{"nodes": [{"key": "aldotjahjadi8", "attributes": {"label": "aldotjahjadi8", "x": 415.8761449254942, "y": 521.4663017317578, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["retweet-000002"], "scores": {"pagerank": 24.6959, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "2046855685259096531", "id": "aldotjahjadi8", "source": "retweet-000002", "content": "Pertumbuhan kredit perbankan terus diperkuat guna mendukung pertumbuhan ekonomi.\n\n➡️Kredit perbankan pada Maret 2026 tu…", "post_id": "2046855685259096531"}}, {"key": "bank_indonesia", "attributes": {"label": "bank_indonesia", "x": 433.0012940742768, "y": 389.38399190992345, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["retweet-000002"], "scores": {"pagerank": 45.6874, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 4, "out_degree": 0, "degree": 4}, "_id": "2046855685259096531", "id": "bank_indonesia", "source": "retweet-000002", "content": "Pertumbuhan kredit perbankan terus diperkuat guna mendukung pertumbuhan ekonomi.\n\n➡️Kredit perbankan pada Maret 2026 tu…", "post_id": "2046855685259096531"}}, {"key": "Ryp_Ez", "attributes": {"label": "Ryp_Ez", "x": 738.0820414971406, "y": 417.3341270611174, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["retweet-000002"], "scores": {"pagerank": 24.6959, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "2046855859070988785", "id": "Ryp_Ez", "source": "retweet-000002", "content": "Pertumbuhan kredit perbankan terus diperkuat guna mendukung pertumbuhan ekonomi.\n\n➡️Kredit perbankan pada Maret 2026 tu…", "post_id": "2046855859070988785"}}, {"key": "moyalyubov7", "attributes": {"label": "moyalyubov7", "x": 150.91987511313866, "y": 43.40681419791315, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 24.6959, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "2039863077383090304", "id": "moyalyubov7", "source": "tweet-000004", "content": "Jd  ekspansi kredit perbankan terdistribsi.?\nPdhal berputarnya roda bisnis dan investasi yg dilakukan perbankan dng profesiinal adlh jantung pertumbuhan ekonomi.\nKlo diputar ke MBG itukan bkn investasi?\nKlo kopbedes merah putih yg pemain baru tdk pro gmna ?", "post_id": "2039863077383090304"}}, {"key": "LambeSahamjja", "attributes": {"label": "LambeSahamjja", "x": 450.14529537074077, "y": 329.5499957433818, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 45.6874, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2039863077383090304", "id": "LambeSahamjja", "source": "tweet-000004", "content": "Jd  ekspansi kredit perbankan terdistribsi.?\nPdhal berputarnya roda bisnis dan investasi yg dilakukan perbankan dng profesiinal adlh jantung pertumbuhan ekonomi.\nKlo diputar ke MBG itukan bkn investasi?\nKlo kopbedes merah putih yg pemain baru tdk pro gmna ?", "post_id": "2039863077383090304"}}, {"key": "eddesign_", "attributes": {"label": "eddesign_", "x": 328.54210307866947, "y": 890.1772641490841, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 24.6959, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "2047539712949404035", "id": "eddesign_", "source": "tweet-000004", "content": "Pertumbuhan ekonomi 5,11% (2025),\nInflasi Maret 2026 di level 3,48% (menurun dari Feb 4,76%),\nCadangan devisa US$148,2 miliar,\nRealisasi investasi Rp1.931,2 triliun (melampaui target 2025),\nKredit perbankan tumbuh 9,37%,\nSimpanan tumbuh 13,18% (Febuari 2026),\nCapital outflow", "post_id": "2047539712949404035"}}, {"key": "kompascom", "attributes": {"label": "kompascom", "x": 478.0206468203325, "y": 422.7014370367931, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 35.1917, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2047539712949404035", "id": "kompascom", "source": "tweet-000004", "content": "Pertumbuhan ekonomi 5,11% (2025),\nInflasi Maret 2026 di level 3,48% (menurun dari Feb 4,76%),\nCadangan devisa US$148,2 miliar,\nRealisasi investasi Rp1.931,2 triliun (melampaui target 2025),\nKredit perbankan tumbuh 9,37%,\nSimpanan tumbuh 13,18% (Febuari 2026),\nCapital outflow", "post_id": "2047539712949404035"}}, {"key": "kipyiksamgong", "attributes": {"label": "kipyiksamgong", "x": 208.56585321152554, "y": 396.1634923159104, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 35.1917, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2047539712949404035", "id": "kipyiksamgong", "source": "tweet-000004", "content": "Pertumbuhan ekonomi 5,11% (2025),\nInflasi Maret 2026 di level 3,48% (menurun dari Feb 4,76%),\nCadangan devisa US$148,2 miliar,\nRealisasi investasi Rp1.931,2 triliun (melampaui target 2025),\nKredit perbankan tumbuh 9,37%,\nSimpanan tumbuh 13,18% (Febuari 2026),\nCapital outflow", "post_id": "2047539712949404035"}}, {"key": "cirebonwarta_", "attributes": {"label": "cirebonwarta_", "x": 408.46627362764053, "y": 417.9248840818014, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 24.6959, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "3876389250089507061_14087608753", "id": "cirebonwarta_", "source": "instagram-000001", "content": "Perkuat Sinergi Pasca Lebaran, OJK Cirebon Gelar Halal Bihalal Bersama Mitra Strategis\n\nCIREBON – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Cirebon menggelar kegiatan Halal Bihalal bersama para pemangku kepentingan di Aula P. Cakrabuwana, Kantor OJK Cirebon, Rabu (15/4). \n\nMengusung tema penguatan sinergi, acara ini bertujuan menjaga stabilitas sektor jasa keuangan sekaligus memacu pertumbuhan ekonomi daerah.\nKepala OJK Cirebon, Agus Muntholib, menegaskan bahwa kolaborasi solid dengan mitra strategis adalah kunci utama dalam menghadapi dinamika perekonomian saat ini. \n\nAgus berharap momentum ini memperkuat koordinasi lintas sektor agar lebih strategis dan berkelanjutan.\n\nSenada, Sekretaris Daerah Kota Cirebon, Sumanto, yang hadir mewakili Wali Kota, menyoroti pentingnya akses pembiayaan bagi UMKM.\n\n\"Kolaborasi menjadi kunci, khususnya dalam penyediaan data UMKM potensial agar penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) bisa tepat sasaran dan mendorong ekonomi masyarakat,\" kata Sumanto.\n\nSelain aspek ekonomi, acara yang dihadiri jajaran Forkopimda, pelaku industri keuangan juga menekankan pentingnya integritas dan tata kelola perbankan yang sehat sebagai fondasi pembangunan daerah di wilayah Cirebon.\n  #ojkindonesia #OJKcirebon #ojk", "post_id": "3876389250089507061_14087608753"}}, {"key": "ojkindonesia", "attributes": {"label": "ojkindonesia", "x": 328.3790462775723, "y": 414.3637706311031, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 53.4452, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "3876389250089507061_14087608753", "id": "ojkindonesia", "source": "instagram-000001", "content": "Perkuat Sinergi Pasca Lebaran, OJK Cirebon Gelar Halal Bihalal Bersama Mitra Strategis\n\nCIREBON – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Cirebon menggelar kegiatan Halal Bihalal bersama para pemangku kepentingan di Aula P. Cakrabuwana, Kantor OJK Cirebon, Rabu (15/4). \n\nMengusung tema penguatan sinergi, acara ini bertujuan menjaga stabilitas sektor jasa keuangan sekaligus memacu pertumbuhan ekonomi daerah.\nKepala OJK Cirebon, Agus Muntholib, menegaskan bahwa kolaborasi solid dengan mitra strategis adalah kunci utama dalam menghadapi dinamika perekonomian saat ini. \n\nAgus berharap momentum ini memperkuat koordinasi lintas sektor agar lebih strategis dan berkelanjutan.\n\nSenada, Sekretaris Daerah Kota Cirebon, Sumanto, yang hadir mewakili Wali Kota, menyoroti pentingnya akses pembiayaan bagi UMKM.\n\n\"Kolaborasi menjadi kunci, khususnya dalam penyediaan data UMKM potensial agar penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) bisa tepat sasaran dan mendorong ekonomi masyarakat,\" kata Sumanto.\n\nSelain aspek ekonomi, acara yang dihadiri jajaran Forkopimda, pelaku industri keuangan juga menekankan pentingnya integritas dan tata kelola perbankan yang sehat sebagai fondasi pembangunan daerah di wilayah Cirebon.\n  #ojkindonesia #OJKcirebon #ojk", "post_id": "3876389250089507061_14087608753"}}, {"key": "ojk_cirebon", "attributes": {"label": "ojk_cirebon", "x": 626.3856961188185, "y": 480.31191579842937, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 35.1917, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "3876389250089507061_14087608753", "id": "ojk_cirebon", "source": "instagram-000001", "content": "Perkuat Sinergi Pasca Lebaran, OJK Cirebon Gelar Halal Bihalal Bersama Mitra Strategis\n\nCIREBON – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Cirebon menggelar kegiatan Halal Bihalal bersama para pemangku kepentingan di Aula P. Cakrabuwana, Kantor OJK Cirebon, Rabu (15/4). \n\nMengusung tema penguatan sinergi, acara ini bertujuan menjaga stabilitas sektor jasa keuangan sekaligus memacu pertumbuhan ekonomi daerah.\nKepala OJK Cirebon, Agus Muntholib, menegaskan bahwa kolaborasi solid dengan mitra strategis adalah kunci utama dalam menghadapi dinamika perekonomian saat ini. \n\nAgus berharap momentum ini memperkuat koordinasi lintas sektor agar lebih strategis dan berkelanjutan.\n\nSenada, Sekretaris Daerah Kota Cirebon, Sumanto, yang hadir mewakili Wali Kota, menyoroti pentingnya akses pembiayaan bagi UMKM.\n\n\"Kolaborasi menjadi kunci, khususnya dalam penyediaan data UMKM potensial agar penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) bisa tepat sasaran dan mendorong ekonomi masyarakat,\" kata Sumanto.\n\nSelain aspek ekonomi, acara yang dihadiri jajaran Forkopimda, pelaku industri keuangan juga menekankan pentingnya integritas dan tata kelola perbankan yang sehat sebagai fondasi pembangunan daerah di wilayah Cirebon.\n  #ojkindonesia #OJKcirebon #ojk", "post_id": "3876389250089507061_14087608753"}}, {"key": "ojk_jogja", "attributes": {"label": "ojk_jogja", "x": 269.1862581365312, "y": 594.8298172620594, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 42.9494, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 2, "degree": 3}, "_id": "3879445958027773268_4690117132", "id": "ojk_jogja", "source": "instagram-000001", "content": "Halo Sobat OJK,\n\nOJK DIY menyelenggarakan kegiatan Evaluasi Kinerja dan Recycling Program bagi Lembaga Jasa Keuangan (LJK) di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta pada 2 April 2026 di Yogyakarta. \n\nKegiatan ini dihadiri oleh 200 orang peserta yang terdiri dari asosiasi LJK, pengurus/pegawai LJK dan pengawas LJK di Kantor OJK Daerah Istimewa Yogyakarta dengan mengangkat tema “Optimalisasi Peran Lembaga Jasa Keuangan dalam Mendorong Pengembangan UMKM Di Wilayah DIY”. \n\nPara peserta dibekali materi terkait Peraturan OJK Nomor 19 Tahun 2025 tentang Kemudahan Akses Pembiayaan kepada Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (POJK UMKM) sebagai upaya untuk semakin memberdayakan UMKM dalam mendukung ketahanan dan pertumbuhan ekonomi nasional.\n\nKegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan peran LJK di wilayah DIY untuk mendorong pengembangan dan penyaluran kredit ate pembiayaan kepada UMKM sebagai upaya untuk semakin memberdayakan UMKM dalam mendukung ketahanan dan pertumbuhan ekonomi nasional.\n\nYuk simak reels berikut untuk informasi lengkapnya! 👆🏻😊\n\nJangan lupa follow  dan  untuk update seputar kegiatan OJK lainnya ya 🥳\n\n#OJKIndonesia #OJKJogja #EvaluasiKinerja #RecyclingProgram #Proaktif Kolaboratif", "post_id": "3879445958027773268_4690117132"}}, {"key": "pawartosjateng", "attributes": {"label": "pawartosjateng", "x": 916.4614338483143, "y": 776.8578181421132, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 24.6959, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "7629723506246241556", "id": "pawartosjateng", "source": "tiktok-000001", "content": "Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, menegaskan bahwa Bank Pembangunan Daerah (BPD) harus bertransformasi menjadi penggerak utama ekonomi daerah. Dalam Seminar Nasional Sinergi Nusantara di Solo, ia menekankan bahwa peran BPD tidak lagi cukup hanya sebagai pengelola keuangan pemerintah daerah. Menurutnya, BPD perlu aktif dalam pembiayaan pembangunan, menarik investasi, serta memperkuat ekonomi kerakyatan melalui penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) mikro. Langkah ini dinilai penting untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih inklusif dan berkelanjutan.   #Ekonomi #BPD #KUR #BeritaJateng #JawaTengah", "post_id": "7629723506246241556"}}, {"key": "ahmadluthfiofficial", "attributes": {"label": "ahmadluthfiofficial", "x": 860.2870950114815, "y": 627.8958192417458, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 45.6874, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7629723506246241556", "id": "ahmadluthfiofficial", "source": "tiktok-000001", "content": "Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, menegaskan bahwa Bank Pembangunan Daerah (BPD) harus bertransformasi menjadi penggerak utama ekonomi daerah. Dalam Seminar Nasional Sinergi Nusantara di Solo, ia menekankan bahwa peran BPD tidak lagi cukup hanya sebagai pengelola keuangan pemerintah daerah. Menurutnya, BPD perlu aktif dalam pembiayaan pembangunan, menarik investasi, serta memperkuat ekonomi kerakyatan melalui penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) mikro. Langkah ini dinilai penting untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih inklusif dan berkelanjutan.   #Ekonomi #BPD #KUR #BeritaJateng #JawaTengah", "post_id": "7629723506246241556"}}, {"key": "645dor.jateng", "attributes": {"label": "645dor.jateng", "x": 669.0935071527811, "y": 258.9648074943672, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 24.6959, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 3, "degree": 3}, "_id": "7624756620077190421", "id": "645dor.jateng", "source": "tiktok-000001", "content": "SEMARANG - Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) di Jawa Tengah dipacu menjadi motor penggerak pendapatan asli daerah (PAD) sekaligus akselerator pertumbuhan ekonomi. Dengan kinerja yang menunjukkan tren positif, pemerintah daerah menargetkan kontribusi dividen terus meningkat dalam lima tahun ke depan. Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mendorong seluruh Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) agar berorientasi pada kinerja bisnis yang sehat dan berkontribusi nyata terhadap pembangunan daerah. BUMD diminta tidak sekadar menjalankan fungsi administratif, tetapi menjadi pengungkit ekonomi dan sumber pendapatan daerah. Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, menegaskan, prinsip utama pengelolaan BUMD adalah menghasilkan keuntungan. “Prinsipnya BUMD harus untung. Ora untung, ora usah dadi BUMD,” tegasnya saat menerima kunjungan kerja spesifik Komisi II DPR RI di Gedung Gradhika Bhakti Praja, Semarang, Rabu (1/4/2026). Data Pemprov Jateng mencatat, hingga 2025 terdapat 122 BUMD kabupaten/kota yang terdiri dari 33 lembaga keuangan, 54 aneka usaha, dan 35 perusahaan air minum. Total asetnya mencapai Rp 15,445 triliun dengan laba bersih Rp 587,684 miliar dan Return on Asset (ROA) sebesar 3,80 persen. Sementara itu, BUMD milik Pemprov Jawa Tengah berjumlah 41 entitas dengan total aset Rp 118,038 triliun. Laba bersih tercatat Rp 1,775 triliun dengan ROA 1,50 persen. Pada tahun yang sama, dividen yang disetorkan mencapai Rp 732,388 miliar dengan Return on Investment (ROI) sebesar 18,31 persen. Berdasarkan hasil Rapat Koordinasi RPJMD pada 13 Maret 2025, target setoran dividen BUMD periode 2026-2030 diproyeksikan meningkat dengan rata-rata pertumbuhan 10,58 persen per tahun. Dalam sektor keuangan, Bank Jateng disebut menjadi tulang punggung penguatan fiskal daerah. Selain melayani transaksi pemerintah daerah, bank tersebut juga didorong memperluas pembiayaan ke sektor produktif seperti UMKM, ketahanan pangan, perumahan, serta digitalisasi layanan keuangan. Keberpihakan terhadap pelaku usaha kecil juga tercermin dari kinerja BPR BKK (Perseroda). Hingga 2025, penyaluran kredit mencapai Rp 10,823 triliun dengan komposisi 71 persen kredit produktif. Sementara penjaminan produktif tercatat Rp 1,630 triliun, mayoritas disalurkan untuk sektor UMKM. Wakil Ketua Komisi II DPR RI, Aria Bima, menilai BUMD di Jawa Tengah berpotensi menjadi percontohan nasional, khususnya di sektor perbankan daerah, jika mampu menjaga kinerja yang sehat, akuntabel, dan berdampak langsung bagi masyarakat. Menurutnya, bank daerah tidak hanya berorientasi pada keuntungan, tetapi juga berperan sebagai instrumen pembangunan daerah, penggerak ekonomi lokal, serta mitra strategis pemerintah dalam pengelolaan keuangan. “Ukuran keberhasilan tidak cukup dari laba dan dividen, tetapi juga dari dampaknya terhadap pembangunan dan pemerataan ekonomi,” ujarnya. Senada, anggota Komisi II DPR RI, Edy Oloan Pasaribu, menyebut Jawa Tengah memiliki peluang besar menjadi pilot project nasional dalam tata kelola BUMD yang transparan dan berkelanjutan. Ia menekankan, tantangan utama pemerintah daerah saat ini adalah menurunkan angka kemiskinan. Karena itu, kepala daerah didorong mengedepankan inovasi dan semangat kewirausahaan dalam mengelola aset daerah agar memberikan kontribusi nyata terhadap PAD dan kesejahteraan masyarakat. Melalui kunjungan kerja tersebut, Komisi II DPR RI berharap Jawa Tengah terus memperkuat tata kelola BUMD dan menjadikannya instrumen strategis untuk mendorong pertumbuhan ekonomi, meningkatkan PAD, serta memperluas kesejahteraan masyarakat. #jawatengah #ahmadluthfi #gubernurjateng #bumd #ngopeninglakoni  Luthfi  Luthfi  Jateng", "post_id": "7624756620077190421"}}, {"key": "Gubernur", "attributes": {"label": "Gubernur", "x": 964.7540571366477, "y": 447.79619207570033, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 31.6931, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7624756620077190421", "id": "Gubernur", "source": "tiktok-000001", "content": "SEMARANG - Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) di Jawa Tengah dipacu menjadi motor penggerak pendapatan asli daerah (PAD) sekaligus akselerator pertumbuhan ekonomi. Dengan kinerja yang menunjukkan tren positif, pemerintah daerah menargetkan kontribusi dividen terus meningkat dalam lima tahun ke depan. Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mendorong seluruh Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) agar berorientasi pada kinerja bisnis yang sehat dan berkontribusi nyata terhadap pembangunan daerah. BUMD diminta tidak sekadar menjalankan fungsi administratif, tetapi menjadi pengungkit ekonomi dan sumber pendapatan daerah. Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, menegaskan, prinsip utama pengelolaan BUMD adalah menghasilkan keuntungan. “Prinsipnya BUMD harus untung. Ora untung, ora usah dadi BUMD,” tegasnya saat menerima kunjungan kerja spesifik Komisi II DPR RI di Gedung Gradhika Bhakti Praja, Semarang, Rabu (1/4/2026). Data Pemprov Jateng mencatat, hingga 2025 terdapat 122 BUMD kabupaten/kota yang terdiri dari 33 lembaga keuangan, 54 aneka usaha, dan 35 perusahaan air minum. Total asetnya mencapai Rp 15,445 triliun dengan laba bersih Rp 587,684 miliar dan Return on Asset (ROA) sebesar 3,80 persen. Sementara itu, BUMD milik Pemprov Jawa Tengah berjumlah 41 entitas dengan total aset Rp 118,038 triliun. Laba bersih tercatat Rp 1,775 triliun dengan ROA 1,50 persen. Pada tahun yang sama, dividen yang disetorkan mencapai Rp 732,388 miliar dengan Return on Investment (ROI) sebesar 18,31 persen. Berdasarkan hasil Rapat Koordinasi RPJMD pada 13 Maret 2025, target setoran dividen BUMD periode 2026-2030 diproyeksikan meningkat dengan rata-rata pertumbuhan 10,58 persen per tahun. Dalam sektor keuangan, Bank Jateng disebut menjadi tulang punggung penguatan fiskal daerah. Selain melayani transaksi pemerintah daerah, bank tersebut juga didorong memperluas pembiayaan ke sektor produktif seperti UMKM, ketahanan pangan, perumahan, serta digitalisasi layanan keuangan. Keberpihakan terhadap pelaku usaha kecil juga tercermin dari kinerja BPR BKK (Perseroda). Hingga 2025, penyaluran kredit mencapai Rp 10,823 triliun dengan komposisi 71 persen kredit produktif. Sementara penjaminan produktif tercatat Rp 1,630 triliun, mayoritas disalurkan untuk sektor UMKM. Wakil Ketua Komisi II DPR RI, Aria Bima, menilai BUMD di Jawa Tengah berpotensi menjadi percontohan nasional, khususnya di sektor perbankan daerah, jika mampu menjaga kinerja yang sehat, akuntabel, dan berdampak langsung bagi masyarakat. Menurutnya, bank daerah tidak hanya berorientasi pada keuntungan, tetapi juga berperan sebagai instrumen pembangunan daerah, penggerak ekonomi lokal, serta mitra strategis pemerintah dalam pengelolaan keuangan. “Ukuran keberhasilan tidak cukup dari laba dan dividen, tetapi juga dari dampaknya terhadap pembangunan dan pemerataan ekonomi,” ujarnya. Senada, anggota Komisi II DPR RI, Edy Oloan Pasaribu, menyebut Jawa Tengah memiliki peluang besar menjadi pilot project nasional dalam tata kelola BUMD yang transparan dan berkelanjutan. Ia menekankan, tantangan utama pemerintah daerah saat ini adalah menurunkan angka kemiskinan. Karena itu, kepala daerah didorong mengedepankan inovasi dan semangat kewirausahaan dalam mengelola aset daerah agar memberikan kontribusi nyata terhadap PAD dan kesejahteraan masyarakat. Melalui kunjungan kerja tersebut, Komisi II DPR RI berharap Jawa Tengah terus memperkuat tata kelola BUMD dan menjadikannya instrumen strategis untuk mendorong pertumbuhan ekonomi, meningkatkan PAD, serta memperluas kesejahteraan masyarakat. #jawatengah #ahmadluthfi #gubernurjateng #bumd #ngopeninglakoni  Luthfi  Luthfi  Jateng", "post_id": "7624756620077190421"}}, {"key": "Ahmad", "attributes": {"label": "Ahmad", "x": 178.76085380487294, "y": 306.9139200662631, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 31.6931, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7624756620077190421", "id": "Ahmad", "source": "tiktok-000001", "content": "SEMARANG - Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) di Jawa Tengah dipacu menjadi motor penggerak pendapatan asli daerah (PAD) sekaligus akselerator pertumbuhan ekonomi. Dengan kinerja yang menunjukkan tren positif, pemerintah daerah menargetkan kontribusi dividen terus meningkat dalam lima tahun ke depan. Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mendorong seluruh Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) agar berorientasi pada kinerja bisnis yang sehat dan berkontribusi nyata terhadap pembangunan daerah. BUMD diminta tidak sekadar menjalankan fungsi administratif, tetapi menjadi pengungkit ekonomi dan sumber pendapatan daerah. Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, menegaskan, prinsip utama pengelolaan BUMD adalah menghasilkan keuntungan. “Prinsipnya BUMD harus untung. Ora untung, ora usah dadi BUMD,” tegasnya saat menerima kunjungan kerja spesifik Komisi II DPR RI di Gedung Gradhika Bhakti Praja, Semarang, Rabu (1/4/2026). Data Pemprov Jateng mencatat, hingga 2025 terdapat 122 BUMD kabupaten/kota yang terdiri dari 33 lembaga keuangan, 54 aneka usaha, dan 35 perusahaan air minum. Total asetnya mencapai Rp 15,445 triliun dengan laba bersih Rp 587,684 miliar dan Return on Asset (ROA) sebesar 3,80 persen. Sementara itu, BUMD milik Pemprov Jawa Tengah berjumlah 41 entitas dengan total aset Rp 118,038 triliun. Laba bersih tercatat Rp 1,775 triliun dengan ROA 1,50 persen. Pada tahun yang sama, dividen yang disetorkan mencapai Rp 732,388 miliar dengan Return on Investment (ROI) sebesar 18,31 persen. Berdasarkan hasil Rapat Koordinasi RPJMD pada 13 Maret 2025, target setoran dividen BUMD periode 2026-2030 diproyeksikan meningkat dengan rata-rata pertumbuhan 10,58 persen per tahun. Dalam sektor keuangan, Bank Jateng disebut menjadi tulang punggung penguatan fiskal daerah. Selain melayani transaksi pemerintah daerah, bank tersebut juga didorong memperluas pembiayaan ke sektor produktif seperti UMKM, ketahanan pangan, perumahan, serta digitalisasi layanan keuangan. Keberpihakan terhadap pelaku usaha kecil juga tercermin dari kinerja BPR BKK (Perseroda). Hingga 2025, penyaluran kredit mencapai Rp 10,823 triliun dengan komposisi 71 persen kredit produktif. Sementara penjaminan produktif tercatat Rp 1,630 triliun, mayoritas disalurkan untuk sektor UMKM. Wakil Ketua Komisi II DPR RI, Aria Bima, menilai BUMD di Jawa Tengah berpotensi menjadi percontohan nasional, khususnya di sektor perbankan daerah, jika mampu menjaga kinerja yang sehat, akuntabel, dan berdampak langsung bagi masyarakat. Menurutnya, bank daerah tidak hanya berorientasi pada keuntungan, tetapi juga berperan sebagai instrumen pembangunan daerah, penggerak ekonomi lokal, serta mitra strategis pemerintah dalam pengelolaan keuangan. “Ukuran keberhasilan tidak cukup dari laba dan dividen, tetapi juga dari dampaknya terhadap pembangunan dan pemerataan ekonomi,” ujarnya. Senada, anggota Komisi II DPR RI, Edy Oloan Pasaribu, menyebut Jawa Tengah memiliki peluang besar menjadi pilot project nasional dalam tata kelola BUMD yang transparan dan berkelanjutan. Ia menekankan, tantangan utama pemerintah daerah saat ini adalah menurunkan angka kemiskinan. Karena itu, kepala daerah didorong mengedepankan inovasi dan semangat kewirausahaan dalam mengelola aset daerah agar memberikan kontribusi nyata terhadap PAD dan kesejahteraan masyarakat. Melalui kunjungan kerja tersebut, Komisi II DPR RI berharap Jawa Tengah terus memperkuat tata kelola BUMD dan menjadikannya instrumen strategis untuk mendorong pertumbuhan ekonomi, meningkatkan PAD, serta memperluas kesejahteraan masyarakat. #jawatengah #ahmadluthfi #gubernurjateng #bumd #ngopeninglakoni  Luthfi  Luthfi  Jateng", "post_id": "7624756620077190421"}}, {"key": "Humas", "attributes": {"label": "Humas", "x": 114.17365930743716, "y": 91.07789197567395, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 31.6931, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7624756620077190421", "id": "Humas", "source": "tiktok-000001", "content": "SEMARANG - Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) di Jawa Tengah dipacu menjadi motor penggerak pendapatan asli daerah (PAD) sekaligus akselerator pertumbuhan ekonomi. Dengan kinerja yang menunjukkan tren positif, pemerintah daerah menargetkan kontribusi dividen terus meningkat dalam lima tahun ke depan. Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mendorong seluruh Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) agar berorientasi pada kinerja bisnis yang sehat dan berkontribusi nyata terhadap pembangunan daerah. BUMD diminta tidak sekadar menjalankan fungsi administratif, tetapi menjadi pengungkit ekonomi dan sumber pendapatan daerah. Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, menegaskan, prinsip utama pengelolaan BUMD adalah menghasilkan keuntungan. “Prinsipnya BUMD harus untung. Ora untung, ora usah dadi BUMD,” tegasnya saat menerima kunjungan kerja spesifik Komisi II DPR RI di Gedung Gradhika Bhakti Praja, Semarang, Rabu (1/4/2026). Data Pemprov Jateng mencatat, hingga 2025 terdapat 122 BUMD kabupaten/kota yang terdiri dari 33 lembaga keuangan, 54 aneka usaha, dan 35 perusahaan air minum. Total asetnya mencapai Rp 15,445 triliun dengan laba bersih Rp 587,684 miliar dan Return on Asset (ROA) sebesar 3,80 persen. Sementara itu, BUMD milik Pemprov Jawa Tengah berjumlah 41 entitas dengan total aset Rp 118,038 triliun. Laba bersih tercatat Rp 1,775 triliun dengan ROA 1,50 persen. Pada tahun yang sama, dividen yang disetorkan mencapai Rp 732,388 miliar dengan Return on Investment (ROI) sebesar 18,31 persen. Berdasarkan hasil Rapat Koordinasi RPJMD pada 13 Maret 2025, target setoran dividen BUMD periode 2026-2030 diproyeksikan meningkat dengan rata-rata pertumbuhan 10,58 persen per tahun. Dalam sektor keuangan, Bank Jateng disebut menjadi tulang punggung penguatan fiskal daerah. Selain melayani transaksi pemerintah daerah, bank tersebut juga didorong memperluas pembiayaan ke sektor produktif seperti UMKM, ketahanan pangan, perumahan, serta digitalisasi layanan keuangan. Keberpihakan terhadap pelaku usaha kecil juga tercermin dari kinerja BPR BKK (Perseroda). Hingga 2025, penyaluran kredit mencapai Rp 10,823 triliun dengan komposisi 71 persen kredit produktif. Sementara penjaminan produktif tercatat Rp 1,630 triliun, mayoritas disalurkan untuk sektor UMKM. Wakil Ketua Komisi II DPR RI, Aria Bima, menilai BUMD di Jawa Tengah berpotensi menjadi percontohan nasional, khususnya di sektor perbankan daerah, jika mampu menjaga kinerja yang sehat, akuntabel, dan berdampak langsung bagi masyarakat. Menurutnya, bank daerah tidak hanya berorientasi pada keuntungan, tetapi juga berperan sebagai instrumen pembangunan daerah, penggerak ekonomi lokal, serta mitra strategis pemerintah dalam pengelolaan keuangan. “Ukuran keberhasilan tidak cukup dari laba dan dividen, tetapi juga dari dampaknya terhadap pembangunan dan pemerataan ekonomi,” ujarnya. Senada, anggota Komisi II DPR RI, Edy Oloan Pasaribu, menyebut Jawa Tengah memiliki peluang besar menjadi pilot project nasional dalam tata kelola BUMD yang transparan dan berkelanjutan. Ia menekankan, tantangan utama pemerintah daerah saat ini adalah menurunkan angka kemiskinan. Karena itu, kepala daerah didorong mengedepankan inovasi dan semangat kewirausahaan dalam mengelola aset daerah agar memberikan kontribusi nyata terhadap PAD dan kesejahteraan masyarakat. Melalui kunjungan kerja tersebut, Komisi II DPR RI berharap Jawa Tengah terus memperkuat tata kelola BUMD dan menjadikannya instrumen strategis untuk mendorong pertumbuhan ekonomi, meningkatkan PAD, serta memperluas kesejahteraan masyarakat. #jawatengah #ahmadluthfi #gubernurjateng #bumd #ngopeninglakoni  Luthfi  Luthfi  Jateng", "post_id": "7624756620077190421"}}, {"key": "nkri24jam", "attributes": {"label": "nkri24jam", "x": 633.8750713424463, "y": 924.1157136442689, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 24.6959, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "7632497667586690324", "id": "nkri24jam", "source": "tiktok-000001", "content": "Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa menjawab isu miring terkait Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) yang ada dalam masa kritis. Menurut  , kondisi APBN saat ini sangat melimpah. \"Isu dana negara yang tinggal Rp120 triliun, habis itu habis, tidak benar,\" tutur Purbaya pada Jumat, 24 April 2026. \"Tidak perlu takut dengan APBN pemerintah, masih cukup dan uang kita masih banyak,\" sambungnya. Saat ini, terdapat Sisa Anggaran Lebih (SAL) sebesar Rp420 triliun yang siap digunakan. Strateginya? Sebesar Rp300 triliun ditempatkan di perbankan untuk mendorong likuiditas dan penyaluran kredit agar roda ekonomi terus berputar. Langkah strategis ini pun mendapat apresiasi dari investor global di Amerika Serikat, serta dukungan dari IMF dan Bank Dunia. Editor/Creator: Ghassan #menkeupurbaya#apbn #ekonomi", "post_id": "7632497667586690324"}}, {"key": "menkeuri", "attributes": {"label": "menkeuri", "x": 531.1106562499367, "y": 147.17479211864537, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 45.6874, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7632497667586690324", "id": "menkeuri", "source": "tiktok-000001", "content": "Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa menjawab isu miring terkait Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) yang ada dalam masa kritis. Menurut  , kondisi APBN saat ini sangat melimpah. \"Isu dana negara yang tinggal Rp120 triliun, habis itu habis, tidak benar,\" tutur Purbaya pada Jumat, 24 April 2026. \"Tidak perlu takut dengan APBN pemerintah, masih cukup dan uang kita masih banyak,\" sambungnya. Saat ini, terdapat Sisa Anggaran Lebih (SAL) sebesar Rp420 triliun yang siap digunakan. Strateginya? Sebesar Rp300 triliun ditempatkan di perbankan untuk mendorong likuiditas dan penyaluran kredit agar roda ekonomi terus berputar. Langkah strategis ini pun mendapat apresiasi dari investor global di Amerika Serikat, serta dukungan dari IMF dan Bank Dunia. Editor/Creator: Ghassan #menkeupurbaya#apbn #ekonomi", "post_id": "7632497667586690324"}}, {"key": "BankIndonesiaOfficial", "attributes": {"label": "BankIndonesiaOfficial", "x": 195.61676819155628, "y": 122.35752079728934, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["facebook-000001"], "scores": {"pagerank": 24.6959, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "100064846741980_1403953225109556", "id": "BankIndonesiaOfficial", "source": "facebook-000001", "content": "#SobatRupiah, Bank Indonesia terus memperkuat Kebijakan Insentif Likuiditas Makroprudensial (KLM) guna mendorong penyaluran kredit/pembiayaan perbankan ke sektor prioritas,  sebagai upaya untuk mendorong pertumbuhan ekonomi.\n\nLalu, bagaimana perkembangan kredit/pembiayaan perbankan, serta penyaluran KLM oleh perbankan ke sektor-sektor prioritasi?\n\n#SobatRupiah bisa #BeriMakna mendapatkan jawabannya BESOK!\n\n📖: Pengumuman Hasil #RDGBI Bulan April 2026 dengan Cakupan Triwulanan.\n🗓️: Rabu, 22 April 2026\n⏰: 14.00 WIB\n📺: Medsos BI\n\nYouTube:\nhttps://www.youtube.com/\n\nInstagram:\nhttps://instagram.com/bank_indonesia/", "post_id": "100064846741980_1403953225109556"}}, {"key": "KanalBankIndonesia/live", "attributes": {"label": "KanalBankIndonesia/live", "x": 490.10732595699545, "y": 150.2872301434489, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["facebook-000001"], "scores": {"pagerank": 45.6874, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "100064846741980_1403953225109556", "id": "KanalBankIndonesia/live", "source": "facebook-000001", "content": "#SobatRupiah, Bank Indonesia terus memperkuat Kebijakan Insentif Likuiditas Makroprudensial (KLM) guna mendorong penyaluran kredit/pembiayaan perbankan ke sektor prioritas,  sebagai upaya untuk mendorong pertumbuhan ekonomi.\n\nLalu, bagaimana perkembangan kredit/pembiayaan perbankan, serta penyaluran KLM oleh perbankan ke sektor-sektor prioritasi?\n\n#SobatRupiah bisa #BeriMakna mendapatkan jawabannya BESOK!\n\n📖: Pengumuman Hasil #RDGBI Bulan April 2026 dengan Cakupan Triwulanan.\n🗓️: Rabu, 22 April 2026\n⏰: 14.00 WIB\n📺: Medsos BI\n\nYouTube:\nhttps://www.youtube.com/\n\nInstagram:\nhttps://instagram.com/bank_indonesia/", "post_id": "100064846741980_1403953225109556"}}, {"key": "@thecore_in", "attributes": {"label": "@thecore_in", "x": 72.0996878550556, "y": 308.2286334556292, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 24.6959, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "AiuGRPBQcog", "id": "@thecore_in", "source": "youtube-000001", "content": "Perang Iran Belum Berakhir! Pasar Melonjak Seiring Pengetatan Blokade | Govindraj Ethiraj | Lapor...\n\nPada Episode 848 dari The Core Report, jurnalis keuangan Govindraj Ethiraj berbicara dengan Upasna Bhardwaj, Kepala Ekonom di Kotak Mahindra Bank; Adelle Thomas, Direktur Adaptasi di NRDC dan Wakil Ketua Kelompok Kerja IPCC; serta Krishnan Sitaraman, Kepala Petugas Pemeringkatan di Crisil Ratings.\n\n____________________________________________\nBekerja Sama Dengan:\nPasar bergerak cepat.\nTetap unggul dengan InvestingPro—akses penuh Anda ke 300.000+ instrumen, alat profesional & peringatan waktu nyata.\nTanpa kebisingan. Hanya intelijen pasar.\n\nInvestingPro—perkuat portofolio Anda.\n\nUnduh Sekarang: https://www.investing-referral.com/af...\n____________________________________________\nCATATAN ACARA\n(00:00) Berita Hari Ini\n(00:50) Pasar selalu menyambut baik kata-kata tersebut, tetapi mengapa tindakan menunjukkan sebaliknya\n(04:07) Ekspor India ke AS meningkat karena tarif yang lebih rendah\n(06:14) Bagaimana berkurangnya musim hujan akan berdampak pada perekonomian\n(13:32) Mengapa kredit perbankan melambat tahun ini?\n(24:30) Panas ekstrem muncul sebagai salah satu risiko iklim paling mendesak secara global\n\nPasar, Blokade, Rupee, dan Minyak:\n\nApakah perang Iran sudah berakhir? Tentu saja tidak. Pasar menyambut baik sinyal kemungkinan berakhirnya perang Iran, tetapi di lapangan, tidak banyak yang berubah. Pemboman tanpa henti kini telah beralih ke blokade angkatan laut dan ekonomi AS skala penuh.\n\nBlokade AS terhadap pelabuhan Iran sepenuhnya berlaku, memutus hampir 90 persen perdagangan maritim Iran melalui Selat Hormuz, jalur minyak global utama. Lebih dari 10.000 tentara AS, kapal angkatan laut, dan jet tempur dikerahkan. Dalam 24 jam pertama, kapal-kapal dipulangkan, memperketat perdagangan global dan risiko pasokan minyak. Meskipun pembicaraan diplomatik terus berlanjut, ketidakpastian tetap tinggi.\n\nHarga minyak kembali naik mendekati 95 dolar per barel, sementara IMF telah memangkas perkiraan pertumbuhan global dan memperingatkan skenario risiko harga minyak yang tinggi. Terlepas dari itu, pasar saham India melonjak, dengan Sensex dan Nifty mencapai level tertinggi satu bulan karena harapan meredanya ketegangan.\n\nPasar yang lebih luas menguat, tetapi investor asing tetap berhati-hati. Investor asing telah menarik miliaran dolar dari saham India karena risiko geopolitik, valuasi, dan tekanan mata uang. Rupee tetap lemah di dekat 93 per dolar di tengah permintaan dolar yang kuat.\n\nEkspor India ke AS:\n\nEkspor ke AS membaik karena tarif yang lebih rendah, mempersempit defisit perdagangan India. Namun, biaya pengiriman yang lebih tinggi dan gangguan di Selat Hormuz terus berlanjut. Ekspor permata dan perhiasan menurun, mencerminkan lemahnya permintaan global.\n\nLaporan Crisil menyoroti kondisi keuangan yang lebih ketat yang didorong oleh arus keluar FPI, pelemahan rupee, dan kenaikan imbal hasil obligasi. Tindakan RBI menstabilkan pasar, tetapi volatilitas tetap ada.\n\nDampak Musim Hujan Ini terhadap Ekonomi:\n\nInflasi kembali meningkat, dipimpin oleh harga minyak mentah, logam, dan pangan. Prakiraan musim hujan yang lemah menambah risiko lebih lanjut terhadap pertumbuhan dan permintaan pedesaan. Upasana Bharadwaj dari Kotak Mahindra Bank menyoroti pentingnya tren musim hujan untuk stabilitas ekonomi.\n\nPerlambatan Kredit Bank:\n\nPertumbuhan kredit bank diperkirakan akan melambat di tengah ketidakpastian global, meskipun permintaan UMKM dan ritel tetap stabil. Krishnan Sitaraman dari Crisil Ratings mencatat bahwa tren kredit akan bergantung pada suku bunga dan risiko geopolitik.\n\nMengatasi Panas Ekstrem di Dunia:\n\nMeningkatnya risiko gelombang panas muncul sebagai tantangan ekonomi global utama. Adele Thomas dari NRDC dan IPCC menyoroti urgensi adaptasi iklim dan respons kebijakan.\n\nPertanyaan kuncinya tetap: Apakah pasar mengabaikan risiko nyata seiring berlanjutnya konflik Iran?\n\nSaat narasi perang Iran belum berakhir terungkap dan blokade AS semakin ketat, pasar melonjak tetapi risiko tetap ada. Dari harga minyak, rupee, Sensex dan Nifty hingga sinyal ekonomi global, apakah pasar mengabaikan realitas? Tetap terinformasi dengan The Core Report oleh Govindraj Ethiraj.\n\n#PerangIran #PasarSahamIndia #HargaMinyak #SensexNifty #EkonomiGlobal #TheCoreReport #TheCore\n\nGabung The Core Insider untuk mendapatkan akses ke keuntungan:\n   /   \n\nPendengar! Kami menunggu umpan balik Anda: https://tinyurl.com/TCR-Listener-Survey\n\nThe Core & The Core Report didukung iklan & GRATIS untuk semua pembaca & pendengar. Hubungi shiva untuk kebutuhan sponsor & studio merek.\n\nUntuk liputan selengkapnya, kunjungi thecore.in (https://www.thecore.in/)\n\nDukung Core Report (https://tinyurl.com/Support-the-Core-...)\n\nGabung & Berinteraksi secara anonim di saluran WhatsApp kami (https://tinyurl.com/The-Core-WhatsApp...)\n\nBerlangganan Newsletter kami (https://www.thecore.in/newsletters/th...)\n\nIkuti Kami di Media Sosial untuk Pembaruan Lebih Lanjut:\nTwitter (http...", "post_id": "AiuGRPBQcog"}}, {"key": "thecore_in", "attributes": {"label": "thecore_in", "x": 862.7372294123835, "y": 131.7010367526281, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 45.6874, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "AiuGRPBQcog", "id": "thecore_in", "source": "youtube-000001", "content": "Perang Iran Belum Berakhir! Pasar Melonjak Seiring Pengetatan Blokade | Govindraj Ethiraj | Lapor...\n\nPada Episode 848 dari The Core Report, jurnalis keuangan Govindraj Ethiraj berbicara dengan Upasna Bhardwaj, Kepala Ekonom di Kotak Mahindra Bank; Adelle Thomas, Direktur Adaptasi di NRDC dan Wakil Ketua Kelompok Kerja IPCC; serta Krishnan Sitaraman, Kepala Petugas Pemeringkatan di Crisil Ratings.\n\n____________________________________________\nBekerja Sama Dengan:\nPasar bergerak cepat.\nTetap unggul dengan InvestingPro—akses penuh Anda ke 300.000+ instrumen, alat profesional & peringatan waktu nyata.\nTanpa kebisingan. Hanya intelijen pasar.\n\nInvestingPro—perkuat portofolio Anda.\n\nUnduh Sekarang: https://www.investing-referral.com/af...\n____________________________________________\nCATATAN ACARA\n(00:00) Berita Hari Ini\n(00:50) Pasar selalu menyambut baik kata-kata tersebut, tetapi mengapa tindakan menunjukkan sebaliknya\n(04:07) Ekspor India ke AS meningkat karena tarif yang lebih rendah\n(06:14) Bagaimana berkurangnya musim hujan akan berdampak pada perekonomian\n(13:32) Mengapa kredit perbankan melambat tahun ini?\n(24:30) Panas ekstrem muncul sebagai salah satu risiko iklim paling mendesak secara global\n\nPasar, Blokade, Rupee, dan Minyak:\n\nApakah perang Iran sudah berakhir? Tentu saja tidak. Pasar menyambut baik sinyal kemungkinan berakhirnya perang Iran, tetapi di lapangan, tidak banyak yang berubah. Pemboman tanpa henti kini telah beralih ke blokade angkatan laut dan ekonomi AS skala penuh.\n\nBlokade AS terhadap pelabuhan Iran sepenuhnya berlaku, memutus hampir 90 persen perdagangan maritim Iran melalui Selat Hormuz, jalur minyak global utama. Lebih dari 10.000 tentara AS, kapal angkatan laut, dan jet tempur dikerahkan. Dalam 24 jam pertama, kapal-kapal dipulangkan, memperketat perdagangan global dan risiko pasokan minyak. Meskipun pembicaraan diplomatik terus berlanjut, ketidakpastian tetap tinggi.\n\nHarga minyak kembali naik mendekati 95 dolar per barel, sementara IMF telah memangkas perkiraan pertumbuhan global dan memperingatkan skenario risiko harga minyak yang tinggi. Terlepas dari itu, pasar saham India melonjak, dengan Sensex dan Nifty mencapai level tertinggi satu bulan karena harapan meredanya ketegangan.\n\nPasar yang lebih luas menguat, tetapi investor asing tetap berhati-hati. Investor asing telah menarik miliaran dolar dari saham India karena risiko geopolitik, valuasi, dan tekanan mata uang. Rupee tetap lemah di dekat 93 per dolar di tengah permintaan dolar yang kuat.\n\nEkspor India ke AS:\n\nEkspor ke AS membaik karena tarif yang lebih rendah, mempersempit defisit perdagangan India. Namun, biaya pengiriman yang lebih tinggi dan gangguan di Selat Hormuz terus berlanjut. Ekspor permata dan perhiasan menurun, mencerminkan lemahnya permintaan global.\n\nLaporan Crisil menyoroti kondisi keuangan yang lebih ketat yang didorong oleh arus keluar FPI, pelemahan rupee, dan kenaikan imbal hasil obligasi. Tindakan RBI menstabilkan pasar, tetapi volatilitas tetap ada.\n\nDampak Musim Hujan Ini terhadap Ekonomi:\n\nInflasi kembali meningkat, dipimpin oleh harga minyak mentah, logam, dan pangan. Prakiraan musim hujan yang lemah menambah risiko lebih lanjut terhadap pertumbuhan dan permintaan pedesaan. Upasana Bharadwaj dari Kotak Mahindra Bank menyoroti pentingnya tren musim hujan untuk stabilitas ekonomi.\n\nPerlambatan Kredit Bank:\n\nPertumbuhan kredit bank diperkirakan akan melambat di tengah ketidakpastian global, meskipun permintaan UMKM dan ritel tetap stabil. Krishnan Sitaraman dari Crisil Ratings mencatat bahwa tren kredit akan bergantung pada suku bunga dan risiko geopolitik.\n\nMengatasi Panas Ekstrem di Dunia:\n\nMeningkatnya risiko gelombang panas muncul sebagai tantangan ekonomi global utama. Adele Thomas dari NRDC dan IPCC menyoroti urgensi adaptasi iklim dan respons kebijakan.\n\nPertanyaan kuncinya tetap: Apakah pasar mengabaikan risiko nyata seiring berlanjutnya konflik Iran?\n\nSaat narasi perang Iran belum berakhir terungkap dan blokade AS semakin ketat, pasar melonjak tetapi risiko tetap ada. Dari harga minyak, rupee, Sensex dan Nifty hingga sinyal ekonomi global, apakah pasar mengabaikan realitas? Tetap terinformasi dengan The Core Report oleh Govindraj Ethiraj.\n\n#PerangIran #PasarSahamIndia #HargaMinyak #SensexNifty #EkonomiGlobal #TheCoreReport #TheCore\n\nGabung The Core Insider untuk mendapatkan akses ke keuntungan:\n   /   \n\nPendengar! Kami menunggu umpan balik Anda: https://tinyurl.com/TCR-Listener-Survey\n\nThe Core & The Core Report didukung iklan & GRATIS untuk semua pembaca & pendengar. Hubungi shiva untuk kebutuhan sponsor & studio merek.\n\nUntuk liputan selengkapnya, kunjungi thecore.in (https://www.thecore.in/)\n\nDukung Core Report (https://tinyurl.com/Support-the-Core-...)\n\nGabung & Berinteraksi secara anonim di saluran WhatsApp kami (https://tinyurl.com/The-Core-WhatsApp...)\n\nBerlangganan Newsletter kami (https://www.thecore.in/newsletters/th...)\n\nIkuti Kami di Media Sosial untuk Pembaruan Lebih Lanjut:\nTwitter (http...", "post_id": "AiuGRPBQcog"}}, {"key": "@IDXChannel", "attributes": {"label": "@IDXChannel", "x": 190.82080881773845, "y": 724.6359759283513, "size": 15.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 24.6959, "eigenvector": 142.8571, "in_degree": 0, "out_degree": 14, "degree": 14}, "_id": "8s-W5QJEzlU", "id": "@IDXChannel", "source": "youtube-000001", "content": "Kredit Perbankan Menguat! BI Catat Lonjakan di Maret 2026 | MARKET HIGHLIGHTS\n\nBank Indonesia melaporkan bahwa kredit perbankan pada Maret 2026 tumbuh sebesar 9,49 persen, meningkat dibandingkan realisasi pada Februari 2026 yang tercatat sebesar 9,37 persen. Capaian ini menunjukkan adanya penguatan penyaluran kredit di sektor perbankan, yang mencerminkan tetap terjaganya aktivitas pembiayaan di tengah kondisi ekonomi. Bank Indonesia menilai tren pertumbuhan tersebut sebagai sinyal positif bagi stabilitas sistem keuangan dan dukungan terhadap pertumbuhan ekonomi nasional.\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nFollow US on Social Media\nYuk Subscribe -    /   \nWa Channel - https://whatsapp.com/channel/0029Va5V...\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idx_channel  \n-------------------------------------------------------------------------------------\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\nMyRepublic Channel 576\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "8s-W5QJEzlU"}}, {"key": "idxchannel_", "attributes": {"label": "idxchannel_", "x": 251.86444894964754, "y": 974.497106459244, "size": 15.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 26.1953, "eigenvector": 142.8571, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "8s-W5QJEzlU", "id": "idxchannel_", "source": "youtube-000001", "content": "Kredit Perbankan Menguat! BI Catat Lonjakan di Maret 2026 | MARKET HIGHLIGHTS\n\nBank Indonesia melaporkan bahwa kredit perbankan pada Maret 2026 tumbuh sebesar 9,49 persen, meningkat dibandingkan realisasi pada Februari 2026 yang tercatat sebesar 9,37 persen. Capaian ini menunjukkan adanya penguatan penyaluran kredit di sektor perbankan, yang mencerminkan tetap terjaganya aktivitas pembiayaan di tengah kondisi ekonomi. Bank Indonesia menilai tren pertumbuhan tersebut sebagai sinyal positif bagi stabilitas sistem keuangan dan dukungan terhadap pertumbuhan ekonomi nasional.\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nFollow US on Social Media\nYuk Subscribe -    /   \nWa Channel - https://whatsapp.com/channel/0029Va5V...\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idx_channel  \n-------------------------------------------------------------------------------------\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\nMyRepublic Channel 576\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "8s-W5QJEzlU"}}, {"key": "wicky_adrian", "attributes": {"label": "wicky_adrian", "x": 786.5370830079639, "y": 305.201201480102, "size": 15.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 26.1953, "eigenvector": 142.8571, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "8s-W5QJEzlU", "id": "wicky_adrian", "source": "youtube-000001", "content": "Kredit Perbankan Menguat! BI Catat Lonjakan di Maret 2026 | MARKET HIGHLIGHTS\n\nBank Indonesia melaporkan bahwa kredit perbankan pada Maret 2026 tumbuh sebesar 9,49 persen, meningkat dibandingkan realisasi pada Februari 2026 yang tercatat sebesar 9,37 persen. Capaian ini menunjukkan adanya penguatan penyaluran kredit di sektor perbankan, yang mencerminkan tetap terjaganya aktivitas pembiayaan di tengah kondisi ekonomi. Bank Indonesia menilai tren pertumbuhan tersebut sebagai sinyal positif bagi stabilitas sistem keuangan dan dukungan terhadap pertumbuhan ekonomi nasional.\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nFollow US on Social Media\nYuk Subscribe -    /   \nWa Channel - https://whatsapp.com/channel/0029Va5V...\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idx_channel  \n-------------------------------------------------------------------------------------\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\nMyRepublic Channel 576\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "8s-W5QJEzlU"}}, {"key": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "fajar.wayong", "x": 614.0637270822906, "y": 905.3724671965379, "size": 15.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 26.1953, "eigenvector": 142.8571, "in_degree": 4, "out_degree": 0, "degree": 4}, "_id": "8s-W5QJEzlU", "id": "fajar.wayong", "source": "youtube-000001", "content": "Kredit Perbankan Menguat! BI Catat Lonjakan di Maret 2026 | MARKET HIGHLIGHTS\n\nBank Indonesia melaporkan bahwa kredit perbankan pada Maret 2026 tumbuh sebesar 9,49 persen, meningkat dibandingkan realisasi pada Februari 2026 yang tercatat sebesar 9,37 persen. Capaian ini menunjukkan adanya penguatan penyaluran kredit di sektor perbankan, yang mencerminkan tetap terjaganya aktivitas pembiayaan di tengah kondisi ekonomi. Bank Indonesia menilai tren pertumbuhan tersebut sebagai sinyal positif bagi stabilitas sistem keuangan dan dukungan terhadap pertumbuhan ekonomi nasional.\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nFollow US on Social Media\nYuk Subscribe -    /   \nWa Channel - https://whatsapp.com/channel/0029Va5V...\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idx_channel  \n-------------------------------------------------------------------------------------\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\nMyRepublic Channel 576\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "8s-W5QJEzlU"}}, {"key": "deffid_83", "attributes": {"label": "deffid_83", "x": 688.4955775621497, "y": 666.5278799006303, "size": 15.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 26.1953, "eigenvector": 142.8571, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "8s-W5QJEzlU", "id": "deffid_83", "source": "youtube-000001", "content": "Kredit Perbankan Menguat! BI Catat Lonjakan di Maret 2026 | MARKET HIGHLIGHTS\n\nBank Indonesia melaporkan bahwa kredit perbankan pada Maret 2026 tumbuh sebesar 9,49 persen, meningkat dibandingkan realisasi pada Februari 2026 yang tercatat sebesar 9,37 persen. Capaian ini menunjukkan adanya penguatan penyaluran kredit di sektor perbankan, yang mencerminkan tetap terjaganya aktivitas pembiayaan di tengah kondisi ekonomi. Bank Indonesia menilai tren pertumbuhan tersebut sebagai sinyal positif bagi stabilitas sistem keuangan dan dukungan terhadap pertumbuhan ekonomi nasional.\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nFollow US on Social Media\nYuk Subscribe -    /   \nWa Channel - https://whatsapp.com/channel/0029Va5V...\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idx_channel  \n-------------------------------------------------------------------------------------\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\nMyRepublic Channel 576\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "8s-W5QJEzlU"}}, {"key": "prast_ulrich", "attributes": {"label": "prast_ulrich", "x": 718.9247334227452, "y": 745.3308257889408, "size": 15.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 26.1953, "eigenvector": 142.8571, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "8s-W5QJEzlU", "id": "prast_ulrich", "source": "youtube-000001", "content": "Kredit Perbankan Menguat! BI Catat Lonjakan di Maret 2026 | MARKET HIGHLIGHTS\n\nBank Indonesia melaporkan bahwa kredit perbankan pada Maret 2026 tumbuh sebesar 9,49 persen, meningkat dibandingkan realisasi pada Februari 2026 yang tercatat sebesar 9,37 persen. Capaian ini menunjukkan adanya penguatan penyaluran kredit di sektor perbankan, yang mencerminkan tetap terjaganya aktivitas pembiayaan di tengah kondisi ekonomi. Bank Indonesia menilai tren pertumbuhan tersebut sebagai sinyal positif bagi stabilitas sistem keuangan dan dukungan terhadap pertumbuhan ekonomi nasional.\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nFollow US on Social Media\nYuk Subscribe -    /   \nWa Channel - https://whatsapp.com/channel/0029Va5V...\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idx_channel  \n-------------------------------------------------------------------------------------\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\nMyRepublic Channel 576\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "8s-W5QJEzlU"}}, {"key": "rosalinehioe", "attributes": {"label": "rosalinehioe", "x": 618.4944658276285, "y": 456.0168576295023, "size": 15.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 26.1953, "eigenvector": 142.8571, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "8s-W5QJEzlU", "id": "rosalinehioe", "source": "youtube-000001", "content": "Kredit Perbankan Menguat! BI Catat Lonjakan di Maret 2026 | MARKET HIGHLIGHTS\n\nBank Indonesia melaporkan bahwa kredit perbankan pada Maret 2026 tumbuh sebesar 9,49 persen, meningkat dibandingkan realisasi pada Februari 2026 yang tercatat sebesar 9,37 persen. Capaian ini menunjukkan adanya penguatan penyaluran kredit di sektor perbankan, yang mencerminkan tetap terjaganya aktivitas pembiayaan di tengah kondisi ekonomi. Bank Indonesia menilai tren pertumbuhan tersebut sebagai sinyal positif bagi stabilitas sistem keuangan dan dukungan terhadap pertumbuhan ekonomi nasional.\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nFollow US on Social Media\nYuk Subscribe -    /   \nWa Channel - https://whatsapp.com/channel/0029Va5V...\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idx_channel  \n-------------------------------------------------------------------------------------\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\nMyRepublic Channel 576\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "8s-W5QJEzlU"}}], "edges": [{"key": "aldotjahjadi8", "source": "aldotjahjadi8", "target": "bank_indonesia", "attributes": {"label": "retweet", "type": "retweet", "source": "retweet-000002"}}, {"key": "aldotjahjadi8", "source": "aldotjahjadi8", "target": "bank_indonesia", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "retweet-000002"}}, {"key": "Ryp_Ez", "source": "Ryp_Ez", "target": "bank_indonesia", "attributes": {"label": "retweet", "type": "retweet", "source": "retweet-000002"}}, {"key": "Ryp_Ez", "source": "Ryp_Ez", "target": "bank_indonesia", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "retweet-000002"}}, {"key": "moyalyubov7", "source": "moyalyubov7", "target": "LambeSahamjja", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "eddesign_", "source": "eddesign_", "target": "kompascom", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "eddesign_", "source": "eddesign_", "target": "kipyiksamgong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "cirebonwarta_", "source": "cirebonwarta_", "target": "ojkindonesia", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "cirebonwarta_", "source": "cirebonwarta_", "target": "ojk_cirebon", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "ojk_jogja", "source": "ojk_jogja", "target": "ojkindonesia", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "ojk_jogja", "source": "ojk_jogja", "target": "ojk_jogja", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "pawartosjateng", "source": "pawartosjateng", "target": "ahmadluthfiofficial", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "645dor.jateng", "source": "645dor.jateng", "target": "Gubernur", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "645dor.jateng", "source": "645dor.jateng", "target": "Ahmad", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "645dor.jateng", "source": "645dor.jateng", "target": "Humas", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "nkri24jam", "source": "nkri24jam", "target": "menkeuri", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "BankIndonesiaOfficial", "source": "BankIndonesiaOfficial", "target": "KanalBankIndonesia/live", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "facebook-000001"}}, {"key": "@thecore_in", "source": "@thecore_in", "target": "thecore_in", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "idxchannel_", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "wicky_adrian", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "deffid_83", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "prast_ulrich", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "rosalinehioe", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "idxchannel_", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "wicky_adrian", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "deffid_83", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "prast_ulrich", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "rosalinehioe", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}]}