{"nodes": [{"key": "pe_jaya", "attributes": {"label": "pe_jaya", "x": 436.8607199409075, "y": 791.7352245127398, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["retweet-000002"], "scores": {"pagerank": 10.701, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "2030830957624996047", "id": "pe_jaya", "source": "retweet-000002", "content": "Purbaya Siap Guyur Rp 100 Triliun ke Perbankan, Ini Sumber Dananya! https://t.co/vcYfw2NbNg", "post_id": "2030830957624996047"}}, {"key": "cnbcindonesia", "attributes": {"label": "cnbcindonesia", "x": 428.1245627087248, "y": 408.85845589222004, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["retweet-000002"], "scores": {"pagerank": 15.2489, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "2030830957624996047", "id": "cnbcindonesia", "source": "retweet-000002", "content": "Purbaya Siap Guyur Rp 100 Triliun ke Perbankan, Ini Sumber Dananya! https://t.co/vcYfw2NbNg", "post_id": "2030830957624996047"}}, {"key": "akucintaistriku", "attributes": {"label": "akucintaistriku", "x": 763.4846891658942, "y": 428.86502755659905, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["retweet-000002"], "scores": {"pagerank": 10.701, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "2032862398152061412", "id": "akucintaistriku", "source": "retweet-000002", "content": "Menteri Keuangan RI Purbaya Yudhi Sadewa menjelaskan bahwa kebijakan penyuntikan likuiditas Rp200 triliun kepada perbankan T…", "post_id": "2032862398152061412"}}, {"key": "Bisniscom", "attributes": {"label": "Bisniscom", "x": 44.61629013175761, "y": 785.5136602429574, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["retweet-000002"], "scores": {"pagerank": 15.2489, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "2032862398152061412", "id": "Bisniscom", "source": "retweet-000002", "content": "Menteri Keuangan RI Purbaya Yudhi Sadewa menjelaskan bahwa kebijakan penyuntikan likuiditas Rp200 triliun kepada perbankan T…", "post_id": "2032862398152061412"}}, {"key": "Partikellirs", "attributes": {"label": "Partikellirs", "x": 850.3826750077922, "y": 760.6884648822094, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 10.701, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "1965985397768642948", "id": "Partikellirs", "source": "tweet-000004", "content": "dana talangan perbankan menjadi kasus korupsi terbesar perbankan kalla itu seperti ; Bank century gate, bank bank bangkrut karena kredit macet, yang terbesar kasus siriteks. ngerii dan ketua Lembaga Penjamin Simpanan pak purbaya gak ikut ditangkap KPK RI 🤣🤣🤣", "post_id": "1965985397768642948"}}, {"key": "CNNIndonesia", "attributes": {"label": "CNNIndonesia", "x": 643.4173763149776, "y": 263.75480025294553, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 19.7969, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "1965985397768642948", "id": "CNNIndonesia", "source": "tweet-000004", "content": "dana talangan perbankan menjadi kasus korupsi terbesar perbankan kalla itu seperti ; Bank century gate, bank bank bangkrut karena kredit macet, yang terbesar kasus siriteks. ngerii dan ketua Lembaga Penjamin Simpanan pak purbaya gak ikut ditangkap KPK RI 🤣🤣🤣", "post_id": "1965985397768642948"}}, {"key": "Babatmentai", "attributes": {"label": "Babatmentai", "x": 469.1533481113722, "y": 346.71129130783265, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 10.701, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 3, "degree": 3}, "_id": "2041120036270887222", "id": "Babatmentai", "source": "tweet-000004", "content": "Penasaran ku disitu, karena alibi purbaya. Senjata dia di belanja pemerintah dan kredit bank. Tapi sekarang dia potong belanja.\n\nKredit bank kemaren gak ngaruh ke pertumbuhan juga.\n\nYa setidak nya 2026 masih aman. Gak tau tahun depan", "post_id": "2041120036270887222"}}, {"key": "mnvnty", "attributes": {"label": "mnvnty", "x": 616.7252620556094, "y": 89.8770102026788, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 13.733, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2041120036270887222", "id": "mnvnty", "source": "tweet-000004", "content": "Penasaran ku disitu, karena alibi purbaya. Senjata dia di belanja pemerintah dan kredit bank. Tapi sekarang dia potong belanja.\n\nKredit bank kemaren gak ngaruh ke pertumbuhan juga.\n\nYa setidak nya 2026 masih aman. Gak tau tahun depan", "post_id": "2041120036270887222"}}, {"key": "BosPurwa", "attributes": {"label": "BosPurwa", "x": 128.7095137988732, "y": 129.92838976595922, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 13.733, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2041120036270887222", "id": "BosPurwa", "source": "tweet-000004", "content": "Penasaran ku disitu, karena alibi purbaya. Senjata dia di belanja pemerintah dan kredit bank. Tapi sekarang dia potong belanja.\n\nKredit bank kemaren gak ngaruh ke pertumbuhan juga.\n\nYa setidak nya 2026 masih aman. Gak tau tahun depan", "post_id": "2041120036270887222"}}, {"key": "PNS_Ababil", "attributes": {"label": "PNS_Ababil", "x": 138.09454343908035, "y": 651.4407001406081, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 13.733, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2041120036270887222", "id": "PNS_Ababil", "source": "tweet-000004", "content": "Penasaran ku disitu, karena alibi purbaya. Senjata dia di belanja pemerintah dan kredit bank. Tapi sekarang dia potong belanja.\n\nKredit bank kemaren gak ngaruh ke pertumbuhan juga.\n\nYa setidak nya 2026 masih aman. Gak tau tahun depan", "post_id": "2041120036270887222"}}, {"key": "Addsmann", "attributes": {"label": "Addsmann", "x": 74.10558030674719, "y": 793.0652377354756, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 10.701, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "2042417355217912189", "id": "Addsmann", "source": "tweet-000004", "content": "pak purbaya lebih cocok sebagai kepala ojk, atau direktur idx karena beliau memahami masalah perbankan indonesia dan pasar keuangan indonesia. beliau kurang menguasai masalah makroekonomi dan seringkali berbicara tentang mikroekonomi, terutama pasar modal.", "post_id": "2042417355217912189"}}, {"key": "mesatu_", "attributes": {"label": "mesatu_", "x": 362.4726499344848, "y": 601.8699707400617, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 19.7969, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2042417355217912189", "id": "mesatu_", "source": "tweet-000004", "content": "pak purbaya lebih cocok sebagai kepala ojk, atau direktur idx karena beliau memahami masalah perbankan indonesia dan pasar keuangan indonesia. beliau kurang menguasai masalah makroekonomi dan seringkali berbicara tentang mikroekonomi, terutama pasar modal.", "post_id": "2042417355217912189"}}, {"key": "grok", "attributes": {"label": "grok", "x": 118.23527480567641, "y": 816.486238074875, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 10.701, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 6, "degree": 6}, "_id": "1975419331250168156", "id": "grok", "source": "tweet-000004", "content": "\"Terserap\" di konteks ini berarti dana pemerintah yang disalurkan atau dimanfaatkan dengan cepat oleh bank seperti Mandiri, misalnya menjadi kredit untuk UMKM atau sektor lain, bukan mengendap. Menkeu Purbaya memuji karena sudah 60-70% terserap.", "post_id": "1975419331250168156"}}, {"key": "patrick07467143", "attributes": {"label": "patrick07467143", "x": 707.8859238984184, "y": 987.9952191561193, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 12.217, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "1975419331250168156", "id": "patrick07467143", "source": "tweet-000004", "content": "\"Terserap\" di konteks ini berarti dana pemerintah yang disalurkan atau dimanfaatkan dengan cepat oleh bank seperti Mandiri, misalnya menjadi kredit untuk UMKM atau sektor lain, bukan mengendap. Menkeu Purbaya memuji karena sudah 60-70% terserap.", "post_id": "1975419331250168156"}}, {"key": "icibosadd", "attributes": {"label": "icibosadd", "x": 287.8446026754618, "y": 601.8339858791873, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 12.217, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "1975419331250168156", "id": "icibosadd", "source": "tweet-000004", "content": "\"Terserap\" di konteks ini berarti dana pemerintah yang disalurkan atau dimanfaatkan dengan cepat oleh bank seperti Mandiri, misalnya menjadi kredit untuk UMKM atau sektor lain, bukan mengendap. Menkeu Purbaya memuji karena sudah 60-70% terserap.", "post_id": "1975419331250168156"}}, {"key": "yowMann_", "attributes": {"label": "yowMann_", "x": 37.99374072979489, "y": 824.629800423437, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 12.217, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "1966248604672434662", "id": "yowMann_", "source": "tweet-000004", "content": "Purbaya Yudhi Sadewa adalah Menteri Keuangan Indonesia di bawah Presiden Prabowo Subianto. Ia lulusan PhD Ekonomi dari Purdue University, AS. Karirnya mencakup pimpinan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) sejak 2020, di mana ia stabilkan sektor perbankan saat COVID-19. Sebelumnya, ia", "post_id": "1966248604672434662"}}, {"key": "tempodotco", "attributes": {"label": "tempodotco", "x": 623.3966053869376, "y": 482.1342476804129, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 12.217, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "1966248604672434662", "id": "tempodotco", "source": "tweet-000004", "content": "Purbaya Yudhi Sadewa adalah Menteri Keuangan Indonesia di bawah Presiden Prabowo Subianto. Ia lulusan PhD Ekonomi dari Purdue University, AS. Karirnya mencakup pimpinan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) sejak 2020, di mana ia stabilkan sektor perbankan saat COVID-19. Sebelumnya, ia", "post_id": "1966248604672434662"}}, {"key": "accscrt2431", "attributes": {"label": "accscrt2431", "x": 955.7233276666252, "y": 926.7921366749647, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 12.217, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2041203555172749596", "id": "accscrt2431", "source": "tweet-000004", "content": "Hi accscrt2431, \n\nUang pemerintah di BI (Rp120 T) itu cuma sebagian dari total SAL Rp420 T. Rp300 T udah dipindah ke bank Himbara & daerah buat dorong kredit & ekonomi riil (bukan nganggur).\n\nKalo yang di BI habis? Gak langsung chaos. Purbaya bilang pajak bakal masuk lagi, dana", "post_id": "2041203555172749596"}}, {"key": "TirtoID", "attributes": {"label": "TirtoID", "x": 297.644494826102, "y": 798.9369382992835, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 12.217, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2041203555172749596", "id": "TirtoID", "source": "tweet-000004", "content": "Hi accscrt2431, \n\nUang pemerintah di BI (Rp120 T) itu cuma sebagian dari total SAL Rp420 T. Rp300 T udah dipindah ke bank Himbara & daerah buat dorong kredit & ekonomi riil (bukan nganggur).\n\nKalo yang di BI habis? Gak langsung chaos. Purbaya bilang pajak bakal masuk lagi, dana", "post_id": "2041203555172749596"}}, {"key": "nasmid", "attributes": {"label": "nasmid", "x": 981.4115490764988, "y": 891.4365357836259, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 10.701, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "2033639788130275607", "id": "nasmid", "source": "tweet-000004", "content": "Kau cek saja Purbaya data NPL perbankan, daya beli masyarakat, dari situ sj bisa kau belajar membaca situasi ekonomi rakyat.", "post_id": "2033639788130275607"}}, {"key": "kompascom", "attributes": {"label": "kompascom", "x": 154.7859606651656, "y": 106.08792600022609, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 19.7969, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2033639788130275607", "id": "kompascom", "source": "tweet-000004", "content": "Kau cek saja Purbaya data NPL perbankan, daya beli masyarakat, dari situ sj bisa kau belajar membaca situasi ekonomi rakyat.", "post_id": "2033639788130275607"}}, {"key": "bloombergtechnoz", "attributes": {"label": "bloombergtechnoz", "x": 582.2547399370702, "y": 384.87669192320226, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 71.3391, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 1, "degree": 2}, "_id": "3869679095886586007_51748745734", "id": "bloombergtechnoz", "source": "instagram-000001", "content": "Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan sisa tabungan pemerintah (SAL) di Bank Indonesia sekitar Rp120 triliun dari total Rp420 triliun yang tetap aman karena sebagian dana ditempatkan di perbankan dan bisa digunakan kapan saja.\n\nPurbaya menyebut SAL menjadi bantalan anggaran di tengah tekanan ekonomi, namun ekonom M Rizal Taufikurahman mengingatkan penggunaannya perlu dijaga agar tidak mengurangi cadangan fiskal dan meningkatkan risiko ke depan.\n\nKlik link di bio untuk detail informasi selengkapnya. Jangan lupa follow  untuk berita dan data menarik lainnya.\n\n#CadanganFiskal #PurbayaYudhiSadewa #BloombergTechnoz", "post_id": "3869679095886586007_51748745734"}}, {"key": "idntimes.video", "attributes": {"label": "idntimes.video", "x": 500.71158890868185, "y": 134.17508488691743, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 10.701, "eigenvector": 0.0117, "in_degree": 0, "out_degree": 9, "degree": 9}, "_id": "3869830479927538540_2089700769", "id": "idntimes.video", "source": "instagram-000001", "content": "Kemenkeu Ambil Alih PNM, Purbaya: Bank Khusus UMKM Siap Salurkan KUR\n\nJakarta, IDN Times - Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, menyiapkan langkah besar melalui rencana pengambilalihan PT Permodalan Nasional Madani (PNM) dari Badan Pengelola Investasi (BPI) Daya Anagata Nusantara (Danantara). Langkah ini sekaligus akan merombak skema penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) dengan membentuk bank khusus UMKM.\n\nIa menjelaskan, pengambilalihan PNM dilakukan untuk menjadikannya badan layanan umum (BLU) di bawah Kementerian Keuangan. Selanjutnya, PNM akan ditransformasi menjadi bank khusus UMKM yang berfokus pada penyaluran KUR.\n\n\"Saya sedang purpose (mengusulkan) kepada Danantara agar PNM diserahkan kepada kami. Nantinya, PNM akan saya jadikan penyalur KUR. Jadi PNM akan menjadi bank, kemungkinan berada di bawah PT SMI atau PIP, dan akan menyalurkan KUR,\" ujar Purbaya dalam rapat kerja dengan Komisi XI DPR RI di Jakarta, Senin (6/4/2026).\n\nMenurutnya, pembentukan bank khusus UMKM penting untuk mengoptimalkan penyaluran KUR. Selama ini, pemerintah menyalurkan KUR melalui sejumlah bank, namun dinilai belum mampu mendorong UMKM naik kelas secara signifikan.\n\nJika PNM resmi dialihkan dari Danantara ke BLU Kementerian Keuangan, alokasi KUR yang selama ini mencapai Rp40 triliun per tahun dan disalurkan melalui perbankan akan dialihkan menjadi dana bergulir bagi bank UMKM tersebut.\n\nReporter : Triyan Pangastuti\nEditor :  Pandu\n\nArtikel IDN Times sekarang bisa dibaca di IDN App, lho, download sekarang di Google Play Store & App Store!\nTemukan info TERBARU lainnya:", "post_id": "3869830479927538540_2089700769"}}, {"key": "IDNTimes", "attributes": {"label": "IDNTimes", "x": 422.5256087016703, "y": 429.8457668512683, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 11.7117, "eigenvector": 0.0117, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "3869830479927538540_2089700769", "id": "IDNTimes", "source": "instagram-000001", "content": "Kemenkeu Ambil Alih PNM, Purbaya: Bank Khusus UMKM Siap Salurkan KUR\n\nJakarta, IDN Times - Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, menyiapkan langkah besar melalui rencana pengambilalihan PT Permodalan Nasional Madani (PNM) dari Badan Pengelola Investasi (BPI) Daya Anagata Nusantara (Danantara). Langkah ini sekaligus akan merombak skema penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) dengan membentuk bank khusus UMKM.\n\nIa menjelaskan, pengambilalihan PNM dilakukan untuk menjadikannya badan layanan umum (BLU) di bawah Kementerian Keuangan. Selanjutnya, PNM akan ditransformasi menjadi bank khusus UMKM yang berfokus pada penyaluran KUR.\n\n\"Saya sedang purpose (mengusulkan) kepada Danantara agar PNM diserahkan kepada kami. Nantinya, PNM akan saya jadikan penyalur KUR. Jadi PNM akan menjadi bank, kemungkinan berada di bawah PT SMI atau PIP, dan akan menyalurkan KUR,\" ujar Purbaya dalam rapat kerja dengan Komisi XI DPR RI di Jakarta, Senin (6/4/2026).\n\nMenurutnya, pembentukan bank khusus UMKM penting untuk mengoptimalkan penyaluran KUR. Selama ini, pemerintah menyalurkan KUR melalui sejumlah bank, namun dinilai belum mampu mendorong UMKM naik kelas secara signifikan.\n\nJika PNM resmi dialihkan dari Danantara ke BLU Kementerian Keuangan, alokasi KUR yang selama ini mencapai Rp40 triliun per tahun dan disalurkan melalui perbankan akan dialihkan menjadi dana bergulir bagi bank UMKM tersebut.\n\nReporter : Triyan Pangastuti\nEditor :  Pandu\n\nArtikel IDN Times sekarang bisa dibaca di IDN App, lho, download sekarang di Google Play Store & App Store!\nTemukan info TERBARU lainnya:", "post_id": "3869830479927538540_2089700769"}}, {"key": "IDNTimes.Korea", "attributes": {"label": "IDNTimes.Korea", "x": 452.39908092131355, "y": 266.6958152421668, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 11.7117, "eigenvector": 0.0117, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "3869830479927538540_2089700769", "id": "IDNTimes.Korea", "source": "instagram-000001", "content": "Kemenkeu Ambil Alih PNM, Purbaya: Bank Khusus UMKM Siap Salurkan KUR\n\nJakarta, IDN Times - Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, menyiapkan langkah besar melalui rencana pengambilalihan PT Permodalan Nasional Madani (PNM) dari Badan Pengelola Investasi (BPI) Daya Anagata Nusantara (Danantara). Langkah ini sekaligus akan merombak skema penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) dengan membentuk bank khusus UMKM.\n\nIa menjelaskan, pengambilalihan PNM dilakukan untuk menjadikannya badan layanan umum (BLU) di bawah Kementerian Keuangan. Selanjutnya, PNM akan ditransformasi menjadi bank khusus UMKM yang berfokus pada penyaluran KUR.\n\n\"Saya sedang purpose (mengusulkan) kepada Danantara agar PNM diserahkan kepada kami. Nantinya, PNM akan saya jadikan penyalur KUR. Jadi PNM akan menjadi bank, kemungkinan berada di bawah PT SMI atau PIP, dan akan menyalurkan KUR,\" ujar Purbaya dalam rapat kerja dengan Komisi XI DPR RI di Jakarta, Senin (6/4/2026).\n\nMenurutnya, pembentukan bank khusus UMKM penting untuk mengoptimalkan penyaluran KUR. Selama ini, pemerintah menyalurkan KUR melalui sejumlah bank, namun dinilai belum mampu mendorong UMKM naik kelas secara signifikan.\n\nJika PNM resmi dialihkan dari Danantara ke BLU Kementerian Keuangan, alokasi KUR yang selama ini mencapai Rp40 triliun per tahun dan disalurkan melalui perbankan akan dialihkan menjadi dana bergulir bagi bank UMKM tersebut.\n\nReporter : Triyan Pangastuti\nEditor :  Pandu\n\nArtikel IDN Times sekarang bisa dibaca di IDN App, lho, download sekarang di Google Play Store & App Store!\nTemukan info TERBARU lainnya:", "post_id": "3869830479927538540_2089700769"}}, {"key": "IDNTimes.Community", "attributes": {"label": "IDNTimes.Community", "x": 727.0198263659519, "y": 717.5084711278326, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 11.7117, "eigenvector": 0.0117, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "3869830479927538540_2089700769", "id": "IDNTimes.Community", "source": "instagram-000001", "content": "Kemenkeu Ambil Alih PNM, Purbaya: Bank Khusus UMKM Siap Salurkan KUR\n\nJakarta, IDN Times - Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, menyiapkan langkah besar melalui rencana pengambilalihan PT Permodalan Nasional Madani (PNM) dari Badan Pengelola Investasi (BPI) Daya Anagata Nusantara (Danantara). Langkah ini sekaligus akan merombak skema penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) dengan membentuk bank khusus UMKM.\n\nIa menjelaskan, pengambilalihan PNM dilakukan untuk menjadikannya badan layanan umum (BLU) di bawah Kementerian Keuangan. Selanjutnya, PNM akan ditransformasi menjadi bank khusus UMKM yang berfokus pada penyaluran KUR.\n\n\"Saya sedang purpose (mengusulkan) kepada Danantara agar PNM diserahkan kepada kami. Nantinya, PNM akan saya jadikan penyalur KUR. Jadi PNM akan menjadi bank, kemungkinan berada di bawah PT SMI atau PIP, dan akan menyalurkan KUR,\" ujar Purbaya dalam rapat kerja dengan Komisi XI DPR RI di Jakarta, Senin (6/4/2026).\n\nMenurutnya, pembentukan bank khusus UMKM penting untuk mengoptimalkan penyaluran KUR. Selama ini, pemerintah menyalurkan KUR melalui sejumlah bank, namun dinilai belum mampu mendorong UMKM naik kelas secara signifikan.\n\nJika PNM resmi dialihkan dari Danantara ke BLU Kementerian Keuangan, alokasi KUR yang selama ini mencapai Rp40 triliun per tahun dan disalurkan melalui perbankan akan dialihkan menjadi dana bergulir bagi bank UMKM tersebut.\n\nReporter : Triyan Pangastuti\nEditor :  Pandu\n\nArtikel IDN Times sekarang bisa dibaca di IDN App, lho, download sekarang di Google Play Store & App Store!\nTemukan info TERBARU lainnya:", "post_id": "3869830479927538540_2089700769"}}, {"key": "IDNTimes.Hype", "attributes": {"label": "IDNTimes.Hype", "x": 692.4419323328005, "y": 678.7262728461819, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 11.7117, "eigenvector": 0.0117, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "3869830479927538540_2089700769", "id": "IDNTimes.Hype", "source": "instagram-000001", "content": "Kemenkeu Ambil Alih PNM, Purbaya: Bank Khusus UMKM Siap Salurkan KUR\n\nJakarta, IDN Times - Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, menyiapkan langkah besar melalui rencana pengambilalihan PT Permodalan Nasional Madani (PNM) dari Badan Pengelola Investasi (BPI) Daya Anagata Nusantara (Danantara). Langkah ini sekaligus akan merombak skema penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) dengan membentuk bank khusus UMKM.\n\nIa menjelaskan, pengambilalihan PNM dilakukan untuk menjadikannya badan layanan umum (BLU) di bawah Kementerian Keuangan. Selanjutnya, PNM akan ditransformasi menjadi bank khusus UMKM yang berfokus pada penyaluran KUR.\n\n\"Saya sedang purpose (mengusulkan) kepada Danantara agar PNM diserahkan kepada kami. Nantinya, PNM akan saya jadikan penyalur KUR. Jadi PNM akan menjadi bank, kemungkinan berada di bawah PT SMI atau PIP, dan akan menyalurkan KUR,\" ujar Purbaya dalam rapat kerja dengan Komisi XI DPR RI di Jakarta, Senin (6/4/2026).\n\nMenurutnya, pembentukan bank khusus UMKM penting untuk mengoptimalkan penyaluran KUR. Selama ini, pemerintah menyalurkan KUR melalui sejumlah bank, namun dinilai belum mampu mendorong UMKM naik kelas secara signifikan.\n\nJika PNM resmi dialihkan dari Danantara ke BLU Kementerian Keuangan, alokasi KUR yang selama ini mencapai Rp40 triliun per tahun dan disalurkan melalui perbankan akan dialihkan menjadi dana bergulir bagi bank UMKM tersebut.\n\nReporter : Triyan Pangastuti\nEditor :  Pandu\n\nArtikel IDN Times sekarang bisa dibaca di IDN App, lho, download sekarang di Google Play Store & App Store!\nTemukan info TERBARU lainnya:", "post_id": "3869830479927538540_2089700769"}}, {"key": "Duniaku_com", "attributes": {"label": "Duniaku_com", "x": 133.57120125121025, "y": 235.73006879060853, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 11.7117, "eigenvector": 0.0117, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "3869830479927538540_2089700769", "id": "Duniaku_com", "source": "instagram-000001", "content": "Kemenkeu Ambil Alih PNM, Purbaya: Bank Khusus UMKM Siap Salurkan KUR\n\nJakarta, IDN Times - Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, menyiapkan langkah besar melalui rencana pengambilalihan PT Permodalan Nasional Madani (PNM) dari Badan Pengelola Investasi (BPI) Daya Anagata Nusantara (Danantara). Langkah ini sekaligus akan merombak skema penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) dengan membentuk bank khusus UMKM.\n\nIa menjelaskan, pengambilalihan PNM dilakukan untuk menjadikannya badan layanan umum (BLU) di bawah Kementerian Keuangan. Selanjutnya, PNM akan ditransformasi menjadi bank khusus UMKM yang berfokus pada penyaluran KUR.\n\n\"Saya sedang purpose (mengusulkan) kepada Danantara agar PNM diserahkan kepada kami. Nantinya, PNM akan saya jadikan penyalur KUR. Jadi PNM akan menjadi bank, kemungkinan berada di bawah PT SMI atau PIP, dan akan menyalurkan KUR,\" ujar Purbaya dalam rapat kerja dengan Komisi XI DPR RI di Jakarta, Senin (6/4/2026).\n\nMenurutnya, pembentukan bank khusus UMKM penting untuk mengoptimalkan penyaluran KUR. Selama ini, pemerintah menyalurkan KUR melalui sejumlah bank, namun dinilai belum mampu mendorong UMKM naik kelas secara signifikan.\n\nJika PNM resmi dialihkan dari Danantara ke BLU Kementerian Keuangan, alokasi KUR yang selama ini mencapai Rp40 triliun per tahun dan disalurkan melalui perbankan akan dialihkan menjadi dana bergulir bagi bank UMKM tersebut.\n\nReporter : Triyan Pangastuti\nEditor :  Pandu\n\nArtikel IDN Times sekarang bisa dibaca di IDN App, lho, download sekarang di Google Play Store & App Store!\nTemukan info TERBARU lainnya:", "post_id": "3869830479927538540_2089700769"}}, {"key": "Popbela_com", "attributes": {"label": "Popbela_com", "x": 416.27745254265557, "y": 136.6245426456687, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 11.7117, "eigenvector": 0.0117, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "3869830479927538540_2089700769", "id": "Popbela_com", "source": "instagram-000001", "content": "Kemenkeu Ambil Alih PNM, Purbaya: Bank Khusus UMKM Siap Salurkan KUR\n\nJakarta, IDN Times - Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, menyiapkan langkah besar melalui rencana pengambilalihan PT Permodalan Nasional Madani (PNM) dari Badan Pengelola Investasi (BPI) Daya Anagata Nusantara (Danantara). Langkah ini sekaligus akan merombak skema penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) dengan membentuk bank khusus UMKM.\n\nIa menjelaskan, pengambilalihan PNM dilakukan untuk menjadikannya badan layanan umum (BLU) di bawah Kementerian Keuangan. Selanjutnya, PNM akan ditransformasi menjadi bank khusus UMKM yang berfokus pada penyaluran KUR.\n\n\"Saya sedang purpose (mengusulkan) kepada Danantara agar PNM diserahkan kepada kami. Nantinya, PNM akan saya jadikan penyalur KUR. Jadi PNM akan menjadi bank, kemungkinan berada di bawah PT SMI atau PIP, dan akan menyalurkan KUR,\" ujar Purbaya dalam rapat kerja dengan Komisi XI DPR RI di Jakarta, Senin (6/4/2026).\n\nMenurutnya, pembentukan bank khusus UMKM penting untuk mengoptimalkan penyaluran KUR. Selama ini, pemerintah menyalurkan KUR melalui sejumlah bank, namun dinilai belum mampu mendorong UMKM naik kelas secara signifikan.\n\nJika PNM resmi dialihkan dari Danantara ke BLU Kementerian Keuangan, alokasi KUR yang selama ini mencapai Rp40 triliun per tahun dan disalurkan melalui perbankan akan dialihkan menjadi dana bergulir bagi bank UMKM tersebut.\n\nReporter : Triyan Pangastuti\nEditor :  Pandu\n\nArtikel IDN Times sekarang bisa dibaca di IDN App, lho, download sekarang di Google Play Store & App Store!\nTemukan info TERBARU lainnya:", "post_id": "3869830479927538540_2089700769"}}, {"key": "Popbela.Beauty", "attributes": {"label": "Popbela.Beauty", "x": 334.2672734978722, "y": 748.0392184214005, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 11.7117, "eigenvector": 0.0117, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "3869830479927538540_2089700769", "id": "Popbela.Beauty", "source": "instagram-000001", "content": "Kemenkeu Ambil Alih PNM, Purbaya: Bank Khusus UMKM Siap Salurkan KUR\n\nJakarta, IDN Times - Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, menyiapkan langkah besar melalui rencana pengambilalihan PT Permodalan Nasional Madani (PNM) dari Badan Pengelola Investasi (BPI) Daya Anagata Nusantara (Danantara). Langkah ini sekaligus akan merombak skema penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) dengan membentuk bank khusus UMKM.\n\nIa menjelaskan, pengambilalihan PNM dilakukan untuk menjadikannya badan layanan umum (BLU) di bawah Kementerian Keuangan. Selanjutnya, PNM akan ditransformasi menjadi bank khusus UMKM yang berfokus pada penyaluran KUR.\n\n\"Saya sedang purpose (mengusulkan) kepada Danantara agar PNM diserahkan kepada kami. Nantinya, PNM akan saya jadikan penyalur KUR. Jadi PNM akan menjadi bank, kemungkinan berada di bawah PT SMI atau PIP, dan akan menyalurkan KUR,\" ujar Purbaya dalam rapat kerja dengan Komisi XI DPR RI di Jakarta, Senin (6/4/2026).\n\nMenurutnya, pembentukan bank khusus UMKM penting untuk mengoptimalkan penyaluran KUR. Selama ini, pemerintah menyalurkan KUR melalui sejumlah bank, namun dinilai belum mampu mendorong UMKM naik kelas secara signifikan.\n\nJika PNM resmi dialihkan dari Danantara ke BLU Kementerian Keuangan, alokasi KUR yang selama ini mencapai Rp40 triliun per tahun dan disalurkan melalui perbankan akan dialihkan menjadi dana bergulir bagi bank UMKM tersebut.\n\nReporter : Triyan Pangastuti\nEditor :  Pandu\n\nArtikel IDN Times sekarang bisa dibaca di IDN App, lho, download sekarang di Google Play Store & App Store!\nTemukan info TERBARU lainnya:", "post_id": "3869830479927538540_2089700769"}}, {"key": "Popmama_com", "attributes": {"label": "Popmama_com", "x": 786.7977985688281, "y": 487.2478956169811, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 11.7117, "eigenvector": 0.0117, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "3869830479927538540_2089700769", "id": "Popmama_com", "source": "instagram-000001", "content": "Kemenkeu Ambil Alih PNM, Purbaya: Bank Khusus UMKM Siap Salurkan KUR\n\nJakarta, IDN Times - Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, menyiapkan langkah besar melalui rencana pengambilalihan PT Permodalan Nasional Madani (PNM) dari Badan Pengelola Investasi (BPI) Daya Anagata Nusantara (Danantara). Langkah ini sekaligus akan merombak skema penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) dengan membentuk bank khusus UMKM.\n\nIa menjelaskan, pengambilalihan PNM dilakukan untuk menjadikannya badan layanan umum (BLU) di bawah Kementerian Keuangan. Selanjutnya, PNM akan ditransformasi menjadi bank khusus UMKM yang berfokus pada penyaluran KUR.\n\n\"Saya sedang purpose (mengusulkan) kepada Danantara agar PNM diserahkan kepada kami. Nantinya, PNM akan saya jadikan penyalur KUR. Jadi PNM akan menjadi bank, kemungkinan berada di bawah PT SMI atau PIP, dan akan menyalurkan KUR,\" ujar Purbaya dalam rapat kerja dengan Komisi XI DPR RI di Jakarta, Senin (6/4/2026).\n\nMenurutnya, pembentukan bank khusus UMKM penting untuk mengoptimalkan penyaluran KUR. Selama ini, pemerintah menyalurkan KUR melalui sejumlah bank, namun dinilai belum mampu mendorong UMKM naik kelas secara signifikan.\n\nJika PNM resmi dialihkan dari Danantara ke BLU Kementerian Keuangan, alokasi KUR yang selama ini mencapai Rp40 triliun per tahun dan disalurkan melalui perbankan akan dialihkan menjadi dana bergulir bagi bank UMKM tersebut.\n\nReporter : Triyan Pangastuti\nEditor :  Pandu\n\nArtikel IDN Times sekarang bisa dibaca di IDN App, lho, download sekarang di Google Play Store & App Store!\nTemukan info TERBARU lainnya:", "post_id": "3869830479927538540_2089700769"}}, {"key": "Yummy.idn", "attributes": {"label": "Yummy.idn", "x": 13.475454778042351, "y": 471.13779862182724, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 11.7117, "eigenvector": 0.0117, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "3869830479927538540_2089700769", "id": "Yummy.idn", "source": "instagram-000001", "content": "Kemenkeu Ambil Alih PNM, Purbaya: Bank Khusus UMKM Siap Salurkan KUR\n\nJakarta, IDN Times - Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, menyiapkan langkah besar melalui rencana pengambilalihan PT Permodalan Nasional Madani (PNM) dari Badan Pengelola Investasi (BPI) Daya Anagata Nusantara (Danantara). Langkah ini sekaligus akan merombak skema penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) dengan membentuk bank khusus UMKM.\n\nIa menjelaskan, pengambilalihan PNM dilakukan untuk menjadikannya badan layanan umum (BLU) di bawah Kementerian Keuangan. Selanjutnya, PNM akan ditransformasi menjadi bank khusus UMKM yang berfokus pada penyaluran KUR.\n\n\"Saya sedang purpose (mengusulkan) kepada Danantara agar PNM diserahkan kepada kami. Nantinya, PNM akan saya jadikan penyalur KUR. Jadi PNM akan menjadi bank, kemungkinan berada di bawah PT SMI atau PIP, dan akan menyalurkan KUR,\" ujar Purbaya dalam rapat kerja dengan Komisi XI DPR RI di Jakarta, Senin (6/4/2026).\n\nMenurutnya, pembentukan bank khusus UMKM penting untuk mengoptimalkan penyaluran KUR. Selama ini, pemerintah menyalurkan KUR melalui sejumlah bank, namun dinilai belum mampu mendorong UMKM naik kelas secara signifikan.\n\nJika PNM resmi dialihkan dari Danantara ke BLU Kementerian Keuangan, alokasi KUR yang selama ini mencapai Rp40 triliun per tahun dan disalurkan melalui perbankan akan dialihkan menjadi dana bergulir bagi bank UMKM tersebut.\n\nReporter : Triyan Pangastuti\nEditor :  Pandu\n\nArtikel IDN Times sekarang bisa dibaca di IDN App, lho, download sekarang di Google Play Store & App Store!\nTemukan info TERBARU lainnya:", "post_id": "3869830479927538540_2089700769"}}, {"key": "idx_channel", "attributes": {"label": "idx_channel", "x": 516.0042572072082, "y": 695.2383117437483, "size": 6.72, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 13.5886, "eigenvector": 48.8945, "in_degree": 2, "out_degree": 4, "degree": 6}, "_id": "3850489194246668389_3310659452", "id": "idx_channel", "source": "instagram-000001", "content": "Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa akan menambah penempatan dana ke perbankan senilai Rp100 triliun. Kebijakan ini dilakukan dalam rangka menambah likuiditas perbankan Tanah Air.\n\nNamun, suntikan dana Rp 100 triliun ini memiliki aturan berbeda dibandingkan dana Rp 200 triliun yang ditempatkan Purbaya sejak September 2025. Ia mengatakan, nominal penambahan ini sifatnya akan lebih fleksibel ketimbang yang telah ditempatkan sebelumnya. Artinya, pemerintah bisa menarik kapan saja atau menambah kapan saja dana Rp 100 triliun itu, tak seperti dana Rp 200 triliun yang telah ditempatkan dalam bentuk deposit on call selama 6 bulan di Himbara.\n\nAdapun dengan skema yang lebih fleksibel, maka pemerintah dapat menarik atau menambah dana tersebut sewaktu-waktu sesuai kebutuhan likuiditas ataupun kebutuhan pembiayaan belanja negara.\n\nSaksikan pembahasan selengkapnya dalam program Market Review bersama Prasetyo Wibowo , Rabu, 11 Maret 2026, pukul 21.30 - 22.00 WIB. LIVE di IDX Channel (MNC VISION Ch 100, MNC PLAY Ch 128 HD, First Media Ch 389, K-VISION Ch 129, OXYGEN Ch 137 dan MY REPUBLIK Ch 576). Saksikan juga LIVE STREAMING di www.idxchannel.com dan aplikasi IDX Channel TV di APPS store.\n\n#idxchannel #idxchannelcommunity #marketreview", "post_id": "3850489194246668389_3310659452"}}, {"key": "prast_ulrich", "attributes": {"label": "prast_ulrich", "x": 235.64183301506304, "y": 936.8090559656866, "size": 12.99, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 15.5377, "eigenvector": 131.3251, "in_degree": 6, "out_degree": 0, "degree": 6}, "_id": "3850489194246668389_3310659452", "id": "prast_ulrich", "source": "instagram-000001", "content": "Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa akan menambah penempatan dana ke perbankan senilai Rp100 triliun. Kebijakan ini dilakukan dalam rangka menambah likuiditas perbankan Tanah Air.\n\nNamun, suntikan dana Rp 100 triliun ini memiliki aturan berbeda dibandingkan dana Rp 200 triliun yang ditempatkan Purbaya sejak September 2025. Ia mengatakan, nominal penambahan ini sifatnya akan lebih fleksibel ketimbang yang telah ditempatkan sebelumnya. Artinya, pemerintah bisa menarik kapan saja atau menambah kapan saja dana Rp 100 triliun itu, tak seperti dana Rp 200 triliun yang telah ditempatkan dalam bentuk deposit on call selama 6 bulan di Himbara.\n\nAdapun dengan skema yang lebih fleksibel, maka pemerintah dapat menarik atau menambah dana tersebut sewaktu-waktu sesuai kebutuhan likuiditas ataupun kebutuhan pembiayaan belanja negara.\n\nSaksikan pembahasan selengkapnya dalam program Market Review bersama Prasetyo Wibowo , Rabu, 11 Maret 2026, pukul 21.30 - 22.00 WIB. LIVE di IDX Channel (MNC VISION Ch 100, MNC PLAY Ch 128 HD, First Media Ch 389, K-VISION Ch 129, OXYGEN Ch 137 dan MY REPUBLIK Ch 576). Saksikan juga LIVE STREAMING di www.idxchannel.com dan aplikasi IDX Channel TV di APPS store.\n\n#idxchannel #idxchannelcommunity #marketreview", "post_id": "3850489194246668389_3310659452"}}, {"key": "@BennixClips", "attributes": {"label": "@BennixClips", "x": 991.2469687694123, "y": 188.46330965772663, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 10.701, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "2jGcMjbTpuA", "id": "@BennixClips", "source": "youtube-000001", "content": "Dana 1.000 Triliun Terparkir di Bank Indonesia❗️\n\nPurbaya Sadewa menyoroti banyaknya dana perbankan yang mengendap di SRBI (Sekuritas Rupiah Bank Indonesia) alih-alih disalurkan menjadi kredit.\n\nSource: YouTube ​⁠‪‬ \n#bennix #bennix2026 #clips #shorts", "post_id": "2jGcMjbTpuA"}}, {"key": "Bennix", "attributes": {"label": "Bennix", "x": 693.895965023166, "y": 927.9749571352361, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 19.7969, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2jGcMjbTpuA", "id": "Bennix", "source": "youtube-000001", "content": "Dana 1.000 Triliun Terparkir di Bank Indonesia❗️\n\nPurbaya Sadewa menyoroti banyaknya dana perbankan yang mengendap di SRBI (Sekuritas Rupiah Bank Indonesia) alih-alih disalurkan menjadi kredit.\n\nSource: YouTube ​⁠‪‬ \n#bennix #bennix2026 #clips #shorts", "post_id": "2jGcMjbTpuA"}}, {"key": "@kompastvmedan", "attributes": {"label": "@kompastvmedan", "x": 303.4493933485388, "y": 49.90356663111639, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 10.701, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "_W8TBaZC82k", "id": "@kompastvmedan", "source": "youtube-000001", "content": "IHSG Cetak Rekor All Time High, Saham Bank BUMN Masih Loyo, Ini Kata CEO Edvisor\n\nJAKARTA, KOMPAS.TV - Dua bulan sudah sejak Kementerian Keuangan mengucurkan dana pemerintah sebesar Rp200 triliun ke bank nasional, performa emiten Himbara masih terpantau loyo.\n\nPenempatan dana ini diatur dalam Keputusan Menteri Keuangan Nomor 276 Tahun 2025.\n\nMenkeu Purbaya Yudhi Sadewa bilang, kebijakan ini dilakukan untuk meningkatkan likuiditas perbankan agar kredit dapat tumbuh dan mendorong pertumbuhan ekonomi.\n\nPurbaya juga menjelaskan, dengan penempatan dana pemerintah di perbankan, pemerintah ingin agar perbankan bisa memanfaatkan uang negara yang nganggur untuk menggerakkan aktivitas perekonomian melalui penyaluran kredit.\n\nKita langsung bergabung dengan Praska Putrantyo, CEO Edvisor Profina Visindo, untuk membahas kinerja saham bank BUMN.\n\n#menkeupurbaya #bankbumn #purbaya #saham #ekonomi #bisnis\n------------------------------------------\nSahabat Kompas TV, jangan lupa like, comment, dan subscribe channel YouTube Kompas TV Medan, juga aktifkan lonceng notifikasi agar tidak ketinggalan update mengenai isu-isu terkini di Indonesia.\n\nJangan lewatkan live streaming Kompas TV 24 jam non stop di https://www.kompas.tv/live\n\nSahabat Kompas TV juga bisa memperoleh informasi terkini melalui website: www.kompas.tv\n\nMedia sosial Kompas TV Medan\nTikTok :   / kompastvmedan  \nInstagram :   / kompastvmedan  \nFacebook :   / kompastvmdn  \nTwitter :   / kompastvmedan  \nThreads: https://www.threads.net/\n\nKompas TV\nIndependen | Terpercaya\n#kompastvmedan", "post_id": "_W8TBaZC82k"}}, {"key": "kompastvmedan", "attributes": {"label": "kompastvmedan", "x": 141.64774675398607, "y": 454.4067924503431, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 19.7969, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "_W8TBaZC82k", "id": "kompastvmedan", "source": "youtube-000001", "content": "IHSG Cetak Rekor All Time High, Saham Bank BUMN Masih Loyo, Ini Kata CEO Edvisor\n\nJAKARTA, KOMPAS.TV - Dua bulan sudah sejak Kementerian Keuangan mengucurkan dana pemerintah sebesar Rp200 triliun ke bank nasional, performa emiten Himbara masih terpantau loyo.\n\nPenempatan dana ini diatur dalam Keputusan Menteri Keuangan Nomor 276 Tahun 2025.\n\nMenkeu Purbaya Yudhi Sadewa bilang, kebijakan ini dilakukan untuk meningkatkan likuiditas perbankan agar kredit dapat tumbuh dan mendorong pertumbuhan ekonomi.\n\nPurbaya juga menjelaskan, dengan penempatan dana pemerintah di perbankan, pemerintah ingin agar perbankan bisa memanfaatkan uang negara yang nganggur untuk menggerakkan aktivitas perekonomian melalui penyaluran kredit.\n\nKita langsung bergabung dengan Praska Putrantyo, CEO Edvisor Profina Visindo, untuk membahas kinerja saham bank BUMN.\n\n#menkeupurbaya #bankbumn #purbaya #saham #ekonomi #bisnis\n------------------------------------------\nSahabat Kompas TV, jangan lupa like, comment, dan subscribe channel YouTube Kompas TV Medan, juga aktifkan lonceng notifikasi agar tidak ketinggalan update mengenai isu-isu terkini di Indonesia.\n\nJangan lewatkan live streaming Kompas TV 24 jam non stop di https://www.kompas.tv/live\n\nSahabat Kompas TV juga bisa memperoleh informasi terkini melalui website: www.kompas.tv\n\nMedia sosial Kompas TV Medan\nTikTok :   / kompastvmedan  \nInstagram :   / kompastvmedan  \nFacebook :   / kompastvmdn  \nTwitter :   / kompastvmedan  \nThreads: https://www.threads.net/\n\nKompas TV\nIndependen | Terpercaya\n#kompastvmedan", "post_id": "_W8TBaZC82k"}}, {"key": "@TribunMedanTV", "attributes": {"label": "@TribunMedanTV", "x": 422.24766448678884, "y": 423.924794128434, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 10.701, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "P1wX0mk9GOY", "id": "@TribunMedanTV", "source": "youtube-000001", "content": "SEKAKMAT! PURBAYA Sebut Era SBY Rakyat Lebih Makmur Dibanding Era Jokowi\n\nDownload aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru\n\nTRIBUN-MEDAN.COM - Purbaya Yudhi Sadewa mengungkap pertumbuhan ekonomi di era SBY dengan Joko Widodo.\n\nMenteri Keuangan nmengatakan ekonomi di era SBY lebih makmur dibanding dengan era Jokowi.\n\nDikutip dari Tribunnews.com, Perbandingan tajam dua dekade kepemimpinan ekonomi Indonesia itu disampaikan Menkeu Purbaya dalam acara Investor Daily Summit 2025 pada Kamis (9/10/2025). \n\nMenurut Menkeu Purbaya, era SBY (2004-2014) ekonomi lebih sehat karena digerakkan sektor swasta dengan pertumbuhan ekonomi mendekati 6%, uang beredar 17%, dan kredit 22%. \n\nSementara era Jokowi (2014-2024), justru terlalu bergantung pada belanja infrastruktur pemerintah, dengan pertumbuhan ekonomi sekitar 5%, uang beredar 7%, dan kredit di bawah 10%. \n\nDiakui Purbaya, di zaman SBY rakyat cukup makmur karena tak banyak membangun infrastruktur.\n\nSementara itu, Purbaya mengakui mesin ekonomi era Jokowi pincang karena swasta lamban bergerak dan pertumbuhan uang beredar terlalu rendah untuk menopang aktivitas ekonomi. \n\nDisampaikan Purbaya, di era Jokowi perbankan harus berhenti karena kebijakan di sisi keuangan cenderung terlalu ketat.\n\nEditor Video : Fanry Maulana\n\nBergabung dengan channel ini untuk mendapatkan akses ke berbagai keuntungan:\n   /   \n\nBaca selengkapnya di www.tribun-medan.com\n\n#TribunMedan", "post_id": "P1wX0mk9GOY"}}, {"key": "tribunmedantv", "attributes": {"label": "tribunmedantv", "x": 926.3127705684361, "y": 111.98122187472192, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 19.7969, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "P1wX0mk9GOY", "id": "tribunmedantv", "source": "youtube-000001", "content": "SEKAKMAT! PURBAYA Sebut Era SBY Rakyat Lebih Makmur Dibanding Era Jokowi\n\nDownload aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru\n\nTRIBUN-MEDAN.COM - Purbaya Yudhi Sadewa mengungkap pertumbuhan ekonomi di era SBY dengan Joko Widodo.\n\nMenteri Keuangan nmengatakan ekonomi di era SBY lebih makmur dibanding dengan era Jokowi.\n\nDikutip dari Tribunnews.com, Perbandingan tajam dua dekade kepemimpinan ekonomi Indonesia itu disampaikan Menkeu Purbaya dalam acara Investor Daily Summit 2025 pada Kamis (9/10/2025). \n\nMenurut Menkeu Purbaya, era SBY (2004-2014) ekonomi lebih sehat karena digerakkan sektor swasta dengan pertumbuhan ekonomi mendekati 6%, uang beredar 17%, dan kredit 22%. \n\nSementara era Jokowi (2014-2024), justru terlalu bergantung pada belanja infrastruktur pemerintah, dengan pertumbuhan ekonomi sekitar 5%, uang beredar 7%, dan kredit di bawah 10%. \n\nDiakui Purbaya, di zaman SBY rakyat cukup makmur karena tak banyak membangun infrastruktur.\n\nSementara itu, Purbaya mengakui mesin ekonomi era Jokowi pincang karena swasta lamban bergerak dan pertumbuhan uang beredar terlalu rendah untuk menopang aktivitas ekonomi. \n\nDisampaikan Purbaya, di era Jokowi perbankan harus berhenti karena kebijakan di sisi keuangan cenderung terlalu ketat.\n\nEditor Video : Fanry Maulana\n\nBergabung dengan channel ini untuk mendapatkan akses ke berbagai keuntungan:\n   /   \n\nBaca selengkapnya di www.tribun-medan.com\n\n#TribunMedan", "post_id": "P1wX0mk9GOY"}}, {"key": "@trijayafm", "attributes": {"label": "@trijayafm", "x": 190.44027325732006, "y": 123.8486080790795, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 10.701, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "wRhPdeurD5w", "id": "@trijayafm", "source": "youtube-000001", "content": "Menkeu Purbaya Sidak Bank BUMN, Maraton Bebersih Penyaluran Kredit? | Trijaya Update\n\nMenteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa kembali mengunjungi bank Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang mendapatkan penempatan dana senilai Rp200 triliun. Setelah pekan lalu ke Bank Negara Indonesia (BNI), kali ini Purbaya ke kantor Bank Mandiri. \n\nDalam sidaknya, Purbaya mengecek perkembangan kredit bank pelat merah tersebut usai pemerintah melakukan penempatan dana sebesar Rp55 triliun. Dari hasil sidak, Purbaya menerima laporan bahwa 70?ri Rp55 triliun dana pemerintah yang ditempatkan sejak 12 September lalu telah disalurkan ke sektoril melalui kredit. \n\nSelengkapnya di https://www.inews.id/news\nYuk Subscribe:    /   \n\nAudio streaming di mnctrijaya.com\nInstagram: mnctrijaya\nTiktok: mnctrijaya\nTwitter: mnctrijaya\nFanpage FB: MNC Trijaya\n\n#Purbaya #BUMN #TrijayaFM #Radio", "post_id": "wRhPdeurD5w"}}, {"key": "trijayafm", "attributes": {"label": "trijayafm", "x": 181.45508377508557, "y": 379.9791858429018, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 19.7969, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "wRhPdeurD5w", "id": "trijayafm", "source": "youtube-000001", "content": "Menkeu Purbaya Sidak Bank BUMN, Maraton Bebersih Penyaluran Kredit? | Trijaya Update\n\nMenteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa kembali mengunjungi bank Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang mendapatkan penempatan dana senilai Rp200 triliun. Setelah pekan lalu ke Bank Negara Indonesia (BNI), kali ini Purbaya ke kantor Bank Mandiri. \n\nDalam sidaknya, Purbaya mengecek perkembangan kredit bank pelat merah tersebut usai pemerintah melakukan penempatan dana sebesar Rp55 triliun. Dari hasil sidak, Purbaya menerima laporan bahwa 70?ri Rp55 triliun dana pemerintah yang ditempatkan sejak 12 September lalu telah disalurkan ke sektoril melalui kredit. \n\nSelengkapnya di https://www.inews.id/news\nYuk Subscribe:    /   \n\nAudio streaming di mnctrijaya.com\nInstagram: mnctrijaya\nTiktok: mnctrijaya\nTwitter: mnctrijaya\nFanpage FB: MNC Trijaya\n\n#Purbaya #BUMN #TrijayaFM #Radio", "post_id": "wRhPdeurD5w"}}, {"key": "@tvasuransi", "attributes": {"label": "@tvasuransi", "x": 373.1595800262219, "y": 433.0052061700439, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 10.701, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 3, "degree": 3}, "_id": "wcD73GHMT0M", "id": "@tvasuransi", "source": "youtube-000001", "content": "Menkeu Purbaya Sidak ke Mandiri, Ada Apa?\n\nSetelah heboh melakukan sidak ke kantor pusat Bank BNI, kali ini Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa kembali melakukan sidak ke kantor pusat Bank Mandiri untuk memastikan terealisasinya penyaluran kredit dari pemerintah.\n\nKredit: \n\n#menterikeuangan #purbayayudhisadewa #bankmandiri #penyalurankredit\n=============================================================\nWebsite: https://mediaasuransinews.co.id/\n\nSocial Media :\n\nFacebook\n  / media.asuran.  .\n  / majalah.medi.  .\n\nInstagram\n  / mediaasuran.  .\n\nLinkedin \n  / media-asu.  .\n\nTwitter\n  / media_asuransi  \n----------------------------------------------\nFor Business Inquiries : editor", "post_id": "wcD73GHMT0M"}}, {"key": "purbayayudhis", "attributes": {"label": "purbayayudhis", "x": 427.46155436613907, "y": 321.33461501766345, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 13.733, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "wcD73GHMT0M", "id": "purbayayudhis", "source": "youtube-000001", "content": "Menkeu Purbaya Sidak ke Mandiri, Ada Apa?\n\nSetelah heboh melakukan sidak ke kantor pusat Bank BNI, kali ini Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa kembali melakukan sidak ke kantor pusat Bank Mandiri untuk memastikan terealisasinya penyaluran kredit dari pemerintah.\n\nKredit: \n\n#menterikeuangan #purbayayudhisadewa #bankmandiri #penyalurankredit\n=============================================================\nWebsite: https://mediaasuransinews.co.id/\n\nSocial Media :\n\nFacebook\n  / media.asuran.  .\n  / majalah.medi.  .\n\nInstagram\n  / mediaasuran.  .\n\nLinkedin \n  / media-asu.  .\n\nTwitter\n  / media_asuransi  \n----------------------------------------------\nFor Business Inquiries : editor", "post_id": "wcD73GHMT0M"}}, {"key": "@TribunSingkawang1", "attributes": {"label": "@TribunSingkawang1", "x": 569.8179936575253, "y": 992.1401274509043, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 10.701, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "PlhRUfblcBA", "id": "@TribunSingkawang1", "source": "youtube-000001", "content": "®️🔴 MAHFUD MD PUJI PURBAYA SIKAT KORUPSI DAN TAK BEBANI RAKYAT PAJAK BARU: BRAVO PAK❗\n\nMantan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam), Mahfud MD, memuji kinerja Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa.\n\nDikutip dari Tribunnews, sebagai menteri keuangan baru, menggantikan Sri Mulyani, Purbaya dinilai memiliki sikap yang tegas, berani dan berpihak pada rakyat. \n\nPurbaya, kata Mahfud, tidak menambah beban masyarakat dengan pajak-pajak baru.\n\nIa juga berhasil mendorong efektivitas dan efisiensi di berbagai instansi pemerintah maupun Badan Usaha Milik Negara (BUMN). \n\nSehingga menurut Mahfud, kinerja Purbaya patut diapresiasi.\n\n“Salut kepada Menkeu Pak Purbaya. Dia tidak membebani rakyat dengan pungutan pajak-pajak baru.\"\n\n\"Dia sikat korupsi. Dia lakukan efektifitas dan efisiensi di Kementerian/Lembaga & BUMN. Dia mulai hantam korupsi dan ilegalitas di perpajakan dan kepabeanan. Terus maju, Pak. Bravo,” tulis Mahfud melalui akun X (Twitter) pribadinya , Senin (6/10/2025). \n\nLantas apa saja kinerja Purbaya saat menjabat sebagai Menkeu?\n\n1. Tunda Pajak belanja Online\n\nPurbaya memilih menunda kebijakan pemungutan Pajak Penghasilan (PPh) 22 dari pedagang, khususnya dari pedagang online.\nKebijakan itu sebelumnya dirancang Sri Mulyani sebagai Menkeu, untuk memperbaiki kondisi perekonomian di dalam negeri.\n\nNamun, Purbaya memilih menunda kebijakan itu lantaran masih menunggu efek dari penempatan dana sebesar Rp 200 triliun ke perbankan. \nDana ini berasal dari uang pemerintah yang disimpan di Bank Indonesia, dan akan dikucurkan ke himpunan bank milik negara. \n\n2. Kucurkan Rp 200 T ke Bank Himbara\nPemerintah melalui Purbaya telah mengucurkan dana kas negara senilai Rp 200 triliun untuk lima bank himpunan bank milik negara (himbara) pada Jumat (12/9/2025) lalu.\n\nTujuannya, untuk aktif menyalurkan kredit kepada rakyat agar tidak hanya mengendap tanpa memberikan nilai tambah bagi perekonomian.\nSehingga perbankan lebih giat mencari proyek dan sektor potensial untuk menyalurkan pembiayaan.\n\nMenkeu Purbaya optimis dengan langkah tersebut akan mendorong pertumbuhan ekonomi lebih cepat.\n\n\n#mahfudmd #menkeu #purbaya #dipuji #puji #sikat #korupsi #koruptor #pajak #rakyat #PurbayaYudhiSadewa #menteri #keuangan\n\n\n#beritaartis #beritaartisterbaruhariinidiindonesia #beritaartishariini #beritaartisindonesia #beritaartisterkiniindonesia #hotseleb #gosip #gosipceria #gosipartisindonesiahariiniyangterbaru #MataLokalMenjangkauIndonesia\n\nSimak berita selengkapnya di http://pontianak.tribunnews.com/\nSimak Video Viral lainnya https://pontianak.tribunnews.com/topi...\n\nProgram: -\nHost: -\nEditor Video: Tito Ramadhani\nUploader: -\n\nIkuti saluran Tribun Pontianak di WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029VaLd...\nDownload aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru\n\nFollow us:\n\nInstagram:   / tribunsingkawangofficial  \nFacebook:   / tribunsingkawangupdate  \nTwitter:   / tribunpontianak  \nTikTok:   / tribunsingkawang  \n\nTerima Kasih Telah Subscribe, Like, dan comment konten-konten menarik dari Kami.", "post_id": "PlhRUfblcBA"}}, {"key": "mohmahfudmd", "attributes": {"label": "mohmahfudmd", "x": 113.99734852324205, "y": 101.25075924183679, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 19.7969, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "PlhRUfblcBA", "id": "mohmahfudmd", "source": "youtube-000001", "content": "®️🔴 MAHFUD MD PUJI PURBAYA SIKAT KORUPSI DAN TAK BEBANI RAKYAT PAJAK BARU: BRAVO PAK❗\n\nMantan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam), Mahfud MD, memuji kinerja Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa.\n\nDikutip dari Tribunnews, sebagai menteri keuangan baru, menggantikan Sri Mulyani, Purbaya dinilai memiliki sikap yang tegas, berani dan berpihak pada rakyat. \n\nPurbaya, kata Mahfud, tidak menambah beban masyarakat dengan pajak-pajak baru.\n\nIa juga berhasil mendorong efektivitas dan efisiensi di berbagai instansi pemerintah maupun Badan Usaha Milik Negara (BUMN). \n\nSehingga menurut Mahfud, kinerja Purbaya patut diapresiasi.\n\n“Salut kepada Menkeu Pak Purbaya. Dia tidak membebani rakyat dengan pungutan pajak-pajak baru.\"\n\n\"Dia sikat korupsi. Dia lakukan efektifitas dan efisiensi di Kementerian/Lembaga & BUMN. Dia mulai hantam korupsi dan ilegalitas di perpajakan dan kepabeanan. Terus maju, Pak. Bravo,” tulis Mahfud melalui akun X (Twitter) pribadinya , Senin (6/10/2025). \n\nLantas apa saja kinerja Purbaya saat menjabat sebagai Menkeu?\n\n1. Tunda Pajak belanja Online\n\nPurbaya memilih menunda kebijakan pemungutan Pajak Penghasilan (PPh) 22 dari pedagang, khususnya dari pedagang online.\nKebijakan itu sebelumnya dirancang Sri Mulyani sebagai Menkeu, untuk memperbaiki kondisi perekonomian di dalam negeri.\n\nNamun, Purbaya memilih menunda kebijakan itu lantaran masih menunggu efek dari penempatan dana sebesar Rp 200 triliun ke perbankan. \nDana ini berasal dari uang pemerintah yang disimpan di Bank Indonesia, dan akan dikucurkan ke himpunan bank milik negara. \n\n2. Kucurkan Rp 200 T ke Bank Himbara\nPemerintah melalui Purbaya telah mengucurkan dana kas negara senilai Rp 200 triliun untuk lima bank himpunan bank milik negara (himbara) pada Jumat (12/9/2025) lalu.\n\nTujuannya, untuk aktif menyalurkan kredit kepada rakyat agar tidak hanya mengendap tanpa memberikan nilai tambah bagi perekonomian.\nSehingga perbankan lebih giat mencari proyek dan sektor potensial untuk menyalurkan pembiayaan.\n\nMenkeu Purbaya optimis dengan langkah tersebut akan mendorong pertumbuhan ekonomi lebih cepat.\n\n\n#mahfudmd #menkeu #purbaya #dipuji #puji #sikat #korupsi #koruptor #pajak #rakyat #PurbayaYudhiSadewa #menteri #keuangan\n\n\n#beritaartis #beritaartisterbaruhariinidiindonesia #beritaartishariini #beritaartisindonesia #beritaartisterkiniindonesia #hotseleb #gosip #gosipceria #gosipartisindonesiahariiniyangterbaru #MataLokalMenjangkauIndonesia\n\nSimak berita selengkapnya di http://pontianak.tribunnews.com/\nSimak Video Viral lainnya https://pontianak.tribunnews.com/topi...\n\nProgram: -\nHost: -\nEditor Video: Tito Ramadhani\nUploader: -\n\nIkuti saluran Tribun Pontianak di WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029VaLd...\nDownload aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru\n\nFollow us:\n\nInstagram:   / tribunsingkawangofficial  \nFacebook:   / tribunsingkawangupdate  \nTwitter:   / tribunpontianak  \nTikTok:   / tribunsingkawang  \n\nTerima Kasih Telah Subscribe, Like, dan comment konten-konten menarik dari Kami.", "post_id": "PlhRUfblcBA"}}, {"key": "@RaswoChannel86", "attributes": {"label": "@RaswoChannel86", "x": 685.2520769600754, "y": 645.063888935372, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 10.701, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 3, "degree": 3}, "_id": "jIvxlyRoYVg", "id": "@RaswoChannel86", "source": "youtube-000001", "content": "Menkeu Purbaya Menyoroti Penyaluran Dana Ke UMKM\n\nMenkeu Purbaya Yudhi Sadewa mendorong masyarakat untuk hidupkan sektor UMKM dengan lebih banyak berbelanja produk lokal. \n\nPurbaya Yudhi Sadewa, Menteri Keuangan RI, menyoroti pentingnya UMKM bagi ekonomi dan berkomitmen untuk mendukungnya melalui berbagai kebijakan dan tindakan tegas. Ia berjanji akan menginvestigasi bank yang mempersulit penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) dan menindak tegas oknum Bea Cukai yang merugikan UMKM. Selain itu, ia juga mendukung upaya pemerintah untuk menyalurkan lebih banyak dana untuk UMKM dan memastikan program dukungan dapat berjalan optimal. \n\nDukungan dan tindakan tegas\n\nInvestigasi KUR: Purbaya akan menginvestigasi bank yang mempersulit UMKM untuk mendapatkan KUR, terutama untuk pinjaman di bawah Rp100 juta yang seharusnya tidak memerlukan agunan.\n\nSanksi bagi bank: Ia mengancam akan memberikan sanksi kepada bank yang persulit UMKM dengan cara memblokir dana subsidi bunga yang dikucurkan pemerintah.\n\nTindak tegas oknum Bea Cukai: Ia berkomitmen menindak tegas oknum Bea Cukai yang meloloskan barang ilegal karena merugikan UMKM.\n\nPenyaluran dana ke UMKM: Ia mendukung upaya penyaluran dana pemerintah sebesar Rp200 triliun untuk perbankan agar dapat disalurkan ke UMKM.\n\nPendataan UMKM: Purbaya mendukung pendataan UMKM secara menyeluruh untuk mempermudah penyaluran bantuan pemerintah.\n\nBelanja produk lokal: Ia mendorong masyarakat untuk hidupkan sektor UMKM dengan lebih banyak berbelanja produk lokal. \n\nTags:Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa mendorong masyarakat untuk hidupkan sektor UMKM dengan lebih banyak berbelanja produk lokal. \n\n#menkeupurbayayudhisadewa \n#umkm \n#dana \n#produklokal \n#viral \n#viralvideo \n#videoshorts \n#viralshorts \n\n‪‬ \n\n‪‬ \n\nAssalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh sobat subscribe dimanapun berada semoga dalam lindungan Tuhan yang Maha Esa sahabat subscribe jangan lupa untuk subscribe  Channel kami  agar kami tetap memberikan berita terkini dan terupdate 🙏🙏", "post_id": "jIvxlyRoYVg"}}, {"key": "KemenkeuRI", "attributes": {"label": "KemenkeuRI", "x": 2.6224154124048216, "y": 551.2740791006224, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 16.7649, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "jIvxlyRoYVg", "id": "KemenkeuRI", "source": "youtube-000001", "content": "Menkeu Purbaya Menyoroti Penyaluran Dana Ke UMKM\n\nMenkeu Purbaya Yudhi Sadewa mendorong masyarakat untuk hidupkan sektor UMKM dengan lebih banyak berbelanja produk lokal. \n\nPurbaya Yudhi Sadewa, Menteri Keuangan RI, menyoroti pentingnya UMKM bagi ekonomi dan berkomitmen untuk mendukungnya melalui berbagai kebijakan dan tindakan tegas. Ia berjanji akan menginvestigasi bank yang mempersulit penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) dan menindak tegas oknum Bea Cukai yang merugikan UMKM. Selain itu, ia juga mendukung upaya pemerintah untuk menyalurkan lebih banyak dana untuk UMKM dan memastikan program dukungan dapat berjalan optimal. \n\nDukungan dan tindakan tegas\n\nInvestigasi KUR: Purbaya akan menginvestigasi bank yang mempersulit UMKM untuk mendapatkan KUR, terutama untuk pinjaman di bawah Rp100 juta yang seharusnya tidak memerlukan agunan.\n\nSanksi bagi bank: Ia mengancam akan memberikan sanksi kepada bank yang persulit UMKM dengan cara memblokir dana subsidi bunga yang dikucurkan pemerintah.\n\nTindak tegas oknum Bea Cukai: Ia berkomitmen menindak tegas oknum Bea Cukai yang meloloskan barang ilegal karena merugikan UMKM.\n\nPenyaluran dana ke UMKM: Ia mendukung upaya penyaluran dana pemerintah sebesar Rp200 triliun untuk perbankan agar dapat disalurkan ke UMKM.\n\nPendataan UMKM: Purbaya mendukung pendataan UMKM secara menyeluruh untuk mempermudah penyaluran bantuan pemerintah.\n\nBelanja produk lokal: Ia mendorong masyarakat untuk hidupkan sektor UMKM dengan lebih banyak berbelanja produk lokal. \n\nTags:Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa mendorong masyarakat untuk hidupkan sektor UMKM dengan lebih banyak berbelanja produk lokal. \n\n#menkeupurbayayudhisadewa \n#umkm \n#dana \n#produklokal \n#viral \n#viralvideo \n#videoshorts \n#viralshorts \n\n‪‬ \n\n‪‬ \n\nAssalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh sobat subscribe dimanapun berada semoga dalam lindungan Tuhan yang Maha Esa sahabat subscribe jangan lupa untuk subscribe  Channel kami  agar kami tetap memberikan berita terkini dan terupdate 🙏🙏", "post_id": "jIvxlyRoYVg"}}, {"key": "RaswoChannel86", "attributes": {"label": "RaswoChannel86", "x": 184.85670722209213, "y": 974.5933976703011, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 13.733, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "jIvxlyRoYVg", "id": "RaswoChannel86", "source": "youtube-000001", "content": "Menkeu Purbaya Menyoroti Penyaluran Dana Ke UMKM\n\nMenkeu Purbaya Yudhi Sadewa mendorong masyarakat untuk hidupkan sektor UMKM dengan lebih banyak berbelanja produk lokal. \n\nPurbaya Yudhi Sadewa, Menteri Keuangan RI, menyoroti pentingnya UMKM bagi ekonomi dan berkomitmen untuk mendukungnya melalui berbagai kebijakan dan tindakan tegas. Ia berjanji akan menginvestigasi bank yang mempersulit penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) dan menindak tegas oknum Bea Cukai yang merugikan UMKM. Selain itu, ia juga mendukung upaya pemerintah untuk menyalurkan lebih banyak dana untuk UMKM dan memastikan program dukungan dapat berjalan optimal. \n\nDukungan dan tindakan tegas\n\nInvestigasi KUR: Purbaya akan menginvestigasi bank yang mempersulit UMKM untuk mendapatkan KUR, terutama untuk pinjaman di bawah Rp100 juta yang seharusnya tidak memerlukan agunan.\n\nSanksi bagi bank: Ia mengancam akan memberikan sanksi kepada bank yang persulit UMKM dengan cara memblokir dana subsidi bunga yang dikucurkan pemerintah.\n\nTindak tegas oknum Bea Cukai: Ia berkomitmen menindak tegas oknum Bea Cukai yang meloloskan barang ilegal karena merugikan UMKM.\n\nPenyaluran dana ke UMKM: Ia mendukung upaya penyaluran dana pemerintah sebesar Rp200 triliun untuk perbankan agar dapat disalurkan ke UMKM.\n\nPendataan UMKM: Purbaya mendukung pendataan UMKM secara menyeluruh untuk mempermudah penyaluran bantuan pemerintah.\n\nBelanja produk lokal: Ia mendorong masyarakat untuk hidupkan sektor UMKM dengan lebih banyak berbelanja produk lokal. \n\nTags:Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa mendorong masyarakat untuk hidupkan sektor UMKM dengan lebih banyak berbelanja produk lokal. \n\n#menkeupurbayayudhisadewa \n#umkm \n#dana \n#produklokal \n#viral \n#viralvideo \n#videoshorts \n#viralshorts \n\n‪‬ \n\n‪‬ \n\nAssalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh sobat subscribe dimanapun berada semoga dalam lindungan Tuhan yang Maha Esa sahabat subscribe jangan lupa untuk subscribe  Channel kami  agar kami tetap memberikan berita terkini dan terupdate 🙏🙏", "post_id": "jIvxlyRoYVg"}}, {"key": "@VideoTribunPontianak", "attributes": {"label": "@VideoTribunPontianak", "x": 570.7953550779322, "y": 28.06979598957826, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 10.701, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "Jwssa8PHJIs", "id": "@VideoTribunPontianak", "source": "youtube-000001", "content": "PURBAYA MULAI LIHAT TANDA-TANDA EKONOMI RI BAKAL LARI KENCANG❗\n\nMenteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mulai melihat sinyal positif bahwa perekonomian Indonesia akan tumbuh lebih cepat dalam waktu dekat. Ia menilai, langkah pemerintah menempatkan dana menganggur di Bank Indonesia (BI) ke lima bank milik negara mulai menunjukkan hasil.\n\nSebagai informasi, sejak 12 September 2025, pemerintah telah menempatkan dana sebesar Rp 200 triliun di lima bank milik negara. Bank Mandiri, BRI, dan BNI masing-masing mendapat alokasi Rp 55 triliun, BTN Rp 25 triliun, dan Bank Syariah Indonesia (BSI) Rp 10 triliun.\n\nPurbaya mengatakan, efek pertama terlihat dari makin cepatnya pertumbuhan kredit di perbankan itu. Salah satu yang telah ia saksikan ialah peningkatan kredit Bank Mandiri yang telah mencapai 11% dari sebelumnya hanya kisaran 8%.\n\n\"Jadi ada pick up kan ke atas, sudah naik. Itu bagus,\" kata Purbaya di kantornya, Jakarta, dikutip Minggu 12 Oktober 2025. Efek kedua yang telah dirasakan perekonomian Indonesia, ia sebut terlihat dari peningkatan sangat cepat peredaran uang primer atau M0. Pertumbuhan uang primer ia sebut telah mencapai 13% dari sebelumnya bahkan stagnan di kisaran 0%.\n\n\"Dan tinggal tunggu waktu saja ekonomi secara keseluruhan akan semakin cepat,\" tegas Purbaya. Sebagaimana diketahui, Bank Indonesia (BI) mencatat uang primer atau M0 adjusted per September 2025 mencapai Rp 2.152,4 triliun.\n\nSebagai catatan, uang primer atau base money atau uang dasar adalah uang yang dirilis oleh bank sentral, meliputi uang kartal (koin dan uang kertas) yang beredar di masyarakat dan cadangan bank, yakni simpanan bank umum di bank sentral. Fungsi utamanya base money adalah sebagai dasar atau fondasi untuk penciptaan bentuk uang lain di perekonomian.\n\n#purbayayudhisadewa #menkeu #ekonomiindonesia #bankindonesia #uang #cepat #viral #purbaya \n\nSimak berita selengkapnya di https://www.cnbcindonesia.com/market/...\nSimak Video Viral lainnya    / tribunsingkawang1  \n\nProgram: -\nHost: -\nEditor Video: Heru\nUploader: -\n\n‎Ikuti saluran Tribun Pontianak di WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029VaLd...\nDownload aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru.\n\nFollow us:\n\nInstagram:   / tribunpontianak  \nFacebook:   / tribunpontianakinteraktif  \nTwitter:   / tribunpontianak  \nTikTok: tiktok.com/\n\nTerima Kasih Telah Subscribe, Like, dan comment konten-konten menarik dari Kami.", "post_id": "Jwssa8PHJIs"}}, {"key": "tribunpontianak", "attributes": {"label": "tribunpontianak", "x": 864.2195390388172, "y": 351.1094630190698, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 19.7969, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "Jwssa8PHJIs", "id": "tribunpontianak", "source": "youtube-000001", "content": "PURBAYA MULAI LIHAT TANDA-TANDA EKONOMI RI BAKAL LARI KENCANG❗\n\nMenteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mulai melihat sinyal positif bahwa perekonomian Indonesia akan tumbuh lebih cepat dalam waktu dekat. Ia menilai, langkah pemerintah menempatkan dana menganggur di Bank Indonesia (BI) ke lima bank milik negara mulai menunjukkan hasil.\n\nSebagai informasi, sejak 12 September 2025, pemerintah telah menempatkan dana sebesar Rp 200 triliun di lima bank milik negara. Bank Mandiri, BRI, dan BNI masing-masing mendapat alokasi Rp 55 triliun, BTN Rp 25 triliun, dan Bank Syariah Indonesia (BSI) Rp 10 triliun.\n\nPurbaya mengatakan, efek pertama terlihat dari makin cepatnya pertumbuhan kredit di perbankan itu. Salah satu yang telah ia saksikan ialah peningkatan kredit Bank Mandiri yang telah mencapai 11% dari sebelumnya hanya kisaran 8%.\n\n\"Jadi ada pick up kan ke atas, sudah naik. Itu bagus,\" kata Purbaya di kantornya, Jakarta, dikutip Minggu 12 Oktober 2025. Efek kedua yang telah dirasakan perekonomian Indonesia, ia sebut terlihat dari peningkatan sangat cepat peredaran uang primer atau M0. Pertumbuhan uang primer ia sebut telah mencapai 13% dari sebelumnya bahkan stagnan di kisaran 0%.\n\n\"Dan tinggal tunggu waktu saja ekonomi secara keseluruhan akan semakin cepat,\" tegas Purbaya. Sebagaimana diketahui, Bank Indonesia (BI) mencatat uang primer atau M0 adjusted per September 2025 mencapai Rp 2.152,4 triliun.\n\nSebagai catatan, uang primer atau base money atau uang dasar adalah uang yang dirilis oleh bank sentral, meliputi uang kartal (koin dan uang kertas) yang beredar di masyarakat dan cadangan bank, yakni simpanan bank umum di bank sentral. Fungsi utamanya base money adalah sebagai dasar atau fondasi untuk penciptaan bentuk uang lain di perekonomian.\n\n#purbayayudhisadewa #menkeu #ekonomiindonesia #bankindonesia #uang #cepat #viral #purbaya \n\nSimak berita selengkapnya di https://www.cnbcindonesia.com/market/...\nSimak Video Viral lainnya    / tribunsingkawang1  \n\nProgram: -\nHost: -\nEditor Video: Heru\nUploader: -\n\n‎Ikuti saluran Tribun Pontianak di WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029VaLd...\nDownload aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru.\n\nFollow us:\n\nInstagram:   / tribunpontianak  \nFacebook:   / tribunpontianakinteraktif  \nTwitter:   / tribunpontianak  \nTikTok: tiktok.com/\n\nTerima Kasih Telah Subscribe, Like, dan comment konten-konten menarik dari Kami.", "post_id": "Jwssa8PHJIs"}}, {"key": "@kompastvlampung", "attributes": {"label": "@kompastvlampung", "x": 928.32852362701, "y": 381.6901790512327, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 10.701, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "LEuItpQisH4", "id": "@kompastvlampung", "source": "youtube-000001", "content": "Kronologi Menkeu Purbaya dan Gubernur Jabar Dedi Mulyadi Adu Argumen soal APBD yang Mengendap\n\nKOMPAS.TV- Perdebatan antara Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dengan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menyedot perhatian masyarakat. Hal itu terjadi karena Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa tengah memasang mata pada dana sejumlah pemerintah daerah yang mengendap di bank.\n\nPernyataan Menteri Purbaya mengenai dana yang mengendap tersebut disinggung saat rapat pengendalian inflasi tahun 2025 di Kantor Kemendagri, Senin, 20 Oktober 2025.\n\nMenteri Purbaya bilang, realisasi belanja yang lebih lambat membuat dana daerah menumpuk di perbankan mencapai sejumlah Rp234 triliun di bank.\n\nTerpisah Gubernur Jawa Barat menanggapi dengan membeberkan keterangan resmi dari pihak Bank Indonesia, dan menyampaikan lewat akun instagram pribadinya  Rabu, 22 Oktober 2025, Kita sudah selesai mendapat penjelasan dari Bank Indonesia, tidak ada dana Rp4,1 triliun dalam deposito yang mengendap. Dedi melanjutkan, bahwa adanya anggapan dana yang mengendap itu hanya salah paham dalam administratif dan bukan soal penyimpangan anggaran. Sementara itu melansir dari Breaking News Kompas TV Menteri Keuangan Purbaya menegaskan, data yang benar adalah dari Bank Sentral, dan mengimbau para kepala daerah tersebut untuk memeriksa dana perbankan mereka. \n\n#menterikeuanganpurbaya#menterikeuanganpurbayavsdedimulyadi#dedimulyadi#menkeupurbaya#apbdmengendap\n\nAgar tidak ketinggalan berita-berita terkini dan terlengkap, yuk subscribe channel YouTube Kompas TV Lampung!\n\nAktifkan juga lonceng supaya kamu dapat notifikasi video terbaru dari Kompas TV. Sahabat Kompas TV juga bisa memperoleh informasi terkini melalui website: https://www.kompas.tv.", "post_id": "LEuItpQisH4"}}, {"key": "dedimulyadi71", "attributes": {"label": "dedimulyadi71", "x": 384.55549008979506, "y": 0.5143065158755844, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 19.7969, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "LEuItpQisH4", "id": "dedimulyadi71", "source": "youtube-000001", "content": "Kronologi Menkeu Purbaya dan Gubernur Jabar Dedi Mulyadi Adu Argumen soal APBD yang Mengendap\n\nKOMPAS.TV- Perdebatan antara Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dengan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menyedot perhatian masyarakat. Hal itu terjadi karena Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa tengah memasang mata pada dana sejumlah pemerintah daerah yang mengendap di bank.\n\nPernyataan Menteri Purbaya mengenai dana yang mengendap tersebut disinggung saat rapat pengendalian inflasi tahun 2025 di Kantor Kemendagri, Senin, 20 Oktober 2025.\n\nMenteri Purbaya bilang, realisasi belanja yang lebih lambat membuat dana daerah menumpuk di perbankan mencapai sejumlah Rp234 triliun di bank.\n\nTerpisah Gubernur Jawa Barat menanggapi dengan membeberkan keterangan resmi dari pihak Bank Indonesia, dan menyampaikan lewat akun instagram pribadinya  Rabu, 22 Oktober 2025, Kita sudah selesai mendapat penjelasan dari Bank Indonesia, tidak ada dana Rp4,1 triliun dalam deposito yang mengendap. Dedi melanjutkan, bahwa adanya anggapan dana yang mengendap itu hanya salah paham dalam administratif dan bukan soal penyimpangan anggaran. Sementara itu melansir dari Breaking News Kompas TV Menteri Keuangan Purbaya menegaskan, data yang benar adalah dari Bank Sentral, dan mengimbau para kepala daerah tersebut untuk memeriksa dana perbankan mereka. \n\n#menterikeuanganpurbaya#menterikeuanganpurbayavsdedimulyadi#dedimulyadi#menkeupurbaya#apbdmengendap\n\nAgar tidak ketinggalan berita-berita terkini dan terlengkap, yuk subscribe channel YouTube Kompas TV Lampung!\n\nAktifkan juga lonceng supaya kamu dapat notifikasi video terbaru dari Kompas TV. Sahabat Kompas TV juga bisa memperoleh informasi terkini melalui website: https://www.kompas.tv.", "post_id": "LEuItpQisH4"}}, {"key": "TVRPARLEMEN", "attributes": {"label": "TVRPARLEMEN", "x": 901.179598874544, "y": 909.3418397121831, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 13.733, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "p0hxQ-w6yvs", "id": "TVRPARLEMEN", "source": "youtube-000001", "content": "Di Depan Menkeu Purbaya, Waka BP Batam Semprot Investor Rempang Eco City\n\nWakil Kepala Badan Pengusahaan (BP) Batam Li Claudia Chandra memberikan pemahaman kepada Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa terkait dengan kemelut perizinan kawasan Rempang Eco City yang termasuk ke dalam Proyek Strategis Pemerintah.\n\nKredit: ‪‬ \n\n#youtubevideos #investasi #menterikeuangan #purbayayudhisadewa #rempangecocity \n=============================================================\nWebsite: https://mediaasuransinews.co.id/\n\nSocial Media :\n\nFacebook\n  / media.asuran.  .\n  / majalah.medi.  .\n\nInstagram\n  / mediaasuran.  .\n\nLinkedin \n  / media-asu.  .\n\nTwitter\n  / media_asuransi  \n----------------------------------------------\nFor Business Inquiries : editor", "post_id": "p0hxQ-w6yvs"}}, {"key": "@lampungpostupdate", "attributes": {"label": "@lampungpostupdate", "x": 82.32441538576352, "y": 197.64236927927737, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 10.701, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "jzhctPEDzdU", "id": "@lampungpostupdate", "source": "youtube-000001", "content": "Purbaya Pertumbuhan Ekonomi 2025 Bisa Tembus 5,5 Persen\n\n#EkonomiNasional #PertumbuhanEkonomi #MenkeuPurbaya #Properti #Perbankan\n\nMenkeu Purbaya: Pertumbuhan Ekonomi 2025 Bisa Tembus 5,5 Persen\n\nMenteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan optimistis bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia pada akhir 2025 dapat mencapai 5,5 persen. Keyakinan itu muncul karena penguatan di hampir seluruh sektor ekonomi nasional, terutama properti.\n\n“Kalau saya pikir sih hampir across the board (di seluruh sektor), yang jelas belanja masyarakat akan naik kencang, dan nanti properti akan tumbuh bagus,” ujar Purbaya saat ditemui di Istana Kepresidenan RI, Jakarta, Selasa (30/9).\n\nMenurut Purbaya, peningkatan konsumsi masyarakat menjadi faktor utama pendorong pertumbuhan. Pemerintah juga berupaya memastikan pembiayaan sektor riil berjalan lancar melalui penurunan suku bunga kredit.\n\nUntuk itu, pemerintah menempatkan dana sebesar Rp200 triliun dari Bank Indonesia ke lima bank pelat merah: Bank Mandiri, BNI, BRI, BTN, dan BSI. Langkah ini diharapkan mempercepat penyaluran kredit dan memperkuat daya dorong ekonomi.\n\n“Dengan jaminan yang jelas dan permintaan pembiayaan yang tinggi, sektor properti akan jadi salah satu motor penggerak utama,” kata Purbaya.\n\nKebijakan ini dinilai mampu memberikan efek ganda terhadap industri terkait seperti bahan bangunan, furnitur, dan tenaga kerja konstruksi. Selain itu, konsumsi masyarakat yang meningkat akan memperkuat fondasi ekonomi domestik di tengah dinamika global yang masih bergejolak.\n\nDengan langkah-langkah tersebut, pemerintah berharap target pertumbuhan ekonomi 5,5 persen pada 2025 bukan sekadar optimisme, tetapi hasil nyata dari kerja sama lintas sektor dalam menjaga stabilitas dan percepatan ekonomi nasional. MI\n\nJangan lupa untuk subscribe dan aktifkan notifikasi! Bersama Lampung Post Update\n\nURL Channel\n   /   \n\nLampung Post Update\nhttps://s.id/lampungpostupdate\n\nLampost.co\nhttps://www.lampost.co/\n\nHarian Umum Lampung Post\n  / lampost.co  \n\nTwitter Lampost.co\n  / lampostco", "post_id": "jzhctPEDzdU"}}, {"key": "lampungpostupdate", "attributes": {"label": "lampungpostupdate", "x": 896.9807811975298, "y": 948.7830546617369, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 15.2489, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "jzhctPEDzdU", "id": "lampungpostupdate", "source": "youtube-000001", "content": "Purbaya Pertumbuhan Ekonomi 2025 Bisa Tembus 5,5 Persen\n\n#EkonomiNasional #PertumbuhanEkonomi #MenkeuPurbaya #Properti #Perbankan\n\nMenkeu Purbaya: Pertumbuhan Ekonomi 2025 Bisa Tembus 5,5 Persen\n\nMenteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan optimistis bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia pada akhir 2025 dapat mencapai 5,5 persen. Keyakinan itu muncul karena penguatan di hampir seluruh sektor ekonomi nasional, terutama properti.\n\n“Kalau saya pikir sih hampir across the board (di seluruh sektor), yang jelas belanja masyarakat akan naik kencang, dan nanti properti akan tumbuh bagus,” ujar Purbaya saat ditemui di Istana Kepresidenan RI, Jakarta, Selasa (30/9).\n\nMenurut Purbaya, peningkatan konsumsi masyarakat menjadi faktor utama pendorong pertumbuhan. Pemerintah juga berupaya memastikan pembiayaan sektor riil berjalan lancar melalui penurunan suku bunga kredit.\n\nUntuk itu, pemerintah menempatkan dana sebesar Rp200 triliun dari Bank Indonesia ke lima bank pelat merah: Bank Mandiri, BNI, BRI, BTN, dan BSI. Langkah ini diharapkan mempercepat penyaluran kredit dan memperkuat daya dorong ekonomi.\n\n“Dengan jaminan yang jelas dan permintaan pembiayaan yang tinggi, sektor properti akan jadi salah satu motor penggerak utama,” kata Purbaya.\n\nKebijakan ini dinilai mampu memberikan efek ganda terhadap industri terkait seperti bahan bangunan, furnitur, dan tenaga kerja konstruksi. Selain itu, konsumsi masyarakat yang meningkat akan memperkuat fondasi ekonomi domestik di tengah dinamika global yang masih bergejolak.\n\nDengan langkah-langkah tersebut, pemerintah berharap target pertumbuhan ekonomi 5,5 persen pada 2025 bukan sekadar optimisme, tetapi hasil nyata dari kerja sama lintas sektor dalam menjaga stabilitas dan percepatan ekonomi nasional. MI\n\nJangan lupa untuk subscribe dan aktifkan notifikasi! Bersama Lampung Post Update\n\nURL Channel\n   /   \n\nLampung Post Update\nhttps://s.id/lampungpostupdate\n\nLampost.co\nhttps://www.lampost.co/\n\nHarian Umum Lampung Post\n  / lampost.co  \n\nTwitter Lampost.co\n  / lampostco", "post_id": "jzhctPEDzdU"}}, {"key": "@IDXCHANNELINSIGHT", "attributes": {"label": "@IDXCHANNELINSIGHT", "x": 35.07185987220329, "y": 616.2697263413065, "size": 13.89, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 10.701, "eigenvector": 143.1627, "in_degree": 0, "out_degree": 6, "degree": 6}, "_id": "RTjeTivld1s", "id": "@IDXCHANNELINSIGHT", "source": "youtube-000001", "content": "Jaga Likuiditas Perbankan, Purbaya Suntik Dana Tambahan Rp100 Triliun | MILENOMICS\n\nPemerintah melalui Purbaya Yudhi Sadewa menambah penempatan dana hingga Rp300 triliun di perbankan guna menjaga likuiditas dan menekan kenaikan imbal hasil obligasi, sebagai langkah antisipatif menghadapi potensi pengetatan pasar keuangan.\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n--------------------------------------------\nFollow US on Social Media\nWebsite - http://www.idxchannel.com\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idxchannelcom  \n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "RTjeTivld1s"}}, {"key": "wicky_adrian", "attributes": {"label": "wicky_adrian", "x": 97.51266965112126, "y": 599.6790919283576, "size": 11.73, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 12.6501, "eigenvector": 114.6718, "in_degree": 4, "out_degree": 0, "degree": 4}, "_id": "RTjeTivld1s", "id": "wicky_adrian", "source": "youtube-000001", "content": "Jaga Likuiditas Perbankan, Purbaya Suntik Dana Tambahan Rp100 Triliun | MILENOMICS\n\nPemerintah melalui Purbaya Yudhi Sadewa menambah penempatan dana hingga Rp300 triliun di perbankan guna menjaga likuiditas dan menekan kenaikan imbal hasil obligasi, sebagai langkah antisipatif menghadapi potensi pengetatan pasar keuangan.\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n--------------------------------------------\nFollow US on Social Media\nWebsite - http://www.idxchannel.com\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idxchannelcom  \n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "RTjeTivld1s"}}, {"key": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "fajar.wayong", "x": 754.6204574543684, "y": 540.6996761683879, "size": 11.73, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 12.6501, "eigenvector": 114.6718, "in_degree": 8, "out_degree": 0, "degree": 8}, "_id": "RTjeTivld1s", "id": "fajar.wayong", "source": "youtube-000001", "content": "Jaga Likuiditas Perbankan, Purbaya Suntik Dana Tambahan Rp100 Triliun | MILENOMICS\n\nPemerintah melalui Purbaya Yudhi Sadewa menambah penempatan dana hingga Rp300 triliun di perbankan guna menjaga likuiditas dan menekan kenaikan imbal hasil obligasi, sebagai langkah antisipatif menghadapi potensi pengetatan pasar keuangan.\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n--------------------------------------------\nFollow US on Social Media\nWebsite - http://www.idxchannel.com\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idxchannelcom  \n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "RTjeTivld1s"}}, {"key": "deffid_83", "attributes": {"label": "deffid_83", "x": 413.66196135075285, "y": 902.623038827847, "size": 11.73, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 12.6501, "eigenvector": 114.6718, "in_degree": 4, "out_degree": 0, "degree": 4}, "_id": "RTjeTivld1s", "id": "deffid_83", "source": "youtube-000001", "content": "Jaga Likuiditas Perbankan, Purbaya Suntik Dana Tambahan Rp100 Triliun | MILENOMICS\n\nPemerintah melalui Purbaya Yudhi Sadewa menambah penempatan dana hingga Rp300 triliun di perbankan guna menjaga likuiditas dan menekan kenaikan imbal hasil obligasi, sebagai langkah antisipatif menghadapi potensi pengetatan pasar keuangan.\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n--------------------------------------------\nFollow US on Social Media\nWebsite - http://www.idxchannel.com\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idxchannelcom  \n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "RTjeTivld1s"}}, {"key": "rosalinehioe", "attributes": {"label": "rosalinehioe", "x": 678.9070253405222, "y": 172.1345700014215, "size": 11.73, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 12.6501, "eigenvector": 114.6718, "in_degree": 4, "out_degree": 0, "degree": 4}, "_id": "RTjeTivld1s", "id": "rosalinehioe", "source": "youtube-000001", "content": "Jaga Likuiditas Perbankan, Purbaya Suntik Dana Tambahan Rp100 Triliun | MILENOMICS\n\nPemerintah melalui Purbaya Yudhi Sadewa menambah penempatan dana hingga Rp300 triliun di perbankan guna menjaga likuiditas dan menekan kenaikan imbal hasil obligasi, sebagai langkah antisipatif menghadapi potensi pengetatan pasar keuangan.\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n--------------------------------------------\nFollow US on Social Media\nWebsite - http://www.idxchannel.com\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idxchannelcom  \n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "RTjeTivld1s"}}, {"key": "@IDXChannel", "attributes": {"label": "@IDXChannel", "x": 400.3475218516226, "y": 79.73644881606434, "size": 15.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 10.701, "eigenvector": 157.6978, "in_degree": 0, "out_degree": 21, "degree": 21}, "_id": "SQ3VFx5GCCQ", "id": "@IDXChannel", "source": "youtube-000001", "content": "Jaga Likuiditas Perbankan, Purbaya Suntik Dana Tambahan Rp100 Triliun | IDXC UPDATE\n\nPemerintah melalui Purbaya Yudhi Sadewa menambah penempatan dana hingga Rp300 triliun di perbankan guna menjaga likuiditas dan menekan kenaikan imbal hasil obligasi, sebagai langkah antisipatif menghadapi potensi pengetatan pasar keuangan.\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nFollow US on Social Media\nYuk Subscribe -    /   \nWa Channel - https://whatsapp.com/channel/0029Va5V...\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idx_channel  \n-------------------------------------------------------------------------------------\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\nMyRepublic Channel 576\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "SQ3VFx5GCCQ"}}, {"key": "idxchannel_", "attributes": {"label": "idxchannel_", "x": 310.25325866170573, "y": 251.62473854690782, "size": 7.57, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 11.1341, "eigenvector": 60.1153, "in_degree": 3, "out_degree": 0, "degree": 3}, "_id": "SQ3VFx5GCCQ", "id": "idxchannel_", "source": "youtube-000001", "content": "Jaga Likuiditas Perbankan, Purbaya Suntik Dana Tambahan Rp100 Triliun | IDXC UPDATE\n\nPemerintah melalui Purbaya Yudhi Sadewa menambah penempatan dana hingga Rp300 triliun di perbankan guna menjaga likuiditas dan menekan kenaikan imbal hasil obligasi, sebagai langkah antisipatif menghadapi potensi pengetatan pasar keuangan.\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nFollow US on Social Media\nYuk Subscribe -    /   \nWa Channel - https://whatsapp.com/channel/0029Va5V...\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idx_channel  \n-------------------------------------------------------------------------------------\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\nMyRepublic Channel 576\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "SQ3VFx5GCCQ"}}, {"key": "@tribuntangerang", "attributes": {"label": "@tribuntangerang", "x": 234.29524430352922, "y": 88.82200635329684, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 10.701, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "0d9lIdXdbf0", "id": "@tribuntangerang", "source": "youtube-000001", "content": "Uang Daerah Mengendap di Bank Rp 234 T, DPR Tantang Menkeu Purbaya Buat Skema Baru\n\nDownload aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru\n\nTRIBUN-VIDEO.COM-  Anggota Komisi II DPR RI, Muhammad Khozin, merespons temuan dana pemerintah daerah senilai Rp 234 triliun yang mengendap di perbankan. \n\nIa mempertanyakan kinerja Pemda hingga mendesak Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) untuk mengoptimalkan fungsi pengawasan. \n\n(Tribun-Video.com)\n\nSUMBER: https://jakarta.tribunnews.com/news/4...\n\nEditor Video : Rania Amalia Achsanty\nUploader: Wening Cahya Mahardika\n\n#menkeu #menkeupurbaya #purbaya #purbayayudhisadewa #menterikeuangan #menterikeuanganpurbaya #menterikeuanganpurbayayudhisadewa\n\n\nJangan lupa follow akun sosial media TribunTangerang.com untuk mendapatkan beragam informasi terkini dan updatenya: \n\nYouTube:    /   \nFacebook:   / tribunnewstangerang  \nSaluran WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029VaZ0...\nTikTok: https://www.tiktok.com/\nInstagram:   / tribun.tangerang", "post_id": "0d9lIdXdbf0"}}, {"key": "tribuntangerang", "attributes": {"label": "tribuntangerang", "x": 691.9124583569087, "y": 445.07339512864183, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 15.2489, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "0d9lIdXdbf0", "id": "tribuntangerang", "source": "youtube-000001", "content": "Uang Daerah Mengendap di Bank Rp 234 T, DPR Tantang Menkeu Purbaya Buat Skema Baru\n\nDownload aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru\n\nTRIBUN-VIDEO.COM-  Anggota Komisi II DPR RI, Muhammad Khozin, merespons temuan dana pemerintah daerah senilai Rp 234 triliun yang mengendap di perbankan. \n\nIa mempertanyakan kinerja Pemda hingga mendesak Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) untuk mengoptimalkan fungsi pengawasan. \n\n(Tribun-Video.com)\n\nSUMBER: https://jakarta.tribunnews.com/news/4...\n\nEditor Video : Rania Amalia Achsanty\nUploader: Wening Cahya Mahardika\n\n#menkeu #menkeupurbaya #purbaya #purbayayudhisadewa #menterikeuangan #menterikeuanganpurbaya #menterikeuanganpurbayayudhisadewa\n\n\nJangan lupa follow akun sosial media TribunTangerang.com untuk mendapatkan beragam informasi terkini dan updatenya: \n\nYouTube:    /   \nFacebook:   / tribunnewstangerang  \nSaluran WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029VaZ0...\nTikTok: https://www.tiktok.com/\nInstagram:   / tribun.tangerang", "post_id": "0d9lIdXdbf0"}}, {"key": "tribuntangera...", "attributes": {"label": "tribuntangera...", "x": 870.040674005324, "y": 2.746157464395993, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 15.2489, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "0d9lIdXdbf0", "id": "tribuntangera...", "source": "youtube-000001", "content": "Uang Daerah Mengendap di Bank Rp 234 T, DPR Tantang Menkeu Purbaya Buat Skema Baru\n\nDownload aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru\n\nTRIBUN-VIDEO.COM-  Anggota Komisi II DPR RI, Muhammad Khozin, merespons temuan dana pemerintah daerah senilai Rp 234 triliun yang mengendap di perbankan. \n\nIa mempertanyakan kinerja Pemda hingga mendesak Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) untuk mengoptimalkan fungsi pengawasan. \n\n(Tribun-Video.com)\n\nSUMBER: https://jakarta.tribunnews.com/news/4...\n\nEditor Video : Rania Amalia Achsanty\nUploader: Wening Cahya Mahardika\n\n#menkeu #menkeupurbaya #purbaya #purbayayudhisadewa #menterikeuangan #menterikeuanganpurbaya #menterikeuanganpurbayayudhisadewa\n\n\nJangan lupa follow akun sosial media TribunTangerang.com untuk mendapatkan beragam informasi terkini dan updatenya: \n\nYouTube:    /   \nFacebook:   / tribunnewstangerang  \nSaluran WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029VaZ0...\nTikTok: https://www.tiktok.com/\nInstagram:   / tribun.tangerang", "post_id": "0d9lIdXdbf0"}}, {"key": "@suhunyatutorial", "attributes": {"label": "@suhunyatutorial", "x": 697.8245656677537, "y": 643.1647836308058, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 10.701, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "MPz4f2E4lsg", "id": "@suhunyatutorial", "source": "youtube-000001", "content": "Cara Mengatasi Krom Bank Digital Tidak Bisa Di Buka\n\nSeringkali kita menghadapi kendala saat ingin mengakses aplikasi perbankan digital favorit. Apakah Anda pernah mengalami kesulitan ketika aplikasi Krom Bank Digital tidak bisa dibuka? Video ini hadir sebagai solusi tepat untuk Anda yang kebingungan mencari tahu Cara Mengatasi Krom Bank Digital Tidak Bisa Di Buka. Kami akan memandu Anda langkah demi langkah agar aplikasi kembali berjalan normal.\n\nDalam panduan ini, kami akan menjelaskan berbagai penyebab umum mengapa aplikasi Krom Bank Digital bisa bermasalah, mulai dari masalah koneksi internet hingga cache yang menumpuk. Anda akan mendapatkan tips praktis dan efektif tentang Cara Mengatasi Krom Bank Digital Tidak Bisa Di Buka, termasuk trik membersihkan data aplikasi, memeriksa izin, dan memastikan perangkat Anda siap untuk transaksi digital tanpa hambatan.\n\nJangan biarkan masalah teknis menghalangi Anda dari kemudahan bertransaksi dengan bank digital. Setelah menonton video ini, Anda tidak perlu lagi khawatir atau frustrasi. Terapkan solusi yang kami berikan dan nikmati kembali pengalaman perbankan digital yang lancar. Jika video ini membantu Anda, jangan lupa subscribe untuk tips teknologi lainnya seputar Cara Mengatasi Krom Bank Digital Tidak Bisa Di Buka.\n\n#KromBankDigital #AplikasiError #SolusiBankDigital Jangan Lupa Like Komen dan Subscribe on  ⁨⁩ cara mengatasi krom bank digital tidak bisa dibuka, kenapa aplikasi krom bank tidak bisa login, solusi krom bank error hari ini, cara memperbaiki krom bank force close, aplikasi krom bank tidak bisa masuk, cara update aplikasi krom bank digital, penyebab krom bank tidak bisa dibuka, cara mengatasi krom bank gangguan server, solusi gagal login krom bank, cara hapus cache krom bank digital, krom bank maintenance sampai kapan, cara mengatasi aplikasi bank error di android, cara mengaktifkan kembali akun krom bank, tips mengatasi aplikasi bank digital bermasalah", "post_id": "MPz4f2E4lsg"}}, {"key": "suhunyatutorial", "attributes": {"label": "suhunyatutorial", "x": 581.0853651708762, "y": 669.2873713371976, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 19.7969, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "MPz4f2E4lsg", "id": "suhunyatutorial", "source": "youtube-000001", "content": "Cara Mengatasi Krom Bank Digital Tidak Bisa Di Buka\n\nSeringkali kita menghadapi kendala saat ingin mengakses aplikasi perbankan digital favorit. Apakah Anda pernah mengalami kesulitan ketika aplikasi Krom Bank Digital tidak bisa dibuka? Video ini hadir sebagai solusi tepat untuk Anda yang kebingungan mencari tahu Cara Mengatasi Krom Bank Digital Tidak Bisa Di Buka. Kami akan memandu Anda langkah demi langkah agar aplikasi kembali berjalan normal.\n\nDalam panduan ini, kami akan menjelaskan berbagai penyebab umum mengapa aplikasi Krom Bank Digital bisa bermasalah, mulai dari masalah koneksi internet hingga cache yang menumpuk. Anda akan mendapatkan tips praktis dan efektif tentang Cara Mengatasi Krom Bank Digital Tidak Bisa Di Buka, termasuk trik membersihkan data aplikasi, memeriksa izin, dan memastikan perangkat Anda siap untuk transaksi digital tanpa hambatan.\n\nJangan biarkan masalah teknis menghalangi Anda dari kemudahan bertransaksi dengan bank digital. Setelah menonton video ini, Anda tidak perlu lagi khawatir atau frustrasi. Terapkan solusi yang kami berikan dan nikmati kembali pengalaman perbankan digital yang lancar. Jika video ini membantu Anda, jangan lupa subscribe untuk tips teknologi lainnya seputar Cara Mengatasi Krom Bank Digital Tidak Bisa Di Buka.\n\n#KromBankDigital #AplikasiError #SolusiBankDigital Jangan Lupa Like Komen dan Subscribe on  ⁨⁩ cara mengatasi krom bank digital tidak bisa dibuka, kenapa aplikasi krom bank tidak bisa login, solusi krom bank error hari ini, cara memperbaiki krom bank force close, aplikasi krom bank tidak bisa masuk, cara update aplikasi krom bank digital, penyebab krom bank tidak bisa dibuka, cara mengatasi krom bank gangguan server, solusi gagal login krom bank, cara hapus cache krom bank digital, krom bank maintenance sampai kapan, cara mengatasi aplikasi bank error di android, cara mengaktifkan kembali akun krom bank, tips mengatasi aplikasi bank digital bermasalah", "post_id": "MPz4f2E4lsg"}}, {"key": "@kompastv", "attributes": {"label": "@kompastv", "x": 974.4627903095814, "y": 527.601440670143, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 10.701, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "i4cusCHP6KY", "id": "@kompastv", "source": "youtube-000001", "content": "LIVE - Skema Kopdes Diubah, Cicilan Dibayar Uang Rakyat | BUSINESS TALK\n\nKOMPAS.TV - Skema Kopdes Diubah, Cicilan Dibayar Uang Rakyat | BUSINESS TALK\n\nPemerintah resmi mengubah skema pendanaan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih, terhitung 1 April 2026. Peraturan Menteri Keuangan terbaru yang dikeluarkan Menteri Purbaya Yudhi Sadewa mengubah dan mencabut ketentuan pembiayaan Kopdes/Kel di era Menteri Keuangan Sri Mulyani.\n\nDi era SMI, pendanaan kegiatan Kopdes bersumber dari pinjaman bank yang disetujui kepala daerah dan kepala desa berdasarkan musyawarah desa. Sementara, beleid terbaru memungkinkan utang proyek Kopdes dicicil dari sumber dana APBN.\n\nMenko Perekonomian Airlangga Hartarto memastikan anggaran untuk skema pembiayaan Kopdes dari APBN sudah tersedia. Airlangga menyebut, skema pendanaan berubah karena ada penyesuaian kegiatan Kopdes.\n\nPeraturan Menteri Keuangan Nomor 15 Tahun 2026 mengubah aturan main pendanaan Kopdes secara drastis, dari kredit perbankan yang harus disetujui kepala daerah atau kades berdasar musyawarah desa, beralih ke sumber APBN dengan mekanisme bayar otomatis. \n\nBagaimana menjaga risiko moral hazard penggunaan uang rakyat?\n\nSimak pembahasan selengkapnya dalam #BusinessTalk malam ini pkl 22.00 WIB hanya di KompasTV\n\nSahabat KompasTV, Mulai 1 Februari 2026 KompasTV pindah channel. Dapatkan selalu berita dan informasi terupdate KompasTV, di televisi anda di Channel 11 pada perangkat TV Digital atau Set Top Box. Satu Langkah lebih dekat, satu Langkah makin terpercaya!\n\nJangan lupa like, comment, dan subscribe channel YouTube KompasTV, juga aktifkan lonceng notifikasi agar tidak ketinggalan update mengenai isu-isu terkini di Indonesia.\n\nJangan lewatkan live streaming KompasTV 24 jam non stop di https://www.kompas.tv/live. Agar tidak ketinggalan berita-berita terkini, terlengkap, serta laporan langsung dari berbagai daerah di Indonesia, yuk subscribe channel youtube KompasTV. Aktifkan juga lonceng supaya kamu dapat notifikasi video terbaru dari KompasTV. \n\nSahabat KompasTV juga bisa memperoleh informasi terkini melalui website: www.kompas.tv\n\nSahabat KompasTV juga bisa memperoleh informasi terkini melalui website: www.kompas.tv\n\nMedia sosial KompasTV: \nFacebook:   / kompastv   \nInstagram:   / kompastv   \nX: https://x.com/KompasTV\nThread: https://www.threads.com/ \nTikTok:   / kompastv.indonesia", "post_id": "i4cusCHP6KY"}}, {"key": "kompastv", "attributes": {"label": "kompastv", "x": 630.9771646501816, "y": 635.50957963549, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 19.7969, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "i4cusCHP6KY", "id": "kompastv", "source": "youtube-000001", "content": "LIVE - Skema Kopdes Diubah, Cicilan Dibayar Uang Rakyat | BUSINESS TALK\n\nKOMPAS.TV - Skema Kopdes Diubah, Cicilan Dibayar Uang Rakyat | BUSINESS TALK\n\nPemerintah resmi mengubah skema pendanaan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih, terhitung 1 April 2026. Peraturan Menteri Keuangan terbaru yang dikeluarkan Menteri Purbaya Yudhi Sadewa mengubah dan mencabut ketentuan pembiayaan Kopdes/Kel di era Menteri Keuangan Sri Mulyani.\n\nDi era SMI, pendanaan kegiatan Kopdes bersumber dari pinjaman bank yang disetujui kepala daerah dan kepala desa berdasarkan musyawarah desa. Sementara, beleid terbaru memungkinkan utang proyek Kopdes dicicil dari sumber dana APBN.\n\nMenko Perekonomian Airlangga Hartarto memastikan anggaran untuk skema pembiayaan Kopdes dari APBN sudah tersedia. Airlangga menyebut, skema pendanaan berubah karena ada penyesuaian kegiatan Kopdes.\n\nPeraturan Menteri Keuangan Nomor 15 Tahun 2026 mengubah aturan main pendanaan Kopdes secara drastis, dari kredit perbankan yang harus disetujui kepala daerah atau kades berdasar musyawarah desa, beralih ke sumber APBN dengan mekanisme bayar otomatis. \n\nBagaimana menjaga risiko moral hazard penggunaan uang rakyat?\n\nSimak pembahasan selengkapnya dalam #BusinessTalk malam ini pkl 22.00 WIB hanya di KompasTV\n\nSahabat KompasTV, Mulai 1 Februari 2026 KompasTV pindah channel. Dapatkan selalu berita dan informasi terupdate KompasTV, di televisi anda di Channel 11 pada perangkat TV Digital atau Set Top Box. Satu Langkah lebih dekat, satu Langkah makin terpercaya!\n\nJangan lupa like, comment, dan subscribe channel YouTube KompasTV, juga aktifkan lonceng notifikasi agar tidak ketinggalan update mengenai isu-isu terkini di Indonesia.\n\nJangan lewatkan live streaming KompasTV 24 jam non stop di https://www.kompas.tv/live. Agar tidak ketinggalan berita-berita terkini, terlengkap, serta laporan langsung dari berbagai daerah di Indonesia, yuk subscribe channel youtube KompasTV. Aktifkan juga lonceng supaya kamu dapat notifikasi video terbaru dari KompasTV. \n\nSahabat KompasTV juga bisa memperoleh informasi terkini melalui website: www.kompas.tv\n\nSahabat KompasTV juga bisa memperoleh informasi terkini melalui website: www.kompas.tv\n\nMedia sosial KompasTV: \nFacebook:   / kompastv   \nInstagram:   / kompastv   \nX: https://x.com/KompasTV\nThread: https://www.threads.com/ \nTikTok:   / kompastv.indonesia", "post_id": "i4cusCHP6KY"}}], "edges": [{"key": "pe_jaya", "source": "pe_jaya", "target": "cnbcindonesia", "attributes": {"label": "retweet", "type": "retweet", "source": "retweet-000002"}}, {"key": "pe_jaya", "source": "pe_jaya", "target": "cnbcindonesia", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "retweet-000002"}}, {"key": "akucintaistriku", "source": "akucintaistriku", "target": "Bisniscom", "attributes": {"label": "retweet", "type": "retweet", "source": "retweet-000002"}}, {"key": "akucintaistriku", "source": "akucintaistriku", "target": "Bisniscom", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "retweet-000002"}}, {"key": "Partikellirs", "source": "Partikellirs", "target": "CNNIndonesia", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "Babatmentai", "source": "Babatmentai", "target": "mnvnty", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "Babatmentai", "source": "Babatmentai", "target": "BosPurwa", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "Babatmentai", "source": "Babatmentai", "target": "PNS_Ababil", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "Addsmann", "source": "Addsmann", "target": "mesatu_", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "grok", "source": "grok", "target": "patrick07467143", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "grok", "source": "grok", "target": "icibosadd", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "grok", "source": "grok", "target": "yowMann_", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "grok", "source": "grok", "target": "tempodotco", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "grok", "source": "grok", "target": "accscrt2431", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "grok", "source": "grok", "target": "TirtoID", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "nasmid", "source": "nasmid", "target": "kompascom", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "bloombergtechnoz", "source": "bloombergtechnoz", "target": "bloombergtechnoz", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "idntimes.video", "source": "idntimes.video", "target": "IDNTimes", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "idntimes.video", "source": "idntimes.video", "target": "IDNTimes.Korea", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "idntimes.video", "source": "idntimes.video", "target": "IDNTimes.Community", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "idntimes.video", "source": "idntimes.video", "target": "IDNTimes.Hype", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "idntimes.video", "source": "idntimes.video", "target": "Duniaku_com", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "idntimes.video", "source": "idntimes.video", "target": "Popbela_com", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "idntimes.video", "source": "idntimes.video", "target": "Popbela.Beauty", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "idntimes.video", "source": "idntimes.video", "target": "Popmama_com", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "idntimes.video", "source": "idntimes.video", "target": "Yummy.idn", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "idx_channel", "source": "idx_channel", "target": "prast_ulrich", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "idx_channel", "source": "idx_channel", "target": "idx_channel", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "idx_channel", "source": "idx_channel", "target": "prast_ulrich", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "idx_channel", "source": "idx_channel", "target": "idx_channel", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "@BennixClips", "source": "@BennixClips", "target": "Bennix", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@kompastvmedan", "source": "@kompastvmedan", "target": "kompastvmedan", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@TribunMedanTV", "source": "@TribunMedanTV", "target": "tribunmedantv", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@trijayafm", "source": "@trijayafm", "target": "trijayafm", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@tvasuransi", "source": "@tvasuransi", "target": "purbayayudhis", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@TribunSingkawang1", "source": "@TribunSingkawang1", "target": "mohmahfudmd", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@RaswoChannel86", "source": "@RaswoChannel86", "target": "KemenkeuRI", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@RaswoChannel86", "source": "@RaswoChannel86", "target": "RaswoChannel86", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@RaswoChannel86", "source": "@RaswoChannel86", "target": "RaswoChannel86", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@VideoTribunPontianak", "source": "@VideoTribunPontianak", "target": "tribunpontianak", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@tvasuransi", "source": "@tvasuransi", "target": "KemenkeuRI", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@kompastvlampung", "source": "@kompastvlampung", "target": "dedimulyadi71", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@tvasuransi", "source": "@tvasuransi", "target": "TVRPARLEMEN", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@lampungpostupdate", "source": "@lampungpostupdate", "target": "lampungpostupdate", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXCHANNELINSIGHT", "source": "@IDXCHANNELINSIGHT", "target": "wicky_adrian", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXCHANNELINSIGHT", "source": "@IDXCHANNELINSIGHT", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXCHANNELINSIGHT", "source": "@IDXCHANNELINSIGHT", "target": "deffid_83", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXCHANNELINSIGHT", "source": "@IDXCHANNELINSIGHT", "target": "prast_ulrich", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXCHANNELINSIGHT", "source": "@IDXCHANNELINSIGHT", "target": "rosalinehioe", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXCHANNELINSIGHT", "source": "@IDXCHANNELINSIGHT", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@lampungpostupdate", "source": "@lampungpostupdate", "target": "lampungpostupdate", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "idxchannel_", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "wicky_adrian", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "deffid_83", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "prast_ulrich", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "rosalinehioe", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@tribuntangerang", "source": "@tribuntangerang", "target": "tribuntangerang", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@tribuntangerang", "source": "@tribuntangerang", "target": "tribuntangera...", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "idxchannel_", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "wicky_adrian", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "deffid_83", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "prast_ulrich", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "rosalinehioe", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@suhunyatutorial", "source": "@suhunyatutorial", "target": "suhunyatutorial", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "idxchannel_", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "wicky_adrian", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "deffid_83", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "prast_ulrich", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "rosalinehioe", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@kompastv", "source": "@kompastv", "target": "kompastv", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}]}