{"nodes": [{"key": "aldotjahjadi8", "attributes": {"label": "aldotjahjadi8", "x": 336.8734632044358, "y": 91.43374457644593, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["retweet-000002"], "scores": {"pagerank": 18.4021, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "2046855685259096531", "id": "aldotjahjadi8", "source": "retweet-000002", "content": "Pertumbuhan kredit perbankan terus diperkuat guna mendukung pertumbuhan ekonomi.\n\n➡️Kredit perbankan pada Maret 2026 tu…", "post_id": "2046855685259096531"}}, {"key": "bank_indonesia", "attributes": {"label": "bank_indonesia", "x": 968.0089140015779, "y": 313.6860696645841, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["retweet-000002"], "scores": {"pagerank": 34.0438, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 4, "out_degree": 0, "degree": 4}, "_id": "2046855685259096531", "id": "bank_indonesia", "source": "retweet-000002", "content": "Pertumbuhan kredit perbankan terus diperkuat guna mendukung pertumbuhan ekonomi.\n\n➡️Kredit perbankan pada Maret 2026 tu…", "post_id": "2046855685259096531"}}, {"key": "Ryp_Ez", "attributes": {"label": "Ryp_Ez", "x": 355.3039476384282, "y": 625.3240671313957, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["retweet-000002"], "scores": {"pagerank": 18.4021, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "2046855859070988785", "id": "Ryp_Ez", "source": "retweet-000002", "content": "Pertumbuhan kredit perbankan terus diperkuat guna mendukung pertumbuhan ekonomi.\n\n➡️Kredit perbankan pada Maret 2026 tu…", "post_id": "2046855859070988785"}}, {"key": "grok", "attributes": {"label": "grok", "x": 449.25543543085723, "y": 869.4803643420039, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 18.4021, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "2045448547143741440", "id": "grok", "source": "tweet-000004", "content": "Haha, paham banget reaksinya. Kabar menyenangkan dari bank BUMN: proyeksi 2026 cerah! Kinerja Himbara (BRI, Mandiri, BNI, BTN) diprediksi membaik dengan likuiditas lebih kuat, pertumbuhan kredit naik, dan potensi dividen jumbo. Pemerintah juga perpanjang penempatan dana Rp200T", "post_id": "2045448547143741440"}}, {"key": "yosephsamodra", "attributes": {"label": "yosephsamodra", "x": 684.4954542130891, "y": 315.75254905869775, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 26.2229, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2045448547143741440", "id": "yosephsamodra", "source": "tweet-000004", "content": "Haha, paham banget reaksinya. Kabar menyenangkan dari bank BUMN: proyeksi 2026 cerah! Kinerja Himbara (BRI, Mandiri, BNI, BTN) diprediksi membaik dengan likuiditas lebih kuat, pertumbuhan kredit naik, dan potensi dividen jumbo. Pemerintah juga perpanjang penempatan dana Rp200T", "post_id": "2045448547143741440"}}, {"key": "MrOngDedy", "attributes": {"label": "MrOngDedy", "x": 813.846166041967, "y": 471.5529737432141, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 26.2229, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2045448547143741440", "id": "MrOngDedy", "source": "tweet-000004", "content": "Haha, paham banget reaksinya. Kabar menyenangkan dari bank BUMN: proyeksi 2026 cerah! Kinerja Himbara (BRI, Mandiri, BNI, BTN) diprediksi membaik dengan likuiditas lebih kuat, pertumbuhan kredit naik, dan potensi dividen jumbo. Pemerintah juga perpanjang penempatan dana Rp200T", "post_id": "2045448547143741440"}}, {"key": "mancingsaham", "attributes": {"label": "mancingsaham", "x": 704.5230275127648, "y": 164.2429280626322, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 23.3677, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 4, "out_degree": 4, "degree": 8}, "_id": "3870845045860229022_52512310886", "id": "mancingsaham", "source": "instagram-000001", "content": "Bank Indonesia telah menyalurkan insentif likuiditas makroprudensial sebesar Rp427,1 triliun hingga Maret 2026 untuk mendorong pertumbuhan kredit, khususnya ke sektor prioritas seperti pangan, industri, hilirisasi, dan perumahan 🏗️🌾\n\nKebijakan ini juga diarahkan agar suku bunga kredit turun, sehingga transmisi ke sektor riil lebih cepat. Bank BUMN menjadi penerima terbesar, diikuti bank swasta nasional 📈\n\nSumber: Katadata.co.id, 8 April 2026\n\nGabung di  community untuk analisis market, stockpick pilihan, update berita saham, dan diskusi eksklusif dengan investor & trader lainnya. 📩 Bergabung sekarang! Klik lynk.id/owennath atau chat 081251880459 (WhatsApp).\n\n#bi #likuiditas #kredit #ekonomi #perbankan #investasi #saham #trading #mancingsaham", "post_id": "3870845045860229022_52512310886"}}, {"key": "kabarsamarinda_official", "attributes": {"label": "kabarsamarinda_official", "x": 122.45095867625454, "y": 980.1284969452453, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 18.4021, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "3876316572705611280_34489486378", "id": "kabarsamarinda_official", "source": "instagram-000001", "content": "Indonesia kembali disebut-sebut sebagai salah satu “bright spot” dalam perekonomian global, dengan fundamental yang kuat, kebijakan yang kredibel, serta ketahanan ekonomi yang terjaga di tengah meningkatnya ketidakpastian global.\n\nIMF dan investor global mengapresiasi konsistensi Indonesia dalam menjaga stabilitas makroekonomi melalui sinergi kebijakan fiskal dan moneter yang solid, disiplin dalam mempertahankan defisit di bawah 3% dari PDB, serta respons kebijakan yang adaptif dan forward-looking dalam menghadapi tekanan eksternal.\n\nDi tengah dinamika global yang semakin kompleks, Indonesia dinilai mampu mengelola keseimbangan antara stabilitas dan pertumbuhan secara optimal, dengan tetap menjaga momentum pertumbuhan yang didukung oleh kuatnya permintaan domestik.\n\nHal tersebut disampaikan Managing Director International Monetary Fund (IMF), Kristalina Georgieva, dalam pertemuan dengan Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo, Menteri Keuangan RI Purbaya Yudhi Sadewa dan Dewan Perwakilan Rakyat RI diwakili Wakil Ketua DPR RI Koordinator Bidang Ekonomi dan Keuangan Sari Yuliati, Ketua Komisi XI Mukhamad Misbakhun dan Wakil Mohamad Hekal dalam rangkaian pertemuan lanjutan dengan investor global pada IMF Spring Meetings (14/4/2026).\n\nDengan pertumbuhan ekonomi yang tetap solid didukung oleh permintaan domestik yang kuat, inflasi yang terjaga dalam sasaran, serta pemulihan intermediasi perbankan, Indonesia menunjukkan ketahanan yang konsisten di tengah tekanan eksternal.\n\nSelengkapnya Wajib Baca Di :\nhttps://www.cnbcindonesia.com/news/20260415111435-4-726892/depan-purbaya-bos-bi-dpr-imf-kembali-sebut-ri-titik-terang-dunia\n.\n.\nTitik Favorit Warga JUAL BELI SMARTPHONE di", "post_id": "3876316572705611280_34489486378"}}, {"key": "ogstore.samarinda", "attributes": {"label": "ogstore.samarinda", "x": 182.87666629922052, "y": 612.8498652861464, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 34.0438, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "3876316572705611280_34489486378", "id": "ogstore.samarinda", "source": "instagram-000001", "content": "Indonesia kembali disebut-sebut sebagai salah satu “bright spot” dalam perekonomian global, dengan fundamental yang kuat, kebijakan yang kredibel, serta ketahanan ekonomi yang terjaga di tengah meningkatnya ketidakpastian global.\n\nIMF dan investor global mengapresiasi konsistensi Indonesia dalam menjaga stabilitas makroekonomi melalui sinergi kebijakan fiskal dan moneter yang solid, disiplin dalam mempertahankan defisit di bawah 3% dari PDB, serta respons kebijakan yang adaptif dan forward-looking dalam menghadapi tekanan eksternal.\n\nDi tengah dinamika global yang semakin kompleks, Indonesia dinilai mampu mengelola keseimbangan antara stabilitas dan pertumbuhan secara optimal, dengan tetap menjaga momentum pertumbuhan yang didukung oleh kuatnya permintaan domestik.\n\nHal tersebut disampaikan Managing Director International Monetary Fund (IMF), Kristalina Georgieva, dalam pertemuan dengan Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo, Menteri Keuangan RI Purbaya Yudhi Sadewa dan Dewan Perwakilan Rakyat RI diwakili Wakil Ketua DPR RI Koordinator Bidang Ekonomi dan Keuangan Sari Yuliati, Ketua Komisi XI Mukhamad Misbakhun dan Wakil Mohamad Hekal dalam rangkaian pertemuan lanjutan dengan investor global pada IMF Spring Meetings (14/4/2026).\n\nDengan pertumbuhan ekonomi yang tetap solid didukung oleh permintaan domestik yang kuat, inflasi yang terjaga dalam sasaran, serta pemulihan intermediasi perbankan, Indonesia menunjukkan ketahanan yang konsisten di tengah tekanan eksternal.\n\nSelengkapnya Wajib Baca Di :\nhttps://www.cnbcindonesia.com/news/20260415111435-4-726892/depan-purbaya-bos-bi-dpr-imf-kembali-sebut-ri-titik-terang-dunia\n.\n.\nTitik Favorit Warga JUAL BELI SMARTPHONE di", "post_id": "3876316572705611280_34489486378"}}, {"key": "idx_channel", "attributes": {"label": "idx_channel", "x": 498.0933746579478, "y": 527.510086684238, "size": 5.73, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 34.0438, "eigenvector": 35.386, "in_degree": 1, "out_degree": 1, "degree": 2}, "_id": "3881267091144425536_3310659452", "id": "idx_channel", "source": "instagram-000001", "content": "Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia memutuskan tetap mempertahankan suku bunga acuan atau BI Rate di level 4,75%. Kemudian, suku bunga deposit facility 3,75% dan suku bunga lending facility 5,50%. Dengan demikian, BI Rate tidak berubah selama delapan bulan berturut-turut.\n\nDisisi lain, Otoritas Jasa Keuangan mencatat pada bulan Februari 2026, kinerja intermediasi perbankan tumbuh positif dengan profil risiko yang terjaga. Kredit tumbuh 9,37% YoY menjadi Rp8.559 triliun, sedangkan berdasarkan jenis penggunaan, kredit investasi tumbuh tertinggi yaitu 20,72% diikuti kredit konsumsi 6,34% serta kredit modal kerja 3,88%.\n\nSementara di sektor PVML, piutang pembiayaan perusahaan pembiayaan tumbuh 1,01% YoY pada Ffebruari 2026, menjadi Rp512,14 triliun. Pertumbuhan tersebut didukung pembiayaan modal kerja yang meningkat sebesar 8,31% Yoy.\n\nSaksikan pembahasan selengkapnya dalam program Market Review bersama Prasetyo Wibowo , Kamis 23 April 2026, pukul 10.00 - 10.30 WIB. LIVE di IDX Channel (MNC VISION Ch 100, MNC PLAY Ch 128 HD, First Media Ch 389, K-VISION Ch 129, OXYGEN Ch 137 dan MY REPUBLIK Ch 576). Saksikan juga LIVE STREAMING di www.idxchannel.com dan aplikasi IDX Channel TV di APPS  store.\n\n#idxchannel #idxchannelcommunity #marketreview", "post_id": "3881267091144425536_3310659452"}}, {"key": "prast_ulrich", "attributes": {"label": "prast_ulrich", "x": 697.8167733387146, "y": 591.9659148692847, "size": 15.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 48.4566, "eigenvector": 155.572, "in_degree": 3, "out_degree": 0, "degree": 3}, "_id": "3881267091144425536_3310659452", "id": "prast_ulrich", "source": "instagram-000001", "content": "Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia memutuskan tetap mempertahankan suku bunga acuan atau BI Rate di level 4,75%. Kemudian, suku bunga deposit facility 3,75% dan suku bunga lending facility 5,50%. Dengan demikian, BI Rate tidak berubah selama delapan bulan berturut-turut.\n\nDisisi lain, Otoritas Jasa Keuangan mencatat pada bulan Februari 2026, kinerja intermediasi perbankan tumbuh positif dengan profil risiko yang terjaga. Kredit tumbuh 9,37% YoY menjadi Rp8.559 triliun, sedangkan berdasarkan jenis penggunaan, kredit investasi tumbuh tertinggi yaitu 20,72% diikuti kredit konsumsi 6,34% serta kredit modal kerja 3,88%.\n\nSementara di sektor PVML, piutang pembiayaan perusahaan pembiayaan tumbuh 1,01% YoY pada Ffebruari 2026, menjadi Rp512,14 triliun. Pertumbuhan tersebut didukung pembiayaan modal kerja yang meningkat sebesar 8,31% Yoy.\n\nSaksikan pembahasan selengkapnya dalam program Market Review bersama Prasetyo Wibowo , Kamis 23 April 2026, pukul 10.00 - 10.30 WIB. LIVE di IDX Channel (MNC VISION Ch 100, MNC PLAY Ch 128 HD, First Media Ch 389, K-VISION Ch 129, OXYGEN Ch 137 dan MY REPUBLIK Ch 576). Saksikan juga LIVE STREAMING di www.idxchannel.com dan aplikasi IDX Channel TV di APPS  store.\n\n#idxchannel #idxchannelcommunity #marketreview", "post_id": "3881267091144425536_3310659452"}}, {"key": "kumparancom", "attributes": {"label": "kumparancom", "x": 318.003042500678, "y": 605.7314468059159, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 18.4021, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "3888202324565477818_3286401357", "id": "kumparancom", "source": "instagram-000001", "content": "Bank Mandiri (BMRI) resmi menetapkan pembagian dividen tunai sebesar Rp 44,47 triliun atau 79% dari laba bersih tahun buku 2025. Total dividen per saham (DPS) atas kinerja tahun 2025 tersebut mencapai Rp 476,95, yang jumlahnya sudah termasuk dividen interim yang telah dibayarkan kepada pemegang saham pada Januari 2026 lalu.\n\nSelain dividen rekor, RUPST juga menyetujui rencana pembelian kembali saham (buyback) senilai Rp 1,17 triliun dan melakukan penyegaran susunan pengurus perseroan. Langkah strategis ini diambil untuk menjaga kepercayaan investor serta memperkuat posisi Bank Mandiri () sebagai bagian dari ekosistem Danantara.\n\nCapaian ini setara dengan dividend yield sebesar 10,77%, didukung oleh kinerja fundamental yang solid dengan pertumbuhan kredit sebesar 13,4% YoY. Bank Mandiri berkomitmen terus memberikan nilai optimal bagi pemegang saham sekaligus menjadi mitra strategis dalam mengakselerasi ekonomi nasional.", "post_id": "3888202324565477818_3286401357"}}, {"key": "bankmandiri", "attributes": {"label": "bankmandiri", "x": 473.4631249179796, "y": 637.132812417873, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 34.0438, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "3888202324565477818_3286401357", "id": "bankmandiri", "source": "instagram-000001", "content": "Bank Mandiri (BMRI) resmi menetapkan pembagian dividen tunai sebesar Rp 44,47 triliun atau 79% dari laba bersih tahun buku 2025. Total dividen per saham (DPS) atas kinerja tahun 2025 tersebut mencapai Rp 476,95, yang jumlahnya sudah termasuk dividen interim yang telah dibayarkan kepada pemegang saham pada Januari 2026 lalu.\n\nSelain dividen rekor, RUPST juga menyetujui rencana pembelian kembali saham (buyback) senilai Rp 1,17 triliun dan melakukan penyegaran susunan pengurus perseroan. Langkah strategis ini diambil untuk menjaga kepercayaan investor serta memperkuat posisi Bank Mandiri () sebagai bagian dari ekosistem Danantara.\n\nCapaian ini setara dengan dividend yield sebesar 10,77%, didukung oleh kinerja fundamental yang solid dengan pertumbuhan kredit sebesar 13,4% YoY. Bank Mandiri berkomitmen terus memberikan nilai optimal bagi pemegang saham sekaligus menjadi mitra strategis dalam mengakselerasi ekonomi nasional.", "post_id": "3888202324565477818_3286401357"}}, {"key": "radar_indramayu", "attributes": {"label": "radar_indramayu", "x": 179.35770446124698, "y": 880.4827138010254, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 32.0036, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 2, "out_degree": 2, "degree": 4}, "_id": "3886567061468636286_8186324209", "id": "radar_indramayu", "source": "instagram-000001", "content": "Jakarta – Di tengah meningkatnya risiko global akibat eskalasi konflik geopolitik yang turut mendorong ketidakpastian ekonomi dunia, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk tetap mampu mencatatkan kinerja yang solid pada Triwulan I 2026. Dengan fundamental bisnis yang kuat didukung oleh pertumbuhan kredit yang selektif, pengelolaan biaya dana yang semakin efisien, serta kualitas aset yang terjaga, BRI berhasil mencatatkan laba bersih konsolidasian sebesar Rp15,5 triliun atau tumbuh 13,7% year-on-year (yoy).\n.\nHal tersebut disampaikan oleh Direktur Utama BRI Hery Gunardi dalam Press Conference Kinerja Keuangan BRI Triwulan I 2026 di Kantor Pusat BRI pada Kamis (30/4/2026). Turut hadir dalam acara tersebut Wakil Direktur Utama BRI Viviana Dyah Ayu, Direktur Network & Retail Funding BRI Aquarius Rudianto, Direktur Finance & Strategy BRI Achmad Royadi dan Direktur Manajemen Risiko BRI Ety Yuniarti.\n.\nDalam paparannya, Hery Gunardi menyampaikan bahwa sepanjang Triwulan I 2026, kondisi ekonomi global masih diwarnai oleh peningkatan risiko geopolitik yang signifikan. Meski demikian, perekonomian Indonesia tetap resilien dengan dukungan yang semakin luas dari sisi demand, supply, dan fiskal sehingga memberikan buffer terhadap ketidakpastian global dan menjaga momentum pertumbuhan. \n.\nKondisi ini juga tercermin pada industri perbankan nasional yang tetap berada dalam kondisi stabil, dengan intermediasi yang kuat, likuiditas yang memadai, serta risiko yang terkendali, dan memberikan ruang bagi perbankan untuk tetap melakukan ekspansi secara prudent.\n.\nHery Gunardi menambahkan, BRI tetap mampu menjaga momentum pertumbuhan yang solid, seiring konsistensi transformasi yang dijalankan. Hal ini tercermin pada kinerja keuangan konsolidasi hingga akhir Triwulan I 2026 yang tetap menunjukkan tren positif.\n.\nBerita Selengkapnya kunjungi Instastory  lalu KLIK TAUTAN !!!\nhttps://radarindramayu.disway.id/read/684177/bri-pertahankan-momentum-kinerja-solid-laba-bersih-meles\n.\nFollow \n.\n.\n#radarindramayu #radarcirebon #radarkuningan #radarmajalengka #infoindramayu beritahariini indonesia kabupatenindramayu news viral jabaristimewa kota kabupaten kotamangga", "post_id": "3886567061468636286_8186324209"}}, {"key": "redaksi_sumselmedia", "attributes": {"label": "redaksi_sumselmedia", "x": 461.320466915639, "y": 321.2097900341733, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 23.3677, "eigenvector": 0.0568, "in_degree": 1, "out_degree": 4, "degree": 5}, "_id": "3886577598399125706_56622120775", "id": "redaksi_sumselmedia", "source": "instagram-000001", "content": "SumselMedia.Com, Jakarta-\n\n(“CIMB Niaga” atau “Bank”; IDX: BNGA) hari ini mengumumkan perolehan kinerja keuangan konsolidasi (unaudited) untuk kuartal pertama tahun 2026 (“1Q26”), dengan laba sebelum pajak sebesar Rp2,3 triliun dan menghasilkan earnings per share Rp70,20.\n\nPresiden Direktur & CEO CIMB Niaga Lani Darmawan mengatakan, “Kami bersyukur dapat memulai tahun 2026 dengan fondasi yang kuat, didorong oleh kinerja pendapatan yang baik, pertumbuhan fee-based income yang solid, dan fundamental bisnis yang sehat. Pertumbuhan pendapatan tetap terjaga stabil, didukung oleh strategi serta dedikasi seluruh karyawan kami dalam memberikan layanan optimal kepada seluruh nasabah dan stakeholders. Adapun perolehan positif ini didorong oleh pengelolaan biaya yang disiplin, serta pertumbuhan kredit yang selektif dengan dukungan pendanaan current account savings account (“CASA”) yang kuat dan mencapai rasio CASA tertinggi sebesar 73,9%, sehingga memperkuat kemampuan kami dalam menjaga margin. Kualitas aset tetap terjaga, dengan rasio kredit bermasalah (non-performing loan/“NPL”) di bawah rata-rata industri, dan biaya kredit (cost of credit/“CoC”) yang tetap terjaga di bawah 1%. Selain itu, bisnis wealth management kami dalam melayani nasabah Preferred dan Private Wealth juga terus menunjukkan kinerja yang baik, tercermin dari rata-rata assets under management per nasabah yang terus meningkat, sekaligus memperkuat basis pendapatan kami yang semakin terdiversifikasi.”\n\nSelengkapnya di www.sumselmedia.com\n\n   \n\n#cimbniaga #bank #octo #cimbniagasyariah", "post_id": "3886577598399125706_56622120775"}}, {"key": "cimb_niaga", "attributes": {"label": "cimb_niaga", "x": 467.99160442608877, "y": 125.79904567655842, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 23.3677, "eigenvector": 0.0247, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "3886577598399125706_56622120775", "id": "cimb_niaga", "source": "instagram-000001", "content": "SumselMedia.Com, Jakarta-\n\n(“CIMB Niaga” atau “Bank”; IDX: BNGA) hari ini mengumumkan perolehan kinerja keuangan konsolidasi (unaudited) untuk kuartal pertama tahun 2026 (“1Q26”), dengan laba sebelum pajak sebesar Rp2,3 triliun dan menghasilkan earnings per share Rp70,20.\n\nPresiden Direktur & CEO CIMB Niaga Lani Darmawan mengatakan, “Kami bersyukur dapat memulai tahun 2026 dengan fondasi yang kuat, didorong oleh kinerja pendapatan yang baik, pertumbuhan fee-based income yang solid, dan fundamental bisnis yang sehat. Pertumbuhan pendapatan tetap terjaga stabil, didukung oleh strategi serta dedikasi seluruh karyawan kami dalam memberikan layanan optimal kepada seluruh nasabah dan stakeholders. Adapun perolehan positif ini didorong oleh pengelolaan biaya yang disiplin, serta pertumbuhan kredit yang selektif dengan dukungan pendanaan current account savings account (“CASA”) yang kuat dan mencapai rasio CASA tertinggi sebesar 73,9%, sehingga memperkuat kemampuan kami dalam menjaga margin. Kualitas aset tetap terjaga, dengan rasio kredit bermasalah (non-performing loan/“NPL”) di bawah rata-rata industri, dan biaya kredit (cost of credit/“CoC”) yang tetap terjaga di bawah 1%. Selain itu, bisnis wealth management kami dalam melayani nasabah Preferred dan Private Wealth juga terus menunjukkan kinerja yang baik, tercermin dari rata-rata assets under management per nasabah yang terus meningkat, sekaligus memperkuat basis pendapatan kami yang semakin terdiversifikasi.”\n\nSelengkapnya di www.sumselmedia.com\n\n   \n\n#cimbniaga #bank #octo #cimbniagasyariah", "post_id": "3886577598399125706_56622120775"}}, {"key": "lani_darmawan", "attributes": {"label": "lani_darmawan", "x": 945.1420440212216, "y": 807.1403189505332, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 23.3677, "eigenvector": 0.0247, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "3886577598399125706_56622120775", "id": "lani_darmawan", "source": "instagram-000001", "content": "SumselMedia.Com, Jakarta-\n\n(“CIMB Niaga” atau “Bank”; IDX: BNGA) hari ini mengumumkan perolehan kinerja keuangan konsolidasi (unaudited) untuk kuartal pertama tahun 2026 (“1Q26”), dengan laba sebelum pajak sebesar Rp2,3 triliun dan menghasilkan earnings per share Rp70,20.\n\nPresiden Direktur & CEO CIMB Niaga Lani Darmawan mengatakan, “Kami bersyukur dapat memulai tahun 2026 dengan fondasi yang kuat, didorong oleh kinerja pendapatan yang baik, pertumbuhan fee-based income yang solid, dan fundamental bisnis yang sehat. Pertumbuhan pendapatan tetap terjaga stabil, didukung oleh strategi serta dedikasi seluruh karyawan kami dalam memberikan layanan optimal kepada seluruh nasabah dan stakeholders. Adapun perolehan positif ini didorong oleh pengelolaan biaya yang disiplin, serta pertumbuhan kredit yang selektif dengan dukungan pendanaan current account savings account (“CASA”) yang kuat dan mencapai rasio CASA tertinggi sebesar 73,9%, sehingga memperkuat kemampuan kami dalam menjaga margin. Kualitas aset tetap terjaga, dengan rasio kredit bermasalah (non-performing loan/“NPL”) di bawah rata-rata industri, dan biaya kredit (cost of credit/“CoC”) yang tetap terjaga di bawah 1%. Selain itu, bisnis wealth management kami dalam melayani nasabah Preferred dan Private Wealth juga terus menunjukkan kinerja yang baik, tercermin dari rata-rata assets under management per nasabah yang terus meningkat, sekaligus memperkuat basis pendapatan kami yang semakin terdiversifikasi.”\n\nSelengkapnya di www.sumselmedia.com\n\n   \n\n#cimbniaga #bank #octo #cimbniagasyariah", "post_id": "3886577598399125706_56622120775"}}, {"key": "cimbniagasyariahplg", "attributes": {"label": "cimbniagasyariahplg", "x": 863.562469999445, "y": 657.1010227298868, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 23.3677, "eigenvector": 0.0247, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "3886577598399125706_56622120775", "id": "cimbniagasyariahplg", "source": "instagram-000001", "content": "SumselMedia.Com, Jakarta-\n\n(“CIMB Niaga” atau “Bank”; IDX: BNGA) hari ini mengumumkan perolehan kinerja keuangan konsolidasi (unaudited) untuk kuartal pertama tahun 2026 (“1Q26”), dengan laba sebelum pajak sebesar Rp2,3 triliun dan menghasilkan earnings per share Rp70,20.\n\nPresiden Direktur & CEO CIMB Niaga Lani Darmawan mengatakan, “Kami bersyukur dapat memulai tahun 2026 dengan fondasi yang kuat, didorong oleh kinerja pendapatan yang baik, pertumbuhan fee-based income yang solid, dan fundamental bisnis yang sehat. Pertumbuhan pendapatan tetap terjaga stabil, didukung oleh strategi serta dedikasi seluruh karyawan kami dalam memberikan layanan optimal kepada seluruh nasabah dan stakeholders. Adapun perolehan positif ini didorong oleh pengelolaan biaya yang disiplin, serta pertumbuhan kredit yang selektif dengan dukungan pendanaan current account savings account (“CASA”) yang kuat dan mencapai rasio CASA tertinggi sebesar 73,9%, sehingga memperkuat kemampuan kami dalam menjaga margin. Kualitas aset tetap terjaga, dengan rasio kredit bermasalah (non-performing loan/“NPL”) di bawah rata-rata industri, dan biaya kredit (cost of credit/“CoC”) yang tetap terjaga di bawah 1%. Selain itu, bisnis wealth management kami dalam melayani nasabah Preferred dan Private Wealth juga terus menunjukkan kinerja yang baik, tercermin dari rata-rata assets under management per nasabah yang terus meningkat, sekaligus memperkuat basis pendapatan kami yang semakin terdiversifikasi.”\n\nSelengkapnya di www.sumselmedia.com\n\n   \n\n#cimbniaga #bank #octo #cimbniagasyariah", "post_id": "3886577598399125706_56622120775"}}, {"key": "kontannews", "attributes": {"label": "kontannews", "x": 455.747226881325, "y": 570.1046012802427, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 18.4021, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "3882397414582265309_1740350316", "id": "kontannews", "source": "instagram-000001", "content": "PT Bank Raya Indonesia Tbk (AGRO) membuktikan komitmen mencapai pertumbuhan bisnis berkelanjutan melalui capaian kinerja di Kuartal I/2026 yang semakin solid. Pertumbuhan ini ditopang dari sisi penyaluran kredit digital, penghimpunan simpanan digital, maupun penguatan fundamental keuangan. Pada Kuartal I/2026, Bank Raya membukukan laba bersih sebesar Rp6,79 miliar, yang diperkuat oleh pertumbuhan pendapatan bunga yang mencapai Rp308,35 miliar atau meningkat 7,5% (yoy), dengan pendapatan bunga kredit yang meningkat menjadi sebesar Rp226,29 miliar atau tumbuh 11,0% (yoy).\nDi sisi bisnis digital, penyaluran kredit digital tercatat sebesar Rp8,14 triliun atau tumbuh 29,0% (yoy). Sejalan dengan peningkatan penyaluran kredit digital, outstanding kredit digital Bank Raya juga mengalami kenaikan yaitu sebesar Rp3,14 triliun atau tumbuh 33,1% (yoy). Hal ini mencerminkan konsistensi pertumbuhan bisnis digital Bank Raya yang sejalan dengan transformasi yang telah dilakukan, khususnya dalam pengembangan ekosistem digital dan peningkatan kualitas layanan kepada nasabah.\n\nIda Bagus Ketut Subagia, Direktur Utama Bank Raya mengatakan, “Pertumbuhan kinerja pada awal tahun 2026 ini mencerminkan konsistensi kami dalam menjalankan strategi transformasi digital secara terukur dan memperkuat bisnis digital secara berkelanjutan. Hal ini tercermin dari pertumbuhan kredit digital yang mencapai Rp3,14 triliun atau meningkat sebesar 33,1% (yoy) pada Kuartal I/2026.”\n \nChampion product Bank Raya yaitu Pinang Dana Talangan terus menunjukkan kinerja cemerlangnya. Selama 3 bulan di awal tahun 2026, Bank Raya telah menyalurkan Pinang Dana Talangan sebesar Rp7,25 triliun, tumbuh sebesar 33,4% (yoy) atau mencatatkan outstanding sebesar Rp1,15 triliun, tumbuh 63,0% (yoy), yang telah disalurkan kepada sekitar 52 ribu Agen BRILink dan Agen Gadai.\n \nPencapaian kinerja Bank Raya yang terus sejalan dengan perbaikan yang terus terjadi pada rasio profitabilitas.  Rasio NIM tercatat meningkat sebesar 91bps menjadi 5,78% seiring dengan optimalisasi aset produktif dan pengelolaan biaya dana yang lebih efisien.\n \n#Kontan\n#BankRaya\n \nContent partnership with", "post_id": "3882397414582265309_1740350316"}}, {"key": "bankraya", "attributes": {"label": "bankraya", "x": 37.854899633176785, "y": 447.7095517826617, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 34.0438, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "3882397414582265309_1740350316", "id": "bankraya", "source": "instagram-000001", "content": "PT Bank Raya Indonesia Tbk (AGRO) membuktikan komitmen mencapai pertumbuhan bisnis berkelanjutan melalui capaian kinerja di Kuartal I/2026 yang semakin solid. Pertumbuhan ini ditopang dari sisi penyaluran kredit digital, penghimpunan simpanan digital, maupun penguatan fundamental keuangan. Pada Kuartal I/2026, Bank Raya membukukan laba bersih sebesar Rp6,79 miliar, yang diperkuat oleh pertumbuhan pendapatan bunga yang mencapai Rp308,35 miliar atau meningkat 7,5% (yoy), dengan pendapatan bunga kredit yang meningkat menjadi sebesar Rp226,29 miliar atau tumbuh 11,0% (yoy).\nDi sisi bisnis digital, penyaluran kredit digital tercatat sebesar Rp8,14 triliun atau tumbuh 29,0% (yoy). Sejalan dengan peningkatan penyaluran kredit digital, outstanding kredit digital Bank Raya juga mengalami kenaikan yaitu sebesar Rp3,14 triliun atau tumbuh 33,1% (yoy). Hal ini mencerminkan konsistensi pertumbuhan bisnis digital Bank Raya yang sejalan dengan transformasi yang telah dilakukan, khususnya dalam pengembangan ekosistem digital dan peningkatan kualitas layanan kepada nasabah.\n\nIda Bagus Ketut Subagia, Direktur Utama Bank Raya mengatakan, “Pertumbuhan kinerja pada awal tahun 2026 ini mencerminkan konsistensi kami dalam menjalankan strategi transformasi digital secara terukur dan memperkuat bisnis digital secara berkelanjutan. Hal ini tercermin dari pertumbuhan kredit digital yang mencapai Rp3,14 triliun atau meningkat sebesar 33,1% (yoy) pada Kuartal I/2026.”\n \nChampion product Bank Raya yaitu Pinang Dana Talangan terus menunjukkan kinerja cemerlangnya. Selama 3 bulan di awal tahun 2026, Bank Raya telah menyalurkan Pinang Dana Talangan sebesar Rp7,25 triliun, tumbuh sebesar 33,4% (yoy) atau mencatatkan outstanding sebesar Rp1,15 triliun, tumbuh 63,0% (yoy), yang telah disalurkan kepada sekitar 52 ribu Agen BRILink dan Agen Gadai.\n \nPencapaian kinerja Bank Raya yang terus sejalan dengan perbaikan yang terus terjadi pada rasio profitabilitas.  Rasio NIM tercatat meningkat sebesar 91bps menjadi 5,78% seiring dengan optimalisasi aset produktif dan pengelolaan biaya dana yang lebih efisien.\n \n#Kontan\n#BankRaya\n \nContent partnership with", "post_id": "3882397414582265309_1740350316"}}, {"key": "ekssoverr", "attributes": {"label": "ekssoverr", "x": 472.9638573819311, "y": 118.1549292279106, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 18.4021, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "7608917227936632071", "id": "ekssoverr", "source": "tiktok-000001", "content": "Bank Indonesia mencatat pertumbuhan kredit perbankan mencapai 9,96 persen secara tahunan pada Januari 2026, meningkat dari 9,69 persen pada Desember 2025. Gubernur Perry Warjiyo menyebut kinerja ini didorong peningkatan aktivitas ekonomi, pelonggaran kebijakan moneter dan makroprudensial, serta realisasi program prioritas pemerintah. Dari sisi permintaan, potensi ekspansi masih terbuka melalui optimalisasi fasilitas pinjaman yang belum digunakan, dengan nilai undisbursed loan mencapai Rp2.506,47 triliun atau 22,65 persen dari total plafon kredit. Dari sisi penawaran, kapasitas pembiayaan bank dinilai tetap kuat, tercermin dari rasio likuiditas AL/DPK sebesar 27,54 persen dan pertumbuhan Dana Pihak Ketiga 13,48 persen. Berdasarkan jenis penggunaan, pertumbuhan kredit didorong kredit investasi 22,38 persen, kredit konsumsi 6,58 persen, serta kredit modal kerja 4,13 persen. BI memproyeksikan pertumbuhan kredit sepanjang 2026 berada di kisaran 8–12 persen. Sementara itu, Direktur Utama Bank Rakyat Indonesia, Hery Gunardi, memperkirakan pertumbuhan kredit tahun ini cenderung berada di level single digit. Ia menilai permintaan pembiayaan masih belum sepenuhnya pulih karena daya beli masyarakat dan ekspansi usaha masih selektif, menandakan fase normalisasi pertumbuhan kredit—bukan krisis, namun juga belum ekspansi agresif. Biar nggak cuma paham, tapi juga enjoy bahas ekonomi 📊✨ Follow  dan jangan ketinggalan berita ekonomi yang dikemas ringan & fun! #fyp #beritaekonomiindonesia #beritaekonomi #kreditbank #perrywarjiyo", "post_id": "7608917227936632071"}}, {"key": "Ekssover", "attributes": {"label": "Ekssover", "x": 941.0727565376438, "y": 487.6314685101721, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 34.0438, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7608917227936632071", "id": "Ekssover", "source": "tiktok-000001", "content": "Bank Indonesia mencatat pertumbuhan kredit perbankan mencapai 9,96 persen secara tahunan pada Januari 2026, meningkat dari 9,69 persen pada Desember 2025. Gubernur Perry Warjiyo menyebut kinerja ini didorong peningkatan aktivitas ekonomi, pelonggaran kebijakan moneter dan makroprudensial, serta realisasi program prioritas pemerintah. Dari sisi permintaan, potensi ekspansi masih terbuka melalui optimalisasi fasilitas pinjaman yang belum digunakan, dengan nilai undisbursed loan mencapai Rp2.506,47 triliun atau 22,65 persen dari total plafon kredit. Dari sisi penawaran, kapasitas pembiayaan bank dinilai tetap kuat, tercermin dari rasio likuiditas AL/DPK sebesar 27,54 persen dan pertumbuhan Dana Pihak Ketiga 13,48 persen. Berdasarkan jenis penggunaan, pertumbuhan kredit didorong kredit investasi 22,38 persen, kredit konsumsi 6,58 persen, serta kredit modal kerja 4,13 persen. BI memproyeksikan pertumbuhan kredit sepanjang 2026 berada di kisaran 8–12 persen. Sementara itu, Direktur Utama Bank Rakyat Indonesia, Hery Gunardi, memperkirakan pertumbuhan kredit tahun ini cenderung berada di level single digit. Ia menilai permintaan pembiayaan masih belum sepenuhnya pulih karena daya beli masyarakat dan ekspansi usaha masih selektif, menandakan fase normalisasi pertumbuhan kredit—bukan krisis, namun juga belum ekspansi agresif. Biar nggak cuma paham, tapi juga enjoy bahas ekonomi 📊✨ Follow  dan jangan ketinggalan berita ekonomi yang dikemas ringan & fun! #fyp #beritaekonomiindonesia #beritaekonomi #kreditbank #perrywarjiyo", "post_id": "7608917227936632071"}}, {"key": "idx_yogyakarta", "attributes": {"label": "idx_yogyakarta", "x": 466.63894211657396, "y": 329.7665143289563, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 18.4021, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "7582536744801815816", "id": "idx_yogyakarta", "source": "tiktok-000001", "content": "Likuiditas perbankan Indonesia yang semakin longgar menjelang 2026 membuka ruang besar bagi pertumbuhan kredit yang diproyeksikan mencapai hingga 11%. Kondisi ini mencerminkan stabilitas sektor keuangan serta kesiapan perbankan dalam mendukung ekspansi pembiayaan bagi dunia usaha dan masyarakat. Dengan dukungan kebijakan moneter dan pemulihan ekonomi, peningkatan penyaluran kredit diharapkan dapat memperkuat aktivitas ekonomi nasional tahun depan. 📲 Yuk, belajar bareng  #PerbankanIndonesia #PertumbuhanKredit2026 #LikuiditasPerbankan #EkonomiNasional #KebijakanMoneter", "post_id": "7582536744801815816"}}, {"key": "indonesiastockexchange", "attributes": {"label": "indonesiastockexchange", "x": 311.32887709141187, "y": 815.4196859945176, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 26.2229, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "7582536744801815816", "id": "indonesiastockexchange", "source": "tiktok-000001", "content": "Likuiditas perbankan Indonesia yang semakin longgar menjelang 2026 membuka ruang besar bagi pertumbuhan kredit yang diproyeksikan mencapai hingga 11%. Kondisi ini mencerminkan stabilitas sektor keuangan serta kesiapan perbankan dalam mendukung ekspansi pembiayaan bagi dunia usaha dan masyarakat. Dengan dukungan kebijakan moneter dan pemulihan ekonomi, peningkatan penyaluran kredit diharapkan dapat memperkuat aktivitas ekonomi nasional tahun depan. 📲 Yuk, belajar bareng  #PerbankanIndonesia #PertumbuhanKredit2026 #LikuiditasPerbankan #EkonomiNasional #KebijakanMoneter", "post_id": "7582536744801815816"}}, {"key": "tumbuhkaya.id", "attributes": {"label": "tumbuhkaya.id", "x": 347.51086891457527, "y": 414.3997121633412, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 122.6793, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 1, "degree": 2}, "_id": "7624494788435299592", "id": "tumbuhkaya.id", "source": "tiktok-000001", "content": "$BBSI mencatat pertumbuhan kredit yang sangat agresif di awal 2026, dengan penyaluran melalui Krom Bank melonjak hingga 102%. Lonjakan ini didorong oleh strategi channeling dengan platform fintech seperti Kredivo dan KrediFazz, yang membuat penyaluran kredit tumbuh hingga 119% YoY dan mencapai sekitar Rp8,73 triliun per Februari 2026. Ke depan, strategi ini masih akan diperkuat dengan fokus ke segmen UMKM, konsumsi produktif, dan ritel yang lebih terukur risikonya. Selain mengandalkan fintech, Krom Bank juga mulai mendorong penyaluran langsung melalui aplikasi digital mereka sendiri, membuka potensi ekspansi yang lebih luas dan margin yang lebih optimal. Mau informasi lebih lengkap & insight harian? Follow  di Instagram! #saham #bbsi #investasi #trading #market", "post_id": "7624494788435299592"}}, {"key": "IDXChannelcom", "attributes": {"label": "IDXChannelcom", "x": 392.86193405565774, "y": 343.58708378474614, "size": 5.29, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["facebook-000001"], "scores": {"pagerank": 18.4021, "eigenvector": 29.7116, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "432781620563594_1454356433154840", "id": "IDXChannelcom", "source": "facebook-000001", "content": "PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) mencatat laba bersih Rp15,5 triliun di kuartal I-2026. Laba ini naik 13,74 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.\n\nKinerja tersebut ditopang pertumbuhan pendapatan bunga yang mencapai Rp52,83 triliun, naik 5,94 persen secara tahunan. Di saat yang sama, beban bunga justru turun 9,31 persen menjadi Rp12,68 triliun, sehingga memperlebar margin bunga bersih bank.\n\n“Dengan fundamental bisnis yang tetap kuat di tengah dinamika industri, didukung oleh pertumbuhan kredit yang selektif, penurunan biaya dana yang semakin efisien, serta kualitas aset tetap terjaga, BRI berhasil mencatatkan laba bersih pada kuartal I-2026 sebesar Rp15,5 triliun atau tumbuh 13,7 persen secara year-on-year,” kata Direktur Utama BRI, Hery Gunardi, dalam konferensi pers kinerja BRI, Kamis (30/4/2026). \n\nBaca selengkapnya di\nhttps://www.idxchannel.com/banking/bri-cetak-laba-bersih-rp155-triliun-di-kuartal-i-2026-naik-137-persen\n\nAtau klik link di bio \n\nFoto: iNews Media Group\n\n#idxchannel #idxchannelcommunity", "post_id": "432781620563594_1454356433154840"}}, {"key": "@IDXChannel", "attributes": {"label": "@IDXChannel", "x": 647.3403226471162, "y": 892.8106306278612, "size": 14.56, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 18.4021, "eigenvector": 149.8976, "in_degree": 0, "out_degree": 14, "degree": 14}, "_id": "Y9vIf8NCZsM", "id": "@IDXChannel", "source": "youtube-000001", "content": "INDEF: Pertumbuhan Ekonomi Kuartal I 2026 Berpotensi di Bawah 5,4 Persen | 1ST SESSION CLOSING\n\nPerlambatan ekonomi diperkirakan mulai terlihat pada awal tahun seiring melemahnya sejumlah faktor pendorong, terutama pertumbuhan kredit perbankan. Pengamat ekonomi sekaligus Direktur Big Data INDEF, Eko Listiyanto, menyebutkan bahwa pada Maret pertumbuhan kredit berada di level 9,49 persen dan belum menunjukkan penguatan yang signifikan. Kondisi ini dinilai akan berdampak pada perlambatan ekonomi nasional pada kuartal I 2026, yang diperkirakan sedikit di bawah capaian kuartal IV 2025 sebesar 5,39 persen. INDEF juga memperkirakan pertumbuhan ekonomi kuartal pertama tahun ini akan berada di bawah 5,4 persen, seiring masih lemahnya dorongan dari sektor kredit perbankan.\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nFollow US on Social Media\nYuk Subscribe -    /   \nWa Channel - https://whatsapp.com/channel/0029Va5V...\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idx_channel  \n-------------------------------------------------------------------------------------\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\nMyRepublic Channel 576\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "Y9vIf8NCZsM"}}, {"key": "idxchannel_", "attributes": {"label": "idxchannel_", "x": 421.351489719265, "y": 193.03038506169923, "size": 12.71, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 19.5193, "eigenvector": 125.8604, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "Y9vIf8NCZsM", "id": "idxchannel_", "source": "youtube-000001", "content": "INDEF: Pertumbuhan Ekonomi Kuartal I 2026 Berpotensi di Bawah 5,4 Persen | 1ST SESSION CLOSING\n\nPerlambatan ekonomi diperkirakan mulai terlihat pada awal tahun seiring melemahnya sejumlah faktor pendorong, terutama pertumbuhan kredit perbankan. Pengamat ekonomi sekaligus Direktur Big Data INDEF, Eko Listiyanto, menyebutkan bahwa pada Maret pertumbuhan kredit berada di level 9,49 persen dan belum menunjukkan penguatan yang signifikan. Kondisi ini dinilai akan berdampak pada perlambatan ekonomi nasional pada kuartal I 2026, yang diperkirakan sedikit di bawah capaian kuartal IV 2025 sebesar 5,39 persen. INDEF juga memperkirakan pertumbuhan ekonomi kuartal pertama tahun ini akan berada di bawah 5,4 persen, seiring masih lemahnya dorongan dari sektor kredit perbankan.\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nFollow US on Social Media\nYuk Subscribe -    /   \nWa Channel - https://whatsapp.com/channel/0029Va5V...\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idx_channel  \n-------------------------------------------------------------------------------------\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\nMyRepublic Channel 576\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "Y9vIf8NCZsM"}}, {"key": "wicky_adrian", "attributes": {"label": "wicky_adrian", "x": 230.7962392422529, "y": 576.7764109803934, "size": 12.71, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 19.5193, "eigenvector": 125.8604, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "Y9vIf8NCZsM", "id": "wicky_adrian", "source": "youtube-000001", "content": "INDEF: Pertumbuhan Ekonomi Kuartal I 2026 Berpotensi di Bawah 5,4 Persen | 1ST SESSION CLOSING\n\nPerlambatan ekonomi diperkirakan mulai terlihat pada awal tahun seiring melemahnya sejumlah faktor pendorong, terutama pertumbuhan kredit perbankan. Pengamat ekonomi sekaligus Direktur Big Data INDEF, Eko Listiyanto, menyebutkan bahwa pada Maret pertumbuhan kredit berada di level 9,49 persen dan belum menunjukkan penguatan yang signifikan. Kondisi ini dinilai akan berdampak pada perlambatan ekonomi nasional pada kuartal I 2026, yang diperkirakan sedikit di bawah capaian kuartal IV 2025 sebesar 5,39 persen. INDEF juga memperkirakan pertumbuhan ekonomi kuartal pertama tahun ini akan berada di bawah 5,4 persen, seiring masih lemahnya dorongan dari sektor kredit perbankan.\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nFollow US on Social Media\nYuk Subscribe -    /   \nWa Channel - https://whatsapp.com/channel/0029Va5V...\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idx_channel  \n-------------------------------------------------------------------------------------\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\nMyRepublic Channel 576\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "Y9vIf8NCZsM"}}, {"key": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "fajar.wayong", "x": 134.10792428858608, "y": 699.2669631997209, "size": 12.71, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 19.5193, "eigenvector": 125.8604, "in_degree": 4, "out_degree": 0, "degree": 4}, "_id": "Y9vIf8NCZsM", "id": "fajar.wayong", "source": "youtube-000001", "content": "INDEF: Pertumbuhan Ekonomi Kuartal I 2026 Berpotensi di Bawah 5,4 Persen | 1ST SESSION CLOSING\n\nPerlambatan ekonomi diperkirakan mulai terlihat pada awal tahun seiring melemahnya sejumlah faktor pendorong, terutama pertumbuhan kredit perbankan. Pengamat ekonomi sekaligus Direktur Big Data INDEF, Eko Listiyanto, menyebutkan bahwa pada Maret pertumbuhan kredit berada di level 9,49 persen dan belum menunjukkan penguatan yang signifikan. Kondisi ini dinilai akan berdampak pada perlambatan ekonomi nasional pada kuartal I 2026, yang diperkirakan sedikit di bawah capaian kuartal IV 2025 sebesar 5,39 persen. INDEF juga memperkirakan pertumbuhan ekonomi kuartal pertama tahun ini akan berada di bawah 5,4 persen, seiring masih lemahnya dorongan dari sektor kredit perbankan.\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nFollow US on Social Media\nYuk Subscribe -    /   \nWa Channel - https://whatsapp.com/channel/0029Va5V...\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idx_channel  \n-------------------------------------------------------------------------------------\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\nMyRepublic Channel 576\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "Y9vIf8NCZsM"}}, {"key": "deffid_83", "attributes": {"label": "deffid_83", "x": 715.3330991722321, "y": 74.077863696705, "size": 12.71, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 19.5193, "eigenvector": 125.8604, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "Y9vIf8NCZsM", "id": "deffid_83", "source": "youtube-000001", "content": "INDEF: Pertumbuhan Ekonomi Kuartal I 2026 Berpotensi di Bawah 5,4 Persen | 1ST SESSION CLOSING\n\nPerlambatan ekonomi diperkirakan mulai terlihat pada awal tahun seiring melemahnya sejumlah faktor pendorong, terutama pertumbuhan kredit perbankan. Pengamat ekonomi sekaligus Direktur Big Data INDEF, Eko Listiyanto, menyebutkan bahwa pada Maret pertumbuhan kredit berada di level 9,49 persen dan belum menunjukkan penguatan yang signifikan. Kondisi ini dinilai akan berdampak pada perlambatan ekonomi nasional pada kuartal I 2026, yang diperkirakan sedikit di bawah capaian kuartal IV 2025 sebesar 5,39 persen. INDEF juga memperkirakan pertumbuhan ekonomi kuartal pertama tahun ini akan berada di bawah 5,4 persen, seiring masih lemahnya dorongan dari sektor kredit perbankan.\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nFollow US on Social Media\nYuk Subscribe -    /   \nWa Channel - https://whatsapp.com/channel/0029Va5V...\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idx_channel  \n-------------------------------------------------------------------------------------\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\nMyRepublic Channel 576\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "Y9vIf8NCZsM"}}, {"key": "rosalinehioe", "attributes": {"label": "rosalinehioe", "x": 595.9546124730442, "y": 140.75427694684916, "size": 12.71, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 19.5193, "eigenvector": 125.8604, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "Y9vIf8NCZsM", "id": "rosalinehioe", "source": "youtube-000001", "content": "INDEF: Pertumbuhan Ekonomi Kuartal I 2026 Berpotensi di Bawah 5,4 Persen | 1ST SESSION CLOSING\n\nPerlambatan ekonomi diperkirakan mulai terlihat pada awal tahun seiring melemahnya sejumlah faktor pendorong, terutama pertumbuhan kredit perbankan. Pengamat ekonomi sekaligus Direktur Big Data INDEF, Eko Listiyanto, menyebutkan bahwa pada Maret pertumbuhan kredit berada di level 9,49 persen dan belum menunjukkan penguatan yang signifikan. Kondisi ini dinilai akan berdampak pada perlambatan ekonomi nasional pada kuartal I 2026, yang diperkirakan sedikit di bawah capaian kuartal IV 2025 sebesar 5,39 persen. INDEF juga memperkirakan pertumbuhan ekonomi kuartal pertama tahun ini akan berada di bawah 5,4 persen, seiring masih lemahnya dorongan dari sektor kredit perbankan.\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nFollow US on Social Media\nYuk Subscribe -    /   \nWa Channel - https://whatsapp.com/channel/0029Va5V...\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idx_channel  \n-------------------------------------------------------------------------------------\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\nMyRepublic Channel 576\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "Y9vIf8NCZsM"}}, {"key": "@kabarbursadotcom", "attributes": {"label": "@kabarbursadotcom", "x": 652.6548503387629, "y": 765.6016558667137, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 18.4021, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "-WUFSoiAPCQ", "id": "@kabarbursadotcom", "source": "youtube-000001", "content": "[LIVE] BBM Nonsubsidi Naik, Kredit Tumbuh, dan BEI Uji Liquidity Provider | KABAR BURSA 60\n\nKABARBURSA.COM — BEI resmi memulai implementasi liquidity provider saham pada Senin, 20 April 2026, dengan kuotasi perdana oleh Phintraco Sekuritas untuk mendorong likuiditas, mempersempit spread, dan memperdalam pasar. Di saat yang sama, pemerintah diminta menjaga agar kenaikan harga BBM nonsubsidi tidak merembet ke harga kebutuhan pokok, sementara pertumbuhan kredit nasional tercatat 10,42 persen hingga 31 Maret 2026 dan PT Fore Kopi Indonesia Tbk terus ekspansi ke kota tier 2 dan tier 3. Rangkaian kabar ini penting karena memberi gambaran arah pasar modal, energi, perbankan, dan emiten konsumen yang sama-sama memengaruhi daya beli serta aktivitas ekonomi publik. Simak sampai selesai, lalu subscribe dan tinggalkan komentar Anda.\n\nBuka dan baca berita terkait hanya di portal https://kabarbursa.com/\nKabarbursa.com adalah portal berita finansial PT Kabar Bursa Indonesia yang merupakan bagian dari jaringan PT Kabar Grup Indonesia atau KGI Network. Kabarbursa.com menyajikan berita ekonomi terkini, analisis mendalam, investasi dan inspirasi bisnis.\n\nKamu juga bisa mengunjungi media sosial Kabar Bursa:\nYoutube:    /   \nInstagram:   / kabarbursacom  \nTiktok:   / kabarbursacom  \nWA Channel: https://whatsapp.com/channel/0029Vae5...\n\n#bei #liquidityprovider #bbmnonsubsidi #kreditnasional #forecoffee #pasarmodal #pertamina #ekonomiindonesia #investasi #perbankan #umkm #kabarbursa #news #newsupdate #beritaterkini #beritasaham #beritaekonomi", "post_id": "-WUFSoiAPCQ"}}, {"key": "kabarbursadotcom", "attributes": {"label": "kabarbursadotcom", "x": 790.1962575322347, "y": 793.1324565344253, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 26.2229, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "-WUFSoiAPCQ", "id": "kabarbursadotcom", "source": "youtube-000001", "content": "[LIVE] BBM Nonsubsidi Naik, Kredit Tumbuh, dan BEI Uji Liquidity Provider | KABAR BURSA 60\n\nKABARBURSA.COM — BEI resmi memulai implementasi liquidity provider saham pada Senin, 20 April 2026, dengan kuotasi perdana oleh Phintraco Sekuritas untuk mendorong likuiditas, mempersempit spread, dan memperdalam pasar. Di saat yang sama, pemerintah diminta menjaga agar kenaikan harga BBM nonsubsidi tidak merembet ke harga kebutuhan pokok, sementara pertumbuhan kredit nasional tercatat 10,42 persen hingga 31 Maret 2026 dan PT Fore Kopi Indonesia Tbk terus ekspansi ke kota tier 2 dan tier 3. Rangkaian kabar ini penting karena memberi gambaran arah pasar modal, energi, perbankan, dan emiten konsumen yang sama-sama memengaruhi daya beli serta aktivitas ekonomi publik. Simak sampai selesai, lalu subscribe dan tinggalkan komentar Anda.\n\nBuka dan baca berita terkait hanya di portal https://kabarbursa.com/\nKabarbursa.com adalah portal berita finansial PT Kabar Bursa Indonesia yang merupakan bagian dari jaringan PT Kabar Grup Indonesia atau KGI Network. Kabarbursa.com menyajikan berita ekonomi terkini, analisis mendalam, investasi dan inspirasi bisnis.\n\nKamu juga bisa mengunjungi media sosial Kabar Bursa:\nYoutube:    /   \nInstagram:   / kabarbursacom  \nTiktok:   / kabarbursacom  \nWA Channel: https://whatsapp.com/channel/0029Vae5...\n\n#bei #liquidityprovider #bbmnonsubsidi #kreditnasional #forecoffee #pasarmodal #pertamina #ekonomiindonesia #investasi #perbankan #umkm #kabarbursa #news #newsupdate #beritaterkini #beritasaham #beritaekonomi", "post_id": "-WUFSoiAPCQ"}}, {"key": "@BloombergPodcasts", "attributes": {"label": "@BloombergPodcasts", "x": 211.97421267689788, "y": 3.0801681962695504, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 18.4021, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "qg25xuc6k_s", "id": "@BloombergPodcasts", "source": "youtube-000001", "content": "Kredit Swasta Mengalami 'Masalah Pertumbuhan,' Kata Co-CEO SLR Capital Partners, Gross\n\nMichael Gross, salah satu pendiri SLR Capital Partners, mengatakan tekanan pada perusahaan pengembangan bisnis merupakan bagian dari \"masa-masa sulit\" pertumbuhan kredit swasta.\n\nJPMorgan Chase & Co. membatasi beberapa pinjaman kepada dana kredit swasta setelah menurunkan nilai pinjaman dalam portofolio mereka. Pada saat yang sama, BDC — yang memberikan pinjaman langsung kepada perusahaan menengah — mengalami peningkatan permintaan penarikan dana di tengah kekhawatiran akan kerugian terkait dengan eksposur yang terlalu besar terhadap perusahaan perangkat lunak yang terganggu oleh AI. Selain ekuitas dari mitra terbatas dan investor publik, dana kredit swasta bergantung pada bank untuk pendanaan. Mereka juga mengumpulkan utang di pasar obligasi peringkat investasi. Gelombang penarikan dana yang meningkat telah mendorong Moody's Ratings untuk merevisi prospeknya untuk kendaraan investasi kredit swasta menjadi negatif, setelah mempertahankan peringkat stabil selama lebih dari dua tahun.\n\nEksodus yang terus berlanjut dari instrumen investasi non-perdagangan, yang mencakup 60% aset sektor ini, dan tingginya leverage pada rekan-rekan mereka yang diperdagangkan secara publik merupakan pendorong utama revisi peringkat kredit, menurut sebuah laporan pada hari Selasa. \"Kekuatan disruptif\" yang dihadirkan oleh kecerdasan buatan diperkirakan akan memperburuk kekhawatiran kelompok ini dan menempatkannya \"dalam posisi bertahan\" di tahun mendatang, tulis analis Moody's.\n\nPembalikan mendadak pada kuartal pertama memicu arus keluar bersih pertama kalinya untuk sektor ini, kata Moody's. Sebelum kemajuan kecerdasan buatan membunyikan alarm tentang daya tahan sekuritas perangkat lunak, instrumen investasi tersebut telah mengalami arus masuk bersih yang kuat hingga kuartal ketiga tahun 2025.\nBagi perusahaan pengembangan bisnis non-perdagangan, ini adalah \"dinamika yang tidak menguntungkan yang kemungkinan tidak akan berbalik\" pada tahun 2026, kata Moody's. Penarikan dana baru-baru ini telah memaksa beberapa dana untuk memberlakukan batasan pada permintaan penarikan dan mengancam akan menciptakan gelombang investor yang mencoba keluar dari posisi mereka. Baca Selengkapnya: BDC Blue Owl Menerapkan Batasan Setelah Menghadapi Permintaan Keluar dari 41% dan 22% Investor\n“Pembatasan jumlah investor dan berita utama tentang penarikan dana yang tinggi dapat mendorong investor lain untuk melakukan penarikan dana,” tulis para penulis laporan, yang dipimpin oleh Clay Montgomery, wakil presiden di tim kredit swasta Moody’s Ratings.\n\n-------- \nSaksikan Bloomberg Radio LIVE di YouTube \nHari kerja pukul 7 pagi - 6 sore ET \nTONTON DI SINI: http://bit.ly/3vTiACF \n\nIkuti kami di X:   / bloombergradio   \n\nBerlangganan Podcast kami: \n\nBloomberg Daybreak: http://bit.ly/3DWYoAN \nBloomberg Surveillance: http://bit.ly/3OPtReI \nBloomberg Intelligence: http://bit.ly/3YrBfOi \nBalance of Power: http://bit.ly/3OO8eLC \nBloomberg Businessweek: http://bit.ly/3IPl60i \n\nDengarkan di Apple CarPlay dan Android Auto dengan aplikasi Bloomberg Business: \nApple CarPlay: https://apple.co/486mghI \nAndroid Auto: https://bit.ly/49benZy \n\nKunjungi saluran YouTube kami: \nBloomberg Podcasts:    / bloombergpodcasts   \nBloomberg Television:    /    \nBloomberg Originals:    / bloomberg   \nQuicktake:    /", "post_id": "qg25xuc6k_s"}}, {"key": "markets", "attributes": {"label": "markets", "x": 170.8205838794785, "y": 85.48184221872191, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 26.2229, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "qg25xuc6k_s", "id": "markets", "source": "youtube-000001", "content": "Kredit Swasta Mengalami 'Masalah Pertumbuhan,' Kata Co-CEO SLR Capital Partners, Gross\n\nMichael Gross, salah satu pendiri SLR Capital Partners, mengatakan tekanan pada perusahaan pengembangan bisnis merupakan bagian dari \"masa-masa sulit\" pertumbuhan kredit swasta.\n\nJPMorgan Chase & Co. membatasi beberapa pinjaman kepada dana kredit swasta setelah menurunkan nilai pinjaman dalam portofolio mereka. Pada saat yang sama, BDC — yang memberikan pinjaman langsung kepada perusahaan menengah — mengalami peningkatan permintaan penarikan dana di tengah kekhawatiran akan kerugian terkait dengan eksposur yang terlalu besar terhadap perusahaan perangkat lunak yang terganggu oleh AI. Selain ekuitas dari mitra terbatas dan investor publik, dana kredit swasta bergantung pada bank untuk pendanaan. Mereka juga mengumpulkan utang di pasar obligasi peringkat investasi. Gelombang penarikan dana yang meningkat telah mendorong Moody's Ratings untuk merevisi prospeknya untuk kendaraan investasi kredit swasta menjadi negatif, setelah mempertahankan peringkat stabil selama lebih dari dua tahun.\n\nEksodus yang terus berlanjut dari instrumen investasi non-perdagangan, yang mencakup 60% aset sektor ini, dan tingginya leverage pada rekan-rekan mereka yang diperdagangkan secara publik merupakan pendorong utama revisi peringkat kredit, menurut sebuah laporan pada hari Selasa. \"Kekuatan disruptif\" yang dihadirkan oleh kecerdasan buatan diperkirakan akan memperburuk kekhawatiran kelompok ini dan menempatkannya \"dalam posisi bertahan\" di tahun mendatang, tulis analis Moody's.\n\nPembalikan mendadak pada kuartal pertama memicu arus keluar bersih pertama kalinya untuk sektor ini, kata Moody's. Sebelum kemajuan kecerdasan buatan membunyikan alarm tentang daya tahan sekuritas perangkat lunak, instrumen investasi tersebut telah mengalami arus masuk bersih yang kuat hingga kuartal ketiga tahun 2025.\nBagi perusahaan pengembangan bisnis non-perdagangan, ini adalah \"dinamika yang tidak menguntungkan yang kemungkinan tidak akan berbalik\" pada tahun 2026, kata Moody's. Penarikan dana baru-baru ini telah memaksa beberapa dana untuk memberlakukan batasan pada permintaan penarikan dan mengancam akan menciptakan gelombang investor yang mencoba keluar dari posisi mereka. Baca Selengkapnya: BDC Blue Owl Menerapkan Batasan Setelah Menghadapi Permintaan Keluar dari 41% dan 22% Investor\n“Pembatasan jumlah investor dan berita utama tentang penarikan dana yang tinggi dapat mendorong investor lain untuk melakukan penarikan dana,” tulis para penulis laporan, yang dipimpin oleh Clay Montgomery, wakil presiden di tim kredit swasta Moody’s Ratings.\n\n-------- \nSaksikan Bloomberg Radio LIVE di YouTube \nHari kerja pukul 7 pagi - 6 sore ET \nTONTON DI SINI: http://bit.ly/3vTiACF \n\nIkuti kami di X:   / bloombergradio   \n\nBerlangganan Podcast kami: \n\nBloomberg Daybreak: http://bit.ly/3DWYoAN \nBloomberg Surveillance: http://bit.ly/3OPtReI \nBloomberg Intelligence: http://bit.ly/3YrBfOi \nBalance of Power: http://bit.ly/3OO8eLC \nBloomberg Businessweek: http://bit.ly/3IPl60i \n\nDengarkan di Apple CarPlay dan Android Auto dengan aplikasi Bloomberg Business: \nApple CarPlay: https://apple.co/486mghI \nAndroid Auto: https://bit.ly/49benZy \n\nKunjungi saluran YouTube kami: \nBloomberg Podcasts:    / bloombergpodcasts   \nBloomberg Television:    /    \nBloomberg Originals:    / bloomberg   \nQuicktake:    /", "post_id": "qg25xuc6k_s"}}, {"key": "bloombergquicktake", "attributes": {"label": "bloombergquicktake", "x": 378.8348796778489, "y": 430.34234744888136, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 26.2229, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "qg25xuc6k_s", "id": "bloombergquicktake", "source": "youtube-000001", "content": "Kredit Swasta Mengalami 'Masalah Pertumbuhan,' Kata Co-CEO SLR Capital Partners, Gross\n\nMichael Gross, salah satu pendiri SLR Capital Partners, mengatakan tekanan pada perusahaan pengembangan bisnis merupakan bagian dari \"masa-masa sulit\" pertumbuhan kredit swasta.\n\nJPMorgan Chase & Co. membatasi beberapa pinjaman kepada dana kredit swasta setelah menurunkan nilai pinjaman dalam portofolio mereka. Pada saat yang sama, BDC — yang memberikan pinjaman langsung kepada perusahaan menengah — mengalami peningkatan permintaan penarikan dana di tengah kekhawatiran akan kerugian terkait dengan eksposur yang terlalu besar terhadap perusahaan perangkat lunak yang terganggu oleh AI. Selain ekuitas dari mitra terbatas dan investor publik, dana kredit swasta bergantung pada bank untuk pendanaan. Mereka juga mengumpulkan utang di pasar obligasi peringkat investasi. Gelombang penarikan dana yang meningkat telah mendorong Moody's Ratings untuk merevisi prospeknya untuk kendaraan investasi kredit swasta menjadi negatif, setelah mempertahankan peringkat stabil selama lebih dari dua tahun.\n\nEksodus yang terus berlanjut dari instrumen investasi non-perdagangan, yang mencakup 60% aset sektor ini, dan tingginya leverage pada rekan-rekan mereka yang diperdagangkan secara publik merupakan pendorong utama revisi peringkat kredit, menurut sebuah laporan pada hari Selasa. \"Kekuatan disruptif\" yang dihadirkan oleh kecerdasan buatan diperkirakan akan memperburuk kekhawatiran kelompok ini dan menempatkannya \"dalam posisi bertahan\" di tahun mendatang, tulis analis Moody's.\n\nPembalikan mendadak pada kuartal pertama memicu arus keluar bersih pertama kalinya untuk sektor ini, kata Moody's. Sebelum kemajuan kecerdasan buatan membunyikan alarm tentang daya tahan sekuritas perangkat lunak, instrumen investasi tersebut telah mengalami arus masuk bersih yang kuat hingga kuartal ketiga tahun 2025.\nBagi perusahaan pengembangan bisnis non-perdagangan, ini adalah \"dinamika yang tidak menguntungkan yang kemungkinan tidak akan berbalik\" pada tahun 2026, kata Moody's. Penarikan dana baru-baru ini telah memaksa beberapa dana untuk memberlakukan batasan pada permintaan penarikan dan mengancam akan menciptakan gelombang investor yang mencoba keluar dari posisi mereka. Baca Selengkapnya: BDC Blue Owl Menerapkan Batasan Setelah Menghadapi Permintaan Keluar dari 41% dan 22% Investor\n“Pembatasan jumlah investor dan berita utama tentang penarikan dana yang tinggi dapat mendorong investor lain untuk melakukan penarikan dana,” tulis para penulis laporan, yang dipimpin oleh Clay Montgomery, wakil presiden di tim kredit swasta Moody’s Ratings.\n\n-------- \nSaksikan Bloomberg Radio LIVE di YouTube \nHari kerja pukul 7 pagi - 6 sore ET \nTONTON DI SINI: http://bit.ly/3vTiACF \n\nIkuti kami di X:   / bloombergradio   \n\nBerlangganan Podcast kami: \n\nBloomberg Daybreak: http://bit.ly/3DWYoAN \nBloomberg Surveillance: http://bit.ly/3OPtReI \nBloomberg Intelligence: http://bit.ly/3YrBfOi \nBalance of Power: http://bit.ly/3OO8eLC \nBloomberg Businessweek: http://bit.ly/3IPl60i \n\nDengarkan di Apple CarPlay dan Android Auto dengan aplikasi Bloomberg Business: \nApple CarPlay: https://apple.co/486mghI \nAndroid Auto: https://bit.ly/49benZy \n\nKunjungi saluran YouTube kami: \nBloomberg Podcasts:    / bloombergpodcasts   \nBloomberg Television:    /    \nBloomberg Originals:    / bloomberg   \nQuicktake:    /", "post_id": "qg25xuc6k_s"}}], "edges": [{"key": "aldotjahjadi8", "source": "aldotjahjadi8", "target": "bank_indonesia", "attributes": {"label": "retweet", "type": "retweet", "source": "retweet-000002"}}, {"key": "aldotjahjadi8", "source": "aldotjahjadi8", "target": "bank_indonesia", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "retweet-000002"}}, {"key": "Ryp_Ez", "source": "Ryp_Ez", "target": "bank_indonesia", "attributes": {"label": "retweet", "type": "retweet", "source": "retweet-000002"}}, {"key": "Ryp_Ez", "source": "Ryp_Ez", "target": "bank_indonesia", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "retweet-000002"}}, {"key": "grok", "source": "grok", "target": "yosephsamodra", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "grok", "source": "grok", "target": "MrOngDedy", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "mancingsaham", "source": "mancingsaham", "target": "mancingsaham", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "kabarsamarinda_official", "source": "kabarsamarinda_official", "target": "ogstore.samarinda", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "idx_channel", "source": "idx_channel", "target": "prast_ulrich", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "mancingsaham", "source": "mancingsaham", "target": "mancingsaham", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "kumparancom", "source": "kumparancom", "target": "bankmandiri", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "radar_indramayu", "source": "radar_indramayu", "target": "radar_indramayu", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "radar_indramayu", "source": "radar_indramayu", "target": "radar_indramayu", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "redaksi_sumselmedia", "source": "redaksi_sumselmedia", "target": "cimb_niaga", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "redaksi_sumselmedia", "source": "redaksi_sumselmedia", "target": "lani_darmawan", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "redaksi_sumselmedia", "source": "redaksi_sumselmedia", "target": "cimbniagasyariahplg", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "redaksi_sumselmedia", "source": "redaksi_sumselmedia", "target": "redaksi_sumselmedia", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "kontannews", "source": "kontannews", "target": "bankraya", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "mancingsaham", "source": "mancingsaham", "target": "mancingsaham", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "mancingsaham", "source": "mancingsaham", "target": "mancingsaham", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "ekssoverr", "source": "ekssoverr", "target": "Ekssover", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "idx_yogyakarta", "source": "idx_yogyakarta", "target": "indonesiastockexchange", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "idx_yogyakarta", "source": "idx_yogyakarta", "target": "indonesiastockexchange", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "tumbuhkaya.id", "source": "tumbuhkaya.id", "target": "tumbuhkaya.id", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "IDXChannelcom", "source": "IDXChannelcom", "target": "idx_channel", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "facebook-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "idxchannel_", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "wicky_adrian", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "deffid_83", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "prast_ulrich", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "rosalinehioe", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@kabarbursadotcom", "source": "@kabarbursadotcom", "target": "kabarbursadotcom", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@kabarbursadotcom", "source": "@kabarbursadotcom", "target": "kabarbursadotcom", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "idxchannel_", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "wicky_adrian", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "deffid_83", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "prast_ulrich", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "rosalinehioe", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@BloombergPodcasts", "source": "@BloombergPodcasts", "target": "markets", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@BloombergPodcasts", "source": "@BloombergPodcasts", "target": "bloombergquicktake", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}]}