangkat lunak, instrumen investasi tersebut telah mengalami arus masuk bersih yang kuat hingga kuartal ketiga tahun 2025.\nBagi perusahaan pengembangan bisnis non-perdagangan, ini adalah \"dinamika yang tidak menguntungkan yang kemungkinan tidak akan berbalik\" pada tahun 2026, kata Moody's. Penarikan dana baru-baru ini telah memaksa beberapa dana untuk memberlakukan batasan pada permintaan penarikan dan mengancam akan menciptakan gelombang investor yang mencoba keluar dari posisi mereka. Baca Selengkapnya: BDC Blue Owl Menerapkan Batasan Setelah Menghadapi Permintaan Keluar dari 41% dan 22% Investor\n“Pembatasan jumlah investor dan berita utama tentang penarikan dana yang tinggi dapat mendorong investor lain untuk melakukan penarikan dana,” tulis para penulis laporan, yang dipimpin oleh Clay Montgomery, wakil presiden di tim kredit swasta Moody’s Ratings.\n\n-------- \nSaksikan Bloomberg Radio LIVE di YouTube \nHari kerja pukul 7 pagi - 6 sore ET \nTONTON DI SINI: http://bit.ly/3vTiACF \n\nIkuti kami di X:   / bloombergradio   \n\nBerlangganan Podcast kami: \n\nBloomberg Daybreak: http://bit.ly/3DWYoAN \nBloomberg Surveillance: http://bit.ly/3OPtReI \nBloomberg Intelligence: http://bit.ly/3YrBfOi \nBalance of Power: http://bit.ly/3OO8eLC \nBloomberg Businessweek: http://bit.ly/3IPl60i \n\nDengarkan di Apple CarPlay dan Android Auto dengan aplikasi Bloomberg Business: \nApple CarPlay: https://apple.co/486mghI \nAndroid Auto: https://bit.ly/49benZy \n\nKunjungi saluran YouTube kami: \nBloomberg Podcasts:    / bloombergpodcasts   \nBloomberg Television:    /    \nBloomberg Originals:    / bloomberg   \nQuicktake:    /", "post_id": "qg25xuc6k_s"}}], "edges": [{"key": "mancingsaham", "source": "mancingsaham", "target": "mancingsaham", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "idx_channel", "source": "idx_channel", "target": "prast_ulrich", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "mancingsaham", "source": "mancingsaham", "target": "mancingsaham", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "mancingsaham", "source": "mancingsaham", "target": "mancingsaham", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "idx_channel", "source": "idx_channel", "target": "idx_channel", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "mancingsaham", "source": "mancingsaham", "target": "mancingsaham", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "mancingsaham", "source": "mancingsaham", "target": "mancingsaham", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "visi.bisnis", "source": "visi.bisnis", "target": "rivan.kurniawan.", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "@kabarbursadotcom", "source": "@kabarbursadotcom", "target": "kabarbursadotcom", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@kabarbursadotcom", "source": "@kabarbursadotcom", "target": "kabarbursadotcom", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "idxchannel_", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "wicky_adrian", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "deffid_83", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "prast_ulrich", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "rosalinehioe", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@BloombergPodcasts", "source": "@BloombergPodcasts", "target": "markets", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@BloombergPodcasts", "source": "@BloombergPodcasts", "target": "bloombergquicktake", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}]}