{"nodes": [{"key": "aldotjahjadi8", "attributes": {"label": "aldotjahjadi8", "x": 495.6812308277604, "y": 372.9843856284331, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["retweet-000002"], "scores": {"pagerank": 8.8042, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "2041034173906124818", "id": "aldotjahjadi8", "source": "retweet-000002", "content": "OJK Ramal The Fed Tak Akan Pangkas Suku Bunga Sepanjang 2026 https://t.co/3yRw8Twgvy", "post_id": "2041034173906124818"}}, {"key": "detikfinance", "attributes": {"label": "detikfinance", "x": 724.3448342403354, "y": 794.5190746665943, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["retweet-000002"], "scores": {"pagerank": 12.546, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "2041034173906124818", "id": "detikfinance", "source": "retweet-000002", "content": "OJK Ramal The Fed Tak Akan Pangkas Suku Bunga Sepanjang 2026 https://t.co/3yRw8Twgvy", "post_id": "2041034173906124818"}}, {"key": "Gibbssonnp", "attributes": {"label": "Gibbssonnp", "x": 558.1463644228774, "y": 942.4860290143649, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 8.8042, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "2047246300513792110", "id": "Gibbssonnp", "source": "tweet-000004", "content": "Satu kelurahan saja bisa berdiri 20 minimarket konglomerat otomatis uang kesedot kekonglomerat , jadi uang beredar dimasyrakyat jadi kering  , di stasion kreta api saja umkm hampir tidak ada yg tadinya ribuan , di kampung kampung juga berdiri minimarket kongl", "post_id": "2047246300513792110"}}, {"key": "ArvinHonami", "attributes": {"label": "ArvinHonami", "x": 250.38381156098276, "y": 541.9380568753437, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 16.2877, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2047246300513792110", "id": "ArvinHonami", "source": "tweet-000004", "content": "Satu kelurahan saja bisa berdiri 20 minimarket konglomerat otomatis uang kesedot kekonglomerat , jadi uang beredar dimasyrakyat jadi kering  , di stasion kreta api saja umkm hampir tidak ada yg tadinya ribuan , di kampung kampung juga berdiri minimarket kongl", "post_id": "2047246300513792110"}}, {"key": "sanderkilap", "attributes": {"label": "sanderkilap", "x": 113.43691944935973, "y": 536.1175346643074, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 8.8042, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "2046508528647786609", "id": "sanderkilap", "source": "tweet-000004", "content": "akses keuangan.\nUMKM di Indonesia jumlahnya 60+ juta unit, nyumbang 60%+ PDB, tapi porsi kredit perbankan ke mereka masih di bawah 20%.\nSisanya mengalir ke segelintir grup besar yg banyak punya “hubungan istimewa.", "post_id": "2046508528647786609"}}, {"key": "AnalisNetra", "attributes": {"label": "AnalisNetra", "x": 720.3317081531292, "y": 22.474121099798626, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 16.2877, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2046508528647786609", "id": "AnalisNetra", "source": "tweet-000004", "content": "akses keuangan.\nUMKM di Indonesia jumlahnya 60+ juta unit, nyumbang 60%+ PDB, tapi porsi kredit perbankan ke mereka masih di bawah 20%.\nSisanya mengalir ke segelintir grup besar yg banyak punya “hubungan istimewa.", "post_id": "2046508528647786609"}}, {"key": "nifiblackbull", "attributes": {"label": "nifiblackbull", "x": 508.6516092293173, "y": 778.6938972965658, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 8.8042, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "2049343769917690346", "id": "nifiblackbull", "source": "tweet-000004", "content": "Pinjol/pindarnya juga tutup pak, 100% semua pindar yg terdaftar di OJK pun semuanya menyalahi aturan dari anda sendiri mulai dari mafia suku bunga dan lain\" Kalau tidak ada pindar atau pinjol, tidak akan ada yg namanya PT malahayati dkk", "post_id": "2049343769917690346"}}, {"key": "ojkindonesia", "attributes": {"label": "ojkindonesia", "x": 164.36193046581494, "y": 874.6586189235044, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 16.2877, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2049343769917690346", "id": "ojkindonesia", "source": "tweet-000004", "content": "Pinjol/pindarnya juga tutup pak, 100% semua pindar yg terdaftar di OJK pun semuanya menyalahi aturan dari anda sendiri mulai dari mafia suku bunga dan lain\" Kalau tidak ada pindar atau pinjol, tidak akan ada yg namanya PT malahayati dkk", "post_id": "2049343769917690346"}}, {"key": "StaffacctKab", "attributes": {"label": "StaffacctKab", "x": 203.17623390474148, "y": 230.96556603080575, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 8.8042, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "2051158620235354255", "id": "StaffacctKab", "source": "tweet-000004", "content": "Dari yg saya baca utas dibawahnya..\nPemerintah menyiapkan Peraturan Rancangan Peraturan OJK (RPOJK). RPOJK ini akan mengerahkan penyaluran kredit perbankan agar selaras dengan agenda strategis nasional. \nintinya Perbankan di minta untuk membantu membiayai Program pemerintah.", "post_id": "2051158620235354255"}}, {"key": "RagilSemar", "attributes": {"label": "RagilSemar", "x": 557.5536500314145, "y": 841.7418707351156, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 16.2877, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2051158620235354255", "id": "RagilSemar", "source": "tweet-000004", "content": "Dari yg saya baca utas dibawahnya..\nPemerintah menyiapkan Peraturan Rancangan Peraturan OJK (RPOJK). RPOJK ini akan mengerahkan penyaluran kredit perbankan agar selaras dengan agenda strategis nasional. \nintinya Perbankan di minta untuk membantu membiayai Program pemerintah.", "post_id": "2051158620235354255"}}, {"key": "gusmuh_apidin", "attributes": {"label": "gusmuh_apidin", "x": 759.9817112017729, "y": 528.9295960190144, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 8.8042, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 3, "degree": 3}, "_id": "2046411817476591763", "id": "gusmuh_apidin", "source": "tweet-000004", "content": "Saya juga baru tahu kalo ojk hanya menjamin dengan suku bunga 5%. Kalo kita nego diatas itu artinya sama saja dengan bunuh diri. Tidak ada yang menjamin uang kita.\nInfo2 seperti ini suka tidak sampai dan enggak mungkin dijelaskan oleh penipu", "post_id": "2046411817476591763"}}, {"key": "kecapitem12", "attributes": {"label": "kecapitem12", "x": 383.60188228924676, "y": 772.0360004393984, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 11.2987, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2046411817476591763", "id": "kecapitem12", "source": "tweet-000004", "content": "Saya juga baru tahu kalo ojk hanya menjamin dengan suku bunga 5%. Kalo kita nego diatas itu artinya sama saja dengan bunuh diri. Tidak ada yang menjamin uang kita.\nInfo2 seperti ini suka tidak sampai dan enggak mungkin dijelaskan oleh penipu", "post_id": "2046411817476591763"}}, {"key": "waytoXD", "attributes": {"label": "waytoXD", "x": 977.9510223067404, "y": 504.30859689379827, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 11.2987, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2046411817476591763", "id": "waytoXD", "source": "tweet-000004", "content": "Saya juga baru tahu kalo ojk hanya menjamin dengan suku bunga 5%. Kalo kita nego diatas itu artinya sama saja dengan bunuh diri. Tidak ada yang menjamin uang kita.\nInfo2 seperti ini suka tidak sampai dan enggak mungkin dijelaskan oleh penipu", "post_id": "2046411817476591763"}}, {"key": "VeritasArdentur", "attributes": {"label": "VeritasArdentur", "x": 527.9456404875588, "y": 804.1961568844147, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 11.2987, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2046411817476591763", "id": "VeritasArdentur", "source": "tweet-000004", "content": "Saya juga baru tahu kalo ojk hanya menjamin dengan suku bunga 5%. Kalo kita nego diatas itu artinya sama saja dengan bunuh diri. Tidak ada yang menjamin uang kita.\nInfo2 seperti ini suka tidak sampai dan enggak mungkin dijelaskan oleh penipu", "post_id": "2046411817476591763"}}, {"key": "ErwinSose", "attributes": {"label": "ErwinSose", "x": 373.81202269858704, "y": 221.12630947771927, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 8.8042, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "2042152025102967186", "id": "ErwinSose", "source": "tweet-000004", "content": "Kita sebenerx hrs memberdayakan investasi dr pengusaha kecil dlm negri sbg prioritas , cara yg paling cepat adalah turunkan suku bunga pinjaman bagi umkm , seperti rencana menkeu yg ingin ambil alih pnm sbg penyalur kredit ke umkm dgn bunga rendah , spt ini dl deh", "post_id": "2042152025102967186"}}, {"key": "GunRomli", "attributes": {"label": "GunRomli", "x": 484.3481066262446, "y": 911.0591270864312, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 12.546, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2042152025102967186", "id": "GunRomli", "source": "tweet-000004", "content": "Kita sebenerx hrs memberdayakan investasi dr pengusaha kecil dlm negri sbg prioritas , cara yg paling cepat adalah turunkan suku bunga pinjaman bagi umkm , seperti rencana menkeu yg ingin ambil alih pnm sbg penyalur kredit ke umkm dgn bunga rendah , spt ini dl deh", "post_id": "2042152025102967186"}}, {"key": "yaniarsim", "attributes": {"label": "yaniarsim", "x": 970.1263341280485, "y": 195.46471457002335, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 12.546, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2042152948399272133", "id": "yaniarsim", "source": "tweet-000004", "content": "Pak presiden cuekin soal diluar pekerjaan , bpk sdh on the right trac tinggal di lasta masta lg pak , carax turunkan suku bunga pinjaman bagi umkm petani pengusaha pribumi kecil agar ekonomi lebih gaspil lg", "post_id": "2042152948399272133"}}, {"key": "grok", "attributes": {"label": "grok", "x": 250.16022713879437, "y": 614.9939348341755, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 8.8042, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 3, "degree": 3}, "_id": "1967559626028957836", "id": "grok", "source": "tweet-000004", "content": "Berdasarkan data BPS (Agustus 2025), daya beli memang lemah dengan inflasi inti 2.1% dan konsumsi rumah tangga naik hanya 4.8% yoy. Uang beredar (M2) tumbuh 7.2%, tapi lambat karena tekanan global. UMKM bertambah 2.5 juta (2024-2025) akibat PHK ~44 ribu, tapi penjualan UMKM turun", "post_id": "1967559626028957836"}}, {"key": "RedHalberdier", "attributes": {"label": "RedHalberdier", "x": 398.9794896939203, "y": 823.3043526411149, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 11.2987, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "1967559626028957836", "id": "RedHalberdier", "source": "tweet-000004", "content": "Berdasarkan data BPS (Agustus 2025), daya beli memang lemah dengan inflasi inti 2.1% dan konsumsi rumah tangga naik hanya 4.8% yoy. Uang beredar (M2) tumbuh 7.2%, tapi lambat karena tekanan global. UMKM bertambah 2.5 juta (2024-2025) akibat PHK ~44 ribu, tapi penjualan UMKM turun", "post_id": "1967559626028957836"}}, {"key": "Yourskinneveren", "attributes": {"label": "Yourskinneveren", "x": 140.65212999737076, "y": 422.65190117895645, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 11.2987, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "1967559626028957836", "id": "Yourskinneveren", "source": "tweet-000004", "content": "Berdasarkan data BPS (Agustus 2025), daya beli memang lemah dengan inflasi inti 2.1% dan konsumsi rumah tangga naik hanya 4.8% yoy. Uang beredar (M2) tumbuh 7.2%, tapi lambat karena tekanan global. UMKM bertambah 2.5 juta (2024-2025) akibat PHK ~44 ribu, tapi penjualan UMKM turun", "post_id": "1967559626028957836"}}, {"key": "hnirankara", "attributes": {"label": "hnirankara", "x": 900.749009545045, "y": 275.0979697207184, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 11.2987, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "1967559626028957836", "id": "hnirankara", "source": "tweet-000004", "content": "Berdasarkan data BPS (Agustus 2025), daya beli memang lemah dengan inflasi inti 2.1% dan konsumsi rumah tangga naik hanya 4.8% yoy. Uang beredar (M2) tumbuh 7.2%, tapi lambat karena tekanan global. UMKM bertambah 2.5 juta (2024-2025) akibat PHK ~44 ribu, tapi penjualan UMKM turun", "post_id": "1967559626028957836"}}, {"key": "wowokproq75352", "attributes": {"label": "wowokproq75352", "x": 366.8984574873219, "y": 162.27861940409773, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 8.8042, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "2045205922923057184", "id": "wowokproq75352", "source": "tweet-000004", "content": "Kenapa Vietnam maju secara ekonomi karena bank centra pro rakyat Vietnam beda banget sama bank Indonesia pro IMF 🇺🇲 dkk 😹😹😝 makanya suku bunga Vietnam murah dan ekonomi muter besar besaran pinjam bunga rendah cocok buat usaha UMKM bunga murah 1% Indonesia mahal 4-5%", "post_id": "2045205922923057184"}}, {"key": "kristyaa97", "attributes": {"label": "kristyaa97", "x": 799.658662365342, "y": 586.6949665870233, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 12.546, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2045205922923057184", "id": "kristyaa97", "source": "tweet-000004", "content": "Kenapa Vietnam maju secara ekonomi karena bank centra pro rakyat Vietnam beda banget sama bank Indonesia pro IMF 🇺🇲 dkk 😹😹😝 makanya suku bunga Vietnam murah dan ekonomi muter besar besaran pinjam bunga rendah cocok buat usaha UMKM bunga murah 1% Indonesia mahal 4-5%", "post_id": "2045205922923057184"}}, {"key": "polisiolahraga", "attributes": {"label": "polisiolahraga", "x": 588.1162897826285, "y": 335.88545891191137, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 12.546, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2045205922923057184", "id": "polisiolahraga", "source": "tweet-000004", "content": "Kenapa Vietnam maju secara ekonomi karena bank centra pro rakyat Vietnam beda banget sama bank Indonesia pro IMF 🇺🇲 dkk 😹😹😝 makanya suku bunga Vietnam murah dan ekonomi muter besar besaran pinjam bunga rendah cocok buat usaha UMKM bunga murah 1% Indonesia mahal 4-5%", "post_id": "2045205922923057184"}}, {"key": "mancingsaham", "attributes": {"label": "mancingsaham", "x": 457.35034669736496, "y": 321.04717553782905, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 58.6937, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 1, "degree": 2}, "_id": "3870845045860229022_52512310886", "id": "mancingsaham", "source": "instagram-000001", "content": "Bank Indonesia telah menyalurkan insentif likuiditas makroprudensial sebesar Rp427,1 triliun hingga Maret 2026 untuk mendorong pertumbuhan kredit, khususnya ke sektor prioritas seperti pangan, industri, hilirisasi, dan perumahan 🏗️🌾\n\nKebijakan ini juga diarahkan agar suku bunga kredit turun, sehingga transmisi ke sektor riil lebih cepat. Bank BUMN menjadi penerima terbesar, diikuti bank swasta nasional 📈\n\nSumber: Katadata.co.id, 8 April 2026\n\nGabung di  community untuk analisis market, stockpick pilihan, update berita saham, dan diskusi eksklusif dengan investor & trader lainnya. 📩 Bergabung sekarang! Klik lynk.id/owennath atau chat 081251880459 (WhatsApp).\n\n#bi #likuiditas #kredit #ekonomi #perbankan #investasi #saham #trading #mancingsaham", "post_id": "3870845045860229022_52512310886"}}, {"key": "bloombergtechnoz", "attributes": {"label": "bloombergtechnoz", "x": 56.9219807057737, "y": 243.55354390581584, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 58.6937, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 1, "degree": 2}, "_id": "3869951819666465196_51748745734", "id": "bloombergtechnoz", "source": "instagram-000001", "content": "Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat, penyaluran kredit perbankan mengalami pertumbuhan 9,37% YoY pada Februari 2026. Namun, realisasi tersebut terpantau lebih rendah dibandingkan Januari. Sementara tekanan rasio kredit macet (NPL) masih mengintip di level 2,17% YoY di tengah dampak krisis konflik Timur Tengah yang belum terasa kuat di Tanah Air.\n\nKlik link di bio untuk detail informasi selengkapnya. Jangan lupa follow  untuk berita dan data menarik lainnya.\n\n#OJK #KreditPerbankan #BloombergTechnoz", "post_id": "3869951819666465196_51748745734"}}, {"key": "celebesmedia.id", "attributes": {"label": "celebesmedia.id", "x": 681.0091283941604, "y": 629.9497205740145, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 15.3116, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 2, "degree": 3}, "_id": "3870027192709951815_10864878485", "id": "celebesmedia.id", "source": "instagram-000001", "content": "Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyatakan bahwa kinerja sektor jasa keuangan nasional hingga Maret 2026 tetap berada dalam kondisi yang solid. \n\nKetahanan ini tercapai meskipun dunia tengah menghadapi peningkatan eskalasi konflik di Timur Tengah yang melibatkan Iran, Amerika Serikat, dan Israel.\n\nKetua Dewan Komisioner OJK, Friderica Widyasari Dewi, menegaskan bahwa berdasarkan evaluasi berkala, sistem keuangan Indonesia menunjukkan stabilitas yang kuat di tengah gejolak eksternal.\n\n“Rapat Dewan Komisioner Bulanan OJK yang dilangsungkan pada 1 April 2026 menilai bahwa stabilitas sektor jasa keuangan tetap terjaga,” ungkap Friderica dalam Konferensi Pers RDKB Maret 2026 di Jakarta yang dilakukan melalui zoom meeting, Senin (6/4).\n\nFriderica, yang akrab disapa Kiki, menjelaskan bahwa sebelum konflik tersebut meluas, perekonomian global sebenarnya berada pada tren pemulihan. \n\nNamun, serangan yang terjadi di kawasan Teluk telah meningkatkan risiko global, terutama pada fluktuasi harga energi dan ketidakpastian pasar keuangan.\n\nSituasi ini berdampak pada terbatasnya ruang bagi bank sentral dunia untuk melonggarkan kebijakan moneter mereka.\n\n“Tingginya ketidakpastian global dan tekanan harga energi juga mempersempit ruang kebijakan moneter bagi bank sentral global sekaligus kembali memunculkan ekspektasi high for longer,” jelas Kiki.\n\nKondisi ekonomi di Amerika Serikat pun turut tertekan oleh inflasi yang persisten. Akibatnya, ekspektasi pasar kini bergeser pada skenario di mana The Fed kemungkinan besar tidak akan menurunkan suku bunga sepanjang tahun 2026.\n\nBaca selengkapnya di www.celebesmedia.id\n\nIkuti juga sosial media kami  & \ndi Instagram, Tiktok, Twitter, Threads, & Youtube\n\n#otoritasjasakeuangan #ojk #bankindonesia\n#impor #ekspor", "post_id": "3870027192709951815_10864878485"}}, {"key": "celebespsm", "attributes": {"label": "celebespsm", "x": 251.14561142317092, "y": 972.9118623092697, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 15.3116, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "3870027192709951815_10864878485", "id": "celebespsm", "source": "instagram-000001", "content": "Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyatakan bahwa kinerja sektor jasa keuangan nasional hingga Maret 2026 tetap berada dalam kondisi yang solid. \n\nKetahanan ini tercapai meskipun dunia tengah menghadapi peningkatan eskalasi konflik di Timur Tengah yang melibatkan Iran, Amerika Serikat, dan Israel.\n\nKetua Dewan Komisioner OJK, Friderica Widyasari Dewi, menegaskan bahwa berdasarkan evaluasi berkala, sistem keuangan Indonesia menunjukkan stabilitas yang kuat di tengah gejolak eksternal.\n\n“Rapat Dewan Komisioner Bulanan OJK yang dilangsungkan pada 1 April 2026 menilai bahwa stabilitas sektor jasa keuangan tetap terjaga,” ungkap Friderica dalam Konferensi Pers RDKB Maret 2026 di Jakarta yang dilakukan melalui zoom meeting, Senin (6/4).\n\nFriderica, yang akrab disapa Kiki, menjelaskan bahwa sebelum konflik tersebut meluas, perekonomian global sebenarnya berada pada tren pemulihan. \n\nNamun, serangan yang terjadi di kawasan Teluk telah meningkatkan risiko global, terutama pada fluktuasi harga energi dan ketidakpastian pasar keuangan.\n\nSituasi ini berdampak pada terbatasnya ruang bagi bank sentral dunia untuk melonggarkan kebijakan moneter mereka.\n\n“Tingginya ketidakpastian global dan tekanan harga energi juga mempersempit ruang kebijakan moneter bagi bank sentral global sekaligus kembali memunculkan ekspektasi high for longer,” jelas Kiki.\n\nKondisi ekonomi di Amerika Serikat pun turut tertekan oleh inflasi yang persisten. Akibatnya, ekspektasi pasar kini bergeser pada skenario di mana The Fed kemungkinan besar tidak akan menurunkan suku bunga sepanjang tahun 2026.\n\nBaca selengkapnya di www.celebesmedia.id\n\nIkuti juga sosial media kami  & \ndi Instagram, Tiktok, Twitter, Threads, & Youtube\n\n#otoritasjasakeuangan #ojk #bankindonesia\n#impor #ekspor", "post_id": "3870027192709951815_10864878485"}}, {"key": "bank_indonesia_kediri", "attributes": {"label": "bank_indonesia_kediri", "x": 681.5025644682185, "y": 83.20919187845332, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 8.8042, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "3880825903077690239_3072612250", "id": "bank_indonesia_kediri", "source": "instagram-000001", "content": "Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia pada 21-22 April 2026 memutuskan untuk mempertahankan BI-Rate sebesar 4,75%, suku bunga Deposit Facility sebesar 3,75%, dan suku bunga Lending Facility sebesar 5,50%.\n\nKeputusan ini masih konsisten dengan upaya meningkatkan efektivitas strategi penyesuaian struktur suku bunga instrumen operasi moneter dalam memperkuat stabilisasi nilai tukar Rupiah dari dampak memburuknya kondisi perekonomian global akibat perang di Timur Tengah.\n\nKe depan, Bank Indonesia siap menempuh penguatan lebih lanjut kebijakan moneter yang diperlukan untuk tetap mempertahankan stabilitas nilai tukar Rupiah dan menjaga inflasi 2026 dan 2027 dalam sasaran 2,5±1%.\n\nSementara itu, kebijakan makroprudensial terus diperkuat untuk mendorong pertumbuhan ekonomi melalui peningkatan kredit/pembiayaan ke sektor riil dengan tetap mempertahankan stabilitas sistem keuangan.\n\nKebijakan sistem pembayaran terus diarahkan untuk turut menopang kegiatan ekonomi melalui perluasan akseptasi pembayaran digital, penguatan struktur industri sistem pembayaran, serta peningkatan keandalan dan ketahanan infrastruktur sistem pembayaran.\n\nDengan dipertahankannya BI-Rate pada level 4,75% di #RDGBI April 2026, bagaimana Sobat mengambil peran untuk terus #BeriMakna bagi perekonomian nasional?\n\nrepost \n#diSetiapMaknaIndonesia", "post_id": "3880825903077690239_3072612250"}}, {"key": "bank_indonesia", "attributes": {"label": "bank_indonesia", "x": 225.7674681356211, "y": 439.5225656517543, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 31.2549, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 3, "out_degree": 0, "degree": 3}, "_id": "3880825903077690239_3072612250", "id": "bank_indonesia", "source": "instagram-000001", "content": "Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia pada 21-22 April 2026 memutuskan untuk mempertahankan BI-Rate sebesar 4,75%, suku bunga Deposit Facility sebesar 3,75%, dan suku bunga Lending Facility sebesar 5,50%.\n\nKeputusan ini masih konsisten dengan upaya meningkatkan efektivitas strategi penyesuaian struktur suku bunga instrumen operasi moneter dalam memperkuat stabilisasi nilai tukar Rupiah dari dampak memburuknya kondisi perekonomian global akibat perang di Timur Tengah.\n\nKe depan, Bank Indonesia siap menempuh penguatan lebih lanjut kebijakan moneter yang diperlukan untuk tetap mempertahankan stabilitas nilai tukar Rupiah dan menjaga inflasi 2026 dan 2027 dalam sasaran 2,5±1%.\n\nSementara itu, kebijakan makroprudensial terus diperkuat untuk mendorong pertumbuhan ekonomi melalui peningkatan kredit/pembiayaan ke sektor riil dengan tetap mempertahankan stabilitas sistem keuangan.\n\nKebijakan sistem pembayaran terus diarahkan untuk turut menopang kegiatan ekonomi melalui perluasan akseptasi pembayaran digital, penguatan struktur industri sistem pembayaran, serta peningkatan keandalan dan ketahanan infrastruktur sistem pembayaran.\n\nDengan dipertahankannya BI-Rate pada level 4,75% di #RDGBI April 2026, bagaimana Sobat mengambil peran untuk terus #BeriMakna bagi perekonomian nasional?\n\nrepost \n#diSetiapMaknaIndonesia", "post_id": "3880825903077690239_3072612250"}}, {"key": "bank_indonesia_papuabarat", "attributes": {"label": "bank_indonesia_papuabarat", "x": 929.1864802870253, "y": 680.8695334745095, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 8.8042, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "3882147924981384803_13254887390", "id": "bank_indonesia_papuabarat", "source": "instagram-000001", "content": "Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia pada 21-22 April 2026 memutuskan untuk mempertahankan BI-Rate sebesar 4,75%, suku bunga Deposit Facility sebesar 3,75%, dan suku bunga Lending Facility sebesar 5,50%.\n\nKeputusan ini masih konsisten dengan upaya meningkatkan efektivitas strategi penyesuaian struktur suku bunga instrumen operasi moneter dalam memperkuat stabilisasi nilai tukar Rupiah dari dampak memburuknya kondisi perekonomian global akibat perang di Timur Tengah.\n\nKe depan, Bank Indonesia siap menempuh penguatan lebih lanjut kebijakan moneter yang diperlukan untuk tetap mempertahankan stabilitas nilai tukar Rupiah dan menjaga inflasi 2026 dan 2027 dalam sasaran 2,5±1%.\n\nSementara itu, kebijakan makroprudensial terus diperkuat untuk mendorong pertumbuhan ekonomi melalui peningkatan kredit/pembiayaan ke sektor riil dengan tetap mempertahankan stabilitas sistem keuangan.\n\nKebijakan sistem pembayaran terus diarahkan untuk turut menopang kegiatan ekonomi melalui perluasan akseptasi pembayaran digital, penguatan struktur industri sistem pembayaran, serta peningkatan keandalan dan ketahanan infrastruktur sistem pembayaran.\n\nDengan dipertahankannya BI-Rate pada level 4,75% di #RDGBI April 2026, bagaimana Sobat mengambil peran untuk terus #BeriMakna bagi perekonomian nasional?\n\n#diSetiapMaknaIndonesia\n#Repost", "post_id": "3882147924981384803_13254887390"}}, {"key": "bank_indonesia_malut", "attributes": {"label": "bank_indonesia_malut", "x": 530.0357189562782, "y": 755.10444797355, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 8.8042, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "3881231209150485265_3117095536", "id": "bank_indonesia_malut", "source": "instagram-000001", "content": "Suba jou #SobRuMalut\n.\n.\n.\nHalo SobRu Malut !\nRapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia pada 21-22 April 2026 memutuskan untuk mempertahankan BI-Rate sebesar 4,75%, suku bunga Deposit Facility sebesar 3,75%, dan suku bunga Lending Facility sebesar 5,50%. \n.\nKeputusan ini masih konsisten dengan upaya meningkatkan efektivitas strategi penyesuaian struktur suku bunga instrumen operasi moneter dalam memperkuat stabilisasi nilai tukar Rupiah dari dampak memburuknya kondisi perekonomian global akibat perang di Timur Tengah. \n.\nKe depan, Bank Indonesia siap menempuh penguatan lebih lanjut kebijakan moneter yang diperlukan untuk tetap mempertahankan stabilitas nilai tukar Rupiah dan menjaga inflasi 2026 dan 2027 dalam sasaran 2,5±1%. \n.\nSementara itu, kebijakan makroprudensial terus diperkuat untuk mendorong pertumbuhan ekonomi melalui peningkatan kredit/pembiayaan ke sektor riil dengan tetap mempertahankan stabilitas sistem keuangan. \n.\nKebijakan sistem pembayaran terus diarahkan untuk turut menopang kegiatan ekonomi melalui perluasan akseptasi pembayaran digital, penguatan struktur industri sistem pembayaran, serta peningkatan keandalan dan ketahanan infrastruktur sistem pembayaran.\n.\nDengan dipertahankannya BI-Rate pada level 4,75% di #RDGBI April 2026, bagaimana Sobat mengambil peran untuk terus #BeriMakna bagi perekonomian nasional?\n#repostfrom \n.\n.\n.\n#bimalutmantap", "post_id": "3881231209150485265_3117095536"}}, {"key": "idx_yogyakarta", "attributes": {"label": "idx_yogyakarta", "x": 846.1674667110498, "y": 214.90865879163889, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 8.8042, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "7600043742162144519", "id": "idx_yogyakarta", "source": "tiktok-000001", "content": "Kredit perbankan menunjukkan penguatan signifikan menjelang akhir 2025, dengan pertumbuhan tahunan mencapai 9,3%. Kondisi ini mencerminkan meningkatnya permintaan pembiayaan, terutama dari korporasi dan sektor investasi. Walaupun kredit konsumsi dan properti juga tumbuh, tantangan masih ada di segmen UMKM yang belum sepenuhnya pulih. Bank Indonesia melihat tren ini sebagai cerminan aktivitas ekonomi yang lebih dinamis dan memproyeksikan pertumbuhan kredit tetap solid pada 2026. 📲 Yuk, belajar bareng  #Perbankan #KreditBank #EkonomiIndonesia #DataEkonomi #Investasi", "post_id": "7600043742162144519"}}, {"key": "indonesiastockexchange", "attributes": {"label": "indonesiastockexchange", "x": 129.95368520482486, "y": 827.04643183925, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 16.2877, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7600043742162144519", "id": "indonesiastockexchange", "source": "tiktok-000001", "content": "Kredit perbankan menunjukkan penguatan signifikan menjelang akhir 2025, dengan pertumbuhan tahunan mencapai 9,3%. Kondisi ini mencerminkan meningkatnya permintaan pembiayaan, terutama dari korporasi dan sektor investasi. Walaupun kredit konsumsi dan properti juga tumbuh, tantangan masih ada di segmen UMKM yang belum sepenuhnya pulih. Bank Indonesia melihat tren ini sebagai cerminan aktivitas ekonomi yang lebih dinamis dan memproyeksikan pertumbuhan kredit tetap solid pada 2026. 📲 Yuk, belajar bareng  #Perbankan #KreditBank #EkonomiIndonesia #DataEkonomi #Investasi", "post_id": "7600043742162144519"}}, {"key": "ekssoverr", "attributes": {"label": "ekssoverr", "x": 247.28357508983822, "y": 940.3197337537158, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 8.8042, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "7608917227936632071", "id": "ekssoverr", "source": "tiktok-000001", "content": "Bank Indonesia mencatat pertumbuhan kredit perbankan mencapai 9,96 persen secara tahunan pada Januari 2026, meningkat dari 9,69 persen pada Desember 2025. Gubernur Perry Warjiyo menyebut kinerja ini didorong peningkatan aktivitas ekonomi, pelonggaran kebijakan moneter dan makroprudensial, serta realisasi program prioritas pemerintah. Dari sisi permintaan, potensi ekspansi masih terbuka melalui optimalisasi fasilitas pinjaman yang belum digunakan, dengan nilai undisbursed loan mencapai Rp2.506,47 triliun atau 22,65 persen dari total plafon kredit. Dari sisi penawaran, kapasitas pembiayaan bank dinilai tetap kuat, tercermin dari rasio likuiditas AL/DPK sebesar 27,54 persen dan pertumbuhan Dana Pihak Ketiga 13,48 persen. Berdasarkan jenis penggunaan, pertumbuhan kredit didorong kredit investasi 22,38 persen, kredit konsumsi 6,58 persen, serta kredit modal kerja 4,13 persen. BI memproyeksikan pertumbuhan kredit sepanjang 2026 berada di kisaran 8–12 persen. Sementara itu, Direktur Utama Bank Rakyat Indonesia, Hery Gunardi, memperkirakan pertumbuhan kredit tahun ini cenderung berada di level single digit. Ia menilai permintaan pembiayaan masih belum sepenuhnya pulih karena daya beli masyarakat dan ekspansi usaha masih selektif, menandakan fase normalisasi pertumbuhan kredit—bukan krisis, namun juga belum ekspansi agresif. Biar nggak cuma paham, tapi juga enjoy bahas ekonomi 📊✨ Follow  dan jangan ketinggalan berita ekonomi yang dikemas ringan & fun! #fyp #beritaekonomiindonesia #beritaekonomi #kreditbank #perrywarjiyo", "post_id": "7608917227936632071"}}, {"key": "Ekssover", "attributes": {"label": "Ekssover", "x": 70.81727207832233, "y": 986.0592195919627, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 16.2877, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7608917227936632071", "id": "Ekssover", "source": "tiktok-000001", "content": "Bank Indonesia mencatat pertumbuhan kredit perbankan mencapai 9,96 persen secara tahunan pada Januari 2026, meningkat dari 9,69 persen pada Desember 2025. Gubernur Perry Warjiyo menyebut kinerja ini didorong peningkatan aktivitas ekonomi, pelonggaran kebijakan moneter dan makroprudensial, serta realisasi program prioritas pemerintah. Dari sisi permintaan, potensi ekspansi masih terbuka melalui optimalisasi fasilitas pinjaman yang belum digunakan, dengan nilai undisbursed loan mencapai Rp2.506,47 triliun atau 22,65 persen dari total plafon kredit. Dari sisi penawaran, kapasitas pembiayaan bank dinilai tetap kuat, tercermin dari rasio likuiditas AL/DPK sebesar 27,54 persen dan pertumbuhan Dana Pihak Ketiga 13,48 persen. Berdasarkan jenis penggunaan, pertumbuhan kredit didorong kredit investasi 22,38 persen, kredit konsumsi 6,58 persen, serta kredit modal kerja 4,13 persen. BI memproyeksikan pertumbuhan kredit sepanjang 2026 berada di kisaran 8–12 persen. Sementara itu, Direktur Utama Bank Rakyat Indonesia, Hery Gunardi, memperkirakan pertumbuhan kredit tahun ini cenderung berada di level single digit. Ia menilai permintaan pembiayaan masih belum sepenuhnya pulih karena daya beli masyarakat dan ekspansi usaha masih selektif, menandakan fase normalisasi pertumbuhan kredit—bukan krisis, namun juga belum ekspansi agresif. Biar nggak cuma paham, tapi juga enjoy bahas ekonomi 📊✨ Follow  dan jangan ketinggalan berita ekonomi yang dikemas ringan & fun! #fyp #beritaekonomiindonesia #beritaekonomi #kreditbank #perrywarjiyo", "post_id": "7608917227936632071"}}, {"key": "jokksssss1", "attributes": {"label": "jokksssss1", "x": 950.2376472184701, "y": 983.3931786533499, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 8.8042, "eigenvector": 0.0157, "in_degree": 0, "out_degree": 5, "degree": 5}, "_id": "7631774353042001173", "id": "jokksssss1", "source": "tiktok-000001", "content": "Rupiah melemah itu bukan cuma angka di grafik. Dampaknya langsung ke dapur, cicilan, sampai kerjaan. Ketika rupiah melemah, APBN tertekan dan inflasi naik barengan. Efeknya kelihatan satu per satu: 1️⃣ Daya beli turun tajam → UMKM kena duluan Indonesia itu digerakkan 55–65% oleh UMKM. Saat consumer confidence drop, UMKM mati pelan-pelan. 2️⃣ Biaya hidup naik → middle class tergerus Bukan naik kelas, tapi turun kelas dari menengah ke miskin. 3️⃣ Suku bunga berpotensi naik Kredit makin mahal, gagal bayar meningkat, arah ke debt crisis. 4️⃣ Efek domino terakhir: PHK UMKM tumbang duluan, perusahaan nyusul. Ini bukan nakut-nakutin, ini realita. Pertanyaannya sekarang: 👉 kita siap atau cuma jadi penonton? #ekonomiindonesia #rupiahmelemah #inflasi #umkm #middleclass", "post_id": "7631774353042001173"}}, {"key": "fyp", "attributes": {"label": "fyp", "x": 624.3169817148861, "y": 142.35883945842244, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 10.3009, "eigenvector": 0.0157, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7631774353042001173", "id": "fyp", "source": "tiktok-000001", "content": "Rupiah melemah itu bukan cuma angka di grafik. Dampaknya langsung ke dapur, cicilan, sampai kerjaan. Ketika rupiah melemah, APBN tertekan dan inflasi naik barengan. Efeknya kelihatan satu per satu: 1️⃣ Daya beli turun tajam → UMKM kena duluan Indonesia itu digerakkan 55–65% oleh UMKM. Saat consumer confidence drop, UMKM mati pelan-pelan. 2️⃣ Biaya hidup naik → middle class tergerus Bukan naik kelas, tapi turun kelas dari menengah ke miskin. 3️⃣ Suku bunga berpotensi naik Kredit makin mahal, gagal bayar meningkat, arah ke debt crisis. 4️⃣ Efek domino terakhir: PHK UMKM tumbang duluan, perusahaan nyusul. Ini bukan nakut-nakutin, ini realita. Pertanyaannya sekarang: 👉 kita siap atau cuma jadi penonton? #ekonomiindonesia #rupiahmelemah #inflasi #umkm #middleclass", "post_id": "7631774353042001173"}}, {"key": "fypindonesia", "attributes": {"label": "fypindonesia", "x": 778.2839751038523, "y": 709.394554502062, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 10.3009, "eigenvector": 0.0157, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7631774353042001173", "id": "fypindonesia", "source": "tiktok-000001", "content": "Rupiah melemah itu bukan cuma angka di grafik. Dampaknya langsung ke dapur, cicilan, sampai kerjaan. Ketika rupiah melemah, APBN tertekan dan inflasi naik barengan. Efeknya kelihatan satu per satu: 1️⃣ Daya beli turun tajam → UMKM kena duluan Indonesia itu digerakkan 55–65% oleh UMKM. Saat consumer confidence drop, UMKM mati pelan-pelan. 2️⃣ Biaya hidup naik → middle class tergerus Bukan naik kelas, tapi turun kelas dari menengah ke miskin. 3️⃣ Suku bunga berpotensi naik Kredit makin mahal, gagal bayar meningkat, arah ke debt crisis. 4️⃣ Efek domino terakhir: PHK UMKM tumbang duluan, perusahaan nyusul. Ini bukan nakut-nakutin, ini realita. Pertanyaannya sekarang: 👉 kita siap atau cuma jadi penonton? #ekonomiindonesia #rupiahmelemah #inflasi #umkm #middleclass", "post_id": "7631774353042001173"}}, {"key": "literasikeuangan", "attributes": {"label": "literasikeuangan", "x": 852.5857625893387, "y": 21.19955117630312, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 10.3009, "eigenvector": 0.0157, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7631774353042001173", "id": "literasikeuangan", "source": "tiktok-000001", "content": "Rupiah melemah itu bukan cuma angka di grafik. Dampaknya langsung ke dapur, cicilan, sampai kerjaan. Ketika rupiah melemah, APBN tertekan dan inflasi naik barengan. Efeknya kelihatan satu per satu: 1️⃣ Daya beli turun tajam → UMKM kena duluan Indonesia itu digerakkan 55–65% oleh UMKM. Saat consumer confidence drop, UMKM mati pelan-pelan. 2️⃣ Biaya hidup naik → middle class tergerus Bukan naik kelas, tapi turun kelas dari menengah ke miskin. 3️⃣ Suku bunga berpotensi naik Kredit makin mahal, gagal bayar meningkat, arah ke debt crisis. 4️⃣ Efek domino terakhir: PHK UMKM tumbang duluan, perusahaan nyusul. Ini bukan nakut-nakutin, ini realita. Pertanyaannya sekarang: 👉 kita siap atau cuma jadi penonton? #ekonomiindonesia #rupiahmelemah #inflasi #umkm #middleclass", "post_id": "7631774353042001173"}}, {"key": "belajarekonomi", "attributes": {"label": "belajarekonomi", "x": 737.7125607159796, "y": 409.34864058374353, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 10.3009, "eigenvector": 0.0157, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7631774353042001173", "id": "belajarekonomi", "source": "tiktok-000001", "content": "Rupiah melemah itu bukan cuma angka di grafik. Dampaknya langsung ke dapur, cicilan, sampai kerjaan. Ketika rupiah melemah, APBN tertekan dan inflasi naik barengan. Efeknya kelihatan satu per satu: 1️⃣ Daya beli turun tajam → UMKM kena duluan Indonesia itu digerakkan 55–65% oleh UMKM. Saat consumer confidence drop, UMKM mati pelan-pelan. 2️⃣ Biaya hidup naik → middle class tergerus Bukan naik kelas, tapi turun kelas dari menengah ke miskin. 3️⃣ Suku bunga berpotensi naik Kredit makin mahal, gagal bayar meningkat, arah ke debt crisis. 4️⃣ Efek domino terakhir: PHK UMKM tumbang duluan, perusahaan nyusul. Ini bukan nakut-nakutin, ini realita. Pertanyaannya sekarang: 👉 kita siap atau cuma jadi penonton? #ekonomiindonesia #rupiahmelemah #inflasi #umkm #middleclass", "post_id": "7631774353042001173"}}, {"key": "ekonomimilenial", "attributes": {"label": "ekonomimilenial", "x": 366.5676563569831, "y": 858.4217525551749, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 10.3009, "eigenvector": 0.0157, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7631774353042001173", "id": "ekonomimilenial", "source": "tiktok-000001", "content": "Rupiah melemah itu bukan cuma angka di grafik. Dampaknya langsung ke dapur, cicilan, sampai kerjaan. Ketika rupiah melemah, APBN tertekan dan inflasi naik barengan. Efeknya kelihatan satu per satu: 1️⃣ Daya beli turun tajam → UMKM kena duluan Indonesia itu digerakkan 55–65% oleh UMKM. Saat consumer confidence drop, UMKM mati pelan-pelan. 2️⃣ Biaya hidup naik → middle class tergerus Bukan naik kelas, tapi turun kelas dari menengah ke miskin. 3️⃣ Suku bunga berpotensi naik Kredit makin mahal, gagal bayar meningkat, arah ke debt crisis. 4️⃣ Efek domino terakhir: PHK UMKM tumbang duluan, perusahaan nyusul. Ini bukan nakut-nakutin, ini realita. Pertanyaannya sekarang: 👉 kita siap atau cuma jadi penonton? #ekonomiindonesia #rupiahmelemah #inflasi #umkm #middleclass", "post_id": "7631774353042001173"}}, {"key": "tumbuhkaya.id", "attributes": {"label": "tumbuhkaya.id", "x": 416.42019024847133, "y": 648.5929523163021, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 15.3116, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 2, "out_degree": 2, "degree": 4}, "_id": "7631176120372694279", "id": "tumbuhkaya.id", "source": "tiktok-000001", "content": "Kredit perbankan sukses tumbuh dua digit, tapi kok sektor UMKM malah minus? 🤔💸 Ternyata usut punya usut, motor penggerak utama pertumbuhan ini justru datang dari kencangnya laju kredit Korporasi dan Konsumer. Sektor UMKM sendiri lagi masuk fase \"konsolidasi\" dengan tingkat NPL yang sedikit naik. Nah lho, dengan perputaran dana raksasa di sektor korporasi ini, gimana prospek cuan buat saham-saham Big Banks andalan kita? Langsung aja geser carousel di atas buat bedah datanya dan atur strategi incaranmu! 👉 Mau informasi lebih lengkap & insight harian? Follow  di Instagram! #KreditPerbankan #SahamPerbankan #BigBanks #InvestasiSaham #TumbuhKaya", "post_id": "7631176120372694279"}}, {"key": "siningkonsultan", "attributes": {"label": "siningkonsultan", "x": 535.4214129942633, "y": 146.55452684145885, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 15.3116, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 2, "degree": 3}, "_id": "7625517177176673554", "id": "siningkonsultan", "source": "tiktok-000001", "content": "KPPU Jatuhi Sanksi terhadap 97 Aplikasi Pinjol! 🛡️ Halo,SINers! Ini adalah berita penting bagi siapa saja yang menggunakan atau berencana menggunakan layanan pinjaman online (pinjol). Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) baru saja menjatuhkan sanksi berupa denda kepada 97 aplikasi pinjol. Keputusan ini diambil setelah KPPU menemukan bukti adanya praktik persaingan usaha yang tidak sehat. Kenapa Sanksi Ini Diberikan? KPPU menemukan adanya kartel penetapan tarif suku bunga pinjaman di antara para pelaku usaha fintech lending. Praktik ini dinilai merugikan masyarakat karena membatasi pilihan dan menaikkan biaya pinjaman secara tidak wajar. Apa Dampaknya Bagi Kita? Ini adalah pengingat penting untuk selalu waspada dan teliti sebelum menggunakan layanan pinjol. Baca baik-baik syarat, ketentuan, dan suku bunga yang ditawarkan. Pastikan hanya menggunakan layanan pinjol yang terdaftar dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK).Perlindungan: Langkah KPPU ini merupakan upaya untuk melindungi konsumen dari praktik bisnis yang merugikan. ==================================== Instagram:  Tiktok:  Email: siningnusantararaya  #StopPinjol #BijakKelolaUang #siningnusantararaya #siningkonsultan", "post_id": "7625517177176673554"}}, {"key": "sining_konsultan", "attributes": {"label": "sining_konsultan", "x": 228.52611364816943, "y": 11.90880519457771, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 15.3116, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7625517177176673554", "id": "sining_konsultan", "source": "tiktok-000001", "content": "KPPU Jatuhi Sanksi terhadap 97 Aplikasi Pinjol! 🛡️ Halo,SINers! Ini adalah berita penting bagi siapa saja yang menggunakan atau berencana menggunakan layanan pinjaman online (pinjol). Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) baru saja menjatuhkan sanksi berupa denda kepada 97 aplikasi pinjol. Keputusan ini diambil setelah KPPU menemukan bukti adanya praktik persaingan usaha yang tidak sehat. Kenapa Sanksi Ini Diberikan? KPPU menemukan adanya kartel penetapan tarif suku bunga pinjaman di antara para pelaku usaha fintech lending. Praktik ini dinilai merugikan masyarakat karena membatasi pilihan dan menaikkan biaya pinjaman secara tidak wajar. Apa Dampaknya Bagi Kita? Ini adalah pengingat penting untuk selalu waspada dan teliti sebelum menggunakan layanan pinjol. Baca baik-baik syarat, ketentuan, dan suku bunga yang ditawarkan. Pastikan hanya menggunakan layanan pinjol yang terdaftar dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK).Perlindungan: Langkah KPPU ini merupakan upaya untuk melindungi konsumen dari praktik bisnis yang merugikan. ==================================== Instagram:  Tiktok:  Email: siningnusantararaya  #StopPinjol #BijakKelolaUang #siningnusantararaya #siningkonsultan", "post_id": "7625517177176673554"}}, {"key": "bprlearning", "attributes": {"label": "bprlearning", "x": 342.0190354243268, "y": 208.02177027951697, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 8.8042, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "7524893779678055736", "id": "bprlearning", "source": "tiktok-000001", "content": "Pernah dengar BPR, tapi masih bingung apa bedanya dengan bank umum? 🤔 Yuk, kenali lebih dekat Bank Perekonomian Rakyat (BPR) – motor utama inklusi keuangan di Indonesia yang siap mendukung pelaku UMKM dan masyarakat daerah! Lewat slide ini, kamu bisa tahu: • Apa itu BPR dan kenapa perannya penting • Bedanya BPR dan Bank Umum • Keunggulan BPR untuk masyarakat lokal • Fakta menarik seputar layanan dan kredit BPR BPR hadir untuk mempermudah akses keuangan, proses kredit yang lebih cepat & mudah, layanan yang ramah, hingga suku bunga simpanan yang kompetitif. Mau tahu lebih lanjut? Swipe sampai habis dan temukan kelebihan BPR dibanding bank umum lainnya! Yuk, follow  untuk info, tips, dan pelatihan BPR yang bermanfaat! #BPRLearning #SahabatBPRIndonesia #BPR #BankPerekonomianRakyat #PelatihanBPR #BankingEducation #UMKM #BankDaerah", "post_id": "7524893779678055736"}}, {"key": "BPRLearning", "attributes": {"label": "BPRLearning", "x": 905.8957811119989, "y": 945.7911672671462, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 16.2877, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7524893779678055736", "id": "BPRLearning", "source": "tiktok-000001", "content": "Pernah dengar BPR, tapi masih bingung apa bedanya dengan bank umum? 🤔 Yuk, kenali lebih dekat Bank Perekonomian Rakyat (BPR) – motor utama inklusi keuangan di Indonesia yang siap mendukung pelaku UMKM dan masyarakat daerah! Lewat slide ini, kamu bisa tahu: • Apa itu BPR dan kenapa perannya penting • Bedanya BPR dan Bank Umum • Keunggulan BPR untuk masyarakat lokal • Fakta menarik seputar layanan dan kredit BPR BPR hadir untuk mempermudah akses keuangan, proses kredit yang lebih cepat & mudah, layanan yang ramah, hingga suku bunga simpanan yang kompetitif. Mau tahu lebih lanjut? Swipe sampai habis dan temukan kelebihan BPR dibanding bank umum lainnya! Yuk, follow  untuk info, tips, dan pelatihan BPR yang bermanfaat! #BPRLearning #SahabatBPRIndonesia #BPR #BankPerekonomianRakyat #PelatihanBPR #BankingEducation #UMKM #BankDaerah", "post_id": "7524893779678055736"}}, {"key": "arkan_turungku", "attributes": {"label": "arkan_turungku", "x": 927.9331692698391, "y": 575.7969944374488, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 8.8042, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "7632883090750295317", "id": "arkan_turungku", "source": "tiktok-000001", "content": "Pada tahun 2026, kondisi ekonomi Indonesia secara umum masih berada dalam kategori stabil jika dilihat dari indikator makro.  Pertumbuhan ekonomi berada di kisaran 5,1%–5,4%, didukung oleh konsumsi rumah tangga, investasi, serta kebijakan pemerintah yang menjaga keseimbangan fiskal dan moneter. Angka ini menunjukkan bahwa Indonesia masih mampu bertahan di tengah ketidakpastian ekonomi global. Dari sisi inflasi, data menunjukkan kisaran sekitar 2,5%–3,5% (year-on-year), yang masih berada dalam target Bank Indonesia. Hal ini menandakan bahwa secara umum harga barang dan jasa masih terkendali. Namun, dalam praktiknya, beberapa komoditas pangan seperti beras, cabai, dan daging sering mengalami kenaikan harga yang lebih tinggi. Karena pangan merupakan kebutuhan utama, kenaikan ini lebih terasa langsung oleh masyarakat. Kondisi tersebut berdampak pada daya beli. Di beberapa kelompok masyarakat, terutama kelas menengah, daya beli mulai tertekan karena kenaikan harga tidak selalu diikuti peningkatan pendapatan. Akibatnya, pola konsumsi berubah, di mana masyarakat cenderung lebih selektif dalam membelanjakan uangnya. Di sektor pasar keuangan, IHSG bergerak fluktuatif di kisaran 6.800–7.400. Pergerakan ini dipengaruhi oleh faktor global seperti kebijakan suku bunga negara maju, kondisi geopolitik, serta arus modal internasional. Pergerakan investor asing yang keluar-masuk pasar juga menjadi faktor yang mempengaruhi stabilitas pasar saham dan nilai tukar rupiah. Nilai tukar rupiah sendiri mengalami tekanan akibat penguatan dolar AS dan kondisi ekonomi global. Namun, stabilitas tetap dijaga oleh Bank Indonesia melalui berbagai kebijakan moneter. Ini menunjukkan bahwa meskipun ada tekanan, sistem ekonomi Indonesia masih memiliki mekanisme pengendalian yang berjalan. Di sisi lain, peran UMKM tetap menjadi tulang punggung ekonomi nasional. UMKM menyerap tenaga kerja dalam jumlah besar dan berkontribusi signifikan terhadap perekonomian. Meski demikian, sektor ini juga menghadapi tantangan seperti akses permodalan, digitalisasi, dan persaingan pasar. Salah satu isu yang masih menjadi perhatian adalah kesenjangan ekonomi. Pertumbuhan yang terjadi belum sepenuhnya merata antar wilayah maupun kelompok masyarakat.  Perbedaan akses terhadap pendidikan, kesehatan, dan peluang ekonomi menjadi faktor yang mempengaruhi kondisi ini. Secara keseluruhan, ekonomi Indonesia pada 2026 dapat dikatakan stabil secara data dan tetap tumbuh, namun dampaknya belum dirasakan secara merata oleh seluruh lapisan masyarakat. Hal ini menjelaskan mengapa terdapat perbedaan antara data resmi dan persepsi sebagian masyarakat. #creatorsearchinsight #edukasi #ekonomiindonesia #keuangan #Lewatberanda", "post_id": "7632883090750295317"}}, {"key": "StatifyID", "attributes": {"label": "StatifyID", "x": 159.54720069589456, "y": 813.4666383289562, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 16.2877, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7632883090750295317", "id": "StatifyID", "source": "tiktok-000001", "content": "Pada tahun 2026, kondisi ekonomi Indonesia secara umum masih berada dalam kategori stabil jika dilihat dari indikator makro.  Pertumbuhan ekonomi berada di kisaran 5,1%–5,4%, didukung oleh konsumsi rumah tangga, investasi, serta kebijakan pemerintah yang menjaga keseimbangan fiskal dan moneter. Angka ini menunjukkan bahwa Indonesia masih mampu bertahan di tengah ketidakpastian ekonomi global. Dari sisi inflasi, data menunjukkan kisaran sekitar 2,5%–3,5% (year-on-year), yang masih berada dalam target Bank Indonesia. Hal ini menandakan bahwa secara umum harga barang dan jasa masih terkendali. Namun, dalam praktiknya, beberapa komoditas pangan seperti beras, cabai, dan daging sering mengalami kenaikan harga yang lebih tinggi. Karena pangan merupakan kebutuhan utama, kenaikan ini lebih terasa langsung oleh masyarakat. Kondisi tersebut berdampak pada daya beli. Di beberapa kelompok masyarakat, terutama kelas menengah, daya beli mulai tertekan karena kenaikan harga tidak selalu diikuti peningkatan pendapatan. Akibatnya, pola konsumsi berubah, di mana masyarakat cenderung lebih selektif dalam membelanjakan uangnya. Di sektor pasar keuangan, IHSG bergerak fluktuatif di kisaran 6.800–7.400. Pergerakan ini dipengaruhi oleh faktor global seperti kebijakan suku bunga negara maju, kondisi geopolitik, serta arus modal internasional. Pergerakan investor asing yang keluar-masuk pasar juga menjadi faktor yang mempengaruhi stabilitas pasar saham dan nilai tukar rupiah. Nilai tukar rupiah sendiri mengalami tekanan akibat penguatan dolar AS dan kondisi ekonomi global. Namun, stabilitas tetap dijaga oleh Bank Indonesia melalui berbagai kebijakan moneter. Ini menunjukkan bahwa meskipun ada tekanan, sistem ekonomi Indonesia masih memiliki mekanisme pengendalian yang berjalan. Di sisi lain, peran UMKM tetap menjadi tulang punggung ekonomi nasional. UMKM menyerap tenaga kerja dalam jumlah besar dan berkontribusi signifikan terhadap perekonomian. Meski demikian, sektor ini juga menghadapi tantangan seperti akses permodalan, digitalisasi, dan persaingan pasar. Salah satu isu yang masih menjadi perhatian adalah kesenjangan ekonomi. Pertumbuhan yang terjadi belum sepenuhnya merata antar wilayah maupun kelompok masyarakat.  Perbedaan akses terhadap pendidikan, kesehatan, dan peluang ekonomi menjadi faktor yang mempengaruhi kondisi ini. Secara keseluruhan, ekonomi Indonesia pada 2026 dapat dikatakan stabil secara data dan tetap tumbuh, namun dampaknya belum dirasakan secara merata oleh seluruh lapisan masyarakat. Hal ini menjelaskan mengapa terdapat perbedaan antara data resmi dan persepsi sebagian masyarakat. #creatorsearchinsight #edukasi #ekonomiindonesia #keuangan #Lewatberanda", "post_id": "7632883090750295317"}}, {"key": "@IDXChannel", "attributes": {"label": "@IDXChannel", "x": 577.5963405536583, "y": 973.8377886057318, "size": 15.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 8.8042, "eigenvector": 142.8437, "in_degree": 0, "out_degree": 7, "degree": 7}, "_id": "suwE7Kq9moQ", "id": "@IDXChannel", "source": "youtube-000001", "content": "BI Catat Kredit Perbankan Tumbuh 9,49 Persen di Maret 2026 | IDXC UPDATE\n\nBank Indonesia mencatat pertumbuhan kredit perbankan naik menjadi 9,49 persen (yoy) pada Maret 2026, didorong terutama oleh kredit investasi, sementara Perry Warjiyo menyebut prospek kredit tetap kuat di kisaran 8–12 persen sepanjang 2026 berkat likuiditas perbankan yang baik dan masih besarnya potensi pembiayaan yang belum dimanfaatkan, meski penyaluran pada segmen konsumsi dan UMKM masih dilakukan secara hati-hati.\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nFollow US on Social Media\nYuk Subscribe -    /   \nWa Channel - https://whatsapp.com/channel/0029Va5V...\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idx_channel  \n-------------------------------------------------------------------------------------\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\nMyRepublic Channel 576\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "suwE7Kq9moQ"}}, {"key": "idxchannel_", "attributes": {"label": "idxchannel_", "x": 273.25794056017037, "y": 469.2697360394078, "size": 15.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 9.8733, "eigenvector": 142.8437, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "suwE7Kq9moQ", "id": "idxchannel_", "source": "youtube-000001", "content": "BI Catat Kredit Perbankan Tumbuh 9,49 Persen di Maret 2026 | IDXC UPDATE\n\nBank Indonesia mencatat pertumbuhan kredit perbankan naik menjadi 9,49 persen (yoy) pada Maret 2026, didorong terutama oleh kredit investasi, sementara Perry Warjiyo menyebut prospek kredit tetap kuat di kisaran 8–12 persen sepanjang 2026 berkat likuiditas perbankan yang baik dan masih besarnya potensi pembiayaan yang belum dimanfaatkan, meski penyaluran pada segmen konsumsi dan UMKM masih dilakukan secara hati-hati.\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nFollow US on Social Media\nYuk Subscribe -    /   \nWa Channel - https://whatsapp.com/channel/0029Va5V...\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idx_channel  \n-------------------------------------------------------------------------------------\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\nMyRepublic Channel 576\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "suwE7Kq9moQ"}}, {"key": "wicky_adrian", "attributes": {"label": "wicky_adrian", "x": 990.681292940634, "y": 104.83671798637673, "size": 15.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 9.8733, "eigenvector": 142.8437, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "suwE7Kq9moQ", "id": "wicky_adrian", "source": "youtube-000001", "content": "BI Catat Kredit Perbankan Tumbuh 9,49 Persen di Maret 2026 | IDXC UPDATE\n\nBank Indonesia mencatat pertumbuhan kredit perbankan naik menjadi 9,49 persen (yoy) pada Maret 2026, didorong terutama oleh kredit investasi, sementara Perry Warjiyo menyebut prospek kredit tetap kuat di kisaran 8–12 persen sepanjang 2026 berkat likuiditas perbankan yang baik dan masih besarnya potensi pembiayaan yang belum dimanfaatkan, meski penyaluran pada segmen konsumsi dan UMKM masih dilakukan secara hati-hati.\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nFollow US on Social Media\nYuk Subscribe -    /   \nWa Channel - https://whatsapp.com/channel/0029Va5V...\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idx_channel  \n-------------------------------------------------------------------------------------\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\nMyRepublic Channel 576\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "suwE7Kq9moQ"}}, {"key": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "fajar.wayong", "x": 497.6092401805554, "y": 558.5065061757599, "size": 15.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 9.8733, "eigenvector": 142.8437, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "suwE7Kq9moQ", "id": "fajar.wayong", "source": "youtube-000001", "content": "BI Catat Kredit Perbankan Tumbuh 9,49 Persen di Maret 2026 | IDXC UPDATE\n\nBank Indonesia mencatat pertumbuhan kredit perbankan naik menjadi 9,49 persen (yoy) pada Maret 2026, didorong terutama oleh kredit investasi, sementara Perry Warjiyo menyebut prospek kredit tetap kuat di kisaran 8–12 persen sepanjang 2026 berkat likuiditas perbankan yang baik dan masih besarnya potensi pembiayaan yang belum dimanfaatkan, meski penyaluran pada segmen konsumsi dan UMKM masih dilakukan secara hati-hati.\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nFollow US on Social Media\nYuk Subscribe -    /   \nWa Channel - https://whatsapp.com/channel/0029Va5V...\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idx_channel  \n-------------------------------------------------------------------------------------\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\nMyRepublic Channel 576\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "suwE7Kq9moQ"}}, {"key": "deffid_83", "attributes": {"label": "deffid_83", "x": 218.5166925592319, "y": 297.8778457270713, "size": 15.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 9.8733, "eigenvector": 142.8437, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "suwE7Kq9moQ", "id": "deffid_83", "source": "youtube-000001", "content": "BI Catat Kredit Perbankan Tumbuh 9,49 Persen di Maret 2026 | IDXC UPDATE\n\nBank Indonesia mencatat pertumbuhan kredit perbankan naik menjadi 9,49 persen (yoy) pada Maret 2026, didorong terutama oleh kredit investasi, sementara Perry Warjiyo menyebut prospek kredit tetap kuat di kisaran 8–12 persen sepanjang 2026 berkat likuiditas perbankan yang baik dan masih besarnya potensi pembiayaan yang belum dimanfaatkan, meski penyaluran pada segmen konsumsi dan UMKM masih dilakukan secara hati-hati.\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nFollow US on Social Media\nYuk Subscribe -    /   \nWa Channel - https://whatsapp.com/channel/0029Va5V...\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idx_channel  \n-------------------------------------------------------------------------------------\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\nMyRepublic Channel 576\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "suwE7Kq9moQ"}}, {"key": "prast_ulrich", "attributes": {"label": "prast_ulrich", "x": 194.59676781974377, "y": 687.9909955522483, "size": 15.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 9.8733, "eigenvector": 142.8437, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "suwE7Kq9moQ", "id": "prast_ulrich", "source": "youtube-000001", "content": "BI Catat Kredit Perbankan Tumbuh 9,49 Persen di Maret 2026 | IDXC UPDATE\n\nBank Indonesia mencatat pertumbuhan kredit perbankan naik menjadi 9,49 persen (yoy) pada Maret 2026, didorong terutama oleh kredit investasi, sementara Perry Warjiyo menyebut prospek kredit tetap kuat di kisaran 8–12 persen sepanjang 2026 berkat likuiditas perbankan yang baik dan masih besarnya potensi pembiayaan yang belum dimanfaatkan, meski penyaluran pada segmen konsumsi dan UMKM masih dilakukan secara hati-hati.\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nFollow US on Social Media\nYuk Subscribe -    /   \nWa Channel - https://whatsapp.com/channel/0029Va5V...\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idx_channel  \n-------------------------------------------------------------------------------------\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\nMyRepublic Channel 576\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "suwE7Kq9moQ"}}, {"key": "rosalinehioe", "attributes": {"label": "rosalinehioe", "x": 188.74401190757695, "y": 497.20882190306645, "size": 15.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 9.8733, "eigenvector": 142.8437, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "suwE7Kq9moQ", "id": "rosalinehioe", "source": "youtube-000001", "content": "BI Catat Kredit Perbankan Tumbuh 9,49 Persen di Maret 2026 | IDXC UPDATE\n\nBank Indonesia mencatat pertumbuhan kredit perbankan naik menjadi 9,49 persen (yoy) pada Maret 2026, didorong terutama oleh kredit investasi, sementara Perry Warjiyo menyebut prospek kredit tetap kuat di kisaran 8–12 persen sepanjang 2026 berkat likuiditas perbankan yang baik dan masih besarnya potensi pembiayaan yang belum dimanfaatkan, meski penyaluran pada segmen konsumsi dan UMKM masih dilakukan secara hati-hati.\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nFollow US on Social Media\nYuk Subscribe -    /   \nWa Channel - https://whatsapp.com/channel/0029Va5V...\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idx_channel  \n-------------------------------------------------------------------------------------\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\nMyRepublic Channel 576\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "suwE7Kq9moQ"}}, {"key": "@KoranJakartaYoutubeOfficial", "attributes": {"label": "@KoranJakartaYoutubeOfficial", "x": 588.1454549182773, "y": 226.63929980981445, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 8.8042, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "YKsB_H3qIc4", "id": "@KoranJakartaYoutubeOfficial", "source": "youtube-000001", "content": "Ekonomi Tumbuh, Tapi UMKM Mati Pelan-Pelan? Bongkar Data Kredit 2026!\n\nEkonomi Indonesia dilaporkan tumbuh stabil di angka 10,42%, tapi mengapa sektor UMKM justru tercekik? Video ini membongkar data mengejutkan penyaluran kredit perbankan kuartal I-2026 yang menunjukkan ketimpangan tajam antara korporasi besar dan ekonomi rakyat.\n\nDi saat kredit korporasi berpesta, kredit UMKM justru mengalami kontraksi sebesar 3,57% dengan risiko kredit bermasalah (NPL) yang hampir menyentuh ambang batas kritis 5%. Mengapa perbankan cenderung melakukan \"Credit Rationing\" atau pilih kasih dalam menyalurkan dana? Apakah ini pertanda struktur ekonomi kita semakin rapuh?\n\nBerita Selengkapnya :\n\nReporter: \nVideo Editor: Agus Prasetyo\n\n#koranjakarta #news #ekonomiindonesia  #KreditUMKM #beritaekonomi  #Perbankan2026 #UMKMMerana #Indef #coreindonesia  #BeritaHardNews #analisisekonomi  #kreditmacet  #NPL #youtubenews \n============================================================\n\nKunjungi media sosial kami untuk mendapatkan informasi terbaru.\n\nInstagram:   / koranjakarta.id  \nTwitter: https://x.com/koranjakarta_id/\nFacebook:   / koran.jakarta  \nThread: https://www.threads.com/\nTiktok:   / koranjakarta  \n\nWebsite Koran Jakarta : https://koran-jakarta.com\n\nHave any idea, or business inquiries\ndigital-jakarta.com\n\nKebenaran itu Tidak Pernah Memihak!", "post_id": "YKsB_H3qIc4"}}, {"key": "koranjakarta...", "attributes": {"label": "koranjakarta...", "x": 832.2229234082848, "y": 443.7286999624441, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 16.2877, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "YKsB_H3qIc4", "id": "koranjakarta...", "source": "youtube-000001", "content": "Ekonomi Tumbuh, Tapi UMKM Mati Pelan-Pelan? Bongkar Data Kredit 2026!\n\nEkonomi Indonesia dilaporkan tumbuh stabil di angka 10,42%, tapi mengapa sektor UMKM justru tercekik? Video ini membongkar data mengejutkan penyaluran kredit perbankan kuartal I-2026 yang menunjukkan ketimpangan tajam antara korporasi besar dan ekonomi rakyat.\n\nDi saat kredit korporasi berpesta, kredit UMKM justru mengalami kontraksi sebesar 3,57% dengan risiko kredit bermasalah (NPL) yang hampir menyentuh ambang batas kritis 5%. Mengapa perbankan cenderung melakukan \"Credit Rationing\" atau pilih kasih dalam menyalurkan dana? Apakah ini pertanda struktur ekonomi kita semakin rapuh?\n\nBerita Selengkapnya :\n\nReporter: \nVideo Editor: Agus Prasetyo\n\n#koranjakarta #news #ekonomiindonesia  #KreditUMKM #beritaekonomi  #Perbankan2026 #UMKMMerana #Indef #coreindonesia  #BeritaHardNews #analisisekonomi  #kreditmacet  #NPL #youtubenews \n============================================================\n\nKunjungi media sosial kami untuk mendapatkan informasi terbaru.\n\nInstagram:   / koranjakarta.id  \nTwitter: https://x.com/koranjakarta_id/\nFacebook:   / koran.jakarta  \nThread: https://www.threads.com/\nTiktok:   / koranjakarta  \n\nWebsite Koran Jakarta : https://koran-jakarta.com\n\nHave any idea, or business inquiries\ndigital-jakarta.com\n\nKebenaran itu Tidak Pernah Memihak!", "post_id": "YKsB_H3qIc4"}}, {"key": "@ETNow", "attributes": {"label": "@ETNow", "x": 773.8647302411732, "y": 549.9733430307576, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 8.8042, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "e7CSCSiDk5c", "id": "@ETNow", "source": "youtube-000001", "content": "IDFC First Bank Memangkas Suku Bunga, Simpanan Turun | Pertumbuhan Masih Tetap Stabil? | Rencana ...\n\nPasar pulih dengan kuat, dengan Nifty bertahan di atas 24.000, dipimpin oleh saham-saham perbankan, logam, dan energi. IDFC First Bank melaporkan pertumbuhan pinjaman yang solid tetapi mengalami penurunan sementara dalam deposito setelah pemotongan suku bunga. Manajemen tetap yakin akan kembali ke pertumbuhan 20%, sambil terus memantau risiko global dan tekanan pada UMKM. Berikut rincian lengkapnya.\n\nKendalikan uang Anda dengan Economic Times Now.\n\n#etnow #businessnews #idfcfirstbank #bankstocks #nifty50 #stockmarketindia #earnings #financialsector #indiastocks #marketnews\n\nSaluran YouTube -    /   \n\nBerlangganan ET Now untuk Pembaruan Terbaru tentang Berita Pasar Saham, Berita Bisnis, Berita Perusahaan, IPO & Lainnya | https://bit.ly/SubscribeToETNow\n\nBerlangganan Sekarang ke Saluran Jaringan Kami :-\nET Now Swadesh:    / etnowswadesh  \nTimes Now: http://goo.gl/U9ibPb\n\nTautan Media Sosial :-\nTwitter - http://goo.gl/hA0vDt\nFacebook - http://goo.gl/5Lr4mC\n\nSitus web - https://www.etnownews.com\nUnduh Aplikasi kami untuk Berita Terkini: https://tinyurl.com/4y6e3u2e\n\nIkuti kami di Google News untuk pembaruan terbaru\nET Now: https://news.google.com/publications/...\nTimes Now Navbharat: https://bit.ly/3zDaKJo \nTimes Now : https://bit.ly/3CyrrYg\nZoom: https://bit.ly/3CEK0dv", "post_id": "e7CSCSiDk5c"}}, {"key": "etnow", "attributes": {"label": "etnow", "x": 705.5531856180776, "y": 897.0659099945151, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 16.2877, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "e7CSCSiDk5c", "id": "etnow", "source": "youtube-000001", "content": "IDFC First Bank Memangkas Suku Bunga, Simpanan Turun | Pertumbuhan Masih Tetap Stabil? | Rencana ...\n\nPasar pulih dengan kuat, dengan Nifty bertahan di atas 24.000, dipimpin oleh saham-saham perbankan, logam, dan energi. IDFC First Bank melaporkan pertumbuhan pinjaman yang solid tetapi mengalami penurunan sementara dalam deposito setelah pemotongan suku bunga. Manajemen tetap yakin akan kembali ke pertumbuhan 20%, sambil terus memantau risiko global dan tekanan pada UMKM. Berikut rincian lengkapnya.\n\nKendalikan uang Anda dengan Economic Times Now.\n\n#etnow #businessnews #idfcfirstbank #bankstocks #nifty50 #stockmarketindia #earnings #financialsector #indiastocks #marketnews\n\nSaluran YouTube -    /   \n\nBerlangganan ET Now untuk Pembaruan Terbaru tentang Berita Pasar Saham, Berita Bisnis, Berita Perusahaan, IPO & Lainnya | https://bit.ly/SubscribeToETNow\n\nBerlangganan Sekarang ke Saluran Jaringan Kami :-\nET Now Swadesh:    / etnowswadesh  \nTimes Now: http://goo.gl/U9ibPb\n\nTautan Media Sosial :-\nTwitter - http://goo.gl/hA0vDt\nFacebook - http://goo.gl/5Lr4mC\n\nSitus web - https://www.etnownews.com\nUnduh Aplikasi kami untuk Berita Terkini: https://tinyurl.com/4y6e3u2e\n\nIkuti kami di Google News untuk pembaruan terbaru\nET Now: https://news.google.com/publications/...\nTimes Now Navbharat: https://bit.ly/3zDaKJo \nTimes Now : https://bit.ly/3CyrrYg\nZoom: https://bit.ly/3CEK0dv", "post_id": "e7CSCSiDk5c"}}, {"key": "@garudatv.official", "attributes": {"label": "@garudatv.official", "x": 398.2372695897016, "y": 123.5907892991418, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 8.8042, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "u-B1WIOpfj4", "id": "@garudatv.official", "source": "youtube-000001", "content": "Presiden Prabowo Instruksikan Bank Negara Pangkas Bunga Kredit Rakyat | KMP\n\nGarudaTV - Presiden Prabowo memerintahkan bank-bank milik negara untuk menurunkan bunga kredit usaha rakyat menjadi maksimal 5 persen per tahun.\n\nInstruksi tersebut disampaikan Presiden saat menghadiri peringatan Hari Buruh Internasional yang digelar di kawasan Monas, Jumat (1/5/2026).\n\nDalam sambutannya, Presiden menyoroti tingginya beban bunga pinjaman yang selama ini harus ditanggung oleh masyarakat kecil, khususnya pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Ia menyebut, tidak jarang bunga pinjaman yang dikenakan mencapai angka yang sangat tinggi dan memberatkan.\n\nSebagai langkah konkret, Presiden menginstruksikan bank-bank yang tergabung dalam Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) untuk segera menyesuaikan suku bunga kredit usaha rakyat agar lebih terjangkau.\n\nKebijakan ini diharapkan dapat memperluas akses permodalan bagi masyarakat serta mendorong pertumbuhan sektor UMKM. Pemerintah juga menilai langkah tersebut sebagai bagian dari upaya memperkuat ekonomi kerakyatan dan menciptakan sistem perbankan yang lebih inklusif.\n\nPresiden menegaskan bahwa ke depan tidak boleh lagi ada bunga pinjaman tinggi yang membebani rakyat kecil, sehingga akses pembiayaan dapat lebih adil dan merata.\n\n#presidenprabowo  #kreditrakyat  #bungabank   #ekonomikerakyatan  #prabowosubianto   #mayday2026   #umkm  #himbara  #ekonomi  #garudatv \n\nGARUDA TV - Digital TV Indonesia, Berita Terpercaya\n\nSaksikan Garuda TV di Free to Air atau Streaming melalui:\nwww.garuda.tv | YouTube Garuda TV | Aplikasi Vidio | Wewatch | IndiHome CH111 | Transvision CH824 | FirstMedia CH45\n\nScan ulang saluran digital kamu sekarang ya dan saksikan terus program-program seru terbaru hanya di GarudaTV.\nSubscribe GarudaTV Official Youtube Channel    /   \nFollow our Official TikTok   / garudatv.official  \nLike our Official Facebook   / garudatv.official  \nFollow our Official Instagram   / garudatv.official", "post_id": "u-B1WIOpfj4"}}, {"key": "garudatv.official", "attributes": {"label": "garudatv.official", "x": 44.48895238131567, "y": 221.1214591729721, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 12.546, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "u-B1WIOpfj4", "id": "garudatv.official", "source": "youtube-000001", "content": "Presiden Prabowo Instruksikan Bank Negara Pangkas Bunga Kredit Rakyat | KMP\n\nGarudaTV - Presiden Prabowo memerintahkan bank-bank milik negara untuk menurunkan bunga kredit usaha rakyat menjadi maksimal 5 persen per tahun.\n\nInstruksi tersebut disampaikan Presiden saat menghadiri peringatan Hari Buruh Internasional yang digelar di kawasan Monas, Jumat (1/5/2026).\n\nDalam sambutannya, Presiden menyoroti tingginya beban bunga pinjaman yang selama ini harus ditanggung oleh masyarakat kecil, khususnya pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Ia menyebut, tidak jarang bunga pinjaman yang dikenakan mencapai angka yang sangat tinggi dan memberatkan.\n\nSebagai langkah konkret, Presiden menginstruksikan bank-bank yang tergabung dalam Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) untuk segera menyesuaikan suku bunga kredit usaha rakyat agar lebih terjangkau.\n\nKebijakan ini diharapkan dapat memperluas akses permodalan bagi masyarakat serta mendorong pertumbuhan sektor UMKM. Pemerintah juga menilai langkah tersebut sebagai bagian dari upaya memperkuat ekonomi kerakyatan dan menciptakan sistem perbankan yang lebih inklusif.\n\nPresiden menegaskan bahwa ke depan tidak boleh lagi ada bunga pinjaman tinggi yang membebani rakyat kecil, sehingga akses pembiayaan dapat lebih adil dan merata.\n\n#presidenprabowo  #kreditrakyat  #bungabank   #ekonomikerakyatan  #prabowosubianto   #mayday2026   #umkm  #himbara  #ekonomi  #garudatv \n\nGARUDA TV - Digital TV Indonesia, Berita Terpercaya\n\nSaksikan Garuda TV di Free to Air atau Streaming melalui:\nwww.garuda.tv | YouTube Garuda TV | Aplikasi Vidio | Wewatch | IndiHome CH111 | Transvision CH824 | FirstMedia CH45\n\nScan ulang saluran digital kamu sekarang ya dan saksikan terus program-program seru terbaru hanya di GarudaTV.\nSubscribe GarudaTV Official Youtube Channel    /   \nFollow our Official TikTok   / garudatv.official  \nLike our Official Facebook   / garudatv.official  \nFollow our Official Instagram   / garudatv.official", "post_id": "u-B1WIOpfj4"}}, {"key": "@Proshper", "attributes": {"label": "@Proshper", "x": 466.37054858400575, "y": 677.6449305774703, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 8.8042, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "3hjMLGdrpOM", "id": "@Proshper", "source": "youtube-000001", "content": "Utang Rp 9.000T & Harga Naik… 2026 Bisa Jadi Titik Balik Indonesia\n\nUtang Rp 8.900T & Ancaman Global: Seberapa Aman Ekonomi Indonesia 2026?\nUtang Rp 9.000T & Harga Naik… 2026 Bisa Jadi Titik Balik Indonesia\n2026: Dompet Rakyat Bisa Ambruk? Ini Fakta yang Disembunyikan\n\n‪‬ \n=================================================================================================\n\nTahun 2026 disebut sebagai momen krusial bagi ekonomi Indonesia.\nDi tengah ancaman resesi global, kenaikan suku bunga dunia, dan beban utang negara yang mendekati Rp 9.000 triliun… muncul pertanyaan besar:\n\n👉 Apakah Indonesia benar-benar di ambang krisis?\n👉 Atau justru sedang membangun fondasi untuk bangkit lebih kuat?\n\nDi video ini, kita akan membahas secara jujur dan berbasis data:\n\nDampak gejolak global terhadap ekonomi Indonesia\nFakta di balik utang negara (bukan sekadar angka besar)\nStrategi pemerintah: hilirisasi, UMKM, dan subsidi\nDampak nyata ke rakyat kecil: harga, kerja, dan masa depan\n\nSemua dijelaskan dengan bahasa sederhana, tanpa dramatisasi berlebihan, tapi tetap tajam dan relevan dengan kondisi nyata.\n\n📊 Sumber data: Bank Indonesia, Kementerian Keuangan, dan laporan ekonomi global.\n\n💬 Menurut kamu:\nApakah kebijakan ekonomi saat ini sudah benar-benar melindungi rakyat kecil?\n\nTulis di komentar — kita bahas dengan data, bukan sekadar opini.\n=================================================================================================\n\n#EkonomiIndonesia #Indonesia2026 #KrisisEkonomi #UtangNegara #EkonomiGlobal #HargaNaik #UMKMIndonesia #Hilirisasi #SubsidiBBM #FaktaEkonomi #BeritaEkonomi #AnalisisEkonomi #RakyatKecil #IndonesiaMaju #Resesi2026", "post_id": "3hjMLGdrpOM"}}, {"key": "Proshper", "attributes": {"label": "Proshper", "x": 462.7811680861279, "y": 870.4805400816379, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 16.2877, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "3hjMLGdrpOM", "id": "Proshper", "source": "youtube-000001", "content": "Utang Rp 9.000T & Harga Naik… 2026 Bisa Jadi Titik Balik Indonesia\n\nUtang Rp 8.900T & Ancaman Global: Seberapa Aman Ekonomi Indonesia 2026?\nUtang Rp 9.000T & Harga Naik… 2026 Bisa Jadi Titik Balik Indonesia\n2026: Dompet Rakyat Bisa Ambruk? Ini Fakta yang Disembunyikan\n\n‪‬ \n=================================================================================================\n\nTahun 2026 disebut sebagai momen krusial bagi ekonomi Indonesia.\nDi tengah ancaman resesi global, kenaikan suku bunga dunia, dan beban utang negara yang mendekati Rp 9.000 triliun… muncul pertanyaan besar:\n\n👉 Apakah Indonesia benar-benar di ambang krisis?\n👉 Atau justru sedang membangun fondasi untuk bangkit lebih kuat?\n\nDi video ini, kita akan membahas secara jujur dan berbasis data:\n\nDampak gejolak global terhadap ekonomi Indonesia\nFakta di balik utang negara (bukan sekadar angka besar)\nStrategi pemerintah: hilirisasi, UMKM, dan subsidi\nDampak nyata ke rakyat kecil: harga, kerja, dan masa depan\n\nSemua dijelaskan dengan bahasa sederhana, tanpa dramatisasi berlebihan, tapi tetap tajam dan relevan dengan kondisi nyata.\n\n📊 Sumber data: Bank Indonesia, Kementerian Keuangan, dan laporan ekonomi global.\n\n💬 Menurut kamu:\nApakah kebijakan ekonomi saat ini sudah benar-benar melindungi rakyat kecil?\n\nTulis di komentar — kita bahas dengan data, bukan sekadar opini.\n=================================================================================================\n\n#EkonomiIndonesia #Indonesia2026 #KrisisEkonomi #UtangNegara #EkonomiGlobal #HargaNaik #UMKMIndonesia #Hilirisasi #SubsidiBBM #FaktaEkonomi #BeritaEkonomi #AnalisisEkonomi #RakyatKecil #IndonesiaMaju #Resesi2026", "post_id": "3hjMLGdrpOM"}}, {"key": "@misranjebe2498", "attributes": {"label": "@misranjebe2498", "x": 756.0828316860591, "y": 353.17524067410113, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 8.8042, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "GH9keBZtaVw", "id": "@misranjebe2498", "source": "youtube-000001", "content": "Otoritas Jasa Keuangan (OJK) tengah menyiapkan penyesuaian ketentuan\n\nOtoritas Jasa Keuangan (OJK) tengah menyiapkan penyesuaian ketentuan Rencana Bisnis Bank (RBB) untuk mendorong perbankan agar lebih aktif mendukung program prioritas pemerintah.\n\nKetua Dewan Komisioner OJK Friderica Widyasari Dewi mengatakan, penyesuaian tersebut akan dituangkan dalam Rancangan Peraturan OJK (RPOJK) yang akan mengatur arah penyaluran kredit perbankan agar dapat selaras dengan agenda strategis nasional.\n\nTerima kasih telah berkunjung ke channel MISRAN JEBE VLOG \n\nJangan lupa subscribe dan nyalakan lonceng notifikasinya agar tidak ketinggalan update video karaoke terbaru dari ‪‬", "post_id": "GH9keBZtaVw"}}, {"key": "misranjebe2498", "attributes": {"label": "misranjebe2498", "x": 166.39370105469231, "y": 756.9270837277974, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 16.2877, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "GH9keBZtaVw", "id": "misranjebe2498", "source": "youtube-000001", "content": "Otoritas Jasa Keuangan (OJK) tengah menyiapkan penyesuaian ketentuan\n\nOtoritas Jasa Keuangan (OJK) tengah menyiapkan penyesuaian ketentuan Rencana Bisnis Bank (RBB) untuk mendorong perbankan agar lebih aktif mendukung program prioritas pemerintah.\n\nKetua Dewan Komisioner OJK Friderica Widyasari Dewi mengatakan, penyesuaian tersebut akan dituangkan dalam Rancangan Peraturan OJK (RPOJK) yang akan mengatur arah penyaluran kredit perbankan agar dapat selaras dengan agenda strategis nasional.\n\nTerima kasih telah berkunjung ke channel MISRAN JEBE VLOG \n\nJangan lupa subscribe dan nyalakan lonceng notifikasinya agar tidak ketinggalan update video karaoke terbaru dari ‪‬", "post_id": "GH9keBZtaVw"}}, {"key": "@changkircoffee", "attributes": {"label": "@changkircoffee", "x": 661.4658377984877, "y": 865.9051564854876, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 8.8042, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "IO9xY3xWKAg", "id": "@changkircoffee", "source": "youtube-000001", "content": "Harga Emas Dunia Hari Ini Kamis - Tgl 9 April 2026\n\nHARGA EMAS HARI INI DUNIA MELEDAK! Apa yang Sebenarnya Terjadi? (Update 9 April 2026)\n\nHarga emas dunia mengalami pergerakan ekstrem dalam beberapa hari terakhir! Dari penurunan tajam hingga lonjakan hampir menyentuh level tertinggi, pasar emas kini berada di titik paling krusial.\n\nDalam video ini, kami membahas analisis terbaru harga emas dunia hari ini (2–9 April 2026) secara mendalam berdasarkan sudut pandang pengamat emas profesional.\n\n💥 Apakah ini sinyal peluang besar… atau justru awal dari koreksi tajam?\n\n📊 DATA HARGA EMAS TERBARU:\n2 April 2026: High $4.800 | Low $4.553 | Closing $4.676\n6 April 2026: Stabil di kisaran $4.648\n7 April 2026: Menguat ke $4.701\n8 April 2026: Lonjakan ekstrem hingga $4.857\n9 April 2026: Dibuka di $4.721\n\n🔍 DALAM VIDEO INI:\n✔ Analisis pergerakan harga emas dunia terbaru\n✔ Dampak suku bunga The Fed 3,75% terhadap emas\n✔ Faktor global yang memicu volatilitas tinggi\n✔ Strategi membaca arah market emas\n✔ Prediksi harga emas dunia hari ini (skenario terbaik & terburuk)\n\n💡 KENAPA HARGA EMAS NAIK TURUN TAJAM?\nPergerakan emas tidak terjadi begitu saja. Ada faktor besar seperti:\n\nKebijakan suku bunga bank sentral AS (The Fed)\nKetidakpastian ekonomi global\nPergerakan investor institusi besar\nSentimen pasar terhadap safe haven\n\nSemua dibahas lengkap di video ini!\n\n🎯 VIDEO INI COCOK UNTUK:\nInvestor emas pemula & profesional\nTrader forex & komoditas\nPelaku UMKM & pebisnis\nSiapa saja yang ingin memahami arah ekonomi global\n\n📌 PREDIKSI TERBARU 9 APRIL 2026:\n👉 Skenario bullish: Potensi naik ke $4.780 – $4.820\n👉 Skenario bearish: Bisa turun ke $4.650 – $4.600\n\n🔥 JANGAN SAMPAI TERLAMBAT!\nPergerakan emas saat ini bisa menjadi peluang terbesar… atau risiko terbesar tahun ini.\n\n📢 SUBSCRIBE SEKARANG untuk update harga emas dunia, analisis ekonomi global, dan strategi investasi cerdas setiap hari!\n\n🔎 KEYWORDS:\nharga emas hari ini, harga emas dunia terbaru, gold price today, prediksi harga emas 2026, analisis emas dunia, harga emas naik atau turun, investasi emas 2026, suku bunga the fed emas, gold market analysis, gold price forecast april 2026, harga emas global hari ini, berita emas terbaru\n---\n---\n#changkircoffee #long #literasiemas #literasikeuangan #passiveincome #updatehargaemas #hargemas #hargaemashariini #investasiemas #hargaemasdunia #pegadaian #hargaemaspegadaian #hargaemas24karat #hargaemasterbaru #emashariini #updatehargaemas #emasantam #hargaemasantam #emas001gram #emas1gram #emasubs #galeri24 #emasperhiasan #emasnaikturun #hargaemas2026 #infoemashariini #buybackemas #prediksiemas #mahasiswa #genzindonesia\n---\nTerimakasih atas dukung Anda.\n   /", "post_id": "IO9xY3xWKAg"}}, {"key": "changkircoffee", "attributes": {"label": "changkircoffee", "x": 92.70625983091941, "y": 883.9530957653029, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 16.2877, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "IO9xY3xWKAg", "id": "changkircoffee", "source": "youtube-000001", "content": "Harga Emas Dunia Hari Ini Kamis - Tgl 9 April 2026\n\nHARGA EMAS HARI INI DUNIA MELEDAK! Apa yang Sebenarnya Terjadi? (Update 9 April 2026)\n\nHarga emas dunia mengalami pergerakan ekstrem dalam beberapa hari terakhir! Dari penurunan tajam hingga lonjakan hampir menyentuh level tertinggi, pasar emas kini berada di titik paling krusial.\n\nDalam video ini, kami membahas analisis terbaru harga emas dunia hari ini (2–9 April 2026) secara mendalam berdasarkan sudut pandang pengamat emas profesional.\n\n💥 Apakah ini sinyal peluang besar… atau justru awal dari koreksi tajam?\n\n📊 DATA HARGA EMAS TERBARU:\n2 April 2026: High $4.800 | Low $4.553 | Closing $4.676\n6 April 2026: Stabil di kisaran $4.648\n7 April 2026: Menguat ke $4.701\n8 April 2026: Lonjakan ekstrem hingga $4.857\n9 April 2026: Dibuka di $4.721\n\n🔍 DALAM VIDEO INI:\n✔ Analisis pergerakan harga emas dunia terbaru\n✔ Dampak suku bunga The Fed 3,75% terhadap emas\n✔ Faktor global yang memicu volatilitas tinggi\n✔ Strategi membaca arah market emas\n✔ Prediksi harga emas dunia hari ini (skenario terbaik & terburuk)\n\n💡 KENAPA HARGA EMAS NAIK TURUN TAJAM?\nPergerakan emas tidak terjadi begitu saja. Ada faktor besar seperti:\n\nKebijakan suku bunga bank sentral AS (The Fed)\nKetidakpastian ekonomi global\nPergerakan investor institusi besar\nSentimen pasar terhadap safe haven\n\nSemua dibahas lengkap di video ini!\n\n🎯 VIDEO INI COCOK UNTUK:\nInvestor emas pemula & profesional\nTrader forex & komoditas\nPelaku UMKM & pebisnis\nSiapa saja yang ingin memahami arah ekonomi global\n\n📌 PREDIKSI TERBARU 9 APRIL 2026:\n👉 Skenario bullish: Potensi naik ke $4.780 – $4.820\n👉 Skenario bearish: Bisa turun ke $4.650 – $4.600\n\n🔥 JANGAN SAMPAI TERLAMBAT!\nPergerakan emas saat ini bisa menjadi peluang terbesar… atau risiko terbesar tahun ini.\n\n📢 SUBSCRIBE SEKARANG untuk update harga emas dunia, analisis ekonomi global, dan strategi investasi cerdas setiap hari!\n\n🔎 KEYWORDS:\nharga emas hari ini, harga emas dunia terbaru, gold price today, prediksi harga emas 2026, analisis emas dunia, harga emas naik atau turun, investasi emas 2026, suku bunga the fed emas, gold market analysis, gold price forecast april 2026, harga emas global hari ini, berita emas terbaru\n---\n---\n#changkircoffee #long #literasiemas #literasikeuangan #passiveincome #updatehargaemas #hargemas #hargaemashariini #investasiemas #hargaemasdunia #pegadaian #hargaemaspegadaian #hargaemas24karat #hargaemasterbaru #emashariini #updatehargaemas #emasantam #hargaemasantam #emas001gram #emas1gram #emasubs #galeri24 #emasperhiasan #emasnaikturun #hargaemas2026 #infoemashariini #buybackemas #prediksiemas #mahasiswa #genzindonesia\n---\nTerimakasih atas dukung Anda.\n   /", "post_id": "IO9xY3xWKAg"}}, {"key": "@thecore_in", "attributes": {"label": "@thecore_in", "x": 887.6132841281501, "y": 992.7948422094668, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 8.8042, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "AiuGRPBQcog", "id": "@thecore_in", "source": "youtube-000001", "content": "Perang Iran Belum Berakhir! Pasar Melonjak Seiring Pengetatan Blokade | Govindraj Ethiraj | Lapor...\n\nPada Episode 848 dari The Core Report, jurnalis keuangan Govindraj Ethiraj berbicara dengan Upasna Bhardwaj, Kepala Ekonom di Kotak Mahindra Bank; Adelle Thomas, Direktur Adaptasi di NRDC dan Wakil Ketua Kelompok Kerja IPCC; serta Krishnan Sitaraman, Kepala Petugas Pemeringkatan di Crisil Ratings.\n\n____________________________________________\nBekerja Sama Dengan:\nPasar bergerak cepat.\nTetap unggul dengan InvestingPro—akses penuh Anda ke 300.000+ instrumen, alat profesional & peringatan waktu nyata.\nTanpa kebisingan. Hanya intelijen pasar.\n\nInvestingPro—perkuat portofolio Anda.\n\nUnduh Sekarang: https://www.investing-referral.com/af...\n____________________________________________\nCATATAN ACARA\n(00:00) Berita Hari Ini\n(00:50) Pasar selalu menyambut baik kata-kata tersebut, tetapi mengapa tindakan menunjukkan sebaliknya\n(04:07) Ekspor India ke AS meningkat karena tarif yang lebih rendah\n(06:14) Bagaimana berkurangnya musim hujan akan berdampak pada perekonomian\n(13:32) Mengapa kredit perbankan melambat tahun ini?\n(24:30) Panas ekstrem muncul sebagai salah satu risiko iklim paling mendesak secara global\n\nPasar, Blokade, Rupee, dan Minyak:\n\nApakah perang Iran sudah berakhir? Tentu saja tidak. Pasar menyambut baik sinyal kemungkinan berakhirnya perang Iran, tetapi di lapangan, tidak banyak yang berubah. Pemboman tanpa henti kini telah beralih ke blokade angkatan laut dan ekonomi AS skala penuh.\n\nBlokade AS terhadap pelabuhan Iran sepenuhnya berlaku, memutus hampir 90 persen perdagangan maritim Iran melalui Selat Hormuz, jalur minyak global utama. Lebih dari 10.000 tentara AS, kapal angkatan laut, dan jet tempur dikerahkan. Dalam 24 jam pertama, kapal-kapal dipulangkan, memperketat perdagangan global dan risiko pasokan minyak. Meskipun pembicaraan diplomatik terus berlanjut, ketidakpastian tetap tinggi.\n\nHarga minyak kembali naik mendekati 95 dolar per barel, sementara IMF telah memangkas perkiraan pertumbuhan global dan memperingatkan skenario risiko harga minyak yang tinggi. Terlepas dari itu, pasar saham India melonjak, dengan Sensex dan Nifty mencapai level tertinggi satu bulan karena harapan meredanya ketegangan.\n\nPasar yang lebih luas menguat, tetapi investor asing tetap berhati-hati. Investor asing telah menarik miliaran dolar dari saham India karena risiko geopolitik, valuasi, dan tekanan mata uang. Rupee tetap lemah di dekat 93 per dolar di tengah permintaan dolar yang kuat.\n\nEkspor India ke AS:\n\nEkspor ke AS membaik karena tarif yang lebih rendah, mempersempit defisit perdagangan India. Namun, biaya pengiriman yang lebih tinggi dan gangguan di Selat Hormuz terus berlanjut. Ekspor permata dan perhiasan menurun, mencerminkan lemahnya permintaan global.\n\nLaporan Crisil menyoroti kondisi keuangan yang lebih ketat yang didorong oleh arus keluar FPI, pelemahan rupee, dan kenaikan imbal hasil obligasi. Tindakan RBI menstabilkan pasar, tetapi volatilitas tetap ada.\n\nDampak Musim Hujan Ini terhadap Ekonomi:\n\nInflasi kembali meningkat, dipimpin oleh harga minyak mentah, logam, dan pangan. Prakiraan musim hujan yang lemah menambah risiko lebih lanjut terhadap pertumbuhan dan permintaan pedesaan. Upasana Bharadwaj dari Kotak Mahindra Bank menyoroti pentingnya tren musim hujan untuk stabilitas ekonomi.\n\nPerlambatan Kredit Bank:\n\nPertumbuhan kredit bank diperkirakan akan melambat di tengah ketidakpastian global, meskipun permintaan UMKM dan ritel tetap stabil. Krishnan Sitaraman dari Crisil Ratings mencatat bahwa tren kredit akan bergantung pada suku bunga dan risiko geopolitik.\n\nMengatasi Panas Ekstrem di Dunia:\n\nMeningkatnya risiko gelombang panas muncul sebagai tantangan ekonomi global utama. Adele Thomas dari NRDC dan IPCC menyoroti urgensi adaptasi iklim dan respons kebijakan.\n\nPertanyaan kuncinya tetap: Apakah pasar mengabaikan risiko nyata seiring berlanjutnya konflik Iran?\n\nSaat narasi perang Iran belum berakhir terungkap dan blokade AS semakin ketat, pasar melonjak tetapi risiko tetap ada. Dari harga minyak, rupee, Sensex dan Nifty hingga sinyal ekonomi global, apakah pasar mengabaikan realitas? Tetap terinformasi dengan The Core Report oleh Govindraj Ethiraj.\n\n#PerangIran #PasarSahamIndia #HargaMinyak #SensexNifty #EkonomiGlobal #TheCoreReport #TheCore\n\nGabung The Core Insider untuk mendapatkan akses ke keuntungan:\n   /   \n\nPendengar! Kami menunggu umpan balik Anda: https://tinyurl.com/TCR-Listener-Survey\n\nThe Core & The Core Report didukung iklan & GRATIS untuk semua pembaca & pendengar. Hubungi shiva untuk kebutuhan sponsor & studio merek.\n\nUntuk liputan selengkapnya, kunjungi thecore.in (https://www.thecore.in/)\n\nDukung Core Report (https://tinyurl.com/Support-the-Core-...)\n\nGabung & Berinteraksi secara anonim di saluran WhatsApp kami (https://tinyurl.com/The-Core-WhatsApp...)\n\nBerlangganan Newsletter kami (https://www.thecore.in/newsletters/th...)\n\nIkuti Kami di Media Sosial untuk Pembaruan Lebih Lanjut:\nTwitter (http...", "post_id": "AiuGRPBQcog"}}, {"key": "thecore_in", "attributes": {"label": "thecore_in", "x": 980.2583387547892, "y": 956.9717880156026, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 16.2877, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "AiuGRPBQcog", "id": "thecore_in", "source": "youtube-000001", "content": "Perang Iran Belum Berakhir! Pasar Melonjak Seiring Pengetatan Blokade | Govindraj Ethiraj | Lapor...\n\nPada Episode 848 dari The Core Report, jurnalis keuangan Govindraj Ethiraj berbicara dengan Upasna Bhardwaj, Kepala Ekonom di Kotak Mahindra Bank; Adelle Thomas, Direktur Adaptasi di NRDC dan Wakil Ketua Kelompok Kerja IPCC; serta Krishnan Sitaraman, Kepala Petugas Pemeringkatan di Crisil Ratings.\n\n____________________________________________\nBekerja Sama Dengan:\nPasar bergerak cepat.\nTetap unggul dengan InvestingPro—akses penuh Anda ke 300.000+ instrumen, alat profesional & peringatan waktu nyata.\nTanpa kebisingan. Hanya intelijen pasar.\n\nInvestingPro—perkuat portofolio Anda.\n\nUnduh Sekarang: https://www.investing-referral.com/af...\n____________________________________________\nCATATAN ACARA\n(00:00) Berita Hari Ini\n(00:50) Pasar selalu menyambut baik kata-kata tersebut, tetapi mengapa tindakan menunjukkan sebaliknya\n(04:07) Ekspor India ke AS meningkat karena tarif yang lebih rendah\n(06:14) Bagaimana berkurangnya musim hujan akan berdampak pada perekonomian\n(13:32) Mengapa kredit perbankan melambat tahun ini?\n(24:30) Panas ekstrem muncul sebagai salah satu risiko iklim paling mendesak secara global\n\nPasar, Blokade, Rupee, dan Minyak:\n\nApakah perang Iran sudah berakhir? Tentu saja tidak. Pasar menyambut baik sinyal kemungkinan berakhirnya perang Iran, tetapi di lapangan, tidak banyak yang berubah. Pemboman tanpa henti kini telah beralih ke blokade angkatan laut dan ekonomi AS skala penuh.\n\nBlokade AS terhadap pelabuhan Iran sepenuhnya berlaku, memutus hampir 90 persen perdagangan maritim Iran melalui Selat Hormuz, jalur minyak global utama. Lebih dari 10.000 tentara AS, kapal angkatan laut, dan jet tempur dikerahkan. Dalam 24 jam pertama, kapal-kapal dipulangkan, memperketat perdagangan global dan risiko pasokan minyak. Meskipun pembicaraan diplomatik terus berlanjut, ketidakpastian tetap tinggi.\n\nHarga minyak kembali naik mendekati 95 dolar per barel, sementara IMF telah memangkas perkiraan pertumbuhan global dan memperingatkan skenario risiko harga minyak yang tinggi. Terlepas dari itu, pasar saham India melonjak, dengan Sensex dan Nifty mencapai level tertinggi satu bulan karena harapan meredanya ketegangan.\n\nPasar yang lebih luas menguat, tetapi investor asing tetap berhati-hati. Investor asing telah menarik miliaran dolar dari saham India karena risiko geopolitik, valuasi, dan tekanan mata uang. Rupee tetap lemah di dekat 93 per dolar di tengah permintaan dolar yang kuat.\n\nEkspor India ke AS:\n\nEkspor ke AS membaik karena tarif yang lebih rendah, mempersempit defisit perdagangan India. Namun, biaya pengiriman yang lebih tinggi dan gangguan di Selat Hormuz terus berlanjut. Ekspor permata dan perhiasan menurun, mencerminkan lemahnya permintaan global.\n\nLaporan Crisil menyoroti kondisi keuangan yang lebih ketat yang didorong oleh arus keluar FPI, pelemahan rupee, dan kenaikan imbal hasil obligasi. Tindakan RBI menstabilkan pasar, tetapi volatilitas tetap ada.\n\nDampak Musim Hujan Ini terhadap Ekonomi:\n\nInflasi kembali meningkat, dipimpin oleh harga minyak mentah, logam, dan pangan. Prakiraan musim hujan yang lemah menambah risiko lebih lanjut terhadap pertumbuhan dan permintaan pedesaan. Upasana Bharadwaj dari Kotak Mahindra Bank menyoroti pentingnya tren musim hujan untuk stabilitas ekonomi.\n\nPerlambatan Kredit Bank:\n\nPertumbuhan kredit bank diperkirakan akan melambat di tengah ketidakpastian global, meskipun permintaan UMKM dan ritel tetap stabil. Krishnan Sitaraman dari Crisil Ratings mencatat bahwa tren kredit akan bergantung pada suku bunga dan risiko geopolitik.\n\nMengatasi Panas Ekstrem di Dunia:\n\nMeningkatnya risiko gelombang panas muncul sebagai tantangan ekonomi global utama. Adele Thomas dari NRDC dan IPCC menyoroti urgensi adaptasi iklim dan respons kebijakan.\n\nPertanyaan kuncinya tetap: Apakah pasar mengabaikan risiko nyata seiring berlanjutnya konflik Iran?\n\nSaat narasi perang Iran belum berakhir terungkap dan blokade AS semakin ketat, pasar melonjak tetapi risiko tetap ada. Dari harga minyak, rupee, Sensex dan Nifty hingga sinyal ekonomi global, apakah pasar mengabaikan realitas? Tetap terinformasi dengan The Core Report oleh Govindraj Ethiraj.\n\n#PerangIran #PasarSahamIndia #HargaMinyak #SensexNifty #EkonomiGlobal #TheCoreReport #TheCore\n\nGabung The Core Insider untuk mendapatkan akses ke keuntungan:\n   /   \n\nPendengar! Kami menunggu umpan balik Anda: https://tinyurl.com/TCR-Listener-Survey\n\nThe Core & The Core Report didukung iklan & GRATIS untuk semua pembaca & pendengar. Hubungi shiva untuk kebutuhan sponsor & studio merek.\n\nUntuk liputan selengkapnya, kunjungi thecore.in (https://www.thecore.in/)\n\nDukung Core Report (https://tinyurl.com/Support-the-Core-...)\n\nGabung & Berinteraksi secara anonim di saluran WhatsApp kami (https://tinyurl.com/The-Core-WhatsApp...)\n\nBerlangganan Newsletter kami (https://www.thecore.in/newsletters/th...)\n\nIkuti Kami di Media Sosial untuk Pembaruan Lebih Lanjut:\nTwitter (http...", "post_id": "AiuGRPBQcog"}}, {"key": "@ettamil", "attributes": {"label": "@ettamil", "x": 986.2428946558962, "y": 916.9662821317241, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 8.8042, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "dy8N1FiFvMM", "id": "@ettamil", "source": "youtube-000001", "content": "Harga emas akan berbalik arah\" Akankah harga emas jatuh di bawah 70.000 dalam 6 bulan ke depan??...\n\nAlasan penurunan: Harga emas turun karena investor besar mengambil keuntungan.\nPeran bank sentral: Negara-negara seperti Turki dan Rusia menjual emas untuk memenuhi permintaan dolar.\nDampak inflasi: Inflasi kemungkinan akan meningkat dalam beberapa bulan mendatang karena kenaikan harga bahan bakar dan makanan.\nSuku bunga: Kenaikan suku bunga AS menekan harga emas.\nStatus perak: Karena perak adalah logam industri, harganya paling terpengaruh selama stagnasi ekonomi.\n\nSeorang ahli telah menjelaskan informasi tersebut.\n\n\n\nBerlangganan saluran ETtamil dan bergabunglah dengan grup Whatsapp dan Telegram!\n\nhttps://t.me/economictimestamil\nhttps://chat.whatsapp.com/JT2VdgkOyGG...\n\nUntuk pertanyaan periklanan - WhatsApp: +91 93113 92891\nKlik tautan di atas dan bergabunglah dengan grup ETtamil\n\nTerima kasih kepada semua anggota baru grup Economic Times Tamil!\n\nVideo-video baru akan diposting setiap hari tentang topik-topik terkait bisnis termasuk keuangan, tabungan, dan investasi.\n\nGunakan grup ini untuk berbagi pertanyaan dan saran Anda terkait Video ETtamil.\n\nTerima kasih\n\nSitus web bisnis paling tepercaya di India, The Economic Times, dalam bahasa Tamil!\n\nThe Economic Times telah menjadi situs web pelopor untuk berita terkait bisnis. Kini, situs ini juga telah menorehkan jejaknya dalam bahasa Tamil. Sejauh menyangkut India, 70 persen orang India tertarik membaca berita dalam bahasa ibu mereka. Memahami hal ini dengan benar, Grup Economic Times telah menghadirkan situs webnya dalam bahasa Tamil.\n\nPembaca sekarang dapat membaca berita bisnis favorit mereka dalam bahasa asli mereka, Tamil. Melalui situs web ET Tamil yang dibuat untuk tujuan ini, Anda dapat membaca semua berita terkait bisnis. ET Tamil adalah situs web yang menyediakan semua berita terkait pasar saham, pasar komoditas, dan pembaruan reksa dana.\n\nSitus ini juga menyediakan opini ahli, saran investasi, tabungan, semua informasi yang perlu Anda ketahui dalam bahasa Tamil untuk merencanakan masa pensiun dan masa depan anak-anak Anda. Situs web ET Tamil akan membantu Anda menetapkan dan mencapai tujuan keuangan, memastikan tabungan Anda menghasilkan keuntungan yang baik di masa depan, dan merencanakan keuangan dengan lebih baik.\n\nDemikian pula, Anda dapat menemukan informasi penting tentang UMKM, perusahaan rintisan, kisah sukses berbagai perusahaan, wawancara ahli, berita industri, video, dan informasi detail tentang skema pemerintah di sini.\n\nSitus web ini menargetkan para pedagang, investor jangka pendek, dan audiens utama yang fokus pada bisnis. Mari kita pelajari dasar-dasar menghasilkan uang dan menabung dalam bahasa Tamil. Mari kita manfaatkan. Tetap terhubung dengan Economic Times Tamil di ettamil.com.", "post_id": "dy8N1FiFvMM"}}, {"key": "ettamil", "attributes": {"label": "ettamil", "x": 816.2565174894936, "y": 564.6200824089506, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 12.546, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "dy8N1FiFvMM", "id": "ettamil", "source": "youtube-000001", "content": "Harga emas akan berbalik arah\" Akankah harga emas jatuh di bawah 70.000 dalam 6 bulan ke depan??...\n\nAlasan penurunan: Harga emas turun karena investor besar mengambil keuntungan.\nPeran bank sentral: Negara-negara seperti Turki dan Rusia menjual emas untuk memenuhi permintaan dolar.\nDampak inflasi: Inflasi kemungkinan akan meningkat dalam beberapa bulan mendatang karena kenaikan harga bahan bakar dan makanan.\nSuku bunga: Kenaikan suku bunga AS menekan harga emas.\nStatus perak: Karena perak adalah logam industri, harganya paling terpengaruh selama stagnasi ekonomi.\n\nSeorang ahli telah menjelaskan informasi tersebut.\n\n\n\nBerlangganan saluran ETtamil dan bergabunglah dengan grup Whatsapp dan Telegram!\n\nhttps://t.me/economictimestamil\nhttps://chat.whatsapp.com/JT2VdgkOyGG...\n\nUntuk pertanyaan periklanan - WhatsApp: +91 93113 92891\nKlik tautan di atas dan bergabunglah dengan grup ETtamil\n\nTerima kasih kepada semua anggota baru grup Economic Times Tamil!\n\nVideo-video baru akan diposting setiap hari tentang topik-topik terkait bisnis termasuk keuangan, tabungan, dan investasi.\n\nGunakan grup ini untuk berbagi pertanyaan dan saran Anda terkait Video ETtamil.\n\nTerima kasih\n\nSitus web bisnis paling tepercaya di India, The Economic Times, dalam bahasa Tamil!\n\nThe Economic Times telah menjadi situs web pelopor untuk berita terkait bisnis. Kini, situs ini juga telah menorehkan jejaknya dalam bahasa Tamil. Sejauh menyangkut India, 70 persen orang India tertarik membaca berita dalam bahasa ibu mereka. Memahami hal ini dengan benar, Grup Economic Times telah menghadirkan situs webnya dalam bahasa Tamil.\n\nPembaca sekarang dapat membaca berita bisnis favorit mereka dalam bahasa asli mereka, Tamil. Melalui situs web ET Tamil yang dibuat untuk tujuan ini, Anda dapat membaca semua berita terkait bisnis. ET Tamil adalah situs web yang menyediakan semua berita terkait pasar saham, pasar komoditas, dan pembaruan reksa dana.\n\nSitus ini juga menyediakan opini ahli, saran investasi, tabungan, semua informasi yang perlu Anda ketahui dalam bahasa Tamil untuk merencanakan masa pensiun dan masa depan anak-anak Anda. Situs web ET Tamil akan membantu Anda menetapkan dan mencapai tujuan keuangan, memastikan tabungan Anda menghasilkan keuntungan yang baik di masa depan, dan merencanakan keuangan dengan lebih baik.\n\nDemikian pula, Anda dapat menemukan informasi penting tentang UMKM, perusahaan rintisan, kisah sukses berbagai perusahaan, wawancara ahli, berita industri, video, dan informasi detail tentang skema pemerintah di sini.\n\nSitus web ini menargetkan para pedagang, investor jangka pendek, dan audiens utama yang fokus pada bisnis. Mari kita pelajari dasar-dasar menghasilkan uang dan menabung dalam bahasa Tamil. Mari kita manfaatkan. Tetap terhubung dengan Economic Times Tamil di ettamil.com.", "post_id": "dy8N1FiFvMM"}}, {"key": "@FadlanAli68", "attributes": {"label": "@FadlanAli68", "x": 198.41343873887473, "y": 311.4893284780378, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 8.8042, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 4, "degree": 4}, "_id": "CYPRX0f50tU", "id": "@FadlanAli68", "source": "youtube-000001", "content": "Digital marketing bank product | Fadlan Ali - 2404321014 - BK4A\n\nLatar Belakang Bank Mayapada\n\n PT Bank Mayapada Internasional, Tbk. (IDX: MAYA) adalah salah satu bank swasta nasional yang terus bertumbuh dan berkembang, menawarkan berbagai produk perbankan untuk segmen konsumer, komersial, dan korporasi dengan jaringan layanan di berbagai wilayah Indonesia. Berdiri sejak 1989, Bank Mayapada memiliki 178 jaringan kantor yang tersebar di seluruh Indonesia. Bank Mayapada masuk dalam Bank KBMI II sejak 2021 dan merupakan bank ke-16 terbesar di Indonesia berdasarkan aset per Desember 2023. Bank Mayapada berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan menjadi peserta Lembaga Penjamin Simpanan (LPS).\n\nmySAVING Mayapada\n\n mySAVING Bank Mayapada adalah produk tabungan yang dirancang untuk kebutuhan transaksi harian dan investasi. Keunggulannya meliputi suku bunga kompetitif mulai dari 1.25% hingga 4.25%, fasilitas myMOBILE banking, serta benefit special kepada nasabah pengguna layanan mySAVING yang akan memperoleh poin untuk ditukarkan dengan berbagai voucher menarik serta berkesempatan berpartisipasi dalam program undian “Mayapada Sensasi”.\n\nMayapada Sensasi\n\n Mayapada Sensasi adalah program undian berhadiah yang diadakan oleh Bank Mayapada sebagai bentuk apresiasi untuk nasabah perorangan yang menabung dengan mySAVING dan memperoleh poin myREWARDS. Program ini diperkenalkan sejak awal dekade 2020-an dan dilaksanakan secara berkala dengan tujuan mendorong peningkatan serta retensi saldo tabungan nasabah melalui mekanisme pengumpulan poin berbasis saldo rata-rata.\n\nPoin yang terkumpul dapat ditukarkan menjadi kupon undian, di mana semakin besar dan stabil saldo tabungan, semakin besar peluang nasabah untuk memenangkan hadiah. Secara umum, hadiah yang ditawarkan dalam program ini mencakup hadiah bernilai besar seperti mobil dan sepeda motor, yang diberikan melalui proses undian resmi sebagai insentif non-bunga untuk meningkatkan loyalitas dan dana murah bank (CASA).\n\nAll Rights | Pemilik beberapa footage dalam video:\n1.    /   \n2.    /   \n3.    / -stock-video-footage  \n4.    /", "post_id": "CYPRX0f50tU"}}, {"key": "anggahrmdh", "attributes": {"label": "anggahrmdh", "x": 78.68773765989967, "y": 182.4300681269291, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 10.6751, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "CYPRX0f50tU", "id": "anggahrmdh", "source": "youtube-000001", "content": "Digital marketing bank product | Fadlan Ali - 2404321014 - BK4A\n\nLatar Belakang Bank Mayapada\n\n PT Bank Mayapada Internasional, Tbk. (IDX: MAYA) adalah salah satu bank swasta nasional yang terus bertumbuh dan berkembang, menawarkan berbagai produk perbankan untuk segmen konsumer, komersial, dan korporasi dengan jaringan layanan di berbagai wilayah Indonesia. Berdiri sejak 1989, Bank Mayapada memiliki 178 jaringan kantor yang tersebar di seluruh Indonesia. Bank Mayapada masuk dalam Bank KBMI II sejak 2021 dan merupakan bank ke-16 terbesar di Indonesia berdasarkan aset per Desember 2023. Bank Mayapada berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan menjadi peserta Lembaga Penjamin Simpanan (LPS).\n\nmySAVING Mayapada\n\n mySAVING Bank Mayapada adalah produk tabungan yang dirancang untuk kebutuhan transaksi harian dan investasi. Keunggulannya meliputi suku bunga kompetitif mulai dari 1.25% hingga 4.25%, fasilitas myMOBILE banking, serta benefit special kepada nasabah pengguna layanan mySAVING yang akan memperoleh poin untuk ditukarkan dengan berbagai voucher menarik serta berkesempatan berpartisipasi dalam program undian “Mayapada Sensasi”.\n\nMayapada Sensasi\n\n Mayapada Sensasi adalah program undian berhadiah yang diadakan oleh Bank Mayapada sebagai bentuk apresiasi untuk nasabah perorangan yang menabung dengan mySAVING dan memperoleh poin myREWARDS. Program ini diperkenalkan sejak awal dekade 2020-an dan dilaksanakan secara berkala dengan tujuan mendorong peningkatan serta retensi saldo tabungan nasabah melalui mekanisme pengumpulan poin berbasis saldo rata-rata.\n\nPoin yang terkumpul dapat ditukarkan menjadi kupon undian, di mana semakin besar dan stabil saldo tabungan, semakin besar peluang nasabah untuk memenangkan hadiah. Secara umum, hadiah yang ditawarkan dalam program ini mencakup hadiah bernilai besar seperti mobil dan sepeda motor, yang diberikan melalui proses undian resmi sebagai insentif non-bunga untuk meningkatkan loyalitas dan dana murah bank (CASA).\n\nAll Rights | Pemilik beberapa footage dalam video:\n1.    /   \n2.    /   \n3.    / -stock-video-footage  \n4.    /", "post_id": "CYPRX0f50tU"}}, {"key": "cr_visualcreation", "attributes": {"label": "cr_visualcreation", "x": 677.8717879264284, "y": 479.24951329188946, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 10.6751, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "CYPRX0f50tU", "id": "cr_visualcreation", "source": "youtube-000001", "content": "Digital marketing bank product | Fadlan Ali - 2404321014 - BK4A\n\nLatar Belakang Bank Mayapada\n\n PT Bank Mayapada Internasional, Tbk. (IDX: MAYA) adalah salah satu bank swasta nasional yang terus bertumbuh dan berkembang, menawarkan berbagai produk perbankan untuk segmen konsumer, komersial, dan korporasi dengan jaringan layanan di berbagai wilayah Indonesia. Berdiri sejak 1989, Bank Mayapada memiliki 178 jaringan kantor yang tersebar di seluruh Indonesia. Bank Mayapada masuk dalam Bank KBMI II sejak 2021 dan merupakan bank ke-16 terbesar di Indonesia berdasarkan aset per Desember 2023. Bank Mayapada berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan menjadi peserta Lembaga Penjamin Simpanan (LPS).\n\nmySAVING Mayapada\n\n mySAVING Bank Mayapada adalah produk tabungan yang dirancang untuk kebutuhan transaksi harian dan investasi. Keunggulannya meliputi suku bunga kompetitif mulai dari 1.25% hingga 4.25%, fasilitas myMOBILE banking, serta benefit special kepada nasabah pengguna layanan mySAVING yang akan memperoleh poin untuk ditukarkan dengan berbagai voucher menarik serta berkesempatan berpartisipasi dalam program undian “Mayapada Sensasi”.\n\nMayapada Sensasi\n\n Mayapada Sensasi adalah program undian berhadiah yang diadakan oleh Bank Mayapada sebagai bentuk apresiasi untuk nasabah perorangan yang menabung dengan mySAVING dan memperoleh poin myREWARDS. Program ini diperkenalkan sejak awal dekade 2020-an dan dilaksanakan secara berkala dengan tujuan mendorong peningkatan serta retensi saldo tabungan nasabah melalui mekanisme pengumpulan poin berbasis saldo rata-rata.\n\nPoin yang terkumpul dapat ditukarkan menjadi kupon undian, di mana semakin besar dan stabil saldo tabungan, semakin besar peluang nasabah untuk memenangkan hadiah. Secara umum, hadiah yang ditawarkan dalam program ini mencakup hadiah bernilai besar seperti mobil dan sepeda motor, yang diberikan melalui proses undian resmi sebagai insentif non-bunga untuk meningkatkan loyalitas dan dana murah bank (CASA).\n\nAll Rights | Pemilik beberapa footage dalam video:\n1.    /   \n2.    /   \n3.    / -stock-video-footage  \n4.    /", "post_id": "CYPRX0f50tU"}}, {"key": "free", "attributes": {"label": "free", "x": 585.7844452971874, "y": 824.2620211181448, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 10.6751, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "CYPRX0f50tU", "id": "free", "source": "youtube-000001", "content": "Digital marketing bank product | Fadlan Ali - 2404321014 - BK4A\n\nLatar Belakang Bank Mayapada\n\n PT Bank Mayapada Internasional, Tbk. (IDX: MAYA) adalah salah satu bank swasta nasional yang terus bertumbuh dan berkembang, menawarkan berbagai produk perbankan untuk segmen konsumer, komersial, dan korporasi dengan jaringan layanan di berbagai wilayah Indonesia. Berdiri sejak 1989, Bank Mayapada memiliki 178 jaringan kantor yang tersebar di seluruh Indonesia. Bank Mayapada masuk dalam Bank KBMI II sejak 2021 dan merupakan bank ke-16 terbesar di Indonesia berdasarkan aset per Desember 2023. Bank Mayapada berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan menjadi peserta Lembaga Penjamin Simpanan (LPS).\n\nmySAVING Mayapada\n\n mySAVING Bank Mayapada adalah produk tabungan yang dirancang untuk kebutuhan transaksi harian dan investasi. Keunggulannya meliputi suku bunga kompetitif mulai dari 1.25% hingga 4.25%, fasilitas myMOBILE banking, serta benefit special kepada nasabah pengguna layanan mySAVING yang akan memperoleh poin untuk ditukarkan dengan berbagai voucher menarik serta berkesempatan berpartisipasi dalam program undian “Mayapada Sensasi”.\n\nMayapada Sensasi\n\n Mayapada Sensasi adalah program undian berhadiah yang diadakan oleh Bank Mayapada sebagai bentuk apresiasi untuk nasabah perorangan yang menabung dengan mySAVING dan memperoleh poin myREWARDS. Program ini diperkenalkan sejak awal dekade 2020-an dan dilaksanakan secara berkala dengan tujuan mendorong peningkatan serta retensi saldo tabungan nasabah melalui mekanisme pengumpulan poin berbasis saldo rata-rata.\n\nPoin yang terkumpul dapat ditukarkan menjadi kupon undian, di mana semakin besar dan stabil saldo tabungan, semakin besar peluang nasabah untuk memenangkan hadiah. Secara umum, hadiah yang ditawarkan dalam program ini mencakup hadiah bernilai besar seperti mobil dan sepeda motor, yang diberikan melalui proses undian resmi sebagai insentif non-bunga untuk meningkatkan loyalitas dan dana murah bank (CASA).\n\nAll Rights | Pemilik beberapa footage dalam video:\n1.    /   \n2.    /   \n3.    / -stock-video-footage  \n4.    /", "post_id": "CYPRX0f50tU"}}, {"key": "bankmayapadaofficial", "attributes": {"label": "bankmayapadaofficial", "x": 22.82666193331484, "y": 352.76717748764406, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 10.6751, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "CYPRX0f50tU", "id": "bankmayapadaofficial", "source": "youtube-000001", "content": "Digital marketing bank product | Fadlan Ali - 2404321014 - BK4A\n\nLatar Belakang Bank Mayapada\n\n PT Bank Mayapada Internasional, Tbk. (IDX: MAYA) adalah salah satu bank swasta nasional yang terus bertumbuh dan berkembang, menawarkan berbagai produk perbankan untuk segmen konsumer, komersial, dan korporasi dengan jaringan layanan di berbagai wilayah Indonesia. Berdiri sejak 1989, Bank Mayapada memiliki 178 jaringan kantor yang tersebar di seluruh Indonesia. Bank Mayapada masuk dalam Bank KBMI II sejak 2021 dan merupakan bank ke-16 terbesar di Indonesia berdasarkan aset per Desember 2023. Bank Mayapada berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan menjadi peserta Lembaga Penjamin Simpanan (LPS).\n\nmySAVING Mayapada\n\n mySAVING Bank Mayapada adalah produk tabungan yang dirancang untuk kebutuhan transaksi harian dan investasi. Keunggulannya meliputi suku bunga kompetitif mulai dari 1.25% hingga 4.25%, fasilitas myMOBILE banking, serta benefit special kepada nasabah pengguna layanan mySAVING yang akan memperoleh poin untuk ditukarkan dengan berbagai voucher menarik serta berkesempatan berpartisipasi dalam program undian “Mayapada Sensasi”.\n\nMayapada Sensasi\n\n Mayapada Sensasi adalah program undian berhadiah yang diadakan oleh Bank Mayapada sebagai bentuk apresiasi untuk nasabah perorangan yang menabung dengan mySAVING dan memperoleh poin myREWARDS. Program ini diperkenalkan sejak awal dekade 2020-an dan dilaksanakan secara berkala dengan tujuan mendorong peningkatan serta retensi saldo tabungan nasabah melalui mekanisme pengumpulan poin berbasis saldo rata-rata.\n\nPoin yang terkumpul dapat ditukarkan menjadi kupon undian, di mana semakin besar dan stabil saldo tabungan, semakin besar peluang nasabah untuk memenangkan hadiah. Secara umum, hadiah yang ditawarkan dalam program ini mencakup hadiah bernilai besar seperti mobil dan sepeda motor, yang diberikan melalui proses undian resmi sebagai insentif non-bunga untuk meningkatkan loyalitas dan dana murah bank (CASA).\n\nAll Rights | Pemilik beberapa footage dalam video:\n1.    /   \n2.    /   \n3.    / -stock-video-footage  \n4.    /", "post_id": "CYPRX0f50tU"}}], "edges": [{"key": "aldotjahjadi8", "source": "aldotjahjadi8", "target": "detikfinance", "attributes": {"label": "retweet", "type": "retweet", "source": "retweet-000002"}}, {"key": "aldotjahjadi8", "source": "aldotjahjadi8", "target": "detikfinance", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "retweet-000002"}}, {"key": "Gibbssonnp", "source": "Gibbssonnp", "target": "ArvinHonami", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "sanderkilap", "source": "sanderkilap", "target": "AnalisNetra", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "nifiblackbull", "source": "nifiblackbull", "target": "ojkindonesia", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "StaffacctKab", "source": "StaffacctKab", "target": "RagilSemar", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "gusmuh_apidin", "source": "gusmuh_apidin", "target": "kecapitem12", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "gusmuh_apidin", "source": "gusmuh_apidin", "target": "waytoXD", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "gusmuh_apidin", "source": "gusmuh_apidin", "target": "VeritasArdentur", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "ErwinSose", "source": "ErwinSose", "target": "GunRomli", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "ErwinSose", "source": "ErwinSose", "target": "yaniarsim", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "grok", "source": "grok", "target": "RedHalberdier", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "grok", "source": "grok", "target": "Yourskinneveren", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "grok", "source": "grok", "target": "hnirankara", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "wowokproq75352", "source": "wowokproq75352", "target": "kristyaa97", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "wowokproq75352", "source": "wowokproq75352", "target": "polisiolahraga", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "mancingsaham", "source": "mancingsaham", "target": "mancingsaham", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "bloombergtechnoz", "source": "bloombergtechnoz", "target": "bloombergtechnoz", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "celebesmedia.id", "source": "celebesmedia.id", "target": "celebesmedia.id", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "celebesmedia.id", "source": "celebesmedia.id", "target": "celebespsm", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "bank_indonesia_kediri", "source": "bank_indonesia_kediri", "target": "bank_indonesia", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "bank_indonesia_papuabarat", "source": "bank_indonesia_papuabarat", "target": "bank_indonesia", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "bank_indonesia_malut", "source": "bank_indonesia_malut", "target": "bank_indonesia", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "idx_yogyakarta", "source": "idx_yogyakarta", "target": "indonesiastockexchange", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "ekssoverr", "source": "ekssoverr", "target": "Ekssover", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "jokksssss1", "source": "jokksssss1", "target": "fyp", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "jokksssss1", "source": "jokksssss1", "target": "fypindonesia", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "jokksssss1", "source": "jokksssss1", "target": "literasikeuangan", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "jokksssss1", "source": "jokksssss1", "target": "belajarekonomi", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "jokksssss1", "source": "jokksssss1", "target": "ekonomimilenial", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "tumbuhkaya.id", "source": "tumbuhkaya.id", "target": "tumbuhkaya.id", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "siningkonsultan", "source": "siningkonsultan", "target": "sining_konsultan", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "siningkonsultan", "source": "siningkonsultan", "target": "siningkonsultan", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "tumbuhkaya.id", "source": "tumbuhkaya.id", "target": "tumbuhkaya.id", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "bprlearning", "source": "bprlearning", "target": "BPRLearning", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "arkan_turungku", "source": "arkan_turungku", "target": "StatifyID", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "idxchannel_", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "wicky_adrian", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "deffid_83", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "prast_ulrich", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "rosalinehioe", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@KoranJakartaYoutubeOfficial", "source": "@KoranJakartaYoutubeOfficial", "target": "koranjakarta...", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@ETNow", "source": "@ETNow", "target": "etnow", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@garudatv.official", "source": "@garudatv.official", "target": "garudatv.official", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@garudatv.official", "source": "@garudatv.official", "target": "garudatv.official", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@Proshper", "source": "@Proshper", "target": "Proshper", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@misranjebe2498", "source": "@misranjebe2498", "target": "misranjebe2498", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@changkircoffee", "source": "@changkircoffee", "target": "changkircoffee", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@thecore_in", "source": "@thecore_in", "target": "thecore_in", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@ettamil", "source": "@ettamil", "target": "ettamil", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@FadlanAli68", "source": "@FadlanAli68", "target": "anggahrmdh", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@FadlanAli68", "source": "@FadlanAli68", "target": "cr_visualcreation", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@FadlanAli68", "source": "@FadlanAli68", "target": "free", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@FadlanAli68", "source": "@FadlanAli68", "target": "bankmayapadaofficial", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@ettamil", "source": "@ettamil", "target": "ettamil", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}]}