{"nodes": [{"key": "moyalyubov7", "attributes": {"label": "moyalyubov7", "x": 509.59406077252345, "y": 139.65400271021988, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 41.4938, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "2039863077383090304", "id": "moyalyubov7", "source": "tweet-000004", "content": "Jd  ekspansi kredit perbankan terdistribsi.?\nPdhal berputarnya roda bisnis dan investasi yg dilakukan perbankan dng profesiinal adlh jantung pertumbuhan ekonomi.\nKlo diputar ke MBG itukan bkn investasi?\nKlo kopbedes merah putih yg pemain baru tdk pro gmna ?", "post_id": "2039863077383090304"}}, {"key": "LambeSahamjja", "attributes": {"label": "LambeSahamjja", "x": 916.1291675812354, "y": 94.58162816864845, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 76.7635, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2039863077383090304", "id": "LambeSahamjja", "source": "tweet-000004", "content": "Jd  ekspansi kredit perbankan terdistribsi.?\nPdhal berputarnya roda bisnis dan investasi yg dilakukan perbankan dng profesiinal adlh jantung pertumbuhan ekonomi.\nKlo diputar ke MBG itukan bkn investasi?\nKlo kopbedes merah putih yg pemain baru tdk pro gmna ?", "post_id": "2039863077383090304"}}, {"key": "645dor.jateng", "attributes": {"label": "645dor.jateng", "x": 731.6480639536933, "y": 492.7171759373875, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 41.4938, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 3, "degree": 3}, "_id": "7624756620077190421", "id": "645dor.jateng", "source": "tiktok-000001", "content": "SEMARANG - Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) di Jawa Tengah dipacu menjadi motor penggerak pendapatan asli daerah (PAD) sekaligus akselerator pertumbuhan ekonomi. Dengan kinerja yang menunjukkan tren positif, pemerintah daerah menargetkan kontribusi dividen terus meningkat dalam lima tahun ke depan. Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mendorong seluruh Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) agar berorientasi pada kinerja bisnis yang sehat dan berkontribusi nyata terhadap pembangunan daerah. BUMD diminta tidak sekadar menjalankan fungsi administratif, tetapi menjadi pengungkit ekonomi dan sumber pendapatan daerah. Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, menegaskan, prinsip utama pengelolaan BUMD adalah menghasilkan keuntungan. “Prinsipnya BUMD harus untung. Ora untung, ora usah dadi BUMD,” tegasnya saat menerima kunjungan kerja spesifik Komisi II DPR RI di Gedung Gradhika Bhakti Praja, Semarang, Rabu (1/4/2026). Data Pemprov Jateng mencatat, hingga 2025 terdapat 122 BUMD kabupaten/kota yang terdiri dari 33 lembaga keuangan, 54 aneka usaha, dan 35 perusahaan air minum. Total asetnya mencapai Rp 15,445 triliun dengan laba bersih Rp 587,684 miliar dan Return on Asset (ROA) sebesar 3,80 persen. Sementara itu, BUMD milik Pemprov Jawa Tengah berjumlah 41 entitas dengan total aset Rp 118,038 triliun. Laba bersih tercatat Rp 1,775 triliun dengan ROA 1,50 persen. Pada tahun yang sama, dividen yang disetorkan mencapai Rp 732,388 miliar dengan Return on Investment (ROI) sebesar 18,31 persen. Berdasarkan hasil Rapat Koordinasi RPJMD pada 13 Maret 2025, target setoran dividen BUMD periode 2026-2030 diproyeksikan meningkat dengan rata-rata pertumbuhan 10,58 persen per tahun. Dalam sektor keuangan, Bank Jateng disebut menjadi tulang punggung penguatan fiskal daerah. Selain melayani transaksi pemerintah daerah, bank tersebut juga didorong memperluas pembiayaan ke sektor produktif seperti UMKM, ketahanan pangan, perumahan, serta digitalisasi layanan keuangan. Keberpihakan terhadap pelaku usaha kecil juga tercermin dari kinerja BPR BKK (Perseroda). Hingga 2025, penyaluran kredit mencapai Rp 10,823 triliun dengan komposisi 71 persen kredit produktif. Sementara penjaminan produktif tercatat Rp 1,630 triliun, mayoritas disalurkan untuk sektor UMKM. Wakil Ketua Komisi II DPR RI, Aria Bima, menilai BUMD di Jawa Tengah berpotensi menjadi percontohan nasional, khususnya di sektor perbankan daerah, jika mampu menjaga kinerja yang sehat, akuntabel, dan berdampak langsung bagi masyarakat. Menurutnya, bank daerah tidak hanya berorientasi pada keuntungan, tetapi juga berperan sebagai instrumen pembangunan daerah, penggerak ekonomi lokal, serta mitra strategis pemerintah dalam pengelolaan keuangan. “Ukuran keberhasilan tidak cukup dari laba dan dividen, tetapi juga dari dampaknya terhadap pembangunan dan pemerataan ekonomi,” ujarnya. Senada, anggota Komisi II DPR RI, Edy Oloan Pasaribu, menyebut Jawa Tengah memiliki peluang besar menjadi pilot project nasional dalam tata kelola BUMD yang transparan dan berkelanjutan. Ia menekankan, tantangan utama pemerintah daerah saat ini adalah menurunkan angka kemiskinan. Karena itu, kepala daerah didorong mengedepankan inovasi dan semangat kewirausahaan dalam mengelola aset daerah agar memberikan kontribusi nyata terhadap PAD dan kesejahteraan masyarakat. Melalui kunjungan kerja tersebut, Komisi II DPR RI berharap Jawa Tengah terus memperkuat tata kelola BUMD dan menjadikannya instrumen strategis untuk mendorong pertumbuhan ekonomi, meningkatkan PAD, serta memperluas kesejahteraan masyarakat. #jawatengah #ahmadluthfi #gubernurjateng #bumd #ngopeninglakoni  Luthfi  Luthfi  Jateng", "post_id": "7624756620077190421"}}, {"key": "Gubernur", "attributes": {"label": "Gubernur", "x": 597.6825150760548, "y": 999.9079425577305, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 53.2503, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7624756620077190421", "id": "Gubernur", "source": "tiktok-000001", "content": "SEMARANG - Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) di Jawa Tengah dipacu menjadi motor penggerak pendapatan asli daerah (PAD) sekaligus akselerator pertumbuhan ekonomi. Dengan kinerja yang menunjukkan tren positif, pemerintah daerah menargetkan kontribusi dividen terus meningkat dalam lima tahun ke depan. Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mendorong seluruh Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) agar berorientasi pada kinerja bisnis yang sehat dan berkontribusi nyata terhadap pembangunan daerah. BUMD diminta tidak sekadar menjalankan fungsi administratif, tetapi menjadi pengungkit ekonomi dan sumber pendapatan daerah. Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, menegaskan, prinsip utama pengelolaan BUMD adalah menghasilkan keuntungan. “Prinsipnya BUMD harus untung. Ora untung, ora usah dadi BUMD,” tegasnya saat menerima kunjungan kerja spesifik Komisi II DPR RI di Gedung Gradhika Bhakti Praja, Semarang, Rabu (1/4/2026). Data Pemprov Jateng mencatat, hingga 2025 terdapat 122 BUMD kabupaten/kota yang terdiri dari 33 lembaga keuangan, 54 aneka usaha, dan 35 perusahaan air minum. Total asetnya mencapai Rp 15,445 triliun dengan laba bersih Rp 587,684 miliar dan Return on Asset (ROA) sebesar 3,80 persen. Sementara itu, BUMD milik Pemprov Jawa Tengah berjumlah 41 entitas dengan total aset Rp 118,038 triliun. Laba bersih tercatat Rp 1,775 triliun dengan ROA 1,50 persen. Pada tahun yang sama, dividen yang disetorkan mencapai Rp 732,388 miliar dengan Return on Investment (ROI) sebesar 18,31 persen. Berdasarkan hasil Rapat Koordinasi RPJMD pada 13 Maret 2025, target setoran dividen BUMD periode 2026-2030 diproyeksikan meningkat dengan rata-rata pertumbuhan 10,58 persen per tahun. Dalam sektor keuangan, Bank Jateng disebut menjadi tulang punggung penguatan fiskal daerah. Selain melayani transaksi pemerintah daerah, bank tersebut juga didorong memperluas pembiayaan ke sektor produktif seperti UMKM, ketahanan pangan, perumahan, serta digitalisasi layanan keuangan. Keberpihakan terhadap pelaku usaha kecil juga tercermin dari kinerja BPR BKK (Perseroda). Hingga 2025, penyaluran kredit mencapai Rp 10,823 triliun dengan komposisi 71 persen kredit produktif. Sementara penjaminan produktif tercatat Rp 1,630 triliun, mayoritas disalurkan untuk sektor UMKM. Wakil Ketua Komisi II DPR RI, Aria Bima, menilai BUMD di Jawa Tengah berpotensi menjadi percontohan nasional, khususnya di sektor perbankan daerah, jika mampu menjaga kinerja yang sehat, akuntabel, dan berdampak langsung bagi masyarakat. Menurutnya, bank daerah tidak hanya berorientasi pada keuntungan, tetapi juga berperan sebagai instrumen pembangunan daerah, penggerak ekonomi lokal, serta mitra strategis pemerintah dalam pengelolaan keuangan. “Ukuran keberhasilan tidak cukup dari laba dan dividen, tetapi juga dari dampaknya terhadap pembangunan dan pemerataan ekonomi,” ujarnya. Senada, anggota Komisi II DPR RI, Edy Oloan Pasaribu, menyebut Jawa Tengah memiliki peluang besar menjadi pilot project nasional dalam tata kelola BUMD yang transparan dan berkelanjutan. Ia menekankan, tantangan utama pemerintah daerah saat ini adalah menurunkan angka kemiskinan. Karena itu, kepala daerah didorong mengedepankan inovasi dan semangat kewirausahaan dalam mengelola aset daerah agar memberikan kontribusi nyata terhadap PAD dan kesejahteraan masyarakat. Melalui kunjungan kerja tersebut, Komisi II DPR RI berharap Jawa Tengah terus memperkuat tata kelola BUMD dan menjadikannya instrumen strategis untuk mendorong pertumbuhan ekonomi, meningkatkan PAD, serta memperluas kesejahteraan masyarakat. #jawatengah #ahmadluthfi #gubernurjateng #bumd #ngopeninglakoni  Luthfi  Luthfi  Jateng", "post_id": "7624756620077190421"}}, {"key": "Ahmad", "attributes": {"label": "Ahmad", "x": 118.45318444496789, "y": 981.1619589418806, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 53.2503, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7624756620077190421", "id": "Ahmad", "source": "tiktok-000001", "content": "SEMARANG - Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) di Jawa Tengah dipacu menjadi motor penggerak pendapatan asli daerah (PAD) sekaligus akselerator pertumbuhan ekonomi. Dengan kinerja yang menunjukkan tren positif, pemerintah daerah menargetkan kontribusi dividen terus meningkat dalam lima tahun ke depan. Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mendorong seluruh Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) agar berorientasi pada kinerja bisnis yang sehat dan berkontribusi nyata terhadap pembangunan daerah. BUMD diminta tidak sekadar menjalankan fungsi administratif, tetapi menjadi pengungkit ekonomi dan sumber pendapatan daerah. Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, menegaskan, prinsip utama pengelolaan BUMD adalah menghasilkan keuntungan. “Prinsipnya BUMD harus untung. Ora untung, ora usah dadi BUMD,” tegasnya saat menerima kunjungan kerja spesifik Komisi II DPR RI di Gedung Gradhika Bhakti Praja, Semarang, Rabu (1/4/2026). Data Pemprov Jateng mencatat, hingga 2025 terdapat 122 BUMD kabupaten/kota yang terdiri dari 33 lembaga keuangan, 54 aneka usaha, dan 35 perusahaan air minum. Total asetnya mencapai Rp 15,445 triliun dengan laba bersih Rp 587,684 miliar dan Return on Asset (ROA) sebesar 3,80 persen. Sementara itu, BUMD milik Pemprov Jawa Tengah berjumlah 41 entitas dengan total aset Rp 118,038 triliun. Laba bersih tercatat Rp 1,775 triliun dengan ROA 1,50 persen. Pada tahun yang sama, dividen yang disetorkan mencapai Rp 732,388 miliar dengan Return on Investment (ROI) sebesar 18,31 persen. Berdasarkan hasil Rapat Koordinasi RPJMD pada 13 Maret 2025, target setoran dividen BUMD periode 2026-2030 diproyeksikan meningkat dengan rata-rata pertumbuhan 10,58 persen per tahun. Dalam sektor keuangan, Bank Jateng disebut menjadi tulang punggung penguatan fiskal daerah. Selain melayani transaksi pemerintah daerah, bank tersebut juga didorong memperluas pembiayaan ke sektor produktif seperti UMKM, ketahanan pangan, perumahan, serta digitalisasi layanan keuangan. Keberpihakan terhadap pelaku usaha kecil juga tercermin dari kinerja BPR BKK (Perseroda). Hingga 2025, penyaluran kredit mencapai Rp 10,823 triliun dengan komposisi 71 persen kredit produktif. Sementara penjaminan produktif tercatat Rp 1,630 triliun, mayoritas disalurkan untuk sektor UMKM. Wakil Ketua Komisi II DPR RI, Aria Bima, menilai BUMD di Jawa Tengah berpotensi menjadi percontohan nasional, khususnya di sektor perbankan daerah, jika mampu menjaga kinerja yang sehat, akuntabel, dan berdampak langsung bagi masyarakat. Menurutnya, bank daerah tidak hanya berorientasi pada keuntungan, tetapi juga berperan sebagai instrumen pembangunan daerah, penggerak ekonomi lokal, serta mitra strategis pemerintah dalam pengelolaan keuangan. “Ukuran keberhasilan tidak cukup dari laba dan dividen, tetapi juga dari dampaknya terhadap pembangunan dan pemerataan ekonomi,” ujarnya. Senada, anggota Komisi II DPR RI, Edy Oloan Pasaribu, menyebut Jawa Tengah memiliki peluang besar menjadi pilot project nasional dalam tata kelola BUMD yang transparan dan berkelanjutan. Ia menekankan, tantangan utama pemerintah daerah saat ini adalah menurunkan angka kemiskinan. Karena itu, kepala daerah didorong mengedepankan inovasi dan semangat kewirausahaan dalam mengelola aset daerah agar memberikan kontribusi nyata terhadap PAD dan kesejahteraan masyarakat. Melalui kunjungan kerja tersebut, Komisi II DPR RI berharap Jawa Tengah terus memperkuat tata kelola BUMD dan menjadikannya instrumen strategis untuk mendorong pertumbuhan ekonomi, meningkatkan PAD, serta memperluas kesejahteraan masyarakat. #jawatengah #ahmadluthfi #gubernurjateng #bumd #ngopeninglakoni  Luthfi  Luthfi  Jateng", "post_id": "7624756620077190421"}}, {"key": "Humas", "attributes": {"label": "Humas", "x": 413.067723317543, "y": 360.1115148996685, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 53.2503, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7624756620077190421", "id": "Humas", "source": "tiktok-000001", "content": "SEMARANG - Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) di Jawa Tengah dipacu menjadi motor penggerak pendapatan asli daerah (PAD) sekaligus akselerator pertumbuhan ekonomi. Dengan kinerja yang menunjukkan tren positif, pemerintah daerah menargetkan kontribusi dividen terus meningkat dalam lima tahun ke depan. Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mendorong seluruh Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) agar berorientasi pada kinerja bisnis yang sehat dan berkontribusi nyata terhadap pembangunan daerah. BUMD diminta tidak sekadar menjalankan fungsi administratif, tetapi menjadi pengungkit ekonomi dan sumber pendapatan daerah. Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, menegaskan, prinsip utama pengelolaan BUMD adalah menghasilkan keuntungan. “Prinsipnya BUMD harus untung. Ora untung, ora usah dadi BUMD,” tegasnya saat menerima kunjungan kerja spesifik Komisi II DPR RI di Gedung Gradhika Bhakti Praja, Semarang, Rabu (1/4/2026). Data Pemprov Jateng mencatat, hingga 2025 terdapat 122 BUMD kabupaten/kota yang terdiri dari 33 lembaga keuangan, 54 aneka usaha, dan 35 perusahaan air minum. Total asetnya mencapai Rp 15,445 triliun dengan laba bersih Rp 587,684 miliar dan Return on Asset (ROA) sebesar 3,80 persen. Sementara itu, BUMD milik Pemprov Jawa Tengah berjumlah 41 entitas dengan total aset Rp 118,038 triliun. Laba bersih tercatat Rp 1,775 triliun dengan ROA 1,50 persen. Pada tahun yang sama, dividen yang disetorkan mencapai Rp 732,388 miliar dengan Return on Investment (ROI) sebesar 18,31 persen. Berdasarkan hasil Rapat Koordinasi RPJMD pada 13 Maret 2025, target setoran dividen BUMD periode 2026-2030 diproyeksikan meningkat dengan rata-rata pertumbuhan 10,58 persen per tahun. Dalam sektor keuangan, Bank Jateng disebut menjadi tulang punggung penguatan fiskal daerah. Selain melayani transaksi pemerintah daerah, bank tersebut juga didorong memperluas pembiayaan ke sektor produktif seperti UMKM, ketahanan pangan, perumahan, serta digitalisasi layanan keuangan. Keberpihakan terhadap pelaku usaha kecil juga tercermin dari kinerja BPR BKK (Perseroda). Hingga 2025, penyaluran kredit mencapai Rp 10,823 triliun dengan komposisi 71 persen kredit produktif. Sementara penjaminan produktif tercatat Rp 1,630 triliun, mayoritas disalurkan untuk sektor UMKM. Wakil Ketua Komisi II DPR RI, Aria Bima, menilai BUMD di Jawa Tengah berpotensi menjadi percontohan nasional, khususnya di sektor perbankan daerah, jika mampu menjaga kinerja yang sehat, akuntabel, dan berdampak langsung bagi masyarakat. Menurutnya, bank daerah tidak hanya berorientasi pada keuntungan, tetapi juga berperan sebagai instrumen pembangunan daerah, penggerak ekonomi lokal, serta mitra strategis pemerintah dalam pengelolaan keuangan. “Ukuran keberhasilan tidak cukup dari laba dan dividen, tetapi juga dari dampaknya terhadap pembangunan dan pemerataan ekonomi,” ujarnya. Senada, anggota Komisi II DPR RI, Edy Oloan Pasaribu, menyebut Jawa Tengah memiliki peluang besar menjadi pilot project nasional dalam tata kelola BUMD yang transparan dan berkelanjutan. Ia menekankan, tantangan utama pemerintah daerah saat ini adalah menurunkan angka kemiskinan. Karena itu, kepala daerah didorong mengedepankan inovasi dan semangat kewirausahaan dalam mengelola aset daerah agar memberikan kontribusi nyata terhadap PAD dan kesejahteraan masyarakat. Melalui kunjungan kerja tersebut, Komisi II DPR RI berharap Jawa Tengah terus memperkuat tata kelola BUMD dan menjadikannya instrumen strategis untuk mendorong pertumbuhan ekonomi, meningkatkan PAD, serta memperluas kesejahteraan masyarakat. #jawatengah #ahmadluthfi #gubernurjateng #bumd #ngopeninglakoni  Luthfi  Luthfi  Jateng", "post_id": "7624756620077190421"}}, {"key": "BankIndonesiaOfficial", "attributes": {"label": "BankIndonesiaOfficial", "x": 33.69365923393619, "y": 172.19771943233152, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["facebook-000001"], "scores": {"pagerank": 41.4938, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "847034142012155_1373948474776698", "id": "BankIndonesiaOfficial", "source": "facebook-000001", "content": "#SobatRupiah, Bank Indonesia terus memperkuat Kebijakan Insentif Likuiditas Makroprudensial (KLM) untuk mendorong akselerasi pertumbuhan ekonomi nasional. \n\nPada minggu pertama Februari 2026, insentif KLM yang diperoleh perbankan mencapai Rp427,5 triliun, terdiri dari Rp357,9 triliun pada lending channel serta Rp69,6 triliun pada interest rate channel.\nLending channel diarahkan untuk mendorong penyaluran kredit/pembiayaan perbankan kepada sektor prioritas, sedangkan interest rate channel merupakan imbalan pembiayaan perbankan yang sejalan dengan arah suku bunga kebijakan Bank Indonesia.\nLalu, bagaimana perkembangan KLM dan apa saja sektor-sektor prioritas dalam #RDGBI Maret 2026?\n\n#SobatRupiah bisa mendapatkan jawabannya BESOK!\n\n📖: Pengumuman Hasil Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia Bulan Maret 2026\n🗓️: Selasa, 17 Maret 2026\n⏰: 14.00 WIB\n📺: Medsos BI\n\nYouTube:\nhttps://www.youtube.com/\n\nInstagram:\nhttps://instagram.com/bank_indonesia/\n\nCatat waktu dan tanggalnya untuk terus #BeriMakna bagi ekonomi Indonesia.\n\n#diSetiapMaknaIndonesia", "post_id": "847034142012155_1373948474776698"}}, {"key": "KanalBankIndonesia/live", "attributes": {"label": "KanalBankIndonesia/live", "x": 987.536724625134, "y": 44.054240442568336, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["facebook-000001"], "scores": {"pagerank": 76.7635, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "847034142012155_1373948474776698", "id": "KanalBankIndonesia/live", "source": "facebook-000001", "content": "#SobatRupiah, Bank Indonesia terus memperkuat Kebijakan Insentif Likuiditas Makroprudensial (KLM) untuk mendorong akselerasi pertumbuhan ekonomi nasional. \n\nPada minggu pertama Februari 2026, insentif KLM yang diperoleh perbankan mencapai Rp427,5 triliun, terdiri dari Rp357,9 triliun pada lending channel serta Rp69,6 triliun pada interest rate channel.\nLending channel diarahkan untuk mendorong penyaluran kredit/pembiayaan perbankan kepada sektor prioritas, sedangkan interest rate channel merupakan imbalan pembiayaan perbankan yang sejalan dengan arah suku bunga kebijakan Bank Indonesia.\nLalu, bagaimana perkembangan KLM dan apa saja sektor-sektor prioritas dalam #RDGBI Maret 2026?\n\n#SobatRupiah bisa mendapatkan jawabannya BESOK!\n\n📖: Pengumuman Hasil Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia Bulan Maret 2026\n🗓️: Selasa, 17 Maret 2026\n⏰: 14.00 WIB\n📺: Medsos BI\n\nYouTube:\nhttps://www.youtube.com/\n\nInstagram:\nhttps://instagram.com/bank_indonesia/\n\nCatat waktu dan tanggalnya untuk terus #BeriMakna bagi ekonomi Indonesia.\n\n#diSetiapMaknaIndonesia", "post_id": "847034142012155_1373948474776698"}}, {"key": "@IDXCHANNELINSIGHT", "attributes": {"label": "@IDXCHANNELINSIGHT", "x": 644.1065812257582, "y": 316.91156432611547, "size": 15.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 41.4938, "eigenvector": 142.8571, "in_degree": 0, "out_degree": 6, "degree": 6}, "_id": "37OpbQjslIc", "id": "@IDXCHANNELINSIGHT", "source": "youtube-000001", "content": "Bank Indonesia Alihkan Insentif Likuiditas ke Sektor Padat Karya | IDX CHANNEL\n\nBank Indonesia (BI) akan memberikan insentif Kebijakan Likuiditas Makroprudensial (KLM) kepada bank-bank penyalur kredit di sektor padat karya mulai 1 Januari 2025. Gubernur BI, Perry Warjiyo, mengatakan insentif ini diharapkan dapat membuat penyaluran kredit di sektor-sektor padat karya yang kini tumbuh terbatas dapat kembali bergairah. Dengan begitu, meningkatnya penyaluran kredit di sektor padat karya juga diharapkan dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi nasional.\n\nSebelumnya, insentif berupa pengurangan giro kepada perbankan diberikan kepada bank-bank penyalur kredit di sektor padat modal yang pada masa Covid-19 terpuruk, baik dari segi penyaluran kredit maupun kinerja industri. Namun, setelah mendapatkan insentif, penyaluran kredit sektor-sektor seperti industri pertambangan berhasil tumbuh dua digit.\n\n\nBerita selengkapnya klik di sini: https://www.idxchannel.com/market-news\n\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n--------------------------------------------\nFollow US on Social Media\nWebsite - http://www.idxchannel.com\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idxchannelcom  \n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nPower Breakfast (Senin – Jumat 08.00-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\nPrisa Sombo Datu ( IG : )\n\nMarket Review (Senin – Jumat 10.00-11.00) \nPrasetyo Wibowo ( IG : ) \n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nNews Screen (Senin – Jumat 14.30-15.00) \n \nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.00-16.00) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Highlight (Senin - Jumat 16.30-17.00)\nRosaline Hioe (IG : )", "post_id": "37OpbQjslIc"}}, {"key": "wicky_adrian", "attributes": {"label": "wicky_adrian", "x": 725.4015852137815, "y": 139.82074719598535, "size": 15.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 47.3721, "eigenvector": 142.8571, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "37OpbQjslIc", "id": "wicky_adrian", "source": "youtube-000001", "content": "Bank Indonesia Alihkan Insentif Likuiditas ke Sektor Padat Karya | IDX CHANNEL\n\nBank Indonesia (BI) akan memberikan insentif Kebijakan Likuiditas Makroprudensial (KLM) kepada bank-bank penyalur kredit di sektor padat karya mulai 1 Januari 2025. Gubernur BI, Perry Warjiyo, mengatakan insentif ini diharapkan dapat membuat penyaluran kredit di sektor-sektor padat karya yang kini tumbuh terbatas dapat kembali bergairah. Dengan begitu, meningkatnya penyaluran kredit di sektor padat karya juga diharapkan dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi nasional.\n\nSebelumnya, insentif berupa pengurangan giro kepada perbankan diberikan kepada bank-bank penyalur kredit di sektor padat modal yang pada masa Covid-19 terpuruk, baik dari segi penyaluran kredit maupun kinerja industri. Namun, setelah mendapatkan insentif, penyaluran kredit sektor-sektor seperti industri pertambangan berhasil tumbuh dua digit.\n\n\nBerita selengkapnya klik di sini: https://www.idxchannel.com/market-news\n\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n--------------------------------------------\nFollow US on Social Media\nWebsite - http://www.idxchannel.com\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idxchannelcom  \n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nPower Breakfast (Senin – Jumat 08.00-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\nPrisa Sombo Datu ( IG : )\n\nMarket Review (Senin – Jumat 10.00-11.00) \nPrasetyo Wibowo ( IG : ) \n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nNews Screen (Senin – Jumat 14.30-15.00) \n \nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.00-16.00) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Highlight (Senin - Jumat 16.30-17.00)\nRosaline Hioe (IG : )", "post_id": "37OpbQjslIc"}}, {"key": "prisasombodatu", "attributes": {"label": "prisasombodatu", "x": 79.05001794574196, "y": 452.3065028793024, "size": 15.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 47.3721, "eigenvector": 142.8571, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "37OpbQjslIc", "id": "prisasombodatu", "source": "youtube-000001", "content": "Bank Indonesia Alihkan Insentif Likuiditas ke Sektor Padat Karya | IDX CHANNEL\n\nBank Indonesia (BI) akan memberikan insentif Kebijakan Likuiditas Makroprudensial (KLM) kepada bank-bank penyalur kredit di sektor padat karya mulai 1 Januari 2025. Gubernur BI, Perry Warjiyo, mengatakan insentif ini diharapkan dapat membuat penyaluran kredit di sektor-sektor padat karya yang kini tumbuh terbatas dapat kembali bergairah. Dengan begitu, meningkatnya penyaluran kredit di sektor padat karya juga diharapkan dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi nasional.\n\nSebelumnya, insentif berupa pengurangan giro kepada perbankan diberikan kepada bank-bank penyalur kredit di sektor padat modal yang pada masa Covid-19 terpuruk, baik dari segi penyaluran kredit maupun kinerja industri. Namun, setelah mendapatkan insentif, penyaluran kredit sektor-sektor seperti industri pertambangan berhasil tumbuh dua digit.\n\n\nBerita selengkapnya klik di sini: https://www.idxchannel.com/market-news\n\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n--------------------------------------------\nFollow US on Social Media\nWebsite - http://www.idxchannel.com\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idxchannelcom  \n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nPower Breakfast (Senin – Jumat 08.00-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\nPrisa Sombo Datu ( IG : )\n\nMarket Review (Senin – Jumat 10.00-11.00) \nPrasetyo Wibowo ( IG : ) \n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nNews Screen (Senin – Jumat 14.30-15.00) \n \nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.00-16.00) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Highlight (Senin - Jumat 16.30-17.00)\nRosaline Hioe (IG : )", "post_id": "37OpbQjslIc"}}, {"key": "prast_ulrich", "attributes": {"label": "prast_ulrich", "x": 640.8277933723081, "y": 236.94449997234102, "size": 15.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 47.3721, "eigenvector": 142.8571, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "37OpbQjslIc", "id": "prast_ulrich", "source": "youtube-000001", "content": "Bank Indonesia Alihkan Insentif Likuiditas ke Sektor Padat Karya | IDX CHANNEL\n\nBank Indonesia (BI) akan memberikan insentif Kebijakan Likuiditas Makroprudensial (KLM) kepada bank-bank penyalur kredit di sektor padat karya mulai 1 Januari 2025. Gubernur BI, Perry Warjiyo, mengatakan insentif ini diharapkan dapat membuat penyaluran kredit di sektor-sektor padat karya yang kini tumbuh terbatas dapat kembali bergairah. Dengan begitu, meningkatnya penyaluran kredit di sektor padat karya juga diharapkan dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi nasional.\n\nSebelumnya, insentif berupa pengurangan giro kepada perbankan diberikan kepada bank-bank penyalur kredit di sektor padat modal yang pada masa Covid-19 terpuruk, baik dari segi penyaluran kredit maupun kinerja industri. Namun, setelah mendapatkan insentif, penyaluran kredit sektor-sektor seperti industri pertambangan berhasil tumbuh dua digit.\n\n\nBerita selengkapnya klik di sini: https://www.idxchannel.com/market-news\n\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n--------------------------------------------\nFollow US on Social Media\nWebsite - http://www.idxchannel.com\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idxchannelcom  \n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nPower Breakfast (Senin – Jumat 08.00-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\nPrisa Sombo Datu ( IG : )\n\nMarket Review (Senin – Jumat 10.00-11.00) \nPrasetyo Wibowo ( IG : ) \n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nNews Screen (Senin – Jumat 14.30-15.00) \n \nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.00-16.00) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Highlight (Senin - Jumat 16.30-17.00)\nRosaline Hioe (IG : )", "post_id": "37OpbQjslIc"}}, {"key": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "fajar.wayong", "x": 530.5923638004765, "y": 842.9928924069441, "size": 15.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 47.3721, "eigenvector": 142.8571, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "37OpbQjslIc", "id": "fajar.wayong", "source": "youtube-000001", "content": "Bank Indonesia Alihkan Insentif Likuiditas ke Sektor Padat Karya | IDX CHANNEL\n\nBank Indonesia (BI) akan memberikan insentif Kebijakan Likuiditas Makroprudensial (KLM) kepada bank-bank penyalur kredit di sektor padat karya mulai 1 Januari 2025. Gubernur BI, Perry Warjiyo, mengatakan insentif ini diharapkan dapat membuat penyaluran kredit di sektor-sektor padat karya yang kini tumbuh terbatas dapat kembali bergairah. Dengan begitu, meningkatnya penyaluran kredit di sektor padat karya juga diharapkan dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi nasional.\n\nSebelumnya, insentif berupa pengurangan giro kepada perbankan diberikan kepada bank-bank penyalur kredit di sektor padat modal yang pada masa Covid-19 terpuruk, baik dari segi penyaluran kredit maupun kinerja industri. Namun, setelah mendapatkan insentif, penyaluran kredit sektor-sektor seperti industri pertambangan berhasil tumbuh dua digit.\n\n\nBerita selengkapnya klik di sini: https://www.idxchannel.com/market-news\n\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n--------------------------------------------\nFollow US on Social Media\nWebsite - http://www.idxchannel.com\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idxchannelcom  \n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nPower Breakfast (Senin – Jumat 08.00-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\nPrisa Sombo Datu ( IG : )\n\nMarket Review (Senin – Jumat 10.00-11.00) \nPrasetyo Wibowo ( IG : ) \n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nNews Screen (Senin – Jumat 14.30-15.00) \n \nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.00-16.00) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Highlight (Senin - Jumat 16.30-17.00)\nRosaline Hioe (IG : )", "post_id": "37OpbQjslIc"}}, {"key": "deffid_83", "attributes": {"label": "deffid_83", "x": 827.2468361024459, "y": 294.6616970293227, "size": 15.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 47.3721, "eigenvector": 142.8571, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "37OpbQjslIc", "id": "deffid_83", "source": "youtube-000001", "content": "Bank Indonesia Alihkan Insentif Likuiditas ke Sektor Padat Karya | IDX CHANNEL\n\nBank Indonesia (BI) akan memberikan insentif Kebijakan Likuiditas Makroprudensial (KLM) kepada bank-bank penyalur kredit di sektor padat karya mulai 1 Januari 2025. Gubernur BI, Perry Warjiyo, mengatakan insentif ini diharapkan dapat membuat penyaluran kredit di sektor-sektor padat karya yang kini tumbuh terbatas dapat kembali bergairah. Dengan begitu, meningkatnya penyaluran kredit di sektor padat karya juga diharapkan dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi nasional.\n\nSebelumnya, insentif berupa pengurangan giro kepada perbankan diberikan kepada bank-bank penyalur kredit di sektor padat modal yang pada masa Covid-19 terpuruk, baik dari segi penyaluran kredit maupun kinerja industri. Namun, setelah mendapatkan insentif, penyaluran kredit sektor-sektor seperti industri pertambangan berhasil tumbuh dua digit.\n\n\nBerita selengkapnya klik di sini: https://www.idxchannel.com/market-news\n\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n--------------------------------------------\nFollow US on Social Media\nWebsite - http://www.idxchannel.com\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idxchannelcom  \n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nPower Breakfast (Senin – Jumat 08.00-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\nPrisa Sombo Datu ( IG : )\n\nMarket Review (Senin – Jumat 10.00-11.00) \nPrasetyo Wibowo ( IG : ) \n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nNews Screen (Senin – Jumat 14.30-15.00) \n \nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.00-16.00) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Highlight (Senin - Jumat 16.30-17.00)\nRosaline Hioe (IG : )", "post_id": "37OpbQjslIc"}}, {"key": "rosalinehioe", "attributes": {"label": "rosalinehioe", "x": 902.2320644859229, "y": 809.4868074260388, "size": 15.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 47.3721, "eigenvector": 142.8571, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "37OpbQjslIc", "id": "rosalinehioe", "source": "youtube-000001", "content": "Bank Indonesia Alihkan Insentif Likuiditas ke Sektor Padat Karya | IDX CHANNEL\n\nBank Indonesia (BI) akan memberikan insentif Kebijakan Likuiditas Makroprudensial (KLM) kepada bank-bank penyalur kredit di sektor padat karya mulai 1 Januari 2025. Gubernur BI, Perry Warjiyo, mengatakan insentif ini diharapkan dapat membuat penyaluran kredit di sektor-sektor padat karya yang kini tumbuh terbatas dapat kembali bergairah. Dengan begitu, meningkatnya penyaluran kredit di sektor padat karya juga diharapkan dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi nasional.\n\nSebelumnya, insentif berupa pengurangan giro kepada perbankan diberikan kepada bank-bank penyalur kredit di sektor padat modal yang pada masa Covid-19 terpuruk, baik dari segi penyaluran kredit maupun kinerja industri. Namun, setelah mendapatkan insentif, penyaluran kredit sektor-sektor seperti industri pertambangan berhasil tumbuh dua digit.\n\n\nBerita selengkapnya klik di sini: https://www.idxchannel.com/market-news\n\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n--------------------------------------------\nFollow US on Social Media\nWebsite - http://www.idxchannel.com\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idxchannelcom  \n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nPower Breakfast (Senin – Jumat 08.00-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\nPrisa Sombo Datu ( IG : )\n\nMarket Review (Senin – Jumat 10.00-11.00) \nPrasetyo Wibowo ( IG : ) \n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nNews Screen (Senin – Jumat 14.30-15.00) \n \nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.00-16.00) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Highlight (Senin - Jumat 16.30-17.00)\nRosaline Hioe (IG : )", "post_id": "37OpbQjslIc"}}, {"key": "@lampungpostupdate", "attributes": {"label": "@lampungpostupdate", "x": 987.5672729637805, "y": 421.83385128380047, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 41.4938, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "jzhctPEDzdU", "id": "@lampungpostupdate", "source": "youtube-000001", "content": "Purbaya Pertumbuhan Ekonomi 2025 Bisa Tembus 5,5 Persen\n\n#EkonomiNasional #PertumbuhanEkonomi #MenkeuPurbaya #Properti #Perbankan\n\nMenkeu Purbaya: Pertumbuhan Ekonomi 2025 Bisa Tembus 5,5 Persen\n\nMenteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan optimistis bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia pada akhir 2025 dapat mencapai 5,5 persen. Keyakinan itu muncul karena penguatan di hampir seluruh sektor ekonomi nasional, terutama properti.\n\n“Kalau saya pikir sih hampir across the board (di seluruh sektor), yang jelas belanja masyarakat akan naik kencang, dan nanti properti akan tumbuh bagus,” ujar Purbaya saat ditemui di Istana Kepresidenan RI, Jakarta, Selasa (30/9).\n\nMenurut Purbaya, peningkatan konsumsi masyarakat menjadi faktor utama pendorong pertumbuhan. Pemerintah juga berupaya memastikan pembiayaan sektor riil berjalan lancar melalui penurunan suku bunga kredit.\n\nUntuk itu, pemerintah menempatkan dana sebesar Rp200 triliun dari Bank Indonesia ke lima bank pelat merah: Bank Mandiri, BNI, BRI, BTN, dan BSI. Langkah ini diharapkan mempercepat penyaluran kredit dan memperkuat daya dorong ekonomi.\n\n“Dengan jaminan yang jelas dan permintaan pembiayaan yang tinggi, sektor properti akan jadi salah satu motor penggerak utama,” kata Purbaya.\n\nKebijakan ini dinilai mampu memberikan efek ganda terhadap industri terkait seperti bahan bangunan, furnitur, dan tenaga kerja konstruksi. Selain itu, konsumsi masyarakat yang meningkat akan memperkuat fondasi ekonomi domestik di tengah dinamika global yang masih bergejolak.\n\nDengan langkah-langkah tersebut, pemerintah berharap target pertumbuhan ekonomi 5,5 persen pada 2025 bukan sekadar optimisme, tetapi hasil nyata dari kerja sama lintas sektor dalam menjaga stabilitas dan percepatan ekonomi nasional. MI\n\nJangan lupa untuk subscribe dan aktifkan notifikasi! Bersama Lampung Post Update\n\nURL Channel\n   /   \n\nLampung Post Update\nhttps://s.id/lampungpostupdate\n\nLampost.co\nhttps://www.lampost.co/\n\nHarian Umum Lampung Post\n  / lampost.co  \n\nTwitter Lampost.co\n  / lampostco", "post_id": "jzhctPEDzdU"}}, {"key": "lampungpostupdate", "attributes": {"label": "lampungpostupdate", "x": 717.4600914874627, "y": 877.9629101232775, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 76.7635, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "jzhctPEDzdU", "id": "lampungpostupdate", "source": "youtube-000001", "content": "Purbaya Pertumbuhan Ekonomi 2025 Bisa Tembus 5,5 Persen\n\n#EkonomiNasional #PertumbuhanEkonomi #MenkeuPurbaya #Properti #Perbankan\n\nMenkeu Purbaya: Pertumbuhan Ekonomi 2025 Bisa Tembus 5,5 Persen\n\nMenteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan optimistis bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia pada akhir 2025 dapat mencapai 5,5 persen. Keyakinan itu muncul karena penguatan di hampir seluruh sektor ekonomi nasional, terutama properti.\n\n“Kalau saya pikir sih hampir across the board (di seluruh sektor), yang jelas belanja masyarakat akan naik kencang, dan nanti properti akan tumbuh bagus,” ujar Purbaya saat ditemui di Istana Kepresidenan RI, Jakarta, Selasa (30/9).\n\nMenurut Purbaya, peningkatan konsumsi masyarakat menjadi faktor utama pendorong pertumbuhan. Pemerintah juga berupaya memastikan pembiayaan sektor riil berjalan lancar melalui penurunan suku bunga kredit.\n\nUntuk itu, pemerintah menempatkan dana sebesar Rp200 triliun dari Bank Indonesia ke lima bank pelat merah: Bank Mandiri, BNI, BRI, BTN, dan BSI. Langkah ini diharapkan mempercepat penyaluran kredit dan memperkuat daya dorong ekonomi.\n\n“Dengan jaminan yang jelas dan permintaan pembiayaan yang tinggi, sektor properti akan jadi salah satu motor penggerak utama,” kata Purbaya.\n\nKebijakan ini dinilai mampu memberikan efek ganda terhadap industri terkait seperti bahan bangunan, furnitur, dan tenaga kerja konstruksi. Selain itu, konsumsi masyarakat yang meningkat akan memperkuat fondasi ekonomi domestik di tengah dinamika global yang masih bergejolak.\n\nDengan langkah-langkah tersebut, pemerintah berharap target pertumbuhan ekonomi 5,5 persen pada 2025 bukan sekadar optimisme, tetapi hasil nyata dari kerja sama lintas sektor dalam menjaga stabilitas dan percepatan ekonomi nasional. MI\n\nJangan lupa untuk subscribe dan aktifkan notifikasi! Bersama Lampung Post Update\n\nURL Channel\n   /   \n\nLampung Post Update\nhttps://s.id/lampungpostupdate\n\nLampost.co\nhttps://www.lampost.co/\n\nHarian Umum Lampung Post\n  / lampost.co  \n\nTwitter Lampost.co\n  / lampostco", "post_id": "jzhctPEDzdU"}}, {"key": "@kompastvmedan", "attributes": {"label": "@kompastvmedan", "x": 785.9168311100241, "y": 490.0706135709605, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 41.4938, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "_W8TBaZC82k", "id": "@kompastvmedan", "source": "youtube-000001", "content": "IHSG Cetak Rekor All Time High, Saham Bank BUMN Masih Loyo, Ini Kata CEO Edvisor\n\nJAKARTA, KOMPAS.TV - Dua bulan sudah sejak Kementerian Keuangan mengucurkan dana pemerintah sebesar Rp200 triliun ke bank nasional, performa emiten Himbara masih terpantau loyo.\n\nPenempatan dana ini diatur dalam Keputusan Menteri Keuangan Nomor 276 Tahun 2025.\n\nMenkeu Purbaya Yudhi Sadewa bilang, kebijakan ini dilakukan untuk meningkatkan likuiditas perbankan agar kredit dapat tumbuh dan mendorong pertumbuhan ekonomi.\n\nPurbaya juga menjelaskan, dengan penempatan dana pemerintah di perbankan, pemerintah ingin agar perbankan bisa memanfaatkan uang negara yang nganggur untuk menggerakkan aktivitas perekonomian melalui penyaluran kredit.\n\nKita langsung bergabung dengan Praska Putrantyo, CEO Edvisor Profina Visindo, untuk membahas kinerja saham bank BUMN.\n\n#menkeupurbaya #bankbumn #purbaya #saham #ekonomi #bisnis\n------------------------------------------\nSahabat Kompas TV, jangan lupa like, comment, dan subscribe channel YouTube Kompas TV Medan, juga aktifkan lonceng notifikasi agar tidak ketinggalan update mengenai isu-isu terkini di Indonesia.\n\nJangan lewatkan live streaming Kompas TV 24 jam non stop di https://www.kompas.tv/live\n\nSahabat Kompas TV juga bisa memperoleh informasi terkini melalui website: www.kompas.tv\n\nMedia sosial Kompas TV Medan\nTikTok :   / kompastvmedan  \nInstagram :   / kompastvmedan  \nFacebook :   / kompastvmdn  \nTwitter :   / kompastvmedan  \nThreads: https://www.threads.net/\n\nKompas TV\nIndependen | Terpercaya\n#kompastvmedan", "post_id": "_W8TBaZC82k"}}, {"key": "kompastvmedan", "attributes": {"label": "kompastvmedan", "x": 838.8143215654939, "y": 720.945813734054, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 76.7635, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "_W8TBaZC82k", "id": "kompastvmedan", "source": "youtube-000001", "content": "IHSG Cetak Rekor All Time High, Saham Bank BUMN Masih Loyo, Ini Kata CEO Edvisor\n\nJAKARTA, KOMPAS.TV - Dua bulan sudah sejak Kementerian Keuangan mengucurkan dana pemerintah sebesar Rp200 triliun ke bank nasional, performa emiten Himbara masih terpantau loyo.\n\nPenempatan dana ini diatur dalam Keputusan Menteri Keuangan Nomor 276 Tahun 2025.\n\nMenkeu Purbaya Yudhi Sadewa bilang, kebijakan ini dilakukan untuk meningkatkan likuiditas perbankan agar kredit dapat tumbuh dan mendorong pertumbuhan ekonomi.\n\nPurbaya juga menjelaskan, dengan penempatan dana pemerintah di perbankan, pemerintah ingin agar perbankan bisa memanfaatkan uang negara yang nganggur untuk menggerakkan aktivitas perekonomian melalui penyaluran kredit.\n\nKita langsung bergabung dengan Praska Putrantyo, CEO Edvisor Profina Visindo, untuk membahas kinerja saham bank BUMN.\n\n#menkeupurbaya #bankbumn #purbaya #saham #ekonomi #bisnis\n------------------------------------------\nSahabat Kompas TV, jangan lupa like, comment, dan subscribe channel YouTube Kompas TV Medan, juga aktifkan lonceng notifikasi agar tidak ketinggalan update mengenai isu-isu terkini di Indonesia.\n\nJangan lewatkan live streaming Kompas TV 24 jam non stop di https://www.kompas.tv/live\n\nSahabat Kompas TV juga bisa memperoleh informasi terkini melalui website: www.kompas.tv\n\nMedia sosial Kompas TV Medan\nTikTok :   / kompastvmedan  \nInstagram :   / kompastvmedan  \nFacebook :   / kompastvmdn  \nTwitter :   / kompastvmedan  \nThreads: https://www.threads.net/\n\nKompas TV\nIndependen | Terpercaya\n#kompastvmedan", "post_id": "_W8TBaZC82k"}}], "edges": [{"key": "moyalyubov7", "source": "moyalyubov7", "target": "LambeSahamjja", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "645dor.jateng", "source": "645dor.jateng", "target": "Gubernur", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "645dor.jateng", "source": "645dor.jateng", "target": "Ahmad", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "645dor.jateng", "source": "645dor.jateng", "target": "Humas", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "BankIndonesiaOfficial", "source": "BankIndonesiaOfficial", "target": "KanalBankIndonesia/live", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "facebook-000001"}}, {"key": "@IDXCHANNELINSIGHT", "source": "@IDXCHANNELINSIGHT", "target": "wicky_adrian", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXCHANNELINSIGHT", "source": "@IDXCHANNELINSIGHT", "target": "prisasombodatu", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXCHANNELINSIGHT", "source": "@IDXCHANNELINSIGHT", "target": "prast_ulrich", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXCHANNELINSIGHT", "source": "@IDXCHANNELINSIGHT", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXCHANNELINSIGHT", "source": "@IDXCHANNELINSIGHT", "target": "deffid_83", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXCHANNELINSIGHT", "source": "@IDXCHANNELINSIGHT", "target": "rosalinehioe", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@lampungpostupdate", "source": "@lampungpostupdate", "target": "lampungpostupdate", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@kompastvmedan", "source": "@kompastvmedan", "target": "kompastvmedan", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}]}