{"nodes": [{"key": "grok", "attributes": {"label": "grok", "x": 805.5137770935991, "y": 950.8008774162936, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 6.1014, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 9, "degree": 9}, "_id": "1968242232697495678", "id": "grok", "source": "tweet-000004", "content": "Ini berarti Bank Indonesia memangkas suku bunga acuan (BI Rate) sebesar 25 basis poin menjadi 4,75%. Ini adalah pemotongan kelima sejak September 2024, bertujuan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi dengan membuat pinjaman lebih murah. Pemotongan berturut-turut sejak Juli-Agustus", "post_id": "1968242232697495678"}}, {"key": "gardencomp1", "attributes": {"label": "gardencomp1", "x": 774.7448261141615, "y": 489.5459681237332, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 6.6776, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "1968242232697495678", "id": "gardencomp1", "source": "tweet-000004", "content": "Ini berarti Bank Indonesia memangkas suku bunga acuan (BI Rate) sebesar 25 basis poin menjadi 4,75%. Ini adalah pemotongan kelima sejak September 2024, bertujuan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi dengan membuat pinjaman lebih murah. Pemotongan berturut-turut sejak Juli-Agustus", "post_id": "1968242232697495678"}}, {"key": "BigAlphaID", "attributes": {"label": "BigAlphaID", "x": 123.89078141845955, "y": 631.7771628628179, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 6.6776, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "1968242232697495678", "id": "BigAlphaID", "source": "tweet-000004", "content": "Ini berarti Bank Indonesia memangkas suku bunga acuan (BI Rate) sebesar 25 basis poin menjadi 4,75%. Ini adalah pemotongan kelima sejak September 2024, bertujuan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi dengan membuat pinjaman lebih murah. Pemotongan berturut-turut sejak Juli-Agustus", "post_id": "1968242232697495678"}}, {"key": "yat_ever", "attributes": {"label": "yat_ever", "x": 788.7612901353356, "y": 419.65611666809133, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 6.6776, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "1965970300895686801", "id": "yat_ever", "source": "tweet-000004", "content": "Halo bro! Dana Rp 200 triliun itu berasal dari uang pemerintah yang mengendap di Bank Indonesia (BI), total Rp 425 triliun dari pajak dan sumber lain. Rencananya ditarik dan ditempatkan di bank komersial untuk tingkatkan likuiditas, dorong kredit, dan pertumbuhan ekonomi.", "post_id": "1965970300895686801"}}, {"key": "wiwinini", "attributes": {"label": "wiwinini", "x": 705.188527768093, "y": 599.5996478309874, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 6.6776, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "1968278632901800012", "id": "wiwinini", "source": "tweet-000004", "content": "Bank Indonesia baru saja potong suku bunga acuan 25 bps jadi 4,75% untuk dorong pertumbuhan ekonomi. Artinya: Pinjaman lebih murah, bisnis & orang gampang ekspansi, konsumsi naik, ekonomi lebih hidup.\n\nBuat saham: IHSG langsung naik tembus 8.000 karena investor optimis, sektor", "post_id": "1968278632901800012"}}, {"key": "finansiologi", "attributes": {"label": "finansiologi", "x": 508.4736820882295, "y": 716.546848069935, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 6.6776, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "1968278632901800012", "id": "finansiologi", "source": "tweet-000004", "content": "Bank Indonesia baru saja potong suku bunga acuan 25 bps jadi 4,75% untuk dorong pertumbuhan ekonomi. Artinya: Pinjaman lebih murah, bisnis & orang gampang ekspansi, konsumsi naik, ekonomi lebih hidup.\n\nBuat saham: IHSG langsung naik tembus 8.000 karena investor optimis, sektor", "post_id": "1968278632901800012"}}, {"key": "humans_sapiens", "attributes": {"label": "humans_sapiens", "x": 79.70953551043203, "y": 450.36235186906237, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 6.6776, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "1968274259622658375", "id": "humans_sapiens", "source": "tweet-000004", "content": "BI Rate adalah suku bunga acuan Bank Indonesia yang memengaruhi inflasi, pertumbuhan ekonomi, dan biaya pinjaman. Hari ini (17 Sep 2025), BI memangkasnya 25 basis poin menjadi 4.75%, di luar ekspektasi analis. Tujuannya mendorong pertumbuhan yang melambat dengan menurunkan biaya", "post_id": "1968274259622658375"}}, {"key": "Saham_fess", "attributes": {"label": "Saham_fess", "x": 154.2021080191238, "y": 701.5688487549663, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 6.6776, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "1968274259622658375", "id": "Saham_fess", "source": "tweet-000004", "content": "BI Rate adalah suku bunga acuan Bank Indonesia yang memengaruhi inflasi, pertumbuhan ekonomi, dan biaya pinjaman. Hari ini (17 Sep 2025), BI memangkasnya 25 basis poin menjadi 4.75%, di luar ekspektasi analis. Tujuannya mendorong pertumbuhan yang melambat dengan menurunkan biaya", "post_id": "1968274259622658375"}}, {"key": "DeanaShella", "attributes": {"label": "DeanaShella", "x": 85.85336061597681, "y": 68.55268759671718, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 6.6776, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2043675061832265923", "id": "DeanaShella", "source": "tweet-000004", "content": "Bang, udah gue selidiki! Bank Indonesia (via Deputi Gubernur Senior Destry Damayanti) hari ini (13/4/2026) ramal pertumbuhan ekonomi Q1 2026 di atas 5,2% yoy. Didorong konsumsi rumah tangga & investasi pemerintah yang kuat, meski ada risiko global dari perang Timur Tengah. Target", "post_id": "2043675061832265923"}}, {"key": "FirstSquawk", "attributes": {"label": "FirstSquawk", "x": 622.0910105020688, "y": 191.85684532645232, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 6.6776, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2043675061832265923", "id": "FirstSquawk", "source": "tweet-000004", "content": "Bang, udah gue selidiki! Bank Indonesia (via Deputi Gubernur Senior Destry Damayanti) hari ini (13/4/2026) ramal pertumbuhan ekonomi Q1 2026 di atas 5,2% yoy. Didorong konsumsi rumah tangga & investasi pemerintah yang kuat, meski ada risiko global dari perang Timur Tengah. Target", "post_id": "2043675061832265923"}}, {"key": "bank_indonesia_jakarta", "attributes": {"label": "bank_indonesia_jakarta", "x": 783.994311726055, "y": 134.25897798864216, "size": 3.69, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 6.1014, "eigenvector": 5.3247, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "3884531776283150492_3483223332", "id": "bank_indonesia_jakarta", "source": "instagram-000001", "content": "Optimisme bukanlah sekadar rasa, tapi hasil dari arah yang jelas dan kerja yang terhubung!\n\n#SobatRupiah, di tengah dunia yang penuh ketidakpastian, Indonesia memilih untuk melaju dengan fondasi yang kuat dan kolaborasi yang nyata.\n\nSemangat ini diwujudkan salah satunya melalui Percepatan Intermediasi Indonesia (PINISI) sebagai wadah untuk memperkuat komunikasi dan koordinasi dalam menggerakkan sektor-sektor prioritas sekaligus mengatasi hambatan intermediasi demi mendukung pertumbuhan ekonomi.\n\nMelalui PINISI (Percepatan Intermediasi Indonesia) Bank Indonesia bersama Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian RI  mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk menumbuhkan Optimisme, memperkuat Komitmen, dan terus mempererat Sinergi (O-K-S) demi #BeriMakna mewujudkan pertumbuhan ekonomi 2026 di kisaran 4,9–5,7%. \n\nSaatnya optimisme tidak berhenti di wacana, tapi terasa lewat dampak nyata!\nKalau menurut Sobat, apa lagi upaya yang perlu dilakukan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi agar lebih optimal? \n\n#diSetiapMaknaIndonesia", "post_id": "3884531776283150492_3483223332"}}, {"key": "perekonomianri", "attributes": {"label": "perekonomianri", "x": 588.0158982503972, "y": 681.8724925240504, "size": 6.25, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 58.6206, "eigenvector": 25.1106, "in_degree": 6, "out_degree": 0, "degree": 6}, "_id": "3884531776283150492_3483223332", "id": "perekonomianri", "source": "instagram-000001", "content": "Optimisme bukanlah sekadar rasa, tapi hasil dari arah yang jelas dan kerja yang terhubung!\n\n#SobatRupiah, di tengah dunia yang penuh ketidakpastian, Indonesia memilih untuk melaju dengan fondasi yang kuat dan kolaborasi yang nyata.\n\nSemangat ini diwujudkan salah satunya melalui Percepatan Intermediasi Indonesia (PINISI) sebagai wadah untuk memperkuat komunikasi dan koordinasi dalam menggerakkan sektor-sektor prioritas sekaligus mengatasi hambatan intermediasi demi mendukung pertumbuhan ekonomi.\n\nMelalui PINISI (Percepatan Intermediasi Indonesia) Bank Indonesia bersama Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian RI  mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk menumbuhkan Optimisme, memperkuat Komitmen, dan terus mempererat Sinergi (O-K-S) demi #BeriMakna mewujudkan pertumbuhan ekonomi 2026 di kisaran 4,9–5,7%. \n\nSaatnya optimisme tidak berhenti di wacana, tapi terasa lewat dampak nyata!\nKalau menurut Sobat, apa lagi upaya yang perlu dilakukan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi agar lebih optimal? \n\n#diSetiapMaknaIndonesia", "post_id": "3884531776283150492_3483223332"}}, {"key": "bank_indonesia", "attributes": {"label": "bank_indonesia", "x": 471.7323920036758, "y": 503.0335003456414, "size": 8.32, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 35.3478, "eigenvector": 41.0702, "in_degree": 12, "out_degree": 1, "degree": 13}, "_id": "3884511562890846248_1646269200", "id": "bank_indonesia", "source": "instagram-000001", "content": "Optimisme bukanlah sekadar rasa, tapi hasil dari arah yang jelas dan kerja yang terhubung!\n\n#SobatRupiah, di tengah dunia yang penuh ketidakpastian, Indonesia memilih untuk melaju dengan fondasi yang kuat dan kolaborasi yang nyata.\n\nSemangat ini diwujudkan salah satunya melalui Percepatan Intermediasi Indonesia (PINISI) sebagai wadah untuk memperkuat komunikasi dan koordinasi dalam menggerakkan sektor-sektor prioritas sekaligus mengatasi hambatan intermediasi demi mendukung pertumbuhan ekonomi.\n\nMelalui PINISI (Percepatan Intermediasi Indonesia) Bank Indonesia bersama Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian RI  mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk menumbuhkan Optimisme, memperkuat Komitmen, dan terus mempererat Sinergi (O-K-S) demi #BeriMakna mewujudkan pertumbuhan ekonomi 2026 di kisaran 4,9–5,7%. \n\nSaatnya optimisme tidak berhenti di wacana, tapi terasa lewat dampak nyata!\nKalau menurut Sobat, apa lagi upaya yang perlu dilakukan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi agar lebih optimal? \n\n#diSetiapMaknaIndonesia", "post_id": "3884511562890846248_1646269200"}}, {"key": "bank_indonesia_kalsel", "attributes": {"label": "bank_indonesia_kalsel", "x": 531.7644414220852, "y": 574.8055378725884, "size": 3.69, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 6.1014, "eigenvector": 5.3247, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "3884893090046230644_3108436875", "id": "bank_indonesia_kalsel", "source": "instagram-000001", "content": "Optimisme bukanlah sekadar rasa, tapi hasil dari arah yang jelas dan kerja yang terhubung!\n\n#SobatRupiah, di tengah dunia yang penuh ketidakpastian, Indonesia memilih untuk melaju dengan fondasi yang kuat dan kolaborasi yang nyata.\n\nSemangat ini diwujudkan salah satunya melalui Percepatan Intermediasi Indonesia (PINISI) sebagai wadah untuk memperkuat komunikasi dan koordinasi dalam menggerakkan sektor-sektor prioritas sekaligus mengatasi hambatan intermediasi demi mendukung pertumbuhan ekonomi.\n\nMelalui PINISI (Percepatan Intermediasi Indonesia) Bank Indonesia bersama Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian RI  mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk menumbuhkan Optimisme, memperkuat Komitmen, dan terus mempererat Sinergi (O-K-S) demi #BeriMakna mewujudkan pertumbuhan ekonomi 2026 di kisaran 4,9–5,7%.\n\nSaatnya optimisme tidak berhenti di wacana, tapi terasa lewat dampak nyata!\nKalau menurut Sobat, apa lagi upaya yang perlu dilakukan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi agar lebih optimal?\n\n#diSetiapMaknaIndonesia", "post_id": "3884893090046230644_3108436875"}}, {"key": "bank_indonesia_kediri", "attributes": {"label": "bank_indonesia_kediri", "x": 651.9660679516768, "y": 617.1238931391035, "size": 5.54, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 6.1014, "eigenvector": 19.5966, "in_degree": 0, "out_degree": 3, "degree": 3}, "_id": "3884534684680779192_3072612250", "id": "bank_indonesia_kediri", "source": "instagram-000001", "content": "Optimisme bukanlah sekadar rasa, tapi hasil dari arah yang jelas dan kerja yang terhubung!\n\n#SobatRupiah, di tengah dunia yang penuh ketidakpastian, Indonesia memilih untuk melaju dengan fondasi yang kuat dan kolaborasi yang nyata.\n\nSemangat ini diwujudkan salah satunya melalui Percepatan Intermediasi Indonesia (PINISI) sebagai wadah untuk memperkuat komunikasi dan koordinasi dalam menggerakkan sektor-sektor prioritas sekaligus mengatasi hambatan intermediasi demi mendukung pertumbuhan ekonomi.\n\nMelalui PINISI (Percepatan Intermediasi Indonesia) Bank Indonesia bersama Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian RI  mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk menumbuhkan Optimisme, memperkuat Komitmen, dan terus mempererat Sinergi (O-K-S) demi #BeriMakna mewujudkan pertumbuhan ekonomi 2026 di kisaran 4,9–5,7%.\n\nSaatnya optimisme tidak berhenti di wacana, tapi terasa lewat dampak nyata!\nKalau menurut Sobat, apa lagi upaya yang perlu dilakukan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi agar lebih optimal?\n\n#diSetiapMaknaIndonesia", "post_id": "3884534684680779192_3072612250"}}, {"key": "bank_indonesia_kepri", "attributes": {"label": "bank_indonesia_kepri", "x": 439.5281613990543, "y": 901.3287562982969, "size": 3.69, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 6.1014, "eigenvector": 5.3247, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "3885220661455695687_2904384635", "id": "bank_indonesia_kepri", "source": "instagram-000001", "content": "Optimisme bukanlah sekadar rasa, tapi hasil dari arah yang jelas dan kerja yang terhubung!\n\n#SobatRupiah, di tengah dunia yang penuh ketidakpastian, Indonesia memilih untuk melaju dengan fondasi yang kuat dan kolaborasi yang nyata.\n\nSemangat ini diwujudkan salah satunya melalui Percepatan Intermediasi Indonesia (PINISI) sebagai wadah untuk memperkuat komunikasi dan koordinasi dalam menggerakkan sektor-sektor prioritas sekaligus mengatasi hambatan intermediasi demi mendukung pertumbuhan ekonomi.\n\nMelalui PINISI (Percepatan Intermediasi Indonesia) Bank Indonesia bersama Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian RI  mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk menumbuhkan Optimisme, memperkuat Komitmen, dan terus mempererat Sinergi (O-K-S) demi #BeriMakna mewujudkan pertumbuhan ekonomi 2026 di kisaran 4,9–5,7%.\n\nSaatnya optimisme tidak berhenti di wacana, tapi terasa lewat dampak nyata!\nKalau menurut Sobat, apa lagi upaya yang perlu dilakukan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi agar lebih optimal?\n\n#diSetiapMaknaIndonesia", "post_id": "3885220661455695687_2904384635"}}, {"key": "bank_indonesia_lhokseumawe_", "attributes": {"label": "bank_indonesia_lhokseumawe_", "x": 589.3627501345524, "y": 396.96738324602944, "size": 3.69, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 6.1014, "eigenvector": 5.3247, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "3884953702586511438_48797578859", "id": "bank_indonesia_lhokseumawe_", "source": "instagram-000001", "content": "Optimisme bukanlah sekadar rasa, tapi hasil dari arah yang jelas dan kerja yang terhubung! \n\n#SobatRupiah, di tengah dunia yang penuh ketidakpastian, Indonesia memilih untuk melaju dengan fondasi yang kuat dan kolaborasi yang nyata. \n\nSemangat ini diwujudkan salah satunya melalui Percepatan Intermediasi Indonesia (PINISI) sebagai wadah untuk memperkuat komunikasi dan koordinasi dalam menggerakkan sektor-sektor prioritas sekaligus mengatasi hambatan intermediasi demi mendukung pertumbuhan ekonomi. \n\nMelalui PINISI (Percepatan Intermediasi Indonesia) Bank Indonesia bersama Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian RI  mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk menumbuhkan Optimisme, memperkuat Komitmen, dan terus mempererat Sinergi (O-K-S) demi #BeriMakna mewujudkan pertumbuhan ekonomi 2026 di kisaran 4,9–5,7%. \n\nSaatnya optimisme tidak berhenti di wacana, tapi terasa lewat dampak nyata! Kalau menurut Sobat, apa lagi upaya yang perlu dilakukan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi agar lebih optimal? \n\n#diSetiapMaknaIndonesia", "post_id": "3884953702586511438_48797578859"}}, {"key": "bank_indonesia_jatim", "attributes": {"label": "bank_indonesia_jatim", "x": 344.9494913198048, "y": 158.41368886375918, "size": 10.3, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 6.4471, "eigenvector": 56.3361, "in_degree": 1, "out_degree": 1, "degree": 2}, "_id": "3889404973356821752_3158106310", "id": "bank_indonesia_jatim", "source": "instagram-000001", "content": "Stabil di tengah tekanan, tumbuh di tengah tantangan!\n\n#SobatRupiah, ketidakpastian global, khususnya dinamika geopolitik di Timur Tengah menjadi risiko utama yang terus diantisipasi Bank Indonesia.\n\nDalam pertemuan bersama investor di Singapura, Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo menegaskan berbagai langkah strategis untuk menjaga fundamental ekonomi Indonesia dan memperkuat kepercayaan investor (28/4).\n\nMulai dari penerapan integrated monetary policy mix melalui tiga pilar utama, hingga penguatan sinergi kebijakan moneter dan fiskal yang menjaga stabilitas sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi domestik.\n\nLalu, langkah apa lagi yang ditempuh untuk memastikan Indonesia tetap menjadi destinasi investasi yang menarik? Yuk, #BeriMakna simak selengkapnya!\n•\nRepost from \n•\n\n#diSetiapMaknaIndonesia", "post_id": "3889404973356821752_3158106310"}}, {"key": "bank_indonesia_jabar", "attributes": {"label": "bank_indonesia_jabar", "x": 578.9686063406419, "y": 298.1737218871141, "size": 4.85, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 6.1014, "eigenvector": 14.2719, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "3889525883992668600_6980760863", "id": "bank_indonesia_jabar", "source": "instagram-000001", "content": "Reposted from \n\nStabil di tengah tekanan, tumbuh di tengah tantangan!\n\n#SobatRupiah, ketidakpastian global, khususnya dinamika geopolitik di Timur Tengah menjadi risiko utama yang terus diantisipasi Bank Indonesia.\n\nDalam pertemuan bersama investor di Singapura, Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo menegaskan berbagai langkah strategis untuk menjaga fundamental ekonomi Indonesia dan memperkuat kepercayaan investor (28/4).\n\nMulai dari penerapan integrated monetary policy mix melalui tiga pilar utama, hingga penguatan sinergi kebijakan moneter dan fiskal yang menjaga stabilitas sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi domestik.\n\nLalu, langkah apa lagi yang ditempuh untuk memastikan Indonesia tetap menjadi destinasi investasi yang menarik? Yuk, #BeriMakna simak selengkapnya!\n\n#diSetiapMaknaIndonesia", "post_id": "3889525883992668600_6980760863"}}, {"key": "beritabalimedia", "attributes": {"label": "beritabalimedia", "x": 962.3536659361844, "y": 545.8058255977112, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 40.6756, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 1, "degree": 2}, "_id": "3884943203943306871_3195837275", "id": "beritabalimedia", "source": "instagram-000001", "content": "BANK INDONESIA BERSAMA PEMERINTAH PROVINSI BALI RESMI LUNCURKAN BIC\n\nKantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali bersama Pemerintah Provinsi Bali resmi meluncurkan Bali Investment Challenge (BIC) 2026 pada Senin (27/4) dengan fokus menjaring proyek investasi unggulan di sektor energi terbarukan, industri kreatif, dan pertanian guna mendukung transformasi ekonomi di luar sektor pariwisata.\n\nAsisten Perekonomian dan Pembangunan Provinsi Bali Luh Ayu Aryani menekankan bahwa setiap investasi wajib mengedepankan harmoni alam dan budaya sesuai konsep Transformasi Ekonomi Kerthi Bali serta memastikan aspek akuntabilitas bagi investor demi menciptakan pertumbuhan ekonomi yang tangguh dan berkelanjutan bagi seluruh masyarakat Bali.\n\nhttps://beritabali.com/berita/202207051309/bali-dorong-investasi-yang-seimbang-alam-manusia-dan-budaya\n\nFollow akun kami untuk update terbaru!\n\nBerita selengkapnya klik tautan pada StoriesIG \n\n#Bali\n#BeritaBali\n#AllAboutBali\n#InvestasiBali\n#BankIndonesia\n#EkonomiKerthiBali\n#BaliJagadhita2026\n#InfoDenpasar\n#KabarBali\n#PertumbuhanEkonomi\n#NangunSatKerthiLokaBali", "post_id": "3884943203943306871_3195837275"}}, {"key": "bank_indonesia_papuabarat", "attributes": {"label": "bank_indonesia_papuabarat", "x": 576.3456829224216, "y": 557.9822414696264, "size": 4.98, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 11.2876, "eigenvector": 15.2662, "in_degree": 1, "out_degree": 2, "degree": 3}, "_id": "3882339385102396115_13254887390", "id": "bank_indonesia_papuabarat", "source": "instagram-000001", "content": "#SobatRupiah, di tengah dinamika geopolitik global, termasuk dampak dari Perang Timur Tengah, fundamental ekonomi Indonesia tetap terjaga kuat.\n\nBank Indonesia terus memperkuat langkah untuk mempertahankan stabilitas, salah satunya dengan menjaga BI-Rate di level 4,75%.\n\nKebijakan stabilisasi nilai tukar Rupiah juga diperkuat melalui intervensi di pasar off-shore (NDF) serta di pasar domestik melalui pasar spot, DNDF, dan pembelian SBN di pasar sekunder.\n\nLangkah ini dilakukan secara konsisten, sekaligus untuk mendorong pertumbuhan ekonomi melalui penguatan bauran kebijakan.\n\nMenurut #SobatRupiah, bagaimana peran kebijakan menjaga stabilitas ekonomi di tengah kondisi global saat ini?\n\n#diSetiapMaknaIndonesia\n#Repost", "post_id": "3882339385102396115_13254887390"}}, {"key": "swamediainc", "attributes": {"label": "swamediainc", "x": 30.18981910016272, "y": 692.6541792144629, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 40.6756, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 1, "degree": 2}, "_id": "3890140359829862647_282076797", "id": "swamediainc", "source": "instagram-000001", "content": "Bank Indonesia memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia 2026 di kisaran 4,9–5,7% meski menghadapi pelemahan ekonomi global. Pada triwulan I 2026, pertumbuhan didorong oleh permintaan domestik, terutama konsumsi rumah tangga saat Idulfitri, peningkatan belanja pemerintah, serta investasi yang tetap kuat.\n\nKe depan, BI dan Pemerintah akan memperkuat kebijakan untuk menjaga stabilitas sekaligus mendorong pertumbuhan, termasuk melalui stimulus domestik, penciptaan lapangan kerja, dan sinergi kebijakan moneter, fiskal, serta sistem pembayaran.\n\nUntuk berita selengkapnya dan informasi bisnis lainnya, baca https://swagroup.id/bankindonesia\n\n………………………………………………………………………………………………\n\nUntuk Berita dan informasi ekonomi bisnis terkini, silakan kunjungi www.swa.co.id\n\nJangan lupa follow, like and tag  di IG, Tiktok, Linkedin, X, dan Youtube\n\n#BankIndonesia\n#SWAMediaInc\n#SWAOnline\n#BacaSWAaja", "post_id": "3890140359829862647_282076797"}}, {"key": "bank_indonesia_malut", "attributes": {"label": "bank_indonesia_malut", "x": 672.2096480759242, "y": 994.9627181580811, "size": 4.85, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 6.1014, "eigenvector": 14.2719, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "3881231209150485265_3117095536", "id": "bank_indonesia_malut", "source": "instagram-000001", "content": "Suba jou #SobRuMalut\n.\n.\n.\nHalo SobRu Malut !\nRapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia pada 21-22 April 2026 memutuskan untuk mempertahankan BI-Rate sebesar 4,75%, suku bunga Deposit Facility sebesar 3,75%, dan suku bunga Lending Facility sebesar 5,50%. \n.\nKeputusan ini masih konsisten dengan upaya meningkatkan efektivitas strategi penyesuaian struktur suku bunga instrumen operasi moneter dalam memperkuat stabilisasi nilai tukar Rupiah dari dampak memburuknya kondisi perekonomian global akibat perang di Timur Tengah. \n.\nKe depan, Bank Indonesia siap menempuh penguatan lebih lanjut kebijakan moneter yang diperlukan untuk tetap mempertahankan stabilitas nilai tukar Rupiah dan menjaga inflasi 2026 dan 2027 dalam sasaran 2,5±1%. \n.\nSementara itu, kebijakan makroprudensial terus diperkuat untuk mendorong pertumbuhan ekonomi melalui peningkatan kredit/pembiayaan ke sektor riil dengan tetap mempertahankan stabilitas sistem keuangan. \n.\nKebijakan sistem pembayaran terus diarahkan untuk turut menopang kegiatan ekonomi melalui perluasan akseptasi pembayaran digital, penguatan struktur industri sistem pembayaran, serta peningkatan keandalan dan ketahanan infrastruktur sistem pembayaran.\n.\nDengan dipertahankannya BI-Rate pada level 4,75% di #RDGBI April 2026, bagaimana Sobat mengambil peran untuk terus #BeriMakna bagi perekonomian nasional?\n#repostfrom \n.\n.\n.\n#bimalutmantap", "post_id": "3881231209150485265_3117095536"}}, {"key": "cenderawasihposreal", "attributes": {"label": "cenderawasihposreal", "x": 431.10762745578324, "y": 691.3016659719262, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 6.1014, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 4, "degree": 4}, "_id": "3882806595513211661_35187048245", "id": "cenderawasihposreal", "source": "instagram-000001", "content": "Nilai tabungan masyarakat Papua di perbankan yang mencapai sekitar Rp.23 triliun menjadi sorotan dalam dinamika perekonomian daerah. \n\nBesarnya dana yang tersimpan di perbankan menunjukkan tingginya tingkat simpanan masyarakat, namun di sisi lain mengindikasikan bahwa perputaran uang di sektor riil belum berjalan optimal.\n\nKepala Perwakilan Bank Indonesia Papua, Warsono mengatakan, pihaknya terus memantau dan melakukan asesmen terhadap berbagai indikator ekonomi, termasuk perkembangan dana pihak ketiga (DPK) atau tabungan masyarakat.\n\n“Jadi Bank Indonesia terus mencermati dan melakukan asesmen mengenai perkembangan berbagai indikator perekonomian di Papua,”ucap Warsono\n\nMenurutnya, tingginya dana yang tersimpan di perbankan menjadi salah satu indikator positif dari sisi kepercayaan masyarakat terhadap sistem keuangan. \n\nNamun, kondisi tersebut juga perlu diimbangi dengan meningkatnya aktivitas ekonomi di sektor riil agar roda perekonomian dapat bergerak lebih cepat.\n\nSementara itu Bank Indonesia kini terus memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah dan berbagai instansi terkait untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih merata dan berkelanjutan. \n\nUpaya itu dilakukan agar likuiditas yang tersimpan di perbankan dapat ikut mendorong aktivitas usaha, investasi, dan konsumsi masyarakat.\n\nMeski belum merinci kelompok masyarakat yang mendominasi tabungan tersebut, BI menilai peningkatan simpanan bisa menjadi gambaran adanya perubahan perilaku keuangan masyarakat yang kini lebih berhati-hati dalam membelanjakan uang.\n\n📖 BACA SELENGKAPNYA:\n🔗 https://www.ceposonline.com\n📰 Berlangganan Koran Cenderawasih Pos:\n📞 0812-4803-531\n\nFollow kami di Sosial Media:\nInstagram:  & \nFacebook: \nTikTok: \n\n.\n.\n.\n#cepos #papua #beritapapua #cenderawasihpos #jayapura #ceposonline", "post_id": "3882806595513211661_35187048245"}}, {"key": "CeposTV", "attributes": {"label": "CeposTV", "x": 525.3499253916034, "y": 235.95287382251695, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 8.0462, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 3, "out_degree": 0, "degree": 3}, "_id": "3882806595513211661_35187048245", "id": "CeposTV", "source": "instagram-000001", "content": "Nilai tabungan masyarakat Papua di perbankan yang mencapai sekitar Rp.23 triliun menjadi sorotan dalam dinamika perekonomian daerah. \n\nBesarnya dana yang tersimpan di perbankan menunjukkan tingginya tingkat simpanan masyarakat, namun di sisi lain mengindikasikan bahwa perputaran uang di sektor riil belum berjalan optimal.\n\nKepala Perwakilan Bank Indonesia Papua, Warsono mengatakan, pihaknya terus memantau dan melakukan asesmen terhadap berbagai indikator ekonomi, termasuk perkembangan dana pihak ketiga (DPK) atau tabungan masyarakat.\n\n“Jadi Bank Indonesia terus mencermati dan melakukan asesmen mengenai perkembangan berbagai indikator perekonomian di Papua,”ucap Warsono\n\nMenurutnya, tingginya dana yang tersimpan di perbankan menjadi salah satu indikator positif dari sisi kepercayaan masyarakat terhadap sistem keuangan. \n\nNamun, kondisi tersebut juga perlu diimbangi dengan meningkatnya aktivitas ekonomi di sektor riil agar roda perekonomian dapat bergerak lebih cepat.\n\nSementara itu Bank Indonesia kini terus memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah dan berbagai instansi terkait untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih merata dan berkelanjutan. \n\nUpaya itu dilakukan agar likuiditas yang tersimpan di perbankan dapat ikut mendorong aktivitas usaha, investasi, dan konsumsi masyarakat.\n\nMeski belum merinci kelompok masyarakat yang mendominasi tabungan tersebut, BI menilai peningkatan simpanan bisa menjadi gambaran adanya perubahan perilaku keuangan masyarakat yang kini lebih berhati-hati dalam membelanjakan uang.\n\n📖 BACA SELENGKAPNYA:\n🔗 https://www.ceposonline.com\n📰 Berlangganan Koran Cenderawasih Pos:\n📞 0812-4803-531\n\nFollow kami di Sosial Media:\nInstagram:  & \nFacebook: \nTikTok: \n\n.\n.\n.\n#cepos #papua #beritapapua #cenderawasihpos #jayapura #ceposonline", "post_id": "3882806595513211661_35187048245"}}, {"key": "Cenderawasihposreal", "attributes": {"label": "Cenderawasihposreal", "x": 669.2867677798467, "y": 143.73206926954995, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 8.0462, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 6, "out_degree": 0, "degree": 6}, "_id": "3882806595513211661_35187048245", "id": "Cenderawasihposreal", "source": "instagram-000001", "content": "Nilai tabungan masyarakat Papua di perbankan yang mencapai sekitar Rp.23 triliun menjadi sorotan dalam dinamika perekonomian daerah. \n\nBesarnya dana yang tersimpan di perbankan menunjukkan tingginya tingkat simpanan masyarakat, namun di sisi lain mengindikasikan bahwa perputaran uang di sektor riil belum berjalan optimal.\n\nKepala Perwakilan Bank Indonesia Papua, Warsono mengatakan, pihaknya terus memantau dan melakukan asesmen terhadap berbagai indikator ekonomi, termasuk perkembangan dana pihak ketiga (DPK) atau tabungan masyarakat.\n\n“Jadi Bank Indonesia terus mencermati dan melakukan asesmen mengenai perkembangan berbagai indikator perekonomian di Papua,”ucap Warsono\n\nMenurutnya, tingginya dana yang tersimpan di perbankan menjadi salah satu indikator positif dari sisi kepercayaan masyarakat terhadap sistem keuangan. \n\nNamun, kondisi tersebut juga perlu diimbangi dengan meningkatnya aktivitas ekonomi di sektor riil agar roda perekonomian dapat bergerak lebih cepat.\n\nSementara itu Bank Indonesia kini terus memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah dan berbagai instansi terkait untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih merata dan berkelanjutan. \n\nUpaya itu dilakukan agar likuiditas yang tersimpan di perbankan dapat ikut mendorong aktivitas usaha, investasi, dan konsumsi masyarakat.\n\nMeski belum merinci kelompok masyarakat yang mendominasi tabungan tersebut, BI menilai peningkatan simpanan bisa menjadi gambaran adanya perubahan perilaku keuangan masyarakat yang kini lebih berhati-hati dalam membelanjakan uang.\n\n📖 BACA SELENGKAPNYA:\n🔗 https://www.ceposonline.com\n📰 Berlangganan Koran Cenderawasih Pos:\n📞 0812-4803-531\n\nFollow kami di Sosial Media:\nInstagram:  & \nFacebook: \nTikTok: \n\n.\n.\n.\n#cepos #papua #beritapapua #cenderawasihpos #jayapura #ceposonline", "post_id": "3882806595513211661_35187048245"}}, {"key": "Cenderawasihpos", "attributes": {"label": "Cenderawasihpos", "x": 829.080081823744, "y": 111.270157364596, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 8.0462, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 3, "out_degree": 0, "degree": 3}, "_id": "3882806595513211661_35187048245", "id": "Cenderawasihpos", "source": "instagram-000001", "content": "Nilai tabungan masyarakat Papua di perbankan yang mencapai sekitar Rp.23 triliun menjadi sorotan dalam dinamika perekonomian daerah. \n\nBesarnya dana yang tersimpan di perbankan menunjukkan tingginya tingkat simpanan masyarakat, namun di sisi lain mengindikasikan bahwa perputaran uang di sektor riil belum berjalan optimal.\n\nKepala Perwakilan Bank Indonesia Papua, Warsono mengatakan, pihaknya terus memantau dan melakukan asesmen terhadap berbagai indikator ekonomi, termasuk perkembangan dana pihak ketiga (DPK) atau tabungan masyarakat.\n\n“Jadi Bank Indonesia terus mencermati dan melakukan asesmen mengenai perkembangan berbagai indikator perekonomian di Papua,”ucap Warsono\n\nMenurutnya, tingginya dana yang tersimpan di perbankan menjadi salah satu indikator positif dari sisi kepercayaan masyarakat terhadap sistem keuangan. \n\nNamun, kondisi tersebut juga perlu diimbangi dengan meningkatnya aktivitas ekonomi di sektor riil agar roda perekonomian dapat bergerak lebih cepat.\n\nSementara itu Bank Indonesia kini terus memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah dan berbagai instansi terkait untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih merata dan berkelanjutan. \n\nUpaya itu dilakukan agar likuiditas yang tersimpan di perbankan dapat ikut mendorong aktivitas usaha, investasi, dan konsumsi masyarakat.\n\nMeski belum merinci kelompok masyarakat yang mendominasi tabungan tersebut, BI menilai peningkatan simpanan bisa menjadi gambaran adanya perubahan perilaku keuangan masyarakat yang kini lebih berhati-hati dalam membelanjakan uang.\n\n📖 BACA SELENGKAPNYA:\n🔗 https://www.ceposonline.com\n📰 Berlangganan Koran Cenderawasih Pos:\n📞 0812-4803-531\n\nFollow kami di Sosial Media:\nInstagram:  & \nFacebook: \nTikTok: \n\n.\n.\n.\n#cepos #papua #beritapapua #cenderawasihpos #jayapura #ceposonline", "post_id": "3882806595513211661_35187048245"}}, {"key": "mancingsaham", "attributes": {"label": "mancingsaham", "x": 781.5802207310396, "y": 619.7237264001445, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 10.6111, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 2, "out_degree": 2, "degree": 4}, "_id": "3890413627862444394_52512310886", "id": "mancingsaham", "source": "instagram-000001", "content": "BPS akan merilis data pertumbuhan ekonomi Q1 2026, dengan proyeksi pemerintah dan ekonom di kisaran 5,3%–5,5% YoY. Pertumbuhan ditopang belanja negara yang naik 31,4% menjadi Rp815 triliun, serta penerimaan pajak yang tumbuh >20%. 📊\n\nDari sisi permintaan, konsumsi rumah tangga tetap kuat didorong momentum Ramadan dan Lebaran, serta peningkatan mobilitas masyarakat. Bank Indonesia juga menilai permintaan domestik masih solid. 💡\n\nNamun, sejumlah ekonom memperkirakan pertumbuhan bisa melambat di Q2 karena efek musiman konsumsi mulai berkurang. ⚠️\n\nSumber: katadata.co.id, 5 Mei 2026\n\nGabung di  community untuk analisis market, stockpick pilihan, update berita saham, dan diskusi eksklusif dengan investor & trader lainnya. 📩 Bergabung sekarang! Klik lynk.id/owennath atau chat 081251880459 (WhatsApp). 🚀\n\n#ekonomiindonesia #PDB #BPS #investasi #makroekonomi #mancingsaham", "post_id": "3890413627862444394_52512310886"}}, {"key": "kompascom", "attributes": {"label": "kompascom", "x": 987.3928502667414, "y": 828.4323193630659, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 75.2499, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 2, "out_degree": 1, "degree": 3}, "_id": "3882771405218182600_297782118", "id": "kompascom", "source": "instagram-000001", "content": "(Berita selengkapnya cek IG Stories )\n\nMenteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menepis isu yang beredar di media sosial bahwa kas negara hanya tersisa Rp 120 triliun.\n\nPurbaya memastikan, Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) dalam kondisi sangat sehat. Dia mengklaim APBN masih mampu membiayai program pemerintah dan mendorong pertumbuhan ekonomi. \n\n\"Isu dana negara yang tinggal Rp 120 triliun, habis itu habis, tidak benar,\" ujar Purbaya dalam keterangan Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI, Jumat (24/4/2026).\n\nPurbaya menekankan, hingga saat ini, kas negara sangat melimpah.\n\n\"Tidak perlu takut dengan APBN pemerintah, masih cukup, dan uang kita masih banyak,\" tegasnya.\n\nLalu, Purbaya menjelaskan bahwa dana Rp 120 triliun merupakan bagian dari Saldo Anggaran Lebih (SAL) pemerintah yang selama ini disimpan di Bank Indonesia (BI). \n\nDia lantas merinci bahwa pemerintah masih memiliki SAL sebesar Rp 420 triliun yang belum digunakan sama sekali.\n\nPenulis: Adhyasta Dirgantara\nEditor: Danu Damarjati\n\n` #Purbaya #APBN #Kebijakan", "post_id": "3882771405218182600_297782118"}}, {"key": "celebesmedia.id", "attributes": {"label": "celebesmedia.id", "x": 658.3319499566907, "y": 151.3163833072031, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 10.6111, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 2, "degree": 3}, "_id": "3885972197106578971_10864878485", "id": "celebesmedia.id", "source": "instagram-000001", "content": "Program pengembangan UMKM dan pesantren bertajuk Rewako (Resilient, World Class, Agile, dan Knowledgable) resmi dimulai Senin (27/4) di Makassar. Inisiatif yang digagas oleh Bank Indonesia melalui Kantor Perwakilan Provinsi Sulawesi Selatan ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat peran UMKM dan pesantren sebagai motor pertumbuhan ekonomi daerah.\n\nProgram Rewako dirancang sebagai pengembangan usaha berbasis end-to-end. Tidak hanya berfokus pada pelatihan, program ini mencakup proses seleksi, kurasi, pendampingan intensif, hingga monitoring dan evaluasi berkelanjutan. Kategori program meliputi UMKM umum, UMKM sektor pertanian, UMKM berorientasi ekspor, serta pesantren berbasis ekonomi produktif.\n\nSejak pertama kali diluncurkan pada 2022, program ini terus berkembang untuk menjawab kebutuhan pelaku usaha yang semakin dinamis. Pada tahun 2026, sejumlah strategi baru diperkenalkan, di antaranya memperluas akses pasar global melalui kolaborasi dengan Indonesia Trading House dan House of Bean Indonesia di luar negeri. Selain itu, UMKM juga didorong masuk ke rantai pasok ritel modern untuk memperkuat penetrasi pasar domestik.\n\nTak hanya itu, pendekatan berbasis ekonomi syariah juga diperkuat melalui program Pesantren Rewako. Inisiatif ini bertujuan mendorong kemandirian ekonomi pesantren sekaligus memperkuat kontribusinya dalam ketahanan pangan nasional, termasuk menjalin sinergi dengan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).\n\nBaca selengkapnya di www.celebesmedia.id\n\nIkuti juga sosial media kami  & \ndi Instagram, Tiktok, Twitter, Threads, & Youtube\n\n#kemenkeu #menkeu #bankindonesia\n#bisulsel #ekonomi", "post_id": "3885972197106578971_10864878485"}}, {"key": "celebespsm", "attributes": {"label": "celebespsm", "x": 494.99551795102303, "y": 586.3733200738076, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 10.6111, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "3885972197106578971_10864878485", "id": "celebespsm", "source": "instagram-000001", "content": "Program pengembangan UMKM dan pesantren bertajuk Rewako (Resilient, World Class, Agile, dan Knowledgable) resmi dimulai Senin (27/4) di Makassar. Inisiatif yang digagas oleh Bank Indonesia melalui Kantor Perwakilan Provinsi Sulawesi Selatan ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat peran UMKM dan pesantren sebagai motor pertumbuhan ekonomi daerah.\n\nProgram Rewako dirancang sebagai pengembangan usaha berbasis end-to-end. Tidak hanya berfokus pada pelatihan, program ini mencakup proses seleksi, kurasi, pendampingan intensif, hingga monitoring dan evaluasi berkelanjutan. Kategori program meliputi UMKM umum, UMKM sektor pertanian, UMKM berorientasi ekspor, serta pesantren berbasis ekonomi produktif.\n\nSejak pertama kali diluncurkan pada 2022, program ini terus berkembang untuk menjawab kebutuhan pelaku usaha yang semakin dinamis. Pada tahun 2026, sejumlah strategi baru diperkenalkan, di antaranya memperluas akses pasar global melalui kolaborasi dengan Indonesia Trading House dan House of Bean Indonesia di luar negeri. Selain itu, UMKM juga didorong masuk ke rantai pasok ritel modern untuk memperkuat penetrasi pasar domestik.\n\nTak hanya itu, pendekatan berbasis ekonomi syariah juga diperkuat melalui program Pesantren Rewako. Inisiatif ini bertujuan mendorong kemandirian ekonomi pesantren sekaligus memperkuat kontribusinya dalam ketahanan pangan nasional, termasuk menjalin sinergi dengan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).\n\nBaca selengkapnya di www.celebesmedia.id\n\nIkuti juga sosial media kami  & \ndi Instagram, Tiktok, Twitter, Threads, & Youtube\n\n#kemenkeu #menkeu #bankindonesia\n#bisulsel #ekonomi", "post_id": "3885972197106578971_10864878485"}}, {"key": "pemprovjambii", "attributes": {"label": "pemprovjambii", "x": 152.1073595425536, "y": 453.497835492791, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 6.1014, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "3885917794483138204_6891082786", "id": "pemprovjambii", "source": "instagram-000001", "content": "#JambiMantap \n#PemerintahProvinsiJambi \n#ProvinsiJambi \n#DiskominfoJambi\n#AlHarisJambi\n\nJambi (Diskominfo Provinsi Jambi) - Gubernur Jambi, Dr. H. Al Haris, S.Sos, MH, mengajak masyarakat di Provinsi Jambi untuk membumikan atau memperkuat ekonomi syariah, sebagai upaya mendorong peningkatan literasi serta inklusi keuangan dan ekonomi yang adil dan berbasis nilai syariah di wilayah Jambi. Ajakan tersebut disampaikannya saat Pembukaan Semarak Ekonomi dan Keuangan Syariah Negeri Jambi (SIGINJAI) Fest 2026 yang dimotori oleh Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Jambi, bertempat di Mall Jambi Town Square (Jamtos), Kota Jambi, Rabu (29/04/2026) siang.\nDalam sambutan dan arahannya, Gubernur Al Haris menyampaikan bahwa ekonomi dan keuangan syariah memiliki peranan yang sangat penting, strategis, dan fundamental bagi pembangunan daerah maupun nasional. Menurutnya, ekonomi dan keuangan syariah bukan hanya sekadar alternatif sistem ekonomi, tetapi telah berkembang menjadi salah satu pilar penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif, berkeadilan, dan berkelanjutan. \"Prinsip-prinsip ekonomi syariah yang mengedepankan sistem ekonomi yang berlandaskan Al-Qur'an dan Hadits, guna mencapai kesejahteraan umum (maslahah) melalui keadilan ('adl), Kerjasama (ta'awun), dan amanah, memberikan fondasi yang kuat dalam menciptakan stabilitas ekonomi. Bagi daerah khususnya Provinsi Jambi, penguatan ekonomi syariah mampu memperluas akses keuangan bagi masyarakat, khususnya bagi pelaku UMKM,\" ungkap Gubernur Al Haris. \nDikatakan Gubernur Al Haris, sektor UMKM juga berkontribusi dalam meningkatkan investasi, menciptakan lapangan kerja, serta memperkuat ketahanan ekonomi nasional di tengah dinamika global. Ekonomi dan keuangan syariah memiliki peran strategis dalam mendorong potensi lokal. Pengembangan industri halal, pariwisata ramah muslim, serta optimalisasi zakat, infak, dan wakaf dapat menjadi motor penggerak ekonomi daerah yang berbasis kearifan lokal serta dari semua sektor yang ada. \"Bank syariah sudah menjadi suatu kebutuhan bagi masyarakat yang ada di provinsi Jambi", "post_id": "3885917794483138204_6891082786"}}, {"key": "alharisjambi", "attributes": {"label": "alharisjambi", "x": 458.2933420699163, "y": 575.4795863953809, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 8.6945, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "3885917794483138204_6891082786", "id": "alharisjambi", "source": "instagram-000001", "content": "#JambiMantap \n#PemerintahProvinsiJambi \n#ProvinsiJambi \n#DiskominfoJambi\n#AlHarisJambi\n\nJambi (Diskominfo Provinsi Jambi) - Gubernur Jambi, Dr. H. Al Haris, S.Sos, MH, mengajak masyarakat di Provinsi Jambi untuk membumikan atau memperkuat ekonomi syariah, sebagai upaya mendorong peningkatan literasi serta inklusi keuangan dan ekonomi yang adil dan berbasis nilai syariah di wilayah Jambi. Ajakan tersebut disampaikannya saat Pembukaan Semarak Ekonomi dan Keuangan Syariah Negeri Jambi (SIGINJAI) Fest 2026 yang dimotori oleh Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Jambi, bertempat di Mall Jambi Town Square (Jamtos), Kota Jambi, Rabu (29/04/2026) siang.\nDalam sambutan dan arahannya, Gubernur Al Haris menyampaikan bahwa ekonomi dan keuangan syariah memiliki peranan yang sangat penting, strategis, dan fundamental bagi pembangunan daerah maupun nasional. Menurutnya, ekonomi dan keuangan syariah bukan hanya sekadar alternatif sistem ekonomi, tetapi telah berkembang menjadi salah satu pilar penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif, berkeadilan, dan berkelanjutan. \"Prinsip-prinsip ekonomi syariah yang mengedepankan sistem ekonomi yang berlandaskan Al-Qur'an dan Hadits, guna mencapai kesejahteraan umum (maslahah) melalui keadilan ('adl), Kerjasama (ta'awun), dan amanah, memberikan fondasi yang kuat dalam menciptakan stabilitas ekonomi. Bagi daerah khususnya Provinsi Jambi, penguatan ekonomi syariah mampu memperluas akses keuangan bagi masyarakat, khususnya bagi pelaku UMKM,\" ungkap Gubernur Al Haris. \nDikatakan Gubernur Al Haris, sektor UMKM juga berkontribusi dalam meningkatkan investasi, menciptakan lapangan kerja, serta memperkuat ketahanan ekonomi nasional di tengah dinamika global. Ekonomi dan keuangan syariah memiliki peran strategis dalam mendorong potensi lokal. Pengembangan industri halal, pariwisata ramah muslim, serta optimalisasi zakat, infak, dan wakaf dapat menjadi motor penggerak ekonomi daerah yang berbasis kearifan lokal serta dari semua sektor yang ada. \"Bank syariah sudah menjadi suatu kebutuhan bagi masyarakat yang ada di provinsi Jambi", "post_id": "3885917794483138204_6891082786"}}, {"key": "abdullahsani_official", "attributes": {"label": "abdullahsani_official", "x": 294.98123452399415, "y": 787.2997657049112, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 8.6945, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "3885917794483138204_6891082786", "id": "abdullahsani_official", "source": "instagram-000001", "content": "#JambiMantap \n#PemerintahProvinsiJambi \n#ProvinsiJambi \n#DiskominfoJambi\n#AlHarisJambi\n\nJambi (Diskominfo Provinsi Jambi) - Gubernur Jambi, Dr. H. Al Haris, S.Sos, MH, mengajak masyarakat di Provinsi Jambi untuk membumikan atau memperkuat ekonomi syariah, sebagai upaya mendorong peningkatan literasi serta inklusi keuangan dan ekonomi yang adil dan berbasis nilai syariah di wilayah Jambi. Ajakan tersebut disampaikannya saat Pembukaan Semarak Ekonomi dan Keuangan Syariah Negeri Jambi (SIGINJAI) Fest 2026 yang dimotori oleh Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Jambi, bertempat di Mall Jambi Town Square (Jamtos), Kota Jambi, Rabu (29/04/2026) siang.\nDalam sambutan dan arahannya, Gubernur Al Haris menyampaikan bahwa ekonomi dan keuangan syariah memiliki peranan yang sangat penting, strategis, dan fundamental bagi pembangunan daerah maupun nasional. Menurutnya, ekonomi dan keuangan syariah bukan hanya sekadar alternatif sistem ekonomi, tetapi telah berkembang menjadi salah satu pilar penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif, berkeadilan, dan berkelanjutan. \"Prinsip-prinsip ekonomi syariah yang mengedepankan sistem ekonomi yang berlandaskan Al-Qur'an dan Hadits, guna mencapai kesejahteraan umum (maslahah) melalui keadilan ('adl), Kerjasama (ta'awun), dan amanah, memberikan fondasi yang kuat dalam menciptakan stabilitas ekonomi. Bagi daerah khususnya Provinsi Jambi, penguatan ekonomi syariah mampu memperluas akses keuangan bagi masyarakat, khususnya bagi pelaku UMKM,\" ungkap Gubernur Al Haris. \nDikatakan Gubernur Al Haris, sektor UMKM juga berkontribusi dalam meningkatkan investasi, menciptakan lapangan kerja, serta memperkuat ketahanan ekonomi nasional di tengah dinamika global. Ekonomi dan keuangan syariah memiliki peran strategis dalam mendorong potensi lokal. Pengembangan industri halal, pariwisata ramah muslim, serta optimalisasi zakat, infak, dan wakaf dapat menjadi motor penggerak ekonomi daerah yang berbasis kearifan lokal serta dari semua sektor yang ada. \"Bank syariah sudah menjadi suatu kebutuhan bagi masyarakat yang ada di provinsi Jambi", "post_id": "3885917794483138204_6891082786"}}, {"key": "hippindo", "attributes": {"label": "hippindo", "x": 514.3717330819081, "y": 918.4909583381075, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 40.6756, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 1, "degree": 2}, "_id": "3874829440605296827_3315660758", "id": "hippindo", "source": "instagram-000001", "content": "Jakarta, 6 April 2026 – Deputi 3 Marketing & Partnership HIPPINDO, Ibu Agung Tianara, menghadiri seminar bertajuk “Mengurai Bottleneck Pertumbuhan Ekonomi: Sinergi Fiskal, Moneter, dan Dunia Usaha Menuju Indonesia 6%” yang diselenggarakan oleh Warta Ekonomi di Aryaduta Hotel.\n\nSeminar ini turut dihadiri oleh Menteri Keuangan R.I., Bapak Purbaya Yudhi Sadewa, dan membahas pentingnya kolaborasi antara kebijakan fiskal oleh Kementerian Keuangan, kebijakan moneter oleh Bank Indonesia, serta peran dunia usaha dalam mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.\n\nJangan lupa save & share postingan ini sebagai bentuk dukungan, dan follow  untuk update terbaru.", "post_id": "3874829440605296827_3315660758"}}, {"key": "pemprovsumut", "attributes": {"label": "pemprovsumut", "x": 47.46995115229213, "y": 100.90413265656761, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 6.1014, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "3876611247601186592_6261465103", "id": "pemprovsumut", "source": "instagram-000001", "content": "Gubernur Sumatera Utara  mengapresiasi masukan dari Bank Indonesia dan para ekonom dalam merumuskan terobosan pembangunan ekonomi daerah.\n\nMelalui dialog strategis ini, Pemprov Sumut terus mendorong kebijakan yang tidak hanya adaptif terhadap dinamika global, tetapi juga mampu mengoptimalkan potensi lokal—mulai dari sektor pangan, rempah, hingga ekonomi kreatif dan UMKM.\n\nLangkah ini menjadi bagian dari upaya menghadirkan pertumbuhan ekonomi yang inklusif, menjaga stabilitas harga, serta membuka peluang investasi yang berdampak langsung bagi masyarakat.\n\nSelengkapnya berita dapat diakses melalui Website : sumutprov.go.id\n\n#GubernurSumut #BobbyNasution #PemprovSumut #SumateraUtara #KolaborasiSumutBerkah #SalamKolaborasi #SumutBerkah #KolaborasiSumutBerkah #EkonomiSumut #UMKMNaikKelas #SatuKolaborasiSejutaEnergi", "post_id": "3876611247601186592_6261465103"}}, {"key": "bobbynst", "attributes": {"label": "bobbynst", "x": 735.3051697932223, "y": 827.7871813740031, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 11.2876, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "3876611247601186592_6261465103", "id": "bobbynst", "source": "instagram-000001", "content": "Gubernur Sumatera Utara  mengapresiasi masukan dari Bank Indonesia dan para ekonom dalam merumuskan terobosan pembangunan ekonomi daerah.\n\nMelalui dialog strategis ini, Pemprov Sumut terus mendorong kebijakan yang tidak hanya adaptif terhadap dinamika global, tetapi juga mampu mengoptimalkan potensi lokal—mulai dari sektor pangan, rempah, hingga ekonomi kreatif dan UMKM.\n\nLangkah ini menjadi bagian dari upaya menghadirkan pertumbuhan ekonomi yang inklusif, menjaga stabilitas harga, serta membuka peluang investasi yang berdampak langsung bagi masyarakat.\n\nSelengkapnya berita dapat diakses melalui Website : sumutprov.go.id\n\n#GubernurSumut #BobbyNasution #PemprovSumut #SumateraUtara #KolaborasiSumutBerkah #SalamKolaborasi #SumutBerkah #KolaborasiSumutBerkah #EkonomiSumut #UMKMNaikKelas #SatuKolaborasiSejutaEnergi", "post_id": "3876611247601186592_6261465103"}}, {"key": "bakorwiljember", "attributes": {"label": "bakorwiljember", "x": 847.9242660824322, "y": 242.40504944888752, "size": 15.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 6.1014, "eigenvector": 92.5772, "in_degree": 0, "out_degree": 15, "degree": 15}, "_id": "3872014390367557312_4855323404", "id": "bakorwiljember", "source": "instagram-000001", "content": "Bakorwil V Jember menjadi Fasilitator kegiatan yang diinisiasi oleh Bank Indonesia dan Biro Perekonomian Provinsi Jawa Timur yaitu Capacity Building Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) & Forum Investasi Kabupaten/Kota se Wilayah Kerja Bakorwil V Jember. Acara yang dibuka oleh Asisten bidang perekonomian provinsi Jawa Timur Bapak Didik Budi Prasetya, M.M ini dilaksanakan pada tanggal 7 April 2026 di Aula Moch. Sroedji Bakorwil V Jember. Dalam Kegiatan ini, perwakilan instansi yang ada di tiap Kabupaten/Kota menyampaikan situasi dan kondisi masing-masing terkait potensi dan penghambat investasi. Forum Investasi menjadi penting kedudukannya, karena dapat mewujudkan sinergi antar pemangku kepentingan, mendukung perencanaan dan strategi investasi serta menjadi jalan untuk memfasilitasi investor secara terpadu. Strategi Optimalisasi Aset Daerah juga dapat menjadi peluang investasi dan menciptakan multiplier effect pada pertumbuhan ekonomi.\n\n               \n\n#jawatimur #investasi #inflasi #stabilitás #mendukungastacita", "post_id": "3872014390367557312_4855323404"}}, {"key": "khofifah.ip", "attributes": {"label": "khofifah.ip", "x": 69.62312042528085, "y": 329.93287911182, "size": 8.45, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 6.4471, "eigenvector": 42.0642, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "3872014390367557312_4855323404", "id": "khofifah.ip", "source": "instagram-000001", "content": "Bakorwil V Jember menjadi Fasilitator kegiatan yang diinisiasi oleh Bank Indonesia dan Biro Perekonomian Provinsi Jawa Timur yaitu Capacity Building Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) & Forum Investasi Kabupaten/Kota se Wilayah Kerja Bakorwil V Jember. Acara yang dibuka oleh Asisten bidang perekonomian provinsi Jawa Timur Bapak Didik Budi Prasetya, M.M ini dilaksanakan pada tanggal 7 April 2026 di Aula Moch. Sroedji Bakorwil V Jember. Dalam Kegiatan ini, perwakilan instansi yang ada di tiap Kabupaten/Kota menyampaikan situasi dan kondisi masing-masing terkait potensi dan penghambat investasi. Forum Investasi menjadi penting kedudukannya, karena dapat mewujudkan sinergi antar pemangku kepentingan, mendukung perencanaan dan strategi investasi serta menjadi jalan untuk memfasilitasi investor secara terpadu. Strategi Optimalisasi Aset Daerah juga dapat menjadi peluang investasi dan menciptakan multiplier effect pada pertumbuhan ekonomi.\n\n               \n\n#jawatimur #investasi #inflasi #stabilitás #mendukungastacita", "post_id": "3872014390367557312_4855323404"}}, {"key": "emildardak", "attributes": {"label": "emildardak", "x": 999.8336877755528, "y": 294.91139232790664, "size": 8.45, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 6.4471, "eigenvector": 42.0642, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "3872014390367557312_4855323404", "id": "emildardak", "source": "instagram-000001", "content": "Bakorwil V Jember menjadi Fasilitator kegiatan yang diinisiasi oleh Bank Indonesia dan Biro Perekonomian Provinsi Jawa Timur yaitu Capacity Building Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) & Forum Investasi Kabupaten/Kota se Wilayah Kerja Bakorwil V Jember. Acara yang dibuka oleh Asisten bidang perekonomian provinsi Jawa Timur Bapak Didik Budi Prasetya, M.M ini dilaksanakan pada tanggal 7 April 2026 di Aula Moch. Sroedji Bakorwil V Jember. Dalam Kegiatan ini, perwakilan instansi yang ada di tiap Kabupaten/Kota menyampaikan situasi dan kondisi masing-masing terkait potensi dan penghambat investasi. Forum Investasi menjadi penting kedudukannya, karena dapat mewujudkan sinergi antar pemangku kepentingan, mendukung perencanaan dan strategi investasi serta menjadi jalan untuk memfasilitasi investor secara terpadu. Strategi Optimalisasi Aset Daerah juga dapat menjadi peluang investasi dan menciptakan multiplier effect pada pertumbuhan ekonomi.\n\n               \n\n#jawatimur #investasi #inflasi #stabilitás #mendukungastacita", "post_id": "3872014390367557312_4855323404"}}, {"key": "adhykaryononew", "attributes": {"label": "adhykaryononew", "x": 340.1523204397332, "y": 366.2114018890017, "size": 8.45, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 6.4471, "eigenvector": 42.0642, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "3872014390367557312_4855323404", "id": "adhykaryononew", "source": "instagram-000001", "content": "Bakorwil V Jember menjadi Fasilitator kegiatan yang diinisiasi oleh Bank Indonesia dan Biro Perekonomian Provinsi Jawa Timur yaitu Capacity Building Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) & Forum Investasi Kabupaten/Kota se Wilayah Kerja Bakorwil V Jember. Acara yang dibuka oleh Asisten bidang perekonomian provinsi Jawa Timur Bapak Didik Budi Prasetya, M.M ini dilaksanakan pada tanggal 7 April 2026 di Aula Moch. Sroedji Bakorwil V Jember. Dalam Kegiatan ini, perwakilan instansi yang ada di tiap Kabupaten/Kota menyampaikan situasi dan kondisi masing-masing terkait potensi dan penghambat investasi. Forum Investasi menjadi penting kedudukannya, karena dapat mewujudkan sinergi antar pemangku kepentingan, mendukung perencanaan dan strategi investasi serta menjadi jalan untuk memfasilitasi investor secara terpadu. Strategi Optimalisasi Aset Daerah juga dapat menjadi peluang investasi dan menciptakan multiplier effect pada pertumbuhan ekonomi.\n\n               \n\n#jawatimur #investasi #inflasi #stabilitás #mendukungastacita", "post_id": "3872014390367557312_4855323404"}}, {"key": "roekonomijatim", "attributes": {"label": "roekonomijatim", "x": 799.4142723184336, "y": 602.7739026248133, "size": 8.45, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 6.4471, "eigenvector": 42.0642, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "3872014390367557312_4855323404", "id": "roekonomijatim", "source": "instagram-000001", "content": "Bakorwil V Jember menjadi Fasilitator kegiatan yang diinisiasi oleh Bank Indonesia dan Biro Perekonomian Provinsi Jawa Timur yaitu Capacity Building Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) & Forum Investasi Kabupaten/Kota se Wilayah Kerja Bakorwil V Jember. Acara yang dibuka oleh Asisten bidang perekonomian provinsi Jawa Timur Bapak Didik Budi Prasetya, M.M ini dilaksanakan pada tanggal 7 April 2026 di Aula Moch. Sroedji Bakorwil V Jember. Dalam Kegiatan ini, perwakilan instansi yang ada di tiap Kabupaten/Kota menyampaikan situasi dan kondisi masing-masing terkait potensi dan penghambat investasi. Forum Investasi menjadi penting kedudukannya, karena dapat mewujudkan sinergi antar pemangku kepentingan, mendukung perencanaan dan strategi investasi serta menjadi jalan untuk memfasilitasi investor secara terpadu. Strategi Optimalisasi Aset Daerah juga dapat menjadi peluang investasi dan menciptakan multiplier effect pada pertumbuhan ekonomi.\n\n               \n\n#jawatimur #investasi #inflasi #stabilitás #mendukungastacita", "post_id": "3872014390367557312_4855323404"}}, {"key": "jatimpemprov", "attributes": {"label": "jatimpemprov", "x": 413.4552579701375, "y": 416.251316951753, "size": 8.45, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 6.4471, "eigenvector": 42.0642, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "3872014390367557312_4855323404", "id": "jatimpemprov", "source": "instagram-000001", "content": "Bakorwil V Jember menjadi Fasilitator kegiatan yang diinisiasi oleh Bank Indonesia dan Biro Perekonomian Provinsi Jawa Timur yaitu Capacity Building Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) & Forum Investasi Kabupaten/Kota se Wilayah Kerja Bakorwil V Jember. Acara yang dibuka oleh Asisten bidang perekonomian provinsi Jawa Timur Bapak Didik Budi Prasetya, M.M ini dilaksanakan pada tanggal 7 April 2026 di Aula Moch. Sroedji Bakorwil V Jember. Dalam Kegiatan ini, perwakilan instansi yang ada di tiap Kabupaten/Kota menyampaikan situasi dan kondisi masing-masing terkait potensi dan penghambat investasi. Forum Investasi menjadi penting kedudukannya, karena dapat mewujudkan sinergi antar pemangku kepentingan, mendukung perencanaan dan strategi investasi serta menjadi jalan untuk memfasilitasi investor secara terpadu. Strategi Optimalisasi Aset Daerah juga dapat menjadi peluang investasi dan menciptakan multiplier effect pada pertumbuhan ekonomi.\n\n               \n\n#jawatimur #investasi #inflasi #stabilitás #mendukungastacita", "post_id": "3872014390367557312_4855323404"}}, {"key": "humasprovjatim", "attributes": {"label": "humasprovjatim", "x": 776.8176058280037, "y": 197.43878548278914, "size": 8.45, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 6.4471, "eigenvector": 42.0642, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "3872014390367557312_4855323404", "id": "humasprovjatim", "source": "instagram-000001", "content": "Bakorwil V Jember menjadi Fasilitator kegiatan yang diinisiasi oleh Bank Indonesia dan Biro Perekonomian Provinsi Jawa Timur yaitu Capacity Building Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) & Forum Investasi Kabupaten/Kota se Wilayah Kerja Bakorwil V Jember. Acara yang dibuka oleh Asisten bidang perekonomian provinsi Jawa Timur Bapak Didik Budi Prasetya, M.M ini dilaksanakan pada tanggal 7 April 2026 di Aula Moch. Sroedji Bakorwil V Jember. Dalam Kegiatan ini, perwakilan instansi yang ada di tiap Kabupaten/Kota menyampaikan situasi dan kondisi masing-masing terkait potensi dan penghambat investasi. Forum Investasi menjadi penting kedudukannya, karena dapat mewujudkan sinergi antar pemangku kepentingan, mendukung perencanaan dan strategi investasi serta menjadi jalan untuk memfasilitasi investor secara terpadu. Strategi Optimalisasi Aset Daerah juga dapat menjadi peluang investasi dan menciptakan multiplier effect pada pertumbuhan ekonomi.\n\n               \n\n#jawatimur #investasi #inflasi #stabilitás #mendukungastacita", "post_id": "3872014390367557312_4855323404"}}, {"key": "ppidjatim", "attributes": {"label": "ppidjatim", "x": 65.60191039184127, "y": 693.3823432046215, "size": 8.45, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 6.4471, "eigenvector": 42.0642, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "3872014390367557312_4855323404", "id": "ppidjatim", "source": "instagram-000001", "content": "Bakorwil V Jember menjadi Fasilitator kegiatan yang diinisiasi oleh Bank Indonesia dan Biro Perekonomian Provinsi Jawa Timur yaitu Capacity Building Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) & Forum Investasi Kabupaten/Kota se Wilayah Kerja Bakorwil V Jember. Acara yang dibuka oleh Asisten bidang perekonomian provinsi Jawa Timur Bapak Didik Budi Prasetya, M.M ini dilaksanakan pada tanggal 7 April 2026 di Aula Moch. Sroedji Bakorwil V Jember. Dalam Kegiatan ini, perwakilan instansi yang ada di tiap Kabupaten/Kota menyampaikan situasi dan kondisi masing-masing terkait potensi dan penghambat investasi. Forum Investasi menjadi penting kedudukannya, karena dapat mewujudkan sinergi antar pemangku kepentingan, mendukung perencanaan dan strategi investasi serta menjadi jalan untuk memfasilitasi investor secara terpadu. Strategi Optimalisasi Aset Daerah juga dapat menjadi peluang investasi dan menciptakan multiplier effect pada pertumbuhan ekonomi.\n\n               \n\n#jawatimur #investasi #inflasi #stabilitás #mendukungastacita", "post_id": "3872014390367557312_4855323404"}}, {"key": "pemkabjember", "attributes": {"label": "pemkabjember", "x": 353.1686877844418, "y": 923.6883769834292, "size": 8.45, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 6.4471, "eigenvector": 42.0642, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "3872014390367557312_4855323404", "id": "pemkabjember", "source": "instagram-000001", "content": "Bakorwil V Jember menjadi Fasilitator kegiatan yang diinisiasi oleh Bank Indonesia dan Biro Perekonomian Provinsi Jawa Timur yaitu Capacity Building Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) & Forum Investasi Kabupaten/Kota se Wilayah Kerja Bakorwil V Jember. Acara yang dibuka oleh Asisten bidang perekonomian provinsi Jawa Timur Bapak Didik Budi Prasetya, M.M ini dilaksanakan pada tanggal 7 April 2026 di Aula Moch. Sroedji Bakorwil V Jember. Dalam Kegiatan ini, perwakilan instansi yang ada di tiap Kabupaten/Kota menyampaikan situasi dan kondisi masing-masing terkait potensi dan penghambat investasi. Forum Investasi menjadi penting kedudukannya, karena dapat mewujudkan sinergi antar pemangku kepentingan, mendukung perencanaan dan strategi investasi serta menjadi jalan untuk memfasilitasi investor secara terpadu. Strategi Optimalisasi Aset Daerah juga dapat menjadi peluang investasi dan menciptakan multiplier effect pada pertumbuhan ekonomi.\n\n               \n\n#jawatimur #investasi #inflasi #stabilitás #mendukungastacita", "post_id": "3872014390367557312_4855323404"}}, {"key": "banyuwangi_kab", "attributes": {"label": "banyuwangi_kab", "x": 750.4516284239033, "y": 68.46168193128577, "size": 8.45, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 6.4471, "eigenvector": 42.0642, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "3872014390367557312_4855323404", "id": "banyuwangi_kab", "source": "instagram-000001", "content": "Bakorwil V Jember menjadi Fasilitator kegiatan yang diinisiasi oleh Bank Indonesia dan Biro Perekonomian Provinsi Jawa Timur yaitu Capacity Building Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) & Forum Investasi Kabupaten/Kota se Wilayah Kerja Bakorwil V Jember. Acara yang dibuka oleh Asisten bidang perekonomian provinsi Jawa Timur Bapak Didik Budi Prasetya, M.M ini dilaksanakan pada tanggal 7 April 2026 di Aula Moch. Sroedji Bakorwil V Jember. Dalam Kegiatan ini, perwakilan instansi yang ada di tiap Kabupaten/Kota menyampaikan situasi dan kondisi masing-masing terkait potensi dan penghambat investasi. Forum Investasi menjadi penting kedudukannya, karena dapat mewujudkan sinergi antar pemangku kepentingan, mendukung perencanaan dan strategi investasi serta menjadi jalan untuk memfasilitasi investor secara terpadu. Strategi Optimalisasi Aset Daerah juga dapat menjadi peluang investasi dan menciptakan multiplier effect pada pertumbuhan ekonomi.\n\n               \n\n#jawatimur #investasi #inflasi #stabilitás #mendukungastacita", "post_id": "3872014390367557312_4855323404"}}, {"key": "situbondokab", "attributes": {"label": "situbondokab", "x": 219.32946557515842, "y": 902.0359909299698, "size": 8.45, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 6.4471, "eigenvector": 42.0642, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "3872014390367557312_4855323404", "id": "situbondokab", "source": "instagram-000001", "content": "Bakorwil V Jember menjadi Fasilitator kegiatan yang diinisiasi oleh Bank Indonesia dan Biro Perekonomian Provinsi Jawa Timur yaitu Capacity Building Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) & Forum Investasi Kabupaten/Kota se Wilayah Kerja Bakorwil V Jember. Acara yang dibuka oleh Asisten bidang perekonomian provinsi Jawa Timur Bapak Didik Budi Prasetya, M.M ini dilaksanakan pada tanggal 7 April 2026 di Aula Moch. Sroedji Bakorwil V Jember. Dalam Kegiatan ini, perwakilan instansi yang ada di tiap Kabupaten/Kota menyampaikan situasi dan kondisi masing-masing terkait potensi dan penghambat investasi. Forum Investasi menjadi penting kedudukannya, karena dapat mewujudkan sinergi antar pemangku kepentingan, mendukung perencanaan dan strategi investasi serta menjadi jalan untuk memfasilitasi investor secara terpadu. Strategi Optimalisasi Aset Daerah juga dapat menjadi peluang investasi dan menciptakan multiplier effect pada pertumbuhan ekonomi.\n\n               \n\n#jawatimur #investasi #inflasi #stabilitás #mendukungastacita", "post_id": "3872014390367557312_4855323404"}}, {"key": "probolinggoimpressive", "attributes": {"label": "probolinggoimpressive", "x": 556.9311675265636, "y": 378.43135435958095, "size": 8.45, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 6.4471, "eigenvector": 42.0642, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "3872014390367557312_4855323404", "id": "probolinggoimpressive", "source": "instagram-000001", "content": "Bakorwil V Jember menjadi Fasilitator kegiatan yang diinisiasi oleh Bank Indonesia dan Biro Perekonomian Provinsi Jawa Timur yaitu Capacity Building Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) & Forum Investasi Kabupaten/Kota se Wilayah Kerja Bakorwil V Jember. Acara yang dibuka oleh Asisten bidang perekonomian provinsi Jawa Timur Bapak Didik Budi Prasetya, M.M ini dilaksanakan pada tanggal 7 April 2026 di Aula Moch. Sroedji Bakorwil V Jember. Dalam Kegiatan ini, perwakilan instansi yang ada di tiap Kabupaten/Kota menyampaikan situasi dan kondisi masing-masing terkait potensi dan penghambat investasi. Forum Investasi menjadi penting kedudukannya, karena dapat mewujudkan sinergi antar pemangku kepentingan, mendukung perencanaan dan strategi investasi serta menjadi jalan untuk memfasilitasi investor secara terpadu. Strategi Optimalisasi Aset Daerah juga dapat menjadi peluang investasi dan menciptakan multiplier effect pada pertumbuhan ekonomi.\n\n               \n\n#jawatimur #investasi #inflasi #stabilitás #mendukungastacita", "post_id": "3872014390367557312_4855323404"}}, {"key": "lumajang_kab", "attributes": {"label": "lumajang_kab", "x": 598.1210367968017, "y": 658.870489732236, "size": 8.45, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 6.4471, "eigenvector": 42.0642, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "3872014390367557312_4855323404", "id": "lumajang_kab", "source": "instagram-000001", "content": "Bakorwil V Jember menjadi Fasilitator kegiatan yang diinisiasi oleh Bank Indonesia dan Biro Perekonomian Provinsi Jawa Timur yaitu Capacity Building Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) & Forum Investasi Kabupaten/Kota se Wilayah Kerja Bakorwil V Jember. Acara yang dibuka oleh Asisten bidang perekonomian provinsi Jawa Timur Bapak Didik Budi Prasetya, M.M ini dilaksanakan pada tanggal 7 April 2026 di Aula Moch. Sroedji Bakorwil V Jember. Dalam Kegiatan ini, perwakilan instansi yang ada di tiap Kabupaten/Kota menyampaikan situasi dan kondisi masing-masing terkait potensi dan penghambat investasi. Forum Investasi menjadi penting kedudukannya, karena dapat mewujudkan sinergi antar pemangku kepentingan, mendukung perencanaan dan strategi investasi serta menjadi jalan untuk memfasilitasi investor secara terpadu. Strategi Optimalisasi Aset Daerah juga dapat menjadi peluang investasi dan menciptakan multiplier effect pada pertumbuhan ekonomi.\n\n               \n\n#jawatimur #investasi #inflasi #stabilitás #mendukungastacita", "post_id": "3872014390367557312_4855323404"}}, {"key": "pemkab_probolinggo", "attributes": {"label": "pemkab_probolinggo", "x": 210.60620791568985, "y": 283.9306809431229, "size": 8.45, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 6.4471, "eigenvector": 42.0642, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "3872014390367557312_4855323404", "id": "pemkab_probolinggo", "source": "instagram-000001", "content": "Bakorwil V Jember menjadi Fasilitator kegiatan yang diinisiasi oleh Bank Indonesia dan Biro Perekonomian Provinsi Jawa Timur yaitu Capacity Building Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) & Forum Investasi Kabupaten/Kota se Wilayah Kerja Bakorwil V Jember. Acara yang dibuka oleh Asisten bidang perekonomian provinsi Jawa Timur Bapak Didik Budi Prasetya, M.M ini dilaksanakan pada tanggal 7 April 2026 di Aula Moch. Sroedji Bakorwil V Jember. Dalam Kegiatan ini, perwakilan instansi yang ada di tiap Kabupaten/Kota menyampaikan situasi dan kondisi masing-masing terkait potensi dan penghambat investasi. Forum Investasi menjadi penting kedudukannya, karena dapat mewujudkan sinergi antar pemangku kepentingan, mendukung perencanaan dan strategi investasi serta menjadi jalan untuk memfasilitasi investor secara terpadu. Strategi Optimalisasi Aset Daerah juga dapat menjadi peluang investasi dan menciptakan multiplier effect pada pertumbuhan ekonomi.\n\n               \n\n#jawatimur #investasi #inflasi #stabilitás #mendukungastacita", "post_id": "3872014390367557312_4855323404"}}, {"key": "bondowoso.kab", "attributes": {"label": "bondowoso.kab", "x": 685.5017272570373, "y": 43.09427775812325, "size": 8.45, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 6.4471, "eigenvector": 42.0642, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "3872014390367557312_4855323404", "id": "bondowoso.kab", "source": "instagram-000001", "content": "Bakorwil V Jember menjadi Fasilitator kegiatan yang diinisiasi oleh Bank Indonesia dan Biro Perekonomian Provinsi Jawa Timur yaitu Capacity Building Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) & Forum Investasi Kabupaten/Kota se Wilayah Kerja Bakorwil V Jember. Acara yang dibuka oleh Asisten bidang perekonomian provinsi Jawa Timur Bapak Didik Budi Prasetya, M.M ini dilaksanakan pada tanggal 7 April 2026 di Aula Moch. Sroedji Bakorwil V Jember. Dalam Kegiatan ini, perwakilan instansi yang ada di tiap Kabupaten/Kota menyampaikan situasi dan kondisi masing-masing terkait potensi dan penghambat investasi. Forum Investasi menjadi penting kedudukannya, karena dapat mewujudkan sinergi antar pemangku kepentingan, mendukung perencanaan dan strategi investasi serta menjadi jalan untuk memfasilitasi investor secara terpadu. Strategi Optimalisasi Aset Daerah juga dapat menjadi peluang investasi dan menciptakan multiplier effect pada pertumbuhan ekonomi.\n\n               \n\n#jawatimur #investasi #inflasi #stabilitás #mendukungastacita", "post_id": "3872014390367557312_4855323404"}}, {"key": "bank_indonesia_kaltim", "attributes": {"label": "bank_indonesia_kaltim", "x": 334.07118450674443, "y": 16.741225203513732, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 10.6111, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 2, "out_degree": 2, "degree": 4}, "_id": "3877294916913761102_2900277867", "id": "bank_indonesia_kaltim", "source": "instagram-000001", "content": "Kaltim Halal Festival (KalaFest) 2025\n\n🌟 Halo #SobatRupiah dengan semangat mendukung pengembangan ekonomi dan keuangan syariah di wilayah Kalimantan Timur melalui akselerasi pengembangan Halal Value Chain (HVC), syiar ekonomi syariah, penguatan keuangan sosial syariah, dan penerapan halal lifestyle,  Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Timur bersama Komite Daerah Ekonomi dan Keuangan Syariah (KDEKS) Prov. Kalimantan Timur akan menyelenggarakan Kaltim Halal Festival (KalaFest) sebagai ajang ekonomi syariah terbesar di Kaltim. Kegiatan yang juga merupakan rangkaian Road to FESyar Kawasan Timur Indonesia (KTI) 2026 ini mengusung tema “Akselerasi Pertumbuhan Ekonomi dan Keuangan Syariah Berkelanjutan melalui Sinergi dan Transformasi Digital di Kalimantan Timur”. 🌟\n\nKalaFest tahun 2026 akan diselenggarakan di Kota Samarinda mulai tanggal 8 s.d. 10 Mei 2026 dan akan menghadirkan produk dan program ekonomi dan keuangan syariah unggulan di Kalimantan Timur. 🕌🌙 \n\n✨💫 Mari hadir dan saksikan seluruh rangkaian kegiatan KalaFest, dapatkan ilmu dan berkah sebanyak-banyaknya! ✨💫\n\nInformasi lebih lanjut mengenai rangkaian kegiatan, stay tuned di Instagram ! 🙌", "post_id": "3877294916913761102_2900277867"}}, {"key": "kabarsamarinda_official", "attributes": {"label": "kabarsamarinda_official", "x": 361.37588036538403, "y": 822.3529668673795, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 6.1014, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "3876316572705611280_34489486378", "id": "kabarsamarinda_official", "source": "instagram-000001", "content": "Indonesia kembali disebut-sebut sebagai salah satu “bright spot” dalam perekonomian global, dengan fundamental yang kuat, kebijakan yang kredibel, serta ketahanan ekonomi yang terjaga di tengah meningkatnya ketidakpastian global.\n\nIMF dan investor global mengapresiasi konsistensi Indonesia dalam menjaga stabilitas makroekonomi melalui sinergi kebijakan fiskal dan moneter yang solid, disiplin dalam mempertahankan defisit di bawah 3% dari PDB, serta respons kebijakan yang adaptif dan forward-looking dalam menghadapi tekanan eksternal.\n\nDi tengah dinamika global yang semakin kompleks, Indonesia dinilai mampu mengelola keseimbangan antara stabilitas dan pertumbuhan secara optimal, dengan tetap menjaga momentum pertumbuhan yang didukung oleh kuatnya permintaan domestik.\n\nHal tersebut disampaikan Managing Director International Monetary Fund (IMF), Kristalina Georgieva, dalam pertemuan dengan Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo, Menteri Keuangan RI Purbaya Yudhi Sadewa dan Dewan Perwakilan Rakyat RI diwakili Wakil Ketua DPR RI Koordinator Bidang Ekonomi dan Keuangan Sari Yuliati, Ketua Komisi XI Mukhamad Misbakhun dan Wakil Mohamad Hekal dalam rangkaian pertemuan lanjutan dengan investor global pada IMF Spring Meetings (14/4/2026).\n\nDengan pertumbuhan ekonomi yang tetap solid didukung oleh permintaan domestik yang kuat, inflasi yang terjaga dalam sasaran, serta pemulihan intermediasi perbankan, Indonesia menunjukkan ketahanan yang konsisten di tengah tekanan eksternal.\n\nSelengkapnya Wajib Baca Di :\nhttps://www.cnbcindonesia.com/news/20260415111435-4-726892/depan-purbaya-bos-bi-dpr-imf-kembali-sebut-ri-titik-terang-dunia\n.\n.\nTitik Favorit Warga JUAL BELI SMARTPHONE di", "post_id": "3876316572705611280_34489486378"}}, {"key": "ogstore.samarinda", "attributes": {"label": "ogstore.samarinda", "x": 810.7765631728008, "y": 539.058269723903, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 11.2876, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "3876316572705611280_34489486378", "id": "ogstore.samarinda", "source": "instagram-000001", "content": "Indonesia kembali disebut-sebut sebagai salah satu “bright spot” dalam perekonomian global, dengan fundamental yang kuat, kebijakan yang kredibel, serta ketahanan ekonomi yang terjaga di tengah meningkatnya ketidakpastian global.\n\nIMF dan investor global mengapresiasi konsistensi Indonesia dalam menjaga stabilitas makroekonomi melalui sinergi kebijakan fiskal dan moneter yang solid, disiplin dalam mempertahankan defisit di bawah 3% dari PDB, serta respons kebijakan yang adaptif dan forward-looking dalam menghadapi tekanan eksternal.\n\nDi tengah dinamika global yang semakin kompleks, Indonesia dinilai mampu mengelola keseimbangan antara stabilitas dan pertumbuhan secara optimal, dengan tetap menjaga momentum pertumbuhan yang didukung oleh kuatnya permintaan domestik.\n\nHal tersebut disampaikan Managing Director International Monetary Fund (IMF), Kristalina Georgieva, dalam pertemuan dengan Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo, Menteri Keuangan RI Purbaya Yudhi Sadewa dan Dewan Perwakilan Rakyat RI diwakili Wakil Ketua DPR RI Koordinator Bidang Ekonomi dan Keuangan Sari Yuliati, Ketua Komisi XI Mukhamad Misbakhun dan Wakil Mohamad Hekal dalam rangkaian pertemuan lanjutan dengan investor global pada IMF Spring Meetings (14/4/2026).\n\nDengan pertumbuhan ekonomi yang tetap solid didukung oleh permintaan domestik yang kuat, inflasi yang terjaga dalam sasaran, serta pemulihan intermediasi perbankan, Indonesia menunjukkan ketahanan yang konsisten di tengah tekanan eksternal.\n\nSelengkapnya Wajib Baca Di :\nhttps://www.cnbcindonesia.com/news/20260415111435-4-726892/depan-purbaya-bos-bi-dpr-imf-kembali-sebut-ri-titik-terang-dunia\n.\n.\nTitik Favorit Warga JUAL BELI SMARTPHONE di", "post_id": "3876316572705611280_34489486378"}}, {"key": "podcastseninsore", "attributes": {"label": "podcastseninsore", "x": 364.9535882506737, "y": 17.31594223933641, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 10.6111, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 2, "out_degree": 2, "degree": 4}, "_id": "7599654013243542805", "id": "podcastseninsore", "source": "tiktok-000001", "content": "Komisi XI DPR RI secara resmi menyetujui penetapan Thomas A.M. Djiwandono sebagai Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) pengganti Yuda Agung yang mengundurkan diri, setelah melalui proses fit and proper test.  Ketua Komisi XI DPR RI, Mukhamad Misbakhun, menyatakan bahwa Thomas dipilih karena dianggap figur yang diterima oleh semua partai politik dan mampu memaparkan pentingnya harmonisasi kebijakan moneter dan fiskal demi pertumbuhan ekonomi. __________________________ Instagram:   TikTok:   YouTube: Podcast Senin Sore Spotify: Podcast Senin Sore #Thomas #KeponakanPrabowo #Prabowo #BankIndonesia", "post_id": "7599654013243542805"}}, {"key": "unexplnd.co", "attributes": {"label": "unexplnd.co", "x": 386.1766419580922, "y": 296.9546050827857, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 6.1014, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "7507164681186839816", "id": "unexplnd.co", "source": "tiktok-000001", "content": "Bank Indonesia (BI) resmi menurunkan suku bunga acuan (BI Rate) sebesar 25 basis poin menjadi 5,50 persen dalam Rapat Dewan Gubernur yang berlangsung pada 20–21 Mei 2025. Ini merupakan penurunan pertama sejak 2022 dan dilakukan sebagai langkah strategis untuk menjaga momentum pertumbuhan ekonomi nasional. Gubernur BI Perry Warjiyo menjelaskan bahwa keputusan ini diambil karena tekanan inflasi mulai mereda dan nilai tukar rupiah menunjukkan kestabilan. Penurunan ini juga menjadi bagian dari upaya mendukung pemulihan ekonomi jangka menengah dan panjang. Selain itu, BI juga menurunkan suku bunga deposit facility menjadi 4,75 persen dan lending facility menjadi 6,25 persen. Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan daya beli masyarakat, mendorong konsumsi dan investasi, serta memberikan ruang bagi pelaku usaha untuk berkembang. Pasar merespons positif keputusan tersebut, dengan IHSG dan nilai tukar rupiah yang langsung menguat sesaat setelah pengumuman. Ke depan, BI akan terus memantau perkembangan global dan domestik serta memperkuat sinergi kebijakan untuk menjaga stabilitas makroekonomi dan mendukung pertumbuhan ekonomi berkelanjutan. Follow  for more! #UNEXPLND", "post_id": "7507164681186839816"}}, {"key": "theunexplnd", "attributes": {"label": "theunexplnd", "x": 411.5566834286375, "y": 750.5323691570464, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 11.2876, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7507164681186839816", "id": "theunexplnd", "source": "tiktok-000001", "content": "Bank Indonesia (BI) resmi menurunkan suku bunga acuan (BI Rate) sebesar 25 basis poin menjadi 5,50 persen dalam Rapat Dewan Gubernur yang berlangsung pada 20–21 Mei 2025. Ini merupakan penurunan pertama sejak 2022 dan dilakukan sebagai langkah strategis untuk menjaga momentum pertumbuhan ekonomi nasional. Gubernur BI Perry Warjiyo menjelaskan bahwa keputusan ini diambil karena tekanan inflasi mulai mereda dan nilai tukar rupiah menunjukkan kestabilan. Penurunan ini juga menjadi bagian dari upaya mendukung pemulihan ekonomi jangka menengah dan panjang. Selain itu, BI juga menurunkan suku bunga deposit facility menjadi 4,75 persen dan lending facility menjadi 6,25 persen. Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan daya beli masyarakat, mendorong konsumsi dan investasi, serta memberikan ruang bagi pelaku usaha untuk berkembang. Pasar merespons positif keputusan tersebut, dengan IHSG dan nilai tukar rupiah yang langsung menguat sesaat setelah pengumuman. Ke depan, BI akan terus memantau perkembangan global dan domestik serta memperkuat sinergi kebijakan untuk menjaga stabilitas makroekonomi dan mendukung pertumbuhan ekonomi berkelanjutan. Follow  for more! #UNEXPLND", "post_id": "7507164681186839816"}}, {"key": "malangrayamedia", "attributes": {"label": "malangrayamedia", "x": 490.21193157608343, "y": 194.32082131741944, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 6.1014, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "7426971917166316806", "id": "malangrayamedia", "source": "tiktok-000001", "content": "Bank Indonesia mengumumkan mulai 1 Desember 2024, bank sentral akan menerapkan Merchant Discount Rate (MDR) QRIS 0 persen untuk transaksi sampai dengan Rp 500.000 pada merchant Usaha Mikro (UMI). Gubernur BI Perry Warjiyo mengatakan kebijakan tersebut guna menopang daya beli masyarakat kelas menengah bawah. \"Bank Indonesia terus memperkuat koordinasi kebijakan dengan Pemerintah untuk menjaga stabilitas dan memperkuat pertumbuhan ekonomi,\" kata Perry dalam konferensi pers di Kantor Pusat BI, Rabu (16/10). Dalam kesempatan yang sama, Deputi Gubernur BI Filianingsih Hendarta menegaskan bahwa pedagang dilarang membebankan biaya admin kepada konsumen atas penggunaan transaksi QRIS. Hal ini sebagai respons terhadap keluhan masyarakat atas adanya biaya tambahan admin saat menggunakan QRIS. Filianingsih juga meminta pembeli untuk melaporkan pedagang yang mengenakan biaya tambahan admin atas penggunaan QRIS. \"Kalo pedagang menambahkan, gak boleh, jadi laporkan aja itu,\" ujarnya. Berita disadur dari:  I Angga Sukmawijaya I Rabu, 16 Oktober 2024 I 17:22 WIB 📷 Jamal Ramadhan/kumparan", "post_id": "7426971917166316806"}}, {"key": "kumparancom", "attributes": {"label": "kumparancom", "x": 725.8358069648058, "y": 314.4230494774484, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 11.2876, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7426971917166316806", "id": "kumparancom", "source": "tiktok-000001", "content": "Bank Indonesia mengumumkan mulai 1 Desember 2024, bank sentral akan menerapkan Merchant Discount Rate (MDR) QRIS 0 persen untuk transaksi sampai dengan Rp 500.000 pada merchant Usaha Mikro (UMI). Gubernur BI Perry Warjiyo mengatakan kebijakan tersebut guna menopang daya beli masyarakat kelas menengah bawah. \"Bank Indonesia terus memperkuat koordinasi kebijakan dengan Pemerintah untuk menjaga stabilitas dan memperkuat pertumbuhan ekonomi,\" kata Perry dalam konferensi pers di Kantor Pusat BI, Rabu (16/10). Dalam kesempatan yang sama, Deputi Gubernur BI Filianingsih Hendarta menegaskan bahwa pedagang dilarang membebankan biaya admin kepada konsumen atas penggunaan transaksi QRIS. Hal ini sebagai respons terhadap keluhan masyarakat atas adanya biaya tambahan admin saat menggunakan QRIS. Filianingsih juga meminta pembeli untuk melaporkan pedagang yang mengenakan biaya tambahan admin atas penggunaan QRIS. \"Kalo pedagang menambahkan, gak boleh, jadi laporkan aja itu,\" ujarnya. Berita disadur dari:  I Angga Sukmawijaya I Rabu, 16 Oktober 2024 I 17:22 WIB 📷 Jamal Ramadhan/kumparan", "post_id": "7426971917166316806"}}, {"key": "official.ichannel", "attributes": {"label": "official.ichannel", "x": 725.6033506388266, "y": 240.58579356818055, "size": 6.15, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 7.3511, "eigenvector": 24.2897, "in_degree": 1, "out_degree": 5, "degree": 6}, "_id": "7469188116964789512", "id": "official.ichannel", "source": "tiktok-000001", "content": "KPw BI Banten: Ekonomi Banten 2024 Tunjukkan Trend Positif, 2025 Optimis Membaik I-CHANNEL- Ekonomi Banten mencatatkan tren positif searah dengan pertumbuhan yaitu 5,02 persen (YoY) atau meningkat dari sebelumnya sebesar 4,93 persen (YoY). Itu sejalan dengan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuarter terakhir 2024 dengan laju 5,02 persen (yoy) lebih tinggi dibanding triwulan sebelumnya sebesar 4,95 persen (YoY). Demikian disampaikan Kepala KPw BI Provinsi Banten Ameriza M Moesa pada acara Taklimat Media bertemakan ‘Perkembangan Ekonomi Terkini, Prospek & Isu Strattegis’ di Cafe Satu Tempat, Kaujon, Kota Serang, Jumat (7/2/2025). Ameriza mengungkapkan, peningkatan pertumbuhan ekonomi Banten berdampak pada capaian pertumbuhan PDRB Banten 2024 (full years) sebesar 4,79 persen (yoy) atau sedikit melambat dari tahun 2023 yang mencapai 4,81 persen (yoy). Akselerasi pertumbuhan ekonomi Banten pada triwulan IV 2024, kata Ameriza, ditopang oleh kinerja Konsumsi Rumah Tangga, Konsumsi Pemerintah dan Net Ekspor yang membaik dari triwulan sebelumnya. Dari sisi lapangan usaha, sambung Ameriza, yakni LU Industri Pengolahan, Perdagangan Besar dan Eceran, serta Real Estate mencatat akselerasi pertumbuhan pada triwulan IV 2024 dibandingkan triwulan sebelumnya. Sementara dari sisi pengeluaran, lanjutnya, pertumbuhan didorong oleh porsi konsumsi rumah tangga yang masih mendominasi PDRB Banten dengan pangsa sebesar 53,35 persen, seiring meningkatnya konsumsi masyarakat sebagai dampak dari HBKN Nataru dan penyelenggaraan Pemilukada Serentak 2024. Kondisi itu juga sejalan dengan tingkat optimisme masyarakat yang tercermin dari hasil survei Bank Indonesia Indeks Keyakinan Konsumen pada triwulan IV 2024 sebesar 119,03, lebih tinggi dibandingkan triwulan sebelumnya sebesar 117,39. (Nizar) Berita selengkapnya baca dan follow media online   dan youtube     #viral #fyp #ekonomi #banten #tumbuh #bisnis #realestate #industry #pariwisata", "post_id": "7469188116964789512"}}, {"key": "bisnisbantencom", "attributes": {"label": "bisnisbantencom", "x": 894.799650099368, "y": 638.8502297024434, "size": 3.68, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 7.3511, "eigenvector": 5.2747, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7469188116964789512", "id": "bisnisbantencom", "source": "tiktok-000001", "content": "KPw BI Banten: Ekonomi Banten 2024 Tunjukkan Trend Positif, 2025 Optimis Membaik I-CHANNEL- Ekonomi Banten mencatatkan tren positif searah dengan pertumbuhan yaitu 5,02 persen (YoY) atau meningkat dari sebelumnya sebesar 4,93 persen (YoY). Itu sejalan dengan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuarter terakhir 2024 dengan laju 5,02 persen (yoy) lebih tinggi dibanding triwulan sebelumnya sebesar 4,95 persen (YoY). Demikian disampaikan Kepala KPw BI Provinsi Banten Ameriza M Moesa pada acara Taklimat Media bertemakan ‘Perkembangan Ekonomi Terkini, Prospek & Isu Strattegis’ di Cafe Satu Tempat, Kaujon, Kota Serang, Jumat (7/2/2025). Ameriza mengungkapkan, peningkatan pertumbuhan ekonomi Banten berdampak pada capaian pertumbuhan PDRB Banten 2024 (full years) sebesar 4,79 persen (yoy) atau sedikit melambat dari tahun 2023 yang mencapai 4,81 persen (yoy). Akselerasi pertumbuhan ekonomi Banten pada triwulan IV 2024, kata Ameriza, ditopang oleh kinerja Konsumsi Rumah Tangga, Konsumsi Pemerintah dan Net Ekspor yang membaik dari triwulan sebelumnya. Dari sisi lapangan usaha, sambung Ameriza, yakni LU Industri Pengolahan, Perdagangan Besar dan Eceran, serta Real Estate mencatat akselerasi pertumbuhan pada triwulan IV 2024 dibandingkan triwulan sebelumnya. Sementara dari sisi pengeluaran, lanjutnya, pertumbuhan didorong oleh porsi konsumsi rumah tangga yang masih mendominasi PDRB Banten dengan pangsa sebesar 53,35 persen, seiring meningkatnya konsumsi masyarakat sebagai dampak dari HBKN Nataru dan penyelenggaraan Pemilukada Serentak 2024. Kondisi itu juga sejalan dengan tingkat optimisme masyarakat yang tercermin dari hasil survei Bank Indonesia Indeks Keyakinan Konsumen pada triwulan IV 2024 sebesar 119,03, lebih tinggi dibandingkan triwulan sebelumnya sebesar 117,39. (Nizar) Berita selengkapnya baca dan follow media online   dan youtube     #viral #fyp #ekonomi #banten #tumbuh #bisnis #realestate #industry #pariwisata", "post_id": "7469188116964789512"}}, {"key": "zetizenbanten", "attributes": {"label": "zetizenbanten", "x": 412.6363814973201, "y": 2.480459723347317, "size": 3.68, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 7.3511, "eigenvector": 5.2747, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7469188116964789512", "id": "zetizenbanten", "source": "tiktok-000001", "content": "KPw BI Banten: Ekonomi Banten 2024 Tunjukkan Trend Positif, 2025 Optimis Membaik I-CHANNEL- Ekonomi Banten mencatatkan tren positif searah dengan pertumbuhan yaitu 5,02 persen (YoY) atau meningkat dari sebelumnya sebesar 4,93 persen (YoY). Itu sejalan dengan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuarter terakhir 2024 dengan laju 5,02 persen (yoy) lebih tinggi dibanding triwulan sebelumnya sebesar 4,95 persen (YoY). Demikian disampaikan Kepala KPw BI Provinsi Banten Ameriza M Moesa pada acara Taklimat Media bertemakan ‘Perkembangan Ekonomi Terkini, Prospek & Isu Strattegis’ di Cafe Satu Tempat, Kaujon, Kota Serang, Jumat (7/2/2025). Ameriza mengungkapkan, peningkatan pertumbuhan ekonomi Banten berdampak pada capaian pertumbuhan PDRB Banten 2024 (full years) sebesar 4,79 persen (yoy) atau sedikit melambat dari tahun 2023 yang mencapai 4,81 persen (yoy). Akselerasi pertumbuhan ekonomi Banten pada triwulan IV 2024, kata Ameriza, ditopang oleh kinerja Konsumsi Rumah Tangga, Konsumsi Pemerintah dan Net Ekspor yang membaik dari triwulan sebelumnya. Dari sisi lapangan usaha, sambung Ameriza, yakni LU Industri Pengolahan, Perdagangan Besar dan Eceran, serta Real Estate mencatat akselerasi pertumbuhan pada triwulan IV 2024 dibandingkan triwulan sebelumnya. Sementara dari sisi pengeluaran, lanjutnya, pertumbuhan didorong oleh porsi konsumsi rumah tangga yang masih mendominasi PDRB Banten dengan pangsa sebesar 53,35 persen, seiring meningkatnya konsumsi masyarakat sebagai dampak dari HBKN Nataru dan penyelenggaraan Pemilukada Serentak 2024. Kondisi itu juga sejalan dengan tingkat optimisme masyarakat yang tercermin dari hasil survei Bank Indonesia Indeks Keyakinan Konsumen pada triwulan IV 2024 sebesar 119,03, lebih tinggi dibandingkan triwulan sebelumnya sebesar 117,39. (Nizar) Berita selengkapnya baca dan follow media online   dan youtube     #viral #fyp #ekonomi #banten #tumbuh #bisnis #realestate #industry #pariwisata", "post_id": "7469188116964789512"}}, {"key": "bank_indonesia_banten", "attributes": {"label": "bank_indonesia_banten", "x": 309.43533565285384, "y": 399.25595612902544, "size": 3.68, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 7.3511, "eigenvector": 5.2747, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7469188116964789512", "id": "bank_indonesia_banten", "source": "tiktok-000001", "content": "KPw BI Banten: Ekonomi Banten 2024 Tunjukkan Trend Positif, 2025 Optimis Membaik I-CHANNEL- Ekonomi Banten mencatatkan tren positif searah dengan pertumbuhan yaitu 5,02 persen (YoY) atau meningkat dari sebelumnya sebesar 4,93 persen (YoY). Itu sejalan dengan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuarter terakhir 2024 dengan laju 5,02 persen (yoy) lebih tinggi dibanding triwulan sebelumnya sebesar 4,95 persen (YoY). Demikian disampaikan Kepala KPw BI Provinsi Banten Ameriza M Moesa pada acara Taklimat Media bertemakan ‘Perkembangan Ekonomi Terkini, Prospek & Isu Strattegis’ di Cafe Satu Tempat, Kaujon, Kota Serang, Jumat (7/2/2025). Ameriza mengungkapkan, peningkatan pertumbuhan ekonomi Banten berdampak pada capaian pertumbuhan PDRB Banten 2024 (full years) sebesar 4,79 persen (yoy) atau sedikit melambat dari tahun 2023 yang mencapai 4,81 persen (yoy). Akselerasi pertumbuhan ekonomi Banten pada triwulan IV 2024, kata Ameriza, ditopang oleh kinerja Konsumsi Rumah Tangga, Konsumsi Pemerintah dan Net Ekspor yang membaik dari triwulan sebelumnya. Dari sisi lapangan usaha, sambung Ameriza, yakni LU Industri Pengolahan, Perdagangan Besar dan Eceran, serta Real Estate mencatat akselerasi pertumbuhan pada triwulan IV 2024 dibandingkan triwulan sebelumnya. Sementara dari sisi pengeluaran, lanjutnya, pertumbuhan didorong oleh porsi konsumsi rumah tangga yang masih mendominasi PDRB Banten dengan pangsa sebesar 53,35 persen, seiring meningkatnya konsumsi masyarakat sebagai dampak dari HBKN Nataru dan penyelenggaraan Pemilukada Serentak 2024. Kondisi itu juga sejalan dengan tingkat optimisme masyarakat yang tercermin dari hasil survei Bank Indonesia Indeks Keyakinan Konsumen pada triwulan IV 2024 sebesar 119,03, lebih tinggi dibandingkan triwulan sebelumnya sebesar 117,39. (Nizar) Berita selengkapnya baca dan follow media online   dan youtube     #viral #fyp #ekonomi #banten #tumbuh #bisnis #realestate #industry #pariwisata", "post_id": "7469188116964789512"}}, {"key": "cenderawasihpos", "attributes": {"label": "cenderawasihpos", "x": 212.99563194837046, "y": 746.0331479876032, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 6.1014, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 8, "degree": 8}, "_id": "7635262836746374408", "id": "cenderawasihpos", "source": "tiktok-000001", "content": "Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyatakan perekonomian Indonesia tetap memiliki resiliensi kuat dan ruang untuk tumbuh di tengah ketidakpastian ekonomi global. Ia menjelaskan bahwa sejumlah indikator ekonomi nasional masih terjaga, mulai dari pertumbuhan ekonomi, inflasi, konsumsi domestik, hingga struktur pembiayaan dalam negeri. “Fundamental kita tetap terjaga. Pertumbuhan ekonomi tercatat di tahun lalu 5,11 persen. Di tahun 2026 ditargetkan 5,4 persen,” kata Airlangga dalam acara Kick Off Percepatan Intermediasi Indonesia (PINISI) di Kantor Pusat Bank Indonesia, Jakarta, Senin. Ia menyebut pertumbuhan ekonomi pada kuartal I 2026 juga berpeluang mencapai lebih besar atau sama dengan 5,5 persen. Menurut dia, inflasi juga masih terkendali di level 3,48 persen, sementara indeks keyakinan konsumen tetap tinggi di level 122,9. Airlangga menambahkan konsumsi dalam negeri masih menjadi penopang utama perekonomian dengan kontribusi sekitar 54 persen terhadap produk domestik bruto (PDB). “Konsumsi dalam negeri masih kuat, 54 persen terhadap PDB,” ujarnya. Dari sisi eksternal, ia menjelaskan neraca perdagangan Indonesia mencatat surplus selama 70 bulan dengan nilai 148,2 miliar dolar AS. Ia juga menyampaikan rasio utang luar negeri Indonesia masih berada di level 29,9 persen terhadap PDB. Selain itu, kepemilikan surat berharga negara (SBN) didominasi investor domestik hingga 87,4 persen, sementara porsi asing sebesar 12,6 persen. Lebih lanjut, Airlangga mengatakan sejumlah lembaga internasional masih memandang ekonomi Indonesia cukup kuat. 📖 BACA SELENGKAPNYA: 🔗 https://www.ceposonline.com 📰 Berlangganan Koran Cenderawasih Pos: 📞 0812-4803-531 Follow kami di Sosial Media: Instagram:  &  Facebook:  TikTok:  . . . #cepos #papua #beritapapua", "post_id": "7635262836746374408"}}, {"key": "amingandul06", "attributes": {"label": "amingandul06", "x": 134.27528478394933, "y": 231.37469485164453, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 6.1014, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "7635760900976151829", "id": "amingandul06", "source": "tiktok-000001", "content": "Uang, ekonomi & inflasi indonesia Secara umum, pemerintah Indonesia dan Bank Indonesia (BI) tidak menganut orientasi mencetak uang tanpa jaminan (balance). Kebijakan moneter kita sangat menjaga keseimbangan antara jumlah uang beredar dengan ketersediaan barang dan jasa agar tidak terjadi inflasi yang merusak daya beli masyarakat. Namun, ada beberapa konteks penting di mana \"pencetakan uang\" (dalam arti luas) dilakukan dengan strategi tertentu: 1. Mekanisme Burden Sharing (Berbagi Beban) Saat pandemi COVID-19, pemerintah dan BI menjalankan skema yang mirip dengan \"cetak uang\" untuk membiayai APBN, yang disebut Burden Sharing. Cara kerja: BI membeli obligasi pemerintah (SBN) secara langsung di pasar perdana. Tujuan: Membiayai belanja kesehatan dan bansos tanpa harus bergantung sepenuhnya pada utang luar negeri dengan bunga tinggi. Risiko: Jika dilakukan tanpa perhitungan pertumbuhan ekonomi riil, ini bisa memicu inflasi tinggi. Karena itu, skema ini bersifat sementara dan dipantau ketat. 2. Teori MMT (Modern Monetary Theory) Beberapa pihak sering mengusulkan agar Indonesia menggunakan MMT. Teori ini berargumen bahwa negara yang memiliki kedaulatan atas mata uangnya sendiri (seperti Rupiah) tidak perlu takut mencetak uang untuk membiayai pembangunan, selama kapasitas produksi nasional (seperti infrastruktur dan tenaga kerja) masih bisa menyerap uang tersebut tanpa memicu inflasi. Kenyataannya: Pemerintah Indonesia tetap bersikap konservatif dan tidak sepenuhnya menerapkan MMT karena risiko pelemahan nilai tukar Rupiah terhadap Dolar AS. 3. Risiko Jika \"Tanpa Balance\" Jika pemerintah mencetak uang hanya untuk membayar utang atau membagikannya tanpa adanya peningkatan produktivitas (pertumbuhan ekonomi), dampaknya akan sangat buruk: Hiperinflasi: Harga barang melonjak karena terlalu banyak uang mengejar barang yang jumlahnya sedikit (contoh ekstrem: Zimbabwe atau Venezuela). Kehilangan Kepercayaan: Masyarakat akan kehilangan kepercayaan pada Rupiah dan beralih ke aset lain seperti emas atau mata uang asing, yang akan membuat Rupiah tidak bernilai. Nilai Tukar Anjlok: Uang yang beredar terlalu banyak akan membuat nilai tukar kita jatuh, sehingga harga barang impor (termasuk bahan baku industri) menjadi sangat mahal. Kesimpulan Orientasi Indonesia saat ini tetap pada stabilitas harga. Bank Indonesia biasanya hanya menambah jumlah uang beredar (likuiditas) sejalan dengan target pertumbuhan ekonomi tahunan (sekitar 5%). Tujuannya adalah untuk memastikan ekonomi tetap berputar tanpa membuat harga-harga di pasar menjadi tidak terkendali. Intinya: Mencetak uang adalah alat, bukan solusi ajaib. Jika tidak diimbangi dengan pertumbuhan ekonomi yang nyata (produksi barang/jasa), uang tersebut hanya akan menjadi kertas yang kehilangan nilainya. #", "post_id": "7635760900976151829"}}, {"key": "amingandul", "attributes": {"label": "amingandul", "x": 499.5190420514233, "y": 600.5799607086009, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 11.2876, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7635760900976151829", "id": "amingandul", "source": "tiktok-000001", "content": "Uang, ekonomi & inflasi indonesia Secara umum, pemerintah Indonesia dan Bank Indonesia (BI) tidak menganut orientasi mencetak uang tanpa jaminan (balance). Kebijakan moneter kita sangat menjaga keseimbangan antara jumlah uang beredar dengan ketersediaan barang dan jasa agar tidak terjadi inflasi yang merusak daya beli masyarakat. Namun, ada beberapa konteks penting di mana \"pencetakan uang\" (dalam arti luas) dilakukan dengan strategi tertentu: 1. Mekanisme Burden Sharing (Berbagi Beban) Saat pandemi COVID-19, pemerintah dan BI menjalankan skema yang mirip dengan \"cetak uang\" untuk membiayai APBN, yang disebut Burden Sharing. Cara kerja: BI membeli obligasi pemerintah (SBN) secara langsung di pasar perdana. Tujuan: Membiayai belanja kesehatan dan bansos tanpa harus bergantung sepenuhnya pada utang luar negeri dengan bunga tinggi. Risiko: Jika dilakukan tanpa perhitungan pertumbuhan ekonomi riil, ini bisa memicu inflasi tinggi. Karena itu, skema ini bersifat sementara dan dipantau ketat. 2. Teori MMT (Modern Monetary Theory) Beberapa pihak sering mengusulkan agar Indonesia menggunakan MMT. Teori ini berargumen bahwa negara yang memiliki kedaulatan atas mata uangnya sendiri (seperti Rupiah) tidak perlu takut mencetak uang untuk membiayai pembangunan, selama kapasitas produksi nasional (seperti infrastruktur dan tenaga kerja) masih bisa menyerap uang tersebut tanpa memicu inflasi. Kenyataannya: Pemerintah Indonesia tetap bersikap konservatif dan tidak sepenuhnya menerapkan MMT karena risiko pelemahan nilai tukar Rupiah terhadap Dolar AS. 3. Risiko Jika \"Tanpa Balance\" Jika pemerintah mencetak uang hanya untuk membayar utang atau membagikannya tanpa adanya peningkatan produktivitas (pertumbuhan ekonomi), dampaknya akan sangat buruk: Hiperinflasi: Harga barang melonjak karena terlalu banyak uang mengejar barang yang jumlahnya sedikit (contoh ekstrem: Zimbabwe atau Venezuela). Kehilangan Kepercayaan: Masyarakat akan kehilangan kepercayaan pada Rupiah dan beralih ke aset lain seperti emas atau mata uang asing, yang akan membuat Rupiah tidak bernilai. Nilai Tukar Anjlok: Uang yang beredar terlalu banyak akan membuat nilai tukar kita jatuh, sehingga harga barang impor (termasuk bahan baku industri) menjadi sangat mahal. Kesimpulan Orientasi Indonesia saat ini tetap pada stabilitas harga. Bank Indonesia biasanya hanya menambah jumlah uang beredar (likuiditas) sejalan dengan target pertumbuhan ekonomi tahunan (sekitar 5%). Tujuannya adalah untuk memastikan ekonomi tetap berputar tanpa membuat harga-harga di pasar menjadi tidak terkendali. Intinya: Mencetak uang adalah alat, bukan solusi ajaib. Jika tidak diimbangi dengan pertumbuhan ekonomi yang nyata (produksi barang/jasa), uang tersebut hanya akan menjadi kertas yang kehilangan nilainya. #", "post_id": "7635760900976151829"}}, {"key": "pacificbliss.id", "attributes": {"label": "pacificbliss.id", "x": 989.7413197101138, "y": 0.32644988756913573, "size": 3.37, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 6.1014, "eigenvector": 2.8506, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "7353530975130766597", "id": "pacificbliss.id", "source": "tiktok-000001", "content": "Kick Off Torang Creative Festival and Ecotourism dan Pelatihan On Boarding UMKM Digital. Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Papua Barat yang menaungi dua Provinsi yakni Papua Barat dan Papua Barat Daya menggelar Kick Off Torang Creative Festival and Ecotourism dan Pelatihan On Boarding UMKM Digital di Rylich Panorama Hotel, Selasa 2 April 2024. Deputi Kepala Perwakilan BI Papua Barat Roni Cahyadi mengatakan, di daerah, BI tidak hanya terfokus pada pengendalian inflasi, tetapi memiliki tugas memacu pertumbuhan ekonomi daerah. “Salah satu bagian bagaimana kita memacu pertumbuhan ekonomi daerah, maka kami di BI juga memiliki tugas dan peran untuk meningkatkan UMKM,” kata Roni. “Pengembangan UMKM ini tentunya akan memerlukan peran dan keterlibatan seluruh pihak pemangku kebijakan, baik dari pemerintah daerah, pihak swasta dan kementerian terkait,” jelas Roni. Berbagai strategi juga telah dilaksanakan untuk pengembangan UMKM guna meningkatkan produktifitas, salah satunya peningkatan nilai tambah dari produk yang dihasilkan oleh pelaku UMKM. Sementara itu, Pj Gubernur Papua Barat Daya atau yang diwakili oleh Asisten II Bidang Ekbang Setda Papua Barat Daya Jhonny Way mengatakan UMKM memiliki peran penting bagi perekonomian Indonesia. Bersama, kita majukan UMKM di tanah Papua! #UMKM #PapuaBarat #PapuaBaratDaya #TorangCreativeFestival #Ecotourism #PelatihanUMKM #DigitalMarketing #PemberdayaanEkonomi #shopee #pacificbliss", "post_id": "7353530975130766597"}}, {"key": "genbi_unigal", "attributes": {"label": "genbi_unigal", "x": 84.21025832094742, "y": 859.9068432242586, "size": 5.13, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 6.1014, "eigenvector": 16.4095, "in_degree": 0, "out_degree": 3, "degree": 3}, "_id": "7599179708659469576", "id": "genbi_unigal", "source": "tiktok-000001", "content": "Halo #SobatRupiah ! 👋  Indonesia resmi mempertahankan BI-Rate yang tetap pada level 4,75%. 👀 Bank Indonesia sedang fokus menjaga stabilitas di tengah kondisi global yang belum pasti. Langkah ini diambil supaya nilai tukar Rupiah tetap aman dan inflasi nggak keluar jalur. ✨️ Keputusan ini menjadi sinyal bahwa kebijakan moneter masih diarahkan untuk menjaga keseimbangan inflasi yang tetap pada jalur target 2026–2027, sementara ruang pertumbuhan ekonomi tetap terbuka. Stabilitas ini penting agar aktivitas perekonomian jalan tanpa gejolak berlebihan. 📊🧐  akan terus mengatur kebijakan moneter dan makroprudensial secara hati-hati juga adaptif, sembari meninjau perkembangan ekonomi kedepannya. Intinya kebijakan dijaga agar tetap stabil, dan tetap fleksibel. 🔎😉 Our Social Information 📸 Instagram:  🎵 TikTok: genbi_unigal 📧 Email: genbiuniversitasgaluh ▶️ YouTube: GenBI Universitas Galuh #EnergiUntukNegeri #GenerasiBaruIndonesia #GenBIUnigal", "post_id": "7599179708659469576"}}, {"key": "Bank", "attributes": {"label": "Bank", "x": 647.9723146936099, "y": 724.3718855484483, "size": 3.4, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 7.8301, "eigenvector": 3.0632, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7599179708659469576", "id": "Bank", "source": "tiktok-000001", "content": "Halo #SobatRupiah ! 👋  Indonesia resmi mempertahankan BI-Rate yang tetap pada level 4,75%. 👀 Bank Indonesia sedang fokus menjaga stabilitas di tengah kondisi global yang belum pasti. Langkah ini diambil supaya nilai tukar Rupiah tetap aman dan inflasi nggak keluar jalur. ✨️ Keputusan ini menjadi sinyal bahwa kebijakan moneter masih diarahkan untuk menjaga keseimbangan inflasi yang tetap pada jalur target 2026–2027, sementara ruang pertumbuhan ekonomi tetap terbuka. Stabilitas ini penting agar aktivitas perekonomian jalan tanpa gejolak berlebihan. 📊🧐  akan terus mengatur kebijakan moneter dan makroprudensial secara hati-hati juga adaptif, sembari meninjau perkembangan ekonomi kedepannya. Intinya kebijakan dijaga agar tetap stabil, dan tetap fleksibel. 🔎😉 Our Social Information 📸 Instagram:  🎵 TikTok: genbi_unigal 📧 Email: genbiuniversitasgaluh ▶️ YouTube: GenBI Universitas Galuh #EnergiUntukNegeri #GenerasiBaruIndonesia #GenBIUnigal", "post_id": "7599179708659469576"}}, {"key": "genbiunigal", "attributes": {"label": "genbiunigal", "x": 920.523820569341, "y": 271.65548541871823, "size": 3.4, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 7.8301, "eigenvector": 3.0632, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7599179708659469576", "id": "genbiunigal", "source": "tiktok-000001", "content": "Halo #SobatRupiah ! 👋  Indonesia resmi mempertahankan BI-Rate yang tetap pada level 4,75%. 👀 Bank Indonesia sedang fokus menjaga stabilitas di tengah kondisi global yang belum pasti. Langkah ini diambil supaya nilai tukar Rupiah tetap aman dan inflasi nggak keluar jalur. ✨️ Keputusan ini menjadi sinyal bahwa kebijakan moneter masih diarahkan untuk menjaga keseimbangan inflasi yang tetap pada jalur target 2026–2027, sementara ruang pertumbuhan ekonomi tetap terbuka. Stabilitas ini penting agar aktivitas perekonomian jalan tanpa gejolak berlebihan. 📊🧐  akan terus mengatur kebijakan moneter dan makroprudensial secara hati-hati juga adaptif, sembari meninjau perkembangan ekonomi kedepannya. Intinya kebijakan dijaga agar tetap stabil, dan tetap fleksibel. 🔎😉 Our Social Information 📸 Instagram:  🎵 TikTok: genbi_unigal 📧 Email: genbiuniversitasgaluh ▶️ YouTube: GenBI Universitas Galuh #EnergiUntukNegeri #GenerasiBaruIndonesia #GenBIUnigal", "post_id": "7599179708659469576"}}, {"key": "pakyee2", "attributes": {"label": "pakyee2", "x": 614.6787286423536, "y": 70.57743391470417, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 6.1014, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 3, "degree": 3}, "_id": "7583955647255956744", "id": "pakyee2", "source": "tiktok-000001", "content": "Utang Luar Negeri (ULN) Indonesia pada Oktober 2025 tercatat sebesar US$ 423,9 miliar, menurun dibandingkan dengan posisi ULN pada September 2025 sebesar US$ 425,6 miliar. Meski demikian secara tahunan, ULN Indonesia tumbuh 0,3% (yoy) yang terutama dipengaruhi oleh pertumbuhan ULN sektor publik. Berdasarkan siaran pers Bank Indonesia, Senin (15/12/2025), posisi ULN pemerintah pada Oktober 2025 tercatat sebesar US$210,5 miliar, atau secara tahunan tumbuh 4,7% (yoy). Perkembangan ULN tersebut dipengaruhi oleh aliran masuk modal asing pada Surat Berharga Negara (SBN) internasional seiring tetap baiknya kepercayaan investor terhadap prospek perekonomian Indonesia yang positif di tengah meningkatnya ketidakpastian pasar keuangan global. Posisi ULN swasta tercatat sebesar US$ 190,7 miliar pada Oktober 2025, lebih rendah dibandingkan dengan posisi pada September 2025 sebesar 192,5 miliar dolar AS. Secara tahunan, ULN swasta mengalami kontraksi pertumbuhan sebesar 1,9% (yoy). Penurunan posisi ULN terjadi pada kelompok peminjam lembaga keuangan (financial corporations) dan perusahaan bukan lembaga keuangan (nonfinancial corporations), yang masing-masing tercatat kontraksi sebesar 4,7% (yoy) dan 1,2% (yoy). Berdasarkan sektor ekonomi, posisi ULN swasta terbesar berasal dari Sektor Industri Pengolahan; Jasa Keuangan dan Asuransi; Pengadaan Listrik dan Gas; serta Pertambangan & Penggalian, dengan pangsa mencapai 80,9% terhadap total ULN swasta. \"Struktur ULN Indonesia tetap sehat, didukung oleh penerapan prinsip kehati-hatian dalam pengelolaannya,\" tulis BI. Hal ini tecermin dari rasio ULN Indonesia terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) yang tercatat 29,3% pada Oktober 2025, serta dominasi ULN jangka panjang dengan pangsa 86,2% dari total ULN. \"Dalam rangka menjaga agar struktur ULN tetap sehat, Bank Indonesia dan Pemerintah terus memperkuat koordinasi dalam pemantauan perkembangan ULN. Peran ULN juga akan terus dioptimalkan untuk menopang pembiayaan pembangunan dan mendorong pertumbuhan ekonomi nasional yang berkelanjutan. Upaya tersebut dilakukan dengan meminimalkan risiko yang dapat mempengaruhi stabilitas perekonomian.\" #cnbcindonesia #uln #menurun #bi #modalasing   yee  yee  yee", "post_id": "7583955647255956744"}}, {"key": "Pak", "attributes": {"label": "Pak", "x": 907.1298739175724, "y": 469.7748418687334, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 7.8301, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 3, "out_degree": 0, "degree": 3}, "_id": "7583955647255956744", "id": "Pak", "source": "tiktok-000001", "content": "Utang Luar Negeri (ULN) Indonesia pada Oktober 2025 tercatat sebesar US$ 423,9 miliar, menurun dibandingkan dengan posisi ULN pada September 2025 sebesar US$ 425,6 miliar. Meski demikian secara tahunan, ULN Indonesia tumbuh 0,3% (yoy) yang terutama dipengaruhi oleh pertumbuhan ULN sektor publik. Berdasarkan siaran pers Bank Indonesia, Senin (15/12/2025), posisi ULN pemerintah pada Oktober 2025 tercatat sebesar US$210,5 miliar, atau secara tahunan tumbuh 4,7% (yoy). Perkembangan ULN tersebut dipengaruhi oleh aliran masuk modal asing pada Surat Berharga Negara (SBN) internasional seiring tetap baiknya kepercayaan investor terhadap prospek perekonomian Indonesia yang positif di tengah meningkatnya ketidakpastian pasar keuangan global. Posisi ULN swasta tercatat sebesar US$ 190,7 miliar pada Oktober 2025, lebih rendah dibandingkan dengan posisi pada September 2025 sebesar 192,5 miliar dolar AS. Secara tahunan, ULN swasta mengalami kontraksi pertumbuhan sebesar 1,9% (yoy). Penurunan posisi ULN terjadi pada kelompok peminjam lembaga keuangan (financial corporations) dan perusahaan bukan lembaga keuangan (nonfinancial corporations), yang masing-masing tercatat kontraksi sebesar 4,7% (yoy) dan 1,2% (yoy). Berdasarkan sektor ekonomi, posisi ULN swasta terbesar berasal dari Sektor Industri Pengolahan; Jasa Keuangan dan Asuransi; Pengadaan Listrik dan Gas; serta Pertambangan & Penggalian, dengan pangsa mencapai 80,9% terhadap total ULN swasta. \"Struktur ULN Indonesia tetap sehat, didukung oleh penerapan prinsip kehati-hatian dalam pengelolaannya,\" tulis BI. Hal ini tecermin dari rasio ULN Indonesia terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) yang tercatat 29,3% pada Oktober 2025, serta dominasi ULN jangka panjang dengan pangsa 86,2% dari total ULN. \"Dalam rangka menjaga agar struktur ULN tetap sehat, Bank Indonesia dan Pemerintah terus memperkuat koordinasi dalam pemantauan perkembangan ULN. Peran ULN juga akan terus dioptimalkan untuk menopang pembiayaan pembangunan dan mendorong pertumbuhan ekonomi nasional yang berkelanjutan. Upaya tersebut dilakukan dengan meminimalkan risiko yang dapat mempengaruhi stabilitas perekonomian.\" #cnbcindonesia #uln #menurun #bi #modalasing   yee  yee  yee", "post_id": "7583955647255956744"}}, {"key": "arkan_turungku", "attributes": {"label": "arkan_turungku", "x": 944.2645962607529, "y": 885.5543889309322, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 6.1014, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "7632883090750295317", "id": "arkan_turungku", "source": "tiktok-000001", "content": "Pada tahun 2026, kondisi ekonomi Indonesia secara umum masih berada dalam kategori stabil jika dilihat dari indikator makro.  Pertumbuhan ekonomi berada di kisaran 5,1%–5,4%, didukung oleh konsumsi rumah tangga, investasi, serta kebijakan pemerintah yang menjaga keseimbangan fiskal dan moneter. Angka ini menunjukkan bahwa Indonesia masih mampu bertahan di tengah ketidakpastian ekonomi global. Dari sisi inflasi, data menunjukkan kisaran sekitar 2,5%–3,5% (year-on-year), yang masih berada dalam target Bank Indonesia. Hal ini menandakan bahwa secara umum harga barang dan jasa masih terkendali. Namun, dalam praktiknya, beberapa komoditas pangan seperti beras, cabai, dan daging sering mengalami kenaikan harga yang lebih tinggi. Karena pangan merupakan kebutuhan utama, kenaikan ini lebih terasa langsung oleh masyarakat. Kondisi tersebut berdampak pada daya beli. Di beberapa kelompok masyarakat, terutama kelas menengah, daya beli mulai tertekan karena kenaikan harga tidak selalu diikuti peningkatan pendapatan. Akibatnya, pola konsumsi berubah, di mana masyarakat cenderung lebih selektif dalam membelanjakan uangnya. Di sektor pasar keuangan, IHSG bergerak fluktuatif di kisaran 6.800–7.400. Pergerakan ini dipengaruhi oleh faktor global seperti kebijakan suku bunga negara maju, kondisi geopolitik, serta arus modal internasional. Pergerakan investor asing yang keluar-masuk pasar juga menjadi faktor yang mempengaruhi stabilitas pasar saham dan nilai tukar rupiah. Nilai tukar rupiah sendiri mengalami tekanan akibat penguatan dolar AS dan kondisi ekonomi global. Namun, stabilitas tetap dijaga oleh Bank Indonesia melalui berbagai kebijakan moneter. Ini menunjukkan bahwa meskipun ada tekanan, sistem ekonomi Indonesia masih memiliki mekanisme pengendalian yang berjalan. Di sisi lain, peran UMKM tetap menjadi tulang punggung ekonomi nasional. UMKM menyerap tenaga kerja dalam jumlah besar dan berkontribusi signifikan terhadap perekonomian. Meski demikian, sektor ini juga menghadapi tantangan seperti akses permodalan, digitalisasi, dan persaingan pasar. Salah satu isu yang masih menjadi perhatian adalah kesenjangan ekonomi. Pertumbuhan yang terjadi belum sepenuhnya merata antar wilayah maupun kelompok masyarakat.  Perbedaan akses terhadap pendidikan, kesehatan, dan peluang ekonomi menjadi faktor yang mempengaruhi kondisi ini. Secara keseluruhan, ekonomi Indonesia pada 2026 dapat dikatakan stabil secara data dan tetap tumbuh, namun dampaknya belum dirasakan secara merata oleh seluruh lapisan masyarakat. Hal ini menjelaskan mengapa terdapat perbedaan antara data resmi dan persepsi sebagian masyarakat. #creatorsearchinsight #edukasi #ekonomiindonesia #keuangan #Lewatberanda", "post_id": "7632883090750295317"}}, {"key": "StatifyID", "attributes": {"label": "StatifyID", "x": 126.21176496375386, "y": 91.72885536704511, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 11.2876, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7632883090750295317", "id": "StatifyID", "source": "tiktok-000001", "content": "Pada tahun 2026, kondisi ekonomi Indonesia secara umum masih berada dalam kategori stabil jika dilihat dari indikator makro.  Pertumbuhan ekonomi berada di kisaran 5,1%–5,4%, didukung oleh konsumsi rumah tangga, investasi, serta kebijakan pemerintah yang menjaga keseimbangan fiskal dan moneter. Angka ini menunjukkan bahwa Indonesia masih mampu bertahan di tengah ketidakpastian ekonomi global. Dari sisi inflasi, data menunjukkan kisaran sekitar 2,5%–3,5% (year-on-year), yang masih berada dalam target Bank Indonesia. Hal ini menandakan bahwa secara umum harga barang dan jasa masih terkendali. Namun, dalam praktiknya, beberapa komoditas pangan seperti beras, cabai, dan daging sering mengalami kenaikan harga yang lebih tinggi. Karena pangan merupakan kebutuhan utama, kenaikan ini lebih terasa langsung oleh masyarakat. Kondisi tersebut berdampak pada daya beli. Di beberapa kelompok masyarakat, terutama kelas menengah, daya beli mulai tertekan karena kenaikan harga tidak selalu diikuti peningkatan pendapatan. Akibatnya, pola konsumsi berubah, di mana masyarakat cenderung lebih selektif dalam membelanjakan uangnya. Di sektor pasar keuangan, IHSG bergerak fluktuatif di kisaran 6.800–7.400. Pergerakan ini dipengaruhi oleh faktor global seperti kebijakan suku bunga negara maju, kondisi geopolitik, serta arus modal internasional. Pergerakan investor asing yang keluar-masuk pasar juga menjadi faktor yang mempengaruhi stabilitas pasar saham dan nilai tukar rupiah. Nilai tukar rupiah sendiri mengalami tekanan akibat penguatan dolar AS dan kondisi ekonomi global. Namun, stabilitas tetap dijaga oleh Bank Indonesia melalui berbagai kebijakan moneter. Ini menunjukkan bahwa meskipun ada tekanan, sistem ekonomi Indonesia masih memiliki mekanisme pengendalian yang berjalan. Di sisi lain, peran UMKM tetap menjadi tulang punggung ekonomi nasional. UMKM menyerap tenaga kerja dalam jumlah besar dan berkontribusi signifikan terhadap perekonomian. Meski demikian, sektor ini juga menghadapi tantangan seperti akses permodalan, digitalisasi, dan persaingan pasar. Salah satu isu yang masih menjadi perhatian adalah kesenjangan ekonomi. Pertumbuhan yang terjadi belum sepenuhnya merata antar wilayah maupun kelompok masyarakat.  Perbedaan akses terhadap pendidikan, kesehatan, dan peluang ekonomi menjadi faktor yang mempengaruhi kondisi ini. Secara keseluruhan, ekonomi Indonesia pada 2026 dapat dikatakan stabil secara data dan tetap tumbuh, namun dampaknya belum dirasakan secara merata oleh seluruh lapisan masyarakat. Hal ini menjelaskan mengapa terdapat perbedaan antara data resmi dan persepsi sebagian masyarakat. #creatorsearchinsight #edukasi #ekonomiindonesia #keuangan #Lewatberanda", "post_id": "7632883090750295317"}}, {"key": "BankIndonesiaOfficial", "attributes": {"label": "BankIndonesiaOfficial", "x": 69.68517472687242, "y": 345.77840728035716, "size": 3.93, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["facebook-000001"], "scores": {"pagerank": 9.991, "eigenvector": 7.2005, "in_degree": 3, "out_degree": 3, "degree": 6}, "_id": "100064846741980_1402386885266190", "id": "BankIndonesiaOfficial", "source": "facebook-000001", "content": "#SobatRupiah, jangan lewatkan update langkah-langkah yang ditempuh BI untuk menghadapi tantangan global, guna mempertahankan stabilitas dan mendorong pertumbuhan ekonomi nasional!\n\nSaksikan, TIGA HARI LAGI!\n\n📖: Pengumuman Hasil Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia Bulan April 2026 dengan cakupan Triwulanan.\n🗓️: Rabu, 22 April 2026\n⏰: 14.00 WIB\n📺: Medsos BI\n\nYouTube:\nhttps://youtube.com/  \n\nInstagram:\nhttps://instagram.com/bank_indonesia/ \n\nCatat waktunya dan mari terus #BeriMakna untuk ekonomi Indonesia!", "post_id": "100064846741980_1402386885266190"}}, {"key": "bankindonesiachannel", "attributes": {"label": "bankindonesiachannel", "x": 941.2540572178617, "y": 530.5913052299697, "size": 3.33, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["facebook-000001"], "scores": {"pagerank": 8.9322, "eigenvector": 2.5142, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "100064846741980_1402386885266190", "id": "bankindonesiachannel", "source": "facebook-000001", "content": "#SobatRupiah, jangan lewatkan update langkah-langkah yang ditempuh BI untuk menghadapi tantangan global, guna mempertahankan stabilitas dan mendorong pertumbuhan ekonomi nasional!\n\nSaksikan, TIGA HARI LAGI!\n\n📖: Pengumuman Hasil Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia Bulan April 2026 dengan cakupan Triwulanan.\n🗓️: Rabu, 22 April 2026\n⏰: 14.00 WIB\n📺: Medsos BI\n\nYouTube:\nhttps://youtube.com/  \n\nInstagram:\nhttps://instagram.com/bank_indonesia/ \n\nCatat waktunya dan mari terus #BeriMakna untuk ekonomi Indonesia!", "post_id": "100064846741980_1402386885266190"}}, {"key": "KanalBankIndonesia/live", "attributes": {"label": "KanalBankIndonesia/live", "x": 42.92148969869747, "y": 691.0876903756558, "size": 3.33, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["facebook-000001"], "scores": {"pagerank": 8.9322, "eigenvector": 2.5142, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "100064846741980_1403953225109556", "id": "KanalBankIndonesia/live", "source": "facebook-000001", "content": "#SobatRupiah, Bank Indonesia terus memperkuat Kebijakan Insentif Likuiditas Makroprudensial (KLM) guna mendorong penyaluran kredit/pembiayaan perbankan ke sektor prioritas,  sebagai upaya untuk mendorong pertumbuhan ekonomi.\n\nLalu, bagaimana perkembangan kredit/pembiayaan perbankan, serta penyaluran KLM oleh perbankan ke sektor-sektor prioritasi?\n\n#SobatRupiah bisa #BeriMakna mendapatkan jawabannya BESOK!\n\n📖: Pengumuman Hasil #RDGBI Bulan April 2026 dengan Cakupan Triwulanan.\n🗓️: Rabu, 22 April 2026\n⏰: 14.00 WIB\n📺: Medsos BI\n\nYouTube:\nhttps://www.youtube.com/\n\nInstagram:\nhttps://instagram.com/bank_indonesia/", "post_id": "100064846741980_1403953225109556"}}, {"key": "@kompastvmedan", "attributes": {"label": "@kompastvmedan", "x": 431.2552678545232, "y": 505.0185298283465, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 6.1014, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "6sD0awiMbB0", "id": "@kompastvmedan", "source": "youtube-000001", "content": "Jaga Stabilitas dan Dorong Pertumbuhan Ekonomi, BI Tahan Suku Bunga 4,75 Persen\n\nKOMPAS.TV - Dalam Rapat Dewan Gubernur yang digelar pada 2122 April 2026, Bank Indonesia memutuskan untuk mempertahankan BI-Rate sebesar 4,75 persen. Keputusan ini diambil untuk menjaga stabilitas sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi.\n\nRapat Dewan Gubernur Bank Indonesia tersebut juga menetapkan suku bunga Deposit Facility sebesar 3,75 persen dan suku bunga Lending Facility sebesar 5,50 persen.\n\nBerbagai indikator terkini menunjukkan pertumbuhan ekonomi triwulan I 2026 diproyeksikan meningkat, ditopang oleh permintaan domestik. Konsumsi rumah tangga yang naik didukung oleh keyakinan pelaku ekonomi dan kondisi penghasilan yang tetap terjaga, serta peningkatan permintaan selama perayaan hari besar keagamaan nasional Idulfitri 1447 Hijriah.\n\nBelanja pemerintah juga meningkat seiring pemberian tunjangan hari raya, kenaikan belanja sosial, serta berbagai insentif lainnya, termasuk transfer ke daerah.\n\n#bankindonesia #birate #ekonomi #sukubunga #bisnis\n------------------------------------------\nSahabat Kompas TV, jangan lupa like, comment, dan subscribe channel YouTube Kompas TV Medan, juga aktifkan lonceng notifikasi agar tidak ketinggalan update mengenai isu-isu terkini di Indonesia.\n\nJangan lewatkan live streaming Kompas TV 24 jam non stop di https://www.kompas.tv/live\n\nSahabat Kompas TV juga bisa memperoleh informasi terkini melalui website: www.kompas.tv\n\nMedia sosial Kompas TV Medan\nTikTok :   / kompastvmedan  \nInstagram :   / kompastvmedan  \nFacebook :   / kompastvmdn  \nTwitter :   / kompastvmedan  \nThreads: https://www.threads.net/\n\nKompas TV\nIndependen | Terpercaya\n#kompastvmedan", "post_id": "6sD0awiMbB0"}}, {"key": "kompastvmedan", "attributes": {"label": "kompastvmedan", "x": 539.2150674882454, "y": 518.4615107755627, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 11.2876, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "6sD0awiMbB0", "id": "kompastvmedan", "source": "youtube-000001", "content": "Jaga Stabilitas dan Dorong Pertumbuhan Ekonomi, BI Tahan Suku Bunga 4,75 Persen\n\nKOMPAS.TV - Dalam Rapat Dewan Gubernur yang digelar pada 2122 April 2026, Bank Indonesia memutuskan untuk mempertahankan BI-Rate sebesar 4,75 persen. Keputusan ini diambil untuk menjaga stabilitas sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi.\n\nRapat Dewan Gubernur Bank Indonesia tersebut juga menetapkan suku bunga Deposit Facility sebesar 3,75 persen dan suku bunga Lending Facility sebesar 5,50 persen.\n\nBerbagai indikator terkini menunjukkan pertumbuhan ekonomi triwulan I 2026 diproyeksikan meningkat, ditopang oleh permintaan domestik. Konsumsi rumah tangga yang naik didukung oleh keyakinan pelaku ekonomi dan kondisi penghasilan yang tetap terjaga, serta peningkatan permintaan selama perayaan hari besar keagamaan nasional Idulfitri 1447 Hijriah.\n\nBelanja pemerintah juga meningkat seiring pemberian tunjangan hari raya, kenaikan belanja sosial, serta berbagai insentif lainnya, termasuk transfer ke daerah.\n\n#bankindonesia #birate #ekonomi #sukubunga #bisnis\n------------------------------------------\nSahabat Kompas TV, jangan lupa like, comment, dan subscribe channel YouTube Kompas TV Medan, juga aktifkan lonceng notifikasi agar tidak ketinggalan update mengenai isu-isu terkini di Indonesia.\n\nJangan lewatkan live streaming Kompas TV 24 jam non stop di https://www.kompas.tv/live\n\nSahabat Kompas TV juga bisa memperoleh informasi terkini melalui website: www.kompas.tv\n\nMedia sosial Kompas TV Medan\nTikTok :   / kompastvmedan  \nInstagram :   / kompastvmedan  \nFacebook :   / kompastvmdn  \nTwitter :   / kompastvmedan  \nThreads: https://www.threads.net/\n\nKompas TV\nIndependen | Terpercaya\n#kompastvmedan", "post_id": "6sD0awiMbB0"}}, {"key": "@KanalBankIndonesia", "attributes": {"label": "@KanalBankIndonesia", "x": 72.83715240745192, "y": 155.44385042734476, "size": 5.18, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 6.1014, "eigenvector": 16.7861, "in_degree": 0, "out_degree": 4, "degree": 4}, "_id": "n5tvHHDGMjc", "id": "@KanalBankIndonesia", "source": "youtube-000001", "content": "BI-Rate Tetap 4,75%: Mempertahankan Stabilitas, Mendorong Pertumbuhan Ekonomi\n\nBI-Rate tetap di level 4,75%!\n\n#SobatRupiah, dalam #RDGBI April 2026, Bank Indonesia memutuskan untuk mempertahankan BI-Rate di level 4,75%.\n\nKeputusan ini masih konsisten dengan upaya memperkuat stabilisasi nilai tukar Rupiah dari dampak memburuknya kondisi perekonomian global akibat perang di Timur Tengah. \n\nLalu, apa lagi langkah kebijakan yang ditempuh Bank Indonesia?\n\nMari simak rangkuman RDG April 2026 untuk #BeriMakna menambah pemahaman Sobat terkait kebijakan Bank Indonesia di tiap sendi ekonomi nasional!\n\n#diSetiapMaknaIndonesia\n\n————————————————————————————\nOfficial account:\nWebsite: http://www.bi.go.id\nTwitter:   / bank_indonesia  \nFacebook:   / bankindonesiaofficial  \nInstagram:   / bank_indonesia  \nSpotify: https://open.spotify.com/show/4Q38i2l...\n\n————————————————————————————\nChatbot LISA (Layanan Informasi Bank Indonesia)\nWhatsapp (24 jam) : 081 131 131 131\nLine (24 jam) : \nFB (diluar jam kerja) : \n\n————————————————————————————\nContact Center Bank Indonesia (BICARA 131)\nTelp: 1500131 (dari dalam dan luar negeri)\nEmail: bicara", "post_id": "n5tvHHDGMjc"}}, {"key": "@Bank_Indonesia_Cirebon", "attributes": {"label": "@Bank_Indonesia_Cirebon", "x": 529.9967922566193, "y": 917.546182246535, "size": 5.18, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 6.1014, "eigenvector": 16.7861, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "TP7hH4vN_64", "id": "@Bank_Indonesia_Cirebon", "source": "youtube-000001", "content": "BI-Rate Tetap 4,75%: Mempertahankan Stabilitas, Mendorong Pertumbuhan Ekonomi\n\n#SobatRupiah #RDGBI #BeriMakna\nBI-Rate tetap di level 4,75%!\n\n#SobatRupiah, dalam #RDGBI April 2026, Bank Indonesia memutuskan untuk mempertahankan BI-Rate di level 4,75%.\n\nKeputusan ini masih konsisten dengan upaya memperkuat stabilisasi nilai tukar Rupiah dari dampak memburuknya kondisi perekonomian global akibat perang di Timur Tengah. \n\nLalu, apa lagi langkah kebijakan yang ditempuh Bank Indonesia?\n\nMari simak rangkuman RDG April 2026 untuk #BeriMakna menambah pemahaman Sobat terkait kebijakan Bank Indonesia di tiap sendi ekonomi nasional!\n\n#diSetiapMaknaIndonesia\n\n————————————————————————————\nOfficial account:\nWebsite: http://www.bi.go.id\nTwitter:   / bank_indonesia  \nFacebook:   / bankindonesiaofficial  \nInstagram:   / bank_indonesia  \nSpotify: https://open.spotify.com/show/4Q38i2l...\n\n————————————————————————————\nChatbot LISA (Layanan Informasi Bank Indonesia)\nWhatsapp (24 jam) : 081 131 131 131\nLine (24 jam) : \nFB (diluar jam kerja) : \n\n————————————————————————————\nContact Center Bank Indonesia (BICARA 131)\nTelp: 1500131 (dari dalam dan luar negeri)\nEmail: bicara", "post_id": "TP7hH4vN_64"}}, {"key": "@tuturmediadigital", "attributes": {"label": "@tuturmediadigital", "x": 458.2094133219232, "y": 118.22282394874351, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 6.1014, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "hrymcAMXAc4", "id": "@tuturmediadigital", "source": "youtube-000001", "content": "[BREAKING NEWS] RDG Bank Indoensia Ungkap Kondisi Ekonomi Indonesia Hingga Nilai Tukar Rupiah\n\nTUTUR.co.id - Bank Indonesia mengumumkan hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) April 2026 dengan fokus pada strategi menjaga stabilitas ekonomi di tengah ketidakpastian global. Gubernur BI Perry Warjiyo bersama jajaran deputi memaparkan bauran kebijakan yang dirancang untuk mengendalikan inflasi, menjaga nilai tukar rupiah, serta mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.\n\n#breakingnews #beritaterkini #newsupdate #beritaekonomi #tuturmediadigital #tuturtv \n\n\n===\n\nKamu juga bisa mengunjungi media sosial Tutur Media Digital:\n\nInstagram:   / tuturmediadigital  \nTikTok:   / tuturmediadigital  \nX: https://x.com/tuturmedia\nYoutube:    /   \nFacebook: https://www.facebook.com/share/17m5ob...\n\n-------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------", "post_id": "hrymcAMXAc4"}}, {"key": "tuturtvmedia", "attributes": {"label": "tuturtvmedia", "x": 637.4348874873048, "y": 63.896983752685486, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 8.6945, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "hrymcAMXAc4", "id": "tuturtvmedia", "source": "youtube-000001", "content": "[BREAKING NEWS] RDG Bank Indoensia Ungkap Kondisi Ekonomi Indonesia Hingga Nilai Tukar Rupiah\n\nTUTUR.co.id - Bank Indonesia mengumumkan hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) April 2026 dengan fokus pada strategi menjaga stabilitas ekonomi di tengah ketidakpastian global. Gubernur BI Perry Warjiyo bersama jajaran deputi memaparkan bauran kebijakan yang dirancang untuk mengendalikan inflasi, menjaga nilai tukar rupiah, serta mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.\n\n#breakingnews #beritaterkini #newsupdate #beritaekonomi #tuturmediadigital #tuturtv \n\n\n===\n\nKamu juga bisa mengunjungi media sosial Tutur Media Digital:\n\nInstagram:   / tuturmediadigital  \nTikTok:   / tuturmediadigital  \nX: https://x.com/tuturmedia\nYoutube:    /   \nFacebook: https://www.facebook.com/share/17m5ob...\n\n-------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------", "post_id": "hrymcAMXAc4"}}, {"key": "@kompascom", "attributes": {"label": "@kompascom", "x": 619.7023661622018, "y": 866.7634167568768, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 6.1014, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "0IWo0KbNA6Y", "id": "@kompascom", "source": "youtube-000001", "content": "BREAKING NEWS - Hasil Rapat Dewan Gubernur BI pada Triwulan I 2026, Tahan Rate di 4,75 Persen\n\nBank Indonesia (BI) mengadakan konferensi pers untuk menyampaikan hasil dan keputusan rapat dewan gubernur BI bulan April tahun 2026 dengan cakupan triwulan pada Rabu (22/4/2026).\n\nGubernur BI, Perry Warjiyo menyebut bahwa perang di Timur Tengah terus memperburuk kondisi ekonomi global akibat adanya kenaikan harga minyak. Hal tersebut membuat BI memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia di tahun 2026 berada di kisaran 4,9 persen hingga 5,7 persen.\n\nDalam kesempatan ini, Perry juga menjelaskan bahwa hasil rapat dewan gubernur BI telah memutuskan untuk kembali mempertahankan suku bunga atau BI rate sebesar 4,75 persen.\n\nVideo: Bank Indonesia Channel\nStreamer: Yonathan Niko Aditama\n\nBergabunglah sebagai channel member kami untuk mendapatkan video-video eksklusif. Klik link berikut ini:\n   /   \n\nAgar tidak ketinggalan berita-berita terkini, terlengkap, serta laporan langsung dari seluruh Indonesia, yuk subscribe channel youtube Kompas.com. Aktifkan juga lonceng supaya kamu dapat notifikasi video terbaru dari Kompas.com. \n\nFollow kami di media sosial: \nFacebook:   / kompascom  \nInstagram:   / kompascom  \nTwitter:   / kompascom  \nTiktok:   / kompascom", "post_id": "0IWo0KbNA6Y"}}, {"key": "@IDXChannel", "attributes": {"label": "@IDXChannel", "x": 271.0833031912027, "y": 398.0654131415744, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 6.1014, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 21, "degree": 21}, "_id": "8s-W5QJEzlU", "id": "@IDXChannel", "source": "youtube-000001", "content": "Kredit Perbankan Menguat! BI Catat Lonjakan di Maret 2026 | MARKET HIGHLIGHTS\n\nBank Indonesia melaporkan bahwa kredit perbankan pada Maret 2026 tumbuh sebesar 9,49 persen, meningkat dibandingkan realisasi pada Februari 2026 yang tercatat sebesar 9,37 persen. Capaian ini menunjukkan adanya penguatan penyaluran kredit di sektor perbankan, yang mencerminkan tetap terjaganya aktivitas pembiayaan di tengah kondisi ekonomi. Bank Indonesia menilai tren pertumbuhan tersebut sebagai sinyal positif bagi stabilitas sistem keuangan dan dukungan terhadap pertumbuhan ekonomi nasional.\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nFollow US on Social Media\nYuk Subscribe -    /   \nWa Channel - https://whatsapp.com/channel/0029Va5V...\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idx_channel  \n-------------------------------------------------------------------------------------\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\nMyRepublic Channel 576\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "8s-W5QJEzlU"}}, {"key": "idxchannel_", "attributes": {"label": "idxchannel_", "x": 430.25211000495943, "y": 646.0151844158022, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 6.3484, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 3, "out_degree": 0, "degree": 3}, "_id": "8s-W5QJEzlU", "id": "idxchannel_", "source": "youtube-000001", "content": "Kredit Perbankan Menguat! BI Catat Lonjakan di Maret 2026 | MARKET HIGHLIGHTS\n\nBank Indonesia melaporkan bahwa kredit perbankan pada Maret 2026 tumbuh sebesar 9,49 persen, meningkat dibandingkan realisasi pada Februari 2026 yang tercatat sebesar 9,37 persen. Capaian ini menunjukkan adanya penguatan penyaluran kredit di sektor perbankan, yang mencerminkan tetap terjaganya aktivitas pembiayaan di tengah kondisi ekonomi. Bank Indonesia menilai tren pertumbuhan tersebut sebagai sinyal positif bagi stabilitas sistem keuangan dan dukungan terhadap pertumbuhan ekonomi nasional.\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nFollow US on Social Media\nYuk Subscribe -    /   \nWa Channel - https://whatsapp.com/channel/0029Va5V...\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idx_channel  \n-------------------------------------------------------------------------------------\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\nMyRepublic Channel 576\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "8s-W5QJEzlU"}}, {"key": "wicky_adrian", "attributes": {"label": "wicky_adrian", "x": 260.5141153395798, "y": 636.2274894840144, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 7.2127, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 4, "out_degree": 0, "degree": 4}, "_id": "8s-W5QJEzlU", "id": "wicky_adrian", "source": "youtube-000001", "content": "Kredit Perbankan Menguat! BI Catat Lonjakan di Maret 2026 | MARKET HIGHLIGHTS\n\nBank Indonesia melaporkan bahwa kredit perbankan pada Maret 2026 tumbuh sebesar 9,49 persen, meningkat dibandingkan realisasi pada Februari 2026 yang tercatat sebesar 9,37 persen. Capaian ini menunjukkan adanya penguatan penyaluran kredit di sektor perbankan, yang mencerminkan tetap terjaganya aktivitas pembiayaan di tengah kondisi ekonomi. Bank Indonesia menilai tren pertumbuhan tersebut sebagai sinyal positif bagi stabilitas sistem keuangan dan dukungan terhadap pertumbuhan ekonomi nasional.\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nFollow US on Social Media\nYuk Subscribe -    /   \nWa Channel - https://whatsapp.com/channel/0029Va5V...\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idx_channel  \n-------------------------------------------------------------------------------------\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\nMyRepublic Channel 576\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "8s-W5QJEzlU"}}, {"key": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "fajar.wayong", "x": 864.6938752731118, "y": 968.5509435731524, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 7.2127, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 8, "out_degree": 0, "degree": 8}, "_id": "8s-W5QJEzlU", "id": "fajar.wayong", "source": "youtube-000001", "content": "Kredit Perbankan Menguat! BI Catat Lonjakan di Maret 2026 | MARKET HIGHLIGHTS\n\nBank Indonesia melaporkan bahwa kredit perbankan pada Maret 2026 tumbuh sebesar 9,49 persen, meningkat dibandingkan realisasi pada Februari 2026 yang tercatat sebesar 9,37 persen. Capaian ini menunjukkan adanya penguatan penyaluran kredit di sektor perbankan, yang mencerminkan tetap terjaganya aktivitas pembiayaan di tengah kondisi ekonomi. Bank Indonesia menilai tren pertumbuhan tersebut sebagai sinyal positif bagi stabilitas sistem keuangan dan dukungan terhadap pertumbuhan ekonomi nasional.\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nFollow US on Social Media\nYuk Subscribe -    /   \nWa Channel - https://whatsapp.com/channel/0029Va5V...\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idx_channel  \n-------------------------------------------------------------------------------------\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\nMyRepublic Channel 576\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "8s-W5QJEzlU"}}, {"key": "deffid_83", "attributes": {"label": "deffid_83", "x": 515.9073070037832, "y": 951.7012792537762, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 7.2127, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 4, "out_degree": 0, "degree": 4}, "_id": "8s-W5QJEzlU", "id": "deffid_83", "source": "youtube-000001", "content": "Kredit Perbankan Menguat! BI Catat Lonjakan di Maret 2026 | MARKET HIGHLIGHTS\n\nBank Indonesia melaporkan bahwa kredit perbankan pada Maret 2026 tumbuh sebesar 9,49 persen, meningkat dibandingkan realisasi pada Februari 2026 yang tercatat sebesar 9,37 persen. Capaian ini menunjukkan adanya penguatan penyaluran kredit di sektor perbankan, yang mencerminkan tetap terjaganya aktivitas pembiayaan di tengah kondisi ekonomi. Bank Indonesia menilai tren pertumbuhan tersebut sebagai sinyal positif bagi stabilitas sistem keuangan dan dukungan terhadap pertumbuhan ekonomi nasional.\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nFollow US on Social Media\nYuk Subscribe -    /   \nWa Channel - https://whatsapp.com/channel/0029Va5V...\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idx_channel  \n-------------------------------------------------------------------------------------\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\nMyRepublic Channel 576\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "8s-W5QJEzlU"}}, {"key": "prast_ulrich", "attributes": {"label": "prast_ulrich", "x": 305.5938602660716, "y": 609.5940938745523, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 7.2127, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 4, "out_degree": 0, "degree": 4}, "_id": "8s-W5QJEzlU", "id": "prast_ulrich", "source": "youtube-000001", "content": "Kredit Perbankan Menguat! BI Catat Lonjakan di Maret 2026 | MARKET HIGHLIGHTS\n\nBank Indonesia melaporkan bahwa kredit perbankan pada Maret 2026 tumbuh sebesar 9,49 persen, meningkat dibandingkan realisasi pada Februari 2026 yang tercatat sebesar 9,37 persen. Capaian ini menunjukkan adanya penguatan penyaluran kredit di sektor perbankan, yang mencerminkan tetap terjaganya aktivitas pembiayaan di tengah kondisi ekonomi. Bank Indonesia menilai tren pertumbuhan tersebut sebagai sinyal positif bagi stabilitas sistem keuangan dan dukungan terhadap pertumbuhan ekonomi nasional.\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nFollow US on Social Media\nYuk Subscribe -    /   \nWa Channel - https://whatsapp.com/channel/0029Va5V...\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idx_channel  \n-------------------------------------------------------------------------------------\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\nMyRepublic Channel 576\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "8s-W5QJEzlU"}}, {"key": "rosalinehioe", "attributes": {"label": "rosalinehioe", "x": 244.36554821163537, "y": 323.4507015702549, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 7.2127, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 4, "out_degree": 0, "degree": 4}, "_id": "8s-W5QJEzlU", "id": "rosalinehioe", "source": "youtube-000001", "content": "Kredit Perbankan Menguat! BI Catat Lonjakan di Maret 2026 | MARKET HIGHLIGHTS\n\nBank Indonesia melaporkan bahwa kredit perbankan pada Maret 2026 tumbuh sebesar 9,49 persen, meningkat dibandingkan realisasi pada Februari 2026 yang tercatat sebesar 9,37 persen. Capaian ini menunjukkan adanya penguatan penyaluran kredit di sektor perbankan, yang mencerminkan tetap terjaganya aktivitas pembiayaan di tengah kondisi ekonomi. Bank Indonesia menilai tren pertumbuhan tersebut sebagai sinyal positif bagi stabilitas sistem keuangan dan dukungan terhadap pertumbuhan ekonomi nasional.\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nFollow US on Social Media\nYuk Subscribe -    /   \nWa Channel - https://whatsapp.com/channel/0029Va5V...\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idx_channel  \n-------------------------------------------------------------------------------------\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\nMyRepublic Channel 576\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "8s-W5QJEzlU"}}, {"key": "@Sulselsatu", "attributes": {"label": "@Sulselsatu", "x": 369.0369920644374, "y": 679.4640108462437, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 6.1014, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "0Ki5UJKuXfw", "id": "@Sulselsatu", "source": "youtube-000001", "content": "BI Sebut Rupiah Undervalued, Perry Yakin Akan Kembali Menguat\n\nGubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo, menyebut rupiah saat ini undervalued.\n\nPernyataan itu disampaikan usai bertemu Presiden Prabowo Subianto, Selasa (5/5/2026).\n\nPerry optimistis nilai tukar rupiah ke depan akan stabil dan kembali menguat.\n\nSaat ini, rupiah tercatat berada di level Rp17.424 per dolar AS.\n\nIa menegaskan fundamental ekonomi Indonesia masih sangat kuat.\n\nPertumbuhan ekonomi disebut mencapai 5,61 persen dengan inflasi yang tetap rendah.\n\nKredit juga tumbuh tinggi dan cadangan devisa dinilai dalam kondisi kuat.\n\nMenurut Perry, kondisi tersebut seharusnya mendukung penguatan rupiah.\n\nNamun, tekanan jangka pendek masih terjadi akibat faktor global.\n\nIa menyebut harga minyak tinggi dan kenaikan suku bunga AS sebagai pemicu.\n-------------------------------------------------------\nAyo Klik Subscribe Channel Youtube Sulselsatu.com\n   /   \nVideo terkini dan terbaru..\n------------------------------\nSound:  berlisensi Creative Commons Attribution (https://creativecommons.org/licenses/...)\n\nDisclaimer: \nThe images or videos on this channel sometimes come from various other media sources. Copyright is fully held by the source. If there is a problem with this, you can contact us here\n\nFor copyright matters please contact us at: \nPT. LATAMA MEDIA SATU \nNo Telepone: (0411) 467 4269\n-----------------------------", "post_id": "0Ki5UJKuXfw"}}, {"key": "sulselsatu", "attributes": {"label": "sulselsatu", "x": 510.95170829622936, "y": 340.7072528148991, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 11.2876, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "0Ki5UJKuXfw", "id": "sulselsatu", "source": "youtube-000001", "content": "BI Sebut Rupiah Undervalued, Perry Yakin Akan Kembali Menguat\n\nGubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo, menyebut rupiah saat ini undervalued.\n\nPernyataan itu disampaikan usai bertemu Presiden Prabowo Subianto, Selasa (5/5/2026).\n\nPerry optimistis nilai tukar rupiah ke depan akan stabil dan kembali menguat.\n\nSaat ini, rupiah tercatat berada di level Rp17.424 per dolar AS.\n\nIa menegaskan fundamental ekonomi Indonesia masih sangat kuat.\n\nPertumbuhan ekonomi disebut mencapai 5,61 persen dengan inflasi yang tetap rendah.\n\nKredit juga tumbuh tinggi dan cadangan devisa dinilai dalam kondisi kuat.\n\nMenurut Perry, kondisi tersebut seharusnya mendukung penguatan rupiah.\n\nNamun, tekanan jangka pendek masih terjadi akibat faktor global.\n\nIa menyebut harga minyak tinggi dan kenaikan suku bunga AS sebagai pemicu.\n-------------------------------------------------------\nAyo Klik Subscribe Channel Youtube Sulselsatu.com\n   /   \nVideo terkini dan terbaru..\n------------------------------\nSound:  berlisensi Creative Commons Attribution (https://creativecommons.org/licenses/...)\n\nDisclaimer: \nThe images or videos on this channel sometimes come from various other media sources. Copyright is fully held by the source. If there is a problem with this, you can contact us here\n\nFor copyright matters please contact us at: \nPT. LATAMA MEDIA SATU \nNo Telepone: (0411) 467 4269\n-----------------------------", "post_id": "0Ki5UJKuXfw"}}, {"key": "@liputan6_news", "attributes": {"label": "@liputan6_news", "x": 86.19179965301005, "y": 175.53559155621144, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 6.1014, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 3, "degree": 3}, "_id": "zzrVqa3O5ho", "id": "@liputan6_news", "source": "youtube-000001", "content": "Dipanggil Prabowo ke Istana, Gubernur BI Ungkap Dua Faktor Melemahnya Nilai Tukar Rupiah | Liputan 6\n\nGubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo mengakui bahwa nilai tukar rupiah saat ini dalam kondisi undervalued, anjlok ke level Rp 17.424 per dolar AS.\n\nPerry mengungkap nilai tukar rupiah melemah disebabkan sejumlah faktor, di antaranya harga minyak tinggi, suku bunga Amerika meningkat dan dolar menguat.\n\nNamun, Perry yakin bahwa rupiah akan segera menguat dan stabil mengingat fundamental dan pertumbuhan ekonomi yang cukup tinggi, mencapai 5,61 persen.\n\n\nUpdate video lainnya dari SCTV dan Liputan 6, klik: https://www.vidio.com/\n\nSimak konten Liputan 6 lainnya di    /   \n\nPerbaharui informasi dari sejumlah daerah di Indonesia, klik:    /   \n\nLiputan 6 SCTV adalah program berita televisi nasional yang berada di bawah naungan Elang Mahkota Teknologi (Emtek) Group. Liputan 6 SCTV juga menyajikan informasi dalam bentuk live report dan breaking news. Tayang siaran langsung, setiap hari di saluran tv SCTV pada program Liputan 6 Pagi, Liputan 6 Siang, Liputan 6 Petang Terkini, dan Liputan 6 Malam.\n\nIkuti media sosial Liputan 6 SCTV untuk mendapatkan informasi Aktual, Tajam, Terpercaya. \n\nLiputan 6 SCTV Official Instagram:   / liputan6.sctv  \nLiputan 6 SCTV Official Tiktok:   / liputan6.sctv  \nLiputan 6 SCTV Official Facebook :   / liputan6sctv  \nSCTV Facebook Fanpage:   / sctv  \nSCTV Official Twitter:   / sctv  \n\n#newssctv #liputan6pagi #liputan6sctv #liputan6siang #liputan6 #liputan6daerah #viral #liputan6bandung #liputan6semarang #berita #beritabola #beritabolaterbaru #beritaterkini #beritaterbaru #beritaviral #beritahariini #beritaupdate #beritaterbaruhariini #beritapolitik #berandafypシ #beranda #berandayoutube #berandayt", "post_id": "zzrVqa3O5ho"}}, {"key": "sctv", "attributes": {"label": "sctv", "x": 145.26591839029246, "y": 705.0384797256047, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 7.8301, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "zzrVqa3O5ho", "id": "sctv", "source": "youtube-000001", "content": "Dipanggil Prabowo ke Istana, Gubernur BI Ungkap Dua Faktor Melemahnya Nilai Tukar Rupiah | Liputan 6\n\nGubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo mengakui bahwa nilai tukar rupiah saat ini dalam kondisi undervalued, anjlok ke level Rp 17.424 per dolar AS.\n\nPerry mengungkap nilai tukar rupiah melemah disebabkan sejumlah faktor, di antaranya harga minyak tinggi, suku bunga Amerika meningkat dan dolar menguat.\n\nNamun, Perry yakin bahwa rupiah akan segera menguat dan stabil mengingat fundamental dan pertumbuhan ekonomi yang cukup tinggi, mencapai 5,61 persen.\n\n\nUpdate video lainnya dari SCTV dan Liputan 6, klik: https://www.vidio.com/\n\nSimak konten Liputan 6 lainnya di    /   \n\nPerbaharui informasi dari sejumlah daerah di Indonesia, klik:    /   \n\nLiputan 6 SCTV adalah program berita televisi nasional yang berada di bawah naungan Elang Mahkota Teknologi (Emtek) Group. Liputan 6 SCTV juga menyajikan informasi dalam bentuk live report dan breaking news. Tayang siaran langsung, setiap hari di saluran tv SCTV pada program Liputan 6 Pagi, Liputan 6 Siang, Liputan 6 Petang Terkini, dan Liputan 6 Malam.\n\nIkuti media sosial Liputan 6 SCTV untuk mendapatkan informasi Aktual, Tajam, Terpercaya. \n\nLiputan 6 SCTV Official Instagram:   / liputan6.sctv  \nLiputan 6 SCTV Official Tiktok:   / liputan6.sctv  \nLiputan 6 SCTV Official Facebook :   / liputan6sctv  \nSCTV Facebook Fanpage:   / sctv  \nSCTV Official Twitter:   / sctv  \n\n#newssctv #liputan6pagi #liputan6sctv #liputan6siang #liputan6 #liputan6daerah #viral #liputan6bandung #liputan6semarang #berita #beritabola #beritabolaterbaru #beritaterkini #beritaterbaru #beritaviral #beritahariini #beritaupdate #beritaterbaruhariini #beritapolitik #berandafypシ #beranda #berandayoutube #berandayt", "post_id": "zzrVqa3O5ho"}}, {"key": "liputan6_news", "attributes": {"label": "liputan6_news", "x": 936.1487654915194, "y": 98.29911558547244, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 7.8301, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "zzrVqa3O5ho", "id": "liputan6_news", "source": "youtube-000001", "content": "Dipanggil Prabowo ke Istana, Gubernur BI Ungkap Dua Faktor Melemahnya Nilai Tukar Rupiah | Liputan 6\n\nGubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo mengakui bahwa nilai tukar rupiah saat ini dalam kondisi undervalued, anjlok ke level Rp 17.424 per dolar AS.\n\nPerry mengungkap nilai tukar rupiah melemah disebabkan sejumlah faktor, di antaranya harga minyak tinggi, suku bunga Amerika meningkat dan dolar menguat.\n\nNamun, Perry yakin bahwa rupiah akan segera menguat dan stabil mengingat fundamental dan pertumbuhan ekonomi yang cukup tinggi, mencapai 5,61 persen.\n\n\nUpdate video lainnya dari SCTV dan Liputan 6, klik: https://www.vidio.com/\n\nSimak konten Liputan 6 lainnya di    /   \n\nPerbaharui informasi dari sejumlah daerah di Indonesia, klik:    /   \n\nLiputan 6 SCTV adalah program berita televisi nasional yang berada di bawah naungan Elang Mahkota Teknologi (Emtek) Group. Liputan 6 SCTV juga menyajikan informasi dalam bentuk live report dan breaking news. Tayang siaran langsung, setiap hari di saluran tv SCTV pada program Liputan 6 Pagi, Liputan 6 Siang, Liputan 6 Petang Terkini, dan Liputan 6 Malam.\n\nIkuti media sosial Liputan 6 SCTV untuk mendapatkan informasi Aktual, Tajam, Terpercaya. \n\nLiputan 6 SCTV Official Instagram:   / liputan6.sctv  \nLiputan 6 SCTV Official Tiktok:   / liputan6.sctv  \nLiputan 6 SCTV Official Facebook :   / liputan6sctv  \nSCTV Facebook Fanpage:   / sctv  \nSCTV Official Twitter:   / sctv  \n\n#newssctv #liputan6pagi #liputan6sctv #liputan6siang #liputan6 #liputan6daerah #viral #liputan6bandung #liputan6semarang #berita #beritabola #beritabolaterbaru #beritaterkini #beritaterbaru #beritaviral #beritahariini #beritaupdate #beritaterbaruhariini #beritapolitik #berandafypシ #beranda #berandayoutube #berandayt", "post_id": "zzrVqa3O5ho"}}, {"key": "liputan6daerah", "attributes": {"label": "liputan6daerah", "x": 428.4606082522245, "y": 602.1121990362802, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 7.8301, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "zzrVqa3O5ho", "id": "liputan6daerah", "source": "youtube-000001", "content": "Dipanggil Prabowo ke Istana, Gubernur BI Ungkap Dua Faktor Melemahnya Nilai Tukar Rupiah | Liputan 6\n\nGubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo mengakui bahwa nilai tukar rupiah saat ini dalam kondisi undervalued, anjlok ke level Rp 17.424 per dolar AS.\n\nPerry mengungkap nilai tukar rupiah melemah disebabkan sejumlah faktor, di antaranya harga minyak tinggi, suku bunga Amerika meningkat dan dolar menguat.\n\nNamun, Perry yakin bahwa rupiah akan segera menguat dan stabil mengingat fundamental dan pertumbuhan ekonomi yang cukup tinggi, mencapai 5,61 persen.\n\n\nUpdate video lainnya dari SCTV dan Liputan 6, klik: https://www.vidio.com/\n\nSimak konten Liputan 6 lainnya di    /   \n\nPerbaharui informasi dari sejumlah daerah di Indonesia, klik:    /   \n\nLiputan 6 SCTV adalah program berita televisi nasional yang berada di bawah naungan Elang Mahkota Teknologi (Emtek) Group. Liputan 6 SCTV juga menyajikan informasi dalam bentuk live report dan breaking news. Tayang siaran langsung, setiap hari di saluran tv SCTV pada program Liputan 6 Pagi, Liputan 6 Siang, Liputan 6 Petang Terkini, dan Liputan 6 Malam.\n\nIkuti media sosial Liputan 6 SCTV untuk mendapatkan informasi Aktual, Tajam, Terpercaya. \n\nLiputan 6 SCTV Official Instagram:   / liputan6.sctv  \nLiputan 6 SCTV Official Tiktok:   / liputan6.sctv  \nLiputan 6 SCTV Official Facebook :   / liputan6sctv  \nSCTV Facebook Fanpage:   / sctv  \nSCTV Official Twitter:   / sctv  \n\n#newssctv #liputan6pagi #liputan6sctv #liputan6siang #liputan6 #liputan6daerah #viral #liputan6bandung #liputan6semarang #berita #beritabola #beritabolaterbaru #beritaterkini #beritaterbaru #beritaviral #beritahariini #beritaupdate #beritaterbaruhariini #beritapolitik #berandafypシ #beranda #berandayoutube #berandayt", "post_id": "zzrVqa3O5ho"}}, {"key": "@KUPASTVLAMPUNG", "attributes": {"label": "@KUPASTVLAMPUNG", "x": 546.9300630371341, "y": 372.63598312311865, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 6.1014, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "VCqNPWLbHQA", "id": "@KUPASTVLAMPUNG", "source": "youtube-000001", "content": "Gubernur BI Ungkap 2 Penyebab Utama Rupiah Melemah Meski Ekonomi Tumbuh 5,61%\n\nGubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo mengaku telah melaporkan kepada Presiden Prabowo Subianto terkait perkembangan Rupiah saat ini. Menurutnya, ada dua alasan yang membuat Rupiah mengalami undervalue di tengah kondisi perekonomian yang tumbuh.\n\n\"Tadi dibahas dan mendapatkan arahan mengenai nilai tukar, bahwa yang pertama nilai tukar sekarang itu undervalue. Undervalue dan ke depan kita yakini akan stabil dan menguat,\" kata Perry.\n\nPerry mengatakan pertumbuhan ekonomi 5,61% di kuartal I - 2026, inflasi dalam kondisi rendah, cadangan devisa kuat, dan kredit yang tumbuh tinggi, seharusnya menjadi dasar untuk menunjukkan Rupiah akan stabil dan menguat. Namun, diakui bahwa dalam jangka pendek ini ada tekanan terhadap nilai tukar hingga saat ini menembus ke level Rp 17.400 per US$.\n\nTerima kasih atas dukungan sosial media kupas tuntas grup, kami menghadirkan berita-berita terkini Lampung maupun berita Nasional dengan kualitas baik.\n\nJoin Grup WhatsApp :\nhttps://linkin.bio/kupas_lampung\n\nDapatkan Informasi Terbaru : \n   /   \n\nDisclaimer: \nGambar, ataupun video yang ada di channel ini terkadang berasal dari berbagai sumber media lain. Hak Cipta sepenuhnya dipegang oleh sumber tersebut. Jika ada masalah terkait hal ini, Anda dapat menghubungi kami di sini :\nKontak : kupastuntas7 / 081231530113\n\nCOPYRIGHT DISCLAIMER\n\"Copyright Disclaimer Under Section 107 of the Copyright Act? 1976, allowance is made for \"fair use\" for purposes such as criticism, comment, news reporting, teaching, scholarship, and research. Fair use is a use permitted by copyright statute that might otherwise be infringing. Non-profit, educational or personal use tips the balance in favor of fair use.\"\n\nUntuk berlangganan koran atau pemasangan iklan, bisa menghubungi:\nAdmin : 081324556017", "post_id": "VCqNPWLbHQA"}}, {"key": "kupastvlampung", "attributes": {"label": "kupastvlampung", "x": 256.0543689952021, "y": 797.6707251021459, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 11.2876, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "VCqNPWLbHQA", "id": "kupastvlampung", "source": "youtube-000001", "content": "Gubernur BI Ungkap 2 Penyebab Utama Rupiah Melemah Meski Ekonomi Tumbuh 5,61%\n\nGubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo mengaku telah melaporkan kepada Presiden Prabowo Subianto terkait perkembangan Rupiah saat ini. Menurutnya, ada dua alasan yang membuat Rupiah mengalami undervalue di tengah kondisi perekonomian yang tumbuh.\n\n\"Tadi dibahas dan mendapatkan arahan mengenai nilai tukar, bahwa yang pertama nilai tukar sekarang itu undervalue. Undervalue dan ke depan kita yakini akan stabil dan menguat,\" kata Perry.\n\nPerry mengatakan pertumbuhan ekonomi 5,61% di kuartal I - 2026, inflasi dalam kondisi rendah, cadangan devisa kuat, dan kredit yang tumbuh tinggi, seharusnya menjadi dasar untuk menunjukkan Rupiah akan stabil dan menguat. Namun, diakui bahwa dalam jangka pendek ini ada tekanan terhadap nilai tukar hingga saat ini menembus ke level Rp 17.400 per US$.\n\nTerima kasih atas dukungan sosial media kupas tuntas grup, kami menghadirkan berita-berita terkini Lampung maupun berita Nasional dengan kualitas baik.\n\nJoin Grup WhatsApp :\nhttps://linkin.bio/kupas_lampung\n\nDapatkan Informasi Terbaru : \n   /   \n\nDisclaimer: \nGambar, ataupun video yang ada di channel ini terkadang berasal dari berbagai sumber media lain. Hak Cipta sepenuhnya dipegang oleh sumber tersebut. Jika ada masalah terkait hal ini, Anda dapat menghubungi kami di sini :\nKontak : kupastuntas7 / 081231530113\n\nCOPYRIGHT DISCLAIMER\n\"Copyright Disclaimer Under Section 107 of the Copyright Act? 1976, allowance is made for \"fair use\" for purposes such as criticism, comment, news reporting, teaching, scholarship, and research. Fair use is a use permitted by copyright statute that might otherwise be infringing. Non-profit, educational or personal use tips the balance in favor of fair use.\"\n\nUntuk berlangganan koran atau pemasangan iklan, bisa menghubungi:\nAdmin : 081324556017", "post_id": "VCqNPWLbHQA"}}, {"key": "@IDXCHANNELINSIGHT", "attributes": {"label": "@IDXCHANNELINSIGHT", "x": 298.9985655790203, "y": 821.1682058252169, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 6.1014, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 6, "degree": 6}, "_id": "1rXTKfKFDgA", "id": "@IDXCHANNELINSIGHT", "source": "youtube-000001", "content": "Bantah Uang Negara Sisa Rp120 Triliun, Menkeu Purbaya: Nggak Usah Takut APBN Masih Cukup MILENOMICS\n\nMenteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan kondisi APBN Indonesia tetap aman dan likuid, sekaligus membantah isu bahwa kas negara hanya tersisa Rp120 triliun. Ia menjelaskan bahwa angka tersebut merupakan bagian dari Saldo Anggaran Lebih (SAL) yang totalnya mencapai Rp420 triliun, dengan sebagian dana ditempatkan di Bank Indonesia dan sebagian lainnya disalurkan ke perbankan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi. Hingga Maret 2026, pendapatan negara tumbuh solid 10,5% (yoy), ditopang lonjakan penerimaan pajak, sementara defisit tetap terjaga di level rendah 0,93% terhadap PDB, mencerminkan kondisi fiskal yang masih sehat dan terkendali.\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n--------------------------------------------\nFollow US on Social Media\nWebsite - http://www.idxchannel.com\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idxchannelcom  \n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "1rXTKfKFDgA"}}], "edges": [{"key": "grok", "source": "grok", "target": "gardencomp1", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "grok", "source": "grok", "target": "BigAlphaID", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "grok", "source": "grok", "target": "yat_ever", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "grok", "source": "grok", "target": "wiwinini", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "grok", "source": "grok", "target": "finansiologi", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "grok", "source": "grok", "target": "humans_sapiens", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "grok", "source": "grok", "target": "Saham_fess", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "grok", "source": "grok", "target": "DeanaShella", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "grok", "source": "grok", "target": "FirstSquawk", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "bank_indonesia_jakarta", "source": "bank_indonesia_jakarta", "target": "perekonomianri", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "bank_indonesia", "source": "bank_indonesia", "target": "perekonomianri", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "bank_indonesia_kalsel", "source": "bank_indonesia_kalsel", "target": "perekonomianri", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "bank_indonesia_kediri", "source": "bank_indonesia_kediri", "target": "perekonomianri", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "bank_indonesia_kepri", "source": "bank_indonesia_kepri", "target": "perekonomianri", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "bank_indonesia_lhokseumawe_", "source": "bank_indonesia_lhokseumawe_", "target": "perekonomianri", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "bank_indonesia_jatim", "source": "bank_indonesia_jatim", "target": "bank_indonesia", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "bank_indonesia_jabar", "source": "bank_indonesia_jabar", "target": "bank_indonesia", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "bank_indonesia_kediri", "source": "bank_indonesia_kediri", "target": "bank_indonesia", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "beritabalimedia", "source": "beritabalimedia", "target": "beritabalimedia", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "bank_indonesia_papuabarat", "source": "bank_indonesia_papuabarat", "target": "bank_indonesia", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "bank_indonesia_kediri", "source": "bank_indonesia_kediri", "target": "bank_indonesia", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "bank_indonesia_papuabarat", "source": "bank_indonesia_papuabarat", "target": "bank_indonesia", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "swamediainc", "source": "swamediainc", "target": "swamediainc", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "bank_indonesia_malut", "source": "bank_indonesia_malut", "target": "bank_indonesia", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "cenderawasihposreal", "source": "cenderawasihposreal", "target": "CeposTV", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "cenderawasihposreal", "source": "cenderawasihposreal", "target": "Cenderawasihposreal", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "cenderawasihposreal", "source": "cenderawasihposreal", "target": "Cenderawasihpos", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "cenderawasihposreal", "source": "cenderawasihposreal", "target": "Cenderawasihposreal", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "mancingsaham", "source": "mancingsaham", "target": "mancingsaham", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "kompascom", "source": "kompascom", "target": "kompascom", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "celebesmedia.id", "source": "celebesmedia.id", "target": "celebesmedia.id", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "celebesmedia.id", "source": "celebesmedia.id", "target": "celebespsm", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "pemprovjambii", "source": "pemprovjambii", "target": "alharisjambi", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "pemprovjambii", "source": "pemprovjambii", "target": "abdullahsani_official", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "hippindo", "source": "hippindo", "target": "hippindo", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "pemprovsumut", "source": "pemprovsumut", "target": "bobbynst", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "mancingsaham", "source": "mancingsaham", "target": "mancingsaham", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "bakorwiljember", "source": "bakorwiljember", "target": "khofifah.ip", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "bakorwiljember", "source": "bakorwiljember", "target": "emildardak", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "bakorwiljember", "source": "bakorwiljember", "target": "adhykaryononew", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "bakorwiljember", "source": "bakorwiljember", "target": "bank_indonesia_jatim", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "bakorwiljember", "source": "bakorwiljember", "target": "roekonomijatim", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "bakorwiljember", "source": "bakorwiljember", "target": "jatimpemprov", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "bakorwiljember", "source": "bakorwiljember", "target": "humasprovjatim", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "bakorwiljember", "source": "bakorwiljember", "target": "ppidjatim", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "bakorwiljember", "source": "bakorwiljember", "target": "pemkabjember", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "bakorwiljember", "source": "bakorwiljember", "target": "banyuwangi_kab", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "bakorwiljember", "source": "bakorwiljember", "target": "situbondokab", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "bakorwiljember", "source": "bakorwiljember", "target": "probolinggoimpressive", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "bakorwiljember", "source": "bakorwiljember", "target": "lumajang_kab", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "bakorwiljember", "source": "bakorwiljember", "target": "pemkab_probolinggo", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "bakorwiljember", "source": "bakorwiljember", "target": "bondowoso.kab", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "bank_indonesia_kaltim", "source": "bank_indonesia_kaltim", "target": "bank_indonesia_kaltim", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "kabarsamarinda_official", "source": "kabarsamarinda_official", "target": "ogstore.samarinda", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "podcastseninsore", "source": "podcastseninsore", "target": "podcastseninsore", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "podcastseninsore", "source": "podcastseninsore", "target": "podcastseninsore", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "unexplnd.co", "source": "unexplnd.co", "target": "theunexplnd", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "malangrayamedia", "source": "malangrayamedia", "target": "kumparancom", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "official.ichannel", "source": "official.ichannel", "target": "bisnisbantencom", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "official.ichannel", "source": "official.ichannel", "target": "zetizenbanten", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "official.ichannel", "source": "official.ichannel", "target": "official.ichannel", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "official.ichannel", "source": "official.ichannel", "target": "bank_indonesia", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "official.ichannel", "source": "official.ichannel", "target": "bank_indonesia_banten", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "cenderawasihpos", "source": "cenderawasihpos", "target": "CeposTV", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "cenderawasihpos", "source": "cenderawasihpos", "target": "Cenderawasihposreal", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "cenderawasihpos", "source": "cenderawasihpos", "target": "Cenderawasihpos", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "cenderawasihpos", "source": "cenderawasihpos", "target": "Cenderawasihposreal", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "cenderawasihpos", "source": "cenderawasihpos", "target": "CeposTV", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "cenderawasihpos", "source": "cenderawasihpos", "target": "Cenderawasihposreal", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "cenderawasihpos", "source": "cenderawasihpos", "target": "Cenderawasihpos", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "cenderawasihpos", "source": "cenderawasihpos", "target": "Cenderawasihposreal", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "amingandul06", "source": "amingandul06", "target": "amingandul", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "pacificbliss.id", "source": "pacificbliss.id", "target": "bank_indonesia_papuabarat", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "genbi_unigal", "source": "genbi_unigal", "target": "Bank", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "genbi_unigal", "source": "genbi_unigal", "target": "bank_indonesia", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "genbi_unigal", "source": "genbi_unigal", "target": "genbiunigal", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "bank_indonesia_kaltim", "source": "bank_indonesia_kaltim", "target": "bank_indonesia_kaltim", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "pakyee2", "source": "pakyee2", "target": "Pak", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "pakyee2", "source": "pakyee2", "target": "Pak", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "pakyee2", "source": "pakyee2", "target": "Pak", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "arkan_turungku", "source": "arkan_turungku", "target": "StatifyID", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "BankIndonesiaOfficial", "source": "BankIndonesiaOfficial", "target": "bankindonesiachannel", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "facebook-000001"}}, {"key": "BankIndonesiaOfficial", "source": "BankIndonesiaOfficial", "target": "KanalBankIndonesia/live", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "facebook-000001"}}, {"key": "BankIndonesiaOfficial", "source": "BankIndonesiaOfficial", "target": "bankindonesiachannel", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "facebook-000001"}}, {"key": "@kompastvmedan", "source": "@kompastvmedan", "target": "kompastvmedan", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@KanalBankIndonesia", "source": "@KanalBankIndonesia", "target": "bank_indonesia", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@KanalBankIndonesia", "source": "@KanalBankIndonesia", "target": "BankIndonesiaOfficial", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@Bank_Indonesia_Cirebon", "source": "@Bank_Indonesia_Cirebon", "target": "bank_indonesia", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@Bank_Indonesia_Cirebon", "source": "@Bank_Indonesia_Cirebon", "target": "BankIndonesiaOfficial", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@tuturmediadigital", "source": "@tuturmediadigital", "target": "tuturtvmedia", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@KanalBankIndonesia", "source": "@KanalBankIndonesia", "target": "bank_indonesia", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@KanalBankIndonesia", "source": "@KanalBankIndonesia", "target": "BankIndonesiaOfficial", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@kompascom", "source": "@kompascom", "target": "kompascom", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@tuturmediadigital", "source": "@tuturmediadigital", "target": "tuturtvmedia", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "idxchannel_", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "wicky_adrian", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "deffid_83", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "prast_ulrich", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "rosalinehioe", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "idxchannel_", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "wicky_adrian", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "deffid_83", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "prast_ulrich", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "rosalinehioe", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@Sulselsatu", "source": "@Sulselsatu", "target": "sulselsatu", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@liputan6_news", "source": "@liputan6_news", "target": "sctv", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@liputan6_news", "source": "@liputan6_news", "target": "liputan6_news", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@liputan6_news", "source": "@liputan6_news", "target": "liputan6daerah", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@KUPASTVLAMPUNG", "source": "@KUPASTVLAMPUNG", "target": "kupastvlampung", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXCHANNELINSIGHT", "source": "@IDXCHANNELINSIGHT", "target": "wicky_adrian", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXCHANNELINSIGHT", "source": "@IDXCHANNELINSIGHT", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXCHANNELINSIGHT", "source": "@IDXCHANNELINSIGHT", "target": "deffid_83", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXCHANNELINSIGHT", "source": "@IDXCHANNELINSIGHT", "target": "prast_ulrich", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXCHANNELINSIGHT", "source": "@IDXCHANNELINSIGHT", "target": "rosalinehioe", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXCHANNELINSIGHT", "source": "@IDXCHANNELINSIGHT", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "idxchannel_", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "wicky_adrian", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "deffid_83", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "prast_ulrich", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "rosalinehioe", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}]}