{"nodes": [{"key": "wartaekonomi", "attributes": {"label": "wartaekonomi", "x": 669.7285907576177, "y": 626.1178473895009, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 33.5571, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "3876218250191869692_2501583257", "id": "wartaekonomi", "source": "instagram-000001", "content": "Adopsi kendaraan listrik menunjukkan pola yang berbeda antar kota, dipengaruhi oleh kebijakan dan kesiapan infrastruktur. Kota-kota di Eropa seperti Oslo dan Bergen memimpin dalam mobil listrik berkat insentif agresif dan jaringan pengisian yang matang. Sementara itu, kota-kota di China seperti Shenzhen dan Shanghai mengakselerasi transisi melalui regulasi kuat dan dukungan sistem transportasi publik berbasis listrik.\n\nPada segmen roda dua, dominasi terlihat jelas di China dengan tingkat adopsi motor listrik yang hampir menyeluruh, didorong oleh pembatasan kendaraan berbahan bakar bensin di kawasan urban. Di Asia Tenggara, termasuk Jakarta, adopsi masih berada pada tahap awal meski mulai terdorong oleh layanan ojek online dan program elektrifikasi nasional. Perbedaan ini menegaskan bahwa kebijakan publik dan ekosistem pendukung menjadi faktor kunci dalam percepatan transisi kendaraan listrik.\n\nNaskah & Desain: Nadia\nSumber: \n\n#KendaraanListrik #ElectricVehicle #EnergiBersih #TransportasiMasaDepan#EkonomiHijau", "post_id": "3876218250191869692_2501583257"}}, {"key": "worldvisualized", "attributes": {"label": "worldvisualized", "x": 964.3058202031749, "y": 550.1743814875357, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 62.0805, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "3876218250191869692_2501583257", "id": "worldvisualized", "source": "instagram-000001", "content": "Adopsi kendaraan listrik menunjukkan pola yang berbeda antar kota, dipengaruhi oleh kebijakan dan kesiapan infrastruktur. Kota-kota di Eropa seperti Oslo dan Bergen memimpin dalam mobil listrik berkat insentif agresif dan jaringan pengisian yang matang. Sementara itu, kota-kota di China seperti Shenzhen dan Shanghai mengakselerasi transisi melalui regulasi kuat dan dukungan sistem transportasi publik berbasis listrik.\n\nPada segmen roda dua, dominasi terlihat jelas di China dengan tingkat adopsi motor listrik yang hampir menyeluruh, didorong oleh pembatasan kendaraan berbahan bakar bensin di kawasan urban. Di Asia Tenggara, termasuk Jakarta, adopsi masih berada pada tahap awal meski mulai terdorong oleh layanan ojek online dan program elektrifikasi nasional. Perbedaan ini menegaskan bahwa kebijakan publik dan ekosistem pendukung menjadi faktor kunci dalam percepatan transisi kendaraan listrik.\n\nNaskah & Desain: Nadia\nSumber: \n\n#KendaraanListrik #ElectricVehicle #EnergiBersih #TransportasiMasaDepan#EkonomiHijau", "post_id": "3876218250191869692_2501583257"}}, {"key": "idntimes.video", "attributes": {"label": "idntimes.video", "x": 102.721699167584, "y": 279.291538867492, "size": 15.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 33.5571, "eigenvector": 125.0, "in_degree": 0, "out_degree": 7, "degree": 7}, "_id": "3870621872900005317_2089700769", "id": "idntimes.video", "source": "instagram-000001", "content": "13 LAYANAN BERBASIS AI DILUNCURKAN DI GRAB X 2026\n\nGrab hari ini meluncurkan 13 pengalaman bertenaga AI di GrabX 2026, pameran produk tahunannya, yang meningkatkan pengalaman superapp-nya untuk berfungsi sebagai panduan cerdas sehari-hari bagi jutaan orang di seluruh Asia Tenggara.\n\nAcara dihadiri Menko Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri UMKM Maman Abdurrachman, CEO dan Pendiri Grab Anthony Tan dan CEO Grab Indonesia Neneng Goenadi dan ratusan mitra.\n\n13 produk yang diluncurkan di GrabX berfungsi sebagai Panduan Sehari-hari untuk Kehidupan Lokal, Perjalanan Tanpa Hambatan, dan Pemberdayaan Bisnis. Untuk konsumen, Group Ride memudahkan hingga empat orang berbagi satu kendaraan dengan mengoordinasikan penjemputan dan pembayaran terpisah, sementara GrabMaps untuk Konsumen membuat transportasi harian lebih nyaman dengan membantu pengguna menemukan fasilitas terdekat seperti pengisi daya kendaraan listrik (EV) dan tempat parkir, serta menyediakan peta dalam ruangan untuk bernavigasi di mal dan gedung. Untuk wisatawan, fitur seperti Pengalaman Perjalanan yang Dipersonalisasi dan Discover mengurangi kerumitan bepergian, membantu konsumen melewati bandara dengan mudah melalui pengingat pembaruan penerbangan atau persyaratan kartu kedatangan, serta menampilkan ulasan dan rekomendasi kuliner lokal.\n\nEditor: Aldi\n\nIDN Times - Download IDN App di Google Play Store & App Store\nIkuti terus perkembangannya hanya di IDN Times, ya.\n\nArtikel IDN Times sekarang bisa dibaca di IDN App, lho, download sekarang di Google Play Store & App Store!\n\nTemukan info TERBARU lainnya:       \n#grab", "post_id": "3870621872900005317_2089700769"}}, {"key": "IDNTimes", "attributes": {"label": "IDNTimes", "x": 29.761417643014433, "y": 131.95535496220646, "size": 15.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 37.6318, "eigenvector": 125.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "3870621872900005317_2089700769", "id": "IDNTimes", "source": "instagram-000001", "content": "13 LAYANAN BERBASIS AI DILUNCURKAN DI GRAB X 2026\n\nGrab hari ini meluncurkan 13 pengalaman bertenaga AI di GrabX 2026, pameran produk tahunannya, yang meningkatkan pengalaman superapp-nya untuk berfungsi sebagai panduan cerdas sehari-hari bagi jutaan orang di seluruh Asia Tenggara.\n\nAcara dihadiri Menko Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri UMKM Maman Abdurrachman, CEO dan Pendiri Grab Anthony Tan dan CEO Grab Indonesia Neneng Goenadi dan ratusan mitra.\n\n13 produk yang diluncurkan di GrabX berfungsi sebagai Panduan Sehari-hari untuk Kehidupan Lokal, Perjalanan Tanpa Hambatan, dan Pemberdayaan Bisnis. Untuk konsumen, Group Ride memudahkan hingga empat orang berbagi satu kendaraan dengan mengoordinasikan penjemputan dan pembayaran terpisah, sementara GrabMaps untuk Konsumen membuat transportasi harian lebih nyaman dengan membantu pengguna menemukan fasilitas terdekat seperti pengisi daya kendaraan listrik (EV) dan tempat parkir, serta menyediakan peta dalam ruangan untuk bernavigasi di mal dan gedung. Untuk wisatawan, fitur seperti Pengalaman Perjalanan yang Dipersonalisasi dan Discover mengurangi kerumitan bepergian, membantu konsumen melewati bandara dengan mudah melalui pengingat pembaruan penerbangan atau persyaratan kartu kedatangan, serta menampilkan ulasan dan rekomendasi kuliner lokal.\n\nEditor: Aldi\n\nIDN Times - Download IDN App di Google Play Store & App Store\nIkuti terus perkembangannya hanya di IDN Times, ya.\n\nArtikel IDN Times sekarang bisa dibaca di IDN App, lho, download sekarang di Google Play Store & App Store!\n\nTemukan info TERBARU lainnya:       \n#grab", "post_id": "3870621872900005317_2089700769"}}, {"key": "IDNTimes.Korea", "attributes": {"label": "IDNTimes.Korea", "x": 384.98580136616613, "y": 752.1768724522337, "size": 15.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 37.6318, "eigenvector": 125.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "3870621872900005317_2089700769", "id": "IDNTimes.Korea", "source": "instagram-000001", "content": "13 LAYANAN BERBASIS AI DILUNCURKAN DI GRAB X 2026\n\nGrab hari ini meluncurkan 13 pengalaman bertenaga AI di GrabX 2026, pameran produk tahunannya, yang meningkatkan pengalaman superapp-nya untuk berfungsi sebagai panduan cerdas sehari-hari bagi jutaan orang di seluruh Asia Tenggara.\n\nAcara dihadiri Menko Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri UMKM Maman Abdurrachman, CEO dan Pendiri Grab Anthony Tan dan CEO Grab Indonesia Neneng Goenadi dan ratusan mitra.\n\n13 produk yang diluncurkan di GrabX berfungsi sebagai Panduan Sehari-hari untuk Kehidupan Lokal, Perjalanan Tanpa Hambatan, dan Pemberdayaan Bisnis. Untuk konsumen, Group Ride memudahkan hingga empat orang berbagi satu kendaraan dengan mengoordinasikan penjemputan dan pembayaran terpisah, sementara GrabMaps untuk Konsumen membuat transportasi harian lebih nyaman dengan membantu pengguna menemukan fasilitas terdekat seperti pengisi daya kendaraan listrik (EV) dan tempat parkir, serta menyediakan peta dalam ruangan untuk bernavigasi di mal dan gedung. Untuk wisatawan, fitur seperti Pengalaman Perjalanan yang Dipersonalisasi dan Discover mengurangi kerumitan bepergian, membantu konsumen melewati bandara dengan mudah melalui pengingat pembaruan penerbangan atau persyaratan kartu kedatangan, serta menampilkan ulasan dan rekomendasi kuliner lokal.\n\nEditor: Aldi\n\nIDN Times - Download IDN App di Google Play Store & App Store\nIkuti terus perkembangannya hanya di IDN Times, ya.\n\nArtikel IDN Times sekarang bisa dibaca di IDN App, lho, download sekarang di Google Play Store & App Store!\n\nTemukan info TERBARU lainnya:       \n#grab", "post_id": "3870621872900005317_2089700769"}}, {"key": "IDNTimes.Community", "attributes": {"label": "IDNTimes.Community", "x": 503.49967665618124, "y": 609.6037087277397, "size": 15.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 37.6318, "eigenvector": 125.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "3870621872900005317_2089700769", "id": "IDNTimes.Community", "source": "instagram-000001", "content": "13 LAYANAN BERBASIS AI DILUNCURKAN DI GRAB X 2026\n\nGrab hari ini meluncurkan 13 pengalaman bertenaga AI di GrabX 2026, pameran produk tahunannya, yang meningkatkan pengalaman superapp-nya untuk berfungsi sebagai panduan cerdas sehari-hari bagi jutaan orang di seluruh Asia Tenggara.\n\nAcara dihadiri Menko Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri UMKM Maman Abdurrachman, CEO dan Pendiri Grab Anthony Tan dan CEO Grab Indonesia Neneng Goenadi dan ratusan mitra.\n\n13 produk yang diluncurkan di GrabX berfungsi sebagai Panduan Sehari-hari untuk Kehidupan Lokal, Perjalanan Tanpa Hambatan, dan Pemberdayaan Bisnis. Untuk konsumen, Group Ride memudahkan hingga empat orang berbagi satu kendaraan dengan mengoordinasikan penjemputan dan pembayaran terpisah, sementara GrabMaps untuk Konsumen membuat transportasi harian lebih nyaman dengan membantu pengguna menemukan fasilitas terdekat seperti pengisi daya kendaraan listrik (EV) dan tempat parkir, serta menyediakan peta dalam ruangan untuk bernavigasi di mal dan gedung. Untuk wisatawan, fitur seperti Pengalaman Perjalanan yang Dipersonalisasi dan Discover mengurangi kerumitan bepergian, membantu konsumen melewati bandara dengan mudah melalui pengingat pembaruan penerbangan atau persyaratan kartu kedatangan, serta menampilkan ulasan dan rekomendasi kuliner lokal.\n\nEditor: Aldi\n\nIDN Times - Download IDN App di Google Play Store & App Store\nIkuti terus perkembangannya hanya di IDN Times, ya.\n\nArtikel IDN Times sekarang bisa dibaca di IDN App, lho, download sekarang di Google Play Store & App Store!\n\nTemukan info TERBARU lainnya:       \n#grab", "post_id": "3870621872900005317_2089700769"}}, {"key": "IDNTimes.Hype", "attributes": {"label": "IDNTimes.Hype", "x": 906.3564375164838, "y": 691.5693424095583, "size": 15.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 37.6318, "eigenvector": 125.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "3870621872900005317_2089700769", "id": "IDNTimes.Hype", "source": "instagram-000001", "content": "13 LAYANAN BERBASIS AI DILUNCURKAN DI GRAB X 2026\n\nGrab hari ini meluncurkan 13 pengalaman bertenaga AI di GrabX 2026, pameran produk tahunannya, yang meningkatkan pengalaman superapp-nya untuk berfungsi sebagai panduan cerdas sehari-hari bagi jutaan orang di seluruh Asia Tenggara.\n\nAcara dihadiri Menko Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri UMKM Maman Abdurrachman, CEO dan Pendiri Grab Anthony Tan dan CEO Grab Indonesia Neneng Goenadi dan ratusan mitra.\n\n13 produk yang diluncurkan di GrabX berfungsi sebagai Panduan Sehari-hari untuk Kehidupan Lokal, Perjalanan Tanpa Hambatan, dan Pemberdayaan Bisnis. Untuk konsumen, Group Ride memudahkan hingga empat orang berbagi satu kendaraan dengan mengoordinasikan penjemputan dan pembayaran terpisah, sementara GrabMaps untuk Konsumen membuat transportasi harian lebih nyaman dengan membantu pengguna menemukan fasilitas terdekat seperti pengisi daya kendaraan listrik (EV) dan tempat parkir, serta menyediakan peta dalam ruangan untuk bernavigasi di mal dan gedung. Untuk wisatawan, fitur seperti Pengalaman Perjalanan yang Dipersonalisasi dan Discover mengurangi kerumitan bepergian, membantu konsumen melewati bandara dengan mudah melalui pengingat pembaruan penerbangan atau persyaratan kartu kedatangan, serta menampilkan ulasan dan rekomendasi kuliner lokal.\n\nEditor: Aldi\n\nIDN Times - Download IDN App di Google Play Store & App Store\nIkuti terus perkembangannya hanya di IDN Times, ya.\n\nArtikel IDN Times sekarang bisa dibaca di IDN App, lho, download sekarang di Google Play Store & App Store!\n\nTemukan info TERBARU lainnya:       \n#grab", "post_id": "3870621872900005317_2089700769"}}, {"key": "Duniaku_com", "attributes": {"label": "Duniaku_com", "x": 590.9617978283666, "y": 728.6561551071333, "size": 15.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 37.6318, "eigenvector": 125.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "3870621872900005317_2089700769", "id": "Duniaku_com", "source": "instagram-000001", "content": "13 LAYANAN BERBASIS AI DILUNCURKAN DI GRAB X 2026\n\nGrab hari ini meluncurkan 13 pengalaman bertenaga AI di GrabX 2026, pameran produk tahunannya, yang meningkatkan pengalaman superapp-nya untuk berfungsi sebagai panduan cerdas sehari-hari bagi jutaan orang di seluruh Asia Tenggara.\n\nAcara dihadiri Menko Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri UMKM Maman Abdurrachman, CEO dan Pendiri Grab Anthony Tan dan CEO Grab Indonesia Neneng Goenadi dan ratusan mitra.\n\n13 produk yang diluncurkan di GrabX berfungsi sebagai Panduan Sehari-hari untuk Kehidupan Lokal, Perjalanan Tanpa Hambatan, dan Pemberdayaan Bisnis. Untuk konsumen, Group Ride memudahkan hingga empat orang berbagi satu kendaraan dengan mengoordinasikan penjemputan dan pembayaran terpisah, sementara GrabMaps untuk Konsumen membuat transportasi harian lebih nyaman dengan membantu pengguna menemukan fasilitas terdekat seperti pengisi daya kendaraan listrik (EV) dan tempat parkir, serta menyediakan peta dalam ruangan untuk bernavigasi di mal dan gedung. Untuk wisatawan, fitur seperti Pengalaman Perjalanan yang Dipersonalisasi dan Discover mengurangi kerumitan bepergian, membantu konsumen melewati bandara dengan mudah melalui pengingat pembaruan penerbangan atau persyaratan kartu kedatangan, serta menampilkan ulasan dan rekomendasi kuliner lokal.\n\nEditor: Aldi\n\nIDN Times - Download IDN App di Google Play Store & App Store\nIkuti terus perkembangannya hanya di IDN Times, ya.\n\nArtikel IDN Times sekarang bisa dibaca di IDN App, lho, download sekarang di Google Play Store & App Store!\n\nTemukan info TERBARU lainnya:       \n#grab", "post_id": "3870621872900005317_2089700769"}}, {"key": "Popbela_com", "attributes": {"label": "Popbela_com", "x": 312.328985165115, "y": 216.60381998285783, "size": 15.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 37.6318, "eigenvector": 125.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "3870621872900005317_2089700769", "id": "Popbela_com", "source": "instagram-000001", "content": "13 LAYANAN BERBASIS AI DILUNCURKAN DI GRAB X 2026\n\nGrab hari ini meluncurkan 13 pengalaman bertenaga AI di GrabX 2026, pameran produk tahunannya, yang meningkatkan pengalaman superapp-nya untuk berfungsi sebagai panduan cerdas sehari-hari bagi jutaan orang di seluruh Asia Tenggara.\n\nAcara dihadiri Menko Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri UMKM Maman Abdurrachman, CEO dan Pendiri Grab Anthony Tan dan CEO Grab Indonesia Neneng Goenadi dan ratusan mitra.\n\n13 produk yang diluncurkan di GrabX berfungsi sebagai Panduan Sehari-hari untuk Kehidupan Lokal, Perjalanan Tanpa Hambatan, dan Pemberdayaan Bisnis. Untuk konsumen, Group Ride memudahkan hingga empat orang berbagi satu kendaraan dengan mengoordinasikan penjemputan dan pembayaran terpisah, sementara GrabMaps untuk Konsumen membuat transportasi harian lebih nyaman dengan membantu pengguna menemukan fasilitas terdekat seperti pengisi daya kendaraan listrik (EV) dan tempat parkir, serta menyediakan peta dalam ruangan untuk bernavigasi di mal dan gedung. Untuk wisatawan, fitur seperti Pengalaman Perjalanan yang Dipersonalisasi dan Discover mengurangi kerumitan bepergian, membantu konsumen melewati bandara dengan mudah melalui pengingat pembaruan penerbangan atau persyaratan kartu kedatangan, serta menampilkan ulasan dan rekomendasi kuliner lokal.\n\nEditor: Aldi\n\nIDN Times - Download IDN App di Google Play Store & App Store\nIkuti terus perkembangannya hanya di IDN Times, ya.\n\nArtikel IDN Times sekarang bisa dibaca di IDN App, lho, download sekarang di Google Play Store & App Store!\n\nTemukan info TERBARU lainnya:       \n#grab", "post_id": "3870621872900005317_2089700769"}}, {"key": "Popbela.Beauty", "attributes": {"label": "Popbela.Beauty", "x": 771.7144611086009, "y": 228.82351928041933, "size": 15.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 37.6318, "eigenvector": 125.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "3870621872900005317_2089700769", "id": "Popbela.Beauty", "source": "instagram-000001", "content": "13 LAYANAN BERBASIS AI DILUNCURKAN DI GRAB X 2026\n\nGrab hari ini meluncurkan 13 pengalaman bertenaga AI di GrabX 2026, pameran produk tahunannya, yang meningkatkan pengalaman superapp-nya untuk berfungsi sebagai panduan cerdas sehari-hari bagi jutaan orang di seluruh Asia Tenggara.\n\nAcara dihadiri Menko Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri UMKM Maman Abdurrachman, CEO dan Pendiri Grab Anthony Tan dan CEO Grab Indonesia Neneng Goenadi dan ratusan mitra.\n\n13 produk yang diluncurkan di GrabX berfungsi sebagai Panduan Sehari-hari untuk Kehidupan Lokal, Perjalanan Tanpa Hambatan, dan Pemberdayaan Bisnis. Untuk konsumen, Group Ride memudahkan hingga empat orang berbagi satu kendaraan dengan mengoordinasikan penjemputan dan pembayaran terpisah, sementara GrabMaps untuk Konsumen membuat transportasi harian lebih nyaman dengan membantu pengguna menemukan fasilitas terdekat seperti pengisi daya kendaraan listrik (EV) dan tempat parkir, serta menyediakan peta dalam ruangan untuk bernavigasi di mal dan gedung. Untuk wisatawan, fitur seperti Pengalaman Perjalanan yang Dipersonalisasi dan Discover mengurangi kerumitan bepergian, membantu konsumen melewati bandara dengan mudah melalui pengingat pembaruan penerbangan atau persyaratan kartu kedatangan, serta menampilkan ulasan dan rekomendasi kuliner lokal.\n\nEditor: Aldi\n\nIDN Times - Download IDN App di Google Play Store & App Store\nIkuti terus perkembangannya hanya di IDN Times, ya.\n\nArtikel IDN Times sekarang bisa dibaca di IDN App, lho, download sekarang di Google Play Store & App Store!\n\nTemukan info TERBARU lainnya:       \n#grab", "post_id": "3870621872900005317_2089700769"}}, {"key": "magelang_news", "attributes": {"label": "magelang_news", "x": 196.76330213662996, "y": 551.6806857117035, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 33.5571, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "3884934761563517618_5853286222", "id": "magelang_news", "source": "instagram-000001", "content": "Perusahaan taksi listrik asal Vietnam, GreenSM Indonesia (PT Xanh SM Green), akhirnya angkat bicara terkait keterlibatan salah satu unit kendaraannya dalam insiden kecelakaan kereta api di kawasan Stasiun Bekasi Timur, Senin (27/4/2026).\n\nPeristiwa tragis tersebut menjadi perhatian nasional setelah terjadi tabrakan antara kereta api jarak jauh Argo Bromo Anggrek dengan rangkaian KRL CommuterLine. Kecelakaan itu mengakibatkan korban jiwa serta puluhan penumpang mengalami luka-luka.\n\nSorotan publik semakin tajam setelah beredar dugaan bahwa sebuah mobil taksi listrik milik GreenSM berada di lokasi kejadian dan diduga mengalami kendala di perlintasan rel. Di media sosial, akun resmi perusahaan bahkan diserbu komentar warganet hingga akhirnya kolom komentar ditutup.\n\nMelalui akun Instagram resminya (), GreenSM Indonesia menyampaikan pernyataan resmi terkait insiden tersebut.\n\n“Kami telah menyampaikan informasi yang relevan kepada pihak berwenang, serta mendukung penuh proses investigasi yang sedang berlangsung,” tulis pihak perusahaan.\n\nGreenSM sendiri merupakan layanan transportasi daring berbasis kendaraan listrik yang berada di bawah naungan GSM (Green and Smart Mobility Joint Stock Company). Perusahaan ini terafiliasi dengan konglomerasi besar Vietnam, Vingroup, yang memiliki lini bisnis luas mulai dari properti, ritel, layanan kesehatan, hingga industri otomotif.\n\nKesuksesan ekspansi GreenSM tidak terlepas dari peran pendirinya, Pham Nhat Vuong bersama sang istri Pham Thu Huong, yang dikenal sebagai tokoh penting di balik pertumbuhan Vingroup di Asia Tenggara.", "post_id": "3884934761563517618_5853286222"}}, {"key": "id.greensm", "attributes": {"label": "id.greensm", "x": 694.6631430592588, "y": 817.5553839734148, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 62.0805, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "3884934761563517618_5853286222", "id": "id.greensm", "source": "instagram-000001", "content": "Perusahaan taksi listrik asal Vietnam, GreenSM Indonesia (PT Xanh SM Green), akhirnya angkat bicara terkait keterlibatan salah satu unit kendaraannya dalam insiden kecelakaan kereta api di kawasan Stasiun Bekasi Timur, Senin (27/4/2026).\n\nPeristiwa tragis tersebut menjadi perhatian nasional setelah terjadi tabrakan antara kereta api jarak jauh Argo Bromo Anggrek dengan rangkaian KRL CommuterLine. Kecelakaan itu mengakibatkan korban jiwa serta puluhan penumpang mengalami luka-luka.\n\nSorotan publik semakin tajam setelah beredar dugaan bahwa sebuah mobil taksi listrik milik GreenSM berada di lokasi kejadian dan diduga mengalami kendala di perlintasan rel. Di media sosial, akun resmi perusahaan bahkan diserbu komentar warganet hingga akhirnya kolom komentar ditutup.\n\nMelalui akun Instagram resminya (), GreenSM Indonesia menyampaikan pernyataan resmi terkait insiden tersebut.\n\n“Kami telah menyampaikan informasi yang relevan kepada pihak berwenang, serta mendukung penuh proses investigasi yang sedang berlangsung,” tulis pihak perusahaan.\n\nGreenSM sendiri merupakan layanan transportasi daring berbasis kendaraan listrik yang berada di bawah naungan GSM (Green and Smart Mobility Joint Stock Company). Perusahaan ini terafiliasi dengan konglomerasi besar Vietnam, Vingroup, yang memiliki lini bisnis luas mulai dari properti, ritel, layanan kesehatan, hingga industri otomotif.\n\nKesuksesan ekspansi GreenSM tidak terlepas dari peran pendirinya, Pham Nhat Vuong bersama sang istri Pham Thu Huong, yang dikenal sebagai tokoh penting di balik pertumbuhan Vingroup di Asia Tenggara.", "post_id": "3884934761563517618_5853286222"}}, {"key": "@adespektrum", "attributes": {"label": "@adespektrum", "x": 692.8225107299196, "y": 242.23183771374846, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 33.5571, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "Ua-DGcMf2Qs", "id": "@adespektrum", "source": "youtube-000001", "content": "AKHIR THAILAND!? Sudah di Titik Terendah… atau Masih Bisa Jatuh' Ada Apa Sebenarnya!?\n\nEkonomi Asia Tenggara sedang bergerak cepat. Vietnam melesat, Indonesia stabil, dan Filipina terus tumbuh. Tapi bagaimana dengan Thailand?\n\nData terbaru menunjukkan pertumbuhan Thailand melambat, utang rumah tangga tinggi, dan inflasi negatif mulai menghantui. Banyak yang mulai menyebut ekonomi Thailand sedang kehilangan arah.\n\nTapi di balik semua itu, ada cerita lain yang jarang dibahas.\n\nInvestasi asing justru melonjak. Perusahaan teknologi raksasa seperti Amazon, Google, dan Microsoft mulai membangun infrastruktur digital besar-besaran di Thailand. Industri kendaraan listrik juga berkembang pesat dengan masuknya pemain seperti BYD.\n\nJadi sebenarnya apa yang sedang terjadi?\n\nApakah Thailand benar-benar sedang melemah… atau justru sedang bertransformasi diam-diam menjadi kekuatan ekonomi baru?\n\nDi video ini, kita bahas fakta di balik headline, arah investasi global, dan masa depan ekonomi Thailand yang sebenarnya.\n\nTonton sampai habis, karena jawabannya mungkin tidak seperti yang kamu kira.\n\n#Thailand #EkonomiThailand #EkonomiAsia #AsiaTenggara #Geopolitik #InvestasiAsing #EkonomiGlobal #BisnisDunia #Ekonomi2026 #ThailandUpdate #ASEAN #EkonomiDigital #IndustriEV #InvestasiGlobal #BeritaEkonomi \n\nBergabung dengan channel ini untuk mendapatkan akses ke berbagai keuntungan:\n   /", "post_id": "Ua-DGcMf2Qs"}}, {"key": "adespektrum", "attributes": {"label": "adespektrum", "x": 545.3055914012084, "y": 759.2288223445961, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 62.0805, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "Ua-DGcMf2Qs", "id": "adespektrum", "source": "youtube-000001", "content": "AKHIR THAILAND!? Sudah di Titik Terendah… atau Masih Bisa Jatuh' Ada Apa Sebenarnya!?\n\nEkonomi Asia Tenggara sedang bergerak cepat. Vietnam melesat, Indonesia stabil, dan Filipina terus tumbuh. Tapi bagaimana dengan Thailand?\n\nData terbaru menunjukkan pertumbuhan Thailand melambat, utang rumah tangga tinggi, dan inflasi negatif mulai menghantui. Banyak yang mulai menyebut ekonomi Thailand sedang kehilangan arah.\n\nTapi di balik semua itu, ada cerita lain yang jarang dibahas.\n\nInvestasi asing justru melonjak. Perusahaan teknologi raksasa seperti Amazon, Google, dan Microsoft mulai membangun infrastruktur digital besar-besaran di Thailand. Industri kendaraan listrik juga berkembang pesat dengan masuknya pemain seperti BYD.\n\nJadi sebenarnya apa yang sedang terjadi?\n\nApakah Thailand benar-benar sedang melemah… atau justru sedang bertransformasi diam-diam menjadi kekuatan ekonomi baru?\n\nDi video ini, kita bahas fakta di balik headline, arah investasi global, dan masa depan ekonomi Thailand yang sebenarnya.\n\nTonton sampai habis, karena jawabannya mungkin tidak seperti yang kamu kira.\n\n#Thailand #EkonomiThailand #EkonomiAsia #AsiaTenggara #Geopolitik #InvestasiAsing #EkonomiGlobal #BisnisDunia #Ekonomi2026 #ThailandUpdate #ASEAN #EkonomiDigital #IndustriEV #InvestasiGlobal #BeritaEkonomi \n\nBergabung dengan channel ini untuk mendapatkan akses ke berbagai keuntungan:\n   /", "post_id": "Ua-DGcMf2Qs"}}, {"key": "@ThinkingGlobalChannel", "attributes": {"label": "@ThinkingGlobalChannel", "x": 792.684829583968, "y": 91.97012146952265, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 33.5571, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "wLnstF15Ypc", "id": "@ThinkingGlobalChannel", "source": "youtube-000001", "content": "Indonesia vs WTO: Bagaimana Ekonomi $5 Triliun Menentang Tatanan Global\n\nIndonesia mengendalikan 62% pasokan nikel dunia, mineral yang terdapat di setiap baterai kendaraan listrik di planet ini. Uni Eropa membawa Indonesia ke Organisasi Perdagangan Dunia (WTO) untuk memaksanya terus menjual bahan baku murah. Indonesia mengajukan banding. Dan tetap mempertahankan larangan tersebut.\n\nPendapatan ekspor nikel meningkat dari $800 juta menjadi $8 miliar dalam 4 tahun.\n\nInilah kisah lengkap tentang bagaimana sebuah negara dengan 275 juta penduduk menolak peran ekonomi yang diberikan kepadanya oleh tatanan global, menentang WTO, menasionalisasi tambang emas terbesar di dunia, dan membangun ekonomi senilai $5 triliun yang hampir sepenuhnya luput dari perhatian pers Barat.\n\n━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━\n▶ DALAM ANALISIS INI:\n\n→ Mengapa PDB riil Indonesia sebesar $5 triliun, bukan $1,4 triliun\n→ Kasus WTO DS592: bagaimana Uni Eropa menggunakan hukum internasional untuk melindungi\n\nakses ke bahan baku murah, dan kalah\n→ Bagaimana pendapatan ekspor nikel tumbuh 10 kali lipat setelah Indonesia melarang ekspor bijih mentah\n→ Nasionalisasi Pelabuhan Bebas senilai $3,85 miliar: dari 90% kepemilikan asing menjadi\n\n51% kepemilikan negara Indonesia\n→ Pabrik baterai EV LG/Hyundai senilai $10 miliar, dari Bijih mentah hingga sel jadi\n→ Strategi non-blok Indonesia: mengambil nilai dari persaingan AS-Tiongkok\n→ Sistem pembayaran QRIS dan ekonomi digital terbesar di Asia Tenggara\n\n━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━\n⏱ BAB:\n\n00:00 — Material di Dalam Ponsel Anda\n00:41 — Angka yang Dirancang untuk Menyesatkan Anda ($1,4 Triliun vs $5 Triliun)\n02:11 — Indonesia vs. Uni Eropa: Pertempuran Nikel WTO\n04:45 — Nasionalisasi Pelabuhan Bebas: Mengambil Kembali Tambang\n06:16 — Kedaulatan Digital: QRIS dan Ekonomi Digital Senilai $99 Miliar\n09:18 — Strategi Non-Blok: Antara AS dan Tiongkok\n\n━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━\n📚 SUMBER:\n\nIMF World Economic Outlook, Oktober 2025 — PDB nominal, PPP, per kapita\nSengketa WTO DS592 — Bahan Baku Indonesia, laporan panel November 2022\nGoogle / Temasek / Bain — e-Conomy SEA 2025\nRingkasan Komoditas Mineral USGS 2025 — Nikel Global produksi\nS&P Global Market Intelligence — Pertambangan Indonesia Berdasarkan Angka 2024\nLowy Institute — Dekade Nasionalisme Sumber Daya Jokowi, Agustus 2024\nWorld Resources Institute — Biaya Iklim Nikel, Indonesia 2024\nAP / Freeport-McMoRan Formulir SEC 8-K — Transaksi Grasberg, Desember 2018\nBPS Badan Pusat Statistik Indonesia — Data Konsumsi Rumah Tangga dan Kelas Menengah 2024\nAntara News / Jakarta Globe — Pernyataan Jokowi tentang WTO, Maret 2024\n\n━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━\n🔔 Berpikir Thinking Global membahas kekuatan ekonomi yang membentuk kembali kekuasaan di abad ke-21 — dengan sumber primer, data struktural, dan tanpa penyederhanaan.\n\nBerlangganan untuk analisis geopolitik dan ekonomi:\n   /   \n\n━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━\n💬 Apa yang paling mengejutkan Anda, skala ekonomi Indonesia,\natau bagaimana Indonesia melawan WTO? Tuliskan di kolom komentar.\n\n👥 Dukung analisis mendalam:\nPatreon:   / thinkingglobalchannel  \nKeanggotaan:    /   \n\n━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━\n#Indonesia #Geopolitik #EkonomiGlobal #Nikel #KendaraanListrik #WTO #NasionalismeSumberDaya #PasarBerkembang #KekuatanEkonomi #Jokowi", "post_id": "wLnstF15Ypc"}}, {"key": "thinkingglobal", "attributes": {"label": "thinkingglobal", "x": 583.4993216824447, "y": 384.2224555936081, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 47.8188, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "wLnstF15Ypc", "id": "thinkingglobal", "source": "youtube-000001", "content": "Indonesia vs WTO: Bagaimana Ekonomi $5 Triliun Menentang Tatanan Global\n\nIndonesia mengendalikan 62% pasokan nikel dunia, mineral yang terdapat di setiap baterai kendaraan listrik di planet ini. Uni Eropa membawa Indonesia ke Organisasi Perdagangan Dunia (WTO) untuk memaksanya terus menjual bahan baku murah. Indonesia mengajukan banding. Dan tetap mempertahankan larangan tersebut.\n\nPendapatan ekspor nikel meningkat dari $800 juta menjadi $8 miliar dalam 4 tahun.\n\nInilah kisah lengkap tentang bagaimana sebuah negara dengan 275 juta penduduk menolak peran ekonomi yang diberikan kepadanya oleh tatanan global, menentang WTO, menasionalisasi tambang emas terbesar di dunia, dan membangun ekonomi senilai $5 triliun yang hampir sepenuhnya luput dari perhatian pers Barat.\n\n━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━\n▶ DALAM ANALISIS INI:\n\n→ Mengapa PDB riil Indonesia sebesar $5 triliun, bukan $1,4 triliun\n→ Kasus WTO DS592: bagaimana Uni Eropa menggunakan hukum internasional untuk melindungi\n\nakses ke bahan baku murah, dan kalah\n→ Bagaimana pendapatan ekspor nikel tumbuh 10 kali lipat setelah Indonesia melarang ekspor bijih mentah\n→ Nasionalisasi Pelabuhan Bebas senilai $3,85 miliar: dari 90% kepemilikan asing menjadi\n\n51% kepemilikan negara Indonesia\n→ Pabrik baterai EV LG/Hyundai senilai $10 miliar, dari Bijih mentah hingga sel jadi\n→ Strategi non-blok Indonesia: mengambil nilai dari persaingan AS-Tiongkok\n→ Sistem pembayaran QRIS dan ekonomi digital terbesar di Asia Tenggara\n\n━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━\n⏱ BAB:\n\n00:00 — Material di Dalam Ponsel Anda\n00:41 — Angka yang Dirancang untuk Menyesatkan Anda ($1,4 Triliun vs $5 Triliun)\n02:11 — Indonesia vs. Uni Eropa: Pertempuran Nikel WTO\n04:45 — Nasionalisasi Pelabuhan Bebas: Mengambil Kembali Tambang\n06:16 — Kedaulatan Digital: QRIS dan Ekonomi Digital Senilai $99 Miliar\n09:18 — Strategi Non-Blok: Antara AS dan Tiongkok\n\n━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━\n📚 SUMBER:\n\nIMF World Economic Outlook, Oktober 2025 — PDB nominal, PPP, per kapita\nSengketa WTO DS592 — Bahan Baku Indonesia, laporan panel November 2022\nGoogle / Temasek / Bain — e-Conomy SEA 2025\nRingkasan Komoditas Mineral USGS 2025 — Nikel Global produksi\nS&P Global Market Intelligence — Pertambangan Indonesia Berdasarkan Angka 2024\nLowy Institute — Dekade Nasionalisme Sumber Daya Jokowi, Agustus 2024\nWorld Resources Institute — Biaya Iklim Nikel, Indonesia 2024\nAP / Freeport-McMoRan Formulir SEC 8-K — Transaksi Grasberg, Desember 2018\nBPS Badan Pusat Statistik Indonesia — Data Konsumsi Rumah Tangga dan Kelas Menengah 2024\nAntara News / Jakarta Globe — Pernyataan Jokowi tentang WTO, Maret 2024\n\n━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━\n🔔 Berpikir Thinking Global membahas kekuatan ekonomi yang membentuk kembali kekuasaan di abad ke-21 — dengan sumber primer, data struktural, dan tanpa penyederhanaan.\n\nBerlangganan untuk analisis geopolitik dan ekonomi:\n   /   \n\n━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━\n💬 Apa yang paling mengejutkan Anda, skala ekonomi Indonesia,\natau bagaimana Indonesia melawan WTO? Tuliskan di kolom komentar.\n\n👥 Dukung analisis mendalam:\nPatreon:   / thinkingglobalchannel  \nKeanggotaan:    /   \n\n━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━\n#Indonesia #Geopolitik #EkonomiGlobal #Nikel #KendaraanListrik #WTO #NasionalismeSumberDaya #PasarBerkembang #KekuatanEkonomi #Jokowi", "post_id": "wLnstF15Ypc"}}, {"key": "thinkingglobalchannel", "attributes": {"label": "thinkingglobalchannel", "x": 881.4303884555384, "y": 312.977622479896, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 47.8188, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "wLnstF15Ypc", "id": "thinkingglobalchannel", "source": "youtube-000001", "content": "Indonesia vs WTO: Bagaimana Ekonomi $5 Triliun Menentang Tatanan Global\n\nIndonesia mengendalikan 62% pasokan nikel dunia, mineral yang terdapat di setiap baterai kendaraan listrik di planet ini. Uni Eropa membawa Indonesia ke Organisasi Perdagangan Dunia (WTO) untuk memaksanya terus menjual bahan baku murah. Indonesia mengajukan banding. Dan tetap mempertahankan larangan tersebut.\n\nPendapatan ekspor nikel meningkat dari $800 juta menjadi $8 miliar dalam 4 tahun.\n\nInilah kisah lengkap tentang bagaimana sebuah negara dengan 275 juta penduduk menolak peran ekonomi yang diberikan kepadanya oleh tatanan global, menentang WTO, menasionalisasi tambang emas terbesar di dunia, dan membangun ekonomi senilai $5 triliun yang hampir sepenuhnya luput dari perhatian pers Barat.\n\n━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━\n▶ DALAM ANALISIS INI:\n\n→ Mengapa PDB riil Indonesia sebesar $5 triliun, bukan $1,4 triliun\n→ Kasus WTO DS592: bagaimana Uni Eropa menggunakan hukum internasional untuk melindungi\n\nakses ke bahan baku murah, dan kalah\n→ Bagaimana pendapatan ekspor nikel tumbuh 10 kali lipat setelah Indonesia melarang ekspor bijih mentah\n→ Nasionalisasi Pelabuhan Bebas senilai $3,85 miliar: dari 90% kepemilikan asing menjadi\n\n51% kepemilikan negara Indonesia\n→ Pabrik baterai EV LG/Hyundai senilai $10 miliar, dari Bijih mentah hingga sel jadi\n→ Strategi non-blok Indonesia: mengambil nilai dari persaingan AS-Tiongkok\n→ Sistem pembayaran QRIS dan ekonomi digital terbesar di Asia Tenggara\n\n━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━\n⏱ BAB:\n\n00:00 — Material di Dalam Ponsel Anda\n00:41 — Angka yang Dirancang untuk Menyesatkan Anda ($1,4 Triliun vs $5 Triliun)\n02:11 — Indonesia vs. Uni Eropa: Pertempuran Nikel WTO\n04:45 — Nasionalisasi Pelabuhan Bebas: Mengambil Kembali Tambang\n06:16 — Kedaulatan Digital: QRIS dan Ekonomi Digital Senilai $99 Miliar\n09:18 — Strategi Non-Blok: Antara AS dan Tiongkok\n\n━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━\n📚 SUMBER:\n\nIMF World Economic Outlook, Oktober 2025 — PDB nominal, PPP, per kapita\nSengketa WTO DS592 — Bahan Baku Indonesia, laporan panel November 2022\nGoogle / Temasek / Bain — e-Conomy SEA 2025\nRingkasan Komoditas Mineral USGS 2025 — Nikel Global produksi\nS&P Global Market Intelligence — Pertambangan Indonesia Berdasarkan Angka 2024\nLowy Institute — Dekade Nasionalisme Sumber Daya Jokowi, Agustus 2024\nWorld Resources Institute — Biaya Iklim Nikel, Indonesia 2024\nAP / Freeport-McMoRan Formulir SEC 8-K — Transaksi Grasberg, Desember 2018\nBPS Badan Pusat Statistik Indonesia — Data Konsumsi Rumah Tangga dan Kelas Menengah 2024\nAntara News / Jakarta Globe — Pernyataan Jokowi tentang WTO, Maret 2024\n\n━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━\n🔔 Berpikir Thinking Global membahas kekuatan ekonomi yang membentuk kembali kekuasaan di abad ke-21 — dengan sumber primer, data struktural, dan tanpa penyederhanaan.\n\nBerlangganan untuk analisis geopolitik dan ekonomi:\n   /   \n\n━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━\n💬 Apa yang paling mengejutkan Anda, skala ekonomi Indonesia,\natau bagaimana Indonesia melawan WTO? Tuliskan di kolom komentar.\n\n👥 Dukung analisis mendalam:\nPatreon:   / thinkingglobalchannel  \nKeanggotaan:    /   \n\n━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━\n#Indonesia #Geopolitik #EkonomiGlobal #Nikel #KendaraanListrik #WTO #NasionalismeSumberDaya #PasarBerkembang #KekuatanEkonomi #Jokowi", "post_id": "wLnstF15Ypc"}}, {"key": "@technology_now", "attributes": {"label": "@technology_now", "x": 664.38163992427, "y": 538.6179244246547, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 33.5571, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "IK_U0x8NgQU", "id": "@technology_now", "source": "youtube-000001", "content": "Taruhan Vietnam Senilai 67 Miliar Dolar: Dapatkah Jalur Kereta Api Ini Menyelamatkan Negara?\n\n🚄 Taruhan $67 Miliar Vietnam: Bisakah Kereta Api Ini Menyelamatkan Negara?\n\nBagaimana jika suatu negara menghabiskan 17% dari seluruh PDB-nya hanya untuk satu proyek? Vietnam melakukan hal itu dengan proyek kereta api cepat senilai $67 miliar yang menghubungkan Hanoi dan Kota Ho Chi Minh. 🇻🇳\n\nIni bisa menjadi salah satu proyek infrastruktur terbesar di Asia dan sepenuhnya mengubah masa depan Vietnam. Tetapi apakah ini investasi yang cerdas… atau taruhan yang berisiko?\n\nDalam video ini, kita akan membahas proyek kereta api cepat baru Vietnam yang ambisius ini, mengapa proyek ini penting, dan apakah proyek ini benar-benar dapat membentuk kembali perekonomian negara.\n\n📌 Dalam video ini, Anda akan menemukan:\n\n• Mengapa Vietnam menghabiskan $67 miliar untuk satu jalur kereta api\n• Bagaimana kereta cepat Hanoi–Ho Chi Minh City akan beroperasi\n• Mengapa proyek ini menghabiskan hampir 17% dari PDB Vietnam\n• Bagaimana waktu perjalanan dapat turun dari lebih dari 30 jam menjadi hanya 5–6 jam\n• Teknologi canggih di balik sistem kereta api cepat\n• Mengapa Vietnam beralih dari kereta diesel ke kereta listrik ⚡\n• Bagaimana Shinkansen Jepang dan jaringan kereta api Tiongkok menginspirasi Vietnam\n• Tantangan teknik dalam membangun melalui pegunungan, sungai, dan lembah ⛰️🌉\n• Mengapa iklim, banjir, dan pengadaan lahan dapat menjadi masalah besar\n• Apakah Vietnam dapat bersaing dengan maskapai penerbangan dan membuat kereta api menguntungkan ✈️\n• Bagaimana proyek ini dapat meningkatkan perdagangan, pariwisata, lapangan kerja, dan pertumbuhan ekonomi 📈\n\nIni bukan hanya proyek kereta api — ini adalah Momen penting bagi masa depan Vietnam.\n\nAkankah kereta api cepat Vietnam menjadi kisah sukses… atau salah satu kesalahan terbesar dalam sejarah negara ini?\n\n👇 Beri tahu kami di kolom komentar:\nApakah Anda akan mendukung pengeluaran $67 miliar untuk proyek ini?\n\n\n🔔 Berlangganan untuk video lainnya tentang:\n• Proyek-proyek besar\n• Teknologi masa depan\n• Kereta api berkecepatan tinggi\n• Infrastruktur\n• Teknik\n• Perkembangan terbesar di Asia\n\nPertanyaan:\nkereta api berkecepatan tinggi Vietnam,\nkereta api berkecepatan tinggi Vietnam,\nkereta api berkecepatan tinggi Vietnam,\nkereta api berkecepatan tinggi Vietnam,\nkereta api berkecepatan tinggi,\nkereta api berkecepatan tinggi Tiongkok,\nkereta api berkecepatan tinggi Asia,\nkereta api berkecepatan tinggi Tiongkok-Laos,\nkecelakaan kereta api berkecepatan tinggi Tiongkok,\nkereta api berkecepatan tinggi Asia Tenggara,\nkereta api berkecepatan tinggi,\nkereta api berkecepatan tinggi,\nkereta api berkecepatan tinggi Thailand,\nkereta api Vietnam,\nkereta api berkecepatan tinggi,\nkereta api Vietnam senilai $67 miliar,\nproyek kereta api Vietnam,\nruntuhnya kereta api Vietnam,\nkereta api berkecepatan tinggi terpanjang di dunia,\nkereta api Vietnam,\nkereta api berkecepatan tinggi,\nkereta api berkecepatan tinggi Vietnam,\nkereta api Vietnam, Kereta api Vietnam senilai $67 miliar,\nKereta cepat Vietnam,\nKereta Hanoi ke Ho Chi Minh City,\nKereta peluru Vietnam,\nProyek mega Vietnam,\nInfrastruktur Vietnam,\nPDB Vietnam,\nProyek kereta api Vietnam,\nKereta api Hanoi Ho Chi Minh,\nProyek kereta api Vietnam,\nMasa depan Vietnam,\nEkonomi Vietnam,\nKereta cepat Asia,\nShinkansen,\nKereta cepat China,\nKereta listrik,\nProyek mega,\nTeknologi masa depan,\nTeknik,\nProyek infrastruktur\n\nBerlangganan untuk berita teknologi terbaru, gadget, kendaraan listrik, dan lainnya:    /   \n\n❤️ Dukung Kami:\nJika Anda menikmati konten kami dan ingin mendukung kami, Anda dapat membelikan saya kopi!\n\nhttps://buymeacoffee.com/technologynow\n\nKredit musik: 'Signal to Noise' oleh Scott Buckley\nUnduh dari 👉   • 'Signal to Noise' [Cinematic Classical CC-...  \n\nBagikan video ini dengan teman Anda:\n\n[ LINK VIDEO ]\n\n🔥LIHAT VIDEO KAMI YANG LAIN:\n\nDaftar Putar yang Direkomendasikan:\n\nElon Musk -    • Tesla is going to shakeup the EV world aga...  \n\nGadget Teknologi:    • Tech Gadgets  \n\nBerita Teknologi -    • Technology News  \n\nMobil Listrik:    • Electric Cars  \n\nTeknologi Militer:    • Military Tech  \n\nTagar:\n#vietnamhighspeedrail #Vietnam #KeretaKeretaKecepatanTinggi #KeretaKeretaVietnam #ProyekMega #KeretaKecepatanTinggiVietnam #Hanoi #HoChiMinhCity #TeknologiMasaDepan #Infrastruktur #Teknik #Shinkansen #KeretaChina #KeretaListrik #Asia #Transportasi #trending #inovasiteknologi #beritateknologi #teknologimasadepan #teknologisekarang\n\nMari terhubung:\n\nFacebook: https://www.facebook.com/profile.php?...\n\nTerima kasih telah menonton dan tetap ikuti konten selanjutnya!", "post_id": "IK_U0x8NgQU"}}, {"key": "technology_now", "attributes": {"label": "technology_now", "x": 500.75272957411244, "y": 934.4453901766495, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 62.0805, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "IK_U0x8NgQU", "id": "technology_now", "source": "youtube-000001", "content": "Taruhan Vietnam Senilai 67 Miliar Dolar: Dapatkah Jalur Kereta Api Ini Menyelamatkan Negara?\n\n🚄 Taruhan $67 Miliar Vietnam: Bisakah Kereta Api Ini Menyelamatkan Negara?\n\nBagaimana jika suatu negara menghabiskan 17% dari seluruh PDB-nya hanya untuk satu proyek? Vietnam melakukan hal itu dengan proyek kereta api cepat senilai $67 miliar yang menghubungkan Hanoi dan Kota Ho Chi Minh. 🇻🇳\n\nIni bisa menjadi salah satu proyek infrastruktur terbesar di Asia dan sepenuhnya mengubah masa depan Vietnam. Tetapi apakah ini investasi yang cerdas… atau taruhan yang berisiko?\n\nDalam video ini, kita akan membahas proyek kereta api cepat baru Vietnam yang ambisius ini, mengapa proyek ini penting, dan apakah proyek ini benar-benar dapat membentuk kembali perekonomian negara.\n\n📌 Dalam video ini, Anda akan menemukan:\n\n• Mengapa Vietnam menghabiskan $67 miliar untuk satu jalur kereta api\n• Bagaimana kereta cepat Hanoi–Ho Chi Minh City akan beroperasi\n• Mengapa proyek ini menghabiskan hampir 17% dari PDB Vietnam\n• Bagaimana waktu perjalanan dapat turun dari lebih dari 30 jam menjadi hanya 5–6 jam\n• Teknologi canggih di balik sistem kereta api cepat\n• Mengapa Vietnam beralih dari kereta diesel ke kereta listrik ⚡\n• Bagaimana Shinkansen Jepang dan jaringan kereta api Tiongkok menginspirasi Vietnam\n• Tantangan teknik dalam membangun melalui pegunungan, sungai, dan lembah ⛰️🌉\n• Mengapa iklim, banjir, dan pengadaan lahan dapat menjadi masalah besar\n• Apakah Vietnam dapat bersaing dengan maskapai penerbangan dan membuat kereta api menguntungkan ✈️\n• Bagaimana proyek ini dapat meningkatkan perdagangan, pariwisata, lapangan kerja, dan pertumbuhan ekonomi 📈\n\nIni bukan hanya proyek kereta api — ini adalah Momen penting bagi masa depan Vietnam.\n\nAkankah kereta api cepat Vietnam menjadi kisah sukses… atau salah satu kesalahan terbesar dalam sejarah negara ini?\n\n👇 Beri tahu kami di kolom komentar:\nApakah Anda akan mendukung pengeluaran $67 miliar untuk proyek ini?\n\n\n🔔 Berlangganan untuk video lainnya tentang:\n• Proyek-proyek besar\n• Teknologi masa depan\n• Kereta api berkecepatan tinggi\n• Infrastruktur\n• Teknik\n• Perkembangan terbesar di Asia\n\nPertanyaan:\nkereta api berkecepatan tinggi Vietnam,\nkereta api berkecepatan tinggi Vietnam,\nkereta api berkecepatan tinggi Vietnam,\nkereta api berkecepatan tinggi Vietnam,\nkereta api berkecepatan tinggi,\nkereta api berkecepatan tinggi Tiongkok,\nkereta api berkecepatan tinggi Asia,\nkereta api berkecepatan tinggi Tiongkok-Laos,\nkecelakaan kereta api berkecepatan tinggi Tiongkok,\nkereta api berkecepatan tinggi Asia Tenggara,\nkereta api berkecepatan tinggi,\nkereta api berkecepatan tinggi,\nkereta api berkecepatan tinggi Thailand,\nkereta api Vietnam,\nkereta api berkecepatan tinggi,\nkereta api Vietnam senilai $67 miliar,\nproyek kereta api Vietnam,\nruntuhnya kereta api Vietnam,\nkereta api berkecepatan tinggi terpanjang di dunia,\nkereta api Vietnam,\nkereta api berkecepatan tinggi,\nkereta api berkecepatan tinggi Vietnam,\nkereta api Vietnam, Kereta api Vietnam senilai $67 miliar,\nKereta cepat Vietnam,\nKereta Hanoi ke Ho Chi Minh City,\nKereta peluru Vietnam,\nProyek mega Vietnam,\nInfrastruktur Vietnam,\nPDB Vietnam,\nProyek kereta api Vietnam,\nKereta api Hanoi Ho Chi Minh,\nProyek kereta api Vietnam,\nMasa depan Vietnam,\nEkonomi Vietnam,\nKereta cepat Asia,\nShinkansen,\nKereta cepat China,\nKereta listrik,\nProyek mega,\nTeknologi masa depan,\nTeknik,\nProyek infrastruktur\n\nBerlangganan untuk berita teknologi terbaru, gadget, kendaraan listrik, dan lainnya:    /   \n\n❤️ Dukung Kami:\nJika Anda menikmati konten kami dan ingin mendukung kami, Anda dapat membelikan saya kopi!\n\nhttps://buymeacoffee.com/technologynow\n\nKredit musik: 'Signal to Noise' oleh Scott Buckley\nUnduh dari 👉   • 'Signal to Noise' [Cinematic Classical CC-...  \n\nBagikan video ini dengan teman Anda:\n\n[ LINK VIDEO ]\n\n🔥LIHAT VIDEO KAMI YANG LAIN:\n\nDaftar Putar yang Direkomendasikan:\n\nElon Musk -    • Tesla is going to shakeup the EV world aga...  \n\nGadget Teknologi:    • Tech Gadgets  \n\nBerita Teknologi -    • Technology News  \n\nMobil Listrik:    • Electric Cars  \n\nTeknologi Militer:    • Military Tech  \n\nTagar:\n#vietnamhighspeedrail #Vietnam #KeretaKeretaKecepatanTinggi #KeretaKeretaVietnam #ProyekMega #KeretaKecepatanTinggiVietnam #Hanoi #HoChiMinhCity #TeknologiMasaDepan #Infrastruktur #Teknik #Shinkansen #KeretaChina #KeretaListrik #Asia #Transportasi #trending #inovasiteknologi #beritateknologi #teknologimasadepan #teknologisekarang\n\nMari terhubung:\n\nFacebook: https://www.facebook.com/profile.php?...\n\nTerima kasih telah menonton dan tetap ikuti konten selanjutnya!", "post_id": "IK_U0x8NgQU"}}, {"key": "@HooverInstitution", "attributes": {"label": "@HooverInstitution", "x": 825.5765472132686, "y": 439.6588590112324, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 33.5571, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "lUk863tVcB0", "id": "@HooverInstitution", "source": "youtube-000001", "content": "Gerakan Lingkungan Global Tiongkok | Lembaga Hoover\n\nKita berada di momen yang luar biasa dalam tata kelola lingkungan global. China secara aktif mendukung pembangunan hijau di panggung global, sementara AS di bawah pemerintahan Trump menolak Perjanjian Paris dan secara aktif menentang pengembangan energi terbarukan dan kendaraan listrik. Profesor Alex Wang dari Fakultas Hukum UCLA akan memperkenalkan buku barunya, Chinese Global Environmentalism, yang meneliti bagaimana China merangkul pembangunan hijau dan bagaimana negara itu mempromosikan bentuk lingkunganisme pembangunan yang berbeda dari konsepsi Barat. Pendekatan China menjanjikan kemajuan bagi norma-norma lingkungan dan tata kelola global tertentu, sementara membentuk kembali norma-norma lainnya dengan cara yang akan terus menciptakan ketegangan dan konflik di seluruh dunia. Ia akan berbagi studi kasus yang menjelaskan pendekatan China, termasuk investasi hijau China di Chili, konflik lingkungan di Kenya, pengembangan tenaga air di Asia Tenggara, negosiasi iklim global, dan dominasi China dalam pengembangan teknologi bersih.\n\nAcara ini diselenggarakan oleh program Hoover Institution tentang AS, China, dan Dunia. Pelajari lebih lanjut tentang program ini, kunjungi: https://www.hoover.org/research-teams...\n\n__________\nPendapat yang diungkapkan di saluran ini adalah pendapat penulis dan tidak selalu mencerminkan pendapat Hoover Institution atau Universitas Stanford.\n\n© 2026 oleh Dewan Pengawas Universitas Leland Stanford Junior.\n\n🔔 Berlangganan untuk diskusi lebih lanjut:  \n👍 Sukai dan bagikan video ini!\n\n🌐 Ikuti kami di media sosial:\n• Facebook:   / hooverinststanford  \n• LinkedIn:   / hoover-institution-at-stanford-university  \n• Instagram:   / hooverinstitution  \n• TikTok:   / hooverinstitution  \n• Twitter:   / hooverinst", "post_id": "lUk863tVcB0"}}, {"key": "HooverInstitution", "attributes": {"label": "HooverInstitution", "x": 47.99835739796565, "y": 402.4961208320702, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 62.0805, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "lUk863tVcB0", "id": "HooverInstitution", "source": "youtube-000001", "content": "Gerakan Lingkungan Global Tiongkok | Lembaga Hoover\n\nKita berada di momen yang luar biasa dalam tata kelola lingkungan global. China secara aktif mendukung pembangunan hijau di panggung global, sementara AS di bawah pemerintahan Trump menolak Perjanjian Paris dan secara aktif menentang pengembangan energi terbarukan dan kendaraan listrik. Profesor Alex Wang dari Fakultas Hukum UCLA akan memperkenalkan buku barunya, Chinese Global Environmentalism, yang meneliti bagaimana China merangkul pembangunan hijau dan bagaimana negara itu mempromosikan bentuk lingkunganisme pembangunan yang berbeda dari konsepsi Barat. Pendekatan China menjanjikan kemajuan bagi norma-norma lingkungan dan tata kelola global tertentu, sementara membentuk kembali norma-norma lainnya dengan cara yang akan terus menciptakan ketegangan dan konflik di seluruh dunia. Ia akan berbagi studi kasus yang menjelaskan pendekatan China, termasuk investasi hijau China di Chili, konflik lingkungan di Kenya, pengembangan tenaga air di Asia Tenggara, negosiasi iklim global, dan dominasi China dalam pengembangan teknologi bersih.\n\nAcara ini diselenggarakan oleh program Hoover Institution tentang AS, China, dan Dunia. Pelajari lebih lanjut tentang program ini, kunjungi: https://www.hoover.org/research-teams...\n\n__________\nPendapat yang diungkapkan di saluran ini adalah pendapat penulis dan tidak selalu mencerminkan pendapat Hoover Institution atau Universitas Stanford.\n\n© 2026 oleh Dewan Pengawas Universitas Leland Stanford Junior.\n\n🔔 Berlangganan untuk diskusi lebih lanjut:  \n👍 Sukai dan bagikan video ini!\n\n🌐 Ikuti kami di media sosial:\n• Facebook:   / hooverinststanford  \n• LinkedIn:   / hoover-institution-at-stanford-university  \n• Instagram:   / hooverinstitution  \n• TikTok:   / hooverinstitution  \n• Twitter:   / hooverinst", "post_id": "lUk863tVcB0"}}, {"key": "@PLOTV", "attributes": {"label": "@PLOTV", "x": 938.664650689937, "y": 38.69293562890841, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 33.5571, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "5YKpkcHvVOw", "id": "@PLOTV", "source": "youtube-000001", "content": "Hỗn loạn trên đường Xuân Thủy (Hà Nội) khi nữ tài xế Grab nghi bị tấn công đến chảy máu | Tin nhanh\n\nPLO | Hỗn loạn trên đường Xuân Thủy (Hà Nội) khi nữ tài xế Grab nghi bị tấn công đến chảy máu\n🚨 Vụ việc một nữ tài xế GrabBike bị hành hung tại đường Xuân Thủy (Cầu Giấy, Hà Nội) đang được Công an phường Cầu Giấy điều tra làm rõ. Theo nhân chứng, nạn nhân bị tấn công bằng mũ bảo hiểm vào đầu, chảy nhiều máu và ngã gục bên đường. Lực lượng chức năng đã nhanh chóng có mặt, đưa hai người liên quan về trụ sở và chuyển nạn nhân đi cấp cứu.\nTrong video có những nội dung chính sau:\nHỗn loạn trên đường Xuân Thủy (Hà Nội) khi nữ tài xế Grab nghi bị tấn công đến chảy máu\nBắt khẩn cấp kẻ tấn công phụ nữ lớn tuổi tại quán ăn ở Gia Lai\nVụ nữ nhân viên đường sắt bị hành hung ở Đà Nẵng: Nạn nhân bàng hoàng lên tiếng\nBắt khẩn cấp người phụ nữ hành hung 2 nữ nhân viên gác chắn đường sắt ở Đà Nẵng\nTiết lộ quá khứ bất hảo của đối tượng hành hung nam sinh ở Hà Nội\n🔔 Đừng quên like, share và subscribe kênh  để không bỏ lỡ các nội dung ý nghĩa tiếp theo!\nThông tin trên được sử dụng từ nguồn chính thức: https://dantri.com.vn/phap-luat/nu-ta... \n\n#hanoi #hanhhungnutaixeohanoi #2vochonghanhhungnutaixe #hanhhungtrenduongxuanthuy #baophapluattphcm \n\n\n----------------------------\n📰 PLO | Báo Pháp Luật TP.HCM – Kênh YouTube chính thức  \nNơi cập nhật tin tức thời sự, chính trị, pháp luật, quốc tế nhanh chóng – chính xác – khách quan.  \n\n📺 Nội dung nổi bật trên kênh:  \n• Toàn Cảnh Thời Sự – Phân tích chính trị, xã hội, pháp luật mỗi ngày  \n• Toàn Cảnh Quốc Tế – Diễn biến thế giới qua góc nhìn thời sự  \n• Lật Mở Hồ Sơ – Sự thật phía sau những vụ án nổi tiếng  \n• Phóng sự & Series đặc biệt – Giải mã các câu chuyện thời sự được quan tâm  \n\n👉 Đăng ký ngay để không bỏ lỡ tin tức nóng hổi, phân tích chuyên sâu và góc nhìn chính thống từ Báo Pháp Luật TP.HCM.  \n🔔 Subscribe: https://www.youtube.com/c/PLOTV?sub_c...  \n\n🌐 Theo dõi Báo Pháp Luật TP.HCM trên các nền tảng khác:  \n• Website: https://plo.vn  \n• Fanpage:   / phapluattp.vn    \n\n⚠️ Bản quyền thuộc Báo Pháp Luật TP.HCM – Vui lòng không reup khi chưa có sự đồng ý.  \n\n#PLO #ThoiSu #PhapLuat #TinTucMoiNhat #BaoPhapLuatTPHCM", "post_id": "5YKpkcHvVOw"}}, {"key": "PLOTV", "attributes": {"label": "PLOTV", "x": 174.4534162716319, "y": 232.209198436367, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 62.0805, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "5YKpkcHvVOw", "id": "PLOTV", "source": "youtube-000001", "content": "Hỗn loạn trên đường Xuân Thủy (Hà Nội) khi nữ tài xế Grab nghi bị tấn công đến chảy máu | Tin nhanh\n\nPLO | Hỗn loạn trên đường Xuân Thủy (Hà Nội) khi nữ tài xế Grab nghi bị tấn công đến chảy máu\n🚨 Vụ việc một nữ tài xế GrabBike bị hành hung tại đường Xuân Thủy (Cầu Giấy, Hà Nội) đang được Công an phường Cầu Giấy điều tra làm rõ. Theo nhân chứng, nạn nhân bị tấn công bằng mũ bảo hiểm vào đầu, chảy nhiều máu và ngã gục bên đường. Lực lượng chức năng đã nhanh chóng có mặt, đưa hai người liên quan về trụ sở và chuyển nạn nhân đi cấp cứu.\nTrong video có những nội dung chính sau:\nHỗn loạn trên đường Xuân Thủy (Hà Nội) khi nữ tài xế Grab nghi bị tấn công đến chảy máu\nBắt khẩn cấp kẻ tấn công phụ nữ lớn tuổi tại quán ăn ở Gia Lai\nVụ nữ nhân viên đường sắt bị hành hung ở Đà Nẵng: Nạn nhân bàng hoàng lên tiếng\nBắt khẩn cấp người phụ nữ hành hung 2 nữ nhân viên gác chắn đường sắt ở Đà Nẵng\nTiết lộ quá khứ bất hảo của đối tượng hành hung nam sinh ở Hà Nội\n🔔 Đừng quên like, share và subscribe kênh  để không bỏ lỡ các nội dung ý nghĩa tiếp theo!\nThông tin trên được sử dụng từ nguồn chính thức: https://dantri.com.vn/phap-luat/nu-ta... \n\n#hanoi #hanhhungnutaixeohanoi #2vochonghanhhungnutaixe #hanhhungtrenduongxuanthuy #baophapluattphcm \n\n\n----------------------------\n📰 PLO | Báo Pháp Luật TP.HCM – Kênh YouTube chính thức  \nNơi cập nhật tin tức thời sự, chính trị, pháp luật, quốc tế nhanh chóng – chính xác – khách quan.  \n\n📺 Nội dung nổi bật trên kênh:  \n• Toàn Cảnh Thời Sự – Phân tích chính trị, xã hội, pháp luật mỗi ngày  \n• Toàn Cảnh Quốc Tế – Diễn biến thế giới qua góc nhìn thời sự  \n• Lật Mở Hồ Sơ – Sự thật phía sau những vụ án nổi tiếng  \n• Phóng sự & Series đặc biệt – Giải mã các câu chuyện thời sự được quan tâm  \n\n👉 Đăng ký ngay để không bỏ lỡ tin tức nóng hổi, phân tích chuyên sâu và góc nhìn chính thống từ Báo Pháp Luật TP.HCM.  \n🔔 Subscribe: https://www.youtube.com/c/PLOTV?sub_c...  \n\n🌐 Theo dõi Báo Pháp Luật TP.HCM trên các nền tảng khác:  \n• Website: https://plo.vn  \n• Fanpage:   / phapluattp.vn    \n\n⚠️ Bản quyền thuộc Báo Pháp Luật TP.HCM – Vui lòng không reup khi chưa có sự đồng ý.  \n\n#PLO #ThoiSu #PhapLuat #TinTucMoiNhat #BaoPhapLuatTPHCM", "post_id": "5YKpkcHvVOw"}}], "edges": [{"key": "wartaekonomi", "source": "wartaekonomi", "target": "worldvisualized", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "idntimes.video", "source": "idntimes.video", "target": "IDNTimes", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "idntimes.video", "source": "idntimes.video", "target": "IDNTimes.Korea", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "idntimes.video", "source": "idntimes.video", "target": "IDNTimes.Community", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "idntimes.video", "source": "idntimes.video", "target": "IDNTimes.Hype", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "idntimes.video", "source": "idntimes.video", "target": "Duniaku_com", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "idntimes.video", "source": "idntimes.video", "target": "Popbela_com", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "idntimes.video", "source": "idntimes.video", "target": "Popbela.Beauty", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "magelang_news", "source": "magelang_news", "target": "id.greensm", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "@adespektrum", "source": "@adespektrum", "target": "adespektrum", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@ThinkingGlobalChannel", "source": "@ThinkingGlobalChannel", "target": "thinkingglobal", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@ThinkingGlobalChannel", "source": "@ThinkingGlobalChannel", "target": "thinkingglobalchannel", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@technology_now", "source": "@technology_now", "target": "technology_now", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@HooverInstitution", "source": "@HooverInstitution", "target": "HooverInstitution", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@PLOTV", "source": "@PLOTV", "target": "PLOTV", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}]}