{"nodes": [{"key": "bondowoso.berkah", "attributes": {"label": "bondowoso.berkah", "x": 422.0754369671934, "y": 246.3268979423042, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 73.8007, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "7631924876625988882", "id": "bondowoso.berkah", "source": "tiktok-000001", "content": "Bukan sekadar CSR—ini langkah besar ubah sistem keuangan daerah jadi serba digital!   Kamis, 23 April 2026, Bupati Bondowoso, Abdul Hamid Wahid, menghadiri penyerahan CSR Bank Jatim di Pendopo RBA Bondowoso. Momentum ini bukan sekadar seremoni, tapi langkah nyata menuju tata kelola keuangan daerah yang modern dan akuntabel.   Melalui kerja sama dengan Bank Jatim, Pemkab Bondowoso resmi mendorong penggunaan Kartu Kredit Pemerintah Daerah atau KKPD. Inovasi ini mempercepat sistem pembayaran, meningkatkan efisiensi, sekaligus memperkuat pengawasan penggunaan anggaran.   Tak hanya itu, penyerahan CSR menjadi bukti sinergi kuat antara pemerintah dan dunia perbankan dalam mendukung pembangunan daerah. Program ini diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat serta mendorong pertumbuhan ekonomi, terutama di tingkat desa dan kelurahan.   Bupati menegaskan, kolaborasi seperti ini adalah kunci menghadapi tantangan ke depan. Dengan semangat bersama, Bondowoso optimis melaju menjadi daerah yang lebih maju, mandiri, dan sejahtera.   Bondowoso bergerak cepat. Digitalisasi jalan, kesejahteraan pun dikejar!  Hamid Wahid 'ad Yahya Syafi'i", "post_id": "7631924876625988882"}}, {"key": "Abdul", "attributes": {"label": "Abdul", "x": 234.17399927233507, "y": 662.8748849664211, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 105.166, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7631924876625988882", "id": "Abdul", "source": "tiktok-000001", "content": "Bukan sekadar CSR—ini langkah besar ubah sistem keuangan daerah jadi serba digital!   Kamis, 23 April 2026, Bupati Bondowoso, Abdul Hamid Wahid, menghadiri penyerahan CSR Bank Jatim di Pendopo RBA Bondowoso. Momentum ini bukan sekadar seremoni, tapi langkah nyata menuju tata kelola keuangan daerah yang modern dan akuntabel.   Melalui kerja sama dengan Bank Jatim, Pemkab Bondowoso resmi mendorong penggunaan Kartu Kredit Pemerintah Daerah atau KKPD. Inovasi ini mempercepat sistem pembayaran, meningkatkan efisiensi, sekaligus memperkuat pengawasan penggunaan anggaran.   Tak hanya itu, penyerahan CSR menjadi bukti sinergi kuat antara pemerintah dan dunia perbankan dalam mendukung pembangunan daerah. Program ini diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat serta mendorong pertumbuhan ekonomi, terutama di tingkat desa dan kelurahan.   Bupati menegaskan, kolaborasi seperti ini adalah kunci menghadapi tantangan ke depan. Dengan semangat bersama, Bondowoso optimis melaju menjadi daerah yang lebih maju, mandiri, dan sejahtera.   Bondowoso bergerak cepat. Digitalisasi jalan, kesejahteraan pun dikejar!  Hamid Wahid 'ad Yahya Syafi'i", "post_id": "7631924876625988882"}}, {"key": "As", "attributes": {"label": "As", "x": 378.98185229656923, "y": 95.78996292613562, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 105.166, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7631924876625988882", "id": "As", "source": "tiktok-000001", "content": "Bukan sekadar CSR—ini langkah besar ubah sistem keuangan daerah jadi serba digital!   Kamis, 23 April 2026, Bupati Bondowoso, Abdul Hamid Wahid, menghadiri penyerahan CSR Bank Jatim di Pendopo RBA Bondowoso. Momentum ini bukan sekadar seremoni, tapi langkah nyata menuju tata kelola keuangan daerah yang modern dan akuntabel.   Melalui kerja sama dengan Bank Jatim, Pemkab Bondowoso resmi mendorong penggunaan Kartu Kredit Pemerintah Daerah atau KKPD. Inovasi ini mempercepat sistem pembayaran, meningkatkan efisiensi, sekaligus memperkuat pengawasan penggunaan anggaran.   Tak hanya itu, penyerahan CSR menjadi bukti sinergi kuat antara pemerintah dan dunia perbankan dalam mendukung pembangunan daerah. Program ini diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat serta mendorong pertumbuhan ekonomi, terutama di tingkat desa dan kelurahan.   Bupati menegaskan, kolaborasi seperti ini adalah kunci menghadapi tantangan ke depan. Dengan semangat bersama, Bondowoso optimis melaju menjadi daerah yang lebih maju, mandiri, dan sejahtera.   Bondowoso bergerak cepat. Digitalisasi jalan, kesejahteraan pun dikejar!  Hamid Wahid 'ad Yahya Syafi'i", "post_id": "7631924876625988882"}}, {"key": "porenesia", "attributes": {"label": "porenesia", "x": 763.2148350056173, "y": 150.3236302600729, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 73.8007, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "7506612080401730834", "id": "porenesia", "source": "tiktok-000001", "content": "Eks Sekretaris Kementerian BUMN, Muhammad Said Didu melemparkan sindiran keras ke Gubernur Jawa Timur (Jatim), Khofifah Indar Parawansa. Melalui cuitan di media sosial X pribadinya, Said Didu menyebut Khofifah Indar Sowan ke mantan Presiden Jokowi Widodo. Hal ini sindiran terkait pertemuan kedua beberapa waktu lalu di Solo tepatnya di kediaman Jokowi. “Gubernur Jatim Ibu  bukan hanya sowan ke Jokowi tapi sebelum sowan ke Solo,” tulisnya dikutip Rabu (23/4/2025). Lanjut, ia kembali menyindir dengan menyebut sebelum pertemuan dengan Jokowi ada pertemuan sebelumnya. Gubernur Jatim itu disebut terlebih dahulu melakukan pertemuan dengan menantu Jokowi, Bobby Nasution di Medan. “Beliau sowan dulu ke menantu Jokowi, Bobby di Medan,” tuturnya. Sebelumnya, Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, melakukan kunjungan ke kediaman Presiden ke-7 Republik Indonesia, Joko Widodo, di Kota Solo, Jawa Tengah, Selasa (15/4/2025) lalu. Agenda tersebut merupakan ajang silaturahmi dan halal bihalal pasca Idulfitri, sekaligus dimanfaatkan untuk berdiskusi terkait isu-isu strategis yang tengah dihadapi daerah maupun nasional. Dalam pertemuan itu, Khofifah tidak sendiri. Ia didampingi dua pimpinan keamanan Jawa Timur, yakni Pangdam V/Brawijaya Mayjen TNI Rudy Saladin dan Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Nanang Avianto. Unggahan Said Didu itu menyindir orang-orang yang kerap sowan ke Jokowi adalah orang-orang bermasalah. “Yang rajin sowan ke Jokowi. Biasanya orang-orang bermasalah. Koruptor, preman, ternak bayaran, politisi & pejabat korup,” tulis  Sebelumnya, Anggota Komisi C DPRD Jatim, Multazamudz Dzikri heran dengan Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa yang hingga kini belum memberikan pernyataan resmi terkait kasus kredit fiktif di Bank Jatim Cabang Jakarta yang mencapai angka fantastis setengah triliun lebih (Rp 569,4 miliar). Sumber : fajar.co.id", "post_id": "7506612080401730834"}}, {"key": "KhofifahIP", "attributes": {"label": "KhofifahIP", "x": 558.6415760063275, "y": 329.07686741560013, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 105.166, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7506612080401730834", "id": "KhofifahIP", "source": "tiktok-000001", "content": "Eks Sekretaris Kementerian BUMN, Muhammad Said Didu melemparkan sindiran keras ke Gubernur Jawa Timur (Jatim), Khofifah Indar Parawansa. Melalui cuitan di media sosial X pribadinya, Said Didu menyebut Khofifah Indar Sowan ke mantan Presiden Jokowi Widodo. Hal ini sindiran terkait pertemuan kedua beberapa waktu lalu di Solo tepatnya di kediaman Jokowi. “Gubernur Jatim Ibu  bukan hanya sowan ke Jokowi tapi sebelum sowan ke Solo,” tulisnya dikutip Rabu (23/4/2025). Lanjut, ia kembali menyindir dengan menyebut sebelum pertemuan dengan Jokowi ada pertemuan sebelumnya. Gubernur Jatim itu disebut terlebih dahulu melakukan pertemuan dengan menantu Jokowi, Bobby Nasution di Medan. “Beliau sowan dulu ke menantu Jokowi, Bobby di Medan,” tuturnya. Sebelumnya, Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, melakukan kunjungan ke kediaman Presiden ke-7 Republik Indonesia, Joko Widodo, di Kota Solo, Jawa Tengah, Selasa (15/4/2025) lalu. Agenda tersebut merupakan ajang silaturahmi dan halal bihalal pasca Idulfitri, sekaligus dimanfaatkan untuk berdiskusi terkait isu-isu strategis yang tengah dihadapi daerah maupun nasional. Dalam pertemuan itu, Khofifah tidak sendiri. Ia didampingi dua pimpinan keamanan Jawa Timur, yakni Pangdam V/Brawijaya Mayjen TNI Rudy Saladin dan Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Nanang Avianto. Unggahan Said Didu itu menyindir orang-orang yang kerap sowan ke Jokowi adalah orang-orang bermasalah. “Yang rajin sowan ke Jokowi. Biasanya orang-orang bermasalah. Koruptor, preman, ternak bayaran, politisi & pejabat korup,” tulis  Sebelumnya, Anggota Komisi C DPRD Jatim, Multazamudz Dzikri heran dengan Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa yang hingga kini belum memberikan pernyataan resmi terkait kasus kredit fiktif di Bank Jatim Cabang Jakarta yang mencapai angka fantastis setengah triliun lebih (Rp 569,4 miliar). Sumber : fajar.co.id", "post_id": "7506612080401730834"}}, {"key": "yaniarsim.", "attributes": {"label": "yaniarsim.", "x": 202.12549059772078, "y": 408.72222081703325, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 105.166, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7506612080401730834", "id": "yaniarsim.", "source": "tiktok-000001", "content": "Eks Sekretaris Kementerian BUMN, Muhammad Said Didu melemparkan sindiran keras ke Gubernur Jawa Timur (Jatim), Khofifah Indar Parawansa. Melalui cuitan di media sosial X pribadinya, Said Didu menyebut Khofifah Indar Sowan ke mantan Presiden Jokowi Widodo. Hal ini sindiran terkait pertemuan kedua beberapa waktu lalu di Solo tepatnya di kediaman Jokowi. “Gubernur Jatim Ibu  bukan hanya sowan ke Jokowi tapi sebelum sowan ke Solo,” tulisnya dikutip Rabu (23/4/2025). Lanjut, ia kembali menyindir dengan menyebut sebelum pertemuan dengan Jokowi ada pertemuan sebelumnya. Gubernur Jatim itu disebut terlebih dahulu melakukan pertemuan dengan menantu Jokowi, Bobby Nasution di Medan. “Beliau sowan dulu ke menantu Jokowi, Bobby di Medan,” tuturnya. Sebelumnya, Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, melakukan kunjungan ke kediaman Presiden ke-7 Republik Indonesia, Joko Widodo, di Kota Solo, Jawa Tengah, Selasa (15/4/2025) lalu. Agenda tersebut merupakan ajang silaturahmi dan halal bihalal pasca Idulfitri, sekaligus dimanfaatkan untuk berdiskusi terkait isu-isu strategis yang tengah dihadapi daerah maupun nasional. Dalam pertemuan itu, Khofifah tidak sendiri. Ia didampingi dua pimpinan keamanan Jawa Timur, yakni Pangdam V/Brawijaya Mayjen TNI Rudy Saladin dan Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Nanang Avianto. Unggahan Said Didu itu menyindir orang-orang yang kerap sowan ke Jokowi adalah orang-orang bermasalah. “Yang rajin sowan ke Jokowi. Biasanya orang-orang bermasalah. Koruptor, preman, ternak bayaran, politisi & pejabat korup,” tulis  Sebelumnya, Anggota Komisi C DPRD Jatim, Multazamudz Dzikri heran dengan Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa yang hingga kini belum memberikan pernyataan resmi terkait kasus kredit fiktif di Bank Jatim Cabang Jakarta yang mencapai angka fantastis setengah triliun lebih (Rp 569,4 miliar). Sumber : fajar.co.id", "post_id": "7506612080401730834"}}, {"key": "dpc.demokratta", "attributes": {"label": "dpc.demokratta", "x": 575.9719341731021, "y": 802.2487371683445, "size": 15.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 73.8007, "eigenvector": 200.0, "in_degree": 0, "out_degree": 4, "degree": 4}, "_id": "7618809706038955285", "id": "dpc.demokratta", "source": "tiktok-000001", "content": "Menteri Ekonomi Kreatif (Menekraf)/Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) yang juga Anggota Majelis Tinggi Partai Demokrat  , menegaskan komitmennya memperkuat ekonomi kreatif sebagai mesin baru pertumbuhan ekonomi nasional yang dimulai dari daerah. Hal ini ia tegaskan saat menghadiri penutupan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Gerakan Ekonomi Kreatif Nasional (GEKRAFS) di Novotel Pulomas, Jakarta, Sabtu (7/3/2026). Menteri TRH juga menjelaskan salah satu tonggak capaian pemerintah pada 2026, yakni penyiapan plafon pembiayaan hingga Rp10 triliun melalui skema Kredit Usaha Rakyat (KUR) berbasis Kekayaan Intelektual (KI).  Melalui skema ini, jelas Menteri TRH, wirausaha ekonomi kreatif dapat mengakses pinjaman sekitar Rp100 juta hingga Rp500 juta, dengan penyaluran yang akan didorong melalui kerja sama dengan GEKRAFS.  Demokrat  Jatim   #Ekraf #PartaiDemokrat #Menekraf #AHY #DemokratTulungagung", "post_id": "7618809706038955285"}}, {"key": "teukuriefky", "attributes": {"label": "teukuriefky", "x": 701.5184549680317, "y": 243.8374522690514, "size": 15.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 89.4834, "eigenvector": 200.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7618809706038955285", "id": "teukuriefky", "source": "tiktok-000001", "content": "Menteri Ekonomi Kreatif (Menekraf)/Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) yang juga Anggota Majelis Tinggi Partai Demokrat  , menegaskan komitmennya memperkuat ekonomi kreatif sebagai mesin baru pertumbuhan ekonomi nasional yang dimulai dari daerah. Hal ini ia tegaskan saat menghadiri penutupan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Gerakan Ekonomi Kreatif Nasional (GEKRAFS) di Novotel Pulomas, Jakarta, Sabtu (7/3/2026). Menteri TRH juga menjelaskan salah satu tonggak capaian pemerintah pada 2026, yakni penyiapan plafon pembiayaan hingga Rp10 triliun melalui skema Kredit Usaha Rakyat (KUR) berbasis Kekayaan Intelektual (KI).  Melalui skema ini, jelas Menteri TRH, wirausaha ekonomi kreatif dapat mengakses pinjaman sekitar Rp100 juta hingga Rp500 juta, dengan penyaluran yang akan didorong melalui kerja sama dengan GEKRAFS.  Demokrat  Jatim   #Ekraf #PartaiDemokrat #Menekraf #AHY #DemokratTulungagung", "post_id": "7618809706038955285"}}, {"key": "Partai", "attributes": {"label": "Partai", "x": 552.8893668031619, "y": 77.8280406739118, "size": 15.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 89.4834, "eigenvector": 200.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7618809706038955285", "id": "Partai", "source": "tiktok-000001", "content": "Menteri Ekonomi Kreatif (Menekraf)/Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) yang juga Anggota Majelis Tinggi Partai Demokrat  , menegaskan komitmennya memperkuat ekonomi kreatif sebagai mesin baru pertumbuhan ekonomi nasional yang dimulai dari daerah. Hal ini ia tegaskan saat menghadiri penutupan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Gerakan Ekonomi Kreatif Nasional (GEKRAFS) di Novotel Pulomas, Jakarta, Sabtu (7/3/2026). Menteri TRH juga menjelaskan salah satu tonggak capaian pemerintah pada 2026, yakni penyiapan plafon pembiayaan hingga Rp10 triliun melalui skema Kredit Usaha Rakyat (KUR) berbasis Kekayaan Intelektual (KI).  Melalui skema ini, jelas Menteri TRH, wirausaha ekonomi kreatif dapat mengakses pinjaman sekitar Rp100 juta hingga Rp500 juta, dengan penyaluran yang akan didorong melalui kerja sama dengan GEKRAFS.  Demokrat  Jatim   #Ekraf #PartaiDemokrat #Menekraf #AHY #DemokratTulungagung", "post_id": "7618809706038955285"}}, {"key": "Demokrat", "attributes": {"label": "Demokrat", "x": 166.5789210566262, "y": 185.02939432182797, "size": 15.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 89.4834, "eigenvector": 200.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7618809706038955285", "id": "Demokrat", "source": "tiktok-000001", "content": "Menteri Ekonomi Kreatif (Menekraf)/Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) yang juga Anggota Majelis Tinggi Partai Demokrat  , menegaskan komitmennya memperkuat ekonomi kreatif sebagai mesin baru pertumbuhan ekonomi nasional yang dimulai dari daerah. Hal ini ia tegaskan saat menghadiri penutupan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Gerakan Ekonomi Kreatif Nasional (GEKRAFS) di Novotel Pulomas, Jakarta, Sabtu (7/3/2026). Menteri TRH juga menjelaskan salah satu tonggak capaian pemerintah pada 2026, yakni penyiapan plafon pembiayaan hingga Rp10 triliun melalui skema Kredit Usaha Rakyat (KUR) berbasis Kekayaan Intelektual (KI).  Melalui skema ini, jelas Menteri TRH, wirausaha ekonomi kreatif dapat mengakses pinjaman sekitar Rp100 juta hingga Rp500 juta, dengan penyaluran yang akan didorong melalui kerja sama dengan GEKRAFS.  Demokrat  Jatim   #Ekraf #PartaiDemokrat #Menekraf #AHY #DemokratTulungagung", "post_id": "7618809706038955285"}}, {"key": "ekraf.ri", "attributes": {"label": "ekraf.ri", "x": 455.26404944328215, "y": 262.84952428449014, "size": 15.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 89.4834, "eigenvector": 200.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7618809706038955285", "id": "ekraf.ri", "source": "tiktok-000001", "content": "Menteri Ekonomi Kreatif (Menekraf)/Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) yang juga Anggota Majelis Tinggi Partai Demokrat  , menegaskan komitmennya memperkuat ekonomi kreatif sebagai mesin baru pertumbuhan ekonomi nasional yang dimulai dari daerah. Hal ini ia tegaskan saat menghadiri penutupan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Gerakan Ekonomi Kreatif Nasional (GEKRAFS) di Novotel Pulomas, Jakarta, Sabtu (7/3/2026). Menteri TRH juga menjelaskan salah satu tonggak capaian pemerintah pada 2026, yakni penyiapan plafon pembiayaan hingga Rp10 triliun melalui skema Kredit Usaha Rakyat (KUR) berbasis Kekayaan Intelektual (KI).  Melalui skema ini, jelas Menteri TRH, wirausaha ekonomi kreatif dapat mengakses pinjaman sekitar Rp100 juta hingga Rp500 juta, dengan penyaluran yang akan didorong melalui kerja sama dengan GEKRAFS.  Demokrat  Jatim   #Ekraf #PartaiDemokrat #Menekraf #AHY #DemokratTulungagung", "post_id": "7618809706038955285"}}], "edges": [{"key": "bondowoso.berkah", "source": "bondowoso.berkah", "target": "Abdul", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "bondowoso.berkah", "source": "bondowoso.berkah", "target": "As", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "porenesia", "source": "porenesia", "target": "KhofifahIP", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "porenesia", "source": "porenesia", "target": "yaniarsim.", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "dpc.demokratta", "source": "dpc.demokratta", "target": "teukuriefky", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "dpc.demokratta", "source": "dpc.demokratta", "target": "Partai", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "dpc.demokratta", "source": "dpc.demokratta", "target": "Demokrat", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "dpc.demokratta", "source": "dpc.demokratta", "target": "ekraf.ri", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}]}