{"nodes": [{"key": "warthogfang", "attributes": {"label": "warthogfang", "x": 449.67021733315926, "y": 384.42533084793894, "size": 7.31, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["retweet-000002"], "scores": {"pagerank": 7.6482, "eigenvector": 73.0016, "in_degree": 0, "out_degree": 3, "degree": 3}, "_id": "2047541476423540960", "id": "warthogfang", "source": "retweet-000002", "content": "Rupiah melemah ke rekor Rp17.300-an karena kombinasi geopolitik + domestik. \n\nGlobal: Ketegangan Selat Hormuz (anc…", "post_id": "2047541476423540960"}}, {"key": "grok", "attributes": {"label": "grok", "x": 476.2509965371746, "y": 539.771264103231, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["retweet-000002"], "scores": {"pagerank": 9.8151, "eigenvector": 203.4588, "in_degree": 2, "out_degree": 14, "degree": 16}, "_id": "2047541476423540960", "id": "grok", "source": "retweet-000002", "content": "Rupiah melemah ke rekor Rp17.300-an karena kombinasi geopolitik + domestik. \n\nGlobal: Ketegangan Selat Hormuz (anc…", "post_id": "2047541476423540960"}}, {"key": "TradingDiary2", "attributes": {"label": "TradingDiary2", "x": 450.9166232396726, "y": 335.4345163388256, "size": 7.31, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["retweet-000002"], "scores": {"pagerank": 10.4111, "eigenvector": 73.0016, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "2047541476423540960", "id": "TradingDiary2", "source": "retweet-000002", "content": "Rupiah melemah ke rekor Rp17.300-an karena kombinasi geopolitik + domestik. \n\nGlobal: Ketegangan Selat Hormuz (anc…", "post_id": "2047541476423540960"}}, {"key": "fimnland", "attributes": {"label": "fimnland", "x": 760.1904035097957, "y": 250.06059356380217, "size": 6.2, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 8.2441, "eigenvector": 54.2115, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2043964189249622481", "id": "fimnland", "source": "tweet-000004", "content": "Posisi rupiah yang melemah ke Rp17.127/USD dipengaruhi utama oleh faktor global: penguatan dolar AS akibat ketegangan geopolitik Timur Tengah (konflik AS-Iran, ancaman Selat Hormuz, & lonjakan harga minyak). Ini picu sentimen risk-off investor, outflow modal asing, & tekanan", "post_id": "2043964189249622481"}}, {"key": "idextratime", "attributes": {"label": "idextratime", "x": 49.95125585298832, "y": 711.2463104670418, "size": 6.2, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 8.2441, "eigenvector": 54.2115, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2043964189249622481", "id": "idextratime", "source": "tweet-000004", "content": "Posisi rupiah yang melemah ke Rp17.127/USD dipengaruhi utama oleh faktor global: penguatan dolar AS akibat ketegangan geopolitik Timur Tengah (konflik AS-Iran, ancaman Selat Hormuz, & lonjakan harga minyak). Ini picu sentimen risk-off investor, outflow modal asing, & tekanan", "post_id": "2043964189249622481"}}, {"key": "kangdede78", "attributes": {"label": "kangdede78", "x": 73.00701649643638, "y": 905.4205360704113, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 7.6482, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "2042405610088804386", "id": "kangdede78", "source": "tweet-000004", "content": "Rupiah lagi melemah karena faktor global + geopolitik (US-Iran dll), bukan karena pemerintahan sekarang.  \n\nLihat fakta: Ringgit Malaysia & Baht Thailand memang lebih kuat, tapi itu karena mereka nggak pny beban program besar buat rakyat seperti Indonesia. Presiden  lagi", "post_id": "2042405610088804386"}}, {"key": "angga_fzn", "attributes": {"label": "angga_fzn", "x": 374.0915520056851, "y": 498.6221662261978, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 10.8986, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2042405610088804386", "id": "angga_fzn", "source": "tweet-000004", "content": "Rupiah lagi melemah karena faktor global + geopolitik (US-Iran dll), bukan karena pemerintahan sekarang.  \n\nLihat fakta: Ringgit Malaysia & Baht Thailand memang lebih kuat, tapi itu karena mereka nggak pny beban program besar buat rakyat seperti Indonesia. Presiden  lagi", "post_id": "2042405610088804386"}}, {"key": "prabowo", "attributes": {"label": "prabowo", "x": 310.44144433613076, "y": 522.4726646754339, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 10.8986, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2042405610088804386", "id": "prabowo", "source": "tweet-000004", "content": "Rupiah lagi melemah karena faktor global + geopolitik (US-Iran dll), bukan karena pemerintahan sekarang.  \n\nLihat fakta: Ringgit Malaysia & Baht Thailand memang lebih kuat, tapi itu karena mereka nggak pny beban program besar buat rakyat seperti Indonesia. Presiden  lagi", "post_id": "2042405610088804386"}}, {"key": "joylivin01", "attributes": {"label": "joylivin01", "x": 249.12566917857905, "y": 164.89687581405266, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 7.6482, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "2041738608860922037", "id": "joylivin01", "source": "tweet-000004", "content": "1. Rupiah melemah dikarenakan guncangan geopolitik (perlu penanganan lanjut yg bijak dari BI)\n2. IHSG anjlok karena adanya pembekuan dari MSCI (ini alasan penyumbang terbesar). Jd sentimennya kuat sbg alasan menjual saham indo oleh asing. Dievaluasi sampai mei 2026.", "post_id": "2041738608860922037"}}, {"key": "havidkhanan", "attributes": {"label": "havidkhanan", "x": 451.42815672754966, "y": 56.289557900318755, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 10.8986, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2041738608860922037", "id": "havidkhanan", "source": "tweet-000004", "content": "1. Rupiah melemah dikarenakan guncangan geopolitik (perlu penanganan lanjut yg bijak dari BI)\n2. IHSG anjlok karena adanya pembekuan dari MSCI (ini alasan penyumbang terbesar). Jd sentimennya kuat sbg alasan menjual saham indo oleh asing. Dievaluasi sampai mei 2026.", "post_id": "2041738608860922037"}}, {"key": "so_am_i_soami", "attributes": {"label": "so_am_i_soami", "x": 817.6391258463144, "y": 582.6256444017079, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 10.8986, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2041738608860922037", "id": "so_am_i_soami", "source": "tweet-000004", "content": "1. Rupiah melemah dikarenakan guncangan geopolitik (perlu penanganan lanjut yg bijak dari BI)\n2. IHSG anjlok karena adanya pembekuan dari MSCI (ini alasan penyumbang terbesar). Jd sentimennya kuat sbg alasan menjual saham indo oleh asing. Dievaluasi sampai mei 2026.", "post_id": "2041738608860922037"}}, {"key": "wa2nntx", "attributes": {"label": "wa2nntx", "x": 236.34703734749286, "y": 334.0306632769483, "size": 6.2, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 8.2441, "eigenvector": 54.2115, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "2041494588041334897", "id": "wa2nntx", "source": "tweet-000004", "content": "Tidak selalu otomatis. Nilai dolar AS jatuh (misalnya DXY turun) memang cenderung membuat rupiah menguat relatif terhadap USD, karena kurs USD/IDR saling terkait. Tapi ini tergantung faktor lain seperti inflasi RI, suku bunga BI, aliran modal, dan risiko geopolitik (seperti", "post_id": "2041494588041334897"}}, {"key": "sipakatawu", "attributes": {"label": "sipakatawu", "x": 485.928561796635, "y": 623.2812104649657, "size": 6.2, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 8.2441, "eigenvector": 54.2115, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2041494588041334897", "id": "sipakatawu", "source": "tweet-000004", "content": "Tidak selalu otomatis. Nilai dolar AS jatuh (misalnya DXY turun) memang cenderung membuat rupiah menguat relatif terhadap USD, karena kurs USD/IDR saling terkait. Tapi ini tergantung faktor lain seperti inflasi RI, suku bunga BI, aliran modal, dan risiko geopolitik (seperti", "post_id": "2041494588041334897"}}, {"key": "MiskinTV_", "attributes": {"label": "MiskinTV_", "x": 76.4123692836125, "y": 387.6300718188648, "size": 6.2, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 8.2441, "eigenvector": 54.2115, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2041494588041334897", "id": "MiskinTV_", "source": "tweet-000004", "content": "Tidak selalu otomatis. Nilai dolar AS jatuh (misalnya DXY turun) memang cenderung membuat rupiah menguat relatif terhadap USD, karena kurs USD/IDR saling terkait. Tapi ini tergantung faktor lain seperti inflasi RI, suku bunga BI, aliran modal, dan risiko geopolitik (seperti", "post_id": "2041494588041334897"}}, {"key": "wa79wa", "attributes": {"label": "wa79wa", "x": 676.7979883173798, "y": 525.2475330744985, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 7.6482, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "2049537345435894119", "id": "wa79wa", "source": "tweet-000004", "content": "geopolitik, efek ny ke kurs rupiah makin melemah thd usd", "post_id": "2049537345435894119"}}, {"key": "itslaaauuu_", "attributes": {"label": "itslaaauuu_", "x": 217.17471957449007, "y": 116.4943104673295, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 14.1491, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2049537345435894119", "id": "itslaaauuu_", "source": "tweet-000004", "content": "geopolitik, efek ny ke kurs rupiah makin melemah thd usd", "post_id": "2049537345435894119"}}, {"key": "Masdjodi1", "attributes": {"label": "Masdjodi1", "x": 567.3747860701131, "y": 284.30928553482494, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 7.6482, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "2051437267680637345", "id": "Masdjodi1", "source": "tweet-000004", "content": "Loe kentut  ! akibat situasi geopolitik global semua mata uang dunia berfluktuasi.. beberapa negara di Asia mata uangnya melemah.. tapi melemahnya rupiah masih dibawah bath Thailand  !", "post_id": "2051437267680637345"}}, {"key": "Jumianto_RK", "attributes": {"label": "Jumianto_RK", "x": 515.8665682598901, "y": 728.6520371485568, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 14.1491, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2051437267680637345", "id": "Jumianto_RK", "source": "tweet-000004", "content": "Loe kentut  ! akibat situasi geopolitik global semua mata uang dunia berfluktuasi.. beberapa negara di Asia mata uangnya melemah.. tapi melemahnya rupiah masih dibawah bath Thailand  !", "post_id": "2051437267680637345"}}, {"key": "aditsaja158123", "attributes": {"label": "aditsaja158123", "x": 920.838040001821, "y": 225.07193244715407, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 7.6482, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "2050088200136454515", "id": "aditsaja158123", "source": "tweet-000004", "content": "Kondisi geopolitik saat ini yang memperburuk keadaan sehingga harapan tidak sesuai realita. Rupiah terus melemah akibat dari banyak kebijakan ekstern maupun intern, bahan bakar fosil naik menyebabkan BBM, Plastik naik.", "post_id": "2050088200136454515"}}, {"key": "ArvinHonami", "attributes": {"label": "ArvinHonami", "x": 369.82282876713055, "y": 540.0015695736976, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 14.1491, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2050088200136454515", "id": "ArvinHonami", "source": "tweet-000004", "content": "Kondisi geopolitik saat ini yang memperburuk keadaan sehingga harapan tidak sesuai realita. Rupiah terus melemah akibat dari banyak kebijakan ekstern maupun intern, bahan bakar fosil naik menyebabkan BBM, Plastik naik.", "post_id": "2050088200136454515"}}, {"key": "GSandiaji51658", "attributes": {"label": "GSandiaji51658", "x": 322.09518953331616, "y": 337.1602173747286, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 7.6482, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "2048940248911282281", "id": "GSandiaji51658", "source": "tweet-000004", "content": "Narasi ‘rupiah melemah’ perlu dilihat lebih komprehensif. Ada faktor eksternal kayak kebijakan The Fed dan geopolitik global. Pemerintah justru lagi berupaya menjaga daya tahan ekonomi domestik lewat diversifikasi dan hilirisasi itu langkah strategis, bukan reaktif", "post_id": "2048940248911282281"}}, {"key": "BigAlphaID", "attributes": {"label": "BigAlphaID", "x": 676.7775795199072, "y": 994.3413215868552, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 14.1491, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2048940248911282281", "id": "BigAlphaID", "source": "tweet-000004", "content": "Narasi ‘rupiah melemah’ perlu dilihat lebih komprehensif. Ada faktor eksternal kayak kebijakan The Fed dan geopolitik global. Pemerintah justru lagi berupaya menjaga daya tahan ekonomi domestik lewat diversifikasi dan hilirisasi itu langkah strategis, bukan reaktif", "post_id": "2048940248911282281"}}, {"key": "9H0st66", "attributes": {"label": "9H0st66", "x": 813.2011119793373, "y": 934.5322106105187, "size": 6.2, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 8.2441, "eigenvector": 54.2115, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2011070492430455065", "id": "9H0st66", "source": "tweet-000004", "content": "IHSG naik ke ATH karena rally saham tambang, optimisme pasar, dan ekspektasi pemotongan suku bunga Fed AS. Rupiah melemah karena USD kuat, ketegangan geopolitik, tarif perdagangan, dan kekhawatiran stabilitas fiskal domestik—bukan kontradiksi, tapi dinamika berbeda.\n\nSetelah", "post_id": "2011070492430455065"}}, {"key": "TheEconopost", "attributes": {"label": "TheEconopost", "x": 942.7458321680215, "y": 645.880642642818, "size": 6.2, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 8.2441, "eigenvector": 54.2115, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2047958406242107874", "id": "TheEconopost", "source": "tweet-000004", "content": "Rupiah melemah ke Rp17.300 meski cadangan devisa masih Rp148,2 miliar (cukup 6 bulan impor) karena faktor utama:\n\n- Geopolitik Timur Tengah (AS-Israel-Iran) picu risk-off global → investor kabur ke USD safe haven, DXY naik.\n- Capital outflow dari emerging market + kekhawatiran", "post_id": "2047958406242107874"}}, {"key": "SitiSalmaF9851", "attributes": {"label": "SitiSalmaF9851", "x": 463.39634675574115, "y": 95.18236748497011, "size": 6.2, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 8.2441, "eigenvector": 54.2115, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2047958406242107874", "id": "SitiSalmaF9851", "source": "tweet-000004", "content": "Rupiah melemah ke Rp17.300 meski cadangan devisa masih Rp148,2 miliar (cukup 6 bulan impor) karena faktor utama:\n\n- Geopolitik Timur Tengah (AS-Israel-Iran) picu risk-off global → investor kabur ke USD safe haven, DXY naik.\n- Capital outflow dari emerging market + kekhawatiran", "post_id": "2047958406242107874"}}, {"key": "bank_indonesia", "attributes": {"label": "bank_indonesia", "x": 170.5362884983791, "y": 896.9017130689309, "size": 6.2, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 8.2441, "eigenvector": 54.2115, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2047958406242107874", "id": "bank_indonesia", "source": "tweet-000004", "content": "Rupiah melemah ke Rp17.300 meski cadangan devisa masih Rp148,2 miliar (cukup 6 bulan impor) karena faktor utama:\n\n- Geopolitik Timur Tengah (AS-Israel-Iran) picu risk-off global → investor kabur ke USD safe haven, DXY naik.\n- Capital outflow dari emerging market + kekhawatiran", "post_id": "2047958406242107874"}}, {"key": "boxxtoc", "attributes": {"label": "boxxtoc", "x": 323.65165529499694, "y": 614.4444391994621, "size": 6.2, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 8.2441, "eigenvector": 54.2115, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2047220838806491291", "id": "boxxtoc", "source": "tweet-000004", "content": "Rupiah saat ini di ~17.300 per USD, dekat rekor terlemah April 2026 akibat dolar kuat & ketegangan geopolitik (seperti US-Iran).\n\n**Jangka pendek**: Bisa melemah lagi ke 17.500 jika tekanan global berlanjut. \n**Jangka menengah**: Banyak analis prediksi stabilisasi/menguat tipis", "post_id": "2047220838806491291"}}, {"key": "EruharuChan", "attributes": {"label": "EruharuChan", "x": 304.08620042549006, "y": 782.5791473554716, "size": 6.2, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 8.2441, "eigenvector": 54.2115, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2047275588679819488", "id": "EruharuChan", "source": "tweet-000004", "content": "Rupiah memang melemah tipis dari ~Rp17.082 (9 April) ke Rp17.179-17.288 (23 April) sesuai data JISDOR BI & pasar. Bukan \"anjlok\" mendadak, tapi tekanan global: geopolitik Timur Tengah (konflik AS-Israel-Iran) picu risk-off, investor pindah ke USD sebagai safe haven.\n\nAda capital", "post_id": "2047275588679819488"}}, {"key": "adarwis", "attributes": {"label": "adarwis", "x": 802.6357746931754, "y": 872.9432219443422, "size": 6.2, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 8.2441, "eigenvector": 54.2115, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2047275588679819488", "id": "adarwis", "source": "tweet-000004", "content": "Rupiah memang melemah tipis dari ~Rp17.082 (9 April) ke Rp17.179-17.288 (23 April) sesuai data JISDOR BI & pasar. Bukan \"anjlok\" mendadak, tapi tekanan global: geopolitik Timur Tengah (konflik AS-Israel-Iran) picu risk-off, investor pindah ke USD sebagai safe haven.\n\nAda capital", "post_id": "2047275588679819488"}}, {"key": "bloombergtechnoz", "attributes": {"label": "bloombergtechnoz", "x": 515.9583325011615, "y": 590.8135342663566, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 13.3012, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 2, "out_degree": 2, "degree": 4}, "_id": "3869019462017006150_51748745734", "id": "bloombergtechnoz", "source": "instagram-000001", "content": "Mengawali pekan, rupiah melemah tipis ke Rp17.003/US$ pada awal perdagangan Senin (6/4/2026) seiring berlanjutnya ketegangan di Timur Tengah yang mendorong harga minyak bertahan di atas US$110 per barel.\n\nKetidakpastian geopolitik dan gangguan pasokan minyak, termasuk distribusi melalui Selat Hormuz, membuat pergerakan mata uang Asia cenderung hati-hati dan masih dibayangi tekanan pelemahan.\n\nKlik link di bio untuk detail informasi selengkapnya. Jangan lupa follow  untuk berita dan data menarik lainnya.\n\n#rupiah #dolar #matauang #bloombergtechnoz", "post_id": "3869019462017006150_51748745734"}}, {"key": "mancingsaham", "attributes": {"label": "mancingsaham", "x": 204.69797112323562, "y": 252.4647869664426, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 50.9874, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 1, "degree": 2}, "_id": "3874409192090765383_52512310886", "id": "mancingsaham", "source": "instagram-000001", "content": "Nilai tukar rupiah diperkirakan bisa melemah hingga Rp17.400/USD lebih cepat dari proyeksi akibat eskalasi geopolitik global. 🌍\n\nMenurut Ibrahim Assuaibi, kegagalan negosiasi AS–Iran mendorong penguatan dolar AS 💵 dan lonjakan harga minyak (WTI > US$104) 🛢️, yang mempercepat tekanan terhadap rupiah.\n\nDampaknya, pasokan energi terganggu dan berpotensi membebani APBN, sehingga pemerintah perlu antisipasi cepat untuk menjaga stabilitas ekonomi. ⚠️\n\nSumber: emitennews.com, 13 April 2026\n\nGabung di  community untuk analisis market, stockpick pilihan, update berita saham, dan diskusi eksklusif dengan investor & trader lainnya. 📩 Bergabung sekarang! Klik lynk.id/owennath atau chat 081251880459 (WhatsApp).\n\n#Rupiah #USDIDR #NilaiTukar #EkonomiGlobal #IHSG #SahamIndonesia #Investasi #mancingsaham", "post_id": "3874409192090765383_52512310886"}}, {"key": "celebesmedia.id", "attributes": {"label": "celebesmedia.id", "x": 985.7650420471109, "y": 584.2530305220884, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 9.712, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 2, "out_degree": 4, "degree": 6}, "_id": "3875070615083074566_10864878485", "id": "celebesmedia.id", "source": "instagram-000001", "content": "Nilai tukar rupiah kembali menunjukkan pelemahan pada awal perdagangan pekan ini. \n\nPada Senin (13/4) pagi, rupiah tercatat turun 17 poin atau sekitar 0,10 persen ke level Rp17.121 per dolar AS, dibandingkan penutupan sebelumnya di Rp17.104 per dolar AS.\n\nPelemahan ini terjadi di tengah meningkatnya kekhawatiran pasar terhadap kondisi geopolitik global, khususnya di kawasan Timur Tengah.\n\nAnalis mata uang Doo Financial Futures, Lukman Leong, menilai tekanan terhadap rupiah berasal dari meningkatnya ketidakpastian setelah pernyataan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump yang akan menutup Selat Hormuz usai gagalnya negosiasi Iran dan Amerika Serikat di Islamabad.\n\n“Rupiah diperkirakan melemah terhadap dolar AS di tengah meningkatnya ketidakpastian seputar geopolitik di Timteng (Timur Tengah) menyusul ancaman Trump untuk menutup Selat Hormuz setelah perundingan yang gagal dengan Iran,” ucapnya, dikutip dari Antara.\n\nMengutip laporan Sputnik, Donald Trump menyatakan bahwa Amerika Serikat akan segera melakukan blokade angkatan laut di Selat Hormuz.\n\nReuters juga melaporkan Trump dala  pernyataannya di Truth Social, Trump menegaskan sikap keras terhadap aktivitas maritim yang terkait Iran.\n\n\"Tidak seorang pun yang membayar bea masuk ilegal akan memiliki jalur aman di laut lepas. Setiap warga Iran yang menembak kita, atau kapal-kapal damai, akan DIHANCURKAN!\" tulis Trump.\n\nBaca selengkapnya di www.celebesmedia.id\n\nIkuti juga sosial media kami  & \ndi Instagram, Tiktok, Twitter, Threads, & Youtube\n\n#rupiah #matauang #dolar #nilaitukaruang #uang", "post_id": "3875070615083074566_10864878485"}}, {"key": "celebespsm", "attributes": {"label": "celebespsm", "x": 701.7001548816636, "y": 77.8150562133061, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 9.712, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "3875070615083074566_10864878485", "id": "celebespsm", "source": "instagram-000001", "content": "Nilai tukar rupiah kembali menunjukkan pelemahan pada awal perdagangan pekan ini. \n\nPada Senin (13/4) pagi, rupiah tercatat turun 17 poin atau sekitar 0,10 persen ke level Rp17.121 per dolar AS, dibandingkan penutupan sebelumnya di Rp17.104 per dolar AS.\n\nPelemahan ini terjadi di tengah meningkatnya kekhawatiran pasar terhadap kondisi geopolitik global, khususnya di kawasan Timur Tengah.\n\nAnalis mata uang Doo Financial Futures, Lukman Leong, menilai tekanan terhadap rupiah berasal dari meningkatnya ketidakpastian setelah pernyataan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump yang akan menutup Selat Hormuz usai gagalnya negosiasi Iran dan Amerika Serikat di Islamabad.\n\n“Rupiah diperkirakan melemah terhadap dolar AS di tengah meningkatnya ketidakpastian seputar geopolitik di Timteng (Timur Tengah) menyusul ancaman Trump untuk menutup Selat Hormuz setelah perundingan yang gagal dengan Iran,” ucapnya, dikutip dari Antara.\n\nMengutip laporan Sputnik, Donald Trump menyatakan bahwa Amerika Serikat akan segera melakukan blokade angkatan laut di Selat Hormuz.\n\nReuters juga melaporkan Trump dala  pernyataannya di Truth Social, Trump menegaskan sikap keras terhadap aktivitas maritim yang terkait Iran.\n\n\"Tidak seorang pun yang membayar bea masuk ilegal akan memiliki jalur aman di laut lepas. Setiap warga Iran yang menembak kita, atau kapal-kapal damai, akan DIHANCURKAN!\" tulis Trump.\n\nBaca selengkapnya di www.celebesmedia.id\n\nIkuti juga sosial media kami  & \ndi Instagram, Tiktok, Twitter, Threads, & Youtube\n\n#rupiah #matauang #dolar #nilaitukaruang #uang", "post_id": "3875070615083074566_10864878485"}}, {"key": "kompascom", "attributes": {"label": "kompascom", "x": 494.5746180208914, "y": 294.920300176906, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 50.9874, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 1, "degree": 2}, "_id": "3882019107797869765_297782118", "id": "kompascom", "source": "instagram-000001", "content": "(Berita selengkapnya cek IG Stories )\n\nBank Indonesia (BI) memandang nilai tukar rupiah saat ini berada di bawah nilai fundamentalnya atau undervalued.\n\nBerdasarkan data BI, nilai tukar rupiah berada di level Rp 17.140 per dollar AS pada 21 April 2026. Rupiah melemah 0,87 persen (point to point) dibandingkan dengan level akhir Maret 2026. \n\nGubernur BI Perry Warjiyo mengatakan, fundamental rupiah seharusnya bergerak lebih kuat seiring kinerja ekonomi domestik yang solid dan berbagai kebijakan moneter bank sentral. Bahkan, perekonomian Indonesia tetap terjaga ketahanannya di tengah dinamika geopolitik dunia termasuk perang di Iran.\n\nMeski demikian, Perry mengakui dampak dari perang Iran memberikan tekanan terhadap rupiah, melalui kenaikan harga minyak, penguatan dollar AS, hingga tingginya imbal hasil atau yield obligasi pemerintah Amerika Serikat (AS). \n\nKondisi tersebut turut memengaruhi aliran modal global ke negara berkembang, termasuk Indonesia.\n\nPenulis: Isna Rifka Sri Rahayu\nEditor: Erlangga Djumena \n\n+ #Rupiah #Uang #Ekonomi", "post_id": "3882019107797869765_297782118"}}, {"key": "idx_channel", "attributes": {"label": "idx_channel", "x": 778.0655292679534, "y": 138.84942135852128, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 137.6659, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 3, "out_degree": 1, "degree": 4}, "_id": "3887452097067095444_3310659452", "id": "idx_channel", "source": "instagram-000001", "content": "Di tengah tekanan yang membayangi pasar saham sepanjang April 2026, sejumlah emiten justru mencatat lonjakan harga yang mencolok.\n\nMenurut data Bursa Efek Indonesia (BEI), Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tercatat melemah sekitar 1,30 persen sepanjang bulan lalu dan ditutup di level 6.956,80 pada Kamis (30/4/2026).\n\nPelemahan ini dipicu kombinasi sentimen negatif, mulai dari isu MSCI, memanasnya konflik geopolitik Amerika Serikat (AS)-Iran yang mendorong harga minyak, hingga depresiasi rupiah yang menyentuh kisaran Rp17.370 per USD.\n\nBaca selengkapnya di\nhttps://www.idxchannel.com/market-news/ihsg-lesu-10-saham-ini-justru-terbang-tinggi-di-april \n\nAtau klik link di bio \n\nFoto: Freepik\n\n#idxchannel #idxchannelcommunity", "post_id": "3887452097067095444_3310659452"}}, {"key": "bangkabelitunginfonew", "attributes": {"label": "bangkabelitunginfonew", "x": 217.94053199822238, "y": 270.0473491096864, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 50.9874, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 1, "degree": 2}, "_id": "3881406030014445473_55481531290", "id": "bangkabelitunginfonew", "source": "instagram-000001", "content": "Nilai tukar rupiah kembali mengalami tekanan hebat pada perdagangan pasar spot, Kamis (23/4/2026).\n\nMata uang Garuda bahkan sempat menembus level psikologis Rp17.200 per dolar Amerika Serikat (AS), sekaligus menjadi posisi terlemah sepanjang sejarah perdagangan rupiah.\n\nBerdasarkan data perdagangan pagi, rupiah dibuka di level Rp17.221 per dolar AS. Posisi ini melemah sekitar 0,23 persen dibandingkan penutupan perdagangan sebelumnya yang berada di angka Rp17.181 per dolar AS.\n\nTekanan terhadap rupiah terus berlanjut hingga mendekati pukul 09.00 WIB. Di pasar spot, mata uang domestik bahkan sempat bergerak ke kisaran Rp17.230 per dolar AS.\n\nPelemahan ini memicu kekhawatiran pelaku pasar terhadap stabilitas nilai tukar dan dampaknya terhadap harga barang impor, utang luar negeri, hingga inflasi nasional.\n\nAnalis pasar uang menilai tekanan terhadap rupiah dipengaruhi oleh kombinasi faktor global dan domestik.\n\nPenguatan dolar AS masih menjadi faktor dominan seiring tingginya permintaan aset safe haven di tengah ketidakpastian ekonomi dunia.\n\nSelain itu, tensi geopolitik internasional yang belum mereda juga membuat investor global cenderung menarik dana dari negara berkembang, termasuk Indonesia.\n\nDi sisi lain, kekhawatiran pasar terhadap arah kebijakan suku bunga Amerika Serikat turut memperburuk sentimen terhadap mata uang emerging market.\n\nInvestor masih menunggu sinyal terbaru dari bank sentral AS atau The Federal Reserve terkait kemungkinan mempertahankan suku bunga tinggi dalam waktu lebih lama.\n\nPelemahan rupiah kali ini juga menjadi sorotan karena telah melampaui level yang pernah terjadi saat krisis pandemi Covid-19 maupun gejolak ekonomi global sebelumnya.\n\nMeski demikian, sejumlah ekonom menilai pelemahan rupiah masih relatif terkendali selama Bank Indonesia mampu menjaga stabilitas pasar dan cadangan devisa tetap kuat.\n\n📝 selengkapnya di bangka.tribunnews.com\n\nHanya Followers Yang Bisa Komentar‼️\n\nFollow  Buat Kamu Lebih Tau Kabar Seputar Bangka Belitung & Sekitarnya\n\n#bangkabelitunginfo #bangkabelitunginfonew #bangkabelitung #breakingnews #informasi", "post_id": "3881406030014445473_55481531290"}}, {"key": "seputarkepri7", "attributes": {"label": "seputarkepri7", "x": 885.4987616996083, "y": 16.850870389497175, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 7.6482, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "7631793312025808148", "id": "seputarkepri7", "source": "tiktok-000001", "content": "Nilai tukar rupiah kian melemah hingga menembus 17.300 per dolar AS pada perdagangan pagi ini, Kamis (23/4). Posisi terlemah sepanjang sejarah.  Berdasarkan data Bloomberg, kurs rupiah hari ini dibuka melemah 40 poin di level 17.221 per dolar AS dan terus bergerak loyo hingga menembus 17.300 per dolar AS pada pukul 09.28 WIB. Analis dari Doo Financial Lukman Leong menilai, pelemahan rupiah dipicu oleh penguatan dolar AS yang didorong oleh meningkatnya ketidakpastian geopolitik global. Sedangkan keputusan Bank Indonesia untuk mempertahankan suku bunga acuan dinilai tak cukup kuat untuk menahan tekanan eksternal. Editor: Agustiyanti #rupiah #dolar #nilaitukarrupiah #ekonomiindonesia #prabowo", "post_id": "7631793312025808148"}}, {"key": "katadatacoid", "attributes": {"label": "katadatacoid", "x": 996.7109812718818, "y": 158.49223713333416, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 14.1491, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7631793312025808148", "id": "katadatacoid", "source": "tiktok-000001", "content": "Nilai tukar rupiah kian melemah hingga menembus 17.300 per dolar AS pada perdagangan pagi ini, Kamis (23/4). Posisi terlemah sepanjang sejarah.  Berdasarkan data Bloomberg, kurs rupiah hari ini dibuka melemah 40 poin di level 17.221 per dolar AS dan terus bergerak loyo hingga menembus 17.300 per dolar AS pada pukul 09.28 WIB. Analis dari Doo Financial Lukman Leong menilai, pelemahan rupiah dipicu oleh penguatan dolar AS yang didorong oleh meningkatnya ketidakpastian geopolitik global. Sedangkan keputusan Bank Indonesia untuk mempertahankan suku bunga acuan dinilai tak cukup kuat untuk menahan tekanan eksternal. Editor: Agustiyanti #rupiah #dolar #nilaitukarrupiah #ekonomiindonesia #prabowo", "post_id": "7631793312025808148"}}, {"key": "richmindsetidn", "attributes": {"label": "richmindsetidn", "x": 425.01622227160465, "y": 935.9958611486179, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 7.6482, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "7636054369841974535", "id": "richmindsetidn", "source": "tiktok-000001", "content": "Rasa khawatir di awal tahun ini 😔📉 Rupiah melemah hingga Rp17.370 per dolar AS pada Senin (04/05), menembus level psikologis dan melanjutkan tren penurunan sejak awal tahun—bahkan menjadi salah satu yang terburuk. Sejak awal kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto, rupiah sudah turun sekitar 12% dari Rp15.489, menurut TradingView. Target penguatan ke Rp5.000 dalam 5–10 tahun pun masih jauh. Tekanan ini dipicu gejolak geopolitik Timur Tengah dan kenaikan harga minyak. Pemerintah tetap memantau pergerakan kurs, meski asumsi RAPBN 2026 berada di Rp16.500 per dolar AS. Sumber: Ig |   #ternakuangnews #prabowo #rupiah", "post_id": "7636054369841974535"}}, {"key": "ternakuang.id", "attributes": {"label": "ternakuang.id", "x": 501.1898361902536, "y": 959.4029865955937, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 36.9024, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 5, "out_degree": 0, "degree": 5}, "_id": "7636054369841974535", "id": "ternakuang.id", "source": "tiktok-000001", "content": "Rasa khawatir di awal tahun ini 😔📉 Rupiah melemah hingga Rp17.370 per dolar AS pada Senin (04/05), menembus level psikologis dan melanjutkan tren penurunan sejak awal tahun—bahkan menjadi salah satu yang terburuk. Sejak awal kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto, rupiah sudah turun sekitar 12% dari Rp15.489, menurut TradingView. Target penguatan ke Rp5.000 dalam 5–10 tahun pun masih jauh. Tekanan ini dipicu gejolak geopolitik Timur Tengah dan kenaikan harga minyak. Pemerintah tetap memantau pergerakan kurs, meski asumsi RAPBN 2026 berada di Rp16.500 per dolar AS. Sumber: Ig |   #ternakuangnews #prabowo #rupiah", "post_id": "7636054369841974535"}}, {"key": "gabrey_clip", "attributes": {"label": "gabrey_clip", "x": 103.92004494191941, "y": 402.7014638723389, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 7.6482, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "7631903133437922578", "id": "gabrey_clip", "source": "tiktok-000001", "content": "Nilai tukar Rupiah kembali melemah tajam hingga menyentuh level sekitar Rp17.300 per dolar Amerika Serikat, mencerminkan tekanan besar dari faktor global dan domestik. Salah satu pemicu utama pelemahan ini adalah meningkatnya ketegangan geopolitik, khususnya konflik Iran yang mendorong lonjakan harga energi dan memicu ketidakpastian pasar global. sumber:   #cryptowave #rupiah #inflasi", "post_id": "7631903133437922578"}}, {"key": "cryptowaveid", "attributes": {"label": "cryptowaveid", "x": 155.9854859740778, "y": 960.269334945366, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 14.1491, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7631903133437922578", "id": "cryptowaveid", "source": "tiktok-000001", "content": "Nilai tukar Rupiah kembali melemah tajam hingga menyentuh level sekitar Rp17.300 per dolar Amerika Serikat, mencerminkan tekanan besar dari faktor global dan domestik. Salah satu pemicu utama pelemahan ini adalah meningkatnya ketegangan geopolitik, khususnya konflik Iran yang mendorong lonjakan harga energi dan memicu ketidakpastian pasar global. sumber:   #cryptowave #rupiah #inflasi", "post_id": "7631903133437922578"}}, {"key": "radarcrypto.id", "attributes": {"label": "radarcrypto.id", "x": 403.0562427237814, "y": 696.2748486659963, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 7.6482, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "7631899426595835143", "id": "radarcrypto.id", "source": "tiktok-000001", "content": "Rupiah kembali melemah hingga menembus level psikologis Rp17.300 per dolar AS pada perdagangan Kamis (23/04). Tren penurunan ini sudah berlangsung sejak awal April dan menjadi salah satu yang terburuk yang pernah terjadi. Mengacu pada data Bloomberg, nilai tukar rupiah turun sekitar 0,74 persen dibandingkan penutupan sebelumnya yang masih berada di level Rp17.181 per dolar AS. Menanggapi hal ini, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menjelaskan bahwa tekanan terhadap rupiah dipicu oleh faktor eksternal, terutama ketidakpastian geopolitik di kawasan Timur Tengah. Pemerintah bersama otoritas terkait akan terus mencermati pergerakan kurs, terlebih asumsi nilai tukar dalam RAPBN 2026 masih dipatok di kisaran Rp16.500 per dolar AS. Disclaimer: Bukan nasihat finansial (NFA). Lakukan riset mandiri (DYOR). Source : , Nowdots #rupiah", "post_id": "7631899426595835143"}}, {"key": "profitpulseclips.idn", "attributes": {"label": "profitpulseclips.idn", "x": 815.3882023900715, "y": 533.4690945966998, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 7.6482, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "7631879123173969159", "id": "profitpulseclips.idn", "source": "tiktok-000001", "content": "Nilai tukar rupiah kembali tertekan dan kini menembus angka psikologis Rp17.300 per dolar AS pada perdagangan Kamis (23/04). Pelemahan ini memperpanjang tren negatif sejak awal April, bahkan menjadi salah satu yang terburuk sepanjang sejarah. Berdasarkan data Bloomberg, rupiah tercatat melemah sekitar 0,74 persen dibanding penutupan sebelumnya yang masih berada di level Rp17.181 per dolar AS. Menanggapi kondisi tersebut, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyebut tekanan terhadap rupiah dipengaruhi oleh faktor eksternal, terutama ketidakpastian geopolitik di kawasan Timur Tengah. Pemerintah bersama otoritas terkait pun akan terus memantau pergerakan nilai tukar, mengingat dalam RAPBN 2026 asumsi kurs masih berada di kisaran Rp16.500 per dolar AS. Disclaimer: Bukan saran finansial (NFA). Tetap lakukan riset mandiri (DYOR). Source :   #rupiah", "post_id": "7631879123173969159"}}, {"key": "nowdotsofficial", "attributes": {"label": "nowdotsofficial", "x": 683.4933374939142, "y": 805.4935631815682, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 10.8986, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7631879123173969159", "id": "nowdotsofficial", "source": "tiktok-000001", "content": "Nilai tukar rupiah kembali tertekan dan kini menembus angka psikologis Rp17.300 per dolar AS pada perdagangan Kamis (23/04). Pelemahan ini memperpanjang tren negatif sejak awal April, bahkan menjadi salah satu yang terburuk sepanjang sejarah. Berdasarkan data Bloomberg, rupiah tercatat melemah sekitar 0,74 persen dibanding penutupan sebelumnya yang masih berada di level Rp17.181 per dolar AS. Menanggapi kondisi tersebut, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyebut tekanan terhadap rupiah dipengaruhi oleh faktor eksternal, terutama ketidakpastian geopolitik di kawasan Timur Tengah. Pemerintah bersama otoritas terkait pun akan terus memantau pergerakan nilai tukar, mengingat dalam RAPBN 2026 asumsi kurs masih berada di kisaran Rp16.500 per dolar AS. Disclaimer: Bukan saran finansial (NFA). Tetap lakukan riset mandiri (DYOR). Source :   #rupiah", "post_id": "7631879123173969159"}}, {"key": "cashflowchronicles07", "attributes": {"label": "cashflowchronicles07", "x": 994.8002659083563, "y": 803.5933928062531, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 7.6482, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "7632208433592143111", "id": "cashflowchronicles07", "source": "tiktok-000001", "content": "Nilai tukar rupiah melewati ambang psikologis Rp17.300 per dolar AS pada perdagangan Kamis (23/04), melanjutkan tren pelemahan sejak awal April yang kini tercatat sebagai yang terburuk sepanjang sejarah. Rupiah terdepresiasi 0,74% dibanding penutupan sebelumnya di Rp17.181 per dolar AS, berdasarkan data Bloomberg. Menanggapi kondisi tersebut, Airlangga Hartarto menyatakan bahwa tekanan terhadap rupiah dipicu oleh faktor eksternal, terutama ketidakpastian geopolitik di kawasan Timur Tengah. Pemerintah bersama otoritas terkait akan terus mengawasi pergerakan kurs, mengingat asumsi nilai tukar dalam RAPBN 2026 ditetapkan di kisaran Rp16.500 per dolar AS. Sumber Ig:   #ternakuang", "post_id": "7632208433592143111"}}, {"key": "financial.maxi", "attributes": {"label": "financial.maxi", "x": 178.2233076624853, "y": 221.56957980486536, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 7.6482, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "7632211186515250439", "id": "financial.maxi", "source": "tiktok-000001", "content": "Nilai tukar rupiah pada perdagangan Kamis (23/04) melewati batas psikologis Rp17.300 per dolar AS. Pelemahan ini memperpanjang tren penurunan sejak awal April dan tercatat sebagai yang terburuk sepanjang sejarah. Berdasarkan data Bloomberg, rupiah turun 0,74 persen dibanding penutupan sebelumnya yang masih berada di Rp17.181 per dolar AS. Menanggapi kondisi tersebut, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyebut tekanan terhadap rupiah dipengaruhi faktor eksternal serta ketidakpastian geopolitik di kawasan Timur Tengah. Pemerintah bersama otoritas terkait akan terus mengawasi pergerakan kurs, mengingat asumsi nilai tukar dalam RAPBN 2026 ditetapkan di kisaran Rp16.500 per dolar AS. Sumber Ig:  #edukasitimothy", "post_id": "7632211186515250439"}}, {"key": "rayvenkael.real", "attributes": {"label": "rayvenkael.real", "x": 800.9474911787169, "y": 317.9162797191878, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 7.6482, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "7634762679994912021", "id": "rayvenkael.real", "source": "tiktok-000001", "content": "menurut kalian semua gimana🤨? penjelasan👇 Pasar keuangan Indonesia terpuruk pada Kamis (30/4/2026). IHSG anjlok lebih dari 3% ke level 6.887, titik terendah tahun ini. Rupiah melemah ke Rp17.390 per dolar AS dipicu ketidakpastian geopolitik global dan sikap agresif bank sentral AS. Saham besar seperti DSSA dan BREN turut menyeret indeks lebih dalam. (Source :  [IG]) #ihsg #purbaya #rupiah #rupiahmelemah #rayvenkael", "post_id": "7634762679994912021"}}, {"key": "bantenglarimedia", "attributes": {"label": "bantenglarimedia", "x": 170.91476745144683, "y": 672.467204322849, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 14.1491, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7634762679994912021", "id": "bantenglarimedia", "source": "tiktok-000001", "content": "menurut kalian semua gimana🤨? penjelasan👇 Pasar keuangan Indonesia terpuruk pada Kamis (30/4/2026). IHSG anjlok lebih dari 3% ke level 6.887, titik terendah tahun ini. Rupiah melemah ke Rp17.390 per dolar AS dipicu ketidakpastian geopolitik global dan sikap agresif bank sentral AS. Saham besar seperti DSSA dan BREN turut menyeret indeks lebih dalam. (Source :  [IG]) #ihsg #purbaya #rupiah #rupiahmelemah #rayvenkael", "post_id": "7634762679994912021"}}, {"key": "haidar1u", "attributes": {"label": "haidar1u", "x": 146.786562582085, "y": 781.9561765647106, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 7.6482, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "7631914616318364935", "id": "haidar1u", "source": "tiktok-000001", "content": "Nilai tukar rupiah kembali tertekan dan bahkan menembus level Rp17.300 per dolar AS pada perdagangan pagi 23 April 2026. Hingga pukul 09.35 WIB, rupiah tercatat berada di posisi Rp17.310 per dolar AS atau melemah sekitar 0,74% dibanding penutupan sebelumnya. Pelemahan ini menjadikan rupiah sebagai mata uang dengan kinerja terburuk di Asia pada hari tersebut, sekaligus mencatatkan level terlemah sepanjang sejarah. Tekanan ini dipicu kombinasi faktor eksternal dan domestik, mulai dari ketegangan geopolitik terkait kebijakan Amerika Serikat terhadap Iran hingga kuatnya data ekonomi AS yang mendorong penguatan dolar. Di dalam negeri, beban jatuh tempo utang pemerintah yang besar juga turut menambah tekanan. Ke depan, pergerakan rupiah diperkirakan masih terbatas di kisaran Rp17.250-Rp17.308, dengan Bank Indonesia berupaya menjaga stabilitas melalui kebijakan suku bunga. preset: #fyp #uang #rupiah #indonesia #prabowo", "post_id": "7631914616318364935"}}, {"key": "snowpreset", "attributes": {"label": "snowpreset", "x": 374.3264069723181, "y": 726.4706775642649, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 14.1491, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7631914616318364935", "id": "snowpreset", "source": "tiktok-000001", "content": "Nilai tukar rupiah kembali tertekan dan bahkan menembus level Rp17.300 per dolar AS pada perdagangan pagi 23 April 2026. Hingga pukul 09.35 WIB, rupiah tercatat berada di posisi Rp17.310 per dolar AS atau melemah sekitar 0,74% dibanding penutupan sebelumnya. Pelemahan ini menjadikan rupiah sebagai mata uang dengan kinerja terburuk di Asia pada hari tersebut, sekaligus mencatatkan level terlemah sepanjang sejarah. Tekanan ini dipicu kombinasi faktor eksternal dan domestik, mulai dari ketegangan geopolitik terkait kebijakan Amerika Serikat terhadap Iran hingga kuatnya data ekonomi AS yang mendorong penguatan dolar. Di dalam negeri, beban jatuh tempo utang pemerintah yang besar juga turut menambah tekanan. Ke depan, pergerakan rupiah diperkirakan masih terbatas di kisaran Rp17.250-Rp17.308, dengan Bank Indonesia berupaya menjaga stabilitas melalui kebijakan suku bunga. preset: #fyp #uang #rupiah #indonesia #prabowo", "post_id": "7631914616318364935"}}, {"key": "irhamshlaw", "attributes": {"label": "irhamshlaw", "x": 689.5676516113197, "y": 708.531099042645, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 7.6482, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "7636212038825561351", "id": "irhamshlaw", "source": "tiktok-000001", "content": "#CapCut Nilai tukar rupiah ditutup melemah pada Senin (4/5/2026). Rupiah turun 57 poin atau 0,33 persen ke level Rp17.394 per USD. Pengamat Pasar Uang dan Komoditas, Ibrahim Assuaibi, menilai sentimen global, terutama geopolitik masih memberikan tekanan terhadap mata uang. “Sebelumnya, Presiden AS Donald Trump mengatakan pihaknya akan memulai upaya membebaskan kapal-kapal yang terdampar di Selat Hormuz,” tulis Ibrahim dalam risetnya. Trump telah menjadikan kesepakatan nuklir dengan Teheran sebagai prioritas, sementara Iran telah mengusulkan untuk mengesampingkan masalah nuklir hingga setelah perang berakhir dan kedua pihak sepakat untuk mencabut blokade yang saling bertentangan terhadap pelayaran di Teluk. Baca selengkapnya di https://www.idxchannel.com/market-news/rupiah-hari-ini-ditutup-melemah-ke-level-rp17394-per-usd Atau klik link di bio  #rupiah #ekonomiindonesia #beritatiktok #fyp", "post_id": "7636212038825561351"}}, {"key": "shenzhen_1999", "attributes": {"label": "shenzhen_1999", "x": 965.5645488398898, "y": 278.2139282236077, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 7.6482, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "7635996012863180053", "id": "shenzhen_1999", "source": "tiktok-000001", "content": "Nilai tukar rupiah kembali melemah dan kini telah menembus level Rp17.400 per dolar Amerika Serikat. Pelemahan ini menandai tekanan lanjutan terhadap mata uang domestik di tengah dinamika global yang semakin tidak menentu. Pergerakan rupiah dipengaruhi oleh penguatan dolar AS yang masih dominan, didorong oleh kebijakan suku bunga tinggi dari Federal Reserve serta meningkatnya permintaan terhadap aset safe haven. Di sisi lain, tekanan eksternal seperti kenaikan harga energi global dan ketegangan geopolitik turut memperburuk sentimen terhadap mata uang negara berkembang, termasuk Indonesia. Kondisi ini membuat arus modal asing cenderung keluar dari pasar domestik. Bank Indonesia sebelumnya telah menegaskan komitmennya untuk menjaga stabilitas nilai tukar melalui intervensi di pasar valas serta penguatan kebijakan moneter. #cryptowave  #bismillahfyp #fyppppppppppppppppppppppp", "post_id": "7635996012863180053"}}, {"key": "CryptoWave", "attributes": {"label": "CryptoWave", "x": 378.35328677053326, "y": 855.3108107820601, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 14.1491, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7635996012863180053", "id": "CryptoWave", "source": "tiktok-000001", "content": "Nilai tukar rupiah kembali melemah dan kini telah menembus level Rp17.400 per dolar Amerika Serikat. Pelemahan ini menandai tekanan lanjutan terhadap mata uang domestik di tengah dinamika global yang semakin tidak menentu. Pergerakan rupiah dipengaruhi oleh penguatan dolar AS yang masih dominan, didorong oleh kebijakan suku bunga tinggi dari Federal Reserve serta meningkatnya permintaan terhadap aset safe haven. Di sisi lain, tekanan eksternal seperti kenaikan harga energi global dan ketegangan geopolitik turut memperburuk sentimen terhadap mata uang negara berkembang, termasuk Indonesia. Kondisi ini membuat arus modal asing cenderung keluar dari pasar domestik. Bank Indonesia sebelumnya telah menegaskan komitmennya untuk menjaga stabilitas nilai tukar melalui intervensi di pasar valas serta penguatan kebijakan moneter. #cryptowave  #bismillahfyp #fyppppppppppppppppppppppp", "post_id": "7635996012863180053"}}, {"key": "IDXChannelcom", "attributes": {"label": "IDXChannelcom", "x": 312.934604550655, "y": 879.3896888352814, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["facebook-000001"], "scores": {"pagerank": 7.6482, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "432781620563594_1456715869585563", "id": "IDXChannelcom", "source": "facebook-000001", "content": "Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) diproyeksi melemah ke level Rp17.550 per USD pada perdagangan pekan depan. \n\nPengamat pasar uang, Ibrahim Assuaibi menilai, pergerakan mata uang Garuda masih dibayangi oleh sentimen ketidakpastian geopolitik serta penguatan dolar AS.\n\n\"Kemudian kalau rupiah sendiri, kemungkinan besar dalam perdagangan di minggu depan itu di 17.550,\" ujarnya dalam pernyataan resmi, Minggu (3/5/2026). \n\nIbrahim menjelaskan, penguatan dolar AS didorong oleh meningkatnya permintaan aset safe haven di tengah memanasnya konflik geopolitik, terutama di kawasan Timur Tengah. Kondisi tersebut mendorong investor global keluar dari aset berisiko di negara berkembang dan beralih ke dolar AS.\n\nBaca selengkapnya di\nhttps://www.idxchannel.com/market-news/tekanan-geopolitik-berlanjut-rupiah-berpotensi-tembus-rp17550-pekan-depan\n\nAtau klik link di bio \n\nFoto: iNews Media Group\n\n#idxchannel #idxchannelcommunity", "post_id": "432781620563594_1456715869585563"}}, {"key": "@InnerBoost-oe4sd", "attributes": {"label": "@InnerBoost-oe4sd", "x": 479.7558473351111, "y": 509.35276357767646, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 7.6482, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "zQ-T67u7Do0", "id": "@InnerBoost-oe4sd", "source": "youtube-000001", "content": "Rupiah Tembus 17.000! Ini Dampak Nyatanya ke Hidup\n\n🔥 Rupiah Tembus 17.000! Ini Dampak Nyatanya ke Hidup Lo (Harga Naik Semua?)\n\n💥 Rupiah akhirnya tembus Rp17.000 per dolar AS…\nDan ini bukan sekadar angka.\n\nIni adalah alarm bahaya ekonomi yang dampaknya bisa langsung kerasa ke kehidupan lo sehari-hari.\n\nMulai dari:\n💸 Harga barang naik\n✈️ Liburan makin mahal\n⛽ BBM berpotensi naik\n📉 Bahkan ekonomi Indonesia bisa ikut tertekan\n\nDi video ini, kita bakal kupas tuntas dengan cara yang simple, santai, tapi dalam banget tentang:\n\n📊 APA YANG TERJADI DENGAN RUPIAH?\n\n✅ Rupiah melemah hingga tembus Rp17.000\n✅ Dolar AS menguat signifikan di tahun 2026\n✅ Ini jadi salah satu pelemahan paling serius dalam beberapa waktu terakhir\n\nTapi… kenapa ini bisa terjadi?\n\n🌍 PENYEBAB UTAMA RUPIAH MELEMAH\n\n🔥 Bukan cuma faktor dalam negeri…\nAda kekuatan besar dari luar yang bikin rupiah tertekan:\n\n✔️ Penguatan dolar AS (DXY naik drastis)\n✔️ Suku bunga tinggi dari The Fed\n✔️ Ketidakpastian ekonomi global\n✔️ Konflik geopolitik (Perang AS vs Iran)\n\n💡 Investor global sekarang lagi “lari” ke dolar sebagai safe haven\nDan efeknya?\n\n➡️ Mata uang lain, termasuk rupiah… ikut jatuh\n\n⚠️ PREDIKSI MENGERIKAN: RUPIAH BISA TEMBUS 17.500\n\n📉 Menurut analis, kalau konflik global gak mereda:\n\n👉 Rupiah bisa jatuh lebih dalam ke Rp17.500\n\nArtinya?\n\n❗ Tekanan ekonomi makin berat\n❗ Harga-harga makin naik\n❗ Daya beli masyarakat bisa turun\n\n💰 DAMPAK LANGSUNG KE KEHIDUPAN LO\n\nIni bagian paling penting…\n\nKarena efeknya bukan cuma di berita, tapi di dompet lo langsung 👇\n\n🛒 Harga Barang Naik\n\n✔️ Barang impor jadi lebih mahal\n✔️ Elektronik, bahan baku, hingga makanan ikut naik\n\n🏭 Biaya Produksi Meningkat\n\n✔️ Industri tergantung impor kena dampak\n✔️ Ujung-ujungnya harga jual naik\n\n✈️ Liburan ke Luar Negeri Mahal\n\n✔️ Tiket & hotel naik\n✔️ Semua transaksi pakai dolar jadi lebih berat\n\n📈 Tapi Ada yang Diuntungkan!\n\n✔️ Eksportir dapat untung lebih besar\n✔️ Pariwisata Indonesia bisa naik karena turis asing lebih kuat\n\n⛽ Efek ke BBM & Energi\n\n✔️ Indonesia masih impor minyak\n✔️ Dolar naik = biaya impor naik\n✔️ BBM berpotensi ikut naik\n\n📉 KENAPA EMAS MALAH BISA TURUN?\n\nMenariknya…\n\n💡 Saat krisis, investor lebih pilih dolar\nBukan emas\n\n➡️ Karena dolar dianggap lebih likuid dan aman saat ini\n\n🧠 CARA CERDAS MENGHADAPI SITUASI INI\n\nJangan panik. Tapi juga jangan cuek.\n\nIni yang bisa lo lakukan 👇\n\n✅ Pantau kurs secara rutin\n✅ Atur ulang keuangan lo\n✅ Diversifikasi aset (jangan cuma rupiah)\n✅ Siapkan strategi jangka panjang\n✅ Ambil keputusan berdasarkan data, bukan emosi\n\n🚨 KESIMPULAN BESAR\n\nRupiah 17.000 bukan akhir…\n\nTapi ini adalah peringatan awal.\n\nTentang:\n⚠️ Dunia yang sedang tidak stabil\n⚠️ Ekonomi global yang berubah\n⚠️ Dan pentingnya lo siap secara finansial\n\n🎯 KENAPA HARUS NONTON VIDEO INI SAMPAI HABIS?\n\nKarena di video ini lo bakal dapet:\n\n✔️ Penjelasan lengkap & mudah dipahami\n✔️ Analisis tajam tanpa ribet\n✔️ Insight yang jarang dibahas\n✔️ Cara bertahan di kondisi ekonomi sulit\n\n🔔 SUPPOCHANNEL INNER BOOST\n\nKalau lo suka konten yang:\n💡 Ngebuka cara berpikir\n💡 Ngebantu lo lebih siap secara mental & finansial\n💡 Dan relevan banget sama kehidupan nyata\n\n👉 Jangan lupa:\n\n✅ LIKE 👍\n✅ COMMENT 💬\n✅ SHARE 🔁\n✅ SUBSCRIBE 🔔\n\nKarena dukungan lo bantu channel ini terus berkembang 🙌\n\n\n\n#nilaitukarrupiah #kursdollar #ekonomiglobal #ekonomidunia #ekonominasional #inflasi  #Rupiah17000 #DolarNaik #hargaminyak  #EkonomiIndonesia #KursRupiah\n#BeritaEkonomi #RupiahMelemah #DolarAS\n#Investasi #Keuangan #KrisisEkonomi #PerangGlobal #IHSG #HargaNaik #InnerBoost\n\n\n\n‪-oe4sd‬", "post_id": "zQ-T67u7Do0"}}, {"key": "InnerBoost", "attributes": {"label": "InnerBoost", "x": 15.935603346861505, "y": 221.88208154773181, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 14.1491, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "zQ-T67u7Do0", "id": "InnerBoost", "source": "youtube-000001", "content": "Rupiah Tembus 17.000! Ini Dampak Nyatanya ke Hidup\n\n🔥 Rupiah Tembus 17.000! Ini Dampak Nyatanya ke Hidup Lo (Harga Naik Semua?)\n\n💥 Rupiah akhirnya tembus Rp17.000 per dolar AS…\nDan ini bukan sekadar angka.\n\nIni adalah alarm bahaya ekonomi yang dampaknya bisa langsung kerasa ke kehidupan lo sehari-hari.\n\nMulai dari:\n💸 Harga barang naik\n✈️ Liburan makin mahal\n⛽ BBM berpotensi naik\n📉 Bahkan ekonomi Indonesia bisa ikut tertekan\n\nDi video ini, kita bakal kupas tuntas dengan cara yang simple, santai, tapi dalam banget tentang:\n\n📊 APA YANG TERJADI DENGAN RUPIAH?\n\n✅ Rupiah melemah hingga tembus Rp17.000\n✅ Dolar AS menguat signifikan di tahun 2026\n✅ Ini jadi salah satu pelemahan paling serius dalam beberapa waktu terakhir\n\nTapi… kenapa ini bisa terjadi?\n\n🌍 PENYEBAB UTAMA RUPIAH MELEMAH\n\n🔥 Bukan cuma faktor dalam negeri…\nAda kekuatan besar dari luar yang bikin rupiah tertekan:\n\n✔️ Penguatan dolar AS (DXY naik drastis)\n✔️ Suku bunga tinggi dari The Fed\n✔️ Ketidakpastian ekonomi global\n✔️ Konflik geopolitik (Perang AS vs Iran)\n\n💡 Investor global sekarang lagi “lari” ke dolar sebagai safe haven\nDan efeknya?\n\n➡️ Mata uang lain, termasuk rupiah… ikut jatuh\n\n⚠️ PREDIKSI MENGERIKAN: RUPIAH BISA TEMBUS 17.500\n\n📉 Menurut analis, kalau konflik global gak mereda:\n\n👉 Rupiah bisa jatuh lebih dalam ke Rp17.500\n\nArtinya?\n\n❗ Tekanan ekonomi makin berat\n❗ Harga-harga makin naik\n❗ Daya beli masyarakat bisa turun\n\n💰 DAMPAK LANGSUNG KE KEHIDUPAN LO\n\nIni bagian paling penting…\n\nKarena efeknya bukan cuma di berita, tapi di dompet lo langsung 👇\n\n🛒 Harga Barang Naik\n\n✔️ Barang impor jadi lebih mahal\n✔️ Elektronik, bahan baku, hingga makanan ikut naik\n\n🏭 Biaya Produksi Meningkat\n\n✔️ Industri tergantung impor kena dampak\n✔️ Ujung-ujungnya harga jual naik\n\n✈️ Liburan ke Luar Negeri Mahal\n\n✔️ Tiket & hotel naik\n✔️ Semua transaksi pakai dolar jadi lebih berat\n\n📈 Tapi Ada yang Diuntungkan!\n\n✔️ Eksportir dapat untung lebih besar\n✔️ Pariwisata Indonesia bisa naik karena turis asing lebih kuat\n\n⛽ Efek ke BBM & Energi\n\n✔️ Indonesia masih impor minyak\n✔️ Dolar naik = biaya impor naik\n✔️ BBM berpotensi ikut naik\n\n📉 KENAPA EMAS MALAH BISA TURUN?\n\nMenariknya…\n\n💡 Saat krisis, investor lebih pilih dolar\nBukan emas\n\n➡️ Karena dolar dianggap lebih likuid dan aman saat ini\n\n🧠 CARA CERDAS MENGHADAPI SITUASI INI\n\nJangan panik. Tapi juga jangan cuek.\n\nIni yang bisa lo lakukan 👇\n\n✅ Pantau kurs secara rutin\n✅ Atur ulang keuangan lo\n✅ Diversifikasi aset (jangan cuma rupiah)\n✅ Siapkan strategi jangka panjang\n✅ Ambil keputusan berdasarkan data, bukan emosi\n\n🚨 KESIMPULAN BESAR\n\nRupiah 17.000 bukan akhir…\n\nTapi ini adalah peringatan awal.\n\nTentang:\n⚠️ Dunia yang sedang tidak stabil\n⚠️ Ekonomi global yang berubah\n⚠️ Dan pentingnya lo siap secara finansial\n\n🎯 KENAPA HARUS NONTON VIDEO INI SAMPAI HABIS?\n\nKarena di video ini lo bakal dapet:\n\n✔️ Penjelasan lengkap & mudah dipahami\n✔️ Analisis tajam tanpa ribet\n✔️ Insight yang jarang dibahas\n✔️ Cara bertahan di kondisi ekonomi sulit\n\n🔔 SUPPOCHANNEL INNER BOOST\n\nKalau lo suka konten yang:\n💡 Ngebuka cara berpikir\n💡 Ngebantu lo lebih siap secara mental & finansial\n💡 Dan relevan banget sama kehidupan nyata\n\n👉 Jangan lupa:\n\n✅ LIKE 👍\n✅ COMMENT 💬\n✅ SHARE 🔁\n✅ SUBSCRIBE 🔔\n\nKarena dukungan lo bantu channel ini terus berkembang 🙌\n\n\n\n#nilaitukarrupiah #kursdollar #ekonomiglobal #ekonomidunia #ekonominasional #inflasi  #Rupiah17000 #DolarNaik #hargaminyak  #EkonomiIndonesia #KursRupiah\n#BeritaEkonomi #RupiahMelemah #DolarAS\n#Investasi #Keuangan #KrisisEkonomi #PerangGlobal #IHSG #HargaNaik #InnerBoost\n\n\n\n‪-oe4sd‬", "post_id": "zQ-T67u7Do0"}}, {"key": "@garudatv.official", "attributes": {"label": "@garudatv.official", "x": 118.24484354371079, "y": 249.5177447040998, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 7.6482, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "lOFOWxyltpw", "id": "@garudatv.official", "source": "youtube-000001", "content": "IHSG Melemah ke Level 7.001 Terimbas Ketegangan Geopolitik Global\n\nGaruda Tv - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) membuka perdagangan awal pekan dengan tren negatif. Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), indeks tercatat melemah signifikan sebesar 0,36 persen atau kehilangan 25,22 poin, yang menempatkan posisinya di level 7.001.\n\nVolume perdagangan di awal sesi mencapai 1,36 miliar saham dengan total nilai transaksi sebesar 2,08 triliun rupiah. Frekuensi perdagangan tercatat sebanyak 102.065 kali, menunjukkan aktivitas pasar yang cukup tinggi di tengah tekanan jual.\n\nKondisi pasar saat ini didominasi oleh pergerakan saham yang memerah. Sebanyak 359 saham mengalami penurunan, sementara hanya 162 saham yang berhasil menguat, dan 170 saham lainnya terpantau stagnan.\n\nAnalis pasar modal menilai bahwa meningkatnya ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah menjadi faktor utama yang memicu kekhawatiran pelaku pasar. \n\nHal ini mendorong investor untuk lebih berhati-hati dan cenderung melakukan aksi ambil untung atau mengalihkan aset ke instrumen yang lebih aman (safe haven).\n\nCaption, Editor & Upload: Tijani \n\n#ihsg  #bursaefekindonesia  #sahamhariini  #ekonomiglobal  #geopolitik  #garudatv  #UpdatePasar #investasi  #timurtengah  #cuansaham #ekonomi \n\nGARUDA TV - Digital TV Indonesia, Berita Terpercaya\n\nSaksikan Garuda TV di Free to Air atau Streaming melalui:\nwww.garuda.tv | YouTube Garuda TV | Aplikasi Vidio | Wewatch | IndiHome CH111 | Transvision CH824 | FirstMedia CH45\n\nScan ulang saluran digital kamu sekarang ya dan saksikan terus program-program seru terbaru hanya di GarudaTV.\n🔴 Subscribe GarudaTV Official Youtube Channel    /   \n🔴  Follow our Official TikTok   / garudatvnews  \n🔴 Like our Official Facebook   / garudatv.official  \n🔴 Follow our Official Instagram   / garudatv.official", "post_id": "lOFOWxyltpw"}}, {"key": "garudatv.official", "attributes": {"label": "garudatv.official", "x": 545.9047393996382, "y": 372.69641676306355, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 14.1491, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "lOFOWxyltpw", "id": "garudatv.official", "source": "youtube-000001", "content": "IHSG Melemah ke Level 7.001 Terimbas Ketegangan Geopolitik Global\n\nGaruda Tv - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) membuka perdagangan awal pekan dengan tren negatif. Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), indeks tercatat melemah signifikan sebesar 0,36 persen atau kehilangan 25,22 poin, yang menempatkan posisinya di level 7.001.\n\nVolume perdagangan di awal sesi mencapai 1,36 miliar saham dengan total nilai transaksi sebesar 2,08 triliun rupiah. Frekuensi perdagangan tercatat sebanyak 102.065 kali, menunjukkan aktivitas pasar yang cukup tinggi di tengah tekanan jual.\n\nKondisi pasar saat ini didominasi oleh pergerakan saham yang memerah. Sebanyak 359 saham mengalami penurunan, sementara hanya 162 saham yang berhasil menguat, dan 170 saham lainnya terpantau stagnan.\n\nAnalis pasar modal menilai bahwa meningkatnya ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah menjadi faktor utama yang memicu kekhawatiran pelaku pasar. \n\nHal ini mendorong investor untuk lebih berhati-hati dan cenderung melakukan aksi ambil untung atau mengalihkan aset ke instrumen yang lebih aman (safe haven).\n\nCaption, Editor & Upload: Tijani \n\n#ihsg  #bursaefekindonesia  #sahamhariini  #ekonomiglobal  #geopolitik  #garudatv  #UpdatePasar #investasi  #timurtengah  #cuansaham #ekonomi \n\nGARUDA TV - Digital TV Indonesia, Berita Terpercaya\n\nSaksikan Garuda TV di Free to Air atau Streaming melalui:\nwww.garuda.tv | YouTube Garuda TV | Aplikasi Vidio | Wewatch | IndiHome CH111 | Transvision CH824 | FirstMedia CH45\n\nScan ulang saluran digital kamu sekarang ya dan saksikan terus program-program seru terbaru hanya di GarudaTV.\n🔴 Subscribe GarudaTV Official Youtube Channel    /   \n🔴  Follow our Official TikTok   / garudatvnews  \n🔴 Like our Official Facebook   / garudatv.official  \n🔴 Follow our Official Instagram   / garudatv.official", "post_id": "lOFOWxyltpw"}}, {"key": "@IDXChannel", "attributes": {"label": "@IDXChannel", "x": 106.08821726673735, "y": 964.2050300090608, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 7.6482, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 42, "degree": 42}, "_id": "G3fsBs2tItg", "id": "@IDXChannel", "source": "youtube-000001", "content": "Tekanan Geopolitik Berlanjut, Rupiah Terkoreksi di Tengah Ketidakpastian AS–Iran 2ND SESSION CLOSING\n\nNilai tukar rupiah kembali melemah dan diperdagangkan di atas level 17.000 per dolar AS, seiring pelaku pasar mencermati kondisi gencatan senjata antara Amerika Serikat dan Iran yang dinilai masih rapuh. Berdasarkan data RTI, rupiah pada Kamis siang melemah 0,26 persen ke level 17.049 per dolar AS, setelah sempat menyentuh posisi terlemah intraday di 17.075.\n\nKetidakpastian semakin meningkat karena Selat Hormuz masih sebagian terblokir, menyusul ketegangan lanjutan pasca serangan Israel ke Lebanon. Kondisi ini membuat pergerakan dolar AS tetap berpotensi fluktuatif dan memberi tekanan tambahan bagi rupiah di pasar keuangan global.\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nFollow US on Social Media\nYuk Subscribe -    /   \nWa Channel - https://whatsapp.com/channel/0029Va5V...\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idx_channel  \n-------------------------------------------------------------------------------------\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\nMyRepublic Channel 576\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "G3fsBs2tItg"}}, {"key": "idxchannel_", "attributes": {"label": "idxchannel_", "x": 569.6456691406579, "y": 112.620265765775, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 7.8029, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 6, "out_degree": 0, "degree": 6}, "_id": "G3fsBs2tItg", "id": "idxchannel_", "source": "youtube-000001", "content": "Tekanan Geopolitik Berlanjut, Rupiah Terkoreksi di Tengah Ketidakpastian AS–Iran 2ND SESSION CLOSING\n\nNilai tukar rupiah kembali melemah dan diperdagangkan di atas level 17.000 per dolar AS, seiring pelaku pasar mencermati kondisi gencatan senjata antara Amerika Serikat dan Iran yang dinilai masih rapuh. Berdasarkan data RTI, rupiah pada Kamis siang melemah 0,26 persen ke level 17.049 per dolar AS, setelah sempat menyentuh posisi terlemah intraday di 17.075.\n\nKetidakpastian semakin meningkat karena Selat Hormuz masih sebagian terblokir, menyusul ketegangan lanjutan pasca serangan Israel ke Lebanon. Kondisi ini membuat pergerakan dolar AS tetap berpotensi fluktuatif dan memberi tekanan tambahan bagi rupiah di pasar keuangan global.\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nFollow US on Social Media\nYuk Subscribe -    /   \nWa Channel - https://whatsapp.com/channel/0029Va5V...\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idx_channel  \n-------------------------------------------------------------------------------------\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\nMyRepublic Channel 576\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "G3fsBs2tItg"}}, {"key": "wicky_adrian", "attributes": {"label": "wicky_adrian", "x": 457.5009733623109, "y": 272.64262228019055, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 8.8864, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 7, "out_degree": 0, "degree": 7}, "_id": "G3fsBs2tItg", "id": "wicky_adrian", "source": "youtube-000001", "content": "Tekanan Geopolitik Berlanjut, Rupiah Terkoreksi di Tengah Ketidakpastian AS–Iran 2ND SESSION CLOSING\n\nNilai tukar rupiah kembali melemah dan diperdagangkan di atas level 17.000 per dolar AS, seiring pelaku pasar mencermati kondisi gencatan senjata antara Amerika Serikat dan Iran yang dinilai masih rapuh. Berdasarkan data RTI, rupiah pada Kamis siang melemah 0,26 persen ke level 17.049 per dolar AS, setelah sempat menyentuh posisi terlemah intraday di 17.075.\n\nKetidakpastian semakin meningkat karena Selat Hormuz masih sebagian terblokir, menyusul ketegangan lanjutan pasca serangan Israel ke Lebanon. Kondisi ini membuat pergerakan dolar AS tetap berpotensi fluktuatif dan memberi tekanan tambahan bagi rupiah di pasar keuangan global.\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nFollow US on Social Media\nYuk Subscribe -    /   \nWa Channel - https://whatsapp.com/channel/0029Va5V...\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idx_channel  \n-------------------------------------------------------------------------------------\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\nMyRepublic Channel 576\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "G3fsBs2tItg"}}, {"key": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "fajar.wayong", "x": 310.7641112389765, "y": 498.95508459192394, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 8.8864, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 14, "out_degree": 0, "degree": 14}, "_id": "G3fsBs2tItg", "id": "fajar.wayong", "source": "youtube-000001", "content": "Tekanan Geopolitik Berlanjut, Rupiah Terkoreksi di Tengah Ketidakpastian AS–Iran 2ND SESSION CLOSING\n\nNilai tukar rupiah kembali melemah dan diperdagangkan di atas level 17.000 per dolar AS, seiring pelaku pasar mencermati kondisi gencatan senjata antara Amerika Serikat dan Iran yang dinilai masih rapuh. Berdasarkan data RTI, rupiah pada Kamis siang melemah 0,26 persen ke level 17.049 per dolar AS, setelah sempat menyentuh posisi terlemah intraday di 17.075.\n\nKetidakpastian semakin meningkat karena Selat Hormuz masih sebagian terblokir, menyusul ketegangan lanjutan pasca serangan Israel ke Lebanon. Kondisi ini membuat pergerakan dolar AS tetap berpotensi fluktuatif dan memberi tekanan tambahan bagi rupiah di pasar keuangan global.\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nFollow US on Social Media\nYuk Subscribe -    /   \nWa Channel - https://whatsapp.com/channel/0029Va5V...\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idx_channel  \n-------------------------------------------------------------------------------------\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\nMyRepublic Channel 576\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "G3fsBs2tItg"}}, {"key": "deffid_83", "attributes": {"label": "deffid_83", "x": 216.7310080549324, "y": 201.43740859969174, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 8.8864, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 7, "out_degree": 0, "degree": 7}, "_id": "G3fsBs2tItg", "id": "deffid_83", "source": "youtube-000001", "content": "Tekanan Geopolitik Berlanjut, Rupiah Terkoreksi di Tengah Ketidakpastian AS–Iran 2ND SESSION CLOSING\n\nNilai tukar rupiah kembali melemah dan diperdagangkan di atas level 17.000 per dolar AS, seiring pelaku pasar mencermati kondisi gencatan senjata antara Amerika Serikat dan Iran yang dinilai masih rapuh. Berdasarkan data RTI, rupiah pada Kamis siang melemah 0,26 persen ke level 17.049 per dolar AS, setelah sempat menyentuh posisi terlemah intraday di 17.075.\n\nKetidakpastian semakin meningkat karena Selat Hormuz masih sebagian terblokir, menyusul ketegangan lanjutan pasca serangan Israel ke Lebanon. Kondisi ini membuat pergerakan dolar AS tetap berpotensi fluktuatif dan memberi tekanan tambahan bagi rupiah di pasar keuangan global.\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nFollow US on Social Media\nYuk Subscribe -    /   \nWa Channel - https://whatsapp.com/channel/0029Va5V...\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idx_channel  \n-------------------------------------------------------------------------------------\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\nMyRepublic Channel 576\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "G3fsBs2tItg"}}, {"key": "prast_ulrich", "attributes": {"label": "prast_ulrich", "x": 801.2782831741008, "y": 698.1061771806553, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 8.8864, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 7, "out_degree": 0, "degree": 7}, "_id": "G3fsBs2tItg", "id": "prast_ulrich", "source": "youtube-000001", "content": "Tekanan Geopolitik Berlanjut, Rupiah Terkoreksi di Tengah Ketidakpastian AS–Iran 2ND SESSION CLOSING\n\nNilai tukar rupiah kembali melemah dan diperdagangkan di atas level 17.000 per dolar AS, seiring pelaku pasar mencermati kondisi gencatan senjata antara Amerika Serikat dan Iran yang dinilai masih rapuh. Berdasarkan data RTI, rupiah pada Kamis siang melemah 0,26 persen ke level 17.049 per dolar AS, setelah sempat menyentuh posisi terlemah intraday di 17.075.\n\nKetidakpastian semakin meningkat karena Selat Hormuz masih sebagian terblokir, menyusul ketegangan lanjutan pasca serangan Israel ke Lebanon. Kondisi ini membuat pergerakan dolar AS tetap berpotensi fluktuatif dan memberi tekanan tambahan bagi rupiah di pasar keuangan global.\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nFollow US on Social Media\nYuk Subscribe -    /   \nWa Channel - https://whatsapp.com/channel/0029Va5V...\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idx_channel  \n-------------------------------------------------------------------------------------\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\nMyRepublic Channel 576\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "G3fsBs2tItg"}}, {"key": "rosalinehioe", "attributes": {"label": "rosalinehioe", "x": 432.0318446919581, "y": 75.1989671724389, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 8.8864, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 7, "out_degree": 0, "degree": 7}, "_id": "G3fsBs2tItg", "id": "rosalinehioe", "source": "youtube-000001", "content": "Tekanan Geopolitik Berlanjut, Rupiah Terkoreksi di Tengah Ketidakpastian AS–Iran 2ND SESSION CLOSING\n\nNilai tukar rupiah kembali melemah dan diperdagangkan di atas level 17.000 per dolar AS, seiring pelaku pasar mencermati kondisi gencatan senjata antara Amerika Serikat dan Iran yang dinilai masih rapuh. Berdasarkan data RTI, rupiah pada Kamis siang melemah 0,26 persen ke level 17.049 per dolar AS, setelah sempat menyentuh posisi terlemah intraday di 17.075.\n\nKetidakpastian semakin meningkat karena Selat Hormuz masih sebagian terblokir, menyusul ketegangan lanjutan pasca serangan Israel ke Lebanon. Kondisi ini membuat pergerakan dolar AS tetap berpotensi fluktuatif dan memberi tekanan tambahan bagi rupiah di pasar keuangan global.\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nFollow US on Social Media\nYuk Subscribe -    /   \nWa Channel - https://whatsapp.com/channel/0029Va5V...\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idx_channel  \n-------------------------------------------------------------------------------------\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\nMyRepublic Channel 576\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "G3fsBs2tItg"}}, {"key": "@wawasan-cerdas", "attributes": {"label": "@wawasan-cerdas", "x": 710.1958113476693, "y": 351.0199437945357, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 7.6482, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 4, "degree": 4}, "_id": "2m6CsA53lyw", "id": "@wawasan-cerdas", "source": "youtube-000001", "content": "KIAMAT GLOBAL TAPI IHSG HIJAU? Rahasia Cuan Saat Negosiasi Iran AS Gagal Total! | Wawasan Cerdas\n\n🚨 KIAMAT GLOBAL TAPI IHSG HIJAU? Rahasia \"Smart Money\" Saat Perang Energi & Negosiasi AS-Iran Gagal Total! 🚨\n\nSelamat datang kembali di Wawasan Cerdas! Pernahkah Anda membayangkan bahwa di saat dunia sedang dilanda kepanikan global ekstrem, pasar saham kita justru menemukan keajaibannya dan berbalik mencetak keuntungan? Hari ini, kami akan membongkar tuntas misteri besar: mengapa Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menolak hancur dan tetap perkasa di zona hijau, meskipun terjadi guncangan geopolitik dan ekonomi makro yang sangat mengerikan.\n\n🔥 Petaka 21 Jam di Islamabad dan Blokade Selat Hormuz Semuanya bermula dari sebuah ruangan rapat tertutup di Islamabad, Pakistan. Terjadi negosiasi maraton tingkat tinggi selama 21 jam antara delegasi Amerika Serikat, yang dipimpin langsung oleh Wakil Presiden JD Vance, dan perwakilan Iran. Sayangnya, perundingan ini berakhir dengan kegagalan total karena Iran menolak keras tuntutan AS terkait program nuklir dan justru menuntut kendali lebih atas selat strategis mereka.\n\nKegagalan ini memicu Presiden AS Donald Trump mengambil langkah tanpa preseden: memerintahkan Angkatan Laut AS dan CENTCOM untuk memberlakukan blokade maritim komprehensif di Selat Hormuz. Mengapa ini penting bagi Anda? Selat Hormuz adalah \"urat nadi\" perekonomian dunia tempat mengalirnya 20 juta barel minyak mentah per hari, atau setara 20% dari total konsumsi minyak dunia. Akibat blokade ini, pasar komoditas meledak; harga minyak acuan Brent terbang hampir 9% menembus US103,73perbarel,danWTImenyentuhUS105,46 per barel.\n\n💸 Bencana Rupiah dan Ancaman Inflasi di Depan Mata Bagi kita di Indonesia, lonjakan harga minyak ini adalah sinyal bahaya. Indonesia adalah importir neto minyak bumi, di mana 56% impor minyak kita berasal dari Timur Tengah dan harus melewati Selat Hormuz yang kini diblokade. Kepanikan global memborong Dolar AS langsung menghajar nilai tukar mata uang kita, membuat Rupiah terkapar menembus level historis Rp17.089 per Dolar AS. \n\n❌ Jebakan Batman: Mengapa Membeli Emas Hari Ini Adalah Kesalahan Besar? Insting pertama Anda saat perang pecah mungkin adalah memborong emas fisik. Namun, kami peringatkan: JANGAN LAKUKAN ITU! Di pasar global, harga emas justru anjlok 2,05% ke level US$4.654,25 akibat fenomena likuidasi paksa (margin call). Di Indonesia, pabrikan menciptakan \"Jebakan Batman\" dengan selisih harga ( spread ) yang mencekik; harga beli emas dipatok nyaris Rp3.000.000 per gram, sementara harga jual kembalinya ( buyback ) dikunci jatuh di dasar pada level Rp2.671.200 per gram. Membeli emas fisik saat kepanikan ini adalah bunuh diri finansial jangka pendek bagi Anda.\n\n📈 Keajaiban IHSG: \"Durian Runtuh\" Substitusi Energi Di saat bursa saham Asia seperti Nikkei (Jepang), KOSPI (Korea Selatan), dan Hang Seng (Hong Kong) berdarah-darah karena ketergantungan 100% pada impor minyak, IHSG kita justru melesat. Pada pembukaan, IHSG sempat anjlok 1,25%, namun berhasil melakukan technical rebound dan kembali ke zona hijau. Mengapa? Jawabannya adalah \"Efek Substitusi Energi\". \n\nBursa kita diselamatkan oleh emiten eksportir komoditas. Mereka menikmati \"durian runtuh\" ganda: menjual batu bara dalam Dolar AS yang sedang mahal, sementara biaya operasional dibayar menggunakan Rupiah yang melemah, membuat margin keuntungan mereka membengkak tajam secara otomatis.\n\n💼 Contekan Portofolio \"Smart Money\" Asing (Wajib Tahu!) Kami telah melacak pergerakan dana asing hari ini, dan inilah strategi yang wajib Anda tiru:\nBorong Saham Energi & Logam: Asing secara agresif melakukan akumulasi pada saham PT Adaro Energy Indonesia Tbk (ADRO), PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC), PT Barito Pacific Tbk (BRPT), PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN), dan PT Vale Indonesia Tbk (INCO). \n\nRotasi Perbankan: Mengejutkannya, asing membuang PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) secara masif ( net sell Rp128,35 miliar).\n\nHindari Saham FMCG/Konsumer: Jangan sentuh perusahaan yang sangat bergantung pada bahan baku impor, karena margin mereka akan hancur oleh Dolar di level Rp17.000.\n\nKrisis makroekonomi ini adalah pelajaran berharga bahwa kita tidak boleh panik. Dengan mengevaluasi portofolio secara cermat dan mengikuti jejak Smart Money, krisis global justru bisa menjadi peluang cuan terbesar untuk Anda.\n\n👇 JADILAH PENYELAMAT! Jangan biarkan informasi vital ini berhenti di layar Anda. Tekan tombol LIKE, SUBSCRIBE channel Wawasan Cerdas, dan SHARE video ini ke grup WhatsApp!\n\nBersama Wawasan Cerdas, mari kita amankan masa depan finansial kita di tengah badai krisis! 🚀\n\n--------------------------------------------------------------------------------\n#WawasanCerdas #IHSG #SahamBatuBara #KrisisSelatHormuz #PerangIranAS #InvestasiSaham #HargaMinyakDunia #NilaiTukarRupiah #SahamPemula #SmartMoney #RekomendasiSaham #SahamADRO #SahamMEDC #SahamBMRI #SahamBBRI #InvestasiEmas #KrisisEkonomi #GeopolitikGlobal \n\nJoin this channel to get access to perks:\n   / -cerdas", "post_id": "2m6CsA53lyw"}}, {"key": "wawasan", "attributes": {"label": "wawasan", "x": 408.51701662841157, "y": 305.0447450477368, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 9.2734, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 4, "out_degree": 0, "degree": 4}, "_id": "2m6CsA53lyw", "id": "wawasan", "source": "youtube-000001", "content": "KIAMAT GLOBAL TAPI IHSG HIJAU? Rahasia Cuan Saat Negosiasi Iran AS Gagal Total! | Wawasan Cerdas\n\n🚨 KIAMAT GLOBAL TAPI IHSG HIJAU? Rahasia \"Smart Money\" Saat Perang Energi & Negosiasi AS-Iran Gagal Total! 🚨\n\nSelamat datang kembali di Wawasan Cerdas! Pernahkah Anda membayangkan bahwa di saat dunia sedang dilanda kepanikan global ekstrem, pasar saham kita justru menemukan keajaibannya dan berbalik mencetak keuntungan? Hari ini, kami akan membongkar tuntas misteri besar: mengapa Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menolak hancur dan tetap perkasa di zona hijau, meskipun terjadi guncangan geopolitik dan ekonomi makro yang sangat mengerikan.\n\n🔥 Petaka 21 Jam di Islamabad dan Blokade Selat Hormuz Semuanya bermula dari sebuah ruangan rapat tertutup di Islamabad, Pakistan. Terjadi negosiasi maraton tingkat tinggi selama 21 jam antara delegasi Amerika Serikat, yang dipimpin langsung oleh Wakil Presiden JD Vance, dan perwakilan Iran. Sayangnya, perundingan ini berakhir dengan kegagalan total karena Iran menolak keras tuntutan AS terkait program nuklir dan justru menuntut kendali lebih atas selat strategis mereka.\n\nKegagalan ini memicu Presiden AS Donald Trump mengambil langkah tanpa preseden: memerintahkan Angkatan Laut AS dan CENTCOM untuk memberlakukan blokade maritim komprehensif di Selat Hormuz. Mengapa ini penting bagi Anda? Selat Hormuz adalah \"urat nadi\" perekonomian dunia tempat mengalirnya 20 juta barel minyak mentah per hari, atau setara 20% dari total konsumsi minyak dunia. Akibat blokade ini, pasar komoditas meledak; harga minyak acuan Brent terbang hampir 9% menembus US103,73perbarel,danWTImenyentuhUS105,46 per barel.\n\n💸 Bencana Rupiah dan Ancaman Inflasi di Depan Mata Bagi kita di Indonesia, lonjakan harga minyak ini adalah sinyal bahaya. Indonesia adalah importir neto minyak bumi, di mana 56% impor minyak kita berasal dari Timur Tengah dan harus melewati Selat Hormuz yang kini diblokade. Kepanikan global memborong Dolar AS langsung menghajar nilai tukar mata uang kita, membuat Rupiah terkapar menembus level historis Rp17.089 per Dolar AS. \n\n❌ Jebakan Batman: Mengapa Membeli Emas Hari Ini Adalah Kesalahan Besar? Insting pertama Anda saat perang pecah mungkin adalah memborong emas fisik. Namun, kami peringatkan: JANGAN LAKUKAN ITU! Di pasar global, harga emas justru anjlok 2,05% ke level US$4.654,25 akibat fenomena likuidasi paksa (margin call). Di Indonesia, pabrikan menciptakan \"Jebakan Batman\" dengan selisih harga ( spread ) yang mencekik; harga beli emas dipatok nyaris Rp3.000.000 per gram, sementara harga jual kembalinya ( buyback ) dikunci jatuh di dasar pada level Rp2.671.200 per gram. Membeli emas fisik saat kepanikan ini adalah bunuh diri finansial jangka pendek bagi Anda.\n\n📈 Keajaiban IHSG: \"Durian Runtuh\" Substitusi Energi Di saat bursa saham Asia seperti Nikkei (Jepang), KOSPI (Korea Selatan), dan Hang Seng (Hong Kong) berdarah-darah karena ketergantungan 100% pada impor minyak, IHSG kita justru melesat. Pada pembukaan, IHSG sempat anjlok 1,25%, namun berhasil melakukan technical rebound dan kembali ke zona hijau. Mengapa? Jawabannya adalah \"Efek Substitusi Energi\". \n\nBursa kita diselamatkan oleh emiten eksportir komoditas. Mereka menikmati \"durian runtuh\" ganda: menjual batu bara dalam Dolar AS yang sedang mahal, sementara biaya operasional dibayar menggunakan Rupiah yang melemah, membuat margin keuntungan mereka membengkak tajam secara otomatis.\n\n💼 Contekan Portofolio \"Smart Money\" Asing (Wajib Tahu!) Kami telah melacak pergerakan dana asing hari ini, dan inilah strategi yang wajib Anda tiru:\nBorong Saham Energi & Logam: Asing secara agresif melakukan akumulasi pada saham PT Adaro Energy Indonesia Tbk (ADRO), PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC), PT Barito Pacific Tbk (BRPT), PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN), dan PT Vale Indonesia Tbk (INCO). \n\nRotasi Perbankan: Mengejutkannya, asing membuang PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) secara masif ( net sell Rp128,35 miliar).\n\nHindari Saham FMCG/Konsumer: Jangan sentuh perusahaan yang sangat bergantung pada bahan baku impor, karena margin mereka akan hancur oleh Dolar di level Rp17.000.\n\nKrisis makroekonomi ini adalah pelajaran berharga bahwa kita tidak boleh panik. Dengan mengevaluasi portofolio secara cermat dan mengikuti jejak Smart Money, krisis global justru bisa menjadi peluang cuan terbesar untuk Anda.\n\n👇 JADILAH PENYELAMAT! Jangan biarkan informasi vital ini berhenti di layar Anda. Tekan tombol LIKE, SUBSCRIBE channel Wawasan Cerdas, dan SHARE video ini ke grup WhatsApp!\n\nBersama Wawasan Cerdas, mari kita amankan masa depan finansial kita di tengah badai krisis! 🚀\n\n--------------------------------------------------------------------------------\n#WawasanCerdas #IHSG #SahamBatuBara #KrisisSelatHormuz #PerangIranAS #InvestasiSaham #HargaMinyakDunia #NilaiTukarRupiah #SahamPemula #SmartMoney #RekomendasiSaham #SahamADRO #SahamMEDC #SahamBMRI #SahamBBRI #InvestasiEmas #KrisisEkonomi #GeopolitikGlobal \n\nJoin this channel to get access to perks:\n   / -cerdas", "post_id": "2m6CsA53lyw"}}, {"key": "@kompastvmedan", "attributes": {"label": "@kompastvmedan", "x": 7.515758028353359, "y": 130.97002648309243, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 7.6482, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "lqX5mngI8b0", "id": "@kompastvmedan", "source": "youtube-000001", "content": "Situasi Memanas di Timur Tengah Pengaruhi Rontoknya Nilai Tukar Rupiah? Begini Analisis Ekonom\n\nJAKARTA, KOMPASTV - Nilai tukar rupiah kembali melemah dan sempat menembus level terendah sepanjang sejarah, yakni di atas Rp17.300 per dolar Amerika Serikat. \n\nPelemahan ini memicu kekhawatiran terhadap stabilitas ekonomi nasional, terutama di tengah meningkatnya tensi geopolitik global.\n\nKepala Ekonom Bank Permata, Josua Pardede, menilai tekanan terhadap rupiah tidak lepas dari faktor eksternal, termasuk situasi di Timur Tengah yang tengah memanas.\n\nMenurutnya, upaya intervensi yang dilakukan oleh Bank Indonesia sejauh ini sudah cukup optimal. \n\nNamun, kuatnya sentimen global membuat ruang penguatan rupiah menjadi terbatas.\n\n“Kondisi saat ini seperti menggarami air laut. Mendorong rupiah menguat itu sulit karena pengaruh tensi geopolitik. Sentimen juga masih berkaitan dengan penilaian lembaga pemeringkat terhadap kondisi ekonomi Indonesia,” ujar Josua.\n\nMeski demikian, ia memperkirakan tekanan terhadap rupiah tidak akan berlangsung permanen. \n\nSeiring meredanya hambatan pada indikator makroekonomi, nilai tukar rupiah diyakini akan kembali mencerminkan fundamental ekonomi domestik.\n\nJosua juga menilai bahwa faktor sentimen dari konflik di Timur Tengah tidak akan menjadi faktor dominan dalam jangka panjang.\n\n“Ketika tekanan mereda, nilai tukar rupiah berpotensi kembali di bawah Rp17.000 per dolar AS,” tambahnya.\n\n#rupiah #timurtengah #geopolitik #dolar #konflik #nilaitukar \n------------------------------------------\nSahabat Kompas TV, jangan lupa like, comment, dan subscribe channel YouTube Kompas TV Medan, juga aktifkan lonceng notifikasi agar tidak ketinggalan update mengenai isu-isu terkini di Indonesia.\n\nJangan lewatkan live streaming Kompas TV 24 jam non stop di https://www.kompas.tv/live\n\nSahabat Kompas TV juga bisa memperoleh informasi terkini melalui website: www.kompas.tv\n\nMedia sosial Kompas TV Medan\nTikTok :   / kompastvmedan  \nInstagram :   / kompastvmedan  \nFacebook :   / kompastvmdn  \nTwitter :   / kompastvmedan  \nThreads: https://www.threads.net/\n\nKompas TV\nIndependen | Terpercaya\n#kompastvmedan", "post_id": "lqX5mngI8b0"}}, {"key": "kompastvmedan", "attributes": {"label": "kompastvmedan", "x": 712.0595905009819, "y": 570.5319493805081, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 14.1491, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "lqX5mngI8b0", "id": "kompastvmedan", "source": "youtube-000001", "content": "Situasi Memanas di Timur Tengah Pengaruhi Rontoknya Nilai Tukar Rupiah? Begini Analisis Ekonom\n\nJAKARTA, KOMPASTV - Nilai tukar rupiah kembali melemah dan sempat menembus level terendah sepanjang sejarah, yakni di atas Rp17.300 per dolar Amerika Serikat. \n\nPelemahan ini memicu kekhawatiran terhadap stabilitas ekonomi nasional, terutama di tengah meningkatnya tensi geopolitik global.\n\nKepala Ekonom Bank Permata, Josua Pardede, menilai tekanan terhadap rupiah tidak lepas dari faktor eksternal, termasuk situasi di Timur Tengah yang tengah memanas.\n\nMenurutnya, upaya intervensi yang dilakukan oleh Bank Indonesia sejauh ini sudah cukup optimal. \n\nNamun, kuatnya sentimen global membuat ruang penguatan rupiah menjadi terbatas.\n\n“Kondisi saat ini seperti menggarami air laut. Mendorong rupiah menguat itu sulit karena pengaruh tensi geopolitik. Sentimen juga masih berkaitan dengan penilaian lembaga pemeringkat terhadap kondisi ekonomi Indonesia,” ujar Josua.\n\nMeski demikian, ia memperkirakan tekanan terhadap rupiah tidak akan berlangsung permanen. \n\nSeiring meredanya hambatan pada indikator makroekonomi, nilai tukar rupiah diyakini akan kembali mencerminkan fundamental ekonomi domestik.\n\nJosua juga menilai bahwa faktor sentimen dari konflik di Timur Tengah tidak akan menjadi faktor dominan dalam jangka panjang.\n\n“Ketika tekanan mereda, nilai tukar rupiah berpotensi kembali di bawah Rp17.000 per dolar AS,” tambahnya.\n\n#rupiah #timurtengah #geopolitik #dolar #konflik #nilaitukar \n------------------------------------------\nSahabat Kompas TV, jangan lupa like, comment, dan subscribe channel YouTube Kompas TV Medan, juga aktifkan lonceng notifikasi agar tidak ketinggalan update mengenai isu-isu terkini di Indonesia.\n\nJangan lewatkan live streaming Kompas TV 24 jam non stop di https://www.kompas.tv/live\n\nSahabat Kompas TV juga bisa memperoleh informasi terkini melalui website: www.kompas.tv\n\nMedia sosial Kompas TV Medan\nTikTok :   / kompastvmedan  \nInstagram :   / kompastvmedan  \nFacebook :   / kompastvmdn  \nTwitter :   / kompastvmedan  \nThreads: https://www.threads.net/\n\nKompas TV\nIndependen | Terpercaya\n#kompastvmedan", "post_id": "lqX5mngI8b0"}}, {"key": "@Lumin.insight", "attributes": {"label": "@Lumin.insight", "x": 781.6473085436298, "y": 669.0735031622147, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 7.6482, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "dC65kCPG4oE", "id": "@Lumin.insight", "source": "youtube-000001", "content": "Rupiah melemah 17.000/1$!!\n\nTiktok lumin:\nhttps://www.tiktok.com/?i...\n\nInstagram lumin:\nhttps://www.instagram.com/lumin_katon...\n\nWa bisnis lumin:\nhttps://wa.me/+6285121383942\n\nIHSG ambruk 3,38% ke level 7.129 pada Jumat (24/4) — pelemahan 5 hari beruntun dengan total koreksi 6,61% — dipicu kombinasi faktor eksternal dan domestik: ketegangan geopolitik di Selat Hormuz memicu kekhawatiran terhadap pasokan energi dan jalur perdagangan global, yang membuat harga minyak Brent bertahan tinggi di kisaran $106/barel, menimbulkan kekhawatiran inflasi dan melebarnya defisit anggaran; di sisi lain, penguatan dolar AS secara global dan kekhawatiran terhadap kondisi fiskal Indonesia menekan rupiah hingga mendekati Rp17.300/USD — level terlemah sepanjang sejarah; sebagai negara net importir minyak, kebutuhan dolar untuk impor energi meningkat tajam, memperparah tekanan pada rupiah; dan akumulasi net sell asing sejak awal tahun 2026 menembus Rp40 triliun, dengan panic selling dan forced sell yang menyebar merata ke seluruh sektor terutama energi, infrastruktur, dan properti.\n\n #bisnis #trading #trading #bisnisbaru #saham #money #forex #cryptocurrency #pengusaha #bitcoin #motivasi", "post_id": "dC65kCPG4oE"}}, {"key": "katon_lumin", "attributes": {"label": "katon_lumin", "x": 842.1016612821913, "y": 179.5305373187176, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 14.1491, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "dC65kCPG4oE", "id": "katon_lumin", "source": "youtube-000001", "content": "Rupiah melemah 17.000/1$!!\n\nTiktok lumin:\nhttps://www.tiktok.com/?i...\n\nInstagram lumin:\nhttps://www.instagram.com/lumin_katon...\n\nWa bisnis lumin:\nhttps://wa.me/+6285121383942\n\nIHSG ambruk 3,38% ke level 7.129 pada Jumat (24/4) — pelemahan 5 hari beruntun dengan total koreksi 6,61% — dipicu kombinasi faktor eksternal dan domestik: ketegangan geopolitik di Selat Hormuz memicu kekhawatiran terhadap pasokan energi dan jalur perdagangan global, yang membuat harga minyak Brent bertahan tinggi di kisaran $106/barel, menimbulkan kekhawatiran inflasi dan melebarnya defisit anggaran; di sisi lain, penguatan dolar AS secara global dan kekhawatiran terhadap kondisi fiskal Indonesia menekan rupiah hingga mendekati Rp17.300/USD — level terlemah sepanjang sejarah; sebagai negara net importir minyak, kebutuhan dolar untuk impor energi meningkat tajam, memperparah tekanan pada rupiah; dan akumulasi net sell asing sejak awal tahun 2026 menembus Rp40 triliun, dengan panic selling dan forced sell yang menyebar merata ke seluruh sektor terutama energi, infrastruktur, dan properti.\n\n #bisnis #trading #trading #bisnisbaru #saham #money #forex #cryptocurrency #pengusaha #bitcoin #motivasi", "post_id": "dC65kCPG4oE"}}, {"key": "@kompastv", "attributes": {"label": "@kompastv", "x": 922.9500333148105, "y": 959.4245441131332, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 7.6482, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "LW8ssnZUvQQ", "id": "@kompastv", "source": "youtube-000001", "content": "[Full] Rupiah Rontok ke Rp17.300, Pengaruh Situasi Memanas di Timur Tengah? Ini Kata Kepala Ekonom\n\nJAKARTA, KOMPASTV - Nilai tukar rupiah kembali melemah dan sempat menembus level terendah sepanjang sejarah, yakni di atas Rp17.300 per dolar Amerika Serikat. \n\nPelemahan ini memicu kekhawatiran terhadap stabilitas ekonomi nasional, terutama di tengah meningkatnya tensi geopolitik global.\n\nKepala Ekonom Bank Permata, Josua Pardede, menilai tekanan terhadap rupiah tidak lepas dari faktor eksternal, termasuk situasi di Timur Tengah yang tengah memanas.\n\nMenurutnya, upaya intervensi yang dilakukan oleh Bank Indonesia sejauh ini sudah cukup optimal. \n\nNamun, kuatnya sentimen global membuat ruang penguatan rupiah menjadi terbatas.\n\n“Kondisi saat ini seperti menggarami air laut. Mendorong rupiah menguat itu sulit karena pengaruh tensi geopolitik. Sentimen juga masih berkaitan dengan penilaian lembaga pemeringkat terhadap kondisi ekonomi Indonesia,” ujar Josua.\n\nMeski demikian, ia memperkirakan tekanan terhadap rupiah tidak akan berlangsung permanen. \n\nSeiring meredanya hambatan pada indikator makroekonomi, nilai tukar rupiah diyakini akan kembali mencerminkan fundamental ekonomi domestik.\n\nJosua juga menilai bahwa faktor sentimen dari konflik di Timur Tengah tidak akan menjadi faktor dominan dalam jangka panjang.\n\n“Ketika tekanan mereda, nilai tukar rupiah berpotensi kembali di bawah Rp17.000 per dolar AS,” tambahnya.\n\nSahabat KompasTV, Mulai 1 Februari 2026 KompasTV pindah channel. Dapatkan selalu berita dan informasi terupdate KompasTV, di televisi anda di Channel 11 pada perangkat TV Digital atau Set Top Box. Satu Langkah lebih dekat, satu Langkah makin terpercaya!\n\nProduser: Yuilyana \nThumbnail Editor: Joshua\n#rupiah #timurtengah #geopolitik \n\nSahabat KompasTV, Mulai 1 Februari 2026 KompasTV pindah channel. Dapatkan selalu berita dan informasi terupdate KompasTV, di televisi anda di Channel 11 pada perangkat TV Digital atau Set Top Box. Satu Langkah lebih dekat, satu Langkah makin terpercaya!\n\nJangan lupa like, comment, dan subscribe channel YouTube KompasTV, juga aktifkan lonceng notifikasi agar tidak ketinggalan update mengenai isu-isu terkini di Indonesia.\n\nJangan lewatkan live streaming KompasTV 24 jam non stop di https://www.kompas.tv/live. Agar tidak ketinggalan berita-berita terkini, terlengkap, serta laporan langsung dari berbagai daerah di Indonesia, yuk subscribe channel youtube KompasTV. Aktifkan juga lonceng supaya kamu dapat notifikasi video terbaru dari KompasTV. \n\nSahabat KompasTV juga bisa memperoleh informasi terkini melalui website: www.kompas.tv\n\n\nMedia sosial KompasTV: \nFacebook:   / kompastv   \nInstagram:   / kompastv   \nX: https://x.com/KompasTV\nThread: https://www.threads.com/ \nTikTok:   / kompastv.indonesia", "post_id": "LW8ssnZUvQQ"}}, {"key": "kompastv", "attributes": {"label": "kompastv", "x": 541.3468463907689, "y": 967.643498182777, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 14.1491, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "LW8ssnZUvQQ", "id": "kompastv", "source": "youtube-000001", "content": "[Full] Rupiah Rontok ke Rp17.300, Pengaruh Situasi Memanas di Timur Tengah? Ini Kata Kepala Ekonom\n\nJAKARTA, KOMPASTV - Nilai tukar rupiah kembali melemah dan sempat menembus level terendah sepanjang sejarah, yakni di atas Rp17.300 per dolar Amerika Serikat. \n\nPelemahan ini memicu kekhawatiran terhadap stabilitas ekonomi nasional, terutama di tengah meningkatnya tensi geopolitik global.\n\nKepala Ekonom Bank Permata, Josua Pardede, menilai tekanan terhadap rupiah tidak lepas dari faktor eksternal, termasuk situasi di Timur Tengah yang tengah memanas.\n\nMenurutnya, upaya intervensi yang dilakukan oleh Bank Indonesia sejauh ini sudah cukup optimal. \n\nNamun, kuatnya sentimen global membuat ruang penguatan rupiah menjadi terbatas.\n\n“Kondisi saat ini seperti menggarami air laut. Mendorong rupiah menguat itu sulit karena pengaruh tensi geopolitik. Sentimen juga masih berkaitan dengan penilaian lembaga pemeringkat terhadap kondisi ekonomi Indonesia,” ujar Josua.\n\nMeski demikian, ia memperkirakan tekanan terhadap rupiah tidak akan berlangsung permanen. \n\nSeiring meredanya hambatan pada indikator makroekonomi, nilai tukar rupiah diyakini akan kembali mencerminkan fundamental ekonomi domestik.\n\nJosua juga menilai bahwa faktor sentimen dari konflik di Timur Tengah tidak akan menjadi faktor dominan dalam jangka panjang.\n\n“Ketika tekanan mereda, nilai tukar rupiah berpotensi kembali di bawah Rp17.000 per dolar AS,” tambahnya.\n\nSahabat KompasTV, Mulai 1 Februari 2026 KompasTV pindah channel. Dapatkan selalu berita dan informasi terupdate KompasTV, di televisi anda di Channel 11 pada perangkat TV Digital atau Set Top Box. Satu Langkah lebih dekat, satu Langkah makin terpercaya!\n\nProduser: Yuilyana \nThumbnail Editor: Joshua\n#rupiah #timurtengah #geopolitik \n\nSahabat KompasTV, Mulai 1 Februari 2026 KompasTV pindah channel. Dapatkan selalu berita dan informasi terupdate KompasTV, di televisi anda di Channel 11 pada perangkat TV Digital atau Set Top Box. Satu Langkah lebih dekat, satu Langkah makin terpercaya!\n\nJangan lupa like, comment, dan subscribe channel YouTube KompasTV, juga aktifkan lonceng notifikasi agar tidak ketinggalan update mengenai isu-isu terkini di Indonesia.\n\nJangan lewatkan live streaming KompasTV 24 jam non stop di https://www.kompas.tv/live. Agar tidak ketinggalan berita-berita terkini, terlengkap, serta laporan langsung dari berbagai daerah di Indonesia, yuk subscribe channel youtube KompasTV. Aktifkan juga lonceng supaya kamu dapat notifikasi video terbaru dari KompasTV. \n\nSahabat KompasTV juga bisa memperoleh informasi terkini melalui website: www.kompas.tv\n\n\nMedia sosial KompasTV: \nFacebook:   / kompastv   \nInstagram:   / kompastv   \nX: https://x.com/KompasTV\nThread: https://www.threads.com/ \nTikTok:   / kompastv.indonesia", "post_id": "LW8ssnZUvQQ"}}, {"key": "@IDXCHANNELINSIGHT", "attributes": {"label": "@IDXCHANNELINSIGHT", "x": 356.261400073436, "y": 7.554945006388314, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 7.6482, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 6, "degree": 6}, "_id": "e7wv3XBGyCE", "id": "@IDXCHANNELINSIGHT", "source": "youtube-000001", "content": "Masih Dibayangi Sentimen Global, IHSG Pekan Ini Diproyeksi Mixed Cenderung Melemah | MILENOMICS\n\nIHSG memasuki pekan pendek dengan tekanan tinggi setelah anjlok 6,61% ke level 7.129,49, dipicu kombinasi sentimen global dan domestik yang memburuk. Eskalasi geopolitik di Timur Tengah mendorong lonjakan harga energi, memperkuat dolar AS, serta meningkatkan kekhawatiran inflasi global, yang berujung pada aksi risk-off dan capital outflow besar dari pasar Indonesia. Tekanan juga datang dari pembekuan rebalancing MSCI serta pelemahan rupiah ke level terendah sepanjang sejarah, memperparah aksi jual pada saham-saham blue chip. Dalam jangka pendek, pergerakan indeks diperkirakan masih volatil dengan kecenderungan melemah, meskipun peluang technical rebound terbuka karena kondisi oversold. Investor disarankan tetap defensif, selektif, dan fokus pada saham dengan fundamental kuat serta sektor yang diuntungkan seperti energi dan domestik-driven, sambil mencermati level support krusial IHSG dan dinamika global yang masih menjadi penentu utama arah pasar.\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n--------------------------------------------\nFollow US on Social Media\nWebsite - http://www.idxchannel.com\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idxchannelcom  \n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "e7wv3XBGyCE"}}], "edges": [{"key": "warthogfang", "source": "warthogfang", "target": "grok", "attributes": {"label": "retweet", "type": "retweet", "source": "retweet-000002"}}, {"key": "warthogfang", "source": "warthogfang", "target": "grok", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "retweet-000002"}}, {"key": "warthogfang", "source": "warthogfang", "target": "TradingDiary2", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "retweet-000002"}}, {"key": "grok", "source": "grok", "target": "fimnland", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "grok", "source": "grok", "target": "idextratime", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "kangdede78", "source": "kangdede78", "target": "angga_fzn", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "kangdede78", "source": "kangdede78", "target": "prabowo", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "joylivin01", "source": "joylivin01", "target": "havidkhanan", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "joylivin01", "source": "joylivin01", "target": "so_am_i_soami", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "grok", "source": "grok", "target": "wa2nntx", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "grok", "source": "grok", "target": "sipakatawu", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "grok", "source": "grok", "target": "MiskinTV_", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "wa79wa", "source": "wa79wa", "target": "itslaaauuu_", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "Masdjodi1", "source": "Masdjodi1", "target": "Jumianto_RK", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "aditsaja158123", "source": "aditsaja158123", "target": "ArvinHonami", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "GSandiaji51658", "source": "GSandiaji51658", "target": "BigAlphaID", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "grok", "source": "grok", "target": "9H0st66", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "grok", "source": "grok", "target": "TheEconopost", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "grok", "source": "grok", "target": "SitiSalmaF9851", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "grok", "source": "grok", "target": "bank_indonesia", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "grok", "source": "grok", "target": "TradingDiary2", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "grok", "source": "grok", "target": "wa2nntx", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "grok", "source": "grok", "target": "boxxtoc", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "grok", "source": "grok", "target": "EruharuChan", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "grok", "source": "grok", "target": "adarwis", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "bloombergtechnoz", "source": "bloombergtechnoz", "target": "bloombergtechnoz", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "mancingsaham", "source": "mancingsaham", "target": "mancingsaham", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "celebesmedia.id", "source": "celebesmedia.id", "target": "celebesmedia.id", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "celebesmedia.id", "source": "celebesmedia.id", "target": "celebespsm", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "celebesmedia.id", "source": "celebesmedia.id", "target": "celebesmedia.id", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "celebesmedia.id", "source": "celebesmedia.id", "target": "celebespsm", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "bloombergtechnoz", "source": "bloombergtechnoz", "target": "bloombergtechnoz", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "kompascom", "source": "kompascom", "target": "kompascom", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "idx_channel", "source": "idx_channel", "target": "idx_channel", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "bangkabelitunginfonew", "source": "bangkabelitunginfonew", "target": "bangkabelitunginfonew", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "seputarkepri7", "source": "seputarkepri7", "target": "katadatacoid", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "richmindsetidn", "source": "richmindsetidn", "target": "ternakuang.id", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "gabrey_clip", "source": "gabrey_clip", "target": "cryptowaveid", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "radarcrypto.id", "source": "radarcrypto.id", "target": "ternakuang.id", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "profitpulseclips.idn", "source": "profitpulseclips.idn", "target": "ternakuang.id", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "profitpulseclips.idn", "source": "profitpulseclips.idn", "target": "nowdotsofficial", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "cashflowchronicles07", "source": "cashflowchronicles07", "target": "ternakuang.id", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "financial.maxi", "source": "financial.maxi", "target": "ternakuang.id", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "rayvenkael.real", "source": "rayvenkael.real", "target": "bantenglarimedia", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "haidar1u", "source": "haidar1u", "target": "snowpreset", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "irhamshlaw", "source": "irhamshlaw", "target": "idx_channel", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "shenzhen_1999", "source": "shenzhen_1999", "target": "CryptoWave", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "IDXChannelcom", "source": "IDXChannelcom", "target": "idx_channel", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "facebook-000001"}}, {"key": "@InnerBoost-oe4sd", "source": "@InnerBoost-oe4sd", "target": "InnerBoost", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@garudatv.official", "source": "@garudatv.official", "target": "garudatv.official", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "idxchannel_", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "wicky_adrian", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "deffid_83", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "prast_ulrich", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "rosalinehioe", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "idxchannel_", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "wicky_adrian", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "deffid_83", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "prast_ulrich", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "rosalinehioe", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@wawasan-cerdas", "source": "@wawasan-cerdas", "target": "wawasan", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@kompastvmedan", "source": "@kompastvmedan", "target": "kompastvmedan", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@Lumin.insight", "source": "@Lumin.insight", "target": "katon_lumin", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "idxchannel_", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "wicky_adrian", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "deffid_83", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "prast_ulrich", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "rosalinehioe", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@wawasan-cerdas", "source": "@wawasan-cerdas", "target": "wawasan", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@wawasan-cerdas", "source": "@wawasan-cerdas", "target": "wawasan", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@kompastv", "source": "@kompastv", "target": "kompastv", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "idxchannel_", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "wicky_adrian", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "deffid_83", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "prast_ulrich", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "rosalinehioe", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "idxchannel_", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "wicky_adrian", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "deffid_83", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "prast_ulrich", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "rosalinehioe", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXCHANNELINSIGHT", "source": "@IDXCHANNELINSIGHT", "target": "wicky_adrian", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXCHANNELINSIGHT", "source": "@IDXCHANNELINSIGHT", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXCHANNELINSIGHT", "source": "@IDXCHANNELINSIGHT", "target": "deffid_83", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXCHANNELINSIGHT", "source": "@IDXCHANNELINSIGHT", "target": "prast_ulrich", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXCHANNELINSIGHT", "source": "@IDXCHANNELINSIGHT", "target": "rosalinehioe", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXCHANNELINSIGHT", "source": "@IDXCHANNELINSIGHT", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "idxchannel_", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "wicky_adrian", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "deffid_83", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "prast_ulrich", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "rosalinehioe", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@wawasan-cerdas", "source": "@wawasan-cerdas", "target": "wawasan", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}]}