{"nodes": [{"key": "pajaksukadana", "attributes": {"label": "pajaksukadana", "x": 526.7469921498888, "y": 312.7748117367495, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["retweet-000002"], "scores": {"pagerank": 7.5188, "eigenvector": 0.0016, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "2048701083569332269", "id": "pajaksukadana", "source": "retweet-000002", "content": "#SobatRupiah, di tengah meningkatnya ketidakpastian global, Bank Indonesia terus berkomitmen menjaga stabilitas nilai t…", "post_id": "2048701083569332269"}}, {"key": "bank_indonesia", "attributes": {"label": "bank_indonesia", "x": 614.438095390421, "y": 150.90460352271086, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["retweet-000002"], "scores": {"pagerank": 20.3007, "eigenvector": 0.0045, "in_degree": 6, "out_degree": 2, "degree": 8}, "_id": "2048701083569332269", "id": "bank_indonesia", "source": "retweet-000002", "content": "#SobatRupiah, di tengah meningkatnya ketidakpastian global, Bank Indonesia terus berkomitmen menjaga stabilitas nilai t…", "post_id": "2048701083569332269"}}, {"key": "versmarch", "attributes": {"label": "versmarch", "x": 469.81320655891346, "y": 994.8967545831521, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["retweet-000002"], "scores": {"pagerank": 7.5188, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "2046919721451442371", "id": "versmarch", "source": "retweet-000002", "content": "Bank Indonesia perlu menahan BI Rate di 4,75%, utamakan stabilitas eksternal ‼️\n\nMeski inflasi melambat (3,48%), resiko glob…", "post_id": "2046919721451442371"}}, {"key": "LPEMFEBUI", "attributes": {"label": "LPEMFEBUI", "x": 719.3075171343161, "y": 188.7385345004542, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["retweet-000002"], "scores": {"pagerank": 13.9097, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 4, "out_degree": 0, "degree": 4}, "_id": "2046919721451442371", "id": "LPEMFEBUI", "source": "retweet-000002", "content": "Bank Indonesia perlu menahan BI Rate di 4,75%, utamakan stabilitas eksternal ‼️\n\nMeski inflasi melambat (3,48%), resiko glob…", "post_id": "2046919721451442371"}}, {"key": "zetsupth", "attributes": {"label": "zetsupth", "x": 481.30300269027913, "y": 584.0625119497973, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["retweet-000002"], "scores": {"pagerank": 7.5188, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "2046908586245402769", "id": "zetsupth", "source": "retweet-000002", "content": "Bank Indonesia perlu menahan BI Rate di 4,75%, utamakan stabilitas eksternal ‼️\n\nMeski inflasi melambat (3,48%), resiko glob…", "post_id": "2046908586245402769"}}, {"key": "PeriRiduan", "attributes": {"label": "PeriRiduan", "x": 895.74078947495, "y": 212.2027467571096, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["retweet-000002"], "scores": {"pagerank": 7.5188, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "2050250047024193843", "id": "PeriRiduan", "source": "retweet-000002", "content": "Baca selengkapnya 👇\nhttps://t.co/tGfda8vGh4\n\nMenteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa optimistis arah pertumbuhan ekonomi Indon…", "post_id": "2050250047024193843"}}, {"key": "kompascom", "attributes": {"label": "kompascom", "x": 409.36335396562697, "y": 487.48317591537307, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["retweet-000002"], "scores": {"pagerank": 29.8871, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 14, "out_degree": 0, "degree": 14}, "_id": "2050250047024193843", "id": "kompascom", "source": "retweet-000002", "content": "Baca selengkapnya 👇\nhttps://t.co/tGfda8vGh4\n\nMenteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa optimistis arah pertumbuhan ekonomi Indon…", "post_id": "2050250047024193843"}}, {"key": "Ikademan_Yong", "attributes": {"label": "Ikademan_Yong", "x": 498.80622812120276, "y": 656.1267357977331, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["retweet-000002"], "scores": {"pagerank": 7.5188, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "2050241997529862190", "id": "Ikademan_Yong", "source": "retweet-000002", "content": "Baca selengkapnya 👇\nhttps://t.co/tGfda8vGh4\n\nMenteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa optimistis arah pertumbuhan ekonomi Indon…", "post_id": "2050241997529862190"}}, {"key": "Qurestn", "attributes": {"label": "Qurestn", "x": 199.25327561378293, "y": 374.81741961871495, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["retweet-000002"], "scores": {"pagerank": 7.5188, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "2050244353013231654", "id": "Qurestn", "source": "retweet-000002", "content": "Purbaya Sebut Pertumbuhan Ekonomi ke 8 Persen Sudah Terlihat\n\n~LL\n\nKlik untuk baca: https://t.co/MzNzlhTyhG", "post_id": "2050244353013231654"}}, {"key": "adi_sujarw84026", "attributes": {"label": "adi_sujarw84026", "x": 741.322949674621, "y": 409.4277346781465, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["retweet-000002"], "scores": {"pagerank": 7.5188, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "2047567486510567561", "id": "adi_sujarw84026", "source": "retweet-000002", "content": "Purbaya: Pemerintah Masuk Mode \"Survival\" demi Jaga Pertumbuhan Tinggi dan Daya Beli\n\nBaca di: https://t.co/IjaKCKVjN0 https…", "post_id": "2047567486510567561"}}, {"key": "Yoe_lairsan", "attributes": {"label": "Yoe_lairsan", "x": 661.8180328362736, "y": 52.288800785408874, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["retweet-000002"], "scores": {"pagerank": 7.5188, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "2047691740631736588", "id": "Yoe_lairsan", "source": "retweet-000002", "content": "Purbaya: Pemerintah Masuk Mode \"Survival\" demi Jaga Pertumbuhan Tinggi dan Daya Beli\n\nBaca di: https://t.co/IjaKCKVjN0 https…", "post_id": "2047691740631736588"}}, {"key": "RAlbertus", "attributes": {"label": "RAlbertus", "x": 673.965476289798, "y": 581.2145109852702, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["retweet-000002"], "scores": {"pagerank": 7.5188, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "2047691788471947671", "id": "RAlbertus", "source": "retweet-000002", "content": "Purbaya: Pemerintah Masuk Mode \"Survival\" demi Jaga Pertumbuhan Tinggi dan Daya Beli\n\nBaca di: https://t.co/IjaKCKVjN0 https…", "post_id": "2047691788471947671"}}, {"key": "hazzelss", "attributes": {"label": "hazzelss", "x": 482.03159732897694, "y": 633.1203220428828, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["retweet-000002"], "scores": {"pagerank": 7.5188, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "2047692307089207436", "id": "hazzelss", "source": "retweet-000002", "content": "Purbaya: Pemerintah Masuk Mode \"Survival\" demi Jaga Pertumbuhan Tinggi dan Daya Beli\n\nBaca di: https://t.co/IjaKCKVjN0 https…", "post_id": "2047692307089207436"}}, {"key": "pemprovjambii", "attributes": {"label": "pemprovjambii", "x": 648.3455025834052, "y": 755.3890511395643, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 7.5188, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "3885917794483138204_6891082786", "id": "pemprovjambii", "source": "instagram-000001", "content": "#JambiMantap \n#PemerintahProvinsiJambi \n#ProvinsiJambi \n#DiskominfoJambi\n#AlHarisJambi\n\nJambi (Diskominfo Provinsi Jambi) - Gubernur Jambi, Dr. H. Al Haris, S.Sos, MH, mengajak masyarakat di Provinsi Jambi untuk membumikan atau memperkuat ekonomi syariah, sebagai upaya mendorong peningkatan literasi serta inklusi keuangan dan ekonomi yang adil dan berbasis nilai syariah di wilayah Jambi. Ajakan tersebut disampaikannya saat Pembukaan Semarak Ekonomi dan Keuangan Syariah Negeri Jambi (SIGINJAI) Fest 2026 yang dimotori oleh Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Jambi, bertempat di Mall Jambi Town Square (Jamtos), Kota Jambi, Rabu (29/04/2026) siang.\nDalam sambutan dan arahannya, Gubernur Al Haris menyampaikan bahwa ekonomi dan keuangan syariah memiliki peranan yang sangat penting, strategis, dan fundamental bagi pembangunan daerah maupun nasional. Menurutnya, ekonomi dan keuangan syariah bukan hanya sekadar alternatif sistem ekonomi, tetapi telah berkembang menjadi salah satu pilar penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif, berkeadilan, dan berkelanjutan. \"Prinsip-prinsip ekonomi syariah yang mengedepankan sistem ekonomi yang berlandaskan Al-Qur'an dan Hadits, guna mencapai kesejahteraan umum (maslahah) melalui keadilan ('adl), Kerjasama (ta'awun), dan amanah, memberikan fondasi yang kuat dalam menciptakan stabilitas ekonomi. Bagi daerah khususnya Provinsi Jambi, penguatan ekonomi syariah mampu memperluas akses keuangan bagi masyarakat, khususnya bagi pelaku UMKM,\" ungkap Gubernur Al Haris. \nDikatakan Gubernur Al Haris, sektor UMKM juga berkontribusi dalam meningkatkan investasi, menciptakan lapangan kerja, serta memperkuat ketahanan ekonomi nasional di tengah dinamika global. Ekonomi dan keuangan syariah memiliki peran strategis dalam mendorong potensi lokal. Pengembangan industri halal, pariwisata ramah muslim, serta optimalisasi zakat, infak, dan wakaf dapat menjadi motor penggerak ekonomi daerah yang berbasis kearifan lokal serta dari semua sektor yang ada. \"Bank syariah sudah menjadi suatu kebutuhan bagi masyarakat yang ada di provinsi Jambi", "post_id": "3885917794483138204_6891082786"}}, {"key": "alharisjambi", "attributes": {"label": "alharisjambi", "x": 671.7613032976516, "y": 11.3709691644579, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 10.7142, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "3885917794483138204_6891082786", "id": "alharisjambi", "source": "instagram-000001", "content": "#JambiMantap \n#PemerintahProvinsiJambi \n#ProvinsiJambi \n#DiskominfoJambi\n#AlHarisJambi\n\nJambi (Diskominfo Provinsi Jambi) - Gubernur Jambi, Dr. H. Al Haris, S.Sos, MH, mengajak masyarakat di Provinsi Jambi untuk membumikan atau memperkuat ekonomi syariah, sebagai upaya mendorong peningkatan literasi serta inklusi keuangan dan ekonomi yang adil dan berbasis nilai syariah di wilayah Jambi. Ajakan tersebut disampaikannya saat Pembukaan Semarak Ekonomi dan Keuangan Syariah Negeri Jambi (SIGINJAI) Fest 2026 yang dimotori oleh Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Jambi, bertempat di Mall Jambi Town Square (Jamtos), Kota Jambi, Rabu (29/04/2026) siang.\nDalam sambutan dan arahannya, Gubernur Al Haris menyampaikan bahwa ekonomi dan keuangan syariah memiliki peranan yang sangat penting, strategis, dan fundamental bagi pembangunan daerah maupun nasional. Menurutnya, ekonomi dan keuangan syariah bukan hanya sekadar alternatif sistem ekonomi, tetapi telah berkembang menjadi salah satu pilar penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif, berkeadilan, dan berkelanjutan. \"Prinsip-prinsip ekonomi syariah yang mengedepankan sistem ekonomi yang berlandaskan Al-Qur'an dan Hadits, guna mencapai kesejahteraan umum (maslahah) melalui keadilan ('adl), Kerjasama (ta'awun), dan amanah, memberikan fondasi yang kuat dalam menciptakan stabilitas ekonomi. Bagi daerah khususnya Provinsi Jambi, penguatan ekonomi syariah mampu memperluas akses keuangan bagi masyarakat, khususnya bagi pelaku UMKM,\" ungkap Gubernur Al Haris. \nDikatakan Gubernur Al Haris, sektor UMKM juga berkontribusi dalam meningkatkan investasi, menciptakan lapangan kerja, serta memperkuat ketahanan ekonomi nasional di tengah dinamika global. Ekonomi dan keuangan syariah memiliki peran strategis dalam mendorong potensi lokal. Pengembangan industri halal, pariwisata ramah muslim, serta optimalisasi zakat, infak, dan wakaf dapat menjadi motor penggerak ekonomi daerah yang berbasis kearifan lokal serta dari semua sektor yang ada. \"Bank syariah sudah menjadi suatu kebutuhan bagi masyarakat yang ada di provinsi Jambi", "post_id": "3885917794483138204_6891082786"}}, {"key": "abdullahsani_official", "attributes": {"label": "abdullahsani_official", "x": 514.8472994647223, "y": 688.7193679365354, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 10.7142, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "3885917794483138204_6891082786", "id": "abdullahsani_official", "source": "instagram-000001", "content": "#JambiMantap \n#PemerintahProvinsiJambi \n#ProvinsiJambi \n#DiskominfoJambi\n#AlHarisJambi\n\nJambi (Diskominfo Provinsi Jambi) - Gubernur Jambi, Dr. H. Al Haris, S.Sos, MH, mengajak masyarakat di Provinsi Jambi untuk membumikan atau memperkuat ekonomi syariah, sebagai upaya mendorong peningkatan literasi serta inklusi keuangan dan ekonomi yang adil dan berbasis nilai syariah di wilayah Jambi. Ajakan tersebut disampaikannya saat Pembukaan Semarak Ekonomi dan Keuangan Syariah Negeri Jambi (SIGINJAI) Fest 2026 yang dimotori oleh Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Jambi, bertempat di Mall Jambi Town Square (Jamtos), Kota Jambi, Rabu (29/04/2026) siang.\nDalam sambutan dan arahannya, Gubernur Al Haris menyampaikan bahwa ekonomi dan keuangan syariah memiliki peranan yang sangat penting, strategis, dan fundamental bagi pembangunan daerah maupun nasional. Menurutnya, ekonomi dan keuangan syariah bukan hanya sekadar alternatif sistem ekonomi, tetapi telah berkembang menjadi salah satu pilar penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif, berkeadilan, dan berkelanjutan. \"Prinsip-prinsip ekonomi syariah yang mengedepankan sistem ekonomi yang berlandaskan Al-Qur'an dan Hadits, guna mencapai kesejahteraan umum (maslahah) melalui keadilan ('adl), Kerjasama (ta'awun), dan amanah, memberikan fondasi yang kuat dalam menciptakan stabilitas ekonomi. Bagi daerah khususnya Provinsi Jambi, penguatan ekonomi syariah mampu memperluas akses keuangan bagi masyarakat, khususnya bagi pelaku UMKM,\" ungkap Gubernur Al Haris. \nDikatakan Gubernur Al Haris, sektor UMKM juga berkontribusi dalam meningkatkan investasi, menciptakan lapangan kerja, serta memperkuat ketahanan ekonomi nasional di tengah dinamika global. Ekonomi dan keuangan syariah memiliki peran strategis dalam mendorong potensi lokal. Pengembangan industri halal, pariwisata ramah muslim, serta optimalisasi zakat, infak, dan wakaf dapat menjadi motor penggerak ekonomi daerah yang berbasis kearifan lokal serta dari semua sektor yang ada. \"Bank syariah sudah menjadi suatu kebutuhan bagi masyarakat yang ada di provinsi Jambi", "post_id": "3885917794483138204_6891082786"}}, {"key": "bank_indonesia_papuabarat", "attributes": {"label": "bank_indonesia_papuabarat", "x": 434.85450527941384, "y": 186.02300826285733, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 7.5188, "eigenvector": 0.0016, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "3882339385102396115_13254887390", "id": "bank_indonesia_papuabarat", "source": "instagram-000001", "content": "#SobatRupiah, di tengah dinamika geopolitik global, termasuk dampak dari Perang Timur Tengah, fundamental ekonomi Indonesia tetap terjaga kuat.\n\nBank Indonesia terus memperkuat langkah untuk mempertahankan stabilitas, salah satunya dengan menjaga BI-Rate di level 4,75%.\n\nKebijakan stabilisasi nilai tukar Rupiah juga diperkuat melalui intervensi di pasar off-shore (NDF) serta di pasar domestik melalui pasar spot, DNDF, dan pembelian SBN di pasar sekunder.\n\nLangkah ini dilakukan secara konsisten, sekaligus untuk mendorong pertumbuhan ekonomi melalui penguatan bauran kebijakan.\n\nMenurut #SobatRupiah, bagaimana peran kebijakan menjaga stabilitas ekonomi di tengah kondisi global saat ini?\n\n#diSetiapMaknaIndonesia\n#Repost", "post_id": "3882339385102396115_13254887390"}}, {"key": "bank_indonesia_kediri", "attributes": {"label": "bank_indonesia_kediri", "x": 291.0049534278706, "y": 757.0240448409521, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 7.5188, "eigenvector": 0.0033, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "3884532558000169790_3072612250", "id": "bank_indonesia_kediri", "source": "instagram-000001", "content": "Bagaimana kondisi perekonomian domestik di tengah memburuknya ekonomi dan pasar keuangan global akibat Perang di Timur Tengah?\n\n#SobatRupiah, di tengah tekanan global tersebut, fundamental ekonomi Indonesia tetap terjaga kuat. Namun, dinamika global yang meningkat menuntut respons kebijakan yang semakin terarah untuk menjaga ketahanan eksternal, memperkuat stabilitas, serta mendorong pertumbuhan ekonomi domestik.\n\nMelalui #RDGBI April 2026, Bank Indonesia menempuh berbagai langkah strategis untuk menjawab tantangan tersebut.\n\nLalu, apa saja kebijakan yang diambil? Yuk, simak selengkapnya!\n\nrepost \n#diSetiapMaknaIndonesia", "post_id": "3884532558000169790_3072612250"}}, {"key": "perekonomianri", "attributes": {"label": "perekonomianri", "x": 51.87087959598835, "y": 323.9270873575656, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 38.5149, "eigenvector": 0.0051, "in_degree": 9, "out_degree": 0, "degree": 9}, "_id": "3884977820056319750_1646269200", "id": "perekonomianri", "source": "instagram-000001", "content": "#SobatRupiah, semua langkah besar selalu dimulai dari kebersamaan.\n\nMelalui Percepatan Intermediasi Indonesia (PINISI), sinergi antar pemangku kepentingan diperkuat untuk mendorong pembiayaan, investasi, dan realisasi proyek strategis.\n\nGubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo, dan Menko Bidang , Airlangga Hartarto, menyatukan visi untuk memperkuat mesin pertumbuhan domestik dan memastikan stabilitas intermediasi berjalan efektif. Saat pemerintah menyiapkan jalan, perbankan menyalurkan pembiayaan, dan dunia usaha melakukan ekspansi, dari situ optimisme kita tumbuh.\n\nSobat, siap #BeriMakna jadi bagian dari langkah besar ini?\n\n#diSetiapMaknaIndonesia", "post_id": "3884977820056319750_1646269200"}}, {"key": "bank_indonesia_jakarta", "attributes": {"label": "bank_indonesia_jakarta", "x": 63.763153751260845, "y": 616.9482523233114, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 7.5188, "eigenvector": 0.0017, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "3886585633464824872_3483223332", "id": "bank_indonesia_jakarta", "source": "instagram-000001", "content": "#SobatRupiah, semua langkah besar selalu dimulai dari kebersamaan.\n\nMelalui Percepatan Intermediasi Indonesia (PINISI), sinergi antar pemangku kepentingan diperkuat untuk mendorong pembiayaan, investasi, dan realisasi proyek strategis.\n\nGubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo, dan Menko Bidang , Airlangga Hartarto, menyatukan visi untuk memperkuat mesin pertumbuhan domestik dan memastikan stabilitas intermediasi berjalan efektif. Saat pemerintah menyiapkan jalan, perbankan menyalurkan pembiayaan, dan dunia usaha melakukan ekspansi, dari situ optimisme kita tumbuh.\n\nSobat, siap #BeriMakna jadi bagian dari langkah besar ini?\n\n#diSetiapMaknalndonesia", "post_id": "3886585633464824872_3483223332"}}, {"key": "bank_indonesia_lhokseumawe_", "attributes": {"label": "bank_indonesia_lhokseumawe_", "x": 124.08994410200825, "y": 266.7522856314379, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 7.5188, "eigenvector": 0.0017, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "3885170408005108240_48797578859", "id": "bank_indonesia_lhokseumawe_", "source": "instagram-000001", "content": "#SobatRupiah, semua langkah besar selalu dimulai dari kebersamaan. \n\nMelalui Percepatan Intermediasi Indonesia (PINISI), sinergi antar pemangku kepentingan diperkuat untuk mendorong pembiayaan, investasi, dan realisasi proyek strategis. \n\nGubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo, dan Menko Bidang , Airlangga Hartarto, menyatukan visi untuk memperkuat mesin pertumbuhan domestik dan memastikan stabilitas intermediasi berjalan efektif. Saat pemerintah menyiapkan jalan, perbankan menyalurkan pembiayaan, dan dunia usaha melakukan ekspansi, dari situ optimisme kita tumbuh. \n\nSobat, siap #BeriMakna jadi bagian dari langkah besar ini? \n\n#diSetiapMaknaIndonesia", "post_id": "3885170408005108240_48797578859"}}, {"key": "idntimes.video", "attributes": {"label": "idntimes.video", "x": 825.7859343290115, "y": 631.0531273774466, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 7.5188, "eigenvector": 0.0512, "in_degree": 0, "out_degree": 9, "degree": 9}, "_id": "3884497270775297288_2089700769", "id": "idntimes.video", "source": "instagram-000001", "content": "Pede IHSG Tembus 28 Ribu, Purbaya: Mereka Bilang Saya Gila\n\nJakarta, IDN Times - Menteri Keuangan (Menkeu), Purbaya Yudhi Sadewa terus menyampaikan optimismenya terkait angka Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Purbaya memprediksi IHSG bisa tembus ke level 28 ribu dalam kurun waktu beberapa tahun mendatang.\n\nKeyakinan tersebut didasarkan pada anggapannya bahwa kekuatan fondasi ekonomi dan siklus ekspansi pertumbuhan bisa menentukan bagaimana pergerakan indeks saham.\n\nIa membandingkan perjalanan IHSG dari level 200-an pada 2002 hingga kini, menilai potensi kenaikan empat hingga lima kali lipat masih realistis jika ekonomi terus tumbuh positif.\n\nPemerintah tengah melakukan berbagai reformasi di sektor pajak, bea cukai, dan pasar modal untuk memperkuat fundamental ekonomi serta mendukung target pertumbuhan hingga 8 persen.\n\nReporter : Ridwan Aji Pitoko\nEditor : Manggar Tirta Alamsyah\n\nIDN Times - Download IDN App di Google Play Store & App Store\nIkuti terus perkembangannya hanya di IDN Times, ya.\n\nArtikel IDN Times sekarang bisa dibaca di IDN App, lho, download sekarang di Google Play Store & App Store!\nTemukan info TERBARU lainnya:         \n \n#IDNTimes #SuaraMillenial #GenZMemilih #IHSG #PurbayaYudhiSadewa", "post_id": "3884497270775297288_2089700769"}}, {"key": "IDNTimes", "attributes": {"label": "IDNTimes", "x": 627.2442060790399, "y": 960.93923379798, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 8.2289, "eigenvector": 0.0512, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "3884497270775297288_2089700769", "id": "IDNTimes", "source": "instagram-000001", "content": "Pede IHSG Tembus 28 Ribu, Purbaya: Mereka Bilang Saya Gila\n\nJakarta, IDN Times - Menteri Keuangan (Menkeu), Purbaya Yudhi Sadewa terus menyampaikan optimismenya terkait angka Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Purbaya memprediksi IHSG bisa tembus ke level 28 ribu dalam kurun waktu beberapa tahun mendatang.\n\nKeyakinan tersebut didasarkan pada anggapannya bahwa kekuatan fondasi ekonomi dan siklus ekspansi pertumbuhan bisa menentukan bagaimana pergerakan indeks saham.\n\nIa membandingkan perjalanan IHSG dari level 200-an pada 2002 hingga kini, menilai potensi kenaikan empat hingga lima kali lipat masih realistis jika ekonomi terus tumbuh positif.\n\nPemerintah tengah melakukan berbagai reformasi di sektor pajak, bea cukai, dan pasar modal untuk memperkuat fundamental ekonomi serta mendukung target pertumbuhan hingga 8 persen.\n\nReporter : Ridwan Aji Pitoko\nEditor : Manggar Tirta Alamsyah\n\nIDN Times - Download IDN App di Google Play Store & App Store\nIkuti terus perkembangannya hanya di IDN Times, ya.\n\nArtikel IDN Times sekarang bisa dibaca di IDN App, lho, download sekarang di Google Play Store & App Store!\nTemukan info TERBARU lainnya:         \n \n#IDNTimes #SuaraMillenial #GenZMemilih #IHSG #PurbayaYudhiSadewa", "post_id": "3884497270775297288_2089700769"}}, {"key": "IDNTimes.Korea", "attributes": {"label": "IDNTimes.Korea", "x": 850.0305331623197, "y": 766.8655117729797, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 8.2289, "eigenvector": 0.0512, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "3884497270775297288_2089700769", "id": "IDNTimes.Korea", "source": "instagram-000001", "content": "Pede IHSG Tembus 28 Ribu, Purbaya: Mereka Bilang Saya Gila\n\nJakarta, IDN Times - Menteri Keuangan (Menkeu), Purbaya Yudhi Sadewa terus menyampaikan optimismenya terkait angka Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Purbaya memprediksi IHSG bisa tembus ke level 28 ribu dalam kurun waktu beberapa tahun mendatang.\n\nKeyakinan tersebut didasarkan pada anggapannya bahwa kekuatan fondasi ekonomi dan siklus ekspansi pertumbuhan bisa menentukan bagaimana pergerakan indeks saham.\n\nIa membandingkan perjalanan IHSG dari level 200-an pada 2002 hingga kini, menilai potensi kenaikan empat hingga lima kali lipat masih realistis jika ekonomi terus tumbuh positif.\n\nPemerintah tengah melakukan berbagai reformasi di sektor pajak, bea cukai, dan pasar modal untuk memperkuat fundamental ekonomi serta mendukung target pertumbuhan hingga 8 persen.\n\nReporter : Ridwan Aji Pitoko\nEditor : Manggar Tirta Alamsyah\n\nIDN Times - Download IDN App di Google Play Store & App Store\nIkuti terus perkembangannya hanya di IDN Times, ya.\n\nArtikel IDN Times sekarang bisa dibaca di IDN App, lho, download sekarang di Google Play Store & App Store!\nTemukan info TERBARU lainnya:         \n \n#IDNTimes #SuaraMillenial #GenZMemilih #IHSG #PurbayaYudhiSadewa", "post_id": "3884497270775297288_2089700769"}}, {"key": "IDNTimes.Community", "attributes": {"label": "IDNTimes.Community", "x": 200.08843878677763, "y": 210.03238378496192, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 8.2289, "eigenvector": 0.0512, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "3884497270775297288_2089700769", "id": "IDNTimes.Community", "source": "instagram-000001", "content": "Pede IHSG Tembus 28 Ribu, Purbaya: Mereka Bilang Saya Gila\n\nJakarta, IDN Times - Menteri Keuangan (Menkeu), Purbaya Yudhi Sadewa terus menyampaikan optimismenya terkait angka Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Purbaya memprediksi IHSG bisa tembus ke level 28 ribu dalam kurun waktu beberapa tahun mendatang.\n\nKeyakinan tersebut didasarkan pada anggapannya bahwa kekuatan fondasi ekonomi dan siklus ekspansi pertumbuhan bisa menentukan bagaimana pergerakan indeks saham.\n\nIa membandingkan perjalanan IHSG dari level 200-an pada 2002 hingga kini, menilai potensi kenaikan empat hingga lima kali lipat masih realistis jika ekonomi terus tumbuh positif.\n\nPemerintah tengah melakukan berbagai reformasi di sektor pajak, bea cukai, dan pasar modal untuk memperkuat fundamental ekonomi serta mendukung target pertumbuhan hingga 8 persen.\n\nReporter : Ridwan Aji Pitoko\nEditor : Manggar Tirta Alamsyah\n\nIDN Times - Download IDN App di Google Play Store & App Store\nIkuti terus perkembangannya hanya di IDN Times, ya.\n\nArtikel IDN Times sekarang bisa dibaca di IDN App, lho, download sekarang di Google Play Store & App Store!\nTemukan info TERBARU lainnya:         \n \n#IDNTimes #SuaraMillenial #GenZMemilih #IHSG #PurbayaYudhiSadewa", "post_id": "3884497270775297288_2089700769"}}, {"key": "IDNTimes.Hype", "attributes": {"label": "IDNTimes.Hype", "x": 50.793532216213634, "y": 875.1657996631774, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 8.2289, "eigenvector": 0.0512, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "3884497270775297288_2089700769", "id": "IDNTimes.Hype", "source": "instagram-000001", "content": "Pede IHSG Tembus 28 Ribu, Purbaya: Mereka Bilang Saya Gila\n\nJakarta, IDN Times - Menteri Keuangan (Menkeu), Purbaya Yudhi Sadewa terus menyampaikan optimismenya terkait angka Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Purbaya memprediksi IHSG bisa tembus ke level 28 ribu dalam kurun waktu beberapa tahun mendatang.\n\nKeyakinan tersebut didasarkan pada anggapannya bahwa kekuatan fondasi ekonomi dan siklus ekspansi pertumbuhan bisa menentukan bagaimana pergerakan indeks saham.\n\nIa membandingkan perjalanan IHSG dari level 200-an pada 2002 hingga kini, menilai potensi kenaikan empat hingga lima kali lipat masih realistis jika ekonomi terus tumbuh positif.\n\nPemerintah tengah melakukan berbagai reformasi di sektor pajak, bea cukai, dan pasar modal untuk memperkuat fundamental ekonomi serta mendukung target pertumbuhan hingga 8 persen.\n\nReporter : Ridwan Aji Pitoko\nEditor : Manggar Tirta Alamsyah\n\nIDN Times - Download IDN App di Google Play Store & App Store\nIkuti terus perkembangannya hanya di IDN Times, ya.\n\nArtikel IDN Times sekarang bisa dibaca di IDN App, lho, download sekarang di Google Play Store & App Store!\nTemukan info TERBARU lainnya:         \n \n#IDNTimes #SuaraMillenial #GenZMemilih #IHSG #PurbayaYudhiSadewa", "post_id": "3884497270775297288_2089700769"}}, {"key": "Duniaku_com", "attributes": {"label": "Duniaku_com", "x": 803.582443119802, "y": 279.4702399117988, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 8.2289, "eigenvector": 0.0512, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "3884497270775297288_2089700769", "id": "Duniaku_com", "source": "instagram-000001", "content": "Pede IHSG Tembus 28 Ribu, Purbaya: Mereka Bilang Saya Gila\n\nJakarta, IDN Times - Menteri Keuangan (Menkeu), Purbaya Yudhi Sadewa terus menyampaikan optimismenya terkait angka Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Purbaya memprediksi IHSG bisa tembus ke level 28 ribu dalam kurun waktu beberapa tahun mendatang.\n\nKeyakinan tersebut didasarkan pada anggapannya bahwa kekuatan fondasi ekonomi dan siklus ekspansi pertumbuhan bisa menentukan bagaimana pergerakan indeks saham.\n\nIa membandingkan perjalanan IHSG dari level 200-an pada 2002 hingga kini, menilai potensi kenaikan empat hingga lima kali lipat masih realistis jika ekonomi terus tumbuh positif.\n\nPemerintah tengah melakukan berbagai reformasi di sektor pajak, bea cukai, dan pasar modal untuk memperkuat fundamental ekonomi serta mendukung target pertumbuhan hingga 8 persen.\n\nReporter : Ridwan Aji Pitoko\nEditor : Manggar Tirta Alamsyah\n\nIDN Times - Download IDN App di Google Play Store & App Store\nIkuti terus perkembangannya hanya di IDN Times, ya.\n\nArtikel IDN Times sekarang bisa dibaca di IDN App, lho, download sekarang di Google Play Store & App Store!\nTemukan info TERBARU lainnya:         \n \n#IDNTimes #SuaraMillenial #GenZMemilih #IHSG #PurbayaYudhiSadewa", "post_id": "3884497270775297288_2089700769"}}, {"key": "Popbela_com", "attributes": {"label": "Popbela_com", "x": 936.3108719085652, "y": 231.33418057775813, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 8.2289, "eigenvector": 0.0512, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "3884497270775297288_2089700769", "id": "Popbela_com", "source": "instagram-000001", "content": "Pede IHSG Tembus 28 Ribu, Purbaya: Mereka Bilang Saya Gila\n\nJakarta, IDN Times - Menteri Keuangan (Menkeu), Purbaya Yudhi Sadewa terus menyampaikan optimismenya terkait angka Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Purbaya memprediksi IHSG bisa tembus ke level 28 ribu dalam kurun waktu beberapa tahun mendatang.\n\nKeyakinan tersebut didasarkan pada anggapannya bahwa kekuatan fondasi ekonomi dan siklus ekspansi pertumbuhan bisa menentukan bagaimana pergerakan indeks saham.\n\nIa membandingkan perjalanan IHSG dari level 200-an pada 2002 hingga kini, menilai potensi kenaikan empat hingga lima kali lipat masih realistis jika ekonomi terus tumbuh positif.\n\nPemerintah tengah melakukan berbagai reformasi di sektor pajak, bea cukai, dan pasar modal untuk memperkuat fundamental ekonomi serta mendukung target pertumbuhan hingga 8 persen.\n\nReporter : Ridwan Aji Pitoko\nEditor : Manggar Tirta Alamsyah\n\nIDN Times - Download IDN App di Google Play Store & App Store\nIkuti terus perkembangannya hanya di IDN Times, ya.\n\nArtikel IDN Times sekarang bisa dibaca di IDN App, lho, download sekarang di Google Play Store & App Store!\nTemukan info TERBARU lainnya:         \n \n#IDNTimes #SuaraMillenial #GenZMemilih #IHSG #PurbayaYudhiSadewa", "post_id": "3884497270775297288_2089700769"}}, {"key": "Popbela.Beauty", "attributes": {"label": "Popbela.Beauty", "x": 89.13826985418072, "y": 932.6633374898156, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 8.2289, "eigenvector": 0.0512, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "3884497270775297288_2089700769", "id": "Popbela.Beauty", "source": "instagram-000001", "content": "Pede IHSG Tembus 28 Ribu, Purbaya: Mereka Bilang Saya Gila\n\nJakarta, IDN Times - Menteri Keuangan (Menkeu), Purbaya Yudhi Sadewa terus menyampaikan optimismenya terkait angka Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Purbaya memprediksi IHSG bisa tembus ke level 28 ribu dalam kurun waktu beberapa tahun mendatang.\n\nKeyakinan tersebut didasarkan pada anggapannya bahwa kekuatan fondasi ekonomi dan siklus ekspansi pertumbuhan bisa menentukan bagaimana pergerakan indeks saham.\n\nIa membandingkan perjalanan IHSG dari level 200-an pada 2002 hingga kini, menilai potensi kenaikan empat hingga lima kali lipat masih realistis jika ekonomi terus tumbuh positif.\n\nPemerintah tengah melakukan berbagai reformasi di sektor pajak, bea cukai, dan pasar modal untuk memperkuat fundamental ekonomi serta mendukung target pertumbuhan hingga 8 persen.\n\nReporter : Ridwan Aji Pitoko\nEditor : Manggar Tirta Alamsyah\n\nIDN Times - Download IDN App di Google Play Store & App Store\nIkuti terus perkembangannya hanya di IDN Times, ya.\n\nArtikel IDN Times sekarang bisa dibaca di IDN App, lho, download sekarang di Google Play Store & App Store!\nTemukan info TERBARU lainnya:         \n \n#IDNTimes #SuaraMillenial #GenZMemilih #IHSG #PurbayaYudhiSadewa", "post_id": "3884497270775297288_2089700769"}}, {"key": "Popmama_com", "attributes": {"label": "Popmama_com", "x": 492.48864945630265, "y": 791.0436051366463, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 8.2289, "eigenvector": 0.0512, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "3884497270775297288_2089700769", "id": "Popmama_com", "source": "instagram-000001", "content": "Pede IHSG Tembus 28 Ribu, Purbaya: Mereka Bilang Saya Gila\n\nJakarta, IDN Times - Menteri Keuangan (Menkeu), Purbaya Yudhi Sadewa terus menyampaikan optimismenya terkait angka Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Purbaya memprediksi IHSG bisa tembus ke level 28 ribu dalam kurun waktu beberapa tahun mendatang.\n\nKeyakinan tersebut didasarkan pada anggapannya bahwa kekuatan fondasi ekonomi dan siklus ekspansi pertumbuhan bisa menentukan bagaimana pergerakan indeks saham.\n\nIa membandingkan perjalanan IHSG dari level 200-an pada 2002 hingga kini, menilai potensi kenaikan empat hingga lima kali lipat masih realistis jika ekonomi terus tumbuh positif.\n\nPemerintah tengah melakukan berbagai reformasi di sektor pajak, bea cukai, dan pasar modal untuk memperkuat fundamental ekonomi serta mendukung target pertumbuhan hingga 8 persen.\n\nReporter : Ridwan Aji Pitoko\nEditor : Manggar Tirta Alamsyah\n\nIDN Times - Download IDN App di Google Play Store & App Store\nIkuti terus perkembangannya hanya di IDN Times, ya.\n\nArtikel IDN Times sekarang bisa dibaca di IDN App, lho, download sekarang di Google Play Store & App Store!\nTemukan info TERBARU lainnya:         \n \n#IDNTimes #SuaraMillenial #GenZMemilih #IHSG #PurbayaYudhiSadewa", "post_id": "3884497270775297288_2089700769"}}, {"key": "Yummy.idn", "attributes": {"label": "Yummy.idn", "x": 45.970741305468636, "y": 662.3908574740454, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 8.2289, "eigenvector": 0.0512, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "3884497270775297288_2089700769", "id": "Yummy.idn", "source": "instagram-000001", "content": "Pede IHSG Tembus 28 Ribu, Purbaya: Mereka Bilang Saya Gila\n\nJakarta, IDN Times - Menteri Keuangan (Menkeu), Purbaya Yudhi Sadewa terus menyampaikan optimismenya terkait angka Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Purbaya memprediksi IHSG bisa tembus ke level 28 ribu dalam kurun waktu beberapa tahun mendatang.\n\nKeyakinan tersebut didasarkan pada anggapannya bahwa kekuatan fondasi ekonomi dan siklus ekspansi pertumbuhan bisa menentukan bagaimana pergerakan indeks saham.\n\nIa membandingkan perjalanan IHSG dari level 200-an pada 2002 hingga kini, menilai potensi kenaikan empat hingga lima kali lipat masih realistis jika ekonomi terus tumbuh positif.\n\nPemerintah tengah melakukan berbagai reformasi di sektor pajak, bea cukai, dan pasar modal untuk memperkuat fundamental ekonomi serta mendukung target pertumbuhan hingga 8 persen.\n\nReporter : Ridwan Aji Pitoko\nEditor : Manggar Tirta Alamsyah\n\nIDN Times - Download IDN App di Google Play Store & App Store\nIkuti terus perkembangannya hanya di IDN Times, ya.\n\nArtikel IDN Times sekarang bisa dibaca di IDN App, lho, download sekarang di Google Play Store & App Store!\nTemukan info TERBARU lainnya:         \n \n#IDNTimes #SuaraMillenial #GenZMemilih #IHSG #PurbayaYudhiSadewa", "post_id": "3884497270775297288_2089700769"}}, {"key": "inusa.media", "attributes": {"label": "inusa.media", "x": 5.404146964049006, "y": 24.802037009990396, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 7.5188, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "3884269531426937700_60374608148", "id": "inusa.media", "source": "instagram-000001", "content": "Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan bahwa dirinya sempat menolak tawaran pinjaman besar dari Dana Moneter Internasional dan Bank Dunia saat melakukan kunjungan kerja ke Amerika Serikat. Tawaran tersebut mencapai kisaran US$20 miliar hingga US$30 miliar dan ditujukan sebagai bantuan bagi negara yang membutuhkan pembiayaan tambahan.\n\nNamun, Purbaya menegaskan bahwa kondisi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Indonesia saat ini masih dalam posisi yang kuat. Ia menyebut pemerintah masih memiliki cadangan dana sekitar US$25 miliar, sehingga belum memerlukan tambahan pinjaman dari lembaga internasional. Menurutnya, stabilitas fiskal Indonesia masih terjaga dengan baik dan mampu menopang kebutuhan pembiayaan negara.\n\nLebih lanjut, Purbaya menjelaskan bahwa pemerintah tetap melakukan pembiayaan melalui mekanisme pasar domestik, yakni dengan menerbitkan surat utang yang dibeli oleh investor. Ia juga menekankan bahwa pemerintah saat ini fokus meningkatkan penerimaan pajak sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto, guna menekan defisit APBN secara bertahap tanpa bergantung pada pinjaman luar negeri.\n\nFollow  untuk mendapatkan berita terkini yang disajikan singkat, jelas, dan terpercaya.", "post_id": "3884269531426937700_60374608148"}}, {"key": "inusamedia", "attributes": {"label": "inusamedia", "x": 0.4038189802962888, "y": 930.494347415223, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 13.9097, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "3884269531426937700_60374608148", "id": "inusamedia", "source": "instagram-000001", "content": "Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan bahwa dirinya sempat menolak tawaran pinjaman besar dari Dana Moneter Internasional dan Bank Dunia saat melakukan kunjungan kerja ke Amerika Serikat. Tawaran tersebut mencapai kisaran US$20 miliar hingga US$30 miliar dan ditujukan sebagai bantuan bagi negara yang membutuhkan pembiayaan tambahan.\n\nNamun, Purbaya menegaskan bahwa kondisi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Indonesia saat ini masih dalam posisi yang kuat. Ia menyebut pemerintah masih memiliki cadangan dana sekitar US$25 miliar, sehingga belum memerlukan tambahan pinjaman dari lembaga internasional. Menurutnya, stabilitas fiskal Indonesia masih terjaga dengan baik dan mampu menopang kebutuhan pembiayaan negara.\n\nLebih lanjut, Purbaya menjelaskan bahwa pemerintah tetap melakukan pembiayaan melalui mekanisme pasar domestik, yakni dengan menerbitkan surat utang yang dibeli oleh investor. Ia juga menekankan bahwa pemerintah saat ini fokus meningkatkan penerimaan pajak sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto, guna menekan defisit APBN secara bertahap tanpa bergantung pada pinjaman luar negeri.\n\nFollow  untuk mendapatkan berita terkini yang disajikan singkat, jelas, dan terpercaya.", "post_id": "3884269531426937700_60374608148"}}, {"key": "mancingsaham", "attributes": {"label": "mancingsaham", "x": 198.31200166327488, "y": 169.93280589825233, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 16.2055, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 7, "out_degree": 6, "degree": 13}, "_id": "3884632886113225608_52512310886", "id": "mancingsaham", "source": "instagram-000001", "content": "Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa optimistis pertumbuhan ekonomi Indonesia bisa mencapai 8% dalam 2–3 tahun ke depan 📈\n\nIa menilai target tersebut sudah mulai terlihat, dengan dukungan penguatan sektor swasta dan pemerintah sebagai fondasi awal 💼\n\nUntuk jangka pendek, pertumbuhan ekonomi kuartal I-2026 diperkirakan tembus 5,5% dan kuartal II juga berada di kisaran yang sama, meski di tengah ketidakpastian global 🌍\n\nKe depan, percepatan program pembangunan dan perbaikan struktur ekonomi diyakini akan mendorong pertumbuhan lebih tinggi secara bertahap ⚙️\n\nSumber: CNBC Indonesia, 27 April 2026\n\nGabung di  community untuk analisis market, stockpick pilihan, update berita saham, dan diskusi eksklusif dengan investor & trader lainnya. 📩 Bergabung sekarang! Klik lynk.id/owennath atau chat 081251880459 (WhatsApp).\n\n#IHSG #SahamIndonesia #EkonomiIndonesia #Investasi #MarketUpdate #MakroEkonomi #mancingsaham", "post_id": "3884632886113225608_52512310886"}}, {"key": "bank_indonesia_kalsel", "attributes": {"label": "bank_indonesia_kalsel", "x": 620.7712565190229, "y": 28.05703824290573, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 7.5188, "eigenvector": 0.0017, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "3884893090046230644_3108436875", "id": "bank_indonesia_kalsel", "source": "instagram-000001", "content": "Optimisme bukanlah sekadar rasa, tapi hasil dari arah yang jelas dan kerja yang terhubung!\n\n#SobatRupiah, di tengah dunia yang penuh ketidakpastian, Indonesia memilih untuk melaju dengan fondasi yang kuat dan kolaborasi yang nyata.\n\nSemangat ini diwujudkan salah satunya melalui Percepatan Intermediasi Indonesia (PINISI) sebagai wadah untuk memperkuat komunikasi dan koordinasi dalam menggerakkan sektor-sektor prioritas sekaligus mengatasi hambatan intermediasi demi mendukung pertumbuhan ekonomi.\n\nMelalui PINISI (Percepatan Intermediasi Indonesia) Bank Indonesia bersama Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian RI  mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk menumbuhkan Optimisme, memperkuat Komitmen, dan terus mempererat Sinergi (O-K-S) demi #BeriMakna mewujudkan pertumbuhan ekonomi 2026 di kisaran 4,9–5,7%.\n\nSaatnya optimisme tidak berhenti di wacana, tapi terasa lewat dampak nyata!\nKalau menurut Sobat, apa lagi upaya yang perlu dilakukan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi agar lebih optimal?\n\n#diSetiapMaknaIndonesia", "post_id": "3884893090046230644_3108436875"}}, {"key": "bank_indonesia_kepri", "attributes": {"label": "bank_indonesia_kepri", "x": 940.4746816722753, "y": 1.7638444810683662, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 7.5188, "eigenvector": 0.0017, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "3885220661455695687_2904384635", "id": "bank_indonesia_kepri", "source": "instagram-000001", "content": "Optimisme bukanlah sekadar rasa, tapi hasil dari arah yang jelas dan kerja yang terhubung!\n\n#SobatRupiah, di tengah dunia yang penuh ketidakpastian, Indonesia memilih untuk melaju dengan fondasi yang kuat dan kolaborasi yang nyata.\n\nSemangat ini diwujudkan salah satunya melalui Percepatan Intermediasi Indonesia (PINISI) sebagai wadah untuk memperkuat komunikasi dan koordinasi dalam menggerakkan sektor-sektor prioritas sekaligus mengatasi hambatan intermediasi demi mendukung pertumbuhan ekonomi.\n\nMelalui PINISI (Percepatan Intermediasi Indonesia) Bank Indonesia bersama Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian RI  mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk menumbuhkan Optimisme, memperkuat Komitmen, dan terus mempererat Sinergi (O-K-S) demi #BeriMakna mewujudkan pertumbuhan ekonomi 2026 di kisaran 4,9–5,7%.\n\nSaatnya optimisme tidak berhenti di wacana, tapi terasa lewat dampak nyata!\nKalau menurut Sobat, apa lagi upaya yang perlu dilakukan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi agar lebih optimal?\n\n#diSetiapMaknaIndonesia", "post_id": "3885220661455695687_2904384635"}}, {"key": "beritabalimedia", "attributes": {"label": "beritabalimedia", "x": 58.79444671235523, "y": 46.25273884694203, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 50.1246, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 1, "degree": 2}, "_id": "3884943203943306871_3195837275", "id": "beritabalimedia", "source": "instagram-000001", "content": "BANK INDONESIA BERSAMA PEMERINTAH PROVINSI BALI RESMI LUNCURKAN BIC\n\nKantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali bersama Pemerintah Provinsi Bali resmi meluncurkan Bali Investment Challenge (BIC) 2026 pada Senin (27/4) dengan fokus menjaring proyek investasi unggulan di sektor energi terbarukan, industri kreatif, dan pertanian guna mendukung transformasi ekonomi di luar sektor pariwisata.\n\nAsisten Perekonomian dan Pembangunan Provinsi Bali Luh Ayu Aryani menekankan bahwa setiap investasi wajib mengedepankan harmoni alam dan budaya sesuai konsep Transformasi Ekonomi Kerthi Bali serta memastikan aspek akuntabilitas bagi investor demi menciptakan pertumbuhan ekonomi yang tangguh dan berkelanjutan bagi seluruh masyarakat Bali.\n\nhttps://beritabali.com/berita/202207051309/bali-dorong-investasi-yang-seimbang-alam-manusia-dan-budaya\n\nFollow akun kami untuk update terbaru!\n\nBerita selengkapnya klik tautan pada StoriesIG \n\n#Bali\n#BeritaBali\n#AllAboutBali\n#InvestasiBali\n#BankIndonesia\n#EkonomiKerthiBali\n#BaliJagadhita2026\n#InfoDenpasar\n#KabarBali\n#PertumbuhanEkonomi\n#NangunSatKerthiLokaBali", "post_id": "3884943203943306871_3195837275"}}, {"key": "celebesmedia.id", "attributes": {"label": "celebesmedia.id", "x": 744.7990782841558, "y": 195.1704276337728, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 13.0761, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 2, "degree": 3}, "_id": "3885972197106578971_10864878485", "id": "celebesmedia.id", "source": "instagram-000001", "content": "Program pengembangan UMKM dan pesantren bertajuk Rewako (Resilient, World Class, Agile, dan Knowledgable) resmi dimulai Senin (27/4) di Makassar. Inisiatif yang digagas oleh Bank Indonesia melalui Kantor Perwakilan Provinsi Sulawesi Selatan ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat peran UMKM dan pesantren sebagai motor pertumbuhan ekonomi daerah.\n\nProgram Rewako dirancang sebagai pengembangan usaha berbasis end-to-end. Tidak hanya berfokus pada pelatihan, program ini mencakup proses seleksi, kurasi, pendampingan intensif, hingga monitoring dan evaluasi berkelanjutan. Kategori program meliputi UMKM umum, UMKM sektor pertanian, UMKM berorientasi ekspor, serta pesantren berbasis ekonomi produktif.\n\nSejak pertama kali diluncurkan pada 2022, program ini terus berkembang untuk menjawab kebutuhan pelaku usaha yang semakin dinamis. Pada tahun 2026, sejumlah strategi baru diperkenalkan, di antaranya memperluas akses pasar global melalui kolaborasi dengan Indonesia Trading House dan House of Bean Indonesia di luar negeri. Selain itu, UMKM juga didorong masuk ke rantai pasok ritel modern untuk memperkuat penetrasi pasar domestik.\n\nTak hanya itu, pendekatan berbasis ekonomi syariah juga diperkuat melalui program Pesantren Rewako. Inisiatif ini bertujuan mendorong kemandirian ekonomi pesantren sekaligus memperkuat kontribusinya dalam ketahanan pangan nasional, termasuk menjalin sinergi dengan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).\n\nBaca selengkapnya di www.celebesmedia.id\n\nIkuti juga sosial media kami  & \ndi Instagram, Tiktok, Twitter, Threads, & Youtube\n\n#kemenkeu #menkeu #bankindonesia\n#bisulsel #ekonomi", "post_id": "3885972197106578971_10864878485"}}, {"key": "celebespsm", "attributes": {"label": "celebespsm", "x": 413.90989605318043, "y": 497.2376643467209, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 13.0761, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "3885972197106578971_10864878485", "id": "celebespsm", "source": "instagram-000001", "content": "Program pengembangan UMKM dan pesantren bertajuk Rewako (Resilient, World Class, Agile, dan Knowledgable) resmi dimulai Senin (27/4) di Makassar. Inisiatif yang digagas oleh Bank Indonesia melalui Kantor Perwakilan Provinsi Sulawesi Selatan ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat peran UMKM dan pesantren sebagai motor pertumbuhan ekonomi daerah.\n\nProgram Rewako dirancang sebagai pengembangan usaha berbasis end-to-end. Tidak hanya berfokus pada pelatihan, program ini mencakup proses seleksi, kurasi, pendampingan intensif, hingga monitoring dan evaluasi berkelanjutan. Kategori program meliputi UMKM umum, UMKM sektor pertanian, UMKM berorientasi ekspor, serta pesantren berbasis ekonomi produktif.\n\nSejak pertama kali diluncurkan pada 2022, program ini terus berkembang untuk menjawab kebutuhan pelaku usaha yang semakin dinamis. Pada tahun 2026, sejumlah strategi baru diperkenalkan, di antaranya memperluas akses pasar global melalui kolaborasi dengan Indonesia Trading House dan House of Bean Indonesia di luar negeri. Selain itu, UMKM juga didorong masuk ke rantai pasok ritel modern untuk memperkuat penetrasi pasar domestik.\n\nTak hanya itu, pendekatan berbasis ekonomi syariah juga diperkuat melalui program Pesantren Rewako. Inisiatif ini bertujuan mendorong kemandirian ekonomi pesantren sekaligus memperkuat kontribusinya dalam ketahanan pangan nasional, termasuk menjalin sinergi dengan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).\n\nBaca selengkapnya di www.celebesmedia.id\n\nIkuti juga sosial media kami  & \ndi Instagram, Tiktok, Twitter, Threads, & Youtube\n\n#kemenkeu #menkeu #bankindonesia\n#bisulsel #ekonomi", "post_id": "3885972197106578971_10864878485"}}, {"key": "malangrayamedia", "attributes": {"label": "malangrayamedia", "x": 292.3529517078012, "y": 416.05332698576467, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 7.5188, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "7426971917166316806", "id": "malangrayamedia", "source": "tiktok-000001", "content": "Bank Indonesia mengumumkan mulai 1 Desember 2024, bank sentral akan menerapkan Merchant Discount Rate (MDR) QRIS 0 persen untuk transaksi sampai dengan Rp 500.000 pada merchant Usaha Mikro (UMI). Gubernur BI Perry Warjiyo mengatakan kebijakan tersebut guna menopang daya beli masyarakat kelas menengah bawah. \"Bank Indonesia terus memperkuat koordinasi kebijakan dengan Pemerintah untuk menjaga stabilitas dan memperkuat pertumbuhan ekonomi,\" kata Perry dalam konferensi pers di Kantor Pusat BI, Rabu (16/10). Dalam kesempatan yang sama, Deputi Gubernur BI Filianingsih Hendarta menegaskan bahwa pedagang dilarang membebankan biaya admin kepada konsumen atas penggunaan transaksi QRIS. Hal ini sebagai respons terhadap keluhan masyarakat atas adanya biaya tambahan admin saat menggunakan QRIS. Filianingsih juga meminta pembeli untuk melaporkan pedagang yang mengenakan biaya tambahan admin atas penggunaan QRIS. \"Kalo pedagang menambahkan, gak boleh, jadi laporkan aja itu,\" ujarnya. Berita disadur dari:  I Angga Sukmawijaya I Rabu, 16 Oktober 2024 I 17:22 WIB 📷 Jamal Ramadhan/kumparan", "post_id": "7426971917166316806"}}, {"key": "kumparancom", "attributes": {"label": "kumparancom", "x": 125.19884602963982, "y": 363.18693253628885, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 13.9097, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7426971917166316806", "id": "kumparancom", "source": "tiktok-000001", "content": "Bank Indonesia mengumumkan mulai 1 Desember 2024, bank sentral akan menerapkan Merchant Discount Rate (MDR) QRIS 0 persen untuk transaksi sampai dengan Rp 500.000 pada merchant Usaha Mikro (UMI). Gubernur BI Perry Warjiyo mengatakan kebijakan tersebut guna menopang daya beli masyarakat kelas menengah bawah. \"Bank Indonesia terus memperkuat koordinasi kebijakan dengan Pemerintah untuk menjaga stabilitas dan memperkuat pertumbuhan ekonomi,\" kata Perry dalam konferensi pers di Kantor Pusat BI, Rabu (16/10). Dalam kesempatan yang sama, Deputi Gubernur BI Filianingsih Hendarta menegaskan bahwa pedagang dilarang membebankan biaya admin kepada konsumen atas penggunaan transaksi QRIS. Hal ini sebagai respons terhadap keluhan masyarakat atas adanya biaya tambahan admin saat menggunakan QRIS. Filianingsih juga meminta pembeli untuk melaporkan pedagang yang mengenakan biaya tambahan admin atas penggunaan QRIS. \"Kalo pedagang menambahkan, gak boleh, jadi laporkan aja itu,\" ujarnya. Berita disadur dari:  I Angga Sukmawijaya I Rabu, 16 Oktober 2024 I 17:22 WIB 📷 Jamal Ramadhan/kumparan", "post_id": "7426971917166316806"}}, {"key": "cenderawasihpos", "attributes": {"label": "cenderawasihpos", "x": 197.4122418006151, "y": 363.28326949445886, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 7.5188, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 4, "degree": 4}, "_id": "7635262836746374408", "id": "cenderawasihpos", "source": "tiktok-000001", "content": "Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyatakan perekonomian Indonesia tetap memiliki resiliensi kuat dan ruang untuk tumbuh di tengah ketidakpastian ekonomi global. Ia menjelaskan bahwa sejumlah indikator ekonomi nasional masih terjaga, mulai dari pertumbuhan ekonomi, inflasi, konsumsi domestik, hingga struktur pembiayaan dalam negeri. “Fundamental kita tetap terjaga. Pertumbuhan ekonomi tercatat di tahun lalu 5,11 persen. Di tahun 2026 ditargetkan 5,4 persen,” kata Airlangga dalam acara Kick Off Percepatan Intermediasi Indonesia (PINISI) di Kantor Pusat Bank Indonesia, Jakarta, Senin. Ia menyebut pertumbuhan ekonomi pada kuartal I 2026 juga berpeluang mencapai lebih besar atau sama dengan 5,5 persen. Menurut dia, inflasi juga masih terkendali di level 3,48 persen, sementara indeks keyakinan konsumen tetap tinggi di level 122,9. Airlangga menambahkan konsumsi dalam negeri masih menjadi penopang utama perekonomian dengan kontribusi sekitar 54 persen terhadap produk domestik bruto (PDB). “Konsumsi dalam negeri masih kuat, 54 persen terhadap PDB,” ujarnya. Dari sisi eksternal, ia menjelaskan neraca perdagangan Indonesia mencatat surplus selama 70 bulan dengan nilai 148,2 miliar dolar AS. Ia juga menyampaikan rasio utang luar negeri Indonesia masih berada di level 29,9 persen terhadap PDB. Selain itu, kepemilikan surat berharga negara (SBN) didominasi investor domestik hingga 87,4 persen, sementara porsi asing sebesar 12,6 persen. Lebih lanjut, Airlangga mengatakan sejumlah lembaga internasional masih memandang ekonomi Indonesia cukup kuat. 📖 BACA SELENGKAPNYA: 🔗 https://www.ceposonline.com 📰 Berlangganan Koran Cenderawasih Pos: 📞 0812-4803-531 Follow kami di Sosial Media: Instagram:  &  Facebook:  TikTok:  . . . #cepos #papua #beritapapua", "post_id": "7635262836746374408"}}, {"key": "CeposTV", "attributes": {"label": "CeposTV", "x": 98.66484530406383, "y": 428.08784862230874, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 9.1165, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7635262836746374408", "id": "CeposTV", "source": "tiktok-000001", "content": "Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyatakan perekonomian Indonesia tetap memiliki resiliensi kuat dan ruang untuk tumbuh di tengah ketidakpastian ekonomi global. Ia menjelaskan bahwa sejumlah indikator ekonomi nasional masih terjaga, mulai dari pertumbuhan ekonomi, inflasi, konsumsi domestik, hingga struktur pembiayaan dalam negeri. “Fundamental kita tetap terjaga. Pertumbuhan ekonomi tercatat di tahun lalu 5,11 persen. Di tahun 2026 ditargetkan 5,4 persen,” kata Airlangga dalam acara Kick Off Percepatan Intermediasi Indonesia (PINISI) di Kantor Pusat Bank Indonesia, Jakarta, Senin. Ia menyebut pertumbuhan ekonomi pada kuartal I 2026 juga berpeluang mencapai lebih besar atau sama dengan 5,5 persen. Menurut dia, inflasi juga masih terkendali di level 3,48 persen, sementara indeks keyakinan konsumen tetap tinggi di level 122,9. Airlangga menambahkan konsumsi dalam negeri masih menjadi penopang utama perekonomian dengan kontribusi sekitar 54 persen terhadap produk domestik bruto (PDB). “Konsumsi dalam negeri masih kuat, 54 persen terhadap PDB,” ujarnya. Dari sisi eksternal, ia menjelaskan neraca perdagangan Indonesia mencatat surplus selama 70 bulan dengan nilai 148,2 miliar dolar AS. Ia juga menyampaikan rasio utang luar negeri Indonesia masih berada di level 29,9 persen terhadap PDB. Selain itu, kepemilikan surat berharga negara (SBN) didominasi investor domestik hingga 87,4 persen, sementara porsi asing sebesar 12,6 persen. Lebih lanjut, Airlangga mengatakan sejumlah lembaga internasional masih memandang ekonomi Indonesia cukup kuat. 📖 BACA SELENGKAPNYA: 🔗 https://www.ceposonline.com 📰 Berlangganan Koran Cenderawasih Pos: 📞 0812-4803-531 Follow kami di Sosial Media: Instagram:  &  Facebook:  TikTok:  . . . #cepos #papua #beritapapua", "post_id": "7635262836746374408"}}, {"key": "Cenderawasihposreal", "attributes": {"label": "Cenderawasihposreal", "x": 392.2489466244611, "y": 142.62143463916988, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 9.1165, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "7635262836746374408", "id": "Cenderawasihposreal", "source": "tiktok-000001", "content": "Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyatakan perekonomian Indonesia tetap memiliki resiliensi kuat dan ruang untuk tumbuh di tengah ketidakpastian ekonomi global. Ia menjelaskan bahwa sejumlah indikator ekonomi nasional masih terjaga, mulai dari pertumbuhan ekonomi, inflasi, konsumsi domestik, hingga struktur pembiayaan dalam negeri. “Fundamental kita tetap terjaga. Pertumbuhan ekonomi tercatat di tahun lalu 5,11 persen. Di tahun 2026 ditargetkan 5,4 persen,” kata Airlangga dalam acara Kick Off Percepatan Intermediasi Indonesia (PINISI) di Kantor Pusat Bank Indonesia, Jakarta, Senin. Ia menyebut pertumbuhan ekonomi pada kuartal I 2026 juga berpeluang mencapai lebih besar atau sama dengan 5,5 persen. Menurut dia, inflasi juga masih terkendali di level 3,48 persen, sementara indeks keyakinan konsumen tetap tinggi di level 122,9. Airlangga menambahkan konsumsi dalam negeri masih menjadi penopang utama perekonomian dengan kontribusi sekitar 54 persen terhadap produk domestik bruto (PDB). “Konsumsi dalam negeri masih kuat, 54 persen terhadap PDB,” ujarnya. Dari sisi eksternal, ia menjelaskan neraca perdagangan Indonesia mencatat surplus selama 70 bulan dengan nilai 148,2 miliar dolar AS. Ia juga menyampaikan rasio utang luar negeri Indonesia masih berada di level 29,9 persen terhadap PDB. Selain itu, kepemilikan surat berharga negara (SBN) didominasi investor domestik hingga 87,4 persen, sementara porsi asing sebesar 12,6 persen. Lebih lanjut, Airlangga mengatakan sejumlah lembaga internasional masih memandang ekonomi Indonesia cukup kuat. 📖 BACA SELENGKAPNYA: 🔗 https://www.ceposonline.com 📰 Berlangganan Koran Cenderawasih Pos: 📞 0812-4803-531 Follow kami di Sosial Media: Instagram:  &  Facebook:  TikTok:  . . . #cepos #papua #beritapapua", "post_id": "7635262836746374408"}}, {"key": "Cenderawasihpos", "attributes": {"label": "Cenderawasihpos", "x": 5.64182296633553, "y": 417.3782212047303, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 9.1165, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7635262836746374408", "id": "Cenderawasihpos", "source": "tiktok-000001", "content": "Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyatakan perekonomian Indonesia tetap memiliki resiliensi kuat dan ruang untuk tumbuh di tengah ketidakpastian ekonomi global. Ia menjelaskan bahwa sejumlah indikator ekonomi nasional masih terjaga, mulai dari pertumbuhan ekonomi, inflasi, konsumsi domestik, hingga struktur pembiayaan dalam negeri. “Fundamental kita tetap terjaga. Pertumbuhan ekonomi tercatat di tahun lalu 5,11 persen. Di tahun 2026 ditargetkan 5,4 persen,” kata Airlangga dalam acara Kick Off Percepatan Intermediasi Indonesia (PINISI) di Kantor Pusat Bank Indonesia, Jakarta, Senin. Ia menyebut pertumbuhan ekonomi pada kuartal I 2026 juga berpeluang mencapai lebih besar atau sama dengan 5,5 persen. Menurut dia, inflasi juga masih terkendali di level 3,48 persen, sementara indeks keyakinan konsumen tetap tinggi di level 122,9. Airlangga menambahkan konsumsi dalam negeri masih menjadi penopang utama perekonomian dengan kontribusi sekitar 54 persen terhadap produk domestik bruto (PDB). “Konsumsi dalam negeri masih kuat, 54 persen terhadap PDB,” ujarnya. Dari sisi eksternal, ia menjelaskan neraca perdagangan Indonesia mencatat surplus selama 70 bulan dengan nilai 148,2 miliar dolar AS. Ia juga menyampaikan rasio utang luar negeri Indonesia masih berada di level 29,9 persen terhadap PDB. Selain itu, kepemilikan surat berharga negara (SBN) didominasi investor domestik hingga 87,4 persen, sementara porsi asing sebesar 12,6 persen. Lebih lanjut, Airlangga mengatakan sejumlah lembaga internasional masih memandang ekonomi Indonesia cukup kuat. 📖 BACA SELENGKAPNYA: 🔗 https://www.ceposonline.com 📰 Berlangganan Koran Cenderawasih Pos: 📞 0812-4803-531 Follow kami di Sosial Media: Instagram:  &  Facebook:  TikTok:  . . . #cepos #papua #beritapapua", "post_id": "7635262836746374408"}}, {"key": "with_fp", "attributes": {"label": "with_fp", "x": 499.04835648226344, "y": 287.1553405931515, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 7.5188, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "7420433745200663814", "id": "with_fp", "source": "tiktok-000001", "content": "Halo sobat GenBI 🙌🏻 kita perdalam ilmu tentang kebanksentralan yuk \"Bank Indonesia: Pilar stabilitas ekonomi dan penggerak inovasi keuangan. Dalam setiap langkah, BI berkomitmen menjaga nilai rupiah dan mendorong pertumbuhan yang berkelanjutan.\" #genbinasional #dedikasigenbi #kebanksentralan  Semarang", "post_id": "7420433745200663814"}}, {"key": "GenBI", "attributes": {"label": "GenBI", "x": 231.62117642338532, "y": 604.8032550426701, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 13.9097, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7420433745200663814", "id": "GenBI", "source": "tiktok-000001", "content": "Halo sobat GenBI 🙌🏻 kita perdalam ilmu tentang kebanksentralan yuk \"Bank Indonesia: Pilar stabilitas ekonomi dan penggerak inovasi keuangan. Dalam setiap langkah, BI berkomitmen menjaga nilai rupiah dan mendorong pertumbuhan yang berkelanjutan.\" #genbinasional #dedikasigenbi #kebanksentralan  Semarang", "post_id": "7420433745200663814"}}, {"key": "berpotensi_viral", "attributes": {"label": "berpotensi_viral", "x": 746.7059407805198, "y": 55.55099753209425, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 7.5188, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "7604800739591933205", "id": "berpotensi_viral", "source": "tiktok-000001", "content": "Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyampaikan bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia sepanjang 2025 mencapai 5,11 persen secara tahunan (year on year/yoy). Capaian tersebut dinilai positif karena berhasil melampaui pertumbuhan ekonomi China. Pernyataan ini disampaikan Purbaya dalam rapat konsultasi bersama pimpinan Komisi DPR RI di Kompleks Parlemen, Jakarta. Selain capaian tahunan, kinerja ekonomi Indonesia juga menunjukkan penguatan signifikan pada kuartal IV-2025. Pada periode tersebut, ekonomi nasional tumbuh sebesar 5,39 persen, menjadi yang tertinggi sejak kuartal III-2022. Menurut Purbaya, penguatan ini menunjukkan keberhasilan pemerintah dalam menjaga stabilitas dan memperbaiki fondasi ekonomi di tengah tantangan global. Meski mengakui masih terdapat berbagai risiko yang berpotensi memengaruhi perekonomian, Purbaya menegaskan bahwa pemerintah telah menyiapkan langkah antisipatif. la pun optimistis ekonomi Indonesia mampu tumbuh hingga 6 persen dalam waktu dekat, seiring dengan implementasi kebijakan strategis yang mulai dijalankan sejak akhir 2025. Pemerintah, kata dia, memiliki instrumen yang tepat untuk mendorong pertumbuhan ekonomi ke level yang lebih tinggi. sc Instagram: Bitorex  #china #indonesia #prabowo #ekonomi #AkademiBitorex", "post_id": "7604800739591933205"}}, {"key": "Akademi", "attributes": {"label": "Akademi", "x": 836.9802883595712, "y": 138.08628421741707, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 13.9097, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7604800739591933205", "id": "Akademi", "source": "tiktok-000001", "content": "Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyampaikan bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia sepanjang 2025 mencapai 5,11 persen secara tahunan (year on year/yoy). Capaian tersebut dinilai positif karena berhasil melampaui pertumbuhan ekonomi China. Pernyataan ini disampaikan Purbaya dalam rapat konsultasi bersama pimpinan Komisi DPR RI di Kompleks Parlemen, Jakarta. Selain capaian tahunan, kinerja ekonomi Indonesia juga menunjukkan penguatan signifikan pada kuartal IV-2025. Pada periode tersebut, ekonomi nasional tumbuh sebesar 5,39 persen, menjadi yang tertinggi sejak kuartal III-2022. Menurut Purbaya, penguatan ini menunjukkan keberhasilan pemerintah dalam menjaga stabilitas dan memperbaiki fondasi ekonomi di tengah tantangan global. Meski mengakui masih terdapat berbagai risiko yang berpotensi memengaruhi perekonomian, Purbaya menegaskan bahwa pemerintah telah menyiapkan langkah antisipatif. la pun optimistis ekonomi Indonesia mampu tumbuh hingga 6 persen dalam waktu dekat, seiring dengan implementasi kebijakan strategis yang mulai dijalankan sejak akhir 2025. Pemerintah, kata dia, memiliki instrumen yang tepat untuk mendorong pertumbuhan ekonomi ke level yang lebih tinggi. sc Instagram: Bitorex  #china #indonesia #prabowo #ekonomi #AkademiBitorex", "post_id": "7604800739591933205"}}, {"key": "podcastseninsore", "attributes": {"label": "podcastseninsore", "x": 564.3752322631763, "y": 909.7227620886208, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 13.0761, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 2, "out_degree": 2, "degree": 4}, "_id": "7599654013243542805", "id": "podcastseninsore", "source": "tiktok-000001", "content": "Komisi XI DPR RI secara resmi menyetujui penetapan Thomas A.M. Djiwandono sebagai Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) pengganti Yuda Agung yang mengundurkan diri, setelah melalui proses fit and proper test.  Ketua Komisi XI DPR RI, Mukhamad Misbakhun, menyatakan bahwa Thomas dipilih karena dianggap figur yang diterima oleh semua partai politik dan mampu memaparkan pentingnya harmonisasi kebijakan moneter dan fiskal demi pertumbuhan ekonomi. __________________________ Instagram:   TikTok:   YouTube: Podcast Senin Sore Spotify: Podcast Senin Sore #Thomas #KeponakanPrabowo #Prabowo #BankIndonesia", "post_id": "7599654013243542805"}}, {"key": "pojokdesa_id", "attributes": {"label": "pojokdesa_id", "x": 64.78708836174741, "y": 712.0866013033033, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 7.5188, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "7616248566968749319", "id": "pojokdesa_id", "source": "tiktok-000001", "content": "POJOKDESA.ID – PONTIANAK – Kementerian Keuangan Republik Indonesia kembali menyampaikan realisasi kinerja Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) periode Februari 2026. Konferensi pers APBN Kita Edisi Maret dengan laporan kinerja realisasi APBN periode Februari 2026 disiarkan di kanal YouTube  pada Rabu (11/3/2026). Menteri Keuangan (Menkeu), Purbaya Yudhi Sadewa, memimpin konferensi pers (konpers) realisasi APBN periode Februari 2026. Ia mengatakan kinerja APBN pada periode tersebut tumbuh positif dengan ruang fiskal yang tetap terjaga serta realisasi pertumbuhan belanja yang terakselerasi. \"Secara keseluruhan, realisasi APBN Februari 2026 tetap terjaga dengan ruang fiskal yang tumbuh positif dan belanja negara yang terakselerasi untuk mendukung aktivitas ekonomi,\" ungkapnya. Dalam konpers tersebut, ia melaporkan realisasi keseluruhan pendapatan APBN di periode Februari 2026 mencapai Rp358,0 triliun atau 11,4 persen dari target APBN 2026. Angka ini tumbuh 12,8 persen dibandingkan dengan realisasi pendapatan APBN pada Februari 2025. Berdasarkan pemaparan Purbaya, meningkatnya realisasi pendapatan APBN periode Februari 2026 ditopang oleh kinerja penerimaan perpajakan sebesar Rp245,1 triliun atau 10,4% dari target, dengan realisasi pertumbuhan sebesar 30,4% dibandingkan bulan yang sama tahun sebelumnya (year-on-year/yoy). Selain itu, realisasi penerimaan kepabeanan dan cukai tercatat sebesar Rp44,9 triliun atau 13,4% dari target APBN 2026 sebesar Rp336,0 triliun. Menurut Menkeu Purbaya, penerimaan kepabeanan dan cukai tersebut terkontraksi atau turun sebesar 14,7% dibandingkan dengan penerimaan di bulan Februari 2025 yang tercatat sebesar Rp52,6 triliun (17,5% dari target). Akan tetapi, ia meyakinkan kondisi itu akan pulih pada realisasi penerimaan kepabeanan dan cukai di periode selanjutnya. “Terjadi kontraksi penerimaan kepabeanan dan cukai sebesar 14,7% yang dipengaruhi oleh dinamika pertumbuhan bahan baku dan industri. Akan tetapi, berdasarkan perkembangan terbaru, kondisi itu mulai pulih pada periode berikutnya,\" terang Menkeu Purbaya saat menyampaikan laporan realisasi APBN periode Februari 2026, Rabu (11/3/2026). Tak hanya ditopang oleh penerimaan perpajakan, Menkeu Purbaya memaparkan bahwa realisasi pendapatan dari Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) juga menjadi penopang pendapatan APBN periode Februari 2026. Ia mengungkapkan pendapatan negara dari PNBP pada periode ini mencapai Rp68,0 triliun atau 14,8% dari target APBN tahun 2026 sebesar Rp459,2 triliun. Purbaya mengatakan pendapatan PNBP APBN tahun 2026 tersebut terkontraksi atau turun sebesar 11,4% jika dibandingkan dengan pendapatan PNBP Februari 2025 yang mencapai Rp76,7 triliun (14,9% dari target Rp513,6 triliun). Sementara itu, penerimaan negara dari hibah dilaporkan nihil dan tidak memberikan kontribusi signifikan terhadap APBN periode Februari 2026. Berdasarkan pemaparan, total keseluruhan pendapatan APBN pada periode Februari 2026 mencapai Rp358,0 triliun atau 11,4% dari target, tumbuh 12,8% dari periode yang sama di tahun 2025. Purbaya menjelaskan realisasi pendapatan APBN ini terutama ditopang oleh penerimaan perpajakan serta kepabeanan dan cukai yang pada periode Februari 2026 totalnya mencapai Rp290 triliun atau 10,8% dari target penerimaan APBN Tahun 2026 untuk Perpajakan dan Cukai yang ditetapkan sebesar Rp2.693,7 triliun. Menurut Purbaya, pendapatan APBN pada realisasi periode Februari 2026 menunjukkan pertumbuhan yang positif dengan total keseluruhan mencapai Rp358,0 triliun. Penopang utamanya adalah penerimaan perpajakan sebesar Rp290 triliun yang tumbuh 30,4% (yoy). Berdasarkan paparan tersebut, realisasi APBN periode Februari 2026 totalnya mencapai Rp358,0 triliun, terjadi penambahan pendapatan negara sebesar Rp185,3 triliun pada periode ini, mengingat realisasi pendapatan APBN pada Januari 2026 tercatat sebesar Rp172,7 triliun. #purbaya #prabowo #apbn2026 #esdm", "post_id": "7616248566968749319"}}, {"key": "KementerianKeuanganRI", "attributes": {"label": "KementerianKeuanganRI", "x": 512.4396460553432, "y": 160.0424549009376, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 13.9097, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7616248566968749319", "id": "KementerianKeuanganRI", "source": "tiktok-000001", "content": "POJOKDESA.ID – PONTIANAK – Kementerian Keuangan Republik Indonesia kembali menyampaikan realisasi kinerja Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) periode Februari 2026. Konferensi pers APBN Kita Edisi Maret dengan laporan kinerja realisasi APBN periode Februari 2026 disiarkan di kanal YouTube  pada Rabu (11/3/2026). Menteri Keuangan (Menkeu), Purbaya Yudhi Sadewa, memimpin konferensi pers (konpers) realisasi APBN periode Februari 2026. Ia mengatakan kinerja APBN pada periode tersebut tumbuh positif dengan ruang fiskal yang tetap terjaga serta realisasi pertumbuhan belanja yang terakselerasi. \"Secara keseluruhan, realisasi APBN Februari 2026 tetap terjaga dengan ruang fiskal yang tumbuh positif dan belanja negara yang terakselerasi untuk mendukung aktivitas ekonomi,\" ungkapnya. Dalam konpers tersebut, ia melaporkan realisasi keseluruhan pendapatan APBN di periode Februari 2026 mencapai Rp358,0 triliun atau 11,4 persen dari target APBN 2026. Angka ini tumbuh 12,8 persen dibandingkan dengan realisasi pendapatan APBN pada Februari 2025. Berdasarkan pemaparan Purbaya, meningkatnya realisasi pendapatan APBN periode Februari 2026 ditopang oleh kinerja penerimaan perpajakan sebesar Rp245,1 triliun atau 10,4% dari target, dengan realisasi pertumbuhan sebesar 30,4% dibandingkan bulan yang sama tahun sebelumnya (year-on-year/yoy). Selain itu, realisasi penerimaan kepabeanan dan cukai tercatat sebesar Rp44,9 triliun atau 13,4% dari target APBN 2026 sebesar Rp336,0 triliun. Menurut Menkeu Purbaya, penerimaan kepabeanan dan cukai tersebut terkontraksi atau turun sebesar 14,7% dibandingkan dengan penerimaan di bulan Februari 2025 yang tercatat sebesar Rp52,6 triliun (17,5% dari target). Akan tetapi, ia meyakinkan kondisi itu akan pulih pada realisasi penerimaan kepabeanan dan cukai di periode selanjutnya. “Terjadi kontraksi penerimaan kepabeanan dan cukai sebesar 14,7% yang dipengaruhi oleh dinamika pertumbuhan bahan baku dan industri. Akan tetapi, berdasarkan perkembangan terbaru, kondisi itu mulai pulih pada periode berikutnya,\" terang Menkeu Purbaya saat menyampaikan laporan realisasi APBN periode Februari 2026, Rabu (11/3/2026). Tak hanya ditopang oleh penerimaan perpajakan, Menkeu Purbaya memaparkan bahwa realisasi pendapatan dari Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) juga menjadi penopang pendapatan APBN periode Februari 2026. Ia mengungkapkan pendapatan negara dari PNBP pada periode ini mencapai Rp68,0 triliun atau 14,8% dari target APBN tahun 2026 sebesar Rp459,2 triliun. Purbaya mengatakan pendapatan PNBP APBN tahun 2026 tersebut terkontraksi atau turun sebesar 11,4% jika dibandingkan dengan pendapatan PNBP Februari 2025 yang mencapai Rp76,7 triliun (14,9% dari target Rp513,6 triliun). Sementara itu, penerimaan negara dari hibah dilaporkan nihil dan tidak memberikan kontribusi signifikan terhadap APBN periode Februari 2026. Berdasarkan pemaparan, total keseluruhan pendapatan APBN pada periode Februari 2026 mencapai Rp358,0 triliun atau 11,4% dari target, tumbuh 12,8% dari periode yang sama di tahun 2025. Purbaya menjelaskan realisasi pendapatan APBN ini terutama ditopang oleh penerimaan perpajakan serta kepabeanan dan cukai yang pada periode Februari 2026 totalnya mencapai Rp290 triliun atau 10,8% dari target penerimaan APBN Tahun 2026 untuk Perpajakan dan Cukai yang ditetapkan sebesar Rp2.693,7 triliun. Menurut Purbaya, pendapatan APBN pada realisasi periode Februari 2026 menunjukkan pertumbuhan yang positif dengan total keseluruhan mencapai Rp358,0 triliun. Penopang utamanya adalah penerimaan perpajakan sebesar Rp290 triliun yang tumbuh 30,4% (yoy). Berdasarkan paparan tersebut, realisasi APBN periode Februari 2026 totalnya mencapai Rp358,0 triliun, terjadi penambahan pendapatan negara sebesar Rp185,3 triliun pada periode ini, mengingat realisasi pendapatan APBN pada Januari 2026 tercatat sebesar Rp172,7 triliun. #purbaya #prabowo #apbn2026 #esdm", "post_id": "7616248566968749319"}}, {"key": "bpskabtemanggung", "attributes": {"label": "bpskabtemanggung", "x": 507.7195116462249, "y": 975.7564699593812, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 7.5188, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "7405607571911904517", "id": "bpskabtemanggung", "source": "tiktok-000001", "content": "Dalam pelaksanaan pembangunan Zona Integritas, BPS Kabupaten Temanggung turut berpartisipasi dalam program pengendalian inflasi sebagai bagian dari program reformasi birokrasi tematik. Hari ini, Rabu, 21 Agustus 2024, Kepala Badan Pusat Statistik Kabupaten Temanggung, Haryono, turut hadir dalam Launching Kios Pengendali Inflasi Temanggung (Kendit). Kendit ini merupakan implementasi program Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Pemerintah Kabupaten Temanggung untuk menjaga stabilitas harga komoditas pangan di Kabupaten Temanggung, bersinergi dengan kantor Perwakilan Bank Indonesia dan Perum Bulog. BPS Kabupaten Temanggung mendukung pembangunan di Kabupaten Temanggung. #inflasi #bpskabupatentemanggung  Provinsi Jawa Tengah   Pusat Statistik", "post_id": "7405607571911904517"}}, {"key": "BPS", "attributes": {"label": "BPS", "x": 287.44017519185326, "y": 589.6120552605441, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 10.7142, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7405607571911904517", "id": "BPS", "source": "tiktok-000001", "content": "Dalam pelaksanaan pembangunan Zona Integritas, BPS Kabupaten Temanggung turut berpartisipasi dalam program pengendalian inflasi sebagai bagian dari program reformasi birokrasi tematik. Hari ini, Rabu, 21 Agustus 2024, Kepala Badan Pusat Statistik Kabupaten Temanggung, Haryono, turut hadir dalam Launching Kios Pengendali Inflasi Temanggung (Kendit). Kendit ini merupakan implementasi program Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Pemerintah Kabupaten Temanggung untuk menjaga stabilitas harga komoditas pangan di Kabupaten Temanggung, bersinergi dengan kantor Perwakilan Bank Indonesia dan Perum Bulog. BPS Kabupaten Temanggung mendukung pembangunan di Kabupaten Temanggung. #inflasi #bpskabupatentemanggung  Provinsi Jawa Tengah   Pusat Statistik", "post_id": "7405607571911904517"}}, {"key": "Badan", "attributes": {"label": "Badan", "x": 495.5674301618236, "y": 614.5898676263994, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 10.7142, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7405607571911904517", "id": "Badan", "source": "tiktok-000001", "content": "Dalam pelaksanaan pembangunan Zona Integritas, BPS Kabupaten Temanggung turut berpartisipasi dalam program pengendalian inflasi sebagai bagian dari program reformasi birokrasi tematik. Hari ini, Rabu, 21 Agustus 2024, Kepala Badan Pusat Statistik Kabupaten Temanggung, Haryono, turut hadir dalam Launching Kios Pengendali Inflasi Temanggung (Kendit). Kendit ini merupakan implementasi program Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Pemerintah Kabupaten Temanggung untuk menjaga stabilitas harga komoditas pangan di Kabupaten Temanggung, bersinergi dengan kantor Perwakilan Bank Indonesia dan Perum Bulog. BPS Kabupaten Temanggung mendukung pembangunan di Kabupaten Temanggung. #inflasi #bpskabupatentemanggung  Provinsi Jawa Tengah   Pusat Statistik", "post_id": "7405607571911904517"}}, {"key": "mancingsaham.id", "attributes": {"label": "mancingsaham.id", "x": 3.013460768113596, "y": 306.5362905138065, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 7.5188, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "7626407550656761108", "id": "mancingsaham.id", "source": "tiktok-000001", "content": "Bank Indonesia melaporkan cadangan devisa Indonesia turun US$3,7 miliar menjadi US$148,2 miliar pada Maret 2026 📊 Penurunan ini dipicu pembayaran utang luar negeri pemerintah serta intervensi stabilisasi Rupiah di tengah ketidakpastian global 🌍 Meski turun, posisi cadev masih setara 6 bulan impor dan dinilai tetap kuat untuk menjaga stabilitas ekonomi serta ketahanan eksternal 💪 Sumber: CNBC Indonesia, 8 April 2026 Gabung di  community untuk analisis market, stockpick pilihan, update berita saham, dan diskusi eksklusif dengan investor & trader lainnya. 📩 Bergabung sekarang! Klik lynk.id/owennath atau chat 081251880459 (WhatsApp). #saham #sahamindonesia #investasi #fyp #mancingsaham", "post_id": "7626407550656761108"}}, {"key": "modalclips", "attributes": {"label": "modalclips", "x": 793.9184067486873, "y": 732.6727659386253, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 7.5188, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "7633330968450895122", "id": "modalclips", "source": "tiktok-000001", "content": "pak purbaya sampai gak kepikiran, gen z ini kasih solusi cara hutang negara bisa lunas! ​siapa sangka kalau kunci penyelesaian hutang negara ada pada strategi aset digital. gen z ini melempar ide berani yang bikin pak purbaya terdiam: alokasikan cuma 1% saja untuk investasi ke bitcoin. di saat ekonomi konvensional mulai goyah, strategi store of value di aset kripto ini dianggap bisa jadi penyelamat cadangan devisa negara di masa depan. ​ide ini mungkin terdengar gila bagi generasi lama, tapi melihat pertumbuhan bitcoin secara global, langkah kecil sebesar 1% ini bisa jadi efek domino yang melunasi beban finansial negara tanpa harus membebani rakyat. ini adalah perpaduan antara keberanian gen z dan teknologi masa depan yang sebelumnya gak pernah terpikirkan di meja birokrasi. ​menurut lu, apakah ide alokasi 1% ke bitcoin ini solusi jenius atau justru terlalu berisiko buat negara? tumpahin argumen lu di kolom komentar! #stevenanderson #stevenxclippo #coinkami #andersonnsteven #viral   A | Cryptopreneur 🚀💰", "post_id": "7633330968450895122"}}, {"key": "Steven", "attributes": {"label": "Steven", "x": 892.5343368417236, "y": 441.7385608399198, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 10.7142, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7633330968450895122", "id": "Steven", "source": "tiktok-000001", "content": "pak purbaya sampai gak kepikiran, gen z ini kasih solusi cara hutang negara bisa lunas! ​siapa sangka kalau kunci penyelesaian hutang negara ada pada strategi aset digital. gen z ini melempar ide berani yang bikin pak purbaya terdiam: alokasikan cuma 1% saja untuk investasi ke bitcoin. di saat ekonomi konvensional mulai goyah, strategi store of value di aset kripto ini dianggap bisa jadi penyelamat cadangan devisa negara di masa depan. ​ide ini mungkin terdengar gila bagi generasi lama, tapi melihat pertumbuhan bitcoin secara global, langkah kecil sebesar 1% ini bisa jadi efek domino yang melunasi beban finansial negara tanpa harus membebani rakyat. ini adalah perpaduan antara keberanian gen z dan teknologi masa depan yang sebelumnya gak pernah terpikirkan di meja birokrasi. ​menurut lu, apakah ide alokasi 1% ke bitcoin ini solusi jenius atau justru terlalu berisiko buat negara? tumpahin argumen lu di kolom komentar! #stevenanderson #stevenxclippo #coinkami #andersonnsteven #viral   A | Cryptopreneur 🚀💰", "post_id": "7633330968450895122"}}, {"key": "CoinKami", "attributes": {"label": "CoinKami", "x": 156.03761114170155, "y": 36.34248455165612, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 10.7142, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7633330968450895122", "id": "CoinKami", "source": "tiktok-000001", "content": "pak purbaya sampai gak kepikiran, gen z ini kasih solusi cara hutang negara bisa lunas! ​siapa sangka kalau kunci penyelesaian hutang negara ada pada strategi aset digital. gen z ini melempar ide berani yang bikin pak purbaya terdiam: alokasikan cuma 1% saja untuk investasi ke bitcoin. di saat ekonomi konvensional mulai goyah, strategi store of value di aset kripto ini dianggap bisa jadi penyelamat cadangan devisa negara di masa depan. ​ide ini mungkin terdengar gila bagi generasi lama, tapi melihat pertumbuhan bitcoin secara global, langkah kecil sebesar 1% ini bisa jadi efek domino yang melunasi beban finansial negara tanpa harus membebani rakyat. ini adalah perpaduan antara keberanian gen z dan teknologi masa depan yang sebelumnya gak pernah terpikirkan di meja birokrasi. ​menurut lu, apakah ide alokasi 1% ke bitcoin ini solusi jenius atau justru terlalu berisiko buat negara? tumpahin argumen lu di kolom komentar! #stevenanderson #stevenxclippo #coinkami #andersonnsteven #viral   A | Cryptopreneur 🚀💰", "post_id": "7633330968450895122"}}, {"key": "disperindagprovbe", "attributes": {"label": "disperindagprovbe", "x": 600.8270657451244, "y": 584.513809715103, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 7.5188, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "7634018851411348754", "id": "disperindagprovbe", "source": "tiktok-000001", "content": "Pemprov Bengkulu Kendalikan Inflasi Jelang Idul Adha 1447 H. Pemerintah Provinsi Bengkulu memperkuat sinergi lintas sektor dalam mengendalikan inflasi menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Iduladha 1447 H.  Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Bengkulu, Bapak Desman Siboro, SH., mengadiri rapat yang dipimpin oleh Asisten II Bidang Pembangunan dan Ekonomi Setda Provinsi Bengkulu, RA Denni, SHH, MM., mewakili Sekretaris Daerah, di Ruang Rapat Merah Putih Kantor Gubernur (Selasa 28/4). Rapat yang dihadiri perwakilan Bank Indonesia, BMKG, BPS, Perum Bulog, serta sejumlah kepala OPD terkait membahas evaluasi program pengendalian inflasi daerah dan langkah strategis sebagai solusi konkret guna menjaga stabilitas harga dan ketersediaan pasokan, terutama di tengah dinamika global yang tidak menentu.  #bumimerahputih #banturakyat #inflasibengkulu  #iduladha1447h  #pengendalianinflasi", "post_id": "7634018851411348754"}}, {"key": "Bengkuluprov.go.id", "attributes": {"label": "Bengkuluprov.go.id", "x": 578.1297627333936, "y": 296.5155961135776, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 13.9097, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7634018851411348754", "id": "Bengkuluprov.go.id", "source": "tiktok-000001", "content": "Pemprov Bengkulu Kendalikan Inflasi Jelang Idul Adha 1447 H. Pemerintah Provinsi Bengkulu memperkuat sinergi lintas sektor dalam mengendalikan inflasi menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Iduladha 1447 H.  Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Bengkulu, Bapak Desman Siboro, SH., mengadiri rapat yang dipimpin oleh Asisten II Bidang Pembangunan dan Ekonomi Setda Provinsi Bengkulu, RA Denni, SHH, MM., mewakili Sekretaris Daerah, di Ruang Rapat Merah Putih Kantor Gubernur (Selasa 28/4). Rapat yang dihadiri perwakilan Bank Indonesia, BMKG, BPS, Perum Bulog, serta sejumlah kepala OPD terkait membahas evaluasi program pengendalian inflasi daerah dan langkah strategis sebagai solusi konkret guna menjaga stabilitas harga dan ketersediaan pasokan, terutama di tengah dinamika global yang tidak menentu.  #bumimerahputih #banturakyat #inflasibengkulu  #iduladha1447h  #pengendalianinflasi", "post_id": "7634018851411348754"}}, {"key": "bahasbarenglagi", "attributes": {"label": "bahasbarenglagi", "x": 754.0771323245154, "y": 395.000763845105, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 7.5188, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "7632164388304194817", "id": "bahasbarenglagi", "source": "tiktok-000001", "content": "Kementerian Keuangan (Kemenkeu) memberikan klarifikasi resmi atas beredarnya kabar bohong mengenai ketahanan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) serta pelemahan nilai tukar rupiah pada Kamis (23/4/2026). Pemerintah memastikan bahwa informasi yang menyebut APBN hanya mampu bertahan selama tiga bulan adalah tidak benar. Sebagaimana dilansir dari Detik Finance, narasi menyesatkan tersebut juga mencatut nama Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa. Kemenkeu mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya, terutama yang menyangkut stabilitas ekonomi nasional. \"Berita yang beredar mengenai APBN RI hanya cukup untuk 3 bulan dan rupiah bisa menyentuh Rp 20.000 per dolar AS merupakan berita hoaks,\" tulis unggahan di Instagram resmi , Kamis (23/4/2026). #fypppppppppppppppppppppp #purbayayudhisadewa #kemenkeu #PemerintahJagaAPBN", "post_id": "7632164388304194817"}}, {"key": "ppid.kemenkeu", "attributes": {"label": "ppid.kemenkeu", "x": 338.93502366698425, "y": 858.2986913463113, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 13.9097, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7632164388304194817", "id": "ppid.kemenkeu", "source": "tiktok-000001", "content": "Kementerian Keuangan (Kemenkeu) memberikan klarifikasi resmi atas beredarnya kabar bohong mengenai ketahanan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) serta pelemahan nilai tukar rupiah pada Kamis (23/4/2026). Pemerintah memastikan bahwa informasi yang menyebut APBN hanya mampu bertahan selama tiga bulan adalah tidak benar. Sebagaimana dilansir dari Detik Finance, narasi menyesatkan tersebut juga mencatut nama Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa. Kemenkeu mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya, terutama yang menyangkut stabilitas ekonomi nasional. \"Berita yang beredar mengenai APBN RI hanya cukup untuk 3 bulan dan rupiah bisa menyentuh Rp 20.000 per dolar AS merupakan berita hoaks,\" tulis unggahan di Instagram resmi , Kamis (23/4/2026). #fypppppppppppppppppppppp #purbayayudhisadewa #kemenkeu #PemerintahJagaAPBN", "post_id": "7632164388304194817"}}, {"key": "visfmradio", "attributes": {"label": "visfmradio", "x": 651.8618071282721, "y": 39.624592122405545, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 7.5188, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "7605563094559116564", "id": "visfmradio", "source": "tiktok-000001", "content": "radiovisfm.com – Menjelang Ramadan hingga Hari Raya Idulfitri biasanya terjadi peningkatan harga utamanya kebutuhan bahan pokok. Sebagai upaya antisipasi, Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani bersama Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID), mempersiapkan berbagai langkah untuk memastikan stok dan stabilitas harga terjaga. “Selama Ramadan sejumlah bahan pangan berpotensi mengalami kenaikan harga. Karena itu harus ada langkah-langkah dalam menjaga stok dan stabilitas harga, menjaga daya beli masyarakat sekaligus mengendalikan inflasi daerah,” kata Bupati Ipuk, Rabu (11/2/2026). Bupati Ipuk menjelaskan, salah satu upayanya dengan melaksanakan intervensi sejak dini. Menurutnya Pemkab Banyuwangi bersama TPID harus secara konsisten melaksanakan strategi pengendalian inflasi yang berfokus pada 4K yakni Keterjangkauan Harga, Ketersediaan Pasokan, Kelancaran Distribusi, dan Komunikasi Efektif. Bupati Ipuk meminta OPD teknis kolaborasi dengan stakeholder terkait. Di antaranya Dinas Koperasi UMKM dan Perdagangan harus melaksanakan Operasi Pasar Murah (OPM) secara masif bersama Bulog, Perpadi, dan BI Jember, untuk menjaga keterjangkauan harga. Selain itu juga mengoptimalisasi 97 Toko Pengendali Inflasi Banyuwangi (Top Si Wangi). (Top Si Wangi). “Pelaksanaan pasar murah bisa menjaga keterjangkauan daya beli serta memangkas jalur distribusi, dengan mendatangkan barang langsung dari produsen atau Bulog ke konsumen. Sehingga masyarakat busa mendapatkan harga yang terjangkau,” ujar Bupati Ipuk. Selain itu, untuk menjamin ketersediaan pasokan, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan melakukan pengawasan terhadap ketersediaan bahan pangan khususnya daging dan telur ayam ras Untuk mencegah eskalasi harga yang lebih tinggi saat Ramadan. “Dispertapang harus melakukan pengamanan stok dan pemantauan populasi (Hulu). Kita harus memastikan bahwa surplus produksi yang tercatat dalam Neraca Pangan tetap terjaga di tingkat peternak lokal,” paparnya. Bupati Ipuk juga telah menggelar rakor High Level Meeting (HLM) untuk memastikan stok dan stabilitas harga pangan terjaga, Jumat (30/1/2026). Rakor ini diikuti Wakil Bupati Banyuwangi Mujiono, Kepala Bank Indonesia Jember Iqbal Reza Nugraha, Forkopimda Banyuwangi, Kepala Bulog Dwiana Puspitasari, perwakilan BPS dan KPPN, Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Banyuwangi, dan sejumlah stakeholder sebagai pelaksana teknis kebijakan TPID. #inflasi #harga  #kabupatenbanyuwangi  . . . written by   post by  Hadi", "post_id": "7605563094559116564"}}, {"key": "akuilex", "attributes": {"label": "akuilex", "x": 457.46668680314207, "y": 733.3853167159797, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 10.7142, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7605563094559116564", "id": "akuilex", "source": "tiktok-000001", "content": "radiovisfm.com – Menjelang Ramadan hingga Hari Raya Idulfitri biasanya terjadi peningkatan harga utamanya kebutuhan bahan pokok. Sebagai upaya antisipasi, Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani bersama Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID), mempersiapkan berbagai langkah untuk memastikan stok dan stabilitas harga terjaga. “Selama Ramadan sejumlah bahan pangan berpotensi mengalami kenaikan harga. Karena itu harus ada langkah-langkah dalam menjaga stok dan stabilitas harga, menjaga daya beli masyarakat sekaligus mengendalikan inflasi daerah,” kata Bupati Ipuk, Rabu (11/2/2026). Bupati Ipuk menjelaskan, salah satu upayanya dengan melaksanakan intervensi sejak dini. Menurutnya Pemkab Banyuwangi bersama TPID harus secara konsisten melaksanakan strategi pengendalian inflasi yang berfokus pada 4K yakni Keterjangkauan Harga, Ketersediaan Pasokan, Kelancaran Distribusi, dan Komunikasi Efektif. Bupati Ipuk meminta OPD teknis kolaborasi dengan stakeholder terkait. Di antaranya Dinas Koperasi UMKM dan Perdagangan harus melaksanakan Operasi Pasar Murah (OPM) secara masif bersama Bulog, Perpadi, dan BI Jember, untuk menjaga keterjangkauan harga. Selain itu juga mengoptimalisasi 97 Toko Pengendali Inflasi Banyuwangi (Top Si Wangi). (Top Si Wangi). “Pelaksanaan pasar murah bisa menjaga keterjangkauan daya beli serta memangkas jalur distribusi, dengan mendatangkan barang langsung dari produsen atau Bulog ke konsumen. Sehingga masyarakat busa mendapatkan harga yang terjangkau,” ujar Bupati Ipuk. Selain itu, untuk menjamin ketersediaan pasokan, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan melakukan pengawasan terhadap ketersediaan bahan pangan khususnya daging dan telur ayam ras Untuk mencegah eskalasi harga yang lebih tinggi saat Ramadan. “Dispertapang harus melakukan pengamanan stok dan pemantauan populasi (Hulu). Kita harus memastikan bahwa surplus produksi yang tercatat dalam Neraca Pangan tetap terjaga di tingkat peternak lokal,” paparnya. Bupati Ipuk juga telah menggelar rakor High Level Meeting (HLM) untuk memastikan stok dan stabilitas harga pangan terjaga, Jumat (30/1/2026). Rakor ini diikuti Wakil Bupati Banyuwangi Mujiono, Kepala Bank Indonesia Jember Iqbal Reza Nugraha, Forkopimda Banyuwangi, Kepala Bulog Dwiana Puspitasari, perwakilan BPS dan KPPN, Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Banyuwangi, dan sejumlah stakeholder sebagai pelaksana teknis kebijakan TPID. #inflasi #harga  #kabupatenbanyuwangi  . . . written by   post by  Hadi", "post_id": "7605563094559116564"}}, {"key": "Thomy", "attributes": {"label": "Thomy", "x": 632.1349133097306, "y": 970.7103229420231, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 10.7142, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7605563094559116564", "id": "Thomy", "source": "tiktok-000001", "content": "radiovisfm.com – Menjelang Ramadan hingga Hari Raya Idulfitri biasanya terjadi peningkatan harga utamanya kebutuhan bahan pokok. Sebagai upaya antisipasi, Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani bersama Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID), mempersiapkan berbagai langkah untuk memastikan stok dan stabilitas harga terjaga. “Selama Ramadan sejumlah bahan pangan berpotensi mengalami kenaikan harga. Karena itu harus ada langkah-langkah dalam menjaga stok dan stabilitas harga, menjaga daya beli masyarakat sekaligus mengendalikan inflasi daerah,” kata Bupati Ipuk, Rabu (11/2/2026). Bupati Ipuk menjelaskan, salah satu upayanya dengan melaksanakan intervensi sejak dini. Menurutnya Pemkab Banyuwangi bersama TPID harus secara konsisten melaksanakan strategi pengendalian inflasi yang berfokus pada 4K yakni Keterjangkauan Harga, Ketersediaan Pasokan, Kelancaran Distribusi, dan Komunikasi Efektif. Bupati Ipuk meminta OPD teknis kolaborasi dengan stakeholder terkait. Di antaranya Dinas Koperasi UMKM dan Perdagangan harus melaksanakan Operasi Pasar Murah (OPM) secara masif bersama Bulog, Perpadi, dan BI Jember, untuk menjaga keterjangkauan harga. Selain itu juga mengoptimalisasi 97 Toko Pengendali Inflasi Banyuwangi (Top Si Wangi). (Top Si Wangi). “Pelaksanaan pasar murah bisa menjaga keterjangkauan daya beli serta memangkas jalur distribusi, dengan mendatangkan barang langsung dari produsen atau Bulog ke konsumen. Sehingga masyarakat busa mendapatkan harga yang terjangkau,” ujar Bupati Ipuk. Selain itu, untuk menjamin ketersediaan pasokan, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan melakukan pengawasan terhadap ketersediaan bahan pangan khususnya daging dan telur ayam ras Untuk mencegah eskalasi harga yang lebih tinggi saat Ramadan. “Dispertapang harus melakukan pengamanan stok dan pemantauan populasi (Hulu). Kita harus memastikan bahwa surplus produksi yang tercatat dalam Neraca Pangan tetap terjaga di tingkat peternak lokal,” paparnya. Bupati Ipuk juga telah menggelar rakor High Level Meeting (HLM) untuk memastikan stok dan stabilitas harga pangan terjaga, Jumat (30/1/2026). Rakor ini diikuti Wakil Bupati Banyuwangi Mujiono, Kepala Bank Indonesia Jember Iqbal Reza Nugraha, Forkopimda Banyuwangi, Kepala Bulog Dwiana Puspitasari, perwakilan BPS dan KPPN, Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Banyuwangi, dan sejumlah stakeholder sebagai pelaksana teknis kebijakan TPID. #inflasi #harga  #kabupatenbanyuwangi  . . . written by   post by  Hadi", "post_id": "7605563094559116564"}}, {"key": "aysindonesia", "attributes": {"label": "aysindonesia", "x": 41.23821369762759, "y": 332.3894055033034, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 7.5188, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "7510136658294082823", "id": "aysindonesia", "source": "tiktok-000001", "content": "[ CBP RUPIAH BERSAMA AYS INDONESIA ] Sebelum mengajak orang lain paham, kami mulai dari diri sendiri dulu. Dalam rangka mendukung program Cinta, Bangga, Paham (CBP) Rupiah dari Bank Indonesia, kami memulai langkah pertama: sosialisasi internal ke seluruh anggota komunitas kami sendiri. Kenapa? Karena kami percaya, perubahan dimulai dari yang paling dekat. Kami ingin semua anggota punya pemahaman yang sama soal makna penting Rupiah, biar nanti pas terjun ke masyarakat, semuanya bisa menjelaskan CBP dengan mantap, yakin, dan menyentuh hati 💬✨ 💙 CINTA Rupiah → Merawat dan memperlakukan uang dengan baik, menjaga keasliannya, serta menghargai nilainya. 💛 BANGGA Rupiah → Gunakan Rupiah dalam setiap transaksi! Karena Rupiah bukan hanya alat tukar, tapi simbol kedaulatan bangsa kita. 💚 PAHAM Rupiah → Pahami fungsi uang, kelola keuangan secara bijak, dan ikut menjaga stabilitas ekonomi nasional. 📚 Kegiatan ini bukan cuma belajar, tapi juga membangun semangat kebersamaan untuk jadi bagian dari gerakan nasional yang lebih besar: Gerakan Cinta Rupiah. Dan kami siap jadi agen perubahan 💪 💬 Kalau kamu ada di posisi kami, dari tiga nilai ini kamu paling relate sama yang mana nih? Tulis di komentar ya. Siapa tahu, kamu bisa jadi bagian dari perjalanan CBP juga! 😉 — #CintaBanggaPahamRupiah #CBPIndonesia #SosialisasiCBP #RupiahBerdaulat #BanggaPakaiRupiah #LiterasiKeuangan #GerakanCintaRupiah #AYSIndonesia #BankIndonesia #UangKitaMartabatKita #EkonomiIndonesia #RupiahKitaIdentitasKita #KomunitasBijakUang #fyp #caracariuang", "post_id": "7510136658294082823"}}, {"key": "bank_indonesia_kaltara", "attributes": {"label": "bank_indonesia_kaltara", "x": 173.9896254278408, "y": 347.67934278487303, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 13.9097, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7510136658294082823", "id": "bank_indonesia_kaltara", "source": "tiktok-000001", "content": "[ CBP RUPIAH BERSAMA AYS INDONESIA ] Sebelum mengajak orang lain paham, kami mulai dari diri sendiri dulu. Dalam rangka mendukung program Cinta, Bangga, Paham (CBP) Rupiah dari Bank Indonesia, kami memulai langkah pertama: sosialisasi internal ke seluruh anggota komunitas kami sendiri. Kenapa? Karena kami percaya, perubahan dimulai dari yang paling dekat. Kami ingin semua anggota punya pemahaman yang sama soal makna penting Rupiah, biar nanti pas terjun ke masyarakat, semuanya bisa menjelaskan CBP dengan mantap, yakin, dan menyentuh hati 💬✨ 💙 CINTA Rupiah → Merawat dan memperlakukan uang dengan baik, menjaga keasliannya, serta menghargai nilainya. 💛 BANGGA Rupiah → Gunakan Rupiah dalam setiap transaksi! Karena Rupiah bukan hanya alat tukar, tapi simbol kedaulatan bangsa kita. 💚 PAHAM Rupiah → Pahami fungsi uang, kelola keuangan secara bijak, dan ikut menjaga stabilitas ekonomi nasional. 📚 Kegiatan ini bukan cuma belajar, tapi juga membangun semangat kebersamaan untuk jadi bagian dari gerakan nasional yang lebih besar: Gerakan Cinta Rupiah. Dan kami siap jadi agen perubahan 💪 💬 Kalau kamu ada di posisi kami, dari tiga nilai ini kamu paling relate sama yang mana nih? Tulis di komentar ya. Siapa tahu, kamu bisa jadi bagian dari perjalanan CBP juga! 😉 — #CintaBanggaPahamRupiah #CBPIndonesia #SosialisasiCBP #RupiahBerdaulat #BanggaPakaiRupiah #LiterasiKeuangan #GerakanCintaRupiah #AYSIndonesia #BankIndonesia #UangKitaMartabatKita #EkonomiIndonesia #RupiahKitaIdentitasKita #KomunitasBijakUang #fyp #caracariuang", "post_id": "7510136658294082823"}}, {"key": "old.money937", "attributes": {"label": "old.money937", "x": 890.763240517862, "y": 796.134453730154, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 7.5188, "eigenvector": 0.0512, "in_degree": 0, "out_degree": 9, "degree": 9}, "_id": "7632883834178063623", "id": "old.money937", "source": "tiktok-000001", "content": "🔥 SEGENAP PEJUANG:Rupiah Jeblok, Menko Jawabnya \"DI MONITOR\"? Memang Pejabat Kita Tukang Melongo?🔥 Saudaraku, Pejuang Fakta — viral cuplikan video ketika seorang wartawan menanyakan langsung langkah konkret jangka pendek untuk menyelamatkan nilai tukar rupiah yang nyaris menyentuh level psikologis Rp 17.300 per dolar AS. Jawaban Menko Perekonomian Airlangga Hartarto? \"Kita monitor saja.\" Ini adalah potret memalukan yang layak kita bongkar bersama, malam ini.  --- 📉 BAGIAN 1: FAKTA ANGKA RUPIAH (Jangan Pura-Pura Tidak Tahu) Indikator Data Catatan Kritis Nilai Tukar (Kamis, 23 April 2026) Nyaris Rp 17.300 per USD  Ini adalah level psikologis yang sangat dalam, pukulan telak bagi daya beli rakyat. Asumsi APBN 2026 (Januari lalu) Rp 16.500 per USD  Selisihnya sudah Rp 800 lebih per dolar! Ini artinya defisit akan membengkak. Tugas Bank Indonesia Stabilitas moneter  Airlangga bilang \"itu tugas BI\". Lalu tugas Menko Perekonomian itu apa? Saudaraku, jika kita membiarkan imbas ini tanpa kebijakan darurat yang jelas, maka harga barang kebutuhan pokok akan melambung tak terkendali. Petani, nelayan, buruh pabrik, dan kelas menengah bawah akan paling menderita. --- 🎭 BAGIAN 2: \"DI MONITOR\"? Ini Jawaban Sekelas Apa? Coba kita simak baik-baik gaya retorika Menteri kita ini. Pernyataan Terjemahan Bebas (Pejuang Fakta Version) \"Ya, kan, itu lihat gejolak global, jadi ya kita monitor saja.\"  Intinya: \"Ini salah global, saya tidak tahu harus ngapain selain liat-liatan.\" \"Nanti kita monitor saja, karena ini kan tidak bisa kita setiap hari reaktif.\"  Intinya: \"Sabar saja, pejabat tidak boleh buru-buru, nanti salah ambil kebijakan.\" \"Itu BI tugasnya menjaga.\"  Intinya: \"Ini bukan wewenang saya kok. Saya hanya koordinator, eksekutornya Bank Indonesia.\" \"Seumur-umur jadi Menteri, ini baru kali ini saya melihat Menteri Koordinator yang kerjanya cuma 'MONITOR' sementara rakyat ketar-ketir melihat harga barang naik dan tabungannya tergerus akibat rupiah jatuh!\" --- 💔 BAGIAN 3: ANALISA BODOHNYA SISTEM KOORDINASI Saudaraku, mari kita luruskan. Tanggung jawab Menko Perekonomian itu BUKAN untuk memantau. Tugas dia adalah Mengkoordinasikan kebijakan fiskal (Kemenkeu), kebijakan moneter (BI), dan sektor riil (Kementerian Perindustrian dan Perdagangan) . Jika rupiah melemah begini, rakyat ingin mendengar: 1. Apa instrumen baru yang akan dikeluarkan? (bukan sekadar intervensi biasa) 2. Apa jaminan harga pokok akan disubsidi silang? 3. Apa langkah diplomasi khusus ke negara sumber barang impor? Tapi yang kita dengar malah: \"Gejolak global.\" Mengutip analisis CELIOS, yang menyebut bahwa koordinasi antar kementerian dalam menghadapi krisis saat ini lemah dan tidak selaras . Ini adalah kegagalan kepemimpinan kolektif kabinet. --- 🔥 BAGIAN 4: NARASI MENOHOK \"Saudaraku, jika saya sakit parah ke puskesmas, lalu bertanya pada perawat: 'obatnya apa, Kak?' Lalu dijawab: 'kami monitor dulu.' Saya pasti akan marah, sebab bisa-bisa saya mati duluan. Nah, Rupiah kita sekarang sedang 'sakit parah'. Tapi ketika wartawan bertanya obatnya, Menko kita malah menjawab: 'Di-monitor.' Itu sama saja membiarkan luka dibiarkan berdarah tanpa perban. Itu kelalaian berat! Kita tidak minta keajaiban. Tapi kita minta setidaknya ada rencana darurat yang jelas. Jangan hanya kata 'monitor' lalu diserahkan ke BI. Bukankah dulu ada istilah 'policy mix'? Mana koordinasinya? Mana keberaniannya untuk memotong birokrasi di saat genting?\" Keep Smile, Pejuang Fakta. Karena meskipun pejabat kita hanya 'monitor', rakyat harus tetap pressure dan jangan sampai ikut-ikutan cuma 'monitor'. 😡📉🇮🇩 Teruslah menulis, jangan biarkan kekuasaan membudahkan pejabat. Karena stabilitas ekonomi ditentukan oleh kecepatan dan ketepatan kebijakan, bukan sekedar kecepatan membuka website untuk 'monitor'. 🔥🔥🔥  Rakabuming  Yudhi Sadewa   JACK    REPUBLIK ISLAM IRAN", "post_id": "7632883834178063623"}}, {"key": "Gibran", "attributes": {"label": "Gibran", "x": 867.2403029611636, "y": 33.04265498845127, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 8.2289, "eigenvector": 0.0512, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7632883834178063623", "id": "Gibran", "source": "tiktok-000001", "content": "🔥 SEGENAP PEJUANG:Rupiah Jeblok, Menko Jawabnya \"DI MONITOR\"? Memang Pejabat Kita Tukang Melongo?🔥 Saudaraku, Pejuang Fakta — viral cuplikan video ketika seorang wartawan menanyakan langsung langkah konkret jangka pendek untuk menyelamatkan nilai tukar rupiah yang nyaris menyentuh level psikologis Rp 17.300 per dolar AS. Jawaban Menko Perekonomian Airlangga Hartarto? \"Kita monitor saja.\" Ini adalah potret memalukan yang layak kita bongkar bersama, malam ini.  --- 📉 BAGIAN 1: FAKTA ANGKA RUPIAH (Jangan Pura-Pura Tidak Tahu) Indikator Data Catatan Kritis Nilai Tukar (Kamis, 23 April 2026) Nyaris Rp 17.300 per USD  Ini adalah level psikologis yang sangat dalam, pukulan telak bagi daya beli rakyat. Asumsi APBN 2026 (Januari lalu) Rp 16.500 per USD  Selisihnya sudah Rp 800 lebih per dolar! Ini artinya defisit akan membengkak. Tugas Bank Indonesia Stabilitas moneter  Airlangga bilang \"itu tugas BI\". Lalu tugas Menko Perekonomian itu apa? Saudaraku, jika kita membiarkan imbas ini tanpa kebijakan darurat yang jelas, maka harga barang kebutuhan pokok akan melambung tak terkendali. Petani, nelayan, buruh pabrik, dan kelas menengah bawah akan paling menderita. --- 🎭 BAGIAN 2: \"DI MONITOR\"? Ini Jawaban Sekelas Apa? Coba kita simak baik-baik gaya retorika Menteri kita ini. Pernyataan Terjemahan Bebas (Pejuang Fakta Version) \"Ya, kan, itu lihat gejolak global, jadi ya kita monitor saja.\"  Intinya: \"Ini salah global, saya tidak tahu harus ngapain selain liat-liatan.\" \"Nanti kita monitor saja, karena ini kan tidak bisa kita setiap hari reaktif.\"  Intinya: \"Sabar saja, pejabat tidak boleh buru-buru, nanti salah ambil kebijakan.\" \"Itu BI tugasnya menjaga.\"  Intinya: \"Ini bukan wewenang saya kok. Saya hanya koordinator, eksekutornya Bank Indonesia.\" \"Seumur-umur jadi Menteri, ini baru kali ini saya melihat Menteri Koordinator yang kerjanya cuma 'MONITOR' sementara rakyat ketar-ketir melihat harga barang naik dan tabungannya tergerus akibat rupiah jatuh!\" --- 💔 BAGIAN 3: ANALISA BODOHNYA SISTEM KOORDINASI Saudaraku, mari kita luruskan. Tanggung jawab Menko Perekonomian itu BUKAN untuk memantau. Tugas dia adalah Mengkoordinasikan kebijakan fiskal (Kemenkeu), kebijakan moneter (BI), dan sektor riil (Kementerian Perindustrian dan Perdagangan) . Jika rupiah melemah begini, rakyat ingin mendengar: 1. Apa instrumen baru yang akan dikeluarkan? (bukan sekadar intervensi biasa) 2. Apa jaminan harga pokok akan disubsidi silang? 3. Apa langkah diplomasi khusus ke negara sumber barang impor? Tapi yang kita dengar malah: \"Gejolak global.\" Mengutip analisis CELIOS, yang menyebut bahwa koordinasi antar kementerian dalam menghadapi krisis saat ini lemah dan tidak selaras . Ini adalah kegagalan kepemimpinan kolektif kabinet. --- 🔥 BAGIAN 4: NARASI MENOHOK \"Saudaraku, jika saya sakit parah ke puskesmas, lalu bertanya pada perawat: 'obatnya apa, Kak?' Lalu dijawab: 'kami monitor dulu.' Saya pasti akan marah, sebab bisa-bisa saya mati duluan. Nah, Rupiah kita sekarang sedang 'sakit parah'. Tapi ketika wartawan bertanya obatnya, Menko kita malah menjawab: 'Di-monitor.' Itu sama saja membiarkan luka dibiarkan berdarah tanpa perban. Itu kelalaian berat! Kita tidak minta keajaiban. Tapi kita minta setidaknya ada rencana darurat yang jelas. Jangan hanya kata 'monitor' lalu diserahkan ke BI. Bukankah dulu ada istilah 'policy mix'? Mana koordinasinya? Mana keberaniannya untuk memotong birokrasi di saat genting?\" Keep Smile, Pejuang Fakta. Karena meskipun pejabat kita hanya 'monitor', rakyat harus tetap pressure dan jangan sampai ikut-ikutan cuma 'monitor'. 😡📉🇮🇩 Teruslah menulis, jangan biarkan kekuasaan membudahkan pejabat. Karena stabilitas ekonomi ditentukan oleh kecepatan dan ketepatan kebijakan, bukan sekedar kecepatan membuka website untuk 'monitor'. 🔥🔥🔥  Rakabuming  Yudhi Sadewa   JACK    REPUBLIK ISLAM IRAN", "post_id": "7632883834178063623"}}, {"key": "Purbaya", "attributes": {"label": "Purbaya", "x": 501.86064142161666, "y": 274.3915995105642, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 8.2289, "eigenvector": 0.0512, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7632883834178063623", "id": "Purbaya", "source": "tiktok-000001", "content": "🔥 SEGENAP PEJUANG:Rupiah Jeblok, Menko Jawabnya \"DI MONITOR\"? Memang Pejabat Kita Tukang Melongo?🔥 Saudaraku, Pejuang Fakta — viral cuplikan video ketika seorang wartawan menanyakan langsung langkah konkret jangka pendek untuk menyelamatkan nilai tukar rupiah yang nyaris menyentuh level psikologis Rp 17.300 per dolar AS. Jawaban Menko Perekonomian Airlangga Hartarto? \"Kita monitor saja.\" Ini adalah potret memalukan yang layak kita bongkar bersama, malam ini.  --- 📉 BAGIAN 1: FAKTA ANGKA RUPIAH (Jangan Pura-Pura Tidak Tahu) Indikator Data Catatan Kritis Nilai Tukar (Kamis, 23 April 2026) Nyaris Rp 17.300 per USD  Ini adalah level psikologis yang sangat dalam, pukulan telak bagi daya beli rakyat. Asumsi APBN 2026 (Januari lalu) Rp 16.500 per USD  Selisihnya sudah Rp 800 lebih per dolar! Ini artinya defisit akan membengkak. Tugas Bank Indonesia Stabilitas moneter  Airlangga bilang \"itu tugas BI\". Lalu tugas Menko Perekonomian itu apa? Saudaraku, jika kita membiarkan imbas ini tanpa kebijakan darurat yang jelas, maka harga barang kebutuhan pokok akan melambung tak terkendali. Petani, nelayan, buruh pabrik, dan kelas menengah bawah akan paling menderita. --- 🎭 BAGIAN 2: \"DI MONITOR\"? Ini Jawaban Sekelas Apa? Coba kita simak baik-baik gaya retorika Menteri kita ini. Pernyataan Terjemahan Bebas (Pejuang Fakta Version) \"Ya, kan, itu lihat gejolak global, jadi ya kita monitor saja.\"  Intinya: \"Ini salah global, saya tidak tahu harus ngapain selain liat-liatan.\" \"Nanti kita monitor saja, karena ini kan tidak bisa kita setiap hari reaktif.\"  Intinya: \"Sabar saja, pejabat tidak boleh buru-buru, nanti salah ambil kebijakan.\" \"Itu BI tugasnya menjaga.\"  Intinya: \"Ini bukan wewenang saya kok. Saya hanya koordinator, eksekutornya Bank Indonesia.\" \"Seumur-umur jadi Menteri, ini baru kali ini saya melihat Menteri Koordinator yang kerjanya cuma 'MONITOR' sementara rakyat ketar-ketir melihat harga barang naik dan tabungannya tergerus akibat rupiah jatuh!\" --- 💔 BAGIAN 3: ANALISA BODOHNYA SISTEM KOORDINASI Saudaraku, mari kita luruskan. Tanggung jawab Menko Perekonomian itu BUKAN untuk memantau. Tugas dia adalah Mengkoordinasikan kebijakan fiskal (Kemenkeu), kebijakan moneter (BI), dan sektor riil (Kementerian Perindustrian dan Perdagangan) . Jika rupiah melemah begini, rakyat ingin mendengar: 1. Apa instrumen baru yang akan dikeluarkan? (bukan sekadar intervensi biasa) 2. Apa jaminan harga pokok akan disubsidi silang? 3. Apa langkah diplomasi khusus ke negara sumber barang impor? Tapi yang kita dengar malah: \"Gejolak global.\" Mengutip analisis CELIOS, yang menyebut bahwa koordinasi antar kementerian dalam menghadapi krisis saat ini lemah dan tidak selaras . Ini adalah kegagalan kepemimpinan kolektif kabinet. --- 🔥 BAGIAN 4: NARASI MENOHOK \"Saudaraku, jika saya sakit parah ke puskesmas, lalu bertanya pada perawat: 'obatnya apa, Kak?' Lalu dijawab: 'kami monitor dulu.' Saya pasti akan marah, sebab bisa-bisa saya mati duluan. Nah, Rupiah kita sekarang sedang 'sakit parah'. Tapi ketika wartawan bertanya obatnya, Menko kita malah menjawab: 'Di-monitor.' Itu sama saja membiarkan luka dibiarkan berdarah tanpa perban. Itu kelalaian berat! Kita tidak minta keajaiban. Tapi kita minta setidaknya ada rencana darurat yang jelas. Jangan hanya kata 'monitor' lalu diserahkan ke BI. Bukankah dulu ada istilah 'policy mix'? Mana koordinasinya? Mana keberaniannya untuk memotong birokrasi di saat genting?\" Keep Smile, Pejuang Fakta. Karena meskipun pejabat kita hanya 'monitor', rakyat harus tetap pressure dan jangan sampai ikut-ikutan cuma 'monitor'. 😡📉🇮🇩 Teruslah menulis, jangan biarkan kekuasaan membudahkan pejabat. Karena stabilitas ekonomi ditentukan oleh kecepatan dan ketepatan kebijakan, bukan sekedar kecepatan membuka website untuk 'monitor'. 🔥🔥🔥  Rakabuming  Yudhi Sadewa   JACK    REPUBLIK ISLAM IRAN", "post_id": "7632883834178063623"}}, {"key": "vodca", "attributes": {"label": "vodca", "x": 650.7588762107054, "y": 755.8258653327032, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 8.2289, "eigenvector": 0.0512, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7632883834178063623", "id": "vodca", "source": "tiktok-000001", "content": "🔥 SEGENAP PEJUANG:Rupiah Jeblok, Menko Jawabnya \"DI MONITOR\"? Memang Pejabat Kita Tukang Melongo?🔥 Saudaraku, Pejuang Fakta — viral cuplikan video ketika seorang wartawan menanyakan langsung langkah konkret jangka pendek untuk menyelamatkan nilai tukar rupiah yang nyaris menyentuh level psikologis Rp 17.300 per dolar AS. Jawaban Menko Perekonomian Airlangga Hartarto? \"Kita monitor saja.\" Ini adalah potret memalukan yang layak kita bongkar bersama, malam ini.  --- 📉 BAGIAN 1: FAKTA ANGKA RUPIAH (Jangan Pura-Pura Tidak Tahu) Indikator Data Catatan Kritis Nilai Tukar (Kamis, 23 April 2026) Nyaris Rp 17.300 per USD  Ini adalah level psikologis yang sangat dalam, pukulan telak bagi daya beli rakyat. Asumsi APBN 2026 (Januari lalu) Rp 16.500 per USD  Selisihnya sudah Rp 800 lebih per dolar! Ini artinya defisit akan membengkak. Tugas Bank Indonesia Stabilitas moneter  Airlangga bilang \"itu tugas BI\". Lalu tugas Menko Perekonomian itu apa? Saudaraku, jika kita membiarkan imbas ini tanpa kebijakan darurat yang jelas, maka harga barang kebutuhan pokok akan melambung tak terkendali. Petani, nelayan, buruh pabrik, dan kelas menengah bawah akan paling menderita. --- 🎭 BAGIAN 2: \"DI MONITOR\"? Ini Jawaban Sekelas Apa? Coba kita simak baik-baik gaya retorika Menteri kita ini. Pernyataan Terjemahan Bebas (Pejuang Fakta Version) \"Ya, kan, itu lihat gejolak global, jadi ya kita monitor saja.\"  Intinya: \"Ini salah global, saya tidak tahu harus ngapain selain liat-liatan.\" \"Nanti kita monitor saja, karena ini kan tidak bisa kita setiap hari reaktif.\"  Intinya: \"Sabar saja, pejabat tidak boleh buru-buru, nanti salah ambil kebijakan.\" \"Itu BI tugasnya menjaga.\"  Intinya: \"Ini bukan wewenang saya kok. Saya hanya koordinator, eksekutornya Bank Indonesia.\" \"Seumur-umur jadi Menteri, ini baru kali ini saya melihat Menteri Koordinator yang kerjanya cuma 'MONITOR' sementara rakyat ketar-ketir melihat harga barang naik dan tabungannya tergerus akibat rupiah jatuh!\" --- 💔 BAGIAN 3: ANALISA BODOHNYA SISTEM KOORDINASI Saudaraku, mari kita luruskan. Tanggung jawab Menko Perekonomian itu BUKAN untuk memantau. Tugas dia adalah Mengkoordinasikan kebijakan fiskal (Kemenkeu), kebijakan moneter (BI), dan sektor riil (Kementerian Perindustrian dan Perdagangan) . Jika rupiah melemah begini, rakyat ingin mendengar: 1. Apa instrumen baru yang akan dikeluarkan? (bukan sekadar intervensi biasa) 2. Apa jaminan harga pokok akan disubsidi silang? 3. Apa langkah diplomasi khusus ke negara sumber barang impor? Tapi yang kita dengar malah: \"Gejolak global.\" Mengutip analisis CELIOS, yang menyebut bahwa koordinasi antar kementerian dalam menghadapi krisis saat ini lemah dan tidak selaras . Ini adalah kegagalan kepemimpinan kolektif kabinet. --- 🔥 BAGIAN 4: NARASI MENOHOK \"Saudaraku, jika saya sakit parah ke puskesmas, lalu bertanya pada perawat: 'obatnya apa, Kak?' Lalu dijawab: 'kami monitor dulu.' Saya pasti akan marah, sebab bisa-bisa saya mati duluan. Nah, Rupiah kita sekarang sedang 'sakit parah'. Tapi ketika wartawan bertanya obatnya, Menko kita malah menjawab: 'Di-monitor.' Itu sama saja membiarkan luka dibiarkan berdarah tanpa perban. Itu kelalaian berat! Kita tidak minta keajaiban. Tapi kita minta setidaknya ada rencana darurat yang jelas. Jangan hanya kata 'monitor' lalu diserahkan ke BI. Bukankah dulu ada istilah 'policy mix'? Mana koordinasinya? Mana keberaniannya untuk memotong birokrasi di saat genting?\" Keep Smile, Pejuang Fakta. Karena meskipun pejabat kita hanya 'monitor', rakyat harus tetap pressure dan jangan sampai ikut-ikutan cuma 'monitor'. 😡📉🇮🇩 Teruslah menulis, jangan biarkan kekuasaan membudahkan pejabat. Karena stabilitas ekonomi ditentukan oleh kecepatan dan ketepatan kebijakan, bukan sekedar kecepatan membuka website untuk 'monitor'. 🔥🔥🔥  Rakabuming  Yudhi Sadewa   JACK    REPUBLIK ISLAM IRAN", "post_id": "7632883834178063623"}}, {"key": "MR.", "attributes": {"label": "MR.", "x": 461.98598229166566, "y": 257.7910249441714, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 8.2289, "eigenvector": 0.0512, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7632883834178063623", "id": "MR.", "source": "tiktok-000001", "content": "🔥 SEGENAP PEJUANG:Rupiah Jeblok, Menko Jawabnya \"DI MONITOR\"? Memang Pejabat Kita Tukang Melongo?🔥 Saudaraku, Pejuang Fakta — viral cuplikan video ketika seorang wartawan menanyakan langsung langkah konkret jangka pendek untuk menyelamatkan nilai tukar rupiah yang nyaris menyentuh level psikologis Rp 17.300 per dolar AS. Jawaban Menko Perekonomian Airlangga Hartarto? \"Kita monitor saja.\" Ini adalah potret memalukan yang layak kita bongkar bersama, malam ini.  --- 📉 BAGIAN 1: FAKTA ANGKA RUPIAH (Jangan Pura-Pura Tidak Tahu) Indikator Data Catatan Kritis Nilai Tukar (Kamis, 23 April 2026) Nyaris Rp 17.300 per USD  Ini adalah level psikologis yang sangat dalam, pukulan telak bagi daya beli rakyat. Asumsi APBN 2026 (Januari lalu) Rp 16.500 per USD  Selisihnya sudah Rp 800 lebih per dolar! Ini artinya defisit akan membengkak. Tugas Bank Indonesia Stabilitas moneter  Airlangga bilang \"itu tugas BI\". Lalu tugas Menko Perekonomian itu apa? Saudaraku, jika kita membiarkan imbas ini tanpa kebijakan darurat yang jelas, maka harga barang kebutuhan pokok akan melambung tak terkendali. Petani, nelayan, buruh pabrik, dan kelas menengah bawah akan paling menderita. --- 🎭 BAGIAN 2: \"DI MONITOR\"? Ini Jawaban Sekelas Apa? Coba kita simak baik-baik gaya retorika Menteri kita ini. Pernyataan Terjemahan Bebas (Pejuang Fakta Version) \"Ya, kan, itu lihat gejolak global, jadi ya kita monitor saja.\"  Intinya: \"Ini salah global, saya tidak tahu harus ngapain selain liat-liatan.\" \"Nanti kita monitor saja, karena ini kan tidak bisa kita setiap hari reaktif.\"  Intinya: \"Sabar saja, pejabat tidak boleh buru-buru, nanti salah ambil kebijakan.\" \"Itu BI tugasnya menjaga.\"  Intinya: \"Ini bukan wewenang saya kok. Saya hanya koordinator, eksekutornya Bank Indonesia.\" \"Seumur-umur jadi Menteri, ini baru kali ini saya melihat Menteri Koordinator yang kerjanya cuma 'MONITOR' sementara rakyat ketar-ketir melihat harga barang naik dan tabungannya tergerus akibat rupiah jatuh!\" --- 💔 BAGIAN 3: ANALISA BODOHNYA SISTEM KOORDINASI Saudaraku, mari kita luruskan. Tanggung jawab Menko Perekonomian itu BUKAN untuk memantau. Tugas dia adalah Mengkoordinasikan kebijakan fiskal (Kemenkeu), kebijakan moneter (BI), dan sektor riil (Kementerian Perindustrian dan Perdagangan) . Jika rupiah melemah begini, rakyat ingin mendengar: 1. Apa instrumen baru yang akan dikeluarkan? (bukan sekadar intervensi biasa) 2. Apa jaminan harga pokok akan disubsidi silang? 3. Apa langkah diplomasi khusus ke negara sumber barang impor? Tapi yang kita dengar malah: \"Gejolak global.\" Mengutip analisis CELIOS, yang menyebut bahwa koordinasi antar kementerian dalam menghadapi krisis saat ini lemah dan tidak selaras . Ini adalah kegagalan kepemimpinan kolektif kabinet. --- 🔥 BAGIAN 4: NARASI MENOHOK \"Saudaraku, jika saya sakit parah ke puskesmas, lalu bertanya pada perawat: 'obatnya apa, Kak?' Lalu dijawab: 'kami monitor dulu.' Saya pasti akan marah, sebab bisa-bisa saya mati duluan. Nah, Rupiah kita sekarang sedang 'sakit parah'. Tapi ketika wartawan bertanya obatnya, Menko kita malah menjawab: 'Di-monitor.' Itu sama saja membiarkan luka dibiarkan berdarah tanpa perban. Itu kelalaian berat! Kita tidak minta keajaiban. Tapi kita minta setidaknya ada rencana darurat yang jelas. Jangan hanya kata 'monitor' lalu diserahkan ke BI. Bukankah dulu ada istilah 'policy mix'? Mana koordinasinya? Mana keberaniannya untuk memotong birokrasi di saat genting?\" Keep Smile, Pejuang Fakta. Karena meskipun pejabat kita hanya 'monitor', rakyat harus tetap pressure dan jangan sampai ikut-ikutan cuma 'monitor'. 😡📉🇮🇩 Teruslah menulis, jangan biarkan kekuasaan membudahkan pejabat. Karena stabilitas ekonomi ditentukan oleh kecepatan dan ketepatan kebijakan, bukan sekedar kecepatan membuka website untuk 'monitor'. 🔥🔥🔥  Rakabuming  Yudhi Sadewa   JACK    REPUBLIK ISLAM IRAN", "post_id": "7632883834178063623"}}, {"key": "Vansena", "attributes": {"label": "Vansena", "x": 74.85489937228729, "y": 82.90356414356704, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 8.2289, "eigenvector": 0.0512, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7632883834178063623", "id": "Vansena", "source": "tiktok-000001", "content": "🔥 SEGENAP PEJUANG:Rupiah Jeblok, Menko Jawabnya \"DI MONITOR\"? Memang Pejabat Kita Tukang Melongo?🔥 Saudaraku, Pejuang Fakta — viral cuplikan video ketika seorang wartawan menanyakan langsung langkah konkret jangka pendek untuk menyelamatkan nilai tukar rupiah yang nyaris menyentuh level psikologis Rp 17.300 per dolar AS. Jawaban Menko Perekonomian Airlangga Hartarto? \"Kita monitor saja.\" Ini adalah potret memalukan yang layak kita bongkar bersama, malam ini.  --- 📉 BAGIAN 1: FAKTA ANGKA RUPIAH (Jangan Pura-Pura Tidak Tahu) Indikator Data Catatan Kritis Nilai Tukar (Kamis, 23 April 2026) Nyaris Rp 17.300 per USD  Ini adalah level psikologis yang sangat dalam, pukulan telak bagi daya beli rakyat. Asumsi APBN 2026 (Januari lalu) Rp 16.500 per USD  Selisihnya sudah Rp 800 lebih per dolar! Ini artinya defisit akan membengkak. Tugas Bank Indonesia Stabilitas moneter  Airlangga bilang \"itu tugas BI\". Lalu tugas Menko Perekonomian itu apa? Saudaraku, jika kita membiarkan imbas ini tanpa kebijakan darurat yang jelas, maka harga barang kebutuhan pokok akan melambung tak terkendali. Petani, nelayan, buruh pabrik, dan kelas menengah bawah akan paling menderita. --- 🎭 BAGIAN 2: \"DI MONITOR\"? Ini Jawaban Sekelas Apa? Coba kita simak baik-baik gaya retorika Menteri kita ini. Pernyataan Terjemahan Bebas (Pejuang Fakta Version) \"Ya, kan, itu lihat gejolak global, jadi ya kita monitor saja.\"  Intinya: \"Ini salah global, saya tidak tahu harus ngapain selain liat-liatan.\" \"Nanti kita monitor saja, karena ini kan tidak bisa kita setiap hari reaktif.\"  Intinya: \"Sabar saja, pejabat tidak boleh buru-buru, nanti salah ambil kebijakan.\" \"Itu BI tugasnya menjaga.\"  Intinya: \"Ini bukan wewenang saya kok. Saya hanya koordinator, eksekutornya Bank Indonesia.\" \"Seumur-umur jadi Menteri, ini baru kali ini saya melihat Menteri Koordinator yang kerjanya cuma 'MONITOR' sementara rakyat ketar-ketir melihat harga barang naik dan tabungannya tergerus akibat rupiah jatuh!\" --- 💔 BAGIAN 3: ANALISA BODOHNYA SISTEM KOORDINASI Saudaraku, mari kita luruskan. Tanggung jawab Menko Perekonomian itu BUKAN untuk memantau. Tugas dia adalah Mengkoordinasikan kebijakan fiskal (Kemenkeu), kebijakan moneter (BI), dan sektor riil (Kementerian Perindustrian dan Perdagangan) . Jika rupiah melemah begini, rakyat ingin mendengar: 1. Apa instrumen baru yang akan dikeluarkan? (bukan sekadar intervensi biasa) 2. Apa jaminan harga pokok akan disubsidi silang? 3. Apa langkah diplomasi khusus ke negara sumber barang impor? Tapi yang kita dengar malah: \"Gejolak global.\" Mengutip analisis CELIOS, yang menyebut bahwa koordinasi antar kementerian dalam menghadapi krisis saat ini lemah dan tidak selaras . Ini adalah kegagalan kepemimpinan kolektif kabinet. --- 🔥 BAGIAN 4: NARASI MENOHOK \"Saudaraku, jika saya sakit parah ke puskesmas, lalu bertanya pada perawat: 'obatnya apa, Kak?' Lalu dijawab: 'kami monitor dulu.' Saya pasti akan marah, sebab bisa-bisa saya mati duluan. Nah, Rupiah kita sekarang sedang 'sakit parah'. Tapi ketika wartawan bertanya obatnya, Menko kita malah menjawab: 'Di-monitor.' Itu sama saja membiarkan luka dibiarkan berdarah tanpa perban. Itu kelalaian berat! Kita tidak minta keajaiban. Tapi kita minta setidaknya ada rencana darurat yang jelas. Jangan hanya kata 'monitor' lalu diserahkan ke BI. Bukankah dulu ada istilah 'policy mix'? Mana koordinasinya? Mana keberaniannya untuk memotong birokrasi di saat genting?\" Keep Smile, Pejuang Fakta. Karena meskipun pejabat kita hanya 'monitor', rakyat harus tetap pressure dan jangan sampai ikut-ikutan cuma 'monitor'. 😡📉🇮🇩 Teruslah menulis, jangan biarkan kekuasaan membudahkan pejabat. Karena stabilitas ekonomi ditentukan oleh kecepatan dan ketepatan kebijakan, bukan sekedar kecepatan membuka website untuk 'monitor'. 🔥🔥🔥  Rakabuming  Yudhi Sadewa   JACK    REPUBLIK ISLAM IRAN", "post_id": "7632883834178063623"}}, {"key": "Oke", "attributes": {"label": "Oke", "x": 458.5956738730284, "y": 515.5687176109618, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 8.2289, "eigenvector": 0.0512, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7632883834178063623", "id": "Oke", "source": "tiktok-000001", "content": "🔥 SEGENAP PEJUANG:Rupiah Jeblok, Menko Jawabnya \"DI MONITOR\"? Memang Pejabat Kita Tukang Melongo?🔥 Saudaraku, Pejuang Fakta — viral cuplikan video ketika seorang wartawan menanyakan langsung langkah konkret jangka pendek untuk menyelamatkan nilai tukar rupiah yang nyaris menyentuh level psikologis Rp 17.300 per dolar AS. Jawaban Menko Perekonomian Airlangga Hartarto? \"Kita monitor saja.\" Ini adalah potret memalukan yang layak kita bongkar bersama, malam ini.  --- 📉 BAGIAN 1: FAKTA ANGKA RUPIAH (Jangan Pura-Pura Tidak Tahu) Indikator Data Catatan Kritis Nilai Tukar (Kamis, 23 April 2026) Nyaris Rp 17.300 per USD  Ini adalah level psikologis yang sangat dalam, pukulan telak bagi daya beli rakyat. Asumsi APBN 2026 (Januari lalu) Rp 16.500 per USD  Selisihnya sudah Rp 800 lebih per dolar! Ini artinya defisit akan membengkak. Tugas Bank Indonesia Stabilitas moneter  Airlangga bilang \"itu tugas BI\". Lalu tugas Menko Perekonomian itu apa? Saudaraku, jika kita membiarkan imbas ini tanpa kebijakan darurat yang jelas, maka harga barang kebutuhan pokok akan melambung tak terkendali. Petani, nelayan, buruh pabrik, dan kelas menengah bawah akan paling menderita. --- 🎭 BAGIAN 2: \"DI MONITOR\"? Ini Jawaban Sekelas Apa? Coba kita simak baik-baik gaya retorika Menteri kita ini. Pernyataan Terjemahan Bebas (Pejuang Fakta Version) \"Ya, kan, itu lihat gejolak global, jadi ya kita monitor saja.\"  Intinya: \"Ini salah global, saya tidak tahu harus ngapain selain liat-liatan.\" \"Nanti kita monitor saja, karena ini kan tidak bisa kita setiap hari reaktif.\"  Intinya: \"Sabar saja, pejabat tidak boleh buru-buru, nanti salah ambil kebijakan.\" \"Itu BI tugasnya menjaga.\"  Intinya: \"Ini bukan wewenang saya kok. Saya hanya koordinator, eksekutornya Bank Indonesia.\" \"Seumur-umur jadi Menteri, ini baru kali ini saya melihat Menteri Koordinator yang kerjanya cuma 'MONITOR' sementara rakyat ketar-ketir melihat harga barang naik dan tabungannya tergerus akibat rupiah jatuh!\" --- 💔 BAGIAN 3: ANALISA BODOHNYA SISTEM KOORDINASI Saudaraku, mari kita luruskan. Tanggung jawab Menko Perekonomian itu BUKAN untuk memantau. Tugas dia adalah Mengkoordinasikan kebijakan fiskal (Kemenkeu), kebijakan moneter (BI), dan sektor riil (Kementerian Perindustrian dan Perdagangan) . Jika rupiah melemah begini, rakyat ingin mendengar: 1. Apa instrumen baru yang akan dikeluarkan? (bukan sekadar intervensi biasa) 2. Apa jaminan harga pokok akan disubsidi silang? 3. Apa langkah diplomasi khusus ke negara sumber barang impor? Tapi yang kita dengar malah: \"Gejolak global.\" Mengutip analisis CELIOS, yang menyebut bahwa koordinasi antar kementerian dalam menghadapi krisis saat ini lemah dan tidak selaras . Ini adalah kegagalan kepemimpinan kolektif kabinet. --- 🔥 BAGIAN 4: NARASI MENOHOK \"Saudaraku, jika saya sakit parah ke puskesmas, lalu bertanya pada perawat: 'obatnya apa, Kak?' Lalu dijawab: 'kami monitor dulu.' Saya pasti akan marah, sebab bisa-bisa saya mati duluan. Nah, Rupiah kita sekarang sedang 'sakit parah'. Tapi ketika wartawan bertanya obatnya, Menko kita malah menjawab: 'Di-monitor.' Itu sama saja membiarkan luka dibiarkan berdarah tanpa perban. Itu kelalaian berat! Kita tidak minta keajaiban. Tapi kita minta setidaknya ada rencana darurat yang jelas. Jangan hanya kata 'monitor' lalu diserahkan ke BI. Bukankah dulu ada istilah 'policy mix'? Mana koordinasinya? Mana keberaniannya untuk memotong birokrasi di saat genting?\" Keep Smile, Pejuang Fakta. Karena meskipun pejabat kita hanya 'monitor', rakyat harus tetap pressure dan jangan sampai ikut-ikutan cuma 'monitor'. 😡📉🇮🇩 Teruslah menulis, jangan biarkan kekuasaan membudahkan pejabat. Karena stabilitas ekonomi ditentukan oleh kecepatan dan ketepatan kebijakan, bukan sekedar kecepatan membuka website untuk 'monitor'. 🔥🔥🔥  Rakabuming  Yudhi Sadewa   JACK    REPUBLIK ISLAM IRAN", "post_id": "7632883834178063623"}}, {"key": "KEDUBES", "attributes": {"label": "KEDUBES", "x": 525.8650967526676, "y": 353.84516439153333, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 8.2289, "eigenvector": 0.0512, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7632883834178063623", "id": "KEDUBES", "source": "tiktok-000001", "content": "🔥 SEGENAP PEJUANG:Rupiah Jeblok, Menko Jawabnya \"DI MONITOR\"? Memang Pejabat Kita Tukang Melongo?🔥 Saudaraku, Pejuang Fakta — viral cuplikan video ketika seorang wartawan menanyakan langsung langkah konkret jangka pendek untuk menyelamatkan nilai tukar rupiah yang nyaris menyentuh level psikologis Rp 17.300 per dolar AS. Jawaban Menko Perekonomian Airlangga Hartarto? \"Kita monitor saja.\" Ini adalah potret memalukan yang layak kita bongkar bersama, malam ini.  --- 📉 BAGIAN 1: FAKTA ANGKA RUPIAH (Jangan Pura-Pura Tidak Tahu) Indikator Data Catatan Kritis Nilai Tukar (Kamis, 23 April 2026) Nyaris Rp 17.300 per USD  Ini adalah level psikologis yang sangat dalam, pukulan telak bagi daya beli rakyat. Asumsi APBN 2026 (Januari lalu) Rp 16.500 per USD  Selisihnya sudah Rp 800 lebih per dolar! Ini artinya defisit akan membengkak. Tugas Bank Indonesia Stabilitas moneter  Airlangga bilang \"itu tugas BI\". Lalu tugas Menko Perekonomian itu apa? Saudaraku, jika kita membiarkan imbas ini tanpa kebijakan darurat yang jelas, maka harga barang kebutuhan pokok akan melambung tak terkendali. Petani, nelayan, buruh pabrik, dan kelas menengah bawah akan paling menderita. --- 🎭 BAGIAN 2: \"DI MONITOR\"? Ini Jawaban Sekelas Apa? Coba kita simak baik-baik gaya retorika Menteri kita ini. Pernyataan Terjemahan Bebas (Pejuang Fakta Version) \"Ya, kan, itu lihat gejolak global, jadi ya kita monitor saja.\"  Intinya: \"Ini salah global, saya tidak tahu harus ngapain selain liat-liatan.\" \"Nanti kita monitor saja, karena ini kan tidak bisa kita setiap hari reaktif.\"  Intinya: \"Sabar saja, pejabat tidak boleh buru-buru, nanti salah ambil kebijakan.\" \"Itu BI tugasnya menjaga.\"  Intinya: \"Ini bukan wewenang saya kok. Saya hanya koordinator, eksekutornya Bank Indonesia.\" \"Seumur-umur jadi Menteri, ini baru kali ini saya melihat Menteri Koordinator yang kerjanya cuma 'MONITOR' sementara rakyat ketar-ketir melihat harga barang naik dan tabungannya tergerus akibat rupiah jatuh!\" --- 💔 BAGIAN 3: ANALISA BODOHNYA SISTEM KOORDINASI Saudaraku, mari kita luruskan. Tanggung jawab Menko Perekonomian itu BUKAN untuk memantau. Tugas dia adalah Mengkoordinasikan kebijakan fiskal (Kemenkeu), kebijakan moneter (BI), dan sektor riil (Kementerian Perindustrian dan Perdagangan) . Jika rupiah melemah begini, rakyat ingin mendengar: 1. Apa instrumen baru yang akan dikeluarkan? (bukan sekadar intervensi biasa) 2. Apa jaminan harga pokok akan disubsidi silang? 3. Apa langkah diplomasi khusus ke negara sumber barang impor? Tapi yang kita dengar malah: \"Gejolak global.\" Mengutip analisis CELIOS, yang menyebut bahwa koordinasi antar kementerian dalam menghadapi krisis saat ini lemah dan tidak selaras . Ini adalah kegagalan kepemimpinan kolektif kabinet. --- 🔥 BAGIAN 4: NARASI MENOHOK \"Saudaraku, jika saya sakit parah ke puskesmas, lalu bertanya pada perawat: 'obatnya apa, Kak?' Lalu dijawab: 'kami monitor dulu.' Saya pasti akan marah, sebab bisa-bisa saya mati duluan. Nah, Rupiah kita sekarang sedang 'sakit parah'. Tapi ketika wartawan bertanya obatnya, Menko kita malah menjawab: 'Di-monitor.' Itu sama saja membiarkan luka dibiarkan berdarah tanpa perban. Itu kelalaian berat! Kita tidak minta keajaiban. Tapi kita minta setidaknya ada rencana darurat yang jelas. Jangan hanya kata 'monitor' lalu diserahkan ke BI. Bukankah dulu ada istilah 'policy mix'? Mana koordinasinya? Mana keberaniannya untuk memotong birokrasi di saat genting?\" Keep Smile, Pejuang Fakta. Karena meskipun pejabat kita hanya 'monitor', rakyat harus tetap pressure dan jangan sampai ikut-ikutan cuma 'monitor'. 😡📉🇮🇩 Teruslah menulis, jangan biarkan kekuasaan membudahkan pejabat. Karena stabilitas ekonomi ditentukan oleh kecepatan dan ketepatan kebijakan, bukan sekedar kecepatan membuka website untuk 'monitor'. 🔥🔥🔥  Rakabuming  Yudhi Sadewa   JACK    REPUBLIK ISLAM IRAN", "post_id": "7632883834178063623"}}, {"key": "jambore53", "attributes": {"label": "jambore53", "x": 219.88778024722055, "y": 506.843833873796, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 8.2289, "eigenvector": 0.0512, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7632883834178063623", "id": "jambore53", "source": "tiktok-000001", "content": "🔥 SEGENAP PEJUANG:Rupiah Jeblok, Menko Jawabnya \"DI MONITOR\"? Memang Pejabat Kita Tukang Melongo?🔥 Saudaraku, Pejuang Fakta — viral cuplikan video ketika seorang wartawan menanyakan langsung langkah konkret jangka pendek untuk menyelamatkan nilai tukar rupiah yang nyaris menyentuh level psikologis Rp 17.300 per dolar AS. Jawaban Menko Perekonomian Airlangga Hartarto? \"Kita monitor saja.\" Ini adalah potret memalukan yang layak kita bongkar bersama, malam ini.  --- 📉 BAGIAN 1: FAKTA ANGKA RUPIAH (Jangan Pura-Pura Tidak Tahu) Indikator Data Catatan Kritis Nilai Tukar (Kamis, 23 April 2026) Nyaris Rp 17.300 per USD  Ini adalah level psikologis yang sangat dalam, pukulan telak bagi daya beli rakyat. Asumsi APBN 2026 (Januari lalu) Rp 16.500 per USD  Selisihnya sudah Rp 800 lebih per dolar! Ini artinya defisit akan membengkak. Tugas Bank Indonesia Stabilitas moneter  Airlangga bilang \"itu tugas BI\". Lalu tugas Menko Perekonomian itu apa? Saudaraku, jika kita membiarkan imbas ini tanpa kebijakan darurat yang jelas, maka harga barang kebutuhan pokok akan melambung tak terkendali. Petani, nelayan, buruh pabrik, dan kelas menengah bawah akan paling menderita. --- 🎭 BAGIAN 2: \"DI MONITOR\"? Ini Jawaban Sekelas Apa? Coba kita simak baik-baik gaya retorika Menteri kita ini. Pernyataan Terjemahan Bebas (Pejuang Fakta Version) \"Ya, kan, itu lihat gejolak global, jadi ya kita monitor saja.\"  Intinya: \"Ini salah global, saya tidak tahu harus ngapain selain liat-liatan.\" \"Nanti kita monitor saja, karena ini kan tidak bisa kita setiap hari reaktif.\"  Intinya: \"Sabar saja, pejabat tidak boleh buru-buru, nanti salah ambil kebijakan.\" \"Itu BI tugasnya menjaga.\"  Intinya: \"Ini bukan wewenang saya kok. Saya hanya koordinator, eksekutornya Bank Indonesia.\" \"Seumur-umur jadi Menteri, ini baru kali ini saya melihat Menteri Koordinator yang kerjanya cuma 'MONITOR' sementara rakyat ketar-ketir melihat harga barang naik dan tabungannya tergerus akibat rupiah jatuh!\" --- 💔 BAGIAN 3: ANALISA BODOHNYA SISTEM KOORDINASI Saudaraku, mari kita luruskan. Tanggung jawab Menko Perekonomian itu BUKAN untuk memantau. Tugas dia adalah Mengkoordinasikan kebijakan fiskal (Kemenkeu), kebijakan moneter (BI), dan sektor riil (Kementerian Perindustrian dan Perdagangan) . Jika rupiah melemah begini, rakyat ingin mendengar: 1. Apa instrumen baru yang akan dikeluarkan? (bukan sekadar intervensi biasa) 2. Apa jaminan harga pokok akan disubsidi silang? 3. Apa langkah diplomasi khusus ke negara sumber barang impor? Tapi yang kita dengar malah: \"Gejolak global.\" Mengutip analisis CELIOS, yang menyebut bahwa koordinasi antar kementerian dalam menghadapi krisis saat ini lemah dan tidak selaras . Ini adalah kegagalan kepemimpinan kolektif kabinet. --- 🔥 BAGIAN 4: NARASI MENOHOK \"Saudaraku, jika saya sakit parah ke puskesmas, lalu bertanya pada perawat: 'obatnya apa, Kak?' Lalu dijawab: 'kami monitor dulu.' Saya pasti akan marah, sebab bisa-bisa saya mati duluan. Nah, Rupiah kita sekarang sedang 'sakit parah'. Tapi ketika wartawan bertanya obatnya, Menko kita malah menjawab: 'Di-monitor.' Itu sama saja membiarkan luka dibiarkan berdarah tanpa perban. Itu kelalaian berat! Kita tidak minta keajaiban. Tapi kita minta setidaknya ada rencana darurat yang jelas. Jangan hanya kata 'monitor' lalu diserahkan ke BI. Bukankah dulu ada istilah 'policy mix'? Mana koordinasinya? Mana keberaniannya untuk memotong birokrasi di saat genting?\" Keep Smile, Pejuang Fakta. Karena meskipun pejabat kita hanya 'monitor', rakyat harus tetap pressure dan jangan sampai ikut-ikutan cuma 'monitor'. 😡📉🇮🇩 Teruslah menulis, jangan biarkan kekuasaan membudahkan pejabat. Karena stabilitas ekonomi ditentukan oleh kecepatan dan ketepatan kebijakan, bukan sekedar kecepatan membuka website untuk 'monitor'. 🔥🔥🔥  Rakabuming  Yudhi Sadewa   JACK    REPUBLIK ISLAM IRAN", "post_id": "7632883834178063623"}}, {"key": "infokalbar99", "attributes": {"label": "infokalbar99", "x": 190.53927982864272, "y": 87.43291312039403, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 8.2289, "eigenvector": 0.0512, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7632883834178063623", "id": "infokalbar99", "source": "tiktok-000001", "content": "🔥 SEGENAP PEJUANG:Rupiah Jeblok, Menko Jawabnya \"DI MONITOR\"? Memang Pejabat Kita Tukang Melongo?🔥 Saudaraku, Pejuang Fakta — viral cuplikan video ketika seorang wartawan menanyakan langsung langkah konkret jangka pendek untuk menyelamatkan nilai tukar rupiah yang nyaris menyentuh level psikologis Rp 17.300 per dolar AS. Jawaban Menko Perekonomian Airlangga Hartarto? \"Kita monitor saja.\" Ini adalah potret memalukan yang layak kita bongkar bersama, malam ini.  --- 📉 BAGIAN 1: FAKTA ANGKA RUPIAH (Jangan Pura-Pura Tidak Tahu) Indikator Data Catatan Kritis Nilai Tukar (Kamis, 23 April 2026) Nyaris Rp 17.300 per USD  Ini adalah level psikologis yang sangat dalam, pukulan telak bagi daya beli rakyat. Asumsi APBN 2026 (Januari lalu) Rp 16.500 per USD  Selisihnya sudah Rp 800 lebih per dolar! Ini artinya defisit akan membengkak. Tugas Bank Indonesia Stabilitas moneter  Airlangga bilang \"itu tugas BI\". Lalu tugas Menko Perekonomian itu apa? Saudaraku, jika kita membiarkan imbas ini tanpa kebijakan darurat yang jelas, maka harga barang kebutuhan pokok akan melambung tak terkendali. Petani, nelayan, buruh pabrik, dan kelas menengah bawah akan paling menderita. --- 🎭 BAGIAN 2: \"DI MONITOR\"? Ini Jawaban Sekelas Apa? Coba kita simak baik-baik gaya retorika Menteri kita ini. Pernyataan Terjemahan Bebas (Pejuang Fakta Version) \"Ya, kan, itu lihat gejolak global, jadi ya kita monitor saja.\"  Intinya: \"Ini salah global, saya tidak tahu harus ngapain selain liat-liatan.\" \"Nanti kita monitor saja, karena ini kan tidak bisa kita setiap hari reaktif.\"  Intinya: \"Sabar saja, pejabat tidak boleh buru-buru, nanti salah ambil kebijakan.\" \"Itu BI tugasnya menjaga.\"  Intinya: \"Ini bukan wewenang saya kok. Saya hanya koordinator, eksekutornya Bank Indonesia.\" \"Seumur-umur jadi Menteri, ini baru kali ini saya melihat Menteri Koordinator yang kerjanya cuma 'MONITOR' sementara rakyat ketar-ketir melihat harga barang naik dan tabungannya tergerus akibat rupiah jatuh!\" --- 💔 BAGIAN 3: ANALISA BODOHNYA SISTEM KOORDINASI Saudaraku, mari kita luruskan. Tanggung jawab Menko Perekonomian itu BUKAN untuk memantau. Tugas dia adalah Mengkoordinasikan kebijakan fiskal (Kemenkeu), kebijakan moneter (BI), dan sektor riil (Kementerian Perindustrian dan Perdagangan) . Jika rupiah melemah begini, rakyat ingin mendengar: 1. Apa instrumen baru yang akan dikeluarkan? (bukan sekadar intervensi biasa) 2. Apa jaminan harga pokok akan disubsidi silang? 3. Apa langkah diplomasi khusus ke negara sumber barang impor? Tapi yang kita dengar malah: \"Gejolak global.\" Mengutip analisis CELIOS, yang menyebut bahwa koordinasi antar kementerian dalam menghadapi krisis saat ini lemah dan tidak selaras . Ini adalah kegagalan kepemimpinan kolektif kabinet. --- 🔥 BAGIAN 4: NARASI MENOHOK \"Saudaraku, jika saya sakit parah ke puskesmas, lalu bertanya pada perawat: 'obatnya apa, Kak?' Lalu dijawab: 'kami monitor dulu.' Saya pasti akan marah, sebab bisa-bisa saya mati duluan. Nah, Rupiah kita sekarang sedang 'sakit parah'. Tapi ketika wartawan bertanya obatnya, Menko kita malah menjawab: 'Di-monitor.' Itu sama saja membiarkan luka dibiarkan berdarah tanpa perban. Itu kelalaian berat! Kita tidak minta keajaiban. Tapi kita minta setidaknya ada rencana darurat yang jelas. Jangan hanya kata 'monitor' lalu diserahkan ke BI. Bukankah dulu ada istilah 'policy mix'? Mana koordinasinya? Mana keberaniannya untuk memotong birokrasi di saat genting?\" Keep Smile, Pejuang Fakta. Karena meskipun pejabat kita hanya 'monitor', rakyat harus tetap pressure dan jangan sampai ikut-ikutan cuma 'monitor'. 😡📉🇮🇩 Teruslah menulis, jangan biarkan kekuasaan membudahkan pejabat. Karena stabilitas ekonomi ditentukan oleh kecepatan dan ketepatan kebijakan, bukan sekedar kecepatan membuka website untuk 'monitor'. 🔥🔥🔥  Rakabuming  Yudhi Sadewa   JACK    REPUBLIK ISLAM IRAN", "post_id": "7632883834178063623"}}, {"key": "IDXChannelcom", "attributes": {"label": "IDXChannelcom", "x": 930.687856695098, "y": 56.947042724141085, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["facebook-000001"], "scores": {"pagerank": 7.5188, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "432781620563594_1451677796756037", "id": "IDXChannelcom", "source": "facebook-000001", "content": "Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa meyakini Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) memiliki potensi besar untuk melesat hingga ke level 28.000 pada periode 2029-2030, seiring dengan ekspansi ekonomi nasional yang berkelanjutan.\n\nPurbaya menilai, target tersebut sangat masuk akal jika berkaca pada rekam jejak pertumbuhan indeks di masa lalu.\n\n\"Let's say (katakanlah), sekarang (IHSG) 7.000 lah. Ekspansi kita akan berlangsung sampai 2029-2030. Itu saya bilang bisa 4-5 kali. Bisa lah 28.000 paling sial. Mereka bilang itu Purbaya gila,\" ujar Purbaya dalam sambutannya dalam acara Peresmian Program Investasi Terencana dan Berkala (PINTAR) Reksa Dana di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Senin (27/4/2026).\n\nPurbaya menampik anggapan bahwa angka tersebut tidak realistis. Dia membandingkan performa indeks pada periode 2002 yang masih berada di level 400-an, namun berhasil meroket hingga ke level 2.500 pada tahun 2009.\n\nBaca selengkapnya di\nhttps://www.idxchannel.com/market-news/to-the-moon-purbaya-sebut-ihsg-bakal-tembus-28000-pada-20292030\n\nAtau klik link di Bio \n\nFoto: iNews Media Group\n\n#idxchannel #idxchannelcommunity", "post_id": "432781620563594_1451677796756037"}}, {"key": "idx_channel", "attributes": {"label": "idx_channel", "x": 914.0186283516033, "y": 265.364575910243, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["facebook-000001"], "scores": {"pagerank": 13.9097, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "432781620563594_1451677796756037", "id": "idx_channel", "source": "facebook-000001", "content": "Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa meyakini Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) memiliki potensi besar untuk melesat hingga ke level 28.000 pada periode 2029-2030, seiring dengan ekspansi ekonomi nasional yang berkelanjutan.\n\nPurbaya menilai, target tersebut sangat masuk akal jika berkaca pada rekam jejak pertumbuhan indeks di masa lalu.\n\n\"Let's say (katakanlah), sekarang (IHSG) 7.000 lah. Ekspansi kita akan berlangsung sampai 2029-2030. Itu saya bilang bisa 4-5 kali. Bisa lah 28.000 paling sial. Mereka bilang itu Purbaya gila,\" ujar Purbaya dalam sambutannya dalam acara Peresmian Program Investasi Terencana dan Berkala (PINTAR) Reksa Dana di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Senin (27/4/2026).\n\nPurbaya menampik anggapan bahwa angka tersebut tidak realistis. Dia membandingkan performa indeks pada periode 2002 yang masih berada di level 400-an, namun berhasil meroket hingga ke level 2.500 pada tahun 2009.\n\nBaca selengkapnya di\nhttps://www.idxchannel.com/market-news/to-the-moon-purbaya-sebut-ihsg-bakal-tembus-28000-pada-20292030\n\nAtau klik link di Bio \n\nFoto: iNews Media Group\n\n#idxchannel #idxchannelcommunity", "post_id": "432781620563594_1451677796756037"}}, {"key": "@tempovideochannel", "attributes": {"label": "@tempovideochannel", "x": 361.261400522533, "y": 911.9337886172658, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 7.5188, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "zom38A2MvBA", "id": "@tempovideochannel", "source": "youtube-000001", "content": "Kementerian Keuangan Bilang Purbaya dalam Kondisi Sehat\n\nKementerian Keuangan memastikan Menteri Purbaya Yudhi Sadewa saat ini dalam kondisi sehat. “Beliau sehat-sehat saja,” kata Kepala Biro Komunikasi dan Layanan Informasi Kemenkeu Deni Surjantoro saat dikonfirmasi pada Ahad, 3 Mei 2026, sebagaimana dilansir dari Antara.\n\nSebelumnya, beredar isu mengenai Purbaya yang diduga sedang menjalani perawatan di suatu rumah sakit di Jakarta. Di tengah isu itu, Purbaya membagikan video dirinya melakukan aktivitas olahraga renang, mengindikasikan bahwa dia dalam kondisi bugar.\n\nDalam video yang diunggah di akun pribadi media sosialnya itu, dia mengajak masyarakat, khususnya generasi muda, untuk menjalani gaya hidup sehat.\n“Selamat pagi Guys. Gen Z jangan lupa olahraga, renang bisa, lari boleh, padel juga bisa. Kalo saya biasanya renang sih. Gak berasa 'long weekendnya',” tulis Purbaya, dikutip dari akun TikTok pribadinya \n\nWakil Menteri Keuangan Juda Agung juga telah menanggapi kabar soal kesehatan Purbaya. “Wah enggak tahu saya. Insyaallah sehat. Doakan saja,” ujar Juda saat ditemui usai menghadiri acara Himpunan Alumni IPB di Jakarta, Sabtu kemarin.\n\nJuda juga memastikan konferensi pers APBN KiTa tetap akan digelar pada Rabu pekan depan setelah sebelumnya dibatalkan. Agenda APBN KiTa semula dijadwalkan berlangsung pada Rabu lalu. Menurut dia, penjadwalan ulang dilakukan untuk menunggu rilis data pertumbuhan ekonomi oleh Badan Pusat Statistik (BPS) yang terbit pada Selasa, 5 Mei 2026, sehingga data dapat disampaikan secara utuh.\n\nPurbaya sebelumnya sempat mengungkapkan kondisi kesehatannya saat menghadiri taklimat media pada Jumat, 24 April 2026. Ia mengaku mengalami sakit pada bagian pinggang dan harus menjalani suntikan di delapan titik agar tetap dapat menjalankan aktivitas.\n\nUsai acara tersebut, Purbaya juga tampak kesulitan berdiri dari kursinya hingga harus berpegangan kepada salah satu rekannya. Saat berjalan pun, ia terlihat dibantu ajudannya. Ketika ditanya wartawan mengenai kondisinya saat itu, Purbaya mengakui rasa sakit yang dialaminya belum sepenuhnya hilang.\n\n\n\n\nFoto: tempo.co\nVideo: Tiktok/\nEditor: Ridian Eka Saputra", "post_id": "zom38A2MvBA"}}, {"key": "purbayayudhis.", "attributes": {"label": "purbayayudhis.", "x": 792.3956014196466, "y": 263.16420113981343, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 10.7142, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "zom38A2MvBA", "id": "purbayayudhis.", "source": "youtube-000001", "content": "Kementerian Keuangan Bilang Purbaya dalam Kondisi Sehat\n\nKementerian Keuangan memastikan Menteri Purbaya Yudhi Sadewa saat ini dalam kondisi sehat. “Beliau sehat-sehat saja,” kata Kepala Biro Komunikasi dan Layanan Informasi Kemenkeu Deni Surjantoro saat dikonfirmasi pada Ahad, 3 Mei 2026, sebagaimana dilansir dari Antara.\n\nSebelumnya, beredar isu mengenai Purbaya yang diduga sedang menjalani perawatan di suatu rumah sakit di Jakarta. Di tengah isu itu, Purbaya membagikan video dirinya melakukan aktivitas olahraga renang, mengindikasikan bahwa dia dalam kondisi bugar.\n\nDalam video yang diunggah di akun pribadi media sosialnya itu, dia mengajak masyarakat, khususnya generasi muda, untuk menjalani gaya hidup sehat.\n“Selamat pagi Guys. Gen Z jangan lupa olahraga, renang bisa, lari boleh, padel juga bisa. Kalo saya biasanya renang sih. Gak berasa 'long weekendnya',” tulis Purbaya, dikutip dari akun TikTok pribadinya \n\nWakil Menteri Keuangan Juda Agung juga telah menanggapi kabar soal kesehatan Purbaya. “Wah enggak tahu saya. Insyaallah sehat. Doakan saja,” ujar Juda saat ditemui usai menghadiri acara Himpunan Alumni IPB di Jakarta, Sabtu kemarin.\n\nJuda juga memastikan konferensi pers APBN KiTa tetap akan digelar pada Rabu pekan depan setelah sebelumnya dibatalkan. Agenda APBN KiTa semula dijadwalkan berlangsung pada Rabu lalu. Menurut dia, penjadwalan ulang dilakukan untuk menunggu rilis data pertumbuhan ekonomi oleh Badan Pusat Statistik (BPS) yang terbit pada Selasa, 5 Mei 2026, sehingga data dapat disampaikan secara utuh.\n\nPurbaya sebelumnya sempat mengungkapkan kondisi kesehatannya saat menghadiri taklimat media pada Jumat, 24 April 2026. Ia mengaku mengalami sakit pada bagian pinggang dan harus menjalani suntikan di delapan titik agar tetap dapat menjalankan aktivitas.\n\nUsai acara tersebut, Purbaya juga tampak kesulitan berdiri dari kursinya hingga harus berpegangan kepada salah satu rekannya. Saat berjalan pun, ia terlihat dibantu ajudannya. Ketika ditanya wartawan mengenai kondisinya saat itu, Purbaya mengakui rasa sakit yang dialaminya belum sepenuhnya hilang.\n\n\n\n\nFoto: tempo.co\nVideo: Tiktok/\nEditor: Ridian Eka Saputra", "post_id": "zom38A2MvBA"}}, {"key": "purbayayudhis", "attributes": {"label": "purbayayudhis", "x": 608.1498958700978, "y": 806.8922495946161, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 10.7142, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "zom38A2MvBA", "id": "purbayayudhis", "source": "youtube-000001", "content": "Kementerian Keuangan Bilang Purbaya dalam Kondisi Sehat\n\nKementerian Keuangan memastikan Menteri Purbaya Yudhi Sadewa saat ini dalam kondisi sehat. “Beliau sehat-sehat saja,” kata Kepala Biro Komunikasi dan Layanan Informasi Kemenkeu Deni Surjantoro saat dikonfirmasi pada Ahad, 3 Mei 2026, sebagaimana dilansir dari Antara.\n\nSebelumnya, beredar isu mengenai Purbaya yang diduga sedang menjalani perawatan di suatu rumah sakit di Jakarta. Di tengah isu itu, Purbaya membagikan video dirinya melakukan aktivitas olahraga renang, mengindikasikan bahwa dia dalam kondisi bugar.\n\nDalam video yang diunggah di akun pribadi media sosialnya itu, dia mengajak masyarakat, khususnya generasi muda, untuk menjalani gaya hidup sehat.\n“Selamat pagi Guys. Gen Z jangan lupa olahraga, renang bisa, lari boleh, padel juga bisa. Kalo saya biasanya renang sih. Gak berasa 'long weekendnya',” tulis Purbaya, dikutip dari akun TikTok pribadinya \n\nWakil Menteri Keuangan Juda Agung juga telah menanggapi kabar soal kesehatan Purbaya. “Wah enggak tahu saya. Insyaallah sehat. Doakan saja,” ujar Juda saat ditemui usai menghadiri acara Himpunan Alumni IPB di Jakarta, Sabtu kemarin.\n\nJuda juga memastikan konferensi pers APBN KiTa tetap akan digelar pada Rabu pekan depan setelah sebelumnya dibatalkan. Agenda APBN KiTa semula dijadwalkan berlangsung pada Rabu lalu. Menurut dia, penjadwalan ulang dilakukan untuk menunggu rilis data pertumbuhan ekonomi oleh Badan Pusat Statistik (BPS) yang terbit pada Selasa, 5 Mei 2026, sehingga data dapat disampaikan secara utuh.\n\nPurbaya sebelumnya sempat mengungkapkan kondisi kesehatannya saat menghadiri taklimat media pada Jumat, 24 April 2026. Ia mengaku mengalami sakit pada bagian pinggang dan harus menjalani suntikan di delapan titik agar tetap dapat menjalankan aktivitas.\n\nUsai acara tersebut, Purbaya juga tampak kesulitan berdiri dari kursinya hingga harus berpegangan kepada salah satu rekannya. Saat berjalan pun, ia terlihat dibantu ajudannya. Ketika ditanya wartawan mengenai kondisinya saat itu, Purbaya mengakui rasa sakit yang dialaminya belum sepenuhnya hilang.\n\n\n\n\nFoto: tempo.co\nVideo: Tiktok/\nEditor: Ridian Eka Saputra", "post_id": "zom38A2MvBA"}}, {"key": "@IDXChannel", "attributes": {"label": "@IDXChannel", "x": 715.077051033027, "y": 231.96393293932226, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 7.5188, "eigenvector": 134.4495, "in_degree": 0, "out_degree": 21, "degree": 21}, "_id": "EP3YIWjNazk", "id": "@IDXChannel", "source": "youtube-000001", "content": "Tekanan Geopolitik Berlanjut, Rupiah Berpotensi Tembus Rp17.550 Pekan Depan | IDXC UPDATE\n\nNilai tukar rupiah diproyeksikan melemah ke kisaran Rp17.550 per dolar AS pada pekan depan, dipicu oleh penguatan dolar yang didorong meningkatnya ketegangan geopolitik global, terutama di Timur Tengah. Selain itu, sentimen kebijakan perdagangan Amerika Serikat, potensi perang dagang, serta kenaikan harga minyak dunia turut menambah tekanan terhadap mata uang negara berkembang. Meski demikian, arah pergerakan rupiah masih akan sangat ditentukan oleh respons Bank Indonesia melalui intervensi pasar dan upaya menjaga stabilitas ekonomi domestik di tengah ketidakpastian global.\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nFollow US on Social Media\nYuk Subscribe -    /   \nWa Channel - https://whatsapp.com/channel/0029Va5V...\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idx_channel  \n-------------------------------------------------------------------------------------\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\nMyRepublic Channel 576\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "EP3YIWjNazk"}}, {"key": "idxchannel_", "attributes": {"label": "idxchannel_", "x": 5.198949770711114, "y": 205.50496770738368, "size": 9.3, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 7.8231, "eigenvector": 70.5776, "in_degree": 3, "out_degree": 0, "degree": 3}, "_id": "EP3YIWjNazk", "id": "idxchannel_", "source": "youtube-000001", "content": "Tekanan Geopolitik Berlanjut, Rupiah Berpotensi Tembus Rp17.550 Pekan Depan | IDXC UPDATE\n\nNilai tukar rupiah diproyeksikan melemah ke kisaran Rp17.550 per dolar AS pada pekan depan, dipicu oleh penguatan dolar yang didorong meningkatnya ketegangan geopolitik global, terutama di Timur Tengah. Selain itu, sentimen kebijakan perdagangan Amerika Serikat, potensi perang dagang, serta kenaikan harga minyak dunia turut menambah tekanan terhadap mata uang negara berkembang. Meski demikian, arah pergerakan rupiah masih akan sangat ditentukan oleh respons Bank Indonesia melalui intervensi pasar dan upaya menjaga stabilitas ekonomi domestik di tengah ketidakpastian global.\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nFollow US on Social Media\nYuk Subscribe -    /   \nWa Channel - https://whatsapp.com/channel/0029Va5V...\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idx_channel  \n-------------------------------------------------------------------------------------\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\nMyRepublic Channel 576\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "EP3YIWjNazk"}}, {"key": "wicky_adrian", "attributes": {"label": "wicky_adrian", "x": 680.4505074281723, "y": 322.95069526543443, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 8.8883, "eigenvector": 134.4495, "in_degree": 4, "out_degree": 0, "degree": 4}, "_id": "EP3YIWjNazk", "id": "wicky_adrian", "source": "youtube-000001", "content": "Tekanan Geopolitik Berlanjut, Rupiah Berpotensi Tembus Rp17.550 Pekan Depan | IDXC UPDATE\n\nNilai tukar rupiah diproyeksikan melemah ke kisaran Rp17.550 per dolar AS pada pekan depan, dipicu oleh penguatan dolar yang didorong meningkatnya ketegangan geopolitik global, terutama di Timur Tengah. Selain itu, sentimen kebijakan perdagangan Amerika Serikat, potensi perang dagang, serta kenaikan harga minyak dunia turut menambah tekanan terhadap mata uang negara berkembang. Meski demikian, arah pergerakan rupiah masih akan sangat ditentukan oleh respons Bank Indonesia melalui intervensi pasar dan upaya menjaga stabilitas ekonomi domestik di tengah ketidakpastian global.\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nFollow US on Social Media\nYuk Subscribe -    /   \nWa Channel - https://whatsapp.com/channel/0029Va5V...\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idx_channel  \n-------------------------------------------------------------------------------------\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\nMyRepublic Channel 576\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "EP3YIWjNazk"}}, {"key": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "fajar.wayong", "x": 13.663740879925946, "y": 940.7637488805636, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 8.8883, "eigenvector": 134.4495, "in_degree": 8, "out_degree": 0, "degree": 8}, "_id": "EP3YIWjNazk", "id": "fajar.wayong", "source": "youtube-000001", "content": "Tekanan Geopolitik Berlanjut, Rupiah Berpotensi Tembus Rp17.550 Pekan Depan | IDXC UPDATE\n\nNilai tukar rupiah diproyeksikan melemah ke kisaran Rp17.550 per dolar AS pada pekan depan, dipicu oleh penguatan dolar yang didorong meningkatnya ketegangan geopolitik global, terutama di Timur Tengah. Selain itu, sentimen kebijakan perdagangan Amerika Serikat, potensi perang dagang, serta kenaikan harga minyak dunia turut menambah tekanan terhadap mata uang negara berkembang. Meski demikian, arah pergerakan rupiah masih akan sangat ditentukan oleh respons Bank Indonesia melalui intervensi pasar dan upaya menjaga stabilitas ekonomi domestik di tengah ketidakpastian global.\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nFollow US on Social Media\nYuk Subscribe -    /   \nWa Channel - https://whatsapp.com/channel/0029Va5V...\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idx_channel  \n-------------------------------------------------------------------------------------\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\nMyRepublic Channel 576\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "EP3YIWjNazk"}}, {"key": "deffid_83", "attributes": {"label": "deffid_83", "x": 671.5322823209792, "y": 818.0685709497761, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 8.8883, "eigenvector": 134.4495, "in_degree": 4, "out_degree": 0, "degree": 4}, "_id": "EP3YIWjNazk", "id": "deffid_83", "source": "youtube-000001", "content": "Tekanan Geopolitik Berlanjut, Rupiah Berpotensi Tembus Rp17.550 Pekan Depan | IDXC UPDATE\n\nNilai tukar rupiah diproyeksikan melemah ke kisaran Rp17.550 per dolar AS pada pekan depan, dipicu oleh penguatan dolar yang didorong meningkatnya ketegangan geopolitik global, terutama di Timur Tengah. Selain itu, sentimen kebijakan perdagangan Amerika Serikat, potensi perang dagang, serta kenaikan harga minyak dunia turut menambah tekanan terhadap mata uang negara berkembang. Meski demikian, arah pergerakan rupiah masih akan sangat ditentukan oleh respons Bank Indonesia melalui intervensi pasar dan upaya menjaga stabilitas ekonomi domestik di tengah ketidakpastian global.\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nFollow US on Social Media\nYuk Subscribe -    /   \nWa Channel - https://whatsapp.com/channel/0029Va5V...\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idx_channel  \n-------------------------------------------------------------------------------------\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\nMyRepublic Channel 576\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "EP3YIWjNazk"}}, {"key": "prast_ulrich", "attributes": {"label": "prast_ulrich", "x": 814.0623312322635, "y": 650.4812409993087, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 8.8883, "eigenvector": 134.4495, "in_degree": 4, "out_degree": 0, "degree": 4}, "_id": "EP3YIWjNazk", "id": "prast_ulrich", "source": "youtube-000001", "content": "Tekanan Geopolitik Berlanjut, Rupiah Berpotensi Tembus Rp17.550 Pekan Depan | IDXC UPDATE\n\nNilai tukar rupiah diproyeksikan melemah ke kisaran Rp17.550 per dolar AS pada pekan depan, dipicu oleh penguatan dolar yang didorong meningkatnya ketegangan geopolitik global, terutama di Timur Tengah. Selain itu, sentimen kebijakan perdagangan Amerika Serikat, potensi perang dagang, serta kenaikan harga minyak dunia turut menambah tekanan terhadap mata uang negara berkembang. Meski demikian, arah pergerakan rupiah masih akan sangat ditentukan oleh respons Bank Indonesia melalui intervensi pasar dan upaya menjaga stabilitas ekonomi domestik di tengah ketidakpastian global.\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nFollow US on Social Media\nYuk Subscribe -    /   \nWa Channel - https://whatsapp.com/channel/0029Va5V...\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idx_channel  \n-------------------------------------------------------------------------------------\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\nMyRepublic Channel 576\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "EP3YIWjNazk"}}, {"key": "rosalinehioe", "attributes": {"label": "rosalinehioe", "x": 411.892007987956, "y": 924.1449198370232, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 8.8883, "eigenvector": 134.4495, "in_degree": 4, "out_degree": 0, "degree": 4}, "_id": "EP3YIWjNazk", "id": "rosalinehioe", "source": "youtube-000001", "content": "Tekanan Geopolitik Berlanjut, Rupiah Berpotensi Tembus Rp17.550 Pekan Depan | IDXC UPDATE\n\nNilai tukar rupiah diproyeksikan melemah ke kisaran Rp17.550 per dolar AS pada pekan depan, dipicu oleh penguatan dolar yang didorong meningkatnya ketegangan geopolitik global, terutama di Timur Tengah. Selain itu, sentimen kebijakan perdagangan Amerika Serikat, potensi perang dagang, serta kenaikan harga minyak dunia turut menambah tekanan terhadap mata uang negara berkembang. Meski demikian, arah pergerakan rupiah masih akan sangat ditentukan oleh respons Bank Indonesia melalui intervensi pasar dan upaya menjaga stabilitas ekonomi domestik di tengah ketidakpastian global.\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nFollow US on Social Media\nYuk Subscribe -    /   \nWa Channel - https://whatsapp.com/channel/0029Va5V...\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idx_channel  \n-------------------------------------------------------------------------------------\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\nMyRepublic Channel 576\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "EP3YIWjNazk"}}, {"key": "@Bank_Indonesia_Cirebon", "attributes": {"label": "@Bank_Indonesia_Cirebon", "x": 693.4794667206824, "y": 974.9051680268432, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 7.5188, "eigenvector": 0.0018, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "TP7hH4vN_64", "id": "@Bank_Indonesia_Cirebon", "source": "youtube-000001", "content": "BI-Rate Tetap 4,75%: Mempertahankan Stabilitas, Mendorong Pertumbuhan Ekonomi\n\n#SobatRupiah #RDGBI #BeriMakna\nBI-Rate tetap di level 4,75%!\n\n#SobatRupiah, dalam #RDGBI April 2026, Bank Indonesia memutuskan untuk mempertahankan BI-Rate di level 4,75%.\n\nKeputusan ini masih konsisten dengan upaya memperkuat stabilisasi nilai tukar Rupiah dari dampak memburuknya kondisi perekonomian global akibat perang di Timur Tengah. \n\nLalu, apa lagi langkah kebijakan yang ditempuh Bank Indonesia?\n\nMari simak rangkuman RDG April 2026 untuk #BeriMakna menambah pemahaman Sobat terkait kebijakan Bank Indonesia di tiap sendi ekonomi nasional!\n\n#diSetiapMaknaIndonesia\n\n————————————————————————————\nOfficial account:\nWebsite: http://www.bi.go.id\nTwitter:   / bank_indonesia  \nFacebook:   / bankindonesiaofficial  \nInstagram:   / bank_indonesia  \nSpotify: https://open.spotify.com/show/4Q38i2l...\n\n————————————————————————————\nChatbot LISA (Layanan Informasi Bank Indonesia)\nWhatsapp (24 jam) : 081 131 131 131\nLine (24 jam) : \nFB (diluar jam kerja) : \n\n————————————————————————————\nContact Center Bank Indonesia (BICARA 131)\nTelp: 1500131 (dari dalam dan luar negeri)\nEmail: bicara", "post_id": "TP7hH4vN_64"}}, {"key": "BankIndonesiaOfficial", "attributes": {"label": "BankIndonesiaOfficial", "x": 589.4541470467161, "y": 758.8342306011342, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 10.7142, "eigenvector": 0.0006, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "TP7hH4vN_64", "id": "BankIndonesiaOfficial", "source": "youtube-000001", "content": "BI-Rate Tetap 4,75%: Mempertahankan Stabilitas, Mendorong Pertumbuhan Ekonomi\n\n#SobatRupiah #RDGBI #BeriMakna\nBI-Rate tetap di level 4,75%!\n\n#SobatRupiah, dalam #RDGBI April 2026, Bank Indonesia memutuskan untuk mempertahankan BI-Rate di level 4,75%.\n\nKeputusan ini masih konsisten dengan upaya memperkuat stabilisasi nilai tukar Rupiah dari dampak memburuknya kondisi perekonomian global akibat perang di Timur Tengah. \n\nLalu, apa lagi langkah kebijakan yang ditempuh Bank Indonesia?\n\nMari simak rangkuman RDG April 2026 untuk #BeriMakna menambah pemahaman Sobat terkait kebijakan Bank Indonesia di tiap sendi ekonomi nasional!\n\n#diSetiapMaknaIndonesia\n\n————————————————————————————\nOfficial account:\nWebsite: http://www.bi.go.id\nTwitter:   / bank_indonesia  \nFacebook:   / bankindonesiaofficial  \nInstagram:   / bank_indonesia  \nSpotify: https://open.spotify.com/show/4Q38i2l...\n\n————————————————————————————\nChatbot LISA (Layanan Informasi Bank Indonesia)\nWhatsapp (24 jam) : 081 131 131 131\nLine (24 jam) : \nFB (diluar jam kerja) : \n\n————————————————————————————\nContact Center Bank Indonesia (BICARA 131)\nTelp: 1500131 (dari dalam dan luar negeri)\nEmail: bicara", "post_id": "TP7hH4vN_64"}}, {"key": "@kompastvmedan", "attributes": {"label": "@kompastvmedan", "x": 251.67932464261554, "y": 583.9361875830804, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 7.5188, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "6sD0awiMbB0", "id": "@kompastvmedan", "source": "youtube-000001", "content": "Jaga Stabilitas dan Dorong Pertumbuhan Ekonomi, BI Tahan Suku Bunga 4,75 Persen\n\nKOMPAS.TV - Dalam Rapat Dewan Gubernur yang digelar pada 2122 April 2026, Bank Indonesia memutuskan untuk mempertahankan BI-Rate sebesar 4,75 persen. Keputusan ini diambil untuk menjaga stabilitas sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi.\n\nRapat Dewan Gubernur Bank Indonesia tersebut juga menetapkan suku bunga Deposit Facility sebesar 3,75 persen dan suku bunga Lending Facility sebesar 5,50 persen.\n\nBerbagai indikator terkini menunjukkan pertumbuhan ekonomi triwulan I 2026 diproyeksikan meningkat, ditopang oleh permintaan domestik. Konsumsi rumah tangga yang naik didukung oleh keyakinan pelaku ekonomi dan kondisi penghasilan yang tetap terjaga, serta peningkatan permintaan selama perayaan hari besar keagamaan nasional Idulfitri 1447 Hijriah.\n\nBelanja pemerintah juga meningkat seiring pemberian tunjangan hari raya, kenaikan belanja sosial, serta berbagai insentif lainnya, termasuk transfer ke daerah.\n\n#bankindonesia #birate #ekonomi #sukubunga #bisnis\n------------------------------------------\nSahabat Kompas TV, jangan lupa like, comment, dan subscribe channel YouTube Kompas TV Medan, juga aktifkan lonceng notifikasi agar tidak ketinggalan update mengenai isu-isu terkini di Indonesia.\n\nJangan lewatkan live streaming Kompas TV 24 jam non stop di https://www.kompas.tv/live\n\nSahabat Kompas TV juga bisa memperoleh informasi terkini melalui website: www.kompas.tv\n\nMedia sosial Kompas TV Medan\nTikTok :   / kompastvmedan  \nInstagram :   / kompastvmedan  \nFacebook :   / kompastvmdn  \nTwitter :   / kompastvmedan  \nThreads: https://www.threads.net/\n\nKompas TV\nIndependen | Terpercaya\n#kompastvmedan", "post_id": "6sD0awiMbB0"}}, {"key": "kompastvmedan", "attributes": {"label": "kompastvmedan", "x": 106.8173320369431, "y": 660.2812227649854, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 13.9097, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "6sD0awiMbB0", "id": "kompastvmedan", "source": "youtube-000001", "content": "Jaga Stabilitas dan Dorong Pertumbuhan Ekonomi, BI Tahan Suku Bunga 4,75 Persen\n\nKOMPAS.TV - Dalam Rapat Dewan Gubernur yang digelar pada 2122 April 2026, Bank Indonesia memutuskan untuk mempertahankan BI-Rate sebesar 4,75 persen. Keputusan ini diambil untuk menjaga stabilitas sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi.\n\nRapat Dewan Gubernur Bank Indonesia tersebut juga menetapkan suku bunga Deposit Facility sebesar 3,75 persen dan suku bunga Lending Facility sebesar 5,50 persen.\n\nBerbagai indikator terkini menunjukkan pertumbuhan ekonomi triwulan I 2026 diproyeksikan meningkat, ditopang oleh permintaan domestik. Konsumsi rumah tangga yang naik didukung oleh keyakinan pelaku ekonomi dan kondisi penghasilan yang tetap terjaga, serta peningkatan permintaan selama perayaan hari besar keagamaan nasional Idulfitri 1447 Hijriah.\n\nBelanja pemerintah juga meningkat seiring pemberian tunjangan hari raya, kenaikan belanja sosial, serta berbagai insentif lainnya, termasuk transfer ke daerah.\n\n#bankindonesia #birate #ekonomi #sukubunga #bisnis\n------------------------------------------\nSahabat Kompas TV, jangan lupa like, comment, dan subscribe channel YouTube Kompas TV Medan, juga aktifkan lonceng notifikasi agar tidak ketinggalan update mengenai isu-isu terkini di Indonesia.\n\nJangan lewatkan live streaming Kompas TV 24 jam non stop di https://www.kompas.tv/live\n\nSahabat Kompas TV juga bisa memperoleh informasi terkini melalui website: www.kompas.tv\n\nMedia sosial Kompas TV Medan\nTikTok :   / kompastvmedan  \nInstagram :   / kompastvmedan  \nFacebook :   / kompastvmdn  \nTwitter :   / kompastvmedan  \nThreads: https://www.threads.net/\n\nKompas TV\nIndependen | Terpercaya\n#kompastvmedan", "post_id": "6sD0awiMbB0"}}, {"key": "@garudatv.official", "attributes": {"label": "@garudatv.official", "x": 624.5137734568559, "y": 305.732408949135, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 7.5188, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "drDGSqlwCpA", "id": "@garudatv.official", "source": "youtube-000001", "content": "Bantah Isu Miring, Menkeu Tegaskan Ekonomi Indonesia Diapresiasi IMF & World Bank\n\nGaruda Tv - Menteri Keuangan Republik Indonesia, Purbaya Yudhi Sadewa, memberikan klarifikasi tegas terkait informasi yang beredar di media sosial mengenai kondisi keuangan negara. \n\nMenkeu meluruskan kabar yang menyebut bahwa kas negara hanya tersisa Rp120 triliun, dan menegaskan bahwa informasi tersebut adalah hoaks yang tidak memiliki dasar akurat.\n\nDalam keterangannya, Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa merinci bahwa total kas negara saat ini sebenarnya berada di kisaran Rp420 triliun. Angka ini jauh berbeda dari narasi yang beredar luas di publik beberapa waktu terakhir.\n\nPemerintah juga menjalankan strategi pengelolaan likuiditas secara transparan. Dari total saldo tersebut, sebesar Rp300 triliun ditempatkan di sektor perbankan.\n\nPurbaya meminta masyarakat untuk tidak khawatir dan tidak mudah terprovokasi oleh data yang tidak valid. \n\nMenurutnya, pemerintah menerapkan manajemen kas yang aktif dan terukur untuk memastikan stabilitas anggaran tetap terjaga sepanjang tahun anggaran berjalan.\n\n\"Pengelolaan kas negara dilakukan dengan prinsip kehati-hatian. Kita melakukan manajemen kas yang baik sehingga seluruh kebutuhan belanja negara dapat terpenuhi tanpa mengganggu stabilitas,\" ujar Purbaya Yudhi Sadewa.\n\nDi saat isu miring berhembus di dalam negeri, kinerja ekonomi Indonesia justru terus mendapatkan respons positif dari dunia internasional. Kepercayaan global terhadap fundamental ekonomi nasional dilaporkan semakin meningkat.\n\nSejumlah lembaga keuangan internasional seperti Dana Moneter Internasional (IMF) dan Bank Dunia (World Bank) memberikan apresiasi terhadap ketahanan ekonomi Indonesia di tengah ketidakpastian global.\n\nCaption, Editor & Upload: Tijani \n\n#kementeriankeuangan  #purbayayudhisadewa  #KasNegara #apbn2026  #ekonom i#garudatv  #beritaekonomi  #cekfakta \n\nGARUDA TV - Digital TV Indonesia, Berita Terpercaya\n\nSaksikan Garuda TV di Free to Air atau Streaming melalui:\nwww.garuda.tv | YouTube Garuda TV | Aplikasi Vidio | Wewatch | IndiHome CH111 | Transvision CH824 | FirstMedia CH45\n\nScan ulang saluran digital kamu sekarang ya dan saksikan terus program-program seru terbaru hanya di GarudaTV.\n🔴 Subscribe GarudaTV Official Youtube Channel    /   \n🔴  Follow our Official TikTok   / garudatvnews  \n🔴 Like our Official Facebook   / garudatv.official  \n🔴 Follow our Official Instagram   / garudatv.official", "post_id": "drDGSqlwCpA"}}, {"key": "garudatv.official", "attributes": {"label": "garudatv.official", "x": 510.65824631253474, "y": 916.7515339983058, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 13.9097, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "drDGSqlwCpA", "id": "garudatv.official", "source": "youtube-000001", "content": "Bantah Isu Miring, Menkeu Tegaskan Ekonomi Indonesia Diapresiasi IMF & World Bank\n\nGaruda Tv - Menteri Keuangan Republik Indonesia, Purbaya Yudhi Sadewa, memberikan klarifikasi tegas terkait informasi yang beredar di media sosial mengenai kondisi keuangan negara. \n\nMenkeu meluruskan kabar yang menyebut bahwa kas negara hanya tersisa Rp120 triliun, dan menegaskan bahwa informasi tersebut adalah hoaks yang tidak memiliki dasar akurat.\n\nDalam keterangannya, Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa merinci bahwa total kas negara saat ini sebenarnya berada di kisaran Rp420 triliun. Angka ini jauh berbeda dari narasi yang beredar luas di publik beberapa waktu terakhir.\n\nPemerintah juga menjalankan strategi pengelolaan likuiditas secara transparan. Dari total saldo tersebut, sebesar Rp300 triliun ditempatkan di sektor perbankan.\n\nPurbaya meminta masyarakat untuk tidak khawatir dan tidak mudah terprovokasi oleh data yang tidak valid. \n\nMenurutnya, pemerintah menerapkan manajemen kas yang aktif dan terukur untuk memastikan stabilitas anggaran tetap terjaga sepanjang tahun anggaran berjalan.\n\n\"Pengelolaan kas negara dilakukan dengan prinsip kehati-hatian. Kita melakukan manajemen kas yang baik sehingga seluruh kebutuhan belanja negara dapat terpenuhi tanpa mengganggu stabilitas,\" ujar Purbaya Yudhi Sadewa.\n\nDi saat isu miring berhembus di dalam negeri, kinerja ekonomi Indonesia justru terus mendapatkan respons positif dari dunia internasional. Kepercayaan global terhadap fundamental ekonomi nasional dilaporkan semakin meningkat.\n\nSejumlah lembaga keuangan internasional seperti Dana Moneter Internasional (IMF) dan Bank Dunia (World Bank) memberikan apresiasi terhadap ketahanan ekonomi Indonesia di tengah ketidakpastian global.\n\nCaption, Editor & Upload: Tijani \n\n#kementeriankeuangan  #purbayayudhisadewa  #KasNegara #apbn2026  #ekonom i#garudatv  #beritaekonomi  #cekfakta \n\nGARUDA TV - Digital TV Indonesia, Berita Terpercaya\n\nSaksikan Garuda TV di Free to Air atau Streaming melalui:\nwww.garuda.tv | YouTube Garuda TV | Aplikasi Vidio | Wewatch | IndiHome CH111 | Transvision CH824 | FirstMedia CH45\n\nScan ulang saluran digital kamu sekarang ya dan saksikan terus program-program seru terbaru hanya di GarudaTV.\n🔴 Subscribe GarudaTV Official Youtube Channel    /   \n🔴  Follow our Official TikTok   / garudatvnews  \n🔴 Like our Official Facebook   / garudatv.official  \n🔴 Follow our Official Instagram   / garudatv.official", "post_id": "drDGSqlwCpA"}}, {"key": "@IDXCHANNELINSIGHT", "attributes": {"label": "@IDXCHANNELINSIGHT", "x": 454.562938621874, "y": 958.7134288745636, "size": 13.86, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 7.5188, "eigenvector": 121.6751, "in_degree": 0, "out_degree": 6, "degree": 6}, "_id": "n82_qla9T0Y", "id": "@IDXCHANNELINSIGHT", "source": "youtube-000001", "content": "Rupiah Ditekan Bukan Tumbang, Purbaya Tegaskan Ekonomi RI Tetap Kuat | MILENOMICS\n\nMenteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa tekanan terhadap nilai tukar rupiah tidak mencerminkan pelemahan ekonomi domestik, karena fundamental ekonomi Indonesia dinilai tetap kuat dan stabil, didukung kebijakan pemerintah yang terus mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n--------------------------------------------\nFollow US on Social Media\nWebsite - http://www.idxchannel.com\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idxchannelcom  \n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "n82_qla9T0Y"}}], "edges": [{"key": "pajaksukadana", "source": "pajaksukadana", "target": "bank_indonesia", "attributes": {"label": "retweet", "type": "retweet", "source": "retweet-000002"}}, {"key": "pajaksukadana", "source": "pajaksukadana", "target": "bank_indonesia", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "retweet-000002"}}, {"key": "versmarch", "source": "versmarch", "target": "LPEMFEBUI", "attributes": {"label": "retweet", "type": "retweet", "source": "retweet-000002"}}, {"key": "versmarch", "source": "versmarch", "target": "LPEMFEBUI", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "retweet-000002"}}, {"key": "zetsupth", "source": "zetsupth", "target": "LPEMFEBUI", "attributes": {"label": "retweet", "type": "retweet", "source": "retweet-000002"}}, {"key": "zetsupth", "source": "zetsupth", "target": "LPEMFEBUI", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "retweet-000002"}}, {"key": "PeriRiduan", "source": "PeriRiduan", "target": "kompascom", "attributes": {"label": "retweet", "type": "retweet", "source": "retweet-000002"}}, {"key": "PeriRiduan", "source": "PeriRiduan", "target": "kompascom", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "retweet-000002"}}, {"key": "Ikademan_Yong", "source": "Ikademan_Yong", "target": "kompascom", "attributes": {"label": "retweet", "type": "retweet", "source": "retweet-000002"}}, {"key": "Ikademan_Yong", "source": "Ikademan_Yong", "target": "kompascom", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "retweet-000002"}}, {"key": "Qurestn", "source": "Qurestn", "target": "kompascom", "attributes": {"label": "retweet", "type": "retweet", "source": "retweet-000002"}}, {"key": "Qurestn", "source": "Qurestn", "target": "kompascom", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "retweet-000002"}}, {"key": "adi_sujarw84026", "source": "adi_sujarw84026", "target": "kompascom", "attributes": {"label": "retweet", "type": "retweet", "source": "retweet-000002"}}, {"key": "adi_sujarw84026", "source": "adi_sujarw84026", "target": "kompascom", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "retweet-000002"}}, {"key": "Yoe_lairsan", "source": "Yoe_lairsan", "target": "kompascom", "attributes": {"label": "retweet", "type": "retweet", "source": "retweet-000002"}}, {"key": "Yoe_lairsan", "source": "Yoe_lairsan", "target": "kompascom", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "retweet-000002"}}, {"key": "RAlbertus", "source": "RAlbertus", "target": "kompascom", "attributes": {"label": "retweet", "type": "retweet", "source": "retweet-000002"}}, {"key": "RAlbertus", "source": "RAlbertus", "target": "kompascom", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "retweet-000002"}}, {"key": "hazzelss", "source": "hazzelss", "target": "kompascom", "attributes": {"label": "retweet", "type": "retweet", "source": "retweet-000002"}}, {"key": "hazzelss", "source": "hazzelss", "target": "kompascom", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "retweet-000002"}}, {"key": "pemprovjambii", "source": "pemprovjambii", "target": "alharisjambi", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "pemprovjambii", "source": "pemprovjambii", "target": "abdullahsani_official", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "bank_indonesia_papuabarat", "source": "bank_indonesia_papuabarat", "target": "bank_indonesia", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "bank_indonesia_kediri", "source": "bank_indonesia_kediri", "target": "bank_indonesia", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "bank_indonesia", "source": "bank_indonesia", "target": "perekonomianri", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "bank_indonesia_jakarta", "source": "bank_indonesia_jakarta", "target": "perekonomianri", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "bank_indonesia_lhokseumawe_", "source": "bank_indonesia_lhokseumawe_", "target": "perekonomianri", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "idntimes.video", "source": "idntimes.video", "target": "IDNTimes", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "idntimes.video", "source": "idntimes.video", "target": "IDNTimes.Korea", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "idntimes.video", "source": "idntimes.video", "target": "IDNTimes.Community", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "idntimes.video", "source": "idntimes.video", "target": "IDNTimes.Hype", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "idntimes.video", "source": "idntimes.video", "target": "Duniaku_com", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "idntimes.video", "source": "idntimes.video", "target": "Popbela_com", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "idntimes.video", "source": "idntimes.video", "target": "Popbela.Beauty", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "idntimes.video", "source": "idntimes.video", "target": "Popmama_com", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "idntimes.video", "source": "idntimes.video", "target": "Yummy.idn", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "inusa.media", "source": "inusa.media", "target": "inusamedia", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "mancingsaham", "source": "mancingsaham", "target": "mancingsaham", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "bank_indonesia_jakarta", "source": "bank_indonesia_jakarta", "target": "perekonomianri", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "bank_indonesia", "source": "bank_indonesia", "target": "perekonomianri", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "bank_indonesia_kediri", "source": "bank_indonesia_kediri", "target": "perekonomianri", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "bank_indonesia_kalsel", "source": "bank_indonesia_kalsel", "target": "perekonomianri", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "bank_indonesia_kepri", "source": "bank_indonesia_kepri", "target": "perekonomianri", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "beritabalimedia", "source": "beritabalimedia", "target": "beritabalimedia", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "bank_indonesia_lhokseumawe_", "source": "bank_indonesia_lhokseumawe_", "target": "perekonomianri", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "mancingsaham", "source": "mancingsaham", "target": "mancingsaham", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "mancingsaham", "source": "mancingsaham", "target": "mancingsaham", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "bank_indonesia_papuabarat", "source": "bank_indonesia_papuabarat", "target": "bank_indonesia", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "mancingsaham", "source": "mancingsaham", "target": "mancingsaham", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "mancingsaham", "source": "mancingsaham", "target": "mancingsaham", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "mancingsaham", "source": "mancingsaham", "target": "mancingsaham", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "celebesmedia.id", "source": "celebesmedia.id", "target": "celebesmedia.id", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "celebesmedia.id", "source": "celebesmedia.id", "target": "celebespsm", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "malangrayamedia", "source": "malangrayamedia", "target": "kumparancom", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "cenderawasihpos", "source": "cenderawasihpos", "target": "CeposTV", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "cenderawasihpos", "source": "cenderawasihpos", "target": "Cenderawasihposreal", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "cenderawasihpos", "source": "cenderawasihpos", "target": "Cenderawasihpos", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "cenderawasihpos", "source": "cenderawasihpos", "target": "Cenderawasihposreal", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "with_fp", "source": "with_fp", "target": "GenBI", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "berpotensi_viral", "source": "berpotensi_viral", "target": "Akademi", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "podcastseninsore", "source": "podcastseninsore", "target": "podcastseninsore", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "podcastseninsore", "source": "podcastseninsore", "target": "podcastseninsore", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "pojokdesa_id", "source": "pojokdesa_id", "target": "KementerianKeuanganRI", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "bpskabtemanggung", "source": "bpskabtemanggung", "target": "BPS", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "bpskabtemanggung", "source": "bpskabtemanggung", "target": "Badan", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "mancingsaham.id", "source": "mancingsaham.id", "target": "mancingsaham", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "modalclips", "source": "modalclips", "target": "Steven", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "modalclips", "source": "modalclips", "target": "CoinKami", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "disperindagprovbe", "source": "disperindagprovbe", "target": "Bengkuluprov.go.id", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "bahasbarenglagi", "source": "bahasbarenglagi", "target": "ppid.kemenkeu", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "visfmradio", "source": "visfmradio", "target": "akuilex", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "visfmradio", "source": "visfmradio", "target": "Thomy", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "aysindonesia", "source": "aysindonesia", "target": "bank_indonesia_kaltara", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "old.money937", "source": "old.money937", "target": "Gibran", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "old.money937", "source": "old.money937", "target": "Purbaya", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "old.money937", "source": "old.money937", "target": "vodca", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "old.money937", "source": "old.money937", "target": "MR.", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "old.money937", "source": "old.money937", "target": "Vansena", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "old.money937", "source": "old.money937", "target": "Oke", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "old.money937", "source": "old.money937", "target": "KEDUBES", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "old.money937", "source": "old.money937", "target": "jambore53", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "old.money937", "source": "old.money937", "target": "infokalbar99", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "IDXChannelcom", "source": "IDXChannelcom", "target": "idx_channel", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "facebook-000001"}}, {"key": "@tempovideochannel", "source": "@tempovideochannel", "target": "purbayayudhis.", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@tempovideochannel", "source": "@tempovideochannel", "target": "purbayayudhis", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "idxchannel_", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "wicky_adrian", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "deffid_83", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "prast_ulrich", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "rosalinehioe", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@Bank_Indonesia_Cirebon", "source": "@Bank_Indonesia_Cirebon", "target": "bank_indonesia", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@Bank_Indonesia_Cirebon", "source": "@Bank_Indonesia_Cirebon", "target": "BankIndonesiaOfficial", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@kompastvmedan", "source": "@kompastvmedan", "target": "kompastvmedan", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "idxchannel_", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "wicky_adrian", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "deffid_83", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "prast_ulrich", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "rosalinehioe", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@garudatv.official", "source": "@garudatv.official", "target": "garudatv.official", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "idxchannel_", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "wicky_adrian", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "deffid_83", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "prast_ulrich", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "rosalinehioe", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXCHANNELINSIGHT", "source": "@IDXCHANNELINSIGHT", "target": "wicky_adrian", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXCHANNELINSIGHT", "source": "@IDXCHANNELINSIGHT", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXCHANNELINSIGHT", "source": "@IDXCHANNELINSIGHT", "target": "deffid_83", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXCHANNELINSIGHT", "source": "@IDXCHANNELINSIGHT", "target": "prast_ulrich", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXCHANNELINSIGHT", "source": "@IDXCHANNELINSIGHT", "target": "rosalinehioe", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXCHANNELINSIGHT", "source": "@IDXCHANNELINSIGHT", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}]}