{"nodes": [{"key": "itskwontae", "attributes": {"label": "itskwontae", "x": 408.4467464395417, "y": 635.1055982821982, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["retweet-000002"], "scores": {"pagerank": 4.6105, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "2047794171516457392", "id": "itskwontae", "source": "retweet-000002", "content": "Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menilai pelemahan nilai tukar rupiah bukan mencerminkan kondisi fundamental…", "post_id": "2047794171516457392"}}, {"key": "antaranews", "attributes": {"label": "antaranews", "x": 668.6092655335163, "y": 249.87608712795938, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["retweet-000002"], "scores": {"pagerank": 10.489, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 6, "out_degree": 0, "degree": 6}, "_id": "2047794171516457392", "id": "antaranews", "source": "retweet-000002", "content": "Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menilai pelemahan nilai tukar rupiah bukan mencerminkan kondisi fundamental…", "post_id": "2047794171516457392"}}, {"key": "akucintaistriku", "attributes": {"label": "akucintaistriku", "x": 361.2110583217887, "y": 699.1492832698619, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["retweet-000002"], "scores": {"pagerank": 4.6105, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "2047688621839503801", "id": "akucintaistriku", "source": "retweet-000002", "content": "Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menilai pelemahan nilai tukar rupiah bukan mencerminkan kondisi fundamental…", "post_id": "2047688621839503801"}}, {"key": "IvanBoediman", "attributes": {"label": "IvanBoediman", "x": 140.2958539879564, "y": 392.1124597565141, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["retweet-000002"], "scores": {"pagerank": 4.6105, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "2047664699312107624", "id": "IvanBoediman", "source": "retweet-000002", "content": "Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menilai pelemahan nilai tukar rupiah bukan mencerminkan kondisi fundamental…", "post_id": "2047664699312107624"}}, {"key": "grok", "attributes": {"label": "grok", "x": 814.0312421644078, "y": 52.568793242814934, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 5.3943, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 2, "out_degree": 6, "degree": 8}, "_id": "1966009067085980012", "id": "grok", "source": "tweet-000004", "content": "Purbaya merujuk pada Purbaya Yudhi Sadewa, Menteri Keuangan Indonesia saat ini. Dalam berita tersebut, ia mengungkap dana pemerintah Rp425 triliun mengendap di Bank Indonesia, yang menyebabkan kesulitan mencari kerja karena sistem finansial kering. Ia berencana tarik Rp200", "post_id": "1966009067085980012"}}, {"key": "amiajh", "attributes": {"label": "amiajh", "x": 972.4936230592339, "y": 566.5573066771464, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 5.3747, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "1966009067085980012", "id": "amiajh", "source": "tweet-000004", "content": "Purbaya merujuk pada Purbaya Yudhi Sadewa, Menteri Keuangan Indonesia saat ini. Dalam berita tersebut, ia mengungkap dana pemerintah Rp425 triliun mengendap di Bank Indonesia, yang menyebabkan kesulitan mencari kerja karena sistem finansial kering. Ia berencana tarik Rp200", "post_id": "1966009067085980012"}}, {"key": "pikiran_rakyat", "attributes": {"label": "pikiran_rakyat", "x": 433.81788451997005, "y": 818.9151592878746, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 5.3747, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "1966009067085980012", "id": "pikiran_rakyat", "source": "tweet-000004", "content": "Purbaya merujuk pada Purbaya Yudhi Sadewa, Menteri Keuangan Indonesia saat ini. Dalam berita tersebut, ia mengungkap dana pemerintah Rp425 triliun mengendap di Bank Indonesia, yang menyebabkan kesulitan mencari kerja karena sistem finansial kering. Ia berencana tarik Rp200", "post_id": "1966009067085980012"}}, {"key": "BergetarNusa", "attributes": {"label": "BergetarNusa", "x": 574.1536456514128, "y": 30.712827699923896, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 4.6105, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "2042489203385385129", "id": "BergetarNusa", "source": "tweet-000004", "content": "karena menteri keuangan sudah jaga stabilitas rupiah", "post_id": "2042489203385385129"}}, {"key": "amanbangetkok", "attributes": {"label": "amanbangetkok", "x": 289.93321406625273, "y": 357.1203702845931, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 8.5295, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2042489203385385129", "id": "amanbangetkok", "source": "tweet-000004", "content": "karena menteri keuangan sudah jaga stabilitas rupiah", "post_id": "2042489203385385129"}}, {"key": "baibaybye", "attributes": {"label": "baibaybye", "x": 339.0134139267439, "y": 231.2111600717973, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 5.3747, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2041668460720070994", "id": "baibaybye", "source": "tweet-000004", "content": "Thomas Djiwandono adalah Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) sejak 9 Februari 2026, menggantikan posisi sebelumnya sebagai Wakil Menteri Keuangan. BI bertanggung jawab atas kebijakan moneter, termasuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah.\n\nRupiah memang melemah ke sekitar", "post_id": "2041668460720070994"}}, {"key": "LambeSahamjja", "attributes": {"label": "LambeSahamjja", "x": 274.8516657934845, "y": 221.32929339741293, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 9.2937, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "2041668460720070994", "id": "LambeSahamjja", "source": "tweet-000004", "content": "Thomas Djiwandono adalah Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) sejak 9 Februari 2026, menggantikan posisi sebelumnya sebagai Wakil Menteri Keuangan. BI bertanggung jawab atas kebijakan moneter, termasuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah.\n\nRupiah memang melemah ke sekitar", "post_id": "2041668460720070994"}}, {"key": "skibidyskeeb", "attributes": {"label": "skibidyskeeb", "x": 593.4790789738432, "y": 12.244020920678222, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 5.3747, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "1966256297747345695", "id": "skibidyskeeb", "source": "tweet-000004", "content": "Kebijakan moneter utamanya ditangani Bank Indonesia, sementara Menkeu fokus pada fiskal. Sri Mulyani dikenal prudent: disiplin anggaran, reformasi pajak, defisit rendah (misal 2,48% PDB), cadangan kas untuk darurat.\n\nMenkeu baru, Purbaya Yudhi Sadewa (sejak 8 Sep 2025), janji", "post_id": "1966256297747345695"}}, {"key": "BosPurwa", "attributes": {"label": "BosPurwa", "x": 92.14398405426316, "y": 230.39427489427376, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 7.3342, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "1966256297747345695", "id": "BosPurwa", "source": "tweet-000004", "content": "Kebijakan moneter utamanya ditangani Bank Indonesia, sementara Menkeu fokus pada fiskal. Sri Mulyani dikenal prudent: disiplin anggaran, reformasi pajak, defisit rendah (misal 2,48% PDB), cadangan kas untuk darurat.\n\nMenkeu baru, Purbaya Yudhi Sadewa (sejak 8 Sep 2025), janji", "post_id": "1966256297747345695"}}, {"key": "Dogelkarya76_82", "attributes": {"label": "Dogelkarya76_82", "x": 285.4873942361469, "y": 992.3237852557065, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 4.6105, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "2045156440323813678", "id": "Dogelkarya76_82", "source": "tweet-000004", "content": "BGN beli ini itu ngabisin Milyaran hingga Trilyunan rupiah disaat Presiden ingin ada efisiensi biaya. Dan Menteri Keuangan   tidak terlihat keberatan dengan kebijakan Kepala BGN tersebut.\nSekuat itukah Posisi Kepala BGN??!", "post_id": "2045156440323813678"}}, {"key": "KemenkeuRI", "attributes": {"label": "KemenkeuRI", "x": 244.19538310153655, "y": 169.35614078542693, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 7.8763, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "2045156440323813678", "id": "KemenkeuRI", "source": "tweet-000004", "content": "BGN beli ini itu ngabisin Milyaran hingga Trilyunan rupiah disaat Presiden ingin ada efisiensi biaya. Dan Menteri Keuangan   tidak terlihat keberatan dengan kebijakan Kepala BGN tersebut.\nSekuat itukah Posisi Kepala BGN??!", "post_id": "2045156440323813678"}}, {"key": "PurbayaYudhi", "attributes": {"label": "PurbayaYudhi", "x": 221.37755990266362, "y": 750.3359235960734, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 6.57, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2045156440323813678", "id": "PurbayaYudhi", "source": "tweet-000004", "content": "BGN beli ini itu ngabisin Milyaran hingga Trilyunan rupiah disaat Presiden ingin ada efisiensi biaya. Dan Menteri Keuangan   tidak terlihat keberatan dengan kebijakan Kepala BGN tersebut.\nSekuat itukah Posisi Kepala BGN??!", "post_id": "2045156440323813678"}}, {"key": "mochihihichi", "attributes": {"label": "mochihihichi", "x": 359.90701664908954, "y": 7.305251499967302, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 4.6105, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "2043668467023479043", "id": "mochihihichi", "source": "tweet-000004", "content": "->Pengadaan mobil truck ribuan unit untuk koperasi merah putih&motor listrik untuk ribuan sppg mbg tanpa sepengetahuan menteri keuangan. \n-inflasi mata uang rupiah melemah. \n-perizinan kemenhan pesawat Amerika bebas melintas dilangit Indonesia.", "post_id": "2043668467023479043"}}, {"key": "tanyarlfes", "attributes": {"label": "tanyarlfes", "x": 269.82325908125927, "y": 96.58398443106408, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 8.5295, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2043668467023479043", "id": "tanyarlfes", "source": "tweet-000004", "content": "->Pengadaan mobil truck ribuan unit untuk koperasi merah putih&motor listrik untuk ribuan sppg mbg tanpa sepengetahuan menteri keuangan. \n-inflasi mata uang rupiah melemah. \n-perizinan kemenhan pesawat Amerika bebas melintas dilangit Indonesia.", "post_id": "2043668467023479043"}}, {"key": "syueb2011", "attributes": {"label": "syueb2011", "x": 602.8816891156193, "y": 2.904420187449075, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 4.6105, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 5, "degree": 5}, "_id": "1966404532138909762", "id": "syueb2011", "source": "tweet-000004", "content": "Rencana Menteri Keuangan untuk mencairkan Rp200 triliun dari simpanan pemerintah di Bank Indonesia (BI) ke bank-bank Himbara pantas dipertanyakan dari berbagai sisi.\n\n1. Masalah Tata Kelola & Integritas\n\nKepercayaan publik terhadap BI maupun pemerintah sudah goyah setelah adanya", "post_id": "1966404532138909762"}}, {"key": "RadioElshinta", "attributes": {"label": "RadioElshinta", "x": 58.57331491903584, "y": 268.13684797003987, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 5.3943, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "1966404532138909762", "id": "RadioElshinta", "source": "tweet-000004", "content": "Rencana Menteri Keuangan untuk mencairkan Rp200 triliun dari simpanan pemerintah di Bank Indonesia (BI) ke bank-bank Himbara pantas dipertanyakan dari berbagai sisi.\n\n1. Masalah Tata Kelola & Integritas\n\nKepercayaan publik terhadap BI maupun pemerintah sudah goyah setelah adanya", "post_id": "1966404532138909762"}}, {"key": "Sifulan18499170", "attributes": {"label": "Sifulan18499170", "x": 695.8834232266547, "y": 626.1443364855435, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 5.3943, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "1966426533364662771", "id": "Sifulan18499170", "source": "tweet-000004", "content": "bagaimana pendapatmu dari lubuk hati terdalam\n\nRencana Menteri Keuangan untuk mencairkan Rp200 triliun dari simpanan pemerintah di Bank Indonesia (BI) ke bank-bank Himbara pantas dipertanyakan dari berbagai sisi.\n\n1. Masalah Tata Kelola & Integritas\n\nKepercayaan publik", "post_id": "1966426533364662771"}}, {"key": "ojkindonesia", "attributes": {"label": "ojkindonesia", "x": 229.12886125688615, "y": 936.8385846682809, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 4.6105, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 3, "degree": 3}, "_id": "1752573526673121292", "id": "ojkindonesia", "source": "tweet-000004", "content": "Hal ini disampaikan oleh Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) yang beranggotakan Menteri Keuangan , Gubernur Bank Indonesia , Ketua Dewan Komisioner OJK, dan Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan  dlm konferensi pers KSSK kemarin. https://t.co/kbam78qCCb", "post_id": "1752573526673121292"}}, {"key": "bank_indonesia", "attributes": {"label": "bank_indonesia", "x": 752.4715666683178, "y": 999.2427926123237, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 7.2232, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "1752573526673121292", "id": "bank_indonesia", "source": "tweet-000004", "content": "Hal ini disampaikan oleh Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) yang beranggotakan Menteri Keuangan , Gubernur Bank Indonesia , Ketua Dewan Komisioner OJK, dan Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan  dlm konferensi pers KSSK kemarin. https://t.co/kbam78qCCb", "post_id": "1752573526673121292"}}, {"key": "lps_idic", "attributes": {"label": "lps_idic", "x": 681.8094088256076, "y": 100.24770392493832, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 5.9169, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "1752573526673121292", "id": "lps_idic", "source": "tweet-000004", "content": "Hal ini disampaikan oleh Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) yang beranggotakan Menteri Keuangan , Gubernur Bank Indonesia , Ketua Dewan Komisioner OJK, dan Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan  dlm konferensi pers KSSK kemarin. https://t.co/kbam78qCCb", "post_id": "1752573526673121292"}}, {"key": "ribowo78", "attributes": {"label": "ribowo78", "x": 883.3120345382418, "y": 43.05645149950155, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 4.6105, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "2051573165726543925", "id": "ribowo78", "source": "tweet-000004", "content": "Rupiah itu tugas Bank Indonesia bukan menteri keuangan!", "post_id": "2051573165726543925"}}, {"key": "ferrykoto", "attributes": {"label": "ferrykoto", "x": 3.834580453060066, "y": 933.1334646466566, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 8.5295, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2051573165726543925", "id": "ferrykoto", "source": "tweet-000004", "content": "Rupiah itu tugas Bank Indonesia bukan menteri keuangan!", "post_id": "2051573165726543925"}}, {"key": "GarizLuruz", "attributes": {"label": "GarizLuruz", "x": 263.2918112535282, "y": 43.832580940713186, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 4.6105, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "2049903676454772837", "id": "GarizLuruz", "source": "tweet-000004", "content": "Rakyat kurang peduli dengan Prabowo, tapi lebih memperhatikan menteri keuangan dan gubernur BI yang pintar bicara tapi tak mampu mengendalikan kurs dollar terhadap Rupiah. Teringat dijaman SBY, menteri keuangan yang dipimpin Aburizal Bakrie diganti gara gara dollar naik terus", "post_id": "2049903676454772837"}}, {"key": "nozelism", "attributes": {"label": "nozelism", "x": 620.4529327512647, "y": 452.21624917576474, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 8.5295, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2049903676454772837", "id": "nozelism", "source": "tweet-000004", "content": "Rakyat kurang peduli dengan Prabowo, tapi lebih memperhatikan menteri keuangan dan gubernur BI yang pintar bicara tapi tak mampu mengendalikan kurs dollar terhadap Rupiah. Teringat dijaman SBY, menteri keuangan yang dipimpin Aburizal Bakrie diganti gara gara dollar naik terus", "post_id": "2049903676454772837"}}, {"key": "keepithink_crab", "attributes": {"label": "keepithink_crab", "x": 965.7676149454303, "y": 977.2691796800282, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 4.6105, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "2051633177819550065", "id": "keepithink_crab", "source": "tweet-000004", "content": "Harusnya langkah extremes presiden bukan menanggapi Protes warga tapi serangan mata uang asing terhadap Rupiah \n\nGanti Gub Bank Indonesia \nGanti menteri keuangan \nStop pembiyaaan negara yg tdk Fast Reutern seperti MBG KOPDES dll \n\nitu baru Tindakan Extremes", "post_id": "2051633177819550065"}}, {"key": "prabowo", "attributes": {"label": "prabowo", "x": 802.3751914409261, "y": 650.3969447056016, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 6.57, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2051633177819550065", "id": "prabowo", "source": "tweet-000004", "content": "Harusnya langkah extremes presiden bukan menanggapi Protes warga tapi serangan mata uang asing terhadap Rupiah \n\nGanti Gub Bank Indonesia \nGanti menteri keuangan \nStop pembiyaaan negara yg tdk Fast Reutern seperti MBG KOPDES dll \n\nitu baru Tindakan Extremes", "post_id": "2051633177819550065"}}, {"key": "ronnyhenk1", "attributes": {"label": "ronnyhenk1", "x": 952.4571059920822, "y": 20.99605601697052, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 4.6105, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "2039739962250408167", "id": "ronnyhenk1", "source": "tweet-000004", "content": "Tim Inti Ekonomi Kabinet Habibie :\n1. Bambang Subianto - Menteri Keuangan (1998–1999), berperan dalam restrukturisasi fiskal dan perbankan.\n2. Syahril Sabirin- Gubernur Bank Indonesia, menangani stabilitas moneter dan nilai rupiah.\n3. Rahardi Ramelan - Fokus pada pemulihan sektor", "post_id": "2039739962250408167"}}, {"key": "PajakBekasiutr", "attributes": {"label": "PajakBekasiutr", "x": 889.0800251498601, "y": 400.3800220062086, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 4.6105, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "2050831436731883690", "id": "PajakBekasiutr", "source": "tweet-000004", "content": "Berdasarkan Keputusan Menteri Keuangan Republik Indonesia Nomor 18/MK/EF.2/2026 tanggal 28 April 2026, berikut ini adalah Kurs Pajak yang berlaku untuk tanggal 29 April 2026 sampai dengan 5 Mei 2026.\n\n  \n#PajakTumbuhIndonesiaTangguh https://t.co/6U8F6PyaKT", "post_id": "2050831436731883690"}}, {"key": "DitjenPajakRI", "attributes": {"label": "DitjenPajakRI", "x": 127.95281005089265, "y": 290.45627605704726, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 6.57, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2050831436731883690", "id": "DitjenPajakRI", "source": "tweet-000004", "content": "Berdasarkan Keputusan Menteri Keuangan Republik Indonesia Nomor 18/MK/EF.2/2026 tanggal 28 April 2026, berikut ini adalah Kurs Pajak yang berlaku untuk tanggal 29 April 2026 sampai dengan 5 Mei 2026.\n\n  \n#PajakTumbuhIndonesiaTangguh https://t.co/6U8F6PyaKT", "post_id": "2050831436731883690"}}, {"key": "pajakjabar3", "attributes": {"label": "pajakjabar3", "x": 290.14938012161485, "y": 960.6275914451883, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 7.0599, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 5, "out_degree": 0, "degree": 5}, "_id": "2050831436731883690", "id": "pajakjabar3", "source": "tweet-000004", "content": "Berdasarkan Keputusan Menteri Keuangan Republik Indonesia Nomor 18/MK/EF.2/2026 tanggal 28 April 2026, berikut ini adalah Kurs Pajak yang berlaku untuk tanggal 29 April 2026 sampai dengan 5 Mei 2026.\n\n  \n#PajakTumbuhIndonesiaTangguh https://t.co/6U8F6PyaKT", "post_id": "2050831436731883690"}}, {"key": "JMAWibowoCooper", "attributes": {"label": "JMAWibowoCooper", "x": 532.0188263660294, "y": 300.60715442960526, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 4.6105, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 3, "degree": 3}, "_id": "2047958365775802524", "id": "JMAWibowoCooper", "source": "tweet-000004", "content": "artinya dia sbg gubernur   tdk mumpuni alias sdh saatnya diganti oleh  krn kebijakan moneter utk memperkuat & menstabilkan nilai mata uang rupiah adlh tugas & tanggung jawabnya,sdgkan Menteri Keuangan tanggung jwbnya pd kebijakan fiskal(anggaran negara/APBN)", "post_id": "2047958365775802524"}}, {"key": "03__nakula", "attributes": {"label": "03__nakula", "x": 727.5039595964971, "y": 402.99260708098785, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 5.9169, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2047958365775802524", "id": "03__nakula", "source": "tweet-000004", "content": "artinya dia sbg gubernur   tdk mumpuni alias sdh saatnya diganti oleh  krn kebijakan moneter utk memperkuat & menstabilkan nilai mata uang rupiah adlh tugas & tanggung jawabnya,sdgkan Menteri Keuangan tanggung jwbnya pd kebijakan fiskal(anggaran negara/APBN)", "post_id": "2047958365775802524"}}, {"key": "DPR_RI", "attributes": {"label": "DPR_RI", "x": 422.3089010225926, "y": 854.6777364724749, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 5.9169, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2047958365775802524", "id": "DPR_RI", "source": "tweet-000004", "content": "artinya dia sbg gubernur   tdk mumpuni alias sdh saatnya diganti oleh  krn kebijakan moneter utk memperkuat & menstabilkan nilai mata uang rupiah adlh tugas & tanggung jawabnya,sdgkan Menteri Keuangan tanggung jwbnya pd kebijakan fiskal(anggaran negara/APBN)", "post_id": "2047958365775802524"}}, {"key": "bloombergtechnoz", "attributes": {"label": "bloombergtechnoz", "x": 803.6479451578114, "y": 285.5282644487195, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 5.8546, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 4, "out_degree": 4, "degree": 8}, "_id": "3884504881743238130_51748745734", "id": "bloombergtechnoz", "source": "instagram-000001", "content": "Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memastikan pemerintah masih memiliki Saldo Anggaran Lebih (SAL) sebesar Rp420 triliun yang belum terpakai dan akan menjadi bantalan terakhir untuk menjaga APBN jika diperlukan.\n\nMenurut Purbaya, dana tersebut tetap utuh meski sebagian ditempatkan di perbankan dan Bank Indonesia guna menjaga likuiditas serta membantu stabilisasi pasar obligasi.\n\nKlik link di bio untuk detail informasi selengkapnya. Jangan lupa follow  untuk berita dan data menarik lainnya.\n\n#menkeu #purbaya #anggaran #bloombergtechnoz", "post_id": "3884504881743238130_51748745734"}}, {"key": "idx_channel", "attributes": {"label": "idx_channel", "x": 590.4701883130467, "y": 764.0762225316532, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 56.8626, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 2, "out_degree": 1, "degree": 3}, "_id": "3883043238580833664_3310659452", "id": "idx_channel", "source": "instagram-000001", "content": "Kementerian Keuangan (Kemenkeu) berencana mengaktifkan kembali Satuan Tugas Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (Satgas BLBI) setelah mandatnya berakhir pada Desember 2024. Langkah ini dilakukan untuk memulihkan aset-aset negara yang dicuri koruptor.\n\nMenteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan, pengaktifan kembali Satgas BLBI tetap menjadi perhatian pemerintah. Namun, dia menekankan prosesnya tidak akan bisa dilakukan dalam waktu dekat karena Kemenkeu masih fokus memperbaiki tatanan internal, termasuk menunggu pergantian sejumlah posisi pejabat tersebut.\n\nPurbaya mengatakan, tugas Satgas BLBI belum selesai meski mandatnya berakhir. Dia menyoroti hingga saat ini masih terdapat berbagai permasalahan serta aset negara yang belum sepenuhnya tuntas ditangani. Oleh karena itu, dia berencana menyusun ulang strategi penanganan BLBI agar pelaksanaannya ke depan dapat berjalan lebih sistematis.\n\nBaca selengkapnya di\nhttps://www.idxchannel.com/news/purbaya-bakal-aktifkan-lagi-satgas-blbi-demi-pulihkan-aset-negara\n\nAtau klik link di bio \n\nFoto: Dok Setneg\n\n#idxchannel #idxchannelcommunity", "post_id": "3883043238580833664_3310659452"}}, {"key": "kompascom", "attributes": {"label": "kompascom", "x": 207.8157641405326, "y": 162.22497981997697, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 56.8626, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 2, "out_degree": 1, "degree": 3}, "_id": "3882771405218182600_297782118", "id": "kompascom", "source": "instagram-000001", "content": "(Berita selengkapnya cek IG Stories )\n\nMenteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menepis isu yang beredar di media sosial bahwa kas negara hanya tersisa Rp 120 triliun.\n\nPurbaya memastikan, Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) dalam kondisi sangat sehat. Dia mengklaim APBN masih mampu membiayai program pemerintah dan mendorong pertumbuhan ekonomi. \n\n\"Isu dana negara yang tinggal Rp 120 triliun, habis itu habis, tidak benar,\" ujar Purbaya dalam keterangan Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI, Jumat (24/4/2026).\n\nPurbaya menekankan, hingga saat ini, kas negara sangat melimpah.\n\n\"Tidak perlu takut dengan APBN pemerintah, masih cukup, dan uang kita masih banyak,\" tegasnya.\n\nLalu, Purbaya menjelaskan bahwa dana Rp 120 triliun merupakan bagian dari Saldo Anggaran Lebih (SAL) pemerintah yang selama ini disimpan di Bank Indonesia (BI). \n\nDia lantas merinci bahwa pemerintah masih memiliki SAL sebesar Rp 420 triliun yang belum digunakan sama sekali.\n\nPenulis: Adhyasta Dirgantara\nEditor: Danu Damarjati\n\n` #Purbaya #APBN #Kebijakan", "post_id": "3882771405218182600_297782118"}}, {"key": "hariharijogja", "attributes": {"label": "hariharijogja", "x": 283.7124982163188, "y": 477.20301800714606, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 6.4333, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 3, "out_degree": 3, "degree": 6}, "_id": "3880732709576865026_70801425161", "id": "hariharijogja", "source": "instagram-000001", "content": "Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengaku mendapat tawaran pinjaman dari World Bank dan IMF senilai US$ 25 miliar sampai dengan US$ 30 miliar untuk mengamankan fiskal di tengah ketidakpastian ekonomi akibat perang Amerika Serikat dan Israel dengan Iran di Timur Tengah.\n\nNamun, tawaran yang muncul di sela Spring Meeting IMF-World Bank di Washington DC pekan lalu itu ditolaknya. Purbaya menganggap kapasitas fiskal Indonesia masih sangat kuat untuk mencegah guncangan tekanan ekonomi global dengan nilai setara US$ 25 miliar atau sekitar Rp 428,55 triliun (kurs Rp 17.142/US$).\n\n“Saya bilang sama dia sekarang saya belum butuh karena saya sendiri punya persediaan hampir US$ 25 miliar untuk negara kita sendiri, jadi aman,” kata Purbaya di Gedung Juanda I Kementerian Keuangan, Jakarta, Selasa (21/4/2026).\n\nMerespons penolakan itu, Purbaya mengklaim wajah pimpinan World Bank dan IMF langsung masam. Respons itu ia anggap karena mereka kehilangan potensi pendapatan dari bunga utang.\n\n“Wah mukanya (World Bank & IMF) asem, karena dia gak bisa minjemin duit, gak bisa dapet bunga tuh mereka tuh. Tapi itu dalam keadaan apapun kondisi yang kita punyai harus kita jadikan senjata yang paling optimal,” ungkap Purbaya. \n\n—————————————————————\n \n \n \n—————————————————————\nsource: cnbcindonesia\n#hariharijogja #purbaya #indonesia #worldbank #imf", "post_id": "3880732709576865026_70801425161"}}, {"key": "pajakbekasiutara", "attributes": {"label": "pajakbekasiutara", "x": 955.3931797870138, "y": 949.2662752899156, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 4.6105, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 8, "degree": 8}, "_id": "3883513319069258505_12524351498", "id": "pajakbekasiutara", "source": "instagram-000001", "content": "Berdasarkan Keputusan Menteri Keuangan Republik Indonesia Nomor 17/MK/EF.2/2026 tanggal 21 April 2026, berikut ini adalah Kurs Pajak yang berlaku untuk tanggal 22 April 2026 sampai dengan 28 April 2026. \n\nKurs Pajak digunakan untuk keperluan pelunasan Bea Masuk, Pajak Pertambahan Nilai Barang dan Jasa dan Pajak Penjualan atas Barang Mewah, Bea Keluar, dan Pajak Penghasilan atas Pemasukan Barang, Utang Pajak yang berhubungan dengan Pajak Pertambahan Nilai Barang dan Jasa dan Pajak Penjualan atas Barang Mewah, Bea Keluar, dan Penghasilan yang diterima atau diperoleh berupa uang asing. \n\n  \n#PajakTumbuhIndonesiaTangguh", "post_id": "3883513319069258505_12524351498"}}, {"key": "ditjenpajakri", "attributes": {"label": "ditjenpajakri", "x": 520.2911270122587, "y": 345.86174924519963, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 5.1004, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 4, "out_degree": 0, "degree": 4}, "_id": "3883513319069258505_12524351498", "id": "ditjenpajakri", "source": "instagram-000001", "content": "Berdasarkan Keputusan Menteri Keuangan Republik Indonesia Nomor 17/MK/EF.2/2026 tanggal 21 April 2026, berikut ini adalah Kurs Pajak yang berlaku untuk tanggal 22 April 2026 sampai dengan 28 April 2026. \n\nKurs Pajak digunakan untuk keperluan pelunasan Bea Masuk, Pajak Pertambahan Nilai Barang dan Jasa dan Pajak Penjualan atas Barang Mewah, Bea Keluar, dan Pajak Penghasilan atas Pemasukan Barang, Utang Pajak yang berhubungan dengan Pajak Pertambahan Nilai Barang dan Jasa dan Pajak Penjualan atas Barang Mewah, Bea Keluar, dan Penghasilan yang diterima atau diperoleh berupa uang asing. \n\n  \n#PajakTumbuhIndonesiaTangguh", "post_id": "3883513319069258505_12524351498"}}, {"key": "hippindo", "attributes": {"label": "hippindo", "x": 165.41923836020422, "y": 253.22527810423912, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 30.7366, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 1, "degree": 2}, "_id": "3874829440605296827_3315660758", "id": "hippindo", "source": "instagram-000001", "content": "Jakarta, 6 April 2026 – Deputi 3 Marketing & Partnership HIPPINDO, Ibu Agung Tianara, menghadiri seminar bertajuk “Mengurai Bottleneck Pertumbuhan Ekonomi: Sinergi Fiskal, Moneter, dan Dunia Usaha Menuju Indonesia 6%” yang diselenggarakan oleh Warta Ekonomi di Aryaduta Hotel.\n\nSeminar ini turut dihadiri oleh Menteri Keuangan R.I., Bapak Purbaya Yudhi Sadewa, dan membahas pentingnya kolaborasi antara kebijakan fiskal oleh Kementerian Keuangan, kebijakan moneter oleh Bank Indonesia, serta peran dunia usaha dalam mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.\n\nJangan lupa save & share postingan ini sebagai bentuk dukungan, dan follow  untuk update terbaru.", "post_id": "3874829440605296827_3315660758"}}, {"key": "mnow.id", "attributes": {"label": "mnow.id", "x": 106.3958710728965, "y": 807.0004546083911, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 4.6105, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "3869784899914488233_46229168085", "id": "mnow.id", "source": "instagram-000001", "content": "- Pemerintah memastikan harga BBM subsidi tidak akan naik hingga akhir tahun meski tekanan global meningkat akibat konflik Timur Tengah. \n\nDalam rapat kerja bersama DPR, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan pemerintah telah menyiapkan berbagai skenario, termasuk jika harga minyak dunia menembus 100 dolar AS per barel. \n\nDengan dukungan cadangan anggaran seperti Sisa Anggaran Lebih (SAL) yang mencapai ratusan triliun rupiah, serta efisiensi belanja kementerian, pemerintah berupaya menjaga stabilitas APBN dan daya beli masyarakat di tengah gejolak ekonomi global.\n\nNamun, pandangan berbeda datang dari Jusuf Kalla yang mengusulkan kenaikan harga BBM sebagai langkah lebih aman untuk jangka panjang. \n\nMenurutnya, mempertahankan subsidi justru berisiko memperlebar defisit dan menambah utang negara, terutama saat harga energi dunia melonjak. \n\nJK menilai kenaikan harga memang berpotensi memicu protes, namun bisa diterima publik jika dijelaskan dengan transparan, sekaligus mendorong efisiensi konsumsi energi di masyarakat dibanding menahan beban fiskal yang terus membengkak.\n\nVia  \n#mnow #purbaya #jusufkalla #bbm #krisisbbm", "post_id": "3869784899914488233_46229168085"}}, {"key": "nowdots", "attributes": {"label": "nowdots", "x": 918.1618443636163, "y": 409.7806930780118, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 8.5295, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "3869784899914488233_46229168085", "id": "nowdots", "source": "instagram-000001", "content": "- Pemerintah memastikan harga BBM subsidi tidak akan naik hingga akhir tahun meski tekanan global meningkat akibat konflik Timur Tengah. \n\nDalam rapat kerja bersama DPR, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan pemerintah telah menyiapkan berbagai skenario, termasuk jika harga minyak dunia menembus 100 dolar AS per barel. \n\nDengan dukungan cadangan anggaran seperti Sisa Anggaran Lebih (SAL) yang mencapai ratusan triliun rupiah, serta efisiensi belanja kementerian, pemerintah berupaya menjaga stabilitas APBN dan daya beli masyarakat di tengah gejolak ekonomi global.\n\nNamun, pandangan berbeda datang dari Jusuf Kalla yang mengusulkan kenaikan harga BBM sebagai langkah lebih aman untuk jangka panjang. \n\nMenurutnya, mempertahankan subsidi justru berisiko memperlebar defisit dan menambah utang negara, terutama saat harga energi dunia melonjak. \n\nJK menilai kenaikan harga memang berpotensi memicu protes, namun bisa diterima publik jika dijelaskan dengan transparan, sekaligus mendorong efisiensi konsumsi energi di masyarakat dibanding menahan beban fiskal yang terus membengkak.\n\nVia  \n#mnow #purbaya #jusufkalla #bbm #krisisbbm", "post_id": "3869784899914488233_46229168085"}}, {"key": "celebesmedia.id", "attributes": {"label": "celebesmedia.id", "x": 798.7834973113536, "y": 122.16547625607544, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 8.0183, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 2, "degree": 3}, "_id": "3871325650569956016_10864878485", "id": "celebesmedia.id", "source": "instagram-000001", "content": "Nilai tukar rupiah menguat signifikan pada penutupan perdagangan Rabu (8/4/2026), seiring meredanya ketegangan global setelah gencatan senjata sementara antara Amerika Serikat dan Iran.\n\nRupiah tercatat menguat 93 poin atau 0,54 persen menjadi Rp17.012 per dolar AS, dari sebelumnya Rp17.105 per dolar AS. \n\nPenguatan ini mencerminkan meningkatnya kepercayaan pelaku pasar terhadap kondisi ekonomi global yang lebih stabil.\n\nMenteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, menilai bahwa meredanya konflik internasional membuat tekanan eksternal terhadap perekonomian Indonesia ikut berkurang.\n\n\"Ketidakpastian global berkurang kan, (Iran dan AS) itu berdamai. Otomatis rupiah menguat, dan IHSG hampir 3 persen tadi. Kalau global, dan bagus kondisinya jadi kalau sentimen hilang, ya sudah, kelihatan lagi fondasi dasar,\" jelas Prubaya dikutip dari Kompas.com, Rabu (8/4/2026).\n\nDalam kondisi global yang lebih tenang, investor cenderung kembali masuk ke pasar negara berkembang seperti Indonesia. Dampaknya, permintaan terhadap rupiah meningkat sehingga nilainya ikut naik.\n\nFenomena ini tidak hanya terjadi di Indonesia. Sejumlah mata uang Asia lainnya seperti baht Thailand, yuan China, peso Filipina, yen Jepang, dan won Korea Selatan juga mengalami penguatan di kisaran 0,78 persen hingga 1,59 persen.\n\nBaca selengkapnya di www.celebesmedia.id\n\nIkuti juga sosial media kami  & \ndi Instagram, Tiktok, Twitter, Threads, & Youtube\n\n#rupiah #matauang #dolar #nilaitukaruang #uang", "post_id": "3871325650569956016_10864878485"}}, {"key": "celebespsm", "attributes": {"label": "celebespsm", "x": 587.6570956791631, "y": 1.6909271265495018, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 8.0183, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "3871325650569956016_10864878485", "id": "celebespsm", "source": "instagram-000001", "content": "Nilai tukar rupiah menguat signifikan pada penutupan perdagangan Rabu (8/4/2026), seiring meredanya ketegangan global setelah gencatan senjata sementara antara Amerika Serikat dan Iran.\n\nRupiah tercatat menguat 93 poin atau 0,54 persen menjadi Rp17.012 per dolar AS, dari sebelumnya Rp17.105 per dolar AS. \n\nPenguatan ini mencerminkan meningkatnya kepercayaan pelaku pasar terhadap kondisi ekonomi global yang lebih stabil.\n\nMenteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, menilai bahwa meredanya konflik internasional membuat tekanan eksternal terhadap perekonomian Indonesia ikut berkurang.\n\n\"Ketidakpastian global berkurang kan, (Iran dan AS) itu berdamai. Otomatis rupiah menguat, dan IHSG hampir 3 persen tadi. Kalau global, dan bagus kondisinya jadi kalau sentimen hilang, ya sudah, kelihatan lagi fondasi dasar,\" jelas Prubaya dikutip dari Kompas.com, Rabu (8/4/2026).\n\nDalam kondisi global yang lebih tenang, investor cenderung kembali masuk ke pasar negara berkembang seperti Indonesia. Dampaknya, permintaan terhadap rupiah meningkat sehingga nilainya ikut naik.\n\nFenomena ini tidak hanya terjadi di Indonesia. Sejumlah mata uang Asia lainnya seperti baht Thailand, yuan China, peso Filipina, yen Jepang, dan won Korea Selatan juga mengalami penguatan di kisaran 0,78 persen hingga 1,59 persen.\n\nBaca selengkapnya di www.celebesmedia.id\n\nIkuti juga sosial media kami  & \ndi Instagram, Tiktok, Twitter, Threads, & Youtube\n\n#rupiah #matauang #dolar #nilaitukaruang #uang", "post_id": "3871325650569956016_10864878485"}}, {"key": "idntimes.video", "attributes": {"label": "idntimes.video", "x": 747.051518816822, "y": 68.03177217475375, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 4.6105, "eigenvector": 0.0513, "in_degree": 0, "out_degree": 9, "degree": 9}, "_id": "3872122856469946331_2089700769", "id": "idntimes.video", "source": "instagram-000001", "content": "Kala Prabowo Berdiri di Depan Tumpukan Uang Rp11,4 Triliun\n\nJakarta, IDN Times - Tumpukan uang pecahan Rp11.420.104.815.858 (Rp11,4 triliun) dipajang di Kejaksaan Agung (Kejagung), pada Jumat (10/4/2026). Belasan triliun rupiah itu merupakan kerja Satuan Tugas Penertiban Kawasan Hutan (Satgas PKH), hasil denda administratif dan penyelamatan keuangan negara serta penguasaan kembali kawasan hutan tahap VI.\n\nPrabowo meyaksikan langsung penyerahan uang tersebut dari Satgas PKH kepada pemerintah melalui Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa. Setelah menyaksikan penyerahan secara simbolis uang Rp11,4 triliun, Presiden Prabowo Subianto meyampaikan pidato.\n\nTerlihat, Prabowo berdiri di hadapan tumpukan uang Rp11,4 triliun. Tingginya sekitar 2 kali lipat dari ukuran tubuh Prabowo. Dalam kesempatan itu, Prabowo menyampaikan terima kasih kepada Satgas PKH yang telah bekerja keras menyelamatkan uang negara.\n\nReporter : Ilman Naf’ian\nEditor : Pandu\n\nIDN Times - Download IDN App di Google Play Store & App Store\nIkuti terus perkembangannya hanya di IDN Times, ya.\n\nArtikel IDN Times sekarang bisa dibaca di IDN App, lho, download sekarang di Google Play Store & App Store!\nTemukan info TERBARU lainnya:", "post_id": "3872122856469946331_2089700769"}}, {"key": "IDNTimes", "attributes": {"label": "IDNTimes", "x": 300.30945691112964, "y": 799.7726657395973, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 5.046, "eigenvector": 0.0513, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "3872122856469946331_2089700769", "id": "IDNTimes", "source": "instagram-000001", "content": "Kala Prabowo Berdiri di Depan Tumpukan Uang Rp11,4 Triliun\n\nJakarta, IDN Times - Tumpukan uang pecahan Rp11.420.104.815.858 (Rp11,4 triliun) dipajang di Kejaksaan Agung (Kejagung), pada Jumat (10/4/2026). Belasan triliun rupiah itu merupakan kerja Satuan Tugas Penertiban Kawasan Hutan (Satgas PKH), hasil denda administratif dan penyelamatan keuangan negara serta penguasaan kembali kawasan hutan tahap VI.\n\nPrabowo meyaksikan langsung penyerahan uang tersebut dari Satgas PKH kepada pemerintah melalui Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa. Setelah menyaksikan penyerahan secara simbolis uang Rp11,4 triliun, Presiden Prabowo Subianto meyampaikan pidato.\n\nTerlihat, Prabowo berdiri di hadapan tumpukan uang Rp11,4 triliun. Tingginya sekitar 2 kali lipat dari ukuran tubuh Prabowo. Dalam kesempatan itu, Prabowo menyampaikan terima kasih kepada Satgas PKH yang telah bekerja keras menyelamatkan uang negara.\n\nReporter : Ilman Naf’ian\nEditor : Pandu\n\nIDN Times - Download IDN App di Google Play Store & App Store\nIkuti terus perkembangannya hanya di IDN Times, ya.\n\nArtikel IDN Times sekarang bisa dibaca di IDN App, lho, download sekarang di Google Play Store & App Store!\nTemukan info TERBARU lainnya:", "post_id": "3872122856469946331_2089700769"}}, {"key": "IDNTimes.Korea", "attributes": {"label": "IDNTimes.Korea", "x": 588.2825478776101, "y": 321.09512790835316, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 5.046, "eigenvector": 0.0513, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "3872122856469946331_2089700769", "id": "IDNTimes.Korea", "source": "instagram-000001", "content": "Kala Prabowo Berdiri di Depan Tumpukan Uang Rp11,4 Triliun\n\nJakarta, IDN Times - Tumpukan uang pecahan Rp11.420.104.815.858 (Rp11,4 triliun) dipajang di Kejaksaan Agung (Kejagung), pada Jumat (10/4/2026). Belasan triliun rupiah itu merupakan kerja Satuan Tugas Penertiban Kawasan Hutan (Satgas PKH), hasil denda administratif dan penyelamatan keuangan negara serta penguasaan kembali kawasan hutan tahap VI.\n\nPrabowo meyaksikan langsung penyerahan uang tersebut dari Satgas PKH kepada pemerintah melalui Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa. Setelah menyaksikan penyerahan secara simbolis uang Rp11,4 triliun, Presiden Prabowo Subianto meyampaikan pidato.\n\nTerlihat, Prabowo berdiri di hadapan tumpukan uang Rp11,4 triliun. Tingginya sekitar 2 kali lipat dari ukuran tubuh Prabowo. Dalam kesempatan itu, Prabowo menyampaikan terima kasih kepada Satgas PKH yang telah bekerja keras menyelamatkan uang negara.\n\nReporter : Ilman Naf’ian\nEditor : Pandu\n\nIDN Times - Download IDN App di Google Play Store & App Store\nIkuti terus perkembangannya hanya di IDN Times, ya.\n\nArtikel IDN Times sekarang bisa dibaca di IDN App, lho, download sekarang di Google Play Store & App Store!\nTemukan info TERBARU lainnya:", "post_id": "3872122856469946331_2089700769"}}, {"key": "IDNTimes.Community", "attributes": {"label": "IDNTimes.Community", "x": 640.1243762165474, "y": 842.1248312550686, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 5.046, "eigenvector": 0.0513, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "3872122856469946331_2089700769", "id": "IDNTimes.Community", "source": "instagram-000001", "content": "Kala Prabowo Berdiri di Depan Tumpukan Uang Rp11,4 Triliun\n\nJakarta, IDN Times - Tumpukan uang pecahan Rp11.420.104.815.858 (Rp11,4 triliun) dipajang di Kejaksaan Agung (Kejagung), pada Jumat (10/4/2026). Belasan triliun rupiah itu merupakan kerja Satuan Tugas Penertiban Kawasan Hutan (Satgas PKH), hasil denda administratif dan penyelamatan keuangan negara serta penguasaan kembali kawasan hutan tahap VI.\n\nPrabowo meyaksikan langsung penyerahan uang tersebut dari Satgas PKH kepada pemerintah melalui Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa. Setelah menyaksikan penyerahan secara simbolis uang Rp11,4 triliun, Presiden Prabowo Subianto meyampaikan pidato.\n\nTerlihat, Prabowo berdiri di hadapan tumpukan uang Rp11,4 triliun. Tingginya sekitar 2 kali lipat dari ukuran tubuh Prabowo. Dalam kesempatan itu, Prabowo menyampaikan terima kasih kepada Satgas PKH yang telah bekerja keras menyelamatkan uang negara.\n\nReporter : Ilman Naf’ian\nEditor : Pandu\n\nIDN Times - Download IDN App di Google Play Store & App Store\nIkuti terus perkembangannya hanya di IDN Times, ya.\n\nArtikel IDN Times sekarang bisa dibaca di IDN App, lho, download sekarang di Google Play Store & App Store!\nTemukan info TERBARU lainnya:", "post_id": "3872122856469946331_2089700769"}}, {"key": "IDNTimes.Hype", "attributes": {"label": "IDNTimes.Hype", "x": 462.74036222502036, "y": 717.5018857544073, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 5.046, "eigenvector": 0.0513, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "3872122856469946331_2089700769", "id": "IDNTimes.Hype", "source": "instagram-000001", "content": "Kala Prabowo Berdiri di Depan Tumpukan Uang Rp11,4 Triliun\n\nJakarta, IDN Times - Tumpukan uang pecahan Rp11.420.104.815.858 (Rp11,4 triliun) dipajang di Kejaksaan Agung (Kejagung), pada Jumat (10/4/2026). Belasan triliun rupiah itu merupakan kerja Satuan Tugas Penertiban Kawasan Hutan (Satgas PKH), hasil denda administratif dan penyelamatan keuangan negara serta penguasaan kembali kawasan hutan tahap VI.\n\nPrabowo meyaksikan langsung penyerahan uang tersebut dari Satgas PKH kepada pemerintah melalui Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa. Setelah menyaksikan penyerahan secara simbolis uang Rp11,4 triliun, Presiden Prabowo Subianto meyampaikan pidato.\n\nTerlihat, Prabowo berdiri di hadapan tumpukan uang Rp11,4 triliun. Tingginya sekitar 2 kali lipat dari ukuran tubuh Prabowo. Dalam kesempatan itu, Prabowo menyampaikan terima kasih kepada Satgas PKH yang telah bekerja keras menyelamatkan uang negara.\n\nReporter : Ilman Naf’ian\nEditor : Pandu\n\nIDN Times - Download IDN App di Google Play Store & App Store\nIkuti terus perkembangannya hanya di IDN Times, ya.\n\nArtikel IDN Times sekarang bisa dibaca di IDN App, lho, download sekarang di Google Play Store & App Store!\nTemukan info TERBARU lainnya:", "post_id": "3872122856469946331_2089700769"}}, {"key": "Duniaku_com", "attributes": {"label": "Duniaku_com", "x": 290.5445477657133, "y": 136.74730622964236, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 5.046, "eigenvector": 0.0513, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "3872122856469946331_2089700769", "id": "Duniaku_com", "source": "instagram-000001", "content": "Kala Prabowo Berdiri di Depan Tumpukan Uang Rp11,4 Triliun\n\nJakarta, IDN Times - Tumpukan uang pecahan Rp11.420.104.815.858 (Rp11,4 triliun) dipajang di Kejaksaan Agung (Kejagung), pada Jumat (10/4/2026). Belasan triliun rupiah itu merupakan kerja Satuan Tugas Penertiban Kawasan Hutan (Satgas PKH), hasil denda administratif dan penyelamatan keuangan negara serta penguasaan kembali kawasan hutan tahap VI.\n\nPrabowo meyaksikan langsung penyerahan uang tersebut dari Satgas PKH kepada pemerintah melalui Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa. Setelah menyaksikan penyerahan secara simbolis uang Rp11,4 triliun, Presiden Prabowo Subianto meyampaikan pidato.\n\nTerlihat, Prabowo berdiri di hadapan tumpukan uang Rp11,4 triliun. Tingginya sekitar 2 kali lipat dari ukuran tubuh Prabowo. Dalam kesempatan itu, Prabowo menyampaikan terima kasih kepada Satgas PKH yang telah bekerja keras menyelamatkan uang negara.\n\nReporter : Ilman Naf’ian\nEditor : Pandu\n\nIDN Times - Download IDN App di Google Play Store & App Store\nIkuti terus perkembangannya hanya di IDN Times, ya.\n\nArtikel IDN Times sekarang bisa dibaca di IDN App, lho, download sekarang di Google Play Store & App Store!\nTemukan info TERBARU lainnya:", "post_id": "3872122856469946331_2089700769"}}, {"key": "Popbela_com", "attributes": {"label": "Popbela_com", "x": 232.24049580327576, "y": 542.8083061843789, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 5.046, "eigenvector": 0.0513, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "3872122856469946331_2089700769", "id": "Popbela_com", "source": "instagram-000001", "content": "Kala Prabowo Berdiri di Depan Tumpukan Uang Rp11,4 Triliun\n\nJakarta, IDN Times - Tumpukan uang pecahan Rp11.420.104.815.858 (Rp11,4 triliun) dipajang di Kejaksaan Agung (Kejagung), pada Jumat (10/4/2026). Belasan triliun rupiah itu merupakan kerja Satuan Tugas Penertiban Kawasan Hutan (Satgas PKH), hasil denda administratif dan penyelamatan keuangan negara serta penguasaan kembali kawasan hutan tahap VI.\n\nPrabowo meyaksikan langsung penyerahan uang tersebut dari Satgas PKH kepada pemerintah melalui Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa. Setelah menyaksikan penyerahan secara simbolis uang Rp11,4 triliun, Presiden Prabowo Subianto meyampaikan pidato.\n\nTerlihat, Prabowo berdiri di hadapan tumpukan uang Rp11,4 triliun. Tingginya sekitar 2 kali lipat dari ukuran tubuh Prabowo. Dalam kesempatan itu, Prabowo menyampaikan terima kasih kepada Satgas PKH yang telah bekerja keras menyelamatkan uang negara.\n\nReporter : Ilman Naf’ian\nEditor : Pandu\n\nIDN Times - Download IDN App di Google Play Store & App Store\nIkuti terus perkembangannya hanya di IDN Times, ya.\n\nArtikel IDN Times sekarang bisa dibaca di IDN App, lho, download sekarang di Google Play Store & App Store!\nTemukan info TERBARU lainnya:", "post_id": "3872122856469946331_2089700769"}}, {"key": "Popbela.Beauty", "attributes": {"label": "Popbela.Beauty", "x": 287.8001882891194, "y": 241.89215814629583, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 5.046, "eigenvector": 0.0513, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "3872122856469946331_2089700769", "id": "Popbela.Beauty", "source": "instagram-000001", "content": "Kala Prabowo Berdiri di Depan Tumpukan Uang Rp11,4 Triliun\n\nJakarta, IDN Times - Tumpukan uang pecahan Rp11.420.104.815.858 (Rp11,4 triliun) dipajang di Kejaksaan Agung (Kejagung), pada Jumat (10/4/2026). Belasan triliun rupiah itu merupakan kerja Satuan Tugas Penertiban Kawasan Hutan (Satgas PKH), hasil denda administratif dan penyelamatan keuangan negara serta penguasaan kembali kawasan hutan tahap VI.\n\nPrabowo meyaksikan langsung penyerahan uang tersebut dari Satgas PKH kepada pemerintah melalui Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa. Setelah menyaksikan penyerahan secara simbolis uang Rp11,4 triliun, Presiden Prabowo Subianto meyampaikan pidato.\n\nTerlihat, Prabowo berdiri di hadapan tumpukan uang Rp11,4 triliun. Tingginya sekitar 2 kali lipat dari ukuran tubuh Prabowo. Dalam kesempatan itu, Prabowo menyampaikan terima kasih kepada Satgas PKH yang telah bekerja keras menyelamatkan uang negara.\n\nReporter : Ilman Naf’ian\nEditor : Pandu\n\nIDN Times - Download IDN App di Google Play Store & App Store\nIkuti terus perkembangannya hanya di IDN Times, ya.\n\nArtikel IDN Times sekarang bisa dibaca di IDN App, lho, download sekarang di Google Play Store & App Store!\nTemukan info TERBARU lainnya:", "post_id": "3872122856469946331_2089700769"}}, {"key": "Popmama_com", "attributes": {"label": "Popmama_com", "x": 110.49261635418817, "y": 808.6893893354015, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 5.046, "eigenvector": 0.0513, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "3872122856469946331_2089700769", "id": "Popmama_com", "source": "instagram-000001", "content": "Kala Prabowo Berdiri di Depan Tumpukan Uang Rp11,4 Triliun\n\nJakarta, IDN Times - Tumpukan uang pecahan Rp11.420.104.815.858 (Rp11,4 triliun) dipajang di Kejaksaan Agung (Kejagung), pada Jumat (10/4/2026). Belasan triliun rupiah itu merupakan kerja Satuan Tugas Penertiban Kawasan Hutan (Satgas PKH), hasil denda administratif dan penyelamatan keuangan negara serta penguasaan kembali kawasan hutan tahap VI.\n\nPrabowo meyaksikan langsung penyerahan uang tersebut dari Satgas PKH kepada pemerintah melalui Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa. Setelah menyaksikan penyerahan secara simbolis uang Rp11,4 triliun, Presiden Prabowo Subianto meyampaikan pidato.\n\nTerlihat, Prabowo berdiri di hadapan tumpukan uang Rp11,4 triliun. Tingginya sekitar 2 kali lipat dari ukuran tubuh Prabowo. Dalam kesempatan itu, Prabowo menyampaikan terima kasih kepada Satgas PKH yang telah bekerja keras menyelamatkan uang negara.\n\nReporter : Ilman Naf’ian\nEditor : Pandu\n\nIDN Times - Download IDN App di Google Play Store & App Store\nIkuti terus perkembangannya hanya di IDN Times, ya.\n\nArtikel IDN Times sekarang bisa dibaca di IDN App, lho, download sekarang di Google Play Store & App Store!\nTemukan info TERBARU lainnya:", "post_id": "3872122856469946331_2089700769"}}, {"key": "Yummy.idn", "attributes": {"label": "Yummy.idn", "x": 822.9637249350311, "y": 251.3512126302856, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 5.046, "eigenvector": 0.0513, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "3872122856469946331_2089700769", "id": "Yummy.idn", "source": "instagram-000001", "content": "Kala Prabowo Berdiri di Depan Tumpukan Uang Rp11,4 Triliun\n\nJakarta, IDN Times - Tumpukan uang pecahan Rp11.420.104.815.858 (Rp11,4 triliun) dipajang di Kejaksaan Agung (Kejagung), pada Jumat (10/4/2026). Belasan triliun rupiah itu merupakan kerja Satuan Tugas Penertiban Kawasan Hutan (Satgas PKH), hasil denda administratif dan penyelamatan keuangan negara serta penguasaan kembali kawasan hutan tahap VI.\n\nPrabowo meyaksikan langsung penyerahan uang tersebut dari Satgas PKH kepada pemerintah melalui Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa. Setelah menyaksikan penyerahan secara simbolis uang Rp11,4 triliun, Presiden Prabowo Subianto meyampaikan pidato.\n\nTerlihat, Prabowo berdiri di hadapan tumpukan uang Rp11,4 triliun. Tingginya sekitar 2 kali lipat dari ukuran tubuh Prabowo. Dalam kesempatan itu, Prabowo menyampaikan terima kasih kepada Satgas PKH yang telah bekerja keras menyelamatkan uang negara.\n\nReporter : Ilman Naf’ian\nEditor : Pandu\n\nIDN Times - Download IDN App di Google Play Store & App Store\nIkuti terus perkembangannya hanya di IDN Times, ya.\n\nArtikel IDN Times sekarang bisa dibaca di IDN App, lho, download sekarang di Google Play Store & App Store!\nTemukan info TERBARU lainnya:", "post_id": "3872122856469946331_2089700769"}}, {"key": "kabarsamarinda_official", "attributes": {"label": "kabarsamarinda_official", "x": 568.9462396247795, "y": 219.33308310616871, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 4.6105, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "3876316572705611280_34489486378", "id": "kabarsamarinda_official", "source": "instagram-000001", "content": "Indonesia kembali disebut-sebut sebagai salah satu “bright spot” dalam perekonomian global, dengan fundamental yang kuat, kebijakan yang kredibel, serta ketahanan ekonomi yang terjaga di tengah meningkatnya ketidakpastian global.\n\nIMF dan investor global mengapresiasi konsistensi Indonesia dalam menjaga stabilitas makroekonomi melalui sinergi kebijakan fiskal dan moneter yang solid, disiplin dalam mempertahankan defisit di bawah 3% dari PDB, serta respons kebijakan yang adaptif dan forward-looking dalam menghadapi tekanan eksternal.\n\nDi tengah dinamika global yang semakin kompleks, Indonesia dinilai mampu mengelola keseimbangan antara stabilitas dan pertumbuhan secara optimal, dengan tetap menjaga momentum pertumbuhan yang didukung oleh kuatnya permintaan domestik.\n\nHal tersebut disampaikan Managing Director International Monetary Fund (IMF), Kristalina Georgieva, dalam pertemuan dengan Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo, Menteri Keuangan RI Purbaya Yudhi Sadewa dan Dewan Perwakilan Rakyat RI diwakili Wakil Ketua DPR RI Koordinator Bidang Ekonomi dan Keuangan Sari Yuliati, Ketua Komisi XI Mukhamad Misbakhun dan Wakil Mohamad Hekal dalam rangkaian pertemuan lanjutan dengan investor global pada IMF Spring Meetings (14/4/2026).\n\nDengan pertumbuhan ekonomi yang tetap solid didukung oleh permintaan domestik yang kuat, inflasi yang terjaga dalam sasaran, serta pemulihan intermediasi perbankan, Indonesia menunjukkan ketahanan yang konsisten di tengah tekanan eksternal.\n\nSelengkapnya Wajib Baca Di :\nhttps://www.cnbcindonesia.com/news/20260415111435-4-726892/depan-purbaya-bos-bi-dpr-imf-kembali-sebut-ri-titik-terang-dunia\n.\n.\nTitik Favorit Warga JUAL BELI SMARTPHONE di", "post_id": "3876316572705611280_34489486378"}}, {"key": "ogstore.samarinda", "attributes": {"label": "ogstore.samarinda", "x": 361.7216140561398, "y": 636.3639483711343, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 8.5295, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "3876316572705611280_34489486378", "id": "ogstore.samarinda", "source": "instagram-000001", "content": "Indonesia kembali disebut-sebut sebagai salah satu “bright spot” dalam perekonomian global, dengan fundamental yang kuat, kebijakan yang kredibel, serta ketahanan ekonomi yang terjaga di tengah meningkatnya ketidakpastian global.\n\nIMF dan investor global mengapresiasi konsistensi Indonesia dalam menjaga stabilitas makroekonomi melalui sinergi kebijakan fiskal dan moneter yang solid, disiplin dalam mempertahankan defisit di bawah 3% dari PDB, serta respons kebijakan yang adaptif dan forward-looking dalam menghadapi tekanan eksternal.\n\nDi tengah dinamika global yang semakin kompleks, Indonesia dinilai mampu mengelola keseimbangan antara stabilitas dan pertumbuhan secara optimal, dengan tetap menjaga momentum pertumbuhan yang didukung oleh kuatnya permintaan domestik.\n\nHal tersebut disampaikan Managing Director International Monetary Fund (IMF), Kristalina Georgieva, dalam pertemuan dengan Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo, Menteri Keuangan RI Purbaya Yudhi Sadewa dan Dewan Perwakilan Rakyat RI diwakili Wakil Ketua DPR RI Koordinator Bidang Ekonomi dan Keuangan Sari Yuliati, Ketua Komisi XI Mukhamad Misbakhun dan Wakil Mohamad Hekal dalam rangkaian pertemuan lanjutan dengan investor global pada IMF Spring Meetings (14/4/2026).\n\nDengan pertumbuhan ekonomi yang tetap solid didukung oleh permintaan domestik yang kuat, inflasi yang terjaga dalam sasaran, serta pemulihan intermediasi perbankan, Indonesia menunjukkan ketahanan yang konsisten di tengah tekanan eksternal.\n\nSelengkapnya Wajib Baca Di :\nhttps://www.cnbcindonesia.com/news/20260415111435-4-726892/depan-purbaya-bos-bi-dpr-imf-kembali-sebut-ri-titik-terang-dunia\n.\n.\nTitik Favorit Warga JUAL BELI SMARTPHONE di", "post_id": "3876316572705611280_34489486378"}}, {"key": "pajakmedanpolonia", "attributes": {"label": "pajakmedanpolonia", "x": 894.9344916002284, "y": 488.40438372685503, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 4.6105, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 3, "degree": 3}, "_id": "3870633112569670081_7591559289", "id": "pajakmedanpolonia", "source": "instagram-000001", "content": "Halo\n#KawanPajak\n\nInformasi terbaru untuk Tarif Kurs sebagai Dasar Tarif dalam Transaksi Internasional periode 8 - 14 April 2026 diatur dalam Keputusan Menteri Keuangan Nomor 15/MK/EF.2/2026\n\nInfo selengkapnya dapat dilihat pada fiskal.kemenkeu.go.id.\n\nJangan sampai ketinggalan!\n\n#EdukasiPajak\n#PajakTumbuhIndonesiaTangguh\n#UangKitaUntukKita", "post_id": "3870633112569670081_7591559289"}}, {"key": "ditjenpajakRI", "attributes": {"label": "ditjenpajakRI", "x": 608.5534635324157, "y": 668.1256301706719, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 7.2232, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "3870633112569670081_7591559289", "id": "ditjenpajakRI", "source": "instagram-000001", "content": "Halo\n#KawanPajak\n\nInformasi terbaru untuk Tarif Kurs sebagai Dasar Tarif dalam Transaksi Internasional periode 8 - 14 April 2026 diatur dalam Keputusan Menteri Keuangan Nomor 15/MK/EF.2/2026\n\nInfo selengkapnya dapat dilihat pada fiskal.kemenkeu.go.id.\n\nJangan sampai ketinggalan!\n\n#EdukasiPajak\n#PajakTumbuhIndonesiaTangguh\n#UangKitaUntukKita", "post_id": "3870633112569670081_7591559289"}}, {"key": "kemenkeuRI", "attributes": {"label": "kemenkeuRI", "x": 82.44828693147387, "y": 226.59387860469872, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 7.2232, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "3870633112569670081_7591559289", "id": "kemenkeuRI", "source": "instagram-000001", "content": "Halo\n#KawanPajak\n\nInformasi terbaru untuk Tarif Kurs sebagai Dasar Tarif dalam Transaksi Internasional periode 8 - 14 April 2026 diatur dalam Keputusan Menteri Keuangan Nomor 15/MK/EF.2/2026\n\nInfo selengkapnya dapat dilihat pada fiskal.kemenkeu.go.id.\n\nJangan sampai ketinggalan!\n\n#EdukasiPajak\n#PajakTumbuhIndonesiaTangguh\n#UangKitaUntukKita", "post_id": "3870633112569670081_7591559289"}}, {"key": "pajaksumut1", "attributes": {"label": "pajaksumut1", "x": 288.4373815601763, "y": 645.7022380201992, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 7.2232, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "3870633112569670081_7591559289", "id": "pajaksumut1", "source": "instagram-000001", "content": "Halo\n#KawanPajak\n\nInformasi terbaru untuk Tarif Kurs sebagai Dasar Tarif dalam Transaksi Internasional periode 8 - 14 April 2026 diatur dalam Keputusan Menteri Keuangan Nomor 15/MK/EF.2/2026\n\nInfo selengkapnya dapat dilihat pada fiskal.kemenkeu.go.id.\n\nJangan sampai ketinggalan!\n\n#EdukasiPajak\n#PajakTumbuhIndonesiaTangguh\n#UangKitaUntukKita", "post_id": "3870633112569670081_7591559289"}}, {"key": "ntvjakartaselatan", "attributes": {"label": "ntvjakartaselatan", "x": 339.36817795163233, "y": 781.3700063512134, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 4.6105, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "7633436873578319111", "id": "ntvjakartaselatan", "source": "tiktok-000001", "content": "Terkait melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar amerika serikat yang menembus level 17.300 rupiah. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan hal tersebut bukan dipicu memburuknya kondisi ekonomi dalam negeri. Ekonomi Indonesia masih lebih baik dibandingkan negara tetangga yakni malaysia dan thailand hanya kurs nilai tukarnya yang berbeda.   #nusantaratv #nusantaratvsahabatkita #menkeu #purbaya #ekonomi", "post_id": "7633436873578319111"}}, {"key": "official.ntv", "attributes": {"label": "official.ntv", "x": 285.38238445624876, "y": 105.66346032251894, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 6.57, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7633436873578319111", "id": "official.ntv", "source": "tiktok-000001", "content": "Terkait melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar amerika serikat yang menembus level 17.300 rupiah. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan hal tersebut bukan dipicu memburuknya kondisi ekonomi dalam negeri. Ekonomi Indonesia masih lebih baik dibandingkan negara tetangga yakni malaysia dan thailand hanya kurs nilai tukarnya yang berbeda.   #nusantaratv #nusantaratvsahabatkita #menkeu #purbaya #ekonomi", "post_id": "7633436873578319111"}}, {"key": "ntvnews.id", "attributes": {"label": "ntvnews.id", "x": 624.8262478536818, "y": 339.2112963041455, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 6.57, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7633436873578319111", "id": "ntvnews.id", "source": "tiktok-000001", "content": "Terkait melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar amerika serikat yang menembus level 17.300 rupiah. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan hal tersebut bukan dipicu memburuknya kondisi ekonomi dalam negeri. Ekonomi Indonesia masih lebih baik dibandingkan negara tetangga yakni malaysia dan thailand hanya kurs nilai tukarnya yang berbeda.   #nusantaratv #nusantaratvsahabatkita #menkeu #purbaya #ekonomi", "post_id": "7633436873578319111"}}, {"key": "total.litas3", "attributes": {"label": "total.litas3", "x": 491.93434007426083, "y": 984.9217005766651, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 4.6105, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "7633262933081918740", "id": "total.litas3", "source": "tiktok-000001", "content": "#duet dengan  #republika  Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa pelemahan rupiah hingga menembus level Rp17.300 per dolar AS (data per 24 April 2026) bukan tanda ekonomi Indonesia memburuk. Purbaya menilai fundamental ekonomi domestik masih kuat dibandingkan negara tetangga, dan menekankan bahwa kondisi saat ini lebih dipengaruhi oleh sentimen pasar global.  Berikut adalah poin penting dari situasi tersebut: Kurs Rupiah: Sempat menyentuh level Rp17.300-an per dolar AS. Posisi Pemerintah: Purbaya membantah krisis ekonomi dan mengklaim fundamental ekonomi RI masih lebih kuat dibanding ringgit Malaysia dan baht Thailand. Penyebab: Pelemahah diklaim lebih karena faktor global dan ekspektasi pasar, bukan kerusakan ekonomi domestik. Respons: Bank Indonesia (BI) memperkuat intervensi mata uang.  Purbaya mengimbau agar pelaku pasar tidak reaktif dan tetap tenang melihat pergerakan mata uang regional.  #jagaindonesia #jagaekonomiindonesia #tolakhoakskrisis", "post_id": "7633262933081918740"}}, {"key": "Republika", "attributes": {"label": "Republika", "x": 65.09787087364927, "y": 186.60742171008204, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 8.5295, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7633262933081918740", "id": "Republika", "source": "tiktok-000001", "content": "#duet dengan  #republika  Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa pelemahan rupiah hingga menembus level Rp17.300 per dolar AS (data per 24 April 2026) bukan tanda ekonomi Indonesia memburuk. Purbaya menilai fundamental ekonomi domestik masih kuat dibandingkan negara tetangga, dan menekankan bahwa kondisi saat ini lebih dipengaruhi oleh sentimen pasar global.  Berikut adalah poin penting dari situasi tersebut: Kurs Rupiah: Sempat menyentuh level Rp17.300-an per dolar AS. Posisi Pemerintah: Purbaya membantah krisis ekonomi dan mengklaim fundamental ekonomi RI masih lebih kuat dibanding ringgit Malaysia dan baht Thailand. Penyebab: Pelemahah diklaim lebih karena faktor global dan ekspektasi pasar, bukan kerusakan ekonomi domestik. Respons: Bank Indonesia (BI) memperkuat intervensi mata uang.  Purbaya mengimbau agar pelaku pasar tidak reaktif dan tetap tenang melihat pergerakan mata uang regional.  #jagaindonesia #jagaekonomiindonesia #tolakhoakskrisis", "post_id": "7633262933081918740"}}, {"key": "bahasbarenglagi", "attributes": {"label": "bahasbarenglagi", "x": 835.6124247581101, "y": 744.5045618533633, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 4.6105, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "7632164388304194817", "id": "bahasbarenglagi", "source": "tiktok-000001", "content": "Kementerian Keuangan (Kemenkeu) memberikan klarifikasi resmi atas beredarnya kabar bohong mengenai ketahanan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) serta pelemahan nilai tukar rupiah pada Kamis (23/4/2026). Pemerintah memastikan bahwa informasi yang menyebut APBN hanya mampu bertahan selama tiga bulan adalah tidak benar. Sebagaimana dilansir dari Detik Finance, narasi menyesatkan tersebut juga mencatut nama Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa. Kemenkeu mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya, terutama yang menyangkut stabilitas ekonomi nasional. \"Berita yang beredar mengenai APBN RI hanya cukup untuk 3 bulan dan rupiah bisa menyentuh Rp 20.000 per dolar AS merupakan berita hoaks,\" tulis unggahan di Instagram resmi , Kamis (23/4/2026). #fypppppppppppppppppppppp #purbayayudhisadewa #kemenkeu #PemerintahJagaAPBN", "post_id": "7632164388304194817"}}, {"key": "ppid.kemenkeu", "attributes": {"label": "ppid.kemenkeu", "x": 119.2087530977759, "y": 138.58417148688906, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 8.5295, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7632164388304194817", "id": "ppid.kemenkeu", "source": "tiktok-000001", "content": "Kementerian Keuangan (Kemenkeu) memberikan klarifikasi resmi atas beredarnya kabar bohong mengenai ketahanan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) serta pelemahan nilai tukar rupiah pada Kamis (23/4/2026). Pemerintah memastikan bahwa informasi yang menyebut APBN hanya mampu bertahan selama tiga bulan adalah tidak benar. Sebagaimana dilansir dari Detik Finance, narasi menyesatkan tersebut juga mencatut nama Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa. Kemenkeu mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya, terutama yang menyangkut stabilitas ekonomi nasional. \"Berita yang beredar mengenai APBN RI hanya cukup untuk 3 bulan dan rupiah bisa menyentuh Rp 20.000 per dolar AS merupakan berita hoaks,\" tulis unggahan di Instagram resmi , Kamis (23/4/2026). #fypppppppppppppppppppppp #purbayayudhisadewa #kemenkeu #PemerintahJagaAPBN", "post_id": "7632164388304194817"}}, {"key": "singkatberita.id", "attributes": {"label": "singkatberita.id", "x": 742.4770827643907, "y": 177.95926675071306, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 4.6105, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 5, "degree": 5}, "_id": "7633775822737919253", "id": "singkatberita.id", "source": "tiktok-000001", "content": "Bukan Soal Fundamental! 💸📉 Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa angkat bicara soal dinamika Rupiah. Pelemahan yang terjadi lebih banyak dipicu oleh faktor global dan ekspektasi pasar, bukan karena kondisi ekonomi dalam negeri yang rapuh. Strategi Kemenkeu: ✅ Menjaga narasi ekonomi tetap positif dari gangguan luar. ✅ Memperbaiki efektivitas kebijakan. ✅ Menambal kebocoran sistem perpajakan. Ekonomi kita masih tangguh, jangan biarkan noise global bikin panik! 🇮🇩💪 Sumber:      #UpdateEkonomi #Rupiah #PurbayaYudhiSadewa #Fiskal #InfoKeuangan", "post_id": "7633775822737919253"}}, {"key": "flazztax", "attributes": {"label": "flazztax", "x": 640.9205374736799, "y": 696.5520119204042, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 5.3943, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7633775822737919253", "id": "flazztax", "source": "tiktok-000001", "content": "Bukan Soal Fundamental! 💸📉 Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa angkat bicara soal dinamika Rupiah. Pelemahan yang terjadi lebih banyak dipicu oleh faktor global dan ekspektasi pasar, bukan karena kondisi ekonomi dalam negeri yang rapuh. Strategi Kemenkeu: ✅ Menjaga narasi ekonomi tetap positif dari gangguan luar. ✅ Memperbaiki efektivitas kebijakan. ✅ Menambal kebocoran sistem perpajakan. Ekonomi kita masih tangguh, jangan biarkan noise global bikin panik! 🇮🇩💪 Sumber:      #UpdateEkonomi #Rupiah #PurbayaYudhiSadewa #Fiskal #InfoKeuangan", "post_id": "7633775822737919253"}}, {"key": "incauniversity", "attributes": {"label": "incauniversity", "x": 826.2079460986081, "y": 861.420766937882, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 5.3943, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7633775822737919253", "id": "incauniversity", "source": "tiktok-000001", "content": "Bukan Soal Fundamental! 💸📉 Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa angkat bicara soal dinamika Rupiah. Pelemahan yang terjadi lebih banyak dipicu oleh faktor global dan ekspektasi pasar, bukan karena kondisi ekonomi dalam negeri yang rapuh. Strategi Kemenkeu: ✅ Menjaga narasi ekonomi tetap positif dari gangguan luar. ✅ Memperbaiki efektivitas kebijakan. ✅ Menambal kebocoran sistem perpajakan. Ekonomi kita masih tangguh, jangan biarkan noise global bikin panik! 🇮🇩💪 Sumber:      #UpdateEkonomi #Rupiah #PurbayaYudhiSadewa #Fiskal #InfoKeuangan", "post_id": "7633775822737919253"}}, {"key": "goodnewsfromindonesia", "attributes": {"label": "goodnewsfromindonesia", "x": 595.2806852068571, "y": 813.7308908920929, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 5.3943, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7633775822737919253", "id": "goodnewsfromindonesia", "source": "tiktok-000001", "content": "Bukan Soal Fundamental! 💸📉 Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa angkat bicara soal dinamika Rupiah. Pelemahan yang terjadi lebih banyak dipicu oleh faktor global dan ekspektasi pasar, bukan karena kondisi ekonomi dalam negeri yang rapuh. Strategi Kemenkeu: ✅ Menjaga narasi ekonomi tetap positif dari gangguan luar. ✅ Memperbaiki efektivitas kebijakan. ✅ Menambal kebocoran sistem perpajakan. Ekonomi kita masih tangguh, jangan biarkan noise global bikin panik! 🇮🇩💪 Sumber:      #UpdateEkonomi #Rupiah #PurbayaYudhiSadewa #Fiskal #InfoKeuangan", "post_id": "7633775822737919253"}}, {"key": "gusbarra_", "attributes": {"label": "gusbarra_", "x": 885.0330420088306, "y": 805.6035795743024, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 5.3943, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7633775822737919253", "id": "gusbarra_", "source": "tiktok-000001", "content": "Bukan Soal Fundamental! 💸📉 Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa angkat bicara soal dinamika Rupiah. Pelemahan yang terjadi lebih banyak dipicu oleh faktor global dan ekspektasi pasar, bukan karena kondisi ekonomi dalam negeri yang rapuh. Strategi Kemenkeu: ✅ Menjaga narasi ekonomi tetap positif dari gangguan luar. ✅ Memperbaiki efektivitas kebijakan. ✅ Menambal kebocoran sistem perpajakan. Ekonomi kita masih tangguh, jangan biarkan noise global bikin panik! 🇮🇩💪 Sumber:      #UpdateEkonomi #Rupiah #PurbayaYudhiSadewa #Fiskal #InfoKeuangan", "post_id": "7633775822737919253"}}, {"key": "metrotv", "attributes": {"label": "metrotv", "x": 114.14653731327118, "y": 707.6122994657268, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 5.3943, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7633775822737919253", "id": "metrotv", "source": "tiktok-000001", "content": "Bukan Soal Fundamental! 💸📉 Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa angkat bicara soal dinamika Rupiah. Pelemahan yang terjadi lebih banyak dipicu oleh faktor global dan ekspektasi pasar, bukan karena kondisi ekonomi dalam negeri yang rapuh. Strategi Kemenkeu: ✅ Menjaga narasi ekonomi tetap positif dari gangguan luar. ✅ Memperbaiki efektivitas kebijakan. ✅ Menambal kebocoran sistem perpajakan. Ekonomi kita masih tangguh, jangan biarkan noise global bikin panik! 🇮🇩💪 Sumber:      #UpdateEkonomi #Rupiah #PurbayaYudhiSadewa #Fiskal #InfoKeuangan", "post_id": "7633775822737919253"}}, {"key": "sahabatmasyarakatofc", "attributes": {"label": "sahabatmasyarakatofc", "x": 655.2488708119595, "y": 933.031279108869, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 4.6105, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "7558898158819118348", "id": "sahabatmasyarakatofc", "source": "tiktok-000001", "content": "repost from   Direktur Jenderal (Dirjen) Pajak Kementerian Keuangan Bimo Wijayanto mengungkap telah memecat 26 pegawai Direktorat Jenderal Pajak (DJP). 13 pegawai lainnya juga sedang dalam proses pemberhentian. Pemecatan tersebut terkait dengan fraud dan sebagai bagian dari strategi pemulihan kepercayaan publik terhadap institusi pajak. \"Dapat kami laporkan, kami dengan sangat menyesal sudah memecat 26 karyawan, kemudian hari ini di meja saya tambah lagi 13,\" ujar Bimo dikutip dari Antara, Selasa (7/10). \"Seratus rupiah saja ada fraud yang dilakukan oleh anggota kami, akan saya pecat. 'Handphone' saya terbuka untuk 'whistle blower' dari Bapak, Ibu dan saya jamin keamanannya,\" ucap Bimo. Tindakan bersih-bersih tersebut mendapat dukungan dari Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa. Menurutnya, pemecatan berdasarkan temuan penerimaan uang di luar kewenangan. \"Kalau sudah kedapatan menerima uang, apalagi bukan haknya, itu pelanggaran berat. Tak ada ampun, langsung dipecat,\" ujar Purbaya. \"Kita ingin DJP bersih. Sekarang bukan zamannya lagi bermain-main,\" katanya.", "post_id": "7558898158819118348"}}, {"key": "ctd.insider", "attributes": {"label": "ctd.insider", "x": 348.21233687315356, "y": 507.9426262134168, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 8.5295, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7558898158819118348", "id": "ctd.insider", "source": "tiktok-000001", "content": "repost from   Direktur Jenderal (Dirjen) Pajak Kementerian Keuangan Bimo Wijayanto mengungkap telah memecat 26 pegawai Direktorat Jenderal Pajak (DJP). 13 pegawai lainnya juga sedang dalam proses pemberhentian. Pemecatan tersebut terkait dengan fraud dan sebagai bagian dari strategi pemulihan kepercayaan publik terhadap institusi pajak. \"Dapat kami laporkan, kami dengan sangat menyesal sudah memecat 26 karyawan, kemudian hari ini di meja saya tambah lagi 13,\" ujar Bimo dikutip dari Antara, Selasa (7/10). \"Seratus rupiah saja ada fraud yang dilakukan oleh anggota kami, akan saya pecat. 'Handphone' saya terbuka untuk 'whistle blower' dari Bapak, Ibu dan saya jamin keamanannya,\" ucap Bimo. Tindakan bersih-bersih tersebut mendapat dukungan dari Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa. Menurutnya, pemecatan berdasarkan temuan penerimaan uang di luar kewenangan. \"Kalau sudah kedapatan menerima uang, apalagi bukan haknya, itu pelanggaran berat. Tak ada ampun, langsung dipecat,\" ujar Purbaya. \"Kita ingin DJP bersih. Sekarang bukan zamannya lagi bermain-main,\" katanya.", "post_id": "7558898158819118348"}}, {"key": "poreofficial_", "attributes": {"label": "poreofficial_", "x": 593.0470513880101, "y": 947.9831771910062, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 4.6105, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 6, "degree": 6}, "_id": "7548020224709102904", "id": "poreofficial_", "source": "tiktok-000001", "content": "Anak Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa, yakni Yudo Sadewa, mendadak jadi perbincangan publik usai unggahannya di Threads viral pada 9 September 2025. Melalui akun , Yudo menyindir mantan Menkeu Sri Mulyani dengan pernyataan yang menuai kontroversi. Ia menuliskan, “Alhamdulillah, ayahku melengserkan agen CIA Amerika yang menyamar menjadi menteri.” Unggahan tersebut kemudian diunggah ulang oleh sejumlah akun Instagram hingga menyebar luas. Respons publik pun bermunculan. Banyak netizen mengecam ucapan Yudo yang dianggap menyebarkan narasi konspirasi. Tak lama setelah kontroversi merebak, akun Threads dan Instagram  menghilang. Meski demikian, akun Instagram lain miliknya, , diketahui masih ada meski kini diprivat. Selain unggahan bernada sindiran tersebut, Yudo sebelumnya juga sempat mengucapkan syukur atas pelantikan ayahnya sebagai Menkeu dengan menulis, “My father become the minister of finance” Publik lantas mengaitkan sikap Yudo dengan fenomena anak pejabat yang kerap menimbulkan kontroversi. Jejak di Dunia Kripto Sebelum dikenal lewat kontroversinya, Yudo Sadewa sebenarnya sudah memiliki nama di kalangan komunitas aset digital. Ia aktif sebagai trader kripto sejak duduk di bangku SMA dan mengaku pernah meraih keuntungan ratusan juta rupiah dari aset Shiba Inu pada 2022. Yudo menerapkan strategi scalping, yakni teknik jual-beli aset dalam waktu sangat singkat untuk meraih keuntungan kecil secara berulang. Ia juga pernah membagikan konten terkait Akademi Crypto milik Timothy Ronald, serta mengaku berinvestasi di saham, obligasi, forex, hingga menggelontorkan Rp100 juta di Binary Option. Biodata Yudo Sadewa Nama Lengkap: Yudo Sadewa Tanggal lahir: tidak diketahui Agama: tidak dipublikasikan Orang Tua: Purbaya Yudhi Sadewa (Menteri Keuangan) Profesi/ Aktivitas: Trader kripto, investor aset digital Pendidikan: Masih berstatus pelajar SMA ketika mulai dikenal publik (2022) Pengalaman: Trader kripto dengan strategi scalping Investor di saham, obligasi, forex, dan Binary Option Pernah viral setelah meraih keuntungan besar dari Shiba Inu Akun Media Sosial: Threads:  (sudah hilang) Instagram:  (sudah tidak aktif) Instagram:  (masih ada, kini diprivat)", "post_id": "7548020224709102904"}}, {"key": "yvdos4dewa", "attributes": {"label": "yvdos4dewa", "x": 12.626963394346213, "y": 290.94307209588055, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 5.2637, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 4, "out_degree": 0, "degree": 4}, "_id": "7548020224709102904", "id": "yvdos4dewa", "source": "tiktok-000001", "content": "Anak Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa, yakni Yudo Sadewa, mendadak jadi perbincangan publik usai unggahannya di Threads viral pada 9 September 2025. Melalui akun , Yudo menyindir mantan Menkeu Sri Mulyani dengan pernyataan yang menuai kontroversi. Ia menuliskan, “Alhamdulillah, ayahku melengserkan agen CIA Amerika yang menyamar menjadi menteri.” Unggahan tersebut kemudian diunggah ulang oleh sejumlah akun Instagram hingga menyebar luas. Respons publik pun bermunculan. Banyak netizen mengecam ucapan Yudo yang dianggap menyebarkan narasi konspirasi. Tak lama setelah kontroversi merebak, akun Threads dan Instagram  menghilang. Meski demikian, akun Instagram lain miliknya, , diketahui masih ada meski kini diprivat. Selain unggahan bernada sindiran tersebut, Yudo sebelumnya juga sempat mengucapkan syukur atas pelantikan ayahnya sebagai Menkeu dengan menulis, “My father become the minister of finance” Publik lantas mengaitkan sikap Yudo dengan fenomena anak pejabat yang kerap menimbulkan kontroversi. Jejak di Dunia Kripto Sebelum dikenal lewat kontroversinya, Yudo Sadewa sebenarnya sudah memiliki nama di kalangan komunitas aset digital. Ia aktif sebagai trader kripto sejak duduk di bangku SMA dan mengaku pernah meraih keuntungan ratusan juta rupiah dari aset Shiba Inu pada 2022. Yudo menerapkan strategi scalping, yakni teknik jual-beli aset dalam waktu sangat singkat untuk meraih keuntungan kecil secara berulang. Ia juga pernah membagikan konten terkait Akademi Crypto milik Timothy Ronald, serta mengaku berinvestasi di saham, obligasi, forex, hingga menggelontorkan Rp100 juta di Binary Option. Biodata Yudo Sadewa Nama Lengkap: Yudo Sadewa Tanggal lahir: tidak diketahui Agama: tidak dipublikasikan Orang Tua: Purbaya Yudhi Sadewa (Menteri Keuangan) Profesi/ Aktivitas: Trader kripto, investor aset digital Pendidikan: Masih berstatus pelajar SMA ketika mulai dikenal publik (2022) Pengalaman: Trader kripto dengan strategi scalping Investor di saham, obligasi, forex, dan Binary Option Pernah viral setelah meraih keuntungan besar dari Shiba Inu Akun Media Sosial: Threads:  (sudah hilang) Instagram:  (sudah tidak aktif) Instagram:  (masih ada, kini diprivat)", "post_id": "7548020224709102904"}}, {"key": "yudosadewa", "attributes": {"label": "yudosadewa", "x": 395.83549882182535, "y": 157.4901200922213, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 5.2637, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "7548020224709102904", "id": "yudosadewa", "source": "tiktok-000001", "content": "Anak Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa, yakni Yudo Sadewa, mendadak jadi perbincangan publik usai unggahannya di Threads viral pada 9 September 2025. Melalui akun , Yudo menyindir mantan Menkeu Sri Mulyani dengan pernyataan yang menuai kontroversi. Ia menuliskan, “Alhamdulillah, ayahku melengserkan agen CIA Amerika yang menyamar menjadi menteri.” Unggahan tersebut kemudian diunggah ulang oleh sejumlah akun Instagram hingga menyebar luas. Respons publik pun bermunculan. Banyak netizen mengecam ucapan Yudo yang dianggap menyebarkan narasi konspirasi. Tak lama setelah kontroversi merebak, akun Threads dan Instagram  menghilang. Meski demikian, akun Instagram lain miliknya, , diketahui masih ada meski kini diprivat. Selain unggahan bernada sindiran tersebut, Yudo sebelumnya juga sempat mengucapkan syukur atas pelantikan ayahnya sebagai Menkeu dengan menulis, “My father become the minister of finance” Publik lantas mengaitkan sikap Yudo dengan fenomena anak pejabat yang kerap menimbulkan kontroversi. Jejak di Dunia Kripto Sebelum dikenal lewat kontroversinya, Yudo Sadewa sebenarnya sudah memiliki nama di kalangan komunitas aset digital. Ia aktif sebagai trader kripto sejak duduk di bangku SMA dan mengaku pernah meraih keuntungan ratusan juta rupiah dari aset Shiba Inu pada 2022. Yudo menerapkan strategi scalping, yakni teknik jual-beli aset dalam waktu sangat singkat untuk meraih keuntungan kecil secara berulang. Ia juga pernah membagikan konten terkait Akademi Crypto milik Timothy Ronald, serta mengaku berinvestasi di saham, obligasi, forex, hingga menggelontorkan Rp100 juta di Binary Option. Biodata Yudo Sadewa Nama Lengkap: Yudo Sadewa Tanggal lahir: tidak diketahui Agama: tidak dipublikasikan Orang Tua: Purbaya Yudhi Sadewa (Menteri Keuangan) Profesi/ Aktivitas: Trader kripto, investor aset digital Pendidikan: Masih berstatus pelajar SMA ketika mulai dikenal publik (2022) Pengalaman: Trader kripto dengan strategi scalping Investor di saham, obligasi, forex, dan Binary Option Pernah viral setelah meraih keuntungan besar dari Shiba Inu Akun Media Sosial: Threads:  (sudah hilang) Instagram:  (sudah tidak aktif) Instagram:  (masih ada, kini diprivat)", "post_id": "7548020224709102904"}}, {"key": "hybest.info", "attributes": {"label": "hybest.info", "x": 821.3955137214508, "y": 635.8194160503076, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 4.6105, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "7571849378319699207", "id": "hybest.info", "source": "tiktok-000001", "content": "Presiden Prabowo Subianto mengambil langkah tegas dalam pengelolaan keuangan daerah jelang akhir tahun 2025. Langkah ini muncul usai teguran resmi yang dikirim oleh Purbaya Yudhi Sadewa sebagai Menteri Keuangan kepada para gubernur, bupati, dan wali kota lewat surat bernomor S-662/MK.08/2025 bertanggal 20 Oktober 2025. Dalam surat tersebut, Purbaya mencatat bahwa meskipun realisasi penyaluran dana transfer ke daerah (TKD) telah mencapai sekitar 74 % dari pagu, realisasi belanja daerah dari APBD mengalami penurunan dibanding tahun sebelumnya dan simpanan daerah di perbankan justru meningkat.  Menindaklanjuti kondisi itu, Presiden Prabowo memimpin rapat terbatas di Pangkalan Udara Halim Perdanakusuma, Jakarta, sebelum kunjungan kenegaraannya ke Australia. Dalam rapat tersebut, beliau memerintahkan Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi untuk melakukan koordinasi dan pemeriksaan khusus terhadap penyerapan serta penggunaan dana-transfer tersebut yang dikelola oleh pemerintah daerah.  Presiden menegaskan bahwa “setiap rupiah uang rakyat harus tepat sasaran dan digunakan sesuai periode waktu yang telah ditetapkan, termasuk dana daerah.” Instruksi ini dikeluarkan sebagai respons terhadap fakta bahwa simpanan dana pemerintah daerah di perbankan meningkat — sebuah indikator bahwa dana yang sudah disalurkan belum terserap secara optimal ke program dan proyek di lapangan. source: cnbcindonesia Follow  untuk info menarik lainnya! #hybestinfo #prabowo #presidenprabowo #purbaya #TKD", "post_id": "7571849378319699207"}}, {"key": "hybestinfo", "attributes": {"label": "hybestinfo", "x": 569.1811831751625, "y": 203.63362753516168, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 8.5295, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7571849378319699207", "id": "hybestinfo", "source": "tiktok-000001", "content": "Presiden Prabowo Subianto mengambil langkah tegas dalam pengelolaan keuangan daerah jelang akhir tahun 2025. Langkah ini muncul usai teguran resmi yang dikirim oleh Purbaya Yudhi Sadewa sebagai Menteri Keuangan kepada para gubernur, bupati, dan wali kota lewat surat bernomor S-662/MK.08/2025 bertanggal 20 Oktober 2025. Dalam surat tersebut, Purbaya mencatat bahwa meskipun realisasi penyaluran dana transfer ke daerah (TKD) telah mencapai sekitar 74 % dari pagu, realisasi belanja daerah dari APBD mengalami penurunan dibanding tahun sebelumnya dan simpanan daerah di perbankan justru meningkat.  Menindaklanjuti kondisi itu, Presiden Prabowo memimpin rapat terbatas di Pangkalan Udara Halim Perdanakusuma, Jakarta, sebelum kunjungan kenegaraannya ke Australia. Dalam rapat tersebut, beliau memerintahkan Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi untuk melakukan koordinasi dan pemeriksaan khusus terhadap penyerapan serta penggunaan dana-transfer tersebut yang dikelola oleh pemerintah daerah.  Presiden menegaskan bahwa “setiap rupiah uang rakyat harus tepat sasaran dan digunakan sesuai periode waktu yang telah ditetapkan, termasuk dana daerah.” Instruksi ini dikeluarkan sebagai respons terhadap fakta bahwa simpanan dana pemerintah daerah di perbankan meningkat — sebuah indikator bahwa dana yang sudah disalurkan belum terserap secara optimal ke program dan proyek di lapangan. source: cnbcindonesia Follow  untuk info menarik lainnya! #hybestinfo #prabowo #presidenprabowo #purbaya #TKD", "post_id": "7571849378319699207"}}, {"key": "sukses.clipp", "attributes": {"label": "sukses.clipp", "x": 345.9363329906031, "y": 868.0813734090543, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 4.6105, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "7634474453472251156", "id": "sukses.clipp", "source": "tiktok-000001", "content": "NEGARA BANTAH PAJAK ORANG KAYA, RUPIAH BISA PULIH?  Kabar gembira buat kamu yang sempat was-was dengan kabar pajak! Pak Purbaya baru saja memberikan klarifikasi penting terkait regulasi yang sempat bikin heboh. Banyak rumor simpang siur soal pajak baru yang membuat investor ketakutan, tapi ini dia fakta terbarunya: Tidak Ada Pajak Tambahan: Pak Purbaya menegaskan bahwa wacana soal Pajak Orang Kaya (Wealth Tax) dan Pajak Jalan Tol tidak akan diterapkan dalam waktu dekat. Syarat Ekonomi Pulih: Beliau menambahkan, tidak akan ada penerapan pajak tambahan sampai kondisi ekonomi negara kita dipandang sudah cukup baik dan daya beli masyarakat menguat. Potensi Kembalinya Dana Asing: Klarifikasi ini diharapkan bisa menjadi angin segar bagi mata uang kita. Sentimen positif ini membuka peluang bagi kembalinya dana-dana asing yang sempat lari dari Indonesia. Ini adalah katalis positif yang diharapkan bisa menstabilkan Rupiah dan memulihkan kepercayaan market. Bagaimana menurutmu, apakah ini sinyal baik buat pasar modal kita?  Sekuritas  #SucorSekuritas #SahamIndonesia #BeXpertWithSucor #bernardwijaya17 #bernardxgcpk2 Keywords: Bernard Wijaya, Sucor Sekuritas, Purbaya Yudhi Sadewa, Kebijakan Pajak, Pajak Orang Kaya, Wealth Tax Indonesia, Pajak Jalan Tol, Klarifikasi Pajak, Ekonomi Indonesia, Daya Beli Masyarakat, Pemulihan Ekonomi, Rupiah Menguat, Prediksi Rupiah, Dana Asing Kembali, Capital Inflow, Sentimen Pasar, IHSG, Market Update Indonesia, Berita Ekonomi Terbaru, Kebijakan Fiskal, Investasi Aman, Peluang Investasi, Saham Cuan, Volatilitas Rupiah.", "post_id": "7634474453472251156"}}, {"key": "Sucor", "attributes": {"label": "Sucor", "x": 127.9207279241572, "y": 744.9365278124052, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 8.5295, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7634474453472251156", "id": "Sucor", "source": "tiktok-000001", "content": "NEGARA BANTAH PAJAK ORANG KAYA, RUPIAH BISA PULIH?  Kabar gembira buat kamu yang sempat was-was dengan kabar pajak! Pak Purbaya baru saja memberikan klarifikasi penting terkait regulasi yang sempat bikin heboh. Banyak rumor simpang siur soal pajak baru yang membuat investor ketakutan, tapi ini dia fakta terbarunya: Tidak Ada Pajak Tambahan: Pak Purbaya menegaskan bahwa wacana soal Pajak Orang Kaya (Wealth Tax) dan Pajak Jalan Tol tidak akan diterapkan dalam waktu dekat. Syarat Ekonomi Pulih: Beliau menambahkan, tidak akan ada penerapan pajak tambahan sampai kondisi ekonomi negara kita dipandang sudah cukup baik dan daya beli masyarakat menguat. Potensi Kembalinya Dana Asing: Klarifikasi ini diharapkan bisa menjadi angin segar bagi mata uang kita. Sentimen positif ini membuka peluang bagi kembalinya dana-dana asing yang sempat lari dari Indonesia. Ini adalah katalis positif yang diharapkan bisa menstabilkan Rupiah dan memulihkan kepercayaan market. Bagaimana menurutmu, apakah ini sinyal baik buat pasar modal kita?  Sekuritas  #SucorSekuritas #SahamIndonesia #BeXpertWithSucor #bernardwijaya17 #bernardxgcpk2 Keywords: Bernard Wijaya, Sucor Sekuritas, Purbaya Yudhi Sadewa, Kebijakan Pajak, Pajak Orang Kaya, Wealth Tax Indonesia, Pajak Jalan Tol, Klarifikasi Pajak, Ekonomi Indonesia, Daya Beli Masyarakat, Pemulihan Ekonomi, Rupiah Menguat, Prediksi Rupiah, Dana Asing Kembali, Capital Inflow, Sentimen Pasar, IHSG, Market Update Indonesia, Berita Ekonomi Terbaru, Kebijakan Fiskal, Investasi Aman, Peluang Investasi, Saham Cuan, Volatilitas Rupiah.", "post_id": "7634474453472251156"}}, {"key": "infowargarepublik", "attributes": {"label": "infowargarepublik", "x": 214.179494572841, "y": 694.3233520021378, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 4.6105, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "7569541837606636808", "id": "infowargarepublik", "source": "tiktok-000001", "content": "Wakil Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Helvi Yuni Moraza mengungkapkan bahwa sejumlah bank masih meminta agunan untuk Kredit Usaha Rakyat (KUR) dengan plafon di bawah Rp100 juta. Pernyataan itu disampaikan Helvi dalam rapat koordinasi penyaluran KUR di Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali, Denpasar, Kamis (6/11). Menurut Helvi, kondisi tersebut menjadi perhatian dalam pertemuan bersama Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dan pihak DPR. Ia menyebut perbankan masih bersikap hati-hati, terutama untuk penyaluran kredit di atas Rp50 juta. “Secara psikologis, perbankan itu mikir di atas 50 juta. Karena saya tanya dengan direksi Himbara dan beberapa bank, sampai 50 juta mereka memang agak merem,” ujar Helvi. Helvi mencontohkan, meski secara aturan pinjaman KUR kecil tidak memerlukan jaminan, beberapa bank masih meminta bukti kepemilikan aset seperti kendaraan atau rumah. “Kalau dia punya motor, mana? Segera difoto dong. Kalau mereka punya rumah, mana? Mintalah rekening istrinya hanya untuk difoto. Keluarnya adalah perbankan tetap meminta agunan. Nah ini hal-hal yang harus kita luruskan,” jelasnya. Dalam kesempatan itu, Helvi meminta seluruh pihak perbankan untuk terbuka dalam menyampaikan kendala yang dihadapi dalam proses penyaluran KUR. Salah satu masalah yang kerap muncul, kata dia, adalah lamanya waktu persetujuan kredit. “Ada keluhan dari perbankan bahwa proses persetujuan clean and clear bisa memakan waktu seminggu sampai 10 hari. Ini yang sedang kami bahas dengan Kemenkeu agar bisa dipercepat,” katanya. Meski ada tantangan, Helvi memastikan penyaluran KUR tetap berjalan dengan progres positif. Ia menyebut beberapa sektor bahkan sudah melampaui target, sementara fokus tahun ini akan diarahkan ke sektor produksi dengan porsi 60 persen dari total nasional. Helvi juga mengakui adanya keterbatasan di Kementerian UMKM dalam pelaksanaan program KUR. Ia berharap seluruh pihak perbankan dapat memperkuat koordinasi agar penyaluran kredit berjalan lancar dan tepat sasaran. “Kami tidak ingin terus-menerus disalahkan, apalagi di era media sosial yang luar biasa sekarang. Karena itu, kami hadirkan semua pihak yang terlibat agar program KUR 2025 bisa tersalurkan lebih baik,” tegasnya.  Butuh layanan Cargo & Logistik yang dapat diandalkan?  Hanya di   Andalan untuk semua layanan Cargo & Logistik anda  #infowarga #beritahariini #umkm #kreditusaharakyat #fypシ", "post_id": "7569541837606636808"}}, {"key": "andalandayaabadi_", "attributes": {"label": "andalandayaabadi_", "x": 366.42784499439784, "y": 486.18134019608016, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 8.5295, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7569541837606636808", "id": "andalandayaabadi_", "source": "tiktok-000001", "content": "Wakil Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Helvi Yuni Moraza mengungkapkan bahwa sejumlah bank masih meminta agunan untuk Kredit Usaha Rakyat (KUR) dengan plafon di bawah Rp100 juta. Pernyataan itu disampaikan Helvi dalam rapat koordinasi penyaluran KUR di Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali, Denpasar, Kamis (6/11). Menurut Helvi, kondisi tersebut menjadi perhatian dalam pertemuan bersama Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dan pihak DPR. Ia menyebut perbankan masih bersikap hati-hati, terutama untuk penyaluran kredit di atas Rp50 juta. “Secara psikologis, perbankan itu mikir di atas 50 juta. Karena saya tanya dengan direksi Himbara dan beberapa bank, sampai 50 juta mereka memang agak merem,” ujar Helvi. Helvi mencontohkan, meski secara aturan pinjaman KUR kecil tidak memerlukan jaminan, beberapa bank masih meminta bukti kepemilikan aset seperti kendaraan atau rumah. “Kalau dia punya motor, mana? Segera difoto dong. Kalau mereka punya rumah, mana? Mintalah rekening istrinya hanya untuk difoto. Keluarnya adalah perbankan tetap meminta agunan. Nah ini hal-hal yang harus kita luruskan,” jelasnya. Dalam kesempatan itu, Helvi meminta seluruh pihak perbankan untuk terbuka dalam menyampaikan kendala yang dihadapi dalam proses penyaluran KUR. Salah satu masalah yang kerap muncul, kata dia, adalah lamanya waktu persetujuan kredit. “Ada keluhan dari perbankan bahwa proses persetujuan clean and clear bisa memakan waktu seminggu sampai 10 hari. Ini yang sedang kami bahas dengan Kemenkeu agar bisa dipercepat,” katanya. Meski ada tantangan, Helvi memastikan penyaluran KUR tetap berjalan dengan progres positif. Ia menyebut beberapa sektor bahkan sudah melampaui target, sementara fokus tahun ini akan diarahkan ke sektor produksi dengan porsi 60 persen dari total nasional. Helvi juga mengakui adanya keterbatasan di Kementerian UMKM dalam pelaksanaan program KUR. Ia berharap seluruh pihak perbankan dapat memperkuat koordinasi agar penyaluran kredit berjalan lancar dan tepat sasaran. “Kami tidak ingin terus-menerus disalahkan, apalagi di era media sosial yang luar biasa sekarang. Karena itu, kami hadirkan semua pihak yang terlibat agar program KUR 2025 bisa tersalurkan lebih baik,” tegasnya.  Butuh layanan Cargo & Logistik yang dapat diandalkan?  Hanya di   Andalan untuk semua layanan Cargo & Logistik anda  #infowarga #beritahariini #umkm #kreditusaharakyat #fypシ", "post_id": "7569541837606636808"}}, {"key": "buwatiberdaya", "attributes": {"label": "buwatiberdaya", "x": 841.8941127022728, "y": 907.1104870710162, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 4.6105, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "7602824191464901909", "id": "buwatiberdaya", "source": "tiktok-000001", "content": "Era pengelolaan pensiun Pegawai Negeri Sipil (PNS) di Indonesia resmi memasuki babak baru. Mulai tahun anggaran 2026, pemerintah mengambil langkah besar dengan merombak total sistem pembayaran dana pensiun ASN. Menteri Keuangan RI, Purbaya Yudhi Sadewa, menetapkan peralihan dari skema lama Pay as You Go ke sistem baru yang disebut Fully Funded. Keputusan ini bukan sekadar perubahan teknis, melainkan reformasi besar yang akan menentukan keberlanjutan keuangan negara dalam jangka panjang. Selama puluhan tahun, Indonesia menggunakan sistem Pay as You Go, yaitu mekanisme di mana dana pensiun PNS dibayarkan langsung dari APBN setiap tahun. Artinya, pajak yang dibayarkan masyarakat hari ini dipakai untuk membiayai pensiunan yang sudah tidak lagi bekerja. Masalahnya, jumlah pensiunan terus bertambah, sementara jumlah pegawai aktif tidak tumbuh sebanding. Akibatnya, beban APBN membengkak hingga ratusan triliun rupiah per tahun dan berpotensi menjadi bom waktu fiskal. Melihat kondisi tersebut, pemerintah menilai sistem lama sudah tidak berkelanjutan. Dalam skema Fully Funded, dana pensiun tidak lagi sepenuhnya bergantung pada APBN. Setiap PNS, sejak masih aktif bekerja, akan menyisihkan sebagian gajinya sebagai iuran pensiun. Pemerintah pun ikut menambahkan kontribusi sebagai pemberi kerja. Dana yang terkumpul ini kemudian dikelola dan dikembangkan melalui investasi jangka panjang oleh PT Taspen. Dengan mekanisme ini, uang pensiun yang diterima di masa tua bukan berasal dari pajak generasi berikutnya, melainkan dari akumulasi iuran dan hasil pengembangan dana milik pegawai itu sendiri. Negara tidak lagi “kaget” saat harus membayar pensiun besar di masa depan, karena kewajiban tersebut sudah disiapkan sejak awal. Penerapan aturan ini dibedakan antara PNS baru dan PNS lama. Bagi ASN yang diangkat mulai 2025–2026 ke atas, skema Fully Funded berlaku penuh. Gaji mereka akan dipotong untuk iuran pensiun, namun pemerintah juga menambahkan setoran ke rekening dana pensiun masing-masing pegawai. Struktur gaji baru dengan sistem single salary dirancang agar potongan ini tidak menurunkan daya beli secara signifikan. Sementara itu, bagi PNS yang sudah bekerja sebelum aturan ini berlaku, pemerintah menerapkan masa transisi. Hak pensiun mereka tetap dijamin, namun pengelolaannya mulai dipisahkan dari belanja rutin APBN dan dialihkan ke skema investasi jangka panjang. Dengan kata lain, tidak ada hak yang dihapus, tetapi cara pengelolaannya dibuat lebih sehat dan terukur. Salah satu daya tarik terbesar dari sistem Fully Funded adalah potensi manfaat pensiun yang lebih besar dan fleksibel. Jika sebelumnya pensiunan PNS menerima uang bulanan dengan nilai terbatas, skema baru memungkinkan pencairan dana dalam jumlah besar sekaligus (lump sum) di masa pensiun. Opsi ini mirip dengan pesangon di perusahaan swasta atau BUMN. Selain itu, peserta juga tetap bisa memilih skema anuitas untuk menerima pembayaran bulanan sesuai kebutuhan. Namun, perubahan besar ini juga menuntut pengelolaan yang sangat hati-hati. PT Taspen memegang peran sentral sebagai pengelola dana pensiun ASN. Untuk mencegah risiko penyalahgunaan atau gagal kelola seperti yang pernah terjadi pada beberapa kasus investasi negara, pemerintah membentuk dewan pengawas independen dan membatasi instrumen investasi pada sektor berisiko rendah hingga menengah, seperti Surat Berharga Negara dan saham-saham unggulan. Pada akhirnya, reformasi dana pensiun PNS 2026 adalah langkah berat namun tak terelakkan. Pemerintah memilih bersikap realistis demi menjaga kesehatan APBN dan memastikan hak pensiun tetap terbayar di masa depan. Bagi para ASN, kebijakan ini menjadi pengingat bahwa kesejahteraan hari tua kini semakin bergantung pada kedisiplinan iuran dan pemahaman finansial pribadi, bukan semata-mata mengandalkan negara. 📝Nipa Nurdianti Sumber: Netral News #SkemaBaruPembayaranPensiun #PurbayaYudhiSadewa #MentriKeuangan #ASN #FullyFunded", "post_id": "7602824191464901909"}}, {"key": "iyanikanhias", "attributes": {"label": "iyanikanhias", "x": 345.84747690943294, "y": 743.0889940853344, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 8.5295, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7602824191464901909", "id": "iyanikanhias", "source": "tiktok-000001", "content": "Era pengelolaan pensiun Pegawai Negeri Sipil (PNS) di Indonesia resmi memasuki babak baru. Mulai tahun anggaran 2026, pemerintah mengambil langkah besar dengan merombak total sistem pembayaran dana pensiun ASN. Menteri Keuangan RI, Purbaya Yudhi Sadewa, menetapkan peralihan dari skema lama Pay as You Go ke sistem baru yang disebut Fully Funded. Keputusan ini bukan sekadar perubahan teknis, melainkan reformasi besar yang akan menentukan keberlanjutan keuangan negara dalam jangka panjang. Selama puluhan tahun, Indonesia menggunakan sistem Pay as You Go, yaitu mekanisme di mana dana pensiun PNS dibayarkan langsung dari APBN setiap tahun. Artinya, pajak yang dibayarkan masyarakat hari ini dipakai untuk membiayai pensiunan yang sudah tidak lagi bekerja. Masalahnya, jumlah pensiunan terus bertambah, sementara jumlah pegawai aktif tidak tumbuh sebanding. Akibatnya, beban APBN membengkak hingga ratusan triliun rupiah per tahun dan berpotensi menjadi bom waktu fiskal. Melihat kondisi tersebut, pemerintah menilai sistem lama sudah tidak berkelanjutan. Dalam skema Fully Funded, dana pensiun tidak lagi sepenuhnya bergantung pada APBN. Setiap PNS, sejak masih aktif bekerja, akan menyisihkan sebagian gajinya sebagai iuran pensiun. Pemerintah pun ikut menambahkan kontribusi sebagai pemberi kerja. Dana yang terkumpul ini kemudian dikelola dan dikembangkan melalui investasi jangka panjang oleh PT Taspen. Dengan mekanisme ini, uang pensiun yang diterima di masa tua bukan berasal dari pajak generasi berikutnya, melainkan dari akumulasi iuran dan hasil pengembangan dana milik pegawai itu sendiri. Negara tidak lagi “kaget” saat harus membayar pensiun besar di masa depan, karena kewajiban tersebut sudah disiapkan sejak awal. Penerapan aturan ini dibedakan antara PNS baru dan PNS lama. Bagi ASN yang diangkat mulai 2025–2026 ke atas, skema Fully Funded berlaku penuh. Gaji mereka akan dipotong untuk iuran pensiun, namun pemerintah juga menambahkan setoran ke rekening dana pensiun masing-masing pegawai. Struktur gaji baru dengan sistem single salary dirancang agar potongan ini tidak menurunkan daya beli secara signifikan. Sementara itu, bagi PNS yang sudah bekerja sebelum aturan ini berlaku, pemerintah menerapkan masa transisi. Hak pensiun mereka tetap dijamin, namun pengelolaannya mulai dipisahkan dari belanja rutin APBN dan dialihkan ke skema investasi jangka panjang. Dengan kata lain, tidak ada hak yang dihapus, tetapi cara pengelolaannya dibuat lebih sehat dan terukur. Salah satu daya tarik terbesar dari sistem Fully Funded adalah potensi manfaat pensiun yang lebih besar dan fleksibel. Jika sebelumnya pensiunan PNS menerima uang bulanan dengan nilai terbatas, skema baru memungkinkan pencairan dana dalam jumlah besar sekaligus (lump sum) di masa pensiun. Opsi ini mirip dengan pesangon di perusahaan swasta atau BUMN. Selain itu, peserta juga tetap bisa memilih skema anuitas untuk menerima pembayaran bulanan sesuai kebutuhan. Namun, perubahan besar ini juga menuntut pengelolaan yang sangat hati-hati. PT Taspen memegang peran sentral sebagai pengelola dana pensiun ASN. Untuk mencegah risiko penyalahgunaan atau gagal kelola seperti yang pernah terjadi pada beberapa kasus investasi negara, pemerintah membentuk dewan pengawas independen dan membatasi instrumen investasi pada sektor berisiko rendah hingga menengah, seperti Surat Berharga Negara dan saham-saham unggulan. Pada akhirnya, reformasi dana pensiun PNS 2026 adalah langkah berat namun tak terelakkan. Pemerintah memilih bersikap realistis demi menjaga kesehatan APBN dan memastikan hak pensiun tetap terbayar di masa depan. Bagi para ASN, kebijakan ini menjadi pengingat bahwa kesejahteraan hari tua kini semakin bergantung pada kedisiplinan iuran dan pemahaman finansial pribadi, bukan semata-mata mengandalkan negara. 📝Nipa Nurdianti Sumber: Netral News #SkemaBaruPembayaranPensiun #PurbayaYudhiSadewa #MentriKeuangan #ASN #FullyFunded", "post_id": "7602824191464901909"}}, {"key": "beacukaicilacap", "attributes": {"label": "beacukaicilacap", "x": 740.1470223201586, "y": 654.6075017197538, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 4.6105, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "7628892710971297044", "id": "beacukaicilacap", "source": "tiktok-000001", "content": "Membalas  Mau bawa uang tunai dari luar negeri? Gimana sih ketentuannya? Untuk kamu yang berencana membawa uang tunai dan/atau instrumen pembayaran lain senilai Rp 100 Juta atau lebih perlu memberitahukan kepada petugas Bea Cukai pada saat kedatangan.👮‍♂️ Hal tersebut diatur dalam Peraturan Menteri Keuangan nomor 100/PMK.04/2018. Uang tunai yang dimaksud: - Uang kertas dan logam rupiah - Uang kertas dan logam asing Kewajiban pelaporan ini, sebagai wujud kebijakan dalam pencegahan modus tindak pidana pencucian uang (TPPU), Tindak Pidana Pendanaan Terorisme (TPPT), menjaga dan memelihara kestabilan nilai tukar rupiah, serta mencegah kejahatan lintas negara.", "post_id": "7628892710971297044"}}, {"key": "nona061191", "attributes": {"label": "nona061191", "x": 462.7013923576819, "y": 589.9446622300239, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 8.5295, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7628892710971297044", "id": "nona061191", "source": "tiktok-000001", "content": "Membalas  Mau bawa uang tunai dari luar negeri? Gimana sih ketentuannya? Untuk kamu yang berencana membawa uang tunai dan/atau instrumen pembayaran lain senilai Rp 100 Juta atau lebih perlu memberitahukan kepada petugas Bea Cukai pada saat kedatangan.👮‍♂️ Hal tersebut diatur dalam Peraturan Menteri Keuangan nomor 100/PMK.04/2018. Uang tunai yang dimaksud: - Uang kertas dan logam rupiah - Uang kertas dan logam asing Kewajiban pelaporan ini, sebagai wujud kebijakan dalam pencegahan modus tindak pidana pencucian uang (TPPU), Tindak Pidana Pendanaan Terorisme (TPPT), menjaga dan memelihara kestabilan nilai tukar rupiah, serta mencegah kejahatan lintas negara.", "post_id": "7628892710971297044"}}, {"key": "dinaspmdbuol", "attributes": {"label": "dinaspmdbuol", "x": 367.3721114434527, "y": 288.0003486073315, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 4.6105, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "7628951516887387410", "id": "dinaspmdbuol", "source": "tiktok-000001", "content": "Habar Dinas PMD 🚀🔥 KOORDINASIKAN PENYALURAN DANA DESA (DD) TAHAP II: KADIS PMD  BERTANDANG KE-KANTOR WILAYAH DITJEND PERBENDAHARAAN PROVINSI SULAWESI TENGAH DI PALU Tabe’ tilo duduyaka utat tandanio,Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Arfandi A. Wehantow, S.IP.,M.Si melakukan kunjungan kerja ke Kantor Wilayah Ditjend Perbendaharaan pada Rabu,15/4) guna membahas percepatan penyaluran Dana Desa (DD) tahap II tahun 2026 untuk Kabupaten Buol sebesar Rp.17.468.553.400.- (tujuh belas milyar empat ratus enam puluh delapan juta lima ratus lima puluh tiga ribu empat ratus rupiah).  Kunjungan ini juga bertujuan untuk memastikan proses pencairan dana desa dapat berjalan tepat waktu serta sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Dalam pertemuan, Kadis PMD menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah daerah dan pihak perbendaharaan dalam mendukung pembangunan desa. “Berdasarkan Peraturan Menteri Keuangan Nomor 7/2016 dan  sesuai dengan fungsi Ditjend Perbendahraan yang bertanggung jawab memastikan belanja pemerintah pusat dan daerah (seperti transfer ke daerah) terlaksana secara akuntabel, transparan, dan tepat waktu. kedatangan saya disini ingin memastikan tidak ada kendala dalam penyaluran dana desa (DD) tahap II untuk kabupaten Buol, sehingga program pembangunan dan pemberdayaan masyarakat desa di Kabuaten Buol berjalan baik,karena sampai dengan hari ini menu penyaluran dana desa (DD) tahap II belum terbuka di aplikasi Online Monitoring Sistem Perbendaharaan dan Anggaran Negara (Omspan), selain itu juga saya ingin berkoordinasi  hasil penyaluran dana desa (DD) tahap I dan pelaporan capaian output ” ujar Kadis PMD. Sementara itu, pihak Kanwil Perbendaharaan menyambut baik koordinasi tersebut dan menyatakan komitmennya untuk terus mendukung percepatan penyaluran dana desa, selama seluruh persyaratan administrasi dari pemerintah telah terpenuhi. kami juga menyarankan agar segera membangun komunikasi dengan teman-teman di  Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN) Tolitoli untuk penyaluran dana desa (DD) tahap II.  Dalam kesempatan itu juga dibahas berbagai kendala yang dihadapi di lapangan, mulai dari kelengkapan dokumen hingga proses pelaporan dari desa. Kedua pihak sepakat untuk meningkatkan koordinasi agar penyaluran dana desa tahap II dan tahap berikutnya dapat berjalan lancar tanpa hambatan. #fokusurusdesa #buolhebat", "post_id": "7628951516887387410"}}, {"key": "pengikut", "attributes": {"label": "pengikut", "x": 708.9614659105833, "y": 34.365530567569195, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 6.57, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7628951516887387410", "id": "pengikut", "source": "tiktok-000001", "content": "Habar Dinas PMD 🚀🔥 KOORDINASIKAN PENYALURAN DANA DESA (DD) TAHAP II: KADIS PMD  BERTANDANG KE-KANTOR WILAYAH DITJEND PERBENDAHARAAN PROVINSI SULAWESI TENGAH DI PALU Tabe’ tilo duduyaka utat tandanio,Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Arfandi A. Wehantow, S.IP.,M.Si melakukan kunjungan kerja ke Kantor Wilayah Ditjend Perbendaharaan pada Rabu,15/4) guna membahas percepatan penyaluran Dana Desa (DD) tahap II tahun 2026 untuk Kabupaten Buol sebesar Rp.17.468.553.400.- (tujuh belas milyar empat ratus enam puluh delapan juta lima ratus lima puluh tiga ribu empat ratus rupiah).  Kunjungan ini juga bertujuan untuk memastikan proses pencairan dana desa dapat berjalan tepat waktu serta sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Dalam pertemuan, Kadis PMD menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah daerah dan pihak perbendaharaan dalam mendukung pembangunan desa. “Berdasarkan Peraturan Menteri Keuangan Nomor 7/2016 dan  sesuai dengan fungsi Ditjend Perbendahraan yang bertanggung jawab memastikan belanja pemerintah pusat dan daerah (seperti transfer ke daerah) terlaksana secara akuntabel, transparan, dan tepat waktu. kedatangan saya disini ingin memastikan tidak ada kendala dalam penyaluran dana desa (DD) tahap II untuk kabupaten Buol, sehingga program pembangunan dan pemberdayaan masyarakat desa di Kabuaten Buol berjalan baik,karena sampai dengan hari ini menu penyaluran dana desa (DD) tahap II belum terbuka di aplikasi Online Monitoring Sistem Perbendaharaan dan Anggaran Negara (Omspan), selain itu juga saya ingin berkoordinasi  hasil penyaluran dana desa (DD) tahap I dan pelaporan capaian output ” ujar Kadis PMD. Sementara itu, pihak Kanwil Perbendaharaan menyambut baik koordinasi tersebut dan menyatakan komitmennya untuk terus mendukung percepatan penyaluran dana desa, selama seluruh persyaratan administrasi dari pemerintah telah terpenuhi. kami juga menyarankan agar segera membangun komunikasi dengan teman-teman di  Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN) Tolitoli untuk penyaluran dana desa (DD) tahap II.  Dalam kesempatan itu juga dibahas berbagai kendala yang dihadapi di lapangan, mulai dari kelengkapan dokumen hingga proses pelaporan dari desa. Kedua pihak sepakat untuk meningkatkan koordinasi agar penyaluran dana desa tahap II dan tahap berikutnya dapat berjalan lancar tanpa hambatan. #fokusurusdesa #buolhebat", "post_id": "7628951516887387410"}}, {"key": "sorotan", "attributes": {"label": "sorotan", "x": 739.2418827200878, "y": 270.50036072839646, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 6.57, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7628951516887387410", "id": "sorotan", "source": "tiktok-000001", "content": "Habar Dinas PMD 🚀🔥 KOORDINASIKAN PENYALURAN DANA DESA (DD) TAHAP II: KADIS PMD  BERTANDANG KE-KANTOR WILAYAH DITJEND PERBENDAHARAAN PROVINSI SULAWESI TENGAH DI PALU Tabe’ tilo duduyaka utat tandanio,Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Arfandi A. Wehantow, S.IP.,M.Si melakukan kunjungan kerja ke Kantor Wilayah Ditjend Perbendaharaan pada Rabu,15/4) guna membahas percepatan penyaluran Dana Desa (DD) tahap II tahun 2026 untuk Kabupaten Buol sebesar Rp.17.468.553.400.- (tujuh belas milyar empat ratus enam puluh delapan juta lima ratus lima puluh tiga ribu empat ratus rupiah).  Kunjungan ini juga bertujuan untuk memastikan proses pencairan dana desa dapat berjalan tepat waktu serta sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Dalam pertemuan, Kadis PMD menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah daerah dan pihak perbendaharaan dalam mendukung pembangunan desa. “Berdasarkan Peraturan Menteri Keuangan Nomor 7/2016 dan  sesuai dengan fungsi Ditjend Perbendahraan yang bertanggung jawab memastikan belanja pemerintah pusat dan daerah (seperti transfer ke daerah) terlaksana secara akuntabel, transparan, dan tepat waktu. kedatangan saya disini ingin memastikan tidak ada kendala dalam penyaluran dana desa (DD) tahap II untuk kabupaten Buol, sehingga program pembangunan dan pemberdayaan masyarakat desa di Kabuaten Buol berjalan baik,karena sampai dengan hari ini menu penyaluran dana desa (DD) tahap II belum terbuka di aplikasi Online Monitoring Sistem Perbendaharaan dan Anggaran Negara (Omspan), selain itu juga saya ingin berkoordinasi  hasil penyaluran dana desa (DD) tahap I dan pelaporan capaian output ” ujar Kadis PMD. Sementara itu, pihak Kanwil Perbendaharaan menyambut baik koordinasi tersebut dan menyatakan komitmennya untuk terus mendukung percepatan penyaluran dana desa, selama seluruh persyaratan administrasi dari pemerintah telah terpenuhi. kami juga menyarankan agar segera membangun komunikasi dengan teman-teman di  Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN) Tolitoli untuk penyaluran dana desa (DD) tahap II.  Dalam kesempatan itu juga dibahas berbagai kendala yang dihadapi di lapangan, mulai dari kelengkapan dokumen hingga proses pelaporan dari desa. Kedua pihak sepakat untuk meningkatkan koordinasi agar penyaluran dana desa tahap II dan tahap berikutnya dapat berjalan lancar tanpa hambatan. #fokusurusdesa #buolhebat", "post_id": "7628951516887387410"}}, {"key": "IDXChannelcom", "attributes": {"label": "IDXChannelcom", "x": 276.3015308979684, "y": 222.63384214812376, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["facebook-000001"], "scores": {"pagerank": 4.6105, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "432781620563594_1435782608345556", "id": "IDXChannelcom", "source": "facebook-000001", "content": "Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyebut, pelemahan nilai tukar rupiah yang menembus level Rp17.100 per USD masih sesuai dengan skenario Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2026.\n\nDalam penyusunan anggaran, Kementerian Keuangan, lanjutnya tidak hanya terpaku pada satu angka asumsi, melainkan telah menaikkan parameter simulasi ke level tertentu untuk mengantisipasi gejolak pasar. \n\n\"Nggak, saya tekankan dulu ya, angka simulasi itu Rupiah-nya bukan Rupiah di APBN yang sebelumnya, sudah dinaikkan ke level tertentu, jadi itu masih termasuk dalam hitungan skenario,\" ujar Purbaya saat diskusi bersama media di kantin Kemenkeu, Selasa (7/4/2026).\n\nBaca selengkapnya di\nhttps://www.idxchannel.com/market-news/rupiah-sentuh-rp17100-purbaya-sebut-masih-sesuai-skenario-apbn \n\nAtau klik link di Bio \n\nFoto:  iNews Media Group\n\n#idxchannel #idxchannelcommunity", "post_id": "432781620563594_1435782608345556"}}, {"key": "100069106964294", "attributes": {"label": "100069106964294", "x": 367.5708715763325, "y": 812.8284062480885, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["facebook-000001"], "scores": {"pagerank": 4.6105, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 3, "degree": 3}, "_id": "770090386519218_1257272879919599", "id": "100069106964294", "source": "facebook-000001", "content": "Halo\n#KawanPajak\n\nInformasi terbaru untuk Tarif Kurs sebagai Dasar Tarif dalam Transaksi Internasional periode 8 - 14 April 2026 diatur dalam Keputusan Menteri Keuangan Nomor 15/MK/EF.2/2026\n\nInfo selengkapnya dapat dilihat pada fiskal.kemenkeu.go.id.\n\nJangan sampai ketinggalan!\n\n#EdukasiPajak\n#PajakTumbuhIndonesiaTangguh\n#UangKitaUntukKita", "post_id": "770090386519218_1257272879919599"}}, {"key": "@garudatv.official", "attributes": {"label": "@garudatv.official", "x": 630.1452289935438, "y": 145.2538685110142, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 4.6105, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "ACxMbWGFXbY", "id": "@garudatv.official", "source": "youtube-000001", "content": "Menkeu Purbaya Jamin Harga BBM Tidak Naik Berkat Pertahanan APBN | LAPORAN 8 MALAM\n\nGaruda Tv - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memberikan pernyataan tegas yang menepis kekhawatiran masyarakat terkait isu kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM). Pemerintah memastikan tidak akan menaikkan harga BBM bersubsidi hingga akhir tahun 2026, meskipun harga minyak dunia diprediksi mengalami fluktuasi signifikan.\n\n \"Bantalan kita ada banyak, pertahanan kita berlapis-lapis. Jika pun harga minyak mencapai 150 dolar, kita masih memiliki Saldo Anggaran Lebih (SAL) sebesar 420 triliun rupiah,\" tegas Purbaya Yudhi Sadewa dalam keterangannya di Jakarta.\n\nPemerintah juga menekankan bahwa langkah penghematan di berbagai sektor telah dilakukan secara matang tanpa mengurangi anggaran yang mendorong pertumbuhan ekonomi. \n\nDengan cadangan anggaran yang melimpah tersebut, spekulasi kenaikan harga BBM pada pertengahan tahun ini dipastikan tidak benar, dan masyarakat diminta untuk tetap tenang dalam menjalankan aktivitas ekonomi.\n\n#MenkeuPurbaya #bbm2026  #anggarannegara  #APBNKuat #bbmsubsidi  #Pertalite #ekonomiindonesia  #garudatv  #UpdateEkonomi #InfoJakarta #StabilitasFiskal #garudatv  #Laporan8\n\nGARUDA TV - Digital TV Indonesia, Berita Terpercaya\n\nSaksikan Garuda TV di Free to Air atau Streaming melalui:\nwww.garuda.tv | YouTube Garuda TV | Aplikasi Vidio | Wewatch | IndiHome CH111 | Transvision CH824 | FirstMedia CH45\n\nScan ulang saluran digital kamu sekarang ya dan saksikan terus program-program seru terbaru hanya di GarudaTV.\nSubscribe GarudaTV Official Youtube Channel    /   \nFollow our Official TikTok   / garudatv.official  \nLike our Official Facebook   / garudatv.official  \nFollow our Official Instagram   / garudatv.official", "post_id": "ACxMbWGFXbY"}}, {"key": "garudatv.official", "attributes": {"label": "garudatv.official", "x": 476.6254434122178, "y": 73.09919616608818, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 6.57, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "ACxMbWGFXbY", "id": "garudatv.official", "source": "youtube-000001", "content": "Menkeu Purbaya Jamin Harga BBM Tidak Naik Berkat Pertahanan APBN | LAPORAN 8 MALAM\n\nGaruda Tv - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memberikan pernyataan tegas yang menepis kekhawatiran masyarakat terkait isu kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM). Pemerintah memastikan tidak akan menaikkan harga BBM bersubsidi hingga akhir tahun 2026, meskipun harga minyak dunia diprediksi mengalami fluktuasi signifikan.\n\n \"Bantalan kita ada banyak, pertahanan kita berlapis-lapis. Jika pun harga minyak mencapai 150 dolar, kita masih memiliki Saldo Anggaran Lebih (SAL) sebesar 420 triliun rupiah,\" tegas Purbaya Yudhi Sadewa dalam keterangannya di Jakarta.\n\nPemerintah juga menekankan bahwa langkah penghematan di berbagai sektor telah dilakukan secara matang tanpa mengurangi anggaran yang mendorong pertumbuhan ekonomi. \n\nDengan cadangan anggaran yang melimpah tersebut, spekulasi kenaikan harga BBM pada pertengahan tahun ini dipastikan tidak benar, dan masyarakat diminta untuk tetap tenang dalam menjalankan aktivitas ekonomi.\n\n#MenkeuPurbaya #bbm2026  #anggarannegara  #APBNKuat #bbmsubsidi  #Pertalite #ekonomiindonesia  #garudatv  #UpdateEkonomi #InfoJakarta #StabilitasFiskal #garudatv  #Laporan8\n\nGARUDA TV - Digital TV Indonesia, Berita Terpercaya\n\nSaksikan Garuda TV di Free to Air atau Streaming melalui:\nwww.garuda.tv | YouTube Garuda TV | Aplikasi Vidio | Wewatch | IndiHome CH111 | Transvision CH824 | FirstMedia CH45\n\nScan ulang saluran digital kamu sekarang ya dan saksikan terus program-program seru terbaru hanya di GarudaTV.\nSubscribe GarudaTV Official Youtube Channel    /   \nFollow our Official TikTok   / garudatv.official  \nLike our Official Facebook   / garudatv.official  \nFollow our Official Instagram   / garudatv.official", "post_id": "ACxMbWGFXbY"}}, {"key": "@KoranJakartaYoutubeOfficial", "attributes": {"label": "@KoranJakartaYoutubeOfficial", "x": 999.4046834417619, "y": 688.0957642148106, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 4.6105, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "_lwqdQcCJwk", "id": "@KoranJakartaYoutubeOfficial", "source": "youtube-000001", "content": "Klaim Purbaya vs Fakta Pasar! Rupiah Terjun Bebas di Tengah Pujian Manis IMF!\n\nDunia sedang tidak baik-baik saja! Ketidakpastian global diprediksi akan berlangsung lama akibat tensi geopolitik dan krisis energi. Namun, di tengah badai ini, Menteri Keuangan RI, Purbaya Yudhi Sadewa, membawa kabar mengejutkan usai bertemu Managing Director IMF, Kristalina Georgieva, di Washington.\n\nIMF memuji daya tahan ekonomi Indonesia yang didukung \"benteng\" fiskal senilai Rp420 triliun. Namun, benarkah ekonomi kita sekuat itu? Di saat yang sama, Rupiah justru terkapar hingga menembus angka Rp17.000 per Dolar AS.\n\nSaksikan analisis mendalam mengenai manuver strategi fiskal Indonesia dan tantangan nyata yang menghadang di tahun 2026.\n\n\nBerita Selengkapnya :\n\nReporter: \nVideo Editor: Agus Prasetyo\n\n#koranjakarta #news #imf  #purbayayudhisadewa  #rupiah  #ekonomiindonesia  #prabowosubianto  #krisisglobal  #UtangLuarNegeri #fiskal  #beritaterkini  #youtubenews #purbaya \n============================================================\n\nKunjungi media sosial kami untuk mendapatkan informasi terbaru.\n\nInstagram:   / koranjakarta.id  \nTwitter: https://x.com/koranjakarta_id/\nFacebook:   / koran.jakarta  \nThread: https://www.threads.com/\nTiktok:   / koranjakarta  \n\nWebsite Koran Jakarta : https://koran-jakarta.com\n\nHave any idea, or business inquiries\ndigital-jakarta.com\n\nKebenaran itu Tidak Pernah Memihak!", "post_id": "_lwqdQcCJwk"}}, {"key": "koranjakarta...", "attributes": {"label": "koranjakarta...", "x": 346.7304333280645, "y": 782.5181568763721, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 8.5295, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "_lwqdQcCJwk", "id": "koranjakarta...", "source": "youtube-000001", "content": "Klaim Purbaya vs Fakta Pasar! Rupiah Terjun Bebas di Tengah Pujian Manis IMF!\n\nDunia sedang tidak baik-baik saja! Ketidakpastian global diprediksi akan berlangsung lama akibat tensi geopolitik dan krisis energi. Namun, di tengah badai ini, Menteri Keuangan RI, Purbaya Yudhi Sadewa, membawa kabar mengejutkan usai bertemu Managing Director IMF, Kristalina Georgieva, di Washington.\n\nIMF memuji daya tahan ekonomi Indonesia yang didukung \"benteng\" fiskal senilai Rp420 triliun. Namun, benarkah ekonomi kita sekuat itu? Di saat yang sama, Rupiah justru terkapar hingga menembus angka Rp17.000 per Dolar AS.\n\nSaksikan analisis mendalam mengenai manuver strategi fiskal Indonesia dan tantangan nyata yang menghadang di tahun 2026.\n\n\nBerita Selengkapnya :\n\nReporter: \nVideo Editor: Agus Prasetyo\n\n#koranjakarta #news #imf  #purbayayudhisadewa  #rupiah  #ekonomiindonesia  #prabowosubianto  #krisisglobal  #UtangLuarNegeri #fiskal  #beritaterkini  #youtubenews #purbaya \n============================================================\n\nKunjungi media sosial kami untuk mendapatkan informasi terbaru.\n\nInstagram:   / koranjakarta.id  \nTwitter: https://x.com/koranjakarta_id/\nFacebook:   / koran.jakarta  \nThread: https://www.threads.com/\nTiktok:   / koranjakarta  \n\nWebsite Koran Jakarta : https://koran-jakarta.com\n\nHave any idea, or business inquiries\ndigital-jakarta.com\n\nKebenaran itu Tidak Pernah Memihak!", "post_id": "_lwqdQcCJwk"}}, {"key": "@PASFMRADIOBISNIS", "attributes": {"label": "@PASFMRADIOBISNIS", "x": 8.366384190658716, "y": 54.977934481269195, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 4.6105, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "6jtomPO2CF0", "id": "@PASFMRADIOBISNIS", "source": "youtube-000001", "content": "Businessman Opinion Kamis 16 APR 2026 - DUGAAN KECOCORAN RESTITUSI PAJAK\n\nMitra bisnis, menkeu Purbaya Yudhi Sadewa mencurigai adanya kebocoran sistemik dan ketidak tepatan sasaran dalam mekanisme restitusi pajak saat ini. Pasalnya hingga kuartal satu tahun ini saja, permohonan restitusi yang diajukan telah mencapai 300 triliun rupiah, jauh dari prediksi Purbaya yang memperkirakan setahun ini, restitusi pajak hanya 270 triliun rupiah. Untuk itu, ada rencana untuk melibatkan BPKP guna mengaudit restitusi pajak periode 2020-2025 dan memperketat pencairan restitusi pajak tersebut. \n\nApa komentar anda mengenai pengetatan dan audit restitusi pajak ini?\n\n#menkeu #restitusi #kebocoran #pajak #pejabatpajak   \n\nFollow us! \ntwitter:  \nIG: pasfmradiobisnis \nFB: pasfm.jakarta \nLive streaming https://indotv.live/streaming/\nEmail: redaksi", "post_id": "6jtomPO2CF0"}}, {"key": "pasfm", "attributes": {"label": "pasfm", "x": 894.872421985892, "y": 323.22288819065193, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 8.5295, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "6jtomPO2CF0", "id": "pasfm", "source": "youtube-000001", "content": "Businessman Opinion Kamis 16 APR 2026 - DUGAAN KECOCORAN RESTITUSI PAJAK\n\nMitra bisnis, menkeu Purbaya Yudhi Sadewa mencurigai adanya kebocoran sistemik dan ketidak tepatan sasaran dalam mekanisme restitusi pajak saat ini. Pasalnya hingga kuartal satu tahun ini saja, permohonan restitusi yang diajukan telah mencapai 300 triliun rupiah, jauh dari prediksi Purbaya yang memperkirakan setahun ini, restitusi pajak hanya 270 triliun rupiah. Untuk itu, ada rencana untuk melibatkan BPKP guna mengaudit restitusi pajak periode 2020-2025 dan memperketat pencairan restitusi pajak tersebut. \n\nApa komentar anda mengenai pengetatan dan audit restitusi pajak ini?\n\n#menkeu #restitusi #kebocoran #pajak #pejabatpajak   \n\nFollow us! \ntwitter:  \nIG: pasfmradiobisnis \nFB: pasfm.jakarta \nLive streaming https://indotv.live/streaming/\nEmail: redaksi", "post_id": "6jtomPO2CF0"}}, {"key": "@IDXChannel", "attributes": {"label": "@IDXChannel", "x": 349.3678557114291, "y": 441.6337674687919, "size": 15.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 4.6105, "eigenvector": 134.5217, "in_degree": 0, "out_degree": 49, "degree": 49}, "_id": "JnE3cX4UF8E", "id": "@IDXChannel", "source": "youtube-000001", "content": "Reformasi Restitusi Pajak, Jurus Baru Tekan Kebocoran Penerimaan Negara | MARKET REVIEW\n\nIsu besar tengah mengguncang sistem perpajakan Indonesia—Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyiapkan aturan baru untuk membenahi mekanisme restitusi pajak setelah muncul dugaan kebocoran fantastis hingga ratusan triliun rupiah. Di tengah melonjaknya nilai restitusi yang mencapai Rp361 triliun pada 2025 dan berbanding terbalik dengan shortfall penerimaan pajak Rp271,7 triliun, pemerintah kini bersiap mengaudit periode 2020–2025 bersama BPKP. Apa sebenarnya yang terjadi di balik angka-angka ini?\n\nPembicara:\nM. Arif R. Said Putra - Ketua Hipmi Tax Center\nRuben Hutabarat - Deputi Direktur Center For Indonesia Taxation Analysis (CITA)\n\n#restitusi  #pajak #pajakindonesia \n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nFollow US on Social Media\nYuk Subscribe -    /   \nWa Channel - https://whatsapp.com/channel/0029Va5V...\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idx_channel  \n-------------------------------------------------------------------------------------\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\nMyRepublic Channel 576\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "JnE3cX4UF8E"}}, {"key": "idxchannel_", "attributes": {"label": "idxchannel_", "x": 585.7002996869816, "y": 692.4788563448534, "size": 9.3, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 4.6905, "eigenvector": 70.6155, "in_degree": 7, "out_degree": 0, "degree": 7}, "_id": "JnE3cX4UF8E", "id": "idxchannel_", "source": "youtube-000001", "content": "Reformasi Restitusi Pajak, Jurus Baru Tekan Kebocoran Penerimaan Negara | MARKET REVIEW\n\nIsu besar tengah mengguncang sistem perpajakan Indonesia—Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyiapkan aturan baru untuk membenahi mekanisme restitusi pajak setelah muncul dugaan kebocoran fantastis hingga ratusan triliun rupiah. Di tengah melonjaknya nilai restitusi yang mencapai Rp361 triliun pada 2025 dan berbanding terbalik dengan shortfall penerimaan pajak Rp271,7 triliun, pemerintah kini bersiap mengaudit periode 2020–2025 bersama BPKP. Apa sebenarnya yang terjadi di balik angka-angka ini?\n\nPembicara:\nM. Arif R. Said Putra - Ketua Hipmi Tax Center\nRuben Hutabarat - Deputi Direktur Center For Indonesia Taxation Analysis (CITA)\n\n#restitusi  #pajak #pajakindonesia \n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nFollow US on Social Media\nYuk Subscribe -    /   \nWa Channel - https://whatsapp.com/channel/0029Va5V...\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idx_channel  \n-------------------------------------------------------------------------------------\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\nMyRepublic Channel 576\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "JnE3cX4UF8E"}}, {"key": "wicky_adrian", "attributes": {"label": "wicky_adrian", "x": 560.3451260843622, "y": 42.016725812055846, "size": 15.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 4.8211, "eigenvector": 134.5217, "in_degree": 12, "out_degree": 0, "degree": 12}, "_id": "JnE3cX4UF8E", "id": "wicky_adrian", "source": "youtube-000001", "content": "Reformasi Restitusi Pajak, Jurus Baru Tekan Kebocoran Penerimaan Negara | MARKET REVIEW\n\nIsu besar tengah mengguncang sistem perpajakan Indonesia—Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyiapkan aturan baru untuk membenahi mekanisme restitusi pajak setelah muncul dugaan kebocoran fantastis hingga ratusan triliun rupiah. Di tengah melonjaknya nilai restitusi yang mencapai Rp361 triliun pada 2025 dan berbanding terbalik dengan shortfall penerimaan pajak Rp271,7 triliun, pemerintah kini bersiap mengaudit periode 2020–2025 bersama BPKP. Apa sebenarnya yang terjadi di balik angka-angka ini?\n\nPembicara:\nM. Arif R. Said Putra - Ketua Hipmi Tax Center\nRuben Hutabarat - Deputi Direktur Center For Indonesia Taxation Analysis (CITA)\n\n#restitusi  #pajak #pajakindonesia \n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nFollow US on Social Media\nYuk Subscribe -    /   \nWa Channel - https://whatsapp.com/channel/0029Va5V...\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idx_channel  \n-------------------------------------------------------------------------------------\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\nMyRepublic Channel 576\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "JnE3cX4UF8E"}}, {"key": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "fajar.wayong", "x": 802.1901516340884, "y": 289.5885843802661, "size": 15.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 4.8211, "eigenvector": 134.5217, "in_degree": 24, "out_degree": 0, "degree": 24}, "_id": "JnE3cX4UF8E", "id": "fajar.wayong", "source": "youtube-000001", "content": "Reformasi Restitusi Pajak, Jurus Baru Tekan Kebocoran Penerimaan Negara | MARKET REVIEW\n\nIsu besar tengah mengguncang sistem perpajakan Indonesia—Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyiapkan aturan baru untuk membenahi mekanisme restitusi pajak setelah muncul dugaan kebocoran fantastis hingga ratusan triliun rupiah. Di tengah melonjaknya nilai restitusi yang mencapai Rp361 triliun pada 2025 dan berbanding terbalik dengan shortfall penerimaan pajak Rp271,7 triliun, pemerintah kini bersiap mengaudit periode 2020–2025 bersama BPKP. Apa sebenarnya yang terjadi di balik angka-angka ini?\n\nPembicara:\nM. Arif R. Said Putra - Ketua Hipmi Tax Center\nRuben Hutabarat - Deputi Direktur Center For Indonesia Taxation Analysis (CITA)\n\n#restitusi  #pajak #pajakindonesia \n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nFollow US on Social Media\nYuk Subscribe -    /   \nWa Channel - https://whatsapp.com/channel/0029Va5V...\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idx_channel  \n-------------------------------------------------------------------------------------\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\nMyRepublic Channel 576\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "JnE3cX4UF8E"}}, {"key": "deffid_83", "attributes": {"label": "deffid_83", "x": 503.0170973088515, "y": 782.072238831926, "size": 15.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 4.8211, "eigenvector": 134.5217, "in_degree": 12, "out_degree": 0, "degree": 12}, "_id": "JnE3cX4UF8E", "id": "deffid_83", "source": "youtube-000001", "content": "Reformasi Restitusi Pajak, Jurus Baru Tekan Kebocoran Penerimaan Negara | MARKET REVIEW\n\nIsu besar tengah mengguncang sistem perpajakan Indonesia—Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyiapkan aturan baru untuk membenahi mekanisme restitusi pajak setelah muncul dugaan kebocoran fantastis hingga ratusan triliun rupiah. Di tengah melonjaknya nilai restitusi yang mencapai Rp361 triliun pada 2025 dan berbanding terbalik dengan shortfall penerimaan pajak Rp271,7 triliun, pemerintah kini bersiap mengaudit periode 2020–2025 bersama BPKP. Apa sebenarnya yang terjadi di balik angka-angka ini?\n\nPembicara:\nM. Arif R. Said Putra - Ketua Hipmi Tax Center\nRuben Hutabarat - Deputi Direktur Center For Indonesia Taxation Analysis (CITA)\n\n#restitusi  #pajak #pajakindonesia \n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nFollow US on Social Media\nYuk Subscribe -    /   \nWa Channel - https://whatsapp.com/channel/0029Va5V...\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idx_channel  \n-------------------------------------------------------------------------------------\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\nMyRepublic Channel 576\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "JnE3cX4UF8E"}}, {"key": "prast_ulrich", "attributes": {"label": "prast_ulrich", "x": 389.80435696962525, "y": 918.4925361137279, "size": 15.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 4.8211, "eigenvector": 134.5217, "in_degree": 12, "out_degree": 0, "degree": 12}, "_id": "JnE3cX4UF8E", "id": "prast_ulrich", "source": "youtube-000001", "content": "Reformasi Restitusi Pajak, Jurus Baru Tekan Kebocoran Penerimaan Negara | MARKET REVIEW\n\nIsu besar tengah mengguncang sistem perpajakan Indonesia—Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyiapkan aturan baru untuk membenahi mekanisme restitusi pajak setelah muncul dugaan kebocoran fantastis hingga ratusan triliun rupiah. Di tengah melonjaknya nilai restitusi yang mencapai Rp361 triliun pada 2025 dan berbanding terbalik dengan shortfall penerimaan pajak Rp271,7 triliun, pemerintah kini bersiap mengaudit periode 2020–2025 bersama BPKP. Apa sebenarnya yang terjadi di balik angka-angka ini?\n\nPembicara:\nM. Arif R. Said Putra - Ketua Hipmi Tax Center\nRuben Hutabarat - Deputi Direktur Center For Indonesia Taxation Analysis (CITA)\n\n#restitusi  #pajak #pajakindonesia \n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nFollow US on Social Media\nYuk Subscribe -    /   \nWa Channel - https://whatsapp.com/channel/0029Va5V...\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idx_channel  \n-------------------------------------------------------------------------------------\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\nMyRepublic Channel 576\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "JnE3cX4UF8E"}}, {"key": "rosalinehioe", "attributes": {"label": "rosalinehioe", "x": 973.0081812678563, "y": 788.1230153715302, "size": 15.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 4.8211, "eigenvector": 134.5217, "in_degree": 12, "out_degree": 0, "degree": 12}, "_id": "JnE3cX4UF8E", "id": "rosalinehioe", "source": "youtube-000001", "content": "Reformasi Restitusi Pajak, Jurus Baru Tekan Kebocoran Penerimaan Negara | MARKET REVIEW\n\nIsu besar tengah mengguncang sistem perpajakan Indonesia—Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyiapkan aturan baru untuk membenahi mekanisme restitusi pajak setelah muncul dugaan kebocoran fantastis hingga ratusan triliun rupiah. Di tengah melonjaknya nilai restitusi yang mencapai Rp361 triliun pada 2025 dan berbanding terbalik dengan shortfall penerimaan pajak Rp271,7 triliun, pemerintah kini bersiap mengaudit periode 2020–2025 bersama BPKP. Apa sebenarnya yang terjadi di balik angka-angka ini?\n\nPembicara:\nM. Arif R. Said Putra - Ketua Hipmi Tax Center\nRuben Hutabarat - Deputi Direktur Center For Indonesia Taxation Analysis (CITA)\n\n#restitusi  #pajak #pajakindonesia \n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nFollow US on Social Media\nYuk Subscribe -    /   \nWa Channel - https://whatsapp.com/channel/0029Va5V...\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idx_channel  \n-------------------------------------------------------------------------------------\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\nMyRepublic Channel 576\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "JnE3cX4UF8E"}}, {"key": "@peoplepowermetal", "attributes": {"label": "@peoplepowermetal", "x": 346.0064325101514, "y": 507.5776936066527, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 4.6105, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "EQKpUUzk2nU", "id": "@peoplepowermetal", "source": "youtube-000001", "content": "BAU AMIS DAPUR MBG | BLACKENED POLITICAL METAL | PEOPLE POWER METAL\n\n#prabowo #gibran #lagu #musik #rock #metal #politik #ekonomi #jokowi #iazah #ijazahpalsu  #roysuryo  #rismonsianipar  #doktertifa  #reflyharun \n-----------------------------------------------------------------\nBAU AMIS DARI DAPUR KEKUASAAN\n\n*[Intro]*\nDari dapur yang seharusnya memberi hidup…\nMengalir bau… yang tak bisa ditutup…\n\n*[Verse I]*\nAsap naik dari panci negara\nBukan aroma gizi—tapi luka\nAnggaran membusuk dalam diam\nRakyat menunggu… janji yang karam\n\nMotor berdiri tanpa arah\nGudang penuh—perut tetap lapar\nProgram suci berubah kelam\nDi tangan kuasa yang tak berperan\n\n*[Verse II]*\nDadan Hindayana bersumpah: semua sah\nAngka dan aturan jadi tameng megah\nNamun retak suara dari dalam\nKebenaran terbelah dalam sistem kelam\n\nPurbaya Yudhi Sadewa berkata: aku tak tahu\nAnggaran bocor—siapa yang lampu?\nKoordinasi mati di ruang gelap\nNegara berjalan… tanpa sebab\n\n*[Pre-Chorus]*\nEfisiensi hanya mantra kosong\nSaat uang mengalir tak terpotong\nDapur ini bukan lagi suci\nIa jadi altar transaksi sunyi\n\n*[Chorus]*\nBAU AMIS—MENYELIMUTI NEGARA!\nDAPUR KUASA—PENUH REKAYASA!\nRATUSAN TRILIUN TERKUBUR DALAM DUSTA—\nANAK NEGERI MENUNGGU… TANPA MAKNA!\n\n*[Verse III]*\nVendor lama kembali menari\nBayangan kasus tak pernah pergi\nTender jadi ritual berulang\nDi lingkar kuasa yang tak tergoyang\n\nKontrak panjang—janji hampa\nKeadilan terkunci dalam angka\nYang kaya makin menggenggam\nYang lapar tetap tenggelam\n\n*[Bridge]*\nSiapa yang makan…?\nSiapa yang lapar…?\nSiapa yang untung…?\nSiapa yang hancur…?\n\n*[Breakdown]*\nBELI!—TANPA LOGIKA!\nPAKAI!—TANPA DATA!\nALIRKAN!—TANPA MAKNA!\nSEMBUNYIKAN!—SEMUA DUSTA!\n\n*[Verse IV]*\nDPR memanggil—suara bergema\nNamun kebenaran tetap terpenjara\nAudit datang—lambat dan dingin\nSementara sistem terus bermain\n\nDapur ini tak lagi memberi hidup\nIa mengunyah harapan… lalu menutup\n\n*[Final Chorus]*\nBAU AMIS TAK AKAN HILANG!\nSELAMA KEKUASAAN TERUS MENYIMPANG!\nSAAT RAKYAT HANYA JADI ALASAN—\nNEGARA MATI DALAM PEMBOROSAN!\n\n*[Outro]*\nDan saat dapur berhenti berbohong…\nBarulah kita tahu…\nSiapa yang sebenarnya lapar…\n------------------------------------------------\nLirik lagu digubah dari tulisa berikut ini:\n\nBau Amis dari Dapur MBG\n\nOleh: Malika Dwi Ana (Fusilatnews)\n\nJakarta — Polemik pengadaan 21.801 unit motor listrik merek Emmo untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG) terus menguat. Bukan lagi sekadar isu viral di media sosial, melainkan bau amis yang semakin menyengat dari dapur Badan Gizi Nasional (BGN). Program bernilai ratusan triliun rupiah ini seharusnya memprioritaskan makanan bergizi yang langsung menyentuh perut anak-anak Indonesia, bukan armada operasional mewah yang “terlanjur” dibeli.\n\nMenurut data resmi BGN, dari target sekitar 25.000–25.644 unit, terealisasi 21.801 unit menggunakan anggaran tahun 2025 dengan nilai total mencapai Rp900 miliar hingga lebih dari Rp1 triliun. Motor-motor tersebut masih dalam proses administrasi sebagai Barang Milik Negara (BMN) dan belum didistribusikan secara massal. Pengadaan untuk tahun 2026 pun telah dihentikan menyusul kontroversi yang meledak.\n\nKepala BGN Dadan Hindayana membela pengadaan ini dengan tegas. Motor trail listrik tersebut, katanya, dibutuhkan untuk mendukung mobilitas Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di daerah pelosok dengan medan berat. Harga per unit diklaim Rp42 juta (di bawah harga pasar Rp52 juta), lebih hemat operasional jangka panjang, serta diproduksi dalam negeri dengan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) 48,5%. “Semuanya sudah masuk dalam DIPA 2025 dan sesuai mekanisme,” ujarnya.\n\nNamun, di sinilah letak persoalan yang paling urgent. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengaku baru mengetahui rincian pengadaan tersebut dari pemberitaan dan viral di media sosial. Ia menyatakan pernah menolak usulan serupa tahun lalu karena anggaran MBG harus diprioritaskan untuk makanan, bukan kendaraan operasional. Purbaya menyebut adanya “miskomunikasi” internal dan langsung memotong alokasi anggaran untuk 2026. Sisa dana dari unit yang tidak terealisasi telah dikembalikan ke kas negara.\n\nKontradiksi kedua pejabat ini terbuka lebar. Dadan Hindayana mengklaim proses berjalan sesuai aturan dan sudah terkoordinasi, sementara Purbaya menyebut sempat menolak dan merasa “kecolongan”. Hingga kini belum ada putusan hukum yang menyatakan siapa yang tidak benar, tetapi fakta perbedaan pernyataan ini sudah cukup merusak kepercayaan publik terhadap tata kelola anggaran negara.\n\nLembaga pemerintah non-kementerian seperti BGN yang bertanggung jawab langsung kepada Presiden (berdasarkan Perpres 83/2024) tampak memiliki ruang gerak lebih longgar dalam merealisasikan anggaran existing. Sementara Bendahara Umum Negara baru tersadar belakangan. Ini pola klasik “keterlanjuran” yang kerap muncul pada program prioritas presiden: dikebut pelaksanaannya, sementara prosedur dan pengawasan Kemenkeu menjadi nomor dua.\n\nSelengkapnya: https://fusilatnews.com/bau-amis-dari...\n------------------------------------------------\n‪‬", "post_id": "EQKpUUzk2nU"}}, {"key": "peoplepowermetal", "attributes": {"label": "peoplepowermetal", "x": 655.7204819771083, "y": 905.309850780188, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 8.5295, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "EQKpUUzk2nU", "id": "peoplepowermetal", "source": "youtube-000001", "content": "BAU AMIS DAPUR MBG | BLACKENED POLITICAL METAL | PEOPLE POWER METAL\n\n#prabowo #gibran #lagu #musik #rock #metal #politik #ekonomi #jokowi #iazah #ijazahpalsu  #roysuryo  #rismonsianipar  #doktertifa  #reflyharun \n-----------------------------------------------------------------\nBAU AMIS DARI DAPUR KEKUASAAN\n\n*[Intro]*\nDari dapur yang seharusnya memberi hidup…\nMengalir bau… yang tak bisa ditutup…\n\n*[Verse I]*\nAsap naik dari panci negara\nBukan aroma gizi—tapi luka\nAnggaran membusuk dalam diam\nRakyat menunggu… janji yang karam\n\nMotor berdiri tanpa arah\nGudang penuh—perut tetap lapar\nProgram suci berubah kelam\nDi tangan kuasa yang tak berperan\n\n*[Verse II]*\nDadan Hindayana bersumpah: semua sah\nAngka dan aturan jadi tameng megah\nNamun retak suara dari dalam\nKebenaran terbelah dalam sistem kelam\n\nPurbaya Yudhi Sadewa berkata: aku tak tahu\nAnggaran bocor—siapa yang lampu?\nKoordinasi mati di ruang gelap\nNegara berjalan… tanpa sebab\n\n*[Pre-Chorus]*\nEfisiensi hanya mantra kosong\nSaat uang mengalir tak terpotong\nDapur ini bukan lagi suci\nIa jadi altar transaksi sunyi\n\n*[Chorus]*\nBAU AMIS—MENYELIMUTI NEGARA!\nDAPUR KUASA—PENUH REKAYASA!\nRATUSAN TRILIUN TERKUBUR DALAM DUSTA—\nANAK NEGERI MENUNGGU… TANPA MAKNA!\n\n*[Verse III]*\nVendor lama kembali menari\nBayangan kasus tak pernah pergi\nTender jadi ritual berulang\nDi lingkar kuasa yang tak tergoyang\n\nKontrak panjang—janji hampa\nKeadilan terkunci dalam angka\nYang kaya makin menggenggam\nYang lapar tetap tenggelam\n\n*[Bridge]*\nSiapa yang makan…?\nSiapa yang lapar…?\nSiapa yang untung…?\nSiapa yang hancur…?\n\n*[Breakdown]*\nBELI!—TANPA LOGIKA!\nPAKAI!—TANPA DATA!\nALIRKAN!—TANPA MAKNA!\nSEMBUNYIKAN!—SEMUA DUSTA!\n\n*[Verse IV]*\nDPR memanggil—suara bergema\nNamun kebenaran tetap terpenjara\nAudit datang—lambat dan dingin\nSementara sistem terus bermain\n\nDapur ini tak lagi memberi hidup\nIa mengunyah harapan… lalu menutup\n\n*[Final Chorus]*\nBAU AMIS TAK AKAN HILANG!\nSELAMA KEKUASAAN TERUS MENYIMPANG!\nSAAT RAKYAT HANYA JADI ALASAN—\nNEGARA MATI DALAM PEMBOROSAN!\n\n*[Outro]*\nDan saat dapur berhenti berbohong…\nBarulah kita tahu…\nSiapa yang sebenarnya lapar…\n------------------------------------------------\nLirik lagu digubah dari tulisa berikut ini:\n\nBau Amis dari Dapur MBG\n\nOleh: Malika Dwi Ana (Fusilatnews)\n\nJakarta — Polemik pengadaan 21.801 unit motor listrik merek Emmo untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG) terus menguat. Bukan lagi sekadar isu viral di media sosial, melainkan bau amis yang semakin menyengat dari dapur Badan Gizi Nasional (BGN). Program bernilai ratusan triliun rupiah ini seharusnya memprioritaskan makanan bergizi yang langsung menyentuh perut anak-anak Indonesia, bukan armada operasional mewah yang “terlanjur” dibeli.\n\nMenurut data resmi BGN, dari target sekitar 25.000–25.644 unit, terealisasi 21.801 unit menggunakan anggaran tahun 2025 dengan nilai total mencapai Rp900 miliar hingga lebih dari Rp1 triliun. Motor-motor tersebut masih dalam proses administrasi sebagai Barang Milik Negara (BMN) dan belum didistribusikan secara massal. Pengadaan untuk tahun 2026 pun telah dihentikan menyusul kontroversi yang meledak.\n\nKepala BGN Dadan Hindayana membela pengadaan ini dengan tegas. Motor trail listrik tersebut, katanya, dibutuhkan untuk mendukung mobilitas Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di daerah pelosok dengan medan berat. Harga per unit diklaim Rp42 juta (di bawah harga pasar Rp52 juta), lebih hemat operasional jangka panjang, serta diproduksi dalam negeri dengan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) 48,5%. “Semuanya sudah masuk dalam DIPA 2025 dan sesuai mekanisme,” ujarnya.\n\nNamun, di sinilah letak persoalan yang paling urgent. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengaku baru mengetahui rincian pengadaan tersebut dari pemberitaan dan viral di media sosial. Ia menyatakan pernah menolak usulan serupa tahun lalu karena anggaran MBG harus diprioritaskan untuk makanan, bukan kendaraan operasional. Purbaya menyebut adanya “miskomunikasi” internal dan langsung memotong alokasi anggaran untuk 2026. Sisa dana dari unit yang tidak terealisasi telah dikembalikan ke kas negara.\n\nKontradiksi kedua pejabat ini terbuka lebar. Dadan Hindayana mengklaim proses berjalan sesuai aturan dan sudah terkoordinasi, sementara Purbaya menyebut sempat menolak dan merasa “kecolongan”. Hingga kini belum ada putusan hukum yang menyatakan siapa yang tidak benar, tetapi fakta perbedaan pernyataan ini sudah cukup merusak kepercayaan publik terhadap tata kelola anggaran negara.\n\nLembaga pemerintah non-kementerian seperti BGN yang bertanggung jawab langsung kepada Presiden (berdasarkan Perpres 83/2024) tampak memiliki ruang gerak lebih longgar dalam merealisasikan anggaran existing. Sementara Bendahara Umum Negara baru tersadar belakangan. Ini pola klasik “keterlanjuran” yang kerap muncul pada program prioritas presiden: dikebut pelaksanaannya, sementara prosedur dan pengawasan Kemenkeu menjadi nomor dua.\n\nSelengkapnya: https://fusilatnews.com/bau-amis-dari...\n------------------------------------------------\n‪‬", "post_id": "EQKpUUzk2nU"}}, {"key": "@Pabriknews", "attributes": {"label": "@Pabriknews", "x": 598.9948658079644, "y": 158.16966138001877, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 4.6105, "eigenvector": 0.0001, "in_degree": 0, "out_degree": 224, "degree": 224}, "_id": "WyKOmODheec", "id": "@Pabriknews", "source": "youtube-000001", "content": "KDM NGAMUK❗ LANGSUNG SIDAK KE SEKOLAH TIDAK TAAT ATURAN KEPSEK NGEYEL AUTO KENA  SEMPROT KDM❓\n\nREAL GUBERNUR INDONESIA ❗KDM DIREBUTIN WARGA, BANYAK WARGA MINTA KDM GANTIIN GUBERNUR NYA ❓\n#pabriknews #kdm #dedimulyadi #kdmsociety #gubernurjabar #ahmadlutfi #gubernurjateng #pramonoanung #gubernurdkijakarta #sherlytjoandalaos #gubernur Maluku Utara #lsm #ormas #kadeshoho\nJAKARTA GEGER❗ KDM BERKUNJUNG KE JAKARTA DISAMBUT LAUTAN MANUSIA❓PAK PRAMONO ANUNG KEMANA YA❓\nTerimakasih atas dukungannya saudara ku semuanya untuk channel pabrik news dengan cara like, coment, subscribe semoga rezekinya saudara ku dimudahkan berlimpah ruah \n\n#pabriknews #kdm #dedimulyadi #gubernurjabar #pramonoanung #gubernurdkijakarta #kdmsociety #videoreaction #ahmadlutfi #gubernurjateng\nGEGER❗GUB JATENG DI BULLY MASYARAKAT GARA GARA MENGOLOK-OLOK KEBIJAKAN KANG DEDI MULYADI ❓\nGUB JATENG KENA MENTAL❗ SELALU NYIYIIRIN KEBIJAKAN DEDI MULYADI MALAH DIRUJAK WARGANYA SENDIRI ❓\n\n#kdmchannel #kdm #dedimulyadi #kangdedimulyadichannel #gubernurjabar #gubernurjateng #ahmadlutfi #videoreaction #lsm #ormas #pramonoanung #gubernurdkijakarta #sherlytjoandalaos #gubernurmalukuutara\n\nGEGER ❗LUHUT &KAPOLRI MENGANCAM PURBAYA KARENA MAU DIAUDIT, MENHAN &JENDERAL GATOT BELA PURBAYA ❓\n\nGEGER❗PURBAYA MAU DI NOEL KAN, KARENA MENGUSIK PESTA PARA B4NDIT KELAS KAKAP KEJAGUNG DUKUNG PURBAYA\nGEGER! VIRAL! komika pandji pragiwaksono ROASTING pejabat, istana gempar?\nTERBONGKAR? MAFIA QUOTA INTERNET? BIKIN MASYARAKAT SUSAH? \nGEGER! VIRAL! ADA MAFIA LISTRIK DALAM PLN, PLN RUGI TRILYUNAN RUPIAH KEJAGUNG SIAP AUDIT PLN?\nGEGER! PLN MAU MENAIKAN TARIF LISTRIK RAKYAT MENJERIT ULAH PARA MAFIA LISTRIK?\nTERBONGKAR! Opung luhut serang presiden prabowo, jokowi raja Jawa? prabowo tunduk arahan jokowi untuk melunasi hutang kereta cepat whoosh, menteri keuangan purbaya kehilangan taringnya? \n\n#luhut #luhutbinsarpandjaitan #kejaksaanagung #kadeshoho #lsm #banjarnegara #kapolri #kapolsek  #audit #purbaya #prabowo #beritatelkomsel #korupsitelkomsel #pandjipragiwaksono #roasting  #korupsiquotainternet #internethangus #pln #plnrugi #dirutpln #plnkorupsi #kadesdemo #kadesviral #korupsidanadesa #audit #kades #kadespurwasaba #kadesbertato #kadesbanjarnegara #kadeshoho #beritaterkini #beritahariini #berita #beritaterkini #hariini #beritaviral #videoviral #yaimim #yaimimterbaru #beritayaimim #busahara #beritabusahara #busaharaterbaru #busaharamintamaaf #trans7 #trans7diboikot #trans7ditutup #pondokpesantren #lirboyo #santrilirboyo #lirboyokediri #kiyai #santri #menuntuttrans7 #santriunjukrasa #santriindonesia #santrinusantara #santridemo #prabowo #jokowi #purbaya #luhutbinsarpandjaitan #opungluhut #bahlil #rizachalid #mahfudmd #jaksaagung #menteri #menterikeuangan #presidenprabowo #jokowidodo #gibran #gibranrakabumingraka #luhut #keretacepat #whoos #keretacepatjakartabandung #purbayayudisadhewa #prabowosubianto #jokowipresidenku #jokowirajajawa #ignasius jonan #ijazahpalsu #ijazahjokowi #roy suryo #rismon #doktertifa #bloomberg #bandara #menhan #morowali #mafiamigas #mafiaminyak #rajaminyak #skkmigas #rizachalid #kerrychalid", "post_id": "WyKOmODheec"}}, {"key": "DaftarPopuler", "attributes": {"label": "DaftarPopuler", "x": 364.5352446353118, "y": 915.4320622798609, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 4.628, "eigenvector": 0.0001, "in_degree": 28, "out_degree": 0, "degree": 28}, "_id": "WyKOmODheec", "id": "DaftarPopuler", "source": "youtube-000001", "content": "KDM NGAMUK❗ LANGSUNG SIDAK KE SEKOLAH TIDAK TAAT ATURAN KEPSEK NGEYEL AUTO KENA  SEMPROT KDM❓\n\nREAL GUBERNUR INDONESIA ❗KDM DIREBUTIN WARGA, BANYAK WARGA MINTA KDM GANTIIN GUBERNUR NYA ❓\n#pabriknews #kdm #dedimulyadi #kdmsociety #gubernurjabar #ahmadlutfi #gubernurjateng #pramonoanung #gubernurdkijakarta #sherlytjoandalaos #gubernur Maluku Utara #lsm #ormas #kadeshoho\nJAKARTA GEGER❗ KDM BERKUNJUNG KE JAKARTA DISAMBUT LAUTAN MANUSIA❓PAK PRAMONO ANUNG KEMANA YA❓\nTerimakasih atas dukungannya saudara ku semuanya untuk channel pabrik news dengan cara like, coment, subscribe semoga rezekinya saudara ku dimudahkan berlimpah ruah \n\n#pabriknews #kdm #dedimulyadi #gubernurjabar #pramonoanung #gubernurdkijakarta #kdmsociety #videoreaction #ahmadlutfi #gubernurjateng\nGEGER❗GUB JATENG DI BULLY MASYARAKAT GARA GARA MENGOLOK-OLOK KEBIJAKAN KANG DEDI MULYADI ❓\nGUB JATENG KENA MENTAL❗ SELALU NYIYIIRIN KEBIJAKAN DEDI MULYADI MALAH DIRUJAK WARGANYA SENDIRI ❓\n\n#kdmchannel #kdm #dedimulyadi #kangdedimulyadichannel #gubernurjabar #gubernurjateng #ahmadlutfi #videoreaction #lsm #ormas #pramonoanung #gubernurdkijakarta #sherlytjoandalaos #gubernurmalukuutara\n\nGEGER ❗LUHUT &KAPOLRI MENGANCAM PURBAYA KARENA MAU DIAUDIT, MENHAN &JENDERAL GATOT BELA PURBAYA ❓\n\nGEGER❗PURBAYA MAU DI NOEL KAN, KARENA MENGUSIK PESTA PARA B4NDIT KELAS KAKAP KEJAGUNG DUKUNG PURBAYA\nGEGER! VIRAL! komika pandji pragiwaksono ROASTING pejabat, istana gempar?\nTERBONGKAR? MAFIA QUOTA INTERNET? BIKIN MASYARAKAT SUSAH? \nGEGER! VIRAL! ADA MAFIA LISTRIK DALAM PLN, PLN RUGI TRILYUNAN RUPIAH KEJAGUNG SIAP AUDIT PLN?\nGEGER! PLN MAU MENAIKAN TARIF LISTRIK RAKYAT MENJERIT ULAH PARA MAFIA LISTRIK?\nTERBONGKAR! Opung luhut serang presiden prabowo, jokowi raja Jawa? prabowo tunduk arahan jokowi untuk melunasi hutang kereta cepat whoosh, menteri keuangan purbaya kehilangan taringnya? \n\n#luhut #luhutbinsarpandjaitan #kejaksaanagung #kadeshoho #lsm #banjarnegara #kapolri #kapolsek  #audit #purbaya #prabowo #beritatelkomsel #korupsitelkomsel #pandjipragiwaksono #roasting  #korupsiquotainternet #internethangus #pln #plnrugi #dirutpln #plnkorupsi #kadesdemo #kadesviral #korupsidanadesa #audit #kades #kadespurwasaba #kadesbertato #kadesbanjarnegara #kadeshoho #beritaterkini #beritahariini #berita #beritaterkini #hariini #beritaviral #videoviral #yaimim #yaimimterbaru #beritayaimim #busahara #beritabusahara #busaharaterbaru #busaharamintamaaf #trans7 #trans7diboikot #trans7ditutup #pondokpesantren #lirboyo #santrilirboyo #lirboyokediri #kiyai #santri #menuntuttrans7 #santriunjukrasa #santriindonesia #santrinusantara #santridemo #prabowo #jokowi #purbaya #luhutbinsarpandjaitan #opungluhut #bahlil #rizachalid #mahfudmd #jaksaagung #menteri #menterikeuangan #presidenprabowo #jokowidodo #gibran #gibranrakabumingraka #luhut #keretacepat #whoos #keretacepatjakartabandung #purbayayudisadhewa #prabowosubianto #jokowipresidenku #jokowirajajawa #ignasius jonan #ijazahpalsu #ijazahjokowi #roy suryo #rismon #doktertifa #bloomberg #bandara #menhan #morowali #mafiamigas #mafiaminyak #rajaminyak #skkmigas #rizachalid #kerrychalid", "post_id": "WyKOmODheec"}}, {"key": "povlitik", "attributes": {"label": "povlitik", "x": 162.87515937592335, "y": 908.824037448249, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 4.628, "eigenvector": 0.0001, "in_degree": 28, "out_degree": 0, "degree": 28}, "_id": "WyKOmODheec", "id": "povlitik", "source": "youtube-000001", "content": "KDM NGAMUK❗ LANGSUNG SIDAK KE SEKOLAH TIDAK TAAT ATURAN KEPSEK NGEYEL AUTO KENA  SEMPROT KDM❓\n\nREAL GUBERNUR INDONESIA ❗KDM DIREBUTIN WARGA, BANYAK WARGA MINTA KDM GANTIIN GUBERNUR NYA ❓\n#pabriknews #kdm #dedimulyadi #kdmsociety #gubernurjabar #ahmadlutfi #gubernurjateng #pramonoanung #gubernurdkijakarta #sherlytjoandalaos #gubernur Maluku Utara #lsm #ormas #kadeshoho\nJAKARTA GEGER❗ KDM BERKUNJUNG KE JAKARTA DISAMBUT LAUTAN MANUSIA❓PAK PRAMONO ANUNG KEMANA YA❓\nTerimakasih atas dukungannya saudara ku semuanya untuk channel pabrik news dengan cara like, coment, subscribe semoga rezekinya saudara ku dimudahkan berlimpah ruah \n\n#pabriknews #kdm #dedimulyadi #gubernurjabar #pramonoanung #gubernurdkijakarta #kdmsociety #videoreaction #ahmadlutfi #gubernurjateng\nGEGER❗GUB JATENG DI BULLY MASYARAKAT GARA GARA MENGOLOK-OLOK KEBIJAKAN KANG DEDI MULYADI ❓\nGUB JATENG KENA MENTAL❗ SELALU NYIYIIRIN KEBIJAKAN DEDI MULYADI MALAH DIRUJAK WARGANYA SENDIRI ❓\n\n#kdmchannel #kdm #dedimulyadi #kangdedimulyadichannel #gubernurjabar #gubernurjateng #ahmadlutfi #videoreaction #lsm #ormas #pramonoanung #gubernurdkijakarta #sherlytjoandalaos #gubernurmalukuutara\n\nGEGER ❗LUHUT &KAPOLRI MENGANCAM PURBAYA KARENA MAU DIAUDIT, MENHAN &JENDERAL GATOT BELA PURBAYA ❓\n\nGEGER❗PURBAYA MAU DI NOEL KAN, KARENA MENGUSIK PESTA PARA B4NDIT KELAS KAKAP KEJAGUNG DUKUNG PURBAYA\nGEGER! VIRAL! komika pandji pragiwaksono ROASTING pejabat, istana gempar?\nTERBONGKAR? MAFIA QUOTA INTERNET? BIKIN MASYARAKAT SUSAH? \nGEGER! VIRAL! ADA MAFIA LISTRIK DALAM PLN, PLN RUGI TRILYUNAN RUPIAH KEJAGUNG SIAP AUDIT PLN?\nGEGER! PLN MAU MENAIKAN TARIF LISTRIK RAKYAT MENJERIT ULAH PARA MAFIA LISTRIK?\nTERBONGKAR! Opung luhut serang presiden prabowo, jokowi raja Jawa? prabowo tunduk arahan jokowi untuk melunasi hutang kereta cepat whoosh, menteri keuangan purbaya kehilangan taringnya? \n\n#luhut #luhutbinsarpandjaitan #kejaksaanagung #kadeshoho #lsm #banjarnegara #kapolri #kapolsek  #audit #purbaya #prabowo #beritatelkomsel #korupsitelkomsel #pandjipragiwaksono #roasting  #korupsiquotainternet #internethangus #pln #plnrugi #dirutpln #plnkorupsi #kadesdemo #kadesviral #korupsidanadesa #audit #kades #kadespurwasaba #kadesbertato #kadesbanjarnegara #kadeshoho #beritaterkini #beritahariini #berita #beritaterkini #hariini #beritaviral #videoviral #yaimim #yaimimterbaru #beritayaimim #busahara #beritabusahara #busaharaterbaru #busaharamintamaaf #trans7 #trans7diboikot #trans7ditutup #pondokpesantren #lirboyo #santrilirboyo #lirboyokediri #kiyai #santri #menuntuttrans7 #santriunjukrasa #santriindonesia #santrinusantara #santridemo #prabowo #jokowi #purbaya #luhutbinsarpandjaitan #opungluhut #bahlil #rizachalid #mahfudmd #jaksaagung #menteri #menterikeuangan #presidenprabowo #jokowidodo #gibran #gibranrakabumingraka #luhut #keretacepat #whoos #keretacepatjakartabandung #purbayayudisadhewa #prabowosubianto #jokowipresidenku #jokowirajajawa #ignasius jonan #ijazahpalsu #ijazahjokowi #roy suryo #rismon #doktertifa #bloomberg #bandara #menhan #morowali #mafiamigas #mafiaminyak #rajaminyak #skkmigas #rizachalid #kerrychalid", "post_id": "WyKOmODheec"}}, {"key": "YudaMediaHD", "attributes": {"label": "YudaMediaHD", "x": 999.952067296418, "y": 386.28820962799006, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 4.628, "eigenvector": 0.0001, "in_degree": 28, "out_degree": 0, "degree": 28}, "_id": "WyKOmODheec", "id": "YudaMediaHD", "source": "youtube-000001", "content": "KDM NGAMUK❗ LANGSUNG SIDAK KE SEKOLAH TIDAK TAAT ATURAN KEPSEK NGEYEL AUTO KENA  SEMPROT KDM❓\n\nREAL GUBERNUR INDONESIA ❗KDM DIREBUTIN WARGA, BANYAK WARGA MINTA KDM GANTIIN GUBERNUR NYA ❓\n#pabriknews #kdm #dedimulyadi #kdmsociety #gubernurjabar #ahmadlutfi #gubernurjateng #pramonoanung #gubernurdkijakarta #sherlytjoandalaos #gubernur Maluku Utara #lsm #ormas #kadeshoho\nJAKARTA GEGER❗ KDM BERKUNJUNG KE JAKARTA DISAMBUT LAUTAN MANUSIA❓PAK PRAMONO ANUNG KEMANA YA❓\nTerimakasih atas dukungannya saudara ku semuanya untuk channel pabrik news dengan cara like, coment, subscribe semoga rezekinya saudara ku dimudahkan berlimpah ruah \n\n#pabriknews #kdm #dedimulyadi #gubernurjabar #pramonoanung #gubernurdkijakarta #kdmsociety #videoreaction #ahmadlutfi #gubernurjateng\nGEGER❗GUB JATENG DI BULLY MASYARAKAT GARA GARA MENGOLOK-OLOK KEBIJAKAN KANG DEDI MULYADI ❓\nGUB JATENG KENA MENTAL❗ SELALU NYIYIIRIN KEBIJAKAN DEDI MULYADI MALAH DIRUJAK WARGANYA SENDIRI ❓\n\n#kdmchannel #kdm #dedimulyadi #kangdedimulyadichannel #gubernurjabar #gubernurjateng #ahmadlutfi #videoreaction #lsm #ormas #pramonoanung #gubernurdkijakarta #sherlytjoandalaos #gubernurmalukuutara\n\nGEGER ❗LUHUT &KAPOLRI MENGANCAM PURBAYA KARENA MAU DIAUDIT, MENHAN &JENDERAL GATOT BELA PURBAYA ❓\n\nGEGER❗PURBAYA MAU DI NOEL KAN, KARENA MENGUSIK PESTA PARA B4NDIT KELAS KAKAP KEJAGUNG DUKUNG PURBAYA\nGEGER! VIRAL! komika pandji pragiwaksono ROASTING pejabat, istana gempar?\nTERBONGKAR? MAFIA QUOTA INTERNET? BIKIN MASYARAKAT SUSAH? \nGEGER! VIRAL! ADA MAFIA LISTRIK DALAM PLN, PLN RUGI TRILYUNAN RUPIAH KEJAGUNG SIAP AUDIT PLN?\nGEGER! PLN MAU MENAIKAN TARIF LISTRIK RAKYAT MENJERIT ULAH PARA MAFIA LISTRIK?\nTERBONGKAR! Opung luhut serang presiden prabowo, jokowi raja Jawa? prabowo tunduk arahan jokowi untuk melunasi hutang kereta cepat whoosh, menteri keuangan purbaya kehilangan taringnya? \n\n#luhut #luhutbinsarpandjaitan #kejaksaanagung #kadeshoho #lsm #banjarnegara #kapolri #kapolsek  #audit #purbaya #prabowo #beritatelkomsel #korupsitelkomsel #pandjipragiwaksono #roasting  #korupsiquotainternet #internethangus #pln #plnrugi #dirutpln #plnkorupsi #kadesdemo #kadesviral #korupsidanadesa #audit #kades #kadespurwasaba #kadesbertato #kadesbanjarnegara #kadeshoho #beritaterkini #beritahariini #berita #beritaterkini #hariini #beritaviral #videoviral #yaimim #yaimimterbaru #beritayaimim #busahara #beritabusahara #busaharaterbaru #busaharamintamaaf #trans7 #trans7diboikot #trans7ditutup #pondokpesantren #lirboyo #santrilirboyo #lirboyokediri #kiyai #santri #menuntuttrans7 #santriunjukrasa #santriindonesia #santrinusantara #santridemo #prabowo #jokowi #purbaya #luhutbinsarpandjaitan #opungluhut #bahlil #rizachalid #mahfudmd #jaksaagung #menteri #menterikeuangan #presidenprabowo #jokowidodo #gibran #gibranrakabumingraka #luhut #keretacepat #whoos #keretacepatjakartabandung #purbayayudisadhewa #prabowosubianto #jokowipresidenku #jokowirajajawa #ignasius jonan #ijazahpalsu #ijazahjokowi #roy suryo #rismon #doktertifa #bloomberg #bandara #menhan #morowali #mafiamigas #mafiaminyak #rajaminyak #skkmigas #rizachalid #kerrychalid", "post_id": "WyKOmODheec"}}, {"key": "gagalgajian", "attributes": {"label": "gagalgajian", "x": 303.60038202183495, "y": 646.259453148088, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 4.628, "eigenvector": 0.0001, "in_degree": 28, "out_degree": 0, "degree": 28}, "_id": "WyKOmODheec", "id": "gagalgajian", "source": "youtube-000001", "content": "KDM NGAMUK❗ LANGSUNG SIDAK KE SEKOLAH TIDAK TAAT ATURAN KEPSEK NGEYEL AUTO KENA  SEMPROT KDM❓\n\nREAL GUBERNUR INDONESIA ❗KDM DIREBUTIN WARGA, BANYAK WARGA MINTA KDM GANTIIN GUBERNUR NYA ❓\n#pabriknews #kdm #dedimulyadi #kdmsociety #gubernurjabar #ahmadlutfi #gubernurjateng #pramonoanung #gubernurdkijakarta #sherlytjoandalaos #gubernur Maluku Utara #lsm #ormas #kadeshoho\nJAKARTA GEGER❗ KDM BERKUNJUNG KE JAKARTA DISAMBUT LAUTAN MANUSIA❓PAK PRAMONO ANUNG KEMANA YA❓\nTerimakasih atas dukungannya saudara ku semuanya untuk channel pabrik news dengan cara like, coment, subscribe semoga rezekinya saudara ku dimudahkan berlimpah ruah \n\n#pabriknews #kdm #dedimulyadi #gubernurjabar #pramonoanung #gubernurdkijakarta #kdmsociety #videoreaction #ahmadlutfi #gubernurjateng\nGEGER❗GUB JATENG DI BULLY MASYARAKAT GARA GARA MENGOLOK-OLOK KEBIJAKAN KANG DEDI MULYADI ❓\nGUB JATENG KENA MENTAL❗ SELALU NYIYIIRIN KEBIJAKAN DEDI MULYADI MALAH DIRUJAK WARGANYA SENDIRI ❓\n\n#kdmchannel #kdm #dedimulyadi #kangdedimulyadichannel #gubernurjabar #gubernurjateng #ahmadlutfi #videoreaction #lsm #ormas #pramonoanung #gubernurdkijakarta #sherlytjoandalaos #gubernurmalukuutara\n\nGEGER ❗LUHUT &KAPOLRI MENGANCAM PURBAYA KARENA MAU DIAUDIT, MENHAN &JENDERAL GATOT BELA PURBAYA ❓\n\nGEGER❗PURBAYA MAU DI NOEL KAN, KARENA MENGUSIK PESTA PARA B4NDIT KELAS KAKAP KEJAGUNG DUKUNG PURBAYA\nGEGER! VIRAL! komika pandji pragiwaksono ROASTING pejabat, istana gempar?\nTERBONGKAR? MAFIA QUOTA INTERNET? BIKIN MASYARAKAT SUSAH? \nGEGER! VIRAL! ADA MAFIA LISTRIK DALAM PLN, PLN RUGI TRILYUNAN RUPIAH KEJAGUNG SIAP AUDIT PLN?\nGEGER! PLN MAU MENAIKAN TARIF LISTRIK RAKYAT MENJERIT ULAH PARA MAFIA LISTRIK?\nTERBONGKAR! Opung luhut serang presiden prabowo, jokowi raja Jawa? prabowo tunduk arahan jokowi untuk melunasi hutang kereta cepat whoosh, menteri keuangan purbaya kehilangan taringnya? \n\n#luhut #luhutbinsarpandjaitan #kejaksaanagung #kadeshoho #lsm #banjarnegara #kapolri #kapolsek  #audit #purbaya #prabowo #beritatelkomsel #korupsitelkomsel #pandjipragiwaksono #roasting  #korupsiquotainternet #internethangus #pln #plnrugi #dirutpln #plnkorupsi #kadesdemo #kadesviral #korupsidanadesa #audit #kades #kadespurwasaba #kadesbertato #kadesbanjarnegara #kadeshoho #beritaterkini #beritahariini #berita #beritaterkini #hariini #beritaviral #videoviral #yaimim #yaimimterbaru #beritayaimim #busahara #beritabusahara #busaharaterbaru #busaharamintamaaf #trans7 #trans7diboikot #trans7ditutup #pondokpesantren #lirboyo #santrilirboyo #lirboyokediri #kiyai #santri #menuntuttrans7 #santriunjukrasa #santriindonesia #santrinusantara #santridemo #prabowo #jokowi #purbaya #luhutbinsarpandjaitan #opungluhut #bahlil #rizachalid #mahfudmd #jaksaagung #menteri #menterikeuangan #presidenprabowo #jokowidodo #gibran #gibranrakabumingraka #luhut #keretacepat #whoos #keretacepatjakartabandung #purbayayudisadhewa #prabowosubianto #jokowipresidenku #jokowirajajawa #ignasius jonan #ijazahpalsu #ijazahjokowi #roy suryo #rismon #doktertifa #bloomberg #bandara #menhan #morowali #mafiamigas #mafiaminyak #rajaminyak #skkmigas #rizachalid #kerrychalid", "post_id": "WyKOmODheec"}}, {"key": "perspektifspace", "attributes": {"label": "perspektifspace", "x": 393.70725318017554, "y": 192.56812273883207, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 4.628, "eigenvector": 0.0001, "in_degree": 28, "out_degree": 0, "degree": 28}, "_id": "WyKOmODheec", "id": "perspektifspace", "source": "youtube-000001", "content": "KDM NGAMUK❗ LANGSUNG SIDAK KE SEKOLAH TIDAK TAAT ATURAN KEPSEK NGEYEL AUTO KENA  SEMPROT KDM❓\n\nREAL GUBERNUR INDONESIA ❗KDM DIREBUTIN WARGA, BANYAK WARGA MINTA KDM GANTIIN GUBERNUR NYA ❓\n#pabriknews #kdm #dedimulyadi #kdmsociety #gubernurjabar #ahmadlutfi #gubernurjateng #pramonoanung #gubernurdkijakarta #sherlytjoandalaos #gubernur Maluku Utara #lsm #ormas #kadeshoho\nJAKARTA GEGER❗ KDM BERKUNJUNG KE JAKARTA DISAMBUT LAUTAN MANUSIA❓PAK PRAMONO ANUNG KEMANA YA❓\nTerimakasih atas dukungannya saudara ku semuanya untuk channel pabrik news dengan cara like, coment, subscribe semoga rezekinya saudara ku dimudahkan berlimpah ruah \n\n#pabriknews #kdm #dedimulyadi #gubernurjabar #pramonoanung #gubernurdkijakarta #kdmsociety #videoreaction #ahmadlutfi #gubernurjateng\nGEGER❗GUB JATENG DI BULLY MASYARAKAT GARA GARA MENGOLOK-OLOK KEBIJAKAN KANG DEDI MULYADI ❓\nGUB JATENG KENA MENTAL❗ SELALU NYIYIIRIN KEBIJAKAN DEDI MULYADI MALAH DIRUJAK WARGANYA SENDIRI ❓\n\n#kdmchannel #kdm #dedimulyadi #kangdedimulyadichannel #gubernurjabar #gubernurjateng #ahmadlutfi #videoreaction #lsm #ormas #pramonoanung #gubernurdkijakarta #sherlytjoandalaos #gubernurmalukuutara\n\nGEGER ❗LUHUT &KAPOLRI MENGANCAM PURBAYA KARENA MAU DIAUDIT, MENHAN &JENDERAL GATOT BELA PURBAYA ❓\n\nGEGER❗PURBAYA MAU DI NOEL KAN, KARENA MENGUSIK PESTA PARA B4NDIT KELAS KAKAP KEJAGUNG DUKUNG PURBAYA\nGEGER! VIRAL! komika pandji pragiwaksono ROASTING pejabat, istana gempar?\nTERBONGKAR? MAFIA QUOTA INTERNET? BIKIN MASYARAKAT SUSAH? \nGEGER! VIRAL! ADA MAFIA LISTRIK DALAM PLN, PLN RUGI TRILYUNAN RUPIAH KEJAGUNG SIAP AUDIT PLN?\nGEGER! PLN MAU MENAIKAN TARIF LISTRIK RAKYAT MENJERIT ULAH PARA MAFIA LISTRIK?\nTERBONGKAR! Opung luhut serang presiden prabowo, jokowi raja Jawa? prabowo tunduk arahan jokowi untuk melunasi hutang kereta cepat whoosh, menteri keuangan purbaya kehilangan taringnya? \n\n#luhut #luhutbinsarpandjaitan #kejaksaanagung #kadeshoho #lsm #banjarnegara #kapolri #kapolsek  #audit #purbaya #prabowo #beritatelkomsel #korupsitelkomsel #pandjipragiwaksono #roasting  #korupsiquotainternet #internethangus #pln #plnrugi #dirutpln #plnkorupsi #kadesdemo #kadesviral #korupsidanadesa #audit #kades #kadespurwasaba #kadesbertato #kadesbanjarnegara #kadeshoho #beritaterkini #beritahariini #berita #beritaterkini #hariini #beritaviral #videoviral #yaimim #yaimimterbaru #beritayaimim #busahara #beritabusahara #busaharaterbaru #busaharamintamaaf #trans7 #trans7diboikot #trans7ditutup #pondokpesantren #lirboyo #santrilirboyo #lirboyokediri #kiyai #santri #menuntuttrans7 #santriunjukrasa #santriindonesia #santrinusantara #santridemo #prabowo #jokowi #purbaya #luhutbinsarpandjaitan #opungluhut #bahlil #rizachalid #mahfudmd #jaksaagung #menteri #menterikeuangan #presidenprabowo #jokowidodo #gibran #gibranrakabumingraka #luhut #keretacepat #whoos #keretacepatjakartabandung #purbayayudisadhewa #prabowosubianto #jokowipresidenku #jokowirajajawa #ignasius jonan #ijazahpalsu #ijazahjokowi #roy suryo #rismon #doktertifa #bloomberg #bandara #menhan #morowali #mafiamigas #mafiaminyak #rajaminyak #skkmigas #rizachalid #kerrychalid", "post_id": "WyKOmODheec"}}, {"key": "demennglencer9433", "attributes": {"label": "demennglencer9433", "x": 80.7758595262621, "y": 525.0753335602382, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 4.628, "eigenvector": 0.0001, "in_degree": 28, "out_degree": 0, "degree": 28}, "_id": "WyKOmODheec", "id": "demennglencer9433", "source": "youtube-000001", "content": "KDM NGAMUK❗ LANGSUNG SIDAK KE SEKOLAH TIDAK TAAT ATURAN KEPSEK NGEYEL AUTO KENA  SEMPROT KDM❓\n\nREAL GUBERNUR INDONESIA ❗KDM DIREBUTIN WARGA, BANYAK WARGA MINTA KDM GANTIIN GUBERNUR NYA ❓\n#pabriknews #kdm #dedimulyadi #kdmsociety #gubernurjabar #ahmadlutfi #gubernurjateng #pramonoanung #gubernurdkijakarta #sherlytjoandalaos #gubernur Maluku Utara #lsm #ormas #kadeshoho\nJAKARTA GEGER❗ KDM BERKUNJUNG KE JAKARTA DISAMBUT LAUTAN MANUSIA❓PAK PRAMONO ANUNG KEMANA YA❓\nTerimakasih atas dukungannya saudara ku semuanya untuk channel pabrik news dengan cara like, coment, subscribe semoga rezekinya saudara ku dimudahkan berlimpah ruah \n\n#pabriknews #kdm #dedimulyadi #gubernurjabar #pramonoanung #gubernurdkijakarta #kdmsociety #videoreaction #ahmadlutfi #gubernurjateng\nGEGER❗GUB JATENG DI BULLY MASYARAKAT GARA GARA MENGOLOK-OLOK KEBIJAKAN KANG DEDI MULYADI ❓\nGUB JATENG KENA MENTAL❗ SELALU NYIYIIRIN KEBIJAKAN DEDI MULYADI MALAH DIRUJAK WARGANYA SENDIRI ❓\n\n#kdmchannel #kdm #dedimulyadi #kangdedimulyadichannel #gubernurjabar #gubernurjateng #ahmadlutfi #videoreaction #lsm #ormas #pramonoanung #gubernurdkijakarta #sherlytjoandalaos #gubernurmalukuutara\n\nGEGER ❗LUHUT &KAPOLRI MENGANCAM PURBAYA KARENA MAU DIAUDIT, MENHAN &JENDERAL GATOT BELA PURBAYA ❓\n\nGEGER❗PURBAYA MAU DI NOEL KAN, KARENA MENGUSIK PESTA PARA B4NDIT KELAS KAKAP KEJAGUNG DUKUNG PURBAYA\nGEGER! VIRAL! komika pandji pragiwaksono ROASTING pejabat, istana gempar?\nTERBONGKAR? MAFIA QUOTA INTERNET? BIKIN MASYARAKAT SUSAH? \nGEGER! VIRAL! ADA MAFIA LISTRIK DALAM PLN, PLN RUGI TRILYUNAN RUPIAH KEJAGUNG SIAP AUDIT PLN?\nGEGER! PLN MAU MENAIKAN TARIF LISTRIK RAKYAT MENJERIT ULAH PARA MAFIA LISTRIK?\nTERBONGKAR! Opung luhut serang presiden prabowo, jokowi raja Jawa? prabowo tunduk arahan jokowi untuk melunasi hutang kereta cepat whoosh, menteri keuangan purbaya kehilangan taringnya? \n\n#luhut #luhutbinsarpandjaitan #kejaksaanagung #kadeshoho #lsm #banjarnegara #kapolri #kapolsek  #audit #purbaya #prabowo #beritatelkomsel #korupsitelkomsel #pandjipragiwaksono #roasting  #korupsiquotainternet #internethangus #pln #plnrugi #dirutpln #plnkorupsi #kadesdemo #kadesviral #korupsidanadesa #audit #kades #kadespurwasaba #kadesbertato #kadesbanjarnegara #kadeshoho #beritaterkini #beritahariini #berita #beritaterkini #hariini #beritaviral #videoviral #yaimim #yaimimterbaru #beritayaimim #busahara #beritabusahara #busaharaterbaru #busaharamintamaaf #trans7 #trans7diboikot #trans7ditutup #pondokpesantren #lirboyo #santrilirboyo #lirboyokediri #kiyai #santri #menuntuttrans7 #santriunjukrasa #santriindonesia #santrinusantara #santridemo #prabowo #jokowi #purbaya #luhutbinsarpandjaitan #opungluhut #bahlil #rizachalid #mahfudmd #jaksaagung #menteri #menterikeuangan #presidenprabowo #jokowidodo #gibran #gibranrakabumingraka #luhut #keretacepat #whoos #keretacepatjakartabandung #purbayayudisadhewa #prabowosubianto #jokowipresidenku #jokowirajajawa #ignasius jonan #ijazahpalsu #ijazahjokowi #roy suryo #rismon #doktertifa #bloomberg #bandara #menhan #morowali #mafiamigas #mafiaminyak #rajaminyak #skkmigas #rizachalid #kerrychalid", "post_id": "WyKOmODheec"}}, {"key": "RISQIMUHTADIN316", "attributes": {"label": "RISQIMUHTADIN316", "x": 493.3627573461271, "y": 915.9326752263843, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 4.628, "eigenvector": 0.0001, "in_degree": 28, "out_degree": 0, "degree": 28}, "_id": "WyKOmODheec", "id": "RISQIMUHTADIN316", "source": "youtube-000001", "content": "KDM NGAMUK❗ LANGSUNG SIDAK KE SEKOLAH TIDAK TAAT ATURAN KEPSEK NGEYEL AUTO KENA  SEMPROT KDM❓\n\nREAL GUBERNUR INDONESIA ❗KDM DIREBUTIN WARGA, BANYAK WARGA MINTA KDM GANTIIN GUBERNUR NYA ❓\n#pabriknews #kdm #dedimulyadi #kdmsociety #gubernurjabar #ahmadlutfi #gubernurjateng #pramonoanung #gubernurdkijakarta #sherlytjoandalaos #gubernur Maluku Utara #lsm #ormas #kadeshoho\nJAKARTA GEGER❗ KDM BERKUNJUNG KE JAKARTA DISAMBUT LAUTAN MANUSIA❓PAK PRAMONO ANUNG KEMANA YA❓\nTerimakasih atas dukungannya saudara ku semuanya untuk channel pabrik news dengan cara like, coment, subscribe semoga rezekinya saudara ku dimudahkan berlimpah ruah \n\n#pabriknews #kdm #dedimulyadi #gubernurjabar #pramonoanung #gubernurdkijakarta #kdmsociety #videoreaction #ahmadlutfi #gubernurjateng\nGEGER❗GUB JATENG DI BULLY MASYARAKAT GARA GARA MENGOLOK-OLOK KEBIJAKAN KANG DEDI MULYADI ❓\nGUB JATENG KENA MENTAL❗ SELALU NYIYIIRIN KEBIJAKAN DEDI MULYADI MALAH DIRUJAK WARGANYA SENDIRI ❓\n\n#kdmchannel #kdm #dedimulyadi #kangdedimulyadichannel #gubernurjabar #gubernurjateng #ahmadlutfi #videoreaction #lsm #ormas #pramonoanung #gubernurdkijakarta #sherlytjoandalaos #gubernurmalukuutara\n\nGEGER ❗LUHUT &KAPOLRI MENGANCAM PURBAYA KARENA MAU DIAUDIT, MENHAN &JENDERAL GATOT BELA PURBAYA ❓\n\nGEGER❗PURBAYA MAU DI NOEL KAN, KARENA MENGUSIK PESTA PARA B4NDIT KELAS KAKAP KEJAGUNG DUKUNG PURBAYA\nGEGER! VIRAL! komika pandji pragiwaksono ROASTING pejabat, istana gempar?\nTERBONGKAR? MAFIA QUOTA INTERNET? BIKIN MASYARAKAT SUSAH? \nGEGER! VIRAL! ADA MAFIA LISTRIK DALAM PLN, PLN RUGI TRILYUNAN RUPIAH KEJAGUNG SIAP AUDIT PLN?\nGEGER! PLN MAU MENAIKAN TARIF LISTRIK RAKYAT MENJERIT ULAH PARA MAFIA LISTRIK?\nTERBONGKAR! Opung luhut serang presiden prabowo, jokowi raja Jawa? prabowo tunduk arahan jokowi untuk melunasi hutang kereta cepat whoosh, menteri keuangan purbaya kehilangan taringnya? \n\n#luhut #luhutbinsarpandjaitan #kejaksaanagung #kadeshoho #lsm #banjarnegara #kapolri #kapolsek  #audit #purbaya #prabowo #beritatelkomsel #korupsitelkomsel #pandjipragiwaksono #roasting  #korupsiquotainternet #internethangus #pln #plnrugi #dirutpln #plnkorupsi #kadesdemo #kadesviral #korupsidanadesa #audit #kades #kadespurwasaba #kadesbertato #kadesbanjarnegara #kadeshoho #beritaterkini #beritahariini #berita #beritaterkini #hariini #beritaviral #videoviral #yaimim #yaimimterbaru #beritayaimim #busahara #beritabusahara #busaharaterbaru #busaharamintamaaf #trans7 #trans7diboikot #trans7ditutup #pondokpesantren #lirboyo #santrilirboyo #lirboyokediri #kiyai #santri #menuntuttrans7 #santriunjukrasa #santriindonesia #santrinusantara #santridemo #prabowo #jokowi #purbaya #luhutbinsarpandjaitan #opungluhut #bahlil #rizachalid #mahfudmd #jaksaagung #menteri #menterikeuangan #presidenprabowo #jokowidodo #gibran #gibranrakabumingraka #luhut #keretacepat #whoos #keretacepatjakartabandung #purbayayudisadhewa #prabowosubianto #jokowipresidenku #jokowirajajawa #ignasius jonan #ijazahpalsu #ijazahjokowi #roy suryo #rismon #doktertifa #bloomberg #bandara #menhan #morowali #mafiamigas #mafiaminyak #rajaminyak #skkmigas #rizachalid #kerrychalid", "post_id": "WyKOmODheec"}}, {"key": "newsklencofficial7681", "attributes": {"label": "newsklencofficial7681", "x": 211.16944012115403, "y": 668.2705326423726, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 4.628, "eigenvector": 0.0001, "in_degree": 28, "out_degree": 0, "degree": 28}, "_id": "WyKOmODheec", "id": "newsklencofficial7681", "source": "youtube-000001", "content": "KDM NGAMUK❗ LANGSUNG SIDAK KE SEKOLAH TIDAK TAAT ATURAN KEPSEK NGEYEL AUTO KENA  SEMPROT KDM❓\n\nREAL GUBERNUR INDONESIA ❗KDM DIREBUTIN WARGA, BANYAK WARGA MINTA KDM GANTIIN GUBERNUR NYA ❓\n#pabriknews #kdm #dedimulyadi #kdmsociety #gubernurjabar #ahmadlutfi #gubernurjateng #pramonoanung #gubernurdkijakarta #sherlytjoandalaos #gubernur Maluku Utara #lsm #ormas #kadeshoho\nJAKARTA GEGER❗ KDM BERKUNJUNG KE JAKARTA DISAMBUT LAUTAN MANUSIA❓PAK PRAMONO ANUNG KEMANA YA❓\nTerimakasih atas dukungannya saudara ku semuanya untuk channel pabrik news dengan cara like, coment, subscribe semoga rezekinya saudara ku dimudahkan berlimpah ruah \n\n#pabriknews #kdm #dedimulyadi #gubernurjabar #pramonoanung #gubernurdkijakarta #kdmsociety #videoreaction #ahmadlutfi #gubernurjateng\nGEGER❗GUB JATENG DI BULLY MASYARAKAT GARA GARA MENGOLOK-OLOK KEBIJAKAN KANG DEDI MULYADI ❓\nGUB JATENG KENA MENTAL❗ SELALU NYIYIIRIN KEBIJAKAN DEDI MULYADI MALAH DIRUJAK WARGANYA SENDIRI ❓\n\n#kdmchannel #kdm #dedimulyadi #kangdedimulyadichannel #gubernurjabar #gubernurjateng #ahmadlutfi #videoreaction #lsm #ormas #pramonoanung #gubernurdkijakarta #sherlytjoandalaos #gubernurmalukuutara\n\nGEGER ❗LUHUT &KAPOLRI MENGANCAM PURBAYA KARENA MAU DIAUDIT, MENHAN &JENDERAL GATOT BELA PURBAYA ❓\n\nGEGER❗PURBAYA MAU DI NOEL KAN, KARENA MENGUSIK PESTA PARA B4NDIT KELAS KAKAP KEJAGUNG DUKUNG PURBAYA\nGEGER! VIRAL! komika pandji pragiwaksono ROASTING pejabat, istana gempar?\nTERBONGKAR? MAFIA QUOTA INTERNET? BIKIN MASYARAKAT SUSAH? \nGEGER! VIRAL! ADA MAFIA LISTRIK DALAM PLN, PLN RUGI TRILYUNAN RUPIAH KEJAGUNG SIAP AUDIT PLN?\nGEGER! PLN MAU MENAIKAN TARIF LISTRIK RAKYAT MENJERIT ULAH PARA MAFIA LISTRIK?\nTERBONGKAR! Opung luhut serang presiden prabowo, jokowi raja Jawa? prabowo tunduk arahan jokowi untuk melunasi hutang kereta cepat whoosh, menteri keuangan purbaya kehilangan taringnya? \n\n#luhut #luhutbinsarpandjaitan #kejaksaanagung #kadeshoho #lsm #banjarnegara #kapolri #kapolsek  #audit #purbaya #prabowo #beritatelkomsel #korupsitelkomsel #pandjipragiwaksono #roasting  #korupsiquotainternet #internethangus #pln #plnrugi #dirutpln #plnkorupsi #kadesdemo #kadesviral #korupsidanadesa #audit #kades #kadespurwasaba #kadesbertato #kadesbanjarnegara #kadeshoho #beritaterkini #beritahariini #berita #beritaterkini #hariini #beritaviral #videoviral #yaimim #yaimimterbaru #beritayaimim #busahara #beritabusahara #busaharaterbaru #busaharamintamaaf #trans7 #trans7diboikot #trans7ditutup #pondokpesantren #lirboyo #santrilirboyo #lirboyokediri #kiyai #santri #menuntuttrans7 #santriunjukrasa #santriindonesia #santrinusantara #santridemo #prabowo #jokowi #purbaya #luhutbinsarpandjaitan #opungluhut #bahlil #rizachalid #mahfudmd #jaksaagung #menteri #menterikeuangan #presidenprabowo #jokowidodo #gibran #gibranrakabumingraka #luhut #keretacepat #whoos #keretacepatjakartabandung #purbayayudisadhewa #prabowosubianto #jokowipresidenku #jokowirajajawa #ignasius jonan #ijazahpalsu #ijazahjokowi #roy suryo #rismon #doktertifa #bloomberg #bandara #menhan #morowali #mafiamigas #mafiaminyak #rajaminyak #skkmigas #rizachalid #kerrychalid", "post_id": "WyKOmODheec"}}, {"key": "@TribunMedanTV", "attributes": {"label": "@TribunMedanTV", "x": 7.123250563273453, "y": 156.08415236164063, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 4.6105, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "hmo7F6zL-Yo", "id": "@TribunMedanTV", "source": "youtube-000001", "content": "RESPONS SANTAI Purbaya Rupiah Sempat Tembus Rp 17.300 Per Dolar\n\nDownload aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru\n\nTRIBUN-MEDAN.COM - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa merespons terkait nilai tukar rupiah yang sempat menembus 17.300 per dolar AS.\n\nMenkeu menuturkan bahwa Indonesia masih lebih kuat dibanding negara lain.\n\nIa mengatakan bahwa mengembalikan nilai tukar rupiah tidak begitu rumit.\n\nEditor Video : Fanry Maulana\n\nBergabung dengan channel ini untuk mendapatkan akses ke berbagai keuntungan:\n   /   \n\nBaca selengkapnya di www.tribun-medan.com\n\n#TribunMedan", "post_id": "hmo7F6zL-Yo"}}, {"key": "tribunmedantv", "attributes": {"label": "tribunmedantv", "x": 4.749746971731361, "y": 136.18022734669398, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 6.57, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "hmo7F6zL-Yo", "id": "tribunmedantv", "source": "youtube-000001", "content": "RESPONS SANTAI Purbaya Rupiah Sempat Tembus Rp 17.300 Per Dolar\n\nDownload aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru\n\nTRIBUN-MEDAN.COM - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa merespons terkait nilai tukar rupiah yang sempat menembus 17.300 per dolar AS.\n\nMenkeu menuturkan bahwa Indonesia masih lebih kuat dibanding negara lain.\n\nIa mengatakan bahwa mengembalikan nilai tukar rupiah tidak begitu rumit.\n\nEditor Video : Fanry Maulana\n\nBergabung dengan channel ini untuk mendapatkan akses ke berbagai keuntungan:\n   /   \n\nBaca selengkapnya di www.tribun-medan.com\n\n#TribunMedan", "post_id": "hmo7F6zL-Yo"}}, {"key": "@fokus.indosiar", "attributes": {"label": "@fokus.indosiar", "x": 518.8670115870815, "y": 40.95362156997706, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 4.6105, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 3, "degree": 3}, "_id": "O3cjfMqOTNM", "id": "@fokus.indosiar", "source": "youtube-000001", "content": "Rupiah melemah, ekonomi masih aman? I Fokus\n\nMenteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, optimistis melemahnya nilai tukar rupiah saat ini bukan tanda memburuknya ekonomi Indonesia. Bank Indonesia menggunakan cadangan devisa untuk menstabilkan nilai rupiah. Namun, pengamat ekonomi mengingatkan agar cadangan devisa tetap dijaga pada posisi aman.\n\nSimak berita-berita lainnya di: https://www.vidio.com/\n\n#NewsIndosiar #Fokus #FokusIndosiar\n\nFokus Indosiar adalah program berita televisi nasional yang berada di bawah naungan PT. Elang Mahkota Teknologi (Emtek). Menayangkan rangkaian informasi berita menarik pilihan pada pagi, siang, dan malam hari mengenai peristiwa dalam negeri maupun mancanegara yang aktual dan terkini.\n\nJangan lewatkan tayangan berita Fokus indosiar, dengan terus mengikuti perkembangannya melalui media sosial:\n\nFacebook Indosiar:   / indosiarid.tv  \nTwitter Indosiar:   / indosiar  \nVidio Indosiar: https://www.vidio.com/\n\nAnda juga dapat mengikuti informasi pilihan seputar berita hukum dan kriminal, tragedi, bencana alam, hingga orang hilang di media sosial Patroli Indosiar:\nYouTube Patroli Indosiar:    /   \nTikTok Patroli Indosiar:   / patroli.indosiar", "post_id": "O3cjfMqOTNM"}}, {"key": "indosiar", "attributes": {"label": "indosiar", "x": 719.2218954244211, "y": 756.2484315138295, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 5.9169, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "O3cjfMqOTNM", "id": "indosiar", "source": "youtube-000001", "content": "Rupiah melemah, ekonomi masih aman? I Fokus\n\nMenteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, optimistis melemahnya nilai tukar rupiah saat ini bukan tanda memburuknya ekonomi Indonesia. Bank Indonesia menggunakan cadangan devisa untuk menstabilkan nilai rupiah. Namun, pengamat ekonomi mengingatkan agar cadangan devisa tetap dijaga pada posisi aman.\n\nSimak berita-berita lainnya di: https://www.vidio.com/\n\n#NewsIndosiar #Fokus #FokusIndosiar\n\nFokus Indosiar adalah program berita televisi nasional yang berada di bawah naungan PT. Elang Mahkota Teknologi (Emtek). Menayangkan rangkaian informasi berita menarik pilihan pada pagi, siang, dan malam hari mengenai peristiwa dalam negeri maupun mancanegara yang aktual dan terkini.\n\nJangan lewatkan tayangan berita Fokus indosiar, dengan terus mengikuti perkembangannya melalui media sosial:\n\nFacebook Indosiar:   / indosiarid.tv  \nTwitter Indosiar:   / indosiar  \nVidio Indosiar: https://www.vidio.com/\n\nAnda juga dapat mengikuti informasi pilihan seputar berita hukum dan kriminal, tragedi, bencana alam, hingga orang hilang di media sosial Patroli Indosiar:\nYouTube Patroli Indosiar:    /   \nTikTok Patroli Indosiar:   / patroli.indosiar", "post_id": "O3cjfMqOTNM"}}, {"key": "patroliindosiar", "attributes": {"label": "patroliindosiar", "x": 965.4374696778995, "y": 750.1177676345977, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 5.9169, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "O3cjfMqOTNM", "id": "patroliindosiar", "source": "youtube-000001", "content": "Rupiah melemah, ekonomi masih aman? I Fokus\n\nMenteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, optimistis melemahnya nilai tukar rupiah saat ini bukan tanda memburuknya ekonomi Indonesia. Bank Indonesia menggunakan cadangan devisa untuk menstabilkan nilai rupiah. Namun, pengamat ekonomi mengingatkan agar cadangan devisa tetap dijaga pada posisi aman.\n\nSimak berita-berita lainnya di: https://www.vidio.com/\n\n#NewsIndosiar #Fokus #FokusIndosiar\n\nFokus Indosiar adalah program berita televisi nasional yang berada di bawah naungan PT. Elang Mahkota Teknologi (Emtek). Menayangkan rangkaian informasi berita menarik pilihan pada pagi, siang, dan malam hari mengenai peristiwa dalam negeri maupun mancanegara yang aktual dan terkini.\n\nJangan lewatkan tayangan berita Fokus indosiar, dengan terus mengikuti perkembangannya melalui media sosial:\n\nFacebook Indosiar:   / indosiarid.tv  \nTwitter Indosiar:   / indosiar  \nVidio Indosiar: https://www.vidio.com/\n\nAnda juga dapat mengikuti informasi pilihan seputar berita hukum dan kriminal, tragedi, bencana alam, hingga orang hilang di media sosial Patroli Indosiar:\nYouTube Patroli Indosiar:    /   \nTikTok Patroli Indosiar:   / patroli.indosiar", "post_id": "O3cjfMqOTNM"}}, {"key": "@merdekadotcom", "attributes": {"label": "@merdekadotcom", "x": 180.13794174436603, "y": 544.5030417627275, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 4.6105, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "lBsAAVeiAr4", "id": "@merdekadotcom", "source": "youtube-000001", "content": "[FULL] Menkeu Purbaya Tolak Mentah-Mentah Utang IMF & World Bank: Saya Bilang Gak Butuh!\n\nMERDEKA.COM - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menolak tawaran pinjaman dari Dana Moneter Internasional (IMF) dan Bank Dunia karena kondisi fiskal Indonesia masih relatif kuat. Hal itu disampaikan dalam acara PT SMI pada Rabu (22/4).\n\nPurbaya mengakuu, IMF dan Bank Dunia mempersiapkan dana senilai 20 miliar–30 miliar dolar AS untuk membantu negara yang membutuhkan dukungan di tengah ketidakpastian global, terutama akibat konflik Timur Tengah.\n\n“Saya bilang sama dia (IMF dan Bank Dunia), sekarang saya belum butuh (pinjaman), karena saya sendiri punya persediaan hampir 25 miliar dolar AS (setara Rp428,77 triliun dengan kurs Rp17.150 per dolar AS),” kata Purbaya.\n\n----\n#merdekadotcom\n\nProduced by https://www.merdeka.com\n\n----\nMORE VIDEOS: \nYoutube ►    / merdekadotcom  \nVidio ► https://www.vidio.com/\nWhatsApp Channel ►  https://whatsapp.com/channel/0029Va2a...\nTwitter ►   / merdekadotcom  \nFacebook ►   / mdkcom  \nTelegram ► https://t.me/merdekacomnewsupdate", "post_id": "lBsAAVeiAr4"}}, {"key": "merdeka", "attributes": {"label": "merdeka", "x": 182.13167068546034, "y": 645.0997478937716, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 8.5295, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "lBsAAVeiAr4", "id": "merdeka", "source": "youtube-000001", "content": "[FULL] Menkeu Purbaya Tolak Mentah-Mentah Utang IMF & World Bank: Saya Bilang Gak Butuh!\n\nMERDEKA.COM - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menolak tawaran pinjaman dari Dana Moneter Internasional (IMF) dan Bank Dunia karena kondisi fiskal Indonesia masih relatif kuat. Hal itu disampaikan dalam acara PT SMI pada Rabu (22/4).\n\nPurbaya mengakuu, IMF dan Bank Dunia mempersiapkan dana senilai 20 miliar–30 miliar dolar AS untuk membantu negara yang membutuhkan dukungan di tengah ketidakpastian global, terutama akibat konflik Timur Tengah.\n\n“Saya bilang sama dia (IMF dan Bank Dunia), sekarang saya belum butuh (pinjaman), karena saya sendiri punya persediaan hampir 25 miliar dolar AS (setara Rp428,77 triliun dengan kurs Rp17.150 per dolar AS),” kata Purbaya.\n\n----\n#merdekadotcom\n\nProduced by https://www.merdeka.com\n\n----\nMORE VIDEOS: \nYoutube ►    / merdekadotcom  \nVidio ► https://www.vidio.com/\nWhatsApp Channel ►  https://whatsapp.com/channel/0029Va2a...\nTwitter ►   / merdekadotcom  \nFacebook ►   / mdkcom  \nTelegram ► https://t.me/merdekacomnewsupdate", "post_id": "lBsAAVeiAr4"}}, {"key": "@liputan6_news", "attributes": {"label": "@liputan6_news", "x": 407.5543383780291, "y": 540.8029965617311, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 4.6105, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 3, "degree": 3}, "_id": "0eEMgjsiEVM", "id": "@liputan6_news", "source": "youtube-000001", "content": "Menkeu Purbaya Bantah Rupiah Melemah ke Rp17.300 Gara-gara Ekonomi RI Terpuruk | Liputan 6\n\nMenteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memastikan bahwa tertekannya nilai tukar rupiah saat ini bukan menjadi tanda memburuknya ekonomi domestik. Dibandingkan Malaysia dan Thailand, ekonomi Indonesia masih kuat.\nDia menilai pergerakan nilai tukar rupiah dipengaruhi kondisi global dan ekspektasi serta noice mengenai kondisi dalam negeri. Noice atau kebisingan ini harus diatasi dan dikendalikan. Namun, Purbaya menilai perihal ekpektasi ini bukan ranahnya sebagai menteri keuangan. Oleh karena itu, Purbaya enggan menanggapi dengan rinci terkait dengan depresiasi nilai tukar rupiah. Seperti diketahui nilai tukar rupiah sempat menembus level Rp 17.300 per dolar AS. Menurutnya, pergerakan rupiah ini menjadi tanggung jawab dari Bank Indonesia.\n\nDia pun menceritakan pengalamannya ketika bertemu dengan lembaga dan investor global di Amerika Serikat. Ada pihak yang bertanya: \"Kami rupiah sengaja dilemahin ya?\" Seperti diketahui, ada beberapa kasus dimana satu negara melemahkan nilai tukar rupiah agar bisa bersaing.\n\nUpdate video lainnya dari SCTV dan Liputan 6, klik: https://www.vidio.com/\n\nSimak konten Liputan 6 lainnya di    /   \n\nPerbaharui informasi dari sejumlah daerah di Indonesia, klik:    /   \n\nLiputan 6 SCTV adalah program berita televisi nasional yang berada di bawah naungan Elang Mahkota Teknologi (Emtek) Group. Liputan 6 SCTV juga menyajikan informasi dalam bentuk live report dan breaking news. Tayang siaran langsung, setiap hari di saluran tv SCTV pada program Liputan 6 Pagi, Liputan 6 Siang, Liputan 6 Petang Terkini, dan Liputan 6 Malam.\n\nIkuti media sosial Liputan 6 SCTV untuk mendapatkan informasi Aktual, Tajam, Terpercaya. \n\nLiputan 6 SCTV Official Instagram:   / liputan6.sctv  \nLiputan 6 SCTV Official Tiktok:   / liputan6.sctv  \nLiputan 6 SCTV Official Facebook :   / liputan6sctv  \nSCTV Facebook Fanpage:   / sctv  \nSCTV Official Twitter:   / sctv  \n\n#newssctv #liputan6pagi #liputan6sctv #liputan6siang #liputan6 #liputan6daerah #viral #liputan6bandung #liputan6semarang #berita #beritabola #beritabolaterbaru #beritaterkini #beritaterbaru #beritaviral #beritahariini #beritaupdate #beritaterbaruhariini #beritapolitik #berandafypシ #beranda #berandayoutube #berandayt", "post_id": "0eEMgjsiEVM"}}, {"key": "sctv", "attributes": {"label": "sctv", "x": 934.6739333467767, "y": 115.31520709756882, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 5.9169, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "0eEMgjsiEVM", "id": "sctv", "source": "youtube-000001", "content": "Menkeu Purbaya Bantah Rupiah Melemah ke Rp17.300 Gara-gara Ekonomi RI Terpuruk | Liputan 6\n\nMenteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memastikan bahwa tertekannya nilai tukar rupiah saat ini bukan menjadi tanda memburuknya ekonomi domestik. Dibandingkan Malaysia dan Thailand, ekonomi Indonesia masih kuat.\nDia menilai pergerakan nilai tukar rupiah dipengaruhi kondisi global dan ekspektasi serta noice mengenai kondisi dalam negeri. Noice atau kebisingan ini harus diatasi dan dikendalikan. Namun, Purbaya menilai perihal ekpektasi ini bukan ranahnya sebagai menteri keuangan. Oleh karena itu, Purbaya enggan menanggapi dengan rinci terkait dengan depresiasi nilai tukar rupiah. Seperti diketahui nilai tukar rupiah sempat menembus level Rp 17.300 per dolar AS. Menurutnya, pergerakan rupiah ini menjadi tanggung jawab dari Bank Indonesia.\n\nDia pun menceritakan pengalamannya ketika bertemu dengan lembaga dan investor global di Amerika Serikat. Ada pihak yang bertanya: \"Kami rupiah sengaja dilemahin ya?\" Seperti diketahui, ada beberapa kasus dimana satu negara melemahkan nilai tukar rupiah agar bisa bersaing.\n\nUpdate video lainnya dari SCTV dan Liputan 6, klik: https://www.vidio.com/\n\nSimak konten Liputan 6 lainnya di    /   \n\nPerbaharui informasi dari sejumlah daerah di Indonesia, klik:    /   \n\nLiputan 6 SCTV adalah program berita televisi nasional yang berada di bawah naungan Elang Mahkota Teknologi (Emtek) Group. Liputan 6 SCTV juga menyajikan informasi dalam bentuk live report dan breaking news. Tayang siaran langsung, setiap hari di saluran tv SCTV pada program Liputan 6 Pagi, Liputan 6 Siang, Liputan 6 Petang Terkini, dan Liputan 6 Malam.\n\nIkuti media sosial Liputan 6 SCTV untuk mendapatkan informasi Aktual, Tajam, Terpercaya. \n\nLiputan 6 SCTV Official Instagram:   / liputan6.sctv  \nLiputan 6 SCTV Official Tiktok:   / liputan6.sctv  \nLiputan 6 SCTV Official Facebook :   / liputan6sctv  \nSCTV Facebook Fanpage:   / sctv  \nSCTV Official Twitter:   / sctv  \n\n#newssctv #liputan6pagi #liputan6sctv #liputan6siang #liputan6 #liputan6daerah #viral #liputan6bandung #liputan6semarang #berita #beritabola #beritabolaterbaru #beritaterkini #beritaterbaru #beritaviral #beritahariini #beritaupdate #beritaterbaruhariini #beritapolitik #berandafypシ #beranda #berandayoutube #berandayt", "post_id": "0eEMgjsiEVM"}}, {"key": "liputan6_news", "attributes": {"label": "liputan6_news", "x": 899.4464827491782, "y": 196.84220120370455, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 5.9169, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "0eEMgjsiEVM", "id": "liputan6_news", "source": "youtube-000001", "content": "Menkeu Purbaya Bantah Rupiah Melemah ke Rp17.300 Gara-gara Ekonomi RI Terpuruk | Liputan 6\n\nMenteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memastikan bahwa tertekannya nilai tukar rupiah saat ini bukan menjadi tanda memburuknya ekonomi domestik. Dibandingkan Malaysia dan Thailand, ekonomi Indonesia masih kuat.\nDia menilai pergerakan nilai tukar rupiah dipengaruhi kondisi global dan ekspektasi serta noice mengenai kondisi dalam negeri. Noice atau kebisingan ini harus diatasi dan dikendalikan. Namun, Purbaya menilai perihal ekpektasi ini bukan ranahnya sebagai menteri keuangan. Oleh karena itu, Purbaya enggan menanggapi dengan rinci terkait dengan depresiasi nilai tukar rupiah. Seperti diketahui nilai tukar rupiah sempat menembus level Rp 17.300 per dolar AS. Menurutnya, pergerakan rupiah ini menjadi tanggung jawab dari Bank Indonesia.\n\nDia pun menceritakan pengalamannya ketika bertemu dengan lembaga dan investor global di Amerika Serikat. Ada pihak yang bertanya: \"Kami rupiah sengaja dilemahin ya?\" Seperti diketahui, ada beberapa kasus dimana satu negara melemahkan nilai tukar rupiah agar bisa bersaing.\n\nUpdate video lainnya dari SCTV dan Liputan 6, klik: https://www.vidio.com/\n\nSimak konten Liputan 6 lainnya di    /   \n\nPerbaharui informasi dari sejumlah daerah di Indonesia, klik:    /   \n\nLiputan 6 SCTV adalah program berita televisi nasional yang berada di bawah naungan Elang Mahkota Teknologi (Emtek) Group. Liputan 6 SCTV juga menyajikan informasi dalam bentuk live report dan breaking news. Tayang siaran langsung, setiap hari di saluran tv SCTV pada program Liputan 6 Pagi, Liputan 6 Siang, Liputan 6 Petang Terkini, dan Liputan 6 Malam.\n\nIkuti media sosial Liputan 6 SCTV untuk mendapatkan informasi Aktual, Tajam, Terpercaya. \n\nLiputan 6 SCTV Official Instagram:   / liputan6.sctv  \nLiputan 6 SCTV Official Tiktok:   / liputan6.sctv  \nLiputan 6 SCTV Official Facebook :   / liputan6sctv  \nSCTV Facebook Fanpage:   / sctv  \nSCTV Official Twitter:   / sctv  \n\n#newssctv #liputan6pagi #liputan6sctv #liputan6siang #liputan6 #liputan6daerah #viral #liputan6bandung #liputan6semarang #berita #beritabola #beritabolaterbaru #beritaterkini #beritaterbaru #beritaviral #beritahariini #beritaupdate #beritaterbaruhariini #beritapolitik #berandafypシ #beranda #berandayoutube #berandayt", "post_id": "0eEMgjsiEVM"}}, {"key": "liputan6daerah", "attributes": {"label": "liputan6daerah", "x": 912.2194785739304, "y": 377.0627208347325, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 5.9169, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "0eEMgjsiEVM", "id": "liputan6daerah", "source": "youtube-000001", "content": "Menkeu Purbaya Bantah Rupiah Melemah ke Rp17.300 Gara-gara Ekonomi RI Terpuruk | Liputan 6\n\nMenteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memastikan bahwa tertekannya nilai tukar rupiah saat ini bukan menjadi tanda memburuknya ekonomi domestik. Dibandingkan Malaysia dan Thailand, ekonomi Indonesia masih kuat.\nDia menilai pergerakan nilai tukar rupiah dipengaruhi kondisi global dan ekspektasi serta noice mengenai kondisi dalam negeri. Noice atau kebisingan ini harus diatasi dan dikendalikan. Namun, Purbaya menilai perihal ekpektasi ini bukan ranahnya sebagai menteri keuangan. Oleh karena itu, Purbaya enggan menanggapi dengan rinci terkait dengan depresiasi nilai tukar rupiah. Seperti diketahui nilai tukar rupiah sempat menembus level Rp 17.300 per dolar AS. Menurutnya, pergerakan rupiah ini menjadi tanggung jawab dari Bank Indonesia.\n\nDia pun menceritakan pengalamannya ketika bertemu dengan lembaga dan investor global di Amerika Serikat. Ada pihak yang bertanya: \"Kami rupiah sengaja dilemahin ya?\" Seperti diketahui, ada beberapa kasus dimana satu negara melemahkan nilai tukar rupiah agar bisa bersaing.\n\nUpdate video lainnya dari SCTV dan Liputan 6, klik: https://www.vidio.com/\n\nSimak konten Liputan 6 lainnya di    /   \n\nPerbaharui informasi dari sejumlah daerah di Indonesia, klik:    /   \n\nLiputan 6 SCTV adalah program berita televisi nasional yang berada di bawah naungan Elang Mahkota Teknologi (Emtek) Group. Liputan 6 SCTV juga menyajikan informasi dalam bentuk live report dan breaking news. Tayang siaran langsung, setiap hari di saluran tv SCTV pada program Liputan 6 Pagi, Liputan 6 Siang, Liputan 6 Petang Terkini, dan Liputan 6 Malam.\n\nIkuti media sosial Liputan 6 SCTV untuk mendapatkan informasi Aktual, Tajam, Terpercaya. \n\nLiputan 6 SCTV Official Instagram:   / liputan6.sctv  \nLiputan 6 SCTV Official Tiktok:   / liputan6.sctv  \nLiputan 6 SCTV Official Facebook :   / liputan6sctv  \nSCTV Facebook Fanpage:   / sctv  \nSCTV Official Twitter:   / sctv  \n\n#newssctv #liputan6pagi #liputan6sctv #liputan6siang #liputan6 #liputan6daerah #viral #liputan6bandung #liputan6semarang #berita #beritabola #beritabolaterbaru #beritaterkini #beritaterbaru #beritaviral #beritahariini #beritaupdate #beritaterbaruhariini #beritapolitik #berandafypシ #beranda #berandayoutube #berandayt", "post_id": "0eEMgjsiEVM"}}, {"key": "@IDXCHANNELINSIGHT", "attributes": {"label": "@IDXCHANNELINSIGHT", "x": 322.32290244622783, "y": 708.9405462903534, "size": 13.86, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 4.6105, "eigenvector": 121.7404, "in_degree": 0, "out_degree": 30, "degree": 30}, "_id": "PijRnZDT8ng", "id": "@IDXCHANNELINSIGHT", "source": "youtube-000001", "content": "Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa: Rupiah Melemah Bukan Tanda Ekonomi RI Bermasalah | MILENOMICS\n\nMenteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa pelemahan rupiah hingga sempat menyentuh Rp17.300 per dolar AS dipicu oleh faktor eksternal, bukan karena kondisi ekonomi dalam negeri yang memburuk. Pemerintah memastikan fundamental ekonomi Indonesia tetap stabil di tengah tekanan global.\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n--------------------------------------------\nFollow US on Social Media\nWebsite - http://www.idxchannel.com\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idxchannelcom  \n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "PijRnZDT8ng"}}, {"key": "@tuturmediadigital", "attributes": {"label": "@tuturmediadigital", "x": 743.8449679655407, "y": 465.3663542431393, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 4.6105, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "gCWEVJECOmg", "id": "@tuturmediadigital", "source": "youtube-000001", "content": "Kejar Target Ekonomi 8 Persen, Menkeu Purbaya: Sebenarnya Ini Tugas BI, Kita Colong Sedikit\n\nTUTUR.co.id - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengungkap strategi pemerintah dalam menjaga pertumbuhan ekonomi tanpa membebani APBN secara berlebihan. Ia menekankan pentingnya menjaga likuiditas di sektor riil agar mesin ekonomi tetap bergerak melalui peran swasta, di tengah tekanan global dan target pertumbuhan 8 persen.\n\nDalam pernyataannya, Purbaya mengakui bahwa pengaturan likuiditas merupakan tugas bank sentral seperti Bank Indonesia. Namun, ia menyebut fiskal tetap bisa berkontribusi. “Sebenarnya ini tugas Bank Sentral, tugasnya BI, ya kita nyolong-nyolong sedikit lah,” ujarnya, sembari menegaskan langkah tersebut dilakukan agar ekonomi tumbuh lebih cepat ke depan.\n\n#purbaya #purbayayudhisadewa #bankindonesia #apbn #fiskal #pertumbuhanekonomi #beritaekonomi #beritaterkini #newsupdate #tutur #tuturtv #tuturmediadigital \n\n\n===\n\nKamu juga bisa mengunjungi media sosial Tutur Media Digital:\n\nInstagram:   / tuturmediadigital  \nTikTok:   / tuturmediadigital  \nX: https://x.com/tuturmedia\nYoutube:    /   \nFacebook: https://www.facebook.com/share/17m5ob...", "post_id": "gCWEVJECOmg"}}, {"key": "tuturtvmedia", "attributes": {"label": "tuturtvmedia", "x": 570.1933150894401, "y": 729.448979828842, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 8.5295, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "gCWEVJECOmg", "id": "tuturtvmedia", "source": "youtube-000001", "content": "Kejar Target Ekonomi 8 Persen, Menkeu Purbaya: Sebenarnya Ini Tugas BI, Kita Colong Sedikit\n\nTUTUR.co.id - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengungkap strategi pemerintah dalam menjaga pertumbuhan ekonomi tanpa membebani APBN secara berlebihan. Ia menekankan pentingnya menjaga likuiditas di sektor riil agar mesin ekonomi tetap bergerak melalui peran swasta, di tengah tekanan global dan target pertumbuhan 8 persen.\n\nDalam pernyataannya, Purbaya mengakui bahwa pengaturan likuiditas merupakan tugas bank sentral seperti Bank Indonesia. Namun, ia menyebut fiskal tetap bisa berkontribusi. “Sebenarnya ini tugas Bank Sentral, tugasnya BI, ya kita nyolong-nyolong sedikit lah,” ujarnya, sembari menegaskan langkah tersebut dilakukan agar ekonomi tumbuh lebih cepat ke depan.\n\n#purbaya #purbayayudhisadewa #bankindonesia #apbn #fiskal #pertumbuhanekonomi #beritaekonomi #beritaterkini #newsupdate #tutur #tuturtv #tuturmediadigital \n\n\n===\n\nKamu juga bisa mengunjungi media sosial Tutur Media Digital:\n\nInstagram:   / tuturmediadigital  \nTikTok:   / tuturmediadigital  \nX: https://x.com/tuturmedia\nYoutube:    /   \nFacebook: https://www.facebook.com/share/17m5ob...", "post_id": "gCWEVJECOmg"}}, {"key": "@OfficialiNews", "attributes": {"label": "@OfficialiNews", "x": 228.56154182579036, "y": 403.91879791235283, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 4.6105, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "11qDnizvp14", "id": "@OfficialiNews", "source": "youtube-000001", "content": "Rupiah Tembus Rp17.300 per Dolar AS, Purbaya: Dibanding Negara Lain, Kita Masih Kuat | iNews Terkini\n\nMenteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) tidak mencerminkan kondisi ekonomi dalam negeri yang sedang memburuk. Pernyataan tersebut disampaikan sebagai respons atas pergerakan rupiah yang sempat menyentuh angka Rp17.300 per dolar AS pada Kamis (23/4).\n\nDia memastikan pelemahan rupiah lebih dipengaruhi faktor eksternal, bukan karena fundamental ekonomi Indonesia bermasalah. Penegasan ini sekaligus membantah anggapan bahwa tekanan terhadap rupiah terjadi akibat kondisi ekonomi domestik yang tidak stabil.\n\nBerita Selengkapnya baca di: https://inews.id/news\n\nJoin membership channel ini dan nikmati berbagai konten eksklusif:\n   /   \n\n📰 iNews: Channel Berita Terlengkap, Tercepat, dan Terpercaya di Indonesia\nDapatkan berita terbaru dari seluruh Indonesia dan dunia, mulai dari politik, ekonomi, hukum, kriminal, olahraga, hiburan, hingga peristiwa penting lainnya. Dengan liputan langsung dari lokasi kejadian dan jurnalis profesional, iNews selalu menghadirkan informasi yang cepat, akurat, dan berimbang.\n\n📊 iNews menjadi sumber berita pilihan jutaan masyarakat yang ingin selalu update setiap saat. Jadilah bagian dari komunitas berita terbesar di Indonesia dan nikmati tayangan eksklusif yang tidak Anda temukan di tempat lain.\n\n📌 Jangan lupa\n✅ Klik SUBSCRIBE untuk bergabung dengan jutaan penonton setia kami\n✅ Aktifkan Lonceng Notifikasi agar tidak ketinggalan berita penting\n✅ Bagikan video ini agar lebih banyak orang mendapatkan informasi yang benar\n\nFollow WA Channel https://whatsapp.com/channel/0029Va7s...\nFollow our Official TikTok   / officialinews  \nFollow our Official Twitter   / officialinews_  \nLike our Official Facebook   / officialinews  \nFollow our Official Instagram   / officialinews  \n\n#iNews #BeritaTerkini #BreakingNews #BeritaHariIni #BeritaNasional #BeritaIndonesia #BeritaDunia #TerlengkapTercepatTerpercaya", "post_id": "11qDnizvp14"}}, {"key": "officialinews", "attributes": {"label": "officialinews", "x": 96.0406107276075, "y": 674.8449686222185, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 8.5295, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "11qDnizvp14", "id": "officialinews", "source": "youtube-000001", "content": "Rupiah Tembus Rp17.300 per Dolar AS, Purbaya: Dibanding Negara Lain, Kita Masih Kuat | iNews Terkini\n\nMenteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) tidak mencerminkan kondisi ekonomi dalam negeri yang sedang memburuk. Pernyataan tersebut disampaikan sebagai respons atas pergerakan rupiah yang sempat menyentuh angka Rp17.300 per dolar AS pada Kamis (23/4).\n\nDia memastikan pelemahan rupiah lebih dipengaruhi faktor eksternal, bukan karena fundamental ekonomi Indonesia bermasalah. Penegasan ini sekaligus membantah anggapan bahwa tekanan terhadap rupiah terjadi akibat kondisi ekonomi domestik yang tidak stabil.\n\nBerita Selengkapnya baca di: https://inews.id/news\n\nJoin membership channel ini dan nikmati berbagai konten eksklusif:\n   /   \n\n📰 iNews: Channel Berita Terlengkap, Tercepat, dan Terpercaya di Indonesia\nDapatkan berita terbaru dari seluruh Indonesia dan dunia, mulai dari politik, ekonomi, hukum, kriminal, olahraga, hiburan, hingga peristiwa penting lainnya. Dengan liputan langsung dari lokasi kejadian dan jurnalis profesional, iNews selalu menghadirkan informasi yang cepat, akurat, dan berimbang.\n\n📊 iNews menjadi sumber berita pilihan jutaan masyarakat yang ingin selalu update setiap saat. Jadilah bagian dari komunitas berita terbesar di Indonesia dan nikmati tayangan eksklusif yang tidak Anda temukan di tempat lain.\n\n📌 Jangan lupa\n✅ Klik SUBSCRIBE untuk bergabung dengan jutaan penonton setia kami\n✅ Aktifkan Lonceng Notifikasi agar tidak ketinggalan berita penting\n✅ Bagikan video ini agar lebih banyak orang mendapatkan informasi yang benar\n\nFollow WA Channel https://whatsapp.com/channel/0029Va7s...\nFollow our Official TikTok   / officialinews  \nFollow our Official Twitter   / officialinews_  \nLike our Official Facebook   / officialinews  \nFollow our Official Instagram   / officialinews  \n\n#iNews #BeritaTerkini #BreakingNews #BeritaHariIni #BeritaNasional #BeritaIndonesia #BeritaDunia #TerlengkapTercepatTerpercaya", "post_id": "11qDnizvp14"}}, {"key": "@tribunnews", "attributes": {"label": "@tribunnews", "x": 481.1095374258252, "y": 842.7866214338823, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 4.6105, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "ysbqS2rcL_8", "id": "@tribunnews", "source": "youtube-000001", "content": "Anggap Purbaya Tak Becus Kerja! Ferdinand Desak Menkeu Purbaya Mundur, Minta Prabowo Cari Pengganti\n\nDownload aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru\n\nTRIBUN-VIDEO.COM - Politikus PDI Perjuangan Ferdinand Hutahean melayangkan kritik kerasnya pada Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa.\n\nFerdinand bahkan mendesak agar menteri keuangan ini mundur dari jabatannya.\n\nFerdinand menyebut, nilai tukar rupiah semakin hari semakin mengkhawatirkan.\n\nPernyataan keras ini disampaikan Ferdinand Hutahean melalui akun Instagram pribadinya  pada Jumat (24/4/2026).\n\nFerdinand menegaskan bahwa saat ini rupiah sudah masuk level tidak punya harga.\n\nIa juga menyebut bahwa Purbaya sudah tidak bisa melakukan apa-apa.\n\nFerdinand Hutahean menyebut bahwa Purbaya hanya bisa memberikan statement yang justru tidak menyelesaikan persoalan.\n\nFerdinand menyoroti bagaimana Purbaya menyebut saat ini ekonomi RI masuk dalam mode bertahan.\n\n\"Purbaya yang terbaru pernyataannya mengatakan bahwa saat ini kita sudah masuk dalam mode survival. Artinya survival itu kita masuk dalam posisi bertahan sudah. Ini berat bagi kita,\" ucapnya.\n\nBukan hanya itu, Ferdinand juga menaruh perhatiannya pada pencopotan dua dirjen di Kementerian Keuangan.\n\nHal ini menurutnya menjadi tanda bahwa Purbaya juga meragukan kapasitas di internal kementerian.\n\n\"Pencopotan ini dikabarkan karena banyak noise, suara-suara yang miring dari internal, dari dalam sendiri, dari tubuh Purubaya sendiri keluar yang meragukan kapasitas, kapabilitas Purubaya,\" sesalnya.\n\nFerdinand mengaku ragu melihat sosok Purbaya mampu membawa rupiah kembali normal.\n\n\"Purbaya bahkan kesannya lari dari tanggung jawab, diletakkan ini hanya tanggung jawab dari Bank Indonesia,\" Ferdinand menuturkan.\n\nKarena itulah, Ferdinand Hutahean mendesak agar Presiden Prabowo Subianto mencari sosok lain untuk menjabat Bendahara Negara.\n\nIa juga meminta Purbaya untuk mengundurkan diri dari jabatan yang kini diembannya.\n\n\"Mungkin sudah waktunya bagi Purbaya untuk mengundurkan diri. Kita butuh orang yang memang menguasai persoalan, mengerti persoalan, dan segera menyelesaikan persoalan,\" tegasnya.\n\nPolitisi PDIP ini menyoroti ucapan lama dari Menkeu Purbaya yang pernah menegaskan, akan membangkitkan perekonomian Indonesia dalam tiga bulan.\n\n\"Dulu kau boleh cuap-cuap sembarangan seolah-olah Indonesia dalam tiga bulan dengan kaya raya. Sekarang, takkan semua berbangun kembali. Kalau memang sudah tidak mampu lagi, mundur saja,\" tambahnya. (Tribun-Video.com)\n\nProgram: Tribunnews Update\nHost: Nila Irda\nEditor Video: Nur Rohman Urip\nUploader: bagus gema praditiya sukirman", "post_id": "ysbqS2rcL_8"}}, {"key": "ferdinand_hutahean", "attributes": {"label": "ferdinand_hutahean", "x": 492.56637309286657, "y": 334.78499753773264, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 10.489, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 3, "out_degree": 0, "degree": 3}, "_id": "ysbqS2rcL_8", "id": "ferdinand_hutahean", "source": "youtube-000001", "content": "Anggap Purbaya Tak Becus Kerja! Ferdinand Desak Menkeu Purbaya Mundur, Minta Prabowo Cari Pengganti\n\nDownload aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru\n\nTRIBUN-VIDEO.COM - Politikus PDI Perjuangan Ferdinand Hutahean melayangkan kritik kerasnya pada Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa.\n\nFerdinand bahkan mendesak agar menteri keuangan ini mundur dari jabatannya.\n\nFerdinand menyebut, nilai tukar rupiah semakin hari semakin mengkhawatirkan.\n\nPernyataan keras ini disampaikan Ferdinand Hutahean melalui akun Instagram pribadinya  pada Jumat (24/4/2026).\n\nFerdinand menegaskan bahwa saat ini rupiah sudah masuk level tidak punya harga.\n\nIa juga menyebut bahwa Purbaya sudah tidak bisa melakukan apa-apa.\n\nFerdinand Hutahean menyebut bahwa Purbaya hanya bisa memberikan statement yang justru tidak menyelesaikan persoalan.\n\nFerdinand menyoroti bagaimana Purbaya menyebut saat ini ekonomi RI masuk dalam mode bertahan.\n\n\"Purbaya yang terbaru pernyataannya mengatakan bahwa saat ini kita sudah masuk dalam mode survival. Artinya survival itu kita masuk dalam posisi bertahan sudah. Ini berat bagi kita,\" ucapnya.\n\nBukan hanya itu, Ferdinand juga menaruh perhatiannya pada pencopotan dua dirjen di Kementerian Keuangan.\n\nHal ini menurutnya menjadi tanda bahwa Purbaya juga meragukan kapasitas di internal kementerian.\n\n\"Pencopotan ini dikabarkan karena banyak noise, suara-suara yang miring dari internal, dari dalam sendiri, dari tubuh Purubaya sendiri keluar yang meragukan kapasitas, kapabilitas Purubaya,\" sesalnya.\n\nFerdinand mengaku ragu melihat sosok Purbaya mampu membawa rupiah kembali normal.\n\n\"Purbaya bahkan kesannya lari dari tanggung jawab, diletakkan ini hanya tanggung jawab dari Bank Indonesia,\" Ferdinand menuturkan.\n\nKarena itulah, Ferdinand Hutahean mendesak agar Presiden Prabowo Subianto mencari sosok lain untuk menjabat Bendahara Negara.\n\nIa juga meminta Purbaya untuk mengundurkan diri dari jabatan yang kini diembannya.\n\n\"Mungkin sudah waktunya bagi Purbaya untuk mengundurkan diri. Kita butuh orang yang memang menguasai persoalan, mengerti persoalan, dan segera menyelesaikan persoalan,\" tegasnya.\n\nPolitisi PDIP ini menyoroti ucapan lama dari Menkeu Purbaya yang pernah menegaskan, akan membangkitkan perekonomian Indonesia dalam tiga bulan.\n\n\"Dulu kau boleh cuap-cuap sembarangan seolah-olah Indonesia dalam tiga bulan dengan kaya raya. Sekarang, takkan semua berbangun kembali. Kalau memang sudah tidak mampu lagi, mundur saja,\" tambahnya. (Tribun-Video.com)\n\nProgram: Tribunnews Update\nHost: Nila Irda\nEditor Video: Nur Rohman Urip\nUploader: bagus gema praditiya sukirman", "post_id": "ysbqS2rcL_8"}}, {"key": "@tribunbatamtv", "attributes": {"label": "@tribunbatamtv", "x": 8.353656838578472, "y": 570.3300908211879, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 4.6105, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "j-Y8NHJApmg", "id": "@tribunbatamtv", "source": "youtube-000001", "content": "🟠Pernyataan Pedas Ferdinand Hutahean Minta Prabowo Cari Pengganti Menkeu: Purbaya Mundur Sajalah\n\nPernyataan Pedas Ferdinand Hutahean Minta Prabowo Cari Pengganti Menkeu: Purbaya Mundur Sajalah\n\nPolitikus PDI Perjuangan Ferdinand Hutahean melayangkan kritik kerasnya pada Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa.\n\nFerdinand bahkan mendesak agar menteri keuangan ini mundur dari jabatannya.\n\nFerdinand menyebut, nilai tukar rupiah semakin hari semakin mengkhawatirkan.\n\nPernyataan keras ini disampaikan Ferdinand Hutahean melalui akun Instagram pribadinya  pada Jumat (24/4/2026).\n\nFerdinand menegaskan bahwa saat ini rupiah sudah masuk level tidak punya harga.\n\nIa juga menyebut bahwa Purbaya sudah tidak bisa melakukan apa-apa.\n\nFerdinand Hutahean menyebut bahwa Purbaya hanya bisa memberikan statement yang justru tidak menyelesaikan persoalan.\n\nFerdinand menyoroti bagaimana Purbaya menyebut saat ini ekonomi RI masuk dalam mode bertahan.\n\n\"Purbaya yang terbaru pernyataannya mengatakan bahwa saat ini kita sudah masuk dalam mode survival. Artinya survival itu kita masuk dalam posisi bertahan sudah. Ini berat bagi kita,\" ucapnya.\n\nBukan hanya itu, Ferdinand juga menaruh perhatiannya pada pencopotan dua dirjen di Kementerian Keuangan.\n\nHal ini menurutnya menjadi tanda bahwa Purbaya juga meragukan kapasitas di internal kementerian.\n\n\"Pencopotan ini dikabarkan karena banyak noise, suara-suara yang miring dari internal, dari dalam sendiri, dari tubuh Purubaya sendiri keluar yang meragukan kapasitas, kapabilitas Purubaya,\" sesalnya.\n\nFerdinand mengaku ragu melihat sosok Purbaya mampu membawa rupiah kembali normal.\n\n\"Purbaya bahkan kesannya lari dari tanggung jawab, diletakkan ini hanya tanggung jawab dari Bank Indonesia,\" Ferdinand menuturkan.\n\nKarena itulah, Ferdinand Hutahean mendesak agar Presiden Prabowo Subianto mencari sosok lain untuk menjabat Bendahara Negara.\n\nIa juga meminta Purbaya untuk mengundurkan diri dari jabatan yang kini diembannya.\n\n\"Mungkin sudah waktunya bagi Purbaya untuk mengundurkan diri. Kita butuh orang yang memang menguasai persoalan, mengerti persoalan, dan segera menyelesaikan persoalan,\" tegasnya.\n\nPolitisi PDIP ini menyoroti ucapan lama dari Menkeu Purbaya yang pernah menegaskan, akan membangkitkan perekonomian Indonesia dalam tiga bulan.\n\n\"Dulu kau boleh cuap-cuap sembarangan seolah-olah Indonesia dalam tiga bulan dengan kaya raya. Sekarang, takkan semua berbangun kembali. Kalau memang sudah tidak mampu lagi, mundur saja,\" tambahnya\n\n\nSUBSCRIBE, SHARE, and COMMENT.\nUpdate info terkini via tribunbatam.id : http://tribunbatam.id/\n\nFollow akun Instagram :   / tribunbatamdotcom  \nFollow akun Twitter :   / tribunbatamku  \nFollow dan like fanpage Facebook :   / redaksitribunbatam", "post_id": "j-Y8NHJApmg"}}, {"key": "@KompasTVDewata", "attributes": {"label": "@KompasTVDewata", "x": 140.15099363384164, "y": 533.8075309353818, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 4.6105, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "jR1GKeLLVjk", "id": "@KompasTVDewata", "source": "youtube-000001", "content": "Purbaya Akui Kondisi APBN Masuk Survival Mode\n\nKOMPAS.TV - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengungkap APBN 2026 memasuki kondisi bertahan hidup atau survival mode. Purbaya membuka kemungkinan penyusunan APBN perubahan ketika kondisi perekonomian nasional memburuk. Purbaya menegaskan tidak boleh lagi ada ruang inefisiensi. Purbaya juga bilang akan merapikan penerimaan negara, termasuk pajak dan bea cukai, karena masih kebocoran. Meski demikian, Purbaya meyakinkan APBN 2026 sejauh ini sudah mencakup skenario terburuk perekonomian Indonesia. Untuk saat ini, Purbaya menyatakan belum ada faktor yang memicu penyusunan APBN perubahan, meski mengakui APBN sudah masuk survival mode. Baca Juga Rupiah Masih di Rp17.278 per Dolar AS, Menkeu Purbaya: Bukan Akibat Ekonomi Terpuruk di https://www.kompas.tv/nasional/665063... #menterikeuangan #purbaya #apbn #pajak Sahabat KompasTV, Mulai 1 Februari 2026 KompasTV pindah channel. Dapatkan selalu berita dan informasi terupdate KompasTV, di televisi anda di Channel 11 pada perangkat TV Digital atau Set Top Box. Satu Langkah lebih dekat, satu Langkah makin terpercaya! Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/ekonomi/665231/...\n\nTerima kasih sudah menonton!\n\nJangan lewatkan berita dan inspirasi terkini dari Pulau Dewata. Dukung kami dengan LIKE, berikan pandangan Anda di KOMENTAR, BAGIKAN kepada kerabat Anda, dan pastikan Anda SUBSCRIBE untuk mendapatkan notifikasi video terbaru.\n\n🔔 Jangan Lupa Nyalakan Lonceng Notifikasi! 🔔\n\nKompasTV Dewata Official Channel.\nInspirasi Bali. Berita Terpercaya.\n\nTonton Kami Langsung di TV:\nSetiap hari pukul 05.30 WITA - 08.00 WITA\n\nJelajahi Konten Kami:\n\n🎥 VIDEO TERBARU:    /   \n\n✅ SUBSCRIBE SEKARANG:    /   \n\nIkuti Kami di Media Sosial:\n\nFacebook:   / kompastvdewata  \n\nInstagram:   / kompastvbalidewata", "post_id": "jR1GKeLLVjk"}}, {"key": "kompastvdewata", "attributes": {"label": "kompastvdewata", "x": 321.7705581744357, "y": 68.80058276476564, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 6.57, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "jR1GKeLLVjk", "id": "kompastvdewata", "source": "youtube-000001", "content": "Purbaya Akui Kondisi APBN Masuk Survival Mode\n\nKOMPAS.TV - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengungkap APBN 2026 memasuki kondisi bertahan hidup atau survival mode. Purbaya membuka kemungkinan penyusunan APBN perubahan ketika kondisi perekonomian nasional memburuk. Purbaya menegaskan tidak boleh lagi ada ruang inefisiensi. Purbaya juga bilang akan merapikan penerimaan negara, termasuk pajak dan bea cukai, karena masih kebocoran. Meski demikian, Purbaya meyakinkan APBN 2026 sejauh ini sudah mencakup skenario terburuk perekonomian Indonesia. Untuk saat ini, Purbaya menyatakan belum ada faktor yang memicu penyusunan APBN perubahan, meski mengakui APBN sudah masuk survival mode. Baca Juga Rupiah Masih di Rp17.278 per Dolar AS, Menkeu Purbaya: Bukan Akibat Ekonomi Terpuruk di https://www.kompas.tv/nasional/665063... #menterikeuangan #purbaya #apbn #pajak Sahabat KompasTV, Mulai 1 Februari 2026 KompasTV pindah channel. Dapatkan selalu berita dan informasi terupdate KompasTV, di televisi anda di Channel 11 pada perangkat TV Digital atau Set Top Box. Satu Langkah lebih dekat, satu Langkah makin terpercaya! Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/ekonomi/665231/...\n\nTerima kasih sudah menonton!\n\nJangan lewatkan berita dan inspirasi terkini dari Pulau Dewata. Dukung kami dengan LIKE, berikan pandangan Anda di KOMENTAR, BAGIKAN kepada kerabat Anda, dan pastikan Anda SUBSCRIBE untuk mendapatkan notifikasi video terbaru.\n\n🔔 Jangan Lupa Nyalakan Lonceng Notifikasi! 🔔\n\nKompasTV Dewata Official Channel.\nInspirasi Bali. Berita Terpercaya.\n\nTonton Kami Langsung di TV:\nSetiap hari pukul 05.30 WITA - 08.00 WITA\n\nJelajahi Konten Kami:\n\n🎥 VIDEO TERBARU:    /   \n\n✅ SUBSCRIBE SEKARANG:    /   \n\nIkuti Kami di Media Sosial:\n\nFacebook:   / kompastvdewata  \n\nInstagram:   / kompastvbalidewata", "post_id": "jR1GKeLLVjk"}}, {"key": "@InnerBoost-oe4sd", "attributes": {"label": "@InnerBoost-oe4sd", "x": 387.4268859619563, "y": 937.4073276985822, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 4.6105, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "vFDZs0lXApM", "id": "@InnerBoost-oe4sd", "source": "youtube-000001", "content": "Indonesia Mau Pajakin Dunia?! Kapal Lewat Selat Malaka Bisa Kena Tarif?!\n\n🔥 INDONESIA MAU PAJAKIN SELAT MALAKA?! POTENSI TRILIUNAN ATAU AWAL KONFLIK DUNIA?! 🌍💰\n\n📌 Selat Malaka adalah salah satu jalur pelayaran tersibuk di dunia…\nSetiap hari, ribuan kapal membawa minyak, gas, dan barang bernilai triliunan rupiah melintasi wilayah ini.\n\nTapi pertanyaannya…\n👉 Kenapa Indonesia tidak mendapatkan apa-apa dari jalur strategis ini?\n\nDalam video ini, kita akan membahas secara lengkap dan mendalam tentang:\n✔️ Wacana Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa yang ingin mengenakan pajak kepada kapal yang melintas di Selat Malaka\n✔️ Perbandingan dengan kebijakan Iran di Selat Hormuz\n✔️ Potensi pendapatan TRILIUNAN rupiah untuk Indonesia 💰\n✔️ Tantangan besar dari hukum internasional seperti UNCLOS\n✔️ Penolakan dari Menteri Luar Negeri Sugiono\n✔️ Risiko konflik global, diplomatik, dan ekonomi ⚠️\n✔️ Tanggapan DPR terkait potensi bahaya kebijakan ini\n\n🌍 KENAPA SELAT MALAKA ITU PENTING?\n\nSelat Malaka bukan sekadar jalur laut biasa…\n\n👉 Ini adalah “urat nadi” perdagangan dunia\n👉 Jalur utama distribusi energi global\n👉 Penghubung antara Asia, Timur Tengah, hingga Eropa\n\nArtinya…\nSetiap kapal yang lewat membawa nilai ekonomi yang luar biasa besar.\n\n💰 POTENSI UANGNYA SEBERAPA BESAR?\n\nBayangkan jika setiap kapal dikenakan tarif…\n\n✔️ Puluhan ribu kapal per tahun\n✔️ Nilai perdagangan triliunan rupiah\n✔️ Potensi pemasukan negara yang sangat besar\n\nNamun…\n\n👉 Apakah ini benar-benar bisa dilakukan?\n\n⚖️ MASALAH BESAR: HUKUM INTERNASIONAL\n\nMenurut aturan global seperti UNCLOS:\n\n❌ Kapal memiliki hak lintas bebas\n❌ Tidak boleh dihambat atau dikenakan tarif sembarangan\n❌ Selat Malaka bukan jalur buatan seperti Terusan Suez\n\nArtinya…\n\n👉 Wacana ini bisa bertentangan dengan hukum internasional.\n\n⚠️ RISIKO YANG MENGINTAI\n\nJika kebijakan ini dipaksakan:\n\n🚨 Bisa memicu konflik diplomatik\n🚨 Berpotensi mendapat penolakan global\n🚨 Risiko boikot dari negara lain\n🚨 Hubungan dengan Malaysia & Singapura bisa terganggu\n\n🧠 KESIMPULAN BESAR\n\nIndonesia memang punya posisi strategis di dunia…\nTapi tidak semua potensi bisa dimanfaatkan dengan mudah.\n\n👉 Ada hukum\n👉 Ada kepentingan global\n👉 Ada risiko besar di balik peluang besar\n\n🎯 KENAPA KAMU HARUS NONTON VIDEO INI?\n\nKarena video ini akan membuka wawasan kamu tentang:\n\n✅ Geopolitik global\n✅ Strategi ekonomi Indonesia\n✅ Realita di balik jalur perdagangan dunia\n✅ Peluang vs risiko yang jarang dibahas\n\n🔥 Jangan lupa:\n👍 LIKE video ini\n💬 KOMEN pendapat kamu (Setuju atau Tidak?)\n🔔 SUBSCRIBE untuk konten edukatif & insight mendalam lainnya dari Inner Boost\n\n\n#purbayayudhisadewa #prabowosubianto #beritaekonomi  #selatmalaka #pajakkapal #Indonesia #EkonomiIndonesia #Geopolitik #BeritaTerbarun#InnerBoost #Purbaya #UNCLOS #SelatHormuz #Dunia #EkonomiGlobal #FaktaDunia #BisnisGlobal\n#BreakingNews #investasiemas #StrategiIndonesia #PerdaganganDunia #ViralIndonesia #AnalisisEkonomi #KontenEdukasi\n\n\n\n\n\n‪-oe4sd‬", "post_id": "vFDZs0lXApM"}}, {"key": "InnerBoost", "attributes": {"label": "InnerBoost", "x": 481.00187340513656, "y": 501.43050393212775, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 8.5295, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "vFDZs0lXApM", "id": "InnerBoost", "source": "youtube-000001", "content": "Indonesia Mau Pajakin Dunia?! Kapal Lewat Selat Malaka Bisa Kena Tarif?!\n\n🔥 INDONESIA MAU PAJAKIN SELAT MALAKA?! POTENSI TRILIUNAN ATAU AWAL KONFLIK DUNIA?! 🌍💰\n\n📌 Selat Malaka adalah salah satu jalur pelayaran tersibuk di dunia…\nSetiap hari, ribuan kapal membawa minyak, gas, dan barang bernilai triliunan rupiah melintasi wilayah ini.\n\nTapi pertanyaannya…\n👉 Kenapa Indonesia tidak mendapatkan apa-apa dari jalur strategis ini?\n\nDalam video ini, kita akan membahas secara lengkap dan mendalam tentang:\n✔️ Wacana Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa yang ingin mengenakan pajak kepada kapal yang melintas di Selat Malaka\n✔️ Perbandingan dengan kebijakan Iran di Selat Hormuz\n✔️ Potensi pendapatan TRILIUNAN rupiah untuk Indonesia 💰\n✔️ Tantangan besar dari hukum internasional seperti UNCLOS\n✔️ Penolakan dari Menteri Luar Negeri Sugiono\n✔️ Risiko konflik global, diplomatik, dan ekonomi ⚠️\n✔️ Tanggapan DPR terkait potensi bahaya kebijakan ini\n\n🌍 KENAPA SELAT MALAKA ITU PENTING?\n\nSelat Malaka bukan sekadar jalur laut biasa…\n\n👉 Ini adalah “urat nadi” perdagangan dunia\n👉 Jalur utama distribusi energi global\n👉 Penghubung antara Asia, Timur Tengah, hingga Eropa\n\nArtinya…\nSetiap kapal yang lewat membawa nilai ekonomi yang luar biasa besar.\n\n💰 POTENSI UANGNYA SEBERAPA BESAR?\n\nBayangkan jika setiap kapal dikenakan tarif…\n\n✔️ Puluhan ribu kapal per tahun\n✔️ Nilai perdagangan triliunan rupiah\n✔️ Potensi pemasukan negara yang sangat besar\n\nNamun…\n\n👉 Apakah ini benar-benar bisa dilakukan?\n\n⚖️ MASALAH BESAR: HUKUM INTERNASIONAL\n\nMenurut aturan global seperti UNCLOS:\n\n❌ Kapal memiliki hak lintas bebas\n❌ Tidak boleh dihambat atau dikenakan tarif sembarangan\n❌ Selat Malaka bukan jalur buatan seperti Terusan Suez\n\nArtinya…\n\n👉 Wacana ini bisa bertentangan dengan hukum internasional.\n\n⚠️ RISIKO YANG MENGINTAI\n\nJika kebijakan ini dipaksakan:\n\n🚨 Bisa memicu konflik diplomatik\n🚨 Berpotensi mendapat penolakan global\n🚨 Risiko boikot dari negara lain\n🚨 Hubungan dengan Malaysia & Singapura bisa terganggu\n\n🧠 KESIMPULAN BESAR\n\nIndonesia memang punya posisi strategis di dunia…\nTapi tidak semua potensi bisa dimanfaatkan dengan mudah.\n\n👉 Ada hukum\n👉 Ada kepentingan global\n👉 Ada risiko besar di balik peluang besar\n\n🎯 KENAPA KAMU HARUS NONTON VIDEO INI?\n\nKarena video ini akan membuka wawasan kamu tentang:\n\n✅ Geopolitik global\n✅ Strategi ekonomi Indonesia\n✅ Realita di balik jalur perdagangan dunia\n✅ Peluang vs risiko yang jarang dibahas\n\n🔥 Jangan lupa:\n👍 LIKE video ini\n💬 KOMEN pendapat kamu (Setuju atau Tidak?)\n🔔 SUBSCRIBE untuk konten edukatif & insight mendalam lainnya dari Inner Boost\n\n\n#purbayayudhisadewa #prabowosubianto #beritaekonomi  #selatmalaka #pajakkapal #Indonesia #EkonomiIndonesia #Geopolitik #BeritaTerbarun#InnerBoost #Purbaya #UNCLOS #SelatHormuz #Dunia #EkonomiGlobal #FaktaDunia #BisnisGlobal\n#BreakingNews #investasiemas #StrategiIndonesia #PerdaganganDunia #ViralIndonesia #AnalisisEkonomi #KontenEdukasi\n\n\n\n\n\n‪-oe4sd‬", "post_id": "vFDZs0lXApM"}}, {"key": "@kompascom", "attributes": {"label": "@kompascom", "x": 194.97752054700868, "y": 555.3441731968085, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 4.6105, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "Fyx95dItt_o", "id": "@kompascom", "source": "youtube-000001", "content": "BREAKING NEWS - Laporkan Pertumbuhan Ekonomi ke Prabowo, KSSK Siapkan 7 Langkah Stabilisasi Rupiah\n\nKomite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) yang terdiri dari Menteri Koordinator Perekonomian, Menteri Keuangan, Gubernur BI hingga Ketua OJK memberikan beberapa pernyataan usai menemui Presiden Prabowo Subianto untuk melaporkan pertumbuhan ekonomi di kuartal I pada Selasa (5/5/2026).\n\nGubernur BI, Perry Warjiyo mengatakan bahwa pertemuan tadi juga membahas soal nilai rupiah yang melemah. Perry mengatakan bahwa BI bersama pemerintah telah menyiapkan 7 langkah stabilisasi nilai rupiah.\n\nSimak keterangan selengkapnya dalam tayangan berikut!\n\nVideo: Sekretariat Presiden\nStreamer: Yonathan Niko Aditama\n\nBergabunglah sebagai channel member kami untuk mendapatkan video-video eksklusif. Klik link berikut ini:\n   /   \n\nAgar tidak ketinggalan berita-berita terkini, terlengkap, serta laporan langsung dari seluruh Indonesia, yuk subscribe channel youtube Kompas.com. Aktifkan juga lonceng supaya kamu dapat notifikasi video terbaru dari Kompas.com. \n\nFollow kami di media sosial: \nFacebook:   / kompascom  \nInstagram:   / kompascom  \nTwitter:   / kompascom  \nTiktok:   / kompascom", "post_id": "Fyx95dItt_o"}}, {"key": "@Bennix", "attributes": {"label": "@Bennix", "x": 808.8976245982545, "y": 408.6141079431356, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 4.6105, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 4, "degree": 4}, "_id": "VonRX2Eb5Wk", "id": "@Bennix", "source": "youtube-000001", "content": "IMF BERTEKUK LUTUT! Purbaya Tolak Utang Rp514 T, Dunia Kaget—RI Bikin World Bank Ciut?\n\nIMF BERTEKUK LUTUT! Purbaya Tolak Utang Rp514 T, Dunia Kaget—RI Bikin World Bank Ciut?\n\nVideo ini membahas momen panas saat Menteri Keuangan Purbaya melakukan pertemuan penting bersama IMF dan World Bank yang langsung menjadi sorotan dunia internasional. Dalam forum bergengsi tersebut, Purbaya disebut berhasil membalik keadaan setelah IMF mengakui kesalahan prediksi terhadap ekonomi Indonesia. Selama ini IMF berkali-kali memberikan proyeksi yang dinilai meremehkan kekuatan ekonomi Indonesia, namun fakta di lapangan justru menunjukkan bahwa Indonesia tetap mampu bertahan, tumbuh, dan menjaga stabilitas di tengah tekanan global yang luar biasa.\n\nYang lebih mengejutkan, Indonesia juga dikabarkan menolak tawaran utang hingga Rp514 triliun dari IMF. Keputusan ini memicu banyak spekulasi dan perbincangan hangat, karena langkah tersebut dianggap sebagai sinyal kuat bahwa Indonesia tidak lagi ingin bergantung pada lembaga keuangan internasional seperti IMF. Sikap tegas ini membuat banyak pihak terkejut, bahkan disebut membuat pihak IMF dan World Bank terdiam. Apakah ini pertanda bahwa Indonesia telah naik kelas dan tidak lagi mudah ditekan oleh kekuatan finansial global?\n\nDalam video ini kita akan mengulas bagaimana sebenarnya posisi Indonesia di mata IMF dan World Bank, mengapa IMF sampai dianggap “bertekuk lutut”, serta apa dampak besar dari penolakan utang jumbo tersebut terhadap masa depan ekonomi nasional. Kita juga akan membahas bagaimana kebijakan fiskal Indonesia selama beberapa tahun terakhir berhasil menjaga daya tahan ekonomi, menarik investasi asing, serta memperkuat kepercayaan pasar global terhadap rupiah dan stabilitas keuangan negara.\n\nApakah ini menjadi bukti bahwa Indonesia semakin mandiri secara ekonomi? Ataukah justru ada strategi geopolitik besar yang sedang dimainkan di balik pertemuan ini? Mengapa World Bank juga ikut menjadi sorotan? Dan benarkah IMF akhirnya harus mengakui bahwa prediksi mereka selama ini salah besar terhadap Indonesia?\n\nTonton video ini sampai habis karena fakta-fakta di balik pertemuan IMF, World Bank, dan pemerintah Indonesia ternyata jauh lebih mengejutkan dari yang terlihat di permukaan. Jangan lupa like, comment, dan subscribe agar tidak ketinggalan analisis terbaru seputar ekonomi global, geopolitik internasional, perang dagang, kebijakan Amerika Serikat, China, BRICS, ASEAN, serta posisi strategis Indonesia di tengah perubahan besar dunia.\n\n\nCome on, join the Bennix Investor Group now!!\nWhile there are still lots of promotions.\nvisit: www.Bennix.id\n\nEmail: halobennix\nRequests for Interviews, Speaking or Business Inquiries can contact us \n\nManager Lisa at\nWA: 0811-868-959\n-\n-\nFollow me:\nFacebook :\n\nInstagram:\n\nTikTok:\n\n\nMusic by Karl Casey @ White Bat Audio\n\nJoin Free Whatsaap Channel Bennix :\nhttps://www.whatsapp.com/channel/0029...\n\nJoin this channel to get access to perks:\n   /", "post_id": "VonRX2Eb5Wk"}}, {"key": "Bennix", "attributes": {"label": "Bennix", "x": 325.1505978916652, "y": 194.05954224984768, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 5.5903, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "VonRX2Eb5Wk", "id": "Bennix", "source": "youtube-000001", "content": "IMF BERTEKUK LUTUT! Purbaya Tolak Utang Rp514 T, Dunia Kaget—RI Bikin World Bank Ciut?\n\nIMF BERTEKUK LUTUT! Purbaya Tolak Utang Rp514 T, Dunia Kaget—RI Bikin World Bank Ciut?\n\nVideo ini membahas momen panas saat Menteri Keuangan Purbaya melakukan pertemuan penting bersama IMF dan World Bank yang langsung menjadi sorotan dunia internasional. Dalam forum bergengsi tersebut, Purbaya disebut berhasil membalik keadaan setelah IMF mengakui kesalahan prediksi terhadap ekonomi Indonesia. Selama ini IMF berkali-kali memberikan proyeksi yang dinilai meremehkan kekuatan ekonomi Indonesia, namun fakta di lapangan justru menunjukkan bahwa Indonesia tetap mampu bertahan, tumbuh, dan menjaga stabilitas di tengah tekanan global yang luar biasa.\n\nYang lebih mengejutkan, Indonesia juga dikabarkan menolak tawaran utang hingga Rp514 triliun dari IMF. Keputusan ini memicu banyak spekulasi dan perbincangan hangat, karena langkah tersebut dianggap sebagai sinyal kuat bahwa Indonesia tidak lagi ingin bergantung pada lembaga keuangan internasional seperti IMF. Sikap tegas ini membuat banyak pihak terkejut, bahkan disebut membuat pihak IMF dan World Bank terdiam. Apakah ini pertanda bahwa Indonesia telah naik kelas dan tidak lagi mudah ditekan oleh kekuatan finansial global?\n\nDalam video ini kita akan mengulas bagaimana sebenarnya posisi Indonesia di mata IMF dan World Bank, mengapa IMF sampai dianggap “bertekuk lutut”, serta apa dampak besar dari penolakan utang jumbo tersebut terhadap masa depan ekonomi nasional. Kita juga akan membahas bagaimana kebijakan fiskal Indonesia selama beberapa tahun terakhir berhasil menjaga daya tahan ekonomi, menarik investasi asing, serta memperkuat kepercayaan pasar global terhadap rupiah dan stabilitas keuangan negara.\n\nApakah ini menjadi bukti bahwa Indonesia semakin mandiri secara ekonomi? Ataukah justru ada strategi geopolitik besar yang sedang dimainkan di balik pertemuan ini? Mengapa World Bank juga ikut menjadi sorotan? Dan benarkah IMF akhirnya harus mengakui bahwa prediksi mereka selama ini salah besar terhadap Indonesia?\n\nTonton video ini sampai habis karena fakta-fakta di balik pertemuan IMF, World Bank, dan pemerintah Indonesia ternyata jauh lebih mengejutkan dari yang terlihat di permukaan. Jangan lupa like, comment, dan subscribe agar tidak ketinggalan analisis terbaru seputar ekonomi global, geopolitik internasional, perang dagang, kebijakan Amerika Serikat, China, BRICS, ASEAN, serta posisi strategis Indonesia di tengah perubahan besar dunia.\n\n\nCome on, join the Bennix Investor Group now!!\nWhile there are still lots of promotions.\nvisit: www.Bennix.id\n\nEmail: halobennix\nRequests for Interviews, Speaking or Business Inquiries can contact us \n\nManager Lisa at\nWA: 0811-868-959\n-\n-\nFollow me:\nFacebook :\n\nInstagram:\n\nTikTok:\n\n\nMusic by Karl Casey @ White Bat Audio\n\nJoin Free Whatsaap Channel Bennix :\nhttps://www.whatsapp.com/channel/0029...\n\nJoin this channel to get access to perks:\n   /", "post_id": "VonRX2Eb5Wk"}}, {"key": "bennix.official", "attributes": {"label": "bennix.official", "x": 56.17420948673902, "y": 99.66039950845573, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 5.5903, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "VonRX2Eb5Wk", "id": "bennix.official", "source": "youtube-000001", "content": "IMF BERTEKUK LUTUT! Purbaya Tolak Utang Rp514 T, Dunia Kaget—RI Bikin World Bank Ciut?\n\nIMF BERTEKUK LUTUT! Purbaya Tolak Utang Rp514 T, Dunia Kaget—RI Bikin World Bank Ciut?\n\nVideo ini membahas momen panas saat Menteri Keuangan Purbaya melakukan pertemuan penting bersama IMF dan World Bank yang langsung menjadi sorotan dunia internasional. Dalam forum bergengsi tersebut, Purbaya disebut berhasil membalik keadaan setelah IMF mengakui kesalahan prediksi terhadap ekonomi Indonesia. Selama ini IMF berkali-kali memberikan proyeksi yang dinilai meremehkan kekuatan ekonomi Indonesia, namun fakta di lapangan justru menunjukkan bahwa Indonesia tetap mampu bertahan, tumbuh, dan menjaga stabilitas di tengah tekanan global yang luar biasa.\n\nYang lebih mengejutkan, Indonesia juga dikabarkan menolak tawaran utang hingga Rp514 triliun dari IMF. Keputusan ini memicu banyak spekulasi dan perbincangan hangat, karena langkah tersebut dianggap sebagai sinyal kuat bahwa Indonesia tidak lagi ingin bergantung pada lembaga keuangan internasional seperti IMF. Sikap tegas ini membuat banyak pihak terkejut, bahkan disebut membuat pihak IMF dan World Bank terdiam. Apakah ini pertanda bahwa Indonesia telah naik kelas dan tidak lagi mudah ditekan oleh kekuatan finansial global?\n\nDalam video ini kita akan mengulas bagaimana sebenarnya posisi Indonesia di mata IMF dan World Bank, mengapa IMF sampai dianggap “bertekuk lutut”, serta apa dampak besar dari penolakan utang jumbo tersebut terhadap masa depan ekonomi nasional. Kita juga akan membahas bagaimana kebijakan fiskal Indonesia selama beberapa tahun terakhir berhasil menjaga daya tahan ekonomi, menarik investasi asing, serta memperkuat kepercayaan pasar global terhadap rupiah dan stabilitas keuangan negara.\n\nApakah ini menjadi bukti bahwa Indonesia semakin mandiri secara ekonomi? Ataukah justru ada strategi geopolitik besar yang sedang dimainkan di balik pertemuan ini? Mengapa World Bank juga ikut menjadi sorotan? Dan benarkah IMF akhirnya harus mengakui bahwa prediksi mereka selama ini salah besar terhadap Indonesia?\n\nTonton video ini sampai habis karena fakta-fakta di balik pertemuan IMF, World Bank, dan pemerintah Indonesia ternyata jauh lebih mengejutkan dari yang terlihat di permukaan. Jangan lupa like, comment, dan subscribe agar tidak ketinggalan analisis terbaru seputar ekonomi global, geopolitik internasional, perang dagang, kebijakan Amerika Serikat, China, BRICS, ASEAN, serta posisi strategis Indonesia di tengah perubahan besar dunia.\n\n\nCome on, join the Bennix Investor Group now!!\nWhile there are still lots of promotions.\nvisit: www.Bennix.id\n\nEmail: halobennix\nRequests for Interviews, Speaking or Business Inquiries can contact us \n\nManager Lisa at\nWA: 0811-868-959\n-\n-\nFollow me:\nFacebook :\n\nInstagram:\n\nTikTok:\n\n\nMusic by Karl Casey @ White Bat Audio\n\nJoin Free Whatsaap Channel Bennix :\nhttps://www.whatsapp.com/channel/0029...\n\nJoin this channel to get access to perks:\n   /", "post_id": "VonRX2Eb5Wk"}}, {"key": "bennix.real", "attributes": {"label": "bennix.real", "x": 275.132487006139, "y": 493.6707208918034, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 5.5903, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "VonRX2Eb5Wk", "id": "bennix.real", "source": "youtube-000001", "content": "IMF BERTEKUK LUTUT! Purbaya Tolak Utang Rp514 T, Dunia Kaget—RI Bikin World Bank Ciut?\n\nIMF BERTEKUK LUTUT! Purbaya Tolak Utang Rp514 T, Dunia Kaget—RI Bikin World Bank Ciut?\n\nVideo ini membahas momen panas saat Menteri Keuangan Purbaya melakukan pertemuan penting bersama IMF dan World Bank yang langsung menjadi sorotan dunia internasional. Dalam forum bergengsi tersebut, Purbaya disebut berhasil membalik keadaan setelah IMF mengakui kesalahan prediksi terhadap ekonomi Indonesia. Selama ini IMF berkali-kali memberikan proyeksi yang dinilai meremehkan kekuatan ekonomi Indonesia, namun fakta di lapangan justru menunjukkan bahwa Indonesia tetap mampu bertahan, tumbuh, dan menjaga stabilitas di tengah tekanan global yang luar biasa.\n\nYang lebih mengejutkan, Indonesia juga dikabarkan menolak tawaran utang hingga Rp514 triliun dari IMF. Keputusan ini memicu banyak spekulasi dan perbincangan hangat, karena langkah tersebut dianggap sebagai sinyal kuat bahwa Indonesia tidak lagi ingin bergantung pada lembaga keuangan internasional seperti IMF. Sikap tegas ini membuat banyak pihak terkejut, bahkan disebut membuat pihak IMF dan World Bank terdiam. Apakah ini pertanda bahwa Indonesia telah naik kelas dan tidak lagi mudah ditekan oleh kekuatan finansial global?\n\nDalam video ini kita akan mengulas bagaimana sebenarnya posisi Indonesia di mata IMF dan World Bank, mengapa IMF sampai dianggap “bertekuk lutut”, serta apa dampak besar dari penolakan utang jumbo tersebut terhadap masa depan ekonomi nasional. Kita juga akan membahas bagaimana kebijakan fiskal Indonesia selama beberapa tahun terakhir berhasil menjaga daya tahan ekonomi, menarik investasi asing, serta memperkuat kepercayaan pasar global terhadap rupiah dan stabilitas keuangan negara.\n\nApakah ini menjadi bukti bahwa Indonesia semakin mandiri secara ekonomi? Ataukah justru ada strategi geopolitik besar yang sedang dimainkan di balik pertemuan ini? Mengapa World Bank juga ikut menjadi sorotan? Dan benarkah IMF akhirnya harus mengakui bahwa prediksi mereka selama ini salah besar terhadap Indonesia?\n\nTonton video ini sampai habis karena fakta-fakta di balik pertemuan IMF, World Bank, dan pemerintah Indonesia ternyata jauh lebih mengejutkan dari yang terlihat di permukaan. Jangan lupa like, comment, dan subscribe agar tidak ketinggalan analisis terbaru seputar ekonomi global, geopolitik internasional, perang dagang, kebijakan Amerika Serikat, China, BRICS, ASEAN, serta posisi strategis Indonesia di tengah perubahan besar dunia.\n\n\nCome on, join the Bennix Investor Group now!!\nWhile there are still lots of promotions.\nvisit: www.Bennix.id\n\nEmail: halobennix\nRequests for Interviews, Speaking or Business Inquiries can contact us \n\nManager Lisa at\nWA: 0811-868-959\n-\n-\nFollow me:\nFacebook :\n\nInstagram:\n\nTikTok:\n\n\nMusic by Karl Casey @ White Bat Audio\n\nJoin Free Whatsaap Channel Bennix :\nhttps://www.whatsapp.com/channel/0029...\n\nJoin this channel to get access to perks:\n   /", "post_id": "VonRX2Eb5Wk"}}, {"key": "bennix", "attributes": {"label": "bennix", "x": 837.9726067791269, "y": 571.330726954732, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 5.5903, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "VonRX2Eb5Wk", "id": "bennix", "source": "youtube-000001", "content": "IMF BERTEKUK LUTUT! Purbaya Tolak Utang Rp514 T, Dunia Kaget—RI Bikin World Bank Ciut?\n\nIMF BERTEKUK LUTUT! Purbaya Tolak Utang Rp514 T, Dunia Kaget—RI Bikin World Bank Ciut?\n\nVideo ini membahas momen panas saat Menteri Keuangan Purbaya melakukan pertemuan penting bersama IMF dan World Bank yang langsung menjadi sorotan dunia internasional. Dalam forum bergengsi tersebut, Purbaya disebut berhasil membalik keadaan setelah IMF mengakui kesalahan prediksi terhadap ekonomi Indonesia. Selama ini IMF berkali-kali memberikan proyeksi yang dinilai meremehkan kekuatan ekonomi Indonesia, namun fakta di lapangan justru menunjukkan bahwa Indonesia tetap mampu bertahan, tumbuh, dan menjaga stabilitas di tengah tekanan global yang luar biasa.\n\nYang lebih mengejutkan, Indonesia juga dikabarkan menolak tawaran utang hingga Rp514 triliun dari IMF. Keputusan ini memicu banyak spekulasi dan perbincangan hangat, karena langkah tersebut dianggap sebagai sinyal kuat bahwa Indonesia tidak lagi ingin bergantung pada lembaga keuangan internasional seperti IMF. Sikap tegas ini membuat banyak pihak terkejut, bahkan disebut membuat pihak IMF dan World Bank terdiam. Apakah ini pertanda bahwa Indonesia telah naik kelas dan tidak lagi mudah ditekan oleh kekuatan finansial global?\n\nDalam video ini kita akan mengulas bagaimana sebenarnya posisi Indonesia di mata IMF dan World Bank, mengapa IMF sampai dianggap “bertekuk lutut”, serta apa dampak besar dari penolakan utang jumbo tersebut terhadap masa depan ekonomi nasional. Kita juga akan membahas bagaimana kebijakan fiskal Indonesia selama beberapa tahun terakhir berhasil menjaga daya tahan ekonomi, menarik investasi asing, serta memperkuat kepercayaan pasar global terhadap rupiah dan stabilitas keuangan negara.\n\nApakah ini menjadi bukti bahwa Indonesia semakin mandiri secara ekonomi? Ataukah justru ada strategi geopolitik besar yang sedang dimainkan di balik pertemuan ini? Mengapa World Bank juga ikut menjadi sorotan? Dan benarkah IMF akhirnya harus mengakui bahwa prediksi mereka selama ini salah besar terhadap Indonesia?\n\nTonton video ini sampai habis karena fakta-fakta di balik pertemuan IMF, World Bank, dan pemerintah Indonesia ternyata jauh lebih mengejutkan dari yang terlihat di permukaan. Jangan lupa like, comment, dan subscribe agar tidak ketinggalan analisis terbaru seputar ekonomi global, geopolitik internasional, perang dagang, kebijakan Amerika Serikat, China, BRICS, ASEAN, serta posisi strategis Indonesia di tengah perubahan besar dunia.\n\n\nCome on, join the Bennix Investor Group now!!\nWhile there are still lots of promotions.\nvisit: www.Bennix.id\n\nEmail: halobennix\nRequests for Interviews, Speaking or Business Inquiries can contact us \n\nManager Lisa at\nWA: 0811-868-959\n-\n-\nFollow me:\nFacebook :\n\nInstagram:\n\nTikTok:\n\n\nMusic by Karl Casey @ White Bat Audio\n\nJoin Free Whatsaap Channel Bennix :\nhttps://www.whatsapp.com/channel/0029...\n\nJoin this channel to get access to perks:\n   /", "post_id": "VonRX2Eb5Wk"}}], "edges": [{"key": "itskwontae", "source": "itskwontae", "target": "antaranews", "attributes": {"label": "retweet", "type": "retweet", "source": "retweet-000002"}}, {"key": "itskwontae", "source": "itskwontae", "target": "antaranews", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "retweet-000002"}}, {"key": "akucintaistriku", "source": "akucintaistriku", "target": "antaranews", "attributes": {"label": "retweet", "type": "retweet", "source": "retweet-000002"}}, {"key": "akucintaistriku", "source": "akucintaistriku", "target": "antaranews", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "retweet-000002"}}, {"key": "IvanBoediman", "source": "IvanBoediman", "target": "antaranews", "attributes": {"label": "retweet", "type": "retweet", "source": "retweet-000002"}}, {"key": "IvanBoediman", "source": "IvanBoediman", "target": "antaranews", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "retweet-000002"}}, {"key": "grok", "source": "grok", "target": "amiajh", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "grok", "source": "grok", "target": "pikiran_rakyat", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "BergetarNusa", "source": "BergetarNusa", "target": "amanbangetkok", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "grok", "source": "grok", "target": "baibaybye", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "grok", "source": "grok", "target": "LambeSahamjja", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "grok", "source": "grok", "target": "skibidyskeeb", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "grok", "source": "grok", "target": "BosPurwa", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "Dogelkarya76_82", "source": "Dogelkarya76_82", "target": "KemenkeuRI", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "Dogelkarya76_82", "source": "Dogelkarya76_82", "target": "PurbayaYudhi", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "mochihihichi", "source": "mochihihichi", "target": "tanyarlfes", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "syueb2011", "source": "syueb2011", "target": "RadioElshinta", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "syueb2011", "source": "syueb2011", "target": "Sifulan18499170", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "syueb2011", "source": "syueb2011", "target": "RadioElshinta", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "syueb2011", "source": "syueb2011", "target": "grok", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "syueb2011", "source": "syueb2011", "target": "grok", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "ojkindonesia", "source": "ojkindonesia", "target": "KemenkeuRI", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "ojkindonesia", "source": "ojkindonesia", "target": "bank_indonesia", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "ojkindonesia", "source": "ojkindonesia", "target": "lps_idic", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "ribowo78", "source": "ribowo78", "target": "ferrykoto", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "GarizLuruz", "source": "GarizLuruz", "target": "nozelism", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "keepithink_crab", "source": "keepithink_crab", "target": "BosPurwa", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "keepithink_crab", "source": "keepithink_crab", "target": "prabowo", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "ronnyhenk1", "source": "ronnyhenk1", "target": "LambeSahamjja", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "PajakBekasiutr", "source": "PajakBekasiutr", "target": "DitjenPajakRI", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "PajakBekasiutr", "source": "PajakBekasiutr", "target": "pajakjabar3", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "JMAWibowoCooper", "source": "JMAWibowoCooper", "target": "03__nakula", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "JMAWibowoCooper", "source": "JMAWibowoCooper", "target": "bank_indonesia", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "JMAWibowoCooper", "source": "JMAWibowoCooper", "target": "DPR_RI", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "bloombergtechnoz", "source": "bloombergtechnoz", "target": "bloombergtechnoz", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "idx_channel", "source": "idx_channel", "target": "idx_channel", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "kompascom", "source": "kompascom", "target": "kompascom", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "hariharijogja", "source": "hariharijogja", "target": "hariharijogja", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "hariharijogja", "source": "hariharijogja", "target": "hariharijogja", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "hariharijogja", "source": "hariharijogja", "target": "hariharijogja", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "pajakbekasiutara", "source": "pajakbekasiutara", "target": "ditjenpajakri", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "pajakbekasiutara", "source": "pajakbekasiutara", "target": "pajakjabar3", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "pajakbekasiutara", "source": "pajakbekasiutara", "target": "ditjenpajakri", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "pajakbekasiutara", "source": "pajakbekasiutara", "target": "pajakjabar3", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "bloombergtechnoz", "source": "bloombergtechnoz", "target": "bloombergtechnoz", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "bloombergtechnoz", "source": "bloombergtechnoz", "target": "bloombergtechnoz", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "hippindo", "source": "hippindo", "target": "hippindo", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "mnow.id", "source": "mnow.id", "target": "nowdots", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "bloombergtechnoz", "source": "bloombergtechnoz", "target": "bloombergtechnoz", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "celebesmedia.id", "source": "celebesmedia.id", "target": "celebesmedia.id", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "celebesmedia.id", "source": "celebesmedia.id", "target": "celebespsm", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "idntimes.video", "source": "idntimes.video", "target": "IDNTimes", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "idntimes.video", "source": "idntimes.video", "target": "IDNTimes.Korea", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "idntimes.video", "source": "idntimes.video", "target": "IDNTimes.Community", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "idntimes.video", "source": "idntimes.video", "target": "IDNTimes.Hype", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "idntimes.video", "source": "idntimes.video", "target": "Duniaku_com", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "idntimes.video", "source": "idntimes.video", "target": "Popbela_com", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "idntimes.video", "source": "idntimes.video", "target": "Popbela.Beauty", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "idntimes.video", "source": "idntimes.video", "target": "Popmama_com", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "idntimes.video", "source": "idntimes.video", "target": "Yummy.idn", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "kabarsamarinda_official", "source": "kabarsamarinda_official", "target": "ogstore.samarinda", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "pajakmedanpolonia", "source": "pajakmedanpolonia", "target": "ditjenpajakRI", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "pajakmedanpolonia", "source": "pajakmedanpolonia", "target": "kemenkeuRI", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "pajakmedanpolonia", "source": "pajakmedanpolonia", "target": "pajaksumut1", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "pajakbekasiutara", "source": "pajakbekasiutara", "target": "ditjenpajakri", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "pajakbekasiutara", "source": "pajakbekasiutara", "target": "pajakjabar3", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "pajakbekasiutara", "source": "pajakbekasiutara", "target": "ditjenpajakri", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "pajakbekasiutara", "source": "pajakbekasiutara", "target": "pajakjabar3", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "ntvjakartaselatan", "source": "ntvjakartaselatan", "target": "official.ntv", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "ntvjakartaselatan", "source": "ntvjakartaselatan", "target": "ntvnews.id", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "total.litas3", "source": "total.litas3", "target": "Republika", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "bahasbarenglagi", "source": "bahasbarenglagi", "target": "ppid.kemenkeu", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "singkatberita.id", "source": "singkatberita.id", "target": "flazztax", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "singkatberita.id", "source": "singkatberita.id", "target": "incauniversity", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "singkatberita.id", "source": "singkatberita.id", "target": "goodnewsfromindonesia", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "singkatberita.id", "source": "singkatberita.id", "target": "gusbarra_", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "singkatberita.id", "source": "singkatberita.id", "target": "metrotv", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "sahabatmasyarakatofc", "source": "sahabatmasyarakatofc", "target": "ctd.insider", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "poreofficial_", "source": "poreofficial_", "target": "yvdos4dewa", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "poreofficial_", "source": "poreofficial_", "target": "yvdos4dewa", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "poreofficial_", "source": "poreofficial_", "target": "yudosadewa", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "poreofficial_", "source": "poreofficial_", "target": "yvdos4dewa", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "poreofficial_", "source": "poreofficial_", "target": "yvdos4dewa", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "poreofficial_", "source": "poreofficial_", "target": "yudosadewa", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "hybest.info", "source": "hybest.info", "target": "hybestinfo", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "sukses.clipp", "source": "sukses.clipp", "target": "Sucor", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "infowargarepublik", "source": "infowargarepublik", "target": "andalandayaabadi_", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "buwatiberdaya", "source": "buwatiberdaya", "target": "iyanikanhias", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "beacukaicilacap", "source": "beacukaicilacap", "target": "nona061191", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "dinaspmdbuol", "source": "dinaspmdbuol", "target": "pengikut", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "dinaspmdbuol", "source": "dinaspmdbuol", "target": "sorotan", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "IDXChannelcom", "source": "IDXChannelcom", "target": "idx_channel", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "facebook-000001"}}, {"key": "100069106964294", "source": "100069106964294", "target": "ditjenpajakRI", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "facebook-000001"}}, {"key": "100069106964294", "source": "100069106964294", "target": "kemenkeuRI", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "facebook-000001"}}, {"key": "100069106964294", "source": "100069106964294", "target": "pajaksumut1", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "facebook-000001"}}, {"key": "@garudatv.official", "source": "@garudatv.official", "target": "garudatv.official", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@KoranJakartaYoutubeOfficial", "source": "@KoranJakartaYoutubeOfficial", "target": "koranjakarta...", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@PASFMRADIOBISNIS", "source": "@PASFMRADIOBISNIS", "target": "pasfm", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@garudatv.official", "source": "@garudatv.official", "target": "garudatv.official", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "idxchannel_", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "wicky_adrian", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "deffid_83", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "prast_ulrich", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "rosalinehioe", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@peoplepowermetal", "source": "@peoplepowermetal", "target": "peoplepowermetal", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@Pabriknews", "source": "@Pabriknews", "target": "DaftarPopuler", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@Pabriknews", "source": "@Pabriknews", "target": "povlitik", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@Pabriknews", "source": "@Pabriknews", "target": "YudaMediaHD", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@Pabriknews", "source": "@Pabriknews", "target": "gagalgajian", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@Pabriknews", "source": "@Pabriknews", "target": "perspektifspace", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@Pabriknews", "source": "@Pabriknews", "target": "demennglencer9433", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@Pabriknews", "source": "@Pabriknews", "target": "RISQIMUHTADIN316", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@Pabriknews", "source": "@Pabriknews", "target": "newsklencofficial7681", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@Pabriknews", "source": "@Pabriknews", "target": "DaftarPopuler", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@Pabriknews", "source": "@Pabriknews", "target": "povlitik", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@Pabriknews", "source": "@Pabriknews", "target": "YudaMediaHD", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@Pabriknews", "source": "@Pabriknews", "target": "gagalgajian", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@Pabriknews", "source": "@Pabriknews", "target": "perspektifspace", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@Pabriknews", "source": "@Pabriknews", "target": "demennglencer9433", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@Pabriknews", "source": "@Pabriknews", "target": "RISQIMUHTADIN316", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@Pabriknews", "source": "@Pabriknews", "target": "newsklencofficial7681", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@Pabriknews", "source": "@Pabriknews", "target": "DaftarPopuler", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@Pabriknews", "source": "@Pabriknews", "target": "povlitik", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@Pabriknews", "source": "@Pabriknews", "target": "YudaMediaHD", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@Pabriknews", "source": "@Pabriknews", "target": "gagalgajian", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@Pabriknews", "source": "@Pabriknews", "target": "perspektifspace", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@Pabriknews", "source": "@Pabriknews", "target": "demennglencer9433", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@Pabriknews", "source": "@Pabriknews", "target": "RISQIMUHTADIN316", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@Pabriknews", "source": "@Pabriknews", "target": "newsklencofficial7681", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@Pabriknews", "source": "@Pabriknews", "target": "DaftarPopuler", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@Pabriknews", "source": "@Pabriknews", "target": "povlitik", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@Pabriknews", "source": "@Pabriknews", "target": "YudaMediaHD", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@Pabriknews", "source": "@Pabriknews", "target": "gagalgajian", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@Pabriknews", "source": "@Pabriknews", "target": "perspektifspace", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@Pabriknews", "source": "@Pabriknews", "target": "demennglencer9433", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@Pabriknews", "source": "@Pabriknews", "target": "RISQIMUHTADIN316", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@Pabriknews", "source": "@Pabriknews", "target": "newsklencofficial7681", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@Pabriknews", "source": "@Pabriknews", "target": "DaftarPopuler", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@Pabriknews", "source": "@Pabriknews", "target": "povlitik", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@Pabriknews", "source": "@Pabriknews", "target": "YudaMediaHD", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@Pabriknews", "source": "@Pabriknews", "target": "gagalgajian", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@Pabriknews", "source": "@Pabriknews", "target": "perspektifspace", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@Pabriknews", "source": "@Pabriknews", "target": "demennglencer9433", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@Pabriknews", "source": "@Pabriknews", "target": "RISQIMUHTADIN316", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@Pabriknews", "source": "@Pabriknews", "target": "newsklencofficial7681", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@Pabriknews", "source": "@Pabriknews", "target": "DaftarPopuler", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@Pabriknews", "source": "@Pabriknews", "target": "povlitik", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@Pabriknews", "source": "@Pabriknews", "target": "YudaMediaHD", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@Pabriknews", "source": "@Pabriknews", "target": "gagalgajian", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@Pabriknews", "source": "@Pabriknews", "target": "perspektifspace", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@Pabriknews", "source": "@Pabriknews", "target": "demennglencer9433", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@Pabriknews", "source": "@Pabriknews", "target": "RISQIMUHTADIN316", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@Pabriknews", "source": "@Pabriknews", "target": "newsklencofficial7681", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@Pabriknews", "source": "@Pabriknews", "target": "DaftarPopuler", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@Pabriknews", "source": "@Pabriknews", "target": "povlitik", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@Pabriknews", "source": "@Pabriknews", "target": "YudaMediaHD", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@Pabriknews", "source": "@Pabriknews", "target": "gagalgajian", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@Pabriknews", "source": "@Pabriknews", "target": "perspektifspace", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@Pabriknews", "source": "@Pabriknews", "target": "demennglencer9433", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@Pabriknews", "source": "@Pabriknews", "target": "RISQIMUHTADIN316", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@Pabriknews", "source": "@Pabriknews", "target": "newsklencofficial7681", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@Pabriknews", "source": "@Pabriknews", "target": "DaftarPopuler", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@Pabriknews", "source": "@Pabriknews", "target": "povlitik", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@Pabriknews", "source": "@Pabriknews", "target": "YudaMediaHD", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@Pabriknews", "source": "@Pabriknews", "target": "gagalgajian", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@Pabriknews", "source": "@Pabriknews", "target": "perspektifspace", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@Pabriknews", "source": "@Pabriknews", "target": "demennglencer9433", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@Pabriknews", "source": "@Pabriknews", "target": "RISQIMUHTADIN316", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@Pabriknews", "source": "@Pabriknews", "target": "newsklencofficial7681", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@Pabriknews", "source": "@Pabriknews", "target": "DaftarPopuler", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@Pabriknews", "source": "@Pabriknews", "target": "povlitik", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@Pabriknews", "source": "@Pabriknews", "target": "YudaMediaHD", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@Pabriknews", "source": "@Pabriknews", "target": "gagalgajian", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@Pabriknews", "source": "@Pabriknews", "target": "perspektifspace", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@Pabriknews", "source": "@Pabriknews", "target": "demennglencer9433", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@Pabriknews", "source": "@Pabriknews", "target": "RISQIMUHTADIN316", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@Pabriknews", "source": "@Pabriknews", "target": "newsklencofficial7681", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@Pabriknews", "source": "@Pabriknews", "target": "DaftarPopuler", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@Pabriknews", "source": "@Pabriknews", "target": "povlitik", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@Pabriknews", "source": "@Pabriknews", "target": "YudaMediaHD", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@Pabriknews", "source": "@Pabriknews", "target": "gagalgajian", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@Pabriknews", "source": "@Pabriknews", "target": "perspektifspace", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@Pabriknews", "source": "@Pabriknews", "target": "demennglencer9433", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@Pabriknews", "source": "@Pabriknews", "target": "RISQIMUHTADIN316", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@Pabriknews", "source": "@Pabriknews", "target": "newsklencofficial7681", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@Pabriknews", "source": "@Pabriknews", "target": "DaftarPopuler", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@Pabriknews", "source": "@Pabriknews", "target": "povlitik", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@Pabriknews", "source": "@Pabriknews", "target": "YudaMediaHD", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@Pabriknews", "source": "@Pabriknews", "target": "gagalgajian", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@Pabriknews", "source": "@Pabriknews", "target": "perspektifspace", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@Pabriknews", "source": "@Pabriknews", "target": "demennglencer9433", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@Pabriknews", "source": "@Pabriknews", "target": "RISQIMUHTADIN316", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@Pabriknews", "source": "@Pabriknews", "target": "newsklencofficial7681", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@Pabriknews", "source": "@Pabriknews", "target": "DaftarPopuler", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@Pabriknews", "source": "@Pabriknews", "target": "povlitik", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@Pabriknews", "source": "@Pabriknews", "target": "YudaMediaHD", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@Pabriknews", "source": "@Pabriknews", "target": "gagalgajian", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@Pabriknews", "source": "@Pabriknews", "target": "perspektifspace", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@Pabriknews", "source": "@Pabriknews", "target": "demennglencer9433", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@Pabriknews", "source": "@Pabriknews", "target": "RISQIMUHTADIN316", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@Pabriknews", "source": "@Pabriknews", "target": "newsklencofficial7681", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@Pabriknews", "source": "@Pabriknews", "target": "DaftarPopuler", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@Pabriknews", "source": "@Pabriknews", "target": "povlitik", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@Pabriknews", "source": "@Pabriknews", "target": "YudaMediaHD", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@Pabriknews", "source": "@Pabriknews", "target": "gagalgajian", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@Pabriknews", "source": "@Pabriknews", "target": "perspektifspace", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@Pabriknews", "source": "@Pabriknews", "target": "demennglencer9433", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@Pabriknews", "source": "@Pabriknews", "target": "RISQIMUHTADIN316", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@Pabriknews", "source": "@Pabriknews", "target": "newsklencofficial7681", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@Pabriknews", "source": "@Pabriknews", "target": "DaftarPopuler", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@Pabriknews", "source": "@Pabriknews", "target": "povlitik", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@Pabriknews", "source": "@Pabriknews", "target": "YudaMediaHD", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@Pabriknews", "source": "@Pabriknews", "target": "gagalgajian", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@Pabriknews", "source": "@Pabriknews", "target": "perspektifspace", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@Pabriknews", "source": "@Pabriknews", "target": "demennglencer9433", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@Pabriknews", "source": "@Pabriknews", "target": "RISQIMUHTADIN316", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@Pabriknews", "source": "@Pabriknews", "target": "newsklencofficial7681", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@Pabriknews", "source": "@Pabriknews", "target": "DaftarPopuler", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@Pabriknews", "source": "@Pabriknews", "target": "povlitik", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@Pabriknews", "source": "@Pabriknews", "target": "YudaMediaHD", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@Pabriknews", "source": "@Pabriknews", "target": "gagalgajian", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@Pabriknews", "source": "@Pabriknews", "target": "perspektifspace", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@Pabriknews", "source": "@Pabriknews", "target": "demennglencer9433", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@Pabriknews", "source": "@Pabriknews", "target": "RISQIMUHTADIN316", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@Pabriknews", "source": "@Pabriknews", "target": "newsklencofficial7681", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@Pabriknews", "source": "@Pabriknews", "target": "DaftarPopuler", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@Pabriknews", "source": "@Pabriknews", "target": "povlitik", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@Pabriknews", "source": "@Pabriknews", "target": "YudaMediaHD", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@Pabriknews", "source": "@Pabriknews", "target": "gagalgajian", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@Pabriknews", "source": "@Pabriknews", "target": "perspektifspace", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@Pabriknews", "source": "@Pabriknews", "target": "demennglencer9433", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@Pabriknews", "source": "@Pabriknews", "target": "RISQIMUHTADIN316", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@Pabriknews", "source": "@Pabriknews", "target": "newsklencofficial7681", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@TribunMedanTV", "source": "@TribunMedanTV", "target": "tribunmedantv", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@TribunMedanTV", "source": "@TribunMedanTV", "target": "tribunmedantv", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@fokus.indosiar", "source": "@fokus.indosiar", "target": "indosiar", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@fokus.indosiar", "source": "@fokus.indosiar", "target": "indosiar", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@fokus.indosiar", "source": "@fokus.indosiar", "target": "patroliindosiar", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@merdekadotcom", "source": "@merdekadotcom", "target": "merdeka", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@liputan6_news", "source": "@liputan6_news", "target": "sctv", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@liputan6_news", "source": "@liputan6_news", "target": "liputan6_news", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@liputan6_news", "source": "@liputan6_news", "target": "liputan6daerah", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXCHANNELINSIGHT", "source": "@IDXCHANNELINSIGHT", "target": "wicky_adrian", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXCHANNELINSIGHT", "source": "@IDXCHANNELINSIGHT", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXCHANNELINSIGHT", "source": "@IDXCHANNELINSIGHT", "target": "deffid_83", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXCHANNELINSIGHT", "source": "@IDXCHANNELINSIGHT", "target": "prast_ulrich", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXCHANNELINSIGHT", "source": "@IDXCHANNELINSIGHT", "target": "rosalinehioe", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXCHANNELINSIGHT", "source": "@IDXCHANNELINSIGHT", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@tuturmediadigital", "source": "@tuturmediadigital", "target": "tuturtvmedia", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "idxchannel_", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "wicky_adrian", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "deffid_83", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "prast_ulrich", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "rosalinehioe", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@OfficialiNews", "source": "@OfficialiNews", "target": "officialinews", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXCHANNELINSIGHT", "source": "@IDXCHANNELINSIGHT", "target": "wicky_adrian", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXCHANNELINSIGHT", "source": "@IDXCHANNELINSIGHT", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXCHANNELINSIGHT", "source": "@IDXCHANNELINSIGHT", "target": "deffid_83", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXCHANNELINSIGHT", "source": "@IDXCHANNELINSIGHT", "target": "prast_ulrich", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXCHANNELINSIGHT", "source": "@IDXCHANNELINSIGHT", "target": "rosalinehioe", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXCHANNELINSIGHT", "source": "@IDXCHANNELINSIGHT", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@tribunnews", "source": "@tribunnews", "target": "ferdinand_hutahean", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@tribunnews", "source": "@tribunnews", "target": "ferdinand_hutahean", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@tribunbatamtv", "source": "@tribunbatamtv", "target": "ferdinand_hutahean", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@KompasTVDewata", "source": "@KompasTVDewata", "target": "kompastvdewata", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@KompasTVDewata", "source": "@KompasTVDewata", "target": "kompastvdewata", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXCHANNELINSIGHT", "source": "@IDXCHANNELINSIGHT", "target": "wicky_adrian", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXCHANNELINSIGHT", "source": "@IDXCHANNELINSIGHT", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXCHANNELINSIGHT", "source": "@IDXCHANNELINSIGHT", "target": "deffid_83", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXCHANNELINSIGHT", "source": "@IDXCHANNELINSIGHT", "target": "prast_ulrich", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXCHANNELINSIGHT", "source": "@IDXCHANNELINSIGHT", "target": "rosalinehioe", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXCHANNELINSIGHT", "source": "@IDXCHANNELINSIGHT", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "idxchannel_", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "wicky_adrian", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "deffid_83", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "prast_ulrich", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "rosalinehioe", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXCHANNELINSIGHT", "source": "@IDXCHANNELINSIGHT", "target": "wicky_adrian", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXCHANNELINSIGHT", "source": "@IDXCHANNELINSIGHT", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXCHANNELINSIGHT", "source": "@IDXCHANNELINSIGHT", "target": "deffid_83", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXCHANNELINSIGHT", "source": "@IDXCHANNELINSIGHT", "target": "prast_ulrich", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXCHANNELINSIGHT", "source": "@IDXCHANNELINSIGHT", "target": "rosalinehioe", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXCHANNELINSIGHT", "source": "@IDXCHANNELINSIGHT", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@InnerBoost-oe4sd", "source": "@InnerBoost-oe4sd", "target": "InnerBoost", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "idxchannel_", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "wicky_adrian", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "deffid_83", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "prast_ulrich", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "rosalinehioe", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "idxchannel_", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "wicky_adrian", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "deffid_83", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "prast_ulrich", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "rosalinehioe", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@kompascom", "source": "@kompascom", "target": "kompascom", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "idxchannel_", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "wicky_adrian", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "deffid_83", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "prast_ulrich", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "rosalinehioe", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXCHANNELINSIGHT", "source": "@IDXCHANNELINSIGHT", "target": "wicky_adrian", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXCHANNELINSIGHT", "source": "@IDXCHANNELINSIGHT", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXCHANNELINSIGHT", "source": "@IDXCHANNELINSIGHT", "target": "deffid_83", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXCHANNELINSIGHT", "source": "@IDXCHANNELINSIGHT", "target": "prast_ulrich", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXCHANNELINSIGHT", "source": "@IDXCHANNELINSIGHT", "target": "rosalinehioe", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXCHANNELINSIGHT", "source": "@IDXCHANNELINSIGHT", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "idxchannel_", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "wicky_adrian", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "deffid_83", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "prast_ulrich", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "rosalinehioe", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@Pabriknews", "source": "@Pabriknews", "target": "DaftarPopuler", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@Pabriknews", "source": "@Pabriknews", "target": "povlitik", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@Pabriknews", "source": "@Pabriknews", "target": "YudaMediaHD", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@Pabriknews", "source": "@Pabriknews", "target": "gagalgajian", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@Pabriknews", "source": "@Pabriknews", "target": "perspektifspace", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@Pabriknews", "source": "@Pabriknews", "target": "demennglencer9433", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@Pabriknews", "source": "@Pabriknews", "target": "RISQIMUHTADIN316", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@Pabriknews", "source": "@Pabriknews", "target": "newsklencofficial7681", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@Pabriknews", "source": "@Pabriknews", "target": "DaftarPopuler", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@Pabriknews", "source": "@Pabriknews", "target": "povlitik", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@Pabriknews", "source": "@Pabriknews", "target": "YudaMediaHD", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@Pabriknews", "source": "@Pabriknews", "target": "gagalgajian", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@Pabriknews", "source": "@Pabriknews", "target": "perspektifspace", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@Pabriknews", "source": "@Pabriknews", "target": "demennglencer9433", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@Pabriknews", "source": "@Pabriknews", "target": "RISQIMUHTADIN316", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@Pabriknews", "source": "@Pabriknews", "target": "newsklencofficial7681", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@Pabriknews", "source": "@Pabriknews", "target": "DaftarPopuler", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@Pabriknews", "source": "@Pabriknews", "target": "povlitik", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@Pabriknews", "source": "@Pabriknews", "target": "YudaMediaHD", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@Pabriknews", "source": "@Pabriknews", "target": "gagalgajian", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@Pabriknews", "source": "@Pabriknews", "target": "perspektifspace", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@Pabriknews", "source": "@Pabriknews", "target": "demennglencer9433", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@Pabriknews", "source": "@Pabriknews", "target": "RISQIMUHTADIN316", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@Pabriknews", "source": "@Pabriknews", "target": "newsklencofficial7681", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@Pabriknews", "source": "@Pabriknews", "target": "DaftarPopuler", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@Pabriknews", "source": "@Pabriknews", "target": "povlitik", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@Pabriknews", "source": "@Pabriknews", "target": "YudaMediaHD", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@Pabriknews", "source": "@Pabriknews", "target": "gagalgajian", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@Pabriknews", "source": "@Pabriknews", "target": "perspektifspace", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@Pabriknews", "source": "@Pabriknews", "target": "demennglencer9433", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@Pabriknews", "source": "@Pabriknews", "target": "RISQIMUHTADIN316", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@Pabriknews", "source": "@Pabriknews", "target": "newsklencofficial7681", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@Bennix", "source": "@Bennix", "target": "Bennix", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@Bennix", "source": "@Bennix", "target": "bennix.official", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@Bennix", "source": "@Bennix", "target": "bennix.real", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@Bennix", "source": "@Bennix", "target": "bennix", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@Pabriknews", "source": "@Pabriknews", "target": "DaftarPopuler", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@Pabriknews", "source": "@Pabriknews", "target": "povlitik", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@Pabriknews", "source": "@Pabriknews", "target": "YudaMediaHD", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@Pabriknews", "source": "@Pabriknews", "target": "gagalgajian", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@Pabriknews", "source": "@Pabriknews", "target": "perspektifspace", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@Pabriknews", "source": "@Pabriknews", "target": "demennglencer9433", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@Pabriknews", "source": "@Pabriknews", "target": "RISQIMUHTADIN316", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@Pabriknews", "source": "@Pabriknews", "target": "newsklencofficial7681", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@Pabriknews", "source": "@Pabriknews", "target": "DaftarPopuler", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@Pabriknews", "source": "@Pabriknews", "target": "povlitik", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@Pabriknews", "source": "@Pabriknews", "target": "YudaMediaHD", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@Pabriknews", "source": "@Pabriknews", "target": "gagalgajian", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@Pabriknews", "source": "@Pabriknews", "target": "perspektifspace", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@Pabriknews", "source": "@Pabriknews", "target": "demennglencer9433", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@Pabriknews", "source": "@Pabriknews", "target": "RISQIMUHTADIN316", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@Pabriknews", "source": "@Pabriknews", "target": "newsklencofficial7681", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@Pabriknews", "source": "@Pabriknews", "target": "DaftarPopuler", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@Pabriknews", "source": "@Pabriknews", "target": "povlitik", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@Pabriknews", "source": "@Pabriknews", "target": "YudaMediaHD", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@Pabriknews", "source": "@Pabriknews", "target": "gagalgajian", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@Pabriknews", "source": "@Pabriknews", "target": "perspektifspace", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@Pabriknews", "source": "@Pabriknews", "target": "demennglencer9433", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@Pabriknews", "source": "@Pabriknews", "target": "RISQIMUHTADIN316", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@Pabriknews", "source": "@Pabriknews", "target": "newsklencofficial7681", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@Pabriknews", "source": "@Pabriknews", "target": "DaftarPopuler", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@Pabriknews", "source": "@Pabriknews", "target": "povlitik", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@Pabriknews", "source": "@Pabriknews", "target": "YudaMediaHD", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@Pabriknews", "source": "@Pabriknews", "target": "gagalgajian", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@Pabriknews", "source": "@Pabriknews", "target": "perspektifspace", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@Pabriknews", "source": "@Pabriknews", "target": "demennglencer9433", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@Pabriknews", "source": "@Pabriknews", "target": "RISQIMUHTADIN316", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@Pabriknews", "source": "@Pabriknews", "target": "newsklencofficial7681", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@Pabriknews", "source": "@Pabriknews", "target": "DaftarPopuler", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@Pabriknews", "source": "@Pabriknews", "target": "povlitik", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@Pabriknews", "source": "@Pabriknews", "target": "YudaMediaHD", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@Pabriknews", "source": "@Pabriknews", "target": "gagalgajian", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@Pabriknews", "source": "@Pabriknews", "target": "perspektifspace", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@Pabriknews", "source": "@Pabriknews", "target": "demennglencer9433", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@Pabriknews", "source": "@Pabriknews", "target": "RISQIMUHTADIN316", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@Pabriknews", "source": "@Pabriknews", "target": "newsklencofficial7681", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@Pabriknews", "source": "@Pabriknews", "target": "DaftarPopuler", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@Pabriknews", "source": "@Pabriknews", "target": "povlitik", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@Pabriknews", "source": "@Pabriknews", "target": "YudaMediaHD", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@Pabriknews", "source": "@Pabriknews", "target": "gagalgajian", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@Pabriknews", "source": "@Pabriknews", "target": "perspektifspace", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@Pabriknews", "source": "@Pabriknews", "target": "demennglencer9433", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@Pabriknews", "source": "@Pabriknews", "target": "RISQIMUHTADIN316", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@Pabriknews", "source": "@Pabriknews", "target": "newsklencofficial7681", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@Pabriknews", "source": "@Pabriknews", "target": "DaftarPopuler", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@Pabriknews", "source": "@Pabriknews", "target": "povlitik", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@Pabriknews", "source": "@Pabriknews", "target": "YudaMediaHD", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@Pabriknews", "source": "@Pabriknews", "target": "gagalgajian", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@Pabriknews", "source": "@Pabriknews", "target": "perspektifspace", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@Pabriknews", "source": "@Pabriknews", "target": "demennglencer9433", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@Pabriknews", "source": "@Pabriknews", "target": "RISQIMUHTADIN316", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@Pabriknews", "source": "@Pabriknews", "target": "newsklencofficial7681", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@Pabriknews", "source": "@Pabriknews", "target": "DaftarPopuler", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@Pabriknews", "source": "@Pabriknews", "target": "povlitik", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@Pabriknews", "source": "@Pabriknews", "target": "YudaMediaHD", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@Pabriknews", "source": "@Pabriknews", "target": "gagalgajian", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@Pabriknews", "source": "@Pabriknews", "target": "perspektifspace", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@Pabriknews", "source": "@Pabriknews", "target": "demennglencer9433", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@Pabriknews", "source": "@Pabriknews", "target": "RISQIMUHTADIN316", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@Pabriknews", "source": "@Pabriknews", "target": "newsklencofficial7681", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}]}