{"nodes": [{"key": "eddesign_", "attributes": {"label": "eddesign_", "x": 58.20428050654603, "y": 676.1177150204746, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 18.3943, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 3, "degree": 3}, "_id": "2048271592917287119", "id": "eddesign_", "source": "tweet-000004", "content": "Wow.. tajam ini! Tapi gak bisa kita simpulkan sbg \"benar\" atau \"salah\" secara mutlak tanpa meletakkannya dlm konteks geopolitik lebih luas. Tapi YA, meskipun pertumbuhan ekonomi stabil, ketergantungan pada modal asing & utang sangat tinggi. Di masa Orba ini membuat negara lebih", "post_id": "2048271592917287119"}}, {"key": "DjolaFix", "attributes": {"label": "DjolaFix", "x": 42.3215825377824, "y": 493.4323602404489, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 23.6061, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2048271592917287119", "id": "DjolaFix", "source": "tweet-000004", "content": "Wow.. tajam ini! Tapi gak bisa kita simpulkan sbg \"benar\" atau \"salah\" secara mutlak tanpa meletakkannya dlm konteks geopolitik lebih luas. Tapi YA, meskipun pertumbuhan ekonomi stabil, ketergantungan pada modal asing & utang sangat tinggi. Di masa Orba ini membuat negara lebih", "post_id": "2048271592917287119"}}, {"key": "IESDIEM45", "attributes": {"label": "IESDIEM45", "x": 959.2257268909981, "y": 866.7315487807979, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 18.3943, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "2047645162772594879", "id": "IESDIEM45", "source": "tweet-000004", "content": "IMF bukan Bank Dunia. IMF itu tujuannya dana darurat saat negara krisis neraca pembayaran/kekurangan dolar. Jadi bilang “asing keluar karena nggak ambil IMF” krng tepat. Kalau sampai ke IMF, pasar baca kondisi gawat, risiko naik, modal asing bisa keluar lbh parah.", "post_id": "2047645162772594879"}}, {"key": "profesor_saham", "attributes": {"label": "profesor_saham", "x": 914.7803772491358, "y": 557.3672462963159, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 34.0295, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2047645162772594879", "id": "profesor_saham", "source": "tweet-000004", "content": "IMF bukan Bank Dunia. IMF itu tujuannya dana darurat saat negara krisis neraca pembayaran/kekurangan dolar. Jadi bilang “asing keluar karena nggak ambil IMF” krng tepat. Kalau sampai ke IMF, pasar baca kondisi gawat, risiko naik, modal asing bisa keluar lbh parah.", "post_id": "2047645162772594879"}}, {"key": "kompascom", "attributes": {"label": "kompascom", "x": 377.42564747003394, "y": 253.36930304466597, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 23.6061, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2047539712949404035", "id": "kompascom", "source": "tweet-000004", "content": "Pertumbuhan ekonomi 5,11% (2025),\nInflasi Maret 2026 di level 3,48% (menurun dari Feb 4,76%),\nCadangan devisa US$148,2 miliar,\nRealisasi investasi Rp1.931,2 triliun (melampaui target 2025),\nKredit perbankan tumbuh 9,37%,\nSimpanan tumbuh 13,18% (Febuari 2026),\nCapital outflow", "post_id": "2047539712949404035"}}, {"key": "kipyiksamgong", "attributes": {"label": "kipyiksamgong", "x": 211.66089947362588, "y": 239.65491403618466, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 23.6061, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2047539712949404035", "id": "kipyiksamgong", "source": "tweet-000004", "content": "Pertumbuhan ekonomi 5,11% (2025),\nInflasi Maret 2026 di level 3,48% (menurun dari Feb 4,76%),\nCadangan devisa US$148,2 miliar,\nRealisasi investasi Rp1.931,2 triliun (melampaui target 2025),\nKredit perbankan tumbuh 9,37%,\nSimpanan tumbuh 13,18% (Febuari 2026),\nCapital outflow", "post_id": "2047539712949404035"}}, {"key": "FransSimo", "attributes": {"label": "FransSimo", "x": 903.9552667744755, "y": 539.3429591442243, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 18.3943, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "1753967058084376752", "id": "FransSimo", "source": "tweet-000004", "content": "10 tahun awal soeharto, Indonesia juga maju. Cek aja. Gabung IMF dan Bank Dunia. Ada UU Penanaman Modal Asing dan UU penanaman Modal Dalam Negeri. Prtumbuhan ekonomi 10 persen. Apa kemudian yg menghancurkan soeharto, otoriter dan KKN", "post_id": "1753967058084376752"}}, {"key": "MadameSuga", "attributes": {"label": "MadameSuga", "x": 74.28281659285108, "y": 601.4989380312782, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 34.0295, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "1753967058084376752", "id": "MadameSuga", "source": "tweet-000004", "content": "10 tahun awal soeharto, Indonesia juga maju. Cek aja. Gabung IMF dan Bank Dunia. Ada UU Penanaman Modal Asing dan UU penanaman Modal Dalam Negeri. Prtumbuhan ekonomi 10 persen. Apa kemudian yg menghancurkan soeharto, otoriter dan KKN", "post_id": "1753967058084376752"}}, {"key": "beritabalimedia", "attributes": {"label": "beritabalimedia", "x": 616.6791314887796, "y": 959.1837916164372, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 122.6275, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 1, "degree": 2}, "_id": "3871480505859349852_3195837275", "id": "beritabalimedia", "source": "instagram-000001", "content": "INDONESIA SIAPKAN PUSAT FINANSIAL KHUSUS: BALI JADI KANDIDAT LOKASI INVESTASI GLOBAL\n\nPresiden Prabowo Subianto menetapkan pembangunan Special Financial Center sebagai prioritas nasional untuk menjadikan Indonesia destinasi investasi yang stabil di tengah ketegangan geopolitik dunia sehingga Bali muncul sebagai lokasi potensial berkat daya tarik internasional dan reputasinya sebagai wilayah yang aman bagi warga dunia.\n\nPemerintah optimis bahwa stabilitas keamanan dalam negeri akan menarik arus modal asing yang saat ini tengah mencari tempat bernaung paling aman bagi aset mereka melalui kebijakan finansial yang kompetitif agar mampu mempercepat pertumbuhan ekonomi nasional sekaligus memperkuat posisi Indonesia di kancah global.\n\nhttps://beritabali.com/berita/202207051026/prabowo-siapkan-pusat-finansial-di-ri-bali-masuk-opsi\n\nFollow akun kami untuk update terbaru!\n\nBerita selengkapnya klik tautan pada StoriesIG \n\n#Bali\n#BeritaBali\n#AllAboutBali\n#PusatFinansial\n#InvestasiIndonesia\n#EkonomiGlobal\n#BaliUpdate\n#PrabowoSubianto\n#IndonesiaMaju", "post_id": "3871480505859349852_3195837275"}}, {"key": "sscbatam", "attributes": {"label": "sscbatam", "x": 307.89395022242974, "y": 319.05657971855106, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 18.3943, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "3888076332689754617_1068979465", "id": "sscbatam", "source": "instagram-000001", "content": "🇮🇩 Realisasi investasi Batam pada triwulan pertama 2026 melonjak hingga 103 persen melampaui capaian tahun lalu.\n\nWalikota Batam dan Kepala Badan Pengusahaan (BP) Batam Amsakar Achmad menyebut realisasi investasi triwulan I 2026 yang menembus Rp17,4 triliun mempertegas posisi kawasan ini sebagai pusat pertumbuhan ekonomi paling dinamis di Indonesia.\n\nCapaian tersebut menandai akselerasi kuat Batam karena tumbuh 102,85 persen secara tahunan. Secara regional, Batam mendominasi dengan menyumbang 73,5 persen dari total realisasi investasi di Kepulauan Riau (Kepri) yang mencapai Rp23,8 triliun.\n\n“Lonjakan ini menunjukkan bahwa Batam tidak hanya menarik investasi, tetapi juga mampu mengeksekusinya dengan lebih cepat, pasti, dan produktif,” kata Amsakar.\n\nKomposisi modal menunjukkan struktur yang kian tangguh. Penanaman Modal Asing (PMA) tercatat sebesar Rp8,8 triliun, sementara Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) meroket hingga 216 persen dengan nilai Rp8,5 triliun.\n\nSingapura masih menjadi investor asing terbesar dengan setoran Rp4,82 triliun. Arus modal tersebut mengalir deras ke sektor industri mesin, elektronik, kimia, serta farmasi yang menjadi penopang utama nilai tambah industri di Batam.\n\n“Batam memegang fungsi sentral dalam menggerakkan ekonomi kawasan yang membawa efek berantai ke sektor industri, logistik, perdagangan, dan jasa,” kata Wakil Walikota Batam dan Wakil Kepala BP Batam Li Claudia Chandra. (med) ***\n\nRepost from:  \n#batam #kotabatam #sscbatam", "post_id": "3888076332689754617_1068979465"}}, {"key": "kata_batam", "attributes": {"label": "kata_batam", "x": 666.0226768939692, "y": 27.241603280251823, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 34.0295, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "3888076332689754617_1068979465", "id": "kata_batam", "source": "instagram-000001", "content": "🇮🇩 Realisasi investasi Batam pada triwulan pertama 2026 melonjak hingga 103 persen melampaui capaian tahun lalu.\n\nWalikota Batam dan Kepala Badan Pengusahaan (BP) Batam Amsakar Achmad menyebut realisasi investasi triwulan I 2026 yang menembus Rp17,4 triliun mempertegas posisi kawasan ini sebagai pusat pertumbuhan ekonomi paling dinamis di Indonesia.\n\nCapaian tersebut menandai akselerasi kuat Batam karena tumbuh 102,85 persen secara tahunan. Secara regional, Batam mendominasi dengan menyumbang 73,5 persen dari total realisasi investasi di Kepulauan Riau (Kepri) yang mencapai Rp23,8 triliun.\n\n“Lonjakan ini menunjukkan bahwa Batam tidak hanya menarik investasi, tetapi juga mampu mengeksekusinya dengan lebih cepat, pasti, dan produktif,” kata Amsakar.\n\nKomposisi modal menunjukkan struktur yang kian tangguh. Penanaman Modal Asing (PMA) tercatat sebesar Rp8,8 triliun, sementara Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) meroket hingga 216 persen dengan nilai Rp8,5 triliun.\n\nSingapura masih menjadi investor asing terbesar dengan setoran Rp4,82 triliun. Arus modal tersebut mengalir deras ke sektor industri mesin, elektronik, kimia, serta farmasi yang menjadi penopang utama nilai tambah industri di Batam.\n\n“Batam memegang fungsi sentral dalam menggerakkan ekonomi kawasan yang membawa efek berantai ke sektor industri, logistik, perdagangan, dan jasa,” kata Wakil Walikota Batam dan Wakil Kepala BP Batam Li Claudia Chandra. (med) ***\n\nRepost from:  \n#batam #kotabatam #sscbatam", "post_id": "3888076332689754617_1068979465"}}, {"key": "dhenny.pri", "attributes": {"label": "dhenny.pri", "x": 757.4491827902805, "y": 248.94379913053922, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 18.3943, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "7631905457036184852", "id": "dhenny.pri", "source": "tiktok-000001", "content": "Realisasi investasi Kuartal I - 2026 resmi melampaui target! Dengan capaian sebesar Rp498,79 triliun (100,36% dari target), Indonesia membuktikan daya tarik investasinya tetap solid di bawah arahan Presiden Prabowo Subianto dan Menteri Investasi Rosan Roeslani. Gak cuma angka, pertumbuhan ini juga membawa dampak nyata: ✅ Penyerapan tenaga kerja tembus 706 ribu+ orang (Naik 18,93% YoY!). ✅ Investasi makin merata antara Jawa dan Luar Jawa. ✅ Keseimbangan antara modal asing dan domestik. Optimisme baru untuk ekonomi yang lebih inklusif dan berkelanjutan. Mari kawal terus pertumbuhan ekonomi bangsa! 📈 Partai Rakyat Indonesia menyambut baik capaian luar biasa investasi nasional di awal tahun 2026 ini. Dengan realisasi mencapai 100,36% dari target, Indonesia membuktikan diri sebagai magnet investasi dunia yang berlandaskan kepentingan nasional. #PartaiRakyatIndonesia #TumbuhBersamaRakyat #MajuRakyatnyaJagaBangsanya #beranda  #fyp", "post_id": "7631905457036184852"}}, {"key": "dpp.pri", "attributes": {"label": "dpp.pri", "x": 954.7365716648962, "y": 882.5940143264856, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 34.0295, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7631905457036184852", "id": "dpp.pri", "source": "tiktok-000001", "content": "Realisasi investasi Kuartal I - 2026 resmi melampaui target! Dengan capaian sebesar Rp498,79 triliun (100,36% dari target), Indonesia membuktikan daya tarik investasinya tetap solid di bawah arahan Presiden Prabowo Subianto dan Menteri Investasi Rosan Roeslani. Gak cuma angka, pertumbuhan ini juga membawa dampak nyata: ✅ Penyerapan tenaga kerja tembus 706 ribu+ orang (Naik 18,93% YoY!). ✅ Investasi makin merata antara Jawa dan Luar Jawa. ✅ Keseimbangan antara modal asing dan domestik. Optimisme baru untuk ekonomi yang lebih inklusif dan berkelanjutan. Mari kawal terus pertumbuhan ekonomi bangsa! 📈 Partai Rakyat Indonesia menyambut baik capaian luar biasa investasi nasional di awal tahun 2026 ini. Dengan realisasi mencapai 100,36% dari target, Indonesia membuktikan diri sebagai magnet investasi dunia yang berlandaskan kepentingan nasional. #PartaiRakyatIndonesia #TumbuhBersamaRakyat #MajuRakyatnyaJagaBangsanya #beranda  #fyp", "post_id": "7631905457036184852"}}, {"key": "pemprovbanten", "attributes": {"label": "pemprovbanten", "x": 648.0367195194615, "y": 433.040478156123, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 25.6665, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 3, "degree": 4}, "_id": "7596146354741644545", "id": "pemprovbanten", "source": "tiktok-000001", "content": "Kinerja investasi Provinsi Banten sepanjang tahun 2025 menunjukkan arah yang positif dan patut diketahui masyarakat. Realisasi investasi berhasil mencapai Rp130,2 triliun atau 108,91 persen dari target nasional sebesar Rp119,5 triliun. Capaian ini mengantarkan Banten naik ke peringkat empat nasional, baik dari sisi total investasi maupun sektor hilirisasi. Angka tersebut mencerminkan meningkatnya kepercayaan investor terhadap iklim usaha di Banten. Investasi yang masuk terdiri dari Penanaman Modal Dalam Negeri sebesar Rp73,2 triliun dan Penanaman Modal Asing sebesar 5,2 miliar dolar AS. Khusus sektor hilirisasi, realisasi investasi sepanjang 2025 mencapai Rp41,3 triliun, memperkuat struktur ekonomi daerah yang lebih bernilai tambah. Pada triwulan IV tahun 2025 saja, investasi yang masuk tercatat sebesar Rp38,6 triliun. Capaian ini menempatkan Banten kembali di posisi empat nasional dan menegaskan bahwa stabilitas daerah serta pelayanan perizinan yang konsisten memberi dampak nyata bagi pertumbuhan ekonomi. Bagi masyarakat, peningkatan investasi ini bukan sekadar data statistik. Investasi membuka peluang kerja baru, menggerakkan sektor usaha lokal, serta memperkuat daya tahan ekonomi daerah. Semakin berkualitas investasi yang tumbuh, semakin besar pula manfaatnya bagi kesejahteraan warga Banten. Pemerintah Provinsi Banten terus mendorong agar investasi yang masuk tidak hanya besar secara nilai, tetapi juga berdampak langsung bagi masyarakat melalui penyerapan tenaga kerja dan penguatan ekonomi daerah secara berkelanjutan. Warga sedulur Banten, mari bersama menjaga iklim investasi yang kondusif. Dukung pertumbuhan ekonomi daerah agar manfaatnya dapat dirasakan seluruh masyarakat Banten. ……………………………… Informasi seputar Pemprov Banten bisa diakses melalui: 🌐 Website: bantenprov.go.id  𝕏    📘 Facebook: facebook.com/bantenpemprov ▶️ YouTube:  🎵 TikTok:  📧 Email: pemerintahprovinsibanten ……………………………… #PemprovBanten #InvestasiBanten #EkonomiBanten #BantenMaju #LapanganKerja", "post_id": "7596146354741644545"}}, {"key": "banten_pemprov", "attributes": {"label": "banten_pemprov", "x": 718.9771232622754, "y": 44.031051539977994, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 25.6665, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7596146354741644545", "id": "banten_pemprov", "source": "tiktok-000001", "content": "Kinerja investasi Provinsi Banten sepanjang tahun 2025 menunjukkan arah yang positif dan patut diketahui masyarakat. Realisasi investasi berhasil mencapai Rp130,2 triliun atau 108,91 persen dari target nasional sebesar Rp119,5 triliun. Capaian ini mengantarkan Banten naik ke peringkat empat nasional, baik dari sisi total investasi maupun sektor hilirisasi. Angka tersebut mencerminkan meningkatnya kepercayaan investor terhadap iklim usaha di Banten. Investasi yang masuk terdiri dari Penanaman Modal Dalam Negeri sebesar Rp73,2 triliun dan Penanaman Modal Asing sebesar 5,2 miliar dolar AS. Khusus sektor hilirisasi, realisasi investasi sepanjang 2025 mencapai Rp41,3 triliun, memperkuat struktur ekonomi daerah yang lebih bernilai tambah. Pada triwulan IV tahun 2025 saja, investasi yang masuk tercatat sebesar Rp38,6 triliun. Capaian ini menempatkan Banten kembali di posisi empat nasional dan menegaskan bahwa stabilitas daerah serta pelayanan perizinan yang konsisten memberi dampak nyata bagi pertumbuhan ekonomi. Bagi masyarakat, peningkatan investasi ini bukan sekadar data statistik. Investasi membuka peluang kerja baru, menggerakkan sektor usaha lokal, serta memperkuat daya tahan ekonomi daerah. Semakin berkualitas investasi yang tumbuh, semakin besar pula manfaatnya bagi kesejahteraan warga Banten. Pemerintah Provinsi Banten terus mendorong agar investasi yang masuk tidak hanya besar secara nilai, tetapi juga berdampak langsung bagi masyarakat melalui penyerapan tenaga kerja dan penguatan ekonomi daerah secara berkelanjutan. Warga sedulur Banten, mari bersama menjaga iklim investasi yang kondusif. Dukung pertumbuhan ekonomi daerah agar manfaatnya dapat dirasakan seluruh masyarakat Banten. ……………………………… Informasi seputar Pemprov Banten bisa diakses melalui: 🌐 Website: bantenprov.go.id  𝕏    📘 Facebook: facebook.com/bantenpemprov ▶️ YouTube:  🎵 TikTok:  📧 Email: pemerintahprovinsibanten ……………………………… #PemprovBanten #InvestasiBanten #EkonomiBanten #BantenMaju #LapanganKerja", "post_id": "7596146354741644545"}}, {"key": "pemerintahprovinsibanten", "attributes": {"label": "pemerintahprovinsibanten", "x": 476.04964631984694, "y": 721.7459987083611, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 25.6665, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7596146354741644545", "id": "pemerintahprovinsibanten", "source": "tiktok-000001", "content": "Kinerja investasi Provinsi Banten sepanjang tahun 2025 menunjukkan arah yang positif dan patut diketahui masyarakat. Realisasi investasi berhasil mencapai Rp130,2 triliun atau 108,91 persen dari target nasional sebesar Rp119,5 triliun. Capaian ini mengantarkan Banten naik ke peringkat empat nasional, baik dari sisi total investasi maupun sektor hilirisasi. Angka tersebut mencerminkan meningkatnya kepercayaan investor terhadap iklim usaha di Banten. Investasi yang masuk terdiri dari Penanaman Modal Dalam Negeri sebesar Rp73,2 triliun dan Penanaman Modal Asing sebesar 5,2 miliar dolar AS. Khusus sektor hilirisasi, realisasi investasi sepanjang 2025 mencapai Rp41,3 triliun, memperkuat struktur ekonomi daerah yang lebih bernilai tambah. Pada triwulan IV tahun 2025 saja, investasi yang masuk tercatat sebesar Rp38,6 triliun. Capaian ini menempatkan Banten kembali di posisi empat nasional dan menegaskan bahwa stabilitas daerah serta pelayanan perizinan yang konsisten memberi dampak nyata bagi pertumbuhan ekonomi. Bagi masyarakat, peningkatan investasi ini bukan sekadar data statistik. Investasi membuka peluang kerja baru, menggerakkan sektor usaha lokal, serta memperkuat daya tahan ekonomi daerah. Semakin berkualitas investasi yang tumbuh, semakin besar pula manfaatnya bagi kesejahteraan warga Banten. Pemerintah Provinsi Banten terus mendorong agar investasi yang masuk tidak hanya besar secara nilai, tetapi juga berdampak langsung bagi masyarakat melalui penyerapan tenaga kerja dan penguatan ekonomi daerah secara berkelanjutan. Warga sedulur Banten, mari bersama menjaga iklim investasi yang kondusif. Dukung pertumbuhan ekonomi daerah agar manfaatnya dapat dirasakan seluruh masyarakat Banten. ……………………………… Informasi seputar Pemprov Banten bisa diakses melalui: 🌐 Website: bantenprov.go.id  𝕏    📘 Facebook: facebook.com/bantenpemprov ▶️ YouTube:  🎵 TikTok:  📧 Email: pemerintahprovinsibanten ……………………………… #PemprovBanten #InvestasiBanten #EkonomiBanten #BantenMaju #LapanganKerja", "post_id": "7596146354741644545"}}, {"key": "pakyee2", "attributes": {"label": "pakyee2", "x": 735.2004618504803, "y": 234.17135248947184, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 18.3943, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 3, "degree": 3}, "_id": "7583955647255956744", "id": "pakyee2", "source": "tiktok-000001", "content": "Utang Luar Negeri (ULN) Indonesia pada Oktober 2025 tercatat sebesar US$ 423,9 miliar, menurun dibandingkan dengan posisi ULN pada September 2025 sebesar US$ 425,6 miliar. Meski demikian secara tahunan, ULN Indonesia tumbuh 0,3% (yoy) yang terutama dipengaruhi oleh pertumbuhan ULN sektor publik. Berdasarkan siaran pers Bank Indonesia, Senin (15/12/2025), posisi ULN pemerintah pada Oktober 2025 tercatat sebesar US$210,5 miliar, atau secara tahunan tumbuh 4,7% (yoy). Perkembangan ULN tersebut dipengaruhi oleh aliran masuk modal asing pada Surat Berharga Negara (SBN) internasional seiring tetap baiknya kepercayaan investor terhadap prospek perekonomian Indonesia yang positif di tengah meningkatnya ketidakpastian pasar keuangan global. Posisi ULN swasta tercatat sebesar US$ 190,7 miliar pada Oktober 2025, lebih rendah dibandingkan dengan posisi pada September 2025 sebesar 192,5 miliar dolar AS. Secara tahunan, ULN swasta mengalami kontraksi pertumbuhan sebesar 1,9% (yoy). Penurunan posisi ULN terjadi pada kelompok peminjam lembaga keuangan (financial corporations) dan perusahaan bukan lembaga keuangan (nonfinancial corporations), yang masing-masing tercatat kontraksi sebesar 4,7% (yoy) dan 1,2% (yoy). Berdasarkan sektor ekonomi, posisi ULN swasta terbesar berasal dari Sektor Industri Pengolahan; Jasa Keuangan dan Asuransi; Pengadaan Listrik dan Gas; serta Pertambangan & Penggalian, dengan pangsa mencapai 80,9% terhadap total ULN swasta. \"Struktur ULN Indonesia tetap sehat, didukung oleh penerapan prinsip kehati-hatian dalam pengelolaannya,\" tulis BI. Hal ini tecermin dari rasio ULN Indonesia terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) yang tercatat 29,3% pada Oktober 2025, serta dominasi ULN jangka panjang dengan pangsa 86,2% dari total ULN. \"Dalam rangka menjaga agar struktur ULN tetap sehat, Bank Indonesia dan Pemerintah terus memperkuat koordinasi dalam pemantauan perkembangan ULN. Peran ULN juga akan terus dioptimalkan untuk menopang pembiayaan pembangunan dan mendorong pertumbuhan ekonomi nasional yang berkelanjutan. Upaya tersebut dilakukan dengan meminimalkan risiko yang dapat mempengaruhi stabilitas perekonomian.\" #cnbcindonesia #uln #menurun #bi #modalasing   yee  yee  yee", "post_id": "7583955647255956744"}}, {"key": "Pak", "attributes": {"label": "Pak", "x": 342.48351655023765, "y": 327.53401494663603, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 23.6061, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 3, "out_degree": 0, "degree": 3}, "_id": "7583955647255956744", "id": "Pak", "source": "tiktok-000001", "content": "Utang Luar Negeri (ULN) Indonesia pada Oktober 2025 tercatat sebesar US$ 423,9 miliar, menurun dibandingkan dengan posisi ULN pada September 2025 sebesar US$ 425,6 miliar. Meski demikian secara tahunan, ULN Indonesia tumbuh 0,3% (yoy) yang terutama dipengaruhi oleh pertumbuhan ULN sektor publik. Berdasarkan siaran pers Bank Indonesia, Senin (15/12/2025), posisi ULN pemerintah pada Oktober 2025 tercatat sebesar US$210,5 miliar, atau secara tahunan tumbuh 4,7% (yoy). Perkembangan ULN tersebut dipengaruhi oleh aliran masuk modal asing pada Surat Berharga Negara (SBN) internasional seiring tetap baiknya kepercayaan investor terhadap prospek perekonomian Indonesia yang positif di tengah meningkatnya ketidakpastian pasar keuangan global. Posisi ULN swasta tercatat sebesar US$ 190,7 miliar pada Oktober 2025, lebih rendah dibandingkan dengan posisi pada September 2025 sebesar 192,5 miliar dolar AS. Secara tahunan, ULN swasta mengalami kontraksi pertumbuhan sebesar 1,9% (yoy). Penurunan posisi ULN terjadi pada kelompok peminjam lembaga keuangan (financial corporations) dan perusahaan bukan lembaga keuangan (nonfinancial corporations), yang masing-masing tercatat kontraksi sebesar 4,7% (yoy) dan 1,2% (yoy). Berdasarkan sektor ekonomi, posisi ULN swasta terbesar berasal dari Sektor Industri Pengolahan; Jasa Keuangan dan Asuransi; Pengadaan Listrik dan Gas; serta Pertambangan & Penggalian, dengan pangsa mencapai 80,9% terhadap total ULN swasta. \"Struktur ULN Indonesia tetap sehat, didukung oleh penerapan prinsip kehati-hatian dalam pengelolaannya,\" tulis BI. Hal ini tecermin dari rasio ULN Indonesia terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) yang tercatat 29,3% pada Oktober 2025, serta dominasi ULN jangka panjang dengan pangsa 86,2% dari total ULN. \"Dalam rangka menjaga agar struktur ULN tetap sehat, Bank Indonesia dan Pemerintah terus memperkuat koordinasi dalam pemantauan perkembangan ULN. Peran ULN juga akan terus dioptimalkan untuk menopang pembiayaan pembangunan dan mendorong pertumbuhan ekonomi nasional yang berkelanjutan. Upaya tersebut dilakukan dengan meminimalkan risiko yang dapat mempengaruhi stabilitas perekonomian.\" #cnbcindonesia #uln #menurun #bi #modalasing   yee  yee  yee", "post_id": "7583955647255956744"}}, {"key": "metrotv", "attributes": {"label": "metrotv", "x": 574.766576947705, "y": 394.20786860206204, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["facebook-000001"], "scores": {"pagerank": 18.3943, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "156483584365269_1530756618420248", "id": "metrotv", "source": "facebook-000001", "content": "Presiden Prabowo Subianto menerima Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN), Luhut Binsar Pandjaitan, di Istana Merdeka, Jakarta, Selasa (21/4). Pertemuan tersebut fokus membahas perkembangan ekonomi domestik serta strategi menghadapi dinamika global yang kian kompleks. Meski aktivitas ekonomi nasional dinilai masih terjaga dengan baik, pemerintah menekankan pentingnya kewaspadaan tinggi. Langkah-langkah antisipatif tengah disiapkan untuk merespons dampak konflik global sekaligus memastikan momentum pertumbuhan ekonomi tetap stabil.\n\nLuhut Binsar Pandjaitan menyampaikan sejumlah skenario kebijakan yang dirancang untuk menjaga daya beli masyarakat. Selain itu, Ketua DEN juga menekankan pentingnya menjaga agar Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tetap terkendali, salah satunya melalui penguatan digitalisasi pemerintahan atau govtech. Selain penguatan internal, pemerintah juga membidik peluang di tengah ketidakpastian global untuk menarik arus modal asing, khususnya dari kawasan Timur Tengah. Percepatan pembentukan Indonesia Financial Center menjadi salah satu strategi utama untuk memperkuat daya tarik investasi nasional di mata investor internasional.\n\nSumber: Instagram \n\n#PresidenPrabowo #PrabowoSubianto #LuhutBinsarPandjaitan #DewanEkonomiNasional #MetroTV", "post_id": "156483584365269_1530756618420248"}}, {"key": "sekretariat.kabinet", "attributes": {"label": "sekretariat.kabinet", "x": 959.6950984973288, "y": 582.3101070008714, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["facebook-000001"], "scores": {"pagerank": 34.0295, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "156483584365269_1530756618420248", "id": "sekretariat.kabinet", "source": "facebook-000001", "content": "Presiden Prabowo Subianto menerima Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN), Luhut Binsar Pandjaitan, di Istana Merdeka, Jakarta, Selasa (21/4). Pertemuan tersebut fokus membahas perkembangan ekonomi domestik serta strategi menghadapi dinamika global yang kian kompleks. Meski aktivitas ekonomi nasional dinilai masih terjaga dengan baik, pemerintah menekankan pentingnya kewaspadaan tinggi. Langkah-langkah antisipatif tengah disiapkan untuk merespons dampak konflik global sekaligus memastikan momentum pertumbuhan ekonomi tetap stabil.\n\nLuhut Binsar Pandjaitan menyampaikan sejumlah skenario kebijakan yang dirancang untuk menjaga daya beli masyarakat. Selain itu, Ketua DEN juga menekankan pentingnya menjaga agar Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tetap terkendali, salah satunya melalui penguatan digitalisasi pemerintahan atau govtech. Selain penguatan internal, pemerintah juga membidik peluang di tengah ketidakpastian global untuk menarik arus modal asing, khususnya dari kawasan Timur Tengah. Percepatan pembentukan Indonesia Financial Center menjadi salah satu strategi utama untuk memperkuat daya tarik investasi nasional di mata investor internasional.\n\nSumber: Instagram \n\n#PresidenPrabowo #PrabowoSubianto #LuhutBinsarPandjaitan #DewanEkonomiNasional #MetroTV", "post_id": "156483584365269_1530756618420248"}}, {"key": "@tuturmediadigital", "attributes": {"label": "@tuturmediadigital", "x": 227.20426785478466, "y": 183.8971392513461, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 18.3943, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "L19YHMZizE0", "id": "@tuturmediadigital", "source": "youtube-000001", "content": "LIVE: 2 Bulan Perang Israel-AS Vs Iran, INDEF Ungkap Dampaknya ke Perekonomian Indonesia\n\nTUTUR.co.id - Eskalasi perang antara Israel dan Amerika Serikat melawan Iran yang telah berlangsung selama dua bulan mulai memberikan tekanan signifikan terhadap perekonomian global, termasuk Indonesia. Kenaikan harga minyak dunia yang sempat menembus US$100 per barel memicu kekhawatiran terhadap inflasi, pelemahan nilai tukar rupiah, hingga potensi capital outflow.\n\nMenanggapi kondisi tersebut, INDEF menggelar diskusi publik bertajuk “2 Bulan Perang Israel-AS Vs. Iran: Waspada Dampak ke Perekonomian!” guna mengkaji dampak konflik terhadap ekonomi nasional. Diskusi ini juga membahas proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia pada triwulan I dan II 2026 serta merumuskan rekomendasi kebijakan yang lebih adaptif bagi pemerintah dan pelaku usaha.\n\n#breakingnews #beritaterkini #newsupdate #beritaekonomi #tuturmediadigital #tuturtv \n\n\n===\n\nKamu juga bisa mengunjungi media sosial Tutur Media Digital:\n\nInstagram:   / tuturmediadigital  \nTikTok:   / tuturmediadigital  \nX: https://x.com/tuturmedia\nYoutube:    /   \nFacebook: https://www.facebook.com/share/17m5ob...\n\n-------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------", "post_id": "L19YHMZizE0"}}, {"key": "tuturtvmedia", "attributes": {"label": "tuturtvmedia", "x": 151.2000739688406, "y": 287.54273319069557, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 34.0295, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "L19YHMZizE0", "id": "tuturtvmedia", "source": "youtube-000001", "content": "LIVE: 2 Bulan Perang Israel-AS Vs Iran, INDEF Ungkap Dampaknya ke Perekonomian Indonesia\n\nTUTUR.co.id - Eskalasi perang antara Israel dan Amerika Serikat melawan Iran yang telah berlangsung selama dua bulan mulai memberikan tekanan signifikan terhadap perekonomian global, termasuk Indonesia. Kenaikan harga minyak dunia yang sempat menembus US$100 per barel memicu kekhawatiran terhadap inflasi, pelemahan nilai tukar rupiah, hingga potensi capital outflow.\n\nMenanggapi kondisi tersebut, INDEF menggelar diskusi publik bertajuk “2 Bulan Perang Israel-AS Vs. Iran: Waspada Dampak ke Perekonomian!” guna mengkaji dampak konflik terhadap ekonomi nasional. Diskusi ini juga membahas proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia pada triwulan I dan II 2026 serta merumuskan rekomendasi kebijakan yang lebih adaptif bagi pemerintah dan pelaku usaha.\n\n#breakingnews #beritaterkini #newsupdate #beritaekonomi #tuturmediadigital #tuturtv \n\n\n===\n\nKamu juga bisa mengunjungi media sosial Tutur Media Digital:\n\nInstagram:   / tuturmediadigital  \nTikTok:   / tuturmediadigital  \nX: https://x.com/tuturmedia\nYoutube:    /   \nFacebook: https://www.facebook.com/share/17m5ob...\n\n-------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------", "post_id": "L19YHMZizE0"}}, {"key": "@IDXChannel", "attributes": {"label": "@IDXChannel", "x": 419.7574835921166, "y": 365.4322219231163, "size": 15.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 18.3943, "eigenvector": 142.8571, "in_degree": 0, "out_degree": 7, "degree": 7}, "_id": "_wGbFEDYbsg", "id": "@IDXChannel", "source": "youtube-000001", "content": "Investasi Rp498 Triliun Jadi Bukti Nyata Hilirisasi, Strategi Pemerintah Buahkan Hasil | IDXC UPDATE\n\nRealisasi investasi pada triwulan I-2026 menjadi sinyal kuat bahwa kebijakan hilirisasi yang didorong oleh Prabowo Subianto mulai menunjukkan hasil nyata, dengan total investasi mencapai Rp498,8 triliun atau tumbuh 7,2 persen secara tahunan, di mana sektor hilirisasi menyumbang Rp147,5 triliun dan didominasi oleh penanaman modal asing (PMA) sebesar Rp250 triliun; kondisi ini mencerminkan meningkatnya kepercayaan investor global terhadap arah transformasi ekonomi Indonesia yang menekankan pengolahan sumber daya alam di dalam negeri untuk menciptakan nilai tambah, memperkuat daya saing industri, serta mendorong pemerataan ekonomi, terbukti dari distribusi investasi yang mulai bergeser ke luar Jawa dan penyerapan tenaga kerja mencapai lebih dari 706 ribu orang, menjadikan hilirisasi sebagai motor utama dalam mendorong pertumbuhan ekonomi berkelanjutan dan mengurangi ketergantungan pada ekspor bahan mentah.\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nFollow US on Social Media\nYuk Subscribe -    /   \nWa Channel - https://whatsapp.com/channel/0029Va5V...\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idx_channel  \n-------------------------------------------------------------------------------------\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\nMyRepublic Channel 576\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "_wGbFEDYbsg"}}, {"key": "idxchannel_", "attributes": {"label": "idxchannel_", "x": 140.46308260871777, "y": 993.7575250543094, "size": 15.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 20.6279, "eigenvector": 142.8571, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "_wGbFEDYbsg", "id": "idxchannel_", "source": "youtube-000001", "content": "Investasi Rp498 Triliun Jadi Bukti Nyata Hilirisasi, Strategi Pemerintah Buahkan Hasil | IDXC UPDATE\n\nRealisasi investasi pada triwulan I-2026 menjadi sinyal kuat bahwa kebijakan hilirisasi yang didorong oleh Prabowo Subianto mulai menunjukkan hasil nyata, dengan total investasi mencapai Rp498,8 triliun atau tumbuh 7,2 persen secara tahunan, di mana sektor hilirisasi menyumbang Rp147,5 triliun dan didominasi oleh penanaman modal asing (PMA) sebesar Rp250 triliun; kondisi ini mencerminkan meningkatnya kepercayaan investor global terhadap arah transformasi ekonomi Indonesia yang menekankan pengolahan sumber daya alam di dalam negeri untuk menciptakan nilai tambah, memperkuat daya saing industri, serta mendorong pemerataan ekonomi, terbukti dari distribusi investasi yang mulai bergeser ke luar Jawa dan penyerapan tenaga kerja mencapai lebih dari 706 ribu orang, menjadikan hilirisasi sebagai motor utama dalam mendorong pertumbuhan ekonomi berkelanjutan dan mengurangi ketergantungan pada ekspor bahan mentah.\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nFollow US on Social Media\nYuk Subscribe -    /   \nWa Channel - https://whatsapp.com/channel/0029Va5V...\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idx_channel  \n-------------------------------------------------------------------------------------\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\nMyRepublic Channel 576\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "_wGbFEDYbsg"}}, {"key": "wicky_adrian", "attributes": {"label": "wicky_adrian", "x": 853.9132360026344, "y": 41.88985296339143, "size": 15.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 20.6279, "eigenvector": 142.8571, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "_wGbFEDYbsg", "id": "wicky_adrian", "source": "youtube-000001", "content": "Investasi Rp498 Triliun Jadi Bukti Nyata Hilirisasi, Strategi Pemerintah Buahkan Hasil | IDXC UPDATE\n\nRealisasi investasi pada triwulan I-2026 menjadi sinyal kuat bahwa kebijakan hilirisasi yang didorong oleh Prabowo Subianto mulai menunjukkan hasil nyata, dengan total investasi mencapai Rp498,8 triliun atau tumbuh 7,2 persen secara tahunan, di mana sektor hilirisasi menyumbang Rp147,5 triliun dan didominasi oleh penanaman modal asing (PMA) sebesar Rp250 triliun; kondisi ini mencerminkan meningkatnya kepercayaan investor global terhadap arah transformasi ekonomi Indonesia yang menekankan pengolahan sumber daya alam di dalam negeri untuk menciptakan nilai tambah, memperkuat daya saing industri, serta mendorong pemerataan ekonomi, terbukti dari distribusi investasi yang mulai bergeser ke luar Jawa dan penyerapan tenaga kerja mencapai lebih dari 706 ribu orang, menjadikan hilirisasi sebagai motor utama dalam mendorong pertumbuhan ekonomi berkelanjutan dan mengurangi ketergantungan pada ekspor bahan mentah.\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nFollow US on Social Media\nYuk Subscribe -    /   \nWa Channel - https://whatsapp.com/channel/0029Va5V...\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idx_channel  \n-------------------------------------------------------------------------------------\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\nMyRepublic Channel 576\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "_wGbFEDYbsg"}}, {"key": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "fajar.wayong", "x": 882.9897487475179, "y": 847.5567447726904, "size": 15.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 20.6279, "eigenvector": 142.8571, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "_wGbFEDYbsg", "id": "fajar.wayong", "source": "youtube-000001", "content": "Investasi Rp498 Triliun Jadi Bukti Nyata Hilirisasi, Strategi Pemerintah Buahkan Hasil | IDXC UPDATE\n\nRealisasi investasi pada triwulan I-2026 menjadi sinyal kuat bahwa kebijakan hilirisasi yang didorong oleh Prabowo Subianto mulai menunjukkan hasil nyata, dengan total investasi mencapai Rp498,8 triliun atau tumbuh 7,2 persen secara tahunan, di mana sektor hilirisasi menyumbang Rp147,5 triliun dan didominasi oleh penanaman modal asing (PMA) sebesar Rp250 triliun; kondisi ini mencerminkan meningkatnya kepercayaan investor global terhadap arah transformasi ekonomi Indonesia yang menekankan pengolahan sumber daya alam di dalam negeri untuk menciptakan nilai tambah, memperkuat daya saing industri, serta mendorong pemerataan ekonomi, terbukti dari distribusi investasi yang mulai bergeser ke luar Jawa dan penyerapan tenaga kerja mencapai lebih dari 706 ribu orang, menjadikan hilirisasi sebagai motor utama dalam mendorong pertumbuhan ekonomi berkelanjutan dan mengurangi ketergantungan pada ekspor bahan mentah.\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nFollow US on Social Media\nYuk Subscribe -    /   \nWa Channel - https://whatsapp.com/channel/0029Va5V...\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idx_channel  \n-------------------------------------------------------------------------------------\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\nMyRepublic Channel 576\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "_wGbFEDYbsg"}}, {"key": "deffid_83", "attributes": {"label": "deffid_83", "x": 583.8931644957437, "y": 478.4939837151907, "size": 15.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 20.6279, "eigenvector": 142.8571, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "_wGbFEDYbsg", "id": "deffid_83", "source": "youtube-000001", "content": "Investasi Rp498 Triliun Jadi Bukti Nyata Hilirisasi, Strategi Pemerintah Buahkan Hasil | IDXC UPDATE\n\nRealisasi investasi pada triwulan I-2026 menjadi sinyal kuat bahwa kebijakan hilirisasi yang didorong oleh Prabowo Subianto mulai menunjukkan hasil nyata, dengan total investasi mencapai Rp498,8 triliun atau tumbuh 7,2 persen secara tahunan, di mana sektor hilirisasi menyumbang Rp147,5 triliun dan didominasi oleh penanaman modal asing (PMA) sebesar Rp250 triliun; kondisi ini mencerminkan meningkatnya kepercayaan investor global terhadap arah transformasi ekonomi Indonesia yang menekankan pengolahan sumber daya alam di dalam negeri untuk menciptakan nilai tambah, memperkuat daya saing industri, serta mendorong pemerataan ekonomi, terbukti dari distribusi investasi yang mulai bergeser ke luar Jawa dan penyerapan tenaga kerja mencapai lebih dari 706 ribu orang, menjadikan hilirisasi sebagai motor utama dalam mendorong pertumbuhan ekonomi berkelanjutan dan mengurangi ketergantungan pada ekspor bahan mentah.\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nFollow US on Social Media\nYuk Subscribe -    /   \nWa Channel - https://whatsapp.com/channel/0029Va5V...\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idx_channel  \n-------------------------------------------------------------------------------------\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\nMyRepublic Channel 576\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "_wGbFEDYbsg"}}, {"key": "prast_ulrich", "attributes": {"label": "prast_ulrich", "x": 888.9218814374631, "y": 733.215120601497, "size": 15.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 20.6279, "eigenvector": 142.8571, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "_wGbFEDYbsg", "id": "prast_ulrich", "source": "youtube-000001", "content": "Investasi Rp498 Triliun Jadi Bukti Nyata Hilirisasi, Strategi Pemerintah Buahkan Hasil | IDXC UPDATE\n\nRealisasi investasi pada triwulan I-2026 menjadi sinyal kuat bahwa kebijakan hilirisasi yang didorong oleh Prabowo Subianto mulai menunjukkan hasil nyata, dengan total investasi mencapai Rp498,8 triliun atau tumbuh 7,2 persen secara tahunan, di mana sektor hilirisasi menyumbang Rp147,5 triliun dan didominasi oleh penanaman modal asing (PMA) sebesar Rp250 triliun; kondisi ini mencerminkan meningkatnya kepercayaan investor global terhadap arah transformasi ekonomi Indonesia yang menekankan pengolahan sumber daya alam di dalam negeri untuk menciptakan nilai tambah, memperkuat daya saing industri, serta mendorong pemerataan ekonomi, terbukti dari distribusi investasi yang mulai bergeser ke luar Jawa dan penyerapan tenaga kerja mencapai lebih dari 706 ribu orang, menjadikan hilirisasi sebagai motor utama dalam mendorong pertumbuhan ekonomi berkelanjutan dan mengurangi ketergantungan pada ekspor bahan mentah.\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nFollow US on Social Media\nYuk Subscribe -    /   \nWa Channel - https://whatsapp.com/channel/0029Va5V...\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idx_channel  \n-------------------------------------------------------------------------------------\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\nMyRepublic Channel 576\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "_wGbFEDYbsg"}}, {"key": "rosalinehioe", "attributes": {"label": "rosalinehioe", "x": 7.179473513112655, "y": 51.71460469271172, "size": 15.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 20.6279, "eigenvector": 142.8571, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "_wGbFEDYbsg", "id": "rosalinehioe", "source": "youtube-000001", "content": "Investasi Rp498 Triliun Jadi Bukti Nyata Hilirisasi, Strategi Pemerintah Buahkan Hasil | IDXC UPDATE\n\nRealisasi investasi pada triwulan I-2026 menjadi sinyal kuat bahwa kebijakan hilirisasi yang didorong oleh Prabowo Subianto mulai menunjukkan hasil nyata, dengan total investasi mencapai Rp498,8 triliun atau tumbuh 7,2 persen secara tahunan, di mana sektor hilirisasi menyumbang Rp147,5 triliun dan didominasi oleh penanaman modal asing (PMA) sebesar Rp250 triliun; kondisi ini mencerminkan meningkatnya kepercayaan investor global terhadap arah transformasi ekonomi Indonesia yang menekankan pengolahan sumber daya alam di dalam negeri untuk menciptakan nilai tambah, memperkuat daya saing industri, serta mendorong pemerataan ekonomi, terbukti dari distribusi investasi yang mulai bergeser ke luar Jawa dan penyerapan tenaga kerja mencapai lebih dari 706 ribu orang, menjadikan hilirisasi sebagai motor utama dalam mendorong pertumbuhan ekonomi berkelanjutan dan mengurangi ketergantungan pada ekspor bahan mentah.\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nFollow US on Social Media\nYuk Subscribe -    /   \nWa Channel - https://whatsapp.com/channel/0029Va5V...\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idx_channel  \n-------------------------------------------------------------------------------------\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\nMyRepublic Channel 576\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "_wGbFEDYbsg"}}, {"key": "@wawasan-cerdas", "attributes": {"label": "@wawasan-cerdas", "x": 71.39482597279412, "y": 196.5422901420605, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 18.3943, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "3JWIRn61HQE", "id": "@wawasan-cerdas", "source": "youtube-000001", "content": "SIAP SIAP! PA1 Pajak Kekayaan 50 Miliar Incar Orang Kaya RI, Saham Anda Bisa Anjlok!\n\nApakah Anda sudah mendengar wacana terbaru yang sedang mengguncang pasar modal kita?\n\nSelamat datang kembali di channel Wawasan Cerdas! Pada video kali ini, kami mengajak Anda untuk membedah secara tuntas wacana pengenaan Pajak Kekayaan (Wealth Tax) di Indonesia. Isu ini sedang menjadi sorotan panas karena pemerintah melalui Direktorat Jenderal Pajak (DJP) menargetkan regulasi pemajakan bagi individu dengan total harta di atas Rp50 miliar pada tahun 2028 mendatang. Lantas, apakah kebijakan ini akan menjadi ancaman bagi portofolio investasi kita, atau justru menjadi katalis kebangkitan ekonomi nasional? Mari kita kupas bersama!\n\nMengapa Harus Rp50 Miliar? Apakah Kita Akan Terdampak? Bagi Anda yang berada di kelas menengah atau merupakan pelaku UMKM, Anda bisa bernapas lega. Batas Rp50 miliar ini dirancang dengan sangat presisi untuk memberikan jaminan perlindungan mutlak bagi kelas menengah. Kebijakan ini murni membidik kelompok High Net Worth Individuals (HNWI). Secara statistik, aturan ini hanya akan menyasar kurang dari 0,02% total populasi penduduk Indonesia (sekitar 30.000 hingga 50.000 orang saja). Jadi, 99,98% dari kita dijamin aman dari sapuan pajak ini!\n\nFakta mencengangkannya, porsi terbesar pendapatan negara justru akan datang dari \"The Top 50\" atau 50 orang terkaya di Indonesia yang memiliki kekayaan gabungan menembus Rp3.200 triliun. Pemungutan tarif 3% pada kelompok super elit ini saja bisa menyuntikkan dana segar Rp96 triliun\n, dan secara total kebijakan ini berpotensi meraup hingga Rp180,5 triliun per tahun!\n\nMitos Pajak Berganda dan Perang Melawan \"Wealth Parking\" Mungkin Anda bertanya-tanya, bukankah ini pajak berganda karena uang yang dibelikan aset sudah dipotong PPh? Kami temukan bahwa Pajak Kekayaan memajaki akumulasi aset yang diam (stock), bukan aliran pendapatan (flow) seperti PPh. Alasan terbesarnya adalah fenomena r lebih dari g dari Thomas Piketty, di mana imbal hasil modal orang super kaya jauh melesat di atas pertumbuhan ekonomi masyarakat luas. Pundi-pundi mereka kebanyakan berasal dari Unrealized Capital Gain saham atau properti yang selama ini tidak tersentuh pajak.\n\nAturan ini adalah \"senjata\" pemerintah untuk menghentikan praktik Wealth Parking (memarkir harta). Selain itu, bisnis Anda juga aman! Aset produktif seperti mesin pabrik dan alat berat akan dikecualikan dari hitungan (Business Property Relief), memaksa para taipan untuk memutar uangnya ke sektor riil yang membuka lapangan kerja bagi kita semua.\n\nWaspada Badai Pasar Modal: Ancaman Capital Flight dan Saham Blue Chip! Namun, kita sebagai investor harus ekstra waspada. Belajar dari kegagalan Prancis yang ditinggal kabur para triliunernya, Indonesia menghadapi risiko pelarian modal (Capital Flight) yang nyata. Jika para konglomerat butuh uang tunai raksasa untuk bayar pajak, mereka berisiko mencairkan aset paling likuid terlebih dahulu: saham-saham Blue Chips! Emiten raksasa seperti perbankan (BBCA, BBRI, BMRI) dan energi (ADRO, ITMG) bisa terkena tekanan jual (net sell) dalam volume jumbo yang bisa menekan IHSG kita. Belum lagi ancaman delisting sukarela (go private) dari bursa untuk menyembunyikan valuasi harga saham mereka.\n\nTumit Achilles: Ujian Coretax dan Penilaian Aset Tantangan terberat yang kami soroti adalah mahalnya biaya penagihan pajak ini. Negara harus menyiapkan infrastruktur AI canggih dan tidak bisa hanya mengandalkan Coretax Administration System (CTAS) yang didesain untuk pajak transaksional, bukan untuk menilai ribuan hektar properti atau saham perusahaan tertutup. Tanpa basis data tunggal yang kuat, valuasi aset ini sangat rentan tawar-menawar dan moral hazard.\n\nBagaimana menurut Anda? Apakah sistem birokrasi kita siap mengeksekusi Pajak Kekayaan ini tanpa merusak iklim investasi pasar modal kita?\nTonton videonya sampai habis untuk mendapatkan insight mendalam mengenai cara melindungi dan merotasi portofolio investasi Anda di tengah gejolak regulasi fiskal ini! Jangan lupa bagikan pendapat Anda di kolom komentar.\n\nDukung terus Wawasan Cerdas! 📌 SUBSCRIBE untuk analisis ekonomi & pasar modal tajam lainnya! 👍 LIKE jika video ini bermanfaat bagi strategi investasi Anda! 🔄 SHARE ke rekan investor dan grup diskusi Anda!\n\n\n--------------------------------------------------------------------------------\n#️⃣ Hashtag \n#PajakKekayaan #WealthTax #WawasanCerdas #IHSG #InvestasiSaham #EkonomiIndonesia #Pajak50Miliar #BeritaEkonomi #KementerianKeuangan #SahamBlueChip #WawasanCerdas #InvestasiSaham #Saham\n\nJoin this channel to get access to perks:\n   / -cerdas", "post_id": "3JWIRn61HQE"}}, {"key": "wawasan", "attributes": {"label": "wawasan", "x": 315.4459012203586, "y": 67.62737042956091, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 26.2119, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "3JWIRn61HQE", "id": "wawasan", "source": "youtube-000001", "content": "SIAP SIAP! PA1 Pajak Kekayaan 50 Miliar Incar Orang Kaya RI, Saham Anda Bisa Anjlok!\n\nApakah Anda sudah mendengar wacana terbaru yang sedang mengguncang pasar modal kita?\n\nSelamat datang kembali di channel Wawasan Cerdas! Pada video kali ini, kami mengajak Anda untuk membedah secara tuntas wacana pengenaan Pajak Kekayaan (Wealth Tax) di Indonesia. Isu ini sedang menjadi sorotan panas karena pemerintah melalui Direktorat Jenderal Pajak (DJP) menargetkan regulasi pemajakan bagi individu dengan total harta di atas Rp50 miliar pada tahun 2028 mendatang. Lantas, apakah kebijakan ini akan menjadi ancaman bagi portofolio investasi kita, atau justru menjadi katalis kebangkitan ekonomi nasional? Mari kita kupas bersama!\n\nMengapa Harus Rp50 Miliar? Apakah Kita Akan Terdampak? Bagi Anda yang berada di kelas menengah atau merupakan pelaku UMKM, Anda bisa bernapas lega. Batas Rp50 miliar ini dirancang dengan sangat presisi untuk memberikan jaminan perlindungan mutlak bagi kelas menengah. Kebijakan ini murni membidik kelompok High Net Worth Individuals (HNWI). Secara statistik, aturan ini hanya akan menyasar kurang dari 0,02% total populasi penduduk Indonesia (sekitar 30.000 hingga 50.000 orang saja). Jadi, 99,98% dari kita dijamin aman dari sapuan pajak ini!\n\nFakta mencengangkannya, porsi terbesar pendapatan negara justru akan datang dari \"The Top 50\" atau 50 orang terkaya di Indonesia yang memiliki kekayaan gabungan menembus Rp3.200 triliun. Pemungutan tarif 3% pada kelompok super elit ini saja bisa menyuntikkan dana segar Rp96 triliun\n, dan secara total kebijakan ini berpotensi meraup hingga Rp180,5 triliun per tahun!\n\nMitos Pajak Berganda dan Perang Melawan \"Wealth Parking\" Mungkin Anda bertanya-tanya, bukankah ini pajak berganda karena uang yang dibelikan aset sudah dipotong PPh? Kami temukan bahwa Pajak Kekayaan memajaki akumulasi aset yang diam (stock), bukan aliran pendapatan (flow) seperti PPh. Alasan terbesarnya adalah fenomena r lebih dari g dari Thomas Piketty, di mana imbal hasil modal orang super kaya jauh melesat di atas pertumbuhan ekonomi masyarakat luas. Pundi-pundi mereka kebanyakan berasal dari Unrealized Capital Gain saham atau properti yang selama ini tidak tersentuh pajak.\n\nAturan ini adalah \"senjata\" pemerintah untuk menghentikan praktik Wealth Parking (memarkir harta). Selain itu, bisnis Anda juga aman! Aset produktif seperti mesin pabrik dan alat berat akan dikecualikan dari hitungan (Business Property Relief), memaksa para taipan untuk memutar uangnya ke sektor riil yang membuka lapangan kerja bagi kita semua.\n\nWaspada Badai Pasar Modal: Ancaman Capital Flight dan Saham Blue Chip! Namun, kita sebagai investor harus ekstra waspada. Belajar dari kegagalan Prancis yang ditinggal kabur para triliunernya, Indonesia menghadapi risiko pelarian modal (Capital Flight) yang nyata. Jika para konglomerat butuh uang tunai raksasa untuk bayar pajak, mereka berisiko mencairkan aset paling likuid terlebih dahulu: saham-saham Blue Chips! Emiten raksasa seperti perbankan (BBCA, BBRI, BMRI) dan energi (ADRO, ITMG) bisa terkena tekanan jual (net sell) dalam volume jumbo yang bisa menekan IHSG kita. Belum lagi ancaman delisting sukarela (go private) dari bursa untuk menyembunyikan valuasi harga saham mereka.\n\nTumit Achilles: Ujian Coretax dan Penilaian Aset Tantangan terberat yang kami soroti adalah mahalnya biaya penagihan pajak ini. Negara harus menyiapkan infrastruktur AI canggih dan tidak bisa hanya mengandalkan Coretax Administration System (CTAS) yang didesain untuk pajak transaksional, bukan untuk menilai ribuan hektar properti atau saham perusahaan tertutup. Tanpa basis data tunggal yang kuat, valuasi aset ini sangat rentan tawar-menawar dan moral hazard.\n\nBagaimana menurut Anda? Apakah sistem birokrasi kita siap mengeksekusi Pajak Kekayaan ini tanpa merusak iklim investasi pasar modal kita?\nTonton videonya sampai habis untuk mendapatkan insight mendalam mengenai cara melindungi dan merotasi portofolio investasi Anda di tengah gejolak regulasi fiskal ini! Jangan lupa bagikan pendapat Anda di kolom komentar.\n\nDukung terus Wawasan Cerdas! 📌 SUBSCRIBE untuk analisis ekonomi & pasar modal tajam lainnya! 👍 LIKE jika video ini bermanfaat bagi strategi investasi Anda! 🔄 SHARE ke rekan investor dan grup diskusi Anda!\n\n\n--------------------------------------------------------------------------------\n#️⃣ Hashtag \n#PajakKekayaan #WealthTax #WawasanCerdas #IHSG #InvestasiSaham #EkonomiIndonesia #Pajak50Miliar #BeritaEkonomi #KementerianKeuangan #SahamBlueChip #WawasanCerdas #InvestasiSaham #Saham\n\nJoin this channel to get access to perks:\n   / -cerdas", "post_id": "3JWIRn61HQE"}}, {"key": "@africawebtv1", "attributes": {"label": "@africawebtv1", "x": 69.94531195808484, "y": 745.0604794223605, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 18.3943, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "2HlhheQIIMU", "id": "@africawebtv1", "source": "youtube-000001", "content": "Mengapa Afrika Harus Berinvestasi pada Dirinya Sendiri Terlebih Dahulu | Aliko Dangote | Rencana ...\n\nOrang terkaya di Afrika, Aliko Dangote, berbagi visi yang berani untuk masa depan ekonomi Afrika dalam obrolan santai yang penuh semangat ini di Forum Tahunan Pusat Afrika Dewan Atlantik 2026.\nHanya dalam 20 menit, Dangote menguraikan:\n\n• Bagaimana Afrika dapat mencapai kemerdekaan energi pada tahun 2028\n• Dampak global dari Kilang Dangote (650.000 barel/hari)\n• Mengapa Afrika harus berinvestasi pada dirinya sendiri sebelum mengharapkan modal asing\n• Peran infrastruktur, pelabuhan, dan listrik dalam membuka pertumbuhan\n• Kebenaran tentang kepentingan global yang memperlambat kemajuan Afrika\n• Peta jalan investasinya senilai $40 miliar hingga tahun 2030\n• Membangun pelabuhan terbesar di Afrika dan meningkatkan skalanya menjadi kilang terbesar di dunia\n• Visi warisannya: memberdayakan pengusaha Afrika & mentransformasi ekonomi\nPercakapan ini, yang diadakan di sela-sela Pertemuan Musim Semi IMF-Bank Dunia, wajib ditonton oleh investor, pengusaha, pembuat kebijakan, dan siapa pun. Tertarik dengan kebangkitan Afrika.\n\n👉 Pesan Utama: Masa depan Afrika akan dibangun oleh orang Afrika melalui investasi yang berani, kepemimpinan sektor swasta yang kuat, dan visi jangka panjang.\n\nJika Anda percaya pada potensi ekonomi Afrika: Sukai video ini\nKomentari pendapat Anda: Bisakah Afrika benar-benar menjadi mandiri pada tahun 2028?\n\nBerlangganan untuk mendapatkan wawasan lebih lanjut tentang bisnis global, investasi, dan kepemimpinan\n\nPertimbangkan untuk bergabung dengan saluran ini untuk mendapatkan akses ke keuntungan:\n   /   \n\n  / africawebtv  \n  / africawebtv  \nhttps://open.spotify.com/show/2BBcE6w...\nhttps://threads.net/\nhttps://africawebtv.bsky.social\nhttps://whatsapp.com/channel/0029VaDA...\n  / webtvafrica  \n  / africawebtv  \nhttps://africawebtv.nl\n\n© Africa Web TV 2026\n\n00:00 – Aliko Wawancara Dangote 2026 | Masa Depan Ekonomi Afrika\n00:45 – Kemandirian Energi Afrika pada tahun 2028? (Penjelasan Kilang Dangote)\n01:40 – Mengekspor Bahan Bakar ke Inggris & AS | Afrika di Pasar Energi Global\n02:20 – Krisis Infrastruktur Afrika: Pelabuhan, Jalan & Hambatan Perdagangan\n03:40 – Ketahanan Energi, Pupuk & Pangan di Afrika\n05:30 – Berinvestasi di 20 Negara Afrika | Rencana Ekspansi Dangote\n06:40 – Mengapa Kawasan Perdagangan Bebas Kontinental Afrika Belum Berfungsi\n08:00 – Sektor Swasta vs Pemerintah dalam Pertumbuhan Afrika\n09:30 – Membangun Kilang Minyak Terbesar di Dunia (Kisah Dangote)\n11:00 – Mengapa Investor Menghindari Afrika (Risiko vs Realita)\n12:00 – Mengapa Orang Afrika Harus Berinvestasi Lebih Dulu | Saran Dangote\n13:00 – Rencana Investasi $40 Miliar pada tahun 2030\n14:00 – Hubungan AS–Afrika & Peluang yang Terlewatkan\n15:00 – Potensi Afrika yang Belum Dimanfaatkan (Penjelasan Pertumbuhan Ekonomi)\n16:00 – Warisan Dangote: Kerajaan Bisnis vs Filantropi\n17:30 – Menciptakan Kekayaan bagi Orang Afrika (Pencatatan Kilang Minyak)\n19:00 – Pesan Akhir: Mengapa Anda Harus Berinvestasi di Afrika Sekarang\n\n#africannarratives #alikodangote #investinafrica #africarising #dangoterefinery #africaneconomy #energyindependence #businessleadership #imfmeeting #globaleconomy", "post_id": "2HlhheQIIMU"}}, {"key": "africawebtv1", "attributes": {"label": "africawebtv1", "x": 308.1277477642388, "y": 620.6598066573023, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 26.2119, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2HlhheQIIMU", "id": "africawebtv1", "source": "youtube-000001", "content": "Mengapa Afrika Harus Berinvestasi pada Dirinya Sendiri Terlebih Dahulu | Aliko Dangote | Rencana ...\n\nOrang terkaya di Afrika, Aliko Dangote, berbagi visi yang berani untuk masa depan ekonomi Afrika dalam obrolan santai yang penuh semangat ini di Forum Tahunan Pusat Afrika Dewan Atlantik 2026.\nHanya dalam 20 menit, Dangote menguraikan:\n\n• Bagaimana Afrika dapat mencapai kemerdekaan energi pada tahun 2028\n• Dampak global dari Kilang Dangote (650.000 barel/hari)\n• Mengapa Afrika harus berinvestasi pada dirinya sendiri sebelum mengharapkan modal asing\n• Peran infrastruktur, pelabuhan, dan listrik dalam membuka pertumbuhan\n• Kebenaran tentang kepentingan global yang memperlambat kemajuan Afrika\n• Peta jalan investasinya senilai $40 miliar hingga tahun 2030\n• Membangun pelabuhan terbesar di Afrika dan meningkatkan skalanya menjadi kilang terbesar di dunia\n• Visi warisannya: memberdayakan pengusaha Afrika & mentransformasi ekonomi\nPercakapan ini, yang diadakan di sela-sela Pertemuan Musim Semi IMF-Bank Dunia, wajib ditonton oleh investor, pengusaha, pembuat kebijakan, dan siapa pun. Tertarik dengan kebangkitan Afrika.\n\n👉 Pesan Utama: Masa depan Afrika akan dibangun oleh orang Afrika melalui investasi yang berani, kepemimpinan sektor swasta yang kuat, dan visi jangka panjang.\n\nJika Anda percaya pada potensi ekonomi Afrika: Sukai video ini\nKomentari pendapat Anda: Bisakah Afrika benar-benar menjadi mandiri pada tahun 2028?\n\nBerlangganan untuk mendapatkan wawasan lebih lanjut tentang bisnis global, investasi, dan kepemimpinan\n\nPertimbangkan untuk bergabung dengan saluran ini untuk mendapatkan akses ke keuntungan:\n   /   \n\n  / africawebtv  \n  / africawebtv  \nhttps://open.spotify.com/show/2BBcE6w...\nhttps://threads.net/\nhttps://africawebtv.bsky.social\nhttps://whatsapp.com/channel/0029VaDA...\n  / webtvafrica  \n  / africawebtv  \nhttps://africawebtv.nl\n\n© Africa Web TV 2026\n\n00:00 – Aliko Wawancara Dangote 2026 | Masa Depan Ekonomi Afrika\n00:45 – Kemandirian Energi Afrika pada tahun 2028? (Penjelasan Kilang Dangote)\n01:40 – Mengekspor Bahan Bakar ke Inggris & AS | Afrika di Pasar Energi Global\n02:20 – Krisis Infrastruktur Afrika: Pelabuhan, Jalan & Hambatan Perdagangan\n03:40 – Ketahanan Energi, Pupuk & Pangan di Afrika\n05:30 – Berinvestasi di 20 Negara Afrika | Rencana Ekspansi Dangote\n06:40 – Mengapa Kawasan Perdagangan Bebas Kontinental Afrika Belum Berfungsi\n08:00 – Sektor Swasta vs Pemerintah dalam Pertumbuhan Afrika\n09:30 – Membangun Kilang Minyak Terbesar di Dunia (Kisah Dangote)\n11:00 – Mengapa Investor Menghindari Afrika (Risiko vs Realita)\n12:00 – Mengapa Orang Afrika Harus Berinvestasi Lebih Dulu | Saran Dangote\n13:00 – Rencana Investasi $40 Miliar pada tahun 2030\n14:00 – Hubungan AS–Afrika & Peluang yang Terlewatkan\n15:00 – Potensi Afrika yang Belum Dimanfaatkan (Penjelasan Pertumbuhan Ekonomi)\n16:00 – Warisan Dangote: Kerajaan Bisnis vs Filantropi\n17:30 – Menciptakan Kekayaan bagi Orang Afrika (Pencatatan Kilang Minyak)\n19:00 – Pesan Akhir: Mengapa Anda Harus Berinvestasi di Afrika Sekarang\n\n#africannarratives #alikodangote #investinafrica #africarising #dangoterefinery #africaneconomy #energyindependence #businessleadership #imfmeeting #globaleconomy", "post_id": "2HlhheQIIMU"}}, {"key": "africawebtv", "attributes": {"label": "africawebtv", "x": 859.233194467218, "y": 616.8990858552794, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 26.2119, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2HlhheQIIMU", "id": "africawebtv", "source": "youtube-000001", "content": "Mengapa Afrika Harus Berinvestasi pada Dirinya Sendiri Terlebih Dahulu | Aliko Dangote | Rencana ...\n\nOrang terkaya di Afrika, Aliko Dangote, berbagi visi yang berani untuk masa depan ekonomi Afrika dalam obrolan santai yang penuh semangat ini di Forum Tahunan Pusat Afrika Dewan Atlantik 2026.\nHanya dalam 20 menit, Dangote menguraikan:\n\n• Bagaimana Afrika dapat mencapai kemerdekaan energi pada tahun 2028\n• Dampak global dari Kilang Dangote (650.000 barel/hari)\n• Mengapa Afrika harus berinvestasi pada dirinya sendiri sebelum mengharapkan modal asing\n• Peran infrastruktur, pelabuhan, dan listrik dalam membuka pertumbuhan\n• Kebenaran tentang kepentingan global yang memperlambat kemajuan Afrika\n• Peta jalan investasinya senilai $40 miliar hingga tahun 2030\n• Membangun pelabuhan terbesar di Afrika dan meningkatkan skalanya menjadi kilang terbesar di dunia\n• Visi warisannya: memberdayakan pengusaha Afrika & mentransformasi ekonomi\nPercakapan ini, yang diadakan di sela-sela Pertemuan Musim Semi IMF-Bank Dunia, wajib ditonton oleh investor, pengusaha, pembuat kebijakan, dan siapa pun. Tertarik dengan kebangkitan Afrika.\n\n👉 Pesan Utama: Masa depan Afrika akan dibangun oleh orang Afrika melalui investasi yang berani, kepemimpinan sektor swasta yang kuat, dan visi jangka panjang.\n\nJika Anda percaya pada potensi ekonomi Afrika: Sukai video ini\nKomentari pendapat Anda: Bisakah Afrika benar-benar menjadi mandiri pada tahun 2028?\n\nBerlangganan untuk mendapatkan wawasan lebih lanjut tentang bisnis global, investasi, dan kepemimpinan\n\nPertimbangkan untuk bergabung dengan saluran ini untuk mendapatkan akses ke keuntungan:\n   /   \n\n  / africawebtv  \n  / africawebtv  \nhttps://open.spotify.com/show/2BBcE6w...\nhttps://threads.net/\nhttps://africawebtv.bsky.social\nhttps://whatsapp.com/channel/0029VaDA...\n  / webtvafrica  \n  / africawebtv  \nhttps://africawebtv.nl\n\n© Africa Web TV 2026\n\n00:00 – Aliko Wawancara Dangote 2026 | Masa Depan Ekonomi Afrika\n00:45 – Kemandirian Energi Afrika pada tahun 2028? (Penjelasan Kilang Dangote)\n01:40 – Mengekspor Bahan Bakar ke Inggris & AS | Afrika di Pasar Energi Global\n02:20 – Krisis Infrastruktur Afrika: Pelabuhan, Jalan & Hambatan Perdagangan\n03:40 – Ketahanan Energi, Pupuk & Pangan di Afrika\n05:30 – Berinvestasi di 20 Negara Afrika | Rencana Ekspansi Dangote\n06:40 – Mengapa Kawasan Perdagangan Bebas Kontinental Afrika Belum Berfungsi\n08:00 – Sektor Swasta vs Pemerintah dalam Pertumbuhan Afrika\n09:30 – Membangun Kilang Minyak Terbesar di Dunia (Kisah Dangote)\n11:00 – Mengapa Investor Menghindari Afrika (Risiko vs Realita)\n12:00 – Mengapa Orang Afrika Harus Berinvestasi Lebih Dulu | Saran Dangote\n13:00 – Rencana Investasi $40 Miliar pada tahun 2030\n14:00 – Hubungan AS–Afrika & Peluang yang Terlewatkan\n15:00 – Potensi Afrika yang Belum Dimanfaatkan (Penjelasan Pertumbuhan Ekonomi)\n16:00 – Warisan Dangote: Kerajaan Bisnis vs Filantropi\n17:30 – Menciptakan Kekayaan bagi Orang Afrika (Pencatatan Kilang Minyak)\n19:00 – Pesan Akhir: Mengapa Anda Harus Berinvestasi di Afrika Sekarang\n\n#africannarratives #alikodangote #investinafrica #africarising #dangoterefinery #africaneconomy #energyindependence #businessleadership #imfmeeting #globaleconomy", "post_id": "2HlhheQIIMU"}}, {"key": "@kompastv", "attributes": {"label": "@kompastv", "x": 197.76998908583843, "y": 527.7177951606949, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 18.3943, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "MofXcmv1UWA", "id": "@kompastv", "source": "youtube-000001", "content": "Menkeu Purbaya Sampaikan Pesan Presiden Prabowo: “Uang Negara Cukup, Jangan Takut”\n\nJAKARTA, KOMPASTV - Menteri Keuangan menyampaikan bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia yang mencapai 5,61% menandakan adanya akselerasi yang kuat dibandingkan periode sebelumnya.\n\n“Panda Bond (obligasi berdenominasi Renminbi China) di China dengan bunga yang lebih rendah sehingga kita tidak tergantung terlalu banyak ke dolar lagi. Jadi, diversifikasi kita akan lebih baik lagi ke depan,” kata Purbaya, Selasa (5/5/2026). \n\nPurbaya menyampaikan bahwa Presiden meminta dirinya untuk menenangkan publik terkait kondisi ekonomi nasional, khususnya di tengah dinamika pasar keuangan global.\n\n“Jadi, prospek kita bagus, Teman-teman semua. Enggak usah takut. Tadi Pak Presiden juga bilang sama saya, suruh sampaikan pesan bahwa uang saya cukup, duitnya banyak. Jadi, Anda enggak usah takut,” sambungnya. \n\nSementara itu, Ketua OJK, Friderica Widyasari Dewi, menjelaskan bahwa tekanan di pasar modal yang ditandai dengan outflow lebih disebabkan oleh faktor global, termasuk ketidakpastian \ngeopolitik dan kondisi suku bunga tinggi dalam jangka waktu lebih lama.\n\n“Selama fundamental ekonomi kita baik, kami meyakini kondisi ini akan berbalik,” ujarnya.\n\nSahabat KompasTV, Mulai 1 Februari 2026 KompasTV pindah channel. Dapatkan selalu berita dan informasi terupdate KompasTV, di televisi anda di Channel 11 pada perangkat TV Digital atau Set Top Box. Satu Langkah lebih dekat, satu Langkah makin terpercaya!\n\nProduser: Yuilyana \nThumbnail Editor: Rizaldi\n#menkeupurbaya #prabowo \n\nSahabat KompasTV, Mulai 1 Februari 2026 KompasTV pindah channel. Dapatkan selalu berita dan informasi terupdate KompasTV, di televisi anda di Channel 11 pada perangkat TV Digital atau Set Top Box. Satu Langkah lebih dekat, satu Langkah makin terpercaya!\n\nJangan lupa like, comment, dan subscribe channel YouTube KompasTV, juga aktifkan lonceng notifikasi agar tidak ketinggalan update mengenai isu-isu terkini di Indonesia.\n\nJangan lewatkan live streaming KompasTV 24 jam non stop di https://www.kompas.tv/live. Agar tidak ketinggalan berita-berita terkini, terlengkap, serta laporan langsung dari berbagai daerah di Indonesia, yuk subscribe channel youtube KompasTV. Aktifkan juga lonceng supaya kamu dapat notifikasi video terbaru dari KompasTV. \n\nSahabat KompasTV juga bisa memperoleh informasi terkini melalui website: www.kompas.tv\n\nSahabat KompasTV juga bisa memperoleh informasi terkini melalui website: www.kompas.tv\n\nMedia sosial KompasTV: \nFacebook:   / kompastv   \nInstagram:   / kompastv   \nX: https://x.com/KompasTV\nThread: https://www.threads.com/ \nTikTok:   / kompastv.indonesia", "post_id": "MofXcmv1UWA"}}, {"key": "kompastv", "attributes": {"label": "kompastv", "x": 628.0306934335374, "y": 125.91399431129024, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 34.0295, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "MofXcmv1UWA", "id": "kompastv", "source": "youtube-000001", "content": "Menkeu Purbaya Sampaikan Pesan Presiden Prabowo: “Uang Negara Cukup, Jangan Takut”\n\nJAKARTA, KOMPASTV - Menteri Keuangan menyampaikan bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia yang mencapai 5,61% menandakan adanya akselerasi yang kuat dibandingkan periode sebelumnya.\n\n“Panda Bond (obligasi berdenominasi Renminbi China) di China dengan bunga yang lebih rendah sehingga kita tidak tergantung terlalu banyak ke dolar lagi. Jadi, diversifikasi kita akan lebih baik lagi ke depan,” kata Purbaya, Selasa (5/5/2026). \n\nPurbaya menyampaikan bahwa Presiden meminta dirinya untuk menenangkan publik terkait kondisi ekonomi nasional, khususnya di tengah dinamika pasar keuangan global.\n\n“Jadi, prospek kita bagus, Teman-teman semua. Enggak usah takut. Tadi Pak Presiden juga bilang sama saya, suruh sampaikan pesan bahwa uang saya cukup, duitnya banyak. Jadi, Anda enggak usah takut,” sambungnya. \n\nSementara itu, Ketua OJK, Friderica Widyasari Dewi, menjelaskan bahwa tekanan di pasar modal yang ditandai dengan outflow lebih disebabkan oleh faktor global, termasuk ketidakpastian \ngeopolitik dan kondisi suku bunga tinggi dalam jangka waktu lebih lama.\n\n“Selama fundamental ekonomi kita baik, kami meyakini kondisi ini akan berbalik,” ujarnya.\n\nSahabat KompasTV, Mulai 1 Februari 2026 KompasTV pindah channel. Dapatkan selalu berita dan informasi terupdate KompasTV, di televisi anda di Channel 11 pada perangkat TV Digital atau Set Top Box. Satu Langkah lebih dekat, satu Langkah makin terpercaya!\n\nProduser: Yuilyana \nThumbnail Editor: Rizaldi\n#menkeupurbaya #prabowo \n\nSahabat KompasTV, Mulai 1 Februari 2026 KompasTV pindah channel. Dapatkan selalu berita dan informasi terupdate KompasTV, di televisi anda di Channel 11 pada perangkat TV Digital atau Set Top Box. Satu Langkah lebih dekat, satu Langkah makin terpercaya!\n\nJangan lupa like, comment, dan subscribe channel YouTube KompasTV, juga aktifkan lonceng notifikasi agar tidak ketinggalan update mengenai isu-isu terkini di Indonesia.\n\nJangan lewatkan live streaming KompasTV 24 jam non stop di https://www.kompas.tv/live. Agar tidak ketinggalan berita-berita terkini, terlengkap, serta laporan langsung dari berbagai daerah di Indonesia, yuk subscribe channel youtube KompasTV. Aktifkan juga lonceng supaya kamu dapat notifikasi video terbaru dari KompasTV. \n\nSahabat KompasTV juga bisa memperoleh informasi terkini melalui website: www.kompas.tv\n\nSahabat KompasTV juga bisa memperoleh informasi terkini melalui website: www.kompas.tv\n\nMedia sosial KompasTV: \nFacebook:   / kompastv   \nInstagram:   / kompastv   \nX: https://x.com/KompasTV\nThread: https://www.threads.com/ \nTikTok:   / kompastv.indonesia", "post_id": "MofXcmv1UWA"}}, {"key": "@garudatv.official", "attributes": {"label": "@garudatv.official", "x": 217.52765620534097, "y": 531.6590324659586, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 18.3943, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "QF9U9B419UI", "id": "@garudatv.official", "source": "youtube-000001", "content": "Jauh dari Bayang-Bayang Krisis 98, Menko Airlangga: Ekonomi RI Tertinggi Kedua di G20\n\nGaruda Tv - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menegaskan bahwa kondisi fundamental ekonomi Indonesia saat ini berada dalam posisi yang sangat tangguh di tengah gejolak global yang tidak menentu. \n\n\" Menko Airlangga memastikan bahwa situasi ekonomi nasional saat ini jauh dari kondisi krisis seperti yang terjadi pada tahun 1998 silam.\" \n\nOptimisme  didasarkan pada sejumlah indikator makroekonomi yang menunjukkan performa positif dibandingkan dengan negara-negara maju lainnya.\n\nPertumbuhan ekonomi Indonesia pada tahun 2025 tercatat sebagai yang tertinggi kedua setelah India, yakni mencapai 5,11%. Menariknya, pertumbuhan tinggi ini dibarengi dengan manajemen fiskal yang sehat.\n\n\"Defisit anggaran Indonesia tetap terjaga di bawah 3%, jauh lebih rendah dibandingkan negara G20 lainnya seperti India yang mencapai 4%, Prancis 4,4%, bahkan Amerika Serikat yang menyentuh 6,3%,\" jelas Menko Airlangga dalam keterangannya di Jakarta.\n\nPemerintah semakin optimistis. Saat lembaga internasional seperti IMF dan Bank Dunia memproyeksikan ekonomi global hanya tumbuh di kisaran 2,6% hingga 3,3%, Indonesia diperkirakan mampu tumbuh hingga 5,3%. Bahkan, Menko Airlangga menargetkan pertumbuhan ekonomi pada Kuartal I tahun 2026 dapat menyentuh angka 5,5%.\n\nKetahanan ini ditopang oleh beberapa faktor kunci:\n\n1. Konsumsi Domestik: Menyumbang 54% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB).\n\n2. Kemandirian Pangan & Energi: Menjadi bantalan kuat terhadap inflasi global.\n\n3. Penerimaan Pajak: Per Maret 2026, penerimaan pajak menembus Rp462,7 triliun, tumbuh 14,3% secara tahunan (year-on-year).\n\nMenko Airlangga memaparkan bahwa rasio utang saat ini berada di angka 40,46% terhadap PDB atau setara dengan Rp9.637,9 triliun. Meski demikian, risiko eksternal sangat terkendali karena sebagian besar pinjaman berasal dari dalam negeri.\n\nKepemilikan asing pada Surat Berharga Negara (SBN) kini hanya sebesar 12,6%. Hal ini secara signifikan mengurangi kerentanan ekonomi Indonesia terhadap pelarian modal asing (capital outflow) saat terjadi guncangan pasar keuangan global.\n\nCaption, Editor & Upload: Tijani \n\n#ekonomiindonesia  #airlanggahartarto  #g20  #pertumbuhanekonomi  #apbn2026  #pajak #ekonomi #infoekonomi  #GarudaTV\n\nGARUDA TV - Digital TV Indonesia, Berita Terpercaya\n\nSaksikan Garuda TV di Free to Air atau Streaming melalui:\nwww.garuda.tv | YouTube Garuda TV | Aplikasi Vidio | Wewatch | IndiHome CH111 | Transvision CH824 | FirstMedia CH45\n\nScan ulang saluran digital kamu sekarang ya dan saksikan terus program-program seru terbaru hanya di GarudaTV.\n🔴 Subscribe GarudaTV Official Youtube Channel    /   \n🔴  Follow our Official TikTok   / garudatvnews  \n🔴 Like our Official Facebook   / garudatv.official  \n🔴 Follow our Official Instagram   / garudatv.official", "post_id": "QF9U9B419UI"}}, {"key": "garudatv.official", "attributes": {"label": "garudatv.official", "x": 140.10304168634636, "y": 407.31013757989876, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 26.2119, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "QF9U9B419UI", "id": "garudatv.official", "source": "youtube-000001", "content": "Jauh dari Bayang-Bayang Krisis 98, Menko Airlangga: Ekonomi RI Tertinggi Kedua di G20\n\nGaruda Tv - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menegaskan bahwa kondisi fundamental ekonomi Indonesia saat ini berada dalam posisi yang sangat tangguh di tengah gejolak global yang tidak menentu. \n\n\" Menko Airlangga memastikan bahwa situasi ekonomi nasional saat ini jauh dari kondisi krisis seperti yang terjadi pada tahun 1998 silam.\" \n\nOptimisme  didasarkan pada sejumlah indikator makroekonomi yang menunjukkan performa positif dibandingkan dengan negara-negara maju lainnya.\n\nPertumbuhan ekonomi Indonesia pada tahun 2025 tercatat sebagai yang tertinggi kedua setelah India, yakni mencapai 5,11%. Menariknya, pertumbuhan tinggi ini dibarengi dengan manajemen fiskal yang sehat.\n\n\"Defisit anggaran Indonesia tetap terjaga di bawah 3%, jauh lebih rendah dibandingkan negara G20 lainnya seperti India yang mencapai 4%, Prancis 4,4%, bahkan Amerika Serikat yang menyentuh 6,3%,\" jelas Menko Airlangga dalam keterangannya di Jakarta.\n\nPemerintah semakin optimistis. Saat lembaga internasional seperti IMF dan Bank Dunia memproyeksikan ekonomi global hanya tumbuh di kisaran 2,6% hingga 3,3%, Indonesia diperkirakan mampu tumbuh hingga 5,3%. Bahkan, Menko Airlangga menargetkan pertumbuhan ekonomi pada Kuartal I tahun 2026 dapat menyentuh angka 5,5%.\n\nKetahanan ini ditopang oleh beberapa faktor kunci:\n\n1. Konsumsi Domestik: Menyumbang 54% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB).\n\n2. Kemandirian Pangan & Energi: Menjadi bantalan kuat terhadap inflasi global.\n\n3. Penerimaan Pajak: Per Maret 2026, penerimaan pajak menembus Rp462,7 triliun, tumbuh 14,3% secara tahunan (year-on-year).\n\nMenko Airlangga memaparkan bahwa rasio utang saat ini berada di angka 40,46% terhadap PDB atau setara dengan Rp9.637,9 triliun. Meski demikian, risiko eksternal sangat terkendali karena sebagian besar pinjaman berasal dari dalam negeri.\n\nKepemilikan asing pada Surat Berharga Negara (SBN) kini hanya sebesar 12,6%. Hal ini secara signifikan mengurangi kerentanan ekonomi Indonesia terhadap pelarian modal asing (capital outflow) saat terjadi guncangan pasar keuangan global.\n\nCaption, Editor & Upload: Tijani \n\n#ekonomiindonesia  #airlanggahartarto  #g20  #pertumbuhanekonomi  #apbn2026  #pajak #ekonomi #infoekonomi  #GarudaTV\n\nGARUDA TV - Digital TV Indonesia, Berita Terpercaya\n\nSaksikan Garuda TV di Free to Air atau Streaming melalui:\nwww.garuda.tv | YouTube Garuda TV | Aplikasi Vidio | Wewatch | IndiHome CH111 | Transvision CH824 | FirstMedia CH45\n\nScan ulang saluran digital kamu sekarang ya dan saksikan terus program-program seru terbaru hanya di GarudaTV.\n🔴 Subscribe GarudaTV Official Youtube Channel    /   \n🔴  Follow our Official TikTok   / garudatvnews  \n🔴 Like our Official Facebook   / garudatv.official  \n🔴 Follow our Official Instagram   / garudatv.official", "post_id": "QF9U9B419UI"}}], "edges": [{"key": "eddesign_", "source": "eddesign_", "target": "DjolaFix", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "IESDIEM45", "source": "IESDIEM45", "target": "profesor_saham", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "eddesign_", "source": "eddesign_", "target": "kompascom", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "eddesign_", "source": "eddesign_", "target": "kipyiksamgong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "FransSimo", "source": "FransSimo", "target": "MadameSuga", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "beritabalimedia", "source": "beritabalimedia", "target": "beritabalimedia", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "sscbatam", "source": "sscbatam", "target": "kata_batam", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "dhenny.pri", "source": "dhenny.pri", "target": "dpp.pri", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "pemprovbanten", "source": "pemprovbanten", "target": "banten_pemprov", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "pemprovbanten", "source": "pemprovbanten", "target": "pemerintahprovinsibanten", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "pemprovbanten", "source": "pemprovbanten", "target": "pemprovbanten", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "pakyee2", "source": "pakyee2", "target": "Pak", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "pakyee2", "source": "pakyee2", "target": "Pak", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "pakyee2", "source": "pakyee2", "target": "Pak", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "metrotv", "source": "metrotv", "target": "sekretariat.kabinet", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "facebook-000001"}}, {"key": "@tuturmediadigital", "source": "@tuturmediadigital", "target": "tuturtvmedia", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "idxchannel_", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "wicky_adrian", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "deffid_83", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "prast_ulrich", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "rosalinehioe", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@wawasan-cerdas", "source": "@wawasan-cerdas", "target": "wawasan", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@wawasan-cerdas", "source": "@wawasan-cerdas", "target": "wawasan", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@africawebtv1", "source": "@africawebtv1", "target": "africawebtv1", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@africawebtv1", "source": "@africawebtv1", "target": "africawebtv", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@kompastv", "source": "@kompastv", "target": "kompastv", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@garudatv.official", "source": "@garudatv.official", "target": "garudatv.official", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@garudatv.official", "source": "@garudatv.official", "target": "garudatv.official", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}]}