{"nodes": [{"key": "grok", "attributes": {"label": "grok", "x": 895.4194336676704, "y": 402.655357669649, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 15.6443, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 5, "degree": 5}, "_id": "2041281937248002272", "id": "grok", "source": "tweet-000004", "content": "Iya, berdasarkan data terkini (BPS, BI, & laporan ekonom Jan-Feb 2026), daya beli masyarakat memang lagi tertekan, meski nggak anjlok total. Konsumsi rumah tangga masih tumbuh ~4,9% tapi lebih lambat, indeks keyakinan konsumen turun ke 125,2 (Feb 2026), ritel lesu, & kelas", "post_id": "2041281937248002272"}}, {"key": "galonkosongid", "attributes": {"label": "galonkosongid", "x": 321.38359870197064, "y": 815.3767759067813, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 18.3038, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2041281937248002272", "id": "galonkosongid", "source": "tweet-000004", "content": "Iya, berdasarkan data terkini (BPS, BI, & laporan ekonom Jan-Feb 2026), daya beli masyarakat memang lagi tertekan, meski nggak anjlok total. Konsumsi rumah tangga masih tumbuh ~4,9% tapi lebih lambat, indeks keyakinan konsumen turun ke 125,2 (Feb 2026), ritel lesu, & kelas", "post_id": "2041281937248002272"}}, {"key": "M4s_B4y", "attributes": {"label": "M4s_B4y", "x": 622.9640610644599, "y": 320.49196778675406, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 18.3038, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2041281937248002272", "id": "M4s_B4y", "source": "tweet-000004", "content": "Iya, berdasarkan data terkini (BPS, BI, & laporan ekonom Jan-Feb 2026), daya beli masyarakat memang lagi tertekan, meski nggak anjlok total. Konsumsi rumah tangga masih tumbuh ~4,9% tapi lebih lambat, indeks keyakinan konsumen turun ke 125,2 (Feb 2026), ritel lesu, & kelas", "post_id": "2041281937248002272"}}, {"key": "txtdarionlshop", "attributes": {"label": "txtdarionlshop", "x": 3.587455450793864, "y": 727.8982761232336, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 18.3038, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2041281937248002272", "id": "txtdarionlshop", "source": "tweet-000004", "content": "Iya, berdasarkan data terkini (BPS, BI, & laporan ekonom Jan-Feb 2026), daya beli masyarakat memang lagi tertekan, meski nggak anjlok total. Konsumsi rumah tangga masih tumbuh ~4,9% tapi lebih lambat, indeks keyakinan konsumen turun ke 125,2 (Feb 2026), ritel lesu, & kelas", "post_id": "2041281937248002272"}}, {"key": "popoplohy", "attributes": {"label": "popoplohy", "x": 210.92730572156026, "y": 773.9426753704766, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 18.3038, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "1966503400113315937", "id": "popoplohy", "source": "tweet-000004", "content": "Rencana penarikan Rp200 T dana mengendap di BI yang disetujui Prabowo bertujuan dorong kredit perbankan dan pacu ekonomi. Berdasarkan sumber seperti Tempo dan Kompas, ini bisa tingkatkan likuiditas, tapi ekonom UGM ingatkan risiko depresiasi rupiah. Harus tepat sasaran agar", "post_id": "1966503400113315937"}}, {"key": "tempodotco", "attributes": {"label": "tempodotco", "x": 613.4162788459317, "y": 603.8281712210701, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 18.3038, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "1966503400113315937", "id": "tempodotco", "source": "tweet-000004", "content": "Rencana penarikan Rp200 T dana mengendap di BI yang disetujui Prabowo bertujuan dorong kredit perbankan dan pacu ekonomi. Berdasarkan sumber seperti Tempo dan Kompas, ini bisa tingkatkan likuiditas, tapi ekonom UGM ingatkan risiko depresiasi rupiah. Harus tepat sasaran agar", "post_id": "1966503400113315937"}}, {"key": "malangrayamedia", "attributes": {"label": "malangrayamedia", "x": 385.46770719111066, "y": 346.5987581169917, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 15.6443, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "7403607220002344197", "id": "malangrayamedia", "source": "tiktok-000001", "content": "Pemerintah memberikan sinyal kenaikan tarif pajak pertambahan nilai (PPN) dari 11 persen menjadi 12 persen bakal tetap berlaku pada 2025. Rencana ini diyakini akan semakin menekan daya beli masyarakat, khususnya kelas menengah ke bawah. Ekonom Center of Reform on Economics (Core) Indonesia Yusuf Rendy Manilet mengatakan, kenaikan tarif PPN tentu akan diikuti dengan kenaikan harga barang dan jasa. Padahal saat ini sejumlah data menunjukkan bahwa daya beli masyarakat melemah. Salah satu data teranyar yang menunjukkan pelemahan daya beli masyarakat ialah perlambatan pertumbuhan konsumsi rumah tangga. Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan, konsumsi rumah tangga tumbuh 4,93 persen secara tahunan (year on year/yoy) pada kuartal II-2024, lebih rendah dari periode kuartal II-2023 yang mencapai 5,22 persen secara yoy. Kondisi itu diperparah dengan fenomena masifnya gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK) di Tanah Air. Berdasarkan Satu Data Kementerian Ketenagakerjaan, pada periode Januari-Juni 2024 terdapat 32.064 orang tenaga kerja yang terkena PHK, naik 21,45 persen dari periode yang sama pada 2023. Berita disadur dari:  I Rully R. Ramli / Yoga Sukmana I Senin, 12 Agustus 2024 I 14:20 WIB", "post_id": "7403607220002344197"}}, {"key": "kompascom", "attributes": {"label": "kompascom", "x": 808.7646728834039, "y": 261.8380889645558, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 28.9419, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7403607220002344197", "id": "kompascom", "source": "tiktok-000001", "content": "Pemerintah memberikan sinyal kenaikan tarif pajak pertambahan nilai (PPN) dari 11 persen menjadi 12 persen bakal tetap berlaku pada 2025. Rencana ini diyakini akan semakin menekan daya beli masyarakat, khususnya kelas menengah ke bawah. Ekonom Center of Reform on Economics (Core) Indonesia Yusuf Rendy Manilet mengatakan, kenaikan tarif PPN tentu akan diikuti dengan kenaikan harga barang dan jasa. Padahal saat ini sejumlah data menunjukkan bahwa daya beli masyarakat melemah. Salah satu data teranyar yang menunjukkan pelemahan daya beli masyarakat ialah perlambatan pertumbuhan konsumsi rumah tangga. Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan, konsumsi rumah tangga tumbuh 4,93 persen secara tahunan (year on year/yoy) pada kuartal II-2024, lebih rendah dari periode kuartal II-2023 yang mencapai 5,22 persen secara yoy. Kondisi itu diperparah dengan fenomena masifnya gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK) di Tanah Air. Berdasarkan Satu Data Kementerian Ketenagakerjaan, pada periode Januari-Juni 2024 terdapat 32.064 orang tenaga kerja yang terkena PHK, naik 21,45 persen dari periode yang sama pada 2023. Berita disadur dari:  I Rully R. Ramli / Yoga Sukmana I Senin, 12 Agustus 2024 I 14:20 WIB", "post_id": "7403607220002344197"}}, {"key": "ekonomidotin_", "attributes": {"label": "ekonomidotin_", "x": 3.483777284502776, "y": 646.1857092298252, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 27.2075, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 2, "degree": 3}, "_id": "7605169297740139783", "id": "ekonomidotin_", "source": "tiktok-000001", "content": "Jakarta, 10 Feb 2026 – Bank Indonesia (BI) memperkirakan kinerja penjualan eceran di Indonesia meningkat pada Januari 2026. Hal ini terlihat dari Indeks Penjualan Riil (IPR) yang diprakirakan tumbuh +7.9% YoY, artinya penjualan barang ritel lebih tinggi dibandingkan Januari tahun lalu. Faktor pendorongnya: Permintaan tinggi pada kelompok barang budaya & rekreasi Konsumsi makanan, minuman & tembakau meningkat Penjualan sandang (pakaian) ikut tumbuh. Tapi ada catatan: jika dibanding bulan sebelumnya, penjualan eceran diprakirakan turun -0.6% karena normalisasi konsumsi pasca Natal & Tahun Baru. Meski begitu, kontraksi ini lebih ringan daripada tahun lalu (-4.7% MtM). Intinya: Konsumen tetap berbelanja lebih banyak dibanding tahun lalu, meski setelah liburan daya beli sedikit menurun. -------------- Ikuti Perkembangan Ekonomi di Media Sosial Ekonomidotin Instagram:  TikTok:  -------------- #beritaviral #ekonomi #ekonomidotin #bankindonesia #penjualan", "post_id": "7605169297740139783"}}, {"key": "ekonomidotin", "attributes": {"label": "ekonomidotin", "x": 728.6010361742549, "y": 114.0948691661946, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 27.2075, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7605169297740139783", "id": "ekonomidotin", "source": "tiktok-000001", "content": "Jakarta, 10 Feb 2026 – Bank Indonesia (BI) memperkirakan kinerja penjualan eceran di Indonesia meningkat pada Januari 2026. Hal ini terlihat dari Indeks Penjualan Riil (IPR) yang diprakirakan tumbuh +7.9% YoY, artinya penjualan barang ritel lebih tinggi dibandingkan Januari tahun lalu. Faktor pendorongnya: Permintaan tinggi pada kelompok barang budaya & rekreasi Konsumsi makanan, minuman & tembakau meningkat Penjualan sandang (pakaian) ikut tumbuh. Tapi ada catatan: jika dibanding bulan sebelumnya, penjualan eceran diprakirakan turun -0.6% karena normalisasi konsumsi pasca Natal & Tahun Baru. Meski begitu, kontraksi ini lebih ringan daripada tahun lalu (-4.7% MtM). Intinya: Konsumen tetap berbelanja lebih banyak dibanding tahun lalu, meski setelah liburan daya beli sedikit menurun. -------------- Ikuti Perkembangan Ekonomi di Media Sosial Ekonomidotin Instagram:  TikTok:  -------------- #beritaviral #ekonomi #ekonomidotin #bankindonesia #penjualan", "post_id": "7605169297740139783"}}, {"key": "old.money937", "attributes": {"label": "old.money937", "x": 653.063767084092, "y": 960.1647234912508, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 15.6443, "eigenvector": 100.0, "in_degree": 0, "out_degree": 9, "degree": 9}, "_id": "7632883834178063623", "id": "old.money937", "source": "tiktok-000001", "content": "🔥 SEGENAP PEJUANG:Rupiah Jeblok, Menko Jawabnya \"DI MONITOR\"? Memang Pejabat Kita Tukang Melongo?🔥 Saudaraku, Pejuang Fakta — viral cuplikan video ketika seorang wartawan menanyakan langsung langkah konkret jangka pendek untuk menyelamatkan nilai tukar rupiah yang nyaris menyentuh level psikologis Rp 17.300 per dolar AS. Jawaban Menko Perekonomian Airlangga Hartarto? \"Kita monitor saja.\" Ini adalah potret memalukan yang layak kita bongkar bersama, malam ini.  --- 📉 BAGIAN 1: FAKTA ANGKA RUPIAH (Jangan Pura-Pura Tidak Tahu) Indikator Data Catatan Kritis Nilai Tukar (Kamis, 23 April 2026) Nyaris Rp 17.300 per USD  Ini adalah level psikologis yang sangat dalam, pukulan telak bagi daya beli rakyat. Asumsi APBN 2026 (Januari lalu) Rp 16.500 per USD  Selisihnya sudah Rp 800 lebih per dolar! Ini artinya defisit akan membengkak. Tugas Bank Indonesia Stabilitas moneter  Airlangga bilang \"itu tugas BI\". Lalu tugas Menko Perekonomian itu apa? Saudaraku, jika kita membiarkan imbas ini tanpa kebijakan darurat yang jelas, maka harga barang kebutuhan pokok akan melambung tak terkendali. Petani, nelayan, buruh pabrik, dan kelas menengah bawah akan paling menderita. --- 🎭 BAGIAN 2: \"DI MONITOR\"? Ini Jawaban Sekelas Apa? Coba kita simak baik-baik gaya retorika Menteri kita ini. Pernyataan Terjemahan Bebas (Pejuang Fakta Version) \"Ya, kan, itu lihat gejolak global, jadi ya kita monitor saja.\"  Intinya: \"Ini salah global, saya tidak tahu harus ngapain selain liat-liatan.\" \"Nanti kita monitor saja, karena ini kan tidak bisa kita setiap hari reaktif.\"  Intinya: \"Sabar saja, pejabat tidak boleh buru-buru, nanti salah ambil kebijakan.\" \"Itu BI tugasnya menjaga.\"  Intinya: \"Ini bukan wewenang saya kok. Saya hanya koordinator, eksekutornya Bank Indonesia.\" \"Seumur-umur jadi Menteri, ini baru kali ini saya melihat Menteri Koordinator yang kerjanya cuma 'MONITOR' sementara rakyat ketar-ketir melihat harga barang naik dan tabungannya tergerus akibat rupiah jatuh!\" --- 💔 BAGIAN 3: ANALISA BODOHNYA SISTEM KOORDINASI Saudaraku, mari kita luruskan. Tanggung jawab Menko Perekonomian itu BUKAN untuk memantau. Tugas dia adalah Mengkoordinasikan kebijakan fiskal (Kemenkeu), kebijakan moneter (BI), dan sektor riil (Kementerian Perindustrian dan Perdagangan) . Jika rupiah melemah begini, rakyat ingin mendengar: 1. Apa instrumen baru yang akan dikeluarkan? (bukan sekadar intervensi biasa) 2. Apa jaminan harga pokok akan disubsidi silang? 3. Apa langkah diplomasi khusus ke negara sumber barang impor? Tapi yang kita dengar malah: \"Gejolak global.\" Mengutip analisis CELIOS, yang menyebut bahwa koordinasi antar kementerian dalam menghadapi krisis saat ini lemah dan tidak selaras . Ini adalah kegagalan kepemimpinan kolektif kabinet. --- 🔥 BAGIAN 4: NARASI MENOHOK \"Saudaraku, jika saya sakit parah ke puskesmas, lalu bertanya pada perawat: 'obatnya apa, Kak?' Lalu dijawab: 'kami monitor dulu.' Saya pasti akan marah, sebab bisa-bisa saya mati duluan. Nah, Rupiah kita sekarang sedang 'sakit parah'. Tapi ketika wartawan bertanya obatnya, Menko kita malah menjawab: 'Di-monitor.' Itu sama saja membiarkan luka dibiarkan berdarah tanpa perban. Itu kelalaian berat! Kita tidak minta keajaiban. Tapi kita minta setidaknya ada rencana darurat yang jelas. Jangan hanya kata 'monitor' lalu diserahkan ke BI. Bukankah dulu ada istilah 'policy mix'? Mana koordinasinya? Mana keberaniannya untuk memotong birokrasi di saat genting?\" Keep Smile, Pejuang Fakta. Karena meskipun pejabat kita hanya 'monitor', rakyat harus tetap pressure dan jangan sampai ikut-ikutan cuma 'monitor'. 😡📉🇮🇩 Teruslah menulis, jangan biarkan kekuasaan membudahkan pejabat. Karena stabilitas ekonomi ditentukan oleh kecepatan dan ketepatan kebijakan, bukan sekedar kecepatan membuka website untuk 'monitor'. 🔥🔥🔥  Rakabuming  Yudhi Sadewa   JACK    REPUBLIK ISLAM IRAN", "post_id": "7632883834178063623"}}, {"key": "Gibran", "attributes": {"label": "Gibran", "x": 100.66000799393183, "y": 111.3182716854424, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 17.1218, "eigenvector": 100.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7632883834178063623", "id": "Gibran", "source": "tiktok-000001", "content": "🔥 SEGENAP PEJUANG:Rupiah Jeblok, Menko Jawabnya \"DI MONITOR\"? Memang Pejabat Kita Tukang Melongo?🔥 Saudaraku, Pejuang Fakta — viral cuplikan video ketika seorang wartawan menanyakan langsung langkah konkret jangka pendek untuk menyelamatkan nilai tukar rupiah yang nyaris menyentuh level psikologis Rp 17.300 per dolar AS. Jawaban Menko Perekonomian Airlangga Hartarto? \"Kita monitor saja.\" Ini adalah potret memalukan yang layak kita bongkar bersama, malam ini.  --- 📉 BAGIAN 1: FAKTA ANGKA RUPIAH (Jangan Pura-Pura Tidak Tahu) Indikator Data Catatan Kritis Nilai Tukar (Kamis, 23 April 2026) Nyaris Rp 17.300 per USD  Ini adalah level psikologis yang sangat dalam, pukulan telak bagi daya beli rakyat. Asumsi APBN 2026 (Januari lalu) Rp 16.500 per USD  Selisihnya sudah Rp 800 lebih per dolar! Ini artinya defisit akan membengkak. Tugas Bank Indonesia Stabilitas moneter  Airlangga bilang \"itu tugas BI\". Lalu tugas Menko Perekonomian itu apa? Saudaraku, jika kita membiarkan imbas ini tanpa kebijakan darurat yang jelas, maka harga barang kebutuhan pokok akan melambung tak terkendali. Petani, nelayan, buruh pabrik, dan kelas menengah bawah akan paling menderita. --- 🎭 BAGIAN 2: \"DI MONITOR\"? Ini Jawaban Sekelas Apa? Coba kita simak baik-baik gaya retorika Menteri kita ini. Pernyataan Terjemahan Bebas (Pejuang Fakta Version) \"Ya, kan, itu lihat gejolak global, jadi ya kita monitor saja.\"  Intinya: \"Ini salah global, saya tidak tahu harus ngapain selain liat-liatan.\" \"Nanti kita monitor saja, karena ini kan tidak bisa kita setiap hari reaktif.\"  Intinya: \"Sabar saja, pejabat tidak boleh buru-buru, nanti salah ambil kebijakan.\" \"Itu BI tugasnya menjaga.\"  Intinya: \"Ini bukan wewenang saya kok. Saya hanya koordinator, eksekutornya Bank Indonesia.\" \"Seumur-umur jadi Menteri, ini baru kali ini saya melihat Menteri Koordinator yang kerjanya cuma 'MONITOR' sementara rakyat ketar-ketir melihat harga barang naik dan tabungannya tergerus akibat rupiah jatuh!\" --- 💔 BAGIAN 3: ANALISA BODOHNYA SISTEM KOORDINASI Saudaraku, mari kita luruskan. Tanggung jawab Menko Perekonomian itu BUKAN untuk memantau. Tugas dia adalah Mengkoordinasikan kebijakan fiskal (Kemenkeu), kebijakan moneter (BI), dan sektor riil (Kementerian Perindustrian dan Perdagangan) . Jika rupiah melemah begini, rakyat ingin mendengar: 1. Apa instrumen baru yang akan dikeluarkan? (bukan sekadar intervensi biasa) 2. Apa jaminan harga pokok akan disubsidi silang? 3. Apa langkah diplomasi khusus ke negara sumber barang impor? Tapi yang kita dengar malah: \"Gejolak global.\" Mengutip analisis CELIOS, yang menyebut bahwa koordinasi antar kementerian dalam menghadapi krisis saat ini lemah dan tidak selaras . Ini adalah kegagalan kepemimpinan kolektif kabinet. --- 🔥 BAGIAN 4: NARASI MENOHOK \"Saudaraku, jika saya sakit parah ke puskesmas, lalu bertanya pada perawat: 'obatnya apa, Kak?' Lalu dijawab: 'kami monitor dulu.' Saya pasti akan marah, sebab bisa-bisa saya mati duluan. Nah, Rupiah kita sekarang sedang 'sakit parah'. Tapi ketika wartawan bertanya obatnya, Menko kita malah menjawab: 'Di-monitor.' Itu sama saja membiarkan luka dibiarkan berdarah tanpa perban. Itu kelalaian berat! Kita tidak minta keajaiban. Tapi kita minta setidaknya ada rencana darurat yang jelas. Jangan hanya kata 'monitor' lalu diserahkan ke BI. Bukankah dulu ada istilah 'policy mix'? Mana koordinasinya? Mana keberaniannya untuk memotong birokrasi di saat genting?\" Keep Smile, Pejuang Fakta. Karena meskipun pejabat kita hanya 'monitor', rakyat harus tetap pressure dan jangan sampai ikut-ikutan cuma 'monitor'. 😡📉🇮🇩 Teruslah menulis, jangan biarkan kekuasaan membudahkan pejabat. Karena stabilitas ekonomi ditentukan oleh kecepatan dan ketepatan kebijakan, bukan sekedar kecepatan membuka website untuk 'monitor'. 🔥🔥🔥  Rakabuming  Yudhi Sadewa   JACK    REPUBLIK ISLAM IRAN", "post_id": "7632883834178063623"}}, {"key": "Purbaya", "attributes": {"label": "Purbaya", "x": 728.7235956169252, "y": 805.584065322205, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 17.1218, "eigenvector": 100.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7632883834178063623", "id": "Purbaya", "source": "tiktok-000001", "content": "🔥 SEGENAP PEJUANG:Rupiah Jeblok, Menko Jawabnya \"DI MONITOR\"? Memang Pejabat Kita Tukang Melongo?🔥 Saudaraku, Pejuang Fakta — viral cuplikan video ketika seorang wartawan menanyakan langsung langkah konkret jangka pendek untuk menyelamatkan nilai tukar rupiah yang nyaris menyentuh level psikologis Rp 17.300 per dolar AS. Jawaban Menko Perekonomian Airlangga Hartarto? \"Kita monitor saja.\" Ini adalah potret memalukan yang layak kita bongkar bersama, malam ini.  --- 📉 BAGIAN 1: FAKTA ANGKA RUPIAH (Jangan Pura-Pura Tidak Tahu) Indikator Data Catatan Kritis Nilai Tukar (Kamis, 23 April 2026) Nyaris Rp 17.300 per USD  Ini adalah level psikologis yang sangat dalam, pukulan telak bagi daya beli rakyat. Asumsi APBN 2026 (Januari lalu) Rp 16.500 per USD  Selisihnya sudah Rp 800 lebih per dolar! Ini artinya defisit akan membengkak. Tugas Bank Indonesia Stabilitas moneter  Airlangga bilang \"itu tugas BI\". Lalu tugas Menko Perekonomian itu apa? Saudaraku, jika kita membiarkan imbas ini tanpa kebijakan darurat yang jelas, maka harga barang kebutuhan pokok akan melambung tak terkendali. Petani, nelayan, buruh pabrik, dan kelas menengah bawah akan paling menderita. --- 🎭 BAGIAN 2: \"DI MONITOR\"? Ini Jawaban Sekelas Apa? Coba kita simak baik-baik gaya retorika Menteri kita ini. Pernyataan Terjemahan Bebas (Pejuang Fakta Version) \"Ya, kan, itu lihat gejolak global, jadi ya kita monitor saja.\"  Intinya: \"Ini salah global, saya tidak tahu harus ngapain selain liat-liatan.\" \"Nanti kita monitor saja, karena ini kan tidak bisa kita setiap hari reaktif.\"  Intinya: \"Sabar saja, pejabat tidak boleh buru-buru, nanti salah ambil kebijakan.\" \"Itu BI tugasnya menjaga.\"  Intinya: \"Ini bukan wewenang saya kok. Saya hanya koordinator, eksekutornya Bank Indonesia.\" \"Seumur-umur jadi Menteri, ini baru kali ini saya melihat Menteri Koordinator yang kerjanya cuma 'MONITOR' sementara rakyat ketar-ketir melihat harga barang naik dan tabungannya tergerus akibat rupiah jatuh!\" --- 💔 BAGIAN 3: ANALISA BODOHNYA SISTEM KOORDINASI Saudaraku, mari kita luruskan. Tanggung jawab Menko Perekonomian itu BUKAN untuk memantau. Tugas dia adalah Mengkoordinasikan kebijakan fiskal (Kemenkeu), kebijakan moneter (BI), dan sektor riil (Kementerian Perindustrian dan Perdagangan) . Jika rupiah melemah begini, rakyat ingin mendengar: 1. Apa instrumen baru yang akan dikeluarkan? (bukan sekadar intervensi biasa) 2. Apa jaminan harga pokok akan disubsidi silang? 3. Apa langkah diplomasi khusus ke negara sumber barang impor? Tapi yang kita dengar malah: \"Gejolak global.\" Mengutip analisis CELIOS, yang menyebut bahwa koordinasi antar kementerian dalam menghadapi krisis saat ini lemah dan tidak selaras . Ini adalah kegagalan kepemimpinan kolektif kabinet. --- 🔥 BAGIAN 4: NARASI MENOHOK \"Saudaraku, jika saya sakit parah ke puskesmas, lalu bertanya pada perawat: 'obatnya apa, Kak?' Lalu dijawab: 'kami monitor dulu.' Saya pasti akan marah, sebab bisa-bisa saya mati duluan. Nah, Rupiah kita sekarang sedang 'sakit parah'. Tapi ketika wartawan bertanya obatnya, Menko kita malah menjawab: 'Di-monitor.' Itu sama saja membiarkan luka dibiarkan berdarah tanpa perban. Itu kelalaian berat! Kita tidak minta keajaiban. Tapi kita minta setidaknya ada rencana darurat yang jelas. Jangan hanya kata 'monitor' lalu diserahkan ke BI. Bukankah dulu ada istilah 'policy mix'? Mana koordinasinya? Mana keberaniannya untuk memotong birokrasi di saat genting?\" Keep Smile, Pejuang Fakta. Karena meskipun pejabat kita hanya 'monitor', rakyat harus tetap pressure dan jangan sampai ikut-ikutan cuma 'monitor'. 😡📉🇮🇩 Teruslah menulis, jangan biarkan kekuasaan membudahkan pejabat. Karena stabilitas ekonomi ditentukan oleh kecepatan dan ketepatan kebijakan, bukan sekedar kecepatan membuka website untuk 'monitor'. 🔥🔥🔥  Rakabuming  Yudhi Sadewa   JACK    REPUBLIK ISLAM IRAN", "post_id": "7632883834178063623"}}, {"key": "vodca", "attributes": {"label": "vodca", "x": 82.2351174831939, "y": 609.2092177689838, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 17.1218, "eigenvector": 100.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7632883834178063623", "id": "vodca", "source": "tiktok-000001", "content": "🔥 SEGENAP PEJUANG:Rupiah Jeblok, Menko Jawabnya \"DI MONITOR\"? Memang Pejabat Kita Tukang Melongo?🔥 Saudaraku, Pejuang Fakta — viral cuplikan video ketika seorang wartawan menanyakan langsung langkah konkret jangka pendek untuk menyelamatkan nilai tukar rupiah yang nyaris menyentuh level psikologis Rp 17.300 per dolar AS. Jawaban Menko Perekonomian Airlangga Hartarto? \"Kita monitor saja.\" Ini adalah potret memalukan yang layak kita bongkar bersama, malam ini.  --- 📉 BAGIAN 1: FAKTA ANGKA RUPIAH (Jangan Pura-Pura Tidak Tahu) Indikator Data Catatan Kritis Nilai Tukar (Kamis, 23 April 2026) Nyaris Rp 17.300 per USD  Ini adalah level psikologis yang sangat dalam, pukulan telak bagi daya beli rakyat. Asumsi APBN 2026 (Januari lalu) Rp 16.500 per USD  Selisihnya sudah Rp 800 lebih per dolar! Ini artinya defisit akan membengkak. Tugas Bank Indonesia Stabilitas moneter  Airlangga bilang \"itu tugas BI\". Lalu tugas Menko Perekonomian itu apa? Saudaraku, jika kita membiarkan imbas ini tanpa kebijakan darurat yang jelas, maka harga barang kebutuhan pokok akan melambung tak terkendali. Petani, nelayan, buruh pabrik, dan kelas menengah bawah akan paling menderita. --- 🎭 BAGIAN 2: \"DI MONITOR\"? Ini Jawaban Sekelas Apa? Coba kita simak baik-baik gaya retorika Menteri kita ini. Pernyataan Terjemahan Bebas (Pejuang Fakta Version) \"Ya, kan, itu lihat gejolak global, jadi ya kita monitor saja.\"  Intinya: \"Ini salah global, saya tidak tahu harus ngapain selain liat-liatan.\" \"Nanti kita monitor saja, karena ini kan tidak bisa kita setiap hari reaktif.\"  Intinya: \"Sabar saja, pejabat tidak boleh buru-buru, nanti salah ambil kebijakan.\" \"Itu BI tugasnya menjaga.\"  Intinya: \"Ini bukan wewenang saya kok. Saya hanya koordinator, eksekutornya Bank Indonesia.\" \"Seumur-umur jadi Menteri, ini baru kali ini saya melihat Menteri Koordinator yang kerjanya cuma 'MONITOR' sementara rakyat ketar-ketir melihat harga barang naik dan tabungannya tergerus akibat rupiah jatuh!\" --- 💔 BAGIAN 3: ANALISA BODOHNYA SISTEM KOORDINASI Saudaraku, mari kita luruskan. Tanggung jawab Menko Perekonomian itu BUKAN untuk memantau. Tugas dia adalah Mengkoordinasikan kebijakan fiskal (Kemenkeu), kebijakan moneter (BI), dan sektor riil (Kementerian Perindustrian dan Perdagangan) . Jika rupiah melemah begini, rakyat ingin mendengar: 1. Apa instrumen baru yang akan dikeluarkan? (bukan sekadar intervensi biasa) 2. Apa jaminan harga pokok akan disubsidi silang? 3. Apa langkah diplomasi khusus ke negara sumber barang impor? Tapi yang kita dengar malah: \"Gejolak global.\" Mengutip analisis CELIOS, yang menyebut bahwa koordinasi antar kementerian dalam menghadapi krisis saat ini lemah dan tidak selaras . Ini adalah kegagalan kepemimpinan kolektif kabinet. --- 🔥 BAGIAN 4: NARASI MENOHOK \"Saudaraku, jika saya sakit parah ke puskesmas, lalu bertanya pada perawat: 'obatnya apa, Kak?' Lalu dijawab: 'kami monitor dulu.' Saya pasti akan marah, sebab bisa-bisa saya mati duluan. Nah, Rupiah kita sekarang sedang 'sakit parah'. Tapi ketika wartawan bertanya obatnya, Menko kita malah menjawab: 'Di-monitor.' Itu sama saja membiarkan luka dibiarkan berdarah tanpa perban. Itu kelalaian berat! Kita tidak minta keajaiban. Tapi kita minta setidaknya ada rencana darurat yang jelas. Jangan hanya kata 'monitor' lalu diserahkan ke BI. Bukankah dulu ada istilah 'policy mix'? Mana koordinasinya? Mana keberaniannya untuk memotong birokrasi di saat genting?\" Keep Smile, Pejuang Fakta. Karena meskipun pejabat kita hanya 'monitor', rakyat harus tetap pressure dan jangan sampai ikut-ikutan cuma 'monitor'. 😡📉🇮🇩 Teruslah menulis, jangan biarkan kekuasaan membudahkan pejabat. Karena stabilitas ekonomi ditentukan oleh kecepatan dan ketepatan kebijakan, bukan sekedar kecepatan membuka website untuk 'monitor'. 🔥🔥🔥  Rakabuming  Yudhi Sadewa   JACK    REPUBLIK ISLAM IRAN", "post_id": "7632883834178063623"}}, {"key": "MR.", "attributes": {"label": "MR.", "x": 634.6856298590612, "y": 703.3515782156561, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 17.1218, "eigenvector": 100.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7632883834178063623", "id": "MR.", "source": "tiktok-000001", "content": "🔥 SEGENAP PEJUANG:Rupiah Jeblok, Menko Jawabnya \"DI MONITOR\"? Memang Pejabat Kita Tukang Melongo?🔥 Saudaraku, Pejuang Fakta — viral cuplikan video ketika seorang wartawan menanyakan langsung langkah konkret jangka pendek untuk menyelamatkan nilai tukar rupiah yang nyaris menyentuh level psikologis Rp 17.300 per dolar AS. Jawaban Menko Perekonomian Airlangga Hartarto? \"Kita monitor saja.\" Ini adalah potret memalukan yang layak kita bongkar bersama, malam ini.  --- 📉 BAGIAN 1: FAKTA ANGKA RUPIAH (Jangan Pura-Pura Tidak Tahu) Indikator Data Catatan Kritis Nilai Tukar (Kamis, 23 April 2026) Nyaris Rp 17.300 per USD  Ini adalah level psikologis yang sangat dalam, pukulan telak bagi daya beli rakyat. Asumsi APBN 2026 (Januari lalu) Rp 16.500 per USD  Selisihnya sudah Rp 800 lebih per dolar! Ini artinya defisit akan membengkak. Tugas Bank Indonesia Stabilitas moneter  Airlangga bilang \"itu tugas BI\". Lalu tugas Menko Perekonomian itu apa? Saudaraku, jika kita membiarkan imbas ini tanpa kebijakan darurat yang jelas, maka harga barang kebutuhan pokok akan melambung tak terkendali. Petani, nelayan, buruh pabrik, dan kelas menengah bawah akan paling menderita. --- 🎭 BAGIAN 2: \"DI MONITOR\"? Ini Jawaban Sekelas Apa? Coba kita simak baik-baik gaya retorika Menteri kita ini. Pernyataan Terjemahan Bebas (Pejuang Fakta Version) \"Ya, kan, itu lihat gejolak global, jadi ya kita monitor saja.\"  Intinya: \"Ini salah global, saya tidak tahu harus ngapain selain liat-liatan.\" \"Nanti kita monitor saja, karena ini kan tidak bisa kita setiap hari reaktif.\"  Intinya: \"Sabar saja, pejabat tidak boleh buru-buru, nanti salah ambil kebijakan.\" \"Itu BI tugasnya menjaga.\"  Intinya: \"Ini bukan wewenang saya kok. Saya hanya koordinator, eksekutornya Bank Indonesia.\" \"Seumur-umur jadi Menteri, ini baru kali ini saya melihat Menteri Koordinator yang kerjanya cuma 'MONITOR' sementara rakyat ketar-ketir melihat harga barang naik dan tabungannya tergerus akibat rupiah jatuh!\" --- 💔 BAGIAN 3: ANALISA BODOHNYA SISTEM KOORDINASI Saudaraku, mari kita luruskan. Tanggung jawab Menko Perekonomian itu BUKAN untuk memantau. Tugas dia adalah Mengkoordinasikan kebijakan fiskal (Kemenkeu), kebijakan moneter (BI), dan sektor riil (Kementerian Perindustrian dan Perdagangan) . Jika rupiah melemah begini, rakyat ingin mendengar: 1. Apa instrumen baru yang akan dikeluarkan? (bukan sekadar intervensi biasa) 2. Apa jaminan harga pokok akan disubsidi silang? 3. Apa langkah diplomasi khusus ke negara sumber barang impor? Tapi yang kita dengar malah: \"Gejolak global.\" Mengutip analisis CELIOS, yang menyebut bahwa koordinasi antar kementerian dalam menghadapi krisis saat ini lemah dan tidak selaras . Ini adalah kegagalan kepemimpinan kolektif kabinet. --- 🔥 BAGIAN 4: NARASI MENOHOK \"Saudaraku, jika saya sakit parah ke puskesmas, lalu bertanya pada perawat: 'obatnya apa, Kak?' Lalu dijawab: 'kami monitor dulu.' Saya pasti akan marah, sebab bisa-bisa saya mati duluan. Nah, Rupiah kita sekarang sedang 'sakit parah'. Tapi ketika wartawan bertanya obatnya, Menko kita malah menjawab: 'Di-monitor.' Itu sama saja membiarkan luka dibiarkan berdarah tanpa perban. Itu kelalaian berat! Kita tidak minta keajaiban. Tapi kita minta setidaknya ada rencana darurat yang jelas. Jangan hanya kata 'monitor' lalu diserahkan ke BI. Bukankah dulu ada istilah 'policy mix'? Mana koordinasinya? Mana keberaniannya untuk memotong birokrasi di saat genting?\" Keep Smile, Pejuang Fakta. Karena meskipun pejabat kita hanya 'monitor', rakyat harus tetap pressure dan jangan sampai ikut-ikutan cuma 'monitor'. 😡📉🇮🇩 Teruslah menulis, jangan biarkan kekuasaan membudahkan pejabat. Karena stabilitas ekonomi ditentukan oleh kecepatan dan ketepatan kebijakan, bukan sekedar kecepatan membuka website untuk 'monitor'. 🔥🔥🔥  Rakabuming  Yudhi Sadewa   JACK    REPUBLIK ISLAM IRAN", "post_id": "7632883834178063623"}}, {"key": "Vansena", "attributes": {"label": "Vansena", "x": 643.6944412086314, "y": 65.42506932802394, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 17.1218, "eigenvector": 100.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7632883834178063623", "id": "Vansena", "source": "tiktok-000001", "content": "🔥 SEGENAP PEJUANG:Rupiah Jeblok, Menko Jawabnya \"DI MONITOR\"? Memang Pejabat Kita Tukang Melongo?🔥 Saudaraku, Pejuang Fakta — viral cuplikan video ketika seorang wartawan menanyakan langsung langkah konkret jangka pendek untuk menyelamatkan nilai tukar rupiah yang nyaris menyentuh level psikologis Rp 17.300 per dolar AS. Jawaban Menko Perekonomian Airlangga Hartarto? \"Kita monitor saja.\" Ini adalah potret memalukan yang layak kita bongkar bersama, malam ini.  --- 📉 BAGIAN 1: FAKTA ANGKA RUPIAH (Jangan Pura-Pura Tidak Tahu) Indikator Data Catatan Kritis Nilai Tukar (Kamis, 23 April 2026) Nyaris Rp 17.300 per USD  Ini adalah level psikologis yang sangat dalam, pukulan telak bagi daya beli rakyat. Asumsi APBN 2026 (Januari lalu) Rp 16.500 per USD  Selisihnya sudah Rp 800 lebih per dolar! Ini artinya defisit akan membengkak. Tugas Bank Indonesia Stabilitas moneter  Airlangga bilang \"itu tugas BI\". Lalu tugas Menko Perekonomian itu apa? Saudaraku, jika kita membiarkan imbas ini tanpa kebijakan darurat yang jelas, maka harga barang kebutuhan pokok akan melambung tak terkendali. Petani, nelayan, buruh pabrik, dan kelas menengah bawah akan paling menderita. --- 🎭 BAGIAN 2: \"DI MONITOR\"? Ini Jawaban Sekelas Apa? Coba kita simak baik-baik gaya retorika Menteri kita ini. Pernyataan Terjemahan Bebas (Pejuang Fakta Version) \"Ya, kan, itu lihat gejolak global, jadi ya kita monitor saja.\"  Intinya: \"Ini salah global, saya tidak tahu harus ngapain selain liat-liatan.\" \"Nanti kita monitor saja, karena ini kan tidak bisa kita setiap hari reaktif.\"  Intinya: \"Sabar saja, pejabat tidak boleh buru-buru, nanti salah ambil kebijakan.\" \"Itu BI tugasnya menjaga.\"  Intinya: \"Ini bukan wewenang saya kok. Saya hanya koordinator, eksekutornya Bank Indonesia.\" \"Seumur-umur jadi Menteri, ini baru kali ini saya melihat Menteri Koordinator yang kerjanya cuma 'MONITOR' sementara rakyat ketar-ketir melihat harga barang naik dan tabungannya tergerus akibat rupiah jatuh!\" --- 💔 BAGIAN 3: ANALISA BODOHNYA SISTEM KOORDINASI Saudaraku, mari kita luruskan. Tanggung jawab Menko Perekonomian itu BUKAN untuk memantau. Tugas dia adalah Mengkoordinasikan kebijakan fiskal (Kemenkeu), kebijakan moneter (BI), dan sektor riil (Kementerian Perindustrian dan Perdagangan) . Jika rupiah melemah begini, rakyat ingin mendengar: 1. Apa instrumen baru yang akan dikeluarkan? (bukan sekadar intervensi biasa) 2. Apa jaminan harga pokok akan disubsidi silang? 3. Apa langkah diplomasi khusus ke negara sumber barang impor? Tapi yang kita dengar malah: \"Gejolak global.\" Mengutip analisis CELIOS, yang menyebut bahwa koordinasi antar kementerian dalam menghadapi krisis saat ini lemah dan tidak selaras . Ini adalah kegagalan kepemimpinan kolektif kabinet. --- 🔥 BAGIAN 4: NARASI MENOHOK \"Saudaraku, jika saya sakit parah ke puskesmas, lalu bertanya pada perawat: 'obatnya apa, Kak?' Lalu dijawab: 'kami monitor dulu.' Saya pasti akan marah, sebab bisa-bisa saya mati duluan. Nah, Rupiah kita sekarang sedang 'sakit parah'. Tapi ketika wartawan bertanya obatnya, Menko kita malah menjawab: 'Di-monitor.' Itu sama saja membiarkan luka dibiarkan berdarah tanpa perban. Itu kelalaian berat! Kita tidak minta keajaiban. Tapi kita minta setidaknya ada rencana darurat yang jelas. Jangan hanya kata 'monitor' lalu diserahkan ke BI. Bukankah dulu ada istilah 'policy mix'? Mana koordinasinya? Mana keberaniannya untuk memotong birokrasi di saat genting?\" Keep Smile, Pejuang Fakta. Karena meskipun pejabat kita hanya 'monitor', rakyat harus tetap pressure dan jangan sampai ikut-ikutan cuma 'monitor'. 😡📉🇮🇩 Teruslah menulis, jangan biarkan kekuasaan membudahkan pejabat. Karena stabilitas ekonomi ditentukan oleh kecepatan dan ketepatan kebijakan, bukan sekedar kecepatan membuka website untuk 'monitor'. 🔥🔥🔥  Rakabuming  Yudhi Sadewa   JACK    REPUBLIK ISLAM IRAN", "post_id": "7632883834178063623"}}, {"key": "Oke", "attributes": {"label": "Oke", "x": 690.6753642883277, "y": 401.2377259985544, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 17.1218, "eigenvector": 100.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7632883834178063623", "id": "Oke", "source": "tiktok-000001", "content": "🔥 SEGENAP PEJUANG:Rupiah Jeblok, Menko Jawabnya \"DI MONITOR\"? Memang Pejabat Kita Tukang Melongo?🔥 Saudaraku, Pejuang Fakta — viral cuplikan video ketika seorang wartawan menanyakan langsung langkah konkret jangka pendek untuk menyelamatkan nilai tukar rupiah yang nyaris menyentuh level psikologis Rp 17.300 per dolar AS. Jawaban Menko Perekonomian Airlangga Hartarto? \"Kita monitor saja.\" Ini adalah potret memalukan yang layak kita bongkar bersama, malam ini.  --- 📉 BAGIAN 1: FAKTA ANGKA RUPIAH (Jangan Pura-Pura Tidak Tahu) Indikator Data Catatan Kritis Nilai Tukar (Kamis, 23 April 2026) Nyaris Rp 17.300 per USD  Ini adalah level psikologis yang sangat dalam, pukulan telak bagi daya beli rakyat. Asumsi APBN 2026 (Januari lalu) Rp 16.500 per USD  Selisihnya sudah Rp 800 lebih per dolar! Ini artinya defisit akan membengkak. Tugas Bank Indonesia Stabilitas moneter  Airlangga bilang \"itu tugas BI\". Lalu tugas Menko Perekonomian itu apa? Saudaraku, jika kita membiarkan imbas ini tanpa kebijakan darurat yang jelas, maka harga barang kebutuhan pokok akan melambung tak terkendali. Petani, nelayan, buruh pabrik, dan kelas menengah bawah akan paling menderita. --- 🎭 BAGIAN 2: \"DI MONITOR\"? Ini Jawaban Sekelas Apa? Coba kita simak baik-baik gaya retorika Menteri kita ini. Pernyataan Terjemahan Bebas (Pejuang Fakta Version) \"Ya, kan, itu lihat gejolak global, jadi ya kita monitor saja.\"  Intinya: \"Ini salah global, saya tidak tahu harus ngapain selain liat-liatan.\" \"Nanti kita monitor saja, karena ini kan tidak bisa kita setiap hari reaktif.\"  Intinya: \"Sabar saja, pejabat tidak boleh buru-buru, nanti salah ambil kebijakan.\" \"Itu BI tugasnya menjaga.\"  Intinya: \"Ini bukan wewenang saya kok. Saya hanya koordinator, eksekutornya Bank Indonesia.\" \"Seumur-umur jadi Menteri, ini baru kali ini saya melihat Menteri Koordinator yang kerjanya cuma 'MONITOR' sementara rakyat ketar-ketir melihat harga barang naik dan tabungannya tergerus akibat rupiah jatuh!\" --- 💔 BAGIAN 3: ANALISA BODOHNYA SISTEM KOORDINASI Saudaraku, mari kita luruskan. Tanggung jawab Menko Perekonomian itu BUKAN untuk memantau. Tugas dia adalah Mengkoordinasikan kebijakan fiskal (Kemenkeu), kebijakan moneter (BI), dan sektor riil (Kementerian Perindustrian dan Perdagangan) . Jika rupiah melemah begini, rakyat ingin mendengar: 1. Apa instrumen baru yang akan dikeluarkan? (bukan sekadar intervensi biasa) 2. Apa jaminan harga pokok akan disubsidi silang? 3. Apa langkah diplomasi khusus ke negara sumber barang impor? Tapi yang kita dengar malah: \"Gejolak global.\" Mengutip analisis CELIOS, yang menyebut bahwa koordinasi antar kementerian dalam menghadapi krisis saat ini lemah dan tidak selaras . Ini adalah kegagalan kepemimpinan kolektif kabinet. --- 🔥 BAGIAN 4: NARASI MENOHOK \"Saudaraku, jika saya sakit parah ke puskesmas, lalu bertanya pada perawat: 'obatnya apa, Kak?' Lalu dijawab: 'kami monitor dulu.' Saya pasti akan marah, sebab bisa-bisa saya mati duluan. Nah, Rupiah kita sekarang sedang 'sakit parah'. Tapi ketika wartawan bertanya obatnya, Menko kita malah menjawab: 'Di-monitor.' Itu sama saja membiarkan luka dibiarkan berdarah tanpa perban. Itu kelalaian berat! Kita tidak minta keajaiban. Tapi kita minta setidaknya ada rencana darurat yang jelas. Jangan hanya kata 'monitor' lalu diserahkan ke BI. Bukankah dulu ada istilah 'policy mix'? Mana koordinasinya? Mana keberaniannya untuk memotong birokrasi di saat genting?\" Keep Smile, Pejuang Fakta. Karena meskipun pejabat kita hanya 'monitor', rakyat harus tetap pressure dan jangan sampai ikut-ikutan cuma 'monitor'. 😡📉🇮🇩 Teruslah menulis, jangan biarkan kekuasaan membudahkan pejabat. Karena stabilitas ekonomi ditentukan oleh kecepatan dan ketepatan kebijakan, bukan sekedar kecepatan membuka website untuk 'monitor'. 🔥🔥🔥  Rakabuming  Yudhi Sadewa   JACK    REPUBLIK ISLAM IRAN", "post_id": "7632883834178063623"}}, {"key": "KEDUBES", "attributes": {"label": "KEDUBES", "x": 230.01207015441693, "y": 831.7640805634579, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 17.1218, "eigenvector": 100.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7632883834178063623", "id": "KEDUBES", "source": "tiktok-000001", "content": "🔥 SEGENAP PEJUANG:Rupiah Jeblok, Menko Jawabnya \"DI MONITOR\"? Memang Pejabat Kita Tukang Melongo?🔥 Saudaraku, Pejuang Fakta — viral cuplikan video ketika seorang wartawan menanyakan langsung langkah konkret jangka pendek untuk menyelamatkan nilai tukar rupiah yang nyaris menyentuh level psikologis Rp 17.300 per dolar AS. Jawaban Menko Perekonomian Airlangga Hartarto? \"Kita monitor saja.\" Ini adalah potret memalukan yang layak kita bongkar bersama, malam ini.  --- 📉 BAGIAN 1: FAKTA ANGKA RUPIAH (Jangan Pura-Pura Tidak Tahu) Indikator Data Catatan Kritis Nilai Tukar (Kamis, 23 April 2026) Nyaris Rp 17.300 per USD  Ini adalah level psikologis yang sangat dalam, pukulan telak bagi daya beli rakyat. Asumsi APBN 2026 (Januari lalu) Rp 16.500 per USD  Selisihnya sudah Rp 800 lebih per dolar! Ini artinya defisit akan membengkak. Tugas Bank Indonesia Stabilitas moneter  Airlangga bilang \"itu tugas BI\". Lalu tugas Menko Perekonomian itu apa? Saudaraku, jika kita membiarkan imbas ini tanpa kebijakan darurat yang jelas, maka harga barang kebutuhan pokok akan melambung tak terkendali. Petani, nelayan, buruh pabrik, dan kelas menengah bawah akan paling menderita. --- 🎭 BAGIAN 2: \"DI MONITOR\"? Ini Jawaban Sekelas Apa? Coba kita simak baik-baik gaya retorika Menteri kita ini. Pernyataan Terjemahan Bebas (Pejuang Fakta Version) \"Ya, kan, itu lihat gejolak global, jadi ya kita monitor saja.\"  Intinya: \"Ini salah global, saya tidak tahu harus ngapain selain liat-liatan.\" \"Nanti kita monitor saja, karena ini kan tidak bisa kita setiap hari reaktif.\"  Intinya: \"Sabar saja, pejabat tidak boleh buru-buru, nanti salah ambil kebijakan.\" \"Itu BI tugasnya menjaga.\"  Intinya: \"Ini bukan wewenang saya kok. Saya hanya koordinator, eksekutornya Bank Indonesia.\" \"Seumur-umur jadi Menteri, ini baru kali ini saya melihat Menteri Koordinator yang kerjanya cuma 'MONITOR' sementara rakyat ketar-ketir melihat harga barang naik dan tabungannya tergerus akibat rupiah jatuh!\" --- 💔 BAGIAN 3: ANALISA BODOHNYA SISTEM KOORDINASI Saudaraku, mari kita luruskan. Tanggung jawab Menko Perekonomian itu BUKAN untuk memantau. Tugas dia adalah Mengkoordinasikan kebijakan fiskal (Kemenkeu), kebijakan moneter (BI), dan sektor riil (Kementerian Perindustrian dan Perdagangan) . Jika rupiah melemah begini, rakyat ingin mendengar: 1. Apa instrumen baru yang akan dikeluarkan? (bukan sekadar intervensi biasa) 2. Apa jaminan harga pokok akan disubsidi silang? 3. Apa langkah diplomasi khusus ke negara sumber barang impor? Tapi yang kita dengar malah: \"Gejolak global.\" Mengutip analisis CELIOS, yang menyebut bahwa koordinasi antar kementerian dalam menghadapi krisis saat ini lemah dan tidak selaras . Ini adalah kegagalan kepemimpinan kolektif kabinet. --- 🔥 BAGIAN 4: NARASI MENOHOK \"Saudaraku, jika saya sakit parah ke puskesmas, lalu bertanya pada perawat: 'obatnya apa, Kak?' Lalu dijawab: 'kami monitor dulu.' Saya pasti akan marah, sebab bisa-bisa saya mati duluan. Nah, Rupiah kita sekarang sedang 'sakit parah'. Tapi ketika wartawan bertanya obatnya, Menko kita malah menjawab: 'Di-monitor.' Itu sama saja membiarkan luka dibiarkan berdarah tanpa perban. Itu kelalaian berat! Kita tidak minta keajaiban. Tapi kita minta setidaknya ada rencana darurat yang jelas. Jangan hanya kata 'monitor' lalu diserahkan ke BI. Bukankah dulu ada istilah 'policy mix'? Mana koordinasinya? Mana keberaniannya untuk memotong birokrasi di saat genting?\" Keep Smile, Pejuang Fakta. Karena meskipun pejabat kita hanya 'monitor', rakyat harus tetap pressure dan jangan sampai ikut-ikutan cuma 'monitor'. 😡📉🇮🇩 Teruslah menulis, jangan biarkan kekuasaan membudahkan pejabat. Karena stabilitas ekonomi ditentukan oleh kecepatan dan ketepatan kebijakan, bukan sekedar kecepatan membuka website untuk 'monitor'. 🔥🔥🔥  Rakabuming  Yudhi Sadewa   JACK    REPUBLIK ISLAM IRAN", "post_id": "7632883834178063623"}}, {"key": "jambore53", "attributes": {"label": "jambore53", "x": 105.57233668269484, "y": 387.68886584857773, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 17.1218, "eigenvector": 100.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7632883834178063623", "id": "jambore53", "source": "tiktok-000001", "content": "🔥 SEGENAP PEJUANG:Rupiah Jeblok, Menko Jawabnya \"DI MONITOR\"? Memang Pejabat Kita Tukang Melongo?🔥 Saudaraku, Pejuang Fakta — viral cuplikan video ketika seorang wartawan menanyakan langsung langkah konkret jangka pendek untuk menyelamatkan nilai tukar rupiah yang nyaris menyentuh level psikologis Rp 17.300 per dolar AS. Jawaban Menko Perekonomian Airlangga Hartarto? \"Kita monitor saja.\" Ini adalah potret memalukan yang layak kita bongkar bersama, malam ini.  --- 📉 BAGIAN 1: FAKTA ANGKA RUPIAH (Jangan Pura-Pura Tidak Tahu) Indikator Data Catatan Kritis Nilai Tukar (Kamis, 23 April 2026) Nyaris Rp 17.300 per USD  Ini adalah level psikologis yang sangat dalam, pukulan telak bagi daya beli rakyat. Asumsi APBN 2026 (Januari lalu) Rp 16.500 per USD  Selisihnya sudah Rp 800 lebih per dolar! Ini artinya defisit akan membengkak. Tugas Bank Indonesia Stabilitas moneter  Airlangga bilang \"itu tugas BI\". Lalu tugas Menko Perekonomian itu apa? Saudaraku, jika kita membiarkan imbas ini tanpa kebijakan darurat yang jelas, maka harga barang kebutuhan pokok akan melambung tak terkendali. Petani, nelayan, buruh pabrik, dan kelas menengah bawah akan paling menderita. --- 🎭 BAGIAN 2: \"DI MONITOR\"? Ini Jawaban Sekelas Apa? Coba kita simak baik-baik gaya retorika Menteri kita ini. Pernyataan Terjemahan Bebas (Pejuang Fakta Version) \"Ya, kan, itu lihat gejolak global, jadi ya kita monitor saja.\"  Intinya: \"Ini salah global, saya tidak tahu harus ngapain selain liat-liatan.\" \"Nanti kita monitor saja, karena ini kan tidak bisa kita setiap hari reaktif.\"  Intinya: \"Sabar saja, pejabat tidak boleh buru-buru, nanti salah ambil kebijakan.\" \"Itu BI tugasnya menjaga.\"  Intinya: \"Ini bukan wewenang saya kok. Saya hanya koordinator, eksekutornya Bank Indonesia.\" \"Seumur-umur jadi Menteri, ini baru kali ini saya melihat Menteri Koordinator yang kerjanya cuma 'MONITOR' sementara rakyat ketar-ketir melihat harga barang naik dan tabungannya tergerus akibat rupiah jatuh!\" --- 💔 BAGIAN 3: ANALISA BODOHNYA SISTEM KOORDINASI Saudaraku, mari kita luruskan. Tanggung jawab Menko Perekonomian itu BUKAN untuk memantau. Tugas dia adalah Mengkoordinasikan kebijakan fiskal (Kemenkeu), kebijakan moneter (BI), dan sektor riil (Kementerian Perindustrian dan Perdagangan) . Jika rupiah melemah begini, rakyat ingin mendengar: 1. Apa instrumen baru yang akan dikeluarkan? (bukan sekadar intervensi biasa) 2. Apa jaminan harga pokok akan disubsidi silang? 3. Apa langkah diplomasi khusus ke negara sumber barang impor? Tapi yang kita dengar malah: \"Gejolak global.\" Mengutip analisis CELIOS, yang menyebut bahwa koordinasi antar kementerian dalam menghadapi krisis saat ini lemah dan tidak selaras . Ini adalah kegagalan kepemimpinan kolektif kabinet. --- 🔥 BAGIAN 4: NARASI MENOHOK \"Saudaraku, jika saya sakit parah ke puskesmas, lalu bertanya pada perawat: 'obatnya apa, Kak?' Lalu dijawab: 'kami monitor dulu.' Saya pasti akan marah, sebab bisa-bisa saya mati duluan. Nah, Rupiah kita sekarang sedang 'sakit parah'. Tapi ketika wartawan bertanya obatnya, Menko kita malah menjawab: 'Di-monitor.' Itu sama saja membiarkan luka dibiarkan berdarah tanpa perban. Itu kelalaian berat! Kita tidak minta keajaiban. Tapi kita minta setidaknya ada rencana darurat yang jelas. Jangan hanya kata 'monitor' lalu diserahkan ke BI. Bukankah dulu ada istilah 'policy mix'? Mana koordinasinya? Mana keberaniannya untuk memotong birokrasi di saat genting?\" Keep Smile, Pejuang Fakta. Karena meskipun pejabat kita hanya 'monitor', rakyat harus tetap pressure dan jangan sampai ikut-ikutan cuma 'monitor'. 😡📉🇮🇩 Teruslah menulis, jangan biarkan kekuasaan membudahkan pejabat. Karena stabilitas ekonomi ditentukan oleh kecepatan dan ketepatan kebijakan, bukan sekedar kecepatan membuka website untuk 'monitor'. 🔥🔥🔥  Rakabuming  Yudhi Sadewa   JACK    REPUBLIK ISLAM IRAN", "post_id": "7632883834178063623"}}, {"key": "infokalbar99", "attributes": {"label": "infokalbar99", "x": 855.226460852734, "y": 850.7639648157063, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 17.1218, "eigenvector": 100.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7632883834178063623", "id": "infokalbar99", "source": "tiktok-000001", "content": "🔥 SEGENAP PEJUANG:Rupiah Jeblok, Menko Jawabnya \"DI MONITOR\"? Memang Pejabat Kita Tukang Melongo?🔥 Saudaraku, Pejuang Fakta — viral cuplikan video ketika seorang wartawan menanyakan langsung langkah konkret jangka pendek untuk menyelamatkan nilai tukar rupiah yang nyaris menyentuh level psikologis Rp 17.300 per dolar AS. Jawaban Menko Perekonomian Airlangga Hartarto? \"Kita monitor saja.\" Ini adalah potret memalukan yang layak kita bongkar bersama, malam ini.  --- 📉 BAGIAN 1: FAKTA ANGKA RUPIAH (Jangan Pura-Pura Tidak Tahu) Indikator Data Catatan Kritis Nilai Tukar (Kamis, 23 April 2026) Nyaris Rp 17.300 per USD  Ini adalah level psikologis yang sangat dalam, pukulan telak bagi daya beli rakyat. Asumsi APBN 2026 (Januari lalu) Rp 16.500 per USD  Selisihnya sudah Rp 800 lebih per dolar! Ini artinya defisit akan membengkak. Tugas Bank Indonesia Stabilitas moneter  Airlangga bilang \"itu tugas BI\". Lalu tugas Menko Perekonomian itu apa? Saudaraku, jika kita membiarkan imbas ini tanpa kebijakan darurat yang jelas, maka harga barang kebutuhan pokok akan melambung tak terkendali. Petani, nelayan, buruh pabrik, dan kelas menengah bawah akan paling menderita. --- 🎭 BAGIAN 2: \"DI MONITOR\"? Ini Jawaban Sekelas Apa? Coba kita simak baik-baik gaya retorika Menteri kita ini. Pernyataan Terjemahan Bebas (Pejuang Fakta Version) \"Ya, kan, itu lihat gejolak global, jadi ya kita monitor saja.\"  Intinya: \"Ini salah global, saya tidak tahu harus ngapain selain liat-liatan.\" \"Nanti kita monitor saja, karena ini kan tidak bisa kita setiap hari reaktif.\"  Intinya: \"Sabar saja, pejabat tidak boleh buru-buru, nanti salah ambil kebijakan.\" \"Itu BI tugasnya menjaga.\"  Intinya: \"Ini bukan wewenang saya kok. Saya hanya koordinator, eksekutornya Bank Indonesia.\" \"Seumur-umur jadi Menteri, ini baru kali ini saya melihat Menteri Koordinator yang kerjanya cuma 'MONITOR' sementara rakyat ketar-ketir melihat harga barang naik dan tabungannya tergerus akibat rupiah jatuh!\" --- 💔 BAGIAN 3: ANALISA BODOHNYA SISTEM KOORDINASI Saudaraku, mari kita luruskan. Tanggung jawab Menko Perekonomian itu BUKAN untuk memantau. Tugas dia adalah Mengkoordinasikan kebijakan fiskal (Kemenkeu), kebijakan moneter (BI), dan sektor riil (Kementerian Perindustrian dan Perdagangan) . Jika rupiah melemah begini, rakyat ingin mendengar: 1. Apa instrumen baru yang akan dikeluarkan? (bukan sekadar intervensi biasa) 2. Apa jaminan harga pokok akan disubsidi silang? 3. Apa langkah diplomasi khusus ke negara sumber barang impor? Tapi yang kita dengar malah: \"Gejolak global.\" Mengutip analisis CELIOS, yang menyebut bahwa koordinasi antar kementerian dalam menghadapi krisis saat ini lemah dan tidak selaras . Ini adalah kegagalan kepemimpinan kolektif kabinet. --- 🔥 BAGIAN 4: NARASI MENOHOK \"Saudaraku, jika saya sakit parah ke puskesmas, lalu bertanya pada perawat: 'obatnya apa, Kak?' Lalu dijawab: 'kami monitor dulu.' Saya pasti akan marah, sebab bisa-bisa saya mati duluan. Nah, Rupiah kita sekarang sedang 'sakit parah'. Tapi ketika wartawan bertanya obatnya, Menko kita malah menjawab: 'Di-monitor.' Itu sama saja membiarkan luka dibiarkan berdarah tanpa perban. Itu kelalaian berat! Kita tidak minta keajaiban. Tapi kita minta setidaknya ada rencana darurat yang jelas. Jangan hanya kata 'monitor' lalu diserahkan ke BI. Bukankah dulu ada istilah 'policy mix'? Mana koordinasinya? Mana keberaniannya untuk memotong birokrasi di saat genting?\" Keep Smile, Pejuang Fakta. Karena meskipun pejabat kita hanya 'monitor', rakyat harus tetap pressure dan jangan sampai ikut-ikutan cuma 'monitor'. 😡📉🇮🇩 Teruslah menulis, jangan biarkan kekuasaan membudahkan pejabat. Karena stabilitas ekonomi ditentukan oleh kecepatan dan ketepatan kebijakan, bukan sekedar kecepatan membuka website untuk 'monitor'. 🔥🔥🔥  Rakabuming  Yudhi Sadewa   JACK    REPUBLIK ISLAM IRAN", "post_id": "7632883834178063623"}}, {"key": "info_tws", "attributes": {"label": "info_tws", "x": 730.8516892208522, "y": 465.01518668898944, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 15.6443, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "7625574759362809108", "id": "info_tws", "source": "tiktok-000001", "content": "⛽ Lonjakan Harga BBM AS: Inflasi Mengancam, Dompet Warga Kian Tercekik! Kabar buruk kembali datang dari sektor energi Amerika Serikat. Harga bahan bakar minyak (BBM) dilaporkan melonjak tajam dengan kenaikan rata-rata sekitar US$1 per galon. Angka ini bukan sekadar statistik biasa; para ekonom memprediksi lonjakan ini akan memicu kenaikan inflasi sebesar 1%, menandai percepatan laju inflasi tertajam yang pernah tercatat sejak krisis tahun 2022 lalu. Efek Domino Ekonomi Kenaikan ini ibarat \"pukulan telak\" bagi stabilitas ekonomi Paman Sam. Mengingat ketergantungan mobilitas warga AS yang sangat tinggi terhadap kendaraan pribadi, kenaikan biaya di pompa bensin akan langsung berimbas pada: • Biaya Logistik: Harga barang pokok berpotensi naik karena biaya distribusi yang membengkak. • Daya Beli Menurun: Warga terpaksa memangkas anggaran belanja lain demi memenuhi tangki bensin mereka. • Sentimen Pasar: Ketidakpastian ekonomi global semakin memperkeruh suasana pasar keuangan. Warga Mulai Menjerit Di berbagai negara bagian, warga AS mulai mengekspresikan kekhawatiran mereka. Bagi banyak keluarga kelas menengah ke bawah, tambahan biaya transportasi ini berarti harus memilih antara mengisi bensin atau kebutuhan mendasar lainnya. Bayang-bayang resesi dan krisis biaya hidup yang sempat mereda kini kembali menghantui tepat di tengah upaya pemulihan ekonomi nasional. Apakah kebijakan pemerintah federal mampu meredam gejolak harga ini, ataukah warga AS harus bersiap menghadapi musim panas yang \"panas\" bagi rekening bank mereka?   #twsnews #tradewithsuli", "post_id": "7625574759362809108"}}, {"key": "tradewithsuli", "attributes": {"label": "tradewithsuli", "x": 920.4547587423783, "y": 910.3606880016225, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 28.9419, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7625574759362809108", "id": "tradewithsuli", "source": "tiktok-000001", "content": "⛽ Lonjakan Harga BBM AS: Inflasi Mengancam, Dompet Warga Kian Tercekik! Kabar buruk kembali datang dari sektor energi Amerika Serikat. Harga bahan bakar minyak (BBM) dilaporkan melonjak tajam dengan kenaikan rata-rata sekitar US$1 per galon. Angka ini bukan sekadar statistik biasa; para ekonom memprediksi lonjakan ini akan memicu kenaikan inflasi sebesar 1%, menandai percepatan laju inflasi tertajam yang pernah tercatat sejak krisis tahun 2022 lalu. Efek Domino Ekonomi Kenaikan ini ibarat \"pukulan telak\" bagi stabilitas ekonomi Paman Sam. Mengingat ketergantungan mobilitas warga AS yang sangat tinggi terhadap kendaraan pribadi, kenaikan biaya di pompa bensin akan langsung berimbas pada: • Biaya Logistik: Harga barang pokok berpotensi naik karena biaya distribusi yang membengkak. • Daya Beli Menurun: Warga terpaksa memangkas anggaran belanja lain demi memenuhi tangki bensin mereka. • Sentimen Pasar: Ketidakpastian ekonomi global semakin memperkeruh suasana pasar keuangan. Warga Mulai Menjerit Di berbagai negara bagian, warga AS mulai mengekspresikan kekhawatiran mereka. Bagi banyak keluarga kelas menengah ke bawah, tambahan biaya transportasi ini berarti harus memilih antara mengisi bensin atau kebutuhan mendasar lainnya. Bayang-bayang resesi dan krisis biaya hidup yang sempat mereda kini kembali menghantui tepat di tengah upaya pemulihan ekonomi nasional. Apakah kebijakan pemerintah federal mampu meredam gejolak harga ini, ataukah warga AS harus bersiap menghadapi musim panas yang \"panas\" bagi rekening bank mereka?   #twsnews #tradewithsuli", "post_id": "7625574759362809108"}}, {"key": "@tvOneNews", "attributes": {"label": "@tvOneNews", "x": 269.78567550322407, "y": 184.89387576578153, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 15.6443, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "MCUi4-8u2kI", "id": "@tvOneNews", "source": "youtube-000001", "content": "Ekonom: Pemerintah Harus Menjaga Daya Beli Masyarakat Kecil | IBF tvOne\n\nJakarta, https://www.tvOnenews.com - Ekonom: Pemerintah Harus Menjaga Daya Beli Masyarakat Kecil | IBF tvOne\n\nHarga plastik selangit, pedagang pun menjerit. Di sejumlah wilayah kenaiikan bahkan mencapai 100%. UMKM yang menggunakan plastik sebagai kemasan, berada dalam posisi terjepit. Antara menaikkan harga produk, atau terpaksa mengurangi kuantitas demi bisa survive mengakali harga plastik yang makin 'buas'.\n\nNaiknya harga plastik dipicu gangguan pasokan bahan baku nafta dari Timur Tengah akibat perang Iran. Seperti diketahui Indonesia masih 100% mengimpor bahan baku utama plastik. Ketergantungan total ini menjadikan industri plastik nasional rentan terhadap gangguan global. Atau sebaliknya, hal ini justru jadi titik balik. Perkuat sistem guna ulang dan beralih pada bioplastik.\n\nSimak selengkapnya dalam Indonesia Business Forum tvOne \"Timur Tengah Bergejolak, Harga Plastik Bergerak\" bersama narasumber:\n\nMuhammad Putra Hutama (Tenaga Ahli Utama KSP)\nAbdullah Mansuri (Ketua Umum Ikatan Pedagang Pasar Indonesia \"IKAPPI\")\nFajar Budiono (Sekretaris Jenderal Asosiasi Industri Olefin. Aromatik dan Plastik Indonesia \"INAPLAS\")\nTeuku Riefky (Ekonom LPEM FEB Universitas Indonesia)\nAli Mahsun Atmo (Ketua Asosiasi Pedagang Kaki Lima Indonesia \"APKLI\")\n\n#Perang #Plastik #UMKM #Konflik\n\nIBF01\nTOM01\nLF01\n\nSaksikan live streaming tvOne hanya di https://www.tvonenews.com/live\nDan jangan lupa untuk follow akun-Akun Sosial Media tvOnenews untuk mendapatkan beragam informasi terkini dan update dari kami:\n\nFacebook -   / tvonenews  \nInstagram -   / tvonenews  \nTwitter -   / tvonenews  \nTikTok -   / tvonenews  \nWebsite - https://tvOnenews.com\nMusic by Declan DP\n   /", "post_id": "MCUi4-8u2kI"}}, {"key": "declandpmusic", "attributes": {"label": "declandpmusic", "x": 393.20282700148255, "y": 109.27565851271982, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 22.2931, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "MCUi4-8u2kI", "id": "declandpmusic", "source": "youtube-000001", "content": "Ekonom: Pemerintah Harus Menjaga Daya Beli Masyarakat Kecil | IBF tvOne\n\nJakarta, https://www.tvOnenews.com - Ekonom: Pemerintah Harus Menjaga Daya Beli Masyarakat Kecil | IBF tvOne\n\nHarga plastik selangit, pedagang pun menjerit. Di sejumlah wilayah kenaiikan bahkan mencapai 100%. UMKM yang menggunakan plastik sebagai kemasan, berada dalam posisi terjepit. Antara menaikkan harga produk, atau terpaksa mengurangi kuantitas demi bisa survive mengakali harga plastik yang makin 'buas'.\n\nNaiknya harga plastik dipicu gangguan pasokan bahan baku nafta dari Timur Tengah akibat perang Iran. Seperti diketahui Indonesia masih 100% mengimpor bahan baku utama plastik. Ketergantungan total ini menjadikan industri plastik nasional rentan terhadap gangguan global. Atau sebaliknya, hal ini justru jadi titik balik. Perkuat sistem guna ulang dan beralih pada bioplastik.\n\nSimak selengkapnya dalam Indonesia Business Forum tvOne \"Timur Tengah Bergejolak, Harga Plastik Bergerak\" bersama narasumber:\n\nMuhammad Putra Hutama (Tenaga Ahli Utama KSP)\nAbdullah Mansuri (Ketua Umum Ikatan Pedagang Pasar Indonesia \"IKAPPI\")\nFajar Budiono (Sekretaris Jenderal Asosiasi Industri Olefin. Aromatik dan Plastik Indonesia \"INAPLAS\")\nTeuku Riefky (Ekonom LPEM FEB Universitas Indonesia)\nAli Mahsun Atmo (Ketua Asosiasi Pedagang Kaki Lima Indonesia \"APKLI\")\n\n#Perang #Plastik #UMKM #Konflik\n\nIBF01\nTOM01\nLF01\n\nSaksikan live streaming tvOne hanya di https://www.tvonenews.com/live\nDan jangan lupa untuk follow akun-Akun Sosial Media tvOnenews untuk mendapatkan beragam informasi terkini dan update dari kami:\n\nFacebook -   / tvonenews  \nInstagram -   / tvonenews  \nTwitter -   / tvonenews  \nTikTok -   / tvonenews  \nWebsite - https://tvOnenews.com\nMusic by Declan DP\n   /", "post_id": "MCUi4-8u2kI"}}, {"key": "@KoranJakartaYoutubeOfficial", "attributes": {"label": "@KoranJakartaYoutubeOfficial", "x": 510.4916214825359, "y": 244.331286130529, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 15.6443, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "g1wmGWINf-Q", "id": "@KoranJakartaYoutubeOfficial", "source": "youtube-000001", "content": "INDONESIA SIAGA \"WORST SCENARIO!\" Harga BBM Melonjak & OJK Desak Mitigasi!\n\nAncaman krisis ekonomi global kian nyata! Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama para ekonom memperingatkan potensi \"Worst Scenario\" bagi ekonomi Indonesia akibat lonjakan harga BBM dan konflik Timur Tengah yang memanas.\nApa dampaknya bagi cicilan bank, nasib UMKM, dan harga kebutuhan pokok kita? Dalam video ini, kami membedah transmisi krisis dari jalur energi hingga ke sektor keuangan riil. Simak analisis mendalam mengenai perlunya mitigasi kebijakan moneter untuk menyelamatkan daya beli masyarakat dari hantaman inflasi global.\n\nVideo Editor: Rifqi Rahmandika\n\n#koranjakarta #news #ekonomiindonesia #ojk #hargabbm #krisisglobal #MitigasiEkonomi #beritaterkini #SkenarioTerburuk #perbankan\n============================================================\n\nKunjungi media sosial kami untuk mendapatkan informasi terbaru.\n\nInstagram:   / koranjakarta.id  \nTwitter: https://x.com/koranjakarta_id/\nFacebook:   / koran.jakarta  \nThread: https://www.threads.com/\nTiktok:   / koranjakarta  \n\nWebsite Koran Jakarta : https://koran-jakarta.com\n\nHave any idea, or business inquiries\ndigital-jakarta.com\n\nKebenaran itu Tidak Pernah Memihak!", "post_id": "g1wmGWINf-Q"}}, {"key": "koranjakarta...", "attributes": {"label": "koranjakarta...", "x": 978.5388265641578, "y": 796.1795779426878, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 22.2931, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "g1wmGWINf-Q", "id": "koranjakarta...", "source": "youtube-000001", "content": "INDONESIA SIAGA \"WORST SCENARIO!\" Harga BBM Melonjak & OJK Desak Mitigasi!\n\nAncaman krisis ekonomi global kian nyata! Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama para ekonom memperingatkan potensi \"Worst Scenario\" bagi ekonomi Indonesia akibat lonjakan harga BBM dan konflik Timur Tengah yang memanas.\nApa dampaknya bagi cicilan bank, nasib UMKM, dan harga kebutuhan pokok kita? Dalam video ini, kami membedah transmisi krisis dari jalur energi hingga ke sektor keuangan riil. Simak analisis mendalam mengenai perlunya mitigasi kebijakan moneter untuk menyelamatkan daya beli masyarakat dari hantaman inflasi global.\n\nVideo Editor: Rifqi Rahmandika\n\n#koranjakarta #news #ekonomiindonesia #ojk #hargabbm #krisisglobal #MitigasiEkonomi #beritaterkini #SkenarioTerburuk #perbankan\n============================================================\n\nKunjungi media sosial kami untuk mendapatkan informasi terbaru.\n\nInstagram:   / koranjakarta.id  \nTwitter: https://x.com/koranjakarta_id/\nFacebook:   / koran.jakarta  \nThread: https://www.threads.com/\nTiktok:   / koranjakarta  \n\nWebsite Koran Jakarta : https://koran-jakarta.com\n\nHave any idea, or business inquiries\ndigital-jakarta.com\n\nKebenaran itu Tidak Pernah Memihak!", "post_id": "g1wmGWINf-Q"}}, {"key": "@IDXChannel", "attributes": {"label": "@IDXChannel", "x": 347.7328003652875, "y": 463.3535006692203, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 15.6443, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 21, "degree": 21}, "_id": "9HDsTYu2tIM", "id": "@IDXChannel", "source": "youtube-000001", "content": "[FULL] Inflasi Terkendali, Tapi PMI Manufaktur Nyaris Kontraksi | MARKET REVIEW\n\nDi tengah tekanan ekonomi global, efektivitas kebijakan insentif pemerintah dalam menjaga inflasi tetap terkendali kembali menjadi sorotan. Namun di sisi lain, sektor industri menghadapi tantangan serius karena PMI manufaktur Indonesia berada di ambang kontraksi akibat melemahnya permintaan dan meningkatnya biaya produksi. Lantas, sejauh mana kebijakan insentif mampu menjaga stabilitas ekonomi, dan apa dampaknya bagi daya beli masyarakat serta prospek sektor manufaktur ke depan?\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nFollow US on Social Media\nYuk Subscribe -    /   \nWa Channel - https://whatsapp.com/channel/0029Va5V...\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idx_channel  \n-------------------------------------------------------------------------------------\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\nMyRepublic Channel 576\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "9HDsTYu2tIM"}}, {"key": "idxchannel_", "attributes": {"label": "idxchannel_", "x": 528.9601679178688, "y": 832.5833251498972, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 16.2775, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 3, "out_degree": 0, "degree": 3}, "_id": "9HDsTYu2tIM", "id": "idxchannel_", "source": "youtube-000001", "content": "[FULL] Inflasi Terkendali, Tapi PMI Manufaktur Nyaris Kontraksi | MARKET REVIEW\n\nDi tengah tekanan ekonomi global, efektivitas kebijakan insentif pemerintah dalam menjaga inflasi tetap terkendali kembali menjadi sorotan. Namun di sisi lain, sektor industri menghadapi tantangan serius karena PMI manufaktur Indonesia berada di ambang kontraksi akibat melemahnya permintaan dan meningkatnya biaya produksi. Lantas, sejauh mana kebijakan insentif mampu menjaga stabilitas ekonomi, dan apa dampaknya bagi daya beli masyarakat serta prospek sektor manufaktur ke depan?\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nFollow US on Social Media\nYuk Subscribe -    /   \nWa Channel - https://whatsapp.com/channel/0029Va5V...\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idx_channel  \n-------------------------------------------------------------------------------------\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\nMyRepublic Channel 576\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "9HDsTYu2tIM"}}, {"key": "wicky_adrian", "attributes": {"label": "wicky_adrian", "x": 959.949425536221, "y": 736.2304718779664, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 16.2775, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 3, "out_degree": 0, "degree": 3}, "_id": "9HDsTYu2tIM", "id": "wicky_adrian", "source": "youtube-000001", "content": "[FULL] Inflasi Terkendali, Tapi PMI Manufaktur Nyaris Kontraksi | MARKET REVIEW\n\nDi tengah tekanan ekonomi global, efektivitas kebijakan insentif pemerintah dalam menjaga inflasi tetap terkendali kembali menjadi sorotan. Namun di sisi lain, sektor industri menghadapi tantangan serius karena PMI manufaktur Indonesia berada di ambang kontraksi akibat melemahnya permintaan dan meningkatnya biaya produksi. Lantas, sejauh mana kebijakan insentif mampu menjaga stabilitas ekonomi, dan apa dampaknya bagi daya beli masyarakat serta prospek sektor manufaktur ke depan?\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nFollow US on Social Media\nYuk Subscribe -    /   \nWa Channel - https://whatsapp.com/channel/0029Va5V...\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idx_channel  \n-------------------------------------------------------------------------------------\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\nMyRepublic Channel 576\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "9HDsTYu2tIM"}}, {"key": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "fajar.wayong", "x": 532.0258775122564, "y": 218.86859449563266, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 16.2775, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 6, "out_degree": 0, "degree": 6}, "_id": "9HDsTYu2tIM", "id": "fajar.wayong", "source": "youtube-000001", "content": "[FULL] Inflasi Terkendali, Tapi PMI Manufaktur Nyaris Kontraksi | MARKET REVIEW\n\nDi tengah tekanan ekonomi global, efektivitas kebijakan insentif pemerintah dalam menjaga inflasi tetap terkendali kembali menjadi sorotan. Namun di sisi lain, sektor industri menghadapi tantangan serius karena PMI manufaktur Indonesia berada di ambang kontraksi akibat melemahnya permintaan dan meningkatnya biaya produksi. Lantas, sejauh mana kebijakan insentif mampu menjaga stabilitas ekonomi, dan apa dampaknya bagi daya beli masyarakat serta prospek sektor manufaktur ke depan?\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nFollow US on Social Media\nYuk Subscribe -    /   \nWa Channel - https://whatsapp.com/channel/0029Va5V...\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idx_channel  \n-------------------------------------------------------------------------------------\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\nMyRepublic Channel 576\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "9HDsTYu2tIM"}}, {"key": "deffid_83", "attributes": {"label": "deffid_83", "x": 834.1592554597537, "y": 326.7530917258674, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 16.2775, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 3, "out_degree": 0, "degree": 3}, "_id": "9HDsTYu2tIM", "id": "deffid_83", "source": "youtube-000001", "content": "[FULL] Inflasi Terkendali, Tapi PMI Manufaktur Nyaris Kontraksi | MARKET REVIEW\n\nDi tengah tekanan ekonomi global, efektivitas kebijakan insentif pemerintah dalam menjaga inflasi tetap terkendali kembali menjadi sorotan. Namun di sisi lain, sektor industri menghadapi tantangan serius karena PMI manufaktur Indonesia berada di ambang kontraksi akibat melemahnya permintaan dan meningkatnya biaya produksi. Lantas, sejauh mana kebijakan insentif mampu menjaga stabilitas ekonomi, dan apa dampaknya bagi daya beli masyarakat serta prospek sektor manufaktur ke depan?\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nFollow US on Social Media\nYuk Subscribe -    /   \nWa Channel - https://whatsapp.com/channel/0029Va5V...\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idx_channel  \n-------------------------------------------------------------------------------------\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\nMyRepublic Channel 576\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "9HDsTYu2tIM"}}, {"key": "prast_ulrich", "attributes": {"label": "prast_ulrich", "x": 567.73814837202, "y": 549.7360571464723, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 16.2775, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 3, "out_degree": 0, "degree": 3}, "_id": "9HDsTYu2tIM", "id": "prast_ulrich", "source": "youtube-000001", "content": "[FULL] Inflasi Terkendali, Tapi PMI Manufaktur Nyaris Kontraksi | MARKET REVIEW\n\nDi tengah tekanan ekonomi global, efektivitas kebijakan insentif pemerintah dalam menjaga inflasi tetap terkendali kembali menjadi sorotan. Namun di sisi lain, sektor industri menghadapi tantangan serius karena PMI manufaktur Indonesia berada di ambang kontraksi akibat melemahnya permintaan dan meningkatnya biaya produksi. Lantas, sejauh mana kebijakan insentif mampu menjaga stabilitas ekonomi, dan apa dampaknya bagi daya beli masyarakat serta prospek sektor manufaktur ke depan?\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nFollow US on Social Media\nYuk Subscribe -    /   \nWa Channel - https://whatsapp.com/channel/0029Va5V...\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idx_channel  \n-------------------------------------------------------------------------------------\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\nMyRepublic Channel 576\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "9HDsTYu2tIM"}}, {"key": "rosalinehioe", "attributes": {"label": "rosalinehioe", "x": 150.82399803623247, "y": 765.8574801911141, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 16.2775, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 3, "out_degree": 0, "degree": 3}, "_id": "9HDsTYu2tIM", "id": "rosalinehioe", "source": "youtube-000001", "content": "[FULL] Inflasi Terkendali, Tapi PMI Manufaktur Nyaris Kontraksi | MARKET REVIEW\n\nDi tengah tekanan ekonomi global, efektivitas kebijakan insentif pemerintah dalam menjaga inflasi tetap terkendali kembali menjadi sorotan. Namun di sisi lain, sektor industri menghadapi tantangan serius karena PMI manufaktur Indonesia berada di ambang kontraksi akibat melemahnya permintaan dan meningkatnya biaya produksi. Lantas, sejauh mana kebijakan insentif mampu menjaga stabilitas ekonomi, dan apa dampaknya bagi daya beli masyarakat serta prospek sektor manufaktur ke depan?\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nFollow US on Social Media\nYuk Subscribe -    /   \nWa Channel - https://whatsapp.com/channel/0029Va5V...\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idx_channel  \n-------------------------------------------------------------------------------------\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\nMyRepublic Channel 576\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "9HDsTYu2tIM"}}, {"key": "@MissingMiddlePodcast", "attributes": {"label": "@MissingMiddlePodcast", "x": 20.034685606388102, "y": 942.7316874019315, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 15.6443, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "IoHsE_QwoJY", "id": "@MissingMiddlePodcast", "source": "youtube-000001", "content": "Kenaikan Pajak Terselubung yang Tidak Disetujui Siapa Pun\n\nApakah pemerintah provinsi menaikkan pajak Anda secara diam-diam?\n\nEkonom Mike Moffatt dan kolumnis Sabrina Maddeaux mengungkap mekanisme tersembunyi dari kenaikan tarif pajak secara bertahap (bracket creep), yaitu kenaikan pajak terselubung yang berdampak pada jutaan warga Kanada.\n\nKarena tarif pajak tetap di provinsi-provinsi seperti British Columbia, Manitoba, dan Ontario gagal menyesuaikan dengan inflasi, pekerja kelas menengah secara otomatis terdorong ke tingkat pajak yang lebih tinggi, memaksa mereka untuk membayar pajak seolah-olah mereka kaya meskipun daya beli mereka tetap stagnan.\n\nKami membahas mengapa hal ini sangat merugikan warga Kanada muda yang bergantung pada pendapatan (Generasi Milenial dan Gen Z) dan bagaimana ambang batas pajak tambahan Ontario yang sudah usang, yang dapat dipicu oleh pendapatan kurang dari $110.000, menghukum upaya dan mendorong migrasi keluar. Lebih dari sekadar uang, alat pendapatan diam-diam ini kurang memiliki akuntabilitas demokratis, mengikis kepercayaan pada lembaga-lembaga dan mengungkapkan kode pajak yang sangat membutuhkan peninjauan ulang secara menyeluruh.\n\nTopik Utama: Kenaikan Tarif Pajak Bertahap, Pajak Terselubung, Kebijakan Pajak, Inflasi, Kelas Menengah, Pajak Tambahan Ontario, Mike Moffatt, Sabrina Maddeaux, Politik Kanada, Ketidaksetaraan Ekonomi, Reformasi Pajak.\n\nBab:\n00:00 Kenaikan Tarif Pajak Bertahap dan Dampaknya terhadap Daya Beli\n02:32 Isu Akuntabilitas: Mengapa Kenaikan Pajak Terselubung Penting\n04:06 Bagaimana Kenaikan Tarif Pajak Bertahap Mempengaruhi Penerima Pendapatan dan Kesenjangan Generasional\n06:17 Masalah dengan Ambang Batas Pajak Tambahan Ontario yang Ketinggalan Zaman\n08:36 Dampak Politik dan Erosi Kepercayaan pada Institusi\n10:10 Kebutuhan untuk Memikirkan Kembali Kode Pajak\nRiset/tautan:\nKolom Sabrina di National Post (dokumen sumber): Sabrina Maddeaux: Provinsi-provinsi mengambil keuntungan dari penderitaan inflasi Anda | National Post\n\nLaporan Federasi Pembayar Pajak Kanada tentang pembekuan tarif pajak di Manitoba: Ruang Berita\n\nKelowna Capital News tentang proyeksi pendapatan pembekuan tarif pajak di BC: Merinci perubahan pajak BC dalam Anggaran 2026, termasuk kenaikan pajak penghasilan | Kelowna Capital News\n\nKredit:\nMike Moffatt   / mikepmoffatt  \nhttps://bsky.app/profile/mikepmoffatt...\n\nSabrina Maddeaux https://x.com/SabrinaMaddeaux\n\nMeredith Martin \n  / meredithmartin  \nhttps://bsky.app/profile/meredithmart...\n\nSean Foreman\n\nhttps://bsky.app/profile/seanforeman....\n\nCara Stern https://x.com/carastern\nhttps://bsky.app/profile/carastern.bs...\n\nMahasiswa Magang\nDylan Dayaratne\n\nDidanai oleh Yayasan Neptis https://neptis.org/\nDipersembahkan oleh Missing Middle Initiative https://www.missingmiddleinitiative.ca/", "post_id": "IoHsE_QwoJY"}}, {"key": "seanegertonforeman", "attributes": {"label": "seanegertonforeman", "x": 860.0354798354015, "y": 817.0664954269068, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 28.9419, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "IoHsE_QwoJY", "id": "seanegertonforeman", "source": "youtube-000001", "content": "Kenaikan Pajak Terselubung yang Tidak Disetujui Siapa Pun\n\nApakah pemerintah provinsi menaikkan pajak Anda secara diam-diam?\n\nEkonom Mike Moffatt dan kolumnis Sabrina Maddeaux mengungkap mekanisme tersembunyi dari kenaikan tarif pajak secara bertahap (bracket creep), yaitu kenaikan pajak terselubung yang berdampak pada jutaan warga Kanada.\n\nKarena tarif pajak tetap di provinsi-provinsi seperti British Columbia, Manitoba, dan Ontario gagal menyesuaikan dengan inflasi, pekerja kelas menengah secara otomatis terdorong ke tingkat pajak yang lebih tinggi, memaksa mereka untuk membayar pajak seolah-olah mereka kaya meskipun daya beli mereka tetap stagnan.\n\nKami membahas mengapa hal ini sangat merugikan warga Kanada muda yang bergantung pada pendapatan (Generasi Milenial dan Gen Z) dan bagaimana ambang batas pajak tambahan Ontario yang sudah usang, yang dapat dipicu oleh pendapatan kurang dari $110.000, menghukum upaya dan mendorong migrasi keluar. Lebih dari sekadar uang, alat pendapatan diam-diam ini kurang memiliki akuntabilitas demokratis, mengikis kepercayaan pada lembaga-lembaga dan mengungkapkan kode pajak yang sangat membutuhkan peninjauan ulang secara menyeluruh.\n\nTopik Utama: Kenaikan Tarif Pajak Bertahap, Pajak Terselubung, Kebijakan Pajak, Inflasi, Kelas Menengah, Pajak Tambahan Ontario, Mike Moffatt, Sabrina Maddeaux, Politik Kanada, Ketidaksetaraan Ekonomi, Reformasi Pajak.\n\nBab:\n00:00 Kenaikan Tarif Pajak Bertahap dan Dampaknya terhadap Daya Beli\n02:32 Isu Akuntabilitas: Mengapa Kenaikan Pajak Terselubung Penting\n04:06 Bagaimana Kenaikan Tarif Pajak Bertahap Mempengaruhi Penerima Pendapatan dan Kesenjangan Generasional\n06:17 Masalah dengan Ambang Batas Pajak Tambahan Ontario yang Ketinggalan Zaman\n08:36 Dampak Politik dan Erosi Kepercayaan pada Institusi\n10:10 Kebutuhan untuk Memikirkan Kembali Kode Pajak\nRiset/tautan:\nKolom Sabrina di National Post (dokumen sumber): Sabrina Maddeaux: Provinsi-provinsi mengambil keuntungan dari penderitaan inflasi Anda | National Post\n\nLaporan Federasi Pembayar Pajak Kanada tentang pembekuan tarif pajak di Manitoba: Ruang Berita\n\nKelowna Capital News tentang proyeksi pendapatan pembekuan tarif pajak di BC: Merinci perubahan pajak BC dalam Anggaran 2026, termasuk kenaikan pajak penghasilan | Kelowna Capital News\n\nKredit:\nMike Moffatt   / mikepmoffatt  \nhttps://bsky.app/profile/mikepmoffatt...\n\nSabrina Maddeaux https://x.com/SabrinaMaddeaux\n\nMeredith Martin \n  / meredithmartin  \nhttps://bsky.app/profile/meredithmart...\n\nSean Foreman\n\nhttps://bsky.app/profile/seanforeman....\n\nCara Stern https://x.com/carastern\nhttps://bsky.app/profile/carastern.bs...\n\nMahasiswa Magang\nDylan Dayaratne\n\nDidanai oleh Yayasan Neptis https://neptis.org/\nDipersembahkan oleh Missing Middle Initiative https://www.missingmiddleinitiative.ca/", "post_id": "IoHsE_QwoJY"}}, {"key": "@FinanceDailySilverUpdates", "attributes": {"label": "@FinanceDailySilverUpdates", "x": 691.9738364691146, "y": 355.1744734808723, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 15.6443, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "nFIn_hRt2LY", "id": "@FinanceDailySilverUpdates", "source": "youtube-000001", "content": "Harga Emas Bisa Mencapai $38.000... Dan Harga Perak Mungkin Akan Melonjak Jauh Lebih Cepat\": Lyn...\n\nEmas Bisa Mencapai $38.000... Dan Perak Mungkin Melonjak Jauh Lebih Cepat\": Lynette Zang | Prediksi Perak 2025\n\nApakah dolar diam-diam kehilangan daya beli terakhirnya sementara emas dan perak bersiap untuk perubahan historis? Lynette Zang mengatakan ini bukan siklus inflasi normal. Ini adalah krisis kepercayaan yang lebih dalam terhadap uang fiat, utang negara, dan seluruh sistem keuangan.\n\nDalam wawancara ini, Lynette Zang, ekonom, analis sistem moneter, dan pendukung lama uang yang sehat, menjelaskan mengapa emas dan perak jauh lebih penting daripada yang disadari sebagian besar investor. Ini bukan sekadar percakapan tentang harga emas atau volatilitas pasar. Ini adalah diskusi serius tentang apa yang terjadi ketika tingkat utang menjadi tidak terbayar, mata uang terdilusi, dan kepercayaan pada aset kertas mulai retak.\n\nZang berpendapat bahwa kebanyakan orang masih melihat kekayaan melalui lensa yang salah. Alih-alih mengukur semuanya dalam dolar, ia mendesak pemirsa untuk berpikir dalam hal daya beli, sejarah moneter, dan aset riil yang berada di luar sistem perbankan. Itulah yang membuat wawancara ini begitu menarik. Wawancara ini menantang asumsi di balik mata uang fiat, pasar obligasi, dan perencanaan keuangan tradisional pada saat inflasi, utang, dan distorsi kebijakan menjadi sesuatu yang tidak mungkin diabaikan.\n\nIa juga menguraikan mengapa bank sentral terus mengakumulasi emas, mengapa kepemilikan fisik penting, dan mengapa perak mungkin menjadi salah satu aset yang paling diabaikan di pasar. Bagi pemirsa yang mengikuti perkembangan emas, perak, inflasi, penurunan nilai mata uang, CBDC, krisis utang, dan perlindungan kekayaan, diskusi ini menawarkan kerangka kerja yang jauh lebih besar daripada komentar yang biasanya berfokus pada berita utama.\n\nYang membuat percakapan ini benar-benar bermakna adalah Lynette Zang tidak berbicara tentang ketakutan jangka pendek. Ia berbicara tentang kelangsungan hidup jangka panjang, strategi, dan perbedaan antara janji di atas kertas dan aset nyata tanpa risiko pihak lawan. Perspektif itu akan beresonansi dengan siapa pun yang khawatir tentang masa depan tabungan, pensiun, stabilitas perbankan, atau daya beli uang mereka.\n\nJika Anda menginginkan percakapan yang serius dan menggugah pikiran tentang emas, perak, inflasi, mata uang fiat, bank sentral, dan masa depan sistem moneter global, wawancara dengan Lynette Zang ini layak ditonton sampai selesai. Pesannya berani, mendesak, dan sangat relevan bagi siapa pun yang mencoba melindungi kekayaan di dunia keuangan yang berubah dengan cepat.\n\n#perak #fed #emas #lynettezang #financedaily\n\n------\nSumber:\nApakah Dolar AS dalam Krisis? Menjelajahi Pasar Mata Uang, Inflasi, dan Penurunan Peringkat Bank\n   • Lynette Zang: Is the U.S. Dollar in Crisis...  \nITM TRADING, INC.\nhttps://www.youtube.com/\n\n-------\nSitus Web\n🟩 Jadwalkan Sesi Strategi: 877-410-1414\n🟩 Kirim email kepada kami di services\n🟩 Beranda Resmi www.itmtrading.com\n🟩 Video & Riset www.ITMTrading.com/Blog\n🟩 Dengarkan Saat Bepergian: https://anchor.fm/itmtrading\n🟩 Di Luar Emas & Perak:    / beyondgolds.  .\n🟩 Komunitas Thrivers: https://www.thriverscommunity.com/\n🟩 Twitter ITM:   / itmtrading  \n🟩 Twitter Lynette:   / itmtrading_zang  \n🟩 Facebook:   / itmtrading  \n\n------\nTentang Saluran:\nSelamat datang di saluran YouTube FINANCE DAILY, saluran ini membahas tentang pasar keuangan, produk keuangan, prospek ekonomi, mata uang kripto, dan konsep aset digital dengan cara yang sederhana, serta membantu pengikut kami dalam semua aspek yang berkaitan dengan keputusan keuangan pribadi, di setiap tahap kehidupan mereka.\n\nSaluran ini adalah tempat untuk belajar dari investor dan pemikir terbaik dunia! Konten kami mencakup investor legendaris termasuk Warren Buffett, Ray Dalio, Peter Schiff, Jim Rickards, Robert Kiyosaki, Raoul Pal, Howard Marks, Bill Gates, Charlie Munger, Cathy Wood, Chamath, dan banyak lagi!\n\nHarap dicatat bahwa semua konten yang dipublikasikan hanya untuk tujuan pendidikan dan hiburan, dan tidak boleh dianggap sebagai nasihat keuangan.\n\nBERLANGGANAN untuk Video Baru - Unggahan Harian!\n\n------\nPERNYATAAN PENAFIAN HAK CIPTA PENGGUNAAN WAJAR\nPernyataan Penafian Hak Cipta Berdasarkan Pasal 107 Undang-Undang Hak Cipta 1976, izin diberikan untuk \"penggunaan wajar\" untuk tujuan seperti kritik, komentar, pelaporan berita, pengajaran, beasiswa, dan penelitian. Penggunaan wajar adalah penggunaan yang diizinkan oleh undang-undang hak cipta yang mungkin melanggar hak cipta. Penggunaan nirlaba, pendidikan, atau pribadi cenderung mendukung penggunaan wajar.\n\n-Video ini tidak berdampak negatif pada karya asli (bahkan akan berdampak positif bagi karya tersebut)\n-Video ini juga untuk tujuan pengajaran dan inspirasi.\n\n-Kami hanya menggunakan cuplikan video untuk menyampaikan poin yang diperlukan.\n\n#federalreserve #ekonomi #usa", "post_id": "nFIn_hRt2LY"}}, {"key": "itmtrading/f...", "attributes": {"label": "itmtrading/f...", "x": 250.86895429412138, "y": 935.0543371193386, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 28.9419, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "nFIn_hRt2LY", "id": "itmtrading/f...", "source": "youtube-000001", "content": "Harga Emas Bisa Mencapai $38.000... Dan Harga Perak Mungkin Akan Melonjak Jauh Lebih Cepat\": Lyn...\n\nEmas Bisa Mencapai $38.000... Dan Perak Mungkin Melonjak Jauh Lebih Cepat\": Lynette Zang | Prediksi Perak 2025\n\nApakah dolar diam-diam kehilangan daya beli terakhirnya sementara emas dan perak bersiap untuk perubahan historis? Lynette Zang mengatakan ini bukan siklus inflasi normal. Ini adalah krisis kepercayaan yang lebih dalam terhadap uang fiat, utang negara, dan seluruh sistem keuangan.\n\nDalam wawancara ini, Lynette Zang, ekonom, analis sistem moneter, dan pendukung lama uang yang sehat, menjelaskan mengapa emas dan perak jauh lebih penting daripada yang disadari sebagian besar investor. Ini bukan sekadar percakapan tentang harga emas atau volatilitas pasar. Ini adalah diskusi serius tentang apa yang terjadi ketika tingkat utang menjadi tidak terbayar, mata uang terdilusi, dan kepercayaan pada aset kertas mulai retak.\n\nZang berpendapat bahwa kebanyakan orang masih melihat kekayaan melalui lensa yang salah. Alih-alih mengukur semuanya dalam dolar, ia mendesak pemirsa untuk berpikir dalam hal daya beli, sejarah moneter, dan aset riil yang berada di luar sistem perbankan. Itulah yang membuat wawancara ini begitu menarik. Wawancara ini menantang asumsi di balik mata uang fiat, pasar obligasi, dan perencanaan keuangan tradisional pada saat inflasi, utang, dan distorsi kebijakan menjadi sesuatu yang tidak mungkin diabaikan.\n\nIa juga menguraikan mengapa bank sentral terus mengakumulasi emas, mengapa kepemilikan fisik penting, dan mengapa perak mungkin menjadi salah satu aset yang paling diabaikan di pasar. Bagi pemirsa yang mengikuti perkembangan emas, perak, inflasi, penurunan nilai mata uang, CBDC, krisis utang, dan perlindungan kekayaan, diskusi ini menawarkan kerangka kerja yang jauh lebih besar daripada komentar yang biasanya berfokus pada berita utama.\n\nYang membuat percakapan ini benar-benar bermakna adalah Lynette Zang tidak berbicara tentang ketakutan jangka pendek. Ia berbicara tentang kelangsungan hidup jangka panjang, strategi, dan perbedaan antara janji di atas kertas dan aset nyata tanpa risiko pihak lawan. Perspektif itu akan beresonansi dengan siapa pun yang khawatir tentang masa depan tabungan, pensiun, stabilitas perbankan, atau daya beli uang mereka.\n\nJika Anda menginginkan percakapan yang serius dan menggugah pikiran tentang emas, perak, inflasi, mata uang fiat, bank sentral, dan masa depan sistem moneter global, wawancara dengan Lynette Zang ini layak ditonton sampai selesai. Pesannya berani, mendesak, dan sangat relevan bagi siapa pun yang mencoba melindungi kekayaan di dunia keuangan yang berubah dengan cepat.\n\n#perak #fed #emas #lynettezang #financedaily\n\n------\nSumber:\nApakah Dolar AS dalam Krisis? Menjelajahi Pasar Mata Uang, Inflasi, dan Penurunan Peringkat Bank\n   • Lynette Zang: Is the U.S. Dollar in Crisis...  \nITM TRADING, INC.\nhttps://www.youtube.com/\n\n-------\nSitus Web\n🟩 Jadwalkan Sesi Strategi: 877-410-1414\n🟩 Kirim email kepada kami di services\n🟩 Beranda Resmi www.itmtrading.com\n🟩 Video & Riset www.ITMTrading.com/Blog\n🟩 Dengarkan Saat Bepergian: https://anchor.fm/itmtrading\n🟩 Di Luar Emas & Perak:    / beyondgolds.  .\n🟩 Komunitas Thrivers: https://www.thriverscommunity.com/\n🟩 Twitter ITM:   / itmtrading  \n🟩 Twitter Lynette:   / itmtrading_zang  \n🟩 Facebook:   / itmtrading  \n\n------\nTentang Saluran:\nSelamat datang di saluran YouTube FINANCE DAILY, saluran ini membahas tentang pasar keuangan, produk keuangan, prospek ekonomi, mata uang kripto, dan konsep aset digital dengan cara yang sederhana, serta membantu pengikut kami dalam semua aspek yang berkaitan dengan keputusan keuangan pribadi, di setiap tahap kehidupan mereka.\n\nSaluran ini adalah tempat untuk belajar dari investor dan pemikir terbaik dunia! Konten kami mencakup investor legendaris termasuk Warren Buffett, Ray Dalio, Peter Schiff, Jim Rickards, Robert Kiyosaki, Raoul Pal, Howard Marks, Bill Gates, Charlie Munger, Cathy Wood, Chamath, dan banyak lagi!\n\nHarap dicatat bahwa semua konten yang dipublikasikan hanya untuk tujuan pendidikan dan hiburan, dan tidak boleh dianggap sebagai nasihat keuangan.\n\nBERLANGGANAN untuk Video Baru - Unggahan Harian!\n\n------\nPERNYATAAN PENAFIAN HAK CIPTA PENGGUNAAN WAJAR\nPernyataan Penafian Hak Cipta Berdasarkan Pasal 107 Undang-Undang Hak Cipta 1976, izin diberikan untuk \"penggunaan wajar\" untuk tujuan seperti kritik, komentar, pelaporan berita, pengajaran, beasiswa, dan penelitian. Penggunaan wajar adalah penggunaan yang diizinkan oleh undang-undang hak cipta yang mungkin melanggar hak cipta. Penggunaan nirlaba, pendidikan, atau pribadi cenderung mendukung penggunaan wajar.\n\n-Video ini tidak berdampak negatif pada karya asli (bahkan akan berdampak positif bagi karya tersebut)\n-Video ini juga untuk tujuan pengajaran dan inspirasi.\n\n-Kami hanya menggunakan cuplikan video untuk menyampaikan poin yang diperlukan.\n\n#federalreserve #ekonomi #usa", "post_id": "nFIn_hRt2LY"}}, {"key": "@BloombergPodcasts", "attributes": {"label": "@BloombergPodcasts", "x": 280.5979368161304, "y": 697.4178100261589, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 15.6443, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "q3HPjvg2sQg", "id": "@BloombergPodcasts", "source": "youtube-000001", "content": "UMich Mencatat Tingkat Pembacaan Terendah Sepanjang Sejarah\n\nItu adalah berita utama yang buruk untuk pembacaan sentimen konsumen UMich...sangat buruk, bahkan angka 47,6 merupakan titik terendah sepanjang masa sejak tahun 1978. Pemicu utamanya adalah lonjakan ekspektasi inflasi jangka pendek; angka satu tahun sebesar 4,8% jauh lebih tinggi daripada perkiraan 4,2%, meskipun angka 5-10 tahun sesuai dengan perkiraan di angka 3,4%. Jelas, perbedaan partisan dalam survei tetap sangat tinggi, tetapi sentimen memang menurun di setiap kelompok politik bulan ini. Dengan konsumsi kuartal ke-4 yang sudah cukup lesu, risikonya adalah sentimen buruk akan berlanjut hingga tahun ini, yang akan melemahkan ekspektasi pertumbuhan yang optimis.\nJoanne Hsu, Direktur Survei Konsumen Universitas Michigan, bergabung dengan Paul Sweeney dan Alexandra Semenova dari Bloomberg di Bloomberg Intelligence untuk membahas angka-angka tersebut. Sentimen konsumen AS turun dalam beberapa minggu terakhir ke titik terendah sepanjang masa, menunjukkan meningkatnya kekhawatiran warga Amerika tentang inflasi yang meningkat akibat perang Iran.\n\nIndeks sentimen awal April merosot menjadi 47,6 dari 53,3 pada bulan Maret, menurut data Universitas Michigan yang dirilis Jumat. Periode survei mencakup tanggapan dari 24 Maret hingga 7 April. Angka tersebut berada di bawah semua perkiraan kecuali satu dalam survei ekonom Bloomberg.\nKonsumen memperkirakan harga akan naik dengan laju tahunan 4,8% selama tahun depan, melonjak satu poin persentase dari Maret dalam kenaikan terbesar sejak Presiden Donald Trump mengumumkan tarif besar-besaran setahun yang lalu. Mereka memperkirakan biaya akan naik dengan laju tahunan 3,4% selama lima hingga 10 tahun ke depan, sedikit naik dari bulan sebelumnya.\nHarga bensin, jauh di atas $4 per galon dan tertinggi sejak 2022, dapat membujuk konsumen untuk mengurangi pengeluaran diskresioner. Erosi daya beli seperti itu berisiko memperlambat perekonomian pada saat prospek pekerjaan terbatas dan warga Amerika sudah cemas tentang tingginya biaya hidup.\n\nIndikator kondisi saat ini merosot ke titik terendah sepanjang masa sebesar 50,1 pada bulan April, sementara indeks ekspektasi menurun ke titik terlemah sejak tahun 1980. Persepsi konsumen tentang situasi keuangan mereka saat ini berada pada titik terburuk sejak tahun 2009. Prospek kondisi bisnis selama tahun depan turun ke titik terendah sejak pertengahan tahun 2022. “Komentar menunjukkan bahwa banyak konsumen menyalahkan konflik Iran atas perubahan yang tidak menguntungkan bagi perekonomian,” kata Joanne Hsu, direktur survei tersebut, dalam sebuah pernyataan. “Ekspektasi ekonomi kemungkinan akan membaik setelah konsumen mendapatkan kepercayaan bahwa gangguan pasokan yang berasal dari konflik Iran telah berakhir dan harga gas telah moderat.”\nMeskipun gencatan senjata sementara antara AS dan Iran telah diberlakukan, hal itu masih rapuh dan aliran minyak dari Timur Tengah tetap terganggu. Bahkan jika kesepakatan perdamaian yang lebih luas tercapai, para analis telah memperingatkan bahwa pasar pengiriman dan energi global mungkin membutuhkan waktu berbulan-bulan untuk kembali normal.\n\nPara ekonom memperkirakan biaya bahan bakar dan pupuk akan berdampak pada konsumen dalam beberapa bulan mendatang, termasuk kenaikan tagihan belanjaan.\nBaca Selengkapnya: Indeks Harga Konsumen AS Melonjak 0,9% dalam Kenaikan Bulanan Terbesar Sejak 2022 karena Harga Bensin\nData terpisah yang dirilis Jumat lalu menggambarkan dampak awal konflik tersebut. Indeks harga konsumen naik 0,9% pada bulan Maret, kenaikan terbesar dalam hampir empat tahun, yang mencerminkan kenaikan harga bensin yang mencapai rekor.\n\n-------- \nSaksikan Bloomberg Radio LIVE di YouTube \nHari kerja pukul 7 pagi - 6 sore ET \nTONTON DI SINI: http://bit.ly/3vTiACF \n\nIkuti kami di X:   / bloombergradio   \n\nBerlangganan Podcast kami: \n\nBloomberg Daybreak: http://bit.ly/3DWYoAN \nBloomberg Surveillance: http://bit.ly/3OPtReI \nBloomberg Intelligence: http://bit.ly/3YrBfOi \nBalance of Power: http://bit.ly/3OO8eLC \nBloomberg Businessweek: http://bit.ly/3IPl60i \n\nDengarkan di Apple CarPlay dan Android Auto dengan aplikasi Bloomberg Business: \nApple CarPlay: https://apple.co/486mghI \nAndroid Auto: https://bit.ly/49benZy \n\nKunjungi saluran YouTube kami: \nBloomberg Podcasts:    / bloombergpodcasts   \nBloomberg Television:    /    \nBloomberg Originals:    / bloomberg   \nQuicktake:    /", "post_id": "q3HPjvg2sQg"}}, {"key": "markets", "attributes": {"label": "markets", "x": 515.4089397642591, "y": 751.9738052792295, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 22.2931, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "q3HPjvg2sQg", "id": "markets", "source": "youtube-000001", "content": "UMich Mencatat Tingkat Pembacaan Terendah Sepanjang Sejarah\n\nItu adalah berita utama yang buruk untuk pembacaan sentimen konsumen UMich...sangat buruk, bahkan angka 47,6 merupakan titik terendah sepanjang masa sejak tahun 1978. Pemicu utamanya adalah lonjakan ekspektasi inflasi jangka pendek; angka satu tahun sebesar 4,8% jauh lebih tinggi daripada perkiraan 4,2%, meskipun angka 5-10 tahun sesuai dengan perkiraan di angka 3,4%. Jelas, perbedaan partisan dalam survei tetap sangat tinggi, tetapi sentimen memang menurun di setiap kelompok politik bulan ini. Dengan konsumsi kuartal ke-4 yang sudah cukup lesu, risikonya adalah sentimen buruk akan berlanjut hingga tahun ini, yang akan melemahkan ekspektasi pertumbuhan yang optimis.\nJoanne Hsu, Direktur Survei Konsumen Universitas Michigan, bergabung dengan Paul Sweeney dan Alexandra Semenova dari Bloomberg di Bloomberg Intelligence untuk membahas angka-angka tersebut. Sentimen konsumen AS turun dalam beberapa minggu terakhir ke titik terendah sepanjang masa, menunjukkan meningkatnya kekhawatiran warga Amerika tentang inflasi yang meningkat akibat perang Iran.\n\nIndeks sentimen awal April merosot menjadi 47,6 dari 53,3 pada bulan Maret, menurut data Universitas Michigan yang dirilis Jumat. Periode survei mencakup tanggapan dari 24 Maret hingga 7 April. Angka tersebut berada di bawah semua perkiraan kecuali satu dalam survei ekonom Bloomberg.\nKonsumen memperkirakan harga akan naik dengan laju tahunan 4,8% selama tahun depan, melonjak satu poin persentase dari Maret dalam kenaikan terbesar sejak Presiden Donald Trump mengumumkan tarif besar-besaran setahun yang lalu. Mereka memperkirakan biaya akan naik dengan laju tahunan 3,4% selama lima hingga 10 tahun ke depan, sedikit naik dari bulan sebelumnya.\nHarga bensin, jauh di atas $4 per galon dan tertinggi sejak 2022, dapat membujuk konsumen untuk mengurangi pengeluaran diskresioner. Erosi daya beli seperti itu berisiko memperlambat perekonomian pada saat prospek pekerjaan terbatas dan warga Amerika sudah cemas tentang tingginya biaya hidup.\n\nIndikator kondisi saat ini merosot ke titik terendah sepanjang masa sebesar 50,1 pada bulan April, sementara indeks ekspektasi menurun ke titik terlemah sejak tahun 1980. Persepsi konsumen tentang situasi keuangan mereka saat ini berada pada titik terburuk sejak tahun 2009. Prospek kondisi bisnis selama tahun depan turun ke titik terendah sejak pertengahan tahun 2022. “Komentar menunjukkan bahwa banyak konsumen menyalahkan konflik Iran atas perubahan yang tidak menguntungkan bagi perekonomian,” kata Joanne Hsu, direktur survei tersebut, dalam sebuah pernyataan. “Ekspektasi ekonomi kemungkinan akan membaik setelah konsumen mendapatkan kepercayaan bahwa gangguan pasokan yang berasal dari konflik Iran telah berakhir dan harga gas telah moderat.”\nMeskipun gencatan senjata sementara antara AS dan Iran telah diberlakukan, hal itu masih rapuh dan aliran minyak dari Timur Tengah tetap terganggu. Bahkan jika kesepakatan perdamaian yang lebih luas tercapai, para analis telah memperingatkan bahwa pasar pengiriman dan energi global mungkin membutuhkan waktu berbulan-bulan untuk kembali normal.\n\nPara ekonom memperkirakan biaya bahan bakar dan pupuk akan berdampak pada konsumen dalam beberapa bulan mendatang, termasuk kenaikan tagihan belanjaan.\nBaca Selengkapnya: Indeks Harga Konsumen AS Melonjak 0,9% dalam Kenaikan Bulanan Terbesar Sejak 2022 karena Harga Bensin\nData terpisah yang dirilis Jumat lalu menggambarkan dampak awal konflik tersebut. Indeks harga konsumen naik 0,9% pada bulan Maret, kenaikan terbesar dalam hampir empat tahun, yang mencerminkan kenaikan harga bensin yang mencapai rekor.\n\n-------- \nSaksikan Bloomberg Radio LIVE di YouTube \nHari kerja pukul 7 pagi - 6 sore ET \nTONTON DI SINI: http://bit.ly/3vTiACF \n\nIkuti kami di X:   / bloombergradio   \n\nBerlangganan Podcast kami: \n\nBloomberg Daybreak: http://bit.ly/3DWYoAN \nBloomberg Surveillance: http://bit.ly/3OPtReI \nBloomberg Intelligence: http://bit.ly/3YrBfOi \nBalance of Power: http://bit.ly/3OO8eLC \nBloomberg Businessweek: http://bit.ly/3IPl60i \n\nDengarkan di Apple CarPlay dan Android Auto dengan aplikasi Bloomberg Business: \nApple CarPlay: https://apple.co/486mghI \nAndroid Auto: https://bit.ly/49benZy \n\nKunjungi saluran YouTube kami: \nBloomberg Podcasts:    / bloombergpodcasts   \nBloomberg Television:    /    \nBloomberg Originals:    / bloomberg   \nQuicktake:    /", "post_id": "q3HPjvg2sQg"}}, {"key": "bloombergquicktake", "attributes": {"label": "bloombergquicktake", "x": 994.1348868869173, "y": 391.07092844699474, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 22.2931, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "q3HPjvg2sQg", "id": "bloombergquicktake", "source": "youtube-000001", "content": "UMich Mencatat Tingkat Pembacaan Terendah Sepanjang Sejarah\n\nItu adalah berita utama yang buruk untuk pembacaan sentimen konsumen UMich...sangat buruk, bahkan angka 47,6 merupakan titik terendah sepanjang masa sejak tahun 1978. Pemicu utamanya adalah lonjakan ekspektasi inflasi jangka pendek; angka satu tahun sebesar 4,8% jauh lebih tinggi daripada perkiraan 4,2%, meskipun angka 5-10 tahun sesuai dengan perkiraan di angka 3,4%. Jelas, perbedaan partisan dalam survei tetap sangat tinggi, tetapi sentimen memang menurun di setiap kelompok politik bulan ini. Dengan konsumsi kuartal ke-4 yang sudah cukup lesu, risikonya adalah sentimen buruk akan berlanjut hingga tahun ini, yang akan melemahkan ekspektasi pertumbuhan yang optimis.\nJoanne Hsu, Direktur Survei Konsumen Universitas Michigan, bergabung dengan Paul Sweeney dan Alexandra Semenova dari Bloomberg di Bloomberg Intelligence untuk membahas angka-angka tersebut. Sentimen konsumen AS turun dalam beberapa minggu terakhir ke titik terendah sepanjang masa, menunjukkan meningkatnya kekhawatiran warga Amerika tentang inflasi yang meningkat akibat perang Iran.\n\nIndeks sentimen awal April merosot menjadi 47,6 dari 53,3 pada bulan Maret, menurut data Universitas Michigan yang dirilis Jumat. Periode survei mencakup tanggapan dari 24 Maret hingga 7 April. Angka tersebut berada di bawah semua perkiraan kecuali satu dalam survei ekonom Bloomberg.\nKonsumen memperkirakan harga akan naik dengan laju tahunan 4,8% selama tahun depan, melonjak satu poin persentase dari Maret dalam kenaikan terbesar sejak Presiden Donald Trump mengumumkan tarif besar-besaran setahun yang lalu. Mereka memperkirakan biaya akan naik dengan laju tahunan 3,4% selama lima hingga 10 tahun ke depan, sedikit naik dari bulan sebelumnya.\nHarga bensin, jauh di atas $4 per galon dan tertinggi sejak 2022, dapat membujuk konsumen untuk mengurangi pengeluaran diskresioner. Erosi daya beli seperti itu berisiko memperlambat perekonomian pada saat prospek pekerjaan terbatas dan warga Amerika sudah cemas tentang tingginya biaya hidup.\n\nIndikator kondisi saat ini merosot ke titik terendah sepanjang masa sebesar 50,1 pada bulan April, sementara indeks ekspektasi menurun ke titik terlemah sejak tahun 1980. Persepsi konsumen tentang situasi keuangan mereka saat ini berada pada titik terburuk sejak tahun 2009. Prospek kondisi bisnis selama tahun depan turun ke titik terendah sejak pertengahan tahun 2022. “Komentar menunjukkan bahwa banyak konsumen menyalahkan konflik Iran atas perubahan yang tidak menguntungkan bagi perekonomian,” kata Joanne Hsu, direktur survei tersebut, dalam sebuah pernyataan. “Ekspektasi ekonomi kemungkinan akan membaik setelah konsumen mendapatkan kepercayaan bahwa gangguan pasokan yang berasal dari konflik Iran telah berakhir dan harga gas telah moderat.”\nMeskipun gencatan senjata sementara antara AS dan Iran telah diberlakukan, hal itu masih rapuh dan aliran minyak dari Timur Tengah tetap terganggu. Bahkan jika kesepakatan perdamaian yang lebih luas tercapai, para analis telah memperingatkan bahwa pasar pengiriman dan energi global mungkin membutuhkan waktu berbulan-bulan untuk kembali normal.\n\nPara ekonom memperkirakan biaya bahan bakar dan pupuk akan berdampak pada konsumen dalam beberapa bulan mendatang, termasuk kenaikan tagihan belanjaan.\nBaca Selengkapnya: Indeks Harga Konsumen AS Melonjak 0,9% dalam Kenaikan Bulanan Terbesar Sejak 2022 karena Harga Bensin\nData terpisah yang dirilis Jumat lalu menggambarkan dampak awal konflik tersebut. Indeks harga konsumen naik 0,9% pada bulan Maret, kenaikan terbesar dalam hampir empat tahun, yang mencerminkan kenaikan harga bensin yang mencapai rekor.\n\n-------- \nSaksikan Bloomberg Radio LIVE di YouTube \nHari kerja pukul 7 pagi - 6 sore ET \nTONTON DI SINI: http://bit.ly/3vTiACF \n\nIkuti kami di X:   / bloombergradio   \n\nBerlangganan Podcast kami: \n\nBloomberg Daybreak: http://bit.ly/3DWYoAN \nBloomberg Surveillance: http://bit.ly/3OPtReI \nBloomberg Intelligence: http://bit.ly/3YrBfOi \nBalance of Power: http://bit.ly/3OO8eLC \nBloomberg Businessweek: http://bit.ly/3IPl60i \n\nDengarkan di Apple CarPlay dan Android Auto dengan aplikasi Bloomberg Business: \nApple CarPlay: https://apple.co/486mghI \nAndroid Auto: https://bit.ly/49benZy \n\nKunjungi saluran YouTube kami: \nBloomberg Podcasts:    / bloombergpodcasts   \nBloomberg Television:    /    \nBloomberg Originals:    / bloomberg   \nQuicktake:    /", "post_id": "q3HPjvg2sQg"}}, {"key": "@ClearlyFinance", "attributes": {"label": "@ClearlyFinance", "x": 73.88828352007803, "y": 218.5594201131823, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 15.6443, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "NcBq3OA8WV4", "id": "@ClearlyFinance", "source": "youtube-000001", "content": "Kesempatan seperti ini tidak akan datang lagi…\n\nKesempatan Seperti Ini Tidak Akan Datang Lagi…\n\nIndeks S&P 500 saat ini memberikan imbal hasil 3,5% atas uang Anda. Inflasi baru saja mencapai 3,3% — dan data April bahkan belum dirilis. Ketika itu terjadi, sebagian besar ekonom memperkirakan angkanya di atas 4%...\n\n(Deskripsi berlanjut di bawah)\n__________\n‼️ PENAWARAN TERBATAS ➡️ Diskon 20% untuk Seeking Alpha Premium + Alpha Picks Bundle ‼️ https://www.clearlyfinance.tv/seeking...\n\n👉 Diskon 10% untuk Seeking Alpha Premium atau Alpha Picks – mengungguli pengembalian S&P sejak 2022. Pelajari lebih lanjut di sini: https://www.clearlyfinance.tv/seeking...\n▶️ Berikut tautan ke Cetak Biru WealthBuilder Gratis saya – daftar lengkap alat, kursus, platform, dan sumber daya lainnya untuk membantu Anda mengembangkan dan melindungi kekayaan Anda: https://www.clearlyfinance.tv/wealthb....\n\n🟢 Lihat Zack’s Confidential - tips dan komentar saham mingguan berkinerja tinggi dengan Jaminan Pengembalian Uang Ganda. https://www.clearlyfinance.tv/zacks-i....\n\n__________\nDeskripsi berlanjut…\n\nItu berarti setiap hari Anda tetap berinvestasi, daya beli Anda menyusut. Saldo rekening Anda terlihat baik-baik saja. Perhitungan di baliknya tidak.\n\nSejak tahun 1960-an, setiap kali imbal hasil pendapatan riil menjadi negatif, pasar bearish pun terjadi. 1987 — pasar turun 30% dalam satu hari. 1999 — NASDAQ kehilangan 78% selama dua setengah tahun. 2007 — S&P 500 turun 57%. Tidak ada pengecualian dalam data tersebut.\n\nDan angka inflasi yang memicu sinyal ini bahkan belum dipublikasikan. Angka tersebut akan dirilis pada bulan Mei.\n\nTetapi inilah yang sering disalahpahami banyak orang. Uang tidak menghilang selama krisis. Uang berpindah. Dan di setiap periode inflasi dalam sejarah modern, hal itu bergeser ke tempat yang sama — aset berwujud. Benda-benda yang dapat Anda sentuh, kirim, dan bakar.\n\nDalam video ini Anda akan mempelajari:\n\n• Mengapa imbal hasil pendapatan riil S&P 500 akan menjadi negatif — dan apa yang terjadi setiap kali hal itu terjadi\n• Perhitungan lonjakan harga minyak yang belum muncul dalam data inflasi resmi — dan mengapa penurunan 9% setelah lonjakan 40% bukanlah solusi\n• Mengapa menyimpan uang tunai sama berbahayanya dengan tetap berinvestasi di saham dalam lingkungan ini\n• Ke mana modal sebenarnya mengalir selama periode inflasi — dan mengapa komoditas hanya berada di angka 3% dari pasar ETF dibandingkan 12% pada puncak siklus terakhir\n• Mengapa perusahaan infrastruktur energi berada di persimpangan antara booming komoditas dan revolusi AI pada saat yang bersamaan\n• Satu komoditas yang harganya berada pada level terendah relatif terhadap emas sepanjang sejarah — dan apa implikasi mean reversion bagi saham pertambangan\n• Mengapa Microsoft, Google, dan Amazon semuanya bertaruh secara publik pada tenaga nuklir — dan apa artinya bagi uranium\n\nSinyalnya bukanlah spekulasi. Ini adalah pengurangan. Imbal hasil pendapatan dikurangi inflasi. Dan para investor yang memahami perhitungan tersebut sebelum data ekonomi bulan Mei dirilis adalah mereka yang akan bergerak lebih dulu.\n\nVideo berikutnya sesuai dengan apa yang akan datang. Tonton “Ketua Fed yang Baru Memiliki Rencana untuk Mengurangi Utang (Anda Tidak Akan Menyukainya).” -    • The New Fed Chair Has a Plan to Reduce the...  .\n\nJika Anda menyukai video ini, berlanggananlah. Kami memposting konten baru setiap minggu untuk membantu Anda mengembangkan dan melindungi kekayaan Anda. - Berlangganan: https://www.youtube.com/\n\nVideo ini hanya untuk tujuan informasi. Ini BUKAN dimaksudkan sebagai nasihat investasi.\n\n‼️ PENAWARAN TERBATAS ➡️ Diskon 20% untuk Seeking Alpha Premium + Paket Alpha Picks ‼️ https://www.clearlyfinance.tv/seeking...\n📈 Dapatkan Diskon 10% untuk Seeking Alpha / Alpha Picks: https://www.clearlyfinance.tv/seeking... \n🛠️ Dapatkan WealthBuilders Blueprint saya: https://www.clearlyfinance.tv/wealthb... \n🔒 Lihat Zacks Confidential: https://www.clearlyfinance.tv/zacks-i... \n\n*Beberapa tautan dalam deskripsi ini dan yang disebutkan dalam video ini atau The WealthBuilder’s Blueprint adalah tautan afiliasi, yang berarti saya mungkin mendapatkan komisi kecil jika Anda mengklik dan melakukan pembelian, tanpa biaya tambahan untuk Anda. Misalnya, saya adalah Afiliasi Amazon. Saya hanya merekomendasikan alat, produk, dan sumber daya yang menurut saya akan memberikan nilai tambah bagi Anda.", "post_id": "NcBq3OA8WV4"}}, {"key": "ClearlyFinan...", "attributes": {"label": "ClearlyFinan...", "x": 651.8068287221566, "y": 893.4908401788562, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 28.9419, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "NcBq3OA8WV4", "id": "ClearlyFinan...", "source": "youtube-000001", "content": "Kesempatan seperti ini tidak akan datang lagi…\n\nKesempatan Seperti Ini Tidak Akan Datang Lagi…\n\nIndeks S&P 500 saat ini memberikan imbal hasil 3,5% atas uang Anda. Inflasi baru saja mencapai 3,3% — dan data April bahkan belum dirilis. Ketika itu terjadi, sebagian besar ekonom memperkirakan angkanya di atas 4%...\n\n(Deskripsi berlanjut di bawah)\n__________\n‼️ PENAWARAN TERBATAS ➡️ Diskon 20% untuk Seeking Alpha Premium + Alpha Picks Bundle ‼️ https://www.clearlyfinance.tv/seeking...\n\n👉 Diskon 10% untuk Seeking Alpha Premium atau Alpha Picks – mengungguli pengembalian S&P sejak 2022. Pelajari lebih lanjut di sini: https://www.clearlyfinance.tv/seeking...\n▶️ Berikut tautan ke Cetak Biru WealthBuilder Gratis saya – daftar lengkap alat, kursus, platform, dan sumber daya lainnya untuk membantu Anda mengembangkan dan melindungi kekayaan Anda: https://www.clearlyfinance.tv/wealthb....\n\n🟢 Lihat Zack’s Confidential - tips dan komentar saham mingguan berkinerja tinggi dengan Jaminan Pengembalian Uang Ganda. https://www.clearlyfinance.tv/zacks-i....\n\n__________\nDeskripsi berlanjut…\n\nItu berarti setiap hari Anda tetap berinvestasi, daya beli Anda menyusut. Saldo rekening Anda terlihat baik-baik saja. Perhitungan di baliknya tidak.\n\nSejak tahun 1960-an, setiap kali imbal hasil pendapatan riil menjadi negatif, pasar bearish pun terjadi. 1987 — pasar turun 30% dalam satu hari. 1999 — NASDAQ kehilangan 78% selama dua setengah tahun. 2007 — S&P 500 turun 57%. Tidak ada pengecualian dalam data tersebut.\n\nDan angka inflasi yang memicu sinyal ini bahkan belum dipublikasikan. Angka tersebut akan dirilis pada bulan Mei.\n\nTetapi inilah yang sering disalahpahami banyak orang. Uang tidak menghilang selama krisis. Uang berpindah. Dan di setiap periode inflasi dalam sejarah modern, hal itu bergeser ke tempat yang sama — aset berwujud. Benda-benda yang dapat Anda sentuh, kirim, dan bakar.\n\nDalam video ini Anda akan mempelajari:\n\n• Mengapa imbal hasil pendapatan riil S&P 500 akan menjadi negatif — dan apa yang terjadi setiap kali hal itu terjadi\n• Perhitungan lonjakan harga minyak yang belum muncul dalam data inflasi resmi — dan mengapa penurunan 9% setelah lonjakan 40% bukanlah solusi\n• Mengapa menyimpan uang tunai sama berbahayanya dengan tetap berinvestasi di saham dalam lingkungan ini\n• Ke mana modal sebenarnya mengalir selama periode inflasi — dan mengapa komoditas hanya berada di angka 3% dari pasar ETF dibandingkan 12% pada puncak siklus terakhir\n• Mengapa perusahaan infrastruktur energi berada di persimpangan antara booming komoditas dan revolusi AI pada saat yang bersamaan\n• Satu komoditas yang harganya berada pada level terendah relatif terhadap emas sepanjang sejarah — dan apa implikasi mean reversion bagi saham pertambangan\n• Mengapa Microsoft, Google, dan Amazon semuanya bertaruh secara publik pada tenaga nuklir — dan apa artinya bagi uranium\n\nSinyalnya bukanlah spekulasi. Ini adalah pengurangan. Imbal hasil pendapatan dikurangi inflasi. Dan para investor yang memahami perhitungan tersebut sebelum data ekonomi bulan Mei dirilis adalah mereka yang akan bergerak lebih dulu.\n\nVideo berikutnya sesuai dengan apa yang akan datang. Tonton “Ketua Fed yang Baru Memiliki Rencana untuk Mengurangi Utang (Anda Tidak Akan Menyukainya).” -    • The New Fed Chair Has a Plan to Reduce the...  .\n\nJika Anda menyukai video ini, berlanggananlah. Kami memposting konten baru setiap minggu untuk membantu Anda mengembangkan dan melindungi kekayaan Anda. - Berlangganan: https://www.youtube.com/\n\nVideo ini hanya untuk tujuan informasi. Ini BUKAN dimaksudkan sebagai nasihat investasi.\n\n‼️ PENAWARAN TERBATAS ➡️ Diskon 20% untuk Seeking Alpha Premium + Paket Alpha Picks ‼️ https://www.clearlyfinance.tv/seeking...\n📈 Dapatkan Diskon 10% untuk Seeking Alpha / Alpha Picks: https://www.clearlyfinance.tv/seeking... \n🛠️ Dapatkan WealthBuilders Blueprint saya: https://www.clearlyfinance.tv/wealthb... \n🔒 Lihat Zacks Confidential: https://www.clearlyfinance.tv/zacks-i... \n\n*Beberapa tautan dalam deskripsi ini dan yang disebutkan dalam video ini atau The WealthBuilder’s Blueprint adalah tautan afiliasi, yang berarti saya mungkin mendapatkan komisi kecil jika Anda mengklik dan melakukan pembelian, tanpa biaya tambahan untuk Anda. Misalnya, saya adalah Afiliasi Amazon. Saya hanya merekomendasikan alat, produk, dan sumber daya yang menurut saya akan memberikan nilai tambah bagi Anda.", "post_id": "NcBq3OA8WV4"}}, {"key": "@awalilrizky", "attributes": {"label": "@awalilrizky", "x": 885.0689720518219, "y": 502.51842689883574, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 15.6443, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "ezqlQKxIduw", "id": "@awalilrizky", "source": "youtube-000001", "content": "Manufaktur RI masuk zona kontraksi: Biaya mahal, daya beli melemah\n\nLebih Terhubung dengan Dinamika Ekonomi Indonesia\nhttps://barisandata.co/ \nSubscribe kanal Barisandata    /   \n\nIkuti juga sosial media kami\nInstagram :   / rizkyawalil  \nTwitter :   / awalilrizky  \nFacebook :   / awalil.rizky  \n\nBelajar Ekonomi Makro Indonesia\n   • Belajar Ekonomi Makro Indonesia #LiterasiE...  \n\nPodcast\nIndonesia Economist Club    • Indonesia Economist Club  \nNgobrol Ekonomi    • Ngobrol Ekonomi  \nRumpi Ekonomi    • Rumpi Ekonomi  \n\nPlaylist\nAsesmen    • Asesmen Ekonomi Indonesia | Awalil Rizky  \nKomentar    • Komentar Berita  \nCuitan    • Cuitan  \n\n#manufaktur #phk #dayabeli", "post_id": "ezqlQKxIduw"}}, {"key": "barisandata", "attributes": {"label": "barisandata", "x": 194.60636723556013, "y": 29.958678702042164, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 28.9419, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "ezqlQKxIduw", "id": "barisandata", "source": "youtube-000001", "content": "Manufaktur RI masuk zona kontraksi: Biaya mahal, daya beli melemah\n\nLebih Terhubung dengan Dinamika Ekonomi Indonesia\nhttps://barisandata.co/ \nSubscribe kanal Barisandata    /   \n\nIkuti juga sosial media kami\nInstagram :   / rizkyawalil  \nTwitter :   / awalilrizky  \nFacebook :   / awalil.rizky  \n\nBelajar Ekonomi Makro Indonesia\n   • Belajar Ekonomi Makro Indonesia #LiterasiE...  \n\nPodcast\nIndonesia Economist Club    • Indonesia Economist Club  \nNgobrol Ekonomi    • Ngobrol Ekonomi  \nRumpi Ekonomi    • Rumpi Ekonomi  \n\nPlaylist\nAsesmen    • Asesmen Ekonomi Indonesia | Awalil Rizky  \nKomentar    • Komentar Berita  \nCuitan    • Cuitan  \n\n#manufaktur #phk #dayabeli", "post_id": "ezqlQKxIduw"}}, {"key": "@CheekyCrypto", "attributes": {"label": "@CheekyCrypto", "x": 688.4452469449045, "y": 13.150998505721322, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 15.6443, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 5, "degree": 5}, "_id": "12cTneAGZ14", "id": "@CheekyCrypto", "source": "youtube-000001", "content": "Kekuatan Tak Terlihat yang Membunuh Terobosan XRP\n\nOksigen tak terlihat di pasar global semakin menipis, dan sebagian besar investor terjebak menatap grafik harga ritel. Jelajahi kekeringan yang hebat, kontraksi M2 langka yang belum pernah terlihat sejak tahun 1930-an, dan bagaimana perdagangan carry yen menarik likuiditas dari setiap portofolio. Kami menyingkirkan kebisingan untuk menunjukkan mekanisme yang menentukan kapan Bitcoin dan XRP hidup atau mati, mengubah Anda dari pedagang reaktif menjadi arsitek makro.\n\nPahami keterlambatan likuiditas dan mengapa fundamental teknologi tidak akan menyelamatkan Anda ketika bank sentral mengurangi jumlah uang yang beredar. Dengan disahkannya Digital Asset Market Clarity Act yang menghilangkan kabut regulasi, penyesuaian harga struktural akan terjadi karena ETF spot menyerap pasokan. Berlangganan untuk mendapatkan analisis kripto yang lebih mendalam agar tetap unggul dalam menghadapi perubahan kebijakan bank sentral dan melihat gelombang modal berikutnya sebelum sumbernya mengering.\n\n#XRP #Ripple #BeritaKripto\n\n-----------------------------------------------------------------\n\n📚 Pelajari:\n👉 https://cheekyschool.com/\n👉 Dapatkan Diskon 50% dengan Kode ini: YT50OFF\nSumber daya pendidikan saja – tidak ada jaminan hasil keuangan.\n\n🔗 Discord Pendidikan Gratis:\n👉   / discord  \n\n🧠 Ini adalah komunitas untuk diskusi pendidikan saja.\n\n🚫 Tidak ada nasihat keuangan yang diberikan.\n\n👨‍💼 Admin dan moderator bukanlah profesional keuangan berlisensi.\n\n🔗 Kraken\n👉 Tautan Khusus: https://invite.kraken.com/JDNW/o62x5mw3\n👉 Syarat & Ketentuan Lengkap: https://www.kraken.com/legal\n-----------------------------------------------------------------\n\n🎥 SALURAN YOUTUBE KAMI\n\n🔹 Ikuti Cheeky Crypto di YouTube: / \n🔹 Ikuti Cheeky Crypto Trading di YouTube: / \n🔹 Ikuti Cheeky Crypto News di YouTube: / \n🔹 Ikuti Cheeky Crypto Education di YouTube: / \n🔹 Ikuti Cheeky Crypto Unfiltered di YouTube: / \n\n-----------------------------------------------------------------\n\n📱 IKUTI KAMI DI MEDIA SOSIAL\n\n🐦 Ikuti kami di X: /cheekycrypto\n📘 Ikuti kami di Facebook: /cheekycrypto\n\n-----------------------------------------------------------------\nLihat Penawaran Afiliasi kami:\n\nKami mungkin mendapatkan komisi jika Anda mendaftar melalui tautan di bawah ini.\n\n👉   / exchanges  \n\n-----------------------------------------------------------------\n\n⚠️ JAUHKAN KOMERSIAL DARI KOMENTAR DAN KOMUNITAS KAMI PERINGATAN ⚠️\n\n🛑 PENAFIAN:\n\nSaluran ini hanya untuk tujuan hiburan. Semua pendapat yang diungkapkan oleh pembawa acara dan tamu tidak boleh dianggap sebagai nasihat keuangan. Pandangan tamu dan pembawa acara tidak selalu mencerminkan pandangan saluran ini.\n\nKami tidak mempromosikan skema cepat kaya, strategi perdagangan yang menjamin keuntungan, atau perilaku keuangan yang berisiko.\n\nSemua keputusan perdagangan adalah tanggung jawab Anda sendiri. Pemirsa sangat disarankan untuk melakukan riset sendiri.\nPerdagangan mata uang kripto membawa risiko kerugian yang signifikan, dan tidak ada hasil yang dijamin. Saluran ini tidak menawarkan layanan keuangan atau sekuritas dan tidak menjamin hasil apa pun.\nPenawaran afiliasi hanya ditujukan untuk penduduk non-Inggris.\n\nKonten ini mematuhi kebijakan Konten Berbahaya dan Berisiko YouTube dan ditujukan untuk audiens dewasa yang tertarik mempelajari teknologi blockchain. Beberapa tautan adalah penawaran afiliasi.\n\nKami mungkin mendapatkan komisi jika Anda mendaftar melalui platform tersebut, tanpa biaya tambahan bagi Anda.\nPlatform ini bukan rekomendasi dan dibagikan hanya untuk tujuan informasi.\nPenawaran bervariasi dan mungkin tidak tersedia di semua wilayah. Harap konsultasikan dengan hukum setempat dan penasihat keuangan Anda sebelum berpartisipasi.\n\n-----------------------------------------------------------------\nCap Waktu\n00:00 Kekeringan Hebat: Kontraksi M2 yang Langka\n01:00 Mengapa Fundamental Teknologi Tidak Akan Menyelamatkan Anda\n01:40 Terobosan XRP dan Pasokan Uang M2 Global\n02:45 Bank Sentral dan Kesenjangan Likuiditas\n03:38 Perdagangan Carry Yen: Mesin Rahasia Pasar\n04:54 Likuidasi Paksa dan Kenaikan Suku Bunga Tokyo\n06:38 Perbandingan Pasokan Uang Depresi Besar\n07:41 Melacak Pergerakan Likuiditas di Discord\n08:23 Uang Tunai Bukan Lagi Sampah dalam Kontraksi M2\n10:06 Mengapa Teknologi Hebat Menjadi Tidak Relevan\n11:34 Aset yang Diberi Peringkat Berdasarkan Sensitivitas Likuiditas\n12:47 Kompas Likuiditas Arsitek Makro\n14:05 Mengamati Pivot Bank Sentral\n16:13 Dampak Undang-Undang Klarifikasi Pasar Aset Digital\n18:43 Penyesuaian Harga Struktural dan Permintaan Institusional", "post_id": "12cTneAGZ14"}}, {"key": "CheekyCrypto", "attributes": {"label": "CheekyCrypto", "x": 644.8731023493693, "y": 536.5264836194194, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 18.3038, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "12cTneAGZ14", "id": "CheekyCrypto", "source": "youtube-000001", "content": "Kekuatan Tak Terlihat yang Membunuh Terobosan XRP\n\nOksigen tak terlihat di pasar global semakin menipis, dan sebagian besar investor terjebak menatap grafik harga ritel. Jelajahi kekeringan yang hebat, kontraksi M2 langka yang belum pernah terlihat sejak tahun 1930-an, dan bagaimana perdagangan carry yen menarik likuiditas dari setiap portofolio. Kami menyingkirkan kebisingan untuk menunjukkan mekanisme yang menentukan kapan Bitcoin dan XRP hidup atau mati, mengubah Anda dari pedagang reaktif menjadi arsitek makro.\n\nPahami keterlambatan likuiditas dan mengapa fundamental teknologi tidak akan menyelamatkan Anda ketika bank sentral mengurangi jumlah uang yang beredar. Dengan disahkannya Digital Asset Market Clarity Act yang menghilangkan kabut regulasi, penyesuaian harga struktural akan terjadi karena ETF spot menyerap pasokan. Berlangganan untuk mendapatkan analisis kripto yang lebih mendalam agar tetap unggul dalam menghadapi perubahan kebijakan bank sentral dan melihat gelombang modal berikutnya sebelum sumbernya mengering.\n\n#XRP #Ripple #BeritaKripto\n\n-----------------------------------------------------------------\n\n📚 Pelajari:\n👉 https://cheekyschool.com/\n👉 Dapatkan Diskon 50% dengan Kode ini: YT50OFF\nSumber daya pendidikan saja – tidak ada jaminan hasil keuangan.\n\n🔗 Discord Pendidikan Gratis:\n👉   / discord  \n\n🧠 Ini adalah komunitas untuk diskusi pendidikan saja.\n\n🚫 Tidak ada nasihat keuangan yang diberikan.\n\n👨‍💼 Admin dan moderator bukanlah profesional keuangan berlisensi.\n\n🔗 Kraken\n👉 Tautan Khusus: https://invite.kraken.com/JDNW/o62x5mw3\n👉 Syarat & Ketentuan Lengkap: https://www.kraken.com/legal\n-----------------------------------------------------------------\n\n🎥 SALURAN YOUTUBE KAMI\n\n🔹 Ikuti Cheeky Crypto di YouTube: / \n🔹 Ikuti Cheeky Crypto Trading di YouTube: / \n🔹 Ikuti Cheeky Crypto News di YouTube: / \n🔹 Ikuti Cheeky Crypto Education di YouTube: / \n🔹 Ikuti Cheeky Crypto Unfiltered di YouTube: / \n\n-----------------------------------------------------------------\n\n📱 IKUTI KAMI DI MEDIA SOSIAL\n\n🐦 Ikuti kami di X: /cheekycrypto\n📘 Ikuti kami di Facebook: /cheekycrypto\n\n-----------------------------------------------------------------\nLihat Penawaran Afiliasi kami:\n\nKami mungkin mendapatkan komisi jika Anda mendaftar melalui tautan di bawah ini.\n\n👉   / exchanges  \n\n-----------------------------------------------------------------\n\n⚠️ JAUHKAN KOMERSIAL DARI KOMENTAR DAN KOMUNITAS KAMI PERINGATAN ⚠️\n\n🛑 PENAFIAN:\n\nSaluran ini hanya untuk tujuan hiburan. Semua pendapat yang diungkapkan oleh pembawa acara dan tamu tidak boleh dianggap sebagai nasihat keuangan. Pandangan tamu dan pembawa acara tidak selalu mencerminkan pandangan saluran ini.\n\nKami tidak mempromosikan skema cepat kaya, strategi perdagangan yang menjamin keuntungan, atau perilaku keuangan yang berisiko.\n\nSemua keputusan perdagangan adalah tanggung jawab Anda sendiri. Pemirsa sangat disarankan untuk melakukan riset sendiri.\nPerdagangan mata uang kripto membawa risiko kerugian yang signifikan, dan tidak ada hasil yang dijamin. Saluran ini tidak menawarkan layanan keuangan atau sekuritas dan tidak menjamin hasil apa pun.\nPenawaran afiliasi hanya ditujukan untuk penduduk non-Inggris.\n\nKonten ini mematuhi kebijakan Konten Berbahaya dan Berisiko YouTube dan ditujukan untuk audiens dewasa yang tertarik mempelajari teknologi blockchain. Beberapa tautan adalah penawaran afiliasi.\n\nKami mungkin mendapatkan komisi jika Anda mendaftar melalui platform tersebut, tanpa biaya tambahan bagi Anda.\nPlatform ini bukan rekomendasi dan dibagikan hanya untuk tujuan informasi.\nPenawaran bervariasi dan mungkin tidak tersedia di semua wilayah. Harap konsultasikan dengan hukum setempat dan penasihat keuangan Anda sebelum berpartisipasi.\n\n-----------------------------------------------------------------\nCap Waktu\n00:00 Kekeringan Hebat: Kontraksi M2 yang Langka\n01:00 Mengapa Fundamental Teknologi Tidak Akan Menyelamatkan Anda\n01:40 Terobosan XRP dan Pasokan Uang M2 Global\n02:45 Bank Sentral dan Kesenjangan Likuiditas\n03:38 Perdagangan Carry Yen: Mesin Rahasia Pasar\n04:54 Likuidasi Paksa dan Kenaikan Suku Bunga Tokyo\n06:38 Perbandingan Pasokan Uang Depresi Besar\n07:41 Melacak Pergerakan Likuiditas di Discord\n08:23 Uang Tunai Bukan Lagi Sampah dalam Kontraksi M2\n10:06 Mengapa Teknologi Hebat Menjadi Tidak Relevan\n11:34 Aset yang Diberi Peringkat Berdasarkan Sensitivitas Likuiditas\n12:47 Kompas Likuiditas Arsitek Makro\n14:05 Mengamati Pivot Bank Sentral\n16:13 Dampak Undang-Undang Klarifikasi Pasar Aset Digital\n18:43 Penyesuaian Harga Struktural dan Permintaan Institusional", "post_id": "12cTneAGZ14"}}, {"key": "CheekyCryptoPlus", "attributes": {"label": "CheekyCryptoPlus", "x": 377.27603560021595, "y": 740.3373792463992, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 18.3038, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "12cTneAGZ14", "id": "CheekyCryptoPlus", "source": "youtube-000001", "content": "Kekuatan Tak Terlihat yang Membunuh Terobosan XRP\n\nOksigen tak terlihat di pasar global semakin menipis, dan sebagian besar investor terjebak menatap grafik harga ritel. Jelajahi kekeringan yang hebat, kontraksi M2 langka yang belum pernah terlihat sejak tahun 1930-an, dan bagaimana perdagangan carry yen menarik likuiditas dari setiap portofolio. Kami menyingkirkan kebisingan untuk menunjukkan mekanisme yang menentukan kapan Bitcoin dan XRP hidup atau mati, mengubah Anda dari pedagang reaktif menjadi arsitek makro.\n\nPahami keterlambatan likuiditas dan mengapa fundamental teknologi tidak akan menyelamatkan Anda ketika bank sentral mengurangi jumlah uang yang beredar. Dengan disahkannya Digital Asset Market Clarity Act yang menghilangkan kabut regulasi, penyesuaian harga struktural akan terjadi karena ETF spot menyerap pasokan. Berlangganan untuk mendapatkan analisis kripto yang lebih mendalam agar tetap unggul dalam menghadapi perubahan kebijakan bank sentral dan melihat gelombang modal berikutnya sebelum sumbernya mengering.\n\n#XRP #Ripple #BeritaKripto\n\n-----------------------------------------------------------------\n\n📚 Pelajari:\n👉 https://cheekyschool.com/\n👉 Dapatkan Diskon 50% dengan Kode ini: YT50OFF\nSumber daya pendidikan saja – tidak ada jaminan hasil keuangan.\n\n🔗 Discord Pendidikan Gratis:\n👉   / discord  \n\n🧠 Ini adalah komunitas untuk diskusi pendidikan saja.\n\n🚫 Tidak ada nasihat keuangan yang diberikan.\n\n👨‍💼 Admin dan moderator bukanlah profesional keuangan berlisensi.\n\n🔗 Kraken\n👉 Tautan Khusus: https://invite.kraken.com/JDNW/o62x5mw3\n👉 Syarat & Ketentuan Lengkap: https://www.kraken.com/legal\n-----------------------------------------------------------------\n\n🎥 SALURAN YOUTUBE KAMI\n\n🔹 Ikuti Cheeky Crypto di YouTube: / \n🔹 Ikuti Cheeky Crypto Trading di YouTube: / \n🔹 Ikuti Cheeky Crypto News di YouTube: / \n🔹 Ikuti Cheeky Crypto Education di YouTube: / \n🔹 Ikuti Cheeky Crypto Unfiltered di YouTube: / \n\n-----------------------------------------------------------------\n\n📱 IKUTI KAMI DI MEDIA SOSIAL\n\n🐦 Ikuti kami di X: /cheekycrypto\n📘 Ikuti kami di Facebook: /cheekycrypto\n\n-----------------------------------------------------------------\nLihat Penawaran Afiliasi kami:\n\nKami mungkin mendapatkan komisi jika Anda mendaftar melalui tautan di bawah ini.\n\n👉   / exchanges  \n\n-----------------------------------------------------------------\n\n⚠️ JAUHKAN KOMERSIAL DARI KOMENTAR DAN KOMUNITAS KAMI PERINGATAN ⚠️\n\n🛑 PENAFIAN:\n\nSaluran ini hanya untuk tujuan hiburan. Semua pendapat yang diungkapkan oleh pembawa acara dan tamu tidak boleh dianggap sebagai nasihat keuangan. Pandangan tamu dan pembawa acara tidak selalu mencerminkan pandangan saluran ini.\n\nKami tidak mempromosikan skema cepat kaya, strategi perdagangan yang menjamin keuntungan, atau perilaku keuangan yang berisiko.\n\nSemua keputusan perdagangan adalah tanggung jawab Anda sendiri. Pemirsa sangat disarankan untuk melakukan riset sendiri.\nPerdagangan mata uang kripto membawa risiko kerugian yang signifikan, dan tidak ada hasil yang dijamin. Saluran ini tidak menawarkan layanan keuangan atau sekuritas dan tidak menjamin hasil apa pun.\nPenawaran afiliasi hanya ditujukan untuk penduduk non-Inggris.\n\nKonten ini mematuhi kebijakan Konten Berbahaya dan Berisiko YouTube dan ditujukan untuk audiens dewasa yang tertarik mempelajari teknologi blockchain. Beberapa tautan adalah penawaran afiliasi.\n\nKami mungkin mendapatkan komisi jika Anda mendaftar melalui platform tersebut, tanpa biaya tambahan bagi Anda.\nPlatform ini bukan rekomendasi dan dibagikan hanya untuk tujuan informasi.\nPenawaran bervariasi dan mungkin tidak tersedia di semua wilayah. Harap konsultasikan dengan hukum setempat dan penasihat keuangan Anda sebelum berpartisipasi.\n\n-----------------------------------------------------------------\nCap Waktu\n00:00 Kekeringan Hebat: Kontraksi M2 yang Langka\n01:00 Mengapa Fundamental Teknologi Tidak Akan Menyelamatkan Anda\n01:40 Terobosan XRP dan Pasokan Uang M2 Global\n02:45 Bank Sentral dan Kesenjangan Likuiditas\n03:38 Perdagangan Carry Yen: Mesin Rahasia Pasar\n04:54 Likuidasi Paksa dan Kenaikan Suku Bunga Tokyo\n06:38 Perbandingan Pasokan Uang Depresi Besar\n07:41 Melacak Pergerakan Likuiditas di Discord\n08:23 Uang Tunai Bukan Lagi Sampah dalam Kontraksi M2\n10:06 Mengapa Teknologi Hebat Menjadi Tidak Relevan\n11:34 Aset yang Diberi Peringkat Berdasarkan Sensitivitas Likuiditas\n12:47 Kompas Likuiditas Arsitek Makro\n14:05 Mengamati Pivot Bank Sentral\n16:13 Dampak Undang-Undang Klarifikasi Pasar Aset Digital\n18:43 Penyesuaian Harga Struktural dan Permintaan Institusional", "post_id": "12cTneAGZ14"}}, {"key": "CheekyCryptoNews", "attributes": {"label": "CheekyCryptoNews", "x": 357.2947359583343, "y": 163.84111607669783, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 18.3038, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "12cTneAGZ14", "id": "CheekyCryptoNews", "source": "youtube-000001", "content": "Kekuatan Tak Terlihat yang Membunuh Terobosan XRP\n\nOksigen tak terlihat di pasar global semakin menipis, dan sebagian besar investor terjebak menatap grafik harga ritel. Jelajahi kekeringan yang hebat, kontraksi M2 langka yang belum pernah terlihat sejak tahun 1930-an, dan bagaimana perdagangan carry yen menarik likuiditas dari setiap portofolio. Kami menyingkirkan kebisingan untuk menunjukkan mekanisme yang menentukan kapan Bitcoin dan XRP hidup atau mati, mengubah Anda dari pedagang reaktif menjadi arsitek makro.\n\nPahami keterlambatan likuiditas dan mengapa fundamental teknologi tidak akan menyelamatkan Anda ketika bank sentral mengurangi jumlah uang yang beredar. Dengan disahkannya Digital Asset Market Clarity Act yang menghilangkan kabut regulasi, penyesuaian harga struktural akan terjadi karena ETF spot menyerap pasokan. Berlangganan untuk mendapatkan analisis kripto yang lebih mendalam agar tetap unggul dalam menghadapi perubahan kebijakan bank sentral dan melihat gelombang modal berikutnya sebelum sumbernya mengering.\n\n#XRP #Ripple #BeritaKripto\n\n-----------------------------------------------------------------\n\n📚 Pelajari:\n👉 https://cheekyschool.com/\n👉 Dapatkan Diskon 50% dengan Kode ini: YT50OFF\nSumber daya pendidikan saja – tidak ada jaminan hasil keuangan.\n\n🔗 Discord Pendidikan Gratis:\n👉   / discord  \n\n🧠 Ini adalah komunitas untuk diskusi pendidikan saja.\n\n🚫 Tidak ada nasihat keuangan yang diberikan.\n\n👨‍💼 Admin dan moderator bukanlah profesional keuangan berlisensi.\n\n🔗 Kraken\n👉 Tautan Khusus: https://invite.kraken.com/JDNW/o62x5mw3\n👉 Syarat & Ketentuan Lengkap: https://www.kraken.com/legal\n-----------------------------------------------------------------\n\n🎥 SALURAN YOUTUBE KAMI\n\n🔹 Ikuti Cheeky Crypto di YouTube: / \n🔹 Ikuti Cheeky Crypto Trading di YouTube: / \n🔹 Ikuti Cheeky Crypto News di YouTube: / \n🔹 Ikuti Cheeky Crypto Education di YouTube: / \n🔹 Ikuti Cheeky Crypto Unfiltered di YouTube: / \n\n-----------------------------------------------------------------\n\n📱 IKUTI KAMI DI MEDIA SOSIAL\n\n🐦 Ikuti kami di X: /cheekycrypto\n📘 Ikuti kami di Facebook: /cheekycrypto\n\n-----------------------------------------------------------------\nLihat Penawaran Afiliasi kami:\n\nKami mungkin mendapatkan komisi jika Anda mendaftar melalui tautan di bawah ini.\n\n👉   / exchanges  \n\n-----------------------------------------------------------------\n\n⚠️ JAUHKAN KOMERSIAL DARI KOMENTAR DAN KOMUNITAS KAMI PERINGATAN ⚠️\n\n🛑 PENAFIAN:\n\nSaluran ini hanya untuk tujuan hiburan. Semua pendapat yang diungkapkan oleh pembawa acara dan tamu tidak boleh dianggap sebagai nasihat keuangan. Pandangan tamu dan pembawa acara tidak selalu mencerminkan pandangan saluran ini.\n\nKami tidak mempromosikan skema cepat kaya, strategi perdagangan yang menjamin keuntungan, atau perilaku keuangan yang berisiko.\n\nSemua keputusan perdagangan adalah tanggung jawab Anda sendiri. Pemirsa sangat disarankan untuk melakukan riset sendiri.\nPerdagangan mata uang kripto membawa risiko kerugian yang signifikan, dan tidak ada hasil yang dijamin. Saluran ini tidak menawarkan layanan keuangan atau sekuritas dan tidak menjamin hasil apa pun.\nPenawaran afiliasi hanya ditujukan untuk penduduk non-Inggris.\n\nKonten ini mematuhi kebijakan Konten Berbahaya dan Berisiko YouTube dan ditujukan untuk audiens dewasa yang tertarik mempelajari teknologi blockchain. Beberapa tautan adalah penawaran afiliasi.\n\nKami mungkin mendapatkan komisi jika Anda mendaftar melalui platform tersebut, tanpa biaya tambahan bagi Anda.\nPlatform ini bukan rekomendasi dan dibagikan hanya untuk tujuan informasi.\nPenawaran bervariasi dan mungkin tidak tersedia di semua wilayah. Harap konsultasikan dengan hukum setempat dan penasihat keuangan Anda sebelum berpartisipasi.\n\n-----------------------------------------------------------------\nCap Waktu\n00:00 Kekeringan Hebat: Kontraksi M2 yang Langka\n01:00 Mengapa Fundamental Teknologi Tidak Akan Menyelamatkan Anda\n01:40 Terobosan XRP dan Pasokan Uang M2 Global\n02:45 Bank Sentral dan Kesenjangan Likuiditas\n03:38 Perdagangan Carry Yen: Mesin Rahasia Pasar\n04:54 Likuidasi Paksa dan Kenaikan Suku Bunga Tokyo\n06:38 Perbandingan Pasokan Uang Depresi Besar\n07:41 Melacak Pergerakan Likuiditas di Discord\n08:23 Uang Tunai Bukan Lagi Sampah dalam Kontraksi M2\n10:06 Mengapa Teknologi Hebat Menjadi Tidak Relevan\n11:34 Aset yang Diberi Peringkat Berdasarkan Sensitivitas Likuiditas\n12:47 Kompas Likuiditas Arsitek Makro\n14:05 Mengamati Pivot Bank Sentral\n16:13 Dampak Undang-Undang Klarifikasi Pasar Aset Digital\n18:43 Penyesuaian Harga Struktural dan Permintaan Institusional", "post_id": "12cTneAGZ14"}}, {"key": "CheekyCryptoEducation", "attributes": {"label": "CheekyCryptoEducation", "x": 560.1483557531047, "y": 973.8281934224839, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 18.3038, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "12cTneAGZ14", "id": "CheekyCryptoEducation", "source": "youtube-000001", "content": "Kekuatan Tak Terlihat yang Membunuh Terobosan XRP\n\nOksigen tak terlihat di pasar global semakin menipis, dan sebagian besar investor terjebak menatap grafik harga ritel. Jelajahi kekeringan yang hebat, kontraksi M2 langka yang belum pernah terlihat sejak tahun 1930-an, dan bagaimana perdagangan carry yen menarik likuiditas dari setiap portofolio. Kami menyingkirkan kebisingan untuk menunjukkan mekanisme yang menentukan kapan Bitcoin dan XRP hidup atau mati, mengubah Anda dari pedagang reaktif menjadi arsitek makro.\n\nPahami keterlambatan likuiditas dan mengapa fundamental teknologi tidak akan menyelamatkan Anda ketika bank sentral mengurangi jumlah uang yang beredar. Dengan disahkannya Digital Asset Market Clarity Act yang menghilangkan kabut regulasi, penyesuaian harga struktural akan terjadi karena ETF spot menyerap pasokan. Berlangganan untuk mendapatkan analisis kripto yang lebih mendalam agar tetap unggul dalam menghadapi perubahan kebijakan bank sentral dan melihat gelombang modal berikutnya sebelum sumbernya mengering.\n\n#XRP #Ripple #BeritaKripto\n\n-----------------------------------------------------------------\n\n📚 Pelajari:\n👉 https://cheekyschool.com/\n👉 Dapatkan Diskon 50% dengan Kode ini: YT50OFF\nSumber daya pendidikan saja – tidak ada jaminan hasil keuangan.\n\n🔗 Discord Pendidikan Gratis:\n👉   / discord  \n\n🧠 Ini adalah komunitas untuk diskusi pendidikan saja.\n\n🚫 Tidak ada nasihat keuangan yang diberikan.\n\n👨‍💼 Admin dan moderator bukanlah profesional keuangan berlisensi.\n\n🔗 Kraken\n👉 Tautan Khusus: https://invite.kraken.com/JDNW/o62x5mw3\n👉 Syarat & Ketentuan Lengkap: https://www.kraken.com/legal\n-----------------------------------------------------------------\n\n🎥 SALURAN YOUTUBE KAMI\n\n🔹 Ikuti Cheeky Crypto di YouTube: / \n🔹 Ikuti Cheeky Crypto Trading di YouTube: / \n🔹 Ikuti Cheeky Crypto News di YouTube: / \n🔹 Ikuti Cheeky Crypto Education di YouTube: / \n🔹 Ikuti Cheeky Crypto Unfiltered di YouTube: / \n\n-----------------------------------------------------------------\n\n📱 IKUTI KAMI DI MEDIA SOSIAL\n\n🐦 Ikuti kami di X: /cheekycrypto\n📘 Ikuti kami di Facebook: /cheekycrypto\n\n-----------------------------------------------------------------\nLihat Penawaran Afiliasi kami:\n\nKami mungkin mendapatkan komisi jika Anda mendaftar melalui tautan di bawah ini.\n\n👉   / exchanges  \n\n-----------------------------------------------------------------\n\n⚠️ JAUHKAN KOMERSIAL DARI KOMENTAR DAN KOMUNITAS KAMI PERINGATAN ⚠️\n\n🛑 PENAFIAN:\n\nSaluran ini hanya untuk tujuan hiburan. Semua pendapat yang diungkapkan oleh pembawa acara dan tamu tidak boleh dianggap sebagai nasihat keuangan. Pandangan tamu dan pembawa acara tidak selalu mencerminkan pandangan saluran ini.\n\nKami tidak mempromosikan skema cepat kaya, strategi perdagangan yang menjamin keuntungan, atau perilaku keuangan yang berisiko.\n\nSemua keputusan perdagangan adalah tanggung jawab Anda sendiri. Pemirsa sangat disarankan untuk melakukan riset sendiri.\nPerdagangan mata uang kripto membawa risiko kerugian yang signifikan, dan tidak ada hasil yang dijamin. Saluran ini tidak menawarkan layanan keuangan atau sekuritas dan tidak menjamin hasil apa pun.\nPenawaran afiliasi hanya ditujukan untuk penduduk non-Inggris.\n\nKonten ini mematuhi kebijakan Konten Berbahaya dan Berisiko YouTube dan ditujukan untuk audiens dewasa yang tertarik mempelajari teknologi blockchain. Beberapa tautan adalah penawaran afiliasi.\n\nKami mungkin mendapatkan komisi jika Anda mendaftar melalui platform tersebut, tanpa biaya tambahan bagi Anda.\nPlatform ini bukan rekomendasi dan dibagikan hanya untuk tujuan informasi.\nPenawaran bervariasi dan mungkin tidak tersedia di semua wilayah. Harap konsultasikan dengan hukum setempat dan penasihat keuangan Anda sebelum berpartisipasi.\n\n-----------------------------------------------------------------\nCap Waktu\n00:00 Kekeringan Hebat: Kontraksi M2 yang Langka\n01:00 Mengapa Fundamental Teknologi Tidak Akan Menyelamatkan Anda\n01:40 Terobosan XRP dan Pasokan Uang M2 Global\n02:45 Bank Sentral dan Kesenjangan Likuiditas\n03:38 Perdagangan Carry Yen: Mesin Rahasia Pasar\n04:54 Likuidasi Paksa dan Kenaikan Suku Bunga Tokyo\n06:38 Perbandingan Pasokan Uang Depresi Besar\n07:41 Melacak Pergerakan Likuiditas di Discord\n08:23 Uang Tunai Bukan Lagi Sampah dalam Kontraksi M2\n10:06 Mengapa Teknologi Hebat Menjadi Tidak Relevan\n11:34 Aset yang Diberi Peringkat Berdasarkan Sensitivitas Likuiditas\n12:47 Kompas Likuiditas Arsitek Makro\n14:05 Mengamati Pivot Bank Sentral\n16:13 Dampak Undang-Undang Klarifikasi Pasar Aset Digital\n18:43 Penyesuaian Harga Struktural dan Permintaan Institusional", "post_id": "12cTneAGZ14"}}, {"key": "Cheeky_Crypto_Unfiltered", "attributes": {"label": "Cheeky_Crypto_Unfiltered", "x": 961.8900043274606, "y": 587.6260938028876, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 18.3038, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "12cTneAGZ14", "id": "Cheeky_Crypto_Unfiltered", "source": "youtube-000001", "content": "Kekuatan Tak Terlihat yang Membunuh Terobosan XRP\n\nOksigen tak terlihat di pasar global semakin menipis, dan sebagian besar investor terjebak menatap grafik harga ritel. Jelajahi kekeringan yang hebat, kontraksi M2 langka yang belum pernah terlihat sejak tahun 1930-an, dan bagaimana perdagangan carry yen menarik likuiditas dari setiap portofolio. Kami menyingkirkan kebisingan untuk menunjukkan mekanisme yang menentukan kapan Bitcoin dan XRP hidup atau mati, mengubah Anda dari pedagang reaktif menjadi arsitek makro.\n\nPahami keterlambatan likuiditas dan mengapa fundamental teknologi tidak akan menyelamatkan Anda ketika bank sentral mengurangi jumlah uang yang beredar. Dengan disahkannya Digital Asset Market Clarity Act yang menghilangkan kabut regulasi, penyesuaian harga struktural akan terjadi karena ETF spot menyerap pasokan. Berlangganan untuk mendapatkan analisis kripto yang lebih mendalam agar tetap unggul dalam menghadapi perubahan kebijakan bank sentral dan melihat gelombang modal berikutnya sebelum sumbernya mengering.\n\n#XRP #Ripple #BeritaKripto\n\n-----------------------------------------------------------------\n\n📚 Pelajari:\n👉 https://cheekyschool.com/\n👉 Dapatkan Diskon 50% dengan Kode ini: YT50OFF\nSumber daya pendidikan saja – tidak ada jaminan hasil keuangan.\n\n🔗 Discord Pendidikan Gratis:\n👉   / discord  \n\n🧠 Ini adalah komunitas untuk diskusi pendidikan saja.\n\n🚫 Tidak ada nasihat keuangan yang diberikan.\n\n👨‍💼 Admin dan moderator bukanlah profesional keuangan berlisensi.\n\n🔗 Kraken\n👉 Tautan Khusus: https://invite.kraken.com/JDNW/o62x5mw3\n👉 Syarat & Ketentuan Lengkap: https://www.kraken.com/legal\n-----------------------------------------------------------------\n\n🎥 SALURAN YOUTUBE KAMI\n\n🔹 Ikuti Cheeky Crypto di YouTube: / \n🔹 Ikuti Cheeky Crypto Trading di YouTube: / \n🔹 Ikuti Cheeky Crypto News di YouTube: / \n🔹 Ikuti Cheeky Crypto Education di YouTube: / \n🔹 Ikuti Cheeky Crypto Unfiltered di YouTube: / \n\n-----------------------------------------------------------------\n\n📱 IKUTI KAMI DI MEDIA SOSIAL\n\n🐦 Ikuti kami di X: /cheekycrypto\n📘 Ikuti kami di Facebook: /cheekycrypto\n\n-----------------------------------------------------------------\nLihat Penawaran Afiliasi kami:\n\nKami mungkin mendapatkan komisi jika Anda mendaftar melalui tautan di bawah ini.\n\n👉   / exchanges  \n\n-----------------------------------------------------------------\n\n⚠️ JAUHKAN KOMERSIAL DARI KOMENTAR DAN KOMUNITAS KAMI PERINGATAN ⚠️\n\n🛑 PENAFIAN:\n\nSaluran ini hanya untuk tujuan hiburan. Semua pendapat yang diungkapkan oleh pembawa acara dan tamu tidak boleh dianggap sebagai nasihat keuangan. Pandangan tamu dan pembawa acara tidak selalu mencerminkan pandangan saluran ini.\n\nKami tidak mempromosikan skema cepat kaya, strategi perdagangan yang menjamin keuntungan, atau perilaku keuangan yang berisiko.\n\nSemua keputusan perdagangan adalah tanggung jawab Anda sendiri. Pemirsa sangat disarankan untuk melakukan riset sendiri.\nPerdagangan mata uang kripto membawa risiko kerugian yang signifikan, dan tidak ada hasil yang dijamin. Saluran ini tidak menawarkan layanan keuangan atau sekuritas dan tidak menjamin hasil apa pun.\nPenawaran afiliasi hanya ditujukan untuk penduduk non-Inggris.\n\nKonten ini mematuhi kebijakan Konten Berbahaya dan Berisiko YouTube dan ditujukan untuk audiens dewasa yang tertarik mempelajari teknologi blockchain. Beberapa tautan adalah penawaran afiliasi.\n\nKami mungkin mendapatkan komisi jika Anda mendaftar melalui platform tersebut, tanpa biaya tambahan bagi Anda.\nPlatform ini bukan rekomendasi dan dibagikan hanya untuk tujuan informasi.\nPenawaran bervariasi dan mungkin tidak tersedia di semua wilayah. Harap konsultasikan dengan hukum setempat dan penasihat keuangan Anda sebelum berpartisipasi.\n\n-----------------------------------------------------------------\nCap Waktu\n00:00 Kekeringan Hebat: Kontraksi M2 yang Langka\n01:00 Mengapa Fundamental Teknologi Tidak Akan Menyelamatkan Anda\n01:40 Terobosan XRP dan Pasokan Uang M2 Global\n02:45 Bank Sentral dan Kesenjangan Likuiditas\n03:38 Perdagangan Carry Yen: Mesin Rahasia Pasar\n04:54 Likuidasi Paksa dan Kenaikan Suku Bunga Tokyo\n06:38 Perbandingan Pasokan Uang Depresi Besar\n07:41 Melacak Pergerakan Likuiditas di Discord\n08:23 Uang Tunai Bukan Lagi Sampah dalam Kontraksi M2\n10:06 Mengapa Teknologi Hebat Menjadi Tidak Relevan\n11:34 Aset yang Diberi Peringkat Berdasarkan Sensitivitas Likuiditas\n12:47 Kompas Likuiditas Arsitek Makro\n14:05 Mengamati Pivot Bank Sentral\n16:13 Dampak Undang-Undang Klarifikasi Pasar Aset Digital\n18:43 Penyesuaian Harga Struktural dan Permintaan Institusional", "post_id": "12cTneAGZ14"}}, {"key": "@themetalwar", "attributes": {"label": "@themetalwar", "x": 401.21292408469156, "y": 508.34086205847996, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 15.6443, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "qpjOuPO5T6Q", "id": "@themetalwar", "source": "youtube-000001", "content": "Jutaan Penimbun Emas & Perak akan KEHILANGAN Kesempatan SEUMUR HIDUP Ini - Mario Innecco\n\nJutaan Penimbun Emas & Perak Akan KEHILANGAN Kesempatan SEUMUR HIDUP Ini - Mario Innecco\n\nTanda-tanda peringatan tidak lagi tersembunyi, tetapi terlihat jelas. Tahun 2026 akan menyaksikan ekonomi dunia dihadapkan pada kombinasi berbahaya dari inflasi yang sangat tinggi, meningkatnya risiko geopolitik, dan terkikisnya kredibilitas bank sentral. Dana Moneter Internasional telah memperingatkan bahwa imbal hasil obligasi yang lebih tinggi, risiko inflasi, dan kondisi keuangan yang lebih ketat meningkatkan tekanan pada perekonomian di seluruh dunia. Sementara itu, para ekonom menunda ekspektasi penurunan suku bunga yang signifikan mengingat inflasi yang terus-menerus tinggi akibat harga energi dan masalah rantai pasokan. Jadi, sementara semua ini terjadi, pasar merespons seolah-olah semuanya baik-baik saja. Mario Innecco berpikir sistem keuangan adalah ilusi. Pemerintah mungkin berbicara tentang disiplin, tetapi sangat sulit untuk memperketatnya di dunia yang didorong oleh utang dan likuiditas. Mario melihat emas, perak, dan komoditas sebagai investasi tempat berlindung yang aman. Ceritanya mungkin berubah, retorikanya mungkin berubah, dan pasar saham mungkin naik, tetapi fundamentalnya tidak. Bagi Mario Innecco, masalahnya bukanlah inflasi. Ini tentang menyadari siapa yang diuntungkan dari sistem dan tidak menjadi pihak yang menanggung kerugian.\nStabilitas pasar saat ini tidak selalu mencerminkan risiko terbesar. Saham berkinerja baik karena dukungan likuiditas yang konstan dan pertumbuhan sektor teknologi, tetapi utang global terus meningkat dan perkembangan ekonomi riil tidak merata. Bank sentral menghadapi dilema: pengetatan yang terlalu ketat akan memperlambat ekonomi, tetapi pelonggaran yang terlalu ketat akan berisiko menyebabkan inflasi di masa depan. Mario Innecco memandang ini sebagai masalah mendasar daripada masalah siklus. Ia berpendapat bahwa sistem keuangan saat ini sangat bergantung pada intervensi untuk menjaga stabilitas, mengurangi nilai mata uang dari waktu ke waktu. Hal ini menyebabkan harga yang lebih tinggi di pasar keuangan tetapi barang dan jasa yang lebih mahal bagi konsumen, menciptakan kesenjangan antara ekonomi dan pasar. Ia melihat tantangannya bukan hanya menghasilkan keuntungan tetapi juga melestarikan kekayaan. Itulah mengapa ia melihat logam mulia seperti emas dan perak sebagai investasi jangka panjang di dunia di mana daya beli mata uang fiat menurun.\n\nTetaplah mendapatkan informasi terbaru tentang harga emas dan perak dengan The Metal War! Baik Anda baru mengenal investasi atau sudah berpengalaman, pembaruan kami akan terus memberi Anda informasi tentang tren pasar emas dan perak saat ini.\n\nBerlangganan saluran ini\n\n/ \n\nKami membuat konten edukatif tentang dunia komoditas, menghadirkan berita pasar terbaru dan klip terbaik dari para ahli yang paling dicari di bidang emas dan perak, menjelaskan konsep-konsep kunci yang dibahas dalam episode tersebut, dan mengajarkan Anda dasar-dasar emas dan perak agar Anda tetap terinformasi.\n\nPERNYATAAN KEUANGAN Saluran ini bertujuan untuk berbagi kiat dan video investasi dari para ahli. KAMI TIDAK MEMBERIKAN NASIHAT KEUANGAN! Harap berkonsultasi dengan penasihat keuangan berlisensi dan lakukan riset Anda sendiri sebelum mengambil tindakan keuangan apa pun. Kami mendapatkan komisi dari rujukan di atas berdasarkan persentase komisi per biaya yang dihasilkan oleh pendaftaran baru.\n\n#emas #marioinnecco #perak #hargaemas #hargaperak #investasi #investasi #prediksihargaemas #trenpasar #wawasankeuangan #membangunkekayaan #logammulia #tipsinvestasi #keuangan #makroekonomi #prakiraanhargaperak #hargaperakhariini #hargaemashariini #peranglogam", "post_id": "qpjOuPO5T6Q"}}, {"key": "TheMetalWar", "attributes": {"label": "TheMetalWar", "x": 731.4987504343, "y": 295.1040127319704, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 28.9419, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "qpjOuPO5T6Q", "id": "TheMetalWar", "source": "youtube-000001", "content": "Jutaan Penimbun Emas & Perak akan KEHILANGAN Kesempatan SEUMUR HIDUP Ini - Mario Innecco\n\nJutaan Penimbun Emas & Perak Akan KEHILANGAN Kesempatan SEUMUR HIDUP Ini - Mario Innecco\n\nTanda-tanda peringatan tidak lagi tersembunyi, tetapi terlihat jelas. Tahun 2026 akan menyaksikan ekonomi dunia dihadapkan pada kombinasi berbahaya dari inflasi yang sangat tinggi, meningkatnya risiko geopolitik, dan terkikisnya kredibilitas bank sentral. Dana Moneter Internasional telah memperingatkan bahwa imbal hasil obligasi yang lebih tinggi, risiko inflasi, dan kondisi keuangan yang lebih ketat meningkatkan tekanan pada perekonomian di seluruh dunia. Sementara itu, para ekonom menunda ekspektasi penurunan suku bunga yang signifikan mengingat inflasi yang terus-menerus tinggi akibat harga energi dan masalah rantai pasokan. Jadi, sementara semua ini terjadi, pasar merespons seolah-olah semuanya baik-baik saja. Mario Innecco berpikir sistem keuangan adalah ilusi. Pemerintah mungkin berbicara tentang disiplin, tetapi sangat sulit untuk memperketatnya di dunia yang didorong oleh utang dan likuiditas. Mario melihat emas, perak, dan komoditas sebagai investasi tempat berlindung yang aman. Ceritanya mungkin berubah, retorikanya mungkin berubah, dan pasar saham mungkin naik, tetapi fundamentalnya tidak. Bagi Mario Innecco, masalahnya bukanlah inflasi. Ini tentang menyadari siapa yang diuntungkan dari sistem dan tidak menjadi pihak yang menanggung kerugian.\nStabilitas pasar saat ini tidak selalu mencerminkan risiko terbesar. Saham berkinerja baik karena dukungan likuiditas yang konstan dan pertumbuhan sektor teknologi, tetapi utang global terus meningkat dan perkembangan ekonomi riil tidak merata. Bank sentral menghadapi dilema: pengetatan yang terlalu ketat akan memperlambat ekonomi, tetapi pelonggaran yang terlalu ketat akan berisiko menyebabkan inflasi di masa depan. Mario Innecco memandang ini sebagai masalah mendasar daripada masalah siklus. Ia berpendapat bahwa sistem keuangan saat ini sangat bergantung pada intervensi untuk menjaga stabilitas, mengurangi nilai mata uang dari waktu ke waktu. Hal ini menyebabkan harga yang lebih tinggi di pasar keuangan tetapi barang dan jasa yang lebih mahal bagi konsumen, menciptakan kesenjangan antara ekonomi dan pasar. Ia melihat tantangannya bukan hanya menghasilkan keuntungan tetapi juga melestarikan kekayaan. Itulah mengapa ia melihat logam mulia seperti emas dan perak sebagai investasi jangka panjang di dunia di mana daya beli mata uang fiat menurun.\n\nTetaplah mendapatkan informasi terbaru tentang harga emas dan perak dengan The Metal War! Baik Anda baru mengenal investasi atau sudah berpengalaman, pembaruan kami akan terus memberi Anda informasi tentang tren pasar emas dan perak saat ini.\n\nBerlangganan saluran ini\n\n/ \n\nKami membuat konten edukatif tentang dunia komoditas, menghadirkan berita pasar terbaru dan klip terbaik dari para ahli yang paling dicari di bidang emas dan perak, menjelaskan konsep-konsep kunci yang dibahas dalam episode tersebut, dan mengajarkan Anda dasar-dasar emas dan perak agar Anda tetap terinformasi.\n\nPERNYATAAN KEUANGAN Saluran ini bertujuan untuk berbagi kiat dan video investasi dari para ahli. KAMI TIDAK MEMBERIKAN NASIHAT KEUANGAN! Harap berkonsultasi dengan penasihat keuangan berlisensi dan lakukan riset Anda sendiri sebelum mengambil tindakan keuangan apa pun. Kami mendapatkan komisi dari rujukan di atas berdasarkan persentase komisi per biaya yang dihasilkan oleh pendaftaran baru.\n\n#emas #marioinnecco #perak #hargaemas #hargaperak #investasi #investasi #prediksihargaemas #trenpasar #wawasankeuangan #membangunkekayaan #logammulia #tipsinvestasi #keuangan #makroekonomi #prakiraanhargaperak #hargaperakhariini #hargaemashariini #peranglogam", "post_id": "qpjOuPO5T6Q"}}], "edges": [{"key": "grok", "source": "grok", "target": "galonkosongid", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "grok", "source": "grok", "target": "M4s_B4y", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "grok", "source": "grok", "target": "txtdarionlshop", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "grok", "source": "grok", "target": "popoplohy", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "grok", "source": "grok", "target": "tempodotco", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "malangrayamedia", "source": "malangrayamedia", "target": "kompascom", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "ekonomidotin_", "source": "ekonomidotin_", "target": "ekonomidotin", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "ekonomidotin_", "source": "ekonomidotin_", "target": "ekonomidotin_", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "old.money937", "source": "old.money937", "target": "Gibran", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "old.money937", "source": "old.money937", "target": "Purbaya", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "old.money937", "source": "old.money937", "target": "vodca", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "old.money937", "source": "old.money937", "target": "MR.", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "old.money937", "source": "old.money937", "target": "Vansena", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "old.money937", "source": "old.money937", "target": "Oke", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "old.money937", "source": "old.money937", "target": "KEDUBES", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "old.money937", "source": "old.money937", "target": "jambore53", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "old.money937", "source": "old.money937", "target": "infokalbar99", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "info_tws", "source": "info_tws", "target": "tradewithsuli", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "@tvOneNews", "source": "@tvOneNews", "target": "declandpmusic", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@tvOneNews", "source": "@tvOneNews", "target": "declandpmusic", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@KoranJakartaYoutubeOfficial", "source": "@KoranJakartaYoutubeOfficial", "target": "koranjakarta...", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "idxchannel_", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "wicky_adrian", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "deffid_83", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "prast_ulrich", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "rosalinehioe", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@MissingMiddlePodcast", "source": "@MissingMiddlePodcast", "target": "seanegertonforeman", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "idxchannel_", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "wicky_adrian", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "deffid_83", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "prast_ulrich", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "rosalinehioe", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@FinanceDailySilverUpdates", "source": "@FinanceDailySilverUpdates", "target": "itmtrading/f...", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@BloombergPodcasts", "source": "@BloombergPodcasts", "target": "markets", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@BloombergPodcasts", "source": "@BloombergPodcasts", "target": "bloombergquicktake", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@ClearlyFinance", "source": "@ClearlyFinance", "target": "ClearlyFinan...", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@awalilrizky", "source": "@awalilrizky", "target": "barisandata", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@KoranJakartaYoutubeOfficial", "source": "@KoranJakartaYoutubeOfficial", "target": "koranjakarta...", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@CheekyCrypto", "source": "@CheekyCrypto", "target": "CheekyCrypto", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@CheekyCrypto", "source": "@CheekyCrypto", "target": "CheekyCryptoPlus", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@CheekyCrypto", "source": "@CheekyCrypto", "target": "CheekyCryptoNews", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@CheekyCrypto", "source": "@CheekyCrypto", "target": "CheekyCryptoEducation", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@CheekyCrypto", "source": "@CheekyCrypto", "target": "Cheeky_Crypto_Unfiltered", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@themetalwar", "source": "@themetalwar", "target": "TheMetalWar", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "idxchannel_", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "wicky_adrian", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "deffid_83", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "prast_ulrich", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "rosalinehioe", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}]}