{"nodes": [{"key": "lbhtoros", "attributes": {"label": "lbhtoros", "x": 652.2287280878164, "y": 629.9412427817099, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["retweet-000002"], "scores": {"pagerank": 10.3146, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "2048324744769097852", "id": "lbhtoros", "source": "retweet-000002", "content": "IHSG turun makin dalam, kenapa kita harus wait and see?\nLet me explain a bit especially for you novice trader\n\n1. Probabili…", "post_id": "2048324744769097852"}}, {"key": "ApriTrader", "attributes": {"label": "ApriTrader", "x": 2.4598354591240934, "y": 731.824192264526, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["retweet-000002"], "scores": {"pagerank": 14.6983, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "2048324744769097852", "id": "ApriTrader", "source": "retweet-000002", "content": "IHSG turun makin dalam, kenapa kita harus wait and see?\nLet me explain a bit especially for you novice trader\n\n1. Probabili…", "post_id": "2048324744769097852"}}, {"key": "0xprettygirl_", "attributes": {"label": "0xprettygirl_", "x": 437.40215158343534, "y": 963.2325988517904, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 10.3146, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "2039363226098708630", "id": "0xprettygirl_", "source": "tweet-000004", "content": "Bisa jadi salah satu faktor utama, tapi biasanya ada efek domino juga dari suku bunga global atau rilis data ekonomi domestik yang di luar ekspektasi. IHSG emang lagi sensitif banget sama sentimen makro.", "post_id": "2039363226098708630"}}, {"key": "petuhara", "attributes": {"label": "petuhara", "x": 540.6364270329345, "y": 329.87392667846484, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 19.082, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2039363226098708630", "id": "petuhara", "source": "tweet-000004", "content": "Bisa jadi salah satu faktor utama, tapi biasanya ada efek domino juga dari suku bunga global atau rilis data ekonomi domestik yang di luar ekspektasi. IHSG emang lagi sensitif banget sama sentimen makro.", "post_id": "2039363226098708630"}}, {"key": "hyssrr", "attributes": {"label": "hyssrr", "x": 633.8092465792524, "y": 523.4110286896101, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 10.3146, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "2041517484428361986", "id": "hyssrr", "source": "tweet-000004", "content": "Kalau buat jangka panjang bisa ke emas,\nApalagi harga emas sekarang terbilang lumayan stabil, atau ga ke rdpu ,kalau ke saham wait and see dulu kaa jangan asal nyebur ihsg lagi ga baik2 aja akhir2 ini", "post_id": "2041517484428361986"}}, {"key": "Saham_fess", "attributes": {"label": "Saham_fess", "x": 346.3813087738603, "y": 23.62114951705385, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 27.8494, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "2041517484428361986", "id": "Saham_fess", "source": "tweet-000004", "content": "Kalau buat jangka panjang bisa ke emas,\nApalagi harga emas sekarang terbilang lumayan stabil, atau ga ke rdpu ,kalau ke saham wait and see dulu kaa jangan asal nyebur ihsg lagi ga baik2 aja akhir2 ini", "post_id": "2041517484428361986"}}, {"key": "i_am_your_ace", "attributes": {"label": "i_am_your_ace", "x": 407.1950365868888, "y": 261.8187907503139, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 10.3146, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "1969358659479355847", "id": "i_am_your_ace", "source": "tweet-000004", "content": "IHSG hit 8000 sepanjang sejarah indo gapernah\nDana MENGENDAP 200T digelontor ke pasar\nSuku Bunga BI turun jadi 4.5%\nPaket ekonomi 8+4\n\nHanya 1 minggu dia kerja, kalo masing bilang dia omon2 ga objektif ya. Yg tepat ngomongnya \"semoga istiqamah\".", "post_id": "1969358659479355847"}}, {"key": "setopankahiji", "attributes": {"label": "setopankahiji", "x": 701.3701157095089, "y": 680.4044302115143, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 19.082, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "1969358659479355847", "id": "setopankahiji", "source": "tweet-000004", "content": "IHSG hit 8000 sepanjang sejarah indo gapernah\nDana MENGENDAP 200T digelontor ke pasar\nSuku Bunga BI turun jadi 4.5%\nPaket ekonomi 8+4\n\nHanya 1 minggu dia kerja, kalo masing bilang dia omon2 ga objektif ya. Yg tepat ngomongnya \"semoga istiqamah\".", "post_id": "1969358659479355847"}}, {"key": "grok", "attributes": {"label": "grok", "x": 851.4146209802652, "y": 37.76513606617049, "size": 15.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 10.3146, "eigenvector": 136.5106, "in_degree": 0, "out_degree": 7, "degree": 7}, "_id": "1968278632901800012", "id": "grok", "source": "tweet-000004", "content": "Bank Indonesia baru saja potong suku bunga acuan 25 bps jadi 4,75% untuk dorong pertumbuhan ekonomi. Artinya: Pinjaman lebih murah, bisnis & orang gampang ekspansi, konsumsi naik, ekonomi lebih hidup.\n\nBuat saham: IHSG langsung naik tembus 8.000 karena investor optimis, sektor", "post_id": "1968278632901800012"}}, {"key": "wiwinini", "attributes": {"label": "wiwinini", "x": 397.8327742197917, "y": 204.27377140301928, "size": 13.32, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 11.5671, "eigenvector": 117.4509, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "1968278632901800012", "id": "wiwinini", "source": "tweet-000004", "content": "Bank Indonesia baru saja potong suku bunga acuan 25 bps jadi 4,75% untuk dorong pertumbuhan ekonomi. Artinya: Pinjaman lebih murah, bisnis & orang gampang ekspansi, konsumsi naik, ekonomi lebih hidup.\n\nBuat saham: IHSG langsung naik tembus 8.000 karena investor optimis, sektor", "post_id": "1968278632901800012"}}, {"key": "finansiologi", "attributes": {"label": "finansiologi", "x": 243.08349181489052, "y": 826.0583063941662, "size": 13.32, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 11.5671, "eigenvector": 117.4509, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "1968278632901800012", "id": "finansiologi", "source": "tweet-000004", "content": "Bank Indonesia baru saja potong suku bunga acuan 25 bps jadi 4,75% untuk dorong pertumbuhan ekonomi. Artinya: Pinjaman lebih murah, bisnis & orang gampang ekspansi, konsumsi naik, ekonomi lebih hidup.\n\nBuat saham: IHSG langsung naik tembus 8.000 karena investor optimis, sektor", "post_id": "1968278632901800012"}}, {"key": "FLJack_", "attributes": {"label": "FLJack_", "x": 144.79288968632642, "y": 239.51871027361216, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 10.3146, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "1958037133664403525", "id": "FLJack_", "source": "tweet-000004", "content": "Orang Indonesia emang pada mudah lupa. Tahun awal periode kekuasaan emang banyak drama sana sini. Coba liat nanti masuk tahun ke 2 atau ke 3, IHSG naik lagi, orang menengah diem. Suku bunga acuan turun, pengusaha seneng, trus akhir periode, bansos. \nYa berulang terus siklusnya.", "post_id": "1958037133664403525"}}, {"key": "_andirisu", "attributes": {"label": "_andirisu", "x": 414.51895667391926, "y": 110.81685909121074, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 14.6983, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "1958037133664403525", "id": "_andirisu", "source": "tweet-000004", "content": "Orang Indonesia emang pada mudah lupa. Tahun awal periode kekuasaan emang banyak drama sana sini. Coba liat nanti masuk tahun ke 2 atau ke 3, IHSG naik lagi, orang menengah diem. Suku bunga acuan turun, pengusaha seneng, trus akhir periode, bansos. \nYa berulang terus siklusnya.", "post_id": "1958037133664403525"}}, {"key": "tempodotco", "attributes": {"label": "tempodotco", "x": 591.5398750730358, "y": 19.07084573202966, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 14.6983, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "1958037133664403525", "id": "tempodotco", "source": "tweet-000004", "content": "Orang Indonesia emang pada mudah lupa. Tahun awal periode kekuasaan emang banyak drama sana sini. Coba liat nanti masuk tahun ke 2 atau ke 3, IHSG naik lagi, orang menengah diem. Suku bunga acuan turun, pengusaha seneng, trus akhir periode, bansos. \nYa berulang terus siklusnya.", "post_id": "1958037133664403525"}}, {"key": "SEdit2321840", "attributes": {"label": "SEdit2321840", "x": 468.4378342088421, "y": 274.18357155224214, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 10.3146, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "2048420769466810810", "id": "SEdit2321840", "source": "tweet-000004", "content": "Klo IHSG percaya klo rupiah kgk kek nya bi kgk bakal naikin suku bunga", "post_id": "2048420769466810810"}}, {"key": "thevoidwalkerr", "attributes": {"label": "thevoidwalkerr", "x": 595.9412514204417, "y": 927.5548223661954, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 19.082, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2048420769466810810", "id": "thevoidwalkerr", "source": "tweet-000004", "content": "Klo IHSG percaya klo rupiah kgk kek nya bi kgk bakal naikin suku bunga", "post_id": "2048420769466810810"}}, {"key": "multabolot", "attributes": {"label": "multabolot", "x": 926.5258653190787, "y": 403.6283596882804, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 10.3146, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "2051215309743251681", "id": "multabolot", "source": "tweet-000004", "content": "Dengan target Wowo nurunin dollar dan naikin IHSG, serta menjaga aliran modal masuk ke dalem, yang ada BI bakal dipaksa naikin suku bunga kalo gak independen.", "post_id": "2051215309743251681"}}, {"key": "legolas132177", "attributes": {"label": "legolas132177", "x": 863.6192594505281, "y": 288.0649964465378, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 14.6983, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2051215309743251681", "id": "legolas132177", "source": "tweet-000004", "content": "Dengan target Wowo nurunin dollar dan naikin IHSG, serta menjaga aliran modal masuk ke dalem, yang ada BI bakal dipaksa naikin suku bunga kalo gak independen.", "post_id": "2051215309743251681"}}, {"key": "KapudS640", "attributes": {"label": "KapudS640", "x": 495.7598851088809, "y": 572.0778729742228, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 14.6983, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2051215309743251681", "id": "KapudS640", "source": "tweet-000004", "content": "Dengan target Wowo nurunin dollar dan naikin IHSG, serta menjaga aliran modal masuk ke dalem, yang ada BI bakal dipaksa naikin suku bunga kalo gak independen.", "post_id": "2051215309743251681"}}, {"key": "avenger7339", "attributes": {"label": "avenger7339", "x": 109.14327306585503, "y": 324.5441886784433, "size": 4.95, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 10.3146, "eigenvector": 22.1526, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "2047519033805943172", "id": "avenger7339", "source": "tweet-000004", "content": "Awal - awal terpantau BI ambil tindakan yg terlalu berani karna dikala itu the fed menunggu waktu pemotongan suku bunga akibatnya ihsg stabil. dibandingin yg skrg sangat birisiko soalnya nunggu kenak dampak dan kalo mendahulukan juga be worries", "post_id": "2047519033805943172"}}, {"key": "LambeSahamjja", "attributes": {"label": "LambeSahamjja", "x": 601.4477663848651, "y": 410.83539169420504, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 20.3345, "eigenvector": 136.5106, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "2047519033805943172", "id": "LambeSahamjja", "source": "tweet-000004", "content": "Awal - awal terpantau BI ambil tindakan yg terlalu berani karna dikala itu the fed menunggu waktu pemotongan suku bunga akibatnya ihsg stabil. dibandingin yg skrg sangat birisiko soalnya nunggu kenak dampak dan kalo mendahulukan juga be worries", "post_id": "2047519033805943172"}}, {"key": "9H0st66", "attributes": {"label": "9H0st66", "x": 516.1141792429154, "y": 426.14859974899576, "size": 13.32, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 11.5671, "eigenvector": 117.4509, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2011070492430455065", "id": "9H0st66", "source": "tweet-000004", "content": "IHSG naik ke ATH karena rally saham tambang, optimisme pasar, dan ekspektasi pemotongan suku bunga Fed AS. Rupiah melemah karena USD kuat, ketegangan geopolitik, tarif perdagangan, dan kekhawatiran stabilitas fiskal domestik—bukan kontradiksi, tapi dinamika berbeda.\n\nSetelah", "post_id": "2011070492430455065"}}, {"key": "txtfromkeuangan", "attributes": {"label": "txtfromkeuangan", "x": 797.4293221136958, "y": 713.0996408993939, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 10.3146, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "2047331382058488035", "id": "txtfromkeuangan", "source": "tweet-000004", "content": "Kalau suku bunga BI tinggi, orang cenderung pindah ke deposito / obligasi. Kalau rendah, orang cenderung cari yang punya return tinggi misalnya saham.\nNah kalau ditahan, IHSG bisa naik tapi butuh trigger supaya arahnya lebih keliatan, entah arahnya kuat atau melemah", "post_id": "2047331382058488035"}}, {"key": "mochmasykur12", "attributes": {"label": "mochmasykur12", "x": 105.74077372834023, "y": 320.8800455184963, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 10.3146, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "1977369131864260809", "id": "mochmasykur12", "source": "tweet-000004", "content": "padahal omon omonnya cuman blekuthuk doang, jauh panggang dari api. ihsg naik namun perekonomian riil jatuh krn daya beli semakin melemah. padahal dia ngebanggain. investor hanya cari selamat doang ditengah suku bunga acuan the fed dan BI turun. lihat aja kedepan seperti apa", "post_id": "1977369131864260809"}}, {"key": "widhindra19", "attributes": {"label": "widhindra19", "x": 129.82992983636953, "y": 642.901053368616, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 14.6983, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "1977369131864260809", "id": "widhindra19", "source": "tweet-000004", "content": "padahal omon omonnya cuman blekuthuk doang, jauh panggang dari api. ihsg naik namun perekonomian riil jatuh krn daya beli semakin melemah. padahal dia ngebanggain. investor hanya cari selamat doang ditengah suku bunga acuan the fed dan BI turun. lihat aja kedepan seperti apa", "post_id": "1977369131864260809"}}, {"key": "Gank_Of_Petojo", "attributes": {"label": "Gank_Of_Petojo", "x": 333.3762096551015, "y": 928.547725959546, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 14.6983, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "1977369131864260809", "id": "Gank_Of_Petojo", "source": "tweet-000004", "content": "padahal omon omonnya cuman blekuthuk doang, jauh panggang dari api. ihsg naik namun perekonomian riil jatuh krn daya beli semakin melemah. padahal dia ngebanggain. investor hanya cari selamat doang ditengah suku bunga acuan the fed dan BI turun. lihat aja kedepan seperti apa", "post_id": "1977369131864260809"}}, {"key": "zsbahtiar", "attributes": {"label": "zsbahtiar", "x": 895.0258726380578, "y": 857.0766670110955, "size": 13.32, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 11.5671, "eigenvector": 117.4509, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2047562322776879446", "id": "zsbahtiar", "source": "tweet-000004", "content": "Artinya tekanan jual kuat, bro. BBCA (bank terbesar RI) drop >5% dalam setengah hari karena net foreign sell masif sepanjang 2026 + IHSG lagi lemah. Sinyal kekhawatiran likuiditas perbankan, suku bunga tinggi, dan rotasi sektor. Bisa peluang buy dip kalau fundamental BCA tetap", "post_id": "2047562322776879446"}}, {"key": "bandarmetrics", "attributes": {"label": "bandarmetrics", "x": 324.1911280910102, "y": 176.35264293694252, "size": 13.32, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 11.5671, "eigenvector": 117.4509, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2047562322776879446", "id": "bandarmetrics", "source": "tweet-000004", "content": "Artinya tekanan jual kuat, bro. BBCA (bank terbesar RI) drop >5% dalam setengah hari karena net foreign sell masif sepanjang 2026 + IHSG lagi lemah. Sinyal kekhawatiran likuiditas perbankan, suku bunga tinggi, dan rotasi sektor. Bisa peluang buy dip kalau fundamental BCA tetap", "post_id": "2047562322776879446"}}, {"key": "priangga_reza", "attributes": {"label": "priangga_reza", "x": 555.9558071835254, "y": 765.219304779683, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 10.3146, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "2047557586573275271", "id": "priangga_reza", "source": "tweet-000004", "content": "ihsg anjlok -> \n- dana asing keluar, pindah ke aset yg dianggap lebih aman (misal obligasi AS)\n- suku bunga tinggi di AS, investor lebih tertarik simpan uang di AS. pasar saham negara lain jadi kurang menarik\n- resesi global, faktor geopolitik, turunnya harga komoditas bikin", "post_id": "2047557586573275271"}}, {"key": "insidefolkative", "attributes": {"label": "insidefolkative", "x": 206.30473036780984, "y": 993.1169321123388, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 19.082, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2047557586573275271", "id": "insidefolkative", "source": "tweet-000004", "content": "ihsg anjlok -> \n- dana asing keluar, pindah ke aset yg dianggap lebih aman (misal obligasi AS)\n- suku bunga tinggi di AS, investor lebih tertarik simpan uang di AS. pasar saham negara lain jadi kurang menarik\n- resesi global, faktor geopolitik, turunnya harga komoditas bikin", "post_id": "2047557586573275271"}}, {"key": "dejoe9589", "attributes": {"label": "dejoe9589", "x": 858.3791103053281, "y": 55.969510660257015, "size": 13.32, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 11.5671, "eigenvector": 117.4509, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2047629252988702932", "id": "dejoe9589", "source": "tweet-000004", "content": "Biasanya kalau BBCA & BBRI gini (chart 5Y lagi drop dari peak-nya), sinyal sektor bank lagi lemah. Bisa karena suku bunga BI tinggi, kredit macet naik, atau investor cabut ke aset lain. \n\nYang sering terjadi: IHSG ikut tekanan, rupiah bisa goyang, dan pasar saham lebih volatile.", "post_id": "2047629252988702932"}}, {"key": "mancingsaham", "attributes": {"label": "mancingsaham", "x": 150.393815512209, "y": 245.299452874715, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 12.017, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 6, "out_degree": 6, "degree": 12}, "_id": "3870031152795639348_52512310886", "id": "mancingsaham", "source": "instagram-000001", "content": "🌟 Gold Alert: Goldman Sachs Ramal Emas Tembus USD 5.400! Waktunya Serok Diskon? \nby  Academy\n\nSobat Cuan, harga emas lagi turun, tapi Goldman Sachs tetap super bullish. Ini noise atau peluang? Yuk bedah 👇\n\n1️⃣ Target Goldman Sachs \n• Proyeksi emas: USD 5.400/oz di 2026 \n• Didukung: rate cut The Fed, pembelian bank sentral, posisi market lebih sehat \n\nFundamental jangka panjang masih kuat.\n\n2️⃣ Kenapa Harga Turun? \n• Emas sempat turun ±15% ke ~USD 4.580 \n• Dipicu: inflasi tinggi & ekspektasi suku bunga tetap tinggi \n\nBukan karena emas “gagal safe haven”.\n\n3️⃣ Insight Penting \n• Saat krisis supply (minyak naik), energi outperform emas \n• Emas naik kuat saat krisis kepercayaan sistem\n\nTiming jadi kunci.\n\n4️⃣ Skenario Harga \n• Bearish: bisa turun ke USD 3.800 \n• Bullish: bisa naik ke USD 5.700–6.100 \n\nRange sangat lebar = volatilitas tinggi.\n\n5️⃣ Dampak ke IHSG \n• 📉 Saham emas bisa lagi diskon \n• 🚀 Potensi rally jika harga emas rebound\n\nPeluang besar di sektor tambang emas.\n\n6️⃣ Kesimpulan \nKoreksi emas saat ini lebih ke fase konsolidasi dalam tren bullish jangka panjang.\n\nKunci menyikapinya: Manfaatkan diskon di saham emas saat pullback, pantau harga energi global sebagai indikator, dan gunakan strategi bertahap agar tidak terjebak volatilitas jangka pendek.\n\n📌 Gabung di  community untuk analisis market, stockpick pilihan, update berita saham, dan diskusi eksklusif dengan investor & trader lainnya. 📩 Bergabung sekarang! Klik lynk.id/owennath atau chat 081251880459 (WhatsApp).\n\n#Emas #Gold #IHSG #SahamTambang #MarketUpdate", "post_id": "3870031152795639348_52512310886"}}, {"key": "sahambbk", "attributes": {"label": "sahambbk", "x": 40.51263680611572, "y": 554.3199853121473, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 68.7628, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 1, "degree": 2}, "_id": "3881031769189760249_8368743173", "id": "sahambbk", "source": "instagram-000001", "content": "BI Tahan Bunga di 4,75% Market Aman atau Justru Warning? \n\nDi tengah kondisi global yang masih penuh ketidakpastian, Bank Indonesia memilih menahan suku bunga di level 4,75%.\n\nSekilas terlihat “tenang\" tapi di balik itu, ada pesan penting yang sering dilewatkan investor: \n✅ BI sedang fokus menjaga rupiah tetap stabil\n✅ Inflasi masih terkendali, jadi belum butuh stimulus\n✅ Dan yang paling penting… market masih “nunggu arah global”\n\nBuat investor & trader, ini yang perlu dipahami:\n✅ Suku bunga ditahan = likuiditas belum dilonggarkan\n✅ Market masih sensitif terhadap sentimen global\n✅ Pergerakan IHSG akan lebih banyak dipengaruhi foreign flow\n\nJadi jangan heran kalau market Terlihat “kuat”, tapi tiba-tiba volatile. Naik pelan, tapi gampang goyah\n\n💬 Menurut kamu, dengan BI RATE ditahan ini, apakah IHSG bakal lanjut rally atau malah rawan koreksi?\n\n👇 Tulis pendapat kamu di kolom komentar ya.. \n🔥 Save postingan ini buat referensi\n📲 Share ke teman trading kamu\n❤️ Follow  biar gak ketinggalan insight market tiap hari\n\n#IHSG #SukuBunga #BankIndonesia #InvestasiSaham #SahamIndonesia", "post_id": "3881031769189760249_8368743173"}}, {"key": "kokocicisaham", "attributes": {"label": "kokocicisaham", "x": 701.8649395011947, "y": 276.748110147221, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 10.3146, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 3, "degree": 3}, "_id": "7626178854918376724", "id": "kokocicisaham", "source": "tiktok-000001", "content": "SYARAT SAHAM MEROKET! 🚀 Ingin IHSG rally kencang? Kuncinya ada di Real Negative Interest Rate! 📉 Jika Bank Sentral tetap tahan suku bunga saat inflasi naik, investor bakal \"terpaksa\" pindahin uang dari bank ke pasar saham. Siap-siap booming! 💎 Full on youtube:  Sekuritas hosted by  Setya Ananda Wijaya  Disclaimer on: Informasi yang dipaparkan merupakan edukasi, dan bukan merupakan perintah beli atau jual. Setiap keuntungan dan kerugian menjadi tanggung jawab masing-masing dari pelaku pasar #SucorSekuritas #BeXpertWithSucor #IHSG #InvestorSaham #fyp", "post_id": "7626178854918376724"}}, {"key": "Sucor", "attributes": {"label": "Sucor", "x": 689.8175191545371, "y": 396.7386344123156, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 22.0045, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 4, "out_degree": 0, "degree": 4}, "_id": "7626178854918376724", "id": "Sucor", "source": "tiktok-000001", "content": "SYARAT SAHAM MEROKET! 🚀 Ingin IHSG rally kencang? Kuncinya ada di Real Negative Interest Rate! 📉 Jika Bank Sentral tetap tahan suku bunga saat inflasi naik, investor bakal \"terpaksa\" pindahin uang dari bank ke pasar saham. Siap-siap booming! 💎 Full on youtube:  Sekuritas hosted by  Setya Ananda Wijaya  Disclaimer on: Informasi yang dipaparkan merupakan edukasi, dan bukan merupakan perintah beli atau jual. Setiap keuntungan dan kerugian menjadi tanggung jawab masing-masing dari pelaku pasar #SucorSekuritas #BeXpertWithSucor #IHSG #InvestorSaham #fyp", "post_id": "7626178854918376724"}}, {"key": "Bernadus", "attributes": {"label": "Bernadus", "x": 313.24011786357744, "y": 637.9722040293543, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 17.6208, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "7626178854918376724", "id": "Bernadus", "source": "tiktok-000001", "content": "SYARAT SAHAM MEROKET! 🚀 Ingin IHSG rally kencang? Kuncinya ada di Real Negative Interest Rate! 📉 Jika Bank Sentral tetap tahan suku bunga saat inflasi naik, investor bakal \"terpaksa\" pindahin uang dari bank ke pasar saham. Siap-siap booming! 💎 Full on youtube:  Sekuritas hosted by  Setya Ananda Wijaya  Disclaimer on: Informasi yang dipaparkan merupakan edukasi, dan bukan merupakan perintah beli atau jual. Setiap keuntungan dan kerugian menjadi tanggung jawab masing-masing dari pelaku pasar #SucorSekuritas #BeXpertWithSucor #IHSG #InvestorSaham #fyp", "post_id": "7626178854918376724"}}, {"key": "ahzatsa01", "attributes": {"label": "ahzatsa01", "x": 486.40897731096567, "y": 978.7021395230446, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 10.3146, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 4, "degree": 4}, "_id": "7627360986198052117", "id": "ahzatsa01", "source": "tiktok-000001", "content": "Simpan video ini jika kamu penasaran: Kapan IHSG berhenti 'menstruasi'? 📊 Data terbaru 2026: IHSG turun 5,3% sepanjang kuartal 2. Laba mayoritas bluechip terkoreksi—emiten konsumer rata-rata minus 13%, sektor keuangan minus 9%. PER IHSG sentuh level murah (12x), tapi outflow asing tembus 9T! Suku bunga BI Rate naik jadi 6,5%: ekspansi bisnis melambat, cost of fund tinggi, cash flow makin ketat. Rasio utang emiten konsumer & properti naik, waspada tekanan lanjutan. Investor ritel: Jangan panik! Cek data fundamental (revenue growth, PBV, debt ratio) sebelum masuk. Sektor energi & telekomunikasi lebih resilien di tengah tekanan likuiditas. Gimana strategi kalian hadapi market 'merah' 2026 ini? Drop insight kalian di komentar!   #Saham #Investasi #EkonomiMakro #ValueInvesting #FYP 💡📈", "post_id": "7627360986198052117"}}, {"key": "sekuritas", "attributes": {"label": "sekuritas", "x": 217.55818585086672, "y": 207.80937052489236, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 12.5064, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "7627360986198052117", "id": "sekuritas", "source": "tiktok-000001", "content": "Simpan video ini jika kamu penasaran: Kapan IHSG berhenti 'menstruasi'? 📊 Data terbaru 2026: IHSG turun 5,3% sepanjang kuartal 2. Laba mayoritas bluechip terkoreksi—emiten konsumer rata-rata minus 13%, sektor keuangan minus 9%. PER IHSG sentuh level murah (12x), tapi outflow asing tembus 9T! Suku bunga BI Rate naik jadi 6,5%: ekspansi bisnis melambat, cost of fund tinggi, cash flow makin ketat. Rasio utang emiten konsumer & properti naik, waspada tekanan lanjutan. Investor ritel: Jangan panik! Cek data fundamental (revenue growth, PBV, debt ratio) sebelum masuk. Sektor energi & telekomunikasi lebih resilien di tengah tekanan likuiditas. Gimana strategi kalian hadapi market 'merah' 2026 ini? Drop insight kalian di komentar!   #Saham #Investasi #EkonomiMakro #ValueInvesting #FYP 💡📈", "post_id": "7627360986198052117"}}, {"key": "analis", "attributes": {"label": "analis", "x": 810.55914928027, "y": 403.20523368188685, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 12.5064, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "7627360986198052117", "id": "analis", "source": "tiktok-000001", "content": "Simpan video ini jika kamu penasaran: Kapan IHSG berhenti 'menstruasi'? 📊 Data terbaru 2026: IHSG turun 5,3% sepanjang kuartal 2. Laba mayoritas bluechip terkoreksi—emiten konsumer rata-rata minus 13%, sektor keuangan minus 9%. PER IHSG sentuh level murah (12x), tapi outflow asing tembus 9T! Suku bunga BI Rate naik jadi 6,5%: ekspansi bisnis melambat, cost of fund tinggi, cash flow makin ketat. Rasio utang emiten konsumer & properti naik, waspada tekanan lanjutan. Investor ritel: Jangan panik! Cek data fundamental (revenue growth, PBV, debt ratio) sebelum masuk. Sektor energi & telekomunikasi lebih resilien di tengah tekanan likuiditas. Gimana strategi kalian hadapi market 'merah' 2026 ini? Drop insight kalian di komentar!   #Saham #Investasi #EkonomiMakro #ValueInvesting #FYP 💡📈", "post_id": "7627360986198052117"}}, {"key": "sukses.clipp", "attributes": {"label": "sukses.clipp", "x": 934.0410782253558, "y": 216.09172767342412, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 10.3146, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "7626996819456757013", "id": "sukses.clipp", "source": "tiktok-000001", "content": "BUKAN BBCA! Ternyata Ini Alasan BBRI Lebih Menarik Buat Dikoleksi!  Lagi bingung mau serok saham bank apa pas market goyang? Rivan Kurniawan blak-blakan milih BBRI ketimbang BBCA nih! Alasannya logis banget: 🛑 BBCA Rawan Guyuran Asing: Valuasinya lagi tinggi dan free float-nya besar. Sekalinya investor asing lagi risk-off atau sell-off, BBCA yang bakal jadi sasaran utama buat jualan. ✅ Kenapa Pilih BBRI? 1️⃣ Dividen Royal: Kasih yield dividen yang mantap di kisaran 8-9%. 2️⃣ Margin Super Lebar: Fokus utama di segmen mikro bikin margin laba (NIM) BBRI jauh lebih besar. Ditambah lagi, sekarang mereka mulai merambah segmen korporat buat menekan risiko. 3️⃣ Low Base Effect: Karena tahun lalu performanya sempat tertekan, sedikit perbaikan kinerja aja di tahun ini bakal langsung diapresiasi tinggi sama market! 4️⃣ Paling Cuan Kalau Suku Bunga Turun: Karena rasio dana murah (CASA) BBRI relatif lebih rendah, kalau tren suku bunga turun, BBRI yang bakal paling kerasa efisiensinya karena cost of fund (biaya dana) mereka ikut turun drastis. Kalian tim setia nge-hold BBCA atau udah mulai nyicil BBRI nih sekarang? Coba absen di komen! 👇   #RivanKurniawan #PortoAntiBadai #ValueInvesting #SahamValuePlay Keywords: Saham BBRI vs BBCA, analisa saham perbankan, Rivan Kurniawan, saham bluechip, dividen saham BBRI, IHSG turun, asing jualan saham, strategi serok bawah saham, net income margin, investasi saham pemula, nabung saham, rekomendasi saham fundamental, portofolio saham, cost of fund, rasio CASA perbankan. BZ-2026-E070EE", "post_id": "7626996819456757013"}}, {"key": "rivan.kurniawan", "attributes": {"label": "rivan.kurniawan", "x": 974.3041570799066, "y": 370.5169798340786, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 14.6983, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7626996819456757013", "id": "rivan.kurniawan", "source": "tiktok-000001", "content": "BUKAN BBCA! Ternyata Ini Alasan BBRI Lebih Menarik Buat Dikoleksi!  Lagi bingung mau serok saham bank apa pas market goyang? Rivan Kurniawan blak-blakan milih BBRI ketimbang BBCA nih! Alasannya logis banget: 🛑 BBCA Rawan Guyuran Asing: Valuasinya lagi tinggi dan free float-nya besar. Sekalinya investor asing lagi risk-off atau sell-off, BBCA yang bakal jadi sasaran utama buat jualan. ✅ Kenapa Pilih BBRI? 1️⃣ Dividen Royal: Kasih yield dividen yang mantap di kisaran 8-9%. 2️⃣ Margin Super Lebar: Fokus utama di segmen mikro bikin margin laba (NIM) BBRI jauh lebih besar. Ditambah lagi, sekarang mereka mulai merambah segmen korporat buat menekan risiko. 3️⃣ Low Base Effect: Karena tahun lalu performanya sempat tertekan, sedikit perbaikan kinerja aja di tahun ini bakal langsung diapresiasi tinggi sama market! 4️⃣ Paling Cuan Kalau Suku Bunga Turun: Karena rasio dana murah (CASA) BBRI relatif lebih rendah, kalau tren suku bunga turun, BBRI yang bakal paling kerasa efisiensinya karena cost of fund (biaya dana) mereka ikut turun drastis. Kalian tim setia nge-hold BBCA atau udah mulai nyicil BBRI nih sekarang? Coba absen di komen! 👇   #RivanKurniawan #PortoAntiBadai #ValueInvesting #SahamValuePlay Keywords: Saham BBRI vs BBCA, analisa saham perbankan, Rivan Kurniawan, saham bluechip, dividen saham BBRI, IHSG turun, asing jualan saham, strategi serok bawah saham, net income margin, investasi saham pemula, nabung saham, rekomendasi saham fundamental, portofolio saham, cost of fund, rasio CASA perbankan. BZ-2026-E070EE", "post_id": "7626996819456757013"}}, {"key": "6warga2", "attributes": {"label": "6warga2", "x": 796.7776863293394, "y": 861.5859197361989, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 10.3146, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "7625677714237705480", "id": "6warga2", "source": "tiktok-000001", "content": "ASING KABUR DARI INDONESIA! 🇮🇩💨 GARA-GARA MBG & DANANTARA? INI ALASANNYA! “Investor asing ramai-ramai tarik kaki dari Indonesia! Ternyata ada kekhawatiran besar soal anggaran Makan Bergizi Gratis (MBG) dan pembentukan Danantara. Apakah ekonomi kita lagi di ujung tanduk atau investor luar cuma lagi ‘ketakutan’?” 🧠💥 1️⃣ Beban Anggaran & Teka-teki Danantara: Investor itu paling takut sama angka yang gak pasti. Munculnya Danantara sebagai Super Holding baru bikin spekulasi liar soal nasib aset BUMN. Ditambah lagi proyeksi anggaran raksasa buat MBG yang bikin mereka bertanya-tanya: “Duitnya dari mana? Bakal nambah utang negara nggak?”. Ketidakpastian ini yang bikin asing milih buat ‘wait and see’ di luar pasar kita! 🛡️❌ 2️⃣ Makan Gratis vs Pendidikan Gratis: Menariknya, banyak pihak asing yang menilai program MBG ini sebagai ‘buang-buang anggaran’. Menurut kacamata mereka, uang sebanyak itu jauh lebih efektif kalau dialihkan ke Pendidikan Gratis Total. Bagi investor, pondasi ekonomi yang kuat itu dibangun lewat SDM yang pinter dan sekolah yang berkualitas, bukan sekadar urusan logistik makanan yang sangat rumit! 🍱📉 3️⃣ Efek Domino di Pasar Saham: Pas asing keluar, market kita (IHSG) goyang. Ini bukan cuma soal politik, tapi soal kepercayaan. Investor asing butuh kejelasan strategi ekonomi yang matang. Tanpa itu, modal asing bakal terus ‘terbang’ ke negara tetangga yang dianggap lebih stabil. Saatnya kita melek investasi, jangan cuma jadi penonton pas market lagi berdarah! 💡💎 ⚠️ DISCLAIMER: Video ini dibuat murni untuk tujuan edukasi ekonomi dan analisis pasar modal berdasarkan sentimen investor luar negeri. Kami TIDAK menyalahkan program pemerintah mana pun atau berpihak pada kepentingan politik tertentu. Setiap kebijakan punya sudut pandang berbeda dari sisi sosial maupun ekonomi global. Tetap kritis dan lakukan riset mandiri! 🙏✨ 🚀 MENURUT LO, MANA YANG LEBIH PENTING SEKARANG: MAKAN GRATIS BUAT GIZI ANAK, ATAU SEKOLAH GRATIS SAMPAI KULIAH? Tulis opini cerdas lo di bawah, kita diskusi sehat! 👇  #michaelyeoh #flowreader #mscianalyst #ternakklipmy #danantara", "post_id": "7625677714237705480"}}, {"key": "_michaelyeoh", "attributes": {"label": "_michaelyeoh", "x": 717.593440553149, "y": 509.5337952097242, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 19.082, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7625677714237705480", "id": "_michaelyeoh", "source": "tiktok-000001", "content": "ASING KABUR DARI INDONESIA! 🇮🇩💨 GARA-GARA MBG & DANANTARA? INI ALASANNYA! “Investor asing ramai-ramai tarik kaki dari Indonesia! Ternyata ada kekhawatiran besar soal anggaran Makan Bergizi Gratis (MBG) dan pembentukan Danantara. Apakah ekonomi kita lagi di ujung tanduk atau investor luar cuma lagi ‘ketakutan’?” 🧠💥 1️⃣ Beban Anggaran & Teka-teki Danantara: Investor itu paling takut sama angka yang gak pasti. Munculnya Danantara sebagai Super Holding baru bikin spekulasi liar soal nasib aset BUMN. Ditambah lagi proyeksi anggaran raksasa buat MBG yang bikin mereka bertanya-tanya: “Duitnya dari mana? Bakal nambah utang negara nggak?”. Ketidakpastian ini yang bikin asing milih buat ‘wait and see’ di luar pasar kita! 🛡️❌ 2️⃣ Makan Gratis vs Pendidikan Gratis: Menariknya, banyak pihak asing yang menilai program MBG ini sebagai ‘buang-buang anggaran’. Menurut kacamata mereka, uang sebanyak itu jauh lebih efektif kalau dialihkan ke Pendidikan Gratis Total. Bagi investor, pondasi ekonomi yang kuat itu dibangun lewat SDM yang pinter dan sekolah yang berkualitas, bukan sekadar urusan logistik makanan yang sangat rumit! 🍱📉 3️⃣ Efek Domino di Pasar Saham: Pas asing keluar, market kita (IHSG) goyang. Ini bukan cuma soal politik, tapi soal kepercayaan. Investor asing butuh kejelasan strategi ekonomi yang matang. Tanpa itu, modal asing bakal terus ‘terbang’ ke negara tetangga yang dianggap lebih stabil. Saatnya kita melek investasi, jangan cuma jadi penonton pas market lagi berdarah! 💡💎 ⚠️ DISCLAIMER: Video ini dibuat murni untuk tujuan edukasi ekonomi dan analisis pasar modal berdasarkan sentimen investor luar negeri. Kami TIDAK menyalahkan program pemerintah mana pun atau berpihak pada kepentingan politik tertentu. Setiap kebijakan punya sudut pandang berbeda dari sisi sosial maupun ekonomi global. Tetap kritis dan lakukan riset mandiri! 🙏✨ 🚀 MENURUT LO, MANA YANG LEBIH PENTING SEKARANG: MAKAN GRATIS BUAT GIZI ANAK, ATAU SEKOLAH GRATIS SAMPAI KULIAH? Tulis opini cerdas lo di bawah, kita diskusi sehat! 👇  #michaelyeoh #flowreader #mscianalyst #ternakklipmy #danantara", "post_id": "7625677714237705480"}}, {"key": "t0wl_0", "attributes": {"label": "t0wl_0", "x": 701.1586486615454, "y": 732.1349951338459, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 10.3146, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "7628274711167798535", "id": "t0wl_0", "source": "tiktok-000001", "content": "🚨 SUNTIKAN DANA RATUSAN TRILIUN DARI CHINA! Sektor Ini Bakal Meledak Tapi Malah Belum Dilirik? 🤯👇 Di saat banyak investor ritel lagi sibuk rotasi ke sektor properti atau perbankan, ternyata ada satu \"raksasa tidur\" yang lagi dapet angin segar dari stimulus ekonomi masif dari China. Sektor apa itu? COAL (Batu Bara)! ⛏️🔥 Buat kamu yang ngikutin makro ekonomi, pasti tau kalau China lagi gencar banget ngeluarin stimulus untuk ngebangkitin ekonomi mereka. Nah, efek dominonya? Sektor komoditas kita bakal kecipratan sentimen positif yang gede banget! Kenapa sektor Coal ini menarik banget buat dipantau sekarang? Menurut analisis emir, ada 3 alasan utamanya: 1️⃣ Masih Sepi Peminat (Belum Dilirik Orang): Di market, cuan maksimal biasanya datang dari saham yang fundamentalnya bagus tapi belum jadi obrolan warung kopi. Saat ini, retail masih banyak yang wait and see atau fokus ke sektor lain. 2️⃣ Harganya Sangat-Sangat Murah (Undervalued): Kalau kamu cek valuasi beberapa emiten batu bara raksasa IHSG sekarang, harganya lagi ada di fase bottom atau diskon besar-besaran. 3️⃣ Surga buat Swing Trader: Karena harganya yang lagi di bawah dan sentimen stimulus mulai masuk, saham-saham coal ini punya Risk-to-Reward ratio yang cakep banget buat di-swing beberapa waktu ke depan! 📈 ⚠️ DISCLAIMER ON: Ini bukan ajakan beli (FOMO) ya, traders! Anggap ini sebagai sinyal buat kamu mulai buka chart dan bedah laporan keuangannya lagi. Ingat, swing trading butuh trading plan dan manajemen risiko yang ketat. Selalu DYOR (Do Your Own Research)! 🧠💼 Gimana menurut kalian? Udah ada emiten batu bara yang masuk watchlist? Coba spill jagoan coal kalian (apakah si $ADRO, $PTBA, $ITMG, $BUMI atau yang lain?) di kolom komentar, mari kita bedah bareng-bareng! 👇💬 Jangan lupa SAVE video ini buat pengingat dan SHARE ke teman trading kalian biar gak ketinggalan momentum! 🚀   #emircs #emirparengkuan #emirclipcs", "post_id": "7628274711167798535"}}, {"key": "emirparengkuan", "attributes": {"label": "emirparengkuan", "x": 891.0930452161608, "y": 139.48458627640014, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 27.8494, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "7628274711167798535", "id": "emirparengkuan", "source": "tiktok-000001", "content": "🚨 SUNTIKAN DANA RATUSAN TRILIUN DARI CHINA! Sektor Ini Bakal Meledak Tapi Malah Belum Dilirik? 🤯👇 Di saat banyak investor ritel lagi sibuk rotasi ke sektor properti atau perbankan, ternyata ada satu \"raksasa tidur\" yang lagi dapet angin segar dari stimulus ekonomi masif dari China. Sektor apa itu? COAL (Batu Bara)! ⛏️🔥 Buat kamu yang ngikutin makro ekonomi, pasti tau kalau China lagi gencar banget ngeluarin stimulus untuk ngebangkitin ekonomi mereka. Nah, efek dominonya? Sektor komoditas kita bakal kecipratan sentimen positif yang gede banget! Kenapa sektor Coal ini menarik banget buat dipantau sekarang? Menurut analisis emir, ada 3 alasan utamanya: 1️⃣ Masih Sepi Peminat (Belum Dilirik Orang): Di market, cuan maksimal biasanya datang dari saham yang fundamentalnya bagus tapi belum jadi obrolan warung kopi. Saat ini, retail masih banyak yang wait and see atau fokus ke sektor lain. 2️⃣ Harganya Sangat-Sangat Murah (Undervalued): Kalau kamu cek valuasi beberapa emiten batu bara raksasa IHSG sekarang, harganya lagi ada di fase bottom atau diskon besar-besaran. 3️⃣ Surga buat Swing Trader: Karena harganya yang lagi di bawah dan sentimen stimulus mulai masuk, saham-saham coal ini punya Risk-to-Reward ratio yang cakep banget buat di-swing beberapa waktu ke depan! 📈 ⚠️ DISCLAIMER ON: Ini bukan ajakan beli (FOMO) ya, traders! Anggap ini sebagai sinyal buat kamu mulai buka chart dan bedah laporan keuangannya lagi. Ingat, swing trading butuh trading plan dan manajemen risiko yang ketat. Selalu DYOR (Do Your Own Research)! 🧠💼 Gimana menurut kalian? Udah ada emiten batu bara yang masuk watchlist? Coba spill jagoan coal kalian (apakah si $ADRO, $PTBA, $ITMG, $BUMI atau yang lain?) di kolom komentar, mari kita bedah bareng-bareng! 👇💬 Jangan lupa SAVE video ini buat pengingat dan SHARE ke teman trading kalian biar gak ketinggalan momentum! 🚀   #emircs #emirparengkuan #emirclipcs", "post_id": "7628274711167798535"}}, {"key": "cuannetwork_", "attributes": {"label": "cuannetwork_", "x": 326.72665735927086, "y": 564.3657688824844, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 10.3146, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "7631595525959109909", "id": "cuannetwork_", "source": "tiktok-000001", "content": "BI resmi menahan suku bunga di 4,75% dan ini jadi kabar penting buat market. Kalau support 7500 tetap kuat, peluang IHSG lanjut naik masih terbuka. Menurut kamu IHSG siap lanjut rally?  Sekuritas  Setya Ananda Wijaya  Disclaimer: Konten ini edukasi, bukan ajakan beli/jual saham. #fyp #BIRate #IHSG #investasi #saham", "post_id": "7631595525959109909"}}, {"key": "unexplnd.co", "attributes": {"label": "unexplnd.co", "x": 518.8521733595559, "y": 346.73989862347975, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 10.3146, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "7507164681186839816", "id": "unexplnd.co", "source": "tiktok-000001", "content": "Bank Indonesia (BI) resmi menurunkan suku bunga acuan (BI Rate) sebesar 25 basis poin menjadi 5,50 persen dalam Rapat Dewan Gubernur yang berlangsung pada 20–21 Mei 2025. Ini merupakan penurunan pertama sejak 2022 dan dilakukan sebagai langkah strategis untuk menjaga momentum pertumbuhan ekonomi nasional. Gubernur BI Perry Warjiyo menjelaskan bahwa keputusan ini diambil karena tekanan inflasi mulai mereda dan nilai tukar rupiah menunjukkan kestabilan. Penurunan ini juga menjadi bagian dari upaya mendukung pemulihan ekonomi jangka menengah dan panjang. Selain itu, BI juga menurunkan suku bunga deposit facility menjadi 4,75 persen dan lending facility menjadi 6,25 persen. Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan daya beli masyarakat, mendorong konsumsi dan investasi, serta memberikan ruang bagi pelaku usaha untuk berkembang. Pasar merespons positif keputusan tersebut, dengan IHSG dan nilai tukar rupiah yang langsung menguat sesaat setelah pengumuman. Ke depan, BI akan terus memantau perkembangan global dan domestik serta memperkuat sinergi kebijakan untuk menjaga stabilitas makroekonomi dan mendukung pertumbuhan ekonomi berkelanjutan. Follow  for more! #UNEXPLND", "post_id": "7507164681186839816"}}, {"key": "theunexplnd", "attributes": {"label": "theunexplnd", "x": 183.0718570334614, "y": 200.01398919415848, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 19.082, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7507164681186839816", "id": "theunexplnd", "source": "tiktok-000001", "content": "Bank Indonesia (BI) resmi menurunkan suku bunga acuan (BI Rate) sebesar 25 basis poin menjadi 5,50 persen dalam Rapat Dewan Gubernur yang berlangsung pada 20–21 Mei 2025. Ini merupakan penurunan pertama sejak 2022 dan dilakukan sebagai langkah strategis untuk menjaga momentum pertumbuhan ekonomi nasional. Gubernur BI Perry Warjiyo menjelaskan bahwa keputusan ini diambil karena tekanan inflasi mulai mereda dan nilai tukar rupiah menunjukkan kestabilan. Penurunan ini juga menjadi bagian dari upaya mendukung pemulihan ekonomi jangka menengah dan panjang. Selain itu, BI juga menurunkan suku bunga deposit facility menjadi 4,75 persen dan lending facility menjadi 6,25 persen. Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan daya beli masyarakat, mendorong konsumsi dan investasi, serta memberikan ruang bagi pelaku usaha untuk berkembang. Pasar merespons positif keputusan tersebut, dengan IHSG dan nilai tukar rupiah yang langsung menguat sesaat setelah pengumuman. Ke depan, BI akan terus memantau perkembangan global dan domestik serta memperkuat sinergi kebijakan untuk menjaga stabilitas makroekonomi dan mendukung pertumbuhan ekonomi berkelanjutan. Follow  for more! #UNEXPLND", "post_id": "7507164681186839816"}}, {"key": "dairy_clip", "attributes": {"label": "dairy_clip", "x": 652.2873962339197, "y": 1.769914080170576, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 10.3146, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "7632160833837075730", "id": "dairy_clip", "source": "tiktok-000001", "content": "Batu Bara: \"The Real\" Harta Karun yang Gak Ada Matinya? ​Bayangkan kalau indeks saham kita (IHSG) tiba-tiba merosot ke angka 6500 dalam beberapa bulan ke depan. Panik? Jangan dulu! Justru momen ini bisa jadi peluang emas buat \"serok\" saham komoditas, terutama batu bara. Meskipun dunia lagi gencar-gencarnya kampanye green energy, kenyataannya infrastruktur energi terbarukan pun masih butuh pasokan batu bara yang masif. Selama permintaan tetap tinggi sementara stok alamiahnya makin menipis, harga komoditas ini punya potensi buat tetap \"panas\" di pasar dalam jangka panjang. ​Intinya, batu bara bukan sekadar energi masa lalu, tapi masih jadi tulang punggung ekonomi yang sulit digantikan dalam waktu dekat. Kalau kamu punya pandangan investasi jangka panjang, sektor ini layak banget masuk dalam radar pantauanmu saat harga indeks lagi diskon. Jadi, sudah siap berburu saham \"emas hitam\" ini atau masih mau wait and see? ​Kesimpulan: Batu bara diprediksi akan terus dibutuhkan dalam waktu lama karena peran vitalnya dalam pembangunan infrastruktur energi, sehingga penurunan IHSG bisa menjadi momentum tepat untuk mengoleksi saham di sektor ini.   #emircs #emirparengkuan #emirclipcs #ihsg #saham", "post_id": "7632160833837075730"}}, {"key": "arkan_turungku", "attributes": {"label": "arkan_turungku", "x": 725.122593540034, "y": 174.6821879078736, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 10.3146, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "7632883090750295317", "id": "arkan_turungku", "source": "tiktok-000001", "content": "Pada tahun 2026, kondisi ekonomi Indonesia secara umum masih berada dalam kategori stabil jika dilihat dari indikator makro.  Pertumbuhan ekonomi berada di kisaran 5,1%–5,4%, didukung oleh konsumsi rumah tangga, investasi, serta kebijakan pemerintah yang menjaga keseimbangan fiskal dan moneter. Angka ini menunjukkan bahwa Indonesia masih mampu bertahan di tengah ketidakpastian ekonomi global. Dari sisi inflasi, data menunjukkan kisaran sekitar 2,5%–3,5% (year-on-year), yang masih berada dalam target Bank Indonesia. Hal ini menandakan bahwa secara umum harga barang dan jasa masih terkendali. Namun, dalam praktiknya, beberapa komoditas pangan seperti beras, cabai, dan daging sering mengalami kenaikan harga yang lebih tinggi. Karena pangan merupakan kebutuhan utama, kenaikan ini lebih terasa langsung oleh masyarakat. Kondisi tersebut berdampak pada daya beli. Di beberapa kelompok masyarakat, terutama kelas menengah, daya beli mulai tertekan karena kenaikan harga tidak selalu diikuti peningkatan pendapatan. Akibatnya, pola konsumsi berubah, di mana masyarakat cenderung lebih selektif dalam membelanjakan uangnya. Di sektor pasar keuangan, IHSG bergerak fluktuatif di kisaran 6.800–7.400. Pergerakan ini dipengaruhi oleh faktor global seperti kebijakan suku bunga negara maju, kondisi geopolitik, serta arus modal internasional. Pergerakan investor asing yang keluar-masuk pasar juga menjadi faktor yang mempengaruhi stabilitas pasar saham dan nilai tukar rupiah. Nilai tukar rupiah sendiri mengalami tekanan akibat penguatan dolar AS dan kondisi ekonomi global. Namun, stabilitas tetap dijaga oleh Bank Indonesia melalui berbagai kebijakan moneter. Ini menunjukkan bahwa meskipun ada tekanan, sistem ekonomi Indonesia masih memiliki mekanisme pengendalian yang berjalan. Di sisi lain, peran UMKM tetap menjadi tulang punggung ekonomi nasional. UMKM menyerap tenaga kerja dalam jumlah besar dan berkontribusi signifikan terhadap perekonomian. Meski demikian, sektor ini juga menghadapi tantangan seperti akses permodalan, digitalisasi, dan persaingan pasar. Salah satu isu yang masih menjadi perhatian adalah kesenjangan ekonomi. Pertumbuhan yang terjadi belum sepenuhnya merata antar wilayah maupun kelompok masyarakat.  Perbedaan akses terhadap pendidikan, kesehatan, dan peluang ekonomi menjadi faktor yang mempengaruhi kondisi ini. Secara keseluruhan, ekonomi Indonesia pada 2026 dapat dikatakan stabil secara data dan tetap tumbuh, namun dampaknya belum dirasakan secara merata oleh seluruh lapisan masyarakat. Hal ini menjelaskan mengapa terdapat perbedaan antara data resmi dan persepsi sebagian masyarakat. #creatorsearchinsight #edukasi #ekonomiindonesia #keuangan #Lewatberanda", "post_id": "7632883090750295317"}}, {"key": "StatifyID", "attributes": {"label": "StatifyID", "x": 450.9600368921096, "y": 21.145500986524347, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 19.082, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7632883090750295317", "id": "StatifyID", "source": "tiktok-000001", "content": "Pada tahun 2026, kondisi ekonomi Indonesia secara umum masih berada dalam kategori stabil jika dilihat dari indikator makro.  Pertumbuhan ekonomi berada di kisaran 5,1%–5,4%, didukung oleh konsumsi rumah tangga, investasi, serta kebijakan pemerintah yang menjaga keseimbangan fiskal dan moneter. Angka ini menunjukkan bahwa Indonesia masih mampu bertahan di tengah ketidakpastian ekonomi global. Dari sisi inflasi, data menunjukkan kisaran sekitar 2,5%–3,5% (year-on-year), yang masih berada dalam target Bank Indonesia. Hal ini menandakan bahwa secara umum harga barang dan jasa masih terkendali. Namun, dalam praktiknya, beberapa komoditas pangan seperti beras, cabai, dan daging sering mengalami kenaikan harga yang lebih tinggi. Karena pangan merupakan kebutuhan utama, kenaikan ini lebih terasa langsung oleh masyarakat. Kondisi tersebut berdampak pada daya beli. Di beberapa kelompok masyarakat, terutama kelas menengah, daya beli mulai tertekan karena kenaikan harga tidak selalu diikuti peningkatan pendapatan. Akibatnya, pola konsumsi berubah, di mana masyarakat cenderung lebih selektif dalam membelanjakan uangnya. Di sektor pasar keuangan, IHSG bergerak fluktuatif di kisaran 6.800–7.400. Pergerakan ini dipengaruhi oleh faktor global seperti kebijakan suku bunga negara maju, kondisi geopolitik, serta arus modal internasional. Pergerakan investor asing yang keluar-masuk pasar juga menjadi faktor yang mempengaruhi stabilitas pasar saham dan nilai tukar rupiah. Nilai tukar rupiah sendiri mengalami tekanan akibat penguatan dolar AS dan kondisi ekonomi global. Namun, stabilitas tetap dijaga oleh Bank Indonesia melalui berbagai kebijakan moneter. Ini menunjukkan bahwa meskipun ada tekanan, sistem ekonomi Indonesia masih memiliki mekanisme pengendalian yang berjalan. Di sisi lain, peran UMKM tetap menjadi tulang punggung ekonomi nasional. UMKM menyerap tenaga kerja dalam jumlah besar dan berkontribusi signifikan terhadap perekonomian. Meski demikian, sektor ini juga menghadapi tantangan seperti akses permodalan, digitalisasi, dan persaingan pasar. Salah satu isu yang masih menjadi perhatian adalah kesenjangan ekonomi. Pertumbuhan yang terjadi belum sepenuhnya merata antar wilayah maupun kelompok masyarakat.  Perbedaan akses terhadap pendidikan, kesehatan, dan peluang ekonomi menjadi faktor yang mempengaruhi kondisi ini. Secara keseluruhan, ekonomi Indonesia pada 2026 dapat dikatakan stabil secara data dan tetap tumbuh, namun dampaknya belum dirasakan secara merata oleh seluruh lapisan masyarakat. Hal ini menjelaskan mengapa terdapat perbedaan antara data resmi dan persepsi sebagian masyarakat. #creatorsearchinsight #edukasi #ekonomiindonesia #keuangan #Lewatberanda", "post_id": "7632883090750295317"}}, {"key": "@kompastvmedan", "attributes": {"label": "@kompastvmedan", "x": 820.5198949439007, "y": 174.19643120655314, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 10.3146, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "PHw0KPd-SUA", "id": "@kompastvmedan", "source": "youtube-000001", "content": "Proyeksi Bursa RI usai Rilis FTSE Russell hingga Kegagalan Negosiasi AS-Iran\n\nKOMPAS.TV - Rilis FTSE Russell terbukti memberi pengaruh signifikan terhadap IHSG, terutama dari sisi sentimen investor global. Ketika status Indonesia dipertahankan sebagai secondary emerging market, IHSG sempat menguat hingga lebih dari 4 persen, didorong kepercayaan investor dan sentimen positif pasar .\n\nNamun, dampaknya cenderung bersifat jangka pendek dan psikologis. Saat FTSE menunda review, pasar justru bergerak wait and see dan IHSG berpotensi mengalami tekanan terbatas .\n\nDi sisi lain, faktor geopolitik seperti konflik AS-Iran turut meningkatkan volatilitas pasar. \n\nKetidakpastian global membuat investor cenderung berhati-hati, sehingga pergerakan IHSG ke depan diperkirakan masih fluktuatif, bergantung pada perkembangan konflik dan arus dana asing.\n\n#ihsg #ftse #saham #perang #bursa #ekonomi #bisnis\n------------------------------------------\nSahabat Kompas TV, jangan lupa like, comment, dan subscribe channel YouTube Kompas TV Medan, juga aktifkan lonceng notifikasi agar tidak ketinggalan update mengenai isu-isu terkini di Indonesia.\n\nJangan lewatkan live streaming Kompas TV 24 jam non stop di https://www.kompas.tv/live\n\nSahabat Kompas TV juga bisa memperoleh informasi terkini melalui website: www.kompas.tv\n\nMedia sosial Kompas TV Medan\nTikTok :   / kompastvmedan  \nInstagram :   / kompastvmedan  \nFacebook :   / kompastvmdn  \nTwitter :   / kompastvmedan  \nThreads: https://www.threads.net/\n\nKompas TV\nIndependen | Terpercaya\n#kompastvmedan", "post_id": "PHw0KPd-SUA"}}, {"key": "kompastvmedan", "attributes": {"label": "kompastvmedan", "x": 780.2149287672478, "y": 611.5534372480164, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 19.082, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "PHw0KPd-SUA", "id": "kompastvmedan", "source": "youtube-000001", "content": "Proyeksi Bursa RI usai Rilis FTSE Russell hingga Kegagalan Negosiasi AS-Iran\n\nKOMPAS.TV - Rilis FTSE Russell terbukti memberi pengaruh signifikan terhadap IHSG, terutama dari sisi sentimen investor global. Ketika status Indonesia dipertahankan sebagai secondary emerging market, IHSG sempat menguat hingga lebih dari 4 persen, didorong kepercayaan investor dan sentimen positif pasar .\n\nNamun, dampaknya cenderung bersifat jangka pendek dan psikologis. Saat FTSE menunda review, pasar justru bergerak wait and see dan IHSG berpotensi mengalami tekanan terbatas .\n\nDi sisi lain, faktor geopolitik seperti konflik AS-Iran turut meningkatkan volatilitas pasar. \n\nKetidakpastian global membuat investor cenderung berhati-hati, sehingga pergerakan IHSG ke depan diperkirakan masih fluktuatif, bergantung pada perkembangan konflik dan arus dana asing.\n\n#ihsg #ftse #saham #perang #bursa #ekonomi #bisnis\n------------------------------------------\nSahabat Kompas TV, jangan lupa like, comment, dan subscribe channel YouTube Kompas TV Medan, juga aktifkan lonceng notifikasi agar tidak ketinggalan update mengenai isu-isu terkini di Indonesia.\n\nJangan lewatkan live streaming Kompas TV 24 jam non stop di https://www.kompas.tv/live\n\nSahabat Kompas TV juga bisa memperoleh informasi terkini melalui website: www.kompas.tv\n\nMedia sosial Kompas TV Medan\nTikTok :   / kompastvmedan  \nInstagram :   / kompastvmedan  \nFacebook :   / kompastvmdn  \nTwitter :   / kompastvmedan  \nThreads: https://www.threads.net/\n\nKompas TV\nIndependen | Terpercaya\n#kompastvmedan", "post_id": "PHw0KPd-SUA"}}, {"key": "@kompastv", "attributes": {"label": "@kompastv", "x": 980.7097865684264, "y": 379.1087092901547, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 10.3146, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "cyKj9zSWo_I", "id": "@kompastv", "source": "youtube-000001", "content": "[FULL] Rilis FTSE Russell Pengaruhi IHSG? Ini Proyeksi Bursa RI Pascakegagalan Negosiasi AS-Iran\n\nKOMPAS.TV - Rilis FTSE Russell terbukti memberi pengaruh signifikan terhadap IHSG, terutama dari sisi sentimen investor global. Ketika status Indonesia dipertahankan sebagai secondary emerging market, IHSG sempat menguat hingga lebih dari 4 persen, didorong kepercayaan investor dan sentimen positif pasar .\n\nNamun, dampaknya cenderung bersifat jangka pendek dan psikologis. Saat FTSE menunda review, pasar justru bergerak wait and see dan IHSG berpotensi mengalami tekanan terbatas .\n\nDi sisi lain, faktor geopolitik seperti konflik AS-Iran turut meningkatkan volatilitas pasar. \n\nKetidakpastian global membuat investor cenderung berhati-hati, sehingga pergerakan IHSG ke depan diperkirakan masih fluktuatif, bergantung pada perkembangan konflik dan arus dana asing.\n\n#ihsg #ftse #saham #perang\n______\nSahabat KompasTV, Mulai 1 Februari 2026 KompasTV pindah channel. Dapatkan selalu berita dan informasi terupdate KompasTV, di televisi anda di Channel 11 pada perangkat TV Digital atau Set Top Box. Satu Langkah lebih dekat, satu Langkah makin terpercaya!\n\nJangan lupa like, comment, dan subscribe channel YouTube KompasTV, juga aktifkan lonceng notifikasi agar tidak ketinggalan update mengenai isu-isu terkini di Indonesia.\n\nJangan lewatkan live streaming KompasTV 24 jam non stop di https://www.kompas.tv/live. Agar tidak ketinggalan berita-berita terkini, terlengkap, serta laporan langsung dari berbagai daerah di Indonesia, yuk subscribe channel youtube KompasTV. Aktifkan juga lonceng supaya kamu dapat notifikasi video terbaru dari KompasTV. \n\nSahabat KompasTV juga bisa memperoleh informasi terkini melalui website: www.kompas.tv\n\nSahabat KompasTV juga bisa memperoleh informasi terkini melalui website: www.kompas.tv\n\nMedia sosial KompasTV: \nFacebook:   / kompastv   \nInstagram:   / kompastv   \nX: https://x.com/KompasTV\nThread: https://www.threads.com/ \nTikTok:   / kompastv.indonesia", "post_id": "cyKj9zSWo_I"}}, {"key": "kompastv", "attributes": {"label": "kompastv", "x": 171.7123032368525, "y": 516.8650377736693, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 14.6983, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "cyKj9zSWo_I", "id": "kompastv", "source": "youtube-000001", "content": "[FULL] Rilis FTSE Russell Pengaruhi IHSG? Ini Proyeksi Bursa RI Pascakegagalan Negosiasi AS-Iran\n\nKOMPAS.TV - Rilis FTSE Russell terbukti memberi pengaruh signifikan terhadap IHSG, terutama dari sisi sentimen investor global. Ketika status Indonesia dipertahankan sebagai secondary emerging market, IHSG sempat menguat hingga lebih dari 4 persen, didorong kepercayaan investor dan sentimen positif pasar .\n\nNamun, dampaknya cenderung bersifat jangka pendek dan psikologis. Saat FTSE menunda review, pasar justru bergerak wait and see dan IHSG berpotensi mengalami tekanan terbatas .\n\nDi sisi lain, faktor geopolitik seperti konflik AS-Iran turut meningkatkan volatilitas pasar. \n\nKetidakpastian global membuat investor cenderung berhati-hati, sehingga pergerakan IHSG ke depan diperkirakan masih fluktuatif, bergantung pada perkembangan konflik dan arus dana asing.\n\n#ihsg #ftse #saham #perang\n______\nSahabat KompasTV, Mulai 1 Februari 2026 KompasTV pindah channel. Dapatkan selalu berita dan informasi terupdate KompasTV, di televisi anda di Channel 11 pada perangkat TV Digital atau Set Top Box. Satu Langkah lebih dekat, satu Langkah makin terpercaya!\n\nJangan lupa like, comment, dan subscribe channel YouTube KompasTV, juga aktifkan lonceng notifikasi agar tidak ketinggalan update mengenai isu-isu terkini di Indonesia.\n\nJangan lewatkan live streaming KompasTV 24 jam non stop di https://www.kompas.tv/live. Agar tidak ketinggalan berita-berita terkini, terlengkap, serta laporan langsung dari berbagai daerah di Indonesia, yuk subscribe channel youtube KompasTV. Aktifkan juga lonceng supaya kamu dapat notifikasi video terbaru dari KompasTV. \n\nSahabat KompasTV juga bisa memperoleh informasi terkini melalui website: www.kompas.tv\n\nSahabat KompasTV juga bisa memperoleh informasi terkini melalui website: www.kompas.tv\n\nMedia sosial KompasTV: \nFacebook:   / kompastv   \nInstagram:   / kompastv   \nX: https://x.com/KompasTV\nThread: https://www.threads.com/ \nTikTok:   / kompastv.indonesia", "post_id": "cyKj9zSWo_I"}}, {"key": "@IDXChannel", "attributes": {"label": "@IDXChannel", "x": 924.9773164049443, "y": 653.3295668775837, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 10.3146, "eigenvector": 0.0172, "in_degree": 0, "out_degree": 14, "degree": 14}, "_id": "1M6Se1LLwCs", "id": "@IDXChannel", "source": "youtube-000001", "content": "IHSG Diprediksi Bergerak Fluktuatif pada Pekan Ini, Cek Saham Berpotensi Cuan | IDXC UPDATE\n\nPergerakan IHSG diprediksi fluktuatif pada pekan 20–24 April 2026 akibat sentimen geopolitik Timur Tengah dan arah kebijakan suku bunga domestik, meski sebelumnya sempat menguat ke level 7.634. Analis PT Indo Premier Sekuritas menyebut pasar masih dibayangi aksi jual asing serta ketidakpastian global seperti konflik AS–Iran dan ketegangan di Selat Hormuz yang mendorong harga minyak naik. Dari dalam negeri, keputusan suku bunga Bank Indonesia juga menjadi perhatian utama, sementara saham yang direkomendasikan pekan ini antara lain PGEO, ASII, DSSA, dan ETF XIHD.\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nFollow US on Social Media\nYuk Subscribe -    /   \nWa Channel - https://whatsapp.com/channel/0029Va5V...\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idx_channel  \n-------------------------------------------------------------------------------------\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\nMyRepublic Channel 576\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "1M6Se1LLwCs"}}, {"key": "idxchannel_", "attributes": {"label": "idxchannel_", "x": 842.4258589522229, "y": 402.93968663716197, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 10.9408, "eigenvector": 0.0172, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "1M6Se1LLwCs", "id": "idxchannel_", "source": "youtube-000001", "content": "IHSG Diprediksi Bergerak Fluktuatif pada Pekan Ini, Cek Saham Berpotensi Cuan | IDXC UPDATE\n\nPergerakan IHSG diprediksi fluktuatif pada pekan 20–24 April 2026 akibat sentimen geopolitik Timur Tengah dan arah kebijakan suku bunga domestik, meski sebelumnya sempat menguat ke level 7.634. Analis PT Indo Premier Sekuritas menyebut pasar masih dibayangi aksi jual asing serta ketidakpastian global seperti konflik AS–Iran dan ketegangan di Selat Hormuz yang mendorong harga minyak naik. Dari dalam negeri, keputusan suku bunga Bank Indonesia juga menjadi perhatian utama, sementara saham yang direkomendasikan pekan ini antara lain PGEO, ASII, DSSA, dan ETF XIHD.\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nFollow US on Social Media\nYuk Subscribe -    /   \nWa Channel - https://whatsapp.com/channel/0029Va5V...\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idx_channel  \n-------------------------------------------------------------------------------------\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\nMyRepublic Channel 576\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "1M6Se1LLwCs"}}, {"key": "wicky_adrian", "attributes": {"label": "wicky_adrian", "x": 340.39032991391593, "y": 661.5431474748816, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 10.9408, "eigenvector": 0.0172, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "1M6Se1LLwCs", "id": "wicky_adrian", "source": "youtube-000001", "content": "IHSG Diprediksi Bergerak Fluktuatif pada Pekan Ini, Cek Saham Berpotensi Cuan | IDXC UPDATE\n\nPergerakan IHSG diprediksi fluktuatif pada pekan 20–24 April 2026 akibat sentimen geopolitik Timur Tengah dan arah kebijakan suku bunga domestik, meski sebelumnya sempat menguat ke level 7.634. Analis PT Indo Premier Sekuritas menyebut pasar masih dibayangi aksi jual asing serta ketidakpastian global seperti konflik AS–Iran dan ketegangan di Selat Hormuz yang mendorong harga minyak naik. Dari dalam negeri, keputusan suku bunga Bank Indonesia juga menjadi perhatian utama, sementara saham yang direkomendasikan pekan ini antara lain PGEO, ASII, DSSA, dan ETF XIHD.\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nFollow US on Social Media\nYuk Subscribe -    /   \nWa Channel - https://whatsapp.com/channel/0029Va5V...\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idx_channel  \n-------------------------------------------------------------------------------------\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\nMyRepublic Channel 576\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "1M6Se1LLwCs"}}, {"key": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "fajar.wayong", "x": 195.95701406780097, "y": 963.0697695898795, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 10.9408, "eigenvector": 0.0172, "in_degree": 4, "out_degree": 0, "degree": 4}, "_id": "1M6Se1LLwCs", "id": "fajar.wayong", "source": "youtube-000001", "content": "IHSG Diprediksi Bergerak Fluktuatif pada Pekan Ini, Cek Saham Berpotensi Cuan | IDXC UPDATE\n\nPergerakan IHSG diprediksi fluktuatif pada pekan 20–24 April 2026 akibat sentimen geopolitik Timur Tengah dan arah kebijakan suku bunga domestik, meski sebelumnya sempat menguat ke level 7.634. Analis PT Indo Premier Sekuritas menyebut pasar masih dibayangi aksi jual asing serta ketidakpastian global seperti konflik AS–Iran dan ketegangan di Selat Hormuz yang mendorong harga minyak naik. Dari dalam negeri, keputusan suku bunga Bank Indonesia juga menjadi perhatian utama, sementara saham yang direkomendasikan pekan ini antara lain PGEO, ASII, DSSA, dan ETF XIHD.\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nFollow US on Social Media\nYuk Subscribe -    /   \nWa Channel - https://whatsapp.com/channel/0029Va5V...\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idx_channel  \n-------------------------------------------------------------------------------------\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\nMyRepublic Channel 576\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "1M6Se1LLwCs"}}, {"key": "deffid_83", "attributes": {"label": "deffid_83", "x": 371.9346905084505, "y": 606.8992971122467, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 10.9408, "eigenvector": 0.0172, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "1M6Se1LLwCs", "id": "deffid_83", "source": "youtube-000001", "content": "IHSG Diprediksi Bergerak Fluktuatif pada Pekan Ini, Cek Saham Berpotensi Cuan | IDXC UPDATE\n\nPergerakan IHSG diprediksi fluktuatif pada pekan 20–24 April 2026 akibat sentimen geopolitik Timur Tengah dan arah kebijakan suku bunga domestik, meski sebelumnya sempat menguat ke level 7.634. Analis PT Indo Premier Sekuritas menyebut pasar masih dibayangi aksi jual asing serta ketidakpastian global seperti konflik AS–Iran dan ketegangan di Selat Hormuz yang mendorong harga minyak naik. Dari dalam negeri, keputusan suku bunga Bank Indonesia juga menjadi perhatian utama, sementara saham yang direkomendasikan pekan ini antara lain PGEO, ASII, DSSA, dan ETF XIHD.\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nFollow US on Social Media\nYuk Subscribe -    /   \nWa Channel - https://whatsapp.com/channel/0029Va5V...\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idx_channel  \n-------------------------------------------------------------------------------------\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\nMyRepublic Channel 576\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "1M6Se1LLwCs"}}, {"key": "prast_ulrich", "attributes": {"label": "prast_ulrich", "x": 767.2860272163912, "y": 166.2734663054386, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 10.9408, "eigenvector": 0.0172, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "1M6Se1LLwCs", "id": "prast_ulrich", "source": "youtube-000001", "content": "IHSG Diprediksi Bergerak Fluktuatif pada Pekan Ini, Cek Saham Berpotensi Cuan | IDXC UPDATE\n\nPergerakan IHSG diprediksi fluktuatif pada pekan 20–24 April 2026 akibat sentimen geopolitik Timur Tengah dan arah kebijakan suku bunga domestik, meski sebelumnya sempat menguat ke level 7.634. Analis PT Indo Premier Sekuritas menyebut pasar masih dibayangi aksi jual asing serta ketidakpastian global seperti konflik AS–Iran dan ketegangan di Selat Hormuz yang mendorong harga minyak naik. Dari dalam negeri, keputusan suku bunga Bank Indonesia juga menjadi perhatian utama, sementara saham yang direkomendasikan pekan ini antara lain PGEO, ASII, DSSA, dan ETF XIHD.\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nFollow US on Social Media\nYuk Subscribe -    /   \nWa Channel - https://whatsapp.com/channel/0029Va5V...\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idx_channel  \n-------------------------------------------------------------------------------------\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\nMyRepublic Channel 576\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "1M6Se1LLwCs"}}, {"key": "rosalinehioe", "attributes": {"label": "rosalinehioe", "x": 570.9697711042055, "y": 100.2350471517477, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 10.9408, "eigenvector": 0.0172, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "1M6Se1LLwCs", "id": "rosalinehioe", "source": "youtube-000001", "content": "IHSG Diprediksi Bergerak Fluktuatif pada Pekan Ini, Cek Saham Berpotensi Cuan | IDXC UPDATE\n\nPergerakan IHSG diprediksi fluktuatif pada pekan 20–24 April 2026 akibat sentimen geopolitik Timur Tengah dan arah kebijakan suku bunga domestik, meski sebelumnya sempat menguat ke level 7.634. Analis PT Indo Premier Sekuritas menyebut pasar masih dibayangi aksi jual asing serta ketidakpastian global seperti konflik AS–Iran dan ketegangan di Selat Hormuz yang mendorong harga minyak naik. Dari dalam negeri, keputusan suku bunga Bank Indonesia juga menjadi perhatian utama, sementara saham yang direkomendasikan pekan ini antara lain PGEO, ASII, DSSA, dan ETF XIHD.\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nFollow US on Social Media\nYuk Subscribe -    /   \nWa Channel - https://whatsapp.com/channel/0029Va5V...\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idx_channel  \n-------------------------------------------------------------------------------------\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\nMyRepublic Channel 576\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "1M6Se1LLwCs"}}, {"key": "@wawasan-cerdas", "attributes": {"label": "@wawasan-cerdas", "x": 932.0317890346921, "y": 11.41737317367275, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 10.3146, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 4, "degree": 4}, "_id": "8bXOX3wJ1-Y", "id": "@wawasan-cerdas", "source": "youtube-000001", "content": "BONGKAR Rahasia Jackpot Rp 19 Triliun AADI! Apakah Anda Siap Panen Dividen Jumbo? | Wawasan Cerdas\n\nSelamat datang kembali di channel kebanggaan kita, Wawasan Cerdas! Pernahkah Anda membayangkan bagaimana sebuah keputusan bisnis bisa mendatangkan \"durian runtuh\" masif yang total potensinya menembus US$1,15 miliar, atau nyaris menyentuh angka fantastis Rp19 triliun?\n\nDi video eksklusif kali ini, kami akan mengajak Anda membedah tuntas salah satu transaksi Mergers & Acquisitions (M&A) paling jenius di bursa saham kita. Kita akan membahas langkah berani PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI) yang mengeksekusi \"jackpot\" valuasi dari penjualan 47,99% porsi saham tambang mahkota mereka, Kestrel, di Australia, kepada pembeli raksasa asal Tiongkok, Yancoal Australia Ltd.\n\nBagi Anda para investor, mungkin sempat muncul pertanyaan: Apakah AADI sedang butuh uang cepat sehingga melakukan obral aset? Kami pastikan jawabannya adalah tidak! Kita akan melihat bersama bagaimana manajemen AADI sukses menjual Kestrel dengan harga premium masif sebesar 60,15% di atas nilai bukunya. Tidak hanya uang tunai di depan sebesar US 887,8 juta yang langsung menggemukkan neraca perseroan, transaksi ini juga memuat instrumen rekayasa finansial mutakhir bernama Contingent Value Rights (CVR). CVR ini ibarat \"tiket lotre gratis\" bagi AADI, dimana perseroan berpotensi mendapat bonus hingga US 263,9 juta (sekitar Rp4,36 triliun) jika harga rata-rata batu bara metalurgi global stabil di atas ambang batas US $225 per ton selama lima tahun ke depan. Benar-benar sebuah skenario tanpa cacat yang melindungi nilai investasi Anda!\n\nLebih jauh lagi, kami juga akan mengungkap alasan mengapa AADI rela melepaskan aset tambang bawah tanah yang berada di jajaran 35% teratas secara margin global ini. Keputusan ini adalah bagian dari metamorfosis identitas perseroan untuk menjadi entitas pure-play alias raksasa energi di sektor batu bara termal domestik sejati. Dengan melunasi utang warisan kepada mantan induknya (ADRO) senilai US$404 juta, neraca AADI akan sangat bersih. Kita juga bisa melihat bahwa sisa kas yang melimpah ruah ini menjadikan AADI otonom; mereka bisa mendanai megaproyek tambang baru di pedalaman Kalimantan (Pari Coal dan Ratah Coal) tanpa harus mengemis pinjaman ke konsorsium perbankan global yang kini sangat ketat dengan aturan ESG.\n\nDi sisi lain, mari kita intip isi kepala sang pembeli. Mengapa \"Sang Naga\" Yancoal berani bertaruh hingga US$2,4 miliar untuk keseluruhan tambang Kestrel di tengah rezim suku bunga global yang tinggi? Kami menemukan bahwa Yancoal sedang berusaha mengubah portofolio bisnisnya agar lolos dari jerat diskon ESG. Tambang Kestrel memproduksi batu bara metalurgi kelas atas yang esensial untuk industri baja dan nyaris mustahil disubstitusi secara massal.\n\nLalu, apa dampaknya untuk portofolio saham Anda? Bersiaplah untuk pesta pora pasar modal! Saham AADI telah mencetak rekor arus modal masuk dari asing dan menggerakkan IHSG. Analisis pakar dari institusi sekuritas raksasa memproyeksikan potensi pembagian dividen ekstra spesial dengan tingkat imbal hasil (dividend yield) yang sangat menggairahkan, yakni di rentang 15% hingga 19%. Seolah itu belum cukup, direksi AADI juga membentengi harga investasi Anda dengan \"tameng baja\" berupa alokasi dana program pembelian kembali saham (buyback) maksimum hingga Rp 5 triliun. Berbagai sinyal fundamental yang solid ini membuat target harga wajar saham AADI diproyeksikan meroket ke rentang Rp12.000 hingga Rp13.000 per lembar saham.\n\nPastikan Anda menyimak analisis komprehensif ini sampai habis agar wawasan finansial Anda semakin tajam dan tidak ketinggalan momentum emas di Bursa Efek Indonesia. Perjalanan nilai saham AADI tampaknya baru saja dimulai.\n\nJika analisis dari Wawasan Cerdas ini membantu Anda, jangan lupa untuk menekan tombol LIKE, tinggalkan KOMENTAR tentang strategi investasi Anda, dan pastikan Anda sudah SUBSCRIBE serta menyalakan lonceng notifikasi agar kita bisa terus bertumbuh dan meraih financial freedom bersama-sama!\n\n--------------------------------------------------------------------------------\n#WawasanCerdas #SahamAADI #InvestasiSaham #AdaroEnergy #BursaEfekIndonesia #SahamBatuBara #DividenJumbo #AnalisisSaham #KestrelMine #Yancoal #PasarModal #InvestasiPintar #KeuanganPerusahaan #IHSG #SahamProfit #WawasanCerdas #InvestasiSaham #Saham\n\nJoin this channel to get access to perks:\n   / -cerdas", "post_id": "8bXOX3wJ1-Y"}}, {"key": "wawasan", "attributes": {"label": "wawasan", "x": 986.0586899231688, "y": 619.8113769112553, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 12.5064, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 4, "out_degree": 0, "degree": 4}, "_id": "8bXOX3wJ1-Y", "id": "wawasan", "source": "youtube-000001", "content": "BONGKAR Rahasia Jackpot Rp 19 Triliun AADI! Apakah Anda Siap Panen Dividen Jumbo? | Wawasan Cerdas\n\nSelamat datang kembali di channel kebanggaan kita, Wawasan Cerdas! Pernahkah Anda membayangkan bagaimana sebuah keputusan bisnis bisa mendatangkan \"durian runtuh\" masif yang total potensinya menembus US$1,15 miliar, atau nyaris menyentuh angka fantastis Rp19 triliun?\n\nDi video eksklusif kali ini, kami akan mengajak Anda membedah tuntas salah satu transaksi Mergers & Acquisitions (M&A) paling jenius di bursa saham kita. Kita akan membahas langkah berani PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI) yang mengeksekusi \"jackpot\" valuasi dari penjualan 47,99% porsi saham tambang mahkota mereka, Kestrel, di Australia, kepada pembeli raksasa asal Tiongkok, Yancoal Australia Ltd.\n\nBagi Anda para investor, mungkin sempat muncul pertanyaan: Apakah AADI sedang butuh uang cepat sehingga melakukan obral aset? Kami pastikan jawabannya adalah tidak! Kita akan melihat bersama bagaimana manajemen AADI sukses menjual Kestrel dengan harga premium masif sebesar 60,15% di atas nilai bukunya. Tidak hanya uang tunai di depan sebesar US 887,8 juta yang langsung menggemukkan neraca perseroan, transaksi ini juga memuat instrumen rekayasa finansial mutakhir bernama Contingent Value Rights (CVR). CVR ini ibarat \"tiket lotre gratis\" bagi AADI, dimana perseroan berpotensi mendapat bonus hingga US 263,9 juta (sekitar Rp4,36 triliun) jika harga rata-rata batu bara metalurgi global stabil di atas ambang batas US $225 per ton selama lima tahun ke depan. Benar-benar sebuah skenario tanpa cacat yang melindungi nilai investasi Anda!\n\nLebih jauh lagi, kami juga akan mengungkap alasan mengapa AADI rela melepaskan aset tambang bawah tanah yang berada di jajaran 35% teratas secara margin global ini. Keputusan ini adalah bagian dari metamorfosis identitas perseroan untuk menjadi entitas pure-play alias raksasa energi di sektor batu bara termal domestik sejati. Dengan melunasi utang warisan kepada mantan induknya (ADRO) senilai US$404 juta, neraca AADI akan sangat bersih. Kita juga bisa melihat bahwa sisa kas yang melimpah ruah ini menjadikan AADI otonom; mereka bisa mendanai megaproyek tambang baru di pedalaman Kalimantan (Pari Coal dan Ratah Coal) tanpa harus mengemis pinjaman ke konsorsium perbankan global yang kini sangat ketat dengan aturan ESG.\n\nDi sisi lain, mari kita intip isi kepala sang pembeli. Mengapa \"Sang Naga\" Yancoal berani bertaruh hingga US$2,4 miliar untuk keseluruhan tambang Kestrel di tengah rezim suku bunga global yang tinggi? Kami menemukan bahwa Yancoal sedang berusaha mengubah portofolio bisnisnya agar lolos dari jerat diskon ESG. Tambang Kestrel memproduksi batu bara metalurgi kelas atas yang esensial untuk industri baja dan nyaris mustahil disubstitusi secara massal.\n\nLalu, apa dampaknya untuk portofolio saham Anda? Bersiaplah untuk pesta pora pasar modal! Saham AADI telah mencetak rekor arus modal masuk dari asing dan menggerakkan IHSG. Analisis pakar dari institusi sekuritas raksasa memproyeksikan potensi pembagian dividen ekstra spesial dengan tingkat imbal hasil (dividend yield) yang sangat menggairahkan, yakni di rentang 15% hingga 19%. Seolah itu belum cukup, direksi AADI juga membentengi harga investasi Anda dengan \"tameng baja\" berupa alokasi dana program pembelian kembali saham (buyback) maksimum hingga Rp 5 triliun. Berbagai sinyal fundamental yang solid ini membuat target harga wajar saham AADI diproyeksikan meroket ke rentang Rp12.000 hingga Rp13.000 per lembar saham.\n\nPastikan Anda menyimak analisis komprehensif ini sampai habis agar wawasan finansial Anda semakin tajam dan tidak ketinggalan momentum emas di Bursa Efek Indonesia. Perjalanan nilai saham AADI tampaknya baru saja dimulai.\n\nJika analisis dari Wawasan Cerdas ini membantu Anda, jangan lupa untuk menekan tombol LIKE, tinggalkan KOMENTAR tentang strategi investasi Anda, dan pastikan Anda sudah SUBSCRIBE serta menyalakan lonceng notifikasi agar kita bisa terus bertumbuh dan meraih financial freedom bersama-sama!\n\n--------------------------------------------------------------------------------\n#WawasanCerdas #SahamAADI #InvestasiSaham #AdaroEnergy #BursaEfekIndonesia #SahamBatuBara #DividenJumbo #AnalisisSaham #KestrelMine #Yancoal #PasarModal #InvestasiPintar #KeuanganPerusahaan #IHSG #SahamProfit #WawasanCerdas #InvestasiSaham #Saham\n\nJoin this channel to get access to perks:\n   / -cerdas", "post_id": "8bXOX3wJ1-Y"}}, {"key": "@david_weisburd", "attributes": {"label": "@david_weisburd", "x": 289.9964562819387, "y": 409.68760227420177, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 10.3146, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "LgjP_s70jyg", "id": "@david_weisburd", "source": "youtube-000001", "content": "Mengapa Pasar Modal Ventura Berubah di Tahun 2026?\n\nBagaimana jika keunggulan sebenarnya dalam investasi ventura bukanlah memilih perusahaan-perusahaan terpopuler, melainkan menyusun portofolio Anda, mengatur modal, dan membangun hubungan dengan cara yang tidak pernah dilakukan oleh sebagian besar investor?\n\nDalam episode ini, saya duduk bersama Jamie Melzer, Pendiri dan Managing Partner Altra Venture Partners, untuk membahas bagaimana ia membangun perusahaan yang berfokus pada investasi ventura tahap akhir dan pasar sekunder di tengah dislokasi pasar. Kami membahas mengapa kenaikan suku bunga pada tahun 2022 menciptakan titik masuk yang langka, bagaimana membeli perusahaan teknologi swasta dengan diskon 40 hingga 80 persen membentuk kembali peluang, dan mengapa risiko transaksi seringkali lebih penting daripada risiko perusahaan di pasar sekunder. Jamie menjelaskan strategi portofolio terkonsentrasi yang didorong oleh hukum kekuatan (power law), bagaimana ia mencari kesepakatan dalam ekosistem yang buram dan didorong oleh hubungan, dan mengapa akses, bukan kesadaran, adalah hambatan sebenarnya di pasar swasta.\n\nSorotan:\nMengapa tahun 2022 hingga 2023 menciptakan peluang sekali seumur hidup di pasar sekunder ventura\nBagaimana kendala likuiditas, bukan fundamental, mendorong perubahan valuasi besar-besaran\nPerbedaan antara pasar sekunder aset tunggal dan akuisisi portofolio\nMengapa risiko transaksi, bukan risiko perusahaan, seringkali menjadi kendala terbesar\nBagaimana Altra membangun eksposur terkonsentrasi ke perusahaan teknologi swasta terkemuka\nStruktur kesepakatan kreatif seperti pertukaran ekuitas dan kemitraan investasi bersama\nRealitas asimetri informasi di pasar sekunder swasta\nMengapa perusahaan swasta tahap akhir sekarang menyerupai perusahaan setara di pasar publik\n\nBiografi Tamu:\nJamie Melzer adalah Pendiri dan Mitra Pengelola Altra Venture Partners, dengan pengalaman lebih dari 20 tahun di bidang kredit, ekuitas publik, dan modal ventura. Dengan memanfaatkan latar belakangnya dalam berinvestasi melalui berbagai siklus pasar, ia menerapkan lensa pasar publik untuk investasi tahap akhir dan sekunder di perusahaan teknologi pra-IPO.\n\nApakah Anda tertarik untuk mensponsori Podcast How I Invest? Silakan kirim email kepada David Weisburd di david\n\nKami ingin mengucapkan terima kasih kepada AlphaSense atas sponsor episode ini!\n\nSponsor:\nAlphaSense adalah platform intelijen pasar berbasis AI yang dipercaya oleh 85% perusahaan S&P 100, membantu para profesional investasi membuat keputusan yang lebih cepat, lebih percaya diri, dan berbasis data. Dirancang untuk hedge fund, pengalokasi aset, perusahaan modal ventura swasta, dan bankir investasi, AlphaSense menggunakan AI canggih dan pencarian yang kuat di seluruh konten eksklusif premium untuk mengungkap wawasan yang paling penting—sebelum pasar bergerak. Tingkatkan riset Anda dan tetap unggul dari pesaing. Kunjungi https://www.alpha-sense.com/howiinvest/ untuk mempelajari lebih lanjut.\n\nTetap Terhubung dengan David Weisburd:\nX/Twitter: \nLinkedIn:   / dweisburd  \nWeisburd Capital: https://www.weisburdcapital.com/\n\nTetap Terhubung dengan Jamie Melzer:\nLinkedIn:   / jamiemelzer  \n\nPertanyaan atau topik yang ingin Anda diskusikan di How I Invest? Kirim email kepada kami di david\n\nPenafian:\nPodcast ini hanya untuk tujuan informasi dan bukan merupakan nasihat investasi, keuangan, hukum, atau pajak. Tidak ada dalam episode ini yang boleh diartikan sebagai penawaran untuk membeli atau menjual sekuritas apa pun atau untuk berpartisipasi dalam strategi investasi apa pun. Semua pendapat yang diungkapkan oleh pembawa acara dan tamu adalah pendapat mereka sendiri dan tidak mewakili pandangan Weisburd Capital. Peserta mungkin memegang posisi atau memiliki kepentingan keuangan di perusahaan, dana, atau investasi yang dibahas. Referensi apa pun terhadap investasi spesifik hanya untuk tujuan ilustrasi. Investasi melibatkan risiko, termasuk potensi kehilangan modal. Kinerja masa lalu bukanlah indikator hasil di masa depan, dan pernyataan yang berwawasan ke depan tunduk pada risiko dan ketidakpastian. Data atau opini pihak ketiga belum diverifikasi secara independen. Pendengar harus melakukan riset sendiri dan berkonsultasi dengan penasihat mereka sendiri sebelum membuat keputusan investasi apa pun.\n\nCAP WAKTU:\n0:00 Bagaimana Dana Ventura Dibangun dari Kepanikan Pasar\n2:22 Perdagangan Bayi dan Air Mandi yang Menciptakan Sebuah Perusahaan\n3:37 Mengapa Paling Sulit Mengumpulkan Modal pada Waktu Terbaik\n5:22 Mengapa Sebagian Besar Investor Sekunder Masih Tidak Akan Menjamin Emisi Satu Perusahaan\n6:26 Strategi Tidak Biasa di Balik Membangun Posisi Terkonsentrasi di Perusahaan Raksasa Swasta\n9:00 Masalah Tersembunyi dengan Pasar Sekunder yang Sebagian Besar Pembeli Lewatkan\n11:16 Mengapa Pembeli Baru di Ventura Tidak Terlihat Seperti VC Tradisional\n12:53 Paparan Pasar Publik yang Diam-diam Hilang dari Investor\n15:...", "post_id": "LgjP_s70jyg"}}, {"key": "dweisburd", "attributes": {"label": "dweisburd", "x": 389.53879614955457, "y": 560.212006340712, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 19.082, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "LgjP_s70jyg", "id": "dweisburd", "source": "youtube-000001", "content": "Mengapa Pasar Modal Ventura Berubah di Tahun 2026?\n\nBagaimana jika keunggulan sebenarnya dalam investasi ventura bukanlah memilih perusahaan-perusahaan terpopuler, melainkan menyusun portofolio Anda, mengatur modal, dan membangun hubungan dengan cara yang tidak pernah dilakukan oleh sebagian besar investor?\n\nDalam episode ini, saya duduk bersama Jamie Melzer, Pendiri dan Managing Partner Altra Venture Partners, untuk membahas bagaimana ia membangun perusahaan yang berfokus pada investasi ventura tahap akhir dan pasar sekunder di tengah dislokasi pasar. Kami membahas mengapa kenaikan suku bunga pada tahun 2022 menciptakan titik masuk yang langka, bagaimana membeli perusahaan teknologi swasta dengan diskon 40 hingga 80 persen membentuk kembali peluang, dan mengapa risiko transaksi seringkali lebih penting daripada risiko perusahaan di pasar sekunder. Jamie menjelaskan strategi portofolio terkonsentrasi yang didorong oleh hukum kekuatan (power law), bagaimana ia mencari kesepakatan dalam ekosistem yang buram dan didorong oleh hubungan, dan mengapa akses, bukan kesadaran, adalah hambatan sebenarnya di pasar swasta.\n\nSorotan:\nMengapa tahun 2022 hingga 2023 menciptakan peluang sekali seumur hidup di pasar sekunder ventura\nBagaimana kendala likuiditas, bukan fundamental, mendorong perubahan valuasi besar-besaran\nPerbedaan antara pasar sekunder aset tunggal dan akuisisi portofolio\nMengapa risiko transaksi, bukan risiko perusahaan, seringkali menjadi kendala terbesar\nBagaimana Altra membangun eksposur terkonsentrasi ke perusahaan teknologi swasta terkemuka\nStruktur kesepakatan kreatif seperti pertukaran ekuitas dan kemitraan investasi bersama\nRealitas asimetri informasi di pasar sekunder swasta\nMengapa perusahaan swasta tahap akhir sekarang menyerupai perusahaan setara di pasar publik\n\nBiografi Tamu:\nJamie Melzer adalah Pendiri dan Mitra Pengelola Altra Venture Partners, dengan pengalaman lebih dari 20 tahun di bidang kredit, ekuitas publik, dan modal ventura. Dengan memanfaatkan latar belakangnya dalam berinvestasi melalui berbagai siklus pasar, ia menerapkan lensa pasar publik untuk investasi tahap akhir dan sekunder di perusahaan teknologi pra-IPO.\n\nApakah Anda tertarik untuk mensponsori Podcast How I Invest? Silakan kirim email kepada David Weisburd di david\n\nKami ingin mengucapkan terima kasih kepada AlphaSense atas sponsor episode ini!\n\nSponsor:\nAlphaSense adalah platform intelijen pasar berbasis AI yang dipercaya oleh 85% perusahaan S&P 100, membantu para profesional investasi membuat keputusan yang lebih cepat, lebih percaya diri, dan berbasis data. Dirancang untuk hedge fund, pengalokasi aset, perusahaan modal ventura swasta, dan bankir investasi, AlphaSense menggunakan AI canggih dan pencarian yang kuat di seluruh konten eksklusif premium untuk mengungkap wawasan yang paling penting—sebelum pasar bergerak. Tingkatkan riset Anda dan tetap unggul dari pesaing. Kunjungi https://www.alpha-sense.com/howiinvest/ untuk mempelajari lebih lanjut.\n\nTetap Terhubung dengan David Weisburd:\nX/Twitter: \nLinkedIn:   / dweisburd  \nWeisburd Capital: https://www.weisburdcapital.com/\n\nTetap Terhubung dengan Jamie Melzer:\nLinkedIn:   / jamiemelzer  \n\nPertanyaan atau topik yang ingin Anda diskusikan di How I Invest? Kirim email kepada kami di david\n\nPenafian:\nPodcast ini hanya untuk tujuan informasi dan bukan merupakan nasihat investasi, keuangan, hukum, atau pajak. Tidak ada dalam episode ini yang boleh diartikan sebagai penawaran untuk membeli atau menjual sekuritas apa pun atau untuk berpartisipasi dalam strategi investasi apa pun. Semua pendapat yang diungkapkan oleh pembawa acara dan tamu adalah pendapat mereka sendiri dan tidak mewakili pandangan Weisburd Capital. Peserta mungkin memegang posisi atau memiliki kepentingan keuangan di perusahaan, dana, atau investasi yang dibahas. Referensi apa pun terhadap investasi spesifik hanya untuk tujuan ilustrasi. Investasi melibatkan risiko, termasuk potensi kehilangan modal. Kinerja masa lalu bukanlah indikator hasil di masa depan, dan pernyataan yang berwawasan ke depan tunduk pada risiko dan ketidakpastian. Data atau opini pihak ketiga belum diverifikasi secara independen. Pendengar harus melakukan riset sendiri dan berkonsultasi dengan penasihat mereka sendiri sebelum membuat keputusan investasi apa pun.\n\nCAP WAKTU:\n0:00 Bagaimana Dana Ventura Dibangun dari Kepanikan Pasar\n2:22 Perdagangan Bayi dan Air Mandi yang Menciptakan Sebuah Perusahaan\n3:37 Mengapa Paling Sulit Mengumpulkan Modal pada Waktu Terbaik\n5:22 Mengapa Sebagian Besar Investor Sekunder Masih Tidak Akan Menjamin Emisi Satu Perusahaan\n6:26 Strategi Tidak Biasa di Balik Membangun Posisi Terkonsentrasi di Perusahaan Raksasa Swasta\n9:00 Masalah Tersembunyi dengan Pasar Sekunder yang Sebagian Besar Pembeli Lewatkan\n11:16 Mengapa Pembeli Baru di Ventura Tidak Terlihat Seperti VC Tradisional\n12:53 Paparan Pasar Publik yang Diam-diam Hilang dari Investor\n15:...", "post_id": "LgjP_s70jyg"}}, {"key": "@bncphl", "attributes": {"label": "@bncphl", "x": 0.26488788124356955, "y": 260.9845250458982, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 10.3146, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "b4sSFOTg75s", "id": "@bncphl", "source": "youtube-000001", "content": "Menelusuri Jejak Uang di Tengah Ketidakpastian Global | Manny Ocampo | Ikuti Jejak Uang\n\nEpisode 4 Mei 2026\n\nBergabunglah bersama kami di “Ikuti Jejak Uang” bersama Robert Tan.\n\nKami akan membahas bagaimana uang bergerak dalam kehidupan sehari-hari, apa yang mendorong pengeluaran, tabungan, dan keputusan di baliknya. Dari harga hingga pilihan praktis, kami membantu Anda memahami kisah keuangan yang memengaruhi Anda, hanya di Bilyonaryo News Channel.\n\nSetiap berita utama kini berdampak pada dompet Anda—inflasi, kenaikan suku bunga, pelemahan peso, dan ketidakpastian global. Tetapi sebelum publik bereaksi, ke mana uang pintar sudah bergerak?\n\nDalam episode ini, kami akan menguraikan sinyal-sinyal yang membentuk perekonomian Filipina saat ini dan apa artinya bagi investasi Anda.\n\nBergabung bersama kami adalah Manny Ocampo, Presiden dan Chief Operating Officer Investment & Capital Corporation of the Philippines, salah satu tokoh yang paling dihormati di pasar modal negara ini.\n\nDengan pengalaman puluhan tahun dalam menavigasi siklus pasar dan investasi institusional, ia akan berbagi ke mana modal mengalir, risiko apa yang mungkin dilewatkan oleh masyarakat Filipina, dan bagaimana Anda dapat melakukan reposisi dengan bijak.\n\n🕥 10:00 pagi, Senin - Jumat\n📺 Free TV Ch. 31, Cignal Ch. 24, Samsung TV Plus, TCL Smart TV, Blast TV, AmasianTV\n📱 Cignal Play, BNC YouTube dan Facebook\n\nKunjungi situs web kami: https://bnc.ph\n\nLihat akun media sosial resmi kami:\n  / bncphl  \n  / bncdotph  \n  / bnc.ph  \n  / bnc.ph  \n   /   \n#bilyonaryonewschannel #bnc #followthemoney #latestnews\n\nPeringatan: Penggunaan video BNC tanpa izin akan mengakibatkan tindakan hukum hingga batas maksimal yang diizinkan oleh hukum.", "post_id": "b4sSFOTg75s"}}, {"key": "bncphl", "attributes": {"label": "bncphl", "x": 85.53039196651757, "y": 119.30663657573636, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 19.082, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "b4sSFOTg75s", "id": "bncphl", "source": "youtube-000001", "content": "Menelusuri Jejak Uang di Tengah Ketidakpastian Global | Manny Ocampo | Ikuti Jejak Uang\n\nEpisode 4 Mei 2026\n\nBergabunglah bersama kami di “Ikuti Jejak Uang” bersama Robert Tan.\n\nKami akan membahas bagaimana uang bergerak dalam kehidupan sehari-hari, apa yang mendorong pengeluaran, tabungan, dan keputusan di baliknya. Dari harga hingga pilihan praktis, kami membantu Anda memahami kisah keuangan yang memengaruhi Anda, hanya di Bilyonaryo News Channel.\n\nSetiap berita utama kini berdampak pada dompet Anda—inflasi, kenaikan suku bunga, pelemahan peso, dan ketidakpastian global. Tetapi sebelum publik bereaksi, ke mana uang pintar sudah bergerak?\n\nDalam episode ini, kami akan menguraikan sinyal-sinyal yang membentuk perekonomian Filipina saat ini dan apa artinya bagi investasi Anda.\n\nBergabung bersama kami adalah Manny Ocampo, Presiden dan Chief Operating Officer Investment & Capital Corporation of the Philippines, salah satu tokoh yang paling dihormati di pasar modal negara ini.\n\nDengan pengalaman puluhan tahun dalam menavigasi siklus pasar dan investasi institusional, ia akan berbagi ke mana modal mengalir, risiko apa yang mungkin dilewatkan oleh masyarakat Filipina, dan bagaimana Anda dapat melakukan reposisi dengan bijak.\n\n🕥 10:00 pagi, Senin - Jumat\n📺 Free TV Ch. 31, Cignal Ch. 24, Samsung TV Plus, TCL Smart TV, Blast TV, AmasianTV\n📱 Cignal Play, BNC YouTube dan Facebook\n\nKunjungi situs web kami: https://bnc.ph\n\nLihat akun media sosial resmi kami:\n  / bncphl  \n  / bncdotph  \n  / bnc.ph  \n  / bnc.ph  \n   /   \n#bilyonaryonewschannel #bnc #followthemoney #latestnews\n\nPeringatan: Penggunaan video BNC tanpa izin akan mengakibatkan tindakan hukum hingga batas maksimal yang diizinkan oleh hukum.", "post_id": "b4sSFOTg75s"}}, {"key": "@VampyreDrakul", "attributes": {"label": "@VampyreDrakul", "x": 846.0418628097939, "y": 560.7465072939383, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 10.3146, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "C7t1-H72Klo", "id": "@VampyreDrakul", "source": "youtube-000001", "content": "Phong Le: Bagaimana Strategi Menciptakan Kredit Digital 11% dengan Bitcoin | Wawancara Lengkap\n\nCEO Strategy, Phong Lee, berbagi perjalanan pribadinya di dunia Bitcoin dan menjelaskan bagaimana perusahaan tersebut mempelopori kredit digital melalui instrumen saham preferen inovatif seperti Stretch, atau STRC. Dalam wawancara mendalam ini dari April 2026 dengan Apyx, temukan bagaimana Strategy bertransformasi dari perusahaan perangkat lunak tradisional menjadi perusahaan pengelola aset Bitcoin terkemuka di dunia dan membangun seluruh ekosistem di sekitar pemberian pinjaman modal ke Bitcoin.\n\nPelajari perbedaan utama antara kredit bank tradisional dan kredit digital, mengapa Bitcoin menyediakan jaminan transparan tidak seperti pinjaman tradisional yang buram, dan bagaimana Strategy menggunakan struktur modalnya termasuk ekuitas biasa, saham preferen, dan saham konversi untuk menciptakan imbal hasil berkelanjutan bagi investor. Fong menguraikan mekanisme saham preferen non-konversi dengan suku bunga variabel, jaminan berlebihnya, dan mengapa saham tersebut menawarkan imbal hasil yang menarik sekaligus menyediakan modal permanen bagi perusahaan.\n\nJelajahi masa depan inovasi keuangan termasuk tokenisasi sekuritas untuk perdagangan global 24/7, akses ritel yang lebih besar ke instrumen seperti kredit, dan bagaimana keuangan terdesentralisasi mendemokratisasi pasar modal untuk semua orang. Baik Anda baru mengenal Bitcoin atau investor berpengalaman, percakapan ini mengungkapkan mengapa kredit digital mewakili evolusi besar dalam cara perusahaan dan individu berinteraksi dengan Bitcoin dan peluang menghasilkan imbal hasil.\n\nApa pendapat Anda tentang kredit digital dan Stretch sebagai cara untuk mendapatkan eksposur Bitcoin dengan imbal hasil? Tinggalkan komentar di bawah jika Anda lebih suka memiliki Bitcoin secara langsung atau melalui instrumen seperti saham preferen.\n\n\nCap waktu:\n0:00 - Perjalanan Fong Menjadi CFO MicroStrategy\n0:58 - Menemukan Bitcoin di Tahun 2020\n2:02 - Transisi ke Instrumen Kredit Digital\n3:01 - Hambatan Mental dalam Memahami Kredit Digital\n3:41 - Kredit Tradisional vs Kredit Digital Dijelaskan\n5:27 - Peran MicroStrategy dalam Kredit Digital\n6:48 - Mengapa Kredit yang Didukung Bitcoin Transparan\n7:31 - Bagaimana Ekosistem Kredit Digital Bekerja\n8:41 - Mengapa Saham Preferensi Mahal tetapi Bernilai\n9:59 - Masa Depan Obligasi Korporasi vs Saham Preferensi\n10:40 - Menyeimbangkan ATM dan Suku Bunga Variabel untuk STRC\n12:48 - Mekanisme Pengambilan Dividen dan Volatilitas\n14:04 - Usulan Perubahan Struktur Pembayaran\n15:00 - Mendemokratisasi Akses Kredit untuk Investor Ritel\n16:20 - Merevolusi Saham Preferensi dan Keuangan\n19:48 - Dorongan Inovasi MicroStrategy\n20:50 - Antusiasme untuk Tokenisasi dan Perdagangan 24/7\n24:04 - Mengapa Berinvestasi di Stretch (STRC) Penting\n\n#PhongLe #Bitcoin #MSTR\n\nDAFTAR PUTAR MICHAEL SAYLOR:\n   • Michael Saylor Videos  \n\nTerima kasih telah menonton! Jika Anda menikmati konten ini, sukai video ini dan pertimbangkan untuk berlangganan Vampyre Drakul hari ini, jangan lupa untuk membunyikan lonceng! Dukungan Anda sangat dihargai!\n\nBERLANGGANAN:\nyoutube.com/VampyreDrakul?sub_confirm...\n\nMEDIA SOSIAL:\ntwitch.tv/VampyreDrakul\n   / vampyredrakul​​​  \nX.com/VampyreDrakul\n\nSITUS WEB:\nVampyreDrakul.com\ntwitch.VampyreDrakul.com\nyoutube.VampyreDrakul.com\n\nBERDONASI KOPI:\n   /   \n\nBERDONASI UANG TUNAI:\nstreamelements.com/vampyredrakul/tip\n\nBERDONASI BTC:\n1Q5AUg7Y2GU8as3NX7isFApt6XbrSbs5PE\n\nBERDONASI ETH / ERC20 Token:\n0xeA2042f722E0e5288Ae3F88B0f004F866eaa928f\n\nPERNYATAAN SANGKALAN:\nKonten ini hanya untuk tujuan informasi, pendidikan, dan hiburan. Ini bukan nasihat keuangan atau nasihat jenis apa pun. Klip digunakan berdasarkan penggunaan wajar (17 U.S.C. § 107) untuk tujuan termasuk komentar, kritik, pendidikan, pelaporan berita, dan kurasi transformatif. Saluran ini menciptakan pengalaman menonton yang baru, terkurasi, dan ditingkatkan melalui pengeditan, stempel waktu terperinci, bab, judul, deskripsi, dan kurasi untuk menyoroti wawasan utama. Semua cuplikan sumber © pemiliknya masing-masing. Tidak ada pelanggaran hak cipta yang dimaksudkan. Jika Anda adalah pemegang hak dan memiliki kekhawatiran, silakan hubungi kami. Produser saluran ini dapat menyertakan tautan afiliasi dan/atau iklan, yang dapat menghasilkan komisi jika Anda membeli produk atau layanan terkait. Ini mendukung saluran dan membantu kami terus membuat konten. Terima kasih atas dukungan Anda!", "post_id": "C7t1-H72Klo"}}, {"key": "vampyredrakul", "attributes": {"label": "vampyredrakul", "x": 607.0935172933771, "y": 941.8030120055483, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 19.082, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "C7t1-H72Klo", "id": "vampyredrakul", "source": "youtube-000001", "content": "Phong Le: Bagaimana Strategi Menciptakan Kredit Digital 11% dengan Bitcoin | Wawancara Lengkap\n\nCEO Strategy, Phong Lee, berbagi perjalanan pribadinya di dunia Bitcoin dan menjelaskan bagaimana perusahaan tersebut mempelopori kredit digital melalui instrumen saham preferen inovatif seperti Stretch, atau STRC. Dalam wawancara mendalam ini dari April 2026 dengan Apyx, temukan bagaimana Strategy bertransformasi dari perusahaan perangkat lunak tradisional menjadi perusahaan pengelola aset Bitcoin terkemuka di dunia dan membangun seluruh ekosistem di sekitar pemberian pinjaman modal ke Bitcoin.\n\nPelajari perbedaan utama antara kredit bank tradisional dan kredit digital, mengapa Bitcoin menyediakan jaminan transparan tidak seperti pinjaman tradisional yang buram, dan bagaimana Strategy menggunakan struktur modalnya termasuk ekuitas biasa, saham preferen, dan saham konversi untuk menciptakan imbal hasil berkelanjutan bagi investor. Fong menguraikan mekanisme saham preferen non-konversi dengan suku bunga variabel, jaminan berlebihnya, dan mengapa saham tersebut menawarkan imbal hasil yang menarik sekaligus menyediakan modal permanen bagi perusahaan.\n\nJelajahi masa depan inovasi keuangan termasuk tokenisasi sekuritas untuk perdagangan global 24/7, akses ritel yang lebih besar ke instrumen seperti kredit, dan bagaimana keuangan terdesentralisasi mendemokratisasi pasar modal untuk semua orang. Baik Anda baru mengenal Bitcoin atau investor berpengalaman, percakapan ini mengungkapkan mengapa kredit digital mewakili evolusi besar dalam cara perusahaan dan individu berinteraksi dengan Bitcoin dan peluang menghasilkan imbal hasil.\n\nApa pendapat Anda tentang kredit digital dan Stretch sebagai cara untuk mendapatkan eksposur Bitcoin dengan imbal hasil? Tinggalkan komentar di bawah jika Anda lebih suka memiliki Bitcoin secara langsung atau melalui instrumen seperti saham preferen.\n\n\nCap waktu:\n0:00 - Perjalanan Fong Menjadi CFO MicroStrategy\n0:58 - Menemukan Bitcoin di Tahun 2020\n2:02 - Transisi ke Instrumen Kredit Digital\n3:01 - Hambatan Mental dalam Memahami Kredit Digital\n3:41 - Kredit Tradisional vs Kredit Digital Dijelaskan\n5:27 - Peran MicroStrategy dalam Kredit Digital\n6:48 - Mengapa Kredit yang Didukung Bitcoin Transparan\n7:31 - Bagaimana Ekosistem Kredit Digital Bekerja\n8:41 - Mengapa Saham Preferensi Mahal tetapi Bernilai\n9:59 - Masa Depan Obligasi Korporasi vs Saham Preferensi\n10:40 - Menyeimbangkan ATM dan Suku Bunga Variabel untuk STRC\n12:48 - Mekanisme Pengambilan Dividen dan Volatilitas\n14:04 - Usulan Perubahan Struktur Pembayaran\n15:00 - Mendemokratisasi Akses Kredit untuk Investor Ritel\n16:20 - Merevolusi Saham Preferensi dan Keuangan\n19:48 - Dorongan Inovasi MicroStrategy\n20:50 - Antusiasme untuk Tokenisasi dan Perdagangan 24/7\n24:04 - Mengapa Berinvestasi di Stretch (STRC) Penting\n\n#PhongLe #Bitcoin #MSTR\n\nDAFTAR PUTAR MICHAEL SAYLOR:\n   • Michael Saylor Videos  \n\nTerima kasih telah menonton! Jika Anda menikmati konten ini, sukai video ini dan pertimbangkan untuk berlangganan Vampyre Drakul hari ini, jangan lupa untuk membunyikan lonceng! Dukungan Anda sangat dihargai!\n\nBERLANGGANAN:\nyoutube.com/VampyreDrakul?sub_confirm...\n\nMEDIA SOSIAL:\ntwitch.tv/VampyreDrakul\n   / vampyredrakul​​​  \nX.com/VampyreDrakul\n\nSITUS WEB:\nVampyreDrakul.com\ntwitch.VampyreDrakul.com\nyoutube.VampyreDrakul.com\n\nBERDONASI KOPI:\n   /   \n\nBERDONASI UANG TUNAI:\nstreamelements.com/vampyredrakul/tip\n\nBERDONASI BTC:\n1Q5AUg7Y2GU8as3NX7isFApt6XbrSbs5PE\n\nBERDONASI ETH / ERC20 Token:\n0xeA2042f722E0e5288Ae3F88B0f004F866eaa928f\n\nPERNYATAAN SANGKALAN:\nKonten ini hanya untuk tujuan informasi, pendidikan, dan hiburan. Ini bukan nasihat keuangan atau nasihat jenis apa pun. Klip digunakan berdasarkan penggunaan wajar (17 U.S.C. § 107) untuk tujuan termasuk komentar, kritik, pendidikan, pelaporan berita, dan kurasi transformatif. Saluran ini menciptakan pengalaman menonton yang baru, terkurasi, dan ditingkatkan melalui pengeditan, stempel waktu terperinci, bab, judul, deskripsi, dan kurasi untuk menyoroti wawasan utama. Semua cuplikan sumber © pemiliknya masing-masing. Tidak ada pelanggaran hak cipta yang dimaksudkan. Jika Anda adalah pemegang hak dan memiliki kekhawatiran, silakan hubungi kami. Produser saluran ini dapat menyertakan tautan afiliasi dan/atau iklan, yang dapat menghasilkan komisi jika Anda membeli produk atau layanan terkait. Ini mendukung saluran dan membantu kami terus membuat konten. Terima kasih atas dukungan Anda!", "post_id": "C7t1-H72Klo"}}], "edges": [{"key": "lbhtoros", "source": "lbhtoros", "target": "ApriTrader", "attributes": {"label": "retweet", "type": "retweet", "source": "retweet-000002"}}, {"key": "lbhtoros", "source": "lbhtoros", "target": "ApriTrader", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "retweet-000002"}}, {"key": "0xprettygirl_", "source": "0xprettygirl_", "target": "petuhara", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "hyssrr", "source": "hyssrr", "target": "Saham_fess", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "i_am_your_ace", "source": "i_am_your_ace", "target": "setopankahiji", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "grok", "source": "grok", "target": "wiwinini", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "grok", "source": "grok", "target": "finansiologi", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "FLJack_", "source": "FLJack_", "target": "_andirisu", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "FLJack_", "source": "FLJack_", "target": "tempodotco", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "SEdit2321840", "source": "SEdit2321840", "target": "thevoidwalkerr", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "multabolot", "source": "multabolot", "target": "legolas132177", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "multabolot", "source": "multabolot", "target": "KapudS640", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "avenger7339", "source": "avenger7339", "target": "LambeSahamjja", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "grok", "source": "grok", "target": "9H0st66", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "txtfromkeuangan", "source": "txtfromkeuangan", "target": "Saham_fess", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "mochmasykur12", "source": "mochmasykur12", "target": "widhindra19", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "mochmasykur12", "source": "mochmasykur12", "target": "Gank_Of_Petojo", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "grok", "source": "grok", "target": "zsbahtiar", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "grok", "source": "grok", "target": "bandarmetrics", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "priangga_reza", "source": "priangga_reza", "target": "insidefolkative", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "grok", "source": "grok", "target": "dejoe9589", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "grok", "source": "grok", "target": "LambeSahamjja", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "mancingsaham", "source": "mancingsaham", "target": "mancingsaham", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "mancingsaham", "source": "mancingsaham", "target": "mancingsaham", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "sahambbk", "source": "sahambbk", "target": "sahambbk", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "mancingsaham", "source": "mancingsaham", "target": "mancingsaham", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "mancingsaham", "source": "mancingsaham", "target": "mancingsaham", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "mancingsaham", "source": "mancingsaham", "target": "mancingsaham", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "mancingsaham", "source": "mancingsaham", "target": "mancingsaham", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "kokocicisaham", "source": "kokocicisaham", "target": "Sucor", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "kokocicisaham", "source": "kokocicisaham", "target": "Bernadus", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "ahzatsa01", "source": "ahzatsa01", "target": "sekuritas", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "ahzatsa01", "source": "ahzatsa01", "target": "analis", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "kokocicisaham", "source": "kokocicisaham", "target": "Sucor", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "ahzatsa01", "source": "ahzatsa01", "target": "sekuritas", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "ahzatsa01", "source": "ahzatsa01", "target": "analis", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "sukses.clipp", "source": "sukses.clipp", "target": "rivan.kurniawan", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "6warga2", "source": "6warga2", "target": "_michaelyeoh", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "t0wl_0", "source": "t0wl_0", "target": "emirparengkuan", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "cuannetwork_", "source": "cuannetwork_", "target": "Sucor", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "cuannetwork_", "source": "cuannetwork_", "target": "Bernadus", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "unexplnd.co", "source": "unexplnd.co", "target": "theunexplnd", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "dairy_clip", "source": "dairy_clip", "target": "emirparengkuan", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "sukses.clipp", "source": "sukses.clipp", "target": "Sucor", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "arkan_turungku", "source": "arkan_turungku", "target": "StatifyID", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "@kompastvmedan", "source": "@kompastvmedan", "target": "kompastvmedan", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@kompastv", "source": "@kompastv", "target": "kompastv", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "idxchannel_", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "wicky_adrian", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "deffid_83", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "prast_ulrich", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "rosalinehioe", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "idxchannel_", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "wicky_adrian", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "deffid_83", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "prast_ulrich", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "rosalinehioe", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@wawasan-cerdas", "source": "@wawasan-cerdas", "target": "wawasan", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@david_weisburd", "source": "@david_weisburd", "target": "dweisburd", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@wawasan-cerdas", "source": "@wawasan-cerdas", "target": "wawasan", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@bncphl", "source": "@bncphl", "target": "bncphl", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@VampyreDrakul", "source": "@VampyreDrakul", "target": "vampyredrakul", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@wawasan-cerdas", "source": "@wawasan-cerdas", "target": "wawasan", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@kompastv", "source": "@kompastv", "target": "kompastv", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@wawasan-cerdas", "source": "@wawasan-cerdas", "target": "wawasan", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}]}