{"nodes": [{"key": "HandokoRio44681", "attributes": {"label": "HandokoRio44681", "x": 922.3310741633032, "y": 416.1662764978634, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 33.3208, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "2052162542022324294", "id": "HandokoRio44681", "source": "tweet-000004", "content": "Yg jelas ada yg mau exit tapi bingung siapa yang mau makan di harga premium. Ojol adalah justifkasi. Mana ada cerita negara ngurusin rakyat nya. Tax bakal digeber, bpjs naik, bbm naik. Story nya tetap sama rakyat kita bodoh gak bakal melawan.", "post_id": "2052162542022324294"}}, {"key": "TradingDiary2", "attributes": {"label": "TradingDiary2", "x": 353.2170974867918, "y": 582.924866096455, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 61.6435, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2052162542022324294", "id": "TradingDiary2", "source": "tweet-000004", "content": "Yg jelas ada yg mau exit tapi bingung siapa yang mau makan di harga premium. Ojol adalah justifkasi. Mana ada cerita negara ngurusin rakyat nya. Tax bakal digeber, bpjs naik, bbm naik. Story nya tetap sama rakyat kita bodoh gak bakal melawan.", "post_id": "2052162542022324294"}}, {"key": "Vanadis88624895", "attributes": {"label": "Vanadis88624895", "x": 253.30217819554025, "y": 66.5848780101963, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 33.3208, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "2039210114981445894", "id": "Vanadis88624895", "source": "tweet-000004", "content": "pusing ojol tarif goceng BBM naik", "post_id": "2039210114981445894"}}, {"key": "LambeSahamjja", "attributes": {"label": "LambeSahamjja", "x": 650.7966328962661, "y": 348.3440487486623, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 61.6435, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2039210114981445894", "id": "LambeSahamjja", "source": "tweet-000004", "content": "pusing ojol tarif goceng BBM naik", "post_id": "2039210114981445894"}}, {"key": "raykairi", "attributes": {"label": "raykairi", "x": 773.3611546658345, "y": 114.02438598612986, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 33.3208, "eigenvector": 125.0, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "2045383937435033620", "id": "raykairi", "source": "tweet-000004", "content": "Ojol kenapa bisa ikut naik bang? \nKan ojol yg atur harga aplikator dan ojol mana yg make BBM non subsidi?", "post_id": "2045383937435033620"}}, {"key": "galihiyahiya", "attributes": {"label": "galihiyahiya", "x": 404.2868894583732, "y": 623.7553561643606, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 47.4822, "eigenvector": 125.0, "in_degree": 1, "out_degree": 1, "degree": 2}, "_id": "2045383937435033620", "id": "galihiyahiya", "source": "tweet-000004", "content": "Ojol kenapa bisa ikut naik bang? \nKan ojol yg atur harga aplikator dan ojol mana yg make BBM non subsidi?", "post_id": "2045383937435033620"}}, {"key": "MiskinTV_", "attributes": {"label": "MiskinTV_", "x": 846.8325524075614, "y": 903.3151579116043, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 87.8421, "eigenvector": 125.0, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "2045383937435033620", "id": "MiskinTV_", "source": "tweet-000004", "content": "Ojol kenapa bisa ikut naik bang? \nKan ojol yg atur harga aplikator dan ojol mana yg make BBM non subsidi?", "post_id": "2045383937435033620"}}, {"key": "streetlawyers85", "attributes": {"label": "streetlawyers85", "x": 439.296679182236, "y": 49.8207640209577, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 33.3208, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "2041362147238986050", "id": "streetlawyers85", "source": "tweet-000004", "content": "Aneh, kalau ada orang yg protes justru krn BBM tidak naik. \nKalau BBM naik, rakyat susah, tarif ojol naik ke penumpang sepi, demo negara rusuh.\nApa itu yg diharapkan, supaya bisa jatuhkan presiden & wapres, kemudian mereka mau berkuasa. Gila!!", "post_id": "2041362147238986050"}}, {"key": "zy_zy_lestary", "attributes": {"label": "zy_zy_lestary", "x": 250.14226683959862, "y": 991.252515497318, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 61.6435, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2041362147238986050", "id": "zy_zy_lestary", "source": "tweet-000004", "content": "Aneh, kalau ada orang yg protes justru krn BBM tidak naik. \nKalau BBM naik, rakyat susah, tarif ojol naik ke penumpang sepi, demo negara rusuh.\nApa itu yg diharapkan, supaya bisa jatuhkan presiden & wapres, kemudian mereka mau berkuasa. Gila!!", "post_id": "2041362147238986050"}}, {"key": "fransiscus1942", "attributes": {"label": "fransiscus1942", "x": 992.6578456663963, "y": 189.59443259858887, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 33.3208, "eigenvector": 0.0001, "in_degree": 0, "out_degree": 3, "degree": 3}, "_id": "2041940698598146339", "id": "fransiscus1942", "source": "tweet-000004", "content": "coba gali lagi semisal BBM naek. harga ojol, angkutan, sembako, serba naik. kira kira kalo udah semua naik begini ttp siapa yang lu salahin?", "post_id": "2041940698598146339"}}, {"key": "stilljester", "attributes": {"label": "stilljester", "x": 732.1346756478964, "y": 714.5073808456824, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 42.7617, "eigenvector": 0.0001, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2041940698598146339", "id": "stilljester", "source": "tweet-000004", "content": "coba gali lagi semisal BBM naek. harga ojol, angkutan, sembako, serba naik. kira kira kalo udah semua naik begini ttp siapa yang lu salahin?", "post_id": "2041940698598146339"}}, {"key": "trio_no28", "attributes": {"label": "trio_no28", "x": 858.0410203676704, "y": 880.4833799768434, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 42.7617, "eigenvector": 0.0001, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2041940698598146339", "id": "trio_no28", "source": "tweet-000004", "content": "coba gali lagi semisal BBM naek. harga ojol, angkutan, sembako, serba naik. kira kira kalo udah semua naik begini ttp siapa yang lu salahin?", "post_id": "2041940698598146339"}}, {"key": "b0nnysidharta", "attributes": {"label": "b0nnysidharta", "x": 600.4355210185644, "y": 419.44090375949907, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 42.7617, "eigenvector": 0.0001, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2041940698598146339", "id": "b0nnysidharta", "source": "tweet-000004", "content": "coba gali lagi semisal BBM naek. harga ojol, angkutan, sembako, serba naik. kira kira kalo udah semua naik begini ttp siapa yang lu salahin?", "post_id": "2041940698598146339"}}, {"key": "infobandaacehs", "attributes": {"label": "infobandaacehs", "x": 145.02203366692314, "y": 588.571284699429, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 33.3208, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "3879374610735660010_42334834552", "id": "infobandaacehs", "source": "instagram-000001", "content": "* Warga Harus Hitung Ulang Pengeluaran Harian\n\nKenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi ditengah bulan memicu reaksi beragam dari para pengguna kendaraan.\n\nPenyesuaian harga yang dilakukan oleh PT Pertamina (Persero) terhadap sejumlah produk seperti Pertamax Turbo, Dexlite, dan Pertamina Dex membuat sebagian pengendara harus memutar otak mengatur pengeluaran.\n\nBahkan, para pengendara merasa kaget dengan adanya kenaikan harga BBM nonsubsidi tersebut.\n\nDi sisi lain, harga Pertamax dan Pertalite tidak mengalami perubahan, harganya tetap sama.\n\nSeorang pengendara, Rizki (25), mengaku terkejut setelah mengetahui kabar kenaikan tersebut dari informasi yang beredar.\n\n“Tadi saya baca berita. Waduh, saya ngelus dada juga BBM naik. Saya pakai Pertamax Turbo,” tutur Rizki saat ditemui di Petamburan, Jakarta Pusat, Sabtu (18/4/2026).\n\nIa memperkirakan, biaya bahan bakar hariannya akan meningkat cukup signifikan.\n\n“Biasanya saya sehari beli itu pas belum naik Rp 80.000 untuk motor ini. Kalau naik nanti bisa Rp 90.000 atau mendekati Rp 100.000 sehari,” imbuh dia.\n\nRizki memilih BBM nonsubsidi karena mempertimbangkan performa kendaraan.\n\nMenurutnya, Pertamax Turbo lebih nyaman untuk mesin, terlebih ia juga bekerja sampingan sebagai pengemudi ojek online.\n\n“Saya juga sampingan ojek online kan, jadi biar lancar mesinnya. Kalau naik begini, semoga tarif ojol naik juga,” tutur Rizki.\n\nUntuk menutup kenaikan biaya, ia berencana menambah jam kerja. Jika biasanya mulai menarik penumpang pukul 16.00 WIB hingga 21.00 WIB, kini ia mempertimbangkan untuk memperpanjang waktu hingga pukul 23.00 WIB.\n\nMenyesal Tak Isi Tangki Penuh\n\nPengendara lain, Ihsan (28), mengaku menyesal tidak mengisi penuh bahan bakar sebelum harga baru berlaku.\n\nSelengkapnya di kompas.com\n\nAqiqah/Qurban Praktis Terjangkau :  \n\n#infobandaaceh #aceh", "post_id": "3879374610735660010_42334834552"}}, {"key": "ingin_jaya_qurban_aceh", "attributes": {"label": "ingin_jaya_qurban_aceh", "x": 24.610503821359764, "y": 466.778749685449, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 61.6435, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "3879374610735660010_42334834552", "id": "ingin_jaya_qurban_aceh", "source": "instagram-000001", "content": "* Warga Harus Hitung Ulang Pengeluaran Harian\n\nKenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi ditengah bulan memicu reaksi beragam dari para pengguna kendaraan.\n\nPenyesuaian harga yang dilakukan oleh PT Pertamina (Persero) terhadap sejumlah produk seperti Pertamax Turbo, Dexlite, dan Pertamina Dex membuat sebagian pengendara harus memutar otak mengatur pengeluaran.\n\nBahkan, para pengendara merasa kaget dengan adanya kenaikan harga BBM nonsubsidi tersebut.\n\nDi sisi lain, harga Pertamax dan Pertalite tidak mengalami perubahan, harganya tetap sama.\n\nSeorang pengendara, Rizki (25), mengaku terkejut setelah mengetahui kabar kenaikan tersebut dari informasi yang beredar.\n\n“Tadi saya baca berita. Waduh, saya ngelus dada juga BBM naik. Saya pakai Pertamax Turbo,” tutur Rizki saat ditemui di Petamburan, Jakarta Pusat, Sabtu (18/4/2026).\n\nIa memperkirakan, biaya bahan bakar hariannya akan meningkat cukup signifikan.\n\n“Biasanya saya sehari beli itu pas belum naik Rp 80.000 untuk motor ini. Kalau naik nanti bisa Rp 90.000 atau mendekati Rp 100.000 sehari,” imbuh dia.\n\nRizki memilih BBM nonsubsidi karena mempertimbangkan performa kendaraan.\n\nMenurutnya, Pertamax Turbo lebih nyaman untuk mesin, terlebih ia juga bekerja sampingan sebagai pengemudi ojek online.\n\n“Saya juga sampingan ojek online kan, jadi biar lancar mesinnya. Kalau naik begini, semoga tarif ojol naik juga,” tutur Rizki.\n\nUntuk menutup kenaikan biaya, ia berencana menambah jam kerja. Jika biasanya mulai menarik penumpang pukul 16.00 WIB hingga 21.00 WIB, kini ia mempertimbangkan untuk memperpanjang waktu hingga pukul 23.00 WIB.\n\nMenyesal Tak Isi Tangki Penuh\n\nPengendara lain, Ihsan (28), mengaku menyesal tidak mengisi penuh bahan bakar sebelum harga baru berlaku.\n\nSelengkapnya di kompas.com\n\nAqiqah/Qurban Praktis Terjangkau :  \n\n#infobandaaceh #aceh", "post_id": "3879374610735660010_42334834552"}}, {"key": "beritapojoklamongan_official", "attributes": {"label": "beritapojoklamongan_official", "x": 382.97322425588976, "y": 915.2422778744508, "size": 15.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 33.3208, "eigenvector": 125.0, "in_degree": 0, "out_degree": 4, "degree": 4}, "_id": "3864823164203794418_1486327838", "id": "beritapojoklamongan_official", "source": "instagram-000001", "content": "BANDUNG - Jagat maya dihebohkan dengan isu kenaikan bahan bak4r minyak (BBM) yang diprediksi dilakukan pada Rabu, 1 April 2026. Meski belum ada kejelasan resmi, sejumlah warga mulai mendatangi stasiun pengisian bahan bak4r umum (SPBU), khususnya pengguna BBM jenis Pertamax.\n\nPantauan di SPBU Jalan Raya Jatinangor, Kabupaten Sumedang, tidak terlihat kepadatan berarti. Antrean pengisian Pertalite terpantau normal, demikian pula dengan Pertamax.\n\nSalah seorang warga, Muzaqi, mengaku memilih mengisi penuh tangki sepeda motornya dengan Pertamax.\n\n\"Saya isi penuh,\" ujar Muzaqi kepada detikJabar usai mengisi BBM, Selasa (31/3/2026).\n\nIa mengaku mengetahui isu kenaikan BBM nonsubsidi, namun masih menunggu pengumuman resmi dari pemerintah.\n\n\"Ya tahu, tapi belum ada pengumuman resmi. Kita tunggu saja bagaimana hasilnya. Saya isi penuh sekarang, khawatir besok benar naik,\" katanya.\n\nMuzaqi memahami potensi kenaikan harga BBM dipengaruhi kondisi global, termasuk konflik di Timur Tengah. Ia berharap harga Pertamax tetap terjangkau.\n\n\"Saya sudah lama pakai Pertamax, semoga harganya tetap bersahabat. Kalau harus beralih ke Pertalite, saya harus pikir-pikir lagi,\" ujarnya.\n\nHal serupa disampaikan Riyadi (42), pengemudi ojek online (ojol) yang beroperasi di sekitar kampus Universitas Padjadjaran (Unpad) Jatinangor. Ia mengaku khawatir jika BBM subsidi ikut mengalami kenaikan.\n\n\"Kalau Pertamax naik mungkin tidak terlalu masalah, tapi kalau Pertalite ikut naik, itu yang berat,\" kata warga Cileunyi tersebut.\n\nRiyadi berharap pemerintah mempertimbangkan kondisi masyarakat kecil sebelum mengambil keputusan.\n\n\"Harapannya Pertalite tetap di kisaran Rp10.000 per liter. Kalau naik, sementara penghasilan tetap, tentu berat bagi kami para ojol,\" ujarnya.(wip/yum)\n\nSumber : detik.com\n_\nPARTNERSHIP :\n\n\n\n\n••••••••••••••••••••\n🔵 Instagram : beritapojoklamongan_official\n🔵 Fanpage : beritapojoklamongan\n🔵 Tiktok : beritapojoklamongan\n🔵 Facebook : Berita Pojok Lamongan(BPL)\n\n#pertamax #pertalite #kenaikanbbm #beritapojoklamongan #bplnews", "post_id": "3864823164203794418_1486327838"}}, {"key": "lazuqlamongan", "attributes": {"label": "lazuqlamongan", "x": 330.5134205928495, "y": 986.205923632081, "size": 15.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 40.4015, "eigenvector": 125.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "3864823164203794418_1486327838", "id": "lazuqlamongan", "source": "instagram-000001", "content": "BANDUNG - Jagat maya dihebohkan dengan isu kenaikan bahan bak4r minyak (BBM) yang diprediksi dilakukan pada Rabu, 1 April 2026. Meski belum ada kejelasan resmi, sejumlah warga mulai mendatangi stasiun pengisian bahan bak4r umum (SPBU), khususnya pengguna BBM jenis Pertamax.\n\nPantauan di SPBU Jalan Raya Jatinangor, Kabupaten Sumedang, tidak terlihat kepadatan berarti. Antrean pengisian Pertalite terpantau normal, demikian pula dengan Pertamax.\n\nSalah seorang warga, Muzaqi, mengaku memilih mengisi penuh tangki sepeda motornya dengan Pertamax.\n\n\"Saya isi penuh,\" ujar Muzaqi kepada detikJabar usai mengisi BBM, Selasa (31/3/2026).\n\nIa mengaku mengetahui isu kenaikan BBM nonsubsidi, namun masih menunggu pengumuman resmi dari pemerintah.\n\n\"Ya tahu, tapi belum ada pengumuman resmi. Kita tunggu saja bagaimana hasilnya. Saya isi penuh sekarang, khawatir besok benar naik,\" katanya.\n\nMuzaqi memahami potensi kenaikan harga BBM dipengaruhi kondisi global, termasuk konflik di Timur Tengah. Ia berharap harga Pertamax tetap terjangkau.\n\n\"Saya sudah lama pakai Pertamax, semoga harganya tetap bersahabat. Kalau harus beralih ke Pertalite, saya harus pikir-pikir lagi,\" ujarnya.\n\nHal serupa disampaikan Riyadi (42), pengemudi ojek online (ojol) yang beroperasi di sekitar kampus Universitas Padjadjaran (Unpad) Jatinangor. Ia mengaku khawatir jika BBM subsidi ikut mengalami kenaikan.\n\n\"Kalau Pertamax naik mungkin tidak terlalu masalah, tapi kalau Pertalite ikut naik, itu yang berat,\" kata warga Cileunyi tersebut.\n\nRiyadi berharap pemerintah mempertimbangkan kondisi masyarakat kecil sebelum mengambil keputusan.\n\n\"Harapannya Pertalite tetap di kisaran Rp10.000 per liter. Kalau naik, sementara penghasilan tetap, tentu berat bagi kami para ojol,\" ujarnya.(wip/yum)\n\nSumber : detik.com\n_\nPARTNERSHIP :\n\n\n\n\n••••••••••••••••••••\n🔵 Instagram : beritapojoklamongan_official\n🔵 Fanpage : beritapojoklamongan\n🔵 Tiktok : beritapojoklamongan\n🔵 Facebook : Berita Pojok Lamongan(BPL)\n\n#pertamax #pertalite #kenaikanbbm #beritapojoklamongan #bplnews", "post_id": "3864823164203794418_1486327838"}}, {"key": "purnomopolisibaik", "attributes": {"label": "purnomopolisibaik", "x": 413.45440279607413, "y": 901.0440990610153, "size": 15.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 40.4015, "eigenvector": 125.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "3864823164203794418_1486327838", "id": "purnomopolisibaik", "source": "instagram-000001", "content": "BANDUNG - Jagat maya dihebohkan dengan isu kenaikan bahan bak4r minyak (BBM) yang diprediksi dilakukan pada Rabu, 1 April 2026. Meski belum ada kejelasan resmi, sejumlah warga mulai mendatangi stasiun pengisian bahan bak4r umum (SPBU), khususnya pengguna BBM jenis Pertamax.\n\nPantauan di SPBU Jalan Raya Jatinangor, Kabupaten Sumedang, tidak terlihat kepadatan berarti. Antrean pengisian Pertalite terpantau normal, demikian pula dengan Pertamax.\n\nSalah seorang warga, Muzaqi, mengaku memilih mengisi penuh tangki sepeda motornya dengan Pertamax.\n\n\"Saya isi penuh,\" ujar Muzaqi kepada detikJabar usai mengisi BBM, Selasa (31/3/2026).\n\nIa mengaku mengetahui isu kenaikan BBM nonsubsidi, namun masih menunggu pengumuman resmi dari pemerintah.\n\n\"Ya tahu, tapi belum ada pengumuman resmi. Kita tunggu saja bagaimana hasilnya. Saya isi penuh sekarang, khawatir besok benar naik,\" katanya.\n\nMuzaqi memahami potensi kenaikan harga BBM dipengaruhi kondisi global, termasuk konflik di Timur Tengah. Ia berharap harga Pertamax tetap terjangkau.\n\n\"Saya sudah lama pakai Pertamax, semoga harganya tetap bersahabat. Kalau harus beralih ke Pertalite, saya harus pikir-pikir lagi,\" ujarnya.\n\nHal serupa disampaikan Riyadi (42), pengemudi ojek online (ojol) yang beroperasi di sekitar kampus Universitas Padjadjaran (Unpad) Jatinangor. Ia mengaku khawatir jika BBM subsidi ikut mengalami kenaikan.\n\n\"Kalau Pertamax naik mungkin tidak terlalu masalah, tapi kalau Pertalite ikut naik, itu yang berat,\" kata warga Cileunyi tersebut.\n\nRiyadi berharap pemerintah mempertimbangkan kondisi masyarakat kecil sebelum mengambil keputusan.\n\n\"Harapannya Pertalite tetap di kisaran Rp10.000 per liter. Kalau naik, sementara penghasilan tetap, tentu berat bagi kami para ojol,\" ujarnya.(wip/yum)\n\nSumber : detik.com\n_\nPARTNERSHIP :\n\n\n\n\n••••••••••••••••••••\n🔵 Instagram : beritapojoklamongan_official\n🔵 Fanpage : beritapojoklamongan\n🔵 Tiktok : beritapojoklamongan\n🔵 Facebook : Berita Pojok Lamongan(BPL)\n\n#pertamax #pertalite #kenaikanbbm #beritapojoklamongan #bplnews", "post_id": "3864823164203794418_1486327838"}}, {"key": "sining_konsultan", "attributes": {"label": "sining_konsultan", "x": 673.3277871720742, "y": 75.1434876881527, "size": 15.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 40.4015, "eigenvector": 125.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "3864823164203794418_1486327838", "id": "sining_konsultan", "source": "instagram-000001", "content": "BANDUNG - Jagat maya dihebohkan dengan isu kenaikan bahan bak4r minyak (BBM) yang diprediksi dilakukan pada Rabu, 1 April 2026. Meski belum ada kejelasan resmi, sejumlah warga mulai mendatangi stasiun pengisian bahan bak4r umum (SPBU), khususnya pengguna BBM jenis Pertamax.\n\nPantauan di SPBU Jalan Raya Jatinangor, Kabupaten Sumedang, tidak terlihat kepadatan berarti. Antrean pengisian Pertalite terpantau normal, demikian pula dengan Pertamax.\n\nSalah seorang warga, Muzaqi, mengaku memilih mengisi penuh tangki sepeda motornya dengan Pertamax.\n\n\"Saya isi penuh,\" ujar Muzaqi kepada detikJabar usai mengisi BBM, Selasa (31/3/2026).\n\nIa mengaku mengetahui isu kenaikan BBM nonsubsidi, namun masih menunggu pengumuman resmi dari pemerintah.\n\n\"Ya tahu, tapi belum ada pengumuman resmi. Kita tunggu saja bagaimana hasilnya. Saya isi penuh sekarang, khawatir besok benar naik,\" katanya.\n\nMuzaqi memahami potensi kenaikan harga BBM dipengaruhi kondisi global, termasuk konflik di Timur Tengah. Ia berharap harga Pertamax tetap terjangkau.\n\n\"Saya sudah lama pakai Pertamax, semoga harganya tetap bersahabat. Kalau harus beralih ke Pertalite, saya harus pikir-pikir lagi,\" ujarnya.\n\nHal serupa disampaikan Riyadi (42), pengemudi ojek online (ojol) yang beroperasi di sekitar kampus Universitas Padjadjaran (Unpad) Jatinangor. Ia mengaku khawatir jika BBM subsidi ikut mengalami kenaikan.\n\n\"Kalau Pertamax naik mungkin tidak terlalu masalah, tapi kalau Pertalite ikut naik, itu yang berat,\" kata warga Cileunyi tersebut.\n\nRiyadi berharap pemerintah mempertimbangkan kondisi masyarakat kecil sebelum mengambil keputusan.\n\n\"Harapannya Pertalite tetap di kisaran Rp10.000 per liter. Kalau naik, sementara penghasilan tetap, tentu berat bagi kami para ojol,\" ujarnya.(wip/yum)\n\nSumber : detik.com\n_\nPARTNERSHIP :\n\n\n\n\n••••••••••••••••••••\n🔵 Instagram : beritapojoklamongan_official\n🔵 Fanpage : beritapojoklamongan\n🔵 Tiktok : beritapojoklamongan\n🔵 Facebook : Berita Pojok Lamongan(BPL)\n\n#pertamax #pertalite #kenaikanbbm #beritapojoklamongan #bplnews", "post_id": "3864823164203794418_1486327838"}}, {"key": "grandzamzamresidence_lamongan", "attributes": {"label": "grandzamzamresidence_lamongan", "x": 170.96530390166842, "y": 607.6768381314364, "size": 15.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 40.4015, "eigenvector": 125.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "3864823164203794418_1486327838", "id": "grandzamzamresidence_lamongan", "source": "instagram-000001", "content": "BANDUNG - Jagat maya dihebohkan dengan isu kenaikan bahan bak4r minyak (BBM) yang diprediksi dilakukan pada Rabu, 1 April 2026. Meski belum ada kejelasan resmi, sejumlah warga mulai mendatangi stasiun pengisian bahan bak4r umum (SPBU), khususnya pengguna BBM jenis Pertamax.\n\nPantauan di SPBU Jalan Raya Jatinangor, Kabupaten Sumedang, tidak terlihat kepadatan berarti. Antrean pengisian Pertalite terpantau normal, demikian pula dengan Pertamax.\n\nSalah seorang warga, Muzaqi, mengaku memilih mengisi penuh tangki sepeda motornya dengan Pertamax.\n\n\"Saya isi penuh,\" ujar Muzaqi kepada detikJabar usai mengisi BBM, Selasa (31/3/2026).\n\nIa mengaku mengetahui isu kenaikan BBM nonsubsidi, namun masih menunggu pengumuman resmi dari pemerintah.\n\n\"Ya tahu, tapi belum ada pengumuman resmi. Kita tunggu saja bagaimana hasilnya. Saya isi penuh sekarang, khawatir besok benar naik,\" katanya.\n\nMuzaqi memahami potensi kenaikan harga BBM dipengaruhi kondisi global, termasuk konflik di Timur Tengah. Ia berharap harga Pertamax tetap terjangkau.\n\n\"Saya sudah lama pakai Pertamax, semoga harganya tetap bersahabat. Kalau harus beralih ke Pertalite, saya harus pikir-pikir lagi,\" ujarnya.\n\nHal serupa disampaikan Riyadi (42), pengemudi ojek online (ojol) yang beroperasi di sekitar kampus Universitas Padjadjaran (Unpad) Jatinangor. Ia mengaku khawatir jika BBM subsidi ikut mengalami kenaikan.\n\n\"Kalau Pertamax naik mungkin tidak terlalu masalah, tapi kalau Pertalite ikut naik, itu yang berat,\" kata warga Cileunyi tersebut.\n\nRiyadi berharap pemerintah mempertimbangkan kondisi masyarakat kecil sebelum mengambil keputusan.\n\n\"Harapannya Pertalite tetap di kisaran Rp10.000 per liter. Kalau naik, sementara penghasilan tetap, tentu berat bagi kami para ojol,\" ujarnya.(wip/yum)\n\nSumber : detik.com\n_\nPARTNERSHIP :\n\n\n\n\n••••••••••••••••••••\n🔵 Instagram : beritapojoklamongan_official\n🔵 Fanpage : beritapojoklamongan\n🔵 Tiktok : beritapojoklamongan\n🔵 Facebook : Berita Pojok Lamongan(BPL)\n\n#pertamax #pertalite #kenaikanbbm #beritapojoklamongan #bplnews", "post_id": "3864823164203794418_1486327838"}}, {"key": "@Lagi_Rame-n8i", "attributes": {"label": "@Lagi_Rame-n8i", "x": 474.1072442559664, "y": 876.0704383890799, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 33.3208, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "g4TyUSE3-Ls", "id": "@Lagi_Rame-n8i", "source": "youtube-000001", "content": "BBM NAIK GILA! Pertamax Turbo Rp19.400 – Rakyat Kena Getahnya? 🔥\n\nBBM nonsubsidi naik gila hari ini bro! Pertamax Turbo loncat dari Rp13.100 jadi Rp19.400 (naik Rp6.300). Dexlite & Pertamina Dex ikut naik sampai Rp9.400.\n\nMeski ojol & angkot mostly pakai Pertalite & Biosolar, tetap kena getahnya berat. Banyak driver harian & angkot pakai Dexlite karena lebih bersih & kuota Biosolar terbatas. Sementara ojol terdampak domino: orang kaya beralih ke Pertalite, kuota subsidi cepat habis, antrian panjang, dan kadang terpaksa beli nonsubsidi. Hasilnya? Biaya operasional naik, orderan bisa turun, pendapatan bersih makin tipis. Rakyat kecil lagi-lagi yang susah.\n\nTips Praktis:\n(a) Cek harga resmi di aplikasi MyPertamina setiap hari.\n(b) Hemat BBM: servis rutin, hindari macet, pakai ojek bersama.\n(c) Laporkan SPBU nakal ke Pertamina Call Center 135.\n(d) Pantau update subsidi BBM, jangan sampai kena imbas Hormuz.\n(e) Share video ini biar semakin banyak yang sadar.\n\nSumber Berita Resmi:\n(1) Pengumuman resmi Pertamina per 18 April 2026\n(2) Kompas.com & Detik.com (update harga BBM nonsubsidi)\n(3) BPS & Kementerian ESDM (dampak inflasi)\n\n#BBMNonsubsidi #BBMNaik #HargaBBM #PertamaxTurbo #RakyatKecil #EkonomiLesu #Viral #FYP #", "post_id": "g4TyUSE3-Ls"}}, {"key": "Lagi_Rame", "attributes": {"label": "Lagi_Rame", "x": 628.2778409296676, "y": 141.11022954012108, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 61.6435, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "g4TyUSE3-Ls", "id": "Lagi_Rame", "source": "youtube-000001", "content": "BBM NAIK GILA! Pertamax Turbo Rp19.400 – Rakyat Kena Getahnya? 🔥\n\nBBM nonsubsidi naik gila hari ini bro! Pertamax Turbo loncat dari Rp13.100 jadi Rp19.400 (naik Rp6.300). Dexlite & Pertamina Dex ikut naik sampai Rp9.400.\n\nMeski ojol & angkot mostly pakai Pertalite & Biosolar, tetap kena getahnya berat. Banyak driver harian & angkot pakai Dexlite karena lebih bersih & kuota Biosolar terbatas. Sementara ojol terdampak domino: orang kaya beralih ke Pertalite, kuota subsidi cepat habis, antrian panjang, dan kadang terpaksa beli nonsubsidi. Hasilnya? Biaya operasional naik, orderan bisa turun, pendapatan bersih makin tipis. Rakyat kecil lagi-lagi yang susah.\n\nTips Praktis:\n(a) Cek harga resmi di aplikasi MyPertamina setiap hari.\n(b) Hemat BBM: servis rutin, hindari macet, pakai ojek bersama.\n(c) Laporkan SPBU nakal ke Pertamina Call Center 135.\n(d) Pantau update subsidi BBM, jangan sampai kena imbas Hormuz.\n(e) Share video ini biar semakin banyak yang sadar.\n\nSumber Berita Resmi:\n(1) Pengumuman resmi Pertamina per 18 April 2026\n(2) Kompas.com & Detik.com (update harga BBM nonsubsidi)\n(3) BPS & Kementerian ESDM (dampak inflasi)\n\n#BBMNonsubsidi #BBMNaik #HargaBBM #PertamaxTurbo #RakyatKecil #EkonomiLesu #Viral #FYP #", "post_id": "g4TyUSE3-Ls"}}], "edges": [{"key": "HandokoRio44681", "source": "HandokoRio44681", "target": "TradingDiary2", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "Vanadis88624895", "source": "Vanadis88624895", "target": "LambeSahamjja", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "raykairi", "source": "raykairi", "target": "galihiyahiya", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "raykairi", "source": "raykairi", "target": "MiskinTV_", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "streetlawyers85", "source": "streetlawyers85", "target": "zy_zy_lestary", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "fransiscus1942", "source": "fransiscus1942", "target": "stilljester", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "fransiscus1942", "source": "fransiscus1942", "target": "trio_no28", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "fransiscus1942", "source": "fransiscus1942", "target": "b0nnysidharta", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "galihiyahiya", "source": "galihiyahiya", "target": "MiskinTV_", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "infobandaacehs", "source": "infobandaacehs", "target": "ingin_jaya_qurban_aceh", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "beritapojoklamongan_official", "source": "beritapojoklamongan_official", "target": "lazuqlamongan", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "beritapojoklamongan_official", "source": "beritapojoklamongan_official", "target": "purnomopolisibaik", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "beritapojoklamongan_official", "source": "beritapojoklamongan_official", "target": "sining_konsultan", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "beritapojoklamongan_official", "source": "beritapojoklamongan_official", "target": "grandzamzamresidence_lamongan", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "@Lagi_Rame-n8i", "source": "@Lagi_Rame-n8i", "target": "Lagi_Rame", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}]}