{"nodes": [{"key": "bank_indonesia", "attributes": {"label": "bank_indonesia", "x": 55.911329500379026, "y": 237.49240015284357, "size": 15.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 160.5064, "eigenvector": 142.8571, "in_degree": 3, "out_degree": 3, "degree": 6}, "_id": "1819362453349978516", "id": "bank_indonesia", "source": "tweet-000004", "content": "Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) yg terdiri dari , BI, , dan  menegaskan Stabilitas Sistem Keuangan (SSK) pada triwulan II 2024 tetap terjaga, di tengah peningkatan tekanan pasar keuangan global & risiko geopolitik dunia yang masih tinggi. https://t.co/1005NgV6Hr", "post_id": "1819362453349978516"}}, {"key": "KemenkeuRI", "attributes": {"label": "KemenkeuRI", "x": 880.8575749906173, "y": 416.82773090853976, "size": 15.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 90.6899, "eigenvector": 142.8571, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "1819362453349978516", "id": "KemenkeuRI", "source": "tweet-000004", "content": "Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) yg terdiri dari , BI, , dan  menegaskan Stabilitas Sistem Keuangan (SSK) pada triwulan II 2024 tetap terjaga, di tengah peningkatan tekanan pasar keuangan global & risiko geopolitik dunia yang masih tinggi. https://t.co/1005NgV6Hr", "post_id": "1819362453349978516"}}, {"key": "ojkindonesia", "attributes": {"label": "ojkindonesia", "x": 871.6213510523637, "y": 814.9415067212884, "size": 15.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 90.6899, "eigenvector": 142.8571, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "1819362453349978516", "id": "ojkindonesia", "source": "tweet-000004", "content": "Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) yg terdiri dari , BI, , dan  menegaskan Stabilitas Sistem Keuangan (SSK) pada triwulan II 2024 tetap terjaga, di tengah peningkatan tekanan pasar keuangan global & risiko geopolitik dunia yang masih tinggi. https://t.co/1005NgV6Hr", "post_id": "1819362453349978516"}}, {"key": "lps_idic", "attributes": {"label": "lps_idic", "x": 838.3766708207132, "y": 419.7817370593343, "size": 15.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 90.6899, "eigenvector": 142.8571, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "1819362453349978516", "id": "lps_idic", "source": "tweet-000004", "content": "Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) yg terdiri dari , BI, , dan  menegaskan Stabilitas Sistem Keuangan (SSK) pada triwulan II 2024 tetap terjaga, di tengah peningkatan tekanan pasar keuangan global & risiko geopolitik dunia yang masih tinggi. https://t.co/1005NgV6Hr", "post_id": "1819362453349978516"}}, {"key": "ggwllplydx", "attributes": {"label": "ggwllplydx", "x": 415.21747369354046, "y": 504.7244907939681, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 45.2131, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "2041530925469798517", "id": "ggwllplydx", "source": "tweet-000004", "content": "Para ekonom : cek indikator makro inflasi, suku bunga, nilai tukar, stabilitas sistem keuangan, dll\n\nAnomali buzzer : nongkrong di ibox 2 jam", "post_id": "2041530925469798517"}}, {"key": "iPoopBased", "attributes": {"label": "iPoopBased", "x": 687.1256702572929, "y": 408.6119318831911, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 64.4286, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2041530925469798517", "id": "iPoopBased", "source": "tweet-000004", "content": "Para ekonom : cek indikator makro inflasi, suku bunga, nilai tukar, stabilitas sistem keuangan, dll\n\nAnomali buzzer : nongkrong di ibox 2 jam", "post_id": "2041530925469798517"}}, {"key": "BudiBukanIntel", "attributes": {"label": "BudiBukanIntel", "x": 781.9804087165014, "y": 871.6655211180245, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 64.4286, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2041530925469798517", "id": "BudiBukanIntel", "source": "tweet-000004", "content": "Para ekonom : cek indikator makro inflasi, suku bunga, nilai tukar, stabilitas sistem keuangan, dll\n\nAnomali buzzer : nongkrong di ibox 2 jam", "post_id": "2041530925469798517"}}, {"key": "bank_indonesia_kediri", "attributes": {"label": "bank_indonesia_kediri", "x": 481.2907171592784, "y": 289.0890571955905, "size": 15.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 45.2131, "eigenvector": 142.8571, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "3880825903077690239_3072612250", "id": "bank_indonesia_kediri", "source": "instagram-000001", "content": "Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia pada 21-22 April 2026 memutuskan untuk mempertahankan BI-Rate sebesar 4,75%, suku bunga Deposit Facility sebesar 3,75%, dan suku bunga Lending Facility sebesar 5,50%.\n\nKeputusan ini masih konsisten dengan upaya meningkatkan efektivitas strategi penyesuaian struktur suku bunga instrumen operasi moneter dalam memperkuat stabilisasi nilai tukar Rupiah dari dampak memburuknya kondisi perekonomian global akibat perang di Timur Tengah.\n\nKe depan, Bank Indonesia siap menempuh penguatan lebih lanjut kebijakan moneter yang diperlukan untuk tetap mempertahankan stabilitas nilai tukar Rupiah dan menjaga inflasi 2026 dan 2027 dalam sasaran 2,5±1%.\n\nSementara itu, kebijakan makroprudensial terus diperkuat untuk mendorong pertumbuhan ekonomi melalui peningkatan kredit/pembiayaan ke sektor riil dengan tetap mempertahankan stabilitas sistem keuangan.\n\nKebijakan sistem pembayaran terus diarahkan untuk turut menopang kegiatan ekonomi melalui perluasan akseptasi pembayaran digital, penguatan struktur industri sistem pembayaran, serta peningkatan keandalan dan ketahanan infrastruktur sistem pembayaran.\n\nDengan dipertahankannya BI-Rate pada level 4,75% di #RDGBI April 2026, bagaimana Sobat mengambil peran untuk terus #BeriMakna bagi perekonomian nasional?\n\nrepost \n#diSetiapMaknaIndonesia", "post_id": "3880825903077690239_3072612250"}}, {"key": "bank_indonesia_papuabarat", "attributes": {"label": "bank_indonesia_papuabarat", "x": 616.4363529169761, "y": 319.25600428824686, "size": 15.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 45.2131, "eigenvector": 142.8571, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "3882147924981384803_13254887390", "id": "bank_indonesia_papuabarat", "source": "instagram-000001", "content": "Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia pada 21-22 April 2026 memutuskan untuk mempertahankan BI-Rate sebesar 4,75%, suku bunga Deposit Facility sebesar 3,75%, dan suku bunga Lending Facility sebesar 5,50%.\n\nKeputusan ini masih konsisten dengan upaya meningkatkan efektivitas strategi penyesuaian struktur suku bunga instrumen operasi moneter dalam memperkuat stabilisasi nilai tukar Rupiah dari dampak memburuknya kondisi perekonomian global akibat perang di Timur Tengah.\n\nKe depan, Bank Indonesia siap menempuh penguatan lebih lanjut kebijakan moneter yang diperlukan untuk tetap mempertahankan stabilitas nilai tukar Rupiah dan menjaga inflasi 2026 dan 2027 dalam sasaran 2,5±1%.\n\nSementara itu, kebijakan makroprudensial terus diperkuat untuk mendorong pertumbuhan ekonomi melalui peningkatan kredit/pembiayaan ke sektor riil dengan tetap mempertahankan stabilitas sistem keuangan.\n\nKebijakan sistem pembayaran terus diarahkan untuk turut menopang kegiatan ekonomi melalui perluasan akseptasi pembayaran digital, penguatan struktur industri sistem pembayaran, serta peningkatan keandalan dan ketahanan infrastruktur sistem pembayaran.\n\nDengan dipertahankannya BI-Rate pada level 4,75% di #RDGBI April 2026, bagaimana Sobat mengambil peran untuk terus #BeriMakna bagi perekonomian nasional?\n\n#diSetiapMaknaIndonesia\n#Repost", "post_id": "3882147924981384803_13254887390"}}, {"key": "bank_indonesia_malut", "attributes": {"label": "bank_indonesia_malut", "x": 947.438294964622, "y": 849.0487343701217, "size": 15.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 45.2131, "eigenvector": 142.8571, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "3881231209150485265_3117095536", "id": "bank_indonesia_malut", "source": "instagram-000001", "content": "Suba jou #SobRuMalut\n.\n.\n.\nHalo SobRu Malut !\nRapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia pada 21-22 April 2026 memutuskan untuk mempertahankan BI-Rate sebesar 4,75%, suku bunga Deposit Facility sebesar 3,75%, dan suku bunga Lending Facility sebesar 5,50%. \n.\nKeputusan ini masih konsisten dengan upaya meningkatkan efektivitas strategi penyesuaian struktur suku bunga instrumen operasi moneter dalam memperkuat stabilisasi nilai tukar Rupiah dari dampak memburuknya kondisi perekonomian global akibat perang di Timur Tengah. \n.\nKe depan, Bank Indonesia siap menempuh penguatan lebih lanjut kebijakan moneter yang diperlukan untuk tetap mempertahankan stabilitas nilai tukar Rupiah dan menjaga inflasi 2026 dan 2027 dalam sasaran 2,5±1%. \n.\nSementara itu, kebijakan makroprudensial terus diperkuat untuk mendorong pertumbuhan ekonomi melalui peningkatan kredit/pembiayaan ke sektor riil dengan tetap mempertahankan stabilitas sistem keuangan. \n.\nKebijakan sistem pembayaran terus diarahkan untuk turut menopang kegiatan ekonomi melalui perluasan akseptasi pembayaran digital, penguatan struktur industri sistem pembayaran, serta peningkatan keandalan dan ketahanan infrastruktur sistem pembayaran.\n.\nDengan dipertahankannya BI-Rate pada level 4,75% di #RDGBI April 2026, bagaimana Sobat mengambil peran untuk terus #BeriMakna bagi perekonomian nasional?\n#repostfrom \n.\n.\n.\n#bimalutmantap", "post_id": "3881231209150485265_3117095536"}}, {"key": "san_suka_mbak.k", "attributes": {"label": "san_suka_mbak.k", "x": 651.4108550208076, "y": 125.31609741068317, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 45.2131, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "7631795190998584597", "id": "san_suka_mbak.k", "source": "tiktok-000001", "content": "Bank Indonesia adalah bank sentral Republik Indonesia, yaitu lembaga negara yang memiliki peran utama menjaga kestabilan ekonomi, khususnya nilai mata uang rupiah. Bank Indonesia berdiri sebagai lembaga yang independen (tidak dipengaruhi pemerintah dalam mengambil keputusan tertentu) agar kebijakan yang diambil benar-benar fokus pada kepentingan ekonomi negara. Secara umum, tugas utama Bank Indonesia adalah menjaga kestabilan nilai rupiah, baik terhadap barang dan jasa (inflasi) maupun terhadap mata uang negara lain (nilai tukar). Untuk mencapai tujuan tersebut, Bank Indonesia menjalankan beberapa fungsi penting. Pertama, Bank Indonesia menetapkan dan melaksanakan kebijakan moneter. Artinya, BI mengatur jumlah uang yang beredar di masyarakat dan menentukan suku bunga acuan. Dengan kebijakan ini, BI bisa mengendalikan inflasi agar tidak terlalu tinggi atau terlalu rendah, sehingga ekonomi tetap stabil. Kedua, Bank Indonesia mengatur dan menjaga kelancaran sistem pembayaran. Contohnya seperti uang tunai, transfer bank, kartu debit, hingga pembayaran digital seperti QRIS. Semua sistem tersebut diawasi agar aman, cepat, dan efisien digunakan oleh masyarakat. Ketiga, Bank Indonesia juga menjaga stabilitas sistem keuangan. BI bekerja sama dengan lembaga lain untuk memastikan perbankan tetap sehat dan tidak mengalami krisis yang bisa merugikan masyarakat. Selain itu, Bank Indonesia memiliki kewenangan khusus seperti mencetak dan mengedarkan uang rupiah, serta menarik uang yang sudah tidak layak pakai dari peredaran. Kesimpulannya, Bank Indonesia adalah lembaga penting yang berperan sebagai “pengatur utama keuangan negara”, bukan tempat untuk menabung seperti bank umum. Keberadaan Bank Indonesia sangat berpengaruh terhadap kestabilan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat Indonesia. #BINGO2026   Indonesia", "post_id": "7631795190998584597"}}, {"key": "Bank", "attributes": {"label": "Bank", "x": 323.7790072737813, "y": 257.3205552953119, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 83.6442, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7631795190998584597", "id": "Bank", "source": "tiktok-000001", "content": "Bank Indonesia adalah bank sentral Republik Indonesia, yaitu lembaga negara yang memiliki peran utama menjaga kestabilan ekonomi, khususnya nilai mata uang rupiah. Bank Indonesia berdiri sebagai lembaga yang independen (tidak dipengaruhi pemerintah dalam mengambil keputusan tertentu) agar kebijakan yang diambil benar-benar fokus pada kepentingan ekonomi negara. Secara umum, tugas utama Bank Indonesia adalah menjaga kestabilan nilai rupiah, baik terhadap barang dan jasa (inflasi) maupun terhadap mata uang negara lain (nilai tukar). Untuk mencapai tujuan tersebut, Bank Indonesia menjalankan beberapa fungsi penting. Pertama, Bank Indonesia menetapkan dan melaksanakan kebijakan moneter. Artinya, BI mengatur jumlah uang yang beredar di masyarakat dan menentukan suku bunga acuan. Dengan kebijakan ini, BI bisa mengendalikan inflasi agar tidak terlalu tinggi atau terlalu rendah, sehingga ekonomi tetap stabil. Kedua, Bank Indonesia mengatur dan menjaga kelancaran sistem pembayaran. Contohnya seperti uang tunai, transfer bank, kartu debit, hingga pembayaran digital seperti QRIS. Semua sistem tersebut diawasi agar aman, cepat, dan efisien digunakan oleh masyarakat. Ketiga, Bank Indonesia juga menjaga stabilitas sistem keuangan. BI bekerja sama dengan lembaga lain untuk memastikan perbankan tetap sehat dan tidak mengalami krisis yang bisa merugikan masyarakat. Selain itu, Bank Indonesia memiliki kewenangan khusus seperti mencetak dan mengedarkan uang rupiah, serta menarik uang yang sudah tidak layak pakai dari peredaran. Kesimpulannya, Bank Indonesia adalah lembaga penting yang berperan sebagai “pengatur utama keuangan negara”, bukan tempat untuk menabung seperti bank umum. Keberadaan Bank Indonesia sangat berpengaruh terhadap kestabilan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat Indonesia. #BINGO2026   Indonesia", "post_id": "7631795190998584597"}}, {"key": "@KompasTVSukabumi", "attributes": {"label": "@KompasTVSukabumi", "x": 708.3878213287306, "y": 887.6789685186832, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 45.2131, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "qRFUlmE62qA", "id": "@KompasTVSukabumi", "source": "youtube-000001", "content": "Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi RI Diperdebatkan, Menkeu Purbaya Bank Dunia Keliru!\n\nKOMPAS.TV - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyebut Bank Dunia keliru dalam menghitung proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia. Sebelumnya, Bank Dunia memprediksi pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun 2026 sebesar 4,7 persen dari PDB, lebih rendah dari perkiraan sebelumnya.\n\nMenurut Purbaya, perhitungan Bank Dunia keliru dan memicu sentimen negatif terhadap perekonomian nasional. Purbaya mengatakan kinerja ekonomi Indonesia pada kuartal I tahun 2026 masih kuat dan berpotensi berada di kisaran 5,5 hingga 5,6 persen.\n\nMenteri Keuangan menduga proyeksi Bank Dunia dipengaruhi asumsi harga minyak global yang tinggi.\n\nIa juga menegaskan pemerintah fokus menjaga fundamental ekonomi. Langkah tersebut dilakukan melalui program prioritas, stabilitas sistem keuangan, serta perbaikan iklim investasi.\n\nSahabat Kompas TV Sukabumi! Jangan lupa like, comment, dan subscribe channel YouTube Kompas TV Sukabumi, juga aktifkan lonceng notifikasi agar tidak ketinggalan update mengenai isu-isu terkini di Indonesia.\n\nJangan lewatkan live streaming Kompas TV 24 jam non stop di https://www.kompas.tv/live.\n\nSosial Media Kompas TV Sukabumi:\nYouTube :    / kompastvsukabumi  \nInstagram :   / kompastvsukabumi  \nFacebook :   / redaksikompastvsukabumi  \nTwitter : \nTikTok :   / kompastvsukabumi", "post_id": "qRFUlmE62qA"}}, {"key": "ktvsukabumi", "attributes": {"label": "ktvsukabumi", "x": 336.56299933651525, "y": 694.5145933401024, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 83.6442, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "qRFUlmE62qA", "id": "ktvsukabumi", "source": "youtube-000001", "content": "Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi RI Diperdebatkan, Menkeu Purbaya Bank Dunia Keliru!\n\nKOMPAS.TV - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyebut Bank Dunia keliru dalam menghitung proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia. Sebelumnya, Bank Dunia memprediksi pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun 2026 sebesar 4,7 persen dari PDB, lebih rendah dari perkiraan sebelumnya.\n\nMenurut Purbaya, perhitungan Bank Dunia keliru dan memicu sentimen negatif terhadap perekonomian nasional. Purbaya mengatakan kinerja ekonomi Indonesia pada kuartal I tahun 2026 masih kuat dan berpotensi berada di kisaran 5,5 hingga 5,6 persen.\n\nMenteri Keuangan menduga proyeksi Bank Dunia dipengaruhi asumsi harga minyak global yang tinggi.\n\nIa juga menegaskan pemerintah fokus menjaga fundamental ekonomi. Langkah tersebut dilakukan melalui program prioritas, stabilitas sistem keuangan, serta perbaikan iklim investasi.\n\nSahabat Kompas TV Sukabumi! Jangan lupa like, comment, dan subscribe channel YouTube Kompas TV Sukabumi, juga aktifkan lonceng notifikasi agar tidak ketinggalan update mengenai isu-isu terkini di Indonesia.\n\nJangan lewatkan live streaming Kompas TV 24 jam non stop di https://www.kompas.tv/live.\n\nSosial Media Kompas TV Sukabumi:\nYouTube :    / kompastvsukabumi  \nInstagram :   / kompastvsukabumi  \nFacebook :   / redaksikompastvsukabumi  \nTwitter : \nTikTok :   / kompastvsukabumi", "post_id": "qRFUlmE62qA"}}], "edges": [{"key": "bank_indonesia", "source": "bank_indonesia", "target": "KemenkeuRI", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "bank_indonesia", "source": "bank_indonesia", "target": "ojkindonesia", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "bank_indonesia", "source": "bank_indonesia", "target": "lps_idic", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "ggwllplydx", "source": "ggwllplydx", "target": "iPoopBased", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "ggwllplydx", "source": "ggwllplydx", "target": "BudiBukanIntel", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "bank_indonesia_kediri", "source": "bank_indonesia_kediri", "target": "bank_indonesia", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "bank_indonesia_papuabarat", "source": "bank_indonesia_papuabarat", "target": "bank_indonesia", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "bank_indonesia_malut", "source": "bank_indonesia_malut", "target": "bank_indonesia", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "san_suka_mbak.k", "source": "san_suka_mbak.k", "target": "Bank", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "@KompasTVSukabumi", "source": "@KompasTVSukabumi", "target": "ktvsukabumi", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}]}