{"nodes": [{"key": "grok", "attributes": {"label": "grok", "x": 67.70175671368028, "y": 764.9851794697279, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 36.3837, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "2043964189249622481", "id": "grok", "source": "tweet-000004", "content": "Posisi rupiah yang melemah ke Rp17.127/USD dipengaruhi utama oleh faktor global: penguatan dolar AS akibat ketegangan geopolitik Timur Tengah (konflik AS-Iran, ancaman Selat Hormuz, & lonjakan harga minyak). Ini picu sentimen risk-off investor, outflow modal asing, & tekanan", "post_id": "2043964189249622481"}}, {"key": "fimnland", "attributes": {"label": "fimnland", "x": 418.71558834154024, "y": 968.130735299669, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 51.8467, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2043964189249622481", "id": "fimnland", "source": "tweet-000004", "content": "Posisi rupiah yang melemah ke Rp17.127/USD dipengaruhi utama oleh faktor global: penguatan dolar AS akibat ketegangan geopolitik Timur Tengah (konflik AS-Iran, ancaman Selat Hormuz, & lonjakan harga minyak). Ini picu sentimen risk-off investor, outflow modal asing, & tekanan", "post_id": "2043964189249622481"}}, {"key": "idextratime", "attributes": {"label": "idextratime", "x": 378.72203000950657, "y": 925.5879117815361, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 51.8467, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2043964189249622481", "id": "idextratime", "source": "tweet-000004", "content": "Posisi rupiah yang melemah ke Rp17.127/USD dipengaruhi utama oleh faktor global: penguatan dolar AS akibat ketegangan geopolitik Timur Tengah (konflik AS-Iran, ancaman Selat Hormuz, & lonjakan harga minyak). Ini picu sentimen risk-off investor, outflow modal asing, & tekanan", "post_id": "2043964189249622481"}}, {"key": "kangdede78", "attributes": {"label": "kangdede78", "x": 309.76978044616277, "y": 965.857474545825, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 36.3837, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "2042405610088804386", "id": "kangdede78", "source": "tweet-000004", "content": "Rupiah lagi melemah karena faktor global + geopolitik (US-Iran dll), bukan karena pemerintahan sekarang.  \n\nLihat fakta: Ringgit Malaysia & Baht Thailand memang lebih kuat, tapi itu karena mereka nggak pny beban program besar buat rakyat seperti Indonesia. Presiden  lagi", "post_id": "2042405610088804386"}}, {"key": "angga_fzn", "attributes": {"label": "angga_fzn", "x": 607.8168529675545, "y": 609.5583742530044, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 51.8467, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2042405610088804386", "id": "angga_fzn", "source": "tweet-000004", "content": "Rupiah lagi melemah karena faktor global + geopolitik (US-Iran dll), bukan karena pemerintahan sekarang.  \n\nLihat fakta: Ringgit Malaysia & Baht Thailand memang lebih kuat, tapi itu karena mereka nggak pny beban program besar buat rakyat seperti Indonesia. Presiden  lagi", "post_id": "2042405610088804386"}}, {"key": "prabowo", "attributes": {"label": "prabowo", "x": 848.7396017685368, "y": 751.4222794483821, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 51.8467, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2042405610088804386", "id": "prabowo", "source": "tweet-000004", "content": "Rupiah lagi melemah karena faktor global + geopolitik (US-Iran dll), bukan karena pemerintahan sekarang.  \n\nLihat fakta: Ringgit Malaysia & Baht Thailand memang lebih kuat, tapi itu karena mereka nggak pny beban program besar buat rakyat seperti Indonesia. Presiden  lagi", "post_id": "2042405610088804386"}}, {"key": "mancingsaham", "attributes": {"label": "mancingsaham", "x": 70.52608550895512, "y": 770.4010205626232, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 242.5556, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 1, "degree": 2}, "_id": "3874409192090765383_52512310886", "id": "mancingsaham", "source": "instagram-000001", "content": "Nilai tukar rupiah diperkirakan bisa melemah hingga Rp17.400/USD lebih cepat dari proyeksi akibat eskalasi geopolitik global. 🌍\n\nMenurut Ibrahim Assuaibi, kegagalan negosiasi AS–Iran mendorong penguatan dolar AS 💵 dan lonjakan harga minyak (WTI > US$104) 🛢️, yang mempercepat tekanan terhadap rupiah.\n\nDampaknya, pasokan energi terganggu dan berpotensi membebani APBN, sehingga pemerintah perlu antisipasi cepat untuk menjaga stabilitas ekonomi. ⚠️\n\nSumber: emitennews.com, 13 April 2026\n\nGabung di  community untuk analisis market, stockpick pilihan, update berita saham, dan diskusi eksklusif dengan investor & trader lainnya. 📩 Bergabung sekarang! Klik lynk.id/owennath atau chat 081251880459 (WhatsApp).\n\n#Rupiah #USDIDR #NilaiTukar #EkonomiGlobal #IHSG #SahamIndonesia #Investasi #mancingsaham", "post_id": "3874409192090765383_52512310886"}}, {"key": "celebesmedia.id", "attributes": {"label": "celebesmedia.id", "x": 811.2564163768712, "y": 640.517340494932, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 46.2015, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 2, "out_degree": 4, "degree": 6}, "_id": "3875070615083074566_10864878485", "id": "celebesmedia.id", "source": "instagram-000001", "content": "Nilai tukar rupiah kembali menunjukkan pelemahan pada awal perdagangan pekan ini. \n\nPada Senin (13/4) pagi, rupiah tercatat turun 17 poin atau sekitar 0,10 persen ke level Rp17.121 per dolar AS, dibandingkan penutupan sebelumnya di Rp17.104 per dolar AS.\n\nPelemahan ini terjadi di tengah meningkatnya kekhawatiran pasar terhadap kondisi geopolitik global, khususnya di kawasan Timur Tengah.\n\nAnalis mata uang Doo Financial Futures, Lukman Leong, menilai tekanan terhadap rupiah berasal dari meningkatnya ketidakpastian setelah pernyataan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump yang akan menutup Selat Hormuz usai gagalnya negosiasi Iran dan Amerika Serikat di Islamabad.\n\n“Rupiah diperkirakan melemah terhadap dolar AS di tengah meningkatnya ketidakpastian seputar geopolitik di Timteng (Timur Tengah) menyusul ancaman Trump untuk menutup Selat Hormuz setelah perundingan yang gagal dengan Iran,” ucapnya, dikutip dari Antara.\n\nMengutip laporan Sputnik, Donald Trump menyatakan bahwa Amerika Serikat akan segera melakukan blokade angkatan laut di Selat Hormuz.\n\nReuters juga melaporkan Trump dala  pernyataannya di Truth Social, Trump menegaskan sikap keras terhadap aktivitas maritim yang terkait Iran.\n\n\"Tidak seorang pun yang membayar bea masuk ilegal akan memiliki jalur aman di laut lepas. Setiap warga Iran yang menembak kita, atau kapal-kapal damai, akan DIHANCURKAN!\" tulis Trump.\n\nBaca selengkapnya di www.celebesmedia.id\n\nIkuti juga sosial media kami  & \ndi Instagram, Tiktok, Twitter, Threads, & Youtube\n\n#rupiah #matauang #dolar #nilaitukaruang #uang", "post_id": "3875070615083074566_10864878485"}}, {"key": "celebespsm", "attributes": {"label": "celebespsm", "x": 220.36170431085944, "y": 861.4453450428173, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 46.2015, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "3875070615083074566_10864878485", "id": "celebespsm", "source": "instagram-000001", "content": "Nilai tukar rupiah kembali menunjukkan pelemahan pada awal perdagangan pekan ini. \n\nPada Senin (13/4) pagi, rupiah tercatat turun 17 poin atau sekitar 0,10 persen ke level Rp17.121 per dolar AS, dibandingkan penutupan sebelumnya di Rp17.104 per dolar AS.\n\nPelemahan ini terjadi di tengah meningkatnya kekhawatiran pasar terhadap kondisi geopolitik global, khususnya di kawasan Timur Tengah.\n\nAnalis mata uang Doo Financial Futures, Lukman Leong, menilai tekanan terhadap rupiah berasal dari meningkatnya ketidakpastian setelah pernyataan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump yang akan menutup Selat Hormuz usai gagalnya negosiasi Iran dan Amerika Serikat di Islamabad.\n\n“Rupiah diperkirakan melemah terhadap dolar AS di tengah meningkatnya ketidakpastian seputar geopolitik di Timteng (Timur Tengah) menyusul ancaman Trump untuk menutup Selat Hormuz setelah perundingan yang gagal dengan Iran,” ucapnya, dikutip dari Antara.\n\nMengutip laporan Sputnik, Donald Trump menyatakan bahwa Amerika Serikat akan segera melakukan blokade angkatan laut di Selat Hormuz.\n\nReuters juga melaporkan Trump dala  pernyataannya di Truth Social, Trump menegaskan sikap keras terhadap aktivitas maritim yang terkait Iran.\n\n\"Tidak seorang pun yang membayar bea masuk ilegal akan memiliki jalur aman di laut lepas. Setiap warga Iran yang menembak kita, atau kapal-kapal damai, akan DIHANCURKAN!\" tulis Trump.\n\nBaca selengkapnya di www.celebesmedia.id\n\nIkuti juga sosial media kami  & \ndi Instagram, Tiktok, Twitter, Threads, & Youtube\n\n#rupiah #matauang #dolar #nilaitukaruang #uang", "post_id": "3875070615083074566_10864878485"}}, {"key": "@IDXChannel", "attributes": {"label": "@IDXChannel", "x": 952.73100545916, "y": 324.1206305452834, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 36.3837, "eigenvector": 142.8571, "in_degree": 0, "out_degree": 7, "degree": 7}, "_id": "G3fsBs2tItg", "id": "@IDXChannel", "source": "youtube-000001", "content": "Tekanan Geopolitik Berlanjut, Rupiah Terkoreksi di Tengah Ketidakpastian AS–Iran 2ND SESSION CLOSING\n\nNilai tukar rupiah kembali melemah dan diperdagangkan di atas level 17.000 per dolar AS, seiring pelaku pasar mencermati kondisi gencatan senjata antara Amerika Serikat dan Iran yang dinilai masih rapuh. Berdasarkan data RTI, rupiah pada Kamis siang melemah 0,26 persen ke level 17.049 per dolar AS, setelah sempat menyentuh posisi terlemah intraday di 17.075.\n\nKetidakpastian semakin meningkat karena Selat Hormuz masih sebagian terblokir, menyusul ketegangan lanjutan pasca serangan Israel ke Lebanon. Kondisi ini membuat pergerakan dolar AS tetap berpotensi fluktuatif dan memberi tekanan tambahan bagi rupiah di pasar keuangan global.\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nFollow US on Social Media\nYuk Subscribe -    /   \nWa Channel - https://whatsapp.com/channel/0029Va5V...\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idx_channel  \n-------------------------------------------------------------------------------------\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\nMyRepublic Channel 576\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "G3fsBs2tItg"}}, {"key": "idxchannel_", "attributes": {"label": "idxchannel_", "x": 351.4356310332396, "y": 305.9552713857988, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 40.8017, "eigenvector": 142.8571, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "G3fsBs2tItg", "id": "idxchannel_", "source": "youtube-000001", "content": "Tekanan Geopolitik Berlanjut, Rupiah Terkoreksi di Tengah Ketidakpastian AS–Iran 2ND SESSION CLOSING\n\nNilai tukar rupiah kembali melemah dan diperdagangkan di atas level 17.000 per dolar AS, seiring pelaku pasar mencermati kondisi gencatan senjata antara Amerika Serikat dan Iran yang dinilai masih rapuh. Berdasarkan data RTI, rupiah pada Kamis siang melemah 0,26 persen ke level 17.049 per dolar AS, setelah sempat menyentuh posisi terlemah intraday di 17.075.\n\nKetidakpastian semakin meningkat karena Selat Hormuz masih sebagian terblokir, menyusul ketegangan lanjutan pasca serangan Israel ke Lebanon. Kondisi ini membuat pergerakan dolar AS tetap berpotensi fluktuatif dan memberi tekanan tambahan bagi rupiah di pasar keuangan global.\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nFollow US on Social Media\nYuk Subscribe -    /   \nWa Channel - https://whatsapp.com/channel/0029Va5V...\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idx_channel  \n-------------------------------------------------------------------------------------\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\nMyRepublic Channel 576\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "G3fsBs2tItg"}}, {"key": "wicky_adrian", "attributes": {"label": "wicky_adrian", "x": 426.8233714248484, "y": 616.0308226632072, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 40.8017, "eigenvector": 142.8571, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "G3fsBs2tItg", "id": "wicky_adrian", "source": "youtube-000001", "content": "Tekanan Geopolitik Berlanjut, Rupiah Terkoreksi di Tengah Ketidakpastian AS–Iran 2ND SESSION CLOSING\n\nNilai tukar rupiah kembali melemah dan diperdagangkan di atas level 17.000 per dolar AS, seiring pelaku pasar mencermati kondisi gencatan senjata antara Amerika Serikat dan Iran yang dinilai masih rapuh. Berdasarkan data RTI, rupiah pada Kamis siang melemah 0,26 persen ke level 17.049 per dolar AS, setelah sempat menyentuh posisi terlemah intraday di 17.075.\n\nKetidakpastian semakin meningkat karena Selat Hormuz masih sebagian terblokir, menyusul ketegangan lanjutan pasca serangan Israel ke Lebanon. Kondisi ini membuat pergerakan dolar AS tetap berpotensi fluktuatif dan memberi tekanan tambahan bagi rupiah di pasar keuangan global.\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nFollow US on Social Media\nYuk Subscribe -    /   \nWa Channel - https://whatsapp.com/channel/0029Va5V...\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idx_channel  \n-------------------------------------------------------------------------------------\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\nMyRepublic Channel 576\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "G3fsBs2tItg"}}, {"key": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "fajar.wayong", "x": 30.91191852009445, "y": 604.7104619489215, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 40.8017, "eigenvector": 142.8571, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "G3fsBs2tItg", "id": "fajar.wayong", "source": "youtube-000001", "content": "Tekanan Geopolitik Berlanjut, Rupiah Terkoreksi di Tengah Ketidakpastian AS–Iran 2ND SESSION CLOSING\n\nNilai tukar rupiah kembali melemah dan diperdagangkan di atas level 17.000 per dolar AS, seiring pelaku pasar mencermati kondisi gencatan senjata antara Amerika Serikat dan Iran yang dinilai masih rapuh. Berdasarkan data RTI, rupiah pada Kamis siang melemah 0,26 persen ke level 17.049 per dolar AS, setelah sempat menyentuh posisi terlemah intraday di 17.075.\n\nKetidakpastian semakin meningkat karena Selat Hormuz masih sebagian terblokir, menyusul ketegangan lanjutan pasca serangan Israel ke Lebanon. Kondisi ini membuat pergerakan dolar AS tetap berpotensi fluktuatif dan memberi tekanan tambahan bagi rupiah di pasar keuangan global.\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nFollow US on Social Media\nYuk Subscribe -    /   \nWa Channel - https://whatsapp.com/channel/0029Va5V...\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idx_channel  \n-------------------------------------------------------------------------------------\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\nMyRepublic Channel 576\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "G3fsBs2tItg"}}, {"key": "deffid_83", "attributes": {"label": "deffid_83", "x": 815.8251375224404, "y": 967.0033030386576, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 40.8017, "eigenvector": 142.8571, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "G3fsBs2tItg", "id": "deffid_83", "source": "youtube-000001", "content": "Tekanan Geopolitik Berlanjut, Rupiah Terkoreksi di Tengah Ketidakpastian AS–Iran 2ND SESSION CLOSING\n\nNilai tukar rupiah kembali melemah dan diperdagangkan di atas level 17.000 per dolar AS, seiring pelaku pasar mencermati kondisi gencatan senjata antara Amerika Serikat dan Iran yang dinilai masih rapuh. Berdasarkan data RTI, rupiah pada Kamis siang melemah 0,26 persen ke level 17.049 per dolar AS, setelah sempat menyentuh posisi terlemah intraday di 17.075.\n\nKetidakpastian semakin meningkat karena Selat Hormuz masih sebagian terblokir, menyusul ketegangan lanjutan pasca serangan Israel ke Lebanon. Kondisi ini membuat pergerakan dolar AS tetap berpotensi fluktuatif dan memberi tekanan tambahan bagi rupiah di pasar keuangan global.\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nFollow US on Social Media\nYuk Subscribe -    /   \nWa Channel - https://whatsapp.com/channel/0029Va5V...\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idx_channel  \n-------------------------------------------------------------------------------------\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\nMyRepublic Channel 576\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "G3fsBs2tItg"}}, {"key": "prast_ulrich", "attributes": {"label": "prast_ulrich", "x": 382.79635176107377, "y": 951.4411874500546, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 40.8017, "eigenvector": 142.8571, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "G3fsBs2tItg", "id": "prast_ulrich", "source": "youtube-000001", "content": "Tekanan Geopolitik Berlanjut, Rupiah Terkoreksi di Tengah Ketidakpastian AS–Iran 2ND SESSION CLOSING\n\nNilai tukar rupiah kembali melemah dan diperdagangkan di atas level 17.000 per dolar AS, seiring pelaku pasar mencermati kondisi gencatan senjata antara Amerika Serikat dan Iran yang dinilai masih rapuh. Berdasarkan data RTI, rupiah pada Kamis siang melemah 0,26 persen ke level 17.049 per dolar AS, setelah sempat menyentuh posisi terlemah intraday di 17.075.\n\nKetidakpastian semakin meningkat karena Selat Hormuz masih sebagian terblokir, menyusul ketegangan lanjutan pasca serangan Israel ke Lebanon. Kondisi ini membuat pergerakan dolar AS tetap berpotensi fluktuatif dan memberi tekanan tambahan bagi rupiah di pasar keuangan global.\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nFollow US on Social Media\nYuk Subscribe -    /   \nWa Channel - https://whatsapp.com/channel/0029Va5V...\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idx_channel  \n-------------------------------------------------------------------------------------\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\nMyRepublic Channel 576\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "G3fsBs2tItg"}}, {"key": "rosalinehioe", "attributes": {"label": "rosalinehioe", "x": 595.1231777967078, "y": 778.8022259908098, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 40.8017, "eigenvector": 142.8571, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "G3fsBs2tItg", "id": "rosalinehioe", "source": "youtube-000001", "content": "Tekanan Geopolitik Berlanjut, Rupiah Terkoreksi di Tengah Ketidakpastian AS–Iran 2ND SESSION CLOSING\n\nNilai tukar rupiah kembali melemah dan diperdagangkan di atas level 17.000 per dolar AS, seiring pelaku pasar mencermati kondisi gencatan senjata antara Amerika Serikat dan Iran yang dinilai masih rapuh. Berdasarkan data RTI, rupiah pada Kamis siang melemah 0,26 persen ke level 17.049 per dolar AS, setelah sempat menyentuh posisi terlemah intraday di 17.075.\n\nKetidakpastian semakin meningkat karena Selat Hormuz masih sebagian terblokir, menyusul ketegangan lanjutan pasca serangan Israel ke Lebanon. Kondisi ini membuat pergerakan dolar AS tetap berpotensi fluktuatif dan memberi tekanan tambahan bagi rupiah di pasar keuangan global.\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nFollow US on Social Media\nYuk Subscribe -    /   \nWa Channel - https://whatsapp.com/channel/0029Va5V...\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idx_channel  \n-------------------------------------------------------------------------------------\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\nMyRepublic Channel 576\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "G3fsBs2tItg"}}, {"key": "@wawasan-cerdas", "attributes": {"label": "@wawasan-cerdas", "x": 345.31301024271755, "y": 916.1621759118294, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 36.3837, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "2m6CsA53lyw", "id": "@wawasan-cerdas", "source": "youtube-000001", "content": "KIAMAT GLOBAL TAPI IHSG HIJAU? Rahasia Cuan Saat Negosiasi Iran AS Gagal Total! | Wawasan Cerdas\n\n🚨 KIAMAT GLOBAL TAPI IHSG HIJAU? Rahasia \"Smart Money\" Saat Perang Energi & Negosiasi AS-Iran Gagal Total! 🚨\n\nSelamat datang kembali di Wawasan Cerdas! Pernahkah Anda membayangkan bahwa di saat dunia sedang dilanda kepanikan global ekstrem, pasar saham kita justru menemukan keajaibannya dan berbalik mencetak keuntungan? Hari ini, kami akan membongkar tuntas misteri besar: mengapa Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menolak hancur dan tetap perkasa di zona hijau, meskipun terjadi guncangan geopolitik dan ekonomi makro yang sangat mengerikan.\n\n🔥 Petaka 21 Jam di Islamabad dan Blokade Selat Hormuz Semuanya bermula dari sebuah ruangan rapat tertutup di Islamabad, Pakistan. Terjadi negosiasi maraton tingkat tinggi selama 21 jam antara delegasi Amerika Serikat, yang dipimpin langsung oleh Wakil Presiden JD Vance, dan perwakilan Iran. Sayangnya, perundingan ini berakhir dengan kegagalan total karena Iran menolak keras tuntutan AS terkait program nuklir dan justru menuntut kendali lebih atas selat strategis mereka.\n\nKegagalan ini memicu Presiden AS Donald Trump mengambil langkah tanpa preseden: memerintahkan Angkatan Laut AS dan CENTCOM untuk memberlakukan blokade maritim komprehensif di Selat Hormuz. Mengapa ini penting bagi Anda? Selat Hormuz adalah \"urat nadi\" perekonomian dunia tempat mengalirnya 20 juta barel minyak mentah per hari, atau setara 20% dari total konsumsi minyak dunia. Akibat blokade ini, pasar komoditas meledak; harga minyak acuan Brent terbang hampir 9% menembus US103,73perbarel,danWTImenyentuhUS105,46 per barel.\n\n💸 Bencana Rupiah dan Ancaman Inflasi di Depan Mata Bagi kita di Indonesia, lonjakan harga minyak ini adalah sinyal bahaya. Indonesia adalah importir neto minyak bumi, di mana 56% impor minyak kita berasal dari Timur Tengah dan harus melewati Selat Hormuz yang kini diblokade. Kepanikan global memborong Dolar AS langsung menghajar nilai tukar mata uang kita, membuat Rupiah terkapar menembus level historis Rp17.089 per Dolar AS. \n\n❌ Jebakan Batman: Mengapa Membeli Emas Hari Ini Adalah Kesalahan Besar? Insting pertama Anda saat perang pecah mungkin adalah memborong emas fisik. Namun, kami peringatkan: JANGAN LAKUKAN ITU! Di pasar global, harga emas justru anjlok 2,05% ke level US$4.654,25 akibat fenomena likuidasi paksa (margin call). Di Indonesia, pabrikan menciptakan \"Jebakan Batman\" dengan selisih harga ( spread ) yang mencekik; harga beli emas dipatok nyaris Rp3.000.000 per gram, sementara harga jual kembalinya ( buyback ) dikunci jatuh di dasar pada level Rp2.671.200 per gram. Membeli emas fisik saat kepanikan ini adalah bunuh diri finansial jangka pendek bagi Anda.\n\n📈 Keajaiban IHSG: \"Durian Runtuh\" Substitusi Energi Di saat bursa saham Asia seperti Nikkei (Jepang), KOSPI (Korea Selatan), dan Hang Seng (Hong Kong) berdarah-darah karena ketergantungan 100% pada impor minyak, IHSG kita justru melesat. Pada pembukaan, IHSG sempat anjlok 1,25%, namun berhasil melakukan technical rebound dan kembali ke zona hijau. Mengapa? Jawabannya adalah \"Efek Substitusi Energi\". \n\nBursa kita diselamatkan oleh emiten eksportir komoditas. Mereka menikmati \"durian runtuh\" ganda: menjual batu bara dalam Dolar AS yang sedang mahal, sementara biaya operasional dibayar menggunakan Rupiah yang melemah, membuat margin keuntungan mereka membengkak tajam secara otomatis.\n\n💼 Contekan Portofolio \"Smart Money\" Asing (Wajib Tahu!) Kami telah melacak pergerakan dana asing hari ini, dan inilah strategi yang wajib Anda tiru:\nBorong Saham Energi & Logam: Asing secara agresif melakukan akumulasi pada saham PT Adaro Energy Indonesia Tbk (ADRO), PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC), PT Barito Pacific Tbk (BRPT), PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN), dan PT Vale Indonesia Tbk (INCO). \n\nRotasi Perbankan: Mengejutkannya, asing membuang PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) secara masif ( net sell Rp128,35 miliar).\n\nHindari Saham FMCG/Konsumer: Jangan sentuh perusahaan yang sangat bergantung pada bahan baku impor, karena margin mereka akan hancur oleh Dolar di level Rp17.000.\n\nKrisis makroekonomi ini adalah pelajaran berharga bahwa kita tidak boleh panik. Dengan mengevaluasi portofolio secara cermat dan mengikuti jejak Smart Money, krisis global justru bisa menjadi peluang cuan terbesar untuk Anda.\n\n👇 JADILAH PENYELAMAT! Jangan biarkan informasi vital ini berhenti di layar Anda. Tekan tombol LIKE, SUBSCRIBE channel Wawasan Cerdas, dan SHARE video ini ke grup WhatsApp!\n\nBersama Wawasan Cerdas, mari kita amankan masa depan finansial kita di tengah badai krisis! 🚀\n\n--------------------------------------------------------------------------------\n#WawasanCerdas #IHSG #SahamBatuBara #KrisisSelatHormuz #PerangIranAS #InvestasiSaham #HargaMinyakDunia #NilaiTukarRupiah #SahamPemula #SmartMoney #RekomendasiSaham #SahamADRO #SahamMEDC #SahamBMRI #SahamBBRI #InvestasiEmas #KrisisEkonomi #GeopolitikGlobal \n\nJoin this channel to get access to perks:\n   / -cerdas", "post_id": "2m6CsA53lyw"}}, {"key": "wawasan", "attributes": {"label": "wawasan", "x": 977.5185317665312, "y": 751.6779159768085, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 67.3098, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2m6CsA53lyw", "id": "wawasan", "source": "youtube-000001", "content": "KIAMAT GLOBAL TAPI IHSG HIJAU? Rahasia Cuan Saat Negosiasi Iran AS Gagal Total! | Wawasan Cerdas\n\n🚨 KIAMAT GLOBAL TAPI IHSG HIJAU? Rahasia \"Smart Money\" Saat Perang Energi & Negosiasi AS-Iran Gagal Total! 🚨\n\nSelamat datang kembali di Wawasan Cerdas! Pernahkah Anda membayangkan bahwa di saat dunia sedang dilanda kepanikan global ekstrem, pasar saham kita justru menemukan keajaibannya dan berbalik mencetak keuntungan? Hari ini, kami akan membongkar tuntas misteri besar: mengapa Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menolak hancur dan tetap perkasa di zona hijau, meskipun terjadi guncangan geopolitik dan ekonomi makro yang sangat mengerikan.\n\n🔥 Petaka 21 Jam di Islamabad dan Blokade Selat Hormuz Semuanya bermula dari sebuah ruangan rapat tertutup di Islamabad, Pakistan. Terjadi negosiasi maraton tingkat tinggi selama 21 jam antara delegasi Amerika Serikat, yang dipimpin langsung oleh Wakil Presiden JD Vance, dan perwakilan Iran. Sayangnya, perundingan ini berakhir dengan kegagalan total karena Iran menolak keras tuntutan AS terkait program nuklir dan justru menuntut kendali lebih atas selat strategis mereka.\n\nKegagalan ini memicu Presiden AS Donald Trump mengambil langkah tanpa preseden: memerintahkan Angkatan Laut AS dan CENTCOM untuk memberlakukan blokade maritim komprehensif di Selat Hormuz. Mengapa ini penting bagi Anda? Selat Hormuz adalah \"urat nadi\" perekonomian dunia tempat mengalirnya 20 juta barel minyak mentah per hari, atau setara 20% dari total konsumsi minyak dunia. Akibat blokade ini, pasar komoditas meledak; harga minyak acuan Brent terbang hampir 9% menembus US103,73perbarel,danWTImenyentuhUS105,46 per barel.\n\n💸 Bencana Rupiah dan Ancaman Inflasi di Depan Mata Bagi kita di Indonesia, lonjakan harga minyak ini adalah sinyal bahaya. Indonesia adalah importir neto minyak bumi, di mana 56% impor minyak kita berasal dari Timur Tengah dan harus melewati Selat Hormuz yang kini diblokade. Kepanikan global memborong Dolar AS langsung menghajar nilai tukar mata uang kita, membuat Rupiah terkapar menembus level historis Rp17.089 per Dolar AS. \n\n❌ Jebakan Batman: Mengapa Membeli Emas Hari Ini Adalah Kesalahan Besar? Insting pertama Anda saat perang pecah mungkin adalah memborong emas fisik. Namun, kami peringatkan: JANGAN LAKUKAN ITU! Di pasar global, harga emas justru anjlok 2,05% ke level US$4.654,25 akibat fenomena likuidasi paksa (margin call). Di Indonesia, pabrikan menciptakan \"Jebakan Batman\" dengan selisih harga ( spread ) yang mencekik; harga beli emas dipatok nyaris Rp3.000.000 per gram, sementara harga jual kembalinya ( buyback ) dikunci jatuh di dasar pada level Rp2.671.200 per gram. Membeli emas fisik saat kepanikan ini adalah bunuh diri finansial jangka pendek bagi Anda.\n\n📈 Keajaiban IHSG: \"Durian Runtuh\" Substitusi Energi Di saat bursa saham Asia seperti Nikkei (Jepang), KOSPI (Korea Selatan), dan Hang Seng (Hong Kong) berdarah-darah karena ketergantungan 100% pada impor minyak, IHSG kita justru melesat. Pada pembukaan, IHSG sempat anjlok 1,25%, namun berhasil melakukan technical rebound dan kembali ke zona hijau. Mengapa? Jawabannya adalah \"Efek Substitusi Energi\". \n\nBursa kita diselamatkan oleh emiten eksportir komoditas. Mereka menikmati \"durian runtuh\" ganda: menjual batu bara dalam Dolar AS yang sedang mahal, sementara biaya operasional dibayar menggunakan Rupiah yang melemah, membuat margin keuntungan mereka membengkak tajam secara otomatis.\n\n💼 Contekan Portofolio \"Smart Money\" Asing (Wajib Tahu!) Kami telah melacak pergerakan dana asing hari ini, dan inilah strategi yang wajib Anda tiru:\nBorong Saham Energi & Logam: Asing secara agresif melakukan akumulasi pada saham PT Adaro Energy Indonesia Tbk (ADRO), PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC), PT Barito Pacific Tbk (BRPT), PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN), dan PT Vale Indonesia Tbk (INCO). \n\nRotasi Perbankan: Mengejutkannya, asing membuang PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) secara masif ( net sell Rp128,35 miliar).\n\nHindari Saham FMCG/Konsumer: Jangan sentuh perusahaan yang sangat bergantung pada bahan baku impor, karena margin mereka akan hancur oleh Dolar di level Rp17.000.\n\nKrisis makroekonomi ini adalah pelajaran berharga bahwa kita tidak boleh panik. Dengan mengevaluasi portofolio secara cermat dan mengikuti jejak Smart Money, krisis global justru bisa menjadi peluang cuan terbesar untuk Anda.\n\n👇 JADILAH PENYELAMAT! Jangan biarkan informasi vital ini berhenti di layar Anda. Tekan tombol LIKE, SUBSCRIBE channel Wawasan Cerdas, dan SHARE video ini ke grup WhatsApp!\n\nBersama Wawasan Cerdas, mari kita amankan masa depan finansial kita di tengah badai krisis! 🚀\n\n--------------------------------------------------------------------------------\n#WawasanCerdas #IHSG #SahamBatuBara #KrisisSelatHormuz #PerangIranAS #InvestasiSaham #HargaMinyakDunia #NilaiTukarRupiah #SahamPemula #SmartMoney #RekomendasiSaham #SahamADRO #SahamMEDC #SahamBMRI #SahamBBRI #InvestasiEmas #KrisisEkonomi #GeopolitikGlobal \n\nJoin this channel to get access to perks:\n   / -cerdas", "post_id": "2m6CsA53lyw"}}], "edges": [{"key": "grok", "source": "grok", "target": "fimnland", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "grok", "source": "grok", "target": "idextratime", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "kangdede78", "source": "kangdede78", "target": "angga_fzn", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "kangdede78", "source": "kangdede78", "target": "prabowo", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "mancingsaham", "source": "mancingsaham", "target": "mancingsaham", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "celebesmedia.id", "source": "celebesmedia.id", "target": "celebesmedia.id", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "celebesmedia.id", "source": "celebesmedia.id", "target": "celebespsm", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "celebesmedia.id", "source": "celebesmedia.id", "target": "celebesmedia.id", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "celebesmedia.id", "source": "celebesmedia.id", "target": "celebespsm", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "idxchannel_", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "wicky_adrian", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "deffid_83", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "prast_ulrich", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "rosalinehioe", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@wawasan-cerdas", "source": "@wawasan-cerdas", "target": "wawasan", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}]}