{"nodes": [{"key": "bloombergtechnoz", "attributes": {"label": "bloombergtechnoz", "x": 516.7528338577597, "y": 70.47668106258075, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 332.2243, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 1, "degree": 2}, "_id": "3863962683906204135_51748745734", "id": "bloombergtechnoz", "source": "instagram-000001", "content": "Mengawali pekan rupiah dibuka melemah 0,08% di Rp16.9978/US$ pada Senin pagi (30/3/2026) seiring lonjakan harga minyak hingga sekitar US$115 per barel yang memicu penguatan Dolar AS dan menekan mayoritas mata uang Asia.\n\nTekanan terhadap rupiah juga dipicu risiko kenaikan impor energi dan pelebaran defisit transaksi berjalan di Indonesia jika harga minyak tetap tinggi, yang berpotensi mempersempit surplus perdagangan dan meningkatkan volatilitas pasar.\n\nKlik link di bio untuk detail informasi selengkapnya. Jangan lupa follow  untuk berita dan data menarik lainnya.\n\n#rupiah #dolar #matauang #bloombergtechnoz", "post_id": "3863962683906204135_51748745734"}}, {"key": "onlytriv1", "attributes": {"label": "onlytriv1", "x": 906.3992321175949, "y": 920.2695239218526, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 49.834, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "7628482163456888085", "id": "onlytriv1", "source": "tiktok-000001", "content": "—— Nilai tukar rupiah kembali tertekan dan menyentuh level Rp17.130 per dolar AS, mencetak rekor terendah baru sepanjang sejarah. Pelemahan ini terjadi di tengah kombinasi tekanan global, termasuk penguatan dolar AS, lonjakan harga energi, serta meningkatnya ketidakpastian geopolitik. Selain faktor eksternal, arus keluar dana asing dari pasar domestik juga turut memperburuk tekanan terhadap rupiah, seiring meningkatnya sikap hati hati investor global. Kondisi ini berpotensi berdampak pada inflasi dalam negeri, terutama melalui kenaikan harga barang impor dan biaya produksi. Bank sentral Bank Indonesia diperkirakan akan terus melakukan langkah stabilisasi, termasuk intervensi di pasar valuta asing untuk menjaga volatilitas tetap terkendali. #rupiah #cryptowave #gabrielrey #fyppppppppppppppppppppppp #fyp", "post_id": "7628482163456888085"}}, {"key": "cryptowaveid", "attributes": {"label": "cryptowaveid", "x": 334.9856561448219, "y": 413.68018553258656, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 92.1929, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7628482163456888085", "id": "cryptowaveid", "source": "tiktok-000001", "content": "—— Nilai tukar rupiah kembali tertekan dan menyentuh level Rp17.130 per dolar AS, mencetak rekor terendah baru sepanjang sejarah. Pelemahan ini terjadi di tengah kombinasi tekanan global, termasuk penguatan dolar AS, lonjakan harga energi, serta meningkatnya ketidakpastian geopolitik. Selain faktor eksternal, arus keluar dana asing dari pasar domestik juga turut memperburuk tekanan terhadap rupiah, seiring meningkatnya sikap hati hati investor global. Kondisi ini berpotensi berdampak pada inflasi dalam negeri, terutama melalui kenaikan harga barang impor dan biaya produksi. Bank sentral Bank Indonesia diperkirakan akan terus melakukan langkah stabilisasi, termasuk intervensi di pasar valuta asing untuk menjaga volatilitas tetap terkendali. #rupiah #cryptowave #gabrielrey #fyppppppppppppppppppppppp #fyp", "post_id": "7628482163456888085"}}, {"key": "cwcuttz", "attributes": {"label": "cwcuttz", "x": 698.3396378989979, "y": 229.9910122493437, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 49.834, "eigenvector": 250.0, "in_degree": 0, "out_degree": 3, "degree": 3}, "_id": "7628213993357757713", "id": "cwcuttz", "source": "tiktok-000001", "content": "Nilai tukar rupiah kembali tertekan dan menyentuh level Rp17.130 per dolar AS, mencetak rekor terendah baru sepanjang sejarah. Pelemahan ini terjadi di tengah kombinasi tekanan global, termasuk penguatan dolar AS, lonjakan harga energi, serta meningkatnya ketidakpastian geopolitik. Selain faktor eksternal, arus keluar dana asing dari pasar domestik juga turut memperburuk tekanan terhadap rupiah, seiring meningkatnya sikap hati hati investor global. Kondisi ini berpotensi berdampak pada inflasi dalam negeri, terutama melalui kenaikan harga barang impor dan biaya produksi. Bank sentral Bank Indonesia diperkirakan akan terus melakukan langkah stabilisasi, termasuk intervensi di pasar valuta asing untuk menjaga volatilitas tetap terkendali.   Rey | CEO   #cryptowave #gabrielrey #masukberandafyp #fyp #rupiah", "post_id": "7628213993357757713"}}, {"key": "CryptoWave", "attributes": {"label": "CryptoWave", "x": 873.9734239715549, "y": 467.50742103871977, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 63.9536, "eigenvector": 250.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7628213993357757713", "id": "CryptoWave", "source": "tiktok-000001", "content": "Nilai tukar rupiah kembali tertekan dan menyentuh level Rp17.130 per dolar AS, mencetak rekor terendah baru sepanjang sejarah. Pelemahan ini terjadi di tengah kombinasi tekanan global, termasuk penguatan dolar AS, lonjakan harga energi, serta meningkatnya ketidakpastian geopolitik. Selain faktor eksternal, arus keluar dana asing dari pasar domestik juga turut memperburuk tekanan terhadap rupiah, seiring meningkatnya sikap hati hati investor global. Kondisi ini berpotensi berdampak pada inflasi dalam negeri, terutama melalui kenaikan harga barang impor dan biaya produksi. Bank sentral Bank Indonesia diperkirakan akan terus melakukan langkah stabilisasi, termasuk intervensi di pasar valuta asing untuk menjaga volatilitas tetap terkendali.   Rey | CEO   #cryptowave #gabrielrey #masukberandafyp #fyp #rupiah", "post_id": "7628213993357757713"}}, {"key": "Gabriel", "attributes": {"label": "Gabriel", "x": 572.2802292883125, "y": 666.4721741122455, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 63.9536, "eigenvector": 250.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7628213993357757713", "id": "Gabriel", "source": "tiktok-000001", "content": "Nilai tukar rupiah kembali tertekan dan menyentuh level Rp17.130 per dolar AS, mencetak rekor terendah baru sepanjang sejarah. Pelemahan ini terjadi di tengah kombinasi tekanan global, termasuk penguatan dolar AS, lonjakan harga energi, serta meningkatnya ketidakpastian geopolitik. Selain faktor eksternal, arus keluar dana asing dari pasar domestik juga turut memperburuk tekanan terhadap rupiah, seiring meningkatnya sikap hati hati investor global. Kondisi ini berpotensi berdampak pada inflasi dalam negeri, terutama melalui kenaikan harga barang impor dan biaya produksi. Bank sentral Bank Indonesia diperkirakan akan terus melakukan langkah stabilisasi, termasuk intervensi di pasar valuta asing untuk menjaga volatilitas tetap terkendali.   Rey | CEO   #cryptowave #gabrielrey #masukberandafyp #fyp #rupiah", "post_id": "7628213993357757713"}}, {"key": "triv.co.id", "attributes": {"label": "triv.co.id", "x": 158.8251685174653, "y": 719.5440160783149, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 63.9536, "eigenvector": 250.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7628213993357757713", "id": "triv.co.id", "source": "tiktok-000001", "content": "Nilai tukar rupiah kembali tertekan dan menyentuh level Rp17.130 per dolar AS, mencetak rekor terendah baru sepanjang sejarah. Pelemahan ini terjadi di tengah kombinasi tekanan global, termasuk penguatan dolar AS, lonjakan harga energi, serta meningkatnya ketidakpastian geopolitik. Selain faktor eksternal, arus keluar dana asing dari pasar domestik juga turut memperburuk tekanan terhadap rupiah, seiring meningkatnya sikap hati hati investor global. Kondisi ini berpotensi berdampak pada inflasi dalam negeri, terutama melalui kenaikan harga barang impor dan biaya produksi. Bank sentral Bank Indonesia diperkirakan akan terus melakukan langkah stabilisasi, termasuk intervensi di pasar valuta asing untuk menjaga volatilitas tetap terkendali.   Rey | CEO   #cryptowave #gabrielrey #masukberandafyp #fyp #rupiah", "post_id": "7628213993357757713"}}, {"key": "info_tws", "attributes": {"label": "info_tws", "x": 835.2023075671262, "y": 744.2982329585707, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 49.834, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "7623810861618122004", "id": "info_tws", "source": "tiktok-000001", "content": "🚨 ALARM BAGI WALL STREET: DUNIA MULAI ‘BUANG’ SURAT UTANG AS! Fondasi pasar obligasi terbesar di dunia kini berada di titik nadir. Selama puluhan tahun, Surat Utang Pemerintah AS (US Treasury) dianggap sebagai aset paling aman di planet bumi. Namun, peta kekuatan ekonomi sedang bergeser secara drastis. Bank-bank sentral global kini terpantau ramai-ramai melepas kepemilikan mereka atas surat utang AS dalam skala yang masif. Apa yang Sedang Terjadi? Langkah kolektif ini bukan sekadar rotasi portofolio biasa. Fenomena ini menandakan adanya keraguan besar terhadap stabilitas jangka panjang dolar AS di tengah melambungnya utang nasional Amerika Serikat yang telah menembus angka fantastis. Ketika “pembeli utama” seperti bank sentral mulai menarik diri, likuiditas di pasar obligasi pun menipis, yang berujung pada meningkatnya volatilitas global. Mengapa Ini Berbahaya? 1. Guncangan Suku Bunga: Pelepasan besar-besaran ini memicu lonjakan yield (imbal hasil), yang secara otomatis menaikkan biaya pinjaman di seluruh dunia. 2. Efek Domino: Jika fondasi pasar obligasi AS goyah, dampaknya akan merambat ke pasar saham, nilai tukar mata uang, hingga suku bunga KPR di berbagai negara. 3. Dedolarisasi: Langkah ini memperkuat narasi bahwa dunia sedang mencari alternatif cadangan devisa selain USD. Dunia sedang menyaksikan pergeseran tektonik dalam tatanan keuangan global. Apakah ini awal dari runtuhnya dominasi dolar, atau sekadar koreksi pasar yang ekstrem? Satu hal yang pasti: Ketidakpastian ekonomi global baru saja memasuki babak baru.   #twsnews #tradewithsuli", "post_id": "7623810861618122004"}}, {"key": "tradewithsuli", "attributes": {"label": "tradewithsuli", "x": 265.9457902409842, "y": 494.8268100485267, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 92.1929, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7623810861618122004", "id": "tradewithsuli", "source": "tiktok-000001", "content": "🚨 ALARM BAGI WALL STREET: DUNIA MULAI ‘BUANG’ SURAT UTANG AS! Fondasi pasar obligasi terbesar di dunia kini berada di titik nadir. Selama puluhan tahun, Surat Utang Pemerintah AS (US Treasury) dianggap sebagai aset paling aman di planet bumi. Namun, peta kekuatan ekonomi sedang bergeser secara drastis. Bank-bank sentral global kini terpantau ramai-ramai melepas kepemilikan mereka atas surat utang AS dalam skala yang masif. Apa yang Sedang Terjadi? Langkah kolektif ini bukan sekadar rotasi portofolio biasa. Fenomena ini menandakan adanya keraguan besar terhadap stabilitas jangka panjang dolar AS di tengah melambungnya utang nasional Amerika Serikat yang telah menembus angka fantastis. Ketika “pembeli utama” seperti bank sentral mulai menarik diri, likuiditas di pasar obligasi pun menipis, yang berujung pada meningkatnya volatilitas global. Mengapa Ini Berbahaya? 1. Guncangan Suku Bunga: Pelepasan besar-besaran ini memicu lonjakan yield (imbal hasil), yang secara otomatis menaikkan biaya pinjaman di seluruh dunia. 2. Efek Domino: Jika fondasi pasar obligasi AS goyah, dampaknya akan merambat ke pasar saham, nilai tukar mata uang, hingga suku bunga KPR di berbagai negara. 3. Dedolarisasi: Langkah ini memperkuat narasi bahwa dunia sedang mencari alternatif cadangan devisa selain USD. Dunia sedang menyaksikan pergeseran tektonik dalam tatanan keuangan global. Apakah ini awal dari runtuhnya dominasi dolar, atau sekadar koreksi pasar yang ekstrem? Satu hal yang pasti: Ketidakpastian ekonomi global baru saja memasuki babak baru.   #twsnews #tradewithsuli", "post_id": "7623810861618122004"}}, {"key": "@thecore_in", "attributes": {"label": "@thecore_in", "x": 681.6825236917947, "y": 202.78546287685572, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 49.834, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "PY02ZjvPUIM", "id": "@thecore_in", "source": "youtube-000001", "content": "Siapa yang Menopang Pasar India di Tengah Kekacauan Global? | Govindraj Ethiraj | Laporan Inti\n\nPada Episode 825 dari The Core Report, jurnalis keuangan Govindraj Ethiraj berbicara dengan Sourav Mitra, Partner–Minyak & Gas di Grant Thornton Bharat serta Ambareesh Baliga, Pakar Pasar.\n\n____________________________________________\nBekerja Sama Dengan:\nPasar bergerak cepat.\nTetap unggul dengan InvestingPro—akses penuh Anda ke 300.000+ instrumen, alat profesional & peringatan waktu nyata.\nTanpa gangguan. Hanya intelijen pasar.\n\nInvestingPro—perkuat portofolio Anda.\n\nUnduh Sekarang: https://www.investing-referral.com/af...\n____________________________________________\nCATATAN ACARA\n(00:00) Berita hari ini\n(01:00) AS ingin mengendalikan Selat Hormuz secara militer, bahkan ketika kapal-kapal dari negara-negara yang bersahabat dengan Iran melewatinya\n(03:56) Bagaimana investor institusional India menyediakan dukungan di pasar\n(11:48) Indonesia mulai mengatur arus keluar dolar dalam langkah yang dapat ditiru di tempat lain\n(13:32) Bagaimana kondisi pasokan minyak dan gas India saat ini?\n(21:20) Wall Street semakin dekat untuk menghapus kewajiban pelaporan hasil triwulanan\n\nDaftar untuk acara kami “Siapa yang Membangun Masa Depan AI?”\n\nhttps://luma.com/x6oyyjiz\n\nPasar:\n\nKrisis arus kas melanda sektor bahan bakar India. Perusahaan minyak raksasa milik negara, Indian Oil (BPCL) dan HPCL, menuntut pembayaran di muka dari SPBU karena kerugian melonjak akibat harga minyak mentah yang tinggi di atas $100, melemahnya rupee, dan pembekuan harga bahan bakar. Para dealer di lebih dari 100.000 SPBU menghadapi tekanan kredit yang semakin besar karena mereka juga menjual secara kredit kepada pengangkut dan klien pemerintah, meningkatkan risiko gangguan pasokan bahan bakar yang lebih luas di India.\n\nRisiko guncangan minyak global meningkat seiring dengan meningkatnya perang di Timur Tengah. Serangan drone menghantam aset minyak UEA, kilang minyak ditutup, dan ketegangan di Selat Hormuz meningkat. Kekhawatiran konflik AS-Iran membuat harga minyak berfluktuasi di dekat $100, meningkatkan risiko inflasi dan tekanan ekonomi pada India dan Asia. Infrastruktur energi di seluruh wilayah tetap terancam, mendorong ketidakpastian di pasar global.\n\nPasar saham India menunjukkan ketahanan di tengah ketidakpastian. Nifty 50 (Sensex) pulih dengan pembelian berdasarkan nilai meskipun terjadi volatilitas di pasar global, harga minyak mentah, dan ketegangan geopolitik. Pakar pasar Ambareesh Baliga menyoroti kehati-hatian karena investor tetap terbagi antara harapan pemulihan jangka pendek dan risiko perang jangka panjang, kekhawatiran resesi, dan kekhawatiran perlambatan global.\n\nRupee dan Aturan Valuta Asing Indonesia:\n\nRupee mendekati titik terendah sepanjang masa di 92,37 terhadap dolar AS karena harga minyak melonjak dan permintaan dolar dari perusahaan meningkat. Dukungan yang dipimpin RBI menstabilkan mata uang, tetapi tekanan tetap ada karena meningkatnya biaya impor dan arus keluar modal. Indonesia memperketat aturan valuta asing untuk mengendalikan inflasi dan melindungi rupiah, yang menandakan kemungkinan kekhawatiran pengendalian modal di pasar negara berkembang termasuk India jika risiko global meningkat.\n\nPasokan Minyak dan Gas India:\n\nKrisis Selat Hormuz meningkatkan kekhawatiran keamanan energi India. Kapal tanker mengubah rute di dekat Iran karena risiko pasokan minyak mentah dan LPG meningkat. Pakar energi Sourav Mitra mengatakan kapal tanker besar dapat mengamankan pasokan gas selama beberapa hari jika pengiriman terus berlanjut dari Arab Saudi, tetapi risiko gangguan tetap tinggi jika ketegangan meningkat lebih lanjut.\n\nAkhir Laporan Triwulanan:\n\nPergeseran besar di pasar global karena SEC AS mungkin mengakhiri pelaporan pendapatan triwulanan wajib yang didukung oleh Donald Trump. Peralihan ke pelaporan opsional dapat memengaruhi transparansi, kepercayaan investor, tata kelola perusahaan, dan strategi jangka panjang di seluruh dunia. Pertanyaan kunci: apa yang harus dilakukan India selanjutnya jika norma pelaporan global berubah?\n\nKrisis ini menghubungkan harga minyak, volatilitas pasar saham, pelemahan rupee, risiko perang global, inflasi, dan ekonomi India, yang membentuk prospek investasi, pasar keuangan, dan lintasan pertumbuhan di masa depan.\n\nTetaplah mengikuti tren pasar saham India di tengah kekacauan global, harga minyak, dan tekanan rupee yang meningkat. Siapa yang menopang pasar India dan apa yang akan terjadi pada ekonomi India di masa depan? Saksikan Govindraj Ethiraj di The Core Report dengan wawasan dari Ambareesh Baliga dan Sourav Mitra.\n\n#PasarSahamIndia #HargaMinyak #Rupee #PasarGlobal #TheCoreReport #TheCore\n\nGabunglah dengan The Core Insider untuk mendapatkan akses ke keuntungan:\n   /   \n\nPara pendengar! Kami menunggu umpan balik Anda: https://tinyurl.com/TCR-Listener-Survey\n\nThe Core & The Core Report didukung iklan & GRATIS untuk semua pembaca & pendengar. Hubungi shiva untuk kebutuhan sponsor & studio merek.\n\nUntuk liputan selengkapn...", "post_id": "PY02ZjvPUIM"}}, {"key": "thecore_in", "attributes": {"label": "thecore_in", "x": 426.6239258330913, "y": 88.03308827776513, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 92.1929, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "PY02ZjvPUIM", "id": "thecore_in", "source": "youtube-000001", "content": "Siapa yang Menopang Pasar India di Tengah Kekacauan Global? | Govindraj Ethiraj | Laporan Inti\n\nPada Episode 825 dari The Core Report, jurnalis keuangan Govindraj Ethiraj berbicara dengan Sourav Mitra, Partner–Minyak & Gas di Grant Thornton Bharat serta Ambareesh Baliga, Pakar Pasar.\n\n____________________________________________\nBekerja Sama Dengan:\nPasar bergerak cepat.\nTetap unggul dengan InvestingPro—akses penuh Anda ke 300.000+ instrumen, alat profesional & peringatan waktu nyata.\nTanpa gangguan. Hanya intelijen pasar.\n\nInvestingPro—perkuat portofolio Anda.\n\nUnduh Sekarang: https://www.investing-referral.com/af...\n____________________________________________\nCATATAN ACARA\n(00:00) Berita hari ini\n(01:00) AS ingin mengendalikan Selat Hormuz secara militer, bahkan ketika kapal-kapal dari negara-negara yang bersahabat dengan Iran melewatinya\n(03:56) Bagaimana investor institusional India menyediakan dukungan di pasar\n(11:48) Indonesia mulai mengatur arus keluar dolar dalam langkah yang dapat ditiru di tempat lain\n(13:32) Bagaimana kondisi pasokan minyak dan gas India saat ini?\n(21:20) Wall Street semakin dekat untuk menghapus kewajiban pelaporan hasil triwulanan\n\nDaftar untuk acara kami “Siapa yang Membangun Masa Depan AI?”\n\nhttps://luma.com/x6oyyjiz\n\nPasar:\n\nKrisis arus kas melanda sektor bahan bakar India. Perusahaan minyak raksasa milik negara, Indian Oil (BPCL) dan HPCL, menuntut pembayaran di muka dari SPBU karena kerugian melonjak akibat harga minyak mentah yang tinggi di atas $100, melemahnya rupee, dan pembekuan harga bahan bakar. Para dealer di lebih dari 100.000 SPBU menghadapi tekanan kredit yang semakin besar karena mereka juga menjual secara kredit kepada pengangkut dan klien pemerintah, meningkatkan risiko gangguan pasokan bahan bakar yang lebih luas di India.\n\nRisiko guncangan minyak global meningkat seiring dengan meningkatnya perang di Timur Tengah. Serangan drone menghantam aset minyak UEA, kilang minyak ditutup, dan ketegangan di Selat Hormuz meningkat. Kekhawatiran konflik AS-Iran membuat harga minyak berfluktuasi di dekat $100, meningkatkan risiko inflasi dan tekanan ekonomi pada India dan Asia. Infrastruktur energi di seluruh wilayah tetap terancam, mendorong ketidakpastian di pasar global.\n\nPasar saham India menunjukkan ketahanan di tengah ketidakpastian. Nifty 50 (Sensex) pulih dengan pembelian berdasarkan nilai meskipun terjadi volatilitas di pasar global, harga minyak mentah, dan ketegangan geopolitik. Pakar pasar Ambareesh Baliga menyoroti kehati-hatian karena investor tetap terbagi antara harapan pemulihan jangka pendek dan risiko perang jangka panjang, kekhawatiran resesi, dan kekhawatiran perlambatan global.\n\nRupee dan Aturan Valuta Asing Indonesia:\n\nRupee mendekati titik terendah sepanjang masa di 92,37 terhadap dolar AS karena harga minyak melonjak dan permintaan dolar dari perusahaan meningkat. Dukungan yang dipimpin RBI menstabilkan mata uang, tetapi tekanan tetap ada karena meningkatnya biaya impor dan arus keluar modal. Indonesia memperketat aturan valuta asing untuk mengendalikan inflasi dan melindungi rupiah, yang menandakan kemungkinan kekhawatiran pengendalian modal di pasar negara berkembang termasuk India jika risiko global meningkat.\n\nPasokan Minyak dan Gas India:\n\nKrisis Selat Hormuz meningkatkan kekhawatiran keamanan energi India. Kapal tanker mengubah rute di dekat Iran karena risiko pasokan minyak mentah dan LPG meningkat. Pakar energi Sourav Mitra mengatakan kapal tanker besar dapat mengamankan pasokan gas selama beberapa hari jika pengiriman terus berlanjut dari Arab Saudi, tetapi risiko gangguan tetap tinggi jika ketegangan meningkat lebih lanjut.\n\nAkhir Laporan Triwulanan:\n\nPergeseran besar di pasar global karena SEC AS mungkin mengakhiri pelaporan pendapatan triwulanan wajib yang didukung oleh Donald Trump. Peralihan ke pelaporan opsional dapat memengaruhi transparansi, kepercayaan investor, tata kelola perusahaan, dan strategi jangka panjang di seluruh dunia. Pertanyaan kunci: apa yang harus dilakukan India selanjutnya jika norma pelaporan global berubah?\n\nKrisis ini menghubungkan harga minyak, volatilitas pasar saham, pelemahan rupee, risiko perang global, inflasi, dan ekonomi India, yang membentuk prospek investasi, pasar keuangan, dan lintasan pertumbuhan di masa depan.\n\nTetaplah mengikuti tren pasar saham India di tengah kekacauan global, harga minyak, dan tekanan rupee yang meningkat. Siapa yang menopang pasar India dan apa yang akan terjadi pada ekonomi India di masa depan? Saksikan Govindraj Ethiraj di The Core Report dengan wawasan dari Ambareesh Baliga dan Sourav Mitra.\n\n#PasarSahamIndia #HargaMinyak #Rupee #PasarGlobal #TheCoreReport #TheCore\n\nGabunglah dengan The Core Insider untuk mendapatkan akses ke keuntungan:\n   /   \n\nPara pendengar! Kami menunggu umpan balik Anda: https://tinyurl.com/TCR-Listener-Survey\n\nThe Core & The Core Report didukung iklan & GRATIS untuk semua pembaca & pendengar. Hubungi shiva untuk kebutuhan sponsor & studio merek.\n\nUntuk liputan selengkapn...", "post_id": "PY02ZjvPUIM"}}], "edges": [{"key": "bloombergtechnoz", "source": "bloombergtechnoz", "target": "bloombergtechnoz", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "onlytriv1", "source": "onlytriv1", "target": "cryptowaveid", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "cwcuttz", "source": "cwcuttz", "target": "CryptoWave", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "cwcuttz", "source": "cwcuttz", "target": "Gabriel", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "cwcuttz", "source": "cwcuttz", "target": "triv.co.id", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "info_tws", "source": "info_tws", "target": "tradewithsuli", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "@thecore_in", "source": "@thecore_in", "target": "thecore_in", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}]}