{"nodes": [{"key": "EshanNFTs", "attributes": {"label": "EshanNFTs", "x": 707.7518394644587, "y": 838.5157386935687, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["retweet-000002"], "scores": {"pagerank": 5.1785, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "2043917279772193195", "id": "EshanNFTs", "source": "retweet-000002", "content": "Rupiah hari ini tembus Rp17.129/USD 📉\nKonflik AS-Iran makin panas → dolar makin kuat → Rupiah makin tertekan.\nKalau kam…", "post_id": "2043917279772193195"}}, {"key": "bittimexchange", "attributes": {"label": "bittimexchange", "x": 282.30028650582784, "y": 797.4124291895544, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["retweet-000002"], "scores": {"pagerank": 7.3794, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "2043917279772193195", "id": "bittimexchange", "source": "retweet-000002", "content": "Rupiah hari ini tembus Rp17.129/USD 📉\nKonflik AS-Iran makin panas → dolar makin kuat → Rupiah makin tertekan.\nKalau kam…", "post_id": "2043917279772193195"}}, {"key": "andi_achilles", "attributes": {"label": "andi_achilles", "x": 421.7784629763104, "y": 44.73351362378119, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["retweet-000002"], "scores": {"pagerank": 5.1785, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "2047167240945209400", "id": "andi_achilles", "source": "retweet-000002", "content": "dolar naik, rupiah melemah, minyak dunia naik, ihsg jadi air terjun, tapi embege dan kdmp tetep lanjut beneran GOKIL BIN DAH…", "post_id": "2047167240945209400"}}, {"key": "rahasyaya", "attributes": {"label": "rahasyaya", "x": 347.09670632934797, "y": 147.68363538510587, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["retweet-000002"], "scores": {"pagerank": 7.3794, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "2047167240945209400", "id": "rahasyaya", "source": "retweet-000002", "content": "dolar naik, rupiah melemah, minyak dunia naik, ihsg jadi air terjun, tapi embege dan kdmp tetep lanjut beneran GOKIL BIN DAH…", "post_id": "2047167240945209400"}}, {"key": "grok", "attributes": {"label": "grok", "x": 300.32337506528575, "y": 858.7768279826208, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 5.1785, "eigenvector": 0.0003, "in_degree": 0, "out_degree": 10, "degree": 10}, "_id": "2049639142099718196", "id": "grok", "source": "tweet-000004", "content": "Halo! Dolar lagi naik ke Rp17.351 karena faktor utama eksternal: ketegangan geopolitik Timur Tengah (AS-Iran & risiko Selat Hormuz) bikin harga minyak dunia melonjak. USD jadi safe-haven, sementara Rupiah tertekan.\n\nDitambah demand dolar musiman (dividen dll) & cadangan devisa BI", "post_id": "2049639142099718196"}}, {"key": "ichuuuls", "attributes": {"label": "ichuuuls", "x": 960.3640671931978, "y": 774.0290135421793, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 5.6187, "eigenvector": 0.0002, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2049639142099718196", "id": "ichuuuls", "source": "tweet-000004", "content": "Halo! Dolar lagi naik ke Rp17.351 karena faktor utama eksternal: ketegangan geopolitik Timur Tengah (AS-Iran & risiko Selat Hormuz) bikin harga minyak dunia melonjak. USD jadi safe-haven, sementara Rupiah tertekan.\n\nDitambah demand dolar musiman (dividen dll) & cadangan devisa BI", "post_id": "2049639142099718196"}}, {"key": "zakiberkata", "attributes": {"label": "zakiberkata", "x": 568.8118935468008, "y": 190.2096632209277, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 10.0205, "eigenvector": 0.0003, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "2049639142099718196", "id": "zakiberkata", "source": "tweet-000004", "content": "Halo! Dolar lagi naik ke Rp17.351 karena faktor utama eksternal: ketegangan geopolitik Timur Tengah (AS-Iran & risiko Selat Hormuz) bikin harga minyak dunia melonjak. USD jadi safe-haven, sementara Rupiah tertekan.\n\nDitambah demand dolar musiman (dividen dll) & cadangan devisa BI", "post_id": "2049639142099718196"}}, {"key": "gulanya_dipisah", "attributes": {"label": "gulanya_dipisah", "x": 35.85456206352544, "y": 311.55242143163497, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 5.6187, "eigenvector": 0.0002, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2047703136303829034", "id": "gulanya_dipisah", "source": "tweet-000004", "content": "Rupiah undervalued berarti nilai pasarnya lebih lemah daripada fundamental ekonomi RI yang sebenarnya kuat.\n\nPenyebab utama: tekanan global dari konflik Iran (naikkan harga minyak + dolar AS menguat + yield obligasi AS tinggi). Ini bikin capital outflow dari emerging market", "post_id": "2047703136303829034"}}, {"key": "Parlecoid", "attributes": {"label": "Parlecoid", "x": 867.0033730927579, "y": 399.76124269320457, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 5.1785, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 3, "degree": 3}, "_id": "2051181413014335893", "id": "Parlecoid", "source": "tweet-000004", "content": "Nilai tukar rupiah dibuka stagnan di Rp17.337 per dolar AS pada Senin (4/5/2026). Pasar pantau dampak Proyek Kebebasan Trump di Selat Hormuz dan data inflasi RI. https://t.co/JdHLhavnG6 via  Biz ID https://t.co/vo6EbLlysn", "post_id": "2051181413014335893"}}, {"key": "asatunews", "attributes": {"label": "asatunews", "x": 215.7324589925267, "y": 117.79631706632587, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 6.6458, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 3, "out_degree": 0, "degree": 3}, "_id": "2051181413014335893", "id": "asatunews", "source": "tweet-000004", "content": "Nilai tukar rupiah dibuka stagnan di Rp17.337 per dolar AS pada Senin (4/5/2026). Pasar pantau dampak Proyek Kebebasan Trump di Selat Hormuz dan data inflasi RI. https://t.co/JdHLhavnG6 via  Biz ID https://t.co/vo6EbLlysn", "post_id": "2051181413014335893"}}, {"key": "KawalProgram", "attributes": {"label": "KawalProgram", "x": 329.3690823201042, "y": 199.73445950417747, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 5.1785, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "2051554816451817800", "id": "KawalProgram", "source": "tweet-000004", "content": "Nilai tukar dolar terhadap rupiah yang semakin menguat tentu tidak terhindari. Sebab, pasar ekspor kita tidak bisa mengekspor ke negara yang sedang konflik. Padahal, mereka adalah pasar utama kita. Ketika konflik sudah mereda, nilai tukar dolar akan menurun dengan sendirinya.", "post_id": "2051554816451817800"}}, {"key": "kemgelapan", "attributes": {"label": "kemgelapan", "x": 147.99414922157305, "y": 614.8083263978982, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 9.5803, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2051554816451817800", "id": "kemgelapan", "source": "tweet-000004", "content": "Nilai tukar dolar terhadap rupiah yang semakin menguat tentu tidak terhindari. Sebab, pasar ekspor kita tidak bisa mengekspor ke negara yang sedang konflik. Padahal, mereka adalah pasar utama kita. Ketika konflik sudah mereda, nilai tukar dolar akan menurun dengan sendirinya.", "post_id": "2051554816451817800"}}, {"key": "BambangSetyadix", "attributes": {"label": "BambangSetyadix", "x": 809.5499854906698, "y": 159.37502295217755, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 5.1785, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "2049716850418991502", "id": "BambangSetyadix", "source": "tweet-000004", "content": "Harga Gas Elpiji pasti naik lagi kecuali Indonesia import gas pakai daun.\n\nMinyak dunia diatas $120 per barel, Indonesia butuh dolar untuk beli minyak.. dan Rupiah akan terus melemah jika sedikit dolar yg masuk Indonesia.\n\nSolusi Hutang IMF hutang dolar.. tapi gengsi dan mencekik https://t.co/ufrSpcGleD", "post_id": "2049716850418991502"}}, {"key": "coffebit", "attributes": {"label": "coffebit", "x": 278.9571349177382, "y": 491.7069694215372, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 7.3794, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2049716850418991502", "id": "coffebit", "source": "tweet-000004", "content": "Harga Gas Elpiji pasti naik lagi kecuali Indonesia import gas pakai daun.\n\nMinyak dunia diatas $120 per barel, Indonesia butuh dolar untuk beli minyak.. dan Rupiah akan terus melemah jika sedikit dolar yg masuk Indonesia.\n\nSolusi Hutang IMF hutang dolar.. tapi gengsi dan mencekik https://t.co/ufrSpcGleD", "post_id": "2049716850418991502"}}, {"key": "iPopBase", "attributes": {"label": "iPopBase", "x": 325.12520441622974, "y": 45.91212360952157, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 7.3794, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2049716850418991502", "id": "iPopBase", "source": "tweet-000004", "content": "Harga Gas Elpiji pasti naik lagi kecuali Indonesia import gas pakai daun.\n\nMinyak dunia diatas $120 per barel, Indonesia butuh dolar untuk beli minyak.. dan Rupiah akan terus melemah jika sedikit dolar yg masuk Indonesia.\n\nSolusi Hutang IMF hutang dolar.. tapi gengsi dan mencekik https://t.co/ufrSpcGleD", "post_id": "2049716850418991502"}}, {"key": "ipkoto11", "attributes": {"label": "ipkoto11", "x": 164.11577826154945, "y": 722.9069612507792, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 5.1785, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "2048692760933446071", "id": "ipkoto11", "source": "tweet-000004", "content": "Udah benar kali ya kata Iran,transaksi jangan pakai dolar Amerika,apa apa dolar,giliran inflasi dolarnya tetap aja lebih mahal dibanding rupiah bahkan jauh sekali jaraknya", "post_id": "2048692760933446071"}}, {"key": "doimucenah", "attributes": {"label": "doimucenah", "x": 161.84183782400828, "y": 75.75390589206576, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 9.5803, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2048692760933446071", "id": "doimucenah", "source": "tweet-000004", "content": "Udah benar kali ya kata Iran,transaksi jangan pakai dolar Amerika,apa apa dolar,giliran inflasi dolarnya tetap aja lebih mahal dibanding rupiah bahkan jauh sekali jaraknya", "post_id": "2048692760933446071"}}, {"key": "Dyani_zs", "attributes": {"label": "Dyani_zs", "x": 690.1737506075511, "y": 847.674313726615, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 5.6187, "eigenvector": 0.0002, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2047489373919187275", "id": "Dyani_zs", "source": "tweet-000004", "content": "Maksudnya, Gubernur BI Perry Warjiyo bilang rupiah saat ini \"undervalued\", artinya nilainya lebih rendah dari fundamental ekonomi Indonesia yang sebenarnya kuat.\n\nSekarang di Rp17.140 per USD (melemah gara-gara dolar AS kuat + harga minyak naik + konflik global). BI lagi", "post_id": "2047489373919187275"}}, {"key": "kompascom", "attributes": {"label": "kompascom", "x": 744.310467814995, "y": 996.1502246574615, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 5.6187, "eigenvector": 0.0002, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2047489373919187275", "id": "kompascom", "source": "tweet-000004", "content": "Maksudnya, Gubernur BI Perry Warjiyo bilang rupiah saat ini \"undervalued\", artinya nilainya lebih rendah dari fundamental ekonomi Indonesia yang sebenarnya kuat.\n\nSekarang di Rp17.140 per USD (melemah gara-gara dolar AS kuat + harga minyak naik + konflik global). BI lagi", "post_id": "2047489373919187275"}}, {"key": "NurRohi03920969", "attributes": {"label": "NurRohi03920969", "x": 918.3745061450303, "y": 601.0224303681618, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 5.1785, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "2049805361084010797", "id": "NurRohi03920969", "source": "tweet-000004", "content": "Bloomberg melaporkan rupiah Indonesia mencapai rekor terendah baru terhadap dolar AS pada 30 April 2026, dengan penurunan lebih dari 0,3% dalam sehari akibat tekanan harga minyak. Indon tergantung minyak impor karena miskin cadangan minyak.", "post_id": "2049805361084010797"}}, {"key": "msaid_didu", "attributes": {"label": "msaid_didu", "x": 765.3550390576288, "y": 368.3585646255502, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 7.3794, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2049805361084010797", "id": "msaid_didu", "source": "tweet-000004", "content": "Bloomberg melaporkan rupiah Indonesia mencapai rekor terendah baru terhadap dolar AS pada 30 April 2026, dengan penurunan lebih dari 0,3% dalam sehari akibat tekanan harga minyak. Indon tergantung minyak impor karena miskin cadangan minyak.", "post_id": "2049805361084010797"}}, {"key": "Gerindra", "attributes": {"label": "Gerindra", "x": 440.323463883599, "y": 422.197166747346, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 7.3794, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2049805361084010797", "id": "Gerindra", "source": "tweet-000004", "content": "Bloomberg melaporkan rupiah Indonesia mencapai rekor terendah baru terhadap dolar AS pada 30 April 2026, dengan penurunan lebih dari 0,3% dalam sehari akibat tekanan harga minyak. Indon tergantung minyak impor karena miskin cadangan minyak.", "post_id": "2049805361084010797"}}, {"key": "muhari_tolhah", "attributes": {"label": "muhari_tolhah", "x": 765.0191110790473, "y": 664.4909432772027, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 5.1785, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "2048542459706392677", "id": "muhari_tolhah", "source": "tweet-000004", "content": "Giliran Indonesia byk demo dmn\", rupiah melonjak terhadap dolar, eh Amerika yg perang rupiah tambah hancur bkn dolarnya yg hancur, bangun Airlangga bangun, gak usah nyalahin yg lain, bilang gejolak dunia segala. Bak ada hubungannya dg rupiah", "post_id": "2048542459706392677"}}, {"key": "KangManto123", "attributes": {"label": "KangManto123", "x": 467.92910090764684, "y": 923.0295470611701, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 9.5803, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2048542459706392677", "id": "KangManto123", "source": "tweet-000004", "content": "Giliran Indonesia byk demo dmn\", rupiah melonjak terhadap dolar, eh Amerika yg perang rupiah tambah hancur bkn dolarnya yg hancur, bangun Airlangga bangun, gak usah nyalahin yg lain, bilang gejolak dunia segala. Bak ada hubungannya dg rupiah", "post_id": "2048542459706392677"}}, {"key": "RecehJadiEmas", "attributes": {"label": "RecehJadiEmas", "x": 675.7522249105363, "y": 906.4187884111143, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 5.1785, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "2047224693174981080", "id": "RecehJadiEmas", "source": "tweet-000004", "content": "Rupiah anjlok ke Rp17.300, kejatuhan harian terdalam dalam 3 tahun. Pasar panik bukan cuma karena dolar menguat & minyak naik, tapi juga ketidakpastian fiskal: APBN makin berat, utang dolar membengkak, impor energi jadi double burden. Ironisnya, prospek komoditas kita (batubara", "post_id": "2047224693174981080"}}, {"key": "Strategi_Bisnis", "attributes": {"label": "Strategi_Bisnis", "x": 580.9891662122152, "y": 406.485607655632, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 9.5803, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2047224693174981080", "id": "Strategi_Bisnis", "source": "tweet-000004", "content": "Rupiah anjlok ke Rp17.300, kejatuhan harian terdalam dalam 3 tahun. Pasar panik bukan cuma karena dolar menguat & minyak naik, tapi juga ketidakpastian fiskal: APBN makin berat, utang dolar membengkak, impor energi jadi double burden. Ironisnya, prospek komoditas kita (batubara", "post_id": "2047224693174981080"}}, {"key": "NovaNauval58209", "attributes": {"label": "NovaNauval58209", "x": 451.20483885418304, "y": 14.654522888945753, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 5.1785, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "2049472839556972782", "id": "NovaNauval58209", "source": "tweet-000004", "content": "Rupiah TIDAK MELEMAH! Tapi dolar yang sedang menguat karena permintaan minyak tinggi di Amerika! SEMUA NEGARA mata uangnya sedang melemah, gak hanya Indonesia. Stop menyebar ketakutan. Dibawah pemerintahan Prabowo Subianto, ekonomi Indonesia tumbuh stabil dan tetap sehat.", "post_id": "2049472839556972782"}}, {"key": "fimnland", "attributes": {"label": "fimnland", "x": 269.6496247615454, "y": 950.0674184408167, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 5.6187, "eigenvector": 0.0002, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2043964189249622481", "id": "fimnland", "source": "tweet-000004", "content": "Posisi rupiah yang melemah ke Rp17.127/USD dipengaruhi utama oleh faktor global: penguatan dolar AS akibat ketegangan geopolitik Timur Tengah (konflik AS-Iran, ancaman Selat Hormuz, & lonjakan harga minyak). Ini picu sentimen risk-off investor, outflow modal asing, & tekanan", "post_id": "2043964189249622481"}}, {"key": "idextratime", "attributes": {"label": "idextratime", "x": 961.7300149283874, "y": 575.1977026593528, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 5.6187, "eigenvector": 0.0002, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2043964189249622481", "id": "idextratime", "source": "tweet-000004", "content": "Posisi rupiah yang melemah ke Rp17.127/USD dipengaruhi utama oleh faktor global: penguatan dolar AS akibat ketegangan geopolitik Timur Tengah (konflik AS-Iran, ancaman Selat Hormuz, & lonjakan harga minyak). Ini picu sentimen risk-off investor, outflow modal asing, & tekanan", "post_id": "2043964189249622481"}}, {"key": "ayino92", "attributes": {"label": "ayino92", "x": 678.7894847912952, "y": 293.6951167911187, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 5.6187, "eigenvector": 0.0002, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2043193954246508678", "id": "ayino92", "source": "tweet-000004", "content": "Rupiah lagi melemah ke kisaran Rp17.000-17.100 per USD akhir-akhir ini karena:\n\n- Dolar AS menguat gara-gara ketegangan Timur Tengah (US-Iran soal Selat Hormuz), harga minyak naik → Indonesia sebagai importir minyak kena tekanan defisit APBN.\n- Antisipasi data inflasi AS (CPI)", "post_id": "2043193954246508678"}}, {"key": "elcheeefffff", "attributes": {"label": "elcheeefffff", "x": 431.294117524993, "y": 581.188894582569, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 5.1785, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "2041456739997073758", "id": "elcheeefffff", "source": "tweet-000004", "content": "Global chaos (geopolitik) bikin investor kabur ke dolar.\nDolar lagi kuat karena suku bunga AS tinggi.\nHarga minyak naik,impor naik, butuh dolar lebih banyak.\nDalam negeri? Sentimen investor lagi hati2+ kebutuhan dolar naik.\nIntinya: rupiah lagi kejebak tekanan global + domestik", "post_id": "2041456739997073758"}}, {"key": "hadisagala", "attributes": {"label": "hadisagala", "x": 448.2032766632741, "y": 751.1485461266458, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 9.5803, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2041456739997073758", "id": "hadisagala", "source": "tweet-000004", "content": "Global chaos (geopolitik) bikin investor kabur ke dolar.\nDolar lagi kuat karena suku bunga AS tinggi.\nHarga minyak naik,impor naik, butuh dolar lebih banyak.\nDalam negeri? Sentimen investor lagi hati2+ kebutuhan dolar naik.\nIntinya: rupiah lagi kejebak tekanan global + domestik", "post_id": "2041456739997073758"}}, {"key": "oren2000x", "attributes": {"label": "oren2000x", "x": 650.0530237848786, "y": 337.34515410947773, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 5.6187, "eigenvector": 0.0002, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2041434037005205956", "id": "oren2000x", "source": "tweet-000004", "content": "Oke, rangkuman komennya: \n\nKebanyakan sarkastik & politis. Banyak nyalahin program makan siang gratis Prabowo yang katanya nyedot dana penting, bikin rupiah ambruk. Ada yang bilang efek perang global + dolar kuat. Sisanya ketawa-ketawa (\"lmfao\", \"cooked\", \"wtf mess\"), nyinyir", "post_id": "2041434037005205956"}}, {"key": "spectatorindex", "attributes": {"label": "spectatorindex", "x": 701.7822463661374, "y": 267.41744341016084, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 5.6187, "eigenvector": 0.0002, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2041434037005205956", "id": "spectatorindex", "source": "tweet-000004", "content": "Oke, rangkuman komennya: \n\nKebanyakan sarkastik & politis. Banyak nyalahin program makan siang gratis Prabowo yang katanya nyedot dana penting, bikin rupiah ambruk. Ada yang bilang efek perang global + dolar kuat. Sisanya ketawa-ketawa (\"lmfao\", \"cooked\", \"wtf mess\"), nyinyir", "post_id": "2041434037005205956"}}, {"key": "hariankompas", "attributes": {"label": "hariankompas", "x": 843.7701879503339, "y": 386.3950856608105, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 5.1785, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "3881551589442642309_1537212147", "id": "hariankompas", "source": "instagram-000001", "content": "Nilai tukar rupiah kembali tertekan hingga menembus level Rp 17.300 per dolar AS, tertinggi sepanjang sejarah. Meski kebijakan moneter telah diarahkan untuk menjaga stabilitas, tekanan datang dari penguatan dolar AS dan keluarnya arus modal asing seiring ketidakpastian global.\n\nMengutip data Bloomberg, nilai tukar rupiah berada di level Rp 17.304 per dolar AS pada Kamis (23/4/2026) siang. Dibanding penutupan hari sebelumnya, rupiah melemah 0,72 persen. Bahkan, rupiah telah terdepresasi hingga 3,76 persen secara tahun kalender berjalan.\n\nPelemahan nilai tukar rupiah itu terjadi seiring dengan menguatnya indeks dolar AS terhadap mata uang utama (DXY). Pada periode yang sama, DXY menguat sekitar 0,04 persen ke level 98,65. Penguatan DXY tersebut, antara lain, didorong oleh pergerakan harga minyak global.\n\nSetelah sempat turun ke level 90 dolar AS per barel pada pekan lalu, harga minyak mentah Brent kembali menanjak ke level 103 dolar AS per barel. Ini teradi akibat belum tercapainya kesepakatan damai antara AS dan Iran yang mengakibatkan Selat Hormuz kembali ditutup.\n\nDeputi Gubernur Senior Bank Indonesia (BI) Destry Damayanti menjelaskan, tekanan terhadap rupiah hari ini dipengaruhi oleh meningkatnya ketidakpastian global yang juga menekan mata uang regional. Pergerakan rupiah masih sejalan dengan kawasan, dengan pelemahan sekitar 3,54 persen secara tahun kalender berjalan.\n\n”Bank Indonesia terus meningkatkan intensitas intervensi untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah serta memperkuat struktur suku bunga instrumen moneter pro-market guna menjaga daya tarik aset domestik di tengah berlanjutnya dampak konflik Timur Tengah,” ujarnya dalam keterangan tertulis.\n\nBaca selengkapnya dalam \"Hadapi Tekanan Ganda, Rupiah Tembus Rp 17.300\" oleh Agustinus Yoga Primantoro di Harian Kompas (Kompas.id). Klik tautan di profil \n\n#Rupiah #HarianKompas #Kompasid #AdadiKompas", "post_id": "3881551589442642309_1537212147"}}, {"key": "hariankompas.", "attributes": {"label": "hariankompas.", "x": 64.40085950392293, "y": 939.5476954467982, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 7.3794, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "3881551589442642309_1537212147", "id": "hariankompas.", "source": "instagram-000001", "content": "Nilai tukar rupiah kembali tertekan hingga menembus level Rp 17.300 per dolar AS, tertinggi sepanjang sejarah. Meski kebijakan moneter telah diarahkan untuk menjaga stabilitas, tekanan datang dari penguatan dolar AS dan keluarnya arus modal asing seiring ketidakpastian global.\n\nMengutip data Bloomberg, nilai tukar rupiah berada di level Rp 17.304 per dolar AS pada Kamis (23/4/2026) siang. Dibanding penutupan hari sebelumnya, rupiah melemah 0,72 persen. Bahkan, rupiah telah terdepresasi hingga 3,76 persen secara tahun kalender berjalan.\n\nPelemahan nilai tukar rupiah itu terjadi seiring dengan menguatnya indeks dolar AS terhadap mata uang utama (DXY). Pada periode yang sama, DXY menguat sekitar 0,04 persen ke level 98,65. Penguatan DXY tersebut, antara lain, didorong oleh pergerakan harga minyak global.\n\nSetelah sempat turun ke level 90 dolar AS per barel pada pekan lalu, harga minyak mentah Brent kembali menanjak ke level 103 dolar AS per barel. Ini teradi akibat belum tercapainya kesepakatan damai antara AS dan Iran yang mengakibatkan Selat Hormuz kembali ditutup.\n\nDeputi Gubernur Senior Bank Indonesia (BI) Destry Damayanti menjelaskan, tekanan terhadap rupiah hari ini dipengaruhi oleh meningkatnya ketidakpastian global yang juga menekan mata uang regional. Pergerakan rupiah masih sejalan dengan kawasan, dengan pelemahan sekitar 3,54 persen secara tahun kalender berjalan.\n\n”Bank Indonesia terus meningkatkan intensitas intervensi untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah serta memperkuat struktur suku bunga instrumen moneter pro-market guna menjaga daya tarik aset domestik di tengah berlanjutnya dampak konflik Timur Tengah,” ujarnya dalam keterangan tertulis.\n\nBaca selengkapnya dalam \"Hadapi Tekanan Ganda, Rupiah Tembus Rp 17.300\" oleh Agustinus Yoga Primantoro di Harian Kompas (Kompas.id). Klik tautan di profil \n\n#Rupiah #HarianKompas #Kompasid #AdadiKompas", "post_id": "3881551589442642309_1537212147"}}, {"key": "idx_channel", "attributes": {"label": "idx_channel", "x": 471.80496909825655, "y": 462.8228991385382, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 22.5808, "eigenvector": 0.0167, "in_degree": 6, "out_degree": 3, "degree": 9}, "_id": "3889618731537668968_3310659452", "id": "idx_channel", "source": "instagram-000001", "content": "Setelah sempat mengalami penguatan selama tiga hari di pekan lalu, mata uang Rupiah kembali tertekan dalam, dimana data Jakarta Interbank Spot Dolar Rate (JISDOR) Bank Indonesia pada Kamis lalu mencatat, Rupiah berada di level Rp17.378 per dolar Amerika Serikat. Level mata uang Garuda ini pun menjadi yang terlemah di sepanjang masa.\n\nSejumlah faktor dinilai menjadi pemicu depresiasi nilai tukar Rupiah, diantaranya perang berkepanjangan di Timur Tengah. blokade Selat Hormuz yang mendorong lonjakan harga minyak mentah dunia, dan keputusan bank sentral Amerika Serikat yang menahan suku bunga acuan di level 3,5 hingga 3,75%. \n\nDisisi lain, berdasarkan data Bank Indonesia, jumlah cadangan devisa Indonesia kembali mengalami penurunan di Maret 2026 menjadi USD148,2 miliar, dari sebelumnya USD151,9 miliar. Adapun jumlah cadangan devisa tercatat turun selama empat bulan yaitu sejak Desember 2025 hingga Maret 2026.\n\nSementara itu, Bank Indonesia saat ini juga terus berupaya menjaga stabilitas nilai tukar Rupiah melalui penerapan bauran kebijakan moneter terintegrasi atau integrated monetary policy mix. Kebijakan tersebut diantaranya menjaga nilai tukar Rupiah dan inflasi, serta pengelolaan likuiditas di dalam sistem keuangan nasional.\n\nSaksikan pembahasan selengkapnya dalam program Market Review bersama Prasetyo Wibowo , Senin 4 Mei 2026, pukul 21.00 - 21.30 WIB. LIVE di IDX Channel (MNC VISION Ch 100, MNC PLAY Ch 128 HD, First Media Ch 389, K-VISION Ch 129, OXYGEN Ch 137 dan MY REPUBLIK Ch 576). Saksikan juga LIVE STREAMING di www.idxchannel.com dan aplikasi IDX Channel TV di APPS  store.\n\n#idxchannel #idxchannelcommunity #marketreview", "post_id": "3889618731537668968_3310659452"}}, {"key": "prast_ulrich", "attributes": {"label": "prast_ulrich", "x": 415.6167940691815, "y": 159.40108143716424, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 11.9826, "eigenvector": 0.0254, "in_degree": 19, "out_degree": 0, "degree": 19}, "_id": "3889618731537668968_3310659452", "id": "prast_ulrich", "source": "instagram-000001", "content": "Setelah sempat mengalami penguatan selama tiga hari di pekan lalu, mata uang Rupiah kembali tertekan dalam, dimana data Jakarta Interbank Spot Dolar Rate (JISDOR) Bank Indonesia pada Kamis lalu mencatat, Rupiah berada di level Rp17.378 per dolar Amerika Serikat. Level mata uang Garuda ini pun menjadi yang terlemah di sepanjang masa.\n\nSejumlah faktor dinilai menjadi pemicu depresiasi nilai tukar Rupiah, diantaranya perang berkepanjangan di Timur Tengah. blokade Selat Hormuz yang mendorong lonjakan harga minyak mentah dunia, dan keputusan bank sentral Amerika Serikat yang menahan suku bunga acuan di level 3,5 hingga 3,75%. \n\nDisisi lain, berdasarkan data Bank Indonesia, jumlah cadangan devisa Indonesia kembali mengalami penurunan di Maret 2026 menjadi USD148,2 miliar, dari sebelumnya USD151,9 miliar. Adapun jumlah cadangan devisa tercatat turun selama empat bulan yaitu sejak Desember 2025 hingga Maret 2026.\n\nSementara itu, Bank Indonesia saat ini juga terus berupaya menjaga stabilitas nilai tukar Rupiah melalui penerapan bauran kebijakan moneter terintegrasi atau integrated monetary policy mix. Kebijakan tersebut diantaranya menjaga nilai tukar Rupiah dan inflasi, serta pengelolaan likuiditas di dalam sistem keuangan nasional.\n\nSaksikan pembahasan selengkapnya dalam program Market Review bersama Prasetyo Wibowo , Senin 4 Mei 2026, pukul 21.00 - 21.30 WIB. LIVE di IDX Channel (MNC VISION Ch 100, MNC PLAY Ch 128 HD, First Media Ch 389, K-VISION Ch 129, OXYGEN Ch 137 dan MY REPUBLIK Ch 576). Saksikan juga LIVE STREAMING di www.idxchannel.com dan aplikasi IDX Channel TV di APPS  store.\n\n#idxchannel #idxchannelcommunity #marketreview", "post_id": "3889618731537668968_3310659452"}}, {"key": "mancingsaham", "attributes": {"label": "mancingsaham", "x": 243.00460733280215, "y": 497.6665007440545, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 6.2392, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 5, "out_degree": 5, "degree": 10}, "_id": "3890264290759061349_52512310886", "id": "mancingsaham", "source": "instagram-000001", "content": "🔥 Surplus Dagang RI Tembus $3,32 Miliar! Ini “Tameng Dolar” Buat Rupiah & IHSG\nby  Academy\n\nSobat Cuan, ini bukan sekadar data ekonomi…\n\nini aliran dolar masuk ke Indonesia. \n1️⃣ Fakta Utama\nIndonesia mencetak:\n💥 Surplus neraca dagang US$ 3,32 miliar (Maret 2026)\n➡️ naik tajam dari bulan sebelumnya\n➡️ jauh di atas ekspektasi pasar\n\nMotor utamanya:\n• ekspor nonmigas\n• komoditas unggulan\n\n2️⃣ Kenapa Ini Penting?\nKarena ini soal arus dolar\n\nSaat surplus terjadi:\n➡️ dolar masuk lebih banyak\n➡️ cadangan devisa kuat\n➡️ tekanan rupiah berkurang\n\n3️⃣ Siapa Penyumbang Utama?\n📈 Sektor unggulan ekspor:\n• Batu bara\n• Logam mulia & emas\n• Besi & baja\n\nMarket utama:\n• China\n• Amerika Serikat\n• India\n\n4️⃣ Tapi Ada Catatan Penting ⚠️\n📉 Sektor migas masih defisit\n➡️ impor energi tinggi\n➡️ tekanan dari harga minyak global\n\nArtinya:\n👉 ekonomi kuat, tapi masih ada “kebocoran”\n\n5️⃣ Dampak ke Market\nIni efek berantai:\n➡️ Rupiah lebih stabil\n➡️ risiko asing turun\n➡️ IHSG lebih menarik\n\n6️⃣ Sektor Potensial\n📈 Beneficiary langsung:\n• Komoditas (coal, metal, gold)\n• Export-oriented company\n\n📈 Beneficiary tidak langsung:\n• Consumer goods\n• Farmasi\n\nKenapa?\n➡️ Rupiah stabil = biaya impor terkendali\n\n7️⃣ Strategi Mainnya\n🗓️ Skenario Komoditas\nFokus ke:\n• saham ekspor\n• yang belum overbought\n👉 cari entry saat pullback\n\n🗓️ Skenario Konsumer\nMulai cicil:\n• sektor berbasis impor\n👉 karena kurs lebih aman\n\n🗓️ Skenario Defensif\nPantau:\n• harga minyak global\n• defisit migas\n👉 ini bisa ganggu stabilitas\n\n8️⃣ Insight Penting\n\nSurplus dagang =\n👉 “dolar masuk”\n👉 bukan sekadar angka statistik\n\nDan di market:\n👉 yang menggerakkan harga = flow uang\n\n9️⃣ Kesimpulan\nSurplus $3,32 miliar ini adalah:\n✔️ sinyal fundamental kuat\n✔️ penopang rupiah\n✔️ katalis IHSG jangka pendek\n\nDi tengah gejolak global,\nIndonesia masih punya “senjata”:\n👉 komoditas\n\n📌 Gabung di  community untuk analisis market, stockpick pilihan, update berita saham, dan diskusi eksklusif dengan investor & trader lainnya.\n📩 Bergabung sekarang! Klik lynk.id/owennath atau chat 081251880459 (WhatsApp).\n\n#IHSG #Rupiah #NeracaDagang #Komoditas #SmartMoney", "post_id": "3890264290759061349_52512310886"}}, {"key": "bloombergtechnoz", "attributes": {"label": "bloombergtechnoz", "x": 873.9336517214298, "y": 166.91812319187738, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 5.7186, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 9, "out_degree": 9, "degree": 18}, "_id": "3884245006610062006_51748745734", "id": "bloombergtechnoz", "source": "instagram-000001", "content": "Rupiah melemah 0,03% ke level Rp17.210/US$ pada Senin pagi (27/4/2026) dan berlanjut ke Rp17.223/US$, memperpanjang tren depresiasi di tengah penguatan dolar AS serta lonjakan harga minyak global akibat ketegangan geopolitik.\n\nPelemahan ini terjadi saat tekanan eksternal masih tinggi dan minim katalis domestik, meski pemerintah tetap mengandalkan lelang Surat Utang Negara serta menunggu rilis data perdagangan untuk menjaga stabilitas rupiah.\n\nKlik link di bio untuk detail informasi selengkapnya. Jangan lupa follow  untuk berita dan data menarik lainnya.\n\n#rupiah #dolar #matauang #bloombergtechnoz", "post_id": "3884245006610062006_51748745734"}}, {"key": "celebesmedia.id", "attributes": {"label": "celebesmedia.id", "x": 173.7501714212598, "y": 526.501933886497, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 6.0332, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 3, "out_degree": 6, "degree": 9}, "_id": "3875070615083074566_10864878485", "id": "celebesmedia.id", "source": "instagram-000001", "content": "Nilai tukar rupiah kembali menunjukkan pelemahan pada awal perdagangan pekan ini. \n\nPada Senin (13/4) pagi, rupiah tercatat turun 17 poin atau sekitar 0,10 persen ke level Rp17.121 per dolar AS, dibandingkan penutupan sebelumnya di Rp17.104 per dolar AS.\n\nPelemahan ini terjadi di tengah meningkatnya kekhawatiran pasar terhadap kondisi geopolitik global, khususnya di kawasan Timur Tengah.\n\nAnalis mata uang Doo Financial Futures, Lukman Leong, menilai tekanan terhadap rupiah berasal dari meningkatnya ketidakpastian setelah pernyataan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump yang akan menutup Selat Hormuz usai gagalnya negosiasi Iran dan Amerika Serikat di Islamabad.\n\n“Rupiah diperkirakan melemah terhadap dolar AS di tengah meningkatnya ketidakpastian seputar geopolitik di Timteng (Timur Tengah) menyusul ancaman Trump untuk menutup Selat Hormuz setelah perundingan yang gagal dengan Iran,” ucapnya, dikutip dari Antara.\n\nMengutip laporan Sputnik, Donald Trump menyatakan bahwa Amerika Serikat akan segera melakukan blokade angkatan laut di Selat Hormuz.\n\nReuters juga melaporkan Trump dala  pernyataannya di Truth Social, Trump menegaskan sikap keras terhadap aktivitas maritim yang terkait Iran.\n\n\"Tidak seorang pun yang membayar bea masuk ilegal akan memiliki jalur aman di laut lepas. Setiap warga Iran yang menembak kita, atau kapal-kapal damai, akan DIHANCURKAN!\" tulis Trump.\n\nBaca selengkapnya di www.celebesmedia.id\n\nIkuti juga sosial media kami  & \ndi Instagram, Tiktok, Twitter, Threads, & Youtube\n\n#rupiah #matauang #dolar #nilaitukaruang #uang", "post_id": "3875070615083074566_10864878485"}}, {"key": "celebespsm", "attributes": {"label": "celebespsm", "x": 506.7285951454547, "y": 609.8853753262863, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 6.0332, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 3, "out_degree": 0, "degree": 3}, "_id": "3875070615083074566_10864878485", "id": "celebespsm", "source": "instagram-000001", "content": "Nilai tukar rupiah kembali menunjukkan pelemahan pada awal perdagangan pekan ini. \n\nPada Senin (13/4) pagi, rupiah tercatat turun 17 poin atau sekitar 0,10 persen ke level Rp17.121 per dolar AS, dibandingkan penutupan sebelumnya di Rp17.104 per dolar AS.\n\nPelemahan ini terjadi di tengah meningkatnya kekhawatiran pasar terhadap kondisi geopolitik global, khususnya di kawasan Timur Tengah.\n\nAnalis mata uang Doo Financial Futures, Lukman Leong, menilai tekanan terhadap rupiah berasal dari meningkatnya ketidakpastian setelah pernyataan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump yang akan menutup Selat Hormuz usai gagalnya negosiasi Iran dan Amerika Serikat di Islamabad.\n\n“Rupiah diperkirakan melemah terhadap dolar AS di tengah meningkatnya ketidakpastian seputar geopolitik di Timteng (Timur Tengah) menyusul ancaman Trump untuk menutup Selat Hormuz setelah perundingan yang gagal dengan Iran,” ucapnya, dikutip dari Antara.\n\nMengutip laporan Sputnik, Donald Trump menyatakan bahwa Amerika Serikat akan segera melakukan blokade angkatan laut di Selat Hormuz.\n\nReuters juga melaporkan Trump dala  pernyataannya di Truth Social, Trump menegaskan sikap keras terhadap aktivitas maritim yang terkait Iran.\n\n\"Tidak seorang pun yang membayar bea masuk ilegal akan memiliki jalur aman di laut lepas. Setiap warga Iran yang menembak kita, atau kapal-kapal damai, akan DIHANCURKAN!\" tulis Trump.\n\nBaca selengkapnya di www.celebesmedia.id\n\nIkuti juga sosial media kami  & \ndi Instagram, Tiktok, Twitter, Threads, & Youtube\n\n#rupiah #matauang #dolar #nilaitukaruang #uang", "post_id": "3875070615083074566_10864878485"}}, {"key": "mnow.id", "attributes": {"label": "mnow.id", "x": 85.501013834964, "y": 840.2149368711816, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 5.1785, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "3869784899914488233_46229168085", "id": "mnow.id", "source": "instagram-000001", "content": "- Pemerintah memastikan harga BBM subsidi tidak akan naik hingga akhir tahun meski tekanan global meningkat akibat konflik Timur Tengah. \n\nDalam rapat kerja bersama DPR, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan pemerintah telah menyiapkan berbagai skenario, termasuk jika harga minyak dunia menembus 100 dolar AS per barel. \n\nDengan dukungan cadangan anggaran seperti Sisa Anggaran Lebih (SAL) yang mencapai ratusan triliun rupiah, serta efisiensi belanja kementerian, pemerintah berupaya menjaga stabilitas APBN dan daya beli masyarakat di tengah gejolak ekonomi global.\n\nNamun, pandangan berbeda datang dari Jusuf Kalla yang mengusulkan kenaikan harga BBM sebagai langkah lebih aman untuk jangka panjang. \n\nMenurutnya, mempertahankan subsidi justru berisiko memperlebar defisit dan menambah utang negara, terutama saat harga energi dunia melonjak. \n\nJK menilai kenaikan harga memang berpotensi memicu protes, namun bisa diterima publik jika dijelaskan dengan transparan, sekaligus mendorong efisiensi konsumsi energi di masyarakat dibanding menahan beban fiskal yang terus membengkak.\n\nVia  \n#mnow #purbaya #jusufkalla #bbm #krisisbbm", "post_id": "3869784899914488233_46229168085"}}, {"key": "nowdots", "attributes": {"label": "nowdots", "x": 770.7077322115854, "y": 504.8793003902962, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 9.5803, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "3869784899914488233_46229168085", "id": "nowdots", "source": "instagram-000001", "content": "- Pemerintah memastikan harga BBM subsidi tidak akan naik hingga akhir tahun meski tekanan global meningkat akibat konflik Timur Tengah. \n\nDalam rapat kerja bersama DPR, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan pemerintah telah menyiapkan berbagai skenario, termasuk jika harga minyak dunia menembus 100 dolar AS per barel. \n\nDengan dukungan cadangan anggaran seperti Sisa Anggaran Lebih (SAL) yang mencapai ratusan triliun rupiah, serta efisiensi belanja kementerian, pemerintah berupaya menjaga stabilitas APBN dan daya beli masyarakat di tengah gejolak ekonomi global.\n\nNamun, pandangan berbeda datang dari Jusuf Kalla yang mengusulkan kenaikan harga BBM sebagai langkah lebih aman untuk jangka panjang. \n\nMenurutnya, mempertahankan subsidi justru berisiko memperlebar defisit dan menambah utang negara, terutama saat harga energi dunia melonjak. \n\nJK menilai kenaikan harga memang berpotensi memicu protes, namun bisa diterima publik jika dijelaskan dengan transparan, sekaligus mendorong efisiensi konsumsi energi di masyarakat dibanding menahan beban fiskal yang terus membengkak.\n\nVia  \n#mnow #purbaya #jusufkalla #bbm #krisisbbm", "post_id": "3869784899914488233_46229168085"}}, {"key": "tribunpapuaofficial", "attributes": {"label": "tribunpapuaofficial", "x": 233.49847956837942, "y": 121.31854361565742, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 9.0062, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 2, "degree": 3}, "_id": "3877771741515321872_45261924157", "id": "tribunpapuaofficial", "source": "instagram-000001", "content": "PT Pertamina (Persero) resmi memberlakukan penyesuaian harga Bahan Bakar Minyak (BBM) di seluruh Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Indonesia mulai Sabtu (18/4/2026) pukul 00.00 waktu setempat.\n\nKebijakan ini diberlakukan secara serentak di seluruh wilayah operasional Pertamina sebagai bagian dari penyesuaian harga energi nasional yang mengikuti perkembangan harga minyak mentah dunia, biaya distribusi, serta fluktuasi nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat.\n\nPertamina menegaskan bahwa penyesuaian harga ini merupakan mekanisme berkala yang dilakukan untuk menjaga keseimbangan pasokan dan distribusi energi, namun tetap mempertimbangkan stabilitas ekonomi dan daya beli masyarakat.\n\nDalam pengumuman resmi yang disampaikan kepada pengelola SPBU, perubahan harga langsung ditetapkan dan wajib diimplementasikan tepat waktu tanpa penundaan di seluruh wilayah Indonesia.\n\nPertamax Turbo kini ditetapkan naik menjadi Rp19.400 per liter atau mengalami kenaikan sebesar Rp6.300 dari harga sebelumnya.\n\nDexlite turut mengalami penyesuaian menjadi Rp23.600 per liter dengan kenaikan Rp9.400.\n\nSementara itu Pertamina Dex juga naik menjadi Rp23.900 per liter, atau meningkat Rp9.400 dari harga sebelumnya.\n\nKenaikan pada tiga jenis BBM ini menjadi perhatian karena dinilai cukup signifikan terutama bagi pengguna kendaraan pribadi dan sektor transportasi berbasis diesel.\n\nDi sisi lain, Pertamina memastikan bahwa sejumlah produk BBM lainnya tidak mengalami perubahan harga.\n\nPertamax Green tetap dipertahankan pada Rp12.900 per liter, Pertamax Rp12.300 per liter, Pertalite Rp10.000 per liter, serta Biosolar subsidi Rp6.800 per liter.\n\nBACA SELENGKAPNYA\nhttps://papua.tribunnews.com/news/125129/harga-bbm-pertamina-naik-serentak-mulai-18-april-2026-pertamax-turbo-rp19400-per-liter\n\nFollow us on Social Media\n\nInstagram: \nTikTok: \nFacebook: Tribun Papua\nYoutube: Tribun Papua\n\n#BBM #Pertamina #HargaBBM #HargaBBMnaik #KotaJayapura #ProvinsiPapua", "post_id": "3877771741515321872_45261924157"}}, {"key": "tribunpapua", "attributes": {"label": "tribunpapua", "x": 656.0835428823127, "y": 392.54555009094815, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 9.0062, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "3877771741515321872_45261924157", "id": "tribunpapua", "source": "instagram-000001", "content": "PT Pertamina (Persero) resmi memberlakukan penyesuaian harga Bahan Bakar Minyak (BBM) di seluruh Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Indonesia mulai Sabtu (18/4/2026) pukul 00.00 waktu setempat.\n\nKebijakan ini diberlakukan secara serentak di seluruh wilayah operasional Pertamina sebagai bagian dari penyesuaian harga energi nasional yang mengikuti perkembangan harga minyak mentah dunia, biaya distribusi, serta fluktuasi nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat.\n\nPertamina menegaskan bahwa penyesuaian harga ini merupakan mekanisme berkala yang dilakukan untuk menjaga keseimbangan pasokan dan distribusi energi, namun tetap mempertimbangkan stabilitas ekonomi dan daya beli masyarakat.\n\nDalam pengumuman resmi yang disampaikan kepada pengelola SPBU, perubahan harga langsung ditetapkan dan wajib diimplementasikan tepat waktu tanpa penundaan di seluruh wilayah Indonesia.\n\nPertamax Turbo kini ditetapkan naik menjadi Rp19.400 per liter atau mengalami kenaikan sebesar Rp6.300 dari harga sebelumnya.\n\nDexlite turut mengalami penyesuaian menjadi Rp23.600 per liter dengan kenaikan Rp9.400.\n\nSementara itu Pertamina Dex juga naik menjadi Rp23.900 per liter, atau meningkat Rp9.400 dari harga sebelumnya.\n\nKenaikan pada tiga jenis BBM ini menjadi perhatian karena dinilai cukup signifikan terutama bagi pengguna kendaraan pribadi dan sektor transportasi berbasis diesel.\n\nDi sisi lain, Pertamina memastikan bahwa sejumlah produk BBM lainnya tidak mengalami perubahan harga.\n\nPertamax Green tetap dipertahankan pada Rp12.900 per liter, Pertamax Rp12.300 per liter, Pertalite Rp10.000 per liter, serta Biosolar subsidi Rp6.800 per liter.\n\nBACA SELENGKAPNYA\nhttps://papua.tribunnews.com/news/125129/harga-bbm-pertamina-naik-serentak-mulai-18-april-2026-pertamax-turbo-rp19400-per-liter\n\nFollow us on Social Media\n\nInstagram: \nTikTok: \nFacebook: Tribun Papua\nYoutube: Tribun Papua\n\n#BBM #Pertamina #HargaBBM #HargaBBMnaik #KotaJayapura #ProvinsiPapua", "post_id": "3877771741515321872_45261924157"}}, {"key": "user207363712", "attributes": {"label": "user207363712", "x": 384.8751968914331, "y": 788.0573288271752, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 5.1785, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "7627002375236078869", "id": "user207363712", "source": "tiktok-000001", "content": "tradewithsuli Saudi Aramco baru saja menetapkan harga minyak ke Asia pada level yang belum pernah terjadi sepanjang sejarah. Perusahaan minyak milik negara Arab Saudi itu menaikkan harga minyak mentah Arab Light untuk pengiriman Mei ke premi 19,50 dolar AS per barel di atas tolok ukur regional untuk pembeli Asia, berdasarkan data harga yang dilihat Bloomberg. Angka ini dua kali lipat lebih tinggi dari rekor sebelumnya sekitar 9,50 dolar AS yang tercatat saat krisis energi 2022. Kenaikan ini bukan keputusan bisnis biasa. Ini adalah cerminan langsung dari krisis Selat Hormuz yang kini memasuki minggu kelima. Penutupan efektif selat tersebut oleh Iran memaksa Saudi Aramco mereroute seluruh ekspornya melalui jalur pipa menuju Laut Merah, yang kini sudah beroperasi di kapasitas penuh 7 juta barel per hari. Dengan jalur alternatif yang terbatas dan permintaan Asia yang tidak surut, Aramco memiliki posisi tawar yang belum pernah sekuat ini. Bagi Indonesia, angka 19,50 dolar AS ini bukan sekadar statistik energi global. Indonesia mengimpor sebagian besar kebutuhan minyaknya, dan kenaikan premi ini berarti setiap barel yang masuk ke kilang Pertamina kini jauh lebih mahal dari sebelumnya. Tekanan ini datang di saat yang paling tidak menguntungkan: Rupiah sudah tertekan akibat penguatan dolar, sementara pemerintah masih menanggung beban subsidi BBM yang membengkak sejak harga minyak global melonjak lebih dari 50 persen sejak perang Iran meletus. Harga minyak Brent saat ini diperdagangkan di kisaran 109 dolar AS per barel, dengan WTI di 112 dolar AS. Jika situasi Selat Hormuz tidak segera mereda, tekanan harga energi ke negara-negara importir seperti Indonesia akan terus bertambah berat, menekan anggaran negara, daya beli masyarakat, dan stabilitas  #tradewithsulitk#newsclip#fyp", "post_id": "7627002375236078869"}}, {"key": "tradewithsuli", "attributes": {"label": "tradewithsuli", "x": 811.3091106969359, "y": 390.435525180335, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 13.9821, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "7627002375236078869", "id": "tradewithsuli", "source": "tiktok-000001", "content": "tradewithsuli Saudi Aramco baru saja menetapkan harga minyak ke Asia pada level yang belum pernah terjadi sepanjang sejarah. Perusahaan minyak milik negara Arab Saudi itu menaikkan harga minyak mentah Arab Light untuk pengiriman Mei ke premi 19,50 dolar AS per barel di atas tolok ukur regional untuk pembeli Asia, berdasarkan data harga yang dilihat Bloomberg. Angka ini dua kali lipat lebih tinggi dari rekor sebelumnya sekitar 9,50 dolar AS yang tercatat saat krisis energi 2022. Kenaikan ini bukan keputusan bisnis biasa. Ini adalah cerminan langsung dari krisis Selat Hormuz yang kini memasuki minggu kelima. Penutupan efektif selat tersebut oleh Iran memaksa Saudi Aramco mereroute seluruh ekspornya melalui jalur pipa menuju Laut Merah, yang kini sudah beroperasi di kapasitas penuh 7 juta barel per hari. Dengan jalur alternatif yang terbatas dan permintaan Asia yang tidak surut, Aramco memiliki posisi tawar yang belum pernah sekuat ini. Bagi Indonesia, angka 19,50 dolar AS ini bukan sekadar statistik energi global. Indonesia mengimpor sebagian besar kebutuhan minyaknya, dan kenaikan premi ini berarti setiap barel yang masuk ke kilang Pertamina kini jauh lebih mahal dari sebelumnya. Tekanan ini datang di saat yang paling tidak menguntungkan: Rupiah sudah tertekan akibat penguatan dolar, sementara pemerintah masih menanggung beban subsidi BBM yang membengkak sejak harga minyak global melonjak lebih dari 50 persen sejak perang Iran meletus. Harga minyak Brent saat ini diperdagangkan di kisaran 109 dolar AS per barel, dengan WTI di 112 dolar AS. Jika situasi Selat Hormuz tidak segera mereda, tekanan harga energi ke negara-negara importir seperti Indonesia akan terus bertambah berat, menekan anggaran negara, daya beli masyarakat, dan stabilitas  #tradewithsulitk#newsclip#fyp", "post_id": "7627002375236078869"}}, {"key": "indonesia.bernarasi", "attributes": {"label": "indonesia.bernarasi", "x": 932.6662286771137, "y": 835.8894660927812, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 5.1785, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "7628921058095058197", "id": "indonesia.bernarasi", "source": "tiktok-000001", "content": "Mayoritas mata uang Asia menguat terhadap dolar AS pagi ini, seiring DXY turun 0,18% ke 99,253. Dari 11 mata uang, 7 menguat dipimpin rupiah yang naik 0,47% ke Rp16.895/US$. Penguatan juga terjadi pada dolar Taiwan, rupee India, won Korea, dong Vietnam, ringgit Malaysia, dan yuan China. Sementara itu, 4 mata uang melemah: baht Thailand, peso Filipina, yen Jepang, dan dolar Singapura. Sentimen positif dipicu harapan negosiasi AS–Iran yang menekan dolar dan harga minyak, meski pasar tetap waspada terhadap potensi suku bunga tinggi lebih lama dari The Fed. Cr:   #rupiah #matauang #indonesia #keuangan #ekonomiindonesia", "post_id": "7628921058095058197"}}, {"key": "CryptoCentric", "attributes": {"label": "CryptoCentric", "x": 69.33640207662373, "y": 183.7139411626656, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 9.5803, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7628921058095058197", "id": "CryptoCentric", "source": "tiktok-000001", "content": "Mayoritas mata uang Asia menguat terhadap dolar AS pagi ini, seiring DXY turun 0,18% ke 99,253. Dari 11 mata uang, 7 menguat dipimpin rupiah yang naik 0,47% ke Rp16.895/US$. Penguatan juga terjadi pada dolar Taiwan, rupee India, won Korea, dong Vietnam, ringgit Malaysia, dan yuan China. Sementara itu, 4 mata uang melemah: baht Thailand, peso Filipina, yen Jepang, dan dolar Singapura. Sentimen positif dipicu harapan negosiasi AS–Iran yang menekan dolar dan harga minyak, meski pasar tetap waspada terhadap potensi suku bunga tinggi lebih lama dari The Fed. Cr:   #rupiah #matauang #indonesia #keuangan #ekonomiindonesia", "post_id": "7628921058095058197"}}, {"key": "noxratis", "attributes": {"label": "noxratis", "x": 676.1380212721352, "y": 820.8535269085262, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 5.1785, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "7626362654885514503", "id": "noxratis", "source": "tiktok-000001", "content": "Bagian 88 | Efek Domino Hormuz!! Jepang Mulai Jual Obligasi AS Secara Masif, Sinyal Krisis Utang Global Makin Nyata!? 🇯🇵📉🌐 Guncangan ekonomi akibat penutupan Selat Hormuz kini mulai memakan korban besar di sektor finansial! Negeri Sakura dilaporkan mulai melakukan penjualan obligasi Amerika Serikat (U.S. Treasuries) secara besar-besaran untuk menutupi lonjakan biaya energi yang meroket tajam. Langkah ekstrem ini diambil karena Jepang dipaksa membayar harga minyak dan gas jauh lebih mahal, yang secara otomatis menekan ruang fiskal negara mereka hingga ke titik kritis! ⛽💸🚩 Aksi jual masif oleh salah satu pemegang utang terbesar Amerika ini mengirimkan sinyal bahaya ke pasar keuangan global. Para analis memperingatkan bahwa jika likuiditas global terus tertekan, krisis utang yang lebih luas bisa meledak kapan saja, memicu kepanikan yang belum pernah terlihat sebelumnya. Dunia kini melihat bagaimana konflik fisik di Timur Tengah bisa dengan cepat berubah menjadi \"perang ekonomi\" yang melumpuhkan stabilitas moneter negara-negara maju! 🏦📉🚀 Dampaknya tidak berhenti di Jepang saja; tekanan ini diprediksi akan merembet ke pasar negara berkembang, termasuk Indonesia. Rupiah dan pasar kripto mulai menunjukkan volatilitas tinggi akibat ketidakpastian likuiditas dolar di pasar global. Apakah ini awal dari keruntuhan sistem utang dunia yang selama ini ditopang oleh obligasi AS, ataukah akan ada intervensi darurat sebelum ekonomi global benar-benar jatuh ke jurang resesi terdalam!? 🤔📉🔥   #twsnews", "post_id": "7626362654885514503"}}, {"key": "banten_hay", "attributes": {"label": "banten_hay", "x": 291.16648270822543, "y": 881.0023406265136, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 5.1785, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "7626297102397656338", "id": "banten_hay", "source": "tiktok-000001", "content": "Seorang Warga Negara Indonesia yang tengah berada di Amerika Serikat membagikan informasi mengenai harga bahan bakar minyak (BBM) di negara tersebut melalui media sosial. Informasi ini menjadi sorotan di tengah situasi konflik di Timur Tengah yang melibatkan Amerika dan Iran. Dalam video yang diunggah akun TikTok , dijelaskan bahwa pembelian BBM di Amerika menggunakan satuan galon, bukan liter seperti di Indonesia. Satu galon setara dengan sekitar 3,7 liter. Ia menyebutkan bahwa pada saat video tersebut dibuat, harga bensin berada di kisaran 3,5 dolar AS per galon. Jika dikonversi ke rupiah, nilainya sekitar Rp50 ribu per galon atau kurang lebih Rp13.500 per liter. Informasi ini kemudian memicu diskusi di kalangan warganet.  Beberapa netizen berpendapat bahwa kualitas bensin di Amerika dinilai setara dengan BBM beroktan tinggi di Indonesia, bahkan dianggap mirip dengan Pertamax Turbo. Karena itu, sebagian orang menilai harga tersebut tidak terlalu mahal jika dibandingkan dengan kualitas bahan bakarnya. Namun demikian, harga tersebut merupakan data pada saat unggahan dibuat, yakni 28 Februari 2026, sehingga kemungkinan telah mengalami perubahan hingga saat ini. *** Simak berita menarik lainnya hanya di www.bantenhay.com Bagikan informasi Anda dengan DM atau Mention  WA: 085215126767 #Viral #HargaBBM #BBMAmerika #AS #Berita Sumber: VT > al_gibral", "post_id": "7626297102397656338"}}, {"key": "al_gibral", "attributes": {"label": "al_gibral", "x": 806.4890166757734, "y": 448.4226282964687, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 7.3794, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7626297102397656338", "id": "al_gibral", "source": "tiktok-000001", "content": "Seorang Warga Negara Indonesia yang tengah berada di Amerika Serikat membagikan informasi mengenai harga bahan bakar minyak (BBM) di negara tersebut melalui media sosial. Informasi ini menjadi sorotan di tengah situasi konflik di Timur Tengah yang melibatkan Amerika dan Iran. Dalam video yang diunggah akun TikTok , dijelaskan bahwa pembelian BBM di Amerika menggunakan satuan galon, bukan liter seperti di Indonesia. Satu galon setara dengan sekitar 3,7 liter. Ia menyebutkan bahwa pada saat video tersebut dibuat, harga bensin berada di kisaran 3,5 dolar AS per galon. Jika dikonversi ke rupiah, nilainya sekitar Rp50 ribu per galon atau kurang lebih Rp13.500 per liter. Informasi ini kemudian memicu diskusi di kalangan warganet.  Beberapa netizen berpendapat bahwa kualitas bensin di Amerika dinilai setara dengan BBM beroktan tinggi di Indonesia, bahkan dianggap mirip dengan Pertamax Turbo. Karena itu, sebagian orang menilai harga tersebut tidak terlalu mahal jika dibandingkan dengan kualitas bahan bakarnya. Namun demikian, harga tersebut merupakan data pada saat unggahan dibuat, yakni 28 Februari 2026, sehingga kemungkinan telah mengalami perubahan hingga saat ini. *** Simak berita menarik lainnya hanya di www.bantenhay.com Bagikan informasi Anda dengan DM atau Mention  WA: 085215126767 #Viral #HargaBBM #BBMAmerika #AS #Berita Sumber: VT > al_gibral", "post_id": "7626297102397656338"}}, {"key": "bantenhay", "attributes": {"label": "bantenhay", "x": 244.06702214506416, "y": 949.9265437423679, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 7.3794, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7626297102397656338", "id": "bantenhay", "source": "tiktok-000001", "content": "Seorang Warga Negara Indonesia yang tengah berada di Amerika Serikat membagikan informasi mengenai harga bahan bakar minyak (BBM) di negara tersebut melalui media sosial. Informasi ini menjadi sorotan di tengah situasi konflik di Timur Tengah yang melibatkan Amerika dan Iran. Dalam video yang diunggah akun TikTok , dijelaskan bahwa pembelian BBM di Amerika menggunakan satuan galon, bukan liter seperti di Indonesia. Satu galon setara dengan sekitar 3,7 liter. Ia menyebutkan bahwa pada saat video tersebut dibuat, harga bensin berada di kisaran 3,5 dolar AS per galon. Jika dikonversi ke rupiah, nilainya sekitar Rp50 ribu per galon atau kurang lebih Rp13.500 per liter. Informasi ini kemudian memicu diskusi di kalangan warganet.  Beberapa netizen berpendapat bahwa kualitas bensin di Amerika dinilai setara dengan BBM beroktan tinggi di Indonesia, bahkan dianggap mirip dengan Pertamax Turbo. Karena itu, sebagian orang menilai harga tersebut tidak terlalu mahal jika dibandingkan dengan kualitas bahan bakarnya. Namun demikian, harga tersebut merupakan data pada saat unggahan dibuat, yakni 28 Februari 2026, sehingga kemungkinan telah mengalami perubahan hingga saat ini. *** Simak berita menarik lainnya hanya di www.bantenhay.com Bagikan informasi Anda dengan DM atau Mention  WA: 085215126767 #Viral #HargaBBM #BBMAmerika #AS #Berita Sumber: VT > al_gibral", "post_id": "7626297102397656338"}}, {"key": "maklumat.id", "attributes": {"label": "maklumat.id", "x": 497.94967089887666, "y": 989.8504014486356, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 5.1785, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "7624733693269019922", "id": "maklumat.id", "source": "tiktok-000001", "content": "MAKLUMAT — Direktur Eksekutif Center of Economic and Law Studies (CELIOS), Bhima Yudhistira Adhinegara menilai bahwa yuan sebagai mata uang China semakin diuntungkan di tengah dinamika krisis minyak global. “Ada mata uang yang paling untung saat terjadi krisis minyak. Dolar Amerika Serikat? Bukan, apalagi rupiah. Jawabannya adalah yuan China,” ujarnya melalui akun Instagram pribadinya  pada Kamis (2/4/2026). Sebagaimana diketahui, penutupan efektif Selat Hormuz telah berdampak pada lonjakan harga energi global dan mendorong sejumlah negara melepas cadangan energi strategis. Selat Hormuz adalah jalur yang dilalui sekitar seperlima pasokan minyak dan gas alam cair dunia. “90% ekspor minyak Iran, terutama saat terjadinya pemblokiran Selat Hormuz, itu tujuannya adalah China. Ini disebut sebagai Petro Yuan, bukan lagi era Petro Dolar,” ujar Bhima. Petro Yuan sendiri adalah istilah untuk transaksi perdagangan minyak mentah dunia yang menggunakan mata uang Yuan China atau Tiongkok (CNY/RMB) sebagai alat pembayaran, alih-alih menggunakan Dolar AS (USD) “Era Petro Yuan dimulai. Trump salah strategi. Harga minyak naik, ekonomi China makin dominan, Trump makin tidak populer. Rahasianya ada di transaksi energi menggunakan yuan China,” ujarnya. Bhima juga menyebut bahwa pihak Iran minta dibayar bukan menggunakan dolar untuk hindari sanksi dari negara barat. Iran minta dibayar dengan mata uang yuan. Ia menilai langkah tersebut sekaligus menunjukkan arah dedolarisasi yang efektif. “Ke depan bukan cuma minyak, tapi juga komponen energi terbarukan. Modul panel surya harganya makin murah, dari China itu akan dibeli menggunakan yuan. Seperti yang terjadi juga di Pakistan,” tandasnya. Penulis: M Habib Muzaki #krisisminyak #perang #iran🇮🇷 #yuan", "post_id": "7624733693269019922"}}, {"key": "bhimayudhistira", "attributes": {"label": "bhimayudhistira", "x": 319.1201396676271, "y": 338.6753065677005, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 9.5803, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7624733693269019922", "id": "bhimayudhistira", "source": "tiktok-000001", "content": "MAKLUMAT — Direktur Eksekutif Center of Economic and Law Studies (CELIOS), Bhima Yudhistira Adhinegara menilai bahwa yuan sebagai mata uang China semakin diuntungkan di tengah dinamika krisis minyak global. “Ada mata uang yang paling untung saat terjadi krisis minyak. Dolar Amerika Serikat? Bukan, apalagi rupiah. Jawabannya adalah yuan China,” ujarnya melalui akun Instagram pribadinya  pada Kamis (2/4/2026). Sebagaimana diketahui, penutupan efektif Selat Hormuz telah berdampak pada lonjakan harga energi global dan mendorong sejumlah negara melepas cadangan energi strategis. Selat Hormuz adalah jalur yang dilalui sekitar seperlima pasokan minyak dan gas alam cair dunia. “90% ekspor minyak Iran, terutama saat terjadinya pemblokiran Selat Hormuz, itu tujuannya adalah China. Ini disebut sebagai Petro Yuan, bukan lagi era Petro Dolar,” ujar Bhima. Petro Yuan sendiri adalah istilah untuk transaksi perdagangan minyak mentah dunia yang menggunakan mata uang Yuan China atau Tiongkok (CNY/RMB) sebagai alat pembayaran, alih-alih menggunakan Dolar AS (USD) “Era Petro Yuan dimulai. Trump salah strategi. Harga minyak naik, ekonomi China makin dominan, Trump makin tidak populer. Rahasianya ada di transaksi energi menggunakan yuan China,” ujarnya. Bhima juga menyebut bahwa pihak Iran minta dibayar bukan menggunakan dolar untuk hindari sanksi dari negara barat. Iran minta dibayar dengan mata uang yuan. Ia menilai langkah tersebut sekaligus menunjukkan arah dedolarisasi yang efektif. “Ke depan bukan cuma minyak, tapi juga komponen energi terbarukan. Modul panel surya harganya makin murah, dari China itu akan dibeli menggunakan yuan. Seperti yang terjadi juga di Pakistan,” tandasnya. Penulis: M Habib Muzaki #krisisminyak #perang #iran🇮🇷 #yuan", "post_id": "7624733693269019922"}}, {"key": "ariyadie.pratama", "attributes": {"label": "ariyadie.pratama", "x": 261.5551162239963, "y": 611.0364440490102, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 5.1785, "eigenvector": 0.0052, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "7632326030921026837", "id": "ariyadie.pratama", "source": "tiktok-000001", "content": "Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menanggapi pelemahan nilai tukar rupiah yang tembus Rp17.300 per dolar Amerika pada perdagangan Kamis (23/4/2026).  Airlangga mengatakan bahwa menjaga stabilitas nilai tukar merupakan tanggung jawab Bank Indonesia. Namun, dia menilai pelemahan ini juga sebagai dampak dari konflik Amerika Serikat (AS) dan Iran yang terjadi di Timur Tengah.  \"Nanti kita monitor saja [pergerakan nilai tukar rupiah] karena ini kan enggak bisa kita setiap hari reaktif. Itu BI tugasnya menjaga (nilai tukar rupiah) ,\" ujar Airlangga saat ditemui di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Kamis (23/4/2026). Menurutnya konflik antara Amerika Serikat dan Iran memberikan tekanan terhadap nilai tukar, tidak hanya rupiah namun banyak mata uang negara-negara lain. Sebab, konflik tersebut menyulut terhambatnya pasokan distribusi energi global akibat penutupan Selat Hormuz.  Baca selengkapnya di https://www.idxchannel.com/market-news/rupiah-melemah-ke-rp17300-per-dolar-as-airlangga-sebut-konflik-as-iran-jadi-penyebabnya Atau klik link di bio  Foto: iNews Media Group #idxchannel #idxchannelcommunity", "post_id": "7632326030921026837"}}, {"key": "alfatih.19535", "attributes": {"label": "alfatih.19535", "x": 906.0742483862083, "y": 86.30572056321917, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 5.1785, "eigenvector": 0.0052, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "7632227686550736136", "id": "alfatih.19535", "source": "tiktok-000001", "content": "Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menanggapi pelemahan nilai tukar rupiah yang tembus Rp17.300 per dolar Amerika pada perdagangan Kamis (23/4/2026).  Airlangga mengatakan bahwa menjaga stabilitas nilai tukar merupakan tanggung jawab Bank Indonesia. Namun, dia menilai pelemahan ini juga sebagai dampak dari konflik Amerika Serikat (AS) dan Iran yang terjadi di Timur Tengah.  \"Nanti kita monitor saja [pergerakan nilai tukar rupiah] karena ini kan enggak bisa kita setiap hari reaktif. Itu BI tugasnya menjaga (nilai tukar rupiah) ,\" ujar Airlangga saat ditemui di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Kamis (23/4/2026). Menurutnya konflik antara Amerika Serikat dan Iran memberikan tekanan terhadap nilai tukar, tidak hanya rupiah namun banyak mata uang negara-negara lain. Sebab, konflik tersebut menyulut terhambatnya pasokan distribusi energi global akibat penutupan Selat Hormuz.  Baca selengkapnya di https://www.idxchannel.com/market-news/rupiah-melemah-ke-rp17300-per-dolar-as-airlangga-sebut-konflik-as-iran-jadi-penyebabnya Atau klik link di bio  Foto: iNews Media Group #idxchannel #idxchannelcommunity", "post_id": "7632227686550736136"}}, {"key": "financialmindset.idn", "attributes": {"label": "financialmindset.idn", "x": 630.8250919006534, "y": 240.84555565501287, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 5.1785, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "7634193205973617928", "id": "financialmindset.idn", "source": "tiktok-000001", "content": "Menurut laporan Forbes Advisor per April 2026, rupiah masuk dalam 5 mata uang terlemah di dunia bersama rial Iran, pound Lebanon, dong Vietnam, dan kip Laos. Penilaian ini berdasarkan nilai tukar terhadap dolar AS, di mana Rp17.336 hanya setara sekitar US$0,058, menunjukkan daya beli yang relatif lemah. Sementara itu, Iranian Rial tercatat sebagai yang terlemah, dengan 1.000 rial hanya bernilai sekitar US$0,001. Kondisi ini dipengaruhi tekanan ekonomi berat dan konflik berkepanjangan, termasuk gangguan jalur perdagangan di Selat Hormuz yang turut menekan ekonomi Iran. Sumber: Ig |   #ternakuangnews #rupiah #melemah", "post_id": "7634193205973617928"}}, {"key": "ternakuang.id", "attributes": {"label": "ternakuang.id", "x": 54.88517756061295, "y": 496.7549646942798, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 13.9821, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "7634193205973617928", "id": "ternakuang.id", "source": "tiktok-000001", "content": "Menurut laporan Forbes Advisor per April 2026, rupiah masuk dalam 5 mata uang terlemah di dunia bersama rial Iran, pound Lebanon, dong Vietnam, dan kip Laos. Penilaian ini berdasarkan nilai tukar terhadap dolar AS, di mana Rp17.336 hanya setara sekitar US$0,058, menunjukkan daya beli yang relatif lemah. Sementara itu, Iranian Rial tercatat sebagai yang terlemah, dengan 1.000 rial hanya bernilai sekitar US$0,001. Kondisi ini dipengaruhi tekanan ekonomi berat dan konflik berkepanjangan, termasuk gangguan jalur perdagangan di Selat Hormuz yang turut menekan ekonomi Iran. Sumber: Ig |   #ternakuangnews #rupiah #melemah", "post_id": "7634193205973617928"}}, {"key": "harrymedina.7273", "attributes": {"label": "harrymedina.7273", "x": 189.40655609253466, "y": 576.1483637832498, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 5.1785, "eigenvector": 71.4134, "in_degree": 0, "out_degree": 13, "degree": 13}, "_id": "7633361550841040146", "id": "harrymedina.7273", "source": "tiktok-000001", "content": "POV 2133 - Bisnis.com, JAKARTA — Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS diperkirakan bergerak fluktuatif namun berisiko ditutup melemah di kisaran Rp17.220-Rp17.260 pada perdagangan hari ini, Senin (27/4/2026).  Mengutip data RTI Infokom, rupiah ditutup menguat 0,33% atau 57 poin ke level Rp17.229 per dolar AS pada Jumat (24/4/2026).  Adapun pada saat bersamaan, indeks dolar AS turut menguat 0,04% ke posisi 98,81.  Pengamat mata uang dan komoditas, Ibrahim Assuaibi mengatakan bahwa meski menguat, nilai tukar rupiah kini sedang tertekan oleh kombinasi sentimen global dan domestik. Rupiah bahkan sempat menyentuh level terendahanya di Rp17.300 per dolar AS, sebelum kemudian rebound pada penutupan pasar Jumat (24/4).  Dari luar negeri, konflik AS-Iran yang berkepanjangan menyulut harga minyak dunia dan pada gilirannya menekan fiskal Indonesia sebagai negara net importir minyak. Dalam perkembangan konflik Timur Tengah, Iran mengundurkan diri dari rencana pembicaraan dengan AS yang difasilitasi Pakistan.  Di sisi lain, Presiden AS Donald Trump mengatakan pada Kamis malam bahwa dia tidak ingin terburu-buru mencapai kesepakatan dengan Iran. #pov #malaysia #indonesia #viraltiktok #rupiah   𝐓𝐄𝐌𝐏𝐀𝐓𝐀𝐍  Dede   Strike 🫵  Belacan  Aditya putra   dewa  BIRU   satriani  uning  KARIPAP🇲🇾🇧🇩  Matun", "post_id": "7633361550841040146"}}, {"key": "Ahadsan", "attributes": {"label": "Ahadsan", "x": 317.11107404468095, "y": 195.01504036666884, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 5.5171, "eigenvector": 71.4134, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7633361550841040146", "id": "Ahadsan", "source": "tiktok-000001", "content": "POV 2133 - Bisnis.com, JAKARTA — Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS diperkirakan bergerak fluktuatif namun berisiko ditutup melemah di kisaran Rp17.220-Rp17.260 pada perdagangan hari ini, Senin (27/4/2026).  Mengutip data RTI Infokom, rupiah ditutup menguat 0,33% atau 57 poin ke level Rp17.229 per dolar AS pada Jumat (24/4/2026).  Adapun pada saat bersamaan, indeks dolar AS turut menguat 0,04% ke posisi 98,81.  Pengamat mata uang dan komoditas, Ibrahim Assuaibi mengatakan bahwa meski menguat, nilai tukar rupiah kini sedang tertekan oleh kombinasi sentimen global dan domestik. Rupiah bahkan sempat menyentuh level terendahanya di Rp17.300 per dolar AS, sebelum kemudian rebound pada penutupan pasar Jumat (24/4).  Dari luar negeri, konflik AS-Iran yang berkepanjangan menyulut harga minyak dunia dan pada gilirannya menekan fiskal Indonesia sebagai negara net importir minyak. Dalam perkembangan konflik Timur Tengah, Iran mengundurkan diri dari rencana pembicaraan dengan AS yang difasilitasi Pakistan.  Di sisi lain, Presiden AS Donald Trump mengatakan pada Kamis malam bahwa dia tidak ingin terburu-buru mencapai kesepakatan dengan Iran. #pov #malaysia #indonesia #viraltiktok #rupiah   𝐓𝐄𝐌𝐏𝐀𝐓𝐀𝐍  Dede   Strike 🫵  Belacan  Aditya putra   dewa  BIRU   satriani  uning  KARIPAP🇲🇾🇧🇩  Matun", "post_id": "7633361550841040146"}}, {"key": "Datoobama", "attributes": {"label": "Datoobama", "x": 538.2854261086326, "y": 876.8738090209333, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 5.5171, "eigenvector": 71.4134, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7633361550841040146", "id": "Datoobama", "source": "tiktok-000001", "content": "POV 2133 - Bisnis.com, JAKARTA — Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS diperkirakan bergerak fluktuatif namun berisiko ditutup melemah di kisaran Rp17.220-Rp17.260 pada perdagangan hari ini, Senin (27/4/2026).  Mengutip data RTI Infokom, rupiah ditutup menguat 0,33% atau 57 poin ke level Rp17.229 per dolar AS pada Jumat (24/4/2026).  Adapun pada saat bersamaan, indeks dolar AS turut menguat 0,04% ke posisi 98,81.  Pengamat mata uang dan komoditas, Ibrahim Assuaibi mengatakan bahwa meski menguat, nilai tukar rupiah kini sedang tertekan oleh kombinasi sentimen global dan domestik. Rupiah bahkan sempat menyentuh level terendahanya di Rp17.300 per dolar AS, sebelum kemudian rebound pada penutupan pasar Jumat (24/4).  Dari luar negeri, konflik AS-Iran yang berkepanjangan menyulut harga minyak dunia dan pada gilirannya menekan fiskal Indonesia sebagai negara net importir minyak. Dalam perkembangan konflik Timur Tengah, Iran mengundurkan diri dari rencana pembicaraan dengan AS yang difasilitasi Pakistan.  Di sisi lain, Presiden AS Donald Trump mengatakan pada Kamis malam bahwa dia tidak ingin terburu-buru mencapai kesepakatan dengan Iran. #pov #malaysia #indonesia #viraltiktok #rupiah   𝐓𝐄𝐌𝐏𝐀𝐓𝐀𝐍  Dede   Strike 🫵  Belacan  Aditya putra   dewa  BIRU   satriani  uning  KARIPAP🇲🇾🇧🇩  Matun", "post_id": "7633361550841040146"}}, {"key": "Hidden", "attributes": {"label": "Hidden", "x": 79.29122947114453, "y": 926.816322930082, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 5.5171, "eigenvector": 71.4134, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7633361550841040146", "id": "Hidden", "source": "tiktok-000001", "content": "POV 2133 - Bisnis.com, JAKARTA — Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS diperkirakan bergerak fluktuatif namun berisiko ditutup melemah di kisaran Rp17.220-Rp17.260 pada perdagangan hari ini, Senin (27/4/2026).  Mengutip data RTI Infokom, rupiah ditutup menguat 0,33% atau 57 poin ke level Rp17.229 per dolar AS pada Jumat (24/4/2026).  Adapun pada saat bersamaan, indeks dolar AS turut menguat 0,04% ke posisi 98,81.  Pengamat mata uang dan komoditas, Ibrahim Assuaibi mengatakan bahwa meski menguat, nilai tukar rupiah kini sedang tertekan oleh kombinasi sentimen global dan domestik. Rupiah bahkan sempat menyentuh level terendahanya di Rp17.300 per dolar AS, sebelum kemudian rebound pada penutupan pasar Jumat (24/4).  Dari luar negeri, konflik AS-Iran yang berkepanjangan menyulut harga minyak dunia dan pada gilirannya menekan fiskal Indonesia sebagai negara net importir minyak. Dalam perkembangan konflik Timur Tengah, Iran mengundurkan diri dari rencana pembicaraan dengan AS yang difasilitasi Pakistan.  Di sisi lain, Presiden AS Donald Trump mengatakan pada Kamis malam bahwa dia tidak ingin terburu-buru mencapai kesepakatan dengan Iran. #pov #malaysia #indonesia #viraltiktok #rupiah   𝐓𝐄𝐌𝐏𝐀𝐓𝐀𝐍  Dede   Strike 🫵  Belacan  Aditya putra   dewa  BIRU   satriani  uning  KARIPAP🇲🇾🇧🇩  Matun", "post_id": "7633361550841040146"}}, {"key": "Malaydesh", "attributes": {"label": "Malaydesh", "x": 341.22950850192734, "y": 553.9994027206106, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 5.5171, "eigenvector": 71.4134, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7633361550841040146", "id": "Malaydesh", "source": "tiktok-000001", "content": "POV 2133 - Bisnis.com, JAKARTA — Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS diperkirakan bergerak fluktuatif namun berisiko ditutup melemah di kisaran Rp17.220-Rp17.260 pada perdagangan hari ini, Senin (27/4/2026).  Mengutip data RTI Infokom, rupiah ditutup menguat 0,33% atau 57 poin ke level Rp17.229 per dolar AS pada Jumat (24/4/2026).  Adapun pada saat bersamaan, indeks dolar AS turut menguat 0,04% ke posisi 98,81.  Pengamat mata uang dan komoditas, Ibrahim Assuaibi mengatakan bahwa meski menguat, nilai tukar rupiah kini sedang tertekan oleh kombinasi sentimen global dan domestik. Rupiah bahkan sempat menyentuh level terendahanya di Rp17.300 per dolar AS, sebelum kemudian rebound pada penutupan pasar Jumat (24/4).  Dari luar negeri, konflik AS-Iran yang berkepanjangan menyulut harga minyak dunia dan pada gilirannya menekan fiskal Indonesia sebagai negara net importir minyak. Dalam perkembangan konflik Timur Tengah, Iran mengundurkan diri dari rencana pembicaraan dengan AS yang difasilitasi Pakistan.  Di sisi lain, Presiden AS Donald Trump mengatakan pada Kamis malam bahwa dia tidak ingin terburu-buru mencapai kesepakatan dengan Iran. #pov #malaysia #indonesia #viraltiktok #rupiah   𝐓𝐄𝐌𝐏𝐀𝐓𝐀𝐍  Dede   Strike 🫵  Belacan  Aditya putra   dewa  BIRU   satriani  uning  KARIPAP🇲🇾🇧🇩  Matun", "post_id": "7633361550841040146"}}, {"key": "yudie", "attributes": {"label": "yudie", "x": 511.4281794166401, "y": 151.65111480604088, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 5.5171, "eigenvector": 71.4134, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7633361550841040146", "id": "yudie", "source": "tiktok-000001", "content": "POV 2133 - Bisnis.com, JAKARTA — Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS diperkirakan bergerak fluktuatif namun berisiko ditutup melemah di kisaran Rp17.220-Rp17.260 pada perdagangan hari ini, Senin (27/4/2026).  Mengutip data RTI Infokom, rupiah ditutup menguat 0,33% atau 57 poin ke level Rp17.229 per dolar AS pada Jumat (24/4/2026).  Adapun pada saat bersamaan, indeks dolar AS turut menguat 0,04% ke posisi 98,81.  Pengamat mata uang dan komoditas, Ibrahim Assuaibi mengatakan bahwa meski menguat, nilai tukar rupiah kini sedang tertekan oleh kombinasi sentimen global dan domestik. Rupiah bahkan sempat menyentuh level terendahanya di Rp17.300 per dolar AS, sebelum kemudian rebound pada penutupan pasar Jumat (24/4).  Dari luar negeri, konflik AS-Iran yang berkepanjangan menyulut harga minyak dunia dan pada gilirannya menekan fiskal Indonesia sebagai negara net importir minyak. Dalam perkembangan konflik Timur Tengah, Iran mengundurkan diri dari rencana pembicaraan dengan AS yang difasilitasi Pakistan.  Di sisi lain, Presiden AS Donald Trump mengatakan pada Kamis malam bahwa dia tidak ingin terburu-buru mencapai kesepakatan dengan Iran. #pov #malaysia #indonesia #viraltiktok #rupiah   𝐓𝐄𝐌𝐏𝐀𝐓𝐀𝐍  Dede   Strike 🫵  Belacan  Aditya putra   dewa  BIRU   satriani  uning  KARIPAP🇲🇾🇧🇩  Matun", "post_id": "7633361550841040146"}}, {"key": "andiaskarbotak76", "attributes": {"label": "andiaskarbotak76", "x": 422.3826136589356, "y": 598.9055905502919, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 5.5171, "eigenvector": 71.4134, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7633361550841040146", "id": "andiaskarbotak76", "source": "tiktok-000001", "content": "POV 2133 - Bisnis.com, JAKARTA — Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS diperkirakan bergerak fluktuatif namun berisiko ditutup melemah di kisaran Rp17.220-Rp17.260 pada perdagangan hari ini, Senin (27/4/2026).  Mengutip data RTI Infokom, rupiah ditutup menguat 0,33% atau 57 poin ke level Rp17.229 per dolar AS pada Jumat (24/4/2026).  Adapun pada saat bersamaan, indeks dolar AS turut menguat 0,04% ke posisi 98,81.  Pengamat mata uang dan komoditas, Ibrahim Assuaibi mengatakan bahwa meski menguat, nilai tukar rupiah kini sedang tertekan oleh kombinasi sentimen global dan domestik. Rupiah bahkan sempat menyentuh level terendahanya di Rp17.300 per dolar AS, sebelum kemudian rebound pada penutupan pasar Jumat (24/4).  Dari luar negeri, konflik AS-Iran yang berkepanjangan menyulut harga minyak dunia dan pada gilirannya menekan fiskal Indonesia sebagai negara net importir minyak. Dalam perkembangan konflik Timur Tengah, Iran mengundurkan diri dari rencana pembicaraan dengan AS yang difasilitasi Pakistan.  Di sisi lain, Presiden AS Donald Trump mengatakan pada Kamis malam bahwa dia tidak ingin terburu-buru mencapai kesepakatan dengan Iran. #pov #malaysia #indonesia #viraltiktok #rupiah   𝐓𝐄𝐌𝐏𝐀𝐓𝐀𝐍  Dede   Strike 🫵  Belacan  Aditya putra   dewa  BIRU   satriani  uning  KARIPAP🇲🇾🇧🇩  Matun", "post_id": "7633361550841040146"}}, {"key": "maha", "attributes": {"label": "maha", "x": 381.1266429929129, "y": 31.594733088988747, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 5.5171, "eigenvector": 71.4134, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7633361550841040146", "id": "maha", "source": "tiktok-000001", "content": "POV 2133 - Bisnis.com, JAKARTA — Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS diperkirakan bergerak fluktuatif namun berisiko ditutup melemah di kisaran Rp17.220-Rp17.260 pada perdagangan hari ini, Senin (27/4/2026).  Mengutip data RTI Infokom, rupiah ditutup menguat 0,33% atau 57 poin ke level Rp17.229 per dolar AS pada Jumat (24/4/2026).  Adapun pada saat bersamaan, indeks dolar AS turut menguat 0,04% ke posisi 98,81.  Pengamat mata uang dan komoditas, Ibrahim Assuaibi mengatakan bahwa meski menguat, nilai tukar rupiah kini sedang tertekan oleh kombinasi sentimen global dan domestik. Rupiah bahkan sempat menyentuh level terendahanya di Rp17.300 per dolar AS, sebelum kemudian rebound pada penutupan pasar Jumat (24/4).  Dari luar negeri, konflik AS-Iran yang berkepanjangan menyulut harga minyak dunia dan pada gilirannya menekan fiskal Indonesia sebagai negara net importir minyak. Dalam perkembangan konflik Timur Tengah, Iran mengundurkan diri dari rencana pembicaraan dengan AS yang difasilitasi Pakistan.  Di sisi lain, Presiden AS Donald Trump mengatakan pada Kamis malam bahwa dia tidak ingin terburu-buru mencapai kesepakatan dengan Iran. #pov #malaysia #indonesia #viraltiktok #rupiah   𝐓𝐄𝐌𝐏𝐀𝐓𝐀𝐍  Dede   Strike 🫵  Belacan  Aditya putra   dewa  BIRU   satriani  uning  KARIPAP🇲🇾🇧🇩  Matun", "post_id": "7633361550841040146"}}, {"key": "KAKEK", "attributes": {"label": "KAKEK", "x": 944.4702062000432, "y": 68.62383351689505, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 5.5171, "eigenvector": 71.4134, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7633361550841040146", "id": "KAKEK", "source": "tiktok-000001", "content": "POV 2133 - Bisnis.com, JAKARTA — Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS diperkirakan bergerak fluktuatif namun berisiko ditutup melemah di kisaran Rp17.220-Rp17.260 pada perdagangan hari ini, Senin (27/4/2026).  Mengutip data RTI Infokom, rupiah ditutup menguat 0,33% atau 57 poin ke level Rp17.229 per dolar AS pada Jumat (24/4/2026).  Adapun pada saat bersamaan, indeks dolar AS turut menguat 0,04% ke posisi 98,81.  Pengamat mata uang dan komoditas, Ibrahim Assuaibi mengatakan bahwa meski menguat, nilai tukar rupiah kini sedang tertekan oleh kombinasi sentimen global dan domestik. Rupiah bahkan sempat menyentuh level terendahanya di Rp17.300 per dolar AS, sebelum kemudian rebound pada penutupan pasar Jumat (24/4).  Dari luar negeri, konflik AS-Iran yang berkepanjangan menyulut harga minyak dunia dan pada gilirannya menekan fiskal Indonesia sebagai negara net importir minyak. Dalam perkembangan konflik Timur Tengah, Iran mengundurkan diri dari rencana pembicaraan dengan AS yang difasilitasi Pakistan.  Di sisi lain, Presiden AS Donald Trump mengatakan pada Kamis malam bahwa dia tidak ingin terburu-buru mencapai kesepakatan dengan Iran. #pov #malaysia #indonesia #viraltiktok #rupiah   𝐓𝐄𝐌𝐏𝐀𝐓𝐀𝐍  Dede   Strike 🫵  Belacan  Aditya putra   dewa  BIRU   satriani  uning  KARIPAP🇲🇾🇧🇩  Matun", "post_id": "7633361550841040146"}}, {"key": "ADRI", "attributes": {"label": "ADRI", "x": 774.0842688678405, "y": 999.7081235737492, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 5.5171, "eigenvector": 71.4134, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7633361550841040146", "id": "ADRI", "source": "tiktok-000001", "content": "POV 2133 - Bisnis.com, JAKARTA — Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS diperkirakan bergerak fluktuatif namun berisiko ditutup melemah di kisaran Rp17.220-Rp17.260 pada perdagangan hari ini, Senin (27/4/2026).  Mengutip data RTI Infokom, rupiah ditutup menguat 0,33% atau 57 poin ke level Rp17.229 per dolar AS pada Jumat (24/4/2026).  Adapun pada saat bersamaan, indeks dolar AS turut menguat 0,04% ke posisi 98,81.  Pengamat mata uang dan komoditas, Ibrahim Assuaibi mengatakan bahwa meski menguat, nilai tukar rupiah kini sedang tertekan oleh kombinasi sentimen global dan domestik. Rupiah bahkan sempat menyentuh level terendahanya di Rp17.300 per dolar AS, sebelum kemudian rebound pada penutupan pasar Jumat (24/4).  Dari luar negeri, konflik AS-Iran yang berkepanjangan menyulut harga minyak dunia dan pada gilirannya menekan fiskal Indonesia sebagai negara net importir minyak. Dalam perkembangan konflik Timur Tengah, Iran mengundurkan diri dari rencana pembicaraan dengan AS yang difasilitasi Pakistan.  Di sisi lain, Presiden AS Donald Trump mengatakan pada Kamis malam bahwa dia tidak ingin terburu-buru mencapai kesepakatan dengan Iran. #pov #malaysia #indonesia #viraltiktok #rupiah   𝐓𝐄𝐌𝐏𝐀𝐓𝐀𝐍  Dede   Strike 🫵  Belacan  Aditya putra   dewa  BIRU   satriani  uning  KARIPAP🇲🇾🇧🇩  Matun", "post_id": "7633361550841040146"}}, {"key": "jay", "attributes": {"label": "jay", "x": 652.9356934364388, "y": 920.6736451493056, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 5.5171, "eigenvector": 71.4134, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7633361550841040146", "id": "jay", "source": "tiktok-000001", "content": "POV 2133 - Bisnis.com, JAKARTA — Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS diperkirakan bergerak fluktuatif namun berisiko ditutup melemah di kisaran Rp17.220-Rp17.260 pada perdagangan hari ini, Senin (27/4/2026).  Mengutip data RTI Infokom, rupiah ditutup menguat 0,33% atau 57 poin ke level Rp17.229 per dolar AS pada Jumat (24/4/2026).  Adapun pada saat bersamaan, indeks dolar AS turut menguat 0,04% ke posisi 98,81.  Pengamat mata uang dan komoditas, Ibrahim Assuaibi mengatakan bahwa meski menguat, nilai tukar rupiah kini sedang tertekan oleh kombinasi sentimen global dan domestik. Rupiah bahkan sempat menyentuh level terendahanya di Rp17.300 per dolar AS, sebelum kemudian rebound pada penutupan pasar Jumat (24/4).  Dari luar negeri, konflik AS-Iran yang berkepanjangan menyulut harga minyak dunia dan pada gilirannya menekan fiskal Indonesia sebagai negara net importir minyak. Dalam perkembangan konflik Timur Tengah, Iran mengundurkan diri dari rencana pembicaraan dengan AS yang difasilitasi Pakistan.  Di sisi lain, Presiden AS Donald Trump mengatakan pada Kamis malam bahwa dia tidak ingin terburu-buru mencapai kesepakatan dengan Iran. #pov #malaysia #indonesia #viraltiktok #rupiah   𝐓𝐄𝐌𝐏𝐀𝐓𝐀𝐍  Dede   Strike 🫵  Belacan  Aditya putra   dewa  BIRU   satriani  uning  KARIPAP🇲🇾🇧🇩  Matun", "post_id": "7633361550841040146"}}, {"key": "pak", "attributes": {"label": "pak", "x": 706.5026177774682, "y": 797.2377090404932, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 5.5171, "eigenvector": 71.4134, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7633361550841040146", "id": "pak", "source": "tiktok-000001", "content": "POV 2133 - Bisnis.com, JAKARTA — Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS diperkirakan bergerak fluktuatif namun berisiko ditutup melemah di kisaran Rp17.220-Rp17.260 pada perdagangan hari ini, Senin (27/4/2026).  Mengutip data RTI Infokom, rupiah ditutup menguat 0,33% atau 57 poin ke level Rp17.229 per dolar AS pada Jumat (24/4/2026).  Adapun pada saat bersamaan, indeks dolar AS turut menguat 0,04% ke posisi 98,81.  Pengamat mata uang dan komoditas, Ibrahim Assuaibi mengatakan bahwa meski menguat, nilai tukar rupiah kini sedang tertekan oleh kombinasi sentimen global dan domestik. Rupiah bahkan sempat menyentuh level terendahanya di Rp17.300 per dolar AS, sebelum kemudian rebound pada penutupan pasar Jumat (24/4).  Dari luar negeri, konflik AS-Iran yang berkepanjangan menyulut harga minyak dunia dan pada gilirannya menekan fiskal Indonesia sebagai negara net importir minyak. Dalam perkembangan konflik Timur Tengah, Iran mengundurkan diri dari rencana pembicaraan dengan AS yang difasilitasi Pakistan.  Di sisi lain, Presiden AS Donald Trump mengatakan pada Kamis malam bahwa dia tidak ingin terburu-buru mencapai kesepakatan dengan Iran. #pov #malaysia #indonesia #viraltiktok #rupiah   𝐓𝐄𝐌𝐏𝐀𝐓𝐀𝐍  Dede   Strike 🫵  Belacan  Aditya putra   dewa  BIRU   satriani  uning  KARIPAP🇲🇾🇧🇩  Matun", "post_id": "7633361550841040146"}}, {"key": "OFFICIAL", "attributes": {"label": "OFFICIAL", "x": 691.318848638753, "y": 692.683649655078, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 5.5171, "eigenvector": 71.4134, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7633361550841040146", "id": "OFFICIAL", "source": "tiktok-000001", "content": "POV 2133 - Bisnis.com, JAKARTA — Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS diperkirakan bergerak fluktuatif namun berisiko ditutup melemah di kisaran Rp17.220-Rp17.260 pada perdagangan hari ini, Senin (27/4/2026).  Mengutip data RTI Infokom, rupiah ditutup menguat 0,33% atau 57 poin ke level Rp17.229 per dolar AS pada Jumat (24/4/2026).  Adapun pada saat bersamaan, indeks dolar AS turut menguat 0,04% ke posisi 98,81.  Pengamat mata uang dan komoditas, Ibrahim Assuaibi mengatakan bahwa meski menguat, nilai tukar rupiah kini sedang tertekan oleh kombinasi sentimen global dan domestik. Rupiah bahkan sempat menyentuh level terendahanya di Rp17.300 per dolar AS, sebelum kemudian rebound pada penutupan pasar Jumat (24/4).  Dari luar negeri, konflik AS-Iran yang berkepanjangan menyulut harga minyak dunia dan pada gilirannya menekan fiskal Indonesia sebagai negara net importir minyak. Dalam perkembangan konflik Timur Tengah, Iran mengundurkan diri dari rencana pembicaraan dengan AS yang difasilitasi Pakistan.  Di sisi lain, Presiden AS Donald Trump mengatakan pada Kamis malam bahwa dia tidak ingin terburu-buru mencapai kesepakatan dengan Iran. #pov #malaysia #indonesia #viraltiktok #rupiah   𝐓𝐄𝐌𝐏𝐀𝐓𝐀𝐍  Dede   Strike 🫵  Belacan  Aditya putra   dewa  BIRU   satriani  uning  KARIPAP🇲🇾🇧🇩  Matun", "post_id": "7633361550841040146"}}, {"key": "Anik", "attributes": {"label": "Anik", "x": 607.0576279598272, "y": 301.3951832251334, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 5.5171, "eigenvector": 71.4134, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7633361550841040146", "id": "Anik", "source": "tiktok-000001", "content": "POV 2133 - Bisnis.com, JAKARTA — Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS diperkirakan bergerak fluktuatif namun berisiko ditutup melemah di kisaran Rp17.220-Rp17.260 pada perdagangan hari ini, Senin (27/4/2026).  Mengutip data RTI Infokom, rupiah ditutup menguat 0,33% atau 57 poin ke level Rp17.229 per dolar AS pada Jumat (24/4/2026).  Adapun pada saat bersamaan, indeks dolar AS turut menguat 0,04% ke posisi 98,81.  Pengamat mata uang dan komoditas, Ibrahim Assuaibi mengatakan bahwa meski menguat, nilai tukar rupiah kini sedang tertekan oleh kombinasi sentimen global dan domestik. Rupiah bahkan sempat menyentuh level terendahanya di Rp17.300 per dolar AS, sebelum kemudian rebound pada penutupan pasar Jumat (24/4).  Dari luar negeri, konflik AS-Iran yang berkepanjangan menyulut harga minyak dunia dan pada gilirannya menekan fiskal Indonesia sebagai negara net importir minyak. Dalam perkembangan konflik Timur Tengah, Iran mengundurkan diri dari rencana pembicaraan dengan AS yang difasilitasi Pakistan.  Di sisi lain, Presiden AS Donald Trump mengatakan pada Kamis malam bahwa dia tidak ingin terburu-buru mencapai kesepakatan dengan Iran. #pov #malaysia #indonesia #viraltiktok #rupiah   𝐓𝐄𝐌𝐏𝐀𝐓𝐀𝐍  Dede   Strike 🫵  Belacan  Aditya putra   dewa  BIRU   satriani  uning  KARIPAP🇲🇾🇧🇩  Matun", "post_id": "7633361550841040146"}}, {"key": "gabrey_clip", "attributes": {"label": "gabrey_clip", "x": 120.46559162049842, "y": 984.4160638358641, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 5.1785, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "7631903133437922578", "id": "gabrey_clip", "source": "tiktok-000001", "content": "Nilai tukar Rupiah kembali melemah tajam hingga menyentuh level sekitar Rp17.300 per dolar Amerika Serikat, mencerminkan tekanan besar dari faktor global dan domestik. Salah satu pemicu utama pelemahan ini adalah meningkatnya ketegangan geopolitik, khususnya konflik Iran yang mendorong lonjakan harga energi dan memicu ketidakpastian pasar global. sumber:   #cryptowave #rupiah #inflasi", "post_id": "7631903133437922578"}}, {"key": "cryptowaveid", "attributes": {"label": "cryptowaveid", "x": 278.92206752633155, "y": 650.289712669083, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 9.5803, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7631903133437922578", "id": "cryptowaveid", "source": "tiktok-000001", "content": "Nilai tukar Rupiah kembali melemah tajam hingga menyentuh level sekitar Rp17.300 per dolar Amerika Serikat, mencerminkan tekanan besar dari faktor global dan domestik. Salah satu pemicu utama pelemahan ini adalah meningkatnya ketegangan geopolitik, khususnya konflik Iran yang mendorong lonjakan harga energi dan memicu ketidakpastian pasar global. sumber:   #cryptowave #rupiah #inflasi", "post_id": "7631903133437922578"}}, {"key": "baboclips27", "attributes": {"label": "baboclips27", "x": 480.91529487368746, "y": 84.04857041979896, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 5.1785, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "7631826809532812564", "id": "baboclips27", "source": "tiktok-000001", "content": "Logikanya simpel: Perang butuh biaya, dan biaya butuh mata uang yang diakui dunia. 📈💥 Kenaikan dolar saat konflik global itu sudah jadi 'hukum alam' di pasar finansial. Ketika ketidakpastian meningkat, kepercayaan terhadap mata uang negara berkembang (seperti Rupiah) cenderung turun. Hasilnya? Harga barang naik, daya beli turun, tapi nilai dolar makin perkasa. Jangan cuma jadi penonton berita perang, mulai sadar gimana imbasnya ke isi dompet kita. Setuju nggak kalau ini cara dunia 'memaksa' kita pakai dolar terus? 🧐 bantu komen dibawah 👇👇  #stevenanderson #coinkami #stevenxclippo #andersonsteven #fyp", "post_id": "7631826809532812564"}}, {"key": "andersonnsteven", "attributes": {"label": "andersonnsteven", "x": 448.1028373280327, "y": 70.78822815768338, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 7.3794, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7631826809532812564", "id": "andersonnsteven", "source": "tiktok-000001", "content": "Logikanya simpel: Perang butuh biaya, dan biaya butuh mata uang yang diakui dunia. 📈💥 Kenaikan dolar saat konflik global itu sudah jadi 'hukum alam' di pasar finansial. Ketika ketidakpastian meningkat, kepercayaan terhadap mata uang negara berkembang (seperti Rupiah) cenderung turun. Hasilnya? Harga barang naik, daya beli turun, tapi nilai dolar makin perkasa. Jangan cuma jadi penonton berita perang, mulai sadar gimana imbasnya ke isi dompet kita. Setuju nggak kalau ini cara dunia 'memaksa' kita pakai dolar terus? 🧐 bantu komen dibawah 👇👇  #stevenanderson #coinkami #stevenxclippo #andersonsteven #fyp", "post_id": "7631826809532812564"}}, {"key": "coinkami", "attributes": {"label": "coinkami", "x": 779.1448846297973, "y": 117.76565587295961, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 7.3794, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7631826809532812564", "id": "coinkami", "source": "tiktok-000001", "content": "Logikanya simpel: Perang butuh biaya, dan biaya butuh mata uang yang diakui dunia. 📈💥 Kenaikan dolar saat konflik global itu sudah jadi 'hukum alam' di pasar finansial. Ketika ketidakpastian meningkat, kepercayaan terhadap mata uang negara berkembang (seperti Rupiah) cenderung turun. Hasilnya? Harga barang naik, daya beli turun, tapi nilai dolar makin perkasa. Jangan cuma jadi penonton berita perang, mulai sadar gimana imbasnya ke isi dompet kita. Setuju nggak kalau ini cara dunia 'memaksa' kita pakai dolar terus? 🧐 bantu komen dibawah 👇👇  #stevenanderson #coinkami #stevenxclippo #andersonsteven #fyp", "post_id": "7631826809532812564"}}, {"key": "haidar1u", "attributes": {"label": "haidar1u", "x": 278.84094650594704, "y": 401.8865567054718, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 5.1785, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "7631914616318364935", "id": "haidar1u", "source": "tiktok-000001", "content": "Nilai tukar rupiah kembali tertekan dan bahkan menembus level Rp17.300 per dolar AS pada perdagangan pagi 23 April 2026. Hingga pukul 09.35 WIB, rupiah tercatat berada di posisi Rp17.310 per dolar AS atau melemah sekitar 0,74% dibanding penutupan sebelumnya. Pelemahan ini menjadikan rupiah sebagai mata uang dengan kinerja terburuk di Asia pada hari tersebut, sekaligus mencatatkan level terlemah sepanjang sejarah. Tekanan ini dipicu kombinasi faktor eksternal dan domestik, mulai dari ketegangan geopolitik terkait kebijakan Amerika Serikat terhadap Iran hingga kuatnya data ekonomi AS yang mendorong penguatan dolar. Di dalam negeri, beban jatuh tempo utang pemerintah yang besar juga turut menambah tekanan. Ke depan, pergerakan rupiah diperkirakan masih terbatas di kisaran Rp17.250-Rp17.308, dengan Bank Indonesia berupaya menjaga stabilitas melalui kebijakan suku bunga. preset: #fyp #uang #rupiah #indonesia #prabowo", "post_id": "7631914616318364935"}}, {"key": "snowpreset", "attributes": {"label": "snowpreset", "x": 817.2003360520939, "y": 800.1803765599069, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 9.5803, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7631914616318364935", "id": "snowpreset", "source": "tiktok-000001", "content": "Nilai tukar rupiah kembali tertekan dan bahkan menembus level Rp17.300 per dolar AS pada perdagangan pagi 23 April 2026. Hingga pukul 09.35 WIB, rupiah tercatat berada di posisi Rp17.310 per dolar AS atau melemah sekitar 0,74% dibanding penutupan sebelumnya. Pelemahan ini menjadikan rupiah sebagai mata uang dengan kinerja terburuk di Asia pada hari tersebut, sekaligus mencatatkan level terlemah sepanjang sejarah. Tekanan ini dipicu kombinasi faktor eksternal dan domestik, mulai dari ketegangan geopolitik terkait kebijakan Amerika Serikat terhadap Iran hingga kuatnya data ekonomi AS yang mendorong penguatan dolar. Di dalam negeri, beban jatuh tempo utang pemerintah yang besar juga turut menambah tekanan. Ke depan, pergerakan rupiah diperkirakan masih terbatas di kisaran Rp17.250-Rp17.308, dengan Bank Indonesia berupaya menjaga stabilitas melalui kebijakan suku bunga. preset: #fyp #uang #rupiah #indonesia #prabowo", "post_id": "7631914616318364935"}}, {"key": "richmindsetidn", "attributes": {"label": "richmindsetidn", "x": 59.89570606983008, "y": 819.345294766789, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 5.1785, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "7636054369841974535", "id": "richmindsetidn", "source": "tiktok-000001", "content": "Rasa khawatir di awal tahun ini 😔📉 Rupiah melemah hingga Rp17.370 per dolar AS pada Senin (04/05), menembus level psikologis dan melanjutkan tren penurunan sejak awal tahun—bahkan menjadi salah satu yang terburuk. Sejak awal kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto, rupiah sudah turun sekitar 12% dari Rp15.489, menurut TradingView. Target penguatan ke Rp5.000 dalam 5–10 tahun pun masih jauh. Tekanan ini dipicu gejolak geopolitik Timur Tengah dan kenaikan harga minyak. Pemerintah tetap memantau pergerakan kurs, meski asumsi RAPBN 2026 berada di Rp16.500 per dolar AS. Sumber: Ig |   #ternakuangnews #prabowo #rupiah", "post_id": "7636054369841974535"}}, {"key": "centralclip.id", "attributes": {"label": "centralclip.id", "x": 842.2209230758955, "y": 271.5825216871954, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 5.1785, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "7636059248786558226", "id": "centralclip.id", "source": "tiktok-000001", "content": "IHSG LAGI BERDARAH, SAATNYA EXIT ATAU SEROK BAWAH? 🚨📈 IHSG Berdarah! Dana Rp8 Triliun kabur dari Indonesia cuma dalam seminggu. Pertanyaannya: Apakah ini tanda kiamat buat market kita, atau justru peluang \"diskon gede-gedean\" yang selama ini kita tunggu? Buat kalian yang panik lihat porto merah membara, coba tarik napas dulu. CEO Sucor Sekuritas, Ko Bernardus, baru aja bongkar rahasia di balik kekacauan market minggu ini. Ternyata, ada 3 alasan utama kenapa \"uang panas\" asing pada keluar: Rupiah Keok: Dolar tembus Rp17.300-an bikin investor asing nervous. Mereka takut profit di saham habis kegerus rugi kurs. Defisit Fiskal: Outlook Indonesia turun jadi negatif gara-gara kekhawatiran anggaran negara. Ini yang bikin institusi gede mikir dua kali buat masuk sekarang. Drama Minyak Dunia: Meskipun tensi AS-Iran mulai adem (bahkan Trump kasih lampu hijau Iran ikut Piala Dunia!), tapi harga minyak dunia masih anteng di atas $100. Efeknya? Inflasi membayangi daya beli kita. Lalu, apa strateginya? Jangan cuma jadi penonton! Ko Bernardus bagiin \"Starting Eleven\" saham yang bisa kita pantau: Pemain Belakang (Defensif): $BMRI (Dividen yield-nya gila, mau Cum Date 8 Mei!), $TLKM, dan $EXCL. Cocok buat yang mau tidur nyenyak. Pemain Tengah (Energi): $RAJA, $BUMI, dan $DEWA. Selama harga minyak & batubara masih tinggi, mereka adalah \"mesin uang\" di tengah ketidakpastian. Pemain Depan (Agresif): $HRTA (Laba naik 200%!), $SCMA (Laba naik 100%!), dan $ESA. Ini buat kalian yang berani ambil risiko demi cuan lebar.  Sekuritas #sucorsekuritas #sahamindonesia #bexpertwithsucor #bernardxgcpk2 #bernaduswijaya17", "post_id": "7636059248786558226"}}, {"key": "Sucor", "attributes": {"label": "Sucor", "x": 818.3085971669833, "y": 46.8159862743327, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 9.5803, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7636059248786558226", "id": "Sucor", "source": "tiktok-000001", "content": "IHSG LAGI BERDARAH, SAATNYA EXIT ATAU SEROK BAWAH? 🚨📈 IHSG Berdarah! Dana Rp8 Triliun kabur dari Indonesia cuma dalam seminggu. Pertanyaannya: Apakah ini tanda kiamat buat market kita, atau justru peluang \"diskon gede-gedean\" yang selama ini kita tunggu? Buat kalian yang panik lihat porto merah membara, coba tarik napas dulu. CEO Sucor Sekuritas, Ko Bernardus, baru aja bongkar rahasia di balik kekacauan market minggu ini. Ternyata, ada 3 alasan utama kenapa \"uang panas\" asing pada keluar: Rupiah Keok: Dolar tembus Rp17.300-an bikin investor asing nervous. Mereka takut profit di saham habis kegerus rugi kurs. Defisit Fiskal: Outlook Indonesia turun jadi negatif gara-gara kekhawatiran anggaran negara. Ini yang bikin institusi gede mikir dua kali buat masuk sekarang. Drama Minyak Dunia: Meskipun tensi AS-Iran mulai adem (bahkan Trump kasih lampu hijau Iran ikut Piala Dunia!), tapi harga minyak dunia masih anteng di atas $100. Efeknya? Inflasi membayangi daya beli kita. Lalu, apa strateginya? Jangan cuma jadi penonton! Ko Bernardus bagiin \"Starting Eleven\" saham yang bisa kita pantau: Pemain Belakang (Defensif): $BMRI (Dividen yield-nya gila, mau Cum Date 8 Mei!), $TLKM, dan $EXCL. Cocok buat yang mau tidur nyenyak. Pemain Tengah (Energi): $RAJA, $BUMI, dan $DEWA. Selama harga minyak & batubara masih tinggi, mereka adalah \"mesin uang\" di tengah ketidakpastian. Pemain Depan (Agresif): $HRTA (Laba naik 200%!), $SCMA (Laba naik 100%!), dan $ESA. Ini buat kalian yang berani ambil risiko demi cuan lebar.  Sekuritas #sucorsekuritas #sahamindonesia #bexpertwithsucor #bernardxgcpk2 #bernaduswijaya17", "post_id": "7636059248786558226"}}, {"key": "old.money937", "attributes": {"label": "old.money937", "x": 467.12680522092455, "y": 371.15310362373776, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 5.1785, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 9, "degree": 9}, "_id": "7632883834178063623", "id": "old.money937", "source": "tiktok-000001", "content": "🔥 SEGENAP PEJUANG:Rupiah Jeblok, Menko Jawabnya \"DI MONITOR\"? Memang Pejabat Kita Tukang Melongo?🔥 Saudaraku, Pejuang Fakta — viral cuplikan video ketika seorang wartawan menanyakan langsung langkah konkret jangka pendek untuk menyelamatkan nilai tukar rupiah yang nyaris menyentuh level psikologis Rp 17.300 per dolar AS. Jawaban Menko Perekonomian Airlangga Hartarto? \"Kita monitor saja.\" Ini adalah potret memalukan yang layak kita bongkar bersama, malam ini.  --- 📉 BAGIAN 1: FAKTA ANGKA RUPIAH (Jangan Pura-Pura Tidak Tahu) Indikator Data Catatan Kritis Nilai Tukar (Kamis, 23 April 2026) Nyaris Rp 17.300 per USD  Ini adalah level psikologis yang sangat dalam, pukulan telak bagi daya beli rakyat. Asumsi APBN 2026 (Januari lalu) Rp 16.500 per USD  Selisihnya sudah Rp 800 lebih per dolar! Ini artinya defisit akan membengkak. Tugas Bank Indonesia Stabilitas moneter  Airlangga bilang \"itu tugas BI\". Lalu tugas Menko Perekonomian itu apa? Saudaraku, jika kita membiarkan imbas ini tanpa kebijakan darurat yang jelas, maka harga barang kebutuhan pokok akan melambung tak terkendali. Petani, nelayan, buruh pabrik, dan kelas menengah bawah akan paling menderita. --- 🎭 BAGIAN 2: \"DI MONITOR\"? Ini Jawaban Sekelas Apa? Coba kita simak baik-baik gaya retorika Menteri kita ini. Pernyataan Terjemahan Bebas (Pejuang Fakta Version) \"Ya, kan, itu lihat gejolak global, jadi ya kita monitor saja.\"  Intinya: \"Ini salah global, saya tidak tahu harus ngapain selain liat-liatan.\" \"Nanti kita monitor saja, karena ini kan tidak bisa kita setiap hari reaktif.\"  Intinya: \"Sabar saja, pejabat tidak boleh buru-buru, nanti salah ambil kebijakan.\" \"Itu BI tugasnya menjaga.\"  Intinya: \"Ini bukan wewenang saya kok. Saya hanya koordinator, eksekutornya Bank Indonesia.\" \"Seumur-umur jadi Menteri, ini baru kali ini saya melihat Menteri Koordinator yang kerjanya cuma 'MONITOR' sementara rakyat ketar-ketir melihat harga barang naik dan tabungannya tergerus akibat rupiah jatuh!\" --- 💔 BAGIAN 3: ANALISA BODOHNYA SISTEM KOORDINASI Saudaraku, mari kita luruskan. Tanggung jawab Menko Perekonomian itu BUKAN untuk memantau. Tugas dia adalah Mengkoordinasikan kebijakan fiskal (Kemenkeu), kebijakan moneter (BI), dan sektor riil (Kementerian Perindustrian dan Perdagangan) . Jika rupiah melemah begini, rakyat ingin mendengar: 1. Apa instrumen baru yang akan dikeluarkan? (bukan sekadar intervensi biasa) 2. Apa jaminan harga pokok akan disubsidi silang? 3. Apa langkah diplomasi khusus ke negara sumber barang impor? Tapi yang kita dengar malah: \"Gejolak global.\" Mengutip analisis CELIOS, yang menyebut bahwa koordinasi antar kementerian dalam menghadapi krisis saat ini lemah dan tidak selaras . Ini adalah kegagalan kepemimpinan kolektif kabinet. --- 🔥 BAGIAN 4: NARASI MENOHOK \"Saudaraku, jika saya sakit parah ke puskesmas, lalu bertanya pada perawat: 'obatnya apa, Kak?' Lalu dijawab: 'kami monitor dulu.' Saya pasti akan marah, sebab bisa-bisa saya mati duluan. Nah, Rupiah kita sekarang sedang 'sakit parah'. Tapi ketika wartawan bertanya obatnya, Menko kita malah menjawab: 'Di-monitor.' Itu sama saja membiarkan luka dibiarkan berdarah tanpa perban. Itu kelalaian berat! Kita tidak minta keajaiban. Tapi kita minta setidaknya ada rencana darurat yang jelas. Jangan hanya kata 'monitor' lalu diserahkan ke BI. Bukankah dulu ada istilah 'policy mix'? Mana koordinasinya? Mana keberaniannya untuk memotong birokrasi di saat genting?\" Keep Smile, Pejuang Fakta. Karena meskipun pejabat kita hanya 'monitor', rakyat harus tetap pressure dan jangan sampai ikut-ikutan cuma 'monitor'. 😡📉🇮🇩 Teruslah menulis, jangan biarkan kekuasaan membudahkan pejabat. Karena stabilitas ekonomi ditentukan oleh kecepatan dan ketepatan kebijakan, bukan sekedar kecepatan membuka website untuk 'monitor'. 🔥🔥🔥  Rakabuming  Yudhi Sadewa   JACK    REPUBLIK ISLAM IRAN", "post_id": "7632883834178063623"}}, {"key": "Gibran", "attributes": {"label": "Gibran", "x": 343.38087209496746, "y": 618.4994367886834, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 5.6676, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7632883834178063623", "id": "Gibran", "source": "tiktok-000001", "content": "🔥 SEGENAP PEJUANG:Rupiah Jeblok, Menko Jawabnya \"DI MONITOR\"? Memang Pejabat Kita Tukang Melongo?🔥 Saudaraku, Pejuang Fakta — viral cuplikan video ketika seorang wartawan menanyakan langsung langkah konkret jangka pendek untuk menyelamatkan nilai tukar rupiah yang nyaris menyentuh level psikologis Rp 17.300 per dolar AS. Jawaban Menko Perekonomian Airlangga Hartarto? \"Kita monitor saja.\" Ini adalah potret memalukan yang layak kita bongkar bersama, malam ini.  --- 📉 BAGIAN 1: FAKTA ANGKA RUPIAH (Jangan Pura-Pura Tidak Tahu) Indikator Data Catatan Kritis Nilai Tukar (Kamis, 23 April 2026) Nyaris Rp 17.300 per USD  Ini adalah level psikologis yang sangat dalam, pukulan telak bagi daya beli rakyat. Asumsi APBN 2026 (Januari lalu) Rp 16.500 per USD  Selisihnya sudah Rp 800 lebih per dolar! Ini artinya defisit akan membengkak. Tugas Bank Indonesia Stabilitas moneter  Airlangga bilang \"itu tugas BI\". Lalu tugas Menko Perekonomian itu apa? Saudaraku, jika kita membiarkan imbas ini tanpa kebijakan darurat yang jelas, maka harga barang kebutuhan pokok akan melambung tak terkendali. Petani, nelayan, buruh pabrik, dan kelas menengah bawah akan paling menderita. --- 🎭 BAGIAN 2: \"DI MONITOR\"? Ini Jawaban Sekelas Apa? Coba kita simak baik-baik gaya retorika Menteri kita ini. Pernyataan Terjemahan Bebas (Pejuang Fakta Version) \"Ya, kan, itu lihat gejolak global, jadi ya kita monitor saja.\"  Intinya: \"Ini salah global, saya tidak tahu harus ngapain selain liat-liatan.\" \"Nanti kita monitor saja, karena ini kan tidak bisa kita setiap hari reaktif.\"  Intinya: \"Sabar saja, pejabat tidak boleh buru-buru, nanti salah ambil kebijakan.\" \"Itu BI tugasnya menjaga.\"  Intinya: \"Ini bukan wewenang saya kok. Saya hanya koordinator, eksekutornya Bank Indonesia.\" \"Seumur-umur jadi Menteri, ini baru kali ini saya melihat Menteri Koordinator yang kerjanya cuma 'MONITOR' sementara rakyat ketar-ketir melihat harga barang naik dan tabungannya tergerus akibat rupiah jatuh!\" --- 💔 BAGIAN 3: ANALISA BODOHNYA SISTEM KOORDINASI Saudaraku, mari kita luruskan. Tanggung jawab Menko Perekonomian itu BUKAN untuk memantau. Tugas dia adalah Mengkoordinasikan kebijakan fiskal (Kemenkeu), kebijakan moneter (BI), dan sektor riil (Kementerian Perindustrian dan Perdagangan) . Jika rupiah melemah begini, rakyat ingin mendengar: 1. Apa instrumen baru yang akan dikeluarkan? (bukan sekadar intervensi biasa) 2. Apa jaminan harga pokok akan disubsidi silang? 3. Apa langkah diplomasi khusus ke negara sumber barang impor? Tapi yang kita dengar malah: \"Gejolak global.\" Mengutip analisis CELIOS, yang menyebut bahwa koordinasi antar kementerian dalam menghadapi krisis saat ini lemah dan tidak selaras . Ini adalah kegagalan kepemimpinan kolektif kabinet. --- 🔥 BAGIAN 4: NARASI MENOHOK \"Saudaraku, jika saya sakit parah ke puskesmas, lalu bertanya pada perawat: 'obatnya apa, Kak?' Lalu dijawab: 'kami monitor dulu.' Saya pasti akan marah, sebab bisa-bisa saya mati duluan. Nah, Rupiah kita sekarang sedang 'sakit parah'. Tapi ketika wartawan bertanya obatnya, Menko kita malah menjawab: 'Di-monitor.' Itu sama saja membiarkan luka dibiarkan berdarah tanpa perban. Itu kelalaian berat! Kita tidak minta keajaiban. Tapi kita minta setidaknya ada rencana darurat yang jelas. Jangan hanya kata 'monitor' lalu diserahkan ke BI. Bukankah dulu ada istilah 'policy mix'? Mana koordinasinya? Mana keberaniannya untuk memotong birokrasi di saat genting?\" Keep Smile, Pejuang Fakta. Karena meskipun pejabat kita hanya 'monitor', rakyat harus tetap pressure dan jangan sampai ikut-ikutan cuma 'monitor'. 😡📉🇮🇩 Teruslah menulis, jangan biarkan kekuasaan membudahkan pejabat. Karena stabilitas ekonomi ditentukan oleh kecepatan dan ketepatan kebijakan, bukan sekedar kecepatan membuka website untuk 'monitor'. 🔥🔥🔥  Rakabuming  Yudhi Sadewa   JACK    REPUBLIK ISLAM IRAN", "post_id": "7632883834178063623"}}, {"key": "Purbaya", "attributes": {"label": "Purbaya", "x": 957.700087222062, "y": 127.2163110845198, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 5.6676, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7632883834178063623", "id": "Purbaya", "source": "tiktok-000001", "content": "🔥 SEGENAP PEJUANG:Rupiah Jeblok, Menko Jawabnya \"DI MONITOR\"? Memang Pejabat Kita Tukang Melongo?🔥 Saudaraku, Pejuang Fakta — viral cuplikan video ketika seorang wartawan menanyakan langsung langkah konkret jangka pendek untuk menyelamatkan nilai tukar rupiah yang nyaris menyentuh level psikologis Rp 17.300 per dolar AS. Jawaban Menko Perekonomian Airlangga Hartarto? \"Kita monitor saja.\" Ini adalah potret memalukan yang layak kita bongkar bersama, malam ini.  --- 📉 BAGIAN 1: FAKTA ANGKA RUPIAH (Jangan Pura-Pura Tidak Tahu) Indikator Data Catatan Kritis Nilai Tukar (Kamis, 23 April 2026) Nyaris Rp 17.300 per USD  Ini adalah level psikologis yang sangat dalam, pukulan telak bagi daya beli rakyat. Asumsi APBN 2026 (Januari lalu) Rp 16.500 per USD  Selisihnya sudah Rp 800 lebih per dolar! Ini artinya defisit akan membengkak. Tugas Bank Indonesia Stabilitas moneter  Airlangga bilang \"itu tugas BI\". Lalu tugas Menko Perekonomian itu apa? Saudaraku, jika kita membiarkan imbas ini tanpa kebijakan darurat yang jelas, maka harga barang kebutuhan pokok akan melambung tak terkendali. Petani, nelayan, buruh pabrik, dan kelas menengah bawah akan paling menderita. --- 🎭 BAGIAN 2: \"DI MONITOR\"? Ini Jawaban Sekelas Apa? Coba kita simak baik-baik gaya retorika Menteri kita ini. Pernyataan Terjemahan Bebas (Pejuang Fakta Version) \"Ya, kan, itu lihat gejolak global, jadi ya kita monitor saja.\"  Intinya: \"Ini salah global, saya tidak tahu harus ngapain selain liat-liatan.\" \"Nanti kita monitor saja, karena ini kan tidak bisa kita setiap hari reaktif.\"  Intinya: \"Sabar saja, pejabat tidak boleh buru-buru, nanti salah ambil kebijakan.\" \"Itu BI tugasnya menjaga.\"  Intinya: \"Ini bukan wewenang saya kok. Saya hanya koordinator, eksekutornya Bank Indonesia.\" \"Seumur-umur jadi Menteri, ini baru kali ini saya melihat Menteri Koordinator yang kerjanya cuma 'MONITOR' sementara rakyat ketar-ketir melihat harga barang naik dan tabungannya tergerus akibat rupiah jatuh!\" --- 💔 BAGIAN 3: ANALISA BODOHNYA SISTEM KOORDINASI Saudaraku, mari kita luruskan. Tanggung jawab Menko Perekonomian itu BUKAN untuk memantau. Tugas dia adalah Mengkoordinasikan kebijakan fiskal (Kemenkeu), kebijakan moneter (BI), dan sektor riil (Kementerian Perindustrian dan Perdagangan) . Jika rupiah melemah begini, rakyat ingin mendengar: 1. Apa instrumen baru yang akan dikeluarkan? (bukan sekadar intervensi biasa) 2. Apa jaminan harga pokok akan disubsidi silang? 3. Apa langkah diplomasi khusus ke negara sumber barang impor? Tapi yang kita dengar malah: \"Gejolak global.\" Mengutip analisis CELIOS, yang menyebut bahwa koordinasi antar kementerian dalam menghadapi krisis saat ini lemah dan tidak selaras . Ini adalah kegagalan kepemimpinan kolektif kabinet. --- 🔥 BAGIAN 4: NARASI MENOHOK \"Saudaraku, jika saya sakit parah ke puskesmas, lalu bertanya pada perawat: 'obatnya apa, Kak?' Lalu dijawab: 'kami monitor dulu.' Saya pasti akan marah, sebab bisa-bisa saya mati duluan. Nah, Rupiah kita sekarang sedang 'sakit parah'. Tapi ketika wartawan bertanya obatnya, Menko kita malah menjawab: 'Di-monitor.' Itu sama saja membiarkan luka dibiarkan berdarah tanpa perban. Itu kelalaian berat! Kita tidak minta keajaiban. Tapi kita minta setidaknya ada rencana darurat yang jelas. Jangan hanya kata 'monitor' lalu diserahkan ke BI. Bukankah dulu ada istilah 'policy mix'? Mana koordinasinya? Mana keberaniannya untuk memotong birokrasi di saat genting?\" Keep Smile, Pejuang Fakta. Karena meskipun pejabat kita hanya 'monitor', rakyat harus tetap pressure dan jangan sampai ikut-ikutan cuma 'monitor'. 😡📉🇮🇩 Teruslah menulis, jangan biarkan kekuasaan membudahkan pejabat. Karena stabilitas ekonomi ditentukan oleh kecepatan dan ketepatan kebijakan, bukan sekedar kecepatan membuka website untuk 'monitor'. 🔥🔥🔥  Rakabuming  Yudhi Sadewa   JACK    REPUBLIK ISLAM IRAN", "post_id": "7632883834178063623"}}, {"key": "vodca", "attributes": {"label": "vodca", "x": 728.7328880230917, "y": 217.59265136558037, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 5.6676, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7632883834178063623", "id": "vodca", "source": "tiktok-000001", "content": "🔥 SEGENAP PEJUANG:Rupiah Jeblok, Menko Jawabnya \"DI MONITOR\"? Memang Pejabat Kita Tukang Melongo?🔥 Saudaraku, Pejuang Fakta — viral cuplikan video ketika seorang wartawan menanyakan langsung langkah konkret jangka pendek untuk menyelamatkan nilai tukar rupiah yang nyaris menyentuh level psikologis Rp 17.300 per dolar AS. Jawaban Menko Perekonomian Airlangga Hartarto? \"Kita monitor saja.\" Ini adalah potret memalukan yang layak kita bongkar bersama, malam ini.  --- 📉 BAGIAN 1: FAKTA ANGKA RUPIAH (Jangan Pura-Pura Tidak Tahu) Indikator Data Catatan Kritis Nilai Tukar (Kamis, 23 April 2026) Nyaris Rp 17.300 per USD  Ini adalah level psikologis yang sangat dalam, pukulan telak bagi daya beli rakyat. Asumsi APBN 2026 (Januari lalu) Rp 16.500 per USD  Selisihnya sudah Rp 800 lebih per dolar! Ini artinya defisit akan membengkak. Tugas Bank Indonesia Stabilitas moneter  Airlangga bilang \"itu tugas BI\". Lalu tugas Menko Perekonomian itu apa? Saudaraku, jika kita membiarkan imbas ini tanpa kebijakan darurat yang jelas, maka harga barang kebutuhan pokok akan melambung tak terkendali. Petani, nelayan, buruh pabrik, dan kelas menengah bawah akan paling menderita. --- 🎭 BAGIAN 2: \"DI MONITOR\"? Ini Jawaban Sekelas Apa? Coba kita simak baik-baik gaya retorika Menteri kita ini. Pernyataan Terjemahan Bebas (Pejuang Fakta Version) \"Ya, kan, itu lihat gejolak global, jadi ya kita monitor saja.\"  Intinya: \"Ini salah global, saya tidak tahu harus ngapain selain liat-liatan.\" \"Nanti kita monitor saja, karena ini kan tidak bisa kita setiap hari reaktif.\"  Intinya: \"Sabar saja, pejabat tidak boleh buru-buru, nanti salah ambil kebijakan.\" \"Itu BI tugasnya menjaga.\"  Intinya: \"Ini bukan wewenang saya kok. Saya hanya koordinator, eksekutornya Bank Indonesia.\" \"Seumur-umur jadi Menteri, ini baru kali ini saya melihat Menteri Koordinator yang kerjanya cuma 'MONITOR' sementara rakyat ketar-ketir melihat harga barang naik dan tabungannya tergerus akibat rupiah jatuh!\" --- 💔 BAGIAN 3: ANALISA BODOHNYA SISTEM KOORDINASI Saudaraku, mari kita luruskan. Tanggung jawab Menko Perekonomian itu BUKAN untuk memantau. Tugas dia adalah Mengkoordinasikan kebijakan fiskal (Kemenkeu), kebijakan moneter (BI), dan sektor riil (Kementerian Perindustrian dan Perdagangan) . Jika rupiah melemah begini, rakyat ingin mendengar: 1. Apa instrumen baru yang akan dikeluarkan? (bukan sekadar intervensi biasa) 2. Apa jaminan harga pokok akan disubsidi silang? 3. Apa langkah diplomasi khusus ke negara sumber barang impor? Tapi yang kita dengar malah: \"Gejolak global.\" Mengutip analisis CELIOS, yang menyebut bahwa koordinasi antar kementerian dalam menghadapi krisis saat ini lemah dan tidak selaras . Ini adalah kegagalan kepemimpinan kolektif kabinet. --- 🔥 BAGIAN 4: NARASI MENOHOK \"Saudaraku, jika saya sakit parah ke puskesmas, lalu bertanya pada perawat: 'obatnya apa, Kak?' Lalu dijawab: 'kami monitor dulu.' Saya pasti akan marah, sebab bisa-bisa saya mati duluan. Nah, Rupiah kita sekarang sedang 'sakit parah'. Tapi ketika wartawan bertanya obatnya, Menko kita malah menjawab: 'Di-monitor.' Itu sama saja membiarkan luka dibiarkan berdarah tanpa perban. Itu kelalaian berat! Kita tidak minta keajaiban. Tapi kita minta setidaknya ada rencana darurat yang jelas. Jangan hanya kata 'monitor' lalu diserahkan ke BI. Bukankah dulu ada istilah 'policy mix'? Mana koordinasinya? Mana keberaniannya untuk memotong birokrasi di saat genting?\" Keep Smile, Pejuang Fakta. Karena meskipun pejabat kita hanya 'monitor', rakyat harus tetap pressure dan jangan sampai ikut-ikutan cuma 'monitor'. 😡📉🇮🇩 Teruslah menulis, jangan biarkan kekuasaan membudahkan pejabat. Karena stabilitas ekonomi ditentukan oleh kecepatan dan ketepatan kebijakan, bukan sekedar kecepatan membuka website untuk 'monitor'. 🔥🔥🔥  Rakabuming  Yudhi Sadewa   JACK    REPUBLIK ISLAM IRAN", "post_id": "7632883834178063623"}}, {"key": "MR.", "attributes": {"label": "MR.", "x": 90.65045982509345, "y": 342.1190985399396, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 5.6676, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7632883834178063623", "id": "MR.", "source": "tiktok-000001", "content": "🔥 SEGENAP PEJUANG:Rupiah Jeblok, Menko Jawabnya \"DI MONITOR\"? Memang Pejabat Kita Tukang Melongo?🔥 Saudaraku, Pejuang Fakta — viral cuplikan video ketika seorang wartawan menanyakan langsung langkah konkret jangka pendek untuk menyelamatkan nilai tukar rupiah yang nyaris menyentuh level psikologis Rp 17.300 per dolar AS. Jawaban Menko Perekonomian Airlangga Hartarto? \"Kita monitor saja.\" Ini adalah potret memalukan yang layak kita bongkar bersama, malam ini.  --- 📉 BAGIAN 1: FAKTA ANGKA RUPIAH (Jangan Pura-Pura Tidak Tahu) Indikator Data Catatan Kritis Nilai Tukar (Kamis, 23 April 2026) Nyaris Rp 17.300 per USD  Ini adalah level psikologis yang sangat dalam, pukulan telak bagi daya beli rakyat. Asumsi APBN 2026 (Januari lalu) Rp 16.500 per USD  Selisihnya sudah Rp 800 lebih per dolar! Ini artinya defisit akan membengkak. Tugas Bank Indonesia Stabilitas moneter  Airlangga bilang \"itu tugas BI\". Lalu tugas Menko Perekonomian itu apa? Saudaraku, jika kita membiarkan imbas ini tanpa kebijakan darurat yang jelas, maka harga barang kebutuhan pokok akan melambung tak terkendali. Petani, nelayan, buruh pabrik, dan kelas menengah bawah akan paling menderita. --- 🎭 BAGIAN 2: \"DI MONITOR\"? Ini Jawaban Sekelas Apa? Coba kita simak baik-baik gaya retorika Menteri kita ini. Pernyataan Terjemahan Bebas (Pejuang Fakta Version) \"Ya, kan, itu lihat gejolak global, jadi ya kita monitor saja.\"  Intinya: \"Ini salah global, saya tidak tahu harus ngapain selain liat-liatan.\" \"Nanti kita monitor saja, karena ini kan tidak bisa kita setiap hari reaktif.\"  Intinya: \"Sabar saja, pejabat tidak boleh buru-buru, nanti salah ambil kebijakan.\" \"Itu BI tugasnya menjaga.\"  Intinya: \"Ini bukan wewenang saya kok. Saya hanya koordinator, eksekutornya Bank Indonesia.\" \"Seumur-umur jadi Menteri, ini baru kali ini saya melihat Menteri Koordinator yang kerjanya cuma 'MONITOR' sementara rakyat ketar-ketir melihat harga barang naik dan tabungannya tergerus akibat rupiah jatuh!\" --- 💔 BAGIAN 3: ANALISA BODOHNYA SISTEM KOORDINASI Saudaraku, mari kita luruskan. Tanggung jawab Menko Perekonomian itu BUKAN untuk memantau. Tugas dia adalah Mengkoordinasikan kebijakan fiskal (Kemenkeu), kebijakan moneter (BI), dan sektor riil (Kementerian Perindustrian dan Perdagangan) . Jika rupiah melemah begini, rakyat ingin mendengar: 1. Apa instrumen baru yang akan dikeluarkan? (bukan sekadar intervensi biasa) 2. Apa jaminan harga pokok akan disubsidi silang? 3. Apa langkah diplomasi khusus ke negara sumber barang impor? Tapi yang kita dengar malah: \"Gejolak global.\" Mengutip analisis CELIOS, yang menyebut bahwa koordinasi antar kementerian dalam menghadapi krisis saat ini lemah dan tidak selaras . Ini adalah kegagalan kepemimpinan kolektif kabinet. --- 🔥 BAGIAN 4: NARASI MENOHOK \"Saudaraku, jika saya sakit parah ke puskesmas, lalu bertanya pada perawat: 'obatnya apa, Kak?' Lalu dijawab: 'kami monitor dulu.' Saya pasti akan marah, sebab bisa-bisa saya mati duluan. Nah, Rupiah kita sekarang sedang 'sakit parah'. Tapi ketika wartawan bertanya obatnya, Menko kita malah menjawab: 'Di-monitor.' Itu sama saja membiarkan luka dibiarkan berdarah tanpa perban. Itu kelalaian berat! Kita tidak minta keajaiban. Tapi kita minta setidaknya ada rencana darurat yang jelas. Jangan hanya kata 'monitor' lalu diserahkan ke BI. Bukankah dulu ada istilah 'policy mix'? Mana koordinasinya? Mana keberaniannya untuk memotong birokrasi di saat genting?\" Keep Smile, Pejuang Fakta. Karena meskipun pejabat kita hanya 'monitor', rakyat harus tetap pressure dan jangan sampai ikut-ikutan cuma 'monitor'. 😡📉🇮🇩 Teruslah menulis, jangan biarkan kekuasaan membudahkan pejabat. Karena stabilitas ekonomi ditentukan oleh kecepatan dan ketepatan kebijakan, bukan sekedar kecepatan membuka website untuk 'monitor'. 🔥🔥🔥  Rakabuming  Yudhi Sadewa   JACK    REPUBLIK ISLAM IRAN", "post_id": "7632883834178063623"}}, {"key": "Vansena", "attributes": {"label": "Vansena", "x": 885.38161441977, "y": 718.5913035779834, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 5.6676, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7632883834178063623", "id": "Vansena", "source": "tiktok-000001", "content": "🔥 SEGENAP PEJUANG:Rupiah Jeblok, Menko Jawabnya \"DI MONITOR\"? Memang Pejabat Kita Tukang Melongo?🔥 Saudaraku, Pejuang Fakta — viral cuplikan video ketika seorang wartawan menanyakan langsung langkah konkret jangka pendek untuk menyelamatkan nilai tukar rupiah yang nyaris menyentuh level psikologis Rp 17.300 per dolar AS. Jawaban Menko Perekonomian Airlangga Hartarto? \"Kita monitor saja.\" Ini adalah potret memalukan yang layak kita bongkar bersama, malam ini.  --- 📉 BAGIAN 1: FAKTA ANGKA RUPIAH (Jangan Pura-Pura Tidak Tahu) Indikator Data Catatan Kritis Nilai Tukar (Kamis, 23 April 2026) Nyaris Rp 17.300 per USD  Ini adalah level psikologis yang sangat dalam, pukulan telak bagi daya beli rakyat. Asumsi APBN 2026 (Januari lalu) Rp 16.500 per USD  Selisihnya sudah Rp 800 lebih per dolar! Ini artinya defisit akan membengkak. Tugas Bank Indonesia Stabilitas moneter  Airlangga bilang \"itu tugas BI\". Lalu tugas Menko Perekonomian itu apa? Saudaraku, jika kita membiarkan imbas ini tanpa kebijakan darurat yang jelas, maka harga barang kebutuhan pokok akan melambung tak terkendali. Petani, nelayan, buruh pabrik, dan kelas menengah bawah akan paling menderita. --- 🎭 BAGIAN 2: \"DI MONITOR\"? Ini Jawaban Sekelas Apa? Coba kita simak baik-baik gaya retorika Menteri kita ini. Pernyataan Terjemahan Bebas (Pejuang Fakta Version) \"Ya, kan, itu lihat gejolak global, jadi ya kita monitor saja.\"  Intinya: \"Ini salah global, saya tidak tahu harus ngapain selain liat-liatan.\" \"Nanti kita monitor saja, karena ini kan tidak bisa kita setiap hari reaktif.\"  Intinya: \"Sabar saja, pejabat tidak boleh buru-buru, nanti salah ambil kebijakan.\" \"Itu BI tugasnya menjaga.\"  Intinya: \"Ini bukan wewenang saya kok. Saya hanya koordinator, eksekutornya Bank Indonesia.\" \"Seumur-umur jadi Menteri, ini baru kali ini saya melihat Menteri Koordinator yang kerjanya cuma 'MONITOR' sementara rakyat ketar-ketir melihat harga barang naik dan tabungannya tergerus akibat rupiah jatuh!\" --- 💔 BAGIAN 3: ANALISA BODOHNYA SISTEM KOORDINASI Saudaraku, mari kita luruskan. Tanggung jawab Menko Perekonomian itu BUKAN untuk memantau. Tugas dia adalah Mengkoordinasikan kebijakan fiskal (Kemenkeu), kebijakan moneter (BI), dan sektor riil (Kementerian Perindustrian dan Perdagangan) . Jika rupiah melemah begini, rakyat ingin mendengar: 1. Apa instrumen baru yang akan dikeluarkan? (bukan sekadar intervensi biasa) 2. Apa jaminan harga pokok akan disubsidi silang? 3. Apa langkah diplomasi khusus ke negara sumber barang impor? Tapi yang kita dengar malah: \"Gejolak global.\" Mengutip analisis CELIOS, yang menyebut bahwa koordinasi antar kementerian dalam menghadapi krisis saat ini lemah dan tidak selaras . Ini adalah kegagalan kepemimpinan kolektif kabinet. --- 🔥 BAGIAN 4: NARASI MENOHOK \"Saudaraku, jika saya sakit parah ke puskesmas, lalu bertanya pada perawat: 'obatnya apa, Kak?' Lalu dijawab: 'kami monitor dulu.' Saya pasti akan marah, sebab bisa-bisa saya mati duluan. Nah, Rupiah kita sekarang sedang 'sakit parah'. Tapi ketika wartawan bertanya obatnya, Menko kita malah menjawab: 'Di-monitor.' Itu sama saja membiarkan luka dibiarkan berdarah tanpa perban. Itu kelalaian berat! Kita tidak minta keajaiban. Tapi kita minta setidaknya ada rencana darurat yang jelas. Jangan hanya kata 'monitor' lalu diserahkan ke BI. Bukankah dulu ada istilah 'policy mix'? Mana koordinasinya? Mana keberaniannya untuk memotong birokrasi di saat genting?\" Keep Smile, Pejuang Fakta. Karena meskipun pejabat kita hanya 'monitor', rakyat harus tetap pressure dan jangan sampai ikut-ikutan cuma 'monitor'. 😡📉🇮🇩 Teruslah menulis, jangan biarkan kekuasaan membudahkan pejabat. Karena stabilitas ekonomi ditentukan oleh kecepatan dan ketepatan kebijakan, bukan sekedar kecepatan membuka website untuk 'monitor'. 🔥🔥🔥  Rakabuming  Yudhi Sadewa   JACK    REPUBLIK ISLAM IRAN", "post_id": "7632883834178063623"}}, {"key": "Oke", "attributes": {"label": "Oke", "x": 959.4476328512854, "y": 441.84270265464477, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 5.6676, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7632883834178063623", "id": "Oke", "source": "tiktok-000001", "content": "🔥 SEGENAP PEJUANG:Rupiah Jeblok, Menko Jawabnya \"DI MONITOR\"? Memang Pejabat Kita Tukang Melongo?🔥 Saudaraku, Pejuang Fakta — viral cuplikan video ketika seorang wartawan menanyakan langsung langkah konkret jangka pendek untuk menyelamatkan nilai tukar rupiah yang nyaris menyentuh level psikologis Rp 17.300 per dolar AS. Jawaban Menko Perekonomian Airlangga Hartarto? \"Kita monitor saja.\" Ini adalah potret memalukan yang layak kita bongkar bersama, malam ini.  --- 📉 BAGIAN 1: FAKTA ANGKA RUPIAH (Jangan Pura-Pura Tidak Tahu) Indikator Data Catatan Kritis Nilai Tukar (Kamis, 23 April 2026) Nyaris Rp 17.300 per USD  Ini adalah level psikologis yang sangat dalam, pukulan telak bagi daya beli rakyat. Asumsi APBN 2026 (Januari lalu) Rp 16.500 per USD  Selisihnya sudah Rp 800 lebih per dolar! Ini artinya defisit akan membengkak. Tugas Bank Indonesia Stabilitas moneter  Airlangga bilang \"itu tugas BI\". Lalu tugas Menko Perekonomian itu apa? Saudaraku, jika kita membiarkan imbas ini tanpa kebijakan darurat yang jelas, maka harga barang kebutuhan pokok akan melambung tak terkendali. Petani, nelayan, buruh pabrik, dan kelas menengah bawah akan paling menderita. --- 🎭 BAGIAN 2: \"DI MONITOR\"? Ini Jawaban Sekelas Apa? Coba kita simak baik-baik gaya retorika Menteri kita ini. Pernyataan Terjemahan Bebas (Pejuang Fakta Version) \"Ya, kan, itu lihat gejolak global, jadi ya kita monitor saja.\"  Intinya: \"Ini salah global, saya tidak tahu harus ngapain selain liat-liatan.\" \"Nanti kita monitor saja, karena ini kan tidak bisa kita setiap hari reaktif.\"  Intinya: \"Sabar saja, pejabat tidak boleh buru-buru, nanti salah ambil kebijakan.\" \"Itu BI tugasnya menjaga.\"  Intinya: \"Ini bukan wewenang saya kok. Saya hanya koordinator, eksekutornya Bank Indonesia.\" \"Seumur-umur jadi Menteri, ini baru kali ini saya melihat Menteri Koordinator yang kerjanya cuma 'MONITOR' sementara rakyat ketar-ketir melihat harga barang naik dan tabungannya tergerus akibat rupiah jatuh!\" --- 💔 BAGIAN 3: ANALISA BODOHNYA SISTEM KOORDINASI Saudaraku, mari kita luruskan. Tanggung jawab Menko Perekonomian itu BUKAN untuk memantau. Tugas dia adalah Mengkoordinasikan kebijakan fiskal (Kemenkeu), kebijakan moneter (BI), dan sektor riil (Kementerian Perindustrian dan Perdagangan) . Jika rupiah melemah begini, rakyat ingin mendengar: 1. Apa instrumen baru yang akan dikeluarkan? (bukan sekadar intervensi biasa) 2. Apa jaminan harga pokok akan disubsidi silang? 3. Apa langkah diplomasi khusus ke negara sumber barang impor? Tapi yang kita dengar malah: \"Gejolak global.\" Mengutip analisis CELIOS, yang menyebut bahwa koordinasi antar kementerian dalam menghadapi krisis saat ini lemah dan tidak selaras . Ini adalah kegagalan kepemimpinan kolektif kabinet. --- 🔥 BAGIAN 4: NARASI MENOHOK \"Saudaraku, jika saya sakit parah ke puskesmas, lalu bertanya pada perawat: 'obatnya apa, Kak?' Lalu dijawab: 'kami monitor dulu.' Saya pasti akan marah, sebab bisa-bisa saya mati duluan. Nah, Rupiah kita sekarang sedang 'sakit parah'. Tapi ketika wartawan bertanya obatnya, Menko kita malah menjawab: 'Di-monitor.' Itu sama saja membiarkan luka dibiarkan berdarah tanpa perban. Itu kelalaian berat! Kita tidak minta keajaiban. Tapi kita minta setidaknya ada rencana darurat yang jelas. Jangan hanya kata 'monitor' lalu diserahkan ke BI. Bukankah dulu ada istilah 'policy mix'? Mana koordinasinya? Mana keberaniannya untuk memotong birokrasi di saat genting?\" Keep Smile, Pejuang Fakta. Karena meskipun pejabat kita hanya 'monitor', rakyat harus tetap pressure dan jangan sampai ikut-ikutan cuma 'monitor'. 😡📉🇮🇩 Teruslah menulis, jangan biarkan kekuasaan membudahkan pejabat. Karena stabilitas ekonomi ditentukan oleh kecepatan dan ketepatan kebijakan, bukan sekedar kecepatan membuka website untuk 'monitor'. 🔥🔥🔥  Rakabuming  Yudhi Sadewa   JACK    REPUBLIK ISLAM IRAN", "post_id": "7632883834178063623"}}, {"key": "KEDUBES", "attributes": {"label": "KEDUBES", "x": 792.789379053807, "y": 798.500172274538, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 5.6676, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7632883834178063623", "id": "KEDUBES", "source": "tiktok-000001", "content": "🔥 SEGENAP PEJUANG:Rupiah Jeblok, Menko Jawabnya \"DI MONITOR\"? Memang Pejabat Kita Tukang Melongo?🔥 Saudaraku, Pejuang Fakta — viral cuplikan video ketika seorang wartawan menanyakan langsung langkah konkret jangka pendek untuk menyelamatkan nilai tukar rupiah yang nyaris menyentuh level psikologis Rp 17.300 per dolar AS. Jawaban Menko Perekonomian Airlangga Hartarto? \"Kita monitor saja.\" Ini adalah potret memalukan yang layak kita bongkar bersama, malam ini.  --- 📉 BAGIAN 1: FAKTA ANGKA RUPIAH (Jangan Pura-Pura Tidak Tahu) Indikator Data Catatan Kritis Nilai Tukar (Kamis, 23 April 2026) Nyaris Rp 17.300 per USD  Ini adalah level psikologis yang sangat dalam, pukulan telak bagi daya beli rakyat. Asumsi APBN 2026 (Januari lalu) Rp 16.500 per USD  Selisihnya sudah Rp 800 lebih per dolar! Ini artinya defisit akan membengkak. Tugas Bank Indonesia Stabilitas moneter  Airlangga bilang \"itu tugas BI\". Lalu tugas Menko Perekonomian itu apa? Saudaraku, jika kita membiarkan imbas ini tanpa kebijakan darurat yang jelas, maka harga barang kebutuhan pokok akan melambung tak terkendali. Petani, nelayan, buruh pabrik, dan kelas menengah bawah akan paling menderita. --- 🎭 BAGIAN 2: \"DI MONITOR\"? Ini Jawaban Sekelas Apa? Coba kita simak baik-baik gaya retorika Menteri kita ini. Pernyataan Terjemahan Bebas (Pejuang Fakta Version) \"Ya, kan, itu lihat gejolak global, jadi ya kita monitor saja.\"  Intinya: \"Ini salah global, saya tidak tahu harus ngapain selain liat-liatan.\" \"Nanti kita monitor saja, karena ini kan tidak bisa kita setiap hari reaktif.\"  Intinya: \"Sabar saja, pejabat tidak boleh buru-buru, nanti salah ambil kebijakan.\" \"Itu BI tugasnya menjaga.\"  Intinya: \"Ini bukan wewenang saya kok. Saya hanya koordinator, eksekutornya Bank Indonesia.\" \"Seumur-umur jadi Menteri, ini baru kali ini saya melihat Menteri Koordinator yang kerjanya cuma 'MONITOR' sementara rakyat ketar-ketir melihat harga barang naik dan tabungannya tergerus akibat rupiah jatuh!\" --- 💔 BAGIAN 3: ANALISA BODOHNYA SISTEM KOORDINASI Saudaraku, mari kita luruskan. Tanggung jawab Menko Perekonomian itu BUKAN untuk memantau. Tugas dia adalah Mengkoordinasikan kebijakan fiskal (Kemenkeu), kebijakan moneter (BI), dan sektor riil (Kementerian Perindustrian dan Perdagangan) . Jika rupiah melemah begini, rakyat ingin mendengar: 1. Apa instrumen baru yang akan dikeluarkan? (bukan sekadar intervensi biasa) 2. Apa jaminan harga pokok akan disubsidi silang? 3. Apa langkah diplomasi khusus ke negara sumber barang impor? Tapi yang kita dengar malah: \"Gejolak global.\" Mengutip analisis CELIOS, yang menyebut bahwa koordinasi antar kementerian dalam menghadapi krisis saat ini lemah dan tidak selaras . Ini adalah kegagalan kepemimpinan kolektif kabinet. --- 🔥 BAGIAN 4: NARASI MENOHOK \"Saudaraku, jika saya sakit parah ke puskesmas, lalu bertanya pada perawat: 'obatnya apa, Kak?' Lalu dijawab: 'kami monitor dulu.' Saya pasti akan marah, sebab bisa-bisa saya mati duluan. Nah, Rupiah kita sekarang sedang 'sakit parah'. Tapi ketika wartawan bertanya obatnya, Menko kita malah menjawab: 'Di-monitor.' Itu sama saja membiarkan luka dibiarkan berdarah tanpa perban. Itu kelalaian berat! Kita tidak minta keajaiban. Tapi kita minta setidaknya ada rencana darurat yang jelas. Jangan hanya kata 'monitor' lalu diserahkan ke BI. Bukankah dulu ada istilah 'policy mix'? Mana koordinasinya? Mana keberaniannya untuk memotong birokrasi di saat genting?\" Keep Smile, Pejuang Fakta. Karena meskipun pejabat kita hanya 'monitor', rakyat harus tetap pressure dan jangan sampai ikut-ikutan cuma 'monitor'. 😡📉🇮🇩 Teruslah menulis, jangan biarkan kekuasaan membudahkan pejabat. Karena stabilitas ekonomi ditentukan oleh kecepatan dan ketepatan kebijakan, bukan sekedar kecepatan membuka website untuk 'monitor'. 🔥🔥🔥  Rakabuming  Yudhi Sadewa   JACK    REPUBLIK ISLAM IRAN", "post_id": "7632883834178063623"}}, {"key": "jambore53", "attributes": {"label": "jambore53", "x": 880.6752332387075, "y": 438.62009974827777, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 5.6676, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7632883834178063623", "id": "jambore53", "source": "tiktok-000001", "content": "🔥 SEGENAP PEJUANG:Rupiah Jeblok, Menko Jawabnya \"DI MONITOR\"? Memang Pejabat Kita Tukang Melongo?🔥 Saudaraku, Pejuang Fakta — viral cuplikan video ketika seorang wartawan menanyakan langsung langkah konkret jangka pendek untuk menyelamatkan nilai tukar rupiah yang nyaris menyentuh level psikologis Rp 17.300 per dolar AS. Jawaban Menko Perekonomian Airlangga Hartarto? \"Kita monitor saja.\" Ini adalah potret memalukan yang layak kita bongkar bersama, malam ini.  --- 📉 BAGIAN 1: FAKTA ANGKA RUPIAH (Jangan Pura-Pura Tidak Tahu) Indikator Data Catatan Kritis Nilai Tukar (Kamis, 23 April 2026) Nyaris Rp 17.300 per USD  Ini adalah level psikologis yang sangat dalam, pukulan telak bagi daya beli rakyat. Asumsi APBN 2026 (Januari lalu) Rp 16.500 per USD  Selisihnya sudah Rp 800 lebih per dolar! Ini artinya defisit akan membengkak. Tugas Bank Indonesia Stabilitas moneter  Airlangga bilang \"itu tugas BI\". Lalu tugas Menko Perekonomian itu apa? Saudaraku, jika kita membiarkan imbas ini tanpa kebijakan darurat yang jelas, maka harga barang kebutuhan pokok akan melambung tak terkendali. Petani, nelayan, buruh pabrik, dan kelas menengah bawah akan paling menderita. --- 🎭 BAGIAN 2: \"DI MONITOR\"? Ini Jawaban Sekelas Apa? Coba kita simak baik-baik gaya retorika Menteri kita ini. Pernyataan Terjemahan Bebas (Pejuang Fakta Version) \"Ya, kan, itu lihat gejolak global, jadi ya kita monitor saja.\"  Intinya: \"Ini salah global, saya tidak tahu harus ngapain selain liat-liatan.\" \"Nanti kita monitor saja, karena ini kan tidak bisa kita setiap hari reaktif.\"  Intinya: \"Sabar saja, pejabat tidak boleh buru-buru, nanti salah ambil kebijakan.\" \"Itu BI tugasnya menjaga.\"  Intinya: \"Ini bukan wewenang saya kok. Saya hanya koordinator, eksekutornya Bank Indonesia.\" \"Seumur-umur jadi Menteri, ini baru kali ini saya melihat Menteri Koordinator yang kerjanya cuma 'MONITOR' sementara rakyat ketar-ketir melihat harga barang naik dan tabungannya tergerus akibat rupiah jatuh!\" --- 💔 BAGIAN 3: ANALISA BODOHNYA SISTEM KOORDINASI Saudaraku, mari kita luruskan. Tanggung jawab Menko Perekonomian itu BUKAN untuk memantau. Tugas dia adalah Mengkoordinasikan kebijakan fiskal (Kemenkeu), kebijakan moneter (BI), dan sektor riil (Kementerian Perindustrian dan Perdagangan) . Jika rupiah melemah begini, rakyat ingin mendengar: 1. Apa instrumen baru yang akan dikeluarkan? (bukan sekadar intervensi biasa) 2. Apa jaminan harga pokok akan disubsidi silang? 3. Apa langkah diplomasi khusus ke negara sumber barang impor? Tapi yang kita dengar malah: \"Gejolak global.\" Mengutip analisis CELIOS, yang menyebut bahwa koordinasi antar kementerian dalam menghadapi krisis saat ini lemah dan tidak selaras . Ini adalah kegagalan kepemimpinan kolektif kabinet. --- 🔥 BAGIAN 4: NARASI MENOHOK \"Saudaraku, jika saya sakit parah ke puskesmas, lalu bertanya pada perawat: 'obatnya apa, Kak?' Lalu dijawab: 'kami monitor dulu.' Saya pasti akan marah, sebab bisa-bisa saya mati duluan. Nah, Rupiah kita sekarang sedang 'sakit parah'. Tapi ketika wartawan bertanya obatnya, Menko kita malah menjawab: 'Di-monitor.' Itu sama saja membiarkan luka dibiarkan berdarah tanpa perban. Itu kelalaian berat! Kita tidak minta keajaiban. Tapi kita minta setidaknya ada rencana darurat yang jelas. Jangan hanya kata 'monitor' lalu diserahkan ke BI. Bukankah dulu ada istilah 'policy mix'? Mana koordinasinya? Mana keberaniannya untuk memotong birokrasi di saat genting?\" Keep Smile, Pejuang Fakta. Karena meskipun pejabat kita hanya 'monitor', rakyat harus tetap pressure dan jangan sampai ikut-ikutan cuma 'monitor'. 😡📉🇮🇩 Teruslah menulis, jangan biarkan kekuasaan membudahkan pejabat. Karena stabilitas ekonomi ditentukan oleh kecepatan dan ketepatan kebijakan, bukan sekedar kecepatan membuka website untuk 'monitor'. 🔥🔥🔥  Rakabuming  Yudhi Sadewa   JACK    REPUBLIK ISLAM IRAN", "post_id": "7632883834178063623"}}, {"key": "infokalbar99", "attributes": {"label": "infokalbar99", "x": 908.1800712888336, "y": 477.2517081766869, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 5.6676, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7632883834178063623", "id": "infokalbar99", "source": "tiktok-000001", "content": "🔥 SEGENAP PEJUANG:Rupiah Jeblok, Menko Jawabnya \"DI MONITOR\"? Memang Pejabat Kita Tukang Melongo?🔥 Saudaraku, Pejuang Fakta — viral cuplikan video ketika seorang wartawan menanyakan langsung langkah konkret jangka pendek untuk menyelamatkan nilai tukar rupiah yang nyaris menyentuh level psikologis Rp 17.300 per dolar AS. Jawaban Menko Perekonomian Airlangga Hartarto? \"Kita monitor saja.\" Ini adalah potret memalukan yang layak kita bongkar bersama, malam ini.  --- 📉 BAGIAN 1: FAKTA ANGKA RUPIAH (Jangan Pura-Pura Tidak Tahu) Indikator Data Catatan Kritis Nilai Tukar (Kamis, 23 April 2026) Nyaris Rp 17.300 per USD  Ini adalah level psikologis yang sangat dalam, pukulan telak bagi daya beli rakyat. Asumsi APBN 2026 (Januari lalu) Rp 16.500 per USD  Selisihnya sudah Rp 800 lebih per dolar! Ini artinya defisit akan membengkak. Tugas Bank Indonesia Stabilitas moneter  Airlangga bilang \"itu tugas BI\". Lalu tugas Menko Perekonomian itu apa? Saudaraku, jika kita membiarkan imbas ini tanpa kebijakan darurat yang jelas, maka harga barang kebutuhan pokok akan melambung tak terkendali. Petani, nelayan, buruh pabrik, dan kelas menengah bawah akan paling menderita. --- 🎭 BAGIAN 2: \"DI MONITOR\"? Ini Jawaban Sekelas Apa? Coba kita simak baik-baik gaya retorika Menteri kita ini. Pernyataan Terjemahan Bebas (Pejuang Fakta Version) \"Ya, kan, itu lihat gejolak global, jadi ya kita monitor saja.\"  Intinya: \"Ini salah global, saya tidak tahu harus ngapain selain liat-liatan.\" \"Nanti kita monitor saja, karena ini kan tidak bisa kita setiap hari reaktif.\"  Intinya: \"Sabar saja, pejabat tidak boleh buru-buru, nanti salah ambil kebijakan.\" \"Itu BI tugasnya menjaga.\"  Intinya: \"Ini bukan wewenang saya kok. Saya hanya koordinator, eksekutornya Bank Indonesia.\" \"Seumur-umur jadi Menteri, ini baru kali ini saya melihat Menteri Koordinator yang kerjanya cuma 'MONITOR' sementara rakyat ketar-ketir melihat harga barang naik dan tabungannya tergerus akibat rupiah jatuh!\" --- 💔 BAGIAN 3: ANALISA BODOHNYA SISTEM KOORDINASI Saudaraku, mari kita luruskan. Tanggung jawab Menko Perekonomian itu BUKAN untuk memantau. Tugas dia adalah Mengkoordinasikan kebijakan fiskal (Kemenkeu), kebijakan moneter (BI), dan sektor riil (Kementerian Perindustrian dan Perdagangan) . Jika rupiah melemah begini, rakyat ingin mendengar: 1. Apa instrumen baru yang akan dikeluarkan? (bukan sekadar intervensi biasa) 2. Apa jaminan harga pokok akan disubsidi silang? 3. Apa langkah diplomasi khusus ke negara sumber barang impor? Tapi yang kita dengar malah: \"Gejolak global.\" Mengutip analisis CELIOS, yang menyebut bahwa koordinasi antar kementerian dalam menghadapi krisis saat ini lemah dan tidak selaras . Ini adalah kegagalan kepemimpinan kolektif kabinet. --- 🔥 BAGIAN 4: NARASI MENOHOK \"Saudaraku, jika saya sakit parah ke puskesmas, lalu bertanya pada perawat: 'obatnya apa, Kak?' Lalu dijawab: 'kami monitor dulu.' Saya pasti akan marah, sebab bisa-bisa saya mati duluan. Nah, Rupiah kita sekarang sedang 'sakit parah'. Tapi ketika wartawan bertanya obatnya, Menko kita malah menjawab: 'Di-monitor.' Itu sama saja membiarkan luka dibiarkan berdarah tanpa perban. Itu kelalaian berat! Kita tidak minta keajaiban. Tapi kita minta setidaknya ada rencana darurat yang jelas. Jangan hanya kata 'monitor' lalu diserahkan ke BI. Bukankah dulu ada istilah 'policy mix'? Mana koordinasinya? Mana keberaniannya untuk memotong birokrasi di saat genting?\" Keep Smile, Pejuang Fakta. Karena meskipun pejabat kita hanya 'monitor', rakyat harus tetap pressure dan jangan sampai ikut-ikutan cuma 'monitor'. 😡📉🇮🇩 Teruslah menulis, jangan biarkan kekuasaan membudahkan pejabat. Karena stabilitas ekonomi ditentukan oleh kecepatan dan ketepatan kebijakan, bukan sekedar kecepatan membuka website untuk 'monitor'. 🔥🔥🔥  Rakabuming  Yudhi Sadewa   JACK    REPUBLIK ISLAM IRAN", "post_id": "7632883834178063623"}}, {"key": "IDXChannelcom", "attributes": {"label": "IDXChannelcom", "x": 659.2607913360216, "y": 658.7135681045017, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["facebook-000001"], "scores": {"pagerank": 5.1785, "eigenvector": 0.0052, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "432781620563594_1451622906761526", "id": "IDXChannelcom", "source": "facebook-000001", "content": "Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS ditutup menguat pada akhir perdagangan Senin (27/4/2026), naik 18 poin atau sekitar 0,10 persen ke level Rp17.211 per dolar AS.\n\nPengamat pasar uang, Ibrahim Assuaibi mengatakan, sentimen datang dari global yaitu para pelaku usaha mempertimbangkan gangguan pasokan terhadap potensi dimulainya kembali pembicaraan damai antara AS dan Iran yang dapat membantu membatasi gangguan tersebut.\n\n\"Iran dilaporkan telah mengajukan proposal baru kepada Amerika Serikat (AS) untuk membuka kembali Selat Hormuz dan mengakhiri perang. Dalam usulan tersebut, Teheran menawarkan untuk menunda negosiasi nuklir demi fokus pada penyelesaian konflik, demikian laporan Axios mengutip seorang pejabat AS dan dua sumber yang memahami masalah tersebut,\" tulis Ibrahim dalam risetnya.\n\nBaca selengkapnya di\nhttps://www.idxchannel.com/market-news/rebound-rupiah-hari-ini-ditutup-menguat-ke-rp17211-per-dolar-as\n\nAtau klik link di bio \n\nFoto: istimewa\n\n#idxchannel #idxchannelcommunity", "post_id": "432781620563594_1451622906761526"}}, {"key": "@tribunjakarta", "attributes": {"label": "@tribunjakarta", "x": 657.1908590666278, "y": 948.6772582589779, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 5.1785, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "FjH6E0K0ijE", "id": "@tribunjakarta", "source": "youtube-000001", "content": "Bersiap! Ekonomi Melambat Akibat Perang AS Vs Iran, Rupiah dan Subsidi Makin Terkapar\n\nDownload aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru\n\nTRIBUNJAKARTA.COM - Konflik bersenjata antara Israel, Amerika Serikat, dan Iran yang telah berlangsung selama dua bulan kini mulai menunjukkan dampak serius terhadap ekonomi global, termasuk Indonesia.\n\nLonjakan harga minyak dunia yang menembus 100 dolar AS per barel memicu tekanan berlapis, mulai dari pelemahan nilai tukar rupiah, meningkatnya risiko keluarnya modal asing, hingga bertambahnya beban subsidi energi pemerintah.\n\nKepala Center of Macroeconomics and Finance INDEF, M Rizal Taufikurrahman, menyebut perang di Timur Tengah telah mentransmisikan guncangan eksternal ke perekonomian domestik, terutama melalui kenaikan harga energi dan depresiasi rupiah.\n\nSumber: https://www.tribunnews.com/bisnis/782...\n\nEditor Video : Muhammad Arief Prasetyo\nUploader: winda rahmawati\n#EkonomiIndonesia, #RupiahMelemah, #KrisisEnergi, #PerangASIran, #SubsidiBBM, #BreakingNews, #UpdateEkonomi, #IHSG, #Inflasi, #Geopolitik, #TimurTengah, #KebijakanFiskal, #SriMulyani, #PrabowoSubianto, #InfoKeuangan, #BeritaTerbaru, #EkonomiMelambat, #KursDollar, #KedaulatanEkonomi, #Dunia2026\n\nJangan lupa follow akun-akun sosial media TribunJakarta.com untuk mendapatkan beragam informasi terkini dan updatenya:\n\nYouTube:    /   \nFacebook: https://www.facebook.com/profile.php?...\nSaluran WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029VaS7...\nTikTok: https://www.tiktok.com/\n​Instagram:   / tribunjakarta", "post_id": "FjH6E0K0ijE"}}, {"key": "tribunjakarta", "attributes": {"label": "tribunjakarta", "x": 252.9758375062352, "y": 961.8070957525208, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 7.3794, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "FjH6E0K0ijE", "id": "tribunjakarta", "source": "youtube-000001", "content": "Bersiap! Ekonomi Melambat Akibat Perang AS Vs Iran, Rupiah dan Subsidi Makin Terkapar\n\nDownload aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru\n\nTRIBUNJAKARTA.COM - Konflik bersenjata antara Israel, Amerika Serikat, dan Iran yang telah berlangsung selama dua bulan kini mulai menunjukkan dampak serius terhadap ekonomi global, termasuk Indonesia.\n\nLonjakan harga minyak dunia yang menembus 100 dolar AS per barel memicu tekanan berlapis, mulai dari pelemahan nilai tukar rupiah, meningkatnya risiko keluarnya modal asing, hingga bertambahnya beban subsidi energi pemerintah.\n\nKepala Center of Macroeconomics and Finance INDEF, M Rizal Taufikurrahman, menyebut perang di Timur Tengah telah mentransmisikan guncangan eksternal ke perekonomian domestik, terutama melalui kenaikan harga energi dan depresiasi rupiah.\n\nSumber: https://www.tribunnews.com/bisnis/782...\n\nEditor Video : Muhammad Arief Prasetyo\nUploader: winda rahmawati\n#EkonomiIndonesia, #RupiahMelemah, #KrisisEnergi, #PerangASIran, #SubsidiBBM, #BreakingNews, #UpdateEkonomi, #IHSG, #Inflasi, #Geopolitik, #TimurTengah, #KebijakanFiskal, #SriMulyani, #PrabowoSubianto, #InfoKeuangan, #BeritaTerbaru, #EkonomiMelambat, #KursDollar, #KedaulatanEkonomi, #Dunia2026\n\nJangan lupa follow akun-akun sosial media TribunJakarta.com untuk mendapatkan beragam informasi terkini dan updatenya:\n\nYouTube:    /   \nFacebook: https://www.facebook.com/profile.php?...\nSaluran WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029VaS7...\nTikTok: https://www.tiktok.com/\n​Instagram:   / tribunjakarta", "post_id": "FjH6E0K0ijE"}}, {"key": "tribun.jakart...", "attributes": {"label": "tribun.jakart...", "x": 489.81958744034546, "y": 917.7063856322904, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 7.3794, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "FjH6E0K0ijE", "id": "tribun.jakart...", "source": "youtube-000001", "content": "Bersiap! Ekonomi Melambat Akibat Perang AS Vs Iran, Rupiah dan Subsidi Makin Terkapar\n\nDownload aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru\n\nTRIBUNJAKARTA.COM - Konflik bersenjata antara Israel, Amerika Serikat, dan Iran yang telah berlangsung selama dua bulan kini mulai menunjukkan dampak serius terhadap ekonomi global, termasuk Indonesia.\n\nLonjakan harga minyak dunia yang menembus 100 dolar AS per barel memicu tekanan berlapis, mulai dari pelemahan nilai tukar rupiah, meningkatnya risiko keluarnya modal asing, hingga bertambahnya beban subsidi energi pemerintah.\n\nKepala Center of Macroeconomics and Finance INDEF, M Rizal Taufikurrahman, menyebut perang di Timur Tengah telah mentransmisikan guncangan eksternal ke perekonomian domestik, terutama melalui kenaikan harga energi dan depresiasi rupiah.\n\nSumber: https://www.tribunnews.com/bisnis/782...\n\nEditor Video : Muhammad Arief Prasetyo\nUploader: winda rahmawati\n#EkonomiIndonesia, #RupiahMelemah, #KrisisEnergi, #PerangASIran, #SubsidiBBM, #BreakingNews, #UpdateEkonomi, #IHSG, #Inflasi, #Geopolitik, #TimurTengah, #KebijakanFiskal, #SriMulyani, #PrabowoSubianto, #InfoKeuangan, #BeritaTerbaru, #EkonomiMelambat, #KursDollar, #KedaulatanEkonomi, #Dunia2026\n\nJangan lupa follow akun-akun sosial media TribunJakarta.com untuk mendapatkan beragam informasi terkini dan updatenya:\n\nYouTube:    /   \nFacebook: https://www.facebook.com/profile.php?...\nSaluran WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029VaS7...\nTikTok: https://www.tiktok.com/\n​Instagram:   / tribunjakarta", "post_id": "FjH6E0K0ijE"}}, {"key": "@OfficialSINDOnews", "attributes": {"label": "@OfficialSINDOnews", "x": 79.39818343094007, "y": 319.2229741984479, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 5.1785, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 6, "degree": 6}, "_id": "h9X2pVAwZlE", "id": "@OfficialSINDOnews", "source": "youtube-000001", "content": "Harga Minyak Turun Rupiah Tetap Babak Belur, Kenapa?\n\nEkonom Bright Institute, Yanuar Rizky menilai melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat tidak semata dipengaruhi tingginya harga minyak dunia. Sebab, pelemahan rupiah telah terjadi sebelum Perang Iran pecah.\n\n\"Kalau kita mau jujur, sebelum harga minyak (naik) pun rupiah sudah melemah. Artinya sebetulnya isu terbesar kita, sebelum harga minyak terjadi kita sudah mengalami fiscal cliff, jurang fiskal, penerimaan yang turun, belanja yang naik,\" kata Yanuar. \n\nLalu apa yang harus dilakukan untuk menjaga agar rupiah tidak terus melemah?   \nSimak analisis Perang Iran dari sisi ekonomi bersama Yanuar Rizky dalam Program To The Point Aja. Eksklusif hanya di YouTube Sindonews.\n\nLink: \n   • Bukan Karena Nuklir! Bongkar Motif Asli Tr...  \n\n#NilaiTukarRupiah #EkonomiIndonesia #FiscalCliff #Geopolitik #Sindonews\n\nYuk Subscribe \n   /   \n   /   \n   /   \n\nTanggal Tayang: 23 APRIL 2026\n\nSelengkapnya baca di: https://nasional.sindonews.com/\n\nFollow WA Channel: https://whatsapp.com/channel/0029Va9l...\nFollow our Official TikTok   / sindonews  \nFollow our Official Twitter   / sindonews    \nLike our Official Facebook   / sindonews   \nFollow our Official Instagram   / sindonews  \n\nUploader: \n\n#iran #israel #perangtimurtengah #SindoNews #Viral #BeritaTerkini", "post_id": "h9X2pVAwZlE"}}, {"key": "officialsindonews", "attributes": {"label": "officialsindonews", "x": 324.771552367034, "y": 552.8893545489748, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 5.9122, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "h9X2pVAwZlE", "id": "officialsindonews", "source": "youtube-000001", "content": "Harga Minyak Turun Rupiah Tetap Babak Belur, Kenapa?\n\nEkonom Bright Institute, Yanuar Rizky menilai melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat tidak semata dipengaruhi tingginya harga minyak dunia. Sebab, pelemahan rupiah telah terjadi sebelum Perang Iran pecah.\n\n\"Kalau kita mau jujur, sebelum harga minyak (naik) pun rupiah sudah melemah. Artinya sebetulnya isu terbesar kita, sebelum harga minyak terjadi kita sudah mengalami fiscal cliff, jurang fiskal, penerimaan yang turun, belanja yang naik,\" kata Yanuar. \n\nLalu apa yang harus dilakukan untuk menjaga agar rupiah tidak terus melemah?   \nSimak analisis Perang Iran dari sisi ekonomi bersama Yanuar Rizky dalam Program To The Point Aja. Eksklusif hanya di YouTube Sindonews.\n\nLink: \n   • Bukan Karena Nuklir! Bongkar Motif Asli Tr...  \n\n#NilaiTukarRupiah #EkonomiIndonesia #FiscalCliff #Geopolitik #Sindonews\n\nYuk Subscribe \n   /   \n   /   \n   /   \n\nTanggal Tayang: 23 APRIL 2026\n\nSelengkapnya baca di: https://nasional.sindonews.com/\n\nFollow WA Channel: https://whatsapp.com/channel/0029Va9l...\nFollow our Official TikTok   / sindonews  \nFollow our Official Twitter   / sindonews    \nLike our Official Facebook   / sindonews   \nFollow our Official Instagram   / sindonews  \n\nUploader: \n\n#iran #israel #perangtimurtengah #SindoNews #Viral #BeritaTerkini", "post_id": "h9X2pVAwZlE"}}, {"key": "sindopodcast", "attributes": {"label": "sindopodcast", "x": 788.5255000883533, "y": 104.49785995034256, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 5.9122, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "h9X2pVAwZlE", "id": "sindopodcast", "source": "youtube-000001", "content": "Harga Minyak Turun Rupiah Tetap Babak Belur, Kenapa?\n\nEkonom Bright Institute, Yanuar Rizky menilai melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat tidak semata dipengaruhi tingginya harga minyak dunia. Sebab, pelemahan rupiah telah terjadi sebelum Perang Iran pecah.\n\n\"Kalau kita mau jujur, sebelum harga minyak (naik) pun rupiah sudah melemah. Artinya sebetulnya isu terbesar kita, sebelum harga minyak terjadi kita sudah mengalami fiscal cliff, jurang fiskal, penerimaan yang turun, belanja yang naik,\" kata Yanuar. \n\nLalu apa yang harus dilakukan untuk menjaga agar rupiah tidak terus melemah?   \nSimak analisis Perang Iran dari sisi ekonomi bersama Yanuar Rizky dalam Program To The Point Aja. Eksklusif hanya di YouTube Sindonews.\n\nLink: \n   • Bukan Karena Nuklir! Bongkar Motif Asli Tr...  \n\n#NilaiTukarRupiah #EkonomiIndonesia #FiscalCliff #Geopolitik #Sindonews\n\nYuk Subscribe \n   /   \n   /   \n   /   \n\nTanggal Tayang: 23 APRIL 2026\n\nSelengkapnya baca di: https://nasional.sindonews.com/\n\nFollow WA Channel: https://whatsapp.com/channel/0029Va9l...\nFollow our Official TikTok   / sindonews  \nFollow our Official Twitter   / sindonews    \nLike our Official Facebook   / sindonews   \nFollow our Official Instagram   / sindonews  \n\nUploader: \n\n#iran #israel #perangtimurtengah #SindoNews #Viral #BeritaTerkini", "post_id": "h9X2pVAwZlE"}}, {"key": "sindokalam", "attributes": {"label": "sindokalam", "x": 564.8712277849553, "y": 821.8299430023733, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 5.9122, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "h9X2pVAwZlE", "id": "sindokalam", "source": "youtube-000001", "content": "Harga Minyak Turun Rupiah Tetap Babak Belur, Kenapa?\n\nEkonom Bright Institute, Yanuar Rizky menilai melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat tidak semata dipengaruhi tingginya harga minyak dunia. Sebab, pelemahan rupiah telah terjadi sebelum Perang Iran pecah.\n\n\"Kalau kita mau jujur, sebelum harga minyak (naik) pun rupiah sudah melemah. Artinya sebetulnya isu terbesar kita, sebelum harga minyak terjadi kita sudah mengalami fiscal cliff, jurang fiskal, penerimaan yang turun, belanja yang naik,\" kata Yanuar. \n\nLalu apa yang harus dilakukan untuk menjaga agar rupiah tidak terus melemah?   \nSimak analisis Perang Iran dari sisi ekonomi bersama Yanuar Rizky dalam Program To The Point Aja. Eksklusif hanya di YouTube Sindonews.\n\nLink: \n   • Bukan Karena Nuklir! Bongkar Motif Asli Tr...  \n\n#NilaiTukarRupiah #EkonomiIndonesia #FiscalCliff #Geopolitik #Sindonews\n\nYuk Subscribe \n   /   \n   /   \n   /   \n\nTanggal Tayang: 23 APRIL 2026\n\nSelengkapnya baca di: https://nasional.sindonews.com/\n\nFollow WA Channel: https://whatsapp.com/channel/0029Va9l...\nFollow our Official TikTok   / sindonews  \nFollow our Official Twitter   / sindonews    \nLike our Official Facebook   / sindonews   \nFollow our Official Instagram   / sindonews  \n\nUploader: \n\n#iran #israel #perangtimurtengah #SindoNews #Viral #BeritaTerkini", "post_id": "h9X2pVAwZlE"}}, {"key": "@Lumin.insight", "attributes": {"label": "@Lumin.insight", "x": 490.9603352689751, "y": 269.96727617120507, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 5.1785, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "dC65kCPG4oE", "id": "@Lumin.insight", "source": "youtube-000001", "content": "Rupiah melemah 17.000/1$!!\n\nTiktok lumin:\nhttps://www.tiktok.com/?i...\n\nInstagram lumin:\nhttps://www.instagram.com/lumin_katon...\n\nWa bisnis lumin:\nhttps://wa.me/+6285121383942\n\nIHSG ambruk 3,38% ke level 7.129 pada Jumat (24/4) — pelemahan 5 hari beruntun dengan total koreksi 6,61% — dipicu kombinasi faktor eksternal dan domestik: ketegangan geopolitik di Selat Hormuz memicu kekhawatiran terhadap pasokan energi dan jalur perdagangan global, yang membuat harga minyak Brent bertahan tinggi di kisaran $106/barel, menimbulkan kekhawatiran inflasi dan melebarnya defisit anggaran; di sisi lain, penguatan dolar AS secara global dan kekhawatiran terhadap kondisi fiskal Indonesia menekan rupiah hingga mendekati Rp17.300/USD — level terlemah sepanjang sejarah; sebagai negara net importir minyak, kebutuhan dolar untuk impor energi meningkat tajam, memperparah tekanan pada rupiah; dan akumulasi net sell asing sejak awal tahun 2026 menembus Rp40 triliun, dengan panic selling dan forced sell yang menyebar merata ke seluruh sektor terutama energi, infrastruktur, dan properti.\n\n #bisnis #trading #trading #bisnisbaru #saham #money #forex #cryptocurrency #pengusaha #bitcoin #motivasi", "post_id": "dC65kCPG4oE"}}, {"key": "katon_lumin", "attributes": {"label": "katon_lumin", "x": 921.6752625933643, "y": 40.87462055051849, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 9.5803, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "dC65kCPG4oE", "id": "katon_lumin", "source": "youtube-000001", "content": "Rupiah melemah 17.000/1$!!\n\nTiktok lumin:\nhttps://www.tiktok.com/?i...\n\nInstagram lumin:\nhttps://www.instagram.com/lumin_katon...\n\nWa bisnis lumin:\nhttps://wa.me/+6285121383942\n\nIHSG ambruk 3,38% ke level 7.129 pada Jumat (24/4) — pelemahan 5 hari beruntun dengan total koreksi 6,61% — dipicu kombinasi faktor eksternal dan domestik: ketegangan geopolitik di Selat Hormuz memicu kekhawatiran terhadap pasokan energi dan jalur perdagangan global, yang membuat harga minyak Brent bertahan tinggi di kisaran $106/barel, menimbulkan kekhawatiran inflasi dan melebarnya defisit anggaran; di sisi lain, penguatan dolar AS secara global dan kekhawatiran terhadap kondisi fiskal Indonesia menekan rupiah hingga mendekati Rp17.300/USD — level terlemah sepanjang sejarah; sebagai negara net importir minyak, kebutuhan dolar untuk impor energi meningkat tajam, memperparah tekanan pada rupiah; dan akumulasi net sell asing sejak awal tahun 2026 menembus Rp40 triliun, dengan panic selling dan forced sell yang menyebar merata ke seluruh sektor terutama energi, infrastruktur, dan properti.\n\n #bisnis #trading #trading #bisnisbaru #saham #money #forex #cryptocurrency #pengusaha #bitcoin #motivasi", "post_id": "dC65kCPG4oE"}}, {"key": "@jatimtimes", "attributes": {"label": "@jatimtimes", "x": 880.463804704278, "y": 477.5047132782759, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 5.1785, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "IhRAbGnbO-s", "id": "@jatimtimes", "source": "youtube-000001", "content": "Dampak Nyata Perang Iran ke Kehidupan Sehari-hari Kaum Mendang-Mending\n\nKonflik global, termasuk ketegangan di Timur Tengah, berdampak pada ekonomi Indonesia seperti kenaikan harga, inflasi, dan pelemahan rupiah terhadap dolar AS. Kondisi ini membuat biaya hidup semakin tinggi, hingga Rp100 ribu terasa cepat habis. Akibatnya, masyarakat kini lebih selektif berbelanja dan cenderung menjadi “kaum mendang-mending” demi berhemat.\n\nNarasumber :\nIrma Tyasari, SE, S.Pd., MM., Ak., CA., CPA., CRA., Ph.D\nWakil Rektor Bidang Pengembangan Sumber Daya dan Universitas\nUniversitas PGRI Kanjuruhan Malang\n\nBaca Berita Terbaik:\nhttps://jatimtimes.com\n\nFOLLOW :\nTiktok:   / jtntv_media  \nINSTAGRAM :   / jatimtimescom  \nFACEBOOK :   / jatimtimesnetwork  \nYOUTUBE :    /", "post_id": "IhRAbGnbO-s"}}, {"key": "jatimtimes", "attributes": {"label": "jatimtimes", "x": 195.65736889501994, "y": 866.6630795495295, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 9.5803, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "IhRAbGnbO-s", "id": "jatimtimes", "source": "youtube-000001", "content": "Dampak Nyata Perang Iran ke Kehidupan Sehari-hari Kaum Mendang-Mending\n\nKonflik global, termasuk ketegangan di Timur Tengah, berdampak pada ekonomi Indonesia seperti kenaikan harga, inflasi, dan pelemahan rupiah terhadap dolar AS. Kondisi ini membuat biaya hidup semakin tinggi, hingga Rp100 ribu terasa cepat habis. Akibatnya, masyarakat kini lebih selektif berbelanja dan cenderung menjadi “kaum mendang-mending” demi berhemat.\n\nNarasumber :\nIrma Tyasari, SE, S.Pd., MM., Ak., CA., CPA., CRA., Ph.D\nWakil Rektor Bidang Pengembangan Sumber Daya dan Universitas\nUniversitas PGRI Kanjuruhan Malang\n\nBaca Berita Terbaik:\nhttps://jatimtimes.com\n\nFOLLOW :\nTiktok:   / jtntv_media  \nINSTAGRAM :   / jatimtimescom  \nFACEBOOK :   / jatimtimesnetwork  \nYOUTUBE :    /", "post_id": "IhRAbGnbO-s"}}, {"key": "@IDXChannel", "attributes": {"label": "@IDXChannel", "x": 636.8508463000826, "y": 852.0150546546057, "size": 3.01, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 5.1785, "eigenvector": 0.0316, "in_degree": 0, "out_degree": 112, "degree": 112}, "_id": "ujOOxia9MNc", "id": "@IDXChannel", "source": "youtube-000001", "content": "Selat Hormuz Membara, Ke Mana Arah Nilai Tukar Rupiah Kita? | THE EDITORIAL\n\nDeskripsi:\nKondisi geopolitik global terkait perang Amerika Serikat dan Iran belum juga menunjukkan sinyal-sinyal perdamaian. Hal ini membuat harga minyak dunia semakin melambung, yang mau tak mau juga berpengaruh besar terhadap nilai tukar dolar AS terhadap mata uang negara-negara lain. Tak terkecuali nilai tukar rupiah, yang dalam beberapa waktu terakhir terus tertekan ke level terendah. Lalu, akan ke manakah arah pergerakan nilai tukar tersebut selanjutnya?\n\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nFollow US on Social Media\nYuk Subscribe -    /   \nWa Channel - https://whatsapp.com/channel/0029Va5V...\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idx_channel  \n-------------------------------------------------------------------------------------\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\nMyRepublic Channel 576\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "ujOOxia9MNc"}}, {"key": "idxchannel_", "attributes": {"label": "idxchannel_", "x": 725.9377931559865, "y": 589.34810642496, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 5.2178, "eigenvector": 0.0106, "in_degree": 16, "out_degree": 0, "degree": 16}, "_id": "ujOOxia9MNc", "id": "idxchannel_", "source": "youtube-000001", "content": "Selat Hormuz Membara, Ke Mana Arah Nilai Tukar Rupiah Kita? | THE EDITORIAL\n\nDeskripsi:\nKondisi geopolitik global terkait perang Amerika Serikat dan Iran belum juga menunjukkan sinyal-sinyal perdamaian. Hal ini membuat harga minyak dunia semakin melambung, yang mau tak mau juga berpengaruh besar terhadap nilai tukar dolar AS terhadap mata uang negara-negara lain. Tak terkecuali nilai tukar rupiah, yang dalam beberapa waktu terakhir terus tertekan ke level terendah. Lalu, akan ke manakah arah pergerakan nilai tukar tersebut selanjutnya?\n\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nFollow US on Social Media\nYuk Subscribe -    /   \nWa Channel - https://whatsapp.com/channel/0029Va5V...\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idx_channel  \n-------------------------------------------------------------------------------------\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\nMyRepublic Channel 576\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "ujOOxia9MNc"}}, {"key": "wicky_adrian", "attributes": {"label": "wicky_adrian", "x": 389.86661246669973, "y": 876.0284611616225, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 5.5846, "eigenvector": 0.0202, "in_degree": 18, "out_degree": 0, "degree": 18}, "_id": "ujOOxia9MNc", "id": "wicky_adrian", "source": "youtube-000001", "content": "Selat Hormuz Membara, Ke Mana Arah Nilai Tukar Rupiah Kita? | THE EDITORIAL\n\nDeskripsi:\nKondisi geopolitik global terkait perang Amerika Serikat dan Iran belum juga menunjukkan sinyal-sinyal perdamaian. Hal ini membuat harga minyak dunia semakin melambung, yang mau tak mau juga berpengaruh besar terhadap nilai tukar dolar AS terhadap mata uang negara-negara lain. Tak terkecuali nilai tukar rupiah, yang dalam beberapa waktu terakhir terus tertekan ke level terendah. Lalu, akan ke manakah arah pergerakan nilai tukar tersebut selanjutnya?\n\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nFollow US on Social Media\nYuk Subscribe -    /   \nWa Channel - https://whatsapp.com/channel/0029Va5V...\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idx_channel  \n-------------------------------------------------------------------------------------\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\nMyRepublic Channel 576\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "ujOOxia9MNc"}}, {"key": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "fajar.wayong", "x": 697.08960053195, "y": 751.9338159460833, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 5.5846, "eigenvector": 0.0202, "in_degree": 36, "out_degree": 0, "degree": 36}, "_id": "ujOOxia9MNc", "id": "fajar.wayong", "source": "youtube-000001", "content": "Selat Hormuz Membara, Ke Mana Arah Nilai Tukar Rupiah Kita? | THE EDITORIAL\n\nDeskripsi:\nKondisi geopolitik global terkait perang Amerika Serikat dan Iran belum juga menunjukkan sinyal-sinyal perdamaian. Hal ini membuat harga minyak dunia semakin melambung, yang mau tak mau juga berpengaruh besar terhadap nilai tukar dolar AS terhadap mata uang negara-negara lain. Tak terkecuali nilai tukar rupiah, yang dalam beberapa waktu terakhir terus tertekan ke level terendah. Lalu, akan ke manakah arah pergerakan nilai tukar tersebut selanjutnya?\n\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nFollow US on Social Media\nYuk Subscribe -    /   \nWa Channel - https://whatsapp.com/channel/0029Va5V...\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idx_channel  \n-------------------------------------------------------------------------------------\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\nMyRepublic Channel 576\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "ujOOxia9MNc"}}, {"key": "deffid_83", "attributes": {"label": "deffid_83", "x": 688.059753616661, "y": 832.9619538462682, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 5.5846, "eigenvector": 0.0202, "in_degree": 18, "out_degree": 0, "degree": 18}, "_id": "ujOOxia9MNc", "id": "deffid_83", "source": "youtube-000001", "content": "Selat Hormuz Membara, Ke Mana Arah Nilai Tukar Rupiah Kita? | THE EDITORIAL\n\nDeskripsi:\nKondisi geopolitik global terkait perang Amerika Serikat dan Iran belum juga menunjukkan sinyal-sinyal perdamaian. Hal ini membuat harga minyak dunia semakin melambung, yang mau tak mau juga berpengaruh besar terhadap nilai tukar dolar AS terhadap mata uang negara-negara lain. Tak terkecuali nilai tukar rupiah, yang dalam beberapa waktu terakhir terus tertekan ke level terendah. Lalu, akan ke manakah arah pergerakan nilai tukar tersebut selanjutnya?\n\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nFollow US on Social Media\nYuk Subscribe -    /   \nWa Channel - https://whatsapp.com/channel/0029Va5V...\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idx_channel  \n-------------------------------------------------------------------------------------\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\nMyRepublic Channel 576\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "ujOOxia9MNc"}}, {"key": "rosalinehioe", "attributes": {"label": "rosalinehioe", "x": 903.534109694069, "y": 703.9496042474253, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 5.5846, "eigenvector": 0.0202, "in_degree": 18, "out_degree": 0, "degree": 18}, "_id": "ujOOxia9MNc", "id": "rosalinehioe", "source": "youtube-000001", "content": "Selat Hormuz Membara, Ke Mana Arah Nilai Tukar Rupiah Kita? | THE EDITORIAL\n\nDeskripsi:\nKondisi geopolitik global terkait perang Amerika Serikat dan Iran belum juga menunjukkan sinyal-sinyal perdamaian. Hal ini membuat harga minyak dunia semakin melambung, yang mau tak mau juga berpengaruh besar terhadap nilai tukar dolar AS terhadap mata uang negara-negara lain. Tak terkecuali nilai tukar rupiah, yang dalam beberapa waktu terakhir terus tertekan ke level terendah. Lalu, akan ke manakah arah pergerakan nilai tukar tersebut selanjutnya?\n\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nFollow US on Social Media\nYuk Subscribe -    /   \nWa Channel - https://whatsapp.com/channel/0029Va5V...\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idx_channel  \n-------------------------------------------------------------------------------------\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\nMyRepublic Channel 576\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "ujOOxia9MNc"}}, {"key": "@kronologifakta", "attributes": {"label": "@kronologifakta", "x": 404.9072935636546, "y": 291.69929540988795, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 5.1785, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 3, "degree": 3}, "_id": "LY6Q1kutdCI", "id": "@kronologifakta", "source": "youtube-000001", "content": "GAWAT !!! RUPIAH AKAN SENTUH 18 000 !!! 3 SKENARIO TERBURUK INI AKAN TERJADI\n\nSumber ini (   • GAWAT !!! RUPIAH AKAN SENTUH 18.000 !!! 3 ...  ) membahas tiga simulasi krisis ekonomi yang mungkin dihadapi Indonesia akibat pelemahan nilai tukar Rupiah terhadap Dolar Amerika secara ekstrem. Skenario pertama menggambarkan tekanan terkendali pada angka Rp18.500, sementara skenario kedua memprediksi krisis berat setara tahun 1998 jika Rupiah menyentuh Rp21.000.\n\nSkenario ketiga merupakan kondisi terburuk pada level Rp25.000 yang dapat memicu kebangkrutan massal, hiperinflasi, hingga kekacauan politik multidimensi. Penjelasan ini menekankan bahwa meskipun kondisi saat ini masih di bawah proyeksi tersebut, gejolak global seperti konflik internasional dan kenaikan harga minyak dunia tetap menjadi ancaman nyata. Secara keseluruhan, materi ini berfungsi sebagai panduan kewaspadaan bagi masyarakat dalam menghadapi potensi resesi mendalam di masa depan.\n\nSetiap kejadian punya cerita, setiap fakta punya rahasia. Kronologi Fakta hadir untuk mengungkap apa yang sebenarnya terjadi secara kronologis dan tajam.\nmengupas tentang sejarah, berita terbaru, investigasi, dan edukasi.\n\nDirangkum ulang dari sumber terpercaya.\nSubscribe ‪‪‬  untuk update informasi faktual setiap hari!\n#politik #geopolitik #ekonomidunia #investigasikriminal #investigasimendalam #investigasi #kronologi #sejarah #edukasisejarah #faktamenarik #faktasejarah #faktaberita #beritaterkini #beritaterbaru #beritaviral #beritadunia #sejarahdunia #educationworld #kronologifakta #infosejarah #infofakta #infokriminal #kejadiannyata", "post_id": "LY6Q1kutdCI"}}, {"key": "kronologifakta", "attributes": {"label": "kronologifakta", "x": 970.5685588179987, "y": 68.12347216820558, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 6.6458, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 3, "out_degree": 0, "degree": 3}, "_id": "LY6Q1kutdCI", "id": "kronologifakta", "source": "youtube-000001", "content": "GAWAT !!! RUPIAH AKAN SENTUH 18 000 !!! 3 SKENARIO TERBURUK INI AKAN TERJADI\n\nSumber ini (   • GAWAT !!! RUPIAH AKAN SENTUH 18.000 !!! 3 ...  ) membahas tiga simulasi krisis ekonomi yang mungkin dihadapi Indonesia akibat pelemahan nilai tukar Rupiah terhadap Dolar Amerika secara ekstrem. Skenario pertama menggambarkan tekanan terkendali pada angka Rp18.500, sementara skenario kedua memprediksi krisis berat setara tahun 1998 jika Rupiah menyentuh Rp21.000.\n\nSkenario ketiga merupakan kondisi terburuk pada level Rp25.000 yang dapat memicu kebangkrutan massal, hiperinflasi, hingga kekacauan politik multidimensi. Penjelasan ini menekankan bahwa meskipun kondisi saat ini masih di bawah proyeksi tersebut, gejolak global seperti konflik internasional dan kenaikan harga minyak dunia tetap menjadi ancaman nyata. Secara keseluruhan, materi ini berfungsi sebagai panduan kewaspadaan bagi masyarakat dalam menghadapi potensi resesi mendalam di masa depan.\n\nSetiap kejadian punya cerita, setiap fakta punya rahasia. Kronologi Fakta hadir untuk mengungkap apa yang sebenarnya terjadi secara kronologis dan tajam.\nmengupas tentang sejarah, berita terbaru, investigasi, dan edukasi.\n\nDirangkum ulang dari sumber terpercaya.\nSubscribe ‪‪‬  untuk update informasi faktual setiap hari!\n#politik #geopolitik #ekonomidunia #investigasikriminal #investigasimendalam #investigasi #kronologi #sejarah #edukasisejarah #faktamenarik #faktasejarah #faktaberita #beritaterkini #beritaterbaru #beritaviral #beritadunia #sejarahdunia #educationworld #kronologifakta #infosejarah #infofakta #infokriminal #kejadiannyata", "post_id": "LY6Q1kutdCI"}}, {"key": "@kompastvmedan", "attributes": {"label": "@kompastvmedan", "x": 633.6680046883259, "y": 997.1303309717332, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 5.1785, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 3, "degree": 3}, "_id": "EAvkDPJTjeQ", "id": "@kompastvmedan", "source": "youtube-000001", "content": "Kupas Penyebab Rupiah Melemah hingga BI Rate yang Sulit Turun, Begini Analisis Ekonom Core Indonesia\n\nKOMPAS.TV - Kinerja rupiah terus tertekan sepanjang kuartal I 2026 dan berlanjut hingga April ini di atas 17 ribu per dolar Amerika Serikat. \n\nKondisi ini diperkirakan makin mempersempit ruang bagi Bank Indonesia melonggarkan kebijakan moneter, padahal perekonomian dinilai membutuhkan stimulus dalam bentuk penurunan suku bunga.\n\nSejak awal tahun hingga Senin, rupiah tergerus 2,81 persen, menempati posisi kedua terlemah di kawasan. Posisi rupiah hanya lebih baik dari rupee India yang melemah 3,28 persen. Sementara itu, ringgit Malaysia, yuan Tiongkok, dan dolar Singapura mencatatkan penguatan.\n\nPara ekonom mengatakan posisi rupiah masih rentan akibat menguatnya dolar Amerika Serikat dan kembali naiknya harga minyak dunia. Kondisi ini membuat Bank Indonesia sebagai otoritas moneter diprediksi tidak memiliki banyak pilihan.\n\nSejumlah ekonom memproyeksikan pada Rapat Dewan Gubernur yang akan digelar Rabu pekan ini, Bank Indonesia akan mempertahankan suku bunga di 4,75 persen.\n\n#birate #rupiah #rupiahmelemah #ekonomi #bisnis \n------------------------------------------\nSahabat Kompas TV, jangan lupa like, comment, dan subscribe channel YouTube Kompas TV Medan, juga aktifkan lonceng notifikasi agar tidak ketinggalan update mengenai isu-isu terkini di Indonesia.\n\nJangan lewatkan live streaming Kompas TV 24 jam non stop di https://www.kompas.tv/live\n\nSahabat Kompas TV juga bisa memperoleh informasi terkini melalui website: www.kompas.tv\n\nMedia sosial Kompas TV Medan\nTikTok :   / kompastvmedan  \nInstagram :   / kompastvmedan  \nFacebook :   / kompastvmdn  \nTwitter :   / kompastvmedan  \nThreads: https://www.threads.net/\n\nKompas TV\nIndependen | Terpercaya\n#kompastvmedan", "post_id": "EAvkDPJTjeQ"}}, {"key": "kompastvmedan", "attributes": {"label": "kompastvmedan", "x": 364.3392430915728, "y": 445.83483302111296, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 6.6458, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 3, "out_degree": 0, "degree": 3}, "_id": "EAvkDPJTjeQ", "id": "kompastvmedan", "source": "youtube-000001", "content": "Kupas Penyebab Rupiah Melemah hingga BI Rate yang Sulit Turun, Begini Analisis Ekonom Core Indonesia\n\nKOMPAS.TV - Kinerja rupiah terus tertekan sepanjang kuartal I 2026 dan berlanjut hingga April ini di atas 17 ribu per dolar Amerika Serikat. \n\nKondisi ini diperkirakan makin mempersempit ruang bagi Bank Indonesia melonggarkan kebijakan moneter, padahal perekonomian dinilai membutuhkan stimulus dalam bentuk penurunan suku bunga.\n\nSejak awal tahun hingga Senin, rupiah tergerus 2,81 persen, menempati posisi kedua terlemah di kawasan. Posisi rupiah hanya lebih baik dari rupee India yang melemah 3,28 persen. Sementara itu, ringgit Malaysia, yuan Tiongkok, dan dolar Singapura mencatatkan penguatan.\n\nPara ekonom mengatakan posisi rupiah masih rentan akibat menguatnya dolar Amerika Serikat dan kembali naiknya harga minyak dunia. Kondisi ini membuat Bank Indonesia sebagai otoritas moneter diprediksi tidak memiliki banyak pilihan.\n\nSejumlah ekonom memproyeksikan pada Rapat Dewan Gubernur yang akan digelar Rabu pekan ini, Bank Indonesia akan mempertahankan suku bunga di 4,75 persen.\n\n#birate #rupiah #rupiahmelemah #ekonomi #bisnis \n------------------------------------------\nSahabat Kompas TV, jangan lupa like, comment, dan subscribe channel YouTube Kompas TV Medan, juga aktifkan lonceng notifikasi agar tidak ketinggalan update mengenai isu-isu terkini di Indonesia.\n\nJangan lewatkan live streaming Kompas TV 24 jam non stop di https://www.kompas.tv/live\n\nSahabat Kompas TV juga bisa memperoleh informasi terkini melalui website: www.kompas.tv\n\nMedia sosial Kompas TV Medan\nTikTok :   / kompastvmedan  \nInstagram :   / kompastvmedan  \nFacebook :   / kompastvmdn  \nTwitter :   / kompastvmedan  \nThreads: https://www.threads.net/\n\nKompas TV\nIndependen | Terpercaya\n#kompastvmedan", "post_id": "EAvkDPJTjeQ"}}, {"key": "@liputan6_news", "attributes": {"label": "@liputan6_news", "x": 312.4779594969964, "y": 212.64770606745586, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 5.1785, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 6, "degree": 6}, "_id": "yW-zSB_PPJ0", "id": "@liputan6_news", "source": "youtube-000001", "content": "Rupiah Anjlok Rp17.430 per Dolar AS, Pengamat: Pertumbuhan Ekonomi di Atas Ekspektasi | SEDANG VIRAL\n\nSEDANG VIRAL - Rupiah Anjlok Rp17.430 per Dolar AS, Pengamat: Pertumbuhan Ekonomi di Atas Ekspektasi\n\nNilai tukar Rupiah menembus Rp17.430 per dolar AS di awal perdagangan Selasa (5/5). Pelemahan rupiah ini pun memicu kenaikan harga sejumlah komoditas di masyarakat. Dampaknya dinilai cukup besar, apalagi terjadi bersamaan dengan kenaikan harga minyak mentah dunia.\n\nChief Economist Permata Bank Josua Pardede menyebut, pertumbuhan ekonomi Indonesia sebenarnya di atas ekspektasi. Lalu apa penyebab Rupiah anjlok? Berikut Sedang Viral bersama Presenter EMTEK Media Gracia Bern ...\n\nUpdate video lainnya dari SCTV dan Liputan 6, klik: https://www.vidio.com/\n\nSimak konten Liputan 6 lainnya di    /   \n\nPerbaharui informasi dari sejumlah daerah di Indonesia, klik:    /   \n\nLiputan 6 SCTV adalah program berita televisi nasional yang berada di bawah naungan Elang Mahkota Teknologi (Emtek) Group. Liputan 6 SCTV juga menyajikan informasi dalam bentuk live report dan breaking news. Tayang siaran langsung, setiap hari di saluran tv SCTV pada program Liputan 6 Pagi, Liputan 6 Siang, Liputan 6 Petang Terkini, dan Liputan 6 Malam.\n\nIkuti media sosial Liputan 6 SCTV untuk mendapatkan informasi Aktual, Tajam, Terpercaya. \n\nLiputan 6 SCTV Official Instagram:   / liputan6.sctv  \nLiputan 6 SCTV Official Tiktok:   / liputan6.sctv  \nLiputan 6 SCTV Official Facebook :   / liputan6sctv  \nSCTV Facebook Fanpage:   / sctv  \nSCTV Official Twitter:   / sctv  \n\n#newssctv #liputan6pagi #liputan6sctv #liputan6siang #liputan6 #liputan6daerah #viral #liputan6bandung #liputan6semarang #berita #beritabola #beritabolaterbaru #beritaterkini #beritaterbaru #beritaviral #beritahariini #beritaupdate #beritaterbaruhariini #beritapolitik #berandafypシ #beranda #berandayoutube #berandayt", "post_id": "yW-zSB_PPJ0"}}, {"key": "sctv", "attributes": {"label": "sctv", "x": 341.0521039582358, "y": 937.0541594356368, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 5.9122, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "yW-zSB_PPJ0", "id": "sctv", "source": "youtube-000001", "content": "Rupiah Anjlok Rp17.430 per Dolar AS, Pengamat: Pertumbuhan Ekonomi di Atas Ekspektasi | SEDANG VIRAL\n\nSEDANG VIRAL - Rupiah Anjlok Rp17.430 per Dolar AS, Pengamat: Pertumbuhan Ekonomi di Atas Ekspektasi\n\nNilai tukar Rupiah menembus Rp17.430 per dolar AS di awal perdagangan Selasa (5/5). Pelemahan rupiah ini pun memicu kenaikan harga sejumlah komoditas di masyarakat. Dampaknya dinilai cukup besar, apalagi terjadi bersamaan dengan kenaikan harga minyak mentah dunia.\n\nChief Economist Permata Bank Josua Pardede menyebut, pertumbuhan ekonomi Indonesia sebenarnya di atas ekspektasi. Lalu apa penyebab Rupiah anjlok? Berikut Sedang Viral bersama Presenter EMTEK Media Gracia Bern ...\n\nUpdate video lainnya dari SCTV dan Liputan 6, klik: https://www.vidio.com/\n\nSimak konten Liputan 6 lainnya di    /   \n\nPerbaharui informasi dari sejumlah daerah di Indonesia, klik:    /   \n\nLiputan 6 SCTV adalah program berita televisi nasional yang berada di bawah naungan Elang Mahkota Teknologi (Emtek) Group. Liputan 6 SCTV juga menyajikan informasi dalam bentuk live report dan breaking news. Tayang siaran langsung, setiap hari di saluran tv SCTV pada program Liputan 6 Pagi, Liputan 6 Siang, Liputan 6 Petang Terkini, dan Liputan 6 Malam.\n\nIkuti media sosial Liputan 6 SCTV untuk mendapatkan informasi Aktual, Tajam, Terpercaya. \n\nLiputan 6 SCTV Official Instagram:   / liputan6.sctv  \nLiputan 6 SCTV Official Tiktok:   / liputan6.sctv  \nLiputan 6 SCTV Official Facebook :   / liputan6sctv  \nSCTV Facebook Fanpage:   / sctv  \nSCTV Official Twitter:   / sctv  \n\n#newssctv #liputan6pagi #liputan6sctv #liputan6siang #liputan6 #liputan6daerah #viral #liputan6bandung #liputan6semarang #berita #beritabola #beritabolaterbaru #beritaterkini #beritaterbaru #beritaviral #beritahariini #beritaupdate #beritaterbaruhariini #beritapolitik #berandafypシ #beranda #berandayoutube #berandayt", "post_id": "yW-zSB_PPJ0"}}, {"key": "liputan6_news", "attributes": {"label": "liputan6_news", "x": 887.0547502362876, "y": 107.02419420509446, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 5.9122, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "yW-zSB_PPJ0", "id": "liputan6_news", "source": "youtube-000001", "content": "Rupiah Anjlok Rp17.430 per Dolar AS, Pengamat: Pertumbuhan Ekonomi di Atas Ekspektasi | SEDANG VIRAL\n\nSEDANG VIRAL - Rupiah Anjlok Rp17.430 per Dolar AS, Pengamat: Pertumbuhan Ekonomi di Atas Ekspektasi\n\nNilai tukar Rupiah menembus Rp17.430 per dolar AS di awal perdagangan Selasa (5/5). Pelemahan rupiah ini pun memicu kenaikan harga sejumlah komoditas di masyarakat. Dampaknya dinilai cukup besar, apalagi terjadi bersamaan dengan kenaikan harga minyak mentah dunia.\n\nChief Economist Permata Bank Josua Pardede menyebut, pertumbuhan ekonomi Indonesia sebenarnya di atas ekspektasi. Lalu apa penyebab Rupiah anjlok? Berikut Sedang Viral bersama Presenter EMTEK Media Gracia Bern ...\n\nUpdate video lainnya dari SCTV dan Liputan 6, klik: https://www.vidio.com/\n\nSimak konten Liputan 6 lainnya di    /   \n\nPerbaharui informasi dari sejumlah daerah di Indonesia, klik:    /   \n\nLiputan 6 SCTV adalah program berita televisi nasional yang berada di bawah naungan Elang Mahkota Teknologi (Emtek) Group. Liputan 6 SCTV juga menyajikan informasi dalam bentuk live report dan breaking news. Tayang siaran langsung, setiap hari di saluran tv SCTV pada program Liputan 6 Pagi, Liputan 6 Siang, Liputan 6 Petang Terkini, dan Liputan 6 Malam.\n\nIkuti media sosial Liputan 6 SCTV untuk mendapatkan informasi Aktual, Tajam, Terpercaya. \n\nLiputan 6 SCTV Official Instagram:   / liputan6.sctv  \nLiputan 6 SCTV Official Tiktok:   / liputan6.sctv  \nLiputan 6 SCTV Official Facebook :   / liputan6sctv  \nSCTV Facebook Fanpage:   / sctv  \nSCTV Official Twitter:   / sctv  \n\n#newssctv #liputan6pagi #liputan6sctv #liputan6siang #liputan6 #liputan6daerah #viral #liputan6bandung #liputan6semarang #berita #beritabola #beritabolaterbaru #beritaterkini #beritaterbaru #beritaviral #beritahariini #beritaupdate #beritaterbaruhariini #beritapolitik #berandafypシ #beranda #berandayoutube #berandayt", "post_id": "yW-zSB_PPJ0"}}, {"key": "liputan6daerah", "attributes": {"label": "liputan6daerah", "x": 320.92183835686706, "y": 515.0092434441864, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 5.9122, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "yW-zSB_PPJ0", "id": "liputan6daerah", "source": "youtube-000001", "content": "Rupiah Anjlok Rp17.430 per Dolar AS, Pengamat: Pertumbuhan Ekonomi di Atas Ekspektasi | SEDANG VIRAL\n\nSEDANG VIRAL - Rupiah Anjlok Rp17.430 per Dolar AS, Pengamat: Pertumbuhan Ekonomi di Atas Ekspektasi\n\nNilai tukar Rupiah menembus Rp17.430 per dolar AS di awal perdagangan Selasa (5/5). Pelemahan rupiah ini pun memicu kenaikan harga sejumlah komoditas di masyarakat. Dampaknya dinilai cukup besar, apalagi terjadi bersamaan dengan kenaikan harga minyak mentah dunia.\n\nChief Economist Permata Bank Josua Pardede menyebut, pertumbuhan ekonomi Indonesia sebenarnya di atas ekspektasi. Lalu apa penyebab Rupiah anjlok? Berikut Sedang Viral bersama Presenter EMTEK Media Gracia Bern ...\n\nUpdate video lainnya dari SCTV dan Liputan 6, klik: https://www.vidio.com/\n\nSimak konten Liputan 6 lainnya di    /   \n\nPerbaharui informasi dari sejumlah daerah di Indonesia, klik:    /   \n\nLiputan 6 SCTV adalah program berita televisi nasional yang berada di bawah naungan Elang Mahkota Teknologi (Emtek) Group. Liputan 6 SCTV juga menyajikan informasi dalam bentuk live report dan breaking news. Tayang siaran langsung, setiap hari di saluran tv SCTV pada program Liputan 6 Pagi, Liputan 6 Siang, Liputan 6 Petang Terkini, dan Liputan 6 Malam.\n\nIkuti media sosial Liputan 6 SCTV untuk mendapatkan informasi Aktual, Tajam, Terpercaya. \n\nLiputan 6 SCTV Official Instagram:   / liputan6.sctv  \nLiputan 6 SCTV Official Tiktok:   / liputan6.sctv  \nLiputan 6 SCTV Official Facebook :   / liputan6sctv  \nSCTV Facebook Fanpage:   / sctv  \nSCTV Official Twitter:   / sctv  \n\n#newssctv #liputan6pagi #liputan6sctv #liputan6siang #liputan6 #liputan6daerah #viral #liputan6bandung #liputan6semarang #berita #beritabola #beritabolaterbaru #beritaterkini #beritaterbaru #beritaviral #beritahariini #beritaupdate #beritaterbaruhariini #beritapolitik #berandafypシ #beranda #berandayoutube #berandayt", "post_id": "yW-zSB_PPJ0"}}, {"key": "@wawasan-cerdas", "attributes": {"label": "@wawasan-cerdas", "x": 681.8050636408899, "y": 518.9014812355861, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 5.1785, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 3, "degree": 3}, "_id": "L1lvCyqHslE", "id": "@wawasan-cerdas", "source": "youtube-000001", "content": "Bongkar 5 Tipe Saham Saat Rupiah Hancur: Dari Pemenang hingga Korban Berdarah!\n\nHalo sobat investor, selamat datang kembali di channel Wawasan Cerdas! Pernahkah Anda merasa cemas dan panik ketika mendengar berita nilai tukar Rupiah tumbang sementara Dolar AS (USD) terus mendominasi? Di video kali ini, kami akan mengajak Anda membongkar rahasia besar pasar modal untuk melindungi portofolio saham agar tetap kokoh, atau bahkan meraup keuntungan maksimal di tengah krisis mata uang. Kita tidak akan sekadar membahas sentimen musiman, melainkan mempelajari strategi abadi yang akan selalu menyelamatkan Anda kapan pun badai ekonomi global melanda!\n\nMengapa Rupiah dan mata uang negara berkembang sering kali menjadi korban? Kami membedahnya lewat konsep yang dinamakan \"Badai Sempurna\" atau Perfect Storm. Ada empat faktor makroekonomi utama yang memicu eksodus dana asing bernilai triliunan dari bursa kita: mulai dari Rebalancing indeks global (seperti MSCI dan FTSE) yang memaksa asing mencairkan uang ke Dolar, hingga kepanikan geopolitik dunia yang memicu manuver Flight to Safety, di mana para raksasa investasi memindahkan uangnya ke instrumen Dolar yang paling aman. Belum lagi, meroketnya harga minyak dunia yang menyedot devisa kita, hingga kebijakan suku bunga tinggi The Fed (Higher for Longer) yang memberi pukulan telak pada Rupiah.\n\nLalu, di tengah kepanikan ini, apa yang seharusnya Anda lakukan? Kunci rahasianya ada pada keajaiban Natural Hedging (Lindung Nilai Alami). Kami akan menjelaskan konsep \"jungkat-jungkit finansial\": di mana perusahaan yang memiliki pendapatan dan utang berdenominasi Dolar AS secara bersamaan, akan terlindungi secara otomatis tanpa perlu membuang uang untuk asuransi dari bank. Menguatnya Dolar AS bukanlah akhir dari bursa saham, melainkan sekadar ujian seleksi alam bagi perusahaan.\n\nAgar lebih aplikatif untuk portofolio kita, di video ini kami membedah spektrum 5 karakter emiten saat Dolar terbang tinggi, dari yang merana hingga yang berpesta:\n\nSang Benteng Pertahanan (Full Protection): Emiten dengan struktur natural hedging sempurna di sektor energi seperti PGEO, yang kebal dari gempuran kurs dan arus kasnya sama sekali tidak terganggu.\n\nPemenang Margin (Net Beneficiary): Perusahaan eksportir murni seperti AADI yang menerima pendapatan 100% dalam Dolar namun membayar biaya operasional dalam Rupiah, sehingga margin labanya meroket tajam.\n\nRaksasa Diversifikasi (Mixed Exposure): Emiten seperti ADRO yang mendapat untung dari Dolar namun menghadapi kompleksitas kerugian selisih kurs akibat utang valas pada proyek raksasa barunya.\n\nTerjepit Beban Impor (Cost-Push Inflation): Perusahaan seperti ASGR yang biaya kulakannya membengkak karena Dolar, namun terikat kontrak harga Rupiah dengan klien, sehingga margin labanya tergerus.\n\nKorban Paling Rentan (High Sensitivity): Perusahaan seperti ARNA yang pendapatannya utuh dalam Rupiah, tetapi sangat bergantung pada energi harga global dan bahan baku impor, membuatnya paling berdarah saat Rupiah melemah.\n\nSebagai investor pasar modal di komunitas Wawasan Cerdas, mari kita ubah cara pandang kita. Berhentilah sekadar melihat harga saham yang memerah di layar aplikasi Anda. Mulailah luangkan waktu membedah laporan keuangan: pastikan Anda tahu mata uang apa yang menjadi nyawa pendapatan dan beban emiten Anda.\nJika Anda merasa edukasi ini bermanfaat, pastikan Anda menekan tombol LIKE, SUBSCRIBE ke channel Wawasan Cerdas, dan nyalakan lonceng notifikasi agar Anda tidak tertinggal edukasi fundamental saham lainnya.\nTinggalkan komentar di bawah: Setelah menonton video ini, apakah portofolio Anda saat ini lebih banyak berisi saham pemenang Dolar atau justru saham korban yang terjepit? Mari kita diskusikan bersama! Bagikan juga video ini ke rekan-rekan investor Anda agar kita semua semakin cerdas membaca arah pasar. Terima kasih sudah menonton, dan salam cuan cerdas!\n\n--------------------------------------------------------------------------------\n🏷️ Hashtag (Untuk Disematkan di Deskripsi)\nGunakan hashtag ini di bagian bawah deskripsi Anda untuk mengelompokkan video ke dalam topik spesifik.\n#WawasanCerdas #InvestasiSaham #SahamPemula #DolarNaik #RupiahMelemah #NaturalHedging #IHSG #BelajarSaham #StrategiSaham #MakroEkonomi #WawasanCerdas #InvestasiSaham #Saham\n\nJoin this channel to get access to perks:\n   / -cerdas", "post_id": "L1lvCyqHslE"}}, {"key": "wawasan", "attributes": {"label": "wawasan", "x": 618.7738260206235, "y": 596.2295805916087, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 6.6458, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 3, "out_degree": 0, "degree": 3}, "_id": "L1lvCyqHslE", "id": "wawasan", "source": "youtube-000001", "content": "Bongkar 5 Tipe Saham Saat Rupiah Hancur: Dari Pemenang hingga Korban Berdarah!\n\nHalo sobat investor, selamat datang kembali di channel Wawasan Cerdas! Pernahkah Anda merasa cemas dan panik ketika mendengar berita nilai tukar Rupiah tumbang sementara Dolar AS (USD) terus mendominasi? Di video kali ini, kami akan mengajak Anda membongkar rahasia besar pasar modal untuk melindungi portofolio saham agar tetap kokoh, atau bahkan meraup keuntungan maksimal di tengah krisis mata uang. Kita tidak akan sekadar membahas sentimen musiman, melainkan mempelajari strategi abadi yang akan selalu menyelamatkan Anda kapan pun badai ekonomi global melanda!\n\nMengapa Rupiah dan mata uang negara berkembang sering kali menjadi korban? Kami membedahnya lewat konsep yang dinamakan \"Badai Sempurna\" atau Perfect Storm. Ada empat faktor makroekonomi utama yang memicu eksodus dana asing bernilai triliunan dari bursa kita: mulai dari Rebalancing indeks global (seperti MSCI dan FTSE) yang memaksa asing mencairkan uang ke Dolar, hingga kepanikan geopolitik dunia yang memicu manuver Flight to Safety, di mana para raksasa investasi memindahkan uangnya ke instrumen Dolar yang paling aman. Belum lagi, meroketnya harga minyak dunia yang menyedot devisa kita, hingga kebijakan suku bunga tinggi The Fed (Higher for Longer) yang memberi pukulan telak pada Rupiah.\n\nLalu, di tengah kepanikan ini, apa yang seharusnya Anda lakukan? Kunci rahasianya ada pada keajaiban Natural Hedging (Lindung Nilai Alami). Kami akan menjelaskan konsep \"jungkat-jungkit finansial\": di mana perusahaan yang memiliki pendapatan dan utang berdenominasi Dolar AS secara bersamaan, akan terlindungi secara otomatis tanpa perlu membuang uang untuk asuransi dari bank. Menguatnya Dolar AS bukanlah akhir dari bursa saham, melainkan sekadar ujian seleksi alam bagi perusahaan.\n\nAgar lebih aplikatif untuk portofolio kita, di video ini kami membedah spektrum 5 karakter emiten saat Dolar terbang tinggi, dari yang merana hingga yang berpesta:\n\nSang Benteng Pertahanan (Full Protection): Emiten dengan struktur natural hedging sempurna di sektor energi seperti PGEO, yang kebal dari gempuran kurs dan arus kasnya sama sekali tidak terganggu.\n\nPemenang Margin (Net Beneficiary): Perusahaan eksportir murni seperti AADI yang menerima pendapatan 100% dalam Dolar namun membayar biaya operasional dalam Rupiah, sehingga margin labanya meroket tajam.\n\nRaksasa Diversifikasi (Mixed Exposure): Emiten seperti ADRO yang mendapat untung dari Dolar namun menghadapi kompleksitas kerugian selisih kurs akibat utang valas pada proyek raksasa barunya.\n\nTerjepit Beban Impor (Cost-Push Inflation): Perusahaan seperti ASGR yang biaya kulakannya membengkak karena Dolar, namun terikat kontrak harga Rupiah dengan klien, sehingga margin labanya tergerus.\n\nKorban Paling Rentan (High Sensitivity): Perusahaan seperti ARNA yang pendapatannya utuh dalam Rupiah, tetapi sangat bergantung pada energi harga global dan bahan baku impor, membuatnya paling berdarah saat Rupiah melemah.\n\nSebagai investor pasar modal di komunitas Wawasan Cerdas, mari kita ubah cara pandang kita. Berhentilah sekadar melihat harga saham yang memerah di layar aplikasi Anda. Mulailah luangkan waktu membedah laporan keuangan: pastikan Anda tahu mata uang apa yang menjadi nyawa pendapatan dan beban emiten Anda.\nJika Anda merasa edukasi ini bermanfaat, pastikan Anda menekan tombol LIKE, SUBSCRIBE ke channel Wawasan Cerdas, dan nyalakan lonceng notifikasi agar Anda tidak tertinggal edukasi fundamental saham lainnya.\nTinggalkan komentar di bawah: Setelah menonton video ini, apakah portofolio Anda saat ini lebih banyak berisi saham pemenang Dolar atau justru saham korban yang terjepit? Mari kita diskusikan bersama! Bagikan juga video ini ke rekan-rekan investor Anda agar kita semua semakin cerdas membaca arah pasar. Terima kasih sudah menonton, dan salam cuan cerdas!\n\n--------------------------------------------------------------------------------\n🏷️ Hashtag (Untuk Disematkan di Deskripsi)\nGunakan hashtag ini di bagian bawah deskripsi Anda untuk mengelompokkan video ke dalam topik spesifik.\n#WawasanCerdas #InvestasiSaham #SahamPemula #DolarNaik #RupiahMelemah #NaturalHedging #IHSG #BelajarSaham #StrategiSaham #MakroEkonomi #WawasanCerdas #InvestasiSaham #Saham\n\nJoin this channel to get access to perks:\n   / -cerdas", "post_id": "L1lvCyqHslE"}}, {"key": "@kompastv", "attributes": {"label": "@kompastv", "x": 454.87516303719786, "y": 930.8692532346453, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 5.1785, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 3, "degree": 3}, "_id": "RjZdi40-97E", "id": "@kompastv", "source": "youtube-000001", "content": "[FULL] Ekonom Core Indonesia soal Penyebab Rupiah Terus Melemah, BI Rate Sulit Turun? | SAPA PAGI\n\nKOMPAS.TV - Kinerja rupiah terus tertekan sepanjang kuartal I 2026 dan berlanjut hingga April ini di atas 17 ribu per dolar Amerika Serikat. \n\nKondisi ini diperkirakan makin mempersempit ruang bagi Bank Indonesia melonggarkan kebijakan moneter, padahal perekonomian dinilai membutuhkan stimulus dalam bentuk penurunan suku bunga.\n\nSejak awal tahun hingga Senin, rupiah tergerus 2,81 persen, menempati posisi kedua terlemah di kawasan. Posisi rupiah hanya lebih baik dari rupee India yang melemah 3,28 persen. Sementara itu, ringgit Malaysia, yuan Tiongkok, dan dolar Singapura mencatatkan penguatan.\n\nPara ekonom mengatakan posisi rupiah masih rentan akibat menguatnya dolar Amerika Serikat dan kembali naiknya harga minyak dunia. Kondisi ini membuat Bank Indonesia sebagai otoritas moneter diprediksi tidak memiliki banyak pilihan.\n\nSejumlah ekonom memproyeksikan pada Rapat Dewan Gubernur yang akan digelar Rabu pekan ini, Bank Indonesia akan mempertahankan suku bunga di 4,75 persen.\n\n#birate #rupiah #rupiahmelemah \n\nSahabat KompasTV, Mulai 1 Februari 2026 KompasTV pindah channel. Dapatkan selalu berita dan informasi terupdate KompasTV, di televisi anda di Channel 11 pada perangkat TV Digital atau Set Top Box. Satu Langkah lebih dekat, satu Langkah makin terpercaya!\n\nJangan lupa like, comment, dan subscribe channel YouTube KompasTV, juga aktifkan lonceng notifikasi agar tidak ketinggalan update mengenai isu-isu terkini di Indonesia.\n\nJangan lewatkan live streaming KompasTV 24 jam non stop di https://www.kompas.tv/live. Agar tidak ketinggalan berita-berita terkini, terlengkap, serta laporan langsung dari berbagai daerah di Indonesia, yuk subscribe channel youtube KompasTV. Aktifkan juga lonceng supaya kamu dapat notifikasi video terbaru dari KompasTV. \n\nSahabat KompasTV juga bisa memperoleh informasi terkini melalui website: www.kompas.tv\n\nSahabat KompasTV juga bisa memperoleh informasi terkini melalui website: www.kompas.tv\n\nMedia sosial KompasTV: \nFacebook:   / kompastv   \nInstagram:   / kompastv   \nX: https://x.com/KompasTV\nThread: https://www.threads.com/ \nTikTok:   / kompastv.indonesia", "post_id": "RjZdi40-97E"}}, {"key": "kompastv", "attributes": {"label": "kompastv", "x": 724.3729557898014, "y": 938.5179391361462, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 6.6458, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 3, "out_degree": 0, "degree": 3}, "_id": "RjZdi40-97E", "id": "kompastv", "source": "youtube-000001", "content": "[FULL] Ekonom Core Indonesia soal Penyebab Rupiah Terus Melemah, BI Rate Sulit Turun? | SAPA PAGI\n\nKOMPAS.TV - Kinerja rupiah terus tertekan sepanjang kuartal I 2026 dan berlanjut hingga April ini di atas 17 ribu per dolar Amerika Serikat. \n\nKondisi ini diperkirakan makin mempersempit ruang bagi Bank Indonesia melonggarkan kebijakan moneter, padahal perekonomian dinilai membutuhkan stimulus dalam bentuk penurunan suku bunga.\n\nSejak awal tahun hingga Senin, rupiah tergerus 2,81 persen, menempati posisi kedua terlemah di kawasan. Posisi rupiah hanya lebih baik dari rupee India yang melemah 3,28 persen. Sementara itu, ringgit Malaysia, yuan Tiongkok, dan dolar Singapura mencatatkan penguatan.\n\nPara ekonom mengatakan posisi rupiah masih rentan akibat menguatnya dolar Amerika Serikat dan kembali naiknya harga minyak dunia. Kondisi ini membuat Bank Indonesia sebagai otoritas moneter diprediksi tidak memiliki banyak pilihan.\n\nSejumlah ekonom memproyeksikan pada Rapat Dewan Gubernur yang akan digelar Rabu pekan ini, Bank Indonesia akan mempertahankan suku bunga di 4,75 persen.\n\n#birate #rupiah #rupiahmelemah \n\nSahabat KompasTV, Mulai 1 Februari 2026 KompasTV pindah channel. Dapatkan selalu berita dan informasi terupdate KompasTV, di televisi anda di Channel 11 pada perangkat TV Digital atau Set Top Box. Satu Langkah lebih dekat, satu Langkah makin terpercaya!\n\nJangan lupa like, comment, dan subscribe channel YouTube KompasTV, juga aktifkan lonceng notifikasi agar tidak ketinggalan update mengenai isu-isu terkini di Indonesia.\n\nJangan lewatkan live streaming KompasTV 24 jam non stop di https://www.kompas.tv/live. Agar tidak ketinggalan berita-berita terkini, terlengkap, serta laporan langsung dari berbagai daerah di Indonesia, yuk subscribe channel youtube KompasTV. Aktifkan juga lonceng supaya kamu dapat notifikasi video terbaru dari KompasTV. \n\nSahabat KompasTV juga bisa memperoleh informasi terkini melalui website: www.kompas.tv\n\nSahabat KompasTV juga bisa memperoleh informasi terkini melalui website: www.kompas.tv\n\nMedia sosial KompasTV: \nFacebook:   / kompastv   \nInstagram:   / kompastv   \nX: https://x.com/KompasTV\nThread: https://www.threads.com/ \nTikTok:   / kompastv.indonesia", "post_id": "RjZdi40-97E"}}, {"key": "@Sulselsatu", "attributes": {"label": "@Sulselsatu", "x": 561.8973399870275, "y": 554.2541641630417, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 5.1785, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "0Ki5UJKuXfw", "id": "@Sulselsatu", "source": "youtube-000001", "content": "BI Sebut Rupiah Undervalued, Perry Yakin Akan Kembali Menguat\n\nGubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo, menyebut rupiah saat ini undervalued.\n\nPernyataan itu disampaikan usai bertemu Presiden Prabowo Subianto, Selasa (5/5/2026).\n\nPerry optimistis nilai tukar rupiah ke depan akan stabil dan kembali menguat.\n\nSaat ini, rupiah tercatat berada di level Rp17.424 per dolar AS.\n\nIa menegaskan fundamental ekonomi Indonesia masih sangat kuat.\n\nPertumbuhan ekonomi disebut mencapai 5,61 persen dengan inflasi yang tetap rendah.\n\nKredit juga tumbuh tinggi dan cadangan devisa dinilai dalam kondisi kuat.\n\nMenurut Perry, kondisi tersebut seharusnya mendukung penguatan rupiah.\n\nNamun, tekanan jangka pendek masih terjadi akibat faktor global.\n\nIa menyebut harga minyak tinggi dan kenaikan suku bunga AS sebagai pemicu.\n-------------------------------------------------------\nAyo Klik Subscribe Channel Youtube Sulselsatu.com\n   /   \nVideo terkini dan terbaru..\n------------------------------\nSound:  berlisensi Creative Commons Attribution (https://creativecommons.org/licenses/...)\n\nDisclaimer: \nThe images or videos on this channel sometimes come from various other media sources. Copyright is fully held by the source. If there is a problem with this, you can contact us here\n\nFor copyright matters please contact us at: \nPT. LATAMA MEDIA SATU \nNo Telepone: (0411) 467 4269\n-----------------------------", "post_id": "0Ki5UJKuXfw"}}, {"key": "sulselsatu", "attributes": {"label": "sulselsatu", "x": 94.95292287595369, "y": 921.9625080057583, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 9.5803, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "0Ki5UJKuXfw", "id": "sulselsatu", "source": "youtube-000001", "content": "BI Sebut Rupiah Undervalued, Perry Yakin Akan Kembali Menguat\n\nGubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo, menyebut rupiah saat ini undervalued.\n\nPernyataan itu disampaikan usai bertemu Presiden Prabowo Subianto, Selasa (5/5/2026).\n\nPerry optimistis nilai tukar rupiah ke depan akan stabil dan kembali menguat.\n\nSaat ini, rupiah tercatat berada di level Rp17.424 per dolar AS.\n\nIa menegaskan fundamental ekonomi Indonesia masih sangat kuat.\n\nPertumbuhan ekonomi disebut mencapai 5,61 persen dengan inflasi yang tetap rendah.\n\nKredit juga tumbuh tinggi dan cadangan devisa dinilai dalam kondisi kuat.\n\nMenurut Perry, kondisi tersebut seharusnya mendukung penguatan rupiah.\n\nNamun, tekanan jangka pendek masih terjadi akibat faktor global.\n\nIa menyebut harga minyak tinggi dan kenaikan suku bunga AS sebagai pemicu.\n-------------------------------------------------------\nAyo Klik Subscribe Channel Youtube Sulselsatu.com\n   /   \nVideo terkini dan terbaru..\n------------------------------\nSound:  berlisensi Creative Commons Attribution (https://creativecommons.org/licenses/...)\n\nDisclaimer: \nThe images or videos on this channel sometimes come from various other media sources. Copyright is fully held by the source. If there is a problem with this, you can contact us here\n\nFor copyright matters please contact us at: \nPT. LATAMA MEDIA SATU \nNo Telepone: (0411) 467 4269\n-----------------------------", "post_id": "0Ki5UJKuXfw"}}, {"key": "@OfficialiNews", "attributes": {"label": "@OfficialiNews", "x": 580.184797814956, "y": 260.7864686204665, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 5.1785, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "tBMKRDhK4Lg", "id": "@OfficialiNews", "source": "youtube-000001", "content": "Biaya Perang AS-Iran Tembus Rp434 Triliun, Menhan AS Langsung Kena Semprot DPR\n\nKetegangan memuncak di Kongres Amerika Serikat saat Menteri Pertahanan AS, Pete Hegseth, disemprot keras oleh anggota DPR terkait membengkaknya biaya perang melawan Iran.\n\nDalam sidang panas tersebut, Hegseth menyebut biaya perang telah mencapai sekitar 25 miliar dolar AS atau setara ratusan triliun rupiah, yang sebagian besar digunakan untuk amunisi dan operasi militer.\n\nNamun, sejumlah anggota Kongres mempertanyakan transparansi angka tersebut, termasuk dampak ekonomi yang harus ditanggung rakyat Amerika seperti kenaikan harga bahan bakar dan pangan.\n\nBerita Selengkapnya baca di: https://inews.id/news\n\nJoin membership channel ini dan nikmati berbagai konten eksklusif:\n   /   \n\n📰 iNews: Channel Berita Terlengkap, Tercepat, dan Terpercaya di Indonesia\nDapatkan berita terbaru dari seluruh Indonesia dan dunia, mulai dari politik, ekonomi, hukum, kriminal, olahraga, hiburan, hingga peristiwa penting lainnya. Dengan liputan langsung dari lokasi kejadian dan jurnalis profesional, iNews selalu menghadirkan informasi yang cepat, akurat, dan berimbang.\n\n📊 iNews menjadi sumber berita pilihan jutaan masyarakat yang ingin selalu update setiap saat. Jadilah bagian dari komunitas berita terbesar di Indonesia dan nikmati tayangan eksklusif yang tidak Anda temukan di tempat lain.\n\n📌 Jangan lupa\n✅ Klik SUBSCRIBE untuk bergabung dengan jutaan penonton setia kami\n✅ Aktifkan Lonceng Notifikasi agar tidak ketinggalan berita penting\n✅ Bagikan video ini agar lebih banyak orang mendapatkan informasi yang benar\n\nFollow WA Channel https://whatsapp.com/channel/0029Va7s...\nFollow our Official TikTok   / officialinews  \nFollow our Official Twitter   / officialinews_  \nLike our Official Facebook   / officialinews  \nFollow our Official Instagram   / officialinews  \n\n#KongresAS #MenhanAS #PerangIran #BiayaPerang #ASvsIran #BreakingNews #BeritaDunia #NewsUpdate #PolitikAS #ViralNews #iNews #Internasional #IsuGlobal #EkonomiGlobal #HargaBBM #PerangIran #KonflikTimurTengah #MiliterAS #OperasiMiliter #SeranganMiliter #ZonaPerang #Geopolitik #KrisisGlobal #PerangModern #KeteganganGlobal #KeamananDunia #iNews #BeritaTerkini  #BeritaHariIni #BeritaNasional #BeritaIndonesia #BeritaDunia #TerlengkapTercepatTerpercaya", "post_id": "tBMKRDhK4Lg"}}, {"key": "officialinews", "attributes": {"label": "officialinews", "x": 388.4324539335847, "y": 111.35906787188632, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 9.5803, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "tBMKRDhK4Lg", "id": "officialinews", "source": "youtube-000001", "content": "Biaya Perang AS-Iran Tembus Rp434 Triliun, Menhan AS Langsung Kena Semprot DPR\n\nKetegangan memuncak di Kongres Amerika Serikat saat Menteri Pertahanan AS, Pete Hegseth, disemprot keras oleh anggota DPR terkait membengkaknya biaya perang melawan Iran.\n\nDalam sidang panas tersebut, Hegseth menyebut biaya perang telah mencapai sekitar 25 miliar dolar AS atau setara ratusan triliun rupiah, yang sebagian besar digunakan untuk amunisi dan operasi militer.\n\nNamun, sejumlah anggota Kongres mempertanyakan transparansi angka tersebut, termasuk dampak ekonomi yang harus ditanggung rakyat Amerika seperti kenaikan harga bahan bakar dan pangan.\n\nBerita Selengkapnya baca di: https://inews.id/news\n\nJoin membership channel ini dan nikmati berbagai konten eksklusif:\n   /   \n\n📰 iNews: Channel Berita Terlengkap, Tercepat, dan Terpercaya di Indonesia\nDapatkan berita terbaru dari seluruh Indonesia dan dunia, mulai dari politik, ekonomi, hukum, kriminal, olahraga, hiburan, hingga peristiwa penting lainnya. Dengan liputan langsung dari lokasi kejadian dan jurnalis profesional, iNews selalu menghadirkan informasi yang cepat, akurat, dan berimbang.\n\n📊 iNews menjadi sumber berita pilihan jutaan masyarakat yang ingin selalu update setiap saat. Jadilah bagian dari komunitas berita terbesar di Indonesia dan nikmati tayangan eksklusif yang tidak Anda temukan di tempat lain.\n\n📌 Jangan lupa\n✅ Klik SUBSCRIBE untuk bergabung dengan jutaan penonton setia kami\n✅ Aktifkan Lonceng Notifikasi agar tidak ketinggalan berita penting\n✅ Bagikan video ini agar lebih banyak orang mendapatkan informasi yang benar\n\nFollow WA Channel https://whatsapp.com/channel/0029Va7s...\nFollow our Official TikTok   / officialinews  \nFollow our Official Twitter   / officialinews_  \nLike our Official Facebook   / officialinews  \nFollow our Official Instagram   / officialinews  \n\n#KongresAS #MenhanAS #PerangIran #BiayaPerang #ASvsIran #BreakingNews #BeritaDunia #NewsUpdate #PolitikAS #ViralNews #iNews #Internasional #IsuGlobal #EkonomiGlobal #HargaBBM #PerangIran #KonflikTimurTengah #MiliterAS #OperasiMiliter #SeranganMiliter #ZonaPerang #Geopolitik #KrisisGlobal #PerangModern #KeteganganGlobal #KeamananDunia #iNews #BeritaTerkini  #BeritaHariIni #BeritaNasional #BeritaIndonesia #BeritaDunia #TerlengkapTercepatTerpercaya", "post_id": "tBMKRDhK4Lg"}}, {"key": "@NasCreativy", "attributes": {"label": "@NasCreativy", "x": 980.416130823253, "y": 380.9449029457958, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 5.1785, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "z-sTAoBbLCI", "id": "@NasCreativy", "source": "youtube-000001", "content": "JUSUF HAMKA VS HARY TANOE, KONFLIK KONGLOMERAT YANG SEIMBANG\n\nKasus besar yang mengguncang dunia bisnis Indonesia akhirnya terungkap! Konflik antara Jusuf Hamka melalui PT Citra Marga Nusaphala Persada Tbk (CMNP) melawan Hary Tanoesoedibjo lewat PT MNC Asia Holding Tbk (MNC Group) bukan sekadar sengketa bisnis biasa.\n\nSemua berawal dari transaksi tahun 1999 saat krisis moneter, ketika CMNP menukar aset dengan instrumen keuangan bernama NCD (Negotiable Certificate of Deposit). Namun saat jatuh tempo, dana puluhan juta dolar itu tidak pernah bisa dicairkan. Dari sinilah konflik panjang dimulai.\n\nSetelah lebih dari dua dekade, pengadilan akhirnya memutus bahwa kasus ini bukan sekadar kegagalan bisnis, tetapi mengandung tanggung jawab hukum serius. Dengan bunga yang terus berjalan sejak 2002, nilai kerugian membengkak hingga triliunan rupiah!\n\n#JusufHamka #HaryTanoe #CMNP #MNCGroup #KasusBesar #SkandalKeuangan #NCD #EkonomiIndonesia #BisnisIndonesia #KasusHukum #BreakingNewsIndonesia #InvestigasiBisnis #Krisis1998 #FaktaHukum #Pengadilan\n\n_________________________________________________________________________________\n\nChannel Backup Nas Creativy    /   \n\nSebuah musik yang luar biasa dari:\n‪‬ \n\nBahan bacaan: https://docs.google.com/document/d/1f...\n\n\n__________________\nNote; \nSeluruh footage video ataupun gambar dalam video ini diambil dari berbagai sumber, jika terdapa footage yang dirasa perlu untuk didiskusikan silakan kontak ke; darkhistorynas", "post_id": "z-sTAoBbLCI"}}, {"key": "nasdarkhistory", "attributes": {"label": "nasdarkhistory", "x": 267.0777016629514, "y": 989.0793867253004, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 7.3794, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "z-sTAoBbLCI", "id": "nasdarkhistory", "source": "youtube-000001", "content": "JUSUF HAMKA VS HARY TANOE, KONFLIK KONGLOMERAT YANG SEIMBANG\n\nKasus besar yang mengguncang dunia bisnis Indonesia akhirnya terungkap! Konflik antara Jusuf Hamka melalui PT Citra Marga Nusaphala Persada Tbk (CMNP) melawan Hary Tanoesoedibjo lewat PT MNC Asia Holding Tbk (MNC Group) bukan sekadar sengketa bisnis biasa.\n\nSemua berawal dari transaksi tahun 1999 saat krisis moneter, ketika CMNP menukar aset dengan instrumen keuangan bernama NCD (Negotiable Certificate of Deposit). Namun saat jatuh tempo, dana puluhan juta dolar itu tidak pernah bisa dicairkan. Dari sinilah konflik panjang dimulai.\n\nSetelah lebih dari dua dekade, pengadilan akhirnya memutus bahwa kasus ini bukan sekadar kegagalan bisnis, tetapi mengandung tanggung jawab hukum serius. Dengan bunga yang terus berjalan sejak 2002, nilai kerugian membengkak hingga triliunan rupiah!\n\n#JusufHamka #HaryTanoe #CMNP #MNCGroup #KasusBesar #SkandalKeuangan #NCD #EkonomiIndonesia #BisnisIndonesia #KasusHukum #BreakingNewsIndonesia #InvestigasiBisnis #Krisis1998 #FaktaHukum #Pengadilan\n\n_________________________________________________________________________________\n\nChannel Backup Nas Creativy    /   \n\nSebuah musik yang luar biasa dari:\n‪‬ \n\nBahan bacaan: https://docs.google.com/document/d/1f...\n\n\n__________________\nNote; \nSeluruh footage video ataupun gambar dalam video ini diambil dari berbagai sumber, jika terdapa footage yang dirasa perlu untuk didiskusikan silakan kontak ke; darkhistorynas", "post_id": "z-sTAoBbLCI"}}, {"key": "WhiteBatAudio", "attributes": {"label": "WhiteBatAudio", "x": 124.10878610953912, "y": 748.7679770032304, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 7.3794, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "z-sTAoBbLCI", "id": "WhiteBatAudio", "source": "youtube-000001", "content": "JUSUF HAMKA VS HARY TANOE, KONFLIK KONGLOMERAT YANG SEIMBANG\n\nKasus besar yang mengguncang dunia bisnis Indonesia akhirnya terungkap! Konflik antara Jusuf Hamka melalui PT Citra Marga Nusaphala Persada Tbk (CMNP) melawan Hary Tanoesoedibjo lewat PT MNC Asia Holding Tbk (MNC Group) bukan sekadar sengketa bisnis biasa.\n\nSemua berawal dari transaksi tahun 1999 saat krisis moneter, ketika CMNP menukar aset dengan instrumen keuangan bernama NCD (Negotiable Certificate of Deposit). Namun saat jatuh tempo, dana puluhan juta dolar itu tidak pernah bisa dicairkan. Dari sinilah konflik panjang dimulai.\n\nSetelah lebih dari dua dekade, pengadilan akhirnya memutus bahwa kasus ini bukan sekadar kegagalan bisnis, tetapi mengandung tanggung jawab hukum serius. Dengan bunga yang terus berjalan sejak 2002, nilai kerugian membengkak hingga triliunan rupiah!\n\n#JusufHamka #HaryTanoe #CMNP #MNCGroup #KasusBesar #SkandalKeuangan #NCD #EkonomiIndonesia #BisnisIndonesia #KasusHukum #BreakingNewsIndonesia #InvestigasiBisnis #Krisis1998 #FaktaHukum #Pengadilan\n\n_________________________________________________________________________________\n\nChannel Backup Nas Creativy    /   \n\nSebuah musik yang luar biasa dari:\n‪‬ \n\nBahan bacaan: https://docs.google.com/document/d/1f...\n\n\n__________________\nNote; \nSeluruh footage video ataupun gambar dalam video ini diambil dari berbagai sumber, jika terdapa footage yang dirasa perlu untuk didiskusikan silakan kontak ke; darkhistorynas", "post_id": "z-sTAoBbLCI"}}, {"key": "@kabarbursadotcom", "attributes": {"label": "@kabarbursadotcom", "x": 970.1988852328194, "y": 746.2364558655523, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 5.1785, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "byMdYZGuf54", "id": "@kabarbursadotcom", "source": "youtube-000001", "content": "[LIVE] Rupiah Rp17.300: Gejolak Pasar atau Alarm Ekonomi Indonesia? | INSIGHT EMITEN\n\nKABARBURSA.COM — Nilai tukar rupiah sempat anjlok ke kisaran Rp17.300 per dolar AS pada Kamis, 23 April 2026. Pelemahan ini terjadi di tengah gejolak geopolitik (Timur Tengah) dan lonjakan harga minyak dunia, sementara beban fiskal dalam negeri (subsidi BBM besar dan utang jatuh tempo) memperlebar defisit anggaran.\n\nRupiah Rp17.300 jadi sorotan utama dalam webinar Insight Emiten Live yang membahas apakah kondisi ini sudah menjadi alarm ekonomi atau masih terkendali. Acara ini menghadirkan Liza Camelia Suryanata, Head of Research Kiwoom Sekuritas Indonesia, dengan Yunila Wati sebagai host dari KabarBursa.com. Webinar ini digelar pada Jumat, 24 April 2026 pukul 14.00 WIB dan disiarkan melalui YouTube. Pembahasan seperti ini penting untuk publik karena menyangkut pembacaan pasar dan arah sentimen ekonomi yang lebih luas. Jangan lupa subscribe dan tulis pandangan Anda di kolom komentar.\n\nBuka dan baca berita terkait hanya di portal https://kabarbursa.com/\nKabarbursa.com adalah portal berita finansial PT Kabar Bursa Indonesia yang merupakan bagian dari jaringan PT Kabar Grup Indonesia atau KGI Network. Kabarbursa.com menyajikan berita ekonomi terkini, analisis mendalam, investasi dan inspirasi bisnis.\n\nKamu juga bisa mengunjungi media sosial Kabar Bursa:\nYoutube:    /   \nInstagram:   / kabarbursacom  \nTiktok:   / kabarbursacom  \nWA Channel: https://whatsapp.com/channel/0029Vae5...\n\n#rupiah #kursrupiah #ekonomiindonesia #bankindonesia #apbn #bbm #moneter #fiskal #minyakdunia #geopolitik #investasi #pasarvalas #inflasi #insightemitenlive #webinar #livestreaming #kiwoomsekuritas #yunilawati #lizacameliasuryanata #kabarbursa #news #newsupdate #beritaterkini #beritasaham #beritaekonomi", "post_id": "byMdYZGuf54"}}, {"key": "kabarbursadotcom", "attributes": {"label": "kabarbursadotcom", "x": 996.4808534300912, "y": 975.6097514694759, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 9.5803, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "byMdYZGuf54", "id": "kabarbursadotcom", "source": "youtube-000001", "content": "[LIVE] Rupiah Rp17.300: Gejolak Pasar atau Alarm Ekonomi Indonesia? | INSIGHT EMITEN\n\nKABARBURSA.COM — Nilai tukar rupiah sempat anjlok ke kisaran Rp17.300 per dolar AS pada Kamis, 23 April 2026. Pelemahan ini terjadi di tengah gejolak geopolitik (Timur Tengah) dan lonjakan harga minyak dunia, sementara beban fiskal dalam negeri (subsidi BBM besar dan utang jatuh tempo) memperlebar defisit anggaran.\n\nRupiah Rp17.300 jadi sorotan utama dalam webinar Insight Emiten Live yang membahas apakah kondisi ini sudah menjadi alarm ekonomi atau masih terkendali. Acara ini menghadirkan Liza Camelia Suryanata, Head of Research Kiwoom Sekuritas Indonesia, dengan Yunila Wati sebagai host dari KabarBursa.com. Webinar ini digelar pada Jumat, 24 April 2026 pukul 14.00 WIB dan disiarkan melalui YouTube. Pembahasan seperti ini penting untuk publik karena menyangkut pembacaan pasar dan arah sentimen ekonomi yang lebih luas. Jangan lupa subscribe dan tulis pandangan Anda di kolom komentar.\n\nBuka dan baca berita terkait hanya di portal https://kabarbursa.com/\nKabarbursa.com adalah portal berita finansial PT Kabar Bursa Indonesia yang merupakan bagian dari jaringan PT Kabar Grup Indonesia atau KGI Network. Kabarbursa.com menyajikan berita ekonomi terkini, analisis mendalam, investasi dan inspirasi bisnis.\n\nKamu juga bisa mengunjungi media sosial Kabar Bursa:\nYoutube:    /   \nInstagram:   / kabarbursacom  \nTiktok:   / kabarbursacom  \nWA Channel: https://whatsapp.com/channel/0029Vae5...\n\n#rupiah #kursrupiah #ekonomiindonesia #bankindonesia #apbn #bbm #moneter #fiskal #minyakdunia #geopolitik #investasi #pasarvalas #inflasi #insightemitenlive #webinar #livestreaming #kiwoomsekuritas #yunilawati #lizacameliasuryanata #kabarbursa #news #newsupdate #beritaterkini #beritasaham #beritaekonomi", "post_id": "byMdYZGuf54"}}, {"key": "@sinpotv", "attributes": {"label": "@sinpotv", "x": 585.1718533352339, "y": 849.774510619273, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 5.1785, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "Rmspf7AcPs8", "id": "@sinpotv", "source": "youtube-000001", "content": "Penipuan Loker Berkeliaran, Bocah SD Alami Kekerasan Seksual | Catatan Kriminal\n\nCatatan Kriminal, Rabu 22 April 2026\n1. Anggota Komcad Dan Sopir Kajari Dianiaya Jukir Liar\n2. Pengunjung Gasak Uang 4 Juta Rupiah Di Ruang F-O Hotel\n3. Terekam CCTV! Pencuri Gasak Motor Warga Pekan Baru\n4. Waspada! Penipuan Loker Berkeliaran\n5. Terekam CCTV! Pencuri Gasak Motor Di Kembangan\n6. Bawa Narkoba, Pria Diamankan Warga Dan Camat\n7. Terekam CCTV, Geng Motor Serang Warga Hingga Ke Dalam Toko\n8. Bareskrim Polri Bongkar Ribuan Handphone Ilegal\n9. Miris! Bocah SD Alami Kekerasan Seksual\n10. Terpergok! Pencuri Motor Lepaskan Tembakan\n11. Diduga Cekcok, Anak Bunuh Ibu Tiri Hingga Tewas\n12. Terekam CCTV, Geng Motor Serang Warga Hingga Ke Dalam Toko\n13. Bareskrim Polri Tangkap Pelaku Peredaran Dolar Palsu Di 3 Lokasi\n14. Ilegal! Polda Jateng Bongkar Pengeboran Minyak Ilegal\n15. Polda Jatim Amankan 22 Kilogram Kokain Senilai 115 Miliar\n16. Truk Pengangkut Paket Terbakar Di Tol Solo-Semarang\n17. Tabrak Gapura, Penumpang Truk Tewas\n18. Diduga Mabuk, Pemuda Tewas Di Bendungan Mengwi\n19. Korban Terseret Arus Sungai Di Pasaman Ditemukan Meninggal Dunia\n20. Anggota Komcad Dan Sopir Kajari Dianiaya Jukir Liar\n21. Pengunjung Gasak Uang 4 Juta Rupiah Di Ruang F-O Hotel\n22. Terekam CCTV! Pencuri Gasak Motor Warga Pekan Baru\n23. Bareskrim Polri Tangkap Pelaku Peredaran Dolar Palsu Di 3 Lokasi\n24. Waspada! Penipuan Loker Berkeliaran\n\n#sinpotv #sinpotvnews #Kriminal #Narkoba #Curanmor #Kecelakaan #Kejahatan\nFollow WhatsApp Channel Sin Po tv untuk berita terbaru lainnya: https://whatsapp.com/channel/0029VagY...\n\nSimak berita lainnya di:    /   \n\nJangan lupa Subscribe, tinggalkan komentar dan share !\nIkuti juga update berita selengkapnya di YouTube Sin Po tv dan Website Berita di http://sinpo.id/ dan http://sinpo.tv/\n\nFollow:\nInstagram :   / sinpotv  \nX : https://x.com/sinpotv\nFanspage Facebook:   / sinpotv  \nTikTok : https://www.tiktok.com/?lang=...\n\n-------------------------------------------\nCopyright © 2026 SinPo.tv", "post_id": "Rmspf7AcPs8"}}, {"key": "sinpotv", "attributes": {"label": "sinpotv", "x": 99.71677023125403, "y": 139.928879871405, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 7.3794, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "Rmspf7AcPs8", "id": "sinpotv", "source": "youtube-000001", "content": "Penipuan Loker Berkeliaran, Bocah SD Alami Kekerasan Seksual | Catatan Kriminal\n\nCatatan Kriminal, Rabu 22 April 2026\n1. Anggota Komcad Dan Sopir Kajari Dianiaya Jukir Liar\n2. Pengunjung Gasak Uang 4 Juta Rupiah Di Ruang F-O Hotel\n3. Terekam CCTV! Pencuri Gasak Motor Warga Pekan Baru\n4. Waspada! Penipuan Loker Berkeliaran\n5. Terekam CCTV! Pencuri Gasak Motor Di Kembangan\n6. Bawa Narkoba, Pria Diamankan Warga Dan Camat\n7. Terekam CCTV, Geng Motor Serang Warga Hingga Ke Dalam Toko\n8. Bareskrim Polri Bongkar Ribuan Handphone Ilegal\n9. Miris! Bocah SD Alami Kekerasan Seksual\n10. Terpergok! Pencuri Motor Lepaskan Tembakan\n11. Diduga Cekcok, Anak Bunuh Ibu Tiri Hingga Tewas\n12. Terekam CCTV, Geng Motor Serang Warga Hingga Ke Dalam Toko\n13. Bareskrim Polri Tangkap Pelaku Peredaran Dolar Palsu Di 3 Lokasi\n14. Ilegal! Polda Jateng Bongkar Pengeboran Minyak Ilegal\n15. Polda Jatim Amankan 22 Kilogram Kokain Senilai 115 Miliar\n16. Truk Pengangkut Paket Terbakar Di Tol Solo-Semarang\n17. Tabrak Gapura, Penumpang Truk Tewas\n18. Diduga Mabuk, Pemuda Tewas Di Bendungan Mengwi\n19. Korban Terseret Arus Sungai Di Pasaman Ditemukan Meninggal Dunia\n20. Anggota Komcad Dan Sopir Kajari Dianiaya Jukir Liar\n21. Pengunjung Gasak Uang 4 Juta Rupiah Di Ruang F-O Hotel\n22. Terekam CCTV! Pencuri Gasak Motor Warga Pekan Baru\n23. Bareskrim Polri Tangkap Pelaku Peredaran Dolar Palsu Di 3 Lokasi\n24. Waspada! Penipuan Loker Berkeliaran\n\n#sinpotv #sinpotvnews #Kriminal #Narkoba #Curanmor #Kecelakaan #Kejahatan\nFollow WhatsApp Channel Sin Po tv untuk berita terbaru lainnya: https://whatsapp.com/channel/0029VagY...\n\nSimak berita lainnya di:    /   \n\nJangan lupa Subscribe, tinggalkan komentar dan share !\nIkuti juga update berita selengkapnya di YouTube Sin Po tv dan Website Berita di http://sinpo.id/ dan http://sinpo.tv/\n\nFollow:\nInstagram :   / sinpotv  \nX : https://x.com/sinpotv\nFanspage Facebook:   / sinpotv  \nTikTok : https://www.tiktok.com/?lang=...\n\n-------------------------------------------\nCopyright © 2026 SinPo.tv", "post_id": "Rmspf7AcPs8"}}, {"key": "@terusterangmediaofficial", "attributes": {"label": "@terusterangmediaofficial", "x": 708.7121117718508, "y": 333.29565574474674, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 5.1785, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "2-Rk8pxw8RY", "id": "@terusterangmediaofficial", "source": "youtube-000001", "content": "MINYAK MELONJAK, RUPIAH TERTEKAN, DAMPAK SUDAH MAKIN DEKAT❓\n\nSetiap media dan/atau konten kreator yang melakukan pengambilan, penggunaan, atau pengunggahan ulang (re-upload) sebagian maupun seluruh konten ini WAJIB mencantumkan sumber asli.\n\nPencantuman sumber dilakukan dengan menyertakan kredit pada materi gambar/video serta mencantumkan tautan menuju konten asli di deskripsi.\n\nTindakan re-upload tanpa pencantuman sumber yang jelas merupakan pelanggaran terhadap hak cipta dan bentuk tidak menghargai karya kreator.\n\nContoh pencantuman sumber di deskripsi:\nTayangan lengkap dapat disaksikan di:\n   • MINYAK MELONJAK, RUPIAH TERTEKAN, DAMPAK S...  \n_______________________________________\n\nPerang yang melibatkan Iran, Israel, dan Amerika Serikat berpotensi memicu guncangan ekonomi global. Salah satu titik paling krusial adalah Selat Hormuz, jalur laut yang dilalui sekitar 20% perdagangan minyak dunia.\n\nGangguan di jalur ini langsung mendorong lonjakan harga energi global dan meningkatkan ketidakpastian ekonomi internasional. Bagi Indonesia, dampaknya tidak bisa dianggap kecil. Sebagai net importer minyak, kenaikan harga energi dapat menekan fiskal negara, meningkatkan beban subsidi, serta mempengaruhi inflasi dan nilai tukar rupiah. Data terbaru juga menunjukkan tekanan pada pasar keuangan: IHSG turun lebih dari 15%, rupiah melemah mendekati Rp17.000 per dolar, dan terjadi arus keluar modal asing.  Dalam episode Bicara Ekonomi Politik, kita membahas:\nMengapa Selat Hormuz sangat penting bagi ekonomi dunia\nBagaimana perang Timur Tengah mempengaruhi harga minyak global\nDampaknya terhadap APBN, rupiah, dan pasar keuangan Indonesia\nApakah Indonesia berisiko mengalami stagflasi jika konflik berkepanjangan\nSimak analisis lengkapnya dan tuliskan pendapat Anda di kolom komentar.\n\n#BicaraEkonomiPolitik\n#PerangIran\n#SelatHormuz\n#EkonomiIndonesia\n#Geopolitik\n#terusterangmahfudmd #terusterang #terusterangmedia #hukum #keadilan #demokrasi #penegakanhukum\n_______________________________________\n\nSaksikan terus konten-konten terbaru Terus Terang Media. Jangan lupa subscribe like dan comment.\n\nSaran dan Masukan bisa juga disampaikan di Kanal Telegram Podcast Terus Terang Mahfud MD\nhttps://t.me/+t_gVMmzifJ0xN2I1\n \nIsu dan perkembangan bangsa terkini selengkapnya bisa dibaca di portal berita https://terusterang.id/\n\nWebsite: https://terusterang.id/\n\nInstagram: https://www.instagram.com/terusterang...\n\nFacebook: https://www.facebook.com/share/18qtKH...\n\nTwitter/X: https://x.com/terusterang_id?s=21\n\nTikTok: https://www.tiktok.com/\n\nKonten ini diterbitkan oleh PT TERUS TERANG MEDIA", "post_id": "2-Rk8pxw8RY"}}, {"key": "terusterangid...", "attributes": {"label": "terusterangid...", "x": 347.2538834214576, "y": 542.5645668434958, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 9.5803, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2-Rk8pxw8RY", "id": "terusterangid...", "source": "youtube-000001", "content": "MINYAK MELONJAK, RUPIAH TERTEKAN, DAMPAK SUDAH MAKIN DEKAT❓\n\nSetiap media dan/atau konten kreator yang melakukan pengambilan, penggunaan, atau pengunggahan ulang (re-upload) sebagian maupun seluruh konten ini WAJIB mencantumkan sumber asli.\n\nPencantuman sumber dilakukan dengan menyertakan kredit pada materi gambar/video serta mencantumkan tautan menuju konten asli di deskripsi.\n\nTindakan re-upload tanpa pencantuman sumber yang jelas merupakan pelanggaran terhadap hak cipta dan bentuk tidak menghargai karya kreator.\n\nContoh pencantuman sumber di deskripsi:\nTayangan lengkap dapat disaksikan di:\n   • MINYAK MELONJAK, RUPIAH TERTEKAN, DAMPAK S...  \n_______________________________________\n\nPerang yang melibatkan Iran, Israel, dan Amerika Serikat berpotensi memicu guncangan ekonomi global. Salah satu titik paling krusial adalah Selat Hormuz, jalur laut yang dilalui sekitar 20% perdagangan minyak dunia.\n\nGangguan di jalur ini langsung mendorong lonjakan harga energi global dan meningkatkan ketidakpastian ekonomi internasional. Bagi Indonesia, dampaknya tidak bisa dianggap kecil. Sebagai net importer minyak, kenaikan harga energi dapat menekan fiskal negara, meningkatkan beban subsidi, serta mempengaruhi inflasi dan nilai tukar rupiah. Data terbaru juga menunjukkan tekanan pada pasar keuangan: IHSG turun lebih dari 15%, rupiah melemah mendekati Rp17.000 per dolar, dan terjadi arus keluar modal asing.  Dalam episode Bicara Ekonomi Politik, kita membahas:\nMengapa Selat Hormuz sangat penting bagi ekonomi dunia\nBagaimana perang Timur Tengah mempengaruhi harga minyak global\nDampaknya terhadap APBN, rupiah, dan pasar keuangan Indonesia\nApakah Indonesia berisiko mengalami stagflasi jika konflik berkepanjangan\nSimak analisis lengkapnya dan tuliskan pendapat Anda di kolom komentar.\n\n#BicaraEkonomiPolitik\n#PerangIran\n#SelatHormuz\n#EkonomiIndonesia\n#Geopolitik\n#terusterangmahfudmd #terusterang #terusterangmedia #hukum #keadilan #demokrasi #penegakanhukum\n_______________________________________\n\nSaksikan terus konten-konten terbaru Terus Terang Media. Jangan lupa subscribe like dan comment.\n\nSaran dan Masukan bisa juga disampaikan di Kanal Telegram Podcast Terus Terang Mahfud MD\nhttps://t.me/+t_gVMmzifJ0xN2I1\n \nIsu dan perkembangan bangsa terkini selengkapnya bisa dibaca di portal berita https://terusterang.id/\n\nWebsite: https://terusterang.id/\n\nInstagram: https://www.instagram.com/terusterang...\n\nFacebook: https://www.facebook.com/share/18qtKH...\n\nTwitter/X: https://x.com/terusterang_id?s=21\n\nTikTok: https://www.tiktok.com/\n\nKonten ini diterbitkan oleh PT TERUS TERANG MEDIA", "post_id": "2-Rk8pxw8RY"}}, {"key": "@InnerBoost-oe4sd", "attributes": {"label": "@InnerBoost-oe4sd", "x": 958.5554270449012, "y": 444.1760632112407, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 5.1785, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "bGHs5AaKwD4", "id": "@InnerBoost-oe4sd", "source": "youtube-000001", "content": "Ekonomi Indonesia Semakin Terancam! Rupiah Tembus 17.000, Jadi Yang Terlemah Di Asia!!\n\n🔥 Rupiah Tembus 17.000! Ini Penyebab Sebenarnya Kenapa Jadi Mata Uang Terlemah di Asia\n\n\n\n🚨 Rupiah kembali melemah hingga tembus Rp17.000 per dolar AS!\nBanyak orang panik… tapi sedikit yang benar-benar paham apa penyebab sebenarnya di balik kondisi ini.\n\nDi video ini, kita akan bongkar secara lengkap, tajam, dan mudah dipahami tentang:\n👉 kenapa rupiah bisa jadi salah satu mata uang terlemah di Asia\n👉 apa hubungannya dengan perang Timur Tengah\n👉 kenapa harga minyak naik bisa menghancurkan nilai tukar\n👉 dan apa dampaknya ke kehidupan kita sehari-hari\n\n📉 FAKTA MENGEJUTKAN YANG AKAN KAMU PAHAMI DI VIDEO INI:\n\n✅ Rupiah melemah hingga Rp17.104 per dolar AS\n✅ Harga minyak dunia melonjak hampir US$100 per barel\n✅ Jalur vital dunia (Selat Hormuz) masih terganggu\n✅ Ekspor Indonesia mulai melemah\n✅ Cadangan devisa terus menurun selama 3 bulan berturut-turut\n✅ Tekanan global dan domestik datang secara bersamaan\n\n🌍 APA YANG SEBENARNYA TERJADI?\n\nDunia sedang tidak stabil.\nKonflik global, gangguan distribusi energi, dan ketidakpastian ekonomi membuat investor global memilih “lari” ke dolar.\n\nAkibatnya?\n👉 Mata uang negara berkembang seperti rupiah jadi korban utama.\n\n🛢️ KENAPA HARGA MINYAK BISA BIKIN RUPIAH JATUH?\n\nKarena Indonesia masih impor minyak.\n\nArtinya:\n➡️ Harga minyak naik = biaya impor naik\n➡️ Tekanan ke ekonomi meningkat\n➡️ Rupiah makin tertekan\n\n📦 DITAMBAH LAGI DENGAN MASALAH DALAM NEGERI\n\n❌ Ekspor melambat\n❌ Batu bara turun drastis\n❌ Surplus perdagangan mengecil\n❌ Cadangan devisa tergerus\n\nSemua ini bikin rupiah kehilangan “tameng”-nya.\n\n⚠️ INI BUKAN SEKEDAR ANGKA\n\nRupiah melemah bukan cuma urusan ekonomi…\n\nTapi berdampak langsung ke:\n💸 Harga barang naik\n⛽ BBM bisa ikut naik\n📈 Biaya hidup makin tinggi\n📉 Daya beli masyarakat menurun\n\n🔥 KENAPA KAMU HARUS NONTON VIDEO INI SAMPAI HABIS?\n\nKarena kamu akan:\n✔️ Paham kondisi ekonomi dengan bahasa yang simpel\n✔️ Ngerti hubungan antara perang, minyak, dan rupiah\n✔️ Bisa lebih siap menghadapi kondisi ekonomi ke depan\n✔️ Gak cuma ikut panik… tapi jadi orang yang paham situasi\n\n💬 TULIS DI KOMENTAR:\nMenurut kamu… apakah rupiah bisa kembali menguat?\nAtau justru akan semakin melemah?\n\n👍 JANGAN LUPA:\n✔️ Like kalau video ini bermanfaat\n✔️ Subscribe untuk konten ekonomi & self-improvement lainnya\n✔️ Share ke teman & keluarga biar makin banyak yang paham\n\n🚀 CHANNEL INNER BOOST\nTempat kamu belajar:\n📌 Mindset\n📌 Keuangan\n📌 Realita dunia yang jarang dibahas\n\n\n\n\n#nilaitukarrupiah #kursdollar #rupiah #rupiahmelemah #dolar #ekonomiindonesia #beritaekonomi #nilaitukar #rupiah17000 #krisisekonomi #hargaminyak #perangtimurtengah #investasi #keuangan #money #financialeducation #innerboost #ekonomiglobal #dolaras #inflasi #bisnis #edukasikeuangan #tipsinvestasi #tipskeuangan #tipsfinansial #purbayayudhisadewa #prabowosubianto #bahlillahadalia \n\n\n‪-oe4sd‬", "post_id": "bGHs5AaKwD4"}}, {"key": "InnerBoost", "attributes": {"label": "InnerBoost", "x": 29.703895092325517, "y": 594.4102911866995, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 7.3794, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "bGHs5AaKwD4", "id": "InnerBoost", "source": "youtube-000001", "content": "Ekonomi Indonesia Semakin Terancam! Rupiah Tembus 17.000, Jadi Yang Terlemah Di Asia!!\n\n🔥 Rupiah Tembus 17.000! Ini Penyebab Sebenarnya Kenapa Jadi Mata Uang Terlemah di Asia\n\n\n\n🚨 Rupiah kembali melemah hingga tembus Rp17.000 per dolar AS!\nBanyak orang panik… tapi sedikit yang benar-benar paham apa penyebab sebenarnya di balik kondisi ini.\n\nDi video ini, kita akan bongkar secara lengkap, tajam, dan mudah dipahami tentang:\n👉 kenapa rupiah bisa jadi salah satu mata uang terlemah di Asia\n👉 apa hubungannya dengan perang Timur Tengah\n👉 kenapa harga minyak naik bisa menghancurkan nilai tukar\n👉 dan apa dampaknya ke kehidupan kita sehari-hari\n\n📉 FAKTA MENGEJUTKAN YANG AKAN KAMU PAHAMI DI VIDEO INI:\n\n✅ Rupiah melemah hingga Rp17.104 per dolar AS\n✅ Harga minyak dunia melonjak hampir US$100 per barel\n✅ Jalur vital dunia (Selat Hormuz) masih terganggu\n✅ Ekspor Indonesia mulai melemah\n✅ Cadangan devisa terus menurun selama 3 bulan berturut-turut\n✅ Tekanan global dan domestik datang secara bersamaan\n\n🌍 APA YANG SEBENARNYA TERJADI?\n\nDunia sedang tidak stabil.\nKonflik global, gangguan distribusi energi, dan ketidakpastian ekonomi membuat investor global memilih “lari” ke dolar.\n\nAkibatnya?\n👉 Mata uang negara berkembang seperti rupiah jadi korban utama.\n\n🛢️ KENAPA HARGA MINYAK BISA BIKIN RUPIAH JATUH?\n\nKarena Indonesia masih impor minyak.\n\nArtinya:\n➡️ Harga minyak naik = biaya impor naik\n➡️ Tekanan ke ekonomi meningkat\n➡️ Rupiah makin tertekan\n\n📦 DITAMBAH LAGI DENGAN MASALAH DALAM NEGERI\n\n❌ Ekspor melambat\n❌ Batu bara turun drastis\n❌ Surplus perdagangan mengecil\n❌ Cadangan devisa tergerus\n\nSemua ini bikin rupiah kehilangan “tameng”-nya.\n\n⚠️ INI BUKAN SEKEDAR ANGKA\n\nRupiah melemah bukan cuma urusan ekonomi…\n\nTapi berdampak langsung ke:\n💸 Harga barang naik\n⛽ BBM bisa ikut naik\n📈 Biaya hidup makin tinggi\n📉 Daya beli masyarakat menurun\n\n🔥 KENAPA KAMU HARUS NONTON VIDEO INI SAMPAI HABIS?\n\nKarena kamu akan:\n✔️ Paham kondisi ekonomi dengan bahasa yang simpel\n✔️ Ngerti hubungan antara perang, minyak, dan rupiah\n✔️ Bisa lebih siap menghadapi kondisi ekonomi ke depan\n✔️ Gak cuma ikut panik… tapi jadi orang yang paham situasi\n\n💬 TULIS DI KOMENTAR:\nMenurut kamu… apakah rupiah bisa kembali menguat?\nAtau justru akan semakin melemah?\n\n👍 JANGAN LUPA:\n✔️ Like kalau video ini bermanfaat\n✔️ Subscribe untuk konten ekonomi & self-improvement lainnya\n✔️ Share ke teman & keluarga biar makin banyak yang paham\n\n🚀 CHANNEL INNER BOOST\nTempat kamu belajar:\n📌 Mindset\n📌 Keuangan\n📌 Realita dunia yang jarang dibahas\n\n\n\n\n#nilaitukarrupiah #kursdollar #rupiah #rupiahmelemah #dolar #ekonomiindonesia #beritaekonomi #nilaitukar #rupiah17000 #krisisekonomi #hargaminyak #perangtimurtengah #investasi #keuangan #money #financialeducation #innerboost #ekonomiglobal #dolaras #inflasi #bisnis #edukasikeuangan #tipsinvestasi #tipskeuangan #tipsfinansial #purbayayudhisadewa #prabowosubianto #bahlillahadalia \n\n\n‪-oe4sd‬", "post_id": "bGHs5AaKwD4"}}, {"key": "@garismodal", "attributes": {"label": "@garismodal", "x": 270.3058142701711, "y": 40.01216078170966, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 5.1785, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "CyuhttqfDjU", "id": "@garismodal", "source": "youtube-000001", "content": "Dampak Trump Ancam Iran bagi Ekonomi Indonesia: Rupiah dalam Bahaya?\n\nRupiah resmi tembus angka psikologis Rp17.025 per Dolar AS! Apakah ini tanda-tanda \"Deja Vu\" krisis 98 akan terulang kembali? Atau ini hanya anomali sementara di tengah memanasnya tensi geopolitik global antara Donald Trump dan Iran?\n\nDi video kali ini, Garis Modal akan membedah secara dingin dan objektif apa yang sebenarnya terjadi di balik melemahnya Rupiah sendirian di tengah penguatan mata uang Asia lainnya. Kita juga akan membahas dampak lonjakan harga minyak WTI yang menembus $112 per barel terhadap dompet kita dan potensi stagflasi di Indonesia.\n\nApa yang akan kita bahas di video ini?\n\nAnalisis Rupiah 17.000: Kenapa terjadi anomali dan apakah fundamental kita masih kuat?\n\nDampak Harga Minyak Dunia: Krisis energi, beban APBN, dan nasib harga BBM.\n\nGeopolitik Global: Ultimatum Donald Trump ke Iran dan ancaman di Selat Hormuz.\n\nWaspada Keamanan: Isu peredaran uang palsu di tengah ketidakpastian ekonomi.\n\nUpdate Pasar Modal: Nasib saham perbankan (BBRI), tambang (AMMN, BUMI), dan koreksi harga Emas Antam.\n\nJangan sampai lu salah langkah dan terjebak \"FOMO\" atau panik yang nggak perlu. Simak datanya, susun strateginya.\n\nTonton video ini sampai habis untuk dapet update saham top pick di tengah market yang lagi merah!\n\nTimestamp:\n0:00 - Rupiah Tembus 17.000: Trauma 98? \n01:58 - Jebakan Maut Harga Minyak WTI $112 \n04:05 - Catur Politik: Trump vs Iran & Selat Hormuz \n05:35 - Waspada Peredaran Uang Palsu \n06:52 - Update IHSG & Rekomendasi Saham \n07:49 - Nasib Emas Antam & Kesimpulan \n\nDukung channel ini dengan cara:\n✅ LIKE jika video ini bermanfaat\n✅ SHARE ke grup investor lu\n✅ SUBSCRIBE & Nyalain Lonceng biar nggak ketinggalan info cuan!\n\nDiskusi di kolom komentar:\nMenurut lu, kalau Dolar tembus ke 18.000, aset apa yang paling aman buat disimpen? Yuk, kita obrolin di bawah!\n\n#Rupiah #Dolar #EkonomiIndonesia #IHSG #SahamHariIni #KrisisEkonomi #GarisModal #DonaldTrump #HargaMinyak #InvestasiSaham #EmasAntam #beritaekonomi \n\nihsg: koreksi ke 6.989... asing \"exit\" 623 miliar... perbankan kena hantam (sumber: indopremier).\nrupiah: nyentuh 17.025... jadi mata uang paling lemes di asia hari ini (sumber: kompas).\nenergi: minyak wti terbang ke 112 dolar... pasokan global terancam gara-gara trump vs iran (sumber: reuters).\nemas: antam turun ke 2,83 juta per gram... koreksi sehat setelah reli panjang (sumber: logam mulia).\nkorporasi: wton dapet kontrak subway manila 110 juta dolar... ammn & bumi jadi top gainers.\ngeopolitik: trump ancam bom infrastruktur energi iran lewat truth social (sumber: metrotv news).\n\n   /   \nharian suara pembaruan\nharian media indonesia\nharian merdeka\nkompas.com\nhttps://www.google.com/finance\nhttps://www.bloomberg.com/\n   /   \nhttps://www.metrotvnews.com/\nhttps://www.indopremier.com/ipotnews/\nhttps://stockbit.com/\nhttps://www.kontan.co.id/\nhttps://www.idnfinancials.com/\n\nlampiran backsound\n\nMusic Cradit to : \n\nMusik oleh Karl Casey @ White Bat Audio \nRetro Horror Synth Theme - Sanity Unravels \n   • Retro Horror Synth Theme - Sanity Unravels...  \n   • 80s Retro Horror Synth  - The Witch // Roy...  \n   • Creepy 80's Horror Theme - Bad Omen // Roy...", "post_id": "CyuhttqfDjU"}}, {"key": "cnbc_id", "attributes": {"label": "cnbc_id", "x": 210.43408233181015, "y": 107.10608672491217, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 7.3794, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "CyuhttqfDjU", "id": "cnbc_id", "source": "youtube-000001", "content": "Dampak Trump Ancam Iran bagi Ekonomi Indonesia: Rupiah dalam Bahaya?\n\nRupiah resmi tembus angka psikologis Rp17.025 per Dolar AS! Apakah ini tanda-tanda \"Deja Vu\" krisis 98 akan terulang kembali? Atau ini hanya anomali sementara di tengah memanasnya tensi geopolitik global antara Donald Trump dan Iran?\n\nDi video kali ini, Garis Modal akan membedah secara dingin dan objektif apa yang sebenarnya terjadi di balik melemahnya Rupiah sendirian di tengah penguatan mata uang Asia lainnya. Kita juga akan membahas dampak lonjakan harga minyak WTI yang menembus $112 per barel terhadap dompet kita dan potensi stagflasi di Indonesia.\n\nApa yang akan kita bahas di video ini?\n\nAnalisis Rupiah 17.000: Kenapa terjadi anomali dan apakah fundamental kita masih kuat?\n\nDampak Harga Minyak Dunia: Krisis energi, beban APBN, dan nasib harga BBM.\n\nGeopolitik Global: Ultimatum Donald Trump ke Iran dan ancaman di Selat Hormuz.\n\nWaspada Keamanan: Isu peredaran uang palsu di tengah ketidakpastian ekonomi.\n\nUpdate Pasar Modal: Nasib saham perbankan (BBRI), tambang (AMMN, BUMI), dan koreksi harga Emas Antam.\n\nJangan sampai lu salah langkah dan terjebak \"FOMO\" atau panik yang nggak perlu. Simak datanya, susun strateginya.\n\nTonton video ini sampai habis untuk dapet update saham top pick di tengah market yang lagi merah!\n\nTimestamp:\n0:00 - Rupiah Tembus 17.000: Trauma 98? \n01:58 - Jebakan Maut Harga Minyak WTI $112 \n04:05 - Catur Politik: Trump vs Iran & Selat Hormuz \n05:35 - Waspada Peredaran Uang Palsu \n06:52 - Update IHSG & Rekomendasi Saham \n07:49 - Nasib Emas Antam & Kesimpulan \n\nDukung channel ini dengan cara:\n✅ LIKE jika video ini bermanfaat\n✅ SHARE ke grup investor lu\n✅ SUBSCRIBE & Nyalain Lonceng biar nggak ketinggalan info cuan!\n\nDiskusi di kolom komentar:\nMenurut lu, kalau Dolar tembus ke 18.000, aset apa yang paling aman buat disimpen? Yuk, kita obrolin di bawah!\n\n#Rupiah #Dolar #EkonomiIndonesia #IHSG #SahamHariIni #KrisisEkonomi #GarisModal #DonaldTrump #HargaMinyak #InvestasiSaham #EmasAntam #beritaekonomi \n\nihsg: koreksi ke 6.989... asing \"exit\" 623 miliar... perbankan kena hantam (sumber: indopremier).\nrupiah: nyentuh 17.025... jadi mata uang paling lemes di asia hari ini (sumber: kompas).\nenergi: minyak wti terbang ke 112 dolar... pasokan global terancam gara-gara trump vs iran (sumber: reuters).\nemas: antam turun ke 2,83 juta per gram... koreksi sehat setelah reli panjang (sumber: logam mulia).\nkorporasi: wton dapet kontrak subway manila 110 juta dolar... ammn & bumi jadi top gainers.\ngeopolitik: trump ancam bom infrastruktur energi iran lewat truth social (sumber: metrotv news).\n\n   /   \nharian suara pembaruan\nharian media indonesia\nharian merdeka\nkompas.com\nhttps://www.google.com/finance\nhttps://www.bloomberg.com/\n   /   \nhttps://www.metrotvnews.com/\nhttps://www.indopremier.com/ipotnews/\nhttps://stockbit.com/\nhttps://www.kontan.co.id/\nhttps://www.idnfinancials.com/\n\nlampiran backsound\n\nMusic Cradit to : \n\nMusik oleh Karl Casey @ White Bat Audio \nRetro Horror Synth Theme - Sanity Unravels \n   • Retro Horror Synth Theme - Sanity Unravels...  \n   • 80s Retro Horror Synth  - The Witch // Roy...  \n   • Creepy 80's Horror Theme - Bad Omen // Roy...", "post_id": "CyuhttqfDjU"}}, {"key": "tvrparlemen", "attributes": {"label": "tvrparlemen", "x": 384.2460841459934, "y": 822.6229418258002, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 7.3794, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "CyuhttqfDjU", "id": "tvrparlemen", "source": "youtube-000001", "content": "Dampak Trump Ancam Iran bagi Ekonomi Indonesia: Rupiah dalam Bahaya?\n\nRupiah resmi tembus angka psikologis Rp17.025 per Dolar AS! Apakah ini tanda-tanda \"Deja Vu\" krisis 98 akan terulang kembali? Atau ini hanya anomali sementara di tengah memanasnya tensi geopolitik global antara Donald Trump dan Iran?\n\nDi video kali ini, Garis Modal akan membedah secara dingin dan objektif apa yang sebenarnya terjadi di balik melemahnya Rupiah sendirian di tengah penguatan mata uang Asia lainnya. Kita juga akan membahas dampak lonjakan harga minyak WTI yang menembus $112 per barel terhadap dompet kita dan potensi stagflasi di Indonesia.\n\nApa yang akan kita bahas di video ini?\n\nAnalisis Rupiah 17.000: Kenapa terjadi anomali dan apakah fundamental kita masih kuat?\n\nDampak Harga Minyak Dunia: Krisis energi, beban APBN, dan nasib harga BBM.\n\nGeopolitik Global: Ultimatum Donald Trump ke Iran dan ancaman di Selat Hormuz.\n\nWaspada Keamanan: Isu peredaran uang palsu di tengah ketidakpastian ekonomi.\n\nUpdate Pasar Modal: Nasib saham perbankan (BBRI), tambang (AMMN, BUMI), dan koreksi harga Emas Antam.\n\nJangan sampai lu salah langkah dan terjebak \"FOMO\" atau panik yang nggak perlu. Simak datanya, susun strateginya.\n\nTonton video ini sampai habis untuk dapet update saham top pick di tengah market yang lagi merah!\n\nTimestamp:\n0:00 - Rupiah Tembus 17.000: Trauma 98? \n01:58 - Jebakan Maut Harga Minyak WTI $112 \n04:05 - Catur Politik: Trump vs Iran & Selat Hormuz \n05:35 - Waspada Peredaran Uang Palsu \n06:52 - Update IHSG & Rekomendasi Saham \n07:49 - Nasib Emas Antam & Kesimpulan \n\nDukung channel ini dengan cara:\n✅ LIKE jika video ini bermanfaat\n✅ SHARE ke grup investor lu\n✅ SUBSCRIBE & Nyalain Lonceng biar nggak ketinggalan info cuan!\n\nDiskusi di kolom komentar:\nMenurut lu, kalau Dolar tembus ke 18.000, aset apa yang paling aman buat disimpen? Yuk, kita obrolin di bawah!\n\n#Rupiah #Dolar #EkonomiIndonesia #IHSG #SahamHariIni #KrisisEkonomi #GarisModal #DonaldTrump #HargaMinyak #InvestasiSaham #EmasAntam #beritaekonomi \n\nihsg: koreksi ke 6.989... asing \"exit\" 623 miliar... perbankan kena hantam (sumber: indopremier).\nrupiah: nyentuh 17.025... jadi mata uang paling lemes di asia hari ini (sumber: kompas).\nenergi: minyak wti terbang ke 112 dolar... pasokan global terancam gara-gara trump vs iran (sumber: reuters).\nemas: antam turun ke 2,83 juta per gram... koreksi sehat setelah reli panjang (sumber: logam mulia).\nkorporasi: wton dapet kontrak subway manila 110 juta dolar... ammn & bumi jadi top gainers.\ngeopolitik: trump ancam bom infrastruktur energi iran lewat truth social (sumber: metrotv news).\n\n   /   \nharian suara pembaruan\nharian media indonesia\nharian merdeka\nkompas.com\nhttps://www.google.com/finance\nhttps://www.bloomberg.com/\n   /   \nhttps://www.metrotvnews.com/\nhttps://www.indopremier.com/ipotnews/\nhttps://stockbit.com/\nhttps://www.kontan.co.id/\nhttps://www.idnfinancials.com/\n\nlampiran backsound\n\nMusic Cradit to : \n\nMusik oleh Karl Casey @ White Bat Audio \nRetro Horror Synth Theme - Sanity Unravels \n   • Retro Horror Synth Theme - Sanity Unravels...  \n   • 80s Retro Horror Synth  - The Witch // Roy...  \n   • Creepy 80's Horror Theme - Bad Omen // Roy...", "post_id": "CyuhttqfDjU"}}, {"key": "@tribunbatamvideo", "attributes": {"label": "@tribunbatamvideo", "x": 830.1383500679758, "y": 747.5381613510475, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 5.1785, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "HedWIM9BlQU", "id": "@tribunbatamvideo", "source": "youtube-000001", "content": "Tangis Frustasi Warga AS Harga BBM Melonjak Drastis, Biaya Hidup Menghimpit dan Gaji Tak Cukup\n\nTangis Frustasi Warga AS Harga BBM Melonjak Drastis, Biaya Hidup Menghimpit dan Gaji Tak Cukup\n\nSebuah video yang memperlihatkan seorang perempuan warga Amerika Serikat menangis frustrasi karena meroketnya harga bahan bakar minyak (BBM) viral di media sosial. Video yang diunggah oleh akun Instagram  pada Sabtu (4/4/2026) tersebut menjadi potret nyata tekanan ekonomi di Negeri Paman Sam, di mana kenaikan biaya hidup mulai tidak seimbang dengan pendapatan masyarakat.\n\nDalam unggahan tersebut, ia mengungkapkan kekecewaannya karena lonjakan harga BBM telah memicu kenaikan harga kebutuhan pokok secara keseluruhan. Ia merasa gaji yang diterimanya setiap bulan tidak lagi mampu menutupi pengeluaran sehari-hari yang kian menghimpit. \"Gaji saya tidak bisa mengimbangi kebutuhan pokok,\" keluhnya dalam video yang penuh emosi tersebut.\n\nKondisi ini sejalan dengan laporan The Guardian yang menyebutkan harga minyak mentah di AS telah melampaui 110 dolar AS per barel. Data dari Energy Information Administration (EIA) per 30 Maret 2026 merinci bahwa harga BBM di AS kini menyentuh angka 3,59 dolar hingga 5,33 dolar per galon.\n\nJika dikonversikan ke dalam satuan liter dan mata uang rupiah, masyarakat AS harus merogoh kocek sekitar Rp16.102 untuk harga terendah hingga Rp23.907 untuk harga tertinggi per liternya. Angka ini melonjak tajam akibat imbas konflik di Timur Tengah, terutama dampak dari penutupan Selat Hormuz yang menghambat distribusi energi global. Fenomena ini menunjukkan bahwa krisis energi tidak hanya menekan negara berkembang, tetapi juga mulai menggoyang stabilitas ekonomi warga di negara maju.\n\n#amerika #as #hargabbm #inflasi #biayahidup #ekonomiglobal #krisisekonomi #beritaterkini #hargaminyak #worldnews #infokeuangan #kemiskinan #tribunbatamid\n\n\n\n\nEditor Video: Bregas\nUploader: \n\nSUBSCRIBE, SHARE, and COMMENT.\nUpdate info terkini via tribunbatam.id : http://tribunbatam.id/\n\nFollow akun Instagram :   / tribunbatamdotcom  \nFollow akun Twitter :   / tribunbatamku  \nFollow dan like fanpage Facebook :   / redaksitribunbatam", "post_id": "HedWIM9BlQU"}}, {"key": "palestine.pixel", "attributes": {"label": "palestine.pixel", "x": 464.32598913520485, "y": 628.6545742104194, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 9.5803, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "HedWIM9BlQU", "id": "palestine.pixel", "source": "youtube-000001", "content": "Tangis Frustasi Warga AS Harga BBM Melonjak Drastis, Biaya Hidup Menghimpit dan Gaji Tak Cukup\n\nTangis Frustasi Warga AS Harga BBM Melonjak Drastis, Biaya Hidup Menghimpit dan Gaji Tak Cukup\n\nSebuah video yang memperlihatkan seorang perempuan warga Amerika Serikat menangis frustrasi karena meroketnya harga bahan bakar minyak (BBM) viral di media sosial. Video yang diunggah oleh akun Instagram  pada Sabtu (4/4/2026) tersebut menjadi potret nyata tekanan ekonomi di Negeri Paman Sam, di mana kenaikan biaya hidup mulai tidak seimbang dengan pendapatan masyarakat.\n\nDalam unggahan tersebut, ia mengungkapkan kekecewaannya karena lonjakan harga BBM telah memicu kenaikan harga kebutuhan pokok secara keseluruhan. Ia merasa gaji yang diterimanya setiap bulan tidak lagi mampu menutupi pengeluaran sehari-hari yang kian menghimpit. \"Gaji saya tidak bisa mengimbangi kebutuhan pokok,\" keluhnya dalam video yang penuh emosi tersebut.\n\nKondisi ini sejalan dengan laporan The Guardian yang menyebutkan harga minyak mentah di AS telah melampaui 110 dolar AS per barel. Data dari Energy Information Administration (EIA) per 30 Maret 2026 merinci bahwa harga BBM di AS kini menyentuh angka 3,59 dolar hingga 5,33 dolar per galon.\n\nJika dikonversikan ke dalam satuan liter dan mata uang rupiah, masyarakat AS harus merogoh kocek sekitar Rp16.102 untuk harga terendah hingga Rp23.907 untuk harga tertinggi per liternya. Angka ini melonjak tajam akibat imbas konflik di Timur Tengah, terutama dampak dari penutupan Selat Hormuz yang menghambat distribusi energi global. Fenomena ini menunjukkan bahwa krisis energi tidak hanya menekan negara berkembang, tetapi juga mulai menggoyang stabilitas ekonomi warga di negara maju.\n\n#amerika #as #hargabbm #inflasi #biayahidup #ekonomiglobal #krisisekonomi #beritaterkini #hargaminyak #worldnews #infokeuangan #kemiskinan #tribunbatamid\n\n\n\n\nEditor Video: Bregas\nUploader: \n\nSUBSCRIBE, SHARE, and COMMENT.\nUpdate info terkini via tribunbatam.id : http://tribunbatam.id/\n\nFollow akun Instagram :   / tribunbatamdotcom  \nFollow akun Twitter :   / tribunbatamku  \nFollow dan like fanpage Facebook :   / redaksitribunbatam", "post_id": "HedWIM9BlQU"}}, {"key": "@IDXCHANNELINSIGHT", "attributes": {"label": "@IDXCHANNELINSIGHT", "x": 191.39249745579866, "y": 549.011401984861, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 5.1785, "eigenvector": 0.0288, "in_degree": 0, "out_degree": 12, "degree": 12}, "_id": "LMS6EHnO4U0", "id": "@IDXCHANNELINSIGHT", "source": "youtube-000001", "content": "Rupiah Kembali Melemah Jelang Akhir Pekan! | MILENOMICS\n\nNilai tukar rupiah kembali mengalami pelemahan menjelang akhir pekan, seiring menguatnya Indeks Dolar AS di pasar global. Pergerakan ini terjadi di tengah meningkatnya optimisme pasar terhadap peluang tercapainya kesepakatan damai antara Amerika Serikat dan Iran.\n\nBerdasarkan data dari RTI Business, hingga Jumat siang rupiah melemah 0,27% ke level Rp17.174 per dolar AS. Sebelumnya, rupiah dibuka melemah 0,15% di Rp17.150, bahkan dalam perdagangan intraday sempat tertekan hingga Rp17.181 dan mendekati level Rp17.200 per dolar AS.\n\nSementara itu, indeks dolar AS tercatat menguat tipis 0,04% ke level 98,245. Penguatan ini terjadi setelah sebelumnya dolar mengalami tekanan, didorong oleh technical rebound serta sikap pelaku pasar yang masih menunggu kepastian arah negosiasi damai AS–Iran.\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n--------------------------------------------\nFollow US on Social Media\nWebsite - http://www.idxchannel.com\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idxchannelcom  \n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "LMS6EHnO4U0"}}, {"key": "@trijayafm", "attributes": {"label": "@trijayafm", "x": 599.3824419898609, "y": 751.4836698443706, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 5.1785, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "xfQP_xi86W0", "id": "@trijayafm", "source": "youtube-000001", "content": "Iran- Amerika Di Ambang Gencatan Senjata, Rupiah Berpeluang Kembali Menguat | THT Pagi\n\nBank Indonesia (BI) merespon nikai tukar rupiah yang mengalami pelemahan pada penutupan perdagangan sore ini, Selasa (7/4). Mata uang rupiah tercatat turun sebesar 70 poin ke level Rp 17.105 per dolar AS. Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia, Ibu Destry Damayanti, mengatakan di tengah ketidakpastian global yang sangat tinggi, maka saat ini stabilitas menjadi prioritas utama bagi Bank Indonesia (BI). \n\nSelengkapnya di https://www.inews.id/news\nYuk Subscribe:    /   \n\n\nAudio streaming di mnctrijaya.com\nInstagram: mnctrijaya\nTiktok: mnctrijaya\nTwitter: mnctrijaya\nFanpage FB: MNC Trijaya\n\n#Pati #Korupsihaji #TrijayaFM #Radio", "post_id": "xfQP_xi86W0"}}, {"key": "trijayafm", "attributes": {"label": "trijayafm", "x": 374.5317177380032, "y": 172.61637856774325, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 9.5803, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "xfQP_xi86W0", "id": "trijayafm", "source": "youtube-000001", "content": "Iran- Amerika Di Ambang Gencatan Senjata, Rupiah Berpeluang Kembali Menguat | THT Pagi\n\nBank Indonesia (BI) merespon nikai tukar rupiah yang mengalami pelemahan pada penutupan perdagangan sore ini, Selasa (7/4). Mata uang rupiah tercatat turun sebesar 70 poin ke level Rp 17.105 per dolar AS. Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia, Ibu Destry Damayanti, mengatakan di tengah ketidakpastian global yang sangat tinggi, maka saat ini stabilitas menjadi prioritas utama bagi Bank Indonesia (BI). \n\nSelengkapnya di https://www.inews.id/news\nYuk Subscribe:    /   \n\n\nAudio streaming di mnctrijaya.com\nInstagram: mnctrijaya\nTiktok: mnctrijaya\nTwitter: mnctrijaya\nFanpage FB: MNC Trijaya\n\n#Pati #Korupsihaji #TrijayaFM #Radio", "post_id": "xfQP_xi86W0"}}, {"key": "@KompasTVSukabumi", "attributes": {"label": "@KompasTVSukabumi", "x": 888.8927766461798, "y": 840.4682985971472, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 5.1785, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "j9HEN8HDqeg", "id": "@KompasTVSukabumi", "source": "youtube-000001", "content": "Tiket Pesawat Naik 9 13 Persen, Menko Airlangga Akibat Perang, Harga Avtur Naik\n\nJAKARTA, KOMPAS.TV - Menko Perekonomian Airlangga Hartarto menyebut selama harga minyak dunia tidak melebihi 97 dolar per barel, maka harga BBM subsidi tidak akan naik hingga akhir tahun 2026 ini.\n\nPerang di Timur Tengah mulai berdampak pada biaya operasional penerbangan maskapai domestik. Menteri Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyatakan harga tiket pesawat akan naik sembilan hingga 13 persen.\n\nAirlangga menyatakan dampak dari perkembangan geopolitik dan geoekonomi global telah menyebabkan harga avtur naik. Kenaikan harga avtur akan memengaruhi biaya operasional maskapai nasional.\n\n Oleh karena itu, pemerintah menyiapkan langkah mitigasi agar harga tiket pesawat tetap terjangkau masyarakat. Pemerintah menetapkan kenaikan harga tiket pesawat di kisaran 9 hingga 13 persen. Pemerintah juga akan menanggung PPN tiket pesawat kelas ekonomi. Pemerintah menyiapkan subsidi PPN mencapai satu koma tiga triliun rupiah per bulannya.\n\nSahabat Kompas TV Sukabumi! Jangan lupa like, comment, dan subscribe channel YouTube Kompas TV Sukabumi, juga aktifkan lonceng notifikasi agar tidak ketinggalan update mengenai isu-isu terkini di Indonesia.\n\nJangan lewatkan live streaming Kompas TV 24 jam non stop di https://www.kompas.tv/live.\n\nSosial Media Kompas TV Sukabumi:\nYouTube :    / kompastvsukabumi  \nInstagram :   / kompastvsukabumi  \nFacebook :   / redaksikompastvsukabumi  \nTwitter : \nTikTok :   / kompastvsukabumi", "post_id": "j9HEN8HDqeg"}}, {"key": "ktvsukabumi", "attributes": {"label": "ktvsukabumi", "x": 487.9216253706262, "y": 961.6195907531664, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 9.5803, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "j9HEN8HDqeg", "id": "ktvsukabumi", "source": "youtube-000001", "content": "Tiket Pesawat Naik 9 13 Persen, Menko Airlangga Akibat Perang, Harga Avtur Naik\n\nJAKARTA, KOMPAS.TV - Menko Perekonomian Airlangga Hartarto menyebut selama harga minyak dunia tidak melebihi 97 dolar per barel, maka harga BBM subsidi tidak akan naik hingga akhir tahun 2026 ini.\n\nPerang di Timur Tengah mulai berdampak pada biaya operasional penerbangan maskapai domestik. Menteri Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyatakan harga tiket pesawat akan naik sembilan hingga 13 persen.\n\nAirlangga menyatakan dampak dari perkembangan geopolitik dan geoekonomi global telah menyebabkan harga avtur naik. Kenaikan harga avtur akan memengaruhi biaya operasional maskapai nasional.\n\n Oleh karena itu, pemerintah menyiapkan langkah mitigasi agar harga tiket pesawat tetap terjangkau masyarakat. Pemerintah menetapkan kenaikan harga tiket pesawat di kisaran 9 hingga 13 persen. Pemerintah juga akan menanggung PPN tiket pesawat kelas ekonomi. Pemerintah menyiapkan subsidi PPN mencapai satu koma tiga triliun rupiah per bulannya.\n\nSahabat Kompas TV Sukabumi! Jangan lupa like, comment, dan subscribe channel YouTube Kompas TV Sukabumi, juga aktifkan lonceng notifikasi agar tidak ketinggalan update mengenai isu-isu terkini di Indonesia.\n\nJangan lewatkan live streaming Kompas TV 24 jam non stop di https://www.kompas.tv/live.\n\nSosial Media Kompas TV Sukabumi:\nYouTube :    / kompastvsukabumi  \nInstagram :   / kompastvsukabumi  \nFacebook :   / redaksikompastvsukabumi  \nTwitter : \nTikTok :   / kompastvsukabumi", "post_id": "j9HEN8HDqeg"}}, {"key": "@garudatv.official", "attributes": {"label": "@garudatv.official", "x": 162.71646487436198, "y": 169.21811554969855, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 5.1785, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "ACxMbWGFXbY", "id": "@garudatv.official", "source": "youtube-000001", "content": "Menkeu Purbaya Jamin Harga BBM Tidak Naik Berkat Pertahanan APBN | LAPORAN 8 MALAM\n\nGaruda Tv - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memberikan pernyataan tegas yang menepis kekhawatiran masyarakat terkait isu kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM). Pemerintah memastikan tidak akan menaikkan harga BBM bersubsidi hingga akhir tahun 2026, meskipun harga minyak dunia diprediksi mengalami fluktuasi signifikan.\n\n \"Bantalan kita ada banyak, pertahanan kita berlapis-lapis. Jika pun harga minyak mencapai 150 dolar, kita masih memiliki Saldo Anggaran Lebih (SAL) sebesar 420 triliun rupiah,\" tegas Purbaya Yudhi Sadewa dalam keterangannya di Jakarta.\n\nPemerintah juga menekankan bahwa langkah penghematan di berbagai sektor telah dilakukan secara matang tanpa mengurangi anggaran yang mendorong pertumbuhan ekonomi. \n\nDengan cadangan anggaran yang melimpah tersebut, spekulasi kenaikan harga BBM pada pertengahan tahun ini dipastikan tidak benar, dan masyarakat diminta untuk tetap tenang dalam menjalankan aktivitas ekonomi.\n\n#MenkeuPurbaya #bbm2026  #anggarannegara  #APBNKuat #bbmsubsidi  #Pertalite #ekonomiindonesia  #garudatv  #UpdateEkonomi #InfoJakarta #StabilitasFiskal #garudatv  #Laporan8\n\nGARUDA TV - Digital TV Indonesia, Berita Terpercaya\n\nSaksikan Garuda TV di Free to Air atau Streaming melalui:\nwww.garuda.tv | YouTube Garuda TV | Aplikasi Vidio | Wewatch | IndiHome CH111 | Transvision CH824 | FirstMedia CH45\n\nScan ulang saluran digital kamu sekarang ya dan saksikan terus program-program seru terbaru hanya di GarudaTV.\nSubscribe GarudaTV Official Youtube Channel    /   \nFollow our Official TikTok   / garudatv.official  \nLike our Official Facebook   / garudatv.official  \nFollow our Official Instagram   / garudatv.official", "post_id": "ACxMbWGFXbY"}}, {"key": "garudatv.official", "attributes": {"label": "garudatv.official", "x": 122.03221966963218, "y": 41.02325894231862, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 9.5803, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "ACxMbWGFXbY", "id": "garudatv.official", "source": "youtube-000001", "content": "Menkeu Purbaya Jamin Harga BBM Tidak Naik Berkat Pertahanan APBN | LAPORAN 8 MALAM\n\nGaruda Tv - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memberikan pernyataan tegas yang menepis kekhawatiran masyarakat terkait isu kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM). Pemerintah memastikan tidak akan menaikkan harga BBM bersubsidi hingga akhir tahun 2026, meskipun harga minyak dunia diprediksi mengalami fluktuasi signifikan.\n\n \"Bantalan kita ada banyak, pertahanan kita berlapis-lapis. Jika pun harga minyak mencapai 150 dolar, kita masih memiliki Saldo Anggaran Lebih (SAL) sebesar 420 triliun rupiah,\" tegas Purbaya Yudhi Sadewa dalam keterangannya di Jakarta.\n\nPemerintah juga menekankan bahwa langkah penghematan di berbagai sektor telah dilakukan secara matang tanpa mengurangi anggaran yang mendorong pertumbuhan ekonomi. \n\nDengan cadangan anggaran yang melimpah tersebut, spekulasi kenaikan harga BBM pada pertengahan tahun ini dipastikan tidak benar, dan masyarakat diminta untuk tetap tenang dalam menjalankan aktivitas ekonomi.\n\n#MenkeuPurbaya #bbm2026  #anggarannegara  #APBNKuat #bbmsubsidi  #Pertalite #ekonomiindonesia  #garudatv  #UpdateEkonomi #InfoJakarta #StabilitasFiskal #garudatv  #Laporan8\n\nGARUDA TV - Digital TV Indonesia, Berita Terpercaya\n\nSaksikan Garuda TV di Free to Air atau Streaming melalui:\nwww.garuda.tv | YouTube Garuda TV | Aplikasi Vidio | Wewatch | IndiHome CH111 | Transvision CH824 | FirstMedia CH45\n\nScan ulang saluran digital kamu sekarang ya dan saksikan terus program-program seru terbaru hanya di GarudaTV.\nSubscribe GarudaTV Official Youtube Channel    /   \nFollow our Official TikTok   / garudatv.official  \nLike our Official Facebook   / garudatv.official  \nFollow our Official Instagram   / garudatv.official", "post_id": "ACxMbWGFXbY"}}], "edges": [{"key": "EshanNFTs", "source": "EshanNFTs", "target": "bittimexchange", "attributes": {"label": "retweet", "type": "retweet", "source": "retweet-000002"}}, {"key": "EshanNFTs", "source": "EshanNFTs", "target": "bittimexchange", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "retweet-000002"}}, {"key": "andi_achilles", "source": "andi_achilles", "target": "rahasyaya", "attributes": {"label": "retweet", "type": "retweet", "source": "retweet-000002"}}, {"key": "andi_achilles", "source": "andi_achilles", "target": "rahasyaya", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "retweet-000002"}}, {"key": "grok", "source": "grok", "target": "ichuuuls", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "grok", "source": "grok", "target": "zakiberkata", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "grok", "source": "grok", "target": "gulanya_dipisah", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "Parlecoid", "source": "Parlecoid", "target": "asatunews", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "KawalProgram", "source": "KawalProgram", "target": "kemgelapan", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "BambangSetyadix", "source": "BambangSetyadix", "target": "coffebit", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "BambangSetyadix", "source": "BambangSetyadix", "target": "iPopBase", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "ipkoto11", "source": "ipkoto11", "target": "doimucenah", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "grok", "source": "grok", "target": "Dyani_zs", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "grok", "source": "grok", "target": "kompascom", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "NurRohi03920969", "source": "NurRohi03920969", "target": "msaid_didu", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "NurRohi03920969", "source": "NurRohi03920969", "target": "Gerindra", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "muhari_tolhah", "source": "muhari_tolhah", "target": "KangManto123", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "RecehJadiEmas", "source": "RecehJadiEmas", "target": "Strategi_Bisnis", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "NovaNauval58209", "source": "NovaNauval58209", "target": "zakiberkata", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "grok", "source": "grok", "target": "fimnland", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "grok", "source": "grok", "target": "idextratime", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "Parlecoid", "source": "Parlecoid", "target": "asatunews", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "grok", "source": "grok", "target": "ayino92", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "Parlecoid", "source": "Parlecoid", "target": "asatunews", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "elcheeefffff", "source": "elcheeefffff", "target": "hadisagala", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "grok", "source": "grok", "target": "oren2000x", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "grok", "source": "grok", "target": "spectatorindex", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "hariankompas", "source": "hariankompas", "target": "hariankompas.", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "hariankompas", "source": "hariankompas", "target": "hariankompas.", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "idx_channel", "source": "idx_channel", "target": "prast_ulrich", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "idx_channel", "source": "idx_channel", "target": "idx_channel", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "mancingsaham", "source": "mancingsaham", "target": "mancingsaham", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "mancingsaham", "source": "mancingsaham", "target": "mancingsaham", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "bloombergtechnoz", "source": "bloombergtechnoz", "target": "bloombergtechnoz", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "mancingsaham", "source": "mancingsaham", "target": "mancingsaham", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "mancingsaham", "source": "mancingsaham", "target": "mancingsaham", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "bloombergtechnoz", "source": "bloombergtechnoz", "target": "bloombergtechnoz", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "bloombergtechnoz", "source": "bloombergtechnoz", "target": "bloombergtechnoz", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "bloombergtechnoz", "source": "bloombergtechnoz", "target": "bloombergtechnoz", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "bloombergtechnoz", "source": "bloombergtechnoz", "target": "bloombergtechnoz", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "celebesmedia.id", "source": "celebesmedia.id", "target": "celebesmedia.id", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "celebesmedia.id", "source": "celebesmedia.id", "target": "celebespsm", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "celebesmedia.id", "source": "celebesmedia.id", "target": "celebesmedia.id", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "celebesmedia.id", "source": "celebesmedia.id", "target": "celebespsm", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "idx_channel", "source": "idx_channel", "target": "idx_channel", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "bloombergtechnoz", "source": "bloombergtechnoz", "target": "bloombergtechnoz", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "bloombergtechnoz", "source": "bloombergtechnoz", "target": "bloombergtechnoz", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "bloombergtechnoz", "source": "bloombergtechnoz", "target": "bloombergtechnoz", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "mancingsaham", "source": "mancingsaham", "target": "mancingsaham", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "celebesmedia.id", "source": "celebesmedia.id", "target": "celebesmedia.id", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "celebesmedia.id", "source": "celebesmedia.id", "target": "celebespsm", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "bloombergtechnoz", "source": "bloombergtechnoz", "target": "bloombergtechnoz", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "mnow.id", "source": "mnow.id", "target": "nowdots", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "tribunpapuaofficial", "source": "tribunpapuaofficial", "target": "tribunpapuaofficial", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "tribunpapuaofficial", "source": "tribunpapuaofficial", "target": "tribunpapua", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "user207363712", "source": "user207363712", "target": "tradewithsuli", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "indonesia.bernarasi", "source": "indonesia.bernarasi", "target": "CryptoCentric", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "noxratis", "source": "noxratis", "target": "tradewithsuli", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "banten_hay", "source": "banten_hay", "target": "al_gibral", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "banten_hay", "source": "banten_hay", "target": "bantenhay", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "maklumat.id", "source": "maklumat.id", "target": "bhimayudhistira", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "ariyadie.pratama", "source": "ariyadie.pratama", "target": "idx_channel", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "alfatih.19535", "source": "alfatih.19535", "target": "idx_channel", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "financialmindset.idn", "source": "financialmindset.idn", "target": "ternakuang.id", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "harrymedina.7273", "source": "harrymedina.7273", "target": "Ahadsan", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "harrymedina.7273", "source": "harrymedina.7273", "target": "Datoobama", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "harrymedina.7273", "source": "harrymedina.7273", "target": "Hidden", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "harrymedina.7273", "source": "harrymedina.7273", "target": "Malaydesh", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "harrymedina.7273", "source": "harrymedina.7273", "target": "yudie", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "harrymedina.7273", "source": "harrymedina.7273", "target": "andiaskarbotak76", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "harrymedina.7273", "source": "harrymedina.7273", "target": "maha", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "harrymedina.7273", "source": "harrymedina.7273", "target": "KAKEK", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "harrymedina.7273", "source": "harrymedina.7273", "target": "ADRI", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "harrymedina.7273", "source": "harrymedina.7273", "target": "jay", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "harrymedina.7273", "source": "harrymedina.7273", "target": "pak", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "harrymedina.7273", "source": "harrymedina.7273", "target": "OFFICIAL", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "harrymedina.7273", "source": "harrymedina.7273", "target": "Anik", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "gabrey_clip", "source": "gabrey_clip", "target": "cryptowaveid", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "baboclips27", "source": "baboclips27", "target": "andersonnsteven", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "baboclips27", "source": "baboclips27", "target": "coinkami", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "haidar1u", "source": "haidar1u", "target": "snowpreset", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "richmindsetidn", "source": "richmindsetidn", "target": "ternakuang.id", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "centralclip.id", "source": "centralclip.id", "target": "Sucor", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "old.money937", "source": "old.money937", "target": "Gibran", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "old.money937", "source": "old.money937", "target": "Purbaya", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "old.money937", "source": "old.money937", "target": "vodca", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "old.money937", "source": "old.money937", "target": "MR.", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "old.money937", "source": "old.money937", "target": "Vansena", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "old.money937", "source": "old.money937", "target": "Oke", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "old.money937", "source": "old.money937", "target": "KEDUBES", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "old.money937", "source": "old.money937", "target": "jambore53", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "old.money937", "source": "old.money937", "target": "infokalbar99", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "IDXChannelcom", "source": "IDXChannelcom", "target": "idx_channel", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "facebook-000001"}}, {"key": "IDXChannelcom", "source": "IDXChannelcom", "target": "idx_channel", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "facebook-000001"}}, {"key": "@tribunjakarta", "source": "@tribunjakarta", "target": "tribunjakarta", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@tribunjakarta", "source": "@tribunjakarta", "target": "tribun.jakart...", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@OfficialSINDOnews", "source": "@OfficialSINDOnews", "target": "officialsindonews", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@OfficialSINDOnews", "source": "@OfficialSINDOnews", "target": "sindopodcast", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@OfficialSINDOnews", "source": "@OfficialSINDOnews", "target": "sindokalam", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@Lumin.insight", "source": "@Lumin.insight", "target": "katon_lumin", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@jatimtimes", "source": "@jatimtimes", "target": "jatimtimes", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "idxchannel_", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "wicky_adrian", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "deffid_83", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "prast_ulrich", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "rosalinehioe", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@OfficialSINDOnews", "source": "@OfficialSINDOnews", "target": "officialsindonews", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@OfficialSINDOnews", "source": "@OfficialSINDOnews", "target": "sindopodcast", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@OfficialSINDOnews", "source": "@OfficialSINDOnews", "target": "sindokalam", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@kronologifakta", "source": "@kronologifakta", "target": "kronologifakta", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@kompastvmedan", "source": "@kompastvmedan", "target": "kompastvmedan", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@liputan6_news", "source": "@liputan6_news", "target": "sctv", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@liputan6_news", "source": "@liputan6_news", "target": "liputan6_news", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@liputan6_news", "source": "@liputan6_news", "target": "liputan6daerah", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "idxchannel_", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "wicky_adrian", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "deffid_83", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "prast_ulrich", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "rosalinehioe", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "idxchannel_", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "wicky_adrian", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "deffid_83", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "prast_ulrich", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "rosalinehioe", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@kompastvmedan", "source": "@kompastvmedan", "target": "kompastvmedan", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@wawasan-cerdas", "source": "@wawasan-cerdas", "target": "wawasan", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@wawasan-cerdas", "source": "@wawasan-cerdas", "target": "wawasan", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "idxchannel_", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "wicky_adrian", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "deffid_83", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "prast_ulrich", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "rosalinehioe", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@kompastv", "source": "@kompastv", "target": "kompastv", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "idxchannel_", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "wicky_adrian", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "deffid_83", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "prast_ulrich", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "rosalinehioe", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@liputan6_news", "source": "@liputan6_news", "target": "sctv", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@liputan6_news", "source": "@liputan6_news", "target": "liputan6_news", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@liputan6_news", "source": "@liputan6_news", "target": "liputan6daerah", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "idxchannel_", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "wicky_adrian", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "deffid_83", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "prast_ulrich", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "rosalinehioe", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@Sulselsatu", "source": "@Sulselsatu", "target": "sulselsatu", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@OfficialiNews", "source": "@OfficialiNews", "target": "officialinews", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@NasCreativy", "source": "@NasCreativy", "target": "nasdarkhistory", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@NasCreativy", "source": "@NasCreativy", "target": "WhiteBatAudio", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@kompastv", "source": "@kompastv", "target": "kompastv", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@kabarbursadotcom", "source": "@kabarbursadotcom", "target": "kabarbursadotcom", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@kronologifakta", "source": "@kronologifakta", "target": "kronologifakta", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "idxchannel_", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "wicky_adrian", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "deffid_83", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "prast_ulrich", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "rosalinehioe", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@sinpotv", "source": "@sinpotv", "target": "sinpotv", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@sinpotv", "source": "@sinpotv", "target": "sinpotv", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@kronologifakta", "source": "@kronologifakta", "target": "kronologifakta", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@terusterangmediaofficial", "source": "@terusterangmediaofficial", "target": "terusterangid...", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@InnerBoost-oe4sd", "source": "@InnerBoost-oe4sd", "target": "InnerBoost", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@garismodal", "source": "@garismodal", "target": "cnbc_id", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@garismodal", "source": "@garismodal", "target": "tvrparlemen", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@wawasan-cerdas", "source": "@wawasan-cerdas", "target": "wawasan", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "idxchannel_", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "wicky_adrian", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "deffid_83", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "prast_ulrich", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "rosalinehioe", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "idxchannel_", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "wicky_adrian", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "deffid_83", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "prast_ulrich", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "rosalinehioe", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "idxchannel_", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "wicky_adrian", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "deffid_83", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "prast_ulrich", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "rosalinehioe", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "idxchannel_", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "wicky_adrian", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "deffid_83", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "prast_ulrich", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "rosalinehioe", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@tribunbatamvideo", "source": "@tribunbatamvideo", "target": "palestine.pixel", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@InnerBoost-oe4sd", "source": "@InnerBoost-oe4sd", "target": "InnerBoost", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "idxchannel_", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "wicky_adrian", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "deffid_83", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "prast_ulrich", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "rosalinehioe", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXCHANNELINSIGHT", "source": "@IDXCHANNELINSIGHT", "target": "wicky_adrian", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXCHANNELINSIGHT", "source": "@IDXCHANNELINSIGHT", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXCHANNELINSIGHT", "source": "@IDXCHANNELINSIGHT", "target": "deffid_83", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXCHANNELINSIGHT", "source": "@IDXCHANNELINSIGHT", "target": "prast_ulrich", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXCHANNELINSIGHT", "source": "@IDXCHANNELINSIGHT", "target": "rosalinehioe", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXCHANNELINSIGHT", "source": "@IDXCHANNELINSIGHT", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@trijayafm", "source": "@trijayafm", "target": "trijayafm", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXCHANNELINSIGHT", "source": "@IDXCHANNELINSIGHT", "target": "wicky_adrian", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXCHANNELINSIGHT", "source": "@IDXCHANNELINSIGHT", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXCHANNELINSIGHT", "source": "@IDXCHANNELINSIGHT", "target": "deffid_83", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXCHANNELINSIGHT", "source": "@IDXCHANNELINSIGHT", "target": "prast_ulrich", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXCHANNELINSIGHT", "source": "@IDXCHANNELINSIGHT", "target": "rosalinehioe", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXCHANNELINSIGHT", "source": "@IDXCHANNELINSIGHT", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "idxchannel_", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "wicky_adrian", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "deffid_83", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "prast_ulrich", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "rosalinehioe", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "idxchannel_", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "wicky_adrian", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "deffid_83", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "prast_ulrich", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "rosalinehioe", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@KompasTVSukabumi", "source": "@KompasTVSukabumi", "target": "ktvsukabumi", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "idxchannel_", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "wicky_adrian", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "deffid_83", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "prast_ulrich", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "rosalinehioe", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "idxchannel_", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "wicky_adrian", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "deffid_83", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "prast_ulrich", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "rosalinehioe", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@garudatv.official", "source": "@garudatv.official", "target": "garudatv.official", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@kompastvmedan", "source": "@kompastvmedan", "target": "kompastvmedan", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@kompastv", "source": "@kompastv", "target": "kompastv", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}]}