{"nodes": [{"key": "ZimanPargad2", "attributes": {"label": "ZimanPargad2", "x": 619.7036422893068, "y": 87.39022318051992, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 28.7687, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "2048291223367254263", "id": "ZimanPargad2", "source": "tweet-000004", "content": "blm denger sih investor asing kabur gara2 mbg dan danantara, baru dsini.\n\ntapi kalo mereka ogah invest di indonesia saat ini itu bener, 100% alasannya yg sy denger langsung adalah geopolitik, stabilitas ekonomi dan keamanan di Indonesia yg mereka liat sangat meragukan.", "post_id": "2048291223367254263"}}, {"key": "pakar_rebahann", "attributes": {"label": "pakar_rebahann", "x": 80.58237485796604, "y": 489.7373347694073, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 53.2221, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2048291223367254263", "id": "pakar_rebahann", "source": "tweet-000004", "content": "blm denger sih investor asing kabur gara2 mbg dan danantara, baru dsini.\n\ntapi kalo mereka ogah invest di indonesia saat ini itu bener, 100% alasannya yg sy denger langsung adalah geopolitik, stabilitas ekonomi dan keamanan di Indonesia yg mereka liat sangat meragukan.", "post_id": "2048291223367254263"}}, {"key": "ojk_kediri", "attributes": {"label": "ojk_kediri", "x": 522.6550069209267, "y": 112.63081099519655, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 50.0325, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 2, "degree": 3}, "_id": "3870799495190210536_40002724272", "id": "ojk_kediri", "source": "instagram-000001", "content": "Resiliensi Perbankan Daerah:\nSinergi OJK Kediri dan Perbarindo dalam Bingkai Silaturahmi✨\n\nKepala OJK Kediri menghadiri undangan halalbihalal Perbarindo DPK Kediri pada Selasa, 7 April 2026. \n\nMomen hangat ini menjadi ajang penting untuk memperkuat kolaborasi antara regulator dan industri jasa keuangan di wilayah Keresidenan Kediri.\n\nSemangat kembali fitri, semangat membangun negeri🇲🇨\n\nSimak detailnya di reels di atas👆🏼\n\nJangan lupa follow akun instagram  dan\n untuk update informasi seputar industri jasa keuangan\n\n#OJKKediri #Halalbihalal #Perbarindo #FKIJK #Sinergi", "post_id": "3870799495190210536_40002724272"}}, {"key": "ojkindonesia", "attributes": {"label": "ojkindonesia", "x": 944.1402501679869, "y": 245.84134353631416, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 50.0325, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "3870799495190210536_40002724272", "id": "ojkindonesia", "source": "instagram-000001", "content": "Resiliensi Perbankan Daerah:\nSinergi OJK Kediri dan Perbarindo dalam Bingkai Silaturahmi✨\n\nKepala OJK Kediri menghadiri undangan halalbihalal Perbarindo DPK Kediri pada Selasa, 7 April 2026. \n\nMomen hangat ini menjadi ajang penting untuk memperkuat kolaborasi antara regulator dan industri jasa keuangan di wilayah Keresidenan Kediri.\n\nSemangat kembali fitri, semangat membangun negeri🇲🇨\n\nSimak detailnya di reels di atas👆🏼\n\nJangan lupa follow akun instagram  dan\n untuk update informasi seputar industri jasa keuangan\n\n#OJKKediri #Halalbihalal #Perbarindo #FKIJK #Sinergi", "post_id": "3870799495190210536_40002724272"}}, {"key": "cnbcindonesia", "attributes": {"label": "cnbcindonesia", "x": 127.80081814767352, "y": 440.336140170007, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 191.7893, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 1, "degree": 2}, "_id": "3870087711508606816_4857774026", "id": "cnbcindonesia", "source": "instagram-000001", "content": "Sejumlah dinamika ekonomi kembali menjadi sorotan hari ini. Mulai dari fenomena penutupan dealer mobil yang terjadi bertahap, hingga langkah pemerintah melakukan efisiensi anggaran di tengah tekanan subsidi energi akibat lonjakan harga minyak dunia.\n\nDari sisi konsumen, masyarakat juga perlu bersiap menghadapi potensi kenaikan harga, mulai dari pakaian hingga laptop, yang dipicu oleh faktor global seperti konflik geopolitik dan gangguan rantai pasok.\n\nSementara itu, wacana penghapusan pungutan OJK ke perbankan hingga isu kecocokan finansial dalam hubungan turut menjadi perhatian.\n\nBaca berita selengkapnya di link bio Instagram", "post_id": "3870087711508606816_4857774026"}}, {"key": "ciptasaranacendekia", "attributes": {"label": "ciptasaranacendekia", "x": 183.94361244525325, "y": 962.417668319604, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 50.0325, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 2, "degree": 3}, "_id": "7628145732175908114", "id": "ciptasaranacendekia", "source": "tiktok-000001", "content": "Halo rekan Cipta! Stabilitas Sektor Jasa Keuangan (SJK) tetap kokoh di tengah tantangan ekonomi global! 🛡️💼 Meskipun kondisi geopolitik dunia sedang fluktuatif, indikator keuangan kita menunjukkan tren positif: ✅ Kredit Perbankan tumbuh 9,37% yoy (Rp8.559 T). ✅ Penghimpunan dana di Pasar Modal tembus Rp51,96 T. ✅ Sektor Dana Pensiun tumbuh signifikan sebesar 12,52% yoy. Kualitas kredit juga tetap terjaga dengan rasio NPL Gross Perbankan di angka 2,17%, jauh di bawah ambang batas risiko. Indonesia siap melangkah lebih jauh dengan fundamental ekonomi yang kuat! Gimana menurut #Rekancipta, sektor mana nih yang paling menarik buat dipantau tahun ini? Tulis di kolom komentar ya! 👇 . 📩 Ingin insight ekonomi, finance, dan industri terbaru untuk siswa & profesional? Belajar bareng Cipta Sarana Cendekia. . 📞 +62 822 4157 8026 (Training Profesional & Mahasiswa) 📞 +62 812 3334 7004 (SMK & Pendidikan Vokasi) ✨ Don't forget to follow us   “Professional Education Development Partner” . #ciptasaranacendekia #brevetmalang #akuntansi #keuangan", "post_id": "7628145732175908114"}}, {"key": "brevetpajak_malang", "attributes": {"label": "brevetpajak_malang", "x": 903.8678368398025, "y": 152.32521857590663, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 50.0325, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7628145732175908114", "id": "brevetpajak_malang", "source": "tiktok-000001", "content": "Halo rekan Cipta! Stabilitas Sektor Jasa Keuangan (SJK) tetap kokoh di tengah tantangan ekonomi global! 🛡️💼 Meskipun kondisi geopolitik dunia sedang fluktuatif, indikator keuangan kita menunjukkan tren positif: ✅ Kredit Perbankan tumbuh 9,37% yoy (Rp8.559 T). ✅ Penghimpunan dana di Pasar Modal tembus Rp51,96 T. ✅ Sektor Dana Pensiun tumbuh signifikan sebesar 12,52% yoy. Kualitas kredit juga tetap terjaga dengan rasio NPL Gross Perbankan di angka 2,17%, jauh di bawah ambang batas risiko. Indonesia siap melangkah lebih jauh dengan fundamental ekonomi yang kuat! Gimana menurut #Rekancipta, sektor mana nih yang paling menarik buat dipantau tahun ini? Tulis di kolom komentar ya! 👇 . 📩 Ingin insight ekonomi, finance, dan industri terbaru untuk siswa & profesional? Belajar bareng Cipta Sarana Cendekia. . 📞 +62 822 4157 8026 (Training Profesional & Mahasiswa) 📞 +62 812 3334 7004 (SMK & Pendidikan Vokasi) ✨ Don't forget to follow us   “Professional Education Development Partner” . #ciptasaranacendekia #brevetmalang #akuntansi #keuangan", "post_id": "7628145732175908114"}}, {"key": "@IDXChannel", "attributes": {"label": "@IDXChannel", "x": 241.34399971936816, "y": 81.99909522512361, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 28.7687, "eigenvector": 142.8571, "in_degree": 0, "out_degree": 7, "degree": 7}, "_id": "dXOutdWEghI", "id": "@IDXChannel", "source": "youtube-000001", "content": "Konflik Geopolitik Berlanjut, Peluang Bi Rate Turun Kian Menyusut | MARKET REVIEW\n\nKetegangan geopolitik di Timur Tengah mulai berdampak pada arah kebijakan moneter Indonesia. Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo mengungkapkan ruang pemangkasan suku bunga acuan atau BI Rate ke depan semakin terbatas, seiring menguatnya dolar AS dan keluarnya aliran modal asing dari pasar domestik. Lalu bagaimana strategi Bank Indonesia menjaga stabilitas pasar keuangan sekaligus memastikan likuiditas perbankan tetap terjaga, setelah BI memangkas suku bunga hingga lima kali sepanjang 2025?\n\nPembicara:\nSharmila Yahya - Wakil Ketua Umum Bidang Kolaborasi dan Pendanaan Kadin Indonesia\nEko Listiyanto - Direktur Pengembangan Big Data Indef\n\n#bankindonesia #geopolitik \n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nFollow US on Social Media\nYuk Subscribe -    /   \nWa Channel - https://whatsapp.com/channel/0029Va5V...\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idx_channel  \n-------------------------------------------------------------------------------------\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\nMyRepublic Channel 576\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "dXOutdWEghI"}}, {"key": "idxchannel_", "attributes": {"label": "idxchannel_", "x": 622.3619772375214, "y": 76.83931538772437, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 32.262, "eigenvector": 142.8571, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "dXOutdWEghI", "id": "idxchannel_", "source": "youtube-000001", "content": "Konflik Geopolitik Berlanjut, Peluang Bi Rate Turun Kian Menyusut | MARKET REVIEW\n\nKetegangan geopolitik di Timur Tengah mulai berdampak pada arah kebijakan moneter Indonesia. Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo mengungkapkan ruang pemangkasan suku bunga acuan atau BI Rate ke depan semakin terbatas, seiring menguatnya dolar AS dan keluarnya aliran modal asing dari pasar domestik. Lalu bagaimana strategi Bank Indonesia menjaga stabilitas pasar keuangan sekaligus memastikan likuiditas perbankan tetap terjaga, setelah BI memangkas suku bunga hingga lima kali sepanjang 2025?\n\nPembicara:\nSharmila Yahya - Wakil Ketua Umum Bidang Kolaborasi dan Pendanaan Kadin Indonesia\nEko Listiyanto - Direktur Pengembangan Big Data Indef\n\n#bankindonesia #geopolitik \n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nFollow US on Social Media\nYuk Subscribe -    /   \nWa Channel - https://whatsapp.com/channel/0029Va5V...\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idx_channel  \n-------------------------------------------------------------------------------------\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\nMyRepublic Channel 576\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "dXOutdWEghI"}}, {"key": "wicky_adrian", "attributes": {"label": "wicky_adrian", "x": 332.2288588102129, "y": 175.16827146272783, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 32.262, "eigenvector": 142.8571, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "dXOutdWEghI", "id": "wicky_adrian", "source": "youtube-000001", "content": "Konflik Geopolitik Berlanjut, Peluang Bi Rate Turun Kian Menyusut | MARKET REVIEW\n\nKetegangan geopolitik di Timur Tengah mulai berdampak pada arah kebijakan moneter Indonesia. Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo mengungkapkan ruang pemangkasan suku bunga acuan atau BI Rate ke depan semakin terbatas, seiring menguatnya dolar AS dan keluarnya aliran modal asing dari pasar domestik. Lalu bagaimana strategi Bank Indonesia menjaga stabilitas pasar keuangan sekaligus memastikan likuiditas perbankan tetap terjaga, setelah BI memangkas suku bunga hingga lima kali sepanjang 2025?\n\nPembicara:\nSharmila Yahya - Wakil Ketua Umum Bidang Kolaborasi dan Pendanaan Kadin Indonesia\nEko Listiyanto - Direktur Pengembangan Big Data Indef\n\n#bankindonesia #geopolitik \n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nFollow US on Social Media\nYuk Subscribe -    /   \nWa Channel - https://whatsapp.com/channel/0029Va5V...\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idx_channel  \n-------------------------------------------------------------------------------------\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\nMyRepublic Channel 576\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "dXOutdWEghI"}}, {"key": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "fajar.wayong", "x": 172.6583431258345, "y": 416.20296056456675, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 32.262, "eigenvector": 142.8571, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "dXOutdWEghI", "id": "fajar.wayong", "source": "youtube-000001", "content": "Konflik Geopolitik Berlanjut, Peluang Bi Rate Turun Kian Menyusut | MARKET REVIEW\n\nKetegangan geopolitik di Timur Tengah mulai berdampak pada arah kebijakan moneter Indonesia. Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo mengungkapkan ruang pemangkasan suku bunga acuan atau BI Rate ke depan semakin terbatas, seiring menguatnya dolar AS dan keluarnya aliran modal asing dari pasar domestik. Lalu bagaimana strategi Bank Indonesia menjaga stabilitas pasar keuangan sekaligus memastikan likuiditas perbankan tetap terjaga, setelah BI memangkas suku bunga hingga lima kali sepanjang 2025?\n\nPembicara:\nSharmila Yahya - Wakil Ketua Umum Bidang Kolaborasi dan Pendanaan Kadin Indonesia\nEko Listiyanto - Direktur Pengembangan Big Data Indef\n\n#bankindonesia #geopolitik \n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nFollow US on Social Media\nYuk Subscribe -    /   \nWa Channel - https://whatsapp.com/channel/0029Va5V...\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idx_channel  \n-------------------------------------------------------------------------------------\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\nMyRepublic Channel 576\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "dXOutdWEghI"}}, {"key": "deffid_83", "attributes": {"label": "deffid_83", "x": 849.9328001192272, "y": 426.41121521737523, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 32.262, "eigenvector": 142.8571, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "dXOutdWEghI", "id": "deffid_83", "source": "youtube-000001", "content": "Konflik Geopolitik Berlanjut, Peluang Bi Rate Turun Kian Menyusut | MARKET REVIEW\n\nKetegangan geopolitik di Timur Tengah mulai berdampak pada arah kebijakan moneter Indonesia. Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo mengungkapkan ruang pemangkasan suku bunga acuan atau BI Rate ke depan semakin terbatas, seiring menguatnya dolar AS dan keluarnya aliran modal asing dari pasar domestik. Lalu bagaimana strategi Bank Indonesia menjaga stabilitas pasar keuangan sekaligus memastikan likuiditas perbankan tetap terjaga, setelah BI memangkas suku bunga hingga lima kali sepanjang 2025?\n\nPembicara:\nSharmila Yahya - Wakil Ketua Umum Bidang Kolaborasi dan Pendanaan Kadin Indonesia\nEko Listiyanto - Direktur Pengembangan Big Data Indef\n\n#bankindonesia #geopolitik \n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nFollow US on Social Media\nYuk Subscribe -    /   \nWa Channel - https://whatsapp.com/channel/0029Va5V...\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idx_channel  \n-------------------------------------------------------------------------------------\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\nMyRepublic Channel 576\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "dXOutdWEghI"}}, {"key": "prast_ulrich", "attributes": {"label": "prast_ulrich", "x": 482.4545807574115, "y": 259.71252650987344, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 32.262, "eigenvector": 142.8571, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "dXOutdWEghI", "id": "prast_ulrich", "source": "youtube-000001", "content": "Konflik Geopolitik Berlanjut, Peluang Bi Rate Turun Kian Menyusut | MARKET REVIEW\n\nKetegangan geopolitik di Timur Tengah mulai berdampak pada arah kebijakan moneter Indonesia. Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo mengungkapkan ruang pemangkasan suku bunga acuan atau BI Rate ke depan semakin terbatas, seiring menguatnya dolar AS dan keluarnya aliran modal asing dari pasar domestik. Lalu bagaimana strategi Bank Indonesia menjaga stabilitas pasar keuangan sekaligus memastikan likuiditas perbankan tetap terjaga, setelah BI memangkas suku bunga hingga lima kali sepanjang 2025?\n\nPembicara:\nSharmila Yahya - Wakil Ketua Umum Bidang Kolaborasi dan Pendanaan Kadin Indonesia\nEko Listiyanto - Direktur Pengembangan Big Data Indef\n\n#bankindonesia #geopolitik \n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nFollow US on Social Media\nYuk Subscribe -    /   \nWa Channel - https://whatsapp.com/channel/0029Va5V...\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idx_channel  \n-------------------------------------------------------------------------------------\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\nMyRepublic Channel 576\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "dXOutdWEghI"}}, {"key": "rosalinehioe", "attributes": {"label": "rosalinehioe", "x": 454.17246129491673, "y": 651.3815512042268, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 32.262, "eigenvector": 142.8571, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "dXOutdWEghI", "id": "rosalinehioe", "source": "youtube-000001", "content": "Konflik Geopolitik Berlanjut, Peluang Bi Rate Turun Kian Menyusut | MARKET REVIEW\n\nKetegangan geopolitik di Timur Tengah mulai berdampak pada arah kebijakan moneter Indonesia. Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo mengungkapkan ruang pemangkasan suku bunga acuan atau BI Rate ke depan semakin terbatas, seiring menguatnya dolar AS dan keluarnya aliran modal asing dari pasar domestik. Lalu bagaimana strategi Bank Indonesia menjaga stabilitas pasar keuangan sekaligus memastikan likuiditas perbankan tetap terjaga, setelah BI memangkas suku bunga hingga lima kali sepanjang 2025?\n\nPembicara:\nSharmila Yahya - Wakil Ketua Umum Bidang Kolaborasi dan Pendanaan Kadin Indonesia\nEko Listiyanto - Direktur Pengembangan Big Data Indef\n\n#bankindonesia #geopolitik \n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nFollow US on Social Media\nYuk Subscribe -    /   \nWa Channel - https://whatsapp.com/channel/0029Va5V...\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idx_channel  \n-------------------------------------------------------------------------------------\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\nMyRepublic Channel 576\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "dXOutdWEghI"}}, {"key": "@wawasan-cerdas", "attributes": {"label": "@wawasan-cerdas", "x": 335.4704435430618, "y": 322.61736456167176, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 28.7687, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "nNmXlhFXQ_I", "id": "@wawasan-cerdas", "source": "youtube-000001", "content": "IHSG REBOUND? Keputusan Krusial FTSE & Gencatan Senjata Palsu Timur Tengah! MSCI?\n\nSelamat datang kembali di channel Wawasan Cerdas! Pada episode kali ini, kami akan mengajak Anda untuk membedah secara mendalam dinamika geopolitik global yang sedang berada di ujung tanduk dan bagaimana efek dominonya terhadap perekonomian serta portofolio investasi kita dalam jangka panjang.\n\nDunia baru saja dikejutkan oleh manuver taktis berupa kesepakatan gencatan senjata bersyarat selama dua minggu antara Amerika Serikat, Iran, dan Israel melalui \"Islamabad Accord\". Namun, kita sebagai investor cerdas tidak boleh menelan berita ini mentah-mentah. Realitasnya, gencatan senjata ini sangatlah rapuh dan hanyalah ilusi semata. Hanya beberapa jam setelah kesepakatan diumumkan, baku tembak tetap terjadi di mana Israel melaporkan serangan rudal balistik Iran, sementara Iran menuding jet tempur Israel masih melakukan serangan udara di langit Teheran. Bahkan, di balik meja perundingan ini, terjadi praktik komersialisasi ekstrem di mana kapal-kapal komersial dipaksa membayar \"uang tol\" sebesar US$2 juta per kapal untuk bisa melewati Selat Hormuz dengan aman.\n\nLalu, apa dampaknya bagi kita di Indonesia? Berkat dibukanya kembali Selat Hormuz, skenario \"kiamat minyak\" yang sempat menahan pasokan 20 juta barel minyak per hari berhasil dihindari. Pasar merespons dengan aksi jual brutal yang membuat harga minyak Brent anjlok 16% dan WTI jatuh 19%, menghapus premi risiko perang yang ada. Penurunan harga minyak ini adalah anugerah luar biasa yang menyelamatkan APBN Indonesia dari ancaman defisit ekstrem. Jika harga minyak terus melambung, negara kita berisiko menanggung beban tambahan suntikan likuiditas sebesar Rp126 triliun hanya untuk menambal pembengkakan subsidi energi.\n\nDi pasar modal, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kita juga baru saja lolos dari lubang jarum. Pada awal tahun, lembaga MSCI membunyikan alarm dan mengancam akan menurunkan kasta (downgrade) pasar saham Indonesia akibat masalah transparansi dan rendahnya saham publik (free float), yang sempat menghapus kapitalisasi pasar hingga US$120 miliar akibat panic selling. Namun, intervensi radikal OJK yang menaikkan syarat free float menjadi 15% sukses menyelamatkan integritas bursa kita. Lembaga pesaing, FTSE Russell, justru memberikan lampu hijau yang mengonfirmasi bahwa Indonesia aman dari ancaman downgrade, sehingga memicu arus masuk dana asing kembali ke Jakarta.\n\nBagaimana Anda harus merespons momentum ini? Uang pintar (smart money) kini sedang merotasi asetnya dan bersiap memborong saham-saham perbankan raksasa berfundamental kuat seperti BBCA dan BBRI yang saat ini memiliki valuasi diskon cukup tajam. Namun, kami mengingatkan agar Anda tetap memiliki aset pelindung. Investor institusional kini menjadikan emas sebagai asuransi asimetris—yang harganya melesat menembus US$4.812 per ons troi—untuk berjaga-jaga apabila negosiasi damai gagal dan perang kembali meledak.\n\nTonton video ini sampai habis untuk mendapatkan wawasan komprehensif agar kita selalu selangkah lebih maju dari pasar! Jangan lupa klik tombol Like, Subscribe, dan bagikan video dari Wawasan Cerdas ini kepada rekan investor lainnya.\n\n--------------------------------------------------------------------------------\n#WawasanCerdas #IHSG #InvestasiSaham #GencatanSenjata #KonflikTimurTengah #FTSE #MSCI #MakroEkonomi #SahamBBCA #SahamBBRI #HargaMinyak #HargaEmas #Geopolitik #PasarModal #Keuangan #WawasanCerdas #InvestasiSaham #Saham\n\nJoin this channel to get access to perks:\n   / -cerdas", "post_id": "nNmXlhFXQ_I"}}, {"key": "wawasan", "attributes": {"label": "wawasan", "x": 547.9243133283195, "y": 238.1959821688141, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 40.9954, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "nNmXlhFXQ_I", "id": "wawasan", "source": "youtube-000001", "content": "IHSG REBOUND? Keputusan Krusial FTSE & Gencatan Senjata Palsu Timur Tengah! MSCI?\n\nSelamat datang kembali di channel Wawasan Cerdas! Pada episode kali ini, kami akan mengajak Anda untuk membedah secara mendalam dinamika geopolitik global yang sedang berada di ujung tanduk dan bagaimana efek dominonya terhadap perekonomian serta portofolio investasi kita dalam jangka panjang.\n\nDunia baru saja dikejutkan oleh manuver taktis berupa kesepakatan gencatan senjata bersyarat selama dua minggu antara Amerika Serikat, Iran, dan Israel melalui \"Islamabad Accord\". Namun, kita sebagai investor cerdas tidak boleh menelan berita ini mentah-mentah. Realitasnya, gencatan senjata ini sangatlah rapuh dan hanyalah ilusi semata. Hanya beberapa jam setelah kesepakatan diumumkan, baku tembak tetap terjadi di mana Israel melaporkan serangan rudal balistik Iran, sementara Iran menuding jet tempur Israel masih melakukan serangan udara di langit Teheran. Bahkan, di balik meja perundingan ini, terjadi praktik komersialisasi ekstrem di mana kapal-kapal komersial dipaksa membayar \"uang tol\" sebesar US$2 juta per kapal untuk bisa melewati Selat Hormuz dengan aman.\n\nLalu, apa dampaknya bagi kita di Indonesia? Berkat dibukanya kembali Selat Hormuz, skenario \"kiamat minyak\" yang sempat menahan pasokan 20 juta barel minyak per hari berhasil dihindari. Pasar merespons dengan aksi jual brutal yang membuat harga minyak Brent anjlok 16% dan WTI jatuh 19%, menghapus premi risiko perang yang ada. Penurunan harga minyak ini adalah anugerah luar biasa yang menyelamatkan APBN Indonesia dari ancaman defisit ekstrem. Jika harga minyak terus melambung, negara kita berisiko menanggung beban tambahan suntikan likuiditas sebesar Rp126 triliun hanya untuk menambal pembengkakan subsidi energi.\n\nDi pasar modal, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kita juga baru saja lolos dari lubang jarum. Pada awal tahun, lembaga MSCI membunyikan alarm dan mengancam akan menurunkan kasta (downgrade) pasar saham Indonesia akibat masalah transparansi dan rendahnya saham publik (free float), yang sempat menghapus kapitalisasi pasar hingga US$120 miliar akibat panic selling. Namun, intervensi radikal OJK yang menaikkan syarat free float menjadi 15% sukses menyelamatkan integritas bursa kita. Lembaga pesaing, FTSE Russell, justru memberikan lampu hijau yang mengonfirmasi bahwa Indonesia aman dari ancaman downgrade, sehingga memicu arus masuk dana asing kembali ke Jakarta.\n\nBagaimana Anda harus merespons momentum ini? Uang pintar (smart money) kini sedang merotasi asetnya dan bersiap memborong saham-saham perbankan raksasa berfundamental kuat seperti BBCA dan BBRI yang saat ini memiliki valuasi diskon cukup tajam. Namun, kami mengingatkan agar Anda tetap memiliki aset pelindung. Investor institusional kini menjadikan emas sebagai asuransi asimetris—yang harganya melesat menembus US$4.812 per ons troi—untuk berjaga-jaga apabila negosiasi damai gagal dan perang kembali meledak.\n\nTonton video ini sampai habis untuk mendapatkan wawasan komprehensif agar kita selalu selangkah lebih maju dari pasar! Jangan lupa klik tombol Like, Subscribe, dan bagikan video dari Wawasan Cerdas ini kepada rekan investor lainnya.\n\n--------------------------------------------------------------------------------\n#WawasanCerdas #IHSG #InvestasiSaham #GencatanSenjata #KonflikTimurTengah #FTSE #MSCI #MakroEkonomi #SahamBBCA #SahamBBRI #HargaMinyak #HargaEmas #Geopolitik #PasarModal #Keuangan #WawasanCerdas #InvestasiSaham #Saham\n\nJoin this channel to get access to perks:\n   / -cerdas", "post_id": "nNmXlhFXQ_I"}}, {"key": "@thecore_in", "attributes": {"label": "@thecore_in", "x": 855.1829508822765, "y": 447.24603787756246, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 28.7687, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 3, "degree": 3}, "_id": "AiuGRPBQcog", "id": "@thecore_in", "source": "youtube-000001", "content": "Perang Iran Belum Berakhir! Pasar Melonjak Seiring Pengetatan Blokade | Govindraj Ethiraj | Lapor...\n\nPada Episode 848 dari The Core Report, jurnalis keuangan Govindraj Ethiraj berbicara dengan Upasna Bhardwaj, Kepala Ekonom di Kotak Mahindra Bank; Adelle Thomas, Direktur Adaptasi di NRDC dan Wakil Ketua Kelompok Kerja IPCC; serta Krishnan Sitaraman, Kepala Petugas Pemeringkatan di Crisil Ratings.\n\n____________________________________________\nBekerja Sama Dengan:\nPasar bergerak cepat.\nTetap unggul dengan InvestingPro—akses penuh Anda ke 300.000+ instrumen, alat profesional & peringatan waktu nyata.\nTanpa kebisingan. Hanya intelijen pasar.\n\nInvestingPro—perkuat portofolio Anda.\n\nUnduh Sekarang: https://www.investing-referral.com/af...\n____________________________________________\nCATATAN ACARA\n(00:00) Berita Hari Ini\n(00:50) Pasar selalu menyambut baik kata-kata tersebut, tetapi mengapa tindakan menunjukkan sebaliknya\n(04:07) Ekspor India ke AS meningkat karena tarif yang lebih rendah\n(06:14) Bagaimana berkurangnya musim hujan akan berdampak pada perekonomian\n(13:32) Mengapa kredit perbankan melambat tahun ini?\n(24:30) Panas ekstrem muncul sebagai salah satu risiko iklim paling mendesak secara global\n\nPasar, Blokade, Rupee, dan Minyak:\n\nApakah perang Iran sudah berakhir? Tentu saja tidak. Pasar menyambut baik sinyal kemungkinan berakhirnya perang Iran, tetapi di lapangan, tidak banyak yang berubah. Pemboman tanpa henti kini telah beralih ke blokade angkatan laut dan ekonomi AS skala penuh.\n\nBlokade AS terhadap pelabuhan Iran sepenuhnya berlaku, memutus hampir 90 persen perdagangan maritim Iran melalui Selat Hormuz, jalur minyak global utama. Lebih dari 10.000 tentara AS, kapal angkatan laut, dan jet tempur dikerahkan. Dalam 24 jam pertama, kapal-kapal dipulangkan, memperketat perdagangan global dan risiko pasokan minyak. Meskipun pembicaraan diplomatik terus berlanjut, ketidakpastian tetap tinggi.\n\nHarga minyak kembali naik mendekati 95 dolar per barel, sementara IMF telah memangkas perkiraan pertumbuhan global dan memperingatkan skenario risiko harga minyak yang tinggi. Terlepas dari itu, pasar saham India melonjak, dengan Sensex dan Nifty mencapai level tertinggi satu bulan karena harapan meredanya ketegangan.\n\nPasar yang lebih luas menguat, tetapi investor asing tetap berhati-hati. Investor asing telah menarik miliaran dolar dari saham India karena risiko geopolitik, valuasi, dan tekanan mata uang. Rupee tetap lemah di dekat 93 per dolar di tengah permintaan dolar yang kuat.\n\nEkspor India ke AS:\n\nEkspor ke AS membaik karena tarif yang lebih rendah, mempersempit defisit perdagangan India. Namun, biaya pengiriman yang lebih tinggi dan gangguan di Selat Hormuz terus berlanjut. Ekspor permata dan perhiasan menurun, mencerminkan lemahnya permintaan global.\n\nLaporan Crisil menyoroti kondisi keuangan yang lebih ketat yang didorong oleh arus keluar FPI, pelemahan rupee, dan kenaikan imbal hasil obligasi. Tindakan RBI menstabilkan pasar, tetapi volatilitas tetap ada.\n\nDampak Musim Hujan Ini terhadap Ekonomi:\n\nInflasi kembali meningkat, dipimpin oleh harga minyak mentah, logam, dan pangan. Prakiraan musim hujan yang lemah menambah risiko lebih lanjut terhadap pertumbuhan dan permintaan pedesaan. Upasana Bharadwaj dari Kotak Mahindra Bank menyoroti pentingnya tren musim hujan untuk stabilitas ekonomi.\n\nPerlambatan Kredit Bank:\n\nPertumbuhan kredit bank diperkirakan akan melambat di tengah ketidakpastian global, meskipun permintaan UMKM dan ritel tetap stabil. Krishnan Sitaraman dari Crisil Ratings mencatat bahwa tren kredit akan bergantung pada suku bunga dan risiko geopolitik.\n\nMengatasi Panas Ekstrem di Dunia:\n\nMeningkatnya risiko gelombang panas muncul sebagai tantangan ekonomi global utama. Adele Thomas dari NRDC dan IPCC menyoroti urgensi adaptasi iklim dan respons kebijakan.\n\nPertanyaan kuncinya tetap: Apakah pasar mengabaikan risiko nyata seiring berlanjutnya konflik Iran?\n\nSaat narasi perang Iran belum berakhir terungkap dan blokade AS semakin ketat, pasar melonjak tetapi risiko tetap ada. Dari harga minyak, rupee, Sensex dan Nifty hingga sinyal ekonomi global, apakah pasar mengabaikan realitas? Tetap terinformasi dengan The Core Report oleh Govindraj Ethiraj.\n\n#PerangIran #PasarSahamIndia #HargaMinyak #SensexNifty #EkonomiGlobal #TheCoreReport #TheCore\n\nGabung The Core Insider untuk mendapatkan akses ke keuntungan:\n   /   \n\nPendengar! Kami menunggu umpan balik Anda: https://tinyurl.com/TCR-Listener-Survey\n\nThe Core & The Core Report didukung iklan & GRATIS untuk semua pembaca & pendengar. Hubungi shiva untuk kebutuhan sponsor & studio merek.\n\nUntuk liputan selengkapnya, kunjungi thecore.in (https://www.thecore.in/)\n\nDukung Core Report (https://tinyurl.com/Support-the-Core-...)\n\nGabung & Berinteraksi secara anonim di saluran WhatsApp kami (https://tinyurl.com/The-Core-WhatsApp...)\n\nBerlangganan Newsletter kami (https://www.thecore.in/newsletters/th...)\n\nIkuti Kami di Media Sosial untuk Pembaruan Lebih Lanjut:\nTwitter (http...", "post_id": "AiuGRPBQcog"}}, {"key": "thecore_in", "attributes": {"label": "thecore_in", "x": 459.17905981268416, "y": 396.02854456909495, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 36.9198, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 3, "out_degree": 0, "degree": 3}, "_id": "AiuGRPBQcog", "id": "thecore_in", "source": "youtube-000001", "content": "Perang Iran Belum Berakhir! Pasar Melonjak Seiring Pengetatan Blokade | Govindraj Ethiraj | Lapor...\n\nPada Episode 848 dari The Core Report, jurnalis keuangan Govindraj Ethiraj berbicara dengan Upasna Bhardwaj, Kepala Ekonom di Kotak Mahindra Bank; Adelle Thomas, Direktur Adaptasi di NRDC dan Wakil Ketua Kelompok Kerja IPCC; serta Krishnan Sitaraman, Kepala Petugas Pemeringkatan di Crisil Ratings.\n\n____________________________________________\nBekerja Sama Dengan:\nPasar bergerak cepat.\nTetap unggul dengan InvestingPro—akses penuh Anda ke 300.000+ instrumen, alat profesional & peringatan waktu nyata.\nTanpa kebisingan. Hanya intelijen pasar.\n\nInvestingPro—perkuat portofolio Anda.\n\nUnduh Sekarang: https://www.investing-referral.com/af...\n____________________________________________\nCATATAN ACARA\n(00:00) Berita Hari Ini\n(00:50) Pasar selalu menyambut baik kata-kata tersebut, tetapi mengapa tindakan menunjukkan sebaliknya\n(04:07) Ekspor India ke AS meningkat karena tarif yang lebih rendah\n(06:14) Bagaimana berkurangnya musim hujan akan berdampak pada perekonomian\n(13:32) Mengapa kredit perbankan melambat tahun ini?\n(24:30) Panas ekstrem muncul sebagai salah satu risiko iklim paling mendesak secara global\n\nPasar, Blokade, Rupee, dan Minyak:\n\nApakah perang Iran sudah berakhir? Tentu saja tidak. Pasar menyambut baik sinyal kemungkinan berakhirnya perang Iran, tetapi di lapangan, tidak banyak yang berubah. Pemboman tanpa henti kini telah beralih ke blokade angkatan laut dan ekonomi AS skala penuh.\n\nBlokade AS terhadap pelabuhan Iran sepenuhnya berlaku, memutus hampir 90 persen perdagangan maritim Iran melalui Selat Hormuz, jalur minyak global utama. Lebih dari 10.000 tentara AS, kapal angkatan laut, dan jet tempur dikerahkan. Dalam 24 jam pertama, kapal-kapal dipulangkan, memperketat perdagangan global dan risiko pasokan minyak. Meskipun pembicaraan diplomatik terus berlanjut, ketidakpastian tetap tinggi.\n\nHarga minyak kembali naik mendekati 95 dolar per barel, sementara IMF telah memangkas perkiraan pertumbuhan global dan memperingatkan skenario risiko harga minyak yang tinggi. Terlepas dari itu, pasar saham India melonjak, dengan Sensex dan Nifty mencapai level tertinggi satu bulan karena harapan meredanya ketegangan.\n\nPasar yang lebih luas menguat, tetapi investor asing tetap berhati-hati. Investor asing telah menarik miliaran dolar dari saham India karena risiko geopolitik, valuasi, dan tekanan mata uang. Rupee tetap lemah di dekat 93 per dolar di tengah permintaan dolar yang kuat.\n\nEkspor India ke AS:\n\nEkspor ke AS membaik karena tarif yang lebih rendah, mempersempit defisit perdagangan India. Namun, biaya pengiriman yang lebih tinggi dan gangguan di Selat Hormuz terus berlanjut. Ekspor permata dan perhiasan menurun, mencerminkan lemahnya permintaan global.\n\nLaporan Crisil menyoroti kondisi keuangan yang lebih ketat yang didorong oleh arus keluar FPI, pelemahan rupee, dan kenaikan imbal hasil obligasi. Tindakan RBI menstabilkan pasar, tetapi volatilitas tetap ada.\n\nDampak Musim Hujan Ini terhadap Ekonomi:\n\nInflasi kembali meningkat, dipimpin oleh harga minyak mentah, logam, dan pangan. Prakiraan musim hujan yang lemah menambah risiko lebih lanjut terhadap pertumbuhan dan permintaan pedesaan. Upasana Bharadwaj dari Kotak Mahindra Bank menyoroti pentingnya tren musim hujan untuk stabilitas ekonomi.\n\nPerlambatan Kredit Bank:\n\nPertumbuhan kredit bank diperkirakan akan melambat di tengah ketidakpastian global, meskipun permintaan UMKM dan ritel tetap stabil. Krishnan Sitaraman dari Crisil Ratings mencatat bahwa tren kredit akan bergantung pada suku bunga dan risiko geopolitik.\n\nMengatasi Panas Ekstrem di Dunia:\n\nMeningkatnya risiko gelombang panas muncul sebagai tantangan ekonomi global utama. Adele Thomas dari NRDC dan IPCC menyoroti urgensi adaptasi iklim dan respons kebijakan.\n\nPertanyaan kuncinya tetap: Apakah pasar mengabaikan risiko nyata seiring berlanjutnya konflik Iran?\n\nSaat narasi perang Iran belum berakhir terungkap dan blokade AS semakin ketat, pasar melonjak tetapi risiko tetap ada. Dari harga minyak, rupee, Sensex dan Nifty hingga sinyal ekonomi global, apakah pasar mengabaikan realitas? Tetap terinformasi dengan The Core Report oleh Govindraj Ethiraj.\n\n#PerangIran #PasarSahamIndia #HargaMinyak #SensexNifty #EkonomiGlobal #TheCoreReport #TheCore\n\nGabung The Core Insider untuk mendapatkan akses ke keuntungan:\n   /   \n\nPendengar! Kami menunggu umpan balik Anda: https://tinyurl.com/TCR-Listener-Survey\n\nThe Core & The Core Report didukung iklan & GRATIS untuk semua pembaca & pendengar. Hubungi shiva untuk kebutuhan sponsor & studio merek.\n\nUntuk liputan selengkapnya, kunjungi thecore.in (https://www.thecore.in/)\n\nDukung Core Report (https://tinyurl.com/Support-the-Core-...)\n\nGabung & Berinteraksi secara anonim di saluran WhatsApp kami (https://tinyurl.com/The-Core-WhatsApp...)\n\nBerlangganan Newsletter kami (https://www.thecore.in/newsletters/th...)\n\nIkuti Kami di Media Sosial untuk Pembaruan Lebih Lanjut:\nTwitter (http...", "post_id": "AiuGRPBQcog"}}, {"key": "@Oniiofficial", "attributes": {"label": "@Oniiofficial", "x": 127.80788585363734, "y": 335.36805175665074, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 28.7687, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 4, "degree": 4}, "_id": "Yy_RuHUFzs8", "id": "@Oniiofficial", "source": "youtube-000001", "content": "MEMBEDAH  GEJOLAKINDUSTRI TEKSTIL NASIONAL\n\nRapat terbuka di Megawati Institute bersama  Prof  durianto\n1. Faktor Utama Penyebab Gejolak\nSerbuan Impor (Terutama China): Pasar domestik kebanjiran produk tekstil impor dengan harga yang jauh lebih murah, sehingga mereduksi pangsa pasar produsen lokal.\nTingginya Biaya Produksi: Ketidakpastian geopolitik global meningkatkan biaya bahan baku dan operasional.\nTerganggunya Bahan Baku: Kondisi geopolitik juga menghambat rantai pasok bahan baku, yang memengaruhi stabilitas produksi hulu-hilir.\nKebutuhan Mesin Modern: Ketergantungan pada teknologi tua mengurangi efisiensi dan daya saing produk lokal. \n2. Dampak Gejolak Tekanan Kinerja TPT: Industri TPT dalam negeri mengalami tekanan serius pada produksi dan ekspor, terutama akibat fluktuasi global.\nPenurunan Jumlah Perusahaan: Data menunjukkan adanya penurunan jumlah perusahaan tekstil, dengan total mencapai 2.027 perusahaan pada 2022 (menengah-besar) yang kini terancam berkurang. Risiko Pemutusan Hubungan Kerja (PHK): Ketidakstabilan pasar mengancam kelangsungan lapangan kerja yang menyerap jutaan tenaga kerja. \n3. Upaya Penyelamatan oleh Pemerintah\nPemerintah Indonesia mengambil langkah strategis untuk menyelamatkan industri TPT: \nTarget 5 Besar Dunia: Pemerintah berupaya meningkatkan industri tekstil nasional menjadi 5 pemain besar dunia. iki l\nPendanaan dan Insentif: Pembentukan pendanaan insentif sektor tekstil dengan rencana dana sekitar 6 miliar dolar Amerika untuk mem perkuat rantai nilai.\nRevitalisasi: Melakukan modernisasi mesin-mesin industri untuk meningkatkan efisiensi.\nRestrukturisasi BUMN: Melalui optimalisasi BUMN se perti Danantara untuk menstabilkan sektor tekstil.\nKebijakan Proteksi: Penguatan kebijakan domestik untuk membatasi gempuran produk impor. \n +24. Prospek Masa Depan\nMeski diterpa gejolak, industri ini masih dinilai memiliki potensi ekspor yang menjanjikan jika langkah-langkah revitalisasi berhasil. Target pemerintah adalah meningkatkan ekspor dawari 4 miliar dolar AS pada 2026 menjadi 40 miliar dolar AS dalam sepuluh tahun ke depan\n\n‪‬ ‪‬ ‪‬", "post_id": "Yy_RuHUFzs8"}}, {"key": "darmamdi", "attributes": {"label": "darmamdi", "x": 905.7105306005484, "y": 548.7243697294314, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 34.882, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "Yy_RuHUFzs8", "id": "darmamdi", "source": "youtube-000001", "content": "MEMBEDAH  GEJOLAKINDUSTRI TEKSTIL NASIONAL\n\nRapat terbuka di Megawati Institute bersama  Prof  durianto\n1. Faktor Utama Penyebab Gejolak\nSerbuan Impor (Terutama China): Pasar domestik kebanjiran produk tekstil impor dengan harga yang jauh lebih murah, sehingga mereduksi pangsa pasar produsen lokal.\nTingginya Biaya Produksi: Ketidakpastian geopolitik global meningkatkan biaya bahan baku dan operasional.\nTerganggunya Bahan Baku: Kondisi geopolitik juga menghambat rantai pasok bahan baku, yang memengaruhi stabilitas produksi hulu-hilir.\nKebutuhan Mesin Modern: Ketergantungan pada teknologi tua mengurangi efisiensi dan daya saing produk lokal. \n2. Dampak Gejolak Tekanan Kinerja TPT: Industri TPT dalam negeri mengalami tekanan serius pada produksi dan ekspor, terutama akibat fluktuasi global.\nPenurunan Jumlah Perusahaan: Data menunjukkan adanya penurunan jumlah perusahaan tekstil, dengan total mencapai 2.027 perusahaan pada 2022 (menengah-besar) yang kini terancam berkurang. Risiko Pemutusan Hubungan Kerja (PHK): Ketidakstabilan pasar mengancam kelangsungan lapangan kerja yang menyerap jutaan tenaga kerja. \n3. Upaya Penyelamatan oleh Pemerintah\nPemerintah Indonesia mengambil langkah strategis untuk menyelamatkan industri TPT: \nTarget 5 Besar Dunia: Pemerintah berupaya meningkatkan industri tekstil nasional menjadi 5 pemain besar dunia. iki l\nPendanaan dan Insentif: Pembentukan pendanaan insentif sektor tekstil dengan rencana dana sekitar 6 miliar dolar Amerika untuk mem perkuat rantai nilai.\nRevitalisasi: Melakukan modernisasi mesin-mesin industri untuk meningkatkan efisiensi.\nRestrukturisasi BUMN: Melalui optimalisasi BUMN se perti Danantara untuk menstabilkan sektor tekstil.\nKebijakan Proteksi: Penguatan kebijakan domestik untuk membatasi gempuran produk impor. \n +24. Prospek Masa Depan\nMeski diterpa gejolak, industri ini masih dinilai memiliki potensi ekspor yang menjanjikan jika langkah-langkah revitalisasi berhasil. Target pemerintah adalah meningkatkan ekspor dawari 4 miliar dolar AS pada 2026 menjadi 40 miliar dolar AS dalam sepuluh tahun ke depan\n\n‪‬ ‪‬ ‪‬", "post_id": "Yy_RuHUFzs8"}}, {"key": "PDIPerjuangan", "attributes": {"label": "PDIPerjuangan", "x": 151.79429339814888, "y": 532.9145848804942, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 34.882, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "Yy_RuHUFzs8", "id": "PDIPerjuangan", "source": "youtube-000001", "content": "MEMBEDAH  GEJOLAKINDUSTRI TEKSTIL NASIONAL\n\nRapat terbuka di Megawati Institute bersama  Prof  durianto\n1. Faktor Utama Penyebab Gejolak\nSerbuan Impor (Terutama China): Pasar domestik kebanjiran produk tekstil impor dengan harga yang jauh lebih murah, sehingga mereduksi pangsa pasar produsen lokal.\nTingginya Biaya Produksi: Ketidakpastian geopolitik global meningkatkan biaya bahan baku dan operasional.\nTerganggunya Bahan Baku: Kondisi geopolitik juga menghambat rantai pasok bahan baku, yang memengaruhi stabilitas produksi hulu-hilir.\nKebutuhan Mesin Modern: Ketergantungan pada teknologi tua mengurangi efisiensi dan daya saing produk lokal. \n2. Dampak Gejolak Tekanan Kinerja TPT: Industri TPT dalam negeri mengalami tekanan serius pada produksi dan ekspor, terutama akibat fluktuasi global.\nPenurunan Jumlah Perusahaan: Data menunjukkan adanya penurunan jumlah perusahaan tekstil, dengan total mencapai 2.027 perusahaan pada 2022 (menengah-besar) yang kini terancam berkurang. Risiko Pemutusan Hubungan Kerja (PHK): Ketidakstabilan pasar mengancam kelangsungan lapangan kerja yang menyerap jutaan tenaga kerja. \n3. Upaya Penyelamatan oleh Pemerintah\nPemerintah Indonesia mengambil langkah strategis untuk menyelamatkan industri TPT: \nTarget 5 Besar Dunia: Pemerintah berupaya meningkatkan industri tekstil nasional menjadi 5 pemain besar dunia. iki l\nPendanaan dan Insentif: Pembentukan pendanaan insentif sektor tekstil dengan rencana dana sekitar 6 miliar dolar Amerika untuk mem perkuat rantai nilai.\nRevitalisasi: Melakukan modernisasi mesin-mesin industri untuk meningkatkan efisiensi.\nRestrukturisasi BUMN: Melalui optimalisasi BUMN se perti Danantara untuk menstabilkan sektor tekstil.\nKebijakan Proteksi: Penguatan kebijakan domestik untuk membatasi gempuran produk impor. \n +24. Prospek Masa Depan\nMeski diterpa gejolak, industri ini masih dinilai memiliki potensi ekspor yang menjanjikan jika langkah-langkah revitalisasi berhasil. Target pemerintah adalah meningkatkan ekspor dawari 4 miliar dolar AS pada 2026 menjadi 40 miliar dolar AS dalam sepuluh tahun ke depan\n\n‪‬ ‪‬ ‪‬", "post_id": "Yy_RuHUFzs8"}}, {"key": "bspnpusatdpppdiperjuangan2603", "attributes": {"label": "bspnpusatdpppdiperjuangan2603", "x": 639.8185774323324, "y": 577.4411003716289, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 34.882, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "Yy_RuHUFzs8", "id": "bspnpusatdpppdiperjuangan2603", "source": "youtube-000001", "content": "MEMBEDAH  GEJOLAKINDUSTRI TEKSTIL NASIONAL\n\nRapat terbuka di Megawati Institute bersama  Prof  durianto\n1. Faktor Utama Penyebab Gejolak\nSerbuan Impor (Terutama China): Pasar domestik kebanjiran produk tekstil impor dengan harga yang jauh lebih murah, sehingga mereduksi pangsa pasar produsen lokal.\nTingginya Biaya Produksi: Ketidakpastian geopolitik global meningkatkan biaya bahan baku dan operasional.\nTerganggunya Bahan Baku: Kondisi geopolitik juga menghambat rantai pasok bahan baku, yang memengaruhi stabilitas produksi hulu-hilir.\nKebutuhan Mesin Modern: Ketergantungan pada teknologi tua mengurangi efisiensi dan daya saing produk lokal. \n2. Dampak Gejolak Tekanan Kinerja TPT: Industri TPT dalam negeri mengalami tekanan serius pada produksi dan ekspor, terutama akibat fluktuasi global.\nPenurunan Jumlah Perusahaan: Data menunjukkan adanya penurunan jumlah perusahaan tekstil, dengan total mencapai 2.027 perusahaan pada 2022 (menengah-besar) yang kini terancam berkurang. Risiko Pemutusan Hubungan Kerja (PHK): Ketidakstabilan pasar mengancam kelangsungan lapangan kerja yang menyerap jutaan tenaga kerja. \n3. Upaya Penyelamatan oleh Pemerintah\nPemerintah Indonesia mengambil langkah strategis untuk menyelamatkan industri TPT: \nTarget 5 Besar Dunia: Pemerintah berupaya meningkatkan industri tekstil nasional menjadi 5 pemain besar dunia. iki l\nPendanaan dan Insentif: Pembentukan pendanaan insentif sektor tekstil dengan rencana dana sekitar 6 miliar dolar Amerika untuk mem perkuat rantai nilai.\nRevitalisasi: Melakukan modernisasi mesin-mesin industri untuk meningkatkan efisiensi.\nRestrukturisasi BUMN: Melalui optimalisasi BUMN se perti Danantara untuk menstabilkan sektor tekstil.\nKebijakan Proteksi: Penguatan kebijakan domestik untuk membatasi gempuran produk impor. \n +24. Prospek Masa Depan\nMeski diterpa gejolak, industri ini masih dinilai memiliki potensi ekspor yang menjanjikan jika langkah-langkah revitalisasi berhasil. Target pemerintah adalah meningkatkan ekspor dawari 4 miliar dolar AS pada 2026 menjadi 40 miliar dolar AS dalam sepuluh tahun ke depan\n\n‪‬ ‪‬ ‪‬", "post_id": "Yy_RuHUFzs8"}}, {"key": "Gen.B_", "attributes": {"label": "Gen.B_", "x": 345.65838060944975, "y": 748.5219143323687, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 34.882, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "Yy_RuHUFzs8", "id": "Gen.B_", "source": "youtube-000001", "content": "MEMBEDAH  GEJOLAKINDUSTRI TEKSTIL NASIONAL\n\nRapat terbuka di Megawati Institute bersama  Prof  durianto\n1. Faktor Utama Penyebab Gejolak\nSerbuan Impor (Terutama China): Pasar domestik kebanjiran produk tekstil impor dengan harga yang jauh lebih murah, sehingga mereduksi pangsa pasar produsen lokal.\nTingginya Biaya Produksi: Ketidakpastian geopolitik global meningkatkan biaya bahan baku dan operasional.\nTerganggunya Bahan Baku: Kondisi geopolitik juga menghambat rantai pasok bahan baku, yang memengaruhi stabilitas produksi hulu-hilir.\nKebutuhan Mesin Modern: Ketergantungan pada teknologi tua mengurangi efisiensi dan daya saing produk lokal. \n2. Dampak Gejolak Tekanan Kinerja TPT: Industri TPT dalam negeri mengalami tekanan serius pada produksi dan ekspor, terutama akibat fluktuasi global.\nPenurunan Jumlah Perusahaan: Data menunjukkan adanya penurunan jumlah perusahaan tekstil, dengan total mencapai 2.027 perusahaan pada 2022 (menengah-besar) yang kini terancam berkurang. Risiko Pemutusan Hubungan Kerja (PHK): Ketidakstabilan pasar mengancam kelangsungan lapangan kerja yang menyerap jutaan tenaga kerja. \n3. Upaya Penyelamatan oleh Pemerintah\nPemerintah Indonesia mengambil langkah strategis untuk menyelamatkan industri TPT: \nTarget 5 Besar Dunia: Pemerintah berupaya meningkatkan industri tekstil nasional menjadi 5 pemain besar dunia. iki l\nPendanaan dan Insentif: Pembentukan pendanaan insentif sektor tekstil dengan rencana dana sekitar 6 miliar dolar Amerika untuk mem perkuat rantai nilai.\nRevitalisasi: Melakukan modernisasi mesin-mesin industri untuk meningkatkan efisiensi.\nRestrukturisasi BUMN: Melalui optimalisasi BUMN se perti Danantara untuk menstabilkan sektor tekstil.\nKebijakan Proteksi: Penguatan kebijakan domestik untuk membatasi gempuran produk impor. \n +24. Prospek Masa Depan\nMeski diterpa gejolak, industri ini masih dinilai memiliki potensi ekspor yang menjanjikan jika langkah-langkah revitalisasi berhasil. Target pemerintah adalah meningkatkan ekspor dawari 4 miliar dolar AS pada 2026 menjadi 40 miliar dolar AS dalam sepuluh tahun ke depan\n\n‪‬ ‪‬ ‪‬", "post_id": "Yy_RuHUFzs8"}}], "edges": [{"key": "ZimanPargad2", "source": "ZimanPargad2", "target": "pakar_rebahann", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "ojk_kediri", "source": "ojk_kediri", "target": "ojkindonesia", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "ojk_kediri", "source": "ojk_kediri", "target": "ojk_kediri", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "cnbcindonesia", "source": "cnbcindonesia", "target": "cnbcindonesia", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "ciptasaranacendekia", "source": "ciptasaranacendekia", "target": "ciptasaranacendekia", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "ciptasaranacendekia", "source": "ciptasaranacendekia", "target": "brevetpajak_malang", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "idxchannel_", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "wicky_adrian", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "deffid_83", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "prast_ulrich", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "rosalinehioe", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@wawasan-cerdas", "source": "@wawasan-cerdas", "target": "wawasan", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@thecore_in", "source": "@thecore_in", "target": "thecore_in", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@Oniiofficial", "source": "@Oniiofficial", "target": "darmamdi", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@Oniiofficial", "source": "@Oniiofficial", "target": "PDIPerjuangan", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@Oniiofficial", "source": "@Oniiofficial", "target": "bspnpusatdpppdiperjuangan2603", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@Oniiofficial", "source": "@Oniiofficial", "target": "Gen.B_", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@thecore_in", "source": "@thecore_in", "target": "thecore_in", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@wawasan-cerdas", "source": "@wawasan-cerdas", "target": "wawasan", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@thecore_in", "source": "@thecore_in", "target": "thecore_in", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}]}