{"nodes": [{"key": "jabarsaberhoaks", "attributes": {"label": "jabarsaberhoaks", "x": 601.5045885624404, "y": 859.8298255585609, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 38.5605, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 6, "degree": 6}, "_id": "3866947184654035788_9196506835", "id": "jabarsaberhoaks", "source": "instagram-000001", "content": "RATUSAN DRIVER OJOL PADATI TAMAN WILADATIKA CIBUBUR KARENA INFO PEMBAGIAN THR\n\nBeredar informasi di Instagram yang menyebut ratusan driver ojek online (ojol) berkumpul di Taman Wiladatika, Cibubur untuk menerima pembagian THR.\n\nCEK FAKTA :\nInformasi dari akun Instagram () mengenai pembagian THR bagi driver ojol di Taman Wiladatika, Cibubur awalnya menyebar melalui pesan berantai di WhatsApp dan grup komunitas driver ojol yang mengajak para pengemudi datang ke lokasi untuk menerima THR. \n\nBeberapa video yang beredar di Instagram () juga memperlihatkan antrean panjang driver ojol yang memadati pintu masuk kawasan Taman Wiladatika karena percaya pada informasi tersebut. \n\nNamun setelah ditelusuri melalui unggahan akun X (), informasi mengenai pembagian THR tersebut tidak benar. Unggahan tersebut menjelaskan bahwa kabar pembagian THR yang membuat ratusan driver ojol datang ke Taman Wiladatika hanyalah pesan berantai yang tidak terbukti. \n\nKESIMPULAN :\nInformasi tentang pembagian THR untuk driver ojol di Taman Wiladatika Cibubur merupakan hoaks. Fabricated Content.\n\nRUJUKAN :\nInstagram ()\nInstagram ()\n\nTEKS :\nKeysha Dewi (  )", "post_id": "3866947184654035788_9196506835"}}, {"key": "infocibubur._", "attributes": {"label": "infocibubur._", "x": 118.55707577559971, "y": 221.07700513384822, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 44.0232, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "3866947184654035788_9196506835", "id": "infocibubur._", "source": "instagram-000001", "content": "RATUSAN DRIVER OJOL PADATI TAMAN WILADATIKA CIBUBUR KARENA INFO PEMBAGIAN THR\n\nBeredar informasi di Instagram yang menyebut ratusan driver ojek online (ojol) berkumpul di Taman Wiladatika, Cibubur untuk menerima pembagian THR.\n\nCEK FAKTA :\nInformasi dari akun Instagram () mengenai pembagian THR bagi driver ojol di Taman Wiladatika, Cibubur awalnya menyebar melalui pesan berantai di WhatsApp dan grup komunitas driver ojol yang mengajak para pengemudi datang ke lokasi untuk menerima THR. \n\nBeberapa video yang beredar di Instagram () juga memperlihatkan antrean panjang driver ojol yang memadati pintu masuk kawasan Taman Wiladatika karena percaya pada informasi tersebut. \n\nNamun setelah ditelusuri melalui unggahan akun X (), informasi mengenai pembagian THR tersebut tidak benar. Unggahan tersebut menjelaskan bahwa kabar pembagian THR yang membuat ratusan driver ojol datang ke Taman Wiladatika hanyalah pesan berantai yang tidak terbukti. \n\nKESIMPULAN :\nInformasi tentang pembagian THR untuk driver ojol di Taman Wiladatika Cibubur merupakan hoaks. Fabricated Content.\n\nRUJUKAN :\nInstagram ()\nInstagram ()\n\nTEKS :\nKeysha Dewi (  )", "post_id": "3866947184654035788_9196506835"}}, {"key": "kabarcibubur24jam", "attributes": {"label": "kabarcibubur24jam", "x": 455.6876150094247, "y": 497.77947473627205, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 44.0232, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "3866947184654035788_9196506835", "id": "kabarcibubur24jam", "source": "instagram-000001", "content": "RATUSAN DRIVER OJOL PADATI TAMAN WILADATIKA CIBUBUR KARENA INFO PEMBAGIAN THR\n\nBeredar informasi di Instagram yang menyebut ratusan driver ojek online (ojol) berkumpul di Taman Wiladatika, Cibubur untuk menerima pembagian THR.\n\nCEK FAKTA :\nInformasi dari akun Instagram () mengenai pembagian THR bagi driver ojol di Taman Wiladatika, Cibubur awalnya menyebar melalui pesan berantai di WhatsApp dan grup komunitas driver ojol yang mengajak para pengemudi datang ke lokasi untuk menerima THR. \n\nBeberapa video yang beredar di Instagram () juga memperlihatkan antrean panjang driver ojol yang memadati pintu masuk kawasan Taman Wiladatika karena percaya pada informasi tersebut. \n\nNamun setelah ditelusuri melalui unggahan akun X (), informasi mengenai pembagian THR tersebut tidak benar. Unggahan tersebut menjelaskan bahwa kabar pembagian THR yang membuat ratusan driver ojol datang ke Taman Wiladatika hanyalah pesan berantai yang tidak terbukti. \n\nKESIMPULAN :\nInformasi tentang pembagian THR untuk driver ojol di Taman Wiladatika Cibubur merupakan hoaks. Fabricated Content.\n\nRUJUKAN :\nInstagram ()\nInstagram ()\n\nTEKS :\nKeysha Dewi (  )", "post_id": "3866947184654035788_9196506835"}}, {"key": "RadioElshinta", "attributes": {"label": "RadioElshinta", "x": 292.3717461546812, "y": 873.460039551338, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 44.0232, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "3866947184654035788_9196506835", "id": "RadioElshinta", "source": "instagram-000001", "content": "RATUSAN DRIVER OJOL PADATI TAMAN WILADATIKA CIBUBUR KARENA INFO PEMBAGIAN THR\n\nBeredar informasi di Instagram yang menyebut ratusan driver ojek online (ojol) berkumpul di Taman Wiladatika, Cibubur untuk menerima pembagian THR.\n\nCEK FAKTA :\nInformasi dari akun Instagram () mengenai pembagian THR bagi driver ojol di Taman Wiladatika, Cibubur awalnya menyebar melalui pesan berantai di WhatsApp dan grup komunitas driver ojol yang mengajak para pengemudi datang ke lokasi untuk menerima THR. \n\nBeberapa video yang beredar di Instagram () juga memperlihatkan antrean panjang driver ojol yang memadati pintu masuk kawasan Taman Wiladatika karena percaya pada informasi tersebut. \n\nNamun setelah ditelusuri melalui unggahan akun X (), informasi mengenai pembagian THR tersebut tidak benar. Unggahan tersebut menjelaskan bahwa kabar pembagian THR yang membuat ratusan driver ojol datang ke Taman Wiladatika hanyalah pesan berantai yang tidak terbukti. \n\nKESIMPULAN :\nInformasi tentang pembagian THR untuk driver ojol di Taman Wiladatika Cibubur merupakan hoaks. Fabricated Content.\n\nRUJUKAN :\nInstagram ()\nInstagram ()\n\nTEKS :\nKeysha Dewi (  )", "post_id": "3866947184654035788_9196506835"}}, {"key": "keyshsals", "attributes": {"label": "keyshsals", "x": 734.1093154802994, "y": 938.4784365912149, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 44.0232, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "3866947184654035788_9196506835", "id": "keyshsals", "source": "instagram-000001", "content": "RATUSAN DRIVER OJOL PADATI TAMAN WILADATIKA CIBUBUR KARENA INFO PEMBAGIAN THR\n\nBeredar informasi di Instagram yang menyebut ratusan driver ojek online (ojol) berkumpul di Taman Wiladatika, Cibubur untuk menerima pembagian THR.\n\nCEK FAKTA :\nInformasi dari akun Instagram () mengenai pembagian THR bagi driver ojol di Taman Wiladatika, Cibubur awalnya menyebar melalui pesan berantai di WhatsApp dan grup komunitas driver ojol yang mengajak para pengemudi datang ke lokasi untuk menerima THR. \n\nBeberapa video yang beredar di Instagram () juga memperlihatkan antrean panjang driver ojol yang memadati pintu masuk kawasan Taman Wiladatika karena percaya pada informasi tersebut. \n\nNamun setelah ditelusuri melalui unggahan akun X (), informasi mengenai pembagian THR tersebut tidak benar. Unggahan tersebut menjelaskan bahwa kabar pembagian THR yang membuat ratusan driver ojol datang ke Taman Wiladatika hanyalah pesan berantai yang tidak terbukti. \n\nKESIMPULAN :\nInformasi tentang pembagian THR untuk driver ojol di Taman Wiladatika Cibubur merupakan hoaks. Fabricated Content.\n\nRUJUKAN :\nInstagram ()\nInstagram ()\n\nTEKS :\nKeysha Dewi (  )", "post_id": "3866947184654035788_9196506835"}}, {"key": "txtdarikreatif", "attributes": {"label": "txtdarikreatif", "x": 972.6973351654076, "y": 534.6521587346945, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 257.0675, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 1, "degree": 2}, "_id": "7634548471772548372", "id": "txtdarikreatif", "source": "tiktok-000001", "content": "Selama ini banyak yang nganggep ojol itu “bukan pekerja tetap”, jadi urusan kesejahteraan sering kayak abu-abu. Tapi sekarang mulai kelihatan arahnya berubah. Di era Prabowo Subianto, negara mulai dorong adanya Bonus Hari Raya buat driver ojol. Lewat Kementerian Ketenagakerjaan yang dipimpin Menaker Yassierli, kebijakan ini jadi langkah awal ngakuin kalau pekerja mandiri juga butuh perlindungan. Nggak cuma itu, Wakil Ketua DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad dan Jajaran DPR lainnya juga ikut ngawal supaya kebijakan ini nggak cuma jadi formalitas. Menariknya, dampaknya langsung kerasa. Perusahaan platform sampai naikin anggaran ratusan miliar buat BHR. Artinya apa? Ketika negara mulai “ngeh”, sistem juga ikut bergerak. Tapi di sisi lain, masih banyak yang ngerasa pembagiannya belum sepenuhnya adil. Jadi ini baru start, belum finish. Menurut lo, ini beneran bentuk perhatian serius, atau cuma langkah awal yang masih setengah matang? 👀🔥 Follow  biar nggak ketinggalan bahasan isu kerja yang relate sama realita lo! 🚀 #txtdarikreatif #ojol #viraltiktok #viralditiktok #mayday", "post_id": "7634548471772548372"}}, {"key": "informasirealitanet", "attributes": {"label": "informasirealitanet", "x": 918.777220388473, "y": 743.5253370046262, "size": 15.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 38.5605, "eigenvector": 100.0, "in_degree": 0, "out_degree": 9, "degree": 9}, "_id": "7629353377234767112", "id": "informasirealitanet", "source": "tiktok-000001", "content": "Hari Kebangkitan Nasional Jadi Panggung Aksi Ojol, Presidium GRANAT Jatim Siapkan Aksi Besar 20 Mei SURABAYA – Gerakan Rakyat Transportasi Online (GRANAT) Jawa Timur memastikan akan menggelar aksi besar-besaran pada Hari Kebangkitan Nasional, 20 Mei 2026. Aksi ini merupakan lanjutan dari gerakan serempak yang sebelumnya telah dideklarasikan di berbagai daerah pada tahun lalu (16/4). Aksi ini bukan sekadar unjuk rasa biasa. Ribuan driver roda dua dan roda empat dipastikan turun ke jalan sebagai bentuk akumulasi kekecewaan terhadap janji pemerintah yang hingga kini belum terealisasi. Presidium GRANAT Jatim, Tito Ahmad, menegaskan bahwa aksi kali ini menjadi titik penting perjuangan ojol, khususnya di Jawa Timur. “Ini bukan sekadar aksi, ini adalah momentum penagihan janji. Kami ingin pemerintah, khususnya Gubernur Jawa Timur, benar-benar hadir dan memperhatikan nasib para driver ojol,” tegas Tito. Menurutnya, selama ini para pengemudi ojol masih berada dalam kondisi yang jauh dari kata sejahtera. Pembatasan zona merah yang belum dihapus sepenuhnya, ditambah ketidakjelasan regulasi, menjadi persoalan lama yang terus membebani driver di Jawa Timur. Sementara itu, Presidium lainnya Puji Waluyo, membenarkan bahwa aksi tahun ini masih mengusung tuntutan yang sama seperti sebelumnya. Ia menyebut, terdapat lima poin tuntutan utama yang dianggap sebagai “harga mati” bagi para driver. Kelima tuntutan tersebut meliputi: Kenaikan tarif pengantaran penumpang Penetapan tarif bersih yang diterima mitra berdasarkan Peraturan yg telah ditetapkan SK gub Jatim R2 : 2000 - R4 : 3800 Penerbitan regulasi pengantaran barang dan makanan Mendesak pemerintah segera menerbitkan UU Transportasi Online Penghapusan sistem zona merah atau “penghijauan” tanpa syarat agar dapat diakses seluruh driver Selain itu, dalam seruan tambahan, massa aksi juga menyatakan penolakan terhadap skema koperasi yang dinilai berpotensi membebani driver online. “Lima poin ini bukan sekadar tuntutan, tapi kebutuhan mendesak demi keberlangsungan hidup para driver,” ujar Puji. Ia juga menekankan bahwa aksi ini membawa semangat kolektif demi kesejahteraan bersama, bukan hanya untuk kelompok tertentu. Dalam amanatnya, Puji mengingatkan bahwa perjuangan ini merupakan panggilan bagi seluruh ojol, khususnya di Jawa Timur, untuk bersatu dan bergerak bersama. Dengan mengusung tema “Bergerak Serempak Berdampak”, GRANAT optimistis bahwa tekanan dari aksi massal ini akan menghasilkan perubahan nyata. “Kami yakin, apa yang dirasakan ojol hari ini tidak akan sia-sia. Perjuangan ini akan membuahkan hasil manis di masa depan,” pungkasnya. Sejumlah perwakilan driver juga menyuarakan kritik keras kepada pembuat kebijakan di tingkat pusat. Mereka menilai, jika wakil rakyat melalui Komisi V DPR RI tidak mampu segera merumuskan Undang-Undang Transportasi Online, maka sudah sepatutnya dilakukan evaluasi menyeluruh terhadap kinerja legislatif di sektor ini. Pasalnya, transportasi online telah berjalan lebih dari satu dekade dan menjadi tulang punggung ekonomi jutaan masyarakat, namun hingga kini belum memiliki payung hukum yang kuat dan komprehensif. Jika tuntutan ini kembali diabaikan, bukan tidak mungkin gelombang aksi yang lebih besar akan kembali terjadi. Bagi para ojol, ini bukan lagi sekadar aspirasi, melainkan perjuangan hidup yang tak bisa ditunda. Aksi 20 Mei 2026 diperkirakan akan menjadi salah satu mobilisasi terbesar komunitas ojol dalam beberapa tahun terakhir, sekaligus menjadi ujian bagi pemerintah dalam merespons tuntutan yang telah lama disuarakan.          Indar Parawansa #granatjatim #20mei2026 #harikebangkitan #ojol #demoakbar", "post_id": "7629353377234767112"}}, {"key": "gojekindonesia", "attributes": {"label": "gojekindonesia", "x": 183.2974461179726, "y": 530.751144467003, "size": 15.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 42.2023, "eigenvector": 100.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7629353377234767112", "id": "gojekindonesia", "source": "tiktok-000001", "content": "Hari Kebangkitan Nasional Jadi Panggung Aksi Ojol, Presidium GRANAT Jatim Siapkan Aksi Besar 20 Mei SURABAYA – Gerakan Rakyat Transportasi Online (GRANAT) Jawa Timur memastikan akan menggelar aksi besar-besaran pada Hari Kebangkitan Nasional, 20 Mei 2026. Aksi ini merupakan lanjutan dari gerakan serempak yang sebelumnya telah dideklarasikan di berbagai daerah pada tahun lalu (16/4). Aksi ini bukan sekadar unjuk rasa biasa. Ribuan driver roda dua dan roda empat dipastikan turun ke jalan sebagai bentuk akumulasi kekecewaan terhadap janji pemerintah yang hingga kini belum terealisasi. Presidium GRANAT Jatim, Tito Ahmad, menegaskan bahwa aksi kali ini menjadi titik penting perjuangan ojol, khususnya di Jawa Timur. “Ini bukan sekadar aksi, ini adalah momentum penagihan janji. Kami ingin pemerintah, khususnya Gubernur Jawa Timur, benar-benar hadir dan memperhatikan nasib para driver ojol,” tegas Tito. Menurutnya, selama ini para pengemudi ojol masih berada dalam kondisi yang jauh dari kata sejahtera. Pembatasan zona merah yang belum dihapus sepenuhnya, ditambah ketidakjelasan regulasi, menjadi persoalan lama yang terus membebani driver di Jawa Timur. Sementara itu, Presidium lainnya Puji Waluyo, membenarkan bahwa aksi tahun ini masih mengusung tuntutan yang sama seperti sebelumnya. Ia menyebut, terdapat lima poin tuntutan utama yang dianggap sebagai “harga mati” bagi para driver. Kelima tuntutan tersebut meliputi: Kenaikan tarif pengantaran penumpang Penetapan tarif bersih yang diterima mitra berdasarkan Peraturan yg telah ditetapkan SK gub Jatim R2 : 2000 - R4 : 3800 Penerbitan regulasi pengantaran barang dan makanan Mendesak pemerintah segera menerbitkan UU Transportasi Online Penghapusan sistem zona merah atau “penghijauan” tanpa syarat agar dapat diakses seluruh driver Selain itu, dalam seruan tambahan, massa aksi juga menyatakan penolakan terhadap skema koperasi yang dinilai berpotensi membebani driver online. “Lima poin ini bukan sekadar tuntutan, tapi kebutuhan mendesak demi keberlangsungan hidup para driver,” ujar Puji. Ia juga menekankan bahwa aksi ini membawa semangat kolektif demi kesejahteraan bersama, bukan hanya untuk kelompok tertentu. Dalam amanatnya, Puji mengingatkan bahwa perjuangan ini merupakan panggilan bagi seluruh ojol, khususnya di Jawa Timur, untuk bersatu dan bergerak bersama. Dengan mengusung tema “Bergerak Serempak Berdampak”, GRANAT optimistis bahwa tekanan dari aksi massal ini akan menghasilkan perubahan nyata. “Kami yakin, apa yang dirasakan ojol hari ini tidak akan sia-sia. Perjuangan ini akan membuahkan hasil manis di masa depan,” pungkasnya. Sejumlah perwakilan driver juga menyuarakan kritik keras kepada pembuat kebijakan di tingkat pusat. Mereka menilai, jika wakil rakyat melalui Komisi V DPR RI tidak mampu segera merumuskan Undang-Undang Transportasi Online, maka sudah sepatutnya dilakukan evaluasi menyeluruh terhadap kinerja legislatif di sektor ini. Pasalnya, transportasi online telah berjalan lebih dari satu dekade dan menjadi tulang punggung ekonomi jutaan masyarakat, namun hingga kini belum memiliki payung hukum yang kuat dan komprehensif. Jika tuntutan ini kembali diabaikan, bukan tidak mungkin gelombang aksi yang lebih besar akan kembali terjadi. Bagi para ojol, ini bukan lagi sekadar aspirasi, melainkan perjuangan hidup yang tak bisa ditunda. Aksi 20 Mei 2026 diperkirakan akan menjadi salah satu mobilisasi terbesar komunitas ojol dalam beberapa tahun terakhir, sekaligus menjadi ujian bagi pemerintah dalam merespons tuntutan yang telah lama disuarakan.          Indar Parawansa #granatjatim #20mei2026 #harikebangkitan #ojol #demoakbar", "post_id": "7629353377234767112"}}, {"key": "grabid", "attributes": {"label": "grabid", "x": 613.8942003929628, "y": 385.985103999269, "size": 15.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 42.2023, "eigenvector": 100.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7629353377234767112", "id": "grabid", "source": "tiktok-000001", "content": "Hari Kebangkitan Nasional Jadi Panggung Aksi Ojol, Presidium GRANAT Jatim Siapkan Aksi Besar 20 Mei SURABAYA – Gerakan Rakyat Transportasi Online (GRANAT) Jawa Timur memastikan akan menggelar aksi besar-besaran pada Hari Kebangkitan Nasional, 20 Mei 2026. Aksi ini merupakan lanjutan dari gerakan serempak yang sebelumnya telah dideklarasikan di berbagai daerah pada tahun lalu (16/4). Aksi ini bukan sekadar unjuk rasa biasa. Ribuan driver roda dua dan roda empat dipastikan turun ke jalan sebagai bentuk akumulasi kekecewaan terhadap janji pemerintah yang hingga kini belum terealisasi. Presidium GRANAT Jatim, Tito Ahmad, menegaskan bahwa aksi kali ini menjadi titik penting perjuangan ojol, khususnya di Jawa Timur. “Ini bukan sekadar aksi, ini adalah momentum penagihan janji. Kami ingin pemerintah, khususnya Gubernur Jawa Timur, benar-benar hadir dan memperhatikan nasib para driver ojol,” tegas Tito. Menurutnya, selama ini para pengemudi ojol masih berada dalam kondisi yang jauh dari kata sejahtera. Pembatasan zona merah yang belum dihapus sepenuhnya, ditambah ketidakjelasan regulasi, menjadi persoalan lama yang terus membebani driver di Jawa Timur. Sementara itu, Presidium lainnya Puji Waluyo, membenarkan bahwa aksi tahun ini masih mengusung tuntutan yang sama seperti sebelumnya. Ia menyebut, terdapat lima poin tuntutan utama yang dianggap sebagai “harga mati” bagi para driver. Kelima tuntutan tersebut meliputi: Kenaikan tarif pengantaran penumpang Penetapan tarif bersih yang diterima mitra berdasarkan Peraturan yg telah ditetapkan SK gub Jatim R2 : 2000 - R4 : 3800 Penerbitan regulasi pengantaran barang dan makanan Mendesak pemerintah segera menerbitkan UU Transportasi Online Penghapusan sistem zona merah atau “penghijauan” tanpa syarat agar dapat diakses seluruh driver Selain itu, dalam seruan tambahan, massa aksi juga menyatakan penolakan terhadap skema koperasi yang dinilai berpotensi membebani driver online. “Lima poin ini bukan sekadar tuntutan, tapi kebutuhan mendesak demi keberlangsungan hidup para driver,” ujar Puji. Ia juga menekankan bahwa aksi ini membawa semangat kolektif demi kesejahteraan bersama, bukan hanya untuk kelompok tertentu. Dalam amanatnya, Puji mengingatkan bahwa perjuangan ini merupakan panggilan bagi seluruh ojol, khususnya di Jawa Timur, untuk bersatu dan bergerak bersama. Dengan mengusung tema “Bergerak Serempak Berdampak”, GRANAT optimistis bahwa tekanan dari aksi massal ini akan menghasilkan perubahan nyata. “Kami yakin, apa yang dirasakan ojol hari ini tidak akan sia-sia. Perjuangan ini akan membuahkan hasil manis di masa depan,” pungkasnya. Sejumlah perwakilan driver juga menyuarakan kritik keras kepada pembuat kebijakan di tingkat pusat. Mereka menilai, jika wakil rakyat melalui Komisi V DPR RI tidak mampu segera merumuskan Undang-Undang Transportasi Online, maka sudah sepatutnya dilakukan evaluasi menyeluruh terhadap kinerja legislatif di sektor ini. Pasalnya, transportasi online telah berjalan lebih dari satu dekade dan menjadi tulang punggung ekonomi jutaan masyarakat, namun hingga kini belum memiliki payung hukum yang kuat dan komprehensif. Jika tuntutan ini kembali diabaikan, bukan tidak mungkin gelombang aksi yang lebih besar akan kembali terjadi. Bagi para ojol, ini bukan lagi sekadar aspirasi, melainkan perjuangan hidup yang tak bisa ditunda. Aksi 20 Mei 2026 diperkirakan akan menjadi salah satu mobilisasi terbesar komunitas ojol dalam beberapa tahun terakhir, sekaligus menjadi ujian bagi pemerintah dalam merespons tuntutan yang telah lama disuarakan.          Indar Parawansa #granatjatim #20mei2026 #harikebangkitan #ojol #demoakbar", "post_id": "7629353377234767112"}}, {"key": "shoope", "attributes": {"label": "shoope", "x": 723.2176780330257, "y": 541.7955535631538, "size": 15.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 42.2023, "eigenvector": 100.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7629353377234767112", "id": "shoope", "source": "tiktok-000001", "content": "Hari Kebangkitan Nasional Jadi Panggung Aksi Ojol, Presidium GRANAT Jatim Siapkan Aksi Besar 20 Mei SURABAYA – Gerakan Rakyat Transportasi Online (GRANAT) Jawa Timur memastikan akan menggelar aksi besar-besaran pada Hari Kebangkitan Nasional, 20 Mei 2026. Aksi ini merupakan lanjutan dari gerakan serempak yang sebelumnya telah dideklarasikan di berbagai daerah pada tahun lalu (16/4). Aksi ini bukan sekadar unjuk rasa biasa. Ribuan driver roda dua dan roda empat dipastikan turun ke jalan sebagai bentuk akumulasi kekecewaan terhadap janji pemerintah yang hingga kini belum terealisasi. Presidium GRANAT Jatim, Tito Ahmad, menegaskan bahwa aksi kali ini menjadi titik penting perjuangan ojol, khususnya di Jawa Timur. “Ini bukan sekadar aksi, ini adalah momentum penagihan janji. Kami ingin pemerintah, khususnya Gubernur Jawa Timur, benar-benar hadir dan memperhatikan nasib para driver ojol,” tegas Tito. Menurutnya, selama ini para pengemudi ojol masih berada dalam kondisi yang jauh dari kata sejahtera. Pembatasan zona merah yang belum dihapus sepenuhnya, ditambah ketidakjelasan regulasi, menjadi persoalan lama yang terus membebani driver di Jawa Timur. Sementara itu, Presidium lainnya Puji Waluyo, membenarkan bahwa aksi tahun ini masih mengusung tuntutan yang sama seperti sebelumnya. Ia menyebut, terdapat lima poin tuntutan utama yang dianggap sebagai “harga mati” bagi para driver. Kelima tuntutan tersebut meliputi: Kenaikan tarif pengantaran penumpang Penetapan tarif bersih yang diterima mitra berdasarkan Peraturan yg telah ditetapkan SK gub Jatim R2 : 2000 - R4 : 3800 Penerbitan regulasi pengantaran barang dan makanan Mendesak pemerintah segera menerbitkan UU Transportasi Online Penghapusan sistem zona merah atau “penghijauan” tanpa syarat agar dapat diakses seluruh driver Selain itu, dalam seruan tambahan, massa aksi juga menyatakan penolakan terhadap skema koperasi yang dinilai berpotensi membebani driver online. “Lima poin ini bukan sekadar tuntutan, tapi kebutuhan mendesak demi keberlangsungan hidup para driver,” ujar Puji. Ia juga menekankan bahwa aksi ini membawa semangat kolektif demi kesejahteraan bersama, bukan hanya untuk kelompok tertentu. Dalam amanatnya, Puji mengingatkan bahwa perjuangan ini merupakan panggilan bagi seluruh ojol, khususnya di Jawa Timur, untuk bersatu dan bergerak bersama. Dengan mengusung tema “Bergerak Serempak Berdampak”, GRANAT optimistis bahwa tekanan dari aksi massal ini akan menghasilkan perubahan nyata. “Kami yakin, apa yang dirasakan ojol hari ini tidak akan sia-sia. Perjuangan ini akan membuahkan hasil manis di masa depan,” pungkasnya. Sejumlah perwakilan driver juga menyuarakan kritik keras kepada pembuat kebijakan di tingkat pusat. Mereka menilai, jika wakil rakyat melalui Komisi V DPR RI tidak mampu segera merumuskan Undang-Undang Transportasi Online, maka sudah sepatutnya dilakukan evaluasi menyeluruh terhadap kinerja legislatif di sektor ini. Pasalnya, transportasi online telah berjalan lebih dari satu dekade dan menjadi tulang punggung ekonomi jutaan masyarakat, namun hingga kini belum memiliki payung hukum yang kuat dan komprehensif. Jika tuntutan ini kembali diabaikan, bukan tidak mungkin gelombang aksi yang lebih besar akan kembali terjadi. Bagi para ojol, ini bukan lagi sekadar aspirasi, melainkan perjuangan hidup yang tak bisa ditunda. Aksi 20 Mei 2026 diperkirakan akan menjadi salah satu mobilisasi terbesar komunitas ojol dalam beberapa tahun terakhir, sekaligus menjadi ujian bagi pemerintah dalam merespons tuntutan yang telah lama disuarakan.          Indar Parawansa #granatjatim #20mei2026 #harikebangkitan #ojol #demoakbar", "post_id": "7629353377234767112"}}, {"key": "indrive", "attributes": {"label": "indrive", "x": 325.73372987883164, "y": 576.3487725085818, "size": 15.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 42.2023, "eigenvector": 100.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7629353377234767112", "id": "indrive", "source": "tiktok-000001", "content": "Hari Kebangkitan Nasional Jadi Panggung Aksi Ojol, Presidium GRANAT Jatim Siapkan Aksi Besar 20 Mei SURABAYA – Gerakan Rakyat Transportasi Online (GRANAT) Jawa Timur memastikan akan menggelar aksi besar-besaran pada Hari Kebangkitan Nasional, 20 Mei 2026. Aksi ini merupakan lanjutan dari gerakan serempak yang sebelumnya telah dideklarasikan di berbagai daerah pada tahun lalu (16/4). Aksi ini bukan sekadar unjuk rasa biasa. Ribuan driver roda dua dan roda empat dipastikan turun ke jalan sebagai bentuk akumulasi kekecewaan terhadap janji pemerintah yang hingga kini belum terealisasi. Presidium GRANAT Jatim, Tito Ahmad, menegaskan bahwa aksi kali ini menjadi titik penting perjuangan ojol, khususnya di Jawa Timur. “Ini bukan sekadar aksi, ini adalah momentum penagihan janji. Kami ingin pemerintah, khususnya Gubernur Jawa Timur, benar-benar hadir dan memperhatikan nasib para driver ojol,” tegas Tito. Menurutnya, selama ini para pengemudi ojol masih berada dalam kondisi yang jauh dari kata sejahtera. Pembatasan zona merah yang belum dihapus sepenuhnya, ditambah ketidakjelasan regulasi, menjadi persoalan lama yang terus membebani driver di Jawa Timur. Sementara itu, Presidium lainnya Puji Waluyo, membenarkan bahwa aksi tahun ini masih mengusung tuntutan yang sama seperti sebelumnya. Ia menyebut, terdapat lima poin tuntutan utama yang dianggap sebagai “harga mati” bagi para driver. Kelima tuntutan tersebut meliputi: Kenaikan tarif pengantaran penumpang Penetapan tarif bersih yang diterima mitra berdasarkan Peraturan yg telah ditetapkan SK gub Jatim R2 : 2000 - R4 : 3800 Penerbitan regulasi pengantaran barang dan makanan Mendesak pemerintah segera menerbitkan UU Transportasi Online Penghapusan sistem zona merah atau “penghijauan” tanpa syarat agar dapat diakses seluruh driver Selain itu, dalam seruan tambahan, massa aksi juga menyatakan penolakan terhadap skema koperasi yang dinilai berpotensi membebani driver online. “Lima poin ini bukan sekadar tuntutan, tapi kebutuhan mendesak demi keberlangsungan hidup para driver,” ujar Puji. Ia juga menekankan bahwa aksi ini membawa semangat kolektif demi kesejahteraan bersama, bukan hanya untuk kelompok tertentu. Dalam amanatnya, Puji mengingatkan bahwa perjuangan ini merupakan panggilan bagi seluruh ojol, khususnya di Jawa Timur, untuk bersatu dan bergerak bersama. Dengan mengusung tema “Bergerak Serempak Berdampak”, GRANAT optimistis bahwa tekanan dari aksi massal ini akan menghasilkan perubahan nyata. “Kami yakin, apa yang dirasakan ojol hari ini tidak akan sia-sia. Perjuangan ini akan membuahkan hasil manis di masa depan,” pungkasnya. Sejumlah perwakilan driver juga menyuarakan kritik keras kepada pembuat kebijakan di tingkat pusat. Mereka menilai, jika wakil rakyat melalui Komisi V DPR RI tidak mampu segera merumuskan Undang-Undang Transportasi Online, maka sudah sepatutnya dilakukan evaluasi menyeluruh terhadap kinerja legislatif di sektor ini. Pasalnya, transportasi online telah berjalan lebih dari satu dekade dan menjadi tulang punggung ekonomi jutaan masyarakat, namun hingga kini belum memiliki payung hukum yang kuat dan komprehensif. Jika tuntutan ini kembali diabaikan, bukan tidak mungkin gelombang aksi yang lebih besar akan kembali terjadi. Bagi para ojol, ini bukan lagi sekadar aspirasi, melainkan perjuangan hidup yang tak bisa ditunda. Aksi 20 Mei 2026 diperkirakan akan menjadi salah satu mobilisasi terbesar komunitas ojol dalam beberapa tahun terakhir, sekaligus menjadi ujian bagi pemerintah dalam merespons tuntutan yang telah lama disuarakan.          Indar Parawansa #granatjatim #20mei2026 #harikebangkitan #ojol #demoakbar", "post_id": "7629353377234767112"}}, {"key": "maxim", "attributes": {"label": "maxim", "x": 783.9390540851043, "y": 975.4474882709526, "size": 15.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 42.2023, "eigenvector": 100.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7629353377234767112", "id": "maxim", "source": "tiktok-000001", "content": "Hari Kebangkitan Nasional Jadi Panggung Aksi Ojol, Presidium GRANAT Jatim Siapkan Aksi Besar 20 Mei SURABAYA – Gerakan Rakyat Transportasi Online (GRANAT) Jawa Timur memastikan akan menggelar aksi besar-besaran pada Hari Kebangkitan Nasional, 20 Mei 2026. Aksi ini merupakan lanjutan dari gerakan serempak yang sebelumnya telah dideklarasikan di berbagai daerah pada tahun lalu (16/4). Aksi ini bukan sekadar unjuk rasa biasa. Ribuan driver roda dua dan roda empat dipastikan turun ke jalan sebagai bentuk akumulasi kekecewaan terhadap janji pemerintah yang hingga kini belum terealisasi. Presidium GRANAT Jatim, Tito Ahmad, menegaskan bahwa aksi kali ini menjadi titik penting perjuangan ojol, khususnya di Jawa Timur. “Ini bukan sekadar aksi, ini adalah momentum penagihan janji. Kami ingin pemerintah, khususnya Gubernur Jawa Timur, benar-benar hadir dan memperhatikan nasib para driver ojol,” tegas Tito. Menurutnya, selama ini para pengemudi ojol masih berada dalam kondisi yang jauh dari kata sejahtera. Pembatasan zona merah yang belum dihapus sepenuhnya, ditambah ketidakjelasan regulasi, menjadi persoalan lama yang terus membebani driver di Jawa Timur. Sementara itu, Presidium lainnya Puji Waluyo, membenarkan bahwa aksi tahun ini masih mengusung tuntutan yang sama seperti sebelumnya. Ia menyebut, terdapat lima poin tuntutan utama yang dianggap sebagai “harga mati” bagi para driver. Kelima tuntutan tersebut meliputi: Kenaikan tarif pengantaran penumpang Penetapan tarif bersih yang diterima mitra berdasarkan Peraturan yg telah ditetapkan SK gub Jatim R2 : 2000 - R4 : 3800 Penerbitan regulasi pengantaran barang dan makanan Mendesak pemerintah segera menerbitkan UU Transportasi Online Penghapusan sistem zona merah atau “penghijauan” tanpa syarat agar dapat diakses seluruh driver Selain itu, dalam seruan tambahan, massa aksi juga menyatakan penolakan terhadap skema koperasi yang dinilai berpotensi membebani driver online. “Lima poin ini bukan sekadar tuntutan, tapi kebutuhan mendesak demi keberlangsungan hidup para driver,” ujar Puji. Ia juga menekankan bahwa aksi ini membawa semangat kolektif demi kesejahteraan bersama, bukan hanya untuk kelompok tertentu. Dalam amanatnya, Puji mengingatkan bahwa perjuangan ini merupakan panggilan bagi seluruh ojol, khususnya di Jawa Timur, untuk bersatu dan bergerak bersama. Dengan mengusung tema “Bergerak Serempak Berdampak”, GRANAT optimistis bahwa tekanan dari aksi massal ini akan menghasilkan perubahan nyata. “Kami yakin, apa yang dirasakan ojol hari ini tidak akan sia-sia. Perjuangan ini akan membuahkan hasil manis di masa depan,” pungkasnya. Sejumlah perwakilan driver juga menyuarakan kritik keras kepada pembuat kebijakan di tingkat pusat. Mereka menilai, jika wakil rakyat melalui Komisi V DPR RI tidak mampu segera merumuskan Undang-Undang Transportasi Online, maka sudah sepatutnya dilakukan evaluasi menyeluruh terhadap kinerja legislatif di sektor ini. Pasalnya, transportasi online telah berjalan lebih dari satu dekade dan menjadi tulang punggung ekonomi jutaan masyarakat, namun hingga kini belum memiliki payung hukum yang kuat dan komprehensif. Jika tuntutan ini kembali diabaikan, bukan tidak mungkin gelombang aksi yang lebih besar akan kembali terjadi. Bagi para ojol, ini bukan lagi sekadar aspirasi, melainkan perjuangan hidup yang tak bisa ditunda. Aksi 20 Mei 2026 diperkirakan akan menjadi salah satu mobilisasi terbesar komunitas ojol dalam beberapa tahun terakhir, sekaligus menjadi ujian bagi pemerintah dalam merespons tuntutan yang telah lama disuarakan.          Indar Parawansa #granatjatim #20mei2026 #harikebangkitan #ojol #demoakbar", "post_id": "7629353377234767112"}}, {"key": "minhub1.0", "attributes": {"label": "minhub1.0", "x": 415.5640942770542, "y": 58.35355762105166, "size": 15.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 42.2023, "eigenvector": 100.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7629353377234767112", "id": "minhub1.0", "source": "tiktok-000001", "content": "Hari Kebangkitan Nasional Jadi Panggung Aksi Ojol, Presidium GRANAT Jatim Siapkan Aksi Besar 20 Mei SURABAYA – Gerakan Rakyat Transportasi Online (GRANAT) Jawa Timur memastikan akan menggelar aksi besar-besaran pada Hari Kebangkitan Nasional, 20 Mei 2026. Aksi ini merupakan lanjutan dari gerakan serempak yang sebelumnya telah dideklarasikan di berbagai daerah pada tahun lalu (16/4). Aksi ini bukan sekadar unjuk rasa biasa. Ribuan driver roda dua dan roda empat dipastikan turun ke jalan sebagai bentuk akumulasi kekecewaan terhadap janji pemerintah yang hingga kini belum terealisasi. Presidium GRANAT Jatim, Tito Ahmad, menegaskan bahwa aksi kali ini menjadi titik penting perjuangan ojol, khususnya di Jawa Timur. “Ini bukan sekadar aksi, ini adalah momentum penagihan janji. Kami ingin pemerintah, khususnya Gubernur Jawa Timur, benar-benar hadir dan memperhatikan nasib para driver ojol,” tegas Tito. Menurutnya, selama ini para pengemudi ojol masih berada dalam kondisi yang jauh dari kata sejahtera. Pembatasan zona merah yang belum dihapus sepenuhnya, ditambah ketidakjelasan regulasi, menjadi persoalan lama yang terus membebani driver di Jawa Timur. Sementara itu, Presidium lainnya Puji Waluyo, membenarkan bahwa aksi tahun ini masih mengusung tuntutan yang sama seperti sebelumnya. Ia menyebut, terdapat lima poin tuntutan utama yang dianggap sebagai “harga mati” bagi para driver. Kelima tuntutan tersebut meliputi: Kenaikan tarif pengantaran penumpang Penetapan tarif bersih yang diterima mitra berdasarkan Peraturan yg telah ditetapkan SK gub Jatim R2 : 2000 - R4 : 3800 Penerbitan regulasi pengantaran barang dan makanan Mendesak pemerintah segera menerbitkan UU Transportasi Online Penghapusan sistem zona merah atau “penghijauan” tanpa syarat agar dapat diakses seluruh driver Selain itu, dalam seruan tambahan, massa aksi juga menyatakan penolakan terhadap skema koperasi yang dinilai berpotensi membebani driver online. “Lima poin ini bukan sekadar tuntutan, tapi kebutuhan mendesak demi keberlangsungan hidup para driver,” ujar Puji. Ia juga menekankan bahwa aksi ini membawa semangat kolektif demi kesejahteraan bersama, bukan hanya untuk kelompok tertentu. Dalam amanatnya, Puji mengingatkan bahwa perjuangan ini merupakan panggilan bagi seluruh ojol, khususnya di Jawa Timur, untuk bersatu dan bergerak bersama. Dengan mengusung tema “Bergerak Serempak Berdampak”, GRANAT optimistis bahwa tekanan dari aksi massal ini akan menghasilkan perubahan nyata. “Kami yakin, apa yang dirasakan ojol hari ini tidak akan sia-sia. Perjuangan ini akan membuahkan hasil manis di masa depan,” pungkasnya. Sejumlah perwakilan driver juga menyuarakan kritik keras kepada pembuat kebijakan di tingkat pusat. Mereka menilai, jika wakil rakyat melalui Komisi V DPR RI tidak mampu segera merumuskan Undang-Undang Transportasi Online, maka sudah sepatutnya dilakukan evaluasi menyeluruh terhadap kinerja legislatif di sektor ini. Pasalnya, transportasi online telah berjalan lebih dari satu dekade dan menjadi tulang punggung ekonomi jutaan masyarakat, namun hingga kini belum memiliki payung hukum yang kuat dan komprehensif. Jika tuntutan ini kembali diabaikan, bukan tidak mungkin gelombang aksi yang lebih besar akan kembali terjadi. Bagi para ojol, ini bukan lagi sekadar aspirasi, melainkan perjuangan hidup yang tak bisa ditunda. Aksi 20 Mei 2026 diperkirakan akan menjadi salah satu mobilisasi terbesar komunitas ojol dalam beberapa tahun terakhir, sekaligus menjadi ujian bagi pemerintah dalam merespons tuntutan yang telah lama disuarakan.          Indar Parawansa #granatjatim #20mei2026 #harikebangkitan #ojol #demoakbar", "post_id": "7629353377234767112"}}, {"key": "dinas.perhubungan", "attributes": {"label": "dinas.perhubungan", "x": 762.0320452406519, "y": 838.4536394777773, "size": 15.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 42.2023, "eigenvector": 100.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7629353377234767112", "id": "dinas.perhubungan", "source": "tiktok-000001", "content": "Hari Kebangkitan Nasional Jadi Panggung Aksi Ojol, Presidium GRANAT Jatim Siapkan Aksi Besar 20 Mei SURABAYA – Gerakan Rakyat Transportasi Online (GRANAT) Jawa Timur memastikan akan menggelar aksi besar-besaran pada Hari Kebangkitan Nasional, 20 Mei 2026. Aksi ini merupakan lanjutan dari gerakan serempak yang sebelumnya telah dideklarasikan di berbagai daerah pada tahun lalu (16/4). Aksi ini bukan sekadar unjuk rasa biasa. Ribuan driver roda dua dan roda empat dipastikan turun ke jalan sebagai bentuk akumulasi kekecewaan terhadap janji pemerintah yang hingga kini belum terealisasi. Presidium GRANAT Jatim, Tito Ahmad, menegaskan bahwa aksi kali ini menjadi titik penting perjuangan ojol, khususnya di Jawa Timur. “Ini bukan sekadar aksi, ini adalah momentum penagihan janji. Kami ingin pemerintah, khususnya Gubernur Jawa Timur, benar-benar hadir dan memperhatikan nasib para driver ojol,” tegas Tito. Menurutnya, selama ini para pengemudi ojol masih berada dalam kondisi yang jauh dari kata sejahtera. Pembatasan zona merah yang belum dihapus sepenuhnya, ditambah ketidakjelasan regulasi, menjadi persoalan lama yang terus membebani driver di Jawa Timur. Sementara itu, Presidium lainnya Puji Waluyo, membenarkan bahwa aksi tahun ini masih mengusung tuntutan yang sama seperti sebelumnya. Ia menyebut, terdapat lima poin tuntutan utama yang dianggap sebagai “harga mati” bagi para driver. Kelima tuntutan tersebut meliputi: Kenaikan tarif pengantaran penumpang Penetapan tarif bersih yang diterima mitra berdasarkan Peraturan yg telah ditetapkan SK gub Jatim R2 : 2000 - R4 : 3800 Penerbitan regulasi pengantaran barang dan makanan Mendesak pemerintah segera menerbitkan UU Transportasi Online Penghapusan sistem zona merah atau “penghijauan” tanpa syarat agar dapat diakses seluruh driver Selain itu, dalam seruan tambahan, massa aksi juga menyatakan penolakan terhadap skema koperasi yang dinilai berpotensi membebani driver online. “Lima poin ini bukan sekadar tuntutan, tapi kebutuhan mendesak demi keberlangsungan hidup para driver,” ujar Puji. Ia juga menekankan bahwa aksi ini membawa semangat kolektif demi kesejahteraan bersama, bukan hanya untuk kelompok tertentu. Dalam amanatnya, Puji mengingatkan bahwa perjuangan ini merupakan panggilan bagi seluruh ojol, khususnya di Jawa Timur, untuk bersatu dan bergerak bersama. Dengan mengusung tema “Bergerak Serempak Berdampak”, GRANAT optimistis bahwa tekanan dari aksi massal ini akan menghasilkan perubahan nyata. “Kami yakin, apa yang dirasakan ojol hari ini tidak akan sia-sia. Perjuangan ini akan membuahkan hasil manis di masa depan,” pungkasnya. Sejumlah perwakilan driver juga menyuarakan kritik keras kepada pembuat kebijakan di tingkat pusat. Mereka menilai, jika wakil rakyat melalui Komisi V DPR RI tidak mampu segera merumuskan Undang-Undang Transportasi Online, maka sudah sepatutnya dilakukan evaluasi menyeluruh terhadap kinerja legislatif di sektor ini. Pasalnya, transportasi online telah berjalan lebih dari satu dekade dan menjadi tulang punggung ekonomi jutaan masyarakat, namun hingga kini belum memiliki payung hukum yang kuat dan komprehensif. Jika tuntutan ini kembali diabaikan, bukan tidak mungkin gelombang aksi yang lebih besar akan kembali terjadi. Bagi para ojol, ini bukan lagi sekadar aspirasi, melainkan perjuangan hidup yang tak bisa ditunda. Aksi 20 Mei 2026 diperkirakan akan menjadi salah satu mobilisasi terbesar komunitas ojol dalam beberapa tahun terakhir, sekaligus menjadi ujian bagi pemerintah dalam merespons tuntutan yang telah lama disuarakan.          Indar Parawansa #granatjatim #20mei2026 #harikebangkitan #ojol #demoakbar", "post_id": "7629353377234767112"}}, {"key": "dishub.surabaya", "attributes": {"label": "dishub.surabaya", "x": 790.1702811741568, "y": 617.8666423442755, "size": 15.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 42.2023, "eigenvector": 100.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7629353377234767112", "id": "dishub.surabaya", "source": "tiktok-000001", "content": "Hari Kebangkitan Nasional Jadi Panggung Aksi Ojol, Presidium GRANAT Jatim Siapkan Aksi Besar 20 Mei SURABAYA – Gerakan Rakyat Transportasi Online (GRANAT) Jawa Timur memastikan akan menggelar aksi besar-besaran pada Hari Kebangkitan Nasional, 20 Mei 2026. Aksi ini merupakan lanjutan dari gerakan serempak yang sebelumnya telah dideklarasikan di berbagai daerah pada tahun lalu (16/4). Aksi ini bukan sekadar unjuk rasa biasa. Ribuan driver roda dua dan roda empat dipastikan turun ke jalan sebagai bentuk akumulasi kekecewaan terhadap janji pemerintah yang hingga kini belum terealisasi. Presidium GRANAT Jatim, Tito Ahmad, menegaskan bahwa aksi kali ini menjadi titik penting perjuangan ojol, khususnya di Jawa Timur. “Ini bukan sekadar aksi, ini adalah momentum penagihan janji. Kami ingin pemerintah, khususnya Gubernur Jawa Timur, benar-benar hadir dan memperhatikan nasib para driver ojol,” tegas Tito. Menurutnya, selama ini para pengemudi ojol masih berada dalam kondisi yang jauh dari kata sejahtera. Pembatasan zona merah yang belum dihapus sepenuhnya, ditambah ketidakjelasan regulasi, menjadi persoalan lama yang terus membebani driver di Jawa Timur. Sementara itu, Presidium lainnya Puji Waluyo, membenarkan bahwa aksi tahun ini masih mengusung tuntutan yang sama seperti sebelumnya. Ia menyebut, terdapat lima poin tuntutan utama yang dianggap sebagai “harga mati” bagi para driver. Kelima tuntutan tersebut meliputi: Kenaikan tarif pengantaran penumpang Penetapan tarif bersih yang diterima mitra berdasarkan Peraturan yg telah ditetapkan SK gub Jatim R2 : 2000 - R4 : 3800 Penerbitan regulasi pengantaran barang dan makanan Mendesak pemerintah segera menerbitkan UU Transportasi Online Penghapusan sistem zona merah atau “penghijauan” tanpa syarat agar dapat diakses seluruh driver Selain itu, dalam seruan tambahan, massa aksi juga menyatakan penolakan terhadap skema koperasi yang dinilai berpotensi membebani driver online. “Lima poin ini bukan sekadar tuntutan, tapi kebutuhan mendesak demi keberlangsungan hidup para driver,” ujar Puji. Ia juga menekankan bahwa aksi ini membawa semangat kolektif demi kesejahteraan bersama, bukan hanya untuk kelompok tertentu. Dalam amanatnya, Puji mengingatkan bahwa perjuangan ini merupakan panggilan bagi seluruh ojol, khususnya di Jawa Timur, untuk bersatu dan bergerak bersama. Dengan mengusung tema “Bergerak Serempak Berdampak”, GRANAT optimistis bahwa tekanan dari aksi massal ini akan menghasilkan perubahan nyata. “Kami yakin, apa yang dirasakan ojol hari ini tidak akan sia-sia. Perjuangan ini akan membuahkan hasil manis di masa depan,” pungkasnya. Sejumlah perwakilan driver juga menyuarakan kritik keras kepada pembuat kebijakan di tingkat pusat. Mereka menilai, jika wakil rakyat melalui Komisi V DPR RI tidak mampu segera merumuskan Undang-Undang Transportasi Online, maka sudah sepatutnya dilakukan evaluasi menyeluruh terhadap kinerja legislatif di sektor ini. Pasalnya, transportasi online telah berjalan lebih dari satu dekade dan menjadi tulang punggung ekonomi jutaan masyarakat, namun hingga kini belum memiliki payung hukum yang kuat dan komprehensif. Jika tuntutan ini kembali diabaikan, bukan tidak mungkin gelombang aksi yang lebih besar akan kembali terjadi. Bagi para ojol, ini bukan lagi sekadar aspirasi, melainkan perjuangan hidup yang tak bisa ditunda. Aksi 20 Mei 2026 diperkirakan akan menjadi salah satu mobilisasi terbesar komunitas ojol dalam beberapa tahun terakhir, sekaligus menjadi ujian bagi pemerintah dalam merespons tuntutan yang telah lama disuarakan.          Indar Parawansa #granatjatim #20mei2026 #harikebangkitan #ojol #demoakbar", "post_id": "7629353377234767112"}}, {"key": "Khofifah", "attributes": {"label": "Khofifah", "x": 792.8916094486444, "y": 985.7476288910954, "size": 15.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 42.2023, "eigenvector": 100.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7629353377234767112", "id": "Khofifah", "source": "tiktok-000001", "content": "Hari Kebangkitan Nasional Jadi Panggung Aksi Ojol, Presidium GRANAT Jatim Siapkan Aksi Besar 20 Mei SURABAYA – Gerakan Rakyat Transportasi Online (GRANAT) Jawa Timur memastikan akan menggelar aksi besar-besaran pada Hari Kebangkitan Nasional, 20 Mei 2026. Aksi ini merupakan lanjutan dari gerakan serempak yang sebelumnya telah dideklarasikan di berbagai daerah pada tahun lalu (16/4). Aksi ini bukan sekadar unjuk rasa biasa. Ribuan driver roda dua dan roda empat dipastikan turun ke jalan sebagai bentuk akumulasi kekecewaan terhadap janji pemerintah yang hingga kini belum terealisasi. Presidium GRANAT Jatim, Tito Ahmad, menegaskan bahwa aksi kali ini menjadi titik penting perjuangan ojol, khususnya di Jawa Timur. “Ini bukan sekadar aksi, ini adalah momentum penagihan janji. Kami ingin pemerintah, khususnya Gubernur Jawa Timur, benar-benar hadir dan memperhatikan nasib para driver ojol,” tegas Tito. Menurutnya, selama ini para pengemudi ojol masih berada dalam kondisi yang jauh dari kata sejahtera. Pembatasan zona merah yang belum dihapus sepenuhnya, ditambah ketidakjelasan regulasi, menjadi persoalan lama yang terus membebani driver di Jawa Timur. Sementara itu, Presidium lainnya Puji Waluyo, membenarkan bahwa aksi tahun ini masih mengusung tuntutan yang sama seperti sebelumnya. Ia menyebut, terdapat lima poin tuntutan utama yang dianggap sebagai “harga mati” bagi para driver. Kelima tuntutan tersebut meliputi: Kenaikan tarif pengantaran penumpang Penetapan tarif bersih yang diterima mitra berdasarkan Peraturan yg telah ditetapkan SK gub Jatim R2 : 2000 - R4 : 3800 Penerbitan regulasi pengantaran barang dan makanan Mendesak pemerintah segera menerbitkan UU Transportasi Online Penghapusan sistem zona merah atau “penghijauan” tanpa syarat agar dapat diakses seluruh driver Selain itu, dalam seruan tambahan, massa aksi juga menyatakan penolakan terhadap skema koperasi yang dinilai berpotensi membebani driver online. “Lima poin ini bukan sekadar tuntutan, tapi kebutuhan mendesak demi keberlangsungan hidup para driver,” ujar Puji. Ia juga menekankan bahwa aksi ini membawa semangat kolektif demi kesejahteraan bersama, bukan hanya untuk kelompok tertentu. Dalam amanatnya, Puji mengingatkan bahwa perjuangan ini merupakan panggilan bagi seluruh ojol, khususnya di Jawa Timur, untuk bersatu dan bergerak bersama. Dengan mengusung tema “Bergerak Serempak Berdampak”, GRANAT optimistis bahwa tekanan dari aksi massal ini akan menghasilkan perubahan nyata. “Kami yakin, apa yang dirasakan ojol hari ini tidak akan sia-sia. Perjuangan ini akan membuahkan hasil manis di masa depan,” pungkasnya. Sejumlah perwakilan driver juga menyuarakan kritik keras kepada pembuat kebijakan di tingkat pusat. Mereka menilai, jika wakil rakyat melalui Komisi V DPR RI tidak mampu segera merumuskan Undang-Undang Transportasi Online, maka sudah sepatutnya dilakukan evaluasi menyeluruh terhadap kinerja legislatif di sektor ini. Pasalnya, transportasi online telah berjalan lebih dari satu dekade dan menjadi tulang punggung ekonomi jutaan masyarakat, namun hingga kini belum memiliki payung hukum yang kuat dan komprehensif. Jika tuntutan ini kembali diabaikan, bukan tidak mungkin gelombang aksi yang lebih besar akan kembali terjadi. Bagi para ojol, ini bukan lagi sekadar aspirasi, melainkan perjuangan hidup yang tak bisa ditunda. Aksi 20 Mei 2026 diperkirakan akan menjadi salah satu mobilisasi terbesar komunitas ojol dalam beberapa tahun terakhir, sekaligus menjadi ujian bagi pemerintah dalam merespons tuntutan yang telah lama disuarakan.          Indar Parawansa #granatjatim #20mei2026 #harikebangkitan #ojol #demoakbar", "post_id": "7629353377234767112"}}, {"key": "@garudatv.official", "attributes": {"label": "@garudatv.official", "x": 149.52547936880768, "y": 144.3183797612513, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 38.5605, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "QL8hJY7hk-w", "id": "@garudatv.official", "source": "youtube-000001", "content": "Kabar Gembira! 6 Kebijakan Baru Pemerintah untuk Buruh: Dari Kenaikan UMP hingga Dana Tunai JKP!\n\nKomitmen nyata untuk kesejahteraan pekerja!  Melalui Kementerian Ketenagakerjaan, pemerintah resmi merilis 6 kebijakan strategis yang berpihak pada buruh di tahun 2026.\n\nMulai dari kenaikan UMP, bonus THR untuk driver Ojol, hingga program Jaminan Kehilangan Pekerjaan (JKP) dalam bentuk tunai sebesar 60% dari upah selama 6 bulan!  Selain itu, ada juga subsidi rumah khusus pekerja dengan kuota lebih dari 274 ribu unit.\n\nIni adalah langkah mitigasi pemerintah dalam menjaga daya beli buruh di tengah tekanan ekonomi global. Simak detail lengkap hak-hak Anda di video ini!\n\nEditor & Uploader: BS\n\n#KesejahteraanBuruh #UpdateUMP2026 #JaminanKerja #InfoBuruh #PemerintahPeduli #EkonomiIndonesia #Nasional\n-----\nGARUDA TV - Digital TV Indonesia, Berita Terpercaya\n\nSaksikan Garuda TV di Free to Air atau Streaming melalui:\nwww.garuda.tv | YouTube Garuda TV | Aplikasi Vidio | Wewatch | IndiHome CH111 | Transvision CH824 | FirstMedia CH45\n\nScan ulang saluran digital kamu sekarang ya dan saksikan terus program-program seru terbaru hanya di GarudaTV.\n🔴 Subscribe GarudaTV Official Youtube Channel    /   \n🔴  Follow our Official TikTok   / garudatvnews  \n🔴 Like our Official Facebook   / garudatv.official  \n🔴 Follow our Official Instagram   / garudatv.official", "post_id": "QL8hJY7hk-w"}}, {"key": "garudatv.official", "attributes": {"label": "garudatv.official", "x": 262.4046214123078, "y": 25.436082447955364, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 71.337, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "QL8hJY7hk-w", "id": "garudatv.official", "source": "youtube-000001", "content": "Kabar Gembira! 6 Kebijakan Baru Pemerintah untuk Buruh: Dari Kenaikan UMP hingga Dana Tunai JKP!\n\nKomitmen nyata untuk kesejahteraan pekerja!  Melalui Kementerian Ketenagakerjaan, pemerintah resmi merilis 6 kebijakan strategis yang berpihak pada buruh di tahun 2026.\n\nMulai dari kenaikan UMP, bonus THR untuk driver Ojol, hingga program Jaminan Kehilangan Pekerjaan (JKP) dalam bentuk tunai sebesar 60% dari upah selama 6 bulan!  Selain itu, ada juga subsidi rumah khusus pekerja dengan kuota lebih dari 274 ribu unit.\n\nIni adalah langkah mitigasi pemerintah dalam menjaga daya beli buruh di tengah tekanan ekonomi global. Simak detail lengkap hak-hak Anda di video ini!\n\nEditor & Uploader: BS\n\n#KesejahteraanBuruh #UpdateUMP2026 #JaminanKerja #InfoBuruh #PemerintahPeduli #EkonomiIndonesia #Nasional\n-----\nGARUDA TV - Digital TV Indonesia, Berita Terpercaya\n\nSaksikan Garuda TV di Free to Air atau Streaming melalui:\nwww.garuda.tv | YouTube Garuda TV | Aplikasi Vidio | Wewatch | IndiHome CH111 | Transvision CH824 | FirstMedia CH45\n\nScan ulang saluran digital kamu sekarang ya dan saksikan terus program-program seru terbaru hanya di GarudaTV.\n🔴 Subscribe GarudaTV Official Youtube Channel    /   \n🔴  Follow our Official TikTok   / garudatvnews  \n🔴 Like our Official Facebook   / garudatv.official  \n🔴 Follow our Official Instagram   / garudatv.official", "post_id": "QL8hJY7hk-w"}}], "edges": [{"key": "jabarsaberhoaks", "source": "jabarsaberhoaks", "target": "infocibubur._", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "jabarsaberhoaks", "source": "jabarsaberhoaks", "target": "kabarcibubur24jam", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "jabarsaberhoaks", "source": "jabarsaberhoaks", "target": "RadioElshinta", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "jabarsaberhoaks", "source": "jabarsaberhoaks", "target": "infocibubur._", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "jabarsaberhoaks", "source": "jabarsaberhoaks", "target": "kabarcibubur24jam", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "jabarsaberhoaks", "source": "jabarsaberhoaks", "target": "keyshsals", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "txtdarikreatif", "source": "txtdarikreatif", "target": "txtdarikreatif", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "informasirealitanet", "source": "informasirealitanet", "target": "gojekindonesia", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "informasirealitanet", "source": "informasirealitanet", "target": "grabid", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "informasirealitanet", "source": "informasirealitanet", "target": "shoope", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "informasirealitanet", "source": "informasirealitanet", "target": "indrive", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "informasirealitanet", "source": "informasirealitanet", "target": "maxim", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "informasirealitanet", "source": "informasirealitanet", "target": "minhub1.0", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "informasirealitanet", "source": "informasirealitanet", "target": "dinas.perhubungan", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "informasirealitanet", "source": "informasirealitanet", "target": "dishub.surabaya", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "informasirealitanet", "source": "informasirealitanet", "target": "Khofifah", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "@garudatv.official", "source": "@garudatv.official", "target": "garudatv.official", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}]}