{"nodes": [{"key": "aldotjahjadi8", "attributes": {"label": "aldotjahjadi8", "x": 256.1204951206689, "y": 119.72767353268165, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["retweet-000002"], "scores": {"pagerank": 11.405, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "2046855685259096531", "id": "aldotjahjadi8", "source": "retweet-000002", "content": "Pertumbuhan kredit perbankan terus diperkuat guna mendukung pertumbuhan ekonomi.\n\n➡️Kredit perbankan pada Maret 2026 tu…", "post_id": "2046855685259096531"}}, {"key": "bank_indonesia", "attributes": {"label": "bank_indonesia", "x": 150.25667539767994, "y": 696.8861375155926, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["retweet-000002"], "scores": {"pagerank": 21.0992, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 4, "out_degree": 0, "degree": 4}, "_id": "2046855685259096531", "id": "bank_indonesia", "source": "retweet-000002", "content": "Pertumbuhan kredit perbankan terus diperkuat guna mendukung pertumbuhan ekonomi.\n\n➡️Kredit perbankan pada Maret 2026 tu…", "post_id": "2046855685259096531"}}, {"key": "Ryp_Ez", "attributes": {"label": "Ryp_Ez", "x": 328.5413120339381, "y": 295.2634228514659, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["retweet-000002"], "scores": {"pagerank": 11.405, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "2046855859070988785", "id": "Ryp_Ez", "source": "retweet-000002", "content": "Pertumbuhan kredit perbankan terus diperkuat guna mendukung pertumbuhan ekonomi.\n\n➡️Kredit perbankan pada Maret 2026 tu…", "post_id": "2046855859070988785"}}, {"key": "infojambidotcom", "attributes": {"label": "infojambidotcom", "x": 975.1165372241024, "y": 675.5263100277945, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 11.405, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "2049105591617151409", "id": "infojambidotcom", "source": "tweet-000004", "content": "OJK Perkuat Kapasitas Perempuan untuk Jaga Stabilitas Keuangan dan Ekonomi Nasional\nhttps://t.co/ZYhRGrqRTD", "post_id": "2049105591617151409"}}, {"key": "ojkindonesia", "attributes": {"label": "ojkindonesia", "x": 604.7473622854428, "y": 389.4097285725517, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 16.2521, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2049105591617151409", "id": "ojkindonesia", "source": "tweet-000004", "content": "OJK Perkuat Kapasitas Perempuan untuk Jaga Stabilitas Keuangan dan Ekonomi Nasional\nhttps://t.co/ZYhRGrqRTD", "post_id": "2049105591617151409"}}, {"key": "Kemenkomdigi_id", "attributes": {"label": "Kemenkomdigi_id", "x": 215.39231491176568, "y": 495.5315923574586, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 16.2521, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2049105591617151409", "id": "Kemenkomdigi_id", "source": "tweet-000004", "content": "OJK Perkuat Kapasitas Perempuan untuk Jaga Stabilitas Keuangan dan Ekonomi Nasional\nhttps://t.co/ZYhRGrqRTD", "post_id": "2049105591617151409"}}, {"key": "syueb2011", "attributes": {"label": "syueb2011", "x": 206.7813999247241, "y": 528.87266229432, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 11.405, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "1978961838911205691", "id": "syueb2011", "source": "tweet-000004", "content": "Mari kita bicara data: \n1. Pertumbuhan ekonomi \n2. Inflasi\n3. Kurs rupiah\n4. Hutang Pemerintah\n5. Pertumbuhan kredit properti\n6. Harga komoditas\n\nEra SBY memang menikmati “global commodity boom” dan efek capital inflow pasca reformasi keuangan Asia, sehingga konsumsi rumah https://t.co/BfJ8gojfB4", "post_id": "1978961838911205691"}}, {"key": "bachrum_achmadi", "attributes": {"label": "bachrum_achmadi", "x": 119.87448463901006, "y": 943.702551395852, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 16.2521, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "1978961838911205691", "id": "bachrum_achmadi", "source": "tweet-000004", "content": "Mari kita bicara data: \n1. Pertumbuhan ekonomi \n2. Inflasi\n3. Kurs rupiah\n4. Hutang Pemerintah\n5. Pertumbuhan kredit properti\n6. Harga komoditas\n\nEra SBY memang menikmati “global commodity boom” dan efek capital inflow pasca reformasi keuangan Asia, sehingga konsumsi rumah https://t.co/BfJ8gojfB4", "post_id": "1978961838911205691"}}, {"key": "SBYudhoyono", "attributes": {"label": "SBYudhoyono", "x": 872.924117439288, "y": 716.7090435514075, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 16.2521, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "1978961838911205691", "id": "SBYudhoyono", "source": "tweet-000004", "content": "Mari kita bicara data: \n1. Pertumbuhan ekonomi \n2. Inflasi\n3. Kurs rupiah\n4. Hutang Pemerintah\n5. Pertumbuhan kredit properti\n6. Harga komoditas\n\nEra SBY memang menikmati “global commodity boom” dan efek capital inflow pasca reformasi keuangan Asia, sehingga konsumsi rumah https://t.co/BfJ8gojfB4", "post_id": "1978961838911205691"}}, {"key": "grok", "attributes": {"label": "grok", "x": 913.2634527906374, "y": 917.0733487542715, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 11.405, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "2045448547143741440", "id": "grok", "source": "tweet-000004", "content": "Haha, paham banget reaksinya. Kabar menyenangkan dari bank BUMN: proyeksi 2026 cerah! Kinerja Himbara (BRI, Mandiri, BNI, BTN) diprediksi membaik dengan likuiditas lebih kuat, pertumbuhan kredit naik, dan potensi dividen jumbo. Pemerintah juga perpanjang penempatan dana Rp200T", "post_id": "2045448547143741440"}}, {"key": "yosephsamodra", "attributes": {"label": "yosephsamodra", "x": 37.190369469279446, "y": 216.9691968119719, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 16.2521, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2045448547143741440", "id": "yosephsamodra", "source": "tweet-000004", "content": "Haha, paham banget reaksinya. Kabar menyenangkan dari bank BUMN: proyeksi 2026 cerah! Kinerja Himbara (BRI, Mandiri, BNI, BTN) diprediksi membaik dengan likuiditas lebih kuat, pertumbuhan kredit naik, dan potensi dividen jumbo. Pemerintah juga perpanjang penempatan dana Rp200T", "post_id": "2045448547143741440"}}, {"key": "MrOngDedy", "attributes": {"label": "MrOngDedy", "x": 123.65426429232585, "y": 175.25830689863608, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 16.2521, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2045448547143741440", "id": "MrOngDedy", "source": "tweet-000004", "content": "Haha, paham banget reaksinya. Kabar menyenangkan dari bank BUMN: proyeksi 2026 cerah! Kinerja Himbara (BRI, Mandiri, BNI, BTN) diprediksi membaik dengan likuiditas lebih kuat, pertumbuhan kredit naik, dan potensi dividen jumbo. Pemerintah juga perpanjang penempatan dana Rp200T", "post_id": "2045448547143741440"}}, {"key": "mancingsaham", "attributes": {"label": "mancingsaham", "x": 658.0815620671415, "y": 304.2514053898231, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 14.4825, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 4, "out_degree": 4, "degree": 8}, "_id": "3882447534241880505_52512310886", "id": "mancingsaham", "source": "instagram-000001", "content": "PT Bank Central Asia Tbk mencatat laba Q1 2026 tumbuh 4% menjadi Rp14,7 triliun 📊. Namun, NIM turun ke 5,4% dan pertumbuhan kredit hanya 6% (di bawah target 8–10%) ⚠️.\n\nPendapatan ditopang fee-based income (+16%), sementara biaya pencadangan naik 20% sehingga menekan profitabilitas 💸.\n\nMeski dana pihak ketiga tumbuh 8% dan CASA kuat di 85% 💰, pasar merespons negatif dengan saham BBCA sempat turun hingga -5,45% di awal perdagangan 📉.\n\nDi sisi lain, analis masih mempertahankan rekomendasi buy dengan target harga Rp10.600 🚀.\n\nSumber: Kabarbursa, 24 April 2026\n\nGabung di  community untuk analisis market, stockpick pilihan, update berita saham, dan diskusi eksklusif dengan investor & trader lainnya. 📩 Bergabung sekarang! Klik lynk.id/owennath atau chat 081251880459 (WhatsApp).\n\n#saham #investasi #trading #BBCA #perbankan #IHSG #marketupdate #mancingsaham", "post_id": "3882447534241880505_52512310886"}}, {"key": "kumparancom", "attributes": {"label": "kumparancom", "x": 360.5446132302806, "y": 18.833699490029776, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 11.405, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "3888202324565477818_3286401357", "id": "kumparancom", "source": "instagram-000001", "content": "Bank Mandiri (BMRI) resmi menetapkan pembagian dividen tunai sebesar Rp 44,47 triliun atau 79% dari laba bersih tahun buku 2025. Total dividen per saham (DPS) atas kinerja tahun 2025 tersebut mencapai Rp 476,95, yang jumlahnya sudah termasuk dividen interim yang telah dibayarkan kepada pemegang saham pada Januari 2026 lalu.\n\nSelain dividen rekor, RUPST juga menyetujui rencana pembelian kembali saham (buyback) senilai Rp 1,17 triliun dan melakukan penyegaran susunan pengurus perseroan. Langkah strategis ini diambil untuk menjaga kepercayaan investor serta memperkuat posisi Bank Mandiri () sebagai bagian dari ekosistem Danantara.\n\nCapaian ini setara dengan dividend yield sebesar 10,77%, didukung oleh kinerja fundamental yang solid dengan pertumbuhan kredit sebesar 13,4% YoY. Bank Mandiri berkomitmen terus memberikan nilai optimal bagi pemegang saham sekaligus menjadi mitra strategis dalam mengakselerasi ekonomi nasional.", "post_id": "3888202324565477818_3286401357"}}, {"key": "bankmandiri", "attributes": {"label": "bankmandiri", "x": 350.92588083642573, "y": 455.348167016259, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 21.0992, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "3888202324565477818_3286401357", "id": "bankmandiri", "source": "instagram-000001", "content": "Bank Mandiri (BMRI) resmi menetapkan pembagian dividen tunai sebesar Rp 44,47 triliun atau 79% dari laba bersih tahun buku 2025. Total dividen per saham (DPS) atas kinerja tahun 2025 tersebut mencapai Rp 476,95, yang jumlahnya sudah termasuk dividen interim yang telah dibayarkan kepada pemegang saham pada Januari 2026 lalu.\n\nSelain dividen rekor, RUPST juga menyetujui rencana pembelian kembali saham (buyback) senilai Rp 1,17 triliun dan melakukan penyegaran susunan pengurus perseroan. Langkah strategis ini diambil untuk menjaga kepercayaan investor serta memperkuat posisi Bank Mandiri () sebagai bagian dari ekosistem Danantara.\n\nCapaian ini setara dengan dividend yield sebesar 10,77%, didukung oleh kinerja fundamental yang solid dengan pertumbuhan kredit sebesar 13,4% YoY. Bank Mandiri berkomitmen terus memberikan nilai optimal bagi pemegang saham sekaligus menjadi mitra strategis dalam mengakselerasi ekonomi nasional.", "post_id": "3888202324565477818_3286401357"}}, {"key": "nuonlinenews", "attributes": {"label": "nuonlinenews", "x": 404.1903495507738, "y": 111.25933918519281, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 76.0325, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 1, "degree": 2}, "_id": "3890928907477707330_66210213616", "id": "nuonlinenews", "source": "instagram-000001", "content": "Gubernur Bank Indonesia (BI), Perry Warjiyo, menyampaikan bahwa pelemahan nilai tukar rupiah dalam beberapa waktu terakhir dipengaruhi oleh faktor global. \n\nIa menambahkan, tekanan jangka pendek juga dipicu faktor musiman, seperti kebutuhan devisa untuk repatriasi dividen, pembayaran utang, serta kebutuhan jemaah haji yang meningkatkan permintaan dolar. \n\nHal itu disampaikan Perry saat bertemu dalam Rapat Terbatas (Ratas) bersama Presiden Prabowo Subianto dan sejumlah menteri lainnya di Istana Merdeka, Jakarta, pada Selasa (5/6/2026).\n\n“Faktor globalnya apa yang menyebabkan tekanan nilai tukar dalam jangka pendek ini? Adalah satu, harga minyak yang tinggi. Dua, suku bunga Amerika yang juga meningkat tinggi. Yield US Treasury 10 tahun sekarang adalah 4,47 persen. Demikian juga dolar yang menguat,” katanya dalam siniar Sekretariat Presiden yang dikutip NU Online, Rabu (6/5/2026). \n\nPerry mengungkapkan bahwa fundamental ekonomi Indonesia dinilai kuat, ditandai dengan pertumbuhan yang mencapai 5,61 persen, inflasi yang rendah, pertumbuhan kredit yang tinggi, serta cadangan devisa yang solid. \n\n\"Nah, ini adalah fundamental yang menunjukkan mestinya rupiah itu akan stabil dan cenderung menguat,” ujarnya.\n\nSelengkapnya: https://www.nu.or.id/nasional/bi-siapkan-antisipasi-setelah-rupiah-melemah-akibat-faktor-global-dan-permintaan-dolar-jemaah-haji-epCuj\n\n——————————————————\nBaca berita lainnya di www.nu.or.id\nFollow \n\n#nuonlinenewsmei2026 #rupiah #bankindonesia #rupiahmelemah #ekonomi", "post_id": "3890928907477707330_66210213616"}}, {"key": "radar_indramayu", "attributes": {"label": "radar_indramayu", "x": 119.36114809099207, "y": 862.1409989468758, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 19.8347, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 2, "out_degree": 2, "degree": 4}, "_id": "3886567061468636286_8186324209", "id": "radar_indramayu", "source": "instagram-000001", "content": "Jakarta – Di tengah meningkatnya risiko global akibat eskalasi konflik geopolitik yang turut mendorong ketidakpastian ekonomi dunia, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk tetap mampu mencatatkan kinerja yang solid pada Triwulan I 2026. Dengan fundamental bisnis yang kuat didukung oleh pertumbuhan kredit yang selektif, pengelolaan biaya dana yang semakin efisien, serta kualitas aset yang terjaga, BRI berhasil mencatatkan laba bersih konsolidasian sebesar Rp15,5 triliun atau tumbuh 13,7% year-on-year (yoy).\n.\nHal tersebut disampaikan oleh Direktur Utama BRI Hery Gunardi dalam Press Conference Kinerja Keuangan BRI Triwulan I 2026 di Kantor Pusat BRI pada Kamis (30/4/2026). Turut hadir dalam acara tersebut Wakil Direktur Utama BRI Viviana Dyah Ayu, Direktur Network & Retail Funding BRI Aquarius Rudianto, Direktur Finance & Strategy BRI Achmad Royadi dan Direktur Manajemen Risiko BRI Ety Yuniarti.\n.\nDalam paparannya, Hery Gunardi menyampaikan bahwa sepanjang Triwulan I 2026, kondisi ekonomi global masih diwarnai oleh peningkatan risiko geopolitik yang signifikan. Meski demikian, perekonomian Indonesia tetap resilien dengan dukungan yang semakin luas dari sisi demand, supply, dan fiskal sehingga memberikan buffer terhadap ketidakpastian global dan menjaga momentum pertumbuhan. \n.\nKondisi ini juga tercermin pada industri perbankan nasional yang tetap berada dalam kondisi stabil, dengan intermediasi yang kuat, likuiditas yang memadai, serta risiko yang terkendali, dan memberikan ruang bagi perbankan untuk tetap melakukan ekspansi secara prudent.\n.\nHery Gunardi menambahkan, BRI tetap mampu menjaga momentum pertumbuhan yang solid, seiring konsistensi transformasi yang dijalankan. Hal ini tercermin pada kinerja keuangan konsolidasi hingga akhir Triwulan I 2026 yang tetap menunjukkan tren positif.\n.\nBerita Selengkapnya kunjungi Instastory  lalu KLIK TAUTAN !!!\nhttps://radarindramayu.disway.id/read/684177/bri-pertahankan-momentum-kinerja-solid-laba-bersih-meles\n.\nFollow \n.\n.\n#radarindramayu #radarcirebon #radarkuningan #radarmajalengka #infoindramayu beritahariini indonesia kabupatenindramayu news viral jabaristimewa kota kabupaten kotamangga", "post_id": "3886567061468636286_8186324209"}}, {"key": "redaksi_sumselmedia", "attributes": {"label": "redaksi_sumselmedia", "x": 642.9208786892223, "y": 938.7935857755239, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 14.4825, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 4, "degree": 5}, "_id": "3886577598399125706_56622120775", "id": "redaksi_sumselmedia", "source": "instagram-000001", "content": "SumselMedia.Com, Jakarta-\n\n(“CIMB Niaga” atau “Bank”; IDX: BNGA) hari ini mengumumkan perolehan kinerja keuangan konsolidasi (unaudited) untuk kuartal pertama tahun 2026 (“1Q26”), dengan laba sebelum pajak sebesar Rp2,3 triliun dan menghasilkan earnings per share Rp70,20.\n\nPresiden Direktur & CEO CIMB Niaga Lani Darmawan mengatakan, “Kami bersyukur dapat memulai tahun 2026 dengan fondasi yang kuat, didorong oleh kinerja pendapatan yang baik, pertumbuhan fee-based income yang solid, dan fundamental bisnis yang sehat. Pertumbuhan pendapatan tetap terjaga stabil, didukung oleh strategi serta dedikasi seluruh karyawan kami dalam memberikan layanan optimal kepada seluruh nasabah dan stakeholders. Adapun perolehan positif ini didorong oleh pengelolaan biaya yang disiplin, serta pertumbuhan kredit yang selektif dengan dukungan pendanaan current account savings account (“CASA”) yang kuat dan mencapai rasio CASA tertinggi sebesar 73,9%, sehingga memperkuat kemampuan kami dalam menjaga margin. Kualitas aset tetap terjaga, dengan rasio kredit bermasalah (non-performing loan/“NPL”) di bawah rata-rata industri, dan biaya kredit (cost of credit/“CoC”) yang tetap terjaga di bawah 1%. Selain itu, bisnis wealth management kami dalam melayani nasabah Preferred dan Private Wealth juga terus menunjukkan kinerja yang baik, tercermin dari rata-rata assets under management per nasabah yang terus meningkat, sekaligus memperkuat basis pendapatan kami yang semakin terdiversifikasi.”\n\nSelengkapnya di www.sumselmedia.com\n\n   \n\n#cimbniaga #bank #octo #cimbniagasyariah", "post_id": "3886577598399125706_56622120775"}}, {"key": "cimb_niaga", "attributes": {"label": "cimb_niaga", "x": 270.19606137356544, "y": 590.3147489521435, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 14.4825, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "3886577598399125706_56622120775", "id": "cimb_niaga", "source": "instagram-000001", "content": "SumselMedia.Com, Jakarta-\n\n(“CIMB Niaga” atau “Bank”; IDX: BNGA) hari ini mengumumkan perolehan kinerja keuangan konsolidasi (unaudited) untuk kuartal pertama tahun 2026 (“1Q26”), dengan laba sebelum pajak sebesar Rp2,3 triliun dan menghasilkan earnings per share Rp70,20.\n\nPresiden Direktur & CEO CIMB Niaga Lani Darmawan mengatakan, “Kami bersyukur dapat memulai tahun 2026 dengan fondasi yang kuat, didorong oleh kinerja pendapatan yang baik, pertumbuhan fee-based income yang solid, dan fundamental bisnis yang sehat. Pertumbuhan pendapatan tetap terjaga stabil, didukung oleh strategi serta dedikasi seluruh karyawan kami dalam memberikan layanan optimal kepada seluruh nasabah dan stakeholders. Adapun perolehan positif ini didorong oleh pengelolaan biaya yang disiplin, serta pertumbuhan kredit yang selektif dengan dukungan pendanaan current account savings account (“CASA”) yang kuat dan mencapai rasio CASA tertinggi sebesar 73,9%, sehingga memperkuat kemampuan kami dalam menjaga margin. Kualitas aset tetap terjaga, dengan rasio kredit bermasalah (non-performing loan/“NPL”) di bawah rata-rata industri, dan biaya kredit (cost of credit/“CoC”) yang tetap terjaga di bawah 1%. Selain itu, bisnis wealth management kami dalam melayani nasabah Preferred dan Private Wealth juga terus menunjukkan kinerja yang baik, tercermin dari rata-rata assets under management per nasabah yang terus meningkat, sekaligus memperkuat basis pendapatan kami yang semakin terdiversifikasi.”\n\nSelengkapnya di www.sumselmedia.com\n\n   \n\n#cimbniaga #bank #octo #cimbniagasyariah", "post_id": "3886577598399125706_56622120775"}}, {"key": "lani_darmawan", "attributes": {"label": "lani_darmawan", "x": 647.4930885283911, "y": 981.4203576515611, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 14.4825, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "3886577598399125706_56622120775", "id": "lani_darmawan", "source": "instagram-000001", "content": "SumselMedia.Com, Jakarta-\n\n(“CIMB Niaga” atau “Bank”; IDX: BNGA) hari ini mengumumkan perolehan kinerja keuangan konsolidasi (unaudited) untuk kuartal pertama tahun 2026 (“1Q26”), dengan laba sebelum pajak sebesar Rp2,3 triliun dan menghasilkan earnings per share Rp70,20.\n\nPresiden Direktur & CEO CIMB Niaga Lani Darmawan mengatakan, “Kami bersyukur dapat memulai tahun 2026 dengan fondasi yang kuat, didorong oleh kinerja pendapatan yang baik, pertumbuhan fee-based income yang solid, dan fundamental bisnis yang sehat. Pertumbuhan pendapatan tetap terjaga stabil, didukung oleh strategi serta dedikasi seluruh karyawan kami dalam memberikan layanan optimal kepada seluruh nasabah dan stakeholders. Adapun perolehan positif ini didorong oleh pengelolaan biaya yang disiplin, serta pertumbuhan kredit yang selektif dengan dukungan pendanaan current account savings account (“CASA”) yang kuat dan mencapai rasio CASA tertinggi sebesar 73,9%, sehingga memperkuat kemampuan kami dalam menjaga margin. Kualitas aset tetap terjaga, dengan rasio kredit bermasalah (non-performing loan/“NPL”) di bawah rata-rata industri, dan biaya kredit (cost of credit/“CoC”) yang tetap terjaga di bawah 1%. Selain itu, bisnis wealth management kami dalam melayani nasabah Preferred dan Private Wealth juga terus menunjukkan kinerja yang baik, tercermin dari rata-rata assets under management per nasabah yang terus meningkat, sekaligus memperkuat basis pendapatan kami yang semakin terdiversifikasi.”\n\nSelengkapnya di www.sumselmedia.com\n\n   \n\n#cimbniaga #bank #octo #cimbniagasyariah", "post_id": "3886577598399125706_56622120775"}}, {"key": "cimbniagasyariahplg", "attributes": {"label": "cimbniagasyariahplg", "x": 150.54491375482337, "y": 36.36936310371319, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 14.4825, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "3886577598399125706_56622120775", "id": "cimbniagasyariahplg", "source": "instagram-000001", "content": "SumselMedia.Com, Jakarta-\n\n(“CIMB Niaga” atau “Bank”; IDX: BNGA) hari ini mengumumkan perolehan kinerja keuangan konsolidasi (unaudited) untuk kuartal pertama tahun 2026 (“1Q26”), dengan laba sebelum pajak sebesar Rp2,3 triliun dan menghasilkan earnings per share Rp70,20.\n\nPresiden Direktur & CEO CIMB Niaga Lani Darmawan mengatakan, “Kami bersyukur dapat memulai tahun 2026 dengan fondasi yang kuat, didorong oleh kinerja pendapatan yang baik, pertumbuhan fee-based income yang solid, dan fundamental bisnis yang sehat. Pertumbuhan pendapatan tetap terjaga stabil, didukung oleh strategi serta dedikasi seluruh karyawan kami dalam memberikan layanan optimal kepada seluruh nasabah dan stakeholders. Adapun perolehan positif ini didorong oleh pengelolaan biaya yang disiplin, serta pertumbuhan kredit yang selektif dengan dukungan pendanaan current account savings account (“CASA”) yang kuat dan mencapai rasio CASA tertinggi sebesar 73,9%, sehingga memperkuat kemampuan kami dalam menjaga margin. Kualitas aset tetap terjaga, dengan rasio kredit bermasalah (non-performing loan/“NPL”) di bawah rata-rata industri, dan biaya kredit (cost of credit/“CoC”) yang tetap terjaga di bawah 1%. Selain itu, bisnis wealth management kami dalam melayani nasabah Preferred dan Private Wealth juga terus menunjukkan kinerja yang baik, tercermin dari rata-rata assets under management per nasabah yang terus meningkat, sekaligus memperkuat basis pendapatan kami yang semakin terdiversifikasi.”\n\nSelengkapnya di www.sumselmedia.com\n\n   \n\n#cimbniaga #bank #octo #cimbniagasyariah", "post_id": "3886577598399125706_56622120775"}}, {"key": "kontannews", "attributes": {"label": "kontannews", "x": 123.17100603653974, "y": 19.28999358641248, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 11.405, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "3882397414582265309_1740350316", "id": "kontannews", "source": "instagram-000001", "content": "PT Bank Raya Indonesia Tbk (AGRO) membuktikan komitmen mencapai pertumbuhan bisnis berkelanjutan melalui capaian kinerja di Kuartal I/2026 yang semakin solid. Pertumbuhan ini ditopang dari sisi penyaluran kredit digital, penghimpunan simpanan digital, maupun penguatan fundamental keuangan. Pada Kuartal I/2026, Bank Raya membukukan laba bersih sebesar Rp6,79 miliar, yang diperkuat oleh pertumbuhan pendapatan bunga yang mencapai Rp308,35 miliar atau meningkat 7,5% (yoy), dengan pendapatan bunga kredit yang meningkat menjadi sebesar Rp226,29 miliar atau tumbuh 11,0% (yoy).\nDi sisi bisnis digital, penyaluran kredit digital tercatat sebesar Rp8,14 triliun atau tumbuh 29,0% (yoy). Sejalan dengan peningkatan penyaluran kredit digital, outstanding kredit digital Bank Raya juga mengalami kenaikan yaitu sebesar Rp3,14 triliun atau tumbuh 33,1% (yoy). Hal ini mencerminkan konsistensi pertumbuhan bisnis digital Bank Raya yang sejalan dengan transformasi yang telah dilakukan, khususnya dalam pengembangan ekosistem digital dan peningkatan kualitas layanan kepada nasabah.\n\nIda Bagus Ketut Subagia, Direktur Utama Bank Raya mengatakan, “Pertumbuhan kinerja pada awal tahun 2026 ini mencerminkan konsistensi kami dalam menjalankan strategi transformasi digital secara terukur dan memperkuat bisnis digital secara berkelanjutan. Hal ini tercermin dari pertumbuhan kredit digital yang mencapai Rp3,14 triliun atau meningkat sebesar 33,1% (yoy) pada Kuartal I/2026.”\n \nChampion product Bank Raya yaitu Pinang Dana Talangan terus menunjukkan kinerja cemerlangnya. Selama 3 bulan di awal tahun 2026, Bank Raya telah menyalurkan Pinang Dana Talangan sebesar Rp7,25 triliun, tumbuh sebesar 33,4% (yoy) atau mencatatkan outstanding sebesar Rp1,15 triliun, tumbuh 63,0% (yoy), yang telah disalurkan kepada sekitar 52 ribu Agen BRILink dan Agen Gadai.\n \nPencapaian kinerja Bank Raya yang terus sejalan dengan perbaikan yang terus terjadi pada rasio profitabilitas.  Rasio NIM tercatat meningkat sebesar 91bps menjadi 5,78% seiring dengan optimalisasi aset produktif dan pengelolaan biaya dana yang lebih efisien.\n \n#Kontan\n#BankRaya\n \nContent partnership with", "post_id": "3882397414582265309_1740350316"}}, {"key": "bankraya", "attributes": {"label": "bankraya", "x": 34.658407618022856, "y": 807.7186055094523, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 21.0992, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "3882397414582265309_1740350316", "id": "bankraya", "source": "instagram-000001", "content": "PT Bank Raya Indonesia Tbk (AGRO) membuktikan komitmen mencapai pertumbuhan bisnis berkelanjutan melalui capaian kinerja di Kuartal I/2026 yang semakin solid. Pertumbuhan ini ditopang dari sisi penyaluran kredit digital, penghimpunan simpanan digital, maupun penguatan fundamental keuangan. Pada Kuartal I/2026, Bank Raya membukukan laba bersih sebesar Rp6,79 miliar, yang diperkuat oleh pertumbuhan pendapatan bunga yang mencapai Rp308,35 miliar atau meningkat 7,5% (yoy), dengan pendapatan bunga kredit yang meningkat menjadi sebesar Rp226,29 miliar atau tumbuh 11,0% (yoy).\nDi sisi bisnis digital, penyaluran kredit digital tercatat sebesar Rp8,14 triliun atau tumbuh 29,0% (yoy). Sejalan dengan peningkatan penyaluran kredit digital, outstanding kredit digital Bank Raya juga mengalami kenaikan yaitu sebesar Rp3,14 triliun atau tumbuh 33,1% (yoy). Hal ini mencerminkan konsistensi pertumbuhan bisnis digital Bank Raya yang sejalan dengan transformasi yang telah dilakukan, khususnya dalam pengembangan ekosistem digital dan peningkatan kualitas layanan kepada nasabah.\n\nIda Bagus Ketut Subagia, Direktur Utama Bank Raya mengatakan, “Pertumbuhan kinerja pada awal tahun 2026 ini mencerminkan konsistensi kami dalam menjalankan strategi transformasi digital secara terukur dan memperkuat bisnis digital secara berkelanjutan. Hal ini tercermin dari pertumbuhan kredit digital yang mencapai Rp3,14 triliun atau meningkat sebesar 33,1% (yoy) pada Kuartal I/2026.”\n \nChampion product Bank Raya yaitu Pinang Dana Talangan terus menunjukkan kinerja cemerlangnya. Selama 3 bulan di awal tahun 2026, Bank Raya telah menyalurkan Pinang Dana Talangan sebesar Rp7,25 triliun, tumbuh sebesar 33,4% (yoy) atau mencatatkan outstanding sebesar Rp1,15 triliun, tumbuh 63,0% (yoy), yang telah disalurkan kepada sekitar 52 ribu Agen BRILink dan Agen Gadai.\n \nPencapaian kinerja Bank Raya yang terus sejalan dengan perbaikan yang terus terjadi pada rasio profitabilitas.  Rasio NIM tercatat meningkat sebesar 91bps menjadi 5,78% seiring dengan optimalisasi aset produktif dan pengelolaan biaya dana yang lebih efisien.\n \n#Kontan\n#BankRaya\n \nContent partnership with", "post_id": "3882397414582265309_1740350316"}}, {"key": "airlanggahartarto_official", "attributes": {"label": "airlanggahartarto_official", "x": 789.0033186371483, "y": 882.7002867421864, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 11.405, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "3890952178366620910_7151667394", "id": "airlanggahartarto_official", "source": "instagram-000001", "content": "Mengikuti rapat terbatas bersama sejumlah Menteri Kabinet Merah Putih dan Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) yang dipimpin langsung Bapak Presiden Prabowo Subianto  di Istana Merdeka, Jakarta (Selasa, 5/5/2026). Dalam forum tersebut, kami melaporkan bahwa kinerja perekonomian Indonesia pada kuartal I 2026 menunjukkan hasil yang kuat dan melampaui ekspektasi.\n\nPertumbuhan ekonomi tercatat mencapai 5,61%, salah satu yang tertinggi di antara negara G20, bahkan berada di atas sejumlah negara besar. Capaian ini didorong oleh konsumsi masyarakat dan pemerintah yang meningkat, serta kinerja ekspor-impor yang tetap positif. Berbagai sektor utama seperti industri, perdagangan, transportasi, pertanian, hingga konstruksi juga menunjukkan pertumbuhan yang solid.\n\nDari sisi stabilitas, indikator makroekonomi juga terjaga dengan baik. Inflasi berhasil ditekan menjadi 2,42%, turun dari periode sebelumnya. Sementara itu, pertumbuhan kredit mencapai 9,49% dan dana pihak ketiga tumbuh 13,55%, mencerminkan tingkat kepercayaan masyarakat yang tetap tinggi terhadap sistem keuangan. Kami juga membahas dinamika global, termasuk aliran modal keluar (capital outflow), serta langkah-langkah mitigasi yang telah dan akan dilakukan. Penguatan koordinasi antara Bank Indonesia dan Kementerian Keuangan terus menjadi kunci dalam menjaga stabilitas, termasuk dalam pengelolaan nilai tukar rupiah.\n\nSelain itu, pemerintah telah memfinalisasi revisi kebijakan devisa hasil ekspor sumber daya alam (DHE SDA) yang akan berlaku mulai 1 Juni 2026. Kebijakan ini diharapkan dapat memperkuat cadangan devisa sekaligus menjaga stabilitas ekonomi nasional. Di tengah dinamika global yang penuh tantangan, Indonesia tetap menunjukkan ketahanan yang kuat. Stabilitas akan terus kita jaga sebagai fondasi utama, sekaligus memastikan pertumbuhan yang inklusif dan berkelanjutan.", "post_id": "3890952178366620910_7151667394"}}, {"key": "prabowo", "attributes": {"label": "prabowo", "x": 91.34382528448437, "y": 334.2524277878002, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 21.0992, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "3890952178366620910_7151667394", "id": "prabowo", "source": "instagram-000001", "content": "Mengikuti rapat terbatas bersama sejumlah Menteri Kabinet Merah Putih dan Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) yang dipimpin langsung Bapak Presiden Prabowo Subianto  di Istana Merdeka, Jakarta (Selasa, 5/5/2026). Dalam forum tersebut, kami melaporkan bahwa kinerja perekonomian Indonesia pada kuartal I 2026 menunjukkan hasil yang kuat dan melampaui ekspektasi.\n\nPertumbuhan ekonomi tercatat mencapai 5,61%, salah satu yang tertinggi di antara negara G20, bahkan berada di atas sejumlah negara besar. Capaian ini didorong oleh konsumsi masyarakat dan pemerintah yang meningkat, serta kinerja ekspor-impor yang tetap positif. Berbagai sektor utama seperti industri, perdagangan, transportasi, pertanian, hingga konstruksi juga menunjukkan pertumbuhan yang solid.\n\nDari sisi stabilitas, indikator makroekonomi juga terjaga dengan baik. Inflasi berhasil ditekan menjadi 2,42%, turun dari periode sebelumnya. Sementara itu, pertumbuhan kredit mencapai 9,49% dan dana pihak ketiga tumbuh 13,55%, mencerminkan tingkat kepercayaan masyarakat yang tetap tinggi terhadap sistem keuangan. Kami juga membahas dinamika global, termasuk aliran modal keluar (capital outflow), serta langkah-langkah mitigasi yang telah dan akan dilakukan. Penguatan koordinasi antara Bank Indonesia dan Kementerian Keuangan terus menjadi kunci dalam menjaga stabilitas, termasuk dalam pengelolaan nilai tukar rupiah.\n\nSelain itu, pemerintah telah memfinalisasi revisi kebijakan devisa hasil ekspor sumber daya alam (DHE SDA) yang akan berlaku mulai 1 Juni 2026. Kebijakan ini diharapkan dapat memperkuat cadangan devisa sekaligus menjaga stabilitas ekonomi nasional. Di tengah dinamika global yang penuh tantangan, Indonesia tetap menunjukkan ketahanan yang kuat. Stabilitas akan terus kita jaga sebagai fondasi utama, sekaligus memastikan pertumbuhan yang inklusif dan berkelanjutan.", "post_id": "3890952178366620910_7151667394"}}, {"key": "idx_yogyakarta", "attributes": {"label": "idx_yogyakarta", "x": 529.2810913476552, "y": 342.2372301478016, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 11.405, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "7600043742162144519", "id": "idx_yogyakarta", "source": "tiktok-000001", "content": "Kredit perbankan menunjukkan penguatan signifikan menjelang akhir 2025, dengan pertumbuhan tahunan mencapai 9,3%. Kondisi ini mencerminkan meningkatnya permintaan pembiayaan, terutama dari korporasi dan sektor investasi. Walaupun kredit konsumsi dan properti juga tumbuh, tantangan masih ada di segmen UMKM yang belum sepenuhnya pulih. Bank Indonesia melihat tren ini sebagai cerminan aktivitas ekonomi yang lebih dinamis dan memproyeksikan pertumbuhan kredit tetap solid pada 2026. 📲 Yuk, belajar bareng  #Perbankan #KreditBank #EkonomiIndonesia #DataEkonomi #Investasi", "post_id": "7600043742162144519"}}, {"key": "indonesiastockexchange", "attributes": {"label": "indonesiastockexchange", "x": 881.8984928011301, "y": 442.295123899749, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 16.2521, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "7600043742162144519", "id": "indonesiastockexchange", "source": "tiktok-000001", "content": "Kredit perbankan menunjukkan penguatan signifikan menjelang akhir 2025, dengan pertumbuhan tahunan mencapai 9,3%. Kondisi ini mencerminkan meningkatnya permintaan pembiayaan, terutama dari korporasi dan sektor investasi. Walaupun kredit konsumsi dan properti juga tumbuh, tantangan masih ada di segmen UMKM yang belum sepenuhnya pulih. Bank Indonesia melihat tren ini sebagai cerminan aktivitas ekonomi yang lebih dinamis dan memproyeksikan pertumbuhan kredit tetap solid pada 2026. 📲 Yuk, belajar bareng  #Perbankan #KreditBank #EkonomiIndonesia #DataEkonomi #Investasi", "post_id": "7600043742162144519"}}, {"key": "sumsel.media5", "attributes": {"label": "sumsel.media5", "x": 462.4217547388897, "y": 559.0031296773767, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 11.405, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "7634455521583582484", "id": "sumsel.media5", "source": "tiktok-000001", "content": "CIMB Niaga Pertahankan Kinerja Positif Pada Kuartal Pertama 2026 Raih laba sebelum pajak konsolidasi sebesar Rp2,3 triliun; total kredit/pembiayaan naik 2,2% Y-o-Y menjadi Rp235,1 triliun; CASA meningkat 12,2% YoY menjadi Rp192,3 triliun SumselMedia.Com, Jakarta- (“CIMB Niaga” atau “Bank”; IDX: BNGA) hari ini mengumumkan perolehan kinerja keuangan konsolidasi (unaudited) untuk kuartal pertama tahun 2026 (“1Q26”), dengan laba sebelum pajak sebesar Rp2,3 triliun dan menghasilkan earnings per share Rp70,20. Presiden Direktur & CEO CIMB Niaga Lani Darmawan mengatakan, “Kami bersyukur dapat memulai tahun 2026 dengan fondasi yang kuat, didorong oleh kinerja pendapatan yang baik, pertumbuhan fee-based income yang solid, dan fundamental bisnis yang sehat. Pertumbuhan pendapatan tetap terjaga stabil, didukung oleh strategi serta dedikasi seluruh karyawan kami dalam memberikan layanan optimal kepada seluruh nasabah dan stakeholders. Adapun perolehan positif ini didorong oleh pengelolaan biaya yang disiplin, serta pertumbuhan kredit yang selektif dengan dukungan pendanaan current account savings account (“CASA”) yang kuat dan mencapai rasio CASA tertinggi sebesar 73,9%, sehingga memperkuat kemampuan kami dalam menjaga margin. Kualitas aset tetap terjaga, dengan rasio kredit bermasalah (non-performing loan/“NPL”) di bawah rata-rata industri, dan biaya kredit (cost of credit/“CoC”) yang tetap terjaga di bawah 1%. Selain itu, bisnis wealth management kami dalam melayani nasabah Preferred dan Private Wealth juga terus menunjukkan kinerja yang baik, tercermin dari rata-rata assets under management per nasabah yang terus meningkat, sekaligus memperkuat basis pendapatan kami yang semakin terdiversifikasi.” “Ke depan, dengan kinerja imbal hasil yang tetap terjaga dan permodalan yang kuat untuk mendukung pertumbuhan di masa mendatang, kami akan terus memprioritaskan pertumbuhan fee-based income untuk memperkuat pendapatan inti, sekaligus menjaga margin yang baik melalui penguatan basis CASA dan pendanaan yang disiplin. Pertumbuhan kredit akan dilakukan secara pruden, dengan tetap menempatkan kualitas aset dan ketahanan portofolio sebagai fokus utama. Seluruh langkah ini selaras dengan strategi Forward30 serta purpose kami, yaitu Advancing Customers and Society, untuk terus mendukung nasabah dan masyarakat Indonesia dalam mewujudkan mimpi dan aspirasi mereka. Hasil yang baik pada kuartal ini semakin memperkuat keyakinan kami untuk mempercepat berbagai inisiatif strategis, menciptakan nilai jangka panjang bagi seluruh pemangku kepentingan, serta berkontribusi nyata terhadap ketahanan ekonomi Indonesia,” tambah Lani. Selengkapnya di www.sumselmedia.com   #cimbniaga #kinerja2026 #bank #octopay #sumselmedia", "post_id": "7634455521583582484"}}, {"key": "cimb.niaga", "attributes": {"label": "cimb.niaga", "x": 550.6323831395667, "y": 391.19683947981065, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 21.0992, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7634455521583582484", "id": "cimb.niaga", "source": "tiktok-000001", "content": "CIMB Niaga Pertahankan Kinerja Positif Pada Kuartal Pertama 2026 Raih laba sebelum pajak konsolidasi sebesar Rp2,3 triliun; total kredit/pembiayaan naik 2,2% Y-o-Y menjadi Rp235,1 triliun; CASA meningkat 12,2% YoY menjadi Rp192,3 triliun SumselMedia.Com, Jakarta- (“CIMB Niaga” atau “Bank”; IDX: BNGA) hari ini mengumumkan perolehan kinerja keuangan konsolidasi (unaudited) untuk kuartal pertama tahun 2026 (“1Q26”), dengan laba sebelum pajak sebesar Rp2,3 triliun dan menghasilkan earnings per share Rp70,20. Presiden Direktur & CEO CIMB Niaga Lani Darmawan mengatakan, “Kami bersyukur dapat memulai tahun 2026 dengan fondasi yang kuat, didorong oleh kinerja pendapatan yang baik, pertumbuhan fee-based income yang solid, dan fundamental bisnis yang sehat. Pertumbuhan pendapatan tetap terjaga stabil, didukung oleh strategi serta dedikasi seluruh karyawan kami dalam memberikan layanan optimal kepada seluruh nasabah dan stakeholders. Adapun perolehan positif ini didorong oleh pengelolaan biaya yang disiplin, serta pertumbuhan kredit yang selektif dengan dukungan pendanaan current account savings account (“CASA”) yang kuat dan mencapai rasio CASA tertinggi sebesar 73,9%, sehingga memperkuat kemampuan kami dalam menjaga margin. Kualitas aset tetap terjaga, dengan rasio kredit bermasalah (non-performing loan/“NPL”) di bawah rata-rata industri, dan biaya kredit (cost of credit/“CoC”) yang tetap terjaga di bawah 1%. Selain itu, bisnis wealth management kami dalam melayani nasabah Preferred dan Private Wealth juga terus menunjukkan kinerja yang baik, tercermin dari rata-rata assets under management per nasabah yang terus meningkat, sekaligus memperkuat basis pendapatan kami yang semakin terdiversifikasi.” “Ke depan, dengan kinerja imbal hasil yang tetap terjaga dan permodalan yang kuat untuk mendukung pertumbuhan di masa mendatang, kami akan terus memprioritaskan pertumbuhan fee-based income untuk memperkuat pendapatan inti, sekaligus menjaga margin yang baik melalui penguatan basis CASA dan pendanaan yang disiplin. Pertumbuhan kredit akan dilakukan secara pruden, dengan tetap menempatkan kualitas aset dan ketahanan portofolio sebagai fokus utama. Seluruh langkah ini selaras dengan strategi Forward30 serta purpose kami, yaitu Advancing Customers and Society, untuk terus mendukung nasabah dan masyarakat Indonesia dalam mewujudkan mimpi dan aspirasi mereka. Hasil yang baik pada kuartal ini semakin memperkuat keyakinan kami untuk mempercepat berbagai inisiatif strategis, menciptakan nilai jangka panjang bagi seluruh pemangku kepentingan, serta berkontribusi nyata terhadap ketahanan ekonomi Indonesia,” tambah Lani. Selengkapnya di www.sumselmedia.com   #cimbniaga #kinerja2026 #bank #octopay #sumselmedia", "post_id": "7634455521583582484"}}, {"key": "ekssoverr", "attributes": {"label": "ekssoverr", "x": 72.50218149162447, "y": 205.48766340180603, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 11.405, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "7608917227936632071", "id": "ekssoverr", "source": "tiktok-000001", "content": "Bank Indonesia mencatat pertumbuhan kredit perbankan mencapai 9,96 persen secara tahunan pada Januari 2026, meningkat dari 9,69 persen pada Desember 2025. Gubernur Perry Warjiyo menyebut kinerja ini didorong peningkatan aktivitas ekonomi, pelonggaran kebijakan moneter dan makroprudensial, serta realisasi program prioritas pemerintah. Dari sisi permintaan, potensi ekspansi masih terbuka melalui optimalisasi fasilitas pinjaman yang belum digunakan, dengan nilai undisbursed loan mencapai Rp2.506,47 triliun atau 22,65 persen dari total plafon kredit. Dari sisi penawaran, kapasitas pembiayaan bank dinilai tetap kuat, tercermin dari rasio likuiditas AL/DPK sebesar 27,54 persen dan pertumbuhan Dana Pihak Ketiga 13,48 persen. Berdasarkan jenis penggunaan, pertumbuhan kredit didorong kredit investasi 22,38 persen, kredit konsumsi 6,58 persen, serta kredit modal kerja 4,13 persen. BI memproyeksikan pertumbuhan kredit sepanjang 2026 berada di kisaran 8–12 persen. Sementara itu, Direktur Utama Bank Rakyat Indonesia, Hery Gunardi, memperkirakan pertumbuhan kredit tahun ini cenderung berada di level single digit. Ia menilai permintaan pembiayaan masih belum sepenuhnya pulih karena daya beli masyarakat dan ekspansi usaha masih selektif, menandakan fase normalisasi pertumbuhan kredit—bukan krisis, namun juga belum ekspansi agresif. Biar nggak cuma paham, tapi juga enjoy bahas ekonomi 📊✨ Follow  dan jangan ketinggalan berita ekonomi yang dikemas ringan & fun! #fyp #beritaekonomiindonesia #beritaekonomi #kreditbank #perrywarjiyo", "post_id": "7608917227936632071"}}, {"key": "Ekssover", "attributes": {"label": "Ekssover", "x": 692.7705385341883, "y": 351.28764963655976, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 21.0992, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7608917227936632071", "id": "Ekssover", "source": "tiktok-000001", "content": "Bank Indonesia mencatat pertumbuhan kredit perbankan mencapai 9,96 persen secara tahunan pada Januari 2026, meningkat dari 9,69 persen pada Desember 2025. Gubernur Perry Warjiyo menyebut kinerja ini didorong peningkatan aktivitas ekonomi, pelonggaran kebijakan moneter dan makroprudensial, serta realisasi program prioritas pemerintah. Dari sisi permintaan, potensi ekspansi masih terbuka melalui optimalisasi fasilitas pinjaman yang belum digunakan, dengan nilai undisbursed loan mencapai Rp2.506,47 triliun atau 22,65 persen dari total plafon kredit. Dari sisi penawaran, kapasitas pembiayaan bank dinilai tetap kuat, tercermin dari rasio likuiditas AL/DPK sebesar 27,54 persen dan pertumbuhan Dana Pihak Ketiga 13,48 persen. Berdasarkan jenis penggunaan, pertumbuhan kredit didorong kredit investasi 22,38 persen, kredit konsumsi 6,58 persen, serta kredit modal kerja 4,13 persen. BI memproyeksikan pertumbuhan kredit sepanjang 2026 berada di kisaran 8–12 persen. Sementara itu, Direktur Utama Bank Rakyat Indonesia, Hery Gunardi, memperkirakan pertumbuhan kredit tahun ini cenderung berada di level single digit. Ia menilai permintaan pembiayaan masih belum sepenuhnya pulih karena daya beli masyarakat dan ekspansi usaha masih selektif, menandakan fase normalisasi pertumbuhan kredit—bukan krisis, namun juga belum ekspansi agresif. Biar nggak cuma paham, tapi juga enjoy bahas ekonomi 📊✨ Follow  dan jangan ketinggalan berita ekonomi yang dikemas ringan & fun! #fyp #beritaekonomiindonesia #beritaekonomi #kreditbank #perrywarjiyo", "post_id": "7608917227936632071"}}, {"key": "tumbuhkaya.id", "attributes": {"label": "tumbuhkaya.id", "x": 266.3920751136731, "y": 266.23401026227543, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 76.0325, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 1, "degree": 2}, "_id": "7624494788435299592", "id": "tumbuhkaya.id", "source": "tiktok-000001", "content": "$BBSI mencatat pertumbuhan kredit yang sangat agresif di awal 2026, dengan penyaluran melalui Krom Bank melonjak hingga 102%. Lonjakan ini didorong oleh strategi channeling dengan platform fintech seperti Kredivo dan KrediFazz, yang membuat penyaluran kredit tumbuh hingga 119% YoY dan mencapai sekitar Rp8,73 triliun per Februari 2026. Ke depan, strategi ini masih akan diperkuat dengan fokus ke segmen UMKM, konsumsi produktif, dan ritel yang lebih terukur risikonya. Selain mengandalkan fintech, Krom Bank juga mulai mendorong penyaluran langsung melalui aplikasi digital mereka sendiri, membuka potensi ekspansi yang lebih luas dan margin yang lebih optimal. Mau informasi lebih lengkap & insight harian? Follow  di Instagram! #saham #bbsi #investasi #trading #market", "post_id": "7624494788435299592"}}, {"key": "jackmind_8", "attributes": {"label": "jackmind_8", "x": 607.6309890349874, "y": 349.5325054736542, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 11.405, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "7621507212648877320", "id": "jackmind_8", "source": "tiktok-000001", "content": "Angga Elza adalah seorang trader profesional dan pengusaha muda asal Tenggarong, Kalimantan Timur, yang telah membuktikan bahwa latar belakang bukanlah penghambat kesuksesan. Memulai kariernya dari titik nol sebagai penjual sembako keliling dan pekerja toko, Angga kini dikenal sebagai salah satu figur inspiratif di dunia Trading Forex Indonesia dengan aset bernilai miliaran rupiah. ​Key Highlights & Portofolio: ​Expertise: Spesialis dalam pasar Forex dengan fokus pada manajemen risiko dan stabilitas keuangan jangka panjang. ​Social Impact: Pendiri Angga Elza Trading Group, komunitas edukasi yang membantu trader pemula memahami psikologi pasar dan teknis trading secara mendalam. ​Business Expansion: Selain aktif di pasar finansial, ia merupakan CEO dari Cosmo Esports, menunjukkan kemampuannya dalam diversifikasi aset ke industri kreatif digital dan gaming. ​Track Record: Berhasil mentransformasi modal kecil menjadi aset nyata berupa properti dan kendaraan mewah secara mandiri di usia muda. Join: https://t.me/tradingbareng18   #anggaelza #anggaelza18 #papagold #anggaternakclip #trading", "post_id": "7621507212648877320"}}, {"key": "Anggaelza", "attributes": {"label": "Anggaelza", "x": 407.34884037128404, "y": 211.02106493037144, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 21.0992, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7621507212648877320", "id": "Anggaelza", "source": "tiktok-000001", "content": "Angga Elza adalah seorang trader profesional dan pengusaha muda asal Tenggarong, Kalimantan Timur, yang telah membuktikan bahwa latar belakang bukanlah penghambat kesuksesan. Memulai kariernya dari titik nol sebagai penjual sembako keliling dan pekerja toko, Angga kini dikenal sebagai salah satu figur inspiratif di dunia Trading Forex Indonesia dengan aset bernilai miliaran rupiah. ​Key Highlights & Portofolio: ​Expertise: Spesialis dalam pasar Forex dengan fokus pada manajemen risiko dan stabilitas keuangan jangka panjang. ​Social Impact: Pendiri Angga Elza Trading Group, komunitas edukasi yang membantu trader pemula memahami psikologi pasar dan teknis trading secara mendalam. ​Business Expansion: Selain aktif di pasar finansial, ia merupakan CEO dari Cosmo Esports, menunjukkan kemampuannya dalam diversifikasi aset ke industri kreatif digital dan gaming. ​Track Record: Berhasil mentransformasi modal kecil menjadi aset nyata berupa properti dan kendaraan mewah secara mandiri di usia muda. Join: https://t.me/tradingbareng18   #anggaelza #anggaelza18 #papagold #anggaternakclip #trading", "post_id": "7621507212648877320"}}, {"key": "IDXChannelcom", "attributes": {"label": "IDXChannelcom", "x": 641.8525683215701, "y": 940.9270390595256, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["facebook-000001"], "scores": {"pagerank": 11.405, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "432781620563594_1454356433154840", "id": "IDXChannelcom", "source": "facebook-000001", "content": "PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) mencatat laba bersih Rp15,5 triliun di kuartal I-2026. Laba ini naik 13,74 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.\n\nKinerja tersebut ditopang pertumbuhan pendapatan bunga yang mencapai Rp52,83 triliun, naik 5,94 persen secara tahunan. Di saat yang sama, beban bunga justru turun 9,31 persen menjadi Rp12,68 triliun, sehingga memperlebar margin bunga bersih bank.\n\n“Dengan fundamental bisnis yang tetap kuat di tengah dinamika industri, didukung oleh pertumbuhan kredit yang selektif, penurunan biaya dana yang semakin efisien, serta kualitas aset tetap terjaga, BRI berhasil mencatatkan laba bersih pada kuartal I-2026 sebesar Rp15,5 triliun atau tumbuh 13,7 persen secara year-on-year,” kata Direktur Utama BRI, Hery Gunardi, dalam konferensi pers kinerja BRI, Kamis (30/4/2026). \n\nBaca selengkapnya di\nhttps://www.idxchannel.com/banking/bri-cetak-laba-bersih-rp155-triliun-di-kuartal-i-2026-naik-137-persen\n\nAtau klik link di bio \n\nFoto: iNews Media Group\n\n#idxchannel #idxchannelcommunity", "post_id": "432781620563594_1454356433154840"}}, {"key": "idx_channel", "attributes": {"label": "idx_channel", "x": 973.4114714210391, "y": 987.5270924663866, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["facebook-000001"], "scores": {"pagerank": 21.0992, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "432781620563594_1454356433154840", "id": "idx_channel", "source": "facebook-000001", "content": "PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) mencatat laba bersih Rp15,5 triliun di kuartal I-2026. Laba ini naik 13,74 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.\n\nKinerja tersebut ditopang pertumbuhan pendapatan bunga yang mencapai Rp52,83 triliun, naik 5,94 persen secara tahunan. Di saat yang sama, beban bunga justru turun 9,31 persen menjadi Rp12,68 triliun, sehingga memperlebar margin bunga bersih bank.\n\n“Dengan fundamental bisnis yang tetap kuat di tengah dinamika industri, didukung oleh pertumbuhan kredit yang selektif, penurunan biaya dana yang semakin efisien, serta kualitas aset tetap terjaga, BRI berhasil mencatatkan laba bersih pada kuartal I-2026 sebesar Rp15,5 triliun atau tumbuh 13,7 persen secara year-on-year,” kata Direktur Utama BRI, Hery Gunardi, dalam konferensi pers kinerja BRI, Kamis (30/4/2026). \n\nBaca selengkapnya di\nhttps://www.idxchannel.com/banking/bri-cetak-laba-bersih-rp155-triliun-di-kuartal-i-2026-naik-137-persen\n\nAtau klik link di bio \n\nFoto: iNews Media Group\n\n#idxchannel #idxchannelcommunity", "post_id": "432781620563594_1454356433154840"}}, {"key": "@IDXCHANNELINSIGHT", "attributes": {"label": "@IDXCHANNELINSIGHT", "x": 633.8683017950221, "y": 157.9895410673111, "size": 13.86, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 11.405, "eigenvector": 121.803, "in_degree": 0, "out_degree": 12, "degree": 12}, "_id": "-8SPc-9o3XM", "id": "@IDXCHANNELINSIGHT", "source": "youtube-000001", "content": "BI Laporkan Pertumbuhan Kredit Mencapai 9,49 Persen | PRIME MARKET HIGHLIGHTS\n\nBank Indonesia melaporkan pertumbuhan kredit perbankan pada Maret 2026 mencapai 9,49 persen. Capaian ini sedikit lebih tinggi dibandingkan Februari 2026 yang sebesar 9,37 persen, menunjukkan tren penyaluran kredit yang tetap stabil dan positif.\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n--------------------------------------------\nFollow US on Social Media\nWebsite - http://www.idxchannel.com\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idxchannelcom  \n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "-8SPc-9o3XM"}}, {"key": "wicky_adrian", "attributes": {"label": "wicky_adrian", "x": 906.587720679347, "y": 762.4622336744228, "size": 15.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 12.6744, "eigenvector": 134.5909, "in_degree": 5, "out_degree": 0, "degree": 5}, "_id": "-8SPc-9o3XM", "id": "wicky_adrian", "source": "youtube-000001", "content": "BI Laporkan Pertumbuhan Kredit Mencapai 9,49 Persen | PRIME MARKET HIGHLIGHTS\n\nBank Indonesia melaporkan pertumbuhan kredit perbankan pada Maret 2026 mencapai 9,49 persen. Capaian ini sedikit lebih tinggi dibandingkan Februari 2026 yang sebesar 9,37 persen, menunjukkan tren penyaluran kredit yang tetap stabil dan positif.\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n--------------------------------------------\nFollow US on Social Media\nWebsite - http://www.idxchannel.com\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idxchannelcom  \n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "-8SPc-9o3XM"}}, {"key": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "fajar.wayong", "x": 832.8110861093959, "y": 346.67503235286125, "size": 15.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 12.6744, "eigenvector": 134.5909, "in_degree": 10, "out_degree": 0, "degree": 10}, "_id": "-8SPc-9o3XM", "id": "fajar.wayong", "source": "youtube-000001", "content": "BI Laporkan Pertumbuhan Kredit Mencapai 9,49 Persen | PRIME MARKET HIGHLIGHTS\n\nBank Indonesia melaporkan pertumbuhan kredit perbankan pada Maret 2026 mencapai 9,49 persen. Capaian ini sedikit lebih tinggi dibandingkan Februari 2026 yang sebesar 9,37 persen, menunjukkan tren penyaluran kredit yang tetap stabil dan positif.\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n--------------------------------------------\nFollow US on Social Media\nWebsite - http://www.idxchannel.com\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idxchannelcom  \n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "-8SPc-9o3XM"}}, {"key": "deffid_83", "attributes": {"label": "deffid_83", "x": 822.6486599784641, "y": 581.5269439386508, "size": 15.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 12.6744, "eigenvector": 134.5909, "in_degree": 5, "out_degree": 0, "degree": 5}, "_id": "-8SPc-9o3XM", "id": "deffid_83", "source": "youtube-000001", "content": "BI Laporkan Pertumbuhan Kredit Mencapai 9,49 Persen | PRIME MARKET HIGHLIGHTS\n\nBank Indonesia melaporkan pertumbuhan kredit perbankan pada Maret 2026 mencapai 9,49 persen. Capaian ini sedikit lebih tinggi dibandingkan Februari 2026 yang sebesar 9,37 persen, menunjukkan tren penyaluran kredit yang tetap stabil dan positif.\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n--------------------------------------------\nFollow US on Social Media\nWebsite - http://www.idxchannel.com\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idxchannelcom  \n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "-8SPc-9o3XM"}}, {"key": "prast_ulrich", "attributes": {"label": "prast_ulrich", "x": 865.1092097335298, "y": 845.8259540843287, "size": 15.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 12.6744, "eigenvector": 134.5909, "in_degree": 5, "out_degree": 0, "degree": 5}, "_id": "-8SPc-9o3XM", "id": "prast_ulrich", "source": "youtube-000001", "content": "BI Laporkan Pertumbuhan Kredit Mencapai 9,49 Persen | PRIME MARKET HIGHLIGHTS\n\nBank Indonesia melaporkan pertumbuhan kredit perbankan pada Maret 2026 mencapai 9,49 persen. Capaian ini sedikit lebih tinggi dibandingkan Februari 2026 yang sebesar 9,37 persen, menunjukkan tren penyaluran kredit yang tetap stabil dan positif.\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n--------------------------------------------\nFollow US on Social Media\nWebsite - http://www.idxchannel.com\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idxchannelcom  \n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "-8SPc-9o3XM"}}, {"key": "rosalinehioe", "attributes": {"label": "rosalinehioe", "x": 988.038668836288, "y": 45.521394390609316, "size": 15.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 12.6744, "eigenvector": 134.5909, "in_degree": 5, "out_degree": 0, "degree": 5}, "_id": "-8SPc-9o3XM", "id": "rosalinehioe", "source": "youtube-000001", "content": "BI Laporkan Pertumbuhan Kredit Mencapai 9,49 Persen | PRIME MARKET HIGHLIGHTS\n\nBank Indonesia melaporkan pertumbuhan kredit perbankan pada Maret 2026 mencapai 9,49 persen. Capaian ini sedikit lebih tinggi dibandingkan Februari 2026 yang sebesar 9,37 persen, menunjukkan tren penyaluran kredit yang tetap stabil dan positif.\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n--------------------------------------------\nFollow US on Social Media\nWebsite - http://www.idxchannel.com\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idxchannelcom  \n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "-8SPc-9o3XM"}}, {"key": "@ETNow", "attributes": {"label": "@ETNow", "x": 115.12217628282306, "y": 569.9760607100309, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 11.405, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "uaLA7xFED4M", "id": "@ETNow", "source": "youtube-000001", "content": "Mengapa ICICI Bank Tetap Menjadi Pilihan Utama di Tengah Volatilitas Pasar | Properti, Perbankan,...\n\nMusim laporan keuangan mengungkapkan tren pasar yang jelas—bank-bank sedang naik daun sementara sektor IT tetap netral dan sektor FMCG menghadapi tekanan biaya. Para ahli menyoroti kualitas aset yang kuat, pertumbuhan kredit yang meningkat, dan rotasi sektoral ke sektor energi dan logam. Dengan Nifty yang melonjak lebih dari 2000 poin, apakah ini masih pasar beli saat harga turun?\n\nBerikut adalah arah pergerakan uang cerdas saat ini.\n\nKendalikan uang Anda dengan kondisi ekonomi saat ini.\n\n#etnow #businessnews #stockmarketindia #nifty50 #bankstocks #earningsseason #investing #marketanalysis #psubanks #powerstocks\n\nSaluran YouTube -    /   \n\nBerlangganan ET Now untuk mendapatkan pembaruan terbaru tentang berita pasar saham, berita bisnis, berita perusahaan, IPO & lainnya | https://bit.ly/SubscribeToETNow\n\nBerlangganan Sekarang ke Saluran Jaringan Kami :-\nET Now Swadesh:    / etnowswadesh  \nTimes Now: http://goo.gl/U9ibPb\n\nTautan Media Sosial :-\nTwitter - http://goo.gl/hA0vDt\nFacebook - http://goo.gl/5Lr4mC\n\nSitus web - https://www.etnownews.com\nUnduh Aplikasi kami untuk Berita Terkini: https://tinyurl.com/4y6e3u2e\n\nIkuti kami di Google News untuk pembaruan terbaru\nET Now: https://news.google.com/publications/...\nTimes Now Navbharat: https://bit.ly/3zDaKJo \nTimes Now : https://bit.ly/3CyrrYg\nZoom: https://bit.ly/3CEK0dv", "post_id": "uaLA7xFED4M"}}, {"key": "etnow", "attributes": {"label": "etnow", "x": 677.016466607969, "y": 66.60140969509686, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 21.0992, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "uaLA7xFED4M", "id": "etnow", "source": "youtube-000001", "content": "Mengapa ICICI Bank Tetap Menjadi Pilihan Utama di Tengah Volatilitas Pasar | Properti, Perbankan,...\n\nMusim laporan keuangan mengungkapkan tren pasar yang jelas—bank-bank sedang naik daun sementara sektor IT tetap netral dan sektor FMCG menghadapi tekanan biaya. Para ahli menyoroti kualitas aset yang kuat, pertumbuhan kredit yang meningkat, dan rotasi sektoral ke sektor energi dan logam. Dengan Nifty yang melonjak lebih dari 2000 poin, apakah ini masih pasar beli saat harga turun?\n\nBerikut adalah arah pergerakan uang cerdas saat ini.\n\nKendalikan uang Anda dengan kondisi ekonomi saat ini.\n\n#etnow #businessnews #stockmarketindia #nifty50 #bankstocks #earningsseason #investing #marketanalysis #psubanks #powerstocks\n\nSaluran YouTube -    /   \n\nBerlangganan ET Now untuk mendapatkan pembaruan terbaru tentang berita pasar saham, berita bisnis, berita perusahaan, IPO & lainnya | https://bit.ly/SubscribeToETNow\n\nBerlangganan Sekarang ke Saluran Jaringan Kami :-\nET Now Swadesh:    / etnowswadesh  \nTimes Now: http://goo.gl/U9ibPb\n\nTautan Media Sosial :-\nTwitter - http://goo.gl/hA0vDt\nFacebook - http://goo.gl/5Lr4mC\n\nSitus web - https://www.etnownews.com\nUnduh Aplikasi kami untuk Berita Terkini: https://tinyurl.com/4y6e3u2e\n\nIkuti kami di Google News untuk pembaruan terbaru\nET Now: https://news.google.com/publications/...\nTimes Now Navbharat: https://bit.ly/3zDaKJo \nTimes Now : https://bit.ly/3CyrrYg\nZoom: https://bit.ly/3CEK0dv", "post_id": "uaLA7xFED4M"}}, {"key": "@IDXChannel", "attributes": {"label": "@IDXChannel", "x": 368.6454673252042, "y": 997.8434866548783, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 11.405, "eigenvector": 134.5909, "in_degree": 0, "out_degree": 21, "degree": 21}, "_id": "Y9vIf8NCZsM", "id": "@IDXChannel", "source": "youtube-000001", "content": "INDEF: Pertumbuhan Ekonomi Kuartal I 2026 Berpotensi di Bawah 5,4 Persen | 1ST SESSION CLOSING\n\nPerlambatan ekonomi diperkirakan mulai terlihat pada awal tahun seiring melemahnya sejumlah faktor pendorong, terutama pertumbuhan kredit perbankan. Pengamat ekonomi sekaligus Direktur Big Data INDEF, Eko Listiyanto, menyebutkan bahwa pada Maret pertumbuhan kredit berada di level 9,49 persen dan belum menunjukkan penguatan yang signifikan. Kondisi ini dinilai akan berdampak pada perlambatan ekonomi nasional pada kuartal I 2026, yang diperkirakan sedikit di bawah capaian kuartal IV 2025 sebesar 5,39 persen. INDEF juga memperkirakan pertumbuhan ekonomi kuartal pertama tahun ini akan berada di bawah 5,4 persen, seiring masih lemahnya dorongan dari sektor kredit perbankan.\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nFollow US on Social Media\nYuk Subscribe -    /   \nWa Channel - https://whatsapp.com/channel/0029Va5V...\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idx_channel  \n-------------------------------------------------------------------------------------\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\nMyRepublic Channel 576\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "Y9vIf8NCZsM"}}, {"key": "idxchannel_", "attributes": {"label": "idxchannel_", "x": 666.829796479773, "y": 389.7012881272515, "size": 9.3, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 11.8666, "eigenvector": 70.6518, "in_degree": 3, "out_degree": 0, "degree": 3}, "_id": "Y9vIf8NCZsM", "id": "idxchannel_", "source": "youtube-000001", "content": "INDEF: Pertumbuhan Ekonomi Kuartal I 2026 Berpotensi di Bawah 5,4 Persen | 1ST SESSION CLOSING\n\nPerlambatan ekonomi diperkirakan mulai terlihat pada awal tahun seiring melemahnya sejumlah faktor pendorong, terutama pertumbuhan kredit perbankan. Pengamat ekonomi sekaligus Direktur Big Data INDEF, Eko Listiyanto, menyebutkan bahwa pada Maret pertumbuhan kredit berada di level 9,49 persen dan belum menunjukkan penguatan yang signifikan. Kondisi ini dinilai akan berdampak pada perlambatan ekonomi nasional pada kuartal I 2026, yang diperkirakan sedikit di bawah capaian kuartal IV 2025 sebesar 5,39 persen. INDEF juga memperkirakan pertumbuhan ekonomi kuartal pertama tahun ini akan berada di bawah 5,4 persen, seiring masih lemahnya dorongan dari sektor kredit perbankan.\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nFollow US on Social Media\nYuk Subscribe -    /   \nWa Channel - https://whatsapp.com/channel/0029Va5V...\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idx_channel  \n-------------------------------------------------------------------------------------\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\nMyRepublic Channel 576\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "Y9vIf8NCZsM"}}, {"key": "@nadlancapitalgroup", "attributes": {"label": "@nadlancapitalgroup", "x": 597.5171054234894, "y": 972.9736203938927, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 11.405, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "ywLlml5FXQ8", "id": "@nadlancapitalgroup", "source": "youtube-000001", "content": "Survei Kepemilikan Rumah Veteran: Manfaat Pinjaman VA Masih Kurang Dimanfaatkan\n\nSurvei Kepemilikan Rumah Veteran: Manfaat Pinjaman VA Masih Kurang Dimanfaatkan\n\n“Bagaimana jika salah satu program pinjaman rumah terbaik di Amerika… diabaikan oleh orang-orang yang seharusnya mendapatkannya?”\n\nItulah yang terjadi saat ini.\n\nSebuah studi baru dari NewDay USA mengungkapkan sesuatu yang mengejutkan:\n👉 Sebagian besar veteran mengetahui tentang pinjaman VA…\n\n👉 Tetapi banyak yang tidak sepenuhnya memahaminya\nDan kesenjangan itu menghambat orang untuk memiliki rumah.\n\nKesadaran Tinggi—Tetapi Kepercayaan Rendah\nSecara permukaan, semuanya tampak baik.\n\nSekitar 63% veteran mengatakan mereka mengetahui tentang pinjaman rumah VA.\n\nTetapi jika diteliti lebih dalam…\nHampir 1 dari 3 tidak mengerti cara kerjanya\nSekitar 30% bahkan tidak yakin mereka memenuhi syarat\nJadi meskipun manfaatnya ada…\n\nBanyak veteran tidak pernah menggunakannya.\n\nMitos Terbesar: “Anda Membutuhkan Uang Muka”\nMari kita klarifikasi ini sekarang juga.\n\nPinjaman VA seringkali mensyaratkan:\n👉 Tanpa uang muka\nNamun, inilah masalahnya:\nHanya sekitar 32% veteran yang mengetahui hal itu.\n\nArtinya, banyak yang menunggu—kadang-kadang selama bertahun-tahun—berusaha menghemat uang yang mungkin bahkan tidak mereka butuhkan.\n\nKesalahpahaman Mahal Lainnya: PMI\nAda juga kebingungan seputar asuransi hipotek swasta.\nDengan sebagian besar pinjaman, Anda membayarnya setiap bulan.\nDengan pinjaman VA?\n\n👉 Tidak diperlukan PMI\nNamun hampir setengah dari veteran tidak mengetahui hal ini.\n\nItu berarti uang yang terbuang setiap bulannya.\n\nKebingungan Pendapatan Adalah Hambatan Lain\nBanyak veteran juga meremehkan daya beli mereka.\n\nMengapa?\n\nKarena mereka tidak menyadari bahwa Tunjangan Perumahan Dasar (BAH) dihitung sebagai pendapatan.\n\nArtinya, mereka mungkin memenuhi syarat untuk mendapatkan lebih dari yang mereka kira—\nTetapi tidak pernah mencoba.\n\nMitos Umum yang Menghambat Pembeli\nAda beberapa mitos besar:\n“Pinjaman VA membutuhkan waktu lebih lama untuk diselesaikan”\n“Pendapatan militer tidak dihitung”\n“Lebih sulit untuk memenuhi syarat”\nPada kenyataannya?\n\nSebagian besar pinjaman VA diselesaikan secepat pinjaman konvensional—dan bisa lebih fleksibel.\n\nNamun, Mari Kita Jujur—Tantangan Masih Ada\nMeskipun dengan manfaat ini, banyak veteran masih ragu-ragu.\n\nKekhawatiran utama meliputi:\nKenaikan harga rumah\nStabilitas pendapatan\nBiaya di muka\nTingkat kredit dan utang\nDan inilah sesuatu yang penting:\n👉 Hampir setengahnya mengatakan mereka tidak memiliki cukup tabungan untuk biaya penutupan\n\nNamun Inilah Titik Baliknya\nKetika ditanya tentang membeli rumah:\nHanya 21% yang mengatakan mereka cenderung membeli sekarang\nTetapi angka itu melonjak menjadi 40% jika biaya di muka dikurangi\nItu perbedaan yang sangat besar.\n\nHal ini memberi tahu kita sesuatu yang sederhana:\n👉 Kesadaran yang lebih baik dapat membuka peluang besar\n\nMengapa Kepemilikan Rumah Masih Penting\nTerlepas dari tantangannya, para veteran masih melihat nilainya.\n\nBanyak yang mengatakan bahwa memiliki rumah adalah:\nJalan menuju stabilitas keuangan\nCara untuk membangun kekayaan jangka panjang\nSimbol kemerdekaan dan keamanan\n\nKesimpulan\nPeluangnya ada.\n\nManfaatnya nyata.\n\nTetapi pengetahuan adalah bagian yang hilang.\n\nKarena pada tahun 2026, hambatan terbesar bagi banyak veteran bukanlah kualifikasi…\n👉 Melainkan informasi.\n\nDan begitu kesenjangan itu tertutup—\nKepemilikan rumah menjadi jauh lebih mudah dicapai.\n\nSaya adalah CEO NadlanCapitalGroup. Spesialisasi kami adalah membantu Anda mendapatkan pinjaman terbaik yang tersedia dengan mudah, menawarkan saran profesional untuk membantu Anda mencapai tujuan investasi real estat Anda tanpa stres. Hubungi kami hari ini untuk konsultasi yang disesuaikan, di mana saran ahli kami mengubah potensi menjadi kenyataan yang menguntungkan.\n\nLanjutkan membaca di situs kami:\nhttps://www.forumnadlanusa.com/2026/0...\n\n#VALoan #VeteranHomeownership #HomeBuying2026 #RealEstateTips #FinancialFreedom\n\n📊 Berlangganan untuk Pembaruan Mingguan tentang KPR & Pasar\nKami menguraikan tren suku bunga KPR, data inflasi, pembaruan perumahan, dan berita ekonomi yang didukung oleh angka-angka nyata.\n\n🔔 Mulai Di Sini\n📞 Panggilan Strategi Investor Gratis\n👉 https://calendly.com/contact-nadlanca...\n📝 Ajukan Permohonan — Satu Permohonan •🔍 Jika Anda ingin mendapatkan hipotek terbaik di AS untuk Warga Negara Asing dan Amerika, dan ingin menjalankan lelang antara lebih dari 3.000 pemberi pinjaman 👉https://nadlancapitalgroup.com/apply/\n\n📲 Ikuti Nadlan Capital Group\nLinkedIn:   / forum-real-estate-usa  \nInstagram:   / forumrealestateusa  \nTikTok:  \nFacebook:   / 769142779829550  \n\n⚖️ Kepatuhan\nLiorLustig, CEO NadlanCapitalGroup\nHanya untuk tujuan pendidikan. Bukan nasihat keuangan.\nPersetujuan pinjaman tunduk pada pedoman penjaminan.\nBukan komitmen untuk memberikan pinjaman.", "post_id": "ywLlml5FXQ8"}}, {"key": "nadlancapital", "attributes": {"label": "nadlancapital", "x": 933.2320574231343, "y": 118.48774478620938, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 21.0992, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "ywLlml5FXQ8", "id": "nadlancapital", "source": "youtube-000001", "content": "Survei Kepemilikan Rumah Veteran: Manfaat Pinjaman VA Masih Kurang Dimanfaatkan\n\nSurvei Kepemilikan Rumah Veteran: Manfaat Pinjaman VA Masih Kurang Dimanfaatkan\n\n“Bagaimana jika salah satu program pinjaman rumah terbaik di Amerika… diabaikan oleh orang-orang yang seharusnya mendapatkannya?”\n\nItulah yang terjadi saat ini.\n\nSebuah studi baru dari NewDay USA mengungkapkan sesuatu yang mengejutkan:\n👉 Sebagian besar veteran mengetahui tentang pinjaman VA…\n\n👉 Tetapi banyak yang tidak sepenuhnya memahaminya\nDan kesenjangan itu menghambat orang untuk memiliki rumah.\n\nKesadaran Tinggi—Tetapi Kepercayaan Rendah\nSecara permukaan, semuanya tampak baik.\n\nSekitar 63% veteran mengatakan mereka mengetahui tentang pinjaman rumah VA.\n\nTetapi jika diteliti lebih dalam…\nHampir 1 dari 3 tidak mengerti cara kerjanya\nSekitar 30% bahkan tidak yakin mereka memenuhi syarat\nJadi meskipun manfaatnya ada…\n\nBanyak veteran tidak pernah menggunakannya.\n\nMitos Terbesar: “Anda Membutuhkan Uang Muka”\nMari kita klarifikasi ini sekarang juga.\n\nPinjaman VA seringkali mensyaratkan:\n👉 Tanpa uang muka\nNamun, inilah masalahnya:\nHanya sekitar 32% veteran yang mengetahui hal itu.\n\nArtinya, banyak yang menunggu—kadang-kadang selama bertahun-tahun—berusaha menghemat uang yang mungkin bahkan tidak mereka butuhkan.\n\nKesalahpahaman Mahal Lainnya: PMI\nAda juga kebingungan seputar asuransi hipotek swasta.\nDengan sebagian besar pinjaman, Anda membayarnya setiap bulan.\nDengan pinjaman VA?\n\n👉 Tidak diperlukan PMI\nNamun hampir setengah dari veteran tidak mengetahui hal ini.\n\nItu berarti uang yang terbuang setiap bulannya.\n\nKebingungan Pendapatan Adalah Hambatan Lain\nBanyak veteran juga meremehkan daya beli mereka.\n\nMengapa?\n\nKarena mereka tidak menyadari bahwa Tunjangan Perumahan Dasar (BAH) dihitung sebagai pendapatan.\n\nArtinya, mereka mungkin memenuhi syarat untuk mendapatkan lebih dari yang mereka kira—\nTetapi tidak pernah mencoba.\n\nMitos Umum yang Menghambat Pembeli\nAda beberapa mitos besar:\n“Pinjaman VA membutuhkan waktu lebih lama untuk diselesaikan”\n“Pendapatan militer tidak dihitung”\n“Lebih sulit untuk memenuhi syarat”\nPada kenyataannya?\n\nSebagian besar pinjaman VA diselesaikan secepat pinjaman konvensional—dan bisa lebih fleksibel.\n\nNamun, Mari Kita Jujur—Tantangan Masih Ada\nMeskipun dengan manfaat ini, banyak veteran masih ragu-ragu.\n\nKekhawatiran utama meliputi:\nKenaikan harga rumah\nStabilitas pendapatan\nBiaya di muka\nTingkat kredit dan utang\nDan inilah sesuatu yang penting:\n👉 Hampir setengahnya mengatakan mereka tidak memiliki cukup tabungan untuk biaya penutupan\n\nNamun Inilah Titik Baliknya\nKetika ditanya tentang membeli rumah:\nHanya 21% yang mengatakan mereka cenderung membeli sekarang\nTetapi angka itu melonjak menjadi 40% jika biaya di muka dikurangi\nItu perbedaan yang sangat besar.\n\nHal ini memberi tahu kita sesuatu yang sederhana:\n👉 Kesadaran yang lebih baik dapat membuka peluang besar\n\nMengapa Kepemilikan Rumah Masih Penting\nTerlepas dari tantangannya, para veteran masih melihat nilainya.\n\nBanyak yang mengatakan bahwa memiliki rumah adalah:\nJalan menuju stabilitas keuangan\nCara untuk membangun kekayaan jangka panjang\nSimbol kemerdekaan dan keamanan\n\nKesimpulan\nPeluangnya ada.\n\nManfaatnya nyata.\n\nTetapi pengetahuan adalah bagian yang hilang.\n\nKarena pada tahun 2026, hambatan terbesar bagi banyak veteran bukanlah kualifikasi…\n👉 Melainkan informasi.\n\nDan begitu kesenjangan itu tertutup—\nKepemilikan rumah menjadi jauh lebih mudah dicapai.\n\nSaya adalah CEO NadlanCapitalGroup. Spesialisasi kami adalah membantu Anda mendapatkan pinjaman terbaik yang tersedia dengan mudah, menawarkan saran profesional untuk membantu Anda mencapai tujuan investasi real estat Anda tanpa stres. Hubungi kami hari ini untuk konsultasi yang disesuaikan, di mana saran ahli kami mengubah potensi menjadi kenyataan yang menguntungkan.\n\nLanjutkan membaca di situs kami:\nhttps://www.forumnadlanusa.com/2026/0...\n\n#VALoan #VeteranHomeownership #HomeBuying2026 #RealEstateTips #FinancialFreedom\n\n📊 Berlangganan untuk Pembaruan Mingguan tentang KPR & Pasar\nKami menguraikan tren suku bunga KPR, data inflasi, pembaruan perumahan, dan berita ekonomi yang didukung oleh angka-angka nyata.\n\n🔔 Mulai Di Sini\n📞 Panggilan Strategi Investor Gratis\n👉 https://calendly.com/contact-nadlanca...\n📝 Ajukan Permohonan — Satu Permohonan •🔍 Jika Anda ingin mendapatkan hipotek terbaik di AS untuk Warga Negara Asing dan Amerika, dan ingin menjalankan lelang antara lebih dari 3.000 pemberi pinjaman 👉https://nadlancapitalgroup.com/apply/\n\n📲 Ikuti Nadlan Capital Group\nLinkedIn:   / forum-real-estate-usa  \nInstagram:   / forumrealestateusa  \nTikTok:  \nFacebook:   / 769142779829550  \n\n⚖️ Kepatuhan\nLiorLustig, CEO NadlanCapitalGroup\nHanya untuk tujuan pendidikan. Bukan nasihat keuangan.\nPersetujuan pinjaman tunduk pada pedoman penjaminan.\nBukan komitmen untuk memberikan pinjaman.", "post_id": "ywLlml5FXQ8"}}, {"key": "@thecore_in", "attributes": {"label": "@thecore_in", "x": 857.6733436264652, "y": 982.8997108596938, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 11.405, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "CXyWP8TQiHI", "id": "@thecore_in", "source": "youtube-000001", "content": "Aturan Pinjaman Baru RBI Dapat Mengubah Perbankan India Selamanya | Govindraj Ethiraj | Laporan Inti\n\nPada Episode 860 The Core Report, jurnalis keuangan Govindraj Ethiraj berbincang dengan Puneet Gupta, Direktur, Pasar Otomotif India & ASEAN, S&P Global Mobility, serta Jatin Kalra, Partner–CFO Advisory di Grant Thornton Bharat.\n\nLihat pelacak Pendapatan Langsung kami: https://earnings.thecore.in/\n\nCATATAN ACARA\n(00:00) Berita Hari Ini\n(01:00) Kebangkitan saham berkapitalisasi kecil meningkatkan suasana pasar\n(04:58) Bisakah harga emas mencapai $8.000?\n(06:01) Orang-orang berinvestasi lebih banyak di emas daripada membeli perhiasan untuk pertama kalinya\n(07:41) Rezim penyediaan baru untuk bank-bank India dapat menyebabkan pergeseran besar dalam neraca\n(17:01) Tingkat pencampuran etanol dalam bensin akan meningkat sekarang, apakah kendaraan siap untuk itu?\n\nPasar Emas, Minyak, dan Rupee:\n\nKebangkitan Saham Kapitalisasi Kecil Kembali Terjadi karena investor pasar saham India beralih ke saham kapitalisasi menengah dan kecil meskipun ada aksi jual FII, risiko perang Iran, dan kenaikan harga minyak mentah. Bisakah saham kapitalisasi kecil mengungguli Nifty 50 pada tahun 2026 karena valuasi menjadi menarik dan pemulihan pendapatan menguat? Harga minyak melonjak karena ketegangan di Hormuz meningkat dan UEA keluar dari OPEC, menimbulkan pertanyaan besar bagi inflasi, pasar global, dan Rupee India. Akankah rupee jatuh lebih jauh karena harga minyak mentah melonjak dan investor asing terus menarik uang dari ekuitas India? Deutsche Bank memperkirakan emas mencapai $8000 dan bank sentral melakukan pembelian agresif sementara permintaan investasi emas India telah melampaui permintaan perhiasan untuk pertama kalinya. Apakah ini awal dari pasar bullish emas struktural? Juga menjadi fokus risiko perlambatan industri, inflasi rantai pasokan, dan bagaimana perang mendorong kenaikan biaya secara global. Menampilkan wawasan pasar, prospek emas, tren investor asing, dan apa yang mungkin dilakukan investor cerdas selanjutnya.\n\nRezim Penyediaan Cadangan Baru RBI:\n\nApakah reformasi perbankan terbesar RBI sejak tahun 1990-an mengubah perbankan India selamanya? Kerangka Kerugian Kredit yang Diharapkan (Expected Credit Loss/ECLOS) yang baru dapat memengaruhi saham bank, pertumbuhan pinjaman, penyediaan cadangan, kualitas kredit, dan stabilitas keuangan. Apa arti aturan RBI ini bagi investor, peminjam, dan sistem perbankan India? Bank-bank sektor publik, pemberi pinjaman swasta, kredit UMKM, dan pembiayaan proyek semuanya dapat melihat implikasi di bawah kerangka kerja baru ini, terutama karena pasar berfokus pada risiko dan kekuatan modal. Menampilkan analisis ahli dari Jatin Kalra dari Grant Thornton Bharat tentang risiko kredit, keamanan perbankan, reformasi peraturan, dan mengapa hal ini penting sekarang bagi pasar dan lembaga keuangan.\n\nPeningkatan Pencampuran Etanol untuk Bensin:\n\nBisakah E85 dan E100 mengubah masa depan mobil India? India bergerak melampaui pencampuran etanol E20 dan implikasinya terhadap efisiensi bahan bakar, kinerja mesin, kendaraan bahan bakar fleksibel, dan keamanan energi sangat besar. Akankah campuran etanol yang lebih tinggi membantu mengurangi impor minyak sekaligus menurunkan biaya, atau menciptakan tantangan baru bagi konsumen dan produsen mobil? Apa artinya ini bagi mobil bensin, saham otomotif, dan transisi mobilitas hijau India seiring dengan dorongan para pembuat kebijakan untuk bahan bakar yang lebih bersih? Menampilkan wawasan dari Puneet Gupta dari S&P Global Mobility tentang jarak tempuh, dampak mesin, pelajaran dari E20, dan apakah India siap untuk fase selanjutnya dari pencampuran etanol.\n\nPerang Tidak Mempengaruhi Industri Perhotelan AS:\n\nBisakah permintaan perjalanan tetap kuat bahkan di tengah kekhawatiran perang dan resesi? Hilton telah meningkatkan perkiraan pertumbuhan karena sektor perhotelan, pariwisata, dan perjalanan bisnis tetap tangguh secara mengejutkan. Dengan permintaan perjalanan AS yang tetap stabil dan pendapatan hotel yang meningkat, apa artinya ini bagi ekonomi global, kepercayaan konsumen, dan kekhawatiran resesi? Sebuah sinyal mengejutkan bahwa beberapa sektor mungkin tetap lebih kuat daripada yang diperkirakan pasar bahkan di tengah guncangan geopolitik, tekanan inflasi, dan ketidakpastian global.\n\nAturan pinjaman baru RBI, norma Kerugian Kredit yang Diharapkan, reformasi perbankan India, kebangkitan saham berkapitalisasi kecil, emas di $8000, risiko minyak mentah, prospek rupee, dan pencampuran etanol dapat membentuk kembali pasar dan ekonomi. Berlangganan untuk analisis tajam tentang tren pasar saham India, perbankan, berita bisnis, dan risiko global bersama Govindraj Ethiraj di The Core Report.\n\n#RBINewLoanRules #IndianBanking #StockMarketNews #GoldPrices #TheCoreReport #TheCore\n\nGabung dengan The Core Insider untuk mendapatkan akses ke berbagai keuntungan:\n   /   \n\nPara pendengar! Kami menunggu tanggapan Anda: https://tinyurl.com/TCR-Listener-Survey\n\nThe Core & The Core Report didukung iklan & GRATIS untuk ...", "post_id": "CXyWP8TQiHI"}}, {"key": "thecore_in", "attributes": {"label": "thecore_in", "x": 912.6531709853858, "y": 559.9624848967719, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 21.0992, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "CXyWP8TQiHI", "id": "thecore_in", "source": "youtube-000001", "content": "Aturan Pinjaman Baru RBI Dapat Mengubah Perbankan India Selamanya | Govindraj Ethiraj | Laporan Inti\n\nPada Episode 860 The Core Report, jurnalis keuangan Govindraj Ethiraj berbincang dengan Puneet Gupta, Direktur, Pasar Otomotif India & ASEAN, S&P Global Mobility, serta Jatin Kalra, Partner–CFO Advisory di Grant Thornton Bharat.\n\nLihat pelacak Pendapatan Langsung kami: https://earnings.thecore.in/\n\nCATATAN ACARA\n(00:00) Berita Hari Ini\n(01:00) Kebangkitan saham berkapitalisasi kecil meningkatkan suasana pasar\n(04:58) Bisakah harga emas mencapai $8.000?\n(06:01) Orang-orang berinvestasi lebih banyak di emas daripada membeli perhiasan untuk pertama kalinya\n(07:41) Rezim penyediaan baru untuk bank-bank India dapat menyebabkan pergeseran besar dalam neraca\n(17:01) Tingkat pencampuran etanol dalam bensin akan meningkat sekarang, apakah kendaraan siap untuk itu?\n\nPasar Emas, Minyak, dan Rupee:\n\nKebangkitan Saham Kapitalisasi Kecil Kembali Terjadi karena investor pasar saham India beralih ke saham kapitalisasi menengah dan kecil meskipun ada aksi jual FII, risiko perang Iran, dan kenaikan harga minyak mentah. Bisakah saham kapitalisasi kecil mengungguli Nifty 50 pada tahun 2026 karena valuasi menjadi menarik dan pemulihan pendapatan menguat? Harga minyak melonjak karena ketegangan di Hormuz meningkat dan UEA keluar dari OPEC, menimbulkan pertanyaan besar bagi inflasi, pasar global, dan Rupee India. Akankah rupee jatuh lebih jauh karena harga minyak mentah melonjak dan investor asing terus menarik uang dari ekuitas India? Deutsche Bank memperkirakan emas mencapai $8000 dan bank sentral melakukan pembelian agresif sementara permintaan investasi emas India telah melampaui permintaan perhiasan untuk pertama kalinya. Apakah ini awal dari pasar bullish emas struktural? Juga menjadi fokus risiko perlambatan industri, inflasi rantai pasokan, dan bagaimana perang mendorong kenaikan biaya secara global. Menampilkan wawasan pasar, prospek emas, tren investor asing, dan apa yang mungkin dilakukan investor cerdas selanjutnya.\n\nRezim Penyediaan Cadangan Baru RBI:\n\nApakah reformasi perbankan terbesar RBI sejak tahun 1990-an mengubah perbankan India selamanya? Kerangka Kerugian Kredit yang Diharapkan (Expected Credit Loss/ECLOS) yang baru dapat memengaruhi saham bank, pertumbuhan pinjaman, penyediaan cadangan, kualitas kredit, dan stabilitas keuangan. Apa arti aturan RBI ini bagi investor, peminjam, dan sistem perbankan India? Bank-bank sektor publik, pemberi pinjaman swasta, kredit UMKM, dan pembiayaan proyek semuanya dapat melihat implikasi di bawah kerangka kerja baru ini, terutama karena pasar berfokus pada risiko dan kekuatan modal. Menampilkan analisis ahli dari Jatin Kalra dari Grant Thornton Bharat tentang risiko kredit, keamanan perbankan, reformasi peraturan, dan mengapa hal ini penting sekarang bagi pasar dan lembaga keuangan.\n\nPeningkatan Pencampuran Etanol untuk Bensin:\n\nBisakah E85 dan E100 mengubah masa depan mobil India? India bergerak melampaui pencampuran etanol E20 dan implikasinya terhadap efisiensi bahan bakar, kinerja mesin, kendaraan bahan bakar fleksibel, dan keamanan energi sangat besar. Akankah campuran etanol yang lebih tinggi membantu mengurangi impor minyak sekaligus menurunkan biaya, atau menciptakan tantangan baru bagi konsumen dan produsen mobil? Apa artinya ini bagi mobil bensin, saham otomotif, dan transisi mobilitas hijau India seiring dengan dorongan para pembuat kebijakan untuk bahan bakar yang lebih bersih? Menampilkan wawasan dari Puneet Gupta dari S&P Global Mobility tentang jarak tempuh, dampak mesin, pelajaran dari E20, dan apakah India siap untuk fase selanjutnya dari pencampuran etanol.\n\nPerang Tidak Mempengaruhi Industri Perhotelan AS:\n\nBisakah permintaan perjalanan tetap kuat bahkan di tengah kekhawatiran perang dan resesi? Hilton telah meningkatkan perkiraan pertumbuhan karena sektor perhotelan, pariwisata, dan perjalanan bisnis tetap tangguh secara mengejutkan. Dengan permintaan perjalanan AS yang tetap stabil dan pendapatan hotel yang meningkat, apa artinya ini bagi ekonomi global, kepercayaan konsumen, dan kekhawatiran resesi? Sebuah sinyal mengejutkan bahwa beberapa sektor mungkin tetap lebih kuat daripada yang diperkirakan pasar bahkan di tengah guncangan geopolitik, tekanan inflasi, dan ketidakpastian global.\n\nAturan pinjaman baru RBI, norma Kerugian Kredit yang Diharapkan, reformasi perbankan India, kebangkitan saham berkapitalisasi kecil, emas di $8000, risiko minyak mentah, prospek rupee, dan pencampuran etanol dapat membentuk kembali pasar dan ekonomi. Berlangganan untuk analisis tajam tentang tren pasar saham India, perbankan, berita bisnis, dan risiko global bersama Govindraj Ethiraj di The Core Report.\n\n#RBINewLoanRules #IndianBanking #StockMarketNews #GoldPrices #TheCoreReport #TheCore\n\nGabung dengan The Core Insider untuk mendapatkan akses ke berbagai keuntungan:\n   /   \n\nPara pendengar! Kami menunggu tanggapan Anda: https://tinyurl.com/TCR-Listener-Survey\n\nThe Core & The Core Report didukung iklan & GRATIS untuk ...", "post_id": "CXyWP8TQiHI"}}, {"key": "@DRMNewsInternational", "attributes": {"label": "@DRMNewsInternational", "x": 524.6091409273182, "y": 379.97613142437456, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 11.405, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 4, "degree": 4}, "_id": "kAsnM0Ye3Ko", "id": "@DRMNewsInternational", "source": "youtube-000001", "content": "RINGKASAN LENGKAP: IMF Merilis Laporan Stabilitas Keuangan Global 2026, Memperingatkan Meningkatn...\n\nDana Moneter Internasional (IMF) mempresentasikan Laporan Stabilitas Keuangan Global di Washington, D.C., yang menyoroti risiko terhadap pasar global di tengah konflik Timur Tengah, kenaikan harga minyak, tekanan inflasi, dan kerentanan keuangan. Para pejabat IMF juga membahas kekhawatiran tentang AI, keamanan siber, kredit swasta, dan stabilitas pasar negara berkembang. Presentasi ini menggarisbawahi ketahanan sekaligus meningkatnya ketidakpastian dalam sistem keuangan global. Untuk detail lebih lanjut, saksikan berita kami dan berlangganan saluran kami, DRM News.\n\nIMF, Laporan Stabilitas Keuangan Global, Pengarahan IMF 2026, Berita Washington DC, Ekonomi Global, Pasar Keuangan, Krisis Inflasi, Harga Minyak, Dampak Perang Timur Tengah, Risiko Keamanan Siber AI, Pasar Kredit Swasta, Pasar Negara Berkembang, Risiko Resesi Global, Bank Sentral, Kebijakan Moneter, Stabilitas Keuangan, Utang Global, Volatilitas Pasar, Berita Ekonomi Dunia, Konferensi Pers IMF\n\n#IMF #EkonomiGlobal #BeritaTerbaru #StabilitasKeuangan #BeritaDunia #Inflasi #Pasar #HargaMinyak #BankSentral #Ekonomi #WashingtonDC #Geopolitik #AI #BeritaKeuangan #BeritaDRM\n\nPENJELASAN LENGKAP: IMF Merilis Laporan Stabilitas Keuangan Global 2026, Memperingatkan Meningkatnya Risiko | AF1N\n\nDana Moneter Internasional (IMF) merilis Laporan Stabilitas Keuangan Global selama Pertemuan Musim Semi IMF–Bank Dunia di Washington, D.C. Laporan tersebut menguraikan risiko-risiko utama terhadap sistem keuangan global, termasuk tekanan inflasi, kerentanan utang, dan ketidakstabilan pasar. Para pembuat kebijakan dan investor mengamati temuan-temuan tersebut dengan saksama. Untuk detail lebih lanjut, saksikan berita kami dan berlangganan saluran kami, DRM News.\n\nLaporan IMF, Laporan Stabilitas Keuangan Global, IMF 2026, Pertemuan Bank Dunia, Berita Washington DC, ekonomi global, risiko keuangan, inflasi global, krisis utang, prospek ekonomi 2026, pengarahan IMF, berita keuangan dunia, pasar global, stabilitas keuangan, kebijakan ekonomi, bank sentral, risiko resesi global, keuangan internasional, pertemuan musim semi IMF, pembaruan ekonomi\n\n#IMF #EkonomiGlobal #BeritaTerbaru #StabilitasKeuangan #BankDunia #Ekonomi #Inflasi #PasarGlobal #BeritaKeuangan #ProspekEkonomi #WashingtonDC #LaporanIMF #BeritaDunia #BankSentral #drmnews\n\nSIARAN LANGSUNG: IMF Merilis Laporan Stabilitas Keuangan Global di Washington D.C. | AF1N\n\n----------------------------------------------------------\nSelamat datang di DRM News – sumber utama Anda untuk berita terkini dan analisis ahli tentang urusan global, dunia hiburan, olahraga, AI, pasar keuangan, dan banyak lagi. Kami percaya bahwa demokrasi mati dalam kegelapan, dan kami berkomitmen untuk memberi informasi dan mendidik Anda dengan pelaporan yang tidak bias dan berbasis fakta.\n\nDi DRM News, kami beroperasi secara independen, tanpa pengaruh dari perusahaan, pengiklan, atau pemerintah. Kami meliput berita-berita penting – bahkan yang dihindari orang lain – karena Anda berhak mendapatkan kebenaran.\n\nPunya ide cerita atau umpan balik yang berharga? 💡 Kirimkan email kepada kami di info\n\n—baik itu berupa informasi, opini Anda, atau topik yang ingin Anda lihat diliput.\n\n🔔 Berlangganan untuk pembaruan harian\n👍 Sukai, bagikan, dan beri komentar untuk bergabung dalam percakapan\n📢 Suara Anda penting – beri tahu kami pendapat Anda!\n\n#BeritaTerbaru #BeritaInternasional #AI #Olahraga #Hiburan #PasarKeuangan #DRMNews\n\nSaluran YouTube DRM News dikelola oleh Dot Republic Media, Semua Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang.\n\nBerlangganan saluran kami untuk mendapatkan semua pembaruan terbaru: https://youtube.com/\n\nSukai Halaman Facebook kami: https://www.facebook.com/profile.php?...\n\nIkuti kami di Instagram:   / drmnews_", "post_id": "kAsnM0Ye3Ko"}}, {"key": "DRMNewsInternati...", "attributes": {"label": "DRMNewsInternati...", "x": 918.1928319828045, "y": 552.6748507243775, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 13.8285, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 4, "out_degree": 0, "degree": 4}, "_id": "kAsnM0Ye3Ko", "id": "DRMNewsInternati...", "source": "youtube-000001", "content": "RINGKASAN LENGKAP: IMF Merilis Laporan Stabilitas Keuangan Global 2026, Memperingatkan Meningkatn...\n\nDana Moneter Internasional (IMF) mempresentasikan Laporan Stabilitas Keuangan Global di Washington, D.C., yang menyoroti risiko terhadap pasar global di tengah konflik Timur Tengah, kenaikan harga minyak, tekanan inflasi, dan kerentanan keuangan. Para pejabat IMF juga membahas kekhawatiran tentang AI, keamanan siber, kredit swasta, dan stabilitas pasar negara berkembang. Presentasi ini menggarisbawahi ketahanan sekaligus meningkatnya ketidakpastian dalam sistem keuangan global. Untuk detail lebih lanjut, saksikan berita kami dan berlangganan saluran kami, DRM News.\n\nIMF, Laporan Stabilitas Keuangan Global, Pengarahan IMF 2026, Berita Washington DC, Ekonomi Global, Pasar Keuangan, Krisis Inflasi, Harga Minyak, Dampak Perang Timur Tengah, Risiko Keamanan Siber AI, Pasar Kredit Swasta, Pasar Negara Berkembang, Risiko Resesi Global, Bank Sentral, Kebijakan Moneter, Stabilitas Keuangan, Utang Global, Volatilitas Pasar, Berita Ekonomi Dunia, Konferensi Pers IMF\n\n#IMF #EkonomiGlobal #BeritaTerbaru #StabilitasKeuangan #BeritaDunia #Inflasi #Pasar #HargaMinyak #BankSentral #Ekonomi #WashingtonDC #Geopolitik #AI #BeritaKeuangan #BeritaDRM\n\nPENJELASAN LENGKAP: IMF Merilis Laporan Stabilitas Keuangan Global 2026, Memperingatkan Meningkatnya Risiko | AF1N\n\nDana Moneter Internasional (IMF) merilis Laporan Stabilitas Keuangan Global selama Pertemuan Musim Semi IMF–Bank Dunia di Washington, D.C. Laporan tersebut menguraikan risiko-risiko utama terhadap sistem keuangan global, termasuk tekanan inflasi, kerentanan utang, dan ketidakstabilan pasar. Para pembuat kebijakan dan investor mengamati temuan-temuan tersebut dengan saksama. Untuk detail lebih lanjut, saksikan berita kami dan berlangganan saluran kami, DRM News.\n\nLaporan IMF, Laporan Stabilitas Keuangan Global, IMF 2026, Pertemuan Bank Dunia, Berita Washington DC, ekonomi global, risiko keuangan, inflasi global, krisis utang, prospek ekonomi 2026, pengarahan IMF, berita keuangan dunia, pasar global, stabilitas keuangan, kebijakan ekonomi, bank sentral, risiko resesi global, keuangan internasional, pertemuan musim semi IMF, pembaruan ekonomi\n\n#IMF #EkonomiGlobal #BeritaTerbaru #StabilitasKeuangan #BankDunia #Ekonomi #Inflasi #PasarGlobal #BeritaKeuangan #ProspekEkonomi #WashingtonDC #LaporanIMF #BeritaDunia #BankSentral #drmnews\n\nSIARAN LANGSUNG: IMF Merilis Laporan Stabilitas Keuangan Global di Washington D.C. | AF1N\n\n----------------------------------------------------------\nSelamat datang di DRM News – sumber utama Anda untuk berita terkini dan analisis ahli tentang urusan global, dunia hiburan, olahraga, AI, pasar keuangan, dan banyak lagi. Kami percaya bahwa demokrasi mati dalam kegelapan, dan kami berkomitmen untuk memberi informasi dan mendidik Anda dengan pelaporan yang tidak bias dan berbasis fakta.\n\nDi DRM News, kami beroperasi secara independen, tanpa pengaruh dari perusahaan, pengiklan, atau pemerintah. Kami meliput berita-berita penting – bahkan yang dihindari orang lain – karena Anda berhak mendapatkan kebenaran.\n\nPunya ide cerita atau umpan balik yang berharga? 💡 Kirimkan email kepada kami di info\n\n—baik itu berupa informasi, opini Anda, atau topik yang ingin Anda lihat diliput.\n\n🔔 Berlangganan untuk pembaruan harian\n👍 Sukai, bagikan, dan beri komentar untuk bergabung dalam percakapan\n📢 Suara Anda penting – beri tahu kami pendapat Anda!\n\n#BeritaTerbaru #BeritaInternasional #AI #Olahraga #Hiburan #PasarKeuangan #DRMNews\n\nSaluran YouTube DRM News dikelola oleh Dot Republic Media, Semua Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang.\n\nBerlangganan saluran kami untuk mendapatkan semua pembaruan terbaru: https://youtube.com/\n\nSukai Halaman Facebook kami: https://www.facebook.com/profile.php?...\n\nIkuti kami di Instagram:   / drmnews_", "post_id": "kAsnM0Ye3Ko"}}, {"key": "@BusinessToday", "attributes": {"label": "@BusinessToday", "x": 219.71961078599168, "y": 587.5487470900915, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 11.405, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "PE8F6SC2aUo", "id": "@BusinessToday", "source": "youtube-000001", "content": "SIARAN LANGSUNG: IMF Meluncurkan Laporan Stabilitas Keuangan Global April 2026 | Risiko Keuangan,...\n\n#BusinessToday #IMF #GFSR #IMF2026 #GlobalEconomy #FinancialMarkets #EconomicOutlook #GlobalFinance #FinancialStability #MarketVolatility #FinancialRisk #DebtCrisis #Inflation #InterestRates #RecessionWatch #BankingSector #CreditMarkets #CentralBanks #MonetaryPolicy #FiscalPolicy #GlobalMarkets #IMFReport #FinancialStabilityReport\n\nSumber: \n-----------------------\nTerima kasih telah menonton! Jangan lupa untuk Like | Komentar | Bagikan\n-----------------------\nTentang saluran ini\nTonton kami untuk berita dan pandangan terbaik tentang bisnis, pasar saham, mata uang kripto, teknologi konsumen, dunia real estat, emas batangan, otomotif, perusahaan rintisan dan unicorn, serta keuangan pribadi. Business Today TV juga akan memberikan semua yang perlu Anda ketahui tentang reksa dana, asuransi, pinjaman, dan rencana pensiun, dan lain-lain.\n\nIkuti kami di:\nSitus web: https://www.businesstoday.in\nWhatsApp: whatsapp.com/channel/0029Va4Hd309hXFCqY62yD2I\nFacebook:   / businesstoday  \nX:   / business_today  \nInstagram:   / business_today", "post_id": "PE8F6SC2aUo"}}, {"key": "imf", "attributes": {"label": "imf", "x": 461.9058302116743, "y": 107.41690871232434, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 21.0992, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "PE8F6SC2aUo", "id": "imf", "source": "youtube-000001", "content": "SIARAN LANGSUNG: IMF Meluncurkan Laporan Stabilitas Keuangan Global April 2026 | Risiko Keuangan,...\n\n#BusinessToday #IMF #GFSR #IMF2026 #GlobalEconomy #FinancialMarkets #EconomicOutlook #GlobalFinance #FinancialStability #MarketVolatility #FinancialRisk #DebtCrisis #Inflation #InterestRates #RecessionWatch #BankingSector #CreditMarkets #CentralBanks #MonetaryPolicy #FiscalPolicy #GlobalMarkets #IMFReport #FinancialStabilityReport\n\nSumber: \n-----------------------\nTerima kasih telah menonton! Jangan lupa untuk Like | Komentar | Bagikan\n-----------------------\nTentang saluran ini\nTonton kami untuk berita dan pandangan terbaik tentang bisnis, pasar saham, mata uang kripto, teknologi konsumen, dunia real estat, emas batangan, otomotif, perusahaan rintisan dan unicorn, serta keuangan pribadi. Business Today TV juga akan memberikan semua yang perlu Anda ketahui tentang reksa dana, asuransi, pinjaman, dan rencana pensiun, dan lain-lain.\n\nIkuti kami di:\nSitus web: https://www.businesstoday.in\nWhatsApp: whatsapp.com/channel/0029Va4Hd309hXFCqY62yD2I\nFacebook:   / businesstoday  \nX:   / business_today  \nInstagram:   / business_today", "post_id": "PE8F6SC2aUo"}}, {"key": "@kabarbursadotcom", "attributes": {"label": "@kabarbursadotcom", "x": 145.6947126447391, "y": 324.38770499948674, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 11.405, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "-WUFSoiAPCQ", "id": "@kabarbursadotcom", "source": "youtube-000001", "content": "[LIVE] BBM Nonsubsidi Naik, Kredit Tumbuh, dan BEI Uji Liquidity Provider | KABAR BURSA 60\n\nKABARBURSA.COM — BEI resmi memulai implementasi liquidity provider saham pada Senin, 20 April 2026, dengan kuotasi perdana oleh Phintraco Sekuritas untuk mendorong likuiditas, mempersempit spread, dan memperdalam pasar. Di saat yang sama, pemerintah diminta menjaga agar kenaikan harga BBM nonsubsidi tidak merembet ke harga kebutuhan pokok, sementara pertumbuhan kredit nasional tercatat 10,42 persen hingga 31 Maret 2026 dan PT Fore Kopi Indonesia Tbk terus ekspansi ke kota tier 2 dan tier 3. Rangkaian kabar ini penting karena memberi gambaran arah pasar modal, energi, perbankan, dan emiten konsumen yang sama-sama memengaruhi daya beli serta aktivitas ekonomi publik. Simak sampai selesai, lalu subscribe dan tinggalkan komentar Anda.\n\nBuka dan baca berita terkait hanya di portal https://kabarbursa.com/\nKabarbursa.com adalah portal berita finansial PT Kabar Bursa Indonesia yang merupakan bagian dari jaringan PT Kabar Grup Indonesia atau KGI Network. Kabarbursa.com menyajikan berita ekonomi terkini, analisis mendalam, investasi dan inspirasi bisnis.\n\nKamu juga bisa mengunjungi media sosial Kabar Bursa:\nYoutube:    /   \nInstagram:   / kabarbursacom  \nTiktok:   / kabarbursacom  \nWA Channel: https://whatsapp.com/channel/0029Vae5...\n\n#bei #liquidityprovider #bbmnonsubsidi #kreditnasional #forecoffee #pasarmodal #pertamina #ekonomiindonesia #investasi #perbankan #umkm #kabarbursa #news #newsupdate #beritaterkini #beritasaham #beritaekonomi", "post_id": "-WUFSoiAPCQ"}}, {"key": "kabarbursadotcom", "attributes": {"label": "kabarbursadotcom", "x": 178.99482181988148, "y": 932.1970991182715, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 16.2521, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "-WUFSoiAPCQ", "id": "kabarbursadotcom", "source": "youtube-000001", "content": "[LIVE] BBM Nonsubsidi Naik, Kredit Tumbuh, dan BEI Uji Liquidity Provider | KABAR BURSA 60\n\nKABARBURSA.COM — BEI resmi memulai implementasi liquidity provider saham pada Senin, 20 April 2026, dengan kuotasi perdana oleh Phintraco Sekuritas untuk mendorong likuiditas, mempersempit spread, dan memperdalam pasar. Di saat yang sama, pemerintah diminta menjaga agar kenaikan harga BBM nonsubsidi tidak merembet ke harga kebutuhan pokok, sementara pertumbuhan kredit nasional tercatat 10,42 persen hingga 31 Maret 2026 dan PT Fore Kopi Indonesia Tbk terus ekspansi ke kota tier 2 dan tier 3. Rangkaian kabar ini penting karena memberi gambaran arah pasar modal, energi, perbankan, dan emiten konsumen yang sama-sama memengaruhi daya beli serta aktivitas ekonomi publik. Simak sampai selesai, lalu subscribe dan tinggalkan komentar Anda.\n\nBuka dan baca berita terkait hanya di portal https://kabarbursa.com/\nKabarbursa.com adalah portal berita finansial PT Kabar Bursa Indonesia yang merupakan bagian dari jaringan PT Kabar Grup Indonesia atau KGI Network. Kabarbursa.com menyajikan berita ekonomi terkini, analisis mendalam, investasi dan inspirasi bisnis.\n\nKamu juga bisa mengunjungi media sosial Kabar Bursa:\nYoutube:    /   \nInstagram:   / kabarbursacom  \nTiktok:   / kabarbursacom  \nWA Channel: https://whatsapp.com/channel/0029Vae5...\n\n#bei #liquidityprovider #bbmnonsubsidi #kreditnasional #forecoffee #pasarmodal #pertamina #ekonomiindonesia #investasi #perbankan #umkm #kabarbursa #news #newsupdate #beritaterkini #beritasaham #beritaekonomi", "post_id": "-WUFSoiAPCQ"}}, {"key": "@BloombergPodcasts", "attributes": {"label": "@BloombergPodcasts", "x": 178.0298853299409, "y": 508.85415547810396, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 11.405, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "qg25xuc6k_s", "id": "@BloombergPodcasts", "source": "youtube-000001", "content": "Kredit Swasta Mengalami 'Masalah Pertumbuhan,' Kata Co-CEO SLR Capital Partners, Gross\n\nMichael Gross, salah satu pendiri SLR Capital Partners, mengatakan tekanan pada perusahaan pengembangan bisnis merupakan bagian dari \"masa-masa sulit\" pertumbuhan kredit swasta.\n\nJPMorgan Chase & Co. membatasi beberapa pinjaman kepada dana kredit swasta setelah menurunkan nilai pinjaman dalam portofolio mereka. Pada saat yang sama, BDC — yang memberikan pinjaman langsung kepada perusahaan menengah — mengalami peningkatan permintaan penarikan dana di tengah kekhawatiran akan kerugian terkait dengan eksposur yang terlalu besar terhadap perusahaan perangkat lunak yang terganggu oleh AI. Selain ekuitas dari mitra terbatas dan investor publik, dana kredit swasta bergantung pada bank untuk pendanaan. Mereka juga mengumpulkan utang di pasar obligasi peringkat investasi. Gelombang penarikan dana yang meningkat telah mendorong Moody's Ratings untuk merevisi prospeknya untuk kendaraan investasi kredit swasta menjadi negatif, setelah mempertahankan peringkat stabil selama lebih dari dua tahun.\n\nEksodus yang terus berlanjut dari instrumen investasi non-perdagangan, yang mencakup 60% aset sektor ini, dan tingginya leverage pada rekan-rekan mereka yang diperdagangkan secara publik merupakan pendorong utama revisi peringkat kredit, menurut sebuah laporan pada hari Selasa. \"Kekuatan disruptif\" yang dihadirkan oleh kecerdasan buatan diperkirakan akan memperburuk kekhawatiran kelompok ini dan menempatkannya \"dalam posisi bertahan\" di tahun mendatang, tulis analis Moody's.\n\nPembalikan mendadak pada kuartal pertama memicu arus keluar bersih pertama kalinya untuk sektor ini, kata Moody's. Sebelum kemajuan kecerdasan buatan membunyikan alarm tentang daya tahan sekuritas perangkat lunak, instrumen investasi tersebut telah mengalami arus masuk bersih yang kuat hingga kuartal ketiga tahun 2025.\nBagi perusahaan pengembangan bisnis non-perdagangan, ini adalah \"dinamika yang tidak menguntungkan yang kemungkinan tidak akan berbalik\" pada tahun 2026, kata Moody's. Penarikan dana baru-baru ini telah memaksa beberapa dana untuk memberlakukan batasan pada permintaan penarikan dan mengancam akan menciptakan gelombang investor yang mencoba keluar dari posisi mereka. Baca Selengkapnya: BDC Blue Owl Menerapkan Batasan Setelah Menghadapi Permintaan Keluar dari 41% dan 22% Investor\n“Pembatasan jumlah investor dan berita utama tentang penarikan dana yang tinggi dapat mendorong investor lain untuk melakukan penarikan dana,” tulis para penulis laporan, yang dipimpin oleh Clay Montgomery, wakil presiden di tim kredit swasta Moody’s Ratings.\n\n-------- \nSaksikan Bloomberg Radio LIVE di YouTube \nHari kerja pukul 7 pagi - 6 sore ET \nTONTON DI SINI: http://bit.ly/3vTiACF \n\nIkuti kami di X:   / bloombergradio   \n\nBerlangganan Podcast kami: \n\nBloomberg Daybreak: http://bit.ly/3DWYoAN \nBloomberg Surveillance: http://bit.ly/3OPtReI \nBloomberg Intelligence: http://bit.ly/3YrBfOi \nBalance of Power: http://bit.ly/3OO8eLC \nBloomberg Businessweek: http://bit.ly/3IPl60i \n\nDengarkan di Apple CarPlay dan Android Auto dengan aplikasi Bloomberg Business: \nApple CarPlay: https://apple.co/486mghI \nAndroid Auto: https://bit.ly/49benZy \n\nKunjungi saluran YouTube kami: \nBloomberg Podcasts:    / bloombergpodcasts   \nBloomberg Television:    /    \nBloomberg Originals:    / bloomberg   \nQuicktake:    /", "post_id": "qg25xuc6k_s"}}, {"key": "markets", "attributes": {"label": "markets", "x": 774.0408381240741, "y": 744.1171960380415, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 16.2521, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "qg25xuc6k_s", "id": "markets", "source": "youtube-000001", "content": "Kredit Swasta Mengalami 'Masalah Pertumbuhan,' Kata Co-CEO SLR Capital Partners, Gross\n\nMichael Gross, salah satu pendiri SLR Capital Partners, mengatakan tekanan pada perusahaan pengembangan bisnis merupakan bagian dari \"masa-masa sulit\" pertumbuhan kredit swasta.\n\nJPMorgan Chase & Co. membatasi beberapa pinjaman kepada dana kredit swasta setelah menurunkan nilai pinjaman dalam portofolio mereka. Pada saat yang sama, BDC — yang memberikan pinjaman langsung kepada perusahaan menengah — mengalami peningkatan permintaan penarikan dana di tengah kekhawatiran akan kerugian terkait dengan eksposur yang terlalu besar terhadap perusahaan perangkat lunak yang terganggu oleh AI. Selain ekuitas dari mitra terbatas dan investor publik, dana kredit swasta bergantung pada bank untuk pendanaan. Mereka juga mengumpulkan utang di pasar obligasi peringkat investasi. Gelombang penarikan dana yang meningkat telah mendorong Moody's Ratings untuk merevisi prospeknya untuk kendaraan investasi kredit swasta menjadi negatif, setelah mempertahankan peringkat stabil selama lebih dari dua tahun.\n\nEksodus yang terus berlanjut dari instrumen investasi non-perdagangan, yang mencakup 60% aset sektor ini, dan tingginya leverage pada rekan-rekan mereka yang diperdagangkan secara publik merupakan pendorong utama revisi peringkat kredit, menurut sebuah laporan pada hari Selasa. \"Kekuatan disruptif\" yang dihadirkan oleh kecerdasan buatan diperkirakan akan memperburuk kekhawatiran kelompok ini dan menempatkannya \"dalam posisi bertahan\" di tahun mendatang, tulis analis Moody's.\n\nPembalikan mendadak pada kuartal pertama memicu arus keluar bersih pertama kalinya untuk sektor ini, kata Moody's. Sebelum kemajuan kecerdasan buatan membunyikan alarm tentang daya tahan sekuritas perangkat lunak, instrumen investasi tersebut telah mengalami arus masuk bersih yang kuat hingga kuartal ketiga tahun 2025.\nBagi perusahaan pengembangan bisnis non-perdagangan, ini adalah \"dinamika yang tidak menguntungkan yang kemungkinan tidak akan berbalik\" pada tahun 2026, kata Moody's. Penarikan dana baru-baru ini telah memaksa beberapa dana untuk memberlakukan batasan pada permintaan penarikan dan mengancam akan menciptakan gelombang investor yang mencoba keluar dari posisi mereka. Baca Selengkapnya: BDC Blue Owl Menerapkan Batasan Setelah Menghadapi Permintaan Keluar dari 41% dan 22% Investor\n“Pembatasan jumlah investor dan berita utama tentang penarikan dana yang tinggi dapat mendorong investor lain untuk melakukan penarikan dana,” tulis para penulis laporan, yang dipimpin oleh Clay Montgomery, wakil presiden di tim kredit swasta Moody’s Ratings.\n\n-------- \nSaksikan Bloomberg Radio LIVE di YouTube \nHari kerja pukul 7 pagi - 6 sore ET \nTONTON DI SINI: http://bit.ly/3vTiACF \n\nIkuti kami di X:   / bloombergradio   \n\nBerlangganan Podcast kami: \n\nBloomberg Daybreak: http://bit.ly/3DWYoAN \nBloomberg Surveillance: http://bit.ly/3OPtReI \nBloomberg Intelligence: http://bit.ly/3YrBfOi \nBalance of Power: http://bit.ly/3OO8eLC \nBloomberg Businessweek: http://bit.ly/3IPl60i \n\nDengarkan di Apple CarPlay dan Android Auto dengan aplikasi Bloomberg Business: \nApple CarPlay: https://apple.co/486mghI \nAndroid Auto: https://bit.ly/49benZy \n\nKunjungi saluran YouTube kami: \nBloomberg Podcasts:    / bloombergpodcasts   \nBloomberg Television:    /    \nBloomberg Originals:    / bloomberg   \nQuicktake:    /", "post_id": "qg25xuc6k_s"}}, {"key": "bloombergquicktake", "attributes": {"label": "bloombergquicktake", "x": 369.97913031971007, "y": 872.2866062604058, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 16.2521, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "qg25xuc6k_s", "id": "bloombergquicktake", "source": "youtube-000001", "content": "Kredit Swasta Mengalami 'Masalah Pertumbuhan,' Kata Co-CEO SLR Capital Partners, Gross\n\nMichael Gross, salah satu pendiri SLR Capital Partners, mengatakan tekanan pada perusahaan pengembangan bisnis merupakan bagian dari \"masa-masa sulit\" pertumbuhan kredit swasta.\n\nJPMorgan Chase & Co. membatasi beberapa pinjaman kepada dana kredit swasta setelah menurunkan nilai pinjaman dalam portofolio mereka. Pada saat yang sama, BDC — yang memberikan pinjaman langsung kepada perusahaan menengah — mengalami peningkatan permintaan penarikan dana di tengah kekhawatiran akan kerugian terkait dengan eksposur yang terlalu besar terhadap perusahaan perangkat lunak yang terganggu oleh AI. Selain ekuitas dari mitra terbatas dan investor publik, dana kredit swasta bergantung pada bank untuk pendanaan. Mereka juga mengumpulkan utang di pasar obligasi peringkat investasi. Gelombang penarikan dana yang meningkat telah mendorong Moody's Ratings untuk merevisi prospeknya untuk kendaraan investasi kredit swasta menjadi negatif, setelah mempertahankan peringkat stabil selama lebih dari dua tahun.\n\nEksodus yang terus berlanjut dari instrumen investasi non-perdagangan, yang mencakup 60% aset sektor ini, dan tingginya leverage pada rekan-rekan mereka yang diperdagangkan secara publik merupakan pendorong utama revisi peringkat kredit, menurut sebuah laporan pada hari Selasa. \"Kekuatan disruptif\" yang dihadirkan oleh kecerdasan buatan diperkirakan akan memperburuk kekhawatiran kelompok ini dan menempatkannya \"dalam posisi bertahan\" di tahun mendatang, tulis analis Moody's.\n\nPembalikan mendadak pada kuartal pertama memicu arus keluar bersih pertama kalinya untuk sektor ini, kata Moody's. Sebelum kemajuan kecerdasan buatan membunyikan alarm tentang daya tahan sekuritas perangkat lunak, instrumen investasi tersebut telah mengalami arus masuk bersih yang kuat hingga kuartal ketiga tahun 2025.\nBagi perusahaan pengembangan bisnis non-perdagangan, ini adalah \"dinamika yang tidak menguntungkan yang kemungkinan tidak akan berbalik\" pada tahun 2026, kata Moody's. Penarikan dana baru-baru ini telah memaksa beberapa dana untuk memberlakukan batasan pada permintaan penarikan dan mengancam akan menciptakan gelombang investor yang mencoba keluar dari posisi mereka. Baca Selengkapnya: BDC Blue Owl Menerapkan Batasan Setelah Menghadapi Permintaan Keluar dari 41% dan 22% Investor\n“Pembatasan jumlah investor dan berita utama tentang penarikan dana yang tinggi dapat mendorong investor lain untuk melakukan penarikan dana,” tulis para penulis laporan, yang dipimpin oleh Clay Montgomery, wakil presiden di tim kredit swasta Moody’s Ratings.\n\n-------- \nSaksikan Bloomberg Radio LIVE di YouTube \nHari kerja pukul 7 pagi - 6 sore ET \nTONTON DI SINI: http://bit.ly/3vTiACF \n\nIkuti kami di X:   / bloombergradio   \n\nBerlangganan Podcast kami: \n\nBloomberg Daybreak: http://bit.ly/3DWYoAN \nBloomberg Surveillance: http://bit.ly/3OPtReI \nBloomberg Intelligence: http://bit.ly/3YrBfOi \nBalance of Power: http://bit.ly/3OO8eLC \nBloomberg Businessweek: http://bit.ly/3IPl60i \n\nDengarkan di Apple CarPlay dan Android Auto dengan aplikasi Bloomberg Business: \nApple CarPlay: https://apple.co/486mghI \nAndroid Auto: https://bit.ly/49benZy \n\nKunjungi saluran YouTube kami: \nBloomberg Podcasts:    / bloombergpodcasts   \nBloomberg Television:    /    \nBloomberg Originals:    / bloomberg   \nQuicktake:    /", "post_id": "qg25xuc6k_s"}}], "edges": [{"key": "aldotjahjadi8", "source": "aldotjahjadi8", "target": "bank_indonesia", "attributes": {"label": "retweet", "type": "retweet", "source": "retweet-000002"}}, {"key": "aldotjahjadi8", "source": "aldotjahjadi8", "target": "bank_indonesia", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "retweet-000002"}}, {"key": "Ryp_Ez", "source": "Ryp_Ez", "target": "bank_indonesia", "attributes": {"label": "retweet", "type": "retweet", "source": "retweet-000002"}}, {"key": "Ryp_Ez", "source": "Ryp_Ez", "target": "bank_indonesia", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "retweet-000002"}}, {"key": "infojambidotcom", "source": "infojambidotcom", "target": "ojkindonesia", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "infojambidotcom", "source": "infojambidotcom", "target": "Kemenkomdigi_id", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "syueb2011", "source": "syueb2011", "target": "bachrum_achmadi", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "syueb2011", "source": "syueb2011", "target": "SBYudhoyono", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "grok", "source": "grok", "target": "yosephsamodra", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "grok", "source": "grok", "target": "MrOngDedy", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "mancingsaham", "source": "mancingsaham", "target": "mancingsaham", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "kumparancom", "source": "kumparancom", "target": "bankmandiri", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "mancingsaham", "source": "mancingsaham", "target": "mancingsaham", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "mancingsaham", "source": "mancingsaham", "target": "mancingsaham", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "nuonlinenews", "source": "nuonlinenews", "target": "nuonlinenews", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "radar_indramayu", "source": "radar_indramayu", "target": "radar_indramayu", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "radar_indramayu", "source": "radar_indramayu", "target": "radar_indramayu", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "redaksi_sumselmedia", "source": "redaksi_sumselmedia", "target": "cimb_niaga", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "redaksi_sumselmedia", "source": "redaksi_sumselmedia", "target": "lani_darmawan", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "redaksi_sumselmedia", "source": "redaksi_sumselmedia", "target": "cimbniagasyariahplg", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "redaksi_sumselmedia", "source": "redaksi_sumselmedia", "target": "redaksi_sumselmedia", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "kontannews", "source": "kontannews", "target": "bankraya", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "airlanggahartarto_official", "source": "airlanggahartarto_official", "target": "prabowo", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "mancingsaham", "source": "mancingsaham", "target": "mancingsaham", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "idx_yogyakarta", "source": "idx_yogyakarta", "target": "indonesiastockexchange", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "idx_yogyakarta", "source": "idx_yogyakarta", "target": "indonesiastockexchange", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "sumsel.media5", "source": "sumsel.media5", "target": "cimb.niaga", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "ekssoverr", "source": "ekssoverr", "target": "Ekssover", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "tumbuhkaya.id", "source": "tumbuhkaya.id", "target": "tumbuhkaya.id", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "jackmind_8", "source": "jackmind_8", "target": "Anggaelza", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "IDXChannelcom", "source": "IDXChannelcom", "target": "idx_channel", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "facebook-000001"}}, {"key": "@IDXCHANNELINSIGHT", "source": "@IDXCHANNELINSIGHT", "target": "wicky_adrian", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXCHANNELINSIGHT", "source": "@IDXCHANNELINSIGHT", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXCHANNELINSIGHT", "source": "@IDXCHANNELINSIGHT", "target": "deffid_83", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXCHANNELINSIGHT", "source": "@IDXCHANNELINSIGHT", "target": "prast_ulrich", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXCHANNELINSIGHT", "source": "@IDXCHANNELINSIGHT", "target": "rosalinehioe", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXCHANNELINSIGHT", "source": "@IDXCHANNELINSIGHT", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@ETNow", "source": "@ETNow", "target": "etnow", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "idxchannel_", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "wicky_adrian", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "deffid_83", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "prast_ulrich", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "rosalinehioe", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "idxchannel_", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "wicky_adrian", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "deffid_83", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "prast_ulrich", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "rosalinehioe", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "idxchannel_", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "wicky_adrian", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "deffid_83", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "prast_ulrich", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "rosalinehioe", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXCHANNELINSIGHT", "source": "@IDXCHANNELINSIGHT", "target": "wicky_adrian", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXCHANNELINSIGHT", "source": "@IDXCHANNELINSIGHT", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXCHANNELINSIGHT", "source": "@IDXCHANNELINSIGHT", "target": "deffid_83", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXCHANNELINSIGHT", "source": "@IDXCHANNELINSIGHT", "target": "prast_ulrich", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXCHANNELINSIGHT", "source": "@IDXCHANNELINSIGHT", "target": "rosalinehioe", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXCHANNELINSIGHT", "source": "@IDXCHANNELINSIGHT", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@nadlancapitalgroup", "source": "@nadlancapitalgroup", "target": "nadlancapital", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@thecore_in", "source": "@thecore_in", "target": "thecore_in", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@DRMNewsInternational", "source": "@DRMNewsInternational", "target": "DRMNewsInternati...", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@DRMNewsInternational", "source": "@DRMNewsInternational", "target": "DRMNewsInternati...", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@DRMNewsInternational", "source": "@DRMNewsInternational", "target": "DRMNewsInternati...", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@BusinessToday", "source": "@BusinessToday", "target": "imf", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@kabarbursadotcom", "source": "@kabarbursadotcom", "target": "kabarbursadotcom", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@kabarbursadotcom", "source": "@kabarbursadotcom", "target": "kabarbursadotcom", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@DRMNewsInternational", "source": "@DRMNewsInternational", "target": "DRMNewsInternati...", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@BloombergPodcasts", "source": "@BloombergPodcasts", "target": "markets", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@BloombergPodcasts", "source": "@BloombergPodcasts", "target": "bloombergquicktake", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}]}