{"nodes": [{"key": "gamaasat", "attributes": {"label": "gamaasat", "x": 423.45452575618623, "y": 931.891561882182, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["retweet-000002"], "scores": {"pagerank": 4.7177, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "2040310659624411140", "id": "gamaasat", "source": "retweet-000002", "content": "Rupiah lemah, GDP Q2 at risk.\nSubsidi energi & pangan membengkak. Defisit APBN bisa melebar, apalagi klo tensi Iran vs…", "post_id": "2040310659624411140"}}, {"key": "malodabivictor", "attributes": {"label": "malodabivictor", "x": 105.22567263227157, "y": 207.91457690586634, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["retweet-000002"], "scores": {"pagerank": 8.7277, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 4, "out_degree": 0, "degree": 4}, "_id": "2040310659624411140", "id": "malodabivictor", "source": "retweet-000002", "content": "Rupiah lemah, GDP Q2 at risk.\nSubsidi energi & pangan membengkak. Defisit APBN bisa melebar, apalagi klo tensi Iran vs…", "post_id": "2040310659624411140"}}, {"key": "deknetiz", "attributes": {"label": "deknetiz", "x": 121.16742238794475, "y": 346.6871509391006, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["retweet-000002"], "scores": {"pagerank": 4.7177, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "2040310601638170796", "id": "deknetiz", "source": "retweet-000002", "content": "Rupiah lemah, GDP Q2 at risk.\nSubsidi energi & pangan membengkak. Defisit APBN bisa melebar, apalagi klo tensi Iran vs…", "post_id": "2040310601638170796"}}, {"key": "grok", "attributes": {"label": "grok", "x": 756.6372433263729, "y": 697.2373197305118, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 4.7177, "eigenvector": 0.0001, "in_degree": 0, "out_degree": 10, "degree": 10}, "_id": "2047170645390147737", "id": "grok", "source": "tweet-000004", "content": "Rupiah melemah ke rekor Rp17.300-an karena kombinasi geopolitik + domestik. \n\nGlobal: Ketegangan Selat Hormuz (ancaman AS vs Iran soal blokade minyak) picu USD menguat & risk-off di emerging currencies. Indonesia net importer minyak, jadi biaya impor naik. \n\nDomestik: Outflow", "post_id": "2047170645390147737"}}, {"key": "TradingDiary2", "attributes": {"label": "TradingDiary2", "x": 827.5008625215983, "y": 633.4384318646969, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 5.1187, "eigenvector": 0.0001, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2047170645390147737", "id": "TradingDiary2", "source": "tweet-000004", "content": "Rupiah melemah ke rekor Rp17.300-an karena kombinasi geopolitik + domestik. \n\nGlobal: Ketegangan Selat Hormuz (ancaman AS vs Iran soal blokade minyak) picu USD menguat & risk-off di emerging currencies. Indonesia net importer minyak, jadi biaya impor naik. \n\nDomestik: Outflow", "post_id": "2047170645390147737"}}, {"key": "aditsaja158123", "attributes": {"label": "aditsaja158123", "x": 436.36193424999436, "y": 925.301327194845, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 4.7177, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "2050088200136454515", "id": "aditsaja158123", "source": "tweet-000004", "content": "Kondisi geopolitik saat ini yang memperburuk keadaan sehingga harapan tidak sesuai realita. Rupiah terus melemah akibat dari banyak kebijakan ekstern maupun intern, bahan bakar fosil naik menyebabkan BBM, Plastik naik.", "post_id": "2050088200136454515"}}, {"key": "ArvinHonami", "attributes": {"label": "ArvinHonami", "x": 721.8712698522041, "y": 55.71908757395838, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 8.7277, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2050088200136454515", "id": "ArvinHonami", "source": "tweet-000004", "content": "Kondisi geopolitik saat ini yang memperburuk keadaan sehingga harapan tidak sesuai realita. Rupiah terus melemah akibat dari banyak kebijakan ekstern maupun intern, bahan bakar fosil naik menyebabkan BBM, Plastik naik.", "post_id": "2050088200136454515"}}, {"key": "Maikel_USMC", "attributes": {"label": "Maikel_USMC", "x": 952.3968118812146, "y": 48.21043265895541, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 4.7177, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "2052036114836582811", "id": "Maikel_USMC", "source": "tweet-000004", "content": "Ekonomi Indonesia bisa cepat membaik dan nilai tukar rupiah bisa stabil kalau pemerintah membuka kran ekspor sebesar2nya untuk komoditas hasil alam kita yg banyak dibutuhkan negara lain mulai dari komoditas sumber energi dan lain2 ditengah memanasnya tensi geopolitik global.", "post_id": "2052036114836582811"}}, {"key": "KemensetnegRI", "attributes": {"label": "KemensetnegRI", "x": 559.7092842285196, "y": 930.6416967893703, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 8.7277, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2052036114836582811", "id": "KemensetnegRI", "source": "tweet-000004", "content": "Ekonomi Indonesia bisa cepat membaik dan nilai tukar rupiah bisa stabil kalau pemerintah membuka kran ekspor sebesar2nya untuk komoditas hasil alam kita yg banyak dibutuhkan negara lain mulai dari komoditas sumber energi dan lain2 ditengah memanasnya tensi geopolitik global.", "post_id": "2052036114836582811"}}, {"key": "liliesxterna", "attributes": {"label": "liliesxterna", "x": 268.00674396815236, "y": 246.81034644015577, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 4.7177, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "2048962608829735042", "id": "liliesxterna", "source": "tweet-000004", "content": "Semuanya dampak dibilang salah Pak Prabowo, padahal ada banyak faktor yang menyebabkan rupiah melemah, salah satunya yaitu konflik antara AS dan Iran, kenaikan harga minyak dunia serta tingginya suku bunga bank sentral AS", "post_id": "2048962608829735042"}}, {"key": "BigAlphaID", "attributes": {"label": "BigAlphaID", "x": 975.3688213310572, "y": 68.30358123162827, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 8.7277, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2048962608829735042", "id": "BigAlphaID", "source": "tweet-000004", "content": "Semuanya dampak dibilang salah Pak Prabowo, padahal ada banyak faktor yang menyebabkan rupiah melemah, salah satunya yaitu konflik antara AS dan Iran, kenaikan harga minyak dunia serta tingginya suku bunga bank sentral AS", "post_id": "2048962608829735042"}}, {"key": "ichuuuls", "attributes": {"label": "ichuuuls", "x": 483.479528872686, "y": 342.16181026955127, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 5.1187, "eigenvector": 0.0001, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2049639142099718196", "id": "ichuuuls", "source": "tweet-000004", "content": "Halo! Dolar lagi naik ke Rp17.351 karena faktor utama eksternal: ketegangan geopolitik Timur Tengah (AS-Iran & risiko Selat Hormuz) bikin harga minyak dunia melonjak. USD jadi safe-haven, sementara Rupiah tertekan.\n\nDitambah demand dolar musiman (dividen dll) & cadangan devisa BI", "post_id": "2049639142099718196"}}, {"key": "zakiberkata", "attributes": {"label": "zakiberkata", "x": 450.4798986248537, "y": 488.3125584914528, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 5.1187, "eigenvector": 0.0001, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2049639142099718196", "id": "zakiberkata", "source": "tweet-000004", "content": "Halo! Dolar lagi naik ke Rp17.351 karena faktor utama eksternal: ketegangan geopolitik Timur Tengah (AS-Iran & risiko Selat Hormuz) bikin harga minyak dunia melonjak. USD jadi safe-haven, sementara Rupiah tertekan.\n\nDitambah demand dolar musiman (dividen dll) & cadangan devisa BI", "post_id": "2049639142099718196"}}, {"key": "wibisonoys", "attributes": {"label": "wibisonoys", "x": 702.3789509793921, "y": 859.7430753907379, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 5.1187, "eigenvector": 0.0001, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2047281926751301982", "id": "wibisonoys", "source": "tweet-000004", "content": "Rupiah memang di level 17.293 IDR per USD hari ini sesuai data Wise & Tempo. Pelemahan mata uang dipengaruhi faktor global (suku bunga AS, harga minyak, geopolitik) dan domestik (cadangan devisa, inflasi, kebijakan fiskal). \n\nKausalitas & akuntabilitas penting di ekonomi apa pun.", "post_id": "2047281926751301982"}}, {"key": "tempodotco", "attributes": {"label": "tempodotco", "x": 957.0463636649837, "y": 527.6540100599399, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 5.1187, "eigenvector": 0.0001, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2047281926751301982", "id": "tempodotco", "source": "tweet-000004", "content": "Rupiah memang di level 17.293 IDR per USD hari ini sesuai data Wise & Tempo. Pelemahan mata uang dipengaruhi faktor global (suku bunga AS, harga minyak, geopolitik) dan domestik (cadangan devisa, inflasi, kebijakan fiskal). \n\nKausalitas & akuntabilitas penting di ekonomi apa pun.", "post_id": "2047281926751301982"}}, {"key": "PaBowo", "attributes": {"label": "PaBowo", "x": 859.1166023086314, "y": 427.199288190633, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 5.1187, "eigenvector": 0.0001, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2047281926751301982", "id": "PaBowo", "source": "tweet-000004", "content": "Rupiah memang di level 17.293 IDR per USD hari ini sesuai data Wise & Tempo. Pelemahan mata uang dipengaruhi faktor global (suku bunga AS, harga minyak, geopolitik) dan domestik (cadangan devisa, inflasi, kebijakan fiskal). \n\nKausalitas & akuntabilitas penting di ekonomi apa pun.", "post_id": "2047281926751301982"}}, {"key": "jokowi", "attributes": {"label": "jokowi", "x": 730.5615158765388, "y": 287.3474909384185, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 5.1187, "eigenvector": 0.0001, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2047281926751301982", "id": "jokowi", "source": "tweet-000004", "content": "Rupiah memang di level 17.293 IDR per USD hari ini sesuai data Wise & Tempo. Pelemahan mata uang dipengaruhi faktor global (suku bunga AS, harga minyak, geopolitik) dan domestik (cadangan devisa, inflasi, kebijakan fiskal). \n\nKausalitas & akuntabilitas penting di ekonomi apa pun.", "post_id": "2047281926751301982"}}, {"key": "gulanya_dipisah", "attributes": {"label": "gulanya_dipisah", "x": 959.1851823631464, "y": 685.4272185294888, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 5.1187, "eigenvector": 0.0001, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2047703136303829034", "id": "gulanya_dipisah", "source": "tweet-000004", "content": "Rupiah undervalued berarti nilai pasarnya lebih lemah daripada fundamental ekonomi RI yang sebenarnya kuat.\n\nPenyebab utama: tekanan global dari konflik Iran (naikkan harga minyak + dolar AS menguat + yield obligasi AS tinggi). Ini bikin capital outflow dari emerging market", "post_id": "2047703136303829034"}}, {"key": "el_bendoyo", "attributes": {"label": "el_bendoyo", "x": 780.7076108870567, "y": 742.7458240444919, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 4.7177, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "2047538672057368728", "id": "el_bendoyo", "source": "tweet-000004", "content": "Indek USD turun sama mata uang lain, rupiah malah melemah. Fundamental ekonomi yg lemah sebelum perang iran sebenernya. Ya kena gempuran pas perang, harga minyak naik, defisit apbn melebar. BI pasti udah nahan kurs, tp naiknya edan seperti kemarin sore cepet banget", "post_id": "2047538672057368728"}}, {"key": "insidefolkative", "attributes": {"label": "insidefolkative", "x": 572.9097315220424, "y": 708.8009859107716, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 8.7277, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2047538672057368728", "id": "insidefolkative", "source": "tweet-000004", "content": "Indek USD turun sama mata uang lain, rupiah malah melemah. Fundamental ekonomi yg lemah sebelum perang iran sebenernya. Ya kena gempuran pas perang, harga minyak naik, defisit apbn melebar. BI pasti udah nahan kurs, tp naiknya edan seperti kemarin sore cepet banget", "post_id": "2047538672057368728"}}, {"key": "SyarifullahDja1", "attributes": {"label": "SyarifullahDja1", "x": 912.9436261996792, "y": 744.697548786239, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 4.7177, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 3, "degree": 3}, "_id": "2046822081317450013", "id": "SyarifullahDja1", "source": "tweet-000004", "content": "Ya, nggaklah, malah yg hancur itu ekonomi Amerika, inflasi tinggi, utang nggak ketulungan, Iran dari dulu sembakonya murah sekali, BBM aja 500 rupiah perliter, yg naik barang sekunder kayak elektronik dll Krn impor, sy tau persis, skrg aja masa perang masih murah", "post_id": "2046822081317450013"}}, {"key": "Winmo18", "attributes": {"label": "Winmo18", "x": 824.5709732514193, "y": 133.17168197828, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 6.0543, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2046822081317450013", "id": "Winmo18", "source": "tweet-000004", "content": "Ya, nggaklah, malah yg hancur itu ekonomi Amerika, inflasi tinggi, utang nggak ketulungan, Iran dari dulu sembakonya murah sekali, BBM aja 500 rupiah perliter, yg naik barang sekunder kayak elektronik dll Krn impor, sy tau persis, skrg aja masa perang masih murah", "post_id": "2046822081317450013"}}, {"key": "J_a2y0", "attributes": {"label": "J_a2y0", "x": 489.0312319186908, "y": 545.1191307740695, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 6.0543, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2046822081317450013", "id": "J_a2y0", "source": "tweet-000004", "content": "Ya, nggaklah, malah yg hancur itu ekonomi Amerika, inflasi tinggi, utang nggak ketulungan, Iran dari dulu sembakonya murah sekali, BBM aja 500 rupiah perliter, yg naik barang sekunder kayak elektronik dll Krn impor, sy tau persis, skrg aja masa perang masih murah", "post_id": "2046822081317450013"}}, {"key": "TxtdariHI", "attributes": {"label": "TxtdariHI", "x": 123.24147140791742, "y": 740.4533855607236, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 6.0543, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2046822081317450013", "id": "TxtdariHI", "source": "tweet-000004", "content": "Ya, nggaklah, malah yg hancur itu ekonomi Amerika, inflasi tinggi, utang nggak ketulungan, Iran dari dulu sembakonya murah sekali, BBM aja 500 rupiah perliter, yg naik barang sekunder kayak elektronik dll Krn impor, sy tau persis, skrg aja masa perang masih murah", "post_id": "2046822081317450013"}}, {"key": "Kimura_Capital", "attributes": {"label": "Kimura_Capital", "x": 47.7273996186669, "y": 531.5819184060514, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 4.7177, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 4, "degree": 4}, "_id": "2041488572868633064", "id": "Kimura_Capital", "source": "tweet-000004", "content": "Kharg Island = 80% ekspor minyak Iran. Kalau blokade terjadi, Brent bisa ke $100+.\n\nIndonesia net oil importer — APBN langsung tertekan via subsidi BBM. Rupiah berikutnya.\n\nPasar belum price-in skenario ini. \nhttps://t.co/uLfYSxieQ1", "post_id": "2041488572868633064"}}, {"key": "unusual_whales", "attributes": {"label": "unusual_whales", "x": 584.9388341872079, "y": 489.6076902123476, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 5.7202, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2041488572868633064", "id": "unusual_whales", "source": "tweet-000004", "content": "Kharg Island = 80% ekspor minyak Iran. Kalau blokade terjadi, Brent bisa ke $100+.\n\nIndonesia net oil importer — APBN langsung tertekan via subsidi BBM. Rupiah berikutnya.\n\nPasar belum price-in skenario ini. \nhttps://t.co/uLfYSxieQ1", "post_id": "2041488572868633064"}}, {"key": "PudyastowoP", "attributes": {"label": "PudyastowoP", "x": 960.3757488194603, "y": 349.5336705745915, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 4.7177, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "2044053873380470914", "id": "PudyastowoP", "source": "tweet-000004", "content": "Ya gpp, kaum itu ga usah ditanggapi.\n\nBahkan mereka jg bilang di saat perang, Iran menurunkan harga BBM jd Rp 5.000 kalau dikurs ke Rupiah .  Itu bukti kebaikan ayatollah katanya.\n\nMereka tidak paham makna penurunan nilai tukar Rial Iran ke Rupiah, apalagi ke USD.\nKasihan sih..", "post_id": "2044053873380470914"}}, {"key": "VeritasArdentur", "attributes": {"label": "VeritasArdentur", "x": 326.1086898872252, "y": 335.1406085283829, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 8.7277, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2044053873380470914", "id": "VeritasArdentur", "source": "tweet-000004", "content": "Ya gpp, kaum itu ga usah ditanggapi.\n\nBahkan mereka jg bilang di saat perang, Iran menurunkan harga BBM jd Rp 5.000 kalau dikurs ke Rupiah .  Itu bukti kebaikan ayatollah katanya.\n\nMereka tidak paham makna penurunan nilai tukar Rial Iran ke Rupiah, apalagi ke USD.\nKasihan sih..", "post_id": "2044053873380470914"}}, {"key": "warsobong", "attributes": {"label": "warsobong", "x": 927.4744934474953, "y": 734.6930397912763, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 4.7177, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "2045619844796833947", "id": "warsobong", "source": "tweet-000004", "content": "Apa ngak terbalik, katanya Iran sudah lumpuh rata dengan tanah, realita nya selat hormus masih dibawah Iran, dan menghasilkan 1.8 trilyun rupiah per hari, sedang biaya perang Iran cuman 800 milyar per hari. Surplus banyak. Belum minyak yg dijual bebas Sekarang.", "post_id": "2045619844796833947"}}, {"key": "Tita83079013", "attributes": {"label": "Tita83079013", "x": 150.5886730115925, "y": 879.6411600170229, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 8.7277, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2045619844796833947", "id": "Tita83079013", "source": "tweet-000004", "content": "Apa ngak terbalik, katanya Iran sudah lumpuh rata dengan tanah, realita nya selat hormus masih dibawah Iran, dan menghasilkan 1.8 trilyun rupiah per hari, sedang biaya perang Iran cuman 800 milyar per hari. Surplus banyak. Belum minyak yg dijual bebas Sekarang.", "post_id": "2045619844796833947"}}, {"key": "zerohedge", "attributes": {"label": "zerohedge", "x": 57.78509635888518, "y": 939.0675950690365, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 5.7202, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2042968111675248767", "id": "zerohedge", "source": "tweet-000004", "content": "Iran bantah kapal US Navy masuk Selat Hormuz. Tapi pasar lebih takut dari yang diakui — 20% minyak dunia lewat situ. Indonesia net importer minyak, setiap gangguan Hormuz = tekanan APBN + inflasi impor + rupiah. Bukan berita biasa.  https://t.co/ht6HSyD1u1", "post_id": "2042968111675248767"}}, {"key": "Bulls7216288091", "attributes": {"label": "Bulls7216288091", "x": 762.7090597183349, "y": 723.6705464523196, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 4.7177, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 4, "degree": 4}, "_id": "2041408330380554398", "id": "Bulls7216288091", "source": "tweet-000004", "content": "emang harga minyak dunia dari dulu sampe sekarang ga ada kenaikan?, kalo ngebandingin nilai tukar rupiah sekalian aja bandingin ke zaman habibie, semua itu terpengaruh oleh faktor geopolitik dunia bro, kalo masalahnya ada di luar kuasa negara gimana ngaturnya coba?", "post_id": "2041408330380554398"}}, {"key": "DoDheriz", "attributes": {"label": "DoDheriz", "x": 518.4933149323678, "y": 328.75947815155115, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 5.7202, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2041408330380554398", "id": "DoDheriz", "source": "tweet-000004", "content": "emang harga minyak dunia dari dulu sampe sekarang ga ada kenaikan?, kalo ngebandingin nilai tukar rupiah sekalian aja bandingin ke zaman habibie, semua itu terpengaruh oleh faktor geopolitik dunia bro, kalo masalahnya ada di luar kuasa negara gimana ngaturnya coba?", "post_id": "2041408330380554398"}}, {"key": "andrew_mnhtns", "attributes": {"label": "andrew_mnhtns", "x": 732.7122560877973, "y": 906.76408912177, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 5.7202, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2041408330380554398", "id": "andrew_mnhtns", "source": "tweet-000004", "content": "emang harga minyak dunia dari dulu sampe sekarang ga ada kenaikan?, kalo ngebandingin nilai tukar rupiah sekalian aja bandingin ke zaman habibie, semua itu terpengaruh oleh faktor geopolitik dunia bro, kalo masalahnya ada di luar kuasa negara gimana ngaturnya coba?", "post_id": "2041408330380554398"}}, {"key": "Mendlkbud_", "attributes": {"label": "Mendlkbud_", "x": 315.8338122224015, "y": 150.56199263335844, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 5.7202, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2041408330380554398", "id": "Mendlkbud_", "source": "tweet-000004", "content": "emang harga minyak dunia dari dulu sampe sekarang ga ada kenaikan?, kalo ngebandingin nilai tukar rupiah sekalian aja bandingin ke zaman habibie, semua itu terpengaruh oleh faktor geopolitik dunia bro, kalo masalahnya ada di luar kuasa negara gimana ngaturnya coba?", "post_id": "2041408330380554398"}}, {"key": "theyycallmebass", "attributes": {"label": "theyycallmebass", "x": 885.3790111096838, "y": 415.63283930053484, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 5.7202, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2041408330380554398", "id": "theyycallmebass", "source": "tweet-000004", "content": "emang harga minyak dunia dari dulu sampe sekarang ga ada kenaikan?, kalo ngebandingin nilai tukar rupiah sekalian aja bandingin ke zaman habibie, semua itu terpengaruh oleh faktor geopolitik dunia bro, kalo masalahnya ada di luar kuasa negara gimana ngaturnya coba?", "post_id": "2041408330380554398"}}, {"key": "fimnland", "attributes": {"label": "fimnland", "x": 508.437414689494, "y": 3.6870722891715335, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 5.1187, "eigenvector": 0.0001, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2043964189249622481", "id": "fimnland", "source": "tweet-000004", "content": "Posisi rupiah yang melemah ke Rp17.127/USD dipengaruhi utama oleh faktor global: penguatan dolar AS akibat ketegangan geopolitik Timur Tengah (konflik AS-Iran, ancaman Selat Hormuz, & lonjakan harga minyak). Ini picu sentimen risk-off investor, outflow modal asing, & tekanan", "post_id": "2043964189249622481"}}, {"key": "idextratime", "attributes": {"label": "idextratime", "x": 989.7015064671506, "y": 310.437527779666, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 5.1187, "eigenvector": 0.0001, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2043964189249622481", "id": "idextratime", "source": "tweet-000004", "content": "Posisi rupiah yang melemah ke Rp17.127/USD dipengaruhi utama oleh faktor global: penguatan dolar AS akibat ketegangan geopolitik Timur Tengah (konflik AS-Iran, ancaman Selat Hormuz, & lonjakan harga minyak). Ini picu sentimen risk-off investor, outflow modal asing, & tekanan", "post_id": "2043964189249622481"}}, {"key": "elcheeefffff", "attributes": {"label": "elcheeefffff", "x": 332.4923273213435, "y": 108.69110713444152, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 4.7177, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "2041456739997073758", "id": "elcheeefffff", "source": "tweet-000004", "content": "Global chaos (geopolitik) bikin investor kabur ke dolar.\nDolar lagi kuat karena suku bunga AS tinggi.\nHarga minyak naik,impor naik, butuh dolar lebih banyak.\nDalam negeri? Sentimen investor lagi hati2+ kebutuhan dolar naik.\nIntinya: rupiah lagi kejebak tekanan global + domestik", "post_id": "2041456739997073758"}}, {"key": "hadisagala", "attributes": {"label": "hadisagala", "x": 179.83581333902333, "y": 523.9198302083107, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 8.7277, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2041456739997073758", "id": "hadisagala", "source": "tweet-000004", "content": "Global chaos (geopolitik) bikin investor kabur ke dolar.\nDolar lagi kuat karena suku bunga AS tinggi.\nHarga minyak naik,impor naik, butuh dolar lebih banyak.\nDalam negeri? Sentimen investor lagi hati2+ kebutuhan dolar naik.\nIntinya: rupiah lagi kejebak tekanan global + domestik", "post_id": "2041456739997073758"}}, {"key": "Vannxez", "attributes": {"label": "Vannxez", "x": 868.0979400851446, "y": 101.82507764400216, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 4.7177, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "2044041722070434130", "id": "Vannxez", "source": "tweet-000004", "content": "panggung agama jgn dipakai cuma buat jdi alat pembenaran kebijakan yg sebenarnya urusan teknis hubungan internasional,\nharga BBM kita itu dipengaruhi kurs rupiah dan subsidi APBN yg lgi megap\", bukan skadar satu dua kapal yg lewat di Iran", "post_id": "2044041722070434130"}}, {"key": "MuhadklyAcho", "attributes": {"label": "MuhadklyAcho", "x": 221.0429930043475, "y": 303.0011941942493, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 8.7277, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2044041722070434130", "id": "MuhadklyAcho", "source": "tweet-000004", "content": "panggung agama jgn dipakai cuma buat jdi alat pembenaran kebijakan yg sebenarnya urusan teknis hubungan internasional,\nharga BBM kita itu dipengaruhi kurs rupiah dan subsidi APBN yg lgi megap\", bukan skadar satu dua kapal yg lewat di Iran", "post_id": "2044041722070434130"}}, {"key": "ReutersBiz", "attributes": {"label": "ReutersBiz", "x": 125.88177043578752, "y": 79.587974600423, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 5.7202, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2045293815150596242", "id": "ReutersBiz", "source": "tweet-000004", "content": "Semua mata ke hearing Fed Chair Warsh, tapi harga minyak naik karena Iran war justru lebih bahaya buat Indonesia — setiap +$10/bbl crude = rupiah melemah ~150-200poin, trade balance tertekan. Pasar kita underestimate risiko ini.  https://t.co/kLkflzHpXE", "post_id": "2045293815150596242"}}, {"key": "cnbcindonesia", "attributes": {"label": "cnbcindonesia", "x": 609.6413844337044, "y": 277.3364188254941, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 5.7202, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2042213405214581022", "id": "cnbcindonesia", "source": "tweet-000004", "content": "Iran pakai kode morse di official embassy — sinyal eskalasi.\n\nKalau ini prelude serangan ke Israel: oil spike $10-15 dalam jam, RI langsung kena — net importer 700rb barel/hari.\n\nBBM naik → inflasi → BI dilema: cut rate atau defend rupiah?", "post_id": "2042213405214581022"}}, {"key": "hlukmanul05", "attributes": {"label": "hlukmanul05", "x": 14.371084608771788, "y": 84.68511291356651, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 4.7177, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "2042427232787017865", "id": "hlukmanul05", "source": "tweet-000004", "content": "Impact perang Iran US, Loe gak fikir  Hebatnya pemerintahan sekearang meski rupiah Anjlok, investasi tersendat, Indonesia Masih mempetahankan  harga BBM , ngaseh subsidi ratusan juta kendaraan.. negara tetangga yg MAKMUR saja udah naikin lebih mhl.   Serius gw salut ama Prabowo", "post_id": "2042427232787017865"}}, {"key": "TaliUdeng", "attributes": {"label": "TaliUdeng", "x": 574.5118960444931, "y": 480.7221521424659, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 8.7277, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2042427232787017865", "id": "TaliUdeng", "source": "tweet-000004", "content": "Impact perang Iran US, Loe gak fikir  Hebatnya pemerintahan sekearang meski rupiah Anjlok, investasi tersendat, Indonesia Masih mempetahankan  harga BBM , ngaseh subsidi ratusan juta kendaraan.. negara tetangga yg MAKMUR saja udah naikin lebih mhl.   Serius gw salut ama Prabowo", "post_id": "2042427232787017865"}}, {"key": "Bonggol80885712", "attributes": {"label": "Bonggol80885712", "x": 253.85811864964202, "y": 497.46760274385105, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 4.7177, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "2041782247045656838", "id": "Bonggol80885712", "source": "tweet-000004", "content": "https://t.co/xkCkz4nF9T\nSaya rasa pemerintah Indonesia tidak berani melawan bos nya Donal bebek \n  Yaa,, selamat ya rupiah terus melemah\n,ini kolaborasi yang epik,, \n  Bikin krisis energi yang berimbas ekonomi terganggu,\n   Di perparah dengan uang palsu,2pilihan venesvela/ iran", "post_id": "2041782247045656838"}}, {"key": "DrEvaChaniago", "attributes": {"label": "DrEvaChaniago", "x": 463.3618380640017, "y": 738.9397291854244, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 8.7277, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2041782247045656838", "id": "DrEvaChaniago", "source": "tweet-000004", "content": "https://t.co/xkCkz4nF9T\nSaya rasa pemerintah Indonesia tidak berani melawan bos nya Donal bebek \n  Yaa,, selamat ya rupiah terus melemah\n,ini kolaborasi yang epik,, \n  Bikin krisis energi yang berimbas ekonomi terganggu,\n   Di perparah dengan uang palsu,2pilihan venesvela/ iran", "post_id": "2041782247045656838"}}, {"key": "kompascom", "attributes": {"label": "kompascom", "x": 704.2565860590777, "y": 619.16049543326, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 31.4508, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 1, "degree": 2}, "_id": "3882019107797869765_297782118", "id": "kompascom", "source": "instagram-000001", "content": "(Berita selengkapnya cek IG Stories )\n\nBank Indonesia (BI) memandang nilai tukar rupiah saat ini berada di bawah nilai fundamentalnya atau undervalued.\n\nBerdasarkan data BI, nilai tukar rupiah berada di level Rp 17.140 per dollar AS pada 21 April 2026. Rupiah melemah 0,87 persen (point to point) dibandingkan dengan level akhir Maret 2026. \n\nGubernur BI Perry Warjiyo mengatakan, fundamental rupiah seharusnya bergerak lebih kuat seiring kinerja ekonomi domestik yang solid dan berbagai kebijakan moneter bank sentral. Bahkan, perekonomian Indonesia tetap terjaga ketahanannya di tengah dinamika geopolitik dunia termasuk perang di Iran.\n\nMeski demikian, Perry mengakui dampak dari perang Iran memberikan tekanan terhadap rupiah, melalui kenaikan harga minyak, penguatan dollar AS, hingga tingginya imbal hasil atau yield obligasi pemerintah Amerika Serikat (AS). \n\nKondisi tersebut turut memengaruhi aliran modal global ke negara berkembang, termasuk Indonesia.\n\nPenulis: Isna Rifka Sri Rahayu\nEditor: Erlangga Djumena \n\n+ #Rupiah #Uang #Ekonomi", "post_id": "3882019107797869765_297782118"}}, {"key": "bloombergtechnoz", "attributes": {"label": "bloombergtechnoz", "x": 455.29583570581923, "y": 918.4787067016312, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 5.9907, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 4, "out_degree": 4, "degree": 8}, "_id": "3884245006610062006_51748745734", "id": "bloombergtechnoz", "source": "instagram-000001", "content": "Rupiah melemah 0,03% ke level Rp17.210/US$ pada Senin pagi (27/4/2026) dan berlanjut ke Rp17.223/US$, memperpanjang tren depresiasi di tengah penguatan dolar AS serta lonjakan harga minyak global akibat ketegangan geopolitik.\n\nPelemahan ini terjadi saat tekanan eksternal masih tinggi dan minim katalis domestik, meski pemerintah tetap mengandalkan lelang Surat Utang Negara serta menunggu rilis data perdagangan untuk menjaga stabilitas rupiah.\n\nKlik link di bio untuk detail informasi selengkapnya. Jangan lupa follow  untuk berita dan data menarik lainnya.\n\n#rupiah #dolar #matauang #bloombergtechnoz", "post_id": "3884245006610062006_51748745734"}}, {"key": "idx_channel", "attributes": {"label": "idx_channel", "x": 83.56748410378646, "y": 264.33692254721586, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 29.1265, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 5, "out_degree": 2, "degree": 7}, "_id": "3887452097067095444_3310659452", "id": "idx_channel", "source": "instagram-000001", "content": "Di tengah tekanan yang membayangi pasar saham sepanjang April 2026, sejumlah emiten justru mencatat lonjakan harga yang mencolok.\n\nMenurut data Bursa Efek Indonesia (BEI), Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tercatat melemah sekitar 1,30 persen sepanjang bulan lalu dan ditutup di level 6.956,80 pada Kamis (30/4/2026).\n\nPelemahan ini dipicu kombinasi sentimen negatif, mulai dari isu MSCI, memanasnya konflik geopolitik Amerika Serikat (AS)-Iran yang mendorong harga minyak, hingga depresiasi rupiah yang menyentuh kisaran Rp17.370 per USD.\n\nBaca selengkapnya di\nhttps://www.idxchannel.com/market-news/ihsg-lesu-10-saham-ini-justru-terbang-tinggi-di-april \n\nAtau klik link di bio \n\nFoto: Freepik\n\n#idxchannel #idxchannelcommunity", "post_id": "3887452097067095444_3310659452"}}, {"key": "hariankompas", "attributes": {"label": "hariankompas", "x": 657.7150918155548, "y": 813.0500467508183, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 4.7177, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "3881551589442642309_1537212147", "id": "hariankompas", "source": "instagram-000001", "content": "Nilai tukar rupiah kembali tertekan hingga menembus level Rp 17.300 per dolar AS, tertinggi sepanjang sejarah. Meski kebijakan moneter telah diarahkan untuk menjaga stabilitas, tekanan datang dari penguatan dolar AS dan keluarnya arus modal asing seiring ketidakpastian global.\n\nMengutip data Bloomberg, nilai tukar rupiah berada di level Rp 17.304 per dolar AS pada Kamis (23/4/2026) siang. Dibanding penutupan hari sebelumnya, rupiah melemah 0,72 persen. Bahkan, rupiah telah terdepresasi hingga 3,76 persen secara tahun kalender berjalan.\n\nPelemahan nilai tukar rupiah itu terjadi seiring dengan menguatnya indeks dolar AS terhadap mata uang utama (DXY). Pada periode yang sama, DXY menguat sekitar 0,04 persen ke level 98,65. Penguatan DXY tersebut, antara lain, didorong oleh pergerakan harga minyak global.\n\nSetelah sempat turun ke level 90 dolar AS per barel pada pekan lalu, harga minyak mentah Brent kembali menanjak ke level 103 dolar AS per barel. Ini teradi akibat belum tercapainya kesepakatan damai antara AS dan Iran yang mengakibatkan Selat Hormuz kembali ditutup.\n\nDeputi Gubernur Senior Bank Indonesia (BI) Destry Damayanti menjelaskan, tekanan terhadap rupiah hari ini dipengaruhi oleh meningkatnya ketidakpastian global yang juga menekan mata uang regional. Pergerakan rupiah masih sejalan dengan kawasan, dengan pelemahan sekitar 3,54 persen secara tahun kalender berjalan.\n\n”Bank Indonesia terus meningkatkan intensitas intervensi untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah serta memperkuat struktur suku bunga instrumen moneter pro-market guna menjaga daya tarik aset domestik di tengah berlanjutnya dampak konflik Timur Tengah,” ujarnya dalam keterangan tertulis.\n\nBaca selengkapnya dalam \"Hadapi Tekanan Ganda, Rupiah Tembus Rp 17.300\" oleh Agustinus Yoga Primantoro di Harian Kompas (Kompas.id). Klik tautan di profil \n\n#Rupiah #HarianKompas #Kompasid #AdadiKompas", "post_id": "3881551589442642309_1537212147"}}, {"key": "hariankompas.", "attributes": {"label": "hariankompas.", "x": 357.73655954840564, "y": 145.86326125530425, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 6.7227, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "3881551589442642309_1537212147", "id": "hariankompas.", "source": "instagram-000001", "content": "Nilai tukar rupiah kembali tertekan hingga menembus level Rp 17.300 per dolar AS, tertinggi sepanjang sejarah. Meski kebijakan moneter telah diarahkan untuk menjaga stabilitas, tekanan datang dari penguatan dolar AS dan keluarnya arus modal asing seiring ketidakpastian global.\n\nMengutip data Bloomberg, nilai tukar rupiah berada di level Rp 17.304 per dolar AS pada Kamis (23/4/2026) siang. Dibanding penutupan hari sebelumnya, rupiah melemah 0,72 persen. Bahkan, rupiah telah terdepresasi hingga 3,76 persen secara tahun kalender berjalan.\n\nPelemahan nilai tukar rupiah itu terjadi seiring dengan menguatnya indeks dolar AS terhadap mata uang utama (DXY). Pada periode yang sama, DXY menguat sekitar 0,04 persen ke level 98,65. Penguatan DXY tersebut, antara lain, didorong oleh pergerakan harga minyak global.\n\nSetelah sempat turun ke level 90 dolar AS per barel pada pekan lalu, harga minyak mentah Brent kembali menanjak ke level 103 dolar AS per barel. Ini teradi akibat belum tercapainya kesepakatan damai antara AS dan Iran yang mengakibatkan Selat Hormuz kembali ditutup.\n\nDeputi Gubernur Senior Bank Indonesia (BI) Destry Damayanti menjelaskan, tekanan terhadap rupiah hari ini dipengaruhi oleh meningkatnya ketidakpastian global yang juga menekan mata uang regional. Pergerakan rupiah masih sejalan dengan kawasan, dengan pelemahan sekitar 3,54 persen secara tahun kalender berjalan.\n\n”Bank Indonesia terus meningkatkan intensitas intervensi untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah serta memperkuat struktur suku bunga instrumen moneter pro-market guna menjaga daya tarik aset domestik di tengah berlanjutnya dampak konflik Timur Tengah,” ujarnya dalam keterangan tertulis.\n\nBaca selengkapnya dalam \"Hadapi Tekanan Ganda, Rupiah Tembus Rp 17.300\" oleh Agustinus Yoga Primantoro di Harian Kompas (Kompas.id). Klik tautan di profil \n\n#Rupiah #HarianKompas #Kompasid #AdadiKompas", "post_id": "3881551589442642309_1537212147"}}, {"key": "mancingsaham", "attributes": {"label": "mancingsaham", "x": 947.1282592298187, "y": 584.3591590799256, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 31.4508, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 1, "degree": 2}, "_id": "3874409192090765383_52512310886", "id": "mancingsaham", "source": "instagram-000001", "content": "Nilai tukar rupiah diperkirakan bisa melemah hingga Rp17.400/USD lebih cepat dari proyeksi akibat eskalasi geopolitik global. 🌍\n\nMenurut Ibrahim Assuaibi, kegagalan negosiasi AS–Iran mendorong penguatan dolar AS 💵 dan lonjakan harga minyak (WTI > US$104) 🛢️, yang mempercepat tekanan terhadap rupiah.\n\nDampaknya, pasokan energi terganggu dan berpotensi membebani APBN, sehingga pemerintah perlu antisipasi cepat untuk menjaga stabilitas ekonomi. ⚠️\n\nSumber: emitennews.com, 13 April 2026\n\nGabung di  community untuk analisis market, stockpick pilihan, update berita saham, dan diskusi eksklusif dengan investor & trader lainnya. 📩 Bergabung sekarang! Klik lynk.id/owennath atau chat 081251880459 (WhatsApp).\n\n#Rupiah #USDIDR #NilaiTukar #EkonomiGlobal #IHSG #SahamIndonesia #Investasi #mancingsaham", "post_id": "3874409192090765383_52512310886"}}, {"key": "celebesmedia.id", "attributes": {"label": "celebesmedia.id", "x": 811.9305545789983, "y": 44.524604702500966, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 8.2047, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 2, "degree": 3}, "_id": "3870721786397360348_10864878485", "id": "celebesmedia.id", "source": "instagram-000001", "content": "Nilai tukar rupiah ditutup melemah pada perdagangan Selasa (7/4), turun 70 poin atau sekitar 0,41 persen ke level Rp17.105 per dolar AS. \n\nPosisi ini lebih rendah dibandingkan penutupan sebelumnya di Rp16.980 per dolar AS.\n\nTekanan terhadap rupiah tidak lepas dari meningkatnya ketidakpastian global, khususnya terkait ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah yang melibatkan Amerika Serikat dan Iran.\n\nKantor Berita Nasional ANTARA, Selasa sore, melaporkan konflik Timur Tengah semakin memanas setelah Iran menolak proposal Amerika Serikat terkait gencatan senjata selama 45 hari serta pembukaan Selat Hormuz secara bertahap. Penolakan ini juga mencakup negosiasi lebih luas mengenai pencabutan sanksi dan rekonstruksi.\n\nSebagai gantinya, Iran mengajukan sejumlah tuntutan, termasuk penghentian konflik secara permanen, jaminan keamanan dari serangan di masa depan, pencabutan sanksi, serta kompensasi atas kerusakan yang terjadi.\n\nKetegangan ini berdampak langsung pada pasar energi global. Harga minyak terdorong naik akibat kekhawatiran terganggunya distribusi, yang pada akhirnya memicu risiko inflasi dan menambah tantangan bagi kebijakan moneter di berbagai negara.\n\nBaca selengkapnya di www.celebesmedia.id\n\nIkuti juga sosial media kami  & \ndi Instagram, Tiktok, Twitter, Threads, & Youtube\n\n#rupiah #matauang #dolar #nilaitukaruang #uang", "post_id": "3870721786397360348_10864878485"}}, {"key": "celebespsm", "attributes": {"label": "celebespsm", "x": 670.7119510522888, "y": 717.6083359281585, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 8.2047, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "3870721786397360348_10864878485", "id": "celebespsm", "source": "instagram-000001", "content": "Nilai tukar rupiah ditutup melemah pada perdagangan Selasa (7/4), turun 70 poin atau sekitar 0,41 persen ke level Rp17.105 per dolar AS. \n\nPosisi ini lebih rendah dibandingkan penutupan sebelumnya di Rp16.980 per dolar AS.\n\nTekanan terhadap rupiah tidak lepas dari meningkatnya ketidakpastian global, khususnya terkait ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah yang melibatkan Amerika Serikat dan Iran.\n\nKantor Berita Nasional ANTARA, Selasa sore, melaporkan konflik Timur Tengah semakin memanas setelah Iran menolak proposal Amerika Serikat terkait gencatan senjata selama 45 hari serta pembukaan Selat Hormuz secara bertahap. Penolakan ini juga mencakup negosiasi lebih luas mengenai pencabutan sanksi dan rekonstruksi.\n\nSebagai gantinya, Iran mengajukan sejumlah tuntutan, termasuk penghentian konflik secara permanen, jaminan keamanan dari serangan di masa depan, pencabutan sanksi, serta kompensasi atas kerusakan yang terjadi.\n\nKetegangan ini berdampak langsung pada pasar energi global. Harga minyak terdorong naik akibat kekhawatiran terganggunya distribusi, yang pada akhirnya memicu risiko inflasi dan menambah tantangan bagi kebijakan moneter di berbagai negara.\n\nBaca selengkapnya di www.celebesmedia.id\n\nIkuti juga sosial media kami  & \ndi Instagram, Tiktok, Twitter, Threads, & Youtube\n\n#rupiah #matauang #dolar #nilaitukaruang #uang", "post_id": "3870721786397360348_10864878485"}}, {"key": "validnews", "attributes": {"label": "validnews", "x": 946.5785295446892, "y": 385.3386881182096, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 4.7177, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "3873530589203513481_5593726572", "id": "validnews", "source": "instagram-000001", "content": "Krisis energi global kembali di depan mata. Ketegangan di Timur Tengah hingga potensi penutupan Selat Hormuz oleh Iran membuat harga minyak mentah melonjak. Dampaknya langsung terasa ke Indonesia. Bukan sekadar kenaikan harga BBM, tapi juga ancaman membengkaknya subsidi negara. Di tengah kondisi ini, pertanyaannya sederhana. Apakah Indonesia benar-benar rentan, atau justru belum memaksimalkan kekuatan yang sudah dimiliki?\n\nLonjakan harga minyak membuat beban fiskal kian berat, terlihat dari melejitnya POGO spread hingga US$165 per metrik ton. Artinya, pencampuran biodiesel menjadi tidak ekonomis tanpa dukungan besar dari pemerintah. Berbagai wacana pun muncul, mulai dari penghematan BBM hingga opsi Work From Home (WFH) untuk menekan konsumsi energi. Namun, solusi jangka pendek ini sering kali menutupi fakta bahwa Indonesia sebenarnya punya fondasi energi alternatif yang sudah dibangun sejak lama.\n\nProgram seperti Desa Mandiri Energi hingga pengembangan biodiesel B30, B35, hingga kini B40 menunjukkan bahwa Indonesia tidak kekurangan opsi. Bahkan, program biodiesel telah menghemat devisa ratusan triliun rupiah dan menekan impor solar secara signifikan. Meski begitu, tidak semua kebijakan berjalan mulus—gagalnya implementasi Desa Mandiri Energi menjadi catatan penting bahwa tantangan terbesar bukan pada ide, melainkan pada konsistensi dan eksekusi.\n\nAlih-alih panik menghadapi krisis energi global, Indonesia justru perlu fokus pada optimalisasi kapasitas yang sudah ada. Transisi energi bukan lagi sekadar wacana, melainkan kebutuhan strategis yang harus dijalankan secara berkelanjutan. Lalu, bagaimana sebenarnya arah ketahanan energi Indonesia ke depan?\n\nBaca pembahasan lengkapnya oleh Peneliti Visi Teliti Saksama Muhammad Widyar Rahman hanya di validnews.id.\n\n \n\n#krisisenergi #bbmnaik #energiterbarukan #infoterupdate #ekonomiindonesia", "post_id": "3873530589203513481_5593726572"}}, {"key": "bemskies496", "attributes": {"label": "bemskies496", "x": 895.9135938942271, "y": 592.1596408139849, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 6.7227, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "3873530589203513481_5593726572", "id": "bemskies496", "source": "instagram-000001", "content": "Krisis energi global kembali di depan mata. Ketegangan di Timur Tengah hingga potensi penutupan Selat Hormuz oleh Iran membuat harga minyak mentah melonjak. Dampaknya langsung terasa ke Indonesia. Bukan sekadar kenaikan harga BBM, tapi juga ancaman membengkaknya subsidi negara. Di tengah kondisi ini, pertanyaannya sederhana. Apakah Indonesia benar-benar rentan, atau justru belum memaksimalkan kekuatan yang sudah dimiliki?\n\nLonjakan harga minyak membuat beban fiskal kian berat, terlihat dari melejitnya POGO spread hingga US$165 per metrik ton. Artinya, pencampuran biodiesel menjadi tidak ekonomis tanpa dukungan besar dari pemerintah. Berbagai wacana pun muncul, mulai dari penghematan BBM hingga opsi Work From Home (WFH) untuk menekan konsumsi energi. Namun, solusi jangka pendek ini sering kali menutupi fakta bahwa Indonesia sebenarnya punya fondasi energi alternatif yang sudah dibangun sejak lama.\n\nProgram seperti Desa Mandiri Energi hingga pengembangan biodiesel B30, B35, hingga kini B40 menunjukkan bahwa Indonesia tidak kekurangan opsi. Bahkan, program biodiesel telah menghemat devisa ratusan triliun rupiah dan menekan impor solar secara signifikan. Meski begitu, tidak semua kebijakan berjalan mulus—gagalnya implementasi Desa Mandiri Energi menjadi catatan penting bahwa tantangan terbesar bukan pada ide, melainkan pada konsistensi dan eksekusi.\n\nAlih-alih panik menghadapi krisis energi global, Indonesia justru perlu fokus pada optimalisasi kapasitas yang sudah ada. Transisi energi bukan lagi sekadar wacana, melainkan kebutuhan strategis yang harus dijalankan secara berkelanjutan. Lalu, bagaimana sebenarnya arah ketahanan energi Indonesia ke depan?\n\nBaca pembahasan lengkapnya oleh Peneliti Visi Teliti Saksama Muhammad Widyar Rahman hanya di validnews.id.\n\n \n\n#krisisenergi #bbmnaik #energiterbarukan #infoterupdate #ekonomiindonesia", "post_id": "3873530589203513481_5593726572"}}, {"key": "visitelitisaksama", "attributes": {"label": "visitelitisaksama", "x": 260.5777155338993, "y": 676.9116467999007, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 6.7227, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "3873530589203513481_5593726572", "id": "visitelitisaksama", "source": "instagram-000001", "content": "Krisis energi global kembali di depan mata. Ketegangan di Timur Tengah hingga potensi penutupan Selat Hormuz oleh Iran membuat harga minyak mentah melonjak. Dampaknya langsung terasa ke Indonesia. Bukan sekadar kenaikan harga BBM, tapi juga ancaman membengkaknya subsidi negara. Di tengah kondisi ini, pertanyaannya sederhana. Apakah Indonesia benar-benar rentan, atau justru belum memaksimalkan kekuatan yang sudah dimiliki?\n\nLonjakan harga minyak membuat beban fiskal kian berat, terlihat dari melejitnya POGO spread hingga US$165 per metrik ton. Artinya, pencampuran biodiesel menjadi tidak ekonomis tanpa dukungan besar dari pemerintah. Berbagai wacana pun muncul, mulai dari penghematan BBM hingga opsi Work From Home (WFH) untuk menekan konsumsi energi. Namun, solusi jangka pendek ini sering kali menutupi fakta bahwa Indonesia sebenarnya punya fondasi energi alternatif yang sudah dibangun sejak lama.\n\nProgram seperti Desa Mandiri Energi hingga pengembangan biodiesel B30, B35, hingga kini B40 menunjukkan bahwa Indonesia tidak kekurangan opsi. Bahkan, program biodiesel telah menghemat devisa ratusan triliun rupiah dan menekan impor solar secara signifikan. Meski begitu, tidak semua kebijakan berjalan mulus—gagalnya implementasi Desa Mandiri Energi menjadi catatan penting bahwa tantangan terbesar bukan pada ide, melainkan pada konsistensi dan eksekusi.\n\nAlih-alih panik menghadapi krisis energi global, Indonesia justru perlu fokus pada optimalisasi kapasitas yang sudah ada. Transisi energi bukan lagi sekadar wacana, melainkan kebutuhan strategis yang harus dijalankan secara berkelanjutan. Lalu, bagaimana sebenarnya arah ketahanan energi Indonesia ke depan?\n\nBaca pembahasan lengkapnya oleh Peneliti Visi Teliti Saksama Muhammad Widyar Rahman hanya di validnews.id.\n\n \n\n#krisisenergi #bbmnaik #energiterbarukan #infoterupdate #ekonomiindonesia", "post_id": "3873530589203513481_5593726572"}}, {"key": "joeliardisunendar", "attributes": {"label": "joeliardisunendar", "x": 524.2822165475047, "y": 35.16742435857445, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 4.7177, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "3874725447075032055_9022830818", "id": "joeliardisunendar", "source": "instagram-000001", "content": "🛢️ WAR GAME: BLOKADE HORMUZ\n\nNegosiasi Islamabad gagal. Trump umumkan blokade. Brent tembus $102/bbl.\n\nPertanyaannya bukan siapa yang lebih kuat — tapi siapa yang lebih tahan sakit? \n\nBukan siapa yang menang dalam pertempuran, tetapi siapa yang tidak mampu menuntaskan perang?\n\nSejarah menjawab dengan jelas:\n\n→ Perang Vietnam, Iraq. Afganistan, AS selalu menang pertempuran, tapi selalu kalah dalam kemauan - AS tidak menang dalam perang. Denting jam politik menjadi batasan : ada siklus pemilu, approval-rating yang merosot, lonjakan harga bensin, dan sekutu yang tidak ingin membantu. Biaya perang juga sangat mahal.\n\n→ Iran bisa bertahan 8 tahun perang dengan Irak, 45 tahun dihantam sanksi — dan rezim tetap berdiri. Iran tidak perlu menang. Bagi Iran, tidak kalah sudah cukup menjadi simbol kemenangan.\n\n→ Pola historis: Eskalasi → Gesekan Asimetris → Tekanan Ekonomi Global → Negosiasi\n\nBagi Indonesia sebagai net oil importer sejak 2003, ini bukan tontonan — ini ancaman langsung:\n\n⛽ Tiap kenaikan $1/bbl = defisit fiskal +$400 juta\n\n💰 APBN : asumsi $70/bbl vs. realita $100+/bbl - asumsi USD Rp 16,500 vs. realita Rp 17,100.\n\n📉 Rupiah, inflasi, dan daya beli masyarakat jadi korban\n\nInvestor yang paham pola krisis energi akan siap ambil peluang saat yang lain panik.\n\nSimpan carousel ini. Share ke teman investor Anda\n\n📲 Follow  untuk analisis yang tidak Anda dapatkan di media mainstream.\n\n#Hormuz #OilCrisis #Indonesia #JSPortfolio #wargame", "post_id": "3874725447075032055_9022830818"}}, {"key": "jsportfolio", "attributes": {"label": "jsportfolio", "x": 714.9114461856284, "y": 568.1134905944087, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 6.7227, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "3874725447075032055_9022830818", "id": "jsportfolio", "source": "instagram-000001", "content": "🛢️ WAR GAME: BLOKADE HORMUZ\n\nNegosiasi Islamabad gagal. Trump umumkan blokade. Brent tembus $102/bbl.\n\nPertanyaannya bukan siapa yang lebih kuat — tapi siapa yang lebih tahan sakit? \n\nBukan siapa yang menang dalam pertempuran, tetapi siapa yang tidak mampu menuntaskan perang?\n\nSejarah menjawab dengan jelas:\n\n→ Perang Vietnam, Iraq. Afganistan, AS selalu menang pertempuran, tapi selalu kalah dalam kemauan - AS tidak menang dalam perang. Denting jam politik menjadi batasan : ada siklus pemilu, approval-rating yang merosot, lonjakan harga bensin, dan sekutu yang tidak ingin membantu. Biaya perang juga sangat mahal.\n\n→ Iran bisa bertahan 8 tahun perang dengan Irak, 45 tahun dihantam sanksi — dan rezim tetap berdiri. Iran tidak perlu menang. Bagi Iran, tidak kalah sudah cukup menjadi simbol kemenangan.\n\n→ Pola historis: Eskalasi → Gesekan Asimetris → Tekanan Ekonomi Global → Negosiasi\n\nBagi Indonesia sebagai net oil importer sejak 2003, ini bukan tontonan — ini ancaman langsung:\n\n⛽ Tiap kenaikan $1/bbl = defisit fiskal +$400 juta\n\n💰 APBN : asumsi $70/bbl vs. realita $100+/bbl - asumsi USD Rp 16,500 vs. realita Rp 17,100.\n\n📉 Rupiah, inflasi, dan daya beli masyarakat jadi korban\n\nInvestor yang paham pola krisis energi akan siap ambil peluang saat yang lain panik.\n\nSimpan carousel ini. Share ke teman investor Anda\n\n📲 Follow  untuk analisis yang tidak Anda dapatkan di media mainstream.\n\n#Hormuz #OilCrisis #Indonesia #JSPortfolio #wargame", "post_id": "3874725447075032055_9022830818"}}, {"key": "jsportfolio.id", "attributes": {"label": "jsportfolio.id", "x": 942.158001364332, "y": 275.71655178938215, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 6.7227, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "3877431175211998710_9022830818", "id": "jsportfolio.id", "source": "instagram-000001", "content": "🚨 BREAKING NEWS : SELAT HORMUZ DIBUKA KEMBALI\n\nJumat malam WIB, Menlu Iran Abbas Araghchi umumkan di X — Selat Hormuz “completely open” untuk kapal komersial, sejalan dengan gencatan Israel–Lebanon 10 hari.\n\nReaksi pasar instan:\n📉 WTI -10,83% → US$81,30/bbl\n📉 Brent -10% → US$89/bbl\n📈 Dow +2,2% (+1.100 pts)\n📈 S&P 500 & Nasdaq — all-time high baru\n\nSelat Hormuz = jalur ~20% suplai minyak dunia. Saat ditutup 4 Maret, Brent tembus US$120/bbl dan suplai global anjlok 10,1 juta bbl/hari — disrupsi terbesar dalam sejarah.\n\nApa artinya untuk BEI?\n\nSepanjang Q1 2026, IHSG terjebak “Triple Whammy”: MSCI + Downgrade Global rating company + Iran-Hormuz — menjadikan BEI worst performing market global. \n\nIndiscriminate selling menekan semua nama, termasuk core holdings yang fundamentalnya sehat.\n\nKini variabel ketiga bergeser dari headwind menjadi tailwind:\n\n✅ Minyak turun → tekanan Rupiah mereda\n✅ Inflasi lebih manageable → ruang BI dovish\n✅ Risiko rating downgrade berkurang\n✅ Wall Street ATH → potensi inflow kembali ke EM Asia\n\nTapi jangan FOMO:\n🔸 Blokade AS ke pelabuhan Iran masih berlaku\n🔸 Maersk dkk masih hati-hati — pemulihan bertahap\n🔸 Gencatan hanya 10 hari — risiko closure ulang masih ada\nIni bukan tesis investasi. Ini noise yang menciptakan opportunity.\n\nFilosofi tetap sama:\n\nGood Company + Good Price + Adequate Time.\n\nValue investor tidak memprediksi Hormuz — kita akumulasi saat pasar panik menjual perusahaan bagus dengan harga obral.\n\nMaximum pessimism menciptakan maximum opportunity. \n\nPertanyaannya: apakah Anda sudah positioning saat semua orang pesimis kemarin?\n\n💬 Skenario mana yang paling probable — Bull, Base, atau Bear?\n\n📌 Save untuk review saat IHSG buka Senin\n🔄 Share ke rekan investor\n➡️ Follow \n\n#JSPortfolio #StraitOfHormuz #IHSG #valueinvesting", "post_id": "3877431175211998710_9022830818"}}, {"key": "user207363712", "attributes": {"label": "user207363712", "x": 644.2521938827099, "y": 53.699509480760746, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 4.7177, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "7627002375236078869", "id": "user207363712", "source": "tiktok-000001", "content": "tradewithsuli Saudi Aramco baru saja menetapkan harga minyak ke Asia pada level yang belum pernah terjadi sepanjang sejarah. Perusahaan minyak milik negara Arab Saudi itu menaikkan harga minyak mentah Arab Light untuk pengiriman Mei ke premi 19,50 dolar AS per barel di atas tolok ukur regional untuk pembeli Asia, berdasarkan data harga yang dilihat Bloomberg. Angka ini dua kali lipat lebih tinggi dari rekor sebelumnya sekitar 9,50 dolar AS yang tercatat saat krisis energi 2022. Kenaikan ini bukan keputusan bisnis biasa. Ini adalah cerminan langsung dari krisis Selat Hormuz yang kini memasuki minggu kelima. Penutupan efektif selat tersebut oleh Iran memaksa Saudi Aramco mereroute seluruh ekspornya melalui jalur pipa menuju Laut Merah, yang kini sudah beroperasi di kapasitas penuh 7 juta barel per hari. Dengan jalur alternatif yang terbatas dan permintaan Asia yang tidak surut, Aramco memiliki posisi tawar yang belum pernah sekuat ini. Bagi Indonesia, angka 19,50 dolar AS ini bukan sekadar statistik energi global. Indonesia mengimpor sebagian besar kebutuhan minyaknya, dan kenaikan premi ini berarti setiap barel yang masuk ke kilang Pertamina kini jauh lebih mahal dari sebelumnya. Tekanan ini datang di saat yang paling tidak menguntungkan: Rupiah sudah tertekan akibat penguatan dolar, sementara pemerintah masih menanggung beban subsidi BBM yang membengkak sejak harga minyak global melonjak lebih dari 50 persen sejak perang Iran meletus. Harga minyak Brent saat ini diperdagangkan di kisaran 109 dolar AS per barel, dengan WTI di 112 dolar AS. Jika situasi Selat Hormuz tidak segera mereda, tekanan harga energi ke negara-negara importir seperti Indonesia akan terus bertambah berat, menekan anggaran negara, daya beli masyarakat, dan stabilitas  #tradewithsulitk#newsclip#fyp", "post_id": "7627002375236078869"}}, {"key": "tradewithsuli", "attributes": {"label": "tradewithsuli", "x": 864.5542043774021, "y": 378.91633698313296, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 16.7477, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 3, "out_degree": 0, "degree": 3}, "_id": "7627002375236078869", "id": "tradewithsuli", "source": "tiktok-000001", "content": "tradewithsuli Saudi Aramco baru saja menetapkan harga minyak ke Asia pada level yang belum pernah terjadi sepanjang sejarah. Perusahaan minyak milik negara Arab Saudi itu menaikkan harga minyak mentah Arab Light untuk pengiriman Mei ke premi 19,50 dolar AS per barel di atas tolok ukur regional untuk pembeli Asia, berdasarkan data harga yang dilihat Bloomberg. Angka ini dua kali lipat lebih tinggi dari rekor sebelumnya sekitar 9,50 dolar AS yang tercatat saat krisis energi 2022. Kenaikan ini bukan keputusan bisnis biasa. Ini adalah cerminan langsung dari krisis Selat Hormuz yang kini memasuki minggu kelima. Penutupan efektif selat tersebut oleh Iran memaksa Saudi Aramco mereroute seluruh ekspornya melalui jalur pipa menuju Laut Merah, yang kini sudah beroperasi di kapasitas penuh 7 juta barel per hari. Dengan jalur alternatif yang terbatas dan permintaan Asia yang tidak surut, Aramco memiliki posisi tawar yang belum pernah sekuat ini. Bagi Indonesia, angka 19,50 dolar AS ini bukan sekadar statistik energi global. Indonesia mengimpor sebagian besar kebutuhan minyaknya, dan kenaikan premi ini berarti setiap barel yang masuk ke kilang Pertamina kini jauh lebih mahal dari sebelumnya. Tekanan ini datang di saat yang paling tidak menguntungkan: Rupiah sudah tertekan akibat penguatan dolar, sementara pemerintah masih menanggung beban subsidi BBM yang membengkak sejak harga minyak global melonjak lebih dari 50 persen sejak perang Iran meletus. Harga minyak Brent saat ini diperdagangkan di kisaran 109 dolar AS per barel, dengan WTI di 112 dolar AS. Jika situasi Selat Hormuz tidak segera mereda, tekanan harga energi ke negara-negara importir seperti Indonesia akan terus bertambah berat, menekan anggaran negara, daya beli masyarakat, dan stabilitas  #tradewithsulitk#newsclip#fyp", "post_id": "7627002375236078869"}}, {"key": "radartws", "attributes": {"label": "radartws", "x": 389.18607690504547, "y": 976.8128885260151, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 4.7177, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "7629874429270428946", "id": "radartws", "source": "tiktok-000001", "content": "Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menegaskan pemerintah tidak akan menaikkan harga BBM bersubsidi hingga akhir 2026, atas arahan langsung Presiden Prabowo Subianto. Kebijakan ini berlaku untuk seluruh SPBU, baik Pertamina maupun swasta, melansir CNBC Indonesia dan Kompas. Keputusan ini tidak murah. Pemerintah menyiapkan tambahan subsidi hingga Rp100 triliun untuk menahan harga BBM di tengah lonjakan harga minyak global akibat konflik Iran. Sebagai bantalan tambahan, pemerintah menyiapkan sisa anggaran lebih sebesar Rp420 triliun jika tekanan fiskal semakin besar. Ada satu catatan penting: Bahlil menegaskan kebijakan ini masih bergantung pada pergerakan Indonesian Crude Price, dan pemerintah menghitung skenario aman selama harga minyak tidak melampaui $100 per barel. Dengan Brent saat ini masih di atas $100, ruang fiskal pemerintah akan terus diuji. Bagi masyarakat dan investor, kebijakan ini menjaga daya beli dan menekan inflasi dalam jangka pendek. Namun tekanan pada APBN berpotensi berdampak ke nilai tukar rupiah dan kepercayaan investor asing jika harga minyak bertahan tinggi lebih lama dari perkiraan.  #twsnews #tradewithsuli", "post_id": "7629874429270428946"}}, {"key": "onlytriv1", "attributes": {"label": "onlytriv1", "x": 318.5950656161932, "y": 238.89614123100122, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 4.7177, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "7628482163456888085", "id": "onlytriv1", "source": "tiktok-000001", "content": "—— Nilai tukar rupiah kembali tertekan dan menyentuh level Rp17.130 per dolar AS, mencetak rekor terendah baru sepanjang sejarah. Pelemahan ini terjadi di tengah kombinasi tekanan global, termasuk penguatan dolar AS, lonjakan harga energi, serta meningkatnya ketidakpastian geopolitik. Selain faktor eksternal, arus keluar dana asing dari pasar domestik juga turut memperburuk tekanan terhadap rupiah, seiring meningkatnya sikap hati hati investor global. Kondisi ini berpotensi berdampak pada inflasi dalam negeri, terutama melalui kenaikan harga barang impor dan biaya produksi. Bank sentral Bank Indonesia diperkirakan akan terus melakukan langkah stabilisasi, termasuk intervensi di pasar valuta asing untuk menjaga volatilitas tetap terkendali. #rupiah #cryptowave #gabrielrey #fyppppppppppppppppppppppp #fyp", "post_id": "7628482163456888085"}}, {"key": "cryptowaveid", "attributes": {"label": "cryptowaveid", "x": 439.1591259832365, "y": 221.95951461276962, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 12.7377, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "7628482163456888085", "id": "cryptowaveid", "source": "tiktok-000001", "content": "—— Nilai tukar rupiah kembali tertekan dan menyentuh level Rp17.130 per dolar AS, mencetak rekor terendah baru sepanjang sejarah. Pelemahan ini terjadi di tengah kombinasi tekanan global, termasuk penguatan dolar AS, lonjakan harga energi, serta meningkatnya ketidakpastian geopolitik. Selain faktor eksternal, arus keluar dana asing dari pasar domestik juga turut memperburuk tekanan terhadap rupiah, seiring meningkatnya sikap hati hati investor global. Kondisi ini berpotensi berdampak pada inflasi dalam negeri, terutama melalui kenaikan harga barang impor dan biaya produksi. Bank sentral Bank Indonesia diperkirakan akan terus melakukan langkah stabilisasi, termasuk intervensi di pasar valuta asing untuk menjaga volatilitas tetap terkendali. #rupiah #cryptowave #gabrielrey #fyppppppppppppppppppppppp #fyp", "post_id": "7628482163456888085"}}, {"key": "cwcuttz", "attributes": {"label": "cwcuttz", "x": 654.406096581677, "y": 990.5925147751067, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 4.7177, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 3, "degree": 3}, "_id": "7628213993357757713", "id": "cwcuttz", "source": "tiktok-000001", "content": "Nilai tukar rupiah kembali tertekan dan menyentuh level Rp17.130 per dolar AS, mencetak rekor terendah baru sepanjang sejarah. Pelemahan ini terjadi di tengah kombinasi tekanan global, termasuk penguatan dolar AS, lonjakan harga energi, serta meningkatnya ketidakpastian geopolitik. Selain faktor eksternal, arus keluar dana asing dari pasar domestik juga turut memperburuk tekanan terhadap rupiah, seiring meningkatnya sikap hati hati investor global. Kondisi ini berpotensi berdampak pada inflasi dalam negeri, terutama melalui kenaikan harga barang impor dan biaya produksi. Bank sentral Bank Indonesia diperkirakan akan terus melakukan langkah stabilisasi, termasuk intervensi di pasar valuta asing untuk menjaga volatilitas tetap terkendali.   Rey | CEO   #cryptowave #gabrielrey #masukberandafyp #fyp #rupiah", "post_id": "7628213993357757713"}}, {"key": "CryptoWave", "attributes": {"label": "CryptoWave", "x": 456.628652233618, "y": 295.16359155017113, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 12.0694, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 3, "out_degree": 0, "degree": 3}, "_id": "7628213993357757713", "id": "CryptoWave", "source": "tiktok-000001", "content": "Nilai tukar rupiah kembali tertekan dan menyentuh level Rp17.130 per dolar AS, mencetak rekor terendah baru sepanjang sejarah. Pelemahan ini terjadi di tengah kombinasi tekanan global, termasuk penguatan dolar AS, lonjakan harga energi, serta meningkatnya ketidakpastian geopolitik. Selain faktor eksternal, arus keluar dana asing dari pasar domestik juga turut memperburuk tekanan terhadap rupiah, seiring meningkatnya sikap hati hati investor global. Kondisi ini berpotensi berdampak pada inflasi dalam negeri, terutama melalui kenaikan harga barang impor dan biaya produksi. Bank sentral Bank Indonesia diperkirakan akan terus melakukan langkah stabilisasi, termasuk intervensi di pasar valuta asing untuk menjaga volatilitas tetap terkendali.   Rey | CEO   #cryptowave #gabrielrey #masukberandafyp #fyp #rupiah", "post_id": "7628213993357757713"}}, {"key": "Gabriel", "attributes": {"label": "Gabriel", "x": 843.7242107327284, "y": 613.6015299904526, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 6.0543, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7628213993357757713", "id": "Gabriel", "source": "tiktok-000001", "content": "Nilai tukar rupiah kembali tertekan dan menyentuh level Rp17.130 per dolar AS, mencetak rekor terendah baru sepanjang sejarah. Pelemahan ini terjadi di tengah kombinasi tekanan global, termasuk penguatan dolar AS, lonjakan harga energi, serta meningkatnya ketidakpastian geopolitik. Selain faktor eksternal, arus keluar dana asing dari pasar domestik juga turut memperburuk tekanan terhadap rupiah, seiring meningkatnya sikap hati hati investor global. Kondisi ini berpotensi berdampak pada inflasi dalam negeri, terutama melalui kenaikan harga barang impor dan biaya produksi. Bank sentral Bank Indonesia diperkirakan akan terus melakukan langkah stabilisasi, termasuk intervensi di pasar valuta asing untuk menjaga volatilitas tetap terkendali.   Rey | CEO   #cryptowave #gabrielrey #masukberandafyp #fyp #rupiah", "post_id": "7628213993357757713"}}, {"key": "triv.co.id", "attributes": {"label": "triv.co.id", "x": 845.3369850447415, "y": 728.955106858621, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 6.0543, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7628213993357757713", "id": "triv.co.id", "source": "tiktok-000001", "content": "Nilai tukar rupiah kembali tertekan dan menyentuh level Rp17.130 per dolar AS, mencetak rekor terendah baru sepanjang sejarah. Pelemahan ini terjadi di tengah kombinasi tekanan global, termasuk penguatan dolar AS, lonjakan harga energi, serta meningkatnya ketidakpastian geopolitik. Selain faktor eksternal, arus keluar dana asing dari pasar domestik juga turut memperburuk tekanan terhadap rupiah, seiring meningkatnya sikap hati hati investor global. Kondisi ini berpotensi berdampak pada inflasi dalam negeri, terutama melalui kenaikan harga barang impor dan biaya produksi. Bank sentral Bank Indonesia diperkirakan akan terus melakukan langkah stabilisasi, termasuk intervensi di pasar valuta asing untuk menjaga volatilitas tetap terkendali.   Rey | CEO   #cryptowave #gabrielrey #masukberandafyp #fyp #rupiah", "post_id": "7628213993357757713"}}, {"key": "banten_hay", "attributes": {"label": "banten_hay", "x": 809.7591547663008, "y": 666.0414108223932, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 4.7177, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "7626297102397656338", "id": "banten_hay", "source": "tiktok-000001", "content": "Seorang Warga Negara Indonesia yang tengah berada di Amerika Serikat membagikan informasi mengenai harga bahan bakar minyak (BBM) di negara tersebut melalui media sosial. Informasi ini menjadi sorotan di tengah situasi konflik di Timur Tengah yang melibatkan Amerika dan Iran. Dalam video yang diunggah akun TikTok , dijelaskan bahwa pembelian BBM di Amerika menggunakan satuan galon, bukan liter seperti di Indonesia. Satu galon setara dengan sekitar 3,7 liter. Ia menyebutkan bahwa pada saat video tersebut dibuat, harga bensin berada di kisaran 3,5 dolar AS per galon. Jika dikonversi ke rupiah, nilainya sekitar Rp50 ribu per galon atau kurang lebih Rp13.500 per liter. Informasi ini kemudian memicu diskusi di kalangan warganet.  Beberapa netizen berpendapat bahwa kualitas bensin di Amerika dinilai setara dengan BBM beroktan tinggi di Indonesia, bahkan dianggap mirip dengan Pertamax Turbo. Karena itu, sebagian orang menilai harga tersebut tidak terlalu mahal jika dibandingkan dengan kualitas bahan bakarnya. Namun demikian, harga tersebut merupakan data pada saat unggahan dibuat, yakni 28 Februari 2026, sehingga kemungkinan telah mengalami perubahan hingga saat ini. *** Simak berita menarik lainnya hanya di www.bantenhay.com Bagikan informasi Anda dengan DM atau Mention  WA: 085215126767 #Viral #HargaBBM #BBMAmerika #AS #Berita Sumber: VT > al_gibral", "post_id": "7626297102397656338"}}, {"key": "al_gibral", "attributes": {"label": "al_gibral", "x": 378.778775500361, "y": 865.9027485820453, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 6.7227, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7626297102397656338", "id": "al_gibral", "source": "tiktok-000001", "content": "Seorang Warga Negara Indonesia yang tengah berada di Amerika Serikat membagikan informasi mengenai harga bahan bakar minyak (BBM) di negara tersebut melalui media sosial. Informasi ini menjadi sorotan di tengah situasi konflik di Timur Tengah yang melibatkan Amerika dan Iran. Dalam video yang diunggah akun TikTok , dijelaskan bahwa pembelian BBM di Amerika menggunakan satuan galon, bukan liter seperti di Indonesia. Satu galon setara dengan sekitar 3,7 liter. Ia menyebutkan bahwa pada saat video tersebut dibuat, harga bensin berada di kisaran 3,5 dolar AS per galon. Jika dikonversi ke rupiah, nilainya sekitar Rp50 ribu per galon atau kurang lebih Rp13.500 per liter. Informasi ini kemudian memicu diskusi di kalangan warganet.  Beberapa netizen berpendapat bahwa kualitas bensin di Amerika dinilai setara dengan BBM beroktan tinggi di Indonesia, bahkan dianggap mirip dengan Pertamax Turbo. Karena itu, sebagian orang menilai harga tersebut tidak terlalu mahal jika dibandingkan dengan kualitas bahan bakarnya. Namun demikian, harga tersebut merupakan data pada saat unggahan dibuat, yakni 28 Februari 2026, sehingga kemungkinan telah mengalami perubahan hingga saat ini. *** Simak berita menarik lainnya hanya di www.bantenhay.com Bagikan informasi Anda dengan DM atau Mention  WA: 085215126767 #Viral #HargaBBM #BBMAmerika #AS #Berita Sumber: VT > al_gibral", "post_id": "7626297102397656338"}}, {"key": "bantenhay", "attributes": {"label": "bantenhay", "x": 704.7316796449055, "y": 595.0867312077316, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 6.7227, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7626297102397656338", "id": "bantenhay", "source": "tiktok-000001", "content": "Seorang Warga Negara Indonesia yang tengah berada di Amerika Serikat membagikan informasi mengenai harga bahan bakar minyak (BBM) di negara tersebut melalui media sosial. Informasi ini menjadi sorotan di tengah situasi konflik di Timur Tengah yang melibatkan Amerika dan Iran. Dalam video yang diunggah akun TikTok , dijelaskan bahwa pembelian BBM di Amerika menggunakan satuan galon, bukan liter seperti di Indonesia. Satu galon setara dengan sekitar 3,7 liter. Ia menyebutkan bahwa pada saat video tersebut dibuat, harga bensin berada di kisaran 3,5 dolar AS per galon. Jika dikonversi ke rupiah, nilainya sekitar Rp50 ribu per galon atau kurang lebih Rp13.500 per liter. Informasi ini kemudian memicu diskusi di kalangan warganet.  Beberapa netizen berpendapat bahwa kualitas bensin di Amerika dinilai setara dengan BBM beroktan tinggi di Indonesia, bahkan dianggap mirip dengan Pertamax Turbo. Karena itu, sebagian orang menilai harga tersebut tidak terlalu mahal jika dibandingkan dengan kualitas bahan bakarnya. Namun demikian, harga tersebut merupakan data pada saat unggahan dibuat, yakni 28 Februari 2026, sehingga kemungkinan telah mengalami perubahan hingga saat ini. *** Simak berita menarik lainnya hanya di www.bantenhay.com Bagikan informasi Anda dengan DM atau Mention  WA: 085215126767 #Viral #HargaBBM #BBMAmerika #AS #Berita Sumber: VT > al_gibral", "post_id": "7626297102397656338"}}, {"key": "indonesia.bernarasi", "attributes": {"label": "indonesia.bernarasi", "x": 599.1493697201743, "y": 250.7589973081592, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 4.7177, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "7628921058095058197", "id": "indonesia.bernarasi", "source": "tiktok-000001", "content": "Mayoritas mata uang Asia menguat terhadap dolar AS pagi ini, seiring DXY turun 0,18% ke 99,253. Dari 11 mata uang, 7 menguat dipimpin rupiah yang naik 0,47% ke Rp16.895/US$. Penguatan juga terjadi pada dolar Taiwan, rupee India, won Korea, dong Vietnam, ringgit Malaysia, dan yuan China. Sementara itu, 4 mata uang melemah: baht Thailand, peso Filipina, yen Jepang, dan dolar Singapura. Sentimen positif dipicu harapan negosiasi AS–Iran yang menekan dolar dan harga minyak, meski pasar tetap waspada terhadap potensi suku bunga tinggi lebih lama dari The Fed. Cr:   #rupiah #matauang #indonesia #keuangan #ekonomiindonesia", "post_id": "7628921058095058197"}}, {"key": "CryptoCentric", "attributes": {"label": "CryptoCentric", "x": 732.2317143983893, "y": 853.5041567526649, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 8.7277, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7628921058095058197", "id": "CryptoCentric", "source": "tiktok-000001", "content": "Mayoritas mata uang Asia menguat terhadap dolar AS pagi ini, seiring DXY turun 0,18% ke 99,253. Dari 11 mata uang, 7 menguat dipimpin rupiah yang naik 0,47% ke Rp16.895/US$. Penguatan juga terjadi pada dolar Taiwan, rupee India, won Korea, dong Vietnam, ringgit Malaysia, dan yuan China. Sementara itu, 4 mata uang melemah: baht Thailand, peso Filipina, yen Jepang, dan dolar Singapura. Sentimen positif dipicu harapan negosiasi AS–Iran yang menekan dolar dan harga minyak, meski pasar tetap waspada terhadap potensi suku bunga tinggi lebih lama dari The Fed. Cr:   #rupiah #matauang #indonesia #keuangan #ekonomiindonesia", "post_id": "7628921058095058197"}}, {"key": "tws.pedia", "attributes": {"label": "tws.pedia", "x": 105.70456613812496, "y": 180.93049477360856, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 4.7177, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "7626009552139357460", "id": "tws.pedia", "source": "tiktok-000001", "content": "Kondisi ekonomi dunia sedang tidak baik-baik saja dan Jepang baru saja memberikan sinyal peringatan yang sangat serius. Ketegangan di Selat Hormuz ternyata berdampak domino hingga ke pasar keuangan global karena Jepang sangat bergantung pada pasokan energi dari jalur tersebut. Ketika harga energi melonjak, tekanan fiskal di dalam negeri Jepang menjadi tidak terbendung lagi. Keputusan untuk menjual obligasi AS (US Treasury) dalam skala besar bukanlah perkara kecil. Ini adalah langkah darurat untuk mengamankan likuiditas demi membayar tagihan energi yang membengkak luar biasa. Banyak yang tidak menyadari bahwa aksi jual ini bisa memicu guncangan hebat pada nilai tukar mata uang di seluruh dunia, termasuk dampaknya ke aset berisiko. Jika raksasa ekonomi sekelas Jepang mulai \"panik\" dan melepas aset cadangan mereka, apa yang akan terjadi pada stabilitas dollar? Fenomena ini menunjukkan betapa rapuhnya sistem keuangan global saat ini ketika konflik geopolitik bertemu dengan krisis energi. Likuiditas global bisa mengering dalam sekejap jika negara lain mengikuti jejak yang sama. Dampaknya ke Indonesia juga tidak bisa diremehkan begitu saja. Tekanan pada Rupiah dan pasar kripto biasanya menjadi efek samping pertama dari menguatnya ketidakpastian di pasar obligasi internasional. Investor cenderung menarik modal dari pasar berkembang menuju aset yang dianggap lebih aman, namun saat ini pun aset aman sedang dipertanyakan. Apakah ini awal dari kejatuhan ekonomi global yang lebih besar atau hanya guncangan sementara? Banyak pengamat ekonomi mulai khawatir jika tren ini terus berlanjut tanpa ada solusi diplomatik di Timur Tengah. Menurut kalian, apakah Rupiah sanggup bertahan di tengah badai likuiditas yang dipicu oleh Jepang ini? #twsnews #tradewithsuli #nagake10 #fyp", "post_id": "7626009552139357460"}}, {"key": "stock_info", "attributes": {"label": "stock_info", "x": 815.8933452421188, "y": 512.3449558802434, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 4.7177, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "7631891876706045205", "id": "stock_info", "source": "tiktok-000001", "content": "Saat ini rupiah berada di level terlemahnya di kawasan Asia Tenggara. Analis memprediksi jika tekanan geopolitik dan harga minyak tidak mereda, rupiah berpotensi menuju level Rp17.400 pada akhir April 2026.     #perang #cryptowave #gabrielrey #iran🇮🇷", "post_id": "7631891876706045205"}}, {"key": "gabrielrey99", "attributes": {"label": "gabrielrey99", "x": 801.2321720831831, "y": 204.49073929305672, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 6.7227, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7631891876706045205", "id": "gabrielrey99", "source": "tiktok-000001", "content": "Saat ini rupiah berada di level terlemahnya di kawasan Asia Tenggara. Analis memprediksi jika tekanan geopolitik dan harga minyak tidak mereda, rupiah berpotensi menuju level Rp17.400 pada akhir April 2026.     #perang #cryptowave #gabrielrey #iran🇮🇷", "post_id": "7631891876706045205"}}, {"key": "gabrey_clip", "attributes": {"label": "gabrey_clip", "x": 198.9820992220609, "y": 989.2715321350842, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 4.7177, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "7631903133437922578", "id": "gabrey_clip", "source": "tiktok-000001", "content": "Nilai tukar Rupiah kembali melemah tajam hingga menyentuh level sekitar Rp17.300 per dolar Amerika Serikat, mencerminkan tekanan besar dari faktor global dan domestik. Salah satu pemicu utama pelemahan ini adalah meningkatnya ketegangan geopolitik, khususnya konflik Iran yang mendorong lonjakan harga energi dan memicu ketidakpastian pasar global. sumber:   #cryptowave #rupiah #inflasi", "post_id": "7631903133437922578"}}, {"key": "maklumat.id", "attributes": {"label": "maklumat.id", "x": 148.41032305544644, "y": 355.7045467905758, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 4.7177, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "7624733693269019922", "id": "maklumat.id", "source": "tiktok-000001", "content": "MAKLUMAT — Direktur Eksekutif Center of Economic and Law Studies (CELIOS), Bhima Yudhistira Adhinegara menilai bahwa yuan sebagai mata uang China semakin diuntungkan di tengah dinamika krisis minyak global. “Ada mata uang yang paling untung saat terjadi krisis minyak. Dolar Amerika Serikat? Bukan, apalagi rupiah. Jawabannya adalah yuan China,” ujarnya melalui akun Instagram pribadinya  pada Kamis (2/4/2026). Sebagaimana diketahui, penutupan efektif Selat Hormuz telah berdampak pada lonjakan harga energi global dan mendorong sejumlah negara melepas cadangan energi strategis. Selat Hormuz adalah jalur yang dilalui sekitar seperlima pasokan minyak dan gas alam cair dunia. “90% ekspor minyak Iran, terutama saat terjadinya pemblokiran Selat Hormuz, itu tujuannya adalah China. Ini disebut sebagai Petro Yuan, bukan lagi era Petro Dolar,” ujar Bhima. Petro Yuan sendiri adalah istilah untuk transaksi perdagangan minyak mentah dunia yang menggunakan mata uang Yuan China atau Tiongkok (CNY/RMB) sebagai alat pembayaran, alih-alih menggunakan Dolar AS (USD) “Era Petro Yuan dimulai. Trump salah strategi. Harga minyak naik, ekonomi China makin dominan, Trump makin tidak populer. Rahasianya ada di transaksi energi menggunakan yuan China,” ujarnya. Bhima juga menyebut bahwa pihak Iran minta dibayar bukan menggunakan dolar untuk hindari sanksi dari negara barat. Iran minta dibayar dengan mata uang yuan. Ia menilai langkah tersebut sekaligus menunjukkan arah dedolarisasi yang efektif. “Ke depan bukan cuma minyak, tapi juga komponen energi terbarukan. Modul panel surya harganya makin murah, dari China itu akan dibeli menggunakan yuan. Seperti yang terjadi juga di Pakistan,” tandasnya. Penulis: M Habib Muzaki #krisisminyak #perang #iran🇮🇷 #yuan", "post_id": "7624733693269019922"}}, {"key": "bhimayudhistira", "attributes": {"label": "bhimayudhistira", "x": 962.8725184088198, "y": 240.58605452498838, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 8.7277, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7624733693269019922", "id": "bhimayudhistira", "source": "tiktok-000001", "content": "MAKLUMAT — Direktur Eksekutif Center of Economic and Law Studies (CELIOS), Bhima Yudhistira Adhinegara menilai bahwa yuan sebagai mata uang China semakin diuntungkan di tengah dinamika krisis minyak global. “Ada mata uang yang paling untung saat terjadi krisis minyak. Dolar Amerika Serikat? Bukan, apalagi rupiah. Jawabannya adalah yuan China,” ujarnya melalui akun Instagram pribadinya  pada Kamis (2/4/2026). Sebagaimana diketahui, penutupan efektif Selat Hormuz telah berdampak pada lonjakan harga energi global dan mendorong sejumlah negara melepas cadangan energi strategis. Selat Hormuz adalah jalur yang dilalui sekitar seperlima pasokan minyak dan gas alam cair dunia. “90% ekspor minyak Iran, terutama saat terjadinya pemblokiran Selat Hormuz, itu tujuannya adalah China. Ini disebut sebagai Petro Yuan, bukan lagi era Petro Dolar,” ujar Bhima. Petro Yuan sendiri adalah istilah untuk transaksi perdagangan minyak mentah dunia yang menggunakan mata uang Yuan China atau Tiongkok (CNY/RMB) sebagai alat pembayaran, alih-alih menggunakan Dolar AS (USD) “Era Petro Yuan dimulai. Trump salah strategi. Harga minyak naik, ekonomi China makin dominan, Trump makin tidak populer. Rahasianya ada di transaksi energi menggunakan yuan China,” ujarnya. Bhima juga menyebut bahwa pihak Iran minta dibayar bukan menggunakan dolar untuk hindari sanksi dari negara barat. Iran minta dibayar dengan mata uang yuan. Ia menilai langkah tersebut sekaligus menunjukkan arah dedolarisasi yang efektif. “Ke depan bukan cuma minyak, tapi juga komponen energi terbarukan. Modul panel surya harganya makin murah, dari China itu akan dibeli menggunakan yuan. Seperti yang terjadi juga di Pakistan,” tandasnya. Penulis: M Habib Muzaki #krisisminyak #perang #iran🇮🇷 #yuan", "post_id": "7624733693269019922"}}, {"key": "alfatih.19535", "attributes": {"label": "alfatih.19535", "x": 130.4357310844092, "y": 374.00648244112114, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 4.7177, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "7632227686550736136", "id": "alfatih.19535", "source": "tiktok-000001", "content": "Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menanggapi pelemahan nilai tukar rupiah yang tembus Rp17.300 per dolar Amerika pada perdagangan Kamis (23/4/2026).  Airlangga mengatakan bahwa menjaga stabilitas nilai tukar merupakan tanggung jawab Bank Indonesia. Namun, dia menilai pelemahan ini juga sebagai dampak dari konflik Amerika Serikat (AS) dan Iran yang terjadi di Timur Tengah.  \"Nanti kita monitor saja [pergerakan nilai tukar rupiah] karena ini kan enggak bisa kita setiap hari reaktif. Itu BI tugasnya menjaga (nilai tukar rupiah) ,\" ujar Airlangga saat ditemui di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Kamis (23/4/2026). Menurutnya konflik antara Amerika Serikat dan Iran memberikan tekanan terhadap nilai tukar, tidak hanya rupiah namun banyak mata uang negara-negara lain. Sebab, konflik tersebut menyulut terhambatnya pasokan distribusi energi global akibat penutupan Selat Hormuz.  Baca selengkapnya di https://www.idxchannel.com/market-news/rupiah-melemah-ke-rp17300-per-dolar-as-airlangga-sebut-konflik-as-iran-jadi-penyebabnya Atau klik link di bio  Foto: iNews Media Group #idxchannel #idxchannelcommunity", "post_id": "7632227686550736136"}}, {"key": "ariyadie.pratama", "attributes": {"label": "ariyadie.pratama", "x": 479.6927529677858, "y": 569.6487745746618, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 4.7177, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "7632326030921026837", "id": "ariyadie.pratama", "source": "tiktok-000001", "content": "Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menanggapi pelemahan nilai tukar rupiah yang tembus Rp17.300 per dolar Amerika pada perdagangan Kamis (23/4/2026).  Airlangga mengatakan bahwa menjaga stabilitas nilai tukar merupakan tanggung jawab Bank Indonesia. Namun, dia menilai pelemahan ini juga sebagai dampak dari konflik Amerika Serikat (AS) dan Iran yang terjadi di Timur Tengah.  \"Nanti kita monitor saja [pergerakan nilai tukar rupiah] karena ini kan enggak bisa kita setiap hari reaktif. Itu BI tugasnya menjaga (nilai tukar rupiah) ,\" ujar Airlangga saat ditemui di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Kamis (23/4/2026). Menurutnya konflik antara Amerika Serikat dan Iran memberikan tekanan terhadap nilai tukar, tidak hanya rupiah namun banyak mata uang negara-negara lain. Sebab, konflik tersebut menyulut terhambatnya pasokan distribusi energi global akibat penutupan Selat Hormuz.  Baca selengkapnya di https://www.idxchannel.com/market-news/rupiah-melemah-ke-rp17300-per-dolar-as-airlangga-sebut-konflik-as-iran-jadi-penyebabnya Atau klik link di bio  Foto: iNews Media Group #idxchannel #idxchannelcommunity", "post_id": "7632326030921026837"}}, {"key": "richmindsetidn", "attributes": {"label": "richmindsetidn", "x": 142.3844098032211, "y": 637.3678985233771, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 4.7177, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "7636054369841974535", "id": "richmindsetidn", "source": "tiktok-000001", "content": "Rasa khawatir di awal tahun ini 😔📉 Rupiah melemah hingga Rp17.370 per dolar AS pada Senin (04/05), menembus level psikologis dan melanjutkan tren penurunan sejak awal tahun—bahkan menjadi salah satu yang terburuk. Sejak awal kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto, rupiah sudah turun sekitar 12% dari Rp15.489, menurut TradingView. Target penguatan ke Rp5.000 dalam 5–10 tahun pun masih jauh. Tekanan ini dipicu gejolak geopolitik Timur Tengah dan kenaikan harga minyak. Pemerintah tetap memantau pergerakan kurs, meski asumsi RAPBN 2026 berada di Rp16.500 per dolar AS. Sumber: Ig |   #ternakuangnews #prabowo #rupiah", "post_id": "7636054369841974535"}}, {"key": "ternakuang.id", "attributes": {"label": "ternakuang.id", "x": 371.8493119531739, "y": 625.8020948249683, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 8.7277, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7636054369841974535", "id": "ternakuang.id", "source": "tiktok-000001", "content": "Rasa khawatir di awal tahun ini 😔📉 Rupiah melemah hingga Rp17.370 per dolar AS pada Senin (04/05), menembus level psikologis dan melanjutkan tren penurunan sejak awal tahun—bahkan menjadi salah satu yang terburuk. Sejak awal kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto, rupiah sudah turun sekitar 12% dari Rp15.489, menurut TradingView. Target penguatan ke Rp5.000 dalam 5–10 tahun pun masih jauh. Tekanan ini dipicu gejolak geopolitik Timur Tengah dan kenaikan harga minyak. Pemerintah tetap memantau pergerakan kurs, meski asumsi RAPBN 2026 berada di Rp16.500 per dolar AS. Sumber: Ig |   #ternakuangnews #prabowo #rupiah", "post_id": "7636054369841974535"}}, {"key": "harrymedina.7273", "attributes": {"label": "harrymedina.7273", "x": 374.82305073935385, "y": 887.0335516498518, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 4.7177, "eigenvector": 71.4274, "in_degree": 0, "out_degree": 13, "degree": 13}, "_id": "7633361550841040146", "id": "harrymedina.7273", "source": "tiktok-000001", "content": "POV 2133 - Bisnis.com, JAKARTA — Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS diperkirakan bergerak fluktuatif namun berisiko ditutup melemah di kisaran Rp17.220-Rp17.260 pada perdagangan hari ini, Senin (27/4/2026).  Mengutip data RTI Infokom, rupiah ditutup menguat 0,33% atau 57 poin ke level Rp17.229 per dolar AS pada Jumat (24/4/2026).  Adapun pada saat bersamaan, indeks dolar AS turut menguat 0,04% ke posisi 98,81.  Pengamat mata uang dan komoditas, Ibrahim Assuaibi mengatakan bahwa meski menguat, nilai tukar rupiah kini sedang tertekan oleh kombinasi sentimen global dan domestik. Rupiah bahkan sempat menyentuh level terendahanya di Rp17.300 per dolar AS, sebelum kemudian rebound pada penutupan pasar Jumat (24/4).  Dari luar negeri, konflik AS-Iran yang berkepanjangan menyulut harga minyak dunia dan pada gilirannya menekan fiskal Indonesia sebagai negara net importir minyak. Dalam perkembangan konflik Timur Tengah, Iran mengundurkan diri dari rencana pembicaraan dengan AS yang difasilitasi Pakistan.  Di sisi lain, Presiden AS Donald Trump mengatakan pada Kamis malam bahwa dia tidak ingin terburu-buru mencapai kesepakatan dengan Iran. #pov #malaysia #indonesia #viraltiktok #rupiah   𝐓𝐄𝐌𝐏𝐀𝐓𝐀𝐍  Dede   Strike 🫵  Belacan  Aditya putra   dewa  BIRU   satriani  uning  KARIPAP🇲🇾🇧🇩  Matun", "post_id": "7633361550841040146"}}, {"key": "Ahadsan", "attributes": {"label": "Ahadsan", "x": 681.7626372830614, "y": 104.66690197087436, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 5.0261, "eigenvector": 71.4274, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7633361550841040146", "id": "Ahadsan", "source": "tiktok-000001", "content": "POV 2133 - Bisnis.com, JAKARTA — Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS diperkirakan bergerak fluktuatif namun berisiko ditutup melemah di kisaran Rp17.220-Rp17.260 pada perdagangan hari ini, Senin (27/4/2026).  Mengutip data RTI Infokom, rupiah ditutup menguat 0,33% atau 57 poin ke level Rp17.229 per dolar AS pada Jumat (24/4/2026).  Adapun pada saat bersamaan, indeks dolar AS turut menguat 0,04% ke posisi 98,81.  Pengamat mata uang dan komoditas, Ibrahim Assuaibi mengatakan bahwa meski menguat, nilai tukar rupiah kini sedang tertekan oleh kombinasi sentimen global dan domestik. Rupiah bahkan sempat menyentuh level terendahanya di Rp17.300 per dolar AS, sebelum kemudian rebound pada penutupan pasar Jumat (24/4).  Dari luar negeri, konflik AS-Iran yang berkepanjangan menyulut harga minyak dunia dan pada gilirannya menekan fiskal Indonesia sebagai negara net importir minyak. Dalam perkembangan konflik Timur Tengah, Iran mengundurkan diri dari rencana pembicaraan dengan AS yang difasilitasi Pakistan.  Di sisi lain, Presiden AS Donald Trump mengatakan pada Kamis malam bahwa dia tidak ingin terburu-buru mencapai kesepakatan dengan Iran. #pov #malaysia #indonesia #viraltiktok #rupiah   𝐓𝐄𝐌𝐏𝐀𝐓𝐀𝐍  Dede   Strike 🫵  Belacan  Aditya putra   dewa  BIRU   satriani  uning  KARIPAP🇲🇾🇧🇩  Matun", "post_id": "7633361550841040146"}}, {"key": "Datoobama", "attributes": {"label": "Datoobama", "x": 978.2967996501692, "y": 920.0673930946432, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 5.0261, "eigenvector": 71.4274, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7633361550841040146", "id": "Datoobama", "source": "tiktok-000001", "content": "POV 2133 - Bisnis.com, JAKARTA — Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS diperkirakan bergerak fluktuatif namun berisiko ditutup melemah di kisaran Rp17.220-Rp17.260 pada perdagangan hari ini, Senin (27/4/2026).  Mengutip data RTI Infokom, rupiah ditutup menguat 0,33% atau 57 poin ke level Rp17.229 per dolar AS pada Jumat (24/4/2026).  Adapun pada saat bersamaan, indeks dolar AS turut menguat 0,04% ke posisi 98,81.  Pengamat mata uang dan komoditas, Ibrahim Assuaibi mengatakan bahwa meski menguat, nilai tukar rupiah kini sedang tertekan oleh kombinasi sentimen global dan domestik. Rupiah bahkan sempat menyentuh level terendahanya di Rp17.300 per dolar AS, sebelum kemudian rebound pada penutupan pasar Jumat (24/4).  Dari luar negeri, konflik AS-Iran yang berkepanjangan menyulut harga minyak dunia dan pada gilirannya menekan fiskal Indonesia sebagai negara net importir minyak. Dalam perkembangan konflik Timur Tengah, Iran mengundurkan diri dari rencana pembicaraan dengan AS yang difasilitasi Pakistan.  Di sisi lain, Presiden AS Donald Trump mengatakan pada Kamis malam bahwa dia tidak ingin terburu-buru mencapai kesepakatan dengan Iran. #pov #malaysia #indonesia #viraltiktok #rupiah   𝐓𝐄𝐌𝐏𝐀𝐓𝐀𝐍  Dede   Strike 🫵  Belacan  Aditya putra   dewa  BIRU   satriani  uning  KARIPAP🇲🇾🇧🇩  Matun", "post_id": "7633361550841040146"}}, {"key": "Hidden", "attributes": {"label": "Hidden", "x": 417.66155589165334, "y": 40.344135470636424, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 5.0261, "eigenvector": 71.4274, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7633361550841040146", "id": "Hidden", "source": "tiktok-000001", "content": "POV 2133 - Bisnis.com, JAKARTA — Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS diperkirakan bergerak fluktuatif namun berisiko ditutup melemah di kisaran Rp17.220-Rp17.260 pada perdagangan hari ini, Senin (27/4/2026).  Mengutip data RTI Infokom, rupiah ditutup menguat 0,33% atau 57 poin ke level Rp17.229 per dolar AS pada Jumat (24/4/2026).  Adapun pada saat bersamaan, indeks dolar AS turut menguat 0,04% ke posisi 98,81.  Pengamat mata uang dan komoditas, Ibrahim Assuaibi mengatakan bahwa meski menguat, nilai tukar rupiah kini sedang tertekan oleh kombinasi sentimen global dan domestik. Rupiah bahkan sempat menyentuh level terendahanya di Rp17.300 per dolar AS, sebelum kemudian rebound pada penutupan pasar Jumat (24/4).  Dari luar negeri, konflik AS-Iran yang berkepanjangan menyulut harga minyak dunia dan pada gilirannya menekan fiskal Indonesia sebagai negara net importir minyak. Dalam perkembangan konflik Timur Tengah, Iran mengundurkan diri dari rencana pembicaraan dengan AS yang difasilitasi Pakistan.  Di sisi lain, Presiden AS Donald Trump mengatakan pada Kamis malam bahwa dia tidak ingin terburu-buru mencapai kesepakatan dengan Iran. #pov #malaysia #indonesia #viraltiktok #rupiah   𝐓𝐄𝐌𝐏𝐀𝐓𝐀𝐍  Dede   Strike 🫵  Belacan  Aditya putra   dewa  BIRU   satriani  uning  KARIPAP🇲🇾🇧🇩  Matun", "post_id": "7633361550841040146"}}, {"key": "Malaydesh", "attributes": {"label": "Malaydesh", "x": 581.4309601963868, "y": 345.62781332517187, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 5.0261, "eigenvector": 71.4274, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7633361550841040146", "id": "Malaydesh", "source": "tiktok-000001", "content": "POV 2133 - Bisnis.com, JAKARTA — Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS diperkirakan bergerak fluktuatif namun berisiko ditutup melemah di kisaran Rp17.220-Rp17.260 pada perdagangan hari ini, Senin (27/4/2026).  Mengutip data RTI Infokom, rupiah ditutup menguat 0,33% atau 57 poin ke level Rp17.229 per dolar AS pada Jumat (24/4/2026).  Adapun pada saat bersamaan, indeks dolar AS turut menguat 0,04% ke posisi 98,81.  Pengamat mata uang dan komoditas, Ibrahim Assuaibi mengatakan bahwa meski menguat, nilai tukar rupiah kini sedang tertekan oleh kombinasi sentimen global dan domestik. Rupiah bahkan sempat menyentuh level terendahanya di Rp17.300 per dolar AS, sebelum kemudian rebound pada penutupan pasar Jumat (24/4).  Dari luar negeri, konflik AS-Iran yang berkepanjangan menyulut harga minyak dunia dan pada gilirannya menekan fiskal Indonesia sebagai negara net importir minyak. Dalam perkembangan konflik Timur Tengah, Iran mengundurkan diri dari rencana pembicaraan dengan AS yang difasilitasi Pakistan.  Di sisi lain, Presiden AS Donald Trump mengatakan pada Kamis malam bahwa dia tidak ingin terburu-buru mencapai kesepakatan dengan Iran. #pov #malaysia #indonesia #viraltiktok #rupiah   𝐓𝐄𝐌𝐏𝐀𝐓𝐀𝐍  Dede   Strike 🫵  Belacan  Aditya putra   dewa  BIRU   satriani  uning  KARIPAP🇲🇾🇧🇩  Matun", "post_id": "7633361550841040146"}}, {"key": "yudie", "attributes": {"label": "yudie", "x": 885.2636414346382, "y": 496.57074033525726, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 5.0261, "eigenvector": 71.4274, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7633361550841040146", "id": "yudie", "source": "tiktok-000001", "content": "POV 2133 - Bisnis.com, JAKARTA — Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS diperkirakan bergerak fluktuatif namun berisiko ditutup melemah di kisaran Rp17.220-Rp17.260 pada perdagangan hari ini, Senin (27/4/2026).  Mengutip data RTI Infokom, rupiah ditutup menguat 0,33% atau 57 poin ke level Rp17.229 per dolar AS pada Jumat (24/4/2026).  Adapun pada saat bersamaan, indeks dolar AS turut menguat 0,04% ke posisi 98,81.  Pengamat mata uang dan komoditas, Ibrahim Assuaibi mengatakan bahwa meski menguat, nilai tukar rupiah kini sedang tertekan oleh kombinasi sentimen global dan domestik. Rupiah bahkan sempat menyentuh level terendahanya di Rp17.300 per dolar AS, sebelum kemudian rebound pada penutupan pasar Jumat (24/4).  Dari luar negeri, konflik AS-Iran yang berkepanjangan menyulut harga minyak dunia dan pada gilirannya menekan fiskal Indonesia sebagai negara net importir minyak. Dalam perkembangan konflik Timur Tengah, Iran mengundurkan diri dari rencana pembicaraan dengan AS yang difasilitasi Pakistan.  Di sisi lain, Presiden AS Donald Trump mengatakan pada Kamis malam bahwa dia tidak ingin terburu-buru mencapai kesepakatan dengan Iran. #pov #malaysia #indonesia #viraltiktok #rupiah   𝐓𝐄𝐌𝐏𝐀𝐓𝐀𝐍  Dede   Strike 🫵  Belacan  Aditya putra   dewa  BIRU   satriani  uning  KARIPAP🇲🇾🇧🇩  Matun", "post_id": "7633361550841040146"}}, {"key": "andiaskarbotak76", "attributes": {"label": "andiaskarbotak76", "x": 485.6271595571175, "y": 833.8234385020232, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 5.0261, "eigenvector": 71.4274, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7633361550841040146", "id": "andiaskarbotak76", "source": "tiktok-000001", "content": "POV 2133 - Bisnis.com, JAKARTA — Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS diperkirakan bergerak fluktuatif namun berisiko ditutup melemah di kisaran Rp17.220-Rp17.260 pada perdagangan hari ini, Senin (27/4/2026).  Mengutip data RTI Infokom, rupiah ditutup menguat 0,33% atau 57 poin ke level Rp17.229 per dolar AS pada Jumat (24/4/2026).  Adapun pada saat bersamaan, indeks dolar AS turut menguat 0,04% ke posisi 98,81.  Pengamat mata uang dan komoditas, Ibrahim Assuaibi mengatakan bahwa meski menguat, nilai tukar rupiah kini sedang tertekan oleh kombinasi sentimen global dan domestik. Rupiah bahkan sempat menyentuh level terendahanya di Rp17.300 per dolar AS, sebelum kemudian rebound pada penutupan pasar Jumat (24/4).  Dari luar negeri, konflik AS-Iran yang berkepanjangan menyulut harga minyak dunia dan pada gilirannya menekan fiskal Indonesia sebagai negara net importir minyak. Dalam perkembangan konflik Timur Tengah, Iran mengundurkan diri dari rencana pembicaraan dengan AS yang difasilitasi Pakistan.  Di sisi lain, Presiden AS Donald Trump mengatakan pada Kamis malam bahwa dia tidak ingin terburu-buru mencapai kesepakatan dengan Iran. #pov #malaysia #indonesia #viraltiktok #rupiah   𝐓𝐄𝐌𝐏𝐀𝐓𝐀𝐍  Dede   Strike 🫵  Belacan  Aditya putra   dewa  BIRU   satriani  uning  KARIPAP🇲🇾🇧🇩  Matun", "post_id": "7633361550841040146"}}, {"key": "maha", "attributes": {"label": "maha", "x": 427.92852550020945, "y": 386.638276596988, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 5.0261, "eigenvector": 71.4274, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7633361550841040146", "id": "maha", "source": "tiktok-000001", "content": "POV 2133 - Bisnis.com, JAKARTA — Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS diperkirakan bergerak fluktuatif namun berisiko ditutup melemah di kisaran Rp17.220-Rp17.260 pada perdagangan hari ini, Senin (27/4/2026).  Mengutip data RTI Infokom, rupiah ditutup menguat 0,33% atau 57 poin ke level Rp17.229 per dolar AS pada Jumat (24/4/2026).  Adapun pada saat bersamaan, indeks dolar AS turut menguat 0,04% ke posisi 98,81.  Pengamat mata uang dan komoditas, Ibrahim Assuaibi mengatakan bahwa meski menguat, nilai tukar rupiah kini sedang tertekan oleh kombinasi sentimen global dan domestik. Rupiah bahkan sempat menyentuh level terendahanya di Rp17.300 per dolar AS, sebelum kemudian rebound pada penutupan pasar Jumat (24/4).  Dari luar negeri, konflik AS-Iran yang berkepanjangan menyulut harga minyak dunia dan pada gilirannya menekan fiskal Indonesia sebagai negara net importir minyak. Dalam perkembangan konflik Timur Tengah, Iran mengundurkan diri dari rencana pembicaraan dengan AS yang difasilitasi Pakistan.  Di sisi lain, Presiden AS Donald Trump mengatakan pada Kamis malam bahwa dia tidak ingin terburu-buru mencapai kesepakatan dengan Iran. #pov #malaysia #indonesia #viraltiktok #rupiah   𝐓𝐄𝐌𝐏𝐀𝐓𝐀𝐍  Dede   Strike 🫵  Belacan  Aditya putra   dewa  BIRU   satriani  uning  KARIPAP🇲🇾🇧🇩  Matun", "post_id": "7633361550841040146"}}, {"key": "KAKEK", "attributes": {"label": "KAKEK", "x": 179.82812810282812, "y": 522.9548671901025, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 5.0261, "eigenvector": 71.4274, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7633361550841040146", "id": "KAKEK", "source": "tiktok-000001", "content": "POV 2133 - Bisnis.com, JAKARTA — Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS diperkirakan bergerak fluktuatif namun berisiko ditutup melemah di kisaran Rp17.220-Rp17.260 pada perdagangan hari ini, Senin (27/4/2026).  Mengutip data RTI Infokom, rupiah ditutup menguat 0,33% atau 57 poin ke level Rp17.229 per dolar AS pada Jumat (24/4/2026).  Adapun pada saat bersamaan, indeks dolar AS turut menguat 0,04% ke posisi 98,81.  Pengamat mata uang dan komoditas, Ibrahim Assuaibi mengatakan bahwa meski menguat, nilai tukar rupiah kini sedang tertekan oleh kombinasi sentimen global dan domestik. Rupiah bahkan sempat menyentuh level terendahanya di Rp17.300 per dolar AS, sebelum kemudian rebound pada penutupan pasar Jumat (24/4).  Dari luar negeri, konflik AS-Iran yang berkepanjangan menyulut harga minyak dunia dan pada gilirannya menekan fiskal Indonesia sebagai negara net importir minyak. Dalam perkembangan konflik Timur Tengah, Iran mengundurkan diri dari rencana pembicaraan dengan AS yang difasilitasi Pakistan.  Di sisi lain, Presiden AS Donald Trump mengatakan pada Kamis malam bahwa dia tidak ingin terburu-buru mencapai kesepakatan dengan Iran. #pov #malaysia #indonesia #viraltiktok #rupiah   𝐓𝐄𝐌𝐏𝐀𝐓𝐀𝐍  Dede   Strike 🫵  Belacan  Aditya putra   dewa  BIRU   satriani  uning  KARIPAP🇲🇾🇧🇩  Matun", "post_id": "7633361550841040146"}}, {"key": "ADRI", "attributes": {"label": "ADRI", "x": 590.0682213432565, "y": 456.54686662885814, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 5.0261, "eigenvector": 71.4274, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7633361550841040146", "id": "ADRI", "source": "tiktok-000001", "content": "POV 2133 - Bisnis.com, JAKARTA — Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS diperkirakan bergerak fluktuatif namun berisiko ditutup melemah di kisaran Rp17.220-Rp17.260 pada perdagangan hari ini, Senin (27/4/2026).  Mengutip data RTI Infokom, rupiah ditutup menguat 0,33% atau 57 poin ke level Rp17.229 per dolar AS pada Jumat (24/4/2026).  Adapun pada saat bersamaan, indeks dolar AS turut menguat 0,04% ke posisi 98,81.  Pengamat mata uang dan komoditas, Ibrahim Assuaibi mengatakan bahwa meski menguat, nilai tukar rupiah kini sedang tertekan oleh kombinasi sentimen global dan domestik. Rupiah bahkan sempat menyentuh level terendahanya di Rp17.300 per dolar AS, sebelum kemudian rebound pada penutupan pasar Jumat (24/4).  Dari luar negeri, konflik AS-Iran yang berkepanjangan menyulut harga minyak dunia dan pada gilirannya menekan fiskal Indonesia sebagai negara net importir minyak. Dalam perkembangan konflik Timur Tengah, Iran mengundurkan diri dari rencana pembicaraan dengan AS yang difasilitasi Pakistan.  Di sisi lain, Presiden AS Donald Trump mengatakan pada Kamis malam bahwa dia tidak ingin terburu-buru mencapai kesepakatan dengan Iran. #pov #malaysia #indonesia #viraltiktok #rupiah   𝐓𝐄𝐌𝐏𝐀𝐓𝐀𝐍  Dede   Strike 🫵  Belacan  Aditya putra   dewa  BIRU   satriani  uning  KARIPAP🇲🇾🇧🇩  Matun", "post_id": "7633361550841040146"}}, {"key": "jay", "attributes": {"label": "jay", "x": 768.6730397975053, "y": 608.2916963729435, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 5.0261, "eigenvector": 71.4274, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7633361550841040146", "id": "jay", "source": "tiktok-000001", "content": "POV 2133 - Bisnis.com, JAKARTA — Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS diperkirakan bergerak fluktuatif namun berisiko ditutup melemah di kisaran Rp17.220-Rp17.260 pada perdagangan hari ini, Senin (27/4/2026).  Mengutip data RTI Infokom, rupiah ditutup menguat 0,33% atau 57 poin ke level Rp17.229 per dolar AS pada Jumat (24/4/2026).  Adapun pada saat bersamaan, indeks dolar AS turut menguat 0,04% ke posisi 98,81.  Pengamat mata uang dan komoditas, Ibrahim Assuaibi mengatakan bahwa meski menguat, nilai tukar rupiah kini sedang tertekan oleh kombinasi sentimen global dan domestik. Rupiah bahkan sempat menyentuh level terendahanya di Rp17.300 per dolar AS, sebelum kemudian rebound pada penutupan pasar Jumat (24/4).  Dari luar negeri, konflik AS-Iran yang berkepanjangan menyulut harga minyak dunia dan pada gilirannya menekan fiskal Indonesia sebagai negara net importir minyak. Dalam perkembangan konflik Timur Tengah, Iran mengundurkan diri dari rencana pembicaraan dengan AS yang difasilitasi Pakistan.  Di sisi lain, Presiden AS Donald Trump mengatakan pada Kamis malam bahwa dia tidak ingin terburu-buru mencapai kesepakatan dengan Iran. #pov #malaysia #indonesia #viraltiktok #rupiah   𝐓𝐄𝐌𝐏𝐀𝐓𝐀𝐍  Dede   Strike 🫵  Belacan  Aditya putra   dewa  BIRU   satriani  uning  KARIPAP🇲🇾🇧🇩  Matun", "post_id": "7633361550841040146"}}, {"key": "pak", "attributes": {"label": "pak", "x": 247.3293480743084, "y": 225.14494132110684, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 5.0261, "eigenvector": 71.4274, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7633361550841040146", "id": "pak", "source": "tiktok-000001", "content": "POV 2133 - Bisnis.com, JAKARTA — Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS diperkirakan bergerak fluktuatif namun berisiko ditutup melemah di kisaran Rp17.220-Rp17.260 pada perdagangan hari ini, Senin (27/4/2026).  Mengutip data RTI Infokom, rupiah ditutup menguat 0,33% atau 57 poin ke level Rp17.229 per dolar AS pada Jumat (24/4/2026).  Adapun pada saat bersamaan, indeks dolar AS turut menguat 0,04% ke posisi 98,81.  Pengamat mata uang dan komoditas, Ibrahim Assuaibi mengatakan bahwa meski menguat, nilai tukar rupiah kini sedang tertekan oleh kombinasi sentimen global dan domestik. Rupiah bahkan sempat menyentuh level terendahanya di Rp17.300 per dolar AS, sebelum kemudian rebound pada penutupan pasar Jumat (24/4).  Dari luar negeri, konflik AS-Iran yang berkepanjangan menyulut harga minyak dunia dan pada gilirannya menekan fiskal Indonesia sebagai negara net importir minyak. Dalam perkembangan konflik Timur Tengah, Iran mengundurkan diri dari rencana pembicaraan dengan AS yang difasilitasi Pakistan.  Di sisi lain, Presiden AS Donald Trump mengatakan pada Kamis malam bahwa dia tidak ingin terburu-buru mencapai kesepakatan dengan Iran. #pov #malaysia #indonesia #viraltiktok #rupiah   𝐓𝐄𝐌𝐏𝐀𝐓𝐀𝐍  Dede   Strike 🫵  Belacan  Aditya putra   dewa  BIRU   satriani  uning  KARIPAP🇲🇾🇧🇩  Matun", "post_id": "7633361550841040146"}}, {"key": "OFFICIAL", "attributes": {"label": "OFFICIAL", "x": 352.7852338388783, "y": 395.4890354491725, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 5.0261, "eigenvector": 71.4274, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7633361550841040146", "id": "OFFICIAL", "source": "tiktok-000001", "content": "POV 2133 - Bisnis.com, JAKARTA — Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS diperkirakan bergerak fluktuatif namun berisiko ditutup melemah di kisaran Rp17.220-Rp17.260 pada perdagangan hari ini, Senin (27/4/2026).  Mengutip data RTI Infokom, rupiah ditutup menguat 0,33% atau 57 poin ke level Rp17.229 per dolar AS pada Jumat (24/4/2026).  Adapun pada saat bersamaan, indeks dolar AS turut menguat 0,04% ke posisi 98,81.  Pengamat mata uang dan komoditas, Ibrahim Assuaibi mengatakan bahwa meski menguat, nilai tukar rupiah kini sedang tertekan oleh kombinasi sentimen global dan domestik. Rupiah bahkan sempat menyentuh level terendahanya di Rp17.300 per dolar AS, sebelum kemudian rebound pada penutupan pasar Jumat (24/4).  Dari luar negeri, konflik AS-Iran yang berkepanjangan menyulut harga minyak dunia dan pada gilirannya menekan fiskal Indonesia sebagai negara net importir minyak. Dalam perkembangan konflik Timur Tengah, Iran mengundurkan diri dari rencana pembicaraan dengan AS yang difasilitasi Pakistan.  Di sisi lain, Presiden AS Donald Trump mengatakan pada Kamis malam bahwa dia tidak ingin terburu-buru mencapai kesepakatan dengan Iran. #pov #malaysia #indonesia #viraltiktok #rupiah   𝐓𝐄𝐌𝐏𝐀𝐓𝐀𝐍  Dede   Strike 🫵  Belacan  Aditya putra   dewa  BIRU   satriani  uning  KARIPAP🇲🇾🇧🇩  Matun", "post_id": "7633361550841040146"}}, {"key": "Anik", "attributes": {"label": "Anik", "x": 598.2295929863832, "y": 41.095398465215595, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 5.0261, "eigenvector": 71.4274, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7633361550841040146", "id": "Anik", "source": "tiktok-000001", "content": "POV 2133 - Bisnis.com, JAKARTA — Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS diperkirakan bergerak fluktuatif namun berisiko ditutup melemah di kisaran Rp17.220-Rp17.260 pada perdagangan hari ini, Senin (27/4/2026).  Mengutip data RTI Infokom, rupiah ditutup menguat 0,33% atau 57 poin ke level Rp17.229 per dolar AS pada Jumat (24/4/2026).  Adapun pada saat bersamaan, indeks dolar AS turut menguat 0,04% ke posisi 98,81.  Pengamat mata uang dan komoditas, Ibrahim Assuaibi mengatakan bahwa meski menguat, nilai tukar rupiah kini sedang tertekan oleh kombinasi sentimen global dan domestik. Rupiah bahkan sempat menyentuh level terendahanya di Rp17.300 per dolar AS, sebelum kemudian rebound pada penutupan pasar Jumat (24/4).  Dari luar negeri, konflik AS-Iran yang berkepanjangan menyulut harga minyak dunia dan pada gilirannya menekan fiskal Indonesia sebagai negara net importir minyak. Dalam perkembangan konflik Timur Tengah, Iran mengundurkan diri dari rencana pembicaraan dengan AS yang difasilitasi Pakistan.  Di sisi lain, Presiden AS Donald Trump mengatakan pada Kamis malam bahwa dia tidak ingin terburu-buru mencapai kesepakatan dengan Iran. #pov #malaysia #indonesia #viraltiktok #rupiah   𝐓𝐄𝐌𝐏𝐀𝐓𝐀𝐍  Dede   Strike 🫵  Belacan  Aditya putra   dewa  BIRU   satriani  uning  KARIPAP🇲🇾🇧🇩  Matun", "post_id": "7633361550841040146"}}, {"key": "shenzhen_1999", "attributes": {"label": "shenzhen_1999", "x": 574.0239326252618, "y": 471.2474343484598, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 4.7177, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "7635996012863180053", "id": "shenzhen_1999", "source": "tiktok-000001", "content": "Nilai tukar rupiah kembali melemah dan kini telah menembus level Rp17.400 per dolar Amerika Serikat. Pelemahan ini menandai tekanan lanjutan terhadap mata uang domestik di tengah dinamika global yang semakin tidak menentu. Pergerakan rupiah dipengaruhi oleh penguatan dolar AS yang masih dominan, didorong oleh kebijakan suku bunga tinggi dari Federal Reserve serta meningkatnya permintaan terhadap aset safe haven. Di sisi lain, tekanan eksternal seperti kenaikan harga energi global dan ketegangan geopolitik turut memperburuk sentimen terhadap mata uang negara berkembang, termasuk Indonesia. Kondisi ini membuat arus modal asing cenderung keluar dari pasar domestik. Bank Indonesia sebelumnya telah menegaskan komitmennya untuk menjaga stabilitas nilai tukar melalui intervensi di pasar valas serta penguatan kebijakan moneter. #cryptowave  #bismillahfyp #fyppppppppppppppppppppppp", "post_id": "7635996012863180053"}}, {"key": "centralclip.id", "attributes": {"label": "centralclip.id", "x": 371.260330277028, "y": 943.8301526158374, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 4.7177, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "7636059248786558226", "id": "centralclip.id", "source": "tiktok-000001", "content": "IHSG LAGI BERDARAH, SAATNYA EXIT ATAU SEROK BAWAH? 🚨📈 IHSG Berdarah! Dana Rp8 Triliun kabur dari Indonesia cuma dalam seminggu. Pertanyaannya: Apakah ini tanda kiamat buat market kita, atau justru peluang \"diskon gede-gedean\" yang selama ini kita tunggu? Buat kalian yang panik lihat porto merah membara, coba tarik napas dulu. CEO Sucor Sekuritas, Ko Bernardus, baru aja bongkar rahasia di balik kekacauan market minggu ini. Ternyata, ada 3 alasan utama kenapa \"uang panas\" asing pada keluar: Rupiah Keok: Dolar tembus Rp17.300-an bikin investor asing nervous. Mereka takut profit di saham habis kegerus rugi kurs. Defisit Fiskal: Outlook Indonesia turun jadi negatif gara-gara kekhawatiran anggaran negara. Ini yang bikin institusi gede mikir dua kali buat masuk sekarang. Drama Minyak Dunia: Meskipun tensi AS-Iran mulai adem (bahkan Trump kasih lampu hijau Iran ikut Piala Dunia!), tapi harga minyak dunia masih anteng di atas $100. Efeknya? Inflasi membayangi daya beli kita. Lalu, apa strateginya? Jangan cuma jadi penonton! Ko Bernardus bagiin \"Starting Eleven\" saham yang bisa kita pantau: Pemain Belakang (Defensif): $BMRI (Dividen yield-nya gila, mau Cum Date 8 Mei!), $TLKM, dan $EXCL. Cocok buat yang mau tidur nyenyak. Pemain Tengah (Energi): $RAJA, $BUMI, dan $DEWA. Selama harga minyak & batubara masih tinggi, mereka adalah \"mesin uang\" di tengah ketidakpastian. Pemain Depan (Agresif): $HRTA (Laba naik 200%!), $SCMA (Laba naik 100%!), dan $ESA. Ini buat kalian yang berani ambil risiko demi cuan lebar.  Sekuritas #sucorsekuritas #sahamindonesia #bexpertwithsucor #bernardxgcpk2 #bernaduswijaya17", "post_id": "7636059248786558226"}}, {"key": "Sucor", "attributes": {"label": "Sucor", "x": 363.1772124663801, "y": 473.5121770753775, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 8.7277, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7636059248786558226", "id": "Sucor", "source": "tiktok-000001", "content": "IHSG LAGI BERDARAH, SAATNYA EXIT ATAU SEROK BAWAH? 🚨📈 IHSG Berdarah! Dana Rp8 Triliun kabur dari Indonesia cuma dalam seminggu. Pertanyaannya: Apakah ini tanda kiamat buat market kita, atau justru peluang \"diskon gede-gedean\" yang selama ini kita tunggu? Buat kalian yang panik lihat porto merah membara, coba tarik napas dulu. CEO Sucor Sekuritas, Ko Bernardus, baru aja bongkar rahasia di balik kekacauan market minggu ini. Ternyata, ada 3 alasan utama kenapa \"uang panas\" asing pada keluar: Rupiah Keok: Dolar tembus Rp17.300-an bikin investor asing nervous. Mereka takut profit di saham habis kegerus rugi kurs. Defisit Fiskal: Outlook Indonesia turun jadi negatif gara-gara kekhawatiran anggaran negara. Ini yang bikin institusi gede mikir dua kali buat masuk sekarang. Drama Minyak Dunia: Meskipun tensi AS-Iran mulai adem (bahkan Trump kasih lampu hijau Iran ikut Piala Dunia!), tapi harga minyak dunia masih anteng di atas $100. Efeknya? Inflasi membayangi daya beli kita. Lalu, apa strateginya? Jangan cuma jadi penonton! Ko Bernardus bagiin \"Starting Eleven\" saham yang bisa kita pantau: Pemain Belakang (Defensif): $BMRI (Dividen yield-nya gila, mau Cum Date 8 Mei!), $TLKM, dan $EXCL. Cocok buat yang mau tidur nyenyak. Pemain Tengah (Energi): $RAJA, $BUMI, dan $DEWA. Selama harga minyak & batubara masih tinggi, mereka adalah \"mesin uang\" di tengah ketidakpastian. Pemain Depan (Agresif): $HRTA (Laba naik 200%!), $SCMA (Laba naik 100%!), dan $ESA. Ini buat kalian yang berani ambil risiko demi cuan lebar.  Sekuritas #sucorsekuritas #sahamindonesia #bexpertwithsucor #bernardxgcpk2 #bernaduswijaya17", "post_id": "7636059248786558226"}}, {"key": "IDXChannelcom", "attributes": {"label": "IDXChannelcom", "x": 210.11215414221286, "y": 321.4946596363809, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["facebook-000001"], "scores": {"pagerank": 4.7177, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "432781620563594_1454286113161872", "id": "IDXChannelcom", "source": "facebook-000001", "content": "Nilai tukar rupiah turun 20 poin atau sekitar 0,12 persen ke level Rp17.346 per USD pada akhir perdagangan Kamis (30/4/2026).\n\nPengamat pasar uang, Ibrahim Assuaibi menilai, sentimen pelemahan rupiah berasal dari rencana Presiden AS Donald Trump untuk memblokade angkatan laut Iran.\n\n\"Kekhawatiran atas skenario tersebut diperparah oleh laporan bahwa beberapa eksekutif minyak Amerika terkemuka bertemu dengan Trump di Gedung Putih untuk membahas bagaimana membatasi dampak konflik terhadap keluarga Amerika,\" tulis Ibrahim dalam risetnya Kamis (30/4/2026), \n\nBlokade angkatan laut yang berkepanjangan kemungkinan membuat Iran terus memblokir Selat Hormuz sebagai pembalasan. Blokade yang berkepanjangan di jalur pelayaran tersebut menunjukkan gangguan pasokan minyak global yang lebih besar.\n\nBaca selengkapnya di\nhttps://www.idxchannel.com/market-news/rupiah-tergelincir-ke-rp17346-di-tengah-ketegangan-global\n\nAtau klik link di bio \n\nFoto: iNews Media Group\n\n#idxchannel #idxchannelcommunity", "post_id": "432781620563594_1454286113161872"}}, {"key": "@garismodal", "attributes": {"label": "@garismodal", "x": 187.2670607741582, "y": 65.48968296770863, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 4.7177, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "CyuhttqfDjU", "id": "@garismodal", "source": "youtube-000001", "content": "Dampak Trump Ancam Iran bagi Ekonomi Indonesia: Rupiah dalam Bahaya?\n\nRupiah resmi tembus angka psikologis Rp17.025 per Dolar AS! Apakah ini tanda-tanda \"Deja Vu\" krisis 98 akan terulang kembali? Atau ini hanya anomali sementara di tengah memanasnya tensi geopolitik global antara Donald Trump dan Iran?\n\nDi video kali ini, Garis Modal akan membedah secara dingin dan objektif apa yang sebenarnya terjadi di balik melemahnya Rupiah sendirian di tengah penguatan mata uang Asia lainnya. Kita juga akan membahas dampak lonjakan harga minyak WTI yang menembus $112 per barel terhadap dompet kita dan potensi stagflasi di Indonesia.\n\nApa yang akan kita bahas di video ini?\n\nAnalisis Rupiah 17.000: Kenapa terjadi anomali dan apakah fundamental kita masih kuat?\n\nDampak Harga Minyak Dunia: Krisis energi, beban APBN, dan nasib harga BBM.\n\nGeopolitik Global: Ultimatum Donald Trump ke Iran dan ancaman di Selat Hormuz.\n\nWaspada Keamanan: Isu peredaran uang palsu di tengah ketidakpastian ekonomi.\n\nUpdate Pasar Modal: Nasib saham perbankan (BBRI), tambang (AMMN, BUMI), dan koreksi harga Emas Antam.\n\nJangan sampai lu salah langkah dan terjebak \"FOMO\" atau panik yang nggak perlu. Simak datanya, susun strateginya.\n\nTonton video ini sampai habis untuk dapet update saham top pick di tengah market yang lagi merah!\n\nTimestamp:\n0:00 - Rupiah Tembus 17.000: Trauma 98? \n01:58 - Jebakan Maut Harga Minyak WTI $112 \n04:05 - Catur Politik: Trump vs Iran & Selat Hormuz \n05:35 - Waspada Peredaran Uang Palsu \n06:52 - Update IHSG & Rekomendasi Saham \n07:49 - Nasib Emas Antam & Kesimpulan \n\nDukung channel ini dengan cara:\n✅ LIKE jika video ini bermanfaat\n✅ SHARE ke grup investor lu\n✅ SUBSCRIBE & Nyalain Lonceng biar nggak ketinggalan info cuan!\n\nDiskusi di kolom komentar:\nMenurut lu, kalau Dolar tembus ke 18.000, aset apa yang paling aman buat disimpen? Yuk, kita obrolin di bawah!\n\n#Rupiah #Dolar #EkonomiIndonesia #IHSG #SahamHariIni #KrisisEkonomi #GarisModal #DonaldTrump #HargaMinyak #InvestasiSaham #EmasAntam #beritaekonomi \n\nihsg: koreksi ke 6.989... asing \"exit\" 623 miliar... perbankan kena hantam (sumber: indopremier).\nrupiah: nyentuh 17.025... jadi mata uang paling lemes di asia hari ini (sumber: kompas).\nenergi: minyak wti terbang ke 112 dolar... pasokan global terancam gara-gara trump vs iran (sumber: reuters).\nemas: antam turun ke 2,83 juta per gram... koreksi sehat setelah reli panjang (sumber: logam mulia).\nkorporasi: wton dapet kontrak subway manila 110 juta dolar... ammn & bumi jadi top gainers.\ngeopolitik: trump ancam bom infrastruktur energi iran lewat truth social (sumber: metrotv news).\n\n   /   \nharian suara pembaruan\nharian media indonesia\nharian merdeka\nkompas.com\nhttps://www.google.com/finance\nhttps://www.bloomberg.com/\n   /   \nhttps://www.metrotvnews.com/\nhttps://www.indopremier.com/ipotnews/\nhttps://stockbit.com/\nhttps://www.kontan.co.id/\nhttps://www.idnfinancials.com/\n\nlampiran backsound\n\nMusic Cradit to : \n\nMusik oleh Karl Casey @ White Bat Audio \nRetro Horror Synth Theme - Sanity Unravels \n   • Retro Horror Synth Theme - Sanity Unravels...  \n   • 80s Retro Horror Synth  - The Witch // Roy...  \n   • Creepy 80's Horror Theme - Bad Omen // Roy...", "post_id": "CyuhttqfDjU"}}, {"key": "cnbc_id", "attributes": {"label": "cnbc_id", "x": 8.808640663697798, "y": 404.62184310974203, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 6.7227, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "CyuhttqfDjU", "id": "cnbc_id", "source": "youtube-000001", "content": "Dampak Trump Ancam Iran bagi Ekonomi Indonesia: Rupiah dalam Bahaya?\n\nRupiah resmi tembus angka psikologis Rp17.025 per Dolar AS! Apakah ini tanda-tanda \"Deja Vu\" krisis 98 akan terulang kembali? Atau ini hanya anomali sementara di tengah memanasnya tensi geopolitik global antara Donald Trump dan Iran?\n\nDi video kali ini, Garis Modal akan membedah secara dingin dan objektif apa yang sebenarnya terjadi di balik melemahnya Rupiah sendirian di tengah penguatan mata uang Asia lainnya. Kita juga akan membahas dampak lonjakan harga minyak WTI yang menembus $112 per barel terhadap dompet kita dan potensi stagflasi di Indonesia.\n\nApa yang akan kita bahas di video ini?\n\nAnalisis Rupiah 17.000: Kenapa terjadi anomali dan apakah fundamental kita masih kuat?\n\nDampak Harga Minyak Dunia: Krisis energi, beban APBN, dan nasib harga BBM.\n\nGeopolitik Global: Ultimatum Donald Trump ke Iran dan ancaman di Selat Hormuz.\n\nWaspada Keamanan: Isu peredaran uang palsu di tengah ketidakpastian ekonomi.\n\nUpdate Pasar Modal: Nasib saham perbankan (BBRI), tambang (AMMN, BUMI), dan koreksi harga Emas Antam.\n\nJangan sampai lu salah langkah dan terjebak \"FOMO\" atau panik yang nggak perlu. Simak datanya, susun strateginya.\n\nTonton video ini sampai habis untuk dapet update saham top pick di tengah market yang lagi merah!\n\nTimestamp:\n0:00 - Rupiah Tembus 17.000: Trauma 98? \n01:58 - Jebakan Maut Harga Minyak WTI $112 \n04:05 - Catur Politik: Trump vs Iran & Selat Hormuz \n05:35 - Waspada Peredaran Uang Palsu \n06:52 - Update IHSG & Rekomendasi Saham \n07:49 - Nasib Emas Antam & Kesimpulan \n\nDukung channel ini dengan cara:\n✅ LIKE jika video ini bermanfaat\n✅ SHARE ke grup investor lu\n✅ SUBSCRIBE & Nyalain Lonceng biar nggak ketinggalan info cuan!\n\nDiskusi di kolom komentar:\nMenurut lu, kalau Dolar tembus ke 18.000, aset apa yang paling aman buat disimpen? Yuk, kita obrolin di bawah!\n\n#Rupiah #Dolar #EkonomiIndonesia #IHSG #SahamHariIni #KrisisEkonomi #GarisModal #DonaldTrump #HargaMinyak #InvestasiSaham #EmasAntam #beritaekonomi \n\nihsg: koreksi ke 6.989... asing \"exit\" 623 miliar... perbankan kena hantam (sumber: indopremier).\nrupiah: nyentuh 17.025... jadi mata uang paling lemes di asia hari ini (sumber: kompas).\nenergi: minyak wti terbang ke 112 dolar... pasokan global terancam gara-gara trump vs iran (sumber: reuters).\nemas: antam turun ke 2,83 juta per gram... koreksi sehat setelah reli panjang (sumber: logam mulia).\nkorporasi: wton dapet kontrak subway manila 110 juta dolar... ammn & bumi jadi top gainers.\ngeopolitik: trump ancam bom infrastruktur energi iran lewat truth social (sumber: metrotv news).\n\n   /   \nharian suara pembaruan\nharian media indonesia\nharian merdeka\nkompas.com\nhttps://www.google.com/finance\nhttps://www.bloomberg.com/\n   /   \nhttps://www.metrotvnews.com/\nhttps://www.indopremier.com/ipotnews/\nhttps://stockbit.com/\nhttps://www.kontan.co.id/\nhttps://www.idnfinancials.com/\n\nlampiran backsound\n\nMusic Cradit to : \n\nMusik oleh Karl Casey @ White Bat Audio \nRetro Horror Synth Theme - Sanity Unravels \n   • Retro Horror Synth Theme - Sanity Unravels...  \n   • 80s Retro Horror Synth  - The Witch // Roy...  \n   • Creepy 80's Horror Theme - Bad Omen // Roy...", "post_id": "CyuhttqfDjU"}}, {"key": "tvrparlemen", "attributes": {"label": "tvrparlemen", "x": 476.2859091036088, "y": 829.5005820430302, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 6.7227, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "CyuhttqfDjU", "id": "tvrparlemen", "source": "youtube-000001", "content": "Dampak Trump Ancam Iran bagi Ekonomi Indonesia: Rupiah dalam Bahaya?\n\nRupiah resmi tembus angka psikologis Rp17.025 per Dolar AS! Apakah ini tanda-tanda \"Deja Vu\" krisis 98 akan terulang kembali? Atau ini hanya anomali sementara di tengah memanasnya tensi geopolitik global antara Donald Trump dan Iran?\n\nDi video kali ini, Garis Modal akan membedah secara dingin dan objektif apa yang sebenarnya terjadi di balik melemahnya Rupiah sendirian di tengah penguatan mata uang Asia lainnya. Kita juga akan membahas dampak lonjakan harga minyak WTI yang menembus $112 per barel terhadap dompet kita dan potensi stagflasi di Indonesia.\n\nApa yang akan kita bahas di video ini?\n\nAnalisis Rupiah 17.000: Kenapa terjadi anomali dan apakah fundamental kita masih kuat?\n\nDampak Harga Minyak Dunia: Krisis energi, beban APBN, dan nasib harga BBM.\n\nGeopolitik Global: Ultimatum Donald Trump ke Iran dan ancaman di Selat Hormuz.\n\nWaspada Keamanan: Isu peredaran uang palsu di tengah ketidakpastian ekonomi.\n\nUpdate Pasar Modal: Nasib saham perbankan (BBRI), tambang (AMMN, BUMI), dan koreksi harga Emas Antam.\n\nJangan sampai lu salah langkah dan terjebak \"FOMO\" atau panik yang nggak perlu. Simak datanya, susun strateginya.\n\nTonton video ini sampai habis untuk dapet update saham top pick di tengah market yang lagi merah!\n\nTimestamp:\n0:00 - Rupiah Tembus 17.000: Trauma 98? \n01:58 - Jebakan Maut Harga Minyak WTI $112 \n04:05 - Catur Politik: Trump vs Iran & Selat Hormuz \n05:35 - Waspada Peredaran Uang Palsu \n06:52 - Update IHSG & Rekomendasi Saham \n07:49 - Nasib Emas Antam & Kesimpulan \n\nDukung channel ini dengan cara:\n✅ LIKE jika video ini bermanfaat\n✅ SHARE ke grup investor lu\n✅ SUBSCRIBE & Nyalain Lonceng biar nggak ketinggalan info cuan!\n\nDiskusi di kolom komentar:\nMenurut lu, kalau Dolar tembus ke 18.000, aset apa yang paling aman buat disimpen? Yuk, kita obrolin di bawah!\n\n#Rupiah #Dolar #EkonomiIndonesia #IHSG #SahamHariIni #KrisisEkonomi #GarisModal #DonaldTrump #HargaMinyak #InvestasiSaham #EmasAntam #beritaekonomi \n\nihsg: koreksi ke 6.989... asing \"exit\" 623 miliar... perbankan kena hantam (sumber: indopremier).\nrupiah: nyentuh 17.025... jadi mata uang paling lemes di asia hari ini (sumber: kompas).\nenergi: minyak wti terbang ke 112 dolar... pasokan global terancam gara-gara trump vs iran (sumber: reuters).\nemas: antam turun ke 2,83 juta per gram... koreksi sehat setelah reli panjang (sumber: logam mulia).\nkorporasi: wton dapet kontrak subway manila 110 juta dolar... ammn & bumi jadi top gainers.\ngeopolitik: trump ancam bom infrastruktur energi iran lewat truth social (sumber: metrotv news).\n\n   /   \nharian suara pembaruan\nharian media indonesia\nharian merdeka\nkompas.com\nhttps://www.google.com/finance\nhttps://www.bloomberg.com/\n   /   \nhttps://www.metrotvnews.com/\nhttps://www.indopremier.com/ipotnews/\nhttps://stockbit.com/\nhttps://www.kontan.co.id/\nhttps://www.idnfinancials.com/\n\nlampiran backsound\n\nMusic Cradit to : \n\nMusik oleh Karl Casey @ White Bat Audio \nRetro Horror Synth Theme - Sanity Unravels \n   • Retro Horror Synth Theme - Sanity Unravels...  \n   • 80s Retro Horror Synth  - The Witch // Roy...  \n   • Creepy 80's Horror Theme - Bad Omen // Roy...", "post_id": "CyuhttqfDjU"}}, {"key": "@OfficialSINDOnews", "attributes": {"label": "@OfficialSINDOnews", "x": 452.1908510963437, "y": 970.8499967350444, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 4.7177, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 6, "degree": 6}, "_id": "KV1Y9fPsKpI", "id": "@OfficialSINDOnews", "source": "youtube-000001", "content": "INDONESIA SIAGA! Imbas Perang Timur Tengah, Harga BBM Tembus 24 Ribu Rupiah Rakyat Menjerit! | BN\n\nKonflik antara AS, Israel, dan Iran kini dampaknya sudah sampai ke depan pintu rumah kita. Ketegangan di Selat Hormuz memicu lonjakan harga minyak mentah dunia yang luar biasa. Laporan terkini menunjukkan potensi harga BBM di Indonesia meroket hingga angka 24 ribu rupiah! Simak analisis dampak ekonomi, ancaman inflasi, dan nasib subsidi energi Indonesia di tengah eskalasi perang yang tak kunjung usai.\n\nYuk Subscribe \n   /   \n   /   \n   /   \n\nTanggal Tayang: 20 APRIL 2026\n\nSelengkapnya baca di: https://nasional.sindonews.com/\n\nFollow WA Channel: https://whatsapp.com/channel/0029Va9l...\nFollow our Official TikTok   / sindonews  \nFollow our Official Twitter   / sindonews    \nLike our Official Facebook   / sindonews   \nFollow our Official Instagram   / sindonews  \n\nUploader: Dimas\n\n#HargaBBM #EkonomiIndonesia #PerangTimur Tengah #BBMNaik #BreakingNews #Inflasi #InfoTerkini\n#iran #israel #perangtimurtengah #SindoNews #Viral #BeritaTerkini", "post_id": "KV1Y9fPsKpI"}}, {"key": "officialsindonews", "attributes": {"label": "officialsindonews", "x": 892.4811690505727, "y": 705.211748235211, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 5.386, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "KV1Y9fPsKpI", "id": "officialsindonews", "source": "youtube-000001", "content": "INDONESIA SIAGA! Imbas Perang Timur Tengah, Harga BBM Tembus 24 Ribu Rupiah Rakyat Menjerit! | BN\n\nKonflik antara AS, Israel, dan Iran kini dampaknya sudah sampai ke depan pintu rumah kita. Ketegangan di Selat Hormuz memicu lonjakan harga minyak mentah dunia yang luar biasa. Laporan terkini menunjukkan potensi harga BBM di Indonesia meroket hingga angka 24 ribu rupiah! Simak analisis dampak ekonomi, ancaman inflasi, dan nasib subsidi energi Indonesia di tengah eskalasi perang yang tak kunjung usai.\n\nYuk Subscribe \n   /   \n   /   \n   /   \n\nTanggal Tayang: 20 APRIL 2026\n\nSelengkapnya baca di: https://nasional.sindonews.com/\n\nFollow WA Channel: https://whatsapp.com/channel/0029Va9l...\nFollow our Official TikTok   / sindonews  \nFollow our Official Twitter   / sindonews    \nLike our Official Facebook   / sindonews   \nFollow our Official Instagram   / sindonews  \n\nUploader: Dimas\n\n#HargaBBM #EkonomiIndonesia #PerangTimur Tengah #BBMNaik #BreakingNews #Inflasi #InfoTerkini\n#iran #israel #perangtimurtengah #SindoNews #Viral #BeritaTerkini", "post_id": "KV1Y9fPsKpI"}}, {"key": "sindopodcast", "attributes": {"label": "sindopodcast", "x": 59.87903879770884, "y": 812.229212850084, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 5.386, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "KV1Y9fPsKpI", "id": "sindopodcast", "source": "youtube-000001", "content": "INDONESIA SIAGA! Imbas Perang Timur Tengah, Harga BBM Tembus 24 Ribu Rupiah Rakyat Menjerit! | BN\n\nKonflik antara AS, Israel, dan Iran kini dampaknya sudah sampai ke depan pintu rumah kita. Ketegangan di Selat Hormuz memicu lonjakan harga minyak mentah dunia yang luar biasa. Laporan terkini menunjukkan potensi harga BBM di Indonesia meroket hingga angka 24 ribu rupiah! Simak analisis dampak ekonomi, ancaman inflasi, dan nasib subsidi energi Indonesia di tengah eskalasi perang yang tak kunjung usai.\n\nYuk Subscribe \n   /   \n   /   \n   /   \n\nTanggal Tayang: 20 APRIL 2026\n\nSelengkapnya baca di: https://nasional.sindonews.com/\n\nFollow WA Channel: https://whatsapp.com/channel/0029Va9l...\nFollow our Official TikTok   / sindonews  \nFollow our Official Twitter   / sindonews    \nLike our Official Facebook   / sindonews   \nFollow our Official Instagram   / sindonews  \n\nUploader: Dimas\n\n#HargaBBM #EkonomiIndonesia #PerangTimur Tengah #BBMNaik #BreakingNews #Inflasi #InfoTerkini\n#iran #israel #perangtimurtengah #SindoNews #Viral #BeritaTerkini", "post_id": "KV1Y9fPsKpI"}}, {"key": "sindokalam", "attributes": {"label": "sindokalam", "x": 507.40634936564754, "y": 556.5754933324199, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 5.386, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "KV1Y9fPsKpI", "id": "sindokalam", "source": "youtube-000001", "content": "INDONESIA SIAGA! Imbas Perang Timur Tengah, Harga BBM Tembus 24 Ribu Rupiah Rakyat Menjerit! | BN\n\nKonflik antara AS, Israel, dan Iran kini dampaknya sudah sampai ke depan pintu rumah kita. Ketegangan di Selat Hormuz memicu lonjakan harga minyak mentah dunia yang luar biasa. Laporan terkini menunjukkan potensi harga BBM di Indonesia meroket hingga angka 24 ribu rupiah! Simak analisis dampak ekonomi, ancaman inflasi, dan nasib subsidi energi Indonesia di tengah eskalasi perang yang tak kunjung usai.\n\nYuk Subscribe \n   /   \n   /   \n   /   \n\nTanggal Tayang: 20 APRIL 2026\n\nSelengkapnya baca di: https://nasional.sindonews.com/\n\nFollow WA Channel: https://whatsapp.com/channel/0029Va9l...\nFollow our Official TikTok   / sindonews  \nFollow our Official Twitter   / sindonews    \nLike our Official Facebook   / sindonews   \nFollow our Official Instagram   / sindonews  \n\nUploader: Dimas\n\n#HargaBBM #EkonomiIndonesia #PerangTimur Tengah #BBMNaik #BreakingNews #Inflasi #InfoTerkini\n#iran #israel #perangtimurtengah #SindoNews #Viral #BeritaTerkini", "post_id": "KV1Y9fPsKpI"}}, {"key": "@tvOneNews", "attributes": {"label": "@tvOneNews", "x": 127.32305854451242, "y": 588.1912260289275, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 4.7177, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 5, "degree": 5}, "_id": "gsZH3y601Eg", "id": "@tvOneNews", "source": "youtube-000001", "content": "[LIVE] Timur Tengah Membara, Ekonomi Indonesia Siaga? | Indonesia Business Forum tvOne\n\nJakarta, https://www.tvOnenews.com - [LIVE] Timur Tengah Membara, Ekonomi Indonesia Siaga? | Indonesia Business Forum tvOne\n\nKetegangan geopolitik di kawasan timur tengah masih terus berlangsung, khususnya antara iran, amerika serikat, dan israel. konflik yang berpotensi berlarut-larut ini tidak hanya berdampak pada stabilitas kawasan, tetapi juga memicu kekhawatiran global, terutama terkait ancaman gangguan distribusi energi dunia.\n\nPerundingan terbaru antara Iran dan AS memang masih alot bahkan sempat mandek tanpa kesepakatan setelah pembahasan panjang, meski peluang dialog negosiasi lanjutan masih terbuka dalam waktu dekat untuk dilanjutkan oleh kedua pihak. Namun kita juga harus bersiap dengan segala kemungkinan yang terjadi untuk segala resikonya.\n\nsalah satu titik krusial yang menjadi sorotan adalah selat hormuz, jalur vital yang dilalui sekitar 30% pasokan minyak dunia. ancaman blokade di wilayah ini berpotensi memicu lonjakan harga minyak global secara signifikan.\ndampaknya tentu tidak berhenti di negara-negara yang terlibat konflik. negara berkembang seperti indonesia juga menghadapi risiko ekonomi yang serius mulai dari tekanan inflasi, pelemahan nilai tukar rupiah, hingga meningkatnya beban subsidi energi.\n\nlalu, bagaimana sebenarnya dampak ekonomi dari konflik ini terhadap masyarakat luas? Seberapa besar risiko yang harus diantisipasi oleh indonesia? Dan strategi apa yang perlu disiapkan untuk menghadapi ketidakpastian global ini?\n\nIBF01\nFN01\n\nSaksikan live streaming tvOne hanya di https://www.tvonenews.com/live\nDan jangan lupa untuk follow akun-Akun Sosial Media tvOnenews untuk mendapatkan beragam informasi terkini dan update dari kami:\n\nFacebook -   / tvonenews  \nInstagram -   / tvonenews  \nTwitter -   / tvonenews  \nTikTok -   / tvonenews  \nWebsite - https://tvOnenews.com\nMusic by Declan DP\n   /", "post_id": "gsZH3y601Eg"}}, {"key": "declandpmusic", "attributes": {"label": "declandpmusic", "x": 504.62469980515357, "y": 456.6831204155277, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 5.5197, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 5, "out_degree": 0, "degree": 5}, "_id": "gsZH3y601Eg", "id": "declandpmusic", "source": "youtube-000001", "content": "[LIVE] Timur Tengah Membara, Ekonomi Indonesia Siaga? | Indonesia Business Forum tvOne\n\nJakarta, https://www.tvOnenews.com - [LIVE] Timur Tengah Membara, Ekonomi Indonesia Siaga? | Indonesia Business Forum tvOne\n\nKetegangan geopolitik di kawasan timur tengah masih terus berlangsung, khususnya antara iran, amerika serikat, dan israel. konflik yang berpotensi berlarut-larut ini tidak hanya berdampak pada stabilitas kawasan, tetapi juga memicu kekhawatiran global, terutama terkait ancaman gangguan distribusi energi dunia.\n\nPerundingan terbaru antara Iran dan AS memang masih alot bahkan sempat mandek tanpa kesepakatan setelah pembahasan panjang, meski peluang dialog negosiasi lanjutan masih terbuka dalam waktu dekat untuk dilanjutkan oleh kedua pihak. Namun kita juga harus bersiap dengan segala kemungkinan yang terjadi untuk segala resikonya.\n\nsalah satu titik krusial yang menjadi sorotan adalah selat hormuz, jalur vital yang dilalui sekitar 30% pasokan minyak dunia. ancaman blokade di wilayah ini berpotensi memicu lonjakan harga minyak global secara signifikan.\ndampaknya tentu tidak berhenti di negara-negara yang terlibat konflik. negara berkembang seperti indonesia juga menghadapi risiko ekonomi yang serius mulai dari tekanan inflasi, pelemahan nilai tukar rupiah, hingga meningkatnya beban subsidi energi.\n\nlalu, bagaimana sebenarnya dampak ekonomi dari konflik ini terhadap masyarakat luas? Seberapa besar risiko yang harus diantisipasi oleh indonesia? Dan strategi apa yang perlu disiapkan untuk menghadapi ketidakpastian global ini?\n\nIBF01\nFN01\n\nSaksikan live streaming tvOne hanya di https://www.tvonenews.com/live\nDan jangan lupa untuk follow akun-Akun Sosial Media tvOnenews untuk mendapatkan beragam informasi terkini dan update dari kami:\n\nFacebook -   / tvonenews  \nInstagram -   / tvonenews  \nTwitter -   / tvonenews  \nTikTok -   / tvonenews  \nWebsite - https://tvOnenews.com\nMusic by Declan DP\n   /", "post_id": "gsZH3y601Eg"}}, {"key": "@InnerBoost-oe4sd", "attributes": {"label": "@InnerBoost-oe4sd", "x": 846.6226071728196, "y": 400.49096006830064, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 4.7177, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "zQ-T67u7Do0", "id": "@InnerBoost-oe4sd", "source": "youtube-000001", "content": "Rupiah Tembus 17.000! Ini Dampak Nyatanya ke Hidup\n\n🔥 Rupiah Tembus 17.000! Ini Dampak Nyatanya ke Hidup Lo (Harga Naik Semua?)\n\n💥 Rupiah akhirnya tembus Rp17.000 per dolar AS…\nDan ini bukan sekadar angka.\n\nIni adalah alarm bahaya ekonomi yang dampaknya bisa langsung kerasa ke kehidupan lo sehari-hari.\n\nMulai dari:\n💸 Harga barang naik\n✈️ Liburan makin mahal\n⛽ BBM berpotensi naik\n📉 Bahkan ekonomi Indonesia bisa ikut tertekan\n\nDi video ini, kita bakal kupas tuntas dengan cara yang simple, santai, tapi dalam banget tentang:\n\n📊 APA YANG TERJADI DENGAN RUPIAH?\n\n✅ Rupiah melemah hingga tembus Rp17.000\n✅ Dolar AS menguat signifikan di tahun 2026\n✅ Ini jadi salah satu pelemahan paling serius dalam beberapa waktu terakhir\n\nTapi… kenapa ini bisa terjadi?\n\n🌍 PENYEBAB UTAMA RUPIAH MELEMAH\n\n🔥 Bukan cuma faktor dalam negeri…\nAda kekuatan besar dari luar yang bikin rupiah tertekan:\n\n✔️ Penguatan dolar AS (DXY naik drastis)\n✔️ Suku bunga tinggi dari The Fed\n✔️ Ketidakpastian ekonomi global\n✔️ Konflik geopolitik (Perang AS vs Iran)\n\n💡 Investor global sekarang lagi “lari” ke dolar sebagai safe haven\nDan efeknya?\n\n➡️ Mata uang lain, termasuk rupiah… ikut jatuh\n\n⚠️ PREDIKSI MENGERIKAN: RUPIAH BISA TEMBUS 17.500\n\n📉 Menurut analis, kalau konflik global gak mereda:\n\n👉 Rupiah bisa jatuh lebih dalam ke Rp17.500\n\nArtinya?\n\n❗ Tekanan ekonomi makin berat\n❗ Harga-harga makin naik\n❗ Daya beli masyarakat bisa turun\n\n💰 DAMPAK LANGSUNG KE KEHIDUPAN LO\n\nIni bagian paling penting…\n\nKarena efeknya bukan cuma di berita, tapi di dompet lo langsung 👇\n\n🛒 Harga Barang Naik\n\n✔️ Barang impor jadi lebih mahal\n✔️ Elektronik, bahan baku, hingga makanan ikut naik\n\n🏭 Biaya Produksi Meningkat\n\n✔️ Industri tergantung impor kena dampak\n✔️ Ujung-ujungnya harga jual naik\n\n✈️ Liburan ke Luar Negeri Mahal\n\n✔️ Tiket & hotel naik\n✔️ Semua transaksi pakai dolar jadi lebih berat\n\n📈 Tapi Ada yang Diuntungkan!\n\n✔️ Eksportir dapat untung lebih besar\n✔️ Pariwisata Indonesia bisa naik karena turis asing lebih kuat\n\n⛽ Efek ke BBM & Energi\n\n✔️ Indonesia masih impor minyak\n✔️ Dolar naik = biaya impor naik\n✔️ BBM berpotensi ikut naik\n\n📉 KENAPA EMAS MALAH BISA TURUN?\n\nMenariknya…\n\n💡 Saat krisis, investor lebih pilih dolar\nBukan emas\n\n➡️ Karena dolar dianggap lebih likuid dan aman saat ini\n\n🧠 CARA CERDAS MENGHADAPI SITUASI INI\n\nJangan panik. Tapi juga jangan cuek.\n\nIni yang bisa lo lakukan 👇\n\n✅ Pantau kurs secara rutin\n✅ Atur ulang keuangan lo\n✅ Diversifikasi aset (jangan cuma rupiah)\n✅ Siapkan strategi jangka panjang\n✅ Ambil keputusan berdasarkan data, bukan emosi\n\n🚨 KESIMPULAN BESAR\n\nRupiah 17.000 bukan akhir…\n\nTapi ini adalah peringatan awal.\n\nTentang:\n⚠️ Dunia yang sedang tidak stabil\n⚠️ Ekonomi global yang berubah\n⚠️ Dan pentingnya lo siap secara finansial\n\n🎯 KENAPA HARUS NONTON VIDEO INI SAMPAI HABIS?\n\nKarena di video ini lo bakal dapet:\n\n✔️ Penjelasan lengkap & mudah dipahami\n✔️ Analisis tajam tanpa ribet\n✔️ Insight yang jarang dibahas\n✔️ Cara bertahan di kondisi ekonomi sulit\n\n🔔 SUPPOCHANNEL INNER BOOST\n\nKalau lo suka konten yang:\n💡 Ngebuka cara berpikir\n💡 Ngebantu lo lebih siap secara mental & finansial\n💡 Dan relevan banget sama kehidupan nyata\n\n👉 Jangan lupa:\n\n✅ LIKE 👍\n✅ COMMENT 💬\n✅ SHARE 🔁\n✅ SUBSCRIBE 🔔\n\nKarena dukungan lo bantu channel ini terus berkembang 🙌\n\n\n\n#nilaitukarrupiah #kursdollar #ekonomiglobal #ekonomidunia #ekonominasional #inflasi  #Rupiah17000 #DolarNaik #hargaminyak  #EkonomiIndonesia #KursRupiah\n#BeritaEkonomi #RupiahMelemah #DolarAS\n#Investasi #Keuangan #KrisisEkonomi #PerangGlobal #IHSG #HargaNaik #InnerBoost\n\n\n\n‪-oe4sd‬", "post_id": "zQ-T67u7Do0"}}, {"key": "InnerBoost", "attributes": {"label": "InnerBoost", "x": 732.6124359689213, "y": 309.54369687230286, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 6.7227, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "zQ-T67u7Do0", "id": "InnerBoost", "source": "youtube-000001", "content": "Rupiah Tembus 17.000! Ini Dampak Nyatanya ke Hidup\n\n🔥 Rupiah Tembus 17.000! Ini Dampak Nyatanya ke Hidup Lo (Harga Naik Semua?)\n\n💥 Rupiah akhirnya tembus Rp17.000 per dolar AS…\nDan ini bukan sekadar angka.\n\nIni adalah alarm bahaya ekonomi yang dampaknya bisa langsung kerasa ke kehidupan lo sehari-hari.\n\nMulai dari:\n💸 Harga barang naik\n✈️ Liburan makin mahal\n⛽ BBM berpotensi naik\n📉 Bahkan ekonomi Indonesia bisa ikut tertekan\n\nDi video ini, kita bakal kupas tuntas dengan cara yang simple, santai, tapi dalam banget tentang:\n\n📊 APA YANG TERJADI DENGAN RUPIAH?\n\n✅ Rupiah melemah hingga tembus Rp17.000\n✅ Dolar AS menguat signifikan di tahun 2026\n✅ Ini jadi salah satu pelemahan paling serius dalam beberapa waktu terakhir\n\nTapi… kenapa ini bisa terjadi?\n\n🌍 PENYEBAB UTAMA RUPIAH MELEMAH\n\n🔥 Bukan cuma faktor dalam negeri…\nAda kekuatan besar dari luar yang bikin rupiah tertekan:\n\n✔️ Penguatan dolar AS (DXY naik drastis)\n✔️ Suku bunga tinggi dari The Fed\n✔️ Ketidakpastian ekonomi global\n✔️ Konflik geopolitik (Perang AS vs Iran)\n\n💡 Investor global sekarang lagi “lari” ke dolar sebagai safe haven\nDan efeknya?\n\n➡️ Mata uang lain, termasuk rupiah… ikut jatuh\n\n⚠️ PREDIKSI MENGERIKAN: RUPIAH BISA TEMBUS 17.500\n\n📉 Menurut analis, kalau konflik global gak mereda:\n\n👉 Rupiah bisa jatuh lebih dalam ke Rp17.500\n\nArtinya?\n\n❗ Tekanan ekonomi makin berat\n❗ Harga-harga makin naik\n❗ Daya beli masyarakat bisa turun\n\n💰 DAMPAK LANGSUNG KE KEHIDUPAN LO\n\nIni bagian paling penting…\n\nKarena efeknya bukan cuma di berita, tapi di dompet lo langsung 👇\n\n🛒 Harga Barang Naik\n\n✔️ Barang impor jadi lebih mahal\n✔️ Elektronik, bahan baku, hingga makanan ikut naik\n\n🏭 Biaya Produksi Meningkat\n\n✔️ Industri tergantung impor kena dampak\n✔️ Ujung-ujungnya harga jual naik\n\n✈️ Liburan ke Luar Negeri Mahal\n\n✔️ Tiket & hotel naik\n✔️ Semua transaksi pakai dolar jadi lebih berat\n\n📈 Tapi Ada yang Diuntungkan!\n\n✔️ Eksportir dapat untung lebih besar\n✔️ Pariwisata Indonesia bisa naik karena turis asing lebih kuat\n\n⛽ Efek ke BBM & Energi\n\n✔️ Indonesia masih impor minyak\n✔️ Dolar naik = biaya impor naik\n✔️ BBM berpotensi ikut naik\n\n📉 KENAPA EMAS MALAH BISA TURUN?\n\nMenariknya…\n\n💡 Saat krisis, investor lebih pilih dolar\nBukan emas\n\n➡️ Karena dolar dianggap lebih likuid dan aman saat ini\n\n🧠 CARA CERDAS MENGHADAPI SITUASI INI\n\nJangan panik. Tapi juga jangan cuek.\n\nIni yang bisa lo lakukan 👇\n\n✅ Pantau kurs secara rutin\n✅ Atur ulang keuangan lo\n✅ Diversifikasi aset (jangan cuma rupiah)\n✅ Siapkan strategi jangka panjang\n✅ Ambil keputusan berdasarkan data, bukan emosi\n\n🚨 KESIMPULAN BESAR\n\nRupiah 17.000 bukan akhir…\n\nTapi ini adalah peringatan awal.\n\nTentang:\n⚠️ Dunia yang sedang tidak stabil\n⚠️ Ekonomi global yang berubah\n⚠️ Dan pentingnya lo siap secara finansial\n\n🎯 KENAPA HARUS NONTON VIDEO INI SAMPAI HABIS?\n\nKarena di video ini lo bakal dapet:\n\n✔️ Penjelasan lengkap & mudah dipahami\n✔️ Analisis tajam tanpa ribet\n✔️ Insight yang jarang dibahas\n✔️ Cara bertahan di kondisi ekonomi sulit\n\n🔔 SUPPOCHANNEL INNER BOOST\n\nKalau lo suka konten yang:\n💡 Ngebuka cara berpikir\n💡 Ngebantu lo lebih siap secara mental & finansial\n💡 Dan relevan banget sama kehidupan nyata\n\n👉 Jangan lupa:\n\n✅ LIKE 👍\n✅ COMMENT 💬\n✅ SHARE 🔁\n✅ SUBSCRIBE 🔔\n\nKarena dukungan lo bantu channel ini terus berkembang 🙌\n\n\n\n#nilaitukarrupiah #kursdollar #ekonomiglobal #ekonomidunia #ekonominasional #inflasi  #Rupiah17000 #DolarNaik #hargaminyak  #EkonomiIndonesia #KursRupiah\n#BeritaEkonomi #RupiahMelemah #DolarAS\n#Investasi #Keuangan #KrisisEkonomi #PerangGlobal #IHSG #HargaNaik #InnerBoost\n\n\n\n‪-oe4sd‬", "post_id": "zQ-T67u7Do0"}}, {"key": "@wawasan-cerdas", "attributes": {"label": "@wawasan-cerdas", "x": 251.34743692032768, "y": 335.89734132318307, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 4.7177, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 8, "degree": 8}, "_id": "2m6CsA53lyw", "id": "@wawasan-cerdas", "source": "youtube-000001", "content": "KIAMAT GLOBAL TAPI IHSG HIJAU? Rahasia Cuan Saat Negosiasi Iran AS Gagal Total! | Wawasan Cerdas\n\n🚨 KIAMAT GLOBAL TAPI IHSG HIJAU? Rahasia \"Smart Money\" Saat Perang Energi & Negosiasi AS-Iran Gagal Total! 🚨\n\nSelamat datang kembali di Wawasan Cerdas! Pernahkah Anda membayangkan bahwa di saat dunia sedang dilanda kepanikan global ekstrem, pasar saham kita justru menemukan keajaibannya dan berbalik mencetak keuntungan? Hari ini, kami akan membongkar tuntas misteri besar: mengapa Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menolak hancur dan tetap perkasa di zona hijau, meskipun terjadi guncangan geopolitik dan ekonomi makro yang sangat mengerikan.\n\n🔥 Petaka 21 Jam di Islamabad dan Blokade Selat Hormuz Semuanya bermula dari sebuah ruangan rapat tertutup di Islamabad, Pakistan. Terjadi negosiasi maraton tingkat tinggi selama 21 jam antara delegasi Amerika Serikat, yang dipimpin langsung oleh Wakil Presiden JD Vance, dan perwakilan Iran. Sayangnya, perundingan ini berakhir dengan kegagalan total karena Iran menolak keras tuntutan AS terkait program nuklir dan justru menuntut kendali lebih atas selat strategis mereka.\n\nKegagalan ini memicu Presiden AS Donald Trump mengambil langkah tanpa preseden: memerintahkan Angkatan Laut AS dan CENTCOM untuk memberlakukan blokade maritim komprehensif di Selat Hormuz. Mengapa ini penting bagi Anda? Selat Hormuz adalah \"urat nadi\" perekonomian dunia tempat mengalirnya 20 juta barel minyak mentah per hari, atau setara 20% dari total konsumsi minyak dunia. Akibat blokade ini, pasar komoditas meledak; harga minyak acuan Brent terbang hampir 9% menembus US103,73perbarel,danWTImenyentuhUS105,46 per barel.\n\n💸 Bencana Rupiah dan Ancaman Inflasi di Depan Mata Bagi kita di Indonesia, lonjakan harga minyak ini adalah sinyal bahaya. Indonesia adalah importir neto minyak bumi, di mana 56% impor minyak kita berasal dari Timur Tengah dan harus melewati Selat Hormuz yang kini diblokade. Kepanikan global memborong Dolar AS langsung menghajar nilai tukar mata uang kita, membuat Rupiah terkapar menembus level historis Rp17.089 per Dolar AS. \n\n❌ Jebakan Batman: Mengapa Membeli Emas Hari Ini Adalah Kesalahan Besar? Insting pertama Anda saat perang pecah mungkin adalah memborong emas fisik. Namun, kami peringatkan: JANGAN LAKUKAN ITU! Di pasar global, harga emas justru anjlok 2,05% ke level US$4.654,25 akibat fenomena likuidasi paksa (margin call). Di Indonesia, pabrikan menciptakan \"Jebakan Batman\" dengan selisih harga ( spread ) yang mencekik; harga beli emas dipatok nyaris Rp3.000.000 per gram, sementara harga jual kembalinya ( buyback ) dikunci jatuh di dasar pada level Rp2.671.200 per gram. Membeli emas fisik saat kepanikan ini adalah bunuh diri finansial jangka pendek bagi Anda.\n\n📈 Keajaiban IHSG: \"Durian Runtuh\" Substitusi Energi Di saat bursa saham Asia seperti Nikkei (Jepang), KOSPI (Korea Selatan), dan Hang Seng (Hong Kong) berdarah-darah karena ketergantungan 100% pada impor minyak, IHSG kita justru melesat. Pada pembukaan, IHSG sempat anjlok 1,25%, namun berhasil melakukan technical rebound dan kembali ke zona hijau. Mengapa? Jawabannya adalah \"Efek Substitusi Energi\". \n\nBursa kita diselamatkan oleh emiten eksportir komoditas. Mereka menikmati \"durian runtuh\" ganda: menjual batu bara dalam Dolar AS yang sedang mahal, sementara biaya operasional dibayar menggunakan Rupiah yang melemah, membuat margin keuntungan mereka membengkak tajam secara otomatis.\n\n💼 Contekan Portofolio \"Smart Money\" Asing (Wajib Tahu!) Kami telah melacak pergerakan dana asing hari ini, dan inilah strategi yang wajib Anda tiru:\nBorong Saham Energi & Logam: Asing secara agresif melakukan akumulasi pada saham PT Adaro Energy Indonesia Tbk (ADRO), PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC), PT Barito Pacific Tbk (BRPT), PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN), dan PT Vale Indonesia Tbk (INCO). \n\nRotasi Perbankan: Mengejutkannya, asing membuang PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) secara masif ( net sell Rp128,35 miliar).\n\nHindari Saham FMCG/Konsumer: Jangan sentuh perusahaan yang sangat bergantung pada bahan baku impor, karena margin mereka akan hancur oleh Dolar di level Rp17.000.\n\nKrisis makroekonomi ini adalah pelajaran berharga bahwa kita tidak boleh panik. Dengan mengevaluasi portofolio secara cermat dan mengikuti jejak Smart Money, krisis global justru bisa menjadi peluang cuan terbesar untuk Anda.\n\n👇 JADILAH PENYELAMAT! Jangan biarkan informasi vital ini berhenti di layar Anda. Tekan tombol LIKE, SUBSCRIBE channel Wawasan Cerdas, dan SHARE video ini ke grup WhatsApp!\n\nBersama Wawasan Cerdas, mari kita amankan masa depan finansial kita di tengah badai krisis! 🚀\n\n--------------------------------------------------------------------------------\n#WawasanCerdas #IHSG #SahamBatuBara #KrisisSelatHormuz #PerangIranAS #InvestasiSaham #HargaMinyakDunia #NilaiTukarRupiah #SahamPemula #SmartMoney #RekomendasiSaham #SahamADRO #SahamMEDC #SahamBMRI #SahamBBRI #InvestasiEmas #KrisisEkonomi #GeopolitikGlobal \n\nJoin this channel to get access to perks:\n   / -cerdas", "post_id": "2m6CsA53lyw"}}, {"key": "wawasan", "attributes": {"label": "wawasan", "x": 406.9700480922871, "y": 303.15539728357464, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 5.2189, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 8, "out_degree": 0, "degree": 8}, "_id": "2m6CsA53lyw", "id": "wawasan", "source": "youtube-000001", "content": "KIAMAT GLOBAL TAPI IHSG HIJAU? Rahasia Cuan Saat Negosiasi Iran AS Gagal Total! | Wawasan Cerdas\n\n🚨 KIAMAT GLOBAL TAPI IHSG HIJAU? Rahasia \"Smart Money\" Saat Perang Energi & Negosiasi AS-Iran Gagal Total! 🚨\n\nSelamat datang kembali di Wawasan Cerdas! Pernahkah Anda membayangkan bahwa di saat dunia sedang dilanda kepanikan global ekstrem, pasar saham kita justru menemukan keajaibannya dan berbalik mencetak keuntungan? Hari ini, kami akan membongkar tuntas misteri besar: mengapa Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menolak hancur dan tetap perkasa di zona hijau, meskipun terjadi guncangan geopolitik dan ekonomi makro yang sangat mengerikan.\n\n🔥 Petaka 21 Jam di Islamabad dan Blokade Selat Hormuz Semuanya bermula dari sebuah ruangan rapat tertutup di Islamabad, Pakistan. Terjadi negosiasi maraton tingkat tinggi selama 21 jam antara delegasi Amerika Serikat, yang dipimpin langsung oleh Wakil Presiden JD Vance, dan perwakilan Iran. Sayangnya, perundingan ini berakhir dengan kegagalan total karena Iran menolak keras tuntutan AS terkait program nuklir dan justru menuntut kendali lebih atas selat strategis mereka.\n\nKegagalan ini memicu Presiden AS Donald Trump mengambil langkah tanpa preseden: memerintahkan Angkatan Laut AS dan CENTCOM untuk memberlakukan blokade maritim komprehensif di Selat Hormuz. Mengapa ini penting bagi Anda? Selat Hormuz adalah \"urat nadi\" perekonomian dunia tempat mengalirnya 20 juta barel minyak mentah per hari, atau setara 20% dari total konsumsi minyak dunia. Akibat blokade ini, pasar komoditas meledak; harga minyak acuan Brent terbang hampir 9% menembus US103,73perbarel,danWTImenyentuhUS105,46 per barel.\n\n💸 Bencana Rupiah dan Ancaman Inflasi di Depan Mata Bagi kita di Indonesia, lonjakan harga minyak ini adalah sinyal bahaya. Indonesia adalah importir neto minyak bumi, di mana 56% impor minyak kita berasal dari Timur Tengah dan harus melewati Selat Hormuz yang kini diblokade. Kepanikan global memborong Dolar AS langsung menghajar nilai tukar mata uang kita, membuat Rupiah terkapar menembus level historis Rp17.089 per Dolar AS. \n\n❌ Jebakan Batman: Mengapa Membeli Emas Hari Ini Adalah Kesalahan Besar? Insting pertama Anda saat perang pecah mungkin adalah memborong emas fisik. Namun, kami peringatkan: JANGAN LAKUKAN ITU! Di pasar global, harga emas justru anjlok 2,05% ke level US$4.654,25 akibat fenomena likuidasi paksa (margin call). Di Indonesia, pabrikan menciptakan \"Jebakan Batman\" dengan selisih harga ( spread ) yang mencekik; harga beli emas dipatok nyaris Rp3.000.000 per gram, sementara harga jual kembalinya ( buyback ) dikunci jatuh di dasar pada level Rp2.671.200 per gram. Membeli emas fisik saat kepanikan ini adalah bunuh diri finansial jangka pendek bagi Anda.\n\n📈 Keajaiban IHSG: \"Durian Runtuh\" Substitusi Energi Di saat bursa saham Asia seperti Nikkei (Jepang), KOSPI (Korea Selatan), dan Hang Seng (Hong Kong) berdarah-darah karena ketergantungan 100% pada impor minyak, IHSG kita justru melesat. Pada pembukaan, IHSG sempat anjlok 1,25%, namun berhasil melakukan technical rebound dan kembali ke zona hijau. Mengapa? Jawabannya adalah \"Efek Substitusi Energi\". \n\nBursa kita diselamatkan oleh emiten eksportir komoditas. Mereka menikmati \"durian runtuh\" ganda: menjual batu bara dalam Dolar AS yang sedang mahal, sementara biaya operasional dibayar menggunakan Rupiah yang melemah, membuat margin keuntungan mereka membengkak tajam secara otomatis.\n\n💼 Contekan Portofolio \"Smart Money\" Asing (Wajib Tahu!) Kami telah melacak pergerakan dana asing hari ini, dan inilah strategi yang wajib Anda tiru:\nBorong Saham Energi & Logam: Asing secara agresif melakukan akumulasi pada saham PT Adaro Energy Indonesia Tbk (ADRO), PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC), PT Barito Pacific Tbk (BRPT), PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN), dan PT Vale Indonesia Tbk (INCO). \n\nRotasi Perbankan: Mengejutkannya, asing membuang PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) secara masif ( net sell Rp128,35 miliar).\n\nHindari Saham FMCG/Konsumer: Jangan sentuh perusahaan yang sangat bergantung pada bahan baku impor, karena margin mereka akan hancur oleh Dolar di level Rp17.000.\n\nKrisis makroekonomi ini adalah pelajaran berharga bahwa kita tidak boleh panik. Dengan mengevaluasi portofolio secara cermat dan mengikuti jejak Smart Money, krisis global justru bisa menjadi peluang cuan terbesar untuk Anda.\n\n👇 JADILAH PENYELAMAT! Jangan biarkan informasi vital ini berhenti di layar Anda. Tekan tombol LIKE, SUBSCRIBE channel Wawasan Cerdas, dan SHARE video ini ke grup WhatsApp!\n\nBersama Wawasan Cerdas, mari kita amankan masa depan finansial kita di tengah badai krisis! 🚀\n\n--------------------------------------------------------------------------------\n#WawasanCerdas #IHSG #SahamBatuBara #KrisisSelatHormuz #PerangIranAS #InvestasiSaham #HargaMinyakDunia #NilaiTukarRupiah #SahamPemula #SmartMoney #RekomendasiSaham #SahamADRO #SahamMEDC #SahamBMRI #SahamBBRI #InvestasiEmas #KrisisEkonomi #GeopolitikGlobal \n\nJoin this channel to get access to perks:\n   / -cerdas", "post_id": "2m6CsA53lyw"}}, {"key": "@IDXChannel", "attributes": {"label": "@IDXChannel", "x": 91.47694479187562, "y": 415.5318674639034, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 4.7177, "eigenvector": 0.0019, "in_degree": 0, "out_degree": 70, "degree": 70}, "_id": "BRfGckOGlYA", "id": "@IDXChannel", "source": "youtube-000001", "content": "Dari Minyak ke Rupiah: Efek Panas Selat Hormuz ke Ekonomi RI | SPECIAL TALK\n\nKetegangan di Selat Hormuz bukan sekadar isu geopolitik regional, ini adalah titik rawan yang bisa mengguncang denyut ekonomi global. Jalur sempit yang dilalui sekitar seperlima pasokan minyak dunia itu kini kembali memanas, memunculkan kekhawatiran berantai: lonjakan harga energi, tekanan inflasi, hingga gejolak nilai tukar di berbagai negara, termasuk Indonesia.\n\nDalam konteks domestik, Indonesia berada di persimpangan yang sensitif. Kenaikan harga minyak berpotensi menekan inflasi dalam waktu relatif singkat, sementara rupiah menghadapi ujian dari kombinasi faktor eksternal, seperti penguatan dolar AS dan ketidakpastian global, serta kerentanan internal yang belum sepenuhnya pulih. Risiko terhadap defisit transaksi berjalan pun ikut membayangi jika impor energi melonjak.\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nFollow US on Social Media\nYuk Subscribe -    /   \nWa Channel - https://whatsapp.com/channel/0029Va5V...\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idx_channel  \n-------------------------------------------------------------------------------------\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\nMyRepublic Channel 576\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "BRfGckOGlYA"}}, {"key": "idxchannel_", "attributes": {"label": "idxchannel_", "x": 34.222549676473534, "y": 506.3395337726352, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 4.775, "eigenvector": 0.001, "in_degree": 10, "out_degree": 0, "degree": 10}, "_id": "BRfGckOGlYA", "id": "idxchannel_", "source": "youtube-000001", "content": "Dari Minyak ke Rupiah: Efek Panas Selat Hormuz ke Ekonomi RI | SPECIAL TALK\n\nKetegangan di Selat Hormuz bukan sekadar isu geopolitik regional, ini adalah titik rawan yang bisa mengguncang denyut ekonomi global. Jalur sempit yang dilalui sekitar seperlima pasokan minyak dunia itu kini kembali memanas, memunculkan kekhawatiran berantai: lonjakan harga energi, tekanan inflasi, hingga gejolak nilai tukar di berbagai negara, termasuk Indonesia.\n\nDalam konteks domestik, Indonesia berada di persimpangan yang sensitif. Kenaikan harga minyak berpotensi menekan inflasi dalam waktu relatif singkat, sementara rupiah menghadapi ujian dari kombinasi faktor eksternal, seperti penguatan dolar AS dan ketidakpastian global, serta kerentanan internal yang belum sepenuhnya pulih. Risiko terhadap defisit transaksi berjalan pun ikut membayangi jika impor energi melonjak.\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nFollow US on Social Media\nYuk Subscribe -    /   \nWa Channel - https://whatsapp.com/channel/0029Va5V...\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idx_channel  \n-------------------------------------------------------------------------------------\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\nMyRepublic Channel 576\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "BRfGckOGlYA"}}, {"key": "wicky_adrian", "attributes": {"label": "wicky_adrian", "x": 453.2435049043081, "y": 907.5632482801699, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 5.4433, "eigenvector": 0.0019, "in_degree": 11, "out_degree": 0, "degree": 11}, "_id": "BRfGckOGlYA", "id": "wicky_adrian", "source": "youtube-000001", "content": "Dari Minyak ke Rupiah: Efek Panas Selat Hormuz ke Ekonomi RI | SPECIAL TALK\n\nKetegangan di Selat Hormuz bukan sekadar isu geopolitik regional, ini adalah titik rawan yang bisa mengguncang denyut ekonomi global. Jalur sempit yang dilalui sekitar seperlima pasokan minyak dunia itu kini kembali memanas, memunculkan kekhawatiran berantai: lonjakan harga energi, tekanan inflasi, hingga gejolak nilai tukar di berbagai negara, termasuk Indonesia.\n\nDalam konteks domestik, Indonesia berada di persimpangan yang sensitif. Kenaikan harga minyak berpotensi menekan inflasi dalam waktu relatif singkat, sementara rupiah menghadapi ujian dari kombinasi faktor eksternal, seperti penguatan dolar AS dan ketidakpastian global, serta kerentanan internal yang belum sepenuhnya pulih. Risiko terhadap defisit transaksi berjalan pun ikut membayangi jika impor energi melonjak.\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nFollow US on Social Media\nYuk Subscribe -    /   \nWa Channel - https://whatsapp.com/channel/0029Va5V...\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idx_channel  \n-------------------------------------------------------------------------------------\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\nMyRepublic Channel 576\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "BRfGckOGlYA"}}, {"key": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "fajar.wayong", "x": 621.9709608772783, "y": 444.4692652861792, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 5.4433, "eigenvector": 0.0019, "in_degree": 22, "out_degree": 0, "degree": 22}, "_id": "BRfGckOGlYA", "id": "fajar.wayong", "source": "youtube-000001", "content": "Dari Minyak ke Rupiah: Efek Panas Selat Hormuz ke Ekonomi RI | SPECIAL TALK\n\nKetegangan di Selat Hormuz bukan sekadar isu geopolitik regional, ini adalah titik rawan yang bisa mengguncang denyut ekonomi global. Jalur sempit yang dilalui sekitar seperlima pasokan minyak dunia itu kini kembali memanas, memunculkan kekhawatiran berantai: lonjakan harga energi, tekanan inflasi, hingga gejolak nilai tukar di berbagai negara, termasuk Indonesia.\n\nDalam konteks domestik, Indonesia berada di persimpangan yang sensitif. Kenaikan harga minyak berpotensi menekan inflasi dalam waktu relatif singkat, sementara rupiah menghadapi ujian dari kombinasi faktor eksternal, seperti penguatan dolar AS dan ketidakpastian global, serta kerentanan internal yang belum sepenuhnya pulih. Risiko terhadap defisit transaksi berjalan pun ikut membayangi jika impor energi melonjak.\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nFollow US on Social Media\nYuk Subscribe -    /   \nWa Channel - https://whatsapp.com/channel/0029Va5V...\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idx_channel  \n-------------------------------------------------------------------------------------\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\nMyRepublic Channel 576\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "BRfGckOGlYA"}}, {"key": "deffid_83", "attributes": {"label": "deffid_83", "x": 650.7027094706945, "y": 997.3296900572083, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 5.4433, "eigenvector": 0.0019, "in_degree": 11, "out_degree": 0, "degree": 11}, "_id": "BRfGckOGlYA", "id": "deffid_83", "source": "youtube-000001", "content": "Dari Minyak ke Rupiah: Efek Panas Selat Hormuz ke Ekonomi RI | SPECIAL TALK\n\nKetegangan di Selat Hormuz bukan sekadar isu geopolitik regional, ini adalah titik rawan yang bisa mengguncang denyut ekonomi global. Jalur sempit yang dilalui sekitar seperlima pasokan minyak dunia itu kini kembali memanas, memunculkan kekhawatiran berantai: lonjakan harga energi, tekanan inflasi, hingga gejolak nilai tukar di berbagai negara, termasuk Indonesia.\n\nDalam konteks domestik, Indonesia berada di persimpangan yang sensitif. Kenaikan harga minyak berpotensi menekan inflasi dalam waktu relatif singkat, sementara rupiah menghadapi ujian dari kombinasi faktor eksternal, seperti penguatan dolar AS dan ketidakpastian global, serta kerentanan internal yang belum sepenuhnya pulih. Risiko terhadap defisit transaksi berjalan pun ikut membayangi jika impor energi melonjak.\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nFollow US on Social Media\nYuk Subscribe -    /   \nWa Channel - https://whatsapp.com/channel/0029Va5V...\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idx_channel  \n-------------------------------------------------------------------------------------\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\nMyRepublic Channel 576\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "BRfGckOGlYA"}}, {"key": "prast_ulrich", "attributes": {"label": "prast_ulrich", "x": 71.24767238012475, "y": 563.1748080236516, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 5.4433, "eigenvector": 0.0019, "in_degree": 11, "out_degree": 0, "degree": 11}, "_id": "BRfGckOGlYA", "id": "prast_ulrich", "source": "youtube-000001", "content": "Dari Minyak ke Rupiah: Efek Panas Selat Hormuz ke Ekonomi RI | SPECIAL TALK\n\nKetegangan di Selat Hormuz bukan sekadar isu geopolitik regional, ini adalah titik rawan yang bisa mengguncang denyut ekonomi global. Jalur sempit yang dilalui sekitar seperlima pasokan minyak dunia itu kini kembali memanas, memunculkan kekhawatiran berantai: lonjakan harga energi, tekanan inflasi, hingga gejolak nilai tukar di berbagai negara, termasuk Indonesia.\n\nDalam konteks domestik, Indonesia berada di persimpangan yang sensitif. Kenaikan harga minyak berpotensi menekan inflasi dalam waktu relatif singkat, sementara rupiah menghadapi ujian dari kombinasi faktor eksternal, seperti penguatan dolar AS dan ketidakpastian global, serta kerentanan internal yang belum sepenuhnya pulih. Risiko terhadap defisit transaksi berjalan pun ikut membayangi jika impor energi melonjak.\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nFollow US on Social Media\nYuk Subscribe -    /   \nWa Channel - https://whatsapp.com/channel/0029Va5V...\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idx_channel  \n-------------------------------------------------------------------------------------\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\nMyRepublic Channel 576\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "BRfGckOGlYA"}}, {"key": "rosalinehioe", "attributes": {"label": "rosalinehioe", "x": 349.5819258780569, "y": 155.51520055220692, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 5.4433, "eigenvector": 0.0019, "in_degree": 11, "out_degree": 0, "degree": 11}, "_id": "BRfGckOGlYA", "id": "rosalinehioe", "source": "youtube-000001", "content": "Dari Minyak ke Rupiah: Efek Panas Selat Hormuz ke Ekonomi RI | SPECIAL TALK\n\nKetegangan di Selat Hormuz bukan sekadar isu geopolitik regional, ini adalah titik rawan yang bisa mengguncang denyut ekonomi global. Jalur sempit yang dilalui sekitar seperlima pasokan minyak dunia itu kini kembali memanas, memunculkan kekhawatiran berantai: lonjakan harga energi, tekanan inflasi, hingga gejolak nilai tukar di berbagai negara, termasuk Indonesia.\n\nDalam konteks domestik, Indonesia berada di persimpangan yang sensitif. Kenaikan harga minyak berpotensi menekan inflasi dalam waktu relatif singkat, sementara rupiah menghadapi ujian dari kombinasi faktor eksternal, seperti penguatan dolar AS dan ketidakpastian global, serta kerentanan internal yang belum sepenuhnya pulih. Risiko terhadap defisit transaksi berjalan pun ikut membayangi jika impor energi melonjak.\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nFollow US on Social Media\nYuk Subscribe -    /   \nWa Channel - https://whatsapp.com/channel/0029Va5V...\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idx_channel  \n-------------------------------------------------------------------------------------\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\nMyRepublic Channel 576\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "BRfGckOGlYA"}}, {"key": "@garudatv.official", "attributes": {"label": "@garudatv.official", "x": 260.6153071212236, "y": 994.0643178414301, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 4.7177, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "AbSAqrofgL0", "id": "@garudatv.official", "source": "youtube-000001", "content": "Harga BBM Non-Subsidi Melonjak Tajam, Warga Kaget dan Batal Isi Bensin\n\nGaruda Tv - Penyesuaian harga Bahan Bakar Minyak (BBM) non-subsidi yang berlaku mulai Sabtu, 18 April 2026, memicu reaksi keras dari masyarakat. Kenaikan harga yang dinilai sangat signifikan ini merupakan dampak langsung dari gejolak geopolitik yang tengah terjadi di kawasan Timur Tengah.\n\nKenaikan drastis terjadi pada tiga jenis BBM segmen atas, yakni Pertamax Turbo, Dexlite, dan Pertamina Dex. Besaran kenaikan yang mencapai angka ribuan rupiah per liter membuat konsumen merasa terbebani secara ekonomi.\n\nAhmad Jariri, seorang sopir mobil borongan, mengungkapkan kegelisahannya saat hendak mengisi bahan bakar. Ia mengaku langsung membatalkan niatnya membeli BBM jenis premium tersebut karena baru mengetahui harganya naik hingga Rp9.400 per liter dari harga sebelumnya.\n\n\"Berat sekali buat kita. Dananya tidak cukup kalau kenaikannya sebanyak ini,\" keluh Ahmad Jariri di sebuah SPBU di Tangerang.\n\nKenaikan harga ini tidak hanya dikeluhkan oleh konsumen, tetapi juga memukul pendapatan pengelola SPBU. Terpantau terjadi penurunan omzet pembelian yang cukup tajam pada produk-produk non-subsidi tersebut.\n\nIqbal, pengawas SPBU Pembangunan 3, menyebutkan bahwa volume penjualan harian Pertamax Turbo dan Pertamina Dex merosot hingga 50 persen. \n\n\"Biasanya bisa terjual sampai 800 liter per hari, sekarang hanya sekitar 400 liter. Banyak pelanggan yang kaget dan belum tahu karena minimnya sosialisasi terkait harga baru ini,\" jelasnya.\n\nKondisi ini dikhawatirkan akan memicu eksodus besar-besaran pengguna BBM non-subsidi beralih ke BBM bersubsidi, yang berpotensi menimbulkan kelangkaan. Masyarakat berharap pemerintah dapat segera mengambil langkah strategis untuk mengendalikan harga agar kembali normal dan menjaga daya beli masyarakat di tengah ketidakpastian ekonomi global.\n\nCaption, Editor & Upload: Tijani \n\n#bbmnaik  #hargabbm  #PertamaxTurbo #dexlite  #PertaminaDex #pertamina   #ekonomi  #tangerang  #GarudaTV #beritaterkinimanchestermu  #UpdateHargaBBM\n\nGARUDA TV - Digital TV Indonesia, Berita Terpercaya\n\nSaksikan Garuda TV di Free to Air atau Streaming melalui:\nwww.garuda.tv | YouTube Garuda TV | Aplikasi Vidio | Wewatch | IndiHome CH111 | Transvision CH824 | FirstMedia CH45\n\nScan ulang saluran digital kamu sekarang ya dan saksikan terus program-program seru terbaru hanya di GarudaTV.\n🔴 Subscribe GarudaTV Official Youtube Channel    /   \n🔴  Follow our Official TikTok   / garudatvnews  \n🔴 Like our Official Facebook   / garudatv.official  \n🔴 Follow our Official Instagram   / garudatv.official", "post_id": "AbSAqrofgL0"}}, {"key": "garudatv.official", "attributes": {"label": "garudatv.official", "x": 356.0172556885997, "y": 678.2404032063629, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 6.7227, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "AbSAqrofgL0", "id": "garudatv.official", "source": "youtube-000001", "content": "Harga BBM Non-Subsidi Melonjak Tajam, Warga Kaget dan Batal Isi Bensin\n\nGaruda Tv - Penyesuaian harga Bahan Bakar Minyak (BBM) non-subsidi yang berlaku mulai Sabtu, 18 April 2026, memicu reaksi keras dari masyarakat. Kenaikan harga yang dinilai sangat signifikan ini merupakan dampak langsung dari gejolak geopolitik yang tengah terjadi di kawasan Timur Tengah.\n\nKenaikan drastis terjadi pada tiga jenis BBM segmen atas, yakni Pertamax Turbo, Dexlite, dan Pertamina Dex. Besaran kenaikan yang mencapai angka ribuan rupiah per liter membuat konsumen merasa terbebani secara ekonomi.\n\nAhmad Jariri, seorang sopir mobil borongan, mengungkapkan kegelisahannya saat hendak mengisi bahan bakar. Ia mengaku langsung membatalkan niatnya membeli BBM jenis premium tersebut karena baru mengetahui harganya naik hingga Rp9.400 per liter dari harga sebelumnya.\n\n\"Berat sekali buat kita. Dananya tidak cukup kalau kenaikannya sebanyak ini,\" keluh Ahmad Jariri di sebuah SPBU di Tangerang.\n\nKenaikan harga ini tidak hanya dikeluhkan oleh konsumen, tetapi juga memukul pendapatan pengelola SPBU. Terpantau terjadi penurunan omzet pembelian yang cukup tajam pada produk-produk non-subsidi tersebut.\n\nIqbal, pengawas SPBU Pembangunan 3, menyebutkan bahwa volume penjualan harian Pertamax Turbo dan Pertamina Dex merosot hingga 50 persen. \n\n\"Biasanya bisa terjual sampai 800 liter per hari, sekarang hanya sekitar 400 liter. Banyak pelanggan yang kaget dan belum tahu karena minimnya sosialisasi terkait harga baru ini,\" jelasnya.\n\nKondisi ini dikhawatirkan akan memicu eksodus besar-besaran pengguna BBM non-subsidi beralih ke BBM bersubsidi, yang berpotensi menimbulkan kelangkaan. Masyarakat berharap pemerintah dapat segera mengambil langkah strategis untuk mengendalikan harga agar kembali normal dan menjaga daya beli masyarakat di tengah ketidakpastian ekonomi global.\n\nCaption, Editor & Upload: Tijani \n\n#bbmnaik  #hargabbm  #PertamaxTurbo #dexlite  #PertaminaDex #pertamina   #ekonomi  #tangerang  #GarudaTV #beritaterkinimanchestermu  #UpdateHargaBBM\n\nGARUDA TV - Digital TV Indonesia, Berita Terpercaya\n\nSaksikan Garuda TV di Free to Air atau Streaming melalui:\nwww.garuda.tv | YouTube Garuda TV | Aplikasi Vidio | Wewatch | IndiHome CH111 | Transvision CH824 | FirstMedia CH45\n\nScan ulang saluran digital kamu sekarang ya dan saksikan terus program-program seru terbaru hanya di GarudaTV.\n🔴 Subscribe GarudaTV Official Youtube Channel    /   \n🔴  Follow our Official TikTok   / garudatvnews  \n🔴 Like our Official Facebook   / garudatv.official  \n🔴 Follow our Official Instagram   / garudatv.official", "post_id": "AbSAqrofgL0"}}, {"key": "@KompasTVSukabumi", "attributes": {"label": "@KompasTVSukabumi", "x": 981.0472953362261, "y": 158.37532917540466, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 4.7177, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "j9HEN8HDqeg", "id": "@KompasTVSukabumi", "source": "youtube-000001", "content": "Tiket Pesawat Naik 9 13 Persen, Menko Airlangga Akibat Perang, Harga Avtur Naik\n\nJAKARTA, KOMPAS.TV - Menko Perekonomian Airlangga Hartarto menyebut selama harga minyak dunia tidak melebihi 97 dolar per barel, maka harga BBM subsidi tidak akan naik hingga akhir tahun 2026 ini.\n\nPerang di Timur Tengah mulai berdampak pada biaya operasional penerbangan maskapai domestik. Menteri Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyatakan harga tiket pesawat akan naik sembilan hingga 13 persen.\n\nAirlangga menyatakan dampak dari perkembangan geopolitik dan geoekonomi global telah menyebabkan harga avtur naik. Kenaikan harga avtur akan memengaruhi biaya operasional maskapai nasional.\n\n Oleh karena itu, pemerintah menyiapkan langkah mitigasi agar harga tiket pesawat tetap terjangkau masyarakat. Pemerintah menetapkan kenaikan harga tiket pesawat di kisaran 9 hingga 13 persen. Pemerintah juga akan menanggung PPN tiket pesawat kelas ekonomi. Pemerintah menyiapkan subsidi PPN mencapai satu koma tiga triliun rupiah per bulannya.\n\nSahabat Kompas TV Sukabumi! Jangan lupa like, comment, dan subscribe channel YouTube Kompas TV Sukabumi, juga aktifkan lonceng notifikasi agar tidak ketinggalan update mengenai isu-isu terkini di Indonesia.\n\nJangan lewatkan live streaming Kompas TV 24 jam non stop di https://www.kompas.tv/live.\n\nSosial Media Kompas TV Sukabumi:\nYouTube :    / kompastvsukabumi  \nInstagram :   / kompastvsukabumi  \nFacebook :   / redaksikompastvsukabumi  \nTwitter : \nTikTok :   / kompastvsukabumi", "post_id": "j9HEN8HDqeg"}}, {"key": "ktvsukabumi", "attributes": {"label": "ktvsukabumi", "x": 723.2401400818475, "y": 205.0286514291827, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 8.7277, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "j9HEN8HDqeg", "id": "ktvsukabumi", "source": "youtube-000001", "content": "Tiket Pesawat Naik 9 13 Persen, Menko Airlangga Akibat Perang, Harga Avtur Naik\n\nJAKARTA, KOMPAS.TV - Menko Perekonomian Airlangga Hartarto menyebut selama harga minyak dunia tidak melebihi 97 dolar per barel, maka harga BBM subsidi tidak akan naik hingga akhir tahun 2026 ini.\n\nPerang di Timur Tengah mulai berdampak pada biaya operasional penerbangan maskapai domestik. Menteri Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyatakan harga tiket pesawat akan naik sembilan hingga 13 persen.\n\nAirlangga menyatakan dampak dari perkembangan geopolitik dan geoekonomi global telah menyebabkan harga avtur naik. Kenaikan harga avtur akan memengaruhi biaya operasional maskapai nasional.\n\n Oleh karena itu, pemerintah menyiapkan langkah mitigasi agar harga tiket pesawat tetap terjangkau masyarakat. Pemerintah menetapkan kenaikan harga tiket pesawat di kisaran 9 hingga 13 persen. Pemerintah juga akan menanggung PPN tiket pesawat kelas ekonomi. Pemerintah menyiapkan subsidi PPN mencapai satu koma tiga triliun rupiah per bulannya.\n\nSahabat Kompas TV Sukabumi! Jangan lupa like, comment, dan subscribe channel YouTube Kompas TV Sukabumi, juga aktifkan lonceng notifikasi agar tidak ketinggalan update mengenai isu-isu terkini di Indonesia.\n\nJangan lewatkan live streaming Kompas TV 24 jam non stop di https://www.kompas.tv/live.\n\nSosial Media Kompas TV Sukabumi:\nYouTube :    / kompastvsukabumi  \nInstagram :   / kompastvsukabumi  \nFacebook :   / redaksikompastvsukabumi  \nTwitter : \nTikTok :   / kompastvsukabumi", "post_id": "j9HEN8HDqeg"}}, {"key": "@KoranJakartaYoutubeOfficial", "attributes": {"label": "@KoranJakartaYoutubeOfficial", "x": 197.9591758156779, "y": 872.1167361032134, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 4.7177, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "_lwqdQcCJwk", "id": "@KoranJakartaYoutubeOfficial", "source": "youtube-000001", "content": "Klaim Purbaya vs Fakta Pasar! Rupiah Terjun Bebas di Tengah Pujian Manis IMF!\n\nDunia sedang tidak baik-baik saja! Ketidakpastian global diprediksi akan berlangsung lama akibat tensi geopolitik dan krisis energi. Namun, di tengah badai ini, Menteri Keuangan RI, Purbaya Yudhi Sadewa, membawa kabar mengejutkan usai bertemu Managing Director IMF, Kristalina Georgieva, di Washington.\n\nIMF memuji daya tahan ekonomi Indonesia yang didukung \"benteng\" fiskal senilai Rp420 triliun. Namun, benarkah ekonomi kita sekuat itu? Di saat yang sama, Rupiah justru terkapar hingga menembus angka Rp17.000 per Dolar AS.\n\nSaksikan analisis mendalam mengenai manuver strategi fiskal Indonesia dan tantangan nyata yang menghadang di tahun 2026.\n\n\nBerita Selengkapnya :\n\nReporter: \nVideo Editor: Agus Prasetyo\n\n#koranjakarta #news #imf  #purbayayudhisadewa  #rupiah  #ekonomiindonesia  #prabowosubianto  #krisisglobal  #UtangLuarNegeri #fiskal  #beritaterkini  #youtubenews #purbaya \n============================================================\n\nKunjungi media sosial kami untuk mendapatkan informasi terbaru.\n\nInstagram:   / koranjakarta.id  \nTwitter: https://x.com/koranjakarta_id/\nFacebook:   / koran.jakarta  \nThread: https://www.threads.com/\nTiktok:   / koranjakarta  \n\nWebsite Koran Jakarta : https://koran-jakarta.com\n\nHave any idea, or business inquiries\ndigital-jakarta.com\n\nKebenaran itu Tidak Pernah Memihak!", "post_id": "_lwqdQcCJwk"}}, {"key": "koranjakarta...", "attributes": {"label": "koranjakarta...", "x": 438.30273259475103, "y": 433.12213794789477, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 6.7227, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "_lwqdQcCJwk", "id": "koranjakarta...", "source": "youtube-000001", "content": "Klaim Purbaya vs Fakta Pasar! Rupiah Terjun Bebas di Tengah Pujian Manis IMF!\n\nDunia sedang tidak baik-baik saja! Ketidakpastian global diprediksi akan berlangsung lama akibat tensi geopolitik dan krisis energi. Namun, di tengah badai ini, Menteri Keuangan RI, Purbaya Yudhi Sadewa, membawa kabar mengejutkan usai bertemu Managing Director IMF, Kristalina Georgieva, di Washington.\n\nIMF memuji daya tahan ekonomi Indonesia yang didukung \"benteng\" fiskal senilai Rp420 triliun. Namun, benarkah ekonomi kita sekuat itu? Di saat yang sama, Rupiah justru terkapar hingga menembus angka Rp17.000 per Dolar AS.\n\nSaksikan analisis mendalam mengenai manuver strategi fiskal Indonesia dan tantangan nyata yang menghadang di tahun 2026.\n\n\nBerita Selengkapnya :\n\nReporter: \nVideo Editor: Agus Prasetyo\n\n#koranjakarta #news #imf  #purbayayudhisadewa  #rupiah  #ekonomiindonesia  #prabowosubianto  #krisisglobal  #UtangLuarNegeri #fiskal  #beritaterkini  #youtubenews #purbaya \n============================================================\n\nKunjungi media sosial kami untuk mendapatkan informasi terbaru.\n\nInstagram:   / koranjakarta.id  \nTwitter: https://x.com/koranjakarta_id/\nFacebook:   / koran.jakarta  \nThread: https://www.threads.com/\nTiktok:   / koranjakarta  \n\nWebsite Koran Jakarta : https://koran-jakarta.com\n\nHave any idea, or business inquiries\ndigital-jakarta.com\n\nKebenaran itu Tidak Pernah Memihak!", "post_id": "_lwqdQcCJwk"}}, {"key": "@Bennix", "attributes": {"label": "@Bennix", "x": 901.8480982593828, "y": 878.3862376600576, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 4.7177, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 8, "degree": 8}, "_id": "arTQHPsLCPY", "id": "@Bennix", "source": "youtube-000001", "content": "2 JUTA TON PUPUK RI JADI REBUTAN?! INDIA & AUSTRALIA NGEMIS-NGEMIS, RI CUAN 25 TRILIUN?!\n\n2 JUTA TON PUPUK RI DISERBU?! INDIA & AUSTRALIA NGEMIS-NGEMIS, RI CUAN 25 TRILIUN?!\n\nDunia kembali diguncang oleh dampak konflik geopolitik yang memanas antara Iran dan Amerika Serikat. Ketegangan ini tidak hanya berdampak pada sektor militer dan energi, tetapi juga merembet ke sektor pangan global yang jauh lebih krusial. Salah satu dampak paling terasa adalah terganggunya distribusi bahan baku pupuk dunia, yang membuat banyak negara mulai mengalami krisis serius. Negara-negara besar seperti India dan Australia yang selama ini bergantung pada impor pupuk kini mulai merasakan tekanan yang tidak biasa, bahkan harus mencari alternatif pasokan dalam waktu cepat untuk menyelamatkan sektor pertanian mereka.\n\nDi tengah situasi yang penuh ketidakpastian ini, Indonesia justru berada di posisi yang sangat strategis. Dengan ketersediaan pupuk urea yang mencapai sekitar 2 juta ton, Indonesia menjadi salah satu negara yang memiliki cadangan berlebih di saat banyak negara lain justru kekurangan. Kondisi ini membuka peluang besar bagi Indonesia untuk memainkan peran penting dalam menjaga stabilitas pangan global sekaligus memanfaatkan momentum untuk meningkatkan keuntungan ekonomi. Potensi cuan yang bisa diraih bahkan disebut-sebut mencapai angka fantastis hingga 25 triliun rupiah, sebuah angka yang tidak bisa dianggap remeh dalam kondisi ekonomi global yang sedang bergejolak.\n\nFenomena ini tentu menjadi perhatian dunia. Bagaimana bisa di saat negara lain kesulitan, Indonesia justru berada dalam posisi unggul? Apakah ini murni strategi yang matang, atau hanya kebetulan dari dinamika pasar global? Dan yang lebih penting, apakah Indonesia benar-benar siap memanfaatkan peluang besar ini tanpa mengorbankan kebutuhan dalam negeri?\n\nDi video ini, kita akan membahas secara lengkap bagaimana konflik Iran dan Amerika Serikat bisa berdampak hingga ke sektor pupuk dunia, mengapa India dan Australia bisa mengalami tekanan besar, serta bagaimana posisi Indonesia saat ini bisa menjadi kunci dalam peta ketahanan pangan global. Kita juga akan mengulas apakah benar Indonesia bisa meraup keuntungan hingga puluhan triliun rupiah dari situasi ini, atau justru ada risiko tersembunyi yang perlu diwaspadai.\n\nTonton sampai habis, karena fenomena ini bukan hanya soal pupuk, tetapi tentang bagaimana sebuah negara bisa berubah posisi menjadi pemain penting di tengah krisis global yang tidak terduga.\n\nCome on, join the Bennix Investor Group now!!\nWhile there are still lots of promotions.\nvisit: www.Bennix.id\n\nEmail: halobennix\nRequests for Interviews, Speaking or Business Inquiries can contact us \n\nManager Lisa at\nWA: 0811-868-959\n-\n-\nFollow me:\nFacebook :\n\nInstagram:\n\nTikTok:\n\n\nMusic by Karl Casey @ White Bat Audio\n\nJoin Free Whatsaap Channel Bennix :\nhttps://www.whatsapp.com/channel/0029...\n\nJoin this channel to get access to perks:\n   /", "post_id": "arTQHPsLCPY"}}, {"key": "Bennix", "attributes": {"label": "Bennix", "x": 0.596918025943749, "y": 546.6403768083244, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 5.2189, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "arTQHPsLCPY", "id": "Bennix", "source": "youtube-000001", "content": "2 JUTA TON PUPUK RI JADI REBUTAN?! INDIA & AUSTRALIA NGEMIS-NGEMIS, RI CUAN 25 TRILIUN?!\n\n2 JUTA TON PUPUK RI DISERBU?! INDIA & AUSTRALIA NGEMIS-NGEMIS, RI CUAN 25 TRILIUN?!\n\nDunia kembali diguncang oleh dampak konflik geopolitik yang memanas antara Iran dan Amerika Serikat. Ketegangan ini tidak hanya berdampak pada sektor militer dan energi, tetapi juga merembet ke sektor pangan global yang jauh lebih krusial. Salah satu dampak paling terasa adalah terganggunya distribusi bahan baku pupuk dunia, yang membuat banyak negara mulai mengalami krisis serius. Negara-negara besar seperti India dan Australia yang selama ini bergantung pada impor pupuk kini mulai merasakan tekanan yang tidak biasa, bahkan harus mencari alternatif pasokan dalam waktu cepat untuk menyelamatkan sektor pertanian mereka.\n\nDi tengah situasi yang penuh ketidakpastian ini, Indonesia justru berada di posisi yang sangat strategis. Dengan ketersediaan pupuk urea yang mencapai sekitar 2 juta ton, Indonesia menjadi salah satu negara yang memiliki cadangan berlebih di saat banyak negara lain justru kekurangan. Kondisi ini membuka peluang besar bagi Indonesia untuk memainkan peran penting dalam menjaga stabilitas pangan global sekaligus memanfaatkan momentum untuk meningkatkan keuntungan ekonomi. Potensi cuan yang bisa diraih bahkan disebut-sebut mencapai angka fantastis hingga 25 triliun rupiah, sebuah angka yang tidak bisa dianggap remeh dalam kondisi ekonomi global yang sedang bergejolak.\n\nFenomena ini tentu menjadi perhatian dunia. Bagaimana bisa di saat negara lain kesulitan, Indonesia justru berada dalam posisi unggul? Apakah ini murni strategi yang matang, atau hanya kebetulan dari dinamika pasar global? Dan yang lebih penting, apakah Indonesia benar-benar siap memanfaatkan peluang besar ini tanpa mengorbankan kebutuhan dalam negeri?\n\nDi video ini, kita akan membahas secara lengkap bagaimana konflik Iran dan Amerika Serikat bisa berdampak hingga ke sektor pupuk dunia, mengapa India dan Australia bisa mengalami tekanan besar, serta bagaimana posisi Indonesia saat ini bisa menjadi kunci dalam peta ketahanan pangan global. Kita juga akan mengulas apakah benar Indonesia bisa meraup keuntungan hingga puluhan triliun rupiah dari situasi ini, atau justru ada risiko tersembunyi yang perlu diwaspadai.\n\nTonton sampai habis, karena fenomena ini bukan hanya soal pupuk, tetapi tentang bagaimana sebuah negara bisa berubah posisi menjadi pemain penting di tengah krisis global yang tidak terduga.\n\nCome on, join the Bennix Investor Group now!!\nWhile there are still lots of promotions.\nvisit: www.Bennix.id\n\nEmail: halobennix\nRequests for Interviews, Speaking or Business Inquiries can contact us \n\nManager Lisa at\nWA: 0811-868-959\n-\n-\nFollow me:\nFacebook :\n\nInstagram:\n\nTikTok:\n\n\nMusic by Karl Casey @ White Bat Audio\n\nJoin Free Whatsaap Channel Bennix :\nhttps://www.whatsapp.com/channel/0029...\n\nJoin this channel to get access to perks:\n   /", "post_id": "arTQHPsLCPY"}}, {"key": "bennix.official", "attributes": {"label": "bennix.official", "x": 193.63929148039293, "y": 612.0514739182231, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 5.2189, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "arTQHPsLCPY", "id": "bennix.official", "source": "youtube-000001", "content": "2 JUTA TON PUPUK RI JADI REBUTAN?! INDIA & AUSTRALIA NGEMIS-NGEMIS, RI CUAN 25 TRILIUN?!\n\n2 JUTA TON PUPUK RI DISERBU?! INDIA & AUSTRALIA NGEMIS-NGEMIS, RI CUAN 25 TRILIUN?!\n\nDunia kembali diguncang oleh dampak konflik geopolitik yang memanas antara Iran dan Amerika Serikat. Ketegangan ini tidak hanya berdampak pada sektor militer dan energi, tetapi juga merembet ke sektor pangan global yang jauh lebih krusial. Salah satu dampak paling terasa adalah terganggunya distribusi bahan baku pupuk dunia, yang membuat banyak negara mulai mengalami krisis serius. Negara-negara besar seperti India dan Australia yang selama ini bergantung pada impor pupuk kini mulai merasakan tekanan yang tidak biasa, bahkan harus mencari alternatif pasokan dalam waktu cepat untuk menyelamatkan sektor pertanian mereka.\n\nDi tengah situasi yang penuh ketidakpastian ini, Indonesia justru berada di posisi yang sangat strategis. Dengan ketersediaan pupuk urea yang mencapai sekitar 2 juta ton, Indonesia menjadi salah satu negara yang memiliki cadangan berlebih di saat banyak negara lain justru kekurangan. Kondisi ini membuka peluang besar bagi Indonesia untuk memainkan peran penting dalam menjaga stabilitas pangan global sekaligus memanfaatkan momentum untuk meningkatkan keuntungan ekonomi. Potensi cuan yang bisa diraih bahkan disebut-sebut mencapai angka fantastis hingga 25 triliun rupiah, sebuah angka yang tidak bisa dianggap remeh dalam kondisi ekonomi global yang sedang bergejolak.\n\nFenomena ini tentu menjadi perhatian dunia. Bagaimana bisa di saat negara lain kesulitan, Indonesia justru berada dalam posisi unggul? Apakah ini murni strategi yang matang, atau hanya kebetulan dari dinamika pasar global? Dan yang lebih penting, apakah Indonesia benar-benar siap memanfaatkan peluang besar ini tanpa mengorbankan kebutuhan dalam negeri?\n\nDi video ini, kita akan membahas secara lengkap bagaimana konflik Iran dan Amerika Serikat bisa berdampak hingga ke sektor pupuk dunia, mengapa India dan Australia bisa mengalami tekanan besar, serta bagaimana posisi Indonesia saat ini bisa menjadi kunci dalam peta ketahanan pangan global. Kita juga akan mengulas apakah benar Indonesia bisa meraup keuntungan hingga puluhan triliun rupiah dari situasi ini, atau justru ada risiko tersembunyi yang perlu diwaspadai.\n\nTonton sampai habis, karena fenomena ini bukan hanya soal pupuk, tetapi tentang bagaimana sebuah negara bisa berubah posisi menjadi pemain penting di tengah krisis global yang tidak terduga.\n\nCome on, join the Bennix Investor Group now!!\nWhile there are still lots of promotions.\nvisit: www.Bennix.id\n\nEmail: halobennix\nRequests for Interviews, Speaking or Business Inquiries can contact us \n\nManager Lisa at\nWA: 0811-868-959\n-\n-\nFollow me:\nFacebook :\n\nInstagram:\n\nTikTok:\n\n\nMusic by Karl Casey @ White Bat Audio\n\nJoin Free Whatsaap Channel Bennix :\nhttps://www.whatsapp.com/channel/0029...\n\nJoin this channel to get access to perks:\n   /", "post_id": "arTQHPsLCPY"}}, {"key": "bennix.real", "attributes": {"label": "bennix.real", "x": 644.2100254405183, "y": 731.2849282374077, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 5.2189, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "arTQHPsLCPY", "id": "bennix.real", "source": "youtube-000001", "content": "2 JUTA TON PUPUK RI JADI REBUTAN?! INDIA & AUSTRALIA NGEMIS-NGEMIS, RI CUAN 25 TRILIUN?!\n\n2 JUTA TON PUPUK RI DISERBU?! INDIA & AUSTRALIA NGEMIS-NGEMIS, RI CUAN 25 TRILIUN?!\n\nDunia kembali diguncang oleh dampak konflik geopolitik yang memanas antara Iran dan Amerika Serikat. Ketegangan ini tidak hanya berdampak pada sektor militer dan energi, tetapi juga merembet ke sektor pangan global yang jauh lebih krusial. Salah satu dampak paling terasa adalah terganggunya distribusi bahan baku pupuk dunia, yang membuat banyak negara mulai mengalami krisis serius. Negara-negara besar seperti India dan Australia yang selama ini bergantung pada impor pupuk kini mulai merasakan tekanan yang tidak biasa, bahkan harus mencari alternatif pasokan dalam waktu cepat untuk menyelamatkan sektor pertanian mereka.\n\nDi tengah situasi yang penuh ketidakpastian ini, Indonesia justru berada di posisi yang sangat strategis. Dengan ketersediaan pupuk urea yang mencapai sekitar 2 juta ton, Indonesia menjadi salah satu negara yang memiliki cadangan berlebih di saat banyak negara lain justru kekurangan. Kondisi ini membuka peluang besar bagi Indonesia untuk memainkan peran penting dalam menjaga stabilitas pangan global sekaligus memanfaatkan momentum untuk meningkatkan keuntungan ekonomi. Potensi cuan yang bisa diraih bahkan disebut-sebut mencapai angka fantastis hingga 25 triliun rupiah, sebuah angka yang tidak bisa dianggap remeh dalam kondisi ekonomi global yang sedang bergejolak.\n\nFenomena ini tentu menjadi perhatian dunia. Bagaimana bisa di saat negara lain kesulitan, Indonesia justru berada dalam posisi unggul? Apakah ini murni strategi yang matang, atau hanya kebetulan dari dinamika pasar global? Dan yang lebih penting, apakah Indonesia benar-benar siap memanfaatkan peluang besar ini tanpa mengorbankan kebutuhan dalam negeri?\n\nDi video ini, kita akan membahas secara lengkap bagaimana konflik Iran dan Amerika Serikat bisa berdampak hingga ke sektor pupuk dunia, mengapa India dan Australia bisa mengalami tekanan besar, serta bagaimana posisi Indonesia saat ini bisa menjadi kunci dalam peta ketahanan pangan global. Kita juga akan mengulas apakah benar Indonesia bisa meraup keuntungan hingga puluhan triliun rupiah dari situasi ini, atau justru ada risiko tersembunyi yang perlu diwaspadai.\n\nTonton sampai habis, karena fenomena ini bukan hanya soal pupuk, tetapi tentang bagaimana sebuah negara bisa berubah posisi menjadi pemain penting di tengah krisis global yang tidak terduga.\n\nCome on, join the Bennix Investor Group now!!\nWhile there are still lots of promotions.\nvisit: www.Bennix.id\n\nEmail: halobennix\nRequests for Interviews, Speaking or Business Inquiries can contact us \n\nManager Lisa at\nWA: 0811-868-959\n-\n-\nFollow me:\nFacebook :\n\nInstagram:\n\nTikTok:\n\n\nMusic by Karl Casey @ White Bat Audio\n\nJoin Free Whatsaap Channel Bennix :\nhttps://www.whatsapp.com/channel/0029...\n\nJoin this channel to get access to perks:\n   /", "post_id": "arTQHPsLCPY"}}, {"key": "bennix", "attributes": {"label": "bennix", "x": 330.6977345832002, "y": 887.7883810095759, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 5.2189, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "arTQHPsLCPY", "id": "bennix", "source": "youtube-000001", "content": "2 JUTA TON PUPUK RI JADI REBUTAN?! INDIA & AUSTRALIA NGEMIS-NGEMIS, RI CUAN 25 TRILIUN?!\n\n2 JUTA TON PUPUK RI DISERBU?! INDIA & AUSTRALIA NGEMIS-NGEMIS, RI CUAN 25 TRILIUN?!\n\nDunia kembali diguncang oleh dampak konflik geopolitik yang memanas antara Iran dan Amerika Serikat. Ketegangan ini tidak hanya berdampak pada sektor militer dan energi, tetapi juga merembet ke sektor pangan global yang jauh lebih krusial. Salah satu dampak paling terasa adalah terganggunya distribusi bahan baku pupuk dunia, yang membuat banyak negara mulai mengalami krisis serius. Negara-negara besar seperti India dan Australia yang selama ini bergantung pada impor pupuk kini mulai merasakan tekanan yang tidak biasa, bahkan harus mencari alternatif pasokan dalam waktu cepat untuk menyelamatkan sektor pertanian mereka.\n\nDi tengah situasi yang penuh ketidakpastian ini, Indonesia justru berada di posisi yang sangat strategis. Dengan ketersediaan pupuk urea yang mencapai sekitar 2 juta ton, Indonesia menjadi salah satu negara yang memiliki cadangan berlebih di saat banyak negara lain justru kekurangan. Kondisi ini membuka peluang besar bagi Indonesia untuk memainkan peran penting dalam menjaga stabilitas pangan global sekaligus memanfaatkan momentum untuk meningkatkan keuntungan ekonomi. Potensi cuan yang bisa diraih bahkan disebut-sebut mencapai angka fantastis hingga 25 triliun rupiah, sebuah angka yang tidak bisa dianggap remeh dalam kondisi ekonomi global yang sedang bergejolak.\n\nFenomena ini tentu menjadi perhatian dunia. Bagaimana bisa di saat negara lain kesulitan, Indonesia justru berada dalam posisi unggul? Apakah ini murni strategi yang matang, atau hanya kebetulan dari dinamika pasar global? Dan yang lebih penting, apakah Indonesia benar-benar siap memanfaatkan peluang besar ini tanpa mengorbankan kebutuhan dalam negeri?\n\nDi video ini, kita akan membahas secara lengkap bagaimana konflik Iran dan Amerika Serikat bisa berdampak hingga ke sektor pupuk dunia, mengapa India dan Australia bisa mengalami tekanan besar, serta bagaimana posisi Indonesia saat ini bisa menjadi kunci dalam peta ketahanan pangan global. Kita juga akan mengulas apakah benar Indonesia bisa meraup keuntungan hingga puluhan triliun rupiah dari situasi ini, atau justru ada risiko tersembunyi yang perlu diwaspadai.\n\nTonton sampai habis, karena fenomena ini bukan hanya soal pupuk, tetapi tentang bagaimana sebuah negara bisa berubah posisi menjadi pemain penting di tengah krisis global yang tidak terduga.\n\nCome on, join the Bennix Investor Group now!!\nWhile there are still lots of promotions.\nvisit: www.Bennix.id\n\nEmail: halobennix\nRequests for Interviews, Speaking or Business Inquiries can contact us \n\nManager Lisa at\nWA: 0811-868-959\n-\n-\nFollow me:\nFacebook :\n\nInstagram:\n\nTikTok:\n\n\nMusic by Karl Casey @ White Bat Audio\n\nJoin Free Whatsaap Channel Bennix :\nhttps://www.whatsapp.com/channel/0029...\n\nJoin this channel to get access to perks:\n   /", "post_id": "arTQHPsLCPY"}}, {"key": "@sinpotv", "attributes": {"label": "@sinpotv", "x": 671.2198475087505, "y": 359.72663336555513, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 4.7177, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 8, "degree": 8}, "_id": "MW2TsY-e0t0", "id": "@sinpotv", "source": "youtube-000001", "content": "Praktik Suntik Gas Subsidi Terbongkar,  Harga BBM Subsidi Tak Naik | Menyapa Indonesia Pagi\n\nMenyapa Indonesia Pagi, 7 April 2026\n1. Ledakan gas, 4 pegawai kafe luka-luka\n2. Gudang suku cadang terbakar di Cengkareng\n3. Pelaku curanmor di Lampung lepaskan tembakan\n4. Sakit hati sering dihina, lansia disiram air keras\n5. Dibegal, petugas damkar babak belur\n6. Praktik suntik gas subsidi senilai puluhan juta rupiah terbongkar\n7. Polisi ungkap aksi pengeroyokan tawuran di Cilandak\n8. Makan siang di pantai, mobil wisatawan dicuri\n9. Order ojol di pinggir jalan, seorang pria jadi korban jambret\n10. Status Gunung Sorik Marapi waspada\n11. Tumpukan sampah rusunawa Angke\n12. Banjir melanda 2 kecamatan di wilayah Cianjur\n13. Cekcok saat pengisian solar berujung penusukan hingga tewas\n14. Seorang pria bunuh tetangganya, seorang lansia\n15. Pemuda terperosok ke rawa ditemukan meninggal\n16. Pria diduga alami keterbelakangan mental terjatuh ke sumur\n17. Bocah 9 tahun ditemukan tewas di Bengawan Solo\n18. Nelayan ditemukan meninggal di perairan Cipalembuan\n19. Trump ancam serang Iran jika Hormuz tetap tutup\n20. Netanyahu puji Trump atas penyelamatan pilot\n21. Iran sebut misi penyelamatan pilot AS gagal total\n22. Patung Trump dan Netanyahu dibakar dalam ritual Judas\n23. Iran klaim tembak jatuh pesawat penyelamatan AS\n24. Drone Iran kembali hantam Israel dan basis AS\n25. Serangan rudal Iran hantam Haifa, 2 orang tewas\n26. Jet tempur Israel lancarkan serangan di selatan Beirut\n27. Kompleks religi Syiah di Zanjan rusak parah\n28. Badai debu Sahara ubah langit merah di Yunani\n29. Prabowo peluk dan cium putra prajurit TNI\n30. KSAD pimpin pelepasan jenazah 3 prajurit TNI UNIFIL\n31. Kapal Indonesia segera bisa lewati Selat Hormuz\n32. Pemerintah keluarkan kebijakan penerbangan\n33. Pemerintah antisipasi kenaikan harga avtur\n34. Kemarau dini, risiko karhutla meningkat\n35. Pemkot Jaksel mengeruk Kali Pesanggrahan\n36. Paskah subuh di TMP Kalibata\n37. Jembatan Dolok Maraja resmi rampung\n38. Dari rajut ke usaha, hobi kreatif yang menghasilkan\n39. Harga BBM subsidi tak naik hingga akhir tahun\n40. Menteri PU percepat pembangunan SR Jawa Timur 1\n41. Menteri PKP tinjau lahan aset KAI\n42. Khofifah ajak SPPG perkuat tata kelola MBG\n43. Program MBG membuka harapan baru bagi masyarakat\n44. Groundbreaking revitalisasi Pasar Gardu Asam – Kramat Jaya\n45. PSEL akan segera dibangun di area TPAS Galuga\n\n#sinpotv #sinpotvnews #BeritaHariIni #NewsUpdate #Indonesia #BreakingNews #InfoTerkini #MenyapaIndonesia #menteri #HargaBBM\nFollow WhatsApp Channel Sin Po tv untuk berita terbaru lainnya: https://whatsapp.com/channel/0029VagY...\n\nSimak berita lainnya di:    /   \n\nJangan lupa Subscribe, tinggalkan komentar dan share !\nIkuti juga update berita selengkapnya di YouTube Sin Po tv dan Website Berita di http://sinpo.id/ dan http://sinpo.tv/\n\nFollow:\nInstagram :   / sinpotv  \nX : https://x.com/sinpotv\nFanspage Facebook:   / sinpotv  \nTikTok : https://www.tiktok.com/?lang=...\n\n-------------------------------------------\nCopyright © 2026 SinPo.tv", "post_id": "MW2TsY-e0t0"}}, {"key": "sinpotv", "attributes": {"label": "sinpotv", "x": 955.5722219585006, "y": 693.9936807487492, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 5.2189, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 8, "out_degree": 0, "degree": 8}, "_id": "MW2TsY-e0t0", "id": "sinpotv", "source": "youtube-000001", "content": "Praktik Suntik Gas Subsidi Terbongkar,  Harga BBM Subsidi Tak Naik | Menyapa Indonesia Pagi\n\nMenyapa Indonesia Pagi, 7 April 2026\n1. Ledakan gas, 4 pegawai kafe luka-luka\n2. Gudang suku cadang terbakar di Cengkareng\n3. Pelaku curanmor di Lampung lepaskan tembakan\n4. Sakit hati sering dihina, lansia disiram air keras\n5. Dibegal, petugas damkar babak belur\n6. Praktik suntik gas subsidi senilai puluhan juta rupiah terbongkar\n7. Polisi ungkap aksi pengeroyokan tawuran di Cilandak\n8. Makan siang di pantai, mobil wisatawan dicuri\n9. Order ojol di pinggir jalan, seorang pria jadi korban jambret\n10. Status Gunung Sorik Marapi waspada\n11. Tumpukan sampah rusunawa Angke\n12. Banjir melanda 2 kecamatan di wilayah Cianjur\n13. Cekcok saat pengisian solar berujung penusukan hingga tewas\n14. Seorang pria bunuh tetangganya, seorang lansia\n15. Pemuda terperosok ke rawa ditemukan meninggal\n16. Pria diduga alami keterbelakangan mental terjatuh ke sumur\n17. Bocah 9 tahun ditemukan tewas di Bengawan Solo\n18. Nelayan ditemukan meninggal di perairan Cipalembuan\n19. Trump ancam serang Iran jika Hormuz tetap tutup\n20. Netanyahu puji Trump atas penyelamatan pilot\n21. Iran sebut misi penyelamatan pilot AS gagal total\n22. Patung Trump dan Netanyahu dibakar dalam ritual Judas\n23. Iran klaim tembak jatuh pesawat penyelamatan AS\n24. Drone Iran kembali hantam Israel dan basis AS\n25. Serangan rudal Iran hantam Haifa, 2 orang tewas\n26. Jet tempur Israel lancarkan serangan di selatan Beirut\n27. Kompleks religi Syiah di Zanjan rusak parah\n28. Badai debu Sahara ubah langit merah di Yunani\n29. Prabowo peluk dan cium putra prajurit TNI\n30. KSAD pimpin pelepasan jenazah 3 prajurit TNI UNIFIL\n31. Kapal Indonesia segera bisa lewati Selat Hormuz\n32. Pemerintah keluarkan kebijakan penerbangan\n33. Pemerintah antisipasi kenaikan harga avtur\n34. Kemarau dini, risiko karhutla meningkat\n35. Pemkot Jaksel mengeruk Kali Pesanggrahan\n36. Paskah subuh di TMP Kalibata\n37. Jembatan Dolok Maraja resmi rampung\n38. Dari rajut ke usaha, hobi kreatif yang menghasilkan\n39. Harga BBM subsidi tak naik hingga akhir tahun\n40. Menteri PU percepat pembangunan SR Jawa Timur 1\n41. Menteri PKP tinjau lahan aset KAI\n42. Khofifah ajak SPPG perkuat tata kelola MBG\n43. Program MBG membuka harapan baru bagi masyarakat\n44. Groundbreaking revitalisasi Pasar Gardu Asam – Kramat Jaya\n45. PSEL akan segera dibangun di area TPAS Galuga\n\n#sinpotv #sinpotvnews #BeritaHariIni #NewsUpdate #Indonesia #BreakingNews #InfoTerkini #MenyapaIndonesia #menteri #HargaBBM\nFollow WhatsApp Channel Sin Po tv untuk berita terbaru lainnya: https://whatsapp.com/channel/0029VagY...\n\nSimak berita lainnya di:    /   \n\nJangan lupa Subscribe, tinggalkan komentar dan share !\nIkuti juga update berita selengkapnya di YouTube Sin Po tv dan Website Berita di http://sinpo.id/ dan http://sinpo.tv/\n\nFollow:\nInstagram :   / sinpotv  \nX : https://x.com/sinpotv\nFanspage Facebook:   / sinpotv  \nTikTok : https://www.tiktok.com/?lang=...\n\n-------------------------------------------\nCopyright © 2026 SinPo.tv", "post_id": "MW2TsY-e0t0"}}, {"key": "@Lumin.insight", "attributes": {"label": "@Lumin.insight", "x": 585.2703845712857, "y": 323.65588245419053, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 4.7177, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "dC65kCPG4oE", "id": "@Lumin.insight", "source": "youtube-000001", "content": "Rupiah melemah 17.000/1$!!\n\nTiktok lumin:\nhttps://www.tiktok.com/?i...\n\nInstagram lumin:\nhttps://www.instagram.com/lumin_katon...\n\nWa bisnis lumin:\nhttps://wa.me/+6285121383942\n\nIHSG ambruk 3,38% ke level 7.129 pada Jumat (24/4) — pelemahan 5 hari beruntun dengan total koreksi 6,61% — dipicu kombinasi faktor eksternal dan domestik: ketegangan geopolitik di Selat Hormuz memicu kekhawatiran terhadap pasokan energi dan jalur perdagangan global, yang membuat harga minyak Brent bertahan tinggi di kisaran $106/barel, menimbulkan kekhawatiran inflasi dan melebarnya defisit anggaran; di sisi lain, penguatan dolar AS secara global dan kekhawatiran terhadap kondisi fiskal Indonesia menekan rupiah hingga mendekati Rp17.300/USD — level terlemah sepanjang sejarah; sebagai negara net importir minyak, kebutuhan dolar untuk impor energi meningkat tajam, memperparah tekanan pada rupiah; dan akumulasi net sell asing sejak awal tahun 2026 menembus Rp40 triliun, dengan panic selling dan forced sell yang menyebar merata ke seluruh sektor terutama energi, infrastruktur, dan properti.\n\n #bisnis #trading #trading #bisnisbaru #saham #money #forex #cryptocurrency #pengusaha #bitcoin #motivasi", "post_id": "dC65kCPG4oE"}}, {"key": "katon_lumin", "attributes": {"label": "katon_lumin", "x": 175.80012904912311, "y": 761.4118768102793, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 8.7277, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "dC65kCPG4oE", "id": "katon_lumin", "source": "youtube-000001", "content": "Rupiah melemah 17.000/1$!!\n\nTiktok lumin:\nhttps://www.tiktok.com/?i...\n\nInstagram lumin:\nhttps://www.instagram.com/lumin_katon...\n\nWa bisnis lumin:\nhttps://wa.me/+6285121383942\n\nIHSG ambruk 3,38% ke level 7.129 pada Jumat (24/4) — pelemahan 5 hari beruntun dengan total koreksi 6,61% — dipicu kombinasi faktor eksternal dan domestik: ketegangan geopolitik di Selat Hormuz memicu kekhawatiran terhadap pasokan energi dan jalur perdagangan global, yang membuat harga minyak Brent bertahan tinggi di kisaran $106/barel, menimbulkan kekhawatiran inflasi dan melebarnya defisit anggaran; di sisi lain, penguatan dolar AS secara global dan kekhawatiran terhadap kondisi fiskal Indonesia menekan rupiah hingga mendekati Rp17.300/USD — level terlemah sepanjang sejarah; sebagai negara net importir minyak, kebutuhan dolar untuk impor energi meningkat tajam, memperparah tekanan pada rupiah; dan akumulasi net sell asing sejak awal tahun 2026 menembus Rp40 triliun, dengan panic selling dan forced sell yang menyebar merata ke seluruh sektor terutama energi, infrastruktur, dan properti.\n\n #bisnis #trading #trading #bisnisbaru #saham #money #forex #cryptocurrency #pengusaha #bitcoin #motivasi", "post_id": "dC65kCPG4oE"}}, {"key": "@OfficialiNews", "attributes": {"label": "@OfficialiNews", "x": 981.7512459501536, "y": 979.4522513827781, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 4.7177, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "xgxSGjIHfJA", "id": "@OfficialiNews", "source": "youtube-000001", "content": "Harga BBM Nonsubsidi Naik Lagi? Harga BBM Nonsubsidi Ikuti Harga Minyak | iNews Today (22/4)\n\nHarga BBM nonsubsidi kembali mengalami kenaikan pada April 2026. Sejumlah jenis seperti Pertamax Turbo, Dexlite, dan Pertamina Dex mengalami lonjakan signifikan.\n\nKenaikan ini dipicu oleh harga minyak dunia yang terus meningkat serta pelemahan nilai tukar rupiah. Kondisi geopolitik global juga ikut memengaruhi harga energi.\n\nDengan sistem penyesuaian harga berbasis pasar, peluang kenaikan BBM nonsubsidi ke depan masih terbuka jika tekanan global terus berlanjut.\n\n#BBM #HargaBBM #BBMNonsubsidi #Pertamax #BreakingNews #BeritaEkonomi #Indonesia #MinyakDunia #Inflasi #Energi\n\nBerita Selengkapnya baca di: https://inews.id/news\n\nJoin membership channel ini dan nikmati berbagai konten eksklusif:\n   /   \n\n📰 iNews: Channel Berita Terlengkap, Tercepat, dan Terpercaya di Indonesia\nDapatkan berita terbaru dari seluruh Indonesia dan dunia, mulai dari politik, ekonomi, hukum, kriminal, olahraga, hiburan, hingga peristiwa penting lainnya. Dengan liputan langsung dari lokasi kejadian dan jurnalis profesional, iNews selalu menghadirkan informasi yang cepat, akurat, dan berimbang.\n\n📊 iNews menjadi sumber berita pilihan jutaan masyarakat yang ingin selalu update setiap saat. Jadilah bagian dari komunitas berita terbesar di Indonesia dan nikmati tayangan eksklusif yang tidak Anda temukan di tempat lain.\n\n📌 Jangan lupa\n✅ Klik SUBSCRIBE untuk bergabung dengan jutaan penonton setia kami\n✅ Aktifkan Lonceng Notifikasi agar tidak ketinggalan berita penting\n✅ Bagikan video ini agar lebih banyak orang mendapatkan informasi yang benar\n\nFollow WA Channel https://whatsapp.com/channel/0029Va7s...\nFollow our Official TikTok   / officialinews  \nFollow our Official Twitter   / officialinews_  \nLike our Official Facebook   / officialinews  \nFollow our Official Instagram   / officialinews  \n\n#iNews #BeritaTerkini #BreakingNews #BeritaHariIni #BeritaNasional #BeritaIndonesia #BeritaDunia #TerlengkapTercepatTerpercaya", "post_id": "xgxSGjIHfJA"}}, {"key": "officialinews", "attributes": {"label": "officialinews", "x": 870.2790032329575, "y": 538.1066999964204, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 8.7277, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "xgxSGjIHfJA", "id": "officialinews", "source": "youtube-000001", "content": "Harga BBM Nonsubsidi Naik Lagi? Harga BBM Nonsubsidi Ikuti Harga Minyak | iNews Today (22/4)\n\nHarga BBM nonsubsidi kembali mengalami kenaikan pada April 2026. Sejumlah jenis seperti Pertamax Turbo, Dexlite, dan Pertamina Dex mengalami lonjakan signifikan.\n\nKenaikan ini dipicu oleh harga minyak dunia yang terus meningkat serta pelemahan nilai tukar rupiah. Kondisi geopolitik global juga ikut memengaruhi harga energi.\n\nDengan sistem penyesuaian harga berbasis pasar, peluang kenaikan BBM nonsubsidi ke depan masih terbuka jika tekanan global terus berlanjut.\n\n#BBM #HargaBBM #BBMNonsubsidi #Pertamax #BreakingNews #BeritaEkonomi #Indonesia #MinyakDunia #Inflasi #Energi\n\nBerita Selengkapnya baca di: https://inews.id/news\n\nJoin membership channel ini dan nikmati berbagai konten eksklusif:\n   /   \n\n📰 iNews: Channel Berita Terlengkap, Tercepat, dan Terpercaya di Indonesia\nDapatkan berita terbaru dari seluruh Indonesia dan dunia, mulai dari politik, ekonomi, hukum, kriminal, olahraga, hiburan, hingga peristiwa penting lainnya. Dengan liputan langsung dari lokasi kejadian dan jurnalis profesional, iNews selalu menghadirkan informasi yang cepat, akurat, dan berimbang.\n\n📊 iNews menjadi sumber berita pilihan jutaan masyarakat yang ingin selalu update setiap saat. Jadilah bagian dari komunitas berita terbesar di Indonesia dan nikmati tayangan eksklusif yang tidak Anda temukan di tempat lain.\n\n📌 Jangan lupa\n✅ Klik SUBSCRIBE untuk bergabung dengan jutaan penonton setia kami\n✅ Aktifkan Lonceng Notifikasi agar tidak ketinggalan berita penting\n✅ Bagikan video ini agar lebih banyak orang mendapatkan informasi yang benar\n\nFollow WA Channel https://whatsapp.com/channel/0029Va7s...\nFollow our Official TikTok   / officialinews  \nFollow our Official Twitter   / officialinews_  \nLike our Official Facebook   / officialinews  \nFollow our Official Instagram   / officialinews  \n\n#iNews #BeritaTerkini #BreakingNews #BeritaHariIni #BeritaNasional #BeritaIndonesia #BeritaDunia #TerlengkapTercepatTerpercaya", "post_id": "xgxSGjIHfJA"}}, {"key": "@tribunjakarta", "attributes": {"label": "@tribunjakarta", "x": 571.4567439595743, "y": 912.8077630932069, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 4.7177, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "FjH6E0K0ijE", "id": "@tribunjakarta", "source": "youtube-000001", "content": "Bersiap! Ekonomi Melambat Akibat Perang AS Vs Iran, Rupiah dan Subsidi Makin Terkapar\n\nDownload aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru\n\nTRIBUNJAKARTA.COM - Konflik bersenjata antara Israel, Amerika Serikat, dan Iran yang telah berlangsung selama dua bulan kini mulai menunjukkan dampak serius terhadap ekonomi global, termasuk Indonesia.\n\nLonjakan harga minyak dunia yang menembus 100 dolar AS per barel memicu tekanan berlapis, mulai dari pelemahan nilai tukar rupiah, meningkatnya risiko keluarnya modal asing, hingga bertambahnya beban subsidi energi pemerintah.\n\nKepala Center of Macroeconomics and Finance INDEF, M Rizal Taufikurrahman, menyebut perang di Timur Tengah telah mentransmisikan guncangan eksternal ke perekonomian domestik, terutama melalui kenaikan harga energi dan depresiasi rupiah.\n\nSumber: https://www.tribunnews.com/bisnis/782...\n\nEditor Video : Muhammad Arief Prasetyo\nUploader: winda rahmawati\n#EkonomiIndonesia, #RupiahMelemah, #KrisisEnergi, #PerangASIran, #SubsidiBBM, #BreakingNews, #UpdateEkonomi, #IHSG, #Inflasi, #Geopolitik, #TimurTengah, #KebijakanFiskal, #SriMulyani, #PrabowoSubianto, #InfoKeuangan, #BeritaTerbaru, #EkonomiMelambat, #KursDollar, #KedaulatanEkonomi, #Dunia2026\n\nJangan lupa follow akun-akun sosial media TribunJakarta.com untuk mendapatkan beragam informasi terkini dan updatenya:\n\nYouTube:    /   \nFacebook: https://www.facebook.com/profile.php?...\nSaluran WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029VaS7...\nTikTok: https://www.tiktok.com/\n​Instagram:   / tribunjakarta", "post_id": "FjH6E0K0ijE"}}, {"key": "tribunjakarta", "attributes": {"label": "tribunjakarta", "x": 349.2298707404973, "y": 594.1033350664062, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 6.7227, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "FjH6E0K0ijE", "id": "tribunjakarta", "source": "youtube-000001", "content": "Bersiap! Ekonomi Melambat Akibat Perang AS Vs Iran, Rupiah dan Subsidi Makin Terkapar\n\nDownload aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru\n\nTRIBUNJAKARTA.COM - Konflik bersenjata antara Israel, Amerika Serikat, dan Iran yang telah berlangsung selama dua bulan kini mulai menunjukkan dampak serius terhadap ekonomi global, termasuk Indonesia.\n\nLonjakan harga minyak dunia yang menembus 100 dolar AS per barel memicu tekanan berlapis, mulai dari pelemahan nilai tukar rupiah, meningkatnya risiko keluarnya modal asing, hingga bertambahnya beban subsidi energi pemerintah.\n\nKepala Center of Macroeconomics and Finance INDEF, M Rizal Taufikurrahman, menyebut perang di Timur Tengah telah mentransmisikan guncangan eksternal ke perekonomian domestik, terutama melalui kenaikan harga energi dan depresiasi rupiah.\n\nSumber: https://www.tribunnews.com/bisnis/782...\n\nEditor Video : Muhammad Arief Prasetyo\nUploader: winda rahmawati\n#EkonomiIndonesia, #RupiahMelemah, #KrisisEnergi, #PerangASIran, #SubsidiBBM, #BreakingNews, #UpdateEkonomi, #IHSG, #Inflasi, #Geopolitik, #TimurTengah, #KebijakanFiskal, #SriMulyani, #PrabowoSubianto, #InfoKeuangan, #BeritaTerbaru, #EkonomiMelambat, #KursDollar, #KedaulatanEkonomi, #Dunia2026\n\nJangan lupa follow akun-akun sosial media TribunJakarta.com untuk mendapatkan beragam informasi terkini dan updatenya:\n\nYouTube:    /   \nFacebook: https://www.facebook.com/profile.php?...\nSaluran WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029VaS7...\nTikTok: https://www.tiktok.com/\n​Instagram:   / tribunjakarta", "post_id": "FjH6E0K0ijE"}}, {"key": "tribun.jakart...", "attributes": {"label": "tribun.jakart...", "x": 41.54466359819109, "y": 967.9602436236904, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 6.7227, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "FjH6E0K0ijE", "id": "tribun.jakart...", "source": "youtube-000001", "content": "Bersiap! Ekonomi Melambat Akibat Perang AS Vs Iran, Rupiah dan Subsidi Makin Terkapar\n\nDownload aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru\n\nTRIBUNJAKARTA.COM - Konflik bersenjata antara Israel, Amerika Serikat, dan Iran yang telah berlangsung selama dua bulan kini mulai menunjukkan dampak serius terhadap ekonomi global, termasuk Indonesia.\n\nLonjakan harga minyak dunia yang menembus 100 dolar AS per barel memicu tekanan berlapis, mulai dari pelemahan nilai tukar rupiah, meningkatnya risiko keluarnya modal asing, hingga bertambahnya beban subsidi energi pemerintah.\n\nKepala Center of Macroeconomics and Finance INDEF, M Rizal Taufikurrahman, menyebut perang di Timur Tengah telah mentransmisikan guncangan eksternal ke perekonomian domestik, terutama melalui kenaikan harga energi dan depresiasi rupiah.\n\nSumber: https://www.tribunnews.com/bisnis/782...\n\nEditor Video : Muhammad Arief Prasetyo\nUploader: winda rahmawati\n#EkonomiIndonesia, #RupiahMelemah, #KrisisEnergi, #PerangASIran, #SubsidiBBM, #BreakingNews, #UpdateEkonomi, #IHSG, #Inflasi, #Geopolitik, #TimurTengah, #KebijakanFiskal, #SriMulyani, #PrabowoSubianto, #InfoKeuangan, #BeritaTerbaru, #EkonomiMelambat, #KursDollar, #KedaulatanEkonomi, #Dunia2026\n\nJangan lupa follow akun-akun sosial media TribunJakarta.com untuk mendapatkan beragam informasi terkini dan updatenya:\n\nYouTube:    /   \nFacebook: https://www.facebook.com/profile.php?...\nSaluran WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029VaS7...\nTikTok: https://www.tiktok.com/\n​Instagram:   / tribunjakarta", "post_id": "FjH6E0K0ijE"}}, {"key": "@kabarbursadotcom", "attributes": {"label": "@kabarbursadotcom", "x": 439.2952559283892, "y": 689.9703078567076, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 4.7177, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "byMdYZGuf54", "id": "@kabarbursadotcom", "source": "youtube-000001", "content": "[LIVE] Rupiah Rp17.300: Gejolak Pasar atau Alarm Ekonomi Indonesia? | INSIGHT EMITEN\n\nKABARBURSA.COM — Nilai tukar rupiah sempat anjlok ke kisaran Rp17.300 per dolar AS pada Kamis, 23 April 2026. Pelemahan ini terjadi di tengah gejolak geopolitik (Timur Tengah) dan lonjakan harga minyak dunia, sementara beban fiskal dalam negeri (subsidi BBM besar dan utang jatuh tempo) memperlebar defisit anggaran.\n\nRupiah Rp17.300 jadi sorotan utama dalam webinar Insight Emiten Live yang membahas apakah kondisi ini sudah menjadi alarm ekonomi atau masih terkendali. Acara ini menghadirkan Liza Camelia Suryanata, Head of Research Kiwoom Sekuritas Indonesia, dengan Yunila Wati sebagai host dari KabarBursa.com. Webinar ini digelar pada Jumat, 24 April 2026 pukul 14.00 WIB dan disiarkan melalui YouTube. Pembahasan seperti ini penting untuk publik karena menyangkut pembacaan pasar dan arah sentimen ekonomi yang lebih luas. Jangan lupa subscribe dan tulis pandangan Anda di kolom komentar.\n\nBuka dan baca berita terkait hanya di portal https://kabarbursa.com/\nKabarbursa.com adalah portal berita finansial PT Kabar Bursa Indonesia yang merupakan bagian dari jaringan PT Kabar Grup Indonesia atau KGI Network. Kabarbursa.com menyajikan berita ekonomi terkini, analisis mendalam, investasi dan inspirasi bisnis.\n\nKamu juga bisa mengunjungi media sosial Kabar Bursa:\nYoutube:    /   \nInstagram:   / kabarbursacom  \nTiktok:   / kabarbursacom  \nWA Channel: https://whatsapp.com/channel/0029Vae5...\n\n#rupiah #kursrupiah #ekonomiindonesia #bankindonesia #apbn #bbm #moneter #fiskal #minyakdunia #geopolitik #investasi #pasarvalas #inflasi #insightemitenlive #webinar #livestreaming #kiwoomsekuritas #yunilawati #lizacameliasuryanata #kabarbursa #news #newsupdate #beritaterkini #beritasaham #beritaekonomi", "post_id": "byMdYZGuf54"}}, {"key": "kabarbursadotcom", "attributes": {"label": "kabarbursadotcom", "x": 649.4687320005553, "y": 252.48357765232953, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 8.7277, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "byMdYZGuf54", "id": "kabarbursadotcom", "source": "youtube-000001", "content": "[LIVE] Rupiah Rp17.300: Gejolak Pasar atau Alarm Ekonomi Indonesia? | INSIGHT EMITEN\n\nKABARBURSA.COM — Nilai tukar rupiah sempat anjlok ke kisaran Rp17.300 per dolar AS pada Kamis, 23 April 2026. Pelemahan ini terjadi di tengah gejolak geopolitik (Timur Tengah) dan lonjakan harga minyak dunia, sementara beban fiskal dalam negeri (subsidi BBM besar dan utang jatuh tempo) memperlebar defisit anggaran.\n\nRupiah Rp17.300 jadi sorotan utama dalam webinar Insight Emiten Live yang membahas apakah kondisi ini sudah menjadi alarm ekonomi atau masih terkendali. Acara ini menghadirkan Liza Camelia Suryanata, Head of Research Kiwoom Sekuritas Indonesia, dengan Yunila Wati sebagai host dari KabarBursa.com. Webinar ini digelar pada Jumat, 24 April 2026 pukul 14.00 WIB dan disiarkan melalui YouTube. Pembahasan seperti ini penting untuk publik karena menyangkut pembacaan pasar dan arah sentimen ekonomi yang lebih luas. Jangan lupa subscribe dan tulis pandangan Anda di kolom komentar.\n\nBuka dan baca berita terkait hanya di portal https://kabarbursa.com/\nKabarbursa.com adalah portal berita finansial PT Kabar Bursa Indonesia yang merupakan bagian dari jaringan PT Kabar Grup Indonesia atau KGI Network. Kabarbursa.com menyajikan berita ekonomi terkini, analisis mendalam, investasi dan inspirasi bisnis.\n\nKamu juga bisa mengunjungi media sosial Kabar Bursa:\nYoutube:    /   \nInstagram:   / kabarbursacom  \nTiktok:   / kabarbursacom  \nWA Channel: https://whatsapp.com/channel/0029Vae5...\n\n#rupiah #kursrupiah #ekonomiindonesia #bankindonesia #apbn #bbm #moneter #fiskal #minyakdunia #geopolitik #investasi #pasarvalas #inflasi #insightemitenlive #webinar #livestreaming #kiwoomsekuritas #yunilawati #lizacameliasuryanata #kabarbursa #news #newsupdate #beritaterkini #beritasaham #beritaekonomi", "post_id": "byMdYZGuf54"}}, {"key": "@DennyDarko", "attributes": {"label": "@DennyDarko", "x": 143.08883240528203, "y": 780.6245293702985, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 4.7177, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "JqZlhgqUlgg", "id": "@DennyDarko", "source": "youtube-000001", "content": "INDONESIA AKAN HANCUR ATAU GEGERKAN DUNIA JADI NEGARA MAJU? FAKTOR INI PENENTUNYA! |EPS.3297\n\nDUPA KERATON : https://shopee.co.id/keratonian.scent\n—————————————————————————————-\nApakah Indonesia benar-benar akan menjadi kunci penyelamat dunia di tengah krisis energi dan geopolitik? Simak analisis mendalamnya di sini!\n\nDunia sedang tidak baik-baik saja. Perang di Timur Tengah dan ketegangan Barat-Timur menciptakan krisis energi global. Namun, sebuah kabar mengejutkan datang dari pengamat internasional. Profesor Jiang, seorang peneliti ternama dari China, menyebut Indonesia memiliki posisi strategis yang tak tergantikan.\n\nDalam video ini, kita membedah:\nJalur Alki & Selat Malaka: Mengapa dunia sangat bergantung pada perairan Indonesia saat jalur energi lain tercekik?\n\nLaporan JP Morgan (Pandora’s Bog): Fakta bahwa ketahanan energi Indonesia berada di peringkat ke-2 dunia, melampaui negara tetangga!\n\nSorotan Parlemen Kanada: Mengapa kebijakan \"Bebas Aktif\" menjadikan Indonesia satu-satunya mediator yang dipercaya oleh semua pihak.\n\nVisi Indonesia Maju 2045: Mampukah kita menyalip di tikungan kekacauan dunia dan bertransformasi dari negara berkembang menjadi kekuatan utama?\n\nIni bukan sekadar ramalan, tapi analisis berbasis data geopolitik dan ekonomi global. Apakah kita sudah siap menjadi \"Laboratorium Kehidupan Dunia\"?\n\nTulis komentar di bawah: Kalian menonton dari daerah mana? Dan menurut kalian, apa tantangan terbesar Indonesia untuk benar-benar menjadi negara maju di tahun 2045?\n\nJangan lupa klik LIKE, SHARE, dan SUBSCRIBE ke channel Denny Darko untuk update analisis geopolitik dan masa depan Indonesia lainnya!\n\n00:00 - Indonesia: Hancur atau Menyalip di Tikungan? \n01:02 - Analisis Profesor Jiang tentang Peran Indonesia \n02:33 - Fakta Rupiah & Krisis Energi Dunia \n04:54 - Mengapa Dunia Butuh Indonesia (Bebas Aktif) \n07:07 - Bedah Laporan JP Morgan: Ketahanan Energi Kita \n09:12 - Harapan untuk Pemerintah & Generasi Muda \n11:17 - Akankah Indonesia Benar-Benar Menjadi Negara Maju?\n\n#dennydarko  #IndonesiaMaju2045 #geopolitik  #ProfesorJiang #jiangxueqin  #jpmorgan  #krisisenergi  #ekonomiindonesia  #indonesiaemas #indonesiaemas2045 #prabowo #indonesiamaju #indonesia \n\nSUBSCRIBE TO MY CHANNEL : \n   / darkodenny  \n\nPersonal Tarot Reading/Konsultasi:\n+6287897070666 (whatsapp only)\n\nBusiness inquiries:\nEmail: darko \n+62 819 888 237\n\nSocial Media:\nInstagram Denny Darko : \n  / _dennydarko_", "post_id": "JqZlhgqUlgg"}}, {"key": "_dennydarko_", "attributes": {"label": "_dennydarko_", "x": 46.398263280812316, "y": 228.4805842336536, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 8.7277, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "JqZlhgqUlgg", "id": "_dennydarko_", "source": "youtube-000001", "content": "INDONESIA AKAN HANCUR ATAU GEGERKAN DUNIA JADI NEGARA MAJU? FAKTOR INI PENENTUNYA! |EPS.3297\n\nDUPA KERATON : https://shopee.co.id/keratonian.scent\n—————————————————————————————-\nApakah Indonesia benar-benar akan menjadi kunci penyelamat dunia di tengah krisis energi dan geopolitik? Simak analisis mendalamnya di sini!\n\nDunia sedang tidak baik-baik saja. Perang di Timur Tengah dan ketegangan Barat-Timur menciptakan krisis energi global. Namun, sebuah kabar mengejutkan datang dari pengamat internasional. Profesor Jiang, seorang peneliti ternama dari China, menyebut Indonesia memiliki posisi strategis yang tak tergantikan.\n\nDalam video ini, kita membedah:\nJalur Alki & Selat Malaka: Mengapa dunia sangat bergantung pada perairan Indonesia saat jalur energi lain tercekik?\n\nLaporan JP Morgan (Pandora’s Bog): Fakta bahwa ketahanan energi Indonesia berada di peringkat ke-2 dunia, melampaui negara tetangga!\n\nSorotan Parlemen Kanada: Mengapa kebijakan \"Bebas Aktif\" menjadikan Indonesia satu-satunya mediator yang dipercaya oleh semua pihak.\n\nVisi Indonesia Maju 2045: Mampukah kita menyalip di tikungan kekacauan dunia dan bertransformasi dari negara berkembang menjadi kekuatan utama?\n\nIni bukan sekadar ramalan, tapi analisis berbasis data geopolitik dan ekonomi global. Apakah kita sudah siap menjadi \"Laboratorium Kehidupan Dunia\"?\n\nTulis komentar di bawah: Kalian menonton dari daerah mana? Dan menurut kalian, apa tantangan terbesar Indonesia untuk benar-benar menjadi negara maju di tahun 2045?\n\nJangan lupa klik LIKE, SHARE, dan SUBSCRIBE ke channel Denny Darko untuk update analisis geopolitik dan masa depan Indonesia lainnya!\n\n00:00 - Indonesia: Hancur atau Menyalip di Tikungan? \n01:02 - Analisis Profesor Jiang tentang Peran Indonesia \n02:33 - Fakta Rupiah & Krisis Energi Dunia \n04:54 - Mengapa Dunia Butuh Indonesia (Bebas Aktif) \n07:07 - Bedah Laporan JP Morgan: Ketahanan Energi Kita \n09:12 - Harapan untuk Pemerintah & Generasi Muda \n11:17 - Akankah Indonesia Benar-Benar Menjadi Negara Maju?\n\n#dennydarko  #IndonesiaMaju2045 #geopolitik  #ProfesorJiang #jiangxueqin  #jpmorgan  #krisisenergi  #ekonomiindonesia  #indonesiaemas #indonesiaemas2045 #prabowo #indonesiamaju #indonesia \n\nSUBSCRIBE TO MY CHANNEL : \n   / darkodenny  \n\nPersonal Tarot Reading/Konsultasi:\n+6287897070666 (whatsapp only)\n\nBusiness inquiries:\nEmail: darko \n+62 819 888 237\n\nSocial Media:\nInstagram Denny Darko : \n  / _dennydarko_", "post_id": "JqZlhgqUlgg"}}, {"key": "@tuturmediadigital", "attributes": {"label": "@tuturmediadigital", "x": 940.8208838809076, "y": 90.19904159088665, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 4.7177, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "L19YHMZizE0", "id": "@tuturmediadigital", "source": "youtube-000001", "content": "LIVE: 2 Bulan Perang Israel-AS Vs Iran, INDEF Ungkap Dampaknya ke Perekonomian Indonesia\n\nTUTUR.co.id - Eskalasi perang antara Israel dan Amerika Serikat melawan Iran yang telah berlangsung selama dua bulan mulai memberikan tekanan signifikan terhadap perekonomian global, termasuk Indonesia. Kenaikan harga minyak dunia yang sempat menembus US$100 per barel memicu kekhawatiran terhadap inflasi, pelemahan nilai tukar rupiah, hingga potensi capital outflow.\n\nMenanggapi kondisi tersebut, INDEF menggelar diskusi publik bertajuk “2 Bulan Perang Israel-AS Vs. Iran: Waspada Dampak ke Perekonomian!” guna mengkaji dampak konflik terhadap ekonomi nasional. Diskusi ini juga membahas proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia pada triwulan I dan II 2026 serta merumuskan rekomendasi kebijakan yang lebih adaptif bagi pemerintah dan pelaku usaha.\n\n#breakingnews #beritaterkini #newsupdate #beritaekonomi #tuturmediadigital #tuturtv \n\n\n===\n\nKamu juga bisa mengunjungi media sosial Tutur Media Digital:\n\nInstagram:   / tuturmediadigital  \nTikTok:   / tuturmediadigital  \nX: https://x.com/tuturmedia\nYoutube:    /   \nFacebook: https://www.facebook.com/share/17m5ob...\n\n-------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------", "post_id": "L19YHMZizE0"}}, {"key": "tuturtvmedia", "attributes": {"label": "tuturtvmedia", "x": 561.2908479356815, "y": 31.67585611940482, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 8.7277, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "L19YHMZizE0", "id": "tuturtvmedia", "source": "youtube-000001", "content": "LIVE: 2 Bulan Perang Israel-AS Vs Iran, INDEF Ungkap Dampaknya ke Perekonomian Indonesia\n\nTUTUR.co.id - Eskalasi perang antara Israel dan Amerika Serikat melawan Iran yang telah berlangsung selama dua bulan mulai memberikan tekanan signifikan terhadap perekonomian global, termasuk Indonesia. Kenaikan harga minyak dunia yang sempat menembus US$100 per barel memicu kekhawatiran terhadap inflasi, pelemahan nilai tukar rupiah, hingga potensi capital outflow.\n\nMenanggapi kondisi tersebut, INDEF menggelar diskusi publik bertajuk “2 Bulan Perang Israel-AS Vs. Iran: Waspada Dampak ke Perekonomian!” guna mengkaji dampak konflik terhadap ekonomi nasional. Diskusi ini juga membahas proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia pada triwulan I dan II 2026 serta merumuskan rekomendasi kebijakan yang lebih adaptif bagi pemerintah dan pelaku usaha.\n\n#breakingnews #beritaterkini #newsupdate #beritaekonomi #tuturmediadigital #tuturtv \n\n\n===\n\nKamu juga bisa mengunjungi media sosial Tutur Media Digital:\n\nInstagram:   / tuturmediadigital  \nTikTok:   / tuturmediadigital  \nX: https://x.com/tuturmedia\nYoutube:    /   \nFacebook: https://www.facebook.com/share/17m5ob...\n\n-------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------", "post_id": "L19YHMZizE0"}}, {"key": "@OffTheRecordFNN", "attributes": {"label": "@OffTheRecordFNN", "x": 163.53099660191128, "y": 33.82544832946377, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 4.7177, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 4, "degree": 4}, "_id": "gGucd79wtaU", "id": "@OffTheRecordFNN", "source": "youtube-000001", "content": "PURBAYA BLAK-BLAKAN DISABOT ANAK BUAH! PECAT 2 DIRJEN KRNA DIBILANG TAK BISA BAHASA INGGRIS |\n\nPurbaya blak-blakan soal sabotase internal Kemenkeu — dua dirjen dipecat setelah menyebarkan isu miring ke investor.\n\nPak Purbaya ungkap bagaimana Luki Afirman dan Febrio Natan Kacaribu disebut sengaja merusak citra Menkeu baru di mata investor asing, termasuk isu yang menyebut dirinya tidak bisa berbahasa Inggris.\n\nTonton episode lengkap Off The Record FNN setiap hari di channel ini.\n\n⏱️ TIMESTAMPS\n00:00 Opening\n00:45 Purbaya pecat 2 dirjen warisan Sri Mulyani\n05:02 Klarifikasi kas negara 120 triliun\n07:01 Kondisi ekonomi — kurs rupiah 17.300 dan tekanan utang\n09:03 Purbaya tolak tawaran pinjaman IMF\n18:00 Reshuffle kabinet parsial — Jumhur Hidayat masuk Kementerian LH\n21:00 Hasan Nasbi kembali sebagai Penasihat Khusus Komunikasi\n25:30 Pola baru: menteri lapor ke Teddy, bukan langsung ke Presiden\n27:00 Lelang minyak kapal tanker Iran MT Arman 114\n30:10 Iran izinkan 7 kapal Malaysia lewati Selat Hormuz gratis\n32:00 Negosiasi Indonesia-Iran soal tanker Pertamina\n33:00 Closing\n\n📰 SUMBER BERITA\n• Purbaya: Dilecehkan Anak Buah, Saya Bisa Bahasa Inggris\n  https://radarsukabumi.com/nasional/di...\n• Purbaya Ungkap Isu Miring soal Dirinya di Internal Kemenkeu\n  https://finance.detik.com/berita-ekon...\n• 1,2 Juta Barel Minyak dari Tanker Iran Sitaan RI Dilelang Rp879 M\n  https://www.bloombergtechnoz.com/deta...\n• Alasan Iran Perbolehkan Kapal Tanker Malaysia Lewati Selat Hormuz\n  https://sumsel.tribunnews.com/news/10...\n• Di Balik Penahanan Tanker Pertamina oleh Iran\n  https://www.repelita.com/post/dibalik...\n• Iran Kecewa, Dua Kapal Perang Pernah Dilarang Masuk Indonesia\n  https://katadata.co.id/berita/nasiona...\n\n======\nJoin (Membership) untuk dukung channel Off The Record FNN:\n   /   \n\nIkuti kami di:\nFacebook:   / 61582251161154  \nInstagram:   / offtherecordfnn  \nTikTok:   / offtherecordfnn  \nX: https://x.com/offtherecordfnn\n\nSubscribe juga:\nRocky Gerung Official\n   /   \nHersubeno Point\n   /   \nMSD\n   /   \n\n#OffTheRecord #PolitikIndonesia #Purbaya #KementerianKeuangan #TankerIran", "post_id": "gGucd79wtaU"}}, {"key": "offtherecordfnn", "attributes": {"label": "offtherecordfnn", "x": 355.3096491923188, "y": 34.455247635427845, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 5.7202, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "gGucd79wtaU", "id": "offtherecordfnn", "source": "youtube-000001", "content": "PURBAYA BLAK-BLAKAN DISABOT ANAK BUAH! PECAT 2 DIRJEN KRNA DIBILANG TAK BISA BAHASA INGGRIS |\n\nPurbaya blak-blakan soal sabotase internal Kemenkeu — dua dirjen dipecat setelah menyebarkan isu miring ke investor.\n\nPak Purbaya ungkap bagaimana Luki Afirman dan Febrio Natan Kacaribu disebut sengaja merusak citra Menkeu baru di mata investor asing, termasuk isu yang menyebut dirinya tidak bisa berbahasa Inggris.\n\nTonton episode lengkap Off The Record FNN setiap hari di channel ini.\n\n⏱️ TIMESTAMPS\n00:00 Opening\n00:45 Purbaya pecat 2 dirjen warisan Sri Mulyani\n05:02 Klarifikasi kas negara 120 triliun\n07:01 Kondisi ekonomi — kurs rupiah 17.300 dan tekanan utang\n09:03 Purbaya tolak tawaran pinjaman IMF\n18:00 Reshuffle kabinet parsial — Jumhur Hidayat masuk Kementerian LH\n21:00 Hasan Nasbi kembali sebagai Penasihat Khusus Komunikasi\n25:30 Pola baru: menteri lapor ke Teddy, bukan langsung ke Presiden\n27:00 Lelang minyak kapal tanker Iran MT Arman 114\n30:10 Iran izinkan 7 kapal Malaysia lewati Selat Hormuz gratis\n32:00 Negosiasi Indonesia-Iran soal tanker Pertamina\n33:00 Closing\n\n📰 SUMBER BERITA\n• Purbaya: Dilecehkan Anak Buah, Saya Bisa Bahasa Inggris\n  https://radarsukabumi.com/nasional/di...\n• Purbaya Ungkap Isu Miring soal Dirinya di Internal Kemenkeu\n  https://finance.detik.com/berita-ekon...\n• 1,2 Juta Barel Minyak dari Tanker Iran Sitaan RI Dilelang Rp879 M\n  https://www.bloombergtechnoz.com/deta...\n• Alasan Iran Perbolehkan Kapal Tanker Malaysia Lewati Selat Hormuz\n  https://sumsel.tribunnews.com/news/10...\n• Di Balik Penahanan Tanker Pertamina oleh Iran\n  https://www.repelita.com/post/dibalik...\n• Iran Kecewa, Dua Kapal Perang Pernah Dilarang Masuk Indonesia\n  https://katadata.co.id/berita/nasiona...\n\n======\nJoin (Membership) untuk dukung channel Off The Record FNN:\n   /   \n\nIkuti kami di:\nFacebook:   / 61582251161154  \nInstagram:   / offtherecordfnn  \nTikTok:   / offtherecordfnn  \nX: https://x.com/offtherecordfnn\n\nSubscribe juga:\nRocky Gerung Official\n   /   \nHersubeno Point\n   /   \nMSD\n   /   \n\n#OffTheRecord #PolitikIndonesia #Purbaya #KementerianKeuangan #TankerIran", "post_id": "gGucd79wtaU"}}, {"key": "rockygerungofficial_2024", "attributes": {"label": "rockygerungofficial_2024", "x": 16.381016452656883, "y": 847.6551380050674, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 5.7202, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "gGucd79wtaU", "id": "rockygerungofficial_2024", "source": "youtube-000001", "content": "PURBAYA BLAK-BLAKAN DISABOT ANAK BUAH! PECAT 2 DIRJEN KRNA DIBILANG TAK BISA BAHASA INGGRIS |\n\nPurbaya blak-blakan soal sabotase internal Kemenkeu — dua dirjen dipecat setelah menyebarkan isu miring ke investor.\n\nPak Purbaya ungkap bagaimana Luki Afirman dan Febrio Natan Kacaribu disebut sengaja merusak citra Menkeu baru di mata investor asing, termasuk isu yang menyebut dirinya tidak bisa berbahasa Inggris.\n\nTonton episode lengkap Off The Record FNN setiap hari di channel ini.\n\n⏱️ TIMESTAMPS\n00:00 Opening\n00:45 Purbaya pecat 2 dirjen warisan Sri Mulyani\n05:02 Klarifikasi kas negara 120 triliun\n07:01 Kondisi ekonomi — kurs rupiah 17.300 dan tekanan utang\n09:03 Purbaya tolak tawaran pinjaman IMF\n18:00 Reshuffle kabinet parsial — Jumhur Hidayat masuk Kementerian LH\n21:00 Hasan Nasbi kembali sebagai Penasihat Khusus Komunikasi\n25:30 Pola baru: menteri lapor ke Teddy, bukan langsung ke Presiden\n27:00 Lelang minyak kapal tanker Iran MT Arman 114\n30:10 Iran izinkan 7 kapal Malaysia lewati Selat Hormuz gratis\n32:00 Negosiasi Indonesia-Iran soal tanker Pertamina\n33:00 Closing\n\n📰 SUMBER BERITA\n• Purbaya: Dilecehkan Anak Buah, Saya Bisa Bahasa Inggris\n  https://radarsukabumi.com/nasional/di...\n• Purbaya Ungkap Isu Miring soal Dirinya di Internal Kemenkeu\n  https://finance.detik.com/berita-ekon...\n• 1,2 Juta Barel Minyak dari Tanker Iran Sitaan RI Dilelang Rp879 M\n  https://www.bloombergtechnoz.com/deta...\n• Alasan Iran Perbolehkan Kapal Tanker Malaysia Lewati Selat Hormuz\n  https://sumsel.tribunnews.com/news/10...\n• Di Balik Penahanan Tanker Pertamina oleh Iran\n  https://www.repelita.com/post/dibalik...\n• Iran Kecewa, Dua Kapal Perang Pernah Dilarang Masuk Indonesia\n  https://katadata.co.id/berita/nasiona...\n\n======\nJoin (Membership) untuk dukung channel Off The Record FNN:\n   /   \n\nIkuti kami di:\nFacebook:   / 61582251161154  \nInstagram:   / offtherecordfnn  \nTikTok:   / offtherecordfnn  \nX: https://x.com/offtherecordfnn\n\nSubscribe juga:\nRocky Gerung Official\n   /   \nHersubeno Point\n   /   \nMSD\n   /   \n\n#OffTheRecord #PolitikIndonesia #Purbaya #KementerianKeuangan #TankerIran", "post_id": "gGucd79wtaU"}}, {"key": "hersubenopointfnn", "attributes": {"label": "hersubenopointfnn", "x": 936.8377770989161, "y": 920.9323053663827, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 5.7202, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "gGucd79wtaU", "id": "hersubenopointfnn", "source": "youtube-000001", "content": "PURBAYA BLAK-BLAKAN DISABOT ANAK BUAH! PECAT 2 DIRJEN KRNA DIBILANG TAK BISA BAHASA INGGRIS |\n\nPurbaya blak-blakan soal sabotase internal Kemenkeu — dua dirjen dipecat setelah menyebarkan isu miring ke investor.\n\nPak Purbaya ungkap bagaimana Luki Afirman dan Febrio Natan Kacaribu disebut sengaja merusak citra Menkeu baru di mata investor asing, termasuk isu yang menyebut dirinya tidak bisa berbahasa Inggris.\n\nTonton episode lengkap Off The Record FNN setiap hari di channel ini.\n\n⏱️ TIMESTAMPS\n00:00 Opening\n00:45 Purbaya pecat 2 dirjen warisan Sri Mulyani\n05:02 Klarifikasi kas negara 120 triliun\n07:01 Kondisi ekonomi — kurs rupiah 17.300 dan tekanan utang\n09:03 Purbaya tolak tawaran pinjaman IMF\n18:00 Reshuffle kabinet parsial — Jumhur Hidayat masuk Kementerian LH\n21:00 Hasan Nasbi kembali sebagai Penasihat Khusus Komunikasi\n25:30 Pola baru: menteri lapor ke Teddy, bukan langsung ke Presiden\n27:00 Lelang minyak kapal tanker Iran MT Arman 114\n30:10 Iran izinkan 7 kapal Malaysia lewati Selat Hormuz gratis\n32:00 Negosiasi Indonesia-Iran soal tanker Pertamina\n33:00 Closing\n\n📰 SUMBER BERITA\n• Purbaya: Dilecehkan Anak Buah, Saya Bisa Bahasa Inggris\n  https://radarsukabumi.com/nasional/di...\n• Purbaya Ungkap Isu Miring soal Dirinya di Internal Kemenkeu\n  https://finance.detik.com/berita-ekon...\n• 1,2 Juta Barel Minyak dari Tanker Iran Sitaan RI Dilelang Rp879 M\n  https://www.bloombergtechnoz.com/deta...\n• Alasan Iran Perbolehkan Kapal Tanker Malaysia Lewati Selat Hormuz\n  https://sumsel.tribunnews.com/news/10...\n• Di Balik Penahanan Tanker Pertamina oleh Iran\n  https://www.repelita.com/post/dibalik...\n• Iran Kecewa, Dua Kapal Perang Pernah Dilarang Masuk Indonesia\n  https://katadata.co.id/berita/nasiona...\n\n======\nJoin (Membership) untuk dukung channel Off The Record FNN:\n   /   \n\nIkuti kami di:\nFacebook:   / 61582251161154  \nInstagram:   / offtherecordfnn  \nTikTok:   / offtherecordfnn  \nX: https://x.com/offtherecordfnn\n\nSubscribe juga:\nRocky Gerung Official\n   /   \nHersubeno Point\n   /   \nMSD\n   /   \n\n#OffTheRecord #PolitikIndonesia #Purbaya #KementerianKeuangan #TankerIran", "post_id": "gGucd79wtaU"}}, {"key": "msaid_didu", "attributes": {"label": "msaid_didu", "x": 266.58584078091206, "y": 821.4320190012506, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 5.7202, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "gGucd79wtaU", "id": "msaid_didu", "source": "youtube-000001", "content": "PURBAYA BLAK-BLAKAN DISABOT ANAK BUAH! PECAT 2 DIRJEN KRNA DIBILANG TAK BISA BAHASA INGGRIS |\n\nPurbaya blak-blakan soal sabotase internal Kemenkeu — dua dirjen dipecat setelah menyebarkan isu miring ke investor.\n\nPak Purbaya ungkap bagaimana Luki Afirman dan Febrio Natan Kacaribu disebut sengaja merusak citra Menkeu baru di mata investor asing, termasuk isu yang menyebut dirinya tidak bisa berbahasa Inggris.\n\nTonton episode lengkap Off The Record FNN setiap hari di channel ini.\n\n⏱️ TIMESTAMPS\n00:00 Opening\n00:45 Purbaya pecat 2 dirjen warisan Sri Mulyani\n05:02 Klarifikasi kas negara 120 triliun\n07:01 Kondisi ekonomi — kurs rupiah 17.300 dan tekanan utang\n09:03 Purbaya tolak tawaran pinjaman IMF\n18:00 Reshuffle kabinet parsial — Jumhur Hidayat masuk Kementerian LH\n21:00 Hasan Nasbi kembali sebagai Penasihat Khusus Komunikasi\n25:30 Pola baru: menteri lapor ke Teddy, bukan langsung ke Presiden\n27:00 Lelang minyak kapal tanker Iran MT Arman 114\n30:10 Iran izinkan 7 kapal Malaysia lewati Selat Hormuz gratis\n32:00 Negosiasi Indonesia-Iran soal tanker Pertamina\n33:00 Closing\n\n📰 SUMBER BERITA\n• Purbaya: Dilecehkan Anak Buah, Saya Bisa Bahasa Inggris\n  https://radarsukabumi.com/nasional/di...\n• Purbaya Ungkap Isu Miring soal Dirinya di Internal Kemenkeu\n  https://finance.detik.com/berita-ekon...\n• 1,2 Juta Barel Minyak dari Tanker Iran Sitaan RI Dilelang Rp879 M\n  https://www.bloombergtechnoz.com/deta...\n• Alasan Iran Perbolehkan Kapal Tanker Malaysia Lewati Selat Hormuz\n  https://sumsel.tribunnews.com/news/10...\n• Di Balik Penahanan Tanker Pertamina oleh Iran\n  https://www.repelita.com/post/dibalik...\n• Iran Kecewa, Dua Kapal Perang Pernah Dilarang Masuk Indonesia\n  https://katadata.co.id/berita/nasiona...\n\n======\nJoin (Membership) untuk dukung channel Off The Record FNN:\n   /   \n\nIkuti kami di:\nFacebook:   / 61582251161154  \nInstagram:   / offtherecordfnn  \nTikTok:   / offtherecordfnn  \nX: https://x.com/offtherecordfnn\n\nSubscribe juga:\nRocky Gerung Official\n   /   \nHersubeno Point\n   /   \nMSD\n   /   \n\n#OffTheRecord #PolitikIndonesia #Purbaya #KementerianKeuangan #TankerIran", "post_id": "gGucd79wtaU"}}, {"key": "@IDXCHANNELINSIGHT", "attributes": {"label": "@IDXCHANNELINSIGHT", "x": 506.97288203184087, "y": 389.76683047668746, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 4.7177, "eigenvector": 0.0018, "in_degree": 0, "out_degree": 6, "degree": 6}, "_id": "e7wv3XBGyCE", "id": "@IDXCHANNELINSIGHT", "source": "youtube-000001", "content": "Masih Dibayangi Sentimen Global, IHSG Pekan Ini Diproyeksi Mixed Cenderung Melemah | MILENOMICS\n\nIHSG memasuki pekan pendek dengan tekanan tinggi setelah anjlok 6,61% ke level 7.129,49, dipicu kombinasi sentimen global dan domestik yang memburuk. Eskalasi geopolitik di Timur Tengah mendorong lonjakan harga energi, memperkuat dolar AS, serta meningkatkan kekhawatiran inflasi global, yang berujung pada aksi risk-off dan capital outflow besar dari pasar Indonesia. Tekanan juga datang dari pembekuan rebalancing MSCI serta pelemahan rupiah ke level terendah sepanjang sejarah, memperparah aksi jual pada saham-saham blue chip. Dalam jangka pendek, pergerakan indeks diperkirakan masih volatil dengan kecenderungan melemah, meskipun peluang technical rebound terbuka karena kondisi oversold. Investor disarankan tetap defensif, selektif, dan fokus pada saham dengan fundamental kuat serta sektor yang diuntungkan seperti energi dan domestik-driven, sambil mencermati level support krusial IHSG dan dinamika global yang masih menjadi penentu utama arah pasar.\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n--------------------------------------------\nFollow US on Social Media\nWebsite - http://www.idxchannel.com\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idxchannelcom  \n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "e7wv3XBGyCE"}}], "edges": [{"key": "gamaasat", "source": "gamaasat", "target": "malodabivictor", "attributes": {"label": "retweet", "type": "retweet", "source": "retweet-000002"}}, {"key": "gamaasat", "source": "gamaasat", "target": "malodabivictor", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "retweet-000002"}}, {"key": "deknetiz", "source": "deknetiz", "target": "malodabivictor", "attributes": {"label": "retweet", "type": "retweet", "source": "retweet-000002"}}, {"key": "deknetiz", "source": "deknetiz", "target": "malodabivictor", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "retweet-000002"}}, {"key": "grok", "source": "grok", "target": "TradingDiary2", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "aditsaja158123", "source": "aditsaja158123", "target": "ArvinHonami", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "Maikel_USMC", "source": "Maikel_USMC", "target": "KemensetnegRI", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "liliesxterna", "source": "liliesxterna", "target": "BigAlphaID", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "grok", "source": "grok", "target": "ichuuuls", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "grok", "source": "grok", "target": "zakiberkata", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "grok", "source": "grok", "target": "wibisonoys", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "grok", "source": "grok", "target": "tempodotco", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "grok", "source": "grok", "target": "PaBowo", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "grok", "source": "grok", "target": "jokowi", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "grok", "source": "grok", "target": "gulanya_dipisah", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "el_bendoyo", "source": "el_bendoyo", "target": "insidefolkative", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "SyarifullahDja1", "source": "SyarifullahDja1", "target": "Winmo18", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "SyarifullahDja1", "source": "SyarifullahDja1", "target": "J_a2y0", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "SyarifullahDja1", "source": "SyarifullahDja1", "target": "TxtdariHI", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "Kimura_Capital", "source": "Kimura_Capital", "target": "unusual_whales", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "PudyastowoP", "source": "PudyastowoP", "target": "VeritasArdentur", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "warsobong", "source": "warsobong", "target": "Tita83079013", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "Kimura_Capital", "source": "Kimura_Capital", "target": "zerohedge", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "Bulls7216288091", "source": "Bulls7216288091", "target": "DoDheriz", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "Bulls7216288091", "source": "Bulls7216288091", "target": "andrew_mnhtns", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "Bulls7216288091", "source": "Bulls7216288091", "target": "Mendlkbud_", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "Bulls7216288091", "source": "Bulls7216288091", "target": "theyycallmebass", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "grok", "source": "grok", "target": "fimnland", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "grok", "source": "grok", "target": "idextratime", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "elcheeefffff", "source": "elcheeefffff", "target": "hadisagala", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "Vannxez", "source": "Vannxez", "target": "MuhadklyAcho", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "Kimura_Capital", "source": "Kimura_Capital", "target": "ReutersBiz", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "Kimura_Capital", "source": "Kimura_Capital", "target": "cnbcindonesia", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "hlukmanul05", "source": "hlukmanul05", "target": "TaliUdeng", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "Bonggol80885712", "source": "Bonggol80885712", "target": "DrEvaChaniago", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "kompascom", "source": "kompascom", "target": "kompascom", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "bloombergtechnoz", "source": "bloombergtechnoz", "target": "bloombergtechnoz", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "bloombergtechnoz", "source": "bloombergtechnoz", "target": "bloombergtechnoz", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "idx_channel", "source": "idx_channel", "target": "idx_channel", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "hariankompas", "source": "hariankompas", "target": "hariankompas.", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "hariankompas", "source": "hariankompas", "target": "hariankompas.", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "idx_channel", "source": "idx_channel", "target": "idx_channel", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "mancingsaham", "source": "mancingsaham", "target": "mancingsaham", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "celebesmedia.id", "source": "celebesmedia.id", "target": "celebesmedia.id", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "celebesmedia.id", "source": "celebesmedia.id", "target": "celebespsm", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "validnews", "source": "validnews", "target": "bemskies496", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "validnews", "source": "validnews", "target": "visitelitisaksama", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "bloombergtechnoz", "source": "bloombergtechnoz", "target": "bloombergtechnoz", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "bloombergtechnoz", "source": "bloombergtechnoz", "target": "bloombergtechnoz", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "joeliardisunendar", "source": "joeliardisunendar", "target": "jsportfolio", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "joeliardisunendar", "source": "joeliardisunendar", "target": "jsportfolio.id", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "user207363712", "source": "user207363712", "target": "tradewithsuli", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "radartws", "source": "radartws", "target": "tradewithsuli", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "onlytriv1", "source": "onlytriv1", "target": "cryptowaveid", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "cwcuttz", "source": "cwcuttz", "target": "CryptoWave", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "cwcuttz", "source": "cwcuttz", "target": "Gabriel", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "cwcuttz", "source": "cwcuttz", "target": "triv.co.id", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "banten_hay", "source": "banten_hay", "target": "al_gibral", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "banten_hay", "source": "banten_hay", "target": "bantenhay", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "indonesia.bernarasi", "source": "indonesia.bernarasi", "target": "CryptoCentric", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "tws.pedia", "source": "tws.pedia", "target": "tradewithsuli", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "stock_info", "source": "stock_info", "target": "CryptoWave", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "stock_info", "source": "stock_info", "target": "gabrielrey99", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "gabrey_clip", "source": "gabrey_clip", "target": "cryptowaveid", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "maklumat.id", "source": "maklumat.id", "target": "bhimayudhistira", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "alfatih.19535", "source": "alfatih.19535", "target": "idx_channel", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "ariyadie.pratama", "source": "ariyadie.pratama", "target": "idx_channel", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "richmindsetidn", "source": "richmindsetidn", "target": "ternakuang.id", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "harrymedina.7273", "source": "harrymedina.7273", "target": "Ahadsan", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "harrymedina.7273", "source": "harrymedina.7273", "target": "Datoobama", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "harrymedina.7273", "source": "harrymedina.7273", "target": "Hidden", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "harrymedina.7273", "source": "harrymedina.7273", "target": "Malaydesh", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "harrymedina.7273", "source": "harrymedina.7273", "target": "yudie", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "harrymedina.7273", "source": "harrymedina.7273", "target": "andiaskarbotak76", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "harrymedina.7273", "source": "harrymedina.7273", "target": "maha", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "harrymedina.7273", "source": "harrymedina.7273", "target": "KAKEK", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "harrymedina.7273", "source": "harrymedina.7273", "target": "ADRI", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "harrymedina.7273", "source": "harrymedina.7273", "target": "jay", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "harrymedina.7273", "source": "harrymedina.7273", "target": "pak", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "harrymedina.7273", "source": "harrymedina.7273", "target": "OFFICIAL", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "harrymedina.7273", "source": "harrymedina.7273", "target": "Anik", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "shenzhen_1999", "source": "shenzhen_1999", "target": "CryptoWave", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "centralclip.id", "source": "centralclip.id", "target": "Sucor", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "IDXChannelcom", "source": "IDXChannelcom", "target": "idx_channel", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "facebook-000001"}}, {"key": "@garismodal", "source": "@garismodal", "target": "cnbc_id", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@garismodal", "source": "@garismodal", "target": "tvrparlemen", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@OfficialSINDOnews", "source": "@OfficialSINDOnews", "target": "officialsindonews", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@OfficialSINDOnews", "source": "@OfficialSINDOnews", "target": "sindopodcast", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@OfficialSINDOnews", "source": "@OfficialSINDOnews", "target": "sindokalam", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@tvOneNews", "source": "@tvOneNews", "target": "declandpmusic", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@InnerBoost-oe4sd", "source": "@InnerBoost-oe4sd", "target": "InnerBoost", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@tvOneNews", "source": "@tvOneNews", "target": "declandpmusic", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@wawasan-cerdas", "source": "@wawasan-cerdas", "target": "wawasan", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "idxchannel_", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "wicky_adrian", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "deffid_83", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "prast_ulrich", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "rosalinehioe", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@garudatv.official", "source": "@garudatv.official", "target": "garudatv.official", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "idxchannel_", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "wicky_adrian", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "deffid_83", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "prast_ulrich", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "rosalinehioe", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@KompasTVSukabumi", "source": "@KompasTVSukabumi", "target": "ktvsukabumi", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "idxchannel_", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "wicky_adrian", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "deffid_83", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "prast_ulrich", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "rosalinehioe", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@tvOneNews", "source": "@tvOneNews", "target": "declandpmusic", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@tvOneNews", "source": "@tvOneNews", "target": "declandpmusic", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@KoranJakartaYoutubeOfficial", "source": "@KoranJakartaYoutubeOfficial", "target": "koranjakarta...", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@tvOneNews", "source": "@tvOneNews", "target": "declandpmusic", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "idxchannel_", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "wicky_adrian", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "deffid_83", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "prast_ulrich", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "rosalinehioe", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@Bennix", "source": "@Bennix", "target": "Bennix", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@Bennix", "source": "@Bennix", "target": "bennix.official", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@Bennix", "source": "@Bennix", "target": "bennix.real", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@Bennix", "source": "@Bennix", "target": "bennix", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@sinpotv", "source": "@sinpotv", "target": "sinpotv", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@sinpotv", "source": "@sinpotv", "target": "sinpotv", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@wawasan-cerdas", "source": "@wawasan-cerdas", "target": "wawasan", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@wawasan-cerdas", "source": "@wawasan-cerdas", "target": "wawasan", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@Lumin.insight", "source": "@Lumin.insight", "target": "katon_lumin", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@OfficialiNews", "source": "@OfficialiNews", "target": "officialinews", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@OfficialSINDOnews", "source": "@OfficialSINDOnews", "target": "officialsindonews", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@OfficialSINDOnews", "source": "@OfficialSINDOnews", "target": "sindopodcast", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@OfficialSINDOnews", "source": "@OfficialSINDOnews", "target": "sindokalam", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@tribunjakarta", "source": "@tribunjakarta", "target": "tribunjakarta", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@tribunjakarta", "source": "@tribunjakarta", "target": "tribun.jakart...", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@KoranJakartaYoutubeOfficial", "source": "@KoranJakartaYoutubeOfficial", "target": "koranjakarta...", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@kabarbursadotcom", "source": "@kabarbursadotcom", "target": "kabarbursadotcom", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@garudatv.official", "source": "@garudatv.official", "target": "garudatv.official", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@DennyDarko", "source": "@DennyDarko", "target": "_dennydarko_", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@tuturmediadigital", "source": "@tuturmediadigital", "target": "tuturtvmedia", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@OffTheRecordFNN", "source": "@OffTheRecordFNN", "target": "offtherecordfnn", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@OffTheRecordFNN", "source": "@OffTheRecordFNN", "target": "rockygerungofficial_2024", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@OffTheRecordFNN", "source": "@OffTheRecordFNN", "target": "hersubenopointfnn", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@OffTheRecordFNN", "source": "@OffTheRecordFNN", "target": "msaid_didu", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@InnerBoost-oe4sd", "source": "@InnerBoost-oe4sd", "target": "InnerBoost", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "idxchannel_", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "wicky_adrian", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "deffid_83", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "prast_ulrich", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "rosalinehioe", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "idxchannel_", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "wicky_adrian", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "deffid_83", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "prast_ulrich", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "rosalinehioe", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "idxchannel_", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "wicky_adrian", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "deffid_83", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "prast_ulrich", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "rosalinehioe", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@wawasan-cerdas", "source": "@wawasan-cerdas", "target": "wawasan", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@wawasan-cerdas", "source": "@wawasan-cerdas", "target": "wawasan", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "idxchannel_", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "wicky_adrian", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "deffid_83", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "prast_ulrich", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "rosalinehioe", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "idxchannel_", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "wicky_adrian", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "deffid_83", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "prast_ulrich", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "rosalinehioe", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@wawasan-cerdas", "source": "@wawasan-cerdas", "target": "wawasan", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@wawasan-cerdas", "source": "@wawasan-cerdas", "target": "wawasan", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@sinpotv", "source": "@sinpotv", "target": "sinpotv", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@sinpotv", "source": "@sinpotv", "target": "sinpotv", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXCHANNELINSIGHT", "source": "@IDXCHANNELINSIGHT", "target": "wicky_adrian", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXCHANNELINSIGHT", "source": "@IDXCHANNELINSIGHT", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXCHANNELINSIGHT", "source": "@IDXCHANNELINSIGHT", "target": "deffid_83", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXCHANNELINSIGHT", "source": "@IDXCHANNELINSIGHT", "target": "prast_ulrich", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXCHANNELINSIGHT", "source": "@IDXCHANNELINSIGHT", "target": "rosalinehioe", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXCHANNELINSIGHT", "source": "@IDXCHANNELINSIGHT", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@Bennix", "source": "@Bennix", "target": "Bennix", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@Bennix", "source": "@Bennix", "target": "bennix.official", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@Bennix", "source": "@Bennix", "target": "bennix.real", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@Bennix", "source": "@Bennix", "target": "bennix", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "idxchannel_", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "wicky_adrian", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "deffid_83", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "prast_ulrich", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "rosalinehioe", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@wawasan-cerdas", "source": "@wawasan-cerdas", "target": "wawasan", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@sinpotv", "source": "@sinpotv", "target": "sinpotv", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@sinpotv", "source": "@sinpotv", "target": "sinpotv", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@sinpotv", "source": "@sinpotv", "target": "sinpotv", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@sinpotv", "source": "@sinpotv", "target": "sinpotv", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}]}