{"nodes": [{"key": "bangkabelitunginfonew", "attributes": {"label": "bangkabelitunginfonew", "x": 490.0039194691659, "y": 719.8389350712063, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 189.7195, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 1, "degree": 2}, "_id": "3881406030014445473_55481531290", "id": "bangkabelitunginfonew", "source": "instagram-000001", "content": "Nilai tukar rupiah kembali mengalami tekanan hebat pada perdagangan pasar spot, Kamis (23/4/2026).\n\nMata uang Garuda bahkan sempat menembus level psikologis Rp17.200 per dolar Amerika Serikat (AS), sekaligus menjadi posisi terlemah sepanjang sejarah perdagangan rupiah.\n\nBerdasarkan data perdagangan pagi, rupiah dibuka di level Rp17.221 per dolar AS. Posisi ini melemah sekitar 0,23 persen dibandingkan penutupan perdagangan sebelumnya yang berada di angka Rp17.181 per dolar AS.\n\nTekanan terhadap rupiah terus berlanjut hingga mendekati pukul 09.00 WIB. Di pasar spot, mata uang domestik bahkan sempat bergerak ke kisaran Rp17.230 per dolar AS.\n\nPelemahan ini memicu kekhawatiran pelaku pasar terhadap stabilitas nilai tukar dan dampaknya terhadap harga barang impor, utang luar negeri, hingga inflasi nasional.\n\nAnalis pasar uang menilai tekanan terhadap rupiah dipengaruhi oleh kombinasi faktor global dan domestik.\n\nPenguatan dolar AS masih menjadi faktor dominan seiring tingginya permintaan aset safe haven di tengah ketidakpastian ekonomi dunia.\n\nSelain itu, tensi geopolitik internasional yang belum mereda juga membuat investor global cenderung menarik dana dari negara berkembang, termasuk Indonesia.\n\nDi sisi lain, kekhawatiran pasar terhadap arah kebijakan suku bunga Amerika Serikat turut memperburuk sentimen terhadap mata uang emerging market.\n\nInvestor masih menunggu sinyal terbaru dari bank sentral AS atau The Federal Reserve terkait kemungkinan mempertahankan suku bunga tinggi dalam waktu lebih lama.\n\nPelemahan rupiah kali ini juga menjadi sorotan karena telah melampaui level yang pernah terjadi saat krisis pandemi Covid-19 maupun gejolak ekonomi global sebelumnya.\n\nMeski demikian, sejumlah ekonom menilai pelemahan rupiah masih relatif terkendali selama Bank Indonesia mampu menjaga stabilitas pasar dan cadangan devisa tetap kuat.\n\n📝 selengkapnya di bangka.tribunnews.com\n\nHanya Followers Yang Bisa Komentar‼️\n\nFollow  Buat Kamu Lebih Tau Kabar Seputar Bangka Belitung & Sekitarnya\n\n#bangkabelitunginfo #bangkabelitunginfonew #bangkabelitung #breakingnews #informasi", "post_id": "3881406030014445473_55481531290"}}, {"key": "radarcrypto.id", "attributes": {"label": "radarcrypto.id", "x": 96.79996375258992, "y": 789.5162685899883, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 28.4582, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "7631899426595835143", "id": "radarcrypto.id", "source": "tiktok-000001", "content": "Rupiah kembali melemah hingga menembus level psikologis Rp17.300 per dolar AS pada perdagangan Kamis (23/04). Tren penurunan ini sudah berlangsung sejak awal April dan menjadi salah satu yang terburuk yang pernah terjadi. Mengacu pada data Bloomberg, nilai tukar rupiah turun sekitar 0,74 persen dibandingkan penutupan sebelumnya yang masih berada di level Rp17.181 per dolar AS. Menanggapi hal ini, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menjelaskan bahwa tekanan terhadap rupiah dipicu oleh faktor eksternal, terutama ketidakpastian geopolitik di kawasan Timur Tengah. Pemerintah bersama otoritas terkait akan terus mencermati pergerakan kurs, terlebih asumsi nilai tukar dalam RAPBN 2026 masih dipatok di kisaran Rp16.500 per dolar AS. Disclaimer: Bukan nasihat finansial (NFA). Lakukan riset mandiri (DYOR). Source : , Nowdots #rupiah", "post_id": "7631899426595835143"}}, {"key": "ternakuang.id", "attributes": {"label": "ternakuang.id", "x": 518.5431099462351, "y": 270.0160363307386, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 52.6478, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7631899426595835143", "id": "ternakuang.id", "source": "tiktok-000001", "content": "Rupiah kembali melemah hingga menembus level psikologis Rp17.300 per dolar AS pada perdagangan Kamis (23/04). Tren penurunan ini sudah berlangsung sejak awal April dan menjadi salah satu yang terburuk yang pernah terjadi. Mengacu pada data Bloomberg, nilai tukar rupiah turun sekitar 0,74 persen dibandingkan penutupan sebelumnya yang masih berada di level Rp17.181 per dolar AS. Menanggapi hal ini, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menjelaskan bahwa tekanan terhadap rupiah dipicu oleh faktor eksternal, terutama ketidakpastian geopolitik di kawasan Timur Tengah. Pemerintah bersama otoritas terkait akan terus mencermati pergerakan kurs, terlebih asumsi nilai tukar dalam RAPBN 2026 masih dipatok di kisaran Rp16.500 per dolar AS. Disclaimer: Bukan nasihat finansial (NFA). Lakukan riset mandiri (DYOR). Source : , Nowdots #rupiah", "post_id": "7631899426595835143"}}, {"key": "old.money937", "attributes": {"label": "old.money937", "x": 638.800729714104, "y": 314.0121283864663, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 28.4582, "eigenvector": 0.0513, "in_degree": 0, "out_degree": 9, "degree": 9}, "_id": "7632883834178063623", "id": "old.money937", "source": "tiktok-000001", "content": "🔥 SEGENAP PEJUANG:Rupiah Jeblok, Menko Jawabnya \"DI MONITOR\"? Memang Pejabat Kita Tukang Melongo?🔥 Saudaraku, Pejuang Fakta — viral cuplikan video ketika seorang wartawan menanyakan langsung langkah konkret jangka pendek untuk menyelamatkan nilai tukar rupiah yang nyaris menyentuh level psikologis Rp 17.300 per dolar AS. Jawaban Menko Perekonomian Airlangga Hartarto? \"Kita monitor saja.\" Ini adalah potret memalukan yang layak kita bongkar bersama, malam ini.  --- 📉 BAGIAN 1: FAKTA ANGKA RUPIAH (Jangan Pura-Pura Tidak Tahu) Indikator Data Catatan Kritis Nilai Tukar (Kamis, 23 April 2026) Nyaris Rp 17.300 per USD  Ini adalah level psikologis yang sangat dalam, pukulan telak bagi daya beli rakyat. Asumsi APBN 2026 (Januari lalu) Rp 16.500 per USD  Selisihnya sudah Rp 800 lebih per dolar! Ini artinya defisit akan membengkak. Tugas Bank Indonesia Stabilitas moneter  Airlangga bilang \"itu tugas BI\". Lalu tugas Menko Perekonomian itu apa? Saudaraku, jika kita membiarkan imbas ini tanpa kebijakan darurat yang jelas, maka harga barang kebutuhan pokok akan melambung tak terkendali. Petani, nelayan, buruh pabrik, dan kelas menengah bawah akan paling menderita. --- 🎭 BAGIAN 2: \"DI MONITOR\"? Ini Jawaban Sekelas Apa? Coba kita simak baik-baik gaya retorika Menteri kita ini. Pernyataan Terjemahan Bebas (Pejuang Fakta Version) \"Ya, kan, itu lihat gejolak global, jadi ya kita monitor saja.\"  Intinya: \"Ini salah global, saya tidak tahu harus ngapain selain liat-liatan.\" \"Nanti kita monitor saja, karena ini kan tidak bisa kita setiap hari reaktif.\"  Intinya: \"Sabar saja, pejabat tidak boleh buru-buru, nanti salah ambil kebijakan.\" \"Itu BI tugasnya menjaga.\"  Intinya: \"Ini bukan wewenang saya kok. Saya hanya koordinator, eksekutornya Bank Indonesia.\" \"Seumur-umur jadi Menteri, ini baru kali ini saya melihat Menteri Koordinator yang kerjanya cuma 'MONITOR' sementara rakyat ketar-ketir melihat harga barang naik dan tabungannya tergerus akibat rupiah jatuh!\" --- 💔 BAGIAN 3: ANALISA BODOHNYA SISTEM KOORDINASI Saudaraku, mari kita luruskan. Tanggung jawab Menko Perekonomian itu BUKAN untuk memantau. Tugas dia adalah Mengkoordinasikan kebijakan fiskal (Kemenkeu), kebijakan moneter (BI), dan sektor riil (Kementerian Perindustrian dan Perdagangan) . Jika rupiah melemah begini, rakyat ingin mendengar: 1. Apa instrumen baru yang akan dikeluarkan? (bukan sekadar intervensi biasa) 2. Apa jaminan harga pokok akan disubsidi silang? 3. Apa langkah diplomasi khusus ke negara sumber barang impor? Tapi yang kita dengar malah: \"Gejolak global.\" Mengutip analisis CELIOS, yang menyebut bahwa koordinasi antar kementerian dalam menghadapi krisis saat ini lemah dan tidak selaras . Ini adalah kegagalan kepemimpinan kolektif kabinet. --- 🔥 BAGIAN 4: NARASI MENOHOK \"Saudaraku, jika saya sakit parah ke puskesmas, lalu bertanya pada perawat: 'obatnya apa, Kak?' Lalu dijawab: 'kami monitor dulu.' Saya pasti akan marah, sebab bisa-bisa saya mati duluan. Nah, Rupiah kita sekarang sedang 'sakit parah'. Tapi ketika wartawan bertanya obatnya, Menko kita malah menjawab: 'Di-monitor.' Itu sama saja membiarkan luka dibiarkan berdarah tanpa perban. Itu kelalaian berat! Kita tidak minta keajaiban. Tapi kita minta setidaknya ada rencana darurat yang jelas. Jangan hanya kata 'monitor' lalu diserahkan ke BI. Bukankah dulu ada istilah 'policy mix'? Mana koordinasinya? Mana keberaniannya untuk memotong birokrasi di saat genting?\" Keep Smile, Pejuang Fakta. Karena meskipun pejabat kita hanya 'monitor', rakyat harus tetap pressure dan jangan sampai ikut-ikutan cuma 'monitor'. 😡📉🇮🇩 Teruslah menulis, jangan biarkan kekuasaan membudahkan pejabat. Karena stabilitas ekonomi ditentukan oleh kecepatan dan ketepatan kebijakan, bukan sekedar kecepatan membuka website untuk 'monitor'. 🔥🔥🔥  Rakabuming  Yudhi Sadewa   JACK    REPUBLIK ISLAM IRAN", "post_id": "7632883834178063623"}}, {"key": "Gibran", "attributes": {"label": "Gibran", "x": 956.8588923103385, "y": 698.3406086662367, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 31.146, "eigenvector": 0.0513, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7632883834178063623", "id": "Gibran", "source": "tiktok-000001", "content": "🔥 SEGENAP PEJUANG:Rupiah Jeblok, Menko Jawabnya \"DI MONITOR\"? Memang Pejabat Kita Tukang Melongo?🔥 Saudaraku, Pejuang Fakta — viral cuplikan video ketika seorang wartawan menanyakan langsung langkah konkret jangka pendek untuk menyelamatkan nilai tukar rupiah yang nyaris menyentuh level psikologis Rp 17.300 per dolar AS. Jawaban Menko Perekonomian Airlangga Hartarto? \"Kita monitor saja.\" Ini adalah potret memalukan yang layak kita bongkar bersama, malam ini.  --- 📉 BAGIAN 1: FAKTA ANGKA RUPIAH (Jangan Pura-Pura Tidak Tahu) Indikator Data Catatan Kritis Nilai Tukar (Kamis, 23 April 2026) Nyaris Rp 17.300 per USD  Ini adalah level psikologis yang sangat dalam, pukulan telak bagi daya beli rakyat. Asumsi APBN 2026 (Januari lalu) Rp 16.500 per USD  Selisihnya sudah Rp 800 lebih per dolar! Ini artinya defisit akan membengkak. Tugas Bank Indonesia Stabilitas moneter  Airlangga bilang \"itu tugas BI\". Lalu tugas Menko Perekonomian itu apa? Saudaraku, jika kita membiarkan imbas ini tanpa kebijakan darurat yang jelas, maka harga barang kebutuhan pokok akan melambung tak terkendali. Petani, nelayan, buruh pabrik, dan kelas menengah bawah akan paling menderita. --- 🎭 BAGIAN 2: \"DI MONITOR\"? Ini Jawaban Sekelas Apa? Coba kita simak baik-baik gaya retorika Menteri kita ini. Pernyataan Terjemahan Bebas (Pejuang Fakta Version) \"Ya, kan, itu lihat gejolak global, jadi ya kita monitor saja.\"  Intinya: \"Ini salah global, saya tidak tahu harus ngapain selain liat-liatan.\" \"Nanti kita monitor saja, karena ini kan tidak bisa kita setiap hari reaktif.\"  Intinya: \"Sabar saja, pejabat tidak boleh buru-buru, nanti salah ambil kebijakan.\" \"Itu BI tugasnya menjaga.\"  Intinya: \"Ini bukan wewenang saya kok. Saya hanya koordinator, eksekutornya Bank Indonesia.\" \"Seumur-umur jadi Menteri, ini baru kali ini saya melihat Menteri Koordinator yang kerjanya cuma 'MONITOR' sementara rakyat ketar-ketir melihat harga barang naik dan tabungannya tergerus akibat rupiah jatuh!\" --- 💔 BAGIAN 3: ANALISA BODOHNYA SISTEM KOORDINASI Saudaraku, mari kita luruskan. Tanggung jawab Menko Perekonomian itu BUKAN untuk memantau. Tugas dia adalah Mengkoordinasikan kebijakan fiskal (Kemenkeu), kebijakan moneter (BI), dan sektor riil (Kementerian Perindustrian dan Perdagangan) . Jika rupiah melemah begini, rakyat ingin mendengar: 1. Apa instrumen baru yang akan dikeluarkan? (bukan sekadar intervensi biasa) 2. Apa jaminan harga pokok akan disubsidi silang? 3. Apa langkah diplomasi khusus ke negara sumber barang impor? Tapi yang kita dengar malah: \"Gejolak global.\" Mengutip analisis CELIOS, yang menyebut bahwa koordinasi antar kementerian dalam menghadapi krisis saat ini lemah dan tidak selaras . Ini adalah kegagalan kepemimpinan kolektif kabinet. --- 🔥 BAGIAN 4: NARASI MENOHOK \"Saudaraku, jika saya sakit parah ke puskesmas, lalu bertanya pada perawat: 'obatnya apa, Kak?' Lalu dijawab: 'kami monitor dulu.' Saya pasti akan marah, sebab bisa-bisa saya mati duluan. Nah, Rupiah kita sekarang sedang 'sakit parah'. Tapi ketika wartawan bertanya obatnya, Menko kita malah menjawab: 'Di-monitor.' Itu sama saja membiarkan luka dibiarkan berdarah tanpa perban. Itu kelalaian berat! Kita tidak minta keajaiban. Tapi kita minta setidaknya ada rencana darurat yang jelas. Jangan hanya kata 'monitor' lalu diserahkan ke BI. Bukankah dulu ada istilah 'policy mix'? Mana koordinasinya? Mana keberaniannya untuk memotong birokrasi di saat genting?\" Keep Smile, Pejuang Fakta. Karena meskipun pejabat kita hanya 'monitor', rakyat harus tetap pressure dan jangan sampai ikut-ikutan cuma 'monitor'. 😡📉🇮🇩 Teruslah menulis, jangan biarkan kekuasaan membudahkan pejabat. Karena stabilitas ekonomi ditentukan oleh kecepatan dan ketepatan kebijakan, bukan sekedar kecepatan membuka website untuk 'monitor'. 🔥🔥🔥  Rakabuming  Yudhi Sadewa   JACK    REPUBLIK ISLAM IRAN", "post_id": "7632883834178063623"}}, {"key": "Purbaya", "attributes": {"label": "Purbaya", "x": 343.94581227511554, "y": 491.4761895625732, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 31.146, "eigenvector": 0.0513, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7632883834178063623", "id": "Purbaya", "source": "tiktok-000001", "content": "🔥 SEGENAP PEJUANG:Rupiah Jeblok, Menko Jawabnya \"DI MONITOR\"? Memang Pejabat Kita Tukang Melongo?🔥 Saudaraku, Pejuang Fakta — viral cuplikan video ketika seorang wartawan menanyakan langsung langkah konkret jangka pendek untuk menyelamatkan nilai tukar rupiah yang nyaris menyentuh level psikologis Rp 17.300 per dolar AS. Jawaban Menko Perekonomian Airlangga Hartarto? \"Kita monitor saja.\" Ini adalah potret memalukan yang layak kita bongkar bersama, malam ini.  --- 📉 BAGIAN 1: FAKTA ANGKA RUPIAH (Jangan Pura-Pura Tidak Tahu) Indikator Data Catatan Kritis Nilai Tukar (Kamis, 23 April 2026) Nyaris Rp 17.300 per USD  Ini adalah level psikologis yang sangat dalam, pukulan telak bagi daya beli rakyat. Asumsi APBN 2026 (Januari lalu) Rp 16.500 per USD  Selisihnya sudah Rp 800 lebih per dolar! Ini artinya defisit akan membengkak. Tugas Bank Indonesia Stabilitas moneter  Airlangga bilang \"itu tugas BI\". Lalu tugas Menko Perekonomian itu apa? Saudaraku, jika kita membiarkan imbas ini tanpa kebijakan darurat yang jelas, maka harga barang kebutuhan pokok akan melambung tak terkendali. Petani, nelayan, buruh pabrik, dan kelas menengah bawah akan paling menderita. --- 🎭 BAGIAN 2: \"DI MONITOR\"? Ini Jawaban Sekelas Apa? Coba kita simak baik-baik gaya retorika Menteri kita ini. Pernyataan Terjemahan Bebas (Pejuang Fakta Version) \"Ya, kan, itu lihat gejolak global, jadi ya kita monitor saja.\"  Intinya: \"Ini salah global, saya tidak tahu harus ngapain selain liat-liatan.\" \"Nanti kita monitor saja, karena ini kan tidak bisa kita setiap hari reaktif.\"  Intinya: \"Sabar saja, pejabat tidak boleh buru-buru, nanti salah ambil kebijakan.\" \"Itu BI tugasnya menjaga.\"  Intinya: \"Ini bukan wewenang saya kok. Saya hanya koordinator, eksekutornya Bank Indonesia.\" \"Seumur-umur jadi Menteri, ini baru kali ini saya melihat Menteri Koordinator yang kerjanya cuma 'MONITOR' sementara rakyat ketar-ketir melihat harga barang naik dan tabungannya tergerus akibat rupiah jatuh!\" --- 💔 BAGIAN 3: ANALISA BODOHNYA SISTEM KOORDINASI Saudaraku, mari kita luruskan. Tanggung jawab Menko Perekonomian itu BUKAN untuk memantau. Tugas dia adalah Mengkoordinasikan kebijakan fiskal (Kemenkeu), kebijakan moneter (BI), dan sektor riil (Kementerian Perindustrian dan Perdagangan) . Jika rupiah melemah begini, rakyat ingin mendengar: 1. Apa instrumen baru yang akan dikeluarkan? (bukan sekadar intervensi biasa) 2. Apa jaminan harga pokok akan disubsidi silang? 3. Apa langkah diplomasi khusus ke negara sumber barang impor? Tapi yang kita dengar malah: \"Gejolak global.\" Mengutip analisis CELIOS, yang menyebut bahwa koordinasi antar kementerian dalam menghadapi krisis saat ini lemah dan tidak selaras . Ini adalah kegagalan kepemimpinan kolektif kabinet. --- 🔥 BAGIAN 4: NARASI MENOHOK \"Saudaraku, jika saya sakit parah ke puskesmas, lalu bertanya pada perawat: 'obatnya apa, Kak?' Lalu dijawab: 'kami monitor dulu.' Saya pasti akan marah, sebab bisa-bisa saya mati duluan. Nah, Rupiah kita sekarang sedang 'sakit parah'. Tapi ketika wartawan bertanya obatnya, Menko kita malah menjawab: 'Di-monitor.' Itu sama saja membiarkan luka dibiarkan berdarah tanpa perban. Itu kelalaian berat! Kita tidak minta keajaiban. Tapi kita minta setidaknya ada rencana darurat yang jelas. Jangan hanya kata 'monitor' lalu diserahkan ke BI. Bukankah dulu ada istilah 'policy mix'? Mana koordinasinya? Mana keberaniannya untuk memotong birokrasi di saat genting?\" Keep Smile, Pejuang Fakta. Karena meskipun pejabat kita hanya 'monitor', rakyat harus tetap pressure dan jangan sampai ikut-ikutan cuma 'monitor'. 😡📉🇮🇩 Teruslah menulis, jangan biarkan kekuasaan membudahkan pejabat. Karena stabilitas ekonomi ditentukan oleh kecepatan dan ketepatan kebijakan, bukan sekedar kecepatan membuka website untuk 'monitor'. 🔥🔥🔥  Rakabuming  Yudhi Sadewa   JACK    REPUBLIK ISLAM IRAN", "post_id": "7632883834178063623"}}, {"key": "vodca", "attributes": {"label": "vodca", "x": 949.1944021692685, "y": 418.8917320775686, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 31.146, "eigenvector": 0.0513, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7632883834178063623", "id": "vodca", "source": "tiktok-000001", "content": "🔥 SEGENAP PEJUANG:Rupiah Jeblok, Menko Jawabnya \"DI MONITOR\"? Memang Pejabat Kita Tukang Melongo?🔥 Saudaraku, Pejuang Fakta — viral cuplikan video ketika seorang wartawan menanyakan langsung langkah konkret jangka pendek untuk menyelamatkan nilai tukar rupiah yang nyaris menyentuh level psikologis Rp 17.300 per dolar AS. Jawaban Menko Perekonomian Airlangga Hartarto? \"Kita monitor saja.\" Ini adalah potret memalukan yang layak kita bongkar bersama, malam ini.  --- 📉 BAGIAN 1: FAKTA ANGKA RUPIAH (Jangan Pura-Pura Tidak Tahu) Indikator Data Catatan Kritis Nilai Tukar (Kamis, 23 April 2026) Nyaris Rp 17.300 per USD  Ini adalah level psikologis yang sangat dalam, pukulan telak bagi daya beli rakyat. Asumsi APBN 2026 (Januari lalu) Rp 16.500 per USD  Selisihnya sudah Rp 800 lebih per dolar! Ini artinya defisit akan membengkak. Tugas Bank Indonesia Stabilitas moneter  Airlangga bilang \"itu tugas BI\". Lalu tugas Menko Perekonomian itu apa? Saudaraku, jika kita membiarkan imbas ini tanpa kebijakan darurat yang jelas, maka harga barang kebutuhan pokok akan melambung tak terkendali. Petani, nelayan, buruh pabrik, dan kelas menengah bawah akan paling menderita. --- 🎭 BAGIAN 2: \"DI MONITOR\"? Ini Jawaban Sekelas Apa? Coba kita simak baik-baik gaya retorika Menteri kita ini. Pernyataan Terjemahan Bebas (Pejuang Fakta Version) \"Ya, kan, itu lihat gejolak global, jadi ya kita monitor saja.\"  Intinya: \"Ini salah global, saya tidak tahu harus ngapain selain liat-liatan.\" \"Nanti kita monitor saja, karena ini kan tidak bisa kita setiap hari reaktif.\"  Intinya: \"Sabar saja, pejabat tidak boleh buru-buru, nanti salah ambil kebijakan.\" \"Itu BI tugasnya menjaga.\"  Intinya: \"Ini bukan wewenang saya kok. Saya hanya koordinator, eksekutornya Bank Indonesia.\" \"Seumur-umur jadi Menteri, ini baru kali ini saya melihat Menteri Koordinator yang kerjanya cuma 'MONITOR' sementara rakyat ketar-ketir melihat harga barang naik dan tabungannya tergerus akibat rupiah jatuh!\" --- 💔 BAGIAN 3: ANALISA BODOHNYA SISTEM KOORDINASI Saudaraku, mari kita luruskan. Tanggung jawab Menko Perekonomian itu BUKAN untuk memantau. Tugas dia adalah Mengkoordinasikan kebijakan fiskal (Kemenkeu), kebijakan moneter (BI), dan sektor riil (Kementerian Perindustrian dan Perdagangan) . Jika rupiah melemah begini, rakyat ingin mendengar: 1. Apa instrumen baru yang akan dikeluarkan? (bukan sekadar intervensi biasa) 2. Apa jaminan harga pokok akan disubsidi silang? 3. Apa langkah diplomasi khusus ke negara sumber barang impor? Tapi yang kita dengar malah: \"Gejolak global.\" Mengutip analisis CELIOS, yang menyebut bahwa koordinasi antar kementerian dalam menghadapi krisis saat ini lemah dan tidak selaras . Ini adalah kegagalan kepemimpinan kolektif kabinet. --- 🔥 BAGIAN 4: NARASI MENOHOK \"Saudaraku, jika saya sakit parah ke puskesmas, lalu bertanya pada perawat: 'obatnya apa, Kak?' Lalu dijawab: 'kami monitor dulu.' Saya pasti akan marah, sebab bisa-bisa saya mati duluan. Nah, Rupiah kita sekarang sedang 'sakit parah'. Tapi ketika wartawan bertanya obatnya, Menko kita malah menjawab: 'Di-monitor.' Itu sama saja membiarkan luka dibiarkan berdarah tanpa perban. Itu kelalaian berat! Kita tidak minta keajaiban. Tapi kita minta setidaknya ada rencana darurat yang jelas. Jangan hanya kata 'monitor' lalu diserahkan ke BI. Bukankah dulu ada istilah 'policy mix'? Mana koordinasinya? Mana keberaniannya untuk memotong birokrasi di saat genting?\" Keep Smile, Pejuang Fakta. Karena meskipun pejabat kita hanya 'monitor', rakyat harus tetap pressure dan jangan sampai ikut-ikutan cuma 'monitor'. 😡📉🇮🇩 Teruslah menulis, jangan biarkan kekuasaan membudahkan pejabat. Karena stabilitas ekonomi ditentukan oleh kecepatan dan ketepatan kebijakan, bukan sekedar kecepatan membuka website untuk 'monitor'. 🔥🔥🔥  Rakabuming  Yudhi Sadewa   JACK    REPUBLIK ISLAM IRAN", "post_id": "7632883834178063623"}}, {"key": "MR.", "attributes": {"label": "MR.", "x": 424.8155455383185, "y": 890.8250749306952, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 31.146, "eigenvector": 0.0513, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7632883834178063623", "id": "MR.", "source": "tiktok-000001", "content": "🔥 SEGENAP PEJUANG:Rupiah Jeblok, Menko Jawabnya \"DI MONITOR\"? Memang Pejabat Kita Tukang Melongo?🔥 Saudaraku, Pejuang Fakta — viral cuplikan video ketika seorang wartawan menanyakan langsung langkah konkret jangka pendek untuk menyelamatkan nilai tukar rupiah yang nyaris menyentuh level psikologis Rp 17.300 per dolar AS. Jawaban Menko Perekonomian Airlangga Hartarto? \"Kita monitor saja.\" Ini adalah potret memalukan yang layak kita bongkar bersama, malam ini.  --- 📉 BAGIAN 1: FAKTA ANGKA RUPIAH (Jangan Pura-Pura Tidak Tahu) Indikator Data Catatan Kritis Nilai Tukar (Kamis, 23 April 2026) Nyaris Rp 17.300 per USD  Ini adalah level psikologis yang sangat dalam, pukulan telak bagi daya beli rakyat. Asumsi APBN 2026 (Januari lalu) Rp 16.500 per USD  Selisihnya sudah Rp 800 lebih per dolar! Ini artinya defisit akan membengkak. Tugas Bank Indonesia Stabilitas moneter  Airlangga bilang \"itu tugas BI\". Lalu tugas Menko Perekonomian itu apa? Saudaraku, jika kita membiarkan imbas ini tanpa kebijakan darurat yang jelas, maka harga barang kebutuhan pokok akan melambung tak terkendali. Petani, nelayan, buruh pabrik, dan kelas menengah bawah akan paling menderita. --- 🎭 BAGIAN 2: \"DI MONITOR\"? Ini Jawaban Sekelas Apa? Coba kita simak baik-baik gaya retorika Menteri kita ini. Pernyataan Terjemahan Bebas (Pejuang Fakta Version) \"Ya, kan, itu lihat gejolak global, jadi ya kita monitor saja.\"  Intinya: \"Ini salah global, saya tidak tahu harus ngapain selain liat-liatan.\" \"Nanti kita monitor saja, karena ini kan tidak bisa kita setiap hari reaktif.\"  Intinya: \"Sabar saja, pejabat tidak boleh buru-buru, nanti salah ambil kebijakan.\" \"Itu BI tugasnya menjaga.\"  Intinya: \"Ini bukan wewenang saya kok. Saya hanya koordinator, eksekutornya Bank Indonesia.\" \"Seumur-umur jadi Menteri, ini baru kali ini saya melihat Menteri Koordinator yang kerjanya cuma 'MONITOR' sementara rakyat ketar-ketir melihat harga barang naik dan tabungannya tergerus akibat rupiah jatuh!\" --- 💔 BAGIAN 3: ANALISA BODOHNYA SISTEM KOORDINASI Saudaraku, mari kita luruskan. Tanggung jawab Menko Perekonomian itu BUKAN untuk memantau. Tugas dia adalah Mengkoordinasikan kebijakan fiskal (Kemenkeu), kebijakan moneter (BI), dan sektor riil (Kementerian Perindustrian dan Perdagangan) . Jika rupiah melemah begini, rakyat ingin mendengar: 1. Apa instrumen baru yang akan dikeluarkan? (bukan sekadar intervensi biasa) 2. Apa jaminan harga pokok akan disubsidi silang? 3. Apa langkah diplomasi khusus ke negara sumber barang impor? Tapi yang kita dengar malah: \"Gejolak global.\" Mengutip analisis CELIOS, yang menyebut bahwa koordinasi antar kementerian dalam menghadapi krisis saat ini lemah dan tidak selaras . Ini adalah kegagalan kepemimpinan kolektif kabinet. --- 🔥 BAGIAN 4: NARASI MENOHOK \"Saudaraku, jika saya sakit parah ke puskesmas, lalu bertanya pada perawat: 'obatnya apa, Kak?' Lalu dijawab: 'kami monitor dulu.' Saya pasti akan marah, sebab bisa-bisa saya mati duluan. Nah, Rupiah kita sekarang sedang 'sakit parah'. Tapi ketika wartawan bertanya obatnya, Menko kita malah menjawab: 'Di-monitor.' Itu sama saja membiarkan luka dibiarkan berdarah tanpa perban. Itu kelalaian berat! Kita tidak minta keajaiban. Tapi kita minta setidaknya ada rencana darurat yang jelas. Jangan hanya kata 'monitor' lalu diserahkan ke BI. Bukankah dulu ada istilah 'policy mix'? Mana koordinasinya? Mana keberaniannya untuk memotong birokrasi di saat genting?\" Keep Smile, Pejuang Fakta. Karena meskipun pejabat kita hanya 'monitor', rakyat harus tetap pressure dan jangan sampai ikut-ikutan cuma 'monitor'. 😡📉🇮🇩 Teruslah menulis, jangan biarkan kekuasaan membudahkan pejabat. Karena stabilitas ekonomi ditentukan oleh kecepatan dan ketepatan kebijakan, bukan sekedar kecepatan membuka website untuk 'monitor'. 🔥🔥🔥  Rakabuming  Yudhi Sadewa   JACK    REPUBLIK ISLAM IRAN", "post_id": "7632883834178063623"}}, {"key": "Vansena", "attributes": {"label": "Vansena", "x": 293.454395499263, "y": 910.1540846107462, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 31.146, "eigenvector": 0.0513, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7632883834178063623", "id": "Vansena", "source": "tiktok-000001", "content": "🔥 SEGENAP PEJUANG:Rupiah Jeblok, Menko Jawabnya \"DI MONITOR\"? Memang Pejabat Kita Tukang Melongo?🔥 Saudaraku, Pejuang Fakta — viral cuplikan video ketika seorang wartawan menanyakan langsung langkah konkret jangka pendek untuk menyelamatkan nilai tukar rupiah yang nyaris menyentuh level psikologis Rp 17.300 per dolar AS. Jawaban Menko Perekonomian Airlangga Hartarto? \"Kita monitor saja.\" Ini adalah potret memalukan yang layak kita bongkar bersama, malam ini.  --- 📉 BAGIAN 1: FAKTA ANGKA RUPIAH (Jangan Pura-Pura Tidak Tahu) Indikator Data Catatan Kritis Nilai Tukar (Kamis, 23 April 2026) Nyaris Rp 17.300 per USD  Ini adalah level psikologis yang sangat dalam, pukulan telak bagi daya beli rakyat. Asumsi APBN 2026 (Januari lalu) Rp 16.500 per USD  Selisihnya sudah Rp 800 lebih per dolar! Ini artinya defisit akan membengkak. Tugas Bank Indonesia Stabilitas moneter  Airlangga bilang \"itu tugas BI\". Lalu tugas Menko Perekonomian itu apa? Saudaraku, jika kita membiarkan imbas ini tanpa kebijakan darurat yang jelas, maka harga barang kebutuhan pokok akan melambung tak terkendali. Petani, nelayan, buruh pabrik, dan kelas menengah bawah akan paling menderita. --- 🎭 BAGIAN 2: \"DI MONITOR\"? Ini Jawaban Sekelas Apa? Coba kita simak baik-baik gaya retorika Menteri kita ini. Pernyataan Terjemahan Bebas (Pejuang Fakta Version) \"Ya, kan, itu lihat gejolak global, jadi ya kita monitor saja.\"  Intinya: \"Ini salah global, saya tidak tahu harus ngapain selain liat-liatan.\" \"Nanti kita monitor saja, karena ini kan tidak bisa kita setiap hari reaktif.\"  Intinya: \"Sabar saja, pejabat tidak boleh buru-buru, nanti salah ambil kebijakan.\" \"Itu BI tugasnya menjaga.\"  Intinya: \"Ini bukan wewenang saya kok. Saya hanya koordinator, eksekutornya Bank Indonesia.\" \"Seumur-umur jadi Menteri, ini baru kali ini saya melihat Menteri Koordinator yang kerjanya cuma 'MONITOR' sementara rakyat ketar-ketir melihat harga barang naik dan tabungannya tergerus akibat rupiah jatuh!\" --- 💔 BAGIAN 3: ANALISA BODOHNYA SISTEM KOORDINASI Saudaraku, mari kita luruskan. Tanggung jawab Menko Perekonomian itu BUKAN untuk memantau. Tugas dia adalah Mengkoordinasikan kebijakan fiskal (Kemenkeu), kebijakan moneter (BI), dan sektor riil (Kementerian Perindustrian dan Perdagangan) . Jika rupiah melemah begini, rakyat ingin mendengar: 1. Apa instrumen baru yang akan dikeluarkan? (bukan sekadar intervensi biasa) 2. Apa jaminan harga pokok akan disubsidi silang? 3. Apa langkah diplomasi khusus ke negara sumber barang impor? Tapi yang kita dengar malah: \"Gejolak global.\" Mengutip analisis CELIOS, yang menyebut bahwa koordinasi antar kementerian dalam menghadapi krisis saat ini lemah dan tidak selaras . Ini adalah kegagalan kepemimpinan kolektif kabinet. --- 🔥 BAGIAN 4: NARASI MENOHOK \"Saudaraku, jika saya sakit parah ke puskesmas, lalu bertanya pada perawat: 'obatnya apa, Kak?' Lalu dijawab: 'kami monitor dulu.' Saya pasti akan marah, sebab bisa-bisa saya mati duluan. Nah, Rupiah kita sekarang sedang 'sakit parah'. Tapi ketika wartawan bertanya obatnya, Menko kita malah menjawab: 'Di-monitor.' Itu sama saja membiarkan luka dibiarkan berdarah tanpa perban. Itu kelalaian berat! Kita tidak minta keajaiban. Tapi kita minta setidaknya ada rencana darurat yang jelas. Jangan hanya kata 'monitor' lalu diserahkan ke BI. Bukankah dulu ada istilah 'policy mix'? Mana koordinasinya? Mana keberaniannya untuk memotong birokrasi di saat genting?\" Keep Smile, Pejuang Fakta. Karena meskipun pejabat kita hanya 'monitor', rakyat harus tetap pressure dan jangan sampai ikut-ikutan cuma 'monitor'. 😡📉🇮🇩 Teruslah menulis, jangan biarkan kekuasaan membudahkan pejabat. Karena stabilitas ekonomi ditentukan oleh kecepatan dan ketepatan kebijakan, bukan sekedar kecepatan membuka website untuk 'monitor'. 🔥🔥🔥  Rakabuming  Yudhi Sadewa   JACK    REPUBLIK ISLAM IRAN", "post_id": "7632883834178063623"}}, {"key": "Oke", "attributes": {"label": "Oke", "x": 731.9240208693525, "y": 73.11258999431125, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 31.146, "eigenvector": 0.0513, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7632883834178063623", "id": "Oke", "source": "tiktok-000001", "content": "🔥 SEGENAP PEJUANG:Rupiah Jeblok, Menko Jawabnya \"DI MONITOR\"? Memang Pejabat Kita Tukang Melongo?🔥 Saudaraku, Pejuang Fakta — viral cuplikan video ketika seorang wartawan menanyakan langsung langkah konkret jangka pendek untuk menyelamatkan nilai tukar rupiah yang nyaris menyentuh level psikologis Rp 17.300 per dolar AS. Jawaban Menko Perekonomian Airlangga Hartarto? \"Kita monitor saja.\" Ini adalah potret memalukan yang layak kita bongkar bersama, malam ini.  --- 📉 BAGIAN 1: FAKTA ANGKA RUPIAH (Jangan Pura-Pura Tidak Tahu) Indikator Data Catatan Kritis Nilai Tukar (Kamis, 23 April 2026) Nyaris Rp 17.300 per USD  Ini adalah level psikologis yang sangat dalam, pukulan telak bagi daya beli rakyat. Asumsi APBN 2026 (Januari lalu) Rp 16.500 per USD  Selisihnya sudah Rp 800 lebih per dolar! Ini artinya defisit akan membengkak. Tugas Bank Indonesia Stabilitas moneter  Airlangga bilang \"itu tugas BI\". Lalu tugas Menko Perekonomian itu apa? Saudaraku, jika kita membiarkan imbas ini tanpa kebijakan darurat yang jelas, maka harga barang kebutuhan pokok akan melambung tak terkendali. Petani, nelayan, buruh pabrik, dan kelas menengah bawah akan paling menderita. --- 🎭 BAGIAN 2: \"DI MONITOR\"? Ini Jawaban Sekelas Apa? Coba kita simak baik-baik gaya retorika Menteri kita ini. Pernyataan Terjemahan Bebas (Pejuang Fakta Version) \"Ya, kan, itu lihat gejolak global, jadi ya kita monitor saja.\"  Intinya: \"Ini salah global, saya tidak tahu harus ngapain selain liat-liatan.\" \"Nanti kita monitor saja, karena ini kan tidak bisa kita setiap hari reaktif.\"  Intinya: \"Sabar saja, pejabat tidak boleh buru-buru, nanti salah ambil kebijakan.\" \"Itu BI tugasnya menjaga.\"  Intinya: \"Ini bukan wewenang saya kok. Saya hanya koordinator, eksekutornya Bank Indonesia.\" \"Seumur-umur jadi Menteri, ini baru kali ini saya melihat Menteri Koordinator yang kerjanya cuma 'MONITOR' sementara rakyat ketar-ketir melihat harga barang naik dan tabungannya tergerus akibat rupiah jatuh!\" --- 💔 BAGIAN 3: ANALISA BODOHNYA SISTEM KOORDINASI Saudaraku, mari kita luruskan. Tanggung jawab Menko Perekonomian itu BUKAN untuk memantau. Tugas dia adalah Mengkoordinasikan kebijakan fiskal (Kemenkeu), kebijakan moneter (BI), dan sektor riil (Kementerian Perindustrian dan Perdagangan) . Jika rupiah melemah begini, rakyat ingin mendengar: 1. Apa instrumen baru yang akan dikeluarkan? (bukan sekadar intervensi biasa) 2. Apa jaminan harga pokok akan disubsidi silang? 3. Apa langkah diplomasi khusus ke negara sumber barang impor? Tapi yang kita dengar malah: \"Gejolak global.\" Mengutip analisis CELIOS, yang menyebut bahwa koordinasi antar kementerian dalam menghadapi krisis saat ini lemah dan tidak selaras . Ini adalah kegagalan kepemimpinan kolektif kabinet. --- 🔥 BAGIAN 4: NARASI MENOHOK \"Saudaraku, jika saya sakit parah ke puskesmas, lalu bertanya pada perawat: 'obatnya apa, Kak?' Lalu dijawab: 'kami monitor dulu.' Saya pasti akan marah, sebab bisa-bisa saya mati duluan. Nah, Rupiah kita sekarang sedang 'sakit parah'. Tapi ketika wartawan bertanya obatnya, Menko kita malah menjawab: 'Di-monitor.' Itu sama saja membiarkan luka dibiarkan berdarah tanpa perban. Itu kelalaian berat! Kita tidak minta keajaiban. Tapi kita minta setidaknya ada rencana darurat yang jelas. Jangan hanya kata 'monitor' lalu diserahkan ke BI. Bukankah dulu ada istilah 'policy mix'? Mana koordinasinya? Mana keberaniannya untuk memotong birokrasi di saat genting?\" Keep Smile, Pejuang Fakta. Karena meskipun pejabat kita hanya 'monitor', rakyat harus tetap pressure dan jangan sampai ikut-ikutan cuma 'monitor'. 😡📉🇮🇩 Teruslah menulis, jangan biarkan kekuasaan membudahkan pejabat. Karena stabilitas ekonomi ditentukan oleh kecepatan dan ketepatan kebijakan, bukan sekedar kecepatan membuka website untuk 'monitor'. 🔥🔥🔥  Rakabuming  Yudhi Sadewa   JACK    REPUBLIK ISLAM IRAN", "post_id": "7632883834178063623"}}, {"key": "KEDUBES", "attributes": {"label": "KEDUBES", "x": 802.800175021954, "y": 408.6869122089891, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 31.146, "eigenvector": 0.0513, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7632883834178063623", "id": "KEDUBES", "source": "tiktok-000001", "content": "🔥 SEGENAP PEJUANG:Rupiah Jeblok, Menko Jawabnya \"DI MONITOR\"? Memang Pejabat Kita Tukang Melongo?🔥 Saudaraku, Pejuang Fakta — viral cuplikan video ketika seorang wartawan menanyakan langsung langkah konkret jangka pendek untuk menyelamatkan nilai tukar rupiah yang nyaris menyentuh level psikologis Rp 17.300 per dolar AS. Jawaban Menko Perekonomian Airlangga Hartarto? \"Kita monitor saja.\" Ini adalah potret memalukan yang layak kita bongkar bersama, malam ini.  --- 📉 BAGIAN 1: FAKTA ANGKA RUPIAH (Jangan Pura-Pura Tidak Tahu) Indikator Data Catatan Kritis Nilai Tukar (Kamis, 23 April 2026) Nyaris Rp 17.300 per USD  Ini adalah level psikologis yang sangat dalam, pukulan telak bagi daya beli rakyat. Asumsi APBN 2026 (Januari lalu) Rp 16.500 per USD  Selisihnya sudah Rp 800 lebih per dolar! Ini artinya defisit akan membengkak. Tugas Bank Indonesia Stabilitas moneter  Airlangga bilang \"itu tugas BI\". Lalu tugas Menko Perekonomian itu apa? Saudaraku, jika kita membiarkan imbas ini tanpa kebijakan darurat yang jelas, maka harga barang kebutuhan pokok akan melambung tak terkendali. Petani, nelayan, buruh pabrik, dan kelas menengah bawah akan paling menderita. --- 🎭 BAGIAN 2: \"DI MONITOR\"? Ini Jawaban Sekelas Apa? Coba kita simak baik-baik gaya retorika Menteri kita ini. Pernyataan Terjemahan Bebas (Pejuang Fakta Version) \"Ya, kan, itu lihat gejolak global, jadi ya kita monitor saja.\"  Intinya: \"Ini salah global, saya tidak tahu harus ngapain selain liat-liatan.\" \"Nanti kita monitor saja, karena ini kan tidak bisa kita setiap hari reaktif.\"  Intinya: \"Sabar saja, pejabat tidak boleh buru-buru, nanti salah ambil kebijakan.\" \"Itu BI tugasnya menjaga.\"  Intinya: \"Ini bukan wewenang saya kok. Saya hanya koordinator, eksekutornya Bank Indonesia.\" \"Seumur-umur jadi Menteri, ini baru kali ini saya melihat Menteri Koordinator yang kerjanya cuma 'MONITOR' sementara rakyat ketar-ketir melihat harga barang naik dan tabungannya tergerus akibat rupiah jatuh!\" --- 💔 BAGIAN 3: ANALISA BODOHNYA SISTEM KOORDINASI Saudaraku, mari kita luruskan. Tanggung jawab Menko Perekonomian itu BUKAN untuk memantau. Tugas dia adalah Mengkoordinasikan kebijakan fiskal (Kemenkeu), kebijakan moneter (BI), dan sektor riil (Kementerian Perindustrian dan Perdagangan) . Jika rupiah melemah begini, rakyat ingin mendengar: 1. Apa instrumen baru yang akan dikeluarkan? (bukan sekadar intervensi biasa) 2. Apa jaminan harga pokok akan disubsidi silang? 3. Apa langkah diplomasi khusus ke negara sumber barang impor? Tapi yang kita dengar malah: \"Gejolak global.\" Mengutip analisis CELIOS, yang menyebut bahwa koordinasi antar kementerian dalam menghadapi krisis saat ini lemah dan tidak selaras . Ini adalah kegagalan kepemimpinan kolektif kabinet. --- 🔥 BAGIAN 4: NARASI MENOHOK \"Saudaraku, jika saya sakit parah ke puskesmas, lalu bertanya pada perawat: 'obatnya apa, Kak?' Lalu dijawab: 'kami monitor dulu.' Saya pasti akan marah, sebab bisa-bisa saya mati duluan. Nah, Rupiah kita sekarang sedang 'sakit parah'. Tapi ketika wartawan bertanya obatnya, Menko kita malah menjawab: 'Di-monitor.' Itu sama saja membiarkan luka dibiarkan berdarah tanpa perban. Itu kelalaian berat! Kita tidak minta keajaiban. Tapi kita minta setidaknya ada rencana darurat yang jelas. Jangan hanya kata 'monitor' lalu diserahkan ke BI. Bukankah dulu ada istilah 'policy mix'? Mana koordinasinya? Mana keberaniannya untuk memotong birokrasi di saat genting?\" Keep Smile, Pejuang Fakta. Karena meskipun pejabat kita hanya 'monitor', rakyat harus tetap pressure dan jangan sampai ikut-ikutan cuma 'monitor'. 😡📉🇮🇩 Teruslah menulis, jangan biarkan kekuasaan membudahkan pejabat. Karena stabilitas ekonomi ditentukan oleh kecepatan dan ketepatan kebijakan, bukan sekedar kecepatan membuka website untuk 'monitor'. 🔥🔥🔥  Rakabuming  Yudhi Sadewa   JACK    REPUBLIK ISLAM IRAN", "post_id": "7632883834178063623"}}, {"key": "jambore53", "attributes": {"label": "jambore53", "x": 497.387810778115, "y": 179.6217886405398, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 31.146, "eigenvector": 0.0513, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7632883834178063623", "id": "jambore53", "source": "tiktok-000001", "content": "🔥 SEGENAP PEJUANG:Rupiah Jeblok, Menko Jawabnya \"DI MONITOR\"? Memang Pejabat Kita Tukang Melongo?🔥 Saudaraku, Pejuang Fakta — viral cuplikan video ketika seorang wartawan menanyakan langsung langkah konkret jangka pendek untuk menyelamatkan nilai tukar rupiah yang nyaris menyentuh level psikologis Rp 17.300 per dolar AS. Jawaban Menko Perekonomian Airlangga Hartarto? \"Kita monitor saja.\" Ini adalah potret memalukan yang layak kita bongkar bersama, malam ini.  --- 📉 BAGIAN 1: FAKTA ANGKA RUPIAH (Jangan Pura-Pura Tidak Tahu) Indikator Data Catatan Kritis Nilai Tukar (Kamis, 23 April 2026) Nyaris Rp 17.300 per USD  Ini adalah level psikologis yang sangat dalam, pukulan telak bagi daya beli rakyat. Asumsi APBN 2026 (Januari lalu) Rp 16.500 per USD  Selisihnya sudah Rp 800 lebih per dolar! Ini artinya defisit akan membengkak. Tugas Bank Indonesia Stabilitas moneter  Airlangga bilang \"itu tugas BI\". Lalu tugas Menko Perekonomian itu apa? Saudaraku, jika kita membiarkan imbas ini tanpa kebijakan darurat yang jelas, maka harga barang kebutuhan pokok akan melambung tak terkendali. Petani, nelayan, buruh pabrik, dan kelas menengah bawah akan paling menderita. --- 🎭 BAGIAN 2: \"DI MONITOR\"? Ini Jawaban Sekelas Apa? Coba kita simak baik-baik gaya retorika Menteri kita ini. Pernyataan Terjemahan Bebas (Pejuang Fakta Version) \"Ya, kan, itu lihat gejolak global, jadi ya kita monitor saja.\"  Intinya: \"Ini salah global, saya tidak tahu harus ngapain selain liat-liatan.\" \"Nanti kita monitor saja, karena ini kan tidak bisa kita setiap hari reaktif.\"  Intinya: \"Sabar saja, pejabat tidak boleh buru-buru, nanti salah ambil kebijakan.\" \"Itu BI tugasnya menjaga.\"  Intinya: \"Ini bukan wewenang saya kok. Saya hanya koordinator, eksekutornya Bank Indonesia.\" \"Seumur-umur jadi Menteri, ini baru kali ini saya melihat Menteri Koordinator yang kerjanya cuma 'MONITOR' sementara rakyat ketar-ketir melihat harga barang naik dan tabungannya tergerus akibat rupiah jatuh!\" --- 💔 BAGIAN 3: ANALISA BODOHNYA SISTEM KOORDINASI Saudaraku, mari kita luruskan. Tanggung jawab Menko Perekonomian itu BUKAN untuk memantau. Tugas dia adalah Mengkoordinasikan kebijakan fiskal (Kemenkeu), kebijakan moneter (BI), dan sektor riil (Kementerian Perindustrian dan Perdagangan) . Jika rupiah melemah begini, rakyat ingin mendengar: 1. Apa instrumen baru yang akan dikeluarkan? (bukan sekadar intervensi biasa) 2. Apa jaminan harga pokok akan disubsidi silang? 3. Apa langkah diplomasi khusus ke negara sumber barang impor? Tapi yang kita dengar malah: \"Gejolak global.\" Mengutip analisis CELIOS, yang menyebut bahwa koordinasi antar kementerian dalam menghadapi krisis saat ini lemah dan tidak selaras . Ini adalah kegagalan kepemimpinan kolektif kabinet. --- 🔥 BAGIAN 4: NARASI MENOHOK \"Saudaraku, jika saya sakit parah ke puskesmas, lalu bertanya pada perawat: 'obatnya apa, Kak?' Lalu dijawab: 'kami monitor dulu.' Saya pasti akan marah, sebab bisa-bisa saya mati duluan. Nah, Rupiah kita sekarang sedang 'sakit parah'. Tapi ketika wartawan bertanya obatnya, Menko kita malah menjawab: 'Di-monitor.' Itu sama saja membiarkan luka dibiarkan berdarah tanpa perban. Itu kelalaian berat! Kita tidak minta keajaiban. Tapi kita minta setidaknya ada rencana darurat yang jelas. Jangan hanya kata 'monitor' lalu diserahkan ke BI. Bukankah dulu ada istilah 'policy mix'? Mana koordinasinya? Mana keberaniannya untuk memotong birokrasi di saat genting?\" Keep Smile, Pejuang Fakta. Karena meskipun pejabat kita hanya 'monitor', rakyat harus tetap pressure dan jangan sampai ikut-ikutan cuma 'monitor'. 😡📉🇮🇩 Teruslah menulis, jangan biarkan kekuasaan membudahkan pejabat. Karena stabilitas ekonomi ditentukan oleh kecepatan dan ketepatan kebijakan, bukan sekedar kecepatan membuka website untuk 'monitor'. 🔥🔥🔥  Rakabuming  Yudhi Sadewa   JACK    REPUBLIK ISLAM IRAN", "post_id": "7632883834178063623"}}, {"key": "infokalbar99", "attributes": {"label": "infokalbar99", "x": 821.5264331627658, "y": 118.96020330306234, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 31.146, "eigenvector": 0.0513, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7632883834178063623", "id": "infokalbar99", "source": "tiktok-000001", "content": "🔥 SEGENAP PEJUANG:Rupiah Jeblok, Menko Jawabnya \"DI MONITOR\"? Memang Pejabat Kita Tukang Melongo?🔥 Saudaraku, Pejuang Fakta — viral cuplikan video ketika seorang wartawan menanyakan langsung langkah konkret jangka pendek untuk menyelamatkan nilai tukar rupiah yang nyaris menyentuh level psikologis Rp 17.300 per dolar AS. Jawaban Menko Perekonomian Airlangga Hartarto? \"Kita monitor saja.\" Ini adalah potret memalukan yang layak kita bongkar bersama, malam ini.  --- 📉 BAGIAN 1: FAKTA ANGKA RUPIAH (Jangan Pura-Pura Tidak Tahu) Indikator Data Catatan Kritis Nilai Tukar (Kamis, 23 April 2026) Nyaris Rp 17.300 per USD  Ini adalah level psikologis yang sangat dalam, pukulan telak bagi daya beli rakyat. Asumsi APBN 2026 (Januari lalu) Rp 16.500 per USD  Selisihnya sudah Rp 800 lebih per dolar! Ini artinya defisit akan membengkak. Tugas Bank Indonesia Stabilitas moneter  Airlangga bilang \"itu tugas BI\". Lalu tugas Menko Perekonomian itu apa? Saudaraku, jika kita membiarkan imbas ini tanpa kebijakan darurat yang jelas, maka harga barang kebutuhan pokok akan melambung tak terkendali. Petani, nelayan, buruh pabrik, dan kelas menengah bawah akan paling menderita. --- 🎭 BAGIAN 2: \"DI MONITOR\"? Ini Jawaban Sekelas Apa? Coba kita simak baik-baik gaya retorika Menteri kita ini. Pernyataan Terjemahan Bebas (Pejuang Fakta Version) \"Ya, kan, itu lihat gejolak global, jadi ya kita monitor saja.\"  Intinya: \"Ini salah global, saya tidak tahu harus ngapain selain liat-liatan.\" \"Nanti kita monitor saja, karena ini kan tidak bisa kita setiap hari reaktif.\"  Intinya: \"Sabar saja, pejabat tidak boleh buru-buru, nanti salah ambil kebijakan.\" \"Itu BI tugasnya menjaga.\"  Intinya: \"Ini bukan wewenang saya kok. Saya hanya koordinator, eksekutornya Bank Indonesia.\" \"Seumur-umur jadi Menteri, ini baru kali ini saya melihat Menteri Koordinator yang kerjanya cuma 'MONITOR' sementara rakyat ketar-ketir melihat harga barang naik dan tabungannya tergerus akibat rupiah jatuh!\" --- 💔 BAGIAN 3: ANALISA BODOHNYA SISTEM KOORDINASI Saudaraku, mari kita luruskan. Tanggung jawab Menko Perekonomian itu BUKAN untuk memantau. Tugas dia adalah Mengkoordinasikan kebijakan fiskal (Kemenkeu), kebijakan moneter (BI), dan sektor riil (Kementerian Perindustrian dan Perdagangan) . Jika rupiah melemah begini, rakyat ingin mendengar: 1. Apa instrumen baru yang akan dikeluarkan? (bukan sekadar intervensi biasa) 2. Apa jaminan harga pokok akan disubsidi silang? 3. Apa langkah diplomasi khusus ke negara sumber barang impor? Tapi yang kita dengar malah: \"Gejolak global.\" Mengutip analisis CELIOS, yang menyebut bahwa koordinasi antar kementerian dalam menghadapi krisis saat ini lemah dan tidak selaras . Ini adalah kegagalan kepemimpinan kolektif kabinet. --- 🔥 BAGIAN 4: NARASI MENOHOK \"Saudaraku, jika saya sakit parah ke puskesmas, lalu bertanya pada perawat: 'obatnya apa, Kak?' Lalu dijawab: 'kami monitor dulu.' Saya pasti akan marah, sebab bisa-bisa saya mati duluan. Nah, Rupiah kita sekarang sedang 'sakit parah'. Tapi ketika wartawan bertanya obatnya, Menko kita malah menjawab: 'Di-monitor.' Itu sama saja membiarkan luka dibiarkan berdarah tanpa perban. Itu kelalaian berat! Kita tidak minta keajaiban. Tapi kita minta setidaknya ada rencana darurat yang jelas. Jangan hanya kata 'monitor' lalu diserahkan ke BI. Bukankah dulu ada istilah 'policy mix'? Mana koordinasinya? Mana keberaniannya untuk memotong birokrasi di saat genting?\" Keep Smile, Pejuang Fakta. Karena meskipun pejabat kita hanya 'monitor', rakyat harus tetap pressure dan jangan sampai ikut-ikutan cuma 'monitor'. 😡📉🇮🇩 Teruslah menulis, jangan biarkan kekuasaan membudahkan pejabat. Karena stabilitas ekonomi ditentukan oleh kecepatan dan ketepatan kebijakan, bukan sekedar kecepatan membuka website untuk 'monitor'. 🔥🔥🔥  Rakabuming  Yudhi Sadewa   JACK    REPUBLIK ISLAM IRAN", "post_id": "7632883834178063623"}}, {"key": "@KoranJakartaYoutubeOfficial", "attributes": {"label": "@KoranJakartaYoutubeOfficial", "x": 34.794169488567725, "y": 347.1042333335933, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 28.4582, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "TBM-xD0d5_A", "id": "@KoranJakartaYoutubeOfficial", "source": "youtube-000001", "content": "RUPIAH JEBOL 17.300! BI Mulai Keteteran, Siap-Siap Harga Barang Meroket?\n\nNilai tukar Rupiah semakin tak berdaya menghadapi gempuran global. Pada Kamis siang (23/4), Rupiah resmi menembus level psikologis Rp17.304 per Dollar AS. Kondisi ini membuat posisi mata uang Garuda dianggap sudah undervalue. Apa yang sebenarnya terjadi? Apakah Bank Indonesia (BI) sudah kehabisan peluru untuk menahan depresiasi ini?\n\nDalam video ini, kami membedah secara kritis penyebab melemahnya Rupiah, mulai dari gagalnya perundingan Amerika Serikat dan Iran yang memicu lonjakan harga minyak mentah dunia (Brent & WTI), hingga ancaman defisit APBN yang semakin melebar akibat beban subsidi energi dan utang jatuh tempo.\n\nBerita Selengkapnya :\n\nReporter: \nVideo Editor: Agus Prasetyo\n\n#koranjakarta #news #rupiah  #ekonomiindonesia  #bankindonesia  #kursdollar  #beritaekonomi  #bbm  #apbn  #krisisekonomi  #breakingnews  #PerryWarjiyo #geopolitik  #hargaminyak \n============================================================\n\nKunjungi media sosial kami untuk mendapatkan informasi terbaru.\n\nInstagram:   / koranjakarta.id  \nTwitter: https://x.com/koranjakarta_id/\nFacebook:   / koran.jakarta  \nThread: https://www.threads.com/\nTiktok:   / koranjakarta  \n\nWebsite Koran Jakarta : https://koran-jakarta.com\n\nHave any idea, or business inquiries\ndigital-jakarta.com\n\nKebenaran itu Tidak Pernah Memihak!", "post_id": "TBM-xD0d5_A"}}, {"key": "koranjakarta...", "attributes": {"label": "koranjakarta...", "x": 772.4625478681141, "y": 626.829382692245, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 52.6478, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "TBM-xD0d5_A", "id": "koranjakarta...", "source": "youtube-000001", "content": "RUPIAH JEBOL 17.300! BI Mulai Keteteran, Siap-Siap Harga Barang Meroket?\n\nNilai tukar Rupiah semakin tak berdaya menghadapi gempuran global. Pada Kamis siang (23/4), Rupiah resmi menembus level psikologis Rp17.304 per Dollar AS. Kondisi ini membuat posisi mata uang Garuda dianggap sudah undervalue. Apa yang sebenarnya terjadi? Apakah Bank Indonesia (BI) sudah kehabisan peluru untuk menahan depresiasi ini?\n\nDalam video ini, kami membedah secara kritis penyebab melemahnya Rupiah, mulai dari gagalnya perundingan Amerika Serikat dan Iran yang memicu lonjakan harga minyak mentah dunia (Brent & WTI), hingga ancaman defisit APBN yang semakin melebar akibat beban subsidi energi dan utang jatuh tempo.\n\nBerita Selengkapnya :\n\nReporter: \nVideo Editor: Agus Prasetyo\n\n#koranjakarta #news #rupiah  #ekonomiindonesia  #bankindonesia  #kursdollar  #beritaekonomi  #bbm  #apbn  #krisisekonomi  #breakingnews  #PerryWarjiyo #geopolitik  #hargaminyak \n============================================================\n\nKunjungi media sosial kami untuk mendapatkan informasi terbaru.\n\nInstagram:   / koranjakarta.id  \nTwitter: https://x.com/koranjakarta_id/\nFacebook:   / koran.jakarta  \nThread: https://www.threads.com/\nTiktok:   / koranjakarta  \n\nWebsite Koran Jakarta : https://koran-jakarta.com\n\nHave any idea, or business inquiries\ndigital-jakarta.com\n\nKebenaran itu Tidak Pernah Memihak!", "post_id": "TBM-xD0d5_A"}}, {"key": "@IDXChannel", "attributes": {"label": "@IDXChannel", "x": 546.590108816809, "y": 594.6274071571439, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 28.4582, "eigenvector": 134.5218, "in_degree": 0, "out_degree": 14, "degree": 14}, "_id": "HNrCtNLaJ9c", "id": "@IDXChannel", "source": "youtube-000001", "content": "Rupiah Tembus Rp17.200 per Dolar AS | 2ND SESSION CLOSING\n\nNilai tukar rupiah kembali berada di bawah tekanan dan menembus level psikologis 17.200 per dolar Amerika Serikat, seiring meningkatnya ketidakpastian global.\n\nBerdasarkan data dari RTI Business, pada Selasa siang rupiah melemah 0,24 persen ke posisi 17.234 per dolar AS. Sebelumnya, mata uang Garuda dibuka stagnan di level 17.185 per dolar AS pada perdagangan pagi. Namun, beberapa menit setelah pembukaan, rupiah langsung terdepresiasi sekitar 0,23 persen ke kisaran 17.235 per dolar AS, bahkan sempat menyentuh level terendah intraday di 17.240 per dolar AS.\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nFollow US on Social Media\nYuk Subscribe -    /   \nWa Channel - https://whatsapp.com/channel/0029Va5V...\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idx_channel  \n-------------------------------------------------------------------------------------\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\nMyRepublic Channel 576\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "HNrCtNLaJ9c"}}, {"key": "idxchannel_", "attributes": {"label": "idxchannel_", "x": 625.3565536433821, "y": 905.0344281516188, "size": 9.3, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 30.1861, "eigenvector": 70.6156, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "HNrCtNLaJ9c", "id": "idxchannel_", "source": "youtube-000001", "content": "Rupiah Tembus Rp17.200 per Dolar AS | 2ND SESSION CLOSING\n\nNilai tukar rupiah kembali berada di bawah tekanan dan menembus level psikologis 17.200 per dolar Amerika Serikat, seiring meningkatnya ketidakpastian global.\n\nBerdasarkan data dari RTI Business, pada Selasa siang rupiah melemah 0,24 persen ke posisi 17.234 per dolar AS. Sebelumnya, mata uang Garuda dibuka stagnan di level 17.185 per dolar AS pada perdagangan pagi. Namun, beberapa menit setelah pembukaan, rupiah langsung terdepresiasi sekitar 0,23 persen ke kisaran 17.235 per dolar AS, bahkan sempat menyentuh level terendah intraday di 17.240 per dolar AS.\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nFollow US on Social Media\nYuk Subscribe -    /   \nWa Channel - https://whatsapp.com/channel/0029Va5V...\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idx_channel  \n-------------------------------------------------------------------------------------\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\nMyRepublic Channel 576\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "HNrCtNLaJ9c"}}, {"key": "wicky_adrian", "attributes": {"label": "wicky_adrian", "x": 892.4563919076528, "y": 810.8788792156428, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 34.2176, "eigenvector": 134.5218, "in_degree": 3, "out_degree": 0, "degree": 3}, "_id": "HNrCtNLaJ9c", "id": "wicky_adrian", "source": "youtube-000001", "content": "Rupiah Tembus Rp17.200 per Dolar AS | 2ND SESSION CLOSING\n\nNilai tukar rupiah kembali berada di bawah tekanan dan menembus level psikologis 17.200 per dolar Amerika Serikat, seiring meningkatnya ketidakpastian global.\n\nBerdasarkan data dari RTI Business, pada Selasa siang rupiah melemah 0,24 persen ke posisi 17.234 per dolar AS. Sebelumnya, mata uang Garuda dibuka stagnan di level 17.185 per dolar AS pada perdagangan pagi. Namun, beberapa menit setelah pembukaan, rupiah langsung terdepresiasi sekitar 0,23 persen ke kisaran 17.235 per dolar AS, bahkan sempat menyentuh level terendah intraday di 17.240 per dolar AS.\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nFollow US on Social Media\nYuk Subscribe -    /   \nWa Channel - https://whatsapp.com/channel/0029Va5V...\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idx_channel  \n-------------------------------------------------------------------------------------\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\nMyRepublic Channel 576\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "HNrCtNLaJ9c"}}, {"key": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "fajar.wayong", "x": 993.7230290848862, "y": 52.631472120753806, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 34.2176, "eigenvector": 134.5218, "in_degree": 6, "out_degree": 0, "degree": 6}, "_id": "HNrCtNLaJ9c", "id": "fajar.wayong", "source": "youtube-000001", "content": "Rupiah Tembus Rp17.200 per Dolar AS | 2ND SESSION CLOSING\n\nNilai tukar rupiah kembali berada di bawah tekanan dan menembus level psikologis 17.200 per dolar Amerika Serikat, seiring meningkatnya ketidakpastian global.\n\nBerdasarkan data dari RTI Business, pada Selasa siang rupiah melemah 0,24 persen ke posisi 17.234 per dolar AS. Sebelumnya, mata uang Garuda dibuka stagnan di level 17.185 per dolar AS pada perdagangan pagi. Namun, beberapa menit setelah pembukaan, rupiah langsung terdepresiasi sekitar 0,23 persen ke kisaran 17.235 per dolar AS, bahkan sempat menyentuh level terendah intraday di 17.240 per dolar AS.\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nFollow US on Social Media\nYuk Subscribe -    /   \nWa Channel - https://whatsapp.com/channel/0029Va5V...\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idx_channel  \n-------------------------------------------------------------------------------------\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\nMyRepublic Channel 576\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "HNrCtNLaJ9c"}}, {"key": "deffid_83", "attributes": {"label": "deffid_83", "x": 733.4856718069569, "y": 884.7781770536668, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 34.2176, "eigenvector": 134.5218, "in_degree": 3, "out_degree": 0, "degree": 3}, "_id": "HNrCtNLaJ9c", "id": "deffid_83", "source": "youtube-000001", "content": "Rupiah Tembus Rp17.200 per Dolar AS | 2ND SESSION CLOSING\n\nNilai tukar rupiah kembali berada di bawah tekanan dan menembus level psikologis 17.200 per dolar Amerika Serikat, seiring meningkatnya ketidakpastian global.\n\nBerdasarkan data dari RTI Business, pada Selasa siang rupiah melemah 0,24 persen ke posisi 17.234 per dolar AS. Sebelumnya, mata uang Garuda dibuka stagnan di level 17.185 per dolar AS pada perdagangan pagi. Namun, beberapa menit setelah pembukaan, rupiah langsung terdepresiasi sekitar 0,23 persen ke kisaran 17.235 per dolar AS, bahkan sempat menyentuh level terendah intraday di 17.240 per dolar AS.\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nFollow US on Social Media\nYuk Subscribe -    /   \nWa Channel - https://whatsapp.com/channel/0029Va5V...\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idx_channel  \n-------------------------------------------------------------------------------------\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\nMyRepublic Channel 576\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "HNrCtNLaJ9c"}}, {"key": "prast_ulrich", "attributes": {"label": "prast_ulrich", "x": 304.9573389180236, "y": 43.17112531339329, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 34.2176, "eigenvector": 134.5218, "in_degree": 3, "out_degree": 0, "degree": 3}, "_id": "HNrCtNLaJ9c", "id": "prast_ulrich", "source": "youtube-000001", "content": "Rupiah Tembus Rp17.200 per Dolar AS | 2ND SESSION CLOSING\n\nNilai tukar rupiah kembali berada di bawah tekanan dan menembus level psikologis 17.200 per dolar Amerika Serikat, seiring meningkatnya ketidakpastian global.\n\nBerdasarkan data dari RTI Business, pada Selasa siang rupiah melemah 0,24 persen ke posisi 17.234 per dolar AS. Sebelumnya, mata uang Garuda dibuka stagnan di level 17.185 per dolar AS pada perdagangan pagi. Namun, beberapa menit setelah pembukaan, rupiah langsung terdepresiasi sekitar 0,23 persen ke kisaran 17.235 per dolar AS, bahkan sempat menyentuh level terendah intraday di 17.240 per dolar AS.\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nFollow US on Social Media\nYuk Subscribe -    /   \nWa Channel - https://whatsapp.com/channel/0029Va5V...\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idx_channel  \n-------------------------------------------------------------------------------------\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\nMyRepublic Channel 576\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "HNrCtNLaJ9c"}}, {"key": "rosalinehioe", "attributes": {"label": "rosalinehioe", "x": 963.3973610761328, "y": 498.1437862407174, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 34.2176, "eigenvector": 134.5218, "in_degree": 3, "out_degree": 0, "degree": 3}, "_id": "HNrCtNLaJ9c", "id": "rosalinehioe", "source": "youtube-000001", "content": "Rupiah Tembus Rp17.200 per Dolar AS | 2ND SESSION CLOSING\n\nNilai tukar rupiah kembali berada di bawah tekanan dan menembus level psikologis 17.200 per dolar Amerika Serikat, seiring meningkatnya ketidakpastian global.\n\nBerdasarkan data dari RTI Business, pada Selasa siang rupiah melemah 0,24 persen ke posisi 17.234 per dolar AS. Sebelumnya, mata uang Garuda dibuka stagnan di level 17.185 per dolar AS pada perdagangan pagi. Namun, beberapa menit setelah pembukaan, rupiah langsung terdepresiasi sekitar 0,23 persen ke kisaran 17.235 per dolar AS, bahkan sempat menyentuh level terendah intraday di 17.240 per dolar AS.\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nFollow US on Social Media\nYuk Subscribe -    /   \nWa Channel - https://whatsapp.com/channel/0029Va5V...\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idx_channel  \n-------------------------------------------------------------------------------------\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\nMyRepublic Channel 576\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "HNrCtNLaJ9c"}}, {"key": "@IDXCHANNELINSIGHT", "attributes": {"label": "@IDXCHANNELINSIGHT", "x": 857.0644869297898, "y": 808.3431216450251, "size": 13.86, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 28.4582, "eigenvector": 121.7406, "in_degree": 0, "out_degree": 6, "degree": 6}, "_id": "VYG1lGC6Bbo", "id": "@IDXCHANNELINSIGHT", "source": "youtube-000001", "content": "Rupiah Tembus 17.200 per Dolar AS | MILENOMICS\n\nNilai tukar rupiah kembali berada di bawah tekanan dan menembus level psikologis 17.200 per dolar Amerika Serikat, seiring meningkatnya ketidakpastian global.\n\nBerdasarkan data dari RTI Business, pada Selasa siang rupiah melemah 0,24 persen ke posisi 17.234 per dolar AS. Sebelumnya, mata uang Garuda dibuka stagnan di level 17.185 per dolar AS pada perdagangan pagi. Namun, beberapa menit setelah pembukaan, rupiah langsung terdepresiasi sekitar 0,23 persen ke kisaran 17.235 per dolar AS, bahkan sempat menyentuh level terendah intraday di 17.240 per dolar AS.\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n--------------------------------------------\nFollow US on Social Media\nWebsite - http://www.idxchannel.com\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idxchannelcom  \n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "VYG1lGC6Bbo"}}, {"key": "@garudatv.official", "attributes": {"label": "@garudatv.official", "x": 443.880227933074, "y": 713.6165688021651, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 28.4582, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "ZApimycyDo0", "id": "@garudatv.official", "source": "youtube-000001", "content": "Tembus Level Psikologis! IHSG Menguat di Level 7.003 pada Selasa Pagi\n\nGaruda Tv - Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada pembukaan perdagangan Selasa pagi, 7 April 2026, terpantau berada di zona hijau. Tepat pukul 09.00 WIB, indeks dibuka menguat di level 7.003, naik 13,87 poin atau setara 0,20 persen dibandingkan penutupan hari sebelumnya di angka 6.989.\n\nHingga pukul 09.05 WIB, indeks stabil bergerak di kisaran level 6.998 dengan volume perdagangan mencapai 197 juta lembar saham. Nilai transaksi awal sesi tercatat sebesar 102 miliar rupiah yang ditransaksikan sebanyak lebih dari 25 ribu kali.\n\nPenguatan pagi ini didominasi oleh sektor perbankan dan energi yang terus menunjukkan tren positif. Sejumlah saham infrastruktur juga turut menopang pergerakan indeks. Di jajaran top gainers, saham PMJS memimpin dengan lonjakan signifikan sebesar 25 persen, disusul oleh APLI dan IFSH.\n\nNamun, tekanan masih terlihat pada sektor industri dasar dan manufaktur, di mana saham PBID dan PIPA terpantau berada di zona merah. Analis menilai kembalinya IHSG ke level 7.000 menjadi sinyal positif bagi investor di tengah dinamika ekonomi global saat ini.\n\nCaption, Editor & Upload: Tijani \n\n#IHSG #bursaefekindonesia  #sahamhariini  #marketupdate  #investasisaham  #ekonomiindonesia  #garudatv  #topgainerstock  #UpdateBursa #JakartaStockExchange #ekonomi \n\nGARUDA TV - Digital TV Indonesia, Berita Terpercaya\n\nSaksikan Garuda TV di Free to Air atau Streaming melalui:\nwww.garuda.tv | YouTube Garuda TV | Aplikasi Vidio | Wewatch | IndiHome CH111 | Transvision CH824 | FirstMedia CH45\n\nScan ulang saluran digital kamu sekarang ya dan saksikan terus program-program seru terbaru hanya di GarudaTV.\n🔴 Subscribe GarudaTV Official Youtube Channel    /   \n🔴  Follow our Official TikTok   / garudatvnews  \n🔴 Like our Official Facebook   / garudatv.official  \n🔴 Follow our Official Instagram   / garudatv.official", "post_id": "ZApimycyDo0"}}, {"key": "garudatv.official", "attributes": {"label": "garudatv.official", "x": 314.26146834799073, "y": 665.0087280886631, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 52.6478, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "ZApimycyDo0", "id": "garudatv.official", "source": "youtube-000001", "content": "Tembus Level Psikologis! IHSG Menguat di Level 7.003 pada Selasa Pagi\n\nGaruda Tv - Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada pembukaan perdagangan Selasa pagi, 7 April 2026, terpantau berada di zona hijau. Tepat pukul 09.00 WIB, indeks dibuka menguat di level 7.003, naik 13,87 poin atau setara 0,20 persen dibandingkan penutupan hari sebelumnya di angka 6.989.\n\nHingga pukul 09.05 WIB, indeks stabil bergerak di kisaran level 6.998 dengan volume perdagangan mencapai 197 juta lembar saham. Nilai transaksi awal sesi tercatat sebesar 102 miliar rupiah yang ditransaksikan sebanyak lebih dari 25 ribu kali.\n\nPenguatan pagi ini didominasi oleh sektor perbankan dan energi yang terus menunjukkan tren positif. Sejumlah saham infrastruktur juga turut menopang pergerakan indeks. Di jajaran top gainers, saham PMJS memimpin dengan lonjakan signifikan sebesar 25 persen, disusul oleh APLI dan IFSH.\n\nNamun, tekanan masih terlihat pada sektor industri dasar dan manufaktur, di mana saham PBID dan PIPA terpantau berada di zona merah. Analis menilai kembalinya IHSG ke level 7.000 menjadi sinyal positif bagi investor di tengah dinamika ekonomi global saat ini.\n\nCaption, Editor & Upload: Tijani \n\n#IHSG #bursaefekindonesia  #sahamhariini  #marketupdate  #investasisaham  #ekonomiindonesia  #garudatv  #topgainerstock  #UpdateBursa #JakartaStockExchange #ekonomi \n\nGARUDA TV - Digital TV Indonesia, Berita Terpercaya\n\nSaksikan Garuda TV di Free to Air atau Streaming melalui:\nwww.garuda.tv | YouTube Garuda TV | Aplikasi Vidio | Wewatch | IndiHome CH111 | Transvision CH824 | FirstMedia CH45\n\nScan ulang saluran digital kamu sekarang ya dan saksikan terus program-program seru terbaru hanya di GarudaTV.\n🔴 Subscribe GarudaTV Official Youtube Channel    /   \n🔴  Follow our Official TikTok   / garudatvnews  \n🔴 Like our Official Facebook   / garudatv.official  \n🔴 Follow our Official Instagram   / garudatv.official", "post_id": "ZApimycyDo0"}}], "edges": [{"key": "bangkabelitunginfonew", "source": "bangkabelitunginfonew", "target": "bangkabelitunginfonew", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "radarcrypto.id", "source": "radarcrypto.id", "target": "ternakuang.id", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "old.money937", "source": "old.money937", "target": "Gibran", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "old.money937", "source": "old.money937", "target": "Purbaya", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "old.money937", "source": "old.money937", "target": "vodca", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "old.money937", "source": "old.money937", "target": "MR.", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "old.money937", "source": "old.money937", "target": "Vansena", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "old.money937", "source": "old.money937", "target": "Oke", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "old.money937", "source": "old.money937", "target": "KEDUBES", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "old.money937", "source": "old.money937", "target": "jambore53", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "old.money937", "source": "old.money937", "target": "infokalbar99", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "@KoranJakartaYoutubeOfficial", "source": "@KoranJakartaYoutubeOfficial", "target": "koranjakarta...", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "idxchannel_", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "wicky_adrian", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "deffid_83", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "prast_ulrich", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "rosalinehioe", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXCHANNELINSIGHT", "source": "@IDXCHANNELINSIGHT", "target": "wicky_adrian", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXCHANNELINSIGHT", "source": "@IDXCHANNELINSIGHT", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXCHANNELINSIGHT", "source": "@IDXCHANNELINSIGHT", "target": "deffid_83", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXCHANNELINSIGHT", "source": "@IDXCHANNELINSIGHT", "target": "prast_ulrich", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXCHANNELINSIGHT", "source": "@IDXCHANNELINSIGHT", "target": "rosalinehioe", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXCHANNELINSIGHT", "source": "@IDXCHANNELINSIGHT", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "idxchannel_", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "wicky_adrian", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "deffid_83", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "prast_ulrich", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "rosalinehioe", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@garudatv.official", "source": "@garudatv.official", "target": "garudatv.official", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}]}