{"nodes": [{"key": "anastapmpusat", "attributes": {"label": "anastapmpusat", "x": 339.88597405334684, "y": 108.53162546955053, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["retweet-000002"], "scores": {"pagerank": 29.9065, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "2039167914570649939", "id": "anastapmpusat", "source": "retweet-000002", "content": "Seorang wanita berusia 41 tahun menjadi korban penganiayaan oleh pengemudi ojol berinisial HU di kawasan Demang Lebar Daun,…", "post_id": "2039167914570649939"}}, {"key": "Beritasatu", "attributes": {"label": "Beritasatu", "x": 205.4807814949695, "y": 790.380348966105, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["retweet-000002"], "scores": {"pagerank": 42.6168, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "2039167914570649939", "id": "Beritasatu", "source": "retweet-000002", "content": "Seorang wanita berusia 41 tahun menjadi korban penganiayaan oleh pengemudi ojol berinisial HU di kawasan Demang Lebar Daun,…", "post_id": "2039167914570649939"}}, {"key": "BembengNga69700", "attributes": {"label": "BembengNga69700", "x": 952.8206522297894, "y": 37.15023033287657, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 29.9065, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "2048764598984356225", "id": "BembengNga69700", "source": "tweet-000004", "content": "Ini udah tindak pidana walaupun boty nya salah tapi ojol nya udah main kekerasan", "post_id": "2048764598984356225"}}, {"key": "Hnirankara", "attributes": {"label": "Hnirankara", "x": 867.4691438176413, "y": 608.5675454593932, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 55.3271, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2048764598984356225", "id": "Hnirankara", "source": "tweet-000004", "content": "Ini udah tindak pidana walaupun boty nya salah tapi ojol nya udah main kekerasan", "post_id": "2048764598984356225"}}, {"key": "rhesohp", "attributes": {"label": "rhesohp", "x": 680.4769256763012, "y": 482.4807339542249, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 29.9065, "eigenvector": 83.3333, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "2048733314811630003", "id": "rhesohp", "source": "tweet-000004", "content": "Btul enih akxnksab tp tkt jg klo malah dpt pengancaman dan penganiayaan klo liat tingkah pelaku yg semudah itu bogem kang ojol aknxjsk\n\n“Tuh kan lu malah minta putus pasti krn bela dia kan (mnunjuk kang ojol)”\n\nSerba salah bgt😔💔", "post_id": "2048733314811630003"}}, {"key": "bLxCoffee", "attributes": {"label": "bLxCoffee", "x": 997.8873569399512, "y": 82.65775375049611, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 42.6168, "eigenvector": 83.3333, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2048733314811630003", "id": "bLxCoffee", "source": "tweet-000004", "content": "Btul enih akxnksab tp tkt jg klo malah dpt pengancaman dan penganiayaan klo liat tingkah pelaku yg semudah itu bogem kang ojol aknxjsk\n\n“Tuh kan lu malah minta putus pasti krn bela dia kan (mnunjuk kang ojol)”\n\nSerba salah bgt😔💔", "post_id": "2048733314811630003"}}, {"key": "KangManto123", "attributes": {"label": "KangManto123", "x": 324.7008810580904, "y": 569.7129631642631, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 42.6168, "eigenvector": 83.3333, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2048733314811630003", "id": "KangManto123", "source": "tweet-000004", "content": "Btul enih akxnksab tp tkt jg klo malah dpt pengancaman dan penganiayaan klo liat tingkah pelaku yg semudah itu bogem kang ojol aknxjsk\n\n“Tuh kan lu malah minta putus pasti krn bela dia kan (mnunjuk kang ojol)”\n\nSerba salah bgt😔💔", "post_id": "2048733314811630003"}}, {"key": "EwinPutra679172", "attributes": {"label": "EwinPutra679172", "x": 646.1858547185676, "y": 327.3361477767205, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 29.9065, "eigenvector": 83.3333, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "2043870613354491945", "id": "EwinPutra679172", "source": "tweet-000004", "content": "TDK semua punya nyali,apalagi sampe menghajarnya takut kena pasal penganiayaan,susah emang KLO dpt penumpang yg belok gini,space jarak penumpang dgn driver ojol GK ada sama sekali KLO spda motor beda dgn mobil.", "post_id": "2043870613354491945"}}, {"key": "RamaUsman7", "attributes": {"label": "RamaUsman7", "x": 371.5947613567865, "y": 199.1406416345236, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 42.6168, "eigenvector": 83.3333, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2043870613354491945", "id": "RamaUsman7", "source": "tweet-000004", "content": "TDK semua punya nyali,apalagi sampe menghajarnya takut kena pasal penganiayaan,susah emang KLO dpt penumpang yg belok gini,space jarak penumpang dgn driver ojol GK ada sama sekali KLO spda motor beda dgn mobil.", "post_id": "2043870613354491945"}}, {"key": "merapi_uncover", "attributes": {"label": "merapi_uncover", "x": 132.0462944566817, "y": 679.9406996142028, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 42.6168, "eigenvector": 83.3333, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2043870613354491945", "id": "merapi_uncover", "source": "tweet-000004", "content": "TDK semua punya nyali,apalagi sampe menghajarnya takut kena pasal penganiayaan,susah emang KLO dpt penumpang yg belok gini,space jarak penumpang dgn driver ojol GK ada sama sekali KLO spda motor beda dgn mobil.", "post_id": "2043870613354491945"}}, {"key": "kompascom", "attributes": {"label": "kompascom", "x": 953.6638874458495, "y": 616.3804663813144, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 29.9065, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "3881316834820829440_297782118", "id": "kompascom", "source": "instagram-000001", "content": "Seorang wanita driver ojek online berinisial R (30) diduga menjadi korban penganiayaan oleh pelanggan berinisial D (29) hanya karena persoalan air mineral seharga Rp 5.000.\n\nPeristiwa terjadi di Makassar pada Senin (20/4/2026) lalu, dan lantas memicu kemarahan ratusan pengemudi ojol.\n\nPara driver ojol mengepung tempat tinggal pelaku saat proses penangkapan. \n\n📹: \n\nPenulis: Reza Rifaldi, Irfan Maullana\nKreatif: Nabilla Mutiara\nProduser: Elizabeth Ayudya Ratna Rininta\n\n+ #Makassar #Peristiwa #Read", "post_id": "3881316834820829440_297782118"}}, {"key": "makassar_ngegas", "attributes": {"label": "makassar_ngegas", "x": 286.26756459239755, "y": 182.8614518673477, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 42.6168, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "3881316834820829440_297782118", "id": "makassar_ngegas", "source": "instagram-000001", "content": "Seorang wanita driver ojek online berinisial R (30) diduga menjadi korban penganiayaan oleh pelanggan berinisial D (29) hanya karena persoalan air mineral seharga Rp 5.000.\n\nPeristiwa terjadi di Makassar pada Senin (20/4/2026) lalu, dan lantas memicu kemarahan ratusan pengemudi ojol.\n\nPara driver ojol mengepung tempat tinggal pelaku saat proses penangkapan. \n\n📹: \n\nPenulis: Reza Rifaldi, Irfan Maullana\nKreatif: Nabilla Mutiara\nProduser: Elizabeth Ayudya Ratna Rininta\n\n+ #Makassar #Peristiwa #Read", "post_id": "3881316834820829440_297782118"}}, {"key": "akademi_kepolisian_alumni", "attributes": {"label": "akademi_kepolisian_alumni", "x": 684.0171454124849, "y": 901.1506108016491, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 29.9065, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "3867489298722944123_7437809720", "id": "akademi_kepolisian_alumni", "source": "instagram-000001", "content": "Polisi menangkap PBU (30), MSN (29), dan SR (24) terkait kasus penyiraman air keras terhadap Tri Wibowo (57), warga Bekasi. Polisi menyebut aksi ini dilatarbelakangi sakit hati dan dendam yang telah lama dipendam oleh PBU.\n\nKapolres Metro Bekasi, Kombes Pol. Sumarni menjelaskan, PBU merasa pekerjaannya sebagai ojol direndahkan korban hingga memicu sakit hati bertahun-tahun. PBU juga ngaku kesal karena korban pernah menutup bak sampah di depan rumahnya pakai pot bunga sehingga tidak bisa digunakan.\n\nRasa sakit hati itu kemudian berkembang menjadi rencana kejahatan. PBU pernah tiga kali rencanakan penyiraman air keras ke Wibowo, namun gagal. Hingga akhirnya, dia bayar MSN dan SR untuk melakukannya dengan imbalan Rp 9 juta. Eksekusi dilakukan pada 31 Maret 2026.\n\nAtas perbuatannya, ketiga tersangka dijerat Pasal 469 KUHP tentang penganiayaan berat dengan rencana terlebih dahulu, dengan ancaman hukuman maksimal 12 tahun penjara. Mereka juga dikenakan Pasal 470 KUHP terkait penggunaan bahan berbahaya dengan ancaman pidana ditambah sepertiga.\n\n📸: Dok. Istimewa.\t\n\n#bicarafaktalewatberita #kumparan\nReposted from", "post_id": "3867489298722944123_7437809720"}}, {"key": "kumparancom", "attributes": {"label": "kumparancom", "x": 894.1905460374256, "y": 364.4409734952493, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 55.3271, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "3867489298722944123_7437809720", "id": "kumparancom", "source": "instagram-000001", "content": "Polisi menangkap PBU (30), MSN (29), dan SR (24) terkait kasus penyiraman air keras terhadap Tri Wibowo (57), warga Bekasi. Polisi menyebut aksi ini dilatarbelakangi sakit hati dan dendam yang telah lama dipendam oleh PBU.\n\nKapolres Metro Bekasi, Kombes Pol. Sumarni menjelaskan, PBU merasa pekerjaannya sebagai ojol direndahkan korban hingga memicu sakit hati bertahun-tahun. PBU juga ngaku kesal karena korban pernah menutup bak sampah di depan rumahnya pakai pot bunga sehingga tidak bisa digunakan.\n\nRasa sakit hati itu kemudian berkembang menjadi rencana kejahatan. PBU pernah tiga kali rencanakan penyiraman air keras ke Wibowo, namun gagal. Hingga akhirnya, dia bayar MSN dan SR untuk melakukannya dengan imbalan Rp 9 juta. Eksekusi dilakukan pada 31 Maret 2026.\n\nAtas perbuatannya, ketiga tersangka dijerat Pasal 469 KUHP tentang penganiayaan berat dengan rencana terlebih dahulu, dengan ancaman hukuman maksimal 12 tahun penjara. Mereka juga dikenakan Pasal 470 KUHP terkait penggunaan bahan berbahaya dengan ancaman pidana ditambah sepertiga.\n\n📸: Dok. Istimewa.\t\n\n#bicarafaktalewatberita #kumparan\nReposted from", "post_id": "3867489298722944123_7437809720"}}, {"key": "berdasarkanfakta2", "attributes": {"label": "berdasarkanfakta2", "x": 728.2006865999307, "y": 598.7633081301789, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 29.9065, "eigenvector": 83.3333, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "7635680309584923925", "id": "berdasarkanfakta2", "source": "tiktok-000001", "content": "Dalam aksi May Day 2026, buruh Indonesia menyampaikan tuntutan utama terkait kesejahteraan, kepastian kerja, dan keadilan sosial, yang meliputi penghapusan outsourcing, tolak upah murah, hingga revisi kebijakan pajak.  Tuntutan ini bertujuan memperkuat perlindungan pekerja dan menuntut perbaikan regulasi ketenagakerjaan dari pemerintah dan pengusaha. Berikut adalah poin-poin tuntutan utama buruh (berdasarkan aspirasi KSPI/Partai Buruh 2026):Sahkan UU Ketenagakerjaan Baru:  Menuntut pembentukan undang-undang ketenagakerjaan yang terpisah dari Omnibus Law.Hapus Outsourcing & Tolak Upah Murah (Hostum):  Mendesak penghapusan sistem kerja kontrak/alih daya dan kenaikan upah yang layak.Reformasi Pajak:  Menghapus pajak atas Tunjangan Hari Raya (THR) dan Jaminan Hari Tua (JHT).Jaminan Kesehatan & Sosial: Mewujudkan jaminan kesehatan bagi seluruh rakyat dan meningkatkan kualitas layanan BPJS.Pengesahan RUU Perampasan Aset:  Mendesak langkah nyata melawan korupsi.Ratifikasi Konvensi ILO 190: Perlindungan pekerja dari kekerasan dan pelecehan di tempat kerja.Penurunan Potongan Ojol:  Mengurangi potongan tarif ojek online menjadi maksimal 10%.Peningkatan Status Honorer: Mengangkat guru dan tenaga honorer paruh waktu menjadi ASN.Revisi UU PPHI:  Mengubah Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2004 tentang Penyelesaian Perselisihan Hubungan Industrial agar lebih adil bagi buruh.Antisipasi PHK: Mencegah PHK massal, terutama di industri tekstil, nikel, dan dampak konflik eksternal. Tuntutan tersebut disampaikan dalam aksi damai, termasuk ke hadapan Presiden Prabowo, untuk memastikan adanya dialog tripartit yang harmonis dan perbaikan kondisi kerja. #buruh #aksi #hariburuhinternasional #prabowo  Surya Atmaja Official  DEDI MULYADI", "post_id": "7635680309584923925"}}, {"key": "dr.Asep", "attributes": {"label": "dr.Asep", "x": 795.9038347172183, "y": 309.5889015662259, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 42.6168, "eigenvector": 83.3333, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7635680309584923925", "id": "dr.Asep", "source": "tiktok-000001", "content": "Dalam aksi May Day 2026, buruh Indonesia menyampaikan tuntutan utama terkait kesejahteraan, kepastian kerja, dan keadilan sosial, yang meliputi penghapusan outsourcing, tolak upah murah, hingga revisi kebijakan pajak.  Tuntutan ini bertujuan memperkuat perlindungan pekerja dan menuntut perbaikan regulasi ketenagakerjaan dari pemerintah dan pengusaha. Berikut adalah poin-poin tuntutan utama buruh (berdasarkan aspirasi KSPI/Partai Buruh 2026):Sahkan UU Ketenagakerjaan Baru:  Menuntut pembentukan undang-undang ketenagakerjaan yang terpisah dari Omnibus Law.Hapus Outsourcing & Tolak Upah Murah (Hostum):  Mendesak penghapusan sistem kerja kontrak/alih daya dan kenaikan upah yang layak.Reformasi Pajak:  Menghapus pajak atas Tunjangan Hari Raya (THR) dan Jaminan Hari Tua (JHT).Jaminan Kesehatan & Sosial: Mewujudkan jaminan kesehatan bagi seluruh rakyat dan meningkatkan kualitas layanan BPJS.Pengesahan RUU Perampasan Aset:  Mendesak langkah nyata melawan korupsi.Ratifikasi Konvensi ILO 190: Perlindungan pekerja dari kekerasan dan pelecehan di tempat kerja.Penurunan Potongan Ojol:  Mengurangi potongan tarif ojek online menjadi maksimal 10%.Peningkatan Status Honorer: Mengangkat guru dan tenaga honorer paruh waktu menjadi ASN.Revisi UU PPHI:  Mengubah Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2004 tentang Penyelesaian Perselisihan Hubungan Industrial agar lebih adil bagi buruh.Antisipasi PHK: Mencegah PHK massal, terutama di industri tekstil, nikel, dan dampak konflik eksternal. Tuntutan tersebut disampaikan dalam aksi damai, termasuk ke hadapan Presiden Prabowo, untuk memastikan adanya dialog tripartit yang harmonis dan perbaikan kondisi kerja. #buruh #aksi #hariburuhinternasional #prabowo  Surya Atmaja Official  DEDI MULYADI", "post_id": "7635680309584923925"}}, {"key": "KANG", "attributes": {"label": "KANG", "x": 653.5474188843931, "y": 882.6707795816146, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 42.6168, "eigenvector": 83.3333, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7635680309584923925", "id": "KANG", "source": "tiktok-000001", "content": "Dalam aksi May Day 2026, buruh Indonesia menyampaikan tuntutan utama terkait kesejahteraan, kepastian kerja, dan keadilan sosial, yang meliputi penghapusan outsourcing, tolak upah murah, hingga revisi kebijakan pajak.  Tuntutan ini bertujuan memperkuat perlindungan pekerja dan menuntut perbaikan regulasi ketenagakerjaan dari pemerintah dan pengusaha. Berikut adalah poin-poin tuntutan utama buruh (berdasarkan aspirasi KSPI/Partai Buruh 2026):Sahkan UU Ketenagakerjaan Baru:  Menuntut pembentukan undang-undang ketenagakerjaan yang terpisah dari Omnibus Law.Hapus Outsourcing & Tolak Upah Murah (Hostum):  Mendesak penghapusan sistem kerja kontrak/alih daya dan kenaikan upah yang layak.Reformasi Pajak:  Menghapus pajak atas Tunjangan Hari Raya (THR) dan Jaminan Hari Tua (JHT).Jaminan Kesehatan & Sosial: Mewujudkan jaminan kesehatan bagi seluruh rakyat dan meningkatkan kualitas layanan BPJS.Pengesahan RUU Perampasan Aset:  Mendesak langkah nyata melawan korupsi.Ratifikasi Konvensi ILO 190: Perlindungan pekerja dari kekerasan dan pelecehan di tempat kerja.Penurunan Potongan Ojol:  Mengurangi potongan tarif ojek online menjadi maksimal 10%.Peningkatan Status Honorer: Mengangkat guru dan tenaga honorer paruh waktu menjadi ASN.Revisi UU PPHI:  Mengubah Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2004 tentang Penyelesaian Perselisihan Hubungan Industrial agar lebih adil bagi buruh.Antisipasi PHK: Mencegah PHK massal, terutama di industri tekstil, nikel, dan dampak konflik eksternal. Tuntutan tersebut disampaikan dalam aksi damai, termasuk ke hadapan Presiden Prabowo, untuk memastikan adanya dialog tripartit yang harmonis dan perbaikan kondisi kerja. #buruh #aksi #hariburuhinternasional #prabowo  Surya Atmaja Official  DEDI MULYADI", "post_id": "7635680309584923925"}}, {"key": "viohandra", "attributes": {"label": "viohandra", "x": 121.47887235409239, "y": 747.3873500520003, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 29.9065, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "7628234537562082567", "id": "viohandra", "source": "tiktok-000001", "content": "PUAS LIAT TURIS ASING INI DIGEBUKIN? 🛑 -Pariwisata Halal- Jujur, liat ojol dipukul sampai HP hancur pasti bikin emosi naik. Tapi kalau warga yang harus beresin pakai “hukum rimba”, artinya sistem keamanan dan imigrasi kita kecolongan. Kalau gini terus, potensi target ratusan miliar dolar wisata kita bisa melayang 💸🌍. Follow  kita bedah intelijen ekosistem ini bareng 🤝🤝 #HalalIntelligence #PariwisataHalal #HalalTourism #Ciledug #PariwisataIndonesia", "post_id": "7628234537562082567"}}, {"key": "Viohandra", "attributes": {"label": "Viohandra", "x": 680.1917349850755, "y": 411.6376799098228, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 55.3271, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7628234537562082567", "id": "Viohandra", "source": "tiktok-000001", "content": "PUAS LIAT TURIS ASING INI DIGEBUKIN? 🛑 -Pariwisata Halal- Jujur, liat ojol dipukul sampai HP hancur pasti bikin emosi naik. Tapi kalau warga yang harus beresin pakai “hukum rimba”, artinya sistem keamanan dan imigrasi kita kecolongan. Kalau gini terus, potensi target ratusan miliar dolar wisata kita bisa melayang 💸🌍. Follow  kita bedah intelijen ekosistem ini bareng 🤝🤝 #HalalIntelligence #PariwisataHalal #HalalTourism #Ciledug #PariwisataIndonesia", "post_id": "7628234537562082567"}}, {"key": "LiputanWargaCibitung", "attributes": {"label": "LiputanWargaCibitung", "x": 358.0716689621206, "y": 45.3634874366845, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["facebook-000001"], "scores": {"pagerank": 29.9065, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "pfbid0TpF6QDqT2uC9UzzQp6kHgaXwmU5rHP6sHkURSf2YEVzeJunadyL9s4sX2dqFFdNnl", "id": "LiputanWargaCibitung", "source": "facebook-000001", "content": "Kasus penganiayaan berat dengan modus penyiraman air keras yang menggemparkan warga Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi, akhirnya berhasil diungkap oleh jajaran Satreskrim Polres Metro Bekasi. Dalam pengungkapan tersebut, polisi mengamankan tiga orang pelaku yang masing-masing memiliki peran berbeda, mulai dari perencanaan hingga pelaksanaan aksi kejahatan. Kapolres Metro Bekasi, Kombes Pol Sumarni, menyampaikan bahwa motif di balik aksi keji tersebut diduga karena pelaku sakit hati setelah disebut “ojol” oleh korban. “Motif sementara karena pelaku merasa tersinggung dan sakit hati atas ucapan korban,” ujar Kapolres dalam konferensi pers di Lobby Mapolres Metro Bekasi, Jumat (3/4/2026). Peristiwa itu terjadi pada Senin (30/3/2026) sekitar pukul 04.51 WIB di pinggir Jalan Bumi Sani Permai, Desa Setia Mekar, Kecamatan Tambun Selatan. Korban, Tri Wibowo (54), saat itu tengah berjalan menuju musholla untuk melaksanakan salat Subuh. Namun saat melintas di lokasi kejadian, korban dihampiri dua pelaku yang berboncengan menggunakan sepeda motor. Tanpa banyak bicara, salah satu pelaku langsung menyiramkan cairan kimia berbahaya ke arah tubuh korban. Setelah melakukan aksinya, para pelaku langsung melarikan diri. Akibat kejadian tersebut, korban mengalami luka serius dan harus mendapatkan penanganan medis intensif. Polisi bergerak cepat melakukan penyelidikan hingga akhirnya berhasil menangkap tiga pelaku yang terlibat dalam kasus tersebut. Saat ini, ketiganya telah diamankan dan masih menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Pihak kepolisian juga menegaskan akan memproses kasus ini secara hukum yang berlaku serta mendalami kemungkinan adanya motif lain maupun pihak yang terlibat. Kasus ini menjadi pengingat bahwa emosi yang tidak terkendali dapat berujung pada tindakan kriminal yang merugikan banyak pihak. . :", "post_id": "pfbid0TpF6QDqT2uC9UzzQp6kHgaXwmU5rHP6sHkURSf2YEVzeJunadyL9s4sX2dqFFdNnl"}}, {"key": "kosmi_indonesia", "attributes": {"label": "kosmi_indonesia", "x": 822.6110903125061, "y": 991.5548324694042, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["facebook-000001"], "scores": {"pagerank": 55.3271, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "pfbid0TpF6QDqT2uC9UzzQp6kHgaXwmU5rHP6sHkURSf2YEVzeJunadyL9s4sX2dqFFdNnl", "id": "kosmi_indonesia", "source": "facebook-000001", "content": "Kasus penganiayaan berat dengan modus penyiraman air keras yang menggemparkan warga Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi, akhirnya berhasil diungkap oleh jajaran Satreskrim Polres Metro Bekasi. Dalam pengungkapan tersebut, polisi mengamankan tiga orang pelaku yang masing-masing memiliki peran berbeda, mulai dari perencanaan hingga pelaksanaan aksi kejahatan. Kapolres Metro Bekasi, Kombes Pol Sumarni, menyampaikan bahwa motif di balik aksi keji tersebut diduga karena pelaku sakit hati setelah disebut “ojol” oleh korban. “Motif sementara karena pelaku merasa tersinggung dan sakit hati atas ucapan korban,” ujar Kapolres dalam konferensi pers di Lobby Mapolres Metro Bekasi, Jumat (3/4/2026). Peristiwa itu terjadi pada Senin (30/3/2026) sekitar pukul 04.51 WIB di pinggir Jalan Bumi Sani Permai, Desa Setia Mekar, Kecamatan Tambun Selatan. Korban, Tri Wibowo (54), saat itu tengah berjalan menuju musholla untuk melaksanakan salat Subuh. Namun saat melintas di lokasi kejadian, korban dihampiri dua pelaku yang berboncengan menggunakan sepeda motor. Tanpa banyak bicara, salah satu pelaku langsung menyiramkan cairan kimia berbahaya ke arah tubuh korban. Setelah melakukan aksinya, para pelaku langsung melarikan diri. Akibat kejadian tersebut, korban mengalami luka serius dan harus mendapatkan penanganan medis intensif. Polisi bergerak cepat melakukan penyelidikan hingga akhirnya berhasil menangkap tiga pelaku yang terlibat dalam kasus tersebut. Saat ini, ketiganya telah diamankan dan masih menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Pihak kepolisian juga menegaskan akan memproses kasus ini secara hukum yang berlaku serta mendalami kemungkinan adanya motif lain maupun pihak yang terlibat. Kasus ini menjadi pengingat bahwa emosi yang tidak terkendali dapat berujung pada tindakan kriminal yang merugikan banyak pihak. . :", "post_id": "pfbid0TpF6QDqT2uC9UzzQp6kHgaXwmU5rHP6sHkURSf2YEVzeJunadyL9s4sX2dqFFdNnl"}}, {"key": "@tribunnewsbogorvideo", "attributes": {"label": "@tribunnewsbogorvideo", "x": 291.4065544663691, "y": 978.9699774423975, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 29.9065, "eigenvector": 83.3333, "in_degree": 0, "out_degree": 4, "degree": 4}, "_id": "QdhAwhlfCqc", "id": "@tribunnewsbogorvideo", "source": "youtube-000001", "content": "Viral Ibu-ibu Toyor Anak Pemotor di Mojokerto, Tak Terima saat Disalip hingga Ngerem Mendadak\n\nDownload aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru.\n\n\nTRIBUN-VIDEO.COM - Viral video aksi seorang ibu muda pengemudi Daihatsu Ayla yang memaki hingga melakukan kekerasan terhadap pemotor perempuan dan anaknya di Kota Mojokerto, Jawa Timur. \n\nPelaku akhirnya diamankan polisi.\n\nPeristiwa ini bermula di Jalan Empunala, tepatnya di depan Enny Risol pada Selasa (14/4/2026) sekitar pukul 14.30 WIB. \n\nSaat itu, Lutvia Indriana (33), guru PJOK SD asal Kelurahan Wates, Magersari, tengah dalam perjalanan pulang kerja sekaligus menjemput putranya, MAH (9), siswa kelas 2 SD.\n\nDalam video pengemudi mobil itu tampak memaki pemotor dengan suara kencang. \n\nSedangkan si pemotor lebih banyak diam sambil duduk di atas motor Yamaha NMax biru muda bersama anak laki-lakinya.\n\n\nSuara keras pemobil memaki pemotor ini mengundang perhatian warga sekitar. \n\nTampak seorang pria ojek online (ojol) berusaha meredakan situasi. Namun, pemobil menyuruhnya diam karena dianggap tidak tahu ceritanya. \n\nPemobil itu menuduh pemotor memotong jalannya sehingga dia ngerem mendadak.\n\nRem mendadak itu membuat anak perempuannya yang duduk di kursi depan kaget. \n\nBeruntung, anaknya memakai sabuk pengaman sehingga kepalanya tak terbentur dasbor mobil. \n\nSambil mengatakan narasi tersebut, bumud 2 kali menoyor kepala anak pemotor.\n\nToyoran cukup keras ini membuat si anak langsung tertunduk. \n\nSelanjutnya pemobil itu memukul helm pemotor atau ibu si anak sambil terus melontarkan makian.\n\nSementara itu, pemotor emak-emak, Lutvia mengaku, ia melaju dari Simpang 4 Sekarsari dan hendak belok kanan dari Jalan Gajah Mada ke Jalan Empunala. \n\nDi depannya terdapat mobil Ayla hitam yang kemudian terlibat insiden.\n\n\"Saya tidak bisa menyalip dari sisi kanan karena mepet median jalan. Saya jalan pelan belok kanan ambil lajur kiri. Saya tidak sadar kalau memotong jalan. Kalau menyalip, iya dari sisi kiri. Saya dan mobil itu sama-sama belok kanan, sama-sama sudah sein kanan,\" kata Lutvia kepada wartawan, Sabtu (18/4/2026).\n\nSetelah berbelok, Lutvia melaju pelan. Namun sekitar 50 meter kemudian, mobil Ayla tersebut tiba-tiba memotong lajunya hingga ia terpaksa berhenti.\n\n\"Dia buka kaca mobil kiri, saya disiram air dari botol sambil diumpat-umpat. Kena saya dan anak saya. Saya kaget kok tiba-tiba disiram air dan diumpat seperti itu, salah saya apa,\" terangnya.\n\n\nIbu muda bernama Inge Marita (28), yang viral memaki pengendara motor hingga menoyor bocah SD di Kota Mojokerto, Jawa Timur, ternyata seorang residivis. \n\nInge pernah dihukum di kasus pencurian.\n\nData dari SIPP Pengadilan Negeri Sidoarjo mengungkap Inge bersama ibunya, Lindawati (55), mencuri perhiasan emas dan ponsel di sebuah rumah di Sidoarjo pada 18 Juni 2018. \n\nInge lantas dihukum penjara 1 tahun atas perbuatannya tersebut.\n\nBerdasarkan keterangan di SIPP PN Sidoarjo, Inge mencuri sejumlah perhiasan emas dan ponsel dari kamar warga bernama Khusnul. Inge mengambil tiga gelang emas masing-masing seberat 18 gram, 3,25 gram, dan 1,95 gram, serta cincin emas 5 gram dan satu ponsel.\n\n   • Diamankan, Ibu Muda Toyor Pemotor di Mojok...  \n\n#viraldimediasosial #viralvideo #mojokerto #ibu #toyor #pemotor \n\n\n\n\nPenulis:\nEditor:\n\nProgram:\nHost:\nEditor Video: Ulung\nUploader: Fitriana SekarAyu\n\nJangan lupa follow akun-akun sosial media TribunnewsBogor.com untuk mendapatkan beragam informasi terkini dan updatenya:\n\nYouTube:    /   \nFacebook:   / tribunnewsbogor  \nSaluran WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029VaGz...\nTikTok:   / tribunbogor  \n​Instagram:", "post_id": "QdhAwhlfCqc"}}, {"key": "tribunnewsbogorvideo", "attributes": {"label": "tribunnewsbogorvideo", "x": 335.1076976653983, "y": 446.31055110687333, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 36.2617, "eigenvector": 83.3333, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "QdhAwhlfCqc", "id": "tribunnewsbogorvideo", "source": "youtube-000001", "content": "Viral Ibu-ibu Toyor Anak Pemotor di Mojokerto, Tak Terima saat Disalip hingga Ngerem Mendadak\n\nDownload aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru.\n\n\nTRIBUN-VIDEO.COM - Viral video aksi seorang ibu muda pengemudi Daihatsu Ayla yang memaki hingga melakukan kekerasan terhadap pemotor perempuan dan anaknya di Kota Mojokerto, Jawa Timur. \n\nPelaku akhirnya diamankan polisi.\n\nPeristiwa ini bermula di Jalan Empunala, tepatnya di depan Enny Risol pada Selasa (14/4/2026) sekitar pukul 14.30 WIB. \n\nSaat itu, Lutvia Indriana (33), guru PJOK SD asal Kelurahan Wates, Magersari, tengah dalam perjalanan pulang kerja sekaligus menjemput putranya, MAH (9), siswa kelas 2 SD.\n\nDalam video pengemudi mobil itu tampak memaki pemotor dengan suara kencang. \n\nSedangkan si pemotor lebih banyak diam sambil duduk di atas motor Yamaha NMax biru muda bersama anak laki-lakinya.\n\n\nSuara keras pemobil memaki pemotor ini mengundang perhatian warga sekitar. \n\nTampak seorang pria ojek online (ojol) berusaha meredakan situasi. Namun, pemobil menyuruhnya diam karena dianggap tidak tahu ceritanya. \n\nPemobil itu menuduh pemotor memotong jalannya sehingga dia ngerem mendadak.\n\nRem mendadak itu membuat anak perempuannya yang duduk di kursi depan kaget. \n\nBeruntung, anaknya memakai sabuk pengaman sehingga kepalanya tak terbentur dasbor mobil. \n\nSambil mengatakan narasi tersebut, bumud 2 kali menoyor kepala anak pemotor.\n\nToyoran cukup keras ini membuat si anak langsung tertunduk. \n\nSelanjutnya pemobil itu memukul helm pemotor atau ibu si anak sambil terus melontarkan makian.\n\nSementara itu, pemotor emak-emak, Lutvia mengaku, ia melaju dari Simpang 4 Sekarsari dan hendak belok kanan dari Jalan Gajah Mada ke Jalan Empunala. \n\nDi depannya terdapat mobil Ayla hitam yang kemudian terlibat insiden.\n\n\"Saya tidak bisa menyalip dari sisi kanan karena mepet median jalan. Saya jalan pelan belok kanan ambil lajur kiri. Saya tidak sadar kalau memotong jalan. Kalau menyalip, iya dari sisi kiri. Saya dan mobil itu sama-sama belok kanan, sama-sama sudah sein kanan,\" kata Lutvia kepada wartawan, Sabtu (18/4/2026).\n\nSetelah berbelok, Lutvia melaju pelan. Namun sekitar 50 meter kemudian, mobil Ayla tersebut tiba-tiba memotong lajunya hingga ia terpaksa berhenti.\n\n\"Dia buka kaca mobil kiri, saya disiram air dari botol sambil diumpat-umpat. Kena saya dan anak saya. Saya kaget kok tiba-tiba disiram air dan diumpat seperti itu, salah saya apa,\" terangnya.\n\n\nIbu muda bernama Inge Marita (28), yang viral memaki pengendara motor hingga menoyor bocah SD di Kota Mojokerto, Jawa Timur, ternyata seorang residivis. \n\nInge pernah dihukum di kasus pencurian.\n\nData dari SIPP Pengadilan Negeri Sidoarjo mengungkap Inge bersama ibunya, Lindawati (55), mencuri perhiasan emas dan ponsel di sebuah rumah di Sidoarjo pada 18 Juni 2018. \n\nInge lantas dihukum penjara 1 tahun atas perbuatannya tersebut.\n\nBerdasarkan keterangan di SIPP PN Sidoarjo, Inge mencuri sejumlah perhiasan emas dan ponsel dari kamar warga bernama Khusnul. Inge mengambil tiga gelang emas masing-masing seberat 18 gram, 3,25 gram, dan 1,95 gram, serta cincin emas 5 gram dan satu ponsel.\n\n   • Diamankan, Ibu Muda Toyor Pemotor di Mojok...  \n\n#viraldimediasosial #viralvideo #mojokerto #ibu #toyor #pemotor \n\n\n\n\nPenulis:\nEditor:\n\nProgram:\nHost:\nEditor Video: Ulung\nUploader: Fitriana SekarAyu\n\nJangan lupa follow akun-akun sosial media TribunnewsBogor.com untuk mendapatkan beragam informasi terkini dan updatenya:\n\nYouTube:    /   \nFacebook:   / tribunnewsbogor  \nSaluran WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029VaGz...\nTikTok:   / tribunbogor  \n​Instagram:", "post_id": "QdhAwhlfCqc"}}, {"key": "tribunbogor", "attributes": {"label": "tribunbogor", "x": 264.77319676637734, "y": 620.5271906867802, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 36.2617, "eigenvector": 83.3333, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "QdhAwhlfCqc", "id": "tribunbogor", "source": "youtube-000001", "content": "Viral Ibu-ibu Toyor Anak Pemotor di Mojokerto, Tak Terima saat Disalip hingga Ngerem Mendadak\n\nDownload aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru.\n\n\nTRIBUN-VIDEO.COM - Viral video aksi seorang ibu muda pengemudi Daihatsu Ayla yang memaki hingga melakukan kekerasan terhadap pemotor perempuan dan anaknya di Kota Mojokerto, Jawa Timur. \n\nPelaku akhirnya diamankan polisi.\n\nPeristiwa ini bermula di Jalan Empunala, tepatnya di depan Enny Risol pada Selasa (14/4/2026) sekitar pukul 14.30 WIB. \n\nSaat itu, Lutvia Indriana (33), guru PJOK SD asal Kelurahan Wates, Magersari, tengah dalam perjalanan pulang kerja sekaligus menjemput putranya, MAH (9), siswa kelas 2 SD.\n\nDalam video pengemudi mobil itu tampak memaki pemotor dengan suara kencang. \n\nSedangkan si pemotor lebih banyak diam sambil duduk di atas motor Yamaha NMax biru muda bersama anak laki-lakinya.\n\n\nSuara keras pemobil memaki pemotor ini mengundang perhatian warga sekitar. \n\nTampak seorang pria ojek online (ojol) berusaha meredakan situasi. Namun, pemobil menyuruhnya diam karena dianggap tidak tahu ceritanya. \n\nPemobil itu menuduh pemotor memotong jalannya sehingga dia ngerem mendadak.\n\nRem mendadak itu membuat anak perempuannya yang duduk di kursi depan kaget. \n\nBeruntung, anaknya memakai sabuk pengaman sehingga kepalanya tak terbentur dasbor mobil. \n\nSambil mengatakan narasi tersebut, bumud 2 kali menoyor kepala anak pemotor.\n\nToyoran cukup keras ini membuat si anak langsung tertunduk. \n\nSelanjutnya pemobil itu memukul helm pemotor atau ibu si anak sambil terus melontarkan makian.\n\nSementara itu, pemotor emak-emak, Lutvia mengaku, ia melaju dari Simpang 4 Sekarsari dan hendak belok kanan dari Jalan Gajah Mada ke Jalan Empunala. \n\nDi depannya terdapat mobil Ayla hitam yang kemudian terlibat insiden.\n\n\"Saya tidak bisa menyalip dari sisi kanan karena mepet median jalan. Saya jalan pelan belok kanan ambil lajur kiri. Saya tidak sadar kalau memotong jalan. Kalau menyalip, iya dari sisi kiri. Saya dan mobil itu sama-sama belok kanan, sama-sama sudah sein kanan,\" kata Lutvia kepada wartawan, Sabtu (18/4/2026).\n\nSetelah berbelok, Lutvia melaju pelan. Namun sekitar 50 meter kemudian, mobil Ayla tersebut tiba-tiba memotong lajunya hingga ia terpaksa berhenti.\n\n\"Dia buka kaca mobil kiri, saya disiram air dari botol sambil diumpat-umpat. Kena saya dan anak saya. Saya kaget kok tiba-tiba disiram air dan diumpat seperti itu, salah saya apa,\" terangnya.\n\n\nIbu muda bernama Inge Marita (28), yang viral memaki pengendara motor hingga menoyor bocah SD di Kota Mojokerto, Jawa Timur, ternyata seorang residivis. \n\nInge pernah dihukum di kasus pencurian.\n\nData dari SIPP Pengadilan Negeri Sidoarjo mengungkap Inge bersama ibunya, Lindawati (55), mencuri perhiasan emas dan ponsel di sebuah rumah di Sidoarjo pada 18 Juni 2018. \n\nInge lantas dihukum penjara 1 tahun atas perbuatannya tersebut.\n\nBerdasarkan keterangan di SIPP PN Sidoarjo, Inge mencuri sejumlah perhiasan emas dan ponsel dari kamar warga bernama Khusnul. Inge mengambil tiga gelang emas masing-masing seberat 18 gram, 3,25 gram, dan 1,95 gram, serta cincin emas 5 gram dan satu ponsel.\n\n   • Diamankan, Ibu Muda Toyor Pemotor di Mojok...  \n\n#viraldimediasosial #viralvideo #mojokerto #ibu #toyor #pemotor \n\n\n\n\nPenulis:\nEditor:\n\nProgram:\nHost:\nEditor Video: Ulung\nUploader: Fitriana SekarAyu\n\nJangan lupa follow akun-akun sosial media TribunnewsBogor.com untuk mendapatkan beragam informasi terkini dan updatenya:\n\nYouTube:    /   \nFacebook:   / tribunnewsbogor  \nSaluran WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029VaGz...\nTikTok:   / tribunbogor  \n​Instagram:", "post_id": "QdhAwhlfCqc"}}, {"key": "@sinpotv", "attributes": {"label": "@sinpotv", "x": 539.8214860526926, "y": 370.06568808278115, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 29.9065, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 4, "degree": 4}, "_id": "VD-CkE5BZro", "id": "@sinpotv", "source": "youtube-000001", "content": "Sekelompok Pria Culik Dan Aniaya Pemuda, Maling Motor Ditabrak Warga | Catatan Kriminal\n\nCatatan Kriminal, Selasa 28 April 2026\n1. Diduga Cemburu, Sekelompok Pria Culik Dan Aniaya Pemuda\n2. Bobol Plafon, Aksi Pencurian Terekam CCTV\n3. Terpergok! Maling Motor Ditabrak Warga Tanjung Duren\n4. Ratusan Ojol Kepung Terduga Pelaku Penganiayaan Driver Ojol\n5. Terekam CCTV! Wanita Paruh Baya Gondol Paket Di Kosan Putri\n6. Kawanan Maling Bobol Ruko Otomotif\n7. Sistem Keyless Dijebol, Motor Scoopy Raib Dicuri\n8. Mobil Hasil Curian Terjun Bebas Ke Sungai\n9. Warga Tabrak Maling Motor Di Tanjung Duren\n10. 4 Pelaut Indonesia Disandera Perompak Somalia\n11. Lagi! Anak Dibawah Umur Diperkosa Hingga Hamil\n12. Terjun Bebas! Seorang ATewas, Seorang Lagi Patah Tulang\n13. Sembunyikan Busur Di Sweater, 3 Pemuda Diamankan\n14. Lagi! Jalan Rusak Memakan Korban Jiwa\n15. 2 WNA Rusia Terjebak Di Tebing Pantai Cemongkak\n16. Korban Tenggelam Di Sungai Cisanggarrung Berhasil Ditemukan\n17. Korban Tenggelam Di Sungai Kataping Ditemukan Meninggal Dunia\n18. Diduga Cemburu, Sekelompok Pria Culik Dan Aniaya Pemuda\n19. Lagi! Jalan Rusak Memakan Korban Jiwa\n\n#sinpotv #sinpotvnews #Kriminal #CCTV #Curanmor #Peristiwa #Kecelakaan\nFollow WhatsApp Channel Sin Po tv untuk berita terbaru lainnya: https://whatsapp.com/channel/0029VagY...\n\nSimak berita lainnya di:    /   \n\nJangan lupa Subscribe, tinggalkan komentar dan share !\nIkuti juga update berita selengkapnya di YouTube Sin Po tv dan Website Berita di http://sinpo.id/ dan http://sinpo.tv/\n\nFollow:\nInstagram :   / sinpotv  \nX : https://x.com/sinpotv\nFanspage Facebook:   / sinpotv  \nTikTok : https://www.tiktok.com/?lang=...\n\n-------------------------------------------\nCopyright © 2026 SinPo.tv", "post_id": "VD-CkE5BZro"}}, {"key": "sinpotv", "attributes": {"label": "sinpotv", "x": 605.8442724440115, "y": 216.7853045069822, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 36.2617, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 4, "out_degree": 0, "degree": 4}, "_id": "VD-CkE5BZro", "id": "sinpotv", "source": "youtube-000001", "content": "Sekelompok Pria Culik Dan Aniaya Pemuda, Maling Motor Ditabrak Warga | Catatan Kriminal\n\nCatatan Kriminal, Selasa 28 April 2026\n1. Diduga Cemburu, Sekelompok Pria Culik Dan Aniaya Pemuda\n2. Bobol Plafon, Aksi Pencurian Terekam CCTV\n3. Terpergok! Maling Motor Ditabrak Warga Tanjung Duren\n4. Ratusan Ojol Kepung Terduga Pelaku Penganiayaan Driver Ojol\n5. Terekam CCTV! Wanita Paruh Baya Gondol Paket Di Kosan Putri\n6. Kawanan Maling Bobol Ruko Otomotif\n7. Sistem Keyless Dijebol, Motor Scoopy Raib Dicuri\n8. Mobil Hasil Curian Terjun Bebas Ke Sungai\n9. Warga Tabrak Maling Motor Di Tanjung Duren\n10. 4 Pelaut Indonesia Disandera Perompak Somalia\n11. Lagi! Anak Dibawah Umur Diperkosa Hingga Hamil\n12. Terjun Bebas! Seorang ATewas, Seorang Lagi Patah Tulang\n13. Sembunyikan Busur Di Sweater, 3 Pemuda Diamankan\n14. Lagi! Jalan Rusak Memakan Korban Jiwa\n15. 2 WNA Rusia Terjebak Di Tebing Pantai Cemongkak\n16. Korban Tenggelam Di Sungai Cisanggarrung Berhasil Ditemukan\n17. Korban Tenggelam Di Sungai Kataping Ditemukan Meninggal Dunia\n18. Diduga Cemburu, Sekelompok Pria Culik Dan Aniaya Pemuda\n19. Lagi! Jalan Rusak Memakan Korban Jiwa\n\n#sinpotv #sinpotvnews #Kriminal #CCTV #Curanmor #Peristiwa #Kecelakaan\nFollow WhatsApp Channel Sin Po tv untuk berita terbaru lainnya: https://whatsapp.com/channel/0029VagY...\n\nSimak berita lainnya di:    /   \n\nJangan lupa Subscribe, tinggalkan komentar dan share !\nIkuti juga update berita selengkapnya di YouTube Sin Po tv dan Website Berita di http://sinpo.id/ dan http://sinpo.tv/\n\nFollow:\nInstagram :   / sinpotv  \nX : https://x.com/sinpotv\nFanspage Facebook:   / sinpotv  \nTikTok : https://www.tiktok.com/?lang=...\n\n-------------------------------------------\nCopyright © 2026 SinPo.tv", "post_id": "VD-CkE5BZro"}}], "edges": [{"key": "anastapmpusat", "source": "anastapmpusat", "target": "Beritasatu", "attributes": {"label": "retweet", "type": "retweet", "source": "retweet-000002"}}, {"key": "anastapmpusat", "source": "anastapmpusat", "target": "Beritasatu", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "retweet-000002"}}, {"key": "BembengNga69700", "source": "BembengNga69700", "target": "Hnirankara", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "rhesohp", "source": "rhesohp", "target": "bLxCoffee", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "rhesohp", "source": "rhesohp", "target": "KangManto123", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "EwinPutra679172", "source": "EwinPutra679172", "target": "RamaUsman7", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "EwinPutra679172", "source": "EwinPutra679172", "target": "merapi_uncover", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "kompascom", "source": "kompascom", "target": "makassar_ngegas", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "akademi_kepolisian_alumni", "source": "akademi_kepolisian_alumni", "target": "kumparancom", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "kompascom", "source": "kompascom", "target": "makassar_ngegas", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "berdasarkanfakta2", "source": "berdasarkanfakta2", "target": "dr.Asep", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "berdasarkanfakta2", "source": "berdasarkanfakta2", "target": "KANG", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "viohandra", "source": "viohandra", "target": "Viohandra", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "LiputanWargaCibitung", "source": "LiputanWargaCibitung", "target": "kosmi_indonesia", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "facebook-000001"}}, {"key": "@tribunnewsbogorvideo", "source": "@tribunnewsbogorvideo", "target": "tribunnewsbogorvideo", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@tribunnewsbogorvideo", "source": "@tribunnewsbogorvideo", "target": "tribunbogor", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@sinpotv", "source": "@sinpotv", "target": "sinpotv", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@sinpotv", "source": "@sinpotv", "target": "sinpotv", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@sinpotv", "source": "@sinpotv", "target": "sinpotv", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@sinpotv", "source": "@sinpotv", "target": "sinpotv", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@tribunnewsbogorvideo", "source": "@tribunnewsbogorvideo", "target": "tribunnewsbogorvideo", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@tribunnewsbogorvideo", "source": "@tribunnewsbogorvideo", "target": "tribunbogor", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}]}