{"nodes": [{"key": "msaid_didu", "attributes": {"label": "msaid_didu", "x": 856.4508011263758, "y": 78.2293846600608, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["retweet-000002"], "scores": {"pagerank": 43.573, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "2048613523920687212", "id": "msaid_didu", "source": "retweet-000002", "content": "Rupiah Paling Lemah di ASEAN, Sejak Pelantikan Presiden Prabowo Turun 10% Lebih\n\nRinggit Malasyia naik 9,38%, Dolar Singapu…", "post_id": "2048613523920687212"}}, {"key": "serujinews", "attributes": {"label": "serujinews", "x": 331.6297674404104, "y": 223.75357166396515, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["retweet-000002"], "scores": {"pagerank": 62.0915, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "2048613523920687212", "id": "serujinews", "source": "retweet-000002", "content": "Rupiah Paling Lemah di ASEAN, Sejak Pelantikan Presiden Prabowo Turun 10% Lebih\n\nRinggit Malasyia naik 9,38%, Dolar Singapu…", "post_id": "2048613523920687212"}}, {"key": "total.litas3", "attributes": {"label": "total.litas3", "x": 19.57440107627617, "y": 581.5620895901953, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 43.573, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "7633262933081918740", "id": "total.litas3", "source": "tiktok-000001", "content": "#duet dengan  #republika  Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa pelemahan rupiah hingga menembus level Rp17.300 per dolar AS (data per 24 April 2026) bukan tanda ekonomi Indonesia memburuk. Purbaya menilai fundamental ekonomi domestik masih kuat dibandingkan negara tetangga, dan menekankan bahwa kondisi saat ini lebih dipengaruhi oleh sentimen pasar global.  Berikut adalah poin penting dari situasi tersebut: Kurs Rupiah: Sempat menyentuh level Rp17.300-an per dolar AS. Posisi Pemerintah: Purbaya membantah krisis ekonomi dan mengklaim fundamental ekonomi RI masih lebih kuat dibanding ringgit Malaysia dan baht Thailand. Penyebab: Pelemahah diklaim lebih karena faktor global dan ekspektasi pasar, bukan kerusakan ekonomi domestik. Respons: Bank Indonesia (BI) memperkuat intervensi mata uang.  Purbaya mengimbau agar pelaku pasar tidak reaktif dan tetap tenang melihat pergerakan mata uang regional.  #jagaindonesia #jagaekonomiindonesia #tolakhoakskrisis", "post_id": "7633262933081918740"}}, {"key": "Republika", "attributes": {"label": "Republika", "x": 42.80637828878386, "y": 127.04426044801687, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 80.61, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7633262933081918740", "id": "Republika", "source": "tiktok-000001", "content": "#duet dengan  #republika  Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa pelemahan rupiah hingga menembus level Rp17.300 per dolar AS (data per 24 April 2026) bukan tanda ekonomi Indonesia memburuk. Purbaya menilai fundamental ekonomi domestik masih kuat dibandingkan negara tetangga, dan menekankan bahwa kondisi saat ini lebih dipengaruhi oleh sentimen pasar global.  Berikut adalah poin penting dari situasi tersebut: Kurs Rupiah: Sempat menyentuh level Rp17.300-an per dolar AS. Posisi Pemerintah: Purbaya membantah krisis ekonomi dan mengklaim fundamental ekonomi RI masih lebih kuat dibanding ringgit Malaysia dan baht Thailand. Penyebab: Pelemahah diklaim lebih karena faktor global dan ekspektasi pasar, bukan kerusakan ekonomi domestik. Respons: Bank Indonesia (BI) memperkuat intervensi mata uang.  Purbaya mengimbau agar pelaku pasar tidak reaktif dan tetap tenang melihat pergerakan mata uang regional.  #jagaindonesia #jagaekonomiindonesia #tolakhoakskrisis", "post_id": "7633262933081918740"}}, {"key": "mafiasaham.id", "attributes": {"label": "mafiasaham.id", "x": 502.4198732489379, "y": 318.7526812062911, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 43.573, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "7572069137678175506", "id": "mafiasaham.id", "source": "tiktok-000001", "content": "Ada yang tahu, barang apa yang dipegang Pak Purbaya? 🤔👀 Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dibuat terkejut saat meninjau langsung pelaksanaan pemeriksaan fisik barang ekspor impor di longroom dan layanan di Bea Cukai Tanjung Perak, Selasa (11/11). Dalam momen tersebut, Menkeu Purbaya memeriksa sebuah barang yang menarik perhatiannya, berupa tabung berwarna silver dengan ukuran yang cukup besar. Menurut dokumen, barang tersebut tertulis seharga 7 Dolar AS atau setara dengan sekitar Rp100 ribu. Purbaya kemudian berinisiatif mencari barang sejenis di marketplace dari ponselnya. Hasilnya sangat mengejutkan, harga jual barang tersebut di pasaran ternyata mencapai kisaran Rp40 juta hingga Rp50 juta. Video: Tiktok", "post_id": "7572069137678175506"}}, {"key": "purbayayudhis", "attributes": {"label": "purbayayudhis", "x": 351.27607462054476, "y": 440.7458645693987, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 80.61, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7572069137678175506", "id": "purbayayudhis", "source": "tiktok-000001", "content": "Ada yang tahu, barang apa yang dipegang Pak Purbaya? 🤔👀 Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dibuat terkejut saat meninjau langsung pelaksanaan pemeriksaan fisik barang ekspor impor di longroom dan layanan di Bea Cukai Tanjung Perak, Selasa (11/11). Dalam momen tersebut, Menkeu Purbaya memeriksa sebuah barang yang menarik perhatiannya, berupa tabung berwarna silver dengan ukuran yang cukup besar. Menurut dokumen, barang tersebut tertulis seharga 7 Dolar AS atau setara dengan sekitar Rp100 ribu. Purbaya kemudian berinisiatif mencari barang sejenis di marketplace dari ponselnya. Hasilnya sangat mengejutkan, harga jual barang tersebut di pasaran ternyata mencapai kisaran Rp40 juta hingga Rp50 juta. Video: Tiktok", "post_id": "7572069137678175506"}}, {"key": "ntvjakartaselatan", "attributes": {"label": "ntvjakartaselatan", "x": 87.57099716409245, "y": 297.2262333745207, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 43.573, "eigenvector": 333.3333, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "7633436873578319111", "id": "ntvjakartaselatan", "source": "tiktok-000001", "content": "Terkait melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar amerika serikat yang menembus level 17.300 rupiah. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan hal tersebut bukan dipicu memburuknya kondisi ekonomi dalam negeri. Ekonomi Indonesia masih lebih baik dibandingkan negara tetangga yakni malaysia dan thailand hanya kurs nilai tukarnya yang berbeda.   #nusantaratv #nusantaratvsahabatkita #menkeu #purbaya #ekonomi", "post_id": "7633436873578319111"}}, {"key": "official.ntv", "attributes": {"label": "official.ntv", "x": 958.8136177507868, "y": 132.2442089652086, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 62.0915, "eigenvector": 333.3333, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7633436873578319111", "id": "official.ntv", "source": "tiktok-000001", "content": "Terkait melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar amerika serikat yang menembus level 17.300 rupiah. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan hal tersebut bukan dipicu memburuknya kondisi ekonomi dalam negeri. Ekonomi Indonesia masih lebih baik dibandingkan negara tetangga yakni malaysia dan thailand hanya kurs nilai tukarnya yang berbeda.   #nusantaratv #nusantaratvsahabatkita #menkeu #purbaya #ekonomi", "post_id": "7633436873578319111"}}, {"key": "ntvnews.id", "attributes": {"label": "ntvnews.id", "x": 567.6237587553746, "y": 138.33330501147867, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 62.0915, "eigenvector": 333.3333, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7633436873578319111", "id": "ntvnews.id", "source": "tiktok-000001", "content": "Terkait melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar amerika serikat yang menembus level 17.300 rupiah. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan hal tersebut bukan dipicu memburuknya kondisi ekonomi dalam negeri. Ekonomi Indonesia masih lebih baik dibandingkan negara tetangga yakni malaysia dan thailand hanya kurs nilai tukarnya yang berbeda.   #nusantaratv #nusantaratvsahabatkita #menkeu #purbaya #ekonomi", "post_id": "7633436873578319111"}}, {"key": "bahasbarenglagi", "attributes": {"label": "bahasbarenglagi", "x": 822.1480665488031, "y": 955.2887258733191, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 43.573, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "7632164388304194817", "id": "bahasbarenglagi", "source": "tiktok-000001", "content": "Kementerian Keuangan (Kemenkeu) memberikan klarifikasi resmi atas beredarnya kabar bohong mengenai ketahanan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) serta pelemahan nilai tukar rupiah pada Kamis (23/4/2026). Pemerintah memastikan bahwa informasi yang menyebut APBN hanya mampu bertahan selama tiga bulan adalah tidak benar. Sebagaimana dilansir dari Detik Finance, narasi menyesatkan tersebut juga mencatut nama Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa. Kemenkeu mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya, terutama yang menyangkut stabilitas ekonomi nasional. \"Berita yang beredar mengenai APBN RI hanya cukup untuk 3 bulan dan rupiah bisa menyentuh Rp 20.000 per dolar AS merupakan berita hoaks,\" tulis unggahan di Instagram resmi , Kamis (23/4/2026). #fypppppppppppppppppppppp #purbayayudhisadewa #kemenkeu #PemerintahJagaAPBN", "post_id": "7632164388304194817"}}, {"key": "ppid.kemenkeu", "attributes": {"label": "ppid.kemenkeu", "x": 71.07963539077133, "y": 532.1994674592033, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 80.61, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7632164388304194817", "id": "ppid.kemenkeu", "source": "tiktok-000001", "content": "Kementerian Keuangan (Kemenkeu) memberikan klarifikasi resmi atas beredarnya kabar bohong mengenai ketahanan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) serta pelemahan nilai tukar rupiah pada Kamis (23/4/2026). Pemerintah memastikan bahwa informasi yang menyebut APBN hanya mampu bertahan selama tiga bulan adalah tidak benar. Sebagaimana dilansir dari Detik Finance, narasi menyesatkan tersebut juga mencatut nama Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa. Kemenkeu mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya, terutama yang menyangkut stabilitas ekonomi nasional. \"Berita yang beredar mengenai APBN RI hanya cukup untuk 3 bulan dan rupiah bisa menyentuh Rp 20.000 per dolar AS merupakan berita hoaks,\" tulis unggahan di Instagram resmi , Kamis (23/4/2026). #fypppppppppppppppppppppp #purbayayudhisadewa #kemenkeu #PemerintahJagaAPBN", "post_id": "7632164388304194817"}}, {"key": "martapurainformasi", "attributes": {"label": "martapurainformasi", "x": 740.3344707943914, "y": 853.4871475804913, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 43.573, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "7625583012431924488", "id": "martapurainformasi", "source": "tiktok-000001", "content": "Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menjamin tak ada kenaikan harga BBM bersubsidi hingga akhir 2026. Namun, dia tak memberi kepastian pada BBM nonsubsidi. dilansir dari detikNews Hal itu disampaikan Purbaya saat rapat kerja dengan Komisi XI DPR di DPR RI, Jakarta, Senin (6/4/2026). Awalnya Ketua Komisi XI DPR M Misbakhun yang meminta kepastian kepada Purbaya terkait nasib BBM. “Saya ingin memastikan lagi ini Pak, ini yang Bapak sampaikan terakhir ini sangat penting ini Pak untuk diketahui masyarakat bahwa exercise BBM di harga 80 (dolar AS/barel), 90 (dolar AS/barel), dan 100 (dolar AS/barel) pun negara sudah siap ya, Pak, ya?” tanya Misbakhun. Purbaya memastikan sudah siap dengan asumsi hingga USD 100 per barel. Dia mengatakan pemerintah siap jika kondisi tersebut berlangsung hingga akhir 2026. “Sudah siap, yang kemarin diumumkan itu dengan asumsi USD 100 jadi kita sudah siap kalau sampai sana,” jawab Purbaya. “Siap sampai akhir tahun?” tanya Misbakhun lagi. “Sampai akhir tahun,” jawab Purbaya. Misbakhun lalu bertanya apakah kesiapan itu termasuk tidak menaikkan harga BBM. Purbaya mengiyakan. Para anggota Komisi XI DPR pun menyambut dengan tepuk tangan. Purbaya lalu mengatakan kepastian itu hanya untuk BBM subsidi. Dia mengimbau publik tidak perlu takut atau cemas. “Tidak ada (kenaikan) untuk yang bersubsidi ya, yang nonsubsidi bukan hitungan kita ya, karena nggak ada di anggaran kita ya, jadi yang bersubsidi sampai akhir tahun aman. Jadi masyarakat luar nggak usah ribut, nggak usah takut, kita sudah hitung,” ujarnya. [📸: Via ]  __________________________________________ #martapurainformasi #martapurapromo #infomartapurabelitang #okutimurinformasi #bbm", "post_id": "7625583012431924488"}}, {"key": "menkeuri", "attributes": {"label": "menkeuri", "x": 784.3040621470996, "y": 808.3280803086182, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 80.61, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7625583012431924488", "id": "menkeuri", "source": "tiktok-000001", "content": "Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menjamin tak ada kenaikan harga BBM bersubsidi hingga akhir 2026. Namun, dia tak memberi kepastian pada BBM nonsubsidi. dilansir dari detikNews Hal itu disampaikan Purbaya saat rapat kerja dengan Komisi XI DPR di DPR RI, Jakarta, Senin (6/4/2026). Awalnya Ketua Komisi XI DPR M Misbakhun yang meminta kepastian kepada Purbaya terkait nasib BBM. “Saya ingin memastikan lagi ini Pak, ini yang Bapak sampaikan terakhir ini sangat penting ini Pak untuk diketahui masyarakat bahwa exercise BBM di harga 80 (dolar AS/barel), 90 (dolar AS/barel), dan 100 (dolar AS/barel) pun negara sudah siap ya, Pak, ya?” tanya Misbakhun. Purbaya memastikan sudah siap dengan asumsi hingga USD 100 per barel. Dia mengatakan pemerintah siap jika kondisi tersebut berlangsung hingga akhir 2026. “Sudah siap, yang kemarin diumumkan itu dengan asumsi USD 100 jadi kita sudah siap kalau sampai sana,” jawab Purbaya. “Siap sampai akhir tahun?” tanya Misbakhun lagi. “Sampai akhir tahun,” jawab Purbaya. Misbakhun lalu bertanya apakah kesiapan itu termasuk tidak menaikkan harga BBM. Purbaya mengiyakan. Para anggota Komisi XI DPR pun menyambut dengan tepuk tangan. Purbaya lalu mengatakan kepastian itu hanya untuk BBM subsidi. Dia mengimbau publik tidak perlu takut atau cemas. “Tidak ada (kenaikan) untuk yang bersubsidi ya, yang nonsubsidi bukan hitungan kita ya, karena nggak ada di anggaran kita ya, jadi yang bersubsidi sampai akhir tahun aman. Jadi masyarakat luar nggak usah ribut, nggak usah takut, kita sudah hitung,” ujarnya. [📸: Via ]  __________________________________________ #martapurainformasi #martapurapromo #infomartapurabelitang #okutimurinformasi #bbm", "post_id": "7625583012431924488"}}, {"key": "@KompasTVDewata", "attributes": {"label": "@KompasTVDewata", "x": 696.327206499197, "y": 499.396768101815, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 43.573, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "jR1GKeLLVjk", "id": "@KompasTVDewata", "source": "youtube-000001", "content": "Purbaya Akui Kondisi APBN Masuk Survival Mode\n\nKOMPAS.TV - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengungkap APBN 2026 memasuki kondisi bertahan hidup atau survival mode. Purbaya membuka kemungkinan penyusunan APBN perubahan ketika kondisi perekonomian nasional memburuk. Purbaya menegaskan tidak boleh lagi ada ruang inefisiensi. Purbaya juga bilang akan merapikan penerimaan negara, termasuk pajak dan bea cukai, karena masih kebocoran. Meski demikian, Purbaya meyakinkan APBN 2026 sejauh ini sudah mencakup skenario terburuk perekonomian Indonesia. Untuk saat ini, Purbaya menyatakan belum ada faktor yang memicu penyusunan APBN perubahan, meski mengakui APBN sudah masuk survival mode. Baca Juga Rupiah Masih di Rp17.278 per Dolar AS, Menkeu Purbaya: Bukan Akibat Ekonomi Terpuruk di https://www.kompas.tv/nasional/665063... #menterikeuangan #purbaya #apbn #pajak Sahabat KompasTV, Mulai 1 Februari 2026 KompasTV pindah channel. Dapatkan selalu berita dan informasi terupdate KompasTV, di televisi anda di Channel 11 pada perangkat TV Digital atau Set Top Box. Satu Langkah lebih dekat, satu Langkah makin terpercaya! Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/ekonomi/665231/...\n\nTerima kasih sudah menonton!\n\nJangan lewatkan berita dan inspirasi terkini dari Pulau Dewata. Dukung kami dengan LIKE, berikan pandangan Anda di KOMENTAR, BAGIKAN kepada kerabat Anda, dan pastikan Anda SUBSCRIBE untuk mendapatkan notifikasi video terbaru.\n\n🔔 Jangan Lupa Nyalakan Lonceng Notifikasi! 🔔\n\nKompasTV Dewata Official Channel.\nInspirasi Bali. Berita Terpercaya.\n\nTonton Kami Langsung di TV:\nSetiap hari pukul 05.30 WITA - 08.00 WITA\n\nJelajahi Konten Kami:\n\n🎥 VIDEO TERBARU:    /   \n\n✅ SUBSCRIBE SEKARANG:    /   \n\nIkuti Kami di Media Sosial:\n\nFacebook:   / kompastvdewata  \n\nInstagram:   / kompastvbalidewata", "post_id": "jR1GKeLLVjk"}}, {"key": "kompastvdewata", "attributes": {"label": "kompastvdewata", "x": 140.86140047776928, "y": 274.5782993741778, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 62.0915, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "jR1GKeLLVjk", "id": "kompastvdewata", "source": "youtube-000001", "content": "Purbaya Akui Kondisi APBN Masuk Survival Mode\n\nKOMPAS.TV - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengungkap APBN 2026 memasuki kondisi bertahan hidup atau survival mode. Purbaya membuka kemungkinan penyusunan APBN perubahan ketika kondisi perekonomian nasional memburuk. Purbaya menegaskan tidak boleh lagi ada ruang inefisiensi. Purbaya juga bilang akan merapikan penerimaan negara, termasuk pajak dan bea cukai, karena masih kebocoran. Meski demikian, Purbaya meyakinkan APBN 2026 sejauh ini sudah mencakup skenario terburuk perekonomian Indonesia. Untuk saat ini, Purbaya menyatakan belum ada faktor yang memicu penyusunan APBN perubahan, meski mengakui APBN sudah masuk survival mode. Baca Juga Rupiah Masih di Rp17.278 per Dolar AS, Menkeu Purbaya: Bukan Akibat Ekonomi Terpuruk di https://www.kompas.tv/nasional/665063... #menterikeuangan #purbaya #apbn #pajak Sahabat KompasTV, Mulai 1 Februari 2026 KompasTV pindah channel. Dapatkan selalu berita dan informasi terupdate KompasTV, di televisi anda di Channel 11 pada perangkat TV Digital atau Set Top Box. Satu Langkah lebih dekat, satu Langkah makin terpercaya! Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/ekonomi/665231/...\n\nTerima kasih sudah menonton!\n\nJangan lewatkan berita dan inspirasi terkini dari Pulau Dewata. Dukung kami dengan LIKE, berikan pandangan Anda di KOMENTAR, BAGIKAN kepada kerabat Anda, dan pastikan Anda SUBSCRIBE untuk mendapatkan notifikasi video terbaru.\n\n🔔 Jangan Lupa Nyalakan Lonceng Notifikasi! 🔔\n\nKompasTV Dewata Official Channel.\nInspirasi Bali. Berita Terpercaya.\n\nTonton Kami Langsung di TV:\nSetiap hari pukul 05.30 WITA - 08.00 WITA\n\nJelajahi Konten Kami:\n\n🎥 VIDEO TERBARU:    /   \n\n✅ SUBSCRIBE SEKARANG:    /   \n\nIkuti Kami di Media Sosial:\n\nFacebook:   / kompastvdewata  \n\nInstagram:   / kompastvbalidewata", "post_id": "jR1GKeLLVjk"}}, {"key": "@KompasTVSukabumi", "attributes": {"label": "@KompasTVSukabumi", "x": 969.5262224696843, "y": 486.296278723088, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 43.573, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "mBmkUHN8jl8", "id": "@KompasTVSukabumi", "source": "youtube-000001", "content": "Menkeu Purbaya: Bukan Akibat Ekonomi Terpuruk, Rupiah Masih di Rp17.278 per Dolar AS\n\nSahabat Kompas TV Sukabumi! Jangan lupa like, comment, dan subscribe channel YouTube Kompas TV Sukabumi, juga aktifkan lonceng notifikasi agar tidak ketinggalan update mengenai isu-isu terkini di Indonesia.\n\nJangan lewatkan live streaming Kompas TV 24 jam non stop di https://www.kompas.tv/live.\n\nSosial Media Kompas TV Sukabumi:\nYouTube :    / kompastvsukabumi  \nInstagram :   / kompastvsukabumi  \nFacebook :   / redaksikompastvsukabumi  \nTwitter : \nTikTok :   / kompastvsukabumi", "post_id": "mBmkUHN8jl8"}}, {"key": "ktvsukabumi", "attributes": {"label": "ktvsukabumi", "x": 524.768090430392, "y": 85.96473728650011, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 80.61, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "mBmkUHN8jl8", "id": "ktvsukabumi", "source": "youtube-000001", "content": "Menkeu Purbaya: Bukan Akibat Ekonomi Terpuruk, Rupiah Masih di Rp17.278 per Dolar AS\n\nSahabat Kompas TV Sukabumi! Jangan lupa like, comment, dan subscribe channel YouTube Kompas TV Sukabumi, juga aktifkan lonceng notifikasi agar tidak ketinggalan update mengenai isu-isu terkini di Indonesia.\n\nJangan lewatkan live streaming Kompas TV 24 jam non stop di https://www.kompas.tv/live.\n\nSosial Media Kompas TV Sukabumi:\nYouTube :    / kompastvsukabumi  \nInstagram :   / kompastvsukabumi  \nFacebook :   / redaksikompastvsukabumi  \nTwitter : \nTikTok :   / kompastvsukabumi", "post_id": "mBmkUHN8jl8"}}], "edges": [{"key": "msaid_didu", "source": "msaid_didu", "target": "serujinews", "attributes": {"label": "retweet", "type": "retweet", "source": "retweet-000002"}}, {"key": "msaid_didu", "source": "msaid_didu", "target": "serujinews", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "retweet-000002"}}, {"key": "total.litas3", "source": "total.litas3", "target": "Republika", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "mafiasaham.id", "source": "mafiasaham.id", "target": "purbayayudhis", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "ntvjakartaselatan", "source": "ntvjakartaselatan", "target": "official.ntv", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "ntvjakartaselatan", "source": "ntvjakartaselatan", "target": "ntvnews.id", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "bahasbarenglagi", "source": "bahasbarenglagi", "target": "ppid.kemenkeu", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "martapurainformasi", "source": "martapurainformasi", "target": "menkeuri", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "@KompasTVDewata", "source": "@KompasTVDewata", "target": "kompastvdewata", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@KompasTVDewata", "source": "@KompasTVDewata", "target": "kompastvdewata", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@KompasTVSukabumi", "source": "@KompasTVSukabumi", "target": "ktvsukabumi", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}]}