{"nodes": [{"key": "habar_hanyar_nusantara", "attributes": {"label": "habar_hanyar_nusantara", "x": 808.4773936002125, "y": 582.5826605365089, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 86.5801, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "3922639806138480067_65378288960", "id": "habar_hanyar_nusantara", "source": "instagram-000001", "content": "gimana tanggapan pian wall?\n\nSAMARINDA – Aksi unjuk rasa yang berlangsung di kawasan Jembatan Mahakam, Samarinda, Kamis (18/6), tidak hanya menyebabkan kemacetan lalu lintas, tetapi juga berdampak langsung terhadap aktivitas para pengemudi ojek online (ojol). Penutupan dan pengalihan arus kendaraan membuat para pengemudi harus mencari jalur alternatif yang lebih jauh untuk tetap dapat melayani pelanggan.\n\nBagi pengemudi ojol, gangguan lalu lintas bukan sekadar persoalan kemacetan. Setiap keterlambatan berpotensi menyebabkan hilangnya pesanan dan berkurangnya pendapatan harian. Di tengah tuntutan pekerjaan yang mengharuskan mereka cepat dan tepat waktu, kondisi jalan yang tersendat menjadi tantangan tersendiri dalam menjalankan profesi mereka.\n\nSituasi tersebut semakin berat karena biaya operasional yang masih tinggi. Harga bahan bakar minyak (BBM) yang belum sepenuhnya stabil membuat sebagian pengemudi memilih menggunakan Pertalite untuk menekan pengeluaran. Namun, pilihan itu juga memiliki konsekuensi berupa waktu antre yang lebih lama di sejumlah SPBU, sehingga mengurangi waktu produktif mereka di jalan.\n\nKetika jalur utama seperti kawasan Jembatan Mahakam mengalami penutupan atau pembatasan akses, pengemudi terpaksa memutar melalui rute alternatif yang lebih jauh. Akibatnya, konsumsi BBM meningkat dan biaya operasional harian bertambah. Kondisi tersebut dirasakan langsung oleh para pengemudi yang menggantungkan penghasilan dari jumlah perjalanan yang dapat mereka selesaikan setiap hari.\n\nDi tengah situasi itu, sejumlah pengemudi berharap berbagai kegiatan yang berpotensi mengganggu arus lalu lintas dapat mempertimbangkan dampaknya terhadap masyarakat yang bekerja di jalan. Bagi para pengemudi ojol, waktu adalah sumber penghasilan. Di balik helm dan jaket yang mereka kenakan, terdapat tanggung jawab besar untuk memenuhi kebutuhan keluarga yang bergantung pada hasil kerja mereka setiap hari.\n\nSc:", "post_id": "3922639806138480067_65378288960"}}, {"key": "herdinhdyt", "attributes": {"label": "herdinhdyt", "x": 613.3906466313791, "y": 592.0014930758698, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 160.1732, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "3922639806138480067_65378288960", "id": "herdinhdyt", "source": "instagram-000001", "content": "gimana tanggapan pian wall?\n\nSAMARINDA – Aksi unjuk rasa yang berlangsung di kawasan Jembatan Mahakam, Samarinda, Kamis (18/6), tidak hanya menyebabkan kemacetan lalu lintas, tetapi juga berdampak langsung terhadap aktivitas para pengemudi ojek online (ojol). Penutupan dan pengalihan arus kendaraan membuat para pengemudi harus mencari jalur alternatif yang lebih jauh untuk tetap dapat melayani pelanggan.\n\nBagi pengemudi ojol, gangguan lalu lintas bukan sekadar persoalan kemacetan. Setiap keterlambatan berpotensi menyebabkan hilangnya pesanan dan berkurangnya pendapatan harian. Di tengah tuntutan pekerjaan yang mengharuskan mereka cepat dan tepat waktu, kondisi jalan yang tersendat menjadi tantangan tersendiri dalam menjalankan profesi mereka.\n\nSituasi tersebut semakin berat karena biaya operasional yang masih tinggi. Harga bahan bakar minyak (BBM) yang belum sepenuhnya stabil membuat sebagian pengemudi memilih menggunakan Pertalite untuk menekan pengeluaran. Namun, pilihan itu juga memiliki konsekuensi berupa waktu antre yang lebih lama di sejumlah SPBU, sehingga mengurangi waktu produktif mereka di jalan.\n\nKetika jalur utama seperti kawasan Jembatan Mahakam mengalami penutupan atau pembatasan akses, pengemudi terpaksa memutar melalui rute alternatif yang lebih jauh. Akibatnya, konsumsi BBM meningkat dan biaya operasional harian bertambah. Kondisi tersebut dirasakan langsung oleh para pengemudi yang menggantungkan penghasilan dari jumlah perjalanan yang dapat mereka selesaikan setiap hari.\n\nDi tengah situasi itu, sejumlah pengemudi berharap berbagai kegiatan yang berpotensi mengganggu arus lalu lintas dapat mempertimbangkan dampaknya terhadap masyarakat yang bekerja di jalan. Bagi para pengemudi ojol, waktu adalah sumber penghasilan. Di balik helm dan jaket yang mereka kenakan, terdapat tanggung jawab besar untuk memenuhi kebutuhan keluarga yang bergantung pada hasil kerja mereka setiap hari.\n\nSc:", "post_id": "3922639806138480067_65378288960"}}, {"key": "@KisahDianita", "attributes": {"label": "@KisahDianita", "x": 162.90477511976863, "y": 300.7851374525113, "size": 15.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 86.5801, "eigenvector": 250.0, "in_degree": 0, "out_degree": 3, "degree": 3}, "_id": "dABSmM7WBNM", "id": "@KisahDianita", "source": "youtube-000001", "content": "Pak Mulyono: Driver Gojek No. 001 di Dunia, Sahabat Nadiem Makarim\n\nTahukah kamu siapa orang pertama yang menggunakan jaket hijau Gojek di jalanan Jakarta? Dia adalah Pak Mulyono, driver dengan nomor registrasi 001.\n\nDi video ini, Kisah Dianita mengajak kamu menelusuri memori awal berdirinya Gojek dari sudut pandang sang pionir. Mulai dari perjuangan Pak Mulyono mencari orderan pertama yang penuh tantangan, hingga bagaimana ia menyaksikan transformasi Gojek dari sekadar call center menjadi raksasa teknologi.\n\nSimak kisah inspiratif tentang kesetiaan, kerja keras, dan dedikasi seorang \"legenda hidup\" aspal Indonesia yang tetap rendah hati meski namanya tercatat dalam sejarah startup tanah air.\n\nApa yang kamu pelajari di video ini:\nAwal mula Pak Mulyono bergabung dengan Gojek tahun 2010.\nSuka duka menjadi driver ojol pertama di tengah persaingan ojek pangkalan.\nHubungan emosional Pak Mulyono dengan perkembangan teknologi di Indonesia.\nPesan bijak untuk para pejuang nafkah di jalanan.\n\nJangan lupa dukung channel ini dengan cara Like, Share, dan Subscribe untuk konten-konten inspiratif lainnya!\n\nTerima kasih kepada:\n‪‬    • PAK MUL DRIVER GOJEK PERTAMA DI DUNIA  \n‪‬    • Nadiem Diduga Dikriminalisasi? Driver Goje...  \n⁨‪‬    • Momen Haru di Praperadilan, Driver 001 Goj...  \n\n#MulyonoGojek #Gojek001 #KisahInspiratif #SejarahGojek #DriverOjol #KisahDianita #TokohInspiratif #OjekOnline", "post_id": "dABSmM7WBNM"}}, {"key": "fikriahmadbaihaqi", "attributes": {"label": "fikriahmadbaihaqi", "x": 31.17235938255536, "y": 168.8321211501873, "size": 15.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 111.1111, "eigenvector": 250.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "dABSmM7WBNM", "id": "fikriahmadbaihaqi", "source": "youtube-000001", "content": "Pak Mulyono: Driver Gojek No. 001 di Dunia, Sahabat Nadiem Makarim\n\nTahukah kamu siapa orang pertama yang menggunakan jaket hijau Gojek di jalanan Jakarta? Dia adalah Pak Mulyono, driver dengan nomor registrasi 001.\n\nDi video ini, Kisah Dianita mengajak kamu menelusuri memori awal berdirinya Gojek dari sudut pandang sang pionir. Mulai dari perjuangan Pak Mulyono mencari orderan pertama yang penuh tantangan, hingga bagaimana ia menyaksikan transformasi Gojek dari sekadar call center menjadi raksasa teknologi.\n\nSimak kisah inspiratif tentang kesetiaan, kerja keras, dan dedikasi seorang \"legenda hidup\" aspal Indonesia yang tetap rendah hati meski namanya tercatat dalam sejarah startup tanah air.\n\nApa yang kamu pelajari di video ini:\nAwal mula Pak Mulyono bergabung dengan Gojek tahun 2010.\nSuka duka menjadi driver ojol pertama di tengah persaingan ojek pangkalan.\nHubungan emosional Pak Mulyono dengan perkembangan teknologi di Indonesia.\nPesan bijak untuk para pejuang nafkah di jalanan.\n\nJangan lupa dukung channel ini dengan cara Like, Share, dan Subscribe untuk konten-konten inspiratif lainnya!\n\nTerima kasih kepada:\n‪‬    • PAK MUL DRIVER GOJEK PERTAMA DI DUNIA  \n‪‬    • Nadiem Diduga Dikriminalisasi? Driver Goje...  \n⁨‪‬    • Momen Haru di Praperadilan, Driver 001 Goj...  \n\n#MulyonoGojek #Gojek001 #KisahInspiratif #SejarahGojek #DriverOjol #KisahDianita #TokohInspiratif #OjekOnline", "post_id": "dABSmM7WBNM"}}, {"key": "LawyerPakar", "attributes": {"label": "LawyerPakar", "x": 78.84006881779659, "y": 31.914741578830895, "size": 15.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 111.1111, "eigenvector": 250.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "dABSmM7WBNM", "id": "LawyerPakar", "source": "youtube-000001", "content": "Pak Mulyono: Driver Gojek No. 001 di Dunia, Sahabat Nadiem Makarim\n\nTahukah kamu siapa orang pertama yang menggunakan jaket hijau Gojek di jalanan Jakarta? Dia adalah Pak Mulyono, driver dengan nomor registrasi 001.\n\nDi video ini, Kisah Dianita mengajak kamu menelusuri memori awal berdirinya Gojek dari sudut pandang sang pionir. Mulai dari perjuangan Pak Mulyono mencari orderan pertama yang penuh tantangan, hingga bagaimana ia menyaksikan transformasi Gojek dari sekadar call center menjadi raksasa teknologi.\n\nSimak kisah inspiratif tentang kesetiaan, kerja keras, dan dedikasi seorang \"legenda hidup\" aspal Indonesia yang tetap rendah hati meski namanya tercatat dalam sejarah startup tanah air.\n\nApa yang kamu pelajari di video ini:\nAwal mula Pak Mulyono bergabung dengan Gojek tahun 2010.\nSuka duka menjadi driver ojol pertama di tengah persaingan ojek pangkalan.\nHubungan emosional Pak Mulyono dengan perkembangan teknologi di Indonesia.\nPesan bijak untuk para pejuang nafkah di jalanan.\n\nJangan lupa dukung channel ini dengan cara Like, Share, dan Subscribe untuk konten-konten inspiratif lainnya!\n\nTerima kasih kepada:\n‪‬    • PAK MUL DRIVER GOJEK PERTAMA DI DUNIA  \n‪‬    • Nadiem Diduga Dikriminalisasi? Driver Goje...  \n⁨‪‬    • Momen Haru di Praperadilan, Driver 001 Goj...  \n\n#MulyonoGojek #Gojek001 #KisahInspiratif #SejarahGojek #DriverOjol #KisahDianita #TokohInspiratif #OjekOnline", "post_id": "dABSmM7WBNM"}}, {"key": "kompascom", "attributes": {"label": "kompascom", "x": 664.099687535392, "y": 273.79290091432574, "size": 15.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 111.1111, "eigenvector": 250.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "dABSmM7WBNM", "id": "kompascom", "source": "youtube-000001", "content": "Pak Mulyono: Driver Gojek No. 001 di Dunia, Sahabat Nadiem Makarim\n\nTahukah kamu siapa orang pertama yang menggunakan jaket hijau Gojek di jalanan Jakarta? Dia adalah Pak Mulyono, driver dengan nomor registrasi 001.\n\nDi video ini, Kisah Dianita mengajak kamu menelusuri memori awal berdirinya Gojek dari sudut pandang sang pionir. Mulai dari perjuangan Pak Mulyono mencari orderan pertama yang penuh tantangan, hingga bagaimana ia menyaksikan transformasi Gojek dari sekadar call center menjadi raksasa teknologi.\n\nSimak kisah inspiratif tentang kesetiaan, kerja keras, dan dedikasi seorang \"legenda hidup\" aspal Indonesia yang tetap rendah hati meski namanya tercatat dalam sejarah startup tanah air.\n\nApa yang kamu pelajari di video ini:\nAwal mula Pak Mulyono bergabung dengan Gojek tahun 2010.\nSuka duka menjadi driver ojol pertama di tengah persaingan ojek pangkalan.\nHubungan emosional Pak Mulyono dengan perkembangan teknologi di Indonesia.\nPesan bijak untuk para pejuang nafkah di jalanan.\n\nJangan lupa dukung channel ini dengan cara Like, Share, dan Subscribe untuk konten-konten inspiratif lainnya!\n\nTerima kasih kepada:\n‪‬    • PAK MUL DRIVER GOJEK PERTAMA DI DUNIA  \n‪‬    • Nadiem Diduga Dikriminalisasi? Driver Goje...  \n⁨‪‬    • Momen Haru di Praperadilan, Driver 001 Goj...  \n\n#MulyonoGojek #Gojek001 #KisahInspiratif #SejarahGojek #DriverOjol #KisahDianita #TokohInspiratif #OjekOnline", "post_id": "dABSmM7WBNM"}}, {"key": "@NasCreativy", "attributes": {"label": "@NasCreativy", "x": 58.64604244158023, "y": 861.0189866003876, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 86.5801, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "nVF_-6n35is", "id": "@NasCreativy", "source": "youtube-000001", "content": "APAKAH SEJARAH GELAP ITU AKAN TERULANG KEMBALI?\n\nApakah Indonesia di ambang 98 Jilid Dua? Dengan melihat kondisi ekonomi, isu kelas menengah yang turun kelas, hingga tensi politik hari ini, banyak pihak mulai membandingkan situasi sekarang dengan tragedi Reformasi 1998. Tapi, apakah sejarah kelam itu benar-benar akan terulang?\n\nDalam video ini, kita akan membedah secara mendalam dan objektif mengenai peluang terjadinya krisis besar di Indonesia. Kita akan membandingkan variabel tahun 1998 vs kondisi hari ini mulai dari ketahanan sistem perbankan, soliditas aparat, hingga peran krusial Media Sosial dan AI yang tidak ada di zaman Orde Baru.\n\nLebih dari itu, kita juga akan membahas skenario mengerikan jika ketidakstabilan benar-benar terjadi, termasuk potensi \"Digital Lockdown\" yang bisa melumpuhkan QRIS, Ojol, dan ekonomi digital Anda dalam hitungan menit!\n\nTonton video ini sampai habis untuk memahami apakah kita harus optimis atau justru bersiap menghadapi \"The Silent Crisis\"\n\n#Indonesia #KrisisEkonomi #Reformasi98 #GenZ #PolitikIndonesia #AnalisisEkonomi #SejarahIndonesia #KelasMenengah\n\n_________________________________________________________________________________\n\nChannel Backup Nas Creativy    /   \n\nSebuah musik yang luar biasa dari:\n‪‬  & Epidemic Sound\n\nBahan Bacaan: \n\nhttps://docs.google.com/document/d/1o...\n__________________\nNote; \nSeluruh footage video ataupun gambar dalam video ini diambil dari berbagai sumber, jika terdapa footage yang dirasa perlu untuk didiskusikan silakan kontak ke; darkhistorynas", "post_id": "nVF_-6n35is"}}, {"key": "nasdarkhistory", "attributes": {"label": "nasdarkhistory", "x": 909.6645158528204, "y": 688.3624837702729, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 123.3766, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "nVF_-6n35is", "id": "nasdarkhistory", "source": "youtube-000001", "content": "APAKAH SEJARAH GELAP ITU AKAN TERULANG KEMBALI?\n\nApakah Indonesia di ambang 98 Jilid Dua? Dengan melihat kondisi ekonomi, isu kelas menengah yang turun kelas, hingga tensi politik hari ini, banyak pihak mulai membandingkan situasi sekarang dengan tragedi Reformasi 1998. Tapi, apakah sejarah kelam itu benar-benar akan terulang?\n\nDalam video ini, kita akan membedah secara mendalam dan objektif mengenai peluang terjadinya krisis besar di Indonesia. Kita akan membandingkan variabel tahun 1998 vs kondisi hari ini mulai dari ketahanan sistem perbankan, soliditas aparat, hingga peran krusial Media Sosial dan AI yang tidak ada di zaman Orde Baru.\n\nLebih dari itu, kita juga akan membahas skenario mengerikan jika ketidakstabilan benar-benar terjadi, termasuk potensi \"Digital Lockdown\" yang bisa melumpuhkan QRIS, Ojol, dan ekonomi digital Anda dalam hitungan menit!\n\nTonton video ini sampai habis untuk memahami apakah kita harus optimis atau justru bersiap menghadapi \"The Silent Crisis\"\n\n#Indonesia #KrisisEkonomi #Reformasi98 #GenZ #PolitikIndonesia #AnalisisEkonomi #SejarahIndonesia #KelasMenengah\n\n_________________________________________________________________________________\n\nChannel Backup Nas Creativy    /   \n\nSebuah musik yang luar biasa dari:\n‪‬  & Epidemic Sound\n\nBahan Bacaan: \n\nhttps://docs.google.com/document/d/1o...\n__________________\nNote; \nSeluruh footage video ataupun gambar dalam video ini diambil dari berbagai sumber, jika terdapa footage yang dirasa perlu untuk didiskusikan silakan kontak ke; darkhistorynas", "post_id": "nVF_-6n35is"}}, {"key": "WhiteBatAudio", "attributes": {"label": "WhiteBatAudio", "x": 599.3524586478953, "y": 854.0514809916288, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 123.3766, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "nVF_-6n35is", "id": "WhiteBatAudio", "source": "youtube-000001", "content": "APAKAH SEJARAH GELAP ITU AKAN TERULANG KEMBALI?\n\nApakah Indonesia di ambang 98 Jilid Dua? Dengan melihat kondisi ekonomi, isu kelas menengah yang turun kelas, hingga tensi politik hari ini, banyak pihak mulai membandingkan situasi sekarang dengan tragedi Reformasi 1998. Tapi, apakah sejarah kelam itu benar-benar akan terulang?\n\nDalam video ini, kita akan membedah secara mendalam dan objektif mengenai peluang terjadinya krisis besar di Indonesia. Kita akan membandingkan variabel tahun 1998 vs kondisi hari ini mulai dari ketahanan sistem perbankan, soliditas aparat, hingga peran krusial Media Sosial dan AI yang tidak ada di zaman Orde Baru.\n\nLebih dari itu, kita juga akan membahas skenario mengerikan jika ketidakstabilan benar-benar terjadi, termasuk potensi \"Digital Lockdown\" yang bisa melumpuhkan QRIS, Ojol, dan ekonomi digital Anda dalam hitungan menit!\n\nTonton video ini sampai habis untuk memahami apakah kita harus optimis atau justru bersiap menghadapi \"The Silent Crisis\"\n\n#Indonesia #KrisisEkonomi #Reformasi98 #GenZ #PolitikIndonesia #AnalisisEkonomi #SejarahIndonesia #KelasMenengah\n\n_________________________________________________________________________________\n\nChannel Backup Nas Creativy    /   \n\nSebuah musik yang luar biasa dari:\n‪‬  & Epidemic Sound\n\nBahan Bacaan: \n\nhttps://docs.google.com/document/d/1o...\n__________________\nNote; \nSeluruh footage video ataupun gambar dalam video ini diambil dari berbagai sumber, jika terdapa footage yang dirasa perlu untuk didiskusikan silakan kontak ke; darkhistorynas", "post_id": "nVF_-6n35is"}}], "edges": [{"key": "habar_hanyar_nusantara", "source": "habar_hanyar_nusantara", "target": "herdinhdyt", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "@KisahDianita", "source": "@KisahDianita", "target": "fikriahmadbaihaqi", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@KisahDianita", "source": "@KisahDianita", "target": "LawyerPakar", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@KisahDianita", "source": "@KisahDianita", "target": "kompascom", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@NasCreativy", "source": "@NasCreativy", "target": "nasdarkhistory", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@NasCreativy", "source": "@NasCreativy", "target": "WhiteBatAudio", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}]}