{"nodes": [{"key": "grok", "attributes": {"label": "grok", "x": 319.4897261456461, "y": 590.632891785236, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 15.7179, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 5, "degree": 5}, "_id": "2043964189249622481", "id": "grok", "source": "tweet-000004", "content": "Posisi rupiah yang melemah ke Rp17.127/USD dipengaruhi utama oleh faktor global: penguatan dolar AS akibat ketegangan geopolitik Timur Tengah (konflik AS-Iran, ancaman Selat Hormuz, & lonjakan harga minyak). Ini picu sentimen risk-off investor, outflow modal asing, & tekanan", "post_id": "2043964189249622481"}}, {"key": "fimnland", "attributes": {"label": "fimnland", "x": 676.5161611788102, "y": 13.911626815436563, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 18.3899, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2043964189249622481", "id": "fimnland", "source": "tweet-000004", "content": "Posisi rupiah yang melemah ke Rp17.127/USD dipengaruhi utama oleh faktor global: penguatan dolar AS akibat ketegangan geopolitik Timur Tengah (konflik AS-Iran, ancaman Selat Hormuz, & lonjakan harga minyak). Ini picu sentimen risk-off investor, outflow modal asing, & tekanan", "post_id": "2043964189249622481"}}, {"key": "idextratime", "attributes": {"label": "idextratime", "x": 833.1937091248965, "y": 643.289476548152, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 18.3899, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2043964189249622481", "id": "idextratime", "source": "tweet-000004", "content": "Posisi rupiah yang melemah ke Rp17.127/USD dipengaruhi utama oleh faktor global: penguatan dolar AS akibat ketegangan geopolitik Timur Tengah (konflik AS-Iran, ancaman Selat Hormuz, & lonjakan harga minyak). Ini picu sentimen risk-off investor, outflow modal asing, & tekanan", "post_id": "2043964189249622481"}}, {"key": "kangdede78", "attributes": {"label": "kangdede78", "x": 374.6681827075721, "y": 785.4412176524542, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 15.7179, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "2042405610088804386", "id": "kangdede78", "source": "tweet-000004", "content": "Rupiah lagi melemah karena faktor global + geopolitik (US-Iran dll), bukan karena pemerintahan sekarang.  \n\nLihat fakta: Ringgit Malaysia & Baht Thailand memang lebih kuat, tapi itu karena mereka nggak pny beban program besar buat rakyat seperti Indonesia. Presiden  lagi", "post_id": "2042405610088804386"}}, {"key": "angga_fzn", "attributes": {"label": "angga_fzn", "x": 355.6776406779783, "y": 727.2684790857197, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 22.398, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2042405610088804386", "id": "angga_fzn", "source": "tweet-000004", "content": "Rupiah lagi melemah karena faktor global + geopolitik (US-Iran dll), bukan karena pemerintahan sekarang.  \n\nLihat fakta: Ringgit Malaysia & Baht Thailand memang lebih kuat, tapi itu karena mereka nggak pny beban program besar buat rakyat seperti Indonesia. Presiden  lagi", "post_id": "2042405610088804386"}}, {"key": "prabowo", "attributes": {"label": "prabowo", "x": 43.81937730954388, "y": 761.0384977097874, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 22.398, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2042405610088804386", "id": "prabowo", "source": "tweet-000004", "content": "Rupiah lagi melemah karena faktor global + geopolitik (US-Iran dll), bukan karena pemerintahan sekarang.  \n\nLihat fakta: Ringgit Malaysia & Baht Thailand memang lebih kuat, tapi itu karena mereka nggak pny beban program besar buat rakyat seperti Indonesia. Presiden  lagi", "post_id": "2042405610088804386"}}, {"key": "joylivin01", "attributes": {"label": "joylivin01", "x": 187.23989347170655, "y": 724.8366642734086, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 15.7179, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "2041738608860922037", "id": "joylivin01", "source": "tweet-000004", "content": "1. Rupiah melemah dikarenakan guncangan geopolitik (perlu penanganan lanjut yg bijak dari BI)\n2. IHSG anjlok karena adanya pembekuan dari MSCI (ini alasan penyumbang terbesar). Jd sentimennya kuat sbg alasan menjual saham indo oleh asing. Dievaluasi sampai mei 2026.", "post_id": "2041738608860922037"}}, {"key": "havidkhanan", "attributes": {"label": "havidkhanan", "x": 254.91432611975873, "y": 711.7670984296315, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 22.398, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2041738608860922037", "id": "havidkhanan", "source": "tweet-000004", "content": "1. Rupiah melemah dikarenakan guncangan geopolitik (perlu penanganan lanjut yg bijak dari BI)\n2. IHSG anjlok karena adanya pembekuan dari MSCI (ini alasan penyumbang terbesar). Jd sentimennya kuat sbg alasan menjual saham indo oleh asing. Dievaluasi sampai mei 2026.", "post_id": "2041738608860922037"}}, {"key": "so_am_i_soami", "attributes": {"label": "so_am_i_soami", "x": 474.0408425405785, "y": 235.88778511027152, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 22.398, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2041738608860922037", "id": "so_am_i_soami", "source": "tweet-000004", "content": "1. Rupiah melemah dikarenakan guncangan geopolitik (perlu penanganan lanjut yg bijak dari BI)\n2. IHSG anjlok karena adanya pembekuan dari MSCI (ini alasan penyumbang terbesar). Jd sentimennya kuat sbg alasan menjual saham indo oleh asing. Dievaluasi sampai mei 2026.", "post_id": "2041738608860922037"}}, {"key": "wa2nntx", "attributes": {"label": "wa2nntx", "x": 243.5544737576415, "y": 313.1139963784757, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 18.3899, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2041494588041334897", "id": "wa2nntx", "source": "tweet-000004", "content": "Tidak selalu otomatis. Nilai dolar AS jatuh (misalnya DXY turun) memang cenderung membuat rupiah menguat relatif terhadap USD, karena kurs USD/IDR saling terkait. Tapi ini tergantung faktor lain seperti inflasi RI, suku bunga BI, aliran modal, dan risiko geopolitik (seperti", "post_id": "2041494588041334897"}}, {"key": "sipakatawu", "attributes": {"label": "sipakatawu", "x": 397.8533198284775, "y": 463.40662626517747, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 18.3899, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2041494588041334897", "id": "sipakatawu", "source": "tweet-000004", "content": "Tidak selalu otomatis. Nilai dolar AS jatuh (misalnya DXY turun) memang cenderung membuat rupiah menguat relatif terhadap USD, karena kurs USD/IDR saling terkait. Tapi ini tergantung faktor lain seperti inflasi RI, suku bunga BI, aliran modal, dan risiko geopolitik (seperti", "post_id": "2041494588041334897"}}, {"key": "MiskinTV_", "attributes": {"label": "MiskinTV_", "x": 372.3445289693351, "y": 627.9179841419502, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 18.3899, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2041494588041334897", "id": "MiskinTV_", "source": "tweet-000004", "content": "Tidak selalu otomatis. Nilai dolar AS jatuh (misalnya DXY turun) memang cenderung membuat rupiah menguat relatif terhadap USD, karena kurs USD/IDR saling terkait. Tapi ini tergantung faktor lain seperti inflasi RI, suku bunga BI, aliran modal, dan risiko geopolitik (seperti", "post_id": "2041494588041334897"}}, {"key": "bloombergtechnoz", "attributes": {"label": "bloombergtechnoz", "x": 893.1343812629348, "y": 694.5773650980616, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 104.7849, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 1, "degree": 2}, "_id": "3869019462017006150_51748745734", "id": "bloombergtechnoz", "source": "instagram-000001", "content": "Mengawali pekan, rupiah melemah tipis ke Rp17.003/US$ pada awal perdagangan Senin (6/4/2026) seiring berlanjutnya ketegangan di Timur Tengah yang mendorong harga minyak bertahan di atas US$110 per barel.\n\nKetidakpastian geopolitik dan gangguan pasokan minyak, termasuk distribusi melalui Selat Hormuz, membuat pergerakan mata uang Asia cenderung hati-hati dan masih dibayangi tekanan pelemahan.\n\nKlik link di bio untuk detail informasi selengkapnya. Jangan lupa follow  untuk berita dan data menarik lainnya.\n\n#rupiah #dolar #matauang #bloombergtechnoz", "post_id": "3869019462017006150_51748745734"}}, {"key": "mancingsaham", "attributes": {"label": "mancingsaham", "x": 629.1016977894583, "y": 955.7327583264877, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 19.9592, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 4, "out_degree": 4, "degree": 8}, "_id": "3874409192090765383_52512310886", "id": "mancingsaham", "source": "instagram-000001", "content": "Nilai tukar rupiah diperkirakan bisa melemah hingga Rp17.400/USD lebih cepat dari proyeksi akibat eskalasi geopolitik global. 🌍\n\nMenurut Ibrahim Assuaibi, kegagalan negosiasi AS–Iran mendorong penguatan dolar AS 💵 dan lonjakan harga minyak (WTI > US$104) 🛢️, yang mempercepat tekanan terhadap rupiah.\n\nDampaknya, pasokan energi terganggu dan berpotensi membebani APBN, sehingga pemerintah perlu antisipasi cepat untuk menjaga stabilitas ekonomi. ⚠️\n\nSumber: emitennews.com, 13 April 2026\n\nGabung di  community untuk analisis market, stockpick pilihan, update berita saham, dan diskusi eksklusif dengan investor & trader lainnya. 📩 Bergabung sekarang! Klik lynk.id/owennath atau chat 081251880459 (WhatsApp).\n\n#Rupiah #USDIDR #NilaiTukar #EkonomiGlobal #IHSG #SahamIndonesia #Investasi #mancingsaham", "post_id": "3874409192090765383_52512310886"}}, {"key": "celebesmedia.id", "attributes": {"label": "celebesmedia.id", "x": 813.2499762214387, "y": 792.3556605205534, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 27.3355, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 2, "degree": 3}, "_id": "3870721786397360348_10864878485", "id": "celebesmedia.id", "source": "instagram-000001", "content": "Nilai tukar rupiah ditutup melemah pada perdagangan Selasa (7/4), turun 70 poin atau sekitar 0,41 persen ke level Rp17.105 per dolar AS. \n\nPosisi ini lebih rendah dibandingkan penutupan sebelumnya di Rp16.980 per dolar AS.\n\nTekanan terhadap rupiah tidak lepas dari meningkatnya ketidakpastian global, khususnya terkait ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah yang melibatkan Amerika Serikat dan Iran.\n\nKantor Berita Nasional ANTARA, Selasa sore, melaporkan konflik Timur Tengah semakin memanas setelah Iran menolak proposal Amerika Serikat terkait gencatan senjata selama 45 hari serta pembukaan Selat Hormuz secara bertahap. Penolakan ini juga mencakup negosiasi lebih luas mengenai pencabutan sanksi dan rekonstruksi.\n\nSebagai gantinya, Iran mengajukan sejumlah tuntutan, termasuk penghentian konflik secara permanen, jaminan keamanan dari serangan di masa depan, pencabutan sanksi, serta kompensasi atas kerusakan yang terjadi.\n\nKetegangan ini berdampak langsung pada pasar energi global. Harga minyak terdorong naik akibat kekhawatiran terganggunya distribusi, yang pada akhirnya memicu risiko inflasi dan menambah tantangan bagi kebijakan moneter di berbagai negara.\n\nBaca selengkapnya di www.celebesmedia.id\n\nIkuti juga sosial media kami  & \ndi Instagram, Tiktok, Twitter, Threads, & Youtube\n\n#rupiah #matauang #dolar #nilaitukaruang #uang", "post_id": "3870721786397360348_10864878485"}}, {"key": "celebespsm", "attributes": {"label": "celebespsm", "x": 896.8882557688264, "y": 272.4519298469328, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 27.3355, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "3870721786397360348_10864878485", "id": "celebespsm", "source": "instagram-000001", "content": "Nilai tukar rupiah ditutup melemah pada perdagangan Selasa (7/4), turun 70 poin atau sekitar 0,41 persen ke level Rp17.105 per dolar AS. \n\nPosisi ini lebih rendah dibandingkan penutupan sebelumnya di Rp16.980 per dolar AS.\n\nTekanan terhadap rupiah tidak lepas dari meningkatnya ketidakpastian global, khususnya terkait ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah yang melibatkan Amerika Serikat dan Iran.\n\nKantor Berita Nasional ANTARA, Selasa sore, melaporkan konflik Timur Tengah semakin memanas setelah Iran menolak proposal Amerika Serikat terkait gencatan senjata selama 45 hari serta pembukaan Selat Hormuz secara bertahap. Penolakan ini juga mencakup negosiasi lebih luas mengenai pencabutan sanksi dan rekonstruksi.\n\nSebagai gantinya, Iran mengajukan sejumlah tuntutan, termasuk penghentian konflik secara permanen, jaminan keamanan dari serangan di masa depan, pencabutan sanksi, serta kompensasi atas kerusakan yang terjadi.\n\nKetegangan ini berdampak langsung pada pasar energi global. Harga minyak terdorong naik akibat kekhawatiran terganggunya distribusi, yang pada akhirnya memicu risiko inflasi dan menambah tantangan bagi kebijakan moneter di berbagai negara.\n\nBaca selengkapnya di www.celebesmedia.id\n\nIkuti juga sosial media kami  & \ndi Instagram, Tiktok, Twitter, Threads, & Youtube\n\n#rupiah #matauang #dolar #nilaitukaruang #uang", "post_id": "3870721786397360348_10864878485"}}, {"key": "sumsel.kito", "attributes": {"label": "sumsel.kito", "x": 806.4775849055526, "y": 648.2318944819684, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 104.7849, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 1, "degree": 2}, "_id": "3851200269167249756_3448282470", "id": "sumsel.kito", "source": "instagram-000001", "content": "Kurs rupiah sempat melemah 76 poin atau 0,45% ke level Rp17.001 per dolar AS. Pelemahan ini dipengaruhi sentimen pasar global yang cenderung berhati-hati setelah harga minyak dunia menembus US$100 per barel. \n\nAnalis menilai lonjakan harga energi dapat memberi tekanan pada ekonomi global dan memicu inflasi. Kondisi ini juga dipicu meningkatnya ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah yang membuat pasar lebih waspada.\n\nSumber 🔎 Tempo\n#SumselKito \n-\n\nFollow  untuk Informasi Seputar Sumatera Selatan", "post_id": "3851200269167249756_3448282470"}}, {"key": "koran.jawapos", "attributes": {"label": "koran.jawapos", "x": 124.31717417718535, "y": 780.7018603639499, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 15.7179, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "3849678275941969594_896651999", "id": "koran.jawapos", "source": "instagram-000001", "content": "Perang di Timur Tengah membuat nilai tukar rupiah melemah. Pada perdagangan kemarin (9/3), rupiah sempat menyentuh level Rp 17.000 per dolar AS. Tekanan juga terjadi pada Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang sempat anjlok hingga sekitar 5 persen pada awal perdagangan.\n\nPengamat Ekonomi, Mata Uang, dan Komoditas Ibrahim Assuaibi mengatakan, pelemahan tersebut dipicu kombinasi faktor eksternal dan internal yang meningkatkan kekhawatiran pelaku pasar. Dari sisi eksternal, ketegangan geopolitik di Timur Tengah meningkat setelah muncul kepemimpinan baru di Iran. Pergantian pemimpin tersebut dinilai berpotensi memperpanjang konflik di kawasan.\n\nHarga minyak mentah dunia melonjak tajam hingga sekitar 20 persen dan mencapai level tertinggi sejak Juli 2022. Kenaikan itu dipicu oleh gangguan pasokan energi dari Timur Tengah. Mengutip Al Jazeera, harga minyak Brent tercatat naik USD 15,24 atau 16,4 persen menjadi USD 107,93 per barel. Sebelumnya, harga Brent bahkan sempat melonjak hingga USD18,35 atau 19,8 persen dan menyentuh USD111,04 per barel.\n\nEkonom dari Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) Hakam Naja menilai salah satu risiko terbesar dari konflik adalah kemungkinan penutupan Selat Hormuz di Teluk Persia, yang menjadi jalur vital distribusi energi dunia. Menurut Hakam, sekitar 20 persen pasokan minyak global melewati selat tersebut. Jika jalur itu terganggu, harga minyak berpotensi melonjak tajam dan memberikan tekanan ekonomi bagi banyak negara.\n\n\n\nSelengkapnya Baca Koran Jawa Pos\nSubscribe YouTube Jawa Pos News\n\n#koranjawapos\n#Perangtimurtengah\n#Hargaminyaknaik\n#Defisitapbn", "post_id": "3849678275941969594_896651999"}}, {"key": "indef_official", "attributes": {"label": "indef_official", "x": 910.5090009001233, "y": 43.43417577742925, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 29.0781, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "3849678275941969594_896651999", "id": "indef_official", "source": "instagram-000001", "content": "Perang di Timur Tengah membuat nilai tukar rupiah melemah. Pada perdagangan kemarin (9/3), rupiah sempat menyentuh level Rp 17.000 per dolar AS. Tekanan juga terjadi pada Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang sempat anjlok hingga sekitar 5 persen pada awal perdagangan.\n\nPengamat Ekonomi, Mata Uang, dan Komoditas Ibrahim Assuaibi mengatakan, pelemahan tersebut dipicu kombinasi faktor eksternal dan internal yang meningkatkan kekhawatiran pelaku pasar. Dari sisi eksternal, ketegangan geopolitik di Timur Tengah meningkat setelah muncul kepemimpinan baru di Iran. Pergantian pemimpin tersebut dinilai berpotensi memperpanjang konflik di kawasan.\n\nHarga minyak mentah dunia melonjak tajam hingga sekitar 20 persen dan mencapai level tertinggi sejak Juli 2022. Kenaikan itu dipicu oleh gangguan pasokan energi dari Timur Tengah. Mengutip Al Jazeera, harga minyak Brent tercatat naik USD 15,24 atau 16,4 persen menjadi USD 107,93 per barel. Sebelumnya, harga Brent bahkan sempat melonjak hingga USD18,35 atau 19,8 persen dan menyentuh USD111,04 per barel.\n\nEkonom dari Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) Hakam Naja menilai salah satu risiko terbesar dari konflik adalah kemungkinan penutupan Selat Hormuz di Teluk Persia, yang menjadi jalur vital distribusi energi dunia. Menurut Hakam, sekitar 20 persen pasokan minyak global melewati selat tersebut. Jika jalur itu terganggu, harga minyak berpotensi melonjak tajam dan memberikan tekanan ekonomi bagi banyak negara.\n\n\n\nSelengkapnya Baca Koran Jawa Pos\nSubscribe YouTube Jawa Pos News\n\n#koranjawapos\n#Perangtimurtengah\n#Hargaminyaknaik\n#Defisitapbn", "post_id": "3849678275941969594_896651999"}}, {"key": "@IDXCHANNELINSIGHT", "attributes": {"label": "@IDXCHANNELINSIGHT", "x": 716.8415367698253, "y": 167.38233295616644, "size": 13.86, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 15.7179, "eigenvector": 121.803, "in_degree": 0, "out_degree": 6, "degree": 6}, "_id": "mFDtDKH7--Y", "id": "@IDXCHANNELINSIGHT", "source": "youtube-000001", "content": "Rupiah Kembali Melemah ke Rp16.997 per USD, Dolar AS Menguat! | MILENOMICS\n\nNilai tukar Rupiah kembali berbalik melemah seiring penguatan US Dollar Index, dipicu oleh meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah.\n\nBerdasarkan data RTI, hingga Kamis siang Rupiah melemah 0,16% ke level Rp16.997 per dolar Amerika Serikat. Sebelumnya, Rupiah sempat dibuka menguat di Rp16.970, namun tak lama kemudian berbalik melemah hingga menyentuh Rp17.017 per dolar AS secara intraday.\n\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n--------------------------------------------\nFollow US on Social Media\nWebsite - http://www.idxchannel.com\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idxchannelcom  \n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "mFDtDKH7--Y"}}, {"key": "wicky_adrian", "attributes": {"label": "wicky_adrian", "x": 962.8020094965658, "y": 997.2153494699891, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 18.4217, "eigenvector": 134.5909, "in_degree": 5, "out_degree": 0, "degree": 5}, "_id": "mFDtDKH7--Y", "id": "wicky_adrian", "source": "youtube-000001", "content": "Rupiah Kembali Melemah ke Rp16.997 per USD, Dolar AS Menguat! | MILENOMICS\n\nNilai tukar Rupiah kembali berbalik melemah seiring penguatan US Dollar Index, dipicu oleh meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah.\n\nBerdasarkan data RTI, hingga Kamis siang Rupiah melemah 0,16% ke level Rp16.997 per dolar Amerika Serikat. Sebelumnya, Rupiah sempat dibuka menguat di Rp16.970, namun tak lama kemudian berbalik melemah hingga menyentuh Rp17.017 per dolar AS secara intraday.\n\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n--------------------------------------------\nFollow US on Social Media\nWebsite - http://www.idxchannel.com\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idxchannelcom  \n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "mFDtDKH7--Y"}}, {"key": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "fajar.wayong", "x": 262.17550392831026, "y": 386.7111709728046, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 18.4217, "eigenvector": 134.5909, "in_degree": 10, "out_degree": 0, "degree": 10}, "_id": "mFDtDKH7--Y", "id": "fajar.wayong", "source": "youtube-000001", "content": "Rupiah Kembali Melemah ke Rp16.997 per USD, Dolar AS Menguat! | MILENOMICS\n\nNilai tukar Rupiah kembali berbalik melemah seiring penguatan US Dollar Index, dipicu oleh meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah.\n\nBerdasarkan data RTI, hingga Kamis siang Rupiah melemah 0,16% ke level Rp16.997 per dolar Amerika Serikat. Sebelumnya, Rupiah sempat dibuka menguat di Rp16.970, namun tak lama kemudian berbalik melemah hingga menyentuh Rp17.017 per dolar AS secara intraday.\n\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n--------------------------------------------\nFollow US on Social Media\nWebsite - http://www.idxchannel.com\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idxchannelcom  \n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "mFDtDKH7--Y"}}, {"key": "deffid_83", "attributes": {"label": "deffid_83", "x": 189.2714287765732, "y": 358.2120348211435, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 18.4217, "eigenvector": 134.5909, "in_degree": 5, "out_degree": 0, "degree": 5}, "_id": "mFDtDKH7--Y", "id": "deffid_83", "source": "youtube-000001", "content": "Rupiah Kembali Melemah ke Rp16.997 per USD, Dolar AS Menguat! | MILENOMICS\n\nNilai tukar Rupiah kembali berbalik melemah seiring penguatan US Dollar Index, dipicu oleh meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah.\n\nBerdasarkan data RTI, hingga Kamis siang Rupiah melemah 0,16% ke level Rp16.997 per dolar Amerika Serikat. Sebelumnya, Rupiah sempat dibuka menguat di Rp16.970, namun tak lama kemudian berbalik melemah hingga menyentuh Rp17.017 per dolar AS secara intraday.\n\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n--------------------------------------------\nFollow US on Social Media\nWebsite - http://www.idxchannel.com\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idxchannelcom  \n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "mFDtDKH7--Y"}}, {"key": "prast_ulrich", "attributes": {"label": "prast_ulrich", "x": 338.4381964480163, "y": 657.6778015596149, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 18.4217, "eigenvector": 134.5909, "in_degree": 5, "out_degree": 0, "degree": 5}, "_id": "mFDtDKH7--Y", "id": "prast_ulrich", "source": "youtube-000001", "content": "Rupiah Kembali Melemah ke Rp16.997 per USD, Dolar AS Menguat! | MILENOMICS\n\nNilai tukar Rupiah kembali berbalik melemah seiring penguatan US Dollar Index, dipicu oleh meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah.\n\nBerdasarkan data RTI, hingga Kamis siang Rupiah melemah 0,16% ke level Rp16.997 per dolar Amerika Serikat. Sebelumnya, Rupiah sempat dibuka menguat di Rp16.970, namun tak lama kemudian berbalik melemah hingga menyentuh Rp17.017 per dolar AS secara intraday.\n\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n--------------------------------------------\nFollow US on Social Media\nWebsite - http://www.idxchannel.com\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idxchannelcom  \n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "mFDtDKH7--Y"}}, {"key": "rosalinehioe", "attributes": {"label": "rosalinehioe", "x": 332.0800466449008, "y": 335.00891751138363, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 18.4217, "eigenvector": 134.5909, "in_degree": 5, "out_degree": 0, "degree": 5}, "_id": "mFDtDKH7--Y", "id": "rosalinehioe", "source": "youtube-000001", "content": "Rupiah Kembali Melemah ke Rp16.997 per USD, Dolar AS Menguat! | MILENOMICS\n\nNilai tukar Rupiah kembali berbalik melemah seiring penguatan US Dollar Index, dipicu oleh meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah.\n\nBerdasarkan data RTI, hingga Kamis siang Rupiah melemah 0,16% ke level Rp16.997 per dolar Amerika Serikat. Sebelumnya, Rupiah sempat dibuka menguat di Rp16.970, namun tak lama kemudian berbalik melemah hingga menyentuh Rp17.017 per dolar AS secara intraday.\n\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n--------------------------------------------\nFollow US on Social Media\nWebsite - http://www.idxchannel.com\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idxchannelcom  \n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "mFDtDKH7--Y"}}, {"key": "@IDXChannel", "attributes": {"label": "@IDXChannel", "x": 985.2917514821687, "y": 866.4522776545617, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 15.7179, "eigenvector": 134.5909, "in_degree": 0, "out_degree": 28, "degree": 28}, "_id": "dl7m4UVj6pw", "id": "@IDXChannel", "source": "youtube-000001", "content": "Rupiah Kembali Melemah ke Rp16.997,  Dolar AS Menguat! |\n\nNilai tukar Rupiah kembali berbalik melemah seiring penguatan US Dollar Index, dipicu oleh meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah.\n\nBerdasarkan data RTI, hingga Kamis siang Rupiah melemah 0,16% ke level Rp16.997 per dolar Amerika Serikat. Sebelumnya, Rupiah sempat dibuka menguat di Rp16.970, namun tak lama kemudian berbalik melemah hingga menyentuh Rp17.017 per dolar AS secara intraday.\n\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nFollow US on Social Media\nYuk Subscribe -    /   \nWa Channel - https://whatsapp.com/channel/0029Va5V...\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idx_channel  \n-------------------------------------------------------------------------------------\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\nMyRepublic Channel 576\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "dl7m4UVj6pw"}}, {"key": "idxchannel_", "attributes": {"label": "idxchannel_", "x": 8.734107721697693, "y": 302.8431725126194, "size": 9.3, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 16.195, "eigenvector": 70.6518, "in_degree": 4, "out_degree": 0, "degree": 4}, "_id": "dl7m4UVj6pw", "id": "idxchannel_", "source": "youtube-000001", "content": "Rupiah Kembali Melemah ke Rp16.997,  Dolar AS Menguat! |\n\nNilai tukar Rupiah kembali berbalik melemah seiring penguatan US Dollar Index, dipicu oleh meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah.\n\nBerdasarkan data RTI, hingga Kamis siang Rupiah melemah 0,16% ke level Rp16.997 per dolar Amerika Serikat. Sebelumnya, Rupiah sempat dibuka menguat di Rp16.970, namun tak lama kemudian berbalik melemah hingga menyentuh Rp17.017 per dolar AS secara intraday.\n\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nFollow US on Social Media\nYuk Subscribe -    /   \nWa Channel - https://whatsapp.com/channel/0029Va5V...\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idx_channel  \n-------------------------------------------------------------------------------------\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\nMyRepublic Channel 576\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "dl7m4UVj6pw"}}, {"key": "@InnerBoost-oe4sd", "attributes": {"label": "@InnerBoost-oe4sd", "x": 370.1780899352197, "y": 988.8112647157169, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 15.7179, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "zQ-T67u7Do0", "id": "@InnerBoost-oe4sd", "source": "youtube-000001", "content": "Rupiah Tembus 17.000! Ini Dampak Nyatanya ke Hidup\n\n🔥 Rupiah Tembus 17.000! Ini Dampak Nyatanya ke Hidup Lo (Harga Naik Semua?)\n\n💥 Rupiah akhirnya tembus Rp17.000 per dolar AS…\nDan ini bukan sekadar angka.\n\nIni adalah alarm bahaya ekonomi yang dampaknya bisa langsung kerasa ke kehidupan lo sehari-hari.\n\nMulai dari:\n💸 Harga barang naik\n✈️ Liburan makin mahal\n⛽ BBM berpotensi naik\n📉 Bahkan ekonomi Indonesia bisa ikut tertekan\n\nDi video ini, kita bakal kupas tuntas dengan cara yang simple, santai, tapi dalam banget tentang:\n\n📊 APA YANG TERJADI DENGAN RUPIAH?\n\n✅ Rupiah melemah hingga tembus Rp17.000\n✅ Dolar AS menguat signifikan di tahun 2026\n✅ Ini jadi salah satu pelemahan paling serius dalam beberapa waktu terakhir\n\nTapi… kenapa ini bisa terjadi?\n\n🌍 PENYEBAB UTAMA RUPIAH MELEMAH\n\n🔥 Bukan cuma faktor dalam negeri…\nAda kekuatan besar dari luar yang bikin rupiah tertekan:\n\n✔️ Penguatan dolar AS (DXY naik drastis)\n✔️ Suku bunga tinggi dari The Fed\n✔️ Ketidakpastian ekonomi global\n✔️ Konflik geopolitik (Perang AS vs Iran)\n\n💡 Investor global sekarang lagi “lari” ke dolar sebagai safe haven\nDan efeknya?\n\n➡️ Mata uang lain, termasuk rupiah… ikut jatuh\n\n⚠️ PREDIKSI MENGERIKAN: RUPIAH BISA TEMBUS 17.500\n\n📉 Menurut analis, kalau konflik global gak mereda:\n\n👉 Rupiah bisa jatuh lebih dalam ke Rp17.500\n\nArtinya?\n\n❗ Tekanan ekonomi makin berat\n❗ Harga-harga makin naik\n❗ Daya beli masyarakat bisa turun\n\n💰 DAMPAK LANGSUNG KE KEHIDUPAN LO\n\nIni bagian paling penting…\n\nKarena efeknya bukan cuma di berita, tapi di dompet lo langsung 👇\n\n🛒 Harga Barang Naik\n\n✔️ Barang impor jadi lebih mahal\n✔️ Elektronik, bahan baku, hingga makanan ikut naik\n\n🏭 Biaya Produksi Meningkat\n\n✔️ Industri tergantung impor kena dampak\n✔️ Ujung-ujungnya harga jual naik\n\n✈️ Liburan ke Luar Negeri Mahal\n\n✔️ Tiket & hotel naik\n✔️ Semua transaksi pakai dolar jadi lebih berat\n\n📈 Tapi Ada yang Diuntungkan!\n\n✔️ Eksportir dapat untung lebih besar\n✔️ Pariwisata Indonesia bisa naik karena turis asing lebih kuat\n\n⛽ Efek ke BBM & Energi\n\n✔️ Indonesia masih impor minyak\n✔️ Dolar naik = biaya impor naik\n✔️ BBM berpotensi ikut naik\n\n📉 KENAPA EMAS MALAH BISA TURUN?\n\nMenariknya…\n\n💡 Saat krisis, investor lebih pilih dolar\nBukan emas\n\n➡️ Karena dolar dianggap lebih likuid dan aman saat ini\n\n🧠 CARA CERDAS MENGHADAPI SITUASI INI\n\nJangan panik. Tapi juga jangan cuek.\n\nIni yang bisa lo lakukan 👇\n\n✅ Pantau kurs secara rutin\n✅ Atur ulang keuangan lo\n✅ Diversifikasi aset (jangan cuma rupiah)\n✅ Siapkan strategi jangka panjang\n✅ Ambil keputusan berdasarkan data, bukan emosi\n\n🚨 KESIMPULAN BESAR\n\nRupiah 17.000 bukan akhir…\n\nTapi ini adalah peringatan awal.\n\nTentang:\n⚠️ Dunia yang sedang tidak stabil\n⚠️ Ekonomi global yang berubah\n⚠️ Dan pentingnya lo siap secara finansial\n\n🎯 KENAPA HARUS NONTON VIDEO INI SAMPAI HABIS?\n\nKarena di video ini lo bakal dapet:\n\n✔️ Penjelasan lengkap & mudah dipahami\n✔️ Analisis tajam tanpa ribet\n✔️ Insight yang jarang dibahas\n✔️ Cara bertahan di kondisi ekonomi sulit\n\n🔔 SUPPOCHANNEL INNER BOOST\n\nKalau lo suka konten yang:\n💡 Ngebuka cara berpikir\n💡 Ngebantu lo lebih siap secara mental & finansial\n💡 Dan relevan banget sama kehidupan nyata\n\n👉 Jangan lupa:\n\n✅ LIKE 👍\n✅ COMMENT 💬\n✅ SHARE 🔁\n✅ SUBSCRIBE 🔔\n\nKarena dukungan lo bantu channel ini terus berkembang 🙌\n\n\n\n#nilaitukarrupiah #kursdollar #ekonomiglobal #ekonomidunia #ekonominasional #inflasi  #Rupiah17000 #DolarNaik #hargaminyak  #EkonomiIndonesia #KursRupiah\n#BeritaEkonomi #RupiahMelemah #DolarAS\n#Investasi #Keuangan #KrisisEkonomi #PerangGlobal #IHSG #HargaNaik #InnerBoost\n\n\n\n‪-oe4sd‬", "post_id": "zQ-T67u7Do0"}}, {"key": "InnerBoost", "attributes": {"label": "InnerBoost", "x": 305.37571330712996, "y": 579.935616535646, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 29.0781, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "zQ-T67u7Do0", "id": "InnerBoost", "source": "youtube-000001", "content": "Rupiah Tembus 17.000! Ini Dampak Nyatanya ke Hidup\n\n🔥 Rupiah Tembus 17.000! Ini Dampak Nyatanya ke Hidup Lo (Harga Naik Semua?)\n\n💥 Rupiah akhirnya tembus Rp17.000 per dolar AS…\nDan ini bukan sekadar angka.\n\nIni adalah alarm bahaya ekonomi yang dampaknya bisa langsung kerasa ke kehidupan lo sehari-hari.\n\nMulai dari:\n💸 Harga barang naik\n✈️ Liburan makin mahal\n⛽ BBM berpotensi naik\n📉 Bahkan ekonomi Indonesia bisa ikut tertekan\n\nDi video ini, kita bakal kupas tuntas dengan cara yang simple, santai, tapi dalam banget tentang:\n\n📊 APA YANG TERJADI DENGAN RUPIAH?\n\n✅ Rupiah melemah hingga tembus Rp17.000\n✅ Dolar AS menguat signifikan di tahun 2026\n✅ Ini jadi salah satu pelemahan paling serius dalam beberapa waktu terakhir\n\nTapi… kenapa ini bisa terjadi?\n\n🌍 PENYEBAB UTAMA RUPIAH MELEMAH\n\n🔥 Bukan cuma faktor dalam negeri…\nAda kekuatan besar dari luar yang bikin rupiah tertekan:\n\n✔️ Penguatan dolar AS (DXY naik drastis)\n✔️ Suku bunga tinggi dari The Fed\n✔️ Ketidakpastian ekonomi global\n✔️ Konflik geopolitik (Perang AS vs Iran)\n\n💡 Investor global sekarang lagi “lari” ke dolar sebagai safe haven\nDan efeknya?\n\n➡️ Mata uang lain, termasuk rupiah… ikut jatuh\n\n⚠️ PREDIKSI MENGERIKAN: RUPIAH BISA TEMBUS 17.500\n\n📉 Menurut analis, kalau konflik global gak mereda:\n\n👉 Rupiah bisa jatuh lebih dalam ke Rp17.500\n\nArtinya?\n\n❗ Tekanan ekonomi makin berat\n❗ Harga-harga makin naik\n❗ Daya beli masyarakat bisa turun\n\n💰 DAMPAK LANGSUNG KE KEHIDUPAN LO\n\nIni bagian paling penting…\n\nKarena efeknya bukan cuma di berita, tapi di dompet lo langsung 👇\n\n🛒 Harga Barang Naik\n\n✔️ Barang impor jadi lebih mahal\n✔️ Elektronik, bahan baku, hingga makanan ikut naik\n\n🏭 Biaya Produksi Meningkat\n\n✔️ Industri tergantung impor kena dampak\n✔️ Ujung-ujungnya harga jual naik\n\n✈️ Liburan ke Luar Negeri Mahal\n\n✔️ Tiket & hotel naik\n✔️ Semua transaksi pakai dolar jadi lebih berat\n\n📈 Tapi Ada yang Diuntungkan!\n\n✔️ Eksportir dapat untung lebih besar\n✔️ Pariwisata Indonesia bisa naik karena turis asing lebih kuat\n\n⛽ Efek ke BBM & Energi\n\n✔️ Indonesia masih impor minyak\n✔️ Dolar naik = biaya impor naik\n✔️ BBM berpotensi ikut naik\n\n📉 KENAPA EMAS MALAH BISA TURUN?\n\nMenariknya…\n\n💡 Saat krisis, investor lebih pilih dolar\nBukan emas\n\n➡️ Karena dolar dianggap lebih likuid dan aman saat ini\n\n🧠 CARA CERDAS MENGHADAPI SITUASI INI\n\nJangan panik. Tapi juga jangan cuek.\n\nIni yang bisa lo lakukan 👇\n\n✅ Pantau kurs secara rutin\n✅ Atur ulang keuangan lo\n✅ Diversifikasi aset (jangan cuma rupiah)\n✅ Siapkan strategi jangka panjang\n✅ Ambil keputusan berdasarkan data, bukan emosi\n\n🚨 KESIMPULAN BESAR\n\nRupiah 17.000 bukan akhir…\n\nTapi ini adalah peringatan awal.\n\nTentang:\n⚠️ Dunia yang sedang tidak stabil\n⚠️ Ekonomi global yang berubah\n⚠️ Dan pentingnya lo siap secara finansial\n\n🎯 KENAPA HARUS NONTON VIDEO INI SAMPAI HABIS?\n\nKarena di video ini lo bakal dapet:\n\n✔️ Penjelasan lengkap & mudah dipahami\n✔️ Analisis tajam tanpa ribet\n✔️ Insight yang jarang dibahas\n✔️ Cara bertahan di kondisi ekonomi sulit\n\n🔔 SUPPOCHANNEL INNER BOOST\n\nKalau lo suka konten yang:\n💡 Ngebuka cara berpikir\n💡 Ngebantu lo lebih siap secara mental & finansial\n💡 Dan relevan banget sama kehidupan nyata\n\n👉 Jangan lupa:\n\n✅ LIKE 👍\n✅ COMMENT 💬\n✅ SHARE 🔁\n✅ SUBSCRIBE 🔔\n\nKarena dukungan lo bantu channel ini terus berkembang 🙌\n\n\n\n#nilaitukarrupiah #kursdollar #ekonomiglobal #ekonomidunia #ekonominasional #inflasi  #Rupiah17000 #DolarNaik #hargaminyak  #EkonomiIndonesia #KursRupiah\n#BeritaEkonomi #RupiahMelemah #DolarAS\n#Investasi #Keuangan #KrisisEkonomi #PerangGlobal #IHSG #HargaNaik #InnerBoost\n\n\n\n‪-oe4sd‬", "post_id": "zQ-T67u7Do0"}}, {"key": "@garudatv.official", "attributes": {"label": "@garudatv.official", "x": 837.9469820649208, "y": 505.7878908149527, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 15.7179, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "lOFOWxyltpw", "id": "@garudatv.official", "source": "youtube-000001", "content": "IHSG Melemah ke Level 7.001 Terimbas Ketegangan Geopolitik Global\n\nGaruda Tv - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) membuka perdagangan awal pekan dengan tren negatif. Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), indeks tercatat melemah signifikan sebesar 0,36 persen atau kehilangan 25,22 poin, yang menempatkan posisinya di level 7.001.\n\nVolume perdagangan di awal sesi mencapai 1,36 miliar saham dengan total nilai transaksi sebesar 2,08 triliun rupiah. Frekuensi perdagangan tercatat sebanyak 102.065 kali, menunjukkan aktivitas pasar yang cukup tinggi di tengah tekanan jual.\n\nKondisi pasar saat ini didominasi oleh pergerakan saham yang memerah. Sebanyak 359 saham mengalami penurunan, sementara hanya 162 saham yang berhasil menguat, dan 170 saham lainnya terpantau stagnan.\n\nAnalis pasar modal menilai bahwa meningkatnya ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah menjadi faktor utama yang memicu kekhawatiran pelaku pasar. \n\nHal ini mendorong investor untuk lebih berhati-hati dan cenderung melakukan aksi ambil untung atau mengalihkan aset ke instrumen yang lebih aman (safe haven).\n\nCaption, Editor & Upload: Tijani \n\n#ihsg  #bursaefekindonesia  #sahamhariini  #ekonomiglobal  #geopolitik  #garudatv  #UpdatePasar #investasi  #timurtengah  #cuansaham #ekonomi \n\nGARUDA TV - Digital TV Indonesia, Berita Terpercaya\n\nSaksikan Garuda TV di Free to Air atau Streaming melalui:\nwww.garuda.tv | YouTube Garuda TV | Aplikasi Vidio | Wewatch | IndiHome CH111 | Transvision CH824 | FirstMedia CH45\n\nScan ulang saluran digital kamu sekarang ya dan saksikan terus program-program seru terbaru hanya di GarudaTV.\n🔴 Subscribe GarudaTV Official Youtube Channel    /   \n🔴  Follow our Official TikTok   / garudatvnews  \n🔴 Like our Official Facebook   / garudatv.official  \n🔴 Follow our Official Instagram   / garudatv.official", "post_id": "lOFOWxyltpw"}}, {"key": "garudatv.official", "attributes": {"label": "garudatv.official", "x": 708.9553077748174, "y": 701.4735918815005, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 22.398, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "lOFOWxyltpw", "id": "garudatv.official", "source": "youtube-000001", "content": "IHSG Melemah ke Level 7.001 Terimbas Ketegangan Geopolitik Global\n\nGaruda Tv - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) membuka perdagangan awal pekan dengan tren negatif. Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), indeks tercatat melemah signifikan sebesar 0,36 persen atau kehilangan 25,22 poin, yang menempatkan posisinya di level 7.001.\n\nVolume perdagangan di awal sesi mencapai 1,36 miliar saham dengan total nilai transaksi sebesar 2,08 triliun rupiah. Frekuensi perdagangan tercatat sebanyak 102.065 kali, menunjukkan aktivitas pasar yang cukup tinggi di tengah tekanan jual.\n\nKondisi pasar saat ini didominasi oleh pergerakan saham yang memerah. Sebanyak 359 saham mengalami penurunan, sementara hanya 162 saham yang berhasil menguat, dan 170 saham lainnya terpantau stagnan.\n\nAnalis pasar modal menilai bahwa meningkatnya ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah menjadi faktor utama yang memicu kekhawatiran pelaku pasar. \n\nHal ini mendorong investor untuk lebih berhati-hati dan cenderung melakukan aksi ambil untung atau mengalihkan aset ke instrumen yang lebih aman (safe haven).\n\nCaption, Editor & Upload: Tijani \n\n#ihsg  #bursaefekindonesia  #sahamhariini  #ekonomiglobal  #geopolitik  #garudatv  #UpdatePasar #investasi  #timurtengah  #cuansaham #ekonomi \n\nGARUDA TV - Digital TV Indonesia, Berita Terpercaya\n\nSaksikan Garuda TV di Free to Air atau Streaming melalui:\nwww.garuda.tv | YouTube Garuda TV | Aplikasi Vidio | Wewatch | IndiHome CH111 | Transvision CH824 | FirstMedia CH45\n\nScan ulang saluran digital kamu sekarang ya dan saksikan terus program-program seru terbaru hanya di GarudaTV.\n🔴 Subscribe GarudaTV Official Youtube Channel    /   \n🔴  Follow our Official TikTok   / garudatvnews  \n🔴 Like our Official Facebook   / garudatv.official  \n🔴 Follow our Official Instagram   / garudatv.official", "post_id": "lOFOWxyltpw"}}, {"key": "@wawasan-cerdas", "attributes": {"label": "@wawasan-cerdas", "x": 842.1629637136066, "y": 998.8422047207886, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 15.7179, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "2m6CsA53lyw", "id": "@wawasan-cerdas", "source": "youtube-000001", "content": "KIAMAT GLOBAL TAPI IHSG HIJAU? Rahasia Cuan Saat Negosiasi Iran AS Gagal Total! | Wawasan Cerdas\n\n🚨 KIAMAT GLOBAL TAPI IHSG HIJAU? Rahasia \"Smart Money\" Saat Perang Energi & Negosiasi AS-Iran Gagal Total! 🚨\n\nSelamat datang kembali di Wawasan Cerdas! Pernahkah Anda membayangkan bahwa di saat dunia sedang dilanda kepanikan global ekstrem, pasar saham kita justru menemukan keajaibannya dan berbalik mencetak keuntungan? Hari ini, kami akan membongkar tuntas misteri besar: mengapa Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menolak hancur dan tetap perkasa di zona hijau, meskipun terjadi guncangan geopolitik dan ekonomi makro yang sangat mengerikan.\n\n🔥 Petaka 21 Jam di Islamabad dan Blokade Selat Hormuz Semuanya bermula dari sebuah ruangan rapat tertutup di Islamabad, Pakistan. Terjadi negosiasi maraton tingkat tinggi selama 21 jam antara delegasi Amerika Serikat, yang dipimpin langsung oleh Wakil Presiden JD Vance, dan perwakilan Iran. Sayangnya, perundingan ini berakhir dengan kegagalan total karena Iran menolak keras tuntutan AS terkait program nuklir dan justru menuntut kendali lebih atas selat strategis mereka.\n\nKegagalan ini memicu Presiden AS Donald Trump mengambil langkah tanpa preseden: memerintahkan Angkatan Laut AS dan CENTCOM untuk memberlakukan blokade maritim komprehensif di Selat Hormuz. Mengapa ini penting bagi Anda? Selat Hormuz adalah \"urat nadi\" perekonomian dunia tempat mengalirnya 20 juta barel minyak mentah per hari, atau setara 20% dari total konsumsi minyak dunia. Akibat blokade ini, pasar komoditas meledak; harga minyak acuan Brent terbang hampir 9% menembus US103,73perbarel,danWTImenyentuhUS105,46 per barel.\n\n💸 Bencana Rupiah dan Ancaman Inflasi di Depan Mata Bagi kita di Indonesia, lonjakan harga minyak ini adalah sinyal bahaya. Indonesia adalah importir neto minyak bumi, di mana 56% impor minyak kita berasal dari Timur Tengah dan harus melewati Selat Hormuz yang kini diblokade. Kepanikan global memborong Dolar AS langsung menghajar nilai tukar mata uang kita, membuat Rupiah terkapar menembus level historis Rp17.089 per Dolar AS. \n\n❌ Jebakan Batman: Mengapa Membeli Emas Hari Ini Adalah Kesalahan Besar? Insting pertama Anda saat perang pecah mungkin adalah memborong emas fisik. Namun, kami peringatkan: JANGAN LAKUKAN ITU! Di pasar global, harga emas justru anjlok 2,05% ke level US$4.654,25 akibat fenomena likuidasi paksa (margin call). Di Indonesia, pabrikan menciptakan \"Jebakan Batman\" dengan selisih harga ( spread ) yang mencekik; harga beli emas dipatok nyaris Rp3.000.000 per gram, sementara harga jual kembalinya ( buyback ) dikunci jatuh di dasar pada level Rp2.671.200 per gram. Membeli emas fisik saat kepanikan ini adalah bunuh diri finansial jangka pendek bagi Anda.\n\n📈 Keajaiban IHSG: \"Durian Runtuh\" Substitusi Energi Di saat bursa saham Asia seperti Nikkei (Jepang), KOSPI (Korea Selatan), dan Hang Seng (Hong Kong) berdarah-darah karena ketergantungan 100% pada impor minyak, IHSG kita justru melesat. Pada pembukaan, IHSG sempat anjlok 1,25%, namun berhasil melakukan technical rebound dan kembali ke zona hijau. Mengapa? Jawabannya adalah \"Efek Substitusi Energi\". \n\nBursa kita diselamatkan oleh emiten eksportir komoditas. Mereka menikmati \"durian runtuh\" ganda: menjual batu bara dalam Dolar AS yang sedang mahal, sementara biaya operasional dibayar menggunakan Rupiah yang melemah, membuat margin keuntungan mereka membengkak tajam secara otomatis.\n\n💼 Contekan Portofolio \"Smart Money\" Asing (Wajib Tahu!) Kami telah melacak pergerakan dana asing hari ini, dan inilah strategi yang wajib Anda tiru:\nBorong Saham Energi & Logam: Asing secara agresif melakukan akumulasi pada saham PT Adaro Energy Indonesia Tbk (ADRO), PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC), PT Barito Pacific Tbk (BRPT), PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN), dan PT Vale Indonesia Tbk (INCO). \n\nRotasi Perbankan: Mengejutkannya, asing membuang PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) secara masif ( net sell Rp128,35 miliar).\n\nHindari Saham FMCG/Konsumer: Jangan sentuh perusahaan yang sangat bergantung pada bahan baku impor, karena margin mereka akan hancur oleh Dolar di level Rp17.000.\n\nKrisis makroekonomi ini adalah pelajaran berharga bahwa kita tidak boleh panik. Dengan mengevaluasi portofolio secara cermat dan mengikuti jejak Smart Money, krisis global justru bisa menjadi peluang cuan terbesar untuk Anda.\n\n👇 JADILAH PENYELAMAT! Jangan biarkan informasi vital ini berhenti di layar Anda. Tekan tombol LIKE, SUBSCRIBE channel Wawasan Cerdas, dan SHARE video ini ke grup WhatsApp!\n\nBersama Wawasan Cerdas, mari kita amankan masa depan finansial kita di tengah badai krisis! 🚀\n\n--------------------------------------------------------------------------------\n#WawasanCerdas #IHSG #SahamBatuBara #KrisisSelatHormuz #PerangIranAS #InvestasiSaham #HargaMinyakDunia #NilaiTukarRupiah #SahamPemula #SmartMoney #RekomendasiSaham #SahamADRO #SahamMEDC #SahamBMRI #SahamBBRI #InvestasiEmas #KrisisEkonomi #GeopolitikGlobal \n\nJoin this channel to get access to perks:\n   / -cerdas", "post_id": "2m6CsA53lyw"}}, {"key": "wawasan", "attributes": {"label": "wawasan", "x": 687.6890148575927, "y": 987.4980626388194, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 29.0781, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2m6CsA53lyw", "id": "wawasan", "source": "youtube-000001", "content": "KIAMAT GLOBAL TAPI IHSG HIJAU? Rahasia Cuan Saat Negosiasi Iran AS Gagal Total! | Wawasan Cerdas\n\n🚨 KIAMAT GLOBAL TAPI IHSG HIJAU? Rahasia \"Smart Money\" Saat Perang Energi & Negosiasi AS-Iran Gagal Total! 🚨\n\nSelamat datang kembali di Wawasan Cerdas! Pernahkah Anda membayangkan bahwa di saat dunia sedang dilanda kepanikan global ekstrem, pasar saham kita justru menemukan keajaibannya dan berbalik mencetak keuntungan? Hari ini, kami akan membongkar tuntas misteri besar: mengapa Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menolak hancur dan tetap perkasa di zona hijau, meskipun terjadi guncangan geopolitik dan ekonomi makro yang sangat mengerikan.\n\n🔥 Petaka 21 Jam di Islamabad dan Blokade Selat Hormuz Semuanya bermula dari sebuah ruangan rapat tertutup di Islamabad, Pakistan. Terjadi negosiasi maraton tingkat tinggi selama 21 jam antara delegasi Amerika Serikat, yang dipimpin langsung oleh Wakil Presiden JD Vance, dan perwakilan Iran. Sayangnya, perundingan ini berakhir dengan kegagalan total karena Iran menolak keras tuntutan AS terkait program nuklir dan justru menuntut kendali lebih atas selat strategis mereka.\n\nKegagalan ini memicu Presiden AS Donald Trump mengambil langkah tanpa preseden: memerintahkan Angkatan Laut AS dan CENTCOM untuk memberlakukan blokade maritim komprehensif di Selat Hormuz. Mengapa ini penting bagi Anda? Selat Hormuz adalah \"urat nadi\" perekonomian dunia tempat mengalirnya 20 juta barel minyak mentah per hari, atau setara 20% dari total konsumsi minyak dunia. Akibat blokade ini, pasar komoditas meledak; harga minyak acuan Brent terbang hampir 9% menembus US103,73perbarel,danWTImenyentuhUS105,46 per barel.\n\n💸 Bencana Rupiah dan Ancaman Inflasi di Depan Mata Bagi kita di Indonesia, lonjakan harga minyak ini adalah sinyal bahaya. Indonesia adalah importir neto minyak bumi, di mana 56% impor minyak kita berasal dari Timur Tengah dan harus melewati Selat Hormuz yang kini diblokade. Kepanikan global memborong Dolar AS langsung menghajar nilai tukar mata uang kita, membuat Rupiah terkapar menembus level historis Rp17.089 per Dolar AS. \n\n❌ Jebakan Batman: Mengapa Membeli Emas Hari Ini Adalah Kesalahan Besar? Insting pertama Anda saat perang pecah mungkin adalah memborong emas fisik. Namun, kami peringatkan: JANGAN LAKUKAN ITU! Di pasar global, harga emas justru anjlok 2,05% ke level US$4.654,25 akibat fenomena likuidasi paksa (margin call). Di Indonesia, pabrikan menciptakan \"Jebakan Batman\" dengan selisih harga ( spread ) yang mencekik; harga beli emas dipatok nyaris Rp3.000.000 per gram, sementara harga jual kembalinya ( buyback ) dikunci jatuh di dasar pada level Rp2.671.200 per gram. Membeli emas fisik saat kepanikan ini adalah bunuh diri finansial jangka pendek bagi Anda.\n\n📈 Keajaiban IHSG: \"Durian Runtuh\" Substitusi Energi Di saat bursa saham Asia seperti Nikkei (Jepang), KOSPI (Korea Selatan), dan Hang Seng (Hong Kong) berdarah-darah karena ketergantungan 100% pada impor minyak, IHSG kita justru melesat. Pada pembukaan, IHSG sempat anjlok 1,25%, namun berhasil melakukan technical rebound dan kembali ke zona hijau. Mengapa? Jawabannya adalah \"Efek Substitusi Energi\". \n\nBursa kita diselamatkan oleh emiten eksportir komoditas. Mereka menikmati \"durian runtuh\" ganda: menjual batu bara dalam Dolar AS yang sedang mahal, sementara biaya operasional dibayar menggunakan Rupiah yang melemah, membuat margin keuntungan mereka membengkak tajam secara otomatis.\n\n💼 Contekan Portofolio \"Smart Money\" Asing (Wajib Tahu!) Kami telah melacak pergerakan dana asing hari ini, dan inilah strategi yang wajib Anda tiru:\nBorong Saham Energi & Logam: Asing secara agresif melakukan akumulasi pada saham PT Adaro Energy Indonesia Tbk (ADRO), PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC), PT Barito Pacific Tbk (BRPT), PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN), dan PT Vale Indonesia Tbk (INCO). \n\nRotasi Perbankan: Mengejutkannya, asing membuang PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) secara masif ( net sell Rp128,35 miliar).\n\nHindari Saham FMCG/Konsumer: Jangan sentuh perusahaan yang sangat bergantung pada bahan baku impor, karena margin mereka akan hancur oleh Dolar di level Rp17.000.\n\nKrisis makroekonomi ini adalah pelajaran berharga bahwa kita tidak boleh panik. Dengan mengevaluasi portofolio secara cermat dan mengikuti jejak Smart Money, krisis global justru bisa menjadi peluang cuan terbesar untuk Anda.\n\n👇 JADILAH PENYELAMAT! Jangan biarkan informasi vital ini berhenti di layar Anda. Tekan tombol LIKE, SUBSCRIBE channel Wawasan Cerdas, dan SHARE video ini ke grup WhatsApp!\n\nBersama Wawasan Cerdas, mari kita amankan masa depan finansial kita di tengah badai krisis! 🚀\n\n--------------------------------------------------------------------------------\n#WawasanCerdas #IHSG #SahamBatuBara #KrisisSelatHormuz #PerangIranAS #InvestasiSaham #HargaMinyakDunia #NilaiTukarRupiah #SahamPemula #SmartMoney #RekomendasiSaham #SahamADRO #SahamMEDC #SahamBMRI #SahamBBRI #InvestasiEmas #KrisisEkonomi #GeopolitikGlobal \n\nJoin this channel to get access to perks:\n   / -cerdas", "post_id": "2m6CsA53lyw"}}, {"key": "@tribunkaltengvideo", "attributes": {"label": "@tribunkaltengvideo", "x": 141.99096213691675, "y": 491.43010908614804, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 15.7179, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "fdVnpFQqP80", "id": "@tribunkaltengvideo", "source": "youtube-000001", "content": "Connie Bakrie Soroti Rupiah Rp17 Ribu per Dolar, Ingatkan Jika Tembus Rp22 Ribu “Indonesia Selesai”\n\nPengamat militer dan pertahanan Connie Rahakundini Bakrie menyoroti potensi ancaman besar terhadap perekonomian Indonesia di tengah konflik yang terjadi di kawasan Timur Tengah. Ia menilai situasi geopolitik global tersebut dapat menjadi alarm serius bagi kondisi ekonomi nasional ke depan.\n\nDalam pernyataannya, Connie juga menyinggung posisi Indonesia yang masuk dalam Board of Peace (BoP) yang disebutnya dikendalikan oleh Amerika Serikat. Menurutnya, kondisi global yang memanas dapat memberikan tekanan tambahan terhadap stabilitas ekonomi Indonesia.\n\nPernyataan tersebut disampaikan Connie melalui potongan video yang diunggah di akun Instagram pribadinya, , pada Selasa (10/3/2026). Dalam video itu, Connie menyoroti nilai tukar rupiah yang disebutnya telah menyentuh kisaran Rp17 ribu per dolar AS.\n\nMenurut Connie, kondisi nilai tukar tersebut menjadi indikasi bahwa Indonesia sedang berada dalam situasi yang tidak baik. Ia menilai kondisi tersebut menggambarkan tekanan ekonomi yang perlu diwaspadai oleh pemerintah maupun masyarakat.\n\n“Kondisi ini (nilai tukar rupiah menjadi 17 ribu per US Dollar) artinya Indonesia sedang tidak baik-baik saja, dan kita seperti sedang membawa diri ke dalam jurang,” ungkap Connie dilansir dari akun Instagram , Selasa (10/3/2026).\n\nConnie bahkan mengingatkan potensi risiko yang lebih besar apabila nilai tukar rupiah terus melemah. Ia menyebut bahwa Indonesia bisa menghadapi krisis serius apabila kondisi tersebut tidak segera diatasi.\n\nMenurutnya, apabila nilai tukar rupiah mencapai Rp22 ribu per dolar AS dan tidak dapat ditahan, maka kondisi ekonomi nasional akan berada dalam situasi yang sangat sulit.\n\n“Ketika seandainya Rupiah mencapai 22 ribu (per 1 US Dollar) dan itu tidak bisa kita tahan, maka Indonesia akan selesai,” sambung Connie.\n\nIa juga mengungkapkan bahwa dirinya telah berdiskusi dengan sejumlah tokoh ekonomi nasional, termasuk mantan Menteri Keuangan dan mantan Gubernur Bank Indonesia, untuk membahas kondisi tersebut serta langkah antisipasi agar nilai rupiah tidak semakin melemah.\n\nMelalui unggahannya di media sosial, Connie menyebut pernyataan tersebut merupakan bagian dari upayanya untuk mengingatkan publik sekaligus menjaga kepentingan Indonesia di tengah dinamika global yang terus berkembang.\n\n#ConnieBakrie #NilaiTukarRupiah #RupiahRp17Ribu #EkonomiIndonesia #KrisisRupiah #DolarAS #GeopolitikTimurTengah #IsuEkonomiNasional #PeringatanEkonomi #ViralMediaSosial #PengamatMiliter #DinamikaGlobal #StabilitasEkonomi #BeritaNasional", "post_id": "fdVnpFQqP80"}}, {"key": "connierahakundinibakrie", "attributes": {"label": "connierahakundinibakrie", "x": 777.3794045009757, "y": 339.8049405431791, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 22.398, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "fdVnpFQqP80", "id": "connierahakundinibakrie", "source": "youtube-000001", "content": "Connie Bakrie Soroti Rupiah Rp17 Ribu per Dolar, Ingatkan Jika Tembus Rp22 Ribu “Indonesia Selesai”\n\nPengamat militer dan pertahanan Connie Rahakundini Bakrie menyoroti potensi ancaman besar terhadap perekonomian Indonesia di tengah konflik yang terjadi di kawasan Timur Tengah. Ia menilai situasi geopolitik global tersebut dapat menjadi alarm serius bagi kondisi ekonomi nasional ke depan.\n\nDalam pernyataannya, Connie juga menyinggung posisi Indonesia yang masuk dalam Board of Peace (BoP) yang disebutnya dikendalikan oleh Amerika Serikat. Menurutnya, kondisi global yang memanas dapat memberikan tekanan tambahan terhadap stabilitas ekonomi Indonesia.\n\nPernyataan tersebut disampaikan Connie melalui potongan video yang diunggah di akun Instagram pribadinya, , pada Selasa (10/3/2026). Dalam video itu, Connie menyoroti nilai tukar rupiah yang disebutnya telah menyentuh kisaran Rp17 ribu per dolar AS.\n\nMenurut Connie, kondisi nilai tukar tersebut menjadi indikasi bahwa Indonesia sedang berada dalam situasi yang tidak baik. Ia menilai kondisi tersebut menggambarkan tekanan ekonomi yang perlu diwaspadai oleh pemerintah maupun masyarakat.\n\n“Kondisi ini (nilai tukar rupiah menjadi 17 ribu per US Dollar) artinya Indonesia sedang tidak baik-baik saja, dan kita seperti sedang membawa diri ke dalam jurang,” ungkap Connie dilansir dari akun Instagram , Selasa (10/3/2026).\n\nConnie bahkan mengingatkan potensi risiko yang lebih besar apabila nilai tukar rupiah terus melemah. Ia menyebut bahwa Indonesia bisa menghadapi krisis serius apabila kondisi tersebut tidak segera diatasi.\n\nMenurutnya, apabila nilai tukar rupiah mencapai Rp22 ribu per dolar AS dan tidak dapat ditahan, maka kondisi ekonomi nasional akan berada dalam situasi yang sangat sulit.\n\n“Ketika seandainya Rupiah mencapai 22 ribu (per 1 US Dollar) dan itu tidak bisa kita tahan, maka Indonesia akan selesai,” sambung Connie.\n\nIa juga mengungkapkan bahwa dirinya telah berdiskusi dengan sejumlah tokoh ekonomi nasional, termasuk mantan Menteri Keuangan dan mantan Gubernur Bank Indonesia, untuk membahas kondisi tersebut serta langkah antisipasi agar nilai rupiah tidak semakin melemah.\n\nMelalui unggahannya di media sosial, Connie menyebut pernyataan tersebut merupakan bagian dari upayanya untuk mengingatkan publik sekaligus menjaga kepentingan Indonesia di tengah dinamika global yang terus berkembang.\n\n#ConnieBakrie #NilaiTukarRupiah #RupiahRp17Ribu #EkonomiIndonesia #KrisisRupiah #DolarAS #GeopolitikTimurTengah #IsuEkonomiNasional #PeringatanEkonomi #ViralMediaSosial #PengamatMiliter #DinamikaGlobal #StabilitasEkonomi #BeritaNasional", "post_id": "fdVnpFQqP80"}}, {"key": "@kabarbursadotcom", "attributes": {"label": "@kabarbursadotcom", "x": 612.3015902683613, "y": 407.5728740472714, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 15.7179, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "NR3pE29jczg", "id": "@kabarbursadotcom", "source": "youtube-000001", "content": "Skenario Terburuk APBN 2026: Defisit Bisa Lewati 4 Persen\n\nKABARBURSA.COM — Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengusulkan penerbitan Perppu defisit APBN kepada Presiden Prabowo Subianto jika harga minyak dunia terus melonjak akibat konflik Iran dengan Amerika Serikat dan Israel. Pemerintah menilai lonjakan harga minyak berpotensi menekan fiskal negara dan membuat batas defisit APBN 2026 sebesar 3 persen sulit dipertahankan. Dalam sejumlah skenario yang disusun pemerintah, defisit APBN bahkan bisa mencapai 4,06 persen jika harga minyak mentah dunia menembus US$115 per barel.\n\nLangkah ini menjadi penting karena ketidakpastian geopolitik global berpotensi memicu tekanan terhadap kurs rupiah, imbal hasil surat utang negara, serta pertumbuhan ekonomi Indonesia. Bagaimana dampaknya bagi ekonomi nasional? Simak pembahasannya di video ini dan jangan lupa subscribe serta tuliskan pendapat Anda di kolom komentar..\n\nBuka dan baca berita terkait hanya di portal https://kabarbursa.com/\nKabarbursa.com adalah portal berita finansial PT Kabar Bursa Indonesia yang merupakan bagian dari jaringan PT Kabar Grup Indonesia atau KGI Network. Kabarbursa.com menyajikan berita ekonomi terkini, analisis mendalam, investasi dan inspirasi bisnis.\n\nKamu juga bisa mengunjungi media sosial Kabar Bursa:\nYoutube:    /   \nInstagram:   / kabarbursacom  \nTiktok:   / kabarbursacom  \nWA Channel: https://whatsapp.com/channel/0029Vae5...\n\n#perppuabpn #airlanggahartarto #hargaminyakdunia #defisitapbn #ekonomiindonesia  #apbn2026 #perangiran #konfliktimurtengah #geopolitikenergi #minyakdunia #fiskalindonesia #kabinetprabowo #kabarbursa #news #newsupdate #beritaterkini #beritasaham #beritaekonomi", "post_id": "NR3pE29jczg"}}, {"key": "kabarbursadotcom", "attributes": {"label": "kabarbursadotcom", "x": 492.8586569788624, "y": 528.0933668988235, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 29.0781, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "NR3pE29jczg", "id": "kabarbursadotcom", "source": "youtube-000001", "content": "Skenario Terburuk APBN 2026: Defisit Bisa Lewati 4 Persen\n\nKABARBURSA.COM — Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengusulkan penerbitan Perppu defisit APBN kepada Presiden Prabowo Subianto jika harga minyak dunia terus melonjak akibat konflik Iran dengan Amerika Serikat dan Israel. Pemerintah menilai lonjakan harga minyak berpotensi menekan fiskal negara dan membuat batas defisit APBN 2026 sebesar 3 persen sulit dipertahankan. Dalam sejumlah skenario yang disusun pemerintah, defisit APBN bahkan bisa mencapai 4,06 persen jika harga minyak mentah dunia menembus US$115 per barel.\n\nLangkah ini menjadi penting karena ketidakpastian geopolitik global berpotensi memicu tekanan terhadap kurs rupiah, imbal hasil surat utang negara, serta pertumbuhan ekonomi Indonesia. Bagaimana dampaknya bagi ekonomi nasional? Simak pembahasannya di video ini dan jangan lupa subscribe serta tuliskan pendapat Anda di kolom komentar..\n\nBuka dan baca berita terkait hanya di portal https://kabarbursa.com/\nKabarbursa.com adalah portal berita finansial PT Kabar Bursa Indonesia yang merupakan bagian dari jaringan PT Kabar Grup Indonesia atau KGI Network. Kabarbursa.com menyajikan berita ekonomi terkini, analisis mendalam, investasi dan inspirasi bisnis.\n\nKamu juga bisa mengunjungi media sosial Kabar Bursa:\nYoutube:    /   \nInstagram:   / kabarbursacom  \nTiktok:   / kabarbursacom  \nWA Channel: https://whatsapp.com/channel/0029Vae5...\n\n#perppuabpn #airlanggahartarto #hargaminyakdunia #defisitapbn #ekonomiindonesia  #apbn2026 #perangiran #konfliktimurtengah #geopolitikenergi #minyakdunia #fiskalindonesia #kabinetprabowo #kabarbursa #news #newsupdate #beritaterkini #beritasaham #beritaekonomi", "post_id": "NR3pE29jczg"}}, {"key": "@Bennix", "attributes": {"label": "@Bennix", "x": 36.94294404608467, "y": 837.0470052358799, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 15.7179, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 4, "degree": 4}, "_id": "Xermczg4vWc", "id": "@Bennix", "source": "youtube-000001", "content": "DOMINASI DOLLAR AS TERANCAM?!IRAN RAUP 1.350 TRILIUN DARI SELAT HORMUZ, YUAN CHINA MENGUAT?!\n\nDOMINASI DOLLAR AS TERANCAM?!IRAN RAUP 1.350 TRILIUN DARI SELAT HORMUZ, YUAN CHINA MENGUAT?!\n\nIran kembali menjadi sorotan dunia, bukan hanya karena konflik geopolitik di Timur Tengah, tetapi juga karena langkah ekonominya yang dinilai sangat strategis. Di tengah memanasnya ketegangan dengan Israel, Iran justru disebut-sebut memiliki sumber pemasukan baru yang nilainya fantastis. Melalui Selat Hormuz, salah satu jalur perdagangan paling penting di dunia, Iran dikabarkan mulai menerapkan tarif hingga 2 juta dollar untuk setiap kapal yang melintas.\n\nSelat Hormuz bukan jalur biasa. Sekitar 20 persen distribusi minyak global melewati kawasan ini setiap harinya, menjadikannya titik vital bagi perekonomian dunia. Ketika Iran memiliki pengaruh terhadap jalur ini dan mulai “memonetisasi” lalu lintas kapal, potensi keuntungan yang dihasilkan menjadi sangat besar. Jika dihitung secara kasar, pemasukan dari skema ini bisa mencapai sekitar 1.350 triliun rupiah, sebuah angka yang tidak kecil bahkan untuk ukuran negara sekalipun.\n\nYang membuat situasi ini semakin menarik adalah perubahan sistem pembayaran yang digunakan. Iran disebut mulai mendorong penggunaan mata uang yuan China dalam transaksi tersebut, bukan lagi bergantung pada dollar AS. Langkah ini menimbulkan spekulasi besar mengenai arah baru perdagangan global, di mana dominasi dollar AS mulai mendapatkan tantangan dari mata uang lain, khususnya yuan.\n\nDi tengah tekanan ekonomi dan sanksi internasional yang selama ini membatasi ruang gerak Iran, strategi ini bisa menjadi cara untuk tetap bertahan sekaligus membangun kekuatan ekonomi baru. Dengan memanfaatkan posisi geografis yang sangat strategis, Iran berpotensi mengubah jalur perdagangan menjadi sumber pendapatan yang stabil, bahkan di tengah kondisi perang.\n\nNamun di sisi lain, langkah ini juga memunculkan kekhawatiran dari berbagai negara, terutama di kawasan Eropa. Jika Selat Hormuz benar-benar dimanfaatkan sebagai alat ekonomi sekaligus geopolitik, maka dampaknya bisa merambat ke harga energi global, stabilitas pasar, hingga hubungan perdagangan internasional. Negara-negara yang sangat bergantung pada pasokan energi dari Timur Tengah tentu akan merasakan dampaknya secara langsung.\n\nSelain itu, penggunaan yuan sebagai alat transaksi juga membuka peluang terjadinya pergeseran dalam sistem keuangan global. Selama ini, dollar AS menjadi mata uang utama dalam perdagangan internasional, khususnya di sektor energi. Jika semakin banyak negara mulai beralih ke alternatif lain, maka posisi dollar AS bisa saja perlahan melemah dalam jangka panjang.\n\nDi video ini, kita akan membahas secara mendalam bagaimana skema tarif di Selat Hormuz ini bekerja, seberapa realistis potensi keuntungan yang bisa diraih Iran, serta bagaimana langkah ini bisa memengaruhi keseimbangan ekonomi dan geopolitik dunia. Kita juga akan melihat apakah ini benar-benar ancaman serius bagi dominasi dollar AS atau hanya strategi jangka pendek yang muncul akibat situasi konflik saat ini.\n\nFenomena ini menunjukkan bahwa di balik konflik dan ketegangan yang terjadi, selalu ada dinamika ekonomi yang berjalan bersamaan. Pertanyaannya sekarang, apakah ini akan menjadi awal dari perubahan besar dalam sistem keuangan global, atau hanya bagian dari strategi bertahan Iran di tengah tekanan internasional.\n\nMenurut kamu, apakah langkah Iran ini benar-benar bisa menggeser dominasi dollar AS, atau justru akan memicu konflik yang lebih besar di masa depan. Tulis pendapatmu di kolom komentar.\n\n\nCome on, join the Bennix Investor Group now!!\nWhile there are still lots of promotions.\nvisit: www.Bennix.id\n\nEmail: halobennix\nRequests for Interviews, Speaking or Business Inquiries can contact us \n\nManager Lisa at\nWA: 0811-868-959\n-\n-\nFollow me:\nFacebook :\n\nInstagram:\n\nTikTok:\n\n\nMusic by Karl Casey @ White Bat Audio\n\nJoin Free Whatsaap Channel Bennix :\nhttps://www.whatsapp.com/channel/0029...\n\nJoin this channel to get access to perks:\n   /", "post_id": "Xermczg4vWc"}}, {"key": "Bennix", "attributes": {"label": "Bennix", "x": 320.029750353472, "y": 1.7759936297501167, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 19.0579, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "Xermczg4vWc", "id": "Bennix", "source": "youtube-000001", "content": "DOMINASI DOLLAR AS TERANCAM?!IRAN RAUP 1.350 TRILIUN DARI SELAT HORMUZ, YUAN CHINA MENGUAT?!\n\nDOMINASI DOLLAR AS TERANCAM?!IRAN RAUP 1.350 TRILIUN DARI SELAT HORMUZ, YUAN CHINA MENGUAT?!\n\nIran kembali menjadi sorotan dunia, bukan hanya karena konflik geopolitik di Timur Tengah, tetapi juga karena langkah ekonominya yang dinilai sangat strategis. Di tengah memanasnya ketegangan dengan Israel, Iran justru disebut-sebut memiliki sumber pemasukan baru yang nilainya fantastis. Melalui Selat Hormuz, salah satu jalur perdagangan paling penting di dunia, Iran dikabarkan mulai menerapkan tarif hingga 2 juta dollar untuk setiap kapal yang melintas.\n\nSelat Hormuz bukan jalur biasa. Sekitar 20 persen distribusi minyak global melewati kawasan ini setiap harinya, menjadikannya titik vital bagi perekonomian dunia. Ketika Iran memiliki pengaruh terhadap jalur ini dan mulai “memonetisasi” lalu lintas kapal, potensi keuntungan yang dihasilkan menjadi sangat besar. Jika dihitung secara kasar, pemasukan dari skema ini bisa mencapai sekitar 1.350 triliun rupiah, sebuah angka yang tidak kecil bahkan untuk ukuran negara sekalipun.\n\nYang membuat situasi ini semakin menarik adalah perubahan sistem pembayaran yang digunakan. Iran disebut mulai mendorong penggunaan mata uang yuan China dalam transaksi tersebut, bukan lagi bergantung pada dollar AS. Langkah ini menimbulkan spekulasi besar mengenai arah baru perdagangan global, di mana dominasi dollar AS mulai mendapatkan tantangan dari mata uang lain, khususnya yuan.\n\nDi tengah tekanan ekonomi dan sanksi internasional yang selama ini membatasi ruang gerak Iran, strategi ini bisa menjadi cara untuk tetap bertahan sekaligus membangun kekuatan ekonomi baru. Dengan memanfaatkan posisi geografis yang sangat strategis, Iran berpotensi mengubah jalur perdagangan menjadi sumber pendapatan yang stabil, bahkan di tengah kondisi perang.\n\nNamun di sisi lain, langkah ini juga memunculkan kekhawatiran dari berbagai negara, terutama di kawasan Eropa. Jika Selat Hormuz benar-benar dimanfaatkan sebagai alat ekonomi sekaligus geopolitik, maka dampaknya bisa merambat ke harga energi global, stabilitas pasar, hingga hubungan perdagangan internasional. Negara-negara yang sangat bergantung pada pasokan energi dari Timur Tengah tentu akan merasakan dampaknya secara langsung.\n\nSelain itu, penggunaan yuan sebagai alat transaksi juga membuka peluang terjadinya pergeseran dalam sistem keuangan global. Selama ini, dollar AS menjadi mata uang utama dalam perdagangan internasional, khususnya di sektor energi. Jika semakin banyak negara mulai beralih ke alternatif lain, maka posisi dollar AS bisa saja perlahan melemah dalam jangka panjang.\n\nDi video ini, kita akan membahas secara mendalam bagaimana skema tarif di Selat Hormuz ini bekerja, seberapa realistis potensi keuntungan yang bisa diraih Iran, serta bagaimana langkah ini bisa memengaruhi keseimbangan ekonomi dan geopolitik dunia. Kita juga akan melihat apakah ini benar-benar ancaman serius bagi dominasi dollar AS atau hanya strategi jangka pendek yang muncul akibat situasi konflik saat ini.\n\nFenomena ini menunjukkan bahwa di balik konflik dan ketegangan yang terjadi, selalu ada dinamika ekonomi yang berjalan bersamaan. Pertanyaannya sekarang, apakah ini akan menjadi awal dari perubahan besar dalam sistem keuangan global, atau hanya bagian dari strategi bertahan Iran di tengah tekanan internasional.\n\nMenurut kamu, apakah langkah Iran ini benar-benar bisa menggeser dominasi dollar AS, atau justru akan memicu konflik yang lebih besar di masa depan. Tulis pendapatmu di kolom komentar.\n\n\nCome on, join the Bennix Investor Group now!!\nWhile there are still lots of promotions.\nvisit: www.Bennix.id\n\nEmail: halobennix\nRequests for Interviews, Speaking or Business Inquiries can contact us \n\nManager Lisa at\nWA: 0811-868-959\n-\n-\nFollow me:\nFacebook :\n\nInstagram:\n\nTikTok:\n\n\nMusic by Karl Casey @ White Bat Audio\n\nJoin Free Whatsaap Channel Bennix :\nhttps://www.whatsapp.com/channel/0029...\n\nJoin this channel to get access to perks:\n   /", "post_id": "Xermczg4vWc"}}, {"key": "bennix.official", "attributes": {"label": "bennix.official", "x": 825.8895394545999, "y": 167.8374830350885, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 19.0579, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "Xermczg4vWc", "id": "bennix.official", "source": "youtube-000001", "content": "DOMINASI DOLLAR AS TERANCAM?!IRAN RAUP 1.350 TRILIUN DARI SELAT HORMUZ, YUAN CHINA MENGUAT?!\n\nDOMINASI DOLLAR AS TERANCAM?!IRAN RAUP 1.350 TRILIUN DARI SELAT HORMUZ, YUAN CHINA MENGUAT?!\n\nIran kembali menjadi sorotan dunia, bukan hanya karena konflik geopolitik di Timur Tengah, tetapi juga karena langkah ekonominya yang dinilai sangat strategis. Di tengah memanasnya ketegangan dengan Israel, Iran justru disebut-sebut memiliki sumber pemasukan baru yang nilainya fantastis. Melalui Selat Hormuz, salah satu jalur perdagangan paling penting di dunia, Iran dikabarkan mulai menerapkan tarif hingga 2 juta dollar untuk setiap kapal yang melintas.\n\nSelat Hormuz bukan jalur biasa. Sekitar 20 persen distribusi minyak global melewati kawasan ini setiap harinya, menjadikannya titik vital bagi perekonomian dunia. Ketika Iran memiliki pengaruh terhadap jalur ini dan mulai “memonetisasi” lalu lintas kapal, potensi keuntungan yang dihasilkan menjadi sangat besar. Jika dihitung secara kasar, pemasukan dari skema ini bisa mencapai sekitar 1.350 triliun rupiah, sebuah angka yang tidak kecil bahkan untuk ukuran negara sekalipun.\n\nYang membuat situasi ini semakin menarik adalah perubahan sistem pembayaran yang digunakan. Iran disebut mulai mendorong penggunaan mata uang yuan China dalam transaksi tersebut, bukan lagi bergantung pada dollar AS. Langkah ini menimbulkan spekulasi besar mengenai arah baru perdagangan global, di mana dominasi dollar AS mulai mendapatkan tantangan dari mata uang lain, khususnya yuan.\n\nDi tengah tekanan ekonomi dan sanksi internasional yang selama ini membatasi ruang gerak Iran, strategi ini bisa menjadi cara untuk tetap bertahan sekaligus membangun kekuatan ekonomi baru. Dengan memanfaatkan posisi geografis yang sangat strategis, Iran berpotensi mengubah jalur perdagangan menjadi sumber pendapatan yang stabil, bahkan di tengah kondisi perang.\n\nNamun di sisi lain, langkah ini juga memunculkan kekhawatiran dari berbagai negara, terutama di kawasan Eropa. Jika Selat Hormuz benar-benar dimanfaatkan sebagai alat ekonomi sekaligus geopolitik, maka dampaknya bisa merambat ke harga energi global, stabilitas pasar, hingga hubungan perdagangan internasional. Negara-negara yang sangat bergantung pada pasokan energi dari Timur Tengah tentu akan merasakan dampaknya secara langsung.\n\nSelain itu, penggunaan yuan sebagai alat transaksi juga membuka peluang terjadinya pergeseran dalam sistem keuangan global. Selama ini, dollar AS menjadi mata uang utama dalam perdagangan internasional, khususnya di sektor energi. Jika semakin banyak negara mulai beralih ke alternatif lain, maka posisi dollar AS bisa saja perlahan melemah dalam jangka panjang.\n\nDi video ini, kita akan membahas secara mendalam bagaimana skema tarif di Selat Hormuz ini bekerja, seberapa realistis potensi keuntungan yang bisa diraih Iran, serta bagaimana langkah ini bisa memengaruhi keseimbangan ekonomi dan geopolitik dunia. Kita juga akan melihat apakah ini benar-benar ancaman serius bagi dominasi dollar AS atau hanya strategi jangka pendek yang muncul akibat situasi konflik saat ini.\n\nFenomena ini menunjukkan bahwa di balik konflik dan ketegangan yang terjadi, selalu ada dinamika ekonomi yang berjalan bersamaan. Pertanyaannya sekarang, apakah ini akan menjadi awal dari perubahan besar dalam sistem keuangan global, atau hanya bagian dari strategi bertahan Iran di tengah tekanan internasional.\n\nMenurut kamu, apakah langkah Iran ini benar-benar bisa menggeser dominasi dollar AS, atau justru akan memicu konflik yang lebih besar di masa depan. Tulis pendapatmu di kolom komentar.\n\n\nCome on, join the Bennix Investor Group now!!\nWhile there are still lots of promotions.\nvisit: www.Bennix.id\n\nEmail: halobennix\nRequests for Interviews, Speaking or Business Inquiries can contact us \n\nManager Lisa at\nWA: 0811-868-959\n-\n-\nFollow me:\nFacebook :\n\nInstagram:\n\nTikTok:\n\n\nMusic by Karl Casey @ White Bat Audio\n\nJoin Free Whatsaap Channel Bennix :\nhttps://www.whatsapp.com/channel/0029...\n\nJoin this channel to get access to perks:\n   /", "post_id": "Xermczg4vWc"}}, {"key": "bennix.real", "attributes": {"label": "bennix.real", "x": 236.03240691989913, "y": 814.08262359718, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 19.0579, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "Xermczg4vWc", "id": "bennix.real", "source": "youtube-000001", "content": "DOMINASI DOLLAR AS TERANCAM?!IRAN RAUP 1.350 TRILIUN DARI SELAT HORMUZ, YUAN CHINA MENGUAT?!\n\nDOMINASI DOLLAR AS TERANCAM?!IRAN RAUP 1.350 TRILIUN DARI SELAT HORMUZ, YUAN CHINA MENGUAT?!\n\nIran kembali menjadi sorotan dunia, bukan hanya karena konflik geopolitik di Timur Tengah, tetapi juga karena langkah ekonominya yang dinilai sangat strategis. Di tengah memanasnya ketegangan dengan Israel, Iran justru disebut-sebut memiliki sumber pemasukan baru yang nilainya fantastis. Melalui Selat Hormuz, salah satu jalur perdagangan paling penting di dunia, Iran dikabarkan mulai menerapkan tarif hingga 2 juta dollar untuk setiap kapal yang melintas.\n\nSelat Hormuz bukan jalur biasa. Sekitar 20 persen distribusi minyak global melewati kawasan ini setiap harinya, menjadikannya titik vital bagi perekonomian dunia. Ketika Iran memiliki pengaruh terhadap jalur ini dan mulai “memonetisasi” lalu lintas kapal, potensi keuntungan yang dihasilkan menjadi sangat besar. Jika dihitung secara kasar, pemasukan dari skema ini bisa mencapai sekitar 1.350 triliun rupiah, sebuah angka yang tidak kecil bahkan untuk ukuran negara sekalipun.\n\nYang membuat situasi ini semakin menarik adalah perubahan sistem pembayaran yang digunakan. Iran disebut mulai mendorong penggunaan mata uang yuan China dalam transaksi tersebut, bukan lagi bergantung pada dollar AS. Langkah ini menimbulkan spekulasi besar mengenai arah baru perdagangan global, di mana dominasi dollar AS mulai mendapatkan tantangan dari mata uang lain, khususnya yuan.\n\nDi tengah tekanan ekonomi dan sanksi internasional yang selama ini membatasi ruang gerak Iran, strategi ini bisa menjadi cara untuk tetap bertahan sekaligus membangun kekuatan ekonomi baru. Dengan memanfaatkan posisi geografis yang sangat strategis, Iran berpotensi mengubah jalur perdagangan menjadi sumber pendapatan yang stabil, bahkan di tengah kondisi perang.\n\nNamun di sisi lain, langkah ini juga memunculkan kekhawatiran dari berbagai negara, terutama di kawasan Eropa. Jika Selat Hormuz benar-benar dimanfaatkan sebagai alat ekonomi sekaligus geopolitik, maka dampaknya bisa merambat ke harga energi global, stabilitas pasar, hingga hubungan perdagangan internasional. Negara-negara yang sangat bergantung pada pasokan energi dari Timur Tengah tentu akan merasakan dampaknya secara langsung.\n\nSelain itu, penggunaan yuan sebagai alat transaksi juga membuka peluang terjadinya pergeseran dalam sistem keuangan global. Selama ini, dollar AS menjadi mata uang utama dalam perdagangan internasional, khususnya di sektor energi. Jika semakin banyak negara mulai beralih ke alternatif lain, maka posisi dollar AS bisa saja perlahan melemah dalam jangka panjang.\n\nDi video ini, kita akan membahas secara mendalam bagaimana skema tarif di Selat Hormuz ini bekerja, seberapa realistis potensi keuntungan yang bisa diraih Iran, serta bagaimana langkah ini bisa memengaruhi keseimbangan ekonomi dan geopolitik dunia. Kita juga akan melihat apakah ini benar-benar ancaman serius bagi dominasi dollar AS atau hanya strategi jangka pendek yang muncul akibat situasi konflik saat ini.\n\nFenomena ini menunjukkan bahwa di balik konflik dan ketegangan yang terjadi, selalu ada dinamika ekonomi yang berjalan bersamaan. Pertanyaannya sekarang, apakah ini akan menjadi awal dari perubahan besar dalam sistem keuangan global, atau hanya bagian dari strategi bertahan Iran di tengah tekanan internasional.\n\nMenurut kamu, apakah langkah Iran ini benar-benar bisa menggeser dominasi dollar AS, atau justru akan memicu konflik yang lebih besar di masa depan. Tulis pendapatmu di kolom komentar.\n\n\nCome on, join the Bennix Investor Group now!!\nWhile there are still lots of promotions.\nvisit: www.Bennix.id\n\nEmail: halobennix\nRequests for Interviews, Speaking or Business Inquiries can contact us \n\nManager Lisa at\nWA: 0811-868-959\n-\n-\nFollow me:\nFacebook :\n\nInstagram:\n\nTikTok:\n\n\nMusic by Karl Casey @ White Bat Audio\n\nJoin Free Whatsaap Channel Bennix :\nhttps://www.whatsapp.com/channel/0029...\n\nJoin this channel to get access to perks:\n   /", "post_id": "Xermczg4vWc"}}, {"key": "bennix", "attributes": {"label": "bennix", "x": 339.0167806622534, "y": 348.35771574605167, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 19.0579, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "Xermczg4vWc", "id": "bennix", "source": "youtube-000001", "content": "DOMINASI DOLLAR AS TERANCAM?!IRAN RAUP 1.350 TRILIUN DARI SELAT HORMUZ, YUAN CHINA MENGUAT?!\n\nDOMINASI DOLLAR AS TERANCAM?!IRAN RAUP 1.350 TRILIUN DARI SELAT HORMUZ, YUAN CHINA MENGUAT?!\n\nIran kembali menjadi sorotan dunia, bukan hanya karena konflik geopolitik di Timur Tengah, tetapi juga karena langkah ekonominya yang dinilai sangat strategis. Di tengah memanasnya ketegangan dengan Israel, Iran justru disebut-sebut memiliki sumber pemasukan baru yang nilainya fantastis. Melalui Selat Hormuz, salah satu jalur perdagangan paling penting di dunia, Iran dikabarkan mulai menerapkan tarif hingga 2 juta dollar untuk setiap kapal yang melintas.\n\nSelat Hormuz bukan jalur biasa. Sekitar 20 persen distribusi minyak global melewati kawasan ini setiap harinya, menjadikannya titik vital bagi perekonomian dunia. Ketika Iran memiliki pengaruh terhadap jalur ini dan mulai “memonetisasi” lalu lintas kapal, potensi keuntungan yang dihasilkan menjadi sangat besar. Jika dihitung secara kasar, pemasukan dari skema ini bisa mencapai sekitar 1.350 triliun rupiah, sebuah angka yang tidak kecil bahkan untuk ukuran negara sekalipun.\n\nYang membuat situasi ini semakin menarik adalah perubahan sistem pembayaran yang digunakan. Iran disebut mulai mendorong penggunaan mata uang yuan China dalam transaksi tersebut, bukan lagi bergantung pada dollar AS. Langkah ini menimbulkan spekulasi besar mengenai arah baru perdagangan global, di mana dominasi dollar AS mulai mendapatkan tantangan dari mata uang lain, khususnya yuan.\n\nDi tengah tekanan ekonomi dan sanksi internasional yang selama ini membatasi ruang gerak Iran, strategi ini bisa menjadi cara untuk tetap bertahan sekaligus membangun kekuatan ekonomi baru. Dengan memanfaatkan posisi geografis yang sangat strategis, Iran berpotensi mengubah jalur perdagangan menjadi sumber pendapatan yang stabil, bahkan di tengah kondisi perang.\n\nNamun di sisi lain, langkah ini juga memunculkan kekhawatiran dari berbagai negara, terutama di kawasan Eropa. Jika Selat Hormuz benar-benar dimanfaatkan sebagai alat ekonomi sekaligus geopolitik, maka dampaknya bisa merambat ke harga energi global, stabilitas pasar, hingga hubungan perdagangan internasional. Negara-negara yang sangat bergantung pada pasokan energi dari Timur Tengah tentu akan merasakan dampaknya secara langsung.\n\nSelain itu, penggunaan yuan sebagai alat transaksi juga membuka peluang terjadinya pergeseran dalam sistem keuangan global. Selama ini, dollar AS menjadi mata uang utama dalam perdagangan internasional, khususnya di sektor energi. Jika semakin banyak negara mulai beralih ke alternatif lain, maka posisi dollar AS bisa saja perlahan melemah dalam jangka panjang.\n\nDi video ini, kita akan membahas secara mendalam bagaimana skema tarif di Selat Hormuz ini bekerja, seberapa realistis potensi keuntungan yang bisa diraih Iran, serta bagaimana langkah ini bisa memengaruhi keseimbangan ekonomi dan geopolitik dunia. Kita juga akan melihat apakah ini benar-benar ancaman serius bagi dominasi dollar AS atau hanya strategi jangka pendek yang muncul akibat situasi konflik saat ini.\n\nFenomena ini menunjukkan bahwa di balik konflik dan ketegangan yang terjadi, selalu ada dinamika ekonomi yang berjalan bersamaan. Pertanyaannya sekarang, apakah ini akan menjadi awal dari perubahan besar dalam sistem keuangan global, atau hanya bagian dari strategi bertahan Iran di tengah tekanan internasional.\n\nMenurut kamu, apakah langkah Iran ini benar-benar bisa menggeser dominasi dollar AS, atau justru akan memicu konflik yang lebih besar di masa depan. Tulis pendapatmu di kolom komentar.\n\n\nCome on, join the Bennix Investor Group now!!\nWhile there are still lots of promotions.\nvisit: www.Bennix.id\n\nEmail: halobennix\nRequests for Interviews, Speaking or Business Inquiries can contact us \n\nManager Lisa at\nWA: 0811-868-959\n-\n-\nFollow me:\nFacebook :\n\nInstagram:\n\nTikTok:\n\n\nMusic by Karl Casey @ White Bat Audio\n\nJoin Free Whatsaap Channel Bennix :\nhttps://www.whatsapp.com/channel/0029...\n\nJoin this channel to get access to perks:\n   /", "post_id": "Xermczg4vWc"}}], "edges": [{"key": "grok", "source": "grok", "target": "fimnland", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "grok", "source": "grok", "target": "idextratime", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "kangdede78", "source": "kangdede78", "target": "angga_fzn", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "kangdede78", "source": "kangdede78", "target": "prabowo", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "joylivin01", "source": "joylivin01", "target": "havidkhanan", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "joylivin01", "source": "joylivin01", "target": "so_am_i_soami", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "grok", "source": "grok", "target": "wa2nntx", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "grok", "source": "grok", "target": "sipakatawu", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "grok", "source": "grok", "target": "MiskinTV_", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "bloombergtechnoz", "source": "bloombergtechnoz", "target": "bloombergtechnoz", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "mancingsaham", "source": "mancingsaham", "target": "mancingsaham", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "celebesmedia.id", "source": "celebesmedia.id", "target": "celebesmedia.id", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "celebesmedia.id", "source": "celebesmedia.id", "target": "celebespsm", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "sumsel.kito", "source": "sumsel.kito", "target": "sumsel.kito", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "mancingsaham", "source": "mancingsaham", "target": "mancingsaham", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "koran.jawapos", "source": "koran.jawapos", "target": "indef_official", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "mancingsaham", "source": "mancingsaham", "target": "mancingsaham", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "mancingsaham", "source": "mancingsaham", "target": "mancingsaham", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "@IDXCHANNELINSIGHT", "source": "@IDXCHANNELINSIGHT", "target": "wicky_adrian", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXCHANNELINSIGHT", "source": "@IDXCHANNELINSIGHT", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXCHANNELINSIGHT", "source": "@IDXCHANNELINSIGHT", "target": "deffid_83", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXCHANNELINSIGHT", "source": "@IDXCHANNELINSIGHT", "target": "prast_ulrich", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXCHANNELINSIGHT", "source": "@IDXCHANNELINSIGHT", "target": "rosalinehioe", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXCHANNELINSIGHT", "source": "@IDXCHANNELINSIGHT", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "idxchannel_", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "wicky_adrian", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "deffid_83", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "prast_ulrich", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "rosalinehioe", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@InnerBoost-oe4sd", "source": "@InnerBoost-oe4sd", "target": "InnerBoost", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@garudatv.official", "source": "@garudatv.official", "target": "garudatv.official", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "idxchannel_", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "wicky_adrian", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "deffid_83", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "prast_ulrich", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "rosalinehioe", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "idxchannel_", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "wicky_adrian", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "deffid_83", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "prast_ulrich", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "rosalinehioe", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "idxchannel_", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "wicky_adrian", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "deffid_83", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "prast_ulrich", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "rosalinehioe", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@wawasan-cerdas", "source": "@wawasan-cerdas", "target": "wawasan", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@tribunkaltengvideo", "source": "@tribunkaltengvideo", "target": "connierahakundinibakrie", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@tribunkaltengvideo", "source": "@tribunkaltengvideo", "target": "connierahakundinibakrie", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@garudatv.official", "source": "@garudatv.official", "target": "garudatv.official", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@kabarbursadotcom", "source": "@kabarbursadotcom", "target": "kabarbursadotcom", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@Bennix", "source": "@Bennix", "target": "Bennix", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@Bennix", "source": "@Bennix", "target": "bennix.official", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@Bennix", "source": "@Bennix", "target": "bennix.real", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@Bennix", "source": "@Bennix", "target": "bennix", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}]}