{"nodes": [{"key": "habar_hanyar_nusantara", "attributes": {"label": "habar_hanyar_nusantara", "x": 619.4143142150373, "y": 739.3441338267535, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 23.3491, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "3922639806138480067_65378288960", "id": "habar_hanyar_nusantara", "source": "instagram-000001", "content": "gimana tanggapan pian wall?\n\nSAMARINDA – Aksi unjuk rasa yang berlangsung di kawasan Jembatan Mahakam, Samarinda, Kamis (18/6), tidak hanya menyebabkan kemacetan lalu lintas, tetapi juga berdampak langsung terhadap aktivitas para pengemudi ojek online (ojol). Penutupan dan pengalihan arus kendaraan membuat para pengemudi harus mencari jalur alternatif yang lebih jauh untuk tetap dapat melayani pelanggan.\n\nBagi pengemudi ojol, gangguan lalu lintas bukan sekadar persoalan kemacetan. Setiap keterlambatan berpotensi menyebabkan hilangnya pesanan dan berkurangnya pendapatan harian. Di tengah tuntutan pekerjaan yang mengharuskan mereka cepat dan tepat waktu, kondisi jalan yang tersendat menjadi tantangan tersendiri dalam menjalankan profesi mereka.\n\nSituasi tersebut semakin berat karena biaya operasional yang masih tinggi. Harga bahan bakar minyak (BBM) yang belum sepenuhnya stabil membuat sebagian pengemudi memilih menggunakan Pertalite untuk menekan pengeluaran. Namun, pilihan itu juga memiliki konsekuensi berupa waktu antre yang lebih lama di sejumlah SPBU, sehingga mengurangi waktu produktif mereka di jalan.\n\nKetika jalur utama seperti kawasan Jembatan Mahakam mengalami penutupan atau pembatasan akses, pengemudi terpaksa memutar melalui rute alternatif yang lebih jauh. Akibatnya, konsumsi BBM meningkat dan biaya operasional harian bertambah. Kondisi tersebut dirasakan langsung oleh para pengemudi yang menggantungkan penghasilan dari jumlah perjalanan yang dapat mereka selesaikan setiap hari.\n\nDi tengah situasi itu, sejumlah pengemudi berharap berbagai kegiatan yang berpotensi mengganggu arus lalu lintas dapat mempertimbangkan dampaknya terhadap masyarakat yang bekerja di jalan. Bagi para pengemudi ojol, waktu adalah sumber penghasilan. Di balik helm dan jaket yang mereka kenakan, terdapat tanggung jawab besar untuk memenuhi kebutuhan keluarga yang bergantung pada hasil kerja mereka setiap hari.\n\nSc:", "post_id": "3922639806138480067_65378288960"}}, {"key": "herdinhdyt", "attributes": {"label": "herdinhdyt", "x": 17.88100014565519, "y": 522.1846609793392, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 72.9659, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 3, "out_degree": 0, "degree": 3}, "_id": "3922639806138480067_65378288960", "id": "herdinhdyt", "source": "instagram-000001", "content": "gimana tanggapan pian wall?\n\nSAMARINDA – Aksi unjuk rasa yang berlangsung di kawasan Jembatan Mahakam, Samarinda, Kamis (18/6), tidak hanya menyebabkan kemacetan lalu lintas, tetapi juga berdampak langsung terhadap aktivitas para pengemudi ojek online (ojol). Penutupan dan pengalihan arus kendaraan membuat para pengemudi harus mencari jalur alternatif yang lebih jauh untuk tetap dapat melayani pelanggan.\n\nBagi pengemudi ojol, gangguan lalu lintas bukan sekadar persoalan kemacetan. Setiap keterlambatan berpotensi menyebabkan hilangnya pesanan dan berkurangnya pendapatan harian. Di tengah tuntutan pekerjaan yang mengharuskan mereka cepat dan tepat waktu, kondisi jalan yang tersendat menjadi tantangan tersendiri dalam menjalankan profesi mereka.\n\nSituasi tersebut semakin berat karena biaya operasional yang masih tinggi. Harga bahan bakar minyak (BBM) yang belum sepenuhnya stabil membuat sebagian pengemudi memilih menggunakan Pertalite untuk menekan pengeluaran. Namun, pilihan itu juga memiliki konsekuensi berupa waktu antre yang lebih lama di sejumlah SPBU, sehingga mengurangi waktu produktif mereka di jalan.\n\nKetika jalur utama seperti kawasan Jembatan Mahakam mengalami penutupan atau pembatasan akses, pengemudi terpaksa memutar melalui rute alternatif yang lebih jauh. Akibatnya, konsumsi BBM meningkat dan biaya operasional harian bertambah. Kondisi tersebut dirasakan langsung oleh para pengemudi yang menggantungkan penghasilan dari jumlah perjalanan yang dapat mereka selesaikan setiap hari.\n\nDi tengah situasi itu, sejumlah pengemudi berharap berbagai kegiatan yang berpotensi mengganggu arus lalu lintas dapat mempertimbangkan dampaknya terhadap masyarakat yang bekerja di jalan. Bagi para pengemudi ojol, waktu adalah sumber penghasilan. Di balik helm dan jaket yang mereka kenakan, terdapat tanggung jawab besar untuk memenuhi kebutuhan keluarga yang bergantung pada hasil kerja mereka setiap hari.\n\nSc:", "post_id": "3922639806138480067_65378288960"}}, {"key": "samarindasosmed", "attributes": {"label": "samarindasosmed", "x": 988.1534663832703, "y": 733.980674569742, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 23.3491, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "3922750768599647457_49800427471", "id": "samarindasosmed", "source": "instagram-000001", "content": "Aksi unjuk rasa yang berlangsung di depan Jembatan Mahakam I, Samarinda, Kamis (18/6), tak hanya menyebabkan kemacetan panjang, tetapi juga berdampak pada para pengemudi ojek online yang menggantungkan penghasilan dari kecepatan dan ketepatan waktu. Penutupan jalur utama membuat mereka harus memutar lebih jauh, sehingga biaya operasional meningkat di tengah harga BBM yang masih tinggi.\n\nKondisi tersebut membuat banyak pengemudi terancam kehilangan pesanan dan pendapatan. Bahkan, sebagian terpaksa beralih dari Pertamax ke Pertalite demi menghemat pengeluaran, meski harus menghabiskan waktu lebih lama mengantre di SPBU. Bagi para “pejuang keluarga” ini, setiap menit di jalan sangat berarti demi memenuhi kebutuhan anak dan istri di rumah.\n\nPesan moral: Dalam setiap peristiwa, penting untuk tetap memperhatikan hak dan kepentingan masyarakat lain. Di balik helm dan jaket para pengemudi ojek online, ada perjuangan besar dan tanggung jawab terhadap keluarga yang harus dihargai bersama.\n\nVideo Repost ;  \n\n#kalimantantimur \n#samarinda\n#viralreels \n#sorotan\n#samarindasosmed", "post_id": "3922750768599647457_49800427471"}}, {"key": "samarinda.reels", "attributes": {"label": "samarinda.reels", "x": 731.8379008391161, "y": 830.531373229156, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 23.3491, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "3922595287612103997_10355815151", "id": "samarinda.reels", "source": "instagram-000001", "content": "Samarinda - Aksi unjuk rasa yang digelar di depan Jembatan Mahakam, Samarinda, Kamis (18/6), tidak hanya menimbulkan kemacetan, tetapi juga memukul aktivitas para pengemudi ojek online yang menggantungkan hidup dari kecepatan dan ketepatan waktu.\n\nBagi pengemudi ojol, gangguan arus lalu lintas bukan sekadar soal memutar mencari jalan alternatif untuk menghindari kemacetan. Setiap menit keterlambatan berarti potensi hilangnya pesanan dan pendapatan. Pekerjaan mereka dituntut kedisiplinan tinggi karena kecepatan dan ketepatan waktu adalah kewajiban utama dalam melayani pelanggan.\n\nSituasi ini diperparah kondisi harga Bahan Bakar Minyak yang masih tinggi. Banyak pengemudi ojol terpaksa beralih dari Pertamax ke Pertalite demi menekan biaya operasional. Namun konsekuensinya, mereka harus menghabiskan waktu lebih lama untuk mengantre di SPBU.\n\nKetika jalur utama ditutup dan harus mencari rute memutar yang jauh, konsumsi BBM otomatis meningkat. Beban ini langsung dirasakan oleh para “pejuang keluarga” yang sehari-hari mengaspal demi menghidupi anak istri.\n\nWajar jika mereka akhirnya bersuara. Di balik helm dan jaket ojol, ada tanggung jawab besar yang mereka pikul setiap hari di jalanan Samarinda.\n\nSc :  \n\nMau cari HP Baru atau Second Gak Perlu Mikir, Gak Perlu Pusing, Solusi Nya Ada Di OG STORE SAMARINDA 💯\n\nPantengin terus Story, Feed IG  untuk dapatkan gadget impian kamu dengan harga paling affordable dan berbagai pilihan payment sesuai budget kalian", "post_id": "3922595287612103997_10355815151"}}, {"key": "ogstore.samarinda", "attributes": {"label": "ogstore.samarinda", "x": 698.995502772201, "y": 100.41205332620096, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 33.2724, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "3922595287612103997_10355815151", "id": "ogstore.samarinda", "source": "instagram-000001", "content": "Samarinda - Aksi unjuk rasa yang digelar di depan Jembatan Mahakam, Samarinda, Kamis (18/6), tidak hanya menimbulkan kemacetan, tetapi juga memukul aktivitas para pengemudi ojek online yang menggantungkan hidup dari kecepatan dan ketepatan waktu.\n\nBagi pengemudi ojol, gangguan arus lalu lintas bukan sekadar soal memutar mencari jalan alternatif untuk menghindari kemacetan. Setiap menit keterlambatan berarti potensi hilangnya pesanan dan pendapatan. Pekerjaan mereka dituntut kedisiplinan tinggi karena kecepatan dan ketepatan waktu adalah kewajiban utama dalam melayani pelanggan.\n\nSituasi ini diperparah kondisi harga Bahan Bakar Minyak yang masih tinggi. Banyak pengemudi ojol terpaksa beralih dari Pertamax ke Pertalite demi menekan biaya operasional. Namun konsekuensinya, mereka harus menghabiskan waktu lebih lama untuk mengantre di SPBU.\n\nKetika jalur utama ditutup dan harus mencari rute memutar yang jauh, konsumsi BBM otomatis meningkat. Beban ini langsung dirasakan oleh para “pejuang keluarga” yang sehari-hari mengaspal demi menghidupi anak istri.\n\nWajar jika mereka akhirnya bersuara. Di balik helm dan jaket ojol, ada tanggung jawab besar yang mereka pikul setiap hari di jalanan Samarinda.\n\nSc :  \n\nMau cari HP Baru atau Second Gak Perlu Mikir, Gak Perlu Pusing, Solusi Nya Ada Di OG STORE SAMARINDA 💯\n\nPantengin terus Story, Feed IG  untuk dapatkan gadget impian kamu dengan harga paling affordable dan berbagai pilihan payment sesuai budget kalian", "post_id": "3922595287612103997_10355815151"}}, {"key": "info_samarinda_", "attributes": {"label": "info_samarinda_", "x": 34.272524023136185, "y": 737.399019861706, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 23.3491, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "3922221570275578472_12117539850", "id": "info_samarinda_", "source": "instagram-000001", "content": "Aksi demonstrasi yang berlangsung di kawasan Jembatan Mahakam, Samarinda, Kamis malam (18/6/2026), diwarnai adu mulut antara seorang pengemudi ojek online dan peserta aksi.\n\nInsiden tersebut terjadi saat arus lalu lintas mengalami kemacetan panjang akibat penutupan sebagian akses jalan selama aksi berlangsung. Driver ojol yang merasa aktivitas kerjanya terganggu menyampaikan protes karena sulit mendapatkan penumpang dan harus mengeluarkan biaya operasional tambahan.\n\n\"Saya demi Rp10 ribu, jalan ditutup, bensin habis,\" keluh pengemudi tersebut dalam video yang beredar di media sosial.\n\nSementara itu, salah satu peserta aksi menjelaskan bahwa demonstrasi dilakukan sebagai bentuk aspirasi masyarakat terkait isu kenaikan harga BBM dan kondisi ekonomi yang dinilai berdampak langsung pada kehidupan masyarakat luas.\n\nPeristiwa ini pun memunculkan beragam tanggapan dari warganet. Di satu sisi, masyarakat menghormati hak menyampaikan pendapat di muka umum. Namun di sisi lain, banyak yang berharap setiap aksi dapat dilakukan tanpa mengganggu aktivitas dan mata pencaharian warga yang bergantung pada kelancaran mobilitas sehari-hari.\n\n📍 Bagaimana menurut Anda? Apakah aksi penyampaian aspirasi seharusnya tetap mempertimbangkan dampaknya terhadap masyarakat pengguna jalan?\n\nSource ; \n#infosamarinda", "post_id": "3922221570275578472_12117539850"}}, {"key": "gerbangsamarinda", "attributes": {"label": "gerbangsamarinda", "x": 668.824159064998, "y": 615.9241082300019, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 43.1958, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "3922221570275578472_12117539850", "id": "gerbangsamarinda", "source": "instagram-000001", "content": "Aksi demonstrasi yang berlangsung di kawasan Jembatan Mahakam, Samarinda, Kamis malam (18/6/2026), diwarnai adu mulut antara seorang pengemudi ojek online dan peserta aksi.\n\nInsiden tersebut terjadi saat arus lalu lintas mengalami kemacetan panjang akibat penutupan sebagian akses jalan selama aksi berlangsung. Driver ojol yang merasa aktivitas kerjanya terganggu menyampaikan protes karena sulit mendapatkan penumpang dan harus mengeluarkan biaya operasional tambahan.\n\n\"Saya demi Rp10 ribu, jalan ditutup, bensin habis,\" keluh pengemudi tersebut dalam video yang beredar di media sosial.\n\nSementara itu, salah satu peserta aksi menjelaskan bahwa demonstrasi dilakukan sebagai bentuk aspirasi masyarakat terkait isu kenaikan harga BBM dan kondisi ekonomi yang dinilai berdampak langsung pada kehidupan masyarakat luas.\n\nPeristiwa ini pun memunculkan beragam tanggapan dari warganet. Di satu sisi, masyarakat menghormati hak menyampaikan pendapat di muka umum. Namun di sisi lain, banyak yang berharap setiap aksi dapat dilakukan tanpa mengganggu aktivitas dan mata pencaharian warga yang bergantung pada kelancaran mobilitas sehari-hari.\n\n📍 Bagaimana menurut Anda? Apakah aksi penyampaian aspirasi seharusnya tetap mempertimbangkan dampaknya terhadap masyarakat pengguna jalan?\n\nSource ; \n#infosamarinda", "post_id": "3922221570275578472_12117539850"}}, {"key": "tribunpapuaofficial", "attributes": {"label": "tribunpapuaofficial", "x": 829.2283304318294, "y": 220.431958092561, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 40.607, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 2, "degree": 3}, "_id": "3921311860222600396_45261924157", "id": "tribunpapuaofficial", "source": "instagram-000001", "content": "PT Pertamina Patra Niaga resmi melakukan penyesuaian harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi secara nasional mulai Rabu (17/6/2026).\n\nKenaikan harga tersebut berlaku untuk sejumlah produk BBM berkualitas, termasuk Pertamax dan Pertamax Green, setelah dilakukan evaluasi berkala yang mempertimbangkan perkembangan harga minyak mentah dunia serta harga pasar keekonomian.\n\nDi Kota Jayapura, kebijakan kenaikan harga BBM nonsubsidi itu menjadi perhatian masyarakat.\n\nPada hari pertama pemberlakuan harga baru, aktivitas pengisian BBM di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) tetap ramai.\n\nSalah satunya terlihat di SPBU Pertamina 83.991.01 Padang Bulan atau yang lebih dikenal masyarakat sebagai SPBU Ale-Ale, Distrik Heram, Kota Jayapura.\n\nPantauan Tribun Papua di lokasi menunjukkan antrean kendaraan masih terjadi sejak pagi hingga siang hari. \n\nPuluhan kendaraan tampak berjejer menunggu giliran untuk mengisi BBM.\n\nAntrean didominasi kendaraan angkutan umum, taksi, kendaraan pribadi, hingga truk pengangkut barang yang setiap hari melayani distribusi logistik di Kota Jayapura dan wilayah sekitarnya.\n\nSejumlah sopir terlihat memilih tetap mengantre meski harus menunggu cukup lama. Mereka mengaku kebutuhan operasional kendaraan membuat pengisian BBM menjadi hal yang tidak bisa ditunda.\n\nSPBU Ale-Ale sendiri merupakan salah satu titik pengisian BBM yang paling sibuk di wilayah Abepura.\n\nLokasinya yang berada di jalur utama penghubung Kota Jayapura dan Kabupaten Jayapura menjadikan SPBU tersebut selalu dipadati kendaraan dari berbagai sektor.\n\nAntrean kendaraan logistik bahkan tampak memanjang hingga keluar area pengisian BBM. Truk-truk pengangkut bahan bangunan, sembako, hingga kebutuhan usaha terlihat menunggu giliran pengisian solar.\n\nBACA SELENGKAPNYA\nhttps://papua.tribunnews.com/adv/126884/harga-bbm-nonsubsidi-naik-serentak-antrean-taksi-dan-truk-mengular-di-spbu-ale-ale-jayapura\n\nFollow us on Social Media\n\nInstagram: \nTikTok: \nFacebook: Tribun Papua\nYoutube: Tribun Papua\n\n#PertaminaPatraNiagaRegionalPapuMaluku #BBM #AntreanBBM #Jayapura #Papua", "post_id": "3921311860222600396_45261924157"}}, {"key": "tribunpapua", "attributes": {"label": "tribunpapua", "x": 665.4422362167403, "y": 631.1760180343566, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 40.607, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "3921311860222600396_45261924157", "id": "tribunpapua", "source": "instagram-000001", "content": "PT Pertamina Patra Niaga resmi melakukan penyesuaian harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi secara nasional mulai Rabu (17/6/2026).\n\nKenaikan harga tersebut berlaku untuk sejumlah produk BBM berkualitas, termasuk Pertamax dan Pertamax Green, setelah dilakukan evaluasi berkala yang mempertimbangkan perkembangan harga minyak mentah dunia serta harga pasar keekonomian.\n\nDi Kota Jayapura, kebijakan kenaikan harga BBM nonsubsidi itu menjadi perhatian masyarakat.\n\nPada hari pertama pemberlakuan harga baru, aktivitas pengisian BBM di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) tetap ramai.\n\nSalah satunya terlihat di SPBU Pertamina 83.991.01 Padang Bulan atau yang lebih dikenal masyarakat sebagai SPBU Ale-Ale, Distrik Heram, Kota Jayapura.\n\nPantauan Tribun Papua di lokasi menunjukkan antrean kendaraan masih terjadi sejak pagi hingga siang hari. \n\nPuluhan kendaraan tampak berjejer menunggu giliran untuk mengisi BBM.\n\nAntrean didominasi kendaraan angkutan umum, taksi, kendaraan pribadi, hingga truk pengangkut barang yang setiap hari melayani distribusi logistik di Kota Jayapura dan wilayah sekitarnya.\n\nSejumlah sopir terlihat memilih tetap mengantre meski harus menunggu cukup lama. Mereka mengaku kebutuhan operasional kendaraan membuat pengisian BBM menjadi hal yang tidak bisa ditunda.\n\nSPBU Ale-Ale sendiri merupakan salah satu titik pengisian BBM yang paling sibuk di wilayah Abepura.\n\nLokasinya yang berada di jalur utama penghubung Kota Jayapura dan Kabupaten Jayapura menjadikan SPBU tersebut selalu dipadati kendaraan dari berbagai sektor.\n\nAntrean kendaraan logistik bahkan tampak memanjang hingga keluar area pengisian BBM. Truk-truk pengangkut bahan bangunan, sembako, hingga kebutuhan usaha terlihat menunggu giliran pengisian solar.\n\nBACA SELENGKAPNYA\nhttps://papua.tribunnews.com/adv/126884/harga-bbm-nonsubsidi-naik-serentak-antrean-taksi-dan-truk-mengular-di-spbu-ale-ale-jayapura\n\nFollow us on Social Media\n\nInstagram: \nTikTok: \nFacebook: Tribun Papua\nYoutube: Tribun Papua\n\n#PertaminaPatraNiagaRegionalPapuMaluku #BBM #AntreanBBM #Jayapura #Papua", "post_id": "3921311860222600396_45261924157"}}, {"key": "jendelaberitaaa", "attributes": {"label": "jendelaberitaaa", "x": 402.00199990272176, "y": 269.24475742421373, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 23.3491, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "3922428077833483423_65826272650", "id": "jendelaberitaaa", "source": "instagram-000001", "content": "Setelah didemo mahasiswa dua hari berturut-turut, kini DPRD Sumut didatangi ratusan pengemudi ojek online (ojol), Kamis (18/6/2026). Massa dari pengemudi ojol yang jumlahnya ratusan orang ini membawa dua tuntutan. Pertama, mereka menuntut agar kebijakan batasan proporsi aplikasi maksimal 8 persen segera dilaksanakan dan kedua, menuntut turunnya harga BBM nonsubsidi jenis Pertamax.\n\nRatusan ojol sepakat untuk melakukan mogok kerja penuh hari ini, termasuk pria paruh baya berkacamata bernama Syahbudi (44 tahun).\n\n\"Naiknya harga Pertamax pengaruhnya sangat besar. Kawan-kawan di beberapa SPBU sering kehabisan. Kehabisan stok ataupun kadang mengantre sehingga menghabiskan waktu kawan-kawan ini untuk kerja. Kadang tidak mendapatkan minyak (Pertalite), terpaksa beralih ke Pertamax. Jadi, rugilah kami. BBM naik, eh, ongkos murah,\" keluhnya.\n\n\n-Pa\n\n#News #ojol #demo #DPRDSumut #jendelaberitaaa", "post_id": "3922428077833483423_65826272650"}}, {"key": "kompas.com", "attributes": {"label": "kompas.com", "x": 815.4150184675448, "y": 604.4763497204774, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 43.1958, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "3922428077833483423_65826272650", "id": "kompas.com", "source": "instagram-000001", "content": "Setelah didemo mahasiswa dua hari berturut-turut, kini DPRD Sumut didatangi ratusan pengemudi ojek online (ojol), Kamis (18/6/2026). Massa dari pengemudi ojol yang jumlahnya ratusan orang ini membawa dua tuntutan. Pertama, mereka menuntut agar kebijakan batasan proporsi aplikasi maksimal 8 persen segera dilaksanakan dan kedua, menuntut turunnya harga BBM nonsubsidi jenis Pertamax.\n\nRatusan ojol sepakat untuk melakukan mogok kerja penuh hari ini, termasuk pria paruh baya berkacamata bernama Syahbudi (44 tahun).\n\n\"Naiknya harga Pertamax pengaruhnya sangat besar. Kawan-kawan di beberapa SPBU sering kehabisan. Kehabisan stok ataupun kadang mengantre sehingga menghabiskan waktu kawan-kawan ini untuk kerja. Kadang tidak mendapatkan minyak (Pertalite), terpaksa beralih ke Pertamax. Jadi, rugilah kami. BBM naik, eh, ongkos murah,\" keluhnya.\n\n\n-Pa\n\n#News #ojol #demo #DPRDSumut #jendelaberitaaa", "post_id": "3922428077833483423_65826272650"}}, {"key": "idntimes.video", "attributes": {"label": "idntimes.video", "x": 442.5006435289205, "y": 187.91603672561664, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 23.3491, "eigenvector": 100.0, "in_degree": 0, "out_degree": 9, "degree": 9}, "_id": "3924369831054126688_2089700769", "id": "idntimes.video", "source": "instagram-000001", "content": "Jeritan Ojol di Balai Kota: Dapat Goceng, Rp2 Ribu Habis Buat Parkir\n\nPerwakilan pengemudi ojek online (ojol), Irfan mencurahkan beratnya perjuangan driver di jalan saat berbicara langsung di hadapan Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) DKI Jakarta, Budi Awaluddin.\n\nDalam apel bersama di Balai Kota DKI Jakarta, Minggu (21/6/2026), Irfan mengungkapkan penghasilan driver ojol kerap tidak sebanding dengan biaya operasional yang harus mereka keluarkan setiap hari sehingga berat apabila harus mengeluarkan biaya parkir.\n\n\"Sebagai gambaran tarif pengantaran makanan mungkin berkisar antara Rp10 ribu hingga Rp16 ribu, namun driver hanya menerima bersih sekitar Rp5.000,\" ucap Irfan.\n\nVideo Editor: Rendy Anwar\n\nIDN Times - Download IDN App di Google Play Store & App Store\nIkuti terus perkembangannya hanya di IDN Times, ya.\n\nArtikel IDN Times sekarang bisa dibaca di IDN App, lho, download sekarang di Google Play Store & App Store!\nTemukan info TERBARU lainnya:         \n#IDNTimes #DiversityIsBeautiful #Trending.", "post_id": "3924369831054126688_2089700769"}}, {"key": "IDNTimes", "attributes": {"label": "IDNTimes", "x": 935.5469159370456, "y": 581.403235783501, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 25.5543, "eigenvector": 100.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "3924369831054126688_2089700769", "id": "IDNTimes", "source": "instagram-000001", "content": "Jeritan Ojol di Balai Kota: Dapat Goceng, Rp2 Ribu Habis Buat Parkir\n\nPerwakilan pengemudi ojek online (ojol), Irfan mencurahkan beratnya perjuangan driver di jalan saat berbicara langsung di hadapan Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) DKI Jakarta, Budi Awaluddin.\n\nDalam apel bersama di Balai Kota DKI Jakarta, Minggu (21/6/2026), Irfan mengungkapkan penghasilan driver ojol kerap tidak sebanding dengan biaya operasional yang harus mereka keluarkan setiap hari sehingga berat apabila harus mengeluarkan biaya parkir.\n\n\"Sebagai gambaran tarif pengantaran makanan mungkin berkisar antara Rp10 ribu hingga Rp16 ribu, namun driver hanya menerima bersih sekitar Rp5.000,\" ucap Irfan.\n\nVideo Editor: Rendy Anwar\n\nIDN Times - Download IDN App di Google Play Store & App Store\nIkuti terus perkembangannya hanya di IDN Times, ya.\n\nArtikel IDN Times sekarang bisa dibaca di IDN App, lho, download sekarang di Google Play Store & App Store!\nTemukan info TERBARU lainnya:         \n#IDNTimes #DiversityIsBeautiful #Trending.", "post_id": "3924369831054126688_2089700769"}}, {"key": "IDNTimes.Korea", "attributes": {"label": "IDNTimes.Korea", "x": 573.789973334562, "y": 750.3568748657364, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 25.5543, "eigenvector": 100.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "3924369831054126688_2089700769", "id": "IDNTimes.Korea", "source": "instagram-000001", "content": "Jeritan Ojol di Balai Kota: Dapat Goceng, Rp2 Ribu Habis Buat Parkir\n\nPerwakilan pengemudi ojek online (ojol), Irfan mencurahkan beratnya perjuangan driver di jalan saat berbicara langsung di hadapan Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) DKI Jakarta, Budi Awaluddin.\n\nDalam apel bersama di Balai Kota DKI Jakarta, Minggu (21/6/2026), Irfan mengungkapkan penghasilan driver ojol kerap tidak sebanding dengan biaya operasional yang harus mereka keluarkan setiap hari sehingga berat apabila harus mengeluarkan biaya parkir.\n\n\"Sebagai gambaran tarif pengantaran makanan mungkin berkisar antara Rp10 ribu hingga Rp16 ribu, namun driver hanya menerima bersih sekitar Rp5.000,\" ucap Irfan.\n\nVideo Editor: Rendy Anwar\n\nIDN Times - Download IDN App di Google Play Store & App Store\nIkuti terus perkembangannya hanya di IDN Times, ya.\n\nArtikel IDN Times sekarang bisa dibaca di IDN App, lho, download sekarang di Google Play Store & App Store!\nTemukan info TERBARU lainnya:         \n#IDNTimes #DiversityIsBeautiful #Trending.", "post_id": "3924369831054126688_2089700769"}}, {"key": "IDNTimes.Community", "attributes": {"label": "IDNTimes.Community", "x": 981.6086643851615, "y": 572.740477843866, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 25.5543, "eigenvector": 100.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "3924369831054126688_2089700769", "id": "IDNTimes.Community", "source": "instagram-000001", "content": "Jeritan Ojol di Balai Kota: Dapat Goceng, Rp2 Ribu Habis Buat Parkir\n\nPerwakilan pengemudi ojek online (ojol), Irfan mencurahkan beratnya perjuangan driver di jalan saat berbicara langsung di hadapan Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) DKI Jakarta, Budi Awaluddin.\n\nDalam apel bersama di Balai Kota DKI Jakarta, Minggu (21/6/2026), Irfan mengungkapkan penghasilan driver ojol kerap tidak sebanding dengan biaya operasional yang harus mereka keluarkan setiap hari sehingga berat apabila harus mengeluarkan biaya parkir.\n\n\"Sebagai gambaran tarif pengantaran makanan mungkin berkisar antara Rp10 ribu hingga Rp16 ribu, namun driver hanya menerima bersih sekitar Rp5.000,\" ucap Irfan.\n\nVideo Editor: Rendy Anwar\n\nIDN Times - Download IDN App di Google Play Store & App Store\nIkuti terus perkembangannya hanya di IDN Times, ya.\n\nArtikel IDN Times sekarang bisa dibaca di IDN App, lho, download sekarang di Google Play Store & App Store!\nTemukan info TERBARU lainnya:         \n#IDNTimes #DiversityIsBeautiful #Trending.", "post_id": "3924369831054126688_2089700769"}}, {"key": "IDNTimes.Hype", "attributes": {"label": "IDNTimes.Hype", "x": 226.2333649209064, "y": 109.93743710587233, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 25.5543, "eigenvector": 100.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "3924369831054126688_2089700769", "id": "IDNTimes.Hype", "source": "instagram-000001", "content": "Jeritan Ojol di Balai Kota: Dapat Goceng, Rp2 Ribu Habis Buat Parkir\n\nPerwakilan pengemudi ojek online (ojol), Irfan mencurahkan beratnya perjuangan driver di jalan saat berbicara langsung di hadapan Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) DKI Jakarta, Budi Awaluddin.\n\nDalam apel bersama di Balai Kota DKI Jakarta, Minggu (21/6/2026), Irfan mengungkapkan penghasilan driver ojol kerap tidak sebanding dengan biaya operasional yang harus mereka keluarkan setiap hari sehingga berat apabila harus mengeluarkan biaya parkir.\n\n\"Sebagai gambaran tarif pengantaran makanan mungkin berkisar antara Rp10 ribu hingga Rp16 ribu, namun driver hanya menerima bersih sekitar Rp5.000,\" ucap Irfan.\n\nVideo Editor: Rendy Anwar\n\nIDN Times - Download IDN App di Google Play Store & App Store\nIkuti terus perkembangannya hanya di IDN Times, ya.\n\nArtikel IDN Times sekarang bisa dibaca di IDN App, lho, download sekarang di Google Play Store & App Store!\nTemukan info TERBARU lainnya:         \n#IDNTimes #DiversityIsBeautiful #Trending.", "post_id": "3924369831054126688_2089700769"}}, {"key": "Duniaku_com", "attributes": {"label": "Duniaku_com", "x": 657.1362822964718, "y": 828.6932139447345, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 25.5543, "eigenvector": 100.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "3924369831054126688_2089700769", "id": "Duniaku_com", "source": "instagram-000001", "content": "Jeritan Ojol di Balai Kota: Dapat Goceng, Rp2 Ribu Habis Buat Parkir\n\nPerwakilan pengemudi ojek online (ojol), Irfan mencurahkan beratnya perjuangan driver di jalan saat berbicara langsung di hadapan Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) DKI Jakarta, Budi Awaluddin.\n\nDalam apel bersama di Balai Kota DKI Jakarta, Minggu (21/6/2026), Irfan mengungkapkan penghasilan driver ojol kerap tidak sebanding dengan biaya operasional yang harus mereka keluarkan setiap hari sehingga berat apabila harus mengeluarkan biaya parkir.\n\n\"Sebagai gambaran tarif pengantaran makanan mungkin berkisar antara Rp10 ribu hingga Rp16 ribu, namun driver hanya menerima bersih sekitar Rp5.000,\" ucap Irfan.\n\nVideo Editor: Rendy Anwar\n\nIDN Times - Download IDN App di Google Play Store & App Store\nIkuti terus perkembangannya hanya di IDN Times, ya.\n\nArtikel IDN Times sekarang bisa dibaca di IDN App, lho, download sekarang di Google Play Store & App Store!\nTemukan info TERBARU lainnya:         \n#IDNTimes #DiversityIsBeautiful #Trending.", "post_id": "3924369831054126688_2089700769"}}, {"key": "Popbela_com", "attributes": {"label": "Popbela_com", "x": 55.634218483425315, "y": 853.9417615229529, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 25.5543, "eigenvector": 100.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "3924369831054126688_2089700769", "id": "Popbela_com", "source": "instagram-000001", "content": "Jeritan Ojol di Balai Kota: Dapat Goceng, Rp2 Ribu Habis Buat Parkir\n\nPerwakilan pengemudi ojek online (ojol), Irfan mencurahkan beratnya perjuangan driver di jalan saat berbicara langsung di hadapan Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) DKI Jakarta, Budi Awaluddin.\n\nDalam apel bersama di Balai Kota DKI Jakarta, Minggu (21/6/2026), Irfan mengungkapkan penghasilan driver ojol kerap tidak sebanding dengan biaya operasional yang harus mereka keluarkan setiap hari sehingga berat apabila harus mengeluarkan biaya parkir.\n\n\"Sebagai gambaran tarif pengantaran makanan mungkin berkisar antara Rp10 ribu hingga Rp16 ribu, namun driver hanya menerima bersih sekitar Rp5.000,\" ucap Irfan.\n\nVideo Editor: Rendy Anwar\n\nIDN Times - Download IDN App di Google Play Store & App Store\nIkuti terus perkembangannya hanya di IDN Times, ya.\n\nArtikel IDN Times sekarang bisa dibaca di IDN App, lho, download sekarang di Google Play Store & App Store!\nTemukan info TERBARU lainnya:         \n#IDNTimes #DiversityIsBeautiful #Trending.", "post_id": "3924369831054126688_2089700769"}}, {"key": "Popbela.Beauty", "attributes": {"label": "Popbela.Beauty", "x": 221.65430345078508, "y": 450.4095149534331, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 25.5543, "eigenvector": 100.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "3924369831054126688_2089700769", "id": "Popbela.Beauty", "source": "instagram-000001", "content": "Jeritan Ojol di Balai Kota: Dapat Goceng, Rp2 Ribu Habis Buat Parkir\n\nPerwakilan pengemudi ojek online (ojol), Irfan mencurahkan beratnya perjuangan driver di jalan saat berbicara langsung di hadapan Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) DKI Jakarta, Budi Awaluddin.\n\nDalam apel bersama di Balai Kota DKI Jakarta, Minggu (21/6/2026), Irfan mengungkapkan penghasilan driver ojol kerap tidak sebanding dengan biaya operasional yang harus mereka keluarkan setiap hari sehingga berat apabila harus mengeluarkan biaya parkir.\n\n\"Sebagai gambaran tarif pengantaran makanan mungkin berkisar antara Rp10 ribu hingga Rp16 ribu, namun driver hanya menerima bersih sekitar Rp5.000,\" ucap Irfan.\n\nVideo Editor: Rendy Anwar\n\nIDN Times - Download IDN App di Google Play Store & App Store\nIkuti terus perkembangannya hanya di IDN Times, ya.\n\nArtikel IDN Times sekarang bisa dibaca di IDN App, lho, download sekarang di Google Play Store & App Store!\nTemukan info TERBARU lainnya:         \n#IDNTimes #DiversityIsBeautiful #Trending.", "post_id": "3924369831054126688_2089700769"}}, {"key": "Popmama_com", "attributes": {"label": "Popmama_com", "x": 787.1737361992617, "y": 667.8201027733519, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 25.5543, "eigenvector": 100.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "3924369831054126688_2089700769", "id": "Popmama_com", "source": "instagram-000001", "content": "Jeritan Ojol di Balai Kota: Dapat Goceng, Rp2 Ribu Habis Buat Parkir\n\nPerwakilan pengemudi ojek online (ojol), Irfan mencurahkan beratnya perjuangan driver di jalan saat berbicara langsung di hadapan Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) DKI Jakarta, Budi Awaluddin.\n\nDalam apel bersama di Balai Kota DKI Jakarta, Minggu (21/6/2026), Irfan mengungkapkan penghasilan driver ojol kerap tidak sebanding dengan biaya operasional yang harus mereka keluarkan setiap hari sehingga berat apabila harus mengeluarkan biaya parkir.\n\n\"Sebagai gambaran tarif pengantaran makanan mungkin berkisar antara Rp10 ribu hingga Rp16 ribu, namun driver hanya menerima bersih sekitar Rp5.000,\" ucap Irfan.\n\nVideo Editor: Rendy Anwar\n\nIDN Times - Download IDN App di Google Play Store & App Store\nIkuti terus perkembangannya hanya di IDN Times, ya.\n\nArtikel IDN Times sekarang bisa dibaca di IDN App, lho, download sekarang di Google Play Store & App Store!\nTemukan info TERBARU lainnya:         \n#IDNTimes #DiversityIsBeautiful #Trending.", "post_id": "3924369831054126688_2089700769"}}, {"key": "Yummy.idn", "attributes": {"label": "Yummy.idn", "x": 839.2676374656772, "y": 113.5727318047639, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 25.5543, "eigenvector": 100.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "3924369831054126688_2089700769", "id": "Yummy.idn", "source": "instagram-000001", "content": "Jeritan Ojol di Balai Kota: Dapat Goceng, Rp2 Ribu Habis Buat Parkir\n\nPerwakilan pengemudi ojek online (ojol), Irfan mencurahkan beratnya perjuangan driver di jalan saat berbicara langsung di hadapan Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) DKI Jakarta, Budi Awaluddin.\n\nDalam apel bersama di Balai Kota DKI Jakarta, Minggu (21/6/2026), Irfan mengungkapkan penghasilan driver ojol kerap tidak sebanding dengan biaya operasional yang harus mereka keluarkan setiap hari sehingga berat apabila harus mengeluarkan biaya parkir.\n\n\"Sebagai gambaran tarif pengantaran makanan mungkin berkisar antara Rp10 ribu hingga Rp16 ribu, namun driver hanya menerima bersih sekitar Rp5.000,\" ucap Irfan.\n\nVideo Editor: Rendy Anwar\n\nIDN Times - Download IDN App di Google Play Store & App Store\nIkuti terus perkembangannya hanya di IDN Times, ya.\n\nArtikel IDN Times sekarang bisa dibaca di IDN App, lho, download sekarang di Google Play Store & App Store!\nTemukan info TERBARU lainnya:         \n#IDNTimes #DiversityIsBeautiful #Trending.", "post_id": "3924369831054126688_2089700769"}}, {"key": "@mistartvonline", "attributes": {"label": "@mistartvonline", "x": 719.6002698562647, "y": 792.9501002439205, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 23.3491, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "GKTf7chq92o", "id": "@mistartvonline", "source": "youtube-000001", "content": "Ratusan Ojol Geruduk Pertamina, Keluhkan Sulitnya Pertalite Pascakenaikan BBM Nonsubsidi\n\nMedan, MISTAR.ID\n\nRatusan pengemudi ojek online menggeruduk Kantor Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut untuk meminta penjelasan terkait sulitnya memperoleh bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertalite yang diduga merupakan dampak dari kenaikan harga BBM nonsubsidi, Kamis (18/6/2026).\n\nRatusan pengemudi ojek online yang tergabung dalam Aliansi Solidaritas Driver Medan menggelar aksi di Kantor Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut, Jalan Kolonel Yos Sudarso, Kota Medan, Sumatera Utara.\n\nDalam aksinya, massa menyampaikan sejumlah tuntutan terkait kenaikan harga BBM nonsubsidi yang dinilai berdampak pada meningkatnya penggunaan BBM subsidi jenis Pertalite. Kondisi tersebut memicu antrean panjang di sejumlah SPBU di Kota Medan.\n\nPara pengemudi ojek online mengaku turut terdampak. Sebagian dari mereka terpaksa beralih menggunakan BBM nonsubsidi untuk menghindari antrean panjang agar tetap dapat menjalankan aktivitasnya.\n\nSection Head Communication, Relations, and CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut, Romi Bachtiar menjelaskan, hal tersebut terjadi karena perubahan pola konsumsi masyarakat. Konsumen yang sebelumnya menggunakan BBM nonsubsidi beralih ke BBM subsidi, sehingga menyebabkan peningkatan antrean di sejumlah SPBU.\n\nMeski demikian, pihaknya memastikan stok BBM dalam kondisi aman dan tetap tersedia.\n\nSalah seorang perwakilan pengemudi ojek online, Budi, meminta adanya kompensasi dari Pertamina atas kerugian yang dialami para pengemudi akibat dampak kenaikan harga BBM tersebut.\n\nUsai menyampaikan aspirasi di Kantor Pertamina, massa melanjutkan aksi ke Kantor Ombudsman. Sebelumnya, mereka juga telah menggelar aksi di Kantor Gubernur Sumatera Utara dan Kantor DPRD Sumatera Utara.(Fiqih/hm21).\n\nBaca selengkapnya : \n\nhttps://mistar.id/\n\n#RatusanOjol #Ojol #OjekOnline #GerudukPertamina #Pertamina #BBM #Pertalite #Medan\n\n______________________________________________________________________\n \n\nJangan lupa subscribe,  tinggalkan komentar dan share video ini.\n\nTonton konten video-video lainnya di    /   \n\nBaca berita menarik lainnya di https://mistar.id/\n\nFollow:\n\n  / mistartv  \n  / profile.php  \n  / mistar.tv", "post_id": "GKTf7chq92o"}}, {"key": "mistartv706", "attributes": {"label": "mistartv706", "x": 457.0805485569831, "y": 905.6568541286326, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 43.1958, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "GKTf7chq92o", "id": "mistartv706", "source": "youtube-000001", "content": "Ratusan Ojol Geruduk Pertamina, Keluhkan Sulitnya Pertalite Pascakenaikan BBM Nonsubsidi\n\nMedan, MISTAR.ID\n\nRatusan pengemudi ojek online menggeruduk Kantor Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut untuk meminta penjelasan terkait sulitnya memperoleh bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertalite yang diduga merupakan dampak dari kenaikan harga BBM nonsubsidi, Kamis (18/6/2026).\n\nRatusan pengemudi ojek online yang tergabung dalam Aliansi Solidaritas Driver Medan menggelar aksi di Kantor Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut, Jalan Kolonel Yos Sudarso, Kota Medan, Sumatera Utara.\n\nDalam aksinya, massa menyampaikan sejumlah tuntutan terkait kenaikan harga BBM nonsubsidi yang dinilai berdampak pada meningkatnya penggunaan BBM subsidi jenis Pertalite. Kondisi tersebut memicu antrean panjang di sejumlah SPBU di Kota Medan.\n\nPara pengemudi ojek online mengaku turut terdampak. Sebagian dari mereka terpaksa beralih menggunakan BBM nonsubsidi untuk menghindari antrean panjang agar tetap dapat menjalankan aktivitasnya.\n\nSection Head Communication, Relations, and CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut, Romi Bachtiar menjelaskan, hal tersebut terjadi karena perubahan pola konsumsi masyarakat. Konsumen yang sebelumnya menggunakan BBM nonsubsidi beralih ke BBM subsidi, sehingga menyebabkan peningkatan antrean di sejumlah SPBU.\n\nMeski demikian, pihaknya memastikan stok BBM dalam kondisi aman dan tetap tersedia.\n\nSalah seorang perwakilan pengemudi ojek online, Budi, meminta adanya kompensasi dari Pertamina atas kerugian yang dialami para pengemudi akibat dampak kenaikan harga BBM tersebut.\n\nUsai menyampaikan aspirasi di Kantor Pertamina, massa melanjutkan aksi ke Kantor Ombudsman. Sebelumnya, mereka juga telah menggelar aksi di Kantor Gubernur Sumatera Utara dan Kantor DPRD Sumatera Utara.(Fiqih/hm21).\n\nBaca selengkapnya : \n\nhttps://mistar.id/\n\n#RatusanOjol #Ojol #OjekOnline #GerudukPertamina #Pertamina #BBM #Pertalite #Medan\n\n______________________________________________________________________\n \n\nJangan lupa subscribe,  tinggalkan komentar dan share video ini.\n\nTonton konten video-video lainnya di    /   \n\nBaca berita menarik lainnya di https://mistar.id/\n\nFollow:\n\n  / mistartv  \n  / profile.php  \n  / mistar.tv", "post_id": "GKTf7chq92o"}}, {"key": "@tribunjakarta", "attributes": {"label": "@tribunjakarta", "x": 843.7899496714851, "y": 983.0554042921311, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 23.3491, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "XYyDLepxDn4", "id": "@tribunjakarta", "source": "youtube-000001", "content": "Antrean Pertalite Kian Mengular, Ojol Terpaksa Beralih ke Pertamax meski Pendapatan Tergerus\n\nJurnalis Video: Elga Hikari Putra\n\nTRIBUNJAKARTA.COM, TANAH ABANG - Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertamax ternyata berdampak pada pengendara ojek online.\n\nPasalnya, demi mengejar waktu dan menghindari antrean yang mengular, sebagian pengemudi ojol terpaksa beralih menggunakan Pertamax meski harus mengorbankan pendapatan harian mereka.\n\nHal itu dirasakan betul oleh Eri (50), seorang pengendara ojol yang sehari-hari mengandalkan motornya untuk mencari nafkah. \n\nEri mengaku kini memilih mengisi kendaraannya dengan Pertamax demi efisiensi waktu, lantaran antrean Pertalite di SPBU sudah tidak masuk akal.\n\nSUMBER\n\n\n\n\nReporter: Elga Hikari Putra\nVideografer: Elga Hikari Putra\nEditor : Elga Hikari Putra\nUploader: Ilham Bintang Anugerah\n\nJangan lupa follow akun-akun sosial media TribunJakarta.com untuk mendapatkan beragam informasi terkini dan updatenya:\n\nYouTube:    /   \nFacebook: https://www.facebook.com/profile.php?...\nSaluran WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029VaS7...\nTikTok: https://www.tiktok.com/\nInstagram:   / tribunjakarta", "post_id": "XYyDLepxDn4"}}, {"key": "tribunjakarta", "attributes": {"label": "tribunjakarta", "x": 909.7777651821815, "y": 626.6499980430195, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 33.2724, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "XYyDLepxDn4", "id": "tribunjakarta", "source": "youtube-000001", "content": "Antrean Pertalite Kian Mengular, Ojol Terpaksa Beralih ke Pertamax meski Pendapatan Tergerus\n\nJurnalis Video: Elga Hikari Putra\n\nTRIBUNJAKARTA.COM, TANAH ABANG - Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertamax ternyata berdampak pada pengendara ojek online.\n\nPasalnya, demi mengejar waktu dan menghindari antrean yang mengular, sebagian pengemudi ojol terpaksa beralih menggunakan Pertamax meski harus mengorbankan pendapatan harian mereka.\n\nHal itu dirasakan betul oleh Eri (50), seorang pengendara ojol yang sehari-hari mengandalkan motornya untuk mencari nafkah. \n\nEri mengaku kini memilih mengisi kendaraannya dengan Pertamax demi efisiensi waktu, lantaran antrean Pertalite di SPBU sudah tidak masuk akal.\n\nSUMBER\n\n\n\n\nReporter: Elga Hikari Putra\nVideografer: Elga Hikari Putra\nEditor : Elga Hikari Putra\nUploader: Ilham Bintang Anugerah\n\nJangan lupa follow akun-akun sosial media TribunJakarta.com untuk mendapatkan beragam informasi terkini dan updatenya:\n\nYouTube:    /   \nFacebook: https://www.facebook.com/profile.php?...\nSaluran WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029VaS7...\nTikTok: https://www.tiktok.com/\nInstagram:   / tribunjakarta", "post_id": "XYyDLepxDn4"}}, {"key": "tribun.jakart...", "attributes": {"label": "tribun.jakart...", "x": 125.20691970937592, "y": 978.2156096447042, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 33.2724, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "XYyDLepxDn4", "id": "tribun.jakart...", "source": "youtube-000001", "content": "Antrean Pertalite Kian Mengular, Ojol Terpaksa Beralih ke Pertamax meski Pendapatan Tergerus\n\nJurnalis Video: Elga Hikari Putra\n\nTRIBUNJAKARTA.COM, TANAH ABANG - Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertamax ternyata berdampak pada pengendara ojek online.\n\nPasalnya, demi mengejar waktu dan menghindari antrean yang mengular, sebagian pengemudi ojol terpaksa beralih menggunakan Pertamax meski harus mengorbankan pendapatan harian mereka.\n\nHal itu dirasakan betul oleh Eri (50), seorang pengendara ojol yang sehari-hari mengandalkan motornya untuk mencari nafkah. \n\nEri mengaku kini memilih mengisi kendaraannya dengan Pertamax demi efisiensi waktu, lantaran antrean Pertalite di SPBU sudah tidak masuk akal.\n\nSUMBER\n\n\n\n\nReporter: Elga Hikari Putra\nVideografer: Elga Hikari Putra\nEditor : Elga Hikari Putra\nUploader: Ilham Bintang Anugerah\n\nJangan lupa follow akun-akun sosial media TribunJakarta.com untuk mendapatkan beragam informasi terkini dan updatenya:\n\nYouTube:    /   \nFacebook: https://www.facebook.com/profile.php?...\nSaluran WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029VaS7...\nTikTok: https://www.tiktok.com/\nInstagram:   / tribunjakarta", "post_id": "XYyDLepxDn4"}}, {"key": "@livenowfox", "attributes": {"label": "@livenowfox", "x": 843.5925255668892, "y": 543.1671493015721, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 23.3491, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "lgeI1hOD4bg", "id": "@livenowfox", "source": "youtube-000001", "content": "Harga rata-rata bensin di AS turun ke angka $4 setelah kesepakatan Iran\n\nPara pengemudi mulai merasakan kelegaan di SPBU setelah berbulan-bulan mengalami kenaikan harga bahan bakar terkait perang dengan Iran.\n\nHarga rata-rata nasional untuk satu galon bensin reguler turun di bawah $4 pada hari Kamis untuk pertama kalinya sejak dimulainya konflik dengan Iran. Menurut AAA, setelah mencapai puncaknya hingga $4,56 per galon bulan lalu, harga terus menurun dalam beberapa minggu terakhir.\n\nPenurunan harga baru-baru ini terjadi seiring pasar global merespons kesepakatan sementara antara Amerika Serikat dan Iran untuk mengakhiri permusuhan antara kedua negara dan membuka kembali lalu lintas pengiriman melalui Selat Hormuz, salah satu jalur transit minyak terpenting di dunia.\n\nMeskipun harga berada pada level yang belum pernah dilihat banyak orang sejak Maret, pengemudi Amerika masih membayar sekitar $1 lebih per galon daripada sebelum konflik dengan Iran dimulai dan 25% lebih banyak daripada yang mereka bayarkan pada waktu yang sama tahun lalu.\n\nKelegaan harga baru-baru ini terjadi seiring dengan penurunan biaya minyak mentah, bahan utama bensin. Analis mengatakan masih dibutuhkan waktu agar penghematan tersebut sampai ke konsumen. Faktor tambahan seperti operasi kilang, persediaan bahan bakar, dan kendala pasokan regional dapat menunda penurunan harga.\n\nGambaran besar:\nDampak gas dirasakan di berbagai bidang lain juga. Bisnis yang bergantung pada diesel untuk transportasi barang mungkin membutuhkan waktu untuk melihat penurunan harga merambat melalui rantai pasokan.\n\nInflasi AS berada pada level tertinggi dalam tiga tahun karena kenaikan biaya bahan bakar. Bahan makanan, tiket pesawat, dan pakaian semuanya terdampak oleh gangguan rantai pasokan global.\n\nBerlangganan LiveNOW dari FOX! https://www.youtube.com/livenowfox?su...\nTempat menonton LiveNOW dari FOX: https://www.livenowfox.com\nIkuti kami  di TikTok:   / livenowfox  \n\nMentah dan tanpa filter. Saksikan siaran langsung berita terkini, acara langsung, dan cerita di seluruh negeri tanpa henti. Komentar terbatas. Tanpa opini. Rasakan LiveNOW dari FOX. Saluran siaran berita langsung kapan dan di mana pun Anda membutuhkannya.", "post_id": "lgeI1hOD4bg"}}, {"key": "LiveNOWFOX", "attributes": {"label": "LiveNOWFOX", "x": 993.5186038569815, "y": 278.21715621119927, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 43.1958, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "lgeI1hOD4bg", "id": "LiveNOWFOX", "source": "youtube-000001", "content": "Harga rata-rata bensin di AS turun ke angka $4 setelah kesepakatan Iran\n\nPara pengemudi mulai merasakan kelegaan di SPBU setelah berbulan-bulan mengalami kenaikan harga bahan bakar terkait perang dengan Iran.\n\nHarga rata-rata nasional untuk satu galon bensin reguler turun di bawah $4 pada hari Kamis untuk pertama kalinya sejak dimulainya konflik dengan Iran. Menurut AAA, setelah mencapai puncaknya hingga $4,56 per galon bulan lalu, harga terus menurun dalam beberapa minggu terakhir.\n\nPenurunan harga baru-baru ini terjadi seiring pasar global merespons kesepakatan sementara antara Amerika Serikat dan Iran untuk mengakhiri permusuhan antara kedua negara dan membuka kembali lalu lintas pengiriman melalui Selat Hormuz, salah satu jalur transit minyak terpenting di dunia.\n\nMeskipun harga berada pada level yang belum pernah dilihat banyak orang sejak Maret, pengemudi Amerika masih membayar sekitar $1 lebih per galon daripada sebelum konflik dengan Iran dimulai dan 25% lebih banyak daripada yang mereka bayarkan pada waktu yang sama tahun lalu.\n\nKelegaan harga baru-baru ini terjadi seiring dengan penurunan biaya minyak mentah, bahan utama bensin. Analis mengatakan masih dibutuhkan waktu agar penghematan tersebut sampai ke konsumen. Faktor tambahan seperti operasi kilang, persediaan bahan bakar, dan kendala pasokan regional dapat menunda penurunan harga.\n\nGambaran besar:\nDampak gas dirasakan di berbagai bidang lain juga. Bisnis yang bergantung pada diesel untuk transportasi barang mungkin membutuhkan waktu untuk melihat penurunan harga merambat melalui rantai pasokan.\n\nInflasi AS berada pada level tertinggi dalam tiga tahun karena kenaikan biaya bahan bakar. Bahan makanan, tiket pesawat, dan pakaian semuanya terdampak oleh gangguan rantai pasokan global.\n\nBerlangganan LiveNOW dari FOX! https://www.youtube.com/livenowfox?su...\nTempat menonton LiveNOW dari FOX: https://www.livenowfox.com\nIkuti kami  di TikTok:   / livenowfox  \n\nMentah dan tanpa filter. Saksikan siaran langsung berita terkini, acara langsung, dan cerita di seluruh negeri tanpa henti. Komentar terbatas. Tanpa opini. Rasakan LiveNOW dari FOX. Saluran siaran berita langsung kapan dan di mana pun Anda membutuhkannya.", "post_id": "lgeI1hOD4bg"}}, {"key": "@Fox10Phoenix", "attributes": {"label": "@Fox10Phoenix", "x": 43.55447696642389, "y": 256.9751114929352, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 23.3491, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "lNTh9CaeWNA", "id": "@Fox10Phoenix", "source": "youtube-000001", "content": "Perang Iran: Akankah kesepakatan damai memberikan keringanan harga bahan bakar bagi para pengemud...\n\nHarga bensin di Arizona telah turun sekitar 41 sen dibandingkan bulan lalu menurut AAA, tetapi bensin biasa tetap tinggi dengan rata-rata $4,42 per galon dan solar berada di $5,49.\n\nBanyak pengemudi lokal merasakan tekanan finansial, mencatat tingginya biaya hidup sehari-hari, dan sekarang berharap bahwa kesepakatan baru antara Amerika Serikat dan Iran untuk menghentikan permusuhan dan membuka kembali Selat Hormuz akan memberikan bantuan yang sangat dibutuhkan di SPBU.\n\nMeskipun kesepakatan tersebut pada akhirnya dapat menurunkan biaya bahan bakar, para ahli energi memperingatkan bahwa bantuan pasar tidak akan terjadi dalam semalam. Seorang peneliti energi di Universitas Houston menjelaskan bahwa persediaan global telah berkurang drastis, dengan sekitar satu miliar barel minyak terlepas dari pasar. Menurut Angkatan Laut AS, dibutuhkan setidaknya tiga bulan hanya untuk membersihkan Selat Hormuz, dan mungkin dibutuhkan tiga bulan lagi untuk memulai kembali sumur minyak dengan aman.\n\nPakar tersebut menyoroti bahwa karena Iran tetap memiliki kemampuan untuk menutup jalur air tersebut kapan saja, jangka waktu 60 hari saat ini tidak menjamin penyelesaian penuh ke depannya. Ia mencatat bahwa dibutuhkan setidaknya delapan bulan untuk kembali ke keseimbangan pasar yang stabil.\n\nAS dan Iran dijadwalkan untuk secara resmi menandatangani perjanjian tersebut pada 19 Juni untuk mengukuhkan kesepakatan tersebut, meskipun masih ada pertanyaan mengenai apakah semua pihak internasional, termasuk Israel, sepenuhnya mendukungnya.\n\nBerlangganan FOX 10 Phoenix!\n\n   /   \n\n#iran #perangiran #timurtengah #selathormuz #hargabensin #bensin #kesepakatan #berita #fox10phoenix\n\nFOX 10 Phoenix menyajikan berita terkini, acara langsung, politik, hiburan, berita bisnis, dan cerita lokal dari Phoenix, Arizona, dan seluruh negeri.\n\nTonton lebih banyak FOX 10 Phoenix di YouTube:\n   • Iran war  \n   • Arizona headlines  \n   • National headlines  \n   • Top Videos", "post_id": "lNTh9CaeWNA"}}, {"key": "fox10phoenix", "attributes": {"label": "fox10phoenix", "x": 85.23216527432287, "y": 376.3480573621112, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 43.1958, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "lNTh9CaeWNA", "id": "fox10phoenix", "source": "youtube-000001", "content": "Perang Iran: Akankah kesepakatan damai memberikan keringanan harga bahan bakar bagi para pengemud...\n\nHarga bensin di Arizona telah turun sekitar 41 sen dibandingkan bulan lalu menurut AAA, tetapi bensin biasa tetap tinggi dengan rata-rata $4,42 per galon dan solar berada di $5,49.\n\nBanyak pengemudi lokal merasakan tekanan finansial, mencatat tingginya biaya hidup sehari-hari, dan sekarang berharap bahwa kesepakatan baru antara Amerika Serikat dan Iran untuk menghentikan permusuhan dan membuka kembali Selat Hormuz akan memberikan bantuan yang sangat dibutuhkan di SPBU.\n\nMeskipun kesepakatan tersebut pada akhirnya dapat menurunkan biaya bahan bakar, para ahli energi memperingatkan bahwa bantuan pasar tidak akan terjadi dalam semalam. Seorang peneliti energi di Universitas Houston menjelaskan bahwa persediaan global telah berkurang drastis, dengan sekitar satu miliar barel minyak terlepas dari pasar. Menurut Angkatan Laut AS, dibutuhkan setidaknya tiga bulan hanya untuk membersihkan Selat Hormuz, dan mungkin dibutuhkan tiga bulan lagi untuk memulai kembali sumur minyak dengan aman.\n\nPakar tersebut menyoroti bahwa karena Iran tetap memiliki kemampuan untuk menutup jalur air tersebut kapan saja, jangka waktu 60 hari saat ini tidak menjamin penyelesaian penuh ke depannya. Ia mencatat bahwa dibutuhkan setidaknya delapan bulan untuk kembali ke keseimbangan pasar yang stabil.\n\nAS dan Iran dijadwalkan untuk secara resmi menandatangani perjanjian tersebut pada 19 Juni untuk mengukuhkan kesepakatan tersebut, meskipun masih ada pertanyaan mengenai apakah semua pihak internasional, termasuk Israel, sepenuhnya mendukungnya.\n\nBerlangganan FOX 10 Phoenix!\n\n   /   \n\n#iran #perangiran #timurtengah #selathormuz #hargabensin #bensin #kesepakatan #berita #fox10phoenix\n\nFOX 10 Phoenix menyajikan berita terkini, acara langsung, politik, hiburan, berita bisnis, dan cerita lokal dari Phoenix, Arizona, dan seluruh negeri.\n\nTonton lebih banyak FOX 10 Phoenix di YouTube:\n   • Iran war  \n   • Arizona headlines  \n   • National headlines  \n   • Top Videos", "post_id": "lNTh9CaeWNA"}}, {"key": "@PlanetautoUK", "attributes": {"label": "@PlanetautoUK", "x": 231.6039254804404, "y": 290.2860688696427, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 23.3491, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "vR5mr950ptk", "id": "@PlanetautoUK", "source": "youtube-000001", "content": "Ulasan Ford Transit Baru | eTransit, apakah sudah waktunya beralih ke listrik?\n\nFord eTransit, jika Anda ingin mengubah van Anda menjadi kendaraan listrik tanpa harus memulai dari nol, Transit listrik baru ini mungkin jawabannya. Kendaraan ini mengambil semua hal yang menjadikan Transit sebagai andalan bisnis Inggris… dan memperbaruinya agar sesuai dengan era listrik.\nIni adalah van besar yang tetap terasa familiar, tetapi dengan sentuhan modern yang serius. Kabinnya merupakan langkah maju yang besar, dengan layar sentuh besar, kontrol seperti mobil, dan tingkat teknologi yang membuatnya terasa jauh lebih premium daripada kendaraan kerja biasa. Kendaraan ini juga praktis – ruang muatnya sama fungsionalnya dengan versi diesel, dan fitur seperti Pro Power Onboard mengubahnya menjadi generator portabel untuk peralatan, perlengkapan… atau bahkan teko listrik di lokasi kerja.\nDi jalan raya, performanya sangat mengesankan. Bahkan versi dengan tenaga lebih rendah pun memiliki daya dorong yang cukup, sementara pilihan yang lebih bertenaga terasa sangat cepat untuk ukuran kendaraan ini. Kendaraan ini halus, tenang, dan jauh lebih nyaman dikendarai di kota atau di jalan yang ramai – yang merupakan keuntungan besar bagi siapa pun yang menghabiskan waktu lama di belakang kemudi.\n\nTentu saja, seperti semua van listrik saat ini, jangkauan dan muatannya tidak akan cocok untuk setiap pekerjaan. Tetapi jika penggunaan harian Anda sesuai dengan batas kemampuannya, E-Transit mulai menjadi pilihan yang masuk akal – terutama jika Anda mempertimbangkan biaya operasional, kenyamanan pengemudi, dan kredensial ramah lingkungan yang sangat penting.\n\nBagi bisnis yang siap beralih, ini terasa bukan seperti lompatan besar… melainkan lebih seperti langkah selanjutnya yang alami.\n\nHarga mulai dari £43.630 ditambah PPN.\n\n #fordetransit #etransit #fordetransitcustom\n\n----Planetauto: www.planetauto.co.uk----\n\n-----------------------------------------\n\nFacebook:   / planetautouk  \n\nTwitter:   / planetauto  \n\nInstagram:   / planet_auto  \n\nDiscord:   / discord  \n\n---------------------------\n\nHubungi Kami: http://www.planetauto.co.uk/\n\n----------------------------\n\nMusik: https://www.studio.youtube.com", "post_id": "vR5mr950ptk"}}, {"key": "FordUK", "attributes": {"label": "FordUK", "x": 185.41214495759684, "y": 25.09030233320697, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 43.1958, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "vR5mr950ptk", "id": "FordUK", "source": "youtube-000001", "content": "Ulasan Ford Transit Baru | eTransit, apakah sudah waktunya beralih ke listrik?\n\nFord eTransit, jika Anda ingin mengubah van Anda menjadi kendaraan listrik tanpa harus memulai dari nol, Transit listrik baru ini mungkin jawabannya. Kendaraan ini mengambil semua hal yang menjadikan Transit sebagai andalan bisnis Inggris… dan memperbaruinya agar sesuai dengan era listrik.\nIni adalah van besar yang tetap terasa familiar, tetapi dengan sentuhan modern yang serius. Kabinnya merupakan langkah maju yang besar, dengan layar sentuh besar, kontrol seperti mobil, dan tingkat teknologi yang membuatnya terasa jauh lebih premium daripada kendaraan kerja biasa. Kendaraan ini juga praktis – ruang muatnya sama fungsionalnya dengan versi diesel, dan fitur seperti Pro Power Onboard mengubahnya menjadi generator portabel untuk peralatan, perlengkapan… atau bahkan teko listrik di lokasi kerja.\nDi jalan raya, performanya sangat mengesankan. Bahkan versi dengan tenaga lebih rendah pun memiliki daya dorong yang cukup, sementara pilihan yang lebih bertenaga terasa sangat cepat untuk ukuran kendaraan ini. Kendaraan ini halus, tenang, dan jauh lebih nyaman dikendarai di kota atau di jalan yang ramai – yang merupakan keuntungan besar bagi siapa pun yang menghabiskan waktu lama di belakang kemudi.\n\nTentu saja, seperti semua van listrik saat ini, jangkauan dan muatannya tidak akan cocok untuk setiap pekerjaan. Tetapi jika penggunaan harian Anda sesuai dengan batas kemampuannya, E-Transit mulai menjadi pilihan yang masuk akal – terutama jika Anda mempertimbangkan biaya operasional, kenyamanan pengemudi, dan kredensial ramah lingkungan yang sangat penting.\n\nBagi bisnis yang siap beralih, ini terasa bukan seperti lompatan besar… melainkan lebih seperti langkah selanjutnya yang alami.\n\nHarga mulai dari £43.630 ditambah PPN.\n\n #fordetransit #etransit #fordetransitcustom\n\n----Planetauto: www.planetauto.co.uk----\n\n-----------------------------------------\n\nFacebook:   / planetautouk  \n\nTwitter:   / planetauto  \n\nInstagram:   / planet_auto  \n\nDiscord:   / discord  \n\n---------------------------\n\nHubungi Kami: http://www.planetauto.co.uk/\n\n----------------------------\n\nMusik: https://www.studio.youtube.com", "post_id": "vR5mr950ptk"}}], "edges": [{"key": "habar_hanyar_nusantara", "source": "habar_hanyar_nusantara", "target": "herdinhdyt", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "samarindasosmed", "source": "samarindasosmed", "target": "herdinhdyt", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "samarinda.reels", "source": "samarinda.reels", "target": "herdinhdyt", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "samarinda.reels", "source": "samarinda.reels", "target": "ogstore.samarinda", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "info_samarinda_", "source": "info_samarinda_", "target": "gerbangsamarinda", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "tribunpapuaofficial", "source": "tribunpapuaofficial", "target": "tribunpapuaofficial", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "tribunpapuaofficial", "source": "tribunpapuaofficial", "target": "tribunpapua", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "jendelaberitaaa", "source": "jendelaberitaaa", "target": "kompas.com", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "idntimes.video", "source": "idntimes.video", "target": "IDNTimes", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "idntimes.video", "source": "idntimes.video", "target": "IDNTimes.Korea", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "idntimes.video", "source": "idntimes.video", "target": "IDNTimes.Community", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "idntimes.video", "source": "idntimes.video", "target": "IDNTimes.Hype", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "idntimes.video", "source": "idntimes.video", "target": "Duniaku_com", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "idntimes.video", "source": "idntimes.video", "target": "Popbela_com", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "idntimes.video", "source": "idntimes.video", "target": "Popbela.Beauty", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "idntimes.video", "source": "idntimes.video", "target": "Popmama_com", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "idntimes.video", "source": "idntimes.video", "target": "Yummy.idn", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "@mistartvonline", "source": "@mistartvonline", "target": "mistartv706", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@tribunjakarta", "source": "@tribunjakarta", "target": "tribunjakarta", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@tribunjakarta", "source": "@tribunjakarta", "target": "tribun.jakart...", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@livenowfox", "source": "@livenowfox", "target": "LiveNOWFOX", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@Fox10Phoenix", "source": "@Fox10Phoenix", "target": "fox10phoenix", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@PlanetautoUK", "source": "@PlanetautoUK", "target": "FordUK", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}]}