{"nodes": [{"key": "validnews", "attributes": {"label": "validnews", "x": 830.4768490463235, "y": 639.7326916313593, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 25.1234, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "3909769497155125422_5593726572", "id": "validnews", "source": "instagram-000001", "content": "Belanja online makin murah kalau bayar di luar marketplace? Jangan buru-buru senang. Di balik tawaran transaksi lewat WhatsApp atau transfer langsung, ada fenomena besar yang sedang mengubah wajah industri e-commerce Indonesia. Marketplace kini bukan lagi selalu menjadi tempat transaksi utama, melainkan hanya etalase untuk mencari pelanggan.\n\nPertumbuhan ekonomi digital Indonesia yang mencapai lebih dari Rp1.400 triliun justru dibayangi tekanan biaya yang semakin besar bagi seller. Mulai dari biaya layanan, gratis ongkir, affiliate, iklan, hingga biaya pemrosesan pesanan membuat total potongan yang diterima penjual bisa menembus dua digit. Akibatnya, banyak UMKM dan seller memilih mengalihkan transaksi ke luar platform demi menjaga margin keuntungan.\n\nFenomena ini bukan sekadar soal harga lebih murah. Ketika transaksi berpindah ke WhatsApp, media sosial, atau transfer langsung, perlindungan konsumen menjadi lebih lemah dan jejak transaksi digital semakin sulit dipantau. Jika terus meluas, kondisi ini berpotensi menciptakan kebocoran data ekonomi digital sekaligus menyulitkan pengawasan pajak di sektor e-commerce Indonesia.\n\nBaca ulasan lengakapnya oleh Peneliti Visi Teliti Saksama Devi Rahmawati di Validnews.id.\n\n \n\n#ecommerceindonesia #shopee #tokopedia #tiktokshop #umkmindonesia #belanjaonline", "post_id": "3909769497155125422_5593726572"}}, {"key": "visitelitisaksama", "attributes": {"label": "visitelitisaksama", "x": 651.1375842061196, "y": 2.9722593514699414, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 35.8008, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "3909769497155125422_5593726572", "id": "visitelitisaksama", "source": "instagram-000001", "content": "Belanja online makin murah kalau bayar di luar marketplace? Jangan buru-buru senang. Di balik tawaran transaksi lewat WhatsApp atau transfer langsung, ada fenomena besar yang sedang mengubah wajah industri e-commerce Indonesia. Marketplace kini bukan lagi selalu menjadi tempat transaksi utama, melainkan hanya etalase untuk mencari pelanggan.\n\nPertumbuhan ekonomi digital Indonesia yang mencapai lebih dari Rp1.400 triliun justru dibayangi tekanan biaya yang semakin besar bagi seller. Mulai dari biaya layanan, gratis ongkir, affiliate, iklan, hingga biaya pemrosesan pesanan membuat total potongan yang diterima penjual bisa menembus dua digit. Akibatnya, banyak UMKM dan seller memilih mengalihkan transaksi ke luar platform demi menjaga margin keuntungan.\n\nFenomena ini bukan sekadar soal harga lebih murah. Ketika transaksi berpindah ke WhatsApp, media sosial, atau transfer langsung, perlindungan konsumen menjadi lebih lemah dan jejak transaksi digital semakin sulit dipantau. Jika terus meluas, kondisi ini berpotensi menciptakan kebocoran data ekonomi digital sekaligus menyulitkan pengawasan pajak di sektor e-commerce Indonesia.\n\nBaca ulasan lengakapnya oleh Peneliti Visi Teliti Saksama Devi Rahmawati di Validnews.id.\n\n \n\n#ecommerceindonesia #shopee #tokopedia #tiktokshop #umkmindonesia #belanjaonline", "post_id": "3909769497155125422_5593726572"}}, {"key": "devirhm5", "attributes": {"label": "devirhm5", "x": 760.0679919514791, "y": 525.6383879653118, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 35.8008, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "3909769497155125422_5593726572", "id": "devirhm5", "source": "instagram-000001", "content": "Belanja online makin murah kalau bayar di luar marketplace? Jangan buru-buru senang. Di balik tawaran transaksi lewat WhatsApp atau transfer langsung, ada fenomena besar yang sedang mengubah wajah industri e-commerce Indonesia. Marketplace kini bukan lagi selalu menjadi tempat transaksi utama, melainkan hanya etalase untuk mencari pelanggan.\n\nPertumbuhan ekonomi digital Indonesia yang mencapai lebih dari Rp1.400 triliun justru dibayangi tekanan biaya yang semakin besar bagi seller. Mulai dari biaya layanan, gratis ongkir, affiliate, iklan, hingga biaya pemrosesan pesanan membuat total potongan yang diterima penjual bisa menembus dua digit. Akibatnya, banyak UMKM dan seller memilih mengalihkan transaksi ke luar platform demi menjaga margin keuntungan.\n\nFenomena ini bukan sekadar soal harga lebih murah. Ketika transaksi berpindah ke WhatsApp, media sosial, atau transfer langsung, perlindungan konsumen menjadi lebih lemah dan jejak transaksi digital semakin sulit dipantau. Jika terus meluas, kondisi ini berpotensi menciptakan kebocoran data ekonomi digital sekaligus menyulitkan pengawasan pajak di sektor e-commerce Indonesia.\n\nBaca ulasan lengakapnya oleh Peneliti Visi Teliti Saksama Devi Rahmawati di Validnews.id.\n\n \n\n#ecommerceindonesia #shopee #tokopedia #tiktokshop #umkmindonesia #belanjaonline", "post_id": "3909769497155125422_5593726572"}}, {"key": "kontannews", "attributes": {"label": "kontannews", "x": 10.794370874881887, "y": 611.9030529563256, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 25.1234, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "3921406275271940674_1740350316", "id": "kontannews", "source": "instagram-000001", "content": "XLSMART, melalui unit bisnis XLSMAfor BUSINESS, kembali menegaskan komitmennya dalam mendorong transformasi digital nasional melalui penyelenggaraan Bravo 500 Summit 2026 di Jakarta, Kamis (11/6). Mengusung tema “Solusi untuk Korporasi, Solusi untuk Negeri”, forum ini mempertemukan lebih dari 5.000 pemimpin bisnis, regulator, akademisi, dan mitra teknologi untuk membahas masa depan ekonomi digital Indonesia.\n\nDalam kesempatan tersebut, XLSmart memperkenalkan Enterprise Smart Technology & Automation Prime (ESTA Prime), platform terbaru yang dirancang untuk membantu korporasi mengintegrasikan data, operasional, dan pengambilan keputusan dalam satu ekosistem digital. Solusi ini menggabungkan teknologi AI, cloud, keamanan digital, Internet of Things (IoT), analisa data, hingga pengintegrasian layanan operasional guna mendukung percepatan transformasi digital di berbagai sektor.\n\nTurut hadir dalam acara tersebut Menteri Kesehatan Republik Indonesia (Menkes RI) Budi Gunadi Sadikin, Menteri Komunikasi dan Digital Republik Indonesia Meutya Hafid, jajaran direksi dan komisaris XLSMART, Menteri Komunikasi dan Digital RI periode 2014-2019 Rudiantara, Chairman of Sinar Mas Telecommunication and Technology Franky O. Widjaja, dan Menteri Perdagangan RI periode 2011-2014 Gita Wirjawan.\n\nContent partnership with", "post_id": "3921406275271940674_1740350316"}}, {"key": "xlsmartforbusiness", "attributes": {"label": "xlsmartforbusiness", "x": 611.2861502301025, "y": 571.2122238387169, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 46.4783, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "3921406275271940674_1740350316", "id": "xlsmartforbusiness", "source": "instagram-000001", "content": "XLSMART, melalui unit bisnis XLSMAfor BUSINESS, kembali menegaskan komitmennya dalam mendorong transformasi digital nasional melalui penyelenggaraan Bravo 500 Summit 2026 di Jakarta, Kamis (11/6). Mengusung tema “Solusi untuk Korporasi, Solusi untuk Negeri”, forum ini mempertemukan lebih dari 5.000 pemimpin bisnis, regulator, akademisi, dan mitra teknologi untuk membahas masa depan ekonomi digital Indonesia.\n\nDalam kesempatan tersebut, XLSmart memperkenalkan Enterprise Smart Technology & Automation Prime (ESTA Prime), platform terbaru yang dirancang untuk membantu korporasi mengintegrasikan data, operasional, dan pengambilan keputusan dalam satu ekosistem digital. Solusi ini menggabungkan teknologi AI, cloud, keamanan digital, Internet of Things (IoT), analisa data, hingga pengintegrasian layanan operasional guna mendukung percepatan transformasi digital di berbagai sektor.\n\nTurut hadir dalam acara tersebut Menteri Kesehatan Republik Indonesia (Menkes RI) Budi Gunadi Sadikin, Menteri Komunikasi dan Digital Republik Indonesia Meutya Hafid, jajaran direksi dan komisaris XLSMART, Menteri Komunikasi dan Digital RI periode 2014-2019 Rudiantara, Chairman of Sinar Mas Telecommunication and Technology Franky O. Widjaja, dan Menteri Perdagangan RI periode 2011-2014 Gita Wirjawan.\n\nContent partnership with", "post_id": "3921406275271940674_1740350316"}}, {"key": "indogrosir_kendarii", "attributes": {"label": "indogrosir_kendarii", "x": 975.3250107832826, "y": 678.4186802895011, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 25.1234, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 3, "degree": 3}, "_id": "7457764892402027781", "id": "indogrosir_kendarii", "source": "tiktok-000001", "content": "Hallo Sobat Indogrosir Kendari🤩🤩 Siapa nihh yang menyukai transaksi Cahless, kini di Indogrosir sudah tersedia pelayanan transaksi menggunakan QRIS BCA, tidak perlu membawa uang tunai  kemana-mana. Transaksi lebih mudah, cepat, praktis, efisien, aman dan tidak rawan pencurian, tidak perlu lama antri menunggu kembalian uang.  Saatnya \"Move On\" pakai QRIS  dan jadilah bagian yang mendorong pertumbuhan Ekonomi Digital Indonesia. 🥳🥳🥳🤩👍👍 -------------------------------------------------------------------- untuk update promo dan event jangan lupa follow akun Official kami INFO PROMO :  ✅ WhatsApp: 0812-5823-0669 Instagram:  Facebook :  Kendari  Tiktok :  #officialindogrosir #indogrosirKendari #mitrausahaterpercaya #MemberMerah #transaksicahless#QrisBCA #pakaiQRIS #klikindogrosir", "post_id": "7457764892402027781"}}, {"key": "Indogrosir_Kendari", "attributes": {"label": "Indogrosir_Kendari", "x": 999.6828155938914, "y": 729.6542425190239, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 32.2417, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "7457764892402027781", "id": "Indogrosir_Kendari", "source": "tiktok-000001", "content": "Hallo Sobat Indogrosir Kendari🤩🤩 Siapa nihh yang menyukai transaksi Cahless, kini di Indogrosir sudah tersedia pelayanan transaksi menggunakan QRIS BCA, tidak perlu membawa uang tunai  kemana-mana. Transaksi lebih mudah, cepat, praktis, efisien, aman dan tidak rawan pencurian, tidak perlu lama antri menunggu kembalian uang.  Saatnya \"Move On\" pakai QRIS  dan jadilah bagian yang mendorong pertumbuhan Ekonomi Digital Indonesia. 🥳🥳🥳🤩👍👍 -------------------------------------------------------------------- untuk update promo dan event jangan lupa follow akun Official kami INFO PROMO :  ✅ WhatsApp: 0812-5823-0669 Instagram:  Facebook :  Kendari  Tiktok :  #officialindogrosir #indogrosirKendari #mitrausahaterpercaya #MemberMerah #transaksicahless#QrisBCA #pakaiQRIS #klikindogrosir", "post_id": "7457764892402027781"}}, {"key": "Indogrosir", "attributes": {"label": "Indogrosir", "x": 678.4817939613673, "y": 17.995535972542555, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 32.2417, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7457764892402027781", "id": "Indogrosir", "source": "tiktok-000001", "content": "Hallo Sobat Indogrosir Kendari🤩🤩 Siapa nihh yang menyukai transaksi Cahless, kini di Indogrosir sudah tersedia pelayanan transaksi menggunakan QRIS BCA, tidak perlu membawa uang tunai  kemana-mana. Transaksi lebih mudah, cepat, praktis, efisien, aman dan tidak rawan pencurian, tidak perlu lama antri menunggu kembalian uang.  Saatnya \"Move On\" pakai QRIS  dan jadilah bagian yang mendorong pertumbuhan Ekonomi Digital Indonesia. 🥳🥳🥳🤩👍👍 -------------------------------------------------------------------- untuk update promo dan event jangan lupa follow akun Official kami INFO PROMO :  ✅ WhatsApp: 0812-5823-0669 Instagram:  Facebook :  Kendari  Tiktok :  #officialindogrosir #indogrosirKendari #mitrausahaterpercaya #MemberMerah #transaksicahless#QrisBCA #pakaiQRIS #klikindogrosir", "post_id": "7457764892402027781"}}, {"key": "@BennixInvestasi", "attributes": {"label": "@BennixInvestasi", "x": 40.25302872570102, "y": 581.1667741164649, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 25.1234, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "PgzrIEFtRiI", "id": "@BennixInvestasi", "source": "youtube-000001", "content": "Ketegangan yang meningkat antara usaha kecil dan menengah Indonesia dengan platform e-commerce\n\nSumber ini membahas *ketegangan yang semakin meningkat antara usaha kecil dan menengah (UKM) Indonesia dan platform e-commerce* karena biaya administrasi dan iklan yang meroket. Karena margin keuntungan menyusut, banyak penjual mencoba untuk *melewati pasar utama* dengan membangun saluran penjualan independen seperti situs web pribadi dan media sosial. Namun, transisi dari platform yang sudah mapan menghadirkan tantangan signifikan, termasuk *peningkatan biaya untuk keamanan siber, integrasi logistik, dan hilangnya kepercayaan konsumen* yang diberikan oleh sistem escrow pasar. Konten tersebut menyoroti bahwa *era \"pemborosan uang\" subsidi besar-besaran akan segera berakhir**, memaksa platform untuk memprioritaskan profitabilitas daripada pertumbuhan. Akibatnya, ekonomi digital Indonesia menghadapi **periode pertumbuhan yang stagnan* karena para pengusaha berjuang untuk menyeimbangkan biaya platform yang tinggi dengan risiko operasi independen. Narasi tersebut diakhiri dengan mempertanyakan apakah penjual UMKM benar-benar dapat berkembang tanpa *jangkauan pemasaran dan infrastruktur besar-besaran* dari raksasa industri.\n\n\nReferensi dari chanel YouTube Bennix :\n‎   /", "post_id": "PgzrIEFtRiI"}}, {"key": "bennix", "attributes": {"label": "bennix", "x": 185.23142787100355, "y": 108.82286738666691, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 51.817, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "PgzrIEFtRiI", "id": "bennix", "source": "youtube-000001", "content": "Ketegangan yang meningkat antara usaha kecil dan menengah Indonesia dengan platform e-commerce\n\nSumber ini membahas *ketegangan yang semakin meningkat antara usaha kecil dan menengah (UKM) Indonesia dan platform e-commerce* karena biaya administrasi dan iklan yang meroket. Karena margin keuntungan menyusut, banyak penjual mencoba untuk *melewati pasar utama* dengan membangun saluran penjualan independen seperti situs web pribadi dan media sosial. Namun, transisi dari platform yang sudah mapan menghadirkan tantangan signifikan, termasuk *peningkatan biaya untuk keamanan siber, integrasi logistik, dan hilangnya kepercayaan konsumen* yang diberikan oleh sistem escrow pasar. Konten tersebut menyoroti bahwa *era \"pemborosan uang\" subsidi besar-besaran akan segera berakhir**, memaksa platform untuk memprioritaskan profitabilitas daripada pertumbuhan. Akibatnya, ekonomi digital Indonesia menghadapi **periode pertumbuhan yang stagnan* karena para pengusaha berjuang untuk menyeimbangkan biaya platform yang tinggi dengan risiko operasi independen. Narasi tersebut diakhiri dengan mempertanyakan apakah penjual UMKM benar-benar dapat berkembang tanpa *jangkauan pemasaran dan infrastruktur besar-besaran* dari raksasa industri.\n\n\nReferensi dari chanel YouTube Bennix :\n‎   /", "post_id": "PgzrIEFtRiI"}}, {"key": "@Bennix", "attributes": {"label": "@Bennix", "x": 340.75641738638086, "y": 406.7713206625182, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 25.1234, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 4, "degree": 4}, "_id": "cdBzJyuLztc", "id": "@Bennix", "source": "youtube-000001", "content": "UMKM TERDESAK!! INIKAH AKHIR DARI MARKETPLACE DI INDONESIA? 80 Triliun Habis Dibakar!!\n\nUMKM TERDESAK!! INIKAH AKHIR DARI MARKETPLACE DI INDONESIA?\n\n\nBiaya admin marketplace kembali naik dan membuat banyak pelaku UMKM mengeluh. Setelah bertahun-tahun menikmati era diskon besar-besaran, gratis ongkir, cashback, dan berbagai promo yang membakar uang hingga puluhan triliun rupiah, kini banyak marketplace di Indonesia mulai mengubah strategi bisnis mereka. Benarkah era bakar duit marketplace sudah berakhir? Dan apakah kenaikan biaya admin ini akan menjadi beban baru bagi para penjual online serta UMKM Indonesia?\n\nDalam video ini kita akan membahas bagaimana marketplace seperti Shopee, Tokopedia, Lazada, dan platform e-commerce lainnya selama bertahun-tahun bersaing merebut pasar dengan strategi subsidi besar-besaran. Diperkirakan industri marketplace telah membakar dana hingga puluhan triliun rupiah untuk memberikan promo kepada konsumen Indonesia. Strategi ini berhasil meningkatkan transaksi online, mendorong digitalisasi UMKM, memperluas akses pasar, serta ikut menggerakkan daya beli masyarakat.\n\nNamun kini situasinya mulai berubah. Investor menuntut profitabilitas, pertumbuhan bisnis yang sehat, dan pengurangan kerugian. Akibatnya biaya admin seller naik, biaya layanan bertambah, persaingan harga semakin ketat, dan margin keuntungan UMKM semakin tertekan. Apakah kondisi ini akan membuat banyak pelaku usaha kecil kesulitan bertahan? Apakah konsumen Indonesia juga akan terkena dampaknya melalui harga barang yang lebih mahal?\n\nVideo ini akan mengupas tuntas fenomena kenaikan biaya admin marketplace, dampaknya terhadap UMKM Indonesia, masa depan e-commerce Indonesia, strategi bisnis marketplace setelah era bakar duit, serta bagaimana perubahan ini dapat memengaruhi ekonomi digital Indonesia dalam beberapa tahun ke depan. Simak sampai selesai dan tuliskan pendapat kalian di kolom komentar. Apakah kenaikan biaya admin marketplace merupakan langkah yang wajar untuk mencapai keuntungan, atau justru akan memperlambat pertumbuhan UMKM dan ekonomi digital Indonesia?\n\n#Marketplace #UMKM #Shopee #Tokopedia #Lazada #EkonomiIndonesia #BisnisOnline #EcommerceIndonesia #SellerOnline #BiayaAdmin #DigitalEconomy #EkonomiDigital #JualanOnline #MarketplaceIndonesia #GratisOngkir #PromoMarketplace #BeritaEkonomi #AnalisisEkonomi #UsahaKecil #UMKMIndonesia\n\n\nCome on, join the Bennix Investor Group now!!\nWhile there are still lots of promotions.\nvisit: www.Bennix.id\n\nEmail: halobennix\nRequests for Interviews, Speaking or Business Inquiries can contact us \n\nManager Lisa at\nWA: 0811-868-959\n-\n-\nFollow me:\nFacebook :\n\nInstagram:\n\nTikTok:\n\n\nMusic by Karl Casey @ White Bat Audio\n\nJoin Free Whatsaap Channel Bennix :\nhttps://www.whatsapp.com/channel/0029...\n\nJoin this channel to get access to perks:\n   /", "post_id": "cdBzJyuLztc"}}, {"key": "Bennix", "attributes": {"label": "Bennix", "x": 715.2459408292543, "y": 988.4524601729762, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 30.4621, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "cdBzJyuLztc", "id": "Bennix", "source": "youtube-000001", "content": "UMKM TERDESAK!! INIKAH AKHIR DARI MARKETPLACE DI INDONESIA? 80 Triliun Habis Dibakar!!\n\nUMKM TERDESAK!! INIKAH AKHIR DARI MARKETPLACE DI INDONESIA?\n\n\nBiaya admin marketplace kembali naik dan membuat banyak pelaku UMKM mengeluh. Setelah bertahun-tahun menikmati era diskon besar-besaran, gratis ongkir, cashback, dan berbagai promo yang membakar uang hingga puluhan triliun rupiah, kini banyak marketplace di Indonesia mulai mengubah strategi bisnis mereka. Benarkah era bakar duit marketplace sudah berakhir? Dan apakah kenaikan biaya admin ini akan menjadi beban baru bagi para penjual online serta UMKM Indonesia?\n\nDalam video ini kita akan membahas bagaimana marketplace seperti Shopee, Tokopedia, Lazada, dan platform e-commerce lainnya selama bertahun-tahun bersaing merebut pasar dengan strategi subsidi besar-besaran. Diperkirakan industri marketplace telah membakar dana hingga puluhan triliun rupiah untuk memberikan promo kepada konsumen Indonesia. Strategi ini berhasil meningkatkan transaksi online, mendorong digitalisasi UMKM, memperluas akses pasar, serta ikut menggerakkan daya beli masyarakat.\n\nNamun kini situasinya mulai berubah. Investor menuntut profitabilitas, pertumbuhan bisnis yang sehat, dan pengurangan kerugian. Akibatnya biaya admin seller naik, biaya layanan bertambah, persaingan harga semakin ketat, dan margin keuntungan UMKM semakin tertekan. Apakah kondisi ini akan membuat banyak pelaku usaha kecil kesulitan bertahan? Apakah konsumen Indonesia juga akan terkena dampaknya melalui harga barang yang lebih mahal?\n\nVideo ini akan mengupas tuntas fenomena kenaikan biaya admin marketplace, dampaknya terhadap UMKM Indonesia, masa depan e-commerce Indonesia, strategi bisnis marketplace setelah era bakar duit, serta bagaimana perubahan ini dapat memengaruhi ekonomi digital Indonesia dalam beberapa tahun ke depan. Simak sampai selesai dan tuliskan pendapat kalian di kolom komentar. Apakah kenaikan biaya admin marketplace merupakan langkah yang wajar untuk mencapai keuntungan, atau justru akan memperlambat pertumbuhan UMKM dan ekonomi digital Indonesia?\n\n#Marketplace #UMKM #Shopee #Tokopedia #Lazada #EkonomiIndonesia #BisnisOnline #EcommerceIndonesia #SellerOnline #BiayaAdmin #DigitalEconomy #EkonomiDigital #JualanOnline #MarketplaceIndonesia #GratisOngkir #PromoMarketplace #BeritaEkonomi #AnalisisEkonomi #UsahaKecil #UMKMIndonesia\n\n\nCome on, join the Bennix Investor Group now!!\nWhile there are still lots of promotions.\nvisit: www.Bennix.id\n\nEmail: halobennix\nRequests for Interviews, Speaking or Business Inquiries can contact us \n\nManager Lisa at\nWA: 0811-868-959\n-\n-\nFollow me:\nFacebook :\n\nInstagram:\n\nTikTok:\n\n\nMusic by Karl Casey @ White Bat Audio\n\nJoin Free Whatsaap Channel Bennix :\nhttps://www.whatsapp.com/channel/0029...\n\nJoin this channel to get access to perks:\n   /", "post_id": "cdBzJyuLztc"}}, {"key": "bennix.official", "attributes": {"label": "bennix.official", "x": 86.36498742009546, "y": 584.796866642533, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 30.4621, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "cdBzJyuLztc", "id": "bennix.official", "source": "youtube-000001", "content": "UMKM TERDESAK!! INIKAH AKHIR DARI MARKETPLACE DI INDONESIA? 80 Triliun Habis Dibakar!!\n\nUMKM TERDESAK!! INIKAH AKHIR DARI MARKETPLACE DI INDONESIA?\n\n\nBiaya admin marketplace kembali naik dan membuat banyak pelaku UMKM mengeluh. Setelah bertahun-tahun menikmati era diskon besar-besaran, gratis ongkir, cashback, dan berbagai promo yang membakar uang hingga puluhan triliun rupiah, kini banyak marketplace di Indonesia mulai mengubah strategi bisnis mereka. Benarkah era bakar duit marketplace sudah berakhir? Dan apakah kenaikan biaya admin ini akan menjadi beban baru bagi para penjual online serta UMKM Indonesia?\n\nDalam video ini kita akan membahas bagaimana marketplace seperti Shopee, Tokopedia, Lazada, dan platform e-commerce lainnya selama bertahun-tahun bersaing merebut pasar dengan strategi subsidi besar-besaran. Diperkirakan industri marketplace telah membakar dana hingga puluhan triliun rupiah untuk memberikan promo kepada konsumen Indonesia. Strategi ini berhasil meningkatkan transaksi online, mendorong digitalisasi UMKM, memperluas akses pasar, serta ikut menggerakkan daya beli masyarakat.\n\nNamun kini situasinya mulai berubah. Investor menuntut profitabilitas, pertumbuhan bisnis yang sehat, dan pengurangan kerugian. Akibatnya biaya admin seller naik, biaya layanan bertambah, persaingan harga semakin ketat, dan margin keuntungan UMKM semakin tertekan. Apakah kondisi ini akan membuat banyak pelaku usaha kecil kesulitan bertahan? Apakah konsumen Indonesia juga akan terkena dampaknya melalui harga barang yang lebih mahal?\n\nVideo ini akan mengupas tuntas fenomena kenaikan biaya admin marketplace, dampaknya terhadap UMKM Indonesia, masa depan e-commerce Indonesia, strategi bisnis marketplace setelah era bakar duit, serta bagaimana perubahan ini dapat memengaruhi ekonomi digital Indonesia dalam beberapa tahun ke depan. Simak sampai selesai dan tuliskan pendapat kalian di kolom komentar. Apakah kenaikan biaya admin marketplace merupakan langkah yang wajar untuk mencapai keuntungan, atau justru akan memperlambat pertumbuhan UMKM dan ekonomi digital Indonesia?\n\n#Marketplace #UMKM #Shopee #Tokopedia #Lazada #EkonomiIndonesia #BisnisOnline #EcommerceIndonesia #SellerOnline #BiayaAdmin #DigitalEconomy #EkonomiDigital #JualanOnline #MarketplaceIndonesia #GratisOngkir #PromoMarketplace #BeritaEkonomi #AnalisisEkonomi #UsahaKecil #UMKMIndonesia\n\n\nCome on, join the Bennix Investor Group now!!\nWhile there are still lots of promotions.\nvisit: www.Bennix.id\n\nEmail: halobennix\nRequests for Interviews, Speaking or Business Inquiries can contact us \n\nManager Lisa at\nWA: 0811-868-959\n-\n-\nFollow me:\nFacebook :\n\nInstagram:\n\nTikTok:\n\n\nMusic by Karl Casey @ White Bat Audio\n\nJoin Free Whatsaap Channel Bennix :\nhttps://www.whatsapp.com/channel/0029...\n\nJoin this channel to get access to perks:\n   /", "post_id": "cdBzJyuLztc"}}, {"key": "bennix.real", "attributes": {"label": "bennix.real", "x": 424.00262978256234, "y": 963.4204147784307, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 30.4621, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "cdBzJyuLztc", "id": "bennix.real", "source": "youtube-000001", "content": "UMKM TERDESAK!! INIKAH AKHIR DARI MARKETPLACE DI INDONESIA? 80 Triliun Habis Dibakar!!\n\nUMKM TERDESAK!! INIKAH AKHIR DARI MARKETPLACE DI INDONESIA?\n\n\nBiaya admin marketplace kembali naik dan membuat banyak pelaku UMKM mengeluh. Setelah bertahun-tahun menikmati era diskon besar-besaran, gratis ongkir, cashback, dan berbagai promo yang membakar uang hingga puluhan triliun rupiah, kini banyak marketplace di Indonesia mulai mengubah strategi bisnis mereka. Benarkah era bakar duit marketplace sudah berakhir? Dan apakah kenaikan biaya admin ini akan menjadi beban baru bagi para penjual online serta UMKM Indonesia?\n\nDalam video ini kita akan membahas bagaimana marketplace seperti Shopee, Tokopedia, Lazada, dan platform e-commerce lainnya selama bertahun-tahun bersaing merebut pasar dengan strategi subsidi besar-besaran. Diperkirakan industri marketplace telah membakar dana hingga puluhan triliun rupiah untuk memberikan promo kepada konsumen Indonesia. Strategi ini berhasil meningkatkan transaksi online, mendorong digitalisasi UMKM, memperluas akses pasar, serta ikut menggerakkan daya beli masyarakat.\n\nNamun kini situasinya mulai berubah. Investor menuntut profitabilitas, pertumbuhan bisnis yang sehat, dan pengurangan kerugian. Akibatnya biaya admin seller naik, biaya layanan bertambah, persaingan harga semakin ketat, dan margin keuntungan UMKM semakin tertekan. Apakah kondisi ini akan membuat banyak pelaku usaha kecil kesulitan bertahan? Apakah konsumen Indonesia juga akan terkena dampaknya melalui harga barang yang lebih mahal?\n\nVideo ini akan mengupas tuntas fenomena kenaikan biaya admin marketplace, dampaknya terhadap UMKM Indonesia, masa depan e-commerce Indonesia, strategi bisnis marketplace setelah era bakar duit, serta bagaimana perubahan ini dapat memengaruhi ekonomi digital Indonesia dalam beberapa tahun ke depan. Simak sampai selesai dan tuliskan pendapat kalian di kolom komentar. Apakah kenaikan biaya admin marketplace merupakan langkah yang wajar untuk mencapai keuntungan, atau justru akan memperlambat pertumbuhan UMKM dan ekonomi digital Indonesia?\n\n#Marketplace #UMKM #Shopee #Tokopedia #Lazada #EkonomiIndonesia #BisnisOnline #EcommerceIndonesia #SellerOnline #BiayaAdmin #DigitalEconomy #EkonomiDigital #JualanOnline #MarketplaceIndonesia #GratisOngkir #PromoMarketplace #BeritaEkonomi #AnalisisEkonomi #UsahaKecil #UMKMIndonesia\n\n\nCome on, join the Bennix Investor Group now!!\nWhile there are still lots of promotions.\nvisit: www.Bennix.id\n\nEmail: halobennix\nRequests for Interviews, Speaking or Business Inquiries can contact us \n\nManager Lisa at\nWA: 0811-868-959\n-\n-\nFollow me:\nFacebook :\n\nInstagram:\n\nTikTok:\n\n\nMusic by Karl Casey @ White Bat Audio\n\nJoin Free Whatsaap Channel Bennix :\nhttps://www.whatsapp.com/channel/0029...\n\nJoin this channel to get access to perks:\n   /", "post_id": "cdBzJyuLztc"}}, {"key": "@KemkomdigiTV", "attributes": {"label": "@KemkomdigiTV", "x": 302.22761148463115, "y": 835.0077592797082, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 25.1234, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "jFR1z25AvqY", "id": "@KemkomdigiTV", "source": "youtube-000001", "content": "Menkomdigi: Nilai Ekonomi Digital Harus Berputar di Dalam Negeri\n\nMenteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid menegaskan Indonesia tidak boleh lagi puas hanya menjadi pasar besar ekonomi digital.\n\nIndonesia harus naik kelas menjadi pencipta dan pemilik nilai, sehingga pertumbuhan digital benar-benar mensejahterakan masyarakat dan memperkuat ekonomi nasional.\n\nDengan nilai ekonomi digital mencapai US$100 miliar — terbesar di ASEAN — dan diproyeksikan melonjak hingga US$360 miliar pada 2030, Indonesia kini berada di titik krusial untuk mengubah potensi luar biasa ini menjadi kekuatan ekonomi yang tangguh dan berkelanjutan.\n\n“Menghubungkan masyarakat adalah bagian yang cukup mudah. Justru bagian yang jauh lebih sulit dan jauh lebih berharga adalah menghubungkan sistem kita serta mengubah seluruh pertumbuhan itu menjadi kekuatan ekonomi yang berkelanjutan. Inilah babak ketika Asia Tenggara tidak mau hanya menjadi pasar namun juga turut membentuk ekonomi digital dunia,” tegas Meutya Hafid dalam Asia Economic Summit di Jakarta Selatan, Rabu (17/06/2026).\n\nKanal Sosial Media Kementerian Komdigi:\n\nhttps://www.komdigi.go.id/\nInstagram:   / kemkomdigi   ()\n\nWhatsapp Channel: https://whatsapp.com/channel/0029Va2f...\n\n#Komdigi #Komunikasi #Digital", "post_id": "jFR1z25AvqY"}}, {"key": "kemenkomdigi", "attributes": {"label": "kemenkomdigi", "x": 712.171570735968, "y": 393.9086959474616, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 46.4783, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "jFR1z25AvqY", "id": "kemenkomdigi", "source": "youtube-000001", "content": "Menkomdigi: Nilai Ekonomi Digital Harus Berputar di Dalam Negeri\n\nMenteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid menegaskan Indonesia tidak boleh lagi puas hanya menjadi pasar besar ekonomi digital.\n\nIndonesia harus naik kelas menjadi pencipta dan pemilik nilai, sehingga pertumbuhan digital benar-benar mensejahterakan masyarakat dan memperkuat ekonomi nasional.\n\nDengan nilai ekonomi digital mencapai US$100 miliar — terbesar di ASEAN — dan diproyeksikan melonjak hingga US$360 miliar pada 2030, Indonesia kini berada di titik krusial untuk mengubah potensi luar biasa ini menjadi kekuatan ekonomi yang tangguh dan berkelanjutan.\n\n“Menghubungkan masyarakat adalah bagian yang cukup mudah. Justru bagian yang jauh lebih sulit dan jauh lebih berharga adalah menghubungkan sistem kita serta mengubah seluruh pertumbuhan itu menjadi kekuatan ekonomi yang berkelanjutan. Inilah babak ketika Asia Tenggara tidak mau hanya menjadi pasar namun juga turut membentuk ekonomi digital dunia,” tegas Meutya Hafid dalam Asia Economic Summit di Jakarta Selatan, Rabu (17/06/2026).\n\nKanal Sosial Media Kementerian Komdigi:\n\nhttps://www.komdigi.go.id/\nInstagram:   / kemkomdigi   ()\n\nWhatsapp Channel: https://whatsapp.com/channel/0029Va2f...\n\n#Komdigi #Komunikasi #Digital", "post_id": "jFR1z25AvqY"}}, {"key": "@IndefEconomics", "attributes": {"label": "@IndefEconomics", "x": 326.48116552590614, "y": 690.1266343250938, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 25.1234, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "lcoVoToc6P8", "id": "@IndefEconomics", "source": "youtube-000001", "content": "Pancasila Sebagai Kompas: Menuju Keadilan Sosial Lewat Fintech Syariah\n\nDi tengah pesatnya teknologi, kita justru kerap disuguhkan dengan maraknya pinjol ilegal, jeratan utang, hingga kesenjangan akses modal bagi UMKM. Apakah ekosistem keuangan digital yang kita bangun sudah sejalan dengan cita-cita sila kelima, atau justru menciptakan bentuk kesenjangan baru?\n\nDi episode ke-13 Sharia Insight, kami hadirkan Ronald Yusuf Wijaya, Ketua Asosiasi Fintech Syariah Indonesia (AFSI), mengenai peran fintech syariah dalam membangun sistem keuangan yang lebih inklusif, adil, dan berkelanjutan.\n\nPoin Kunci:\nPosisi Pancasila dalam ekonomi digital Indonesia\nPerbedaan mendasar fintech syariah dan fintech konvensional\nFenomena pinjaman online ilegal dan dampaknya bagi masyarakat\nPeran fintech syariah dalam memperluas akses pembiayaan UMKM\nPentingnya integritas data dan open finance\n\nTonton hingga akhir sekarang juga untuk memahami bahwa teknologi bukan sekadar alat untuk menciptakan pertumbuhan ekonomi, tetapi juga sarana untuk mewujudkan keadilan sosial yang lebih luas bagi seluruh masyarakat.\n\n Dukung Terus Konten INDEF:\nJangan lupa klik LIKE, SHARE, dan SUBSCRIBE agar tidak ketinggalan update seputar isu ekonomi terkini.\n\n📌 Follow Instagram kami:  🌐 Website: www.indef.or.id \n\n#ShariaInsight #PodcastINDEF #FintechSyariah #EkonomiDigital", "post_id": "lcoVoToc6P8"}}, {"key": "indef_official", "attributes": {"label": "indef_official", "x": 100.91807196175718, "y": 904.5946972255636, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 46.4783, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "lcoVoToc6P8", "id": "indef_official", "source": "youtube-000001", "content": "Pancasila Sebagai Kompas: Menuju Keadilan Sosial Lewat Fintech Syariah\n\nDi tengah pesatnya teknologi, kita justru kerap disuguhkan dengan maraknya pinjol ilegal, jeratan utang, hingga kesenjangan akses modal bagi UMKM. Apakah ekosistem keuangan digital yang kita bangun sudah sejalan dengan cita-cita sila kelima, atau justru menciptakan bentuk kesenjangan baru?\n\nDi episode ke-13 Sharia Insight, kami hadirkan Ronald Yusuf Wijaya, Ketua Asosiasi Fintech Syariah Indonesia (AFSI), mengenai peran fintech syariah dalam membangun sistem keuangan yang lebih inklusif, adil, dan berkelanjutan.\n\nPoin Kunci:\nPosisi Pancasila dalam ekonomi digital Indonesia\nPerbedaan mendasar fintech syariah dan fintech konvensional\nFenomena pinjaman online ilegal dan dampaknya bagi masyarakat\nPeran fintech syariah dalam memperluas akses pembiayaan UMKM\nPentingnya integritas data dan open finance\n\nTonton hingga akhir sekarang juga untuk memahami bahwa teknologi bukan sekadar alat untuk menciptakan pertumbuhan ekonomi, tetapi juga sarana untuk mewujudkan keadilan sosial yang lebih luas bagi seluruh masyarakat.\n\n Dukung Terus Konten INDEF:\nJangan lupa klik LIKE, SHARE, dan SUBSCRIBE agar tidak ketinggalan update seputar isu ekonomi terkini.\n\n📌 Follow Instagram kami:  🌐 Website: www.indef.or.id \n\n#ShariaInsight #PodcastINDEF #FintechSyariah #EkonomiDigital", "post_id": "lcoVoToc6P8"}}, {"key": "@GrabIndonesia", "attributes": {"label": "@GrabIndonesia", "x": 367.83305436191984, "y": 318.81142142298467, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 25.1234, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "ARNre_EfgWc", "id": "@GrabIndonesia", "source": "youtube-000001", "content": "Grab Business Forum 2026: The Next Chapter: Scale Smarter. Execute Faster\n\nGrab Business Forum kembali digelar di tahun 2026 dengan mengusung tema “The Next Chapter: Scale Smarter. Execute Faster”. \n\nMemasuki tahun ke-7, forum ini menjadi ruang kolaborasi bagi pemimpin industri, profesional, dan pengusaha untuk berbagi wawasan tentang berbagai teknologi baru yang menghasilkan dampak nyata bagi bisnis, serta membangun operasional yang tumbuh fleksibel dan strategi yang bisa dieksekusi lebih cepat dan cerdas, dengan Grab For Business sebagai solusi B2B terdepan bagi pencapaian bisnis Anda.\n\nAcara ini menghadirkan ruang dialog strategis bersama para pemimpin perusahaan, pelaku bisnis, hingga pejabat pemerintahan. Mulai dari Pak Chatib Basri sebagai Ekonom Senior Indonesia, Ibu Stella Christie selaku Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Indonesia, hingga para petinggi perusahaan dari berbagai industri seperti, BSI, PLN, Kalbe, Pizza Hut. Mereka akan berbagi pandangan dan pengalaman dalam menjawab tantangan bisnis masa kini serta solusi dalam membangun pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan di Indonesia.\n\nGrab Business Forum 2026 dapat disaksikan langsung di YouTube Official Grab. Jangan lewatkan insights eksklusif dari para penggerak ekonomi digital Indonesia.\n\n\nSUBSCRIBE:    /   \r\n\r\nConnect With Grab Indonesia:\r\nVisit Grab Website: https://www.grab.com/id/\r\nLike Grab on Facebook:   / grabid  \r\nFollow Grab on Twitter:   / grabid  \r\nFollow Grab on Instagram:   / grabid  \r\nDownload our App :  https://grb.to/GrabApp", "post_id": "ARNre_EfgWc"}}, {"key": "grabindonesia", "attributes": {"label": "grabindonesia", "x": 516.4270538132254, "y": 851.9522775703653, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 46.4783, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "ARNre_EfgWc", "id": "grabindonesia", "source": "youtube-000001", "content": "Grab Business Forum 2026: The Next Chapter: Scale Smarter. Execute Faster\n\nGrab Business Forum kembali digelar di tahun 2026 dengan mengusung tema “The Next Chapter: Scale Smarter. Execute Faster”. \n\nMemasuki tahun ke-7, forum ini menjadi ruang kolaborasi bagi pemimpin industri, profesional, dan pengusaha untuk berbagi wawasan tentang berbagai teknologi baru yang menghasilkan dampak nyata bagi bisnis, serta membangun operasional yang tumbuh fleksibel dan strategi yang bisa dieksekusi lebih cepat dan cerdas, dengan Grab For Business sebagai solusi B2B terdepan bagi pencapaian bisnis Anda.\n\nAcara ini menghadirkan ruang dialog strategis bersama para pemimpin perusahaan, pelaku bisnis, hingga pejabat pemerintahan. Mulai dari Pak Chatib Basri sebagai Ekonom Senior Indonesia, Ibu Stella Christie selaku Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Indonesia, hingga para petinggi perusahaan dari berbagai industri seperti, BSI, PLN, Kalbe, Pizza Hut. Mereka akan berbagi pandangan dan pengalaman dalam menjawab tantangan bisnis masa kini serta solusi dalam membangun pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan di Indonesia.\n\nGrab Business Forum 2026 dapat disaksikan langsung di YouTube Official Grab. Jangan lewatkan insights eksklusif dari para penggerak ekonomi digital Indonesia.\n\n\nSUBSCRIBE:    /   \r\n\r\nConnect With Grab Indonesia:\r\nVisit Grab Website: https://www.grab.com/id/\r\nLike Grab on Facebook:   / grabid  \r\nFollow Grab on Twitter:   / grabid  \r\nFollow Grab on Instagram:   / grabid  \r\nDownload our App :  https://grb.to/GrabApp", "post_id": "ARNre_EfgWc"}}, {"key": "@IDXCHANNELINSIGHT", "attributes": {"label": "@IDXCHANNELINSIGHT", "x": 347.98732891630044, "y": 289.83704554156617, "size": 13.86, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 25.1234, "eigenvector": 121.803, "in_degree": 0, "out_degree": 6, "degree": 6}, "_id": "1Zj6nI80akM", "id": "@IDXCHANNELINSIGHT", "source": "youtube-000001", "content": "Agresif Ekspansi, MoraRepublic Perkuat Posisi di Industri Telekomunikasi Nasional | MILENOMICS\n\nPT Ekamas Mora Republik Tbk (MORA) terus memperkuat posisinya di industri telekomunikasi nasional melalui ekspansi jaringan dan peningkatan jumlah pelanggan. Langkah ini mencerminkan ketatnya persaingan di sektor layanan internet yang tetap menjadi salah satu pendorong utama pertumbuhan ekonomi digital Indonesia.\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n--------------------------------------------\nFollow US on Social Media\nWebsite - http://www.idxchannel.com\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idxchannelcom  \n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "1Zj6nI80akM"}}, {"key": "wicky_adrian", "attributes": {"label": "wicky_adrian", "x": 23.286731049143693, "y": 749.7354306206247, "size": 15.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 31.7332, "eigenvector": 134.5909, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "1Zj6nI80akM", "id": "wicky_adrian", "source": "youtube-000001", "content": "Agresif Ekspansi, MoraRepublic Perkuat Posisi di Industri Telekomunikasi Nasional | MILENOMICS\n\nPT Ekamas Mora Republik Tbk (MORA) terus memperkuat posisinya di industri telekomunikasi nasional melalui ekspansi jaringan dan peningkatan jumlah pelanggan. Langkah ini mencerminkan ketatnya persaingan di sektor layanan internet yang tetap menjadi salah satu pendorong utama pertumbuhan ekonomi digital Indonesia.\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n--------------------------------------------\nFollow US on Social Media\nWebsite - http://www.idxchannel.com\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idxchannelcom  \n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "1Zj6nI80akM"}}, {"key": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "fajar.wayong", "x": 544.4330375540866, "y": 801.4670625464794, "size": 15.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 31.7332, "eigenvector": 134.5909, "in_degree": 4, "out_degree": 0, "degree": 4}, "_id": "1Zj6nI80akM", "id": "fajar.wayong", "source": "youtube-000001", "content": "Agresif Ekspansi, MoraRepublic Perkuat Posisi di Industri Telekomunikasi Nasional | MILENOMICS\n\nPT Ekamas Mora Republik Tbk (MORA) terus memperkuat posisinya di industri telekomunikasi nasional melalui ekspansi jaringan dan peningkatan jumlah pelanggan. Langkah ini mencerminkan ketatnya persaingan di sektor layanan internet yang tetap menjadi salah satu pendorong utama pertumbuhan ekonomi digital Indonesia.\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n--------------------------------------------\nFollow US on Social Media\nWebsite - http://www.idxchannel.com\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idxchannelcom  \n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "1Zj6nI80akM"}}, {"key": "deffid_83", "attributes": {"label": "deffid_83", "x": 295.8591917340856, "y": 268.4517739194503, "size": 15.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 31.7332, "eigenvector": 134.5909, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "1Zj6nI80akM", "id": "deffid_83", "source": "youtube-000001", "content": "Agresif Ekspansi, MoraRepublic Perkuat Posisi di Industri Telekomunikasi Nasional | MILENOMICS\n\nPT Ekamas Mora Republik Tbk (MORA) terus memperkuat posisinya di industri telekomunikasi nasional melalui ekspansi jaringan dan peningkatan jumlah pelanggan. Langkah ini mencerminkan ketatnya persaingan di sektor layanan internet yang tetap menjadi salah satu pendorong utama pertumbuhan ekonomi digital Indonesia.\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n--------------------------------------------\nFollow US on Social Media\nWebsite - http://www.idxchannel.com\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idxchannelcom  \n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "1Zj6nI80akM"}}, {"key": "prast_ulrich", "attributes": {"label": "prast_ulrich", "x": 3.010647800978705, "y": 793.3467855509638, "size": 15.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 31.7332, "eigenvector": 134.5909, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "1Zj6nI80akM", "id": "prast_ulrich", "source": "youtube-000001", "content": "Agresif Ekspansi, MoraRepublic Perkuat Posisi di Industri Telekomunikasi Nasional | MILENOMICS\n\nPT Ekamas Mora Republik Tbk (MORA) terus memperkuat posisinya di industri telekomunikasi nasional melalui ekspansi jaringan dan peningkatan jumlah pelanggan. Langkah ini mencerminkan ketatnya persaingan di sektor layanan internet yang tetap menjadi salah satu pendorong utama pertumbuhan ekonomi digital Indonesia.\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n--------------------------------------------\nFollow US on Social Media\nWebsite - http://www.idxchannel.com\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idxchannelcom  \n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "1Zj6nI80akM"}}, {"key": "rosalinehioe", "attributes": {"label": "rosalinehioe", "x": 48.1840381605051, "y": 834.2023982059219, "size": 15.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 31.7332, "eigenvector": 134.5909, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "1Zj6nI80akM", "id": "rosalinehioe", "source": "youtube-000001", "content": "Agresif Ekspansi, MoraRepublic Perkuat Posisi di Industri Telekomunikasi Nasional | MILENOMICS\n\nPT Ekamas Mora Republik Tbk (MORA) terus memperkuat posisinya di industri telekomunikasi nasional melalui ekspansi jaringan dan peningkatan jumlah pelanggan. Langkah ini mencerminkan ketatnya persaingan di sektor layanan internet yang tetap menjadi salah satu pendorong utama pertumbuhan ekonomi digital Indonesia.\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n--------------------------------------------\nFollow US on Social Media\nWebsite - http://www.idxchannel.com\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idxchannelcom  \n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "1Zj6nI80akM"}}, {"key": "@IDXChannel", "attributes": {"label": "@IDXChannel", "x": 686.2394934231581, "y": 333.6664373608958, "size": 15.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 25.1234, "eigenvector": 134.5909, "in_degree": 0, "out_degree": 7, "degree": 7}, "_id": "s7gCwkNVVzs", "id": "@IDXChannel", "source": "youtube-000001", "content": "Agresif Ekspansi, MoraRepublic Perkuat Posisi Industri Telekomunikasi Nasional | 1ST SESSION CLOSING\n\nPT Ekamas Mora Republik Tbk (MORA) terus memperkuat posisinya di industri telekomunikasi nasional melalui ekspansi jaringan dan peningkatan jumlah pelanggan. Langkah ini mencerminkan ketatnya persaingan di sektor layanan internet yang tetap menjadi salah satu pendorong utama pertumbuhan ekonomi digital Indonesia. #idxcupdate #idxc\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nFollow US on Social Media\nYuk Subscribe -    /   \nWa Channel - https://whatsapp.com/channel/0029Va5V...\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idx_channel  \n-------------------------------------------------------------------------------------\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\nMyRepublic Channel 576\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "s7gCwkNVVzs"}}, {"key": "idxchannel_", "attributes": {"label": "idxchannel_", "x": 255.30930979945578, "y": 357.42054893408294, "size": 9.3, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 28.1741, "eigenvector": 70.6518, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "s7gCwkNVVzs", "id": "idxchannel_", "source": "youtube-000001", "content": "Agresif Ekspansi, MoraRepublic Perkuat Posisi Industri Telekomunikasi Nasional | 1ST SESSION CLOSING\n\nPT Ekamas Mora Republik Tbk (MORA) terus memperkuat posisinya di industri telekomunikasi nasional melalui ekspansi jaringan dan peningkatan jumlah pelanggan. Langkah ini mencerminkan ketatnya persaingan di sektor layanan internet yang tetap menjadi salah satu pendorong utama pertumbuhan ekonomi digital Indonesia. #idxcupdate #idxc\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nFollow US on Social Media\nYuk Subscribe -    /   \nWa Channel - https://whatsapp.com/channel/0029Va5V...\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idx_channel  \n-------------------------------------------------------------------------------------\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\nMyRepublic Channel 576\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "s7gCwkNVVzs"}}, {"key": "@theknowalapedia", "attributes": {"label": "@theknowalapedia", "x": 897.2869692204554, "y": 343.3278328537082, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 25.1234, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "clE6su6ynck", "id": "@theknowalapedia", "source": "youtube-000001", "content": "Udah Miskin Masih Pinjol dan Judol: Memahami Pola Pikir Bodoh Masyarakat Indonesia !?\n\nUdah Miskin Masih Pinjol dan Judol: Memahami Pola Pikir Bodoh Masyarakat Indonesia !?\n\nOrang miskin sering dianggap boros, konsumtif, dan terlalu mudah tergoda pinjaman online. Tapi benarkah masalahnya sesederhana itu?\n\nDi tengah harga kebutuhan pokok yang terus naik, biaya hidup yang semakin mahal, dan kondisi ekonomi yang makin tidak pasti, banyak orang hidup hanya satu gaji dari krisis berikutnya. \n\nKetika masa depan terasa sulit dijangkau, kesenangan instan sering kali menjadi pelarian. Flash sale, paylater, pinjol, influencer, hingga media sosial terus menawarkan ilusi bahwa kebahagiaan bisa dibeli hanya dengan satu klik.\n\nNamun apakah fenomena konsumtif dan maraknya pinjol benar-benar terjadi karena masyarakat tidak bisa mengatur uang?\nAtau justru karena ada sistem ekonomi, lingkungan sosial, dan rendahnya literasi keuangan yang membuat jutaan orang lebih rentan terjebak dalam lingkaran utang?\n\nPenasaran kan?\nTonton video ini sampai habis, karena mungkin setelahnya cara pandangmu tentang kemiskinan, konsumtif, dan pinjol akan berubah.\n\nPart Video:\n00:00 : Opening\n01:53 : Mengapa Orang Miskin Lebih Mudah Tergoda untuk Belanja?\n04:03 : Harga yang Harus Dibayar untuk Bertahan Hidup\n05:31 : Kenapa Ini Bisa Terjadi?\n08:01 : Jadi Ini Salah Sistem atau Salah Individu?\n09:37 : Kesimpulan\n\nStay Curious & Sampai Jumpa!\n------\nThe Knowalapedia adalah channel edukasi dan bukan cuma channel yang hanya menjawab pertanyaan-pertanyaan random, misterius, atau nyeleneh. Tapi juga tempat buat menumbuhkan rasa ingin tahu kamu tentang edukasi, pop kultur, sejarah, misteri, konspirasi, pertanyaan-pertanyaan \"What If's\", dan segala hal unik di dunia ini.\n\nFollow semua sosial media The Knowalapedia untuk dapetin update terbaru, konten unik, dan fakta-fakta yang bikin kamu makin penasaran!\n\nInstagram:   / knowalapedia  \nTiktok:   / knowalapedia  \n\nFor business inquiries:\nknowalapedia\n\nKonten Knowala membutuhkan riset dan waktu produksi yang nggak sebentar. Kalau kamu merasa konten ini bermanfaat dan mau mendukung Knowala untuk terus konsisten \"memuaskan rasa ingin tahumu\", kamu bisa beri dukungan melalui:\n\n➡️ Saweria:\nhttps://saweria.co/theknowalapedia\n\nSetiap dukungan, sekecil apa pun, sangat berarti untuk keberlangsungan channel ini dan pembuatan konten-konten seru selanjutnya! 🙏\n-----\nReferences & Credits:\n1. Aset foto & video: freepik.com/video\n2. Otoritas Jasa Keuangan (OJK). (2024). OJK dan BPS Umumkan Hasil Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan Tahun 2024.\nhttps://ojk.go.id/id/berita-dan-kegia...\n3. TikTok. (2024). Video Unboxing oleh Dictionarei.\nhttps://www.tiktok.com/\n4. TikTok. (2025). Video Unboxing oleh Kent Hadi.\nhttps://www.tiktok.com/\n5. Liputan6. (2022). Baru 17,5 Juta UMKM yang Bisa Cicipi Manisnya Pertumbuhan Ekonomi Digital Indonesia.\nhttps://www.liputan6.com/bisnis/read/...\n\n#ekonomi #pinjol  #paylater  #literasikeuangan  #utang  #kemiskinan  #finansial  #finance #judionline #Konsumtif #EdukasiKeuangan #TheKnowalapedia", "post_id": "clE6su6ynck"}}, {"key": "dictionarei/v...", "attributes": {"label": "dictionarei/v...", "x": 628.0742244076614, "y": 723.0592063801042, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 35.8008, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "clE6su6ynck", "id": "dictionarei/v...", "source": "youtube-000001", "content": "Udah Miskin Masih Pinjol dan Judol: Memahami Pola Pikir Bodoh Masyarakat Indonesia !?\n\nUdah Miskin Masih Pinjol dan Judol: Memahami Pola Pikir Bodoh Masyarakat Indonesia !?\n\nOrang miskin sering dianggap boros, konsumtif, dan terlalu mudah tergoda pinjaman online. Tapi benarkah masalahnya sesederhana itu?\n\nDi tengah harga kebutuhan pokok yang terus naik, biaya hidup yang semakin mahal, dan kondisi ekonomi yang makin tidak pasti, banyak orang hidup hanya satu gaji dari krisis berikutnya. \n\nKetika masa depan terasa sulit dijangkau, kesenangan instan sering kali menjadi pelarian. Flash sale, paylater, pinjol, influencer, hingga media sosial terus menawarkan ilusi bahwa kebahagiaan bisa dibeli hanya dengan satu klik.\n\nNamun apakah fenomena konsumtif dan maraknya pinjol benar-benar terjadi karena masyarakat tidak bisa mengatur uang?\nAtau justru karena ada sistem ekonomi, lingkungan sosial, dan rendahnya literasi keuangan yang membuat jutaan orang lebih rentan terjebak dalam lingkaran utang?\n\nPenasaran kan?\nTonton video ini sampai habis, karena mungkin setelahnya cara pandangmu tentang kemiskinan, konsumtif, dan pinjol akan berubah.\n\nPart Video:\n00:00 : Opening\n01:53 : Mengapa Orang Miskin Lebih Mudah Tergoda untuk Belanja?\n04:03 : Harga yang Harus Dibayar untuk Bertahan Hidup\n05:31 : Kenapa Ini Bisa Terjadi?\n08:01 : Jadi Ini Salah Sistem atau Salah Individu?\n09:37 : Kesimpulan\n\nStay Curious & Sampai Jumpa!\n------\nThe Knowalapedia adalah channel edukasi dan bukan cuma channel yang hanya menjawab pertanyaan-pertanyaan random, misterius, atau nyeleneh. Tapi juga tempat buat menumbuhkan rasa ingin tahu kamu tentang edukasi, pop kultur, sejarah, misteri, konspirasi, pertanyaan-pertanyaan \"What If's\", dan segala hal unik di dunia ini.\n\nFollow semua sosial media The Knowalapedia untuk dapetin update terbaru, konten unik, dan fakta-fakta yang bikin kamu makin penasaran!\n\nInstagram:   / knowalapedia  \nTiktok:   / knowalapedia  \n\nFor business inquiries:\nknowalapedia\n\nKonten Knowala membutuhkan riset dan waktu produksi yang nggak sebentar. Kalau kamu merasa konten ini bermanfaat dan mau mendukung Knowala untuk terus konsisten \"memuaskan rasa ingin tahumu\", kamu bisa beri dukungan melalui:\n\n➡️ Saweria:\nhttps://saweria.co/theknowalapedia\n\nSetiap dukungan, sekecil apa pun, sangat berarti untuk keberlangsungan channel ini dan pembuatan konten-konten seru selanjutnya! 🙏\n-----\nReferences & Credits:\n1. Aset foto & video: freepik.com/video\n2. Otoritas Jasa Keuangan (OJK). (2024). OJK dan BPS Umumkan Hasil Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan Tahun 2024.\nhttps://ojk.go.id/id/berita-dan-kegia...\n3. TikTok. (2024). Video Unboxing oleh Dictionarei.\nhttps://www.tiktok.com/\n4. TikTok. (2025). Video Unboxing oleh Kent Hadi.\nhttps://www.tiktok.com/\n5. Liputan6. (2022). Baru 17,5 Juta UMKM yang Bisa Cicipi Manisnya Pertumbuhan Ekonomi Digital Indonesia.\nhttps://www.liputan6.com/bisnis/read/...\n\n#ekonomi #pinjol  #paylater  #literasikeuangan  #utang  #kemiskinan  #finansial  #finance #judionline #Konsumtif #EdukasiKeuangan #TheKnowalapedia", "post_id": "clE6su6ynck"}}, {"key": "kent.hadi/vid...", "attributes": {"label": "kent.hadi/vid...", "x": 595.6307453136591, "y": 336.2665857397753, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 35.8008, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "clE6su6ynck", "id": "kent.hadi/vid...", "source": "youtube-000001", "content": "Udah Miskin Masih Pinjol dan Judol: Memahami Pola Pikir Bodoh Masyarakat Indonesia !?\n\nUdah Miskin Masih Pinjol dan Judol: Memahami Pola Pikir Bodoh Masyarakat Indonesia !?\n\nOrang miskin sering dianggap boros, konsumtif, dan terlalu mudah tergoda pinjaman online. Tapi benarkah masalahnya sesederhana itu?\n\nDi tengah harga kebutuhan pokok yang terus naik, biaya hidup yang semakin mahal, dan kondisi ekonomi yang makin tidak pasti, banyak orang hidup hanya satu gaji dari krisis berikutnya. \n\nKetika masa depan terasa sulit dijangkau, kesenangan instan sering kali menjadi pelarian. Flash sale, paylater, pinjol, influencer, hingga media sosial terus menawarkan ilusi bahwa kebahagiaan bisa dibeli hanya dengan satu klik.\n\nNamun apakah fenomena konsumtif dan maraknya pinjol benar-benar terjadi karena masyarakat tidak bisa mengatur uang?\nAtau justru karena ada sistem ekonomi, lingkungan sosial, dan rendahnya literasi keuangan yang membuat jutaan orang lebih rentan terjebak dalam lingkaran utang?\n\nPenasaran kan?\nTonton video ini sampai habis, karena mungkin setelahnya cara pandangmu tentang kemiskinan, konsumtif, dan pinjol akan berubah.\n\nPart Video:\n00:00 : Opening\n01:53 : Mengapa Orang Miskin Lebih Mudah Tergoda untuk Belanja?\n04:03 : Harga yang Harus Dibayar untuk Bertahan Hidup\n05:31 : Kenapa Ini Bisa Terjadi?\n08:01 : Jadi Ini Salah Sistem atau Salah Individu?\n09:37 : Kesimpulan\n\nStay Curious & Sampai Jumpa!\n------\nThe Knowalapedia adalah channel edukasi dan bukan cuma channel yang hanya menjawab pertanyaan-pertanyaan random, misterius, atau nyeleneh. Tapi juga tempat buat menumbuhkan rasa ingin tahu kamu tentang edukasi, pop kultur, sejarah, misteri, konspirasi, pertanyaan-pertanyaan \"What If's\", dan segala hal unik di dunia ini.\n\nFollow semua sosial media The Knowalapedia untuk dapetin update terbaru, konten unik, dan fakta-fakta yang bikin kamu makin penasaran!\n\nInstagram:   / knowalapedia  \nTiktok:   / knowalapedia  \n\nFor business inquiries:\nknowalapedia\n\nKonten Knowala membutuhkan riset dan waktu produksi yang nggak sebentar. Kalau kamu merasa konten ini bermanfaat dan mau mendukung Knowala untuk terus konsisten \"memuaskan rasa ingin tahumu\", kamu bisa beri dukungan melalui:\n\n➡️ Saweria:\nhttps://saweria.co/theknowalapedia\n\nSetiap dukungan, sekecil apa pun, sangat berarti untuk keberlangsungan channel ini dan pembuatan konten-konten seru selanjutnya! 🙏\n-----\nReferences & Credits:\n1. Aset foto & video: freepik.com/video\n2. Otoritas Jasa Keuangan (OJK). (2024). OJK dan BPS Umumkan Hasil Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan Tahun 2024.\nhttps://ojk.go.id/id/berita-dan-kegia...\n3. TikTok. (2024). Video Unboxing oleh Dictionarei.\nhttps://www.tiktok.com/\n4. TikTok. (2025). Video Unboxing oleh Kent Hadi.\nhttps://www.tiktok.com/\n5. Liputan6. (2022). Baru 17,5 Juta UMKM yang Bisa Cicipi Manisnya Pertumbuhan Ekonomi Digital Indonesia.\nhttps://www.liputan6.com/bisnis/read/...\n\n#ekonomi #pinjol  #paylater  #literasikeuangan  #utang  #kemiskinan  #finansial  #finance #judionline #Konsumtif #EdukasiKeuangan #TheKnowalapedia", "post_id": "clE6su6ynck"}}], "edges": [{"key": "validnews", "source": "validnews", "target": "visitelitisaksama", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "validnews", "source": "validnews", "target": "devirhm5", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "kontannews", "source": "kontannews", "target": "xlsmartforbusiness", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "indogrosir_kendarii", "source": "indogrosir_kendarii", "target": "Indogrosir_Kendari", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "indogrosir_kendarii", "source": "indogrosir_kendarii", "target": "Indogrosir", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "indogrosir_kendarii", "source": "indogrosir_kendarii", "target": "Indogrosir_Kendari", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "@BennixInvestasi", "source": "@BennixInvestasi", "target": "bennix", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@Bennix", "source": "@Bennix", "target": "Bennix", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@Bennix", "source": "@Bennix", "target": "bennix.official", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@Bennix", "source": "@Bennix", "target": "bennix.real", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@Bennix", "source": "@Bennix", "target": "bennix", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@KemkomdigiTV", "source": "@KemkomdigiTV", "target": "kemenkomdigi", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IndefEconomics", "source": "@IndefEconomics", "target": "indef_official", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@GrabIndonesia", "source": "@GrabIndonesia", "target": "grabindonesia", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXCHANNELINSIGHT", "source": "@IDXCHANNELINSIGHT", "target": "wicky_adrian", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXCHANNELINSIGHT", "source": "@IDXCHANNELINSIGHT", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXCHANNELINSIGHT", "source": "@IDXCHANNELINSIGHT", "target": "deffid_83", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXCHANNELINSIGHT", "source": "@IDXCHANNELINSIGHT", "target": "prast_ulrich", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXCHANNELINSIGHT", "source": "@IDXCHANNELINSIGHT", "target": "rosalinehioe", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXCHANNELINSIGHT", "source": "@IDXCHANNELINSIGHT", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "idxchannel_", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "wicky_adrian", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "deffid_83", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "prast_ulrich", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "rosalinehioe", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@theknowalapedia", "source": "@theknowalapedia", "target": "dictionarei/v...", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@theknowalapedia", "source": "@theknowalapedia", "target": "kent.hadi/vid...", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}]}