{"nodes": [{"key": "grok", "attributes": {"label": "grok", "x": 429.5563854434853, "y": 365.03114130113534, "size": 3.22, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 4.3226, "eigenvector": 1.2836, "in_degree": 0, "out_degree": 12, "degree": 12}, "_id": "2049639142099718196", "id": "grok", "source": "tweet-000004", "content": "Halo! Dolar lagi naik ke Rp17.351 karena faktor utama eksternal: ketegangan geopolitik Timur Tengah (AS-Iran & risiko Selat Hormuz) bikin harga minyak dunia melonjak. USD jadi safe-haven, sementara Rupiah tertekan.\n\nDitambah demand dolar musiman (dividen dll) & cadangan devisa BI", "post_id": "2049639142099718196"}}, {"key": "ichuuuls", "attributes": {"label": "ichuuuls", "x": 533.814219003851, "y": 148.7293127277265, "size": 3.22, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 4.6288, "eigenvector": 1.2836, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2049639142099718196", "id": "ichuuuls", "source": "tweet-000004", "content": "Halo! Dolar lagi naik ke Rp17.351 karena faktor utama eksternal: ketegangan geopolitik Timur Tengah (AS-Iran & risiko Selat Hormuz) bikin harga minyak dunia melonjak. USD jadi safe-haven, sementara Rupiah tertekan.\n\nDitambah demand dolar musiman (dividen dll) & cadangan devisa BI", "post_id": "2049639142099718196"}}, {"key": "zakiberkata", "attributes": {"label": "zakiberkata", "x": 571.4650082486892, "y": 708.4745938442267, "size": 3.22, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 4.6288, "eigenvector": 1.2836, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2049639142099718196", "id": "zakiberkata", "source": "tweet-000004", "content": "Halo! Dolar lagi naik ke Rp17.351 karena faktor utama eksternal: ketegangan geopolitik Timur Tengah (AS-Iran & risiko Selat Hormuz) bikin harga minyak dunia melonjak. USD jadi safe-haven, sementara Rupiah tertekan.\n\nDitambah demand dolar musiman (dividen dll) & cadangan devisa BI", "post_id": "2049639142099718196"}}, {"key": "liliesxterna", "attributes": {"label": "liliesxterna", "x": 705.1998648871036, "y": 649.5970211001923, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 4.3226, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "2048962608829735042", "id": "liliesxterna", "source": "tweet-000004", "content": "Semuanya dampak dibilang salah Pak Prabowo, padahal ada banyak faktor yang menyebabkan rupiah melemah, salah satunya yaitu konflik antara AS dan Iran, kenaikan harga minyak dunia serta tingginya suku bunga bank sentral AS", "post_id": "2048962608829735042"}}, {"key": "BigAlphaID", "attributes": {"label": "BigAlphaID", "x": 944.7190216654598, "y": 975.4769195491757, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 7.9969, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2048962608829735042", "id": "BigAlphaID", "source": "tweet-000004", "content": "Semuanya dampak dibilang salah Pak Prabowo, padahal ada banyak faktor yang menyebabkan rupiah melemah, salah satunya yaitu konflik antara AS dan Iran, kenaikan harga minyak dunia serta tingginya suku bunga bank sentral AS", "post_id": "2048962608829735042"}}, {"key": "gulanya_dipisah", "attributes": {"label": "gulanya_dipisah", "x": 493.9053270737288, "y": 168.07399386378418, "size": 3.22, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 4.6288, "eigenvector": 1.2836, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2047703136303829034", "id": "gulanya_dipisah", "source": "tweet-000004", "content": "Rupiah undervalued berarti nilai pasarnya lebih lemah daripada fundamental ekonomi RI yang sebenarnya kuat.\n\nPenyebab utama: tekanan global dari konflik Iran (naikkan harga minyak + dolar AS menguat + yield obligasi AS tinggi). Ini bikin capital outflow dari emerging market", "post_id": "2047703136303829034"}}, {"key": "Dyani_zs", "attributes": {"label": "Dyani_zs", "x": 697.2599834778828, "y": 161.7369495866988, "size": 3.22, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 4.6288, "eigenvector": 1.2836, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2047489373919187275", "id": "Dyani_zs", "source": "tweet-000004", "content": "Maksudnya, Gubernur BI Perry Warjiyo bilang rupiah saat ini \"undervalued\", artinya nilainya lebih rendah dari fundamental ekonomi Indonesia yang sebenarnya kuat.\n\nSekarang di Rp17.140 per USD (melemah gara-gara dolar AS kuat + harga minyak naik + konflik global). BI lagi", "post_id": "2047489373919187275"}}, {"key": "kompascom", "attributes": {"label": "kompascom", "x": 145.7961223098716, "y": 156.9417885387565, "size": 3.22, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 4.6288, "eigenvector": 1.2836, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2047489373919187275", "id": "kompascom", "source": "tweet-000004", "content": "Maksudnya, Gubernur BI Perry Warjiyo bilang rupiah saat ini \"undervalued\", artinya nilainya lebih rendah dari fundamental ekonomi Indonesia yang sebenarnya kuat.\n\nSekarang di Rp17.140 per USD (melemah gara-gara dolar AS kuat + harga minyak naik + konflik global). BI lagi", "post_id": "2047489373919187275"}}, {"key": "Ianfield77", "attributes": {"label": "Ianfield77", "x": 598.06533600765, "y": 323.34054054386905, "size": 3.22, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 4.6288, "eigenvector": 1.2836, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2041433939902943363", "id": "Ianfield77", "source": "tweet-000004", "content": "Faktor penyebab melemahnya Rupiah ke Rp17.099/USD (per 7 April 2026):\n\n- **Eksternal**: Eskalasi konflik AS-Iran di Timur Tengah (ancaman Trump soal bom & Selat Hormuz), harga minyak melonjak (> $100/barel) → inflasi impor naik. USD kuat sebagai safe haven di tengah risk-off", "post_id": "2041433939902943363"}}, {"key": "iPopBase", "attributes": {"label": "iPopBase", "x": 239.00743931572822, "y": 876.2063538271756, "size": 3.22, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 4.6288, "eigenvector": 1.2836, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2041433939902943363", "id": "iPopBase", "source": "tweet-000004", "content": "Faktor penyebab melemahnya Rupiah ke Rp17.099/USD (per 7 April 2026):\n\n- **Eksternal**: Eskalasi konflik AS-Iran di Timur Tengah (ancaman Trump soal bom & Selat Hormuz), harga minyak melonjak (> $100/barel) → inflasi impor naik. USD kuat sebagai safe haven di tengah risk-off", "post_id": "2041433939902943363"}}, {"key": "ayino92", "attributes": {"label": "ayino92", "x": 830.8589183691638, "y": 951.6054587499169, "size": 3.22, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 4.6288, "eigenvector": 1.2836, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2043193954246508678", "id": "ayino92", "source": "tweet-000004", "content": "Rupiah lagi melemah ke kisaran Rp17.000-17.100 per USD akhir-akhir ini karena:\n\n- Dolar AS menguat gara-gara ketegangan Timur Tengah (US-Iran soal Selat Hormuz), harga minyak naik → Indonesia sebagai importir minyak kena tekanan defisit APBN.\n- Antisipasi data inflasi AS (CPI)", "post_id": "2043193954246508678"}}, {"key": "fimnland", "attributes": {"label": "fimnland", "x": 410.43086186480303, "y": 650.4398916409212, "size": 3.22, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 4.6288, "eigenvector": 1.2836, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2043964189249622481", "id": "fimnland", "source": "tweet-000004", "content": "Posisi rupiah yang melemah ke Rp17.127/USD dipengaruhi utama oleh faktor global: penguatan dolar AS akibat ketegangan geopolitik Timur Tengah (konflik AS-Iran, ancaman Selat Hormuz, & lonjakan harga minyak). Ini picu sentimen risk-off investor, outflow modal asing, & tekanan", "post_id": "2043964189249622481"}}, {"key": "idextratime", "attributes": {"label": "idextratime", "x": 885.5592913456496, "y": 311.5727518096376, "size": 3.22, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 4.6288, "eigenvector": 1.2836, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2043964189249622481", "id": "idextratime", "source": "tweet-000004", "content": "Posisi rupiah yang melemah ke Rp17.127/USD dipengaruhi utama oleh faktor global: penguatan dolar AS akibat ketegangan geopolitik Timur Tengah (konflik AS-Iran, ancaman Selat Hormuz, & lonjakan harga minyak). Ini picu sentimen risk-off investor, outflow modal asing, & tekanan", "post_id": "2043964189249622481"}}, {"key": "yusufgunawan", "attributes": {"label": "yusufgunawan", "x": 45.679499460301145, "y": 991.1176607783206, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 4.3226, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "2045315583202492419", "id": "yusufgunawan", "source": "tweet-000004", "content": "Setuju wes! \nSeharusnya ya begitu😁\n\nHarga BBM bergantung pada pergerakan harga minyak mentah di pasar internasional. Konflik global di wilayah produsen minyak memicu kenaikan harga secara signifikan. Ditambah BBM diimpor menggunakan USD, pelemahan Rupiah membuat biaya pengadaan", "post_id": "2045315583202492419"}}, {"key": "eternalgamez", "attributes": {"label": "eternalgamez", "x": 778.1699734858349, "y": 109.17739434593588, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 7.9969, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2045315583202492419", "id": "eternalgamez", "source": "tweet-000004", "content": "Setuju wes! \nSeharusnya ya begitu😁\n\nHarga BBM bergantung pada pergerakan harga minyak mentah di pasar internasional. Konflik global di wilayah produsen minyak memicu kenaikan harga secara signifikan. Ditambah BBM diimpor menggunakan USD, pelemahan Rupiah membuat biaya pengadaan", "post_id": "2045315583202492419"}}, {"key": "philipdj", "attributes": {"label": "philipdj", "x": 176.60832945899108, "y": 879.3871752758494, "size": 3.22, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 4.6288, "eigenvector": 1.2836, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2043353344995934572", "id": "philipdj", "source": "tweet-000004", "content": "Dampak blokade Selat Hormuz oleh US Navy ini cukup signifikan secara global:\n\n- Harga minyak dunia langsung melonjak (sudah naik 30-40% sejak konflik Iran-AS memanas), karena 20-25% pasokan minyak global lewat jalur itu. BBM di Indonesia & Asia bisa ikut naik, picu inflasi &", "post_id": "2043353344995934572"}}, {"key": "WhiteHouse", "attributes": {"label": "WhiteHouse", "x": 731.3264155010069, "y": 21.827645353102334, "size": 3.22, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 4.6288, "eigenvector": 1.2836, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2043353344995934572", "id": "WhiteHouse", "source": "tweet-000004", "content": "Dampak blokade Selat Hormuz oleh US Navy ini cukup signifikan secara global:\n\n- Harga minyak dunia langsung melonjak (sudah naik 30-40% sejak konflik Iran-AS memanas), karena 20-25% pasokan minyak global lewat jalur itu. BBM di Indonesia & Asia bisa ikut naik, picu inflasi &", "post_id": "2043353344995934572"}}, {"key": "Kimura_Capital", "attributes": {"label": "Kimura_Capital", "x": 768.182232679955, "y": 109.63620482042013, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 4.3226, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "2042409467556610316", "id": "Kimura_Capital", "source": "tweet-000004", "content": "Selat Hormuz bukan cuma urusan Timur Tengah.\n30% impor minyak RI lewat sana. Kalau traffic terganggu → harga BBM melonjak → subsidi APBN jebol → rupiah tertekan.\nSatu chokepoint, dampaknya langsung ke dompet 280 juta orang.\n https://t.co/lKd3JHvLgs", "post_id": "2042409467556610316"}}, {"key": "WatcherGuru", "attributes": {"label": "WatcherGuru", "x": 846.9479664112936, "y": 335.7950834493512, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 7.9969, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2042409467556610316", "id": "WatcherGuru", "source": "tweet-000004", "content": "Selat Hormuz bukan cuma urusan Timur Tengah.\n30% impor minyak RI lewat sana. Kalau traffic terganggu → harga BBM melonjak → subsidi APBN jebol → rupiah tertekan.\nSatu chokepoint, dampaknya langsung ke dompet 280 juta orang.\n https://t.co/lKd3JHvLgs", "post_id": "2042409467556610316"}}, {"key": "bloombergtechnoz", "attributes": {"label": "bloombergtechnoz", "x": 63.642849776094465, "y": 211.09391296706514, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 5.0361, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 6, "out_degree": 6, "degree": 12}, "_id": "3874281039761880483_51748745734", "id": "bloombergtechnoz", "source": "instagram-000001", "content": "Bank Indonesia menyebut kebijakan menjaga harga BBM subsidi tetap stabil membantu menahan tekanan rupiah di tengah gejolak harga minyak global.\n\nMeski rupiah masih melemah akibat penguatan dolar dan konflik Timur Tengah, pemerintah memastikan harga BBM subsidi tetap aman hingga akhir 2026, menurut Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa.\n\nKlik link di bio untuk detail informasi selengkapnya. Jangan lupa follow  untuk berita dan data menarik lainnya.\n\n#HargaBBM #KonflikTimurTengah #BloombergTechnoz", "post_id": "3874281039761880483_51748745734"}}, {"key": "hallosamarinda", "attributes": {"label": "hallosamarinda", "x": 161.60191665724355, "y": 821.1651665671084, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 4.3226, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "3869936683321005395_390836480", "id": "hallosamarinda", "source": "instagram-000001", "content": "Posisi rupiah di pasar spot hari ini sekaligus menjadi yang terendah sepanjang sejarah Indonesia. Apakah masih aman?\n\nAnalis Doo Financial Futures, Lukman Leong, membenarkan tekanan terhadap rupiah yang kini berada di level terlemah sepanjang sejarah. Menurutnya, mata uang domestik tersengat sentimen risk off akibat kekhawatiran eskalasi konflik di Timur Tengah.\n\nLukman menambahkan, kenaikan harga minyak mentah yang terus berlanjut berpotensi semakin membebani anggaran pemerintah, terlebih dengan belum dinaikkannya harga bahan bakar minyak (BBM).\n\nArtikel : rmol\n\nBelanja Smartphone, Laptop & Elektronik ke  aja", "post_id": "3869936683321005395_390836480"}}, {"key": "griyaphonesamarinda", "attributes": {"label": "griyaphonesamarinda", "x": 150.33687399484376, "y": 561.6285163528903, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 7.9969, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "3869936683321005395_390836480", "id": "griyaphonesamarinda", "source": "instagram-000001", "content": "Posisi rupiah di pasar spot hari ini sekaligus menjadi yang terendah sepanjang sejarah Indonesia. Apakah masih aman?\n\nAnalis Doo Financial Futures, Lukman Leong, membenarkan tekanan terhadap rupiah yang kini berada di level terlemah sepanjang sejarah. Menurutnya, mata uang domestik tersengat sentimen risk off akibat kekhawatiran eskalasi konflik di Timur Tengah.\n\nLukman menambahkan, kenaikan harga minyak mentah yang terus berlanjut berpotensi semakin membebani anggaran pemerintah, terlebih dengan belum dinaikkannya harga bahan bakar minyak (BBM).\n\nArtikel : rmol\n\nBelanja Smartphone, Laptop & Elektronik ke  aja", "post_id": "3869936683321005395_390836480"}}, {"key": "celebesmedia.id", "attributes": {"label": "celebesmedia.id", "x": 23.980129373088353, "y": 454.12924663980306, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 7.5176, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 2, "degree": 3}, "_id": "3870721786397360348_10864878485", "id": "celebesmedia.id", "source": "instagram-000001", "content": "Nilai tukar rupiah ditutup melemah pada perdagangan Selasa (7/4), turun 70 poin atau sekitar 0,41 persen ke level Rp17.105 per dolar AS. \n\nPosisi ini lebih rendah dibandingkan penutupan sebelumnya di Rp16.980 per dolar AS.\n\nTekanan terhadap rupiah tidak lepas dari meningkatnya ketidakpastian global, khususnya terkait ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah yang melibatkan Amerika Serikat dan Iran.\n\nKantor Berita Nasional ANTARA, Selasa sore, melaporkan konflik Timur Tengah semakin memanas setelah Iran menolak proposal Amerika Serikat terkait gencatan senjata selama 45 hari serta pembukaan Selat Hormuz secara bertahap. Penolakan ini juga mencakup negosiasi lebih luas mengenai pencabutan sanksi dan rekonstruksi.\n\nSebagai gantinya, Iran mengajukan sejumlah tuntutan, termasuk penghentian konflik secara permanen, jaminan keamanan dari serangan di masa depan, pencabutan sanksi, serta kompensasi atas kerusakan yang terjadi.\n\nKetegangan ini berdampak langsung pada pasar energi global. Harga minyak terdorong naik akibat kekhawatiran terganggunya distribusi, yang pada akhirnya memicu risiko inflasi dan menambah tantangan bagi kebijakan moneter di berbagai negara.\n\nBaca selengkapnya di www.celebesmedia.id\n\nIkuti juga sosial media kami  & \ndi Instagram, Tiktok, Twitter, Threads, & Youtube\n\n#rupiah #matauang #dolar #nilaitukaruang #uang", "post_id": "3870721786397360348_10864878485"}}, {"key": "celebespsm", "attributes": {"label": "celebespsm", "x": 687.5026604609368, "y": 805.2840927415652, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 7.5176, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "3870721786397360348_10864878485", "id": "celebespsm", "source": "instagram-000001", "content": "Nilai tukar rupiah ditutup melemah pada perdagangan Selasa (7/4), turun 70 poin atau sekitar 0,41 persen ke level Rp17.105 per dolar AS. \n\nPosisi ini lebih rendah dibandingkan penutupan sebelumnya di Rp16.980 per dolar AS.\n\nTekanan terhadap rupiah tidak lepas dari meningkatnya ketidakpastian global, khususnya terkait ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah yang melibatkan Amerika Serikat dan Iran.\n\nKantor Berita Nasional ANTARA, Selasa sore, melaporkan konflik Timur Tengah semakin memanas setelah Iran menolak proposal Amerika Serikat terkait gencatan senjata selama 45 hari serta pembukaan Selat Hormuz secara bertahap. Penolakan ini juga mencakup negosiasi lebih luas mengenai pencabutan sanksi dan rekonstruksi.\n\nSebagai gantinya, Iran mengajukan sejumlah tuntutan, termasuk penghentian konflik secara permanen, jaminan keamanan dari serangan di masa depan, pencabutan sanksi, serta kompensasi atas kerusakan yang terjadi.\n\nKetegangan ini berdampak langsung pada pasar energi global. Harga minyak terdorong naik akibat kekhawatiran terganggunya distribusi, yang pada akhirnya memicu risiko inflasi dan menambah tantangan bagi kebijakan moneter di berbagai negara.\n\nBaca selengkapnya di www.celebesmedia.id\n\nIkuti juga sosial media kami  & \ndi Instagram, Tiktok, Twitter, Threads, & Youtube\n\n#rupiah #matauang #dolar #nilaitukaruang #uang", "post_id": "3870721786397360348_10864878485"}}, {"key": "mnow.id", "attributes": {"label": "mnow.id", "x": 93.8279926519493, "y": 839.3280704873068, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 4.3226, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "3869784899914488233_46229168085", "id": "mnow.id", "source": "instagram-000001", "content": "- Pemerintah memastikan harga BBM subsidi tidak akan naik hingga akhir tahun meski tekanan global meningkat akibat konflik Timur Tengah. \n\nDalam rapat kerja bersama DPR, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan pemerintah telah menyiapkan berbagai skenario, termasuk jika harga minyak dunia menembus 100 dolar AS per barel. \n\nDengan dukungan cadangan anggaran seperti Sisa Anggaran Lebih (SAL) yang mencapai ratusan triliun rupiah, serta efisiensi belanja kementerian, pemerintah berupaya menjaga stabilitas APBN dan daya beli masyarakat di tengah gejolak ekonomi global.\n\nNamun, pandangan berbeda datang dari Jusuf Kalla yang mengusulkan kenaikan harga BBM sebagai langkah lebih aman untuk jangka panjang. \n\nMenurutnya, mempertahankan subsidi justru berisiko memperlebar defisit dan menambah utang negara, terutama saat harga energi dunia melonjak. \n\nJK menilai kenaikan harga memang berpotensi memicu protes, namun bisa diterima publik jika dijelaskan dengan transparan, sekaligus mendorong efisiensi konsumsi energi di masyarakat dibanding menahan beban fiskal yang terus membengkak.\n\nVia  \n#mnow #purbaya #jusufkalla #bbm #krisisbbm", "post_id": "3869784899914488233_46229168085"}}, {"key": "nowdots", "attributes": {"label": "nowdots", "x": 981.905276512843, "y": 436.36711135387964, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 7.9969, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "3869784899914488233_46229168085", "id": "nowdots", "source": "instagram-000001", "content": "- Pemerintah memastikan harga BBM subsidi tidak akan naik hingga akhir tahun meski tekanan global meningkat akibat konflik Timur Tengah. \n\nDalam rapat kerja bersama DPR, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan pemerintah telah menyiapkan berbagai skenario, termasuk jika harga minyak dunia menembus 100 dolar AS per barel. \n\nDengan dukungan cadangan anggaran seperti Sisa Anggaran Lebih (SAL) yang mencapai ratusan triliun rupiah, serta efisiensi belanja kementerian, pemerintah berupaya menjaga stabilitas APBN dan daya beli masyarakat di tengah gejolak ekonomi global.\n\nNamun, pandangan berbeda datang dari Jusuf Kalla yang mengusulkan kenaikan harga BBM sebagai langkah lebih aman untuk jangka panjang. \n\nMenurutnya, mempertahankan subsidi justru berisiko memperlebar defisit dan menambah utang negara, terutama saat harga energi dunia melonjak. \n\nJK menilai kenaikan harga memang berpotensi memicu protes, namun bisa diterima publik jika dijelaskan dengan transparan, sekaligus mendorong efisiensi konsumsi energi di masyarakat dibanding menahan beban fiskal yang terus membengkak.\n\nVia  \n#mnow #purbaya #jusufkalla #bbm #krisisbbm", "post_id": "3869784899914488233_46229168085"}}, {"key": "validnews", "attributes": {"label": "validnews", "x": 899.9932155024713, "y": 849.9125684460295, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 4.3226, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "3873530589203513481_5593726572", "id": "validnews", "source": "instagram-000001", "content": "Krisis energi global kembali di depan mata. Ketegangan di Timur Tengah hingga potensi penutupan Selat Hormuz oleh Iran membuat harga minyak mentah melonjak. Dampaknya langsung terasa ke Indonesia. Bukan sekadar kenaikan harga BBM, tapi juga ancaman membengkaknya subsidi negara. Di tengah kondisi ini, pertanyaannya sederhana. Apakah Indonesia benar-benar rentan, atau justru belum memaksimalkan kekuatan yang sudah dimiliki?\n\nLonjakan harga minyak membuat beban fiskal kian berat, terlihat dari melejitnya POGO spread hingga US$165 per metrik ton. Artinya, pencampuran biodiesel menjadi tidak ekonomis tanpa dukungan besar dari pemerintah. Berbagai wacana pun muncul, mulai dari penghematan BBM hingga opsi Work From Home (WFH) untuk menekan konsumsi energi. Namun, solusi jangka pendek ini sering kali menutupi fakta bahwa Indonesia sebenarnya punya fondasi energi alternatif yang sudah dibangun sejak lama.\n\nProgram seperti Desa Mandiri Energi hingga pengembangan biodiesel B30, B35, hingga kini B40 menunjukkan bahwa Indonesia tidak kekurangan opsi. Bahkan, program biodiesel telah menghemat devisa ratusan triliun rupiah dan menekan impor solar secara signifikan. Meski begitu, tidak semua kebijakan berjalan mulus—gagalnya implementasi Desa Mandiri Energi menjadi catatan penting bahwa tantangan terbesar bukan pada ide, melainkan pada konsistensi dan eksekusi.\n\nAlih-alih panik menghadapi krisis energi global, Indonesia justru perlu fokus pada optimalisasi kapasitas yang sudah ada. Transisi energi bukan lagi sekadar wacana, melainkan kebutuhan strategis yang harus dijalankan secara berkelanjutan. Lalu, bagaimana sebenarnya arah ketahanan energi Indonesia ke depan?\n\nBaca pembahasan lengkapnya oleh Peneliti Visi Teliti Saksama Muhammad Widyar Rahman hanya di validnews.id.\n\n \n\n#krisisenergi #bbmnaik #energiterbarukan #infoterupdate #ekonomiindonesia", "post_id": "3873530589203513481_5593726572"}}, {"key": "bemskies496", "attributes": {"label": "bemskies496", "x": 661.4806029646284, "y": 666.8191675292273, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 6.1598, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "3873530589203513481_5593726572", "id": "bemskies496", "source": "instagram-000001", "content": "Krisis energi global kembali di depan mata. Ketegangan di Timur Tengah hingga potensi penutupan Selat Hormuz oleh Iran membuat harga minyak mentah melonjak. Dampaknya langsung terasa ke Indonesia. Bukan sekadar kenaikan harga BBM, tapi juga ancaman membengkaknya subsidi negara. Di tengah kondisi ini, pertanyaannya sederhana. Apakah Indonesia benar-benar rentan, atau justru belum memaksimalkan kekuatan yang sudah dimiliki?\n\nLonjakan harga minyak membuat beban fiskal kian berat, terlihat dari melejitnya POGO spread hingga US$165 per metrik ton. Artinya, pencampuran biodiesel menjadi tidak ekonomis tanpa dukungan besar dari pemerintah. Berbagai wacana pun muncul, mulai dari penghematan BBM hingga opsi Work From Home (WFH) untuk menekan konsumsi energi. Namun, solusi jangka pendek ini sering kali menutupi fakta bahwa Indonesia sebenarnya punya fondasi energi alternatif yang sudah dibangun sejak lama.\n\nProgram seperti Desa Mandiri Energi hingga pengembangan biodiesel B30, B35, hingga kini B40 menunjukkan bahwa Indonesia tidak kekurangan opsi. Bahkan, program biodiesel telah menghemat devisa ratusan triliun rupiah dan menekan impor solar secara signifikan. Meski begitu, tidak semua kebijakan berjalan mulus—gagalnya implementasi Desa Mandiri Energi menjadi catatan penting bahwa tantangan terbesar bukan pada ide, melainkan pada konsistensi dan eksekusi.\n\nAlih-alih panik menghadapi krisis energi global, Indonesia justru perlu fokus pada optimalisasi kapasitas yang sudah ada. Transisi energi bukan lagi sekadar wacana, melainkan kebutuhan strategis yang harus dijalankan secara berkelanjutan. Lalu, bagaimana sebenarnya arah ketahanan energi Indonesia ke depan?\n\nBaca pembahasan lengkapnya oleh Peneliti Visi Teliti Saksama Muhammad Widyar Rahman hanya di validnews.id.\n\n \n\n#krisisenergi #bbmnaik #energiterbarukan #infoterupdate #ekonomiindonesia", "post_id": "3873530589203513481_5593726572"}}, {"key": "visitelitisaksama", "attributes": {"label": "visitelitisaksama", "x": 285.11778019818547, "y": 155.93739746498457, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 6.1598, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "3873530589203513481_5593726572", "id": "visitelitisaksama", "source": "instagram-000001", "content": "Krisis energi global kembali di depan mata. Ketegangan di Timur Tengah hingga potensi penutupan Selat Hormuz oleh Iran membuat harga minyak mentah melonjak. Dampaknya langsung terasa ke Indonesia. Bukan sekadar kenaikan harga BBM, tapi juga ancaman membengkaknya subsidi negara. Di tengah kondisi ini, pertanyaannya sederhana. Apakah Indonesia benar-benar rentan, atau justru belum memaksimalkan kekuatan yang sudah dimiliki?\n\nLonjakan harga minyak membuat beban fiskal kian berat, terlihat dari melejitnya POGO spread hingga US$165 per metrik ton. Artinya, pencampuran biodiesel menjadi tidak ekonomis tanpa dukungan besar dari pemerintah. Berbagai wacana pun muncul, mulai dari penghematan BBM hingga opsi Work From Home (WFH) untuk menekan konsumsi energi. Namun, solusi jangka pendek ini sering kali menutupi fakta bahwa Indonesia sebenarnya punya fondasi energi alternatif yang sudah dibangun sejak lama.\n\nProgram seperti Desa Mandiri Energi hingga pengembangan biodiesel B30, B35, hingga kini B40 menunjukkan bahwa Indonesia tidak kekurangan opsi. Bahkan, program biodiesel telah menghemat devisa ratusan triliun rupiah dan menekan impor solar secara signifikan. Meski begitu, tidak semua kebijakan berjalan mulus—gagalnya implementasi Desa Mandiri Energi menjadi catatan penting bahwa tantangan terbesar bukan pada ide, melainkan pada konsistensi dan eksekusi.\n\nAlih-alih panik menghadapi krisis energi global, Indonesia justru perlu fokus pada optimalisasi kapasitas yang sudah ada. Transisi energi bukan lagi sekadar wacana, melainkan kebutuhan strategis yang harus dijalankan secara berkelanjutan. Lalu, bagaimana sebenarnya arah ketahanan energi Indonesia ke depan?\n\nBaca pembahasan lengkapnya oleh Peneliti Visi Teliti Saksama Muhammad Widyar Rahman hanya di validnews.id.\n\n \n\n#krisisenergi #bbmnaik #energiterbarukan #infoterupdate #ekonomiindonesia", "post_id": "3873530589203513481_5593726572"}}, {"key": "idx_channel", "attributes": {"label": "idx_channel", "x": 690.7894263537698, "y": 287.62576283775707, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 6.0316, "eigenvector": 0.003, "in_degree": 2, "out_degree": 3, "degree": 5}, "_id": "3890909729148981755_3310659452", "id": "idx_channel", "source": "instagram-000001", "content": "Direktur Pelaksana Dana Moneter Internasional (IMF) Kristalina Georgieva memperingatkan bahwa ekonomi global akan menghadapi kondisi yang jauh lebih buruk jika perang di Timur Tengah berlanjut hingga 2027.\n\nDilansir dari Xinhua pada Selasa (5/5/2026), inflasi bisa menjadi tidak terkendali jika harga minyak mencapai USD125 dolar per barel hingga tahun depan.\n\n\"Kita akan melihat inflasi meningkat, dan kemudian, mau tidak mau, ekspektasi inflasi akan mulai tidak terkendali,\" katanya pada konferensi yang diselenggarakan oleh Milken Institute di Washington DC.\n\nIa mencatat bahwa kondisi saat ini mirip dengan skenario buruk IMF, di mana konflik berkepanjangan, harga minyak berada di sekitar USD100 dolar per barel, dan tekanan inflasi meningkat.\n\nBaca selengkapnya di\nhttps://www.idxchannel.com/economics/imf-peringatkan-gejolak-ekonomi-parah-jika-perang-iran-berlanjut-hingga-2027\n\nAtau klik link di Bio \n\nFoto: AP\n\n#idxchannel #idxchannelcommunity", "post_id": "3890909729148981755_3310659452"}}, {"key": "mancingsaham", "attributes": {"label": "mancingsaham", "x": 896.0234197687047, "y": 494.34114007123134, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 7.5176, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 2, "out_degree": 2, "degree": 4}, "_id": "3890846646045806490_52512310886", "id": "mancingsaham", "source": "instagram-000001", "content": "🔥 Drama Selat Hormuz! Trump Tarik Pengawalan Tanker, Harga Minyak Siap Jungkir Balik?\nby  Academy\n\nSobat Cuan, ini bukan sekadar berita geopolitik…\nini tombol penggerak harga minyak dunia.\n\n1️⃣ Fakta Utama\nAS resmi menghentikan sementara pengawalan tanker di Selat Hormuz\n\n➡️ memberi ruang negosiasi damai dengan Iran\n➡️ tapi masih ada insiden serangan kapal\n\nArtinya:\n👉 situasi masih belum stabil\n\n2️⃣ Kenapa Ini Penting?\nSelat Hormuz = jalur 20% suplai minyak dunia\n\nKalau terganggu:\n➡️ harga minyak naik\n➡️ inflasi global ikut naik\n\nKalau aman:\n➡️ supply lancar\n➡️ harga minyak bisa turun cepat\n\n3️⃣ Intinya: Ini Game Supply\nMarket cuma peduli 1 hal:\n\n👉 minyak mengalir atau tidak\n\n• supply lancar → harga turun\n• supply terganggu → harga naik\n\n4️⃣ Dampak ke Market\nIni efek berantai:\n\n➡️ harga minyak\n➡️ inflasi\n➡️ suku bunga\n➡️ IHSG\n\nArtinya:\n👉 bukan cuma sektor energi yang kena\n\n5️⃣ Skenario Damai\n📉 Harga minyak turun\n\nDampaknya:\n• saham migas tertekan\n• komoditas energi melemah\n\n📈 Yang diuntungkan:\n• Transportasi\n• Logistik\n• Maskapai\n• Consumer\n\n➡️ karena biaya BBM turun\n\n6️⃣ Skenario Konflik Lanjut\n📈 Harga minyak naik\n\nDampaknya:\n• saham energi rally\n• inflasi naik\n\n📈 Winner:\n• Migas\n• Batu bara\n• Energi\n\n7️⃣ Strategi Mainnya\n\n🗓️ Skenario Fleksibel\n➡️ siap rotasi sektor cepat\n\n🗓️ Skenario Energi\nKalau minyak naik:\n👉 ride the momentum\n\n🗓️ Skenario Non-Energi\nKalau minyak turun:\n👉 rotasi ke consumer & transport\n\n🗓️ Skenario Defensif\n➡️ jangan all-in\n➡️ wajib pakai trailing stop\n\n8️⃣ Insight Penting\n\nMarket sekarang:\n👉 digerakkan oleh berita\n\nBukan cuma fundamental\n\nArtinya:\n👉 reaksi harus cepat\n\n9️⃣ Kesimpulan\n\nSelat Hormuz sekarang jadi:\n👉 saklar harga minyak dunia\n\nDamai → rotasi sektor\nKonflik → energi naik\n\nDi market seperti ini:\n👉 yang menang = yang adaptif\n\n📌 Gabung di  community untuk analisis market, stockpick pilihan, update berita saham, dan diskusi eksklusif dengan investor & trader lainnya.\n📩 Bergabung sekarang! Klik lynk.id/owennath atau chat 081251880459 (WhatsApp).\n\n#IHSG #MinyakDunia #Geopolitik #Energi #SmartMoney", "post_id": "3890846646045806490_52512310886"}}, {"key": "inusa.media", "attributes": {"label": "inusa.media", "x": 865.9828240834079, "y": 108.67309646815038, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 4.3226, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "3890056083981684483_60374608148", "id": "inusa.media", "source": "instagram-000001", "content": "Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) di Indonesia kembali menjadi sorotan seiring tren lonjakan harga minyak dunia dan meningkatnya tekanan terhadap Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Ketergantungan Indonesia terhadap impor energi, yang mencapai sekitar satu juta barel per hari, membuat harga BBM domestik sangat sensitif terhadap dinamika global, termasuk konflik geopolitik dan gangguan pasokan energi.\n\nPemerintah selama ini berupaya menahan dampak kenaikan melalui skema subsidi dan kompensasi energi. Namun, langkah tersebut berdampak pada meningkatnya beban fiskal negara. Kementerian Keuangan mencatat bahwa kenaikan harga minyak mentah berpotensi memperlebar ruang subsidi, sekaligus mengurangi fleksibilitas belanja negara untuk sektor lain seperti infrastruktur dan sosial.\n\nDi sisi lain, kenaikan BBM juga memicu efek berantai terhadap perekonomian, mulai dari peningkatan inflasi hingga penurunan daya beli masyarakat. Para ekonom menilai, tanpa reformasi struktural di sektor energi—termasuk peningkatan kapasitas kilang dan pengurangan ketergantungan impor—Indonesia berisiko terus berada dalam siklus tekanan harga energi yang berdampak luas terhadap stabilitas ekonomi nasional.\n\nFollow  untuk mendapatkan berita terkini yang disajikan singkat, jelas, dan terpercaya.", "post_id": "3890056083981684483_60374608148"}}, {"key": "inusamedia", "attributes": {"label": "inusamedia", "x": 6.995262630519972, "y": 493.33933605631506, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 7.9969, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "3890056083981684483_60374608148", "id": "inusamedia", "source": "instagram-000001", "content": "Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) di Indonesia kembali menjadi sorotan seiring tren lonjakan harga minyak dunia dan meningkatnya tekanan terhadap Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Ketergantungan Indonesia terhadap impor energi, yang mencapai sekitar satu juta barel per hari, membuat harga BBM domestik sangat sensitif terhadap dinamika global, termasuk konflik geopolitik dan gangguan pasokan energi.\n\nPemerintah selama ini berupaya menahan dampak kenaikan melalui skema subsidi dan kompensasi energi. Namun, langkah tersebut berdampak pada meningkatnya beban fiskal negara. Kementerian Keuangan mencatat bahwa kenaikan harga minyak mentah berpotensi memperlebar ruang subsidi, sekaligus mengurangi fleksibilitas belanja negara untuk sektor lain seperti infrastruktur dan sosial.\n\nDi sisi lain, kenaikan BBM juga memicu efek berantai terhadap perekonomian, mulai dari peningkatan inflasi hingga penurunan daya beli masyarakat. Para ekonom menilai, tanpa reformasi struktural di sektor energi—termasuk peningkatan kapasitas kilang dan pengurangan ketergantungan impor—Indonesia berisiko terus berada dalam siklus tekanan harga energi yang berdampak luas terhadap stabilitas ekonomi nasional.\n\nFollow  untuk mendapatkan berita terkini yang disajikan singkat, jelas, dan terpercaya.", "post_id": "3890056083981684483_60374608148"}}, {"key": "hariankompas", "attributes": {"label": "hariankompas", "x": 12.904760749346433, "y": 287.0103850966048, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 4.3226, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "3881551589442642309_1537212147", "id": "hariankompas", "source": "instagram-000001", "content": "Nilai tukar rupiah kembali tertekan hingga menembus level Rp 17.300 per dolar AS, tertinggi sepanjang sejarah. Meski kebijakan moneter telah diarahkan untuk menjaga stabilitas, tekanan datang dari penguatan dolar AS dan keluarnya arus modal asing seiring ketidakpastian global.\n\nMengutip data Bloomberg, nilai tukar rupiah berada di level Rp 17.304 per dolar AS pada Kamis (23/4/2026) siang. Dibanding penutupan hari sebelumnya, rupiah melemah 0,72 persen. Bahkan, rupiah telah terdepresasi hingga 3,76 persen secara tahun kalender berjalan.\n\nPelemahan nilai tukar rupiah itu terjadi seiring dengan menguatnya indeks dolar AS terhadap mata uang utama (DXY). Pada periode yang sama, DXY menguat sekitar 0,04 persen ke level 98,65. Penguatan DXY tersebut, antara lain, didorong oleh pergerakan harga minyak global.\n\nSetelah sempat turun ke level 90 dolar AS per barel pada pekan lalu, harga minyak mentah Brent kembali menanjak ke level 103 dolar AS per barel. Ini teradi akibat belum tercapainya kesepakatan damai antara AS dan Iran yang mengakibatkan Selat Hormuz kembali ditutup.\n\nDeputi Gubernur Senior Bank Indonesia (BI) Destry Damayanti menjelaskan, tekanan terhadap rupiah hari ini dipengaruhi oleh meningkatnya ketidakpastian global yang juga menekan mata uang regional. Pergerakan rupiah masih sejalan dengan kawasan, dengan pelemahan sekitar 3,54 persen secara tahun kalender berjalan.\n\n”Bank Indonesia terus meningkatkan intensitas intervensi untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah serta memperkuat struktur suku bunga instrumen moneter pro-market guna menjaga daya tarik aset domestik di tengah berlanjutnya dampak konflik Timur Tengah,” ujarnya dalam keterangan tertulis.\n\nBaca selengkapnya dalam \"Hadapi Tekanan Ganda, Rupiah Tembus Rp 17.300\" oleh Agustinus Yoga Primantoro di Harian Kompas (Kompas.id). Klik tautan di profil \n\n#Rupiah #HarianKompas #Kompasid #AdadiKompas", "post_id": "3881551589442642309_1537212147"}}, {"key": "hariankompas.", "attributes": {"label": "hariankompas.", "x": 816.4668533701276, "y": 944.4103733587407, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 6.1598, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "3881551589442642309_1537212147", "id": "hariankompas.", "source": "instagram-000001", "content": "Nilai tukar rupiah kembali tertekan hingga menembus level Rp 17.300 per dolar AS, tertinggi sepanjang sejarah. Meski kebijakan moneter telah diarahkan untuk menjaga stabilitas, tekanan datang dari penguatan dolar AS dan keluarnya arus modal asing seiring ketidakpastian global.\n\nMengutip data Bloomberg, nilai tukar rupiah berada di level Rp 17.304 per dolar AS pada Kamis (23/4/2026) siang. Dibanding penutupan hari sebelumnya, rupiah melemah 0,72 persen. Bahkan, rupiah telah terdepresasi hingga 3,76 persen secara tahun kalender berjalan.\n\nPelemahan nilai tukar rupiah itu terjadi seiring dengan menguatnya indeks dolar AS terhadap mata uang utama (DXY). Pada periode yang sama, DXY menguat sekitar 0,04 persen ke level 98,65. Penguatan DXY tersebut, antara lain, didorong oleh pergerakan harga minyak global.\n\nSetelah sempat turun ke level 90 dolar AS per barel pada pekan lalu, harga minyak mentah Brent kembali menanjak ke level 103 dolar AS per barel. Ini teradi akibat belum tercapainya kesepakatan damai antara AS dan Iran yang mengakibatkan Selat Hormuz kembali ditutup.\n\nDeputi Gubernur Senior Bank Indonesia (BI) Destry Damayanti menjelaskan, tekanan terhadap rupiah hari ini dipengaruhi oleh meningkatnya ketidakpastian global yang juga menekan mata uang regional. Pergerakan rupiah masih sejalan dengan kawasan, dengan pelemahan sekitar 3,54 persen secara tahun kalender berjalan.\n\n”Bank Indonesia terus meningkatkan intensitas intervensi untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah serta memperkuat struktur suku bunga instrumen moneter pro-market guna menjaga daya tarik aset domestik di tengah berlanjutnya dampak konflik Timur Tengah,” ujarnya dalam keterangan tertulis.\n\nBaca selengkapnya dalam \"Hadapi Tekanan Ganda, Rupiah Tembus Rp 17.300\" oleh Agustinus Yoga Primantoro di Harian Kompas (Kompas.id). Klik tautan di profil \n\n#Rupiah #HarianKompas #Kompasid #AdadiKompas", "post_id": "3881551589442642309_1537212147"}}, {"key": "prast_ulrich", "attributes": {"label": "prast_ulrich", "x": 141.11540049733108, "y": 836.5646101586625, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 6.3815, "eigenvector": 0.0081, "in_degree": 15, "out_degree": 0, "degree": 15}, "_id": "3889618731537668968_3310659452", "id": "prast_ulrich", "source": "instagram-000001", "content": "Setelah sempat mengalami penguatan selama tiga hari di pekan lalu, mata uang Rupiah kembali tertekan dalam, dimana data Jakarta Interbank Spot Dolar Rate (JISDOR) Bank Indonesia pada Kamis lalu mencatat, Rupiah berada di level Rp17.378 per dolar Amerika Serikat. Level mata uang Garuda ini pun menjadi yang terlemah di sepanjang masa.\n\nSejumlah faktor dinilai menjadi pemicu depresiasi nilai tukar Rupiah, diantaranya perang berkepanjangan di Timur Tengah. blokade Selat Hormuz yang mendorong lonjakan harga minyak mentah dunia, dan keputusan bank sentral Amerika Serikat yang menahan suku bunga acuan di level 3,5 hingga 3,75%. \n\nDisisi lain, berdasarkan data Bank Indonesia, jumlah cadangan devisa Indonesia kembali mengalami penurunan di Maret 2026 menjadi USD148,2 miliar, dari sebelumnya USD151,9 miliar. Adapun jumlah cadangan devisa tercatat turun selama empat bulan yaitu sejak Desember 2025 hingga Maret 2026.\n\nSementara itu, Bank Indonesia saat ini juga terus berupaya menjaga stabilitas nilai tukar Rupiah melalui penerapan bauran kebijakan moneter terintegrasi atau integrated monetary policy mix. Kebijakan tersebut diantaranya menjaga nilai tukar Rupiah dan inflasi, serta pengelolaan likuiditas di dalam sistem keuangan nasional.\n\nSaksikan pembahasan selengkapnya dalam program Market Review bersama Prasetyo Wibowo , Senin 4 Mei 2026, pukul 21.00 - 21.30 WIB. LIVE di IDX Channel (MNC VISION Ch 100, MNC PLAY Ch 128 HD, First Media Ch 389, K-VISION Ch 129, OXYGEN Ch 137 dan MY REPUBLIK Ch 576). Saksikan juga LIVE STREAMING di www.idxchannel.com dan aplikasi IDX Channel TV di APPS  store.\n\n#idxchannel #idxchannelcommunity #marketreview", "post_id": "3889618731537668968_3310659452"}}, {"key": "sahambbk", "attributes": {"label": "sahambbk", "x": 323.3566094200582, "y": 581.053370477848, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 28.8172, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 1, "degree": 2}, "_id": "3886447315943112579_8368743173", "id": "sahambbk", "source": "instagram-000001", "content": "The Fed kembali menahan suku bunga, tapi pesan besarnya jauh lebih dalam dari sekadar “no rate cut.”\n\nPerpecahan internal terbesar sejak 1992, inflasi yang masih tinggi, lonjakan harga minyak akibat konflik geopolitik, hingga tekanan politik terhadap Jerome Powell membuat arah kebijakan moneter AS semakin kompleks.\n\n📌 Higher for longer masih jadi skenario utama\n📌 Volatilitas pasar global berpotensi meningkat\n📌 Emerging markets seperti Indonesia perlu waspada terhadap capital outflow\n\nBagi investor, ini saatnya lebih disiplin membaca sentimen macro, menjaga manajemen risiko, dan fokus pada strategi jangka menengah-panjang.\n\nKarena di era seperti sekarang, keputusan bank sentral global bisa berdampak langsung ke portofolio kita.\n\n💬 Menurut kamu, kapan The Fed mulai memangkas suku bunga?\n\n👇 Tulis pandanganmu di kolom komentar\n🔄 Share ke sesama investor\n❤️ Save untuk update market global\n📈 Follow  untuk insight saham dan market update harian\n\n#TheFed #JeromePowell #SukuBunga #IHSG #investasi", "post_id": "3886447315943112579_8368743173"}}, {"key": "richmindsetidn", "attributes": {"label": "richmindsetidn", "x": 343.10946001150023, "y": 80.92685579225135, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 4.3226, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "7636054369841974535", "id": "richmindsetidn", "source": "tiktok-000001", "content": "Rasa khawatir di awal tahun ini 😔📉 Rupiah melemah hingga Rp17.370 per dolar AS pada Senin (04/05), menembus level psikologis dan melanjutkan tren penurunan sejak awal tahun—bahkan menjadi salah satu yang terburuk. Sejak awal kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto, rupiah sudah turun sekitar 12% dari Rp15.489, menurut TradingView. Target penguatan ke Rp5.000 dalam 5–10 tahun pun masih jauh. Tekanan ini dipicu gejolak geopolitik Timur Tengah dan kenaikan harga minyak. Pemerintah tetap memantau pergerakan kurs, meski asumsi RAPBN 2026 berada di Rp16.500 per dolar AS. Sumber: Ig |   #ternakuangnews #prabowo #rupiah", "post_id": "7636054369841974535"}}, {"key": "ternakuang.id", "attributes": {"label": "ternakuang.id", "x": 532.224140063244, "y": 156.2303993794021, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 7.9969, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7636054369841974535", "id": "ternakuang.id", "source": "tiktok-000001", "content": "Rasa khawatir di awal tahun ini 😔📉 Rupiah melemah hingga Rp17.370 per dolar AS pada Senin (04/05), menembus level psikologis dan melanjutkan tren penurunan sejak awal tahun—bahkan menjadi salah satu yang terburuk. Sejak awal kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto, rupiah sudah turun sekitar 12% dari Rp15.489, menurut TradingView. Target penguatan ke Rp5.000 dalam 5–10 tahun pun masih jauh. Tekanan ini dipicu gejolak geopolitik Timur Tengah dan kenaikan harga minyak. Pemerintah tetap memantau pergerakan kurs, meski asumsi RAPBN 2026 berada di Rp16.500 per dolar AS. Sumber: Ig |   #ternakuangnews #prabowo #rupiah", "post_id": "7636054369841974535"}}, {"key": "harrymedina.7273", "attributes": {"label": "harrymedina.7273", "x": 625.99665205541, "y": 809.8691053630874, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 4.3226, "eigenvector": 70.2322, "in_degree": 0, "out_degree": 13, "degree": 13}, "_id": "7633361550841040146", "id": "harrymedina.7273", "source": "tiktok-000001", "content": "POV 2133 - Bisnis.com, JAKARTA — Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS diperkirakan bergerak fluktuatif namun berisiko ditutup melemah di kisaran Rp17.220-Rp17.260 pada perdagangan hari ini, Senin (27/4/2026).  Mengutip data RTI Infokom, rupiah ditutup menguat 0,33% atau 57 poin ke level Rp17.229 per dolar AS pada Jumat (24/4/2026).  Adapun pada saat bersamaan, indeks dolar AS turut menguat 0,04% ke posisi 98,81.  Pengamat mata uang dan komoditas, Ibrahim Assuaibi mengatakan bahwa meski menguat, nilai tukar rupiah kini sedang tertekan oleh kombinasi sentimen global dan domestik. Rupiah bahkan sempat menyentuh level terendahanya di Rp17.300 per dolar AS, sebelum kemudian rebound pada penutupan pasar Jumat (24/4).  Dari luar negeri, konflik AS-Iran yang berkepanjangan menyulut harga minyak dunia dan pada gilirannya menekan fiskal Indonesia sebagai negara net importir minyak. Dalam perkembangan konflik Timur Tengah, Iran mengundurkan diri dari rencana pembicaraan dengan AS yang difasilitasi Pakistan.  Di sisi lain, Presiden AS Donald Trump mengatakan pada Kamis malam bahwa dia tidak ingin terburu-buru mencapai kesepakatan dengan Iran. #pov #malaysia #indonesia #viraltiktok #rupiah   𝐓𝐄𝐌𝐏𝐀𝐓𝐀𝐍  Dede   Strike 🫵  Belacan  Aditya putra   dewa  BIRU   satriani  uning  KARIPAP🇲🇾🇧🇩  Matun", "post_id": "7633361550841040146"}}, {"key": "Ahadsan", "attributes": {"label": "Ahadsan", "x": 0.9389801154163768, "y": 977.0822560827597, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 4.6053, "eigenvector": 70.2322, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7633361550841040146", "id": "Ahadsan", "source": "tiktok-000001", "content": "POV 2133 - Bisnis.com, JAKARTA — Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS diperkirakan bergerak fluktuatif namun berisiko ditutup melemah di kisaran Rp17.220-Rp17.260 pada perdagangan hari ini, Senin (27/4/2026).  Mengutip data RTI Infokom, rupiah ditutup menguat 0,33% atau 57 poin ke level Rp17.229 per dolar AS pada Jumat (24/4/2026).  Adapun pada saat bersamaan, indeks dolar AS turut menguat 0,04% ke posisi 98,81.  Pengamat mata uang dan komoditas, Ibrahim Assuaibi mengatakan bahwa meski menguat, nilai tukar rupiah kini sedang tertekan oleh kombinasi sentimen global dan domestik. Rupiah bahkan sempat menyentuh level terendahanya di Rp17.300 per dolar AS, sebelum kemudian rebound pada penutupan pasar Jumat (24/4).  Dari luar negeri, konflik AS-Iran yang berkepanjangan menyulut harga minyak dunia dan pada gilirannya menekan fiskal Indonesia sebagai negara net importir minyak. Dalam perkembangan konflik Timur Tengah, Iran mengundurkan diri dari rencana pembicaraan dengan AS yang difasilitasi Pakistan.  Di sisi lain, Presiden AS Donald Trump mengatakan pada Kamis malam bahwa dia tidak ingin terburu-buru mencapai kesepakatan dengan Iran. #pov #malaysia #indonesia #viraltiktok #rupiah   𝐓𝐄𝐌𝐏𝐀𝐓𝐀𝐍  Dede   Strike 🫵  Belacan  Aditya putra   dewa  BIRU   satriani  uning  KARIPAP🇲🇾🇧🇩  Matun", "post_id": "7633361550841040146"}}, {"key": "Datoobama", "attributes": {"label": "Datoobama", "x": 756.2596797621753, "y": 592.722570082855, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 4.6053, "eigenvector": 70.2322, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7633361550841040146", "id": "Datoobama", "source": "tiktok-000001", "content": "POV 2133 - Bisnis.com, JAKARTA — Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS diperkirakan bergerak fluktuatif namun berisiko ditutup melemah di kisaran Rp17.220-Rp17.260 pada perdagangan hari ini, Senin (27/4/2026).  Mengutip data RTI Infokom, rupiah ditutup menguat 0,33% atau 57 poin ke level Rp17.229 per dolar AS pada Jumat (24/4/2026).  Adapun pada saat bersamaan, indeks dolar AS turut menguat 0,04% ke posisi 98,81.  Pengamat mata uang dan komoditas, Ibrahim Assuaibi mengatakan bahwa meski menguat, nilai tukar rupiah kini sedang tertekan oleh kombinasi sentimen global dan domestik. Rupiah bahkan sempat menyentuh level terendahanya di Rp17.300 per dolar AS, sebelum kemudian rebound pada penutupan pasar Jumat (24/4).  Dari luar negeri, konflik AS-Iran yang berkepanjangan menyulut harga minyak dunia dan pada gilirannya menekan fiskal Indonesia sebagai negara net importir minyak. Dalam perkembangan konflik Timur Tengah, Iran mengundurkan diri dari rencana pembicaraan dengan AS yang difasilitasi Pakistan.  Di sisi lain, Presiden AS Donald Trump mengatakan pada Kamis malam bahwa dia tidak ingin terburu-buru mencapai kesepakatan dengan Iran. #pov #malaysia #indonesia #viraltiktok #rupiah   𝐓𝐄𝐌𝐏𝐀𝐓𝐀𝐍  Dede   Strike 🫵  Belacan  Aditya putra   dewa  BIRU   satriani  uning  KARIPAP🇲🇾🇧🇩  Matun", "post_id": "7633361550841040146"}}, {"key": "Hidden", "attributes": {"label": "Hidden", "x": 610.3318287169621, "y": 804.4736662639162, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 4.6053, "eigenvector": 70.2322, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7633361550841040146", "id": "Hidden", "source": "tiktok-000001", "content": "POV 2133 - Bisnis.com, JAKARTA — Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS diperkirakan bergerak fluktuatif namun berisiko ditutup melemah di kisaran Rp17.220-Rp17.260 pada perdagangan hari ini, Senin (27/4/2026).  Mengutip data RTI Infokom, rupiah ditutup menguat 0,33% atau 57 poin ke level Rp17.229 per dolar AS pada Jumat (24/4/2026).  Adapun pada saat bersamaan, indeks dolar AS turut menguat 0,04% ke posisi 98,81.  Pengamat mata uang dan komoditas, Ibrahim Assuaibi mengatakan bahwa meski menguat, nilai tukar rupiah kini sedang tertekan oleh kombinasi sentimen global dan domestik. Rupiah bahkan sempat menyentuh level terendahanya di Rp17.300 per dolar AS, sebelum kemudian rebound pada penutupan pasar Jumat (24/4).  Dari luar negeri, konflik AS-Iran yang berkepanjangan menyulut harga minyak dunia dan pada gilirannya menekan fiskal Indonesia sebagai negara net importir minyak. Dalam perkembangan konflik Timur Tengah, Iran mengundurkan diri dari rencana pembicaraan dengan AS yang difasilitasi Pakistan.  Di sisi lain, Presiden AS Donald Trump mengatakan pada Kamis malam bahwa dia tidak ingin terburu-buru mencapai kesepakatan dengan Iran. #pov #malaysia #indonesia #viraltiktok #rupiah   𝐓𝐄𝐌𝐏𝐀𝐓𝐀𝐍  Dede   Strike 🫵  Belacan  Aditya putra   dewa  BIRU   satriani  uning  KARIPAP🇲🇾🇧🇩  Matun", "post_id": "7633361550841040146"}}, {"key": "Malaydesh", "attributes": {"label": "Malaydesh", "x": 370.54470585178535, "y": 634.2573234764135, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 4.6053, "eigenvector": 70.2322, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7633361550841040146", "id": "Malaydesh", "source": "tiktok-000001", "content": "POV 2133 - Bisnis.com, JAKARTA — Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS diperkirakan bergerak fluktuatif namun berisiko ditutup melemah di kisaran Rp17.220-Rp17.260 pada perdagangan hari ini, Senin (27/4/2026).  Mengutip data RTI Infokom, rupiah ditutup menguat 0,33% atau 57 poin ke level Rp17.229 per dolar AS pada Jumat (24/4/2026).  Adapun pada saat bersamaan, indeks dolar AS turut menguat 0,04% ke posisi 98,81.  Pengamat mata uang dan komoditas, Ibrahim Assuaibi mengatakan bahwa meski menguat, nilai tukar rupiah kini sedang tertekan oleh kombinasi sentimen global dan domestik. Rupiah bahkan sempat menyentuh level terendahanya di Rp17.300 per dolar AS, sebelum kemudian rebound pada penutupan pasar Jumat (24/4).  Dari luar negeri, konflik AS-Iran yang berkepanjangan menyulut harga minyak dunia dan pada gilirannya menekan fiskal Indonesia sebagai negara net importir minyak. Dalam perkembangan konflik Timur Tengah, Iran mengundurkan diri dari rencana pembicaraan dengan AS yang difasilitasi Pakistan.  Di sisi lain, Presiden AS Donald Trump mengatakan pada Kamis malam bahwa dia tidak ingin terburu-buru mencapai kesepakatan dengan Iran. #pov #malaysia #indonesia #viraltiktok #rupiah   𝐓𝐄𝐌𝐏𝐀𝐓𝐀𝐍  Dede   Strike 🫵  Belacan  Aditya putra   dewa  BIRU   satriani  uning  KARIPAP🇲🇾🇧🇩  Matun", "post_id": "7633361550841040146"}}, {"key": "yudie", "attributes": {"label": "yudie", "x": 975.2827173966664, "y": 468.16962764306123, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 4.6053, "eigenvector": 70.2322, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7633361550841040146", "id": "yudie", "source": "tiktok-000001", "content": "POV 2133 - Bisnis.com, JAKARTA — Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS diperkirakan bergerak fluktuatif namun berisiko ditutup melemah di kisaran Rp17.220-Rp17.260 pada perdagangan hari ini, Senin (27/4/2026).  Mengutip data RTI Infokom, rupiah ditutup menguat 0,33% atau 57 poin ke level Rp17.229 per dolar AS pada Jumat (24/4/2026).  Adapun pada saat bersamaan, indeks dolar AS turut menguat 0,04% ke posisi 98,81.  Pengamat mata uang dan komoditas, Ibrahim Assuaibi mengatakan bahwa meski menguat, nilai tukar rupiah kini sedang tertekan oleh kombinasi sentimen global dan domestik. Rupiah bahkan sempat menyentuh level terendahanya di Rp17.300 per dolar AS, sebelum kemudian rebound pada penutupan pasar Jumat (24/4).  Dari luar negeri, konflik AS-Iran yang berkepanjangan menyulut harga minyak dunia dan pada gilirannya menekan fiskal Indonesia sebagai negara net importir minyak. Dalam perkembangan konflik Timur Tengah, Iran mengundurkan diri dari rencana pembicaraan dengan AS yang difasilitasi Pakistan.  Di sisi lain, Presiden AS Donald Trump mengatakan pada Kamis malam bahwa dia tidak ingin terburu-buru mencapai kesepakatan dengan Iran. #pov #malaysia #indonesia #viraltiktok #rupiah   𝐓𝐄𝐌𝐏𝐀𝐓𝐀𝐍  Dede   Strike 🫵  Belacan  Aditya putra   dewa  BIRU   satriani  uning  KARIPAP🇲🇾🇧🇩  Matun", "post_id": "7633361550841040146"}}, {"key": "andiaskarbotak76", "attributes": {"label": "andiaskarbotak76", "x": 850.1450923537043, "y": 570.2202247374291, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 4.6053, "eigenvector": 70.2322, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7633361550841040146", "id": "andiaskarbotak76", "source": "tiktok-000001", "content": "POV 2133 - Bisnis.com, JAKARTA — Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS diperkirakan bergerak fluktuatif namun berisiko ditutup melemah di kisaran Rp17.220-Rp17.260 pada perdagangan hari ini, Senin (27/4/2026).  Mengutip data RTI Infokom, rupiah ditutup menguat 0,33% atau 57 poin ke level Rp17.229 per dolar AS pada Jumat (24/4/2026).  Adapun pada saat bersamaan, indeks dolar AS turut menguat 0,04% ke posisi 98,81.  Pengamat mata uang dan komoditas, Ibrahim Assuaibi mengatakan bahwa meski menguat, nilai tukar rupiah kini sedang tertekan oleh kombinasi sentimen global dan domestik. Rupiah bahkan sempat menyentuh level terendahanya di Rp17.300 per dolar AS, sebelum kemudian rebound pada penutupan pasar Jumat (24/4).  Dari luar negeri, konflik AS-Iran yang berkepanjangan menyulut harga minyak dunia dan pada gilirannya menekan fiskal Indonesia sebagai negara net importir minyak. Dalam perkembangan konflik Timur Tengah, Iran mengundurkan diri dari rencana pembicaraan dengan AS yang difasilitasi Pakistan.  Di sisi lain, Presiden AS Donald Trump mengatakan pada Kamis malam bahwa dia tidak ingin terburu-buru mencapai kesepakatan dengan Iran. #pov #malaysia #indonesia #viraltiktok #rupiah   𝐓𝐄𝐌𝐏𝐀𝐓𝐀𝐍  Dede   Strike 🫵  Belacan  Aditya putra   dewa  BIRU   satriani  uning  KARIPAP🇲🇾🇧🇩  Matun", "post_id": "7633361550841040146"}}, {"key": "maha", "attributes": {"label": "maha", "x": 511.1710812945863, "y": 48.009267900540834, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 4.6053, "eigenvector": 70.2322, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7633361550841040146", "id": "maha", "source": "tiktok-000001", "content": "POV 2133 - Bisnis.com, JAKARTA — Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS diperkirakan bergerak fluktuatif namun berisiko ditutup melemah di kisaran Rp17.220-Rp17.260 pada perdagangan hari ini, Senin (27/4/2026).  Mengutip data RTI Infokom, rupiah ditutup menguat 0,33% atau 57 poin ke level Rp17.229 per dolar AS pada Jumat (24/4/2026).  Adapun pada saat bersamaan, indeks dolar AS turut menguat 0,04% ke posisi 98,81.  Pengamat mata uang dan komoditas, Ibrahim Assuaibi mengatakan bahwa meski menguat, nilai tukar rupiah kini sedang tertekan oleh kombinasi sentimen global dan domestik. Rupiah bahkan sempat menyentuh level terendahanya di Rp17.300 per dolar AS, sebelum kemudian rebound pada penutupan pasar Jumat (24/4).  Dari luar negeri, konflik AS-Iran yang berkepanjangan menyulut harga minyak dunia dan pada gilirannya menekan fiskal Indonesia sebagai negara net importir minyak. Dalam perkembangan konflik Timur Tengah, Iran mengundurkan diri dari rencana pembicaraan dengan AS yang difasilitasi Pakistan.  Di sisi lain, Presiden AS Donald Trump mengatakan pada Kamis malam bahwa dia tidak ingin terburu-buru mencapai kesepakatan dengan Iran. #pov #malaysia #indonesia #viraltiktok #rupiah   𝐓𝐄𝐌𝐏𝐀𝐓𝐀𝐍  Dede   Strike 🫵  Belacan  Aditya putra   dewa  BIRU   satriani  uning  KARIPAP🇲🇾🇧🇩  Matun", "post_id": "7633361550841040146"}}, {"key": "KAKEK", "attributes": {"label": "KAKEK", "x": 957.1867758651517, "y": 922.4375789848716, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 4.6053, "eigenvector": 70.2322, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7633361550841040146", "id": "KAKEK", "source": "tiktok-000001", "content": "POV 2133 - Bisnis.com, JAKARTA — Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS diperkirakan bergerak fluktuatif namun berisiko ditutup melemah di kisaran Rp17.220-Rp17.260 pada perdagangan hari ini, Senin (27/4/2026).  Mengutip data RTI Infokom, rupiah ditutup menguat 0,33% atau 57 poin ke level Rp17.229 per dolar AS pada Jumat (24/4/2026).  Adapun pada saat bersamaan, indeks dolar AS turut menguat 0,04% ke posisi 98,81.  Pengamat mata uang dan komoditas, Ibrahim Assuaibi mengatakan bahwa meski menguat, nilai tukar rupiah kini sedang tertekan oleh kombinasi sentimen global dan domestik. Rupiah bahkan sempat menyentuh level terendahanya di Rp17.300 per dolar AS, sebelum kemudian rebound pada penutupan pasar Jumat (24/4).  Dari luar negeri, konflik AS-Iran yang berkepanjangan menyulut harga minyak dunia dan pada gilirannya menekan fiskal Indonesia sebagai negara net importir minyak. Dalam perkembangan konflik Timur Tengah, Iran mengundurkan diri dari rencana pembicaraan dengan AS yang difasilitasi Pakistan.  Di sisi lain, Presiden AS Donald Trump mengatakan pada Kamis malam bahwa dia tidak ingin terburu-buru mencapai kesepakatan dengan Iran. #pov #malaysia #indonesia #viraltiktok #rupiah   𝐓𝐄𝐌𝐏𝐀𝐓𝐀𝐍  Dede   Strike 🫵  Belacan  Aditya putra   dewa  BIRU   satriani  uning  KARIPAP🇲🇾🇧🇩  Matun", "post_id": "7633361550841040146"}}, {"key": "ADRI", "attributes": {"label": "ADRI", "x": 3.899177988070268, "y": 194.7819204639316, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 4.6053, "eigenvector": 70.2322, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7633361550841040146", "id": "ADRI", "source": "tiktok-000001", "content": "POV 2133 - Bisnis.com, JAKARTA — Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS diperkirakan bergerak fluktuatif namun berisiko ditutup melemah di kisaran Rp17.220-Rp17.260 pada perdagangan hari ini, Senin (27/4/2026).  Mengutip data RTI Infokom, rupiah ditutup menguat 0,33% atau 57 poin ke level Rp17.229 per dolar AS pada Jumat (24/4/2026).  Adapun pada saat bersamaan, indeks dolar AS turut menguat 0,04% ke posisi 98,81.  Pengamat mata uang dan komoditas, Ibrahim Assuaibi mengatakan bahwa meski menguat, nilai tukar rupiah kini sedang tertekan oleh kombinasi sentimen global dan domestik. Rupiah bahkan sempat menyentuh level terendahanya di Rp17.300 per dolar AS, sebelum kemudian rebound pada penutupan pasar Jumat (24/4).  Dari luar negeri, konflik AS-Iran yang berkepanjangan menyulut harga minyak dunia dan pada gilirannya menekan fiskal Indonesia sebagai negara net importir minyak. Dalam perkembangan konflik Timur Tengah, Iran mengundurkan diri dari rencana pembicaraan dengan AS yang difasilitasi Pakistan.  Di sisi lain, Presiden AS Donald Trump mengatakan pada Kamis malam bahwa dia tidak ingin terburu-buru mencapai kesepakatan dengan Iran. #pov #malaysia #indonesia #viraltiktok #rupiah   𝐓𝐄𝐌𝐏𝐀𝐓𝐀𝐍  Dede   Strike 🫵  Belacan  Aditya putra   dewa  BIRU   satriani  uning  KARIPAP🇲🇾🇧🇩  Matun", "post_id": "7633361550841040146"}}, {"key": "jay", "attributes": {"label": "jay", "x": 826.5797213227304, "y": 617.6969104295009, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 4.6053, "eigenvector": 70.2322, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7633361550841040146", "id": "jay", "source": "tiktok-000001", "content": "POV 2133 - Bisnis.com, JAKARTA — Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS diperkirakan bergerak fluktuatif namun berisiko ditutup melemah di kisaran Rp17.220-Rp17.260 pada perdagangan hari ini, Senin (27/4/2026).  Mengutip data RTI Infokom, rupiah ditutup menguat 0,33% atau 57 poin ke level Rp17.229 per dolar AS pada Jumat (24/4/2026).  Adapun pada saat bersamaan, indeks dolar AS turut menguat 0,04% ke posisi 98,81.  Pengamat mata uang dan komoditas, Ibrahim Assuaibi mengatakan bahwa meski menguat, nilai tukar rupiah kini sedang tertekan oleh kombinasi sentimen global dan domestik. Rupiah bahkan sempat menyentuh level terendahanya di Rp17.300 per dolar AS, sebelum kemudian rebound pada penutupan pasar Jumat (24/4).  Dari luar negeri, konflik AS-Iran yang berkepanjangan menyulut harga minyak dunia dan pada gilirannya menekan fiskal Indonesia sebagai negara net importir minyak. Dalam perkembangan konflik Timur Tengah, Iran mengundurkan diri dari rencana pembicaraan dengan AS yang difasilitasi Pakistan.  Di sisi lain, Presiden AS Donald Trump mengatakan pada Kamis malam bahwa dia tidak ingin terburu-buru mencapai kesepakatan dengan Iran. #pov #malaysia #indonesia #viraltiktok #rupiah   𝐓𝐄𝐌𝐏𝐀𝐓𝐀𝐍  Dede   Strike 🫵  Belacan  Aditya putra   dewa  BIRU   satriani  uning  KARIPAP🇲🇾🇧🇩  Matun", "post_id": "7633361550841040146"}}, {"key": "pak", "attributes": {"label": "pak", "x": 551.2307273111121, "y": 971.2633941637463, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 4.6053, "eigenvector": 70.2322, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7633361550841040146", "id": "pak", "source": "tiktok-000001", "content": "POV 2133 - Bisnis.com, JAKARTA — Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS diperkirakan bergerak fluktuatif namun berisiko ditutup melemah di kisaran Rp17.220-Rp17.260 pada perdagangan hari ini, Senin (27/4/2026).  Mengutip data RTI Infokom, rupiah ditutup menguat 0,33% atau 57 poin ke level Rp17.229 per dolar AS pada Jumat (24/4/2026).  Adapun pada saat bersamaan, indeks dolar AS turut menguat 0,04% ke posisi 98,81.  Pengamat mata uang dan komoditas, Ibrahim Assuaibi mengatakan bahwa meski menguat, nilai tukar rupiah kini sedang tertekan oleh kombinasi sentimen global dan domestik. Rupiah bahkan sempat menyentuh level terendahanya di Rp17.300 per dolar AS, sebelum kemudian rebound pada penutupan pasar Jumat (24/4).  Dari luar negeri, konflik AS-Iran yang berkepanjangan menyulut harga minyak dunia dan pada gilirannya menekan fiskal Indonesia sebagai negara net importir minyak. Dalam perkembangan konflik Timur Tengah, Iran mengundurkan diri dari rencana pembicaraan dengan AS yang difasilitasi Pakistan.  Di sisi lain, Presiden AS Donald Trump mengatakan pada Kamis malam bahwa dia tidak ingin terburu-buru mencapai kesepakatan dengan Iran. #pov #malaysia #indonesia #viraltiktok #rupiah   𝐓𝐄𝐌𝐏𝐀𝐓𝐀𝐍  Dede   Strike 🫵  Belacan  Aditya putra   dewa  BIRU   satriani  uning  KARIPAP🇲🇾🇧🇩  Matun", "post_id": "7633361550841040146"}}, {"key": "OFFICIAL", "attributes": {"label": "OFFICIAL", "x": 482.9832767231738, "y": 371.95364928142516, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 4.6053, "eigenvector": 70.2322, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7633361550841040146", "id": "OFFICIAL", "source": "tiktok-000001", "content": "POV 2133 - Bisnis.com, JAKARTA — Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS diperkirakan bergerak fluktuatif namun berisiko ditutup melemah di kisaran Rp17.220-Rp17.260 pada perdagangan hari ini, Senin (27/4/2026).  Mengutip data RTI Infokom, rupiah ditutup menguat 0,33% atau 57 poin ke level Rp17.229 per dolar AS pada Jumat (24/4/2026).  Adapun pada saat bersamaan, indeks dolar AS turut menguat 0,04% ke posisi 98,81.  Pengamat mata uang dan komoditas, Ibrahim Assuaibi mengatakan bahwa meski menguat, nilai tukar rupiah kini sedang tertekan oleh kombinasi sentimen global dan domestik. Rupiah bahkan sempat menyentuh level terendahanya di Rp17.300 per dolar AS, sebelum kemudian rebound pada penutupan pasar Jumat (24/4).  Dari luar negeri, konflik AS-Iran yang berkepanjangan menyulut harga minyak dunia dan pada gilirannya menekan fiskal Indonesia sebagai negara net importir minyak. Dalam perkembangan konflik Timur Tengah, Iran mengundurkan diri dari rencana pembicaraan dengan AS yang difasilitasi Pakistan.  Di sisi lain, Presiden AS Donald Trump mengatakan pada Kamis malam bahwa dia tidak ingin terburu-buru mencapai kesepakatan dengan Iran. #pov #malaysia #indonesia #viraltiktok #rupiah   𝐓𝐄𝐌𝐏𝐀𝐓𝐀𝐍  Dede   Strike 🫵  Belacan  Aditya putra   dewa  BIRU   satriani  uning  KARIPAP🇲🇾🇧🇩  Matun", "post_id": "7633361550841040146"}}, {"key": "Anik", "attributes": {"label": "Anik", "x": 337.5349666649782, "y": 204.73601574497468, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 4.6053, "eigenvector": 70.2322, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7633361550841040146", "id": "Anik", "source": "tiktok-000001", "content": "POV 2133 - Bisnis.com, JAKARTA — Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS diperkirakan bergerak fluktuatif namun berisiko ditutup melemah di kisaran Rp17.220-Rp17.260 pada perdagangan hari ini, Senin (27/4/2026).  Mengutip data RTI Infokom, rupiah ditutup menguat 0,33% atau 57 poin ke level Rp17.229 per dolar AS pada Jumat (24/4/2026).  Adapun pada saat bersamaan, indeks dolar AS turut menguat 0,04% ke posisi 98,81.  Pengamat mata uang dan komoditas, Ibrahim Assuaibi mengatakan bahwa meski menguat, nilai tukar rupiah kini sedang tertekan oleh kombinasi sentimen global dan domestik. Rupiah bahkan sempat menyentuh level terendahanya di Rp17.300 per dolar AS, sebelum kemudian rebound pada penutupan pasar Jumat (24/4).  Dari luar negeri, konflik AS-Iran yang berkepanjangan menyulut harga minyak dunia dan pada gilirannya menekan fiskal Indonesia sebagai negara net importir minyak. Dalam perkembangan konflik Timur Tengah, Iran mengundurkan diri dari rencana pembicaraan dengan AS yang difasilitasi Pakistan.  Di sisi lain, Presiden AS Donald Trump mengatakan pada Kamis malam bahwa dia tidak ingin terburu-buru mencapai kesepakatan dengan Iran. #pov #malaysia #indonesia #viraltiktok #rupiah   𝐓𝐄𝐌𝐏𝐀𝐓𝐀𝐍  Dede   Strike 🫵  Belacan  Aditya putra   dewa  BIRU   satriani  uning  KARIPAP🇲🇾🇧🇩  Matun", "post_id": "7633361550841040146"}}, {"key": "playerthn2025", "attributes": {"label": "playerthn2025", "x": 42.70024329997746, "y": 869.4301631954114, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 4.3226, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "7634095201052642578", "id": "playerthn2025", "source": "tiktok-000001", "content": "Breaking news, update emas terbaru hari rabu 29 April 2026 emas mengalami penurunan yang cukup deras😱📉 Dunia sedang di ambang ketidakpastian, dan emas ikut terseret di dalamnya! Kebijakan The Fed kini jadi penentu utama arah harga emas global. Di tengah data ekonomi AS yang kuat, justru muncul tekanan baru dari lonjakan inflasi akibat harga minyak yang naik karena konflik geopolitik 😰 Saat inflasi naik, pasar mulai memperkirakan suku bunga tetap tinggi. Dampaknya? Imbal hasil obligasi ikut naik dan dolar menguat. Kondisi ini membuat emas kehilangan daya tariknya sebagai aset safe haven, karena investor mulai beralih ke instrumen lain yang dianggap lebih menguntungkan. Inilah yang menyebabkan harga emas terkoreksi dalam waktu singkat. Bukan karena tren besar berubah, tapi karena tekanan jangka pendek dari kebijakan dan kondisi global. Namun situasi ini belum selesai. Jika konflik memanas atau inflasi semakin tinggi, emas justru bisa kembali bersinar 💥 Semua mata kini tertuju pada keputusan The Fed. Satu langkah saja bisa menentukan, apakah emas akan lanjut turun atau justru melonjak tajam dalam waktu dekat. Apakah konflik global bisa mendorong emas kembali naik sebagai safe haven? ‼️Disclaimer : Postingan ini hanya bertujuan untuk edukasi, Bukan ajakan membeli atau menjual aset Menurut  Masi pemulaa🙏 #investasiemas #emasdigital", "post_id": "7634095201052642578"}}, {"key": "bitorexpost", "attributes": {"label": "bitorexpost", "x": 466.09761999259956, "y": 50.67849031053573, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 7.9969, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7634095201052642578", "id": "bitorexpost", "source": "tiktok-000001", "content": "Breaking news, update emas terbaru hari rabu 29 April 2026 emas mengalami penurunan yang cukup deras😱📉 Dunia sedang di ambang ketidakpastian, dan emas ikut terseret di dalamnya! Kebijakan The Fed kini jadi penentu utama arah harga emas global. Di tengah data ekonomi AS yang kuat, justru muncul tekanan baru dari lonjakan inflasi akibat harga minyak yang naik karena konflik geopolitik 😰 Saat inflasi naik, pasar mulai memperkirakan suku bunga tetap tinggi. Dampaknya? Imbal hasil obligasi ikut naik dan dolar menguat. Kondisi ini membuat emas kehilangan daya tariknya sebagai aset safe haven, karena investor mulai beralih ke instrumen lain yang dianggap lebih menguntungkan. Inilah yang menyebabkan harga emas terkoreksi dalam waktu singkat. Bukan karena tren besar berubah, tapi karena tekanan jangka pendek dari kebijakan dan kondisi global. Namun situasi ini belum selesai. Jika konflik memanas atau inflasi semakin tinggi, emas justru bisa kembali bersinar 💥 Semua mata kini tertuju pada keputusan The Fed. Satu langkah saja bisa menentukan, apakah emas akan lanjut turun atau justru melonjak tajam dalam waktu dekat. Apakah konflik global bisa mendorong emas kembali naik sebagai safe haven? ‼️Disclaimer : Postingan ini hanya bertujuan untuk edukasi, Bukan ajakan membeli atau menjual aset Menurut  Masi pemulaa🙏 #investasiemas #emasdigital", "post_id": "7634095201052642578"}}, {"key": "minutehistoryid", "attributes": {"label": "minutehistoryid", "x": 764.511401072656, "y": 828.1393776285403, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 4.3226, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 3, "degree": 3}, "_id": "7568128516445850887", "id": "minutehistoryid", "source": "tiktok-000001", "content": "Tahukah Anda bahwa kini Yaman menjadi salah satu wilayah paling berbahaya di dunia? Sejak perang antara Israel dan Hamas pecah, kelompok Houthi Yaman mulai menyerang kapal-kapal dagang yang dianggap terkait dengan Israel — membuat Laut Merah menjadi zona konflik baru. Namun ironisnya, sebagian besar kapal yang diserang tidak ada hubungannya dengan Israel sama sekali. Padahal, sekitar 10% perdagangan dunia dan pengiriman minyak dari Teluk Persia melewati wilayah ini. Akibatnya, banyak perusahaan dagang kini memilih jalur mengelilingi Afrika, menambah waktu perjalanan hingga dua minggu lebih lama, menaikkan biaya logistik, harga minyak, dan bahkan risiko inflasi global. Sumber: YouTube ,  &  #yaman #lautmerah #israel #hamas #perangdunia", "post_id": "7568128516445850887"}}, {"key": "glore3", "attributes": {"label": "glore3", "x": 308.74634351501317, "y": 784.7308735418471, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 5.5474, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7568128516445850887", "id": "glore3", "source": "tiktok-000001", "content": "Tahukah Anda bahwa kini Yaman menjadi salah satu wilayah paling berbahaya di dunia? Sejak perang antara Israel dan Hamas pecah, kelompok Houthi Yaman mulai menyerang kapal-kapal dagang yang dianggap terkait dengan Israel — membuat Laut Merah menjadi zona konflik baru. Namun ironisnya, sebagian besar kapal yang diserang tidak ada hubungannya dengan Israel sama sekali. Padahal, sekitar 10% perdagangan dunia dan pengiriman minyak dari Teluk Persia melewati wilayah ini. Akibatnya, banyak perusahaan dagang kini memilih jalur mengelilingi Afrika, menambah waktu perjalanan hingga dua minggu lebih lama, menaikkan biaya logistik, harga minyak, dan bahkan risiko inflasi global. Sumber: YouTube ,  &  #yaman #lautmerah #israel #hamas #perangdunia", "post_id": "7568128516445850887"}}, {"key": "geoglobetales", "attributes": {"label": "geoglobetales", "x": 276.6487125528556, "y": 754.2207589234227, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 5.5474, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7568128516445850887", "id": "geoglobetales", "source": "tiktok-000001", "content": "Tahukah Anda bahwa kini Yaman menjadi salah satu wilayah paling berbahaya di dunia? Sejak perang antara Israel dan Hamas pecah, kelompok Houthi Yaman mulai menyerang kapal-kapal dagang yang dianggap terkait dengan Israel — membuat Laut Merah menjadi zona konflik baru. Namun ironisnya, sebagian besar kapal yang diserang tidak ada hubungannya dengan Israel sama sekali. Padahal, sekitar 10% perdagangan dunia dan pengiriman minyak dari Teluk Persia melewati wilayah ini. Akibatnya, banyak perusahaan dagang kini memilih jalur mengelilingi Afrika, menambah waktu perjalanan hingga dua minggu lebih lama, menaikkan biaya logistik, harga minyak, dan bahkan risiko inflasi global. Sumber: YouTube ,  &  #yaman #lautmerah #israel #hamas #perangdunia", "post_id": "7568128516445850887"}}, {"key": "I_infohub", "attributes": {"label": "I_infohub", "x": 731.4042060209231, "y": 46.54042343498765, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 5.5474, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7568128516445850887", "id": "I_infohub", "source": "tiktok-000001", "content": "Tahukah Anda bahwa kini Yaman menjadi salah satu wilayah paling berbahaya di dunia? Sejak perang antara Israel dan Hamas pecah, kelompok Houthi Yaman mulai menyerang kapal-kapal dagang yang dianggap terkait dengan Israel — membuat Laut Merah menjadi zona konflik baru. Namun ironisnya, sebagian besar kapal yang diserang tidak ada hubungannya dengan Israel sama sekali. Padahal, sekitar 10% perdagangan dunia dan pengiriman minyak dari Teluk Persia melewati wilayah ini. Akibatnya, banyak perusahaan dagang kini memilih jalur mengelilingi Afrika, menambah waktu perjalanan hingga dua minggu lebih lama, menaikkan biaya logistik, harga minyak, dan bahkan risiko inflasi global. Sumber: YouTube ,  &  #yaman #lautmerah #israel #hamas #perangdunia", "post_id": "7568128516445850887"}}, {"key": "sanss_clips", "attributes": {"label": "sanss_clips", "x": 850.2495128824378, "y": 440.02631235163494, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 4.3226, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "7633995902545546516", "id": "sanss_clips", "source": "tiktok-000001", "content": "PRESIDEN CUMA PION?! 😱 Siapa sebenarnya yang mengendalikan papan catur dunia? ♟️🌎 ​Selama ini kita mungkin berpikir bahwa pemegang kekuasaan tertinggi ada di tangan presiden. Tapi, benarkah begitu? Dalam diskusi mendalam di , Gema Goeyardi mengungkap sudut pandang yang cukup mind-blowing tentang tatanan dunia. ​Menurut analisa ini, pemerintah dan presiden sebenarnya berada di level piramida bawah dalam \"permainan\" global. Di atas mereka, ada kekuatan besar yang lebih dominan yang mengatur arah ekonomi dan konflik antar negara. 📉 ​Kenapa ini penting? Karena setiap kebijakan yang kita rasakan—mulai dari harga BBM, inflasi, hingga krisis ekonomi—seringkali merupakan bagian dari desain besar untuk keuntungan pihak tertentu. ​Pertanyaannya: Apakah kita hanya akan menjadi penonton, atau mulai paham cara kerja sistem ini untuk menyelamatkan finansial kita sendiri? 🧐 ​Yuk, diskusi di kolom komentar! Menurut kalian, siapa \"pemain utama\" yang sebenarnya punya kendali penuh atas ekonomi dunia saat ini? 🤔👇 ​Ketik \"PION\" kalau kamu mau tahu lebih lanjut soal 6 dimensi kematian ekonomi yang sedang mengancam kita! 🚨 #gemagoeyardi #astronacci #komunitasclipping #astroxkc8 #geopolitik", "post_id": "7633995902545546516"}}, {"key": "ceritanyautungs", "attributes": {"label": "ceritanyautungs", "x": 78.85984084364107, "y": 22.904184699536923, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 7.9969, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7633995902545546516", "id": "ceritanyautungs", "source": "tiktok-000001", "content": "PRESIDEN CUMA PION?! 😱 Siapa sebenarnya yang mengendalikan papan catur dunia? ♟️🌎 ​Selama ini kita mungkin berpikir bahwa pemegang kekuasaan tertinggi ada di tangan presiden. Tapi, benarkah begitu? Dalam diskusi mendalam di , Gema Goeyardi mengungkap sudut pandang yang cukup mind-blowing tentang tatanan dunia. ​Menurut analisa ini, pemerintah dan presiden sebenarnya berada di level piramida bawah dalam \"permainan\" global. Di atas mereka, ada kekuatan besar yang lebih dominan yang mengatur arah ekonomi dan konflik antar negara. 📉 ​Kenapa ini penting? Karena setiap kebijakan yang kita rasakan—mulai dari harga BBM, inflasi, hingga krisis ekonomi—seringkali merupakan bagian dari desain besar untuk keuntungan pihak tertentu. ​Pertanyaannya: Apakah kita hanya akan menjadi penonton, atau mulai paham cara kerja sistem ini untuk menyelamatkan finansial kita sendiri? 🧐 ​Yuk, diskusi di kolom komentar! Menurut kalian, siapa \"pemain utama\" yang sebenarnya punya kendali penuh atas ekonomi dunia saat ini? 🤔👇 ​Ketik \"PION\" kalau kamu mau tahu lebih lanjut soal 6 dimensi kematian ekonomi yang sedang mengancam kita! 🚨 #gemagoeyardi #astronacci #komunitasclipping #astroxkc8 #geopolitik", "post_id": "7633995902545546516"}}, {"key": "hanyadianaja", "attributes": {"label": "hanyadianaja", "x": 992.9577073857954, "y": 491.30143444437215, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 4.3226, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "7633611155960843541", "id": "hanyadianaja", "source": "tiktok-000001", "content": "#Repost  INDONESIA DI TITIK KRITIS: KENAPA 2026 TERASA BERAT? 🚨📉 Kerja makin keras, tapi uang makin cepat habis? Banyak orang merasakan hal yang sama. Ekonomi 2026 terasa berbeda karena tekanan datang dari banyak arah sekaligus. 📌 Dari dalam negeri: Daya beli melemah Lapangan kerja ketat Beban anggaran meningkat 📌 Dari luar negeri: Konflik global Harga minyak & pangan naik Rupiah tertekan Akibatnya, kelas menengah ikut terjepit. Yang dulu bisa menabung, sekarang fokus bertahan hidup. 💸 Saat penghasilan stagnan dan kebutuhan naik, banyak orang mulai berutang demi menutup kebutuhan. 🏭 Dunia usaha juga sulit: biaya naik, penjualan turun, risiko PHK meningkat. APA YANG HARUS DILAKUKAN? 🛡️ ✅ Kurangi konsumtif ✅ Perkuat dana darurat ✅ Upgrade skill ✅ Cari penghasilan tambahan Intinya, jangan panik. Di masa sulit, yang cepat beradaptasi akan lebih mudah bertahan. ⚠️  Disclaimer: Konten ini dibuat untuk tujuan edukasi dan bahan diskusi, bukan untuk menakut-nakuti atau memprovokasi. Seluruh isi merupakan opini, analisa, dan interpretasi dari berbagai sumber yang dapat berubah sewaktu-waktu sesuai kondisi ekonomi terbaru. Prediksi tidak selalu tepat, dan keputusan finansial tetap menjadi tanggung jawab masing-masing. Tetap bijak, kritis, dan lakukan riset sendiri sebelum mengambil keputusan. #gemagoeyardi #astronacci #komunitasclipping #astroxkc6", "post_id": "7633611155960843541"}}, {"key": "ruangfinacee", "attributes": {"label": "ruangfinacee", "x": 935.0602973392026, "y": 517.3641558861383, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 7.9969, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7633611155960843541", "id": "ruangfinacee", "source": "tiktok-000001", "content": "#Repost  INDONESIA DI TITIK KRITIS: KENAPA 2026 TERASA BERAT? 🚨📉 Kerja makin keras, tapi uang makin cepat habis? Banyak orang merasakan hal yang sama. Ekonomi 2026 terasa berbeda karena tekanan datang dari banyak arah sekaligus. 📌 Dari dalam negeri: Daya beli melemah Lapangan kerja ketat Beban anggaran meningkat 📌 Dari luar negeri: Konflik global Harga minyak & pangan naik Rupiah tertekan Akibatnya, kelas menengah ikut terjepit. Yang dulu bisa menabung, sekarang fokus bertahan hidup. 💸 Saat penghasilan stagnan dan kebutuhan naik, banyak orang mulai berutang demi menutup kebutuhan. 🏭 Dunia usaha juga sulit: biaya naik, penjualan turun, risiko PHK meningkat. APA YANG HARUS DILAKUKAN? 🛡️ ✅ Kurangi konsumtif ✅ Perkuat dana darurat ✅ Upgrade skill ✅ Cari penghasilan tambahan Intinya, jangan panik. Di masa sulit, yang cepat beradaptasi akan lebih mudah bertahan. ⚠️  Disclaimer: Konten ini dibuat untuk tujuan edukasi dan bahan diskusi, bukan untuk menakut-nakuti atau memprovokasi. Seluruh isi merupakan opini, analisa, dan interpretasi dari berbagai sumber yang dapat berubah sewaktu-waktu sesuai kondisi ekonomi terbaru. Prediksi tidak selalu tepat, dan keputusan finansial tetap menjadi tanggung jawab masing-masing. Tetap bijak, kritis, dan lakukan riset sendiri sebelum mengambil keputusan. #gemagoeyardi #astronacci #komunitasclipping #astroxkc6", "post_id": "7633611155960843541"}}, {"key": "radartws", "attributes": {"label": "radartws", "x": 481.14610800036127, "y": 426.65570363873417, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 4.3226, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "7629874429270428946", "id": "radartws", "source": "tiktok-000001", "content": "Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menegaskan pemerintah tidak akan menaikkan harga BBM bersubsidi hingga akhir 2026, atas arahan langsung Presiden Prabowo Subianto. Kebijakan ini berlaku untuk seluruh SPBU, baik Pertamina maupun swasta, melansir CNBC Indonesia dan Kompas. Keputusan ini tidak murah. Pemerintah menyiapkan tambahan subsidi hingga Rp100 triliun untuk menahan harga BBM di tengah lonjakan harga minyak global akibat konflik Iran. Sebagai bantalan tambahan, pemerintah menyiapkan sisa anggaran lebih sebesar Rp420 triliun jika tekanan fiskal semakin besar. Ada satu catatan penting: Bahlil menegaskan kebijakan ini masih bergantung pada pergerakan Indonesian Crude Price, dan pemerintah menghitung skenario aman selama harga minyak tidak melampaui $100 per barel. Dengan Brent saat ini masih di atas $100, ruang fiskal pemerintah akan terus diuji. Bagi masyarakat dan investor, kebijakan ini menjaga daya beli dan menekan inflasi dalam jangka pendek. Namun tekanan pada APBN berpotensi berdampak ke nilai tukar rupiah dan kepercayaan investor asing jika harga minyak bertahan tinggi lebih lama dari perkiraan.  #twsnews #tradewithsuli", "post_id": "7629874429270428946"}}, {"key": "tradewithsuli", "attributes": {"label": "tradewithsuli", "x": 875.2955261068339, "y": 30.1897124021151, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 15.3454, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 3, "out_degree": 0, "degree": 3}, "_id": "7629874429270428946", "id": "tradewithsuli", "source": "tiktok-000001", "content": "Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menegaskan pemerintah tidak akan menaikkan harga BBM bersubsidi hingga akhir 2026, atas arahan langsung Presiden Prabowo Subianto. Kebijakan ini berlaku untuk seluruh SPBU, baik Pertamina maupun swasta, melansir CNBC Indonesia dan Kompas. Keputusan ini tidak murah. Pemerintah menyiapkan tambahan subsidi hingga Rp100 triliun untuk menahan harga BBM di tengah lonjakan harga minyak global akibat konflik Iran. Sebagai bantalan tambahan, pemerintah menyiapkan sisa anggaran lebih sebesar Rp420 triliun jika tekanan fiskal semakin besar. Ada satu catatan penting: Bahlil menegaskan kebijakan ini masih bergantung pada pergerakan Indonesian Crude Price, dan pemerintah menghitung skenario aman selama harga minyak tidak melampaui $100 per barel. Dengan Brent saat ini masih di atas $100, ruang fiskal pemerintah akan terus diuji. Bagi masyarakat dan investor, kebijakan ini menjaga daya beli dan menekan inflasi dalam jangka pendek. Namun tekanan pada APBN berpotensi berdampak ke nilai tukar rupiah dan kepercayaan investor asing jika harga minyak bertahan tinggi lebih lama dari perkiraan.  #twsnews #tradewithsuli", "post_id": "7629874429270428946"}}, {"key": "cliper.demon1", "attributes": {"label": "cliper.demon1", "x": 888.2788368454814, "y": 192.74421764854398, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 4.3226, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "7626005703878069511", "id": "cliper.demon1", "source": "tiktok-000001", "content": "Headline: Rekor Tertinggi Sepanjang Sejarah! 🚨 Dunia energi lagi guncang. Saudi Aramco baru saja menetapkan premi minyak ke Asia sebesar US$19,50 per barel untuk Mei 2026. Ini bukan kenaikan biasa, tapi lonjakan US$17 cuma dalam sebulan! 📈 Penyebab utamanya? Eskalasi konflik di Selat Hormuz yang bikin jalur pengiriman minyak dunia terhambat. Dampaknya ke kita? Nilai tukar Rupiah tertekan (sempat tembus Rp17.000/US$). Beban subsidi energi APBN makin bengkak. Harga minyak dunia melonjak di atas US$110. Untungnya, pemerintah masih menahan harga BBM subsidi agar daya beli kita terjaga. Tapi sampai kapan ketahanan ini bertahan? Mari kita pantau bareng. 🇮🇩⛽ sumber foto:   #SaudiAramco #EkonomiIndonesia #Energi #BBM #Geopolitik", "post_id": "7626005703878069511"}}, {"key": "banten_hay", "attributes": {"label": "banten_hay", "x": 221.1715191393503, "y": 415.7883474642381, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 4.3226, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "7626297102397656338", "id": "banten_hay", "source": "tiktok-000001", "content": "Seorang Warga Negara Indonesia yang tengah berada di Amerika Serikat membagikan informasi mengenai harga bahan bakar minyak (BBM) di negara tersebut melalui media sosial. Informasi ini menjadi sorotan di tengah situasi konflik di Timur Tengah yang melibatkan Amerika dan Iran. Dalam video yang diunggah akun TikTok , dijelaskan bahwa pembelian BBM di Amerika menggunakan satuan galon, bukan liter seperti di Indonesia. Satu galon setara dengan sekitar 3,7 liter. Ia menyebutkan bahwa pada saat video tersebut dibuat, harga bensin berada di kisaran 3,5 dolar AS per galon. Jika dikonversi ke rupiah, nilainya sekitar Rp50 ribu per galon atau kurang lebih Rp13.500 per liter. Informasi ini kemudian memicu diskusi di kalangan warganet.  Beberapa netizen berpendapat bahwa kualitas bensin di Amerika dinilai setara dengan BBM beroktan tinggi di Indonesia, bahkan dianggap mirip dengan Pertamax Turbo. Karena itu, sebagian orang menilai harga tersebut tidak terlalu mahal jika dibandingkan dengan kualitas bahan bakarnya. Namun demikian, harga tersebut merupakan data pada saat unggahan dibuat, yakni 28 Februari 2026, sehingga kemungkinan telah mengalami perubahan hingga saat ini. *** Simak berita menarik lainnya hanya di www.bantenhay.com Bagikan informasi Anda dengan DM atau Mention  WA: 085215126767 #Viral #HargaBBM #BBMAmerika #AS #Berita Sumber: VT > al_gibral", "post_id": "7626297102397656338"}}, {"key": "al_gibral", "attributes": {"label": "al_gibral", "x": 882.1948148407087, "y": 654.1475444454381, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 6.1598, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7626297102397656338", "id": "al_gibral", "source": "tiktok-000001", "content": "Seorang Warga Negara Indonesia yang tengah berada di Amerika Serikat membagikan informasi mengenai harga bahan bakar minyak (BBM) di negara tersebut melalui media sosial. Informasi ini menjadi sorotan di tengah situasi konflik di Timur Tengah yang melibatkan Amerika dan Iran. Dalam video yang diunggah akun TikTok , dijelaskan bahwa pembelian BBM di Amerika menggunakan satuan galon, bukan liter seperti di Indonesia. Satu galon setara dengan sekitar 3,7 liter. Ia menyebutkan bahwa pada saat video tersebut dibuat, harga bensin berada di kisaran 3,5 dolar AS per galon. Jika dikonversi ke rupiah, nilainya sekitar Rp50 ribu per galon atau kurang lebih Rp13.500 per liter. Informasi ini kemudian memicu diskusi di kalangan warganet.  Beberapa netizen berpendapat bahwa kualitas bensin di Amerika dinilai setara dengan BBM beroktan tinggi di Indonesia, bahkan dianggap mirip dengan Pertamax Turbo. Karena itu, sebagian orang menilai harga tersebut tidak terlalu mahal jika dibandingkan dengan kualitas bahan bakarnya. Namun demikian, harga tersebut merupakan data pada saat unggahan dibuat, yakni 28 Februari 2026, sehingga kemungkinan telah mengalami perubahan hingga saat ini. *** Simak berita menarik lainnya hanya di www.bantenhay.com Bagikan informasi Anda dengan DM atau Mention  WA: 085215126767 #Viral #HargaBBM #BBMAmerika #AS #Berita Sumber: VT > al_gibral", "post_id": "7626297102397656338"}}, {"key": "bantenhay", "attributes": {"label": "bantenhay", "x": 864.5840811097964, "y": 796.2091686085288, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 6.1598, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7626297102397656338", "id": "bantenhay", "source": "tiktok-000001", "content": "Seorang Warga Negara Indonesia yang tengah berada di Amerika Serikat membagikan informasi mengenai harga bahan bakar minyak (BBM) di negara tersebut melalui media sosial. Informasi ini menjadi sorotan di tengah situasi konflik di Timur Tengah yang melibatkan Amerika dan Iran. Dalam video yang diunggah akun TikTok , dijelaskan bahwa pembelian BBM di Amerika menggunakan satuan galon, bukan liter seperti di Indonesia. Satu galon setara dengan sekitar 3,7 liter. Ia menyebutkan bahwa pada saat video tersebut dibuat, harga bensin berada di kisaran 3,5 dolar AS per galon. Jika dikonversi ke rupiah, nilainya sekitar Rp50 ribu per galon atau kurang lebih Rp13.500 per liter. Informasi ini kemudian memicu diskusi di kalangan warganet.  Beberapa netizen berpendapat bahwa kualitas bensin di Amerika dinilai setara dengan BBM beroktan tinggi di Indonesia, bahkan dianggap mirip dengan Pertamax Turbo. Karena itu, sebagian orang menilai harga tersebut tidak terlalu mahal jika dibandingkan dengan kualitas bahan bakarnya. Namun demikian, harga tersebut merupakan data pada saat unggahan dibuat, yakni 28 Februari 2026, sehingga kemungkinan telah mengalami perubahan hingga saat ini. *** Simak berita menarik lainnya hanya di www.bantenhay.com Bagikan informasi Anda dengan DM atau Mention  WA: 085215126767 #Viral #HargaBBM #BBMAmerika #AS #Berita Sumber: VT > al_gibral", "post_id": "7626297102397656338"}}, {"key": "tanyasaham", "attributes": {"label": "tanyasaham", "x": 335.5348111869386, "y": 509.17063255131177, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 4.3226, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "7628248411707329800", "id": "tanyasaham", "source": "tiktok-000001", "content": "🌍 Dunia di Ujung Krisis Minyak… Tapi Sekutu AS Justru Membelot? Langkah mengejutkan dari Donald Trump: blokade Selat Hormuz resmi diumumkan jalur yang mengalirkan 20% suplai minyak dunia. Tapi plot twist-nya👇 Negara sekutu seperti Inggris, Spanyol, dan Turki justru MENOLAK. Mereka tahu risikonya: ⚠️ Harga minyak bisa meledak ⚠️ Inflasi global naik ⚠️ Pasar saham berpotensi terguncang Belum lagi wacana dari Iran soal tarif US$2 juta per kapalini bisa jadi pemicu konflik yang lebih besar. 📉 Ini bukan cuma geopolitik… ini potensi shock besar ke market global. 👉 Investor wajib waspada. Karena saat krisis datang, yang siap akan menang. 🚀 Follow sekarang juga  untuk insight market harian, strategi cuan, dan update cepat sebelum market bergerak! #trump #hormuz #oil #wti #brent", "post_id": "7628248411707329800"}}, {"key": "tanyasaham.id", "attributes": {"label": "tanyasaham.id", "x": 892.2666356231729, "y": 477.3579828098513, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 7.9969, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7628248411707329800", "id": "tanyasaham.id", "source": "tiktok-000001", "content": "🌍 Dunia di Ujung Krisis Minyak… Tapi Sekutu AS Justru Membelot? Langkah mengejutkan dari Donald Trump: blokade Selat Hormuz resmi diumumkan jalur yang mengalirkan 20% suplai minyak dunia. Tapi plot twist-nya👇 Negara sekutu seperti Inggris, Spanyol, dan Turki justru MENOLAK. Mereka tahu risikonya: ⚠️ Harga minyak bisa meledak ⚠️ Inflasi global naik ⚠️ Pasar saham berpotensi terguncang Belum lagi wacana dari Iran soal tarif US$2 juta per kapalini bisa jadi pemicu konflik yang lebih besar. 📉 Ini bukan cuma geopolitik… ini potensi shock besar ke market global. 👉 Investor wajib waspada. Karena saat krisis datang, yang siap akan menang. 🚀 Follow sekarang juga  untuk insight market harian, strategi cuan, dan update cepat sebelum market bergerak! #trump #hormuz #oil #wti #brent", "post_id": "7628248411707329800"}}, {"key": "noxratis", "attributes": {"label": "noxratis", "x": 675.3302217391579, "y": 141.89547067986263, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 4.3226, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "7626362654885514503", "id": "noxratis", "source": "tiktok-000001", "content": "Bagian 88 | Efek Domino Hormuz!! Jepang Mulai Jual Obligasi AS Secara Masif, Sinyal Krisis Utang Global Makin Nyata!? 🇯🇵📉🌐 Guncangan ekonomi akibat penutupan Selat Hormuz kini mulai memakan korban besar di sektor finansial! Negeri Sakura dilaporkan mulai melakukan penjualan obligasi Amerika Serikat (U.S. Treasuries) secara besar-besaran untuk menutupi lonjakan biaya energi yang meroket tajam. Langkah ekstrem ini diambil karena Jepang dipaksa membayar harga minyak dan gas jauh lebih mahal, yang secara otomatis menekan ruang fiskal negara mereka hingga ke titik kritis! ⛽💸🚩 Aksi jual masif oleh salah satu pemegang utang terbesar Amerika ini mengirimkan sinyal bahaya ke pasar keuangan global. Para analis memperingatkan bahwa jika likuiditas global terus tertekan, krisis utang yang lebih luas bisa meledak kapan saja, memicu kepanikan yang belum pernah terlihat sebelumnya. Dunia kini melihat bagaimana konflik fisik di Timur Tengah bisa dengan cepat berubah menjadi \"perang ekonomi\" yang melumpuhkan stabilitas moneter negara-negara maju! 🏦📉🚀 Dampaknya tidak berhenti di Jepang saja; tekanan ini diprediksi akan merembet ke pasar negara berkembang, termasuk Indonesia. Rupiah dan pasar kripto mulai menunjukkan volatilitas tinggi akibat ketidakpastian likuiditas dolar di pasar global. Apakah ini awal dari keruntuhan sistem utang dunia yang selama ini ditopang oleh obligasi AS, ataukah akan ada intervensi darurat sebelum ekonomi global benar-benar jatuh ke jurang resesi terdalam!? 🤔📉🔥   #twsnews", "post_id": "7626362654885514503"}}, {"key": "ceritapublik.com", "attributes": {"label": "ceritapublik.com", "x": 232.42571025153381, "y": 610.4367573251621, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 4.3226, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "7625720526937378056", "id": "ceritapublik.com", "source": "tiktok-000001", "content": "Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, secara resmi mengumumkan rangkaian kebijakan strategis pemerintah untuk merespons lonjakan harga energi global yang kian menekan sektor transportasi nasional. Dalam konferensi pers yang digelar pada Senin (6/4/2026), Airlangga memberikan kepastian bahwa harga Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi jenis Pertalite dan Bio Solar dipastikan tidak akan mengalami kenaikan hingga akhir tahun 2026. Langkah ini diambil sebagai upaya melindungi daya beli masyarakat di tengah ketidakpastian geopolitik dunia, khususnya konflik di Timur Tengah yang terus memanas. ​Namun, situasi berbeda terjadi pada industri penerbangan domestik akibat harga avtur yang melambung tinggi hingga menyentuh angka Rp23.551 per liter di Bandara Soekarno-Hatta. Terkait hal tersebut, Airlangga Hartarto menegaskan komitmen pemerintah untuk menjaga agar kenaikan harga tiket pesawat tidak memberatkan konsumen.  _\"Untuk menjaga kenaikan harga tiket domestik agar tetap terjangkau oleh masyarakat, maka pemerintah menjaga kenaikan harga tiket hanya di kisaran 9-13 persen,\"_ ujar Airlangga saat menjelaskan batasan kenaikan tarif angkutan udara nasional. ​Guna merealisasikan target tersebut, pemerintah menyiapkan anggaran subsidi Pajak Pertambahan Nilai (PPN) sebesar 11 persen yang ditanggung negara untuk tiket pesawat kelas ekonomi. Airlangga merincikan bahwa persiapan dana telah dilakukan untuk periode dua bulan ke depan guna meredam gejolak harga di tingkat maskapai.  _\"Nah perbulannya jadi kalau kita persiapkan untuk 2 bulan maka ini Rp2,6 triliun agar harga tiket naiknya maksimum di 9-13,\"_ jelasnya mengenai alokasi fiskal yang disiapkan pemerintah. ​Selain intervensi pada harga tiket, pemerintah juga memberikan insentif non-fiskal berupa pembebasan bea masuk suku cadang pesawat untuk menurunkan beban perawatan maskapai. Airlangga menyampaikan bahwa kebijakan ini diharapkan mampu menjaga ekosistem penerbangan tetap kompetitif meski biaya bahan bakar membengkak.  \" _Pemerintah juga memberikan insentif penurunan bea masuk untuk toko cadangan pesawat menjadi 0 persen, sehingga diharapkan bisa juga menurunkan biaya operasional daripada maskapai penerbangan_ ,\" pungkasnya.  Melalui kebijakan ini, pemerintah berharap stabilitas harga energi dan transportasi tetap terjaga sehingga tidak memicu tekanan inflasi yang lebih luas sepanjang tahun 2026. 📰 Baca Berita Lainnya di CeritaPublik.com Sumber : YT/ #KebijakanPemerintah #APBN2026 #SubsidiEnergi #HargaBBM #BBMTidakNaik", "post_id": "7625720526937378056"}}, {"key": "PerekonomianRI", "attributes": {"label": "PerekonomianRI", "x": 371.71337355666043, "y": 961.4041223371113, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 7.9969, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7625720526937378056", "id": "PerekonomianRI", "source": "tiktok-000001", "content": "Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, secara resmi mengumumkan rangkaian kebijakan strategis pemerintah untuk merespons lonjakan harga energi global yang kian menekan sektor transportasi nasional. Dalam konferensi pers yang digelar pada Senin (6/4/2026), Airlangga memberikan kepastian bahwa harga Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi jenis Pertalite dan Bio Solar dipastikan tidak akan mengalami kenaikan hingga akhir tahun 2026. Langkah ini diambil sebagai upaya melindungi daya beli masyarakat di tengah ketidakpastian geopolitik dunia, khususnya konflik di Timur Tengah yang terus memanas. ​Namun, situasi berbeda terjadi pada industri penerbangan domestik akibat harga avtur yang melambung tinggi hingga menyentuh angka Rp23.551 per liter di Bandara Soekarno-Hatta. Terkait hal tersebut, Airlangga Hartarto menegaskan komitmen pemerintah untuk menjaga agar kenaikan harga tiket pesawat tidak memberatkan konsumen.  _\"Untuk menjaga kenaikan harga tiket domestik agar tetap terjangkau oleh masyarakat, maka pemerintah menjaga kenaikan harga tiket hanya di kisaran 9-13 persen,\"_ ujar Airlangga saat menjelaskan batasan kenaikan tarif angkutan udara nasional. ​Guna merealisasikan target tersebut, pemerintah menyiapkan anggaran subsidi Pajak Pertambahan Nilai (PPN) sebesar 11 persen yang ditanggung negara untuk tiket pesawat kelas ekonomi. Airlangga merincikan bahwa persiapan dana telah dilakukan untuk periode dua bulan ke depan guna meredam gejolak harga di tingkat maskapai.  _\"Nah perbulannya jadi kalau kita persiapkan untuk 2 bulan maka ini Rp2,6 triliun agar harga tiket naiknya maksimum di 9-13,\"_ jelasnya mengenai alokasi fiskal yang disiapkan pemerintah. ​Selain intervensi pada harga tiket, pemerintah juga memberikan insentif non-fiskal berupa pembebasan bea masuk suku cadang pesawat untuk menurunkan beban perawatan maskapai. Airlangga menyampaikan bahwa kebijakan ini diharapkan mampu menjaga ekosistem penerbangan tetap kompetitif meski biaya bahan bakar membengkak.  \" _Pemerintah juga memberikan insentif penurunan bea masuk untuk toko cadangan pesawat menjadi 0 persen, sehingga diharapkan bisa juga menurunkan biaya operasional daripada maskapai penerbangan_ ,\" pungkasnya.  Melalui kebijakan ini, pemerintah berharap stabilitas harga energi dan transportasi tetap terjaga sehingga tidak memicu tekanan inflasi yang lebih luas sepanjang tahun 2026. 📰 Baca Berita Lainnya di CeritaPublik.com Sumber : YT/ #KebijakanPemerintah #APBN2026 #SubsidiEnergi #HargaBBM #BBMTidakNaik", "post_id": "7625720526937378056"}}, {"key": "@wstruthbombs", "attributes": {"label": "@wstruthbombs", "x": 688.0113683851121, "y": 241.3149151254812, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 4.3226, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 8, "degree": 8}, "_id": "hiMDgIXt2WU", "id": "@wstruthbombs", "source": "youtube-000001", "content": "Gelombang Inflasi: Penjelasan tentang Bahan Makanan, Bensin, dan Dompet Anda\n\nHarga minyak melonjak — dan pasar masih belum memahaminya.\n\nDalam video ini, kami menguraikan mengapa harga minyak $150 bukan hanya tentang harga bensin… tetapi tentang guncangan sistemik penuh terhadap biaya hidup Anda. Dari susu hingga roti hingga tiket pesawat, gelombang inflasi yang sebenarnya bahkan belum terasa.\n\nWall Street sedang memperhitungkan berita utama.\n\nKami akan mengupas seluk-beluk ekonomi global.\n\n👉 Apa yang terjadi ketika 20% pasokan energi global terganggu\n👉 Mengapa harga pangan akan melonjak (dan BUKAN gandum)\n👉 Keterlambatan tersembunyi yang diabaikan pasar\n👉 Apa arti sebenarnya harga minyak $150 bagi portofolio Anda\n\nIni bukan lonjakan sementara. Ini bersifat struktural.\n\nBerlangganan untuk selalu selangkah lebih maju dari pasar sebelum harga pasar mencerminkannya.\n\nBerlangganan: https://www.youtube.com/\n\nSubstack: https://substack.com/\nX: https://x.com/WSTruthBombs\nPatreon:   / wstruthbombs  \nBlueSky: https://bsky.app/profile/wstruthbombs...\nTikTok:   / wstruthbombs  \n\nVideo Truthbombs hanya untuk tujuan informasi dan hiburan. Pandangan yang diungkapkan oleh Mark Malek atau tamu adalah pandangan mereka sendiri dan tidak selalu mencerminkan pandangan Siebert Financial. Video ini bukan merupakan nasihat investasi, penawaran untuk menjual, atau ajakan untuk membeli sekuritas apa pun. Kinerja masa lalu tidak menunjukkan hasil di masa mendatang. Pendengar dan pemirsa harus berkonsultasi dengan profesional keuangan yang berkualifikasi sebelum membuat keputusan investasi apa pun.\n\nHarga minyak, minyak hingga 150, prediksi harga minyak, inflasi 2026, krisis biaya hidup, harga gas, krisis energi, ekonomi global, peringatan resesi, jatuhnya pasar, berita pasar saham, berita keuangan terkini, penjelasan inflasi, inflasi CPI, inflasi PPI, Federal Reserve, suku bunga, prospek ekonomi, pengeluaran konsumen, stagflasi, ekonomi makro, minyak mentah Brent, harga minyak mentah, guncangan pasokan minyak, Selat Hormuz, konflik minyak Iran, ketegangan Timur Tengah, pasokan minyak global, pasar energi, gangguan minyak, laporan minyak IEA, kenaikan harga pangan, harga susu, harga roti, inflasi bahan makanan, mengapa semuanya mahal, kenaikan biaya hidup, inflasi pangan 2026, krisis inflasi, krisis keterjangkauan, harga maskapai penerbangan, kenaikan biaya perjalanan, harga bahan bakar, harga solar, kekurangan pupuk, krisis rantai pasokan, harga komoditas, tidak diperhitungkan, peringatan pasar, apa yang terjadi selanjutnya, keruntuhan ekonomi, krisis keuangan, kebenaran tentang inflasi, inflasi tersembunyi, Wall Street Truthbombs, Truthbombs, Mark Malek, analisis pasar saham, strategi investasi\n\n#foryou #stockmarket #investasi #saham #perdagangan #wallstreet #uang #inflasi #biaya", "post_id": "hiMDgIXt2WU"}}, {"key": "wstruthbombs...", "attributes": {"label": "wstruthbombs...", "x": 366.28298442576965, "y": 210.05192740890354, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 4.7819, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 4, "out_degree": 0, "degree": 4}, "_id": "hiMDgIXt2WU", "id": "wstruthbombs...", "source": "youtube-000001", "content": "Gelombang Inflasi: Penjelasan tentang Bahan Makanan, Bensin, dan Dompet Anda\n\nHarga minyak melonjak — dan pasar masih belum memahaminya.\n\nDalam video ini, kami menguraikan mengapa harga minyak $150 bukan hanya tentang harga bensin… tetapi tentang guncangan sistemik penuh terhadap biaya hidup Anda. Dari susu hingga roti hingga tiket pesawat, gelombang inflasi yang sebenarnya bahkan belum terasa.\n\nWall Street sedang memperhitungkan berita utama.\n\nKami akan mengupas seluk-beluk ekonomi global.\n\n👉 Apa yang terjadi ketika 20% pasokan energi global terganggu\n👉 Mengapa harga pangan akan melonjak (dan BUKAN gandum)\n👉 Keterlambatan tersembunyi yang diabaikan pasar\n👉 Apa arti sebenarnya harga minyak $150 bagi portofolio Anda\n\nIni bukan lonjakan sementara. Ini bersifat struktural.\n\nBerlangganan untuk selalu selangkah lebih maju dari pasar sebelum harga pasar mencerminkannya.\n\nBerlangganan: https://www.youtube.com/\n\nSubstack: https://substack.com/\nX: https://x.com/WSTruthBombs\nPatreon:   / wstruthbombs  \nBlueSky: https://bsky.app/profile/wstruthbombs...\nTikTok:   / wstruthbombs  \n\nVideo Truthbombs hanya untuk tujuan informasi dan hiburan. Pandangan yang diungkapkan oleh Mark Malek atau tamu adalah pandangan mereka sendiri dan tidak selalu mencerminkan pandangan Siebert Financial. Video ini bukan merupakan nasihat investasi, penawaran untuk menjual, atau ajakan untuk membeli sekuritas apa pun. Kinerja masa lalu tidak menunjukkan hasil di masa mendatang. Pendengar dan pemirsa harus berkonsultasi dengan profesional keuangan yang berkualifikasi sebelum membuat keputusan investasi apa pun.\n\nHarga minyak, minyak hingga 150, prediksi harga minyak, inflasi 2026, krisis biaya hidup, harga gas, krisis energi, ekonomi global, peringatan resesi, jatuhnya pasar, berita pasar saham, berita keuangan terkini, penjelasan inflasi, inflasi CPI, inflasi PPI, Federal Reserve, suku bunga, prospek ekonomi, pengeluaran konsumen, stagflasi, ekonomi makro, minyak mentah Brent, harga minyak mentah, guncangan pasokan minyak, Selat Hormuz, konflik minyak Iran, ketegangan Timur Tengah, pasokan minyak global, pasar energi, gangguan minyak, laporan minyak IEA, kenaikan harga pangan, harga susu, harga roti, inflasi bahan makanan, mengapa semuanya mahal, kenaikan biaya hidup, inflasi pangan 2026, krisis inflasi, krisis keterjangkauan, harga maskapai penerbangan, kenaikan biaya perjalanan, harga bahan bakar, harga solar, kekurangan pupuk, krisis rantai pasokan, harga komoditas, tidak diperhitungkan, peringatan pasar, apa yang terjadi selanjutnya, keruntuhan ekonomi, krisis keuangan, kebenaran tentang inflasi, inflasi tersembunyi, Wall Street Truthbombs, Truthbombs, Mark Malek, analisis pasar saham, strategi investasi\n\n#foryou #stockmarket #investasi #saham #perdagangan #wallstreet #uang #inflasi #biaya", "post_id": "hiMDgIXt2WU"}}, {"key": "wstruthbombs", "attributes": {"label": "wstruthbombs", "x": 623.9295054200824, "y": 516.7500773255515, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 4.7819, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 4, "out_degree": 0, "degree": 4}, "_id": "hiMDgIXt2WU", "id": "wstruthbombs", "source": "youtube-000001", "content": "Gelombang Inflasi: Penjelasan tentang Bahan Makanan, Bensin, dan Dompet Anda\n\nHarga minyak melonjak — dan pasar masih belum memahaminya.\n\nDalam video ini, kami menguraikan mengapa harga minyak $150 bukan hanya tentang harga bensin… tetapi tentang guncangan sistemik penuh terhadap biaya hidup Anda. Dari susu hingga roti hingga tiket pesawat, gelombang inflasi yang sebenarnya bahkan belum terasa.\n\nWall Street sedang memperhitungkan berita utama.\n\nKami akan mengupas seluk-beluk ekonomi global.\n\n👉 Apa yang terjadi ketika 20% pasokan energi global terganggu\n👉 Mengapa harga pangan akan melonjak (dan BUKAN gandum)\n👉 Keterlambatan tersembunyi yang diabaikan pasar\n👉 Apa arti sebenarnya harga minyak $150 bagi portofolio Anda\n\nIni bukan lonjakan sementara. Ini bersifat struktural.\n\nBerlangganan untuk selalu selangkah lebih maju dari pasar sebelum harga pasar mencerminkannya.\n\nBerlangganan: https://www.youtube.com/\n\nSubstack: https://substack.com/\nX: https://x.com/WSTruthBombs\nPatreon:   / wstruthbombs  \nBlueSky: https://bsky.app/profile/wstruthbombs...\nTikTok:   / wstruthbombs  \n\nVideo Truthbombs hanya untuk tujuan informasi dan hiburan. Pandangan yang diungkapkan oleh Mark Malek atau tamu adalah pandangan mereka sendiri dan tidak selalu mencerminkan pandangan Siebert Financial. Video ini bukan merupakan nasihat investasi, penawaran untuk menjual, atau ajakan untuk membeli sekuritas apa pun. Kinerja masa lalu tidak menunjukkan hasil di masa mendatang. Pendengar dan pemirsa harus berkonsultasi dengan profesional keuangan yang berkualifikasi sebelum membuat keputusan investasi apa pun.\n\nHarga minyak, minyak hingga 150, prediksi harga minyak, inflasi 2026, krisis biaya hidup, harga gas, krisis energi, ekonomi global, peringatan resesi, jatuhnya pasar, berita pasar saham, berita keuangan terkini, penjelasan inflasi, inflasi CPI, inflasi PPI, Federal Reserve, suku bunga, prospek ekonomi, pengeluaran konsumen, stagflasi, ekonomi makro, minyak mentah Brent, harga minyak mentah, guncangan pasokan minyak, Selat Hormuz, konflik minyak Iran, ketegangan Timur Tengah, pasokan minyak global, pasar energi, gangguan minyak, laporan minyak IEA, kenaikan harga pangan, harga susu, harga roti, inflasi bahan makanan, mengapa semuanya mahal, kenaikan biaya hidup, inflasi pangan 2026, krisis inflasi, krisis keterjangkauan, harga maskapai penerbangan, kenaikan biaya perjalanan, harga bahan bakar, harga solar, kekurangan pupuk, krisis rantai pasokan, harga komoditas, tidak diperhitungkan, peringatan pasar, apa yang terjadi selanjutnya, keruntuhan ekonomi, krisis keuangan, kebenaran tentang inflasi, inflasi tersembunyi, Wall Street Truthbombs, Truthbombs, Mark Malek, analisis pasar saham, strategi investasi\n\n#foryou #stockmarket #investasi #saham #perdagangan #wallstreet #uang #inflasi #biaya", "post_id": "hiMDgIXt2WU"}}, {"key": "@moomoo_ANZ", "attributes": {"label": "@moomoo_ANZ", "x": 564.4412978961323, "y": 166.60956660142978, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 4.3226, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "__DFT5_bwOs", "id": "@moomoo_ANZ", "source": "youtube-000001", "content": "Kekhawatiran inflasi dapat meredam lonjakan pasar AS seiring dengan pertemuan bank sentral.\n\nPasar saham AS kembali mencapai rekor tertinggi baru semalam. Saham-saham teknologi melonjak, tepat ketika harga minyak naik dan kebuntuan di Timur Tengah belum terselesaikan. Pertemuan bank sentral AS yang penting minggu ini mungkin akan menjadi peringatan bagi investor bahwa inflasi yang dipicu oleh harga minyak adalah masalah yang lebih besar daripada yang mereka kira.\n\n00:00 Ringkasan Pasar 📰\n02:56 Suku Bunga AS 🔎\nDaftar pantauan hari ini ⬇️\n06:37 Ebay terlihat cukup kuat: https://www.moomoo.com/stock/EBAY-US\n07:51 BYD memperkirakan kuartal yang buruk: https://www.moomoo.com/stock/BYDDY-US\n08:56 Karoon mendapatkan sentuhan Brasil: https://www.moomoo.com/stock/KAR-AU\n\nIkuti kami untuk pembaruan harian 🐮\nInstagram\n  / moomoo_anz  \nYouTube\n   /   \nSiniar\n   • the daily moo  \nX\n  / moomoo_anz  \nLinkedIn\n  / moomooanz  \nFacebook\n  / moomoooanz  \nMoomoo\nhttps://www.moomoo.com/au", "post_id": "__DFT5_bwOs"}}, {"key": "moomoo_anz", "attributes": {"label": "moomoo_anz", "x": 98.54638982816255, "y": 264.8275238753547, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 7.9969, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "__DFT5_bwOs", "id": "moomoo_anz", "source": "youtube-000001", "content": "Kekhawatiran inflasi dapat meredam lonjakan pasar AS seiring dengan pertemuan bank sentral.\n\nPasar saham AS kembali mencapai rekor tertinggi baru semalam. Saham-saham teknologi melonjak, tepat ketika harga minyak naik dan kebuntuan di Timur Tengah belum terselesaikan. Pertemuan bank sentral AS yang penting minggu ini mungkin akan menjadi peringatan bagi investor bahwa inflasi yang dipicu oleh harga minyak adalah masalah yang lebih besar daripada yang mereka kira.\n\n00:00 Ringkasan Pasar 📰\n02:56 Suku Bunga AS 🔎\nDaftar pantauan hari ini ⬇️\n06:37 Ebay terlihat cukup kuat: https://www.moomoo.com/stock/EBAY-US\n07:51 BYD memperkirakan kuartal yang buruk: https://www.moomoo.com/stock/BYDDY-US\n08:56 Karoon mendapatkan sentuhan Brasil: https://www.moomoo.com/stock/KAR-AU\n\nIkuti kami untuk pembaruan harian 🐮\nInstagram\n  / moomoo_anz  \nYouTube\n   /   \nSiniar\n   • the daily moo  \nX\n  / moomoo_anz  \nLinkedIn\n  / moomooanz  \nFacebook\n  / moomoooanz  \nMoomoo\nhttps://www.moomoo.com/au", "post_id": "__DFT5_bwOs"}}, {"key": "@KanalBankIndonesia", "attributes": {"label": "@KanalBankIndonesia", "x": 582.5010840236305, "y": 906.7257390925225, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 4.3226, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "dIRTV0j3ek4", "id": "@KanalBankIndonesia", "source": "youtube-000001", "content": "IGR Update Perekonomian RDG 4 26 REV\n\nDunia lagi penuh tekanan, #SobatRupiah!\n\nDari mulai konflik Timur Tengah, harga minyak naik, hingga penurunan Fed Funds Rate (FFR) yang tertunda bikin ketidakpastian global meningkat, dan Rupiah ikut terdampak.\n\nLalu, bagaimana respons Bank Indonesia?\n\nBI tetap aktif menjaga stabilitas melalui intervensi di pasar offshore (NDF), pasar domestik (spot dan DNDF), serta pembelian SBN di pasar sekunder. Di saat yang sama, BI juga memperkuat instrumen moneter pro-market seperti Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI).\n\nYuk, simak informasinya, pahami kebijakannya, dan sama-sama kita #BeriMakna jaga Rupiah kita!\n\n#diSetiapMaknaIndonesia\n\n————————————————————————————\nOfficial account:\nWebsite: http://www.bi.go.id\nTwitter:   / bank_indonesia  \nFacebook:   / bankindonesiaofficial  \nInstagram:   / bank_indonesia  \nSpotify: https://open.spotify.com/show/4Q38i2l...\n\n————————————————————————————\nChatbot LISA (Layanan Informasi Bank Indonesia)\nWhatsapp (24 jam) : 081 131 131 131\nLine (24 jam) : \nFB (diluar jam kerja) : \n\n————————————————————————————\nContact Center Bank Indonesia (BICARA 131)\nTelp: 1500131 (dari dalam dan luar negeri)\nEmail: bicara", "post_id": "dIRTV0j3ek4"}}, {"key": "bank_indonesia", "attributes": {"label": "bank_indonesia", "x": 536.05897367409, "y": 565.3754521597211, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 6.1598, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "dIRTV0j3ek4", "id": "bank_indonesia", "source": "youtube-000001", "content": "IGR Update Perekonomian RDG 4 26 REV\n\nDunia lagi penuh tekanan, #SobatRupiah!\n\nDari mulai konflik Timur Tengah, harga minyak naik, hingga penurunan Fed Funds Rate (FFR) yang tertunda bikin ketidakpastian global meningkat, dan Rupiah ikut terdampak.\n\nLalu, bagaimana respons Bank Indonesia?\n\nBI tetap aktif menjaga stabilitas melalui intervensi di pasar offshore (NDF), pasar domestik (spot dan DNDF), serta pembelian SBN di pasar sekunder. Di saat yang sama, BI juga memperkuat instrumen moneter pro-market seperti Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI).\n\nYuk, simak informasinya, pahami kebijakannya, dan sama-sama kita #BeriMakna jaga Rupiah kita!\n\n#diSetiapMaknaIndonesia\n\n————————————————————————————\nOfficial account:\nWebsite: http://www.bi.go.id\nTwitter:   / bank_indonesia  \nFacebook:   / bankindonesiaofficial  \nInstagram:   / bank_indonesia  \nSpotify: https://open.spotify.com/show/4Q38i2l...\n\n————————————————————————————\nChatbot LISA (Layanan Informasi Bank Indonesia)\nWhatsapp (24 jam) : 081 131 131 131\nLine (24 jam) : \nFB (diluar jam kerja) : \n\n————————————————————————————\nContact Center Bank Indonesia (BICARA 131)\nTelp: 1500131 (dari dalam dan luar negeri)\nEmail: bicara", "post_id": "dIRTV0j3ek4"}}, {"key": "BankIndonesiaOfficial", "attributes": {"label": "BankIndonesiaOfficial", "x": 818.75317931188, "y": 456.53341781444936, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 6.1598, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "dIRTV0j3ek4", "id": "BankIndonesiaOfficial", "source": "youtube-000001", "content": "IGR Update Perekonomian RDG 4 26 REV\n\nDunia lagi penuh tekanan, #SobatRupiah!\n\nDari mulai konflik Timur Tengah, harga minyak naik, hingga penurunan Fed Funds Rate (FFR) yang tertunda bikin ketidakpastian global meningkat, dan Rupiah ikut terdampak.\n\nLalu, bagaimana respons Bank Indonesia?\n\nBI tetap aktif menjaga stabilitas melalui intervensi di pasar offshore (NDF), pasar domestik (spot dan DNDF), serta pembelian SBN di pasar sekunder. Di saat yang sama, BI juga memperkuat instrumen moneter pro-market seperti Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI).\n\nYuk, simak informasinya, pahami kebijakannya, dan sama-sama kita #BeriMakna jaga Rupiah kita!\n\n#diSetiapMaknaIndonesia\n\n————————————————————————————\nOfficial account:\nWebsite: http://www.bi.go.id\nTwitter:   / bank_indonesia  \nFacebook:   / bankindonesiaofficial  \nInstagram:   / bank_indonesia  \nSpotify: https://open.spotify.com/show/4Q38i2l...\n\n————————————————————————————\nChatbot LISA (Layanan Informasi Bank Indonesia)\nWhatsapp (24 jam) : 081 131 131 131\nLine (24 jam) : \nFB (diluar jam kerja) : \n\n————————————————————————————\nContact Center Bank Indonesia (BICARA 131)\nTelp: 1500131 (dari dalam dan luar negeri)\nEmail: bicara", "post_id": "dIRTV0j3ek4"}}, {"key": "@IDXCHANNELINSIGHT", "attributes": {"label": "@IDXCHANNELINSIGHT", "x": 54.06181892313522, "y": 941.5964655196641, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 4.3226, "eigenvector": 0.0089, "in_degree": 0, "out_degree": 12, "degree": 12}, "_id": "umDIEbaKS9A", "id": "@IDXCHANNELINSIGHT", "source": "youtube-000001", "content": "Harga BBM Non Subsidi Pertamina Naik, Ini Penyebabnya | MILENOMICS\n\nBeredar informasi mengenai kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) non subsidi Pertamina, termasuk Pertamax Turbo, Dexlite, dan Pertamina Dex, yang dilaporkan mengalami penyesuaian harga mulai dari sekitar lima ratus rupiah hingga empat ribu rupiah per liter. Kenaikan ini disebut-sebut sejalan dengan meningkatnya harga minyak dunia yang terdampak oleh ketegangan dan konflik di kawasan Timur Tengah yang memengaruhi pasar energi global. Meski demikian, masyarakat diimbau untuk selalu merujuk pada pengumuman resmi dari Pertamina terkait daftar harga terbaru di setiap wilayah, karena penyesuaian harga BBM dapat berbeda tergantung lokasi dan kebijakan distribusi yang berlaku.\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n--------------------------------------------\nFollow US on Social Media\nWebsite - http://www.idxchannel.com\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idxchannelcom  \n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "umDIEbaKS9A"}}, {"key": "wicky_adrian", "attributes": {"label": "wicky_adrian", "x": 311.62388323152936, "y": 36.369018074155825, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 4.6726, "eigenvector": 0.0071, "in_degree": 14, "out_degree": 0, "degree": 14}, "_id": "umDIEbaKS9A", "id": "wicky_adrian", "source": "youtube-000001", "content": "Harga BBM Non Subsidi Pertamina Naik, Ini Penyebabnya | MILENOMICS\n\nBeredar informasi mengenai kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) non subsidi Pertamina, termasuk Pertamax Turbo, Dexlite, dan Pertamina Dex, yang dilaporkan mengalami penyesuaian harga mulai dari sekitar lima ratus rupiah hingga empat ribu rupiah per liter. Kenaikan ini disebut-sebut sejalan dengan meningkatnya harga minyak dunia yang terdampak oleh ketegangan dan konflik di kawasan Timur Tengah yang memengaruhi pasar energi global. Meski demikian, masyarakat diimbau untuk selalu merujuk pada pengumuman resmi dari Pertamina terkait daftar harga terbaru di setiap wilayah, karena penyesuaian harga BBM dapat berbeda tergantung lokasi dan kebijakan distribusi yang berlaku.\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n--------------------------------------------\nFollow US on Social Media\nWebsite - http://www.idxchannel.com\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idxchannelcom  \n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "umDIEbaKS9A"}}, {"key": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "fajar.wayong", "x": 775.7665994890682, "y": 361.41920921986735, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 4.6726, "eigenvector": 0.0071, "in_degree": 28, "out_degree": 0, "degree": 28}, "_id": "umDIEbaKS9A", "id": "fajar.wayong", "source": "youtube-000001", "content": "Harga BBM Non Subsidi Pertamina Naik, Ini Penyebabnya | MILENOMICS\n\nBeredar informasi mengenai kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) non subsidi Pertamina, termasuk Pertamax Turbo, Dexlite, dan Pertamina Dex, yang dilaporkan mengalami penyesuaian harga mulai dari sekitar lima ratus rupiah hingga empat ribu rupiah per liter. Kenaikan ini disebut-sebut sejalan dengan meningkatnya harga minyak dunia yang terdampak oleh ketegangan dan konflik di kawasan Timur Tengah yang memengaruhi pasar energi global. Meski demikian, masyarakat diimbau untuk selalu merujuk pada pengumuman resmi dari Pertamina terkait daftar harga terbaru di setiap wilayah, karena penyesuaian harga BBM dapat berbeda tergantung lokasi dan kebijakan distribusi yang berlaku.\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n--------------------------------------------\nFollow US on Social Media\nWebsite - http://www.idxchannel.com\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idxchannelcom  \n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "umDIEbaKS9A"}}, {"key": "deffid_83", "attributes": {"label": "deffid_83", "x": 20.098500344646553, "y": 25.33852430248107, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 4.6726, "eigenvector": 0.0071, "in_degree": 14, "out_degree": 0, "degree": 14}, "_id": "umDIEbaKS9A", "id": "deffid_83", "source": "youtube-000001", "content": "Harga BBM Non Subsidi Pertamina Naik, Ini Penyebabnya | MILENOMICS\n\nBeredar informasi mengenai kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) non subsidi Pertamina, termasuk Pertamax Turbo, Dexlite, dan Pertamina Dex, yang dilaporkan mengalami penyesuaian harga mulai dari sekitar lima ratus rupiah hingga empat ribu rupiah per liter. Kenaikan ini disebut-sebut sejalan dengan meningkatnya harga minyak dunia yang terdampak oleh ketegangan dan konflik di kawasan Timur Tengah yang memengaruhi pasar energi global. Meski demikian, masyarakat diimbau untuk selalu merujuk pada pengumuman resmi dari Pertamina terkait daftar harga terbaru di setiap wilayah, karena penyesuaian harga BBM dapat berbeda tergantung lokasi dan kebijakan distribusi yang berlaku.\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n--------------------------------------------\nFollow US on Social Media\nWebsite - http://www.idxchannel.com\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idxchannelcom  \n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "umDIEbaKS9A"}}, {"key": "rosalinehioe", "attributes": {"label": "rosalinehioe", "x": 940.915808442623, "y": 366.6356525817108, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 4.6726, "eigenvector": 0.0071, "in_degree": 14, "out_degree": 0, "degree": 14}, "_id": "umDIEbaKS9A", "id": "rosalinehioe", "source": "youtube-000001", "content": "Harga BBM Non Subsidi Pertamina Naik, Ini Penyebabnya | MILENOMICS\n\nBeredar informasi mengenai kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) non subsidi Pertamina, termasuk Pertamax Turbo, Dexlite, dan Pertamina Dex, yang dilaporkan mengalami penyesuaian harga mulai dari sekitar lima ratus rupiah hingga empat ribu rupiah per liter. Kenaikan ini disebut-sebut sejalan dengan meningkatnya harga minyak dunia yang terdampak oleh ketegangan dan konflik di kawasan Timur Tengah yang memengaruhi pasar energi global. Meski demikian, masyarakat diimbau untuk selalu merujuk pada pengumuman resmi dari Pertamina terkait daftar harga terbaru di setiap wilayah, karena penyesuaian harga BBM dapat berbeda tergantung lokasi dan kebijakan distribusi yang berlaku.\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n--------------------------------------------\nFollow US on Social Media\nWebsite - http://www.idxchannel.com\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idxchannelcom  \n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "umDIEbaKS9A"}}, {"key": "@IDXChannel", "attributes": {"label": "@IDXChannel", "x": 710.9751830556168, "y": 758.5677568320756, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 4.3226, "eigenvector": 0.0098, "in_degree": 0, "out_degree": 84, "degree": 84}, "_id": "n4oGpNjSXoo", "id": "@IDXChannel", "source": "youtube-000001", "content": "Harga BBM Non Subsidi Pertamina Naik, Ini Penyebabnya | MARKET HIGHLIGHTS\n\nBeredar informasi mengenai kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) non subsidi Pertamina, termasuk Pertamax Turbo, Dexlite, dan Pertamina Dex, yang dilaporkan mengalami penyesuaian harga mulai dari sekitar lima ratus rupiah hingga empat ribu rupiah per liter. Kenaikan ini disebut-sebut sejalan dengan meningkatnya harga minyak dunia yang terdampak oleh ketegangan dan konflik di kawasan Timur Tengah yang memengaruhi pasar energi global. Meski demikian, masyarakat diimbau untuk selalu merujuk pada pengumuman resmi dari Pertamina terkait daftar harga terbaru di setiap wilayah, karena penyesuaian harga BBM dapat berbeda tergantung lokasi dan kebijakan distribusi yang berlaku.\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nFollow US on Social Media\nYuk Subscribe -    /   \nWa Channel - https://whatsapp.com/channel/0029Va5V...\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idx_channel  \n-------------------------------------------------------------------------------------\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\nMyRepublic Channel 576\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "n4oGpNjSXoo"}}, {"key": "idxchannel_", "attributes": {"label": "idxchannel_", "x": 928.133014119647, "y": 910.8445882697051, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 4.3664, "eigenvector": 0.0037, "in_degree": 12, "out_degree": 0, "degree": 12}, "_id": "n4oGpNjSXoo", "id": "idxchannel_", "source": "youtube-000001", "content": "Harga BBM Non Subsidi Pertamina Naik, Ini Penyebabnya | MARKET HIGHLIGHTS\n\nBeredar informasi mengenai kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) non subsidi Pertamina, termasuk Pertamax Turbo, Dexlite, dan Pertamina Dex, yang dilaporkan mengalami penyesuaian harga mulai dari sekitar lima ratus rupiah hingga empat ribu rupiah per liter. Kenaikan ini disebut-sebut sejalan dengan meningkatnya harga minyak dunia yang terdampak oleh ketegangan dan konflik di kawasan Timur Tengah yang memengaruhi pasar energi global. Meski demikian, masyarakat diimbau untuk selalu merujuk pada pengumuman resmi dari Pertamina terkait daftar harga terbaru di setiap wilayah, karena penyesuaian harga BBM dapat berbeda tergantung lokasi dan kebijakan distribusi yang berlaku.\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nFollow US on Social Media\nYuk Subscribe -    /   \nWa Channel - https://whatsapp.com/channel/0029Va5V...\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idx_channel  \n-------------------------------------------------------------------------------------\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\nMyRepublic Channel 576\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "n4oGpNjSXoo"}}, {"key": "@tribunjakarta", "attributes": {"label": "@tribunjakarta", "x": 842.8086587500344, "y": 675.4765153765967, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 4.3226, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "FjH6E0K0ijE", "id": "@tribunjakarta", "source": "youtube-000001", "content": "Bersiap! Ekonomi Melambat Akibat Perang AS Vs Iran, Rupiah dan Subsidi Makin Terkapar\n\nDownload aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru\n\nTRIBUNJAKARTA.COM - Konflik bersenjata antara Israel, Amerika Serikat, dan Iran yang telah berlangsung selama dua bulan kini mulai menunjukkan dampak serius terhadap ekonomi global, termasuk Indonesia.\n\nLonjakan harga minyak dunia yang menembus 100 dolar AS per barel memicu tekanan berlapis, mulai dari pelemahan nilai tukar rupiah, meningkatnya risiko keluarnya modal asing, hingga bertambahnya beban subsidi energi pemerintah.\n\nKepala Center of Macroeconomics and Finance INDEF, M Rizal Taufikurrahman, menyebut perang di Timur Tengah telah mentransmisikan guncangan eksternal ke perekonomian domestik, terutama melalui kenaikan harga energi dan depresiasi rupiah.\n\nSumber: https://www.tribunnews.com/bisnis/782...\n\nEditor Video : Muhammad Arief Prasetyo\nUploader: winda rahmawati\n#EkonomiIndonesia, #RupiahMelemah, #KrisisEnergi, #PerangASIran, #SubsidiBBM, #BreakingNews, #UpdateEkonomi, #IHSG, #Inflasi, #Geopolitik, #TimurTengah, #KebijakanFiskal, #SriMulyani, #PrabowoSubianto, #InfoKeuangan, #BeritaTerbaru, #EkonomiMelambat, #KursDollar, #KedaulatanEkonomi, #Dunia2026\n\nJangan lupa follow akun-akun sosial media TribunJakarta.com untuk mendapatkan beragam informasi terkini dan updatenya:\n\nYouTube:    /   \nFacebook: https://www.facebook.com/profile.php?...\nSaluran WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029VaS7...\nTikTok: https://www.tiktok.com/\n​Instagram:   / tribunjakarta", "post_id": "FjH6E0K0ijE"}}, {"key": "tribunjakarta", "attributes": {"label": "tribunjakarta", "x": 862.9793166025871, "y": 372.2647304081577, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 6.1598, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "FjH6E0K0ijE", "id": "tribunjakarta", "source": "youtube-000001", "content": "Bersiap! Ekonomi Melambat Akibat Perang AS Vs Iran, Rupiah dan Subsidi Makin Terkapar\n\nDownload aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru\n\nTRIBUNJAKARTA.COM - Konflik bersenjata antara Israel, Amerika Serikat, dan Iran yang telah berlangsung selama dua bulan kini mulai menunjukkan dampak serius terhadap ekonomi global, termasuk Indonesia.\n\nLonjakan harga minyak dunia yang menembus 100 dolar AS per barel memicu tekanan berlapis, mulai dari pelemahan nilai tukar rupiah, meningkatnya risiko keluarnya modal asing, hingga bertambahnya beban subsidi energi pemerintah.\n\nKepala Center of Macroeconomics and Finance INDEF, M Rizal Taufikurrahman, menyebut perang di Timur Tengah telah mentransmisikan guncangan eksternal ke perekonomian domestik, terutama melalui kenaikan harga energi dan depresiasi rupiah.\n\nSumber: https://www.tribunnews.com/bisnis/782...\n\nEditor Video : Muhammad Arief Prasetyo\nUploader: winda rahmawati\n#EkonomiIndonesia, #RupiahMelemah, #KrisisEnergi, #PerangASIran, #SubsidiBBM, #BreakingNews, #UpdateEkonomi, #IHSG, #Inflasi, #Geopolitik, #TimurTengah, #KebijakanFiskal, #SriMulyani, #PrabowoSubianto, #InfoKeuangan, #BeritaTerbaru, #EkonomiMelambat, #KursDollar, #KedaulatanEkonomi, #Dunia2026\n\nJangan lupa follow akun-akun sosial media TribunJakarta.com untuk mendapatkan beragam informasi terkini dan updatenya:\n\nYouTube:    /   \nFacebook: https://www.facebook.com/profile.php?...\nSaluran WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029VaS7...\nTikTok: https://www.tiktok.com/\n​Instagram:   / tribunjakarta", "post_id": "FjH6E0K0ijE"}}, {"key": "tribun.jakart...", "attributes": {"label": "tribun.jakart...", "x": 182.18387244078303, "y": 470.7853442423309, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 6.1598, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "FjH6E0K0ijE", "id": "tribun.jakart...", "source": "youtube-000001", "content": "Bersiap! Ekonomi Melambat Akibat Perang AS Vs Iran, Rupiah dan Subsidi Makin Terkapar\n\nDownload aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru\n\nTRIBUNJAKARTA.COM - Konflik bersenjata antara Israel, Amerika Serikat, dan Iran yang telah berlangsung selama dua bulan kini mulai menunjukkan dampak serius terhadap ekonomi global, termasuk Indonesia.\n\nLonjakan harga minyak dunia yang menembus 100 dolar AS per barel memicu tekanan berlapis, mulai dari pelemahan nilai tukar rupiah, meningkatnya risiko keluarnya modal asing, hingga bertambahnya beban subsidi energi pemerintah.\n\nKepala Center of Macroeconomics and Finance INDEF, M Rizal Taufikurrahman, menyebut perang di Timur Tengah telah mentransmisikan guncangan eksternal ke perekonomian domestik, terutama melalui kenaikan harga energi dan depresiasi rupiah.\n\nSumber: https://www.tribunnews.com/bisnis/782...\n\nEditor Video : Muhammad Arief Prasetyo\nUploader: winda rahmawati\n#EkonomiIndonesia, #RupiahMelemah, #KrisisEnergi, #PerangASIran, #SubsidiBBM, #BreakingNews, #UpdateEkonomi, #IHSG, #Inflasi, #Geopolitik, #TimurTengah, #KebijakanFiskal, #SriMulyani, #PrabowoSubianto, #InfoKeuangan, #BeritaTerbaru, #EkonomiMelambat, #KursDollar, #KedaulatanEkonomi, #Dunia2026\n\nJangan lupa follow akun-akun sosial media TribunJakarta.com untuk mendapatkan beragam informasi terkini dan updatenya:\n\nYouTube:    /   \nFacebook: https://www.facebook.com/profile.php?...\nSaluran WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029VaS7...\nTikTok: https://www.tiktok.com/\n​Instagram:   / tribunjakarta", "post_id": "FjH6E0K0ijE"}}, {"key": "@tuturmediadigital", "attributes": {"label": "@tuturmediadigital", "x": 439.8484584859179, "y": 524.501812558762, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 4.3226, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "L19YHMZizE0", "id": "@tuturmediadigital", "source": "youtube-000001", "content": "LIVE: 2 Bulan Perang Israel-AS Vs Iran, INDEF Ungkap Dampaknya ke Perekonomian Indonesia\n\nTUTUR.co.id - Eskalasi perang antara Israel dan Amerika Serikat melawan Iran yang telah berlangsung selama dua bulan mulai memberikan tekanan signifikan terhadap perekonomian global, termasuk Indonesia. Kenaikan harga minyak dunia yang sempat menembus US$100 per barel memicu kekhawatiran terhadap inflasi, pelemahan nilai tukar rupiah, hingga potensi capital outflow.\n\nMenanggapi kondisi tersebut, INDEF menggelar diskusi publik bertajuk “2 Bulan Perang Israel-AS Vs. Iran: Waspada Dampak ke Perekonomian!” guna mengkaji dampak konflik terhadap ekonomi nasional. Diskusi ini juga membahas proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia pada triwulan I dan II 2026 serta merumuskan rekomendasi kebijakan yang lebih adaptif bagi pemerintah dan pelaku usaha.\n\n#breakingnews #beritaterkini #newsupdate #beritaekonomi #tuturmediadigital #tuturtv \n\n\n===\n\nKamu juga bisa mengunjungi media sosial Tutur Media Digital:\n\nInstagram:   / tuturmediadigital  \nTikTok:   / tuturmediadigital  \nX: https://x.com/tuturmedia\nYoutube:    /   \nFacebook: https://www.facebook.com/share/17m5ob...\n\n-------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------", "post_id": "L19YHMZizE0"}}, {"key": "tuturtvmedia", "attributes": {"label": "tuturtvmedia", "x": 988.7927231487613, "y": 324.9917854775052, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 7.9969, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "L19YHMZizE0", "id": "tuturtvmedia", "source": "youtube-000001", "content": "LIVE: 2 Bulan Perang Israel-AS Vs Iran, INDEF Ungkap Dampaknya ke Perekonomian Indonesia\n\nTUTUR.co.id - Eskalasi perang antara Israel dan Amerika Serikat melawan Iran yang telah berlangsung selama dua bulan mulai memberikan tekanan signifikan terhadap perekonomian global, termasuk Indonesia. Kenaikan harga minyak dunia yang sempat menembus US$100 per barel memicu kekhawatiran terhadap inflasi, pelemahan nilai tukar rupiah, hingga potensi capital outflow.\n\nMenanggapi kondisi tersebut, INDEF menggelar diskusi publik bertajuk “2 Bulan Perang Israel-AS Vs. Iran: Waspada Dampak ke Perekonomian!” guna mengkaji dampak konflik terhadap ekonomi nasional. Diskusi ini juga membahas proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia pada triwulan I dan II 2026 serta merumuskan rekomendasi kebijakan yang lebih adaptif bagi pemerintah dan pelaku usaha.\n\n#breakingnews #beritaterkini #newsupdate #beritaekonomi #tuturmediadigital #tuturtv \n\n\n===\n\nKamu juga bisa mengunjungi media sosial Tutur Media Digital:\n\nInstagram:   / tuturmediadigital  \nTikTok:   / tuturmediadigital  \nX: https://x.com/tuturmedia\nYoutube:    /   \nFacebook: https://www.facebook.com/share/17m5ob...\n\n-------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------", "post_id": "L19YHMZizE0"}}, {"key": "@kabarbursadotcom", "attributes": {"label": "@kabarbursadotcom", "x": 273.9182391113258, "y": 402.1508203265518, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 4.3226, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "byMdYZGuf54", "id": "@kabarbursadotcom", "source": "youtube-000001", "content": "[LIVE] Rupiah Rp17.300: Gejolak Pasar atau Alarm Ekonomi Indonesia? | INSIGHT EMITEN\n\nKABARBURSA.COM — Nilai tukar rupiah sempat anjlok ke kisaran Rp17.300 per dolar AS pada Kamis, 23 April 2026. Pelemahan ini terjadi di tengah gejolak geopolitik (Timur Tengah) dan lonjakan harga minyak dunia, sementara beban fiskal dalam negeri (subsidi BBM besar dan utang jatuh tempo) memperlebar defisit anggaran.\n\nRupiah Rp17.300 jadi sorotan utama dalam webinar Insight Emiten Live yang membahas apakah kondisi ini sudah menjadi alarm ekonomi atau masih terkendali. Acara ini menghadirkan Liza Camelia Suryanata, Head of Research Kiwoom Sekuritas Indonesia, dengan Yunila Wati sebagai host dari KabarBursa.com. Webinar ini digelar pada Jumat, 24 April 2026 pukul 14.00 WIB dan disiarkan melalui YouTube. Pembahasan seperti ini penting untuk publik karena menyangkut pembacaan pasar dan arah sentimen ekonomi yang lebih luas. Jangan lupa subscribe dan tulis pandangan Anda di kolom komentar.\n\nBuka dan baca berita terkait hanya di portal https://kabarbursa.com/\nKabarbursa.com adalah portal berita finansial PT Kabar Bursa Indonesia yang merupakan bagian dari jaringan PT Kabar Grup Indonesia atau KGI Network. Kabarbursa.com menyajikan berita ekonomi terkini, analisis mendalam, investasi dan inspirasi bisnis.\n\nKamu juga bisa mengunjungi media sosial Kabar Bursa:\nYoutube:    /   \nInstagram:   / kabarbursacom  \nTiktok:   / kabarbursacom  \nWA Channel: https://whatsapp.com/channel/0029Vae5...\n\n#rupiah #kursrupiah #ekonomiindonesia #bankindonesia #apbn #bbm #moneter #fiskal #minyakdunia #geopolitik #investasi #pasarvalas #inflasi #insightemitenlive #webinar #livestreaming #kiwoomsekuritas #yunilawati #lizacameliasuryanata #kabarbursa #news #newsupdate #beritaterkini #beritasaham #beritaekonomi", "post_id": "byMdYZGuf54"}}, {"key": "kabarbursadotcom", "attributes": {"label": "kabarbursadotcom", "x": 668.8910174012132, "y": 181.48383987828078, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 7.9969, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "byMdYZGuf54", "id": "kabarbursadotcom", "source": "youtube-000001", "content": "[LIVE] Rupiah Rp17.300: Gejolak Pasar atau Alarm Ekonomi Indonesia? | INSIGHT EMITEN\n\nKABARBURSA.COM — Nilai tukar rupiah sempat anjlok ke kisaran Rp17.300 per dolar AS pada Kamis, 23 April 2026. Pelemahan ini terjadi di tengah gejolak geopolitik (Timur Tengah) dan lonjakan harga minyak dunia, sementara beban fiskal dalam negeri (subsidi BBM besar dan utang jatuh tempo) memperlebar defisit anggaran.\n\nRupiah Rp17.300 jadi sorotan utama dalam webinar Insight Emiten Live yang membahas apakah kondisi ini sudah menjadi alarm ekonomi atau masih terkendali. Acara ini menghadirkan Liza Camelia Suryanata, Head of Research Kiwoom Sekuritas Indonesia, dengan Yunila Wati sebagai host dari KabarBursa.com. Webinar ini digelar pada Jumat, 24 April 2026 pukul 14.00 WIB dan disiarkan melalui YouTube. Pembahasan seperti ini penting untuk publik karena menyangkut pembacaan pasar dan arah sentimen ekonomi yang lebih luas. Jangan lupa subscribe dan tulis pandangan Anda di kolom komentar.\n\nBuka dan baca berita terkait hanya di portal https://kabarbursa.com/\nKabarbursa.com adalah portal berita finansial PT Kabar Bursa Indonesia yang merupakan bagian dari jaringan PT Kabar Grup Indonesia atau KGI Network. Kabarbursa.com menyajikan berita ekonomi terkini, analisis mendalam, investasi dan inspirasi bisnis.\n\nKamu juga bisa mengunjungi media sosial Kabar Bursa:\nYoutube:    /   \nInstagram:   / kabarbursacom  \nTiktok:   / kabarbursacom  \nWA Channel: https://whatsapp.com/channel/0029Vae5...\n\n#rupiah #kursrupiah #ekonomiindonesia #bankindonesia #apbn #bbm #moneter #fiskal #minyakdunia #geopolitik #investasi #pasarvalas #inflasi #insightemitenlive #webinar #livestreaming #kiwoomsekuritas #yunilawati #lizacameliasuryanata #kabarbursa #news #newsupdate #beritaterkini #beritasaham #beritaekonomi", "post_id": "byMdYZGuf54"}}, {"key": "@garudatv.official", "attributes": {"label": "@garudatv.official", "x": 924.348741783806, "y": 204.57900165912778, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 4.3226, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "4PfaYhlOB6Q", "id": "@garudatv.official", "source": "youtube-000001", "content": "Rupiah Melemah dan Emas Terkoreksi, Apa Ini Dampak Panasnya Geopolitik?\n\nDi tengah klaim ekonomi tumbuh dan belanja meningkat, realita justru berbeda: rupiah melemah, emas turun, dan tekanan dari harga minyak masih membayangi.\n\nJika konflik global mereda, peluang rupiah menguat dan emas naik kembali terbuka.\n\nMenurut kamu, di kondisi seperti ini apa yang perlu dilakukan? 👇\n\n🌐 Saksikan Garuda TV melalui Free to Air atau streaming di:\nwww.garuda.tv | YouTube Garuda TV | Aplikasi Vidio | WeTV (WeWatch) | IndiHome CH111 | Transvision CH824 | FirstMedia CH45\n\n#garudatv #IndonesiaKita #EkonomiIndonesia #Rupiah #HargaEmas\n-----\nGARUDA TV - Digital TV Indonesia, Berita Terpercaya\n\nSaksikan Garuda TV di Free to Air atau Streaming melalui:\nwww.garuda.tv | YouTube Garuda TV | Aplikasi Vidio | Wewatch | IndiHome CH111 | Transvision CH824 | FirstMedia CH45\n\nScan ulang saluran digital kamu sekarang ya dan saksikan terus program-program seru terbaru hanya di GarudaTV.\n🔴 Subscribe GarudaTV Official Youtube Channel    /   \n🔴  Follow our Official TikTok   / garudatvnews  \n🔴 Like our Official Facebook   / garudatv.official  \n🔴 Follow our Official Instagram   / garudatv.official", "post_id": "4PfaYhlOB6Q"}}, {"key": "garudatv.official", "attributes": {"label": "garudatv.official", "x": 866.5847999008106, "y": 763.0360125085825, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 6.1598, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "4PfaYhlOB6Q", "id": "garudatv.official", "source": "youtube-000001", "content": "Rupiah Melemah dan Emas Terkoreksi, Apa Ini Dampak Panasnya Geopolitik?\n\nDi tengah klaim ekonomi tumbuh dan belanja meningkat, realita justru berbeda: rupiah melemah, emas turun, dan tekanan dari harga minyak masih membayangi.\n\nJika konflik global mereda, peluang rupiah menguat dan emas naik kembali terbuka.\n\nMenurut kamu, di kondisi seperti ini apa yang perlu dilakukan? 👇\n\n🌐 Saksikan Garuda TV melalui Free to Air atau streaming di:\nwww.garuda.tv | YouTube Garuda TV | Aplikasi Vidio | WeTV (WeWatch) | IndiHome CH111 | Transvision CH824 | FirstMedia CH45\n\n#garudatv #IndonesiaKita #EkonomiIndonesia #Rupiah #HargaEmas\n-----\nGARUDA TV - Digital TV Indonesia, Berita Terpercaya\n\nSaksikan Garuda TV di Free to Air atau Streaming melalui:\nwww.garuda.tv | YouTube Garuda TV | Aplikasi Vidio | Wewatch | IndiHome CH111 | Transvision CH824 | FirstMedia CH45\n\nScan ulang saluran digital kamu sekarang ya dan saksikan terus program-program seru terbaru hanya di GarudaTV.\n🔴 Subscribe GarudaTV Official Youtube Channel    /   \n🔴  Follow our Official TikTok   / garudatvnews  \n🔴 Like our Official Facebook   / garudatv.official  \n🔴 Follow our Official Instagram   / garudatv.official", "post_id": "4PfaYhlOB6Q"}}, {"key": "@kronologifakta", "attributes": {"label": "@kronologifakta", "x": 323.50442421362635, "y": 586.3520350686888, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 4.3226, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "LY6Q1kutdCI", "id": "@kronologifakta", "source": "youtube-000001", "content": "GAWAT !!! RUPIAH AKAN SENTUH 18 000 !!! 3 SKENARIO TERBURUK INI AKAN TERJADI\n\nSumber ini (   • GAWAT !!! RUPIAH AKAN SENTUH 18.000 !!! 3 ...  ) membahas tiga simulasi krisis ekonomi yang mungkin dihadapi Indonesia akibat pelemahan nilai tukar Rupiah terhadap Dolar Amerika secara ekstrem. Skenario pertama menggambarkan tekanan terkendali pada angka Rp18.500, sementara skenario kedua memprediksi krisis berat setara tahun 1998 jika Rupiah menyentuh Rp21.000.\n\nSkenario ketiga merupakan kondisi terburuk pada level Rp25.000 yang dapat memicu kebangkrutan massal, hiperinflasi, hingga kekacauan politik multidimensi. Penjelasan ini menekankan bahwa meskipun kondisi saat ini masih di bawah proyeksi tersebut, gejolak global seperti konflik internasional dan kenaikan harga minyak dunia tetap menjadi ancaman nyata. Secara keseluruhan, materi ini berfungsi sebagai panduan kewaspadaan bagi masyarakat dalam menghadapi potensi resesi mendalam di masa depan.\n\nSetiap kejadian punya cerita, setiap fakta punya rahasia. Kronologi Fakta hadir untuk mengungkap apa yang sebenarnya terjadi secara kronologis dan tajam.\nmengupas tentang sejarah, berita terbaru, investigasi, dan edukasi.\n\nDirangkum ulang dari sumber terpercaya.\nSubscribe ‪‪‬  untuk update informasi faktual setiap hari!\n#politik #geopolitik #ekonomidunia #investigasikriminal #investigasimendalam #investigasi #kronologi #sejarah #edukasisejarah #faktamenarik #faktasejarah #faktaberita #beritaterkini #beritaterbaru #beritaviral #beritadunia #sejarahdunia #educationworld #kronologifakta #infosejarah #infofakta #infokriminal #kejadiannyata", "post_id": "LY6Q1kutdCI"}}, {"key": "kronologifakta", "attributes": {"label": "kronologifakta", "x": 840.8503659330609, "y": 412.99655841809135, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 7.9969, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "LY6Q1kutdCI", "id": "kronologifakta", "source": "youtube-000001", "content": "GAWAT !!! RUPIAH AKAN SENTUH 18 000 !!! 3 SKENARIO TERBURUK INI AKAN TERJADI\n\nSumber ini (   • GAWAT !!! RUPIAH AKAN SENTUH 18.000 !!! 3 ...  ) membahas tiga simulasi krisis ekonomi yang mungkin dihadapi Indonesia akibat pelemahan nilai tukar Rupiah terhadap Dolar Amerika secara ekstrem. Skenario pertama menggambarkan tekanan terkendali pada angka Rp18.500, sementara skenario kedua memprediksi krisis berat setara tahun 1998 jika Rupiah menyentuh Rp21.000.\n\nSkenario ketiga merupakan kondisi terburuk pada level Rp25.000 yang dapat memicu kebangkrutan massal, hiperinflasi, hingga kekacauan politik multidimensi. Penjelasan ini menekankan bahwa meskipun kondisi saat ini masih di bawah proyeksi tersebut, gejolak global seperti konflik internasional dan kenaikan harga minyak dunia tetap menjadi ancaman nyata. Secara keseluruhan, materi ini berfungsi sebagai panduan kewaspadaan bagi masyarakat dalam menghadapi potensi resesi mendalam di masa depan.\n\nSetiap kejadian punya cerita, setiap fakta punya rahasia. Kronologi Fakta hadir untuk mengungkap apa yang sebenarnya terjadi secara kronologis dan tajam.\nmengupas tentang sejarah, berita terbaru, investigasi, dan edukasi.\n\nDirangkum ulang dari sumber terpercaya.\nSubscribe ‪‪‬  untuk update informasi faktual setiap hari!\n#politik #geopolitik #ekonomidunia #investigasikriminal #investigasimendalam #investigasi #kronologi #sejarah #edukasisejarah #faktamenarik #faktasejarah #faktaberita #beritaterkini #beritaterbaru #beritaviral #beritadunia #sejarahdunia #educationworld #kronologifakta #infosejarah #infofakta #infokriminal #kejadiannyata", "post_id": "LY6Q1kutdCI"}}, {"key": "@lenapetrova", "attributes": {"label": "@lenapetrova", "x": 576.0897720264961, "y": 758.4045183471457, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 4.3226, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 6, "degree": 6}, "_id": "u3tlOaUTY5o", "id": "@lenapetrova", "source": "youtube-000001", "content": "KELUAR SECARA MENGEJUTKAN: UEA Meninggalkan OPEC - Harga Minyak Melonjak, Pergeseran Kekuatan Glo...\n\nBergabunglah dalam diskusi di Substack kami di https://www.worldaffairsincontext.com/, tempat kami membahas geopolitik, ekonomi, dan hubungan antara narasi resmi dan realitas di seluruh dunia.\n\nIKUTI:\n○ Substack: https://www.worldaffairsincontext.com\n○ Patreon:   / lenapetrova  \n\nDUKUNG:\n○ PayPal: https://paypal.me/LenaPetrovaChannel\n○ Belikan saya kopi: https://ko-fi.com/lenapetrova\n○ Keanggotaan YouTube:    /   \n○ Pertimbangkan untuk mendukung pembuatan video ini dengan menjadi Patreon:   / lenapetrova  \n\nTETAP TERHUBUNG:\n○ X: https://x.com/LenaPetrovaOnX\n○ Telegram: https://t.me/LenaPetrovaOnTelegram\n○ Facebook:   / lenapetrovacpa  \n○ Instagram:   / lenapetrova_world_affairs  \n\nTONTON LEBIH BANYAK VIDEO:\n○ Urusan Dunia dalam Konteks:    /   \n○ Di Balik Angka - Bisnis, Pajak & Keuangan Pribadi:    /   \n\n📣 Sukai, bagikan, dan berlangganan Urusan Dunia dalam Konteks & aktifkan notifikasi untuk tetap mendapatkan informasi terbaru.\n\nPasar minyak global baru saja berubah dalam semalam. Setelah lebih dari 50 tahun, Uni Emirat Arab meninggalkan OPEC—mengguncang fondasi bagaimana harga minyak dikendalikan di seluruh dunia. Mengapa sekarang? Meningkatnya ketegangan dengan Arab Saudi, konflik Iran yang mengganggu jalur pasokan, dan dorongan UEA untuk kebebasan produksi penuh mendorong langkah bersejarah ini.\n\nApa yang terjadi selanjutnya dapat memengaruhi harga minyak, inflasi global, dan keamanan energi. Akankah OPEC kehilangan kekuasaannya? Bisakah ini memicu perang harga? Atau apakah ini awal dari tatanan energi baru?\n\nSaksikan untuk memahami apa artinya ini bagi pasar, geopolitik, dan masa depan minyak.\n\n#Geopolitik #EkonomiGlobal #PasarMinyak #KrisisEnergi #OPEC #UEA #HargaMinyak #TimurTengah #KrisisEkonomi #BeritaDunia #BeritaTerkini #PasarEnergi #PerangMinyak #PasarGlobal #GuncanganPasokan #Inflasi #EkonomiMakro #Keuangan #Investasi #Komoditas #ArabSaudi #Iran #SelatHormuz #KebijakanLuarNegeriAS #KeamananEnergi\n\n© 2026 World Affairs In Context with Lena Petrova. Semua Hak Dilindungi Undang-Undang.\nSemua konten dalam video ini dilindungi oleh hak cipta. Reproduksi, distribusi, atau pengunggahan ulang, sebagian atau seluruhnya, tanpa izin tertulis sebelumnya, dilarang.", "post_id": "u3tlOaUTY5o"}}, {"key": "lenapetrova", "attributes": {"label": "lenapetrova", "x": 825.0248221329537, "y": 746.1915470222305, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 4.935, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 4, "out_degree": 0, "degree": 4}, "_id": "u3tlOaUTY5o", "id": "lenapetrova", "source": "youtube-000001", "content": "KELUAR SECARA MENGEJUTKAN: UEA Meninggalkan OPEC - Harga Minyak Melonjak, Pergeseran Kekuatan Glo...\n\nBergabunglah dalam diskusi di Substack kami di https://www.worldaffairsincontext.com/, tempat kami membahas geopolitik, ekonomi, dan hubungan antara narasi resmi dan realitas di seluruh dunia.\n\nIKUTI:\n○ Substack: https://www.worldaffairsincontext.com\n○ Patreon:   / lenapetrova  \n\nDUKUNG:\n○ PayPal: https://paypal.me/LenaPetrovaChannel\n○ Belikan saya kopi: https://ko-fi.com/lenapetrova\n○ Keanggotaan YouTube:    /   \n○ Pertimbangkan untuk mendukung pembuatan video ini dengan menjadi Patreon:   / lenapetrova  \n\nTETAP TERHUBUNG:\n○ X: https://x.com/LenaPetrovaOnX\n○ Telegram: https://t.me/LenaPetrovaOnTelegram\n○ Facebook:   / lenapetrovacpa  \n○ Instagram:   / lenapetrova_world_affairs  \n\nTONTON LEBIH BANYAK VIDEO:\n○ Urusan Dunia dalam Konteks:    /   \n○ Di Balik Angka - Bisnis, Pajak & Keuangan Pribadi:    /   \n\n📣 Sukai, bagikan, dan berlangganan Urusan Dunia dalam Konteks & aktifkan notifikasi untuk tetap mendapatkan informasi terbaru.\n\nPasar minyak global baru saja berubah dalam semalam. Setelah lebih dari 50 tahun, Uni Emirat Arab meninggalkan OPEC—mengguncang fondasi bagaimana harga minyak dikendalikan di seluruh dunia. Mengapa sekarang? Meningkatnya ketegangan dengan Arab Saudi, konflik Iran yang mengganggu jalur pasokan, dan dorongan UEA untuk kebebasan produksi penuh mendorong langkah bersejarah ini.\n\nApa yang terjadi selanjutnya dapat memengaruhi harga minyak, inflasi global, dan keamanan energi. Akankah OPEC kehilangan kekuasaannya? Bisakah ini memicu perang harga? Atau apakah ini awal dari tatanan energi baru?\n\nSaksikan untuk memahami apa artinya ini bagi pasar, geopolitik, dan masa depan minyak.\n\n#Geopolitik #EkonomiGlobal #PasarMinyak #KrisisEnergi #OPEC #UEA #HargaMinyak #TimurTengah #KrisisEkonomi #BeritaDunia #BeritaTerkini #PasarEnergi #PerangMinyak #PasarGlobal #GuncanganPasokan #Inflasi #EkonomiMakro #Keuangan #Investasi #Komoditas #ArabSaudi #Iran #SelatHormuz #KebijakanLuarNegeriAS #KeamananEnergi\n\n© 2026 World Affairs In Context with Lena Petrova. Semua Hak Dilindungi Undang-Undang.\nSemua konten dalam video ini dilindungi oleh hak cipta. Reproduksi, distribusi, atau pengunggahan ulang, sebagian atau seluruhnya, tanpa izin tertulis sebelumnya, dilarang.", "post_id": "u3tlOaUTY5o"}}, {"key": "lenapetrovacpa", "attributes": {"label": "lenapetrovacpa", "x": 907.9212768548609, "y": 346.56911129166735, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 4.935, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "u3tlOaUTY5o", "id": "lenapetrovacpa", "source": "youtube-000001", "content": "KELUAR SECARA MENGEJUTKAN: UEA Meninggalkan OPEC - Harga Minyak Melonjak, Pergeseran Kekuatan Glo...\n\nBergabunglah dalam diskusi di Substack kami di https://www.worldaffairsincontext.com/, tempat kami membahas geopolitik, ekonomi, dan hubungan antara narasi resmi dan realitas di seluruh dunia.\n\nIKUTI:\n○ Substack: https://www.worldaffairsincontext.com\n○ Patreon:   / lenapetrova  \n\nDUKUNG:\n○ PayPal: https://paypal.me/LenaPetrovaChannel\n○ Belikan saya kopi: https://ko-fi.com/lenapetrova\n○ Keanggotaan YouTube:    /   \n○ Pertimbangkan untuk mendukung pembuatan video ini dengan menjadi Patreon:   / lenapetrova  \n\nTETAP TERHUBUNG:\n○ X: https://x.com/LenaPetrovaOnX\n○ Telegram: https://t.me/LenaPetrovaOnTelegram\n○ Facebook:   / lenapetrovacpa  \n○ Instagram:   / lenapetrova_world_affairs  \n\nTONTON LEBIH BANYAK VIDEO:\n○ Urusan Dunia dalam Konteks:    /   \n○ Di Balik Angka - Bisnis, Pajak & Keuangan Pribadi:    /   \n\n📣 Sukai, bagikan, dan berlangganan Urusan Dunia dalam Konteks & aktifkan notifikasi untuk tetap mendapatkan informasi terbaru.\n\nPasar minyak global baru saja berubah dalam semalam. Setelah lebih dari 50 tahun, Uni Emirat Arab meninggalkan OPEC—mengguncang fondasi bagaimana harga minyak dikendalikan di seluruh dunia. Mengapa sekarang? Meningkatnya ketegangan dengan Arab Saudi, konflik Iran yang mengganggu jalur pasokan, dan dorongan UEA untuk kebebasan produksi penuh mendorong langkah bersejarah ini.\n\nApa yang terjadi selanjutnya dapat memengaruhi harga minyak, inflasi global, dan keamanan energi. Akankah OPEC kehilangan kekuasaannya? Bisakah ini memicu perang harga? Atau apakah ini awal dari tatanan energi baru?\n\nSaksikan untuk memahami apa artinya ini bagi pasar, geopolitik, dan masa depan minyak.\n\n#Geopolitik #EkonomiGlobal #PasarMinyak #KrisisEnergi #OPEC #UEA #HargaMinyak #TimurTengah #KrisisEkonomi #BeritaDunia #BeritaTerkini #PasarEnergi #PerangMinyak #PasarGlobal #GuncanganPasokan #Inflasi #EkonomiMakro #Keuangan #Investasi #Komoditas #ArabSaudi #Iran #SelatHormuz #KebijakanLuarNegeriAS #KeamananEnergi\n\n© 2026 World Affairs In Context with Lena Petrova. Semua Hak Dilindungi Undang-Undang.\nSemua konten dalam video ini dilindungi oleh hak cipta. Reproduksi, distribusi, atau pengunggahan ulang, sebagian atau seluruhnya, tanpa izin tertulis sebelumnya, dilarang.", "post_id": "u3tlOaUTY5o"}}, {"key": "@thecore_in", "attributes": {"label": "@thecore_in", "x": 151.09723978101465, "y": 664.6261913754176, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 4.3226, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 6, "degree": 6}, "_id": "BeDIVVCxM_w", "id": "@thecore_in", "source": "youtube-000001", "content": "Pasar IPO 2026: Sektor Unggulan Pusat Data REIT Manufaktur | Govindraj Ethiraj | Laporan Inti\n\nPada Episode 864 The Core Report, jurnalis keuangan Govindraj Ethiraj berbincang dengan Ambareesh Baliga, Pakar Pasar, serta cuplikan dari wawancara panjang kami dengan Neha Agarwal, MD & Kepala – Pasar Modal Ekuitas di JM Financial Institutional Securities.\n\nLihat pelacak Pendapatan Langsung kami: https://earnings.thecore.in/\n\nCATATAN ACARA\n(00:00) Berita Hari Ini\n(01:00) Pasar pulih tetapi harga minyak kembali bergejolak. Melihat kembali dua bulan terakhir.\n\n(02:04) Rupee mencapai titik terendah penutupan baru\n(09:15) Konsumsi bensin India meningkat sementara konsumsi gas menurun pada bulan April\n(10:25) Emirates dan Etihad mengumumkan mereka kembali ke kapasitas penuh dan penerbangan\n(12:02) Mengapa Anda mungkin tidak dapat menyaksikan Piala Dunia Sepak Bola di India tahun ini\n(14:21) Pasar IPO pada tahun 2026 mungkin akan lebih baik daripada tahun 2025, apa yang dapat mendorong hal ini?\n\nPasar, Rupee, dan Hasil Pemilu Negara Bagian:\n\nKami melacak harga minyak sebagai sinyal utama sentimen investor yang membentuk pasar saham India dan rupee. Harga minyak melonjak hampir 5 persen setelah ketegangan baru di Selat Hormuz mendorong harga minyak mentah Brent mendekati 113 dolar per barel. Harga minyak yang tetap di atas 110 dolar meningkatkan risiko inflasi, tekanan neraca transaksi berjalan, dan kekhawatiran seputar pertumbuhan India. Pasar saham India tetap tangguh dengan Nifty 50 di 24119 dan Sensex di 77269, sementara saham berkapitalisasi menengah dan kecil naik sekitar 0,6 hingga 0,7 persen, menunjukkan dukungan likuiditas domestik yang berkelanjutan. Rupee mencapai titik terendah sepanjang masa di 95,08 per dolar AS karena permintaan dolar meningkat dan harga minyak naik. RBI sedang menjajaki arus masuk dolar termasuk deposito NRI untuk meningkatkan cadangan devisa karena investor asing menjual hampir 20 miliar dolar saham dan obligasi India pada tahun 2026. BJP diproyeksikan memimpin di Bengal Barat dan Assam sementara Vijay TVK melonjak di Tamil Nadu dan UDF yang dipimpin Kongres kembali berkuasa di Kerala. Apa arti harga minyak, pelemahan rupee, dan risiko global bagi sentimen pasar ke depan? Kami berbicara dengan pakar pasar Ambareesh Baliga tentang tren pasar saham India, arus modal, dan sentimen investor.\n\nKonsumsi Minyak dan Gas untuk April:\n\nPermintaan bahan bakar India menunjukkan tren yang beragam. Bensin naik 6,3 persen dan solar mencapai 8,3 juta ton, mencerminkan aktivitas yang stabil. Konsumsi LPG turun 16 persen setelah gangguan di Selat Hormuz, dengan India mengimpor sekitar 60 persen LPG dari Timur Tengah. Permintaan bahan bakar jet menurun karena maskapai penerbangan membebankan biaya bahan bakar yang lebih tinggi kepada konsumen.\n\nEmirates dan Etihad Beroperasi Penuh:\n\nPemulihan penerbangan internasional semakin cepat seiring dengan pencabutan pembatasan wilayah udara UEA. Emirates memulihkan 96 persen jaringan globalnya di 137 destinasi dan mengoperasikan 167 penerbangan harian antara Dubai dan kota-kota di India. Kenaikan harga bahan bakar jet akan membentuk harga tiket pesawat dan permintaan perjalanan.\n\nIndia dan China Tidak Menayangkan Piala Dunia Sepak Bola:\n\nPiala Dunia FIFA 2026 mungkin tidak akan ditayangkan di India dan China karena sengketa hak siar yang besar. Reliance Disney dilaporkan menawarkan 20 juta dolar, jauh di bawah ekspektasi FIFA, sementara Sony mundur. Waktu pertandingan larut malam, ekonomi periklanan, dan dominasi kriket dapat membatasi jumlah penonton, menciptakan ketidakpastian seputar hak media olahraga dan ekonomi streaming.\n\nProspek IPO di Tahun 2026:\n\nProspek pasar IPO India tetap kuat tetapi lebih selektif setelah penggalangan dana rekor pada tahun 2025. Dalam percakapan dengan Neha Agarwal, Managing Director dan Kepala Pasar Modal Ekuitas, kami mengeksplorasi prospek IPO, selera investor, dan pertumbuhan yang menguntungkan. Pusat data, REIT, dan manufaktur canggih dapat mendorong Pasar IPO 2026 karena perusahaan fokus pada arus kas yang dapat diprediksi, valuasi yang disiplin, dan pencatatan berkualitas.\n\nTetap terdepan dengan The Core Report saat Govindraj Ethiraj berbicara dengan Ambareesh Baliga tentang pergerakan pasar saham India baru-baru ini, harga minyak, dan prospek rupee, dan dengan Neha Agarwal tentang booming Pasar IPO India 2026 yang dipimpin oleh Pusat Data, REIT, dan Manufaktur.\n\n#IPO2026 #PasarSahamIndia #BeritaPasarSaham #Rupee #PusatData #REITs #TheCoreReport #TheCore\n\nGabung The Core Insider untuk mendapatkan akses ke berbagai keuntungan:\n   /   \n\nPara pendengar! Kami menunggu tanggapan Anda: https://tinyurl.com/TCR-Listener-Survey\n\nThe Core & The Core Report didukung iklan & GRATIS untuk semua pembaca & pendengar. Kirimkan email ke shiva untuk kebutuhan sponsor & studio merek.\n\nUntuk liputan selengkapnya, kunjungi thecore.in (https://www.thecore.in/)\n\nDukung Core Report (https://tinyurl.com/Support-the-Core-...)\n\nGabung & Berinteraksi secara anonim di saluran ...", "post_id": "BeDIVVCxM_w"}}, {"key": "thecore_in", "attributes": {"label": "thecore_in", "x": 996.9698117092876, "y": 550.0388747553089, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 4.935, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 6, "out_degree": 0, "degree": 6}, "_id": "BeDIVVCxM_w", "id": "thecore_in", "source": "youtube-000001", "content": "Pasar IPO 2026: Sektor Unggulan Pusat Data REIT Manufaktur | Govindraj Ethiraj | Laporan Inti\n\nPada Episode 864 The Core Report, jurnalis keuangan Govindraj Ethiraj berbincang dengan Ambareesh Baliga, Pakar Pasar, serta cuplikan dari wawancara panjang kami dengan Neha Agarwal, MD & Kepala – Pasar Modal Ekuitas di JM Financial Institutional Securities.\n\nLihat pelacak Pendapatan Langsung kami: https://earnings.thecore.in/\n\nCATATAN ACARA\n(00:00) Berita Hari Ini\n(01:00) Pasar pulih tetapi harga minyak kembali bergejolak. Melihat kembali dua bulan terakhir.\n\n(02:04) Rupee mencapai titik terendah penutupan baru\n(09:15) Konsumsi bensin India meningkat sementara konsumsi gas menurun pada bulan April\n(10:25) Emirates dan Etihad mengumumkan mereka kembali ke kapasitas penuh dan penerbangan\n(12:02) Mengapa Anda mungkin tidak dapat menyaksikan Piala Dunia Sepak Bola di India tahun ini\n(14:21) Pasar IPO pada tahun 2026 mungkin akan lebih baik daripada tahun 2025, apa yang dapat mendorong hal ini?\n\nPasar, Rupee, dan Hasil Pemilu Negara Bagian:\n\nKami melacak harga minyak sebagai sinyal utama sentimen investor yang membentuk pasar saham India dan rupee. Harga minyak melonjak hampir 5 persen setelah ketegangan baru di Selat Hormuz mendorong harga minyak mentah Brent mendekati 113 dolar per barel. Harga minyak yang tetap di atas 110 dolar meningkatkan risiko inflasi, tekanan neraca transaksi berjalan, dan kekhawatiran seputar pertumbuhan India. Pasar saham India tetap tangguh dengan Nifty 50 di 24119 dan Sensex di 77269, sementara saham berkapitalisasi menengah dan kecil naik sekitar 0,6 hingga 0,7 persen, menunjukkan dukungan likuiditas domestik yang berkelanjutan. Rupee mencapai titik terendah sepanjang masa di 95,08 per dolar AS karena permintaan dolar meningkat dan harga minyak naik. RBI sedang menjajaki arus masuk dolar termasuk deposito NRI untuk meningkatkan cadangan devisa karena investor asing menjual hampir 20 miliar dolar saham dan obligasi India pada tahun 2026. BJP diproyeksikan memimpin di Bengal Barat dan Assam sementara Vijay TVK melonjak di Tamil Nadu dan UDF yang dipimpin Kongres kembali berkuasa di Kerala. Apa arti harga minyak, pelemahan rupee, dan risiko global bagi sentimen pasar ke depan? Kami berbicara dengan pakar pasar Ambareesh Baliga tentang tren pasar saham India, arus modal, dan sentimen investor.\n\nKonsumsi Minyak dan Gas untuk April:\n\nPermintaan bahan bakar India menunjukkan tren yang beragam. Bensin naik 6,3 persen dan solar mencapai 8,3 juta ton, mencerminkan aktivitas yang stabil. Konsumsi LPG turun 16 persen setelah gangguan di Selat Hormuz, dengan India mengimpor sekitar 60 persen LPG dari Timur Tengah. Permintaan bahan bakar jet menurun karena maskapai penerbangan membebankan biaya bahan bakar yang lebih tinggi kepada konsumen.\n\nEmirates dan Etihad Beroperasi Penuh:\n\nPemulihan penerbangan internasional semakin cepat seiring dengan pencabutan pembatasan wilayah udara UEA. Emirates memulihkan 96 persen jaringan globalnya di 137 destinasi dan mengoperasikan 167 penerbangan harian antara Dubai dan kota-kota di India. Kenaikan harga bahan bakar jet akan membentuk harga tiket pesawat dan permintaan perjalanan.\n\nIndia dan China Tidak Menayangkan Piala Dunia Sepak Bola:\n\nPiala Dunia FIFA 2026 mungkin tidak akan ditayangkan di India dan China karena sengketa hak siar yang besar. Reliance Disney dilaporkan menawarkan 20 juta dolar, jauh di bawah ekspektasi FIFA, sementara Sony mundur. Waktu pertandingan larut malam, ekonomi periklanan, dan dominasi kriket dapat membatasi jumlah penonton, menciptakan ketidakpastian seputar hak media olahraga dan ekonomi streaming.\n\nProspek IPO di Tahun 2026:\n\nProspek pasar IPO India tetap kuat tetapi lebih selektif setelah penggalangan dana rekor pada tahun 2025. Dalam percakapan dengan Neha Agarwal, Managing Director dan Kepala Pasar Modal Ekuitas, kami mengeksplorasi prospek IPO, selera investor, dan pertumbuhan yang menguntungkan. Pusat data, REIT, dan manufaktur canggih dapat mendorong Pasar IPO 2026 karena perusahaan fokus pada arus kas yang dapat diprediksi, valuasi yang disiplin, dan pencatatan berkualitas.\n\nTetap terdepan dengan The Core Report saat Govindraj Ethiraj berbicara dengan Ambareesh Baliga tentang pergerakan pasar saham India baru-baru ini, harga minyak, dan prospek rupee, dan dengan Neha Agarwal tentang booming Pasar IPO India 2026 yang dipimpin oleh Pusat Data, REIT, dan Manufaktur.\n\n#IPO2026 #PasarSahamIndia #BeritaPasarSaham #Rupee #PusatData #REITs #TheCoreReport #TheCore\n\nGabung The Core Insider untuk mendapatkan akses ke berbagai keuntungan:\n   /   \n\nPara pendengar! Kami menunggu tanggapan Anda: https://tinyurl.com/TCR-Listener-Survey\n\nThe Core & The Core Report didukung iklan & GRATIS untuk semua pembaca & pendengar. Kirimkan email ke shiva untuk kebutuhan sponsor & studio merek.\n\nUntuk liputan selengkapnya, kunjungi thecore.in (https://www.thecore.in/)\n\nDukung Core Report (https://tinyurl.com/Support-the-Core-...)\n\nGabung & Berinteraksi secara anonim di saluran ...", "post_id": "BeDIVVCxM_w"}}, {"key": "@BloombergPodcasts", "attributes": {"label": "@BloombergPodcasts", "x": 871.1748659882719, "y": 836.9481248171884, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 4.3226, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 12, "degree": 12}, "_id": "FvgFDeVsxjo", "id": "@BloombergPodcasts", "source": "youtube-000001", "content": "Brent Mempertahankan Kenaikan di Tengah Ketegangan dengan Iran yang Kembali Meningkat | Bloomberg...\n\nBerita bisnis dan keuangan dari Asia-Pasifik.\n\nHarga minyak mentah mempertahankan kenaikannya karena AS dan Iran saling baku tembak, mengguncang gencatan senjata yang telah berlangsung selama empat minggu dan meningkatkan kekhawatiran bahwa ketegangan di Timur Tengah dapat meningkat lagi. Brent turun 0,5% menjadi sedikit di bawah $114 per barel pada pembukaan Selasa karena meningkatnya ketegangan di sekitar Selat Hormuz meningkatkan kekhawatiran tentang harga energi yang tinggi dan inflasi global. Saham Australia dibuka lebih rendah, dengan pasar tutup di Jepang, Korea Selatan, dan Tiongkok daratan. Kontrak berjangka indeks ekuitas AS sedikit berubah setelah Indeks S&P 500 mundur dari rekornya pada hari Senin. Kami berbicara dengan Paul Dobson, Editor Eksekutif Bloomberg untuk Pasar Asia.\n\nDan untuk informasi lebih lanjut tentang pasar, kami mendengar dari Kyle Rodda, Analis Pasar Senior di Capital.com yang berbicara dengan pembawa acara Bloomberg TV Paul Allen dan Shery Ahn.\nLihat omnystudio.com/listener (https://omnystudio.com/listener) untuk informasi privasi.\n\nBloomberg Daybreak Asia menyajikan berita utama hari ini, beserta konteksnya, hanya dalam 15 menit. Dapatkan informasi dari 2.700 jurnalis dan analis Bloomberg di 120 negara.\n\nBerlangganan Bloomberg Podcasts: https://bit.ly/BloombergPodcasts\nDengarkan lebih banyak Bloomberg Daybreak: Asia Edition:    • Bloomberg Daybreak: Asia Edition (Audio)  \n\n#Bloomberg #Podcast #Asia\n\nKunjungi kami: https://www.bloomberg.com/podcasts\n\nIkuti Bloomberg Podcasts di Twitter:   / podcasts  \n\nKunjungi saluran YouTube kami lainnya:\nBloomberg Television:    /    \nBloomberg Originals:    / bloomberg  \nQuicktake:    /   \n\nUntuk liputan berita, pasar, dan lainnya: http://www.bloomberg.com/video", "post_id": "FvgFDeVsxjo"}}, {"key": "markets", "attributes": {"label": "markets", "x": 96.5442474633731, "y": 536.007175600614, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 4.6288, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 6, "out_degree": 0, "degree": 6}, "_id": "FvgFDeVsxjo", "id": "markets", "source": "youtube-000001", "content": "Brent Mempertahankan Kenaikan di Tengah Ketegangan dengan Iran yang Kembali Meningkat | Bloomberg...\n\nBerita bisnis dan keuangan dari Asia-Pasifik.\n\nHarga minyak mentah mempertahankan kenaikannya karena AS dan Iran saling baku tembak, mengguncang gencatan senjata yang telah berlangsung selama empat minggu dan meningkatkan kekhawatiran bahwa ketegangan di Timur Tengah dapat meningkat lagi. Brent turun 0,5% menjadi sedikit di bawah $114 per barel pada pembukaan Selasa karena meningkatnya ketegangan di sekitar Selat Hormuz meningkatkan kekhawatiran tentang harga energi yang tinggi dan inflasi global. Saham Australia dibuka lebih rendah, dengan pasar tutup di Jepang, Korea Selatan, dan Tiongkok daratan. Kontrak berjangka indeks ekuitas AS sedikit berubah setelah Indeks S&P 500 mundur dari rekornya pada hari Senin. Kami berbicara dengan Paul Dobson, Editor Eksekutif Bloomberg untuk Pasar Asia.\n\nDan untuk informasi lebih lanjut tentang pasar, kami mendengar dari Kyle Rodda, Analis Pasar Senior di Capital.com yang berbicara dengan pembawa acara Bloomberg TV Paul Allen dan Shery Ahn.\nLihat omnystudio.com/listener (https://omnystudio.com/listener) untuk informasi privasi.\n\nBloomberg Daybreak Asia menyajikan berita utama hari ini, beserta konteksnya, hanya dalam 15 menit. Dapatkan informasi dari 2.700 jurnalis dan analis Bloomberg di 120 negara.\n\nBerlangganan Bloomberg Podcasts: https://bit.ly/BloombergPodcasts\nDengarkan lebih banyak Bloomberg Daybreak: Asia Edition:    • Bloomberg Daybreak: Asia Edition (Audio)  \n\n#Bloomberg #Podcast #Asia\n\nKunjungi kami: https://www.bloomberg.com/podcasts\n\nIkuti Bloomberg Podcasts di Twitter:   / podcasts  \n\nKunjungi saluran YouTube kami lainnya:\nBloomberg Television:    /    \nBloomberg Originals:    / bloomberg  \nQuicktake:    /   \n\nUntuk liputan berita, pasar, dan lainnya: http://www.bloomberg.com/video", "post_id": "FvgFDeVsxjo"}}, {"key": "bloombergquicktake", "attributes": {"label": "bloombergquicktake", "x": 91.04781393149719, "y": 835.2601682206625, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 4.6288, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 6, "out_degree": 0, "degree": 6}, "_id": "FvgFDeVsxjo", "id": "bloombergquicktake", "source": "youtube-000001", "content": "Brent Mempertahankan Kenaikan di Tengah Ketegangan dengan Iran yang Kembali Meningkat | Bloomberg...\n\nBerita bisnis dan keuangan dari Asia-Pasifik.\n\nHarga minyak mentah mempertahankan kenaikannya karena AS dan Iran saling baku tembak, mengguncang gencatan senjata yang telah berlangsung selama empat minggu dan meningkatkan kekhawatiran bahwa ketegangan di Timur Tengah dapat meningkat lagi. Brent turun 0,5% menjadi sedikit di bawah $114 per barel pada pembukaan Selasa karena meningkatnya ketegangan di sekitar Selat Hormuz meningkatkan kekhawatiran tentang harga energi yang tinggi dan inflasi global. Saham Australia dibuka lebih rendah, dengan pasar tutup di Jepang, Korea Selatan, dan Tiongkok daratan. Kontrak berjangka indeks ekuitas AS sedikit berubah setelah Indeks S&P 500 mundur dari rekornya pada hari Senin. Kami berbicara dengan Paul Dobson, Editor Eksekutif Bloomberg untuk Pasar Asia.\n\nDan untuk informasi lebih lanjut tentang pasar, kami mendengar dari Kyle Rodda, Analis Pasar Senior di Capital.com yang berbicara dengan pembawa acara Bloomberg TV Paul Allen dan Shery Ahn.\nLihat omnystudio.com/listener (https://omnystudio.com/listener) untuk informasi privasi.\n\nBloomberg Daybreak Asia menyajikan berita utama hari ini, beserta konteksnya, hanya dalam 15 menit. Dapatkan informasi dari 2.700 jurnalis dan analis Bloomberg di 120 negara.\n\nBerlangganan Bloomberg Podcasts: https://bit.ly/BloombergPodcasts\nDengarkan lebih banyak Bloomberg Daybreak: Asia Edition:    • Bloomberg Daybreak: Asia Edition (Audio)  \n\n#Bloomberg #Podcast #Asia\n\nKunjungi kami: https://www.bloomberg.com/podcasts\n\nIkuti Bloomberg Podcasts di Twitter:   / podcasts  \n\nKunjungi saluran YouTube kami lainnya:\nBloomberg Television:    /    \nBloomberg Originals:    / bloomberg  \nQuicktake:    /   \n\nUntuk liputan berita, pasar, dan lainnya: http://www.bloomberg.com/video", "post_id": "FvgFDeVsxjo"}}, {"key": "@InnerBoost-oe4sd", "attributes": {"label": "@InnerBoost-oe4sd", "x": 554.4220195683916, "y": 178.99449369799382, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 4.3226, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 4, "degree": 4}, "_id": "ESemdJJsxIA", "id": "@InnerBoost-oe4sd", "source": "youtube-000001", "content": "IMF Kaget! Negara Ramai-Ramai Minta Utang, Dunia Menuju Resesi??!!\n\n🔥 Dunia Mulai Panik! IMF Ungkap Krisis Global, Negara Berebut Utang — Indonesia Aman?\n\n\n🌍 Dunia sedang tidak baik-baik saja… dan kali ini bukan sekadar isu biasa.\n\nIMF (Dana Moneter Internasional) dan Bank Dunia secara terbuka memberikan peringatan serius tentang potensi krisis ekonomi global baru yang dipicu oleh konflik di Timur Tengah, khususnya perang yang melibatkan Iran.\n\n💣 Dampaknya mulai terasa:\n✔️ Harga energi melonjak\n✔️ Rantai pasokan terganggu\n✔️ Negara-negara mulai panik\n✔️ Bahkan… banyak negara kini berebut mengajukan utang ke IMF\n\n👉 Lalu pertanyaannya:\nSeberapa parah krisis ini akan terjadi? Dan apakah Indonesia benar-benar aman?\n\n🔥 APA YANG AKAN KAMU DAPATKAN DI VIDEO INI?\n\nDi video ini, kamu akan mendapatkan penjelasan lengkap, detail, dan mudah dipahami tentang:\n\n✅ Kenapa banyak negara tiba-tiba ingin berutang ke IMF\n✅ Dampak besar perang Iran terhadap ekonomi dunia\n✅ Ancaman krisis energi & krisis pangan global\n✅ Fakta mengejutkan dari IMF dan Bank Dunia\n✅ Skenario terburuk ekonomi global (resesi bahkan lebih parah)\n✅ Kenapa inflasi bisa melonjak dan siapa yang paling terdampak\n✅ Risiko kelaparan massal yang mulai mengintai dunia\n✅ Dan yang paling penting…\n👉 Bagaimana posisi Indonesia di tengah ancaman krisis global ini?\n\n⚠️ FAKTA MENGEJUTKAN YANG HARUS KAMU TAHU\n\n📊 IMF mengungkap:\n✔️ Lebih dari 12 negara siap mengajukan pinjaman\n✔️ Kebutuhan dana bisa mencapai Rp850 triliun\n✔️ Pertumbuhan ekonomi global bisa turun drastis\n\n🌍 Bank Dunia memperingatkan:\n✔️ 300 juta orang sudah mengalami krisis pangan\n✔️ Bisa meningkat hingga 20% dalam waktu cepat\n✔️ Inflasi global berpotensi melonjak tajam\n\n⛽ Sementara itu:\n✔️ Harga minyak bisa tembus $100 per barel\n✔️ Distribusi energi global terganggu\n✔️ Selat Hormuz jadi titik paling krusial\n\n🇮🇩 INDONESIA DI TENGAH KRISIS – AMAN ATAU TERANCAM?\n\nMenariknya…\n\n💬 Pemerintah Indonesia menyatakan:\n✔️ Tidak membutuhkan bantuan IMF\n✔️ Memiliki cadangan dana Rp420 triliun (SAL)\n✔️ Menggunakan APBN sebagai “shock absorber”\n\n👉 Tapi…\nApakah itu cukup untuk menghadapi krisis global?\n\nAtau ini hanya “tenang di permukaan”…?\n\n🎯 KENAPA VIDEO INI WAJIB KAMU TONTON?\n\nKarena krisis global bukan cuma urusan negara…\n\n💥 Tapi akan berdampak langsung ke hidup kamu:\n✔️ Harga kebutuhan pokok\n✔️ Biaya hidup\n✔️ Lapangan pekerjaan\n✔️ Stabilitas ekonomi pribadi\n\n👉 Video ini akan membuka wawasan kamu tentang realita yang jarang dibahas secara mendalam.\n\n💡 PESAN PENTING UNTUK KAMU\n\nDi tengah ketidakpastian dunia…\n\nYang paling penting bukan panik ❌\nTapi siap dan sadar akan situasi ✔️\n\nKarena mereka yang paham situasi lebih dulu…\n👉 Punya peluang lebih besar untuk bertahan.\n\n🔔 DUKUNG CHANNEL INNER BOOST\n\nKalau kamu suka konten seperti ini:\n\n✅ Insight mendalam\n✅ Bahasan ekonomi global\n✅ Pengembangan diri & mindset\n\nJangan lupa:\n\n👍 Like video ini\n💬 Comment pendapat kamu\n🔔 Subscribe channel Inner Boost\n📤 Share ke teman kamu biar makin banyak yang melek kondisi dunia\n\n\n\n\n#hargaminyak #ekonomiindonesia #ekonomiglobal #ekonomi2026 #prediksiekonomi #KrisisGlobal #EkonomiDunia #IMF #BankDunia #Resesi\n#PerangIran #KrisisEkonomi #Inflasi #HargaMinyak #EkonomiIndonesia2026 #BeritaEkonomi #FinancialCrisis #GlobalEconomy #InnerBoost\n\n\n\n‪-oe4sd‬", "post_id": "ESemdJJsxIA"}}, {"key": "InnerBoost", "attributes": {"label": "InnerBoost", "x": 51.31301063540994, "y": 89.97531111015044, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 5.2412, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 4, "out_degree": 0, "degree": 4}, "_id": "ESemdJJsxIA", "id": "InnerBoost", "source": "youtube-000001", "content": "IMF Kaget! Negara Ramai-Ramai Minta Utang, Dunia Menuju Resesi??!!\n\n🔥 Dunia Mulai Panik! IMF Ungkap Krisis Global, Negara Berebut Utang — Indonesia Aman?\n\n\n🌍 Dunia sedang tidak baik-baik saja… dan kali ini bukan sekadar isu biasa.\n\nIMF (Dana Moneter Internasional) dan Bank Dunia secara terbuka memberikan peringatan serius tentang potensi krisis ekonomi global baru yang dipicu oleh konflik di Timur Tengah, khususnya perang yang melibatkan Iran.\n\n💣 Dampaknya mulai terasa:\n✔️ Harga energi melonjak\n✔️ Rantai pasokan terganggu\n✔️ Negara-negara mulai panik\n✔️ Bahkan… banyak negara kini berebut mengajukan utang ke IMF\n\n👉 Lalu pertanyaannya:\nSeberapa parah krisis ini akan terjadi? Dan apakah Indonesia benar-benar aman?\n\n🔥 APA YANG AKAN KAMU DAPATKAN DI VIDEO INI?\n\nDi video ini, kamu akan mendapatkan penjelasan lengkap, detail, dan mudah dipahami tentang:\n\n✅ Kenapa banyak negara tiba-tiba ingin berutang ke IMF\n✅ Dampak besar perang Iran terhadap ekonomi dunia\n✅ Ancaman krisis energi & krisis pangan global\n✅ Fakta mengejutkan dari IMF dan Bank Dunia\n✅ Skenario terburuk ekonomi global (resesi bahkan lebih parah)\n✅ Kenapa inflasi bisa melonjak dan siapa yang paling terdampak\n✅ Risiko kelaparan massal yang mulai mengintai dunia\n✅ Dan yang paling penting…\n👉 Bagaimana posisi Indonesia di tengah ancaman krisis global ini?\n\n⚠️ FAKTA MENGEJUTKAN YANG HARUS KAMU TAHU\n\n📊 IMF mengungkap:\n✔️ Lebih dari 12 negara siap mengajukan pinjaman\n✔️ Kebutuhan dana bisa mencapai Rp850 triliun\n✔️ Pertumbuhan ekonomi global bisa turun drastis\n\n🌍 Bank Dunia memperingatkan:\n✔️ 300 juta orang sudah mengalami krisis pangan\n✔️ Bisa meningkat hingga 20% dalam waktu cepat\n✔️ Inflasi global berpotensi melonjak tajam\n\n⛽ Sementara itu:\n✔️ Harga minyak bisa tembus $100 per barel\n✔️ Distribusi energi global terganggu\n✔️ Selat Hormuz jadi titik paling krusial\n\n🇮🇩 INDONESIA DI TENGAH KRISIS – AMAN ATAU TERANCAM?\n\nMenariknya…\n\n💬 Pemerintah Indonesia menyatakan:\n✔️ Tidak membutuhkan bantuan IMF\n✔️ Memiliki cadangan dana Rp420 triliun (SAL)\n✔️ Menggunakan APBN sebagai “shock absorber”\n\n👉 Tapi…\nApakah itu cukup untuk menghadapi krisis global?\n\nAtau ini hanya “tenang di permukaan”…?\n\n🎯 KENAPA VIDEO INI WAJIB KAMU TONTON?\n\nKarena krisis global bukan cuma urusan negara…\n\n💥 Tapi akan berdampak langsung ke hidup kamu:\n✔️ Harga kebutuhan pokok\n✔️ Biaya hidup\n✔️ Lapangan pekerjaan\n✔️ Stabilitas ekonomi pribadi\n\n👉 Video ini akan membuka wawasan kamu tentang realita yang jarang dibahas secara mendalam.\n\n💡 PESAN PENTING UNTUK KAMU\n\nDi tengah ketidakpastian dunia…\n\nYang paling penting bukan panik ❌\nTapi siap dan sadar akan situasi ✔️\n\nKarena mereka yang paham situasi lebih dulu…\n👉 Punya peluang lebih besar untuk bertahan.\n\n🔔 DUKUNG CHANNEL INNER BOOST\n\nKalau kamu suka konten seperti ini:\n\n✅ Insight mendalam\n✅ Bahasan ekonomi global\n✅ Pengembangan diri & mindset\n\nJangan lupa:\n\n👍 Like video ini\n💬 Comment pendapat kamu\n🔔 Subscribe channel Inner Boost\n📤 Share ke teman kamu biar makin banyak yang melek kondisi dunia\n\n\n\n\n#hargaminyak #ekonomiindonesia #ekonomiglobal #ekonomi2026 #prediksiekonomi #KrisisGlobal #EkonomiDunia #IMF #BankDunia #Resesi\n#PerangIran #KrisisEkonomi #Inflasi #HargaMinyak #EkonomiIndonesia2026 #BeritaEkonomi #FinancialCrisis #GlobalEconomy #InnerBoost\n\n\n\n‪-oe4sd‬", "post_id": "ESemdJJsxIA"}}, {"key": "@sb30official", "attributes": {"label": "@sb30official", "x": 721.2705482594081, "y": 187.03072112765494, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 4.3226, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "05rX2TJ4pGk", "id": "@sb30official", "source": "youtube-000001", "content": "5 Hal Yang Kamu Kira Berharga Padahal Nilainya Terus Turun\n\n00:00 Hook: Apakah Uang Tabunganmu Lebih Cepat dari Laju Inflasi?\n\n01:03 Poin 1: Uang Tunai di Tabungan Biasa. Mengapa Bunga 2% Tidak Cukup Melawan Inflasi 5%.\n\n02:27 Analisis Realita: Dampak Kenaikan BBM & Konflik Global terhadap Daya Beli Tabunganmu.\n\n03:30 Solusi Melawan Inflasi: Reksa Dana, Obligasi, dan Emas sebagai Pelindung Nilai.\n\n03:49 Poin 2: Mobil Baru Kredit. Memahami Depresiasi 25% di Tahun Pertama.\n\n05:13 Dilema Kendaraan Listrik EV: Mengapa Teknologi EV Membuat Harganya Cepat Jatuh?\n\n05:54 Poin 3: Gelar Akademis yang Cuma Hafalan. Mengapa S1 Saja Tidak Lagi Cukup.\n\n06:40 Ancaman AI: Kemampuan AI Merangkum Buku & Coding dalam Hitungan Detik.\n\n07:16 High-Value Skills: Komunikasi, Berpikir Kritis, dan Empati yang Tidak Bisa Diganti AI.\n\n08:03 Kekuatan Networking: Alasan Sebenarnya Mengapa Kamu Harus Kuliah.\n\n08:44 Poin 4: Pekerjaan Teknis & Administrasi Biasa. Mengapa Gaji Pekerjaan Rutin Akan Terus Turun.\n\n09:25 Fenomena Video AI: Bagaimana Kreator Lokal Kini Memenangkan Penghargaan Internasional.\n\n10:13 Strategi Bertahan: Menjadi Pengarah AI, Bukan Sekadar Operator.\n\n10:36 Poin 5: Bisnis yang Bergantung pada Satu Platform. Risiko di Balik Algoritma & Banned Akun.\n\n11:15 Belajar dari Kasus Path & Facebook: Pentingnya Berdikari dan Membangun Database Sendiri.\n\n11:46 Kesimpulan: Dunia Berubah Lebih Cepat dari Persiapanmu.\n\n12:30 Pesan untuk Generasi 30 Tahun: Gunakan Waktumu untuk Melek Finansial Sejak Dini.\n---\nWA CHANNEL SB30 UNTUK KONTEN EKSKLUSIF:\nhttps://whatsapp.com/channel/0029Vb61...\nGABUNG MEMBER YOUTUBE SUCCESS BEFORE 30\n   /", "post_id": "05rX2TJ4pGk"}}, {"key": "sb30official", "attributes": {"label": "sb30official", "x": 383.0447393953859, "y": 630.3965336170364, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 7.9969, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "05rX2TJ4pGk", "id": "sb30official", "source": "youtube-000001", "content": "5 Hal Yang Kamu Kira Berharga Padahal Nilainya Terus Turun\n\n00:00 Hook: Apakah Uang Tabunganmu Lebih Cepat dari Laju Inflasi?\n\n01:03 Poin 1: Uang Tunai di Tabungan Biasa. Mengapa Bunga 2% Tidak Cukup Melawan Inflasi 5%.\n\n02:27 Analisis Realita: Dampak Kenaikan BBM & Konflik Global terhadap Daya Beli Tabunganmu.\n\n03:30 Solusi Melawan Inflasi: Reksa Dana, Obligasi, dan Emas sebagai Pelindung Nilai.\n\n03:49 Poin 2: Mobil Baru Kredit. Memahami Depresiasi 25% di Tahun Pertama.\n\n05:13 Dilema Kendaraan Listrik EV: Mengapa Teknologi EV Membuat Harganya Cepat Jatuh?\n\n05:54 Poin 3: Gelar Akademis yang Cuma Hafalan. Mengapa S1 Saja Tidak Lagi Cukup.\n\n06:40 Ancaman AI: Kemampuan AI Merangkum Buku & Coding dalam Hitungan Detik.\n\n07:16 High-Value Skills: Komunikasi, Berpikir Kritis, dan Empati yang Tidak Bisa Diganti AI.\n\n08:03 Kekuatan Networking: Alasan Sebenarnya Mengapa Kamu Harus Kuliah.\n\n08:44 Poin 4: Pekerjaan Teknis & Administrasi Biasa. Mengapa Gaji Pekerjaan Rutin Akan Terus Turun.\n\n09:25 Fenomena Video AI: Bagaimana Kreator Lokal Kini Memenangkan Penghargaan Internasional.\n\n10:13 Strategi Bertahan: Menjadi Pengarah AI, Bukan Sekadar Operator.\n\n10:36 Poin 5: Bisnis yang Bergantung pada Satu Platform. Risiko di Balik Algoritma & Banned Akun.\n\n11:15 Belajar dari Kasus Path & Facebook: Pentingnya Berdikari dan Membangun Database Sendiri.\n\n11:46 Kesimpulan: Dunia Berubah Lebih Cepat dari Persiapanmu.\n\n12:30 Pesan untuk Generasi 30 Tahun: Gunakan Waktumu untuk Melek Finansial Sejak Dini.\n---\nWA CHANNEL SB30 UNTUK KONTEN EKSKLUSIF:\nhttps://whatsapp.com/channel/0029Vb61...\nGABUNG MEMBER YOUTUBE SUCCESS BEFORE 30\n   /", "post_id": "05rX2TJ4pGk"}}, {"key": "@FamilyHobbiesandCards", "attributes": {"label": "@FamilyHobbiesandCards", "x": 277.62697924896185, "y": 64.59059368057751, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 4.3226, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "cmOh47dZLxI", "id": "@FamilyHobbiesandCards", "source": "youtube-000001", "content": "XRP BARU SAJA MELAKUKANNYA💯\n\n#xrp #bitcoin #hbar #xlm #eth\n\n🚨Saluran Kedua🚨\n   /   \n\n  / hobbiescards  \n\n2 berita besar untuk penggemar XRP: tokenisasi RWA meledak di ledger XRP, pembayaran juga meningkat. Trump mengumumkan gencatan senjata hingga 3 minggu di Timur Tengah. Akankah Iran memanfaatkannya?\n\nRipple dan Stellar sama-sama menandatangani kemitraan baru. Apakah $STRC skema ponzi? Pemain emas utama mengatakan ya!\n\nRipple dan 120+ pemain kripto bersatu untuk memperjuangkan pengesahan Undang-Undang Klarifikasi. JP Morgan mengatakan bank tidak akan menyentuh kripto sampai eksploitasi DEFI diperbaiki dan dicegah.\n\nBank menginginkan 60 hari lagi untuk mencerna bahasa Undang-Undang Klarifikasi. Ini jelas merupakan taktik penundaan oleh bank untuk mengulur waktu. IPO terkait Ethereum tertunda, Kalshi ingin memperluas aliran pendapatan mereka, dan Tether membekukan uang dari beberapa pemain nakal.\n\nDompet Lobstr dari Stellar XLM kini terintegrasi dengan XRP Ledger. Tillis juga memblokir nominasi Warsh dan Undang-Undang Klarifikasi. Bagus sekali, Anda pantas mendapatkan bintang emas, pecundang.\n\nXRP dan SoFI, ini adalah cerita yang terkonfirmasi tentang bank tradisional yang masuk ke XRP dan menggabungkannya dengan TRADEFI! Ripple senang dengan pengumuman SoFi. Keel dan Hive beralih dari BTC ke AI dan harga saham mencerminkan perubahan tersebut.\n\nXRP dan XLM bersiap menghadapi penundaan lebih lanjut dengan Undang-Undang Klarifikasi. Brad Garlinghouse memiliki sesuatu yang bagus untuk dikatakan tentang Paul Atkins dan SEC, tetapi itu hanya kata-kata, omong kosong. Sementara itu, Selat Hormuz ditutup dan kesepakatan gencatan senjata akan berakhir. Drama AS, Israel, dan Iran membuat harga minyak tetap tinggi yang menyebabkan ekspektasi inflasi. BTC dan Ethereum mengalami arus masuk dana, sementara Undang-Undang Klarifikasi tertunda karena bank-bank tidak senang dengan persaingan.\n\n🚨ARTIKEL TAUTAN🚨\nbaca://https_apnews.com/?url=https%3A%2F%2Fapnews.com%2Farticle%2Flebanon-israel-hezbollah-us-talks-ceasefire-washington-e7f26e207fc7543fe1f25a5318ff9ce3\n\nbaca://https_coinpaper.com/?url=https%3A%2F%2Fcoinpaper.com%2F16552%2Fspot-bitcoin-et-fs-extend-streak-with-2-b-inflows-btc-steady\n\nhttps://x.com/EleanorTerrett/status/2...\n\nbaca://https_thecryptobasic.com/?url=https%3A%2F%2Fthecryptobasi c.com%2Fcardano-founder-im-still-one-of-ada-largest-holders-despite-75-drawdown-in-six-months%2F\n\nread://https_36crypto.com/?url=https%3A%2F%2F36crypto.com%2Fxrp-payments-explode-past-1-7m-daily-as-hidden-activity-fuels-surge%2F\n\nhttps://xrpscan.com/metrics\n\nread://https_thecryptobasic.com/?url=https%3A%2F%2Fthecryptobasic.com%2Fxrp-adds-900m-in-tokenized-assets-within-a-day-as-total-rwa-hits-ath-of-3-5b%2F\n\nXRP Berita hari ini\nBerita XLM hari ini\nStrategi trading terbaik untuk kripto\nCara menghasilkan uang dari koin kripto\nStrategi arbitrase kripto", "post_id": "cmOh47dZLxI"}}, {"key": "fitnessklaus", "attributes": {"label": "fitnessklaus", "x": 898.2588849996665, "y": 577.794278244417, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 7.9969, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "cmOh47dZLxI", "id": "fitnessklaus", "source": "youtube-000001", "content": "XRP BARU SAJA MELAKUKANNYA💯\n\n#xrp #bitcoin #hbar #xlm #eth\n\n🚨Saluran Kedua🚨\n   /   \n\n  / hobbiescards  \n\n2 berita besar untuk penggemar XRP: tokenisasi RWA meledak di ledger XRP, pembayaran juga meningkat. Trump mengumumkan gencatan senjata hingga 3 minggu di Timur Tengah. Akankah Iran memanfaatkannya?\n\nRipple dan Stellar sama-sama menandatangani kemitraan baru. Apakah $STRC skema ponzi? Pemain emas utama mengatakan ya!\n\nRipple dan 120+ pemain kripto bersatu untuk memperjuangkan pengesahan Undang-Undang Klarifikasi. JP Morgan mengatakan bank tidak akan menyentuh kripto sampai eksploitasi DEFI diperbaiki dan dicegah.\n\nBank menginginkan 60 hari lagi untuk mencerna bahasa Undang-Undang Klarifikasi. Ini jelas merupakan taktik penundaan oleh bank untuk mengulur waktu. IPO terkait Ethereum tertunda, Kalshi ingin memperluas aliran pendapatan mereka, dan Tether membekukan uang dari beberapa pemain nakal.\n\nDompet Lobstr dari Stellar XLM kini terintegrasi dengan XRP Ledger. Tillis juga memblokir nominasi Warsh dan Undang-Undang Klarifikasi. Bagus sekali, Anda pantas mendapatkan bintang emas, pecundang.\n\nXRP dan SoFI, ini adalah cerita yang terkonfirmasi tentang bank tradisional yang masuk ke XRP dan menggabungkannya dengan TRADEFI! Ripple senang dengan pengumuman SoFi. Keel dan Hive beralih dari BTC ke AI dan harga saham mencerminkan perubahan tersebut.\n\nXRP dan XLM bersiap menghadapi penundaan lebih lanjut dengan Undang-Undang Klarifikasi. Brad Garlinghouse memiliki sesuatu yang bagus untuk dikatakan tentang Paul Atkins dan SEC, tetapi itu hanya kata-kata, omong kosong. Sementara itu, Selat Hormuz ditutup dan kesepakatan gencatan senjata akan berakhir. Drama AS, Israel, dan Iran membuat harga minyak tetap tinggi yang menyebabkan ekspektasi inflasi. BTC dan Ethereum mengalami arus masuk dana, sementara Undang-Undang Klarifikasi tertunda karena bank-bank tidak senang dengan persaingan.\n\n🚨ARTIKEL TAUTAN🚨\nbaca://https_apnews.com/?url=https%3A%2F%2Fapnews.com%2Farticle%2Flebanon-israel-hezbollah-us-talks-ceasefire-washington-e7f26e207fc7543fe1f25a5318ff9ce3\n\nbaca://https_coinpaper.com/?url=https%3A%2F%2Fcoinpaper.com%2F16552%2Fspot-bitcoin-et-fs-extend-streak-with-2-b-inflows-btc-steady\n\nhttps://x.com/EleanorTerrett/status/2...\n\nbaca://https_thecryptobasic.com/?url=https%3A%2F%2Fthecryptobasi c.com%2Fcardano-founder-im-still-one-of-ada-largest-holders-despite-75-drawdown-in-six-months%2F\n\nread://https_36crypto.com/?url=https%3A%2F%2F36crypto.com%2Fxrp-payments-explode-past-1-7m-daily-as-hidden-activity-fuels-surge%2F\n\nhttps://xrpscan.com/metrics\n\nread://https_thecryptobasic.com/?url=https%3A%2F%2Fthecryptobasic.com%2Fxrp-adds-900m-in-tokenized-assets-within-a-day-as-total-rwa-hits-ath-of-3-5b%2F\n\nXRP Berita hari ini\nBerita XLM hari ini\nStrategi trading terbaik untuk kripto\nCara menghasilkan uang dari koin kripto\nStrategi arbitrase kripto", "post_id": "cmOh47dZLxI"}}, {"key": "@InvestingNews", "attributes": {"label": "@InvestingNews", "x": 902.0093274154569, "y": 662.6400140696601, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 4.3226, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "l6yEXNILP0g", "id": "@InvestingNews", "source": "youtube-000001", "content": "Andy Hoese: Minyak, Uranium, Batu Bara — Optimis terhadap Sektor Energi di Tengah Krisis yang Mem...\n\nAndy Hoese dari  optimis terhadap sektor komoditas secara luas, termasuk emas dan perak, tetapi saat ini ia paling tertarik pada minyak. Secara khusus, ia melihat minyak sebagai salah satu peluang terbaik bagi investor saat ini.\n\n\"Itulah mengapa saya sangat bersemangat tentang energi dan mengapa saya sangat optimis tentang energi, dan mungkin tidak begitu optimis tentang logam dan perusahaan pertambangan emas dan perak,\" katanya. \"Itu karena apa yang dilakukan suku bunga, situasi yang kita hadapi dengan Timur Tengah dan apa yang saya lihat di beberapa grafik rasio ini menunjukkan bahwa kita dapat melihat kinerja yang lebih baik dari energi dibandingkan dengan banyak area lainnya.\"\n\n❓ Apakah Anda lebih optimis tentang energi atau logam? Beri tahu kami di kolom komentar!\n\nWawancara ini direkam pada 23 April 2026.\n\n#Investasi #Minyak #Emas\n\n0:00 - Pendahuluan\n0:19 - Strategi investasi Andy\n3:55 - Peluang terbaik ada di minyak\n7:02 - Prospek harga minyak jangka panjang\n9:26 - Cara mendapatkan eksposur di sektor minyak\n11:13 - Bagaimana argumen untuk batubara?\n\n12:58 - Analisis teknis uranium\n15:50 - Siklus super komoditas\n17:52 - Konsolidasi emas dan perak\n22:23 - Prakiraan pasar saham\n26:27 - Penambang dan inflasi\n32:00 - \"Sangat bullish\" pada tembaga\n34:47 - Penutup\n\n________________________________________________________________\n\nLaporan Prospek 2026 sekarang tersedia: https://bit.ly/4qjXzYX\n\nIRA Emas: Kami telah mengumpulkan perusahaan emas yang menawarkan IRA emas mandiri untuk membantu Anda memulai jika Anda adalah investor yang berbasis di AS: https://bit.ly/4jw2LX2\n\nProfil Saham Logam Mulia INN: https://bit.ly/4puccro\n\nHarga Emas Langsung: https://bit.ly/45KB7zX\nHarga Perak Langsung: https://bit.ly/3Ls3WKz\nHarga Uranium Langsung: https://bit.ly/4pytdRv\n\n📩 Bisnis Email → info\n👨‍💻 Situs Web / Buletin → www.investingnews.com\n📸 Facebook →   / investing.news.your.trusted.source  \n📱LinkedIn →   / investing-news-network  \n🐦 X → https://x.com/inn_resource\n\nBeberapa tautan mungkin merupakan tautan afiliasi. Investing News Network dapat memperoleh komisi tanpa biaya tambahan bagi Anda.\n\n________________________________________________________________\n\nInvesting News Network tidak menjamin keakuratan atau kelengkapan informasi yang dilaporkan dalam wawancara yang dilakukannya. Pendapat yang diungkapkan dalam wawancara ini tidak mencerminkan pendapat Investing News Network dan bukan merupakan nasihat investasi. Semua pembaca didorong untuk melakukan uji tuntas sendiri.", "post_id": "l6yEXNILP0g"}}, {"key": "Finding_Finance", "attributes": {"label": "Finding_Finance", "x": 639.8684471552114, "y": 176.37298686241087, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 7.9969, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "l6yEXNILP0g", "id": "Finding_Finance", "source": "youtube-000001", "content": "Andy Hoese: Minyak, Uranium, Batu Bara — Optimis terhadap Sektor Energi di Tengah Krisis yang Mem...\n\nAndy Hoese dari  optimis terhadap sektor komoditas secara luas, termasuk emas dan perak, tetapi saat ini ia paling tertarik pada minyak. Secara khusus, ia melihat minyak sebagai salah satu peluang terbaik bagi investor saat ini.\n\n\"Itulah mengapa saya sangat bersemangat tentang energi dan mengapa saya sangat optimis tentang energi, dan mungkin tidak begitu optimis tentang logam dan perusahaan pertambangan emas dan perak,\" katanya. \"Itu karena apa yang dilakukan suku bunga, situasi yang kita hadapi dengan Timur Tengah dan apa yang saya lihat di beberapa grafik rasio ini menunjukkan bahwa kita dapat melihat kinerja yang lebih baik dari energi dibandingkan dengan banyak area lainnya.\"\n\n❓ Apakah Anda lebih optimis tentang energi atau logam? Beri tahu kami di kolom komentar!\n\nWawancara ini direkam pada 23 April 2026.\n\n#Investasi #Minyak #Emas\n\n0:00 - Pendahuluan\n0:19 - Strategi investasi Andy\n3:55 - Peluang terbaik ada di minyak\n7:02 - Prospek harga minyak jangka panjang\n9:26 - Cara mendapatkan eksposur di sektor minyak\n11:13 - Bagaimana argumen untuk batubara?\n\n12:58 - Analisis teknis uranium\n15:50 - Siklus super komoditas\n17:52 - Konsolidasi emas dan perak\n22:23 - Prakiraan pasar saham\n26:27 - Penambang dan inflasi\n32:00 - \"Sangat bullish\" pada tembaga\n34:47 - Penutup\n\n________________________________________________________________\n\nLaporan Prospek 2026 sekarang tersedia: https://bit.ly/4qjXzYX\n\nIRA Emas: Kami telah mengumpulkan perusahaan emas yang menawarkan IRA emas mandiri untuk membantu Anda memulai jika Anda adalah investor yang berbasis di AS: https://bit.ly/4jw2LX2\n\nProfil Saham Logam Mulia INN: https://bit.ly/4puccro\n\nHarga Emas Langsung: https://bit.ly/45KB7zX\nHarga Perak Langsung: https://bit.ly/3Ls3WKz\nHarga Uranium Langsung: https://bit.ly/4pytdRv\n\n📩 Bisnis Email → info\n👨‍💻 Situs Web / Buletin → www.investingnews.com\n📸 Facebook →   / investing.news.your.trusted.source  \n📱LinkedIn →   / investing-news-network  \n🐦 X → https://x.com/inn_resource\n\nBeberapa tautan mungkin merupakan tautan afiliasi. Investing News Network dapat memperoleh komisi tanpa biaya tambahan bagi Anda.\n\n________________________________________________________________\n\nInvesting News Network tidak menjamin keakuratan atau kelengkapan informasi yang dilaporkan dalam wawancara yang dilakukannya. Pendapat yang diungkapkan dalam wawancara ini tidak mencerminkan pendapat Investing News Network dan bukan merupakan nasihat investasi. Semua pembaca didorong untuk melakukan uji tuntas sendiri.", "post_id": "l6yEXNILP0g"}}, {"key": "@DRMNewsInternational", "attributes": {"label": "@DRMNewsInternational", "x": 354.48295388743776, "y": 2.2689489301427335, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 4.3226, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 3, "degree": 3}, "_id": "cJ2cQGPkr3E", "id": "@DRMNewsInternational", "source": "youtube-000001", "content": "SIARAN PERS LENGKAP: Hakeem Jeffries Mengkritik Strategi Perang Trump dan Dampaknya terhadap Ekon...\n\nPemimpin Fraksi Demokrat di DPR, Hakeem Jeffries, mengkritik keras Donald Trump terkait perang melawan Iran, kenaikan harga bensin, dan dampak ekonomi selama konferensi pers di Washington. Jeffries menuduh Partai Republik mengejar konflik yang mahal tanpa strategi sambil mengabaikan masalah domestik. Ia juga membahas perdebatan kebijakan, masalah etika, dan pertempuran politik yang akan datang. Untuk detail lebih lanjut, saksikan berita kami dan berlangganan saluran kami, DRM News.\n\nSiaran langsung dari Washington D.C. Pemimpin Fraksi Demokrat di DPR, Hakeem Jeffries, mengadakan konferensi pers yang membahas prioritas legislatif utama dan perkembangan politik. Konferensi pers ini berlangsung di tengah perdebatan yang sedang berlangsung di Kongres tentang isu-isu kebijakan utama. Tetap bersama kami untuk pembaruan langsung, pernyataan penting, dan pertanyaan media.\n\nJeffries Mengecam Trump Terkait Perang Iran dan Kenaikan Harga Bensin di AS\nHakeem Jeffries Mengkritik Strategi Perang Trump dan Dampaknya terhadap Ekonomi\nJeffries Mengatakan Perang Iran Trump Mendorong Kenaikan Harga Bensin di AS\nJeffries Menyerang Kebijakan Trump Terkait Ekonomi Perang dan Harga Bensin\n\nHakeem Jeffries, Donald Trump, perang Iran, harga bensin AS, politik AS, Demokrat DPR, pidato Jeffries, konferensi pers Washington, kritik Trump, berita ekonomi AS, perang Timur Tengah, debat Kongres, resolusi kekuasaan perang, kebijakan AS, berita terkini AS, ketegangan politik AS, inflasi AS, harga minyak\n\n#HakeemJeffries #DonaldTrump #PolitikAS #PerangIran #HargaBensin #BeritaTerkini #Kongres #Ekonomi #TimurTengah #UpdateBerita\n\nLIVE Hakeem Jeffries Mengadakan Konferensi Pers di Washington\nLIVE Pemimpin Demokrat DPR Berbicara kepada Media\nLIVE Jeffries Berbicara tentang Isu-isu Kebijakan Utama AS\nLIVE Pengarahan Kongres dari Kepemimpinan Demokrat\n\nHakeem Jeffries live, Demokrat DPR, Kongres AS live, Washington DC Siaran langsung, pemimpin Demokrat, politik AS langsung, konferensi pers, berita Capitol Hill, berita terkini langsung, siaran langsung berita, kebijakan AS, pengarahan politik, berita pemerintah, berita global langsung, pembaruan kongres, pengarahan media\n\n#Live #PolitikAS #Jeffries #Kongres #WashingtonDC #BeritaTerkini #SiaranLangsung #BeritaAS #BeritaGlobal #PolitikLangsung #Demokrat #CapitolHill #Pemerintah #Berita\n\n----------------------------------------------------------\nSelamat datang di DRM News – sumber utama Anda untuk berita terkini dan analisis ahli tentang urusan global, dunia hiburan, olahraga, AI, pasar keuangan, dan banyak lagi. Kami percaya bahwa demokrasi mati dalam kegelapan, dan kami berkomitmen untuk memberi informasi dan mendidik Anda dengan pelaporan yang tidak bias dan berbasis fakta.\n\nDi DRM News, kami beroperasi secara independen, tanpa pengaruh dari perusahaan, pengiklan, atau pemerintah. Kami meliput berita-berita penting – bahkan yang dihindari orang lain – karena Anda berhak mendapatkan kebenaran.\n\nPunya ide cerita atau umpan balik yang berharga? 💡 Kirimkan email kepada kami di info\n— baik itu berupa informasi, opini, atau topik yang ingin Anda lihat diliput.\n\n🔔 Berlangganan untuk mendapatkan pembaruan harian\n👍 Sukai, bagikan, dan beri komentar untuk bergabung dalam percakapan\n📢 Suara Anda penting – beri tahu kami pendapat Anda!\n\n#BeritaTerbaru #BeritaInternasional #AI #Olahraga #Hiburan #PasarKeuangan #DRMNews\n\nSaluran YouTube DRM News dikelola oleh Dot Republic Media, Semua Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang.\n\nBerlangganan saluran kami untuk mendapatkan semua pembaruan terbaru: https://youtube.com/\n\nSukai Halaman Facebook kami: https://www.facebook.com/profile.php?...\n\nIkuti kami di Instagram:   / drmnews_", "post_id": "cJ2cQGPkr3E"}}, {"key": "DRMNewsInternati...", "attributes": {"label": "DRMNewsInternati...", "x": 6.4063953677164776, "y": 427.60381581292893, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 5.5474, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 3, "out_degree": 0, "degree": 3}, "_id": "cJ2cQGPkr3E", "id": "DRMNewsInternati...", "source": "youtube-000001", "content": "SIARAN PERS LENGKAP: Hakeem Jeffries Mengkritik Strategi Perang Trump dan Dampaknya terhadap Ekon...\n\nPemimpin Fraksi Demokrat di DPR, Hakeem Jeffries, mengkritik keras Donald Trump terkait perang melawan Iran, kenaikan harga bensin, dan dampak ekonomi selama konferensi pers di Washington. Jeffries menuduh Partai Republik mengejar konflik yang mahal tanpa strategi sambil mengabaikan masalah domestik. Ia juga membahas perdebatan kebijakan, masalah etika, dan pertempuran politik yang akan datang. Untuk detail lebih lanjut, saksikan berita kami dan berlangganan saluran kami, DRM News.\n\nSiaran langsung dari Washington D.C. Pemimpin Fraksi Demokrat di DPR, Hakeem Jeffries, mengadakan konferensi pers yang membahas prioritas legislatif utama dan perkembangan politik. Konferensi pers ini berlangsung di tengah perdebatan yang sedang berlangsung di Kongres tentang isu-isu kebijakan utama. Tetap bersama kami untuk pembaruan langsung, pernyataan penting, dan pertanyaan media.\n\nJeffries Mengecam Trump Terkait Perang Iran dan Kenaikan Harga Bensin di AS\nHakeem Jeffries Mengkritik Strategi Perang Trump dan Dampaknya terhadap Ekonomi\nJeffries Mengatakan Perang Iran Trump Mendorong Kenaikan Harga Bensin di AS\nJeffries Menyerang Kebijakan Trump Terkait Ekonomi Perang dan Harga Bensin\n\nHakeem Jeffries, Donald Trump, perang Iran, harga bensin AS, politik AS, Demokrat DPR, pidato Jeffries, konferensi pers Washington, kritik Trump, berita ekonomi AS, perang Timur Tengah, debat Kongres, resolusi kekuasaan perang, kebijakan AS, berita terkini AS, ketegangan politik AS, inflasi AS, harga minyak\n\n#HakeemJeffries #DonaldTrump #PolitikAS #PerangIran #HargaBensin #BeritaTerkini #Kongres #Ekonomi #TimurTengah #UpdateBerita\n\nLIVE Hakeem Jeffries Mengadakan Konferensi Pers di Washington\nLIVE Pemimpin Demokrat DPR Berbicara kepada Media\nLIVE Jeffries Berbicara tentang Isu-isu Kebijakan Utama AS\nLIVE Pengarahan Kongres dari Kepemimpinan Demokrat\n\nHakeem Jeffries live, Demokrat DPR, Kongres AS live, Washington DC Siaran langsung, pemimpin Demokrat, politik AS langsung, konferensi pers, berita Capitol Hill, berita terkini langsung, siaran langsung berita, kebijakan AS, pengarahan politik, berita pemerintah, berita global langsung, pembaruan kongres, pengarahan media\n\n#Live #PolitikAS #Jeffries #Kongres #WashingtonDC #BeritaTerkini #SiaranLangsung #BeritaAS #BeritaGlobal #PolitikLangsung #Demokrat #CapitolHill #Pemerintah #Berita\n\n----------------------------------------------------------\nSelamat datang di DRM News – sumber utama Anda untuk berita terkini dan analisis ahli tentang urusan global, dunia hiburan, olahraga, AI, pasar keuangan, dan banyak lagi. Kami percaya bahwa demokrasi mati dalam kegelapan, dan kami berkomitmen untuk memberi informasi dan mendidik Anda dengan pelaporan yang tidak bias dan berbasis fakta.\n\nDi DRM News, kami beroperasi secara independen, tanpa pengaruh dari perusahaan, pengiklan, atau pemerintah. Kami meliput berita-berita penting – bahkan yang dihindari orang lain – karena Anda berhak mendapatkan kebenaran.\n\nPunya ide cerita atau umpan balik yang berharga? 💡 Kirimkan email kepada kami di info\n— baik itu berupa informasi, opini, atau topik yang ingin Anda lihat diliput.\n\n🔔 Berlangganan untuk mendapatkan pembaruan harian\n👍 Sukai, bagikan, dan beri komentar untuk bergabung dalam percakapan\n📢 Suara Anda penting – beri tahu kami pendapat Anda!\n\n#BeritaTerbaru #BeritaInternasional #AI #Olahraga #Hiburan #PasarKeuangan #DRMNews\n\nSaluran YouTube DRM News dikelola oleh Dot Republic Media, Semua Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang.\n\nBerlangganan saluran kami untuk mendapatkan semua pembaruan terbaru: https://youtube.com/\n\nSukai Halaman Facebook kami: https://www.facebook.com/profile.php?...\n\nIkuti kami di Instagram:   / drmnews_", "post_id": "cJ2cQGPkr3E"}}, {"key": "@wawasan-cerdas", "attributes": {"label": "@wawasan-cerdas", "x": 610.5346393417177, "y": 325.3342040259037, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 4.3226, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "ZSAa-Pb4PFk", "id": "@wawasan-cerdas", "source": "youtube-000001", "content": "PDB 5,61% Q1 2026 Tapi Rupiah Anjlok Kelas Menengah Tercekik Asing Kabur!\n\nSelamat datang kembali di channel Wawasan Cerdas! 💡 Di video kali ini, kita akan membongkar habis-habisan kejutan data makroekonomi terbaru yang sedang menjadi perbincangan panas di kalangan investor.\n\n00:00 Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia \npada Kuartal I 2026 sukses mencetak rekor pertumbuhan sebesar 5,61% secara tahunan (YoY), melampaui target APBN yang hanya 5,4% dan menjadi angka tertinggi sejak kuartal ketiga 2022. Namun, tahukah Anda bahwa bagi investor pasar modal, angka gemilang ini justru menyalakan sinyal alarm bahaya? 🚨\n\n07:54 Doping Fiskal Q1 2026\nMengapa Angka 5,61% Adalah Ilusi \"Doping Fiskal\"? Di balik angka impresif tersebut, mesin penggerak utamanya bukanlah investasi asing atau ekspor, melainkan Konsumsi Pemerintah yang meroket tajam hingga 21,81% YoY. Pertumbuhan ini sangat artifisial, didorong oleh fiscal sugar rush atau \"doping fiskal\" melalui pencairan Tunjangan Hari Raya (Gaji ke-14) aparatur negara yang lebih awal serta guyuran dana untuk program populis Makan Bergizi Gratis (MBG). Uang kaget ini memicu multiplier effect jangka pendek yang membuat sektor perhotelan dan restoran meledak 13,14%. Namun, ini hanyalah kosmetik yang menutupi luka struktural perekonomian kita.\n\n16:15 Bedah Kualitas PDB Q1 2026\n\n24:01 Sisi Gelap PDB Q1 2026\nSisi Gelap: K-Shaped Recovery dan Tercekiknya Kelas Menengah Jangan tertipu oleh tingginya konsumsi domestik. Analisis mendalam menunjukkan kita sedang mengalami K-Shaped Recovery. Sektor padat karya seperti manufaktur tekstil dan garmen justru berdarah-darah, memicu ancaman gelombang PHK diam-diam (silent layoffs). Lebih parah lagi, kelas menengah swasta kini terjebak dalam Middle-Class Squeeze, di mana gaji stagnan tetapi pengeluaran membengkak akibat inflasi pangan dan imported inflation. Banyak yang terpaksa memakan tabungan atau berutang via Pinjol dan Paylater untuk bertahan hidup.\n\n32:06 Strategi Makro Q1 2026\nBadai Geopolitik, Pendarahan Rupiah, dan Pelarian Modal Asing Kita sedang menari di atas tali! Tingginya konsumsi dalam negeri membuat impor barang modal dan konsumsi melesat 7,2%, sementara kinerja ekspor kita malah terkontraksi minus 25% YoY. Di saat bersamaan, eskalasi konflik geopolitik AS dan Iran di Selat Hormuz membuat harga minyak dunia melambung tinggi. Efek dominonya? Kebutuhan Dolar AS untuk tagihan migas membengkak, memicu pelarian modal asing (capital flight) besar-besaran, hingga Rupiah sempat hancur menyentuh level All-Time Low di atas Rp17.420 per Dolar AS.\n\nBank Indonesia bahkan harus \"membakar\" cadangan devisa hingga US$8,4 miliar di Kuartal I dan menerbitkan SRBI dengan imbal hasil tinggi (6,5% - 7%) untuk menahan nilai tukar. Akibatnya, terjadi Crowding Out Effect yang menyedot likuiditas pasar saham, membuat saham-saham big caps perbankan mengalami tekanan jual masif.\n\n38:27 Prospek Ekonomi Pasca Q1 2026\nPanduan Strategi Saham Pasca-Kuartal I 2026 dari Wawasan Cerdas Kuartal depan, bensin musiman (THR) akan habis dan ekonomi diproyeksikan soft landing ke level 5,0% - 5,2%. Apa strategi terbaik untuk portofolio Anda?\nHindari Sektor Sensitif Suku Bunga: Sektor properti dan otomotif akan sangat tertekan oleh tingginya biaya pinjaman.\n\nRotasi ke Sektor Defensif & Ekspor: Lirik emiten berorientasi ekspor yang diuntungkan oleh kuatnya Dolar AS, atau consumer goods lokal yang diuntungkan oleh kebijakan pembatasan impor (Lartas) dari pemerintah.\n\nCermati Aksi Korporasi & Dividen Jumbo: Perhatikan katalis spesifik seperti akuisisi ritel HSBC oleh Bank OCBC NISP ($NISP), masuknya modal Danantara ke saham GOTO, hingga pemulihan operasional di TPIA dan grup Merdeka (MDKA). Amankan cash Anda dengan memburu saham pembagi dividen tinggi (dividend yield) seperti $JPFA, $SSMS, dan $TUGU.\n\nBagaimana pandangan Anda? Apakah PDB 5,61% ini murni tanda ekonomi bangkit atau sekadar ilusi sementara? Tulis pendapat kalian di kolom komentar! 👇\n\n🔔 Jangan lupa SUBSCRIBE ke Wawasan Cerdas, LIKE, dan SHARE video ini agar Anda tidak ketinggalan analisis makroekonomi dan strategi investasi saham paling tajam di Indonesia!\n\n--------------------------------------------------------------------------------\nKumpulan Hashtag (Optimal untuk YouTube)\n#WawasanCerdas #IHSG2026 #PDBIndonesia #InvestasiSaham #KrisisRupiah #Makroekonomi #StrategiSaham #DopingFiskal #PeluangInvestasi #SahamDividen #AnalisisEkonomi #BankIndonesia #SahamGOTO #BursaEfekIndonesia #SahamCuan #WawasanCerdas #InvestasiSaham #Saham\n\nJoin this channel to get access to perks:\n   / -cerdas", "post_id": "ZSAa-Pb4PFk"}}, {"key": "wawasan", "attributes": {"label": "wawasan", "x": 890.4449871986625, "y": 352.39432458289934, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 6.1598, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "ZSAa-Pb4PFk", "id": "wawasan", "source": "youtube-000001", "content": "PDB 5,61% Q1 2026 Tapi Rupiah Anjlok Kelas Menengah Tercekik Asing Kabur!\n\nSelamat datang kembali di channel Wawasan Cerdas! 💡 Di video kali ini, kita akan membongkar habis-habisan kejutan data makroekonomi terbaru yang sedang menjadi perbincangan panas di kalangan investor.\n\n00:00 Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia \npada Kuartal I 2026 sukses mencetak rekor pertumbuhan sebesar 5,61% secara tahunan (YoY), melampaui target APBN yang hanya 5,4% dan menjadi angka tertinggi sejak kuartal ketiga 2022. Namun, tahukah Anda bahwa bagi investor pasar modal, angka gemilang ini justru menyalakan sinyal alarm bahaya? 🚨\n\n07:54 Doping Fiskal Q1 2026\nMengapa Angka 5,61% Adalah Ilusi \"Doping Fiskal\"? Di balik angka impresif tersebut, mesin penggerak utamanya bukanlah investasi asing atau ekspor, melainkan Konsumsi Pemerintah yang meroket tajam hingga 21,81% YoY. Pertumbuhan ini sangat artifisial, didorong oleh fiscal sugar rush atau \"doping fiskal\" melalui pencairan Tunjangan Hari Raya (Gaji ke-14) aparatur negara yang lebih awal serta guyuran dana untuk program populis Makan Bergizi Gratis (MBG). Uang kaget ini memicu multiplier effect jangka pendek yang membuat sektor perhotelan dan restoran meledak 13,14%. Namun, ini hanyalah kosmetik yang menutupi luka struktural perekonomian kita.\n\n16:15 Bedah Kualitas PDB Q1 2026\n\n24:01 Sisi Gelap PDB Q1 2026\nSisi Gelap: K-Shaped Recovery dan Tercekiknya Kelas Menengah Jangan tertipu oleh tingginya konsumsi domestik. Analisis mendalam menunjukkan kita sedang mengalami K-Shaped Recovery. Sektor padat karya seperti manufaktur tekstil dan garmen justru berdarah-darah, memicu ancaman gelombang PHK diam-diam (silent layoffs). Lebih parah lagi, kelas menengah swasta kini terjebak dalam Middle-Class Squeeze, di mana gaji stagnan tetapi pengeluaran membengkak akibat inflasi pangan dan imported inflation. Banyak yang terpaksa memakan tabungan atau berutang via Pinjol dan Paylater untuk bertahan hidup.\n\n32:06 Strategi Makro Q1 2026\nBadai Geopolitik, Pendarahan Rupiah, dan Pelarian Modal Asing Kita sedang menari di atas tali! Tingginya konsumsi dalam negeri membuat impor barang modal dan konsumsi melesat 7,2%, sementara kinerja ekspor kita malah terkontraksi minus 25% YoY. Di saat bersamaan, eskalasi konflik geopolitik AS dan Iran di Selat Hormuz membuat harga minyak dunia melambung tinggi. Efek dominonya? Kebutuhan Dolar AS untuk tagihan migas membengkak, memicu pelarian modal asing (capital flight) besar-besaran, hingga Rupiah sempat hancur menyentuh level All-Time Low di atas Rp17.420 per Dolar AS.\n\nBank Indonesia bahkan harus \"membakar\" cadangan devisa hingga US$8,4 miliar di Kuartal I dan menerbitkan SRBI dengan imbal hasil tinggi (6,5% - 7%) untuk menahan nilai tukar. Akibatnya, terjadi Crowding Out Effect yang menyedot likuiditas pasar saham, membuat saham-saham big caps perbankan mengalami tekanan jual masif.\n\n38:27 Prospek Ekonomi Pasca Q1 2026\nPanduan Strategi Saham Pasca-Kuartal I 2026 dari Wawasan Cerdas Kuartal depan, bensin musiman (THR) akan habis dan ekonomi diproyeksikan soft landing ke level 5,0% - 5,2%. Apa strategi terbaik untuk portofolio Anda?\nHindari Sektor Sensitif Suku Bunga: Sektor properti dan otomotif akan sangat tertekan oleh tingginya biaya pinjaman.\n\nRotasi ke Sektor Defensif & Ekspor: Lirik emiten berorientasi ekspor yang diuntungkan oleh kuatnya Dolar AS, atau consumer goods lokal yang diuntungkan oleh kebijakan pembatasan impor (Lartas) dari pemerintah.\n\nCermati Aksi Korporasi & Dividen Jumbo: Perhatikan katalis spesifik seperti akuisisi ritel HSBC oleh Bank OCBC NISP ($NISP), masuknya modal Danantara ke saham GOTO, hingga pemulihan operasional di TPIA dan grup Merdeka (MDKA). Amankan cash Anda dengan memburu saham pembagi dividen tinggi (dividend yield) seperti $JPFA, $SSMS, dan $TUGU.\n\nBagaimana pandangan Anda? Apakah PDB 5,61% ini murni tanda ekonomi bangkit atau sekadar ilusi sementara? Tulis pendapat kalian di kolom komentar! 👇\n\n🔔 Jangan lupa SUBSCRIBE ke Wawasan Cerdas, LIKE, dan SHARE video ini agar Anda tidak ketinggalan analisis makroekonomi dan strategi investasi saham paling tajam di Indonesia!\n\n--------------------------------------------------------------------------------\nKumpulan Hashtag (Optimal untuk YouTube)\n#WawasanCerdas #IHSG2026 #PDBIndonesia #InvestasiSaham #KrisisRupiah #Makroekonomi #StrategiSaham #DopingFiskal #PeluangInvestasi #SahamDividen #AnalisisEkonomi #BankIndonesia #SahamGOTO #BursaEfekIndonesia #SahamCuan #WawasanCerdas #InvestasiSaham #Saham\n\nJoin this channel to get access to perks:\n   / -cerdas", "post_id": "ZSAa-Pb4PFk"}}, {"key": "@OfficialSINDOnews", "attributes": {"label": "@OfficialSINDOnews", "x": 576.2540496277688, "y": 812.4006768947243, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 4.3226, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 3, "degree": 3}, "_id": "KV1Y9fPsKpI", "id": "@OfficialSINDOnews", "source": "youtube-000001", "content": "INDONESIA SIAGA! Imbas Perang Timur Tengah, Harga BBM Tembus 24 Ribu Rupiah Rakyat Menjerit! | BN\n\nKonflik antara AS, Israel, dan Iran kini dampaknya sudah sampai ke depan pintu rumah kita. Ketegangan di Selat Hormuz memicu lonjakan harga minyak mentah dunia yang luar biasa. Laporan terkini menunjukkan potensi harga BBM di Indonesia meroket hingga angka 24 ribu rupiah! Simak analisis dampak ekonomi, ancaman inflasi, dan nasib subsidi energi Indonesia di tengah eskalasi perang yang tak kunjung usai.\n\nYuk Subscribe \n   /   \n   /   \n   /   \n\nTanggal Tayang: 20 APRIL 2026\n\nSelengkapnya baca di: https://nasional.sindonews.com/\n\nFollow WA Channel: https://whatsapp.com/channel/0029Va9l...\nFollow our Official TikTok   / sindonews  \nFollow our Official Twitter   / sindonews    \nLike our Official Facebook   / sindonews   \nFollow our Official Instagram   / sindonews  \n\nUploader: Dimas\n\n#HargaBBM #EkonomiIndonesia #PerangTimur Tengah #BBMNaik #BreakingNews #Inflasi #InfoTerkini\n#iran #israel #perangtimurtengah #SindoNews #Viral #BeritaTerkini", "post_id": "KV1Y9fPsKpI"}}, {"key": "officialsindonews", "attributes": {"label": "officialsindonews", "x": 482.6607212851609, "y": 330.05199492653526, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 5.5474, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "KV1Y9fPsKpI", "id": "officialsindonews", "source": "youtube-000001", "content": "INDONESIA SIAGA! Imbas Perang Timur Tengah, Harga BBM Tembus 24 Ribu Rupiah Rakyat Menjerit! | BN\n\nKonflik antara AS, Israel, dan Iran kini dampaknya sudah sampai ke depan pintu rumah kita. Ketegangan di Selat Hormuz memicu lonjakan harga minyak mentah dunia yang luar biasa. Laporan terkini menunjukkan potensi harga BBM di Indonesia meroket hingga angka 24 ribu rupiah! Simak analisis dampak ekonomi, ancaman inflasi, dan nasib subsidi energi Indonesia di tengah eskalasi perang yang tak kunjung usai.\n\nYuk Subscribe \n   /   \n   /   \n   /   \n\nTanggal Tayang: 20 APRIL 2026\n\nSelengkapnya baca di: https://nasional.sindonews.com/\n\nFollow WA Channel: https://whatsapp.com/channel/0029Va9l...\nFollow our Official TikTok   / sindonews  \nFollow our Official Twitter   / sindonews    \nLike our Official Facebook   / sindonews   \nFollow our Official Instagram   / sindonews  \n\nUploader: Dimas\n\n#HargaBBM #EkonomiIndonesia #PerangTimur Tengah #BBMNaik #BreakingNews #Inflasi #InfoTerkini\n#iran #israel #perangtimurtengah #SindoNews #Viral #BeritaTerkini", "post_id": "KV1Y9fPsKpI"}}, {"key": "sindopodcast", "attributes": {"label": "sindopodcast", "x": 557.188156548814, "y": 930.5262696248113, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 5.5474, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "KV1Y9fPsKpI", "id": "sindopodcast", "source": "youtube-000001", "content": "INDONESIA SIAGA! Imbas Perang Timur Tengah, Harga BBM Tembus 24 Ribu Rupiah Rakyat Menjerit! | BN\n\nKonflik antara AS, Israel, dan Iran kini dampaknya sudah sampai ke depan pintu rumah kita. Ketegangan di Selat Hormuz memicu lonjakan harga minyak mentah dunia yang luar biasa. Laporan terkini menunjukkan potensi harga BBM di Indonesia meroket hingga angka 24 ribu rupiah! Simak analisis dampak ekonomi, ancaman inflasi, dan nasib subsidi energi Indonesia di tengah eskalasi perang yang tak kunjung usai.\n\nYuk Subscribe \n   /   \n   /   \n   /   \n\nTanggal Tayang: 20 APRIL 2026\n\nSelengkapnya baca di: https://nasional.sindonews.com/\n\nFollow WA Channel: https://whatsapp.com/channel/0029Va9l...\nFollow our Official TikTok   / sindonews  \nFollow our Official Twitter   / sindonews    \nLike our Official Facebook   / sindonews   \nFollow our Official Instagram   / sindonews  \n\nUploader: Dimas\n\n#HargaBBM #EkonomiIndonesia #PerangTimur Tengah #BBMNaik #BreakingNews #Inflasi #InfoTerkini\n#iran #israel #perangtimurtengah #SindoNews #Viral #BeritaTerkini", "post_id": "KV1Y9fPsKpI"}}, {"key": "sindokalam", "attributes": {"label": "sindokalam", "x": 322.0148917196871, "y": 774.0209394612042, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 5.5474, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "KV1Y9fPsKpI", "id": "sindokalam", "source": "youtube-000001", "content": "INDONESIA SIAGA! Imbas Perang Timur Tengah, Harga BBM Tembus 24 Ribu Rupiah Rakyat Menjerit! | BN\n\nKonflik antara AS, Israel, dan Iran kini dampaknya sudah sampai ke depan pintu rumah kita. Ketegangan di Selat Hormuz memicu lonjakan harga minyak mentah dunia yang luar biasa. Laporan terkini menunjukkan potensi harga BBM di Indonesia meroket hingga angka 24 ribu rupiah! Simak analisis dampak ekonomi, ancaman inflasi, dan nasib subsidi energi Indonesia di tengah eskalasi perang yang tak kunjung usai.\n\nYuk Subscribe \n   /   \n   /   \n   /   \n\nTanggal Tayang: 20 APRIL 2026\n\nSelengkapnya baca di: https://nasional.sindonews.com/\n\nFollow WA Channel: https://whatsapp.com/channel/0029Va9l...\nFollow our Official TikTok   / sindonews  \nFollow our Official Twitter   / sindonews    \nLike our Official Facebook   / sindonews   \nFollow our Official Instagram   / sindonews  \n\nUploader: Dimas\n\n#HargaBBM #EkonomiIndonesia #PerangTimur Tengah #BBMNaik #BreakingNews #Inflasi #InfoTerkini\n#iran #israel #perangtimurtengah #SindoNews #Viral #BeritaTerkini", "post_id": "KV1Y9fPsKpI"}}, {"key": "@NHKWORLDJAPAN", "attributes": {"label": "@NHKWORLDJAPAN", "x": 968.0633006717127, "y": 100.85423029688356, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 4.3226, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "_RB27j8Eork", "id": "@NHKWORLDJAPAN", "source": "youtube-000001", "content": "Analis: Krisis harga minyak dapat mendorong inflasi Jepang—NHK WORLD-JAPAN NEWS\n\nSeorang analis mengatakan krisis Timur Tengah kemungkinan akan berdampak pada ekonomi Jepang, dengan harga minyak yang memicu inflasi. Ia mengatakan hal itu menunjukkan perlunya tindakan pemerintah.\n\nBerita lainnya tentang bisnis dan teknologi: https://www3.nhk.or.jp/nhkworld/en/ne...\n\nSilakan berlangganan DI SINI:    /", "post_id": "_RB27j8Eork"}}, {"key": "nhkworldjapan", "attributes": {"label": "nhkworldjapan", "x": 910.3355290530815, "y": 635.0648416360349, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 7.9969, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "_RB27j8Eork", "id": "nhkworldjapan", "source": "youtube-000001", "content": "Analis: Krisis harga minyak dapat mendorong inflasi Jepang—NHK WORLD-JAPAN NEWS\n\nSeorang analis mengatakan krisis Timur Tengah kemungkinan akan berdampak pada ekonomi Jepang, dengan harga minyak yang memicu inflasi. Ia mengatakan hal itu menunjukkan perlunya tindakan pemerintah.\n\nBerita lainnya tentang bisnis dan teknologi: https://www3.nhk.or.jp/nhkworld/en/ne...\n\nSilakan berlangganan DI SINI:    /", "post_id": "_RB27j8Eork"}}, {"key": "@tvOneNews", "attributes": {"label": "@tvOneNews", "x": 328.9217261867985, "y": 200.64517500289037, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 4.3226, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 6, "degree": 6}, "_id": "gsZH3y601Eg", "id": "@tvOneNews", "source": "youtube-000001", "content": "[LIVE] Timur Tengah Membara, Ekonomi Indonesia Siaga? | Indonesia Business Forum tvOne\n\nJakarta, https://www.tvOnenews.com - [LIVE] Timur Tengah Membara, Ekonomi Indonesia Siaga? | Indonesia Business Forum tvOne\n\nKetegangan geopolitik di kawasan timur tengah masih terus berlangsung, khususnya antara iran, amerika serikat, dan israel. konflik yang berpotensi berlarut-larut ini tidak hanya berdampak pada stabilitas kawasan, tetapi juga memicu kekhawatiran global, terutama terkait ancaman gangguan distribusi energi dunia.\n\nPerundingan terbaru antara Iran dan AS memang masih alot bahkan sempat mandek tanpa kesepakatan setelah pembahasan panjang, meski peluang dialog negosiasi lanjutan masih terbuka dalam waktu dekat untuk dilanjutkan oleh kedua pihak. Namun kita juga harus bersiap dengan segala kemungkinan yang terjadi untuk segala resikonya.\n\nsalah satu titik krusial yang menjadi sorotan adalah selat hormuz, jalur vital yang dilalui sekitar 30% pasokan minyak dunia. ancaman blokade di wilayah ini berpotensi memicu lonjakan harga minyak global secara signifikan.\ndampaknya tentu tidak berhenti di negara-negara yang terlibat konflik. negara berkembang seperti indonesia juga menghadapi risiko ekonomi yang serius mulai dari tekanan inflasi, pelemahan nilai tukar rupiah, hingga meningkatnya beban subsidi energi.\n\nlalu, bagaimana sebenarnya dampak ekonomi dari konflik ini terhadap masyarakat luas? Seberapa besar risiko yang harus diantisipasi oleh indonesia? Dan strategi apa yang perlu disiapkan untuk menghadapi ketidakpastian global ini?\n\nIBF01\nFN01\n\nSaksikan live streaming tvOne hanya di https://www.tvonenews.com/live\nDan jangan lupa untuk follow akun-Akun Sosial Media tvOnenews untuk mendapatkan beragam informasi terkini dan update dari kami:\n\nFacebook -   / tvonenews  \nInstagram -   / tvonenews  \nTwitter -   / tvonenews  \nTikTok -   / tvonenews  \nWebsite - https://tvOnenews.com\nMusic by Declan DP\n   /", "post_id": "gsZH3y601Eg"}}, {"key": "declandpmusic", "attributes": {"label": "declandpmusic", "x": 858.8157306715965, "y": 785.4382960363047, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 4.935, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 6, "out_degree": 0, "degree": 6}, "_id": "gsZH3y601Eg", "id": "declandpmusic", "source": "youtube-000001", "content": "[LIVE] Timur Tengah Membara, Ekonomi Indonesia Siaga? | Indonesia Business Forum tvOne\n\nJakarta, https://www.tvOnenews.com - [LIVE] Timur Tengah Membara, Ekonomi Indonesia Siaga? | Indonesia Business Forum tvOne\n\nKetegangan geopolitik di kawasan timur tengah masih terus berlangsung, khususnya antara iran, amerika serikat, dan israel. konflik yang berpotensi berlarut-larut ini tidak hanya berdampak pada stabilitas kawasan, tetapi juga memicu kekhawatiran global, terutama terkait ancaman gangguan distribusi energi dunia.\n\nPerundingan terbaru antara Iran dan AS memang masih alot bahkan sempat mandek tanpa kesepakatan setelah pembahasan panjang, meski peluang dialog negosiasi lanjutan masih terbuka dalam waktu dekat untuk dilanjutkan oleh kedua pihak. Namun kita juga harus bersiap dengan segala kemungkinan yang terjadi untuk segala resikonya.\n\nsalah satu titik krusial yang menjadi sorotan adalah selat hormuz, jalur vital yang dilalui sekitar 30% pasokan minyak dunia. ancaman blokade di wilayah ini berpotensi memicu lonjakan harga minyak global secara signifikan.\ndampaknya tentu tidak berhenti di negara-negara yang terlibat konflik. negara berkembang seperti indonesia juga menghadapi risiko ekonomi yang serius mulai dari tekanan inflasi, pelemahan nilai tukar rupiah, hingga meningkatnya beban subsidi energi.\n\nlalu, bagaimana sebenarnya dampak ekonomi dari konflik ini terhadap masyarakat luas? Seberapa besar risiko yang harus diantisipasi oleh indonesia? Dan strategi apa yang perlu disiapkan untuk menghadapi ketidakpastian global ini?\n\nIBF01\nFN01\n\nSaksikan live streaming tvOne hanya di https://www.tvonenews.com/live\nDan jangan lupa untuk follow akun-Akun Sosial Media tvOnenews untuk mendapatkan beragam informasi terkini dan update dari kami:\n\nFacebook -   / tvonenews  \nInstagram -   / tvonenews  \nTwitter -   / tvonenews  \nTikTok -   / tvonenews  \nWebsite - https://tvOnenews.com\nMusic by Declan DP\n   /", "post_id": "gsZH3y601Eg"}}, {"key": "@tribunbatamvideo", "attributes": {"label": "@tribunbatamvideo", "x": 883.2660922969866, "y": 617.195648398211, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 4.3226, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "HedWIM9BlQU", "id": "@tribunbatamvideo", "source": "youtube-000001", "content": "Tangis Frustasi Warga AS Harga BBM Melonjak Drastis, Biaya Hidup Menghimpit dan Gaji Tak Cukup\n\nTangis Frustasi Warga AS Harga BBM Melonjak Drastis, Biaya Hidup Menghimpit dan Gaji Tak Cukup\n\nSebuah video yang memperlihatkan seorang perempuan warga Amerika Serikat menangis frustrasi karena meroketnya harga bahan bakar minyak (BBM) viral di media sosial. Video yang diunggah oleh akun Instagram  pada Sabtu (4/4/2026) tersebut menjadi potret nyata tekanan ekonomi di Negeri Paman Sam, di mana kenaikan biaya hidup mulai tidak seimbang dengan pendapatan masyarakat.\n\nDalam unggahan tersebut, ia mengungkapkan kekecewaannya karena lonjakan harga BBM telah memicu kenaikan harga kebutuhan pokok secara keseluruhan. Ia merasa gaji yang diterimanya setiap bulan tidak lagi mampu menutupi pengeluaran sehari-hari yang kian menghimpit. \"Gaji saya tidak bisa mengimbangi kebutuhan pokok,\" keluhnya dalam video yang penuh emosi tersebut.\n\nKondisi ini sejalan dengan laporan The Guardian yang menyebutkan harga minyak mentah di AS telah melampaui 110 dolar AS per barel. Data dari Energy Information Administration (EIA) per 30 Maret 2026 merinci bahwa harga BBM di AS kini menyentuh angka 3,59 dolar hingga 5,33 dolar per galon.\n\nJika dikonversikan ke dalam satuan liter dan mata uang rupiah, masyarakat AS harus merogoh kocek sekitar Rp16.102 untuk harga terendah hingga Rp23.907 untuk harga tertinggi per liternya. Angka ini melonjak tajam akibat imbas konflik di Timur Tengah, terutama dampak dari penutupan Selat Hormuz yang menghambat distribusi energi global. Fenomena ini menunjukkan bahwa krisis energi tidak hanya menekan negara berkembang, tetapi juga mulai menggoyang stabilitas ekonomi warga di negara maju.\n\n#amerika #as #hargabbm #inflasi #biayahidup #ekonomiglobal #krisisekonomi #beritaterkini #hargaminyak #worldnews #infokeuangan #kemiskinan #tribunbatamid\n\n\n\n\nEditor Video: Bregas\nUploader: \n\nSUBSCRIBE, SHARE, and COMMENT.\nUpdate info terkini via tribunbatam.id : http://tribunbatam.id/\n\nFollow akun Instagram :   / tribunbatamdotcom  \nFollow akun Twitter :   / tribunbatamku  \nFollow dan like fanpage Facebook :   / redaksitribunbatam", "post_id": "HedWIM9BlQU"}}, {"key": "palestine.pixel", "attributes": {"label": "palestine.pixel", "x": 416.08983014124544, "y": 438.93185270760137, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 7.9969, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "HedWIM9BlQU", "id": "palestine.pixel", "source": "youtube-000001", "content": "Tangis Frustasi Warga AS Harga BBM Melonjak Drastis, Biaya Hidup Menghimpit dan Gaji Tak Cukup\n\nTangis Frustasi Warga AS Harga BBM Melonjak Drastis, Biaya Hidup Menghimpit dan Gaji Tak Cukup\n\nSebuah video yang memperlihatkan seorang perempuan warga Amerika Serikat menangis frustrasi karena meroketnya harga bahan bakar minyak (BBM) viral di media sosial. Video yang diunggah oleh akun Instagram  pada Sabtu (4/4/2026) tersebut menjadi potret nyata tekanan ekonomi di Negeri Paman Sam, di mana kenaikan biaya hidup mulai tidak seimbang dengan pendapatan masyarakat.\n\nDalam unggahan tersebut, ia mengungkapkan kekecewaannya karena lonjakan harga BBM telah memicu kenaikan harga kebutuhan pokok secara keseluruhan. Ia merasa gaji yang diterimanya setiap bulan tidak lagi mampu menutupi pengeluaran sehari-hari yang kian menghimpit. \"Gaji saya tidak bisa mengimbangi kebutuhan pokok,\" keluhnya dalam video yang penuh emosi tersebut.\n\nKondisi ini sejalan dengan laporan The Guardian yang menyebutkan harga minyak mentah di AS telah melampaui 110 dolar AS per barel. Data dari Energy Information Administration (EIA) per 30 Maret 2026 merinci bahwa harga BBM di AS kini menyentuh angka 3,59 dolar hingga 5,33 dolar per galon.\n\nJika dikonversikan ke dalam satuan liter dan mata uang rupiah, masyarakat AS harus merogoh kocek sekitar Rp16.102 untuk harga terendah hingga Rp23.907 untuk harga tertinggi per liternya. Angka ini melonjak tajam akibat imbas konflik di Timur Tengah, terutama dampak dari penutupan Selat Hormuz yang menghambat distribusi energi global. Fenomena ini menunjukkan bahwa krisis energi tidak hanya menekan negara berkembang, tetapi juga mulai menggoyang stabilitas ekonomi warga di negara maju.\n\n#amerika #as #hargabbm #inflasi #biayahidup #ekonomiglobal #krisisekonomi #beritaterkini #hargaminyak #worldnews #infokeuangan #kemiskinan #tribunbatamid\n\n\n\n\nEditor Video: Bregas\nUploader: \n\nSUBSCRIBE, SHARE, and COMMENT.\nUpdate info terkini via tribunbatam.id : http://tribunbatam.id/\n\nFollow akun Instagram :   / tribunbatamdotcom  \nFollow akun Twitter :   / tribunbatamku  \nFollow dan like fanpage Facebook :   / redaksitribunbatam", "post_id": "HedWIM9BlQU"}}, {"key": "@KoranJakartaYoutubeOfficial", "attributes": {"label": "@KoranJakartaYoutubeOfficial", "x": 55.89978214846158, "y": 331.79302985403405, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 4.3226, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "g1wmGWINf-Q", "id": "@KoranJakartaYoutubeOfficial", "source": "youtube-000001", "content": "INDONESIA SIAGA \"WORST SCENARIO!\" Harga BBM Melonjak & OJK Desak Mitigasi!\n\nAncaman krisis ekonomi global kian nyata! Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama para ekonom memperingatkan potensi \"Worst Scenario\" bagi ekonomi Indonesia akibat lonjakan harga BBM dan konflik Timur Tengah yang memanas.\nApa dampaknya bagi cicilan bank, nasib UMKM, dan harga kebutuhan pokok kita? Dalam video ini, kami membedah transmisi krisis dari jalur energi hingga ke sektor keuangan riil. Simak analisis mendalam mengenai perlunya mitigasi kebijakan moneter untuk menyelamatkan daya beli masyarakat dari hantaman inflasi global.\n\nVideo Editor: Rifqi Rahmandika\n\n#koranjakarta #news #ekonomiindonesia #ojk #hargabbm #krisisglobal #MitigasiEkonomi #beritaterkini #SkenarioTerburuk #perbankan\n============================================================\n\nKunjungi media sosial kami untuk mendapatkan informasi terbaru.\n\nInstagram:   / koranjakarta.id  \nTwitter: https://x.com/koranjakarta_id/\nFacebook:   / koran.jakarta  \nThread: https://www.threads.com/\nTiktok:   / koranjakarta  \n\nWebsite Koran Jakarta : https://koran-jakarta.com\n\nHave any idea, or business inquiries\ndigital-jakarta.com\n\nKebenaran itu Tidak Pernah Memihak!", "post_id": "g1wmGWINf-Q"}}, {"key": "koranjakarta...", "attributes": {"label": "koranjakarta...", "x": 759.255497816549, "y": 473.0115675945371, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 7.9969, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "g1wmGWINf-Q", "id": "koranjakarta...", "source": "youtube-000001", "content": "INDONESIA SIAGA \"WORST SCENARIO!\" Harga BBM Melonjak & OJK Desak Mitigasi!\n\nAncaman krisis ekonomi global kian nyata! Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama para ekonom memperingatkan potensi \"Worst Scenario\" bagi ekonomi Indonesia akibat lonjakan harga BBM dan konflik Timur Tengah yang memanas.\nApa dampaknya bagi cicilan bank, nasib UMKM, dan harga kebutuhan pokok kita? Dalam video ini, kami membedah transmisi krisis dari jalur energi hingga ke sektor keuangan riil. Simak analisis mendalam mengenai perlunya mitigasi kebijakan moneter untuk menyelamatkan daya beli masyarakat dari hantaman inflasi global.\n\nVideo Editor: Rifqi Rahmandika\n\n#koranjakarta #news #ekonomiindonesia #ojk #hargabbm #krisisglobal #MitigasiEkonomi #beritaterkini #SkenarioTerburuk #perbankan\n============================================================\n\nKunjungi media sosial kami untuk mendapatkan informasi terbaru.\n\nInstagram:   / koranjakarta.id  \nTwitter: https://x.com/koranjakarta_id/\nFacebook:   / koran.jakarta  \nThread: https://www.threads.com/\nTiktok:   / koranjakarta  \n\nWebsite Koran Jakarta : https://koran-jakarta.com\n\nHave any idea, or business inquiries\ndigital-jakarta.com\n\nKebenaran itu Tidak Pernah Memihak!", "post_id": "g1wmGWINf-Q"}}, {"key": "@cgtnamerica", "attributes": {"label": "@cgtnamerica", "x": 941.8273873465478, "y": 372.9138407023733, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 4.3226, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 4, "degree": 4}, "_id": "JFeD82MBZrk", "id": "@cgtnamerica", "source": "youtube-000001", "content": "Konflik Iran Memicu Lonjakan Inflasi di AS\n\nInflasi AS melonjak pada bulan Maret, dan konflik Iran adalah pendorong utamanya. Sean Callebs dari CGTN berbicara dengan Christopher Clarke, Asisten Profesor Ekonomi di Washington State University, tentang bagaimana pemerintah berencana untuk menjaga harga tetap terkendali dan apa artinya bagi kebijakan suku bunga Federal Reserve. #bizshow #Iran #inflasi #FederalReserve #sukubunga #hargalebihtinggi\n\n0:00 Lonjakan inflasi mengguncang ekonomi AS\n0:21 Perang Iran mendorong harga minyak dan lonjakan inflasi\n0:49 Fed terjebak karena perjuangan melawan inflasi semakin sulit\n1:43 Konsumen merasakan tekanan karena harga melonjak\n3:17 Bisnis terpaksa membebankan biaya kepada konsumen\n4:23 Apa selanjutnya untuk ekonomi AS dan kepercayaan global?\n\nSaksikan CGTN LIVE di komputer, tablet, atau ponsel Anda\nhttps://cgtnamerica.vhx.tv/videos/hd-...\nBerlangganan CGTN America di YouTube\nIkuti CGTN America:\nTwitter: \nFacebook: \nInstagram: \nTikTok: \n\nMateri ini didistribusikan oleh MediaLinks TV, LLC atas nama CCTV. Informasi tambahan tersedia di Departemen Kehakiman, Washington, D.C.", "post_id": "JFeD82MBZrk"}}, {"key": "cgtnamerica", "attributes": {"label": "cgtnamerica", "x": 556.4807530318658, "y": 135.6688833364913, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 5.2412, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 3, "out_degree": 0, "degree": 3}, "_id": "JFeD82MBZrk", "id": "cgtnamerica", "source": "youtube-000001", "content": "Konflik Iran Memicu Lonjakan Inflasi di AS\n\nInflasi AS melonjak pada bulan Maret, dan konflik Iran adalah pendorong utamanya. Sean Callebs dari CGTN berbicara dengan Christopher Clarke, Asisten Profesor Ekonomi di Washington State University, tentang bagaimana pemerintah berencana untuk menjaga harga tetap terkendali dan apa artinya bagi kebijakan suku bunga Federal Reserve. #bizshow #Iran #inflasi #FederalReserve #sukubunga #hargalebihtinggi\n\n0:00 Lonjakan inflasi mengguncang ekonomi AS\n0:21 Perang Iran mendorong harga minyak dan lonjakan inflasi\n0:49 Fed terjebak karena perjuangan melawan inflasi semakin sulit\n1:43 Konsumen merasakan tekanan karena harga melonjak\n3:17 Bisnis terpaksa membebankan biaya kepada konsumen\n4:23 Apa selanjutnya untuk ekonomi AS dan kepercayaan global?\n\nSaksikan CGTN LIVE di komputer, tablet, atau ponsel Anda\nhttps://cgtnamerica.vhx.tv/videos/hd-...\nBerlangganan CGTN America di YouTube\nIkuti CGTN America:\nTwitter: \nFacebook: \nInstagram: \nTikTok: \n\nMateri ini didistribusikan oleh MediaLinks TV, LLC atas nama CCTV. Informasi tambahan tersedia di Departemen Kehakiman, Washington, D.C.", "post_id": "JFeD82MBZrk"}}, {"key": "cgtnamerica.tiktok", "attributes": {"label": "cgtnamerica.tiktok", "x": 311.4986243669109, "y": 108.0759965468988, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 5.2412, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "JFeD82MBZrk", "id": "cgtnamerica.tiktok", "source": "youtube-000001", "content": "Konflik Iran Memicu Lonjakan Inflasi di AS\n\nInflasi AS melonjak pada bulan Maret, dan konflik Iran adalah pendorong utamanya. Sean Callebs dari CGTN berbicara dengan Christopher Clarke, Asisten Profesor Ekonomi di Washington State University, tentang bagaimana pemerintah berencana untuk menjaga harga tetap terkendali dan apa artinya bagi kebijakan suku bunga Federal Reserve. #bizshow #Iran #inflasi #FederalReserve #sukubunga #hargalebihtinggi\n\n0:00 Lonjakan inflasi mengguncang ekonomi AS\n0:21 Perang Iran mendorong harga minyak dan lonjakan inflasi\n0:49 Fed terjebak karena perjuangan melawan inflasi semakin sulit\n1:43 Konsumen merasakan tekanan karena harga melonjak\n3:17 Bisnis terpaksa membebankan biaya kepada konsumen\n4:23 Apa selanjutnya untuk ekonomi AS dan kepercayaan global?\n\nSaksikan CGTN LIVE di komputer, tablet, atau ponsel Anda\nhttps://cgtnamerica.vhx.tv/videos/hd-...\nBerlangganan CGTN America di YouTube\nIkuti CGTN America:\nTwitter: \nFacebook: \nInstagram: \nTikTok: \n\nMateri ini didistribusikan oleh MediaLinks TV, LLC atas nama CCTV. Informasi tambahan tersedia di Departemen Kehakiman, Washington, D.C.", "post_id": "JFeD82MBZrk"}}, {"key": "@TribunnewsSurya", "attributes": {"label": "@TribunnewsSurya", "x": 502.6952595971431, "y": 992.706130939822, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 4.3226, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "0o7-zwpICNs", "id": "@TribunnewsSurya", "source": "youtube-000001", "content": "Harga Pertamax Turbo, Dexlite, Pertamina Dex Naik! Tapi Harga Pertamax Tetap, Begini Kata Pertamina\n\nDownload aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru\n\nEditor Video: Erricson Bernedy S\n\nSURYA.CO.ID - PT Pertamina (Persero) menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi jenis Pertamax Turbo, Dexlite dan Pertamina Dex per 18 April 2026. Sementara itu, harga Pertamax dan Pertamax Green 95 tetap. Vice President Corporate Communication Pertamina, Muhammad Baron, mengungkapkan alasan hanya menaikkan ketiga jenis BBM nonsubsidi.\n\nMenurutnya, penyesuaian harga telah sesuai ketentuan pemerintah yang tertuang dalam Keputusan Menteri ESDM. Melalui beleid itu diatur bahwa penetapan harga BBM nonsubsidi menyesuaikan kondisi terkini di pasar global, mulai dari pergerakan harga minyak mentah hingga kurs rupiah terhadap dollar AS.\n\n\"Penyesuaian harga BBM nonsubsidi mengacu pada Kepmen ESDM, dan keputusan penyesuaian harga hanya berlaku pada Pertamax Turbo, Dexlite dan Pertamina Dex,\" ujarnya kepada Kompas.com, Sabtu (18/4/2026). Adapun kenaikan harga ketiga jenis BBM tersebut terjadi di tengah lonjakan harga energi global imbas perang di Timur Tengah.\n\n\n\nJangan hanya di YouTube, ikuti juga saluran WhatsApp kami! Dapatkan update video terbaru, informasi eksklusif, dan konten menarik lainnya langsung di ponselmu. Klik link di deskripsi untuk bergabung dan jadi yang pertama tahu tentang video-video terbaru dari Harian Surya! Jangan sampai ketinggalan!\nhttps://whatsapp.com/channel/0029VaUt...\n\nWebsite: \nhttps://surabaya.tribunnews.com/\n\nInstagram: \n  / suryaonline  \n\nFacebook: \n  / suryaonline  \n\nYOUTUBE\n   /   \n\n#suryaonline #hariansurya #TribunnewsSURYA", "post_id": "0o7-zwpICNs"}}, {"key": "tribunnewssurya", "attributes": {"label": "tribunnewssurya", "x": 820.5479226317394, "y": 797.5012297775481, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 7.9969, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "0o7-zwpICNs", "id": "tribunnewssurya", "source": "youtube-000001", "content": "Harga Pertamax Turbo, Dexlite, Pertamina Dex Naik! Tapi Harga Pertamax Tetap, Begini Kata Pertamina\n\nDownload aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru\n\nEditor Video: Erricson Bernedy S\n\nSURYA.CO.ID - PT Pertamina (Persero) menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi jenis Pertamax Turbo, Dexlite dan Pertamina Dex per 18 April 2026. Sementara itu, harga Pertamax dan Pertamax Green 95 tetap. Vice President Corporate Communication Pertamina, Muhammad Baron, mengungkapkan alasan hanya menaikkan ketiga jenis BBM nonsubsidi.\n\nMenurutnya, penyesuaian harga telah sesuai ketentuan pemerintah yang tertuang dalam Keputusan Menteri ESDM. Melalui beleid itu diatur bahwa penetapan harga BBM nonsubsidi menyesuaikan kondisi terkini di pasar global, mulai dari pergerakan harga minyak mentah hingga kurs rupiah terhadap dollar AS.\n\n\"Penyesuaian harga BBM nonsubsidi mengacu pada Kepmen ESDM, dan keputusan penyesuaian harga hanya berlaku pada Pertamax Turbo, Dexlite dan Pertamina Dex,\" ujarnya kepada Kompas.com, Sabtu (18/4/2026). Adapun kenaikan harga ketiga jenis BBM tersebut terjadi di tengah lonjakan harga energi global imbas perang di Timur Tengah.\n\n\n\nJangan hanya di YouTube, ikuti juga saluran WhatsApp kami! Dapatkan update video terbaru, informasi eksklusif, dan konten menarik lainnya langsung di ponselmu. Klik link di deskripsi untuk bergabung dan jadi yang pertama tahu tentang video-video terbaru dari Harian Surya! Jangan sampai ketinggalan!\nhttps://whatsapp.com/channel/0029VaUt...\n\nWebsite: \nhttps://surabaya.tribunnews.com/\n\nInstagram: \n  / suryaonline  \n\nFacebook: \n  / suryaonline  \n\nYOUTUBE\n   /   \n\n#suryaonline #hariansurya #TribunnewsSURYA", "post_id": "0o7-zwpICNs"}}, {"key": "@Rystad.Energy", "attributes": {"label": "@Rystad.Energy", "x": 239.84460630159265, "y": 568.8445965506202, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 4.3226, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "n1zqclX5szw", "id": "@Rystad.Energy", "source": "youtube-000001", "content": "Ketidakamanan energi mengubah argumen untuk energi terbarukan, menurut Vegard Vollset.\n\nMari kita bahas energi dan bagaimana kekhawatiran tentang keamanan dan keterjangkauan bahan bakar fosil akibat perang di Timur Tengah memengaruhi adopsi energi terbarukan. Saat kami merekam ini pada hari Senin, 13 April, dunia sedang berada di tengah krisis energi – setidaknya untuk bahan bakar fosil. Harga minyak telah melonjak 40% atau lebih, sementara harga LNG di Eropa dan Asia naik lebih dari 50% dari tingkat sebelum perang, seringkali juga menyeret harga listrik naik. Situasi ini telah menyebabkan banyak orang berpendapat bahwa negara-negara pengimpor harus membangun kapasitas energi terbarukan domestik untuk melindungi diri mereka dari guncangan minyak dan gas di masa depan. Tetapi di beberapa tempat, energi yang aman dan terjangkau bisa berupa bongkahan batu bara dari tambang domestik daripada panel surya impor, dan inflasi serta suku bunga tinggi yang sudah menekan konsumen dapat membuat energi terbarukan menjadi lebih mahal juga.\n\nApa arti krisis bahan bakar fosil saat ini bagi adopsi energi terbarukan dan laju transisi energi?\n\nApa arti krisis bahan bakar fosil saat ini bagi adopsi energi terbarukan dan laju transisi energi?\n\nApakah tekanan – dan respons yang sesuai – yang kita alami saat ini mengubah pemikiran jangka panjang kita tentang sistem energi masa depan?\n\n_____________________________________________________________\n*Analisis Lebih Lanjut*:\nLonjakan harga gas setelah pemogokan di Timur Tengah menaikkan harga listrik Eropa (tersedia untuk non-klien): https://www.rystadenergy.com/insights...\nProspek Penyimpanan Energi: Peran BESS yang semakin meluas dalam sistem energi global (tersedia untuk non-klien): https://www.rystadenergy.com/insights...\nLonjakan harga gas setelah pemogokan di Timur Tengah menaikkan harga listrik Eropa (khusus klien): https://portal.rystadenergy.com/artic...\nKomoditas, pembatasan produksi, dan profitabilitas: tiga tantangan utama untuk energi surya di tahun 2026 (khusus klien): https://portal.rystadenergy.com/artic...\n\n_____________________________________________________________\nEpisode Terkait\nEskalasi di Timur Tengah dan perebutan LNG, bersama Sindre Knutsson: https://www.rystadenergy.com/podcasts...\nBagaimana caranya Dampak konflik Timur Tengah terhadap energi dan ekonomi? Bersama Claudio Galimberti: https://www.rystadenergy.com/podcasts...\nBisakah konflik Timur Tengah merusak rantai pasokan energi? Bersama Matthew Fitzsimmons: https://www.rystadenergy.com/podcasts...\nSiapa yang akan menghasilkan uang di industri energi pada tahun 2026? Bersama Wakil CEO Lars Eirik Nicolaisen: https://www.rystadenergy.com/podcasts...\n\n_____________________________________________________________\n🎙️Let’s Talk Energy adalah produksi Rystad Energy.\nDiproduksi oleh: Laura Rodriguez Skaug & Både Og.\n\nProduser eksekutif: Noah Brenner, Elliot Busby, Evodie Fleury-Greaker & Erik Means.\n\n_____________________________________________________________\nIkuti kami\n► Youtube:    /   \n► LinkedIn:   / rystad-energy  \n► Instagram:   / rystad_energy  \n► Twitter:   /   \n► Facebook:   / rystadenergy  \n\n#keamananenergi #energi terbarukan #transisienergi", "post_id": "n1zqclX5szw"}}, {"key": "rystad.energy", "attributes": {"label": "rystad.energy", "x": 546.822966317563, "y": 143.66597673793478, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 6.1598, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "n1zqclX5szw", "id": "rystad.energy", "source": "youtube-000001", "content": "Ketidakamanan energi mengubah argumen untuk energi terbarukan, menurut Vegard Vollset.\n\nMari kita bahas energi dan bagaimana kekhawatiran tentang keamanan dan keterjangkauan bahan bakar fosil akibat perang di Timur Tengah memengaruhi adopsi energi terbarukan. Saat kami merekam ini pada hari Senin, 13 April, dunia sedang berada di tengah krisis energi – setidaknya untuk bahan bakar fosil. Harga minyak telah melonjak 40% atau lebih, sementara harga LNG di Eropa dan Asia naik lebih dari 50% dari tingkat sebelum perang, seringkali juga menyeret harga listrik naik. Situasi ini telah menyebabkan banyak orang berpendapat bahwa negara-negara pengimpor harus membangun kapasitas energi terbarukan domestik untuk melindungi diri mereka dari guncangan minyak dan gas di masa depan. Tetapi di beberapa tempat, energi yang aman dan terjangkau bisa berupa bongkahan batu bara dari tambang domestik daripada panel surya impor, dan inflasi serta suku bunga tinggi yang sudah menekan konsumen dapat membuat energi terbarukan menjadi lebih mahal juga.\n\nApa arti krisis bahan bakar fosil saat ini bagi adopsi energi terbarukan dan laju transisi energi?\n\nApa arti krisis bahan bakar fosil saat ini bagi adopsi energi terbarukan dan laju transisi energi?\n\nApakah tekanan – dan respons yang sesuai – yang kita alami saat ini mengubah pemikiran jangka panjang kita tentang sistem energi masa depan?\n\n_____________________________________________________________\n*Analisis Lebih Lanjut*:\nLonjakan harga gas setelah pemogokan di Timur Tengah menaikkan harga listrik Eropa (tersedia untuk non-klien): https://www.rystadenergy.com/insights...\nProspek Penyimpanan Energi: Peran BESS yang semakin meluas dalam sistem energi global (tersedia untuk non-klien): https://www.rystadenergy.com/insights...\nLonjakan harga gas setelah pemogokan di Timur Tengah menaikkan harga listrik Eropa (khusus klien): https://portal.rystadenergy.com/artic...\nKomoditas, pembatasan produksi, dan profitabilitas: tiga tantangan utama untuk energi surya di tahun 2026 (khusus klien): https://portal.rystadenergy.com/artic...\n\n_____________________________________________________________\nEpisode Terkait\nEskalasi di Timur Tengah dan perebutan LNG, bersama Sindre Knutsson: https://www.rystadenergy.com/podcasts...\nBagaimana caranya Dampak konflik Timur Tengah terhadap energi dan ekonomi? Bersama Claudio Galimberti: https://www.rystadenergy.com/podcasts...\nBisakah konflik Timur Tengah merusak rantai pasokan energi? Bersama Matthew Fitzsimmons: https://www.rystadenergy.com/podcasts...\nSiapa yang akan menghasilkan uang di industri energi pada tahun 2026? Bersama Wakil CEO Lars Eirik Nicolaisen: https://www.rystadenergy.com/podcasts...\n\n_____________________________________________________________\n🎙️Let’s Talk Energy adalah produksi Rystad Energy.\nDiproduksi oleh: Laura Rodriguez Skaug & Både Og.\n\nProduser eksekutif: Noah Brenner, Elliot Busby, Evodie Fleury-Greaker & Erik Means.\n\n_____________________________________________________________\nIkuti kami\n► Youtube:    /   \n► LinkedIn:   / rystad-energy  \n► Instagram:   / rystad_energy  \n► Twitter:   /   \n► Facebook:   / rystadenergy  \n\n#keamananenergi #energi terbarukan #transisienergi", "post_id": "n1zqclX5szw"}}, {"key": "rystadenergy", "attributes": {"label": "rystadenergy", "x": 659.1206699257242, "y": 101.88907754666855, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 6.1598, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "n1zqclX5szw", "id": "rystadenergy", "source": "youtube-000001", "content": "Ketidakamanan energi mengubah argumen untuk energi terbarukan, menurut Vegard Vollset.\n\nMari kita bahas energi dan bagaimana kekhawatiran tentang keamanan dan keterjangkauan bahan bakar fosil akibat perang di Timur Tengah memengaruhi adopsi energi terbarukan. Saat kami merekam ini pada hari Senin, 13 April, dunia sedang berada di tengah krisis energi – setidaknya untuk bahan bakar fosil. Harga minyak telah melonjak 40% atau lebih, sementara harga LNG di Eropa dan Asia naik lebih dari 50% dari tingkat sebelum perang, seringkali juga menyeret harga listrik naik. Situasi ini telah menyebabkan banyak orang berpendapat bahwa negara-negara pengimpor harus membangun kapasitas energi terbarukan domestik untuk melindungi diri mereka dari guncangan minyak dan gas di masa depan. Tetapi di beberapa tempat, energi yang aman dan terjangkau bisa berupa bongkahan batu bara dari tambang domestik daripada panel surya impor, dan inflasi serta suku bunga tinggi yang sudah menekan konsumen dapat membuat energi terbarukan menjadi lebih mahal juga.\n\nApa arti krisis bahan bakar fosil saat ini bagi adopsi energi terbarukan dan laju transisi energi?\n\nApa arti krisis bahan bakar fosil saat ini bagi adopsi energi terbarukan dan laju transisi energi?\n\nApakah tekanan – dan respons yang sesuai – yang kita alami saat ini mengubah pemikiran jangka panjang kita tentang sistem energi masa depan?\n\n_____________________________________________________________\n*Analisis Lebih Lanjut*:\nLonjakan harga gas setelah pemogokan di Timur Tengah menaikkan harga listrik Eropa (tersedia untuk non-klien): https://www.rystadenergy.com/insights...\nProspek Penyimpanan Energi: Peran BESS yang semakin meluas dalam sistem energi global (tersedia untuk non-klien): https://www.rystadenergy.com/insights...\nLonjakan harga gas setelah pemogokan di Timur Tengah menaikkan harga listrik Eropa (khusus klien): https://portal.rystadenergy.com/artic...\nKomoditas, pembatasan produksi, dan profitabilitas: tiga tantangan utama untuk energi surya di tahun 2026 (khusus klien): https://portal.rystadenergy.com/artic...\n\n_____________________________________________________________\nEpisode Terkait\nEskalasi di Timur Tengah dan perebutan LNG, bersama Sindre Knutsson: https://www.rystadenergy.com/podcasts...\nBagaimana caranya Dampak konflik Timur Tengah terhadap energi dan ekonomi? Bersama Claudio Galimberti: https://www.rystadenergy.com/podcasts...\nBisakah konflik Timur Tengah merusak rantai pasokan energi? Bersama Matthew Fitzsimmons: https://www.rystadenergy.com/podcasts...\nSiapa yang akan menghasilkan uang di industri energi pada tahun 2026? Bersama Wakil CEO Lars Eirik Nicolaisen: https://www.rystadenergy.com/podcasts...\n\n_____________________________________________________________\n🎙️Let’s Talk Energy adalah produksi Rystad Energy.\nDiproduksi oleh: Laura Rodriguez Skaug & Både Og.\n\nProduser eksekutif: Noah Brenner, Elliot Busby, Evodie Fleury-Greaker & Erik Means.\n\n_____________________________________________________________\nIkuti kami\n► Youtube:    /   \n► LinkedIn:   / rystad-energy  \n► Instagram:   / rystad_energy  \n► Twitter:   /   \n► Facebook:   / rystadenergy  \n\n#keamananenergi #energi terbarukan #transisienergi", "post_id": "n1zqclX5szw"}}, {"key": "@themikegrahamshow", "attributes": {"label": "@themikegrahamshow", "x": 346.2835068663603, "y": 364.7131512062966, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 4.3226, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "Z9bLSvVCdVw", "id": "@themikegrahamshow", "source": "youtube-000001", "content": "“Seperlima dari SELURUH Minyak dan Gas… Mengalir Melalui SELAT Itu” | Liam Halligan MEMPERINGATKA...\n\nAcara Mike Graham Show menampilkan ekonom Liam Halligan yang menganalisis harga minyak, ketegangan di Timur Tengah, dan prospek ekonomi global seiring pasar bereaksi terhadap perkembangan gencatan senjata yang rapuh. Liam Halligan menjelaskan bagaimana gangguan di Selat Hormuz mendorong biaya bahan bakar, inflasi, dan risiko terhadap rantai pasokan makanan. Diskusi mencakup ketergantungan energi, kerentanan Inggris, dan mengapa minyak dan gas tetap menjadi pusat perhatian meskipun ada kebijakan nol emisi bersih. Wawasan tentang pensiun, valuasi saham teknologi, dan ketergantungan AI pada energi menyoroti meningkatnya ketidakpastian keuangan.\n\nTonton episode lengkapnya: https://www.youtube.com/live/hQtVeSpM...\nBerlangganan di sini: https://www.youtube.com/", "post_id": "Z9bLSvVCdVw"}}, {"key": "themikegraha...", "attributes": {"label": "themikegraha...", "x": 960.0861075536355, "y": 198.7415040531927, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 7.9969, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "Z9bLSvVCdVw", "id": "themikegraha...", "source": "youtube-000001", "content": "“Seperlima dari SELURUH Minyak dan Gas… Mengalir Melalui SELAT Itu” | Liam Halligan MEMPERINGATKA...\n\nAcara Mike Graham Show menampilkan ekonom Liam Halligan yang menganalisis harga minyak, ketegangan di Timur Tengah, dan prospek ekonomi global seiring pasar bereaksi terhadap perkembangan gencatan senjata yang rapuh. Liam Halligan menjelaskan bagaimana gangguan di Selat Hormuz mendorong biaya bahan bakar, inflasi, dan risiko terhadap rantai pasokan makanan. Diskusi mencakup ketergantungan energi, kerentanan Inggris, dan mengapa minyak dan gas tetap menjadi pusat perhatian meskipun ada kebijakan nol emisi bersih. Wawasan tentang pensiun, valuasi saham teknologi, dan ketergantungan AI pada energi menyoroti meningkatnya ketidakpastian keuangan.\n\nTonton episode lengkapnya: https://www.youtube.com/live/hQtVeSpM...\nBerlangganan di sini: https://www.youtube.com/", "post_id": "Z9bLSvVCdVw"}}, {"key": "@ETNow", "attributes": {"label": "@ETNow", "x": 485.18186101893724, "y": 187.06945591571412, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 4.3226, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "t2DdnQHDaXk", "id": "@ETNow", "source": "youtube-000001", "content": "India vs Krisis Global: Mampukah Ekonomi Bertahan dari Lonjakan Harga Minyak, Jatuhnya Nilai Rupe...\n\nIndia vs Krisis Global: Bisakah Ekonomi Bertahan dari Lonjakan Harga Minyak, Jatuhnya Nilai Rupee & Gangguan Perang? Analisis Lengkap\n\nEkonomi India menghadapi ujian global yang kritis karena perang yang sedang berlangsung terus mengganggu rantai pasokan minyak dan mendorong risiko inflasi lebih tinggi. Dalam analisis eksklusif ini, Kepala Ekonom Citi menjelaskan bagaimana konflik tersebut dapat memengaruhi pertumbuhan PDB India, lintasan inflasi, dan keputusan kebijakan RBI.\n\n#ekonomiindia #inflasi #rbi #minyakmentah #pasarsahamindia #perangglobal #beritaekonomi\n\nKendalikan uang Anda dengan Economic Times Now.\n\n#etnow #beritabisnis #anggaran2026withetnow\n\nSaluran YouTube -    /   \n\nBerlangganan ET Now untuk Pembaruan Terbaru tentang Berita Pasar Saham, Berita Bisnis, Berita Perusahaan, IPO & Lainnya | https://bit.ly/SubscribeToETNow\n\nBerlangganan Sekarang ke Saluran Jaringan Kami :-\nET Now Swadesh:    / etnowswadesh  \nTimes Now: http://goo.gl/U9ibPb\n\nTautan Media Sosial :-\nTwitter - http://goo.gl/hA0vDt\nFacebook - http://goo.gl/5Lr4mC\n\nSitus web - https://www.etnownews.com\n\nIkuti kami di Google News untuk pembaruan terbaru\nET Now: https://news.google.com/publications/...\nTimes Now Navbharat: https://bit.ly/3zDaKJo \nTimes Now : https://bit.ly/3CyrrYg\nZoom: https://bit.ly/3CEK0dv", "post_id": "t2DdnQHDaXk"}}, {"key": "etnow", "attributes": {"label": "etnow", "x": 589.0688728484353, "y": 986.1709138061403, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 7.9969, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "t2DdnQHDaXk", "id": "etnow", "source": "youtube-000001", "content": "India vs Krisis Global: Mampukah Ekonomi Bertahan dari Lonjakan Harga Minyak, Jatuhnya Nilai Rupe...\n\nIndia vs Krisis Global: Bisakah Ekonomi Bertahan dari Lonjakan Harga Minyak, Jatuhnya Nilai Rupee & Gangguan Perang? Analisis Lengkap\n\nEkonomi India menghadapi ujian global yang kritis karena perang yang sedang berlangsung terus mengganggu rantai pasokan minyak dan mendorong risiko inflasi lebih tinggi. Dalam analisis eksklusif ini, Kepala Ekonom Citi menjelaskan bagaimana konflik tersebut dapat memengaruhi pertumbuhan PDB India, lintasan inflasi, dan keputusan kebijakan RBI.\n\n#ekonomiindia #inflasi #rbi #minyakmentah #pasarsahamindia #perangglobal #beritaekonomi\n\nKendalikan uang Anda dengan Economic Times Now.\n\n#etnow #beritabisnis #anggaran2026withetnow\n\nSaluran YouTube -    /   \n\nBerlangganan ET Now untuk Pembaruan Terbaru tentang Berita Pasar Saham, Berita Bisnis, Berita Perusahaan, IPO & Lainnya | https://bit.ly/SubscribeToETNow\n\nBerlangganan Sekarang ke Saluran Jaringan Kami :-\nET Now Swadesh:    / etnowswadesh  \nTimes Now: http://goo.gl/U9ibPb\n\nTautan Media Sosial :-\nTwitter - http://goo.gl/hA0vDt\nFacebook - http://goo.gl/5Lr4mC\n\nSitus web - https://www.etnownews.com\n\nIkuti kami di Google News untuk pembaruan terbaru\nET Now: https://news.google.com/publications/...\nTimes Now Navbharat: https://bit.ly/3zDaKJo \nTimes Now : https://bit.ly/3CyrrYg\nZoom: https://bit.ly/3CEK0dv", "post_id": "t2DdnQHDaXk"}}, {"key": "@Uponlytech", "attributes": {"label": "@Uponlytech", "x": 478.15851447566496, "y": 92.12314193345128, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 4.3226, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "ACaRZOXhPTg", "id": "@Uponlytech", "source": "youtube-000001", "content": "Mengapa pasar saham AS seolah-olah tidak terjadi apa-apa meskipun konflik dengan Iran tiba-tiba m...\n\n👉Cuplikan, konten selengkapnya:    /   \nPertama, apa arti perkembangan medan perang terbaru?\n\nKedua, bagaimana tepatnya transmisi antara Selat Hormuz, harga minyak, ekspektasi inflasi, dan Federal Reserve terjadi lapis demi lapis?\n\nKetiga, mengapa saya merasa kinerja pasar saat ini lebih seperti gerakan penopangan, belum sepenuhnya memperhitungkan potensi kerugian?\n\nSaya juga akan membahas perspektif klasik Livermore tentang gempa bumi San Francisco. Perspektif itu masih sangat relevan saat ini ketika melihat Selat Hormuz dan S&P 500.\n\n00:00 Pembukaan: Apa yang terjadi dalam situasi AS-Iran akhir pekan ini?\n\n02:03 Detail menarik dalam prediksi pasar: Mengapa probabilitas \"memasuki wilayah Iran\" tiba-tiba menjadi 100%?\n\n03:54 Perkembangan terbaru di Selat Hormuz: Ultimatum, syarat-syarat Iran, dan bagaimana negosiasi selanjutnya.\n\n07:17 Mengapa saham AS belum banyak turun: Livermore, gempa bumi San Francisco, dan logika dukungan pasar.\n\n17:08 Isu-isu nyata kali ini: Harga minyak, inflasi, Federal Reserve, pinjaman swasta—risiko apa yang belum diperhitungkan?\n\nPenafian: Konten video ini hanya untuk tujuan informasi dan analisis pasar dan bukan merupakan nasihat investasi. Semua opini didasarkan pada informasi yang tersedia untuk umum. Investasi mengandung risiko; harap berinvestasi dengan hati-hati.", "post_id": "ACaRZOXhPTg"}}, {"key": "uponlytech", "attributes": {"label": "uponlytech", "x": 722.1281604424806, "y": 553.0346639723507, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 7.9969, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "ACaRZOXhPTg", "id": "uponlytech", "source": "youtube-000001", "content": "Mengapa pasar saham AS seolah-olah tidak terjadi apa-apa meskipun konflik dengan Iran tiba-tiba m...\n\n👉Cuplikan, konten selengkapnya:    /   \nPertama, apa arti perkembangan medan perang terbaru?\n\nKedua, bagaimana tepatnya transmisi antara Selat Hormuz, harga minyak, ekspektasi inflasi, dan Federal Reserve terjadi lapis demi lapis?\n\nKetiga, mengapa saya merasa kinerja pasar saat ini lebih seperti gerakan penopangan, belum sepenuhnya memperhitungkan potensi kerugian?\n\nSaya juga akan membahas perspektif klasik Livermore tentang gempa bumi San Francisco. Perspektif itu masih sangat relevan saat ini ketika melihat Selat Hormuz dan S&P 500.\n\n00:00 Pembukaan: Apa yang terjadi dalam situasi AS-Iran akhir pekan ini?\n\n02:03 Detail menarik dalam prediksi pasar: Mengapa probabilitas \"memasuki wilayah Iran\" tiba-tiba menjadi 100%?\n\n03:54 Perkembangan terbaru di Selat Hormuz: Ultimatum, syarat-syarat Iran, dan bagaimana negosiasi selanjutnya.\n\n07:17 Mengapa saham AS belum banyak turun: Livermore, gempa bumi San Francisco, dan logika dukungan pasar.\n\n17:08 Isu-isu nyata kali ini: Harga minyak, inflasi, Federal Reserve, pinjaman swasta—risiko apa yang belum diperhitungkan?\n\nPenafian: Konten video ini hanya untuk tujuan informasi dan analisis pasar dan bukan merupakan nasihat investasi. Semua opini didasarkan pada informasi yang tersedia untuk umum. Investasi mengandung risiko; harap berinvestasi dengan hati-hati.", "post_id": "ACaRZOXhPTg"}}, {"key": "@KompasTVSukabumi", "attributes": {"label": "@KompasTVSukabumi", "x": 15.019903232362575, "y": 283.41109287580804, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 4.3226, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "j9HEN8HDqeg", "id": "@KompasTVSukabumi", "source": "youtube-000001", "content": "Tiket Pesawat Naik 9 13 Persen, Menko Airlangga Akibat Perang, Harga Avtur Naik\n\nJAKARTA, KOMPAS.TV - Menko Perekonomian Airlangga Hartarto menyebut selama harga minyak dunia tidak melebihi 97 dolar per barel, maka harga BBM subsidi tidak akan naik hingga akhir tahun 2026 ini.\n\nPerang di Timur Tengah mulai berdampak pada biaya operasional penerbangan maskapai domestik. Menteri Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyatakan harga tiket pesawat akan naik sembilan hingga 13 persen.\n\nAirlangga menyatakan dampak dari perkembangan geopolitik dan geoekonomi global telah menyebabkan harga avtur naik. Kenaikan harga avtur akan memengaruhi biaya operasional maskapai nasional.\n\n Oleh karena itu, pemerintah menyiapkan langkah mitigasi agar harga tiket pesawat tetap terjangkau masyarakat. Pemerintah menetapkan kenaikan harga tiket pesawat di kisaran 9 hingga 13 persen. Pemerintah juga akan menanggung PPN tiket pesawat kelas ekonomi. Pemerintah menyiapkan subsidi PPN mencapai satu koma tiga triliun rupiah per bulannya.\n\nSahabat Kompas TV Sukabumi! Jangan lupa like, comment, dan subscribe channel YouTube Kompas TV Sukabumi, juga aktifkan lonceng notifikasi agar tidak ketinggalan update mengenai isu-isu terkini di Indonesia.\n\nJangan lewatkan live streaming Kompas TV 24 jam non stop di https://www.kompas.tv/live.\n\nSosial Media Kompas TV Sukabumi:\nYouTube :    / kompastvsukabumi  \nInstagram :   / kompastvsukabumi  \nFacebook :   / redaksikompastvsukabumi  \nTwitter : \nTikTok :   / kompastvsukabumi", "post_id": "j9HEN8HDqeg"}}, {"key": "ktvsukabumi", "attributes": {"label": "ktvsukabumi", "x": 152.38295779791167, "y": 434.46875658523544, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 7.9969, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "j9HEN8HDqeg", "id": "ktvsukabumi", "source": "youtube-000001", "content": "Tiket Pesawat Naik 9 13 Persen, Menko Airlangga Akibat Perang, Harga Avtur Naik\n\nJAKARTA, KOMPAS.TV - Menko Perekonomian Airlangga Hartarto menyebut selama harga minyak dunia tidak melebihi 97 dolar per barel, maka harga BBM subsidi tidak akan naik hingga akhir tahun 2026 ini.\n\nPerang di Timur Tengah mulai berdampak pada biaya operasional penerbangan maskapai domestik. Menteri Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyatakan harga tiket pesawat akan naik sembilan hingga 13 persen.\n\nAirlangga menyatakan dampak dari perkembangan geopolitik dan geoekonomi global telah menyebabkan harga avtur naik. Kenaikan harga avtur akan memengaruhi biaya operasional maskapai nasional.\n\n Oleh karena itu, pemerintah menyiapkan langkah mitigasi agar harga tiket pesawat tetap terjangkau masyarakat. Pemerintah menetapkan kenaikan harga tiket pesawat di kisaran 9 hingga 13 persen. Pemerintah juga akan menanggung PPN tiket pesawat kelas ekonomi. Pemerintah menyiapkan subsidi PPN mencapai satu koma tiga triliun rupiah per bulannya.\n\nSahabat Kompas TV Sukabumi! Jangan lupa like, comment, dan subscribe channel YouTube Kompas TV Sukabumi, juga aktifkan lonceng notifikasi agar tidak ketinggalan update mengenai isu-isu terkini di Indonesia.\n\nJangan lewatkan live streaming Kompas TV 24 jam non stop di https://www.kompas.tv/live.\n\nSosial Media Kompas TV Sukabumi:\nYouTube :    / kompastvsukabumi  \nInstagram :   / kompastvsukabumi  \nFacebook :   / redaksikompastvsukabumi  \nTwitter : \nTikTok :   / kompastvsukabumi", "post_id": "j9HEN8HDqeg"}}, {"key": "@HongleMoneyOilWar", "attributes": {"label": "@HongleMoneyOilWar", "x": 273.3017726402214, "y": 310.40090292244685, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 4.3226, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "WrGR8Sgt9js", "id": "@HongleMoneyOilWar", "source": "youtube-000001", "content": "Krisis Selat Hormuz: Mengapa Harga Minyak Bisa Meledak Selanjutnya, Analisis Jiang Xueqin\n\nMengapa Selat Hormuz menjadi pusat konflik AS-Iran yang sebenarnya? Dalam video ini, kami menguraikan mengapa pembicaraan Islamabad yang gagal tidak pernah hanya tentang senjata nuklir. Pertempuran sebenarnya adalah perebutan kendali atas jalur energi terpenting di dunia, dan konsekuensinya dapat mengubah harga minyak, inflasi, harga gas, dan ekonomi global.\n\nJika Anda mengikuti geopolitik, pasar minyak, keamanan energi, kebijakan luar negeri AS, Iran, atau ekonomi global, uraian ini akan membantu Anda memahami fase krisis selanjutnya sebelum berita utama muncul. Menurut naskah, variabel kunci yang perlu diperhatikan adalah pengiriman komersial melalui selat, harga minyak mentah Brent di atas $100, dan pelepasan cadangan darurat.\n\nTonton sampai akhir dan beri tahu saya di kolom komentar:\nBisakah AS membuka kembali Selat Hormuz tanpa memicu eskalasi yang jauh lebih besar?\n\n#SelatHormuz #HargaMinyak #ASIran #Geopolitik #EkonomiGlobal\n\n⚠️ PENAFIAN:\nSaluran ini menyediakan komentar edukatif dan analisis sederhana berdasarkan ceramah, kuliah, wawancara, dan ide yang tersedia untuk umum yang terkait dengan Prof. Jiang Xueqin.\nSemua penelitian asli, kuliah, dan kekayaan intelektual milik Prof. Jiang Xueqin dan saluran Predictive History. Saluran ini tidak berafiliasi secara resmi dengan Prof. Jiang Xueqin atau organisasi terkait mana pun.\nMateri yang disajikan di sini ditulis ulang, diringkas, dan dijelaskan dalam bahasa yang lebih sederhana dengan narasi tambahan, pengeditan, visual, dan presentasi untuk membantu khalayak yang lebih luas memahami topik geopolitik dan ekonomi yang kompleks. Video di saluran ini menggunakan avatar bergaya profesor yang dihasilkan AI untuk tujuan bercerita edukatif.\n\nAnalisis dan kuliah asli oleh Prof. Jiang Xueqin \nBerdasarkan Pasal 107 Undang-Undang Hak Cipta tahun 1976, konten ini disajikan berdasarkan Prinsip Penggunaan Wajar untuk tujuan seperti komentar, kritik, pelaporan berita, pengajaran, dan penelitian. Materi ini bersifat transformatif dan ditujukan untuk diskusi pendidikan.\nKonten ini hanya untuk tujuan informasi dan pendidikan dan tidak boleh dianggap sebagai nasihat profesional, keuangan, atau faktual.", "post_id": "WrGR8Sgt9js"}}, {"key": "PredictiveHistory", "attributes": {"label": "PredictiveHistory", "x": 772.1684542116483, "y": 463.2665183374367, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 7.9969, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "WrGR8Sgt9js", "id": "PredictiveHistory", "source": "youtube-000001", "content": "Krisis Selat Hormuz: Mengapa Harga Minyak Bisa Meledak Selanjutnya, Analisis Jiang Xueqin\n\nMengapa Selat Hormuz menjadi pusat konflik AS-Iran yang sebenarnya? Dalam video ini, kami menguraikan mengapa pembicaraan Islamabad yang gagal tidak pernah hanya tentang senjata nuklir. Pertempuran sebenarnya adalah perebutan kendali atas jalur energi terpenting di dunia, dan konsekuensinya dapat mengubah harga minyak, inflasi, harga gas, dan ekonomi global.\n\nJika Anda mengikuti geopolitik, pasar minyak, keamanan energi, kebijakan luar negeri AS, Iran, atau ekonomi global, uraian ini akan membantu Anda memahami fase krisis selanjutnya sebelum berita utama muncul. Menurut naskah, variabel kunci yang perlu diperhatikan adalah pengiriman komersial melalui selat, harga minyak mentah Brent di atas $100, dan pelepasan cadangan darurat.\n\nTonton sampai akhir dan beri tahu saya di kolom komentar:\nBisakah AS membuka kembali Selat Hormuz tanpa memicu eskalasi yang jauh lebih besar?\n\n#SelatHormuz #HargaMinyak #ASIran #Geopolitik #EkonomiGlobal\n\n⚠️ PENAFIAN:\nSaluran ini menyediakan komentar edukatif dan analisis sederhana berdasarkan ceramah, kuliah, wawancara, dan ide yang tersedia untuk umum yang terkait dengan Prof. Jiang Xueqin.\nSemua penelitian asli, kuliah, dan kekayaan intelektual milik Prof. Jiang Xueqin dan saluran Predictive History. Saluran ini tidak berafiliasi secara resmi dengan Prof. Jiang Xueqin atau organisasi terkait mana pun.\nMateri yang disajikan di sini ditulis ulang, diringkas, dan dijelaskan dalam bahasa yang lebih sederhana dengan narasi tambahan, pengeditan, visual, dan presentasi untuk membantu khalayak yang lebih luas memahami topik geopolitik dan ekonomi yang kompleks. Video di saluran ini menggunakan avatar bergaya profesor yang dihasilkan AI untuk tujuan bercerita edukatif.\n\nAnalisis dan kuliah asli oleh Prof. Jiang Xueqin \nBerdasarkan Pasal 107 Undang-Undang Hak Cipta tahun 1976, konten ini disajikan berdasarkan Prinsip Penggunaan Wajar untuk tujuan seperti komentar, kritik, pelaporan berita, pengajaran, dan penelitian. Materi ini bersifat transformatif dan ditujukan untuk diskusi pendidikan.\nKonten ini hanya untuk tujuan informasi dan pendidikan dan tidak boleh dianggap sebagai nasihat profesional, keuangan, atau faktual.", "post_id": "WrGR8Sgt9js"}}, {"key": "@NDTVProfitIndia", "attributes": {"label": "@NDTVProfitIndia", "x": 443.95756624271655, "y": 715.6663998465476, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 4.3226, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "ZZELzG33e5k", "id": "@NDTVProfitIndia", "source": "youtube-000001", "content": "Saksikan Selengkapnya: Gubernur RBI Mengungkap 5 Risiko Utama Bagi India Akibat Perang AS-Iran\n\nKomite Kebijakan Moneter yang dipimpin oleh Gubernur Bank Sentral India (RBI), Sanjay Malhotra, dengan suara bulat memutuskan untuk mempertahankan suku bunga repo tidak berubah di angka 5,25% dan mempertahankan sikap 'netral'.\n\nTerdapat konsensus luas di antara para ekonom bahwa Komite Kebijakan Moneter RBI akan tetap mempertahankan suku bunga saat ini untuk kedua kalinya sambil menilai perkembangan kondisi global dan domestik.\n\nPertemuan ini merupakan yang pertama di tahun fiskal baru dan berlangsung dalam latar belakang yang sangat berbeda dari bulan Februari, setelah ketegangan di Timur Tengah mengganggu jalur pasokan minyak dan mendorong kenaikan harga minyak mentah. Malhotra mengakui risiko inflasi dari harga energi global yang lebih tinggi tetapi menyatakan keyakinannya pada fundamental makroekonomi negara.\n\nSejak Februari tahun lalu, RBI telah memangkas suku bunga sebesar total 125 basis poin, dengan pemangkasan suku bunga terakhir dilaporkan pada Desember 2025.\n\nSaksikan Pidato Lengkap Gubernur RBI Sanjay Malhotra\n\n#rbi #mpc #reservebank #reservebankofindia #rbigovernor #sanjaymalhotra #westasiawar #usiranwar #iranwar #iranisraelwar #iranisraelconflict #usiranconflict #israelnews #reporter #inflasi\n\nUntuk video lainnya, berlangganan saluran kami:    /   \nKunjungi NDTV Profit untuk berita lainnya: https://www.ndtvprofit.com/\nJangan memasuki pasar saham tanpa pengetahuan. Baca semua Laporan Penelitian di sini: https://www.ndtvprofit.com/research-r...\n\nIkuti NDTV Profit di sini\nTwitter:   / ndtvprofitindia   ,   / ndtvprofit  \nLinkedIn:   / ndtvprofit  \nInstagram:   / ndtvprofit  \nFacebook:   / ndtvprofit", "post_id": "ZZELzG33e5k"}}, {"key": "ndtvprofitindia", "attributes": {"label": "ndtvprofitindia", "x": 612.4995576702828, "y": 390.92110561551084, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 7.9969, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "ZZELzG33e5k", "id": "ndtvprofitindia", "source": "youtube-000001", "content": "Saksikan Selengkapnya: Gubernur RBI Mengungkap 5 Risiko Utama Bagi India Akibat Perang AS-Iran\n\nKomite Kebijakan Moneter yang dipimpin oleh Gubernur Bank Sentral India (RBI), Sanjay Malhotra, dengan suara bulat memutuskan untuk mempertahankan suku bunga repo tidak berubah di angka 5,25% dan mempertahankan sikap 'netral'.\n\nTerdapat konsensus luas di antara para ekonom bahwa Komite Kebijakan Moneter RBI akan tetap mempertahankan suku bunga saat ini untuk kedua kalinya sambil menilai perkembangan kondisi global dan domestik.\n\nPertemuan ini merupakan yang pertama di tahun fiskal baru dan berlangsung dalam latar belakang yang sangat berbeda dari bulan Februari, setelah ketegangan di Timur Tengah mengganggu jalur pasokan minyak dan mendorong kenaikan harga minyak mentah. Malhotra mengakui risiko inflasi dari harga energi global yang lebih tinggi tetapi menyatakan keyakinannya pada fundamental makroekonomi negara.\n\nSejak Februari tahun lalu, RBI telah memangkas suku bunga sebesar total 125 basis poin, dengan pemangkasan suku bunga terakhir dilaporkan pada Desember 2025.\n\nSaksikan Pidato Lengkap Gubernur RBI Sanjay Malhotra\n\n#rbi #mpc #reservebank #reservebankofindia #rbigovernor #sanjaymalhotra #westasiawar #usiranwar #iranwar #iranisraelwar #iranisraelconflict #usiranconflict #israelnews #reporter #inflasi\n\nUntuk video lainnya, berlangganan saluran kami:    /   \nKunjungi NDTV Profit untuk berita lainnya: https://www.ndtvprofit.com/\nJangan memasuki pasar saham tanpa pengetahuan. Baca semua Laporan Penelitian di sini: https://www.ndtvprofit.com/research-r...\n\nIkuti NDTV Profit di sini\nTwitter:   / ndtvprofitindia   ,   / ndtvprofit  \nLinkedIn:   / ndtvprofit  \nInstagram:   / ndtvprofit  \nFacebook:   / ndtvprofit", "post_id": "ZZELzG33e5k"}}, {"key": "@yonhapnewstv23", "attributes": {"label": "@yonhapnewstv23", "x": 590.5342928240809, "y": 365.5585798451453, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 4.3226, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "YBBgierCEWo", "id": "@yonhapnewstv23", "source": "youtube-000001", "content": "Buku Hijau Kurang Mencakup ‘Pemulihan Ekonomi’… “Risiko Penurunan yang Meningkat” / YonhapnewsTV\n\n[Pembawa Acara]\n\nPemerintah telah menilai bahwa dampak perang Timur Tengah terhadap perekonomian kita semakin jelas.\n\nLebih jauh dari sekadar kata \"kekhawatiran\" yang digunakan sebulan lalu, pemerintah menilai bahwa risiko penurunan ekonomi semakin meningkat.\n\nLaporan oleh Reporter Kim Soo-bin.\n\n[Reporter]\n\nBulan lalu, pemerintah menyatakan kekhawatiran atas \"risiko penurunan ekonomi\" akibat dampak perang Timur Tengah.\n\nNamun, bulan ini, pemerintah melangkah lebih jauh dan menilai bahwa \"risiko penurunan ekonomi semakin meningkat.\"\n\nIni adalah penilaian bahwa perang yang berkepanjangan telah mulai memengaruhi perekonomian secara keseluruhan.\n\nFrasa \"tren pemulihan ekonomi,\" yang telah digunakan sejak November lalu, juga dihilangkan kali ini.\n\nNamun, pemerintah menarik garis batas, dengan menyatakan, \"Sulit untuk melihat perekonomian telah langsung memasuki masa penurunan.\"\n\nIni menjelaskan bahwa tren ekonomi secara bertahap berubah karena perang telah berlangsung lebih dari sebulan.\n\nYang pertama kali terpengaruh, tentu saja, adalah harga. [Cho Seong-jung / Kepala Divisi Tren Ekonomi, Kementerian Keuangan dan Ekonomi] \"Meskipun permintaan domestik terus menunjukkan peningkatan, sentimen konsumen dan bisnis melambat karena dampak perang di Timur Tengah. Ada kekhawatiran mengenai kenaikan harga yang didorong oleh faktor-faktor seperti kenaikan harga minyak internasional dan peningkatan beban pada mata pencaharian masyarakat.\"\n\nFaktanya, harga konsumen naik 2,2% bulan lalu, terutama didorong oleh produk minyak bumi, menandai peningkatan kembali laju kenaikan.\n\nSelain itu, harga impor melonjak lebih dari 16% hanya dalam satu bulan, yang diperkirakan akan mendorong harga konsumen naik lebih lanjut setelah jeda waktu.\n\nBank Sentral Korea juga mengantisipasi kemungkinan inflasi akan melebihi perkiraan sebelumnya sebesar 2,2%.\n\nNamun, masih terlalu dini untuk bersikap pesimis.\n\nMeskipun Dana Moneter Internasional (IMF) menurunkan perkiraan pertumbuhan globalnya, mereka mempertahankan tingkat pertumbuhan Korea, sedangkan Bank Pembangunan Asia (ADB) justru menaikkan proyeksinya.\n\nPenilaian menunjukkan bahwa respons kebijakan, seperti ekspor dan anggaran tambahan, sebagian mampu menyerap dampak guncangan tersebut.\n\nArah perekonomian kita tahun ini tampaknya akan bergantung pada seberapa efektif dampak guncangan perang dapat diatasi.\n\nIni Kim Soo-bin dari Yonhap News TV.\n\n\n[Liputan Video oleh Seo Chung-won]\n\n[Ulasan Berita]\n\n#Harga #TrenEkonomi #BukuHijau #PerangTimurTengah #RisikoPenurunanEkonomi #KementerianKeuanganDanEkonomi\n\n▣ Berlangganan 'Docu-Digging', saluran dokumenter khusus Yonhap News TV\n\n   / -digging  \n\n▣ Berlangganan Saluran YouTube Yonhap News TV\n\n   /   \n\n▣ Awal Berita Korea, Yonhap News TV / Yonhap News TV\n\nhttp://www.yonhapnewstv.co.kr/", "post_id": "YBBgierCEWo"}}, {"key": "docu", "attributes": {"label": "docu", "x": 542.83494374522, "y": 295.67734901698884, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 6.1598, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "YBBgierCEWo", "id": "docu", "source": "youtube-000001", "content": "Buku Hijau Kurang Mencakup ‘Pemulihan Ekonomi’… “Risiko Penurunan yang Meningkat” / YonhapnewsTV\n\n[Pembawa Acara]\n\nPemerintah telah menilai bahwa dampak perang Timur Tengah terhadap perekonomian kita semakin jelas.\n\nLebih jauh dari sekadar kata \"kekhawatiran\" yang digunakan sebulan lalu, pemerintah menilai bahwa risiko penurunan ekonomi semakin meningkat.\n\nLaporan oleh Reporter Kim Soo-bin.\n\n[Reporter]\n\nBulan lalu, pemerintah menyatakan kekhawatiran atas \"risiko penurunan ekonomi\" akibat dampak perang Timur Tengah.\n\nNamun, bulan ini, pemerintah melangkah lebih jauh dan menilai bahwa \"risiko penurunan ekonomi semakin meningkat.\"\n\nIni adalah penilaian bahwa perang yang berkepanjangan telah mulai memengaruhi perekonomian secara keseluruhan.\n\nFrasa \"tren pemulihan ekonomi,\" yang telah digunakan sejak November lalu, juga dihilangkan kali ini.\n\nNamun, pemerintah menarik garis batas, dengan menyatakan, \"Sulit untuk melihat perekonomian telah langsung memasuki masa penurunan.\"\n\nIni menjelaskan bahwa tren ekonomi secara bertahap berubah karena perang telah berlangsung lebih dari sebulan.\n\nYang pertama kali terpengaruh, tentu saja, adalah harga. [Cho Seong-jung / Kepala Divisi Tren Ekonomi, Kementerian Keuangan dan Ekonomi] \"Meskipun permintaan domestik terus menunjukkan peningkatan, sentimen konsumen dan bisnis melambat karena dampak perang di Timur Tengah. Ada kekhawatiran mengenai kenaikan harga yang didorong oleh faktor-faktor seperti kenaikan harga minyak internasional dan peningkatan beban pada mata pencaharian masyarakat.\"\n\nFaktanya, harga konsumen naik 2,2% bulan lalu, terutama didorong oleh produk minyak bumi, menandai peningkatan kembali laju kenaikan.\n\nSelain itu, harga impor melonjak lebih dari 16% hanya dalam satu bulan, yang diperkirakan akan mendorong harga konsumen naik lebih lanjut setelah jeda waktu.\n\nBank Sentral Korea juga mengantisipasi kemungkinan inflasi akan melebihi perkiraan sebelumnya sebesar 2,2%.\n\nNamun, masih terlalu dini untuk bersikap pesimis.\n\nMeskipun Dana Moneter Internasional (IMF) menurunkan perkiraan pertumbuhan globalnya, mereka mempertahankan tingkat pertumbuhan Korea, sedangkan Bank Pembangunan Asia (ADB) justru menaikkan proyeksinya.\n\nPenilaian menunjukkan bahwa respons kebijakan, seperti ekspor dan anggaran tambahan, sebagian mampu menyerap dampak guncangan tersebut.\n\nArah perekonomian kita tahun ini tampaknya akan bergantung pada seberapa efektif dampak guncangan perang dapat diatasi.\n\nIni Kim Soo-bin dari Yonhap News TV.\n\n\n[Liputan Video oleh Seo Chung-won]\n\n[Ulasan Berita]\n\n#Harga #TrenEkonomi #BukuHijau #PerangTimurTengah #RisikoPenurunanEkonomi #KementerianKeuanganDanEkonomi\n\n▣ Berlangganan 'Docu-Digging', saluran dokumenter khusus Yonhap News TV\n\n   / -digging  \n\n▣ Berlangganan Saluran YouTube Yonhap News TV\n\n   /   \n\n▣ Awal Berita Korea, Yonhap News TV / Yonhap News TV\n\nhttp://www.yonhapnewstv.co.kr/", "post_id": "YBBgierCEWo"}}, {"key": "yonhapnewstv23", "attributes": {"label": "yonhapnewstv23", "x": 794.9026900627443, "y": 782.185948119387, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 6.1598, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "YBBgierCEWo", "id": "yonhapnewstv23", "source": "youtube-000001", "content": "Buku Hijau Kurang Mencakup ‘Pemulihan Ekonomi’… “Risiko Penurunan yang Meningkat” / YonhapnewsTV\n\n[Pembawa Acara]\n\nPemerintah telah menilai bahwa dampak perang Timur Tengah terhadap perekonomian kita semakin jelas.\n\nLebih jauh dari sekadar kata \"kekhawatiran\" yang digunakan sebulan lalu, pemerintah menilai bahwa risiko penurunan ekonomi semakin meningkat.\n\nLaporan oleh Reporter Kim Soo-bin.\n\n[Reporter]\n\nBulan lalu, pemerintah menyatakan kekhawatiran atas \"risiko penurunan ekonomi\" akibat dampak perang Timur Tengah.\n\nNamun, bulan ini, pemerintah melangkah lebih jauh dan menilai bahwa \"risiko penurunan ekonomi semakin meningkat.\"\n\nIni adalah penilaian bahwa perang yang berkepanjangan telah mulai memengaruhi perekonomian secara keseluruhan.\n\nFrasa \"tren pemulihan ekonomi,\" yang telah digunakan sejak November lalu, juga dihilangkan kali ini.\n\nNamun, pemerintah menarik garis batas, dengan menyatakan, \"Sulit untuk melihat perekonomian telah langsung memasuki masa penurunan.\"\n\nIni menjelaskan bahwa tren ekonomi secara bertahap berubah karena perang telah berlangsung lebih dari sebulan.\n\nYang pertama kali terpengaruh, tentu saja, adalah harga. [Cho Seong-jung / Kepala Divisi Tren Ekonomi, Kementerian Keuangan dan Ekonomi] \"Meskipun permintaan domestik terus menunjukkan peningkatan, sentimen konsumen dan bisnis melambat karena dampak perang di Timur Tengah. Ada kekhawatiran mengenai kenaikan harga yang didorong oleh faktor-faktor seperti kenaikan harga minyak internasional dan peningkatan beban pada mata pencaharian masyarakat.\"\n\nFaktanya, harga konsumen naik 2,2% bulan lalu, terutama didorong oleh produk minyak bumi, menandai peningkatan kembali laju kenaikan.\n\nSelain itu, harga impor melonjak lebih dari 16% hanya dalam satu bulan, yang diperkirakan akan mendorong harga konsumen naik lebih lanjut setelah jeda waktu.\n\nBank Sentral Korea juga mengantisipasi kemungkinan inflasi akan melebihi perkiraan sebelumnya sebesar 2,2%.\n\nNamun, masih terlalu dini untuk bersikap pesimis.\n\nMeskipun Dana Moneter Internasional (IMF) menurunkan perkiraan pertumbuhan globalnya, mereka mempertahankan tingkat pertumbuhan Korea, sedangkan Bank Pembangunan Asia (ADB) justru menaikkan proyeksinya.\n\nPenilaian menunjukkan bahwa respons kebijakan, seperti ekspor dan anggaran tambahan, sebagian mampu menyerap dampak guncangan tersebut.\n\nArah perekonomian kita tahun ini tampaknya akan bergantung pada seberapa efektif dampak guncangan perang dapat diatasi.\n\nIni Kim Soo-bin dari Yonhap News TV.\n\n\n[Liputan Video oleh Seo Chung-won]\n\n[Ulasan Berita]\n\n#Harga #TrenEkonomi #BukuHijau #PerangTimurTengah #RisikoPenurunanEkonomi #KementerianKeuanganDanEkonomi\n\n▣ Berlangganan 'Docu-Digging', saluran dokumenter khusus Yonhap News TV\n\n   / -digging  \n\n▣ Berlangganan Saluran YouTube Yonhap News TV\n\n   /   \n\n▣ Awal Berita Korea, Yonhap News TV / Yonhap News TV\n\nhttp://www.yonhapnewstv.co.kr/", "post_id": "YBBgierCEWo"}}, {"key": "@arahbangsaindonesia", "attributes": {"label": "@arahbangsaindonesia", "x": 922.376987777982, "y": 416.66758312253637, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 4.3226, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "z874V65Hl90", "id": "@arahbangsaindonesia", "source": "youtube-000001", "content": "RUU ASET, PMI & BBM SUBSIDI DISOROT, HAJI & FILM IKUT DIBAHAS | KILAS PARLEMEN - 08 APRIL 2026\n\nRapat DPR RI hari ini menyoroti sejumlah isu yang sedang ramai dibicarakan rakyat, dari energi hingga pendidikan dan perlindungan masyarakat.\n\nRUU ASET, PMI & BBM SUBSIDI DISOROT, HAJI & FILM IKUT DIBAHAS | KILAS PARLEMEN - 08 APRIL 2026\n\nRingkasan pembahasan:\n\nRUU Perampasan Aset kembali dibahas Komisi III bersama PERMAHI dan pakar hukum. DPR menyoroti risiko penyalahgunaan kekuasaan dan pentingnya transparansi serta perlindungan hak hukum dan HAM. Muhammad Rullyandi dan Chandra M Hamzah menekankan tata kelola aset yang akuntabel. Mercy Chriesty Barends mengingatkan potensi tebang pilih dan perlindungan pihak ketiga.\nPerlindungan pekerja migran dibahas Komisi IX di tengah konflik global. Mukhtarudin menyampaikan langkah mitigasi dan perlindungan PMI. Nurhadi menekankan peningkatan kualitas dan kemampuan PMI.\nIndustri film nasional dibahas Komisi VII. Novita Hardini menyoroti pajak ganda, lemahnya data industri, dan perlindungan tenaga kerja.\nKondisi ekonomi global dibahas Komisi XI bersama Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo. DPR menyoroti stabilitas ekonomi, inflasi, dan dampak konflik global terhadap pasar keuangan.\nInfrastruktur dan pariwisata Bali dibahas Komisi V. Lasarus menyoroti risiko abrasi dan potensi privatisasi pantai publik.\nIndustri gula nasional dibahas Komisi VI. Budi Sulistyono menyoroti ketergantungan impor dan rendahnya efisiensi industri.\nBiaya dan persiapan haji dibahas Komisi VIII. Selly Andriany Gantina menyoroti fasilitas, biaya, dan kesiapan jamaah.\nSistem pendidikan dibahas Komisi X. Bonnie Triyana menyoroti beban kurikulum siswa.\nDistribusi BBM subsidi dibahas Komisi XII. Dewi Yustisiana menekankan pengawasan distribusi agar tepat sasaran.\nRUU Masyarakat Adat dibahas Baleg DPR RI. Fokus pada perlindungan hak adat dan penyelesaian konflik agraria.\nProyek LNG dan dampak lingkungan dibahas Komisi XII. Syarif Fasha menekankan keseimbangan antara ekonomi dan lingkungan.\nSistem imigrasi dibahas Komisi XIII. Umbu Kabunang Rudi Yanto Hunga menyoroti celah sistem dan potensi penyalahgunaan.\n\n#KILASPARLEMEN ABANG TV menghadirkan rangkuman rapat DPR RI dalam fungsi pengawasan, legislasi hingga anggaran terhadap isu-isu yang berdampak langsung pada masyarakat.\n\nABANG TV juga tersedia di:\nTiktok   / abangtv.id  \nInstagram   / abangtv.id  \n\nKami tunggu komentarmu:\nYoutube    /   \n\n#abangtv #kilasparlemen #dprri #rapatdpr #beritapolitik #isunasional #kebijakanpublik", "post_id": "z874V65Hl90"}}, {"key": "arahbangsaindonesia", "attributes": {"label": "arahbangsaindonesia", "x": 675.7952234919621, "y": 559.7264969283857, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 7.9969, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "z874V65Hl90", "id": "arahbangsaindonesia", "source": "youtube-000001", "content": "RUU ASET, PMI & BBM SUBSIDI DISOROT, HAJI & FILM IKUT DIBAHAS | KILAS PARLEMEN - 08 APRIL 2026\n\nRapat DPR RI hari ini menyoroti sejumlah isu yang sedang ramai dibicarakan rakyat, dari energi hingga pendidikan dan perlindungan masyarakat.\n\nRUU ASET, PMI & BBM SUBSIDI DISOROT, HAJI & FILM IKUT DIBAHAS | KILAS PARLEMEN - 08 APRIL 2026\n\nRingkasan pembahasan:\n\nRUU Perampasan Aset kembali dibahas Komisi III bersama PERMAHI dan pakar hukum. DPR menyoroti risiko penyalahgunaan kekuasaan dan pentingnya transparansi serta perlindungan hak hukum dan HAM. Muhammad Rullyandi dan Chandra M Hamzah menekankan tata kelola aset yang akuntabel. Mercy Chriesty Barends mengingatkan potensi tebang pilih dan perlindungan pihak ketiga.\nPerlindungan pekerja migran dibahas Komisi IX di tengah konflik global. Mukhtarudin menyampaikan langkah mitigasi dan perlindungan PMI. Nurhadi menekankan peningkatan kualitas dan kemampuan PMI.\nIndustri film nasional dibahas Komisi VII. Novita Hardini menyoroti pajak ganda, lemahnya data industri, dan perlindungan tenaga kerja.\nKondisi ekonomi global dibahas Komisi XI bersama Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo. DPR menyoroti stabilitas ekonomi, inflasi, dan dampak konflik global terhadap pasar keuangan.\nInfrastruktur dan pariwisata Bali dibahas Komisi V. Lasarus menyoroti risiko abrasi dan potensi privatisasi pantai publik.\nIndustri gula nasional dibahas Komisi VI. Budi Sulistyono menyoroti ketergantungan impor dan rendahnya efisiensi industri.\nBiaya dan persiapan haji dibahas Komisi VIII. Selly Andriany Gantina menyoroti fasilitas, biaya, dan kesiapan jamaah.\nSistem pendidikan dibahas Komisi X. Bonnie Triyana menyoroti beban kurikulum siswa.\nDistribusi BBM subsidi dibahas Komisi XII. Dewi Yustisiana menekankan pengawasan distribusi agar tepat sasaran.\nRUU Masyarakat Adat dibahas Baleg DPR RI. Fokus pada perlindungan hak adat dan penyelesaian konflik agraria.\nProyek LNG dan dampak lingkungan dibahas Komisi XII. Syarif Fasha menekankan keseimbangan antara ekonomi dan lingkungan.\nSistem imigrasi dibahas Komisi XIII. Umbu Kabunang Rudi Yanto Hunga menyoroti celah sistem dan potensi penyalahgunaan.\n\n#KILASPARLEMEN ABANG TV menghadirkan rangkuman rapat DPR RI dalam fungsi pengawasan, legislasi hingga anggaran terhadap isu-isu yang berdampak langsung pada masyarakat.\n\nABANG TV juga tersedia di:\nTiktok   / abangtv.id  \nInstagram   / abangtv.id  \n\nKami tunggu komentarmu:\nYoutube    /   \n\n#abangtv #kilasparlemen #dprri #rapatdpr #beritapolitik #isunasional #kebijakanpublik", "post_id": "z874V65Hl90"}}, {"key": "@SolusiBCA", "attributes": {"label": "@SolusiBCA", "x": 45.0219931812621, "y": 210.34656522243787, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 4.3226, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 16, "degree": 16}, "_id": "JHsZGiCSiWY", "id": "@SolusiBCA", "source": "youtube-000001", "content": "Wealth Inspiration Webinar BCA House View April 2026\n\nPada 28 Februari 2026, AS melakukan penyerangan ke Iran hingga mendisrupsi lalu lintas di Selat Hormuz, salah satu jalur utama perdagangan minyak dunia. Disrupsi tersebut berdampak paling signifikan ke kawasan Asia hingga beberapa negara seperti Filipina, Korea Selatan, dan Jepang sudah mulai mengambil langkah darurat. Di Indonesia, kenaikan harga minyak akibat perang berpotensi membuat inflasi naik sehingga membatasi ruang pemangkasan suku bunga BI dan membebani kapasitas fiskal pemerintah. Dengan konflik geopolitik yang masih berlanjut, bagaimana dampaknya terhadap pasar finansial global & Indonesia?\n\nMari saksikan ulasan dari BCA mengenai kondisi ekonomi pada Wealth Inspiration Webinar BCA House View Meet The Experts April 2026\n\nDapatkan juga report BCA House View pada Website BCA Prioritas - Market Insight - House View Report - House View April 2026\n\nBagi Bapak dan Ibu yang tertarik untuk memiliki instrumen investasi seperti Obligasi dan Reksa Dana, dapat mendownload aplikasi myBCA dan daftar data investor (Single Investor Identification/SID). \n\nYuk investasi melalui aplikasi myBCA sekarang!\n\nKunjungi Website dan Social Media BCA:\nWebsite: https://www.bca.co.id​\nX:  |  |  |  | \nFacebook: GoodLife BCA | Xpresi BCA | Bank BCA | Kartu Kredit BCA\nIG:  | \nLINE : \nTikTok:   / bankbca  \nLinkedIn: PT Bank Central Asia Tbk.", "post_id": "JHsZGiCSiWY"}}, {"key": "GoodLifeBCA", "attributes": {"label": "GoodLifeBCA", "x": 73.5593765186977, "y": 897.6229753579099, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 4.5523, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 4, "out_degree": 0, "degree": 4}, "_id": "JHsZGiCSiWY", "id": "GoodLifeBCA", "source": "youtube-000001", "content": "Wealth Inspiration Webinar BCA House View April 2026\n\nPada 28 Februari 2026, AS melakukan penyerangan ke Iran hingga mendisrupsi lalu lintas di Selat Hormuz, salah satu jalur utama perdagangan minyak dunia. Disrupsi tersebut berdampak paling signifikan ke kawasan Asia hingga beberapa negara seperti Filipina, Korea Selatan, dan Jepang sudah mulai mengambil langkah darurat. Di Indonesia, kenaikan harga minyak akibat perang berpotensi membuat inflasi naik sehingga membatasi ruang pemangkasan suku bunga BI dan membebani kapasitas fiskal pemerintah. Dengan konflik geopolitik yang masih berlanjut, bagaimana dampaknya terhadap pasar finansial global & Indonesia?\n\nMari saksikan ulasan dari BCA mengenai kondisi ekonomi pada Wealth Inspiration Webinar BCA House View Meet The Experts April 2026\n\nDapatkan juga report BCA House View pada Website BCA Prioritas - Market Insight - House View Report - House View April 2026\n\nBagi Bapak dan Ibu yang tertarik untuk memiliki instrumen investasi seperti Obligasi dan Reksa Dana, dapat mendownload aplikasi myBCA dan daftar data investor (Single Investor Identification/SID). \n\nYuk investasi melalui aplikasi myBCA sekarang!\n\nKunjungi Website dan Social Media BCA:\nWebsite: https://www.bca.co.id​\nX:  |  |  |  | \nFacebook: GoodLife BCA | Xpresi BCA | Bank BCA | Kartu Kredit BCA\nIG:  | \nLINE : \nTikTok:   / bankbca  \nLinkedIn: PT Bank Central Asia Tbk.", "post_id": "JHsZGiCSiWY"}}, {"key": "XpresiBCA", "attributes": {"label": "XpresiBCA", "x": 229.59441274267812, "y": 951.6607481788393, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 4.5523, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "JHsZGiCSiWY", "id": "XpresiBCA", "source": "youtube-000001", "content": "Wealth Inspiration Webinar BCA House View April 2026\n\nPada 28 Februari 2026, AS melakukan penyerangan ke Iran hingga mendisrupsi lalu lintas di Selat Hormuz, salah satu jalur utama perdagangan minyak dunia. Disrupsi tersebut berdampak paling signifikan ke kawasan Asia hingga beberapa negara seperti Filipina, Korea Selatan, dan Jepang sudah mulai mengambil langkah darurat. Di Indonesia, kenaikan harga minyak akibat perang berpotensi membuat inflasi naik sehingga membatasi ruang pemangkasan suku bunga BI dan membebani kapasitas fiskal pemerintah. Dengan konflik geopolitik yang masih berlanjut, bagaimana dampaknya terhadap pasar finansial global & Indonesia?\n\nMari saksikan ulasan dari BCA mengenai kondisi ekonomi pada Wealth Inspiration Webinar BCA House View Meet The Experts April 2026\n\nDapatkan juga report BCA House View pada Website BCA Prioritas - Market Insight - House View Report - House View April 2026\n\nBagi Bapak dan Ibu yang tertarik untuk memiliki instrumen investasi seperti Obligasi dan Reksa Dana, dapat mendownload aplikasi myBCA dan daftar data investor (Single Investor Identification/SID). \n\nYuk investasi melalui aplikasi myBCA sekarang!\n\nKunjungi Website dan Social Media BCA:\nWebsite: https://www.bca.co.id​\nX:  |  |  |  | \nFacebook: GoodLife BCA | Xpresi BCA | Bank BCA | Kartu Kredit BCA\nIG:  | \nLINE : \nTikTok:   / bankbca  \nLinkedIn: PT Bank Central Asia Tbk.", "post_id": "JHsZGiCSiWY"}}, {"key": "BankBCA", "attributes": {"label": "BankBCA", "x": 797.7571016546544, "y": 118.97857316164217, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 4.5523, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 4, "out_degree": 0, "degree": 4}, "_id": "JHsZGiCSiWY", "id": "BankBCA", "source": "youtube-000001", "content": "Wealth Inspiration Webinar BCA House View April 2026\n\nPada 28 Februari 2026, AS melakukan penyerangan ke Iran hingga mendisrupsi lalu lintas di Selat Hormuz, salah satu jalur utama perdagangan minyak dunia. Disrupsi tersebut berdampak paling signifikan ke kawasan Asia hingga beberapa negara seperti Filipina, Korea Selatan, dan Jepang sudah mulai mengambil langkah darurat. Di Indonesia, kenaikan harga minyak akibat perang berpotensi membuat inflasi naik sehingga membatasi ruang pemangkasan suku bunga BI dan membebani kapasitas fiskal pemerintah. Dengan konflik geopolitik yang masih berlanjut, bagaimana dampaknya terhadap pasar finansial global & Indonesia?\n\nMari saksikan ulasan dari BCA mengenai kondisi ekonomi pada Wealth Inspiration Webinar BCA House View Meet The Experts April 2026\n\nDapatkan juga report BCA House View pada Website BCA Prioritas - Market Insight - House View Report - House View April 2026\n\nBagi Bapak dan Ibu yang tertarik untuk memiliki instrumen investasi seperti Obligasi dan Reksa Dana, dapat mendownload aplikasi myBCA dan daftar data investor (Single Investor Identification/SID). \n\nYuk investasi melalui aplikasi myBCA sekarang!\n\nKunjungi Website dan Social Media BCA:\nWebsite: https://www.bca.co.id​\nX:  |  |  |  | \nFacebook: GoodLife BCA | Xpresi BCA | Bank BCA | Kartu Kredit BCA\nIG:  | \nLINE : \nTikTok:   / bankbca  \nLinkedIn: PT Bank Central Asia Tbk.", "post_id": "JHsZGiCSiWY"}}, {"key": "KartuKreditBCA", "attributes": {"label": "KartuKreditBCA", "x": 781.2795419070799, "y": 186.2949326783032, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 4.5523, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "JHsZGiCSiWY", "id": "KartuKreditBCA", "source": "youtube-000001", "content": "Wealth Inspiration Webinar BCA House View April 2026\n\nPada 28 Februari 2026, AS melakukan penyerangan ke Iran hingga mendisrupsi lalu lintas di Selat Hormuz, salah satu jalur utama perdagangan minyak dunia. Disrupsi tersebut berdampak paling signifikan ke kawasan Asia hingga beberapa negara seperti Filipina, Korea Selatan, dan Jepang sudah mulai mengambil langkah darurat. Di Indonesia, kenaikan harga minyak akibat perang berpotensi membuat inflasi naik sehingga membatasi ruang pemangkasan suku bunga BI dan membebani kapasitas fiskal pemerintah. Dengan konflik geopolitik yang masih berlanjut, bagaimana dampaknya terhadap pasar finansial global & Indonesia?\n\nMari saksikan ulasan dari BCA mengenai kondisi ekonomi pada Wealth Inspiration Webinar BCA House View Meet The Experts April 2026\n\nDapatkan juga report BCA House View pada Website BCA Prioritas - Market Insight - House View Report - House View April 2026\n\nBagi Bapak dan Ibu yang tertarik untuk memiliki instrumen investasi seperti Obligasi dan Reksa Dana, dapat mendownload aplikasi myBCA dan daftar data investor (Single Investor Identification/SID). \n\nYuk investasi melalui aplikasi myBCA sekarang!\n\nKunjungi Website dan Social Media BCA:\nWebsite: https://www.bca.co.id​\nX:  |  |  |  | \nFacebook: GoodLife BCA | Xpresi BCA | Bank BCA | Kartu Kredit BCA\nIG:  | \nLINE : \nTikTok:   / bankbca  \nLinkedIn: PT Bank Central Asia Tbk.", "post_id": "JHsZGiCSiWY"}}, {"key": "HaloBCA", "attributes": {"label": "HaloBCA", "x": 841.2536089305041, "y": 110.67381419718936, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 4.5523, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "JHsZGiCSiWY", "id": "HaloBCA", "source": "youtube-000001", "content": "Wealth Inspiration Webinar BCA House View April 2026\n\nPada 28 Februari 2026, AS melakukan penyerangan ke Iran hingga mendisrupsi lalu lintas di Selat Hormuz, salah satu jalur utama perdagangan minyak dunia. Disrupsi tersebut berdampak paling signifikan ke kawasan Asia hingga beberapa negara seperti Filipina, Korea Selatan, dan Jepang sudah mulai mengambil langkah darurat. Di Indonesia, kenaikan harga minyak akibat perang berpotensi membuat inflasi naik sehingga membatasi ruang pemangkasan suku bunga BI dan membebani kapasitas fiskal pemerintah. Dengan konflik geopolitik yang masih berlanjut, bagaimana dampaknya terhadap pasar finansial global & Indonesia?\n\nMari saksikan ulasan dari BCA mengenai kondisi ekonomi pada Wealth Inspiration Webinar BCA House View Meet The Experts April 2026\n\nDapatkan juga report BCA House View pada Website BCA Prioritas - Market Insight - House View Report - House View April 2026\n\nBagi Bapak dan Ibu yang tertarik untuk memiliki instrumen investasi seperti Obligasi dan Reksa Dana, dapat mendownload aplikasi myBCA dan daftar data investor (Single Investor Identification/SID). \n\nYuk investasi melalui aplikasi myBCA sekarang!\n\nKunjungi Website dan Social Media BCA:\nWebsite: https://www.bca.co.id​\nX:  |  |  |  | \nFacebook: GoodLife BCA | Xpresi BCA | Bank BCA | Kartu Kredit BCA\nIG:  | \nLINE : \nTikTok:   / bankbca  \nLinkedIn: PT Bank Central Asia Tbk.", "post_id": "JHsZGiCSiWY"}}, {"key": "LifeAtBCA", "attributes": {"label": "LifeAtBCA", "x": 612.9028042875148, "y": 444.30166496405934, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 4.5523, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "JHsZGiCSiWY", "id": "LifeAtBCA", "source": "youtube-000001", "content": "Wealth Inspiration Webinar BCA House View April 2026\n\nPada 28 Februari 2026, AS melakukan penyerangan ke Iran hingga mendisrupsi lalu lintas di Selat Hormuz, salah satu jalur utama perdagangan minyak dunia. Disrupsi tersebut berdampak paling signifikan ke kawasan Asia hingga beberapa negara seperti Filipina, Korea Selatan, dan Jepang sudah mulai mengambil langkah darurat. Di Indonesia, kenaikan harga minyak akibat perang berpotensi membuat inflasi naik sehingga membatasi ruang pemangkasan suku bunga BI dan membebani kapasitas fiskal pemerintah. Dengan konflik geopolitik yang masih berlanjut, bagaimana dampaknya terhadap pasar finansial global & Indonesia?\n\nMari saksikan ulasan dari BCA mengenai kondisi ekonomi pada Wealth Inspiration Webinar BCA House View Meet The Experts April 2026\n\nDapatkan juga report BCA House View pada Website BCA Prioritas - Market Insight - House View Report - House View April 2026\n\nBagi Bapak dan Ibu yang tertarik untuk memiliki instrumen investasi seperti Obligasi dan Reksa Dana, dapat mendownload aplikasi myBCA dan daftar data investor (Single Investor Identification/SID). \n\nYuk investasi melalui aplikasi myBCA sekarang!\n\nKunjungi Website dan Social Media BCA:\nWebsite: https://www.bca.co.id​\nX:  |  |  |  | \nFacebook: GoodLife BCA | Xpresi BCA | Bank BCA | Kartu Kredit BCA\nIG:  | \nLINE : \nTikTok:   / bankbca  \nLinkedIn: PT Bank Central Asia Tbk.", "post_id": "JHsZGiCSiWY"}}, {"key": "@htzcap", "attributes": {"label": "@htzcap", "x": 469.1394566620792, "y": 164.6490309002362, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 4.3226, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "cnYSWQkX550", "id": "@htzcap", "source": "youtube-000001", "content": "Ini Mulai Menakutkan bagi Pemegang Emas & Perak — Anda Perlu Melihat Ini Sekarang | Peter Schiff\n\nIni Mulai Menakutkan bagi Pemegang Emas & Perak — Anda Perlu Melihat Ini Sekarang | Peter Schiff\n\nHarga minyak juga turun tajam, dengan WTI jatuh lebih dari 10% hingga diperdagangkan di dekat $87.\n\nPergeseran ekspektasi ini mendukung emas, yang sebelumnya kesulitan karena pasar memperkirakan prospek suku bunga yang lebih tinggi dalam jangka waktu lama, terutama dari Federal Reserve.\n\nMeskipun demikian, logam mulia ini kurang mendapat dukungan pembelian yang kuat karena para pedagang memperkirakan Fed akan tetap sabar sebelum melanjutkan pemotongan suku bunga, dengan data Nonfarm Payrolls AS baru-baru ini menunjukkan pasar tenaga kerja yang stabil dan harga minyak masih bertahan di atas level sebelum konflik, sehingga risiko inflasi tetap menjadi fokus.\n\nDalam video hari ini, Peter Schiff berpendapat bahwa reaksi pasar terhadap gencatan senjata Iran lebih berkaitan dengan kebijakan moneter daripada geopolitik.\n\nSchiff mengatakan emas, bitcoin, ekuitas, dan mata uang asing semuanya naik bukan karena perdamaian tiba-tiba membuat dunia lebih aman, tetapi karena investor berasumsi bahwa penurunan harga minyak akan memberi ruang bagi Federal Reserve untuk memotong suku bunga.\n\nMenurutnya, itulah pendorong utama di balik pergerakan harga emas dan perak. Poin yang lebih luas dari Schiff adalah bahwa pasar tetap terpaku pada penurunan suku bunga nominal sambil mengabaikan cerita yang lebih besar: yang penting bagi logam mulia adalah arah suku bunga riil, dan jika inflasi tetap tinggi sementara kebijakan menjadi lebih longgar, latar belakang untuk logam mulia tetap mendukung.\n\nIa memperluas logika tersebut ke komoditas secara lebih luas. Schiff berpendapat bahwa harga minyak mungkin telah jatuh tajam karena berita gencatan senjata, tetapi ia tidak percaya harga energi akan kembali ke titik terendah lama untuk waktu yang lama, dan ia juga tidak berpikir masalah inflasi telah hilang. Dalam kerangka kerja tersebut, emas dan perak tetap menjadi lindung nilai pilihannya terhadap pelemahan dolar dan penurunan daya beli, sementara saham pertambangan menawarkan potensi keuntungan yang lebih besar jika pasar logam mulia kembali menguat.\n\nSchiff menyatakan bahwa investor harus berhati-hati dalam mengejar reli pemulihan di saham AS dan sebaliknya melihat aset riil, pasar luar negeri, dan eksposur yang terkait dengan komoditas sebagai perdagangan yang lebih tahan lama.\n\n*Berlangganan saluran ini*\n   /   \n\n🚨 Lindungi Privasi Anda dengan NordVPN (Diskon 75% + 3 Bulan Gratis!): https://go.nordvpn.net/aff_c?offer_id...\n🔥Dapatkan Panduan Anda untuk Menumpuk Emas dan Perak Secara Efisien: https://goldsilverstacks.com/gold-sil...\n🟡 Dapatkan Buku Pegangan Numismatik Anda - Menguasai Koin AS, Tanggal Penting & Kesalahan: https://goldsilverstacks.com/numismat...\n📧Ringkasan Buletin Mingguan Komentar Logam Mulia: https://goldsilverstacks.com/gold-sil...\n⭐Membantu Bisnis Lokal Sukses dengan Pemasaran Digital (SEO, PPC, Iklan Media Sosial): https://primedigitalnetworksou.com\n\nKredit:\n\nTrump Mengalah pada Iran - Gencatan Senjata Membuktikan Ancaman Itu Kosong\n   • Trump Blinks on Iran - Ceasefire Proves th...  \n\nKami membuat konten edukatif tentang dunia komoditas, menghadirkan berita pasar terbaru dan klip terbaik dari para ahli yang paling dicari di bidang emas dan perak, menjelaskan konsep-konsep kunci yang dibahas dalam episode tersebut, dan mengajarkan fundamental utama emas dan perak agar Anda tetap terinformasi.\n\nPERNYATAAN KEUANGAN Saluran ini bertujuan untuk berbagi kiat dan video investasi dari para ahli. KAMI TIDAK MEMBERIKAN NASIHAT KEUANGAN! Harap berkonsultasi dengan penasihat keuangan berlisensi dan lakukan riset Anda sendiri sebelum mengambil tindakan keuangan apa pun. Kami mendapatkan komisi dari rujukan di atas berdasarkan persentase komisi per biaya yang dihasilkan oleh pendaftaran baru.\n\nPERNYATAAN PENAFIAN HAK CIPTA PENGGUNAAN WAJAR Pernyataan Penafian Hak Cipta Berdasarkan Bagian 107 Undang-Undang Hak Cipta 1976, izin diberikan untuk \"penggunaan wajar\" untuk tujuan seperti kritik, komentar, pelaporan berita, pengajaran, beasiswa, dan penelitian. Penggunaan wajar adalah penggunaan yang diizinkan oleh undang-undang hak cipta yang mungkin melanggar hak cipta. Penggunaan nirlaba, pendidikan, atau pribadi cenderung mendukung penggunaan wajar.\n\n#hargaemas #perak #prediksiemas #prediksiperak #prospekemas #prospekperak #beritaemas #beritaperak #emas #hargaperak #komoditas #htzcap #peterschiff", "post_id": "cnYSWQkX550"}}, {"key": "htzcap", "attributes": {"label": "htzcap", "x": 836.3031241090919, "y": 817.5665646041133, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 6.1598, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "cnYSWQkX550", "id": "htzcap", "source": "youtube-000001", "content": "Ini Mulai Menakutkan bagi Pemegang Emas & Perak — Anda Perlu Melihat Ini Sekarang | Peter Schiff\n\nIni Mulai Menakutkan bagi Pemegang Emas & Perak — Anda Perlu Melihat Ini Sekarang | Peter Schiff\n\nHarga minyak juga turun tajam, dengan WTI jatuh lebih dari 10% hingga diperdagangkan di dekat $87.\n\nPergeseran ekspektasi ini mendukung emas, yang sebelumnya kesulitan karena pasar memperkirakan prospek suku bunga yang lebih tinggi dalam jangka waktu lama, terutama dari Federal Reserve.\n\nMeskipun demikian, logam mulia ini kurang mendapat dukungan pembelian yang kuat karena para pedagang memperkirakan Fed akan tetap sabar sebelum melanjutkan pemotongan suku bunga, dengan data Nonfarm Payrolls AS baru-baru ini menunjukkan pasar tenaga kerja yang stabil dan harga minyak masih bertahan di atas level sebelum konflik, sehingga risiko inflasi tetap menjadi fokus.\n\nDalam video hari ini, Peter Schiff berpendapat bahwa reaksi pasar terhadap gencatan senjata Iran lebih berkaitan dengan kebijakan moneter daripada geopolitik.\n\nSchiff mengatakan emas, bitcoin, ekuitas, dan mata uang asing semuanya naik bukan karena perdamaian tiba-tiba membuat dunia lebih aman, tetapi karena investor berasumsi bahwa penurunan harga minyak akan memberi ruang bagi Federal Reserve untuk memotong suku bunga.\n\nMenurutnya, itulah pendorong utama di balik pergerakan harga emas dan perak. Poin yang lebih luas dari Schiff adalah bahwa pasar tetap terpaku pada penurunan suku bunga nominal sambil mengabaikan cerita yang lebih besar: yang penting bagi logam mulia adalah arah suku bunga riil, dan jika inflasi tetap tinggi sementara kebijakan menjadi lebih longgar, latar belakang untuk logam mulia tetap mendukung.\n\nIa memperluas logika tersebut ke komoditas secara lebih luas. Schiff berpendapat bahwa harga minyak mungkin telah jatuh tajam karena berita gencatan senjata, tetapi ia tidak percaya harga energi akan kembali ke titik terendah lama untuk waktu yang lama, dan ia juga tidak berpikir masalah inflasi telah hilang. Dalam kerangka kerja tersebut, emas dan perak tetap menjadi lindung nilai pilihannya terhadap pelemahan dolar dan penurunan daya beli, sementara saham pertambangan menawarkan potensi keuntungan yang lebih besar jika pasar logam mulia kembali menguat.\n\nSchiff menyatakan bahwa investor harus berhati-hati dalam mengejar reli pemulihan di saham AS dan sebaliknya melihat aset riil, pasar luar negeri, dan eksposur yang terkait dengan komoditas sebagai perdagangan yang lebih tahan lama.\n\n*Berlangganan saluran ini*\n   /   \n\n🚨 Lindungi Privasi Anda dengan NordVPN (Diskon 75% + 3 Bulan Gratis!): https://go.nordvpn.net/aff_c?offer_id...\n🔥Dapatkan Panduan Anda untuk Menumpuk Emas dan Perak Secara Efisien: https://goldsilverstacks.com/gold-sil...\n🟡 Dapatkan Buku Pegangan Numismatik Anda - Menguasai Koin AS, Tanggal Penting & Kesalahan: https://goldsilverstacks.com/numismat...\n📧Ringkasan Buletin Mingguan Komentar Logam Mulia: https://goldsilverstacks.com/gold-sil...\n⭐Membantu Bisnis Lokal Sukses dengan Pemasaran Digital (SEO, PPC, Iklan Media Sosial): https://primedigitalnetworksou.com\n\nKredit:\n\nTrump Mengalah pada Iran - Gencatan Senjata Membuktikan Ancaman Itu Kosong\n   • Trump Blinks on Iran - Ceasefire Proves th...  \n\nKami membuat konten edukatif tentang dunia komoditas, menghadirkan berita pasar terbaru dan klip terbaik dari para ahli yang paling dicari di bidang emas dan perak, menjelaskan konsep-konsep kunci yang dibahas dalam episode tersebut, dan mengajarkan fundamental utama emas dan perak agar Anda tetap terinformasi.\n\nPERNYATAAN KEUANGAN Saluran ini bertujuan untuk berbagi kiat dan video investasi dari para ahli. KAMI TIDAK MEMBERIKAN NASIHAT KEUANGAN! Harap berkonsultasi dengan penasihat keuangan berlisensi dan lakukan riset Anda sendiri sebelum mengambil tindakan keuangan apa pun. Kami mendapatkan komisi dari rujukan di atas berdasarkan persentase komisi per biaya yang dihasilkan oleh pendaftaran baru.\n\nPERNYATAAN PENAFIAN HAK CIPTA PENGGUNAAN WAJAR Pernyataan Penafian Hak Cipta Berdasarkan Bagian 107 Undang-Undang Hak Cipta 1976, izin diberikan untuk \"penggunaan wajar\" untuk tujuan seperti kritik, komentar, pelaporan berita, pengajaran, beasiswa, dan penelitian. Penggunaan wajar adalah penggunaan yang diizinkan oleh undang-undang hak cipta yang mungkin melanggar hak cipta. Penggunaan nirlaba, pendidikan, atau pribadi cenderung mendukung penggunaan wajar.\n\n#hargaemas #perak #prediksiemas #prediksiperak #prospekemas #prospekperak #beritaemas #beritaperak #emas #hargaperak #komoditas #htzcap #peterschiff", "post_id": "cnYSWQkX550"}}, {"key": "peterschiff", "attributes": {"label": "peterschiff", "x": 279.7900279412485, "y": 858.3176213535487, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 6.1598, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "cnYSWQkX550", "id": "peterschiff", "source": "youtube-000001", "content": "Ini Mulai Menakutkan bagi Pemegang Emas & Perak — Anda Perlu Melihat Ini Sekarang | Peter Schiff\n\nIni Mulai Menakutkan bagi Pemegang Emas & Perak — Anda Perlu Melihat Ini Sekarang | Peter Schiff\n\nHarga minyak juga turun tajam, dengan WTI jatuh lebih dari 10% hingga diperdagangkan di dekat $87.\n\nPergeseran ekspektasi ini mendukung emas, yang sebelumnya kesulitan karena pasar memperkirakan prospek suku bunga yang lebih tinggi dalam jangka waktu lama, terutama dari Federal Reserve.\n\nMeskipun demikian, logam mulia ini kurang mendapat dukungan pembelian yang kuat karena para pedagang memperkirakan Fed akan tetap sabar sebelum melanjutkan pemotongan suku bunga, dengan data Nonfarm Payrolls AS baru-baru ini menunjukkan pasar tenaga kerja yang stabil dan harga minyak masih bertahan di atas level sebelum konflik, sehingga risiko inflasi tetap menjadi fokus.\n\nDalam video hari ini, Peter Schiff berpendapat bahwa reaksi pasar terhadap gencatan senjata Iran lebih berkaitan dengan kebijakan moneter daripada geopolitik.\n\nSchiff mengatakan emas, bitcoin, ekuitas, dan mata uang asing semuanya naik bukan karena perdamaian tiba-tiba membuat dunia lebih aman, tetapi karena investor berasumsi bahwa penurunan harga minyak akan memberi ruang bagi Federal Reserve untuk memotong suku bunga.\n\nMenurutnya, itulah pendorong utama di balik pergerakan harga emas dan perak. Poin yang lebih luas dari Schiff adalah bahwa pasar tetap terpaku pada penurunan suku bunga nominal sambil mengabaikan cerita yang lebih besar: yang penting bagi logam mulia adalah arah suku bunga riil, dan jika inflasi tetap tinggi sementara kebijakan menjadi lebih longgar, latar belakang untuk logam mulia tetap mendukung.\n\nIa memperluas logika tersebut ke komoditas secara lebih luas. Schiff berpendapat bahwa harga minyak mungkin telah jatuh tajam karena berita gencatan senjata, tetapi ia tidak percaya harga energi akan kembali ke titik terendah lama untuk waktu yang lama, dan ia juga tidak berpikir masalah inflasi telah hilang. Dalam kerangka kerja tersebut, emas dan perak tetap menjadi lindung nilai pilihannya terhadap pelemahan dolar dan penurunan daya beli, sementara saham pertambangan menawarkan potensi keuntungan yang lebih besar jika pasar logam mulia kembali menguat.\n\nSchiff menyatakan bahwa investor harus berhati-hati dalam mengejar reli pemulihan di saham AS dan sebaliknya melihat aset riil, pasar luar negeri, dan eksposur yang terkait dengan komoditas sebagai perdagangan yang lebih tahan lama.\n\n*Berlangganan saluran ini*\n   /   \n\n🚨 Lindungi Privasi Anda dengan NordVPN (Diskon 75% + 3 Bulan Gratis!): https://go.nordvpn.net/aff_c?offer_id...\n🔥Dapatkan Panduan Anda untuk Menumpuk Emas dan Perak Secara Efisien: https://goldsilverstacks.com/gold-sil...\n🟡 Dapatkan Buku Pegangan Numismatik Anda - Menguasai Koin AS, Tanggal Penting & Kesalahan: https://goldsilverstacks.com/numismat...\n📧Ringkasan Buletin Mingguan Komentar Logam Mulia: https://goldsilverstacks.com/gold-sil...\n⭐Membantu Bisnis Lokal Sukses dengan Pemasaran Digital (SEO, PPC, Iklan Media Sosial): https://primedigitalnetworksou.com\n\nKredit:\n\nTrump Mengalah pada Iran - Gencatan Senjata Membuktikan Ancaman Itu Kosong\n   • Trump Blinks on Iran - Ceasefire Proves th...  \n\nKami membuat konten edukatif tentang dunia komoditas, menghadirkan berita pasar terbaru dan klip terbaik dari para ahli yang paling dicari di bidang emas dan perak, menjelaskan konsep-konsep kunci yang dibahas dalam episode tersebut, dan mengajarkan fundamental utama emas dan perak agar Anda tetap terinformasi.\n\nPERNYATAAN KEUANGAN Saluran ini bertujuan untuk berbagi kiat dan video investasi dari para ahli. KAMI TIDAK MEMBERIKAN NASIHAT KEUANGAN! Harap berkonsultasi dengan penasihat keuangan berlisensi dan lakukan riset Anda sendiri sebelum mengambil tindakan keuangan apa pun. Kami mendapatkan komisi dari rujukan di atas berdasarkan persentase komisi per biaya yang dihasilkan oleh pendaftaran baru.\n\nPERNYATAAN PENAFIAN HAK CIPTA PENGGUNAAN WAJAR Pernyataan Penafian Hak Cipta Berdasarkan Bagian 107 Undang-Undang Hak Cipta 1976, izin diberikan untuk \"penggunaan wajar\" untuk tujuan seperti kritik, komentar, pelaporan berita, pengajaran, beasiswa, dan penelitian. Penggunaan wajar adalah penggunaan yang diizinkan oleh undang-undang hak cipta yang mungkin melanggar hak cipta. Penggunaan nirlaba, pendidikan, atau pribadi cenderung mendukung penggunaan wajar.\n\n#hargaemas #perak #prediksiemas #prediksiperak #prospekemas #prospekperak #beritaemas #beritaperak #emas #hargaperak #komoditas #htzcap #peterschiff", "post_id": "cnYSWQkX550"}}, {"key": "@Nickjfreitas", "attributes": {"label": "@Nickjfreitas", "x": 353.0965021651069, "y": 863.6556711799838, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 4.3226, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "waQKw1F7EKA", "id": "@Nickjfreitas", "source": "youtube-000001", "content": "Perundingan Perdamaian Iran Gagal. Apa yang Akan Terjadi Selanjutnya?\n\nSetelah 21 jam negosiasi di Islamabad, Wakil Presiden JD Vance keluar ruangan tanpa kesepakatan dengan Iran. Perundingan perdamaian antara Amerika Serikat dan Iran telah gagal. Dalam beberapa jam, Presiden Trump mengumumkan Angkatan Laut AS akan mulai memblokade Selat Hormuz. Jadi, apa yang akan terjadi sekarang?\n\nSPONSOR: Lear Capital\n\nHarga emas dan perak berada pada titik tertinggi sepanjang masa yang didorong oleh inflasi, ketidakstabilan pasar, dan dolar yang lebih lemah. Lear Capital membantu Anda melindungi tabungan Anda dengan melakukan diversifikasi ke logam mulia tanpa biaya di muka dan tanpa kewajiban. Dapatkan panduan investor gratis Anda dan lihat berapa banyak bonus emas atau perak yang memenuhi syarat untuk Anda—hingga $20.000 dengan pembelian yang memenuhi syarat.\n\nHubungi 800-707-4575 atau kunjungi https://www.Nick4Lear.com\n\n-----\n\nSPONSOR: Alliance Defending Freedom\n\nAlliance Defending Freedom berada di garis depan membela kebebasan berbicara, kebebasan beragama, dan hak orang tua. Mereka telah memenangkan kemenangan besar di Mahkamah Agung, termasuk membantu membatalkan Roe v. Wade dan mengamankan perlindungan kebebasan berbicara yang penting. Donasi Anda akan digandakan.\n\nDapatkan donasi Anda digandakan di https://www.JoinADF.com/NICK\n\n-----\n\nDAPATKAN BARANG DAGANGAN ANDA DI SINI: https://shop.nickjfreitas.com/\n\nMENJADI ANGGOTA IC: https://NickJFreitas.com\n\nInstagram:   / nickjfreitas  \nFacebook:   / nickfreitasva  \nTwitter:   / nickjfreitas  \nYouTube:    /   \nTikTok:   / nickfreitas3.0  \n\n00:00:00 – Mengapa pembicaraan damai antara Amerika Serikat dan Iran gagal.\n\n00:01:07 – Strategi Trump terkait kegagalan Iran untuk membuka selat.\n00:04:16 – Menjelaskan poin-poin penting dalam negosiasi nuklir.\n00:09:46 – Sanksi primer dan sekunder versus ancaman perang.\n00:14:07 – Penggunaan proksi oleh Iran dan konflik di Lebanon.\n00:19:50 – Mengapa Iran sebenarnya tidak mengendalikan Selat Hormuz.\n00:23:42 – Pernyataan resmi Trump tentang blokade dan pemerasan ilegal.\n00:28:13 – Harga minyak global dan dampaknya terhadap perekonomian.\n00:44:52 – Lingkungan operasional dan memotivasi populasi pemilih Amerika Serikat.\n00:54:37 – Mengapa orang Amerika memprioritaskan masalah domestik daripada konflik militer asing", "post_id": "waQKw1F7EKA"}}, {"key": "nickjfreitas", "attributes": {"label": "nickjfreitas", "x": 484.9615185542935, "y": 453.4520106720743, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 7.9969, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "waQKw1F7EKA", "id": "nickjfreitas", "source": "youtube-000001", "content": "Perundingan Perdamaian Iran Gagal. Apa yang Akan Terjadi Selanjutnya?\n\nSetelah 21 jam negosiasi di Islamabad, Wakil Presiden JD Vance keluar ruangan tanpa kesepakatan dengan Iran. Perundingan perdamaian antara Amerika Serikat dan Iran telah gagal. Dalam beberapa jam, Presiden Trump mengumumkan Angkatan Laut AS akan mulai memblokade Selat Hormuz. Jadi, apa yang akan terjadi sekarang?\n\nSPONSOR: Lear Capital\n\nHarga emas dan perak berada pada titik tertinggi sepanjang masa yang didorong oleh inflasi, ketidakstabilan pasar, dan dolar yang lebih lemah. Lear Capital membantu Anda melindungi tabungan Anda dengan melakukan diversifikasi ke logam mulia tanpa biaya di muka dan tanpa kewajiban. Dapatkan panduan investor gratis Anda dan lihat berapa banyak bonus emas atau perak yang memenuhi syarat untuk Anda—hingga $20.000 dengan pembelian yang memenuhi syarat.\n\nHubungi 800-707-4575 atau kunjungi https://www.Nick4Lear.com\n\n-----\n\nSPONSOR: Alliance Defending Freedom\n\nAlliance Defending Freedom berada di garis depan membela kebebasan berbicara, kebebasan beragama, dan hak orang tua. Mereka telah memenangkan kemenangan besar di Mahkamah Agung, termasuk membantu membatalkan Roe v. Wade dan mengamankan perlindungan kebebasan berbicara yang penting. Donasi Anda akan digandakan.\n\nDapatkan donasi Anda digandakan di https://www.JoinADF.com/NICK\n\n-----\n\nDAPATKAN BARANG DAGANGAN ANDA DI SINI: https://shop.nickjfreitas.com/\n\nMENJADI ANGGOTA IC: https://NickJFreitas.com\n\nInstagram:   / nickjfreitas  \nFacebook:   / nickfreitasva  \nTwitter:   / nickjfreitas  \nYouTube:    /   \nTikTok:   / nickfreitas3.0  \n\n00:00:00 – Mengapa pembicaraan damai antara Amerika Serikat dan Iran gagal.\n\n00:01:07 – Strategi Trump terkait kegagalan Iran untuk membuka selat.\n00:04:16 – Menjelaskan poin-poin penting dalam negosiasi nuklir.\n00:09:46 – Sanksi primer dan sekunder versus ancaman perang.\n00:14:07 – Penggunaan proksi oleh Iran dan konflik di Lebanon.\n00:19:50 – Mengapa Iran sebenarnya tidak mengendalikan Selat Hormuz.\n00:23:42 – Pernyataan resmi Trump tentang blokade dan pemerasan ilegal.\n00:28:13 – Harga minyak global dan dampaknya terhadap perekonomian.\n00:44:52 – Lingkungan operasional dan memotivasi populasi pemilih Amerika Serikat.\n00:54:37 – Mengapa orang Amerika memprioritaskan masalah domestik daripada konflik militer asing", "post_id": "waQKw1F7EKA"}}, {"key": "@NDTV", "attributes": {"label": "@NDTV", "x": 549.4191378531465, "y": 585.0571897843316, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 4.3226, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "1XrO21__G78", "id": "@NDTV", "source": "youtube-000001", "content": "Suku Bunga Repo | RBI Mempertahankan Suku Bunga, Menunggu Kejelasan Mengenai Dampak Perang Iran T...\n\nBank Sentral India (RBI) mempertahankan suku bunga kebijakan utamanya tidak berubah pada hari Rabu, mengadopsi sikap hati-hati menunggu dan mengamati karena para pembuat kebijakan menilai dampak dari konflik Iran selama enam minggu terhadap pasokan energi, inflasi, dan pertumbuhan.\n\nKomite Kebijakan Moneter yang beranggotakan enam orang dari bank sentral tersebut dengan suara bulat memutuskan untuk mempertahankan suku bunga acuan repo pada 5,25 persen, menandai meningkatnya ketidakpastian setelah konflik Asia Barat mendorong harga minyak mentah naik tajam, melemahkan rupee, dan mengganggu arus perdagangan.\n\nSikap kebijakan RBI dipertahankan pada netral.\n\nMenyatakan bahwa ketidakpastian geopolitik telah meningkat sejak pertemuan kebijakan terakhir, Gubernur RBI Sanjay Malhotra mengatakan panel penetapan suku bunga memilih untuk \"menunggu dan mengamati\".\n\n#RBI #SukuBungaRepo #KebijakanMonetary #SanjayMalhotra #EkonomiIndia #Inflasi #Geopolitik #HargaMinyak\n\nTentang NDTV (saluran berita berbahasa Inggris):\n\nNDTV adalah penyiar berita paling tepercaya di India dengan informasi terkini tentang berita, olahraga, hiburan, dan banyak lagi dari dalam dan luar negeri. Saksikan debat politik besar, wawancara hiburan eksklusif, buletin berita, urusan terkini, talk show, dan ulasan teknologi dengan siaran langsung berita 24x7 kami, yang dikemas dengan informasi kredibel di semua platform: TV, Internet, dan Ponsel.\n\nUntuk video terbaru, klik di sini:    • Latest News & Updates | NDTV 24x7   \n\nUntuk menonton acara premium NDTV 24x7 yang terdaftar bersama untuk akses mudah Anda, klik di sini: https://www.youtube.com/ \n\nUntuk laporan dan analisis langsung dari reporter dan pembawa berita NDTV tentang berita utama hari ini, klik di sini:    • Reporter Vlogs   \n\nUntuk berita singkat, klik di sini:    • News In Shorts   \n\nBerlangganan saluran kami untuk mendapatkan berita terbaru Pembaruan.\n\nIkuti kami di Media Sosial:\nSukai kami di Facebook:   / ndtv  \nIkuti kami di Twitter:   / ndtv  \nIkuti kami di Instagram:   / ndtv  \nIkuti kami di WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029Va4l...\nGabung NDTV di Telegram Messenger: https://t.me/NDTVbot/?start=hi\n\nIkuti kami di Google News untuk Berita Terkini dan Terbaru:\nNDTV: https://bit.ly/3e5ngbP\nNDTV India (Berita Bahasa Hindi): https://bit.ly/3mNVwMY\n\nUnduh Aplikasi Seluler NDTV: http://www.ndtv.com/page/apps\n\n#BeritaTerbaru #BeritaTerkini #BeritaHariIni #Berita #BeritaIndia #NDTV #BeritaTerkini", "post_id": "1XrO21__G78"}}, {"key": "NDTV/playlis...", "attributes": {"label": "NDTV/playlis...", "x": 776.1219927389697, "y": 514.6813333915643, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 7.9969, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "1XrO21__G78", "id": "NDTV/playlis...", "source": "youtube-000001", "content": "Suku Bunga Repo | RBI Mempertahankan Suku Bunga, Menunggu Kejelasan Mengenai Dampak Perang Iran T...\n\nBank Sentral India (RBI) mempertahankan suku bunga kebijakan utamanya tidak berubah pada hari Rabu, mengadopsi sikap hati-hati menunggu dan mengamati karena para pembuat kebijakan menilai dampak dari konflik Iran selama enam minggu terhadap pasokan energi, inflasi, dan pertumbuhan.\n\nKomite Kebijakan Moneter yang beranggotakan enam orang dari bank sentral tersebut dengan suara bulat memutuskan untuk mempertahankan suku bunga acuan repo pada 5,25 persen, menandai meningkatnya ketidakpastian setelah konflik Asia Barat mendorong harga minyak mentah naik tajam, melemahkan rupee, dan mengganggu arus perdagangan.\n\nSikap kebijakan RBI dipertahankan pada netral.\n\nMenyatakan bahwa ketidakpastian geopolitik telah meningkat sejak pertemuan kebijakan terakhir, Gubernur RBI Sanjay Malhotra mengatakan panel penetapan suku bunga memilih untuk \"menunggu dan mengamati\".\n\n#RBI #SukuBungaRepo #KebijakanMonetary #SanjayMalhotra #EkonomiIndia #Inflasi #Geopolitik #HargaMinyak\n\nTentang NDTV (saluran berita berbahasa Inggris):\n\nNDTV adalah penyiar berita paling tepercaya di India dengan informasi terkini tentang berita, olahraga, hiburan, dan banyak lagi dari dalam dan luar negeri. Saksikan debat politik besar, wawancara hiburan eksklusif, buletin berita, urusan terkini, talk show, dan ulasan teknologi dengan siaran langsung berita 24x7 kami, yang dikemas dengan informasi kredibel di semua platform: TV, Internet, dan Ponsel.\n\nUntuk video terbaru, klik di sini:    • Latest News & Updates | NDTV 24x7   \n\nUntuk menonton acara premium NDTV 24x7 yang terdaftar bersama untuk akses mudah Anda, klik di sini: https://www.youtube.com/ \n\nUntuk laporan dan analisis langsung dari reporter dan pembawa berita NDTV tentang berita utama hari ini, klik di sini:    • Reporter Vlogs   \n\nUntuk berita singkat, klik di sini:    • News In Shorts   \n\nBerlangganan saluran kami untuk mendapatkan berita terbaru Pembaruan.\n\nIkuti kami di Media Sosial:\nSukai kami di Facebook:   / ndtv  \nIkuti kami di Twitter:   / ndtv  \nIkuti kami di Instagram:   / ndtv  \nIkuti kami di WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029Va4l...\nGabung NDTV di Telegram Messenger: https://t.me/NDTVbot/?start=hi\n\nIkuti kami di Google News untuk Berita Terkini dan Terbaru:\nNDTV: https://bit.ly/3e5ngbP\nNDTV India (Berita Bahasa Hindi): https://bit.ly/3mNVwMY\n\nUnduh Aplikasi Seluler NDTV: http://www.ndtv.com/page/apps\n\n#BeritaTerbaru #BeritaTerkini #BeritaHariIni #Berita #BeritaIndia #NDTV #BeritaTerkini", "post_id": "1XrO21__G78"}}, {"key": "@ThinkBRICS", "attributes": {"label": "@ThinkBRICS", "x": 163.5985788185471, "y": 564.7736823054325, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 4.3226, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "PV5N5bPTou4", "id": "@ThinkBRICS", "source": "youtube-000001", "content": "Mereka Bertemu dengan Putin dan Menandatangani Kesepakatan dengan AS. Inilah Alasannya\n\nSatu negara, satu minggu—Jakarta menandatangani kesepakatan dengan AS, bertemu Putin, membeli rudal BrahMos, dan keluar dari Dewan Perdamaian Trump. Apakah ini strategi cerdas atau bom waktu 2026? Dalam analisis ahli ini, kami menganalisis bagaimana Indonesia, di bawah Presiden Prabowo, mendefinisikan ulang geopolitik untuk Global Selatan.\n\nDengan bergabung dengan BRICS pada Januari 2025 dan secara bersamaan mengamankan kesepakatan militer Pentagon, Jakarta memanfaatkan pengaruh maksimal untuk mempertahankan otonomi strategis. Kami menyelami lebih dalam rudal BrahMos senilai $100 juta dan teknologi drone AS yang mengamankan Selat Malaka—titik rawan maritim paling penting di dunia. Saat harga minyak terancam stagnasi dan konflik membayangi di dekat Selat Hormuz, diplomasi \"seribu sahabat\" Indonesia sedang diuji.\n\nDari de-dolarisasi dan pembiayaan NDB hingga menavigasi persaingan Tiongkok-AS, analisis ini menjelaskan mengapa Indonesia adalah pemain baru yang paling berbahaya di dunia multipolar. Jelajahi bagaimana ekonomi terbesar ASEAN mengekstrak nilai dari Moskow dan Washington tanpa mengorbankan keamanan nasionalnya.\n\nMeskipun analisis ini memberikan uraian mendalam tentang teknologi pertahanan Indonesia saat ini dan strategi ekonomi BRICS, analisis ini tidak memberikan survei historis tentang gerakan kemerdekaan Jakarta tahun 1945 di luar pengaruhnya pada diplomasi \"Bebas dan Aktif\" modern. Kami fokus pada kesepakatan militer 2026 dan pertemuan Putin-Prabowo, tetapi kami tidak merinci cetak biru teknis spesifik kapal selam Rusia atau logistik internal blokade maritim Angkatan Laut AS.\n\nVideo ini mengkaji ancaman inflasi dan stagflasi yang terkait dengan lonjakan harga minyak, tetapi ini bukan tutorial keuangan tentang perdagangan ritel atau keuangan pribadi. Lebih lanjut, meskipun kami membahas pergeseran \"think brics\" menuju multipolaritas, ini bukan daftar lengkap semua kandidat ekspansi BRICS 2026, dan juga tidak mencakup kebijakan sosial domestik pemerintahan Trump di luar Dewan Perdamaian dan tarif perdagangan. Terakhir, kami menganalisis titik rawan di Selat Malaka tetapi tidak membahas upaya konservasi lingkungan maritim lokal di wilayah tersebut.\n\n#BRICS #indonesia #malacca\n\n0:00 - Permainan Tiga Pihak Indonesia: Kesepakatan AS, Pertemuan Putin, Rudal Rusia Dijelaskan\n0:30 - Strategi Lindung Nilai 2026: Mengapa Indonesia Menolak Memilih Pihak\n0:57 - Indonesia Bergabung dengan BRICS: Raksasa ASEAN Membentuk Kembali Kekuatan Global\n01:27 - Pakta Militer AS + Rudal BrahMos: Langkah Pertahanan Jakarta yang Berani\n01:52 - BRICS Dijelaskan: Mengapa Ini Tentang Keuangan, Bukan Aliansi Militer\n02:22 - Otonomi Strategis di BRICS: India, UEA, Mesir Menetapkan Model\n02:54 - Rincian Kesepakatan Pentagon–Jakarta: Kapal Selam, Drone, Peperangan Masa Depan\n03:52 - Teknologi AS vs Rudal Rusia: Strategi Pencegahan Maksimum Indonesia\n04:45 - Selat Malaka: Titik Cengkeraman Paling Kritis di Dunia untuk Minyak\n05:08 - Krisis Hormuz 2026: Minyak, Perang, dan Kenaikan Harga Global\n05:34 - Peringatan Guncangan Minyak: Bagaimana Konflik Memicu Stagflasi Global\n06:01 - Dampak Krisis Energi: Inflasi, Keruntuhan Perdagangan, Tekanan Diplomatik\n06:56 - Risiko Bahan Bakar Indonesia: Protes, Subsidi, dan Kerapuhan Ekonomi\n07:26 - Dilema Prabowo: Antara Trump, Perang, dan Reaksi Domestik\n07:59 - Dampak Dewan Perdamaian: Mengapa Indonesia Menangguhkan Keselarasan dengan AS\n08:52 - Washington ke Moskow: Aksi Penyeimbangan Strategis Prabowo\n09:17 - “Seribu Sahabat”: Penjelasan Doktrin Kebijakan Luar Negeri Indonesia\n09:47 - 80 Tahun Netralitas: Dari Perang Dingin ke Strategi Multipolar\n10:19 - Manfaat BRICS: Perdagangan, De-Dolarisasi, dan Alternatif IMF\n11:05 - Kemenangan Perang Tarif: Bagaimana Indonesia Menegosiasikan Penurunan Tarif dengan AS\n11:37 - Kesepakatan Energi dengan Rusia: Melewati Sistem Keuangan Barat\n12:02 - Risiko Lindung Nilai: China, India, Minyak, dan Sinyal Militer\n12:35 - Ancaman Minyak $150: Ekonomi Indonesia di Ambang Kehancuran\n13:03 - Proposal Akses Wilayah Udara AS: Garis Antara Netralitas & Keselarasan\n13:29 - Buku Panduan India: Bagaimana Menyeimbangkan Kekuatan AS, Rusia, dan BRICS\n13:55 - Kebangkitan Global Selatan: Tidak Ada Lagi Memilih Pihak di Tahun 2026\n14:24 - Tatanan Dunia Multipolar: Strategi Ekstraksi di Atas Keselarasan\n14:49 - Paradoks De-Dolarisasi: Dolar vs. Kontrak Pertahanan\n15:22 - Strategi Mata Uang: Bagaimana Indonesia Mengelola Ketergantungan Dolar\n15:47 - Apa Status Indonesia Sekarang? Sekutu, Mitra, atau Kekuatan Independen?\n\n16:13 - Realitas Multipolar: Bagaimana Negara-negara Bertahan di Antara Kekuatan Super\n16:39 - Minyak, Konflik, dan Kekuasaan: Mengapa Indonesia Memegang Kartu di Tahun 2026\n\n✉ Newsletter: https://thinkbrics.substack.com\n🗣 Berlangganan: https://www.youtube.com/?s...\n☞ Dukung Kami dengan Kopi: https://www.buymeacoffee.com/ThinkBRICS\n☞ Media Sosial Kami: https://dubbia.com/profile/Think-BRICS/\n===========\nVideo ini menyajikan kont...", "post_id": "PV5N5bPTou4"}}, {"key": "ThinkBRICS", "attributes": {"label": "ThinkBRICS", "x": 127.02850532292776, "y": 843.5756520765835, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 7.9969, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "PV5N5bPTou4", "id": "ThinkBRICS", "source": "youtube-000001", "content": "Mereka Bertemu dengan Putin dan Menandatangani Kesepakatan dengan AS. Inilah Alasannya\n\nSatu negara, satu minggu—Jakarta menandatangani kesepakatan dengan AS, bertemu Putin, membeli rudal BrahMos, dan keluar dari Dewan Perdamaian Trump. Apakah ini strategi cerdas atau bom waktu 2026? Dalam analisis ahli ini, kami menganalisis bagaimana Indonesia, di bawah Presiden Prabowo, mendefinisikan ulang geopolitik untuk Global Selatan.\n\nDengan bergabung dengan BRICS pada Januari 2025 dan secara bersamaan mengamankan kesepakatan militer Pentagon, Jakarta memanfaatkan pengaruh maksimal untuk mempertahankan otonomi strategis. Kami menyelami lebih dalam rudal BrahMos senilai $100 juta dan teknologi drone AS yang mengamankan Selat Malaka—titik rawan maritim paling penting di dunia. Saat harga minyak terancam stagnasi dan konflik membayangi di dekat Selat Hormuz, diplomasi \"seribu sahabat\" Indonesia sedang diuji.\n\nDari de-dolarisasi dan pembiayaan NDB hingga menavigasi persaingan Tiongkok-AS, analisis ini menjelaskan mengapa Indonesia adalah pemain baru yang paling berbahaya di dunia multipolar. Jelajahi bagaimana ekonomi terbesar ASEAN mengekstrak nilai dari Moskow dan Washington tanpa mengorbankan keamanan nasionalnya.\n\nMeskipun analisis ini memberikan uraian mendalam tentang teknologi pertahanan Indonesia saat ini dan strategi ekonomi BRICS, analisis ini tidak memberikan survei historis tentang gerakan kemerdekaan Jakarta tahun 1945 di luar pengaruhnya pada diplomasi \"Bebas dan Aktif\" modern. Kami fokus pada kesepakatan militer 2026 dan pertemuan Putin-Prabowo, tetapi kami tidak merinci cetak biru teknis spesifik kapal selam Rusia atau logistik internal blokade maritim Angkatan Laut AS.\n\nVideo ini mengkaji ancaman inflasi dan stagflasi yang terkait dengan lonjakan harga minyak, tetapi ini bukan tutorial keuangan tentang perdagangan ritel atau keuangan pribadi. Lebih lanjut, meskipun kami membahas pergeseran \"think brics\" menuju multipolaritas, ini bukan daftar lengkap semua kandidat ekspansi BRICS 2026, dan juga tidak mencakup kebijakan sosial domestik pemerintahan Trump di luar Dewan Perdamaian dan tarif perdagangan. Terakhir, kami menganalisis titik rawan di Selat Malaka tetapi tidak membahas upaya konservasi lingkungan maritim lokal di wilayah tersebut.\n\n#BRICS #indonesia #malacca\n\n0:00 - Permainan Tiga Pihak Indonesia: Kesepakatan AS, Pertemuan Putin, Rudal Rusia Dijelaskan\n0:30 - Strategi Lindung Nilai 2026: Mengapa Indonesia Menolak Memilih Pihak\n0:57 - Indonesia Bergabung dengan BRICS: Raksasa ASEAN Membentuk Kembali Kekuatan Global\n01:27 - Pakta Militer AS + Rudal BrahMos: Langkah Pertahanan Jakarta yang Berani\n01:52 - BRICS Dijelaskan: Mengapa Ini Tentang Keuangan, Bukan Aliansi Militer\n02:22 - Otonomi Strategis di BRICS: India, UEA, Mesir Menetapkan Model\n02:54 - Rincian Kesepakatan Pentagon–Jakarta: Kapal Selam, Drone, Peperangan Masa Depan\n03:52 - Teknologi AS vs Rudal Rusia: Strategi Pencegahan Maksimum Indonesia\n04:45 - Selat Malaka: Titik Cengkeraman Paling Kritis di Dunia untuk Minyak\n05:08 - Krisis Hormuz 2026: Minyak, Perang, dan Kenaikan Harga Global\n05:34 - Peringatan Guncangan Minyak: Bagaimana Konflik Memicu Stagflasi Global\n06:01 - Dampak Krisis Energi: Inflasi, Keruntuhan Perdagangan, Tekanan Diplomatik\n06:56 - Risiko Bahan Bakar Indonesia: Protes, Subsidi, dan Kerapuhan Ekonomi\n07:26 - Dilema Prabowo: Antara Trump, Perang, dan Reaksi Domestik\n07:59 - Dampak Dewan Perdamaian: Mengapa Indonesia Menangguhkan Keselarasan dengan AS\n08:52 - Washington ke Moskow: Aksi Penyeimbangan Strategis Prabowo\n09:17 - “Seribu Sahabat”: Penjelasan Doktrin Kebijakan Luar Negeri Indonesia\n09:47 - 80 Tahun Netralitas: Dari Perang Dingin ke Strategi Multipolar\n10:19 - Manfaat BRICS: Perdagangan, De-Dolarisasi, dan Alternatif IMF\n11:05 - Kemenangan Perang Tarif: Bagaimana Indonesia Menegosiasikan Penurunan Tarif dengan AS\n11:37 - Kesepakatan Energi dengan Rusia: Melewati Sistem Keuangan Barat\n12:02 - Risiko Lindung Nilai: China, India, Minyak, dan Sinyal Militer\n12:35 - Ancaman Minyak $150: Ekonomi Indonesia di Ambang Kehancuran\n13:03 - Proposal Akses Wilayah Udara AS: Garis Antara Netralitas & Keselarasan\n13:29 - Buku Panduan India: Bagaimana Menyeimbangkan Kekuatan AS, Rusia, dan BRICS\n13:55 - Kebangkitan Global Selatan: Tidak Ada Lagi Memilih Pihak di Tahun 2026\n14:24 - Tatanan Dunia Multipolar: Strategi Ekstraksi di Atas Keselarasan\n14:49 - Paradoks De-Dolarisasi: Dolar vs. Kontrak Pertahanan\n15:22 - Strategi Mata Uang: Bagaimana Indonesia Mengelola Ketergantungan Dolar\n15:47 - Apa Status Indonesia Sekarang? Sekutu, Mitra, atau Kekuatan Independen?\n\n16:13 - Realitas Multipolar: Bagaimana Negara-negara Bertahan di Antara Kekuatan Super\n16:39 - Minyak, Konflik, dan Kekuasaan: Mengapa Indonesia Memegang Kartu di Tahun 2026\n\n✉ Newsletter: https://thinkbrics.substack.com\n🗣 Berlangganan: https://www.youtube.com/?s...\n☞ Dukung Kami dengan Kopi: https://www.buymeacoffee.com/ThinkBRICS\n☞ Media Sosial Kami: https://dubbia.com/profile/Think-BRICS/\n===========\nVideo ini menyajikan kont...", "post_id": "PV5N5bPTou4"}}, {"key": "@PGurus1", "attributes": {"label": "@PGurus1", "x": 253.67273375314002, "y": 784.4924079297476, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 4.3226, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "CfAIjvFkck8", "id": "@PGurus1", "source": "youtube-000001", "content": "Eskalasi Perang Asia Barat & Dampaknya terhadap India • Kaartik Gor\n\nSeiring meningkatnya ketegangan di Asia Barat, India menghadapi pertanyaan serius seputar harga minyak, jalur pelayaran, inflasi, ekspor, rantai pasokan, dan posisi strategis. India telah membangun basis pemasok yang lebih luas dan mengamankan pasokan minyak mentah sekitar 60 hari, sementara RBI telah memperpanjang keringanan kredit ekspor hingga 30 Juni 2026 karena gangguan yang terkait dengan krisis Timur Tengah. Pada saat yang sama, ekspor diesel India melonjak karena pasokan regional semakin ketat, menunjukkan bahwa krisis ini menciptakan risiko dan peluang bagi India. Dalam diskusi ini, ahli astrologi Veda terkenal, Kaartik Gor, meneliti peningkatan ketegangan di Asia Barat dan apa artinya bagi India di masa mendatang.\n\n#AsiaBarat #PerangIran #Bharat #India #HargaMinyak #Hormuz #Geopolitik #KaartikGor #TimurTengah #KeamananEnergi\n\nPERINGATAN:\n\nBerlangganan Saluran Hormuz kami - http://ow.ly/SsJV50OEVjq\n\nGabung saluran ini untuk mendapatkan informasi lebih lanjut Akses ke keuntungan:\n   /   \n\nSekarang dapatkan pembaruan rutin di 𝙒𝙝𝙖𝙩𝙨𝘼𝙥𝙥, hubungi kami di +12342559123, dan kami akan menambahkan Anda ke salah satu grup.\nBergabunglah dengan 𝗪𝗵𝗮𝘁𝘀𝗔𝗽𝗽 𝗖𝗵𝗮𝗻𝗻𝗲𝗹𝘀 kami untuk mendapatkan pembaruan rutin - https://whatsapp.com/channel/0029Va9i...\n\nTAUTAN:\nBuku 𝗠𝗼𝗻𝗲𝘆 𝗦𝗲𝗿𝗶𝗲𝘀 4 karya Sree Iyer - 𝗣𝗮𝗽𝗲𝗿 𝗜𝗻, 𝗠𝗼𝗻𝗲𝘆 𝗢𝘂𝘁 dapat dibeli dari:\n1. Situs web SreeIyer.com - https://sreeiyer.com/books/Paper-In-M...\n2. Aplikasi Sree Iyer untuk iOS dan\n3. Amazon.in - https://www.amazon.in/dp/1736533231\n\nSERI MYSTERY\nBuku 1 Siapa yang Terkutuk? Versi sampul lunak tersedia di - https://amzn.to/3H4jfmF\n\nSERI BULAN:\nBuku 1 Siapa yang membawa bulan saya ke mana? tersedia di - https://amzn.to/3hGXai1\nBuku 2 𝗪𝗵𝗼 𝗽𝗮𝗶𝗻𝘁𝗲𝗱 𝗺𝘆 𝗹𝘂𝘀𝘁 𝗿𝗲𝗱? tersedia di - https://amzn.to/2JUaNfR\nBuku 3 𝗪𝗵𝗼 𝗽𝗮𝗶𝗻𝘁𝗲𝗱 𝗺𝘆 𝗳𝘂𝘁𝘂𝗿𝗲 𝗯𝗿𝗶𝗴𝗵𝘁? Buku 3 dalam Seri Uang kini tersedia di - https://amzn.to/3fTmgZY\nBuku 4 𝗪𝗵𝗼 𝗽𝗮𝗶𝗻𝘁𝗲𝗱 𝗺𝘆 𝗺𝗼𝗻𝗲𝘆 𝘄𝗵𝗶𝘁𝗲? Versi Hindi - https://amzn.to/3nRpQrX\n\nSERI PAX AMERIKA:\nSeri Pax Americana Buku 1 Siapa yang membeli harta karunku? - https://amzn.to/3qVpYsn\n\nTAUTAN LAINNYA:\nUnduh aplikasi PGurus Androd - https://bit.ly/3hCRYvu\nUnduh aplikasi PGurus isOS - https://apps.apple.com/in/app/pgurus/...\nUNDUH ke PGurus - paypal.me/pgurus\n\nHUBUNGI KAMI:\nBerlangganan saluran kami - https://bit.ly/2CNevl8\nBerlangganan saluran Facebook kami - https://bit.ly/3nGmTew\n\nSukai kami di Facebook -   / pgurus1  \nTweet kami di 𝗧𝘄𝗶𝘁𝘁𝗲𝗿 -   / pgurus1  \nIkuti kami di 𝗜𝗻𝘀𝘁𝗮𝗴𝗿𝗮𝗺 -   / pgurus1  \nIkuti kami di 𝗞𝗼𝗼 - https://www.kooapp.com/profile/pgurus1\nBergabunglah dengan saluran 𝗧𝗲𝗹𝗲𝗴𝗿𝗮𝗺 untuk mendapatkan informasi terbaru dari PGurus - https://t.me/pgurus1\nSekarang Anda juga dapat mendengarkan 𝗣𝗚𝘂𝗿𝘂𝘀 𝗼𝗻 𝗣𝗼𝗱𝗰𝗮𝘀𝘁𝘀\n𝗔𝗽𝗽𝗹𝗲 - https://apple.co/39a1sKl\n𝗚𝗼𝗼𝗴𝗹𝗲 - https://bit.ly/2Xzk04r\n𝗦𝗽𝗼𝘁𝗶𝗳𝘆 - https://spoti.fi/3AmcckD\n𝗚𝗮𝗮𝗻𝗮 - https://bit.ly/3ogAFEK\n𝗝𝗶𝗼 𝗦𝗮𝗮𝘃𝗻 - https://bit.ly/3COeEBi\n𝗕𝗿𝗲𝗮𝗸𝗲𝗿 - https://bit.ly/3hFfurV\n𝗣𝗼𝗰𝗸𝗲𝘁 𝗖𝗮𝘀𝘁𝘀 - https://pca.st/1y0f1tvy\n𝗥𝗮𝗱𝗶𝗼 𝗣𝘂𝗯𝗹𝗶𝗰 - https://bit.ly/39d2DbR\n\n𝗙𝗔𝗜𝗥 𝗨𝗦𝗘 𝗡𝗢𝗧𝗜𝗖𝗘: Video ini mungkin berisi materi berhak cipta. Materi tersebut disediakan hanya untuk tujuan pendidikan. Ini merupakan 'penggunaan wajar' atas materi berhak cipta tersebut sebagaimana diatur dalam Pasal 17 U.S.C. bagian 106A-117 Undang-Undang Hak Cipta AS.\n\nSemua video, lagu, gambar, dan grafik yang digunakan dalam video ini adalah milik pemiliknya masing-masing dan saya atau saluran ini tidak mengklaim hak apa pun atasnya.\n\nPandangan yang diungkapkan di sini adalah pandangan penulis dan tidak selalu mewakili atau mencerminkan pandangan PGurus.", "post_id": "CfAIjvFkck8"}}, {"key": "pgurus1", "attributes": {"label": "pgurus1", "x": 942.0604024621178, "y": 141.59920455499008, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 7.9969, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "CfAIjvFkck8", "id": "pgurus1", "source": "youtube-000001", "content": "Eskalasi Perang Asia Barat & Dampaknya terhadap India • Kaartik Gor\n\nSeiring meningkatnya ketegangan di Asia Barat, India menghadapi pertanyaan serius seputar harga minyak, jalur pelayaran, inflasi, ekspor, rantai pasokan, dan posisi strategis. India telah membangun basis pemasok yang lebih luas dan mengamankan pasokan minyak mentah sekitar 60 hari, sementara RBI telah memperpanjang keringanan kredit ekspor hingga 30 Juni 2026 karena gangguan yang terkait dengan krisis Timur Tengah. Pada saat yang sama, ekspor diesel India melonjak karena pasokan regional semakin ketat, menunjukkan bahwa krisis ini menciptakan risiko dan peluang bagi India. Dalam diskusi ini, ahli astrologi Veda terkenal, Kaartik Gor, meneliti peningkatan ketegangan di Asia Barat dan apa artinya bagi India di masa mendatang.\n\n#AsiaBarat #PerangIran #Bharat #India #HargaMinyak #Hormuz #Geopolitik #KaartikGor #TimurTengah #KeamananEnergi\n\nPERINGATAN:\n\nBerlangganan Saluran Hormuz kami - http://ow.ly/SsJV50OEVjq\n\nGabung saluran ini untuk mendapatkan informasi lebih lanjut Akses ke keuntungan:\n   /   \n\nSekarang dapatkan pembaruan rutin di 𝙒𝙝𝙖𝙩𝙨𝘼𝙥𝙥, hubungi kami di +12342559123, dan kami akan menambahkan Anda ke salah satu grup.\nBergabunglah dengan 𝗪𝗵𝗮𝘁𝘀𝗔𝗽𝗽 𝗖𝗵𝗮𝗻𝗻𝗲𝗹𝘀 kami untuk mendapatkan pembaruan rutin - https://whatsapp.com/channel/0029Va9i...\n\nTAUTAN:\nBuku 𝗠𝗼𝗻𝗲𝘆 𝗦𝗲𝗿𝗶𝗲𝘀 4 karya Sree Iyer - 𝗣𝗮𝗽𝗲𝗿 𝗜𝗻, 𝗠𝗼𝗻𝗲𝘆 𝗢𝘂𝘁 dapat dibeli dari:\n1. Situs web SreeIyer.com - https://sreeiyer.com/books/Paper-In-M...\n2. Aplikasi Sree Iyer untuk iOS dan\n3. Amazon.in - https://www.amazon.in/dp/1736533231\n\nSERI MYSTERY\nBuku 1 Siapa yang Terkutuk? Versi sampul lunak tersedia di - https://amzn.to/3H4jfmF\n\nSERI BULAN:\nBuku 1 Siapa yang membawa bulan saya ke mana? tersedia di - https://amzn.to/3hGXai1\nBuku 2 𝗪𝗵𝗼 𝗽𝗮𝗶𝗻𝘁𝗲𝗱 𝗺𝘆 𝗹𝘂𝘀𝘁 𝗿𝗲𝗱? tersedia di - https://amzn.to/2JUaNfR\nBuku 3 𝗪𝗵𝗼 𝗽𝗮𝗶𝗻𝘁𝗲𝗱 𝗺𝘆 𝗳𝘂𝘁𝘂𝗿𝗲 𝗯𝗿𝗶𝗴𝗵𝘁? Buku 3 dalam Seri Uang kini tersedia di - https://amzn.to/3fTmgZY\nBuku 4 𝗪𝗵𝗼 𝗽𝗮𝗶𝗻𝘁𝗲𝗱 𝗺𝘆 𝗺𝗼𝗻𝗲𝘆 𝘄𝗵𝗶𝘁𝗲? Versi Hindi - https://amzn.to/3nRpQrX\n\nSERI PAX AMERIKA:\nSeri Pax Americana Buku 1 Siapa yang membeli harta karunku? - https://amzn.to/3qVpYsn\n\nTAUTAN LAINNYA:\nUnduh aplikasi PGurus Androd - https://bit.ly/3hCRYvu\nUnduh aplikasi PGurus isOS - https://apps.apple.com/in/app/pgurus/...\nUNDUH ke PGurus - paypal.me/pgurus\n\nHUBUNGI KAMI:\nBerlangganan saluran kami - https://bit.ly/2CNevl8\nBerlangganan saluran Facebook kami - https://bit.ly/3nGmTew\n\nSukai kami di Facebook -   / pgurus1  \nTweet kami di 𝗧𝘄𝗶𝘁𝘁𝗲𝗿 -   / pgurus1  \nIkuti kami di 𝗜𝗻𝘀𝘁𝗮𝗴𝗿𝗮𝗺 -   / pgurus1  \nIkuti kami di 𝗞𝗼𝗼 - https://www.kooapp.com/profile/pgurus1\nBergabunglah dengan saluran 𝗧𝗲𝗹𝗲𝗴𝗿𝗮𝗺 untuk mendapatkan informasi terbaru dari PGurus - https://t.me/pgurus1\nSekarang Anda juga dapat mendengarkan 𝗣𝗚𝘂𝗿𝘂𝘀 𝗼𝗻 𝗣𝗼𝗱𝗰𝗮𝘀𝘁𝘀\n𝗔𝗽𝗽𝗹𝗲 - https://apple.co/39a1sKl\n𝗚𝗼𝗼𝗴𝗹𝗲 - https://bit.ly/2Xzk04r\n𝗦𝗽𝗼𝘁𝗶𝗳𝘆 - https://spoti.fi/3AmcckD\n𝗚𝗮𝗮𝗻𝗮 - https://bit.ly/3ogAFEK\n𝗝𝗶𝗼 𝗦𝗮𝗮𝘃𝗻 - https://bit.ly/3COeEBi\n𝗕𝗿𝗲𝗮𝗸𝗲𝗿 - https://bit.ly/3hFfurV\n𝗣𝗼𝗰𝗸𝗲𝘁 𝗖𝗮𝘀𝘁𝘀 - https://pca.st/1y0f1tvy\n𝗥𝗮𝗱𝗶𝗼 𝗣𝘂𝗯𝗹𝗶𝗰 - https://bit.ly/39d2DbR\n\n𝗙𝗔𝗜𝗥 𝗨𝗦𝗘 𝗡𝗢𝗧𝗜𝗖𝗘: Video ini mungkin berisi materi berhak cipta. Materi tersebut disediakan hanya untuk tujuan pendidikan. Ini merupakan 'penggunaan wajar' atas materi berhak cipta tersebut sebagaimana diatur dalam Pasal 17 U.S.C. bagian 106A-117 Undang-Undang Hak Cipta AS.\n\nSemua video, lagu, gambar, dan grafik yang digunakan dalam video ini adalah milik pemiliknya masing-masing dan saya atau saluran ini tidak mengklaim hak apa pun atasnya.\n\nPandangan yang diungkapkan di sini adalah pandangan penulis dan tidak selalu mewakili atau mencerminkan pandangan PGurus.", "post_id": "CfAIjvFkck8"}}, {"key": "@StockedUp", "attributes": {"label": "@StockedUp", "x": 669.351215928773, "y": 913.0000468087513, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 4.3226, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "N2u10F7v8lw", "id": "@StockedUp", "source": "youtube-000001", "content": "Pasar Saham Hanya 1% di Bawah Level Tertinggi, Tapi Ada yang Tidak Beres\n\n🤑 Hemat dengan Bookmap Menggunakan Tautan Ini ↙️\nhttps://bookmap.com/en/mike-dantonio\n\nPasar saham telah mendapatkan kembali nilai lebih dari $5,5 triliun, secara efektif menghapus aksi jual akibat konflik Iran karena investor mengantisipasi hasil yang sukses dari pembicaraan diplomatik AS-Iran yang akan datang. Meskipun optimisme tinggi, Indikator Buffett telah mencapai rekor 232,6%, menandakan valuasi yang sangat tinggi relatif terhadap PDB bahkan ketika Nasdaq mengincar kemenangan beruntun selama 10 hari yang jarang terjadi. Data Morgan Stanley saat ini menunjukkan bahwa meskipun harga tinggi, pertumbuhan EPS yang stabil terus memberikan dasar fundamental bagi investor jangka panjang. Secara geopolitik, blokade AS terhadap Selat Hormuz tetap menjadi titik pengaruh utama, meskipun IMF memperingatkan bahwa harga minyak yang berkelanjutan di dekat $110 dapat memicu lingkungan resesi global. Sentimen ekonomi didukung hari ini oleh angka PPI yang lebih baik dari perkiraan sebesar 0,1%, meskipun inflasi grosir berada pada level tertinggi tiga tahun sebesar 4%. Selain itu, persetujuan penting SEC untuk menghapus aturan Pattern Day Trader (PDT) menandai pergeseran historis menuju persyaratan margin berbasis risiko daripada frekuensi perdagangan. Untuk menavigasi rezim pasar yang kompleks ini dengan data berkualitas profesional, bergabunglah dengan komunitas StockedUp untuk mendapatkan strategi gratis, pembaruan harian, dan edukasi khusus. Di pasar yang sangat fluktuatif ini, rencana permainan yang solid bukan hanya keuntungan, tetapi juga kebutuhan. Berlangganan sekarang untuk mendapatkan analisis mendalam harian dan strategi manajemen risiko untuk membantu Anda menavigasi berita utama ini dengan percaya diri. Mari kita atasi volatilitas bersama dan raih kesuksesan di tahun 2026!\n\n🏆 Gunakan kode \"BIGMONEY\" untuk menghemat banyak dengan paket tahunan! 🏆\nhttps://go.stockedupuniversity.com/tr...\n\n👑 Deep Value Club 👑\nhttps://go.stockedupuniversity.com/dvc\n\n😊 Berikan masukan Anda untuk membantu membuat video kami lebih baik lagi 👏\nhttps://form.jotform.com/243254260959159\n\n🧢 Dapatkan koleksi merchandise StockedUp! 📦 \nhttps://signup.stockedup.university/p...\n\n💬 Grup Discord Trading Saham Gratis 💬\n  / discord  \n\n🎁 Hadiah gratis dari StockedUp 🎁\nhttps://www.stockedup.university/#sof...\n\n🎥 Livestream Trading Pagi Gratis 🎥\nhttps://www.youtube.com/\n\n🏆 Kursus Opsi Tingkat Lanjut 🏆\nhttps://go.stockedupuniversity.com/ad...\n\n📈 Perangkat Lunak Prediksi Saham Kustom 📈\nhttps://go.stockedupuniversity.com/cu...\n📊 Kursus Pengantar Saham 📊 \nhttps://go.stockedupuniversity.com/in...\n💰 Pengantar Opsi Kursus 💰 \nhttps://go.stockedupuniversity.com/in...\n✅ Situs Web StockedUp ✅ \nhttps://stockedup.university/\n👾 Grup Facebook StockedUp 👾 \n  / stockedup  \n\n#pasarsaham #saham \n0:00 Implikasi Besar untuk Besok \n10:27 Setup & Prediksi Favorit\n\nKode: U4NWN1FJ7SKMZLNQ\n\nPERINGATAN: Tidak ada dalam video ini yang boleh dianggap sebagai nasihat keuangan atau investasi. Kami hanya memberikan pendapat kami. Semua yang dikatakan dalam video ini hanya untuk tujuan hiburan. Lakukan uji tuntas Anda sendiri sebelum membuat keputusan perdagangan atau investasi apa pun. Beberapa tautan yang disertakan dalam deskripsi adalah tautan afiliasi. Jika Anda membeli sesuatu melalui tautan tersebut, kami menerima komisi kecil. Ini tidak akan dikenakan biaya tambahan kepada Anda dan tautan afiliasi sebenarnya memberi Anda akses ke diskon khusus. Terima kasih atas dukungan Anda!", "post_id": "N2u10F7v8lw"}}, {"key": "StockedUpLIV...", "attributes": {"label": "StockedUpLIV...", "x": 53.98012387383622, "y": 193.85230688990296, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 7.9969, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "N2u10F7v8lw", "id": "StockedUpLIV...", "source": "youtube-000001", "content": "Pasar Saham Hanya 1% di Bawah Level Tertinggi, Tapi Ada yang Tidak Beres\n\n🤑 Hemat dengan Bookmap Menggunakan Tautan Ini ↙️\nhttps://bookmap.com/en/mike-dantonio\n\nPasar saham telah mendapatkan kembali nilai lebih dari $5,5 triliun, secara efektif menghapus aksi jual akibat konflik Iran karena investor mengantisipasi hasil yang sukses dari pembicaraan diplomatik AS-Iran yang akan datang. Meskipun optimisme tinggi, Indikator Buffett telah mencapai rekor 232,6%, menandakan valuasi yang sangat tinggi relatif terhadap PDB bahkan ketika Nasdaq mengincar kemenangan beruntun selama 10 hari yang jarang terjadi. Data Morgan Stanley saat ini menunjukkan bahwa meskipun harga tinggi, pertumbuhan EPS yang stabil terus memberikan dasar fundamental bagi investor jangka panjang. Secara geopolitik, blokade AS terhadap Selat Hormuz tetap menjadi titik pengaruh utama, meskipun IMF memperingatkan bahwa harga minyak yang berkelanjutan di dekat $110 dapat memicu lingkungan resesi global. Sentimen ekonomi didukung hari ini oleh angka PPI yang lebih baik dari perkiraan sebesar 0,1%, meskipun inflasi grosir berada pada level tertinggi tiga tahun sebesar 4%. Selain itu, persetujuan penting SEC untuk menghapus aturan Pattern Day Trader (PDT) menandai pergeseran historis menuju persyaratan margin berbasis risiko daripada frekuensi perdagangan. Untuk menavigasi rezim pasar yang kompleks ini dengan data berkualitas profesional, bergabunglah dengan komunitas StockedUp untuk mendapatkan strategi gratis, pembaruan harian, dan edukasi khusus. Di pasar yang sangat fluktuatif ini, rencana permainan yang solid bukan hanya keuntungan, tetapi juga kebutuhan. Berlangganan sekarang untuk mendapatkan analisis mendalam harian dan strategi manajemen risiko untuk membantu Anda menavigasi berita utama ini dengan percaya diri. Mari kita atasi volatilitas bersama dan raih kesuksesan di tahun 2026!\n\n🏆 Gunakan kode \"BIGMONEY\" untuk menghemat banyak dengan paket tahunan! 🏆\nhttps://go.stockedupuniversity.com/tr...\n\n👑 Deep Value Club 👑\nhttps://go.stockedupuniversity.com/dvc\n\n😊 Berikan masukan Anda untuk membantu membuat video kami lebih baik lagi 👏\nhttps://form.jotform.com/243254260959159\n\n🧢 Dapatkan koleksi merchandise StockedUp! 📦 \nhttps://signup.stockedup.university/p...\n\n💬 Grup Discord Trading Saham Gratis 💬\n  / discord  \n\n🎁 Hadiah gratis dari StockedUp 🎁\nhttps://www.stockedup.university/#sof...\n\n🎥 Livestream Trading Pagi Gratis 🎥\nhttps://www.youtube.com/\n\n🏆 Kursus Opsi Tingkat Lanjut 🏆\nhttps://go.stockedupuniversity.com/ad...\n\n📈 Perangkat Lunak Prediksi Saham Kustom 📈\nhttps://go.stockedupuniversity.com/cu...\n📊 Kursus Pengantar Saham 📊 \nhttps://go.stockedupuniversity.com/in...\n💰 Pengantar Opsi Kursus 💰 \nhttps://go.stockedupuniversity.com/in...\n✅ Situs Web StockedUp ✅ \nhttps://stockedup.university/\n👾 Grup Facebook StockedUp 👾 \n  / stockedup  \n\n#pasarsaham #saham \n0:00 Implikasi Besar untuk Besok \n10:27 Setup & Prediksi Favorit\n\nKode: U4NWN1FJ7SKMZLNQ\n\nPERINGATAN: Tidak ada dalam video ini yang boleh dianggap sebagai nasihat keuangan atau investasi. Kami hanya memberikan pendapat kami. Semua yang dikatakan dalam video ini hanya untuk tujuan hiburan. Lakukan uji tuntas Anda sendiri sebelum membuat keputusan perdagangan atau investasi apa pun. Beberapa tautan yang disertakan dalam deskripsi adalah tautan afiliasi. Jika Anda membeli sesuatu melalui tautan tersebut, kami menerima komisi kecil. Ini tidak akan dikenakan biaya tambahan kepada Anda dan tautan afiliasi sebenarnya memberi Anda akses ke diskon khusus. Terima kasih atas dukungan Anda!", "post_id": "N2u10F7v8lw"}}], "edges": [{"key": "grok", "source": "grok", "target": "ichuuuls", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "grok", "source": "grok", "target": "zakiberkata", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "liliesxterna", "source": "liliesxterna", "target": "BigAlphaID", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "grok", "source": "grok", "target": "gulanya_dipisah", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "grok", "source": "grok", "target": "Dyani_zs", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "grok", "source": "grok", "target": "kompascom", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "grok", "source": "grok", "target": "Ianfield77", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "grok", "source": "grok", "target": "iPopBase", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "grok", "source": "grok", "target": "ayino92", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "grok", "source": "grok", "target": "fimnland", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "grok", "source": "grok", "target": "idextratime", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "yusufgunawan", "source": "yusufgunawan", "target": "eternalgamez", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "grok", "source": "grok", "target": "philipdj", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "grok", "source": "grok", "target": "WhiteHouse", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "Kimura_Capital", "source": "Kimura_Capital", "target": "WatcherGuru", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "bloombergtechnoz", "source": "bloombergtechnoz", "target": "bloombergtechnoz", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "hallosamarinda", "source": "hallosamarinda", "target": "griyaphonesamarinda", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "bloombergtechnoz", "source": "bloombergtechnoz", "target": "bloombergtechnoz", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "celebesmedia.id", "source": "celebesmedia.id", "target": "celebesmedia.id", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "celebesmedia.id", "source": "celebesmedia.id", "target": "celebespsm", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "mnow.id", "source": "mnow.id", "target": "nowdots", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "bloombergtechnoz", "source": "bloombergtechnoz", "target": "bloombergtechnoz", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "bloombergtechnoz", "source": "bloombergtechnoz", "target": "bloombergtechnoz", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "validnews", "source": "validnews", "target": "bemskies496", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "validnews", "source": "validnews", "target": "visitelitisaksama", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "idx_channel", "source": "idx_channel", "target": "idx_channel", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "mancingsaham", "source": "mancingsaham", "target": "mancingsaham", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "mancingsaham", "source": "mancingsaham", "target": "mancingsaham", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "inusa.media", "source": "inusa.media", "target": "inusamedia", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "hariankompas", "source": "hariankompas", "target": "hariankompas.", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "bloombergtechnoz", "source": "bloombergtechnoz", "target": "bloombergtechnoz", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "bloombergtechnoz", "source": "bloombergtechnoz", "target": "bloombergtechnoz", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "idx_channel", "source": "idx_channel", "target": "prast_ulrich", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "idx_channel", "source": "idx_channel", "target": "idx_channel", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "hariankompas", "source": "hariankompas", "target": "hariankompas.", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "sahambbk", "source": "sahambbk", "target": "sahambbk", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "richmindsetidn", "source": "richmindsetidn", "target": "ternakuang.id", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "harrymedina.7273", "source": "harrymedina.7273", "target": "Ahadsan", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "harrymedina.7273", "source": "harrymedina.7273", "target": "Datoobama", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "harrymedina.7273", "source": "harrymedina.7273", "target": "Hidden", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "harrymedina.7273", "source": "harrymedina.7273", "target": "Malaydesh", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "harrymedina.7273", "source": "harrymedina.7273", "target": "yudie", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "harrymedina.7273", "source": "harrymedina.7273", "target": "andiaskarbotak76", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "harrymedina.7273", "source": "harrymedina.7273", "target": "maha", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "harrymedina.7273", "source": "harrymedina.7273", "target": "KAKEK", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "harrymedina.7273", "source": "harrymedina.7273", "target": "ADRI", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "harrymedina.7273", "source": "harrymedina.7273", "target": "jay", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "harrymedina.7273", "source": "harrymedina.7273", "target": "pak", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "harrymedina.7273", "source": "harrymedina.7273", "target": "OFFICIAL", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "harrymedina.7273", "source": "harrymedina.7273", "target": "Anik", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "playerthn2025", "source": "playerthn2025", "target": "bitorexpost", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "minutehistoryid", "source": "minutehistoryid", "target": "glore3", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "minutehistoryid", "source": "minutehistoryid", "target": "geoglobetales", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "minutehistoryid", "source": "minutehistoryid", "target": "I_infohub", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "sanss_clips", "source": "sanss_clips", "target": "ceritanyautungs", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "hanyadianaja", "source": "hanyadianaja", "target": "ruangfinacee", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "radartws", "source": "radartws", "target": "tradewithsuli", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "cliper.demon1", "source": "cliper.demon1", "target": "tradewithsuli", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "banten_hay", "source": "banten_hay", "target": "al_gibral", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "banten_hay", "source": "banten_hay", "target": "bantenhay", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "tanyasaham", "source": "tanyasaham", "target": "tanyasaham.id", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "noxratis", "source": "noxratis", "target": "tradewithsuli", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "ceritapublik.com", "source": "ceritapublik.com", "target": "PerekonomianRI", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "@wstruthbombs", "source": "@wstruthbombs", "target": "wstruthbombs...", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@wstruthbombs", "source": "@wstruthbombs", "target": "wstruthbombs", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@wstruthbombs", "source": "@wstruthbombs", "target": "wstruthbombs...", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@wstruthbombs", "source": "@wstruthbombs", "target": "wstruthbombs", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@moomoo_ANZ", "source": "@moomoo_ANZ", "target": "moomoo_anz", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@KanalBankIndonesia", "source": "@KanalBankIndonesia", "target": "bank_indonesia", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@KanalBankIndonesia", "source": "@KanalBankIndonesia", "target": "BankIndonesiaOfficial", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXCHANNELINSIGHT", "source": "@IDXCHANNELINSIGHT", "target": "wicky_adrian", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXCHANNELINSIGHT", "source": "@IDXCHANNELINSIGHT", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXCHANNELINSIGHT", "source": "@IDXCHANNELINSIGHT", "target": "deffid_83", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXCHANNELINSIGHT", "source": "@IDXCHANNELINSIGHT", "target": "prast_ulrich", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXCHANNELINSIGHT", "source": "@IDXCHANNELINSIGHT", "target": "rosalinehioe", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXCHANNELINSIGHT", "source": "@IDXCHANNELINSIGHT", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "idxchannel_", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "wicky_adrian", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "deffid_83", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "prast_ulrich", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "rosalinehioe", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "idxchannel_", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "wicky_adrian", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "deffid_83", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "prast_ulrich", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "rosalinehioe", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@tribunjakarta", "source": "@tribunjakarta", "target": "tribunjakarta", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@tribunjakarta", "source": "@tribunjakarta", "target": "tribun.jakart...", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "idxchannel_", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "wicky_adrian", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "deffid_83", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "prast_ulrich", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "rosalinehioe", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@tuturmediadigital", "source": "@tuturmediadigital", "target": "tuturtvmedia", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@kabarbursadotcom", "source": "@kabarbursadotcom", "target": "kabarbursadotcom", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@garudatv.official", "source": "@garudatv.official", "target": "garudatv.official", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@kronologifakta", "source": "@kronologifakta", "target": "kronologifakta", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "idxchannel_", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "wicky_adrian", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "deffid_83", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "prast_ulrich", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "rosalinehioe", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@lenapetrova", "source": "@lenapetrova", "target": "lenapetrova", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@lenapetrova", "source": "@lenapetrova", "target": "lenapetrova", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@lenapetrova", "source": "@lenapetrova", "target": "lenapetrovacpa", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@thecore_in", "source": "@thecore_in", "target": "thecore_in", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "idxchannel_", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "wicky_adrian", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "deffid_83", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "prast_ulrich", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "rosalinehioe", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@BloombergPodcasts", "source": "@BloombergPodcasts", "target": "markets", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@BloombergPodcasts", "source": "@BloombergPodcasts", "target": "bloombergquicktake", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "idxchannel_", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "wicky_adrian", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "deffid_83", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "prast_ulrich", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "rosalinehioe", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@InnerBoost-oe4sd", "source": "@InnerBoost-oe4sd", "target": "InnerBoost", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@sb30official", "source": "@sb30official", "target": "sb30official", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "idxchannel_", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "wicky_adrian", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "deffid_83", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "prast_ulrich", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "rosalinehioe", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXCHANNELINSIGHT", "source": "@IDXCHANNELINSIGHT", "target": "wicky_adrian", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXCHANNELINSIGHT", "source": "@IDXCHANNELINSIGHT", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXCHANNELINSIGHT", "source": "@IDXCHANNELINSIGHT", "target": "deffid_83", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXCHANNELINSIGHT", "source": "@IDXCHANNELINSIGHT", "target": "prast_ulrich", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXCHANNELINSIGHT", "source": "@IDXCHANNELINSIGHT", "target": "rosalinehioe", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXCHANNELINSIGHT", "source": "@IDXCHANNELINSIGHT", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@FamilyHobbiesandCards", "source": "@FamilyHobbiesandCards", "target": "fitnessklaus", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "idxchannel_", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "wicky_adrian", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "deffid_83", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "prast_ulrich", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "rosalinehioe", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "idxchannel_", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "wicky_adrian", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "deffid_83", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "prast_ulrich", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "rosalinehioe", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@InvestingNews", "source": "@InvestingNews", "target": "Finding_Finance", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@DRMNewsInternational", "source": "@DRMNewsInternational", "target": "DRMNewsInternati...", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@thecore_in", "source": "@thecore_in", "target": "thecore_in", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@thecore_in", "source": "@thecore_in", "target": "thecore_in", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@wawasan-cerdas", "source": "@wawasan-cerdas", "target": "wawasan", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@BloombergPodcasts", "source": "@BloombergPodcasts", "target": "markets", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@BloombergPodcasts", "source": "@BloombergPodcasts", "target": "bloombergquicktake", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@BloombergPodcasts", "source": "@BloombergPodcasts", "target": "markets", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@BloombergPodcasts", "source": "@BloombergPodcasts", "target": "bloombergquicktake", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@OfficialSINDOnews", "source": "@OfficialSINDOnews", "target": "officialsindonews", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@OfficialSINDOnews", "source": "@OfficialSINDOnews", "target": "sindopodcast", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@OfficialSINDOnews", "source": "@OfficialSINDOnews", "target": "sindokalam", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@NHKWORLDJAPAN", "source": "@NHKWORLDJAPAN", "target": "nhkworldjapan", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@tvOneNews", "source": "@tvOneNews", "target": "declandpmusic", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@InnerBoost-oe4sd", "source": "@InnerBoost-oe4sd", "target": "InnerBoost", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@tvOneNews", "source": "@tvOneNews", "target": "declandpmusic", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@tvOneNews", "source": "@tvOneNews", "target": "declandpmusic", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@tribunbatamvideo", "source": "@tribunbatamvideo", "target": "palestine.pixel", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@tvOneNews", "source": "@tvOneNews", "target": "declandpmusic", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@tvOneNews", "source": "@tvOneNews", "target": "declandpmusic", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@KoranJakartaYoutubeOfficial", "source": "@KoranJakartaYoutubeOfficial", "target": "koranjakarta...", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@cgtnamerica", "source": "@cgtnamerica", "target": "cgtnamerica", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@cgtnamerica", "source": "@cgtnamerica", "target": "cgtnamerica", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@cgtnamerica", "source": "@cgtnamerica", "target": "cgtnamerica", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@cgtnamerica", "source": "@cgtnamerica", "target": "cgtnamerica.tiktok", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@TribunnewsSurya", "source": "@TribunnewsSurya", "target": "tribunnewssurya", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@tvOneNews", "source": "@tvOneNews", "target": "declandpmusic", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@Rystad.Energy", "source": "@Rystad.Energy", "target": "rystad.energy", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@Rystad.Energy", "source": "@Rystad.Energy", "target": "rystadenergy", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@themikegrahamshow", "source": "@themikegrahamshow", "target": "themikegraha...", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@DRMNewsInternational", "source": "@DRMNewsInternational", "target": "DRMNewsInternati...", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@ETNow", "source": "@ETNow", "target": "etnow", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "idxchannel_", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "wicky_adrian", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "deffid_83", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "prast_ulrich", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "rosalinehioe", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@Uponlytech", "source": "@Uponlytech", "target": "uponlytech", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@KompasTVSukabumi", "source": "@KompasTVSukabumi", "target": "ktvsukabumi", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@lenapetrova", "source": "@lenapetrova", "target": "lenapetrova", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@lenapetrova", "source": "@lenapetrova", "target": "lenapetrova", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@lenapetrova", "source": "@lenapetrova", "target": "lenapetrovacpa", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@DRMNewsInternational", "source": "@DRMNewsInternational", "target": "DRMNewsInternati...", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@wstruthbombs", "source": "@wstruthbombs", "target": "wstruthbombs...", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@wstruthbombs", "source": "@wstruthbombs", "target": "wstruthbombs", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@wstruthbombs", "source": "@wstruthbombs", "target": "wstruthbombs...", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@wstruthbombs", "source": "@wstruthbombs", "target": "wstruthbombs", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@BloombergPodcasts", "source": "@BloombergPodcasts", "target": "markets", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@BloombergPodcasts", "source": "@BloombergPodcasts", "target": "bloombergquicktake", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@InnerBoost-oe4sd", "source": "@InnerBoost-oe4sd", "target": "InnerBoost", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@thecore_in", "source": "@thecore_in", "target": "thecore_in", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@InnerBoost-oe4sd", "source": "@InnerBoost-oe4sd", "target": "InnerBoost", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@HongleMoneyOilWar", "source": "@HongleMoneyOilWar", "target": "PredictiveHistory", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@NDTVProfitIndia", "source": "@NDTVProfitIndia", "target": "ndtvprofitindia", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@yonhapnewstv23", "source": "@yonhapnewstv23", "target": "docu", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@yonhapnewstv23", "source": "@yonhapnewstv23", "target": "yonhapnewstv23", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@arahbangsaindonesia", "source": "@arahbangsaindonesia", "target": "arahbangsaindonesia", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "idxchannel_", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "wicky_adrian", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "deffid_83", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "prast_ulrich", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "rosalinehioe", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@garudatv.official", "source": "@garudatv.official", "target": "garudatv.official", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@SolusiBCA", "source": "@SolusiBCA", "target": "GoodLifeBCA", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@SolusiBCA", "source": "@SolusiBCA", "target": "XpresiBCA", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@SolusiBCA", "source": "@SolusiBCA", "target": "BankBCA", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@SolusiBCA", "source": "@SolusiBCA", "target": "KartuKreditBCA", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@SolusiBCA", "source": "@SolusiBCA", "target": "HaloBCA", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@SolusiBCA", "source": "@SolusiBCA", "target": "GoodLifeBCA", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@SolusiBCA", "source": "@SolusiBCA", "target": "LifeAtBCA", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@SolusiBCA", "source": "@SolusiBCA", "target": "BankBCA", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@SolusiBCA", "source": "@SolusiBCA", "target": "GoodLifeBCA", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@SolusiBCA", "source": "@SolusiBCA", "target": "XpresiBCA", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@SolusiBCA", "source": "@SolusiBCA", "target": "BankBCA", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@SolusiBCA", "source": "@SolusiBCA", "target": "KartuKreditBCA", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@SolusiBCA", "source": "@SolusiBCA", "target": "HaloBCA", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@SolusiBCA", "source": "@SolusiBCA", "target": "GoodLifeBCA", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@SolusiBCA", "source": "@SolusiBCA", "target": "LifeAtBCA", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@SolusiBCA", "source": "@SolusiBCA", "target": "BankBCA", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@htzcap", "source": "@htzcap", "target": "htzcap", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@htzcap", "source": "@htzcap", "target": "peterschiff", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@Nickjfreitas", "source": "@Nickjfreitas", "target": "nickjfreitas", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@BloombergPodcasts", "source": "@BloombergPodcasts", "target": "markets", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@BloombergPodcasts", "source": "@BloombergPodcasts", "target": "bloombergquicktake", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@thecore_in", "source": "@thecore_in", "target": "thecore_in", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@wawasan-cerdas", "source": "@wawasan-cerdas", "target": "wawasan", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@NDTV", "source": "@NDTV", "target": "NDTV/playlis...", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@BloombergPodcasts", "source": "@BloombergPodcasts", "target": "markets", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@BloombergPodcasts", "source": "@BloombergPodcasts", "target": "bloombergquicktake", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@thecore_in", "source": "@thecore_in", "target": "thecore_in", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@ThinkBRICS", "source": "@ThinkBRICS", "target": "ThinkBRICS", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "idxchannel_", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "wicky_adrian", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "deffid_83", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "prast_ulrich", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "rosalinehioe", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@PGurus1", "source": "@PGurus1", "target": "pgurus1", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@StockedUp", "source": "@StockedUp", "target": "StockedUpLIV...", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}]}