{"nodes": [{"key": "infotibuahbatu", "attributes": {"label": "infotibuahbatu", "x": 910.918132130292, "y": 767.5364628691891, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 25.4981, "eigenvector": 139.297, "in_degree": 3, "out_degree": 13, "degree": 16}, "_id": "3923555914313985951_27394574570", "id": "infotibuahbatu", "source": "instagram-000001", "content": "#beritanasional\n\nTangis histeris seorang pengemudi ojek daring (ojol) pecah di tengah riuhnya operasi penertiban parkir liar yang digelar jajaran Dinas Perhubungan (Dishub) Jakarta Timur.\n\nPria paruh baya asal Bekasi tersebut tak kuasa menahan air mata saat melihat sepeda motor matik yang menjadi satu- satunya modal mencari nafkah, mendadak dinaikkan ke atas truk pelat merah milik petugas.\n\nPemandangan memilukan itu terekam kamera saat sang driver tengah berjalan tergesa-gesa sambil menenteng bingkisan makanan milik pelanggan yang baru saja ia ambil dari salah satu gerai restoran.\n\nNamun, belum sempat makanan itu diantarkan ke alamat tujuan, motor yang ia parkir di bahu jalan sudah terlanjur terjaring razia.\n\nSambil memegang bungkusan makanan, pria tersebut langsung berlari mendekati truk operasional Dishub. la memohon-mohon dengan suara bergetar agar petugas berbelas kasih menurunkan kendaraannya.\n\n“Saya butuh uang pak, saya butuh makan, tolong pak (sepeda motor saya diturunkan), anak saya butuh sekolah, rumah saya di Bekasi,” teriak driver ojol tersebut di tengah kepasrahannya.\n\nPria malang itu sempat berdalih kepada petugas di lapangan bahwa dirinya baru saja memulai narik sejak pagi dan belum mendapatkan uang sepeser pun.\n\nOrderan makanan yang sedang dipegangnya itu merupakan orderan pertama atau “penglaris” hari itu, yang justru berujung pada hilangnya armada kerja.\n\n—\nSource: rumpi gosip\nFoto: https://share.google/OUyax4SnpCUDoAxL2\n—\nFollow akun lainnya  :\n\n  \n   \n \n  \n—\n#infotimedia #infotibandung ⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣#bandung #tibandung kabupatenbandung BandungRaya jawabarat", "post_id": "3923555914313985951_27394574570"}}, {"key": "infotimedia", "attributes": {"label": "infotimedia", "x": 588.9277125952271, "y": 386.4247193920946, "size": 8.01, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 25.4981, "eigenvector": 58.2109, "in_degree": 3, "out_degree": 0, "degree": 3}, "_id": "3923555914313985951_27394574570", "id": "infotimedia", "source": "instagram-000001", "content": "#beritanasional\n\nTangis histeris seorang pengemudi ojek daring (ojol) pecah di tengah riuhnya operasi penertiban parkir liar yang digelar jajaran Dinas Perhubungan (Dishub) Jakarta Timur.\n\nPria paruh baya asal Bekasi tersebut tak kuasa menahan air mata saat melihat sepeda motor matik yang menjadi satu- satunya modal mencari nafkah, mendadak dinaikkan ke atas truk pelat merah milik petugas.\n\nPemandangan memilukan itu terekam kamera saat sang driver tengah berjalan tergesa-gesa sambil menenteng bingkisan makanan milik pelanggan yang baru saja ia ambil dari salah satu gerai restoran.\n\nNamun, belum sempat makanan itu diantarkan ke alamat tujuan, motor yang ia parkir di bahu jalan sudah terlanjur terjaring razia.\n\nSambil memegang bungkusan makanan, pria tersebut langsung berlari mendekati truk operasional Dishub. la memohon-mohon dengan suara bergetar agar petugas berbelas kasih menurunkan kendaraannya.\n\n“Saya butuh uang pak, saya butuh makan, tolong pak (sepeda motor saya diturunkan), anak saya butuh sekolah, rumah saya di Bekasi,” teriak driver ojol tersebut di tengah kepasrahannya.\n\nPria malang itu sempat berdalih kepada petugas di lapangan bahwa dirinya baru saja memulai narik sejak pagi dan belum mendapatkan uang sepeser pun.\n\nOrderan makanan yang sedang dipegangnya itu merupakan orderan pertama atau “penglaris” hari itu, yang justru berujung pada hilangnya armada kerja.\n\n—\nSource: rumpi gosip\nFoto: https://share.google/OUyax4SnpCUDoAxL2\n—\nFollow akun lainnya  :\n\n  \n   \n \n  \n—\n#infotimedia #infotibandung ⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣#bandung #tibandung kabupatenbandung BandungRaya jawabarat", "post_id": "3923555914313985951_27394574570"}}, {"key": "infotibandung", "attributes": {"label": "infotibandung", "x": 68.33617423427873, "y": 509.0767284912958, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 25.4981, "eigenvector": 139.297, "in_degree": 3, "out_degree": 13, "degree": 16}, "_id": "3923555914313985951_27394574570", "id": "infotibandung", "source": "instagram-000001", "content": "#beritanasional\n\nTangis histeris seorang pengemudi ojek daring (ojol) pecah di tengah riuhnya operasi penertiban parkir liar yang digelar jajaran Dinas Perhubungan (Dishub) Jakarta Timur.\n\nPria paruh baya asal Bekasi tersebut tak kuasa menahan air mata saat melihat sepeda motor matik yang menjadi satu- satunya modal mencari nafkah, mendadak dinaikkan ke atas truk pelat merah milik petugas.\n\nPemandangan memilukan itu terekam kamera saat sang driver tengah berjalan tergesa-gesa sambil menenteng bingkisan makanan milik pelanggan yang baru saja ia ambil dari salah satu gerai restoran.\n\nNamun, belum sempat makanan itu diantarkan ke alamat tujuan, motor yang ia parkir di bahu jalan sudah terlanjur terjaring razia.\n\nSambil memegang bungkusan makanan, pria tersebut langsung berlari mendekati truk operasional Dishub. la memohon-mohon dengan suara bergetar agar petugas berbelas kasih menurunkan kendaraannya.\n\n“Saya butuh uang pak, saya butuh makan, tolong pak (sepeda motor saya diturunkan), anak saya butuh sekolah, rumah saya di Bekasi,” teriak driver ojol tersebut di tengah kepasrahannya.\n\nPria malang itu sempat berdalih kepada petugas di lapangan bahwa dirinya baru saja memulai narik sejak pagi dan belum mendapatkan uang sepeser pun.\n\nOrderan makanan yang sedang dipegangnya itu merupakan orderan pertama atau “penglaris” hari itu, yang justru berujung pada hilangnya armada kerja.\n\n—\nSource: rumpi gosip\nFoto: https://share.google/OUyax4SnpCUDoAxL2\n—\nFollow akun lainnya  :\n\n  \n   \n \n  \n—\n#infotimedia #infotibandung ⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣#bandung #tibandung kabupatenbandung BandungRaya jawabarat", "post_id": "3923555914313985951_27394574570"}}, {"key": "infotimohtoha", "attributes": {"label": "infotimohtoha", "x": 207.11015327295135, "y": 594.7816781002841, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 25.4981, "eigenvector": 139.297, "in_degree": 3, "out_degree": 13, "degree": 16}, "_id": "3923555914313985951_27394574570", "id": "infotimohtoha", "source": "instagram-000001", "content": "#beritanasional\n\nTangis histeris seorang pengemudi ojek daring (ojol) pecah di tengah riuhnya operasi penertiban parkir liar yang digelar jajaran Dinas Perhubungan (Dishub) Jakarta Timur.\n\nPria paruh baya asal Bekasi tersebut tak kuasa menahan air mata saat melihat sepeda motor matik yang menjadi satu- satunya modal mencari nafkah, mendadak dinaikkan ke atas truk pelat merah milik petugas.\n\nPemandangan memilukan itu terekam kamera saat sang driver tengah berjalan tergesa-gesa sambil menenteng bingkisan makanan milik pelanggan yang baru saja ia ambil dari salah satu gerai restoran.\n\nNamun, belum sempat makanan itu diantarkan ke alamat tujuan, motor yang ia parkir di bahu jalan sudah terlanjur terjaring razia.\n\nSambil memegang bungkusan makanan, pria tersebut langsung berlari mendekati truk operasional Dishub. la memohon-mohon dengan suara bergetar agar petugas berbelas kasih menurunkan kendaraannya.\n\n“Saya butuh uang pak, saya butuh makan, tolong pak (sepeda motor saya diturunkan), anak saya butuh sekolah, rumah saya di Bekasi,” teriak driver ojol tersebut di tengah kepasrahannya.\n\nPria malang itu sempat berdalih kepada petugas di lapangan bahwa dirinya baru saja memulai narik sejak pagi dan belum mendapatkan uang sepeser pun.\n\nOrderan makanan yang sedang dipegangnya itu merupakan orderan pertama atau “penglaris” hari itu, yang justru berujung pada hilangnya armada kerja.\n\n—\nSource: rumpi gosip\nFoto: https://share.google/OUyax4SnpCUDoAxL2\n—\nFollow akun lainnya  :\n\n  \n   \n \n  \n—\n#infotimedia #infotibandung ⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣#bandung #tibandung kabupatenbandung BandungRaya jawabarat", "post_id": "3923555914313985951_27394574570"}}, {"key": "infobandungselatan_", "attributes": {"label": "infobandungselatan_", "x": 27.2695764467098, "y": 639.3550875097321, "size": 8.01, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 25.4981, "eigenvector": 58.2109, "in_degree": 3, "out_degree": 0, "degree": 3}, "_id": "3923555914313985951_27394574570", "id": "infobandungselatan_", "source": "instagram-000001", "content": "#beritanasional\n\nTangis histeris seorang pengemudi ojek daring (ojol) pecah di tengah riuhnya operasi penertiban parkir liar yang digelar jajaran Dinas Perhubungan (Dishub) Jakarta Timur.\n\nPria paruh baya asal Bekasi tersebut tak kuasa menahan air mata saat melihat sepeda motor matik yang menjadi satu- satunya modal mencari nafkah, mendadak dinaikkan ke atas truk pelat merah milik petugas.\n\nPemandangan memilukan itu terekam kamera saat sang driver tengah berjalan tergesa-gesa sambil menenteng bingkisan makanan milik pelanggan yang baru saja ia ambil dari salah satu gerai restoran.\n\nNamun, belum sempat makanan itu diantarkan ke alamat tujuan, motor yang ia parkir di bahu jalan sudah terlanjur terjaring razia.\n\nSambil memegang bungkusan makanan, pria tersebut langsung berlari mendekati truk operasional Dishub. la memohon-mohon dengan suara bergetar agar petugas berbelas kasih menurunkan kendaraannya.\n\n“Saya butuh uang pak, saya butuh makan, tolong pak (sepeda motor saya diturunkan), anak saya butuh sekolah, rumah saya di Bekasi,” teriak driver ojol tersebut di tengah kepasrahannya.\n\nPria malang itu sempat berdalih kepada petugas di lapangan bahwa dirinya baru saja memulai narik sejak pagi dan belum mendapatkan uang sepeser pun.\n\nOrderan makanan yang sedang dipegangnya itu merupakan orderan pertama atau “penglaris” hari itu, yang justru berujung pada hilangnya armada kerja.\n\n—\nSource: rumpi gosip\nFoto: https://share.google/OUyax4SnpCUDoAxL2\n—\nFollow akun lainnya  :\n\n  \n   \n \n  \n—\n#infotimedia #infotibandung ⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣#bandung #tibandung kabupatenbandung BandungRaya jawabarat", "post_id": "3923555914313985951_27394574570"}}, {"key": "infoticibaduyut", "attributes": {"label": "infoticibaduyut", "x": 744.1873888416181, "y": 561.4072232366086, "size": 8.01, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 25.4981, "eigenvector": 58.2109, "in_degree": 3, "out_degree": 0, "degree": 3}, "_id": "3923555914313985951_27394574570", "id": "infoticibaduyut", "source": "instagram-000001", "content": "#beritanasional\n\nTangis histeris seorang pengemudi ojek daring (ojol) pecah di tengah riuhnya operasi penertiban parkir liar yang digelar jajaran Dinas Perhubungan (Dishub) Jakarta Timur.\n\nPria paruh baya asal Bekasi tersebut tak kuasa menahan air mata saat melihat sepeda motor matik yang menjadi satu- satunya modal mencari nafkah, mendadak dinaikkan ke atas truk pelat merah milik petugas.\n\nPemandangan memilukan itu terekam kamera saat sang driver tengah berjalan tergesa-gesa sambil menenteng bingkisan makanan milik pelanggan yang baru saja ia ambil dari salah satu gerai restoran.\n\nNamun, belum sempat makanan itu diantarkan ke alamat tujuan, motor yang ia parkir di bahu jalan sudah terlanjur terjaring razia.\n\nSambil memegang bungkusan makanan, pria tersebut langsung berlari mendekati truk operasional Dishub. la memohon-mohon dengan suara bergetar agar petugas berbelas kasih menurunkan kendaraannya.\n\n“Saya butuh uang pak, saya butuh makan, tolong pak (sepeda motor saya diturunkan), anak saya butuh sekolah, rumah saya di Bekasi,” teriak driver ojol tersebut di tengah kepasrahannya.\n\nPria malang itu sempat berdalih kepada petugas di lapangan bahwa dirinya baru saja memulai narik sejak pagi dan belum mendapatkan uang sepeser pun.\n\nOrderan makanan yang sedang dipegangnya itu merupakan orderan pertama atau “penglaris” hari itu, yang justru berujung pada hilangnya armada kerja.\n\n—\nSource: rumpi gosip\nFoto: https://share.google/OUyax4SnpCUDoAxL2\n—\nFollow akun lainnya  :\n\n  \n   \n \n  \n—\n#infotimedia #infotibandung ⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣#bandung #tibandung kabupatenbandung BandungRaya jawabarat", "post_id": "3923555914313985951_27394574570"}}, {"key": "infotibanjaran.id", "attributes": {"label": "infotibanjaran.id", "x": 93.1173149551272, "y": 656.9866482769737, "size": 8.01, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 25.4981, "eigenvector": 58.2109, "in_degree": 3, "out_degree": 0, "degree": 3}, "_id": "3923555914313985951_27394574570", "id": "infotibanjaran.id", "source": "instagram-000001", "content": "#beritanasional\n\nTangis histeris seorang pengemudi ojek daring (ojol) pecah di tengah riuhnya operasi penertiban parkir liar yang digelar jajaran Dinas Perhubungan (Dishub) Jakarta Timur.\n\nPria paruh baya asal Bekasi tersebut tak kuasa menahan air mata saat melihat sepeda motor matik yang menjadi satu- satunya modal mencari nafkah, mendadak dinaikkan ke atas truk pelat merah milik petugas.\n\nPemandangan memilukan itu terekam kamera saat sang driver tengah berjalan tergesa-gesa sambil menenteng bingkisan makanan milik pelanggan yang baru saja ia ambil dari salah satu gerai restoran.\n\nNamun, belum sempat makanan itu diantarkan ke alamat tujuan, motor yang ia parkir di bahu jalan sudah terlanjur terjaring razia.\n\nSambil memegang bungkusan makanan, pria tersebut langsung berlari mendekati truk operasional Dishub. la memohon-mohon dengan suara bergetar agar petugas berbelas kasih menurunkan kendaraannya.\n\n“Saya butuh uang pak, saya butuh makan, tolong pak (sepeda motor saya diturunkan), anak saya butuh sekolah, rumah saya di Bekasi,” teriak driver ojol tersebut di tengah kepasrahannya.\n\nPria malang itu sempat berdalih kepada petugas di lapangan bahwa dirinya baru saja memulai narik sejak pagi dan belum mendapatkan uang sepeser pun.\n\nOrderan makanan yang sedang dipegangnya itu merupakan orderan pertama atau “penglaris” hari itu, yang justru berujung pada hilangnya armada kerja.\n\n—\nSource: rumpi gosip\nFoto: https://share.google/OUyax4SnpCUDoAxL2\n—\nFollow akun lainnya  :\n\n  \n   \n \n  \n—\n#infotimedia #infotibandung ⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣#bandung #tibandung kabupatenbandung BandungRaya jawabarat", "post_id": "3923555914313985951_27394574570"}}, {"key": "infotipameungpeukbdg", "attributes": {"label": "infotipameungpeukbdg", "x": 981.4337554555659, "y": 332.3626815450187, "size": 8.01, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 25.4981, "eigenvector": 58.2109, "in_degree": 3, "out_degree": 0, "degree": 3}, "_id": "3923555914313985951_27394574570", "id": "infotipameungpeukbdg", "source": "instagram-000001", "content": "#beritanasional\n\nTangis histeris seorang pengemudi ojek daring (ojol) pecah di tengah riuhnya operasi penertiban parkir liar yang digelar jajaran Dinas Perhubungan (Dishub) Jakarta Timur.\n\nPria paruh baya asal Bekasi tersebut tak kuasa menahan air mata saat melihat sepeda motor matik yang menjadi satu- satunya modal mencari nafkah, mendadak dinaikkan ke atas truk pelat merah milik petugas.\n\nPemandangan memilukan itu terekam kamera saat sang driver tengah berjalan tergesa-gesa sambil menenteng bingkisan makanan milik pelanggan yang baru saja ia ambil dari salah satu gerai restoran.\n\nNamun, belum sempat makanan itu diantarkan ke alamat tujuan, motor yang ia parkir di bahu jalan sudah terlanjur terjaring razia.\n\nSambil memegang bungkusan makanan, pria tersebut langsung berlari mendekati truk operasional Dishub. la memohon-mohon dengan suara bergetar agar petugas berbelas kasih menurunkan kendaraannya.\n\n“Saya butuh uang pak, saya butuh makan, tolong pak (sepeda motor saya diturunkan), anak saya butuh sekolah, rumah saya di Bekasi,” teriak driver ojol tersebut di tengah kepasrahannya.\n\nPria malang itu sempat berdalih kepada petugas di lapangan bahwa dirinya baru saja memulai narik sejak pagi dan belum mendapatkan uang sepeser pun.\n\nOrderan makanan yang sedang dipegangnya itu merupakan orderan pertama atau “penglaris” hari itu, yang justru berujung pada hilangnya armada kerja.\n\n—\nSource: rumpi gosip\nFoto: https://share.google/OUyax4SnpCUDoAxL2\n—\nFollow akun lainnya  :\n\n  \n   \n \n  \n—\n#infotimedia #infotibandung ⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣#bandung #tibandung kabupatenbandung BandungRaya jawabarat", "post_id": "3923555914313985951_27394574570"}}, {"key": "infotikatapang", "attributes": {"label": "infotikatapang", "x": 873.956785949927, "y": 964.0590775459464, "size": 8.01, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 25.4981, "eigenvector": 58.2109, "in_degree": 3, "out_degree": 0, "degree": 3}, "_id": "3923555914313985951_27394574570", "id": "infotikatapang", "source": "instagram-000001", "content": "#beritanasional\n\nTangis histeris seorang pengemudi ojek daring (ojol) pecah di tengah riuhnya operasi penertiban parkir liar yang digelar jajaran Dinas Perhubungan (Dishub) Jakarta Timur.\n\nPria paruh baya asal Bekasi tersebut tak kuasa menahan air mata saat melihat sepeda motor matik yang menjadi satu- satunya modal mencari nafkah, mendadak dinaikkan ke atas truk pelat merah milik petugas.\n\nPemandangan memilukan itu terekam kamera saat sang driver tengah berjalan tergesa-gesa sambil menenteng bingkisan makanan milik pelanggan yang baru saja ia ambil dari salah satu gerai restoran.\n\nNamun, belum sempat makanan itu diantarkan ke alamat tujuan, motor yang ia parkir di bahu jalan sudah terlanjur terjaring razia.\n\nSambil memegang bungkusan makanan, pria tersebut langsung berlari mendekati truk operasional Dishub. la memohon-mohon dengan suara bergetar agar petugas berbelas kasih menurunkan kendaraannya.\n\n“Saya butuh uang pak, saya butuh makan, tolong pak (sepeda motor saya diturunkan), anak saya butuh sekolah, rumah saya di Bekasi,” teriak driver ojol tersebut di tengah kepasrahannya.\n\nPria malang itu sempat berdalih kepada petugas di lapangan bahwa dirinya baru saja memulai narik sejak pagi dan belum mendapatkan uang sepeser pun.\n\nOrderan makanan yang sedang dipegangnya itu merupakan orderan pertama atau “penglaris” hari itu, yang justru berujung pada hilangnya armada kerja.\n\n—\nSource: rumpi gosip\nFoto: https://share.google/OUyax4SnpCUDoAxL2\n—\nFollow akun lainnya  :\n\n  \n   \n \n  \n—\n#infotimedia #infotibandung ⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣#bandung #tibandung kabupatenbandung BandungRaya jawabarat", "post_id": "3923555914313985951_27394574570"}}, {"key": "infotirancaekek", "attributes": {"label": "infotirancaekek", "x": 828.5337458361956, "y": 732.8533909033276, "size": 8.01, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 25.4981, "eigenvector": 58.2109, "in_degree": 3, "out_degree": 0, "degree": 3}, "_id": "3923555914313985951_27394574570", "id": "infotirancaekek", "source": "instagram-000001", "content": "#beritanasional\n\nTangis histeris seorang pengemudi ojek daring (ojol) pecah di tengah riuhnya operasi penertiban parkir liar yang digelar jajaran Dinas Perhubungan (Dishub) Jakarta Timur.\n\nPria paruh baya asal Bekasi tersebut tak kuasa menahan air mata saat melihat sepeda motor matik yang menjadi satu- satunya modal mencari nafkah, mendadak dinaikkan ke atas truk pelat merah milik petugas.\n\nPemandangan memilukan itu terekam kamera saat sang driver tengah berjalan tergesa-gesa sambil menenteng bingkisan makanan milik pelanggan yang baru saja ia ambil dari salah satu gerai restoran.\n\nNamun, belum sempat makanan itu diantarkan ke alamat tujuan, motor yang ia parkir di bahu jalan sudah terlanjur terjaring razia.\n\nSambil memegang bungkusan makanan, pria tersebut langsung berlari mendekati truk operasional Dishub. la memohon-mohon dengan suara bergetar agar petugas berbelas kasih menurunkan kendaraannya.\n\n“Saya butuh uang pak, saya butuh makan, tolong pak (sepeda motor saya diturunkan), anak saya butuh sekolah, rumah saya di Bekasi,” teriak driver ojol tersebut di tengah kepasrahannya.\n\nPria malang itu sempat berdalih kepada petugas di lapangan bahwa dirinya baru saja memulai narik sejak pagi dan belum mendapatkan uang sepeser pun.\n\nOrderan makanan yang sedang dipegangnya itu merupakan orderan pertama atau “penglaris” hari itu, yang justru berujung pada hilangnya armada kerja.\n\n—\nSource: rumpi gosip\nFoto: https://share.google/OUyax4SnpCUDoAxL2\n—\nFollow akun lainnya  :\n\n  \n   \n \n  \n—\n#infotimedia #infotibandung ⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣#bandung #tibandung kabupatenbandung BandungRaya jawabarat", "post_id": "3923555914313985951_27394574570"}}, {"key": "infoticimaung.id", "attributes": {"label": "infoticimaung.id", "x": 0.05502966129156128, "y": 862.4147476340092, "size": 8.01, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 25.4981, "eigenvector": 58.2109, "in_degree": 3, "out_degree": 0, "degree": 3}, "_id": "3923555914313985951_27394574570", "id": "infoticimaung.id", "source": "instagram-000001", "content": "#beritanasional\n\nTangis histeris seorang pengemudi ojek daring (ojol) pecah di tengah riuhnya operasi penertiban parkir liar yang digelar jajaran Dinas Perhubungan (Dishub) Jakarta Timur.\n\nPria paruh baya asal Bekasi tersebut tak kuasa menahan air mata saat melihat sepeda motor matik yang menjadi satu- satunya modal mencari nafkah, mendadak dinaikkan ke atas truk pelat merah milik petugas.\n\nPemandangan memilukan itu terekam kamera saat sang driver tengah berjalan tergesa-gesa sambil menenteng bingkisan makanan milik pelanggan yang baru saja ia ambil dari salah satu gerai restoran.\n\nNamun, belum sempat makanan itu diantarkan ke alamat tujuan, motor yang ia parkir di bahu jalan sudah terlanjur terjaring razia.\n\nSambil memegang bungkusan makanan, pria tersebut langsung berlari mendekati truk operasional Dishub. la memohon-mohon dengan suara bergetar agar petugas berbelas kasih menurunkan kendaraannya.\n\n“Saya butuh uang pak, saya butuh makan, tolong pak (sepeda motor saya diturunkan), anak saya butuh sekolah, rumah saya di Bekasi,” teriak driver ojol tersebut di tengah kepasrahannya.\n\nPria malang itu sempat berdalih kepada petugas di lapangan bahwa dirinya baru saja memulai narik sejak pagi dan belum mendapatkan uang sepeser pun.\n\nOrderan makanan yang sedang dipegangnya itu merupakan orderan pertama atau “penglaris” hari itu, yang justru berujung pada hilangnya armada kerja.\n\n—\nSource: rumpi gosip\nFoto: https://share.google/OUyax4SnpCUDoAxL2\n—\nFollow akun lainnya  :\n\n  \n   \n \n  \n—\n#infotimedia #infotibandung ⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣#bandung #tibandung kabupatenbandung BandungRaya jawabarat", "post_id": "3923555914313985951_27394574570"}}, {"key": "infotisoreang", "attributes": {"label": "infotisoreang", "x": 812.7301063630692, "y": 11.75376255646976, "size": 8.01, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 25.4981, "eigenvector": 58.2109, "in_degree": 3, "out_degree": 0, "degree": 3}, "_id": "3923555914313985951_27394574570", "id": "infotisoreang", "source": "instagram-000001", "content": "#beritanasional\n\nTangis histeris seorang pengemudi ojek daring (ojol) pecah di tengah riuhnya operasi penertiban parkir liar yang digelar jajaran Dinas Perhubungan (Dishub) Jakarta Timur.\n\nPria paruh baya asal Bekasi tersebut tak kuasa menahan air mata saat melihat sepeda motor matik yang menjadi satu- satunya modal mencari nafkah, mendadak dinaikkan ke atas truk pelat merah milik petugas.\n\nPemandangan memilukan itu terekam kamera saat sang driver tengah berjalan tergesa-gesa sambil menenteng bingkisan makanan milik pelanggan yang baru saja ia ambil dari salah satu gerai restoran.\n\nNamun, belum sempat makanan itu diantarkan ke alamat tujuan, motor yang ia parkir di bahu jalan sudah terlanjur terjaring razia.\n\nSambil memegang bungkusan makanan, pria tersebut langsung berlari mendekati truk operasional Dishub. la memohon-mohon dengan suara bergetar agar petugas berbelas kasih menurunkan kendaraannya.\n\n“Saya butuh uang pak, saya butuh makan, tolong pak (sepeda motor saya diturunkan), anak saya butuh sekolah, rumah saya di Bekasi,” teriak driver ojol tersebut di tengah kepasrahannya.\n\nPria malang itu sempat berdalih kepada petugas di lapangan bahwa dirinya baru saja memulai narik sejak pagi dan belum mendapatkan uang sepeser pun.\n\nOrderan makanan yang sedang dipegangnya itu merupakan orderan pertama atau “penglaris” hari itu, yang justru berujung pada hilangnya armada kerja.\n\n—\nSource: rumpi gosip\nFoto: https://share.google/OUyax4SnpCUDoAxL2\n—\nFollow akun lainnya  :\n\n  \n   \n \n  \n—\n#infotimedia #infotibandung ⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣#bandung #tibandung kabupatenbandung BandungRaya jawabarat", "post_id": "3923555914313985951_27394574570"}}, {"key": "infoticiparay_", "attributes": {"label": "infoticiparay_", "x": 245.29026620065898, "y": 237.93977085766605, "size": 8.01, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 25.4981, "eigenvector": 58.2109, "in_degree": 3, "out_degree": 0, "degree": 3}, "_id": "3923555914313985951_27394574570", "id": "infoticiparay_", "source": "instagram-000001", "content": "#beritanasional\n\nTangis histeris seorang pengemudi ojek daring (ojol) pecah di tengah riuhnya operasi penertiban parkir liar yang digelar jajaran Dinas Perhubungan (Dishub) Jakarta Timur.\n\nPria paruh baya asal Bekasi tersebut tak kuasa menahan air mata saat melihat sepeda motor matik yang menjadi satu- satunya modal mencari nafkah, mendadak dinaikkan ke atas truk pelat merah milik petugas.\n\nPemandangan memilukan itu terekam kamera saat sang driver tengah berjalan tergesa-gesa sambil menenteng bingkisan makanan milik pelanggan yang baru saja ia ambil dari salah satu gerai restoran.\n\nNamun, belum sempat makanan itu diantarkan ke alamat tujuan, motor yang ia parkir di bahu jalan sudah terlanjur terjaring razia.\n\nSambil memegang bungkusan makanan, pria tersebut langsung berlari mendekati truk operasional Dishub. la memohon-mohon dengan suara bergetar agar petugas berbelas kasih menurunkan kendaraannya.\n\n“Saya butuh uang pak, saya butuh makan, tolong pak (sepeda motor saya diturunkan), anak saya butuh sekolah, rumah saya di Bekasi,” teriak driver ojol tersebut di tengah kepasrahannya.\n\nPria malang itu sempat berdalih kepada petugas di lapangan bahwa dirinya baru saja memulai narik sejak pagi dan belum mendapatkan uang sepeser pun.\n\nOrderan makanan yang sedang dipegangnya itu merupakan orderan pertama atau “penglaris” hari itu, yang justru berujung pada hilangnya armada kerja.\n\n—\nSource: rumpi gosip\nFoto: https://share.google/OUyax4SnpCUDoAxL2\n—\nFollow akun lainnya  :\n\n  \n   \n \n  \n—\n#infotimedia #infotibandung ⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣#bandung #tibandung kabupatenbandung BandungRaya jawabarat", "post_id": "3923555914313985951_27394574570"}}, {"key": "habar_hanyar_nusantara", "attributes": {"label": "habar_hanyar_nusantara", "x": 811.4219416041689, "y": 829.7553170400579, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 20.4965, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "3922639806138480067_65378288960", "id": "habar_hanyar_nusantara", "source": "instagram-000001", "content": "gimana tanggapan pian wall?\n\nSAMARINDA – Aksi unjuk rasa yang berlangsung di kawasan Jembatan Mahakam, Samarinda, Kamis (18/6), tidak hanya menyebabkan kemacetan lalu lintas, tetapi juga berdampak langsung terhadap aktivitas para pengemudi ojek online (ojol). Penutupan dan pengalihan arus kendaraan membuat para pengemudi harus mencari jalur alternatif yang lebih jauh untuk tetap dapat melayani pelanggan.\n\nBagi pengemudi ojol, gangguan lalu lintas bukan sekadar persoalan kemacetan. Setiap keterlambatan berpotensi menyebabkan hilangnya pesanan dan berkurangnya pendapatan harian. Di tengah tuntutan pekerjaan yang mengharuskan mereka cepat dan tepat waktu, kondisi jalan yang tersendat menjadi tantangan tersendiri dalam menjalankan profesi mereka.\n\nSituasi tersebut semakin berat karena biaya operasional yang masih tinggi. Harga bahan bakar minyak (BBM) yang belum sepenuhnya stabil membuat sebagian pengemudi memilih menggunakan Pertalite untuk menekan pengeluaran. Namun, pilihan itu juga memiliki konsekuensi berupa waktu antre yang lebih lama di sejumlah SPBU, sehingga mengurangi waktu produktif mereka di jalan.\n\nKetika jalur utama seperti kawasan Jembatan Mahakam mengalami penutupan atau pembatasan akses, pengemudi terpaksa memutar melalui rute alternatif yang lebih jauh. Akibatnya, konsumsi BBM meningkat dan biaya operasional harian bertambah. Kondisi tersebut dirasakan langsung oleh para pengemudi yang menggantungkan penghasilan dari jumlah perjalanan yang dapat mereka selesaikan setiap hari.\n\nDi tengah situasi itu, sejumlah pengemudi berharap berbagai kegiatan yang berpotensi mengganggu arus lalu lintas dapat mempertimbangkan dampaknya terhadap masyarakat yang bekerja di jalan. Bagi para pengemudi ojol, waktu adalah sumber penghasilan. Di balik helm dan jaket yang mereka kenakan, terdapat tanggung jawab besar untuk memenuhi kebutuhan keluarga yang bergantung pada hasil kerja mereka setiap hari.\n\nSc:", "post_id": "3922639806138480067_65378288960"}}, {"key": "herdinhdyt", "attributes": {"label": "herdinhdyt", "x": 233.5104143339779, "y": 555.3038142128315, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 46.6296, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "3922639806138480067_65378288960", "id": "herdinhdyt", "source": "instagram-000001", "content": "gimana tanggapan pian wall?\n\nSAMARINDA – Aksi unjuk rasa yang berlangsung di kawasan Jembatan Mahakam, Samarinda, Kamis (18/6), tidak hanya menyebabkan kemacetan lalu lintas, tetapi juga berdampak langsung terhadap aktivitas para pengemudi ojek online (ojol). Penutupan dan pengalihan arus kendaraan membuat para pengemudi harus mencari jalur alternatif yang lebih jauh untuk tetap dapat melayani pelanggan.\n\nBagi pengemudi ojol, gangguan lalu lintas bukan sekadar persoalan kemacetan. Setiap keterlambatan berpotensi menyebabkan hilangnya pesanan dan berkurangnya pendapatan harian. Di tengah tuntutan pekerjaan yang mengharuskan mereka cepat dan tepat waktu, kondisi jalan yang tersendat menjadi tantangan tersendiri dalam menjalankan profesi mereka.\n\nSituasi tersebut semakin berat karena biaya operasional yang masih tinggi. Harga bahan bakar minyak (BBM) yang belum sepenuhnya stabil membuat sebagian pengemudi memilih menggunakan Pertalite untuk menekan pengeluaran. Namun, pilihan itu juga memiliki konsekuensi berupa waktu antre yang lebih lama di sejumlah SPBU, sehingga mengurangi waktu produktif mereka di jalan.\n\nKetika jalur utama seperti kawasan Jembatan Mahakam mengalami penutupan atau pembatasan akses, pengemudi terpaksa memutar melalui rute alternatif yang lebih jauh. Akibatnya, konsumsi BBM meningkat dan biaya operasional harian bertambah. Kondisi tersebut dirasakan langsung oleh para pengemudi yang menggantungkan penghasilan dari jumlah perjalanan yang dapat mereka selesaikan setiap hari.\n\nDi tengah situasi itu, sejumlah pengemudi berharap berbagai kegiatan yang berpotensi mengganggu arus lalu lintas dapat mempertimbangkan dampaknya terhadap masyarakat yang bekerja di jalan. Bagi para pengemudi ojol, waktu adalah sumber penghasilan. Di balik helm dan jaket yang mereka kenakan, terdapat tanggung jawab besar untuk memenuhi kebutuhan keluarga yang bergantung pada hasil kerja mereka setiap hari.\n\nSc:", "post_id": "3922639806138480067_65378288960"}}, {"key": "samarinda.reels", "attributes": {"label": "samarinda.reels", "x": 885.2392710918595, "y": 691.4799231363587, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 20.4965, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "3922595287612103997_10355815151", "id": "samarinda.reels", "source": "instagram-000001", "content": "Samarinda - Aksi unjuk rasa yang digelar di depan Jembatan Mahakam, Samarinda, Kamis (18/6), tidak hanya menimbulkan kemacetan, tetapi juga memukul aktivitas para pengemudi ojek online yang menggantungkan hidup dari kecepatan dan ketepatan waktu.\n\nBagi pengemudi ojol, gangguan arus lalu lintas bukan sekadar soal memutar mencari jalan alternatif untuk menghindari kemacetan. Setiap menit keterlambatan berarti potensi hilangnya pesanan dan pendapatan. Pekerjaan mereka dituntut kedisiplinan tinggi karena kecepatan dan ketepatan waktu adalah kewajiban utama dalam melayani pelanggan.\n\nSituasi ini diperparah kondisi harga Bahan Bakar Minyak yang masih tinggi. Banyak pengemudi ojol terpaksa beralih dari Pertamax ke Pertalite demi menekan biaya operasional. Namun konsekuensinya, mereka harus menghabiskan waktu lebih lama untuk mengantre di SPBU.\n\nKetika jalur utama ditutup dan harus mencari rute memutar yang jauh, konsumsi BBM otomatis meningkat. Beban ini langsung dirasakan oleh para “pejuang keluarga” yang sehari-hari mengaspal demi menghidupi anak istri.\n\nWajar jika mereka akhirnya bersuara. Di balik helm dan jaket ojol, ada tanggung jawab besar yang mereka pikul setiap hari di jalanan Samarinda.\n\nSc :  \n\nMau cari HP Baru atau Second Gak Perlu Mikir, Gak Perlu Pusing, Solusi Nya Ada Di OG STORE SAMARINDA 💯\n\nPantengin terus Story, Feed IG  untuk dapatkan gadget impian kamu dengan harga paling affordable dan berbagai pilihan payment sesuai budget kalian", "post_id": "3922595287612103997_10355815151"}}, {"key": "ogstore.samarinda", "attributes": {"label": "ogstore.samarinda", "x": 342.6583852793917, "y": 306.38862432826664, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 29.2075, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "3922595287612103997_10355815151", "id": "ogstore.samarinda", "source": "instagram-000001", "content": "Samarinda - Aksi unjuk rasa yang digelar di depan Jembatan Mahakam, Samarinda, Kamis (18/6), tidak hanya menimbulkan kemacetan, tetapi juga memukul aktivitas para pengemudi ojek online yang menggantungkan hidup dari kecepatan dan ketepatan waktu.\n\nBagi pengemudi ojol, gangguan arus lalu lintas bukan sekadar soal memutar mencari jalan alternatif untuk menghindari kemacetan. Setiap menit keterlambatan berarti potensi hilangnya pesanan dan pendapatan. Pekerjaan mereka dituntut kedisiplinan tinggi karena kecepatan dan ketepatan waktu adalah kewajiban utama dalam melayani pelanggan.\n\nSituasi ini diperparah kondisi harga Bahan Bakar Minyak yang masih tinggi. Banyak pengemudi ojol terpaksa beralih dari Pertamax ke Pertalite demi menekan biaya operasional. Namun konsekuensinya, mereka harus menghabiskan waktu lebih lama untuk mengantre di SPBU.\n\nKetika jalur utama ditutup dan harus mencari rute memutar yang jauh, konsumsi BBM otomatis meningkat. Beban ini langsung dirasakan oleh para “pejuang keluarga” yang sehari-hari mengaspal demi menghidupi anak istri.\n\nWajar jika mereka akhirnya bersuara. Di balik helm dan jaket ojol, ada tanggung jawab besar yang mereka pikul setiap hari di jalanan Samarinda.\n\nSc :  \n\nMau cari HP Baru atau Second Gak Perlu Mikir, Gak Perlu Pusing, Solusi Nya Ada Di OG STORE SAMARINDA 💯\n\nPantengin terus Story, Feed IG  untuk dapatkan gadget impian kamu dengan harga paling affordable dan berbagai pilihan payment sesuai budget kalian", "post_id": "3922595287612103997_10355815151"}}, {"key": "info_samarinda_", "attributes": {"label": "info_samarinda_", "x": 417.27160623903757, "y": 588.7223275281973, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 20.4965, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "3922221570275578472_12117539850", "id": "info_samarinda_", "source": "instagram-000001", "content": "Aksi demonstrasi yang berlangsung di kawasan Jembatan Mahakam, Samarinda, Kamis malam (18/6/2026), diwarnai adu mulut antara seorang pengemudi ojek online dan peserta aksi.\n\nInsiden tersebut terjadi saat arus lalu lintas mengalami kemacetan panjang akibat penutupan sebagian akses jalan selama aksi berlangsung. Driver ojol yang merasa aktivitas kerjanya terganggu menyampaikan protes karena sulit mendapatkan penumpang dan harus mengeluarkan biaya operasional tambahan.\n\n\"Saya demi Rp10 ribu, jalan ditutup, bensin habis,\" keluh pengemudi tersebut dalam video yang beredar di media sosial.\n\nSementara itu, salah satu peserta aksi menjelaskan bahwa demonstrasi dilakukan sebagai bentuk aspirasi masyarakat terkait isu kenaikan harga BBM dan kondisi ekonomi yang dinilai berdampak langsung pada kehidupan masyarakat luas.\n\nPeristiwa ini pun memunculkan beragam tanggapan dari warganet. Di satu sisi, masyarakat menghormati hak menyampaikan pendapat di muka umum. Namun di sisi lain, banyak yang berharap setiap aksi dapat dilakukan tanpa mengganggu aktivitas dan mata pencaharian warga yang bergantung pada kelancaran mobilitas sehari-hari.\n\n📍 Bagaimana menurut Anda? Apakah aksi penyampaian aspirasi seharusnya tetap mempertimbangkan dampaknya terhadap masyarakat pengguna jalan?\n\nSource ; \n#infosamarinda", "post_id": "3922221570275578472_12117539850"}}, {"key": "gerbangsamarinda", "attributes": {"label": "gerbangsamarinda", "x": 668.1150692311498, "y": 700.2078336661073, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 37.9186, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "3922221570275578472_12117539850", "id": "gerbangsamarinda", "source": "instagram-000001", "content": "Aksi demonstrasi yang berlangsung di kawasan Jembatan Mahakam, Samarinda, Kamis malam (18/6/2026), diwarnai adu mulut antara seorang pengemudi ojek online dan peserta aksi.\n\nInsiden tersebut terjadi saat arus lalu lintas mengalami kemacetan panjang akibat penutupan sebagian akses jalan selama aksi berlangsung. Driver ojol yang merasa aktivitas kerjanya terganggu menyampaikan protes karena sulit mendapatkan penumpang dan harus mengeluarkan biaya operasional tambahan.\n\n\"Saya demi Rp10 ribu, jalan ditutup, bensin habis,\" keluh pengemudi tersebut dalam video yang beredar di media sosial.\n\nSementara itu, salah satu peserta aksi menjelaskan bahwa demonstrasi dilakukan sebagai bentuk aspirasi masyarakat terkait isu kenaikan harga BBM dan kondisi ekonomi yang dinilai berdampak langsung pada kehidupan masyarakat luas.\n\nPeristiwa ini pun memunculkan beragam tanggapan dari warganet. Di satu sisi, masyarakat menghormati hak menyampaikan pendapat di muka umum. Namun di sisi lain, banyak yang berharap setiap aksi dapat dilakukan tanpa mengganggu aktivitas dan mata pencaharian warga yang bergantung pada kelancaran mobilitas sehari-hari.\n\n📍 Bagaimana menurut Anda? Apakah aksi penyampaian aspirasi seharusnya tetap mempertimbangkan dampaknya terhadap masyarakat pengguna jalan?\n\nSource ; \n#infosamarinda", "post_id": "3922221570275578472_12117539850"}}, {"key": "infobdgbaratcimahi", "attributes": {"label": "infobdgbaratcimahi", "x": 326.6170034679762, "y": 746.7796756147525, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 136.6407, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 1, "degree": 2}, "_id": "3923338887850100330_30970014504", "id": "infobdgbaratcimahi", "source": "instagram-000001", "content": "Tangis histeris seorang pengemudi ojek daring (ojol) pecah di tengah riuhnya operasi penertiban parkir liar yang digelar jajaran Dinas Perhubungan (Dishub) Jakarta Timur. \n\nPria paruh baya asal Bekasi tersebut tak kuasa menahan air mata saat melihat sepeda motor matik yang menjadi satu- satunya modal mencari nafkah, mendadak dinaikkan ke atas truk pelat merah milik petugas. \n\nPemandangan memilukan itu terekam kamera saat sang driver tengah berjalan tergesa-gesa sambil menenteng bingkisan makanan milik pelanggan yang baru saja ia ambil dari salah satu gerai restoran. \n\nNamun, belum sempat makanan itu diantarkan ke alamat tujuan, motor yang ia parkir di bahu jalan sudah terlanjur terjaring razia. Sambil memegang bungkusan makanan, pria tersebut langsung berlari mendekati truk operasional Dishub. \n\nla memohon-mohon dengan suara bergetar agar petugas berbelas kasih menurunkan kendaraannya. “Saya butuh uang pak, saya butuh makan, tolong pak (sepeda motor saya diturunkan), anak saya butuh sekolah, rumah saya di Bekasi,” teriak driver ojol tersebut di tengah kepasrahannya. \n\nPria malang itu sempat berdalih kepada petugas di lapangan bahwa dirinya baru saja memulai narik sejak pagi dan belum mendapatkan uang sepeser pun. Orderan makanan yang sedang dipegangnya itu merupakan orderan pertama atau “penglaris” hari itu, yang justru berujung pada hilangnya armada kerja.\n\n 🎥: Istimewa \n\n#infobdgbaratcimahi #viralindonesia #jakarta", "post_id": "3923338887850100330_30970014504"}}, {"key": "joe_andaresta", "attributes": {"label": "joe_andaresta", "x": 966.3503509693415, "y": 673.5356573165066, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 20.4965, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "7654423691337485584", "id": "joe_andaresta", "source": "tiktok-000001", "content": "#CapCut  GROUP  Our Business - Glatra Group  Glatra Group adalah perusahaan perdagangan internasional dan ekspor berbasis di Jakarta, dengan fokus utama pada minyak sawit & turunannya, komoditas, general trading, dan konsultasi bisnis, didukung oleh ekosistem ekspor yang lengkap dari hulu hingga hilir. Bisnis Minyak Sawit & TurunanGlatra Group memasok produk minyak sawit berkualitas ekspor dari mitra refinery Sumatra & Kalimantan, dengan kualitas stabil dan harga kompetitif. Produk utama: - RBD Palm Olein - RBD Palm Kernel Olein - RBD Palm Kernel Oil (RBDPKO) - Crude Palm Kernel Oil (CPKO) - PFAD.  Pilihan kemasan ekspor:  - Flexi Tank, ISO Tank, IBC Tank, Jerrycan 20L, Bulk Vessel. 📦 Komoditas . Divisi komoditas kami menyediakan pasokan berbagai produk untuk pasar global, dengan fokus pada: - Kualitas terjaminTraceability - Pengiriman tepat waktu - Produk mencakup komoditas pertanian, bahan baku industri, dan produk food/non‑food grade. 🏗️ General Trading.  Mendukung kebutuhan pengadaan domestik dan internasional:  - Sourcing multi‑sektor - Pengadaan barang industri - Distribusi komersial - Pengadaan berbasis proyek. Fokus pada kecepatan, akurasi, dan kepatuhan. 🧭 Konsultasi Bisnis Layanan konsultasi untuk perusahaan yang ingin masuk pasar Indonesia atau global: - Strategi market entry.  - Dokumentasi & kepatuhan ekspor.  - Optimasi supply chain. - Buyer–supplier matchmaking - Manajemen risiko perdagangan 🚢 Ekosistem Ekspor Terintegrasi.  Kami mengelola seluruh alur ekspor: - Mitra refinery - Logistik bulk & flexi tank - Operasional pelabuhan (Belawan, Dumai, Kuala Tanjung) - Dokumentasi ekspor (PEB, COO, COA, MSDS, dll.). - Hubungan buyer global (China, Asia Selatan, Timur Tengah, Afrika, Eropa Timur)", "post_id": "7654423691337485584"}}, {"key": "GLATRA", "attributes": {"label": "GLATRA", "x": 23.876948033042744, "y": 908.9353426596324, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 37.9186, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7654423691337485584", "id": "GLATRA", "source": "tiktok-000001", "content": "#CapCut  GROUP  Our Business - Glatra Group  Glatra Group adalah perusahaan perdagangan internasional dan ekspor berbasis di Jakarta, dengan fokus utama pada minyak sawit & turunannya, komoditas, general trading, dan konsultasi bisnis, didukung oleh ekosistem ekspor yang lengkap dari hulu hingga hilir. Bisnis Minyak Sawit & TurunanGlatra Group memasok produk minyak sawit berkualitas ekspor dari mitra refinery Sumatra & Kalimantan, dengan kualitas stabil dan harga kompetitif. Produk utama: - RBD Palm Olein - RBD Palm Kernel Olein - RBD Palm Kernel Oil (RBDPKO) - Crude Palm Kernel Oil (CPKO) - PFAD.  Pilihan kemasan ekspor:  - Flexi Tank, ISO Tank, IBC Tank, Jerrycan 20L, Bulk Vessel. 📦 Komoditas . Divisi komoditas kami menyediakan pasokan berbagai produk untuk pasar global, dengan fokus pada: - Kualitas terjaminTraceability - Pengiriman tepat waktu - Produk mencakup komoditas pertanian, bahan baku industri, dan produk food/non‑food grade. 🏗️ General Trading.  Mendukung kebutuhan pengadaan domestik dan internasional:  - Sourcing multi‑sektor - Pengadaan barang industri - Distribusi komersial - Pengadaan berbasis proyek. Fokus pada kecepatan, akurasi, dan kepatuhan. 🧭 Konsultasi Bisnis Layanan konsultasi untuk perusahaan yang ingin masuk pasar Indonesia atau global: - Strategi market entry.  - Dokumentasi & kepatuhan ekspor.  - Optimasi supply chain. - Buyer–supplier matchmaking - Manajemen risiko perdagangan 🚢 Ekosistem Ekspor Terintegrasi.  Kami mengelola seluruh alur ekspor: - Mitra refinery - Logistik bulk & flexi tank - Operasional pelabuhan (Belawan, Dumai, Kuala Tanjung) - Dokumentasi ekspor (PEB, COO, COA, MSDS, dll.). - Hubungan buyer global (China, Asia Selatan, Timur Tengah, Afrika, Eropa Timur)", "post_id": "7654423691337485584"}}, {"key": "siaktelevisinews", "attributes": {"label": "siaktelevisinews", "x": 621.088474691398, "y": 54.11335401216555, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 20.4965, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 6, "degree": 6}, "_id": "7626014636755782932", "id": "siaktelevisinews", "source": "tiktok-000001", "content": "Pemerintah resmi menerapkan Transformasi Budaya Kerja Nasional untuk mendorong kerja yang lebih adaptif, efisien, dan hemat energi. Beberapa langkah yang diterapkan: ✅WFH 1 hari untuk ASN ✅Pembatasan kendaraan dinas hingga 50% ✅Pengurangan perjalanan dinas ✅Penyesuaian kegiatan seperti car free day dan seremonial Sektor swasta juga diimbau menerapkan pola kerja fleksibel dan gerakan hemat energi. Sementara itu, layanan publik, industri strategis, dan pendidikan tetap berjalan normal agar pelayanan masyarakat tidak terganggu. Kebijakan ini diperkuat dengan program B50, pengaturan BBM subsidi berbasis barcode, serta program MBG dengan penyediaan fresh food. Tujuannya jelas: efisiensi energi, penghematan anggaran negara, dan budaya kerja yang lebih modern. Menurutmu, apakah kebijakan ini akan membawa perubahan positif?    Siak  Novemirata ' Alrozi   #kitamulaicarabaru #hematenergi #bupatisiak #diskominfosiak #pemkabsiak", "post_id": "7626014636755782932"}}, {"key": "Afni.Z", "attributes": {"label": "Afni.Z", "x": 859.7425093618778, "y": 585.0540833679764, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 23.4002, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7626014636755782932", "id": "Afni.Z", "source": "tiktok-000001", "content": "Pemerintah resmi menerapkan Transformasi Budaya Kerja Nasional untuk mendorong kerja yang lebih adaptif, efisien, dan hemat energi. Beberapa langkah yang diterapkan: ✅WFH 1 hari untuk ASN ✅Pembatasan kendaraan dinas hingga 50% ✅Pengurangan perjalanan dinas ✅Penyesuaian kegiatan seperti car free day dan seremonial Sektor swasta juga diimbau menerapkan pola kerja fleksibel dan gerakan hemat energi. Sementara itu, layanan publik, industri strategis, dan pendidikan tetap berjalan normal agar pelayanan masyarakat tidak terganggu. Kebijakan ini diperkuat dengan program B50, pengaturan BBM subsidi berbasis barcode, serta program MBG dengan penyediaan fresh food. Tujuannya jelas: efisiensi energi, penghematan anggaran negara, dan budaya kerja yang lebih modern. Menurutmu, apakah kebijakan ini akan membawa perubahan positif?    Siak  Novemirata ' Alrozi   #kitamulaicarabaru #hematenergi #bupatisiak #diskominfosiak #pemkabsiak", "post_id": "7626014636755782932"}}, {"key": "Syamsurizalbudi", "attributes": {"label": "Syamsurizalbudi", "x": 417.87279538040866, "y": 527.0219671704167, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 23.4002, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7626014636755782932", "id": "Syamsurizalbudi", "source": "tiktok-000001", "content": "Pemerintah resmi menerapkan Transformasi Budaya Kerja Nasional untuk mendorong kerja yang lebih adaptif, efisien, dan hemat energi. Beberapa langkah yang diterapkan: ✅WFH 1 hari untuk ASN ✅Pembatasan kendaraan dinas hingga 50% ✅Pengurangan perjalanan dinas ✅Penyesuaian kegiatan seperti car free day dan seremonial Sektor swasta juga diimbau menerapkan pola kerja fleksibel dan gerakan hemat energi. Sementara itu, layanan publik, industri strategis, dan pendidikan tetap berjalan normal agar pelayanan masyarakat tidak terganggu. Kebijakan ini diperkuat dengan program B50, pengaturan BBM subsidi berbasis barcode, serta program MBG dengan penyediaan fresh food. Tujuannya jelas: efisiensi energi, penghematan anggaran negara, dan budaya kerja yang lebih modern. Menurutmu, apakah kebijakan ini akan membawa perubahan positif?    Siak  Novemirata ' Alrozi   #kitamulaicarabaru #hematenergi #bupatisiak #diskominfosiak #pemkabsiak", "post_id": "7626014636755782932"}}, {"key": "Diskominfo", "attributes": {"label": "Diskominfo", "x": 518.6861571137148, "y": 290.5246795486719, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 23.4002, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7626014636755782932", "id": "Diskominfo", "source": "tiktok-000001", "content": "Pemerintah resmi menerapkan Transformasi Budaya Kerja Nasional untuk mendorong kerja yang lebih adaptif, efisien, dan hemat energi. Beberapa langkah yang diterapkan: ✅WFH 1 hari untuk ASN ✅Pembatasan kendaraan dinas hingga 50% ✅Pengurangan perjalanan dinas ✅Penyesuaian kegiatan seperti car free day dan seremonial Sektor swasta juga diimbau menerapkan pola kerja fleksibel dan gerakan hemat energi. Sementara itu, layanan publik, industri strategis, dan pendidikan tetap berjalan normal agar pelayanan masyarakat tidak terganggu. Kebijakan ini diperkuat dengan program B50, pengaturan BBM subsidi berbasis barcode, serta program MBG dengan penyediaan fresh food. Tujuannya jelas: efisiensi energi, penghematan anggaran negara, dan budaya kerja yang lebih modern. Menurutmu, apakah kebijakan ini akan membawa perubahan positif?    Siak  Novemirata ' Alrozi   #kitamulaicarabaru #hematenergi #bupatisiak #diskominfosiak #pemkabsiak", "post_id": "7626014636755782932"}}, {"key": "Ecy", "attributes": {"label": "Ecy", "x": 24.181291371254467, "y": 111.97966051063734, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 23.4002, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7626014636755782932", "id": "Ecy", "source": "tiktok-000001", "content": "Pemerintah resmi menerapkan Transformasi Budaya Kerja Nasional untuk mendorong kerja yang lebih adaptif, efisien, dan hemat energi. Beberapa langkah yang diterapkan: ✅WFH 1 hari untuk ASN ✅Pembatasan kendaraan dinas hingga 50% ✅Pengurangan perjalanan dinas ✅Penyesuaian kegiatan seperti car free day dan seremonial Sektor swasta juga diimbau menerapkan pola kerja fleksibel dan gerakan hemat energi. Sementara itu, layanan publik, industri strategis, dan pendidikan tetap berjalan normal agar pelayanan masyarakat tidak terganggu. Kebijakan ini diperkuat dengan program B50, pengaturan BBM subsidi berbasis barcode, serta program MBG dengan penyediaan fresh food. Tujuannya jelas: efisiensi energi, penghematan anggaran negara, dan budaya kerja yang lebih modern. Menurutmu, apakah kebijakan ini akan membawa perubahan positif?    Siak  Novemirata ' Alrozi   #kitamulaicarabaru #hematenergi #bupatisiak #diskominfosiak #pemkabsiak", "post_id": "7626014636755782932"}}, {"key": "Dato", "attributes": {"label": "Dato", "x": 427.9746784420774, "y": 607.3777487460156, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 23.4002, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7626014636755782932", "id": "Dato", "source": "tiktok-000001", "content": "Pemerintah resmi menerapkan Transformasi Budaya Kerja Nasional untuk mendorong kerja yang lebih adaptif, efisien, dan hemat energi. Beberapa langkah yang diterapkan: ✅WFH 1 hari untuk ASN ✅Pembatasan kendaraan dinas hingga 50% ✅Pengurangan perjalanan dinas ✅Penyesuaian kegiatan seperti car free day dan seremonial Sektor swasta juga diimbau menerapkan pola kerja fleksibel dan gerakan hemat energi. Sementara itu, layanan publik, industri strategis, dan pendidikan tetap berjalan normal agar pelayanan masyarakat tidak terganggu. Kebijakan ini diperkuat dengan program B50, pengaturan BBM subsidi berbasis barcode, serta program MBG dengan penyediaan fresh food. Tujuannya jelas: efisiensi energi, penghematan anggaran negara, dan budaya kerja yang lebih modern. Menurutmu, apakah kebijakan ini akan membawa perubahan positif?    Siak  Novemirata ' Alrozi   #kitamulaicarabaru #hematenergi #bupatisiak #diskominfosiak #pemkabsiak", "post_id": "7626014636755782932"}}, {"key": "sitisarifahsyamsurizal", "attributes": {"label": "sitisarifahsyamsurizal", "x": 647.391740837088, "y": 615.5175944285746, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 23.4002, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7626014636755782932", "id": "sitisarifahsyamsurizal", "source": "tiktok-000001", "content": "Pemerintah resmi menerapkan Transformasi Budaya Kerja Nasional untuk mendorong kerja yang lebih adaptif, efisien, dan hemat energi. Beberapa langkah yang diterapkan: ✅WFH 1 hari untuk ASN ✅Pembatasan kendaraan dinas hingga 50% ✅Pengurangan perjalanan dinas ✅Penyesuaian kegiatan seperti car free day dan seremonial Sektor swasta juga diimbau menerapkan pola kerja fleksibel dan gerakan hemat energi. Sementara itu, layanan publik, industri strategis, dan pendidikan tetap berjalan normal agar pelayanan masyarakat tidak terganggu. Kebijakan ini diperkuat dengan program B50, pengaturan BBM subsidi berbasis barcode, serta program MBG dengan penyediaan fresh food. Tujuannya jelas: efisiensi energi, penghematan anggaran negara, dan budaya kerja yang lebih modern. Menurutmu, apakah kebijakan ini akan membawa perubahan positif?    Siak  Novemirata ' Alrozi   #kitamulaicarabaru #hematenergi #bupatisiak #diskominfosiak #pemkabsiak", "post_id": "7626014636755782932"}}, {"key": "@Michael-Girdley", "attributes": {"label": "@Michael-Girdley", "x": 979.6813791577023, "y": 524.6229479296003, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 20.4965, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "dAp7D2ZX8Ik", "id": "@Michael-Girdley", "source": "youtube-000001", "content": "Kebangkitan Panda Express\n\nTerima kasih sebesar-besarnya kepada sponsor hari ini, Xero, atas dukungannya untuk saluran ini: https://referrals.xero.com/Michael-Gi... Jika Anda menjalankan bisnis dan menginginkan kendali yang lebih jelas atas arus kas, faktur, dan keuangan Anda tanpa harus repot dengan spreadsheet, lihat di deskripsi di bawah ini. Penawaran khusus Xero: Dapatkan diskon 90% selama 6 bulan menggunakan tautan ini. Syarat & Ketentuan berlaku.*\n\nPada tahun 2006, ketika Chipotle melakukan penawaran umum perdana (IPO) dan McDonald's menguangkan miliaran dolar, seorang reporter bertanya kepada pendiri Panda Express, Andrew Chung, apakah ia akan melakukan hal yang sama. Jawabannya: \"Kami tidak membutuhkan uang itu.\" Ini adalah kisah tentang bagaimana keputusan itu — dan beberapa taruhan tidak konvensional lainnya — mengubah restoran kecil di California menjadi perusahaan raksasa senilai $6 miliar yang tidak pernah diwaralabakan, dibeli, dan ditiru oleh siapa pun.\n\nDapatkan contekan 2 menit untuk video ini → https://girdley.com/youtube\n\n👇 BERLANGGANAN untuk analisis bisnis lainnya\nhttps://www.youtube.com/-Gird...\n------------------------------------------------------------------\n► Dapatkan surat mingguan saya untuk pemilik bisnis: wawasan penting untuk menjalankan, mengembangkan, dan tetap unggul dalam bisnis Anda → https://links.girdley.com/newsletter-yt\n► Untuk sponsor atau pertanyaan, silakan hubungi: Contact\n► Apakah Anda punya topi yang harus saya pakai di video? Kirimkan kepada kami: Contact\n► Acara gratis tentang segala hal yang berkaitan dengan bisnis kecil: https://links.girdley.com/lectures-yt\n► Analisis mendalam tentang bisnis yang dijual:    /   \n► Ikuti saya di Twitter/X: https://x.com/girdley\n------------------------------------------------------------------\n\nAndrew Chung datang ke Amerika dari Taiwan pada tahun 1966. Ayahnya pernah memasak untuk pejabat Tiongkok di kampung halamannya, dan tradisi kuliner itu menjadi cikal bakal sesuatu yang jauh lebih besar. Pada tahun 1973, Andrew dan ayahnya membuka restoran Tiongkok kecil bernama Panda Inn di California menggunakan pinjaman SBA. Tahun-tahun awal cukup sulit sehingga Andrew harus berdiri di luar menawarkan sampel gratis hanya untuk menarik orang masuk. Yang menyelamatkan bisnis tersebut — dan akhirnya mengubahnya — adalah seorang pengembang real estat yang mendekati pasangan tersebut pada tahun 1983 dan meminta versi makanan cepat saji Panda Inn di dalam mal Glendale. Lokasi food court tersebut menjadi Panda Express pertama.\n\nTokoh pahlawan tanpa tanda jasa dalam keseluruhan cerita ini adalah Peggy Chung. Ia telah meraih gelar PhD di bidang teknik elektro dan membangun perangkat lunak untuk kontraktor pertahanan sebelum meninggalkan pekerjaannya di McDonnell Douglas pada tahun 1982 untuk bergabung dengan bisnis ini. Sementara setiap jaringan restoran Cina lainnya beroperasi dengan catatan tulisan tangan dan tebakan, Peggy mengkomputerisasi semuanya — sistem penjualan, resep, data penjualan berdasarkan lokasi dan waktu. Ini adalah keunggulan yang sama yang dibangun Walmart di bidang ritel, diterapkan pada makanan Cina satu dekade sebelum sebagian besar pesaing menyadari mengapa hal itu penting. Keunggulan data tersebut membantu keluarga Chung melihat kematian pusat perbelanjaan sebelum orang lain menyadarinya, dan mulai beralih ke lokasi drive-thru mandiri sejak tahun 1997.\n\nLangkah penting lainnya adalah di sisi menu. Ayam jeruk — yang diciptakan oleh seorang koki di Hawaii yang terinspirasi oleh cita rasa lokal — menjadi produk unggulan yang mendefinisikan kembali arti makanan cepat saji Cina di Amerika. Saat ini Panda Express menjual 100 juta pon ayam jeruk per tahun. Ini menyumbang sekitar 30% dari penjualan di sebagian besar lokasi. Keluarga Chung menggabungkan hal itu dengan menu yang sengaja dibuat singkat, karena percaya bahwa pilihan yang lebih sedikit berarti eksekusi yang lebih baik dan pengalaman pelanggan yang lebih konsisten di ribuan lokasi.\n\nSemua ini tidak akan berhasil seperti sekarang tanpa struktur kepemilikan. Tidak seperti Chipotle, McDonald's, Subway, atau hampir semua jaringan restoran skala besar lainnya, Panda Express tidak pernah menggunakan sistem waralaba. Keluarga Chung memiliki 100% saham di setiap restoran. Itu berarti kendali penuh atas upah, perubahan menu, peluncuran teknologi, dan semua keuntungan. Ketika pemesanan digital menjadi layak, mereka meluncurkannya ke lebih dari 2.000 lokasi dalam hitungan bulan. Ketika pandemi melanda pada tahun 2020, mereka sudah siap—layanan drive-thru di pinggiran kota, infrastruktur pengiriman sudah tersedia. Bisnis pengiriman mereka telah meningkat tiga kali lipat sejak saat itu. Manajer toko terbaik sekarang menghasilkan lebih dari $100.000 per tahun, dengan penghasilan tertinggi mencapai $277.000. Kekayaan gabungan Andrew dan Peggy bernilai lebih dari $7 miliar.\n\nPanda Express kin...", "post_id": "dAp7D2ZX8Ik"}}, {"key": "Michael", "attributes": {"label": "Michael", "x": 496.22312292631653, "y": 284.5327715176257, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 29.2075, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "dAp7D2ZX8Ik", "id": "Michael", "source": "youtube-000001", "content": "Kebangkitan Panda Express\n\nTerima kasih sebesar-besarnya kepada sponsor hari ini, Xero, atas dukungannya untuk saluran ini: https://referrals.xero.com/Michael-Gi... Jika Anda menjalankan bisnis dan menginginkan kendali yang lebih jelas atas arus kas, faktur, dan keuangan Anda tanpa harus repot dengan spreadsheet, lihat di deskripsi di bawah ini. Penawaran khusus Xero: Dapatkan diskon 90% selama 6 bulan menggunakan tautan ini. Syarat & Ketentuan berlaku.*\n\nPada tahun 2006, ketika Chipotle melakukan penawaran umum perdana (IPO) dan McDonald's menguangkan miliaran dolar, seorang reporter bertanya kepada pendiri Panda Express, Andrew Chung, apakah ia akan melakukan hal yang sama. Jawabannya: \"Kami tidak membutuhkan uang itu.\" Ini adalah kisah tentang bagaimana keputusan itu — dan beberapa taruhan tidak konvensional lainnya — mengubah restoran kecil di California menjadi perusahaan raksasa senilai $6 miliar yang tidak pernah diwaralabakan, dibeli, dan ditiru oleh siapa pun.\n\nDapatkan contekan 2 menit untuk video ini → https://girdley.com/youtube\n\n👇 BERLANGGANAN untuk analisis bisnis lainnya\nhttps://www.youtube.com/-Gird...\n------------------------------------------------------------------\n► Dapatkan surat mingguan saya untuk pemilik bisnis: wawasan penting untuk menjalankan, mengembangkan, dan tetap unggul dalam bisnis Anda → https://links.girdley.com/newsletter-yt\n► Untuk sponsor atau pertanyaan, silakan hubungi: Contact\n► Apakah Anda punya topi yang harus saya pakai di video? Kirimkan kepada kami: Contact\n► Acara gratis tentang segala hal yang berkaitan dengan bisnis kecil: https://links.girdley.com/lectures-yt\n► Analisis mendalam tentang bisnis yang dijual:    /   \n► Ikuti saya di Twitter/X: https://x.com/girdley\n------------------------------------------------------------------\n\nAndrew Chung datang ke Amerika dari Taiwan pada tahun 1966. Ayahnya pernah memasak untuk pejabat Tiongkok di kampung halamannya, dan tradisi kuliner itu menjadi cikal bakal sesuatu yang jauh lebih besar. Pada tahun 1973, Andrew dan ayahnya membuka restoran Tiongkok kecil bernama Panda Inn di California menggunakan pinjaman SBA. Tahun-tahun awal cukup sulit sehingga Andrew harus berdiri di luar menawarkan sampel gratis hanya untuk menarik orang masuk. Yang menyelamatkan bisnis tersebut — dan akhirnya mengubahnya — adalah seorang pengembang real estat yang mendekati pasangan tersebut pada tahun 1983 dan meminta versi makanan cepat saji Panda Inn di dalam mal Glendale. Lokasi food court tersebut menjadi Panda Express pertama.\n\nTokoh pahlawan tanpa tanda jasa dalam keseluruhan cerita ini adalah Peggy Chung. Ia telah meraih gelar PhD di bidang teknik elektro dan membangun perangkat lunak untuk kontraktor pertahanan sebelum meninggalkan pekerjaannya di McDonnell Douglas pada tahun 1982 untuk bergabung dengan bisnis ini. Sementara setiap jaringan restoran Cina lainnya beroperasi dengan catatan tulisan tangan dan tebakan, Peggy mengkomputerisasi semuanya — sistem penjualan, resep, data penjualan berdasarkan lokasi dan waktu. Ini adalah keunggulan yang sama yang dibangun Walmart di bidang ritel, diterapkan pada makanan Cina satu dekade sebelum sebagian besar pesaing menyadari mengapa hal itu penting. Keunggulan data tersebut membantu keluarga Chung melihat kematian pusat perbelanjaan sebelum orang lain menyadarinya, dan mulai beralih ke lokasi drive-thru mandiri sejak tahun 1997.\n\nLangkah penting lainnya adalah di sisi menu. Ayam jeruk — yang diciptakan oleh seorang koki di Hawaii yang terinspirasi oleh cita rasa lokal — menjadi produk unggulan yang mendefinisikan kembali arti makanan cepat saji Cina di Amerika. Saat ini Panda Express menjual 100 juta pon ayam jeruk per tahun. Ini menyumbang sekitar 30% dari penjualan di sebagian besar lokasi. Keluarga Chung menggabungkan hal itu dengan menu yang sengaja dibuat singkat, karena percaya bahwa pilihan yang lebih sedikit berarti eksekusi yang lebih baik dan pengalaman pelanggan yang lebih konsisten di ribuan lokasi.\n\nSemua ini tidak akan berhasil seperti sekarang tanpa struktur kepemilikan. Tidak seperti Chipotle, McDonald's, Subway, atau hampir semua jaringan restoran skala besar lainnya, Panda Express tidak pernah menggunakan sistem waralaba. Keluarga Chung memiliki 100% saham di setiap restoran. Itu berarti kendali penuh atas upah, perubahan menu, peluncuran teknologi, dan semua keuntungan. Ketika pemesanan digital menjadi layak, mereka meluncurkannya ke lebih dari 2.000 lokasi dalam hitungan bulan. Ketika pandemi melanda pada tahun 2020, mereka sudah siap—layanan drive-thru di pinggiran kota, infrastruktur pengiriman sudah tersedia. Bisnis pengiriman mereka telah meningkat tiga kali lipat sejak saat itu. Manajer toko terbaik sekarang menghasilkan lebih dari $100.000 per tahun, dengan penghasilan tertinggi mencapai $277.000. Kekayaan gabungan Andrew dan Peggy bernilai lebih dari $7 miliar.\n\nPanda Express kin...", "post_id": "dAp7D2ZX8Ik"}}, {"key": "acquisitionsanonymouspodcast", "attributes": {"label": "acquisitionsanonymouspodcast", "x": 818.5270056585842, "y": 840.5342566416538, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 29.2075, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "dAp7D2ZX8Ik", "id": "acquisitionsanonymouspodcast", "source": "youtube-000001", "content": "Kebangkitan Panda Express\n\nTerima kasih sebesar-besarnya kepada sponsor hari ini, Xero, atas dukungannya untuk saluran ini: https://referrals.xero.com/Michael-Gi... Jika Anda menjalankan bisnis dan menginginkan kendali yang lebih jelas atas arus kas, faktur, dan keuangan Anda tanpa harus repot dengan spreadsheet, lihat di deskripsi di bawah ini. Penawaran khusus Xero: Dapatkan diskon 90% selama 6 bulan menggunakan tautan ini. Syarat & Ketentuan berlaku.*\n\nPada tahun 2006, ketika Chipotle melakukan penawaran umum perdana (IPO) dan McDonald's menguangkan miliaran dolar, seorang reporter bertanya kepada pendiri Panda Express, Andrew Chung, apakah ia akan melakukan hal yang sama. Jawabannya: \"Kami tidak membutuhkan uang itu.\" Ini adalah kisah tentang bagaimana keputusan itu — dan beberapa taruhan tidak konvensional lainnya — mengubah restoran kecil di California menjadi perusahaan raksasa senilai $6 miliar yang tidak pernah diwaralabakan, dibeli, dan ditiru oleh siapa pun.\n\nDapatkan contekan 2 menit untuk video ini → https://girdley.com/youtube\n\n👇 BERLANGGANAN untuk analisis bisnis lainnya\nhttps://www.youtube.com/-Gird...\n------------------------------------------------------------------\n► Dapatkan surat mingguan saya untuk pemilik bisnis: wawasan penting untuk menjalankan, mengembangkan, dan tetap unggul dalam bisnis Anda → https://links.girdley.com/newsletter-yt\n► Untuk sponsor atau pertanyaan, silakan hubungi: Contact\n► Apakah Anda punya topi yang harus saya pakai di video? Kirimkan kepada kami: Contact\n► Acara gratis tentang segala hal yang berkaitan dengan bisnis kecil: https://links.girdley.com/lectures-yt\n► Analisis mendalam tentang bisnis yang dijual:    /   \n► Ikuti saya di Twitter/X: https://x.com/girdley\n------------------------------------------------------------------\n\nAndrew Chung datang ke Amerika dari Taiwan pada tahun 1966. Ayahnya pernah memasak untuk pejabat Tiongkok di kampung halamannya, dan tradisi kuliner itu menjadi cikal bakal sesuatu yang jauh lebih besar. Pada tahun 1973, Andrew dan ayahnya membuka restoran Tiongkok kecil bernama Panda Inn di California menggunakan pinjaman SBA. Tahun-tahun awal cukup sulit sehingga Andrew harus berdiri di luar menawarkan sampel gratis hanya untuk menarik orang masuk. Yang menyelamatkan bisnis tersebut — dan akhirnya mengubahnya — adalah seorang pengembang real estat yang mendekati pasangan tersebut pada tahun 1983 dan meminta versi makanan cepat saji Panda Inn di dalam mal Glendale. Lokasi food court tersebut menjadi Panda Express pertama.\n\nTokoh pahlawan tanpa tanda jasa dalam keseluruhan cerita ini adalah Peggy Chung. Ia telah meraih gelar PhD di bidang teknik elektro dan membangun perangkat lunak untuk kontraktor pertahanan sebelum meninggalkan pekerjaannya di McDonnell Douglas pada tahun 1982 untuk bergabung dengan bisnis ini. Sementara setiap jaringan restoran Cina lainnya beroperasi dengan catatan tulisan tangan dan tebakan, Peggy mengkomputerisasi semuanya — sistem penjualan, resep, data penjualan berdasarkan lokasi dan waktu. Ini adalah keunggulan yang sama yang dibangun Walmart di bidang ritel, diterapkan pada makanan Cina satu dekade sebelum sebagian besar pesaing menyadari mengapa hal itu penting. Keunggulan data tersebut membantu keluarga Chung melihat kematian pusat perbelanjaan sebelum orang lain menyadarinya, dan mulai beralih ke lokasi drive-thru mandiri sejak tahun 1997.\n\nLangkah penting lainnya adalah di sisi menu. Ayam jeruk — yang diciptakan oleh seorang koki di Hawaii yang terinspirasi oleh cita rasa lokal — menjadi produk unggulan yang mendefinisikan kembali arti makanan cepat saji Cina di Amerika. Saat ini Panda Express menjual 100 juta pon ayam jeruk per tahun. Ini menyumbang sekitar 30% dari penjualan di sebagian besar lokasi. Keluarga Chung menggabungkan hal itu dengan menu yang sengaja dibuat singkat, karena percaya bahwa pilihan yang lebih sedikit berarti eksekusi yang lebih baik dan pengalaman pelanggan yang lebih konsisten di ribuan lokasi.\n\nSemua ini tidak akan berhasil seperti sekarang tanpa struktur kepemilikan. Tidak seperti Chipotle, McDonald's, Subway, atau hampir semua jaringan restoran skala besar lainnya, Panda Express tidak pernah menggunakan sistem waralaba. Keluarga Chung memiliki 100% saham di setiap restoran. Itu berarti kendali penuh atas upah, perubahan menu, peluncuran teknologi, dan semua keuntungan. Ketika pemesanan digital menjadi layak, mereka meluncurkannya ke lebih dari 2.000 lokasi dalam hitungan bulan. Ketika pandemi melanda pada tahun 2020, mereka sudah siap—layanan drive-thru di pinggiran kota, infrastruktur pengiriman sudah tersedia. Bisnis pengiriman mereka telah meningkat tiga kali lipat sejak saat itu. Manajer toko terbaik sekarang menghasilkan lebih dari $100.000 per tahun, dengan penghasilan tertinggi mencapai $277.000. Kekayaan gabungan Andrew dan Peggy bernilai lebih dari $7 miliar.\n\nPanda Express kin...", "post_id": "dAp7D2ZX8Ik"}}, {"key": "@Zampakid", "attributes": {"label": "@Zampakid", "x": 195.14773456794586, "y": 21.290734830169743, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 20.4965, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "Sf3NpA4Kq4s", "id": "@Zampakid", "source": "youtube-000001", "content": "Iklan TV Australia (TCN-9 Sydney, 17/6/1996)\n\nDirekam dari Channel Nine Sydney pada hari Senin, 17 Juni 1996.\n\nDaftar Isi:\n0:00 Promosi Selai Keluarga Hebat Cottee\n0:15 Pusat Ban Bridgestone\n0:30 Ford - Obral Cuci Gudang Setengah Tahun\n1:00 OPSM\n1:30 BT Funds Management\n1:59 Commonwealth Bank\n2:30 Vegemite (Vegemite Kecil yang Bahagia!)\n3:00 Coca-Cola\n3:30 Ansett Australia\n3:59 Sony PlayStation\n4:29 Pizza Hut\n4:59 Ski New Zealand\n5:29 BT Funds Management\n5:59 Jeep Grand Cherokee\n6:29 Levi's\n6:59 Optus\n7:59 Iklan Baris Think Big Herald\n8:29 Penawaran Saham Publik Commonwealth Bank\n9:14 Reebok\n9:44 Qantas\n10:14 Rheem\n10:29 Eject Reality Grab A Video\n10:44 Commonwealth Bank Penawaran Saham Publik\n10:59 Subaru Liberty\n11:29 Riders Jeans\n11:44 Trailer Mission: Impossible\n11:59 Repco\n12:44 Ban Kumho\n13:14 Pasar The Rocks Sydney\n13:44 Cepacol Rapid Pain Relief\n14:14 Paket McValue Besar McDonald's dengan Cadbury Timeout Bar Gratis\n14:44 Repco\n14:59 Nescafe Blend 43\n15:44 Asuransi Mobil NRMA\n16:29 Mobil CardXpress\n16:59 Schick FX Performer\n17:29 Trailer The Cable Guy\n17:44 Burger McBreakfast McDonald's\n17:59 Album Alanis Morissette Jagged Little Pill\n18:29 Optus Vision - Saluran Jaringan Film\n18:59 Perawatan Hewan Peliharaan\n19:29 Suncorp\n\nPeralatan:\nVCR - JVC HR-J655EA.\n\nDiambil dari kaset VHS ACME E-180 yang direkam dengan kecepatan SP.\n\nDirekam dengan perekam hard drive Panasonic DMR-BWT955 dalam kualitas XP. Diedit dan dienkode di Adobe Premiere Pro dan VirtualDub2.\n\n__________________________________________________________________\nMedia Sosial\nX (sebelumnya Twitter):   / zampakid  \nInstagram:   / zampakid  \nBluesky: https://bsky.app/profile/zampakid.bsk...\nOdysee: https://odysee.com/\n\n#OnThisDay", "post_id": "Sf3NpA4Kq4s"}}, {"key": "Zampakid", "attributes": {"label": "Zampakid", "x": 404.8964681316106, "y": 26.52940789562319, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 37.9186, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "Sf3NpA4Kq4s", "id": "Zampakid", "source": "youtube-000001", "content": "Iklan TV Australia (TCN-9 Sydney, 17/6/1996)\n\nDirekam dari Channel Nine Sydney pada hari Senin, 17 Juni 1996.\n\nDaftar Isi:\n0:00 Promosi Selai Keluarga Hebat Cottee\n0:15 Pusat Ban Bridgestone\n0:30 Ford - Obral Cuci Gudang Setengah Tahun\n1:00 OPSM\n1:30 BT Funds Management\n1:59 Commonwealth Bank\n2:30 Vegemite (Vegemite Kecil yang Bahagia!)\n3:00 Coca-Cola\n3:30 Ansett Australia\n3:59 Sony PlayStation\n4:29 Pizza Hut\n4:59 Ski New Zealand\n5:29 BT Funds Management\n5:59 Jeep Grand Cherokee\n6:29 Levi's\n6:59 Optus\n7:59 Iklan Baris Think Big Herald\n8:29 Penawaran Saham Publik Commonwealth Bank\n9:14 Reebok\n9:44 Qantas\n10:14 Rheem\n10:29 Eject Reality Grab A Video\n10:44 Commonwealth Bank Penawaran Saham Publik\n10:59 Subaru Liberty\n11:29 Riders Jeans\n11:44 Trailer Mission: Impossible\n11:59 Repco\n12:44 Ban Kumho\n13:14 Pasar The Rocks Sydney\n13:44 Cepacol Rapid Pain Relief\n14:14 Paket McValue Besar McDonald's dengan Cadbury Timeout Bar Gratis\n14:44 Repco\n14:59 Nescafe Blend 43\n15:44 Asuransi Mobil NRMA\n16:29 Mobil CardXpress\n16:59 Schick FX Performer\n17:29 Trailer The Cable Guy\n17:44 Burger McBreakfast McDonald's\n17:59 Album Alanis Morissette Jagged Little Pill\n18:29 Optus Vision - Saluran Jaringan Film\n18:59 Perawatan Hewan Peliharaan\n19:29 Suncorp\n\nPeralatan:\nVCR - JVC HR-J655EA.\n\nDiambil dari kaset VHS ACME E-180 yang direkam dengan kecepatan SP.\n\nDirekam dengan perekam hard drive Panasonic DMR-BWT955 dalam kualitas XP. Diedit dan dienkode di Adobe Premiere Pro dan VirtualDub2.\n\n__________________________________________________________________\nMedia Sosial\nX (sebelumnya Twitter):   / zampakid  \nInstagram:   / zampakid  \nBluesky: https://bsky.app/profile/zampakid.bsk...\nOdysee: https://odysee.com/\n\n#OnThisDay", "post_id": "Sf3NpA4Kq4s"}}], "edges": [{"key": "infotibuahbatu", "source": "infotibuahbatu", "target": "infotimedia", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "infotibuahbatu", "source": "infotibuahbatu", "target": "infotibandung", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "infotibuahbatu", "source": "infotibuahbatu", "target": "infotimohtoha", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "infotibuahbatu", "source": "infotibuahbatu", "target": "infobandungselatan_", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "infotibuahbatu", "source": "infotibuahbatu", "target": "infoticibaduyut", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "infotibuahbatu", "source": "infotibuahbatu", "target": "infotibanjaran.id", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "infotibuahbatu", "source": "infotibuahbatu", "target": "infotipameungpeukbdg", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "infotibuahbatu", "source": "infotibuahbatu", "target": "infotibuahbatu", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "infotibuahbatu", "source": "infotibuahbatu", "target": "infotikatapang", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "infotibuahbatu", "source": "infotibuahbatu", "target": "infotirancaekek", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "infotibuahbatu", "source": "infotibuahbatu", "target": "infoticimaung.id", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "infotibuahbatu", "source": "infotibuahbatu", "target": "infotisoreang", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "infotibuahbatu", "source": "infotibuahbatu", "target": "infoticiparay_", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "habar_hanyar_nusantara", "source": "habar_hanyar_nusantara", "target": "herdinhdyt", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "samarinda.reels", "source": "samarinda.reels", "target": "herdinhdyt", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "samarinda.reels", "source": "samarinda.reels", "target": "ogstore.samarinda", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "info_samarinda_", "source": "info_samarinda_", "target": "gerbangsamarinda", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "infobdgbaratcimahi", "source": "infobdgbaratcimahi", "target": "infobdgbaratcimahi", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "infotimohtoha", "source": "infotimohtoha", "target": "infotimedia", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "infotimohtoha", "source": "infotimohtoha", "target": "infotibandung", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "infotimohtoha", "source": "infotimohtoha", "target": "infotimohtoha", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "infotimohtoha", "source": "infotimohtoha", "target": "infobandungselatan_", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "infotimohtoha", "source": "infotimohtoha", "target": "infoticibaduyut", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "infotimohtoha", "source": "infotimohtoha", "target": "infotibanjaran.id", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "infotimohtoha", "source": "infotimohtoha", "target": "infotipameungpeukbdg", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "infotimohtoha", "source": "infotimohtoha", "target": "infotibuahbatu", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "infotimohtoha", "source": "infotimohtoha", "target": "infotikatapang", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "infotimohtoha", "source": "infotimohtoha", "target": "infotirancaekek", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "infotimohtoha", "source": "infotimohtoha", "target": "infoticimaung.id", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "infotimohtoha", "source": "infotimohtoha", "target": "infotisoreang", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "infotimohtoha", "source": "infotimohtoha", "target": "infoticiparay_", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "infotibandung", "source": "infotibandung", "target": "infotimedia", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "infotibandung", "source": "infotibandung", "target": "infotibandung", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "infotibandung", "source": "infotibandung", "target": "infotimohtoha", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "infotibandung", "source": "infotibandung", "target": "infobandungselatan_", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "infotibandung", "source": "infotibandung", "target": "infoticibaduyut", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "infotibandung", "source": "infotibandung", "target": "infotibanjaran.id", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "infotibandung", "source": "infotibandung", "target": "infotipameungpeukbdg", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "infotibandung", "source": "infotibandung", "target": "infotibuahbatu", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "infotibandung", "source": "infotibandung", "target": "infotikatapang", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "infotibandung", "source": "infotibandung", "target": "infotirancaekek", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "infotibandung", "source": "infotibandung", "target": "infoticimaung.id", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "infotibandung", "source": "infotibandung", "target": "infotisoreang", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "infotibandung", "source": "infotibandung", "target": "infoticiparay_", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "joe_andaresta", "source": "joe_andaresta", "target": "GLATRA", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "siaktelevisinews", "source": "siaktelevisinews", "target": "Afni.Z", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "siaktelevisinews", "source": "siaktelevisinews", "target": "Syamsurizalbudi", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "siaktelevisinews", "source": "siaktelevisinews", "target": "Diskominfo", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "siaktelevisinews", "source": "siaktelevisinews", "target": "Ecy", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "siaktelevisinews", "source": "siaktelevisinews", "target": "Dato", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "siaktelevisinews", "source": "siaktelevisinews", "target": "sitisarifahsyamsurizal", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "@Michael-Girdley", "source": "@Michael-Girdley", "target": "Michael", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@Michael-Girdley", "source": "@Michael-Girdley", "target": "acquisitionsanonymouspodcast", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@Zampakid", "source": "@Zampakid", "target": "Zampakid", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}]}