{"nodes": [{"key": "Gapazhe", "attributes": {"label": "Gapazhe", "x": 80.32049203005509, "y": 347.3852816812295, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 30.0978, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "2046316858136268926", "id": "Gapazhe", "source": "tweet-000004", "content": "Apanya ketahanan energy, bentar lagi semua BBM subsidi bakal menghilang, habis itu rupiah makin anjlok, kemudian harga pangan naik, dan inflasi gila2an, tunggu aja", "post_id": "2046316858136268926"}}, {"key": "ekowboy2", "attributes": {"label": "ekowboy2", "x": 721.4567109842377, "y": 838.0758421806955, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 55.681, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2046316858136268926", "id": "ekowboy2", "source": "tweet-000004", "content": "Apanya ketahanan energy, bentar lagi semua BBM subsidi bakal menghilang, habis itu rupiah makin anjlok, kemudian harga pangan naik, dan inflasi gila2an, tunggu aja", "post_id": "2046316858136268926"}}, {"key": "Didi_margo", "attributes": {"label": "Didi_margo", "x": 660.1741117785826, "y": 487.89913858943135, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 30.0978, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "2051240661870154195", "id": "Didi_margo", "source": "tweet-000004", "content": "Tambahan pemikiran perlunya BI menjaga stabilitas nilai tukar rupiah agar cost push inflation akibat impor pangan selain beras yg masih impor seperti jagung gandum kedelai daging bisa di tekan karena kurs tak terlalu tinggi kedua perlu di hidupkan pertanian keluarga", "post_id": "2051240661870154195"}}, {"key": "LembagaKERIS", "attributes": {"label": "LembagaKERIS", "x": 587.0963901571708, "y": 704.0231999422849, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 55.681, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2051240661870154195", "id": "LembagaKERIS", "source": "tweet-000004", "content": "Tambahan pemikiran perlunya BI menjaga stabilitas nilai tukar rupiah agar cost push inflation akibat impor pangan selain beras yg masih impor seperti jagung gandum kedelai daging bisa di tekan karena kurs tak terlalu tinggi kedua perlu di hidupkan pertanian keluarga", "post_id": "2051240661870154195"}}, {"key": "ruzaldi06", "attributes": {"label": "ruzaldi06", "x": 126.91733534885674, "y": 649.9711166224978, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 30.0978, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "2047195804394484141", "id": "ruzaldi06", "source": "tweet-000004", "content": "Bahan pangan langka karena adanya mbg, mbg ga efektif krn makanan sering tidak habis. Krn langka pasti naik harga pangan, terus krn langka kebutuhan impor makin banyak. Rupiah melemah defisit apbn makin melar mamam tuh joged2 pada", "post_id": "2047195804394484141"}}, {"key": "RecehJadiEmas", "attributes": {"label": "RecehJadiEmas", "x": 739.7441106877473, "y": 450.4911906481984, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 42.8894, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2047195804394484141", "id": "RecehJadiEmas", "source": "tweet-000004", "content": "Bahan pangan langka karena adanya mbg, mbg ga efektif krn makanan sering tidak habis. Krn langka pasti naik harga pangan, terus krn langka kebutuhan impor makin banyak. Rupiah melemah defisit apbn makin melar mamam tuh joged2 pada", "post_id": "2047195804394484141"}}, {"key": "setyamickala", "attributes": {"label": "setyamickala", "x": 986.2867507129913, "y": 784.5249533403761, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 42.8894, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2047195804394484141", "id": "setyamickala", "source": "tweet-000004", "content": "Bahan pangan langka karena adanya mbg, mbg ga efektif krn makanan sering tidak habis. Krn langka pasti naik harga pangan, terus krn langka kebutuhan impor makin banyak. Rupiah melemah defisit apbn makin melar mamam tuh joged2 pada", "post_id": "2047195804394484141"}}, {"key": "mkpasaribu", "attributes": {"label": "mkpasaribu", "x": 318.87831007850144, "y": 535.5090046773905, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 30.0978, "eigenvector": 100.0, "in_degree": 0, "out_degree": 4, "degree": 4}, "_id": "2049389685722759319", "id": "mkpasaribu", "source": "tweet-000004", "content": "“Negara aman aja”\n😆😆\nKau tengok kurs rupiah terhadap dollar berapa\nBawang putih, kedelai itu impor. Impor pake dollar, otomatis harga2 pangan ikut naik.\nItu baru 1 dari sekian banyaknya.\nPenjilat bokong pemerintah ini aneh2 emang.", "post_id": "2049389685722759319"}}, {"key": "lusia_ann", "attributes": {"label": "lusia_ann", "x": 995.7887539784997, "y": 437.8309352912986, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 36.4936, "eigenvector": 100.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2049389685722759319", "id": "lusia_ann", "source": "tweet-000004", "content": "“Negara aman aja”\n😆😆\nKau tengok kurs rupiah terhadap dollar berapa\nBawang putih, kedelai itu impor. Impor pake dollar, otomatis harga2 pangan ikut naik.\nItu baru 1 dari sekian banyaknya.\nPenjilat bokong pemerintah ini aneh2 emang.", "post_id": "2049389685722759319"}}, {"key": "JimRed336207", "attributes": {"label": "JimRed336207", "x": 817.1140903911829, "y": 931.1585910492563, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 36.4936, "eigenvector": 100.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2049389685722759319", "id": "JimRed336207", "source": "tweet-000004", "content": "“Negara aman aja”\n😆😆\nKau tengok kurs rupiah terhadap dollar berapa\nBawang putih, kedelai itu impor. Impor pake dollar, otomatis harga2 pangan ikut naik.\nItu baru 1 dari sekian banyaknya.\nPenjilat bokong pemerintah ini aneh2 emang.", "post_id": "2049389685722759319"}}, {"key": "yaniarsim", "attributes": {"label": "yaniarsim", "x": 325.5554264123126, "y": 463.5788879830588, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 36.4936, "eigenvector": 100.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2049389685722759319", "id": "yaniarsim", "source": "tweet-000004", "content": "“Negara aman aja”\n😆😆\nKau tengok kurs rupiah terhadap dollar berapa\nBawang putih, kedelai itu impor. Impor pake dollar, otomatis harga2 pangan ikut naik.\nItu baru 1 dari sekian banyaknya.\nPenjilat bokong pemerintah ini aneh2 emang.", "post_id": "2049389685722759319"}}, {"key": "aniesbaswedan", "attributes": {"label": "aniesbaswedan", "x": 268.9126391653378, "y": 240.9786232725094, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 36.4936, "eigenvector": 100.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2049389685722759319", "id": "aniesbaswedan", "source": "tweet-000004", "content": "“Negara aman aja”\n😆😆\nKau tengok kurs rupiah terhadap dollar berapa\nBawang putih, kedelai itu impor. Impor pake dollar, otomatis harga2 pangan ikut naik.\nItu baru 1 dari sekian banyaknya.\nPenjilat bokong pemerintah ini aneh2 emang.", "post_id": "2049389685722759319"}}, {"key": "sayno_KKN", "attributes": {"label": "sayno_KKN", "x": 508.27687319121117, "y": 210.25562427438905, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 30.0978, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "2048294971552526787", "id": "sayno_KKN", "source": "tweet-000004", "content": "Nilai tukar Rupiah turun karena kepercayaan ekonomi Indonesia tdk baik2, tanda2nya:\n-IHGS Indonesia anjlok: asing jual saham\n-asing jual obligasi \n-kenaikkan impor: bbm, bahan baku industri, bahan pangan\n-defisit APBN naik", "post_id": "2048294971552526787"}}, {"key": "tempodotco", "attributes": {"label": "tempodotco", "x": 575.765854784573, "y": 868.2892851850348, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 42.8894, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "2048294971552526787", "id": "tempodotco", "source": "tweet-000004", "content": "Nilai tukar Rupiah turun karena kepercayaan ekonomi Indonesia tdk baik2, tanda2nya:\n-IHGS Indonesia anjlok: asing jual saham\n-asing jual obligasi \n-kenaikkan impor: bbm, bahan baku industri, bahan pangan\n-defisit APBN naik", "post_id": "2048294971552526787"}}, {"key": "Oland_Saragih", "attributes": {"label": "Oland_Saragih", "x": 382.8826382984906, "y": 120.09442330882226, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 30.0978, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "2049282102487921001", "id": "Oland_Saragih", "source": "tweet-000004", "content": "Mengenai rupiah & hrg brg, MBG sebnrnya dirncang utk menggrakkan ekonomi lokal.Bahan pangan tdk diambil dr impor,mlainkn dr petani & peternak daerah sekitar.Ini justru cara utk mmutar uang di tingkat bwh agar daya beli masyarkt desa mningkat di tengah pelemahan ekonomi global.", "post_id": "2049282102487921001"}}, {"key": "loveusnet", "attributes": {"label": "loveusnet", "x": 915.8739289305763, "y": 687.6026770990725, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 42.8894, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2049282102487921001", "id": "loveusnet", "source": "tweet-000004", "content": "Mengenai rupiah & hrg brg, MBG sebnrnya dirncang utk menggrakkan ekonomi lokal.Bahan pangan tdk diambil dr impor,mlainkn dr petani & peternak daerah sekitar.Ini justru cara utk mmutar uang di tingkat bwh agar daya beli masyarkt desa mningkat di tengah pelemahan ekonomi global.", "post_id": "2049282102487921001"}}, {"key": "angga_fzn", "attributes": {"label": "angga_fzn", "x": 21.752530013779413, "y": 538.9427899511938, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 42.8894, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2049282102487921001", "id": "angga_fzn", "source": "tweet-000004", "content": "Mengenai rupiah & hrg brg, MBG sebnrnya dirncang utk menggrakkan ekonomi lokal.Bahan pangan tdk diambil dr impor,mlainkn dr petani & peternak daerah sekitar.Ini justru cara utk mmutar uang di tingkat bwh agar daya beli masyarkt desa mningkat di tengah pelemahan ekonomi global.", "post_id": "2049282102487921001"}}, {"key": "bank_indonesia_bali", "attributes": {"label": "bank_indonesia_bali", "x": 490.65899671555337, "y": 387.1035931517842, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 30.0978, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "7508557937128869176", "id": "bank_indonesia_bali", "source": "tiktok-000001", "content": "Halo Semeton Rupiah 👋  Indonesia bersama Tim Pengendali Inflasi Pusat dan Daerah (TPIP–TPID) terus mendorong percepatan program pengendalian inflasi pangan melalui penguatan pasokan, peningkatan produktivitas, dan stabilitas harga. Upaya ini diwujudkan dalam kegiatan Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan (GNPIP) Wilayah Balinusra 2025 yang diselenggarakan pada 23 Mei 2025 di Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali. Yuk Semeton Rupiah! Mari ikut #BeriMakna untuk wujudkan ketahanan pangan yang kuat di Bali, NTB, dan NTT..! 😊 #GNPIP #diSetiapMaknaIndonesia #BankIndonesia #BIBaliAsikBIBaliTerbaik #RahayuRahayuRahayu", "post_id": "7508557937128869176"}}, {"key": "Bank", "attributes": {"label": "Bank", "x": 675.6631862653123, "y": 830.8409367171937, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 55.681, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7508557937128869176", "id": "Bank", "source": "tiktok-000001", "content": "Halo Semeton Rupiah 👋  Indonesia bersama Tim Pengendali Inflasi Pusat dan Daerah (TPIP–TPID) terus mendorong percepatan program pengendalian inflasi pangan melalui penguatan pasokan, peningkatan produktivitas, dan stabilitas harga. Upaya ini diwujudkan dalam kegiatan Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan (GNPIP) Wilayah Balinusra 2025 yang diselenggarakan pada 23 Mei 2025 di Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali. Yuk Semeton Rupiah! Mari ikut #BeriMakna untuk wujudkan ketahanan pangan yang kuat di Bali, NTB, dan NTT..! 😊 #GNPIP #diSetiapMaknaIndonesia #BankIndonesia #BIBaliAsikBIBaliTerbaik #RahayuRahayuRahayu", "post_id": "7508557937128869176"}}, {"key": "arkan_turungku", "attributes": {"label": "arkan_turungku", "x": 176.64364612338002, "y": 857.9209764607774, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 30.0978, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "7632883090750295317", "id": "arkan_turungku", "source": "tiktok-000001", "content": "Pada tahun 2026, kondisi ekonomi Indonesia secara umum masih berada dalam kategori stabil jika dilihat dari indikator makro.  Pertumbuhan ekonomi berada di kisaran 5,1%–5,4%, didukung oleh konsumsi rumah tangga, investasi, serta kebijakan pemerintah yang menjaga keseimbangan fiskal dan moneter. Angka ini menunjukkan bahwa Indonesia masih mampu bertahan di tengah ketidakpastian ekonomi global. Dari sisi inflasi, data menunjukkan kisaran sekitar 2,5%–3,5% (year-on-year), yang masih berada dalam target Bank Indonesia. Hal ini menandakan bahwa secara umum harga barang dan jasa masih terkendali. Namun, dalam praktiknya, beberapa komoditas pangan seperti beras, cabai, dan daging sering mengalami kenaikan harga yang lebih tinggi. Karena pangan merupakan kebutuhan utama, kenaikan ini lebih terasa langsung oleh masyarakat. Kondisi tersebut berdampak pada daya beli. Di beberapa kelompok masyarakat, terutama kelas menengah, daya beli mulai tertekan karena kenaikan harga tidak selalu diikuti peningkatan pendapatan. Akibatnya, pola konsumsi berubah, di mana masyarakat cenderung lebih selektif dalam membelanjakan uangnya. Di sektor pasar keuangan, IHSG bergerak fluktuatif di kisaran 6.800–7.400. Pergerakan ini dipengaruhi oleh faktor global seperti kebijakan suku bunga negara maju, kondisi geopolitik, serta arus modal internasional. Pergerakan investor asing yang keluar-masuk pasar juga menjadi faktor yang mempengaruhi stabilitas pasar saham dan nilai tukar rupiah. Nilai tukar rupiah sendiri mengalami tekanan akibat penguatan dolar AS dan kondisi ekonomi global. Namun, stabilitas tetap dijaga oleh Bank Indonesia melalui berbagai kebijakan moneter. Ini menunjukkan bahwa meskipun ada tekanan, sistem ekonomi Indonesia masih memiliki mekanisme pengendalian yang berjalan. Di sisi lain, peran UMKM tetap menjadi tulang punggung ekonomi nasional. UMKM menyerap tenaga kerja dalam jumlah besar dan berkontribusi signifikan terhadap perekonomian. Meski demikian, sektor ini juga menghadapi tantangan seperti akses permodalan, digitalisasi, dan persaingan pasar. Salah satu isu yang masih menjadi perhatian adalah kesenjangan ekonomi. Pertumbuhan yang terjadi belum sepenuhnya merata antar wilayah maupun kelompok masyarakat.  Perbedaan akses terhadap pendidikan, kesehatan, dan peluang ekonomi menjadi faktor yang mempengaruhi kondisi ini. Secara keseluruhan, ekonomi Indonesia pada 2026 dapat dikatakan stabil secara data dan tetap tumbuh, namun dampaknya belum dirasakan secara merata oleh seluruh lapisan masyarakat. Hal ini menjelaskan mengapa terdapat perbedaan antara data resmi dan persepsi sebagian masyarakat. #creatorsearchinsight #edukasi #ekonomiindonesia #keuangan #Lewatberanda", "post_id": "7632883090750295317"}}, {"key": "StatifyID", "attributes": {"label": "StatifyID", "x": 197.00846024068974, "y": 829.4429195552901, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 55.681, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7632883090750295317", "id": "StatifyID", "source": "tiktok-000001", "content": "Pada tahun 2026, kondisi ekonomi Indonesia secara umum masih berada dalam kategori stabil jika dilihat dari indikator makro.  Pertumbuhan ekonomi berada di kisaran 5,1%–5,4%, didukung oleh konsumsi rumah tangga, investasi, serta kebijakan pemerintah yang menjaga keseimbangan fiskal dan moneter. Angka ini menunjukkan bahwa Indonesia masih mampu bertahan di tengah ketidakpastian ekonomi global. Dari sisi inflasi, data menunjukkan kisaran sekitar 2,5%–3,5% (year-on-year), yang masih berada dalam target Bank Indonesia. Hal ini menandakan bahwa secara umum harga barang dan jasa masih terkendali. Namun, dalam praktiknya, beberapa komoditas pangan seperti beras, cabai, dan daging sering mengalami kenaikan harga yang lebih tinggi. Karena pangan merupakan kebutuhan utama, kenaikan ini lebih terasa langsung oleh masyarakat. Kondisi tersebut berdampak pada daya beli. Di beberapa kelompok masyarakat, terutama kelas menengah, daya beli mulai tertekan karena kenaikan harga tidak selalu diikuti peningkatan pendapatan. Akibatnya, pola konsumsi berubah, di mana masyarakat cenderung lebih selektif dalam membelanjakan uangnya. Di sektor pasar keuangan, IHSG bergerak fluktuatif di kisaran 6.800–7.400. Pergerakan ini dipengaruhi oleh faktor global seperti kebijakan suku bunga negara maju, kondisi geopolitik, serta arus modal internasional. Pergerakan investor asing yang keluar-masuk pasar juga menjadi faktor yang mempengaruhi stabilitas pasar saham dan nilai tukar rupiah. Nilai tukar rupiah sendiri mengalami tekanan akibat penguatan dolar AS dan kondisi ekonomi global. Namun, stabilitas tetap dijaga oleh Bank Indonesia melalui berbagai kebijakan moneter. Ini menunjukkan bahwa meskipun ada tekanan, sistem ekonomi Indonesia masih memiliki mekanisme pengendalian yang berjalan. Di sisi lain, peran UMKM tetap menjadi tulang punggung ekonomi nasional. UMKM menyerap tenaga kerja dalam jumlah besar dan berkontribusi signifikan terhadap perekonomian. Meski demikian, sektor ini juga menghadapi tantangan seperti akses permodalan, digitalisasi, dan persaingan pasar. Salah satu isu yang masih menjadi perhatian adalah kesenjangan ekonomi. Pertumbuhan yang terjadi belum sepenuhnya merata antar wilayah maupun kelompok masyarakat.  Perbedaan akses terhadap pendidikan, kesehatan, dan peluang ekonomi menjadi faktor yang mempengaruhi kondisi ini. Secara keseluruhan, ekonomi Indonesia pada 2026 dapat dikatakan stabil secara data dan tetap tumbuh, namun dampaknya belum dirasakan secara merata oleh seluruh lapisan masyarakat. Hal ini menjelaskan mengapa terdapat perbedaan antara data resmi dan persepsi sebagian masyarakat. #creatorsearchinsight #edukasi #ekonomiindonesia #keuangan #Lewatberanda", "post_id": "7632883090750295317"}}, {"key": "@Bennix", "attributes": {"label": "@Bennix", "x": 154.46388544172328, "y": 904.7873438089512, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 30.0978, "eigenvector": 100.0, "in_degree": 0, "out_degree": 4, "degree": 4}, "_id": "arTQHPsLCPY", "id": "@Bennix", "source": "youtube-000001", "content": "2 JUTA TON PUPUK RI JADI REBUTAN?! INDIA & AUSTRALIA NGEMIS-NGEMIS, RI CUAN 25 TRILIUN?!\n\n2 JUTA TON PUPUK RI DISERBU?! INDIA & AUSTRALIA NGEMIS-NGEMIS, RI CUAN 25 TRILIUN?!\n\nDunia kembali diguncang oleh dampak konflik geopolitik yang memanas antara Iran dan Amerika Serikat. Ketegangan ini tidak hanya berdampak pada sektor militer dan energi, tetapi juga merembet ke sektor pangan global yang jauh lebih krusial. Salah satu dampak paling terasa adalah terganggunya distribusi bahan baku pupuk dunia, yang membuat banyak negara mulai mengalami krisis serius. Negara-negara besar seperti India dan Australia yang selama ini bergantung pada impor pupuk kini mulai merasakan tekanan yang tidak biasa, bahkan harus mencari alternatif pasokan dalam waktu cepat untuk menyelamatkan sektor pertanian mereka.\n\nDi tengah situasi yang penuh ketidakpastian ini, Indonesia justru berada di posisi yang sangat strategis. Dengan ketersediaan pupuk urea yang mencapai sekitar 2 juta ton, Indonesia menjadi salah satu negara yang memiliki cadangan berlebih di saat banyak negara lain justru kekurangan. Kondisi ini membuka peluang besar bagi Indonesia untuk memainkan peran penting dalam menjaga stabilitas pangan global sekaligus memanfaatkan momentum untuk meningkatkan keuntungan ekonomi. Potensi cuan yang bisa diraih bahkan disebut-sebut mencapai angka fantastis hingga 25 triliun rupiah, sebuah angka yang tidak bisa dianggap remeh dalam kondisi ekonomi global yang sedang bergejolak.\n\nFenomena ini tentu menjadi perhatian dunia. Bagaimana bisa di saat negara lain kesulitan, Indonesia justru berada dalam posisi unggul? Apakah ini murni strategi yang matang, atau hanya kebetulan dari dinamika pasar global? Dan yang lebih penting, apakah Indonesia benar-benar siap memanfaatkan peluang besar ini tanpa mengorbankan kebutuhan dalam negeri?\n\nDi video ini, kita akan membahas secara lengkap bagaimana konflik Iran dan Amerika Serikat bisa berdampak hingga ke sektor pupuk dunia, mengapa India dan Australia bisa mengalami tekanan besar, serta bagaimana posisi Indonesia saat ini bisa menjadi kunci dalam peta ketahanan pangan global. Kita juga akan mengulas apakah benar Indonesia bisa meraup keuntungan hingga puluhan triliun rupiah dari situasi ini, atau justru ada risiko tersembunyi yang perlu diwaspadai.\n\nTonton sampai habis, karena fenomena ini bukan hanya soal pupuk, tetapi tentang bagaimana sebuah negara bisa berubah posisi menjadi pemain penting di tengah krisis global yang tidak terduga.\n\nCome on, join the Bennix Investor Group now!!\nWhile there are still lots of promotions.\nvisit: www.Bennix.id\n\nEmail: halobennix\nRequests for Interviews, Speaking or Business Inquiries can contact us \n\nManager Lisa at\nWA: 0811-868-959\n-\n-\nFollow me:\nFacebook :\n\nInstagram:\n\nTikTok:\n\n\nMusic by Karl Casey @ White Bat Audio\n\nJoin Free Whatsaap Channel Bennix :\nhttps://www.whatsapp.com/channel/0029...\n\nJoin this channel to get access to perks:\n   /", "post_id": "arTQHPsLCPY"}}, {"key": "Bennix", "attributes": {"label": "Bennix", "x": 201.27212645124837, "y": 187.38262266829707, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 36.4936, "eigenvector": 100.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "arTQHPsLCPY", "id": "Bennix", "source": "youtube-000001", "content": "2 JUTA TON PUPUK RI JADI REBUTAN?! INDIA & AUSTRALIA NGEMIS-NGEMIS, RI CUAN 25 TRILIUN?!\n\n2 JUTA TON PUPUK RI DISERBU?! INDIA & AUSTRALIA NGEMIS-NGEMIS, RI CUAN 25 TRILIUN?!\n\nDunia kembali diguncang oleh dampak konflik geopolitik yang memanas antara Iran dan Amerika Serikat. Ketegangan ini tidak hanya berdampak pada sektor militer dan energi, tetapi juga merembet ke sektor pangan global yang jauh lebih krusial. Salah satu dampak paling terasa adalah terganggunya distribusi bahan baku pupuk dunia, yang membuat banyak negara mulai mengalami krisis serius. Negara-negara besar seperti India dan Australia yang selama ini bergantung pada impor pupuk kini mulai merasakan tekanan yang tidak biasa, bahkan harus mencari alternatif pasokan dalam waktu cepat untuk menyelamatkan sektor pertanian mereka.\n\nDi tengah situasi yang penuh ketidakpastian ini, Indonesia justru berada di posisi yang sangat strategis. Dengan ketersediaan pupuk urea yang mencapai sekitar 2 juta ton, Indonesia menjadi salah satu negara yang memiliki cadangan berlebih di saat banyak negara lain justru kekurangan. Kondisi ini membuka peluang besar bagi Indonesia untuk memainkan peran penting dalam menjaga stabilitas pangan global sekaligus memanfaatkan momentum untuk meningkatkan keuntungan ekonomi. Potensi cuan yang bisa diraih bahkan disebut-sebut mencapai angka fantastis hingga 25 triliun rupiah, sebuah angka yang tidak bisa dianggap remeh dalam kondisi ekonomi global yang sedang bergejolak.\n\nFenomena ini tentu menjadi perhatian dunia. Bagaimana bisa di saat negara lain kesulitan, Indonesia justru berada dalam posisi unggul? Apakah ini murni strategi yang matang, atau hanya kebetulan dari dinamika pasar global? Dan yang lebih penting, apakah Indonesia benar-benar siap memanfaatkan peluang besar ini tanpa mengorbankan kebutuhan dalam negeri?\n\nDi video ini, kita akan membahas secara lengkap bagaimana konflik Iran dan Amerika Serikat bisa berdampak hingga ke sektor pupuk dunia, mengapa India dan Australia bisa mengalami tekanan besar, serta bagaimana posisi Indonesia saat ini bisa menjadi kunci dalam peta ketahanan pangan global. Kita juga akan mengulas apakah benar Indonesia bisa meraup keuntungan hingga puluhan triliun rupiah dari situasi ini, atau justru ada risiko tersembunyi yang perlu diwaspadai.\n\nTonton sampai habis, karena fenomena ini bukan hanya soal pupuk, tetapi tentang bagaimana sebuah negara bisa berubah posisi menjadi pemain penting di tengah krisis global yang tidak terduga.\n\nCome on, join the Bennix Investor Group now!!\nWhile there are still lots of promotions.\nvisit: www.Bennix.id\n\nEmail: halobennix\nRequests for Interviews, Speaking or Business Inquiries can contact us \n\nManager Lisa at\nWA: 0811-868-959\n-\n-\nFollow me:\nFacebook :\n\nInstagram:\n\nTikTok:\n\n\nMusic by Karl Casey @ White Bat Audio\n\nJoin Free Whatsaap Channel Bennix :\nhttps://www.whatsapp.com/channel/0029...\n\nJoin this channel to get access to perks:\n   /", "post_id": "arTQHPsLCPY"}}, {"key": "bennix.official", "attributes": {"label": "bennix.official", "x": 736.2584735581028, "y": 864.8537407830918, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 36.4936, "eigenvector": 100.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "arTQHPsLCPY", "id": "bennix.official", "source": "youtube-000001", "content": "2 JUTA TON PUPUK RI JADI REBUTAN?! INDIA & AUSTRALIA NGEMIS-NGEMIS, RI CUAN 25 TRILIUN?!\n\n2 JUTA TON PUPUK RI DISERBU?! INDIA & AUSTRALIA NGEMIS-NGEMIS, RI CUAN 25 TRILIUN?!\n\nDunia kembali diguncang oleh dampak konflik geopolitik yang memanas antara Iran dan Amerika Serikat. Ketegangan ini tidak hanya berdampak pada sektor militer dan energi, tetapi juga merembet ke sektor pangan global yang jauh lebih krusial. Salah satu dampak paling terasa adalah terganggunya distribusi bahan baku pupuk dunia, yang membuat banyak negara mulai mengalami krisis serius. Negara-negara besar seperti India dan Australia yang selama ini bergantung pada impor pupuk kini mulai merasakan tekanan yang tidak biasa, bahkan harus mencari alternatif pasokan dalam waktu cepat untuk menyelamatkan sektor pertanian mereka.\n\nDi tengah situasi yang penuh ketidakpastian ini, Indonesia justru berada di posisi yang sangat strategis. Dengan ketersediaan pupuk urea yang mencapai sekitar 2 juta ton, Indonesia menjadi salah satu negara yang memiliki cadangan berlebih di saat banyak negara lain justru kekurangan. Kondisi ini membuka peluang besar bagi Indonesia untuk memainkan peran penting dalam menjaga stabilitas pangan global sekaligus memanfaatkan momentum untuk meningkatkan keuntungan ekonomi. Potensi cuan yang bisa diraih bahkan disebut-sebut mencapai angka fantastis hingga 25 triliun rupiah, sebuah angka yang tidak bisa dianggap remeh dalam kondisi ekonomi global yang sedang bergejolak.\n\nFenomena ini tentu menjadi perhatian dunia. Bagaimana bisa di saat negara lain kesulitan, Indonesia justru berada dalam posisi unggul? Apakah ini murni strategi yang matang, atau hanya kebetulan dari dinamika pasar global? Dan yang lebih penting, apakah Indonesia benar-benar siap memanfaatkan peluang besar ini tanpa mengorbankan kebutuhan dalam negeri?\n\nDi video ini, kita akan membahas secara lengkap bagaimana konflik Iran dan Amerika Serikat bisa berdampak hingga ke sektor pupuk dunia, mengapa India dan Australia bisa mengalami tekanan besar, serta bagaimana posisi Indonesia saat ini bisa menjadi kunci dalam peta ketahanan pangan global. Kita juga akan mengulas apakah benar Indonesia bisa meraup keuntungan hingga puluhan triliun rupiah dari situasi ini, atau justru ada risiko tersembunyi yang perlu diwaspadai.\n\nTonton sampai habis, karena fenomena ini bukan hanya soal pupuk, tetapi tentang bagaimana sebuah negara bisa berubah posisi menjadi pemain penting di tengah krisis global yang tidak terduga.\n\nCome on, join the Bennix Investor Group now!!\nWhile there are still lots of promotions.\nvisit: www.Bennix.id\n\nEmail: halobennix\nRequests for Interviews, Speaking or Business Inquiries can contact us \n\nManager Lisa at\nWA: 0811-868-959\n-\n-\nFollow me:\nFacebook :\n\nInstagram:\n\nTikTok:\n\n\nMusic by Karl Casey @ White Bat Audio\n\nJoin Free Whatsaap Channel Bennix :\nhttps://www.whatsapp.com/channel/0029...\n\nJoin this channel to get access to perks:\n   /", "post_id": "arTQHPsLCPY"}}, {"key": "bennix.real", "attributes": {"label": "bennix.real", "x": 587.0875731331973, "y": 876.1909584587187, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 36.4936, "eigenvector": 100.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "arTQHPsLCPY", "id": "bennix.real", "source": "youtube-000001", "content": "2 JUTA TON PUPUK RI JADI REBUTAN?! INDIA & AUSTRALIA NGEMIS-NGEMIS, RI CUAN 25 TRILIUN?!\n\n2 JUTA TON PUPUK RI DISERBU?! INDIA & AUSTRALIA NGEMIS-NGEMIS, RI CUAN 25 TRILIUN?!\n\nDunia kembali diguncang oleh dampak konflik geopolitik yang memanas antara Iran dan Amerika Serikat. Ketegangan ini tidak hanya berdampak pada sektor militer dan energi, tetapi juga merembet ke sektor pangan global yang jauh lebih krusial. Salah satu dampak paling terasa adalah terganggunya distribusi bahan baku pupuk dunia, yang membuat banyak negara mulai mengalami krisis serius. Negara-negara besar seperti India dan Australia yang selama ini bergantung pada impor pupuk kini mulai merasakan tekanan yang tidak biasa, bahkan harus mencari alternatif pasokan dalam waktu cepat untuk menyelamatkan sektor pertanian mereka.\n\nDi tengah situasi yang penuh ketidakpastian ini, Indonesia justru berada di posisi yang sangat strategis. Dengan ketersediaan pupuk urea yang mencapai sekitar 2 juta ton, Indonesia menjadi salah satu negara yang memiliki cadangan berlebih di saat banyak negara lain justru kekurangan. Kondisi ini membuka peluang besar bagi Indonesia untuk memainkan peran penting dalam menjaga stabilitas pangan global sekaligus memanfaatkan momentum untuk meningkatkan keuntungan ekonomi. Potensi cuan yang bisa diraih bahkan disebut-sebut mencapai angka fantastis hingga 25 triliun rupiah, sebuah angka yang tidak bisa dianggap remeh dalam kondisi ekonomi global yang sedang bergejolak.\n\nFenomena ini tentu menjadi perhatian dunia. Bagaimana bisa di saat negara lain kesulitan, Indonesia justru berada dalam posisi unggul? Apakah ini murni strategi yang matang, atau hanya kebetulan dari dinamika pasar global? Dan yang lebih penting, apakah Indonesia benar-benar siap memanfaatkan peluang besar ini tanpa mengorbankan kebutuhan dalam negeri?\n\nDi video ini, kita akan membahas secara lengkap bagaimana konflik Iran dan Amerika Serikat bisa berdampak hingga ke sektor pupuk dunia, mengapa India dan Australia bisa mengalami tekanan besar, serta bagaimana posisi Indonesia saat ini bisa menjadi kunci dalam peta ketahanan pangan global. Kita juga akan mengulas apakah benar Indonesia bisa meraup keuntungan hingga puluhan triliun rupiah dari situasi ini, atau justru ada risiko tersembunyi yang perlu diwaspadai.\n\nTonton sampai habis, karena fenomena ini bukan hanya soal pupuk, tetapi tentang bagaimana sebuah negara bisa berubah posisi menjadi pemain penting di tengah krisis global yang tidak terduga.\n\nCome on, join the Bennix Investor Group now!!\nWhile there are still lots of promotions.\nvisit: www.Bennix.id\n\nEmail: halobennix\nRequests for Interviews, Speaking or Business Inquiries can contact us \n\nManager Lisa at\nWA: 0811-868-959\n-\n-\nFollow me:\nFacebook :\n\nInstagram:\n\nTikTok:\n\n\nMusic by Karl Casey @ White Bat Audio\n\nJoin Free Whatsaap Channel Bennix :\nhttps://www.whatsapp.com/channel/0029...\n\nJoin this channel to get access to perks:\n   /", "post_id": "arTQHPsLCPY"}}, {"key": "bennix", "attributes": {"label": "bennix", "x": 150.22854014362875, "y": 931.9238405006895, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 36.4936, "eigenvector": 100.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "arTQHPsLCPY", "id": "bennix", "source": "youtube-000001", "content": "2 JUTA TON PUPUK RI JADI REBUTAN?! INDIA & AUSTRALIA NGEMIS-NGEMIS, RI CUAN 25 TRILIUN?!\n\n2 JUTA TON PUPUK RI DISERBU?! INDIA & AUSTRALIA NGEMIS-NGEMIS, RI CUAN 25 TRILIUN?!\n\nDunia kembali diguncang oleh dampak konflik geopolitik yang memanas antara Iran dan Amerika Serikat. Ketegangan ini tidak hanya berdampak pada sektor militer dan energi, tetapi juga merembet ke sektor pangan global yang jauh lebih krusial. Salah satu dampak paling terasa adalah terganggunya distribusi bahan baku pupuk dunia, yang membuat banyak negara mulai mengalami krisis serius. Negara-negara besar seperti India dan Australia yang selama ini bergantung pada impor pupuk kini mulai merasakan tekanan yang tidak biasa, bahkan harus mencari alternatif pasokan dalam waktu cepat untuk menyelamatkan sektor pertanian mereka.\n\nDi tengah situasi yang penuh ketidakpastian ini, Indonesia justru berada di posisi yang sangat strategis. Dengan ketersediaan pupuk urea yang mencapai sekitar 2 juta ton, Indonesia menjadi salah satu negara yang memiliki cadangan berlebih di saat banyak negara lain justru kekurangan. Kondisi ini membuka peluang besar bagi Indonesia untuk memainkan peran penting dalam menjaga stabilitas pangan global sekaligus memanfaatkan momentum untuk meningkatkan keuntungan ekonomi. Potensi cuan yang bisa diraih bahkan disebut-sebut mencapai angka fantastis hingga 25 triliun rupiah, sebuah angka yang tidak bisa dianggap remeh dalam kondisi ekonomi global yang sedang bergejolak.\n\nFenomena ini tentu menjadi perhatian dunia. Bagaimana bisa di saat negara lain kesulitan, Indonesia justru berada dalam posisi unggul? Apakah ini murni strategi yang matang, atau hanya kebetulan dari dinamika pasar global? Dan yang lebih penting, apakah Indonesia benar-benar siap memanfaatkan peluang besar ini tanpa mengorbankan kebutuhan dalam negeri?\n\nDi video ini, kita akan membahas secara lengkap bagaimana konflik Iran dan Amerika Serikat bisa berdampak hingga ke sektor pupuk dunia, mengapa India dan Australia bisa mengalami tekanan besar, serta bagaimana posisi Indonesia saat ini bisa menjadi kunci dalam peta ketahanan pangan global. Kita juga akan mengulas apakah benar Indonesia bisa meraup keuntungan hingga puluhan triliun rupiah dari situasi ini, atau justru ada risiko tersembunyi yang perlu diwaspadai.\n\nTonton sampai habis, karena fenomena ini bukan hanya soal pupuk, tetapi tentang bagaimana sebuah negara bisa berubah posisi menjadi pemain penting di tengah krisis global yang tidak terduga.\n\nCome on, join the Bennix Investor Group now!!\nWhile there are still lots of promotions.\nvisit: www.Bennix.id\n\nEmail: halobennix\nRequests for Interviews, Speaking or Business Inquiries can contact us \n\nManager Lisa at\nWA: 0811-868-959\n-\n-\nFollow me:\nFacebook :\n\nInstagram:\n\nTikTok:\n\n\nMusic by Karl Casey @ White Bat Audio\n\nJoin Free Whatsaap Channel Bennix :\nhttps://www.whatsapp.com/channel/0029...\n\nJoin this channel to get access to perks:\n   /", "post_id": "arTQHPsLCPY"}}], "edges": [{"key": "Gapazhe", "source": "Gapazhe", "target": "ekowboy2", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "Didi_margo", "source": "Didi_margo", "target": "LembagaKERIS", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "ruzaldi06", "source": "ruzaldi06", "target": "RecehJadiEmas", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "ruzaldi06", "source": "ruzaldi06", "target": "setyamickala", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "mkpasaribu", "source": "mkpasaribu", "target": "lusia_ann", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "mkpasaribu", "source": "mkpasaribu", "target": "JimRed336207", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "mkpasaribu", "source": "mkpasaribu", "target": "yaniarsim", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "mkpasaribu", "source": "mkpasaribu", "target": "aniesbaswedan", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "sayno_KKN", "source": "sayno_KKN", "target": "tempodotco", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "sayno_KKN", "source": "sayno_KKN", "target": "tempodotco", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "Oland_Saragih", "source": "Oland_Saragih", "target": "loveusnet", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "Oland_Saragih", "source": "Oland_Saragih", "target": "angga_fzn", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "bank_indonesia_bali", "source": "bank_indonesia_bali", "target": "Bank", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "arkan_turungku", "source": "arkan_turungku", "target": "StatifyID", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "@Bennix", "source": "@Bennix", "target": "Bennix", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@Bennix", "source": "@Bennix", "target": "bennix.official", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@Bennix", "source": "@Bennix", "target": "bennix.real", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@Bennix", "source": "@Bennix", "target": "bennix", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}]}