{"nodes": [{"key": "bank_indonesia_kediri", "attributes": {"label": "bank_indonesia_kediri", "x": 420.80561230567037, "y": 293.4555078508211, "size": 15.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 32.8882, "eigenvector": 142.7137, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "3884534684680779192_3072612250", "id": "bank_indonesia_kediri", "source": "instagram-000001", "content": "Optimisme bukanlah sekadar rasa, tapi hasil dari arah yang jelas dan kerja yang terhubung!\n\n#SobatRupiah, di tengah dunia yang penuh ketidakpastian, Indonesia memilih untuk melaju dengan fondasi yang kuat dan kolaborasi yang nyata.\n\nSemangat ini diwujudkan salah satunya melalui Percepatan Intermediasi Indonesia (PINISI) sebagai wadah untuk memperkuat komunikasi dan koordinasi dalam menggerakkan sektor-sektor prioritas sekaligus mengatasi hambatan intermediasi demi mendukung pertumbuhan ekonomi.\n\nMelalui PINISI (Percepatan Intermediasi Indonesia) Bank Indonesia bersama Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian RI  mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk menumbuhkan Optimisme, memperkuat Komitmen, dan terus mempererat Sinergi (O-K-S) demi #BeriMakna mewujudkan pertumbuhan ekonomi 2026 di kisaran 4,9–5,7%.\n\nSaatnya optimisme tidak berhenti di wacana, tapi terasa lewat dampak nyata!\nKalau menurut Sobat, apa lagi upaya yang perlu dilakukan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi agar lebih optimal?\n\n#diSetiapMaknaIndonesia", "post_id": "3884534684680779192_3072612250"}}, {"key": "perekonomianri", "attributes": {"label": "perekonomianri", "x": 432.70943103877823, "y": 6.263142274014366, "size": 15.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 158.6859, "eigenvector": 142.7137, "in_degree": 9, "out_degree": 0, "degree": 9}, "_id": "3884534684680779192_3072612250", "id": "perekonomianri", "source": "instagram-000001", "content": "Optimisme bukanlah sekadar rasa, tapi hasil dari arah yang jelas dan kerja yang terhubung!\n\n#SobatRupiah, di tengah dunia yang penuh ketidakpastian, Indonesia memilih untuk melaju dengan fondasi yang kuat dan kolaborasi yang nyata.\n\nSemangat ini diwujudkan salah satunya melalui Percepatan Intermediasi Indonesia (PINISI) sebagai wadah untuk memperkuat komunikasi dan koordinasi dalam menggerakkan sektor-sektor prioritas sekaligus mengatasi hambatan intermediasi demi mendukung pertumbuhan ekonomi.\n\nMelalui PINISI (Percepatan Intermediasi Indonesia) Bank Indonesia bersama Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian RI  mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk menumbuhkan Optimisme, memperkuat Komitmen, dan terus mempererat Sinergi (O-K-S) demi #BeriMakna mewujudkan pertumbuhan ekonomi 2026 di kisaran 4,9–5,7%.\n\nSaatnya optimisme tidak berhenti di wacana, tapi terasa lewat dampak nyata!\nKalau menurut Sobat, apa lagi upaya yang perlu dilakukan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi agar lebih optimal?\n\n#diSetiapMaknaIndonesia", "post_id": "3884534684680779192_3072612250"}}, {"key": "bank_indonesia_kalsel", "attributes": {"label": "bank_indonesia_kalsel", "x": 986.0901278574778, "y": 568.748144737476, "size": 15.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 32.8882, "eigenvector": 142.7137, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "3884893090046230644_3108436875", "id": "bank_indonesia_kalsel", "source": "instagram-000001", "content": "Optimisme bukanlah sekadar rasa, tapi hasil dari arah yang jelas dan kerja yang terhubung!\n\n#SobatRupiah, di tengah dunia yang penuh ketidakpastian, Indonesia memilih untuk melaju dengan fondasi yang kuat dan kolaborasi yang nyata.\n\nSemangat ini diwujudkan salah satunya melalui Percepatan Intermediasi Indonesia (PINISI) sebagai wadah untuk memperkuat komunikasi dan koordinasi dalam menggerakkan sektor-sektor prioritas sekaligus mengatasi hambatan intermediasi demi mendukung pertumbuhan ekonomi.\n\nMelalui PINISI (Percepatan Intermediasi Indonesia) Bank Indonesia bersama Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian RI  mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk menumbuhkan Optimisme, memperkuat Komitmen, dan terus mempererat Sinergi (O-K-S) demi #BeriMakna mewujudkan pertumbuhan ekonomi 2026 di kisaran 4,9–5,7%.\n\nSaatnya optimisme tidak berhenti di wacana, tapi terasa lewat dampak nyata!\nKalau menurut Sobat, apa lagi upaya yang perlu dilakukan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi agar lebih optimal?\n\n#diSetiapMaknaIndonesia", "post_id": "3884893090046230644_3108436875"}}, {"key": "bank_indonesia", "attributes": {"label": "bank_indonesia", "x": 637.2188190932392, "y": 196.3412325196342, "size": 15.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 32.8882, "eigenvector": 142.7137, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "3884511562890846248_1646269200", "id": "bank_indonesia", "source": "instagram-000001", "content": "Optimisme bukanlah sekadar rasa, tapi hasil dari arah yang jelas dan kerja yang terhubung!\n\n#SobatRupiah, di tengah dunia yang penuh ketidakpastian, Indonesia memilih untuk melaju dengan fondasi yang kuat dan kolaborasi yang nyata.\n\nSemangat ini diwujudkan salah satunya melalui Percepatan Intermediasi Indonesia (PINISI) sebagai wadah untuk memperkuat komunikasi dan koordinasi dalam menggerakkan sektor-sektor prioritas sekaligus mengatasi hambatan intermediasi demi mendukung pertumbuhan ekonomi.\n\nMelalui PINISI (Percepatan Intermediasi Indonesia) Bank Indonesia bersama Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian RI  mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk menumbuhkan Optimisme, memperkuat Komitmen, dan terus mempererat Sinergi (O-K-S) demi #BeriMakna mewujudkan pertumbuhan ekonomi 2026 di kisaran 4,9–5,7%. \n\nSaatnya optimisme tidak berhenti di wacana, tapi terasa lewat dampak nyata!\nKalau menurut Sobat, apa lagi upaya yang perlu dilakukan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi agar lebih optimal? \n\n#diSetiapMaknaIndonesia", "post_id": "3884511562890846248_1646269200"}}, {"key": "bank_indonesia_jakarta", "attributes": {"label": "bank_indonesia_jakarta", "x": 3.0410838865070344, "y": 653.9782591917301, "size": 15.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 32.8882, "eigenvector": 142.7137, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "3886585633464824872_3483223332", "id": "bank_indonesia_jakarta", "source": "instagram-000001", "content": "#SobatRupiah, semua langkah besar selalu dimulai dari kebersamaan.\n\nMelalui Percepatan Intermediasi Indonesia (PINISI), sinergi antar pemangku kepentingan diperkuat untuk mendorong pembiayaan, investasi, dan realisasi proyek strategis.\n\nGubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo, dan Menko Bidang , Airlangga Hartarto, menyatukan visi untuk memperkuat mesin pertumbuhan domestik dan memastikan stabilitas intermediasi berjalan efektif. Saat pemerintah menyiapkan jalan, perbankan menyalurkan pembiayaan, dan dunia usaha melakukan ekspansi, dari situ optimisme kita tumbuh.\n\nSobat, siap #BeriMakna jadi bagian dari langkah besar ini?\n\n#diSetiapMaknalndonesia", "post_id": "3886585633464824872_3483223332"}}, {"key": "bank_indonesia_kepri", "attributes": {"label": "bank_indonesia_kepri", "x": 475.8727798036417, "y": 645.6939814375052, "size": 15.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 32.8882, "eigenvector": 142.7137, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "3885220661455695687_2904384635", "id": "bank_indonesia_kepri", "source": "instagram-000001", "content": "Optimisme bukanlah sekadar rasa, tapi hasil dari arah yang jelas dan kerja yang terhubung!\n\n#SobatRupiah, di tengah dunia yang penuh ketidakpastian, Indonesia memilih untuk melaju dengan fondasi yang kuat dan kolaborasi yang nyata.\n\nSemangat ini diwujudkan salah satunya melalui Percepatan Intermediasi Indonesia (PINISI) sebagai wadah untuk memperkuat komunikasi dan koordinasi dalam menggerakkan sektor-sektor prioritas sekaligus mengatasi hambatan intermediasi demi mendukung pertumbuhan ekonomi.\n\nMelalui PINISI (Percepatan Intermediasi Indonesia) Bank Indonesia bersama Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian RI  mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk menumbuhkan Optimisme, memperkuat Komitmen, dan terus mempererat Sinergi (O-K-S) demi #BeriMakna mewujudkan pertumbuhan ekonomi 2026 di kisaran 4,9–5,7%.\n\nSaatnya optimisme tidak berhenti di wacana, tapi terasa lewat dampak nyata!\nKalau menurut Sobat, apa lagi upaya yang perlu dilakukan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi agar lebih optimal?\n\n#diSetiapMaknaIndonesia", "post_id": "3885220661455695687_2904384635"}}, {"key": "bank_indonesia_lhokseumawe_", "attributes": {"label": "bank_indonesia_lhokseumawe_", "x": 370.27049353666143, "y": 875.6352816190042, "size": 15.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 32.8882, "eigenvector": 142.7137, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "3884953702586511438_48797578859", "id": "bank_indonesia_lhokseumawe_", "source": "instagram-000001", "content": "Optimisme bukanlah sekadar rasa, tapi hasil dari arah yang jelas dan kerja yang terhubung! \n\n#SobatRupiah, di tengah dunia yang penuh ketidakpastian, Indonesia memilih untuk melaju dengan fondasi yang kuat dan kolaborasi yang nyata. \n\nSemangat ini diwujudkan salah satunya melalui Percepatan Intermediasi Indonesia (PINISI) sebagai wadah untuk memperkuat komunikasi dan koordinasi dalam menggerakkan sektor-sektor prioritas sekaligus mengatasi hambatan intermediasi demi mendukung pertumbuhan ekonomi. \n\nMelalui PINISI (Percepatan Intermediasi Indonesia) Bank Indonesia bersama Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian RI  mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk menumbuhkan Optimisme, memperkuat Komitmen, dan terus mempererat Sinergi (O-K-S) demi #BeriMakna mewujudkan pertumbuhan ekonomi 2026 di kisaran 4,9–5,7%. \n\nSaatnya optimisme tidak berhenti di wacana, tapi terasa lewat dampak nyata! Kalau menurut Sobat, apa lagi upaya yang perlu dilakukan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi agar lebih optimal? \n\n#diSetiapMaknaIndonesia", "post_id": "3884953702586511438_48797578859"}}, {"key": "redaksi_sumselmedia", "attributes": {"label": "redaksi_sumselmedia", "x": 325.34166773886517, "y": 86.86118550037958, "size": 3.04, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 41.7629, "eigenvector": 0.4361, "in_degree": 1, "out_degree": 4, "degree": 5}, "_id": "3886577598399125706_56622120775", "id": "redaksi_sumselmedia", "source": "instagram-000001", "content": "SumselMedia.Com, Jakarta-\n\n(“CIMB Niaga” atau “Bank”; IDX: BNGA) hari ini mengumumkan perolehan kinerja keuangan konsolidasi (unaudited) untuk kuartal pertama tahun 2026 (“1Q26”), dengan laba sebelum pajak sebesar Rp2,3 triliun dan menghasilkan earnings per share Rp70,20.\n\nPresiden Direktur & CEO CIMB Niaga Lani Darmawan mengatakan, “Kami bersyukur dapat memulai tahun 2026 dengan fondasi yang kuat, didorong oleh kinerja pendapatan yang baik, pertumbuhan fee-based income yang solid, dan fundamental bisnis yang sehat. Pertumbuhan pendapatan tetap terjaga stabil, didukung oleh strategi serta dedikasi seluruh karyawan kami dalam memberikan layanan optimal kepada seluruh nasabah dan stakeholders. Adapun perolehan positif ini didorong oleh pengelolaan biaya yang disiplin, serta pertumbuhan kredit yang selektif dengan dukungan pendanaan current account savings account (“CASA”) yang kuat dan mencapai rasio CASA tertinggi sebesar 73,9%, sehingga memperkuat kemampuan kami dalam menjaga margin. Kualitas aset tetap terjaga, dengan rasio kredit bermasalah (non-performing loan/“NPL”) di bawah rata-rata industri, dan biaya kredit (cost of credit/“CoC”) yang tetap terjaga di bawah 1%. Selain itu, bisnis wealth management kami dalam melayani nasabah Preferred dan Private Wealth juga terus menunjukkan kinerja yang baik, tercermin dari rata-rata assets under management per nasabah yang terus meningkat, sekaligus memperkuat basis pendapatan kami yang semakin terdiversifikasi.”\n\nSelengkapnya di www.sumselmedia.com\n\n   \n\n#cimbniaga #bank #octo #cimbniagasyariah", "post_id": "3886577598399125706_56622120775"}}, {"key": "cimb_niaga", "attributes": {"label": "cimb_niaga", "x": 337.79031735003105, "y": 509.2658640449221, "size": 3.02, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 41.7629, "eigenvector": 0.1894, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "3886577598399125706_56622120775", "id": "cimb_niaga", "source": "instagram-000001", "content": "SumselMedia.Com, Jakarta-\n\n(“CIMB Niaga” atau “Bank”; IDX: BNGA) hari ini mengumumkan perolehan kinerja keuangan konsolidasi (unaudited) untuk kuartal pertama tahun 2026 (“1Q26”), dengan laba sebelum pajak sebesar Rp2,3 triliun dan menghasilkan earnings per share Rp70,20.\n\nPresiden Direktur & CEO CIMB Niaga Lani Darmawan mengatakan, “Kami bersyukur dapat memulai tahun 2026 dengan fondasi yang kuat, didorong oleh kinerja pendapatan yang baik, pertumbuhan fee-based income yang solid, dan fundamental bisnis yang sehat. Pertumbuhan pendapatan tetap terjaga stabil, didukung oleh strategi serta dedikasi seluruh karyawan kami dalam memberikan layanan optimal kepada seluruh nasabah dan stakeholders. Adapun perolehan positif ini didorong oleh pengelolaan biaya yang disiplin, serta pertumbuhan kredit yang selektif dengan dukungan pendanaan current account savings account (“CASA”) yang kuat dan mencapai rasio CASA tertinggi sebesar 73,9%, sehingga memperkuat kemampuan kami dalam menjaga margin. Kualitas aset tetap terjaga, dengan rasio kredit bermasalah (non-performing loan/“NPL”) di bawah rata-rata industri, dan biaya kredit (cost of credit/“CoC”) yang tetap terjaga di bawah 1%. Selain itu, bisnis wealth management kami dalam melayani nasabah Preferred dan Private Wealth juga terus menunjukkan kinerja yang baik, tercermin dari rata-rata assets under management per nasabah yang terus meningkat, sekaligus memperkuat basis pendapatan kami yang semakin terdiversifikasi.”\n\nSelengkapnya di www.sumselmedia.com\n\n   \n\n#cimbniaga #bank #octo #cimbniagasyariah", "post_id": "3886577598399125706_56622120775"}}, {"key": "lani_darmawan", "attributes": {"label": "lani_darmawan", "x": 459.29412466739615, "y": 839.2594614652969, "size": 3.02, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 41.7629, "eigenvector": 0.1894, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "3886577598399125706_56622120775", "id": "lani_darmawan", "source": "instagram-000001", "content": "SumselMedia.Com, Jakarta-\n\n(“CIMB Niaga” atau “Bank”; IDX: BNGA) hari ini mengumumkan perolehan kinerja keuangan konsolidasi (unaudited) untuk kuartal pertama tahun 2026 (“1Q26”), dengan laba sebelum pajak sebesar Rp2,3 triliun dan menghasilkan earnings per share Rp70,20.\n\nPresiden Direktur & CEO CIMB Niaga Lani Darmawan mengatakan, “Kami bersyukur dapat memulai tahun 2026 dengan fondasi yang kuat, didorong oleh kinerja pendapatan yang baik, pertumbuhan fee-based income yang solid, dan fundamental bisnis yang sehat. Pertumbuhan pendapatan tetap terjaga stabil, didukung oleh strategi serta dedikasi seluruh karyawan kami dalam memberikan layanan optimal kepada seluruh nasabah dan stakeholders. Adapun perolehan positif ini didorong oleh pengelolaan biaya yang disiplin, serta pertumbuhan kredit yang selektif dengan dukungan pendanaan current account savings account (“CASA”) yang kuat dan mencapai rasio CASA tertinggi sebesar 73,9%, sehingga memperkuat kemampuan kami dalam menjaga margin. Kualitas aset tetap terjaga, dengan rasio kredit bermasalah (non-performing loan/“NPL”) di bawah rata-rata industri, dan biaya kredit (cost of credit/“CoC”) yang tetap terjaga di bawah 1%. Selain itu, bisnis wealth management kami dalam melayani nasabah Preferred dan Private Wealth juga terus menunjukkan kinerja yang baik, tercermin dari rata-rata assets under management per nasabah yang terus meningkat, sekaligus memperkuat basis pendapatan kami yang semakin terdiversifikasi.”\n\nSelengkapnya di www.sumselmedia.com\n\n   \n\n#cimbniaga #bank #octo #cimbniagasyariah", "post_id": "3886577598399125706_56622120775"}}, {"key": "cimbniagasyariahplg", "attributes": {"label": "cimbniagasyariahplg", "x": 293.2828567470351, "y": 684.9090020755991, "size": 3.02, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 41.7629, "eigenvector": 0.1894, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "3886577598399125706_56622120775", "id": "cimbniagasyariahplg", "source": "instagram-000001", "content": "SumselMedia.Com, Jakarta-\n\n(“CIMB Niaga” atau “Bank”; IDX: BNGA) hari ini mengumumkan perolehan kinerja keuangan konsolidasi (unaudited) untuk kuartal pertama tahun 2026 (“1Q26”), dengan laba sebelum pajak sebesar Rp2,3 triliun dan menghasilkan earnings per share Rp70,20.\n\nPresiden Direktur & CEO CIMB Niaga Lani Darmawan mengatakan, “Kami bersyukur dapat memulai tahun 2026 dengan fondasi yang kuat, didorong oleh kinerja pendapatan yang baik, pertumbuhan fee-based income yang solid, dan fundamental bisnis yang sehat. Pertumbuhan pendapatan tetap terjaga stabil, didukung oleh strategi serta dedikasi seluruh karyawan kami dalam memberikan layanan optimal kepada seluruh nasabah dan stakeholders. Adapun perolehan positif ini didorong oleh pengelolaan biaya yang disiplin, serta pertumbuhan kredit yang selektif dengan dukungan pendanaan current account savings account (“CASA”) yang kuat dan mencapai rasio CASA tertinggi sebesar 73,9%, sehingga memperkuat kemampuan kami dalam menjaga margin. Kualitas aset tetap terjaga, dengan rasio kredit bermasalah (non-performing loan/“NPL”) di bawah rata-rata industri, dan biaya kredit (cost of credit/“CoC”) yang tetap terjaga di bawah 1%. Selain itu, bisnis wealth management kami dalam melayani nasabah Preferred dan Private Wealth juga terus menunjukkan kinerja yang baik, tercermin dari rata-rata assets under management per nasabah yang terus meningkat, sekaligus memperkuat basis pendapatan kami yang semakin terdiversifikasi.”\n\nSelengkapnya di www.sumselmedia.com\n\n   \n\n#cimbniaga #bank #octo #cimbniagasyariah", "post_id": "3886577598399125706_56622120775"}}, {"key": "mancingsaham", "attributes": {"label": "mancingsaham", "x": 926.1078959040615, "y": 792.3628545898233, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 57.197, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 2, "out_degree": 2, "degree": 4}, "_id": "3885170685946159762_52512310886", "id": "mancingsaham", "source": "instagram-000001", "content": "🔥 Menkeu Purbaya Pede Ekonomi RI ‘Nyundul’ 8% dalam 3 Tahun, Angin Segar Buat IHSG?\nby  Academy\n\nSobat Cuan, ini bukan sekadar pidato optimistis… ini narasi makro yang bisa jadi bahan bakar besar buat market kalau terealisasi. Dan kalau benar ekonomi menuju 8%, banyak sektor bisa ikut pesta. 👇\n\n1️⃣ Fakta Utama\nMenkeu Purbaya Yudhi Sadewa melempar target berani:\n✅ Pertumbuhan Q1–Q2 2026 di sekitar 5,5%\n✅ Dalam 2–3 tahun dibidik bisa tembus 8%\n✅ Mesin utamanya: sektor swasta + belanja pemerintah + reformasi struktur ekonomi\n\n2️⃣ Kenapa Ini Besar?\nKarena pertumbuhan ekonomi = bahan bakar laba emiten.\n\nSaat PDB naik: → konsumsi tumbuh\n→ kredit naik\n→ investasi meningkat\n→ laba korporasi bisa ikut terdongkrak\n\n3️⃣ Potensi Pemenang 📈\nKalau narasi ini jalan, sektor yang paling diuntungkan biasanya:\n🏦 Big Banks\nKredit ekspansi bisa meledak.\n\n🛒 Consumer Goods & Retail\nDaya beli naik = revenue ikut tumbuh.\n\n🏗️ Infrastruktur & Properti\nBelanja pembangunan bisa jadi katalis besar.\n\n4️⃣ Yang Perlu Diwaspadai ⚠️\nTapi target 8% masih proyeksi.\nDan market tahu bedanya narasi dengan realisasi.\n\nRisiko yang perlu dipantau: \n• eksekusi belanja pemerintah\n• pertumbuhan kredit riil\n• kondisi global/resesi eksternal\n• realisasi data PDB kuartalan\n\n5️⃣ Strategi Mainnya\n🗓️ Investor Long Term\nNarasi seperti ini cocok buat akumulasi bertahap di saham fundamental.\n\n🗓️ Swing Trader\nPantau rilis data PDB Mei.\n\n🗓️ Defensif\nTetap diversifikasi.\n\n6️⃣ Insight Penting\nYang menarik dari target 8% bukan angkanya…\nTapi pesan di baliknya.\nPemerintah sedang mencoba membangun confidence narrative.\n\n7️⃣ Kesimpulan\nTarget pertumbuhan 8% jelas sentimen positif buat IHSG.\n\nKalau terealisasi, potensi efek dominonya besar: \n✅ laba emiten naik\n✅ inflow asing terbuka\n✅ valuasi pasar bisa rerating\n\n📌 Gabung di  community untuk analisis market, stockpick pilihan, update berita saham, dan diskusi eksklusif dengan investor & trader lainnya.\n📩 Bergabung sekarang! Klik lynk.id/owennath atau chat 081251880459 (WhatsApp).\n\n#IHSG #EkonomiIndonesia #PDB8Persen #BBCA #BMRI", "post_id": "3885170685946159762_52512310886"}}, {"key": "kumparancom", "attributes": {"label": "kumparancom", "x": 566.5680366104463, "y": 571.2862950665558, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 32.8882, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "3888202324565477818_3286401357", "id": "kumparancom", "source": "instagram-000001", "content": "Bank Mandiri (BMRI) resmi menetapkan pembagian dividen tunai sebesar Rp 44,47 triliun atau 79% dari laba bersih tahun buku 2025. Total dividen per saham (DPS) atas kinerja tahun 2025 tersebut mencapai Rp 476,95, yang jumlahnya sudah termasuk dividen interim yang telah dibayarkan kepada pemegang saham pada Januari 2026 lalu.\n\nSelain dividen rekor, RUPST juga menyetujui rencana pembelian kembali saham (buyback) senilai Rp 1,17 triliun dan melakukan penyegaran susunan pengurus perseroan. Langkah strategis ini diambil untuk menjaga kepercayaan investor serta memperkuat posisi Bank Mandiri () sebagai bagian dari ekosistem Danantara.\n\nCapaian ini setara dengan dividend yield sebesar 10,77%, didukung oleh kinerja fundamental yang solid dengan pertumbuhan kredit sebesar 13,4% YoY. Bank Mandiri berkomitmen terus memberikan nilai optimal bagi pemegang saham sekaligus menjadi mitra strategis dalam mengakselerasi ekonomi nasional.", "post_id": "3888202324565477818_3286401357"}}, {"key": "bankmandiri", "attributes": {"label": "bankmandiri", "x": 270.2295441565388, "y": 869.7932681282236, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 60.8433, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "3888202324565477818_3286401357", "id": "bankmandiri", "source": "instagram-000001", "content": "Bank Mandiri (BMRI) resmi menetapkan pembagian dividen tunai sebesar Rp 44,47 triliun atau 79% dari laba bersih tahun buku 2025. Total dividen per saham (DPS) atas kinerja tahun 2025 tersebut mencapai Rp 476,95, yang jumlahnya sudah termasuk dividen interim yang telah dibayarkan kepada pemegang saham pada Januari 2026 lalu.\n\nSelain dividen rekor, RUPST juga menyetujui rencana pembelian kembali saham (buyback) senilai Rp 1,17 triliun dan melakukan penyegaran susunan pengurus perseroan. Langkah strategis ini diambil untuk menjaga kepercayaan investor serta memperkuat posisi Bank Mandiri () sebagai bagian dari ekosistem Danantara.\n\nCapaian ini setara dengan dividend yield sebesar 10,77%, didukung oleh kinerja fundamental yang solid dengan pertumbuhan kredit sebesar 13,4% YoY. Bank Mandiri berkomitmen terus memberikan nilai optimal bagi pemegang saham sekaligus menjadi mitra strategis dalam mengakselerasi ekonomi nasional.", "post_id": "3888202324565477818_3286401357"}}, {"key": "cenderawasihpos", "attributes": {"label": "cenderawasihpos", "x": 100.9003968105695, "y": 322.4944867530033, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 32.8882, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 4, "degree": 4}, "_id": "7635262836746374408", "id": "cenderawasihpos", "source": "tiktok-000001", "content": "Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyatakan perekonomian Indonesia tetap memiliki resiliensi kuat dan ruang untuk tumbuh di tengah ketidakpastian ekonomi global. Ia menjelaskan bahwa sejumlah indikator ekonomi nasional masih terjaga, mulai dari pertumbuhan ekonomi, inflasi, konsumsi domestik, hingga struktur pembiayaan dalam negeri. “Fundamental kita tetap terjaga. Pertumbuhan ekonomi tercatat di tahun lalu 5,11 persen. Di tahun 2026 ditargetkan 5,4 persen,” kata Airlangga dalam acara Kick Off Percepatan Intermediasi Indonesia (PINISI) di Kantor Pusat Bank Indonesia, Jakarta, Senin. Ia menyebut pertumbuhan ekonomi pada kuartal I 2026 juga berpeluang mencapai lebih besar atau sama dengan 5,5 persen. Menurut dia, inflasi juga masih terkendali di level 3,48 persen, sementara indeks keyakinan konsumen tetap tinggi di level 122,9. Airlangga menambahkan konsumsi dalam negeri masih menjadi penopang utama perekonomian dengan kontribusi sekitar 54 persen terhadap produk domestik bruto (PDB). “Konsumsi dalam negeri masih kuat, 54 persen terhadap PDB,” ujarnya. Dari sisi eksternal, ia menjelaskan neraca perdagangan Indonesia mencatat surplus selama 70 bulan dengan nilai 148,2 miliar dolar AS. Ia juga menyampaikan rasio utang luar negeri Indonesia masih berada di level 29,9 persen terhadap PDB. Selain itu, kepemilikan surat berharga negara (SBN) didominasi investor domestik hingga 87,4 persen, sementara porsi asing sebesar 12,6 persen. Lebih lanjut, Airlangga mengatakan sejumlah lembaga internasional masih memandang ekonomi Indonesia cukup kuat. 📖 BACA SELENGKAPNYA: 🔗 https://www.ceposonline.com 📰 Berlangganan Koran Cenderawasih Pos: 📞 0812-4803-531 Follow kami di Sosial Media: Instagram:  &  Facebook:  TikTok:  . . . #cepos #papua #beritapapua", "post_id": "7635262836746374408"}}, {"key": "CeposTV", "attributes": {"label": "CeposTV", "x": 861.1593600807589, "y": 228.94157505791213, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 39.877, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7635262836746374408", "id": "CeposTV", "source": "tiktok-000001", "content": "Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyatakan perekonomian Indonesia tetap memiliki resiliensi kuat dan ruang untuk tumbuh di tengah ketidakpastian ekonomi global. Ia menjelaskan bahwa sejumlah indikator ekonomi nasional masih terjaga, mulai dari pertumbuhan ekonomi, inflasi, konsumsi domestik, hingga struktur pembiayaan dalam negeri. “Fundamental kita tetap terjaga. Pertumbuhan ekonomi tercatat di tahun lalu 5,11 persen. Di tahun 2026 ditargetkan 5,4 persen,” kata Airlangga dalam acara Kick Off Percepatan Intermediasi Indonesia (PINISI) di Kantor Pusat Bank Indonesia, Jakarta, Senin. Ia menyebut pertumbuhan ekonomi pada kuartal I 2026 juga berpeluang mencapai lebih besar atau sama dengan 5,5 persen. Menurut dia, inflasi juga masih terkendali di level 3,48 persen, sementara indeks keyakinan konsumen tetap tinggi di level 122,9. Airlangga menambahkan konsumsi dalam negeri masih menjadi penopang utama perekonomian dengan kontribusi sekitar 54 persen terhadap produk domestik bruto (PDB). “Konsumsi dalam negeri masih kuat, 54 persen terhadap PDB,” ujarnya. Dari sisi eksternal, ia menjelaskan neraca perdagangan Indonesia mencatat surplus selama 70 bulan dengan nilai 148,2 miliar dolar AS. Ia juga menyampaikan rasio utang luar negeri Indonesia masih berada di level 29,9 persen terhadap PDB. Selain itu, kepemilikan surat berharga negara (SBN) didominasi investor domestik hingga 87,4 persen, sementara porsi asing sebesar 12,6 persen. Lebih lanjut, Airlangga mengatakan sejumlah lembaga internasional masih memandang ekonomi Indonesia cukup kuat. 📖 BACA SELENGKAPNYA: 🔗 https://www.ceposonline.com 📰 Berlangganan Koran Cenderawasih Pos: 📞 0812-4803-531 Follow kami di Sosial Media: Instagram:  &  Facebook:  TikTok:  . . . #cepos #papua #beritapapua", "post_id": "7635262836746374408"}}, {"key": "Cenderawasihposreal", "attributes": {"label": "Cenderawasihposreal", "x": 302.31336297234554, "y": 554.8965569981718, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 39.877, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "7635262836746374408", "id": "Cenderawasihposreal", "source": "tiktok-000001", "content": "Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyatakan perekonomian Indonesia tetap memiliki resiliensi kuat dan ruang untuk tumbuh di tengah ketidakpastian ekonomi global. Ia menjelaskan bahwa sejumlah indikator ekonomi nasional masih terjaga, mulai dari pertumbuhan ekonomi, inflasi, konsumsi domestik, hingga struktur pembiayaan dalam negeri. “Fundamental kita tetap terjaga. Pertumbuhan ekonomi tercatat di tahun lalu 5,11 persen. Di tahun 2026 ditargetkan 5,4 persen,” kata Airlangga dalam acara Kick Off Percepatan Intermediasi Indonesia (PINISI) di Kantor Pusat Bank Indonesia, Jakarta, Senin. Ia menyebut pertumbuhan ekonomi pada kuartal I 2026 juga berpeluang mencapai lebih besar atau sama dengan 5,5 persen. Menurut dia, inflasi juga masih terkendali di level 3,48 persen, sementara indeks keyakinan konsumen tetap tinggi di level 122,9. Airlangga menambahkan konsumsi dalam negeri masih menjadi penopang utama perekonomian dengan kontribusi sekitar 54 persen terhadap produk domestik bruto (PDB). “Konsumsi dalam negeri masih kuat, 54 persen terhadap PDB,” ujarnya. Dari sisi eksternal, ia menjelaskan neraca perdagangan Indonesia mencatat surplus selama 70 bulan dengan nilai 148,2 miliar dolar AS. Ia juga menyampaikan rasio utang luar negeri Indonesia masih berada di level 29,9 persen terhadap PDB. Selain itu, kepemilikan surat berharga negara (SBN) didominasi investor domestik hingga 87,4 persen, sementara porsi asing sebesar 12,6 persen. Lebih lanjut, Airlangga mengatakan sejumlah lembaga internasional masih memandang ekonomi Indonesia cukup kuat. 📖 BACA SELENGKAPNYA: 🔗 https://www.ceposonline.com 📰 Berlangganan Koran Cenderawasih Pos: 📞 0812-4803-531 Follow kami di Sosial Media: Instagram:  &  Facebook:  TikTok:  . . . #cepos #papua #beritapapua", "post_id": "7635262836746374408"}}, {"key": "Cenderawasihpos", "attributes": {"label": "Cenderawasihpos", "x": 326.21553814467484, "y": 527.4140668760739, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 39.877, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7635262836746374408", "id": "Cenderawasihpos", "source": "tiktok-000001", "content": "Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyatakan perekonomian Indonesia tetap memiliki resiliensi kuat dan ruang untuk tumbuh di tengah ketidakpastian ekonomi global. Ia menjelaskan bahwa sejumlah indikator ekonomi nasional masih terjaga, mulai dari pertumbuhan ekonomi, inflasi, konsumsi domestik, hingga struktur pembiayaan dalam negeri. “Fundamental kita tetap terjaga. Pertumbuhan ekonomi tercatat di tahun lalu 5,11 persen. Di tahun 2026 ditargetkan 5,4 persen,” kata Airlangga dalam acara Kick Off Percepatan Intermediasi Indonesia (PINISI) di Kantor Pusat Bank Indonesia, Jakarta, Senin. Ia menyebut pertumbuhan ekonomi pada kuartal I 2026 juga berpeluang mencapai lebih besar atau sama dengan 5,5 persen. Menurut dia, inflasi juga masih terkendali di level 3,48 persen, sementara indeks keyakinan konsumen tetap tinggi di level 122,9. Airlangga menambahkan konsumsi dalam negeri masih menjadi penopang utama perekonomian dengan kontribusi sekitar 54 persen terhadap produk domestik bruto (PDB). “Konsumsi dalam negeri masih kuat, 54 persen terhadap PDB,” ujarnya. Dari sisi eksternal, ia menjelaskan neraca perdagangan Indonesia mencatat surplus selama 70 bulan dengan nilai 148,2 miliar dolar AS. Ia juga menyampaikan rasio utang luar negeri Indonesia masih berada di level 29,9 persen terhadap PDB. Selain itu, kepemilikan surat berharga negara (SBN) didominasi investor domestik hingga 87,4 persen, sementara porsi asing sebesar 12,6 persen. Lebih lanjut, Airlangga mengatakan sejumlah lembaga internasional masih memandang ekonomi Indonesia cukup kuat. 📖 BACA SELENGKAPNYA: 🔗 https://www.ceposonline.com 📰 Berlangganan Koran Cenderawasih Pos: 📞 0812-4803-531 Follow kami di Sosial Media: Instagram:  &  Facebook:  TikTok:  . . . #cepos #papua #beritapapua", "post_id": "7635262836746374408"}}, {"key": "anggasaputra__89", "attributes": {"label": "anggasaputra__89", "x": 203.77493200104257, "y": 888.7568916425324, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 32.8882, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "7633888881246489863", "id": "anggasaputra__89", "source": "tiktok-000001", "content": "Pertumbuhan kredit yang sehat (Loan Growth) #RivanKurniawan #PortoAntiBadai  #VelueInvesting #SahamVeluePlay  TikTok:   Instagram:", "post_id": "7633888881246489863"}}, {"key": "rivan.kurniawan", "attributes": {"label": "rivan.kurniawan", "x": 346.13463055491, "y": 594.626731145201, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 46.8658, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "7633888881246489863", "id": "rivan.kurniawan", "source": "tiktok-000001", "content": "Pertumbuhan kredit yang sehat (Loan Growth) #RivanKurniawan #PortoAntiBadai  #VelueInvesting #SahamVeluePlay  TikTok:   Instagram:", "post_id": "7633888881246489863"}}, {"key": "IDXChannelcom", "attributes": {"label": "IDXChannelcom", "x": 478.1272141402295, "y": 584.5353623728831, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["facebook-000001"], "scores": {"pagerank": 32.8882, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "432781620563594_1454356433154840", "id": "IDXChannelcom", "source": "facebook-000001", "content": "PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) mencatat laba bersih Rp15,5 triliun di kuartal I-2026. Laba ini naik 13,74 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.\n\nKinerja tersebut ditopang pertumbuhan pendapatan bunga yang mencapai Rp52,83 triliun, naik 5,94 persen secara tahunan. Di saat yang sama, beban bunga justru turun 9,31 persen menjadi Rp12,68 triliun, sehingga memperlebar margin bunga bersih bank.\n\n“Dengan fundamental bisnis yang tetap kuat di tengah dinamika industri, didukung oleh pertumbuhan kredit yang selektif, penurunan biaya dana yang semakin efisien, serta kualitas aset tetap terjaga, BRI berhasil mencatatkan laba bersih pada kuartal I-2026 sebesar Rp15,5 triliun atau tumbuh 13,7 persen secara year-on-year,” kata Direktur Utama BRI, Hery Gunardi, dalam konferensi pers kinerja BRI, Kamis (30/4/2026). \n\nBaca selengkapnya di\nhttps://www.idxchannel.com/banking/bri-cetak-laba-bersih-rp155-triliun-di-kuartal-i-2026-naik-137-persen\n\nAtau klik link di bio \n\nFoto: iNews Media Group\n\n#idxchannel #idxchannelcommunity", "post_id": "432781620563594_1454356433154840"}}, {"key": "idx_channel", "attributes": {"label": "idx_channel", "x": 16.64807114147193, "y": 579.6571615805868, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["facebook-000001"], "scores": {"pagerank": 60.8433, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "432781620563594_1454356433154840", "id": "idx_channel", "source": "facebook-000001", "content": "PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) mencatat laba bersih Rp15,5 triliun di kuartal I-2026. Laba ini naik 13,74 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.\n\nKinerja tersebut ditopang pertumbuhan pendapatan bunga yang mencapai Rp52,83 triliun, naik 5,94 persen secara tahunan. Di saat yang sama, beban bunga justru turun 9,31 persen menjadi Rp12,68 triliun, sehingga memperlebar margin bunga bersih bank.\n\n“Dengan fundamental bisnis yang tetap kuat di tengah dinamika industri, didukung oleh pertumbuhan kredit yang selektif, penurunan biaya dana yang semakin efisien, serta kualitas aset tetap terjaga, BRI berhasil mencatatkan laba bersih pada kuartal I-2026 sebesar Rp15,5 triliun atau tumbuh 13,7 persen secara year-on-year,” kata Direktur Utama BRI, Hery Gunardi, dalam konferensi pers kinerja BRI, Kamis (30/4/2026). \n\nBaca selengkapnya di\nhttps://www.idxchannel.com/banking/bri-cetak-laba-bersih-rp155-triliun-di-kuartal-i-2026-naik-137-persen\n\nAtau klik link di bio \n\nFoto: iNews Media Group\n\n#idxchannel #idxchannelcommunity", "post_id": "432781620563594_1454356433154840"}}], "edges": [{"key": "bank_indonesia_kediri", "source": "bank_indonesia_kediri", "target": "perekonomianri", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "bank_indonesia_kalsel", "source": "bank_indonesia_kalsel", "target": "perekonomianri", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "bank_indonesia", "source": "bank_indonesia", "target": "perekonomianri", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "bank_indonesia_jakarta", "source": "bank_indonesia_jakarta", "target": "perekonomianri", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "bank_indonesia_jakarta", "source": "bank_indonesia_jakarta", "target": "perekonomianri", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "bank_indonesia_kepri", "source": "bank_indonesia_kepri", "target": "perekonomianri", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "bank_indonesia", "source": "bank_indonesia", "target": "perekonomianri", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "bank_indonesia_lhokseumawe_", "source": "bank_indonesia_lhokseumawe_", "target": "perekonomianri", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "bank_indonesia_lhokseumawe_", "source": "bank_indonesia_lhokseumawe_", "target": "perekonomianri", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "redaksi_sumselmedia", "source": "redaksi_sumselmedia", "target": "cimb_niaga", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "redaksi_sumselmedia", "source": "redaksi_sumselmedia", "target": "lani_darmawan", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "redaksi_sumselmedia", "source": "redaksi_sumselmedia", "target": "cimbniagasyariahplg", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "redaksi_sumselmedia", "source": "redaksi_sumselmedia", "target": "redaksi_sumselmedia", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "mancingsaham", "source": "mancingsaham", "target": "mancingsaham", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "mancingsaham", "source": "mancingsaham", "target": "mancingsaham", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "kumparancom", "source": "kumparancom", "target": "bankmandiri", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "cenderawasihpos", "source": "cenderawasihpos", "target": "CeposTV", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "cenderawasihpos", "source": "cenderawasihpos", "target": "Cenderawasihposreal", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "cenderawasihpos", "source": "cenderawasihpos", "target": "Cenderawasihpos", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "cenderawasihpos", "source": "cenderawasihpos", "target": "Cenderawasihposreal", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "anggasaputra__89", "source": "anggasaputra__89", "target": "rivan.kurniawan", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "anggasaputra__89", "source": "anggasaputra__89", "target": "rivan.kurniawan", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "IDXChannelcom", "source": "IDXChannelcom", "target": "idx_channel", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "facebook-000001"}}]}