{"nodes": [{"key": "keuangannews_id", "attributes": {"label": "keuangannews_id", "x": 817.4992440990488, "y": 29.68430160590674, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["retweet-000002"], "scores": {"pagerank": 9.403, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 2, "out_degree": 3, "degree": 5}, "_id": "2043648441017078205", "id": "keuangannews_id", "source": "retweet-000002", "content": "BTN Bangun Loan Factory, Siapkan Mesin Pertumbuhan Kredit yang Lebih Cepat dan Terkendali https://t.co/HafzNukw8t lewa…", "post_id": "2043648441017078205"}}, {"key": "aldotjahjadi8", "attributes": {"label": "aldotjahjadi8", "x": 914.8177247162641, "y": 454.63952337847223, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["retweet-000002"], "scores": {"pagerank": 6.7388, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "2046855685259096531", "id": "aldotjahjadi8", "source": "retweet-000002", "content": "Pertumbuhan kredit perbankan terus diperkuat guna mendukung pertumbuhan ekonomi.\n\n➡️Kredit perbankan pada Maret 2026 tu…", "post_id": "2046855685259096531"}}, {"key": "bank_indonesia", "attributes": {"label": "bank_indonesia", "x": 499.96987628244074, "y": 87.46744288275154, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["retweet-000002"], "scores": {"pagerank": 12.4668, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 4, "out_degree": 2, "degree": 6}, "_id": "2046855685259096531", "id": "bank_indonesia", "source": "retweet-000002", "content": "Pertumbuhan kredit perbankan terus diperkuat guna mendukung pertumbuhan ekonomi.\n\n➡️Kredit perbankan pada Maret 2026 tu…", "post_id": "2046855685259096531"}}, {"key": "Ryp_Ez", "attributes": {"label": "Ryp_Ez", "x": 219.8514757115113, "y": 618.0899216938782, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["retweet-000002"], "scores": {"pagerank": 6.7388, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "2046855859070988785", "id": "Ryp_Ez", "source": "retweet-000002", "content": "Pertumbuhan kredit perbankan terus diperkuat guna mendukung pertumbuhan ekonomi.\n\n➡️Kredit perbankan pada Maret 2026 tu…", "post_id": "2046855859070988785"}}, {"key": "yantomutsu", "attributes": {"label": "yantomutsu", "x": 855.9729391889325, "y": 615.2274059279235, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 6.7388, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "2044199233566454268", "id": "yantomutsu", "source": "tweet-000004", "content": "Tetapi berawal dari ini semua diharapkan indeks PMI dan pertumbuhan kredit juga meningkat karena hal ini akan menjadi cerminan investasi meningkat", "post_id": "2044199233566454268"}}, {"key": "abu_waras", "attributes": {"label": "abu_waras", "x": 644.7553160132179, "y": 405.8046784596673, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 12.4668, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2044199233566454268", "id": "abu_waras", "source": "tweet-000004", "content": "Tetapi berawal dari ini semua diharapkan indeks PMI dan pertumbuhan kredit juga meningkat karena hal ini akan menjadi cerminan investasi meningkat", "post_id": "2044199233566454268"}}, {"key": "keuangan", "attributes": {"label": "keuangan", "x": 487.9427150872746, "y": 704.9601034602726, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 9.403, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2043621346618622190", "id": "keuangan", "source": "tweet-000004", "content": "BTN Bangun Loan Factory, Siapkan Mesin Pertumbuhan Kredit yang Lebih Cepat dan Terkendali https://t.co/HafzNukw8t lewat  News https://t.co/Chg2AdCkGz", "post_id": "2043621346618622190"}}, {"key": "grok", "attributes": {"label": "grok", "x": 173.63381435918723, "y": 175.8875221100674, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 6.7388, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 6, "degree": 6}, "_id": "1966267850165027003", "id": "grok", "source": "tweet-000004", "content": "Parameter yang perlu diamati untuk menilai dampak penarikan dana pemerintah dari BI meliputi:\n\n- Tingkat inflasi\n- Suku bunga acuan\n- Nilai tukar Rupiah\n- Likuiditas perbankan\n- Pertumbuhan kredit\n- Kinerja saham bank\n- Pertumbuhan PDB\n- Cadangan devisa\n\nPantau melalui data resmi", "post_id": "1966267850165027003"}}, {"key": "r1dayat", "attributes": {"label": "r1dayat", "x": 981.9849101427113, "y": 274.43353534155847, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 7.6935, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "1966267850165027003", "id": "r1dayat", "source": "tweet-000004", "content": "Parameter yang perlu diamati untuk menilai dampak penarikan dana pemerintah dari BI meliputi:\n\n- Tingkat inflasi\n- Suku bunga acuan\n- Nilai tukar Rupiah\n- Likuiditas perbankan\n- Pertumbuhan kredit\n- Kinerja saham bank\n- Pertumbuhan PDB\n- Cadangan devisa\n\nPantau melalui data resmi", "post_id": "1966267850165027003"}}, {"key": "arda_odang17", "attributes": {"label": "arda_odang17", "x": 959.3175817347202, "y": 47.69638081632355, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 7.6935, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "1966267850165027003", "id": "arda_odang17", "source": "tweet-000004", "content": "Parameter yang perlu diamati untuk menilai dampak penarikan dana pemerintah dari BI meliputi:\n\n- Tingkat inflasi\n- Suku bunga acuan\n- Nilai tukar Rupiah\n- Likuiditas perbankan\n- Pertumbuhan kredit\n- Kinerja saham bank\n- Pertumbuhan PDB\n- Cadangan devisa\n\nPantau melalui data resmi", "post_id": "1966267850165027003"}}, {"key": "mochmasykur12", "attributes": {"label": "mochmasykur12", "x": 806.6361549879831, "y": 304.4044289460111, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 7.6935, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "1966267850165027003", "id": "mochmasykur12", "source": "tweet-000004", "content": "Parameter yang perlu diamati untuk menilai dampak penarikan dana pemerintah dari BI meliputi:\n\n- Tingkat inflasi\n- Suku bunga acuan\n- Nilai tukar Rupiah\n- Likuiditas perbankan\n- Pertumbuhan kredit\n- Kinerja saham bank\n- Pertumbuhan PDB\n- Cadangan devisa\n\nPantau melalui data resmi", "post_id": "1966267850165027003"}}, {"key": "icibosadd", "attributes": {"label": "icibosadd", "x": 597.4560643518712, "y": 385.1381327658752, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 7.6935, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "1966267850165027003", "id": "icibosadd", "source": "tweet-000004", "content": "Parameter yang perlu diamati untuk menilai dampak penarikan dana pemerintah dari BI meliputi:\n\n- Tingkat inflasi\n- Suku bunga acuan\n- Nilai tukar Rupiah\n- Likuiditas perbankan\n- Pertumbuhan kredit\n- Kinerja saham bank\n- Pertumbuhan PDB\n- Cadangan devisa\n\nPantau melalui data resmi", "post_id": "1966267850165027003"}}, {"key": "yosephsamodra", "attributes": {"label": "yosephsamodra", "x": 31.20400149727287, "y": 822.0406961652536, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 7.6935, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2045448547143741440", "id": "yosephsamodra", "source": "tweet-000004", "content": "Haha, paham banget reaksinya. Kabar menyenangkan dari bank BUMN: proyeksi 2026 cerah! Kinerja Himbara (BRI, Mandiri, BNI, BTN) diprediksi membaik dengan likuiditas lebih kuat, pertumbuhan kredit naik, dan potensi dividen jumbo. Pemerintah juga perpanjang penempatan dana Rp200T", "post_id": "2045448547143741440"}}, {"key": "MrOngDedy", "attributes": {"label": "MrOngDedy", "x": 536.749687280494, "y": 391.4604165591301, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 7.6935, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2045448547143741440", "id": "MrOngDedy", "source": "tweet-000004", "content": "Haha, paham banget reaksinya. Kabar menyenangkan dari bank BUMN: proyeksi 2026 cerah! Kinerja Himbara (BRI, Mandiri, BNI, BTN) diprediksi membaik dengan likuiditas lebih kuat, pertumbuhan kredit naik, dan potensi dividen jumbo. Pemerintah juga perpanjang penempatan dana Rp200T", "post_id": "2045448547143741440"}}, {"key": "wooriinim", "attributes": {"label": "wooriinim", "x": 267.13321688499826, "y": 963.6088438138985, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 6.7388, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "2041814361791197674", "id": "wooriinim", "source": "tweet-000004", "content": "hhmmm... \"gk wajib, tergantung manajemen resiko bank\" ada lagi \"mencapai pertumbuhan kredit\" \n\nklo \"gk wajib\" boleh lah ada statement d POJK klo bank berhak menolak pengajuan jika terdapat bla bla bla bla, kredit tumbuh tpi pada kolek 5 sih gimana bank mau sehat 😒😒", "post_id": "2041814361791197674"}}, {"key": "kompascom", "attributes": {"label": "kompascom", "x": 630.2870196097597, "y": 226.55437535400668, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 12.4668, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2041814361791197674", "id": "kompascom", "source": "tweet-000004", "content": "hhmmm... \"gk wajib, tergantung manajemen resiko bank\" ada lagi \"mencapai pertumbuhan kredit\" \n\nklo \"gk wajib\" boleh lah ada statement d POJK klo bank berhak menolak pengajuan jika terdapat bla bla bla bla, kredit tumbuh tpi pada kolek 5 sih gimana bank mau sehat 😒😒", "post_id": "2041814361791197674"}}, {"key": "tenderterbatas", "attributes": {"label": "tenderterbatas", "x": 241.90729582257865, "y": 578.8046437793398, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 6.7388, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "2041906177639170482", "id": "tenderterbatas", "source": "tweet-000004", "content": "Iya, dulu sampai ada TP-PKLN ya (Tim Pengendali Pinjaman Komersil Luar Negeri) ya \n\nTp, dulu PKLN ini jadi masif bukankah karena intermediasi bank saat itu sdh mandeg ya? Apalagi di bbrp bank BUMN yg sampai tidak ada pengucuran kredit baru. Sdgkn, pasar modal blm semarak skrg.", "post_id": "2041906177639170482"}}, {"key": "ChatibBasri", "attributes": {"label": "ChatibBasri", "x": 823.2875331548876, "y": 783.3917757977058, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 12.4668, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2041906177639170482", "id": "ChatibBasri", "source": "tweet-000004", "content": "Iya, dulu sampai ada TP-PKLN ya (Tim Pengendali Pinjaman Komersil Luar Negeri) ya \n\nTp, dulu PKLN ini jadi masif bukankah karena intermediasi bank saat itu sdh mandeg ya? Apalagi di bbrp bank BUMN yg sampai tidak ada pengucuran kredit baru. Sdgkn, pasar modal blm semarak skrg.", "post_id": "2041906177639170482"}}, {"key": "dealova_in", "attributes": {"label": "dealova_in", "x": 416.12558706635616, "y": 37.74784649748219, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 6.7388, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 5, "degree": 5}, "_id": "2048097450557345908", "id": "dealova_in", "source": "tweet-000004", "content": "Boleh digunakan semua orang karena Bank syariah adalah lembaga intermediasi keuangan yang terbuka bagi semua kalangan, bukan hanya berbasis agama. \n#PermataBankGA  \n#SyariahuntukSemua\n \n \n \n\n ✨", "post_id": "2048097450557345908"}}, {"key": "PermataBank", "attributes": {"label": "PermataBank", "x": 25.546457835619485, "y": 481.35671457312515, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 7.8844, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "2048097450557345908", "id": "PermataBank", "source": "tweet-000004", "content": "Boleh digunakan semua orang karena Bank syariah adalah lembaga intermediasi keuangan yang terbuka bagi semua kalangan, bukan hanya berbasis agama. \n#PermataBankGA  \n#SyariahuntukSemua\n \n \n \n\n ✨", "post_id": "2048097450557345908"}}, {"key": "rizarin_anugrah", "attributes": {"label": "rizarin_anugrah", "x": 468.62516835789, "y": 417.52706284785125, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 7.8844, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2048097450557345908", "id": "rizarin_anugrah", "source": "tweet-000004", "content": "Boleh digunakan semua orang karena Bank syariah adalah lembaga intermediasi keuangan yang terbuka bagi semua kalangan, bukan hanya berbasis agama. \n#PermataBankGA  \n#SyariahuntukSemua\n \n \n \n\n ✨", "post_id": "2048097450557345908"}}, {"key": "dyh81parna", "attributes": {"label": "dyh81parna", "x": 329.5549853674747, "y": 630.9467630034288, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 7.8844, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2048097450557345908", "id": "dyh81parna", "source": "tweet-000004", "content": "Boleh digunakan semua orang karena Bank syariah adalah lembaga intermediasi keuangan yang terbuka bagi semua kalangan, bukan hanya berbasis agama. \n#PermataBankGA  \n#SyariahuntukSemua\n \n \n \n\n ✨", "post_id": "2048097450557345908"}}, {"key": "nugraharizkia28", "attributes": {"label": "nugraharizkia28", "x": 396.76336015883965, "y": 107.21062290735117, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 7.8844, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2048097450557345908", "id": "nugraharizkia28", "source": "tweet-000004", "content": "Boleh digunakan semua orang karena Bank syariah adalah lembaga intermediasi keuangan yang terbuka bagi semua kalangan, bukan hanya berbasis agama. \n#PermataBankGA  \n#SyariahuntukSemua\n \n \n \n\n ✨", "post_id": "2048097450557345908"}}, {"key": "hscarpenter2019", "attributes": {"label": "hscarpenter2019", "x": 754.8357738698041, "y": 538.2794301418701, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 6.7388, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "2047249427996496066", "id": "hscarpenter2019", "source": "tweet-000004", "content": "Thanks Arvin.  money supply belum punya efek,  jika berhenti di perbankan. Jika pertumbuhan kredit disektor riil masih lemah, ini problem. Irving Fischer, the purchasing power of money (MoneyxVelocity=Price×Trade Vol=GDP). Salam dari bukan PhD", "post_id": "2047249427996496066"}}, {"key": "ArvinHonami", "attributes": {"label": "ArvinHonami", "x": 888.7345008646203, "y": 785.7508046539493, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 12.4668, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2047249427996496066", "id": "ArvinHonami", "source": "tweet-000004", "content": "Thanks Arvin.  money supply belum punya efek,  jika berhenti di perbankan. Jika pertumbuhan kredit disektor riil masih lemah, ini problem. Irving Fischer, the purchasing power of money (MoneyxVelocity=Price×Trade Vol=GDP). Salam dari bukan PhD", "post_id": "2047249427996496066"}}, {"key": "syueb2011", "attributes": {"label": "syueb2011", "x": 123.50185950925984, "y": 295.7528563422779, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 6.7388, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "1978961838911205691", "id": "syueb2011", "source": "tweet-000004", "content": "Mari kita bicara data: \n1. Pertumbuhan ekonomi \n2. Inflasi\n3. Kurs rupiah\n4. Hutang Pemerintah\n5. Pertumbuhan kredit properti\n6. Harga komoditas\n\nEra SBY memang menikmati “global commodity boom” dan efek capital inflow pasca reformasi keuangan Asia, sehingga konsumsi rumah https://t.co/BfJ8gojfB4", "post_id": "1978961838911205691"}}, {"key": "bachrum_achmadi", "attributes": {"label": "bachrum_achmadi", "x": 421.49131903105484, "y": 989.314901891065, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 9.6028, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "1978961838911205691", "id": "bachrum_achmadi", "source": "tweet-000004", "content": "Mari kita bicara data: \n1. Pertumbuhan ekonomi \n2. Inflasi\n3. Kurs rupiah\n4. Hutang Pemerintah\n5. Pertumbuhan kredit properti\n6. Harga komoditas\n\nEra SBY memang menikmati “global commodity boom” dan efek capital inflow pasca reformasi keuangan Asia, sehingga konsumsi rumah https://t.co/BfJ8gojfB4", "post_id": "1978961838911205691"}}, {"key": "SBYudhoyono", "attributes": {"label": "SBYudhoyono", "x": 315.3121578412283, "y": 594.4171416845732, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 9.6028, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "1978961838911205691", "id": "SBYudhoyono", "source": "tweet-000004", "content": "Mari kita bicara data: \n1. Pertumbuhan ekonomi \n2. Inflasi\n3. Kurs rupiah\n4. Hutang Pemerintah\n5. Pertumbuhan kredit properti\n6. Harga komoditas\n\nEra SBY memang menikmati “global commodity boom” dan efek capital inflow pasca reformasi keuangan Asia, sehingga konsumsi rumah https://t.co/BfJ8gojfB4", "post_id": "1978961838911205691"}}, {"key": "mancingsaham", "attributes": {"label": "mancingsaham", "x": 67.00636146077188, "y": 833.9303466882945, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 8.5572, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 4, "out_degree": 4, "degree": 8}, "_id": "3870845045860229022_52512310886", "id": "mancingsaham", "source": "instagram-000001", "content": "Bank Indonesia telah menyalurkan insentif likuiditas makroprudensial sebesar Rp427,1 triliun hingga Maret 2026 untuk mendorong pertumbuhan kredit, khususnya ke sektor prioritas seperti pangan, industri, hilirisasi, dan perumahan 🏗️🌾\n\nKebijakan ini juga diarahkan agar suku bunga kredit turun, sehingga transmisi ke sektor riil lebih cepat. Bank BUMN menjadi penerima terbesar, diikuti bank swasta nasional 📈\n\nSumber: Katadata.co.id, 8 April 2026\n\nGabung di  community untuk analisis market, stockpick pilihan, update berita saham, dan diskusi eksklusif dengan investor & trader lainnya. 📩 Bergabung sekarang! Klik lynk.id/owennath atau chat 081251880459 (WhatsApp).\n\n#bi #likuiditas #kredit #ekonomi #perbankan #investasi #saham #trading #mancingsaham", "post_id": "3870845045860229022_52512310886"}}, {"key": "kabarsamarinda_official", "attributes": {"label": "kabarsamarinda_official", "x": 988.570505343632, "y": 369.9140309507514, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 6.7388, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "3876316572705611280_34489486378", "id": "kabarsamarinda_official", "source": "instagram-000001", "content": "Indonesia kembali disebut-sebut sebagai salah satu “bright spot” dalam perekonomian global, dengan fundamental yang kuat, kebijakan yang kredibel, serta ketahanan ekonomi yang terjaga di tengah meningkatnya ketidakpastian global.\n\nIMF dan investor global mengapresiasi konsistensi Indonesia dalam menjaga stabilitas makroekonomi melalui sinergi kebijakan fiskal dan moneter yang solid, disiplin dalam mempertahankan defisit di bawah 3% dari PDB, serta respons kebijakan yang adaptif dan forward-looking dalam menghadapi tekanan eksternal.\n\nDi tengah dinamika global yang semakin kompleks, Indonesia dinilai mampu mengelola keseimbangan antara stabilitas dan pertumbuhan secara optimal, dengan tetap menjaga momentum pertumbuhan yang didukung oleh kuatnya permintaan domestik.\n\nHal tersebut disampaikan Managing Director International Monetary Fund (IMF), Kristalina Georgieva, dalam pertemuan dengan Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo, Menteri Keuangan RI Purbaya Yudhi Sadewa dan Dewan Perwakilan Rakyat RI diwakili Wakil Ketua DPR RI Koordinator Bidang Ekonomi dan Keuangan Sari Yuliati, Ketua Komisi XI Mukhamad Misbakhun dan Wakil Mohamad Hekal dalam rangkaian pertemuan lanjutan dengan investor global pada IMF Spring Meetings (14/4/2026).\n\nDengan pertumbuhan ekonomi yang tetap solid didukung oleh permintaan domestik yang kuat, inflasi yang terjaga dalam sasaran, serta pemulihan intermediasi perbankan, Indonesia menunjukkan ketahanan yang konsisten di tengah tekanan eksternal.\n\nSelengkapnya Wajib Baca Di :\nhttps://www.cnbcindonesia.com/news/20260415111435-4-726892/depan-purbaya-bos-bi-dpr-imf-kembali-sebut-ri-titik-terang-dunia\n.\n.\nTitik Favorit Warga JUAL BELI SMARTPHONE di", "post_id": "3876316572705611280_34489486378"}}, {"key": "ogstore.samarinda", "attributes": {"label": "ogstore.samarinda", "x": 237.59124369437978, "y": 186.892321407351, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 12.4668, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "3876316572705611280_34489486378", "id": "ogstore.samarinda", "source": "instagram-000001", "content": "Indonesia kembali disebut-sebut sebagai salah satu “bright spot” dalam perekonomian global, dengan fundamental yang kuat, kebijakan yang kredibel, serta ketahanan ekonomi yang terjaga di tengah meningkatnya ketidakpastian global.\n\nIMF dan investor global mengapresiasi konsistensi Indonesia dalam menjaga stabilitas makroekonomi melalui sinergi kebijakan fiskal dan moneter yang solid, disiplin dalam mempertahankan defisit di bawah 3% dari PDB, serta respons kebijakan yang adaptif dan forward-looking dalam menghadapi tekanan eksternal.\n\nDi tengah dinamika global yang semakin kompleks, Indonesia dinilai mampu mengelola keseimbangan antara stabilitas dan pertumbuhan secara optimal, dengan tetap menjaga momentum pertumbuhan yang didukung oleh kuatnya permintaan domestik.\n\nHal tersebut disampaikan Managing Director International Monetary Fund (IMF), Kristalina Georgieva, dalam pertemuan dengan Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo, Menteri Keuangan RI Purbaya Yudhi Sadewa dan Dewan Perwakilan Rakyat RI diwakili Wakil Ketua DPR RI Koordinator Bidang Ekonomi dan Keuangan Sari Yuliati, Ketua Komisi XI Mukhamad Misbakhun dan Wakil Mohamad Hekal dalam rangkaian pertemuan lanjutan dengan investor global pada IMF Spring Meetings (14/4/2026).\n\nDengan pertumbuhan ekonomi yang tetap solid didukung oleh permintaan domestik yang kuat, inflasi yang terjaga dalam sasaran, serta pemulihan intermediasi perbankan, Indonesia menunjukkan ketahanan yang konsisten di tengah tekanan eksternal.\n\nSelengkapnya Wajib Baca Di :\nhttps://www.cnbcindonesia.com/news/20260415111435-4-726892/depan-purbaya-bos-bi-dpr-imf-kembali-sebut-ri-titik-terang-dunia\n.\n.\nTitik Favorit Warga JUAL BELI SMARTPHONE di", "post_id": "3876316572705611280_34489486378"}}, {"key": "bank_indonesia_kalsel", "attributes": {"label": "bank_indonesia_kalsel", "x": 571.3923505428309, "y": 806.360041988262, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 6.7388, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "3884893090046230644_3108436875", "id": "bank_indonesia_kalsel", "source": "instagram-000001", "content": "Optimisme bukanlah sekadar rasa, tapi hasil dari arah yang jelas dan kerja yang terhubung!\n\n#SobatRupiah, di tengah dunia yang penuh ketidakpastian, Indonesia memilih untuk melaju dengan fondasi yang kuat dan kolaborasi yang nyata.\n\nSemangat ini diwujudkan salah satunya melalui Percepatan Intermediasi Indonesia (PINISI) sebagai wadah untuk memperkuat komunikasi dan koordinasi dalam menggerakkan sektor-sektor prioritas sekaligus mengatasi hambatan intermediasi demi mendukung pertumbuhan ekonomi.\n\nMelalui PINISI (Percepatan Intermediasi Indonesia) Bank Indonesia bersama Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian RI  mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk menumbuhkan Optimisme, memperkuat Komitmen, dan terus mempererat Sinergi (O-K-S) demi #BeriMakna mewujudkan pertumbuhan ekonomi 2026 di kisaran 4,9–5,7%.\n\nSaatnya optimisme tidak berhenti di wacana, tapi terasa lewat dampak nyata!\nKalau menurut Sobat, apa lagi upaya yang perlu dilakukan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi agar lebih optimal?\n\n#diSetiapMaknaIndonesia", "post_id": "3884893090046230644_3108436875"}}, {"key": "perekonomianri", "attributes": {"label": "perekonomianri", "x": 136.6644776518332, "y": 571.4260658734285, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 40.6773, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 10, "out_degree": 0, "degree": 10}, "_id": "3884893090046230644_3108436875", "id": "perekonomianri", "source": "instagram-000001", "content": "Optimisme bukanlah sekadar rasa, tapi hasil dari arah yang jelas dan kerja yang terhubung!\n\n#SobatRupiah, di tengah dunia yang penuh ketidakpastian, Indonesia memilih untuk melaju dengan fondasi yang kuat dan kolaborasi yang nyata.\n\nSemangat ini diwujudkan salah satunya melalui Percepatan Intermediasi Indonesia (PINISI) sebagai wadah untuk memperkuat komunikasi dan koordinasi dalam menggerakkan sektor-sektor prioritas sekaligus mengatasi hambatan intermediasi demi mendukung pertumbuhan ekonomi.\n\nMelalui PINISI (Percepatan Intermediasi Indonesia) Bank Indonesia bersama Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian RI  mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk menumbuhkan Optimisme, memperkuat Komitmen, dan terus mempererat Sinergi (O-K-S) demi #BeriMakna mewujudkan pertumbuhan ekonomi 2026 di kisaran 4,9–5,7%.\n\nSaatnya optimisme tidak berhenti di wacana, tapi terasa lewat dampak nyata!\nKalau menurut Sobat, apa lagi upaya yang perlu dilakukan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi agar lebih optimal?\n\n#diSetiapMaknaIndonesia", "post_id": "3884893090046230644_3108436875"}}, {"key": "bank_indonesia_kediri", "attributes": {"label": "bank_indonesia_kediri", "x": 237.70021699504497, "y": 420.6362214704967, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 6.7388, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "3884534684680779192_3072612250", "id": "bank_indonesia_kediri", "source": "instagram-000001", "content": "Optimisme bukanlah sekadar rasa, tapi hasil dari arah yang jelas dan kerja yang terhubung!\n\n#SobatRupiah, di tengah dunia yang penuh ketidakpastian, Indonesia memilih untuk melaju dengan fondasi yang kuat dan kolaborasi yang nyata.\n\nSemangat ini diwujudkan salah satunya melalui Percepatan Intermediasi Indonesia (PINISI) sebagai wadah untuk memperkuat komunikasi dan koordinasi dalam menggerakkan sektor-sektor prioritas sekaligus mengatasi hambatan intermediasi demi mendukung pertumbuhan ekonomi.\n\nMelalui PINISI (Percepatan Intermediasi Indonesia) Bank Indonesia bersama Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian RI  mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk menumbuhkan Optimisme, memperkuat Komitmen, dan terus mempererat Sinergi (O-K-S) demi #BeriMakna mewujudkan pertumbuhan ekonomi 2026 di kisaran 4,9–5,7%.\n\nSaatnya optimisme tidak berhenti di wacana, tapi terasa lewat dampak nyata!\nKalau menurut Sobat, apa lagi upaya yang perlu dilakukan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi agar lebih optimal?\n\n#diSetiapMaknaIndonesia", "post_id": "3884534684680779192_3072612250"}}, {"key": "bank_indonesia_jakarta", "attributes": {"label": "bank_indonesia_jakarta", "x": 35.54043778446459, "y": 905.1409722514694, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 6.7388, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "3886585633464824872_3483223332", "id": "bank_indonesia_jakarta", "source": "instagram-000001", "content": "#SobatRupiah, semua langkah besar selalu dimulai dari kebersamaan.\n\nMelalui Percepatan Intermediasi Indonesia (PINISI), sinergi antar pemangku kepentingan diperkuat untuk mendorong pembiayaan, investasi, dan realisasi proyek strategis.\n\nGubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo, dan Menko Bidang , Airlangga Hartarto, menyatukan visi untuk memperkuat mesin pertumbuhan domestik dan memastikan stabilitas intermediasi berjalan efektif. Saat pemerintah menyiapkan jalan, perbankan menyalurkan pembiayaan, dan dunia usaha melakukan ekspansi, dari situ optimisme kita tumbuh.\n\nSobat, siap #BeriMakna jadi bagian dari langkah besar ini?\n\n#diSetiapMaknalndonesia", "post_id": "3886585633464824872_3483223332"}}, {"key": "bank_indonesia_kepri", "attributes": {"label": "bank_indonesia_kepri", "x": 382.19872372133466, "y": 93.99604413153972, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 6.7388, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "3885220661455695687_2904384635", "id": "bank_indonesia_kepri", "source": "instagram-000001", "content": "Optimisme bukanlah sekadar rasa, tapi hasil dari arah yang jelas dan kerja yang terhubung!\n\n#SobatRupiah, di tengah dunia yang penuh ketidakpastian, Indonesia memilih untuk melaju dengan fondasi yang kuat dan kolaborasi yang nyata.\n\nSemangat ini diwujudkan salah satunya melalui Percepatan Intermediasi Indonesia (PINISI) sebagai wadah untuk memperkuat komunikasi dan koordinasi dalam menggerakkan sektor-sektor prioritas sekaligus mengatasi hambatan intermediasi demi mendukung pertumbuhan ekonomi.\n\nMelalui PINISI (Percepatan Intermediasi Indonesia) Bank Indonesia bersama Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian RI  mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk menumbuhkan Optimisme, memperkuat Komitmen, dan terus mempererat Sinergi (O-K-S) demi #BeriMakna mewujudkan pertumbuhan ekonomi 2026 di kisaran 4,9–5,7%.\n\nSaatnya optimisme tidak berhenti di wacana, tapi terasa lewat dampak nyata!\nKalau menurut Sobat, apa lagi upaya yang perlu dilakukan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi agar lebih optimal?\n\n#diSetiapMaknaIndonesia", "post_id": "3885220661455695687_2904384635"}}, {"key": "bank_indonesia_lhokseumawe_", "attributes": {"label": "bank_indonesia_lhokseumawe_", "x": 414.0561423766724, "y": 876.6460246641199, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 6.7388, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "3884953702586511438_48797578859", "id": "bank_indonesia_lhokseumawe_", "source": "instagram-000001", "content": "Optimisme bukanlah sekadar rasa, tapi hasil dari arah yang jelas dan kerja yang terhubung! \n\n#SobatRupiah, di tengah dunia yang penuh ketidakpastian, Indonesia memilih untuk melaju dengan fondasi yang kuat dan kolaborasi yang nyata. \n\nSemangat ini diwujudkan salah satunya melalui Percepatan Intermediasi Indonesia (PINISI) sebagai wadah untuk memperkuat komunikasi dan koordinasi dalam menggerakkan sektor-sektor prioritas sekaligus mengatasi hambatan intermediasi demi mendukung pertumbuhan ekonomi. \n\nMelalui PINISI (Percepatan Intermediasi Indonesia) Bank Indonesia bersama Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian RI  mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk menumbuhkan Optimisme, memperkuat Komitmen, dan terus mempererat Sinergi (O-K-S) demi #BeriMakna mewujudkan pertumbuhan ekonomi 2026 di kisaran 4,9–5,7%. \n\nSaatnya optimisme tidak berhenti di wacana, tapi terasa lewat dampak nyata! Kalau menurut Sobat, apa lagi upaya yang perlu dilakukan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi agar lebih optimal? \n\n#diSetiapMaknaIndonesia", "post_id": "3884953702586511438_48797578859"}}, {"key": "bank_indonesia_kalteng", "attributes": {"label": "bank_indonesia_kalteng", "x": 777.4217482338507, "y": 165.26745338930692, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 6.7388, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "3890898375197496854_3108381276", "id": "bank_indonesia_kalteng", "source": "instagram-000001", "content": "#SobatRupiah, semua langkah besar selalu dimulai dari kebersamaan.\n\nMelalui Percepatan Intermediasi Indonesia (PINISI), sinergi antar pemangku kepentingan diperkuat untuk mendorong pembiayaan, investasi, dan realisasi proyek strategis.\n\nGubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo, dan Menko Bidang , Airlangga Hartarto, menyatukan visi untuk memperkuat mesin pertumbuhan domestik dan memastikan stabilitas intermediasi berjalan efektif. Saat pemerintah menyiapkan jalan, perbankan menyalurkan pembiayaan, dan dunia usaha melakukan ekspansi, dari situ optimisme kita tumbuh.\n\nSobat, siap #BeriMakna jadi bagian dari langkah besar ini?\n\n#diSetiapMaknaIndonesia", "post_id": "3890898375197496854_3108381276"}}, {"key": "radar_indramayu", "attributes": {"label": "radar_indramayu", "x": 593.2270142891568, "y": 396.45649127866545, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 11.7197, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 2, "out_degree": 2, "degree": 4}, "_id": "3886567061468636286_8186324209", "id": "radar_indramayu", "source": "instagram-000001", "content": "Jakarta – Di tengah meningkatnya risiko global akibat eskalasi konflik geopolitik yang turut mendorong ketidakpastian ekonomi dunia, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk tetap mampu mencatatkan kinerja yang solid pada Triwulan I 2026. Dengan fundamental bisnis yang kuat didukung oleh pertumbuhan kredit yang selektif, pengelolaan biaya dana yang semakin efisien, serta kualitas aset yang terjaga, BRI berhasil mencatatkan laba bersih konsolidasian sebesar Rp15,5 triliun atau tumbuh 13,7% year-on-year (yoy).\n.\nHal tersebut disampaikan oleh Direktur Utama BRI Hery Gunardi dalam Press Conference Kinerja Keuangan BRI Triwulan I 2026 di Kantor Pusat BRI pada Kamis (30/4/2026). Turut hadir dalam acara tersebut Wakil Direktur Utama BRI Viviana Dyah Ayu, Direktur Network & Retail Funding BRI Aquarius Rudianto, Direktur Finance & Strategy BRI Achmad Royadi dan Direktur Manajemen Risiko BRI Ety Yuniarti.\n.\nDalam paparannya, Hery Gunardi menyampaikan bahwa sepanjang Triwulan I 2026, kondisi ekonomi global masih diwarnai oleh peningkatan risiko geopolitik yang signifikan. Meski demikian, perekonomian Indonesia tetap resilien dengan dukungan yang semakin luas dari sisi demand, supply, dan fiskal sehingga memberikan buffer terhadap ketidakpastian global dan menjaga momentum pertumbuhan. \n.\nKondisi ini juga tercermin pada industri perbankan nasional yang tetap berada dalam kondisi stabil, dengan intermediasi yang kuat, likuiditas yang memadai, serta risiko yang terkendali, dan memberikan ruang bagi perbankan untuk tetap melakukan ekspansi secara prudent.\n.\nHery Gunardi menambahkan, BRI tetap mampu menjaga momentum pertumbuhan yang solid, seiring konsistensi transformasi yang dijalankan. Hal ini tercermin pada kinerja keuangan konsolidasi hingga akhir Triwulan I 2026 yang tetap menunjukkan tren positif.\n.\nBerita Selengkapnya kunjungi Instastory  lalu KLIK TAUTAN !!!\nhttps://radarindramayu.disway.id/read/684177/bri-pertahankan-momentum-kinerja-solid-laba-bersih-meles\n.\nFollow \n.\n.\n#radarindramayu #radarcirebon #radarkuningan #radarmajalengka #infoindramayu beritahariini indonesia kabupatenindramayu news viral jabaristimewa kota kabupaten kotamangga", "post_id": "3886567061468636286_8186324209"}}, {"key": "kumparancom", "attributes": {"label": "kumparancom", "x": 950.5995715465131, "y": 733.8751763448298, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 6.7388, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "3888202324565477818_3286401357", "id": "kumparancom", "source": "instagram-000001", "content": "Bank Mandiri (BMRI) resmi menetapkan pembagian dividen tunai sebesar Rp 44,47 triliun atau 79% dari laba bersih tahun buku 2025. Total dividen per saham (DPS) atas kinerja tahun 2025 tersebut mencapai Rp 476,95, yang jumlahnya sudah termasuk dividen interim yang telah dibayarkan kepada pemegang saham pada Januari 2026 lalu.\n\nSelain dividen rekor, RUPST juga menyetujui rencana pembelian kembali saham (buyback) senilai Rp 1,17 triliun dan melakukan penyegaran susunan pengurus perseroan. Langkah strategis ini diambil untuk menjaga kepercayaan investor serta memperkuat posisi Bank Mandiri () sebagai bagian dari ekosistem Danantara.\n\nCapaian ini setara dengan dividend yield sebesar 10,77%, didukung oleh kinerja fundamental yang solid dengan pertumbuhan kredit sebesar 13,4% YoY. Bank Mandiri berkomitmen terus memberikan nilai optimal bagi pemegang saham sekaligus menjadi mitra strategis dalam mengakselerasi ekonomi nasional.", "post_id": "3888202324565477818_3286401357"}}, {"key": "bankmandiri", "attributes": {"label": "bankmandiri", "x": 27.4744388570487, "y": 292.15788948991985, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 12.4668, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "3888202324565477818_3286401357", "id": "bankmandiri", "source": "instagram-000001", "content": "Bank Mandiri (BMRI) resmi menetapkan pembagian dividen tunai sebesar Rp 44,47 triliun atau 79% dari laba bersih tahun buku 2025. Total dividen per saham (DPS) atas kinerja tahun 2025 tersebut mencapai Rp 476,95, yang jumlahnya sudah termasuk dividen interim yang telah dibayarkan kepada pemegang saham pada Januari 2026 lalu.\n\nSelain dividen rekor, RUPST juga menyetujui rencana pembelian kembali saham (buyback) senilai Rp 1,17 triliun dan melakukan penyegaran susunan pengurus perseroan. Langkah strategis ini diambil untuk menjaga kepercayaan investor serta memperkuat posisi Bank Mandiri () sebagai bagian dari ekosistem Danantara.\n\nCapaian ini setara dengan dividend yield sebesar 10,77%, didukung oleh kinerja fundamental yang solid dengan pertumbuhan kredit sebesar 13,4% YoY. Bank Mandiri berkomitmen terus memberikan nilai optimal bagi pemegang saham sekaligus menjadi mitra strategis dalam mengakselerasi ekonomi nasional.", "post_id": "3888202324565477818_3286401357"}}, {"key": "idx_channel", "attributes": {"label": "idx_channel", "x": 239.3846664950715, "y": 250.47744544568428, "size": 5.56, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 12.4668, "eigenvector": 29.4719, "in_degree": 1, "out_degree": 1, "degree": 2}, "_id": "3881267091144425536_3310659452", "id": "idx_channel", "source": "instagram-000001", "content": "Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia memutuskan tetap mempertahankan suku bunga acuan atau BI Rate di level 4,75%. Kemudian, suku bunga deposit facility 3,75% dan suku bunga lending facility 5,50%. Dengan demikian, BI Rate tidak berubah selama delapan bulan berturut-turut.\n\nDisisi lain, Otoritas Jasa Keuangan mencatat pada bulan Februari 2026, kinerja intermediasi perbankan tumbuh positif dengan profil risiko yang terjaga. Kredit tumbuh 9,37% YoY menjadi Rp8.559 triliun, sedangkan berdasarkan jenis penggunaan, kredit investasi tumbuh tertinggi yaitu 20,72% diikuti kredit konsumsi 6,34% serta kredit modal kerja 3,88%.\n\nSementara di sektor PVML, piutang pembiayaan perusahaan pembiayaan tumbuh 1,01% YoY pada Ffebruari 2026, menjadi Rp512,14 triliun. Pertumbuhan tersebut didukung pembiayaan modal kerja yang meningkat sebesar 8,31% Yoy.\n\nSaksikan pembahasan selengkapnya dalam program Market Review bersama Prasetyo Wibowo , Kamis 23 April 2026, pukul 10.00 - 10.30 WIB. LIVE di IDX Channel (MNC VISION Ch 100, MNC PLAY Ch 128 HD, First Media Ch 389, K-VISION Ch 129, OXYGEN Ch 137 dan MY REPUBLIK Ch 576). Saksikan juga LIVE STREAMING di www.idxchannel.com dan aplikasi IDX Channel TV di APPS  store.\n\n#idxchannel #idxchannelcommunity #marketreview", "post_id": "3881267091144425536_3310659452"}}, {"key": "prast_ulrich", "attributes": {"label": "prast_ulrich", "x": 996.5396852683951, "y": 135.2963354492872, "size": 15.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 18.0857, "eigenvector": 138.0131, "in_degree": 6, "out_degree": 0, "degree": 6}, "_id": "3881267091144425536_3310659452", "id": "prast_ulrich", "source": "instagram-000001", "content": "Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia memutuskan tetap mempertahankan suku bunga acuan atau BI Rate di level 4,75%. Kemudian, suku bunga deposit facility 3,75% dan suku bunga lending facility 5,50%. Dengan demikian, BI Rate tidak berubah selama delapan bulan berturut-turut.\n\nDisisi lain, Otoritas Jasa Keuangan mencatat pada bulan Februari 2026, kinerja intermediasi perbankan tumbuh positif dengan profil risiko yang terjaga. Kredit tumbuh 9,37% YoY menjadi Rp8.559 triliun, sedangkan berdasarkan jenis penggunaan, kredit investasi tumbuh tertinggi yaitu 20,72% diikuti kredit konsumsi 6,34% serta kredit modal kerja 3,88%.\n\nSementara di sektor PVML, piutang pembiayaan perusahaan pembiayaan tumbuh 1,01% YoY pada Ffebruari 2026, menjadi Rp512,14 triliun. Pertumbuhan tersebut didukung pembiayaan modal kerja yang meningkat sebesar 8,31% Yoy.\n\nSaksikan pembahasan selengkapnya dalam program Market Review bersama Prasetyo Wibowo , Kamis 23 April 2026, pukul 10.00 - 10.30 WIB. LIVE di IDX Channel (MNC VISION Ch 100, MNC PLAY Ch 128 HD, First Media Ch 389, K-VISION Ch 129, OXYGEN Ch 137 dan MY REPUBLIK Ch 576). Saksikan juga LIVE STREAMING di www.idxchannel.com dan aplikasi IDX Channel TV di APPS  store.\n\n#idxchannel #idxchannelcommunity #marketreview", "post_id": "3881267091144425536_3310659452"}}, {"key": "nuonlinenews", "attributes": {"label": "nuonlinenews", "x": 348.9570794658563, "y": 554.3531001540507, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 44.925, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 1, "degree": 2}, "_id": "3890928907477707330_66210213616", "id": "nuonlinenews", "source": "instagram-000001", "content": "Gubernur Bank Indonesia (BI), Perry Warjiyo, menyampaikan bahwa pelemahan nilai tukar rupiah dalam beberapa waktu terakhir dipengaruhi oleh faktor global. \n\nIa menambahkan, tekanan jangka pendek juga dipicu faktor musiman, seperti kebutuhan devisa untuk repatriasi dividen, pembayaran utang, serta kebutuhan jemaah haji yang meningkatkan permintaan dolar. \n\nHal itu disampaikan Perry saat bertemu dalam Rapat Terbatas (Ratas) bersama Presiden Prabowo Subianto dan sejumlah menteri lainnya di Istana Merdeka, Jakarta, pada Selasa (5/6/2026).\n\n“Faktor globalnya apa yang menyebabkan tekanan nilai tukar dalam jangka pendek ini? Adalah satu, harga minyak yang tinggi. Dua, suku bunga Amerika yang juga meningkat tinggi. Yield US Treasury 10 tahun sekarang adalah 4,47 persen. Demikian juga dolar yang menguat,” katanya dalam siniar Sekretariat Presiden yang dikutip NU Online, Rabu (6/5/2026). \n\nPerry mengungkapkan bahwa fundamental ekonomi Indonesia dinilai kuat, ditandai dengan pertumbuhan yang mencapai 5,61 persen, inflasi yang rendah, pertumbuhan kredit yang tinggi, serta cadangan devisa yang solid. \n\n\"Nah, ini adalah fundamental yang menunjukkan mestinya rupiah itu akan stabil dan cenderung menguat,” ujarnya.\n\nSelengkapnya: https://www.nu.or.id/nasional/bi-siapkan-antisipasi-setelah-rupiah-melemah-akibat-faktor-global-dan-permintaan-dolar-jemaah-haji-epCuj\n\n——————————————————\nBaca berita lainnya di www.nu.or.id\nFollow \n\n#nuonlinenewsmei2026 #rupiah #bankindonesia #rupiahmelemah #ekonomi", "post_id": "3890928907477707330_66210213616"}}, {"key": "redaksi_sumselmedia", "attributes": {"label": "redaksi_sumselmedia", "x": 792.3796945806449, "y": 823.5119993048716, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 8.5572, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 4, "degree": 5}, "_id": "3886577598399125706_56622120775", "id": "redaksi_sumselmedia", "source": "instagram-000001", "content": "SumselMedia.Com, Jakarta-\n\n(“CIMB Niaga” atau “Bank”; IDX: BNGA) hari ini mengumumkan perolehan kinerja keuangan konsolidasi (unaudited) untuk kuartal pertama tahun 2026 (“1Q26”), dengan laba sebelum pajak sebesar Rp2,3 triliun dan menghasilkan earnings per share Rp70,20.\n\nPresiden Direktur & CEO CIMB Niaga Lani Darmawan mengatakan, “Kami bersyukur dapat memulai tahun 2026 dengan fondasi yang kuat, didorong oleh kinerja pendapatan yang baik, pertumbuhan fee-based income yang solid, dan fundamental bisnis yang sehat. Pertumbuhan pendapatan tetap terjaga stabil, didukung oleh strategi serta dedikasi seluruh karyawan kami dalam memberikan layanan optimal kepada seluruh nasabah dan stakeholders. Adapun perolehan positif ini didorong oleh pengelolaan biaya yang disiplin, serta pertumbuhan kredit yang selektif dengan dukungan pendanaan current account savings account (“CASA”) yang kuat dan mencapai rasio CASA tertinggi sebesar 73,9%, sehingga memperkuat kemampuan kami dalam menjaga margin. Kualitas aset tetap terjaga, dengan rasio kredit bermasalah (non-performing loan/“NPL”) di bawah rata-rata industri, dan biaya kredit (cost of credit/“CoC”) yang tetap terjaga di bawah 1%. Selain itu, bisnis wealth management kami dalam melayani nasabah Preferred dan Private Wealth juga terus menunjukkan kinerja yang baik, tercermin dari rata-rata assets under management per nasabah yang terus meningkat, sekaligus memperkuat basis pendapatan kami yang semakin terdiversifikasi.”\n\nSelengkapnya di www.sumselmedia.com\n\n   \n\n#cimbniaga #bank #octo #cimbniagasyariah", "post_id": "3886577598399125706_56622120775"}}, {"key": "cimb_niaga", "attributes": {"label": "cimb_niaga", "x": 622.3780520052419, "y": 193.11798993919837, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 8.5572, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "3886577598399125706_56622120775", "id": "cimb_niaga", "source": "instagram-000001", "content": "SumselMedia.Com, Jakarta-\n\n(“CIMB Niaga” atau “Bank”; IDX: BNGA) hari ini mengumumkan perolehan kinerja keuangan konsolidasi (unaudited) untuk kuartal pertama tahun 2026 (“1Q26”), dengan laba sebelum pajak sebesar Rp2,3 triliun dan menghasilkan earnings per share Rp70,20.\n\nPresiden Direktur & CEO CIMB Niaga Lani Darmawan mengatakan, “Kami bersyukur dapat memulai tahun 2026 dengan fondasi yang kuat, didorong oleh kinerja pendapatan yang baik, pertumbuhan fee-based income yang solid, dan fundamental bisnis yang sehat. Pertumbuhan pendapatan tetap terjaga stabil, didukung oleh strategi serta dedikasi seluruh karyawan kami dalam memberikan layanan optimal kepada seluruh nasabah dan stakeholders. Adapun perolehan positif ini didorong oleh pengelolaan biaya yang disiplin, serta pertumbuhan kredit yang selektif dengan dukungan pendanaan current account savings account (“CASA”) yang kuat dan mencapai rasio CASA tertinggi sebesar 73,9%, sehingga memperkuat kemampuan kami dalam menjaga margin. Kualitas aset tetap terjaga, dengan rasio kredit bermasalah (non-performing loan/“NPL”) di bawah rata-rata industri, dan biaya kredit (cost of credit/“CoC”) yang tetap terjaga di bawah 1%. Selain itu, bisnis wealth management kami dalam melayani nasabah Preferred dan Private Wealth juga terus menunjukkan kinerja yang baik, tercermin dari rata-rata assets under management per nasabah yang terus meningkat, sekaligus memperkuat basis pendapatan kami yang semakin terdiversifikasi.”\n\nSelengkapnya di www.sumselmedia.com\n\n   \n\n#cimbniaga #bank #octo #cimbniagasyariah", "post_id": "3886577598399125706_56622120775"}}, {"key": "lani_darmawan", "attributes": {"label": "lani_darmawan", "x": 893.3794257521085, "y": 736.72921084393, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 8.5572, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "3886577598399125706_56622120775", "id": "lani_darmawan", "source": "instagram-000001", "content": "SumselMedia.Com, Jakarta-\n\n(“CIMB Niaga” atau “Bank”; IDX: BNGA) hari ini mengumumkan perolehan kinerja keuangan konsolidasi (unaudited) untuk kuartal pertama tahun 2026 (“1Q26”), dengan laba sebelum pajak sebesar Rp2,3 triliun dan menghasilkan earnings per share Rp70,20.\n\nPresiden Direktur & CEO CIMB Niaga Lani Darmawan mengatakan, “Kami bersyukur dapat memulai tahun 2026 dengan fondasi yang kuat, didorong oleh kinerja pendapatan yang baik, pertumbuhan fee-based income yang solid, dan fundamental bisnis yang sehat. Pertumbuhan pendapatan tetap terjaga stabil, didukung oleh strategi serta dedikasi seluruh karyawan kami dalam memberikan layanan optimal kepada seluruh nasabah dan stakeholders. Adapun perolehan positif ini didorong oleh pengelolaan biaya yang disiplin, serta pertumbuhan kredit yang selektif dengan dukungan pendanaan current account savings account (“CASA”) yang kuat dan mencapai rasio CASA tertinggi sebesar 73,9%, sehingga memperkuat kemampuan kami dalam menjaga margin. Kualitas aset tetap terjaga, dengan rasio kredit bermasalah (non-performing loan/“NPL”) di bawah rata-rata industri, dan biaya kredit (cost of credit/“CoC”) yang tetap terjaga di bawah 1%. Selain itu, bisnis wealth management kami dalam melayani nasabah Preferred dan Private Wealth juga terus menunjukkan kinerja yang baik, tercermin dari rata-rata assets under management per nasabah yang terus meningkat, sekaligus memperkuat basis pendapatan kami yang semakin terdiversifikasi.”\n\nSelengkapnya di www.sumselmedia.com\n\n   \n\n#cimbniaga #bank #octo #cimbniagasyariah", "post_id": "3886577598399125706_56622120775"}}, {"key": "cimbniagasyariahplg", "attributes": {"label": "cimbniagasyariahplg", "x": 396.19392936548735, "y": 761.7754655985638, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 8.5572, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "3886577598399125706_56622120775", "id": "cimbniagasyariahplg", "source": "instagram-000001", "content": "SumselMedia.Com, Jakarta-\n\n(“CIMB Niaga” atau “Bank”; IDX: BNGA) hari ini mengumumkan perolehan kinerja keuangan konsolidasi (unaudited) untuk kuartal pertama tahun 2026 (“1Q26”), dengan laba sebelum pajak sebesar Rp2,3 triliun dan menghasilkan earnings per share Rp70,20.\n\nPresiden Direktur & CEO CIMB Niaga Lani Darmawan mengatakan, “Kami bersyukur dapat memulai tahun 2026 dengan fondasi yang kuat, didorong oleh kinerja pendapatan yang baik, pertumbuhan fee-based income yang solid, dan fundamental bisnis yang sehat. Pertumbuhan pendapatan tetap terjaga stabil, didukung oleh strategi serta dedikasi seluruh karyawan kami dalam memberikan layanan optimal kepada seluruh nasabah dan stakeholders. Adapun perolehan positif ini didorong oleh pengelolaan biaya yang disiplin, serta pertumbuhan kredit yang selektif dengan dukungan pendanaan current account savings account (“CASA”) yang kuat dan mencapai rasio CASA tertinggi sebesar 73,9%, sehingga memperkuat kemampuan kami dalam menjaga margin. Kualitas aset tetap terjaga, dengan rasio kredit bermasalah (non-performing loan/“NPL”) di bawah rata-rata industri, dan biaya kredit (cost of credit/“CoC”) yang tetap terjaga di bawah 1%. Selain itu, bisnis wealth management kami dalam melayani nasabah Preferred dan Private Wealth juga terus menunjukkan kinerja yang baik, tercermin dari rata-rata assets under management per nasabah yang terus meningkat, sekaligus memperkuat basis pendapatan kami yang semakin terdiversifikasi.”\n\nSelengkapnya di www.sumselmedia.com\n\n   \n\n#cimbniaga #bank #octo #cimbniagasyariah", "post_id": "3886577598399125706_56622120775"}}, {"key": "airlanggahartarto_official", "attributes": {"label": "airlanggahartarto_official", "x": 4.210224738959267, "y": 137.08683719094296, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 6.7388, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "3890952178366620910_7151667394", "id": "airlanggahartarto_official", "source": "instagram-000001", "content": "Mengikuti rapat terbatas bersama sejumlah Menteri Kabinet Merah Putih dan Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) yang dipimpin langsung Bapak Presiden Prabowo Subianto  di Istana Merdeka, Jakarta (Selasa, 5/5/2026). Dalam forum tersebut, kami melaporkan bahwa kinerja perekonomian Indonesia pada kuartal I 2026 menunjukkan hasil yang kuat dan melampaui ekspektasi.\n\nPertumbuhan ekonomi tercatat mencapai 5,61%, salah satu yang tertinggi di antara negara G20, bahkan berada di atas sejumlah negara besar. Capaian ini didorong oleh konsumsi masyarakat dan pemerintah yang meningkat, serta kinerja ekspor-impor yang tetap positif. Berbagai sektor utama seperti industri, perdagangan, transportasi, pertanian, hingga konstruksi juga menunjukkan pertumbuhan yang solid.\n\nDari sisi stabilitas, indikator makroekonomi juga terjaga dengan baik. Inflasi berhasil ditekan menjadi 2,42%, turun dari periode sebelumnya. Sementara itu, pertumbuhan kredit mencapai 9,49% dan dana pihak ketiga tumbuh 13,55%, mencerminkan tingkat kepercayaan masyarakat yang tetap tinggi terhadap sistem keuangan. Kami juga membahas dinamika global, termasuk aliran modal keluar (capital outflow), serta langkah-langkah mitigasi yang telah dan akan dilakukan. Penguatan koordinasi antara Bank Indonesia dan Kementerian Keuangan terus menjadi kunci dalam menjaga stabilitas, termasuk dalam pengelolaan nilai tukar rupiah.\n\nSelain itu, pemerintah telah memfinalisasi revisi kebijakan devisa hasil ekspor sumber daya alam (DHE SDA) yang akan berlaku mulai 1 Juni 2026. Kebijakan ini diharapkan dapat memperkuat cadangan devisa sekaligus menjaga stabilitas ekonomi nasional. Di tengah dinamika global yang penuh tantangan, Indonesia tetap menunjukkan ketahanan yang kuat. Stabilitas akan terus kita jaga sebagai fondasi utama, sekaligus memastikan pertumbuhan yang inklusif dan berkelanjutan.", "post_id": "3890952178366620910_7151667394"}}, {"key": "prabowo", "attributes": {"label": "prabowo", "x": 946.7614363282894, "y": 961.9485067315104, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 12.4668, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "3890952178366620910_7151667394", "id": "prabowo", "source": "instagram-000001", "content": "Mengikuti rapat terbatas bersama sejumlah Menteri Kabinet Merah Putih dan Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) yang dipimpin langsung Bapak Presiden Prabowo Subianto  di Istana Merdeka, Jakarta (Selasa, 5/5/2026). Dalam forum tersebut, kami melaporkan bahwa kinerja perekonomian Indonesia pada kuartal I 2026 menunjukkan hasil yang kuat dan melampaui ekspektasi.\n\nPertumbuhan ekonomi tercatat mencapai 5,61%, salah satu yang tertinggi di antara negara G20, bahkan berada di atas sejumlah negara besar. Capaian ini didorong oleh konsumsi masyarakat dan pemerintah yang meningkat, serta kinerja ekspor-impor yang tetap positif. Berbagai sektor utama seperti industri, perdagangan, transportasi, pertanian, hingga konstruksi juga menunjukkan pertumbuhan yang solid.\n\nDari sisi stabilitas, indikator makroekonomi juga terjaga dengan baik. Inflasi berhasil ditekan menjadi 2,42%, turun dari periode sebelumnya. Sementara itu, pertumbuhan kredit mencapai 9,49% dan dana pihak ketiga tumbuh 13,55%, mencerminkan tingkat kepercayaan masyarakat yang tetap tinggi terhadap sistem keuangan. Kami juga membahas dinamika global, termasuk aliran modal keluar (capital outflow), serta langkah-langkah mitigasi yang telah dan akan dilakukan. Penguatan koordinasi antara Bank Indonesia dan Kementerian Keuangan terus menjadi kunci dalam menjaga stabilitas, termasuk dalam pengelolaan nilai tukar rupiah.\n\nSelain itu, pemerintah telah memfinalisasi revisi kebijakan devisa hasil ekspor sumber daya alam (DHE SDA) yang akan berlaku mulai 1 Juni 2026. Kebijakan ini diharapkan dapat memperkuat cadangan devisa sekaligus menjaga stabilitas ekonomi nasional. Di tengah dinamika global yang penuh tantangan, Indonesia tetap menunjukkan ketahanan yang kuat. Stabilitas akan terus kita jaga sebagai fondasi utama, sekaligus memastikan pertumbuhan yang inklusif dan berkelanjutan.", "post_id": "3890952178366620910_7151667394"}}, {"key": "kontannews", "attributes": {"label": "kontannews", "x": 299.7591200800476, "y": 622.5382446848813, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 6.7388, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "3882397414582265309_1740350316", "id": "kontannews", "source": "instagram-000001", "content": "PT Bank Raya Indonesia Tbk (AGRO) membuktikan komitmen mencapai pertumbuhan bisnis berkelanjutan melalui capaian kinerja di Kuartal I/2026 yang semakin solid. Pertumbuhan ini ditopang dari sisi penyaluran kredit digital, penghimpunan simpanan digital, maupun penguatan fundamental keuangan. Pada Kuartal I/2026, Bank Raya membukukan laba bersih sebesar Rp6,79 miliar, yang diperkuat oleh pertumbuhan pendapatan bunga yang mencapai Rp308,35 miliar atau meningkat 7,5% (yoy), dengan pendapatan bunga kredit yang meningkat menjadi sebesar Rp226,29 miliar atau tumbuh 11,0% (yoy).\nDi sisi bisnis digital, penyaluran kredit digital tercatat sebesar Rp8,14 triliun atau tumbuh 29,0% (yoy). Sejalan dengan peningkatan penyaluran kredit digital, outstanding kredit digital Bank Raya juga mengalami kenaikan yaitu sebesar Rp3,14 triliun atau tumbuh 33,1% (yoy). Hal ini mencerminkan konsistensi pertumbuhan bisnis digital Bank Raya yang sejalan dengan transformasi yang telah dilakukan, khususnya dalam pengembangan ekosistem digital dan peningkatan kualitas layanan kepada nasabah.\n\nIda Bagus Ketut Subagia, Direktur Utama Bank Raya mengatakan, “Pertumbuhan kinerja pada awal tahun 2026 ini mencerminkan konsistensi kami dalam menjalankan strategi transformasi digital secara terukur dan memperkuat bisnis digital secara berkelanjutan. Hal ini tercermin dari pertumbuhan kredit digital yang mencapai Rp3,14 triliun atau meningkat sebesar 33,1% (yoy) pada Kuartal I/2026.”\n \nChampion product Bank Raya yaitu Pinang Dana Talangan terus menunjukkan kinerja cemerlangnya. Selama 3 bulan di awal tahun 2026, Bank Raya telah menyalurkan Pinang Dana Talangan sebesar Rp7,25 triliun, tumbuh sebesar 33,4% (yoy) atau mencatatkan outstanding sebesar Rp1,15 triliun, tumbuh 63,0% (yoy), yang telah disalurkan kepada sekitar 52 ribu Agen BRILink dan Agen Gadai.\n \nPencapaian kinerja Bank Raya yang terus sejalan dengan perbaikan yang terus terjadi pada rasio profitabilitas.  Rasio NIM tercatat meningkat sebesar 91bps menjadi 5,78% seiring dengan optimalisasi aset produktif dan pengelolaan biaya dana yang lebih efisien.\n \n#Kontan\n#BankRaya\n \nContent partnership with", "post_id": "3882397414582265309_1740350316"}}, {"key": "bankraya", "attributes": {"label": "bankraya", "x": 338.4647642798321, "y": 950.3941332446027, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 12.4668, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "3882397414582265309_1740350316", "id": "bankraya", "source": "instagram-000001", "content": "PT Bank Raya Indonesia Tbk (AGRO) membuktikan komitmen mencapai pertumbuhan bisnis berkelanjutan melalui capaian kinerja di Kuartal I/2026 yang semakin solid. Pertumbuhan ini ditopang dari sisi penyaluran kredit digital, penghimpunan simpanan digital, maupun penguatan fundamental keuangan. Pada Kuartal I/2026, Bank Raya membukukan laba bersih sebesar Rp6,79 miliar, yang diperkuat oleh pertumbuhan pendapatan bunga yang mencapai Rp308,35 miliar atau meningkat 7,5% (yoy), dengan pendapatan bunga kredit yang meningkat menjadi sebesar Rp226,29 miliar atau tumbuh 11,0% (yoy).\nDi sisi bisnis digital, penyaluran kredit digital tercatat sebesar Rp8,14 triliun atau tumbuh 29,0% (yoy). Sejalan dengan peningkatan penyaluran kredit digital, outstanding kredit digital Bank Raya juga mengalami kenaikan yaitu sebesar Rp3,14 triliun atau tumbuh 33,1% (yoy). Hal ini mencerminkan konsistensi pertumbuhan bisnis digital Bank Raya yang sejalan dengan transformasi yang telah dilakukan, khususnya dalam pengembangan ekosistem digital dan peningkatan kualitas layanan kepada nasabah.\n\nIda Bagus Ketut Subagia, Direktur Utama Bank Raya mengatakan, “Pertumbuhan kinerja pada awal tahun 2026 ini mencerminkan konsistensi kami dalam menjalankan strategi transformasi digital secara terukur dan memperkuat bisnis digital secara berkelanjutan. Hal ini tercermin dari pertumbuhan kredit digital yang mencapai Rp3,14 triliun atau meningkat sebesar 33,1% (yoy) pada Kuartal I/2026.”\n \nChampion product Bank Raya yaitu Pinang Dana Talangan terus menunjukkan kinerja cemerlangnya. Selama 3 bulan di awal tahun 2026, Bank Raya telah menyalurkan Pinang Dana Talangan sebesar Rp7,25 triliun, tumbuh sebesar 33,4% (yoy) atau mencatatkan outstanding sebesar Rp1,15 triliun, tumbuh 63,0% (yoy), yang telah disalurkan kepada sekitar 52 ribu Agen BRILink dan Agen Gadai.\n \nPencapaian kinerja Bank Raya yang terus sejalan dengan perbaikan yang terus terjadi pada rasio profitabilitas.  Rasio NIM tercatat meningkat sebesar 91bps menjadi 5,78% seiring dengan optimalisasi aset produktif dan pengelolaan biaya dana yang lebih efisien.\n \n#Kontan\n#BankRaya\n \nContent partnership with", "post_id": "3882397414582265309_1740350316"}}, {"key": "detikfinanceofficial", "attributes": {"label": "detikfinanceofficial", "x": 895.0582513053009, "y": 974.4401400091389, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 6.7388, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "3882309291533625556_7288198498", "id": "detikfinanceofficial", "source": "instagram-000001", "content": "Beredar unggahan di media sosial yang secara tidak langsung mengajak masyarakat tarik uang tabungan dari bank BUMN atau Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) agar tidak dipakai untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG). Dalam narasinya disebutkan informasi bohong bahwa kas negara sisa Rp 120 triliun.\n\"Sisa kas negara tinggal Rp 120 triliun. Yang nabung duit di bank Himbara perlu waspada, jangan sampe tabungan kita dipake buat MBG!\" tulis unggahan di Instagram , dikutip Jumat (24/4/2026).\n\nSampai pukul 12.10 WIB, unggahan itu dipenuhi 1.922 komentar dan diposting ulang sebanyak 4.785. Tidak sedikit dari mereka yang percaya dan mengajak untuk menarik uang di bank.\n\nOtoritas Jasa Keuangan (OJK) meminta masyarakat jangan percaya dengan informasi yang menghasut dan tidak benar keasliannya. Pemerintah dan OJK disebut tidak akan memaksa bank untuk menyalurkan kredit ke program-program prioritas termasuk MBG.\n\n\"Masyarakat jangan terpancing dengan isu-isu yang tidak bertanggung jawab. Nggak mungkin pemerintah maupun OJK akan memaksa bank untuk menyalurkan kredit ke program-program prioritas pemerintah,\" kata Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK, Dian Ediana Rae kepada detikcom.\n\nOJK menyadari bahwa uang di bank termasuk Himbara dominan milik masyarakat. Oleh karena itu, penyaluran kredit ke program-program pemerintah disebut tidak ada pemaksaan dan sudah menjadi keputusan bisnis bank yang tunduk kepada aturan OJK.\n\nSaat ini OJK sedang menyiapkan Rancangan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (RPOJK) tentang Rencana Bisnis Bank (RBB). Dalam lampiran dinilai perlu menambahkan poin spesifik pemberian kredit untuk program pemerintah, guna mendukung bank memiliki perencanaan strategis yang terarah, terukur dan berkelanjutan melalui penyusunan rencana bisnis.\n\n\"OJK senantiasa mendorong peran aktif perbankan dalam mendukung program pemerintah, dengan tetap memperhatikan manajemen risiko dan tata kelola yang baik sejalan dengan peran perbankan sebagai lembaga intermediasi yang mengelola dana masyarakat,\" pungkas Dian.\n\nSelengkapnya di finance.detik.com!⁣", "post_id": "3882309291533625556_7288198498"}}, {"key": "kementrianbakuhantam", "attributes": {"label": "kementrianbakuhantam", "x": 561.6244412634251, "y": 810.9145439960831, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 12.4668, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "3882309291533625556_7288198498", "id": "kementrianbakuhantam", "source": "instagram-000001", "content": "Beredar unggahan di media sosial yang secara tidak langsung mengajak masyarakat tarik uang tabungan dari bank BUMN atau Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) agar tidak dipakai untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG). Dalam narasinya disebutkan informasi bohong bahwa kas negara sisa Rp 120 triliun.\n\"Sisa kas negara tinggal Rp 120 triliun. Yang nabung duit di bank Himbara perlu waspada, jangan sampe tabungan kita dipake buat MBG!\" tulis unggahan di Instagram , dikutip Jumat (24/4/2026).\n\nSampai pukul 12.10 WIB, unggahan itu dipenuhi 1.922 komentar dan diposting ulang sebanyak 4.785. Tidak sedikit dari mereka yang percaya dan mengajak untuk menarik uang di bank.\n\nOtoritas Jasa Keuangan (OJK) meminta masyarakat jangan percaya dengan informasi yang menghasut dan tidak benar keasliannya. Pemerintah dan OJK disebut tidak akan memaksa bank untuk menyalurkan kredit ke program-program prioritas termasuk MBG.\n\n\"Masyarakat jangan terpancing dengan isu-isu yang tidak bertanggung jawab. Nggak mungkin pemerintah maupun OJK akan memaksa bank untuk menyalurkan kredit ke program-program prioritas pemerintah,\" kata Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK, Dian Ediana Rae kepada detikcom.\n\nOJK menyadari bahwa uang di bank termasuk Himbara dominan milik masyarakat. Oleh karena itu, penyaluran kredit ke program-program pemerintah disebut tidak ada pemaksaan dan sudah menjadi keputusan bisnis bank yang tunduk kepada aturan OJK.\n\nSaat ini OJK sedang menyiapkan Rancangan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (RPOJK) tentang Rencana Bisnis Bank (RBB). Dalam lampiran dinilai perlu menambahkan poin spesifik pemberian kredit untuk program pemerintah, guna mendukung bank memiliki perencanaan strategis yang terarah, terukur dan berkelanjutan melalui penyusunan rencana bisnis.\n\n\"OJK senantiasa mendorong peran aktif perbankan dalam mendukung program pemerintah, dengan tetap memperhatikan manajemen risiko dan tata kelola yang baik sejalan dengan peran perbankan sebagai lembaga intermediasi yang mengelola dana masyarakat,\" pungkas Dian.\n\nSelengkapnya di finance.detik.com!⁣", "post_id": "3882309291533625556_7288198498"}}, {"key": "ekssoverr", "attributes": {"label": "ekssoverr", "x": 139.13932945142017, "y": 5.390589424749126, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 6.7388, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "7608917227936632071", "id": "ekssoverr", "source": "tiktok-000001", "content": "Bank Indonesia mencatat pertumbuhan kredit perbankan mencapai 9,96 persen secara tahunan pada Januari 2026, meningkat dari 9,69 persen pada Desember 2025. Gubernur Perry Warjiyo menyebut kinerja ini didorong peningkatan aktivitas ekonomi, pelonggaran kebijakan moneter dan makroprudensial, serta realisasi program prioritas pemerintah. Dari sisi permintaan, potensi ekspansi masih terbuka melalui optimalisasi fasilitas pinjaman yang belum digunakan, dengan nilai undisbursed loan mencapai Rp2.506,47 triliun atau 22,65 persen dari total plafon kredit. Dari sisi penawaran, kapasitas pembiayaan bank dinilai tetap kuat, tercermin dari rasio likuiditas AL/DPK sebesar 27,54 persen dan pertumbuhan Dana Pihak Ketiga 13,48 persen. Berdasarkan jenis penggunaan, pertumbuhan kredit didorong kredit investasi 22,38 persen, kredit konsumsi 6,58 persen, serta kredit modal kerja 4,13 persen. BI memproyeksikan pertumbuhan kredit sepanjang 2026 berada di kisaran 8–12 persen. Sementara itu, Direktur Utama Bank Rakyat Indonesia, Hery Gunardi, memperkirakan pertumbuhan kredit tahun ini cenderung berada di level single digit. Ia menilai permintaan pembiayaan masih belum sepenuhnya pulih karena daya beli masyarakat dan ekspansi usaha masih selektif, menandakan fase normalisasi pertumbuhan kredit—bukan krisis, namun juga belum ekspansi agresif. Biar nggak cuma paham, tapi juga enjoy bahas ekonomi 📊✨ Follow  dan jangan ketinggalan berita ekonomi yang dikemas ringan & fun! #fyp #beritaekonomiindonesia #beritaekonomi #kreditbank #perrywarjiyo", "post_id": "7608917227936632071"}}, {"key": "Ekssover", "attributes": {"label": "Ekssover", "x": 233.18926271304107, "y": 773.2770972621267, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 12.4668, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7608917227936632071", "id": "Ekssover", "source": "tiktok-000001", "content": "Bank Indonesia mencatat pertumbuhan kredit perbankan mencapai 9,96 persen secara tahunan pada Januari 2026, meningkat dari 9,69 persen pada Desember 2025. Gubernur Perry Warjiyo menyebut kinerja ini didorong peningkatan aktivitas ekonomi, pelonggaran kebijakan moneter dan makroprudensial, serta realisasi program prioritas pemerintah. Dari sisi permintaan, potensi ekspansi masih terbuka melalui optimalisasi fasilitas pinjaman yang belum digunakan, dengan nilai undisbursed loan mencapai Rp2.506,47 triliun atau 22,65 persen dari total plafon kredit. Dari sisi penawaran, kapasitas pembiayaan bank dinilai tetap kuat, tercermin dari rasio likuiditas AL/DPK sebesar 27,54 persen dan pertumbuhan Dana Pihak Ketiga 13,48 persen. Berdasarkan jenis penggunaan, pertumbuhan kredit didorong kredit investasi 22,38 persen, kredit konsumsi 6,58 persen, serta kredit modal kerja 4,13 persen. BI memproyeksikan pertumbuhan kredit sepanjang 2026 berada di kisaran 8–12 persen. Sementara itu, Direktur Utama Bank Rakyat Indonesia, Hery Gunardi, memperkirakan pertumbuhan kredit tahun ini cenderung berada di level single digit. Ia menilai permintaan pembiayaan masih belum sepenuhnya pulih karena daya beli masyarakat dan ekspansi usaha masih selektif, menandakan fase normalisasi pertumbuhan kredit—bukan krisis, namun juga belum ekspansi agresif. Biar nggak cuma paham, tapi juga enjoy bahas ekonomi 📊✨ Follow  dan jangan ketinggalan berita ekonomi yang dikemas ringan & fun! #fyp #beritaekonomiindonesia #beritaekonomi #kreditbank #perrywarjiyo", "post_id": "7608917227936632071"}}, {"key": "dndourna", "attributes": {"label": "dndourna", "x": 229.52938548680203, "y": 826.5583279410329, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 6.7388, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "7412575896386751749", "id": "dndourna", "source": "tiktok-000001", "content": "Yuk kenalan dengan Kebijakan Makroprudensial🙋 Kebijakan Makroprudensial merupakan salah satu kebijakan utama dari Bank Indonesia yang ditetapkan dan dilaksanakan dalam mencegah dan mengurangi adanya risiko sistematik, mendorong fungsi intermediasi lembaga keuangan, serta meningkatkan akses dan efesiensi sistem keuangan dalam rangka menjaga stabilitas sistem keuangan negara.     #genbinasional #dedikasigenbi #genbisemarang #genbikomsatUMK", "post_id": "7412575896386751749"}}, {"key": "genbi_semarang", "attributes": {"label": "genbi_semarang", "x": 825.5786926203339, "y": 609.3268811331811, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 9.6028, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7412575896386751749", "id": "genbi_semarang", "source": "tiktok-000001", "content": "Yuk kenalan dengan Kebijakan Makroprudensial🙋 Kebijakan Makroprudensial merupakan salah satu kebijakan utama dari Bank Indonesia yang ditetapkan dan dilaksanakan dalam mencegah dan mengurangi adanya risiko sistematik, mendorong fungsi intermediasi lembaga keuangan, serta meningkatkan akses dan efesiensi sistem keuangan dalam rangka menjaga stabilitas sistem keuangan negara.     #genbinasional #dedikasigenbi #genbisemarang #genbikomsatUMK", "post_id": "7412575896386751749"}}, {"key": "bank_indonesia_jateng", "attributes": {"label": "bank_indonesia_jateng", "x": 104.72781197108694, "y": 743.559800221236, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 9.6028, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7412575896386751749", "id": "bank_indonesia_jateng", "source": "tiktok-000001", "content": "Yuk kenalan dengan Kebijakan Makroprudensial🙋 Kebijakan Makroprudensial merupakan salah satu kebijakan utama dari Bank Indonesia yang ditetapkan dan dilaksanakan dalam mencegah dan mengurangi adanya risiko sistematik, mendorong fungsi intermediasi lembaga keuangan, serta meningkatkan akses dan efesiensi sistem keuangan dalam rangka menjaga stabilitas sistem keuangan negara.     #genbinasional #dedikasigenbi #genbisemarang #genbikomsatUMK", "post_id": "7412575896386751749"}}, {"key": "pusatclipss.id", "attributes": {"label": "pusatclipss.id", "x": 461.6679210853138, "y": 347.5725691077757, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 6.7388, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "7627360734971727124", "id": "pusatclipss.id", "source": "tiktok-000001", "content": "Lagi lirik saham bank buat dividen atau investasi jangka panjang? Jangan cuma lihat nama besarnya aja! Di video ini, Pak Rivan Kurniawan spill angka ideal buat 'Capital Adequacy Ratio' (CAR) dan berapa pertumbuhan kredit yang sehat biar modal bank gak gampang amblas. Penting banget buat cek 'Loan Growth' dan komposisi dana murahnya! Cek checklist-nya sampai habis ya! #rivankurniawan #portoantibadai #valueinvesting #sahamvalueplay    BZ-2026-3D064A", "post_id": "7627360734971727124"}}, {"key": "rivan.kurniawan", "attributes": {"label": "rivan.kurniawan", "x": 61.30562612389645, "y": 714.0012201005181, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 15.3308, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 3, "out_degree": 0, "degree": 3}, "_id": "7627360734971727124", "id": "rivan.kurniawan", "source": "tiktok-000001", "content": "Lagi lirik saham bank buat dividen atau investasi jangka panjang? Jangan cuma lihat nama besarnya aja! Di video ini, Pak Rivan Kurniawan spill angka ideal buat 'Capital Adequacy Ratio' (CAR) dan berapa pertumbuhan kredit yang sehat biar modal bank gak gampang amblas. Penting banget buat cek 'Loan Growth' dan komposisi dana murahnya! Cek checklist-nya sampai habis ya! #rivankurniawan #portoantibadai #valueinvesting #sahamvalueplay    BZ-2026-3D064A", "post_id": "7627360734971727124"}}, {"key": "idx_yogyakarta", "attributes": {"label": "idx_yogyakarta", "x": 677.9692009725622, "y": 331.75639178637874, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 6.7388, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 3, "degree": 3}, "_id": "7600679266371603730", "id": "idx_yogyakarta", "source": "tiktok-000001", "content": "Pertumbuhan kredit investasi menjadi penopang utama industri perbankan sepanjang 2025. Data Bank Indonesia menunjukkan kredit investasi tumbuh di atas 20 persen secara tahunan, jauh lebih kuat dibanding kredit konsumsi dan modal kerja. Dorongan belanja pemerintah dan meningkatnya optimisme dunia usaha mendorong kebutuhan pembiayaan jangka panjang, terutama di sektor industri pengolahan, logistik, dan pangan. Kondisi ini menjaga peran perbankan dalam mendukung aktivitas ekonomi nasional. 📲 Yuk, belajar bareng  #KreditInvestasi #PerbankanIndonesia #Ekonomi2025 #PembiayaanUsaha #LiterasiEkonomi", "post_id": "7600679266371603730"}}, {"key": "indonesiastockexchange", "attributes": {"label": "indonesiastockexchange", "x": 205.8637849856546, "y": 759.0087066794616, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 8.6482, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 3, "out_degree": 0, "degree": 3}, "_id": "7600679266371603730", "id": "indonesiastockexchange", "source": "tiktok-000001", "content": "Pertumbuhan kredit investasi menjadi penopang utama industri perbankan sepanjang 2025. Data Bank Indonesia menunjukkan kredit investasi tumbuh di atas 20 persen secara tahunan, jauh lebih kuat dibanding kredit konsumsi dan modal kerja. Dorongan belanja pemerintah dan meningkatnya optimisme dunia usaha mendorong kebutuhan pembiayaan jangka panjang, terutama di sektor industri pengolahan, logistik, dan pangan. Kondisi ini menjaga peran perbankan dalam mendukung aktivitas ekonomi nasional. 📲 Yuk, belajar bareng  #KreditInvestasi #PerbankanIndonesia #Ekonomi2025 #PembiayaanUsaha #LiterasiEkonomi", "post_id": "7600679266371603730"}}, {"key": "tumbuhkaya.id", "attributes": {"label": "tumbuhkaya.id", "x": 666.3535445630531, "y": 302.49516416979407, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 44.925, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 1, "degree": 2}, "_id": "7624494788435299592", "id": "tumbuhkaya.id", "source": "tiktok-000001", "content": "$BBSI mencatat pertumbuhan kredit yang sangat agresif di awal 2026, dengan penyaluran melalui Krom Bank melonjak hingga 102%. Lonjakan ini didorong oleh strategi channeling dengan platform fintech seperti Kredivo dan KrediFazz, yang membuat penyaluran kredit tumbuh hingga 119% YoY dan mencapai sekitar Rp8,73 triliun per Februari 2026. Ke depan, strategi ini masih akan diperkuat dengan fokus ke segmen UMKM, konsumsi produktif, dan ritel yang lebih terukur risikonya. Selain mengandalkan fintech, Krom Bank juga mulai mendorong penyaluran langsung melalui aplikasi digital mereka sendiri, membuka potensi ekspansi yang lebih luas dan margin yang lebih optimal. Mau informasi lebih lengkap & insight harian? Follow  di Instagram! #saham #bbsi #investasi #trading #market", "post_id": "7624494788435299592"}}, {"key": "anggasaputra__89", "attributes": {"label": "anggasaputra__89", "x": 213.2204503705375, "y": 986.4151556670324, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 6.7388, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "7633888881246489863", "id": "anggasaputra__89", "source": "tiktok-000001", "content": "Pertumbuhan kredit yang sehat (Loan Growth) #RivanKurniawan #PortoAntiBadai  #VelueInvesting #SahamVeluePlay  TikTok:   Instagram:", "post_id": "7633888881246489863"}}, {"key": "sumsel.media5", "attributes": {"label": "sumsel.media5", "x": 182.4896524643175, "y": 726.2162776106983, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 6.7388, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "7634455521583582484", "id": "sumsel.media5", "source": "tiktok-000001", "content": "CIMB Niaga Pertahankan Kinerja Positif Pada Kuartal Pertama 2026 Raih laba sebelum pajak konsolidasi sebesar Rp2,3 triliun; total kredit/pembiayaan naik 2,2% Y-o-Y menjadi Rp235,1 triliun; CASA meningkat 12,2% YoY menjadi Rp192,3 triliun SumselMedia.Com, Jakarta- (“CIMB Niaga” atau “Bank”; IDX: BNGA) hari ini mengumumkan perolehan kinerja keuangan konsolidasi (unaudited) untuk kuartal pertama tahun 2026 (“1Q26”), dengan laba sebelum pajak sebesar Rp2,3 triliun dan menghasilkan earnings per share Rp70,20. Presiden Direktur & CEO CIMB Niaga Lani Darmawan mengatakan, “Kami bersyukur dapat memulai tahun 2026 dengan fondasi yang kuat, didorong oleh kinerja pendapatan yang baik, pertumbuhan fee-based income yang solid, dan fundamental bisnis yang sehat. Pertumbuhan pendapatan tetap terjaga stabil, didukung oleh strategi serta dedikasi seluruh karyawan kami dalam memberikan layanan optimal kepada seluruh nasabah dan stakeholders. Adapun perolehan positif ini didorong oleh pengelolaan biaya yang disiplin, serta pertumbuhan kredit yang selektif dengan dukungan pendanaan current account savings account (“CASA”) yang kuat dan mencapai rasio CASA tertinggi sebesar 73,9%, sehingga memperkuat kemampuan kami dalam menjaga margin. Kualitas aset tetap terjaga, dengan rasio kredit bermasalah (non-performing loan/“NPL”) di bawah rata-rata industri, dan biaya kredit (cost of credit/“CoC”) yang tetap terjaga di bawah 1%. Selain itu, bisnis wealth management kami dalam melayani nasabah Preferred dan Private Wealth juga terus menunjukkan kinerja yang baik, tercermin dari rata-rata assets under management per nasabah yang terus meningkat, sekaligus memperkuat basis pendapatan kami yang semakin terdiversifikasi.” “Ke depan, dengan kinerja imbal hasil yang tetap terjaga dan permodalan yang kuat untuk mendukung pertumbuhan di masa mendatang, kami akan terus memprioritaskan pertumbuhan fee-based income untuk memperkuat pendapatan inti, sekaligus menjaga margin yang baik melalui penguatan basis CASA dan pendanaan yang disiplin. Pertumbuhan kredit akan dilakukan secara pruden, dengan tetap menempatkan kualitas aset dan ketahanan portofolio sebagai fokus utama. Seluruh langkah ini selaras dengan strategi Forward30 serta purpose kami, yaitu Advancing Customers and Society, untuk terus mendukung nasabah dan masyarakat Indonesia dalam mewujudkan mimpi dan aspirasi mereka. Hasil yang baik pada kuartal ini semakin memperkuat keyakinan kami untuk mempercepat berbagai inisiatif strategis, menciptakan nilai jangka panjang bagi seluruh pemangku kepentingan, serta berkontribusi nyata terhadap ketahanan ekonomi Indonesia,” tambah Lani. Selengkapnya di www.sumselmedia.com   #cimbniaga #kinerja2026 #bank #octopay #sumselmedia", "post_id": "7634455521583582484"}}, {"key": "cimb.niaga", "attributes": {"label": "cimb.niaga", "x": 861.0123316794324, "y": 424.9175456356612, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 12.4668, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7634455521583582484", "id": "cimb.niaga", "source": "tiktok-000001", "content": "CIMB Niaga Pertahankan Kinerja Positif Pada Kuartal Pertama 2026 Raih laba sebelum pajak konsolidasi sebesar Rp2,3 triliun; total kredit/pembiayaan naik 2,2% Y-o-Y menjadi Rp235,1 triliun; CASA meningkat 12,2% YoY menjadi Rp192,3 triliun SumselMedia.Com, Jakarta- (“CIMB Niaga” atau “Bank”; IDX: BNGA) hari ini mengumumkan perolehan kinerja keuangan konsolidasi (unaudited) untuk kuartal pertama tahun 2026 (“1Q26”), dengan laba sebelum pajak sebesar Rp2,3 triliun dan menghasilkan earnings per share Rp70,20. Presiden Direktur & CEO CIMB Niaga Lani Darmawan mengatakan, “Kami bersyukur dapat memulai tahun 2026 dengan fondasi yang kuat, didorong oleh kinerja pendapatan yang baik, pertumbuhan fee-based income yang solid, dan fundamental bisnis yang sehat. Pertumbuhan pendapatan tetap terjaga stabil, didukung oleh strategi serta dedikasi seluruh karyawan kami dalam memberikan layanan optimal kepada seluruh nasabah dan stakeholders. Adapun perolehan positif ini didorong oleh pengelolaan biaya yang disiplin, serta pertumbuhan kredit yang selektif dengan dukungan pendanaan current account savings account (“CASA”) yang kuat dan mencapai rasio CASA tertinggi sebesar 73,9%, sehingga memperkuat kemampuan kami dalam menjaga margin. Kualitas aset tetap terjaga, dengan rasio kredit bermasalah (non-performing loan/“NPL”) di bawah rata-rata industri, dan biaya kredit (cost of credit/“CoC”) yang tetap terjaga di bawah 1%. Selain itu, bisnis wealth management kami dalam melayani nasabah Preferred dan Private Wealth juga terus menunjukkan kinerja yang baik, tercermin dari rata-rata assets under management per nasabah yang terus meningkat, sekaligus memperkuat basis pendapatan kami yang semakin terdiversifikasi.” “Ke depan, dengan kinerja imbal hasil yang tetap terjaga dan permodalan yang kuat untuk mendukung pertumbuhan di masa mendatang, kami akan terus memprioritaskan pertumbuhan fee-based income untuk memperkuat pendapatan inti, sekaligus menjaga margin yang baik melalui penguatan basis CASA dan pendanaan yang disiplin. Pertumbuhan kredit akan dilakukan secara pruden, dengan tetap menempatkan kualitas aset dan ketahanan portofolio sebagai fokus utama. Seluruh langkah ini selaras dengan strategi Forward30 serta purpose kami, yaitu Advancing Customers and Society, untuk terus mendukung nasabah dan masyarakat Indonesia dalam mewujudkan mimpi dan aspirasi mereka. Hasil yang baik pada kuartal ini semakin memperkuat keyakinan kami untuk mempercepat berbagai inisiatif strategis, menciptakan nilai jangka panjang bagi seluruh pemangku kepentingan, serta berkontribusi nyata terhadap ketahanan ekonomi Indonesia,” tambah Lani. Selengkapnya di www.sumselmedia.com   #cimbniaga #kinerja2026 #bank #octopay #sumselmedia", "post_id": "7634455521583582484"}}, {"key": "cenderawasihpos", "attributes": {"label": "cenderawasihpos", "x": 980.7289445511947, "y": 541.5982679003506, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 6.7388, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 4, "degree": 4}, "_id": "7635262836746374408", "id": "cenderawasihpos", "source": "tiktok-000001", "content": "Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyatakan perekonomian Indonesia tetap memiliki resiliensi kuat dan ruang untuk tumbuh di tengah ketidakpastian ekonomi global. Ia menjelaskan bahwa sejumlah indikator ekonomi nasional masih terjaga, mulai dari pertumbuhan ekonomi, inflasi, konsumsi domestik, hingga struktur pembiayaan dalam negeri. “Fundamental kita tetap terjaga. Pertumbuhan ekonomi tercatat di tahun lalu 5,11 persen. Di tahun 2026 ditargetkan 5,4 persen,” kata Airlangga dalam acara Kick Off Percepatan Intermediasi Indonesia (PINISI) di Kantor Pusat Bank Indonesia, Jakarta, Senin. Ia menyebut pertumbuhan ekonomi pada kuartal I 2026 juga berpeluang mencapai lebih besar atau sama dengan 5,5 persen. Menurut dia, inflasi juga masih terkendali di level 3,48 persen, sementara indeks keyakinan konsumen tetap tinggi di level 122,9. Airlangga menambahkan konsumsi dalam negeri masih menjadi penopang utama perekonomian dengan kontribusi sekitar 54 persen terhadap produk domestik bruto (PDB). “Konsumsi dalam negeri masih kuat, 54 persen terhadap PDB,” ujarnya. Dari sisi eksternal, ia menjelaskan neraca perdagangan Indonesia mencatat surplus selama 70 bulan dengan nilai 148,2 miliar dolar AS. Ia juga menyampaikan rasio utang luar negeri Indonesia masih berada di level 29,9 persen terhadap PDB. Selain itu, kepemilikan surat berharga negara (SBN) didominasi investor domestik hingga 87,4 persen, sementara porsi asing sebesar 12,6 persen. Lebih lanjut, Airlangga mengatakan sejumlah lembaga internasional masih memandang ekonomi Indonesia cukup kuat. 📖 BACA SELENGKAPNYA: 🔗 https://www.ceposonline.com 📰 Berlangganan Koran Cenderawasih Pos: 📞 0812-4803-531 Follow kami di Sosial Media: Instagram:  &  Facebook:  TikTok:  . . . #cepos #papua #beritapapua", "post_id": "7635262836746374408"}}, {"key": "CeposTV", "attributes": {"label": "CeposTV", "x": 374.63065583833253, "y": 5.1765093203886, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 8.1708, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7635262836746374408", "id": "CeposTV", "source": "tiktok-000001", "content": "Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyatakan perekonomian Indonesia tetap memiliki resiliensi kuat dan ruang untuk tumbuh di tengah ketidakpastian ekonomi global. Ia menjelaskan bahwa sejumlah indikator ekonomi nasional masih terjaga, mulai dari pertumbuhan ekonomi, inflasi, konsumsi domestik, hingga struktur pembiayaan dalam negeri. “Fundamental kita tetap terjaga. Pertumbuhan ekonomi tercatat di tahun lalu 5,11 persen. Di tahun 2026 ditargetkan 5,4 persen,” kata Airlangga dalam acara Kick Off Percepatan Intermediasi Indonesia (PINISI) di Kantor Pusat Bank Indonesia, Jakarta, Senin. Ia menyebut pertumbuhan ekonomi pada kuartal I 2026 juga berpeluang mencapai lebih besar atau sama dengan 5,5 persen. Menurut dia, inflasi juga masih terkendali di level 3,48 persen, sementara indeks keyakinan konsumen tetap tinggi di level 122,9. Airlangga menambahkan konsumsi dalam negeri masih menjadi penopang utama perekonomian dengan kontribusi sekitar 54 persen terhadap produk domestik bruto (PDB). “Konsumsi dalam negeri masih kuat, 54 persen terhadap PDB,” ujarnya. Dari sisi eksternal, ia menjelaskan neraca perdagangan Indonesia mencatat surplus selama 70 bulan dengan nilai 148,2 miliar dolar AS. Ia juga menyampaikan rasio utang luar negeri Indonesia masih berada di level 29,9 persen terhadap PDB. Selain itu, kepemilikan surat berharga negara (SBN) didominasi investor domestik hingga 87,4 persen, sementara porsi asing sebesar 12,6 persen. Lebih lanjut, Airlangga mengatakan sejumlah lembaga internasional masih memandang ekonomi Indonesia cukup kuat. 📖 BACA SELENGKAPNYA: 🔗 https://www.ceposonline.com 📰 Berlangganan Koran Cenderawasih Pos: 📞 0812-4803-531 Follow kami di Sosial Media: Instagram:  &  Facebook:  TikTok:  . . . #cepos #papua #beritapapua", "post_id": "7635262836746374408"}}, {"key": "Cenderawasihposreal", "attributes": {"label": "Cenderawasihposreal", "x": 735.7181813123551, "y": 520.7879820462485, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 8.1708, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "7635262836746374408", "id": "Cenderawasihposreal", "source": "tiktok-000001", "content": "Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyatakan perekonomian Indonesia tetap memiliki resiliensi kuat dan ruang untuk tumbuh di tengah ketidakpastian ekonomi global. Ia menjelaskan bahwa sejumlah indikator ekonomi nasional masih terjaga, mulai dari pertumbuhan ekonomi, inflasi, konsumsi domestik, hingga struktur pembiayaan dalam negeri. “Fundamental kita tetap terjaga. Pertumbuhan ekonomi tercatat di tahun lalu 5,11 persen. Di tahun 2026 ditargetkan 5,4 persen,” kata Airlangga dalam acara Kick Off Percepatan Intermediasi Indonesia (PINISI) di Kantor Pusat Bank Indonesia, Jakarta, Senin. Ia menyebut pertumbuhan ekonomi pada kuartal I 2026 juga berpeluang mencapai lebih besar atau sama dengan 5,5 persen. Menurut dia, inflasi juga masih terkendali di level 3,48 persen, sementara indeks keyakinan konsumen tetap tinggi di level 122,9. Airlangga menambahkan konsumsi dalam negeri masih menjadi penopang utama perekonomian dengan kontribusi sekitar 54 persen terhadap produk domestik bruto (PDB). “Konsumsi dalam negeri masih kuat, 54 persen terhadap PDB,” ujarnya. Dari sisi eksternal, ia menjelaskan neraca perdagangan Indonesia mencatat surplus selama 70 bulan dengan nilai 148,2 miliar dolar AS. Ia juga menyampaikan rasio utang luar negeri Indonesia masih berada di level 29,9 persen terhadap PDB. Selain itu, kepemilikan surat berharga negara (SBN) didominasi investor domestik hingga 87,4 persen, sementara porsi asing sebesar 12,6 persen. Lebih lanjut, Airlangga mengatakan sejumlah lembaga internasional masih memandang ekonomi Indonesia cukup kuat. 📖 BACA SELENGKAPNYA: 🔗 https://www.ceposonline.com 📰 Berlangganan Koran Cenderawasih Pos: 📞 0812-4803-531 Follow kami di Sosial Media: Instagram:  &  Facebook:  TikTok:  . . . #cepos #papua #beritapapua", "post_id": "7635262836746374408"}}, {"key": "Cenderawasihpos", "attributes": {"label": "Cenderawasihpos", "x": 587.2248565048493, "y": 393.3244903702254, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 8.1708, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7635262836746374408", "id": "Cenderawasihpos", "source": "tiktok-000001", "content": "Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyatakan perekonomian Indonesia tetap memiliki resiliensi kuat dan ruang untuk tumbuh di tengah ketidakpastian ekonomi global. Ia menjelaskan bahwa sejumlah indikator ekonomi nasional masih terjaga, mulai dari pertumbuhan ekonomi, inflasi, konsumsi domestik, hingga struktur pembiayaan dalam negeri. “Fundamental kita tetap terjaga. Pertumbuhan ekonomi tercatat di tahun lalu 5,11 persen. Di tahun 2026 ditargetkan 5,4 persen,” kata Airlangga dalam acara Kick Off Percepatan Intermediasi Indonesia (PINISI) di Kantor Pusat Bank Indonesia, Jakarta, Senin. Ia menyebut pertumbuhan ekonomi pada kuartal I 2026 juga berpeluang mencapai lebih besar atau sama dengan 5,5 persen. Menurut dia, inflasi juga masih terkendali di level 3,48 persen, sementara indeks keyakinan konsumen tetap tinggi di level 122,9. Airlangga menambahkan konsumsi dalam negeri masih menjadi penopang utama perekonomian dengan kontribusi sekitar 54 persen terhadap produk domestik bruto (PDB). “Konsumsi dalam negeri masih kuat, 54 persen terhadap PDB,” ujarnya. Dari sisi eksternal, ia menjelaskan neraca perdagangan Indonesia mencatat surplus selama 70 bulan dengan nilai 148,2 miliar dolar AS. Ia juga menyampaikan rasio utang luar negeri Indonesia masih berada di level 29,9 persen terhadap PDB. Selain itu, kepemilikan surat berharga negara (SBN) didominasi investor domestik hingga 87,4 persen, sementara porsi asing sebesar 12,6 persen. Lebih lanjut, Airlangga mengatakan sejumlah lembaga internasional masih memandang ekonomi Indonesia cukup kuat. 📖 BACA SELENGKAPNYA: 🔗 https://www.ceposonline.com 📰 Berlangganan Koran Cenderawasih Pos: 📞 0812-4803-531 Follow kami di Sosial Media: Instagram:  &  Facebook:  TikTok:  . . . #cepos #papua #beritapapua", "post_id": "7635262836746374408"}}, {"key": "penarafflesiatv", "attributes": {"label": "penarafflesiatv", "x": 449.6568499528285, "y": 169.75739215381603, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 6.7388, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "7600793558987181319", "id": "penarafflesiatv", "source": "tiktok-000001", "content": "Ditengah tekanan ekonomi global dan tantangan penguatan permodalan industri perbankan, PT Bank Pembangunan Daerah Bengkulu (Bank Bengkulu) berhasil menunjukkan kinerja yang tetap solid dan berkelanjutan.  Capaian positif tersebut ditegaskan langsung oleh Pelaksana Tugas (plt) Direktur Utama Bank Bengkulu, Iswahyudi, dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Tahun Buku 2025 yang digelar di Aula H. Mochtar Azehari, Graha Bank Bengkulu, Rabu (28/1). Iswahyudi mengungkapkan bahwa sepanjang tahun buku 2025, Bank Bengkulu mampu mencatatkan pertumbuhan aset sebesar 8,06 persen dengan total aset mencapai Rp11,190 triliun. Capaian ini, menurutnya, merupakan hasil dari penguatan fundamental bisnis serta konsistensi bank dalam menjalankan transformasi secara bertahap dan terukur. “Pertumbuhan ini mencerminkan kepercayaan masyarakat dan pemangku kepentingan terhadap Bank Bengkulu, sekaligus menjadi bukti bahwa strategi bisnis yang kami jalankan berada di jalur yang tepat,” ujar Iswahyudi. Dari sisi intermediasi, Iswahyudi menjelaskan bahwa penyaluran kredit meningkat 5,45 persen menjadi Rp7,816 triliun, sementara Dana Pihak Ketiga (DPK) juga tumbuh 2,52 persen dengan total mencapai Rp8,205 triliun. Kinerja tersebut berdampak langsung pada peningkatan profitabilitas bank. “Bank Bengkulu membukukan laba setelah pajak sebesar Rp135,146 miliar, tumbuh signifikan 34,70 persen dibandingkan tahun 2024. Ini menjadi indikator kuat bahwa kinerja operasional dan efisiensi bank terus membaik,” tegasnya. Lebih lanjut, Iswahyudi menambahkan bahwa rasio keuangan Bank Bengkulu tetap berada pada kondisi sehat, dengan ROA sebesar 1,64 persen, ROE 9,51 persen, serta CAR mencapai 25,11 persen. Posisi modal inti per 31 Desember 2025 tercatat sebesar Rp1,453 triliun, yang dinilai sangat memadai untuk mendukung ekspansi bisnis secara pruden dan berkelanjutan. Dalam kesempatan yang sama, Gubernur Bengkulu Helmi Hasan menyampaikan apresiasi atas kinerja manajemen Bank Bengkulu di bawah kepemimpinan Iswahyudi. Ia berharap Bank Bengkulu semakin berperan dalam memperkuat fiskal daerah dan mendorong pembangunan ekonomi Bengkulu. Sementara itu, Iswahyudi menegaskan bahwa ke depan dukungan terhadap sektor produktif, khususnya UMKM, akan terus menjadi prioritas utama. Bank Bengkulu juga akan memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah dan berbagai pemangku kepentingan untuk menjawab tantangan digitalisasi serta ketidakpastian ekonomi global. “Kami berkomitmen menjadikan Bank Bengkulu sebagai bank daerah yang inklusif, tangguh, dan berdaya saing, sekaligus mitra strategis pembangunan ekonomi Bengkulu,” pungkas Iswahyudi.  #bankbengkulu #bengkulu #rups", "post_id": "7600793558987181319"}}, {"key": "iswahyudi.bankbengkulu", "attributes": {"label": "iswahyudi.bankbengkulu", "x": 972.620103049452, "y": 300.45886885624884, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 12.4668, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7600793558987181319", "id": "iswahyudi.bankbengkulu", "source": "tiktok-000001", "content": "Ditengah tekanan ekonomi global dan tantangan penguatan permodalan industri perbankan, PT Bank Pembangunan Daerah Bengkulu (Bank Bengkulu) berhasil menunjukkan kinerja yang tetap solid dan berkelanjutan.  Capaian positif tersebut ditegaskan langsung oleh Pelaksana Tugas (plt) Direktur Utama Bank Bengkulu, Iswahyudi, dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Tahun Buku 2025 yang digelar di Aula H. Mochtar Azehari, Graha Bank Bengkulu, Rabu (28/1). Iswahyudi mengungkapkan bahwa sepanjang tahun buku 2025, Bank Bengkulu mampu mencatatkan pertumbuhan aset sebesar 8,06 persen dengan total aset mencapai Rp11,190 triliun. Capaian ini, menurutnya, merupakan hasil dari penguatan fundamental bisnis serta konsistensi bank dalam menjalankan transformasi secara bertahap dan terukur. “Pertumbuhan ini mencerminkan kepercayaan masyarakat dan pemangku kepentingan terhadap Bank Bengkulu, sekaligus menjadi bukti bahwa strategi bisnis yang kami jalankan berada di jalur yang tepat,” ujar Iswahyudi. Dari sisi intermediasi, Iswahyudi menjelaskan bahwa penyaluran kredit meningkat 5,45 persen menjadi Rp7,816 triliun, sementara Dana Pihak Ketiga (DPK) juga tumbuh 2,52 persen dengan total mencapai Rp8,205 triliun. Kinerja tersebut berdampak langsung pada peningkatan profitabilitas bank. “Bank Bengkulu membukukan laba setelah pajak sebesar Rp135,146 miliar, tumbuh signifikan 34,70 persen dibandingkan tahun 2024. Ini menjadi indikator kuat bahwa kinerja operasional dan efisiensi bank terus membaik,” tegasnya. Lebih lanjut, Iswahyudi menambahkan bahwa rasio keuangan Bank Bengkulu tetap berada pada kondisi sehat, dengan ROA sebesar 1,64 persen, ROE 9,51 persen, serta CAR mencapai 25,11 persen. Posisi modal inti per 31 Desember 2025 tercatat sebesar Rp1,453 triliun, yang dinilai sangat memadai untuk mendukung ekspansi bisnis secara pruden dan berkelanjutan. Dalam kesempatan yang sama, Gubernur Bengkulu Helmi Hasan menyampaikan apresiasi atas kinerja manajemen Bank Bengkulu di bawah kepemimpinan Iswahyudi. Ia berharap Bank Bengkulu semakin berperan dalam memperkuat fiskal daerah dan mendorong pembangunan ekonomi Bengkulu. Sementara itu, Iswahyudi menegaskan bahwa ke depan dukungan terhadap sektor produktif, khususnya UMKM, akan terus menjadi prioritas utama. Bank Bengkulu juga akan memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah dan berbagai pemangku kepentingan untuk menjawab tantangan digitalisasi serta ketidakpastian ekonomi global. “Kami berkomitmen menjadikan Bank Bengkulu sebagai bank daerah yang inklusif, tangguh, dan berdaya saing, sekaligus mitra strategis pembangunan ekonomi Bengkulu,” pungkas Iswahyudi.  #bankbengkulu #bengkulu #rups", "post_id": "7600793558987181319"}}, {"key": "intinews.co", "attributes": {"label": "intinews.co", "x": 146.64704396249283, "y": 561.8052209771624, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 6.7388, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "7609236983004646676", "id": "intinews.co", "source": "tiktok-000001", "content": "PT Bank Pembangunan Daerah Sumatera Selatan dan Bangka Belitung atau Bank Sumsel Babel menyepakati pembagian dividen sebesar Rp302,9 miliar dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Tahunan Tahun Buku 2025 yang digelar di Palembang, Kamis (12/2/2026). Keputusan tersebut mencerminkan kinerja keuangan perseroan yang terus menunjukkan pertumbuhan positif dan berkelanjutan. Pembagian dividen itu diambil dari laba bersih tahun buku 2025 yang mencapai Rp504,9 miliar, meningkat signifikan dibandingkan periode sebelumnya sebesar Rp475,80 miliar. Kenaikan laba ini menegaskan konsistensi Bank Sumsel Babel dalam menjaga kinerja di tengah dinamika ekonomi nasional maupun regional. Struktur kepemilikan Bank Sumsel Babel terdiri atas Pemerintah Provinsi, Pemerintah Kabupaten, dan Pemerintah Kota di wilayah Sumatera Selatan serta Kepulauan Bangka Belitung. Dengan demikian, pembagian dividen tersebut turut berkontribusi langsung terhadap peningkatan pendapatan asli daerah (PAD) masing-masing pemegang saham. Dalam RUPS yang dihadiri seluruh pemegang saham, manajemen juga memaparkan capaian kinerja keuangan yang tetap solid. Rasio kecukupan modal (Capital Adequacy Ratio/KPMM) tercatat sebesar 23,68 persen, jauh di atas ketentuan minimum regulator. Sementara itu, rasio kredit bermasalah (Non-Performing Loan/NPL) net berada pada level rendah 0,72 persen, mencerminkan kualitas aset yang terjaga dengan baik. Dari sisi intermediasi, Loan to Deposit Ratio (LDR) berada di angka 84,32 persen, menunjukkan fungsi penyaluran kredit berjalan optimal dengan likuiditas yang tetap terkelola. Profitabilitas juga terjaga, tercermin dari Net Interest Margin (NIM) sebesar 6,38 persen dan Return on Equity (ROE) sebesar 10,55 persen. Atas kinerja dan tata kelola yang dinilai baik, Bank Sumsel Babel memperoleh peringkat idA+/Stable dari PT Pemeringkat Efek Indonesia untuk periode 1 Oktober 2025 hingga 1 Oktober 2026. Peringkat tersebut menunjukkan kemampuan perseroan dalam memenuhi kewajiban keuangan jangka panjang dengan risiko relatif rendah. Tak hanya fokus pada aspek finansial, Bank Sumsel Babel juga aktif menjalankan program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR). Di antaranya melalui Program Pasar Murah di wilayah Sumatera Selatan dan Bangka Belitung untuk membantu pengendalian inflasi, serta Program Rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Keputusan pembagian dividen ini menegaskan komitmen Bank Sumsel Babel dalam memberikan nilai tambah optimal kepada pemegang saham sekaligus memperkuat perannya sebagai mitra strategis pemerintah daerah dalam mendorong pembangunan dan pertumbuhan ekonomi regional", "post_id": "7609236983004646676"}}, {"key": "banksumselbabeloffical", "attributes": {"label": "banksumselbabeloffical", "x": 771.6578498886545, "y": 632.5221745378772, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 12.4668, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7609236983004646676", "id": "banksumselbabeloffical", "source": "tiktok-000001", "content": "PT Bank Pembangunan Daerah Sumatera Selatan dan Bangka Belitung atau Bank Sumsel Babel menyepakati pembagian dividen sebesar Rp302,9 miliar dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Tahunan Tahun Buku 2025 yang digelar di Palembang, Kamis (12/2/2026). Keputusan tersebut mencerminkan kinerja keuangan perseroan yang terus menunjukkan pertumbuhan positif dan berkelanjutan. Pembagian dividen itu diambil dari laba bersih tahun buku 2025 yang mencapai Rp504,9 miliar, meningkat signifikan dibandingkan periode sebelumnya sebesar Rp475,80 miliar. Kenaikan laba ini menegaskan konsistensi Bank Sumsel Babel dalam menjaga kinerja di tengah dinamika ekonomi nasional maupun regional. Struktur kepemilikan Bank Sumsel Babel terdiri atas Pemerintah Provinsi, Pemerintah Kabupaten, dan Pemerintah Kota di wilayah Sumatera Selatan serta Kepulauan Bangka Belitung. Dengan demikian, pembagian dividen tersebut turut berkontribusi langsung terhadap peningkatan pendapatan asli daerah (PAD) masing-masing pemegang saham. Dalam RUPS yang dihadiri seluruh pemegang saham, manajemen juga memaparkan capaian kinerja keuangan yang tetap solid. Rasio kecukupan modal (Capital Adequacy Ratio/KPMM) tercatat sebesar 23,68 persen, jauh di atas ketentuan minimum regulator. Sementara itu, rasio kredit bermasalah (Non-Performing Loan/NPL) net berada pada level rendah 0,72 persen, mencerminkan kualitas aset yang terjaga dengan baik. Dari sisi intermediasi, Loan to Deposit Ratio (LDR) berada di angka 84,32 persen, menunjukkan fungsi penyaluran kredit berjalan optimal dengan likuiditas yang tetap terkelola. Profitabilitas juga terjaga, tercermin dari Net Interest Margin (NIM) sebesar 6,38 persen dan Return on Equity (ROE) sebesar 10,55 persen. Atas kinerja dan tata kelola yang dinilai baik, Bank Sumsel Babel memperoleh peringkat idA+/Stable dari PT Pemeringkat Efek Indonesia untuk periode 1 Oktober 2025 hingga 1 Oktober 2026. Peringkat tersebut menunjukkan kemampuan perseroan dalam memenuhi kewajiban keuangan jangka panjang dengan risiko relatif rendah. Tak hanya fokus pada aspek finansial, Bank Sumsel Babel juga aktif menjalankan program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR). Di antaranya melalui Program Pasar Murah di wilayah Sumatera Selatan dan Bangka Belitung untuk membantu pengendalian inflasi, serta Program Rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Keputusan pembagian dividen ini menegaskan komitmen Bank Sumsel Babel dalam memberikan nilai tambah optimal kepada pemegang saham sekaligus memperkuat perannya sebagai mitra strategis pemerintah daerah dalam mendorong pembangunan dan pertumbuhan ekonomi regional", "post_id": "7609236983004646676"}}, {"key": "IDXChannelcom", "attributes": {"label": "IDXChannelcom", "x": 816.201040610641, "y": 811.676928402334, "size": 4.23, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["facebook-000001"], "scores": {"pagerank": 6.7388, "eigenvector": 14.151, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "432781620563594_1454356433154840", "id": "IDXChannelcom", "source": "facebook-000001", "content": "PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) mencatat laba bersih Rp15,5 triliun di kuartal I-2026. Laba ini naik 13,74 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.\n\nKinerja tersebut ditopang pertumbuhan pendapatan bunga yang mencapai Rp52,83 triliun, naik 5,94 persen secara tahunan. Di saat yang sama, beban bunga justru turun 9,31 persen menjadi Rp12,68 triliun, sehingga memperlebar margin bunga bersih bank.\n\n“Dengan fundamental bisnis yang tetap kuat di tengah dinamika industri, didukung oleh pertumbuhan kredit yang selektif, penurunan biaya dana yang semakin efisien, serta kualitas aset tetap terjaga, BRI berhasil mencatatkan laba bersih pada kuartal I-2026 sebesar Rp15,5 triliun atau tumbuh 13,7 persen secara year-on-year,” kata Direktur Utama BRI, Hery Gunardi, dalam konferensi pers kinerja BRI, Kamis (30/4/2026). \n\nBaca selengkapnya di\nhttps://www.idxchannel.com/banking/bri-cetak-laba-bersih-rp155-triliun-di-kuartal-i-2026-naik-137-persen\n\nAtau klik link di bio \n\nFoto: iNews Media Group\n\n#idxchannel #idxchannelcommunity", "post_id": "432781620563594_1454356433154840"}}, {"key": "@oceanpressindonesia", "attributes": {"label": "@oceanpressindonesia", "x": 680.7161009775259, "y": 892.8369863002391, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 6.7388, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "mSHfvNRuRaQ", "id": "@oceanpressindonesia", "source": "youtube-000001", "content": "FUNGSI INTERMEDIASI LEMBAGA KEUANGAN DAN PERANNYA\n\n📚 Dalam buku ini Anda akan mendapatkan:\n💰 Pemahaman tentang konsep dasar sistem keuangan dan fungsi intermediasi lembaga keuangan\n🏦 Penjelasan mengenai peran bank dan lembaga keuangan dalam penghimpunan serta penyaluran dana\n📈 Kajian tentang hubungan fungsi intermediasi dengan pertumbuhan ekonomi nasional\n🔄 Pembahasan perubahan fungsi intermediasi di era dinamika pasar dan transformasi keuangan modern\n⚖️ Analisis mengenai likuiditas, efisiensi transaksi, dan pengelolaan risiko dalam sistem keuangan\n🇮🇩 Uraian kontribusi lembaga keuangan terhadap pembangunan dan perekonomian Indonesia\n📊 Pemahaman tentang stabilitas sistem keuangan dan keterkaitannya dengan sektor riil\n💳 Pembahasan akses pembiayaan, inklusi keuangan, dan peningkatan kesejahteraan masyarakat\n🚀 Strategi penguatan fungsi intermediasi untuk mendukung ketahanan ekonomi nasional\n🎓 Referensi akademik yang relevan bagi mahasiswa, dosen, peneliti, dan praktisi ekonomi-keuangan\n============================================\n🚀 Gabung Sekarang di CV. Ocean Press Indonesia!\n📖 Dapatkan layanan penerbitan yang mudah, terpercaya, dan mendukung setiap langkah kepenulisanmu.\n🎁 Promo spesial & fasilitas lengkap untuk penulis pemula maupun berpengalaman.\n💌 Hubungi kami:\n📧 Email: oceanpressindonesia\nTemukan dan ikuti kami di:\n🌐 Website: https://www.oceanpressindonesia.com\n📸 Instagram: \n📺 YouTube: Ocean Press \n🎥 TikTok: Ocean Press \n📘 Facebook: Ocean Press\n#FungsiIntermediasi\n#LembagaKeuangan\n#SistemKeuangan\n#PerekonomianIndonesia\n#EkonomiIndonesia\n#Perbankan\n#KeuanganDigital\n#StabilitasKeuangan\n#InklusiKeuangan\n#PertumbuhanEkonomi\n#LiterasiKeuangan\n#ManajemenKeuangan\n#EkonomiMakro\n#BukuEkonomi\n#ReferensiAkademik 📖", "post_id": "mSHfvNRuRaQ"}}, {"key": "ocean_press", "attributes": {"label": "ocean_press", "x": 799.5306384308881, "y": 105.35687769125568, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 9.6028, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "mSHfvNRuRaQ", "id": "ocean_press", "source": "youtube-000001", "content": "FUNGSI INTERMEDIASI LEMBAGA KEUANGAN DAN PERANNYA\n\n📚 Dalam buku ini Anda akan mendapatkan:\n💰 Pemahaman tentang konsep dasar sistem keuangan dan fungsi intermediasi lembaga keuangan\n🏦 Penjelasan mengenai peran bank dan lembaga keuangan dalam penghimpunan serta penyaluran dana\n📈 Kajian tentang hubungan fungsi intermediasi dengan pertumbuhan ekonomi nasional\n🔄 Pembahasan perubahan fungsi intermediasi di era dinamika pasar dan transformasi keuangan modern\n⚖️ Analisis mengenai likuiditas, efisiensi transaksi, dan pengelolaan risiko dalam sistem keuangan\n🇮🇩 Uraian kontribusi lembaga keuangan terhadap pembangunan dan perekonomian Indonesia\n📊 Pemahaman tentang stabilitas sistem keuangan dan keterkaitannya dengan sektor riil\n💳 Pembahasan akses pembiayaan, inklusi keuangan, dan peningkatan kesejahteraan masyarakat\n🚀 Strategi penguatan fungsi intermediasi untuk mendukung ketahanan ekonomi nasional\n🎓 Referensi akademik yang relevan bagi mahasiswa, dosen, peneliti, dan praktisi ekonomi-keuangan\n============================================\n🚀 Gabung Sekarang di CV. Ocean Press Indonesia!\n📖 Dapatkan layanan penerbitan yang mudah, terpercaya, dan mendukung setiap langkah kepenulisanmu.\n🎁 Promo spesial & fasilitas lengkap untuk penulis pemula maupun berpengalaman.\n💌 Hubungi kami:\n📧 Email: oceanpressindonesia\nTemukan dan ikuti kami di:\n🌐 Website: https://www.oceanpressindonesia.com\n📸 Instagram: \n📺 YouTube: Ocean Press \n🎥 TikTok: Ocean Press \n📘 Facebook: Ocean Press\n#FungsiIntermediasi\n#LembagaKeuangan\n#SistemKeuangan\n#PerekonomianIndonesia\n#EkonomiIndonesia\n#Perbankan\n#KeuanganDigital\n#StabilitasKeuangan\n#InklusiKeuangan\n#PertumbuhanEkonomi\n#LiterasiKeuangan\n#ManajemenKeuangan\n#EkonomiMakro\n#BukuEkonomi\n#ReferensiAkademik 📖", "post_id": "mSHfvNRuRaQ"}}, {"key": "@CNBC-TV18", "attributes": {"label": "@CNBC-TV18", "x": 563.6441335510463, "y": 768.6325761884048, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 6.7388, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "-Q6tivGRqwE", "id": "@CNBC-TV18", "source": "youtube-000001", "content": "ICICI Bank Melampaui Perkiraan di Kuartal Keempat; HDFC Bank Sebagian Besar Sesuai Perkiraan | Ri...\n\n#4QWithCNBCTV18 | ICICI Bank Q4 Melampaui Perkiraan; HDFC Bank Sebagian Besar Sesuai Perkiraan\n\nSameer Sawant, Analis Riset di Mirae Asset Sharekhan memberi tahu \n\nPertumbuhan kredit sedikit di bawah ekspektasi untuk ICICI Bank\nLaba bersih HDFC Bank Q4 sesuai ekspektasi\n\n#icicibank #hdfcbank #q4results #earningsseason #bankingstocks #stockmarketindia #indianstocks #niftybank #financeindia #stockanalysis #investingindia", "post_id": "-Q6tivGRqwE"}}, {"key": "CNBCTV18News", "attributes": {"label": "CNBCTV18News", "x": 176.96434765504398, "y": 378.3170241548672, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 12.4668, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "-Q6tivGRqwE", "id": "CNBCTV18News", "source": "youtube-000001", "content": "ICICI Bank Melampaui Perkiraan di Kuartal Keempat; HDFC Bank Sebagian Besar Sesuai Perkiraan | Ri...\n\n#4QWithCNBCTV18 | ICICI Bank Q4 Melampaui Perkiraan; HDFC Bank Sebagian Besar Sesuai Perkiraan\n\nSameer Sawant, Analis Riset di Mirae Asset Sharekhan memberi tahu \n\nPertumbuhan kredit sedikit di bawah ekspektasi untuk ICICI Bank\nLaba bersih HDFC Bank Q4 sesuai ekspektasi\n\n#icicibank #hdfcbank #q4results #earningsseason #bankingstocks #stockmarketindia #indianstocks #niftybank #financeindia #stockanalysis #investingindia", "post_id": "-Q6tivGRqwE"}}, {"key": "@kabarbursadotcom", "attributes": {"label": "@kabarbursadotcom", "x": 5.706061506573046, "y": 363.8473002756938, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 6.7388, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "-WUFSoiAPCQ", "id": "@kabarbursadotcom", "source": "youtube-000001", "content": "[LIVE] BBM Nonsubsidi Naik, Kredit Tumbuh, dan BEI Uji Liquidity Provider | KABAR BURSA 60\n\nKABARBURSA.COM — BEI resmi memulai implementasi liquidity provider saham pada Senin, 20 April 2026, dengan kuotasi perdana oleh Phintraco Sekuritas untuk mendorong likuiditas, mempersempit spread, dan memperdalam pasar. Di saat yang sama, pemerintah diminta menjaga agar kenaikan harga BBM nonsubsidi tidak merembet ke harga kebutuhan pokok, sementara pertumbuhan kredit nasional tercatat 10,42 persen hingga 31 Maret 2026 dan PT Fore Kopi Indonesia Tbk terus ekspansi ke kota tier 2 dan tier 3. Rangkaian kabar ini penting karena memberi gambaran arah pasar modal, energi, perbankan, dan emiten konsumen yang sama-sama memengaruhi daya beli serta aktivitas ekonomi publik. Simak sampai selesai, lalu subscribe dan tinggalkan komentar Anda.\n\nBuka dan baca berita terkait hanya di portal https://kabarbursa.com/\nKabarbursa.com adalah portal berita finansial PT Kabar Bursa Indonesia yang merupakan bagian dari jaringan PT Kabar Grup Indonesia atau KGI Network. Kabarbursa.com menyajikan berita ekonomi terkini, analisis mendalam, investasi dan inspirasi bisnis.\n\nKamu juga bisa mengunjungi media sosial Kabar Bursa:\nYoutube:    /   \nInstagram:   / kabarbursacom  \nTiktok:   / kabarbursacom  \nWA Channel: https://whatsapp.com/channel/0029Vae5...\n\n#bei #liquidityprovider #bbmnonsubsidi #kreditnasional #forecoffee #pasarmodal #pertamina #ekonomiindonesia #investasi #perbankan #umkm #kabarbursa #news #newsupdate #beritaterkini #beritasaham #beritaekonomi", "post_id": "-WUFSoiAPCQ"}}, {"key": "kabarbursadotcom", "attributes": {"label": "kabarbursadotcom", "x": 724.4711033651561, "y": 40.91881012766352, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 9.6028, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "-WUFSoiAPCQ", "id": "kabarbursadotcom", "source": "youtube-000001", "content": "[LIVE] BBM Nonsubsidi Naik, Kredit Tumbuh, dan BEI Uji Liquidity Provider | KABAR BURSA 60\n\nKABARBURSA.COM — BEI resmi memulai implementasi liquidity provider saham pada Senin, 20 April 2026, dengan kuotasi perdana oleh Phintraco Sekuritas untuk mendorong likuiditas, mempersempit spread, dan memperdalam pasar. Di saat yang sama, pemerintah diminta menjaga agar kenaikan harga BBM nonsubsidi tidak merembet ke harga kebutuhan pokok, sementara pertumbuhan kredit nasional tercatat 10,42 persen hingga 31 Maret 2026 dan PT Fore Kopi Indonesia Tbk terus ekspansi ke kota tier 2 dan tier 3. Rangkaian kabar ini penting karena memberi gambaran arah pasar modal, energi, perbankan, dan emiten konsumen yang sama-sama memengaruhi daya beli serta aktivitas ekonomi publik. Simak sampai selesai, lalu subscribe dan tinggalkan komentar Anda.\n\nBuka dan baca berita terkait hanya di portal https://kabarbursa.com/\nKabarbursa.com adalah portal berita finansial PT Kabar Bursa Indonesia yang merupakan bagian dari jaringan PT Kabar Grup Indonesia atau KGI Network. Kabarbursa.com menyajikan berita ekonomi terkini, analisis mendalam, investasi dan inspirasi bisnis.\n\nKamu juga bisa mengunjungi media sosial Kabar Bursa:\nYoutube:    /   \nInstagram:   / kabarbursacom  \nTiktok:   / kabarbursacom  \nWA Channel: https://whatsapp.com/channel/0029Vae5...\n\n#bei #liquidityprovider #bbmnonsubsidi #kreditnasional #forecoffee #pasarmodal #pertamina #ekonomiindonesia #investasi #perbankan #umkm #kabarbursa #news #newsupdate #beritaterkini #beritasaham #beritaekonomi", "post_id": "-WUFSoiAPCQ"}}, {"key": "@wawasan-cerdas", "attributes": {"label": "@wawasan-cerdas", "x": 964.2119396225305, "y": 222.442385092111, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 6.7388, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "Ugc7al4E5bo", "id": "@wawasan-cerdas", "source": "youtube-000001", "content": "Jangan Beli Saham Perbankan Sebelum Tahu Jebakan Ini! | Wawasan Cerdas\n\nSelamat datang di Wawasan Cerdas! Apakah Anda sering tergiur melihat bank raksasa mencetak laba bersih hingga triliunan rupiah dan langsung ingin memborong sahamnya? Tunggu dulu! Di video kali ini, kita akan membongkar rahasia gelap dan realita di balik angka-angka top-line yang fantastis tersebut. Kami menemukan bahwa pertumbuhan kredit yang meledak-ledak sering kali hanyalah sebuah \"ilusi ekspansi\". Skala bisnis yang membesar tidak ada artinya jika biaya yang dikeluarkan untuk menjaga kredit tersebut ternyata jauh lebih mahal.\n\nBagi sebagian besar investor saham pemula, melihat pertumbuhan kredit dua digit biasanya memicu euforia karena logika sederhananya hal itu akan menebalkan laba bersih. Namun, mari kita bedah jebakan pertama bersama-sama: mahalnya biaya dana (Cost of Fund). Jika bank terlalu agresif menyalurkan kredit namun harus meminjam dana dengan bunga mahal, keuntungan riil akan menguap. Contoh nyatanya ada pada BBNI yang berhasil menyalurkan kredit ekspansif hingga Rp899,53 triliun, tetapi laba bersih mereka justru merosot dari Rp21,67 triliun menjadi Rp20,11 triliun karena beban bunga melonjak tajam menjadi Rp29,06 triliun. Ini adalah pelajaran berharga bagi kita: kredit baru tidak selalu mampu mengimbangi tekanan biaya dana yang harus dibayar. Selain itu, ekspansi masif sering membawa risiko masuknya debitur berkualitas rendah, seperti pada kasus BBRI, di mana rasio kredit macet (NPL gross) naik menjadi 3,07% dan laba tergerus 5,2% meski kreditnya tumbuh 12,5%. Anda juga wajib mewaspadai \"ongkos bersih-bersih\" di mana laba bank tersedot habis untuk membentuk Cadangan Kerugian Penurunan Nilai (CKPN) dan penghapusbukuan (write-off). Di BJTM dan BBTN, beban menambal kerusakan aset ini meledak melampaui laba bersih mereka.\n\nSelanjutnya, kita akan mengupas tuntas bahaya \"Bom Waktu Restrukturisasi\". Di masa krisis ekonomi, restrukturisasi adalah pelampung penyelamat agar debitur tidak langsung dicatat sebagai NPL. Namun sebagai investor yang cerdas, Anda tidak boleh naif, karena restrukturisasi sering kali hanyalah penunda masalah. Banyak yang bersorak saat angka restrukturisasi bank turun, padahal kenyataannya banyak debitur yang gagal diselamatkan dan status kreditnya \"turun kelas\" menjadi macet secara permanen. Hal ini terjadi pada BBRI, di mana rasio NPL dari kredit restrukturisasi melonjak ke level 76,4% meskipun nominal restrukturisasi secara umum dilaporkan turun. Bahkan bank sekelas BBNI juga mengalami kebocoran di mana rasio NPL terhadap kredit restrukturisasi memburuk dari 10,52% menjadi 13,41%. Oleh karena itu, kami sangat menyarankan Anda untuk memantau metrik Loan at Risk (LAR), bukan hanya NPL. LAR merangkum semua kredit berisiko tinggi, seperti BBTN yang memiliki LAR mencapai 17,09% karena masih memikul \"hantu masa lalu\" berupa stok restrukturisasi yang sangat gemuk. Kasus serupa juga melanda BJTM yang harus menghabiskan tenaganya karena NPL pada portofolio restrukturisasi mereka meroket hingga 70%.\n\nTerakhir, mari kita sadari betapa mahalnya harga sebuah pertahanan bank. Ketika kredit macet meledak, bank harus membangun benteng CKPN dan melakukan write-off atau cuci gudang membuang kredit jelek dari neraca utama. Sayangnya, aksi bersih-bersih ini dibayar lunas menggunakan laba perusahaan! Beban pencadangan BBTN meledak 205% mencapai 176,5% dari laba bersihnya, sedangkan BBNI merelakan 48,35% labanya (Rp9,72 triliun) menguap untuk cadangan. Aksi write-off juga sangat berdarah, contohnya BBRI yang membuang nyaris tiga perempat laba bersih setahun penuhnya (Rp42,41 triliun) ke tong sampah untuk membersihkan masalah pasca-pandemi. Agar investasi Anda aman, pastikan Anda mengecek NPL Coverage, yaitu perbandingan total CKPN dengan total kredit macet yang wajib berada di atas 100%. BBNI sangat aman dengan bantalan 206,42%, sementara BJTM masih rentan karena rasionya tertahan di 98,3%.\n\nJangan pernah berhenti pada analisa Top-Line. Waspadai pertumbuhan laba semu yang ternyata habis termakan CKPN, jangan terkecoh NPL turun jika write-off nya triliunan, dan pastikan bank yang Anda beli punya pencadangan kokoh di atas 100%. Di pasar modal, skala raksasa bisa menjadi monster yang memakan laba jika risikonya tidak dikendalikan.\n\nMari jadikan diri kita investor perbankan yang tangguh, efisien, dan jeli bersama Wawasan Cerdas!\n\nJangan lupa untuk dukung terus channel kita! 👍 LIKE video ini jika Anda mendapat insight baru! 💬 COMMENT saham perbankan apa yang sedang Anda pegang saat ini? 🔔 SUBSCRIBE & Nyalakan lonceng agar tidak ketinggalan edukasi investasi cerdas lainnya!\n\n--------------------------------------------------------------------------------\n#WawasanCerdas #InvestasiSaham #SahamPerbankan #LaporanKeuangan #IHSG #SahamBBRI #SahamBBNI #SahamBBTN #SahamBJTM #KreditMacet #AnalisisSaham #LiterasiKeuangan #InvestorPemula #ValueInvesting #PasarModal #WawasanCerdas #InvestasiSaham #Saham\n\nJoin this channel to get access to perks:\n   / -cerdas", "post_id": "Ugc7al4E5bo"}}, {"key": "wawasan", "attributes": {"label": "wawasan", "x": 629.9726477662833, "y": 224.09138209807477, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 12.4668, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "Ugc7al4E5bo", "id": "wawasan", "source": "youtube-000001", "content": "Jangan Beli Saham Perbankan Sebelum Tahu Jebakan Ini! | Wawasan Cerdas\n\nSelamat datang di Wawasan Cerdas! Apakah Anda sering tergiur melihat bank raksasa mencetak laba bersih hingga triliunan rupiah dan langsung ingin memborong sahamnya? Tunggu dulu! Di video kali ini, kita akan membongkar rahasia gelap dan realita di balik angka-angka top-line yang fantastis tersebut. Kami menemukan bahwa pertumbuhan kredit yang meledak-ledak sering kali hanyalah sebuah \"ilusi ekspansi\". Skala bisnis yang membesar tidak ada artinya jika biaya yang dikeluarkan untuk menjaga kredit tersebut ternyata jauh lebih mahal.\n\nBagi sebagian besar investor saham pemula, melihat pertumbuhan kredit dua digit biasanya memicu euforia karena logika sederhananya hal itu akan menebalkan laba bersih. Namun, mari kita bedah jebakan pertama bersama-sama: mahalnya biaya dana (Cost of Fund). Jika bank terlalu agresif menyalurkan kredit namun harus meminjam dana dengan bunga mahal, keuntungan riil akan menguap. Contoh nyatanya ada pada BBNI yang berhasil menyalurkan kredit ekspansif hingga Rp899,53 triliun, tetapi laba bersih mereka justru merosot dari Rp21,67 triliun menjadi Rp20,11 triliun karena beban bunga melonjak tajam menjadi Rp29,06 triliun. Ini adalah pelajaran berharga bagi kita: kredit baru tidak selalu mampu mengimbangi tekanan biaya dana yang harus dibayar. Selain itu, ekspansi masif sering membawa risiko masuknya debitur berkualitas rendah, seperti pada kasus BBRI, di mana rasio kredit macet (NPL gross) naik menjadi 3,07% dan laba tergerus 5,2% meski kreditnya tumbuh 12,5%. Anda juga wajib mewaspadai \"ongkos bersih-bersih\" di mana laba bank tersedot habis untuk membentuk Cadangan Kerugian Penurunan Nilai (CKPN) dan penghapusbukuan (write-off). Di BJTM dan BBTN, beban menambal kerusakan aset ini meledak melampaui laba bersih mereka.\n\nSelanjutnya, kita akan mengupas tuntas bahaya \"Bom Waktu Restrukturisasi\". Di masa krisis ekonomi, restrukturisasi adalah pelampung penyelamat agar debitur tidak langsung dicatat sebagai NPL. Namun sebagai investor yang cerdas, Anda tidak boleh naif, karena restrukturisasi sering kali hanyalah penunda masalah. Banyak yang bersorak saat angka restrukturisasi bank turun, padahal kenyataannya banyak debitur yang gagal diselamatkan dan status kreditnya \"turun kelas\" menjadi macet secara permanen. Hal ini terjadi pada BBRI, di mana rasio NPL dari kredit restrukturisasi melonjak ke level 76,4% meskipun nominal restrukturisasi secara umum dilaporkan turun. Bahkan bank sekelas BBNI juga mengalami kebocoran di mana rasio NPL terhadap kredit restrukturisasi memburuk dari 10,52% menjadi 13,41%. Oleh karena itu, kami sangat menyarankan Anda untuk memantau metrik Loan at Risk (LAR), bukan hanya NPL. LAR merangkum semua kredit berisiko tinggi, seperti BBTN yang memiliki LAR mencapai 17,09% karena masih memikul \"hantu masa lalu\" berupa stok restrukturisasi yang sangat gemuk. Kasus serupa juga melanda BJTM yang harus menghabiskan tenaganya karena NPL pada portofolio restrukturisasi mereka meroket hingga 70%.\n\nTerakhir, mari kita sadari betapa mahalnya harga sebuah pertahanan bank. Ketika kredit macet meledak, bank harus membangun benteng CKPN dan melakukan write-off atau cuci gudang membuang kredit jelek dari neraca utama. Sayangnya, aksi bersih-bersih ini dibayar lunas menggunakan laba perusahaan! Beban pencadangan BBTN meledak 205% mencapai 176,5% dari laba bersihnya, sedangkan BBNI merelakan 48,35% labanya (Rp9,72 triliun) menguap untuk cadangan. Aksi write-off juga sangat berdarah, contohnya BBRI yang membuang nyaris tiga perempat laba bersih setahun penuhnya (Rp42,41 triliun) ke tong sampah untuk membersihkan masalah pasca-pandemi. Agar investasi Anda aman, pastikan Anda mengecek NPL Coverage, yaitu perbandingan total CKPN dengan total kredit macet yang wajib berada di atas 100%. BBNI sangat aman dengan bantalan 206,42%, sementara BJTM masih rentan karena rasionya tertahan di 98,3%.\n\nJangan pernah berhenti pada analisa Top-Line. Waspadai pertumbuhan laba semu yang ternyata habis termakan CKPN, jangan terkecoh NPL turun jika write-off nya triliunan, dan pastikan bank yang Anda beli punya pencadangan kokoh di atas 100%. Di pasar modal, skala raksasa bisa menjadi monster yang memakan laba jika risikonya tidak dikendalikan.\n\nMari jadikan diri kita investor perbankan yang tangguh, efisien, dan jeli bersama Wawasan Cerdas!\n\nJangan lupa untuk dukung terus channel kita! 👍 LIKE video ini jika Anda mendapat insight baru! 💬 COMMENT saham perbankan apa yang sedang Anda pegang saat ini? 🔔 SUBSCRIBE & Nyalakan lonceng agar tidak ketinggalan edukasi investasi cerdas lainnya!\n\n--------------------------------------------------------------------------------\n#WawasanCerdas #InvestasiSaham #SahamPerbankan #LaporanKeuangan #IHSG #SahamBBRI #SahamBBNI #SahamBBTN #SahamBJTM #KreditMacet #AnalisisSaham #LiterasiKeuangan #InvestorPemula #ValueInvesting #PasarModal #WawasanCerdas #InvestasiSaham #Saham\n\nJoin this channel to get access to perks:\n   / -cerdas", "post_id": "Ugc7al4E5bo"}}, {"key": "@BloombergPodcasts", "attributes": {"label": "@BloombergPodcasts", "x": 725.1157956098389, "y": 722.3379037948805, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 6.7388, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "qg25xuc6k_s", "id": "@BloombergPodcasts", "source": "youtube-000001", "content": "Kredit Swasta Mengalami 'Masalah Pertumbuhan,' Kata Co-CEO SLR Capital Partners, Gross\n\nMichael Gross, salah satu pendiri SLR Capital Partners, mengatakan tekanan pada perusahaan pengembangan bisnis merupakan bagian dari \"masa-masa sulit\" pertumbuhan kredit swasta.\n\nJPMorgan Chase & Co. membatasi beberapa pinjaman kepada dana kredit swasta setelah menurunkan nilai pinjaman dalam portofolio mereka. Pada saat yang sama, BDC — yang memberikan pinjaman langsung kepada perusahaan menengah — mengalami peningkatan permintaan penarikan dana di tengah kekhawatiran akan kerugian terkait dengan eksposur yang terlalu besar terhadap perusahaan perangkat lunak yang terganggu oleh AI. Selain ekuitas dari mitra terbatas dan investor publik, dana kredit swasta bergantung pada bank untuk pendanaan. Mereka juga mengumpulkan utang di pasar obligasi peringkat investasi. Gelombang penarikan dana yang meningkat telah mendorong Moody's Ratings untuk merevisi prospeknya untuk kendaraan investasi kredit swasta menjadi negatif, setelah mempertahankan peringkat stabil selama lebih dari dua tahun.\n\nEksodus yang terus berlanjut dari instrumen investasi non-perdagangan, yang mencakup 60% aset sektor ini, dan tingginya leverage pada rekan-rekan mereka yang diperdagangkan secara publik merupakan pendorong utama revisi peringkat kredit, menurut sebuah laporan pada hari Selasa. \"Kekuatan disruptif\" yang dihadirkan oleh kecerdasan buatan diperkirakan akan memperburuk kekhawatiran kelompok ini dan menempatkannya \"dalam posisi bertahan\" di tahun mendatang, tulis analis Moody's.\n\nPembalikan mendadak pada kuartal pertama memicu arus keluar bersih pertama kalinya untuk sektor ini, kata Moody's. Sebelum kemajuan kecerdasan buatan membunyikan alarm tentang daya tahan sekuritas perangkat lunak, instrumen investasi tersebut telah mengalami arus masuk bersih yang kuat hingga kuartal ketiga tahun 2025.\nBagi perusahaan pengembangan bisnis non-perdagangan, ini adalah \"dinamika yang tidak menguntungkan yang kemungkinan tidak akan berbalik\" pada tahun 2026, kata Moody's. Penarikan dana baru-baru ini telah memaksa beberapa dana untuk memberlakukan batasan pada permintaan penarikan dan mengancam akan menciptakan gelombang investor yang mencoba keluar dari posisi mereka. Baca Selengkapnya: BDC Blue Owl Menerapkan Batasan Setelah Menghadapi Permintaan Keluar dari 41% dan 22% Investor\n“Pembatasan jumlah investor dan berita utama tentang penarikan dana yang tinggi dapat mendorong investor lain untuk melakukan penarikan dana,” tulis para penulis laporan, yang dipimpin oleh Clay Montgomery, wakil presiden di tim kredit swasta Moody’s Ratings.\n\n-------- \nSaksikan Bloomberg Radio LIVE di YouTube \nHari kerja pukul 7 pagi - 6 sore ET \nTONTON DI SINI: http://bit.ly/3vTiACF \n\nIkuti kami di X:   / bloombergradio   \n\nBerlangganan Podcast kami: \n\nBloomberg Daybreak: http://bit.ly/3DWYoAN \nBloomberg Surveillance: http://bit.ly/3OPtReI \nBloomberg Intelligence: http://bit.ly/3YrBfOi \nBalance of Power: http://bit.ly/3OO8eLC \nBloomberg Businessweek: http://bit.ly/3IPl60i \n\nDengarkan di Apple CarPlay dan Android Auto dengan aplikasi Bloomberg Business: \nApple CarPlay: https://apple.co/486mghI \nAndroid Auto: https://bit.ly/49benZy \n\nKunjungi saluran YouTube kami: \nBloomberg Podcasts:    / bloombergpodcasts   \nBloomberg Television:    /    \nBloomberg Originals:    / bloomberg   \nQuicktake:    /", "post_id": "qg25xuc6k_s"}}, {"key": "markets", "attributes": {"label": "markets", "x": 191.7115283156966, "y": 948.1545426723297, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 9.6028, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "qg25xuc6k_s", "id": "markets", "source": "youtube-000001", "content": "Kredit Swasta Mengalami 'Masalah Pertumbuhan,' Kata Co-CEO SLR Capital Partners, Gross\n\nMichael Gross, salah satu pendiri SLR Capital Partners, mengatakan tekanan pada perusahaan pengembangan bisnis merupakan bagian dari \"masa-masa sulit\" pertumbuhan kredit swasta.\n\nJPMorgan Chase & Co. membatasi beberapa pinjaman kepada dana kredit swasta setelah menurunkan nilai pinjaman dalam portofolio mereka. Pada saat yang sama, BDC — yang memberikan pinjaman langsung kepada perusahaan menengah — mengalami peningkatan permintaan penarikan dana di tengah kekhawatiran akan kerugian terkait dengan eksposur yang terlalu besar terhadap perusahaan perangkat lunak yang terganggu oleh AI. Selain ekuitas dari mitra terbatas dan investor publik, dana kredit swasta bergantung pada bank untuk pendanaan. Mereka juga mengumpulkan utang di pasar obligasi peringkat investasi. Gelombang penarikan dana yang meningkat telah mendorong Moody's Ratings untuk merevisi prospeknya untuk kendaraan investasi kredit swasta menjadi negatif, setelah mempertahankan peringkat stabil selama lebih dari dua tahun.\n\nEksodus yang terus berlanjut dari instrumen investasi non-perdagangan, yang mencakup 60% aset sektor ini, dan tingginya leverage pada rekan-rekan mereka yang diperdagangkan secara publik merupakan pendorong utama revisi peringkat kredit, menurut sebuah laporan pada hari Selasa. \"Kekuatan disruptif\" yang dihadirkan oleh kecerdasan buatan diperkirakan akan memperburuk kekhawatiran kelompok ini dan menempatkannya \"dalam posisi bertahan\" di tahun mendatang, tulis analis Moody's.\n\nPembalikan mendadak pada kuartal pertama memicu arus keluar bersih pertama kalinya untuk sektor ini, kata Moody's. Sebelum kemajuan kecerdasan buatan membunyikan alarm tentang daya tahan sekuritas perangkat lunak, instrumen investasi tersebut telah mengalami arus masuk bersih yang kuat hingga kuartal ketiga tahun 2025.\nBagi perusahaan pengembangan bisnis non-perdagangan, ini adalah \"dinamika yang tidak menguntungkan yang kemungkinan tidak akan berbalik\" pada tahun 2026, kata Moody's. Penarikan dana baru-baru ini telah memaksa beberapa dana untuk memberlakukan batasan pada permintaan penarikan dan mengancam akan menciptakan gelombang investor yang mencoba keluar dari posisi mereka. Baca Selengkapnya: BDC Blue Owl Menerapkan Batasan Setelah Menghadapi Permintaan Keluar dari 41% dan 22% Investor\n“Pembatasan jumlah investor dan berita utama tentang penarikan dana yang tinggi dapat mendorong investor lain untuk melakukan penarikan dana,” tulis para penulis laporan, yang dipimpin oleh Clay Montgomery, wakil presiden di tim kredit swasta Moody’s Ratings.\n\n-------- \nSaksikan Bloomberg Radio LIVE di YouTube \nHari kerja pukul 7 pagi - 6 sore ET \nTONTON DI SINI: http://bit.ly/3vTiACF \n\nIkuti kami di X:   / bloombergradio   \n\nBerlangganan Podcast kami: \n\nBloomberg Daybreak: http://bit.ly/3DWYoAN \nBloomberg Surveillance: http://bit.ly/3OPtReI \nBloomberg Intelligence: http://bit.ly/3YrBfOi \nBalance of Power: http://bit.ly/3OO8eLC \nBloomberg Businessweek: http://bit.ly/3IPl60i \n\nDengarkan di Apple CarPlay dan Android Auto dengan aplikasi Bloomberg Business: \nApple CarPlay: https://apple.co/486mghI \nAndroid Auto: https://bit.ly/49benZy \n\nKunjungi saluran YouTube kami: \nBloomberg Podcasts:    / bloombergpodcasts   \nBloomberg Television:    /    \nBloomberg Originals:    / bloomberg   \nQuicktake:    /", "post_id": "qg25xuc6k_s"}}, {"key": "bloombergquicktake", "attributes": {"label": "bloombergquicktake", "x": 74.55596863093739, "y": 187.16210831307512, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 9.6028, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "qg25xuc6k_s", "id": "bloombergquicktake", "source": "youtube-000001", "content": "Kredit Swasta Mengalami 'Masalah Pertumbuhan,' Kata Co-CEO SLR Capital Partners, Gross\n\nMichael Gross, salah satu pendiri SLR Capital Partners, mengatakan tekanan pada perusahaan pengembangan bisnis merupakan bagian dari \"masa-masa sulit\" pertumbuhan kredit swasta.\n\nJPMorgan Chase & Co. membatasi beberapa pinjaman kepada dana kredit swasta setelah menurunkan nilai pinjaman dalam portofolio mereka. Pada saat yang sama, BDC — yang memberikan pinjaman langsung kepada perusahaan menengah — mengalami peningkatan permintaan penarikan dana di tengah kekhawatiran akan kerugian terkait dengan eksposur yang terlalu besar terhadap perusahaan perangkat lunak yang terganggu oleh AI. Selain ekuitas dari mitra terbatas dan investor publik, dana kredit swasta bergantung pada bank untuk pendanaan. Mereka juga mengumpulkan utang di pasar obligasi peringkat investasi. Gelombang penarikan dana yang meningkat telah mendorong Moody's Ratings untuk merevisi prospeknya untuk kendaraan investasi kredit swasta menjadi negatif, setelah mempertahankan peringkat stabil selama lebih dari dua tahun.\n\nEksodus yang terus berlanjut dari instrumen investasi non-perdagangan, yang mencakup 60% aset sektor ini, dan tingginya leverage pada rekan-rekan mereka yang diperdagangkan secara publik merupakan pendorong utama revisi peringkat kredit, menurut sebuah laporan pada hari Selasa. \"Kekuatan disruptif\" yang dihadirkan oleh kecerdasan buatan diperkirakan akan memperburuk kekhawatiran kelompok ini dan menempatkannya \"dalam posisi bertahan\" di tahun mendatang, tulis analis Moody's.\n\nPembalikan mendadak pada kuartal pertama memicu arus keluar bersih pertama kalinya untuk sektor ini, kata Moody's. Sebelum kemajuan kecerdasan buatan membunyikan alarm tentang daya tahan sekuritas perangkat lunak, instrumen investasi tersebut telah mengalami arus masuk bersih yang kuat hingga kuartal ketiga tahun 2025.\nBagi perusahaan pengembangan bisnis non-perdagangan, ini adalah \"dinamika yang tidak menguntungkan yang kemungkinan tidak akan berbalik\" pada tahun 2026, kata Moody's. Penarikan dana baru-baru ini telah memaksa beberapa dana untuk memberlakukan batasan pada permintaan penarikan dan mengancam akan menciptakan gelombang investor yang mencoba keluar dari posisi mereka. Baca Selengkapnya: BDC Blue Owl Menerapkan Batasan Setelah Menghadapi Permintaan Keluar dari 41% dan 22% Investor\n“Pembatasan jumlah investor dan berita utama tentang penarikan dana yang tinggi dapat mendorong investor lain untuk melakukan penarikan dana,” tulis para penulis laporan, yang dipimpin oleh Clay Montgomery, wakil presiden di tim kredit swasta Moody’s Ratings.\n\n-------- \nSaksikan Bloomberg Radio LIVE di YouTube \nHari kerja pukul 7 pagi - 6 sore ET \nTONTON DI SINI: http://bit.ly/3vTiACF \n\nIkuti kami di X:   / bloombergradio   \n\nBerlangganan Podcast kami: \n\nBloomberg Daybreak: http://bit.ly/3DWYoAN \nBloomberg Surveillance: http://bit.ly/3OPtReI \nBloomberg Intelligence: http://bit.ly/3YrBfOi \nBalance of Power: http://bit.ly/3OO8eLC \nBloomberg Businessweek: http://bit.ly/3IPl60i \n\nDengarkan di Apple CarPlay dan Android Auto dengan aplikasi Bloomberg Business: \nApple CarPlay: https://apple.co/486mghI \nAndroid Auto: https://bit.ly/49benZy \n\nKunjungi saluran YouTube kami: \nBloomberg Podcasts:    / bloombergpodcasts   \nBloomberg Television:    /    \nBloomberg Originals:    / bloomberg   \nQuicktake:    /", "post_id": "qg25xuc6k_s"}}, {"key": "@thecore_in", "attributes": {"label": "@thecore_in", "x": 561.7556048136013, "y": 295.14726148227146, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 6.7388, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "AiuGRPBQcog", "id": "@thecore_in", "source": "youtube-000001", "content": "Perang Iran Belum Berakhir! Pasar Melonjak Seiring Pengetatan Blokade | Govindraj Ethiraj | Lapor...\n\nPada Episode 848 dari The Core Report, jurnalis keuangan Govindraj Ethiraj berbicara dengan Upasna Bhardwaj, Kepala Ekonom di Kotak Mahindra Bank; Adelle Thomas, Direktur Adaptasi di NRDC dan Wakil Ketua Kelompok Kerja IPCC; serta Krishnan Sitaraman, Kepala Petugas Pemeringkatan di Crisil Ratings.\n\n____________________________________________\nBekerja Sama Dengan:\nPasar bergerak cepat.\nTetap unggul dengan InvestingPro—akses penuh Anda ke 300.000+ instrumen, alat profesional & peringatan waktu nyata.\nTanpa kebisingan. Hanya intelijen pasar.\n\nInvestingPro—perkuat portofolio Anda.\n\nUnduh Sekarang: https://www.investing-referral.com/af...\n____________________________________________\nCATATAN ACARA\n(00:00) Berita Hari Ini\n(00:50) Pasar selalu menyambut baik kata-kata tersebut, tetapi mengapa tindakan menunjukkan sebaliknya\n(04:07) Ekspor India ke AS meningkat karena tarif yang lebih rendah\n(06:14) Bagaimana berkurangnya musim hujan akan berdampak pada perekonomian\n(13:32) Mengapa kredit perbankan melambat tahun ini?\n(24:30) Panas ekstrem muncul sebagai salah satu risiko iklim paling mendesak secara global\n\nPasar, Blokade, Rupee, dan Minyak:\n\nApakah perang Iran sudah berakhir? Tentu saja tidak. Pasar menyambut baik sinyal kemungkinan berakhirnya perang Iran, tetapi di lapangan, tidak banyak yang berubah. Pemboman tanpa henti kini telah beralih ke blokade angkatan laut dan ekonomi AS skala penuh.\n\nBlokade AS terhadap pelabuhan Iran sepenuhnya berlaku, memutus hampir 90 persen perdagangan maritim Iran melalui Selat Hormuz, jalur minyak global utama. Lebih dari 10.000 tentara AS, kapal angkatan laut, dan jet tempur dikerahkan. Dalam 24 jam pertama, kapal-kapal dipulangkan, memperketat perdagangan global dan risiko pasokan minyak. Meskipun pembicaraan diplomatik terus berlanjut, ketidakpastian tetap tinggi.\n\nHarga minyak kembali naik mendekati 95 dolar per barel, sementara IMF telah memangkas perkiraan pertumbuhan global dan memperingatkan skenario risiko harga minyak yang tinggi. Terlepas dari itu, pasar saham India melonjak, dengan Sensex dan Nifty mencapai level tertinggi satu bulan karena harapan meredanya ketegangan.\n\nPasar yang lebih luas menguat, tetapi investor asing tetap berhati-hati. Investor asing telah menarik miliaran dolar dari saham India karena risiko geopolitik, valuasi, dan tekanan mata uang. Rupee tetap lemah di dekat 93 per dolar di tengah permintaan dolar yang kuat.\n\nEkspor India ke AS:\n\nEkspor ke AS membaik karena tarif yang lebih rendah, mempersempit defisit perdagangan India. Namun, biaya pengiriman yang lebih tinggi dan gangguan di Selat Hormuz terus berlanjut. Ekspor permata dan perhiasan menurun, mencerminkan lemahnya permintaan global.\n\nLaporan Crisil menyoroti kondisi keuangan yang lebih ketat yang didorong oleh arus keluar FPI, pelemahan rupee, dan kenaikan imbal hasil obligasi. Tindakan RBI menstabilkan pasar, tetapi volatilitas tetap ada.\n\nDampak Musim Hujan Ini terhadap Ekonomi:\n\nInflasi kembali meningkat, dipimpin oleh harga minyak mentah, logam, dan pangan. Prakiraan musim hujan yang lemah menambah risiko lebih lanjut terhadap pertumbuhan dan permintaan pedesaan. Upasana Bharadwaj dari Kotak Mahindra Bank menyoroti pentingnya tren musim hujan untuk stabilitas ekonomi.\n\nPerlambatan Kredit Bank:\n\nPertumbuhan kredit bank diperkirakan akan melambat di tengah ketidakpastian global, meskipun permintaan UMKM dan ritel tetap stabil. Krishnan Sitaraman dari Crisil Ratings mencatat bahwa tren kredit akan bergantung pada suku bunga dan risiko geopolitik.\n\nMengatasi Panas Ekstrem di Dunia:\n\nMeningkatnya risiko gelombang panas muncul sebagai tantangan ekonomi global utama. Adele Thomas dari NRDC dan IPCC menyoroti urgensi adaptasi iklim dan respons kebijakan.\n\nPertanyaan kuncinya tetap: Apakah pasar mengabaikan risiko nyata seiring berlanjutnya konflik Iran?\n\nSaat narasi perang Iran belum berakhir terungkap dan blokade AS semakin ketat, pasar melonjak tetapi risiko tetap ada. Dari harga minyak, rupee, Sensex dan Nifty hingga sinyal ekonomi global, apakah pasar mengabaikan realitas? Tetap terinformasi dengan The Core Report oleh Govindraj Ethiraj.\n\n#PerangIran #PasarSahamIndia #HargaMinyak #SensexNifty #EkonomiGlobal #TheCoreReport #TheCore\n\nGabung The Core Insider untuk mendapatkan akses ke keuntungan:\n   /   \n\nPendengar! Kami menunggu umpan balik Anda: https://tinyurl.com/TCR-Listener-Survey\n\nThe Core & The Core Report didukung iklan & GRATIS untuk semua pembaca & pendengar. Hubungi shiva untuk kebutuhan sponsor & studio merek.\n\nUntuk liputan selengkapnya, kunjungi thecore.in (https://www.thecore.in/)\n\nDukung Core Report (https://tinyurl.com/Support-the-Core-...)\n\nGabung & Berinteraksi secara anonim di saluran WhatsApp kami (https://tinyurl.com/The-Core-WhatsApp...)\n\nBerlangganan Newsletter kami (https://www.thecore.in/newsletters/th...)\n\nIkuti Kami di Media Sosial untuk Pembaruan Lebih Lanjut:\nTwitter (http...", "post_id": "AiuGRPBQcog"}}, {"key": "thecore_in", "attributes": {"label": "thecore_in", "x": 210.8419208192025, "y": 175.3519119515835, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 12.4668, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "AiuGRPBQcog", "id": "thecore_in", "source": "youtube-000001", "content": "Perang Iran Belum Berakhir! Pasar Melonjak Seiring Pengetatan Blokade | Govindraj Ethiraj | Lapor...\n\nPada Episode 848 dari The Core Report, jurnalis keuangan Govindraj Ethiraj berbicara dengan Upasna Bhardwaj, Kepala Ekonom di Kotak Mahindra Bank; Adelle Thomas, Direktur Adaptasi di NRDC dan Wakil Ketua Kelompok Kerja IPCC; serta Krishnan Sitaraman, Kepala Petugas Pemeringkatan di Crisil Ratings.\n\n____________________________________________\nBekerja Sama Dengan:\nPasar bergerak cepat.\nTetap unggul dengan InvestingPro—akses penuh Anda ke 300.000+ instrumen, alat profesional & peringatan waktu nyata.\nTanpa kebisingan. Hanya intelijen pasar.\n\nInvestingPro—perkuat portofolio Anda.\n\nUnduh Sekarang: https://www.investing-referral.com/af...\n____________________________________________\nCATATAN ACARA\n(00:00) Berita Hari Ini\n(00:50) Pasar selalu menyambut baik kata-kata tersebut, tetapi mengapa tindakan menunjukkan sebaliknya\n(04:07) Ekspor India ke AS meningkat karena tarif yang lebih rendah\n(06:14) Bagaimana berkurangnya musim hujan akan berdampak pada perekonomian\n(13:32) Mengapa kredit perbankan melambat tahun ini?\n(24:30) Panas ekstrem muncul sebagai salah satu risiko iklim paling mendesak secara global\n\nPasar, Blokade, Rupee, dan Minyak:\n\nApakah perang Iran sudah berakhir? Tentu saja tidak. Pasar menyambut baik sinyal kemungkinan berakhirnya perang Iran, tetapi di lapangan, tidak banyak yang berubah. Pemboman tanpa henti kini telah beralih ke blokade angkatan laut dan ekonomi AS skala penuh.\n\nBlokade AS terhadap pelabuhan Iran sepenuhnya berlaku, memutus hampir 90 persen perdagangan maritim Iran melalui Selat Hormuz, jalur minyak global utama. Lebih dari 10.000 tentara AS, kapal angkatan laut, dan jet tempur dikerahkan. Dalam 24 jam pertama, kapal-kapal dipulangkan, memperketat perdagangan global dan risiko pasokan minyak. Meskipun pembicaraan diplomatik terus berlanjut, ketidakpastian tetap tinggi.\n\nHarga minyak kembali naik mendekati 95 dolar per barel, sementara IMF telah memangkas perkiraan pertumbuhan global dan memperingatkan skenario risiko harga minyak yang tinggi. Terlepas dari itu, pasar saham India melonjak, dengan Sensex dan Nifty mencapai level tertinggi satu bulan karena harapan meredanya ketegangan.\n\nPasar yang lebih luas menguat, tetapi investor asing tetap berhati-hati. Investor asing telah menarik miliaran dolar dari saham India karena risiko geopolitik, valuasi, dan tekanan mata uang. Rupee tetap lemah di dekat 93 per dolar di tengah permintaan dolar yang kuat.\n\nEkspor India ke AS:\n\nEkspor ke AS membaik karena tarif yang lebih rendah, mempersempit defisit perdagangan India. Namun, biaya pengiriman yang lebih tinggi dan gangguan di Selat Hormuz terus berlanjut. Ekspor permata dan perhiasan menurun, mencerminkan lemahnya permintaan global.\n\nLaporan Crisil menyoroti kondisi keuangan yang lebih ketat yang didorong oleh arus keluar FPI, pelemahan rupee, dan kenaikan imbal hasil obligasi. Tindakan RBI menstabilkan pasar, tetapi volatilitas tetap ada.\n\nDampak Musim Hujan Ini terhadap Ekonomi:\n\nInflasi kembali meningkat, dipimpin oleh harga minyak mentah, logam, dan pangan. Prakiraan musim hujan yang lemah menambah risiko lebih lanjut terhadap pertumbuhan dan permintaan pedesaan. Upasana Bharadwaj dari Kotak Mahindra Bank menyoroti pentingnya tren musim hujan untuk stabilitas ekonomi.\n\nPerlambatan Kredit Bank:\n\nPertumbuhan kredit bank diperkirakan akan melambat di tengah ketidakpastian global, meskipun permintaan UMKM dan ritel tetap stabil. Krishnan Sitaraman dari Crisil Ratings mencatat bahwa tren kredit akan bergantung pada suku bunga dan risiko geopolitik.\n\nMengatasi Panas Ekstrem di Dunia:\n\nMeningkatnya risiko gelombang panas muncul sebagai tantangan ekonomi global utama. Adele Thomas dari NRDC dan IPCC menyoroti urgensi adaptasi iklim dan respons kebijakan.\n\nPertanyaan kuncinya tetap: Apakah pasar mengabaikan risiko nyata seiring berlanjutnya konflik Iran?\n\nSaat narasi perang Iran belum berakhir terungkap dan blokade AS semakin ketat, pasar melonjak tetapi risiko tetap ada. Dari harga minyak, rupee, Sensex dan Nifty hingga sinyal ekonomi global, apakah pasar mengabaikan realitas? Tetap terinformasi dengan The Core Report oleh Govindraj Ethiraj.\n\n#PerangIran #PasarSahamIndia #HargaMinyak #SensexNifty #EkonomiGlobal #TheCoreReport #TheCore\n\nGabung The Core Insider untuk mendapatkan akses ke keuntungan:\n   /   \n\nPendengar! Kami menunggu umpan balik Anda: https://tinyurl.com/TCR-Listener-Survey\n\nThe Core & The Core Report didukung iklan & GRATIS untuk semua pembaca & pendengar. Hubungi shiva untuk kebutuhan sponsor & studio merek.\n\nUntuk liputan selengkapnya, kunjungi thecore.in (https://www.thecore.in/)\n\nDukung Core Report (https://tinyurl.com/Support-the-Core-...)\n\nGabung & Berinteraksi secara anonim di saluran WhatsApp kami (https://tinyurl.com/The-Core-WhatsApp...)\n\nBerlangganan Newsletter kami (https://www.thecore.in/newsletters/th...)\n\nIkuti Kami di Media Sosial untuk Pembaruan Lebih Lanjut:\nTwitter (http...", "post_id": "AiuGRPBQcog"}}, {"key": "@Channel1TVGH", "attributes": {"label": "@Channel1TVGH", "x": 782.9034103678383, "y": 832.4285106975974, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 6.7388, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "xS3STbP1a64", "id": "@Channel1TVGH", "source": "youtube-000001", "content": "Penyaluran Pinjaman Bank Melambat - Pertumbuhan Kredit Turun menjadi 15,6% karena Bank Menjadi Le...\n\n#EkonomiGhana #SektorPerbankan #PertumbuhanKredit #BeritaKeuangan #BeritaGhana #BeritaTerkini #ChannelOneNews\n\nPertumbuhan kredit di sektor perbankan Ghana melambat, menandakan lingkungan pemberian pinjaman yang lebih hati-hati di seluruh industri. Pertumbuhan telah melambat menjadi 15,6%, dengan total arus kredit bersih turun menjadi GH¢14,6 miliar.\n\nTren ini menunjukkan bahwa bank semakin beralih ke aset yang lebih aman sambil memperketat persyaratan pinjaman, mencerminkan sikap yang lebih menghindari risiko di sektor ini.\n\nPara ahli memperingatkan bahwa hal ini dapat berdampak pada ekspansi kredit sektor swasta dalam jangka pendek dan memperlambat aktivitas ekonomi.\n\nChannelOne TV...Menceritakan Kisah Anda, Memberdayakan Perubahan\n\nIkuti kami:\nFacebook:   / channel1tvgh  \nX: https://x.com/Channel1TVGHA?t=DPofwFH...\nInstagram: https://www.instagram.com/channel1tvg...\nTikTok: https://www.tiktok.com/?...\nSitus web: channelonenewsonline.com", "post_id": "xS3STbP1a64"}}, {"key": "channel1tvgh", "attributes": {"label": "channel1tvgh", "x": 838.3667627384747, "y": 802.4293009808692, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 12.4668, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "xS3STbP1a64", "id": "channel1tvgh", "source": "youtube-000001", "content": "Penyaluran Pinjaman Bank Melambat - Pertumbuhan Kredit Turun menjadi 15,6% karena Bank Menjadi Le...\n\n#EkonomiGhana #SektorPerbankan #PertumbuhanKredit #BeritaKeuangan #BeritaGhana #BeritaTerkini #ChannelOneNews\n\nPertumbuhan kredit di sektor perbankan Ghana melambat, menandakan lingkungan pemberian pinjaman yang lebih hati-hati di seluruh industri. Pertumbuhan telah melambat menjadi 15,6%, dengan total arus kredit bersih turun menjadi GH¢14,6 miliar.\n\nTren ini menunjukkan bahwa bank semakin beralih ke aset yang lebih aman sambil memperketat persyaratan pinjaman, mencerminkan sikap yang lebih menghindari risiko di sektor ini.\n\nPara ahli memperingatkan bahwa hal ini dapat berdampak pada ekspansi kredit sektor swasta dalam jangka pendek dan memperlambat aktivitas ekonomi.\n\nChannelOne TV...Menceritakan Kisah Anda, Memberdayakan Perubahan\n\nIkuti kami:\nFacebook:   / channel1tvgh  \nX: https://x.com/Channel1TVGHA?t=DPofwFH...\nInstagram: https://www.instagram.com/channel1tvg...\nTikTok: https://www.tiktok.com/?...\nSitus web: channelonenewsonline.com", "post_id": "xS3STbP1a64"}}, {"key": "@IDXCHANNELINSIGHT", "attributes": {"label": "@IDXCHANNELINSIGHT", "x": 47.04477485807246, "y": 920.1169673910896, "size": 13.67, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 6.7388, "eigenvector": 122.6922, "in_degree": 0, "out_degree": 12, "degree": 12}, "_id": "-8SPc-9o3XM", "id": "@IDXCHANNELINSIGHT", "source": "youtube-000001", "content": "BI Laporkan Pertumbuhan Kredit Mencapai 9,49 Persen | PRIME MARKET HIGHLIGHTS\n\nBank Indonesia melaporkan pertumbuhan kredit perbankan pada Maret 2026 mencapai 9,49 persen. Capaian ini sedikit lebih tinggi dibandingkan Februari 2026 yang sebesar 9,37 persen, menunjukkan tren penyaluran kredit yang tetap stabil dan positif.\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n--------------------------------------------\nFollow US on Social Media\nWebsite - http://www.idxchannel.com\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idxchannelcom  \n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "-8SPc-9o3XM"}}, {"key": "wicky_adrian", "attributes": {"label": "wicky_adrian", "x": 419.0022764921437, "y": 484.76887452382823, "size": 13.77, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 7.4889, "eigenvector": 123.8621, "in_degree": 5, "out_degree": 0, "degree": 5}, "_id": "-8SPc-9o3XM", "id": "wicky_adrian", "source": "youtube-000001", "content": "BI Laporkan Pertumbuhan Kredit Mencapai 9,49 Persen | PRIME MARKET HIGHLIGHTS\n\nBank Indonesia melaporkan pertumbuhan kredit perbankan pada Maret 2026 mencapai 9,49 persen. Capaian ini sedikit lebih tinggi dibandingkan Februari 2026 yang sebesar 9,37 persen, menunjukkan tren penyaluran kredit yang tetap stabil dan positif.\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n--------------------------------------------\nFollow US on Social Media\nWebsite - http://www.idxchannel.com\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idxchannelcom  \n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "-8SPc-9o3XM"}}, {"key": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "fajar.wayong", "x": 157.29631236450768, "y": 91.01723642359505, "size": 13.77, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 7.4889, "eigenvector": 123.8621, "in_degree": 10, "out_degree": 0, "degree": 10}, "_id": "-8SPc-9o3XM", "id": "fajar.wayong", "source": "youtube-000001", "content": "BI Laporkan Pertumbuhan Kredit Mencapai 9,49 Persen | PRIME MARKET HIGHLIGHTS\n\nBank Indonesia melaporkan pertumbuhan kredit perbankan pada Maret 2026 mencapai 9,49 persen. Capaian ini sedikit lebih tinggi dibandingkan Februari 2026 yang sebesar 9,37 persen, menunjukkan tren penyaluran kredit yang tetap stabil dan positif.\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n--------------------------------------------\nFollow US on Social Media\nWebsite - http://www.idxchannel.com\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idxchannelcom  \n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "-8SPc-9o3XM"}}, {"key": "deffid_83", "attributes": {"label": "deffid_83", "x": 852.9636969100502, "y": 642.0225021763765, "size": 13.77, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 7.4889, "eigenvector": 123.8621, "in_degree": 5, "out_degree": 0, "degree": 5}, "_id": "-8SPc-9o3XM", "id": "deffid_83", "source": "youtube-000001", "content": "BI Laporkan Pertumbuhan Kredit Mencapai 9,49 Persen | PRIME MARKET HIGHLIGHTS\n\nBank Indonesia melaporkan pertumbuhan kredit perbankan pada Maret 2026 mencapai 9,49 persen. Capaian ini sedikit lebih tinggi dibandingkan Februari 2026 yang sebesar 9,37 persen, menunjukkan tren penyaluran kredit yang tetap stabil dan positif.\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n--------------------------------------------\nFollow US on Social Media\nWebsite - http://www.idxchannel.com\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idxchannelcom  \n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "-8SPc-9o3XM"}}, {"key": "rosalinehioe", "attributes": {"label": "rosalinehioe", "x": 393.2332066616518, "y": 671.0445491351791, "size": 13.77, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 7.4889, "eigenvector": 123.8621, "in_degree": 5, "out_degree": 0, "degree": 5}, "_id": "-8SPc-9o3XM", "id": "rosalinehioe", "source": "youtube-000001", "content": "BI Laporkan Pertumbuhan Kredit Mencapai 9,49 Persen | PRIME MARKET HIGHLIGHTS\n\nBank Indonesia melaporkan pertumbuhan kredit perbankan pada Maret 2026 mencapai 9,49 persen. Capaian ini sedikit lebih tinggi dibandingkan Februari 2026 yang sebesar 9,37 persen, menunjukkan tren penyaluran kredit yang tetap stabil dan positif.\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n--------------------------------------------\nFollow US on Social Media\nWebsite - http://www.idxchannel.com\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idxchannelcom  \n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "-8SPc-9o3XM"}}, {"key": "@IDXChannel", "attributes": {"label": "@IDXChannel", "x": 266.12581095246503, "y": 212.1779310353783, "size": 14.76, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 6.7388, "eigenvector": 135.2722, "in_degree": 0, "out_degree": 21, "degree": 21}, "_id": "Y9vIf8NCZsM", "id": "@IDXChannel", "source": "youtube-000001", "content": "INDEF: Pertumbuhan Ekonomi Kuartal I 2026 Berpotensi di Bawah 5,4 Persen | 1ST SESSION CLOSING\n\nPerlambatan ekonomi diperkirakan mulai terlihat pada awal tahun seiring melemahnya sejumlah faktor pendorong, terutama pertumbuhan kredit perbankan. Pengamat ekonomi sekaligus Direktur Big Data INDEF, Eko Listiyanto, menyebutkan bahwa pada Maret pertumbuhan kredit berada di level 9,49 persen dan belum menunjukkan penguatan yang signifikan. Kondisi ini dinilai akan berdampak pada perlambatan ekonomi nasional pada kuartal I 2026, yang diperkirakan sedikit di bawah capaian kuartal IV 2025 sebesar 5,39 persen. INDEF juga memperkirakan pertumbuhan ekonomi kuartal pertama tahun ini akan berada di bawah 5,4 persen, seiring masih lemahnya dorongan dari sektor kredit perbankan.\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nFollow US on Social Media\nYuk Subscribe -    /   \nWa Channel - https://whatsapp.com/channel/0029Va5V...\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idx_channel  \n-------------------------------------------------------------------------------------\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\nMyRepublic Channel 576\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "Y9vIf8NCZsM"}}, {"key": "idxchannel_", "attributes": {"label": "idxchannel_", "x": 422.70561250620995, "y": 627.3406498485385, "size": 8.65, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 7.0116, "eigenvector": 64.9512, "in_degree": 3, "out_degree": 0, "degree": 3}, "_id": "Y9vIf8NCZsM", "id": "idxchannel_", "source": "youtube-000001", "content": "INDEF: Pertumbuhan Ekonomi Kuartal I 2026 Berpotensi di Bawah 5,4 Persen | 1ST SESSION CLOSING\n\nPerlambatan ekonomi diperkirakan mulai terlihat pada awal tahun seiring melemahnya sejumlah faktor pendorong, terutama pertumbuhan kredit perbankan. Pengamat ekonomi sekaligus Direktur Big Data INDEF, Eko Listiyanto, menyebutkan bahwa pada Maret pertumbuhan kredit berada di level 9,49 persen dan belum menunjukkan penguatan yang signifikan. Kondisi ini dinilai akan berdampak pada perlambatan ekonomi nasional pada kuartal I 2026, yang diperkirakan sedikit di bawah capaian kuartal IV 2025 sebesar 5,39 persen. INDEF juga memperkirakan pertumbuhan ekonomi kuartal pertama tahun ini akan berada di bawah 5,4 persen, seiring masih lemahnya dorongan dari sektor kredit perbankan.\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nFollow US on Social Media\nYuk Subscribe -    /   \nWa Channel - https://whatsapp.com/channel/0029Va5V...\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idx_channel  \n-------------------------------------------------------------------------------------\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\nMyRepublic Channel 576\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "Y9vIf8NCZsM"}}, {"key": "@theinvestor", "attributes": {"label": "@theinvestor", "x": 288.6823683855745, "y": 496.00469056031125, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 6.7388, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "llfNusDQ4lw", "id": "@theinvestor", "source": "youtube-000001", "content": "KINERJA BBRI MASIH ANCUR !!!\n\nVideo ini membahas pergerakan harga saham BBRI dan kinerja fundamentalnya yang menunjukkan tren penurunan. Apa sebenarnya penyebabnya?\nKita akan menganalisis BBRI dari tiga faktor utama pertumbuhan bank: pertumbuhan kredit, pertumbuhan simpanan, dan NPL (Non-Performing Loan) — dan melihat bagaimana kondisi BBRI saat ini jika ditinjau dari ketiga faktor tersebut.\n\nJoin Channel Telegram The Investor: https://t.me/theinvestor_id\n\nDapatkan EBOOK WATCHLIST STOCKS GRATIS di sini:\nhttps://theinvestor.id/free-ebook-wat...\n\nHalo.....para pecinta dunia saham.\nPada Channel ini saya ingin berbagi informasi mengenai perkembangan emiten di pasar saham.\nSelain membahas emiten dan saham, saya juga ingin berbagi informasi seputar teknik menganalisa saham dengan melihat sisi fundamental dan berita-berita terupdate mengenai pasar saham.\n\nPastikan Temen - temen sekalian mengikuti terus channel saya.\n\nDISCLAIMER:\nPerlu saya sampaikan kalo Informasi tentang dunia saham ini saya sharingkan dengan itikad baik dan HANYA untuk tujuan informasi umum saja.\n\nSetiap tindakan/keputusan yang diambil berdasarkan informasi ini adalah TETAP tanggung jawab pribadi.\n\nSalam Passive Income ^^\n------------\nIkuti program online course VALUE INVESTING MASTERY: \n\nhttps://theinvestor.id/valueinvesting...\n\nuntuk pemesanan EBOOK : \n\nhttps://theinvestor.id/ebook-watchlis...\n\n• • •\nFollow IG The Investor:   / theinvestor_id  \nlike FB The Investor:   / erose.theinvestor  \n-\nSponsored by : Verose Batik\nInstagram :", "post_id": "llfNusDQ4lw"}}, {"key": "batiksolo_laweyan", "attributes": {"label": "batiksolo_laweyan", "x": 861.4495933095582, "y": 447.48721442397397, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 12.4668, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "llfNusDQ4lw", "id": "batiksolo_laweyan", "source": "youtube-000001", "content": "KINERJA BBRI MASIH ANCUR !!!\n\nVideo ini membahas pergerakan harga saham BBRI dan kinerja fundamentalnya yang menunjukkan tren penurunan. Apa sebenarnya penyebabnya?\nKita akan menganalisis BBRI dari tiga faktor utama pertumbuhan bank: pertumbuhan kredit, pertumbuhan simpanan, dan NPL (Non-Performing Loan) — dan melihat bagaimana kondisi BBRI saat ini jika ditinjau dari ketiga faktor tersebut.\n\nJoin Channel Telegram The Investor: https://t.me/theinvestor_id\n\nDapatkan EBOOK WATCHLIST STOCKS GRATIS di sini:\nhttps://theinvestor.id/free-ebook-wat...\n\nHalo.....para pecinta dunia saham.\nPada Channel ini saya ingin berbagi informasi mengenai perkembangan emiten di pasar saham.\nSelain membahas emiten dan saham, saya juga ingin berbagi informasi seputar teknik menganalisa saham dengan melihat sisi fundamental dan berita-berita terupdate mengenai pasar saham.\n\nPastikan Temen - temen sekalian mengikuti terus channel saya.\n\nDISCLAIMER:\nPerlu saya sampaikan kalo Informasi tentang dunia saham ini saya sharingkan dengan itikad baik dan HANYA untuk tujuan informasi umum saja.\n\nSetiap tindakan/keputusan yang diambil berdasarkan informasi ini adalah TETAP tanggung jawab pribadi.\n\nSalam Passive Income ^^\n------------\nIkuti program online course VALUE INVESTING MASTERY: \n\nhttps://theinvestor.id/valueinvesting...\n\nuntuk pemesanan EBOOK : \n\nhttps://theinvestor.id/ebook-watchlis...\n\n• • •\nFollow IG The Investor:   / theinvestor_id  \nlike FB The Investor:   / erose.theinvestor  \n-\nSponsored by : Verose Batik\nInstagram :", "post_id": "llfNusDQ4lw"}}, {"key": "@ETNow", "attributes": {"label": "@ETNow", "x": 147.58689582343754, "y": 231.51875037985647, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 6.7388, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "uaLA7xFED4M", "id": "@ETNow", "source": "youtube-000001", "content": "Mengapa ICICI Bank Tetap Menjadi Pilihan Utama di Tengah Volatilitas Pasar | Properti, Perbankan,...\n\nMusim laporan keuangan mengungkapkan tren pasar yang jelas—bank-bank sedang naik daun sementara sektor IT tetap netral dan sektor FMCG menghadapi tekanan biaya. Para ahli menyoroti kualitas aset yang kuat, pertumbuhan kredit yang meningkat, dan rotasi sektoral ke sektor energi dan logam. Dengan Nifty yang melonjak lebih dari 2000 poin, apakah ini masih pasar beli saat harga turun?\n\nBerikut adalah arah pergerakan uang cerdas saat ini.\n\nKendalikan uang Anda dengan kondisi ekonomi saat ini.\n\n#etnow #businessnews #stockmarketindia #nifty50 #bankstocks #earningsseason #investing #marketanalysis #psubanks #powerstocks\n\nSaluran YouTube -    /   \n\nBerlangganan ET Now untuk mendapatkan pembaruan terbaru tentang berita pasar saham, berita bisnis, berita perusahaan, IPO & lainnya | https://bit.ly/SubscribeToETNow\n\nBerlangganan Sekarang ke Saluran Jaringan Kami :-\nET Now Swadesh:    / etnowswadesh  \nTimes Now: http://goo.gl/U9ibPb\n\nTautan Media Sosial :-\nTwitter - http://goo.gl/hA0vDt\nFacebook - http://goo.gl/5Lr4mC\n\nSitus web - https://www.etnownews.com\nUnduh Aplikasi kami untuk Berita Terkini: https://tinyurl.com/4y6e3u2e\n\nIkuti kami di Google News untuk pembaruan terbaru\nET Now: https://news.google.com/publications/...\nTimes Now Navbharat: https://bit.ly/3zDaKJo \nTimes Now : https://bit.ly/3CyrrYg\nZoom: https://bit.ly/3CEK0dv", "post_id": "uaLA7xFED4M"}}, {"key": "etnow", "attributes": {"label": "etnow", "x": 557.8271777502323, "y": 136.04866643672554, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 12.4668, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "uaLA7xFED4M", "id": "etnow", "source": "youtube-000001", "content": "Mengapa ICICI Bank Tetap Menjadi Pilihan Utama di Tengah Volatilitas Pasar | Properti, Perbankan,...\n\nMusim laporan keuangan mengungkapkan tren pasar yang jelas—bank-bank sedang naik daun sementara sektor IT tetap netral dan sektor FMCG menghadapi tekanan biaya. Para ahli menyoroti kualitas aset yang kuat, pertumbuhan kredit yang meningkat, dan rotasi sektoral ke sektor energi dan logam. Dengan Nifty yang melonjak lebih dari 2000 poin, apakah ini masih pasar beli saat harga turun?\n\nBerikut adalah arah pergerakan uang cerdas saat ini.\n\nKendalikan uang Anda dengan kondisi ekonomi saat ini.\n\n#etnow #businessnews #stockmarketindia #nifty50 #bankstocks #earningsseason #investing #marketanalysis #psubanks #powerstocks\n\nSaluran YouTube -    /   \n\nBerlangganan ET Now untuk mendapatkan pembaruan terbaru tentang berita pasar saham, berita bisnis, berita perusahaan, IPO & lainnya | https://bit.ly/SubscribeToETNow\n\nBerlangganan Sekarang ke Saluran Jaringan Kami :-\nET Now Swadesh:    / etnowswadesh  \nTimes Now: http://goo.gl/U9ibPb\n\nTautan Media Sosial :-\nTwitter - http://goo.gl/hA0vDt\nFacebook - http://goo.gl/5Lr4mC\n\nSitus web - https://www.etnownews.com\nUnduh Aplikasi kami untuk Berita Terkini: https://tinyurl.com/4y6e3u2e\n\nIkuti kami di Google News untuk pembaruan terbaru\nET Now: https://news.google.com/publications/...\nTimes Now Navbharat: https://bit.ly/3zDaKJo \nTimes Now : https://bit.ly/3CyrrYg\nZoom: https://bit.ly/3CEK0dv", "post_id": "uaLA7xFED4M"}}], "edges": [{"key": "keuangannews_id", "source": "keuangannews_id", "target": "keuangannews_id", "attributes": {"label": "retweet", "type": "retweet", "source": "retweet-000002"}}, {"key": "keuangannews_id", "source": "keuangannews_id", "target": "keuangannews_id", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "retweet-000002"}}, {"key": "aldotjahjadi8", "source": "aldotjahjadi8", "target": "bank_indonesia", "attributes": {"label": "retweet", "type": "retweet", "source": "retweet-000002"}}, {"key": "aldotjahjadi8", "source": "aldotjahjadi8", "target": "bank_indonesia", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "retweet-000002"}}, {"key": "Ryp_Ez", "source": "Ryp_Ez", "target": "bank_indonesia", "attributes": {"label": "retweet", "type": "retweet", "source": "retweet-000002"}}, {"key": "Ryp_Ez", "source": "Ryp_Ez", "target": "bank_indonesia", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "retweet-000002"}}, {"key": "yantomutsu", "source": "yantomutsu", "target": "abu_waras", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "keuangannews_id", "source": "keuangannews_id", "target": "keuangan", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "grok", "source": "grok", "target": "r1dayat", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "grok", "source": "grok", "target": "arda_odang17", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "grok", "source": "grok", "target": "mochmasykur12", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "grok", "source": "grok", "target": "icibosadd", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "grok", "source": "grok", "target": "yosephsamodra", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "grok", "source": "grok", "target": "MrOngDedy", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "wooriinim", "source": "wooriinim", "target": "kompascom", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "tenderterbatas", "source": "tenderterbatas", "target": "ChatibBasri", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "dealova_in", "source": "dealova_in", "target": "PermataBank", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "dealova_in", "source": "dealova_in", "target": "rizarin_anugrah", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "dealova_in", "source": "dealova_in", "target": "dyh81parna", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "dealova_in", "source": "dealova_in", "target": "nugraharizkia28", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "dealova_in", "source": "dealova_in", "target": "PermataBank", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "hscarpenter2019", "source": "hscarpenter2019", "target": "ArvinHonami", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "syueb2011", "source": "syueb2011", "target": "bachrum_achmadi", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "syueb2011", "source": "syueb2011", "target": "SBYudhoyono", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "mancingsaham", "source": "mancingsaham", "target": "mancingsaham", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "kabarsamarinda_official", "source": "kabarsamarinda_official", "target": "ogstore.samarinda", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "bank_indonesia_kalsel", "source": "bank_indonesia_kalsel", "target": "perekonomianri", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "bank_indonesia_kediri", "source": "bank_indonesia_kediri", "target": "perekonomianri", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "bank_indonesia", "source": "bank_indonesia", "target": "perekonomianri", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "bank_indonesia_jakarta", "source": "bank_indonesia_jakarta", "target": "perekonomianri", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "bank_indonesia_jakarta", "source": "bank_indonesia_jakarta", "target": "perekonomianri", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "bank_indonesia_kepri", "source": "bank_indonesia_kepri", "target": "perekonomianri", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "bank_indonesia", "source": "bank_indonesia", "target": "perekonomianri", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "bank_indonesia_lhokseumawe_", "source": "bank_indonesia_lhokseumawe_", "target": "perekonomianri", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "bank_indonesia_kalteng", "source": "bank_indonesia_kalteng", "target": "perekonomianri", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "bank_indonesia_lhokseumawe_", "source": "bank_indonesia_lhokseumawe_", "target": "perekonomianri", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "radar_indramayu", "source": "radar_indramayu", "target": "radar_indramayu", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "radar_indramayu", "source": "radar_indramayu", "target": "radar_indramayu", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "kumparancom", "source": "kumparancom", "target": "bankmandiri", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "mancingsaham", "source": "mancingsaham", "target": "mancingsaham", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "idx_channel", "source": "idx_channel", "target": "prast_ulrich", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "nuonlinenews", "source": "nuonlinenews", "target": "nuonlinenews", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "redaksi_sumselmedia", "source": "redaksi_sumselmedia", "target": "cimb_niaga", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "redaksi_sumselmedia", "source": "redaksi_sumselmedia", "target": "lani_darmawan", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "redaksi_sumselmedia", "source": "redaksi_sumselmedia", "target": "cimbniagasyariahplg", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "redaksi_sumselmedia", "source": "redaksi_sumselmedia", "target": "redaksi_sumselmedia", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "airlanggahartarto_official", "source": "airlanggahartarto_official", "target": "prabowo", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "kontannews", "source": "kontannews", "target": "bankraya", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "mancingsaham", "source": "mancingsaham", "target": "mancingsaham", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "mancingsaham", "source": "mancingsaham", "target": "mancingsaham", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "detikfinanceofficial", "source": "detikfinanceofficial", "target": "kementrianbakuhantam", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "ekssoverr", "source": "ekssoverr", "target": "Ekssover", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "dndourna", "source": "dndourna", "target": "genbi_semarang", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "dndourna", "source": "dndourna", "target": "bank_indonesia_jateng", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "pusatclipss.id", "source": "pusatclipss.id", "target": "rivan.kurniawan", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "idx_yogyakarta", "source": "idx_yogyakarta", "target": "indonesiastockexchange", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "tumbuhkaya.id", "source": "tumbuhkaya.id", "target": "tumbuhkaya.id", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "anggasaputra__89", "source": "anggasaputra__89", "target": "rivan.kurniawan", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "anggasaputra__89", "source": "anggasaputra__89", "target": "rivan.kurniawan", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "idx_yogyakarta", "source": "idx_yogyakarta", "target": "indonesiastockexchange", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "idx_yogyakarta", "source": "idx_yogyakarta", "target": "indonesiastockexchange", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "sumsel.media5", "source": "sumsel.media5", "target": "cimb.niaga", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "cenderawasihpos", "source": "cenderawasihpos", "target": "CeposTV", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "cenderawasihpos", "source": "cenderawasihpos", "target": "Cenderawasihposreal", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "cenderawasihpos", "source": "cenderawasihpos", "target": "Cenderawasihpos", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "cenderawasihpos", "source": "cenderawasihpos", "target": "Cenderawasihposreal", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "penarafflesiatv", "source": "penarafflesiatv", "target": "iswahyudi.bankbengkulu", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "intinews.co", "source": "intinews.co", "target": "banksumselbabeloffical", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "IDXChannelcom", "source": "IDXChannelcom", "target": "idx_channel", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "facebook-000001"}}, {"key": "@oceanpressindonesia", "source": "@oceanpressindonesia", "target": "ocean_press", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@oceanpressindonesia", "source": "@oceanpressindonesia", "target": "ocean_press", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@CNBC-TV18", "source": "@CNBC-TV18", "target": "CNBCTV18News", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@kabarbursadotcom", "source": "@kabarbursadotcom", "target": "kabarbursadotcom", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@kabarbursadotcom", "source": "@kabarbursadotcom", "target": "kabarbursadotcom", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@wawasan-cerdas", "source": "@wawasan-cerdas", "target": "wawasan", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@BloombergPodcasts", "source": "@BloombergPodcasts", "target": "markets", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@BloombergPodcasts", "source": "@BloombergPodcasts", "target": "bloombergquicktake", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@thecore_in", "source": "@thecore_in", "target": "thecore_in", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@Channel1TVGH", "source": "@Channel1TVGH", "target": "channel1tvgh", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXCHANNELINSIGHT", "source": "@IDXCHANNELINSIGHT", "target": "wicky_adrian", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXCHANNELINSIGHT", "source": "@IDXCHANNELINSIGHT", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXCHANNELINSIGHT", "source": "@IDXCHANNELINSIGHT", "target": "deffid_83", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXCHANNELINSIGHT", "source": "@IDXCHANNELINSIGHT", "target": "prast_ulrich", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXCHANNELINSIGHT", "source": "@IDXCHANNELINSIGHT", "target": "rosalinehioe", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXCHANNELINSIGHT", "source": "@IDXCHANNELINSIGHT", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "idxchannel_", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "wicky_adrian", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "deffid_83", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "prast_ulrich", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "rosalinehioe", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@theinvestor", "source": "@theinvestor", "target": "batiksolo_laweyan", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@ETNow", "source": "@ETNow", "target": "etnow", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "idxchannel_", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "wicky_adrian", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "deffid_83", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "prast_ulrich", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "rosalinehioe", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "idxchannel_", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "wicky_adrian", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "deffid_83", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "prast_ulrich", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "rosalinehioe", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXCHANNELINSIGHT", "source": "@IDXCHANNELINSIGHT", "target": "wicky_adrian", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXCHANNELINSIGHT", "source": "@IDXCHANNELINSIGHT", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXCHANNELINSIGHT", "source": "@IDXCHANNELINSIGHT", "target": "deffid_83", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXCHANNELINSIGHT", "source": "@IDXCHANNELINSIGHT", "target": "prast_ulrich", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXCHANNELINSIGHT", "source": "@IDXCHANNELINSIGHT", "target": "rosalinehioe", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXCHANNELINSIGHT", "source": "@IDXCHANNELINSIGHT", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}]}