{"nodes": [{"key": "pajaksukadana", "attributes": {"label": "pajaksukadana", "x": 204.37659400105858, "y": 979.8359091044122, "size": 9.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["retweet-000002"], "scores": {"pagerank": 92.9152, "eigenvector": 125.0, "in_degree": 0, "out_degree": 4, "degree": 4}, "_id": "2048701027696930934", "id": "pajaksukadana", "source": "retweet-000002", "content": "Informasi kurs JISDOR (referensi kurs/nilai tukar spot USD/IDR) terhadap Rupiah hari ini (24/04/2026) Rp17.278,00 kurs…", "post_id": "2048701027696930934"}}, {"key": "bank_indonesia", "attributes": {"label": "bank_indonesia", "x": 483.29318475628446, "y": 775.4158114144535, "size": 9.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["retweet-000002"], "scores": {"pagerank": 112.6597, "eigenvector": 125.0, "in_degree": 4, "out_degree": 0, "degree": 4}, "_id": "2048701027696930934", "id": "bank_indonesia", "source": "retweet-000002", "content": "Informasi kurs JISDOR (referensi kurs/nilai tukar spot USD/IDR) terhadap Rupiah hari ini (24/04/2026) Rp17.278,00 kurs…", "post_id": "2048701027696930934"}}, {"key": "abz_group", "attributes": {"label": "abz_group", "x": 266.49462935825096, "y": 99.00601786369478, "size": 9.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 92.9152, "eigenvector": 125.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "7485297382373035282", "id": "abz_group", "source": "tiktok-000001", "content": "EmitenNews.com - Menko Perekonomian, Airlangga Hartarto, angkat bicara terkait melemahnya nilai tukar rupiah yang telah menembus Rp16 ribu per dolar AS. Airlangga berpendapat anjloknya rupiah itu tidak dapat dilihat hanya berdasarkan pergerakan nilai tukar hanya dalam satu hari saja. \"Pasar uang dan pasar modal itu tidak bisa dilihat pergerakannya dalam satu hari,\" ujar Airlangga di Lanud Halim Perdanakusuma Jakarta, Selasa (17/12/2024), menjelang keberangkatan Presiden Prabowo Subianto ke Mesir. Sejak beberapa hari belakangan, nilai tukar rupiah berada di posisi Rp16 ribu per dolar AS. Rupiah dibuka pada posisi Rp16.028 per dolar AS pada perdagangan pasar spot Selasa (17/12/2024) pagi. Pelemahan kurs rupiah terlihat pada data JISDOR Bank Indonesia, yang merosot ke posisi Rp16.050/dolar AS. Ini merupakan penurunan dibandingkan sesi perdagangan sebelumnya yang mencapai Rp16.019 per dolar AS.#xuhuong #foryoupage #xuhuong #abzgroup #xybca #JelajahRamadan #kebebasanberbicara #IHSG #indonesiamaju #indonesia #rupiah  RI", "post_id": "7485297382373035282"}}, {"key": "Kemenkue", "attributes": {"label": "Kemenkue", "x": 250.5283967948845, "y": 427.7170501834753, "size": 9.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 171.8932, "eigenvector": 125.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7485297382373035282", "id": "Kemenkue", "source": "tiktok-000001", "content": "EmitenNews.com - Menko Perekonomian, Airlangga Hartarto, angkat bicara terkait melemahnya nilai tukar rupiah yang telah menembus Rp16 ribu per dolar AS. Airlangga berpendapat anjloknya rupiah itu tidak dapat dilihat hanya berdasarkan pergerakan nilai tukar hanya dalam satu hari saja. \"Pasar uang dan pasar modal itu tidak bisa dilihat pergerakannya dalam satu hari,\" ujar Airlangga di Lanud Halim Perdanakusuma Jakarta, Selasa (17/12/2024), menjelang keberangkatan Presiden Prabowo Subianto ke Mesir. Sejak beberapa hari belakangan, nilai tukar rupiah berada di posisi Rp16 ribu per dolar AS. Rupiah dibuka pada posisi Rp16.028 per dolar AS pada perdagangan pasar spot Selasa (17/12/2024) pagi. Pelemahan kurs rupiah terlihat pada data JISDOR Bank Indonesia, yang merosot ke posisi Rp16.050/dolar AS. Ini merupakan penurunan dibandingkan sesi perdagangan sebelumnya yang mencapai Rp16.019 per dolar AS.#xuhuong #foryoupage #xuhuong #abzgroup #xybca #JelajahRamadan #kebebasanberbicara #IHSG #indonesiamaju #indonesia #rupiah  RI", "post_id": "7485297382373035282"}}, {"key": "total.litas3", "attributes": {"label": "total.litas3", "x": 882.6655007742493, "y": 651.1486315101918, "size": 9.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 92.9152, "eigenvector": 125.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "7633262933081918740", "id": "total.litas3", "source": "tiktok-000001", "content": "#duet dengan  #republika  Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa pelemahan rupiah hingga menembus level Rp17.300 per dolar AS (data per 24 April 2026) bukan tanda ekonomi Indonesia memburuk. Purbaya menilai fundamental ekonomi domestik masih kuat dibandingkan negara tetangga, dan menekankan bahwa kondisi saat ini lebih dipengaruhi oleh sentimen pasar global.  Berikut adalah poin penting dari situasi tersebut: Kurs Rupiah: Sempat menyentuh level Rp17.300-an per dolar AS. Posisi Pemerintah: Purbaya membantah krisis ekonomi dan mengklaim fundamental ekonomi RI masih lebih kuat dibanding ringgit Malaysia dan baht Thailand. Penyebab: Pelemahah diklaim lebih karena faktor global dan ekspektasi pasar, bukan kerusakan ekonomi domestik. Respons: Bank Indonesia (BI) memperkuat intervensi mata uang.  Purbaya mengimbau agar pelaku pasar tidak reaktif dan tetap tenang melihat pergerakan mata uang regional.  #jagaindonesia #jagaekonomiindonesia #tolakhoakskrisis", "post_id": "7633262933081918740"}}, {"key": "Republika", "attributes": {"label": "Republika", "x": 187.8978454059087, "y": 786.6243989921429, "size": 9.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 171.8932, "eigenvector": 125.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7633262933081918740", "id": "Republika", "source": "tiktok-000001", "content": "#duet dengan  #republika  Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa pelemahan rupiah hingga menembus level Rp17.300 per dolar AS (data per 24 April 2026) bukan tanda ekonomi Indonesia memburuk. Purbaya menilai fundamental ekonomi domestik masih kuat dibandingkan negara tetangga, dan menekankan bahwa kondisi saat ini lebih dipengaruhi oleh sentimen pasar global.  Berikut adalah poin penting dari situasi tersebut: Kurs Rupiah: Sempat menyentuh level Rp17.300-an per dolar AS. Posisi Pemerintah: Purbaya membantah krisis ekonomi dan mengklaim fundamental ekonomi RI masih lebih kuat dibanding ringgit Malaysia dan baht Thailand. Penyebab: Pelemahah diklaim lebih karena faktor global dan ekspektasi pasar, bukan kerusakan ekonomi domestik. Respons: Bank Indonesia (BI) memperkuat intervensi mata uang.  Purbaya mengimbau agar pelaku pasar tidak reaktif dan tetap tenang melihat pergerakan mata uang regional.  #jagaindonesia #jagaekonomiindonesia #tolakhoakskrisis", "post_id": "7633262933081918740"}}, {"key": "@wawasan-cerdas", "attributes": {"label": "@wawasan-cerdas", "x": 370.45962604777617, "y": 18.636486075986113, "size": 9.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 92.9152, "eigenvector": 125.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "f3wswZKYCr0", "id": "@wawasan-cerdas", "source": "youtube-000001", "content": "AWAS KIAMAT IHSG JUNI 2026?! 3 Skenario Sidang MSCI & Rahasia Durian Runtuh Saham Bank Raksasa!\n\nHalo Sobat Cerdas! Selamat datang kembali di channel Wawasan Cerdas, tempatnya kita mengupas tuntas rahasia di balik pergerakan pasar modal. Pernahkah Anda bertanya-tanya mengapa arus dana asing (foreign inflow) bernilai triliunan Rupiah seolah tertahan dan enggan masuk ke bursa saham kita belakangan ini? Jawabannya ada pada status pembekuan sementara atau interim freeze dari MSCI!\n\nDi video kali ini, Wawasan Cerdas akan membongkar habis-habisan akar masalah di balik ancaman MSCI terhadap pasar saham Indonesia. Ternyata, investor institusional global sangat resah dengan masalah transparansi, kualitas free float (saham beredar riil), hingga tingginya angka High Shareholding Concentration (HSC) pada beberapa emiten raksasa seperti saham BREN. Ditambah lagi, kebijakan Papan Pemantauan Khusus dengan sistem Full Call Auction (FCA) membuat investor asing ketakutan karena hilangnya visibilitas antrean harga (blind order book).\n\nNamun, di balik ancaman downgrade indeks kita dari Emerging Market kembali menjadi Frontier Market pada evaluasi hidup-mati di Juni 2026 nanti, justru tersimpan peluang emas langka seumur hidup bagi Anda!\nApa saja yang akan kita bedah di video ini? \n🔥 3 Skenario Krusial Keputusan MSCI di Juni 2026: Mulai dari skenario pemulihan status (peluang 55%-65%), perpanjangan Status Quo, hingga skenario paling mengerikan yaitu Eksklusi Selektif yang bisa memicu badai margin call pada akun ritel lokal! \n🔥 Fenomena \"Diskon Paksa\" Raksasa Perbankan: Mengapa saham super sehat dan fundamental kuat seperti The Big 4 Banks (BBCA, BBRI, BMRI, BBNI) justru harganya tertekan? Kenali apa itu Index-Induced Valuation Gap dan bagaimana memanfaatkannya!\n🔥 Katalis \"Durian Runtuh\" Perbankan: Membongkar rahasia zero-sum game dari indeks MSCI. Jika saham anomali ditendang, maka saham fundamental bersih seperti kuartet bank raksasa kitalah yang wajib menampung miliaran Dolar limpahan dana asing!\n🔥 Strategi Portofolio \"Barbel\" Taktik Smart Money: Jangan asal beli! Pelajari taktik jitu meracik porsi defensif di saham perbankan berkapitalisasi besar, dipadukan dengan sisi agresif di sektor komoditas energi (batu bara kalori tinggi & amonia) yang memiliki pendapatan Dolar AS sebagai natural hedge (pelindung nilai alami) dari fluktuasi kurs Rupiah dan guncangan geopolitik dunia.\n\nEra saham yang hanya digerakkan oleh \"narasi manis\" sudah berakhir. Saatnya mengikuti aliran smart money yang memburu emiten pencetak kas riil dan pembagi dividen jumbo!\n\nJangan biarkan portofolio Anda hancur karena salah langkah menjelang Juni 2026! Siapkan amunisi uang tunai Anda, jauhi saham bervaluasi semu, dan jadilah investor yang rasional.\n\nDukung terus channel Wawasan Cerdas! Jika informasi ini bermanfaat, pastikan Anda menekan tombol LIKE, tuliskan opini atau saham incaran Anda di kolom COMMENT, dan SUBSCRIBE agar tidak ketinggalan insight investasi level institusi lainnya. Bagikan video ini ke grup saham Anda agar semakin banyak ritel yang terselamatkan!\n\n--------------------------------------------------------------------------------\n#WawasanCerdas #IHSG #SahamBCA #SahamBRI #InvestasiSaham #MSCIIndonesia #StrategiBarbel #SahamBank #CuanSaham #BursaEfekIndonesia #SahamBlueChip #SmartMoney #ValueInvesting #SahamBMRI #SahamBBNI #WawasanCerdas #InvestasiSaham #Saham\n\nJoin this channel to get access to perks:\n   / -cerdas", "post_id": "f3wswZKYCr0"}}, {"key": "wawasan", "attributes": {"label": "wawasan", "x": 824.0598984522309, "y": 408.5459585182708, "size": 9.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 171.8932, "eigenvector": 125.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "f3wswZKYCr0", "id": "wawasan", "source": "youtube-000001", "content": "AWAS KIAMAT IHSG JUNI 2026?! 3 Skenario Sidang MSCI & Rahasia Durian Runtuh Saham Bank Raksasa!\n\nHalo Sobat Cerdas! Selamat datang kembali di channel Wawasan Cerdas, tempatnya kita mengupas tuntas rahasia di balik pergerakan pasar modal. Pernahkah Anda bertanya-tanya mengapa arus dana asing (foreign inflow) bernilai triliunan Rupiah seolah tertahan dan enggan masuk ke bursa saham kita belakangan ini? Jawabannya ada pada status pembekuan sementara atau interim freeze dari MSCI!\n\nDi video kali ini, Wawasan Cerdas akan membongkar habis-habisan akar masalah di balik ancaman MSCI terhadap pasar saham Indonesia. Ternyata, investor institusional global sangat resah dengan masalah transparansi, kualitas free float (saham beredar riil), hingga tingginya angka High Shareholding Concentration (HSC) pada beberapa emiten raksasa seperti saham BREN. Ditambah lagi, kebijakan Papan Pemantauan Khusus dengan sistem Full Call Auction (FCA) membuat investor asing ketakutan karena hilangnya visibilitas antrean harga (blind order book).\n\nNamun, di balik ancaman downgrade indeks kita dari Emerging Market kembali menjadi Frontier Market pada evaluasi hidup-mati di Juni 2026 nanti, justru tersimpan peluang emas langka seumur hidup bagi Anda!\nApa saja yang akan kita bedah di video ini? \n🔥 3 Skenario Krusial Keputusan MSCI di Juni 2026: Mulai dari skenario pemulihan status (peluang 55%-65%), perpanjangan Status Quo, hingga skenario paling mengerikan yaitu Eksklusi Selektif yang bisa memicu badai margin call pada akun ritel lokal! \n🔥 Fenomena \"Diskon Paksa\" Raksasa Perbankan: Mengapa saham super sehat dan fundamental kuat seperti The Big 4 Banks (BBCA, BBRI, BMRI, BBNI) justru harganya tertekan? Kenali apa itu Index-Induced Valuation Gap dan bagaimana memanfaatkannya!\n🔥 Katalis \"Durian Runtuh\" Perbankan: Membongkar rahasia zero-sum game dari indeks MSCI. Jika saham anomali ditendang, maka saham fundamental bersih seperti kuartet bank raksasa kitalah yang wajib menampung miliaran Dolar limpahan dana asing!\n🔥 Strategi Portofolio \"Barbel\" Taktik Smart Money: Jangan asal beli! Pelajari taktik jitu meracik porsi defensif di saham perbankan berkapitalisasi besar, dipadukan dengan sisi agresif di sektor komoditas energi (batu bara kalori tinggi & amonia) yang memiliki pendapatan Dolar AS sebagai natural hedge (pelindung nilai alami) dari fluktuasi kurs Rupiah dan guncangan geopolitik dunia.\n\nEra saham yang hanya digerakkan oleh \"narasi manis\" sudah berakhir. Saatnya mengikuti aliran smart money yang memburu emiten pencetak kas riil dan pembagi dividen jumbo!\n\nJangan biarkan portofolio Anda hancur karena salah langkah menjelang Juni 2026! Siapkan amunisi uang tunai Anda, jauhi saham bervaluasi semu, dan jadilah investor yang rasional.\n\nDukung terus channel Wawasan Cerdas! Jika informasi ini bermanfaat, pastikan Anda menekan tombol LIKE, tuliskan opini atau saham incaran Anda di kolom COMMENT, dan SUBSCRIBE agar tidak ketinggalan insight investasi level institusi lainnya. Bagikan video ini ke grup saham Anda agar semakin banyak ritel yang terselamatkan!\n\n--------------------------------------------------------------------------------\n#WawasanCerdas #IHSG #SahamBCA #SahamBRI #InvestasiSaham #MSCIIndonesia #StrategiBarbel #SahamBank #CuanSaham #BursaEfekIndonesia #SahamBlueChip #SmartMoney #ValueInvesting #SahamBMRI #SahamBBNI #WawasanCerdas #InvestasiSaham #Saham\n\nJoin this channel to get access to perks:\n   / -cerdas", "post_id": "f3wswZKYCr0"}}], "edges": [{"key": "pajaksukadana", "source": "pajaksukadana", "target": "bank_indonesia", "attributes": {"label": "retweet", "type": "retweet", "source": "retweet-000002"}}, {"key": "pajaksukadana", "source": "pajaksukadana", "target": "bank_indonesia", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "retweet-000002"}}, {"key": "pajaksukadana", "source": "pajaksukadana", "target": "bank_indonesia", "attributes": {"label": "retweet", "type": "retweet", "source": "retweet-000002"}}, {"key": "pajaksukadana", "source": "pajaksukadana", "target": "bank_indonesia", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "retweet-000002"}}, {"key": "abz_group", "source": "abz_group", "target": "Kemenkue", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "total.litas3", "source": "total.litas3", "target": "Republika", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "@wawasan-cerdas", "source": "@wawasan-cerdas", "target": "wawasan", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}]}