{"nodes": [{"key": "kppnpati", "attributes": {"label": "kppnpati", "x": 599.9955917000618, "y": 41.93257554418306, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 20.1429, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "2044232108525400541", "id": "kppnpati", "source": "tweet-000004", "content": "sebagai penanda dimulainya proses pemeriksaan atas pertanggungjawaban pelaksanaan APBN 2025.\n\n Purbaya Yudhi Sadewa menyampaikan bahwa penyerahan LKPP merupakan amanat Presiden sebagai bagian dari penguatan akuntabilitas pengelolaan keuangan negara. https://t.co/qpNUbm9lg7", "post_id": "2044232108525400541"}}, {"key": "MenkeuRI", "attributes": {"label": "MenkeuRI", "x": 356.90332600505025, "y": 378.8460468301579, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 28.7037, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "2044232108525400541", "id": "MenkeuRI", "source": "tweet-000004", "content": "sebagai penanda dimulainya proses pemeriksaan atas pertanggungjawaban pelaksanaan APBN 2025.\n\n Purbaya Yudhi Sadewa menyampaikan bahwa penyerahan LKPP merupakan amanat Presiden sebagai bagian dari penguatan akuntabilitas pengelolaan keuangan negara. https://t.co/qpNUbm9lg7", "post_id": "2044232108525400541"}}, {"key": "grok", "attributes": {"label": "grok", "x": 483.84421666941466, "y": 614.4719628665806, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 20.1429, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 4, "degree": 4}, "_id": "2041516227290415115", "id": "grok", "source": "tweet-000004", "content": "Sumber resminya dari pernyataan resmi Kepala BGN Dadan Hindayana & Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa (7 April 2026).\n\nBGN klarifikasi: Bukan 70 ribu unit, tapi 25.000 unit dipesan (realisasi 21.801 unit) dari APBN 2025 untuk operasional Kepala SPPG program Makan Bergizi Gratis (MBG).", "post_id": "2041516227290415115"}}, {"key": "ItsDojun", "attributes": {"label": "ItsDojun", "x": 825.6586922259753, "y": 692.2477990826753, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 24.4233, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2041516227290415115", "id": "ItsDojun", "source": "tweet-000004", "content": "Sumber resminya dari pernyataan resmi Kepala BGN Dadan Hindayana & Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa (7 April 2026).\n\nBGN klarifikasi: Bukan 70 ribu unit, tapi 25.000 unit dipesan (realisasi 21.801 unit) dari APBN 2025 untuk operasional Kepala SPPG program Makan Bergizi Gratis (MBG).", "post_id": "2041516227290415115"}}, {"key": "txtdrimedia", "attributes": {"label": "txtdrimedia", "x": 281.38652864172786, "y": 938.6142005768255, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 24.4233, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2041516227290415115", "id": "txtdrimedia", "source": "tweet-000004", "content": "Sumber resminya dari pernyataan resmi Kepala BGN Dadan Hindayana & Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa (7 April 2026).\n\nBGN klarifikasi: Bukan 70 ribu unit, tapi 25.000 unit dipesan (realisasi 21.801 unit) dari APBN 2025 untuk operasional Kepala SPPG program Makan Bergizi Gratis (MBG).", "post_id": "2041516227290415115"}}, {"key": "OniDewono", "attributes": {"label": "OniDewono", "x": 678.2281885104386, "y": 439.6917354171226, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 24.4233, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2046741646016995558", "id": "OniDewono", "source": "tweet-000004", "content": "Ya, posisi fiskal Indonesia saat ini relatif kuat seperti yang dikatakan Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa. Defisit APBN 2025 di 2,92% PDB (target 2026: 2,68%, tetap di bawah 3%). Rasio utang/PDB sekitar 40% (aman, di bawah batas 60%). Cadangan fiskal ~Rp428 triliun (US$25 miliar)", "post_id": "2046741646016995558"}}, {"key": "antaranews", "attributes": {"label": "antaranews", "x": 284.2911399221231, "y": 957.2758755174708, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 24.4233, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2046741646016995558", "id": "antaranews", "source": "tweet-000004", "content": "Ya, posisi fiskal Indonesia saat ini relatif kuat seperti yang dikatakan Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa. Defisit APBN 2025 di 2,92% PDB (target 2026: 2,68%, tetap di bawah 3%). Rasio utang/PDB sekitar 40% (aman, di bawah batas 60%). Cadangan fiskal ~Rp428 triliun (US$25 miliar)", "post_id": "2046741646016995558"}}, {"key": "djpbyogyakarta", "attributes": {"label": "djpbyogyakarta", "x": 510.1420110711198, "y": 617.1465538951513, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 20.1429, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 3, "degree": 3}, "_id": "3867211597261790175_6163145533", "id": "djpbyogyakarta", "source": "instagram-000001", "content": "Halo Sobat #InTress,\n\nPemeriksaan Laporan Keuangan Pemerintah Pusat (LKPP) Tahun Anggaran 2025 resmi dimulai.\n\nKementerian Keuangan dan  melaksanakan penyerahan LKPP Tahun 2025 (Unaudited) sekaligus entry meeting di Auditorium BPK, Jakarta pada Selasa (31/3/2026) sebagai penanda dimulainya proses pemeriksaan atas pertanggungjawaban pelaksanaan APBN 2025.\n\n Purbaya Yudhi Sadewa menyampaikan bahwa penyerahan LKPP merupakan amanat Presiden sebagai bagian dari penguatan akuntabilitas pengelolaan keuangan negara. APBN 2025 tetap berperan sebagai shock absorber di tengah tantangan global dengan defisit terjaga sebesar 2,81% terhadap PDB, realisasi pendapatan negara Rp2.765,2 triliun serta belanja negara Rp3.434,7 triliun yang diarahkan untuk mendukung program prioritas dan menjaga daya beli.\n\nEntry meeting menjadi tahap awal komunikasi antara pemerintah dan BPK dalam memastikan kelancaran proses pemeriksaan, mulai dari perencanaan hingga pelaporan. Pemerintah menegaskan komitmen untuk terus meningkatkan kualitas laporan keuangan, menjaga transparansi dan akuntabilitas serta memperkuat sinergi dengan BPK guna mendukung pengelolaan keuangan negara yang kredibel dan berkelanjutan.\n\nSumber: \n\n#LKPP2025 #UangKita #BersamaDJPb #IndonesianTreasury", "post_id": "3867211597261790175_6163145533"}}, {"key": "bpkriofficial", "attributes": {"label": "bpkriofficial", "x": 136.49972038437997, "y": 581.2103148189757, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 25.8501, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "3867211597261790175_6163145533", "id": "bpkriofficial", "source": "instagram-000001", "content": "Halo Sobat #InTress,\n\nPemeriksaan Laporan Keuangan Pemerintah Pusat (LKPP) Tahun Anggaran 2025 resmi dimulai.\n\nKementerian Keuangan dan  melaksanakan penyerahan LKPP Tahun 2025 (Unaudited) sekaligus entry meeting di Auditorium BPK, Jakarta pada Selasa (31/3/2026) sebagai penanda dimulainya proses pemeriksaan atas pertanggungjawaban pelaksanaan APBN 2025.\n\n Purbaya Yudhi Sadewa menyampaikan bahwa penyerahan LKPP merupakan amanat Presiden sebagai bagian dari penguatan akuntabilitas pengelolaan keuangan negara. APBN 2025 tetap berperan sebagai shock absorber di tengah tantangan global dengan defisit terjaga sebesar 2,81% terhadap PDB, realisasi pendapatan negara Rp2.765,2 triliun serta belanja negara Rp3.434,7 triliun yang diarahkan untuk mendukung program prioritas dan menjaga daya beli.\n\nEntry meeting menjadi tahap awal komunikasi antara pemerintah dan BPK dalam memastikan kelancaran proses pemeriksaan, mulai dari perencanaan hingga pelaporan. Pemerintah menegaskan komitmen untuk terus meningkatkan kualitas laporan keuangan, menjaga transparansi dan akuntabilitas serta memperkuat sinergi dengan BPK guna mendukung pengelolaan keuangan negara yang kredibel dan berkelanjutan.\n\nSumber: \n\n#LKPP2025 #UangKita #BersamaDJPb #IndonesianTreasury", "post_id": "3867211597261790175_6163145533"}}, {"key": "menkeuri", "attributes": {"label": "menkeuri", "x": 874.4611832061217, "y": 71.62198462194836, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 25.8501, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "3867211597261790175_6163145533", "id": "menkeuri", "source": "instagram-000001", "content": "Halo Sobat #InTress,\n\nPemeriksaan Laporan Keuangan Pemerintah Pusat (LKPP) Tahun Anggaran 2025 resmi dimulai.\n\nKementerian Keuangan dan  melaksanakan penyerahan LKPP Tahun 2025 (Unaudited) sekaligus entry meeting di Auditorium BPK, Jakarta pada Selasa (31/3/2026) sebagai penanda dimulainya proses pemeriksaan atas pertanggungjawaban pelaksanaan APBN 2025.\n\n Purbaya Yudhi Sadewa menyampaikan bahwa penyerahan LKPP merupakan amanat Presiden sebagai bagian dari penguatan akuntabilitas pengelolaan keuangan negara. APBN 2025 tetap berperan sebagai shock absorber di tengah tantangan global dengan defisit terjaga sebesar 2,81% terhadap PDB, realisasi pendapatan negara Rp2.765,2 triliun serta belanja negara Rp3.434,7 triliun yang diarahkan untuk mendukung program prioritas dan menjaga daya beli.\n\nEntry meeting menjadi tahap awal komunikasi antara pemerintah dan BPK dalam memastikan kelancaran proses pemeriksaan, mulai dari perencanaan hingga pelaporan. Pemerintah menegaskan komitmen untuk terus meningkatkan kualitas laporan keuangan, menjaga transparansi dan akuntabilitas serta memperkuat sinergi dengan BPK guna mendukung pengelolaan keuangan negara yang kredibel dan berkelanjutan.\n\nSumber: \n\n#LKPP2025 #UangKita #BersamaDJPb #IndonesianTreasury", "post_id": "3867211597261790175_6163145533"}}, {"key": "ditjenperbendaharaan", "attributes": {"label": "ditjenperbendaharaan", "x": 292.7027807369014, "y": 760.9387959632659, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 25.8501, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "3867211597261790175_6163145533", "id": "ditjenperbendaharaan", "source": "instagram-000001", "content": "Halo Sobat #InTress,\n\nPemeriksaan Laporan Keuangan Pemerintah Pusat (LKPP) Tahun Anggaran 2025 resmi dimulai.\n\nKementerian Keuangan dan  melaksanakan penyerahan LKPP Tahun 2025 (Unaudited) sekaligus entry meeting di Auditorium BPK, Jakarta pada Selasa (31/3/2026) sebagai penanda dimulainya proses pemeriksaan atas pertanggungjawaban pelaksanaan APBN 2025.\n\n Purbaya Yudhi Sadewa menyampaikan bahwa penyerahan LKPP merupakan amanat Presiden sebagai bagian dari penguatan akuntabilitas pengelolaan keuangan negara. APBN 2025 tetap berperan sebagai shock absorber di tengah tantangan global dengan defisit terjaga sebesar 2,81% terhadap PDB, realisasi pendapatan negara Rp2.765,2 triliun serta belanja negara Rp3.434,7 triliun yang diarahkan untuk mendukung program prioritas dan menjaga daya beli.\n\nEntry meeting menjadi tahap awal komunikasi antara pemerintah dan BPK dalam memastikan kelancaran proses pemeriksaan, mulai dari perencanaan hingga pelaporan. Pemerintah menegaskan komitmen untuk terus meningkatkan kualitas laporan keuangan, menjaga transparansi dan akuntabilitas serta memperkuat sinergi dengan BPK guna mendukung pengelolaan keuangan negara yang kredibel dan berkelanjutan.\n\nSumber: \n\n#LKPP2025 #UangKita #BersamaDJPb #IndonesianTreasury", "post_id": "3867211597261790175_6163145533"}}, {"key": "palopo_info", "attributes": {"label": "palopo_info", "x": 311.7564382909808, "y": 304.48143787723325, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 20.1429, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 3, "degree": 3}, "_id": "3870725854427584802_5414904604", "id": "palopo_info", "source": "instagram-000001", "content": "Wakil Ketua Komisi IX DPR, Charles Honoris, menyatakan pihaknya akan memanggil Badan Gizi Nasional (BGN) untuk meminta pertanggungjawaban terkait pengadaan puluhan ribu sepeda motor listrik bagi operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).\n\nIa mengkritik langkah tersebut sebagai potensi pelanggaran tata kelola anggaran, terlebih jika benar usulan itu sempat ditolak Kementerian Keuangan namun tetap dijalankan. Charles juga menilai pengadaan tersebut berpotensi menjadi pemborosan di tengah tekanan fiskal, karena dinilai tidak memiliki urgensi yang jelas dan menyimpang dari fokus utama program MBG, yakni pemenuhan gizi masyarakat. Sementara itu, Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa mengonfirmasi bahwa usulan pengadaan motor dan komputer pernah ditolak sebelumnya, dan menegaskan anggaran seharusnya diprioritaskan untuk penyediaan makanan.\n\nBGN membenarkan adanya pengadaan motor listrik untuk kepala SPPG yang masuk anggaran 2025, dengan realisasi 21.801 unit dari total pesanan 25.000 unit, serta masih dalam proses pencatatan sebagai Barang Milik Negara sebelum distribusi. Namun, pengadaan ini menuai sorotan publik setelah video ratusan motor viral di media sosial. Sejumlah pihak, termasuk pengamat dan lembaga seperti Center for Budget Analysis (CBA), mengkritik proses pengadaan melalui e-purchasing yang dinilai kurang transparan dan berpotensi tidak efisien. \n\nBahkan, muncul klaim jumlah dan nilai pengadaan lebih besar dari yang disampaikan BGN, meski belum terverifikasi. Kritik juga menyoroti harga motor yang dianggap mahal serta ketidaksesuaian kebutuhan di berbagai wilayah, sehingga memunculkan dugaan pemborosan anggaran di tengah defisit APBN yang mencapai Rp240,1 triliun pada kuartal I 2026.\n\n------------------------------‐---------\nKosmetik & aksesoris lengkap murah di palopo \n\nTakeaway kopimu hanya di  \n\nMau Makan Seafood lezat & murah ke", "post_id": "3870725854427584802_5414904604"}}, {"key": "anna.online.shop", "attributes": {"label": "anna.online.shop", "x": 695.4214637814839, "y": 880.8974030557697, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 25.8501, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "3870725854427584802_5414904604", "id": "anna.online.shop", "source": "instagram-000001", "content": "Wakil Ketua Komisi IX DPR, Charles Honoris, menyatakan pihaknya akan memanggil Badan Gizi Nasional (BGN) untuk meminta pertanggungjawaban terkait pengadaan puluhan ribu sepeda motor listrik bagi operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).\n\nIa mengkritik langkah tersebut sebagai potensi pelanggaran tata kelola anggaran, terlebih jika benar usulan itu sempat ditolak Kementerian Keuangan namun tetap dijalankan. Charles juga menilai pengadaan tersebut berpotensi menjadi pemborosan di tengah tekanan fiskal, karena dinilai tidak memiliki urgensi yang jelas dan menyimpang dari fokus utama program MBG, yakni pemenuhan gizi masyarakat. Sementara itu, Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa mengonfirmasi bahwa usulan pengadaan motor dan komputer pernah ditolak sebelumnya, dan menegaskan anggaran seharusnya diprioritaskan untuk penyediaan makanan.\n\nBGN membenarkan adanya pengadaan motor listrik untuk kepala SPPG yang masuk anggaran 2025, dengan realisasi 21.801 unit dari total pesanan 25.000 unit, serta masih dalam proses pencatatan sebagai Barang Milik Negara sebelum distribusi. Namun, pengadaan ini menuai sorotan publik setelah video ratusan motor viral di media sosial. Sejumlah pihak, termasuk pengamat dan lembaga seperti Center for Budget Analysis (CBA), mengkritik proses pengadaan melalui e-purchasing yang dinilai kurang transparan dan berpotensi tidak efisien. \n\nBahkan, muncul klaim jumlah dan nilai pengadaan lebih besar dari yang disampaikan BGN, meski belum terverifikasi. Kritik juga menyoroti harga motor yang dianggap mahal serta ketidaksesuaian kebutuhan di berbagai wilayah, sehingga memunculkan dugaan pemborosan anggaran di tengah defisit APBN yang mencapai Rp240,1 triliun pada kuartal I 2026.\n\n------------------------------‐---------\nKosmetik & aksesoris lengkap murah di palopo \n\nTakeaway kopimu hanya di  \n\nMau Makan Seafood lezat & murah ke", "post_id": "3870725854427584802_5414904604"}}, {"key": "kopithru_palopo", "attributes": {"label": "kopithru_palopo", "x": 355.1461364975246, "y": 861.4272295434602, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 25.8501, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "3870725854427584802_5414904604", "id": "kopithru_palopo", "source": "instagram-000001", "content": "Wakil Ketua Komisi IX DPR, Charles Honoris, menyatakan pihaknya akan memanggil Badan Gizi Nasional (BGN) untuk meminta pertanggungjawaban terkait pengadaan puluhan ribu sepeda motor listrik bagi operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).\n\nIa mengkritik langkah tersebut sebagai potensi pelanggaran tata kelola anggaran, terlebih jika benar usulan itu sempat ditolak Kementerian Keuangan namun tetap dijalankan. Charles juga menilai pengadaan tersebut berpotensi menjadi pemborosan di tengah tekanan fiskal, karena dinilai tidak memiliki urgensi yang jelas dan menyimpang dari fokus utama program MBG, yakni pemenuhan gizi masyarakat. Sementara itu, Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa mengonfirmasi bahwa usulan pengadaan motor dan komputer pernah ditolak sebelumnya, dan menegaskan anggaran seharusnya diprioritaskan untuk penyediaan makanan.\n\nBGN membenarkan adanya pengadaan motor listrik untuk kepala SPPG yang masuk anggaran 2025, dengan realisasi 21.801 unit dari total pesanan 25.000 unit, serta masih dalam proses pencatatan sebagai Barang Milik Negara sebelum distribusi. Namun, pengadaan ini menuai sorotan publik setelah video ratusan motor viral di media sosial. Sejumlah pihak, termasuk pengamat dan lembaga seperti Center for Budget Analysis (CBA), mengkritik proses pengadaan melalui e-purchasing yang dinilai kurang transparan dan berpotensi tidak efisien. \n\nBahkan, muncul klaim jumlah dan nilai pengadaan lebih besar dari yang disampaikan BGN, meski belum terverifikasi. Kritik juga menyoroti harga motor yang dianggap mahal serta ketidaksesuaian kebutuhan di berbagai wilayah, sehingga memunculkan dugaan pemborosan anggaran di tengah defisit APBN yang mencapai Rp240,1 triliun pada kuartal I 2026.\n\n------------------------------‐---------\nKosmetik & aksesoris lengkap murah di palopo \n\nTakeaway kopimu hanya di  \n\nMau Makan Seafood lezat & murah ke", "post_id": "3870725854427584802_5414904604"}}, {"key": "losarijayaseafood", "attributes": {"label": "losarijayaseafood", "x": 327.20513261741445, "y": 268.85816768895677, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 25.8501, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "3870725854427584802_5414904604", "id": "losarijayaseafood", "source": "instagram-000001", "content": "Wakil Ketua Komisi IX DPR, Charles Honoris, menyatakan pihaknya akan memanggil Badan Gizi Nasional (BGN) untuk meminta pertanggungjawaban terkait pengadaan puluhan ribu sepeda motor listrik bagi operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).\n\nIa mengkritik langkah tersebut sebagai potensi pelanggaran tata kelola anggaran, terlebih jika benar usulan itu sempat ditolak Kementerian Keuangan namun tetap dijalankan. Charles juga menilai pengadaan tersebut berpotensi menjadi pemborosan di tengah tekanan fiskal, karena dinilai tidak memiliki urgensi yang jelas dan menyimpang dari fokus utama program MBG, yakni pemenuhan gizi masyarakat. Sementara itu, Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa mengonfirmasi bahwa usulan pengadaan motor dan komputer pernah ditolak sebelumnya, dan menegaskan anggaran seharusnya diprioritaskan untuk penyediaan makanan.\n\nBGN membenarkan adanya pengadaan motor listrik untuk kepala SPPG yang masuk anggaran 2025, dengan realisasi 21.801 unit dari total pesanan 25.000 unit, serta masih dalam proses pencatatan sebagai Barang Milik Negara sebelum distribusi. Namun, pengadaan ini menuai sorotan publik setelah video ratusan motor viral di media sosial. Sejumlah pihak, termasuk pengamat dan lembaga seperti Center for Budget Analysis (CBA), mengkritik proses pengadaan melalui e-purchasing yang dinilai kurang transparan dan berpotensi tidak efisien. \n\nBahkan, muncul klaim jumlah dan nilai pengadaan lebih besar dari yang disampaikan BGN, meski belum terverifikasi. Kritik juga menyoroti harga motor yang dianggap mahal serta ketidaksesuaian kebutuhan di berbagai wilayah, sehingga memunculkan dugaan pemborosan anggaran di tengah defisit APBN yang mencapai Rp240,1 triliun pada kuartal I 2026.\n\n------------------------------‐---------\nKosmetik & aksesoris lengkap murah di palopo \n\nTakeaway kopimu hanya di  \n\nMau Makan Seafood lezat & murah ke", "post_id": "3870725854427584802_5414904604"}}, {"key": "berpotensi_viral", "attributes": {"label": "berpotensi_viral", "x": 495.6061869438723, "y": 679.8731972556044, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 20.1429, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "7604800739591933205", "id": "berpotensi_viral", "source": "tiktok-000001", "content": "Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyampaikan bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia sepanjang 2025 mencapai 5,11 persen secara tahunan (year on year/yoy). Capaian tersebut dinilai positif karena berhasil melampaui pertumbuhan ekonomi China. Pernyataan ini disampaikan Purbaya dalam rapat konsultasi bersama pimpinan Komisi DPR RI di Kompleks Parlemen, Jakarta. Selain capaian tahunan, kinerja ekonomi Indonesia juga menunjukkan penguatan signifikan pada kuartal IV-2025. Pada periode tersebut, ekonomi nasional tumbuh sebesar 5,39 persen, menjadi yang tertinggi sejak kuartal III-2022. Menurut Purbaya, penguatan ini menunjukkan keberhasilan pemerintah dalam menjaga stabilitas dan memperbaiki fondasi ekonomi di tengah tantangan global. Meski mengakui masih terdapat berbagai risiko yang berpotensi memengaruhi perekonomian, Purbaya menegaskan bahwa pemerintah telah menyiapkan langkah antisipatif. la pun optimistis ekonomi Indonesia mampu tumbuh hingga 6 persen dalam waktu dekat, seiring dengan implementasi kebijakan strategis yang mulai dijalankan sejak akhir 2025. Pemerintah, kata dia, memiliki instrumen yang tepat untuk mendorong pertumbuhan ekonomi ke level yang lebih tinggi. sc Instagram: Bitorex  #china #indonesia #prabowo #ekonomi #AkademiBitorex", "post_id": "7604800739591933205"}}, {"key": "Akademi", "attributes": {"label": "Akademi", "x": 385.47867873479714, "y": 132.43165914043254, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 37.2644, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7604800739591933205", "id": "Akademi", "source": "tiktok-000001", "content": "Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyampaikan bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia sepanjang 2025 mencapai 5,11 persen secara tahunan (year on year/yoy). Capaian tersebut dinilai positif karena berhasil melampaui pertumbuhan ekonomi China. Pernyataan ini disampaikan Purbaya dalam rapat konsultasi bersama pimpinan Komisi DPR RI di Kompleks Parlemen, Jakarta. Selain capaian tahunan, kinerja ekonomi Indonesia juga menunjukkan penguatan signifikan pada kuartal IV-2025. Pada periode tersebut, ekonomi nasional tumbuh sebesar 5,39 persen, menjadi yang tertinggi sejak kuartal III-2022. Menurut Purbaya, penguatan ini menunjukkan keberhasilan pemerintah dalam menjaga stabilitas dan memperbaiki fondasi ekonomi di tengah tantangan global. Meski mengakui masih terdapat berbagai risiko yang berpotensi memengaruhi perekonomian, Purbaya menegaskan bahwa pemerintah telah menyiapkan langkah antisipatif. la pun optimistis ekonomi Indonesia mampu tumbuh hingga 6 persen dalam waktu dekat, seiring dengan implementasi kebijakan strategis yang mulai dijalankan sejak akhir 2025. Pemerintah, kata dia, memiliki instrumen yang tepat untuk mendorong pertumbuhan ekonomi ke level yang lebih tinggi. sc Instagram: Bitorex  #china #indonesia #prabowo #ekonomi #AkademiBitorex", "post_id": "7604800739591933205"}}, {"key": "eengnur2", "attributes": {"label": "eengnur2", "x": 438.0285605589537, "y": 229.61811318788517, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 20.1429, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "7601046809401675016", "id": "eengnur2", "source": "tiktok-000001", "content": "#Repost  Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan ketegangan luar biasa yang melanda internal Kemenkeu pada penutupan tahun anggaran 2025. Defisit APBN tercatat melambung hingga Rp 695,1 triliun atau 2,92% dari PDB, nyaris melampaui batas aman konstitusi sebesar 3%. Kondisi kritis ini dipicu penerimaan negara yang tidak mencapai target, sementara belanja negara tetap ekspansif untuk menjaga pertumbuhan ekonomi. Purbaya menyebut sejumlah pejabat Kemenkeu sampai tidak bisa tidur karena khawatir defisit melewati ambang batas. Untuk tahun anggaran 2026, pemerintah menargetkan defisit lebih rendah Rp 689,1 triliun atau 2,68% dari PDB. Target pendapatan negara dipatok Rp 3.153,5 triliun, dengan belanja Rp 3.842,7 triliun. Purbaya juga melakukan rotasi besar-besaran terhadap 22 pejabat Bea dan Cukai sebagai langkah konkret memperkuat pengumpulan pajak dan kepabeanan. Ia menegaskan ruang fiskal sangat terbatas, sehingga setiap kebijakan harus diambil dengan ekstra hati-hati agar stabilitas ekonomi nasional tetap terjaga. Naskah dan Desain: Asep Suherman #APBN2025 #DefisitAPBN #PurbayaYudhiSadewa #Kemenkeu", "post_id": "7601046809401675016"}}, {"key": "wartaekonomi", "attributes": {"label": "wartaekonomi", "x": 663.1162244831521, "y": 63.89282439583521, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 37.2644, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7601046809401675016", "id": "wartaekonomi", "source": "tiktok-000001", "content": "#Repost  Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan ketegangan luar biasa yang melanda internal Kemenkeu pada penutupan tahun anggaran 2025. Defisit APBN tercatat melambung hingga Rp 695,1 triliun atau 2,92% dari PDB, nyaris melampaui batas aman konstitusi sebesar 3%. Kondisi kritis ini dipicu penerimaan negara yang tidak mencapai target, sementara belanja negara tetap ekspansif untuk menjaga pertumbuhan ekonomi. Purbaya menyebut sejumlah pejabat Kemenkeu sampai tidak bisa tidur karena khawatir defisit melewati ambang batas. Untuk tahun anggaran 2026, pemerintah menargetkan defisit lebih rendah Rp 689,1 triliun atau 2,68% dari PDB. Target pendapatan negara dipatok Rp 3.153,5 triliun, dengan belanja Rp 3.842,7 triliun. Purbaya juga melakukan rotasi besar-besaran terhadap 22 pejabat Bea dan Cukai sebagai langkah konkret memperkuat pengumpulan pajak dan kepabeanan. Ia menegaskan ruang fiskal sangat terbatas, sehingga setiap kebijakan harus diambil dengan ekstra hati-hati agar stabilitas ekonomi nasional tetap terjaga. Naskah dan Desain: Asep Suherman #APBN2025 #DefisitAPBN #PurbayaYudhiSadewa #Kemenkeu", "post_id": "7601046809401675016"}}, {"key": "pojokdesa_id", "attributes": {"label": "pojokdesa_id", "x": 589.1526086193032, "y": 921.3689747534272, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 20.1429, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "7616248566968749319", "id": "pojokdesa_id", "source": "tiktok-000001", "content": "POJOKDESA.ID – PONTIANAK – Kementerian Keuangan Republik Indonesia kembali menyampaikan realisasi kinerja Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) periode Februari 2026. Konferensi pers APBN Kita Edisi Maret dengan laporan kinerja realisasi APBN periode Februari 2026 disiarkan di kanal YouTube  pada Rabu (11/3/2026). Menteri Keuangan (Menkeu), Purbaya Yudhi Sadewa, memimpin konferensi pers (konpers) realisasi APBN periode Februari 2026. Ia mengatakan kinerja APBN pada periode tersebut tumbuh positif dengan ruang fiskal yang tetap terjaga serta realisasi pertumbuhan belanja yang terakselerasi. \"Secara keseluruhan, realisasi APBN Februari 2026 tetap terjaga dengan ruang fiskal yang tumbuh positif dan belanja negara yang terakselerasi untuk mendukung aktivitas ekonomi,\" ungkapnya. Dalam konpers tersebut, ia melaporkan realisasi keseluruhan pendapatan APBN di periode Februari 2026 mencapai Rp358,0 triliun atau 11,4 persen dari target APBN 2026. Angka ini tumbuh 12,8 persen dibandingkan dengan realisasi pendapatan APBN pada Februari 2025. Berdasarkan pemaparan Purbaya, meningkatnya realisasi pendapatan APBN periode Februari 2026 ditopang oleh kinerja penerimaan perpajakan sebesar Rp245,1 triliun atau 10,4% dari target, dengan realisasi pertumbuhan sebesar 30,4% dibandingkan bulan yang sama tahun sebelumnya (year-on-year/yoy). Selain itu, realisasi penerimaan kepabeanan dan cukai tercatat sebesar Rp44,9 triliun atau 13,4% dari target APBN 2026 sebesar Rp336,0 triliun. Menurut Menkeu Purbaya, penerimaan kepabeanan dan cukai tersebut terkontraksi atau turun sebesar 14,7% dibandingkan dengan penerimaan di bulan Februari 2025 yang tercatat sebesar Rp52,6 triliun (17,5% dari target). Akan tetapi, ia meyakinkan kondisi itu akan pulih pada realisasi penerimaan kepabeanan dan cukai di periode selanjutnya. “Terjadi kontraksi penerimaan kepabeanan dan cukai sebesar 14,7% yang dipengaruhi oleh dinamika pertumbuhan bahan baku dan industri. Akan tetapi, berdasarkan perkembangan terbaru, kondisi itu mulai pulih pada periode berikutnya,\" terang Menkeu Purbaya saat menyampaikan laporan realisasi APBN periode Februari 2026, Rabu (11/3/2026). Tak hanya ditopang oleh penerimaan perpajakan, Menkeu Purbaya memaparkan bahwa realisasi pendapatan dari Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) juga menjadi penopang pendapatan APBN periode Februari 2026. Ia mengungkapkan pendapatan negara dari PNBP pada periode ini mencapai Rp68,0 triliun atau 14,8% dari target APBN tahun 2026 sebesar Rp459,2 triliun. Purbaya mengatakan pendapatan PNBP APBN tahun 2026 tersebut terkontraksi atau turun sebesar 11,4% jika dibandingkan dengan pendapatan PNBP Februari 2025 yang mencapai Rp76,7 triliun (14,9% dari target Rp513,6 triliun). Sementara itu, penerimaan negara dari hibah dilaporkan nihil dan tidak memberikan kontribusi signifikan terhadap APBN periode Februari 2026. Berdasarkan pemaparan, total keseluruhan pendapatan APBN pada periode Februari 2026 mencapai Rp358,0 triliun atau 11,4% dari target, tumbuh 12,8% dari periode yang sama di tahun 2025. Purbaya menjelaskan realisasi pendapatan APBN ini terutama ditopang oleh penerimaan perpajakan serta kepabeanan dan cukai yang pada periode Februari 2026 totalnya mencapai Rp290 triliun atau 10,8% dari target penerimaan APBN Tahun 2026 untuk Perpajakan dan Cukai yang ditetapkan sebesar Rp2.693,7 triliun. Menurut Purbaya, pendapatan APBN pada realisasi periode Februari 2026 menunjukkan pertumbuhan yang positif dengan total keseluruhan mencapai Rp358,0 triliun. Penopang utamanya adalah penerimaan perpajakan sebesar Rp290 triliun yang tumbuh 30,4% (yoy). Berdasarkan paparan tersebut, realisasi APBN periode Februari 2026 totalnya mencapai Rp358,0 triliun, terjadi penambahan pendapatan negara sebesar Rp185,3 triliun pada periode ini, mengingat realisasi pendapatan APBN pada Januari 2026 tercatat sebesar Rp172,7 triliun. #purbaya #prabowo #apbn2026 #esdm", "post_id": "7616248566968749319"}}, {"key": "KementerianKeuanganRI", "attributes": {"label": "KementerianKeuanganRI", "x": 432.9902105238569, "y": 996.5189271935136, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 37.2644, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7616248566968749319", "id": "KementerianKeuanganRI", "source": "tiktok-000001", "content": "POJOKDESA.ID – PONTIANAK – Kementerian Keuangan Republik Indonesia kembali menyampaikan realisasi kinerja Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) periode Februari 2026. Konferensi pers APBN Kita Edisi Maret dengan laporan kinerja realisasi APBN periode Februari 2026 disiarkan di kanal YouTube  pada Rabu (11/3/2026). Menteri Keuangan (Menkeu), Purbaya Yudhi Sadewa, memimpin konferensi pers (konpers) realisasi APBN periode Februari 2026. Ia mengatakan kinerja APBN pada periode tersebut tumbuh positif dengan ruang fiskal yang tetap terjaga serta realisasi pertumbuhan belanja yang terakselerasi. \"Secara keseluruhan, realisasi APBN Februari 2026 tetap terjaga dengan ruang fiskal yang tumbuh positif dan belanja negara yang terakselerasi untuk mendukung aktivitas ekonomi,\" ungkapnya. Dalam konpers tersebut, ia melaporkan realisasi keseluruhan pendapatan APBN di periode Februari 2026 mencapai Rp358,0 triliun atau 11,4 persen dari target APBN 2026. Angka ini tumbuh 12,8 persen dibandingkan dengan realisasi pendapatan APBN pada Februari 2025. Berdasarkan pemaparan Purbaya, meningkatnya realisasi pendapatan APBN periode Februari 2026 ditopang oleh kinerja penerimaan perpajakan sebesar Rp245,1 triliun atau 10,4% dari target, dengan realisasi pertumbuhan sebesar 30,4% dibandingkan bulan yang sama tahun sebelumnya (year-on-year/yoy). Selain itu, realisasi penerimaan kepabeanan dan cukai tercatat sebesar Rp44,9 triliun atau 13,4% dari target APBN 2026 sebesar Rp336,0 triliun. Menurut Menkeu Purbaya, penerimaan kepabeanan dan cukai tersebut terkontraksi atau turun sebesar 14,7% dibandingkan dengan penerimaan di bulan Februari 2025 yang tercatat sebesar Rp52,6 triliun (17,5% dari target). Akan tetapi, ia meyakinkan kondisi itu akan pulih pada realisasi penerimaan kepabeanan dan cukai di periode selanjutnya. “Terjadi kontraksi penerimaan kepabeanan dan cukai sebesar 14,7% yang dipengaruhi oleh dinamika pertumbuhan bahan baku dan industri. Akan tetapi, berdasarkan perkembangan terbaru, kondisi itu mulai pulih pada periode berikutnya,\" terang Menkeu Purbaya saat menyampaikan laporan realisasi APBN periode Februari 2026, Rabu (11/3/2026). Tak hanya ditopang oleh penerimaan perpajakan, Menkeu Purbaya memaparkan bahwa realisasi pendapatan dari Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) juga menjadi penopang pendapatan APBN periode Februari 2026. Ia mengungkapkan pendapatan negara dari PNBP pada periode ini mencapai Rp68,0 triliun atau 14,8% dari target APBN tahun 2026 sebesar Rp459,2 triliun. Purbaya mengatakan pendapatan PNBP APBN tahun 2026 tersebut terkontraksi atau turun sebesar 11,4% jika dibandingkan dengan pendapatan PNBP Februari 2025 yang mencapai Rp76,7 triliun (14,9% dari target Rp513,6 triliun). Sementara itu, penerimaan negara dari hibah dilaporkan nihil dan tidak memberikan kontribusi signifikan terhadap APBN periode Februari 2026. Berdasarkan pemaparan, total keseluruhan pendapatan APBN pada periode Februari 2026 mencapai Rp358,0 triliun atau 11,4% dari target, tumbuh 12,8% dari periode yang sama di tahun 2025. Purbaya menjelaskan realisasi pendapatan APBN ini terutama ditopang oleh penerimaan perpajakan serta kepabeanan dan cukai yang pada periode Februari 2026 totalnya mencapai Rp290 triliun atau 10,8% dari target penerimaan APBN Tahun 2026 untuk Perpajakan dan Cukai yang ditetapkan sebesar Rp2.693,7 triliun. Menurut Purbaya, pendapatan APBN pada realisasi periode Februari 2026 menunjukkan pertumbuhan yang positif dengan total keseluruhan mencapai Rp358,0 triliun. Penopang utamanya adalah penerimaan perpajakan sebesar Rp290 triliun yang tumbuh 30,4% (yoy). Berdasarkan paparan tersebut, realisasi APBN periode Februari 2026 totalnya mencapai Rp358,0 triliun, terjadi penambahan pendapatan negara sebesar Rp185,3 triliun pada periode ini, mengingat realisasi pendapatan APBN pada Januari 2026 tercatat sebesar Rp172,7 triliun. #purbaya #prabowo #apbn2026 #esdm", "post_id": "7616248566968749319"}}, {"key": "buwatiberdaya", "attributes": {"label": "buwatiberdaya", "x": 230.02081466429723, "y": 994.2995715780964, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 20.1429, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "7602824191464901909", "id": "buwatiberdaya", "source": "tiktok-000001", "content": "Era pengelolaan pensiun Pegawai Negeri Sipil (PNS) di Indonesia resmi memasuki babak baru. Mulai tahun anggaran 2026, pemerintah mengambil langkah besar dengan merombak total sistem pembayaran dana pensiun ASN. Menteri Keuangan RI, Purbaya Yudhi Sadewa, menetapkan peralihan dari skema lama Pay as You Go ke sistem baru yang disebut Fully Funded. Keputusan ini bukan sekadar perubahan teknis, melainkan reformasi besar yang akan menentukan keberlanjutan keuangan negara dalam jangka panjang. Selama puluhan tahun, Indonesia menggunakan sistem Pay as You Go, yaitu mekanisme di mana dana pensiun PNS dibayarkan langsung dari APBN setiap tahun. Artinya, pajak yang dibayarkan masyarakat hari ini dipakai untuk membiayai pensiunan yang sudah tidak lagi bekerja. Masalahnya, jumlah pensiunan terus bertambah, sementara jumlah pegawai aktif tidak tumbuh sebanding. Akibatnya, beban APBN membengkak hingga ratusan triliun rupiah per tahun dan berpotensi menjadi bom waktu fiskal. Melihat kondisi tersebut, pemerintah menilai sistem lama sudah tidak berkelanjutan. Dalam skema Fully Funded, dana pensiun tidak lagi sepenuhnya bergantung pada APBN. Setiap PNS, sejak masih aktif bekerja, akan menyisihkan sebagian gajinya sebagai iuran pensiun. Pemerintah pun ikut menambahkan kontribusi sebagai pemberi kerja. Dana yang terkumpul ini kemudian dikelola dan dikembangkan melalui investasi jangka panjang oleh PT Taspen. Dengan mekanisme ini, uang pensiun yang diterima di masa tua bukan berasal dari pajak generasi berikutnya, melainkan dari akumulasi iuran dan hasil pengembangan dana milik pegawai itu sendiri. Negara tidak lagi “kaget” saat harus membayar pensiun besar di masa depan, karena kewajiban tersebut sudah disiapkan sejak awal. Penerapan aturan ini dibedakan antara PNS baru dan PNS lama. Bagi ASN yang diangkat mulai 2025–2026 ke atas, skema Fully Funded berlaku penuh. Gaji mereka akan dipotong untuk iuran pensiun, namun pemerintah juga menambahkan setoran ke rekening dana pensiun masing-masing pegawai. Struktur gaji baru dengan sistem single salary dirancang agar potongan ini tidak menurunkan daya beli secara signifikan. Sementara itu, bagi PNS yang sudah bekerja sebelum aturan ini berlaku, pemerintah menerapkan masa transisi. Hak pensiun mereka tetap dijamin, namun pengelolaannya mulai dipisahkan dari belanja rutin APBN dan dialihkan ke skema investasi jangka panjang. Dengan kata lain, tidak ada hak yang dihapus, tetapi cara pengelolaannya dibuat lebih sehat dan terukur. Salah satu daya tarik terbesar dari sistem Fully Funded adalah potensi manfaat pensiun yang lebih besar dan fleksibel. Jika sebelumnya pensiunan PNS menerima uang bulanan dengan nilai terbatas, skema baru memungkinkan pencairan dana dalam jumlah besar sekaligus (lump sum) di masa pensiun. Opsi ini mirip dengan pesangon di perusahaan swasta atau BUMN. Selain itu, peserta juga tetap bisa memilih skema anuitas untuk menerima pembayaran bulanan sesuai kebutuhan. Namun, perubahan besar ini juga menuntut pengelolaan yang sangat hati-hati. PT Taspen memegang peran sentral sebagai pengelola dana pensiun ASN. Untuk mencegah risiko penyalahgunaan atau gagal kelola seperti yang pernah terjadi pada beberapa kasus investasi negara, pemerintah membentuk dewan pengawas independen dan membatasi instrumen investasi pada sektor berisiko rendah hingga menengah, seperti Surat Berharga Negara dan saham-saham unggulan. Pada akhirnya, reformasi dana pensiun PNS 2026 adalah langkah berat namun tak terelakkan. Pemerintah memilih bersikap realistis demi menjaga kesehatan APBN dan memastikan hak pensiun tetap terbayar di masa depan. Bagi para ASN, kebijakan ini menjadi pengingat bahwa kesejahteraan hari tua kini semakin bergantung pada kedisiplinan iuran dan pemahaman finansial pribadi, bukan semata-mata mengandalkan negara. 📝Nipa Nurdianti Sumber: Netral News #SkemaBaruPembayaranPensiun #PurbayaYudhiSadewa #MentriKeuangan #ASN #FullyFunded", "post_id": "7602824191464901909"}}, {"key": "iyanikanhias", "attributes": {"label": "iyanikanhias", "x": 780.128041633866, "y": 406.8906793056785, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 37.2644, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7602824191464901909", "id": "iyanikanhias", "source": "tiktok-000001", "content": "Era pengelolaan pensiun Pegawai Negeri Sipil (PNS) di Indonesia resmi memasuki babak baru. Mulai tahun anggaran 2026, pemerintah mengambil langkah besar dengan merombak total sistem pembayaran dana pensiun ASN. Menteri Keuangan RI, Purbaya Yudhi Sadewa, menetapkan peralihan dari skema lama Pay as You Go ke sistem baru yang disebut Fully Funded. Keputusan ini bukan sekadar perubahan teknis, melainkan reformasi besar yang akan menentukan keberlanjutan keuangan negara dalam jangka panjang. Selama puluhan tahun, Indonesia menggunakan sistem Pay as You Go, yaitu mekanisme di mana dana pensiun PNS dibayarkan langsung dari APBN setiap tahun. Artinya, pajak yang dibayarkan masyarakat hari ini dipakai untuk membiayai pensiunan yang sudah tidak lagi bekerja. Masalahnya, jumlah pensiunan terus bertambah, sementara jumlah pegawai aktif tidak tumbuh sebanding. Akibatnya, beban APBN membengkak hingga ratusan triliun rupiah per tahun dan berpotensi menjadi bom waktu fiskal. Melihat kondisi tersebut, pemerintah menilai sistem lama sudah tidak berkelanjutan. Dalam skema Fully Funded, dana pensiun tidak lagi sepenuhnya bergantung pada APBN. Setiap PNS, sejak masih aktif bekerja, akan menyisihkan sebagian gajinya sebagai iuran pensiun. Pemerintah pun ikut menambahkan kontribusi sebagai pemberi kerja. Dana yang terkumpul ini kemudian dikelola dan dikembangkan melalui investasi jangka panjang oleh PT Taspen. Dengan mekanisme ini, uang pensiun yang diterima di masa tua bukan berasal dari pajak generasi berikutnya, melainkan dari akumulasi iuran dan hasil pengembangan dana milik pegawai itu sendiri. Negara tidak lagi “kaget” saat harus membayar pensiun besar di masa depan, karena kewajiban tersebut sudah disiapkan sejak awal. Penerapan aturan ini dibedakan antara PNS baru dan PNS lama. Bagi ASN yang diangkat mulai 2025–2026 ke atas, skema Fully Funded berlaku penuh. Gaji mereka akan dipotong untuk iuran pensiun, namun pemerintah juga menambahkan setoran ke rekening dana pensiun masing-masing pegawai. Struktur gaji baru dengan sistem single salary dirancang agar potongan ini tidak menurunkan daya beli secara signifikan. Sementara itu, bagi PNS yang sudah bekerja sebelum aturan ini berlaku, pemerintah menerapkan masa transisi. Hak pensiun mereka tetap dijamin, namun pengelolaannya mulai dipisahkan dari belanja rutin APBN dan dialihkan ke skema investasi jangka panjang. Dengan kata lain, tidak ada hak yang dihapus, tetapi cara pengelolaannya dibuat lebih sehat dan terukur. Salah satu daya tarik terbesar dari sistem Fully Funded adalah potensi manfaat pensiun yang lebih besar dan fleksibel. Jika sebelumnya pensiunan PNS menerima uang bulanan dengan nilai terbatas, skema baru memungkinkan pencairan dana dalam jumlah besar sekaligus (lump sum) di masa pensiun. Opsi ini mirip dengan pesangon di perusahaan swasta atau BUMN. Selain itu, peserta juga tetap bisa memilih skema anuitas untuk menerima pembayaran bulanan sesuai kebutuhan. Namun, perubahan besar ini juga menuntut pengelolaan yang sangat hati-hati. PT Taspen memegang peran sentral sebagai pengelola dana pensiun ASN. Untuk mencegah risiko penyalahgunaan atau gagal kelola seperti yang pernah terjadi pada beberapa kasus investasi negara, pemerintah membentuk dewan pengawas independen dan membatasi instrumen investasi pada sektor berisiko rendah hingga menengah, seperti Surat Berharga Negara dan saham-saham unggulan. Pada akhirnya, reformasi dana pensiun PNS 2026 adalah langkah berat namun tak terelakkan. Pemerintah memilih bersikap realistis demi menjaga kesehatan APBN dan memastikan hak pensiun tetap terbayar di masa depan. Bagi para ASN, kebijakan ini menjadi pengingat bahwa kesejahteraan hari tua kini semakin bergantung pada kedisiplinan iuran dan pemahaman finansial pribadi, bukan semata-mata mengandalkan negara. 📝Nipa Nurdianti Sumber: Netral News #SkemaBaruPembayaranPensiun #PurbayaYudhiSadewa #MentriKeuangan #ASN #FullyFunded", "post_id": "7602824191464901909"}}, {"key": "@kabarbursadotcom", "attributes": {"label": "@kabarbursadotcom", "x": 455.359170806748, "y": 682.6840729291292, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 20.1429, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 3, "degree": 3}, "_id": "EFBNpQLF9DU", "id": "@kabarbursadotcom", "source": "youtube-000001", "content": "[FULL] Menkeu Purbaya: Indonesia Hampir Lepas Kutukan Pertumbuhan Ekonomi 5%\n\nKABARBURSA.COM — Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan Indonesia hampir pasti lepas dari ‘kutukan’ pertumbuhan ekonomi 5%. Pernyataan itu muncul usai data Q4-2025 menunjukkan laju 5,39%, mengisyaratkan momentum pertumbuhan lebih tinggi. Purbaya juga menyoroti minimnya pengawasan proyek infrastruktur nasional seperti kereta cepat Whoosh yang menyebabkan pembengkakan biaya hingga ratusan triliun. Isu ini penting bagi publik karena berdampak pada kepercayaan investor dan arah ekonomi ke depan. Jangan lupa subscribe dan tinggalkan komentar untuk update berita selanjutnya.\n\nBuka dan baca berita terkait hanya di portal https://kabarbursa.com/\nKabarbursa.com adalah portal berita finansial PT Kabar Bursa Indonesia yang merupakan bagian dari jaringan PT Kabar Grup Indonesia atau KGI Network. Kabarbursa.com menyajikan berita ekonomi terkini, analisis mendalam, investasi dan inspirasi bisnis.\n\nKamu juga bisa mengunjungi media sosial Kabar Bursa:\nYoutube:    /   \nInstagram:   / kabarbursacom  \nTiktok:   / kabarbursacom  \nWA Channel: https://whatsapp.com/channel/0029Vae5...\n\n#pertumbuhanekonomi #purbayayudhi #proyekinfrastruktur #whoosh #lrtjabodebek #investasi #costoverrun #menterikeuangan #ekonomiindonesia #ekonomi #bisnis #infrastruktur #pengawasanproyek #kabarbursa #news #newsupdate #beritaterkini #beritasaham #beritaekonomi", "post_id": "EFBNpQLF9DU"}}, {"key": "kabarbursadotcom", "attributes": {"label": "kabarbursadotcom", "x": 110.9587621519449, "y": 136.65063841582415, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 25.8501, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 3, "out_degree": 0, "degree": 3}, "_id": "EFBNpQLF9DU", "id": "kabarbursadotcom", "source": "youtube-000001", "content": "[FULL] Menkeu Purbaya: Indonesia Hampir Lepas Kutukan Pertumbuhan Ekonomi 5%\n\nKABARBURSA.COM — Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan Indonesia hampir pasti lepas dari ‘kutukan’ pertumbuhan ekonomi 5%. Pernyataan itu muncul usai data Q4-2025 menunjukkan laju 5,39%, mengisyaratkan momentum pertumbuhan lebih tinggi. Purbaya juga menyoroti minimnya pengawasan proyek infrastruktur nasional seperti kereta cepat Whoosh yang menyebabkan pembengkakan biaya hingga ratusan triliun. Isu ini penting bagi publik karena berdampak pada kepercayaan investor dan arah ekonomi ke depan. Jangan lupa subscribe dan tinggalkan komentar untuk update berita selanjutnya.\n\nBuka dan baca berita terkait hanya di portal https://kabarbursa.com/\nKabarbursa.com adalah portal berita finansial PT Kabar Bursa Indonesia yang merupakan bagian dari jaringan PT Kabar Grup Indonesia atau KGI Network. Kabarbursa.com menyajikan berita ekonomi terkini, analisis mendalam, investasi dan inspirasi bisnis.\n\nKamu juga bisa mengunjungi media sosial Kabar Bursa:\nYoutube:    /   \nInstagram:   / kabarbursacom  \nTiktok:   / kabarbursacom  \nWA Channel: https://whatsapp.com/channel/0029Vae5...\n\n#pertumbuhanekonomi #purbayayudhi #proyekinfrastruktur #whoosh #lrtjabodebek #investasi #costoverrun #menterikeuangan #ekonomiindonesia #ekonomi #bisnis #infrastruktur #pengawasanproyek #kabarbursa #news #newsupdate #beritaterkini #beritasaham #beritaekonomi", "post_id": "EFBNpQLF9DU"}}, {"key": "@garudatv.official", "attributes": {"label": "@garudatv.official", "x": 188.14830167759877, "y": 333.7195942573821, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 20.1429, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "LP8QgI1P3D4", "id": "@garudatv.official", "source": "youtube-000001", "content": "Pertumbuhan Ekonomi Lampaui Target  | KMP\n\nGarudaTV - Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, menyambut positif capaian pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal I 2026 yang mencapai 5,61 persen secara tahunan (year on year).\n\nCapaian tersebut melampaui target pemerintah sebesar 5,5 persen, sekaligus lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan kuartal IV 2025 yang tercatat 5,39 persen.\n\nBerdasarkan rilis Badan Pusat Statistik, pertumbuhan ekonomi Indonesia pada periode tersebut menunjukkan kinerja yang solid di tengah kondisi global yang masih penuh ketidakpastian.\n\nMenkeu menilai capaian ini mencerminkan ketahanan ekonomi domestik yang masih kuat, meskipun dunia menghadapi tantangan seperti ketegangan geopolitik, fluktuasi harga energi, serta pelemahan permintaan global.\n\nPemerintah menekankan pentingnya menjaga permintaan domestik sebagai penopang utama pertumbuhan ekonomi nasional. Stabilitas konsumsi masyarakat dan aktivitas investasi menjadi faktor kunci dalam menjaga momentum tersebut.\n\nSelain itu, pemerintah juga tetap memperhatikan stabilitas ekonomi makro, termasuk inflasi, nilai tukar, dan daya beli masyarakat, agar pertumbuhan ekonomi tetap berkelanjutan.\n\nDengan capaian awal tahun yang positif, pemerintah optimistis target pertumbuhan ekonomi sepanjang 2026 dapat tercapai, meski tantangan global masih akan terus berlangsung.\n\n#ekonomiindonesia  #apbn2026  #purbayayudhisadewa  #BPS #ekonomi   #ekonominasional  #FiskalIndonesia #garudatv   #laporan8  #kabinetmerahputih \n\nGARUDA TV - Digital TV Indonesia, Berita Terpercaya\n\nSaksikan Garuda TV di Free to Air atau Streaming melalui:\nwww.garuda.tv | YouTube Garuda TV | Aplikasi Vidio | Wewatch | IndiHome CH111 | Transvision CH824 | FirstMedia CH45\n\nScan ulang saluran digital kamu sekarang ya dan saksikan terus program-program seru terbaru hanya di GarudaTV.\nSubscribe GarudaTV Official Youtube Channel    /   \nFollow our Official TikTok   / garudatv.official  \nLike our Official Facebook   / garudatv.official  \nFollow our Official Instagram   / garudatv.official", "post_id": "LP8QgI1P3D4"}}, {"key": "garudatv.official", "attributes": {"label": "garudatv.official", "x": 998.3198977603604, "y": 935.344511137625, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 37.2644, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "LP8QgI1P3D4", "id": "garudatv.official", "source": "youtube-000001", "content": "Pertumbuhan Ekonomi Lampaui Target  | KMP\n\nGarudaTV - Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, menyambut positif capaian pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal I 2026 yang mencapai 5,61 persen secara tahunan (year on year).\n\nCapaian tersebut melampaui target pemerintah sebesar 5,5 persen, sekaligus lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan kuartal IV 2025 yang tercatat 5,39 persen.\n\nBerdasarkan rilis Badan Pusat Statistik, pertumbuhan ekonomi Indonesia pada periode tersebut menunjukkan kinerja yang solid di tengah kondisi global yang masih penuh ketidakpastian.\n\nMenkeu menilai capaian ini mencerminkan ketahanan ekonomi domestik yang masih kuat, meskipun dunia menghadapi tantangan seperti ketegangan geopolitik, fluktuasi harga energi, serta pelemahan permintaan global.\n\nPemerintah menekankan pentingnya menjaga permintaan domestik sebagai penopang utama pertumbuhan ekonomi nasional. Stabilitas konsumsi masyarakat dan aktivitas investasi menjadi faktor kunci dalam menjaga momentum tersebut.\n\nSelain itu, pemerintah juga tetap memperhatikan stabilitas ekonomi makro, termasuk inflasi, nilai tukar, dan daya beli masyarakat, agar pertumbuhan ekonomi tetap berkelanjutan.\n\nDengan capaian awal tahun yang positif, pemerintah optimistis target pertumbuhan ekonomi sepanjang 2026 dapat tercapai, meski tantangan global masih akan terus berlangsung.\n\n#ekonomiindonesia  #apbn2026  #purbayayudhisadewa  #BPS #ekonomi   #ekonominasional  #FiskalIndonesia #garudatv   #laporan8  #kabinetmerahputih \n\nGARUDA TV - Digital TV Indonesia, Berita Terpercaya\n\nSaksikan Garuda TV di Free to Air atau Streaming melalui:\nwww.garuda.tv | YouTube Garuda TV | Aplikasi Vidio | Wewatch | IndiHome CH111 | Transvision CH824 | FirstMedia CH45\n\nScan ulang saluran digital kamu sekarang ya dan saksikan terus program-program seru terbaru hanya di GarudaTV.\nSubscribe GarudaTV Official Youtube Channel    /   \nFollow our Official TikTok   / garudatv.official  \nLike our Official Facebook   / garudatv.official  \nFollow our Official Instagram   / garudatv.official", "post_id": "LP8QgI1P3D4"}}, {"key": "@IDXCHANNELINSIGHT", "attributes": {"label": "@IDXCHANNELINSIGHT", "x": 330.2498201952965, "y": 951.5511615347115, "size": 13.86, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 20.1429, "eigenvector": 121.803, "in_degree": 0, "out_degree": 6, "degree": 6}, "_id": "C5uJwvHQm7g", "id": "@IDXCHANNELINSIGHT", "source": "youtube-000001", "content": "Purbaya: RI Hampir Lepas dari “Kutukan” 5 Persen, Targetkan Pertumbuhan Lebih Tinggi | MILENOMICS\n\nMenteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa optimistis Indonesia berada di titik krusial untuk keluar dari stagnasi pertumbuhan ekonomi di kisaran 5 persen yang bertahan selama satu dekade terakhir. Keyakinan ini didorong oleh tren penguatan ekonomi pada akhir 2025.\n\nSecara tahunan, ekonomi Indonesia tumbuh 5,11 persen sepanjang 2025. Namun, Purbaya menekankan capaian kuartal IV-2025 yang mencapai 5,39 persen sebagai sinyal kuat bahwa ekonomi nasional mulai berakselerasi.\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n--------------------------------------------\nFollow US on Social Media\nWebsite - http://www.idxchannel.com\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idxchannelcom  \n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "C5uJwvHQm7g"}}, {"key": "wicky_adrian", "attributes": {"label": "wicky_adrian", "x": 568.0520125070725, "y": 676.7408277774927, "size": 15.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 25.4424, "eigenvector": 134.5909, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "C5uJwvHQm7g", "id": "wicky_adrian", "source": "youtube-000001", "content": "Purbaya: RI Hampir Lepas dari “Kutukan” 5 Persen, Targetkan Pertumbuhan Lebih Tinggi | MILENOMICS\n\nMenteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa optimistis Indonesia berada di titik krusial untuk keluar dari stagnasi pertumbuhan ekonomi di kisaran 5 persen yang bertahan selama satu dekade terakhir. Keyakinan ini didorong oleh tren penguatan ekonomi pada akhir 2025.\n\nSecara tahunan, ekonomi Indonesia tumbuh 5,11 persen sepanjang 2025. Namun, Purbaya menekankan capaian kuartal IV-2025 yang mencapai 5,39 persen sebagai sinyal kuat bahwa ekonomi nasional mulai berakselerasi.\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n--------------------------------------------\nFollow US on Social Media\nWebsite - http://www.idxchannel.com\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idxchannelcom  \n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "C5uJwvHQm7g"}}, {"key": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "fajar.wayong", "x": 440.63833218780366, "y": 958.8591782350986, "size": 15.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 25.4424, "eigenvector": 134.5909, "in_degree": 4, "out_degree": 0, "degree": 4}, "_id": "C5uJwvHQm7g", "id": "fajar.wayong", "source": "youtube-000001", "content": "Purbaya: RI Hampir Lepas dari “Kutukan” 5 Persen, Targetkan Pertumbuhan Lebih Tinggi | MILENOMICS\n\nMenteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa optimistis Indonesia berada di titik krusial untuk keluar dari stagnasi pertumbuhan ekonomi di kisaran 5 persen yang bertahan selama satu dekade terakhir. Keyakinan ini didorong oleh tren penguatan ekonomi pada akhir 2025.\n\nSecara tahunan, ekonomi Indonesia tumbuh 5,11 persen sepanjang 2025. Namun, Purbaya menekankan capaian kuartal IV-2025 yang mencapai 5,39 persen sebagai sinyal kuat bahwa ekonomi nasional mulai berakselerasi.\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n--------------------------------------------\nFollow US on Social Media\nWebsite - http://www.idxchannel.com\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idxchannelcom  \n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "C5uJwvHQm7g"}}, {"key": "deffid_83", "attributes": {"label": "deffid_83", "x": 163.4338354438283, "y": 805.7218215684, "size": 15.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 25.4424, "eigenvector": 134.5909, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "C5uJwvHQm7g", "id": "deffid_83", "source": "youtube-000001", "content": "Purbaya: RI Hampir Lepas dari “Kutukan” 5 Persen, Targetkan Pertumbuhan Lebih Tinggi | MILENOMICS\n\nMenteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa optimistis Indonesia berada di titik krusial untuk keluar dari stagnasi pertumbuhan ekonomi di kisaran 5 persen yang bertahan selama satu dekade terakhir. Keyakinan ini didorong oleh tren penguatan ekonomi pada akhir 2025.\n\nSecara tahunan, ekonomi Indonesia tumbuh 5,11 persen sepanjang 2025. Namun, Purbaya menekankan capaian kuartal IV-2025 yang mencapai 5,39 persen sebagai sinyal kuat bahwa ekonomi nasional mulai berakselerasi.\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n--------------------------------------------\nFollow US on Social Media\nWebsite - http://www.idxchannel.com\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idxchannelcom  \n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "C5uJwvHQm7g"}}, {"key": "prast_ulrich", "attributes": {"label": "prast_ulrich", "x": 525.6861183252921, "y": 532.4923532782885, "size": 15.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 25.4424, "eigenvector": 134.5909, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "C5uJwvHQm7g", "id": "prast_ulrich", "source": "youtube-000001", "content": "Purbaya: RI Hampir Lepas dari “Kutukan” 5 Persen, Targetkan Pertumbuhan Lebih Tinggi | MILENOMICS\n\nMenteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa optimistis Indonesia berada di titik krusial untuk keluar dari stagnasi pertumbuhan ekonomi di kisaran 5 persen yang bertahan selama satu dekade terakhir. Keyakinan ini didorong oleh tren penguatan ekonomi pada akhir 2025.\n\nSecara tahunan, ekonomi Indonesia tumbuh 5,11 persen sepanjang 2025. Namun, Purbaya menekankan capaian kuartal IV-2025 yang mencapai 5,39 persen sebagai sinyal kuat bahwa ekonomi nasional mulai berakselerasi.\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n--------------------------------------------\nFollow US on Social Media\nWebsite - http://www.idxchannel.com\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idxchannelcom  \n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "C5uJwvHQm7g"}}, {"key": "rosalinehioe", "attributes": {"label": "rosalinehioe", "x": 505.5883840989711, "y": 347.80191361724997, "size": 15.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 25.4424, "eigenvector": 134.5909, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "C5uJwvHQm7g", "id": "rosalinehioe", "source": "youtube-000001", "content": "Purbaya: RI Hampir Lepas dari “Kutukan” 5 Persen, Targetkan Pertumbuhan Lebih Tinggi | MILENOMICS\n\nMenteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa optimistis Indonesia berada di titik krusial untuk keluar dari stagnasi pertumbuhan ekonomi di kisaran 5 persen yang bertahan selama satu dekade terakhir. Keyakinan ini didorong oleh tren penguatan ekonomi pada akhir 2025.\n\nSecara tahunan, ekonomi Indonesia tumbuh 5,11 persen sepanjang 2025. Namun, Purbaya menekankan capaian kuartal IV-2025 yang mencapai 5,39 persen sebagai sinyal kuat bahwa ekonomi nasional mulai berakselerasi.\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n--------------------------------------------\nFollow US on Social Media\nWebsite - http://www.idxchannel.com\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idxchannelcom  \n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "C5uJwvHQm7g"}}, {"key": "@IDXChannel", "attributes": {"label": "@IDXChannel", "x": 321.44623687502207, "y": 143.59329464792748, "size": 15.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 20.1429, "eigenvector": 134.5909, "in_degree": 0, "out_degree": 7, "degree": 7}, "_id": "Jc1q9UC1EpE", "id": "@IDXChannel", "source": "youtube-000001", "content": "Purbaya: RI Hampir Lepas dari “Kutukan” 5 Persen, Targetkan Pertumbuhan Lebih Tinggi | IDXC UPDATE\n\nMenteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa optimistis Indonesia berada di titik krusial untuk keluar dari stagnasi pertumbuhan ekonomi di kisaran 5 persen yang bertahan selama satu dekade terakhir. Keyakinan ini didorong oleh tren penguatan ekonomi pada akhir 2025.\n\nSecara tahunan, ekonomi Indonesia tumbuh 5,11 persen sepanjang 2025. Namun, Purbaya menekankan capaian kuartal IV-2025 yang mencapai 5,39 persen sebagai sinyal kuat bahwa ekonomi nasional mulai berakselerasi.\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nFollow US on Social Media\nYuk Subscribe -    /   \nWa Channel - https://whatsapp.com/channel/0029Va5V...\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idx_channel  \n-------------------------------------------------------------------------------------\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\nMyRepublic Channel 576\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "Jc1q9UC1EpE"}}, {"key": "idxchannel_", "attributes": {"label": "idxchannel_", "x": 553.8560960462132, "y": 536.1558969215068, "size": 9.3, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 22.5888, "eigenvector": 70.6518, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "Jc1q9UC1EpE", "id": "idxchannel_", "source": "youtube-000001", "content": "Purbaya: RI Hampir Lepas dari “Kutukan” 5 Persen, Targetkan Pertumbuhan Lebih Tinggi | IDXC UPDATE\n\nMenteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa optimistis Indonesia berada di titik krusial untuk keluar dari stagnasi pertumbuhan ekonomi di kisaran 5 persen yang bertahan selama satu dekade terakhir. Keyakinan ini didorong oleh tren penguatan ekonomi pada akhir 2025.\n\nSecara tahunan, ekonomi Indonesia tumbuh 5,11 persen sepanjang 2025. Namun, Purbaya menekankan capaian kuartal IV-2025 yang mencapai 5,39 persen sebagai sinyal kuat bahwa ekonomi nasional mulai berakselerasi.\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nFollow US on Social Media\nYuk Subscribe -    /   \nWa Channel - https://whatsapp.com/channel/0029Va5V...\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idx_channel  \n-------------------------------------------------------------------------------------\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\nMyRepublic Channel 576\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "Jc1q9UC1EpE"}}, {"key": "@kompastv", "attributes": {"label": "@kompastv", "x": 578.449726359159, "y": 996.1820893487269, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 20.1429, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "2UX7a6twwWo", "id": "@kompastv", "source": "youtube-000001", "content": "Reaksi Menkeu Purbaya soal Data BPS Ekonomi RI Tumbuh 5,61%: Kita Lepas dari “Kutukan”\n\nJAKARTA, KOMPAS.TV – Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa menanggapi data BPS yang menyebut ekonomi Indonesia tumbuh 5,61 persen pada triwulan I tahun 2026 dibandingkan dengan triwulan I 2025 secara year-on-year.\n\n“Dibandingkan triwulan ke-4 tahun lalu, pertumbuhannya kini lebih cepat, dari 5,39 ke 5,61. Jadi, jelas sekali kita sudah bisa terlepas dari ‘kutukan’ pertumbuhan 5%. Artinya, kita sedang bergerak ke arah yang lebih cepat lagi,” ujar Menkeu Purbaya saat konferensi pers APBN KiTa pada Selasa (5/5/2026).\n\n“Jadi jangan takut dengan angka 5,61 tadi. Pasti banyak ekonom yang bilang ekonomi kita mau rusak, pada kecele,” lanjutnya.\n\n#purbaya #apbnkita #breakingnews #menkeu \n\nProduser: Aditya Pramana\n\nSahabat KompasTV, Mulai 1 Februari 2026 KompasTV pindah channel. Dapatkan selalu berita dan informasi terupdate KompasTV, di televisi anda di Channel 11 pada perangkat TV Digital atau Set Top Box. Satu Langkah lebih dekat, satu Langkah makin terpercaya!\n\nJangan lupa like, comment, dan subscribe channel YouTube KompasTV, juga aktifkan lonceng notifikasi agar tidak ketinggalan update mengenai isu-isu terkini di Indonesia.\n\nJangan lewatkan live streaming KompasTV 24 jam non stop di https://www.kompas.tv/live. Agar tidak ketinggalan berita-berita terkini, terlengkap, serta laporan langsung dari berbagai daerah di Indonesia, yuk subscribe channel youtube KompasTV. Aktifkan juga lonceng supaya kamu dapat notifikasi video terbaru dari KompasTV. \n\nSahabat KompasTV juga bisa memperoleh informasi terkini melalui website: www.kompas.tv\n\nSahabat KompasTV juga bisa memperoleh informasi terkini melalui website: www.kompas.tv\n\nMedia sosial KompasTV: \nFacebook:   / kompastv   \nInstagram:   / kompastv   \nX: https://x.com/KompasTV\nThread: https://www.threads.com/ \nTikTok:   / kompastv.indonesia", "post_id": "2UX7a6twwWo"}}, {"key": "kompastv", "attributes": {"label": "kompastv", "x": 362.1083665101258, "y": 45.852000916622, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 37.2644, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2UX7a6twwWo", "id": "kompastv", "source": "youtube-000001", "content": "Reaksi Menkeu Purbaya soal Data BPS Ekonomi RI Tumbuh 5,61%: Kita Lepas dari “Kutukan”\n\nJAKARTA, KOMPAS.TV – Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa menanggapi data BPS yang menyebut ekonomi Indonesia tumbuh 5,61 persen pada triwulan I tahun 2026 dibandingkan dengan triwulan I 2025 secara year-on-year.\n\n“Dibandingkan triwulan ke-4 tahun lalu, pertumbuhannya kini lebih cepat, dari 5,39 ke 5,61. Jadi, jelas sekali kita sudah bisa terlepas dari ‘kutukan’ pertumbuhan 5%. Artinya, kita sedang bergerak ke arah yang lebih cepat lagi,” ujar Menkeu Purbaya saat konferensi pers APBN KiTa pada Selasa (5/5/2026).\n\n“Jadi jangan takut dengan angka 5,61 tadi. Pasti banyak ekonom yang bilang ekonomi kita mau rusak, pada kecele,” lanjutnya.\n\n#purbaya #apbnkita #breakingnews #menkeu \n\nProduser: Aditya Pramana\n\nSahabat KompasTV, Mulai 1 Februari 2026 KompasTV pindah channel. Dapatkan selalu berita dan informasi terupdate KompasTV, di televisi anda di Channel 11 pada perangkat TV Digital atau Set Top Box. Satu Langkah lebih dekat, satu Langkah makin terpercaya!\n\nJangan lupa like, comment, dan subscribe channel YouTube KompasTV, juga aktifkan lonceng notifikasi agar tidak ketinggalan update mengenai isu-isu terkini di Indonesia.\n\nJangan lewatkan live streaming KompasTV 24 jam non stop di https://www.kompas.tv/live. Agar tidak ketinggalan berita-berita terkini, terlengkap, serta laporan langsung dari berbagai daerah di Indonesia, yuk subscribe channel youtube KompasTV. Aktifkan juga lonceng supaya kamu dapat notifikasi video terbaru dari KompasTV. \n\nSahabat KompasTV juga bisa memperoleh informasi terkini melalui website: www.kompas.tv\n\nSahabat KompasTV juga bisa memperoleh informasi terkini melalui website: www.kompas.tv\n\nMedia sosial KompasTV: \nFacebook:   / kompastv   \nInstagram:   / kompastv   \nX: https://x.com/KompasTV\nThread: https://www.threads.com/ \nTikTok:   / kompastv.indonesia", "post_id": "2UX7a6twwWo"}}, {"key": "@tvOneNews", "attributes": {"label": "@tvOneNews", "x": 140.54523182629708, "y": 700.1475982354756, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 20.1429, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "wEMqF1GDYvY", "id": "@tvOneNews", "source": "youtube-000001", "content": "Purbaya Beberkan Skenario Antisipasi Harga Minyak Tembus USS100/Barel | Kabar Siang\n\nKabar Siang, https://www.tvOnenews.com - Purbaya Beberkan Skenario Antisipasi Harga Minyak Tembus USS100/Barel | Kabar Siang\n\nMenteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan harga bahan bakar minyak atau BBM subsidi tidak akan naik hingga akhir tahun 2026. Dia memperhitungkan dengan pengalihan anggaran dari berbagai kementerian dan lembaga di pemerintahan dengan perkiraan defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) sekitar 2,9 persen seperti tahun 2025.\n\nKABSI01 \nGUS01\nMSP01\n\nSaksikan live streaming tvOne hanya di https://www.tvonenews.com/live\nDan jangan lupa untuk follow akun-Akun Sosial Media tvOnenews untuk mendapatkan beragam informasi terkini dan update dari kami:\n\nFacebook -   / tvonenews  \nInstagram -   / tvonenews  \nTwitter -   / tvonenews  \nTikTok -   / tvonenews  \nWebsite - https://tvOnenews.com\nMusic by Declan DP\n   /", "post_id": "wEMqF1GDYvY"}}, {"key": "declandpmusic", "attributes": {"label": "declandpmusic", "x": 877.9290925058577, "y": 380.633311435017, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 37.2644, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "wEMqF1GDYvY", "id": "declandpmusic", "source": "youtube-000001", "content": "Purbaya Beberkan Skenario Antisipasi Harga Minyak Tembus USS100/Barel | Kabar Siang\n\nKabar Siang, https://www.tvOnenews.com - Purbaya Beberkan Skenario Antisipasi Harga Minyak Tembus USS100/Barel | Kabar Siang\n\nMenteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan harga bahan bakar minyak atau BBM subsidi tidak akan naik hingga akhir tahun 2026. Dia memperhitungkan dengan pengalihan anggaran dari berbagai kementerian dan lembaga di pemerintahan dengan perkiraan defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) sekitar 2,9 persen seperti tahun 2025.\n\nKABSI01 \nGUS01\nMSP01\n\nSaksikan live streaming tvOne hanya di https://www.tvonenews.com/live\nDan jangan lupa untuk follow akun-Akun Sosial Media tvOnenews untuk mendapatkan beragam informasi terkini dan update dari kami:\n\nFacebook -   / tvonenews  \nInstagram -   / tvonenews  \nTwitter -   / tvonenews  \nTikTok -   / tvonenews  \nWebsite - https://tvOnenews.com\nMusic by Declan DP\n   /", "post_id": "wEMqF1GDYvY"}}], "edges": [{"key": "kppnpati", "source": "kppnpati", "target": "MenkeuRI", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "kppnpati", "source": "kppnpati", "target": "MenkeuRI", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "grok", "source": "grok", "target": "ItsDojun", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "grok", "source": "grok", "target": "txtdrimedia", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "grok", "source": "grok", "target": "OniDewono", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "grok", "source": "grok", "target": "antaranews", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "djpbyogyakarta", "source": "djpbyogyakarta", "target": "bpkriofficial", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "djpbyogyakarta", "source": "djpbyogyakarta", "target": "menkeuri", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "djpbyogyakarta", "source": "djpbyogyakarta", "target": "ditjenperbendaharaan", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "palopo_info", "source": "palopo_info", "target": "anna.online.shop", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "palopo_info", "source": "palopo_info", "target": "kopithru_palopo", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "palopo_info", "source": "palopo_info", "target": "losarijayaseafood", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "berpotensi_viral", "source": "berpotensi_viral", "target": "Akademi", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "eengnur2", "source": "eengnur2", "target": "wartaekonomi", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "pojokdesa_id", "source": "pojokdesa_id", "target": "KementerianKeuanganRI", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "buwatiberdaya", "source": "buwatiberdaya", "target": "iyanikanhias", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "@kabarbursadotcom", "source": "@kabarbursadotcom", "target": "kabarbursadotcom", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@garudatv.official", "source": "@garudatv.official", "target": "garudatv.official", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXCHANNELINSIGHT", "source": "@IDXCHANNELINSIGHT", "target": "wicky_adrian", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXCHANNELINSIGHT", "source": "@IDXCHANNELINSIGHT", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXCHANNELINSIGHT", "source": "@IDXCHANNELINSIGHT", "target": "deffid_83", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXCHANNELINSIGHT", "source": "@IDXCHANNELINSIGHT", "target": "prast_ulrich", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXCHANNELINSIGHT", "source": "@IDXCHANNELINSIGHT", "target": "rosalinehioe", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXCHANNELINSIGHT", "source": "@IDXCHANNELINSIGHT", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "idxchannel_", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "wicky_adrian", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "deffid_83", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "prast_ulrich", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "rosalinehioe", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@kompastv", "source": "@kompastv", "target": "kompastv", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@tvOneNews", "source": "@tvOneNews", "target": "declandpmusic", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@kabarbursadotcom", "source": "@kabarbursadotcom", "target": "kabarbursadotcom", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@kabarbursadotcom", "source": "@kabarbursadotcom", "target": "kabarbursadotcom", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}]}