{"nodes": [{"key": "Tanto19", "attributes": {"label": "Tanto19", "x": 344.370440044259, "y": 686.2434677214171, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 9.6577, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 3, "degree": 3}, "_id": "2041361589576908914", "id": "Tanto19", "source": "tweet-000004", "content": "BI jg gk mgkn menurunkan suku bunga dlm waktu dekat, bayangin aja BI sudah setengah mati jaga Kurs Rp jgn diatas 17rb aja tetap tembus, kalau turunin suku bunga yah udah lah itu Kurs makin melemah jauh. Ini sektor perbankan sudah \"jelek\" dimata asing, sahamnya aja dibuang mulu", "post_id": "2041361589576908914"}}, {"key": "KemenperinRI", "attributes": {"label": "KemenperinRI", "x": 663.5021509712058, "y": 507.4913696491712, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 12.3941, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "2041361589576908914", "id": "KemenperinRI", "source": "tweet-000004", "content": "BI jg gk mgkn menurunkan suku bunga dlm waktu dekat, bayangin aja BI sudah setengah mati jaga Kurs Rp jgn diatas 17rb aja tetap tembus, kalau turunin suku bunga yah udah lah itu Kurs makin melemah jauh. Ini sektor perbankan sudah \"jelek\" dimata asing, sahamnya aja dibuang mulu", "post_id": "2041361589576908914"}}, {"key": "danwardani_", "attributes": {"label": "danwardani_", "x": 795.9520440983251, "y": 228.6367335974845, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 12.3941, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2041361964551782874", "id": "danwardani_", "source": "tweet-000004", "content": "Efeknya bakal lebih parah jika BI turunin suku bunga, kurs aja udah 17rb, aplg jika BI turunin suku bunga, tanpa turunin aja, Investor asing sudah gk tertarik lg di sektor perbankan Indo, saham Big Bank dibuang terus dan outlook sudah diturunkan, bayangkan jika ditambah turun SBI", "post_id": "2041361964551782874"}}, {"key": "grok", "attributes": {"label": "grok", "x": 546.0646828430292, "y": 426.5147507203303, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 9.6577, "eigenvector": 0.0513, "in_degree": 0, "out_degree": 9, "degree": 9}, "_id": "1966267850165027003", "id": "grok", "source": "tweet-000004", "content": "Parameter yang perlu diamati untuk menilai dampak penarikan dana pemerintah dari BI meliputi:\n\n- Tingkat inflasi\n- Suku bunga acuan\n- Nilai tukar Rupiah\n- Likuiditas perbankan\n- Pertumbuhan kredit\n- Kinerja saham bank\n- Pertumbuhan PDB\n- Cadangan devisa\n\nPantau melalui data resmi", "post_id": "1966267850165027003"}}, {"key": "r1dayat", "attributes": {"label": "r1dayat", "x": 778.0986291861955, "y": 596.7158107894498, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 10.5698, "eigenvector": 0.0513, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "1966267850165027003", "id": "r1dayat", "source": "tweet-000004", "content": "Parameter yang perlu diamati untuk menilai dampak penarikan dana pemerintah dari BI meliputi:\n\n- Tingkat inflasi\n- Suku bunga acuan\n- Nilai tukar Rupiah\n- Likuiditas perbankan\n- Pertumbuhan kredit\n- Kinerja saham bank\n- Pertumbuhan PDB\n- Cadangan devisa\n\nPantau melalui data resmi", "post_id": "1966267850165027003"}}, {"key": "arda_odang17", "attributes": {"label": "arda_odang17", "x": 633.176236537558, "y": 273.1207007586174, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 10.5698, "eigenvector": 0.0513, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "1966267850165027003", "id": "arda_odang17", "source": "tweet-000004", "content": "Parameter yang perlu diamati untuk menilai dampak penarikan dana pemerintah dari BI meliputi:\n\n- Tingkat inflasi\n- Suku bunga acuan\n- Nilai tukar Rupiah\n- Likuiditas perbankan\n- Pertumbuhan kredit\n- Kinerja saham bank\n- Pertumbuhan PDB\n- Cadangan devisa\n\nPantau melalui data resmi", "post_id": "1966267850165027003"}}, {"key": "mochmasykur12", "attributes": {"label": "mochmasykur12", "x": 835.5070267898024, "y": 705.9312603745975, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 10.5698, "eigenvector": 0.0513, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "1966267850165027003", "id": "mochmasykur12", "source": "tweet-000004", "content": "Parameter yang perlu diamati untuk menilai dampak penarikan dana pemerintah dari BI meliputi:\n\n- Tingkat inflasi\n- Suku bunga acuan\n- Nilai tukar Rupiah\n- Likuiditas perbankan\n- Pertumbuhan kredit\n- Kinerja saham bank\n- Pertumbuhan PDB\n- Cadangan devisa\n\nPantau melalui data resmi", "post_id": "1966267850165027003"}}, {"key": "icibosadd", "attributes": {"label": "icibosadd", "x": 362.55869481248845, "y": 769.4488433938175, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 10.5698, "eigenvector": 0.0513, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "1966267850165027003", "id": "icibosadd", "source": "tweet-000004", "content": "Parameter yang perlu diamati untuk menilai dampak penarikan dana pemerintah dari BI meliputi:\n\n- Tingkat inflasi\n- Suku bunga acuan\n- Nilai tukar Rupiah\n- Likuiditas perbankan\n- Pertumbuhan kredit\n- Kinerja saham bank\n- Pertumbuhan PDB\n- Cadangan devisa\n\nPantau melalui data resmi", "post_id": "1966267850165027003"}}, {"key": "mungkinterbang", "attributes": {"label": "mungkinterbang", "x": 930.171787756084, "y": 803.3848359613693, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 9.6577, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "2041294515684647110", "id": "mungkinterbang", "source": "tweet-000004", "content": "Selama saham bank masoh diobral asing kayaknya bakal disitu situ atau cenderung turun sih. \n\nNanti begitu bbca balik ke 8000\nBBRI 4000\nBBNI 4500\n\nIhsg di 9000 lagi.", "post_id": "2041294515684647110"}}, {"key": "handierawan", "attributes": {"label": "handierawan", "x": 325.1743933627247, "y": 305.259745642107, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 13.7623, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2041294515684647110", "id": "handierawan", "source": "tweet-000004", "content": "Selama saham bank masoh diobral asing kayaknya bakal disitu situ atau cenderung turun sih. \n\nNanti begitu bbca balik ke 8000\nBBRI 4000\nBBNI 4500\n\nIhsg di 9000 lagi.", "post_id": "2041294515684647110"}}, {"key": "bandarmetrics", "attributes": {"label": "bandarmetrics", "x": 74.82480434829874, "y": 250.36542617809644, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 13.7623, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2041294515684647110", "id": "bandarmetrics", "source": "tweet-000004", "content": "Selama saham bank masoh diobral asing kayaknya bakal disitu situ atau cenderung turun sih. \n\nNanti begitu bbca balik ke 8000\nBBRI 4000\nBBNI 4500\n\nIhsg di 9000 lagi.", "post_id": "2041294515684647110"}}, {"key": "brodeldi", "attributes": {"label": "brodeldi", "x": 894.1758237663825, "y": 107.24417463963253, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 10.5698, "eigenvector": 0.0513, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "1965139935524233615", "id": "brodeldi", "source": "tweet-000004", "content": "Reshuffle kabinet 8 Sep 2025 ganti Sri Mulyani sebagai Menkeu dengan Purbaya Yudhi Sadewa. Dampaknya: Pasar saham (IHSG) turun ~0.9% karena ketidakpastian, saham bank rontok. Sri Mulyani dikenal stabilisasi ekonomi pasca-COVID & reformasi pajak. Pengganti bisa ubah kebijakan", "post_id": "1965139935524233615"}}, {"key": "f_stwnn", "attributes": {"label": "f_stwnn", "x": 607.2161904092636, "y": 443.00870879260145, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 10.5698, "eigenvector": 0.0513, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "1965139935524233615", "id": "f_stwnn", "source": "tweet-000004", "content": "Reshuffle kabinet 8 Sep 2025 ganti Sri Mulyani sebagai Menkeu dengan Purbaya Yudhi Sadewa. Dampaknya: Pasar saham (IHSG) turun ~0.9% karena ketidakpastian, saham bank rontok. Sri Mulyani dikenal stabilisasi ekonomi pasca-COVID & reformasi pajak. Pengganti bisa ubah kebijakan", "post_id": "1965139935524233615"}}, {"key": "Saham_fess", "attributes": {"label": "Saham_fess", "x": 354.9404173605837, "y": 493.4048382157261, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 10.5698, "eigenvector": 0.0513, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "1965139935524233615", "id": "Saham_fess", "source": "tweet-000004", "content": "Reshuffle kabinet 8 Sep 2025 ganti Sri Mulyani sebagai Menkeu dengan Purbaya Yudhi Sadewa. Dampaknya: Pasar saham (IHSG) turun ~0.9% karena ketidakpastian, saham bank rontok. Sri Mulyani dikenal stabilisasi ekonomi pasca-COVID & reformasi pajak. Pengganti bisa ubah kebijakan", "post_id": "1965139935524233615"}}, {"key": "Neroooooo_", "attributes": {"label": "Neroooooo_", "x": 217.94153581654362, "y": 600.4612173075511, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 9.6577, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "2048671533506380199", "id": "Neroooooo_", "source": "tweet-000004", "content": "Sebenernya itu bulan fase abu2, kita lihat dulu, wait and see. Kalo kekacauan ekonomi dunia belum selesai sampe juni, suku bunga masih dipangkas terus, emas bakalan rebound naik, dan saham bank bakalan turun terus. Tapi kalo ternyata ekonomi udah membaik, saham bank akan naik.", "post_id": "2048671533506380199"}}, {"key": "strobewriiies", "attributes": {"label": "strobewriiies", "x": 853.974321560853, "y": 92.33511044074616, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 13.7623, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2048671533506380199", "id": "strobewriiies", "source": "tweet-000004", "content": "Sebenernya itu bulan fase abu2, kita lihat dulu, wait and see. Kalo kekacauan ekonomi dunia belum selesai sampe juni, suku bunga masih dipangkas terus, emas bakalan rebound naik, dan saham bank bakalan turun terus. Tapi kalo ternyata ekonomi udah membaik, saham bank akan naik.", "post_id": "2048671533506380199"}}, {"key": "txtdarionlshop", "attributes": {"label": "txtdarionlshop", "x": 853.6119561308569, "y": 491.3405909315557, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 13.7623, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2048671533506380199", "id": "txtdarionlshop", "source": "tweet-000004", "content": "Sebenernya itu bulan fase abu2, kita lihat dulu, wait and see. Kalo kekacauan ekonomi dunia belum selesai sampe juni, suku bunga masih dipangkas terus, emas bakalan rebound naik, dan saham bank bakalan turun terus. Tapi kalo ternyata ekonomi udah membaik, saham bank akan naik.", "post_id": "2048671533506380199"}}, {"key": "kampusruko", "attributes": {"label": "kampusruko", "x": 194.39545336482422, "y": 376.203609215208, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 9.6577, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "2049827716472705499", "id": "kampusruko", "source": "tweet-000004", "content": "penggerak market berak\n\nkemaren pas ihsg ath, saham bank malah turun kok 😹\n\nskrg ihsg turun, saham bank nyungsep juga", "post_id": "2049827716472705499"}}, {"key": "marvelle_danny", "attributes": {"label": "marvelle_danny", "x": 534.8343349131192, "y": 971.0162658778597, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 17.8668, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2049827716472705499", "id": "marvelle_danny", "source": "tweet-000004", "content": "penggerak market berak\n\nkemaren pas ihsg ath, saham bank malah turun kok 😹\n\nskrg ihsg turun, saham bank nyungsep juga", "post_id": "2049827716472705499"}}, {"key": "sib3jo", "attributes": {"label": "sib3jo", "x": 254.83648854932116, "y": 465.3530320086283, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 9.6577, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "2050966838134313283", "id": "sib3jo", "source": "tweet-000004", "content": "Bukan hanya harga saham Bank, semua saham juga turun, termasuk misal TLKM (yg gak \"dipaksa beayai MBG\")\nBahkan IHSG juga turun.\n\nMenyimpukan harga saham Bank turun karena dipaksa beayai MBG & koperasi itu sungguh ter la lu 😂", "post_id": "2050966838134313283"}}, {"key": "ferrykoto", "attributes": {"label": "ferrykoto", "x": 97.03609295695104, "y": 47.67588711820547, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 13.7623, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2050966838134313283", "id": "ferrykoto", "source": "tweet-000004", "content": "Bukan hanya harga saham Bank, semua saham juga turun, termasuk misal TLKM (yg gak \"dipaksa beayai MBG\")\nBahkan IHSG juga turun.\n\nMenyimpukan harga saham Bank turun karena dipaksa beayai MBG & koperasi itu sungguh ter la lu 😂", "post_id": "2050966838134313283"}}, {"key": "feriamsari", "attributes": {"label": "feriamsari", "x": 475.07167098079316, "y": 93.63860816881298, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 13.7623, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2050966838134313283", "id": "feriamsari", "source": "tweet-000004", "content": "Bukan hanya harga saham Bank, semua saham juga turun, termasuk misal TLKM (yg gak \"dipaksa beayai MBG\")\nBahkan IHSG juga turun.\n\nMenyimpukan harga saham Bank turun karena dipaksa beayai MBG & koperasi itu sungguh ter la lu 😂", "post_id": "2050966838134313283"}}, {"key": "roy1alien", "attributes": {"label": "roy1alien", "x": 894.7203253246697, "y": 940.7814593239273, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 9.6577, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "2047655578743500990", "id": "roy1alien", "source": "tweet-000004", "content": "Celana nder yg turun, eh sama 4 saham bank bluechip jg anjlok sih", "post_id": "2047655578743500990"}}, {"key": "sbyfess", "attributes": {"label": "sbyfess", "x": 3.181789924194378, "y": 430.2453333512525, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 17.8668, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2047655578743500990", "id": "sbyfess", "source": "tweet-000004", "content": "Celana nder yg turun, eh sama 4 saham bank bluechip jg anjlok sih", "post_id": "2047655578743500990"}}, {"key": "StephanieC71227", "attributes": {"label": "StephanieC71227", "x": 314.33869725296637, "y": 44.924563023064465, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 9.6577, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "2050906925941010900", "id": "StephanieC71227", "source": "tweet-000004", "content": "Berita: prabowo perintahkan bank himbara beri kredit rakyat bunga maks 5%\nOrang-orang: wuih mantap. Rakyat berhak dapat kredit rumah\nOrang yg sama setelah beli saham bank himbara 1 lot: pemerintah bajingan. Bakal turun nih saham bank", "post_id": "2050906925941010900"}}, {"key": "RiseOfSouthstar", "attributes": {"label": "RiseOfSouthstar", "x": 266.90565009594025, "y": 255.6049753782198, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 13.7623, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2050906925941010900", "id": "RiseOfSouthstar", "source": "tweet-000004", "content": "Berita: prabowo perintahkan bank himbara beri kredit rakyat bunga maks 5%\nOrang-orang: wuih mantap. Rakyat berhak dapat kredit rumah\nOrang yg sama setelah beli saham bank himbara 1 lot: pemerintah bajingan. Bakal turun nih saham bank", "post_id": "2050906925941010900"}}, {"key": "LambeSahamjja", "attributes": {"label": "LambeSahamjja", "x": 896.764084847316, "y": 734.7276635129597, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 13.7623, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2050906925941010900", "id": "LambeSahamjja", "source": "tweet-000004", "content": "Berita: prabowo perintahkan bank himbara beri kredit rakyat bunga maks 5%\nOrang-orang: wuih mantap. Rakyat berhak dapat kredit rumah\nOrang yg sama setelah beli saham bank himbara 1 lot: pemerintah bajingan. Bakal turun nih saham bank", "post_id": "2050906925941010900"}}, {"key": "AndreasAbdianto", "attributes": {"label": "AndreasAbdianto", "x": 231.9613026608426, "y": 402.550294761683, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 9.6577, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "2049856964042354911", "id": "AndreasAbdianto", "source": "tweet-000004", "content": "BRI ke 2000an, Bca ke 4000an. Kenapa? Prabowo ingin pertumbuhan 8%, bunga kredit masih 12% bahkan lebih. Kalau pengen pertumbuhan 8% maka bunga kredit harus turun, bunga kredit turun maka laba bank wajib turun. Laba turu maka saham bank wajib turun.", "post_id": "2049856964042354911"}}, {"key": "Yantoepedals", "attributes": {"label": "Yantoepedals", "x": 277.238748467213, "y": 575.6083361865612, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 13.7623, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2049856964042354911", "id": "Yantoepedals", "source": "tweet-000004", "content": "BRI ke 2000an, Bca ke 4000an. Kenapa? Prabowo ingin pertumbuhan 8%, bunga kredit masih 12% bahkan lebih. Kalau pengen pertumbuhan 8% maka bunga kredit harus turun, bunga kredit turun maka laba bank wajib turun. Laba turu maka saham bank wajib turun.", "post_id": "2049856964042354911"}}, {"key": "utdfocusid", "attributes": {"label": "utdfocusid", "x": 102.26051669220104, "y": 204.13770782769336, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 13.7623, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2049856964042354911", "id": "utdfocusid", "source": "tweet-000004", "content": "BRI ke 2000an, Bca ke 4000an. Kenapa? Prabowo ingin pertumbuhan 8%, bunga kredit masih 12% bahkan lebih. Kalau pengen pertumbuhan 8% maka bunga kredit harus turun, bunga kredit turun maka laba bank wajib turun. Laba turu maka saham bank wajib turun.", "post_id": "2049856964042354911"}}, {"key": "Holan_Siregar", "attributes": {"label": "Holan_Siregar", "x": 672.8672208645563, "y": 821.5617513767521, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 10.5698, "eigenvector": 0.0513, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2047644540484407661", "id": "Holan_Siregar", "source": "tweet-000004", "content": "Kalau BBCA turun ke Rp4.000 (dari harga hari ini ~Rp6.050), itu drop ~34%. \n\nDampaknya:\n- Market cap BCA (sekarang ~Rp744 T) bisa menyusut jadi ~Rp490 T.\n- Tekan berat IHSG karena BBCA bobot besar di indeks.\n- Sektor perbankan ikut anjlok, investor ritel & asing panik jual.\n-", "post_id": "2047644540484407661"}}, {"key": "wargaritelunyu", "attributes": {"label": "wargaritelunyu", "x": 140.91524210681038, "y": 170.15485995458945, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 10.5698, "eigenvector": 0.0513, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2047644540484407661", "id": "wargaritelunyu", "source": "tweet-000004", "content": "Kalau BBCA turun ke Rp4.000 (dari harga hari ini ~Rp6.050), itu drop ~34%. \n\nDampaknya:\n- Market cap BCA (sekarang ~Rp744 T) bisa menyusut jadi ~Rp490 T.\n- Tekan berat IHSG karena BBCA bobot besar di indeks.\n- Sektor perbankan ikut anjlok, investor ritel & asing panik jual.\n-", "post_id": "2047644540484407661"}}, {"key": "mancingsaham", "attributes": {"label": "mancingsaham", "x": 646.2072639306319, "y": 256.3040229563913, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 12.2638, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 4, "out_degree": 4, "degree": 8}, "_id": "3882138033882193345_52512310886", "id": "mancingsaham", "source": "instagram-000001", "content": "🔥 BI Tahan Suku Bunga 4,75%, Tameng Rupiah Tetap Aktif!\nby  Academy\n\nSobat Cuan, BI memilih bertahan. Hawkish atau justru bullish buat market? 👇\n\n1️⃣ Fakta Utama\n• BI Rate tetap 4,75%\n• Fokus jaga Rupiah & inflasi\n\n2️⃣ Makna Keputusan\n• Bukan dovish, tapi strategi bertahan\n• Stabilitas lebih diprioritaskan dari agresif growth\n\n3️⃣ Dampak Market\n• Sentimen positif untuk bank\n• Properti & otomotif ikut lega\n\n4️⃣ Fokus Investor\n• Rupiah stabil = asing lebih nyaman\n• Risiko outflow agak mereda\n\n5️⃣ Sektor Menarik\n• Big banks berpotensi diuntungkan\n• Saham domestik sensitif suku bunga menarik dipantau\n\n6️⃣ Strategi\n• Buy on weakness bank besar\n• Pantau USD/IDR\n• Hindari emiten utang dolar jumbo\n\n7️⃣ Kesimpulan\nBI sedang pasang tameng, bukan injak rem darurat.\n\nLangkah BI mempertahankan suku bunga di level 4,75% adalah manuver defensif yang brilian. Ini adalah tameng pelindung Rupiah dari guncangan global, sekaligus bantal empuk bagi sektor perbankan dan riil domestik untuk tetap tumbuh.\n\nKombinasi antara inflasi yang dijaga ketat dan komitmen intervensi BI membuat fundamental makro kita jauh lebih siap menghadapi badai global dibanding negara berkembang lainnya.\n\n📌 Gabung di  community untuk analisis market, stockpick pilihan, update berita saham, dan diskusi eksklusif dengan investor & trader lainnya.\n📩 Bergabung sekarang! Klik lynk.id/owennath atau chat 081251880459 (WhatsApp).\n\n#IHSG #BankIndonesia #SukuBunga #TradingSaham", "post_id": "3882138033882193345_52512310886"}}, {"key": "idx_channel", "attributes": {"label": "idx_channel", "x": 762.1495641235853, "y": 253.39104159729675, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 119.1105, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 2, "out_degree": 1, "degree": 3}, "_id": "3847499252075456504_3310659452", "id": "idx_channel", "source": "instagram-000001", "content": "Tekanan jual investor asing membayangi perdagangan saham domestik sepanjang sepekan terakhir. Sejumlah saham bank besar hingga sektor tambang atau komoditas energi tercatat menjadi sasaran aksi jual.\n\nData Bursa Efek Indonesia (BEI) menunjukkan saham bank milik Grup Djarum PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) menjadi yang paling banyak dilepas asing dengan jual bersih sekitar Rp707,31 miliar di pasar reguler. Dalam sepekan, saham BBCA juga turun 2,44 persen ke Rp7.000 per unit.\n\nDi posisi berikutnya, saham minyak gas (migas) raksasa PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) dilepas asing Rp664,56 miliar.\n\nBaca selengkapnya di\nhttps://www.idxchannel.com/news/asing-lepas-saham-bank-besar-hingga-tambang-pekan-ini\n\nAtau klik link di bio \n\nFoto: Freepik\n\n#idxchannel #idxchannelcommunity", "post_id": "3847499252075456504_3310659452"}}, {"key": "iin_habibi", "attributes": {"label": "iin_habibi", "x": 788.0817516541301, "y": 193.8712897158824, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 9.6577, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 6, "degree": 6}, "_id": "7624860892097678613", "id": "iin_habibi", "source": "tiktok-000001", "content": "JAMBI — Kepanikan nasabah Bank Jambi kian nyata. Dalam beberapa hari terakhir, ribuan nasabah terlihat memadati kantor-kantor cabang untuk menarik dana mereka. Antrean panjang terjadi hampir setiap hari, mencerminkan turunnya kepercayaan publik terhadap bank milik daerah tersebut. Fenomena ini dipicu oleh belum jelasnya penyelesaian kasus hilangnya dana nasabah yang ditaksir mencapai ratusan miliar rupiah. Hingga hari ini, belum ada rilis resmi terbaru dari pihak bank yang menjelaskan perkembangan penyelidikan, termasuk siapa pihak yang paling bertanggung jawab atas peristiwa tersebut. Nasabah memilih langkah aman menarik uang mereka. Kekhawatiran akan potensi kehilangan dana yang lebih besar membuat masyarakat tidak lagi menunggu penjelasan, melainkan langsung mengambil tindakan. Kondisi ini berpotensi memicu krisis likuiditas jika tidak segera ditangani secara serius. Di tengah situasi genting ini, publik menilai manajemen Bank Jambi terkesan lamban dan tidak transparan. Belum ada kejelasan teknis maupun progres penanganan kasus. Hal ini justru memperbesar spekulasi dan memperdalam ketidakpercayaan. Kasus ini menjadi alarm keras bagi sektor perbankan daerah. Kepercayaan publik yang selama ini menjadi fondasi utama industri keuangan kini dipertaruhkan. Jika benar kebocoran ini terjadi akibat kelalaian, maka bukan hanya pelaku yang harus dihukum, tetapi juga manajemen yang gagal memastikan sistem keamanan berjalan optimal. Sementara itu, lembaga pengawas seperti Otoritas Jasa Keuangan dan aparat penegak hukum dari Polda Jambi diketahui telah turun tangan. Namun, hingga kini belum ada penetapan tersangka maupun penjelasan resmi terkait penyebab utama hilangnya dana tersebut. Situasi ini menimbulkan pertanyaan besar jika uang nasabah bisa hilang dalam jumlah fantastis, lalu di mana letak sistem pengamanan bank? Dan jika pengawasan berjalan dengan baik, mengapa kejadian ini bisa terjadi? Lebih jauh, tanggung jawab tidak bisa hanya berhenti pada level operasional. Pemerintah daerah sebagai pemegang saham Bank Jambi juga didorong untuk tidak lepas tangan. Evaluasi menyeluruh terhadap manajemen dan sistem pengawasan menjadi hal yang mendesak dilakukan. Kasus ini kini bukan sekadar soal uang yang hilang, tetapi soal kepercayaan yang runtuh. Tanpa transparansi, kejelasan, dan langkah tegas, krisis ini berpotensi meluas dan meninggalkan dampak jangka panjang bagi stabilitas perbankan daerah. #viraltiktok #virall #fyppppppppppppppppppppppp #fyp #jambi_city   JAMBI  LBH Indonesia  KABAR JAMBI TERKINI   TV", "post_id": "7624860892097678613"}}, {"key": "infobedepew", "attributes": {"label": "infobedepew", "x": 274.7785213839957, "y": 905.9110991995561, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 11.0259, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7624860892097678613", "id": "infobedepew", "source": "tiktok-000001", "content": "JAMBI — Kepanikan nasabah Bank Jambi kian nyata. Dalam beberapa hari terakhir, ribuan nasabah terlihat memadati kantor-kantor cabang untuk menarik dana mereka. Antrean panjang terjadi hampir setiap hari, mencerminkan turunnya kepercayaan publik terhadap bank milik daerah tersebut. Fenomena ini dipicu oleh belum jelasnya penyelesaian kasus hilangnya dana nasabah yang ditaksir mencapai ratusan miliar rupiah. Hingga hari ini, belum ada rilis resmi terbaru dari pihak bank yang menjelaskan perkembangan penyelidikan, termasuk siapa pihak yang paling bertanggung jawab atas peristiwa tersebut. Nasabah memilih langkah aman menarik uang mereka. Kekhawatiran akan potensi kehilangan dana yang lebih besar membuat masyarakat tidak lagi menunggu penjelasan, melainkan langsung mengambil tindakan. Kondisi ini berpotensi memicu krisis likuiditas jika tidak segera ditangani secara serius. Di tengah situasi genting ini, publik menilai manajemen Bank Jambi terkesan lamban dan tidak transparan. Belum ada kejelasan teknis maupun progres penanganan kasus. Hal ini justru memperbesar spekulasi dan memperdalam ketidakpercayaan. Kasus ini menjadi alarm keras bagi sektor perbankan daerah. Kepercayaan publik yang selama ini menjadi fondasi utama industri keuangan kini dipertaruhkan. Jika benar kebocoran ini terjadi akibat kelalaian, maka bukan hanya pelaku yang harus dihukum, tetapi juga manajemen yang gagal memastikan sistem keamanan berjalan optimal. Sementara itu, lembaga pengawas seperti Otoritas Jasa Keuangan dan aparat penegak hukum dari Polda Jambi diketahui telah turun tangan. Namun, hingga kini belum ada penetapan tersangka maupun penjelasan resmi terkait penyebab utama hilangnya dana tersebut. Situasi ini menimbulkan pertanyaan besar jika uang nasabah bisa hilang dalam jumlah fantastis, lalu di mana letak sistem pengamanan bank? Dan jika pengawasan berjalan dengan baik, mengapa kejadian ini bisa terjadi? Lebih jauh, tanggung jawab tidak bisa hanya berhenti pada level operasional. Pemerintah daerah sebagai pemegang saham Bank Jambi juga didorong untuk tidak lepas tangan. Evaluasi menyeluruh terhadap manajemen dan sistem pengawasan menjadi hal yang mendesak dilakukan. Kasus ini kini bukan sekadar soal uang yang hilang, tetapi soal kepercayaan yang runtuh. Tanpa transparansi, kejelasan, dan langkah tegas, krisis ini berpotensi meluas dan meninggalkan dampak jangka panjang bagi stabilitas perbankan daerah. #viraltiktok #virall #fyppppppppppppppppppppppp #fyp #jambi_city   JAMBI  LBH Indonesia  KABAR JAMBI TERKINI   TV", "post_id": "7624860892097678613"}}, {"key": "POLDA", "attributes": {"label": "POLDA", "x": 860.083098521981, "y": 299.1298918573566, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 11.0259, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7624860892097678613", "id": "POLDA", "source": "tiktok-000001", "content": "JAMBI — Kepanikan nasabah Bank Jambi kian nyata. Dalam beberapa hari terakhir, ribuan nasabah terlihat memadati kantor-kantor cabang untuk menarik dana mereka. Antrean panjang terjadi hampir setiap hari, mencerminkan turunnya kepercayaan publik terhadap bank milik daerah tersebut. Fenomena ini dipicu oleh belum jelasnya penyelesaian kasus hilangnya dana nasabah yang ditaksir mencapai ratusan miliar rupiah. Hingga hari ini, belum ada rilis resmi terbaru dari pihak bank yang menjelaskan perkembangan penyelidikan, termasuk siapa pihak yang paling bertanggung jawab atas peristiwa tersebut. Nasabah memilih langkah aman menarik uang mereka. Kekhawatiran akan potensi kehilangan dana yang lebih besar membuat masyarakat tidak lagi menunggu penjelasan, melainkan langsung mengambil tindakan. Kondisi ini berpotensi memicu krisis likuiditas jika tidak segera ditangani secara serius. Di tengah situasi genting ini, publik menilai manajemen Bank Jambi terkesan lamban dan tidak transparan. Belum ada kejelasan teknis maupun progres penanganan kasus. Hal ini justru memperbesar spekulasi dan memperdalam ketidakpercayaan. Kasus ini menjadi alarm keras bagi sektor perbankan daerah. Kepercayaan publik yang selama ini menjadi fondasi utama industri keuangan kini dipertaruhkan. Jika benar kebocoran ini terjadi akibat kelalaian, maka bukan hanya pelaku yang harus dihukum, tetapi juga manajemen yang gagal memastikan sistem keamanan berjalan optimal. Sementara itu, lembaga pengawas seperti Otoritas Jasa Keuangan dan aparat penegak hukum dari Polda Jambi diketahui telah turun tangan. Namun, hingga kini belum ada penetapan tersangka maupun penjelasan resmi terkait penyebab utama hilangnya dana tersebut. Situasi ini menimbulkan pertanyaan besar jika uang nasabah bisa hilang dalam jumlah fantastis, lalu di mana letak sistem pengamanan bank? Dan jika pengawasan berjalan dengan baik, mengapa kejadian ini bisa terjadi? Lebih jauh, tanggung jawab tidak bisa hanya berhenti pada level operasional. Pemerintah daerah sebagai pemegang saham Bank Jambi juga didorong untuk tidak lepas tangan. Evaluasi menyeluruh terhadap manajemen dan sistem pengawasan menjadi hal yang mendesak dilakukan. Kasus ini kini bukan sekadar soal uang yang hilang, tetapi soal kepercayaan yang runtuh. Tanpa transparansi, kejelasan, dan langkah tegas, krisis ini berpotensi meluas dan meninggalkan dampak jangka panjang bagi stabilitas perbankan daerah. #viraltiktok #virall #fyppppppppppppppppppppppp #fyp #jambi_city   JAMBI  LBH Indonesia  KABAR JAMBI TERKINI   TV", "post_id": "7624860892097678613"}}, {"key": "Yayasan", "attributes": {"label": "Yayasan", "x": 139.4805981063566, "y": 417.0398891607122, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 11.0259, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7624860892097678613", "id": "Yayasan", "source": "tiktok-000001", "content": "JAMBI — Kepanikan nasabah Bank Jambi kian nyata. Dalam beberapa hari terakhir, ribuan nasabah terlihat memadati kantor-kantor cabang untuk menarik dana mereka. Antrean panjang terjadi hampir setiap hari, mencerminkan turunnya kepercayaan publik terhadap bank milik daerah tersebut. Fenomena ini dipicu oleh belum jelasnya penyelesaian kasus hilangnya dana nasabah yang ditaksir mencapai ratusan miliar rupiah. Hingga hari ini, belum ada rilis resmi terbaru dari pihak bank yang menjelaskan perkembangan penyelidikan, termasuk siapa pihak yang paling bertanggung jawab atas peristiwa tersebut. Nasabah memilih langkah aman menarik uang mereka. Kekhawatiran akan potensi kehilangan dana yang lebih besar membuat masyarakat tidak lagi menunggu penjelasan, melainkan langsung mengambil tindakan. Kondisi ini berpotensi memicu krisis likuiditas jika tidak segera ditangani secara serius. Di tengah situasi genting ini, publik menilai manajemen Bank Jambi terkesan lamban dan tidak transparan. Belum ada kejelasan teknis maupun progres penanganan kasus. Hal ini justru memperbesar spekulasi dan memperdalam ketidakpercayaan. Kasus ini menjadi alarm keras bagi sektor perbankan daerah. Kepercayaan publik yang selama ini menjadi fondasi utama industri keuangan kini dipertaruhkan. Jika benar kebocoran ini terjadi akibat kelalaian, maka bukan hanya pelaku yang harus dihukum, tetapi juga manajemen yang gagal memastikan sistem keamanan berjalan optimal. Sementara itu, lembaga pengawas seperti Otoritas Jasa Keuangan dan aparat penegak hukum dari Polda Jambi diketahui telah turun tangan. Namun, hingga kini belum ada penetapan tersangka maupun penjelasan resmi terkait penyebab utama hilangnya dana tersebut. Situasi ini menimbulkan pertanyaan besar jika uang nasabah bisa hilang dalam jumlah fantastis, lalu di mana letak sistem pengamanan bank? Dan jika pengawasan berjalan dengan baik, mengapa kejadian ini bisa terjadi? Lebih jauh, tanggung jawab tidak bisa hanya berhenti pada level operasional. Pemerintah daerah sebagai pemegang saham Bank Jambi juga didorong untuk tidak lepas tangan. Evaluasi menyeluruh terhadap manajemen dan sistem pengawasan menjadi hal yang mendesak dilakukan. Kasus ini kini bukan sekadar soal uang yang hilang, tetapi soal kepercayaan yang runtuh. Tanpa transparansi, kejelasan, dan langkah tegas, krisis ini berpotensi meluas dan meninggalkan dampak jangka panjang bagi stabilitas perbankan daerah. #viraltiktok #virall #fyppppppppppppppppppppppp #fyp #jambi_city   JAMBI  LBH Indonesia  KABAR JAMBI TERKINI   TV", "post_id": "7624860892097678613"}}, {"key": "INFO", "attributes": {"label": "INFO", "x": 106.2771916966201, "y": 288.18875779947814, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 11.0259, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7624860892097678613", "id": "INFO", "source": "tiktok-000001", "content": "JAMBI — Kepanikan nasabah Bank Jambi kian nyata. Dalam beberapa hari terakhir, ribuan nasabah terlihat memadati kantor-kantor cabang untuk menarik dana mereka. Antrean panjang terjadi hampir setiap hari, mencerminkan turunnya kepercayaan publik terhadap bank milik daerah tersebut. Fenomena ini dipicu oleh belum jelasnya penyelesaian kasus hilangnya dana nasabah yang ditaksir mencapai ratusan miliar rupiah. Hingga hari ini, belum ada rilis resmi terbaru dari pihak bank yang menjelaskan perkembangan penyelidikan, termasuk siapa pihak yang paling bertanggung jawab atas peristiwa tersebut. Nasabah memilih langkah aman menarik uang mereka. Kekhawatiran akan potensi kehilangan dana yang lebih besar membuat masyarakat tidak lagi menunggu penjelasan, melainkan langsung mengambil tindakan. Kondisi ini berpotensi memicu krisis likuiditas jika tidak segera ditangani secara serius. Di tengah situasi genting ini, publik menilai manajemen Bank Jambi terkesan lamban dan tidak transparan. Belum ada kejelasan teknis maupun progres penanganan kasus. Hal ini justru memperbesar spekulasi dan memperdalam ketidakpercayaan. Kasus ini menjadi alarm keras bagi sektor perbankan daerah. Kepercayaan publik yang selama ini menjadi fondasi utama industri keuangan kini dipertaruhkan. Jika benar kebocoran ini terjadi akibat kelalaian, maka bukan hanya pelaku yang harus dihukum, tetapi juga manajemen yang gagal memastikan sistem keamanan berjalan optimal. Sementara itu, lembaga pengawas seperti Otoritas Jasa Keuangan dan aparat penegak hukum dari Polda Jambi diketahui telah turun tangan. Namun, hingga kini belum ada penetapan tersangka maupun penjelasan resmi terkait penyebab utama hilangnya dana tersebut. Situasi ini menimbulkan pertanyaan besar jika uang nasabah bisa hilang dalam jumlah fantastis, lalu di mana letak sistem pengamanan bank? Dan jika pengawasan berjalan dengan baik, mengapa kejadian ini bisa terjadi? Lebih jauh, tanggung jawab tidak bisa hanya berhenti pada level operasional. Pemerintah daerah sebagai pemegang saham Bank Jambi juga didorong untuk tidak lepas tangan. Evaluasi menyeluruh terhadap manajemen dan sistem pengawasan menjadi hal yang mendesak dilakukan. Kasus ini kini bukan sekadar soal uang yang hilang, tetapi soal kepercayaan yang runtuh. Tanpa transparansi, kejelasan, dan langkah tegas, krisis ini berpotensi meluas dan meninggalkan dampak jangka panjang bagi stabilitas perbankan daerah. #viraltiktok #virall #fyppppppppppppppppppppppp #fyp #jambi_city   JAMBI  LBH Indonesia  KABAR JAMBI TERKINI   TV", "post_id": "7624860892097678613"}}, {"key": "KPK_RI", "attributes": {"label": "KPK_RI", "x": 877.842217056774, "y": 976.5884776126683, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 11.0259, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7624860892097678613", "id": "KPK_RI", "source": "tiktok-000001", "content": "JAMBI — Kepanikan nasabah Bank Jambi kian nyata. Dalam beberapa hari terakhir, ribuan nasabah terlihat memadati kantor-kantor cabang untuk menarik dana mereka. Antrean panjang terjadi hampir setiap hari, mencerminkan turunnya kepercayaan publik terhadap bank milik daerah tersebut. Fenomena ini dipicu oleh belum jelasnya penyelesaian kasus hilangnya dana nasabah yang ditaksir mencapai ratusan miliar rupiah. Hingga hari ini, belum ada rilis resmi terbaru dari pihak bank yang menjelaskan perkembangan penyelidikan, termasuk siapa pihak yang paling bertanggung jawab atas peristiwa tersebut. Nasabah memilih langkah aman menarik uang mereka. Kekhawatiran akan potensi kehilangan dana yang lebih besar membuat masyarakat tidak lagi menunggu penjelasan, melainkan langsung mengambil tindakan. Kondisi ini berpotensi memicu krisis likuiditas jika tidak segera ditangani secara serius. Di tengah situasi genting ini, publik menilai manajemen Bank Jambi terkesan lamban dan tidak transparan. Belum ada kejelasan teknis maupun progres penanganan kasus. Hal ini justru memperbesar spekulasi dan memperdalam ketidakpercayaan. Kasus ini menjadi alarm keras bagi sektor perbankan daerah. Kepercayaan publik yang selama ini menjadi fondasi utama industri keuangan kini dipertaruhkan. Jika benar kebocoran ini terjadi akibat kelalaian, maka bukan hanya pelaku yang harus dihukum, tetapi juga manajemen yang gagal memastikan sistem keamanan berjalan optimal. Sementara itu, lembaga pengawas seperti Otoritas Jasa Keuangan dan aparat penegak hukum dari Polda Jambi diketahui telah turun tangan. Namun, hingga kini belum ada penetapan tersangka maupun penjelasan resmi terkait penyebab utama hilangnya dana tersebut. Situasi ini menimbulkan pertanyaan besar jika uang nasabah bisa hilang dalam jumlah fantastis, lalu di mana letak sistem pengamanan bank? Dan jika pengawasan berjalan dengan baik, mengapa kejadian ini bisa terjadi? Lebih jauh, tanggung jawab tidak bisa hanya berhenti pada level operasional. Pemerintah daerah sebagai pemegang saham Bank Jambi juga didorong untuk tidak lepas tangan. Evaluasi menyeluruh terhadap manajemen dan sistem pengawasan menjadi hal yang mendesak dilakukan. Kasus ini kini bukan sekadar soal uang yang hilang, tetapi soal kepercayaan yang runtuh. Tanpa transparansi, kejelasan, dan langkah tegas, krisis ini berpotensi meluas dan meninggalkan dampak jangka panjang bagi stabilitas perbankan daerah. #viraltiktok #virall #fyppppppppppppppppppppppp #fyp #jambi_city   JAMBI  LBH Indonesia  KABAR JAMBI TERKINI   TV", "post_id": "7624860892097678613"}}, {"key": "Metro", "attributes": {"label": "Metro", "x": 597.9560201714168, "y": 329.7474440297852, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 11.0259, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7624860892097678613", "id": "Metro", "source": "tiktok-000001", "content": "JAMBI — Kepanikan nasabah Bank Jambi kian nyata. Dalam beberapa hari terakhir, ribuan nasabah terlihat memadati kantor-kantor cabang untuk menarik dana mereka. Antrean panjang terjadi hampir setiap hari, mencerminkan turunnya kepercayaan publik terhadap bank milik daerah tersebut. Fenomena ini dipicu oleh belum jelasnya penyelesaian kasus hilangnya dana nasabah yang ditaksir mencapai ratusan miliar rupiah. Hingga hari ini, belum ada rilis resmi terbaru dari pihak bank yang menjelaskan perkembangan penyelidikan, termasuk siapa pihak yang paling bertanggung jawab atas peristiwa tersebut. Nasabah memilih langkah aman menarik uang mereka. Kekhawatiran akan potensi kehilangan dana yang lebih besar membuat masyarakat tidak lagi menunggu penjelasan, melainkan langsung mengambil tindakan. Kondisi ini berpotensi memicu krisis likuiditas jika tidak segera ditangani secara serius. Di tengah situasi genting ini, publik menilai manajemen Bank Jambi terkesan lamban dan tidak transparan. Belum ada kejelasan teknis maupun progres penanganan kasus. Hal ini justru memperbesar spekulasi dan memperdalam ketidakpercayaan. Kasus ini menjadi alarm keras bagi sektor perbankan daerah. Kepercayaan publik yang selama ini menjadi fondasi utama industri keuangan kini dipertaruhkan. Jika benar kebocoran ini terjadi akibat kelalaian, maka bukan hanya pelaku yang harus dihukum, tetapi juga manajemen yang gagal memastikan sistem keamanan berjalan optimal. Sementara itu, lembaga pengawas seperti Otoritas Jasa Keuangan dan aparat penegak hukum dari Polda Jambi diketahui telah turun tangan. Namun, hingga kini belum ada penetapan tersangka maupun penjelasan resmi terkait penyebab utama hilangnya dana tersebut. Situasi ini menimbulkan pertanyaan besar jika uang nasabah bisa hilang dalam jumlah fantastis, lalu di mana letak sistem pengamanan bank? Dan jika pengawasan berjalan dengan baik, mengapa kejadian ini bisa terjadi? Lebih jauh, tanggung jawab tidak bisa hanya berhenti pada level operasional. Pemerintah daerah sebagai pemegang saham Bank Jambi juga didorong untuk tidak lepas tangan. Evaluasi menyeluruh terhadap manajemen dan sistem pengawasan menjadi hal yang mendesak dilakukan. Kasus ini kini bukan sekadar soal uang yang hilang, tetapi soal kepercayaan yang runtuh. Tanpa transparansi, kejelasan, dan langkah tegas, krisis ini berpotensi meluas dan meninggalkan dampak jangka panjang bagi stabilitas perbankan daerah. #viraltiktok #virall #fyppppppppppppppppppppppp #fyp #jambi_city   JAMBI  LBH Indonesia  KABAR JAMBI TERKINI   TV", "post_id": "7624860892097678613"}}, {"key": "naf.clip8", "attributes": {"label": "naf.clip8", "x": 809.1243469623381, "y": 849.8326263685524, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 9.6577, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "7626216470825012500", "id": "naf.clip8", "source": "tiktok-000001", "content": "Dividen 9% emang menggoda, tapi kalau Rupiah melemah terus, investor asing mending pilih aman di luar negeri. Belum lagi tekanan CKPN yang bikin sektor perbankan makin menantang. ​Menurut kalian, mending tetep HOLD saham Big Banks atau ikutan CABUT cari instrumen yang lebih aman? Tulis strategi kalian di bawah ya! 👇🔥   #aplikasiajaib #cuantalksajaib #saham #bank", "post_id": "7626216470825012500"}}, {"key": "Ajaib_Investasi", "attributes": {"label": "Ajaib_Investasi", "x": 359.22266670285586, "y": 47.22217971983511, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 17.8668, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7626216470825012500", "id": "Ajaib_Investasi", "source": "tiktok-000001", "content": "Dividen 9% emang menggoda, tapi kalau Rupiah melemah terus, investor asing mending pilih aman di luar negeri. Belum lagi tekanan CKPN yang bikin sektor perbankan makin menantang. ​Menurut kalian, mending tetep HOLD saham Big Banks atau ikutan CABUT cari instrumen yang lebih aman? Tulis strategi kalian di bawah ya! 👇🔥   #aplikasiajaib #cuantalksajaib #saham #bank", "post_id": "7626216470825012500"}}, {"key": "sukses.clipp", "attributes": {"label": "sukses.clipp", "x": 856.8646873100014, "y": 623.8443377973779, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 9.6577, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "7626996819456757013", "id": "sukses.clipp", "source": "tiktok-000001", "content": "BUKAN BBCA! Ternyata Ini Alasan BBRI Lebih Menarik Buat Dikoleksi!  Lagi bingung mau serok saham bank apa pas market goyang? Rivan Kurniawan blak-blakan milih BBRI ketimbang BBCA nih! Alasannya logis banget: 🛑 BBCA Rawan Guyuran Asing: Valuasinya lagi tinggi dan free float-nya besar. Sekalinya investor asing lagi risk-off atau sell-off, BBCA yang bakal jadi sasaran utama buat jualan. ✅ Kenapa Pilih BBRI? 1️⃣ Dividen Royal: Kasih yield dividen yang mantap di kisaran 8-9%. 2️⃣ Margin Super Lebar: Fokus utama di segmen mikro bikin margin laba (NIM) BBRI jauh lebih besar. Ditambah lagi, sekarang mereka mulai merambah segmen korporat buat menekan risiko. 3️⃣ Low Base Effect: Karena tahun lalu performanya sempat tertekan, sedikit perbaikan kinerja aja di tahun ini bakal langsung diapresiasi tinggi sama market! 4️⃣ Paling Cuan Kalau Suku Bunga Turun: Karena rasio dana murah (CASA) BBRI relatif lebih rendah, kalau tren suku bunga turun, BBRI yang bakal paling kerasa efisiensinya karena cost of fund (biaya dana) mereka ikut turun drastis. Kalian tim setia nge-hold BBCA atau udah mulai nyicil BBRI nih sekarang? Coba absen di komen! 👇   #RivanKurniawan #PortoAntiBadai #ValueInvesting #SahamValuePlay Keywords: Saham BBRI vs BBCA, analisa saham perbankan, Rivan Kurniawan, saham bluechip, dividen saham BBRI, IHSG turun, asing jualan saham, strategi serok bawah saham, net income margin, investasi saham pemula, nabung saham, rekomendasi saham fundamental, portofolio saham, cost of fund, rasio CASA perbankan. BZ-2026-E070EE", "post_id": "7626996819456757013"}}, {"key": "rivan.kurniawan", "attributes": {"label": "rivan.kurniawan", "x": 162.90797358483732, "y": 931.756662710265, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 26.0759, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "7626996819456757013", "id": "rivan.kurniawan", "source": "tiktok-000001", "content": "BUKAN BBCA! Ternyata Ini Alasan BBRI Lebih Menarik Buat Dikoleksi!  Lagi bingung mau serok saham bank apa pas market goyang? Rivan Kurniawan blak-blakan milih BBRI ketimbang BBCA nih! Alasannya logis banget: 🛑 BBCA Rawan Guyuran Asing: Valuasinya lagi tinggi dan free float-nya besar. Sekalinya investor asing lagi risk-off atau sell-off, BBCA yang bakal jadi sasaran utama buat jualan. ✅ Kenapa Pilih BBRI? 1️⃣ Dividen Royal: Kasih yield dividen yang mantap di kisaran 8-9%. 2️⃣ Margin Super Lebar: Fokus utama di segmen mikro bikin margin laba (NIM) BBRI jauh lebih besar. Ditambah lagi, sekarang mereka mulai merambah segmen korporat buat menekan risiko. 3️⃣ Low Base Effect: Karena tahun lalu performanya sempat tertekan, sedikit perbaikan kinerja aja di tahun ini bakal langsung diapresiasi tinggi sama market! 4️⃣ Paling Cuan Kalau Suku Bunga Turun: Karena rasio dana murah (CASA) BBRI relatif lebih rendah, kalau tren suku bunga turun, BBRI yang bakal paling kerasa efisiensinya karena cost of fund (biaya dana) mereka ikut turun drastis. Kalian tim setia nge-hold BBCA atau udah mulai nyicil BBRI nih sekarang? Coba absen di komen! 👇   #RivanKurniawan #PortoAntiBadai #ValueInvesting #SahamValuePlay Keywords: Saham BBRI vs BBCA, analisa saham perbankan, Rivan Kurniawan, saham bluechip, dividen saham BBRI, IHSG turun, asing jualan saham, strategi serok bawah saham, net income margin, investasi saham pemula, nabung saham, rekomendasi saham fundamental, portofolio saham, cost of fund, rasio CASA perbankan. BZ-2026-E070EE", "post_id": "7626996819456757013"}}, {"key": "pusatclipss.id", "attributes": {"label": "pusatclipss.id", "x": 659.5366480364845, "y": 743.3758029665848, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 9.6577, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "7628251605522976021", "id": "pusatclipss.id", "source": "tiktok-000001", "content": "Ternyata gini cara bank \"beresin\" nasabah yang bandel nggak bayar utang! Di dunia perbankan, ada istilah Write Off (penghapusan bukuan) supaya laporan keuangan tetep sehat. Tapi bukan berarti utangnya lunas gitu aja ya! Kalau ada penagihan atau jaminan yang cair, itu namanya Recovery dan malah bisa jadi pendapatan tambahan buat bank. Cek deh saham bank jagoan kamu, Recovery-nya lagi naik atau turun? #rivankurniawan #portoantibadai #valueinvesting #sahamvalueplay    BZ-2026-3D064A", "post_id": "7628251605522976021"}}, {"key": "IDXChannelcom", "attributes": {"label": "IDXChannelcom", "x": 464.4340845083378, "y": 391.55492192779985, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["facebook-000001"], "scores": {"pagerank": 9.6577, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "432781620563594_1454356433154840", "id": "IDXChannelcom", "source": "facebook-000001", "content": "PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) mencatat laba bersih Rp15,5 triliun di kuartal I-2026. Laba ini naik 13,74 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.\n\nKinerja tersebut ditopang pertumbuhan pendapatan bunga yang mencapai Rp52,83 triliun, naik 5,94 persen secara tahunan. Di saat yang sama, beban bunga justru turun 9,31 persen menjadi Rp12,68 triliun, sehingga memperlebar margin bunga bersih bank.\n\n“Dengan fundamental bisnis yang tetap kuat di tengah dinamika industri, didukung oleh pertumbuhan kredit yang selektif, penurunan biaya dana yang semakin efisien, serta kualitas aset tetap terjaga, BRI berhasil mencatatkan laba bersih pada kuartal I-2026 sebesar Rp15,5 triliun atau tumbuh 13,7 persen secara year-on-year,” kata Direktur Utama BRI, Hery Gunardi, dalam konferensi pers kinerja BRI, Kamis (30/4/2026). \n\nBaca selengkapnya di\nhttps://www.idxchannel.com/banking/bri-cetak-laba-bersih-rp155-triliun-di-kuartal-i-2026-naik-137-persen\n\nAtau klik link di bio \n\nFoto: iNews Media Group\n\n#idxchannel #idxchannelcommunity", "post_id": "432781620563594_1454356433154840"}}, {"key": "@Channel1TVGH", "attributes": {"label": "@Channel1TVGH", "x": 282.7916094711476, "y": 700.2211116603744, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 9.6577, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "xS3STbP1a64", "id": "@Channel1TVGH", "source": "youtube-000001", "content": "Penyaluran Pinjaman Bank Melambat - Pertumbuhan Kredit Turun menjadi 15,6% karena Bank Menjadi Le...\n\n#EkonomiGhana #SektorPerbankan #PertumbuhanKredit #BeritaKeuangan #BeritaGhana #BeritaTerkini #ChannelOneNews\n\nPertumbuhan kredit di sektor perbankan Ghana melambat, menandakan lingkungan pemberian pinjaman yang lebih hati-hati di seluruh industri. Pertumbuhan telah melambat menjadi 15,6%, dengan total arus kredit bersih turun menjadi GH¢14,6 miliar.\n\nTren ini menunjukkan bahwa bank semakin beralih ke aset yang lebih aman sambil memperketat persyaratan pinjaman, mencerminkan sikap yang lebih menghindari risiko di sektor ini.\n\nPara ahli memperingatkan bahwa hal ini dapat berdampak pada ekspansi kredit sektor swasta dalam jangka pendek dan memperlambat aktivitas ekonomi.\n\nChannelOne TV...Menceritakan Kisah Anda, Memberdayakan Perubahan\n\nIkuti kami:\nFacebook:   / channel1tvgh  \nX: https://x.com/Channel1TVGHA?t=DPofwFH...\nInstagram: https://www.instagram.com/channel1tvg...\nTikTok: https://www.tiktok.com/?...\nSitus web: channelonenewsonline.com", "post_id": "xS3STbP1a64"}}, {"key": "channel1tvgh", "attributes": {"label": "channel1tvgh", "x": 150.23614119292128, "y": 638.1031189707403, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 17.8668, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "xS3STbP1a64", "id": "channel1tvgh", "source": "youtube-000001", "content": "Penyaluran Pinjaman Bank Melambat - Pertumbuhan Kredit Turun menjadi 15,6% karena Bank Menjadi Le...\n\n#EkonomiGhana #SektorPerbankan #PertumbuhanKredit #BeritaKeuangan #BeritaGhana #BeritaTerkini #ChannelOneNews\n\nPertumbuhan kredit di sektor perbankan Ghana melambat, menandakan lingkungan pemberian pinjaman yang lebih hati-hati di seluruh industri. Pertumbuhan telah melambat menjadi 15,6%, dengan total arus kredit bersih turun menjadi GH¢14,6 miliar.\n\nTren ini menunjukkan bahwa bank semakin beralih ke aset yang lebih aman sambil memperketat persyaratan pinjaman, mencerminkan sikap yang lebih menghindari risiko di sektor ini.\n\nPara ahli memperingatkan bahwa hal ini dapat berdampak pada ekspansi kredit sektor swasta dalam jangka pendek dan memperlambat aktivitas ekonomi.\n\nChannelOne TV...Menceritakan Kisah Anda, Memberdayakan Perubahan\n\nIkuti kami:\nFacebook:   / channel1tvgh  \nX: https://x.com/Channel1TVGHA?t=DPofwFH...\nInstagram: https://www.instagram.com/channel1tvg...\nTikTok: https://www.tiktok.com/?...\nSitus web: channelonenewsonline.com", "post_id": "xS3STbP1a64"}}, {"key": "@ETNow", "attributes": {"label": "@ETNow", "x": 789.9363021186581, "y": 466.7801325234998, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 9.6577, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "mcDWyQQwARE", "id": "@ETNow", "source": "youtube-000001", "content": "Nifty Turun 176 Poin: Saham Farmasi Melonjak Sementara Saham Bank Menyeret Pasar | Pasar Lemah Ha...\n\nPasar saham India ditutup melemah dengan Nifty 50 merosot lebih dari 170 poin dan Nifty Bank berkinerja buruk. Namun, saham-saham farmasi seperti Dr. Reddy’s Laboratories dan Cipla melonjak, melawan tren tersebut. Dari pergerakan yang didorong oleh pendapatan hingga penurunan peringkat oleh broker, berikut adalah uraian lengkap tentang saham-saham yang paling banyak naik, turun, dan tren pasar hari ini.\n\nKendalikan uang Anda dengan Economic Times sekarang.\n\n#etnow #businessnews #stockmarketindia #nifty50 #banknifty #pharmastocks #marketupdate #indianstocks #earningsseason #dalalstreet\n\nSaluran YouTube -    /   \n\nBerlangganan ET Now untuk Pembaruan Terbaru tentang Berita Pasar Saham, Berita Bisnis, Berita Perusahaan, IPO & Lainnya | https://bit.ly/SubscribeToETNow\n\nBerlangganan Sekarang ke Saluran Jaringan Kami :-\nET Now Swadesh:    / etnowswadesh  \nTimes Now: http://goo.gl/U9ibPb\n\nTautan Media Sosial :-\nTwitter - http://goo.gl/hA0vDt\nFacebook - http://goo.gl/5Lr4mC\n\nSitus web - https://www.etnownews.com\nUnduh Aplikasi kami untuk Berita Terkini: https://tinyurl.com/4y6e3u2e\n\nIkuti kami di Google News untuk pembaruan terbaru\nET Now: https://news.google.com/publications/...\nTimes Now Navbharat: https://bit.ly/3zDaKJo \nTimes Now : https://bit.ly/3CyrrYg\nZoom: https://bit.ly/3CEK0dv", "post_id": "mcDWyQQwARE"}}, {"key": "etnow", "attributes": {"label": "etnow", "x": 858.9250284509325, "y": 232.06759582874938, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 13.7623, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "mcDWyQQwARE", "id": "etnow", "source": "youtube-000001", "content": "Nifty Turun 176 Poin: Saham Farmasi Melonjak Sementara Saham Bank Menyeret Pasar | Pasar Lemah Ha...\n\nPasar saham India ditutup melemah dengan Nifty 50 merosot lebih dari 170 poin dan Nifty Bank berkinerja buruk. Namun, saham-saham farmasi seperti Dr. Reddy’s Laboratories dan Cipla melonjak, melawan tren tersebut. Dari pergerakan yang didorong oleh pendapatan hingga penurunan peringkat oleh broker, berikut adalah uraian lengkap tentang saham-saham yang paling banyak naik, turun, dan tren pasar hari ini.\n\nKendalikan uang Anda dengan Economic Times sekarang.\n\n#etnow #businessnews #stockmarketindia #nifty50 #banknifty #pharmastocks #marketupdate #indianstocks #earningsseason #dalalstreet\n\nSaluran YouTube -    /   \n\nBerlangganan ET Now untuk Pembaruan Terbaru tentang Berita Pasar Saham, Berita Bisnis, Berita Perusahaan, IPO & Lainnya | https://bit.ly/SubscribeToETNow\n\nBerlangganan Sekarang ke Saluran Jaringan Kami :-\nET Now Swadesh:    / etnowswadesh  \nTimes Now: http://goo.gl/U9ibPb\n\nTautan Media Sosial :-\nTwitter - http://goo.gl/hA0vDt\nFacebook - http://goo.gl/5Lr4mC\n\nSitus web - https://www.etnownews.com\nUnduh Aplikasi kami untuk Berita Terkini: https://tinyurl.com/4y6e3u2e\n\nIkuti kami di Google News untuk pembaruan terbaru\nET Now: https://news.google.com/publications/...\nTimes Now Navbharat: https://bit.ly/3zDaKJo \nTimes Now : https://bit.ly/3CyrrYg\nZoom: https://bit.ly/3CEK0dv", "post_id": "mcDWyQQwARE"}}, {"key": "@IDXCHANNELINSIGHT", "attributes": {"label": "@IDXCHANNELINSIGHT", "x": 429.4277123902529, "y": 917.1966797848982, "size": 13.86, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 9.6577, "eigenvector": 121.7406, "in_degree": 0, "out_degree": 6, "degree": 6}, "_id": "jLlf8Dv9tuo", "id": "@IDXCHANNELINSIGHT", "source": "youtube-000001", "content": "IHSG Ditutup Melemah ke 7.106, Harga Saham BBCA Kembali Turun | MILENOMICS\n\nIndeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup turun 0,32 persen ke level 7.106,52 poin pada perdagangan awal pekan, Senin (27/4/2026). Pelemahan indeks diwarnai dengan saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) yang tertekan.\n\nSaham BBCA kembali melemah pada perdagangan hari ini dan turun ke bawah level psikologis Rp6.000. Pelemahan harga saham bank swasta terbesar tersebut mencerminkan pesimisme investor, terutama asing terhadap prospek industri perbankan.\n\nSepanjang perdagangan hari ini, lebih dari 300 juta lot saham diperjualbelikan dengan frekuensi 2,2 juta kali. Nilai transaksi tercatat sebesar Rp15,26 triliun.\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n--------------------------------------------\nFollow US on Social Media\nWebsite - http://www.idxchannel.com\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idxchannelcom  \n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "jLlf8Dv9tuo"}}, {"key": "wicky_adrian", "attributes": {"label": "wicky_adrian", "x": 381.6710141704698, "y": 194.00632838106947, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 12.1986, "eigenvector": 134.5218, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "jLlf8Dv9tuo", "id": "wicky_adrian", "source": "youtube-000001", "content": "IHSG Ditutup Melemah ke 7.106, Harga Saham BBCA Kembali Turun | MILENOMICS\n\nIndeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup turun 0,32 persen ke level 7.106,52 poin pada perdagangan awal pekan, Senin (27/4/2026). Pelemahan indeks diwarnai dengan saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) yang tertekan.\n\nSaham BBCA kembali melemah pada perdagangan hari ini dan turun ke bawah level psikologis Rp6.000. Pelemahan harga saham bank swasta terbesar tersebut mencerminkan pesimisme investor, terutama asing terhadap prospek industri perbankan.\n\nSepanjang perdagangan hari ini, lebih dari 300 juta lot saham diperjualbelikan dengan frekuensi 2,2 juta kali. Nilai transaksi tercatat sebesar Rp15,26 triliun.\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n--------------------------------------------\nFollow US on Social Media\nWebsite - http://www.idxchannel.com\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idxchannelcom  \n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "jLlf8Dv9tuo"}}, {"key": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "fajar.wayong", "x": 598.6851767379924, "y": 592.1917841423493, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 12.1986, "eigenvector": 134.5218, "in_degree": 4, "out_degree": 0, "degree": 4}, "_id": "jLlf8Dv9tuo", "id": "fajar.wayong", "source": "youtube-000001", "content": "IHSG Ditutup Melemah ke 7.106, Harga Saham BBCA Kembali Turun | MILENOMICS\n\nIndeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup turun 0,32 persen ke level 7.106,52 poin pada perdagangan awal pekan, Senin (27/4/2026). Pelemahan indeks diwarnai dengan saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) yang tertekan.\n\nSaham BBCA kembali melemah pada perdagangan hari ini dan turun ke bawah level psikologis Rp6.000. Pelemahan harga saham bank swasta terbesar tersebut mencerminkan pesimisme investor, terutama asing terhadap prospek industri perbankan.\n\nSepanjang perdagangan hari ini, lebih dari 300 juta lot saham diperjualbelikan dengan frekuensi 2,2 juta kali. Nilai transaksi tercatat sebesar Rp15,26 triliun.\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n--------------------------------------------\nFollow US on Social Media\nWebsite - http://www.idxchannel.com\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idxchannelcom  \n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "jLlf8Dv9tuo"}}, {"key": "deffid_83", "attributes": {"label": "deffid_83", "x": 643.9456302105029, "y": 108.02213938219197, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 12.1986, "eigenvector": 134.5218, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "jLlf8Dv9tuo", "id": "deffid_83", "source": "youtube-000001", "content": "IHSG Ditutup Melemah ke 7.106, Harga Saham BBCA Kembali Turun | MILENOMICS\n\nIndeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup turun 0,32 persen ke level 7.106,52 poin pada perdagangan awal pekan, Senin (27/4/2026). Pelemahan indeks diwarnai dengan saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) yang tertekan.\n\nSaham BBCA kembali melemah pada perdagangan hari ini dan turun ke bawah level psikologis Rp6.000. Pelemahan harga saham bank swasta terbesar tersebut mencerminkan pesimisme investor, terutama asing terhadap prospek industri perbankan.\n\nSepanjang perdagangan hari ini, lebih dari 300 juta lot saham diperjualbelikan dengan frekuensi 2,2 juta kali. Nilai transaksi tercatat sebesar Rp15,26 triliun.\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n--------------------------------------------\nFollow US on Social Media\nWebsite - http://www.idxchannel.com\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idxchannelcom  \n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "jLlf8Dv9tuo"}}, {"key": "prast_ulrich", "attributes": {"label": "prast_ulrich", "x": 833.0729761251297, "y": 121.36818239349634, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 12.1986, "eigenvector": 134.5218, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "jLlf8Dv9tuo", "id": "prast_ulrich", "source": "youtube-000001", "content": "IHSG Ditutup Melemah ke 7.106, Harga Saham BBCA Kembali Turun | MILENOMICS\n\nIndeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup turun 0,32 persen ke level 7.106,52 poin pada perdagangan awal pekan, Senin (27/4/2026). Pelemahan indeks diwarnai dengan saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) yang tertekan.\n\nSaham BBCA kembali melemah pada perdagangan hari ini dan turun ke bawah level psikologis Rp6.000. Pelemahan harga saham bank swasta terbesar tersebut mencerminkan pesimisme investor, terutama asing terhadap prospek industri perbankan.\n\nSepanjang perdagangan hari ini, lebih dari 300 juta lot saham diperjualbelikan dengan frekuensi 2,2 juta kali. Nilai transaksi tercatat sebesar Rp15,26 triliun.\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n--------------------------------------------\nFollow US on Social Media\nWebsite - http://www.idxchannel.com\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idxchannelcom  \n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "jLlf8Dv9tuo"}}, {"key": "rosalinehioe", "attributes": {"label": "rosalinehioe", "x": 496.49874572546923, "y": 503.26149759043193, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 12.1986, "eigenvector": 134.5218, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "jLlf8Dv9tuo", "id": "rosalinehioe", "source": "youtube-000001", "content": "IHSG Ditutup Melemah ke 7.106, Harga Saham BBCA Kembali Turun | MILENOMICS\n\nIndeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup turun 0,32 persen ke level 7.106,52 poin pada perdagangan awal pekan, Senin (27/4/2026). Pelemahan indeks diwarnai dengan saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) yang tertekan.\n\nSaham BBCA kembali melemah pada perdagangan hari ini dan turun ke bawah level psikologis Rp6.000. Pelemahan harga saham bank swasta terbesar tersebut mencerminkan pesimisme investor, terutama asing terhadap prospek industri perbankan.\n\nSepanjang perdagangan hari ini, lebih dari 300 juta lot saham diperjualbelikan dengan frekuensi 2,2 juta kali. Nilai transaksi tercatat sebesar Rp15,26 triliun.\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n--------------------------------------------\nFollow US on Social Media\nWebsite - http://www.idxchannel.com\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idxchannelcom  \n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "jLlf8Dv9tuo"}}, {"key": "@IDXChannel", "attributes": {"label": "@IDXChannel", "x": 758.0700426603804, "y": 969.2785995366061, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 9.6577, "eigenvector": 134.5218, "in_degree": 0, "out_degree": 7, "degree": 7}, "_id": "qrJrLit-AXY", "id": "@IDXChannel", "source": "youtube-000001", "content": "IHSG Ditutup Melemah ke 7.106, Harga Saham BBCA Kembali Turun | 2ND SESSION CLOSING\n\nIndeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup turun 0,32 persen ke level 7.106,52 poin pada perdagangan awal pekan, Senin (27/4/2026). Pelemahan indeks diwarnai dengan saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) yang tertekan.\n\nSaham BBCA kembali melemah pada perdagangan hari ini dan turun ke bawah level psikologis Rp6.000. Pelemahan harga saham bank swasta terbesar tersebut mencerminkan pesimisme investor, terutama asing terhadap prospek industri perbankan.\n\nSepanjang perdagangan hari ini, lebih dari 300 juta lot saham diperjualbelikan dengan frekuensi 2,2 juta kali. Nilai transaksi tercatat sebesar Rp15,26 triliun.\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nFollow US on Social Media\nYuk Subscribe -    /   \nWa Channel - https://whatsapp.com/channel/0029Va5V...\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idx_channel  \n-------------------------------------------------------------------------------------\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\nMyRepublic Channel 576\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "qrJrLit-AXY"}}, {"key": "idxchannel_", "attributes": {"label": "idxchannel_", "x": 116.9332554220387, "y": 74.16056115870929, "size": 9.3, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 10.8304, "eigenvector": 70.6156, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "qrJrLit-AXY", "id": "idxchannel_", "source": "youtube-000001", "content": "IHSG Ditutup Melemah ke 7.106, Harga Saham BBCA Kembali Turun | 2ND SESSION CLOSING\n\nIndeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup turun 0,32 persen ke level 7.106,52 poin pada perdagangan awal pekan, Senin (27/4/2026). Pelemahan indeks diwarnai dengan saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) yang tertekan.\n\nSaham BBCA kembali melemah pada perdagangan hari ini dan turun ke bawah level psikologis Rp6.000. Pelemahan harga saham bank swasta terbesar tersebut mencerminkan pesimisme investor, terutama asing terhadap prospek industri perbankan.\n\nSepanjang perdagangan hari ini, lebih dari 300 juta lot saham diperjualbelikan dengan frekuensi 2,2 juta kali. Nilai transaksi tercatat sebesar Rp15,26 triliun.\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nFollow US on Social Media\nYuk Subscribe -    /   \nWa Channel - https://whatsapp.com/channel/0029Va5V...\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idx_channel  \n-------------------------------------------------------------------------------------\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\nMyRepublic Channel 576\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "qrJrLit-AXY"}}, {"key": "@RealPaulThomas", "attributes": {"label": "@RealPaulThomas", "x": 20.59907641182157, "y": 990.1208100540107, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 9.6577, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "P6HEWlwVAs8", "id": "@RealPaulThomas", "source": "youtube-000001", "content": "Pendapatan SoFi: Yang Baik, Yang Buruk… Dan Mengapa Turun\n\nSAHAM SOFI: VIDEO INI WAJIB DITONTON SETELAH LAPORAN PENDAPATAN Q1\n\nVideo ini menganalisis laporan pendapatan SoFi Q1 2026, menyoroti kuartal yang memecahkan rekor meskipun sahamnya turun. Kita akan melihat analisis keuangan perusahaan, termasuk pendapatan dan EPS SoFi, bersama dengan wawasan dari CEO Anthony Noto. Berikut data yang perlu Anda lihat... Video ini hanya untuk tujuan pendidikan dan bukan nasihat keuangan. #sofi #saham\n\nUntuk semua yang bertanya tentang Patreon/Discord:   / paulthomasinvesting  \n\n💵 Lihat Seeking Alpha untuk Diskon khusus! - Uji coba gratis 7 hari menggunakan tautan ini:\nKLIK DI SINI: https://seekingalpha.me/PaulThomasInv...\n\nTENTANG SALURAN INI\nSaya membahas berbagai macam saham. Dengan fokus khusus pada Teknologi Baru dan Saham Pertumbuhan.\n\nKunjungi saluran YouTube kami di sini:\n   /   \n\nJangan lupa berlangganan!\n\nhttps://www.youtube.com/c/PaulThomasI...\n\nJika Anda ingin membagikan video ini:\nBERLANGGANAN: https://www.youtube.com/c/PaulThomasI...\nIkuti di Twitter:   / paultinvesting  \n\n💵 Kunjungi Seeking Alpha untuk mendapatkan diskon khusus! - Uji coba gratis 7 hari menggunakan tautan ini:\nKLIK DI SINI: https://link.seekingalpha.com/2QSQGM3...\n\n_______________________\n\n🚨⚠️ Semua konten di saluran ini hanya untuk diskusi, hiburan, dan tujuan ilustrasi dan tidak boleh dianggap sebagai nasihat keuangan profesional, ajakan, atau rekomendasi untuk membeli atau menjual sekuritas apa pun, terlepas dari apa pun yang dinyatakan di Saluran ini. Ada risiko yang terkait dengan investasi dalam sekuritas. Kerugian pokok dimungkinkan. Beberapa investasi berisiko tinggi mungkin menggunakan leverage, yang dapat memperbesar kerugian. Investasi asing melibatkan risiko khusus, pasar gelap, termasuk volatilitas yang lebih besar dan risiko politik, ekonomi, dan mata uang serta perbedaan dalam metode akuntansi. Kinerja masa lalu bukanlah prediktor kinerja investasi di masa mendatang. Jika Anda memerlukan nasihat tersebut, konsultasikan dengan penasihat keuangan, penasihat hukum, atau penasihat pajak berlisensi. Anda setuju untuk memverifikasi semua informasi sendiri sebelum berinvestasi.\n\nSaham Sofi, Sofi, berita saham Sofi, analisis saham Sofi, Sofi Galileo, short squeeze Sofi, short interest Sofi, Sofi menguntungkan, apakah Sofi bank yang bagus, apakah Sofi aman, apakah Sofi sah, apakah saham Sofi layak dibeli, saham terbaik untuk diinvestasikan pada tahun 2026, saham terbaik untuk dibeli sekarang, saham Sofi, analisis saham Sofi, berita saham Sofi, prediksi saham Sofi, perkiraan saham Sofi 2026, saham Sofi Technologies, pendapatan Sofi, pendapatan Sofi 2026, pembaruan saham Sofi, harga saham Sofi hari ini, prospek saham Sofi, saham Sofi jangka panjang, saham pertumbuhan Sofi, saham fintech Sofi, saham fintech 2026, saham perbankan digital, saham neobank, saham perbankan online, saham fintech terbaik, saham fintech pertumbuhan tinggi, saham terbaik untuk dibeli sekarang 2026, saham fintech yang undervalued, saham berpotensi tinggi, saham breakout 2026, tren pasar saham 2026, keuangan Saham yang perlu diperhatikan, saham sektor perbankan, saham volatilitas tinggi, saham pendapatan kuat, saham pertumbuhan pendapatan, saham fintech yang menguntungkan, saham teknologi dengan potensi, penggerak pasar hari ini, saham yang sedang tren di AS, saham pasar saham AS, saham teratas yang perlu diperhatikan hari ini, saham besar berikutnya 2026\n\n0:00 Terima kasih telah mendukung saluran ini!\n\n0:40 Penurunan Peringkat Analis SoFi.\n\n1:10 Prediksi SoFi Saya & Mengapa Saya Optimis.\n\n2:30 Laporan Pendapatan - Mengapa Ini Terjadi Jelas Terlihat.\n\n4:05 Mengapa Saham Anjlok? - Inilah Alasannya - 3 Alasan Utama\n7:00 Valuasi SoFi - Mengapa Ini Sangat Penting\n9:30 Anthony Noto menyampaikan pendapatnya", "post_id": "P6HEWlwVAs8"}}, {"key": "realpaulthomas", "attributes": {"label": "realpaulthomas", "x": 169.69745653502733, "y": 206.84933099256918, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 17.8668, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "P6HEWlwVAs8", "id": "realpaulthomas", "source": "youtube-000001", "content": "Pendapatan SoFi: Yang Baik, Yang Buruk… Dan Mengapa Turun\n\nSAHAM SOFI: VIDEO INI WAJIB DITONTON SETELAH LAPORAN PENDAPATAN Q1\n\nVideo ini menganalisis laporan pendapatan SoFi Q1 2026, menyoroti kuartal yang memecahkan rekor meskipun sahamnya turun. Kita akan melihat analisis keuangan perusahaan, termasuk pendapatan dan EPS SoFi, bersama dengan wawasan dari CEO Anthony Noto. Berikut data yang perlu Anda lihat... Video ini hanya untuk tujuan pendidikan dan bukan nasihat keuangan. #sofi #saham\n\nUntuk semua yang bertanya tentang Patreon/Discord:   / paulthomasinvesting  \n\n💵 Lihat Seeking Alpha untuk Diskon khusus! - Uji coba gratis 7 hari menggunakan tautan ini:\nKLIK DI SINI: https://seekingalpha.me/PaulThomasInv...\n\nTENTANG SALURAN INI\nSaya membahas berbagai macam saham. Dengan fokus khusus pada Teknologi Baru dan Saham Pertumbuhan.\n\nKunjungi saluran YouTube kami di sini:\n   /   \n\nJangan lupa berlangganan!\n\nhttps://www.youtube.com/c/PaulThomasI...\n\nJika Anda ingin membagikan video ini:\nBERLANGGANAN: https://www.youtube.com/c/PaulThomasI...\nIkuti di Twitter:   / paultinvesting  \n\n💵 Kunjungi Seeking Alpha untuk mendapatkan diskon khusus! - Uji coba gratis 7 hari menggunakan tautan ini:\nKLIK DI SINI: https://link.seekingalpha.com/2QSQGM3...\n\n_______________________\n\n🚨⚠️ Semua konten di saluran ini hanya untuk diskusi, hiburan, dan tujuan ilustrasi dan tidak boleh dianggap sebagai nasihat keuangan profesional, ajakan, atau rekomendasi untuk membeli atau menjual sekuritas apa pun, terlepas dari apa pun yang dinyatakan di Saluran ini. Ada risiko yang terkait dengan investasi dalam sekuritas. Kerugian pokok dimungkinkan. Beberapa investasi berisiko tinggi mungkin menggunakan leverage, yang dapat memperbesar kerugian. Investasi asing melibatkan risiko khusus, pasar gelap, termasuk volatilitas yang lebih besar dan risiko politik, ekonomi, dan mata uang serta perbedaan dalam metode akuntansi. Kinerja masa lalu bukanlah prediktor kinerja investasi di masa mendatang. Jika Anda memerlukan nasihat tersebut, konsultasikan dengan penasihat keuangan, penasihat hukum, atau penasihat pajak berlisensi. Anda setuju untuk memverifikasi semua informasi sendiri sebelum berinvestasi.\n\nSaham Sofi, Sofi, berita saham Sofi, analisis saham Sofi, Sofi Galileo, short squeeze Sofi, short interest Sofi, Sofi menguntungkan, apakah Sofi bank yang bagus, apakah Sofi aman, apakah Sofi sah, apakah saham Sofi layak dibeli, saham terbaik untuk diinvestasikan pada tahun 2026, saham terbaik untuk dibeli sekarang, saham Sofi, analisis saham Sofi, berita saham Sofi, prediksi saham Sofi, perkiraan saham Sofi 2026, saham Sofi Technologies, pendapatan Sofi, pendapatan Sofi 2026, pembaruan saham Sofi, harga saham Sofi hari ini, prospek saham Sofi, saham Sofi jangka panjang, saham pertumbuhan Sofi, saham fintech Sofi, saham fintech 2026, saham perbankan digital, saham neobank, saham perbankan online, saham fintech terbaik, saham fintech pertumbuhan tinggi, saham terbaik untuk dibeli sekarang 2026, saham fintech yang undervalued, saham berpotensi tinggi, saham breakout 2026, tren pasar saham 2026, keuangan Saham yang perlu diperhatikan, saham sektor perbankan, saham volatilitas tinggi, saham pendapatan kuat, saham pertumbuhan pendapatan, saham fintech yang menguntungkan, saham teknologi dengan potensi, penggerak pasar hari ini, saham yang sedang tren di AS, saham pasar saham AS, saham teratas yang perlu diperhatikan hari ini, saham besar berikutnya 2026\n\n0:00 Terima kasih telah mendukung saluran ini!\n\n0:40 Penurunan Peringkat Analis SoFi.\n\n1:10 Prediksi SoFi Saya & Mengapa Saya Optimis.\n\n2:30 Laporan Pendapatan - Mengapa Ini Terjadi Jelas Terlihat.\n\n4:05 Mengapa Saham Anjlok? - Inilah Alasannya - 3 Alasan Utama\n7:00 Valuasi SoFi - Mengapa Ini Sangat Penting\n9:30 Anthony Noto menyampaikan pendapatnya", "post_id": "P6HEWlwVAs8"}}, {"key": "@thecore_in", "attributes": {"label": "@thecore_in", "x": 401.005168033021, "y": 226.0632384209036, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 9.6577, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "_bkMq-C0oQM", "id": "@thecore_in", "source": "youtube-000001", "content": "Kelelahan Akibat Perang Mendorong Kenaikan Saham! Inilah Alasannya | Govindraj Ethiraj | Laporan ...\n\nPada Episode 853 dari The Core Report, jurnalis keuangan Govindraj Ethiraj berbincang dengan Kapten Shiv Samrat Kapur, Direktur Pelaksana di Sentosa Ship Brokers.\n\nThe Core mempersembahkan “Menavigasi Risiko Pasar di Tahun 2026” (Rabu, 29 April, 08.30) di The Quorum, Lower Parel\nDaftar di tautan ini: https://luma.com/0etd8b63\n____________________________________________\nBekerja Sama Dengan:\nPasar bergerak cepat.\nTetap unggul dengan InvestingPro—akses penuh Anda ke 300.000+ instrumen, alat profesional & peringatan waktu nyata.\nTanpa gangguan. Hanya intelijen pasar.\n\nInvestingPro—perkuat portofolio Anda.\n\nUnduh Sekarang: https://www.investing-referral.com/af...\n____________________________________________\nCATATAN ACARA\n(00:00) Pembahasan\n(05:38) Saham India naik karena kelelahan jangka waktu terus berlanjut\n(09:05) Minyak Rusia kembali mendominasi rantai energi India\n(10:59) Apa yang ditunjukkan oleh arus terbaru kapal tanker India melalui Teluk.\n(23:53) Umpan Balik\n\nPembahasan:\n\nTransisi CEO Apple memicu debat global. John Ternus akan menggantikan Tim Cook, menimbulkan pertanyaan kunci. Dapatkah seorang pemimpin perangkat keras memimpin Apple di era AI?\n\nTernus, 51 tahun, menghabiskan 25 tahun di Apple, naik menjadi Wakil Presiden Senior bidang teknik perangkat keras. Mulai 1 September, ia memimpin raksasa pendapatan $400 miliar. Ia bukanlah seorang visioner AI. Itu mengungkapkan strategi Apple.\n\nKepemimpinan Cook selama 15 tahun menghasilkan dominasi rantai pasokan dan lonjakan kapitalisasi pasar $3,6 triliun. Apple Watch dan AirPods adalah kemenangan besar. Namun Vision Pro dan proyek mobil senilai $10 miliar menunjukkan keterbatasan. Ternus adalah sosok skeptis internal, yang fokus pada eksekusi dan kualitas.\n\nIa mendorong peningkatan iPhone, iPad, dan Mac secara konsisten dan mendukung MacBook Neo seharga $599 untuk memperluas jangkauan. Kini tantangannya lebih besar. Hindari pemikiran inkremental dan definisikan masa depan AI Apple.\n\nApple bertaruh pada keunggulan perangkat keras dengan AI yang terintegrasi ke dalam perangkat. Ini mencerminkan tren CEO global. Membangun masa depan atau mempertahankan inti bisnis?\n\nDi India, perdebatan suksesi mencerminkan pergeseran ini. Reliance Industries menghadapi perubahan generasi. Di sektor perbankan, ICICI Bank, Axis Bank, Kotak Mahindra Bank, dan HDFC Bank bersiap untuk pergeseran kepemimpinan. Banyak perusahaan mengangkat CFO untuk stabilitas dan tata kelola.\n\nNamun kepemimpinan defensif memiliki batasan. Pasar yang sedang berkembang menuntut strategi yang berani. Perlambatan konsumsi di India membuktikannya. Inovasi, bukan kehati-hatian, mendorong ekspansi.\n\nLangkah Apple mengirimkan sinyal yang jelas. Pilihan CEO menentukan strategi. Operator atau pengusaha. Stabilitas atau pertumbuhan.\n\nPasar, Minyak, Rupee, dan Perkapalan:\n\nPasar global menguat karena investor fokus pada pertumbuhan AI dan meredakan kekhawatiran geopolitik. Pembicaraan AS-Iran meningkatkan sentimen, meskipun ketidakpastian tetap ada. Indeks MSCI World mencapai rekor tertinggi karena premi risiko menurun.\n\nDi India, Nifty 50 dan Sensex memperpanjang kenaikan karena optimisme. Nestlé India melaporkan pertumbuhan laba 26 persen karena permintaan membaik setelah perlambatan. Risiko tetap ada karena Moody's memangkas perkiraan PDB India menjadi 6 persen dengan alasan ketidakpastian global dan risiko inflasi.\n\nRupee melemah setelah perubahan kebijakan RBI. Harga minyak sedikit melunak, tetapi tekanan pasokan terus berlanjut secara global. India meningkatkan impor dari Rusia sementara pasokan Timur Tengah turun tajam, membentuk kembali arus perdagangan energi.\n\nTekanan perkapalan meningkat. Wawasan dari Kapten Shiv Samrat Kapoor menyoroti aliran minyak dan gas yang lebih ketat, kenaikan biaya pengiriman, dan gangguan rute perdagangan global yang berdampak pada pergerakan Asia ke Eropa.\n\nDHL Group memperingatkan titik kritis ekonomi global jika kekurangan minyak terus berlanjut. Rute perdagangan semakin ketat, biaya logistik meningkat, dan pasokan energi tetap menjadi risiko terbesar bagi pertumbuhan global.\n\nKesimpulan: Pasar tampak tenang, tetapi pergeseran kepemimpinan, gangguan AI, guncangan energi, dan tekanan perdagangan global diam-diam membentuk kembali masa depan.\n\nTetap terdepan dengan The Core Report saat kami menguraikan kelelahan perang yang mendorong kenaikan saham, perombakan CEO Apple dan pergeseran kepemimpinan AI, serta Rusia yang melampaui Timur Tengah dalam impor minyak India. Pantau Nifty Sensex, pasar global, harga minyak, dan risiko pasar yang membentuk tahun 2026.\n\n#PasarSaham #CEOApple #PasarMinyak #EkonomiIndia #PasarGlobal #TheCoreReport #TheCore\n\nGabung dengan The Core Insider untuk mendapatkan akses ke keuntungan:\n   /   \n\nPara pendengar! Kami menunggu tanggapan Anda: https://tinyurl.com/TCR-Listener-Survey\n\nThe Core & The Core Report didukung iklan & GRATIS untuk semua pembaca & pendengar. Kirimkan email ke shi...", "post_id": "_bkMq-C0oQM"}}, {"key": "thecore_in", "attributes": {"label": "thecore_in", "x": 758.3758466961392, "y": 111.97012434272169, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 13.7623, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "_bkMq-C0oQM", "id": "thecore_in", "source": "youtube-000001", "content": "Kelelahan Akibat Perang Mendorong Kenaikan Saham! Inilah Alasannya | Govindraj Ethiraj | Laporan ...\n\nPada Episode 853 dari The Core Report, jurnalis keuangan Govindraj Ethiraj berbincang dengan Kapten Shiv Samrat Kapur, Direktur Pelaksana di Sentosa Ship Brokers.\n\nThe Core mempersembahkan “Menavigasi Risiko Pasar di Tahun 2026” (Rabu, 29 April, 08.30) di The Quorum, Lower Parel\nDaftar di tautan ini: https://luma.com/0etd8b63\n____________________________________________\nBekerja Sama Dengan:\nPasar bergerak cepat.\nTetap unggul dengan InvestingPro—akses penuh Anda ke 300.000+ instrumen, alat profesional & peringatan waktu nyata.\nTanpa gangguan. Hanya intelijen pasar.\n\nInvestingPro—perkuat portofolio Anda.\n\nUnduh Sekarang: https://www.investing-referral.com/af...\n____________________________________________\nCATATAN ACARA\n(00:00) Pembahasan\n(05:38) Saham India naik karena kelelahan jangka waktu terus berlanjut\n(09:05) Minyak Rusia kembali mendominasi rantai energi India\n(10:59) Apa yang ditunjukkan oleh arus terbaru kapal tanker India melalui Teluk.\n(23:53) Umpan Balik\n\nPembahasan:\n\nTransisi CEO Apple memicu debat global. John Ternus akan menggantikan Tim Cook, menimbulkan pertanyaan kunci. Dapatkah seorang pemimpin perangkat keras memimpin Apple di era AI?\n\nTernus, 51 tahun, menghabiskan 25 tahun di Apple, naik menjadi Wakil Presiden Senior bidang teknik perangkat keras. Mulai 1 September, ia memimpin raksasa pendapatan $400 miliar. Ia bukanlah seorang visioner AI. Itu mengungkapkan strategi Apple.\n\nKepemimpinan Cook selama 15 tahun menghasilkan dominasi rantai pasokan dan lonjakan kapitalisasi pasar $3,6 triliun. Apple Watch dan AirPods adalah kemenangan besar. Namun Vision Pro dan proyek mobil senilai $10 miliar menunjukkan keterbatasan. Ternus adalah sosok skeptis internal, yang fokus pada eksekusi dan kualitas.\n\nIa mendorong peningkatan iPhone, iPad, dan Mac secara konsisten dan mendukung MacBook Neo seharga $599 untuk memperluas jangkauan. Kini tantangannya lebih besar. Hindari pemikiran inkremental dan definisikan masa depan AI Apple.\n\nApple bertaruh pada keunggulan perangkat keras dengan AI yang terintegrasi ke dalam perangkat. Ini mencerminkan tren CEO global. Membangun masa depan atau mempertahankan inti bisnis?\n\nDi India, perdebatan suksesi mencerminkan pergeseran ini. Reliance Industries menghadapi perubahan generasi. Di sektor perbankan, ICICI Bank, Axis Bank, Kotak Mahindra Bank, dan HDFC Bank bersiap untuk pergeseran kepemimpinan. Banyak perusahaan mengangkat CFO untuk stabilitas dan tata kelola.\n\nNamun kepemimpinan defensif memiliki batasan. Pasar yang sedang berkembang menuntut strategi yang berani. Perlambatan konsumsi di India membuktikannya. Inovasi, bukan kehati-hatian, mendorong ekspansi.\n\nLangkah Apple mengirimkan sinyal yang jelas. Pilihan CEO menentukan strategi. Operator atau pengusaha. Stabilitas atau pertumbuhan.\n\nPasar, Minyak, Rupee, dan Perkapalan:\n\nPasar global menguat karena investor fokus pada pertumbuhan AI dan meredakan kekhawatiran geopolitik. Pembicaraan AS-Iran meningkatkan sentimen, meskipun ketidakpastian tetap ada. Indeks MSCI World mencapai rekor tertinggi karena premi risiko menurun.\n\nDi India, Nifty 50 dan Sensex memperpanjang kenaikan karena optimisme. Nestlé India melaporkan pertumbuhan laba 26 persen karena permintaan membaik setelah perlambatan. Risiko tetap ada karena Moody's memangkas perkiraan PDB India menjadi 6 persen dengan alasan ketidakpastian global dan risiko inflasi.\n\nRupee melemah setelah perubahan kebijakan RBI. Harga minyak sedikit melunak, tetapi tekanan pasokan terus berlanjut secara global. India meningkatkan impor dari Rusia sementara pasokan Timur Tengah turun tajam, membentuk kembali arus perdagangan energi.\n\nTekanan perkapalan meningkat. Wawasan dari Kapten Shiv Samrat Kapoor menyoroti aliran minyak dan gas yang lebih ketat, kenaikan biaya pengiriman, dan gangguan rute perdagangan global yang berdampak pada pergerakan Asia ke Eropa.\n\nDHL Group memperingatkan titik kritis ekonomi global jika kekurangan minyak terus berlanjut. Rute perdagangan semakin ketat, biaya logistik meningkat, dan pasokan energi tetap menjadi risiko terbesar bagi pertumbuhan global.\n\nKesimpulan: Pasar tampak tenang, tetapi pergeseran kepemimpinan, gangguan AI, guncangan energi, dan tekanan perdagangan global diam-diam membentuk kembali masa depan.\n\nTetap terdepan dengan The Core Report saat kami menguraikan kelelahan perang yang mendorong kenaikan saham, perombakan CEO Apple dan pergeseran kepemimpinan AI, serta Rusia yang melampaui Timur Tengah dalam impor minyak India. Pantau Nifty Sensex, pasar global, harga minyak, dan risiko pasar yang membentuk tahun 2026.\n\n#PasarSaham #CEOApple #PasarMinyak #EkonomiIndia #PasarGlobal #TheCoreReport #TheCore\n\nGabung dengan The Core Insider untuk mendapatkan akses ke keuntungan:\n   /   \n\nPara pendengar! Kami menunggu tanggapan Anda: https://tinyurl.com/TCR-Listener-Survey\n\nThe Core & The Core Report didukung iklan & GRATIS untuk semua pembaca & pendengar. Kirimkan email ke shi...", "post_id": "_bkMq-C0oQM"}}, {"key": "@wawasan-cerdas", "attributes": {"label": "@wawasan-cerdas", "x": 885.8567517740094, "y": 35.626214779300945, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 9.6577, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 4, "degree": 4}, "_id": "BwtlsRhm9Lk", "id": "@wawasan-cerdas", "source": "youtube-000001", "content": "FAKTA VALUASI IHSG di ASIA TENGGARA PA1: Bongkar Saham GORENGAN RAKSASA Bikin IHSG Terasa Mahal\n\nPernahkah Anda merasa heran mengapa IHSG belakangan ini terasa begitu liar dan membingungkan? Saham-saham berkapitalisasi raksasa yang Kita kira aman tiba-tiba hancur lebur berhari-hari, mengunci modal tanpa ampun! Di video channel Wawasan Cerdas kali ini, Kami akan membongkar rahasia paling gelap di balik fenomena \"Gorengan Raksasa\" yang selama ini menciptakan ilusi optik mematikan di pasar modal Kita.\n\nBanyak dari Kita yang terpengaruh narasi bahwa pasar saham Indonesia saat ini sedang terlalu mahal. Padahal faktanya, jika saham-saham dengan valuasi anomali ini dibuang dari perhitungan, IHSG per April 2026 sebenarnya berada di zona wajar atau fairly valued. Bahkan, sektor perbankan Kita adalah mesin pencetak laba paling efisien di kawasan Asia Tenggara dengan rasio Return on Equity (ROE) mencapai 18% hingga 23%.\n\nNamun, wajah asli fundamental IHSG yang sehat ini tertutup oleh ilusi saham High Shareholding Concentration (HSC) seperti BREN dan DSSA, di mana kapitalisasinya bernilai ribuan triliun tetapi porsi saham yang beredar bebas di publik (free float) sangatlah minim. Karena kelangkaan suplai inilah, harga saham dengan mudah dikerek naik hingga valuasi P/E-nya ratusan kali lipat layaknya saham lapis ketiga.\n\nMengapa para pemain besar repot-repot mengerek harga sahamnya? Kami akan membedah taktik rekayasa finansial cerdas yang disebut The Conglomerate Playbook. Motif utama mereka bukanlah mencari untung dari jual-beli saham biasa kepada Anda, melainkan menjadikan saham bernilai raksasa tersebut sebagai agunan kredit (kolateral) melalui skema Repo untuk mendapatkan pinjaman uang tunai segar triliunan rupiah dari bank!\n\nLalu, malapetaka pun tiba. Entitas global sekelas MSCI turun tangan layaknya wasit agung untuk melindungi triliunan dolar dana institusi asing, menjatuhkan sanksi berupa pembekuan rebalancing dan membuang saham-saham HSC dari indeksnya. Ketika MSCI menjatuhkan palu, efek domino kehancuran langsung menimpa pasar. Bank pemberi utang panik, menaikkan persentase haircut secara drastis, dan melayangkan Margin Call kepada pengendali saham. Jika pengendali gagal bayar, sistem algoritma bank akan mengeksekusi jual paksa (Force Sell) yang membuat harga saham hancur lebur kembali ke titik dasar.\n\nYang paling tragis, di akhir cerita ini, Anda dan Kita sebagai investor ritel selalu berisiko berakhir di rantai makanan paling bawah, dikorbankan sebagai exit liquidity (pembeli terakhir di pucuk harga) saat institusi dan bandar sudah kabur mengamankan uang mereka. Ditambah lagi dengan \"obat pahit\" dari otoritas OJK dan BEI berupa mekanisme Full Call Auction (FCA), uang ritel berpotensi terkurung dalam kegelapan blind orderbook.\n\nNamun jangan pesimis dulu! Kami melihat bahwa fase bersih-bersih brutal ini adalah proses penyehatan mutlak agar IHSG bisa bersinar kembali dan lolos dari ujian Market Accessibility Review oleh MSCI pada Juni 2026 mendatang. Otoritas bahkan sedang memfinalisasi fasilitas short selling untuk kembali menarik aliran dana asing.\n\nTonton video ini sampai habis agar Anda memiliki perisai literasi keuangan yang kuat dan tidak lagi terjebak FOMO! Fokuslah pada fundamental perusahaan yang nyata.\n\nDukung terus Kami dengan cara: 👍 LIKE video ini jika informasi ini membuka mata Anda! 💬 COMMENT di bawah, apakah portofolio Anda ikut terdampak badai ini? 🔔 SUBSCRIBE Wawasan Cerdas dan nyalakan loncengnya untuk terus mendapatkan analisis pasar modal paling tajam dan independen! Bersama Kami, mari Kita wujudkan masa depan investasi yang lebih cerdas.\n\n--------------------------------------------------------------------------------\n🏷️ Hashtags (Maksimal Keterlihatan Pencarian)\n#IHSG #SahamGorengan #InvestasiSaham #WawasanCerdas #MSCI #BursaEfekIndonesia #SahamPemula #EdukasiSaham #BandarSaham #KrisisIHSG #SahamBREN #SahamDSSA #Konglomerat #Keuangan #PasarModal #WawasanCerdas #InvestasiSaham #Saham\n\nJoin this channel to get access to perks:\n   / -cerdas", "post_id": "BwtlsRhm9Lk"}}, {"key": "wawasan", "attributes": {"label": "wawasan", "x": 665.2152302516186, "y": 247.02997061303822, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 11.71, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 4, "out_degree": 0, "degree": 4}, "_id": "BwtlsRhm9Lk", "id": "wawasan", "source": "youtube-000001", "content": "FAKTA VALUASI IHSG di ASIA TENGGARA PA1: Bongkar Saham GORENGAN RAKSASA Bikin IHSG Terasa Mahal\n\nPernahkah Anda merasa heran mengapa IHSG belakangan ini terasa begitu liar dan membingungkan? Saham-saham berkapitalisasi raksasa yang Kita kira aman tiba-tiba hancur lebur berhari-hari, mengunci modal tanpa ampun! Di video channel Wawasan Cerdas kali ini, Kami akan membongkar rahasia paling gelap di balik fenomena \"Gorengan Raksasa\" yang selama ini menciptakan ilusi optik mematikan di pasar modal Kita.\n\nBanyak dari Kita yang terpengaruh narasi bahwa pasar saham Indonesia saat ini sedang terlalu mahal. Padahal faktanya, jika saham-saham dengan valuasi anomali ini dibuang dari perhitungan, IHSG per April 2026 sebenarnya berada di zona wajar atau fairly valued. Bahkan, sektor perbankan Kita adalah mesin pencetak laba paling efisien di kawasan Asia Tenggara dengan rasio Return on Equity (ROE) mencapai 18% hingga 23%.\n\nNamun, wajah asli fundamental IHSG yang sehat ini tertutup oleh ilusi saham High Shareholding Concentration (HSC) seperti BREN dan DSSA, di mana kapitalisasinya bernilai ribuan triliun tetapi porsi saham yang beredar bebas di publik (free float) sangatlah minim. Karena kelangkaan suplai inilah, harga saham dengan mudah dikerek naik hingga valuasi P/E-nya ratusan kali lipat layaknya saham lapis ketiga.\n\nMengapa para pemain besar repot-repot mengerek harga sahamnya? Kami akan membedah taktik rekayasa finansial cerdas yang disebut The Conglomerate Playbook. Motif utama mereka bukanlah mencari untung dari jual-beli saham biasa kepada Anda, melainkan menjadikan saham bernilai raksasa tersebut sebagai agunan kredit (kolateral) melalui skema Repo untuk mendapatkan pinjaman uang tunai segar triliunan rupiah dari bank!\n\nLalu, malapetaka pun tiba. Entitas global sekelas MSCI turun tangan layaknya wasit agung untuk melindungi triliunan dolar dana institusi asing, menjatuhkan sanksi berupa pembekuan rebalancing dan membuang saham-saham HSC dari indeksnya. Ketika MSCI menjatuhkan palu, efek domino kehancuran langsung menimpa pasar. Bank pemberi utang panik, menaikkan persentase haircut secara drastis, dan melayangkan Margin Call kepada pengendali saham. Jika pengendali gagal bayar, sistem algoritma bank akan mengeksekusi jual paksa (Force Sell) yang membuat harga saham hancur lebur kembali ke titik dasar.\n\nYang paling tragis, di akhir cerita ini, Anda dan Kita sebagai investor ritel selalu berisiko berakhir di rantai makanan paling bawah, dikorbankan sebagai exit liquidity (pembeli terakhir di pucuk harga) saat institusi dan bandar sudah kabur mengamankan uang mereka. Ditambah lagi dengan \"obat pahit\" dari otoritas OJK dan BEI berupa mekanisme Full Call Auction (FCA), uang ritel berpotensi terkurung dalam kegelapan blind orderbook.\n\nNamun jangan pesimis dulu! Kami melihat bahwa fase bersih-bersih brutal ini adalah proses penyehatan mutlak agar IHSG bisa bersinar kembali dan lolos dari ujian Market Accessibility Review oleh MSCI pada Juni 2026 mendatang. Otoritas bahkan sedang memfinalisasi fasilitas short selling untuk kembali menarik aliran dana asing.\n\nTonton video ini sampai habis agar Anda memiliki perisai literasi keuangan yang kuat dan tidak lagi terjebak FOMO! Fokuslah pada fundamental perusahaan yang nyata.\n\nDukung terus Kami dengan cara: 👍 LIKE video ini jika informasi ini membuka mata Anda! 💬 COMMENT di bawah, apakah portofolio Anda ikut terdampak badai ini? 🔔 SUBSCRIBE Wawasan Cerdas dan nyalakan loncengnya untuk terus mendapatkan analisis pasar modal paling tajam dan independen! Bersama Kami, mari Kita wujudkan masa depan investasi yang lebih cerdas.\n\n--------------------------------------------------------------------------------\n🏷️ Hashtags (Maksimal Keterlihatan Pencarian)\n#IHSG #SahamGorengan #InvestasiSaham #WawasanCerdas #MSCI #BursaEfekIndonesia #SahamPemula #EdukasiSaham #BandarSaham #KrisisIHSG #SahamBREN #SahamDSSA #Konglomerat #Keuangan #PasarModal #WawasanCerdas #InvestasiSaham #Saham\n\nJoin this channel to get access to perks:\n   / -cerdas", "post_id": "BwtlsRhm9Lk"}}, {"key": "@todopedia", "attributes": {"label": "@todopedia", "x": 35.153435045101375, "y": 395.4183824476685, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 9.6577, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "n-8lgCQ-CxM", "id": "@todopedia", "source": "youtube-000001", "content": "Begini Masa Depan Saham BBRI BMRI BBNI BRIS !! | Saham Bank Series\n\nDi video saham bank series kali ini kita akan bahas gimana masa depan saham BBRI BMRI BBNI BRIS. Kita bakalan bahas gimana prospek 4 saham bank ini setelah harganya turun terus, dan gimana prospek saham bank ini dibawah naungan Danantara.\n\nJoin membership Todopedia :\n   /   \n\nBeli produk digital disini : \nhttps://lynk.id/todopedia\n\nKunjungi Website Todopedia \nhttps://investasitodopedia.com/", "post_id": "n-8lgCQ-CxM"}}, {"key": "todopedia", "attributes": {"label": "todopedia", "x": 539.6241996511692, "y": 549.5482982562454, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 17.8668, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "n-8lgCQ-CxM", "id": "todopedia", "source": "youtube-000001", "content": "Begini Masa Depan Saham BBRI BMRI BBNI BRIS !! | Saham Bank Series\n\nDi video saham bank series kali ini kita akan bahas gimana masa depan saham BBRI BMRI BBNI BRIS. Kita bakalan bahas gimana prospek 4 saham bank ini setelah harganya turun terus, dan gimana prospek saham bank ini dibawah naungan Danantara.\n\nJoin membership Todopedia :\n   /   \n\nBeli produk digital disini : \nhttps://lynk.id/todopedia\n\nKunjungi Website Todopedia \nhttps://investasitodopedia.com/", "post_id": "n-8lgCQ-CxM"}}, {"key": "@BloombergPodcasts", "attributes": {"label": "@BloombergPodcasts", "x": 236.45837486024968, "y": 597.484000682205, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 9.6577, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 4, "degree": 4}, "_id": "XLCI0DzED-8", "id": "@BloombergPodcasts", "source": "youtube-000001", "content": "Para pedagang saham Goldman Sachs mencetak rekor Wall Street sementara FICC gagal memenuhi tuntutan.\n\nPenurunan pendapatan perdagangan obligasi dan suku bunga yang mengejutkan dari Goldman Sachs Group Inc. membayangi kuartal rekor lainnya dari tim ekuitas bank tersebut, mendorong CEO David Solomon untuk menyalahkan analis karena menetapkan standar yang terlalu tinggi. Todd Gillespie dari Bloomberg. Penurunan pendapatan perdagangan obligasi dan suku bunga yang mengejutkan dari Goldman Sachs Group Inc. membayangi kuartal rekor lainnya dari tim ekuitas bank tersebut, mendorong CEO David Solomon untuk menyalahkan analis karena menetapkan standar yang terlalu tinggi.\n“Banyak hal ini berkaitan dengan ekspektasi yang ditetapkan di komunitas riset,” kata Solomon pada hari Senin dalam konferensi telepon dengan analis. “Ini adalah kuartal FICC terbaik ke-10 sepanjang masa.”\nHasil Goldman menawarkan salah satu gambaran pertama tentang bagaimana kinerja Wall Street dalam periode yang bergejolak. Para pedagang ekuitasnya memanfaatkan gelombang tersebut untuk mencapai kuartal yang gemilang, melampaui rekor kuartalan tertinggi mereka sebelumnya dengan lebih dari $1 miliar. Namun, bisnis obligasi, mata uang, dan komoditasnya membukukan pendapatan sebesar $4,01 miliar, turun 10% dari tahun sebelumnya dan lebih dari $800 juta di bawah konsensus perkiraan analis, menurut sebuah pernyataan.\nDenis Coleman, kepala petugas keuangan bank, mengatakan kinerja unit obligasi dalam hal suku bunga dan hipotek relatif lebih rendah daripada tahun lalu. Sementara itu, kinerja membaik di bidang mata uang dan komoditas.\n\nBank tersebut juga memperingatkan bahwa tumpukan biaya yang belum terselesaikan sedikit menurun dibandingkan dengan kuartal sebelumnya.\nSaham perusahaan anjlok 2,4% menjadi $886,24 pada pukul 14.10 di New York, penurunan terbesar di antara 24 perusahaan dalam Indeks Bank KBW. Goldman memiliki salah satu divisi pasar terbesar di Wall Street. Bisnis semacam itu mendapat manfaat dari lonjakan volatilitas, yang tahun ini didorong oleh perang di Iran, serta kekhawatiran seputar kecerdasan buatan dan kredit swasta.\n\nDivisi saham bank investasi tersebut melaporkan pendapatan sebesar $5,33 miliar untuk tiga bulan pertama tahun ini, melampaui rekor $4,31 miliar yang dicapai pada kuartal keempat tahun lalu. Pendapatan tiga bulan terakhir ini merupakan yang tertinggi yang pernah dicapai oleh bank mana pun dalam sejarah.\nLedakan ekuitasnya didorong oleh lonjakan pembiayaan ekuitas, yang mencakup pinjaman kepada klien hedge fund besar dan investor spekulatif lainnya. Hal ini juga terjadi meskipun terjadi kepergian mengejutkan salah satu kepala divisinya, Erdit Hoxha, ke hedge fund Millennium Management. Di divisi manajemen aset, perusahaan tersebut mengatakan aset yang diawasi meningkat menjadi $3,7 triliun dan pendapatan bersih meningkat dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu. Sebelumnya pada bulan April, Goldman mengatakan salah satu dana kredit swastanya nyaris lolos dari eksodus investor yang lebih luas.\n\nMantan kepala eksekutif bank itu sendiri, Lloyd Blankfein, memperingatkan awal tahun ini bahwa pasar swasta — yang menjadi tumpuan sebagian besar strategi pertumbuhan masa depan Goldman — menghadapi risiko \"kebakaran\" akibat kemungkinan valuasi yang berlebihan.\nSolomon mengatakan kemungkinan akan terus ada kehebohan tentang dana kredit swasta ritel di masa mendatang, tetapi mengatakan bank tersebut masih melihat kredit swasta sebagai sektor yang menarik.\nBaca Selengkapnya: CEO Goldman Melihat Kehebohan yang Berlanjut tentang Dana Kredit Swasta Ritel\nPada kuartal pertama, Goldman juga mempromosikan tujuh mitra lagi ke komite manajemen puncak dan menaikkan gaji untuk para eksekutif seniornya, sekaligus mengumumkan kepergian pengacara utamanya.\n\n-------- \nSaksikan Bloomberg Radio LIVE di YouTube \nHari kerja pukul 7 pagi - 6 sore ET \nTONTON DI SINI: http://bit.ly/3vTiACF \n\nIkuti kami di X:   / bloombergradio   \n\nBerlangganan Podcast kami: \n\nBloomberg Daybreak: http://bit.ly/3DWYoAN \nBloomberg Surveillance: http://bit.ly/3OPtReI \nBloomberg Intelligence: http://bit.ly/3YrBfOi \nBalance of Power: http://bit.ly/3OO8eLC \nBloomberg Businessweek: http://bit.ly/3IPl60i \n\nDengarkan di Apple CarPlay dan Android Auto dengan aplikasi Bloomberg Business: \nApple CarPlay: https://apple.co/486mghI \nAndroid Auto: https://bit.ly/49benZy \n\nKunjungi saluran YouTube kami: \nBloomberg Podcasts:    / bloombergpodcasts   \nBloomberg Television:    /    \nBloomberg Originals:    / bloomberg   \nQuicktake:    /", "post_id": "XLCI0DzED-8"}}, {"key": "markets", "attributes": {"label": "markets", "x": 797.5771764389219, "y": 511.3260595836323, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 11.71, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "XLCI0DzED-8", "id": "markets", "source": "youtube-000001", "content": "Para pedagang saham Goldman Sachs mencetak rekor Wall Street sementara FICC gagal memenuhi tuntutan.\n\nPenurunan pendapatan perdagangan obligasi dan suku bunga yang mengejutkan dari Goldman Sachs Group Inc. membayangi kuartal rekor lainnya dari tim ekuitas bank tersebut, mendorong CEO David Solomon untuk menyalahkan analis karena menetapkan standar yang terlalu tinggi. Todd Gillespie dari Bloomberg. Penurunan pendapatan perdagangan obligasi dan suku bunga yang mengejutkan dari Goldman Sachs Group Inc. membayangi kuartal rekor lainnya dari tim ekuitas bank tersebut, mendorong CEO David Solomon untuk menyalahkan analis karena menetapkan standar yang terlalu tinggi.\n“Banyak hal ini berkaitan dengan ekspektasi yang ditetapkan di komunitas riset,” kata Solomon pada hari Senin dalam konferensi telepon dengan analis. “Ini adalah kuartal FICC terbaik ke-10 sepanjang masa.”\nHasil Goldman menawarkan salah satu gambaran pertama tentang bagaimana kinerja Wall Street dalam periode yang bergejolak. Para pedagang ekuitasnya memanfaatkan gelombang tersebut untuk mencapai kuartal yang gemilang, melampaui rekor kuartalan tertinggi mereka sebelumnya dengan lebih dari $1 miliar. Namun, bisnis obligasi, mata uang, dan komoditasnya membukukan pendapatan sebesar $4,01 miliar, turun 10% dari tahun sebelumnya dan lebih dari $800 juta di bawah konsensus perkiraan analis, menurut sebuah pernyataan.\nDenis Coleman, kepala petugas keuangan bank, mengatakan kinerja unit obligasi dalam hal suku bunga dan hipotek relatif lebih rendah daripada tahun lalu. Sementara itu, kinerja membaik di bidang mata uang dan komoditas.\n\nBank tersebut juga memperingatkan bahwa tumpukan biaya yang belum terselesaikan sedikit menurun dibandingkan dengan kuartal sebelumnya.\nSaham perusahaan anjlok 2,4% menjadi $886,24 pada pukul 14.10 di New York, penurunan terbesar di antara 24 perusahaan dalam Indeks Bank KBW. Goldman memiliki salah satu divisi pasar terbesar di Wall Street. Bisnis semacam itu mendapat manfaat dari lonjakan volatilitas, yang tahun ini didorong oleh perang di Iran, serta kekhawatiran seputar kecerdasan buatan dan kredit swasta.\n\nDivisi saham bank investasi tersebut melaporkan pendapatan sebesar $5,33 miliar untuk tiga bulan pertama tahun ini, melampaui rekor $4,31 miliar yang dicapai pada kuartal keempat tahun lalu. Pendapatan tiga bulan terakhir ini merupakan yang tertinggi yang pernah dicapai oleh bank mana pun dalam sejarah.\nLedakan ekuitasnya didorong oleh lonjakan pembiayaan ekuitas, yang mencakup pinjaman kepada klien hedge fund besar dan investor spekulatif lainnya. Hal ini juga terjadi meskipun terjadi kepergian mengejutkan salah satu kepala divisinya, Erdit Hoxha, ke hedge fund Millennium Management. Di divisi manajemen aset, perusahaan tersebut mengatakan aset yang diawasi meningkat menjadi $3,7 triliun dan pendapatan bersih meningkat dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu. Sebelumnya pada bulan April, Goldman mengatakan salah satu dana kredit swastanya nyaris lolos dari eksodus investor yang lebih luas.\n\nMantan kepala eksekutif bank itu sendiri, Lloyd Blankfein, memperingatkan awal tahun ini bahwa pasar swasta — yang menjadi tumpuan sebagian besar strategi pertumbuhan masa depan Goldman — menghadapi risiko \"kebakaran\" akibat kemungkinan valuasi yang berlebihan.\nSolomon mengatakan kemungkinan akan terus ada kehebohan tentang dana kredit swasta ritel di masa mendatang, tetapi mengatakan bank tersebut masih melihat kredit swasta sebagai sektor yang menarik.\nBaca Selengkapnya: CEO Goldman Melihat Kehebohan yang Berlanjut tentang Dana Kredit Swasta Ritel\nPada kuartal pertama, Goldman juga mempromosikan tujuh mitra lagi ke komite manajemen puncak dan menaikkan gaji untuk para eksekutif seniornya, sekaligus mengumumkan kepergian pengacara utamanya.\n\n-------- \nSaksikan Bloomberg Radio LIVE di YouTube \nHari kerja pukul 7 pagi - 6 sore ET \nTONTON DI SINI: http://bit.ly/3vTiACF \n\nIkuti kami di X:   / bloombergradio   \n\nBerlangganan Podcast kami: \n\nBloomberg Daybreak: http://bit.ly/3DWYoAN \nBloomberg Surveillance: http://bit.ly/3OPtReI \nBloomberg Intelligence: http://bit.ly/3YrBfOi \nBalance of Power: http://bit.ly/3OO8eLC \nBloomberg Businessweek: http://bit.ly/3IPl60i \n\nDengarkan di Apple CarPlay dan Android Auto dengan aplikasi Bloomberg Business: \nApple CarPlay: https://apple.co/486mghI \nAndroid Auto: https://bit.ly/49benZy \n\nKunjungi saluran YouTube kami: \nBloomberg Podcasts:    / bloombergpodcasts   \nBloomberg Television:    /    \nBloomberg Originals:    / bloomberg   \nQuicktake:    /", "post_id": "XLCI0DzED-8"}}, {"key": "bloombergquicktake", "attributes": {"label": "bloombergquicktake", "x": 909.8971179767764, "y": 17.948624557227454, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 11.71, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "XLCI0DzED-8", "id": "bloombergquicktake", "source": "youtube-000001", "content": "Para pedagang saham Goldman Sachs mencetak rekor Wall Street sementara FICC gagal memenuhi tuntutan.\n\nPenurunan pendapatan perdagangan obligasi dan suku bunga yang mengejutkan dari Goldman Sachs Group Inc. membayangi kuartal rekor lainnya dari tim ekuitas bank tersebut, mendorong CEO David Solomon untuk menyalahkan analis karena menetapkan standar yang terlalu tinggi. Todd Gillespie dari Bloomberg. Penurunan pendapatan perdagangan obligasi dan suku bunga yang mengejutkan dari Goldman Sachs Group Inc. membayangi kuartal rekor lainnya dari tim ekuitas bank tersebut, mendorong CEO David Solomon untuk menyalahkan analis karena menetapkan standar yang terlalu tinggi.\n“Banyak hal ini berkaitan dengan ekspektasi yang ditetapkan di komunitas riset,” kata Solomon pada hari Senin dalam konferensi telepon dengan analis. “Ini adalah kuartal FICC terbaik ke-10 sepanjang masa.”\nHasil Goldman menawarkan salah satu gambaran pertama tentang bagaimana kinerja Wall Street dalam periode yang bergejolak. Para pedagang ekuitasnya memanfaatkan gelombang tersebut untuk mencapai kuartal yang gemilang, melampaui rekor kuartalan tertinggi mereka sebelumnya dengan lebih dari $1 miliar. Namun, bisnis obligasi, mata uang, dan komoditasnya membukukan pendapatan sebesar $4,01 miliar, turun 10% dari tahun sebelumnya dan lebih dari $800 juta di bawah konsensus perkiraan analis, menurut sebuah pernyataan.\nDenis Coleman, kepala petugas keuangan bank, mengatakan kinerja unit obligasi dalam hal suku bunga dan hipotek relatif lebih rendah daripada tahun lalu. Sementara itu, kinerja membaik di bidang mata uang dan komoditas.\n\nBank tersebut juga memperingatkan bahwa tumpukan biaya yang belum terselesaikan sedikit menurun dibandingkan dengan kuartal sebelumnya.\nSaham perusahaan anjlok 2,4% menjadi $886,24 pada pukul 14.10 di New York, penurunan terbesar di antara 24 perusahaan dalam Indeks Bank KBW. Goldman memiliki salah satu divisi pasar terbesar di Wall Street. Bisnis semacam itu mendapat manfaat dari lonjakan volatilitas, yang tahun ini didorong oleh perang di Iran, serta kekhawatiran seputar kecerdasan buatan dan kredit swasta.\n\nDivisi saham bank investasi tersebut melaporkan pendapatan sebesar $5,33 miliar untuk tiga bulan pertama tahun ini, melampaui rekor $4,31 miliar yang dicapai pada kuartal keempat tahun lalu. Pendapatan tiga bulan terakhir ini merupakan yang tertinggi yang pernah dicapai oleh bank mana pun dalam sejarah.\nLedakan ekuitasnya didorong oleh lonjakan pembiayaan ekuitas, yang mencakup pinjaman kepada klien hedge fund besar dan investor spekulatif lainnya. Hal ini juga terjadi meskipun terjadi kepergian mengejutkan salah satu kepala divisinya, Erdit Hoxha, ke hedge fund Millennium Management. Di divisi manajemen aset, perusahaan tersebut mengatakan aset yang diawasi meningkat menjadi $3,7 triliun dan pendapatan bersih meningkat dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu. Sebelumnya pada bulan April, Goldman mengatakan salah satu dana kredit swastanya nyaris lolos dari eksodus investor yang lebih luas.\n\nMantan kepala eksekutif bank itu sendiri, Lloyd Blankfein, memperingatkan awal tahun ini bahwa pasar swasta — yang menjadi tumpuan sebagian besar strategi pertumbuhan masa depan Goldman — menghadapi risiko \"kebakaran\" akibat kemungkinan valuasi yang berlebihan.\nSolomon mengatakan kemungkinan akan terus ada kehebohan tentang dana kredit swasta ritel di masa mendatang, tetapi mengatakan bank tersebut masih melihat kredit swasta sebagai sektor yang menarik.\nBaca Selengkapnya: CEO Goldman Melihat Kehebohan yang Berlanjut tentang Dana Kredit Swasta Ritel\nPada kuartal pertama, Goldman juga mempromosikan tujuh mitra lagi ke komite manajemen puncak dan menaikkan gaji untuk para eksekutif seniornya, sekaligus mengumumkan kepergian pengacara utamanya.\n\n-------- \nSaksikan Bloomberg Radio LIVE di YouTube \nHari kerja pukul 7 pagi - 6 sore ET \nTONTON DI SINI: http://bit.ly/3vTiACF \n\nIkuti kami di X:   / bloombergradio   \n\nBerlangganan Podcast kami: \n\nBloomberg Daybreak: http://bit.ly/3DWYoAN \nBloomberg Surveillance: http://bit.ly/3OPtReI \nBloomberg Intelligence: http://bit.ly/3YrBfOi \nBalance of Power: http://bit.ly/3OO8eLC \nBloomberg Businessweek: http://bit.ly/3IPl60i \n\nDengarkan di Apple CarPlay dan Android Auto dengan aplikasi Bloomberg Business: \nApple CarPlay: https://apple.co/486mghI \nAndroid Auto: https://bit.ly/49benZy \n\nKunjungi saluran YouTube kami: \nBloomberg Podcasts:    / bloombergpodcasts   \nBloomberg Television:    /    \nBloomberg Originals:    / bloomberg   \nQuicktake:    /", "post_id": "XLCI0DzED-8"}}, {"key": "@NDTVProfitIndia", "attributes": {"label": "@NDTVProfitIndia", "x": 852.6305505213749, "y": 596.6186146262187, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 9.6577, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "m7RXdxWm2bc", "id": "@NDTVProfitIndia", "source": "youtube-000001", "content": "Saham HDFC Bank Turun 26% di Tahun 2026 | Haruskah Anda Mempertahankan atau Menjualnya?\n\nPengunduran diri ketua HDFC Bank menyebabkan penurunan tajam saham bank tersebut. Sejak pengunduran diri Atanu Chakraborty, saham HDFC telah turun sebesar 26% pada tahun 2026. Tonton video ini untuk mengetahui apakah Anda harus tetap berinvestasi atau keluar.\n\nDalam episode Ask Profit ini, para ahli memberikan wawasan mereka tentang apakah ini waktu yang tepat untuk membeli, menahan, atau menjual saham di pasar saat ini. Saksikan untuk mendapatkan saran berharga yang dapat membantu memandu keputusan investasi Anda dan meningkatkan strategi Anda. Tonton episode lengkapnya untuk mendapatkan pemahaman yang lebih dalam tentang tren pasar saham dan rekomendasi ahli untuk investasi cerdas.\n\n#ndtv #stockstowatch #stockmarket\n\nUntuk video lainnya, berlangganan saluran kami:    /   \nKunjungi NDTV Profit untuk berita lainnya: https://www.ndtvprofit.com/\nJangan memasuki pasar saham tanpa pengetahuan. Baca semua Laporan Penelitian di sini: https://www.ndtvprofit.com/research-r...\n\nIkuti NDTV Profit di sini\nTwitter:   / ndtvprofitindia   ,   / ndtvprofit  \nLinkedIn:   / ndtvprofit  \nTelegram: http://t.me/ndtvprofitnews", "post_id": "m7RXdxWm2bc"}}, {"key": "ndtvprofitindia", "attributes": {"label": "ndtvprofitindia", "x": 925.5232666465583, "y": 70.13541908595877, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 17.8668, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "m7RXdxWm2bc", "id": "ndtvprofitindia", "source": "youtube-000001", "content": "Saham HDFC Bank Turun 26% di Tahun 2026 | Haruskah Anda Mempertahankan atau Menjualnya?\n\nPengunduran diri ketua HDFC Bank menyebabkan penurunan tajam saham bank tersebut. Sejak pengunduran diri Atanu Chakraborty, saham HDFC telah turun sebesar 26% pada tahun 2026. Tonton video ini untuk mengetahui apakah Anda harus tetap berinvestasi atau keluar.\n\nDalam episode Ask Profit ini, para ahli memberikan wawasan mereka tentang apakah ini waktu yang tepat untuk membeli, menahan, atau menjual saham di pasar saat ini. Saksikan untuk mendapatkan saran berharga yang dapat membantu memandu keputusan investasi Anda dan meningkatkan strategi Anda. Tonton episode lengkapnya untuk mendapatkan pemahaman yang lebih dalam tentang tren pasar saham dan rekomendasi ahli untuk investasi cerdas.\n\n#ndtv #stockstowatch #stockmarket\n\nUntuk video lainnya, berlangganan saluran kami:    /   \nKunjungi NDTV Profit untuk berita lainnya: https://www.ndtvprofit.com/\nJangan memasuki pasar saham tanpa pengetahuan. Baca semua Laporan Penelitian di sini: https://www.ndtvprofit.com/research-r...\n\nIkuti NDTV Profit di sini\nTwitter:   / ndtvprofitindia   ,   / ndtvprofit  \nLinkedIn:   / ndtvprofit  \nTelegram: http://t.me/ndtvprofitnews", "post_id": "m7RXdxWm2bc"}}, {"key": "@tradingsahamfirman", "attributes": {"label": "@tradingsahamfirman", "x": 868.169699523718, "y": 72.07510874462653, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 9.6577, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "X3Z_IinxVLE", "id": "@tradingsahamfirman", "source": "youtube-000001", "content": "SAHAM BUMI TURUN LAGI ! TERUNGKAP KASUS INI ALASAN SAHAM BUMI TURUN! JADI MASUK MSCI.?? INI TRIKNYA!\n\n#sahambumi\n#sahambumiresources\n#sahambumi2023\nUNTUK BERLANGANAN KLIK DIBAWAH INI.!!!\nDAN PILIH LEVEL TERTINGGI AGAR BISA MENDAPATKAN MANFAAT KEUNTUNGAN LEBIH TINGGI \nGRUP TELEGRAM\nhttps://tinyurl.com/rekomendasibesok\nGRUP YOUTUBE\n   /   \nWEBSITE KAMI :\nwww.firmanhappy.com\nAksi jual bersih atau net sell besar-besaran investor asing, terutama di saham perbankan, menyeret Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ke zona merah pada penutupan perdagangan Rabu (15/4/2026), setelah indeks reli lima hari beruntun. Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), IHSG ditutup melemah 52,36 poin atau 0,68 persen ke level 7.623,59 saat penutupan perdagangan Rabu sore. Investor global mencatatkan jual bersih senilai Rp 1,16 triliun di seluruh pasar. Di pasar reguler, tekanan bahkan lebih besar dengan net sell Rp 1,23 triliun, sementara di pasar tunai dan negosiasi net buy tercatat tipis atau Rp 61,75 miliar.\n\nSyarat utama saham masuk indeks MSCI meliputi kapitalisasi pasar yang disesuaikan dengan free float (FFMC) yang tinggi (sekitar $1,4 - $2 miliar USD untuk Standard Index), likuiditas tinggi (aktif diperdagangkan), dan aksesibilitas bagi investor asing. MSCI melakukan peninjauan ketat perempat tahunan untuk memastikan saham representatif. \nBerikut rincian syarat dan kriteria masuk MSCI:\nKapitalisasi Pasar Free Float (FFMC): MSCI mengutamakan free float market cap, bukan total nilai perusahaan. Saham harus memiliki porsi saham yang beredar di masyarakat (free float) yang cukup besar.\nLikuiditas Tinggi: Saham harus memiliki rata-rata nilai transaksi harian yang konsisten dan tinggi untuk memudahkan jual-beli tanpa memengaruhi harga secara drastis.\nAksesibilitas Investor Asing: MSCI menilai kemudahan akses bagi investor asing untuk berinvestasi, termasuk aturan kepemilikan asing dan regulasi pasar.\nBukan Saham \"Gorengan\": Saham yang memiliki indikasi kenaikan tidak wajar (bandar) atau masuk dalam suspensi (papan pemantauan khusus) sering dicoret dari pertimbangan.\nRebalancing Rutin: Evaluasi dilakukan berkala (tinjauan kuartalan dan tahunan) untuk memastikan konstituen tetap relevan. \nSaham yang masuk indeks MSCI umumnya berasal dari perusahaan besar dengan fundamental kuat, seperti sektor perbankan, energi, dan konsumen. \n\nsource\nhttps://money.kompas.com/read/2026/04...\nhttps://www.google.com/search?q=syara...\nsaham bumi besok,\nsaham bumi lo kheng hong,\nsaham bumi terbaru,\nsaham bumi waktunya,\nsaham bumi turun terus,\nsaham bumi private placement,\nsaham bumi berita,\n\n#sahambumi  #bumi   #analisasahambumi\n#BUMI #SahamBUMI #BumiResources #UpdateSaham #InvestorBUMI\n#IHSG #SahamHariIni #InvestasiSaham #PasarModal #TradingSaham #CuanSaham #belajarsahamdiajaib \n#AksiKorporasi #KepemilikanSaham #BeritaEkonomi #AnalisaSaham #StockMarketIndonesia\n\nINFO PENTING !!!!\nKAMI TIDAK MENGADAKAN TITIP DANA APAPUN\nSaya hanya memakai Sosmed dan kontak diatas, selain kontak diatas berarti Bukan saya, karena banyak yang mengatas namakan TRADING SAHAM FIRMAN HAPPY untuk penipuan titip dana, sekali lagi saya tekankan saya ( FIRMAN HAPPY ) tidak pernah membuka jasa titip dana trading,  TERIMA KASIH !!\nSegala jenis Pembayaran untuk keperluan channel dan Group saya,UNTUK SAAT INI HANYA DI GRUP YUOTUBE DAN GRUP TELEGRAM ADA DIATAS ( selain itu berarti penipuan ) \n\nDisclaimer ON : Semua rekomendasi hanya untuk edukasi & Hiburan, tidak untuk menyarankan Beli atau Jual saham ( silahkan analisa sendiri masing2 ), kerugian dan keuntungan semua ditanggung oleh kalian masing2, dan Kami tidak pernah membuat program titip dana untuk trading atau investasi, semua kerugian yang diakibatkan oleh investasi bodong yang mengatas namakan TRADING SAHAM FIRMAN HAPPY adalah bukan tanggung jawab kami. \n\nsaham,investasi saham,analisa saham,belajar saham,saham pemula,rekomendasi saham,nabung saham,trading saham,bursa saham,saham hari ini,saham profit,beli saham,tips saham,saham untuk pemula,analisa saham hari ini,cara main saham,tutorial saham,indikator saham,saham isat,saham asii,saham bbri,saham bmri,saham inkp,saham admr,saham goto,saham fren,ilmu saham,saham medc,saham sido,bandarmologi saham,analisa saham besok,saham ajaib", "post_id": "X3Z_IinxVLE"}}, {"key": "tradingsahamfirman", "attributes": {"label": "tradingsahamfirman", "x": 7.976322380088052, "y": 874.4760457558119, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 17.8668, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "X3Z_IinxVLE", "id": "tradingsahamfirman", "source": "youtube-000001", "content": "SAHAM BUMI TURUN LAGI ! TERUNGKAP KASUS INI ALASAN SAHAM BUMI TURUN! JADI MASUK MSCI.?? INI TRIKNYA!\n\n#sahambumi\n#sahambumiresources\n#sahambumi2023\nUNTUK BERLANGANAN KLIK DIBAWAH INI.!!!\nDAN PILIH LEVEL TERTINGGI AGAR BISA MENDAPATKAN MANFAAT KEUNTUNGAN LEBIH TINGGI \nGRUP TELEGRAM\nhttps://tinyurl.com/rekomendasibesok\nGRUP YOUTUBE\n   /   \nWEBSITE KAMI :\nwww.firmanhappy.com\nAksi jual bersih atau net sell besar-besaran investor asing, terutama di saham perbankan, menyeret Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ke zona merah pada penutupan perdagangan Rabu (15/4/2026), setelah indeks reli lima hari beruntun. Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), IHSG ditutup melemah 52,36 poin atau 0,68 persen ke level 7.623,59 saat penutupan perdagangan Rabu sore. Investor global mencatatkan jual bersih senilai Rp 1,16 triliun di seluruh pasar. Di pasar reguler, tekanan bahkan lebih besar dengan net sell Rp 1,23 triliun, sementara di pasar tunai dan negosiasi net buy tercatat tipis atau Rp 61,75 miliar.\n\nSyarat utama saham masuk indeks MSCI meliputi kapitalisasi pasar yang disesuaikan dengan free float (FFMC) yang tinggi (sekitar $1,4 - $2 miliar USD untuk Standard Index), likuiditas tinggi (aktif diperdagangkan), dan aksesibilitas bagi investor asing. MSCI melakukan peninjauan ketat perempat tahunan untuk memastikan saham representatif. \nBerikut rincian syarat dan kriteria masuk MSCI:\nKapitalisasi Pasar Free Float (FFMC): MSCI mengutamakan free float market cap, bukan total nilai perusahaan. Saham harus memiliki porsi saham yang beredar di masyarakat (free float) yang cukup besar.\nLikuiditas Tinggi: Saham harus memiliki rata-rata nilai transaksi harian yang konsisten dan tinggi untuk memudahkan jual-beli tanpa memengaruhi harga secara drastis.\nAksesibilitas Investor Asing: MSCI menilai kemudahan akses bagi investor asing untuk berinvestasi, termasuk aturan kepemilikan asing dan regulasi pasar.\nBukan Saham \"Gorengan\": Saham yang memiliki indikasi kenaikan tidak wajar (bandar) atau masuk dalam suspensi (papan pemantauan khusus) sering dicoret dari pertimbangan.\nRebalancing Rutin: Evaluasi dilakukan berkala (tinjauan kuartalan dan tahunan) untuk memastikan konstituen tetap relevan. \nSaham yang masuk indeks MSCI umumnya berasal dari perusahaan besar dengan fundamental kuat, seperti sektor perbankan, energi, dan konsumen. \n\nsource\nhttps://money.kompas.com/read/2026/04...\nhttps://www.google.com/search?q=syara...\nsaham bumi besok,\nsaham bumi lo kheng hong,\nsaham bumi terbaru,\nsaham bumi waktunya,\nsaham bumi turun terus,\nsaham bumi private placement,\nsaham bumi berita,\n\n#sahambumi  #bumi   #analisasahambumi\n#BUMI #SahamBUMI #BumiResources #UpdateSaham #InvestorBUMI\n#IHSG #SahamHariIni #InvestasiSaham #PasarModal #TradingSaham #CuanSaham #belajarsahamdiajaib \n#AksiKorporasi #KepemilikanSaham #BeritaEkonomi #AnalisaSaham #StockMarketIndonesia\n\nINFO PENTING !!!!\nKAMI TIDAK MENGADAKAN TITIP DANA APAPUN\nSaya hanya memakai Sosmed dan kontak diatas, selain kontak diatas berarti Bukan saya, karena banyak yang mengatas namakan TRADING SAHAM FIRMAN HAPPY untuk penipuan titip dana, sekali lagi saya tekankan saya ( FIRMAN HAPPY ) tidak pernah membuka jasa titip dana trading,  TERIMA KASIH !!\nSegala jenis Pembayaran untuk keperluan channel dan Group saya,UNTUK SAAT INI HANYA DI GRUP YUOTUBE DAN GRUP TELEGRAM ADA DIATAS ( selain itu berarti penipuan ) \n\nDisclaimer ON : Semua rekomendasi hanya untuk edukasi & Hiburan, tidak untuk menyarankan Beli atau Jual saham ( silahkan analisa sendiri masing2 ), kerugian dan keuntungan semua ditanggung oleh kalian masing2, dan Kami tidak pernah membuat program titip dana untuk trading atau investasi, semua kerugian yang diakibatkan oleh investasi bodong yang mengatas namakan TRADING SAHAM FIRMAN HAPPY adalah bukan tanggung jawab kami. \n\nsaham,investasi saham,analisa saham,belajar saham,saham pemula,rekomendasi saham,nabung saham,trading saham,bursa saham,saham hari ini,saham profit,beli saham,tips saham,saham untuk pemula,analisa saham hari ini,cara main saham,tutorial saham,indikator saham,saham isat,saham asii,saham bbri,saham bmri,saham inkp,saham admr,saham goto,saham fren,ilmu saham,saham medc,saham sido,bandarmologi saham,analisa saham besok,saham ajaib", "post_id": "X3Z_IinxVLE"}}], "edges": [{"key": "Tanto19", "source": "Tanto19", "target": "KemenperinRI", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "Tanto19", "source": "Tanto19", "target": "danwardani_", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "Tanto19", "source": "Tanto19", "target": "KemenperinRI", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "grok", "source": "grok", "target": "r1dayat", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "grok", "source": "grok", "target": "arda_odang17", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "grok", "source": "grok", "target": "mochmasykur12", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "grok", "source": "grok", "target": "icibosadd", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "mungkinterbang", "source": "mungkinterbang", "target": "handierawan", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "mungkinterbang", "source": "mungkinterbang", "target": "bandarmetrics", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "grok", "source": "grok", "target": "brodeldi", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "grok", "source": "grok", "target": "f_stwnn", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "grok", "source": "grok", "target": "Saham_fess", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "Neroooooo_", "source": "Neroooooo_", "target": "strobewriiies", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "Neroooooo_", "source": "Neroooooo_", "target": "txtdarionlshop", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "kampusruko", "source": "kampusruko", "target": "marvelle_danny", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "sib3jo", "source": "sib3jo", "target": "ferrykoto", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "sib3jo", "source": "sib3jo", "target": "feriamsari", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "roy1alien", "source": "roy1alien", "target": "sbyfess", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "StephanieC71227", "source": "StephanieC71227", "target": "RiseOfSouthstar", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "StephanieC71227", "source": "StephanieC71227", "target": "LambeSahamjja", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "AndreasAbdianto", "source": "AndreasAbdianto", "target": "Yantoepedals", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "AndreasAbdianto", "source": "AndreasAbdianto", "target": "utdfocusid", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "grok", "source": "grok", "target": "Holan_Siregar", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "grok", "source": "grok", "target": "wargaritelunyu", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "mancingsaham", "source": "mancingsaham", "target": "mancingsaham", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "mancingsaham", "source": "mancingsaham", "target": "mancingsaham", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "mancingsaham", "source": "mancingsaham", "target": "mancingsaham", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "mancingsaham", "source": "mancingsaham", "target": "mancingsaham", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "idx_channel", "source": "idx_channel", "target": "idx_channel", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "iin_habibi", "source": "iin_habibi", "target": "infobedepew", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "iin_habibi", "source": "iin_habibi", "target": "POLDA", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "iin_habibi", "source": "iin_habibi", "target": "Yayasan", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "iin_habibi", "source": "iin_habibi", "target": "INFO", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "iin_habibi", "source": "iin_habibi", "target": "KPK_RI", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "iin_habibi", "source": "iin_habibi", "target": "Metro", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "naf.clip8", "source": "naf.clip8", "target": "Ajaib_Investasi", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "sukses.clipp", "source": "sukses.clipp", "target": "rivan.kurniawan", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "pusatclipss.id", "source": "pusatclipss.id", "target": "rivan.kurniawan", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "IDXChannelcom", "source": "IDXChannelcom", "target": "idx_channel", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "facebook-000001"}}, {"key": "@Channel1TVGH", "source": "@Channel1TVGH", "target": "channel1tvgh", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@ETNow", "source": "@ETNow", "target": "etnow", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXCHANNELINSIGHT", "source": "@IDXCHANNELINSIGHT", "target": "wicky_adrian", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXCHANNELINSIGHT", "source": "@IDXCHANNELINSIGHT", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXCHANNELINSIGHT", "source": "@IDXCHANNELINSIGHT", "target": "deffid_83", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXCHANNELINSIGHT", "source": "@IDXCHANNELINSIGHT", "target": "prast_ulrich", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXCHANNELINSIGHT", "source": "@IDXCHANNELINSIGHT", "target": "rosalinehioe", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXCHANNELINSIGHT", "source": "@IDXCHANNELINSIGHT", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "idxchannel_", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "wicky_adrian", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "deffid_83", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "prast_ulrich", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "rosalinehioe", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@ETNow", "source": "@ETNow", "target": "etnow", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@RealPaulThomas", "source": "@RealPaulThomas", "target": "realpaulthomas", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@thecore_in", "source": "@thecore_in", "target": "thecore_in", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@wawasan-cerdas", "source": "@wawasan-cerdas", "target": "wawasan", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@wawasan-cerdas", "source": "@wawasan-cerdas", "target": "wawasan", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@todopedia", "source": "@todopedia", "target": "todopedia", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@BloombergPodcasts", "source": "@BloombergPodcasts", "target": "markets", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@BloombergPodcasts", "source": "@BloombergPodcasts", "target": "bloombergquicktake", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@NDTVProfitIndia", "source": "@NDTVProfitIndia", "target": "ndtvprofitindia", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@wawasan-cerdas", "source": "@wawasan-cerdas", "target": "wawasan", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@tradingsahamfirman", "source": "@tradingsahamfirman", "target": "tradingsahamfirman", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@thecore_in", "source": "@thecore_in", "target": "thecore_in", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@BloombergPodcasts", "source": "@BloombergPodcasts", "target": "markets", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@BloombergPodcasts", "source": "@BloombergPodcasts", "target": "bloombergquicktake", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@wawasan-cerdas", "source": "@wawasan-cerdas", "target": "wawasan", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}]}