{"nodes": [{"key": "keuangannews_id", "attributes": {"label": "keuangannews_id", "x": 379.9022769656184, "y": 857.496058609612, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["retweet-000002"], "scores": {"pagerank": 10.9659, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 2, "out_degree": 3, "degree": 5}, "_id": "2043648441017078205", "id": "keuangannews_id", "source": "retweet-000002", "content": "BTN Bangun Loan Factory, Siapkan Mesin Pertumbuhan Kredit yang Lebih Cepat dan Terkendali https://t.co/HafzNukw8t lewa…", "post_id": "2043648441017078205"}}, {"key": "aldotjahjadi8", "attributes": {"label": "aldotjahjadi8", "x": 239.90586499152366, "y": 75.61928493867809, "size": 5.7, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["retweet-000002"], "scores": {"pagerank": 7.8589, "eigenvector": 31.4528, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "2046855685259096531", "id": "aldotjahjadi8", "source": "retweet-000002", "content": "Pertumbuhan kredit perbankan terus diperkuat guna mendukung pertumbuhan ekonomi.\n\n➡️Kredit perbankan pada Maret 2026 tu…", "post_id": "2046855685259096531"}}, {"key": "bank_indonesia", "attributes": {"label": "bank_indonesia", "x": 632.981686649275, "y": 116.14539241326926, "size": 15.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["retweet-000002"], "scores": {"pagerank": 14.5389, "eigenvector": 139.9491, "in_degree": 4, "out_degree": 2, "degree": 6}, "_id": "2046855685259096531", "id": "bank_indonesia", "source": "retweet-000002", "content": "Pertumbuhan kredit perbankan terus diperkuat guna mendukung pertumbuhan ekonomi.\n\n➡️Kredit perbankan pada Maret 2026 tu…", "post_id": "2046855685259096531"}}, {"key": "Ryp_Ez", "attributes": {"label": "Ryp_Ez", "x": 547.848660444934, "y": 9.665727206896179, "size": 5.7, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["retweet-000002"], "scores": {"pagerank": 7.8589, "eigenvector": 31.4528, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "2046855859070988785", "id": "Ryp_Ez", "source": "retweet-000002", "content": "Pertumbuhan kredit perbankan terus diperkuat guna mendukung pertumbuhan ekonomi.\n\n➡️Kredit perbankan pada Maret 2026 tu…", "post_id": "2046855859070988785"}}, {"key": "yantomutsu", "attributes": {"label": "yantomutsu", "x": 57.347135423981065, "y": 443.701515323786, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 7.8589, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "2044199233566454268", "id": "yantomutsu", "source": "tweet-000004", "content": "Tetapi berawal dari ini semua diharapkan indeks PMI dan pertumbuhan kredit juga meningkat karena hal ini akan menjadi cerminan investasi meningkat", "post_id": "2044199233566454268"}}, {"key": "abu_waras", "attributes": {"label": "abu_waras", "x": 847.8735557175374, "y": 297.3822308088969, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 14.5389, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2044199233566454268", "id": "abu_waras", "source": "tweet-000004", "content": "Tetapi berawal dari ini semua diharapkan indeks PMI dan pertumbuhan kredit juga meningkat karena hal ini akan menjadi cerminan investasi meningkat", "post_id": "2044199233566454268"}}, {"key": "keuangan", "attributes": {"label": "keuangan", "x": 310.0700544092154, "y": 486.9194970329962, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 10.9659, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2043621346618622190", "id": "keuangan", "source": "tweet-000004", "content": "BTN Bangun Loan Factory, Siapkan Mesin Pertumbuhan Kredit yang Lebih Cepat dan Terkendali https://t.co/HafzNukw8t lewat  News https://t.co/Chg2AdCkGz", "post_id": "2043621346618622190"}}, {"key": "grok", "attributes": {"label": "grok", "x": 677.5836149867063, "y": 282.90950042115657, "size": 3.25, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 7.8589, "eigenvector": 2.8698, "in_degree": 0, "out_degree": 6, "degree": 6}, "_id": "1966267850165027003", "id": "grok", "source": "tweet-000004", "content": "Parameter yang perlu diamati untuk menilai dampak penarikan dana pemerintah dari BI meliputi:\n\n- Tingkat inflasi\n- Suku bunga acuan\n- Nilai tukar Rupiah\n- Likuiditas perbankan\n- Pertumbuhan kredit\n- Kinerja saham bank\n- Pertumbuhan PDB\n- Cadangan devisa\n\nPantau melalui data resmi", "post_id": "1966267850165027003"}}, {"key": "r1dayat", "attributes": {"label": "r1dayat", "x": 184.82924642944752, "y": 48.20916972178135, "size": 3.25, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 8.9722, "eigenvector": 2.8698, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "1966267850165027003", "id": "r1dayat", "source": "tweet-000004", "content": "Parameter yang perlu diamati untuk menilai dampak penarikan dana pemerintah dari BI meliputi:\n\n- Tingkat inflasi\n- Suku bunga acuan\n- Nilai tukar Rupiah\n- Likuiditas perbankan\n- Pertumbuhan kredit\n- Kinerja saham bank\n- Pertumbuhan PDB\n- Cadangan devisa\n\nPantau melalui data resmi", "post_id": "1966267850165027003"}}, {"key": "arda_odang17", "attributes": {"label": "arda_odang17", "x": 344.0278134552177, "y": 13.70686091656792, "size": 3.25, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 8.9722, "eigenvector": 2.8698, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "1966267850165027003", "id": "arda_odang17", "source": "tweet-000004", "content": "Parameter yang perlu diamati untuk menilai dampak penarikan dana pemerintah dari BI meliputi:\n\n- Tingkat inflasi\n- Suku bunga acuan\n- Nilai tukar Rupiah\n- Likuiditas perbankan\n- Pertumbuhan kredit\n- Kinerja saham bank\n- Pertumbuhan PDB\n- Cadangan devisa\n\nPantau melalui data resmi", "post_id": "1966267850165027003"}}, {"key": "mochmasykur12", "attributes": {"label": "mochmasykur12", "x": 897.4914224776694, "y": 812.8981838447728, "size": 3.25, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 8.9722, "eigenvector": 2.8698, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "1966267850165027003", "id": "mochmasykur12", "source": "tweet-000004", "content": "Parameter yang perlu diamati untuk menilai dampak penarikan dana pemerintah dari BI meliputi:\n\n- Tingkat inflasi\n- Suku bunga acuan\n- Nilai tukar Rupiah\n- Likuiditas perbankan\n- Pertumbuhan kredit\n- Kinerja saham bank\n- Pertumbuhan PDB\n- Cadangan devisa\n\nPantau melalui data resmi", "post_id": "1966267850165027003"}}, {"key": "icibosadd", "attributes": {"label": "icibosadd", "x": 376.0103697833357, "y": 394.8585343122394, "size": 3.25, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 8.9722, "eigenvector": 2.8698, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "1966267850165027003", "id": "icibosadd", "source": "tweet-000004", "content": "Parameter yang perlu diamati untuk menilai dampak penarikan dana pemerintah dari BI meliputi:\n\n- Tingkat inflasi\n- Suku bunga acuan\n- Nilai tukar Rupiah\n- Likuiditas perbankan\n- Pertumbuhan kredit\n- Kinerja saham bank\n- Pertumbuhan PDB\n- Cadangan devisa\n\nPantau melalui data resmi", "post_id": "1966267850165027003"}}, {"key": "yosephsamodra", "attributes": {"label": "yosephsamodra", "x": 368.77585683292216, "y": 704.3569994758236, "size": 3.25, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 8.9722, "eigenvector": 2.8698, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2045448547143741440", "id": "yosephsamodra", "source": "tweet-000004", "content": "Haha, paham banget reaksinya. Kabar menyenangkan dari bank BUMN: proyeksi 2026 cerah! Kinerja Himbara (BRI, Mandiri, BNI, BTN) diprediksi membaik dengan likuiditas lebih kuat, pertumbuhan kredit naik, dan potensi dividen jumbo. Pemerintah juga perpanjang penempatan dana Rp200T", "post_id": "2045448547143741440"}}, {"key": "MrOngDedy", "attributes": {"label": "MrOngDedy", "x": 884.5237774129557, "y": 778.6357358729531, "size": 3.25, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 8.9722, "eigenvector": 2.8698, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2045448547143741440", "id": "MrOngDedy", "source": "tweet-000004", "content": "Haha, paham banget reaksinya. Kabar menyenangkan dari bank BUMN: proyeksi 2026 cerah! Kinerja Himbara (BRI, Mandiri, BNI, BTN) diprediksi membaik dengan likuiditas lebih kuat, pertumbuhan kredit naik, dan potensi dividen jumbo. Pemerintah juga perpanjang penempatan dana Rp200T", "post_id": "2045448547143741440"}}, {"key": "wooriinim", "attributes": {"label": "wooriinim", "x": 661.6247274458594, "y": 890.9991925141532, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 7.8589, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "2041814361791197674", "id": "wooriinim", "source": "tweet-000004", "content": "hhmmm... \"gk wajib, tergantung manajemen resiko bank\" ada lagi \"mencapai pertumbuhan kredit\" \n\nklo \"gk wajib\" boleh lah ada statement d POJK klo bank berhak menolak pengajuan jika terdapat bla bla bla bla, kredit tumbuh tpi pada kolek 5 sih gimana bank mau sehat 😒😒", "post_id": "2041814361791197674"}}, {"key": "kompascom", "attributes": {"label": "kompascom", "x": 629.048647530389, "y": 31.056316678191088, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 14.5389, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2041814361791197674", "id": "kompascom", "source": "tweet-000004", "content": "hhmmm... \"gk wajib, tergantung manajemen resiko bank\" ada lagi \"mencapai pertumbuhan kredit\" \n\nklo \"gk wajib\" boleh lah ada statement d POJK klo bank berhak menolak pengajuan jika terdapat bla bla bla bla, kredit tumbuh tpi pada kolek 5 sih gimana bank mau sehat 😒😒", "post_id": "2041814361791197674"}}, {"key": "tenderterbatas", "attributes": {"label": "tenderterbatas", "x": 451.89704512780037, "y": 573.8993253951583, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 7.8589, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "2041906177639170482", "id": "tenderterbatas", "source": "tweet-000004", "content": "Iya, dulu sampai ada TP-PKLN ya (Tim Pengendali Pinjaman Komersil Luar Negeri) ya \n\nTp, dulu PKLN ini jadi masif bukankah karena intermediasi bank saat itu sdh mandeg ya? Apalagi di bbrp bank BUMN yg sampai tidak ada pengucuran kredit baru. Sdgkn, pasar modal blm semarak skrg.", "post_id": "2041906177639170482"}}, {"key": "ChatibBasri", "attributes": {"label": "ChatibBasri", "x": 322.70877747710347, "y": 125.43245323047513, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 14.5389, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2041906177639170482", "id": "ChatibBasri", "source": "tweet-000004", "content": "Iya, dulu sampai ada TP-PKLN ya (Tim Pengendali Pinjaman Komersil Luar Negeri) ya \n\nTp, dulu PKLN ini jadi masif bukankah karena intermediasi bank saat itu sdh mandeg ya? Apalagi di bbrp bank BUMN yg sampai tidak ada pengucuran kredit baru. Sdgkn, pasar modal blm semarak skrg.", "post_id": "2041906177639170482"}}, {"key": "dealova_in", "attributes": {"label": "dealova_in", "x": 204.40978881118187, "y": 149.0955688266684, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 7.8589, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 5, "degree": 5}, "_id": "2048097450557345908", "id": "dealova_in", "source": "tweet-000004", "content": "Boleh digunakan semua orang karena Bank syariah adalah lembaga intermediasi keuangan yang terbuka bagi semua kalangan, bukan hanya berbasis agama. \n#PermataBankGA  \n#SyariahuntukSemua\n \n \n \n\n ✨", "post_id": "2048097450557345908"}}, {"key": "PermataBank", "attributes": {"label": "PermataBank", "x": 816.1110566277655, "y": 991.5516674706947, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 9.1949, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "2048097450557345908", "id": "PermataBank", "source": "tweet-000004", "content": "Boleh digunakan semua orang karena Bank syariah adalah lembaga intermediasi keuangan yang terbuka bagi semua kalangan, bukan hanya berbasis agama. \n#PermataBankGA  \n#SyariahuntukSemua\n \n \n \n\n ✨", "post_id": "2048097450557345908"}}, {"key": "rizarin_anugrah", "attributes": {"label": "rizarin_anugrah", "x": 153.23044066116242, "y": 952.7896000213032, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 9.1949, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2048097450557345908", "id": "rizarin_anugrah", "source": "tweet-000004", "content": "Boleh digunakan semua orang karena Bank syariah adalah lembaga intermediasi keuangan yang terbuka bagi semua kalangan, bukan hanya berbasis agama. \n#PermataBankGA  \n#SyariahuntukSemua\n \n \n \n\n ✨", "post_id": "2048097450557345908"}}, {"key": "dyh81parna", "attributes": {"label": "dyh81parna", "x": 998.0698597118727, "y": 819.7053931079391, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 9.1949, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2048097450557345908", "id": "dyh81parna", "source": "tweet-000004", "content": "Boleh digunakan semua orang karena Bank syariah adalah lembaga intermediasi keuangan yang terbuka bagi semua kalangan, bukan hanya berbasis agama. \n#PermataBankGA  \n#SyariahuntukSemua\n \n \n \n\n ✨", "post_id": "2048097450557345908"}}, {"key": "nugraharizkia28", "attributes": {"label": "nugraharizkia28", "x": 768.0394352404418, "y": 59.602070645734415, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 9.1949, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2048097450557345908", "id": "nugraharizkia28", "source": "tweet-000004", "content": "Boleh digunakan semua orang karena Bank syariah adalah lembaga intermediasi keuangan yang terbuka bagi semua kalangan, bukan hanya berbasis agama. \n#PermataBankGA  \n#SyariahuntukSemua\n \n \n \n\n ✨", "post_id": "2048097450557345908"}}, {"key": "hscarpenter2019", "attributes": {"label": "hscarpenter2019", "x": 421.27602747655567, "y": 892.3794390863895, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 7.8589, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "2047249427996496066", "id": "hscarpenter2019", "source": "tweet-000004", "content": "Thanks Arvin.  money supply belum punya efek,  jika berhenti di perbankan. Jika pertumbuhan kredit disektor riil masih lemah, ini problem. Irving Fischer, the purchasing power of money (MoneyxVelocity=Price×Trade Vol=GDP). Salam dari bukan PhD", "post_id": "2047249427996496066"}}, {"key": "ArvinHonami", "attributes": {"label": "ArvinHonami", "x": 950.2710785964332, "y": 791.9715748088462, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 14.5389, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2047249427996496066", "id": "ArvinHonami", "source": "tweet-000004", "content": "Thanks Arvin.  money supply belum punya efek,  jika berhenti di perbankan. Jika pertumbuhan kredit disektor riil masih lemah, ini problem. Irving Fischer, the purchasing power of money (MoneyxVelocity=Price×Trade Vol=GDP). Salam dari bukan PhD", "post_id": "2047249427996496066"}}, {"key": "syueb2011", "attributes": {"label": "syueb2011", "x": 40.84124294002245, "y": 906.2995506608181, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 7.8589, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "1978961838911205691", "id": "syueb2011", "source": "tweet-000004", "content": "Mari kita bicara data: \n1. Pertumbuhan ekonomi \n2. Inflasi\n3. Kurs rupiah\n4. Hutang Pemerintah\n5. Pertumbuhan kredit properti\n6. Harga komoditas\n\nEra SBY memang menikmati “global commodity boom” dan efek capital inflow pasca reformasi keuangan Asia, sehingga konsumsi rumah https://t.co/BfJ8gojfB4", "post_id": "1978961838911205691"}}, {"key": "bachrum_achmadi", "attributes": {"label": "bachrum_achmadi", "x": 277.7509313365165, "y": 343.86687628437926, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 11.1989, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "1978961838911205691", "id": "bachrum_achmadi", "source": "tweet-000004", "content": "Mari kita bicara data: \n1. Pertumbuhan ekonomi \n2. Inflasi\n3. Kurs rupiah\n4. Hutang Pemerintah\n5. Pertumbuhan kredit properti\n6. Harga komoditas\n\nEra SBY memang menikmati “global commodity boom” dan efek capital inflow pasca reformasi keuangan Asia, sehingga konsumsi rumah https://t.co/BfJ8gojfB4", "post_id": "1978961838911205691"}}, {"key": "SBYudhoyono", "attributes": {"label": "SBYudhoyono", "x": 301.18215887873924, "y": 926.2915770579194, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 11.1989, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "1978961838911205691", "id": "SBYudhoyono", "source": "tweet-000004", "content": "Mari kita bicara data: \n1. Pertumbuhan ekonomi \n2. Inflasi\n3. Kurs rupiah\n4. Hutang Pemerintah\n5. Pertumbuhan kredit properti\n6. Harga komoditas\n\nEra SBY memang menikmati “global commodity boom” dan efek capital inflow pasca reformasi keuangan Asia, sehingga konsumsi rumah https://t.co/BfJ8gojfB4", "post_id": "1978961838911205691"}}, {"key": "perekonomianri", "attributes": {"label": "perekonomianri", "x": 942.7875878354878, "y": 149.75108630914235, "size": 15.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 40.7582, "eigenvector": 139.9491, "in_degree": 9, "out_degree": 0, "degree": 9}, "_id": "3884511562890846248_1646269200", "id": "perekonomianri", "source": "instagram-000001", "content": "Optimisme bukanlah sekadar rasa, tapi hasil dari arah yang jelas dan kerja yang terhubung!\n\n#SobatRupiah, di tengah dunia yang penuh ketidakpastian, Indonesia memilih untuk melaju dengan fondasi yang kuat dan kolaborasi yang nyata.\n\nSemangat ini diwujudkan salah satunya melalui Percepatan Intermediasi Indonesia (PINISI) sebagai wadah untuk memperkuat komunikasi dan koordinasi dalam menggerakkan sektor-sektor prioritas sekaligus mengatasi hambatan intermediasi demi mendukung pertumbuhan ekonomi.\n\nMelalui PINISI (Percepatan Intermediasi Indonesia) Bank Indonesia bersama Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian RI  mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk menumbuhkan Optimisme, memperkuat Komitmen, dan terus mempererat Sinergi (O-K-S) demi #BeriMakna mewujudkan pertumbuhan ekonomi 2026 di kisaran 4,9–5,7%. \n\nSaatnya optimisme tidak berhenti di wacana, tapi terasa lewat dampak nyata!\nKalau menurut Sobat, apa lagi upaya yang perlu dilakukan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi agar lebih optimal? \n\n#diSetiapMaknaIndonesia", "post_id": "3884511562890846248_1646269200"}}, {"key": "bank_indonesia_kediri", "attributes": {"label": "bank_indonesia_kediri", "x": 655.3165665728427, "y": 521.5819299093279, "size": 11.28, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 7.8589, "eigenvector": 96.5506, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "3884534684680779192_3072612250", "id": "bank_indonesia_kediri", "source": "instagram-000001", "content": "Optimisme bukanlah sekadar rasa, tapi hasil dari arah yang jelas dan kerja yang terhubung!\n\n#SobatRupiah, di tengah dunia yang penuh ketidakpastian, Indonesia memilih untuk melaju dengan fondasi yang kuat dan kolaborasi yang nyata.\n\nSemangat ini diwujudkan salah satunya melalui Percepatan Intermediasi Indonesia (PINISI) sebagai wadah untuk memperkuat komunikasi dan koordinasi dalam menggerakkan sektor-sektor prioritas sekaligus mengatasi hambatan intermediasi demi mendukung pertumbuhan ekonomi.\n\nMelalui PINISI (Percepatan Intermediasi Indonesia) Bank Indonesia bersama Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian RI  mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk menumbuhkan Optimisme, memperkuat Komitmen, dan terus mempererat Sinergi (O-K-S) demi #BeriMakna mewujudkan pertumbuhan ekonomi 2026 di kisaran 4,9–5,7%.\n\nSaatnya optimisme tidak berhenti di wacana, tapi terasa lewat dampak nyata!\nKalau menurut Sobat, apa lagi upaya yang perlu dilakukan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi agar lebih optimal?\n\n#diSetiapMaknaIndonesia", "post_id": "3884534684680779192_3072612250"}}, {"key": "bank_indonesia_kalsel", "attributes": {"label": "bank_indonesia_kalsel", "x": 38.158270883824066, "y": 287.56631471787387, "size": 11.28, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 7.8589, "eigenvector": 96.5506, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "3884893090046230644_3108436875", "id": "bank_indonesia_kalsel", "source": "instagram-000001", "content": "Optimisme bukanlah sekadar rasa, tapi hasil dari arah yang jelas dan kerja yang terhubung!\n\n#SobatRupiah, di tengah dunia yang penuh ketidakpastian, Indonesia memilih untuk melaju dengan fondasi yang kuat dan kolaborasi yang nyata.\n\nSemangat ini diwujudkan salah satunya melalui Percepatan Intermediasi Indonesia (PINISI) sebagai wadah untuk memperkuat komunikasi dan koordinasi dalam menggerakkan sektor-sektor prioritas sekaligus mengatasi hambatan intermediasi demi mendukung pertumbuhan ekonomi.\n\nMelalui PINISI (Percepatan Intermediasi Indonesia) Bank Indonesia bersama Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian RI  mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk menumbuhkan Optimisme, memperkuat Komitmen, dan terus mempererat Sinergi (O-K-S) demi #BeriMakna mewujudkan pertumbuhan ekonomi 2026 di kisaran 4,9–5,7%.\n\nSaatnya optimisme tidak berhenti di wacana, tapi terasa lewat dampak nyata!\nKalau menurut Sobat, apa lagi upaya yang perlu dilakukan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi agar lebih optimal?\n\n#diSetiapMaknaIndonesia", "post_id": "3884893090046230644_3108436875"}}, {"key": "bank_indonesia_jakarta", "attributes": {"label": "bank_indonesia_jakarta", "x": 109.69548886751723, "y": 224.87026762447005, "size": 11.28, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 7.8589, "eigenvector": 96.5506, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "3884531776283150492_3483223332", "id": "bank_indonesia_jakarta", "source": "instagram-000001", "content": "Optimisme bukanlah sekadar rasa, tapi hasil dari arah yang jelas dan kerja yang terhubung!\n\n#SobatRupiah, di tengah dunia yang penuh ketidakpastian, Indonesia memilih untuk melaju dengan fondasi yang kuat dan kolaborasi yang nyata.\n\nSemangat ini diwujudkan salah satunya melalui Percepatan Intermediasi Indonesia (PINISI) sebagai wadah untuk memperkuat komunikasi dan koordinasi dalam menggerakkan sektor-sektor prioritas sekaligus mengatasi hambatan intermediasi demi mendukung pertumbuhan ekonomi.\n\nMelalui PINISI (Percepatan Intermediasi Indonesia) Bank Indonesia bersama Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian RI  mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk menumbuhkan Optimisme, memperkuat Komitmen, dan terus mempererat Sinergi (O-K-S) demi #BeriMakna mewujudkan pertumbuhan ekonomi 2026 di kisaran 4,9–5,7%. \n\nSaatnya optimisme tidak berhenti di wacana, tapi terasa lewat dampak nyata!\nKalau menurut Sobat, apa lagi upaya yang perlu dilakukan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi agar lebih optimal? \n\n#diSetiapMaknaIndonesia", "post_id": "3884531776283150492_3483223332"}}, {"key": "bank_indonesia_kepri", "attributes": {"label": "bank_indonesia_kepri", "x": 73.55000179396765, "y": 822.8083360888317, "size": 11.28, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 7.8589, "eigenvector": 96.5506, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "3885220661455695687_2904384635", "id": "bank_indonesia_kepri", "source": "instagram-000001", "content": "Optimisme bukanlah sekadar rasa, tapi hasil dari arah yang jelas dan kerja yang terhubung!\n\n#SobatRupiah, di tengah dunia yang penuh ketidakpastian, Indonesia memilih untuk melaju dengan fondasi yang kuat dan kolaborasi yang nyata.\n\nSemangat ini diwujudkan salah satunya melalui Percepatan Intermediasi Indonesia (PINISI) sebagai wadah untuk memperkuat komunikasi dan koordinasi dalam menggerakkan sektor-sektor prioritas sekaligus mengatasi hambatan intermediasi demi mendukung pertumbuhan ekonomi.\n\nMelalui PINISI (Percepatan Intermediasi Indonesia) Bank Indonesia bersama Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian RI  mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk menumbuhkan Optimisme, memperkuat Komitmen, dan terus mempererat Sinergi (O-K-S) demi #BeriMakna mewujudkan pertumbuhan ekonomi 2026 di kisaran 4,9–5,7%.\n\nSaatnya optimisme tidak berhenti di wacana, tapi terasa lewat dampak nyata!\nKalau menurut Sobat, apa lagi upaya yang perlu dilakukan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi agar lebih optimal?\n\n#diSetiapMaknaIndonesia", "post_id": "3885220661455695687_2904384635"}}, {"key": "bank_indonesia_lhokseumawe_", "attributes": {"label": "bank_indonesia_lhokseumawe_", "x": 540.4467771519984, "y": 261.60936089397813, "size": 11.28, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 7.8589, "eigenvector": 96.5506, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "3884953702586511438_48797578859", "id": "bank_indonesia_lhokseumawe_", "source": "instagram-000001", "content": "Optimisme bukanlah sekadar rasa, tapi hasil dari arah yang jelas dan kerja yang terhubung! \n\n#SobatRupiah, di tengah dunia yang penuh ketidakpastian, Indonesia memilih untuk melaju dengan fondasi yang kuat dan kolaborasi yang nyata. \n\nSemangat ini diwujudkan salah satunya melalui Percepatan Intermediasi Indonesia (PINISI) sebagai wadah untuk memperkuat komunikasi dan koordinasi dalam menggerakkan sektor-sektor prioritas sekaligus mengatasi hambatan intermediasi demi mendukung pertumbuhan ekonomi. \n\nMelalui PINISI (Percepatan Intermediasi Indonesia) Bank Indonesia bersama Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian RI  mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk menumbuhkan Optimisme, memperkuat Komitmen, dan terus mempererat Sinergi (O-K-S) demi #BeriMakna mewujudkan pertumbuhan ekonomi 2026 di kisaran 4,9–5,7%. \n\nSaatnya optimisme tidak berhenti di wacana, tapi terasa lewat dampak nyata! Kalau menurut Sobat, apa lagi upaya yang perlu dilakukan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi agar lebih optimal? \n\n#diSetiapMaknaIndonesia", "post_id": "3884953702586511438_48797578859"}}, {"key": "radar_indramayu", "attributes": {"label": "radar_indramayu", "x": 868.8068091091859, "y": 871.214963597505, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 13.6676, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 2, "out_degree": 2, "degree": 4}, "_id": "3886567061468636286_8186324209", "id": "radar_indramayu", "source": "instagram-000001", "content": "Jakarta – Di tengah meningkatnya risiko global akibat eskalasi konflik geopolitik yang turut mendorong ketidakpastian ekonomi dunia, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk tetap mampu mencatatkan kinerja yang solid pada Triwulan I 2026. Dengan fundamental bisnis yang kuat didukung oleh pertumbuhan kredit yang selektif, pengelolaan biaya dana yang semakin efisien, serta kualitas aset yang terjaga, BRI berhasil mencatatkan laba bersih konsolidasian sebesar Rp15,5 triliun atau tumbuh 13,7% year-on-year (yoy).\n.\nHal tersebut disampaikan oleh Direktur Utama BRI Hery Gunardi dalam Press Conference Kinerja Keuangan BRI Triwulan I 2026 di Kantor Pusat BRI pada Kamis (30/4/2026). Turut hadir dalam acara tersebut Wakil Direktur Utama BRI Viviana Dyah Ayu, Direktur Network & Retail Funding BRI Aquarius Rudianto, Direktur Finance & Strategy BRI Achmad Royadi dan Direktur Manajemen Risiko BRI Ety Yuniarti.\n.\nDalam paparannya, Hery Gunardi menyampaikan bahwa sepanjang Triwulan I 2026, kondisi ekonomi global masih diwarnai oleh peningkatan risiko geopolitik yang signifikan. Meski demikian, perekonomian Indonesia tetap resilien dengan dukungan yang semakin luas dari sisi demand, supply, dan fiskal sehingga memberikan buffer terhadap ketidakpastian global dan menjaga momentum pertumbuhan. \n.\nKondisi ini juga tercermin pada industri perbankan nasional yang tetap berada dalam kondisi stabil, dengan intermediasi yang kuat, likuiditas yang memadai, serta risiko yang terkendali, dan memberikan ruang bagi perbankan untuk tetap melakukan ekspansi secara prudent.\n.\nHery Gunardi menambahkan, BRI tetap mampu menjaga momentum pertumbuhan yang solid, seiring konsistensi transformasi yang dijalankan. Hal ini tercermin pada kinerja keuangan konsolidasi hingga akhir Triwulan I 2026 yang tetap menunjukkan tren positif.\n.\nBerita Selengkapnya kunjungi Instastory  lalu KLIK TAUTAN !!!\nhttps://radarindramayu.disway.id/read/684177/bri-pertahankan-momentum-kinerja-solid-laba-bersih-meles\n.\nFollow \n.\n.\n#radarindramayu #radarcirebon #radarkuningan #radarmajalengka #infoindramayu beritahariini indonesia kabupatenindramayu news viral jabaristimewa kota kabupaten kotamangga", "post_id": "3886567061468636286_8186324209"}}, {"key": "kumparancom", "attributes": {"label": "kumparancom", "x": 558.3544929612084, "y": 703.9090705056033, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 7.8589, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "3888202324565477818_3286401357", "id": "kumparancom", "source": "instagram-000001", "content": "Bank Mandiri (BMRI) resmi menetapkan pembagian dividen tunai sebesar Rp 44,47 triliun atau 79% dari laba bersih tahun buku 2025. Total dividen per saham (DPS) atas kinerja tahun 2025 tersebut mencapai Rp 476,95, yang jumlahnya sudah termasuk dividen interim yang telah dibayarkan kepada pemegang saham pada Januari 2026 lalu.\n\nSelain dividen rekor, RUPST juga menyetujui rencana pembelian kembali saham (buyback) senilai Rp 1,17 triliun dan melakukan penyegaran susunan pengurus perseroan. Langkah strategis ini diambil untuk menjaga kepercayaan investor serta memperkuat posisi Bank Mandiri () sebagai bagian dari ekosistem Danantara.\n\nCapaian ini setara dengan dividend yield sebesar 10,77%, didukung oleh kinerja fundamental yang solid dengan pertumbuhan kredit sebesar 13,4% YoY. Bank Mandiri berkomitmen terus memberikan nilai optimal bagi pemegang saham sekaligus menjadi mitra strategis dalam mengakselerasi ekonomi nasional.", "post_id": "3888202324565477818_3286401357"}}, {"key": "bankmandiri", "attributes": {"label": "bankmandiri", "x": 318.4264174798036, "y": 477.3609943768635, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 14.5389, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "3888202324565477818_3286401357", "id": "bankmandiri", "source": "instagram-000001", "content": "Bank Mandiri (BMRI) resmi menetapkan pembagian dividen tunai sebesar Rp 44,47 triliun atau 79% dari laba bersih tahun buku 2025. Total dividen per saham (DPS) atas kinerja tahun 2025 tersebut mencapai Rp 476,95, yang jumlahnya sudah termasuk dividen interim yang telah dibayarkan kepada pemegang saham pada Januari 2026 lalu.\n\nSelain dividen rekor, RUPST juga menyetujui rencana pembelian kembali saham (buyback) senilai Rp 1,17 triliun dan melakukan penyegaran susunan pengurus perseroan. Langkah strategis ini diambil untuk menjaga kepercayaan investor serta memperkuat posisi Bank Mandiri () sebagai bagian dari ekosistem Danantara.\n\nCapaian ini setara dengan dividend yield sebesar 10,77%, didukung oleh kinerja fundamental yang solid dengan pertumbuhan kredit sebesar 13,4% YoY. Bank Mandiri berkomitmen terus memberikan nilai optimal bagi pemegang saham sekaligus menjadi mitra strategis dalam mengakselerasi ekonomi nasional.", "post_id": "3888202324565477818_3286401357"}}, {"key": "mancingsaham", "attributes": {"label": "mancingsaham", "x": 141.51571897060833, "y": 919.2250070729636, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 9.9795, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 4, "out_degree": 4, "degree": 8}, "_id": "3882447534241880505_52512310886", "id": "mancingsaham", "source": "instagram-000001", "content": "PT Bank Central Asia Tbk mencatat laba Q1 2026 tumbuh 4% menjadi Rp14,7 triliun 📊. Namun, NIM turun ke 5,4% dan pertumbuhan kredit hanya 6% (di bawah target 8–10%) ⚠️.\n\nPendapatan ditopang fee-based income (+16%), sementara biaya pencadangan naik 20% sehingga menekan profitabilitas 💸.\n\nMeski dana pihak ketiga tumbuh 8% dan CASA kuat di 85% 💰, pasar merespons negatif dengan saham BBCA sempat turun hingga -5,45% di awal perdagangan 📉.\n\nDi sisi lain, analis masih mempertahankan rekomendasi buy dengan target harga Rp10.600 🚀.\n\nSumber: Kabarbursa, 24 April 2026\n\nGabung di  community untuk analisis market, stockpick pilihan, update berita saham, dan diskusi eksklusif dengan investor & trader lainnya. 📩 Bergabung sekarang! Klik lynk.id/owennath atau chat 081251880459 (WhatsApp).\n\n#saham #investasi #trading #BBCA #perbankan #IHSG #marketupdate #mancingsaham", "post_id": "3882447534241880505_52512310886"}}, {"key": "idx_channel", "attributes": {"label": "idx_channel", "x": 765.057689543863, "y": 254.12451370439325, "size": 3.47, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 14.5389, "eigenvector": 5.462, "in_degree": 1, "out_degree": 1, "degree": 2}, "_id": "3881267091144425536_3310659452", "id": "idx_channel", "source": "instagram-000001", "content": "Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia memutuskan tetap mempertahankan suku bunga acuan atau BI Rate di level 4,75%. Kemudian, suku bunga deposit facility 3,75% dan suku bunga lending facility 5,50%. Dengan demikian, BI Rate tidak berubah selama delapan bulan berturut-turut.\n\nDisisi lain, Otoritas Jasa Keuangan mencatat pada bulan Februari 2026, kinerja intermediasi perbankan tumbuh positif dengan profil risiko yang terjaga. Kredit tumbuh 9,37% YoY menjadi Rp8.559 triliun, sedangkan berdasarkan jenis penggunaan, kredit investasi tumbuh tertinggi yaitu 20,72% diikuti kredit konsumsi 6,34% serta kredit modal kerja 3,88%.\n\nSementara di sektor PVML, piutang pembiayaan perusahaan pembiayaan tumbuh 1,01% YoY pada Ffebruari 2026, menjadi Rp512,14 triliun. Pertumbuhan tersebut didukung pembiayaan modal kerja yang meningkat sebesar 8,31% Yoy.\n\nSaksikan pembahasan selengkapnya dalam program Market Review bersama Prasetyo Wibowo , Kamis 23 April 2026, pukul 10.00 - 10.30 WIB. LIVE di IDX Channel (MNC VISION Ch 100, MNC PLAY Ch 128 HD, First Media Ch 389, K-VISION Ch 129, OXYGEN Ch 137 dan MY REPUBLIK Ch 576). Saksikan juga LIVE STREAMING di www.idxchannel.com dan aplikasi IDX Channel TV di APPS  store.\n\n#idxchannel #idxchannelcommunity #marketreview", "post_id": "3881267091144425536_3310659452"}}, {"key": "prast_ulrich", "attributes": {"label": "prast_ulrich", "x": 576.4005239663592, "y": 695.2656750902999, "size": 5.06, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 20.6941, "eigenvector": 24.0133, "in_degree": 3, "out_degree": 0, "degree": 3}, "_id": "3881267091144425536_3310659452", "id": "prast_ulrich", "source": "instagram-000001", "content": "Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia memutuskan tetap mempertahankan suku bunga acuan atau BI Rate di level 4,75%. Kemudian, suku bunga deposit facility 3,75% dan suku bunga lending facility 5,50%. Dengan demikian, BI Rate tidak berubah selama delapan bulan berturut-turut.\n\nDisisi lain, Otoritas Jasa Keuangan mencatat pada bulan Februari 2026, kinerja intermediasi perbankan tumbuh positif dengan profil risiko yang terjaga. Kredit tumbuh 9,37% YoY menjadi Rp8.559 triliun, sedangkan berdasarkan jenis penggunaan, kredit investasi tumbuh tertinggi yaitu 20,72% diikuti kredit konsumsi 6,34% serta kredit modal kerja 3,88%.\n\nSementara di sektor PVML, piutang pembiayaan perusahaan pembiayaan tumbuh 1,01% YoY pada Ffebruari 2026, menjadi Rp512,14 triliun. Pertumbuhan tersebut didukung pembiayaan modal kerja yang meningkat sebesar 8,31% Yoy.\n\nSaksikan pembahasan selengkapnya dalam program Market Review bersama Prasetyo Wibowo , Kamis 23 April 2026, pukul 10.00 - 10.30 WIB. LIVE di IDX Channel (MNC VISION Ch 100, MNC PLAY Ch 128 HD, First Media Ch 389, K-VISION Ch 129, OXYGEN Ch 137 dan MY REPUBLIK Ch 576). Saksikan juga LIVE STREAMING di www.idxchannel.com dan aplikasi IDX Channel TV di APPS  store.\n\n#idxchannel #idxchannelcommunity #marketreview", "post_id": "3881267091144425536_3310659452"}}, {"key": "redaksi_sumselmedia", "attributes": {"label": "redaksi_sumselmedia", "x": 574.4157194695017, "y": 354.65065290286947, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 9.9795, "eigenvector": 0.0088, "in_degree": 1, "out_degree": 4, "degree": 5}, "_id": "3886577598399125706_56622120775", "id": "redaksi_sumselmedia", "source": "instagram-000001", "content": "SumselMedia.Com, Jakarta-\n\n(“CIMB Niaga” atau “Bank”; IDX: BNGA) hari ini mengumumkan perolehan kinerja keuangan konsolidasi (unaudited) untuk kuartal pertama tahun 2026 (“1Q26”), dengan laba sebelum pajak sebesar Rp2,3 triliun dan menghasilkan earnings per share Rp70,20.\n\nPresiden Direktur & CEO CIMB Niaga Lani Darmawan mengatakan, “Kami bersyukur dapat memulai tahun 2026 dengan fondasi yang kuat, didorong oleh kinerja pendapatan yang baik, pertumbuhan fee-based income yang solid, dan fundamental bisnis yang sehat. Pertumbuhan pendapatan tetap terjaga stabil, didukung oleh strategi serta dedikasi seluruh karyawan kami dalam memberikan layanan optimal kepada seluruh nasabah dan stakeholders. Adapun perolehan positif ini didorong oleh pengelolaan biaya yang disiplin, serta pertumbuhan kredit yang selektif dengan dukungan pendanaan current account savings account (“CASA”) yang kuat dan mencapai rasio CASA tertinggi sebesar 73,9%, sehingga memperkuat kemampuan kami dalam menjaga margin. Kualitas aset tetap terjaga, dengan rasio kredit bermasalah (non-performing loan/“NPL”) di bawah rata-rata industri, dan biaya kredit (cost of credit/“CoC”) yang tetap terjaga di bawah 1%. Selain itu, bisnis wealth management kami dalam melayani nasabah Preferred dan Private Wealth juga terus menunjukkan kinerja yang baik, tercermin dari rata-rata assets under management per nasabah yang terus meningkat, sekaligus memperkuat basis pendapatan kami yang semakin terdiversifikasi.”\n\nSelengkapnya di www.sumselmedia.com\n\n   \n\n#cimbniaga #bank #octo #cimbniagasyariah", "post_id": "3886577598399125706_56622120775"}}, {"key": "cimb_niaga", "attributes": {"label": "cimb_niaga", "x": 411.2008756728087, "y": 572.2232978734223, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 9.9795, "eigenvector": 0.0038, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "3886577598399125706_56622120775", "id": "cimb_niaga", "source": "instagram-000001", "content": "SumselMedia.Com, Jakarta-\n\n(“CIMB Niaga” atau “Bank”; IDX: BNGA) hari ini mengumumkan perolehan kinerja keuangan konsolidasi (unaudited) untuk kuartal pertama tahun 2026 (“1Q26”), dengan laba sebelum pajak sebesar Rp2,3 triliun dan menghasilkan earnings per share Rp70,20.\n\nPresiden Direktur & CEO CIMB Niaga Lani Darmawan mengatakan, “Kami bersyukur dapat memulai tahun 2026 dengan fondasi yang kuat, didorong oleh kinerja pendapatan yang baik, pertumbuhan fee-based income yang solid, dan fundamental bisnis yang sehat. Pertumbuhan pendapatan tetap terjaga stabil, didukung oleh strategi serta dedikasi seluruh karyawan kami dalam memberikan layanan optimal kepada seluruh nasabah dan stakeholders. Adapun perolehan positif ini didorong oleh pengelolaan biaya yang disiplin, serta pertumbuhan kredit yang selektif dengan dukungan pendanaan current account savings account (“CASA”) yang kuat dan mencapai rasio CASA tertinggi sebesar 73,9%, sehingga memperkuat kemampuan kami dalam menjaga margin. Kualitas aset tetap terjaga, dengan rasio kredit bermasalah (non-performing loan/“NPL”) di bawah rata-rata industri, dan biaya kredit (cost of credit/“CoC”) yang tetap terjaga di bawah 1%. Selain itu, bisnis wealth management kami dalam melayani nasabah Preferred dan Private Wealth juga terus menunjukkan kinerja yang baik, tercermin dari rata-rata assets under management per nasabah yang terus meningkat, sekaligus memperkuat basis pendapatan kami yang semakin terdiversifikasi.”\n\nSelengkapnya di www.sumselmedia.com\n\n   \n\n#cimbniaga #bank #octo #cimbniagasyariah", "post_id": "3886577598399125706_56622120775"}}, {"key": "lani_darmawan", "attributes": {"label": "lani_darmawan", "x": 857.5248684474335, "y": 874.4655764670387, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 9.9795, "eigenvector": 0.0038, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "3886577598399125706_56622120775", "id": "lani_darmawan", "source": "instagram-000001", "content": "SumselMedia.Com, Jakarta-\n\n(“CIMB Niaga” atau “Bank”; IDX: BNGA) hari ini mengumumkan perolehan kinerja keuangan konsolidasi (unaudited) untuk kuartal pertama tahun 2026 (“1Q26”), dengan laba sebelum pajak sebesar Rp2,3 triliun dan menghasilkan earnings per share Rp70,20.\n\nPresiden Direktur & CEO CIMB Niaga Lani Darmawan mengatakan, “Kami bersyukur dapat memulai tahun 2026 dengan fondasi yang kuat, didorong oleh kinerja pendapatan yang baik, pertumbuhan fee-based income yang solid, dan fundamental bisnis yang sehat. Pertumbuhan pendapatan tetap terjaga stabil, didukung oleh strategi serta dedikasi seluruh karyawan kami dalam memberikan layanan optimal kepada seluruh nasabah dan stakeholders. Adapun perolehan positif ini didorong oleh pengelolaan biaya yang disiplin, serta pertumbuhan kredit yang selektif dengan dukungan pendanaan current account savings account (“CASA”) yang kuat dan mencapai rasio CASA tertinggi sebesar 73,9%, sehingga memperkuat kemampuan kami dalam menjaga margin. Kualitas aset tetap terjaga, dengan rasio kredit bermasalah (non-performing loan/“NPL”) di bawah rata-rata industri, dan biaya kredit (cost of credit/“CoC”) yang tetap terjaga di bawah 1%. Selain itu, bisnis wealth management kami dalam melayani nasabah Preferred dan Private Wealth juga terus menunjukkan kinerja yang baik, tercermin dari rata-rata assets under management per nasabah yang terus meningkat, sekaligus memperkuat basis pendapatan kami yang semakin terdiversifikasi.”\n\nSelengkapnya di www.sumselmedia.com\n\n   \n\n#cimbniaga #bank #octo #cimbniagasyariah", "post_id": "3886577598399125706_56622120775"}}, {"key": "cimbniagasyariahplg", "attributes": {"label": "cimbniagasyariahplg", "x": 22.249294963238352, "y": 995.9660750835226, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 9.9795, "eigenvector": 0.0038, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "3886577598399125706_56622120775", "id": "cimbniagasyariahplg", "source": "instagram-000001", "content": "SumselMedia.Com, Jakarta-\n\n(“CIMB Niaga” atau “Bank”; IDX: BNGA) hari ini mengumumkan perolehan kinerja keuangan konsolidasi (unaudited) untuk kuartal pertama tahun 2026 (“1Q26”), dengan laba sebelum pajak sebesar Rp2,3 triliun dan menghasilkan earnings per share Rp70,20.\n\nPresiden Direktur & CEO CIMB Niaga Lani Darmawan mengatakan, “Kami bersyukur dapat memulai tahun 2026 dengan fondasi yang kuat, didorong oleh kinerja pendapatan yang baik, pertumbuhan fee-based income yang solid, dan fundamental bisnis yang sehat. Pertumbuhan pendapatan tetap terjaga stabil, didukung oleh strategi serta dedikasi seluruh karyawan kami dalam memberikan layanan optimal kepada seluruh nasabah dan stakeholders. Adapun perolehan positif ini didorong oleh pengelolaan biaya yang disiplin, serta pertumbuhan kredit yang selektif dengan dukungan pendanaan current account savings account (“CASA”) yang kuat dan mencapai rasio CASA tertinggi sebesar 73,9%, sehingga memperkuat kemampuan kami dalam menjaga margin. Kualitas aset tetap terjaga, dengan rasio kredit bermasalah (non-performing loan/“NPL”) di bawah rata-rata industri, dan biaya kredit (cost of credit/“CoC”) yang tetap terjaga di bawah 1%. Selain itu, bisnis wealth management kami dalam melayani nasabah Preferred dan Private Wealth juga terus menunjukkan kinerja yang baik, tercermin dari rata-rata assets under management per nasabah yang terus meningkat, sekaligus memperkuat basis pendapatan kami yang semakin terdiversifikasi.”\n\nSelengkapnya di www.sumselmedia.com\n\n   \n\n#cimbniaga #bank #octo #cimbniagasyariah", "post_id": "3886577598399125706_56622120775"}}, {"key": "kontannews", "attributes": {"label": "kontannews", "x": 365.87317278101074, "y": 450.9490494139391, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 7.8589, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "3882397414582265309_1740350316", "id": "kontannews", "source": "instagram-000001", "content": "PT Bank Raya Indonesia Tbk (AGRO) membuktikan komitmen mencapai pertumbuhan bisnis berkelanjutan melalui capaian kinerja di Kuartal I/2026 yang semakin solid. Pertumbuhan ini ditopang dari sisi penyaluran kredit digital, penghimpunan simpanan digital, maupun penguatan fundamental keuangan. Pada Kuartal I/2026, Bank Raya membukukan laba bersih sebesar Rp6,79 miliar, yang diperkuat oleh pertumbuhan pendapatan bunga yang mencapai Rp308,35 miliar atau meningkat 7,5% (yoy), dengan pendapatan bunga kredit yang meningkat menjadi sebesar Rp226,29 miliar atau tumbuh 11,0% (yoy).\nDi sisi bisnis digital, penyaluran kredit digital tercatat sebesar Rp8,14 triliun atau tumbuh 29,0% (yoy). Sejalan dengan peningkatan penyaluran kredit digital, outstanding kredit digital Bank Raya juga mengalami kenaikan yaitu sebesar Rp3,14 triliun atau tumbuh 33,1% (yoy). Hal ini mencerminkan konsistensi pertumbuhan bisnis digital Bank Raya yang sejalan dengan transformasi yang telah dilakukan, khususnya dalam pengembangan ekosistem digital dan peningkatan kualitas layanan kepada nasabah.\n\nIda Bagus Ketut Subagia, Direktur Utama Bank Raya mengatakan, “Pertumbuhan kinerja pada awal tahun 2026 ini mencerminkan konsistensi kami dalam menjalankan strategi transformasi digital secara terukur dan memperkuat bisnis digital secara berkelanjutan. Hal ini tercermin dari pertumbuhan kredit digital yang mencapai Rp3,14 triliun atau meningkat sebesar 33,1% (yoy) pada Kuartal I/2026.”\n \nChampion product Bank Raya yaitu Pinang Dana Talangan terus menunjukkan kinerja cemerlangnya. Selama 3 bulan di awal tahun 2026, Bank Raya telah menyalurkan Pinang Dana Talangan sebesar Rp7,25 triliun, tumbuh sebesar 33,4% (yoy) atau mencatatkan outstanding sebesar Rp1,15 triliun, tumbuh 63,0% (yoy), yang telah disalurkan kepada sekitar 52 ribu Agen BRILink dan Agen Gadai.\n \nPencapaian kinerja Bank Raya yang terus sejalan dengan perbaikan yang terus terjadi pada rasio profitabilitas.  Rasio NIM tercatat meningkat sebesar 91bps menjadi 5,78% seiring dengan optimalisasi aset produktif dan pengelolaan biaya dana yang lebih efisien.\n \n#Kontan\n#BankRaya\n \nContent partnership with", "post_id": "3882397414582265309_1740350316"}}, {"key": "bankraya", "attributes": {"label": "bankraya", "x": 661.2287178592618, "y": 801.8917898790734, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 14.5389, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "3882397414582265309_1740350316", "id": "bankraya", "source": "instagram-000001", "content": "PT Bank Raya Indonesia Tbk (AGRO) membuktikan komitmen mencapai pertumbuhan bisnis berkelanjutan melalui capaian kinerja di Kuartal I/2026 yang semakin solid. Pertumbuhan ini ditopang dari sisi penyaluran kredit digital, penghimpunan simpanan digital, maupun penguatan fundamental keuangan. Pada Kuartal I/2026, Bank Raya membukukan laba bersih sebesar Rp6,79 miliar, yang diperkuat oleh pertumbuhan pendapatan bunga yang mencapai Rp308,35 miliar atau meningkat 7,5% (yoy), dengan pendapatan bunga kredit yang meningkat menjadi sebesar Rp226,29 miliar atau tumbuh 11,0% (yoy).\nDi sisi bisnis digital, penyaluran kredit digital tercatat sebesar Rp8,14 triliun atau tumbuh 29,0% (yoy). Sejalan dengan peningkatan penyaluran kredit digital, outstanding kredit digital Bank Raya juga mengalami kenaikan yaitu sebesar Rp3,14 triliun atau tumbuh 33,1% (yoy). Hal ini mencerminkan konsistensi pertumbuhan bisnis digital Bank Raya yang sejalan dengan transformasi yang telah dilakukan, khususnya dalam pengembangan ekosistem digital dan peningkatan kualitas layanan kepada nasabah.\n\nIda Bagus Ketut Subagia, Direktur Utama Bank Raya mengatakan, “Pertumbuhan kinerja pada awal tahun 2026 ini mencerminkan konsistensi kami dalam menjalankan strategi transformasi digital secara terukur dan memperkuat bisnis digital secara berkelanjutan. Hal ini tercermin dari pertumbuhan kredit digital yang mencapai Rp3,14 triliun atau meningkat sebesar 33,1% (yoy) pada Kuartal I/2026.”\n \nChampion product Bank Raya yaitu Pinang Dana Talangan terus menunjukkan kinerja cemerlangnya. Selama 3 bulan di awal tahun 2026, Bank Raya telah menyalurkan Pinang Dana Talangan sebesar Rp7,25 triliun, tumbuh sebesar 33,4% (yoy) atau mencatatkan outstanding sebesar Rp1,15 triliun, tumbuh 63,0% (yoy), yang telah disalurkan kepada sekitar 52 ribu Agen BRILink dan Agen Gadai.\n \nPencapaian kinerja Bank Raya yang terus sejalan dengan perbaikan yang terus terjadi pada rasio profitabilitas.  Rasio NIM tercatat meningkat sebesar 91bps menjadi 5,78% seiring dengan optimalisasi aset produktif dan pengelolaan biaya dana yang lebih efisien.\n \n#Kontan\n#BankRaya\n \nContent partnership with", "post_id": "3882397414582265309_1740350316"}}, {"key": "detikfinanceofficial", "attributes": {"label": "detikfinanceofficial", "x": 969.1746308890728, "y": 309.274323315032, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 7.8589, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "3882309291533625556_7288198498", "id": "detikfinanceofficial", "source": "instagram-000001", "content": "Beredar unggahan di media sosial yang secara tidak langsung mengajak masyarakat tarik uang tabungan dari bank BUMN atau Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) agar tidak dipakai untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG). Dalam narasinya disebutkan informasi bohong bahwa kas negara sisa Rp 120 triliun.\n\"Sisa kas negara tinggal Rp 120 triliun. Yang nabung duit di bank Himbara perlu waspada, jangan sampe tabungan kita dipake buat MBG!\" tulis unggahan di Instagram , dikutip Jumat (24/4/2026).\n\nSampai pukul 12.10 WIB, unggahan itu dipenuhi 1.922 komentar dan diposting ulang sebanyak 4.785. Tidak sedikit dari mereka yang percaya dan mengajak untuk menarik uang di bank.\n\nOtoritas Jasa Keuangan (OJK) meminta masyarakat jangan percaya dengan informasi yang menghasut dan tidak benar keasliannya. Pemerintah dan OJK disebut tidak akan memaksa bank untuk menyalurkan kredit ke program-program prioritas termasuk MBG.\n\n\"Masyarakat jangan terpancing dengan isu-isu yang tidak bertanggung jawab. Nggak mungkin pemerintah maupun OJK akan memaksa bank untuk menyalurkan kredit ke program-program prioritas pemerintah,\" kata Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK, Dian Ediana Rae kepada detikcom.\n\nOJK menyadari bahwa uang di bank termasuk Himbara dominan milik masyarakat. Oleh karena itu, penyaluran kredit ke program-program pemerintah disebut tidak ada pemaksaan dan sudah menjadi keputusan bisnis bank yang tunduk kepada aturan OJK.\n\nSaat ini OJK sedang menyiapkan Rancangan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (RPOJK) tentang Rencana Bisnis Bank (RBB). Dalam lampiran dinilai perlu menambahkan poin spesifik pemberian kredit untuk program pemerintah, guna mendukung bank memiliki perencanaan strategis yang terarah, terukur dan berkelanjutan melalui penyusunan rencana bisnis.\n\n\"OJK senantiasa mendorong peran aktif perbankan dalam mendukung program pemerintah, dengan tetap memperhatikan manajemen risiko dan tata kelola yang baik sejalan dengan peran perbankan sebagai lembaga intermediasi yang mengelola dana masyarakat,\" pungkas Dian.\n\nSelengkapnya di finance.detik.com!⁣", "post_id": "3882309291533625556_7288198498"}}, {"key": "kementrianbakuhantam", "attributes": {"label": "kementrianbakuhantam", "x": 358.6266394070612, "y": 285.05039049888524, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 14.5389, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "3882309291533625556_7288198498", "id": "kementrianbakuhantam", "source": "instagram-000001", "content": "Beredar unggahan di media sosial yang secara tidak langsung mengajak masyarakat tarik uang tabungan dari bank BUMN atau Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) agar tidak dipakai untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG). Dalam narasinya disebutkan informasi bohong bahwa kas negara sisa Rp 120 triliun.\n\"Sisa kas negara tinggal Rp 120 triliun. Yang nabung duit di bank Himbara perlu waspada, jangan sampe tabungan kita dipake buat MBG!\" tulis unggahan di Instagram , dikutip Jumat (24/4/2026).\n\nSampai pukul 12.10 WIB, unggahan itu dipenuhi 1.922 komentar dan diposting ulang sebanyak 4.785. Tidak sedikit dari mereka yang percaya dan mengajak untuk menarik uang di bank.\n\nOtoritas Jasa Keuangan (OJK) meminta masyarakat jangan percaya dengan informasi yang menghasut dan tidak benar keasliannya. Pemerintah dan OJK disebut tidak akan memaksa bank untuk menyalurkan kredit ke program-program prioritas termasuk MBG.\n\n\"Masyarakat jangan terpancing dengan isu-isu yang tidak bertanggung jawab. Nggak mungkin pemerintah maupun OJK akan memaksa bank untuk menyalurkan kredit ke program-program prioritas pemerintah,\" kata Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK, Dian Ediana Rae kepada detikcom.\n\nOJK menyadari bahwa uang di bank termasuk Himbara dominan milik masyarakat. Oleh karena itu, penyaluran kredit ke program-program pemerintah disebut tidak ada pemaksaan dan sudah menjadi keputusan bisnis bank yang tunduk kepada aturan OJK.\n\nSaat ini OJK sedang menyiapkan Rancangan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (RPOJK) tentang Rencana Bisnis Bank (RBB). Dalam lampiran dinilai perlu menambahkan poin spesifik pemberian kredit untuk program pemerintah, guna mendukung bank memiliki perencanaan strategis yang terarah, terukur dan berkelanjutan melalui penyusunan rencana bisnis.\n\n\"OJK senantiasa mendorong peran aktif perbankan dalam mendukung program pemerintah, dengan tetap memperhatikan manajemen risiko dan tata kelola yang baik sejalan dengan peran perbankan sebagai lembaga intermediasi yang mengelola dana masyarakat,\" pungkas Dian.\n\nSelengkapnya di finance.detik.com!⁣", "post_id": "3882309291533625556_7288198498"}}, {"key": "kabarsamarinda_official", "attributes": {"label": "kabarsamarinda_official", "x": 470.85019913787863, "y": 506.41585557415414, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 7.8589, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "3876316572705611280_34489486378", "id": "kabarsamarinda_official", "source": "instagram-000001", "content": "Indonesia kembali disebut-sebut sebagai salah satu “bright spot” dalam perekonomian global, dengan fundamental yang kuat, kebijakan yang kredibel, serta ketahanan ekonomi yang terjaga di tengah meningkatnya ketidakpastian global.\n\nIMF dan investor global mengapresiasi konsistensi Indonesia dalam menjaga stabilitas makroekonomi melalui sinergi kebijakan fiskal dan moneter yang solid, disiplin dalam mempertahankan defisit di bawah 3% dari PDB, serta respons kebijakan yang adaptif dan forward-looking dalam menghadapi tekanan eksternal.\n\nDi tengah dinamika global yang semakin kompleks, Indonesia dinilai mampu mengelola keseimbangan antara stabilitas dan pertumbuhan secara optimal, dengan tetap menjaga momentum pertumbuhan yang didukung oleh kuatnya permintaan domestik.\n\nHal tersebut disampaikan Managing Director International Monetary Fund (IMF), Kristalina Georgieva, dalam pertemuan dengan Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo, Menteri Keuangan RI Purbaya Yudhi Sadewa dan Dewan Perwakilan Rakyat RI diwakili Wakil Ketua DPR RI Koordinator Bidang Ekonomi dan Keuangan Sari Yuliati, Ketua Komisi XI Mukhamad Misbakhun dan Wakil Mohamad Hekal dalam rangkaian pertemuan lanjutan dengan investor global pada IMF Spring Meetings (14/4/2026).\n\nDengan pertumbuhan ekonomi yang tetap solid didukung oleh permintaan domestik yang kuat, inflasi yang terjaga dalam sasaran, serta pemulihan intermediasi perbankan, Indonesia menunjukkan ketahanan yang konsisten di tengah tekanan eksternal.\n\nSelengkapnya Wajib Baca Di :\nhttps://www.cnbcindonesia.com/news/20260415111435-4-726892/depan-purbaya-bos-bi-dpr-imf-kembali-sebut-ri-titik-terang-dunia\n.\n.\nTitik Favorit Warga JUAL BELI SMARTPHONE di", "post_id": "3876316572705611280_34489486378"}}, {"key": "ogstore.samarinda", "attributes": {"label": "ogstore.samarinda", "x": 733.9970179387408, "y": 757.2224588535223, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 14.5389, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "3876316572705611280_34489486378", "id": "ogstore.samarinda", "source": "instagram-000001", "content": "Indonesia kembali disebut-sebut sebagai salah satu “bright spot” dalam perekonomian global, dengan fundamental yang kuat, kebijakan yang kredibel, serta ketahanan ekonomi yang terjaga di tengah meningkatnya ketidakpastian global.\n\nIMF dan investor global mengapresiasi konsistensi Indonesia dalam menjaga stabilitas makroekonomi melalui sinergi kebijakan fiskal dan moneter yang solid, disiplin dalam mempertahankan defisit di bawah 3% dari PDB, serta respons kebijakan yang adaptif dan forward-looking dalam menghadapi tekanan eksternal.\n\nDi tengah dinamika global yang semakin kompleks, Indonesia dinilai mampu mengelola keseimbangan antara stabilitas dan pertumbuhan secara optimal, dengan tetap menjaga momentum pertumbuhan yang didukung oleh kuatnya permintaan domestik.\n\nHal tersebut disampaikan Managing Director International Monetary Fund (IMF), Kristalina Georgieva, dalam pertemuan dengan Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo, Menteri Keuangan RI Purbaya Yudhi Sadewa dan Dewan Perwakilan Rakyat RI diwakili Wakil Ketua DPR RI Koordinator Bidang Ekonomi dan Keuangan Sari Yuliati, Ketua Komisi XI Mukhamad Misbakhun dan Wakil Mohamad Hekal dalam rangkaian pertemuan lanjutan dengan investor global pada IMF Spring Meetings (14/4/2026).\n\nDengan pertumbuhan ekonomi yang tetap solid didukung oleh permintaan domestik yang kuat, inflasi yang terjaga dalam sasaran, serta pemulihan intermediasi perbankan, Indonesia menunjukkan ketahanan yang konsisten di tengah tekanan eksternal.\n\nSelengkapnya Wajib Baca Di :\nhttps://www.cnbcindonesia.com/news/20260415111435-4-726892/depan-purbaya-bos-bi-dpr-imf-kembali-sebut-ri-titik-terang-dunia\n.\n.\nTitik Favorit Warga JUAL BELI SMARTPHONE di", "post_id": "3876316572705611280_34489486378"}}, {"key": "pusatclipss.id", "attributes": {"label": "pusatclipss.id", "x": 18.24128969298233, "y": 477.61918986459426, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 7.8589, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "7627360734971727124", "id": "pusatclipss.id", "source": "tiktok-000001", "content": "Lagi lirik saham bank buat dividen atau investasi jangka panjang? Jangan cuma lihat nama besarnya aja! Di video ini, Pak Rivan Kurniawan spill angka ideal buat 'Capital Adequacy Ratio' (CAR) dan berapa pertumbuhan kredit yang sehat biar modal bank gak gampang amblas. Penting banget buat cek 'Loan Growth' dan komposisi dana murahnya! Cek checklist-nya sampai habis ya! #rivankurniawan #portoantibadai #valueinvesting #sahamvalueplay    BZ-2026-3D064A", "post_id": "7627360734971727124"}}, {"key": "rivan.kurniawan", "attributes": {"label": "rivan.kurniawan", "x": 160.57081553271678, "y": 341.8926861018611, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 17.879, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 3, "out_degree": 0, "degree": 3}, "_id": "7627360734971727124", "id": "rivan.kurniawan", "source": "tiktok-000001", "content": "Lagi lirik saham bank buat dividen atau investasi jangka panjang? Jangan cuma lihat nama besarnya aja! Di video ini, Pak Rivan Kurniawan spill angka ideal buat 'Capital Adequacy Ratio' (CAR) dan berapa pertumbuhan kredit yang sehat biar modal bank gak gampang amblas. Penting banget buat cek 'Loan Growth' dan komposisi dana murahnya! Cek checklist-nya sampai habis ya! #rivankurniawan #portoantibadai #valueinvesting #sahamvalueplay    BZ-2026-3D064A", "post_id": "7627360734971727124"}}, {"key": "ekssoverr", "attributes": {"label": "ekssoverr", "x": 345.9559461885449, "y": 109.20396966619784, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 7.8589, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "7608917227936632071", "id": "ekssoverr", "source": "tiktok-000001", "content": "Bank Indonesia mencatat pertumbuhan kredit perbankan mencapai 9,96 persen secara tahunan pada Januari 2026, meningkat dari 9,69 persen pada Desember 2025. Gubernur Perry Warjiyo menyebut kinerja ini didorong peningkatan aktivitas ekonomi, pelonggaran kebijakan moneter dan makroprudensial, serta realisasi program prioritas pemerintah. Dari sisi permintaan, potensi ekspansi masih terbuka melalui optimalisasi fasilitas pinjaman yang belum digunakan, dengan nilai undisbursed loan mencapai Rp2.506,47 triliun atau 22,65 persen dari total plafon kredit. Dari sisi penawaran, kapasitas pembiayaan bank dinilai tetap kuat, tercermin dari rasio likuiditas AL/DPK sebesar 27,54 persen dan pertumbuhan Dana Pihak Ketiga 13,48 persen. Berdasarkan jenis penggunaan, pertumbuhan kredit didorong kredit investasi 22,38 persen, kredit konsumsi 6,58 persen, serta kredit modal kerja 4,13 persen. BI memproyeksikan pertumbuhan kredit sepanjang 2026 berada di kisaran 8–12 persen. Sementara itu, Direktur Utama Bank Rakyat Indonesia, Hery Gunardi, memperkirakan pertumbuhan kredit tahun ini cenderung berada di level single digit. Ia menilai permintaan pembiayaan masih belum sepenuhnya pulih karena daya beli masyarakat dan ekspansi usaha masih selektif, menandakan fase normalisasi pertumbuhan kredit—bukan krisis, namun juga belum ekspansi agresif. Biar nggak cuma paham, tapi juga enjoy bahas ekonomi 📊✨ Follow  dan jangan ketinggalan berita ekonomi yang dikemas ringan & fun! #fyp #beritaekonomiindonesia #beritaekonomi #kreditbank #perrywarjiyo", "post_id": "7608917227936632071"}}, {"key": "Ekssover", "attributes": {"label": "Ekssover", "x": 794.2187193591833, "y": 277.0500698122943, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 14.5389, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7608917227936632071", "id": "Ekssover", "source": "tiktok-000001", "content": "Bank Indonesia mencatat pertumbuhan kredit perbankan mencapai 9,96 persen secara tahunan pada Januari 2026, meningkat dari 9,69 persen pada Desember 2025. Gubernur Perry Warjiyo menyebut kinerja ini didorong peningkatan aktivitas ekonomi, pelonggaran kebijakan moneter dan makroprudensial, serta realisasi program prioritas pemerintah. Dari sisi permintaan, potensi ekspansi masih terbuka melalui optimalisasi fasilitas pinjaman yang belum digunakan, dengan nilai undisbursed loan mencapai Rp2.506,47 triliun atau 22,65 persen dari total plafon kredit. Dari sisi penawaran, kapasitas pembiayaan bank dinilai tetap kuat, tercermin dari rasio likuiditas AL/DPK sebesar 27,54 persen dan pertumbuhan Dana Pihak Ketiga 13,48 persen. Berdasarkan jenis penggunaan, pertumbuhan kredit didorong kredit investasi 22,38 persen, kredit konsumsi 6,58 persen, serta kredit modal kerja 4,13 persen. BI memproyeksikan pertumbuhan kredit sepanjang 2026 berada di kisaran 8–12 persen. Sementara itu, Direktur Utama Bank Rakyat Indonesia, Hery Gunardi, memperkirakan pertumbuhan kredit tahun ini cenderung berada di level single digit. Ia menilai permintaan pembiayaan masih belum sepenuhnya pulih karena daya beli masyarakat dan ekspansi usaha masih selektif, menandakan fase normalisasi pertumbuhan kredit—bukan krisis, namun juga belum ekspansi agresif. Biar nggak cuma paham, tapi juga enjoy bahas ekonomi 📊✨ Follow  dan jangan ketinggalan berita ekonomi yang dikemas ringan & fun! #fyp #beritaekonomiindonesia #beritaekonomi #kreditbank #perrywarjiyo", "post_id": "7608917227936632071"}}, {"key": "anggasaputra__89", "attributes": {"label": "anggasaputra__89", "x": 247.2601473561825, "y": 403.94464155746147, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 7.8589, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "7633888881246489863", "id": "anggasaputra__89", "source": "tiktok-000001", "content": "Pertumbuhan kredit yang sehat (Loan Growth) #RivanKurniawan #PortoAntiBadai  #VelueInvesting #SahamVeluePlay  TikTok:   Instagram:", "post_id": "7633888881246489863"}}, {"key": "dndourna", "attributes": {"label": "dndourna", "x": 739.6206458793899, "y": 773.4686895566308, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 7.8589, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "7412575896386751749", "id": "dndourna", "source": "tiktok-000001", "content": "Yuk kenalan dengan Kebijakan Makroprudensial🙋 Kebijakan Makroprudensial merupakan salah satu kebijakan utama dari Bank Indonesia yang ditetapkan dan dilaksanakan dalam mencegah dan mengurangi adanya risiko sistematik, mendorong fungsi intermediasi lembaga keuangan, serta meningkatkan akses dan efesiensi sistem keuangan dalam rangka menjaga stabilitas sistem keuangan negara.     #genbinasional #dedikasigenbi #genbisemarang #genbikomsatUMK", "post_id": "7412575896386751749"}}, {"key": "genbi_semarang", "attributes": {"label": "genbi_semarang", "x": 589.6284325309208, "y": 340.0018870753363, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 11.1989, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7412575896386751749", "id": "genbi_semarang", "source": "tiktok-000001", "content": "Yuk kenalan dengan Kebijakan Makroprudensial🙋 Kebijakan Makroprudensial merupakan salah satu kebijakan utama dari Bank Indonesia yang ditetapkan dan dilaksanakan dalam mencegah dan mengurangi adanya risiko sistematik, mendorong fungsi intermediasi lembaga keuangan, serta meningkatkan akses dan efesiensi sistem keuangan dalam rangka menjaga stabilitas sistem keuangan negara.     #genbinasional #dedikasigenbi #genbisemarang #genbikomsatUMK", "post_id": "7412575896386751749"}}, {"key": "bank_indonesia_jateng", "attributes": {"label": "bank_indonesia_jateng", "x": 976.3882961976885, "y": 625.0506949318548, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 11.1989, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7412575896386751749", "id": "bank_indonesia_jateng", "source": "tiktok-000001", "content": "Yuk kenalan dengan Kebijakan Makroprudensial🙋 Kebijakan Makroprudensial merupakan salah satu kebijakan utama dari Bank Indonesia yang ditetapkan dan dilaksanakan dalam mencegah dan mengurangi adanya risiko sistematik, mendorong fungsi intermediasi lembaga keuangan, serta meningkatkan akses dan efesiensi sistem keuangan dalam rangka menjaga stabilitas sistem keuangan negara.     #genbinasional #dedikasigenbi #genbisemarang #genbikomsatUMK", "post_id": "7412575896386751749"}}, {"key": "idx_yogyakarta", "attributes": {"label": "idx_yogyakarta", "x": 732.1949422259294, "y": 834.6421029590986, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 7.8589, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 3, "degree": 3}, "_id": "7582536744801815816", "id": "idx_yogyakarta", "source": "tiktok-000001", "content": "Likuiditas perbankan Indonesia yang semakin longgar menjelang 2026 membuka ruang besar bagi pertumbuhan kredit yang diproyeksikan mencapai hingga 11%. Kondisi ini mencerminkan stabilitas sektor keuangan serta kesiapan perbankan dalam mendukung ekspansi pembiayaan bagi dunia usaha dan masyarakat. Dengan dukungan kebijakan moneter dan pemulihan ekonomi, peningkatan penyaluran kredit diharapkan dapat memperkuat aktivitas ekonomi nasional tahun depan. 📲 Yuk, belajar bareng  #PerbankanIndonesia #PertumbuhanKredit2026 #LikuiditasPerbankan #EkonomiNasional #KebijakanMoneter", "post_id": "7582536744801815816"}}, {"key": "indonesiastockexchange", "attributes": {"label": "indonesiastockexchange", "x": 787.0441544429717, "y": 262.2497860244894, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 10.0856, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 3, "out_degree": 0, "degree": 3}, "_id": "7582536744801815816", "id": "indonesiastockexchange", "source": "tiktok-000001", "content": "Likuiditas perbankan Indonesia yang semakin longgar menjelang 2026 membuka ruang besar bagi pertumbuhan kredit yang diproyeksikan mencapai hingga 11%. Kondisi ini mencerminkan stabilitas sektor keuangan serta kesiapan perbankan dalam mendukung ekspansi pembiayaan bagi dunia usaha dan masyarakat. Dengan dukungan kebijakan moneter dan pemulihan ekonomi, peningkatan penyaluran kredit diharapkan dapat memperkuat aktivitas ekonomi nasional tahun depan. 📲 Yuk, belajar bareng  #PerbankanIndonesia #PertumbuhanKredit2026 #LikuiditasPerbankan #EkonomiNasional #KebijakanMoneter", "post_id": "7582536744801815816"}}, {"key": "tumbuhkaya.id", "attributes": {"label": "tumbuhkaya.id", "x": 431.2535528049394, "y": 96.85127231570057, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 52.392, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 1, "degree": 2}, "_id": "7624494788435299592", "id": "tumbuhkaya.id", "source": "tiktok-000001", "content": "$BBSI mencatat pertumbuhan kredit yang sangat agresif di awal 2026, dengan penyaluran melalui Krom Bank melonjak hingga 102%. Lonjakan ini didorong oleh strategi channeling dengan platform fintech seperti Kredivo dan KrediFazz, yang membuat penyaluran kredit tumbuh hingga 119% YoY dan mencapai sekitar Rp8,73 triliun per Februari 2026. Ke depan, strategi ini masih akan diperkuat dengan fokus ke segmen UMKM, konsumsi produktif, dan ritel yang lebih terukur risikonya. Selain mengandalkan fintech, Krom Bank juga mulai mendorong penyaluran langsung melalui aplikasi digital mereka sendiri, membuka potensi ekspansi yang lebih luas dan margin yang lebih optimal. Mau informasi lebih lengkap & insight harian? Follow  di Instagram! #saham #bbsi #investasi #trading #market", "post_id": "7624494788435299592"}}, {"key": "cenderawasihpos", "attributes": {"label": "cenderawasihpos", "x": 308.6766703313997, "y": 732.0245210771545, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 7.8589, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 4, "degree": 4}, "_id": "7635262836746374408", "id": "cenderawasihpos", "source": "tiktok-000001", "content": "Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyatakan perekonomian Indonesia tetap memiliki resiliensi kuat dan ruang untuk tumbuh di tengah ketidakpastian ekonomi global. Ia menjelaskan bahwa sejumlah indikator ekonomi nasional masih terjaga, mulai dari pertumbuhan ekonomi, inflasi, konsumsi domestik, hingga struktur pembiayaan dalam negeri. “Fundamental kita tetap terjaga. Pertumbuhan ekonomi tercatat di tahun lalu 5,11 persen. Di tahun 2026 ditargetkan 5,4 persen,” kata Airlangga dalam acara Kick Off Percepatan Intermediasi Indonesia (PINISI) di Kantor Pusat Bank Indonesia, Jakarta, Senin. Ia menyebut pertumbuhan ekonomi pada kuartal I 2026 juga berpeluang mencapai lebih besar atau sama dengan 5,5 persen. Menurut dia, inflasi juga masih terkendali di level 3,48 persen, sementara indeks keyakinan konsumen tetap tinggi di level 122,9. Airlangga menambahkan konsumsi dalam negeri masih menjadi penopang utama perekonomian dengan kontribusi sekitar 54 persen terhadap produk domestik bruto (PDB). “Konsumsi dalam negeri masih kuat, 54 persen terhadap PDB,” ujarnya. Dari sisi eksternal, ia menjelaskan neraca perdagangan Indonesia mencatat surplus selama 70 bulan dengan nilai 148,2 miliar dolar AS. Ia juga menyampaikan rasio utang luar negeri Indonesia masih berada di level 29,9 persen terhadap PDB. Selain itu, kepemilikan surat berharga negara (SBN) didominasi investor domestik hingga 87,4 persen, sementara porsi asing sebesar 12,6 persen. Lebih lanjut, Airlangga mengatakan sejumlah lembaga internasional masih memandang ekonomi Indonesia cukup kuat. 📖 BACA SELENGKAPNYA: 🔗 https://www.ceposonline.com 📰 Berlangganan Koran Cenderawasih Pos: 📞 0812-4803-531 Follow kami di Sosial Media: Instagram:  &  Facebook:  TikTok:  . . . #cepos #papua #beritapapua", "post_id": "7635262836746374408"}}, {"key": "CeposTV", "attributes": {"label": "CeposTV", "x": 602.0466198045848, "y": 243.02179372247778, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 9.5289, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7635262836746374408", "id": "CeposTV", "source": "tiktok-000001", "content": "Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyatakan perekonomian Indonesia tetap memiliki resiliensi kuat dan ruang untuk tumbuh di tengah ketidakpastian ekonomi global. Ia menjelaskan bahwa sejumlah indikator ekonomi nasional masih terjaga, mulai dari pertumbuhan ekonomi, inflasi, konsumsi domestik, hingga struktur pembiayaan dalam negeri. “Fundamental kita tetap terjaga. Pertumbuhan ekonomi tercatat di tahun lalu 5,11 persen. Di tahun 2026 ditargetkan 5,4 persen,” kata Airlangga dalam acara Kick Off Percepatan Intermediasi Indonesia (PINISI) di Kantor Pusat Bank Indonesia, Jakarta, Senin. Ia menyebut pertumbuhan ekonomi pada kuartal I 2026 juga berpeluang mencapai lebih besar atau sama dengan 5,5 persen. Menurut dia, inflasi juga masih terkendali di level 3,48 persen, sementara indeks keyakinan konsumen tetap tinggi di level 122,9. Airlangga menambahkan konsumsi dalam negeri masih menjadi penopang utama perekonomian dengan kontribusi sekitar 54 persen terhadap produk domestik bruto (PDB). “Konsumsi dalam negeri masih kuat, 54 persen terhadap PDB,” ujarnya. Dari sisi eksternal, ia menjelaskan neraca perdagangan Indonesia mencatat surplus selama 70 bulan dengan nilai 148,2 miliar dolar AS. Ia juga menyampaikan rasio utang luar negeri Indonesia masih berada di level 29,9 persen terhadap PDB. Selain itu, kepemilikan surat berharga negara (SBN) didominasi investor domestik hingga 87,4 persen, sementara porsi asing sebesar 12,6 persen. Lebih lanjut, Airlangga mengatakan sejumlah lembaga internasional masih memandang ekonomi Indonesia cukup kuat. 📖 BACA SELENGKAPNYA: 🔗 https://www.ceposonline.com 📰 Berlangganan Koran Cenderawasih Pos: 📞 0812-4803-531 Follow kami di Sosial Media: Instagram:  &  Facebook:  TikTok:  . . . #cepos #papua #beritapapua", "post_id": "7635262836746374408"}}, {"key": "Cenderawasihposreal", "attributes": {"label": "Cenderawasihposreal", "x": 249.53358853617945, "y": 395.0576689169949, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 9.5289, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "7635262836746374408", "id": "Cenderawasihposreal", "source": "tiktok-000001", "content": "Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyatakan perekonomian Indonesia tetap memiliki resiliensi kuat dan ruang untuk tumbuh di tengah ketidakpastian ekonomi global. Ia menjelaskan bahwa sejumlah indikator ekonomi nasional masih terjaga, mulai dari pertumbuhan ekonomi, inflasi, konsumsi domestik, hingga struktur pembiayaan dalam negeri. “Fundamental kita tetap terjaga. Pertumbuhan ekonomi tercatat di tahun lalu 5,11 persen. Di tahun 2026 ditargetkan 5,4 persen,” kata Airlangga dalam acara Kick Off Percepatan Intermediasi Indonesia (PINISI) di Kantor Pusat Bank Indonesia, Jakarta, Senin. Ia menyebut pertumbuhan ekonomi pada kuartal I 2026 juga berpeluang mencapai lebih besar atau sama dengan 5,5 persen. Menurut dia, inflasi juga masih terkendali di level 3,48 persen, sementara indeks keyakinan konsumen tetap tinggi di level 122,9. Airlangga menambahkan konsumsi dalam negeri masih menjadi penopang utama perekonomian dengan kontribusi sekitar 54 persen terhadap produk domestik bruto (PDB). “Konsumsi dalam negeri masih kuat, 54 persen terhadap PDB,” ujarnya. Dari sisi eksternal, ia menjelaskan neraca perdagangan Indonesia mencatat surplus selama 70 bulan dengan nilai 148,2 miliar dolar AS. Ia juga menyampaikan rasio utang luar negeri Indonesia masih berada di level 29,9 persen terhadap PDB. Selain itu, kepemilikan surat berharga negara (SBN) didominasi investor domestik hingga 87,4 persen, sementara porsi asing sebesar 12,6 persen. Lebih lanjut, Airlangga mengatakan sejumlah lembaga internasional masih memandang ekonomi Indonesia cukup kuat. 📖 BACA SELENGKAPNYA: 🔗 https://www.ceposonline.com 📰 Berlangganan Koran Cenderawasih Pos: 📞 0812-4803-531 Follow kami di Sosial Media: Instagram:  &  Facebook:  TikTok:  . . . #cepos #papua #beritapapua", "post_id": "7635262836746374408"}}, {"key": "Cenderawasihpos", "attributes": {"label": "Cenderawasihpos", "x": 507.3197808914859, "y": 970.7389102267276, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 9.5289, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7635262836746374408", "id": "Cenderawasihpos", "source": "tiktok-000001", "content": "Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyatakan perekonomian Indonesia tetap memiliki resiliensi kuat dan ruang untuk tumbuh di tengah ketidakpastian ekonomi global. Ia menjelaskan bahwa sejumlah indikator ekonomi nasional masih terjaga, mulai dari pertumbuhan ekonomi, inflasi, konsumsi domestik, hingga struktur pembiayaan dalam negeri. “Fundamental kita tetap terjaga. Pertumbuhan ekonomi tercatat di tahun lalu 5,11 persen. Di tahun 2026 ditargetkan 5,4 persen,” kata Airlangga dalam acara Kick Off Percepatan Intermediasi Indonesia (PINISI) di Kantor Pusat Bank Indonesia, Jakarta, Senin. Ia menyebut pertumbuhan ekonomi pada kuartal I 2026 juga berpeluang mencapai lebih besar atau sama dengan 5,5 persen. Menurut dia, inflasi juga masih terkendali di level 3,48 persen, sementara indeks keyakinan konsumen tetap tinggi di level 122,9. Airlangga menambahkan konsumsi dalam negeri masih menjadi penopang utama perekonomian dengan kontribusi sekitar 54 persen terhadap produk domestik bruto (PDB). “Konsumsi dalam negeri masih kuat, 54 persen terhadap PDB,” ujarnya. Dari sisi eksternal, ia menjelaskan neraca perdagangan Indonesia mencatat surplus selama 70 bulan dengan nilai 148,2 miliar dolar AS. Ia juga menyampaikan rasio utang luar negeri Indonesia masih berada di level 29,9 persen terhadap PDB. Selain itu, kepemilikan surat berharga negara (SBN) didominasi investor domestik hingga 87,4 persen, sementara porsi asing sebesar 12,6 persen. Lebih lanjut, Airlangga mengatakan sejumlah lembaga internasional masih memandang ekonomi Indonesia cukup kuat. 📖 BACA SELENGKAPNYA: 🔗 https://www.ceposonline.com 📰 Berlangganan Koran Cenderawasih Pos: 📞 0812-4803-531 Follow kami di Sosial Media: Instagram:  &  Facebook:  TikTok:  . . . #cepos #papua #beritapapua", "post_id": "7635262836746374408"}}, {"key": "IDXChannelcom", "attributes": {"label": "IDXChannelcom", "x": 764.8228674289826, "y": 990.4863281184581, "size": 3.39, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["facebook-000001"], "scores": {"pagerank": 7.8589, "eigenvector": 4.5861, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "432781620563594_1454356433154840", "id": "IDXChannelcom", "source": "facebook-000001", "content": "PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) mencatat laba bersih Rp15,5 triliun di kuartal I-2026. Laba ini naik 13,74 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.\n\nKinerja tersebut ditopang pertumbuhan pendapatan bunga yang mencapai Rp52,83 triliun, naik 5,94 persen secara tahunan. Di saat yang sama, beban bunga justru turun 9,31 persen menjadi Rp12,68 triliun, sehingga memperlebar margin bunga bersih bank.\n\n“Dengan fundamental bisnis yang tetap kuat di tengah dinamika industri, didukung oleh pertumbuhan kredit yang selektif, penurunan biaya dana yang semakin efisien, serta kualitas aset tetap terjaga, BRI berhasil mencatatkan laba bersih pada kuartal I-2026 sebesar Rp15,5 triliun atau tumbuh 13,7 persen secara year-on-year,” kata Direktur Utama BRI, Hery Gunardi, dalam konferensi pers kinerja BRI, Kamis (30/4/2026). \n\nBaca selengkapnya di\nhttps://www.idxchannel.com/banking/bri-cetak-laba-bersih-rp155-triliun-di-kuartal-i-2026-naik-137-persen\n\nAtau klik link di bio \n\nFoto: iNews Media Group\n\n#idxchannel #idxchannelcommunity", "post_id": "432781620563594_1454356433154840"}}, {"key": "@CNBC-TV18", "attributes": {"label": "@CNBC-TV18", "x": 983.7948417619511, "y": 354.7095040362852, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 7.8589, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "-Q6tivGRqwE", "id": "@CNBC-TV18", "source": "youtube-000001", "content": "ICICI Bank Melampaui Perkiraan di Kuartal Keempat; HDFC Bank Sebagian Besar Sesuai Perkiraan | Ri...\n\n#4QWithCNBCTV18 | ICICI Bank Q4 Melampaui Perkiraan; HDFC Bank Sebagian Besar Sesuai Perkiraan\n\nSameer Sawant, Analis Riset di Mirae Asset Sharekhan memberi tahu \n\nPertumbuhan kredit sedikit di bawah ekspektasi untuk ICICI Bank\nLaba bersih HDFC Bank Q4 sesuai ekspektasi\n\n#icicibank #hdfcbank #q4results #earningsseason #bankingstocks #stockmarketindia #indianstocks #niftybank #financeindia #stockanalysis #investingindia", "post_id": "-Q6tivGRqwE"}}, {"key": "CNBCTV18News", "attributes": {"label": "CNBCTV18News", "x": 123.12166325206574, "y": 428.6518281325775, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 14.5389, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "-Q6tivGRqwE", "id": "CNBCTV18News", "source": "youtube-000001", "content": "ICICI Bank Melampaui Perkiraan di Kuartal Keempat; HDFC Bank Sebagian Besar Sesuai Perkiraan | Ri...\n\n#4QWithCNBCTV18 | ICICI Bank Q4 Melampaui Perkiraan; HDFC Bank Sebagian Besar Sesuai Perkiraan\n\nSameer Sawant, Analis Riset di Mirae Asset Sharekhan memberi tahu \n\nPertumbuhan kredit sedikit di bawah ekspektasi untuk ICICI Bank\nLaba bersih HDFC Bank Q4 sesuai ekspektasi\n\n#icicibank #hdfcbank #q4results #earningsseason #bankingstocks #stockmarketindia #indianstocks #niftybank #financeindia #stockanalysis #investingindia", "post_id": "-Q6tivGRqwE"}}, {"key": "@wawasan-cerdas", "attributes": {"label": "@wawasan-cerdas", "x": 156.87782342104717, "y": 203.1385325154892, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 7.8589, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "Ugc7al4E5bo", "id": "@wawasan-cerdas", "source": "youtube-000001", "content": "Jangan Beli Saham Perbankan Sebelum Tahu Jebakan Ini! | Wawasan Cerdas\n\nSelamat datang di Wawasan Cerdas! Apakah Anda sering tergiur melihat bank raksasa mencetak laba bersih hingga triliunan rupiah dan langsung ingin memborong sahamnya? Tunggu dulu! Di video kali ini, kita akan membongkar rahasia gelap dan realita di balik angka-angka top-line yang fantastis tersebut. Kami menemukan bahwa pertumbuhan kredit yang meledak-ledak sering kali hanyalah sebuah \"ilusi ekspansi\". Skala bisnis yang membesar tidak ada artinya jika biaya yang dikeluarkan untuk menjaga kredit tersebut ternyata jauh lebih mahal.\n\nBagi sebagian besar investor saham pemula, melihat pertumbuhan kredit dua digit biasanya memicu euforia karena logika sederhananya hal itu akan menebalkan laba bersih. Namun, mari kita bedah jebakan pertama bersama-sama: mahalnya biaya dana (Cost of Fund). Jika bank terlalu agresif menyalurkan kredit namun harus meminjam dana dengan bunga mahal, keuntungan riil akan menguap. Contoh nyatanya ada pada BBNI yang berhasil menyalurkan kredit ekspansif hingga Rp899,53 triliun, tetapi laba bersih mereka justru merosot dari Rp21,67 triliun menjadi Rp20,11 triliun karena beban bunga melonjak tajam menjadi Rp29,06 triliun. Ini adalah pelajaran berharga bagi kita: kredit baru tidak selalu mampu mengimbangi tekanan biaya dana yang harus dibayar. Selain itu, ekspansi masif sering membawa risiko masuknya debitur berkualitas rendah, seperti pada kasus BBRI, di mana rasio kredit macet (NPL gross) naik menjadi 3,07% dan laba tergerus 5,2% meski kreditnya tumbuh 12,5%. Anda juga wajib mewaspadai \"ongkos bersih-bersih\" di mana laba bank tersedot habis untuk membentuk Cadangan Kerugian Penurunan Nilai (CKPN) dan penghapusbukuan (write-off). Di BJTM dan BBTN, beban menambal kerusakan aset ini meledak melampaui laba bersih mereka.\n\nSelanjutnya, kita akan mengupas tuntas bahaya \"Bom Waktu Restrukturisasi\". Di masa krisis ekonomi, restrukturisasi adalah pelampung penyelamat agar debitur tidak langsung dicatat sebagai NPL. Namun sebagai investor yang cerdas, Anda tidak boleh naif, karena restrukturisasi sering kali hanyalah penunda masalah. Banyak yang bersorak saat angka restrukturisasi bank turun, padahal kenyataannya banyak debitur yang gagal diselamatkan dan status kreditnya \"turun kelas\" menjadi macet secara permanen. Hal ini terjadi pada BBRI, di mana rasio NPL dari kredit restrukturisasi melonjak ke level 76,4% meskipun nominal restrukturisasi secara umum dilaporkan turun. Bahkan bank sekelas BBNI juga mengalami kebocoran di mana rasio NPL terhadap kredit restrukturisasi memburuk dari 10,52% menjadi 13,41%. Oleh karena itu, kami sangat menyarankan Anda untuk memantau metrik Loan at Risk (LAR), bukan hanya NPL. LAR merangkum semua kredit berisiko tinggi, seperti BBTN yang memiliki LAR mencapai 17,09% karena masih memikul \"hantu masa lalu\" berupa stok restrukturisasi yang sangat gemuk. Kasus serupa juga melanda BJTM yang harus menghabiskan tenaganya karena NPL pada portofolio restrukturisasi mereka meroket hingga 70%.\n\nTerakhir, mari kita sadari betapa mahalnya harga sebuah pertahanan bank. Ketika kredit macet meledak, bank harus membangun benteng CKPN dan melakukan write-off atau cuci gudang membuang kredit jelek dari neraca utama. Sayangnya, aksi bersih-bersih ini dibayar lunas menggunakan laba perusahaan! Beban pencadangan BBTN meledak 205% mencapai 176,5% dari laba bersihnya, sedangkan BBNI merelakan 48,35% labanya (Rp9,72 triliun) menguap untuk cadangan. Aksi write-off juga sangat berdarah, contohnya BBRI yang membuang nyaris tiga perempat laba bersih setahun penuhnya (Rp42,41 triliun) ke tong sampah untuk membersihkan masalah pasca-pandemi. Agar investasi Anda aman, pastikan Anda mengecek NPL Coverage, yaitu perbandingan total CKPN dengan total kredit macet yang wajib berada di atas 100%. BBNI sangat aman dengan bantalan 206,42%, sementara BJTM masih rentan karena rasionya tertahan di 98,3%.\n\nJangan pernah berhenti pada analisa Top-Line. Waspadai pertumbuhan laba semu yang ternyata habis termakan CKPN, jangan terkecoh NPL turun jika write-off nya triliunan, dan pastikan bank yang Anda beli punya pencadangan kokoh di atas 100%. Di pasar modal, skala raksasa bisa menjadi monster yang memakan laba jika risikonya tidak dikendalikan.\n\nMari jadikan diri kita investor perbankan yang tangguh, efisien, dan jeli bersama Wawasan Cerdas!\n\nJangan lupa untuk dukung terus channel kita! 👍 LIKE video ini jika Anda mendapat insight baru! 💬 COMMENT saham perbankan apa yang sedang Anda pegang saat ini? 🔔 SUBSCRIBE & Nyalakan lonceng agar tidak ketinggalan edukasi investasi cerdas lainnya!\n\n--------------------------------------------------------------------------------\n#WawasanCerdas #InvestasiSaham #SahamPerbankan #LaporanKeuangan #IHSG #SahamBBRI #SahamBBNI #SahamBBTN #SahamBJTM #KreditMacet #AnalisisSaham #LiterasiKeuangan #InvestorPemula #ValueInvesting #PasarModal #WawasanCerdas #InvestasiSaham #Saham\n\nJoin this channel to get access to perks:\n   / -cerdas", "post_id": "Ugc7al4E5bo"}}, {"key": "wawasan", "attributes": {"label": "wawasan", "x": 752.5291741521138, "y": 818.7257244044645, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 14.5389, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "Ugc7al4E5bo", "id": "wawasan", "source": "youtube-000001", "content": "Jangan Beli Saham Perbankan Sebelum Tahu Jebakan Ini! | Wawasan Cerdas\n\nSelamat datang di Wawasan Cerdas! Apakah Anda sering tergiur melihat bank raksasa mencetak laba bersih hingga triliunan rupiah dan langsung ingin memborong sahamnya? Tunggu dulu! Di video kali ini, kita akan membongkar rahasia gelap dan realita di balik angka-angka top-line yang fantastis tersebut. Kami menemukan bahwa pertumbuhan kredit yang meledak-ledak sering kali hanyalah sebuah \"ilusi ekspansi\". Skala bisnis yang membesar tidak ada artinya jika biaya yang dikeluarkan untuk menjaga kredit tersebut ternyata jauh lebih mahal.\n\nBagi sebagian besar investor saham pemula, melihat pertumbuhan kredit dua digit biasanya memicu euforia karena logika sederhananya hal itu akan menebalkan laba bersih. Namun, mari kita bedah jebakan pertama bersama-sama: mahalnya biaya dana (Cost of Fund). Jika bank terlalu agresif menyalurkan kredit namun harus meminjam dana dengan bunga mahal, keuntungan riil akan menguap. Contoh nyatanya ada pada BBNI yang berhasil menyalurkan kredit ekspansif hingga Rp899,53 triliun, tetapi laba bersih mereka justru merosot dari Rp21,67 triliun menjadi Rp20,11 triliun karena beban bunga melonjak tajam menjadi Rp29,06 triliun. Ini adalah pelajaran berharga bagi kita: kredit baru tidak selalu mampu mengimbangi tekanan biaya dana yang harus dibayar. Selain itu, ekspansi masif sering membawa risiko masuknya debitur berkualitas rendah, seperti pada kasus BBRI, di mana rasio kredit macet (NPL gross) naik menjadi 3,07% dan laba tergerus 5,2% meski kreditnya tumbuh 12,5%. Anda juga wajib mewaspadai \"ongkos bersih-bersih\" di mana laba bank tersedot habis untuk membentuk Cadangan Kerugian Penurunan Nilai (CKPN) dan penghapusbukuan (write-off). Di BJTM dan BBTN, beban menambal kerusakan aset ini meledak melampaui laba bersih mereka.\n\nSelanjutnya, kita akan mengupas tuntas bahaya \"Bom Waktu Restrukturisasi\". Di masa krisis ekonomi, restrukturisasi adalah pelampung penyelamat agar debitur tidak langsung dicatat sebagai NPL. Namun sebagai investor yang cerdas, Anda tidak boleh naif, karena restrukturisasi sering kali hanyalah penunda masalah. Banyak yang bersorak saat angka restrukturisasi bank turun, padahal kenyataannya banyak debitur yang gagal diselamatkan dan status kreditnya \"turun kelas\" menjadi macet secara permanen. Hal ini terjadi pada BBRI, di mana rasio NPL dari kredit restrukturisasi melonjak ke level 76,4% meskipun nominal restrukturisasi secara umum dilaporkan turun. Bahkan bank sekelas BBNI juga mengalami kebocoran di mana rasio NPL terhadap kredit restrukturisasi memburuk dari 10,52% menjadi 13,41%. Oleh karena itu, kami sangat menyarankan Anda untuk memantau metrik Loan at Risk (LAR), bukan hanya NPL. LAR merangkum semua kredit berisiko tinggi, seperti BBTN yang memiliki LAR mencapai 17,09% karena masih memikul \"hantu masa lalu\" berupa stok restrukturisasi yang sangat gemuk. Kasus serupa juga melanda BJTM yang harus menghabiskan tenaganya karena NPL pada portofolio restrukturisasi mereka meroket hingga 70%.\n\nTerakhir, mari kita sadari betapa mahalnya harga sebuah pertahanan bank. Ketika kredit macet meledak, bank harus membangun benteng CKPN dan melakukan write-off atau cuci gudang membuang kredit jelek dari neraca utama. Sayangnya, aksi bersih-bersih ini dibayar lunas menggunakan laba perusahaan! Beban pencadangan BBTN meledak 205% mencapai 176,5% dari laba bersihnya, sedangkan BBNI merelakan 48,35% labanya (Rp9,72 triliun) menguap untuk cadangan. Aksi write-off juga sangat berdarah, contohnya BBRI yang membuang nyaris tiga perempat laba bersih setahun penuhnya (Rp42,41 triliun) ke tong sampah untuk membersihkan masalah pasca-pandemi. Agar investasi Anda aman, pastikan Anda mengecek NPL Coverage, yaitu perbandingan total CKPN dengan total kredit macet yang wajib berada di atas 100%. BBNI sangat aman dengan bantalan 206,42%, sementara BJTM masih rentan karena rasionya tertahan di 98,3%.\n\nJangan pernah berhenti pada analisa Top-Line. Waspadai pertumbuhan laba semu yang ternyata habis termakan CKPN, jangan terkecoh NPL turun jika write-off nya triliunan, dan pastikan bank yang Anda beli punya pencadangan kokoh di atas 100%. Di pasar modal, skala raksasa bisa menjadi monster yang memakan laba jika risikonya tidak dikendalikan.\n\nMari jadikan diri kita investor perbankan yang tangguh, efisien, dan jeli bersama Wawasan Cerdas!\n\nJangan lupa untuk dukung terus channel kita! 👍 LIKE video ini jika Anda mendapat insight baru! 💬 COMMENT saham perbankan apa yang sedang Anda pegang saat ini? 🔔 SUBSCRIBE & Nyalakan lonceng agar tidak ketinggalan edukasi investasi cerdas lainnya!\n\n--------------------------------------------------------------------------------\n#WawasanCerdas #InvestasiSaham #SahamPerbankan #LaporanKeuangan #IHSG #SahamBBRI #SahamBBNI #SahamBBTN #SahamBJTM #KreditMacet #AnalisisSaham #LiterasiKeuangan #InvestorPemula #ValueInvesting #PasarModal #WawasanCerdas #InvestasiSaham #Saham\n\nJoin this channel to get access to perks:\n   / -cerdas", "post_id": "Ugc7al4E5bo"}}, {"key": "@BloombergPodcasts", "attributes": {"label": "@BloombergPodcasts", "x": 935.0540958705251, "y": 794.1367435269549, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 7.8589, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "qg25xuc6k_s", "id": "@BloombergPodcasts", "source": "youtube-000001", "content": "Kredit Swasta Mengalami 'Masalah Pertumbuhan,' Kata Co-CEO SLR Capital Partners, Gross\n\nMichael Gross, salah satu pendiri SLR Capital Partners, mengatakan tekanan pada perusahaan pengembangan bisnis merupakan bagian dari \"masa-masa sulit\" pertumbuhan kredit swasta.\n\nJPMorgan Chase & Co. membatasi beberapa pinjaman kepada dana kredit swasta setelah menurunkan nilai pinjaman dalam portofolio mereka. Pada saat yang sama, BDC — yang memberikan pinjaman langsung kepada perusahaan menengah — mengalami peningkatan permintaan penarikan dana di tengah kekhawatiran akan kerugian terkait dengan eksposur yang terlalu besar terhadap perusahaan perangkat lunak yang terganggu oleh AI. Selain ekuitas dari mitra terbatas dan investor publik, dana kredit swasta bergantung pada bank untuk pendanaan. Mereka juga mengumpulkan utang di pasar obligasi peringkat investasi. Gelombang penarikan dana yang meningkat telah mendorong Moody's Ratings untuk merevisi prospeknya untuk kendaraan investasi kredit swasta menjadi negatif, setelah mempertahankan peringkat stabil selama lebih dari dua tahun.\n\nEksodus yang terus berlanjut dari instrumen investasi non-perdagangan, yang mencakup 60% aset sektor ini, dan tingginya leverage pada rekan-rekan mereka yang diperdagangkan secara publik merupakan pendorong utama revisi peringkat kredit, menurut sebuah laporan pada hari Selasa. \"Kekuatan disruptif\" yang dihadirkan oleh kecerdasan buatan diperkirakan akan memperburuk kekhawatiran kelompok ini dan menempatkannya \"dalam posisi bertahan\" di tahun mendatang, tulis analis Moody's.\n\nPembalikan mendadak pada kuartal pertama memicu arus keluar bersih pertama kalinya untuk sektor ini, kata Moody's. Sebelum kemajuan kecerdasan buatan membunyikan alarm tentang daya tahan sekuritas perangkat lunak, instrumen investasi tersebut telah mengalami arus masuk bersih yang kuat hingga kuartal ketiga tahun 2025.\nBagi perusahaan pengembangan bisnis non-perdagangan, ini adalah \"dinamika yang tidak menguntungkan yang kemungkinan tidak akan berbalik\" pada tahun 2026, kata Moody's. Penarikan dana baru-baru ini telah memaksa beberapa dana untuk memberlakukan batasan pada permintaan penarikan dan mengancam akan menciptakan gelombang investor yang mencoba keluar dari posisi mereka. Baca Selengkapnya: BDC Blue Owl Menerapkan Batasan Setelah Menghadapi Permintaan Keluar dari 41% dan 22% Investor\n“Pembatasan jumlah investor dan berita utama tentang penarikan dana yang tinggi dapat mendorong investor lain untuk melakukan penarikan dana,” tulis para penulis laporan, yang dipimpin oleh Clay Montgomery, wakil presiden di tim kredit swasta Moody’s Ratings.\n\n-------- \nSaksikan Bloomberg Radio LIVE di YouTube \nHari kerja pukul 7 pagi - 6 sore ET \nTONTON DI SINI: http://bit.ly/3vTiACF \n\nIkuti kami di X:   / bloombergradio   \n\nBerlangganan Podcast kami: \n\nBloomberg Daybreak: http://bit.ly/3DWYoAN \nBloomberg Surveillance: http://bit.ly/3OPtReI \nBloomberg Intelligence: http://bit.ly/3YrBfOi \nBalance of Power: http://bit.ly/3OO8eLC \nBloomberg Businessweek: http://bit.ly/3IPl60i \n\nDengarkan di Apple CarPlay dan Android Auto dengan aplikasi Bloomberg Business: \nApple CarPlay: https://apple.co/486mghI \nAndroid Auto: https://bit.ly/49benZy \n\nKunjungi saluran YouTube kami: \nBloomberg Podcasts:    / bloombergpodcasts   \nBloomberg Television:    /    \nBloomberg Originals:    / bloomberg   \nQuicktake:    /", "post_id": "qg25xuc6k_s"}}, {"key": "markets", "attributes": {"label": "markets", "x": 599.611693620105, "y": 907.937800975577, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 11.1989, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "qg25xuc6k_s", "id": "markets", "source": "youtube-000001", "content": "Kredit Swasta Mengalami 'Masalah Pertumbuhan,' Kata Co-CEO SLR Capital Partners, Gross\n\nMichael Gross, salah satu pendiri SLR Capital Partners, mengatakan tekanan pada perusahaan pengembangan bisnis merupakan bagian dari \"masa-masa sulit\" pertumbuhan kredit swasta.\n\nJPMorgan Chase & Co. membatasi beberapa pinjaman kepada dana kredit swasta setelah menurunkan nilai pinjaman dalam portofolio mereka. Pada saat yang sama, BDC — yang memberikan pinjaman langsung kepada perusahaan menengah — mengalami peningkatan permintaan penarikan dana di tengah kekhawatiran akan kerugian terkait dengan eksposur yang terlalu besar terhadap perusahaan perangkat lunak yang terganggu oleh AI. Selain ekuitas dari mitra terbatas dan investor publik, dana kredit swasta bergantung pada bank untuk pendanaan. Mereka juga mengumpulkan utang di pasar obligasi peringkat investasi. Gelombang penarikan dana yang meningkat telah mendorong Moody's Ratings untuk merevisi prospeknya untuk kendaraan investasi kredit swasta menjadi negatif, setelah mempertahankan peringkat stabil selama lebih dari dua tahun.\n\nEksodus yang terus berlanjut dari instrumen investasi non-perdagangan, yang mencakup 60% aset sektor ini, dan tingginya leverage pada rekan-rekan mereka yang diperdagangkan secara publik merupakan pendorong utama revisi peringkat kredit, menurut sebuah laporan pada hari Selasa. \"Kekuatan disruptif\" yang dihadirkan oleh kecerdasan buatan diperkirakan akan memperburuk kekhawatiran kelompok ini dan menempatkannya \"dalam posisi bertahan\" di tahun mendatang, tulis analis Moody's.\n\nPembalikan mendadak pada kuartal pertama memicu arus keluar bersih pertama kalinya untuk sektor ini, kata Moody's. Sebelum kemajuan kecerdasan buatan membunyikan alarm tentang daya tahan sekuritas perangkat lunak, instrumen investasi tersebut telah mengalami arus masuk bersih yang kuat hingga kuartal ketiga tahun 2025.\nBagi perusahaan pengembangan bisnis non-perdagangan, ini adalah \"dinamika yang tidak menguntungkan yang kemungkinan tidak akan berbalik\" pada tahun 2026, kata Moody's. Penarikan dana baru-baru ini telah memaksa beberapa dana untuk memberlakukan batasan pada permintaan penarikan dan mengancam akan menciptakan gelombang investor yang mencoba keluar dari posisi mereka. Baca Selengkapnya: BDC Blue Owl Menerapkan Batasan Setelah Menghadapi Permintaan Keluar dari 41% dan 22% Investor\n“Pembatasan jumlah investor dan berita utama tentang penarikan dana yang tinggi dapat mendorong investor lain untuk melakukan penarikan dana,” tulis para penulis laporan, yang dipimpin oleh Clay Montgomery, wakil presiden di tim kredit swasta Moody’s Ratings.\n\n-------- \nSaksikan Bloomberg Radio LIVE di YouTube \nHari kerja pukul 7 pagi - 6 sore ET \nTONTON DI SINI: http://bit.ly/3vTiACF \n\nIkuti kami di X:   / bloombergradio   \n\nBerlangganan Podcast kami: \n\nBloomberg Daybreak: http://bit.ly/3DWYoAN \nBloomberg Surveillance: http://bit.ly/3OPtReI \nBloomberg Intelligence: http://bit.ly/3YrBfOi \nBalance of Power: http://bit.ly/3OO8eLC \nBloomberg Businessweek: http://bit.ly/3IPl60i \n\nDengarkan di Apple CarPlay dan Android Auto dengan aplikasi Bloomberg Business: \nApple CarPlay: https://apple.co/486mghI \nAndroid Auto: https://bit.ly/49benZy \n\nKunjungi saluran YouTube kami: \nBloomberg Podcasts:    / bloombergpodcasts   \nBloomberg Television:    /    \nBloomberg Originals:    / bloomberg   \nQuicktake:    /", "post_id": "qg25xuc6k_s"}}, {"key": "bloombergquicktake", "attributes": {"label": "bloombergquicktake", "x": 653.2870699204374, "y": 891.7482944046975, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 11.1989, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "qg25xuc6k_s", "id": "bloombergquicktake", "source": "youtube-000001", "content": "Kredit Swasta Mengalami 'Masalah Pertumbuhan,' Kata Co-CEO SLR Capital Partners, Gross\n\nMichael Gross, salah satu pendiri SLR Capital Partners, mengatakan tekanan pada perusahaan pengembangan bisnis merupakan bagian dari \"masa-masa sulit\" pertumbuhan kredit swasta.\n\nJPMorgan Chase & Co. membatasi beberapa pinjaman kepada dana kredit swasta setelah menurunkan nilai pinjaman dalam portofolio mereka. Pada saat yang sama, BDC — yang memberikan pinjaman langsung kepada perusahaan menengah — mengalami peningkatan permintaan penarikan dana di tengah kekhawatiran akan kerugian terkait dengan eksposur yang terlalu besar terhadap perusahaan perangkat lunak yang terganggu oleh AI. Selain ekuitas dari mitra terbatas dan investor publik, dana kredit swasta bergantung pada bank untuk pendanaan. Mereka juga mengumpulkan utang di pasar obligasi peringkat investasi. Gelombang penarikan dana yang meningkat telah mendorong Moody's Ratings untuk merevisi prospeknya untuk kendaraan investasi kredit swasta menjadi negatif, setelah mempertahankan peringkat stabil selama lebih dari dua tahun.\n\nEksodus yang terus berlanjut dari instrumen investasi non-perdagangan, yang mencakup 60% aset sektor ini, dan tingginya leverage pada rekan-rekan mereka yang diperdagangkan secara publik merupakan pendorong utama revisi peringkat kredit, menurut sebuah laporan pada hari Selasa. \"Kekuatan disruptif\" yang dihadirkan oleh kecerdasan buatan diperkirakan akan memperburuk kekhawatiran kelompok ini dan menempatkannya \"dalam posisi bertahan\" di tahun mendatang, tulis analis Moody's.\n\nPembalikan mendadak pada kuartal pertama memicu arus keluar bersih pertama kalinya untuk sektor ini, kata Moody's. Sebelum kemajuan kecerdasan buatan membunyikan alarm tentang daya tahan sekuritas perangkat lunak, instrumen investasi tersebut telah mengalami arus masuk bersih yang kuat hingga kuartal ketiga tahun 2025.\nBagi perusahaan pengembangan bisnis non-perdagangan, ini adalah \"dinamika yang tidak menguntungkan yang kemungkinan tidak akan berbalik\" pada tahun 2026, kata Moody's. Penarikan dana baru-baru ini telah memaksa beberapa dana untuk memberlakukan batasan pada permintaan penarikan dan mengancam akan menciptakan gelombang investor yang mencoba keluar dari posisi mereka. Baca Selengkapnya: BDC Blue Owl Menerapkan Batasan Setelah Menghadapi Permintaan Keluar dari 41% dan 22% Investor\n“Pembatasan jumlah investor dan berita utama tentang penarikan dana yang tinggi dapat mendorong investor lain untuk melakukan penarikan dana,” tulis para penulis laporan, yang dipimpin oleh Clay Montgomery, wakil presiden di tim kredit swasta Moody’s Ratings.\n\n-------- \nSaksikan Bloomberg Radio LIVE di YouTube \nHari kerja pukul 7 pagi - 6 sore ET \nTONTON DI SINI: http://bit.ly/3vTiACF \n\nIkuti kami di X:   / bloombergradio   \n\nBerlangganan Podcast kami: \n\nBloomberg Daybreak: http://bit.ly/3DWYoAN \nBloomberg Surveillance: http://bit.ly/3OPtReI \nBloomberg Intelligence: http://bit.ly/3YrBfOi \nBalance of Power: http://bit.ly/3OO8eLC \nBloomberg Businessweek: http://bit.ly/3IPl60i \n\nDengarkan di Apple CarPlay dan Android Auto dengan aplikasi Bloomberg Business: \nApple CarPlay: https://apple.co/486mghI \nAndroid Auto: https://bit.ly/49benZy \n\nKunjungi saluran YouTube kami: \nBloomberg Podcasts:    / bloombergpodcasts   \nBloomberg Television:    /    \nBloomberg Originals:    / bloomberg   \nQuicktake:    /", "post_id": "qg25xuc6k_s"}}, {"key": "@thecore_in", "attributes": {"label": "@thecore_in", "x": 830.7767877192612, "y": 397.51738895456424, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 7.8589, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "AiuGRPBQcog", "id": "@thecore_in", "source": "youtube-000001", "content": "Perang Iran Belum Berakhir! Pasar Melonjak Seiring Pengetatan Blokade | Govindraj Ethiraj | Lapor...\n\nPada Episode 848 dari The Core Report, jurnalis keuangan Govindraj Ethiraj berbicara dengan Upasna Bhardwaj, Kepala Ekonom di Kotak Mahindra Bank; Adelle Thomas, Direktur Adaptasi di NRDC dan Wakil Ketua Kelompok Kerja IPCC; serta Krishnan Sitaraman, Kepala Petugas Pemeringkatan di Crisil Ratings.\n\n____________________________________________\nBekerja Sama Dengan:\nPasar bergerak cepat.\nTetap unggul dengan InvestingPro—akses penuh Anda ke 300.000+ instrumen, alat profesional & peringatan waktu nyata.\nTanpa kebisingan. Hanya intelijen pasar.\n\nInvestingPro—perkuat portofolio Anda.\n\nUnduh Sekarang: https://www.investing-referral.com/af...\n____________________________________________\nCATATAN ACARA\n(00:00) Berita Hari Ini\n(00:50) Pasar selalu menyambut baik kata-kata tersebut, tetapi mengapa tindakan menunjukkan sebaliknya\n(04:07) Ekspor India ke AS meningkat karena tarif yang lebih rendah\n(06:14) Bagaimana berkurangnya musim hujan akan berdampak pada perekonomian\n(13:32) Mengapa kredit perbankan melambat tahun ini?\n(24:30) Panas ekstrem muncul sebagai salah satu risiko iklim paling mendesak secara global\n\nPasar, Blokade, Rupee, dan Minyak:\n\nApakah perang Iran sudah berakhir? Tentu saja tidak. Pasar menyambut baik sinyal kemungkinan berakhirnya perang Iran, tetapi di lapangan, tidak banyak yang berubah. Pemboman tanpa henti kini telah beralih ke blokade angkatan laut dan ekonomi AS skala penuh.\n\nBlokade AS terhadap pelabuhan Iran sepenuhnya berlaku, memutus hampir 90 persen perdagangan maritim Iran melalui Selat Hormuz, jalur minyak global utama. Lebih dari 10.000 tentara AS, kapal angkatan laut, dan jet tempur dikerahkan. Dalam 24 jam pertama, kapal-kapal dipulangkan, memperketat perdagangan global dan risiko pasokan minyak. Meskipun pembicaraan diplomatik terus berlanjut, ketidakpastian tetap tinggi.\n\nHarga minyak kembali naik mendekati 95 dolar per barel, sementara IMF telah memangkas perkiraan pertumbuhan global dan memperingatkan skenario risiko harga minyak yang tinggi. Terlepas dari itu, pasar saham India melonjak, dengan Sensex dan Nifty mencapai level tertinggi satu bulan karena harapan meredanya ketegangan.\n\nPasar yang lebih luas menguat, tetapi investor asing tetap berhati-hati. Investor asing telah menarik miliaran dolar dari saham India karena risiko geopolitik, valuasi, dan tekanan mata uang. Rupee tetap lemah di dekat 93 per dolar di tengah permintaan dolar yang kuat.\n\nEkspor India ke AS:\n\nEkspor ke AS membaik karena tarif yang lebih rendah, mempersempit defisit perdagangan India. Namun, biaya pengiriman yang lebih tinggi dan gangguan di Selat Hormuz terus berlanjut. Ekspor permata dan perhiasan menurun, mencerminkan lemahnya permintaan global.\n\nLaporan Crisil menyoroti kondisi keuangan yang lebih ketat yang didorong oleh arus keluar FPI, pelemahan rupee, dan kenaikan imbal hasil obligasi. Tindakan RBI menstabilkan pasar, tetapi volatilitas tetap ada.\n\nDampak Musim Hujan Ini terhadap Ekonomi:\n\nInflasi kembali meningkat, dipimpin oleh harga minyak mentah, logam, dan pangan. Prakiraan musim hujan yang lemah menambah risiko lebih lanjut terhadap pertumbuhan dan permintaan pedesaan. Upasana Bharadwaj dari Kotak Mahindra Bank menyoroti pentingnya tren musim hujan untuk stabilitas ekonomi.\n\nPerlambatan Kredit Bank:\n\nPertumbuhan kredit bank diperkirakan akan melambat di tengah ketidakpastian global, meskipun permintaan UMKM dan ritel tetap stabil. Krishnan Sitaraman dari Crisil Ratings mencatat bahwa tren kredit akan bergantung pada suku bunga dan risiko geopolitik.\n\nMengatasi Panas Ekstrem di Dunia:\n\nMeningkatnya risiko gelombang panas muncul sebagai tantangan ekonomi global utama. Adele Thomas dari NRDC dan IPCC menyoroti urgensi adaptasi iklim dan respons kebijakan.\n\nPertanyaan kuncinya tetap: Apakah pasar mengabaikan risiko nyata seiring berlanjutnya konflik Iran?\n\nSaat narasi perang Iran belum berakhir terungkap dan blokade AS semakin ketat, pasar melonjak tetapi risiko tetap ada. Dari harga minyak, rupee, Sensex dan Nifty hingga sinyal ekonomi global, apakah pasar mengabaikan realitas? Tetap terinformasi dengan The Core Report oleh Govindraj Ethiraj.\n\n#PerangIran #PasarSahamIndia #HargaMinyak #SensexNifty #EkonomiGlobal #TheCoreReport #TheCore\n\nGabung The Core Insider untuk mendapatkan akses ke keuntungan:\n   /   \n\nPendengar! Kami menunggu umpan balik Anda: https://tinyurl.com/TCR-Listener-Survey\n\nThe Core & The Core Report didukung iklan & GRATIS untuk semua pembaca & pendengar. Hubungi shiva untuk kebutuhan sponsor & studio merek.\n\nUntuk liputan selengkapnya, kunjungi thecore.in (https://www.thecore.in/)\n\nDukung Core Report (https://tinyurl.com/Support-the-Core-...)\n\nGabung & Berinteraksi secara anonim di saluran WhatsApp kami (https://tinyurl.com/The-Core-WhatsApp...)\n\nBerlangganan Newsletter kami (https://www.thecore.in/newsletters/th...)\n\nIkuti Kami di Media Sosial untuk Pembaruan Lebih Lanjut:\nTwitter (http...", "post_id": "AiuGRPBQcog"}}, {"key": "thecore_in", "attributes": {"label": "thecore_in", "x": 64.8310937317419, "y": 642.872222297844, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 14.5389, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "AiuGRPBQcog", "id": "thecore_in", "source": "youtube-000001", "content": "Perang Iran Belum Berakhir! Pasar Melonjak Seiring Pengetatan Blokade | Govindraj Ethiraj | Lapor...\n\nPada Episode 848 dari The Core Report, jurnalis keuangan Govindraj Ethiraj berbicara dengan Upasna Bhardwaj, Kepala Ekonom di Kotak Mahindra Bank; Adelle Thomas, Direktur Adaptasi di NRDC dan Wakil Ketua Kelompok Kerja IPCC; serta Krishnan Sitaraman, Kepala Petugas Pemeringkatan di Crisil Ratings.\n\n____________________________________________\nBekerja Sama Dengan:\nPasar bergerak cepat.\nTetap unggul dengan InvestingPro—akses penuh Anda ke 300.000+ instrumen, alat profesional & peringatan waktu nyata.\nTanpa kebisingan. Hanya intelijen pasar.\n\nInvestingPro—perkuat portofolio Anda.\n\nUnduh Sekarang: https://www.investing-referral.com/af...\n____________________________________________\nCATATAN ACARA\n(00:00) Berita Hari Ini\n(00:50) Pasar selalu menyambut baik kata-kata tersebut, tetapi mengapa tindakan menunjukkan sebaliknya\n(04:07) Ekspor India ke AS meningkat karena tarif yang lebih rendah\n(06:14) Bagaimana berkurangnya musim hujan akan berdampak pada perekonomian\n(13:32) Mengapa kredit perbankan melambat tahun ini?\n(24:30) Panas ekstrem muncul sebagai salah satu risiko iklim paling mendesak secara global\n\nPasar, Blokade, Rupee, dan Minyak:\n\nApakah perang Iran sudah berakhir? Tentu saja tidak. Pasar menyambut baik sinyal kemungkinan berakhirnya perang Iran, tetapi di lapangan, tidak banyak yang berubah. Pemboman tanpa henti kini telah beralih ke blokade angkatan laut dan ekonomi AS skala penuh.\n\nBlokade AS terhadap pelabuhan Iran sepenuhnya berlaku, memutus hampir 90 persen perdagangan maritim Iran melalui Selat Hormuz, jalur minyak global utama. Lebih dari 10.000 tentara AS, kapal angkatan laut, dan jet tempur dikerahkan. Dalam 24 jam pertama, kapal-kapal dipulangkan, memperketat perdagangan global dan risiko pasokan minyak. Meskipun pembicaraan diplomatik terus berlanjut, ketidakpastian tetap tinggi.\n\nHarga minyak kembali naik mendekati 95 dolar per barel, sementara IMF telah memangkas perkiraan pertumbuhan global dan memperingatkan skenario risiko harga minyak yang tinggi. Terlepas dari itu, pasar saham India melonjak, dengan Sensex dan Nifty mencapai level tertinggi satu bulan karena harapan meredanya ketegangan.\n\nPasar yang lebih luas menguat, tetapi investor asing tetap berhati-hati. Investor asing telah menarik miliaran dolar dari saham India karena risiko geopolitik, valuasi, dan tekanan mata uang. Rupee tetap lemah di dekat 93 per dolar di tengah permintaan dolar yang kuat.\n\nEkspor India ke AS:\n\nEkspor ke AS membaik karena tarif yang lebih rendah, mempersempit defisit perdagangan India. Namun, biaya pengiriman yang lebih tinggi dan gangguan di Selat Hormuz terus berlanjut. Ekspor permata dan perhiasan menurun, mencerminkan lemahnya permintaan global.\n\nLaporan Crisil menyoroti kondisi keuangan yang lebih ketat yang didorong oleh arus keluar FPI, pelemahan rupee, dan kenaikan imbal hasil obligasi. Tindakan RBI menstabilkan pasar, tetapi volatilitas tetap ada.\n\nDampak Musim Hujan Ini terhadap Ekonomi:\n\nInflasi kembali meningkat, dipimpin oleh harga minyak mentah, logam, dan pangan. Prakiraan musim hujan yang lemah menambah risiko lebih lanjut terhadap pertumbuhan dan permintaan pedesaan. Upasana Bharadwaj dari Kotak Mahindra Bank menyoroti pentingnya tren musim hujan untuk stabilitas ekonomi.\n\nPerlambatan Kredit Bank:\n\nPertumbuhan kredit bank diperkirakan akan melambat di tengah ketidakpastian global, meskipun permintaan UMKM dan ritel tetap stabil. Krishnan Sitaraman dari Crisil Ratings mencatat bahwa tren kredit akan bergantung pada suku bunga dan risiko geopolitik.\n\nMengatasi Panas Ekstrem di Dunia:\n\nMeningkatnya risiko gelombang panas muncul sebagai tantangan ekonomi global utama. Adele Thomas dari NRDC dan IPCC menyoroti urgensi adaptasi iklim dan respons kebijakan.\n\nPertanyaan kuncinya tetap: Apakah pasar mengabaikan risiko nyata seiring berlanjutnya konflik Iran?\n\nSaat narasi perang Iran belum berakhir terungkap dan blokade AS semakin ketat, pasar melonjak tetapi risiko tetap ada. Dari harga minyak, rupee, Sensex dan Nifty hingga sinyal ekonomi global, apakah pasar mengabaikan realitas? Tetap terinformasi dengan The Core Report oleh Govindraj Ethiraj.\n\n#PerangIran #PasarSahamIndia #HargaMinyak #SensexNifty #EkonomiGlobal #TheCoreReport #TheCore\n\nGabung The Core Insider untuk mendapatkan akses ke keuntungan:\n   /   \n\nPendengar! Kami menunggu umpan balik Anda: https://tinyurl.com/TCR-Listener-Survey\n\nThe Core & The Core Report didukung iklan & GRATIS untuk semua pembaca & pendengar. Hubungi shiva untuk kebutuhan sponsor & studio merek.\n\nUntuk liputan selengkapnya, kunjungi thecore.in (https://www.thecore.in/)\n\nDukung Core Report (https://tinyurl.com/Support-the-Core-...)\n\nGabung & Berinteraksi secara anonim di saluran WhatsApp kami (https://tinyurl.com/The-Core-WhatsApp...)\n\nBerlangganan Newsletter kami (https://www.thecore.in/newsletters/th...)\n\nIkuti Kami di Media Sosial untuk Pembaruan Lebih Lanjut:\nTwitter (http...", "post_id": "AiuGRPBQcog"}}, {"key": "@oceanpressindonesia", "attributes": {"label": "@oceanpressindonesia", "x": 62.427874159749706, "y": 610.2798898093121, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 7.8589, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "mSHfvNRuRaQ", "id": "@oceanpressindonesia", "source": "youtube-000001", "content": "FUNGSI INTERMEDIASI LEMBAGA KEUANGAN DAN PERANNYA\n\n📚 Dalam buku ini Anda akan mendapatkan:\n💰 Pemahaman tentang konsep dasar sistem keuangan dan fungsi intermediasi lembaga keuangan\n🏦 Penjelasan mengenai peran bank dan lembaga keuangan dalam penghimpunan serta penyaluran dana\n📈 Kajian tentang hubungan fungsi intermediasi dengan pertumbuhan ekonomi nasional\n🔄 Pembahasan perubahan fungsi intermediasi di era dinamika pasar dan transformasi keuangan modern\n⚖️ Analisis mengenai likuiditas, efisiensi transaksi, dan pengelolaan risiko dalam sistem keuangan\n🇮🇩 Uraian kontribusi lembaga keuangan terhadap pembangunan dan perekonomian Indonesia\n📊 Pemahaman tentang stabilitas sistem keuangan dan keterkaitannya dengan sektor riil\n💳 Pembahasan akses pembiayaan, inklusi keuangan, dan peningkatan kesejahteraan masyarakat\n🚀 Strategi penguatan fungsi intermediasi untuk mendukung ketahanan ekonomi nasional\n🎓 Referensi akademik yang relevan bagi mahasiswa, dosen, peneliti, dan praktisi ekonomi-keuangan\n============================================\n🚀 Gabung Sekarang di CV. Ocean Press Indonesia!\n📖 Dapatkan layanan penerbitan yang mudah, terpercaya, dan mendukung setiap langkah kepenulisanmu.\n🎁 Promo spesial & fasilitas lengkap untuk penulis pemula maupun berpengalaman.\n💌 Hubungi kami:\n📧 Email: oceanpressindonesia\nTemukan dan ikuti kami di:\n🌐 Website: https://www.oceanpressindonesia.com\n📸 Instagram: \n📺 YouTube: Ocean Press \n🎥 TikTok: Ocean Press \n📘 Facebook: Ocean Press\n#FungsiIntermediasi\n#LembagaKeuangan\n#SistemKeuangan\n#PerekonomianIndonesia\n#EkonomiIndonesia\n#Perbankan\n#KeuanganDigital\n#StabilitasKeuangan\n#InklusiKeuangan\n#PertumbuhanEkonomi\n#LiterasiKeuangan\n#ManajemenKeuangan\n#EkonomiMakro\n#BukuEkonomi\n#ReferensiAkademik 📖", "post_id": "mSHfvNRuRaQ"}}, {"key": "ocean_press", "attributes": {"label": "ocean_press", "x": 305.78981268638626, "y": 152.0240570892597, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 11.1989, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "mSHfvNRuRaQ", "id": "ocean_press", "source": "youtube-000001", "content": "FUNGSI INTERMEDIASI LEMBAGA KEUANGAN DAN PERANNYA\n\n📚 Dalam buku ini Anda akan mendapatkan:\n💰 Pemahaman tentang konsep dasar sistem keuangan dan fungsi intermediasi lembaga keuangan\n🏦 Penjelasan mengenai peran bank dan lembaga keuangan dalam penghimpunan serta penyaluran dana\n📈 Kajian tentang hubungan fungsi intermediasi dengan pertumbuhan ekonomi nasional\n🔄 Pembahasan perubahan fungsi intermediasi di era dinamika pasar dan transformasi keuangan modern\n⚖️ Analisis mengenai likuiditas, efisiensi transaksi, dan pengelolaan risiko dalam sistem keuangan\n🇮🇩 Uraian kontribusi lembaga keuangan terhadap pembangunan dan perekonomian Indonesia\n📊 Pemahaman tentang stabilitas sistem keuangan dan keterkaitannya dengan sektor riil\n💳 Pembahasan akses pembiayaan, inklusi keuangan, dan peningkatan kesejahteraan masyarakat\n🚀 Strategi penguatan fungsi intermediasi untuk mendukung ketahanan ekonomi nasional\n🎓 Referensi akademik yang relevan bagi mahasiswa, dosen, peneliti, dan praktisi ekonomi-keuangan\n============================================\n🚀 Gabung Sekarang di CV. Ocean Press Indonesia!\n📖 Dapatkan layanan penerbitan yang mudah, terpercaya, dan mendukung setiap langkah kepenulisanmu.\n🎁 Promo spesial & fasilitas lengkap untuk penulis pemula maupun berpengalaman.\n💌 Hubungi kami:\n📧 Email: oceanpressindonesia\nTemukan dan ikuti kami di:\n🌐 Website: https://www.oceanpressindonesia.com\n📸 Instagram: \n📺 YouTube: Ocean Press \n🎥 TikTok: Ocean Press \n📘 Facebook: Ocean Press\n#FungsiIntermediasi\n#LembagaKeuangan\n#SistemKeuangan\n#PerekonomianIndonesia\n#EkonomiIndonesia\n#Perbankan\n#KeuanganDigital\n#StabilitasKeuangan\n#InklusiKeuangan\n#PertumbuhanEkonomi\n#LiterasiKeuangan\n#ManajemenKeuangan\n#EkonomiMakro\n#BukuEkonomi\n#ReferensiAkademik 📖", "post_id": "mSHfvNRuRaQ"}}, {"key": "@Channel1TVGH", "attributes": {"label": "@Channel1TVGH", "x": 977.6587787695703, "y": 444.8842867758288, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 7.8589, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "xS3STbP1a64", "id": "@Channel1TVGH", "source": "youtube-000001", "content": "Penyaluran Pinjaman Bank Melambat - Pertumbuhan Kredit Turun menjadi 15,6% karena Bank Menjadi Le...\n\n#EkonomiGhana #SektorPerbankan #PertumbuhanKredit #BeritaKeuangan #BeritaGhana #BeritaTerkini #ChannelOneNews\n\nPertumbuhan kredit di sektor perbankan Ghana melambat, menandakan lingkungan pemberian pinjaman yang lebih hati-hati di seluruh industri. Pertumbuhan telah melambat menjadi 15,6%, dengan total arus kredit bersih turun menjadi GH¢14,6 miliar.\n\nTren ini menunjukkan bahwa bank semakin beralih ke aset yang lebih aman sambil memperketat persyaratan pinjaman, mencerminkan sikap yang lebih menghindari risiko di sektor ini.\n\nPara ahli memperingatkan bahwa hal ini dapat berdampak pada ekspansi kredit sektor swasta dalam jangka pendek dan memperlambat aktivitas ekonomi.\n\nChannelOne TV...Menceritakan Kisah Anda, Memberdayakan Perubahan\n\nIkuti kami:\nFacebook:   / channel1tvgh  \nX: https://x.com/Channel1TVGHA?t=DPofwFH...\nInstagram: https://www.instagram.com/channel1tvg...\nTikTok: https://www.tiktok.com/?...\nSitus web: channelonenewsonline.com", "post_id": "xS3STbP1a64"}}, {"key": "channel1tvgh", "attributes": {"label": "channel1tvgh", "x": 63.00128429929907, "y": 676.4763148168933, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 14.5389, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "xS3STbP1a64", "id": "channel1tvgh", "source": "youtube-000001", "content": "Penyaluran Pinjaman Bank Melambat - Pertumbuhan Kredit Turun menjadi 15,6% karena Bank Menjadi Le...\n\n#EkonomiGhana #SektorPerbankan #PertumbuhanKredit #BeritaKeuangan #BeritaGhana #BeritaTerkini #ChannelOneNews\n\nPertumbuhan kredit di sektor perbankan Ghana melambat, menandakan lingkungan pemberian pinjaman yang lebih hati-hati di seluruh industri. Pertumbuhan telah melambat menjadi 15,6%, dengan total arus kredit bersih turun menjadi GH¢14,6 miliar.\n\nTren ini menunjukkan bahwa bank semakin beralih ke aset yang lebih aman sambil memperketat persyaratan pinjaman, mencerminkan sikap yang lebih menghindari risiko di sektor ini.\n\nPara ahli memperingatkan bahwa hal ini dapat berdampak pada ekspansi kredit sektor swasta dalam jangka pendek dan memperlambat aktivitas ekonomi.\n\nChannelOne TV...Menceritakan Kisah Anda, Memberdayakan Perubahan\n\nIkuti kami:\nFacebook:   / channel1tvgh  \nX: https://x.com/Channel1TVGHA?t=DPofwFH...\nInstagram: https://www.instagram.com/channel1tvg...\nTikTok: https://www.tiktok.com/?...\nSitus web: channelonenewsonline.com", "post_id": "xS3STbP1a64"}}, {"key": "@IDXChannel", "attributes": {"label": "@IDXChannel", "x": 415.56253001014943, "y": 92.26765959521133, "size": 4.98, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 7.8589, "eigenvector": 23.1374, "in_degree": 0, "out_degree": 14, "degree": 14}, "_id": "Y9vIf8NCZsM", "id": "@IDXChannel", "source": "youtube-000001", "content": "INDEF: Pertumbuhan Ekonomi Kuartal I 2026 Berpotensi di Bawah 5,4 Persen | 1ST SESSION CLOSING\n\nPerlambatan ekonomi diperkirakan mulai terlihat pada awal tahun seiring melemahnya sejumlah faktor pendorong, terutama pertumbuhan kredit perbankan. Pengamat ekonomi sekaligus Direktur Big Data INDEF, Eko Listiyanto, menyebutkan bahwa pada Maret pertumbuhan kredit berada di level 9,49 persen dan belum menunjukkan penguatan yang signifikan. Kondisi ini dinilai akan berdampak pada perlambatan ekonomi nasional pada kuartal I 2026, yang diperkirakan sedikit di bawah capaian kuartal IV 2025 sebesar 5,39 persen. INDEF juga memperkirakan pertumbuhan ekonomi kuartal pertama tahun ini akan berada di bawah 5,4 persen, seiring masih lemahnya dorongan dari sektor kredit perbankan.\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nFollow US on Social Media\nYuk Subscribe -    /   \nWa Channel - https://whatsapp.com/channel/0029Va5V...\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idx_channel  \n-------------------------------------------------------------------------------------\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\nMyRepublic Channel 576\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "Y9vIf8NCZsM"}}, {"key": "idxchannel_", "attributes": {"label": "idxchannel_", "x": 751.6884791314528, "y": 767.8656566923079, "size": 4.67, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 8.336, "eigenvector": 19.4272, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "Y9vIf8NCZsM", "id": "idxchannel_", "source": "youtube-000001", "content": "INDEF: Pertumbuhan Ekonomi Kuartal I 2026 Berpotensi di Bawah 5,4 Persen | 1ST SESSION CLOSING\n\nPerlambatan ekonomi diperkirakan mulai terlihat pada awal tahun seiring melemahnya sejumlah faktor pendorong, terutama pertumbuhan kredit perbankan. Pengamat ekonomi sekaligus Direktur Big Data INDEF, Eko Listiyanto, menyebutkan bahwa pada Maret pertumbuhan kredit berada di level 9,49 persen dan belum menunjukkan penguatan yang signifikan. Kondisi ini dinilai akan berdampak pada perlambatan ekonomi nasional pada kuartal I 2026, yang diperkirakan sedikit di bawah capaian kuartal IV 2025 sebesar 5,39 persen. INDEF juga memperkirakan pertumbuhan ekonomi kuartal pertama tahun ini akan berada di bawah 5,4 persen, seiring masih lemahnya dorongan dari sektor kredit perbankan.\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nFollow US on Social Media\nYuk Subscribe -    /   \nWa Channel - https://whatsapp.com/channel/0029Va5V...\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idx_channel  \n-------------------------------------------------------------------------------------\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\nMyRepublic Channel 576\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "Y9vIf8NCZsM"}}, {"key": "wicky_adrian", "attributes": {"label": "wicky_adrian", "x": 571.8907308263813, "y": 203.14809509723375, "size": 4.67, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 8.336, "eigenvector": 19.4272, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "Y9vIf8NCZsM", "id": "wicky_adrian", "source": "youtube-000001", "content": "INDEF: Pertumbuhan Ekonomi Kuartal I 2026 Berpotensi di Bawah 5,4 Persen | 1ST SESSION CLOSING\n\nPerlambatan ekonomi diperkirakan mulai terlihat pada awal tahun seiring melemahnya sejumlah faktor pendorong, terutama pertumbuhan kredit perbankan. Pengamat ekonomi sekaligus Direktur Big Data INDEF, Eko Listiyanto, menyebutkan bahwa pada Maret pertumbuhan kredit berada di level 9,49 persen dan belum menunjukkan penguatan yang signifikan. Kondisi ini dinilai akan berdampak pada perlambatan ekonomi nasional pada kuartal I 2026, yang diperkirakan sedikit di bawah capaian kuartal IV 2025 sebesar 5,39 persen. INDEF juga memperkirakan pertumbuhan ekonomi kuartal pertama tahun ini akan berada di bawah 5,4 persen, seiring masih lemahnya dorongan dari sektor kredit perbankan.\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nFollow US on Social Media\nYuk Subscribe -    /   \nWa Channel - https://whatsapp.com/channel/0029Va5V...\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idx_channel  \n-------------------------------------------------------------------------------------\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\nMyRepublic Channel 576\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "Y9vIf8NCZsM"}}, {"key": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "fajar.wayong", "x": 396.9032136121987, "y": 836.7618562159441, "size": 4.67, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 8.336, "eigenvector": 19.4272, "in_degree": 4, "out_degree": 0, "degree": 4}, "_id": "Y9vIf8NCZsM", "id": "fajar.wayong", "source": "youtube-000001", "content": "INDEF: Pertumbuhan Ekonomi Kuartal I 2026 Berpotensi di Bawah 5,4 Persen | 1ST SESSION CLOSING\n\nPerlambatan ekonomi diperkirakan mulai terlihat pada awal tahun seiring melemahnya sejumlah faktor pendorong, terutama pertumbuhan kredit perbankan. Pengamat ekonomi sekaligus Direktur Big Data INDEF, Eko Listiyanto, menyebutkan bahwa pada Maret pertumbuhan kredit berada di level 9,49 persen dan belum menunjukkan penguatan yang signifikan. Kondisi ini dinilai akan berdampak pada perlambatan ekonomi nasional pada kuartal I 2026, yang diperkirakan sedikit di bawah capaian kuartal IV 2025 sebesar 5,39 persen. INDEF juga memperkirakan pertumbuhan ekonomi kuartal pertama tahun ini akan berada di bawah 5,4 persen, seiring masih lemahnya dorongan dari sektor kredit perbankan.\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nFollow US on Social Media\nYuk Subscribe -    /   \nWa Channel - https://whatsapp.com/channel/0029Va5V...\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idx_channel  \n-------------------------------------------------------------------------------------\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\nMyRepublic Channel 576\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "Y9vIf8NCZsM"}}, {"key": "deffid_83", "attributes": {"label": "deffid_83", "x": 703.0941111174802, "y": 708.9933331973092, "size": 4.67, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 8.336, "eigenvector": 19.4272, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "Y9vIf8NCZsM", "id": "deffid_83", "source": "youtube-000001", "content": "INDEF: Pertumbuhan Ekonomi Kuartal I 2026 Berpotensi di Bawah 5,4 Persen | 1ST SESSION CLOSING\n\nPerlambatan ekonomi diperkirakan mulai terlihat pada awal tahun seiring melemahnya sejumlah faktor pendorong, terutama pertumbuhan kredit perbankan. Pengamat ekonomi sekaligus Direktur Big Data INDEF, Eko Listiyanto, menyebutkan bahwa pada Maret pertumbuhan kredit berada di level 9,49 persen dan belum menunjukkan penguatan yang signifikan. Kondisi ini dinilai akan berdampak pada perlambatan ekonomi nasional pada kuartal I 2026, yang diperkirakan sedikit di bawah capaian kuartal IV 2025 sebesar 5,39 persen. INDEF juga memperkirakan pertumbuhan ekonomi kuartal pertama tahun ini akan berada di bawah 5,4 persen, seiring masih lemahnya dorongan dari sektor kredit perbankan.\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nFollow US on Social Media\nYuk Subscribe -    /   \nWa Channel - https://whatsapp.com/channel/0029Va5V...\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idx_channel  \n-------------------------------------------------------------------------------------\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\nMyRepublic Channel 576\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "Y9vIf8NCZsM"}}, {"key": "rosalinehioe", "attributes": {"label": "rosalinehioe", "x": 883.0091828918085, "y": 79.95160666601907, "size": 4.67, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 8.336, "eigenvector": 19.4272, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "Y9vIf8NCZsM", "id": "rosalinehioe", "source": "youtube-000001", "content": "INDEF: Pertumbuhan Ekonomi Kuartal I 2026 Berpotensi di Bawah 5,4 Persen | 1ST SESSION CLOSING\n\nPerlambatan ekonomi diperkirakan mulai terlihat pada awal tahun seiring melemahnya sejumlah faktor pendorong, terutama pertumbuhan kredit perbankan. Pengamat ekonomi sekaligus Direktur Big Data INDEF, Eko Listiyanto, menyebutkan bahwa pada Maret pertumbuhan kredit berada di level 9,49 persen dan belum menunjukkan penguatan yang signifikan. Kondisi ini dinilai akan berdampak pada perlambatan ekonomi nasional pada kuartal I 2026, yang diperkirakan sedikit di bawah capaian kuartal IV 2025 sebesar 5,39 persen. INDEF juga memperkirakan pertumbuhan ekonomi kuartal pertama tahun ini akan berada di bawah 5,4 persen, seiring masih lemahnya dorongan dari sektor kredit perbankan.\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nFollow US on Social Media\nYuk Subscribe -    /   \nWa Channel - https://whatsapp.com/channel/0029Va5V...\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idx_channel  \n-------------------------------------------------------------------------------------\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\nMyRepublic Channel 576\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "Y9vIf8NCZsM"}}, {"key": "@theinvestor", "attributes": {"label": "@theinvestor", "x": 97.63366227273306, "y": 585.330723219855, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 7.8589, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "llfNusDQ4lw", "id": "@theinvestor", "source": "youtube-000001", "content": "KINERJA BBRI MASIH ANCUR !!!\n\nVideo ini membahas pergerakan harga saham BBRI dan kinerja fundamentalnya yang menunjukkan tren penurunan. Apa sebenarnya penyebabnya?\nKita akan menganalisis BBRI dari tiga faktor utama pertumbuhan bank: pertumbuhan kredit, pertumbuhan simpanan, dan NPL (Non-Performing Loan) — dan melihat bagaimana kondisi BBRI saat ini jika ditinjau dari ketiga faktor tersebut.\n\nJoin Channel Telegram The Investor: https://t.me/theinvestor_id\n\nDapatkan EBOOK WATCHLIST STOCKS GRATIS di sini:\nhttps://theinvestor.id/free-ebook-wat...\n\nHalo.....para pecinta dunia saham.\nPada Channel ini saya ingin berbagi informasi mengenai perkembangan emiten di pasar saham.\nSelain membahas emiten dan saham, saya juga ingin berbagi informasi seputar teknik menganalisa saham dengan melihat sisi fundamental dan berita-berita terupdate mengenai pasar saham.\n\nPastikan Temen - temen sekalian mengikuti terus channel saya.\n\nDISCLAIMER:\nPerlu saya sampaikan kalo Informasi tentang dunia saham ini saya sharingkan dengan itikad baik dan HANYA untuk tujuan informasi umum saja.\n\nSetiap tindakan/keputusan yang diambil berdasarkan informasi ini adalah TETAP tanggung jawab pribadi.\n\nSalam Passive Income ^^\n------------\nIkuti program online course VALUE INVESTING MASTERY: \n\nhttps://theinvestor.id/valueinvesting...\n\nuntuk pemesanan EBOOK : \n\nhttps://theinvestor.id/ebook-watchlis...\n\n• • •\nFollow IG The Investor:   / theinvestor_id  \nlike FB The Investor:   / erose.theinvestor  \n-\nSponsored by : Verose Batik\nInstagram :", "post_id": "llfNusDQ4lw"}}, {"key": "batiksolo_laweyan", "attributes": {"label": "batiksolo_laweyan", "x": 342.0835418084477, "y": 954.9050326383614, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 14.5389, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "llfNusDQ4lw", "id": "batiksolo_laweyan", "source": "youtube-000001", "content": "KINERJA BBRI MASIH ANCUR !!!\n\nVideo ini membahas pergerakan harga saham BBRI dan kinerja fundamentalnya yang menunjukkan tren penurunan. Apa sebenarnya penyebabnya?\nKita akan menganalisis BBRI dari tiga faktor utama pertumbuhan bank: pertumbuhan kredit, pertumbuhan simpanan, dan NPL (Non-Performing Loan) — dan melihat bagaimana kondisi BBRI saat ini jika ditinjau dari ketiga faktor tersebut.\n\nJoin Channel Telegram The Investor: https://t.me/theinvestor_id\n\nDapatkan EBOOK WATCHLIST STOCKS GRATIS di sini:\nhttps://theinvestor.id/free-ebook-wat...\n\nHalo.....para pecinta dunia saham.\nPada Channel ini saya ingin berbagi informasi mengenai perkembangan emiten di pasar saham.\nSelain membahas emiten dan saham, saya juga ingin berbagi informasi seputar teknik menganalisa saham dengan melihat sisi fundamental dan berita-berita terupdate mengenai pasar saham.\n\nPastikan Temen - temen sekalian mengikuti terus channel saya.\n\nDISCLAIMER:\nPerlu saya sampaikan kalo Informasi tentang dunia saham ini saya sharingkan dengan itikad baik dan HANYA untuk tujuan informasi umum saja.\n\nSetiap tindakan/keputusan yang diambil berdasarkan informasi ini adalah TETAP tanggung jawab pribadi.\n\nSalam Passive Income ^^\n------------\nIkuti program online course VALUE INVESTING MASTERY: \n\nhttps://theinvestor.id/valueinvesting...\n\nuntuk pemesanan EBOOK : \n\nhttps://theinvestor.id/ebook-watchlis...\n\n• • •\nFollow IG The Investor:   / theinvestor_id  \nlike FB The Investor:   / erose.theinvestor  \n-\nSponsored by : Verose Batik\nInstagram :", "post_id": "llfNusDQ4lw"}}, {"key": "@ETNow", "attributes": {"label": "@ETNow", "x": 47.06690715512796, "y": 929.351830847887, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 7.8589, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "uaLA7xFED4M", "id": "@ETNow", "source": "youtube-000001", "content": "Mengapa ICICI Bank Tetap Menjadi Pilihan Utama di Tengah Volatilitas Pasar | Properti, Perbankan,...\n\nMusim laporan keuangan mengungkapkan tren pasar yang jelas—bank-bank sedang naik daun sementara sektor IT tetap netral dan sektor FMCG menghadapi tekanan biaya. Para ahli menyoroti kualitas aset yang kuat, pertumbuhan kredit yang meningkat, dan rotasi sektoral ke sektor energi dan logam. Dengan Nifty yang melonjak lebih dari 2000 poin, apakah ini masih pasar beli saat harga turun?\n\nBerikut adalah arah pergerakan uang cerdas saat ini.\n\nKendalikan uang Anda dengan kondisi ekonomi saat ini.\n\n#etnow #businessnews #stockmarketindia #nifty50 #bankstocks #earningsseason #investing #marketanalysis #psubanks #powerstocks\n\nSaluran YouTube -    /   \n\nBerlangganan ET Now untuk mendapatkan pembaruan terbaru tentang berita pasar saham, berita bisnis, berita perusahaan, IPO & lainnya | https://bit.ly/SubscribeToETNow\n\nBerlangganan Sekarang ke Saluran Jaringan Kami :-\nET Now Swadesh:    / etnowswadesh  \nTimes Now: http://goo.gl/U9ibPb\n\nTautan Media Sosial :-\nTwitter - http://goo.gl/hA0vDt\nFacebook - http://goo.gl/5Lr4mC\n\nSitus web - https://www.etnownews.com\nUnduh Aplikasi kami untuk Berita Terkini: https://tinyurl.com/4y6e3u2e\n\nIkuti kami di Google News untuk pembaruan terbaru\nET Now: https://news.google.com/publications/...\nTimes Now Navbharat: https://bit.ly/3zDaKJo \nTimes Now : https://bit.ly/3CyrrYg\nZoom: https://bit.ly/3CEK0dv", "post_id": "uaLA7xFED4M"}}, {"key": "etnow", "attributes": {"label": "etnow", "x": 416.79229660549476, "y": 5.230442538796343, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 14.5389, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "uaLA7xFED4M", "id": "etnow", "source": "youtube-000001", "content": "Mengapa ICICI Bank Tetap Menjadi Pilihan Utama di Tengah Volatilitas Pasar | Properti, Perbankan,...\n\nMusim laporan keuangan mengungkapkan tren pasar yang jelas—bank-bank sedang naik daun sementara sektor IT tetap netral dan sektor FMCG menghadapi tekanan biaya. Para ahli menyoroti kualitas aset yang kuat, pertumbuhan kredit yang meningkat, dan rotasi sektoral ke sektor energi dan logam. Dengan Nifty yang melonjak lebih dari 2000 poin, apakah ini masih pasar beli saat harga turun?\n\nBerikut adalah arah pergerakan uang cerdas saat ini.\n\nKendalikan uang Anda dengan kondisi ekonomi saat ini.\n\n#etnow #businessnews #stockmarketindia #nifty50 #bankstocks #earningsseason #investing #marketanalysis #psubanks #powerstocks\n\nSaluran YouTube -    /   \n\nBerlangganan ET Now untuk mendapatkan pembaruan terbaru tentang berita pasar saham, berita bisnis, berita perusahaan, IPO & lainnya | https://bit.ly/SubscribeToETNow\n\nBerlangganan Sekarang ke Saluran Jaringan Kami :-\nET Now Swadesh:    / etnowswadesh  \nTimes Now: http://goo.gl/U9ibPb\n\nTautan Media Sosial :-\nTwitter - http://goo.gl/hA0vDt\nFacebook - http://goo.gl/5Lr4mC\n\nSitus web - https://www.etnownews.com\nUnduh Aplikasi kami untuk Berita Terkini: https://tinyurl.com/4y6e3u2e\n\nIkuti kami di Google News untuk pembaruan terbaru\nET Now: https://news.google.com/publications/...\nTimes Now Navbharat: https://bit.ly/3zDaKJo \nTimes Now : https://bit.ly/3CyrrYg\nZoom: https://bit.ly/3CEK0dv", "post_id": "uaLA7xFED4M"}}, {"key": "@kabarbursadotcom", "attributes": {"label": "@kabarbursadotcom", "x": 944.8219022164302, "y": 445.7009097315624, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 7.8589, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "-WUFSoiAPCQ", "id": "@kabarbursadotcom", "source": "youtube-000001", "content": "[LIVE] BBM Nonsubsidi Naik, Kredit Tumbuh, dan BEI Uji Liquidity Provider | KABAR BURSA 60\n\nKABARBURSA.COM — BEI resmi memulai implementasi liquidity provider saham pada Senin, 20 April 2026, dengan kuotasi perdana oleh Phintraco Sekuritas untuk mendorong likuiditas, mempersempit spread, dan memperdalam pasar. Di saat yang sama, pemerintah diminta menjaga agar kenaikan harga BBM nonsubsidi tidak merembet ke harga kebutuhan pokok, sementara pertumbuhan kredit nasional tercatat 10,42 persen hingga 31 Maret 2026 dan PT Fore Kopi Indonesia Tbk terus ekspansi ke kota tier 2 dan tier 3. Rangkaian kabar ini penting karena memberi gambaran arah pasar modal, energi, perbankan, dan emiten konsumen yang sama-sama memengaruhi daya beli serta aktivitas ekonomi publik. Simak sampai selesai, lalu subscribe dan tinggalkan komentar Anda.\n\nBuka dan baca berita terkait hanya di portal https://kabarbursa.com/\nKabarbursa.com adalah portal berita finansial PT Kabar Bursa Indonesia yang merupakan bagian dari jaringan PT Kabar Grup Indonesia atau KGI Network. Kabarbursa.com menyajikan berita ekonomi terkini, analisis mendalam, investasi dan inspirasi bisnis.\n\nKamu juga bisa mengunjungi media sosial Kabar Bursa:\nYoutube:    /   \nInstagram:   / kabarbursacom  \nTiktok:   / kabarbursacom  \nWA Channel: https://whatsapp.com/channel/0029Vae5...\n\n#bei #liquidityprovider #bbmnonsubsidi #kreditnasional #forecoffee #pasarmodal #pertamina #ekonomiindonesia #investasi #perbankan #umkm #kabarbursa #news #newsupdate #beritaterkini #beritasaham #beritaekonomi", "post_id": "-WUFSoiAPCQ"}}, {"key": "kabarbursadotcom", "attributes": {"label": "kabarbursadotcom", "x": 774.0976457059564, "y": 526.3640972469439, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 11.1989, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "-WUFSoiAPCQ", "id": "kabarbursadotcom", "source": "youtube-000001", "content": "[LIVE] BBM Nonsubsidi Naik, Kredit Tumbuh, dan BEI Uji Liquidity Provider | KABAR BURSA 60\n\nKABARBURSA.COM — BEI resmi memulai implementasi liquidity provider saham pada Senin, 20 April 2026, dengan kuotasi perdana oleh Phintraco Sekuritas untuk mendorong likuiditas, mempersempit spread, dan memperdalam pasar. Di saat yang sama, pemerintah diminta menjaga agar kenaikan harga BBM nonsubsidi tidak merembet ke harga kebutuhan pokok, sementara pertumbuhan kredit nasional tercatat 10,42 persen hingga 31 Maret 2026 dan PT Fore Kopi Indonesia Tbk terus ekspansi ke kota tier 2 dan tier 3. Rangkaian kabar ini penting karena memberi gambaran arah pasar modal, energi, perbankan, dan emiten konsumen yang sama-sama memengaruhi daya beli serta aktivitas ekonomi publik. Simak sampai selesai, lalu subscribe dan tinggalkan komentar Anda.\n\nBuka dan baca berita terkait hanya di portal https://kabarbursa.com/\nKabarbursa.com adalah portal berita finansial PT Kabar Bursa Indonesia yang merupakan bagian dari jaringan PT Kabar Grup Indonesia atau KGI Network. Kabarbursa.com menyajikan berita ekonomi terkini, analisis mendalam, investasi dan inspirasi bisnis.\n\nKamu juga bisa mengunjungi media sosial Kabar Bursa:\nYoutube:    /   \nInstagram:   / kabarbursacom  \nTiktok:   / kabarbursacom  \nWA Channel: https://whatsapp.com/channel/0029Vae5...\n\n#bei #liquidityprovider #bbmnonsubsidi #kreditnasional #forecoffee #pasarmodal #pertamina #ekonomiindonesia #investasi #perbankan #umkm #kabarbursa #news #newsupdate #beritaterkini #beritasaham #beritaekonomi", "post_id": "-WUFSoiAPCQ"}}], "edges": [{"key": "keuangannews_id", "source": "keuangannews_id", "target": "keuangannews_id", "attributes": {"label": "retweet", "type": "retweet", "source": "retweet-000002"}}, {"key": "keuangannews_id", "source": "keuangannews_id", "target": "keuangannews_id", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "retweet-000002"}}, {"key": "aldotjahjadi8", "source": "aldotjahjadi8", "target": "bank_indonesia", "attributes": {"label": "retweet", "type": "retweet", "source": "retweet-000002"}}, {"key": "aldotjahjadi8", "source": "aldotjahjadi8", "target": "bank_indonesia", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "retweet-000002"}}, {"key": "Ryp_Ez", "source": "Ryp_Ez", "target": "bank_indonesia", "attributes": {"label": "retweet", "type": "retweet", "source": "retweet-000002"}}, {"key": "Ryp_Ez", "source": "Ryp_Ez", "target": "bank_indonesia", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "retweet-000002"}}, {"key": "yantomutsu", "source": "yantomutsu", "target": "abu_waras", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "keuangannews_id", "source": "keuangannews_id", "target": "keuangan", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "grok", "source": "grok", "target": "r1dayat", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "grok", "source": "grok", "target": "arda_odang17", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "grok", "source": "grok", "target": "mochmasykur12", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "grok", "source": "grok", "target": "icibosadd", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "grok", "source": "grok", "target": "yosephsamodra", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "grok", "source": "grok", "target": "MrOngDedy", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "wooriinim", "source": "wooriinim", "target": "kompascom", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "tenderterbatas", "source": "tenderterbatas", "target": "ChatibBasri", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "dealova_in", "source": "dealova_in", "target": "PermataBank", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "dealova_in", "source": "dealova_in", "target": "rizarin_anugrah", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "dealova_in", "source": "dealova_in", "target": "dyh81parna", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "dealova_in", "source": "dealova_in", "target": "nugraharizkia28", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "dealova_in", "source": "dealova_in", "target": "PermataBank", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "hscarpenter2019", "source": "hscarpenter2019", "target": "ArvinHonami", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "syueb2011", "source": "syueb2011", "target": "bachrum_achmadi", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "syueb2011", "source": "syueb2011", "target": "SBYudhoyono", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "bank_indonesia", "source": "bank_indonesia", "target": "perekonomianri", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "bank_indonesia_kediri", "source": "bank_indonesia_kediri", "target": "perekonomianri", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "bank_indonesia_kalsel", "source": "bank_indonesia_kalsel", "target": "perekonomianri", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "bank_indonesia_jakarta", "source": "bank_indonesia_jakarta", "target": "perekonomianri", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "bank_indonesia_kepri", "source": "bank_indonesia_kepri", "target": "perekonomianri", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "bank_indonesia_jakarta", "source": "bank_indonesia_jakarta", "target": "perekonomianri", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "bank_indonesia", "source": "bank_indonesia", "target": "perekonomianri", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "bank_indonesia_lhokseumawe_", "source": "bank_indonesia_lhokseumawe_", "target": "perekonomianri", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "bank_indonesia_lhokseumawe_", "source": "bank_indonesia_lhokseumawe_", "target": "perekonomianri", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "radar_indramayu", "source": "radar_indramayu", "target": "radar_indramayu", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "radar_indramayu", "source": "radar_indramayu", "target": "radar_indramayu", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "kumparancom", "source": "kumparancom", "target": "bankmandiri", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "mancingsaham", "source": "mancingsaham", "target": "mancingsaham", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "idx_channel", "source": "idx_channel", "target": "prast_ulrich", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "redaksi_sumselmedia", "source": "redaksi_sumselmedia", "target": "cimb_niaga", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "redaksi_sumselmedia", "source": "redaksi_sumselmedia", "target": "lani_darmawan", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "redaksi_sumselmedia", "source": "redaksi_sumselmedia", "target": "cimbniagasyariahplg", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "redaksi_sumselmedia", "source": "redaksi_sumselmedia", "target": "redaksi_sumselmedia", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "mancingsaham", "source": "mancingsaham", "target": "mancingsaham", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "mancingsaham", "source": "mancingsaham", "target": "mancingsaham", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "kontannews", "source": "kontannews", "target": "bankraya", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "detikfinanceofficial", "source": "detikfinanceofficial", "target": "kementrianbakuhantam", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "mancingsaham", "source": "mancingsaham", "target": "mancingsaham", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "kabarsamarinda_official", "source": "kabarsamarinda_official", "target": "ogstore.samarinda", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "pusatclipss.id", "source": "pusatclipss.id", "target": "rivan.kurniawan", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "ekssoverr", "source": "ekssoverr", "target": "Ekssover", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "anggasaputra__89", "source": "anggasaputra__89", "target": "rivan.kurniawan", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "anggasaputra__89", "source": "anggasaputra__89", "target": "rivan.kurniawan", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "dndourna", "source": "dndourna", "target": "genbi_semarang", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "dndourna", "source": "dndourna", "target": "bank_indonesia_jateng", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "idx_yogyakarta", "source": "idx_yogyakarta", "target": "indonesiastockexchange", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "idx_yogyakarta", "source": "idx_yogyakarta", "target": "indonesiastockexchange", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "idx_yogyakarta", "source": "idx_yogyakarta", "target": "indonesiastockexchange", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "tumbuhkaya.id", "source": "tumbuhkaya.id", "target": "tumbuhkaya.id", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "cenderawasihpos", "source": "cenderawasihpos", "target": "CeposTV", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "cenderawasihpos", "source": "cenderawasihpos", "target": "Cenderawasihposreal", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "cenderawasihpos", "source": "cenderawasihpos", "target": "Cenderawasihpos", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "cenderawasihpos", "source": "cenderawasihpos", "target": "Cenderawasihposreal", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "IDXChannelcom", "source": "IDXChannelcom", "target": "idx_channel", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "facebook-000001"}}, {"key": "@CNBC-TV18", "source": "@CNBC-TV18", "target": "CNBCTV18News", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@wawasan-cerdas", "source": "@wawasan-cerdas", "target": "wawasan", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@BloombergPodcasts", "source": "@BloombergPodcasts", "target": "markets", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@BloombergPodcasts", "source": "@BloombergPodcasts", "target": "bloombergquicktake", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@thecore_in", "source": "@thecore_in", "target": "thecore_in", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@oceanpressindonesia", "source": "@oceanpressindonesia", "target": "ocean_press", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@oceanpressindonesia", "source": "@oceanpressindonesia", "target": "ocean_press", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@Channel1TVGH", "source": "@Channel1TVGH", "target": "channel1tvgh", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "idxchannel_", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "wicky_adrian", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "deffid_83", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "prast_ulrich", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "rosalinehioe", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@theinvestor", "source": "@theinvestor", "target": "batiksolo_laweyan", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@ETNow", "source": "@ETNow", "target": "etnow", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@kabarbursadotcom", "source": "@kabarbursadotcom", "target": "kabarbursadotcom", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@kabarbursadotcom", "source": "@kabarbursadotcom", "target": "kabarbursadotcom", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "idxchannel_", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "wicky_adrian", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "deffid_83", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "prast_ulrich", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "rosalinehioe", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}]}