{"nodes": [{"key": "RaisaFAl1329", "attributes": {"label": "RaisaFAl1329", "x": 49.42622968000776, "y": 764.2757258570497, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 36.1446, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "2045417625254318141", "id": "RaisaFAl1329", "source": "tweet-000004", "content": "Bro, BI independent katamu tapi Prabowo masukin keponakannya Thomas Djiwandono jadi deputi gubernur dan rupiah langsung jeblok ke Rp17.000+ bikin artists susah bayar tools impor, pemerintah sama BI sekarang satu lah.", "post_id": "2045417625254318141"}}, {"key": "Turu748392", "attributes": {"label": "Turu748392", "x": 649.2231072705483, "y": 40.07249845981053, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 51.506, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2045417625254318141", "id": "Turu748392", "source": "tweet-000004", "content": "Bro, BI independent katamu tapi Prabowo masukin keponakannya Thomas Djiwandono jadi deputi gubernur dan rupiah langsung jeblok ke Rp17.000+ bikin artists susah bayar tools impor, pemerintah sama BI sekarang satu lah.", "post_id": "2045417625254318141"}}, {"key": "milleoii", "attributes": {"label": "milleoii", "x": 502.93965090133344, "y": 765.7306469296142, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 51.506, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2045417625254318141", "id": "milleoii", "source": "tweet-000004", "content": "Bro, BI independent katamu tapi Prabowo masukin keponakannya Thomas Djiwandono jadi deputi gubernur dan rupiah langsung jeblok ke Rp17.000+ bikin artists susah bayar tools impor, pemerintah sama BI sekarang satu lah.", "post_id": "2045417625254318141"}}, {"key": "grok", "attributes": {"label": "grok", "x": 33.0912427553397, "y": 147.8196345734185, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 36.1446, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "2041668460720070994", "id": "grok", "source": "tweet-000004", "content": "Thomas Djiwandono adalah Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) sejak 9 Februari 2026, menggantikan posisi sebelumnya sebagai Wakil Menteri Keuangan. BI bertanggung jawab atas kebijakan moneter, termasuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah.\n\nRupiah memang melemah ke sekitar", "post_id": "2041668460720070994"}}, {"key": "baibaybye", "attributes": {"label": "baibaybye", "x": 418.08200645864025, "y": 717.1976417135097, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 51.506, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2041668460720070994", "id": "baibaybye", "source": "tweet-000004", "content": "Thomas Djiwandono adalah Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) sejak 9 Februari 2026, menggantikan posisi sebelumnya sebagai Wakil Menteri Keuangan. BI bertanggung jawab atas kebijakan moneter, termasuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah.\n\nRupiah memang melemah ke sekitar", "post_id": "2041668460720070994"}}, {"key": "LambeSahamjja", "attributes": {"label": "LambeSahamjja", "x": 786.8106525116467, "y": 531.0784975431487, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 51.506, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2041668460720070994", "id": "LambeSahamjja", "source": "tweet-000004", "content": "Thomas Djiwandono adalah Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) sejak 9 Februari 2026, menggantikan posisi sebelumnya sebagai Wakil Menteri Keuangan. BI bertanggung jawab atas kebijakan moneter, termasuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah.\n\nRupiah memang melemah ke sekitar", "post_id": "2041668460720070994"}}, {"key": "ahmadbejoinsani", "attributes": {"label": "ahmadbejoinsani", "x": 773.7390366316234, "y": 947.0924786019737, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 36.1446, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "2047688514494775520", "id": "ahmadbejoinsani", "source": "tweet-000004", "content": "Yg ngurusi moneter BI, disitu ditaruh  ponakan Wowo LG magang jadi Deputi Gubernur BI santai sajalah dijamin...rupiah nyungsep 20.000 per dollar. 🫢", "post_id": "2047688514494775520"}}, {"key": "bangherwin", "attributes": {"label": "bangherwin", "x": 966.6797188334313, "y": 252.88681492821675, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 66.8675, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2047688514494775520", "id": "bangherwin", "source": "tweet-000004", "content": "Yg ngurusi moneter BI, disitu ditaruh  ponakan Wowo LG magang jadi Deputi Gubernur BI santai sajalah dijamin...rupiah nyungsep 20.000 per dollar. 🫢", "post_id": "2047688514494775520"}}, {"key": "hariankompas", "attributes": {"label": "hariankompas", "x": 450.7497218450315, "y": 301.18728639242653, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 36.1446, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "3881551589442642309_1537212147", "id": "hariankompas", "source": "instagram-000001", "content": "Nilai tukar rupiah kembali tertekan hingga menembus level Rp 17.300 per dolar AS, tertinggi sepanjang sejarah. Meski kebijakan moneter telah diarahkan untuk menjaga stabilitas, tekanan datang dari penguatan dolar AS dan keluarnya arus modal asing seiring ketidakpastian global.\n\nMengutip data Bloomberg, nilai tukar rupiah berada di level Rp 17.304 per dolar AS pada Kamis (23/4/2026) siang. Dibanding penutupan hari sebelumnya, rupiah melemah 0,72 persen. Bahkan, rupiah telah terdepresasi hingga 3,76 persen secara tahun kalender berjalan.\n\nPelemahan nilai tukar rupiah itu terjadi seiring dengan menguatnya indeks dolar AS terhadap mata uang utama (DXY). Pada periode yang sama, DXY menguat sekitar 0,04 persen ke level 98,65. Penguatan DXY tersebut, antara lain, didorong oleh pergerakan harga minyak global.\n\nSetelah sempat turun ke level 90 dolar AS per barel pada pekan lalu, harga minyak mentah Brent kembali menanjak ke level 103 dolar AS per barel. Ini teradi akibat belum tercapainya kesepakatan damai antara AS dan Iran yang mengakibatkan Selat Hormuz kembali ditutup.\n\nDeputi Gubernur Senior Bank Indonesia (BI) Destry Damayanti menjelaskan, tekanan terhadap rupiah hari ini dipengaruhi oleh meningkatnya ketidakpastian global yang juga menekan mata uang regional. Pergerakan rupiah masih sejalan dengan kawasan, dengan pelemahan sekitar 3,54 persen secara tahun kalender berjalan.\n\n”Bank Indonesia terus meningkatkan intensitas intervensi untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah serta memperkuat struktur suku bunga instrumen moneter pro-market guna menjaga daya tarik aset domestik di tengah berlanjutnya dampak konflik Timur Tengah,” ujarnya dalam keterangan tertulis.\n\nBaca selengkapnya dalam \"Hadapi Tekanan Ganda, Rupiah Tembus Rp 17.300\" oleh Agustinus Yoga Primantoro di Harian Kompas (Kompas.id). Klik tautan di profil \n\n#Rupiah #HarianKompas #Kompasid #AdadiKompas", "post_id": "3881551589442642309_1537212147"}}, {"key": "hariankompas.", "attributes": {"label": "hariankompas.", "x": 931.0870851364203, "y": 525.678279196813, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 66.8675, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "3881551589442642309_1537212147", "id": "hariankompas.", "source": "instagram-000001", "content": "Nilai tukar rupiah kembali tertekan hingga menembus level Rp 17.300 per dolar AS, tertinggi sepanjang sejarah. Meski kebijakan moneter telah diarahkan untuk menjaga stabilitas, tekanan datang dari penguatan dolar AS dan keluarnya arus modal asing seiring ketidakpastian global.\n\nMengutip data Bloomberg, nilai tukar rupiah berada di level Rp 17.304 per dolar AS pada Kamis (23/4/2026) siang. Dibanding penutupan hari sebelumnya, rupiah melemah 0,72 persen. Bahkan, rupiah telah terdepresasi hingga 3,76 persen secara tahun kalender berjalan.\n\nPelemahan nilai tukar rupiah itu terjadi seiring dengan menguatnya indeks dolar AS terhadap mata uang utama (DXY). Pada periode yang sama, DXY menguat sekitar 0,04 persen ke level 98,65. Penguatan DXY tersebut, antara lain, didorong oleh pergerakan harga minyak global.\n\nSetelah sempat turun ke level 90 dolar AS per barel pada pekan lalu, harga minyak mentah Brent kembali menanjak ke level 103 dolar AS per barel. Ini teradi akibat belum tercapainya kesepakatan damai antara AS dan Iran yang mengakibatkan Selat Hormuz kembali ditutup.\n\nDeputi Gubernur Senior Bank Indonesia (BI) Destry Damayanti menjelaskan, tekanan terhadap rupiah hari ini dipengaruhi oleh meningkatnya ketidakpastian global yang juga menekan mata uang regional. Pergerakan rupiah masih sejalan dengan kawasan, dengan pelemahan sekitar 3,54 persen secara tahun kalender berjalan.\n\n”Bank Indonesia terus meningkatkan intensitas intervensi untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah serta memperkuat struktur suku bunga instrumen moneter pro-market guna menjaga daya tarik aset domestik di tengah berlanjutnya dampak konflik Timur Tengah,” ujarnya dalam keterangan tertulis.\n\nBaca selengkapnya dalam \"Hadapi Tekanan Ganda, Rupiah Tembus Rp 17.300\" oleh Agustinus Yoga Primantoro di Harian Kompas (Kompas.id). Klik tautan di profil \n\n#Rupiah #HarianKompas #Kompasid #AdadiKompas", "post_id": "3881551589442642309_1537212147"}}, {"key": "melihatindonesia.id", "attributes": {"label": "melihatindonesia.id", "x": 402.94902656299666, "y": 806.2500205165932, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 36.1446, "eigenvector": 142.8571, "in_degree": 0, "out_degree": 9, "degree": 9}, "_id": "3881751878556299874_33263806502", "id": "melihatindonesia.id", "source": "instagram-000001", "content": "Tembus Rp 17.300, Publik Mulai Cemas Dampak Rupiah Melemah\n\nNilai tukar rupiah kembali melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS). Pada Kamis (23/4/2026) pagi, rupiah sempat menembus Rp 17.300 per dolar AS, bahkan menyentuh Rp 17.305 di sejumlah platform data pasar.\n\nBerdasarkan data Refinitiv dan Bloomberg sekitar pukul 09.00-10.30 WIB, rupiah melemah sekitar 0,7% hingga 0,79% dibandingkan penutupan sebelumnya. Posisi ini menjadi salah satu level terlemah secara intraday sepanjang sejarah.\n\nKondisi ini langsung memicu perhatian publik. Di media sosial, warganet ramai membahas pelemahan rupiah dengan kekhawatiran terhadap dampaknya, terutama pada harga barang dan daya beli.\n\nDeputi Gubernur Senior Bank Indonesia, Destry Damayanti, menyebut tekanan rupiah dipengaruhi faktor global dan sejalan dengan pelemahan mata uang kawasan.\n\n\"Pergerakan rupiah masih sejalan dengan kawasan, dengan pelemahan year-to-date sebesar 3,54%\" kata Destry dalam keterangan tertulis seperti dikutip dari detikFinance.\n\nBI menegaskan akan terus melakukan stabilisasi melalui intervensi pasar dan pembelian SBN, dengan cadangan devisa tetap kuat di US$ 148,2 miliar.\n\n\"Langkah stabilisasi dilakukan secara konsisten melalui intervensi di pasar offshore (NDF), pasar domestik (spot dan DNDF), serta pembelian SBN di pasar sekunder,\" jelas Destry.\n\n\"BI senantiasa hadir di pasar dan akan terus mengambil langkah yang diperlukan secara konsisten dan terukur untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah,\" imbuh Destry.\n\nDi platform X, warganet ramai bereaksi:\n\"menangis when lu kerja diindo dgn gaji umr. bahagia when lu kerja remot dgn gaji dollar,' kata \n\n\"gila gilaaa waktu gue masih SD bayangan gue ni Rupiah bakal makin kuat kalo bisa 1dollar = 1000rupiah malah makin ancurrr,\" ujar \n\n\"disaat harga bahan pokok naik, bahan bakar naik, semua pada naik, Arsenal malah turun bersamaan dengan harga rupiah yg makin melemah,\" kata uyeeeb_.\n\n\"Baru banget kelar rekap pengeluaran dan hitung-hitung ini-itu, kemudian tertampar kenyataan kalau rupiah melemah lagi dan melemah terus,\" ungkap \n-\n-\nselengkapnya di melihat indonesia.\n\n#viral #terkini #rupiah #melihatindonesia", "post_id": "3881751878556299874_33263806502"}}, {"key": "destyarosca.", "attributes": {"label": "destyarosca.", "x": 815.000126154133, "y": 260.65563283022306, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 39.5582, "eigenvector": 142.8571, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "3881751878556299874_33263806502", "id": "destyarosca.", "source": "instagram-000001", "content": "Tembus Rp 17.300, Publik Mulai Cemas Dampak Rupiah Melemah\n\nNilai tukar rupiah kembali melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS). Pada Kamis (23/4/2026) pagi, rupiah sempat menembus Rp 17.300 per dolar AS, bahkan menyentuh Rp 17.305 di sejumlah platform data pasar.\n\nBerdasarkan data Refinitiv dan Bloomberg sekitar pukul 09.00-10.30 WIB, rupiah melemah sekitar 0,7% hingga 0,79% dibandingkan penutupan sebelumnya. Posisi ini menjadi salah satu level terlemah secara intraday sepanjang sejarah.\n\nKondisi ini langsung memicu perhatian publik. Di media sosial, warganet ramai membahas pelemahan rupiah dengan kekhawatiran terhadap dampaknya, terutama pada harga barang dan daya beli.\n\nDeputi Gubernur Senior Bank Indonesia, Destry Damayanti, menyebut tekanan rupiah dipengaruhi faktor global dan sejalan dengan pelemahan mata uang kawasan.\n\n\"Pergerakan rupiah masih sejalan dengan kawasan, dengan pelemahan year-to-date sebesar 3,54%\" kata Destry dalam keterangan tertulis seperti dikutip dari detikFinance.\n\nBI menegaskan akan terus melakukan stabilisasi melalui intervensi pasar dan pembelian SBN, dengan cadangan devisa tetap kuat di US$ 148,2 miliar.\n\n\"Langkah stabilisasi dilakukan secara konsisten melalui intervensi di pasar offshore (NDF), pasar domestik (spot dan DNDF), serta pembelian SBN di pasar sekunder,\" jelas Destry.\n\n\"BI senantiasa hadir di pasar dan akan terus mengambil langkah yang diperlukan secara konsisten dan terukur untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah,\" imbuh Destry.\n\nDi platform X, warganet ramai bereaksi:\n\"menangis when lu kerja diindo dgn gaji umr. bahagia when lu kerja remot dgn gaji dollar,' kata \n\n\"gila gilaaa waktu gue masih SD bayangan gue ni Rupiah bakal makin kuat kalo bisa 1dollar = 1000rupiah malah makin ancurrr,\" ujar \n\n\"disaat harga bahan pokok naik, bahan bakar naik, semua pada naik, Arsenal malah turun bersamaan dengan harga rupiah yg makin melemah,\" kata uyeeeb_.\n\n\"Baru banget kelar rekap pengeluaran dan hitung-hitung ini-itu, kemudian tertampar kenyataan kalau rupiah melemah lagi dan melemah terus,\" ungkap \n-\n-\nselengkapnya di melihat indonesia.\n\n#viral #terkini #rupiah #melihatindonesia", "post_id": "3881751878556299874_33263806502"}}, {"key": "flawskyyy.", "attributes": {"label": "flawskyyy.", "x": 311.1502575614824, "y": 280.4349163648605, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 39.5582, "eigenvector": 142.8571, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "3881751878556299874_33263806502", "id": "flawskyyy.", "source": "instagram-000001", "content": "Tembus Rp 17.300, Publik Mulai Cemas Dampak Rupiah Melemah\n\nNilai tukar rupiah kembali melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS). Pada Kamis (23/4/2026) pagi, rupiah sempat menembus Rp 17.300 per dolar AS, bahkan menyentuh Rp 17.305 di sejumlah platform data pasar.\n\nBerdasarkan data Refinitiv dan Bloomberg sekitar pukul 09.00-10.30 WIB, rupiah melemah sekitar 0,7% hingga 0,79% dibandingkan penutupan sebelumnya. Posisi ini menjadi salah satu level terlemah secara intraday sepanjang sejarah.\n\nKondisi ini langsung memicu perhatian publik. Di media sosial, warganet ramai membahas pelemahan rupiah dengan kekhawatiran terhadap dampaknya, terutama pada harga barang dan daya beli.\n\nDeputi Gubernur Senior Bank Indonesia, Destry Damayanti, menyebut tekanan rupiah dipengaruhi faktor global dan sejalan dengan pelemahan mata uang kawasan.\n\n\"Pergerakan rupiah masih sejalan dengan kawasan, dengan pelemahan year-to-date sebesar 3,54%\" kata Destry dalam keterangan tertulis seperti dikutip dari detikFinance.\n\nBI menegaskan akan terus melakukan stabilisasi melalui intervensi pasar dan pembelian SBN, dengan cadangan devisa tetap kuat di US$ 148,2 miliar.\n\n\"Langkah stabilisasi dilakukan secara konsisten melalui intervensi di pasar offshore (NDF), pasar domestik (spot dan DNDF), serta pembelian SBN di pasar sekunder,\" jelas Destry.\n\n\"BI senantiasa hadir di pasar dan akan terus mengambil langkah yang diperlukan secara konsisten dan terukur untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah,\" imbuh Destry.\n\nDi platform X, warganet ramai bereaksi:\n\"menangis when lu kerja diindo dgn gaji umr. bahagia when lu kerja remot dgn gaji dollar,' kata \n\n\"gila gilaaa waktu gue masih SD bayangan gue ni Rupiah bakal makin kuat kalo bisa 1dollar = 1000rupiah malah makin ancurrr,\" ujar \n\n\"disaat harga bahan pokok naik, bahan bakar naik, semua pada naik, Arsenal malah turun bersamaan dengan harga rupiah yg makin melemah,\" kata uyeeeb_.\n\n\"Baru banget kelar rekap pengeluaran dan hitung-hitung ini-itu, kemudian tertampar kenyataan kalau rupiah melemah lagi dan melemah terus,\" ungkap \n-\n-\nselengkapnya di melihat indonesia.\n\n#viral #terkini #rupiah #melihatindonesia", "post_id": "3881751878556299874_33263806502"}}, {"key": "hzboy.", "attributes": {"label": "hzboy.", "x": 336.26005269844796, "y": 950.6402347702768, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 39.5582, "eigenvector": 142.8571, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "3881751878556299874_33263806502", "id": "hzboy.", "source": "instagram-000001", "content": "Tembus Rp 17.300, Publik Mulai Cemas Dampak Rupiah Melemah\n\nNilai tukar rupiah kembali melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS). Pada Kamis (23/4/2026) pagi, rupiah sempat menembus Rp 17.300 per dolar AS, bahkan menyentuh Rp 17.305 di sejumlah platform data pasar.\n\nBerdasarkan data Refinitiv dan Bloomberg sekitar pukul 09.00-10.30 WIB, rupiah melemah sekitar 0,7% hingga 0,79% dibandingkan penutupan sebelumnya. Posisi ini menjadi salah satu level terlemah secara intraday sepanjang sejarah.\n\nKondisi ini langsung memicu perhatian publik. Di media sosial, warganet ramai membahas pelemahan rupiah dengan kekhawatiran terhadap dampaknya, terutama pada harga barang dan daya beli.\n\nDeputi Gubernur Senior Bank Indonesia, Destry Damayanti, menyebut tekanan rupiah dipengaruhi faktor global dan sejalan dengan pelemahan mata uang kawasan.\n\n\"Pergerakan rupiah masih sejalan dengan kawasan, dengan pelemahan year-to-date sebesar 3,54%\" kata Destry dalam keterangan tertulis seperti dikutip dari detikFinance.\n\nBI menegaskan akan terus melakukan stabilisasi melalui intervensi pasar dan pembelian SBN, dengan cadangan devisa tetap kuat di US$ 148,2 miliar.\n\n\"Langkah stabilisasi dilakukan secara konsisten melalui intervensi di pasar offshore (NDF), pasar domestik (spot dan DNDF), serta pembelian SBN di pasar sekunder,\" jelas Destry.\n\n\"BI senantiasa hadir di pasar dan akan terus mengambil langkah yang diperlukan secara konsisten dan terukur untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah,\" imbuh Destry.\n\nDi platform X, warganet ramai bereaksi:\n\"menangis when lu kerja diindo dgn gaji umr. bahagia when lu kerja remot dgn gaji dollar,' kata \n\n\"gila gilaaa waktu gue masih SD bayangan gue ni Rupiah bakal makin kuat kalo bisa 1dollar = 1000rupiah malah makin ancurrr,\" ujar \n\n\"disaat harga bahan pokok naik, bahan bakar naik, semua pada naik, Arsenal malah turun bersamaan dengan harga rupiah yg makin melemah,\" kata uyeeeb_.\n\n\"Baru banget kelar rekap pengeluaran dan hitung-hitung ini-itu, kemudian tertampar kenyataan kalau rupiah melemah lagi dan melemah terus,\" ungkap \n-\n-\nselengkapnya di melihat indonesia.\n\n#viral #terkini #rupiah #melihatindonesia", "post_id": "3881751878556299874_33263806502"}}, {"key": "uyeeeb_.", "attributes": {"label": "uyeeeb_.", "x": 724.7625870090487, "y": 184.9951022692644, "size": 15.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["facebook-000001"], "scores": {"pagerank": 39.5582, "eigenvector": 142.8571, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "104830667806476_1369191721897925", "id": "uyeeeb_.", "source": "facebook-000001", "content": "Tembus Rp 17.300, Publik Mulai Cemas Dampak Rupiah Melemah\n\nNilai tukar rupiah kembali melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS). Pada Kamis (23/4/2026) pagi, rupiah sempat menembus Rp 17.300 per dolar AS, bahkan menyentuh Rp 17.305 di sejumlah platform data pasar.\n\nBerdasarkan data Refinitiv dan Bloomberg sekitar pukul 09.00-10.30 WIB, rupiah melemah sekitar 0,7% hingga 0,79% dibandingkan penutupan sebelumnya. Posisi ini menjadi salah satu level terlemah secara intraday sepanjang sejarah.\n\nKondisi ini langsung memicu perhatian publik. Di media sosial, warganet ramai membahas pelemahan rupiah dengan kekhawatiran terhadap dampaknya, terutama pada harga barang dan daya beli.\n\nDeputi Gubernur Senior Bank Indonesia, Destry Damayanti, menyebut tekanan rupiah dipengaruhi faktor global dan sejalan dengan pelemahan mata uang kawasan.\n\n\"Pergerakan rupiah masih sejalan dengan kawasan, dengan pelemahan year-to-date sebesar 3,54%\" kata Destry dalam keterangan tertulis seperti dikutip dari detikFinance.\n\nBI menegaskan akan terus melakukan stabilisasi melalui intervensi pasar dan pembelian SBN, dengan cadangan devisa tetap kuat di US$ 148,2 miliar.\n\n\"Langkah stabilisasi dilakukan secara konsisten melalui intervensi di pasar offshore (NDF), pasar domestik (spot dan DNDF), serta pembelian SBN di pasar sekunder,\" jelas Destry.\n\n\"BI senantiasa hadir di pasar dan akan terus mengambil langkah yang diperlukan secara konsisten dan terukur untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah,\" imbuh Destry.\n\nDi platform X, warganet ramai bereaksi:\n\"menangis when lu kerja diindo dgn gaji umr. bahagia when lu kerja remot dgn gaji dollar,' kata \n\n\"gila gilaaa waktu gue masih SD bayangan gue ni Rupiah bakal makin kuat kalo bisa 1dollar = 1000rupiah malah makin ancurrr,\" ujar \n\n\"disaat harga bahan pokok naik, bahan bakar naik, semua pada naik, Arsenal malah turun bersamaan dengan harga rupiah yg makin melemah,\" kata \n\n\"Baru banget kelar rekap pengeluaran dan hitung-hitung ini-itu, kemudian tertampar kenyataan kalau rupiah melemah lagi dan melemah terus,\" ungkap \n\n\"ini rupiah nya yg melemah atau USD nya yg menguat, mau langganan sesuatu, malah budgetnya jadi kurang,\" kata \n\n\"Bingung harus senang atau khawatir. Rupiah melemah, tapi gue nabung USD, artinya posisi gue justru diuntungkan. Ironis, tapi begitulah cara market bekerja..,\" ujar \n\n#viral #terkini #rupiah #melihatindonesia", "post_id": "104830667806476_1369191721897925"}}, {"key": "IsyaPrasetia.", "attributes": {"label": "IsyaPrasetia.", "x": 361.3533979747115, "y": 751.2959229670878, "size": 15.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["facebook-000001"], "scores": {"pagerank": 39.5582, "eigenvector": 142.8571, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "104830667806476_1369191721897925", "id": "IsyaPrasetia.", "source": "facebook-000001", "content": "Tembus Rp 17.300, Publik Mulai Cemas Dampak Rupiah Melemah\n\nNilai tukar rupiah kembali melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS). Pada Kamis (23/4/2026) pagi, rupiah sempat menembus Rp 17.300 per dolar AS, bahkan menyentuh Rp 17.305 di sejumlah platform data pasar.\n\nBerdasarkan data Refinitiv dan Bloomberg sekitar pukul 09.00-10.30 WIB, rupiah melemah sekitar 0,7% hingga 0,79% dibandingkan penutupan sebelumnya. Posisi ini menjadi salah satu level terlemah secara intraday sepanjang sejarah.\n\nKondisi ini langsung memicu perhatian publik. Di media sosial, warganet ramai membahas pelemahan rupiah dengan kekhawatiran terhadap dampaknya, terutama pada harga barang dan daya beli.\n\nDeputi Gubernur Senior Bank Indonesia, Destry Damayanti, menyebut tekanan rupiah dipengaruhi faktor global dan sejalan dengan pelemahan mata uang kawasan.\n\n\"Pergerakan rupiah masih sejalan dengan kawasan, dengan pelemahan year-to-date sebesar 3,54%\" kata Destry dalam keterangan tertulis seperti dikutip dari detikFinance.\n\nBI menegaskan akan terus melakukan stabilisasi melalui intervensi pasar dan pembelian SBN, dengan cadangan devisa tetap kuat di US$ 148,2 miliar.\n\n\"Langkah stabilisasi dilakukan secara konsisten melalui intervensi di pasar offshore (NDF), pasar domestik (spot dan DNDF), serta pembelian SBN di pasar sekunder,\" jelas Destry.\n\n\"BI senantiasa hadir di pasar dan akan terus mengambil langkah yang diperlukan secara konsisten dan terukur untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah,\" imbuh Destry.\n\nDi platform X, warganet ramai bereaksi:\n\"menangis when lu kerja diindo dgn gaji umr. bahagia when lu kerja remot dgn gaji dollar,' kata \n\n\"gila gilaaa waktu gue masih SD bayangan gue ni Rupiah bakal makin kuat kalo bisa 1dollar = 1000rupiah malah makin ancurrr,\" ujar \n\n\"disaat harga bahan pokok naik, bahan bakar naik, semua pada naik, Arsenal malah turun bersamaan dengan harga rupiah yg makin melemah,\" kata \n\n\"Baru banget kelar rekap pengeluaran dan hitung-hitung ini-itu, kemudian tertampar kenyataan kalau rupiah melemah lagi dan melemah terus,\" ungkap \n\n\"ini rupiah nya yg melemah atau USD nya yg menguat, mau langganan sesuatu, malah budgetnya jadi kurang,\" kata \n\n\"Bingung harus senang atau khawatir. Rupiah melemah, tapi gue nabung USD, artinya posisi gue justru diuntungkan. Ironis, tapi begitulah cara market bekerja..,\" ujar \n\n#viral #terkini #rupiah #melihatindonesia", "post_id": "104830667806476_1369191721897925"}}, {"key": "halleluhellyeah.", "attributes": {"label": "halleluhellyeah.", "x": 790.2054052450355, "y": 323.3326796012995, "size": 15.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["facebook-000001"], "scores": {"pagerank": 39.5582, "eigenvector": 142.8571, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "104830667806476_1369191721897925", "id": "halleluhellyeah.", "source": "facebook-000001", "content": "Tembus Rp 17.300, Publik Mulai Cemas Dampak Rupiah Melemah\n\nNilai tukar rupiah kembali melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS). Pada Kamis (23/4/2026) pagi, rupiah sempat menembus Rp 17.300 per dolar AS, bahkan menyentuh Rp 17.305 di sejumlah platform data pasar.\n\nBerdasarkan data Refinitiv dan Bloomberg sekitar pukul 09.00-10.30 WIB, rupiah melemah sekitar 0,7% hingga 0,79% dibandingkan penutupan sebelumnya. Posisi ini menjadi salah satu level terlemah secara intraday sepanjang sejarah.\n\nKondisi ini langsung memicu perhatian publik. Di media sosial, warganet ramai membahas pelemahan rupiah dengan kekhawatiran terhadap dampaknya, terutama pada harga barang dan daya beli.\n\nDeputi Gubernur Senior Bank Indonesia, Destry Damayanti, menyebut tekanan rupiah dipengaruhi faktor global dan sejalan dengan pelemahan mata uang kawasan.\n\n\"Pergerakan rupiah masih sejalan dengan kawasan, dengan pelemahan year-to-date sebesar 3,54%\" kata Destry dalam keterangan tertulis seperti dikutip dari detikFinance.\n\nBI menegaskan akan terus melakukan stabilisasi melalui intervensi pasar dan pembelian SBN, dengan cadangan devisa tetap kuat di US$ 148,2 miliar.\n\n\"Langkah stabilisasi dilakukan secara konsisten melalui intervensi di pasar offshore (NDF), pasar domestik (spot dan DNDF), serta pembelian SBN di pasar sekunder,\" jelas Destry.\n\n\"BI senantiasa hadir di pasar dan akan terus mengambil langkah yang diperlukan secara konsisten dan terukur untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah,\" imbuh Destry.\n\nDi platform X, warganet ramai bereaksi:\n\"menangis when lu kerja diindo dgn gaji umr. bahagia when lu kerja remot dgn gaji dollar,' kata \n\n\"gila gilaaa waktu gue masih SD bayangan gue ni Rupiah bakal makin kuat kalo bisa 1dollar = 1000rupiah malah makin ancurrr,\" ujar \n\n\"disaat harga bahan pokok naik, bahan bakar naik, semua pada naik, Arsenal malah turun bersamaan dengan harga rupiah yg makin melemah,\" kata \n\n\"Baru banget kelar rekap pengeluaran dan hitung-hitung ini-itu, kemudian tertampar kenyataan kalau rupiah melemah lagi dan melemah terus,\" ungkap \n\n\"ini rupiah nya yg melemah atau USD nya yg menguat, mau langganan sesuatu, malah budgetnya jadi kurang,\" kata \n\n\"Bingung harus senang atau khawatir. Rupiah melemah, tapi gue nabung USD, artinya posisi gue justru diuntungkan. Ironis, tapi begitulah cara market bekerja..,\" ujar \n\n#viral #terkini #rupiah #melihatindonesia", "post_id": "104830667806476_1369191721897925"}}, {"key": "@KanalBankIndonesia", "attributes": {"label": "@KanalBankIndonesia", "x": 519.3370210215949, "y": 271.07695161815894, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 36.1446, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "LgoPtvT2i70", "id": "@KanalBankIndonesia", "source": "youtube-000001", "content": "PENGUMUMAN HASIL RAPAT DEWAN GUBERNUR BULANAN BULAN APRIL 2026 DENGAN CAKUPAN TRIWULANAN\n\nDi tengah risiko global yang masih membayangi, pertumbuhan ekonomi domestik diprakirakan tetap berdaya tahan meski diiringi dengan tekanan nilai tukar Rupiah yang lebih tinggi.\n\nBagaimana respons bauran kebijakan Bank Indonesia untuk memitigasi hal tersebut?\n\nSimak selengkapnya dalam \"Pengumuman Hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bulan April 2026  dengan Cakupan Triwulanan\", bersama :\n\n✅ Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo\n✅ Deputi Gubernur Senior Destry Damayanti\n✅ Deputi Gubernur Aida S. Budiman\n✅ Deputi Gubernur Filianingsih Hendarta\n✅ Deputi Gubernur Ricky P. Gozali\n✅ Deputi Gubernur Thomas A. M. Djiwandono\n\nMenjelang pertengahan tahun ini, apa harapan  #SobatRupiah untuk perekonomian kita di sisa 2026? Yuk #BeriMakna tuliskan di kolom komentar ya! \n\n#diSetiapMaknaIndonesia\n\n————————————————————————————\nOfficial account:\nWebsite: http://www.bi.go.id\nTwitter:   / bank_indonesia  \nFacebook:   / bankindonesiaofficial  \nInstagram:   / bank_indonesia  \nSpotify: https://open.spotify.com/show/4Q38i2l...\n\n————————————————————————————\nChatbot LISA (Layanan Informasi Bank Indonesia)\nWhatsapp (24 jam) : 081 131 131 131\nLine (24 jam) : \nFB (diluar jam kerja) : \n\n————————————————————————————\nContact Center Bank Indonesia (BICARA 131)\nTelp: 1500131 (dari dalam dan luar negeri)\nEmail: bicara", "post_id": "LgoPtvT2i70"}}, {"key": "bank_indonesia", "attributes": {"label": "bank_indonesia", "x": 889.3095844072866, "y": 602.7664201139119, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 51.506, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "LgoPtvT2i70", "id": "bank_indonesia", "source": "youtube-000001", "content": "PENGUMUMAN HASIL RAPAT DEWAN GUBERNUR BULANAN BULAN APRIL 2026 DENGAN CAKUPAN TRIWULANAN\n\nDi tengah risiko global yang masih membayangi, pertumbuhan ekonomi domestik diprakirakan tetap berdaya tahan meski diiringi dengan tekanan nilai tukar Rupiah yang lebih tinggi.\n\nBagaimana respons bauran kebijakan Bank Indonesia untuk memitigasi hal tersebut?\n\nSimak selengkapnya dalam \"Pengumuman Hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bulan April 2026  dengan Cakupan Triwulanan\", bersama :\n\n✅ Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo\n✅ Deputi Gubernur Senior Destry Damayanti\n✅ Deputi Gubernur Aida S. Budiman\n✅ Deputi Gubernur Filianingsih Hendarta\n✅ Deputi Gubernur Ricky P. Gozali\n✅ Deputi Gubernur Thomas A. M. Djiwandono\n\nMenjelang pertengahan tahun ini, apa harapan  #SobatRupiah untuk perekonomian kita di sisa 2026? Yuk #BeriMakna tuliskan di kolom komentar ya! \n\n#diSetiapMaknaIndonesia\n\n————————————————————————————\nOfficial account:\nWebsite: http://www.bi.go.id\nTwitter:   / bank_indonesia  \nFacebook:   / bankindonesiaofficial  \nInstagram:   / bank_indonesia  \nSpotify: https://open.spotify.com/show/4Q38i2l...\n\n————————————————————————————\nChatbot LISA (Layanan Informasi Bank Indonesia)\nWhatsapp (24 jam) : 081 131 131 131\nLine (24 jam) : \nFB (diluar jam kerja) : \n\n————————————————————————————\nContact Center Bank Indonesia (BICARA 131)\nTelp: 1500131 (dari dalam dan luar negeri)\nEmail: bicara", "post_id": "LgoPtvT2i70"}}, {"key": "BankIndonesiaOfficial", "attributes": {"label": "BankIndonesiaOfficial", "x": 210.15150920801096, "y": 445.22001576584523, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 51.506, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "LgoPtvT2i70", "id": "BankIndonesiaOfficial", "source": "youtube-000001", "content": "PENGUMUMAN HASIL RAPAT DEWAN GUBERNUR BULANAN BULAN APRIL 2026 DENGAN CAKUPAN TRIWULANAN\n\nDi tengah risiko global yang masih membayangi, pertumbuhan ekonomi domestik diprakirakan tetap berdaya tahan meski diiringi dengan tekanan nilai tukar Rupiah yang lebih tinggi.\n\nBagaimana respons bauran kebijakan Bank Indonesia untuk memitigasi hal tersebut?\n\nSimak selengkapnya dalam \"Pengumuman Hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bulan April 2026  dengan Cakupan Triwulanan\", bersama :\n\n✅ Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo\n✅ Deputi Gubernur Senior Destry Damayanti\n✅ Deputi Gubernur Aida S. Budiman\n✅ Deputi Gubernur Filianingsih Hendarta\n✅ Deputi Gubernur Ricky P. Gozali\n✅ Deputi Gubernur Thomas A. M. Djiwandono\n\nMenjelang pertengahan tahun ini, apa harapan  #SobatRupiah untuk perekonomian kita di sisa 2026? Yuk #BeriMakna tuliskan di kolom komentar ya! \n\n#diSetiapMaknaIndonesia\n\n————————————————————————————\nOfficial account:\nWebsite: http://www.bi.go.id\nTwitter:   / bank_indonesia  \nFacebook:   / bankindonesiaofficial  \nInstagram:   / bank_indonesia  \nSpotify: https://open.spotify.com/show/4Q38i2l...\n\n————————————————————————————\nChatbot LISA (Layanan Informasi Bank Indonesia)\nWhatsapp (24 jam) : 081 131 131 131\nLine (24 jam) : \nFB (diluar jam kerja) : \n\n————————————————————————————\nContact Center Bank Indonesia (BICARA 131)\nTelp: 1500131 (dari dalam dan luar negeri)\nEmail: bicara", "post_id": "LgoPtvT2i70"}}, {"key": "@trijayafm", "attributes": {"label": "@trijayafm", "x": 63.63105423702298, "y": 301.62083872944123, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 36.1446, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "xfQP_xi86W0", "id": "@trijayafm", "source": "youtube-000001", "content": "Iran- Amerika Di Ambang Gencatan Senjata, Rupiah Berpeluang Kembali Menguat | THT Pagi\n\nBank Indonesia (BI) merespon nikai tukar rupiah yang mengalami pelemahan pada penutupan perdagangan sore ini, Selasa (7/4). Mata uang rupiah tercatat turun sebesar 70 poin ke level Rp 17.105 per dolar AS. Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia, Ibu Destry Damayanti, mengatakan di tengah ketidakpastian global yang sangat tinggi, maka saat ini stabilitas menjadi prioritas utama bagi Bank Indonesia (BI). \n\nSelengkapnya di https://www.inews.id/news\nYuk Subscribe:    /   \n\n\nAudio streaming di mnctrijaya.com\nInstagram: mnctrijaya\nTiktok: mnctrijaya\nTwitter: mnctrijaya\nFanpage FB: MNC Trijaya\n\n#Pati #Korupsihaji #TrijayaFM #Radio", "post_id": "xfQP_xi86W0"}}, {"key": "trijayafm", "attributes": {"label": "trijayafm", "x": 624.0577037525982, "y": 161.5333416818856, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 66.8675, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "xfQP_xi86W0", "id": "trijayafm", "source": "youtube-000001", "content": "Iran- Amerika Di Ambang Gencatan Senjata, Rupiah Berpeluang Kembali Menguat | THT Pagi\n\nBank Indonesia (BI) merespon nikai tukar rupiah yang mengalami pelemahan pada penutupan perdagangan sore ini, Selasa (7/4). Mata uang rupiah tercatat turun sebesar 70 poin ke level Rp 17.105 per dolar AS. Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia, Ibu Destry Damayanti, mengatakan di tengah ketidakpastian global yang sangat tinggi, maka saat ini stabilitas menjadi prioritas utama bagi Bank Indonesia (BI). \n\nSelengkapnya di https://www.inews.id/news\nYuk Subscribe:    /   \n\n\nAudio streaming di mnctrijaya.com\nInstagram: mnctrijaya\nTiktok: mnctrijaya\nTwitter: mnctrijaya\nFanpage FB: MNC Trijaya\n\n#Pati #Korupsihaji #TrijayaFM #Radio", "post_id": "xfQP_xi86W0"}}], "edges": [{"key": "RaisaFAl1329", "source": "RaisaFAl1329", "target": "Turu748392", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "RaisaFAl1329", "source": "RaisaFAl1329", "target": "milleoii", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "grok", "source": "grok", "target": "baibaybye", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "grok", "source": "grok", "target": "LambeSahamjja", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "ahmadbejoinsani", "source": "ahmadbejoinsani", "target": "bangherwin", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "hariankompas", "source": "hariankompas", "target": "hariankompas.", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "melihatindonesia.id", "source": "melihatindonesia.id", "target": "destyarosca.", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "melihatindonesia.id", "source": "melihatindonesia.id", "target": "flawskyyy.", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "melihatindonesia.id", "source": "melihatindonesia.id", "target": "hzboy.", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "melihatindonesia.id", "source": "melihatindonesia.id", "target": "destyarosca.", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "facebook-000001"}}, {"key": "melihatindonesia.id", "source": "melihatindonesia.id", "target": "flawskyyy.", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "facebook-000001"}}, {"key": "melihatindonesia.id", "source": "melihatindonesia.id", "target": "uyeeeb_.", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "facebook-000001"}}, {"key": "melihatindonesia.id", "source": "melihatindonesia.id", "target": "hzboy.", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "facebook-000001"}}, {"key": "melihatindonesia.id", "source": "melihatindonesia.id", "target": "IsyaPrasetia.", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "facebook-000001"}}, {"key": "melihatindonesia.id", "source": "melihatindonesia.id", "target": "halleluhellyeah.", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "facebook-000001"}}, {"key": "@KanalBankIndonesia", "source": "@KanalBankIndonesia", "target": "bank_indonesia", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@KanalBankIndonesia", "source": "@KanalBankIndonesia", "target": "BankIndonesiaOfficial", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@trijayafm", "source": "@trijayafm", "target": "trijayafm", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}]}