{"nodes": [{"key": "sutejo_prabowo", "attributes": {"label": "sutejo_prabowo", "x": 470.6878842394262, "y": 262.98105108728333, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 17.463, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "2042212878137397407", "id": "sutejo_prabowo", "source": "tweet-000004", "content": "Langkah strategis pemerintah melalui OJK patut diapresiasi. Penyaluran kredit yang terarah kunci utama menjaga kualitas layanan MBG agar terus memberikan manfaat.", "post_id": "2042212878137397407"}}, {"key": "POSITIFITI", "attributes": {"label": "POSITIFITI", "x": 597.981303282733, "y": 619.0391841330998, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 32.3065, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2042212878137397407", "id": "POSITIFITI", "source": "tweet-000004", "content": "Langkah strategis pemerintah melalui OJK patut diapresiasi. Penyaluran kredit yang terarah kunci utama menjaga kualitas layanan MBG agar terus memberikan manfaat.", "post_id": "2042212878137397407"}}, {"key": "parkjaeeon__", "attributes": {"label": "parkjaeeon__", "x": 35.048048265401974, "y": 356.87270159200204, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 17.463, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "2041921274218475941", "id": "parkjaeeon__", "source": "tweet-000004", "content": "Tidak diwajibkan secara spesifik ke hulu maupun hilir. \n\nAturan baru OJK untuk Rencana Bisnis Bank (RBB) hanya mendorong penyaluran kredit ke program prioritas pemerintah secara umum, yaitu Makan Bergizi Gratis (MBG), Program 3 Juta Rumah, dan Koperasi Desa Merah Putih .", "post_id": "2041921274218475941"}}, {"key": "prakaleo", "attributes": {"label": "prakaleo", "x": 255.89572303411623, "y": 686.9710699487464, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 32.3065, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2041921274218475941", "id": "prakaleo", "source": "tweet-000004", "content": "Tidak diwajibkan secara spesifik ke hulu maupun hilir. \n\nAturan baru OJK untuk Rencana Bisnis Bank (RBB) hanya mendorong penyaluran kredit ke program prioritas pemerintah secara umum, yaitu Makan Bergizi Gratis (MBG), Program 3 Juta Rumah, dan Koperasi Desa Merah Putih .", "post_id": "2041921274218475941"}}, {"key": "mancingsaham", "attributes": {"label": "mancingsaham", "x": 86.52345791549998, "y": 407.2159632066962, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 30.3704, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 2, "out_degree": 2, "degree": 4}, "_id": "3870845045860229022_52512310886", "id": "mancingsaham", "source": "instagram-000001", "content": "Bank Indonesia telah menyalurkan insentif likuiditas makroprudensial sebesar Rp427,1 triliun hingga Maret 2026 untuk mendorong pertumbuhan kredit, khususnya ke sektor prioritas seperti pangan, industri, hilirisasi, dan perumahan 🏗️🌾\n\nKebijakan ini juga diarahkan agar suku bunga kredit turun, sehingga transmisi ke sektor riil lebih cepat. Bank BUMN menjadi penerima terbesar, diikuti bank swasta nasional 📈\n\nSumber: Katadata.co.id, 8 April 2026\n\nGabung di  community untuk analisis market, stockpick pilihan, update berita saham, dan diskusi eksklusif dengan investor & trader lainnya. 📩 Bergabung sekarang! Klik lynk.id/owennath atau chat 081251880459 (WhatsApp).\n\n#bi #likuiditas #kredit #ekonomi #perbankan #investasi #saham #trading #mancingsaham", "post_id": "3870845045860229022_52512310886"}}, {"key": "beritapekalongan1", "attributes": {"label": "beritapekalongan1", "x": 691.4128051475831, "y": 642.7528487234734, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 17.463, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "3870046756150618817_8421588759", "id": "beritapekalongan1", "source": "instagram-000001", "content": "NASIONAL\n\nOtoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat kredit untuk penguatan ekonomi desa lewat program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih telah menembus Rp 174 triliun. Angka jumbo ini menjadi porsi terbesar dari penyaluran kredit lembaga jasa keuangan untuk tiga program strategis Presiden Prabowo Subianto.\n\nSelain koperasi desa, OJK juga mencatat pembiayaan untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan pembangunan 3 juta rumah. Hingga Januari 2026, total penyaluran kredit untuk dua program tersebut mencapai triliunan rupiah.\n\n\"Kami telah mendorong berbagai program strategis Seperti makan bergizi gratis dengan realisasi pembiayaan mencapai Rp 1,21 triliun,\" ungkap Ketua Dewan Komisioner OJK, Friderica Widyasari Dewi, dalam rapat bersama Komisi XI DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (1/4/2026).\n\nSc  \n#beritapekalongan1 \n#kilasnasional", "post_id": "3870046756150618817_8421588759"}}, {"key": "indonesian.core", "attributes": {"label": "indonesian.core", "x": 783.0357541653376, "y": 236.29553982798512, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 32.3065, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "3870046756150618817_8421588759", "id": "indonesian.core", "source": "instagram-000001", "content": "NASIONAL\n\nOtoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat kredit untuk penguatan ekonomi desa lewat program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih telah menembus Rp 174 triliun. Angka jumbo ini menjadi porsi terbesar dari penyaluran kredit lembaga jasa keuangan untuk tiga program strategis Presiden Prabowo Subianto.\n\nSelain koperasi desa, OJK juga mencatat pembiayaan untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan pembangunan 3 juta rumah. Hingga Januari 2026, total penyaluran kredit untuk dua program tersebut mencapai triliunan rupiah.\n\n\"Kami telah mendorong berbagai program strategis Seperti makan bergizi gratis dengan realisasi pembiayaan mencapai Rp 1,21 triliun,\" ungkap Ketua Dewan Komisioner OJK, Friderica Widyasari Dewi, dalam rapat bersama Komisi XI DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (1/4/2026).\n\nSc  \n#beritapekalongan1 \n#kilasnasional", "post_id": "3870046756150618817_8421588759"}}, {"key": "bloombergtechnoz", "attributes": {"label": "bloombergtechnoz", "x": 181.79288628623857, "y": 157.92644676084834, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 116.4188, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 1, "degree": 2}, "_id": "3869951819666465196_51748745734", "id": "bloombergtechnoz", "source": "instagram-000001", "content": "Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat, penyaluran kredit perbankan mengalami pertumbuhan 9,37% YoY pada Februari 2026. Namun, realisasi tersebut terpantau lebih rendah dibandingkan Januari. Sementara tekanan rasio kredit macet (NPL) masih mengintip di level 2,17% YoY di tengah dampak krisis konflik Timur Tengah yang belum terasa kuat di Tanah Air.\n\nKlik link di bio untuk detail informasi selengkapnya. Jangan lupa follow  untuk berita dan data menarik lainnya.\n\n#OJK #KreditPerbankan #BloombergTechnoz", "post_id": "3869951819666465196_51748745734"}}, {"key": "idx_channel", "attributes": {"label": "idx_channel", "x": 574.511615329333, "y": 415.7484444026512, "size": 8.47, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 130.5554, "eigenvector": 75.327, "in_degree": 2, "out_degree": 1, "degree": 3}, "_id": "3862673715105274580_3310659452", "id": "idx_channel", "source": "instagram-000001", "content": "Bank Indonesia (BI) mencatat likuiditas perekonomian atau uang beredar dalam arti luas (M2) pada Februari 2026 tercatat sebesar Rp10.089,9 triliun atau tumbuh 8,7 persen (yoy). Angka tersebut melambat dari Januari 2026 yang tumbuh 10,0 persen (year on year/yoy). \n\nDirektur Eksekutif Departmen Komunikasi Bank Indonesia (BI) Ramdan Denny Prakoso mengatakan perkembangan tersebut didorong oleh pertumbuhan uang beredar sempit (M1) sebesar 14,4 persen (yoy) dan uang kuasi sebesar 3,1 persen (yoy).\n\n\"Perkembangan M2 pada Februari 2026 terutama dipengaruhi oleh tagihan bersih kepada Pemerintah Pusat (Pempus) dan penyaluran kredit,\" ujarnya dalam keterangan tertulis, Jumat (27/3/2026).\n\nTagihan bersih kepada Pempus tumbuh sebesar 25,6 persen (yoy), meningkat dibandingkan pertumbuhan pada Januari 2026 sebesar 22,6 persen (yoy). \n\nBaca selengkapnya di\nhttps://www.idxchannel.com/economics/bi-catat-pertumbuhan-uang-beredar-melambat-di-februari-2026\n\nAtau klik link di Bio \n\nFoto: Freepik\n\n#idxchannel #idxchannelcommunity", "post_id": "3862673715105274580_3310659452"}}, {"key": "telinga.anggota", "attributes": {"label": "telinga.anggota", "x": 497.1312315087407, "y": 494.40910964004945, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 17.463, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "7625653880856055060", "id": "telinga.anggota", "source": "tiktok-000001", "content": "Dorongan agar inovasi di sektor jasa keuangan tidak berhenti pada konsep kembali disampaikan dalam Rapat Kerja Komisi XI DPR RI bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Didik Haryadi menekankan bahwa dua model bisnis yang telah dikembangkan OJK, yaitu pemeringkat kredit alternatif dan Penyelenggara Agregasi Jasa Keuangan (PAJK), perlu segera dioptimalkan dan diimplementasikan secara nyata di industri. Menurutnya, langkah ini penting untuk memperkuat ekosistem pembiayaan, khususnya bagi UMKM, serta mendorong penyaluran kredit yang lebih luas dan tepat sasaran di tengah pesatnya perkembangan teknologi sektor keuangan.  Haryadi Official  Sumber: TVR Parlemen #otoritasjasakeuangan  #umkm #didikharyadi #dprri #fraksipdiperjuangan", "post_id": "7625653880856055060"}}, {"key": "Didik", "attributes": {"label": "Didik", "x": 653.823274483466, "y": 46.99504413154154, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 32.3065, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7625653880856055060", "id": "Didik", "source": "tiktok-000001", "content": "Dorongan agar inovasi di sektor jasa keuangan tidak berhenti pada konsep kembali disampaikan dalam Rapat Kerja Komisi XI DPR RI bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Didik Haryadi menekankan bahwa dua model bisnis yang telah dikembangkan OJK, yaitu pemeringkat kredit alternatif dan Penyelenggara Agregasi Jasa Keuangan (PAJK), perlu segera dioptimalkan dan diimplementasikan secara nyata di industri. Menurutnya, langkah ini penting untuk memperkuat ekosistem pembiayaan, khususnya bagi UMKM, serta mendorong penyaluran kredit yang lebih luas dan tepat sasaran di tengah pesatnya perkembangan teknologi sektor keuangan.  Haryadi Official  Sumber: TVR Parlemen #otoritasjasakeuangan  #umkm #didikharyadi #dprri #fraksipdiperjuangan", "post_id": "7625653880856055060"}}, {"key": "BankIndonesiaOfficial", "attributes": {"label": "BankIndonesiaOfficial", "x": 301.4975322258161, "y": 766.0683972958071, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["facebook-000001"], "scores": {"pagerank": 17.463, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "847034142012155_1373948474776698", "id": "BankIndonesiaOfficial", "source": "facebook-000001", "content": "#SobatRupiah, Bank Indonesia terus memperkuat Kebijakan Insentif Likuiditas Makroprudensial (KLM) untuk mendorong akselerasi pertumbuhan ekonomi nasional. \n\nPada minggu pertama Februari 2026, insentif KLM yang diperoleh perbankan mencapai Rp427,5 triliun, terdiri dari Rp357,9 triliun pada lending channel serta Rp69,6 triliun pada interest rate channel.\nLending channel diarahkan untuk mendorong penyaluran kredit/pembiayaan perbankan kepada sektor prioritas, sedangkan interest rate channel merupakan imbalan pembiayaan perbankan yang sejalan dengan arah suku bunga kebijakan Bank Indonesia.\nLalu, bagaimana perkembangan KLM dan apa saja sektor-sektor prioritas dalam #RDGBI Maret 2026?\n\n#SobatRupiah bisa mendapatkan jawabannya BESOK!\n\n📖: Pengumuman Hasil Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia Bulan Maret 2026\n🗓️: Selasa, 17 Maret 2026\n⏰: 14.00 WIB\n📺: Medsos BI\n\nYouTube:\nhttps://www.youtube.com/\n\nInstagram:\nhttps://instagram.com/bank_indonesia/\n\nCatat waktu dan tanggalnya untuk terus #BeriMakna bagi ekonomi Indonesia.\n\n#diSetiapMaknaIndonesia", "post_id": "847034142012155_1373948474776698"}}, {"key": "KanalBankIndonesia/live", "attributes": {"label": "KanalBankIndonesia/live", "x": 581.980577454852, "y": 375.2651863599137, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["facebook-000001"], "scores": {"pagerank": 32.3065, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "847034142012155_1373948474776698", "id": "KanalBankIndonesia/live", "source": "facebook-000001", "content": "#SobatRupiah, Bank Indonesia terus memperkuat Kebijakan Insentif Likuiditas Makroprudensial (KLM) untuk mendorong akselerasi pertumbuhan ekonomi nasional. \n\nPada minggu pertama Februari 2026, insentif KLM yang diperoleh perbankan mencapai Rp427,5 triliun, terdiri dari Rp357,9 triliun pada lending channel serta Rp69,6 triliun pada interest rate channel.\nLending channel diarahkan untuk mendorong penyaluran kredit/pembiayaan perbankan kepada sektor prioritas, sedangkan interest rate channel merupakan imbalan pembiayaan perbankan yang sejalan dengan arah suku bunga kebijakan Bank Indonesia.\nLalu, bagaimana perkembangan KLM dan apa saja sektor-sektor prioritas dalam #RDGBI Maret 2026?\n\n#SobatRupiah bisa mendapatkan jawabannya BESOK!\n\n📖: Pengumuman Hasil Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia Bulan Maret 2026\n🗓️: Selasa, 17 Maret 2026\n⏰: 14.00 WIB\n📺: Medsos BI\n\nYouTube:\nhttps://www.youtube.com/\n\nInstagram:\nhttps://instagram.com/bank_indonesia/\n\nCatat waktu dan tanggalnya untuk terus #BeriMakna bagi ekonomi Indonesia.\n\n#diSetiapMaknaIndonesia", "post_id": "847034142012155_1373948474776698"}}, {"key": "@kabarbursadotcom", "attributes": {"label": "@kabarbursadotcom", "x": 88.6012414815196, "y": 845.9392501232697, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 17.463, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "Ev2dMFAXr9w", "id": "@kabarbursadotcom", "source": "youtube-000001", "content": "[LIVE DELAY] Bank Indonesia Catat Insentif Likuiditas Rp427,1 T, Himbara Jadi Penggerak\n\nKABARBURSA.COM — Bank BUMN menjadi penyerap terbesar insentif likuiditas makroprudensial (KLM) Bank Indonesia yang telah mencapai Rp427,1 triliun hingga awal Maret 2026. Dari total tersebut, Rp225,6 triliun dimanfaatkan oleh Himbara untuk mendorong penyaluran kredit ke berbagai sektor prioritas. Kebijakan ini menunjukkan upaya BI dalam menjaga pertumbuhan kredit dan mendukung sektor riil seperti pertanian, industri, hingga UMKM.\n\nLangkah ini penting karena berdampak langsung pada akses pembiayaan masyarakat dan pelaku usaha di tengah dinamika ekonomi yang terus berkembang.\n\nBuka dan baca berita terkait hanya di portal https://kabarbursa.com\nKabarbursa.com adalah portal berita finansial PT Kabar Bursa Indonesia yang merupakan bagian dari jaringan PT Kabar Grup Indonesia atau KGI Network. Kabarbursa.com menyajikan berita ekonomi terkini, analisis mendalam, investasi dan inspirasi bisnis.\n\nKamu juga bisa mengunjungi media sosial Kabar Bursa:\nYoutube:    /   \nInstagram:   / kabarbursacom  \nTiktok:   / kabarbursacom  \nWA Channel: https://whatsapp.com/channel/0029Vae5...\n\n#klmbi #bankbumen #bankindonesia #himbara #kreditperbankan #likuiditas #ekonomiindonesia #umkm #sektorriil #kebijakanmoneter #perbankanindonesia #bisnisindonesia", "post_id": "Ev2dMFAXr9w"}}, {"key": "kabarbursadotcom", "attributes": {"label": "kabarbursadotcom", "x": 166.09544925711782, "y": 135.8745104180733, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 24.8847, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "Ev2dMFAXr9w", "id": "kabarbursadotcom", "source": "youtube-000001", "content": "[LIVE DELAY] Bank Indonesia Catat Insentif Likuiditas Rp427,1 T, Himbara Jadi Penggerak\n\nKABARBURSA.COM — Bank BUMN menjadi penyerap terbesar insentif likuiditas makroprudensial (KLM) Bank Indonesia yang telah mencapai Rp427,1 triliun hingga awal Maret 2026. Dari total tersebut, Rp225,6 triliun dimanfaatkan oleh Himbara untuk mendorong penyaluran kredit ke berbagai sektor prioritas. Kebijakan ini menunjukkan upaya BI dalam menjaga pertumbuhan kredit dan mendukung sektor riil seperti pertanian, industri, hingga UMKM.\n\nLangkah ini penting karena berdampak langsung pada akses pembiayaan masyarakat dan pelaku usaha di tengah dinamika ekonomi yang terus berkembang.\n\nBuka dan baca berita terkait hanya di portal https://kabarbursa.com\nKabarbursa.com adalah portal berita finansial PT Kabar Bursa Indonesia yang merupakan bagian dari jaringan PT Kabar Grup Indonesia atau KGI Network. Kabarbursa.com menyajikan berita ekonomi terkini, analisis mendalam, investasi dan inspirasi bisnis.\n\nKamu juga bisa mengunjungi media sosial Kabar Bursa:\nYoutube:    /   \nInstagram:   / kabarbursacom  \nTiktok:   / kabarbursacom  \nWA Channel: https://whatsapp.com/channel/0029Vae5...\n\n#klmbi #bankbumen #bankindonesia #himbara #kreditperbankan #likuiditas #ekonomiindonesia #umkm #sektorriil #kebijakanmoneter #perbankanindonesia #bisnisindonesia", "post_id": "Ev2dMFAXr9w"}}, {"key": "@KompasTVJawaBarat", "attributes": {"label": "@KompasTVJawaBarat", "x": 51.243762656423165, "y": 674.9106288722705, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 17.463, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "r2COWJv3SIM", "id": "@KompasTVJawaBarat", "source": "youtube-000001", "content": "Dorong Kredit, BI Perkuat Insentif Likuiditas Bank\n\n#bankindonesia #insentif #sukubunga \n\nJAKARTA, KOMPAS.TV - Bank Indonesia terus memperkuat respons bauran kebijakan untuk menjaga stabilitas dan mendorong pertumbuhan.\n\nSelain mempertahankan suku bunga di rapat dewan Gubenur Juli kemarin, Bank Indonesia juga memperkuat stimulus kebijakan makroprudensial untuk mendorong pertumbuhan kredit, pembiayaan perbankan, melalui implementasi kebijakan insentif likuiditas makroprudensial (KLM).\n\nApa saja fokus dari kebijakan ini?.\n\nUntuk lebih tahu berita terupdate seputar Jawa Barat, bisa klink link di bawah:\nIG: https:  / kompastvjabar  \nYoutube:    /   \nTwitter:   / kompastv_jabar  \nFacebook:   / kompastvjawabarat  \nTikTok:   / kompastvjabar", "post_id": "r2COWJv3SIM"}}, {"key": "kompastvjawabarat", "attributes": {"label": "kompastvjawabarat", "x": 880.2335550398279, "y": 507.3747001389127, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 32.3065, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "r2COWJv3SIM", "id": "kompastvjawabarat", "source": "youtube-000001", "content": "Dorong Kredit, BI Perkuat Insentif Likuiditas Bank\n\n#bankindonesia #insentif #sukubunga \n\nJAKARTA, KOMPAS.TV - Bank Indonesia terus memperkuat respons bauran kebijakan untuk menjaga stabilitas dan mendorong pertumbuhan.\n\nSelain mempertahankan suku bunga di rapat dewan Gubenur Juli kemarin, Bank Indonesia juga memperkuat stimulus kebijakan makroprudensial untuk mendorong pertumbuhan kredit, pembiayaan perbankan, melalui implementasi kebijakan insentif likuiditas makroprudensial (KLM).\n\nApa saja fokus dari kebijakan ini?.\n\nUntuk lebih tahu berita terupdate seputar Jawa Barat, bisa klink link di bawah:\nIG: https:  / kompastvjabar  \nYoutube:    /   \nTwitter:   / kompastv_jabar  \nFacebook:   / kompastvjawabarat  \nTikTok:   / kompastvjabar", "post_id": "r2COWJv3SIM"}}, {"key": "@IDXCHANNELINSIGHT", "attributes": {"label": "@IDXCHANNELINSIGHT", "x": 211.75578990903153, "y": 624.2176877652728, "size": 15.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 17.463, "eigenvector": 165.2069, "in_degree": 0, "out_degree": 7, "degree": 7}, "_id": "37OpbQjslIc", "id": "@IDXCHANNELINSIGHT", "source": "youtube-000001", "content": "Bank Indonesia Alihkan Insentif Likuiditas ke Sektor Padat Karya | IDX CHANNEL\n\nBank Indonesia (BI) akan memberikan insentif Kebijakan Likuiditas Makroprudensial (KLM) kepada bank-bank penyalur kredit di sektor padat karya mulai 1 Januari 2025. Gubernur BI, Perry Warjiyo, mengatakan insentif ini diharapkan dapat membuat penyaluran kredit di sektor-sektor padat karya yang kini tumbuh terbatas dapat kembali bergairah. Dengan begitu, meningkatnya penyaluran kredit di sektor padat karya juga diharapkan dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi nasional.\n\nSebelumnya, insentif berupa pengurangan giro kepada perbankan diberikan kepada bank-bank penyalur kredit di sektor padat modal yang pada masa Covid-19 terpuruk, baik dari segi penyaluran kredit maupun kinerja industri. Namun, setelah mendapatkan insentif, penyaluran kredit sektor-sektor seperti industri pertambangan berhasil tumbuh dua digit.\n\n\nBerita selengkapnya klik di sini: https://www.idxchannel.com/market-news\n\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n--------------------------------------------\nFollow US on Social Media\nWebsite - http://www.idxchannel.com\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idxchannelcom  \n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nPower Breakfast (Senin – Jumat 08.00-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\nPrisa Sombo Datu ( IG : )\n\nMarket Review (Senin – Jumat 10.00-11.00) \nPrasetyo Wibowo ( IG : ) \n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nNews Screen (Senin – Jumat 14.30-15.00) \n \nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.00-16.00) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Highlight (Senin - Jumat 16.30-17.00)\nRosaline Hioe (IG : )", "post_id": "37OpbQjslIc"}}, {"key": "wicky_adrian", "attributes": {"label": "wicky_adrian", "x": 266.57316471415317, "y": 871.8964697193218, "size": 10.46, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 21.704, "eigenvector": 102.7658, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "37OpbQjslIc", "id": "wicky_adrian", "source": "youtube-000001", "content": "Bank Indonesia Alihkan Insentif Likuiditas ke Sektor Padat Karya | IDX CHANNEL\n\nBank Indonesia (BI) akan memberikan insentif Kebijakan Likuiditas Makroprudensial (KLM) kepada bank-bank penyalur kredit di sektor padat karya mulai 1 Januari 2025. Gubernur BI, Perry Warjiyo, mengatakan insentif ini diharapkan dapat membuat penyaluran kredit di sektor-sektor padat karya yang kini tumbuh terbatas dapat kembali bergairah. Dengan begitu, meningkatnya penyaluran kredit di sektor padat karya juga diharapkan dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi nasional.\n\nSebelumnya, insentif berupa pengurangan giro kepada perbankan diberikan kepada bank-bank penyalur kredit di sektor padat modal yang pada masa Covid-19 terpuruk, baik dari segi penyaluran kredit maupun kinerja industri. Namun, setelah mendapatkan insentif, penyaluran kredit sektor-sektor seperti industri pertambangan berhasil tumbuh dua digit.\n\n\nBerita selengkapnya klik di sini: https://www.idxchannel.com/market-news\n\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n--------------------------------------------\nFollow US on Social Media\nWebsite - http://www.idxchannel.com\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idxchannelcom  \n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nPower Breakfast (Senin – Jumat 08.00-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\nPrisa Sombo Datu ( IG : )\n\nMarket Review (Senin – Jumat 10.00-11.00) \nPrasetyo Wibowo ( IG : ) \n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nNews Screen (Senin – Jumat 14.30-15.00) \n \nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.00-16.00) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Highlight (Senin - Jumat 16.30-17.00)\nRosaline Hioe (IG : )", "post_id": "37OpbQjslIc"}}, {"key": "prisasombodatu", "attributes": {"label": "prisasombodatu", "x": 177.06600640721214, "y": 288.51043237682194, "size": 6.99, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 19.5835, "eigenvector": 54.8889, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "37OpbQjslIc", "id": "prisasombodatu", "source": "youtube-000001", "content": "Bank Indonesia Alihkan Insentif Likuiditas ke Sektor Padat Karya | IDX CHANNEL\n\nBank Indonesia (BI) akan memberikan insentif Kebijakan Likuiditas Makroprudensial (KLM) kepada bank-bank penyalur kredit di sektor padat karya mulai 1 Januari 2025. Gubernur BI, Perry Warjiyo, mengatakan insentif ini diharapkan dapat membuat penyaluran kredit di sektor-sektor padat karya yang kini tumbuh terbatas dapat kembali bergairah. Dengan begitu, meningkatnya penyaluran kredit di sektor padat karya juga diharapkan dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi nasional.\n\nSebelumnya, insentif berupa pengurangan giro kepada perbankan diberikan kepada bank-bank penyalur kredit di sektor padat modal yang pada masa Covid-19 terpuruk, baik dari segi penyaluran kredit maupun kinerja industri. Namun, setelah mendapatkan insentif, penyaluran kredit sektor-sektor seperti industri pertambangan berhasil tumbuh dua digit.\n\n\nBerita selengkapnya klik di sini: https://www.idxchannel.com/market-news\n\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n--------------------------------------------\nFollow US on Social Media\nWebsite - http://www.idxchannel.com\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idxchannelcom  \n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nPower Breakfast (Senin – Jumat 08.00-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\nPrisa Sombo Datu ( IG : )\n\nMarket Review (Senin – Jumat 10.00-11.00) \nPrasetyo Wibowo ( IG : ) \n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nNews Screen (Senin – Jumat 14.30-15.00) \n \nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.00-16.00) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Highlight (Senin - Jumat 16.30-17.00)\nRosaline Hioe (IG : )", "post_id": "37OpbQjslIc"}}, {"key": "prast_ulrich", "attributes": {"label": "prast_ulrich", "x": 831.6334759823469, "y": 907.2693489069769, "size": 10.46, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 21.704, "eigenvector": 102.7658, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "37OpbQjslIc", "id": "prast_ulrich", "source": "youtube-000001", "content": "Bank Indonesia Alihkan Insentif Likuiditas ke Sektor Padat Karya | IDX CHANNEL\n\nBank Indonesia (BI) akan memberikan insentif Kebijakan Likuiditas Makroprudensial (KLM) kepada bank-bank penyalur kredit di sektor padat karya mulai 1 Januari 2025. Gubernur BI, Perry Warjiyo, mengatakan insentif ini diharapkan dapat membuat penyaluran kredit di sektor-sektor padat karya yang kini tumbuh terbatas dapat kembali bergairah. Dengan begitu, meningkatnya penyaluran kredit di sektor padat karya juga diharapkan dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi nasional.\n\nSebelumnya, insentif berupa pengurangan giro kepada perbankan diberikan kepada bank-bank penyalur kredit di sektor padat modal yang pada masa Covid-19 terpuruk, baik dari segi penyaluran kredit maupun kinerja industri. Namun, setelah mendapatkan insentif, penyaluran kredit sektor-sektor seperti industri pertambangan berhasil tumbuh dua digit.\n\n\nBerita selengkapnya klik di sini: https://www.idxchannel.com/market-news\n\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n--------------------------------------------\nFollow US on Social Media\nWebsite - http://www.idxchannel.com\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idxchannelcom  \n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nPower Breakfast (Senin – Jumat 08.00-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\nPrisa Sombo Datu ( IG : )\n\nMarket Review (Senin – Jumat 10.00-11.00) \nPrasetyo Wibowo ( IG : ) \n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nNews Screen (Senin – Jumat 14.30-15.00) \n \nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.00-16.00) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Highlight (Senin - Jumat 16.30-17.00)\nRosaline Hioe (IG : )", "post_id": "37OpbQjslIc"}}, {"key": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "fajar.wayong", "x": 272.837057307952, "y": 597.5619540384776, "size": 10.46, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 21.704, "eigenvector": 102.7658, "in_degree": 3, "out_degree": 0, "degree": 3}, "_id": "37OpbQjslIc", "id": "fajar.wayong", "source": "youtube-000001", "content": "Bank Indonesia Alihkan Insentif Likuiditas ke Sektor Padat Karya | IDX CHANNEL\n\nBank Indonesia (BI) akan memberikan insentif Kebijakan Likuiditas Makroprudensial (KLM) kepada bank-bank penyalur kredit di sektor padat karya mulai 1 Januari 2025. Gubernur BI, Perry Warjiyo, mengatakan insentif ini diharapkan dapat membuat penyaluran kredit di sektor-sektor padat karya yang kini tumbuh terbatas dapat kembali bergairah. Dengan begitu, meningkatnya penyaluran kredit di sektor padat karya juga diharapkan dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi nasional.\n\nSebelumnya, insentif berupa pengurangan giro kepada perbankan diberikan kepada bank-bank penyalur kredit di sektor padat modal yang pada masa Covid-19 terpuruk, baik dari segi penyaluran kredit maupun kinerja industri. Namun, setelah mendapatkan insentif, penyaluran kredit sektor-sektor seperti industri pertambangan berhasil tumbuh dua digit.\n\n\nBerita selengkapnya klik di sini: https://www.idxchannel.com/market-news\n\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n--------------------------------------------\nFollow US on Social Media\nWebsite - http://www.idxchannel.com\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idxchannelcom  \n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nPower Breakfast (Senin – Jumat 08.00-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\nPrisa Sombo Datu ( IG : )\n\nMarket Review (Senin – Jumat 10.00-11.00) \nPrasetyo Wibowo ( IG : ) \n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nNews Screen (Senin – Jumat 14.30-15.00) \n \nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.00-16.00) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Highlight (Senin - Jumat 16.30-17.00)\nRosaline Hioe (IG : )", "post_id": "37OpbQjslIc"}}, {"key": "deffid_83", "attributes": {"label": "deffid_83", "x": 608.5319280559194, "y": 731.4426241044653, "size": 10.46, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 21.704, "eigenvector": 102.7658, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "37OpbQjslIc", "id": "deffid_83", "source": "youtube-000001", "content": "Bank Indonesia Alihkan Insentif Likuiditas ke Sektor Padat Karya | IDX CHANNEL\n\nBank Indonesia (BI) akan memberikan insentif Kebijakan Likuiditas Makroprudensial (KLM) kepada bank-bank penyalur kredit di sektor padat karya mulai 1 Januari 2025. Gubernur BI, Perry Warjiyo, mengatakan insentif ini diharapkan dapat membuat penyaluran kredit di sektor-sektor padat karya yang kini tumbuh terbatas dapat kembali bergairah. Dengan begitu, meningkatnya penyaluran kredit di sektor padat karya juga diharapkan dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi nasional.\n\nSebelumnya, insentif berupa pengurangan giro kepada perbankan diberikan kepada bank-bank penyalur kredit di sektor padat modal yang pada masa Covid-19 terpuruk, baik dari segi penyaluran kredit maupun kinerja industri. Namun, setelah mendapatkan insentif, penyaluran kredit sektor-sektor seperti industri pertambangan berhasil tumbuh dua digit.\n\n\nBerita selengkapnya klik di sini: https://www.idxchannel.com/market-news\n\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n--------------------------------------------\nFollow US on Social Media\nWebsite - http://www.idxchannel.com\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idxchannelcom  \n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nPower Breakfast (Senin – Jumat 08.00-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\nPrisa Sombo Datu ( IG : )\n\nMarket Review (Senin – Jumat 10.00-11.00) \nPrasetyo Wibowo ( IG : ) \n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nNews Screen (Senin – Jumat 14.30-15.00) \n \nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.00-16.00) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Highlight (Senin - Jumat 16.30-17.00)\nRosaline Hioe (IG : )", "post_id": "37OpbQjslIc"}}, {"key": "rosalinehioe", "attributes": {"label": "rosalinehioe", "x": 197.04760580071624, "y": 786.6622419794073, "size": 10.46, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 21.704, "eigenvector": 102.7658, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "37OpbQjslIc", "id": "rosalinehioe", "source": "youtube-000001", "content": "Bank Indonesia Alihkan Insentif Likuiditas ke Sektor Padat Karya | IDX CHANNEL\n\nBank Indonesia (BI) akan memberikan insentif Kebijakan Likuiditas Makroprudensial (KLM) kepada bank-bank penyalur kredit di sektor padat karya mulai 1 Januari 2025. Gubernur BI, Perry Warjiyo, mengatakan insentif ini diharapkan dapat membuat penyaluran kredit di sektor-sektor padat karya yang kini tumbuh terbatas dapat kembali bergairah. Dengan begitu, meningkatnya penyaluran kredit di sektor padat karya juga diharapkan dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi nasional.\n\nSebelumnya, insentif berupa pengurangan giro kepada perbankan diberikan kepada bank-bank penyalur kredit di sektor padat modal yang pada masa Covid-19 terpuruk, baik dari segi penyaluran kredit maupun kinerja industri. Namun, setelah mendapatkan insentif, penyaluran kredit sektor-sektor seperti industri pertambangan berhasil tumbuh dua digit.\n\n\nBerita selengkapnya klik di sini: https://www.idxchannel.com/market-news\n\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n--------------------------------------------\nFollow US on Social Media\nWebsite - http://www.idxchannel.com\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idxchannelcom  \n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nPower Breakfast (Senin – Jumat 08.00-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\nPrisa Sombo Datu ( IG : )\n\nMarket Review (Senin – Jumat 10.00-11.00) \nPrasetyo Wibowo ( IG : ) \n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nNews Screen (Senin – Jumat 14.30-15.00) \n \nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.00-16.00) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Highlight (Senin - Jumat 16.30-17.00)\nRosaline Hioe (IG : )", "post_id": "37OpbQjslIc"}}, {"key": "@lampungpostupdate", "attributes": {"label": "@lampungpostupdate", "x": 810.7088967765148, "y": 980.7567781252017, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 17.463, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "jzhctPEDzdU", "id": "@lampungpostupdate", "source": "youtube-000001", "content": "Purbaya Pertumbuhan Ekonomi 2025 Bisa Tembus 5,5 Persen\n\n#EkonomiNasional #PertumbuhanEkonomi #MenkeuPurbaya #Properti #Perbankan\n\nMenkeu Purbaya: Pertumbuhan Ekonomi 2025 Bisa Tembus 5,5 Persen\n\nMenteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan optimistis bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia pada akhir 2025 dapat mencapai 5,5 persen. Keyakinan itu muncul karena penguatan di hampir seluruh sektor ekonomi nasional, terutama properti.\n\n“Kalau saya pikir sih hampir across the board (di seluruh sektor), yang jelas belanja masyarakat akan naik kencang, dan nanti properti akan tumbuh bagus,” ujar Purbaya saat ditemui di Istana Kepresidenan RI, Jakarta, Selasa (30/9).\n\nMenurut Purbaya, peningkatan konsumsi masyarakat menjadi faktor utama pendorong pertumbuhan. Pemerintah juga berupaya memastikan pembiayaan sektor riil berjalan lancar melalui penurunan suku bunga kredit.\n\nUntuk itu, pemerintah menempatkan dana sebesar Rp200 triliun dari Bank Indonesia ke lima bank pelat merah: Bank Mandiri, BNI, BRI, BTN, dan BSI. Langkah ini diharapkan mempercepat penyaluran kredit dan memperkuat daya dorong ekonomi.\n\n“Dengan jaminan yang jelas dan permintaan pembiayaan yang tinggi, sektor properti akan jadi salah satu motor penggerak utama,” kata Purbaya.\n\nKebijakan ini dinilai mampu memberikan efek ganda terhadap industri terkait seperti bahan bangunan, furnitur, dan tenaga kerja konstruksi. Selain itu, konsumsi masyarakat yang meningkat akan memperkuat fondasi ekonomi domestik di tengah dinamika global yang masih bergejolak.\n\nDengan langkah-langkah tersebut, pemerintah berharap target pertumbuhan ekonomi 5,5 persen pada 2025 bukan sekadar optimisme, tetapi hasil nyata dari kerja sama lintas sektor dalam menjaga stabilitas dan percepatan ekonomi nasional. MI\n\nJangan lupa untuk subscribe dan aktifkan notifikasi! Bersama Lampung Post Update\n\nURL Channel\n   /   \n\nLampung Post Update\nhttps://s.id/lampungpostupdate\n\nLampost.co\nhttps://www.lampost.co/\n\nHarian Umum Lampung Post\n  / lampost.co  \n\nTwitter Lampost.co\n  / lampostco", "post_id": "jzhctPEDzdU"}}, {"key": "lampungpostupdate", "attributes": {"label": "lampungpostupdate", "x": 680.4710673477169, "y": 385.95893000755564, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 32.3065, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "jzhctPEDzdU", "id": "lampungpostupdate", "source": "youtube-000001", "content": "Purbaya Pertumbuhan Ekonomi 2025 Bisa Tembus 5,5 Persen\n\n#EkonomiNasional #PertumbuhanEkonomi #MenkeuPurbaya #Properti #Perbankan\n\nMenkeu Purbaya: Pertumbuhan Ekonomi 2025 Bisa Tembus 5,5 Persen\n\nMenteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan optimistis bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia pada akhir 2025 dapat mencapai 5,5 persen. Keyakinan itu muncul karena penguatan di hampir seluruh sektor ekonomi nasional, terutama properti.\n\n“Kalau saya pikir sih hampir across the board (di seluruh sektor), yang jelas belanja masyarakat akan naik kencang, dan nanti properti akan tumbuh bagus,” ujar Purbaya saat ditemui di Istana Kepresidenan RI, Jakarta, Selasa (30/9).\n\nMenurut Purbaya, peningkatan konsumsi masyarakat menjadi faktor utama pendorong pertumbuhan. Pemerintah juga berupaya memastikan pembiayaan sektor riil berjalan lancar melalui penurunan suku bunga kredit.\n\nUntuk itu, pemerintah menempatkan dana sebesar Rp200 triliun dari Bank Indonesia ke lima bank pelat merah: Bank Mandiri, BNI, BRI, BTN, dan BSI. Langkah ini diharapkan mempercepat penyaluran kredit dan memperkuat daya dorong ekonomi.\n\n“Dengan jaminan yang jelas dan permintaan pembiayaan yang tinggi, sektor properti akan jadi salah satu motor penggerak utama,” kata Purbaya.\n\nKebijakan ini dinilai mampu memberikan efek ganda terhadap industri terkait seperti bahan bangunan, furnitur, dan tenaga kerja konstruksi. Selain itu, konsumsi masyarakat yang meningkat akan memperkuat fondasi ekonomi domestik di tengah dinamika global yang masih bergejolak.\n\nDengan langkah-langkah tersebut, pemerintah berharap target pertumbuhan ekonomi 5,5 persen pada 2025 bukan sekadar optimisme, tetapi hasil nyata dari kerja sama lintas sektor dalam menjaga stabilitas dan percepatan ekonomi nasional. MI\n\nJangan lupa untuk subscribe dan aktifkan notifikasi! Bersama Lampung Post Update\n\nURL Channel\n   /   \n\nLampung Post Update\nhttps://s.id/lampungpostupdate\n\nLampost.co\nhttps://www.lampost.co/\n\nHarian Umum Lampung Post\n  / lampost.co  \n\nTwitter Lampost.co\n  / lampostco", "post_id": "jzhctPEDzdU"}}, {"key": "@IDXChannel", "attributes": {"label": "@IDXChannel", "x": 919.1998258862617, "y": 973.3278893633112, "size": 13.38, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 17.463, "eigenvector": 142.871, "in_degree": 0, "out_degree": 7, "degree": 7}, "_id": "NMhOvUxXFo0", "id": "@IDXChannel", "source": "youtube-000001", "content": "Kredit Perbankan Tembus Rp8.162 Triliun, Tumbuh 7,7 Persen pada September 2025 | IDXC UPDATE\n\nOtoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat kredit tumbuh 7,70 persen pada September 2025 menjadi sebesar Rp8.162,8 triliun. \n\nKepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK Dian Ediana Rae mengatakan, berdasarkan jenis penggunaan, Kredit Investasi mencatatkan pertumbuhan tertinggi yaitu sebesar 15,18 persen, diikuti oleh Kredit Konsumsi tumbuh 7,42 persen, sementara Kredit Modal Kerja tumbuh 3,37 persen yoy. \n\nJika ditinjau berdasarkan sektor ekonomi, penyaluran kredit ke beberapa sektor tercatat tumbuh tinggi secara tahunan mencapai double digit. Sektor pertambangan dan penggalian tercatat tumbuh 19,15 persen dan sektor pengangkutan dan pergudangan tumbuh 19,32 persen.  \n\nDi sisi lain, Dana Pihak Ketiga (DPK) tercatat tumbuh sebesar 11,81 persen yoy menjadi Rp9.695,4 triliun. Penurunan BI Rate juga diikuti oleh penurunan suku bunga perbankan. \n\nSementara itu, jika dibandingkan tahun sebelumnya, rerata suku bunga kredit rupiah tercatat turun 50 bps untuk Kredit Investasi dan turun 41 bps untuk Kredit Modal Kerja.\n\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nFollow US on Social Media\nYuk Subscribe -    /   \nWa Channel - https://whatsapp.com/channel/0029Va5V...\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idx_channel  \n-------------------------------------------------------------------------------------\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\nMyRepublic Channel 576\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "NMhOvUxXFo0"}}, {"key": "idxchannel_", "attributes": {"label": "idxchannel_", "x": 624.3433043658381, "y": 190.01031010464587, "size": 6.48, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 19.5835, "eigenvector": 47.877, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "NMhOvUxXFo0", "id": "idxchannel_", "source": "youtube-000001", "content": "Kredit Perbankan Tembus Rp8.162 Triliun, Tumbuh 7,7 Persen pada September 2025 | IDXC UPDATE\n\nOtoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat kredit tumbuh 7,70 persen pada September 2025 menjadi sebesar Rp8.162,8 triliun. \n\nKepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK Dian Ediana Rae mengatakan, berdasarkan jenis penggunaan, Kredit Investasi mencatatkan pertumbuhan tertinggi yaitu sebesar 15,18 persen, diikuti oleh Kredit Konsumsi tumbuh 7,42 persen, sementara Kredit Modal Kerja tumbuh 3,37 persen yoy. \n\nJika ditinjau berdasarkan sektor ekonomi, penyaluran kredit ke beberapa sektor tercatat tumbuh tinggi secara tahunan mencapai double digit. Sektor pertambangan dan penggalian tercatat tumbuh 19,15 persen dan sektor pengangkutan dan pergudangan tumbuh 19,32 persen.  \n\nDi sisi lain, Dana Pihak Ketiga (DPK) tercatat tumbuh sebesar 11,81 persen yoy menjadi Rp9.695,4 triliun. Penurunan BI Rate juga diikuti oleh penurunan suku bunga perbankan. \n\nSementara itu, jika dibandingkan tahun sebelumnya, rerata suku bunga kredit rupiah tercatat turun 50 bps untuk Kredit Investasi dan turun 41 bps untuk Kredit Modal Kerja.\n\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nFollow US on Social Media\nYuk Subscribe -    /   \nWa Channel - https://whatsapp.com/channel/0029Va5V...\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idx_channel  \n-------------------------------------------------------------------------------------\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\nMyRepublic Channel 576\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "NMhOvUxXFo0"}}, {"key": "@VideoTribunPontianak", "attributes": {"label": "@VideoTribunPontianak", "x": 772.895363635563, "y": 802.4967662380011, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 17.463, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "Jwssa8PHJIs", "id": "@VideoTribunPontianak", "source": "youtube-000001", "content": "PURBAYA MULAI LIHAT TANDA-TANDA EKONOMI RI BAKAL LARI KENCANG❗\n\nMenteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mulai melihat sinyal positif bahwa perekonomian Indonesia akan tumbuh lebih cepat dalam waktu dekat. Ia menilai, langkah pemerintah menempatkan dana menganggur di Bank Indonesia (BI) ke lima bank milik negara mulai menunjukkan hasil.\n\nSebagai informasi, sejak 12 September 2025, pemerintah telah menempatkan dana sebesar Rp 200 triliun di lima bank milik negara. Bank Mandiri, BRI, dan BNI masing-masing mendapat alokasi Rp 55 triliun, BTN Rp 25 triliun, dan Bank Syariah Indonesia (BSI) Rp 10 triliun.\n\nPurbaya mengatakan, efek pertama terlihat dari makin cepatnya pertumbuhan kredit di perbankan itu. Salah satu yang telah ia saksikan ialah peningkatan kredit Bank Mandiri yang telah mencapai 11% dari sebelumnya hanya kisaran 8%.\n\n\"Jadi ada pick up kan ke atas, sudah naik. Itu bagus,\" kata Purbaya di kantornya, Jakarta, dikutip Minggu 12 Oktober 2025. Efek kedua yang telah dirasakan perekonomian Indonesia, ia sebut terlihat dari peningkatan sangat cepat peredaran uang primer atau M0. Pertumbuhan uang primer ia sebut telah mencapai 13% dari sebelumnya bahkan stagnan di kisaran 0%.\n\n\"Dan tinggal tunggu waktu saja ekonomi secara keseluruhan akan semakin cepat,\" tegas Purbaya. Sebagaimana diketahui, Bank Indonesia (BI) mencatat uang primer atau M0 adjusted per September 2025 mencapai Rp 2.152,4 triliun.\n\nSebagai catatan, uang primer atau base money atau uang dasar adalah uang yang dirilis oleh bank sentral, meliputi uang kartal (koin dan uang kertas) yang beredar di masyarakat dan cadangan bank, yakni simpanan bank umum di bank sentral. Fungsi utamanya base money adalah sebagai dasar atau fondasi untuk penciptaan bentuk uang lain di perekonomian.\n\n#purbayayudhisadewa #menkeu #ekonomiindonesia #bankindonesia #uang #cepat #viral #purbaya \n\nSimak berita selengkapnya di https://www.cnbcindonesia.com/market/...\nSimak Video Viral lainnya    / tribunsingkawang1  \n\nProgram: -\nHost: -\nEditor Video: Heru\nUploader: -\n\n‎Ikuti saluran Tribun Pontianak di WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029VaLd...\nDownload aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru.\n\nFollow us:\n\nInstagram:   / tribunpontianak  \nFacebook:   / tribunpontianakinteraktif  \nTwitter:   / tribunpontianak  \nTikTok: tiktok.com/\n\nTerima Kasih Telah Subscribe, Like, dan comment konten-konten menarik dari Kami.", "post_id": "Jwssa8PHJIs"}}, {"key": "tribunpontianak", "attributes": {"label": "tribunpontianak", "x": 187.80883385318137, "y": 379.6088912091812, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 32.3065, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "Jwssa8PHJIs", "id": "tribunpontianak", "source": "youtube-000001", "content": "PURBAYA MULAI LIHAT TANDA-TANDA EKONOMI RI BAKAL LARI KENCANG❗\n\nMenteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mulai melihat sinyal positif bahwa perekonomian Indonesia akan tumbuh lebih cepat dalam waktu dekat. Ia menilai, langkah pemerintah menempatkan dana menganggur di Bank Indonesia (BI) ke lima bank milik negara mulai menunjukkan hasil.\n\nSebagai informasi, sejak 12 September 2025, pemerintah telah menempatkan dana sebesar Rp 200 triliun di lima bank milik negara. Bank Mandiri, BRI, dan BNI masing-masing mendapat alokasi Rp 55 triliun, BTN Rp 25 triliun, dan Bank Syariah Indonesia (BSI) Rp 10 triliun.\n\nPurbaya mengatakan, efek pertama terlihat dari makin cepatnya pertumbuhan kredit di perbankan itu. Salah satu yang telah ia saksikan ialah peningkatan kredit Bank Mandiri yang telah mencapai 11% dari sebelumnya hanya kisaran 8%.\n\n\"Jadi ada pick up kan ke atas, sudah naik. Itu bagus,\" kata Purbaya di kantornya, Jakarta, dikutip Minggu 12 Oktober 2025. Efek kedua yang telah dirasakan perekonomian Indonesia, ia sebut terlihat dari peningkatan sangat cepat peredaran uang primer atau M0. Pertumbuhan uang primer ia sebut telah mencapai 13% dari sebelumnya bahkan stagnan di kisaran 0%.\n\n\"Dan tinggal tunggu waktu saja ekonomi secara keseluruhan akan semakin cepat,\" tegas Purbaya. Sebagaimana diketahui, Bank Indonesia (BI) mencatat uang primer atau M0 adjusted per September 2025 mencapai Rp 2.152,4 triliun.\n\nSebagai catatan, uang primer atau base money atau uang dasar adalah uang yang dirilis oleh bank sentral, meliputi uang kartal (koin dan uang kertas) yang beredar di masyarakat dan cadangan bank, yakni simpanan bank umum di bank sentral. Fungsi utamanya base money adalah sebagai dasar atau fondasi untuk penciptaan bentuk uang lain di perekonomian.\n\n#purbayayudhisadewa #menkeu #ekonomiindonesia #bankindonesia #uang #cepat #viral #purbaya \n\nSimak berita selengkapnya di https://www.cnbcindonesia.com/market/...\nSimak Video Viral lainnya    / tribunsingkawang1  \n\nProgram: -\nHost: -\nEditor Video: Heru\nUploader: -\n\n‎Ikuti saluran Tribun Pontianak di WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029VaLd...\nDownload aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru.\n\nFollow us:\n\nInstagram:   / tribunpontianak  \nFacebook:   / tribunpontianakinteraktif  \nTwitter:   / tribunpontianak  \nTikTok: tiktok.com/\n\nTerima Kasih Telah Subscribe, Like, dan comment konten-konten menarik dari Kami.", "post_id": "Jwssa8PHJIs"}}, {"key": "@wawasan-cerdas", "attributes": {"label": "@wawasan-cerdas", "x": 477.4768745355874, "y": 793.8719352115355, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 17.463, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "2AaUDS3Jhjg", "id": "@wawasan-cerdas", "source": "youtube-000001", "content": "LK 2025 | ARTO vs SUPA vs AGRO | BONGKAR Rahasia Bank Digital 2025! Siapa Paling Cuan?\n\nSelamat datang di channel Wawasan Cerdas! 🚀\n\nDi era modern ini, banyak bank dengan mudahnya mengklaim diri sebagai \"bank digital\", namun apakah laporan keuangan mereka berkata jujur\n? Di video kali ini, kita akan membongkar habis topeng bank tradisional berbaju teknologi di Bursa Efek Indonesia. Kita membedah tuntas data keuangan tahun 2025 dari 3 raksasa yang sering disorot: PT Bank Jago Tbk (ARTO), PT Super Bank Indonesia Tbk (SUPA), dan PT Bank Raya Indonesia Tbk (AGRO).\n\nTahukah Anda bahwa AGRO nyatanya masih menanggung beban infrastruktur fisik yang sangat besar layaknya bank tradisional, dengan aset tak berwujud yang hanya sekitar Rp89,78 miliar? Parahnya lagi, tingkat kredit macet atau Non-Performing Loan (NPL) Gross AGRO meledak di level 14,02% dan indikator risiko Loan at Risk (LAR) mencapai 46,20%. AGRO juga masih mencetak ROA dan ROE negatif, yang menjadi peringatan hidup bahwa frasa \"digital\" bukanlah obat ajaib untuk masalah struktural.\n\nDi sisi lain, jika Anda mencari bank digital sejati, ARTO tampil sebagai pemenang mutlak dengan fundamental yang sangat matang. Didukung oleh ekosistem sirkuit tertutup lokal bersama Grup GoTo, ARTO membuktikan efisiensinya dengan porsi pendapatan komisi (fee income) mencapai 8,75% dan struktur pendanaan murah (CASA) yang sangat kokoh. Kualitas aset ARTO sangat prima dengan NPL hanya 0,61% dan bantalan cadangan yang super tebal mencapai 374,57%.\n\nLalu, bagaimana dengan SUPA? Didukung oleh \"meja bundar\" raksasa regional lintas negara seperti Grab, Emtek, Singtel, hingga KakaoBank, SUPA mencetak kisah kebangkitan (turnaround) luar biasa dari rugi menjadi laba bersih Rp 99,6 miliar. Penyaluran kredit SUPA meroket 49,67% dengan margin bunga bersih (NIM) 10,10%. Namun awas, di balik sensasi ekspansi ini, SUPA masih sangat bergantung pada deposito mahal (dana eksternal) dan memiliki NPL yang mulai membengkak (2,60%) akibat agresivitas pinjaman unsecured lewat P2P Lending.\n\nApakah Anda tim kematangan fundamental seperti ARTO, tim pencari sensasi pertumbuhan beradrenalin tinggi seperti SUPA, atau justru sedang terjebak di ketidakpastian AGRO? Tonton video analisis mendalam dari Wawasan Cerdas ini sampai habis untuk panduan portofolio investasi Anda!\n\n(Catatan: Konten di video ini merupakan penjabaran analisis laporan keuangan murni dan bukan rekomendasi jual atau beli saham. Keputusan investasi sepenuhnya berada di tangan masing-masing investor.)\n\n👇 DUKUNG TERUS CHANNEL WAWASAN CERDAS 👇 Jangan lupa klik tombol SUBSCRIBE, berikan LIKE jika analisis ini membantu Anda, dan tinggalkan KOMENTAR tentang saham bank digital mana yang ada di portofolio Anda! Bagikan video ini ke grup investasi Anda agar makin banyak yang teredukasi.\n\n--------------------------------------------------------------------------------\n#BankDigital #SahamARTO #SahamSUPA #SahamAGRO #WawasanCerdas #InvestasiSaham2025 #InvestasiSaham #Saham #LK2025 #LaporanKeuangan #nabungsaham #BelajarSaham #SahamDariNol #SUPA #ARTO #AGRO \n\nJoin this channel to get access to perks:\n   / -cerdas", "post_id": "2AaUDS3Jhjg"}}, {"key": "wawasan", "attributes": {"label": "wawasan", "x": 875.9538664899574, "y": 263.7285893599646, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 32.3065, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2AaUDS3Jhjg", "id": "wawasan", "source": "youtube-000001", "content": "LK 2025 | ARTO vs SUPA vs AGRO | BONGKAR Rahasia Bank Digital 2025! Siapa Paling Cuan?\n\nSelamat datang di channel Wawasan Cerdas! 🚀\n\nDi era modern ini, banyak bank dengan mudahnya mengklaim diri sebagai \"bank digital\", namun apakah laporan keuangan mereka berkata jujur\n? Di video kali ini, kita akan membongkar habis topeng bank tradisional berbaju teknologi di Bursa Efek Indonesia. Kita membedah tuntas data keuangan tahun 2025 dari 3 raksasa yang sering disorot: PT Bank Jago Tbk (ARTO), PT Super Bank Indonesia Tbk (SUPA), dan PT Bank Raya Indonesia Tbk (AGRO).\n\nTahukah Anda bahwa AGRO nyatanya masih menanggung beban infrastruktur fisik yang sangat besar layaknya bank tradisional, dengan aset tak berwujud yang hanya sekitar Rp89,78 miliar? Parahnya lagi, tingkat kredit macet atau Non-Performing Loan (NPL) Gross AGRO meledak di level 14,02% dan indikator risiko Loan at Risk (LAR) mencapai 46,20%. AGRO juga masih mencetak ROA dan ROE negatif, yang menjadi peringatan hidup bahwa frasa \"digital\" bukanlah obat ajaib untuk masalah struktural.\n\nDi sisi lain, jika Anda mencari bank digital sejati, ARTO tampil sebagai pemenang mutlak dengan fundamental yang sangat matang. Didukung oleh ekosistem sirkuit tertutup lokal bersama Grup GoTo, ARTO membuktikan efisiensinya dengan porsi pendapatan komisi (fee income) mencapai 8,75% dan struktur pendanaan murah (CASA) yang sangat kokoh. Kualitas aset ARTO sangat prima dengan NPL hanya 0,61% dan bantalan cadangan yang super tebal mencapai 374,57%.\n\nLalu, bagaimana dengan SUPA? Didukung oleh \"meja bundar\" raksasa regional lintas negara seperti Grab, Emtek, Singtel, hingga KakaoBank, SUPA mencetak kisah kebangkitan (turnaround) luar biasa dari rugi menjadi laba bersih Rp 99,6 miliar. Penyaluran kredit SUPA meroket 49,67% dengan margin bunga bersih (NIM) 10,10%. Namun awas, di balik sensasi ekspansi ini, SUPA masih sangat bergantung pada deposito mahal (dana eksternal) dan memiliki NPL yang mulai membengkak (2,60%) akibat agresivitas pinjaman unsecured lewat P2P Lending.\n\nApakah Anda tim kematangan fundamental seperti ARTO, tim pencari sensasi pertumbuhan beradrenalin tinggi seperti SUPA, atau justru sedang terjebak di ketidakpastian AGRO? Tonton video analisis mendalam dari Wawasan Cerdas ini sampai habis untuk panduan portofolio investasi Anda!\n\n(Catatan: Konten di video ini merupakan penjabaran analisis laporan keuangan murni dan bukan rekomendasi jual atau beli saham. Keputusan investasi sepenuhnya berada di tangan masing-masing investor.)\n\n👇 DUKUNG TERUS CHANNEL WAWASAN CERDAS 👇 Jangan lupa klik tombol SUBSCRIBE, berikan LIKE jika analisis ini membantu Anda, dan tinggalkan KOMENTAR tentang saham bank digital mana yang ada di portofolio Anda! Bagikan video ini ke grup investasi Anda agar makin banyak yang teredukasi.\n\n--------------------------------------------------------------------------------\n#BankDigital #SahamARTO #SahamSUPA #SahamAGRO #WawasanCerdas #InvestasiSaham2025 #InvestasiSaham #Saham #LK2025 #LaporanKeuangan #nabungsaham #BelajarSaham #SahamDariNol #SUPA #ARTO #AGRO \n\nJoin this channel to get access to perks:\n   / -cerdas", "post_id": "2AaUDS3Jhjg"}}, {"key": "@misranjebe2498", "attributes": {"label": "@misranjebe2498", "x": 393.9822833670039, "y": 287.54752846151774, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 17.463, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "GH9keBZtaVw", "id": "@misranjebe2498", "source": "youtube-000001", "content": "Otoritas Jasa Keuangan (OJK) tengah menyiapkan penyesuaian ketentuan\n\nOtoritas Jasa Keuangan (OJK) tengah menyiapkan penyesuaian ketentuan Rencana Bisnis Bank (RBB) untuk mendorong perbankan agar lebih aktif mendukung program prioritas pemerintah.\n\nKetua Dewan Komisioner OJK Friderica Widyasari Dewi mengatakan, penyesuaian tersebut akan dituangkan dalam Rancangan Peraturan OJK (RPOJK) yang akan mengatur arah penyaluran kredit perbankan agar dapat selaras dengan agenda strategis nasional.\n\nTerima kasih telah berkunjung ke channel MISRAN JEBE VLOG \n\nJangan lupa subscribe dan nyalakan lonceng notifikasinya agar tidak ketinggalan update video karaoke terbaru dari ‪‬", "post_id": "GH9keBZtaVw"}}, {"key": "misranjebe2498", "attributes": {"label": "misranjebe2498", "x": 283.33852094980926, "y": 599.433619075108, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 32.3065, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "GH9keBZtaVw", "id": "misranjebe2498", "source": "youtube-000001", "content": "Otoritas Jasa Keuangan (OJK) tengah menyiapkan penyesuaian ketentuan\n\nOtoritas Jasa Keuangan (OJK) tengah menyiapkan penyesuaian ketentuan Rencana Bisnis Bank (RBB) untuk mendorong perbankan agar lebih aktif mendukung program prioritas pemerintah.\n\nKetua Dewan Komisioner OJK Friderica Widyasari Dewi mengatakan, penyesuaian tersebut akan dituangkan dalam Rancangan Peraturan OJK (RPOJK) yang akan mengatur arah penyaluran kredit perbankan agar dapat selaras dengan agenda strategis nasional.\n\nTerima kasih telah berkunjung ke channel MISRAN JEBE VLOG \n\nJangan lupa subscribe dan nyalakan lonceng notifikasinya agar tidak ketinggalan update video karaoke terbaru dari ‪‬", "post_id": "GH9keBZtaVw"}}], "edges": [{"key": "sutejo_prabowo", "source": "sutejo_prabowo", "target": "POSITIFITI", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "parkjaeeon__", "source": "parkjaeeon__", "target": "prakaleo", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "mancingsaham", "source": "mancingsaham", "target": "mancingsaham", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "beritapekalongan1", "source": "beritapekalongan1", "target": "indonesian.core", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "bloombergtechnoz", "source": "bloombergtechnoz", "target": "bloombergtechnoz", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "mancingsaham", "source": "mancingsaham", "target": "mancingsaham", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "idx_channel", "source": "idx_channel", "target": "idx_channel", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "telinga.anggota", "source": "telinga.anggota", "target": "Didik", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "BankIndonesiaOfficial", "source": "BankIndonesiaOfficial", "target": "KanalBankIndonesia/live", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "facebook-000001"}}, {"key": "@kabarbursadotcom", "source": "@kabarbursadotcom", "target": "kabarbursadotcom", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@kabarbursadotcom", "source": "@kabarbursadotcom", "target": "kabarbursadotcom", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@KompasTVJawaBarat", "source": "@KompasTVJawaBarat", "target": "kompastvjawabarat", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXCHANNELINSIGHT", "source": "@IDXCHANNELINSIGHT", "target": "wicky_adrian", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXCHANNELINSIGHT", "source": "@IDXCHANNELINSIGHT", "target": "prisasombodatu", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXCHANNELINSIGHT", "source": "@IDXCHANNELINSIGHT", "target": "prast_ulrich", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXCHANNELINSIGHT", "source": "@IDXCHANNELINSIGHT", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXCHANNELINSIGHT", "source": "@IDXCHANNELINSIGHT", "target": "deffid_83", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXCHANNELINSIGHT", "source": "@IDXCHANNELINSIGHT", "target": "rosalinehioe", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXCHANNELINSIGHT", "source": "@IDXCHANNELINSIGHT", "target": "idx_channel", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@lampungpostupdate", "source": "@lampungpostupdate", "target": "lampungpostupdate", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "idxchannel_", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "wicky_adrian", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "deffid_83", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "prast_ulrich", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "rosalinehioe", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@VideoTribunPontianak", "source": "@VideoTribunPontianak", "target": "tribunpontianak", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@wawasan-cerdas", "source": "@wawasan-cerdas", "target": "wawasan", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@misranjebe2498", "source": "@misranjebe2498", "target": "misranjebe2498", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}]}