{"nodes": [{"key": "grok", "attributes": {"label": "grok", "x": 252.2269368579898, "y": 580.4758201895545, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 14.1361, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "2011070492430455065", "id": "grok", "source": "tweet-000004", "content": "IHSG naik ke ATH karena rally saham tambang, optimisme pasar, dan ekspektasi pemotongan suku bunga Fed AS. Rupiah melemah karena USD kuat, ketegangan geopolitik, tarif perdagangan, dan kekhawatiran stabilitas fiskal domestik—bukan kontradiksi, tapi dinamika berbeda.\n\nSetelah", "post_id": "2011070492430455065"}}, {"key": "9H0st66", "attributes": {"label": "9H0st66", "x": 886.9844868320981, "y": 21.255937333092277, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 26.1518, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2011070492430455065", "id": "9H0st66", "source": "tweet-000004", "content": "IHSG naik ke ATH karena rally saham tambang, optimisme pasar, dan ekspektasi pemotongan suku bunga Fed AS. Rupiah melemah karena USD kuat, ketegangan geopolitik, tarif perdagangan, dan kekhawatiran stabilitas fiskal domestik—bukan kontradiksi, tapi dinamika berbeda.\n\nSetelah", "post_id": "2011070492430455065"}}, {"key": "bloombergtechnoz", "attributes": {"label": "bloombergtechnoz", "x": 263.19608416041854, "y": 25.130360952135277, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 19.7248, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 3, "out_degree": 3, "degree": 6}, "_id": "3879163986320083886_51748745734", "id": "bloombergtechnoz", "source": "instagram-000001", "content": "Kalender ekonomi pekan ini dipenuhi agenda ekonomi global, terutama rilis data inflasi dan sinyal kebijakan suku bunga dari bank sentral utama seperti The Federal Reserve dan People’s Bank of China, sementara pasar masih sangat dipengaruhi naik turunnya situasi konflik di Timur Tengah.\n\nDari dalam negeri, perhatian tertuju pada keputusan suku bunga acuan Bank Indonesia (BI Rate) yang akan mencerminkan respons terhadap stabilitas rupiah, inflasi, serta dinamika eksternal yang membayangi ekonomi nasional.\n\nKlik link di bio untuk detail informasi selengkapnya. Jangan lupa follow  untuk berita dan data menarik lainnya.\n\n#kalender #ekonomi #dunia #bloombergtechnoz", "post_id": "3879163986320083886_51748745734"}}, {"key": "mancingsaham", "attributes": {"label": "mancingsaham", "x": 869.8228663596155, "y": 947.6333526272317, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 94.24, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 1, "degree": 2}, "_id": "3874409192090765383_52512310886", "id": "mancingsaham", "source": "instagram-000001", "content": "Nilai tukar rupiah diperkirakan bisa melemah hingga Rp17.400/USD lebih cepat dari proyeksi akibat eskalasi geopolitik global. 🌍\n\nMenurut Ibrahim Assuaibi, kegagalan negosiasi AS–Iran mendorong penguatan dolar AS 💵 dan lonjakan harga minyak (WTI > US$104) 🛢️, yang mempercepat tekanan terhadap rupiah.\n\nDampaknya, pasokan energi terganggu dan berpotensi membebani APBN, sehingga pemerintah perlu antisipasi cepat untuk menjaga stabilitas ekonomi. ⚠️\n\nSumber: emitennews.com, 13 April 2026\n\nGabung di  community untuk analisis market, stockpick pilihan, update berita saham, dan diskusi eksklusif dengan investor & trader lainnya. 📩 Bergabung sekarang! Klik lynk.id/owennath atau chat 081251880459 (WhatsApp).\n\n#Rupiah #USDIDR #NilaiTukar #EkonomiGlobal #IHSG #SahamIndonesia #Investasi #mancingsaham", "post_id": "3874409192090765383_52512310886"}}, {"key": "mnow.id", "attributes": {"label": "mnow.id", "x": 334.1232353694179, "y": 553.9488426932446, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 14.1361, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "3869784899914488233_46229168085", "id": "mnow.id", "source": "instagram-000001", "content": "- Pemerintah memastikan harga BBM subsidi tidak akan naik hingga akhir tahun meski tekanan global meningkat akibat konflik Timur Tengah. \n\nDalam rapat kerja bersama DPR, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan pemerintah telah menyiapkan berbagai skenario, termasuk jika harga minyak dunia menembus 100 dolar AS per barel. \n\nDengan dukungan cadangan anggaran seperti Sisa Anggaran Lebih (SAL) yang mencapai ratusan triliun rupiah, serta efisiensi belanja kementerian, pemerintah berupaya menjaga stabilitas APBN dan daya beli masyarakat di tengah gejolak ekonomi global.\n\nNamun, pandangan berbeda datang dari Jusuf Kalla yang mengusulkan kenaikan harga BBM sebagai langkah lebih aman untuk jangka panjang. \n\nMenurutnya, mempertahankan subsidi justru berisiko memperlebar defisit dan menambah utang negara, terutama saat harga energi dunia melonjak. \n\nJK menilai kenaikan harga memang berpotensi memicu protes, namun bisa diterima publik jika dijelaskan dengan transparan, sekaligus mendorong efisiensi konsumsi energi di masyarakat dibanding menahan beban fiskal yang terus membengkak.\n\nVia  \n#mnow #purbaya #jusufkalla #bbm #krisisbbm", "post_id": "3869784899914488233_46229168085"}}, {"key": "nowdots", "attributes": {"label": "nowdots", "x": 987.8482717090351, "y": 526.7642679677448, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 26.1518, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "3869784899914488233_46229168085", "id": "nowdots", "source": "instagram-000001", "content": "- Pemerintah memastikan harga BBM subsidi tidak akan naik hingga akhir tahun meski tekanan global meningkat akibat konflik Timur Tengah. \n\nDalam rapat kerja bersama DPR, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan pemerintah telah menyiapkan berbagai skenario, termasuk jika harga minyak dunia menembus 100 dolar AS per barel. \n\nDengan dukungan cadangan anggaran seperti Sisa Anggaran Lebih (SAL) yang mencapai ratusan triliun rupiah, serta efisiensi belanja kementerian, pemerintah berupaya menjaga stabilitas APBN dan daya beli masyarakat di tengah gejolak ekonomi global.\n\nNamun, pandangan berbeda datang dari Jusuf Kalla yang mengusulkan kenaikan harga BBM sebagai langkah lebih aman untuk jangka panjang. \n\nMenurutnya, mempertahankan subsidi justru berisiko memperlebar defisit dan menambah utang negara, terutama saat harga energi dunia melonjak. \n\nJK menilai kenaikan harga memang berpotensi memicu protes, namun bisa diterima publik jika dijelaskan dengan transparan, sekaligus mendorong efisiensi konsumsi energi di masyarakat dibanding menahan beban fiskal yang terus membengkak.\n\nVia  \n#mnow #purbaya #jusufkalla #bbm #krisisbbm", "post_id": "3869784899914488233_46229168085"}}, {"key": "idx_channel", "attributes": {"label": "idx_channel", "x": 408.9319786930553, "y": 847.5281031106713, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 94.24, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 1, "degree": 2}, "_id": "3874413518599592816_3310659452", "id": "idx_channel", "source": "instagram-000001", "content": "Bank Indonesia (BI) memperkuat langkah intervensi di pasar keuangan untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah. Hal ini dilakukan terutama di tengah tekanan global akibat meningkatnya ketidakpastian geopolitik.\n\nKepala Departemen Pengelolaan Moneter dan Aset Sekuritas (DPMA) BI Erwin Gunawan Hutapea mengatakan, langkah tersebut dilakukan untuk memastikan mekanisme pasar tetap berjalan secara efektif sekaligus menjaga keseimbangan permintaan dan pasokan valas di dalam negeri.\n\n“Kami terus melanjutkan intervensi baik di pasar global melalui Non-Deliverable Forward (NDF) maupun di domestik melalui spot dan Surat Berharga Negara (SBN), agar pergerakan nilai tukar tetap sejalan dengan fundamental,” ujarnya dalam acara Central Banking Forum 2026, Jakarta, Senin (13/4/2026).\n\nBaca selengkapnya di\nhttps://www.idxchannel.com/banking/bi-perkuat-intervensi-jaga-stabilitas-rupiah-di-tengah-outflow-dan-tekanan-global\n\nAtau klik link di bio \n\nFoto: istimewa\n\n#idxchannel #idxchannelcommunity", "post_id": "3874413518599592816_3310659452"}}, {"key": "bangkabelitunginfonew", "attributes": {"label": "bangkabelitunginfonew", "x": 791.6423249944775, "y": 126.14440920394698, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 94.24, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 1, "degree": 2}, "_id": "3881406030014445473_55481531290", "id": "bangkabelitunginfonew", "source": "instagram-000001", "content": "Nilai tukar rupiah kembali mengalami tekanan hebat pada perdagangan pasar spot, Kamis (23/4/2026).\n\nMata uang Garuda bahkan sempat menembus level psikologis Rp17.200 per dolar Amerika Serikat (AS), sekaligus menjadi posisi terlemah sepanjang sejarah perdagangan rupiah.\n\nBerdasarkan data perdagangan pagi, rupiah dibuka di level Rp17.221 per dolar AS. Posisi ini melemah sekitar 0,23 persen dibandingkan penutupan perdagangan sebelumnya yang berada di angka Rp17.181 per dolar AS.\n\nTekanan terhadap rupiah terus berlanjut hingga mendekati pukul 09.00 WIB. Di pasar spot, mata uang domestik bahkan sempat bergerak ke kisaran Rp17.230 per dolar AS.\n\nPelemahan ini memicu kekhawatiran pelaku pasar terhadap stabilitas nilai tukar dan dampaknya terhadap harga barang impor, utang luar negeri, hingga inflasi nasional.\n\nAnalis pasar uang menilai tekanan terhadap rupiah dipengaruhi oleh kombinasi faktor global dan domestik.\n\nPenguatan dolar AS masih menjadi faktor dominan seiring tingginya permintaan aset safe haven di tengah ketidakpastian ekonomi dunia.\n\nSelain itu, tensi geopolitik internasional yang belum mereda juga membuat investor global cenderung menarik dana dari negara berkembang, termasuk Indonesia.\n\nDi sisi lain, kekhawatiran pasar terhadap arah kebijakan suku bunga Amerika Serikat turut memperburuk sentimen terhadap mata uang emerging market.\n\nInvestor masih menunggu sinyal terbaru dari bank sentral AS atau The Federal Reserve terkait kemungkinan mempertahankan suku bunga tinggi dalam waktu lebih lama.\n\nPelemahan rupiah kali ini juga menjadi sorotan karena telah melampaui level yang pernah terjadi saat krisis pandemi Covid-19 maupun gejolak ekonomi global sebelumnya.\n\nMeski demikian, sejumlah ekonom menilai pelemahan rupiah masih relatif terkendali selama Bank Indonesia mampu menjaga stabilitas pasar dan cadangan devisa tetap kuat.\n\n📝 selengkapnya di bangka.tribunnews.com\n\nHanya Followers Yang Bisa Komentar‼️\n\nFollow  Buat Kamu Lebih Tau Kabar Seputar Bangka Belitung & Sekitarnya\n\n#bangkabelitunginfo #bangkabelitunginfonew #bangkabelitung #breakingnews #informasi", "post_id": "3881406030014445473_55481531290"}}, {"key": "bank_indonesia_papuabarat", "attributes": {"label": "bank_indonesia_papuabarat", "x": 379.4700981509872, "y": 194.62863315344404, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 14.1361, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "3882339385102396115_13254887390", "id": "bank_indonesia_papuabarat", "source": "instagram-000001", "content": "#SobatRupiah, di tengah dinamika geopolitik global, termasuk dampak dari Perang Timur Tengah, fundamental ekonomi Indonesia tetap terjaga kuat.\n\nBank Indonesia terus memperkuat langkah untuk mempertahankan stabilitas, salah satunya dengan menjaga BI-Rate di level 4,75%.\n\nKebijakan stabilisasi nilai tukar Rupiah juga diperkuat melalui intervensi di pasar off-shore (NDF) serta di pasar domestik melalui pasar spot, DNDF, dan pembelian SBN di pasar sekunder.\n\nLangkah ini dilakukan secara konsisten, sekaligus untuk mendorong pertumbuhan ekonomi melalui penguatan bauran kebijakan.\n\nMenurut #SobatRupiah, bagaimana peran kebijakan menjaga stabilitas ekonomi di tengah kondisi global saat ini?\n\n#diSetiapMaknaIndonesia\n#Repost", "post_id": "3882339385102396115_13254887390"}}, {"key": "bank_indonesia", "attributes": {"label": "bank_indonesia", "x": 642.6555845143987, "y": 679.1859567262718, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 26.1518, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "3882339385102396115_13254887390", "id": "bank_indonesia", "source": "instagram-000001", "content": "#SobatRupiah, di tengah dinamika geopolitik global, termasuk dampak dari Perang Timur Tengah, fundamental ekonomi Indonesia tetap terjaga kuat.\n\nBank Indonesia terus memperkuat langkah untuk mempertahankan stabilitas, salah satunya dengan menjaga BI-Rate di level 4,75%.\n\nKebijakan stabilisasi nilai tukar Rupiah juga diperkuat melalui intervensi di pasar off-shore (NDF) serta di pasar domestik melalui pasar spot, DNDF, dan pembelian SBN di pasar sekunder.\n\nLangkah ini dilakukan secara konsisten, sekaligus untuk mendorong pertumbuhan ekonomi melalui penguatan bauran kebijakan.\n\nMenurut #SobatRupiah, bagaimana peran kebijakan menjaga stabilitas ekonomi di tengah kondisi global saat ini?\n\n#diSetiapMaknaIndonesia\n#Repost", "post_id": "3882339385102396115_13254887390"}}, {"key": "haidar1u", "attributes": {"label": "haidar1u", "x": 139.86943345009684, "y": 598.0158986210391, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 14.1361, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "7631914616318364935", "id": "haidar1u", "source": "tiktok-000001", "content": "Nilai tukar rupiah kembali tertekan dan bahkan menembus level Rp17.300 per dolar AS pada perdagangan pagi 23 April 2026. Hingga pukul 09.35 WIB, rupiah tercatat berada di posisi Rp17.310 per dolar AS atau melemah sekitar 0,74% dibanding penutupan sebelumnya. Pelemahan ini menjadikan rupiah sebagai mata uang dengan kinerja terburuk di Asia pada hari tersebut, sekaligus mencatatkan level terlemah sepanjang sejarah. Tekanan ini dipicu kombinasi faktor eksternal dan domestik, mulai dari ketegangan geopolitik terkait kebijakan Amerika Serikat terhadap Iran hingga kuatnya data ekonomi AS yang mendorong penguatan dolar. Di dalam negeri, beban jatuh tempo utang pemerintah yang besar juga turut menambah tekanan. Ke depan, pergerakan rupiah diperkirakan masih terbatas di kisaran Rp17.250-Rp17.308, dengan Bank Indonesia berupaya menjaga stabilitas melalui kebijakan suku bunga. preset: #fyp #uang #rupiah #indonesia #prabowo", "post_id": "7631914616318364935"}}, {"key": "snowpreset", "attributes": {"label": "snowpreset", "x": 831.7787178043482, "y": 35.61597701379249, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 26.1518, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7631914616318364935", "id": "snowpreset", "source": "tiktok-000001", "content": "Nilai tukar rupiah kembali tertekan dan bahkan menembus level Rp17.300 per dolar AS pada perdagangan pagi 23 April 2026. Hingga pukul 09.35 WIB, rupiah tercatat berada di posisi Rp17.310 per dolar AS atau melemah sekitar 0,74% dibanding penutupan sebelumnya. Pelemahan ini menjadikan rupiah sebagai mata uang dengan kinerja terburuk di Asia pada hari tersebut, sekaligus mencatatkan level terlemah sepanjang sejarah. Tekanan ini dipicu kombinasi faktor eksternal dan domestik, mulai dari ketegangan geopolitik terkait kebijakan Amerika Serikat terhadap Iran hingga kuatnya data ekonomi AS yang mendorong penguatan dolar. Di dalam negeri, beban jatuh tempo utang pemerintah yang besar juga turut menambah tekanan. Ke depan, pergerakan rupiah diperkirakan masih terbatas di kisaran Rp17.250-Rp17.308, dengan Bank Indonesia berupaya menjaga stabilitas melalui kebijakan suku bunga. preset: #fyp #uang #rupiah #indonesia #prabowo", "post_id": "7631914616318364935"}}, {"key": "clipperspecialisst", "attributes": {"label": "clipperspecialisst", "x": 676.13148348563, "y": 157.0318141232514, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 14.1361, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "7631547056582102293", "id": "clipperspecialisst", "source": "tiktok-000001", "content": "KENAPA BANYAK ORANG KAYA ITU LEBIH SUKA BELI DOLLAR KETIMBANG NYIMPAN RUPIAH?  Orang kaya cenderung menyimpan dolar AS (USD) daripada Rupiah untuk menjaga nilai kekayaan dari inflasi, memanfaatkan apresiasi kurs, dan melakukan diversifikasi risiko global. Dolar dianggap sebagai safe haven (aset aman) yang nilainya cenderung stabil dan kuat dalam jangka panjang dibandingkan rupiah, terutama saat terjadi krisis.  Berikut adalah alasan kenapa utamanya : 👇 🥇 : Perlindungan Terhadap Inflasi & Nilai Tukar: Saat Rupiah melemah (depresiasi) terhadap Dolar, kekayaan dalam bentuk Rupiah secara riil menurun. Dolar membantu menjaga daya beli aset mereka, terutama terhadap kenaikan harga barang impor. 2⃣ : Aset Safe Haven (Aman): Saat ekonomi global tidak stabil atau saat krisis, investor cenderung memindahkan asetnya ke mata uang yang dianggap aman dan kuat. Dolar memiliki likuiditas tinggi dan diterima secara global. 3️⃣ : Diversifikasi Risiko: Menyimpan dana dalam berbagai mata uang, terutama yang kuat seperti dolar, mengurangi risiko ketergantungan pada stabilitas ekonomi satu negara (Indonesia).  4⃣ : Keuntungan Investasi: Suku bunga deposito dolar seringkali kompetitif dan memberikan tambahan keuntungan saat dikonversi kembali ke Rupiah jika Rupiah melemah. Jadi gimana menurut sobat? Yuk coba diskusi di kolom komentar 👇👇  A | Cryptopreneur 🚀💰  #stevenanderson  #stevenxclippo  #coinkami  #andersonnsteven  #inflasi", "post_id": "7631547056582102293"}}, {"key": "Steven", "attributes": {"label": "Steven", "x": 361.20421925302816, "y": 774.6374921881945, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 26.1518, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7631547056582102293", "id": "Steven", "source": "tiktok-000001", "content": "KENAPA BANYAK ORANG KAYA ITU LEBIH SUKA BELI DOLLAR KETIMBANG NYIMPAN RUPIAH?  Orang kaya cenderung menyimpan dolar AS (USD) daripada Rupiah untuk menjaga nilai kekayaan dari inflasi, memanfaatkan apresiasi kurs, dan melakukan diversifikasi risiko global. Dolar dianggap sebagai safe haven (aset aman) yang nilainya cenderung stabil dan kuat dalam jangka panjang dibandingkan rupiah, terutama saat terjadi krisis.  Berikut adalah alasan kenapa utamanya : 👇 🥇 : Perlindungan Terhadap Inflasi & Nilai Tukar: Saat Rupiah melemah (depresiasi) terhadap Dolar, kekayaan dalam bentuk Rupiah secara riil menurun. Dolar membantu menjaga daya beli aset mereka, terutama terhadap kenaikan harga barang impor. 2⃣ : Aset Safe Haven (Aman): Saat ekonomi global tidak stabil atau saat krisis, investor cenderung memindahkan asetnya ke mata uang yang dianggap aman dan kuat. Dolar memiliki likuiditas tinggi dan diterima secara global. 3️⃣ : Diversifikasi Risiko: Menyimpan dana dalam berbagai mata uang, terutama yang kuat seperti dolar, mengurangi risiko ketergantungan pada stabilitas ekonomi satu negara (Indonesia).  4⃣ : Keuntungan Investasi: Suku bunga deposito dolar seringkali kompetitif dan memberikan tambahan keuntungan saat dikonversi kembali ke Rupiah jika Rupiah melemah. Jadi gimana menurut sobat? Yuk coba diskusi di kolom komentar 👇👇  A | Cryptopreneur 🚀💰  #stevenanderson  #stevenxclippo  #coinkami  #andersonnsteven  #inflasi", "post_id": "7631547056582102293"}}, {"key": "shenzhen_1999", "attributes": {"label": "shenzhen_1999", "x": 582.5085300755409, "y": 418.7914141320874, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 14.1361, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "7635996012863180053", "id": "shenzhen_1999", "source": "tiktok-000001", "content": "Nilai tukar rupiah kembali melemah dan kini telah menembus level Rp17.400 per dolar Amerika Serikat. Pelemahan ini menandai tekanan lanjutan terhadap mata uang domestik di tengah dinamika global yang semakin tidak menentu. Pergerakan rupiah dipengaruhi oleh penguatan dolar AS yang masih dominan, didorong oleh kebijakan suku bunga tinggi dari Federal Reserve serta meningkatnya permintaan terhadap aset safe haven. Di sisi lain, tekanan eksternal seperti kenaikan harga energi global dan ketegangan geopolitik turut memperburuk sentimen terhadap mata uang negara berkembang, termasuk Indonesia. Kondisi ini membuat arus modal asing cenderung keluar dari pasar domestik. Bank Indonesia sebelumnya telah menegaskan komitmennya untuk menjaga stabilitas nilai tukar melalui intervensi di pasar valas serta penguatan kebijakan moneter. #cryptowave  #bismillahfyp #fyppppppppppppppppppppppp", "post_id": "7635996012863180053"}}, {"key": "CryptoWave", "attributes": {"label": "CryptoWave", "x": 14.935018019758495, "y": 393.8676527766537, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 26.1518, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7635996012863180053", "id": "CryptoWave", "source": "tiktok-000001", "content": "Nilai tukar rupiah kembali melemah dan kini telah menembus level Rp17.400 per dolar Amerika Serikat. Pelemahan ini menandai tekanan lanjutan terhadap mata uang domestik di tengah dinamika global yang semakin tidak menentu. Pergerakan rupiah dipengaruhi oleh penguatan dolar AS yang masih dominan, didorong oleh kebijakan suku bunga tinggi dari Federal Reserve serta meningkatnya permintaan terhadap aset safe haven. Di sisi lain, tekanan eksternal seperti kenaikan harga energi global dan ketegangan geopolitik turut memperburuk sentimen terhadap mata uang negara berkembang, termasuk Indonesia. Kondisi ini membuat arus modal asing cenderung keluar dari pasar domestik. Bank Indonesia sebelumnya telah menegaskan komitmennya untuk menjaga stabilitas nilai tukar melalui intervensi di pasar valas serta penguatan kebijakan moneter. #cryptowave  #bismillahfyp #fyppppppppppppppppppppppp", "post_id": "7635996012863180053"}}, {"key": "arkan_turungku", "attributes": {"label": "arkan_turungku", "x": 962.4212097706701, "y": 943.4161374255751, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 14.1361, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "7632883090750295317", "id": "arkan_turungku", "source": "tiktok-000001", "content": "Pada tahun 2026, kondisi ekonomi Indonesia secara umum masih berada dalam kategori stabil jika dilihat dari indikator makro.  Pertumbuhan ekonomi berada di kisaran 5,1%–5,4%, didukung oleh konsumsi rumah tangga, investasi, serta kebijakan pemerintah yang menjaga keseimbangan fiskal dan moneter. Angka ini menunjukkan bahwa Indonesia masih mampu bertahan di tengah ketidakpastian ekonomi global. Dari sisi inflasi, data menunjukkan kisaran sekitar 2,5%–3,5% (year-on-year), yang masih berada dalam target Bank Indonesia. Hal ini menandakan bahwa secara umum harga barang dan jasa masih terkendali. Namun, dalam praktiknya, beberapa komoditas pangan seperti beras, cabai, dan daging sering mengalami kenaikan harga yang lebih tinggi. Karena pangan merupakan kebutuhan utama, kenaikan ini lebih terasa langsung oleh masyarakat. Kondisi tersebut berdampak pada daya beli. Di beberapa kelompok masyarakat, terutama kelas menengah, daya beli mulai tertekan karena kenaikan harga tidak selalu diikuti peningkatan pendapatan. Akibatnya, pola konsumsi berubah, di mana masyarakat cenderung lebih selektif dalam membelanjakan uangnya. Di sektor pasar keuangan, IHSG bergerak fluktuatif di kisaran 6.800–7.400. Pergerakan ini dipengaruhi oleh faktor global seperti kebijakan suku bunga negara maju, kondisi geopolitik, serta arus modal internasional. Pergerakan investor asing yang keluar-masuk pasar juga menjadi faktor yang mempengaruhi stabilitas pasar saham dan nilai tukar rupiah. Nilai tukar rupiah sendiri mengalami tekanan akibat penguatan dolar AS dan kondisi ekonomi global. Namun, stabilitas tetap dijaga oleh Bank Indonesia melalui berbagai kebijakan moneter. Ini menunjukkan bahwa meskipun ada tekanan, sistem ekonomi Indonesia masih memiliki mekanisme pengendalian yang berjalan. Di sisi lain, peran UMKM tetap menjadi tulang punggung ekonomi nasional. UMKM menyerap tenaga kerja dalam jumlah besar dan berkontribusi signifikan terhadap perekonomian. Meski demikian, sektor ini juga menghadapi tantangan seperti akses permodalan, digitalisasi, dan persaingan pasar. Salah satu isu yang masih menjadi perhatian adalah kesenjangan ekonomi. Pertumbuhan yang terjadi belum sepenuhnya merata antar wilayah maupun kelompok masyarakat.  Perbedaan akses terhadap pendidikan, kesehatan, dan peluang ekonomi menjadi faktor yang mempengaruhi kondisi ini. Secara keseluruhan, ekonomi Indonesia pada 2026 dapat dikatakan stabil secara data dan tetap tumbuh, namun dampaknya belum dirasakan secara merata oleh seluruh lapisan masyarakat. Hal ini menjelaskan mengapa terdapat perbedaan antara data resmi dan persepsi sebagian masyarakat. #creatorsearchinsight #edukasi #ekonomiindonesia #keuangan #Lewatberanda", "post_id": "7632883090750295317"}}, {"key": "StatifyID", "attributes": {"label": "StatifyID", "x": 408.3745097150645, "y": 370.9603620240105, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 26.1518, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7632883090750295317", "id": "StatifyID", "source": "tiktok-000001", "content": "Pada tahun 2026, kondisi ekonomi Indonesia secara umum masih berada dalam kategori stabil jika dilihat dari indikator makro.  Pertumbuhan ekonomi berada di kisaran 5,1%–5,4%, didukung oleh konsumsi rumah tangga, investasi, serta kebijakan pemerintah yang menjaga keseimbangan fiskal dan moneter. Angka ini menunjukkan bahwa Indonesia masih mampu bertahan di tengah ketidakpastian ekonomi global. Dari sisi inflasi, data menunjukkan kisaran sekitar 2,5%–3,5% (year-on-year), yang masih berada dalam target Bank Indonesia. Hal ini menandakan bahwa secara umum harga barang dan jasa masih terkendali. Namun, dalam praktiknya, beberapa komoditas pangan seperti beras, cabai, dan daging sering mengalami kenaikan harga yang lebih tinggi. Karena pangan merupakan kebutuhan utama, kenaikan ini lebih terasa langsung oleh masyarakat. Kondisi tersebut berdampak pada daya beli. Di beberapa kelompok masyarakat, terutama kelas menengah, daya beli mulai tertekan karena kenaikan harga tidak selalu diikuti peningkatan pendapatan. Akibatnya, pola konsumsi berubah, di mana masyarakat cenderung lebih selektif dalam membelanjakan uangnya. Di sektor pasar keuangan, IHSG bergerak fluktuatif di kisaran 6.800–7.400. Pergerakan ini dipengaruhi oleh faktor global seperti kebijakan suku bunga negara maju, kondisi geopolitik, serta arus modal internasional. Pergerakan investor asing yang keluar-masuk pasar juga menjadi faktor yang mempengaruhi stabilitas pasar saham dan nilai tukar rupiah. Nilai tukar rupiah sendiri mengalami tekanan akibat penguatan dolar AS dan kondisi ekonomi global. Namun, stabilitas tetap dijaga oleh Bank Indonesia melalui berbagai kebijakan moneter. Ini menunjukkan bahwa meskipun ada tekanan, sistem ekonomi Indonesia masih memiliki mekanisme pengendalian yang berjalan. Di sisi lain, peran UMKM tetap menjadi tulang punggung ekonomi nasional. UMKM menyerap tenaga kerja dalam jumlah besar dan berkontribusi signifikan terhadap perekonomian. Meski demikian, sektor ini juga menghadapi tantangan seperti akses permodalan, digitalisasi, dan persaingan pasar. Salah satu isu yang masih menjadi perhatian adalah kesenjangan ekonomi. Pertumbuhan yang terjadi belum sepenuhnya merata antar wilayah maupun kelompok masyarakat.  Perbedaan akses terhadap pendidikan, kesehatan, dan peluang ekonomi menjadi faktor yang mempengaruhi kondisi ini. Secara keseluruhan, ekonomi Indonesia pada 2026 dapat dikatakan stabil secara data dan tetap tumbuh, namun dampaknya belum dirasakan secara merata oleh seluruh lapisan masyarakat. Hal ini menjelaskan mengapa terdapat perbedaan antara data resmi dan persepsi sebagian masyarakat. #creatorsearchinsight #edukasi #ekonomiindonesia #keuangan #Lewatberanda", "post_id": "7632883090750295317"}}, {"key": "tws.pedia", "attributes": {"label": "tws.pedia", "x": 492.45746131283465, "y": 379.65024521072235, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 14.1361, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "7626009552139357460", "id": "tws.pedia", "source": "tiktok-000001", "content": "Kondisi ekonomi dunia sedang tidak baik-baik saja dan Jepang baru saja memberikan sinyal peringatan yang sangat serius. Ketegangan di Selat Hormuz ternyata berdampak domino hingga ke pasar keuangan global karena Jepang sangat bergantung pada pasokan energi dari jalur tersebut. Ketika harga energi melonjak, tekanan fiskal di dalam negeri Jepang menjadi tidak terbendung lagi. Keputusan untuk menjual obligasi AS (US Treasury) dalam skala besar bukanlah perkara kecil. Ini adalah langkah darurat untuk mengamankan likuiditas demi membayar tagihan energi yang membengkak luar biasa. Banyak yang tidak menyadari bahwa aksi jual ini bisa memicu guncangan hebat pada nilai tukar mata uang di seluruh dunia, termasuk dampaknya ke aset berisiko. Jika raksasa ekonomi sekelas Jepang mulai \"panik\" dan melepas aset cadangan mereka, apa yang akan terjadi pada stabilitas dollar? Fenomena ini menunjukkan betapa rapuhnya sistem keuangan global saat ini ketika konflik geopolitik bertemu dengan krisis energi. Likuiditas global bisa mengering dalam sekejap jika negara lain mengikuti jejak yang sama. Dampaknya ke Indonesia juga tidak bisa diremehkan begitu saja. Tekanan pada Rupiah dan pasar kripto biasanya menjadi efek samping pertama dari menguatnya ketidakpastian di pasar obligasi internasional. Investor cenderung menarik modal dari pasar berkembang menuju aset yang dianggap lebih aman, namun saat ini pun aset aman sedang dipertanyakan. Apakah ini awal dari kejatuhan ekonomi global yang lebih besar atau hanya guncangan sementara? Banyak pengamat ekonomi mulai khawatir jika tren ini terus berlanjut tanpa ada solusi diplomatik di Timur Tengah. Menurut kalian, apakah Rupiah sanggup bertahan di tengah badai likuiditas yang dipicu oleh Jepang ini? #twsnews #tradewithsuli #nagake10 #fyp", "post_id": "7626009552139357460"}}, {"key": "tradewithsuli", "attributes": {"label": "tradewithsuli", "x": 724.4613977790563, "y": 560.9429559979505, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 38.1674, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "7626009552139357460", "id": "tradewithsuli", "source": "tiktok-000001", "content": "Kondisi ekonomi dunia sedang tidak baik-baik saja dan Jepang baru saja memberikan sinyal peringatan yang sangat serius. Ketegangan di Selat Hormuz ternyata berdampak domino hingga ke pasar keuangan global karena Jepang sangat bergantung pada pasokan energi dari jalur tersebut. Ketika harga energi melonjak, tekanan fiskal di dalam negeri Jepang menjadi tidak terbendung lagi. Keputusan untuk menjual obligasi AS (US Treasury) dalam skala besar bukanlah perkara kecil. Ini adalah langkah darurat untuk mengamankan likuiditas demi membayar tagihan energi yang membengkak luar biasa. Banyak yang tidak menyadari bahwa aksi jual ini bisa memicu guncangan hebat pada nilai tukar mata uang di seluruh dunia, termasuk dampaknya ke aset berisiko. Jika raksasa ekonomi sekelas Jepang mulai \"panik\" dan melepas aset cadangan mereka, apa yang akan terjadi pada stabilitas dollar? Fenomena ini menunjukkan betapa rapuhnya sistem keuangan global saat ini ketika konflik geopolitik bertemu dengan krisis energi. Likuiditas global bisa mengering dalam sekejap jika negara lain mengikuti jejak yang sama. Dampaknya ke Indonesia juga tidak bisa diremehkan begitu saja. Tekanan pada Rupiah dan pasar kripto biasanya menjadi efek samping pertama dari menguatnya ketidakpastian di pasar obligasi internasional. Investor cenderung menarik modal dari pasar berkembang menuju aset yang dianggap lebih aman, namun saat ini pun aset aman sedang dipertanyakan. Apakah ini awal dari kejatuhan ekonomi global yang lebih besar atau hanya guncangan sementara? Banyak pengamat ekonomi mulai khawatir jika tren ini terus berlanjut tanpa ada solusi diplomatik di Timur Tengah. Menurut kalian, apakah Rupiah sanggup bertahan di tengah badai likuiditas yang dipicu oleh Jepang ini? #twsnews #tradewithsuli #nagake10 #fyp", "post_id": "7626009552139357460"}}, {"key": "noxratis", "attributes": {"label": "noxratis", "x": 407.0623259231967, "y": 511.8150230503405, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 14.1361, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "7626362654885514503", "id": "noxratis", "source": "tiktok-000001", "content": "Bagian 88 | Efek Domino Hormuz!! Jepang Mulai Jual Obligasi AS Secara Masif, Sinyal Krisis Utang Global Makin Nyata!? 🇯🇵📉🌐 Guncangan ekonomi akibat penutupan Selat Hormuz kini mulai memakan korban besar di sektor finansial! Negeri Sakura dilaporkan mulai melakukan penjualan obligasi Amerika Serikat (U.S. Treasuries) secara besar-besaran untuk menutupi lonjakan biaya energi yang meroket tajam. Langkah ekstrem ini diambil karena Jepang dipaksa membayar harga minyak dan gas jauh lebih mahal, yang secara otomatis menekan ruang fiskal negara mereka hingga ke titik kritis! ⛽💸🚩 Aksi jual masif oleh salah satu pemegang utang terbesar Amerika ini mengirimkan sinyal bahaya ke pasar keuangan global. Para analis memperingatkan bahwa jika likuiditas global terus tertekan, krisis utang yang lebih luas bisa meledak kapan saja, memicu kepanikan yang belum pernah terlihat sebelumnya. Dunia kini melihat bagaimana konflik fisik di Timur Tengah bisa dengan cepat berubah menjadi \"perang ekonomi\" yang melumpuhkan stabilitas moneter negara-negara maju! 🏦📉🚀 Dampaknya tidak berhenti di Jepang saja; tekanan ini diprediksi akan merembet ke pasar negara berkembang, termasuk Indonesia. Rupiah dan pasar kripto mulai menunjukkan volatilitas tinggi akibat ketidakpastian likuiditas dolar di pasar global. Apakah ini awal dari keruntuhan sistem utang dunia yang selama ini ditopang oleh obligasi AS, ataukah akan ada intervensi darurat sebelum ekonomi global benar-benar jatuh ke jurang resesi terdalam!? 🤔📉🔥   #twsnews", "post_id": "7626362654885514503"}}, {"key": "@Bennix", "attributes": {"label": "@Bennix", "x": 841.973835333311, "y": 396.5678319874024, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 14.1361, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 12, "degree": 12}, "_id": "rAyL0eavecE", "id": "@Bennix", "source": "youtube-000001", "content": "SOROS MENANG BESAR?! UNTUNG 1.700 TRILIUN DI UNI EROPA, POSISI PRABOWO IKUT TERANCAM?!\n\nSOROS MENANG BESAR?! UNTUNG 1.700 TRILIUN DI UNI EROPA, POSISI PRABOWO IKUT TERANCAM?!\n\nDalam beberapa waktu terakhir, dinamika politik di Eropa kembali menjadi sorotan dunia setelah runtuhnya kekuasaan Viktor Orbán yang telah memimpin Hungaria selama kurang lebih 16 tahun. Peristiwa ini memicu berbagai spekulasi mengenai masa depan stabilitas Uni Eropa, yang selama ini dikenal sebagai salah satu kekuatan ekonomi dan politik terbesar di dunia. Banyak pihak menilai bahwa perubahan ini bukan sekadar pergantian kepemimpinan biasa, melainkan bagian dari pergeseran kekuatan yang lebih besar di kawasan Eropa.\n\nNama George Soros kembali menjadi perbincangan hangat dalam berbagai analisis geopolitik. Sosok yang dikenal sebagai investor global ini sering dikaitkan dengan berbagai peristiwa besar di dunia, terutama yang berhubungan dengan krisis ekonomi dan perubahan politik. Dalam video ini, kita akan membahas berbagai sudut pandang yang berkembang, termasuk klaim bahwa ada pihak-pihak tertentu yang diuntungkan dari ketidakstabilan yang terjadi, bahkan disebut-sebut mencapai angka fantastis hingga 1.700 triliun rupiah.\n\nLebih jauh lagi, video ini juga mengajak kamu untuk melihat bagaimana dampak dari peristiwa di Eropa bisa merambat ke negara lain, termasuk Indonesia. Apakah benar gejolak global bisa memicu efek domino terhadap stabilitas politik dan ekonomi dalam negeri? Bagaimana posisi Indonesia di tengah pertarungan kepentingan global ini, dan apa yang perlu kita waspadai sebagai masyarakat?\n\nNama Prabowo Subianto juga mulai dikaitkan dalam berbagai narasi yang beredar di publik, terutama terkait isu stabilitas politik nasional. Namun, penting untuk melihat semua informasi ini secara kritis dan tidak langsung menerima setiap narasi tanpa memahami konteks yang sebenarnya. Video ini tidak hanya menyajikan sudut pandang yang beredar, tetapi juga mengajak kamu untuk berpikir lebih dalam mengenai apa yang sebenarnya terjadi di balik layar.\n\nDi tengah derasnya arus informasi dan opini, kita sebagai masyarakat harus semakin cerdas dalam memilah fakta dan opini. Apakah ini benar-benar sebuah konspirasi global, atau hanya interpretasi dari berbagai peristiwa yang terjadi secara bersamaan? Semua akan dibahas secara mendalam dalam video ini.\n\nJangan lupa untuk subscribe, like, dan share agar kamu tidak ketinggalan pembahasan menarik lainnya seputar geopolitik, ekonomi global, dan dampaknya terhadap Indonesia.\n\nCome on, join the Bennix Investor Group now!!\nWhile there are still lots of promotions.\nvisit: www.Bennix.id\n\nEmail: halobennix\nRequests for Interviews, Speaking or Business Inquiries can contact us \n\nManager Lisa at\nWA: 0811-868-959\n-\n-\nFollow me:\nFacebook :\n\nInstagram:\n\nTikTok:\n\n\nMusic by Karl Casey @ White Bat Audio\n\nJoin Free Whatsaap Channel Bennix :\nhttps://www.whatsapp.com/channel/0029...\n\nJoin this channel to get access to perks:\n   /", "post_id": "rAyL0eavecE"}}, {"key": "Bennix", "attributes": {"label": "Bennix", "x": 880.5850864766678, "y": 145.9766580929822, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 15.1374, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 3, "out_degree": 0, "degree": 3}, "_id": "rAyL0eavecE", "id": "Bennix", "source": "youtube-000001", "content": "SOROS MENANG BESAR?! UNTUNG 1.700 TRILIUN DI UNI EROPA, POSISI PRABOWO IKUT TERANCAM?!\n\nSOROS MENANG BESAR?! UNTUNG 1.700 TRILIUN DI UNI EROPA, POSISI PRABOWO IKUT TERANCAM?!\n\nDalam beberapa waktu terakhir, dinamika politik di Eropa kembali menjadi sorotan dunia setelah runtuhnya kekuasaan Viktor Orbán yang telah memimpin Hungaria selama kurang lebih 16 tahun. Peristiwa ini memicu berbagai spekulasi mengenai masa depan stabilitas Uni Eropa, yang selama ini dikenal sebagai salah satu kekuatan ekonomi dan politik terbesar di dunia. Banyak pihak menilai bahwa perubahan ini bukan sekadar pergantian kepemimpinan biasa, melainkan bagian dari pergeseran kekuatan yang lebih besar di kawasan Eropa.\n\nNama George Soros kembali menjadi perbincangan hangat dalam berbagai analisis geopolitik. Sosok yang dikenal sebagai investor global ini sering dikaitkan dengan berbagai peristiwa besar di dunia, terutama yang berhubungan dengan krisis ekonomi dan perubahan politik. Dalam video ini, kita akan membahas berbagai sudut pandang yang berkembang, termasuk klaim bahwa ada pihak-pihak tertentu yang diuntungkan dari ketidakstabilan yang terjadi, bahkan disebut-sebut mencapai angka fantastis hingga 1.700 triliun rupiah.\n\nLebih jauh lagi, video ini juga mengajak kamu untuk melihat bagaimana dampak dari peristiwa di Eropa bisa merambat ke negara lain, termasuk Indonesia. Apakah benar gejolak global bisa memicu efek domino terhadap stabilitas politik dan ekonomi dalam negeri? Bagaimana posisi Indonesia di tengah pertarungan kepentingan global ini, dan apa yang perlu kita waspadai sebagai masyarakat?\n\nNama Prabowo Subianto juga mulai dikaitkan dalam berbagai narasi yang beredar di publik, terutama terkait isu stabilitas politik nasional. Namun, penting untuk melihat semua informasi ini secara kritis dan tidak langsung menerima setiap narasi tanpa memahami konteks yang sebenarnya. Video ini tidak hanya menyajikan sudut pandang yang beredar, tetapi juga mengajak kamu untuk berpikir lebih dalam mengenai apa yang sebenarnya terjadi di balik layar.\n\nDi tengah derasnya arus informasi dan opini, kita sebagai masyarakat harus semakin cerdas dalam memilah fakta dan opini. Apakah ini benar-benar sebuah konspirasi global, atau hanya interpretasi dari berbagai peristiwa yang terjadi secara bersamaan? Semua akan dibahas secara mendalam dalam video ini.\n\nJangan lupa untuk subscribe, like, dan share agar kamu tidak ketinggalan pembahasan menarik lainnya seputar geopolitik, ekonomi global, dan dampaknya terhadap Indonesia.\n\nCome on, join the Bennix Investor Group now!!\nWhile there are still lots of promotions.\nvisit: www.Bennix.id\n\nEmail: halobennix\nRequests for Interviews, Speaking or Business Inquiries can contact us \n\nManager Lisa at\nWA: 0811-868-959\n-\n-\nFollow me:\nFacebook :\n\nInstagram:\n\nTikTok:\n\n\nMusic by Karl Casey @ White Bat Audio\n\nJoin Free Whatsaap Channel Bennix :\nhttps://www.whatsapp.com/channel/0029...\n\nJoin this channel to get access to perks:\n   /", "post_id": "rAyL0eavecE"}}, {"key": "bennix.official", "attributes": {"label": "bennix.official", "x": 99.2086719379921, "y": 186.92146623613203, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 15.1374, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 3, "out_degree": 0, "degree": 3}, "_id": "rAyL0eavecE", "id": "bennix.official", "source": "youtube-000001", "content": "SOROS MENANG BESAR?! UNTUNG 1.700 TRILIUN DI UNI EROPA, POSISI PRABOWO IKUT TERANCAM?!\n\nSOROS MENANG BESAR?! UNTUNG 1.700 TRILIUN DI UNI EROPA, POSISI PRABOWO IKUT TERANCAM?!\n\nDalam beberapa waktu terakhir, dinamika politik di Eropa kembali menjadi sorotan dunia setelah runtuhnya kekuasaan Viktor Orbán yang telah memimpin Hungaria selama kurang lebih 16 tahun. Peristiwa ini memicu berbagai spekulasi mengenai masa depan stabilitas Uni Eropa, yang selama ini dikenal sebagai salah satu kekuatan ekonomi dan politik terbesar di dunia. Banyak pihak menilai bahwa perubahan ini bukan sekadar pergantian kepemimpinan biasa, melainkan bagian dari pergeseran kekuatan yang lebih besar di kawasan Eropa.\n\nNama George Soros kembali menjadi perbincangan hangat dalam berbagai analisis geopolitik. Sosok yang dikenal sebagai investor global ini sering dikaitkan dengan berbagai peristiwa besar di dunia, terutama yang berhubungan dengan krisis ekonomi dan perubahan politik. Dalam video ini, kita akan membahas berbagai sudut pandang yang berkembang, termasuk klaim bahwa ada pihak-pihak tertentu yang diuntungkan dari ketidakstabilan yang terjadi, bahkan disebut-sebut mencapai angka fantastis hingga 1.700 triliun rupiah.\n\nLebih jauh lagi, video ini juga mengajak kamu untuk melihat bagaimana dampak dari peristiwa di Eropa bisa merambat ke negara lain, termasuk Indonesia. Apakah benar gejolak global bisa memicu efek domino terhadap stabilitas politik dan ekonomi dalam negeri? Bagaimana posisi Indonesia di tengah pertarungan kepentingan global ini, dan apa yang perlu kita waspadai sebagai masyarakat?\n\nNama Prabowo Subianto juga mulai dikaitkan dalam berbagai narasi yang beredar di publik, terutama terkait isu stabilitas politik nasional. Namun, penting untuk melihat semua informasi ini secara kritis dan tidak langsung menerima setiap narasi tanpa memahami konteks yang sebenarnya. Video ini tidak hanya menyajikan sudut pandang yang beredar, tetapi juga mengajak kamu untuk berpikir lebih dalam mengenai apa yang sebenarnya terjadi di balik layar.\n\nDi tengah derasnya arus informasi dan opini, kita sebagai masyarakat harus semakin cerdas dalam memilah fakta dan opini. Apakah ini benar-benar sebuah konspirasi global, atau hanya interpretasi dari berbagai peristiwa yang terjadi secara bersamaan? Semua akan dibahas secara mendalam dalam video ini.\n\nJangan lupa untuk subscribe, like, dan share agar kamu tidak ketinggalan pembahasan menarik lainnya seputar geopolitik, ekonomi global, dan dampaknya terhadap Indonesia.\n\nCome on, join the Bennix Investor Group now!!\nWhile there are still lots of promotions.\nvisit: www.Bennix.id\n\nEmail: halobennix\nRequests for Interviews, Speaking or Business Inquiries can contact us \n\nManager Lisa at\nWA: 0811-868-959\n-\n-\nFollow me:\nFacebook :\n\nInstagram:\n\nTikTok:\n\n\nMusic by Karl Casey @ White Bat Audio\n\nJoin Free Whatsaap Channel Bennix :\nhttps://www.whatsapp.com/channel/0029...\n\nJoin this channel to get access to perks:\n   /", "post_id": "rAyL0eavecE"}}, {"key": "bennix.real", "attributes": {"label": "bennix.real", "x": 87.37351988069663, "y": 422.17014162052936, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 15.1374, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 3, "out_degree": 0, "degree": 3}, "_id": "rAyL0eavecE", "id": "bennix.real", "source": "youtube-000001", "content": "SOROS MENANG BESAR?! UNTUNG 1.700 TRILIUN DI UNI EROPA, POSISI PRABOWO IKUT TERANCAM?!\n\nSOROS MENANG BESAR?! UNTUNG 1.700 TRILIUN DI UNI EROPA, POSISI PRABOWO IKUT TERANCAM?!\n\nDalam beberapa waktu terakhir, dinamika politik di Eropa kembali menjadi sorotan dunia setelah runtuhnya kekuasaan Viktor Orbán yang telah memimpin Hungaria selama kurang lebih 16 tahun. Peristiwa ini memicu berbagai spekulasi mengenai masa depan stabilitas Uni Eropa, yang selama ini dikenal sebagai salah satu kekuatan ekonomi dan politik terbesar di dunia. Banyak pihak menilai bahwa perubahan ini bukan sekadar pergantian kepemimpinan biasa, melainkan bagian dari pergeseran kekuatan yang lebih besar di kawasan Eropa.\n\nNama George Soros kembali menjadi perbincangan hangat dalam berbagai analisis geopolitik. Sosok yang dikenal sebagai investor global ini sering dikaitkan dengan berbagai peristiwa besar di dunia, terutama yang berhubungan dengan krisis ekonomi dan perubahan politik. Dalam video ini, kita akan membahas berbagai sudut pandang yang berkembang, termasuk klaim bahwa ada pihak-pihak tertentu yang diuntungkan dari ketidakstabilan yang terjadi, bahkan disebut-sebut mencapai angka fantastis hingga 1.700 triliun rupiah.\n\nLebih jauh lagi, video ini juga mengajak kamu untuk melihat bagaimana dampak dari peristiwa di Eropa bisa merambat ke negara lain, termasuk Indonesia. Apakah benar gejolak global bisa memicu efek domino terhadap stabilitas politik dan ekonomi dalam negeri? Bagaimana posisi Indonesia di tengah pertarungan kepentingan global ini, dan apa yang perlu kita waspadai sebagai masyarakat?\n\nNama Prabowo Subianto juga mulai dikaitkan dalam berbagai narasi yang beredar di publik, terutama terkait isu stabilitas politik nasional. Namun, penting untuk melihat semua informasi ini secara kritis dan tidak langsung menerima setiap narasi tanpa memahami konteks yang sebenarnya. Video ini tidak hanya menyajikan sudut pandang yang beredar, tetapi juga mengajak kamu untuk berpikir lebih dalam mengenai apa yang sebenarnya terjadi di balik layar.\n\nDi tengah derasnya arus informasi dan opini, kita sebagai masyarakat harus semakin cerdas dalam memilah fakta dan opini. Apakah ini benar-benar sebuah konspirasi global, atau hanya interpretasi dari berbagai peristiwa yang terjadi secara bersamaan? Semua akan dibahas secara mendalam dalam video ini.\n\nJangan lupa untuk subscribe, like, dan share agar kamu tidak ketinggalan pembahasan menarik lainnya seputar geopolitik, ekonomi global, dan dampaknya terhadap Indonesia.\n\nCome on, join the Bennix Investor Group now!!\nWhile there are still lots of promotions.\nvisit: www.Bennix.id\n\nEmail: halobennix\nRequests for Interviews, Speaking or Business Inquiries can contact us \n\nManager Lisa at\nWA: 0811-868-959\n-\n-\nFollow me:\nFacebook :\n\nInstagram:\n\nTikTok:\n\n\nMusic by Karl Casey @ White Bat Audio\n\nJoin Free Whatsaap Channel Bennix :\nhttps://www.whatsapp.com/channel/0029...\n\nJoin this channel to get access to perks:\n   /", "post_id": "rAyL0eavecE"}}, {"key": "bennix", "attributes": {"label": "bennix", "x": 392.654770062299, "y": 217.3109126999796, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 15.1374, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 3, "out_degree": 0, "degree": 3}, "_id": "rAyL0eavecE", "id": "bennix", "source": "youtube-000001", "content": "SOROS MENANG BESAR?! UNTUNG 1.700 TRILIUN DI UNI EROPA, POSISI PRABOWO IKUT TERANCAM?!\n\nSOROS MENANG BESAR?! UNTUNG 1.700 TRILIUN DI UNI EROPA, POSISI PRABOWO IKUT TERANCAM?!\n\nDalam beberapa waktu terakhir, dinamika politik di Eropa kembali menjadi sorotan dunia setelah runtuhnya kekuasaan Viktor Orbán yang telah memimpin Hungaria selama kurang lebih 16 tahun. Peristiwa ini memicu berbagai spekulasi mengenai masa depan stabilitas Uni Eropa, yang selama ini dikenal sebagai salah satu kekuatan ekonomi dan politik terbesar di dunia. Banyak pihak menilai bahwa perubahan ini bukan sekadar pergantian kepemimpinan biasa, melainkan bagian dari pergeseran kekuatan yang lebih besar di kawasan Eropa.\n\nNama George Soros kembali menjadi perbincangan hangat dalam berbagai analisis geopolitik. Sosok yang dikenal sebagai investor global ini sering dikaitkan dengan berbagai peristiwa besar di dunia, terutama yang berhubungan dengan krisis ekonomi dan perubahan politik. Dalam video ini, kita akan membahas berbagai sudut pandang yang berkembang, termasuk klaim bahwa ada pihak-pihak tertentu yang diuntungkan dari ketidakstabilan yang terjadi, bahkan disebut-sebut mencapai angka fantastis hingga 1.700 triliun rupiah.\n\nLebih jauh lagi, video ini juga mengajak kamu untuk melihat bagaimana dampak dari peristiwa di Eropa bisa merambat ke negara lain, termasuk Indonesia. Apakah benar gejolak global bisa memicu efek domino terhadap stabilitas politik dan ekonomi dalam negeri? Bagaimana posisi Indonesia di tengah pertarungan kepentingan global ini, dan apa yang perlu kita waspadai sebagai masyarakat?\n\nNama Prabowo Subianto juga mulai dikaitkan dalam berbagai narasi yang beredar di publik, terutama terkait isu stabilitas politik nasional. Namun, penting untuk melihat semua informasi ini secara kritis dan tidak langsung menerima setiap narasi tanpa memahami konteks yang sebenarnya. Video ini tidak hanya menyajikan sudut pandang yang beredar, tetapi juga mengajak kamu untuk berpikir lebih dalam mengenai apa yang sebenarnya terjadi di balik layar.\n\nDi tengah derasnya arus informasi dan opini, kita sebagai masyarakat harus semakin cerdas dalam memilah fakta dan opini. Apakah ini benar-benar sebuah konspirasi global, atau hanya interpretasi dari berbagai peristiwa yang terjadi secara bersamaan? Semua akan dibahas secara mendalam dalam video ini.\n\nJangan lupa untuk subscribe, like, dan share agar kamu tidak ketinggalan pembahasan menarik lainnya seputar geopolitik, ekonomi global, dan dampaknya terhadap Indonesia.\n\nCome on, join the Bennix Investor Group now!!\nWhile there are still lots of promotions.\nvisit: www.Bennix.id\n\nEmail: halobennix\nRequests for Interviews, Speaking or Business Inquiries can contact us \n\nManager Lisa at\nWA: 0811-868-959\n-\n-\nFollow me:\nFacebook :\n\nInstagram:\n\nTikTok:\n\n\nMusic by Karl Casey @ White Bat Audio\n\nJoin Free Whatsaap Channel Bennix :\nhttps://www.whatsapp.com/channel/0029...\n\nJoin this channel to get access to perks:\n   /", "post_id": "rAyL0eavecE"}}, {"key": "@tvOneNews", "attributes": {"label": "@tvOneNews", "x": 572.070176302071, "y": 888.6721076355653, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 14.1361, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 3, "degree": 3}, "_id": "SXu7N0bZlCY", "id": "@tvOneNews", "source": "youtube-000001", "content": "Sejumlah Bahasan Ratas Presiden Prabowo Bersama Menteri di Istana Kepresidenan | AKIM\n\nAKIM, https://www.tvOnenews.com - Sejumlah Bahasan Ratas Presiden Prabowo Bersama Menteri di Istana Kepresidenan | AKIM\n\nPresiden Prabowo Subianto menggelar rapat terbatas bersama jajaran menteri di Istana Kepresidenan guna membahas kondisi perekonomian nasional. Rapat ini juga menyoroti dampak ketegangan geopolitik global terhadap ketahanan pangan dan energi.\n\nDalam rapat, pemerintah memastikan stok pangan masih aman, meski ada potensi gangguan akibat fenomena El Nino. Selain itu, isu nilai tukar rupiah dan distribusi LPG turut dibahas sebagai bagian dari langkah menjaga stabilitas nasional.\n\n#tvOne #ApaKabarIndonesiaMalam #Prabowo #Ratas #Ekonomi\n\nAKIM01\nFR01\nHSN01\n\nSaksikan live streaming tvOne hanya di https://www.tvonenews.com/live\nDan jangan lupa untuk follow akun-Akun Sosial Media tvOnenews untuk mendapatkan beragam informasi terkini dan update dari kami:\n\nFacebook -   / tvonenews  \nInstagram -   / tvonenews  \nTwitter -   / tvonenews  \nTikTok -   / tvonenews  \nWebsite - https://tvOnenews.com\nMusic by Declan DP\n   /", "post_id": "SXu7N0bZlCY"}}, {"key": "declandpmusic", "attributes": {"label": "declandpmusic", "x": 817.315163096643, "y": 384.996420137093, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 18.1413, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 3, "out_degree": 0, "degree": 3}, "_id": "SXu7N0bZlCY", "id": "declandpmusic", "source": "youtube-000001", "content": "Sejumlah Bahasan Ratas Presiden Prabowo Bersama Menteri di Istana Kepresidenan | AKIM\n\nAKIM, https://www.tvOnenews.com - Sejumlah Bahasan Ratas Presiden Prabowo Bersama Menteri di Istana Kepresidenan | AKIM\n\nPresiden Prabowo Subianto menggelar rapat terbatas bersama jajaran menteri di Istana Kepresidenan guna membahas kondisi perekonomian nasional. Rapat ini juga menyoroti dampak ketegangan geopolitik global terhadap ketahanan pangan dan energi.\n\nDalam rapat, pemerintah memastikan stok pangan masih aman, meski ada potensi gangguan akibat fenomena El Nino. Selain itu, isu nilai tukar rupiah dan distribusi LPG turut dibahas sebagai bagian dari langkah menjaga stabilitas nasional.\n\n#tvOne #ApaKabarIndonesiaMalam #Prabowo #Ratas #Ekonomi\n\nAKIM01\nFR01\nHSN01\n\nSaksikan live streaming tvOne hanya di https://www.tvonenews.com/live\nDan jangan lupa untuk follow akun-Akun Sosial Media tvOnenews untuk mendapatkan beragam informasi terkini dan update dari kami:\n\nFacebook -   / tvonenews  \nInstagram -   / tvonenews  \nTwitter -   / tvonenews  \nTikTok -   / tvonenews  \nWebsite - https://tvOnenews.com\nMusic by Declan DP\n   /", "post_id": "SXu7N0bZlCY"}}, {"key": "@IDXChannel", "attributes": {"label": "@IDXChannel", "x": 319.6100508405454, "y": 342.19704907400984, "size": 15.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 14.1361, "eigenvector": 142.8571, "in_degree": 0, "out_degree": 35, "degree": 35}, "_id": "Ko54bH3bAHU", "id": "@IDXChannel", "source": "youtube-000001", "content": "BI Tegaskan Batas Penurunan Suku Bunga Acuan untuk Jaga Stabilitas Rupiah | 1ST SESSION CLOSING\n\nBank Indonesia menyatakan bahwa ruang untuk penurunan suku bunga acuan atau BI Rate ke depan diperkirakan semakin terbatas. Langkah ini dianggap perlu untuk tetap menjaga stabilitas nilai tukar rupiah serta ketahanan operasi moneter di tengah dinamika ekonomi global dan tekanan inflasi domestik. Dengan membatasi penurunan suku bunga, BI bertujuan memastikan likuiditas tetap terjaga, mendorong kestabilan pasar keuangan, dan meminimalkan risiko terhadap fluktuasi ekonomi yang dapat memengaruhi pertumbuhan nasional.\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nFollow US on Social Media\nYuk Subscribe -    /   \nWa Channel - https://whatsapp.com/channel/0029Va5V...\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idx_channel  \n-------------------------------------------------------------------------------------\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\nMyRepublic Channel 576\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "Ko54bH3bAHU"}}, {"key": "idxchannel_", "attributes": {"label": "idxchannel_", "x": 514.1451226163662, "y": 768.1133386619274, "size": 15.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 14.4794, "eigenvector": 142.8571, "in_degree": 5, "out_degree": 0, "degree": 5}, "_id": "Ko54bH3bAHU", "id": "idxchannel_", "source": "youtube-000001", "content": "BI Tegaskan Batas Penurunan Suku Bunga Acuan untuk Jaga Stabilitas Rupiah | 1ST SESSION CLOSING\n\nBank Indonesia menyatakan bahwa ruang untuk penurunan suku bunga acuan atau BI Rate ke depan diperkirakan semakin terbatas. Langkah ini dianggap perlu untuk tetap menjaga stabilitas nilai tukar rupiah serta ketahanan operasi moneter di tengah dinamika ekonomi global dan tekanan inflasi domestik. Dengan membatasi penurunan suku bunga, BI bertujuan memastikan likuiditas tetap terjaga, mendorong kestabilan pasar keuangan, dan meminimalkan risiko terhadap fluktuasi ekonomi yang dapat memengaruhi pertumbuhan nasional.\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nFollow US on Social Media\nYuk Subscribe -    /   \nWa Channel - https://whatsapp.com/channel/0029Va5V...\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idx_channel  \n-------------------------------------------------------------------------------------\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\nMyRepublic Channel 576\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "Ko54bH3bAHU"}}, {"key": "wicky_adrian", "attributes": {"label": "wicky_adrian", "x": 250.08417803861815, "y": 742.3285111052114, "size": 15.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 14.4794, "eigenvector": 142.8571, "in_degree": 5, "out_degree": 0, "degree": 5}, "_id": "Ko54bH3bAHU", "id": "wicky_adrian", "source": "youtube-000001", "content": "BI Tegaskan Batas Penurunan Suku Bunga Acuan untuk Jaga Stabilitas Rupiah | 1ST SESSION CLOSING\n\nBank Indonesia menyatakan bahwa ruang untuk penurunan suku bunga acuan atau BI Rate ke depan diperkirakan semakin terbatas. Langkah ini dianggap perlu untuk tetap menjaga stabilitas nilai tukar rupiah serta ketahanan operasi moneter di tengah dinamika ekonomi global dan tekanan inflasi domestik. Dengan membatasi penurunan suku bunga, BI bertujuan memastikan likuiditas tetap terjaga, mendorong kestabilan pasar keuangan, dan meminimalkan risiko terhadap fluktuasi ekonomi yang dapat memengaruhi pertumbuhan nasional.\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nFollow US on Social Media\nYuk Subscribe -    /   \nWa Channel - https://whatsapp.com/channel/0029Va5V...\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idx_channel  \n-------------------------------------------------------------------------------------\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\nMyRepublic Channel 576\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "Ko54bH3bAHU"}}, {"key": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "fajar.wayong", "x": 406.12754990413146, "y": 339.4681984613221, "size": 15.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 14.4794, "eigenvector": 142.8571, "in_degree": 10, "out_degree": 0, "degree": 10}, "_id": "Ko54bH3bAHU", "id": "fajar.wayong", "source": "youtube-000001", "content": "BI Tegaskan Batas Penurunan Suku Bunga Acuan untuk Jaga Stabilitas Rupiah | 1ST SESSION CLOSING\n\nBank Indonesia menyatakan bahwa ruang untuk penurunan suku bunga acuan atau BI Rate ke depan diperkirakan semakin terbatas. Langkah ini dianggap perlu untuk tetap menjaga stabilitas nilai tukar rupiah serta ketahanan operasi moneter di tengah dinamika ekonomi global dan tekanan inflasi domestik. Dengan membatasi penurunan suku bunga, BI bertujuan memastikan likuiditas tetap terjaga, mendorong kestabilan pasar keuangan, dan meminimalkan risiko terhadap fluktuasi ekonomi yang dapat memengaruhi pertumbuhan nasional.\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nFollow US on Social Media\nYuk Subscribe -    /   \nWa Channel - https://whatsapp.com/channel/0029Va5V...\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idx_channel  \n-------------------------------------------------------------------------------------\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\nMyRepublic Channel 576\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "Ko54bH3bAHU"}}, {"key": "deffid_83", "attributes": {"label": "deffid_83", "x": 539.5336616206835, "y": 214.26728861593358, "size": 15.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 14.4794, "eigenvector": 142.8571, "in_degree": 5, "out_degree": 0, "degree": 5}, "_id": "Ko54bH3bAHU", "id": "deffid_83", "source": "youtube-000001", "content": "BI Tegaskan Batas Penurunan Suku Bunga Acuan untuk Jaga Stabilitas Rupiah | 1ST SESSION CLOSING\n\nBank Indonesia menyatakan bahwa ruang untuk penurunan suku bunga acuan atau BI Rate ke depan diperkirakan semakin terbatas. Langkah ini dianggap perlu untuk tetap menjaga stabilitas nilai tukar rupiah serta ketahanan operasi moneter di tengah dinamika ekonomi global dan tekanan inflasi domestik. Dengan membatasi penurunan suku bunga, BI bertujuan memastikan likuiditas tetap terjaga, mendorong kestabilan pasar keuangan, dan meminimalkan risiko terhadap fluktuasi ekonomi yang dapat memengaruhi pertumbuhan nasional.\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nFollow US on Social Media\nYuk Subscribe -    /   \nWa Channel - https://whatsapp.com/channel/0029Va5V...\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idx_channel  \n-------------------------------------------------------------------------------------\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\nMyRepublic Channel 576\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "Ko54bH3bAHU"}}, {"key": "prast_ulrich", "attributes": {"label": "prast_ulrich", "x": 113.00373162461719, "y": 718.3764799313872, "size": 15.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 14.4794, "eigenvector": 142.8571, "in_degree": 5, "out_degree": 0, "degree": 5}, "_id": "Ko54bH3bAHU", "id": "prast_ulrich", "source": "youtube-000001", "content": "BI Tegaskan Batas Penurunan Suku Bunga Acuan untuk Jaga Stabilitas Rupiah | 1ST SESSION CLOSING\n\nBank Indonesia menyatakan bahwa ruang untuk penurunan suku bunga acuan atau BI Rate ke depan diperkirakan semakin terbatas. Langkah ini dianggap perlu untuk tetap menjaga stabilitas nilai tukar rupiah serta ketahanan operasi moneter di tengah dinamika ekonomi global dan tekanan inflasi domestik. Dengan membatasi penurunan suku bunga, BI bertujuan memastikan likuiditas tetap terjaga, mendorong kestabilan pasar keuangan, dan meminimalkan risiko terhadap fluktuasi ekonomi yang dapat memengaruhi pertumbuhan nasional.\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nFollow US on Social Media\nYuk Subscribe -    /   \nWa Channel - https://whatsapp.com/channel/0029Va5V...\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idx_channel  \n-------------------------------------------------------------------------------------\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\nMyRepublic Channel 576\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "Ko54bH3bAHU"}}, {"key": "rosalinehioe", "attributes": {"label": "rosalinehioe", "x": 765.7402432602919, "y": 453.73945248191893, "size": 15.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 14.4794, "eigenvector": 142.8571, "in_degree": 5, "out_degree": 0, "degree": 5}, "_id": "Ko54bH3bAHU", "id": "rosalinehioe", "source": "youtube-000001", "content": "BI Tegaskan Batas Penurunan Suku Bunga Acuan untuk Jaga Stabilitas Rupiah | 1ST SESSION CLOSING\n\nBank Indonesia menyatakan bahwa ruang untuk penurunan suku bunga acuan atau BI Rate ke depan diperkirakan semakin terbatas. Langkah ini dianggap perlu untuk tetap menjaga stabilitas nilai tukar rupiah serta ketahanan operasi moneter di tengah dinamika ekonomi global dan tekanan inflasi domestik. Dengan membatasi penurunan suku bunga, BI bertujuan memastikan likuiditas tetap terjaga, mendorong kestabilan pasar keuangan, dan meminimalkan risiko terhadap fluktuasi ekonomi yang dapat memengaruhi pertumbuhan nasional.\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nFollow US on Social Media\nYuk Subscribe -    /   \nWa Channel - https://whatsapp.com/channel/0029Va5V...\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idx_channel  \n-------------------------------------------------------------------------------------\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\nMyRepublic Channel 576\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "Ko54bH3bAHU"}}, {"key": "@kompastvmedan", "attributes": {"label": "@kompastvmedan", "x": 378.4236406689465, "y": 27.746046175233907, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 14.1361, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "IiHsLF65obw", "id": "@kompastvmedan", "source": "youtube-000001", "content": "Bunga SRBI Lebih Tinggi dari BI Rate, Kejar Stabilitas Rupiah? Begini Analisis Ekonom\n\nJAKARTA, KOMPAS.TV - Selama delapan bulan terakhir, suku bunga acuan Bank Indonesia bertahan di level 4,75 persen. Namun, imbal hasil Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) di pasar domestik justru mengalami kenaikan, bahkan pada lelang 29 April lalu menembus angka 6,2 persen.\n\nBank Indonesia menyatakan kebijakan ini bertujuan meningkatkan daya tarik bagi investor asing agar masuk ke pasar keuangan Indonesia. Selain itu, langkah tersebut juga diarahkan untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah di tengah dinamika ekonomi global.\n\nSejak awal tahun 2026, total aliran dana masuk ke instrumen SRBI tercatat lebih dari Rp54 triliun. Meski demikian, Bank Indonesia mengakui setiap kebijakan memiliki konsekuensi tersendiri. Para ekonom menilai perbedaan antara bunga acuan dan imbal hasil SRBI merupakan bagian dari strategi utama bank sentral dalam menjaga stabilitas rupiah. Topik ini turut dibahas bersama Ekonom Universitas Paramadina, Wijayanto Samirin.\n\n#birate #sukubunga #nilaitukarrupiah #bankindonesia \n------------------------------------------\nSahabat Kompas TV, jangan lupa like, comment, dan subscribe channel YouTube Kompas TV Medan, juga aktifkan lonceng notifikasi agar tidak ketinggalan update mengenai isu-isu terkini di Indonesia.\n\nJangan lewatkan live streaming Kompas TV 24 jam non stop di https://www.kompas.tv/live\n\nSahabat Kompas TV juga bisa memperoleh informasi terkini melalui website: www.kompas.tv\n\nMedia sosial Kompas TV Medan\nTikTok :   / kompastvmedan  \nInstagram :   / kompastvmedan  \nFacebook :   / kompastvmdn  \nTwitter :   / kompastvmedan  \nThreads: https://www.threads.net/\n\nKompas TV\nIndependen | Terpercaya\n#kompastvmedan", "post_id": "IiHsLF65obw"}}, {"key": "kompastvmedan", "attributes": {"label": "kompastvmedan", "x": 228.0721351066308, "y": 336.7362880463354, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 20.1439, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "IiHsLF65obw", "id": "kompastvmedan", "source": "youtube-000001", "content": "Bunga SRBI Lebih Tinggi dari BI Rate, Kejar Stabilitas Rupiah? Begini Analisis Ekonom\n\nJAKARTA, KOMPAS.TV - Selama delapan bulan terakhir, suku bunga acuan Bank Indonesia bertahan di level 4,75 persen. Namun, imbal hasil Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) di pasar domestik justru mengalami kenaikan, bahkan pada lelang 29 April lalu menembus angka 6,2 persen.\n\nBank Indonesia menyatakan kebijakan ini bertujuan meningkatkan daya tarik bagi investor asing agar masuk ke pasar keuangan Indonesia. Selain itu, langkah tersebut juga diarahkan untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah di tengah dinamika ekonomi global.\n\nSejak awal tahun 2026, total aliran dana masuk ke instrumen SRBI tercatat lebih dari Rp54 triliun. Meski demikian, Bank Indonesia mengakui setiap kebijakan memiliki konsekuensi tersendiri. Para ekonom menilai perbedaan antara bunga acuan dan imbal hasil SRBI merupakan bagian dari strategi utama bank sentral dalam menjaga stabilitas rupiah. Topik ini turut dibahas bersama Ekonom Universitas Paramadina, Wijayanto Samirin.\n\n#birate #sukubunga #nilaitukarrupiah #bankindonesia \n------------------------------------------\nSahabat Kompas TV, jangan lupa like, comment, dan subscribe channel YouTube Kompas TV Medan, juga aktifkan lonceng notifikasi agar tidak ketinggalan update mengenai isu-isu terkini di Indonesia.\n\nJangan lewatkan live streaming Kompas TV 24 jam non stop di https://www.kompas.tv/live\n\nSahabat Kompas TV juga bisa memperoleh informasi terkini melalui website: www.kompas.tv\n\nMedia sosial Kompas TV Medan\nTikTok :   / kompastvmedan  \nInstagram :   / kompastvmedan  \nFacebook :   / kompastvmdn  \nTwitter :   / kompastvmedan  \nThreads: https://www.threads.net/\n\nKompas TV\nIndependen | Terpercaya\n#kompastvmedan", "post_id": "IiHsLF65obw"}}, {"key": "@kompastv", "attributes": {"label": "@kompastv", "x": 117.00141539594743, "y": 34.07621843873443, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 14.1361, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "juwUEwP6rnk", "id": "@kompastv", "source": "youtube-000001", "content": "Ekonom Wijayanto Samirin Bicara Imbal Hasil SRBI Melonjak, BI Kejar Stabilitas Rupiah?\n\nJAKARTA, KOMPAS.TV - Berikut versi deskripsi yang sudah dirapikan dan diperjelas:\nSelama delapan bulan terakhir, suku bunga acuan Bank Indonesia bertahan di level 4,75 persen. Namun, imbal hasil Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) di pasar domestik justru mengalami kenaikan, bahkan pada lelang 29 April lalu menembus angka 6,2 persen.\n\nBank Indonesia menyatakan kebijakan ini bertujuan meningkatkan daya tarik bagi investor asing agar masuk ke pasar keuangan Indonesia. Selain itu, langkah tersebut juga diarahkan untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah di tengah dinamika ekonomi global.\n\nSejak awal tahun 2026, total aliran dana masuk ke instrumen SRBI tercatat lebih dari Rp54 triliun. Meski demikian, Bank Indonesia mengakui setiap kebijakan memiliki konsekuensi tersendiri. Para ekonom menilai perbedaan antara bunga acuan dan imbal hasil SRBI merupakan bagian dari strategi utama bank sentral dalam menjaga stabilitas rupiah. Topik ini turut dibahas bersama Ekonom Universitas Paramadina, Wijayanto Samirin.\n\n\nSahabat KompasTV, Mulai 1 Februari 2026 KompasTV pindah channel. Dapatkan selalu berita dan informasi terupdate KompasTV, di televisi anda di Channel 11 pada perangkat TV Digital atau Set Top Box. Satu Langkah lebih dekat, satu Langkah makin terpercaya!\n\nJangan lupa like, comment, dan subscribe channel YouTube KompasTV, juga aktifkan lonceng notifikasi agar tidak ketinggalan update mengenai isu-isu terkini di Indonesia.\n\nJangan lewatkan live streaming KompasTV 24 jam non stop di https://www.kompas.tv/live. Agar tidak ketinggalan berita-berita terkini, terlengkap, serta laporan langsung dari berbagai daerah di Indonesia, yuk subscribe channel youtube KompasTV. Aktifkan juga lonceng supaya kamu dapat notifikasi video terbaru dari KompasTV. \n\nSahabat KompasTV juga bisa memperoleh informasi terkini melalui website: www.kompas.tv\n\nSahabat KompasTV juga bisa memperoleh informasi terkini melalui website: www.kompas.tv\n\nMedia sosial KompasTV: \nFacebook:   / kompastv   \nInstagram:   / kompastv   \nX: https://x.com/KompasTV\nThread: https://www.threads.com/ \nTikTok:   / kompastv.indonesia", "post_id": "juwUEwP6rnk"}}, {"key": "kompastv", "attributes": {"label": "kompastv", "x": 433.81240087568926, "y": 206.41122789180167, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 20.1439, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "juwUEwP6rnk", "id": "kompastv", "source": "youtube-000001", "content": "Ekonom Wijayanto Samirin Bicara Imbal Hasil SRBI Melonjak, BI Kejar Stabilitas Rupiah?\n\nJAKARTA, KOMPAS.TV - Berikut versi deskripsi yang sudah dirapikan dan diperjelas:\nSelama delapan bulan terakhir, suku bunga acuan Bank Indonesia bertahan di level 4,75 persen. Namun, imbal hasil Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) di pasar domestik justru mengalami kenaikan, bahkan pada lelang 29 April lalu menembus angka 6,2 persen.\n\nBank Indonesia menyatakan kebijakan ini bertujuan meningkatkan daya tarik bagi investor asing agar masuk ke pasar keuangan Indonesia. Selain itu, langkah tersebut juga diarahkan untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah di tengah dinamika ekonomi global.\n\nSejak awal tahun 2026, total aliran dana masuk ke instrumen SRBI tercatat lebih dari Rp54 triliun. Meski demikian, Bank Indonesia mengakui setiap kebijakan memiliki konsekuensi tersendiri. Para ekonom menilai perbedaan antara bunga acuan dan imbal hasil SRBI merupakan bagian dari strategi utama bank sentral dalam menjaga stabilitas rupiah. Topik ini turut dibahas bersama Ekonom Universitas Paramadina, Wijayanto Samirin.\n\n\nSahabat KompasTV, Mulai 1 Februari 2026 KompasTV pindah channel. Dapatkan selalu berita dan informasi terupdate KompasTV, di televisi anda di Channel 11 pada perangkat TV Digital atau Set Top Box. Satu Langkah lebih dekat, satu Langkah makin terpercaya!\n\nJangan lupa like, comment, dan subscribe channel YouTube KompasTV, juga aktifkan lonceng notifikasi agar tidak ketinggalan update mengenai isu-isu terkini di Indonesia.\n\nJangan lewatkan live streaming KompasTV 24 jam non stop di https://www.kompas.tv/live. Agar tidak ketinggalan berita-berita terkini, terlengkap, serta laporan langsung dari berbagai daerah di Indonesia, yuk subscribe channel youtube KompasTV. Aktifkan juga lonceng supaya kamu dapat notifikasi video terbaru dari KompasTV. \n\nSahabat KompasTV juga bisa memperoleh informasi terkini melalui website: www.kompas.tv\n\nSahabat KompasTV juga bisa memperoleh informasi terkini melalui website: www.kompas.tv\n\nMedia sosial KompasTV: \nFacebook:   / kompastv   \nInstagram:   / kompastv   \nX: https://x.com/KompasTV\nThread: https://www.threads.com/ \nTikTok:   / kompastv.indonesia", "post_id": "juwUEwP6rnk"}}, {"key": "@garudatv.official", "attributes": {"label": "@garudatv.official", "x": 842.6470919188314, "y": 394.91126228871974, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 14.1361, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 3, "degree": 3}, "_id": "biN3wpnVIls", "id": "@garudatv.official", "source": "youtube-000001", "content": "Komitmen Presiden Prabowo Wujudkan Pendidikan Inklusif I JENDELA ISTANA\n\nJendela Istana memberikan rangkuman kegiatan terkini Presiden Prabowo Subianto bersama Wakil Presiden serta seluruh jajaran kabinetnya :\n\nSegment 1\nDi jantung ibu kota, hanya beberapa kilometer dari pusat pemerintahan Indonesia, di Pejompongan realitas yang berbeda masih nyata. Di sana, seorang anak berusia 12 tahun tumbuh tanpa pernah mengenal bangku sekolah. Namanya Al.\nDi usia ketika anak-anak lain belajar mengeja mimpi, ia justru hidup tanpa ruang kelas, tanpa seragam, dan tanpa kesempatan yang sama.\n\nSegment 2\nDi tengah dunia yang penuh ketidakpastian, ketika konflik global mengguncang ekonomi dan banyak negara tertatih menjaga stabilitas, Indonesia justru melangkah dengan keyakinan. Dari dalam Istana Kepresidenan, sebuah angka menjadi lebih dari sekadar statistik. Ia adalah harapan, kerja keras, dan masa depan jutaan rakyat. Hampir 500 triliun rupiah investasi masuk hanya dalam tiga bulan pertama tahun ini.\n\nSegment 3\nDi tengah dunia yang tidak pasti, di antara konflik geopolitik dan persaingan ekonomi global yang semakin tajam, Indonesia justru berdiri dengan satu kepercayaan besar. Bahwa masa depan ekonomi bangsa masih menjadi tujuan dunia.\n\n#presidenprabowo  #pendidikanuntuksemua   #AnakPutusSekolah #Pejompongan #jakarta  #garudatv  #beritapendidikan  #JendelaIstana #GarudaTV\n\nGARUDA TV - Digital TV Indonesia, Berita Terpercaya\n\nSaksikan Garuda TV di Free to Air atau Streaming melalui:\nwww.garuda.tv | YouTube Garuda TV | Aplikasi Vidio | Wewatch | IndiHome CH111 | Transvision CH824 | FirstMedia CH45\n\nScan ulang saluran digital kamu sekarang ya dan saksikan terus program-program seru terbaru hanya di GarudaTV.\nSubscribe GarudaTV Official Youtube Channel    /   \nFollow our Official TikTok   / garudatv.official  \nLike our Official Facebook   / garudatv.official  \nFollow our Official Instagram   / garudatv.official  \n-----\nGARUDA TV - Digital TV Indonesia, Berita Terpercaya\n\nSaksikan Garuda TV di Free to Air atau Streaming melalui:\nwww.garuda.tv | YouTube Garuda TV | Aplikasi Vidio | Wewatch | IndiHome CH111 | Transvision CH824 | FirstMedia CH45\n\nScan ulang saluran digital kamu sekarang ya dan saksikan terus program-program seru terbaru hanya di GarudaTV.\nSubscribe GarudaTV Official Youtube Channel    /   \nFollow our Official TikTok   / garudatv.official  \nLike our Official Facebook   / garudatv.official  \nFollow our Official Instagram   / garudatv.official", "post_id": "biN3wpnVIls"}}, {"key": "garudatv.official", "attributes": {"label": "garudatv.official", "x": 303.66446382705436, "y": 528.5846107910681, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 18.1413, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 3, "out_degree": 0, "degree": 3}, "_id": "biN3wpnVIls", "id": "garudatv.official", "source": "youtube-000001", "content": "Komitmen Presiden Prabowo Wujudkan Pendidikan Inklusif I JENDELA ISTANA\n\nJendela Istana memberikan rangkuman kegiatan terkini Presiden Prabowo Subianto bersama Wakil Presiden serta seluruh jajaran kabinetnya :\n\nSegment 1\nDi jantung ibu kota, hanya beberapa kilometer dari pusat pemerintahan Indonesia, di Pejompongan realitas yang berbeda masih nyata. Di sana, seorang anak berusia 12 tahun tumbuh tanpa pernah mengenal bangku sekolah. Namanya Al.\nDi usia ketika anak-anak lain belajar mengeja mimpi, ia justru hidup tanpa ruang kelas, tanpa seragam, dan tanpa kesempatan yang sama.\n\nSegment 2\nDi tengah dunia yang penuh ketidakpastian, ketika konflik global mengguncang ekonomi dan banyak negara tertatih menjaga stabilitas, Indonesia justru melangkah dengan keyakinan. Dari dalam Istana Kepresidenan, sebuah angka menjadi lebih dari sekadar statistik. Ia adalah harapan, kerja keras, dan masa depan jutaan rakyat. Hampir 500 triliun rupiah investasi masuk hanya dalam tiga bulan pertama tahun ini.\n\nSegment 3\nDi tengah dunia yang tidak pasti, di antara konflik geopolitik dan persaingan ekonomi global yang semakin tajam, Indonesia justru berdiri dengan satu kepercayaan besar. Bahwa masa depan ekonomi bangsa masih menjadi tujuan dunia.\n\n#presidenprabowo  #pendidikanuntuksemua   #AnakPutusSekolah #Pejompongan #jakarta  #garudatv  #beritapendidikan  #JendelaIstana #GarudaTV\n\nGARUDA TV - Digital TV Indonesia, Berita Terpercaya\n\nSaksikan Garuda TV di Free to Air atau Streaming melalui:\nwww.garuda.tv | YouTube Garuda TV | Aplikasi Vidio | Wewatch | IndiHome CH111 | Transvision CH824 | FirstMedia CH45\n\nScan ulang saluran digital kamu sekarang ya dan saksikan terus program-program seru terbaru hanya di GarudaTV.\nSubscribe GarudaTV Official Youtube Channel    /   \nFollow our Official TikTok   / garudatv.official  \nLike our Official Facebook   / garudatv.official  \nFollow our Official Instagram   / garudatv.official  \n-----\nGARUDA TV - Digital TV Indonesia, Berita Terpercaya\n\nSaksikan Garuda TV di Free to Air atau Streaming melalui:\nwww.garuda.tv | YouTube Garuda TV | Aplikasi Vidio | Wewatch | IndiHome CH111 | Transvision CH824 | FirstMedia CH45\n\nScan ulang saluran digital kamu sekarang ya dan saksikan terus program-program seru terbaru hanya di GarudaTV.\nSubscribe GarudaTV Official Youtube Channel    /   \nFollow our Official TikTok   / garudatv.official  \nLike our Official Facebook   / garudatv.official  \nFollow our Official Instagram   / garudatv.official", "post_id": "biN3wpnVIls"}}, {"key": "@wawasan-cerdas", "attributes": {"label": "@wawasan-cerdas", "x": 999.8921018197312, "y": 13.91958028634155, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 14.1361, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "U9KRHcQDxMs", "id": "@wawasan-cerdas", "source": "youtube-000001", "content": "BONGKAR Peta Kekuatan Baru INDONESIA | Mengapa Amonia Hijau Adalah Kunci Kekayaan Masa Depan Kita!\n\nHalo sobat Wawasan Cerdas! Pernahkah Anda menyadari bahwa era kejayaan saham batu bara tradisional yang selama ini kita agungkan kini sedang menghadapi ancaman transformasi struktural dari revolusi amonia hijau? Di video eksklusif kali ini, kami akan membedah secara tuntas bagaimana efek decoupling atau pemisahan siklus ekonomi akan memindahkan arus modal institusional raksasa secara permanen di pasar saham masa depan.\n\nSelama berpuluh-puluh tahun, portofolio investasi energi kita selalu tersandera oleh volatilitas harga komoditas fosil, di mana biaya produksi pabrik sangat didominasi oleh pengeluaran operasional (OpEx) yang rentan meledak saat terjadi konflik geopolitik dunia. Namun, amonia hijau hadir untuk merombak total paradigma tersebut. Komoditas ini menggeser beban biaya menjadi Capital Expenditure (CapEx) infrastruktur padat karya di awal, menciptakan biaya produksi (Levelized Cost of Energy) yang kebal inflasi dan kebal krisis geopolitik selama 20 hingga 25 tahun ke depan. Inilah yang kami sebut sebagai structural alpha bagi portofolio Anda.\n\nKita patut berbangga, karena Indonesia memiliki keunggulan fundamental abadi (economic moat) yang membuat negara-negara maju seperti Jepang dan Korea Selatan sangat bergantung pada kita. Berbeda dengan Timur Tengah atau Australia yang mengandalkan energi surya dan angin yang putus-nyambung, cetak biru infrastruktur energi kita disokong oleh kekuatan \"baseload\" dari Panas Bumi (Geothermal) dan Tenaga Air (Hydro) yang stabil menyala 24 jam penuh. Ditambah dengan integrasi fasilitas desalinasi air laut di pesisir, megaproyek di negeri kita dijamin bebas dari konflik sosial krisis air.\n\nBagi Anda para investor cerdas di IHSG, kami juga membongkar rahasia mengapa Anda wajib mewaspadai emiten yang salah memilih teknologi. Emiten yang menggunakan teknologi elektroliser Proton Exchange Membrane (PEM) yang mahal akan terjebak dalam pembengkakan biaya ekstrem akibat ketergantungan pada mineral langka iridium dari luar negeri. Sebaliknya, kita harus mencari perusahaan yang mengadopsi teknologi Alkaline karena hal tersebut menciptakan \"Parit Ekonomi Nikel\", di mana rantai pasok materialnya sangat melimpah di dalam negeri.\n\nAnda juga akan kami ajak untuk memahami realita di balik narasi ESG ini. Membangun pabrik amonia membutuhkan modal fantastis hingga belasan triliun rupiah. Tidak ada satupun perusahaan yang mampu bertahan tanpa kecerdasan rekayasa finansial. Kami membedah bagaimana instrumen seperti Green Bonds, dana JETP, hingga skema Blended Finance menjadi kunci utama perusahaan energi masa depan untuk menekan risiko utang mereka dan membagikan laba kepada Anda.\n\nPada akhirnya, cara kita memvaluasi saham harus berevolusi total. Menggunakan metrik Levelized Cost of Ammonia (LCOA), investasi amonia hijau memang tidak diciptakan untuk memberikan dividend yield spekulatif harian layaknya saham tambang konvensional. Namun, para raksasa perbankan global sedang mengamankan stabilitas pendapatan linier anti-krisis yang dikunci lewat kontrak panjang, menjanjikan keamanan investasi yang akan terus mengalir hingga puluhan tahun ke depan.\n\nApakah portofolio Anda sudah siap beradaptasi dengan transisi energi paling bersejarah ini? Tonton video ini sampai habis agar Anda tidak salah langkah dalam memilih saham pemenang masa depan!\n\n🔔 Dukung terus Wawasan Cerdas! Jangan lupa tekan tombol SUBSCRIBE, LIKE, dan bagikan video ini kepada rekan investor Anda agar kita semua bisa merdeka finansial dengan literasi yang tepat. Tuliskan opini brilian Anda di kolom komentar!\n\n--------------------------------------------------------------------------------\n#AmoniaHijau #InvestasiSaham #WawasanCerdas #IHSG #TransisiEnergi #SahamBatuBara #Keuangan #EnergiTerbarukan #SahamProfit #EkonomiMakro #WawasanCerdas #InvestasiSaham #Saham\n\nJoin this channel to get access to perks:\n   / -cerdas", "post_id": "U9KRHcQDxMs"}}, {"key": "wawasan", "attributes": {"label": "wawasan", "x": 875.2328113139627, "y": 200.77025230353905, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 26.1518, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "U9KRHcQDxMs", "id": "wawasan", "source": "youtube-000001", "content": "BONGKAR Peta Kekuatan Baru INDONESIA | Mengapa Amonia Hijau Adalah Kunci Kekayaan Masa Depan Kita!\n\nHalo sobat Wawasan Cerdas! Pernahkah Anda menyadari bahwa era kejayaan saham batu bara tradisional yang selama ini kita agungkan kini sedang menghadapi ancaman transformasi struktural dari revolusi amonia hijau? Di video eksklusif kali ini, kami akan membedah secara tuntas bagaimana efek decoupling atau pemisahan siklus ekonomi akan memindahkan arus modal institusional raksasa secara permanen di pasar saham masa depan.\n\nSelama berpuluh-puluh tahun, portofolio investasi energi kita selalu tersandera oleh volatilitas harga komoditas fosil, di mana biaya produksi pabrik sangat didominasi oleh pengeluaran operasional (OpEx) yang rentan meledak saat terjadi konflik geopolitik dunia. Namun, amonia hijau hadir untuk merombak total paradigma tersebut. Komoditas ini menggeser beban biaya menjadi Capital Expenditure (CapEx) infrastruktur padat karya di awal, menciptakan biaya produksi (Levelized Cost of Energy) yang kebal inflasi dan kebal krisis geopolitik selama 20 hingga 25 tahun ke depan. Inilah yang kami sebut sebagai structural alpha bagi portofolio Anda.\n\nKita patut berbangga, karena Indonesia memiliki keunggulan fundamental abadi (economic moat) yang membuat negara-negara maju seperti Jepang dan Korea Selatan sangat bergantung pada kita. Berbeda dengan Timur Tengah atau Australia yang mengandalkan energi surya dan angin yang putus-nyambung, cetak biru infrastruktur energi kita disokong oleh kekuatan \"baseload\" dari Panas Bumi (Geothermal) dan Tenaga Air (Hydro) yang stabil menyala 24 jam penuh. Ditambah dengan integrasi fasilitas desalinasi air laut di pesisir, megaproyek di negeri kita dijamin bebas dari konflik sosial krisis air.\n\nBagi Anda para investor cerdas di IHSG, kami juga membongkar rahasia mengapa Anda wajib mewaspadai emiten yang salah memilih teknologi. Emiten yang menggunakan teknologi elektroliser Proton Exchange Membrane (PEM) yang mahal akan terjebak dalam pembengkakan biaya ekstrem akibat ketergantungan pada mineral langka iridium dari luar negeri. Sebaliknya, kita harus mencari perusahaan yang mengadopsi teknologi Alkaline karena hal tersebut menciptakan \"Parit Ekonomi Nikel\", di mana rantai pasok materialnya sangat melimpah di dalam negeri.\n\nAnda juga akan kami ajak untuk memahami realita di balik narasi ESG ini. Membangun pabrik amonia membutuhkan modal fantastis hingga belasan triliun rupiah. Tidak ada satupun perusahaan yang mampu bertahan tanpa kecerdasan rekayasa finansial. Kami membedah bagaimana instrumen seperti Green Bonds, dana JETP, hingga skema Blended Finance menjadi kunci utama perusahaan energi masa depan untuk menekan risiko utang mereka dan membagikan laba kepada Anda.\n\nPada akhirnya, cara kita memvaluasi saham harus berevolusi total. Menggunakan metrik Levelized Cost of Ammonia (LCOA), investasi amonia hijau memang tidak diciptakan untuk memberikan dividend yield spekulatif harian layaknya saham tambang konvensional. Namun, para raksasa perbankan global sedang mengamankan stabilitas pendapatan linier anti-krisis yang dikunci lewat kontrak panjang, menjanjikan keamanan investasi yang akan terus mengalir hingga puluhan tahun ke depan.\n\nApakah portofolio Anda sudah siap beradaptasi dengan transisi energi paling bersejarah ini? Tonton video ini sampai habis agar Anda tidak salah langkah dalam memilih saham pemenang masa depan!\n\n🔔 Dukung terus Wawasan Cerdas! Jangan lupa tekan tombol SUBSCRIBE, LIKE, dan bagikan video ini kepada rekan investor Anda agar kita semua bisa merdeka finansial dengan literasi yang tepat. Tuliskan opini brilian Anda di kolom komentar!\n\n--------------------------------------------------------------------------------\n#AmoniaHijau #InvestasiSaham #WawasanCerdas #IHSG #TransisiEnergi #SahamBatuBara #Keuangan #EnergiTerbarukan #SahamProfit #EkonomiMakro #WawasanCerdas #InvestasiSaham #Saham\n\nJoin this channel to get access to perks:\n   / -cerdas", "post_id": "U9KRHcQDxMs"}}], "edges": [{"key": "grok", "source": "grok", "target": "9H0st66", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "bloombergtechnoz", "source": "bloombergtechnoz", "target": "bloombergtechnoz", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "mancingsaham", "source": "mancingsaham", "target": "mancingsaham", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "mnow.id", "source": "mnow.id", "target": "nowdots", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "idx_channel", "source": "idx_channel", "target": "idx_channel", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "bloombergtechnoz", "source": "bloombergtechnoz", "target": "bloombergtechnoz", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "bangkabelitunginfonew", "source": "bangkabelitunginfonew", "target": "bangkabelitunginfonew", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "bloombergtechnoz", "source": "bloombergtechnoz", "target": "bloombergtechnoz", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "bank_indonesia_papuabarat", "source": "bank_indonesia_papuabarat", "target": "bank_indonesia", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "haidar1u", "source": "haidar1u", "target": "snowpreset", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "clipperspecialisst", "source": "clipperspecialisst", "target": "Steven", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "shenzhen_1999", "source": "shenzhen_1999", "target": "CryptoWave", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "arkan_turungku", "source": "arkan_turungku", "target": "StatifyID", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "tws.pedia", "source": "tws.pedia", "target": "tradewithsuli", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "noxratis", "source": "noxratis", "target": "tradewithsuli", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "@Bennix", "source": "@Bennix", "target": "Bennix", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@Bennix", "source": "@Bennix", "target": "bennix.official", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@Bennix", "source": "@Bennix", "target": "bennix.real", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@Bennix", "source": "@Bennix", "target": "bennix", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@tvOneNews", "source": "@tvOneNews", "target": "declandpmusic", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "idxchannel_", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "wicky_adrian", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "deffid_83", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "prast_ulrich", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "rosalinehioe", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@Bennix", "source": "@Bennix", "target": "Bennix", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@Bennix", "source": "@Bennix", "target": "bennix.official", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@Bennix", "source": "@Bennix", "target": "bennix.real", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@Bennix", "source": "@Bennix", "target": "bennix", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@tvOneNews", "source": "@tvOneNews", "target": "declandpmusic", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "idxchannel_", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "wicky_adrian", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "deffid_83", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "prast_ulrich", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "rosalinehioe", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@tvOneNews", "source": "@tvOneNews", "target": "declandpmusic", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@kompastvmedan", "source": "@kompastvmedan", "target": "kompastvmedan", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "idxchannel_", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "wicky_adrian", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "deffid_83", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "prast_ulrich", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "rosalinehioe", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@kompastvmedan", "source": "@kompastvmedan", "target": "kompastvmedan", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@kompastv", "source": "@kompastv", "target": "kompastv", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@kompastv", "source": "@kompastv", "target": "kompastv", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "idxchannel_", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "wicky_adrian", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "deffid_83", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "prast_ulrich", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "rosalinehioe", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@Bennix", "source": "@Bennix", "target": "Bennix", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@Bennix", "source": "@Bennix", "target": "bennix.official", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@Bennix", "source": "@Bennix", "target": "bennix.real", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@Bennix", "source": "@Bennix", "target": "bennix", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@garudatv.official", "source": "@garudatv.official", "target": "garudatv.official", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@garudatv.official", "source": "@garudatv.official", "target": "garudatv.official", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "idxchannel_", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "wicky_adrian", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "deffid_83", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "prast_ulrich", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "rosalinehioe", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@wawasan-cerdas", "source": "@wawasan-cerdas", "target": "wawasan", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@garudatv.official", "source": "@garudatv.official", "target": "garudatv.official", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}]}