{"nodes": [{"key": "samarinda_responinfo", "attributes": {"label": "samarinda_responinfo", "x": 226.07847704018158, "y": 14.806335635383693, "size": 9.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 105.079, "eigenvector": 333.3333, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "3890159856623067030_8539109722", "id": "samarinda_responinfo", "source": "instagram-000001", "content": "Aksi ini terjadi pada Senin (4/5), saat para mitra driver mendatangi kantor Grab yang berada di Jalan Wahid Hasyim 1. Kedatangan mereka bukan sekadar berkumpul, tapi membawa suara keresahan yang sudah lama dirasakan di lapangan.\n\nDalam aksi tersebut, para driver menyampaikan sejumlah tuntutan penting. Salah satu yang paling disorot adalah permintaan agar pihak perusahaan menghentikan sementara pendaftaran driver baru. Menurut mereka, jumlah mitra yang terus bertambah tidak sebanding dengan ketersediaan order, sehingga banyak driver harus menghadapi kondisi “sepi penumpang” atau yang mereka sebut sebagai “anyep”.\n\nSituasi ini berdampak langsung pada pendapatan harian. Tak sedikit driver yang mengaku penghasilannya menurun drastis karena harus bersaing dengan jumlah mitra yang semakin banyak.\n\nSelain itu, para driver juga mempersoalkan adanya program layanan berbayar atau yang dikenal dengan sistem slot. Program ini disebut-sebut dapat membuat orderan lebih lancar bagi driver yang mengikutinya. Namun di sisi lain, banyak driver merasa terbebani karena untuk mendapatkan peluang order yang lebih stabil, mereka harus mengeluarkan biaya tambahan.\n\nBagi para driver, kondisi ini menimbulkan kesan bahwa akses terhadap order menjadi tidak merata. Mereka berharap sistem yang ada bisa lebih adil tanpa harus membebani mitra dengan biaya tambahan.\nAksi tersebut berlangsung dengan harapan adanya dialog terbuka dan solusi konkret dari pihak perusahaan. Para driver ingin didengar, sekaligus menginginkan kebijakan yang lebih berpihak pada kesejahteraan mitra di lapangan.\n\nDi balik atribut dan kendaraan yang mereka gunakan, ada tanggung jawab besar yang mereka emban setiap hari. Maka dari itu, mereka berharap perubahan nyata bisa segera diwujudkan—agar roda kehidupan tetap berjalan.\n\n🎥:", "post_id": "3890159856623067030_8539109722"}}, {"key": "smr_today", "attributes": {"label": "smr_today", "x": 650.8873882658822, "y": 840.4845846272864, "size": 9.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 194.3963, "eigenvector": 333.3333, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "3890159856623067030_8539109722", "id": "smr_today", "source": "instagram-000001", "content": "Aksi ini terjadi pada Senin (4/5), saat para mitra driver mendatangi kantor Grab yang berada di Jalan Wahid Hasyim 1. Kedatangan mereka bukan sekadar berkumpul, tapi membawa suara keresahan yang sudah lama dirasakan di lapangan.\n\nDalam aksi tersebut, para driver menyampaikan sejumlah tuntutan penting. Salah satu yang paling disorot adalah permintaan agar pihak perusahaan menghentikan sementara pendaftaran driver baru. Menurut mereka, jumlah mitra yang terus bertambah tidak sebanding dengan ketersediaan order, sehingga banyak driver harus menghadapi kondisi “sepi penumpang” atau yang mereka sebut sebagai “anyep”.\n\nSituasi ini berdampak langsung pada pendapatan harian. Tak sedikit driver yang mengaku penghasilannya menurun drastis karena harus bersaing dengan jumlah mitra yang semakin banyak.\n\nSelain itu, para driver juga mempersoalkan adanya program layanan berbayar atau yang dikenal dengan sistem slot. Program ini disebut-sebut dapat membuat orderan lebih lancar bagi driver yang mengikutinya. Namun di sisi lain, banyak driver merasa terbebani karena untuk mendapatkan peluang order yang lebih stabil, mereka harus mengeluarkan biaya tambahan.\n\nBagi para driver, kondisi ini menimbulkan kesan bahwa akses terhadap order menjadi tidak merata. Mereka berharap sistem yang ada bisa lebih adil tanpa harus membebani mitra dengan biaya tambahan.\nAksi tersebut berlangsung dengan harapan adanya dialog terbuka dan solusi konkret dari pihak perusahaan. Para driver ingin didengar, sekaligus menginginkan kebijakan yang lebih berpihak pada kesejahteraan mitra di lapangan.\n\nDi balik atribut dan kendaraan yang mereka gunakan, ada tanggung jawab besar yang mereka emban setiap hari. Maka dari itu, mereka berharap perubahan nyata bisa segera diwujudkan—agar roda kehidupan tetap berjalan.\n\n🎥:", "post_id": "3890159856623067030_8539109722"}}, {"key": "naufalashrr", "attributes": {"label": "naufalashrr", "x": 973.321580036855, "y": 673.4832676945891, "size": 9.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 700.5247, "eigenvector": 333.3333, "in_degree": 1, "out_degree": 1, "degree": 2}, "_id": "7484245942120615176", "id": "naufalashrr", "source": "tiktok-000001", "content": "Halo semuanyaaa!!! Kenalin nama aku Muhamad Naufal Ashari selaku Awardee Beasiswa GrabScholar 2024, kali lini aku mau membagikan pengalaman aku dalam memperjuangan beasiswa dan juga aku mau ngasih tips n trick dapetin beasiswa beserta beberapa rekomendasi beasiswa lain yang menawarkan benefit yang sama. Kalian juga bisa DM Instagram aku di  Yuk di slide, supaya kamu bisa jadi the next awardee beasiswaaaa!!!! Terima kasih #beasiswa #fullyfunded #scholarship  #grabscholar  #beasiswaindonesia  #beasiswaunggulan  #kipkuliah  #fyp #kipk #kip #beasiswaluarnegeri #ptn #snbp #snbt #mandiri #itb #ugm #universitasindonesia #beasiswasma #beasiswakuliah #grab #beasiswas1  #universitas #upnvj #upnveteranjakarta #upn #kuliah #beasiswaluarnegeri", "post_id": "7484245942120615176"}}], "edges": [{"key": "samarinda_responinfo", "source": "samarinda_responinfo", "target": "smr_today", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "naufalashrr", "source": "naufalashrr", "target": "naufalashrr", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}]}